ASN Mengaji Seri 19 | 2025 - Fiqih Safar: Apa dan Bagaimana? (Eps. 04)
j3pimrE0roE • 2025-10-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Asar 4, magrib 3, isya 4. Kan enak zuhur
selesai, magrib selesai. Jadi umpama
ngapunten nggih mantun setelah magrib
tidur sampai bangun-bangun subuh kan
aman sudah salat. Paham nggih?
Nauzubillah. Umpama tengah-tengah Isya
dia waktu tidur wafat, berarti kan wafat
dalam kondisi husnul khatimah. Karena
sudah salat. Makanya kalau saya lebih
enak dijamak takdim. Paham nggih? Mbok
menawakan kita enggak tahu umur lah.
Kalau dimajukan kan enak ya. Kalau
dimajukan lebih enak. Jadi jamak takdim
zuhur, asarnya masuk ke zuhur, isyanya
masuk ke magrib pun. Ini menurut Imam
Nawawi kalau sakitnya parah. Apa batasan
parah? Ada ulama yang mengatakan
sekiranya dia diperbolehkan salat duduk.
Paham nggih? Oh ya kalau orang kayak
lumpuh orang yang kayak ya hidupnya di
mana?
Di kamar tempat tidur itu kan wis parah
itu berarti itu boleh. Kalau di rumah
sakit saya juga sama. Kalau jenengan ada
keluarga jenengan yang dirawat di rumah
sakit itu mending dijamak.
Jenengan bolak-balik rumah sakit itu
resiko. Orang sakit bolak-balik kamar
mandi itu resiko. Mending jamak. Selama
di rumah sakit dijamak. Ini yang
kemudian salat karena sakit pun. Yang
kedua, ada salat tidak safar karena
hajat, karena ada keperluan penting yang
mendesak.
Ini disebutkan di antaranya oleh Imam
Nawawi dalam syarah Muslim. Beliau
mengatakan
jamaat minal aimah jawazil jam
lil hajati lim yattakuatan.
Sekelompok ulama memperbolehkan menjamak
salat di rumah karena ada keperluan
mendesak asalkan tidak dijadikan
rutinitas.
Wahua ibnu sirin wa asab min ashabi
malik wahaul khati anil qofal wasyasi
alkabir an ashabi syafii an nabi ishaq
almwazi dan seterusnya. Ini beberapa
yang kemudian pendapat yang diambil oleh
beberapa ulama. Contoh, contoh.
Saya pernah ngalami, Pak, salat zuhur
itu sudah mepet ono tek tol muacat.
Maju yo ndak iso, mundur yo ndak iso,
ngan ndak iso, ngiri ndak iso. Hanya
ikut arus.
Pertanyaan saya, kalau umpama jenengan
baru masuk tol jam .00, baru keluar tol
jam .00, pertanyaan saya, apakah
jenengan salat di tol? Oh, gak bisa
crash area enggak bisa.
Ini yang namanya
kita boleh diniati salat jamak asalkan
tidak dijadikan rutinitas. Kan sesekali
seperti itu, Pak. Contoh yang kedua,
manten.
Nah, manten kalau di desa itu kan
dipajang mulai isuk sampai bengi.
Jenengan dulu dipajang mboten, Pak?
Oh, pajang [tertawa]
ya. Kalau di sini nyewa nyewa apa? Nyewa
hall itu kan ndak dipajang ya. Paling
rong jam, tel jam mari. Tapi kalau di
desa mulai isuk sampai bengi dipajang
wong macake mawon riasnya saja itu bisa
2 jam 3 jam. Bayangkan jenengan
perempuan dirias mulai jam . Rias durung
semet salat mari ngono ngentut
magribe salate bagaimana? Apa mau wudu?
Kan kalau wudu kan riyasnya harus di
dihilangkan. Andaikan riasnya
dihilangkan, sing bengak-bengok sinten,
Pak? Tukang riase. [tertawa]
Paham nggih? Sing bengak-bengok tukang
riase lah. Kondisi seperti ini jenengan
boleh jamak. Nanti salat magribnya
dijamak. Setelah nanti turun dari kuade
tinggal nanti salat. Nah, salat wajib ya
sekalian dengan salat mau ibadah yang
lain gu loh. Jadi bisa digabung nanti
salat magribnya dijamak dan kemudian ee
selesai. Ini namanya asalkan satu tidak
dijadikan kebiasaan. Pertanyaan saya,
jenengan nikah kebiasaan atau sekali
seumur hidup? Ya kecuali nek biasa
bendino akad nikah gak oleh paham nggih.
Kan kalau jenengan nikah seumur hidup
cuma sekali dua kali ya bisa pakai ini.
Paham nggih? Oh yang kedua. Yang ketiga
ada contoh lagi Pak.
Dokter ini sering saya contohkan dokter.
Dokter itu ada yang operasi itu
kadang-kadang bisa 1 jam. Ada yang
proses operasi mulai masuk kamar operasi
persiapan sampai selesai operasi bisa 3
sampai 4 jam tergantung kasus.
Ada dokter
umpama dokter ini ini perkiraan dia
masuk dia masuk ke ruang operasi itu
mungkin sekitar jam .30.30
itu dia masuk. Berarti dia andaikan dia
masuk gak mungkin salat asar.
Ternyata kasusnya berat. Perkiraan bisa
4 sampai 5 jam. Berarti dia masuk .30
atau jam 3. Jam 0.30 lah. Dia masuk. 30
baru keluar sekitar 1 2 3 4 jam 0.
Maka yang akan bahaya satu salat asar.
Nomor dua salat magrib.
Nah, kalau kasus seperti ini saya
anjurkan si dokter asarnya dijamak
takdim dengan zuhur, magribnya nanti
dijamak takhir dengan isya. Jadi ketika
dia sebelum operasi, sebelum masuk ke
ruang operasi karena enggak mungkin
nanti asar dia bisa keluar, ya sudah
waktu salat zuhur dia salat zuhur plus
asar jamak takdim. Paham nggih? Tapi gak
boleh qasar. Nanti setelah operasi
antara dia magrib dan isya kan masih di
ruang operasi. Nah, nanti selesai
operasi jam .00 keluar baru dia salat
jamak takhir. Magribnya dijamak takhir
dengan
isya. Paham nggih? Pertanyaan saya, Pak.
Jenengan andaikan dokter operasi umpama
bri untuk salat kiro-kiro pasiennya
[tertawa]
yang waktu dioperasi itu sik briik isik
gawe salat iki perintahe Allah umpama
[tertawa] gitu ya seakan pasien Pak
nyelamatkan nyawa itu juga perintah
Allah paham nggih nyelamatkan nyawa itu
juga perintah Allah makanya kalau
kondisi seperti ini ya sudah bisa ikut
pendapat yang ini. Jamak zuhurnya jamak
takdim dengan asar, isyanya jamak takhir
dengan isya, magribnya jamak takir
dengan isya. Paham nggih? Ini contoh
yang ketiga. Dan banyak lagi
contoh-contoh yang bisa seperti ini atau
kasus begini, Pak. Lagi, Pak. Ya, kalau
jenengan kayak ada seminar gitu, Pak.
Seminar
jedinge mek siji, toilete mek siji. Wis
koy enggak memungkinkan. Ya, sesekali
sing penting ojo bendino seminar
kan seminar paling setahun sepisan
kasusnya seperti itu bisa ikut pendapat
ini boleh dijamak karena ada kepentingan
yang mendesak. Paham nggih? Pun yang
ketiga karena hujan tapi kalau sekarang
untuk yang hujan itu agak sulit Pak
dipraktikkan. Jenengan nanti jamak
setelah ini gak boleh, Pak. [tertawa]
Hujannya kan nanti masih bisa reda ini.
Paham nggih? E kalau yang ketiga tidak
saya perlukan. Jadi yang paling penting
itu yang pertama sakit sama kemudian
karena hajat. Paham nggih? P ini yang
pertama.
Yang kedua,
kalau jenengan safar harus yang kedua
adalah salat Jumat, Pak. Karena kita
laki-laki, yang perlu kita perhatikan
adalah salat Jumat. Nah, salat Jumat itu
wajib. Kecuali bagi musafir.
Musafir itu nak wajib Jumat. Tapi ulama
berbeda pendapat. Kapan orang itu bisa
jamaknya tidak boleh apa dia bisa tidak
salat Jumat karena musafir? Satu yang
ulama sepakat kalau bepergiannya sebelum
subuh.
Dalam kitab Almajmu dikatakan, "Idza
safaro qoblal fajri jaza bila khilafin
bikulli halin." Orang yang berangkatnya
sebelum subuh, ulama tanpa ada perbedaan
mengatakan boleh gak jumatan. Nanti
jumatannya diganti zuhur dijamak. Paham
nggih? Kalau berangkatnya sebelum subuh.
Nah, kalau berangkatnya setelah subuh
ulama berbeda pendapat. Tapi pendapat
yang kedua memperbolehkan
sebelum subuh eh setelah subuh yang
penting yang penting sebelum zawal.
Zawal itu perkiraan jam 12.00 istiwa. Ee
jam 12.00 istiwa itu istiwa sedikit itu
antara itu gak masalah. Jadi kalau
gampangannya sekarang, Pak, jenengan
kalau berangkatnya sebelum azan Jumat
itu masih ada ulama yang memperbolehkan.
Jadi kalau ma jenengan mau ke Jakarta
jam berapa berangkatnya? Oh, ke bandara
berangkatnya jam 10.00. Itu masih ada
ulama yang memperbolehkan. Jadi andaikan
jenengan gak jemah di nak salat Jumat di
bandara gak masalah. Paham nggih? Pun.
Nah, ini yang kemudian tapi kalau paling
aman sebelum subuh tapi kan jarang
tergantung tiket kan Pak nggih?
Tergantung tiket. Kalau tikate jenengan
setelah subuh ya bisa ikut pendapat yang
kedua memperbolehkan untuk tidak salat
Jumat. Paham nggih? Pun lanjut.
Tata cara salat di kendaraan satu.
Kalau di pesawat ulama berbeda pendapat.
Gini, Pak.
Ada begini. Salat itu harus di tempat
yang menetap.
Jenengan salat di perahu kan masih
perahunya nempel bumi. Jenengan salat di
atas kereta, keretanya kan masih netap
di bumi. Pertanyaannya kalau jenengan
salat di pesawat, pesawatnya tetap di
bumi atau di udara?
Di udara. Inilah yang ulama berbeda
pendapat. Paham nggih? Saya bacakan di
kitab attakqriratus sadidah. Di kitab
ataradi kata gini.
asatu thi salat di pesawat fajuzu mahah
shatun nafli kalau salat sunah itu gak
ada masalah Pak salat sunah itu paling
gampang pak jenengan salat sunah amb
nyetir bisa dengan salat sunah di mobil
itu bisa meskipun sambil duduk mobilnya
keliling-keliling gak ngadap kiblat
boleh salat sunah itu agak agak longgar
banyak kelonggaran paham nggih salat
sunat tapi wa amma shatul fard tapi
kalau Kalau salat fardu inat alaihiri
wathlawilah.
Beliau mengatakan kalau jenengan di atas
pesawat kalau masih bisa dijamak mending
dijamak. Jangan salat di atas pesawat.
Paham nggih? Jadi kalau mama jenengan
umrah gitu atau ke Surabaya gitu ya.
Kalau jenengan bisa jamak sebelum
berangkat atau setelah berangkat gak
usah maksa salat di pesawat mending
jamak. Ini ulama sepakat boleh paham
nggih. Tapi kan ada perjalanan itu jauh
kayak umrah itu kan perjalanan berapa
menit? Berapa jam Pak? Bisa 10 sampai
pinten?
9 jam nggih. Umrah
9 sampai 10 jam nggih. 9 sampai 10 jam
kan kalau berangkatnya umpama jam
siang berarti kan aman zuhur asalnya.
Magrib isyanya
masih aman sebenarnya. Nggih. Kalau
seperti ini masih aman, Pak. Mending gak
usah gak usah salat di pesawat nunggu
turun.
Paham nggih? Nah, yang masalah begini.
Yang masalah itu kalau jangan
berangkatnya sebelum zuhur.
Jadi pesawatnya itu berangkatnya jam
10.11.
Nanti nyampai tempat itu sekitar Isya.
Berarti kan mau gak mau zuhur, asar ini
kan hilang. Kalau jenengan gak bisa
jamak kan. Nah, kalau tidak bisa maka
beliau mengatakan
beliau mengatakan kalau masih bisa salat
sebelum atau ketika sebelum take off
atau setelah landing maka kalau bisa
salat jamak. Kalau gak bisa bagaimana
kata beliau? Nah, ini kata beliau, "Fafi
hadilah yajibu alaihius lihurmatil
wakti."
Orang yang seperti ini tetap wajib salat
di atas pesawat. Ketika salat di atas
pesawat kata beliau, ada dua
kemungkinan. Satu, ina biitmamir ruku
was sujud. Salatnya tetap sujudnya
sempurna, rukuknya sempurna, ngadap
kiblat.
Dan dia salatnya bisa pakai wudu karena
ada air. Maka yang seperti ini ulama ada
yang mengatakan tidak wajib diulang.
Paham nggih? Tapi kalau salatnya ngadap
kiblat gak iso. Kenapa ngadap kiblat gak
iso? Wong dia selurusnya kursi ya enggak
rukuk ya enggak sujud. Maka yang seperti
ini kalau mazhab Syafi'i maka dia wajib
salat iadah.
Paham nggih? Nah, saya
saya lupa kapan itu yang umrah yang
kapan itu umrah Ramadan kemarin kalau
enggak eh bulan tahun kemarin itu enggak
kalau enggak salah pesawat Saudi
Airlines atau apa saya lupa itu ada
disiapkan musala Pak tapi enggak setiap
maskap ada. Saya pernah ikut maskap itu
yang enggak ada. Ada yang disiapkan
musala di tengah-tengah itu ada.
Meskipun cukup untuk 3 empih gak bisa
lah. Kalau seperti ini jenengan bisa
ngamalkan yang pertama. Jadi kalau
memang terpaksa jenengan tidak bisa
jamak takdim, tidak bisa jamak takhir,
maka jenengan wudu. Cara wudunya
bagaimana? Wudu di toilet pakai
semprotan itu. Itu kan aman. Itu kan gak
membasahi. Itu jenengan semprotan itu
wudu selesai. Setelah itu jenengan ke
musala itu. Lah ke musala itu jenengan
lihat arah kiblat ke mana jenengan salat
di situ. Maka jenengan bisa salat. Dan
ini ada ulama yang mengatakan tidak
wajib iadah. Paham nggih? Pun ini kalau
di pesawat lanjut.
Nah, bagaimana kalau di kereta? Kalau
kereta masih aman, Pak. kereta itu
kereta itu. Tapi kalau jenengan di
kereta tetap tidak boleh sambil duduk
enggak ngadap kiblat ya. Kecuali
duduknya bisa ngadap kiblat loh. Nggih.
Kalau di kereta itu enak. Saya beberapa
kali naik kereta itu di kalau enggak
salah dekatnya kantin. Dekatnya kantin
itu ada musala nggih. Nah jenengan pakai
itu. Jenengan pakai musala kemudian
jenengan cari jalur yang lurus.
Nah, kalau kereta itu kan lebih banyak
lurus. Ah, jenengan cari jalur lurus,
maka jenengan cek GPS. Jenengan setelah
wudu bisa pakai yang semprotan itu
dengan wudu cari musala. Kemudian
jenengan lihat GPS ini kalau lurus arah
kiblat mana?
Kalau jenengan bisa ngadap kiblat maka
jenengan salat sesuai arah kiblat. Maka
jenengan salatnya sah, ndak wajib iadah,
gak wajib diqada nanti. Tapi kalau gak
mungkin, baik yang di pesawat ataupun
yang di kereta maka jenengan tetap
salat. Tapi namanya salat lihurmatil
wakti. Nanti kalau nyampai selamat, maka
jenengan wajib ngulang salatnya. Tapi
kalau jenengan naudubillah kok
kecelakaan, jenengan dianggap sudah
melaksanakan salat. Ini namanya salat
liormatil wakti. Sing repot itu, Pak.
Kalau salatnya naik bus,
ada bus sliper, nggih. Nah, bus itu
jenengan bisa enggak salat di bus itu
ngadap kiblat?
Tapi enggak tahu kalau kalau naik tol,
nggih. Kalau busnya maka Jakarta naik
tol. Tapi kalau busnya lewat bawah itu
gak mungkin bisa. Tapi, kalau busnya
naik tol masih mungkin kayak kereta
jenengan berarti. Jenengan tinggal nanti
ee lihat jalurnya yang lurus ngadap
kiblat itu aman. Tapi kalau jenengan
naik bus yang kemudian di dalam kota
tidak lewat tol itu tetap wajib salat.
Tapi jenengan salatnya dianggap
lihormatil wakti. Kenapa? Ada satu yang
tidak bisa kalau naik bus itu. Kalau
yang di dalam kota ngadap kiblat.
Jenengan kalau dalam kota naik bus bisa
ngadap kiblat? Ndak iso wong besengene
keliling, Pak. Kalau kereta masih banyak
jalur lurus. Nah, kalau naik bus sliper
kalau jenengan ndak memungkinkan jamak
sebelum atau setelahnya maka jenengan
salat lihormatil wakti nyampai nanti di
salat iadah. Paham nggih? Pun. Ini yang
kemudian harus dipahami bersama. Lanjut.
Nah, saya sering ngomong kalau saya
pribadi, Pak. Salat di pesawat itu boleh
tayamum gak?
Di pesawat boleh tayamum gak? Gak boleh,
Pak. Kenapa enggak boleh tayamum?
Syaratnya tayamum itu enggak ada air.
Nomor dua, gak boleh kena air.
Pertanyaan saya, di pesawat ada air?
Ada. Apakah wudu harus pakai air banyak?
Kan gak. Kan sudah ada cara praktis.
Yang kemarin saya ceritakan satu botol
bisa cukup untuk wudu. Makanya kalau
bisa jenengan kalau di pesawat jangan
tayamum. Nomor dua, pertanyaan saya
kalau jangan maitmaut tayamum?
Pertanyaan saya, Pak, di pesawat ada
debu gak?
Kalau ada debu pesawatnya bermasalah,
berarti kebersihannya kurang
kurang bersih. Paham nggih? Makanya
kalau pesawat ambil semprotan jenengan
wudu pakai semprotan yang dulu sudah
saya jelaskan. Paham ngih? Pun lanjut.
Ini senang ngaji udan-udan senang, Pak.
Suasananya mendukung untuk ngantuk.
[tertawa]
Lanjut, Pak. Lanjut. Nah, ini yang
penting.
Kalau bisa selama perjalanan
itu jangan full musik apalagi full
kublo.
Jadi kalau itu jenengan mobil itu Pak,
jenengan cari apa namanya?
Cari flash disk. Isinya tuh jangan diisi
mosok flashdis isine mendak koplo,
dangdut, India. [tertawa]
Sesekalah jenengan isi pengajian.
Isiwatan isi zikir
adelaham [tertawa]
loh. Ngapunten. Kita kan ndak pernah
tahu perjalanan itu perjalanan terakhir
kita. Kita bisa balik ke rumah atau ndak
paham nggih mbok menowo. Nauzubillah
nggih. Jenengan waktu dengarkan Adela
mar ngo kecelakaan nabrak itu kan mati
dalam kondisi mendengarkan dangdut
kupluk. Kan gak enak Pak. Paham nggih?
Makanya usul saya kalau kita dalam
perjalanan itu kalau bisa full doa full
zikir. Nopo? Full doa, full zikir pun.
Di hadis riwayat Abu Hurairah dikatakan
riwayat Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi,
salatu dawat mustajabat la syakka
fihinna. Ada tiga doa yang mustajab yang
tidak diragukan lagi. Satu, dakwatul
mazlum.
Doanya orang yang dizalimi.
Jenengan hati-hati jangan zalim ke
orang. Karena kalau orang yang jenengan
zalimi kok doa, doanya itu langsung
tembus langit gak ada penghalang. Paham
nggih? Nah, kalau jenengan pengin doanya
mustajab gampang njaluk tempeling wong
tempilingan aku berarti kan dizalimi.
[tertawa]
Tapi gak usah pak gak usah gak usah
pakai cara itu pun. Yang penting
hati-hati jangan zalim ke orang kita
ngasut orang, jegal orang. Kita kemudian
memfitnah orang, kita kemudian mencaci
orang. Ingat Allah Subhanahu wa taala
maha adil. Kalau orang yang dizalimi
sampai doa, maka doanya itu pasti
dikabulkan. Paham nggih? Satu. Nomor
dua, dakwatul musafir. Doanya musafir.
Jadi doanya jenengan ketika bepergian
jauh itu setara doanya orang yang
dizalimi. Mustajab kan eman-eman
jenengan umpama di perjalanan
dibandingkan full koplo jenengan doa kan
enak. Ya Allah manar mogo gaji dangdang
cair.
Gaji dangdang tambah. Kan waktu itu
untuk doa. Paham nggih? Mbok menowo
nanti nyampai mana? Nyampai tujuan
langsung dapat kabar ee golongannya naik
kan barokahe doa di safar. Nggih. Ini
namanya dakwatul musafir. Yang ketiga,
dakwatul walid ala waladi. Doanya orang
tua kepada anaknya. Ini yang sering saya
sampaikan. Ayo jenengan jadi orang tua.
Hati-hati nang lesan. Saya sering
ngomong ke orang tua, anak itu yo
opo-yopo anak kita ya. Kalau jenengan
marah kayak apapun ke anak, boleh marah.
Asalkan satu, jaga lesen. Jangan sampai
keluar kata kotor, doa jelek. Kasihan
anaknya. Paham nggih? Karena doanya
orang tua, Pak, kepada anak saleh saja
itu mandi.
Doa jelek ke orang saleh, ke anak saleh
itu bisa mandi. Apalagi doa jelek kepada
anak yang saleh.
Makanya kita sebagai orang tua
hati-hati. Nah, saya sering ngomong
begini, Pak. Harus ada ini namanya
lingkaran setan. Nakalnya anak, anak.
Nakal, Pak.
Anak nakal sampean marah, orang tua
marah. Orang tua marah karena dia marah
dia gak rida.
Tidak rida
ke anaknya gak rida.
Apalagi ditambah doa jelek.
Pertanyaan saya, anak semakin baik atau
semakin nakal?
Semakin nakal atau semakin baik?
Semakin nakal.
Tambah nakal, tambah nakal. Jenengan
tambah marah, tambah gak rida, tambah
doa jelek, tambah nakal lagi. Akhirnya
anak tambah nakal terus, Pak. Paham
nggih? Inilah yang saya sampaikan. Harus
diputus.
Harus diputus. Jenengan boleh marah,
boleh, tapi jangan sampai gak rida ke
anak. Jenengan boleh marah, tapi jangan
sampai doa jelek. Maka ini harus kita
putus, Pak.
Bagaimana cara mutusnya? Cara mutusnya
adalah kalau kita punya anak nakal,
marah manusiawi. Paham nggih? Manah
manusiawi. Jadi kalau saya boleh usul
begini, Pak. Yang kedua, Pak, nakal.
Umpama jenengan marah, monggo manusiawi.
Saya enggak enggak ngelarang orang tua
marah, ndak ndak masalah ya. Manusiawi
marah.
Tapi ayo setelah marah ojo
dikabeh-kabehno
jenengan berusaha setelah marah jenengan
tetap rida ke anak.
Setelah jenengan rida ke anak ayo doa
baik.
Kalau orang tua rida, doa baik, anak
baik atau nakal?
Baik.
Maka di sini putus.
Paham nggih? Putus. Nah, kalau jenengan
nakal, marah, ndak rida, doa jelek,
semakin nakal, semakin marah jenengan,
semakin gak rida, semakin doa terus
gitu. Enggak selesai. Cara untuk
menghilangkan kenakalan anak, ayo kita
putus dengan apa? Satu, kita rida ke
dia. Nomor dua, selalu doakan yang
terbaik. Jangan pernah doa buruk kepada
anak. Doaan orang tua itu lebih mustajab
dibandingkan doa siapapun. Karena doa
orang tua itu di hadis yang lain seperti
doanya Nabi kepada umatnya. Ya, kalau
jenengan punya anak gak usah minta
doakan ustaz, jenengan sendiri itu
doanya mustajab apalagi doanya ibu.
Paham nggih? Jenengan bilang sama istri
jenengan, "Saya sudah, saya juga sering
ngomong sama istri saya, ayo sak
pegel-pegele nang anak." Kuncinya doa.
Harus tetap rida jangan sampai doa
jelek. I opo-yopo iki anak kita? Enggih,
Pak. Loh, jenengan umpama anake nambeng,
Pak, nama kebun binatang metu kabeh.
Loh, jangan salahkan nanti kalau anak
jenengan tidak menjadi bintang kelas
malah jadi binatang kelas.
Paham nggih? Makanya saya masih ingat
salah satu
salah satu di biografinya Kiai Hamid
Pasuruan. Kalau jenengan tahu Kiai Hamid
Pasuruan yang sangat terkenal itu beliau
itu katanya waktu kecilnya itu senang
nempilingan wong. Jadi beliau itu e
senang nempilan uang itu sering ee
biografi beliau itu ibunya beliau itu
sering dilabrak tetangga. Kenapa?
Anaknya ditempiling Kiai Hamid Kecil.
Tapi ibunya itu, masyaallah ibunya itu
kalau ibunya itu kemudian agak gak kuat
itu beliau ngelus dodoh sampai dungo.
Ya Allah.
Wali jenengan iki kok cek ngerepotine.
Jadi dari kecil itu beliau ibunya selalu
mengatakan, "Ya Allah, wali jenengan iku
kok cek ngerepotinya." Maka wajar beliau
ketika beliau sepuh, terkenal sebagai
wali yang kemudian banyak orang
silaturahim minta doa ke beliau karena
doanya ibunya mulai kecil seperti itu.
Saya enggak bisa bayangkan, Pak. Kalau
umpama ibunya Kiai Hamid kayak ibu-ibu
zaman now, mek ngamuk kabeh metu kebun
binatang, mungkin Kiai Hamid tidak
seperti sekarang, Pak. Paham nggih?
Makanya hati-hati. Ayo jenengan punya
anak hati-hati ngomong dijogo ke anak
dongo jangan sumpah serapah ya opo-yopo
anak kita paham nggih? Ya kalau jadi
orang tua ya ayo legowo. Marah boleh
marah boleh tapi legowo. Rida dan doa
terbaik. Paham nggih? Saya sepakat
dengan Gusmi. Gusmi itu pernah
mengatakan begini. Berti mengatakan saat
ini mendidik anak itu lebih efektif.
Bukan nempeleng pakai tangan, bukan
negor pakai lesan, tapi nempelengnya
pakai doa dan nempelengnya pakai bacaan
Fatihah.
Jadi anak sampean tempeling, anak zaman
now, Pak. Kalau sampai nempeling iso
ngelawan, iso tukaran. Ana zaman
sekarang jenengan tegor pakai lesan iso
misuh.
Maka ayo ada cara paling gampang. Yang
punya anak ini Allah. Yang bisa
bolak-balikkan hatinya Allah. Kita
mintanya ke Allah lewat doakan anak tiap
salat. Bacakan Fatihah untuk dia setiap
salat. Paham nggih?
Ee saya nggih ngapunten mungkin ini
sedikit cerita tentang diri saya. Saya
itu bersyukur karena ibu saya itu ndak
pernah doa jelek. Selalu doa baik, Pak.
Maka saya kadang merasakan apa yang saya
alami saat ini, semua yang saya capai
saat ini, itu semua berkat doanya ibu
saya. Meskipun waktu itu agak mustahil
saya punya adik itu macam-macam, Pak.
Kan saya itu kan satu keluarga kan ibu
saya dulu ikut KB.
Makanya karena ikut KB anaknya gak
banyak cuma 10
giih keluarga besar. Jadi ibu saya itu
ikut keluarga besar ikut KB makanya
anaknya 10. Saya itu anak pertama dari
10 bersaudara. Saya umur 13 tahun itu
adik saya sudah cilik-cilik gitu.
Cilik-cilik pun dari sekian adik sing
jenenge arek kan uteke macam-macam
perilakunya macam-macam.
Ada adik saya itu yang sampai sekarang
gak punya ijazah. Gak punya ijazah
karena SD gak sampai lulus mondok yo
mulian gak punya ijazah. Tapi
alhamdulillah saya alhamdulillah syukur
sama ibu saya gak pernah doa jelek. Tapi
alhamdulillah adik saya yang sekarang
gak punya ijazah itu jadi pengusaha Pak.
Barokah gak ada du ijazah jadi
pengusaha.
Barokahnya doanya ibu itu dulu keras
orangnya keras nempilingan wong dulu.
Ibu saya itu sampai sumpek. Apa yang
disumpekan ibu saya? Belum ngat me
anakku kawin kok bojone ditempilingi ae.
Karena waktu kecilnya nempilingan wong.
Tapi masyaallah beliau itu selalu doa,
"Ya Allah kulo niteng panjenengan tok."
Itu yang saya rasakan setelah beliau
wafat. Adik saya nempilingan ini Pak,
termasuk adik yang sekarang sabar. Saya
tanya ke boc ke istrinya, "Nempilingan?"
Mboten? Sabar.
Itu kekuatan doa orang tua, Pak. Jangan,
jangan remehkan. Mungkin gak sekarang,
tapi sekian tahun akan jenengan buktikan
itu dan itu saya rasakan.
Ada lagi ada saya itu yang
pintar tapi ngambulan. Pintar tapi
ngambulan. Gampang terpengaruh. Jadi
saya punya adik itu waktu sekolah mogok
ya. Mogok kemudian dia enggak sekolah
jadi enggak sampai lulus. Kalau enggak
salah masih MTS. MTS mogok lulus gak?
Gak bisa gak lulus. Sampai akhirnya
kemudian pernah nguli ibu saya itu
nangis. Ya Allah anakku kok nguli ya
jenenge ibu ngih. Jenenge ibu ya
wajarlah saya wajar ya Allah. Nah nangis
ketika abah saya wafat itu dinasehati.
Saya masih ingat itu. Abah saya mau
wafat itu nasihati nak sampai kapan koy
ngene? Ayo mek kate tobat tak pondokno
maneh. Abah ndak isin kate nang kiai
meskipun ping piro tak mondokno
ditinggal belayu. Besoknya apa saya
wafat? Saya masih ingat momen itu. Masih
ingat besoknya wafat. Nah saya cara
apapun sudah pernah saya lakukan mulai
cara yang paling brutal pernah tak
lakukan yo digebuk yo mari. Sampai saya
kemudian cara paling ekstrem saya sama
ibu bilang jangan masak supaya adik saya
enggak bisa makan. Biar sadar. Tapi
jenenge arek pintter bengi-bengi
nyungkiti lemari, golek mi goreng,
[tertawa] golek mi iso mangan oj arek
gak bisa. Akhirnya saya bilang sama ibu
saya begini, ini kisah nyata. Saya
bilang, "Bu, ngeten wis sudah bukan
pakai tangan, sudah bukan pakai lesan."
Saya bilang sama beliau, "Pun ndak usah
ditegur, ndak usah dikandani, ndak usah
diapak-apakno. Jenengan bagian dungo
jangan lupa baca Fatihah." Masyaallah.
Ternyata lebih efektif cara yang kedua.
Setulah 1 bulan, saya masih ingat kalau
enggak bicara satu atau 2 bulan adik
saya yang ini itu datang ke saya. Mas,
opo? Kati mondok saya jual mahal. Jal
mahal ndak. Engko tak pondok maneh mulih
dia pergi, Pak. Sampai tiga kali mekso
mau mondok. Alhamdulillah dia akhirnya
mondok dan dia termasuk adik saya yang
dapat beasiswa kuliahnya ke luar negeri.
Padahal saya dulu dapat beasis enggak ke
luar negeri. Loh ini kekuatan doa.
Apalagi kedoanya orang tua perempuan
loh. Makanya jangan pesan sama
istri-istri jenengan ini kalau jangan
punya anak ayo jogo lesane.
Ayo jenengan jangan lupa mendoakan anak.
Dan ini masyaallah saya merasakan
sendiri bagaimana doa ibu, doa orang tua
itu nembus segala kemustahilan.
Paham nggih? Pun ini yang kemudian ini.
Nah, doanya musafir itu sama dengan
doanya orang tua. Mangkane mek jenengan
perjalanan eman-eman ojo full kuplo,
tapi full doa dan full zikir. Paham
nggih? Pun. Lanjut. Nah, di hadis
Bukhari Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam itu kalau perjalanan nanjak
beliau baca takbir tapi kalau
perjalanannya turun baca tasbih. Ini
cocok kalau jenengan senang ke Malang.
Kalau Malang ke pacet itu cocok ini.
Jadi waktu nanja moco takbir sing akeh
kalau turun baca tasbih. Subhanallah.
Ini beberapa wiitan pun. Lanjut saya
percepat karena ini adalah pertemuan
terakhir untuk bab safar.
ee sebelum kita bahas bab yang lain.
Nah, selanjutnya kalau jenengan
perjalanan pulang satu, kalau bisa
jangan pulang malam kecuali
sudah janjian sama istri dan keluarga.
Paham nggih? Jadi kalau istri, istri kan
punya hak istirahat.
Anak juga punya hak isti. Jangan
mentang-mentang jenengan kepala rumah
tangga mulai kapan ae bojo kudu siap.
Itu gak bagus. Makanya Rasulullah
sallahu alaihi wasallam dalam hadis
riwayat Bukhari mengatakan, "Nahan Nabi
ayat ahlahu lailan." Rasulullah itu
melarang seorang yang bepergian kalau
pulang malam ngetuk pintu ganggu
istrinya yang tidur. Bagaimana hebatnya
Rasulullah? Kecuali sudah janjian loh,
nggih. Sudah janjian. Tapi kalau
jenengan anu gak boleh, Pak. Istri punya
hak istirahat. Makanya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam itu pernah
suatu ketika kalau jenengan pernah
dengar ceritanya Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam itu pernah tidur di
depan pintu karena beliau merasa beliau
yang salah datang malam. Makanya Siti
Aisyah ketika buka pintu itu kaget
karena di depannya pintu itu ternyata
Rasul sahu alaihi wasallam itu tidur di
pintu. Paham nggih? Pun di hadis yang
lain riwayat Bukhari dikatakan kana nabi
la yatruku ahlahu kana laadul illa
gutwah a asyah. Rasulullah itu kalau
perjalanan jauh pulang sekiranya malam
beliau buat tenda. Buat tenda nginp di
sebelum pulang. Kalau dulu kan gak ada
WA, Pak. Kalau sekarang ya bisa WA ya.
WA-an lah. Dik aku sakmene sampean
istirahat sik ya monggo gak apa-apa
kalau tapi kalau mendadak jangan. Paham
nggih? Pun. Ini yang pertama. Yang
kedua, nah ini penting Pak ini penting
supaya keluarga kita itu harmonis. Ini
penting. Satu, kalau kita berangkat
bugar, pulang bugar.
Paham nggih? Jenengan berangkat ketemu
anak seger, jangan sampai pulang ketemu
anak loyo.
Loyo ko dijak dulinan ambek anak ndak
gelem. Dijak nopo ki? Dijak guyon ambek
anak ngamuk-ngamuk. Anak trauma nanti
dengan kita. Paham nggih? Makanya jangan
lihat kenapa sahabat itu dulu anaknya
gak ada yang trauma dengan bapaknya.
Karena Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam mengajarkan berangkat senang
berangkat bugar mulo seneng mulai yo
bugar. Paham nggih? Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam itu
perjalanan jauh pulang cucunya
menjadikan beliau kuda-kudaan itu masih
kuat.
Coba sampean perjalanan jauh pulang kan
masih lemas. Nah usahakan seperti itu,
Pak. Makanya usahakan sebelum pulang
jenengan mampir di masjid atau mampir di
tempat manaun mandi sing seger sing
wangi. Sing penting siji minyak wangi
ojo berubah.
Minyak wangi berubah bahaya. [tertawa]
Oke sing penting siji minyak wangi
berubah. Jadi ee karena bahaya kalau
jadi mandi segar, minyak wangi, salat di
masjid. Jadi sunahnya nanti Pak sebelum
nyampai rumah itu salat di masjid.
Memang Rasul sallallahu alaihi wasallam
itu sebelum nyampai rumah itu masjid
salat di masjid. Nah, kalau jenengan mau
perjalanan, mau pulang itu supaya segar,
pulang segar masih masjid apalagi
perjalanan 1 bulan, tugas kota 1 minggu
kan anak pengin ketemu sampean kan seger
senang gitu loh. Nah, sakurunge mulih
jenengan masjid paham nggih. Sekirane
bojone yo seneng pisan sampeyan mulih ku
yo greng pisan gitu loh. Jangan sampai
sampeyan mul loyo. Paham nggih? Loh, ini
penting, Pak. Ini penting.
Ngapunten. Ngapunten. Untuk urusan ini
Rasul itu sangat vulgar karena ini
penting bagi keluarga. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam sampai
mengatakan begini. Di hadis riwayat
Bukhari Muslim Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam itu pernah di satu
ketika beliau itu perjalanan jauh dari
perang gitu ya. Beliau kemudian masuk
Madinah. Sebelum masuk Madinah beliau
buat khemah. Sahabat yang punya darah
yang apa suruh mandi bersih wangi.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
ngutus satu orang untuk datang ke
Madinah.
Apa tujuannya? Satu orang ini ngasih
tahu yang di rumah sing wedok kongkon
dandan.
Mek ono klambi mantene kongkon gawe.
Sing penting cukup saiki
muat. [tertawa]
Loh, ini Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam sampai ngapunten agak vulgar.
Beliau mengatakan begini, Pak. Kitamasit
asyaah watastaid almibah.
Perempuan-perempuan dandan sisiran.
Nomor dua, ngapunten. Sampai
perempuan-perempuan yang ditinggal mati
suaminya, kalian akan bertemu dengan
suaminya. Cukur bulu kemaluannya.
Loh, ini enak berangkat seger, pulang
bojone yo seger, sing lanang yo seger.
Kan enak, Pak. Umpama sampeyan wis
ngempet sak wulan
pole di luar kota ketok bojone dasteran
ambune kecut ini kan menjadi masalah
keluarga
loh paham nggih loh makanya untuk ini
Rasulullah itu tegas tegas jadi
Rasulullah itu punya sunah itu yang bisa
menjadikan keluarga itu harmonis paham
nggih berangkat seger mulai seger
yang di rumah juga sama berangkat ketok
bojone yo seger mulai ojo ketok dasteran
Mul ket bojone yo seger ngono loh.
Loh [tertawa]
wis tua itu kan kalau enggak digoda Pak
jenengan 1 bulan di kota digoda banyak
itu kan pulang kan harus siap semuanya.
Sing lanang yo siap sing wedok yo wis
siap. Paham nggih? Oh ini sunahnya
Rasulullah alaihi wasallam.
Lanjut lanjut. Terakhir dari saya salat
sunah di masjid. Nah ini di hadis
riwayat Bukhari. Nabi Muhammad tu
qfarinal
masjid
qlaajlis. Rasul alaihi wasallam kalau
safar mampir di masjid salat dua rakaat.
Tadi saya katakan kalau jenengan
berpegan jauh paling enak mampir masjid.
Mampir masjid adus gawe kelambi sing
anyar. Jenengan bepergian itu pakai
pakai pakaian-pakaian lungset gak
apa-apa. Tapi di tas itu usahakan ada
baju baru yang baju siap yang nanti kita
pakai untuk masuk rumah pakai
wangi-wangian segar salat dua rakaat
mulih paham nggih pun ini sunahnya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
saya kira cukup kalau ada yang mau
ditanyakan saya persilakan
monggo.
[tertawa]
Tapi tapi kuat beliau
Jawa Pak Ustaz.
Oh Jawa. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Yang kulo tanggaken permasalahan salat
itu wajib. Wajib itu apa? Bisa dikatakan
terutang.
Artinya kalau belum kita laksanakan kita
harus melaksanakan salat itu
yang tidak tergantung waktu. Jadi
misalkan
saya pulang sore sampai di rumah magrib,
apakah saya harus
membayar hutang salat asar di rumah?
Masalahnya ya perjalanan ee ketika saya
berangkat dari sini belum salat asar.
ketika sampai di rumah sudah salat
magrib seperti itu pun itu berlangsung
untuk salat-salat yang lain. Artinya
kalau salat itu belum kita laksanakan,
kita harus melaksanakannya gitu. Jadi
kalau
qasar qada itu kan istilahnya caranya,
tapi kewajiban kita akan tetap salat.
Apakah kita harus melaksanakan seperti
itu? Matur nuwun, Pak Ustaz.
ee nanti penjelasan detail bisa dilihat
di yang kemarin ngih kajian kemarin itu
ada. Jadi salat wajib itu saya sering
ngomong salat itu termasuk kewajiban
harga mati.
Jadi satu-satunya dalam Islam kewajiban
yang enggak bisa ditawar cuma salat.
Puasa gak kuat bisa bayar fidyah.
Kalau jenengan haji gak kuat ya gak usah
haji. Zakat gak bisa. Tapi kalau salat,
satu-satunya ibadah dalam Islam yang
harga mati itu cuma salat. Jadi yang
harga mati bukan hanya NKRI,
NKRI yang harga mati. Salah satunya
salat. Makanya salat itu pilihannya cuma
dua, salat atau disalati.
Gak ada lagi. Selagi masih bisa salat,
ya salat. Kalau sudah enggak bisa
disalati. Makanya saya kemarin ngomong,
jangan pernah kita selama hidup ndak
pernah salat di belakang imam. Sekali
salat langsung di depan imam.
Jan milih di belakang imam atau di depan
imam?
Di depan imam gak enak, Pak. Berarti
disalati pun satu. Nomor dua, ulama
sepakat bahkan Imam Nawawi mengatakan
ijmak meskipun ada ulama yang mengatakan
itu mayoritas yang mengatakan orang yang
punya hutang salat
itu wajib mengqada salatnya.
Tidak cukup tobat dan istigfar. Paham
nggih? Sama dengan orang punya hutang ke
tetangga
salah wis nunggak pirang-pirang tahun
ndak cukup naluk sepuro.
Bayaran isik baru jaluk sepuro. Itu yang
pertama. Yang kedua, bahkan ada ulama
yang agak ekstrem termasuk Ibnu Hajar
itu agak ekstrem. Beliau mengatakan,
"Orang yang punya tanggungan salat."
Dulu mungkin zaman jahiliyah pernah gak
salat atau dulu waktu-waktu SMA sudah
balik. Senangnya bukan malam jumatan
tapi malam mingguan. Berangkate durunge
zuhur mulai mari isya. Ndak salat zuhur,
ndak salat asar, ndak salat magrib. Maka
yang seperti ini wajib salat. Bahkan
kata Ibnu Hajar, tidak boleh salat sunah
sebelum salat wajibnya. diqada. Paham
nggih? Ini Ibnu Hajar meskipun agak
ekstrem, meskipun ulama yang lain gak
seekstrem itu. Kata ulama yang lain, "Ya
monggo salat sunah tapi salat qadanya
diprioritaskan." Itu yang kedua. Yang
ketiga begini, Pak.
Di hadis yang wajib itu 70 kali lipat
salat sunah. Jadi, salat wajib itu
kualitasnya 70 kali lipat salat sunah.
Artinya kalau jenengan bolong wajib
siji, jenengan rajin salat sunah, maka
70 salat sunah itu nembel satu salat
wajib.
Paham nggih? Makanya kata ulama
dibandingkan jenengan fokus salat sunah
atuan qada. Karena kalau qada itu sama
dengan orang nyaur. Jadi kalau jenengan
qada itu 1 banding 1. Jenengan do utang
salat zuhur siji. Kalau jenengan qada 1
banding 1. Tapi kalau jenengan fokus
salat sunah, salat sunah itu 70 kali
lipatnya wajib. Itu 70 kali lipatnya
sunah. Kalau jenengan fokus salat sunah
70 sunah baru dapat satu. Paham nggih?
Makanya usul saya kalau jenengan punya
hutang salat dulu zaman-zaman jahiliah,
fokusnya qada bukan salat sunah. Jadi
kalau umpama salat zuhur begini nggih,
jenengan sebelum salat zuhur salat 4
rakaat jangan salat qabliah, salat qada
zuhur subuh gitu. Sebelum salat subuh
sambil nunggu imam jenengan salat dua
rakaat. Gak usah diniati salat qobliah
subuh, diniati salat qada itu subuh.
Nanti asar juga sama sebelumnya. Sing
repot itu magrib.
Karena salat sunah tel rakaat kan gak
ono kecuali witir. Witir kan setelah
isya ya. Khusus magrib supaya enggak
fitnah. Pulang di rumah salat qada
ngoten nggih. Isya juga sama. Usahakan
diqada. Pun ada lagi
cekap. Nggih. Gigih nggih. Ngaji
udan-udan ojok suwe-suwe Pak Guwih.
Nggih. [tertawa] Cekap. Nggih.
Nggih Pak.
Kenapa? Satu lagi.
Oh, satu lagi. Nggih. Monggo, monggo.
Monggo.
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh. Waalaikumsalam waratakan
yaitu masalah doa
orang tua kepada anaknya.
Bila anaknya itu nakal,
tuanya sudah terlalu jelek, bagaimana?
Nggih.
Kalau wis terlanjur, Pak. Ayo doa
jeleknya jenengan ganti dengan doa baik
mulai sekarang supaya doa baik ini
kemudian menjadikan doa yang jelek itu
tertolak.
Paham nggih? Pun saya tak cerita satu,
Pak. Ini kisah yang
eh ini kisah doanya ibu itu mandi
meskipun kepada orang saleh. Doanya ibu
itu mandi meskipun kepada orang saleh.
Nah, ini saya tutup dengan ini. Jadi,
makanya jangan kalau umpama wis
biyen-biyen doa-doa elek anak itu jangan
tebus dengan sekarang doa-doa baik untuk
anak. Paham nggih? Pun ini kasih ee saya
terakhir ini, Pak. Minta izin sedikit
tentang kisahnya Juret. Pernah dengar
kisahnya Juret?
Pernah. Juret itu pertanyaan saya ahli
maksiat atau ahli ibadah?
Ahli ibadah. Jurat itu hidupnya
siang puasa, malam salat. Pokoknya tiap
hari salat, puasa, salat, puasa. Suatu
ketika ibunya itu ada keperluan ke
juret.
Dia manggil juret. Juret. Juret. Juret
ini ketika dipanggil dalam kondisi
salat. Juret kemudian bingung. Ya Allah,
saya milih ibu saya atau milih salat
saya. Juret keliru. Ini bahayanya orang
ahli ibadah ndak punya ilmu. Kata ulama
gara-gara apa? Gara-gara juret ahli
ibadah ndak ngerti ilmu. Juret itu
mikirnya begini. Ibadah itu kan nang
Pangeran. Ibu kan ibu kan menungso.
Maka Juret melanjutkan salatnya tidak
memenuhi panggilannya ibu. Ibunya
jengkel marah.
Nggih wajar wajar. Nah, hari kedua sama
ibunya manggil juret dalam salat. Maka
jurat kemudian sama mikirnya, "Ya Allah,
saya lanjut salat atau ibu?" Juret milih
salat. Kenapa? Pikirannya juret salat
ini untuk Allah. Ibu itu manusia. Yo
opo-yopo dukuran pangeran. Ini kelirunya
juret nanti. Paham nggih? Pun nanti akan
saya jelaskan. Yang ketiga, yang kedua.
Hari kedua tambah mangkel, Pak. Hari
ketiga kok sama mangkelnya membuncak
langsung metu omongkan. Ini bahaya
omongannya membuncah. Langsung ngomong
begini, "Ya Allah, jangan engkau matikan
Jurit sebelum dia dipermalukan
di depan para pelacur."
Wis kadang elek baya loh. Dia di
hadisnya begitu, Pak. Nah, dongnya orang
tua itu pasti kena, Pak. Meskipun kepada
orang saleh.
Paham ngih? Ini kan orang saleh ini. Ini
bahayanya doanya orang tua, Pak. Apa
yang terjadi?
Yang terjadi ada perempuan cantik yang
selama ini ngincer curet ditolak.
Karena ditolak akhirnya dia kemudian mau
sama pengembala.
Kemudian bunting hamil lahir anak sak
deso rame ini siapa? Ini yang menghamili
si ini hadis sahih. Siapa yang
menghamili perempuan ini? Loh, perempuan
ini kemudian ngomong yang menghamili
saya juret.
W sak deso muara pak berarti kita selama
ini ditipu oleh hujuret. Penipu ulung
ini penjual agama ini ditipu kita.
Akhirnya apa? tanpa babi ibu jurat
langsung didatangi.
Musah tempat ibadahnya yang khusus itu
dirobohkan, juret dipukuli,
digeret seperti layaknya hewan. Kemudian
digeret ini juret. Waktu digeret kok
ngelewati
rumah bordir
yang di atas itu banyak pelacur-pelacur
melihat. Juret sadar, "Oh, saya tahu ini
ini masalah doa ibu saya." Ya, karena
doa ibunya jangan matikan joret kecuali
di permalukan di depan para pelacur.
Juret baru sadar itu Pak. Oh, ini ini
yang salah saya enggak bisa jelaskan ini
yang salah ini bukan bukan siapa-siapa
ini. Barok ini gara-gara doa ibu saya
ketika dia melihat ada pelacur-pelacur
yang melihat dia diseret.
Maka Juret kemudian
ketika disidang, Juret kemudian
mengatakan, "Kasih saya kesempatan satu.
Saya gak akan menjelaskan kronologis.
kasih kesempatan satu apa? Saya pengin
salat dua rakaat.
Akhirnya oleh masyarakat dipersilakan
boleh salat dua rakaat. Setelah salat
dua rakaat, Juret doa. Setelah doa Juret
mengatakan, "Mana anaknya?"
Anaknya ini kemudian oleh Juret
ditanyai, "Anak bayi ini, Pak. Nak,
bapakmu sing ngamili ibumu sopo?" Anak
bayi ini itu langsung bisa ngomong,
"Pak, oh sing ngamili aku duduk joret.
pengembala sing iko kaget semuanya, Pak.
Minta maaf sama Juret. Minta maaf, minta
maaf. Sampai kemudian orang-orang
mengatakan, "Juret, kalau kamu mau kami
bangunkan kembali tempat idahmu dari
emas." Apa kata Jeret? Dak. Kembalikan
seperti semula. Karena itu adalah karena
doa karma ibuku.
Oh, ini Pak pertanyaan saya Pak, ibunya
doa untuk anak saleh atau anak saleh?
Saleh. Doanya untuk anak yang salat atau
anak yang kemudian
ke alun-alun gak pamit?
Salat.
Doa orang tua pasti kena meskipun ke
orang saleh. Ini bahayanya orang tua
kalau gak hati-hati.
Paham nggih? Oh, itu yang pertama.
Makanya pelajarannya kata ulama satu,
jurat itu kesalahannya satu. Apa? Jurat
itu lupa. Salat itu perintah Allah.
Bakti ke orang tua juga perintah Allah.
Harusnya jurat ketika salat. Mikirnya
bukan salat itu Allah. Ibu saya manusia.
Harusnya mikirnya salat ya perintah
Allah. Manggilan ibu juga perintah
Allah. Yang wajib yang mana? Panggilan
ibu. Wong salatnya salat sunah. Maka
kata ulama, andaikan jurid itu ngerti
fikih, dia akan membatalkan salatnya
untuk memenuhi panggilan ibunya. Karena
panggilan ibunya itu perintah Allah
wajib. Salat sunah bisa ditinggalkan.
Itu pertama kata ulama. Nomor dua,
andaikan juret alim, juret bisa waktu
salat sunah suaranya dikeraskan
supaya ibunya dengar gak kecewa. Itu
tidak dilakukan oleh juret. Ini
kesalahan juret. Paham nggih? Nomor dua,
hadis ini menunjukkan doa orang tua itu
mustajab meskipun ke anak yang saleh.
Paham nggih? Makanya ayo sing wis mari
dungo elek nang anak eling-eling ayo
ditebus saiki sing akeh dungo akik.
Cukup nggih.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
shalli wasallim ala sayyidina Muhammad
wa ala ali sayyidina Muhammad.
Rabbanafirlana waliwalidina warhamhum
kama rabbauna.
Allahumna bimaamana
mafaunaidna
ilbana qulubana ba'da iditana wahablana
minadunka rahma innaka antal wahab.
Rabbana hablana min azwajina wurriyatina
qurun waj'alna lil muttaqina imama.
Rabbana atina fid dunya hasanah wafil
akhirati hasanah waqinazabanar.
Wasallallahu ala sayyidina Muhammadin
waa alihi wasbihi wasallam.
Subhanaabbika
izzati amma yasifun. Wasalamun alal
mursalin. Walhamdulillahiabbil
alamin. Bibarakatil fatihah.
Ini yang bisa saya sampaikan. Kurang
lebihnya saya mohon maaf.
Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
ilaik wa akr. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
Makasih tadi.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:05:26 UTC
Categories
Manage