Transcript
YJGw9rV0M1w • ASN Belajar Seri 43 | 2025 - Semangat Kepahlawanan dalam Budaya Pelayanan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0276_YJGw9rV0M1w.txt
Kind: captions
Language: id
H
ла
[musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut [musik] dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi [musik] segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
[musik] untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi. [musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi [musik]
ASN berakhlak mulia
siap menyongsong [musik] Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas [musik]
dunia satukan tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas [musik]
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia satukan [musik] tekad
pantang menyerah
jadi
berkuwa
[musik]
ini ee Surabaya kami lakukan
Intinya jangan sampai kita tidak
selamat pagi
pagi pagi pagi luar biasa
BP
merupakan perintah ataupun
siap
siap menerima materi laporan
lanjutkan lanjutkan berdoa mulai
misalnya
ee Cina menyerang pentakon Tapi yang
tidak nyerang pakai senjata, tidak
nyerang pakai rudal, tidak. Tapi yang
diserang adalah sistemah.
Selamat pagi.
Pagi. Pagi. Pagi. Luar biasa.
Siapa kita?
Siapa?
Tepukkan dadanya.
Ayo kita semua.
Ayo kita semua
jangan pernah berputus asa.
Jangan pernah berputus asa.
Karena kita semua.
PP penegak percatatan.
Sekarang kelompok satu menunjuk satu
orang sebagai penilai. Jadi memang fair
ini nanti ya gak menilai punya dirinya
sendiri. Terserah nanti ada satu orang
yang presentasi leadernya filosofinya
apa, bagaimana kerja tim yang dia manage
atau dia bentuk kemudian ilmu apa yang
didapat dalam hal ini?
Selamat pagi sahabat ASN. Perkenalkan
nama saya Andre Stanggu, peserta Diklat
Polisi Bompaja, pola kontribusi 100JP,
kategori keahlian dan keterampilan asal
dari Satpol PP Kabupaten Sebab Barat
Jaya. Pesan dan kesan selama mengikuti
Diksarp Polprovinsi
Jawa Timur sangat menyenangkan dan
mengesankan karena materi yang disajikan
sangat baik dan bermanfaat. Fasilitasnya
juga sangat lengkap dan para pengasuhnya
sangat ramah dan baik. Terima kasih
kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk
kesempatan yang sudah diberikan kepada
kami. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih.
Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan
saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar
Kalimantan Timur. Salah satu peserta
Diksar Polpegori
keahlian dan keterampilan pola
kontribusi. Pesan dan kesan saya selama
mengikuti Diksar ini sangat
menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa
turut serta berpartisipasi dalam
kegiatan ini karena saya banyak pendapat
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. [musik]
Bismillah, alhamdulillah la haula wala
quwwata illa billah wasalatu wassalamu
ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi
wwanah.
Generasi unggul bukan hanya mereka yang
cerdas dalam ilmu, tetapi [musik] juga
mulia dalam akhlak. Ilmu tanpa akhlak
[musik] akan melahirkan kesombongan.
Sedangkan akhlak tanpa ilmu akan
kehilangan arah.
Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam, "Sesungguhnya aku
diutus untuk menyempurnakan akhlak
[musik] yang mulia."
Maka membangun generasi masa depan
[musik] harus dimulai dengan menanamkan
nilai-nilai kejujuran, kesabaran,
[musik]
dan tanggung jawab.
Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan.
Sementara akhlak adalah kompas yang
membimbing langkah. Jika keduanya
berpadu, lahirlah pemimpin yang bijak
dan masyarakat [musik] yang sejahtera.
Mari didik anak-anak kita dengan ilmu
yang luas dan akhlak yang luhur agar
mereka menjadi penerus bangsa yang
membawa keberkahan dan kemajuan. Ilmu
membangun peradaban, akhlak menjaga
[musik]
kemuliaan. Wallahuam bawab. Saya
Ramlianto, Kepala BPSDM [musik]
Provinsi Jawa Timur. untuk mutiara
hikmah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Perbedaan Bapak
namanya. Nah, mulai 2015 persisnya
Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi
Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang is
ee banyak pernak-perniknya terutama di
perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu.
Oke.
Karena dia berpikiran, ya sudah enggak
mungkin lagi mau ke mana gitu kan.
fungsional ya seperti yang Anda lihat
selama ini kan guru
atau di bidang kesehatan atau ya selesai
[musik]
dan ee
apa lebih serious ee kemewahan
wibawa
yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu
sudah
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari
Bapeda Kabupaten Bojonegoro.
Kami adalah salah satu perwakilan dari
peserta diklat perencanaan dan
penganggaran angkatan pertama tahun 2024
di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
E kesan kami selama mengikuti ee
pelatihan ini yang pertama bahwa diklat
perencanaan penganggaran ini sangat
berarti bagi kami para perencana
utamanya yang berangkat bukan dari
perencana murni namun dari hasil
penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang
perencanaan dan penganggaran dalam arti
praktis sangat terbatas. Melalui diklat
yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur
ini, kami merasa terbantu dan
mendapatkan pengetahuan serta
keterampilan yang memang dibutuhkan
dalam kompetensi sebagai perencanaan.
[musik]
dalam hal penyelenggaraan dikat. Kami
memberikan apresiasi dan rasa terima
kasih kepada BPSDM yang telah melayani
kami dengan sangat baik, [musik] sangat
profesional, dan tentunya ke depan kami
berharap perbaikan-perbaikan ini akan
terus dilakukan [musik]
sehingga membawa manfaat bagi seluruh
aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus
bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti,
peserta Diklat Perencana dan
Penganggaran
Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima
kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan
Bappenas dalam meningkatkan kompetensi
kami dalam sebagai perencana untuk
mendukung pembangunan kabupaten kota
dengan fasilitas dan narasumber yang
berkualitas menjadikan kami ASN yang
berkompeten dan profesional. Semoga ke
depan
segala yang kita terima dalam pelatihan
ini menjadikan kami ASN yang
meningkatkan pembangunan daerah menjadi
pembangunan yang maju dan menjadikan
Indonesia emas. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. BPSDM luar biasa.
Perencanaan dan penganggaran angkatan 1
kontribusi provinsi Jawa Timur tahun
2024.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Terima kasih. Asalamualaikum.
[musik]
Dalam satu dalam satu SKBT saja.
misalkan
ee
itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi e
setelah kita masuk juga seperti ini
walaupun kita ya
yang lain
tata kelola pemerintah yang adi di mana
di sini sasaran kita pemerintahan yang
berbasis elektronik
sudah [musik]
iya ee permisi Pak lompat ee yang
berdiri dari Buwi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan
[musik]
saya Ahmad Nur, peserta pelatihan
perencanaan dan penganggaran angkatan 2
tahun 2024
BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur. Saya
dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten
Sumenep.
Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan
perencanaan ini [musik]
banyak ilmu dan pengetahuan baru yang
kami dapat terutama
dari
pegawai yang memang bukan kompetensi
sebagai perencana tapi ditugaskan untuk
melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal
yang luar biasa. kami mendapatkan ee
ilmu dan pemahaman yang sangat
bermanfaat. Sekali lagi terima kasih
saya sampaikan kepada BPSDM.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan
[musik]
maju.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Vina Nuraihi, peserta
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun
2024. Saya berasal dari Bapeda,
Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani
pelatihan ini, saya merasa mendapat
banyak sekali [musik]
ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang
dapat saya gunakan untuk
menyusun dokumen perencanaan yang ada di
kabupaten
agar dapat mewujudkan Indonesia emas
tahun 2045.
Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan
[musik] Bapak Ibu Widya Iswara yang
telah men-sharing ilmu-ilmu dan
pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi
kami perencana. Semoga pendidikan dan
pelatihan ini akan terus berlanjut pada
tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara,
BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat ee Ibu [musik] kelas,
yang terhormat juga pendamping kelas
Bud. Yang terhormat ee [musik] Ibu dari
perwakilan bidang pembahan kompetensi.
Maaf,
mohon maaf. Yang terhormat ee
rekan-rekan semuanya dari kabupaten kota
di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari
perwakilan ee perangkat daerah di Jawa
Timur. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kita semua shalom. Om swastiastu. Namo
budaya salam kebajikan.
Yang saya hormati setia
saya juga padahal dulu beliau juga
ee staf di waktu saya sebagai bidang.
Ee yang saya hormati
para
ee teman-teman
penyelenggara panitia
dan wabil khusus para peserta tingkat
perencanaan dan penganggaran pola
konvisi antara dua pemerintah provinsi
[musik] Jawa Timur.
Pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan du
ye ye. Yeah.
[musik]
Dalam airku
[musik] tak
darahku
di sanalah
aku berdiri [musik]
kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan
yang maha esa
atas limpahan rahmat-Nya
bahwa pada hari ini terselenggara
pelatihan penilaian sumber benih tanaman
hutan tahun
[musik]
semuanya. Marilah kita panjatkan puji
dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala karena berkat rahmat dan
karunia-Nya pada pagi hari ini kita bisa
bertemu itu untuk melaksanakan kegiatan
pembukaan pelatihan penilaian sumber
dingutan
kerja sama [musik] Pusat Jakarta dengan
hadir
[musik]
Sobat ASN
Perkenalkan saya Ir. [musik] Muhammad
Adianto, Sarjana Kehutanan, Penyuluh
Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa
Timur. Saya bersama 30 peserta ASN
[musik] Jabatan Fungsional Dinas
Kehutanan Provinsi Jawa Timur sedang
mengikuti diklat penilaian sumber benih
tanaman hutan tahun 2024 yang
diselenggarakan [musik] oleh Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jabat Ini. Kami [musik] di sini
ee mengikuti diklat sekitar 1 minggu
dimulai dengan [musik]
pembelajaran secara online di Jawa
Timur. Kemudian kami diajak ke Kabupaten
Bogor yang terpusat di BDLHK Bogor.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja
sama [musik]
BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan Pusat
Pendidikan [musik] dan Pelatihan
Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan. Perkenalkan nama saya Ir. M.
Nursamsi Ahanto Senari Utanan. Saya dari
ASN Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.
Salah satu peserta dari pelatihan
penilaian sumber benih tahun 2024 yang
dilaksanakan oleh PPSDM Provinsi Jawa
Timur. Di sini kami berjumlah 30 [musik]
orang. kami mengikuti ee pendidikan dan
pelatihan ini dimulai dari
ASN. Kita berjumpa lagi dalam webinar
ASN belajar yang dipersembahkan oleh
Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama [musik] strip asal instansi
Sobat ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, [musik] virtual background
dapat diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, [musik] Sobat
ASN dapat menggunakan reaction angkat
tangan atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM [musik] Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. [musik] Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal
[musik] ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada [musik] webinar ini, Sobat ASN
wajib mengisi link presensi yang akan
kami bagikan pada saat acara webinar
[musik] berlangsung. Jangan lupa untuk
mengisi lembar penilaian dan kuesioner
[musik] juga agar e-sertifikat Sobat ASN
dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar
[musik] ini. Tetap semangat dan selamat
mengikuti webinar ASN Belajar.
[musik]
Tam
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sahabat ASN di
mana pun Anda berada. Baik yang sudah
bergabung di Zoom meeting maupun live
YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali di
hari Kamis, 6 November 2025 ini saya
Anis Dewi dapat kembali menyapa Sobat
ASN dalam webinar ASN Belajar seri 43
tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS BBSDM
Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN 4 hari
lagi tepatnya di 10 November kita
memperingati sebagai hari pahlawan. Nih
udah cocok kan kostumnya? udah sesuai.
Dan di era birokrasi modern ini, Sobat
ASN, makna pahlawan ini tidak lagi
ditentukan oleh keberanian di Medan
tempur, melainkan oleh keteguhan dalam
melayani dengan hati, berpikir untuk
rakyat, dan bertindak dengan nurani.
Sebagai seorang ASN melayani bukan
sekedar menjalankan tugas, tetapi juga
meneruskan api pengabdian para pahlawan
dengan cara yang berbeda, namun dengan
semangat yang sama. Semangat untuk
memberi makna bagi sesama. Karena negeri
ini tidak hanya membutuhkan pejabat yang
profesional, tetapi juga pelayan yang
berhati pahlawan yang bekerja bukan
hanya untuk dikenang, tetapi untuk
memberikan manfaat dan juga dampak. Mari
kita hidupkan kembali nilai-nilai
kepahlawanan dalam setiap denyut
pelayanan publik melalui ASN Belajar
seri 43 yang bertajuk Spirit of Heroes:
Soul of Service, semangat kepahlawanan
dalam budaya pelayanan. BBSDM Provinsi
Jawa Timur mengajak seluruh ASN di
Indonesia untuk belajar, berbagi, dan
juga menginspirasi dalam meneliti karir
yang bermakna serta memberi kontribusi
nyata bagi kemajuan birokrasi dan
pelayanan publik.
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
belajar seri 43 tahun 2025 ini, marilah
kita dengarkan opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramliato,
S.P,MP.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa
[musik] Timur. Hari ini Kamis tanggal 6
November 2025, ASN Belajar telah
memasuki seri ke-43.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN [musik] belajar
ini. Sebagai bentuk terima kasih kami,
kami selalu berkomitmen dan terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia. [musik]
Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri
ke-43 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut sebuah
hari bersejarah yang penuh heroik, yakni
hari pahlawan yang akan kita peringati
pada tanggal 10 November beberapa hari
lagi. sebuah momentum yang akan
mengingatkan kita semua bahwa
kemerdekaan dan kemajuan bangsa ini
tidak selalu hadir dengan mudah,
melainkan buah dari perjuangan,
pengorbanan, dan ketulusan jiwa-jiwa
besar yang menempatkan kepentingan
bangsa di atas segalanya.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-43 tahun 2025 ini
menyajikan topik Spirit of Heroes, Soul
of Service, semangat kepahlawanan
[musik] dalam budaya pelayanan.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air 10
November momentum hari pahlawan bukan
sekedar seremoni untuk mengenang masa
lalu, tetapi cermin untuk menakar sejauh
mana kita telah mewarisi dan
menghidupkan semangat para kusuma bangsa
dalam kehidupan berbangsa hari ini.
Semangat yang tidak lekang oleh waktu
yang kini harus menjelma dalam wujud
pengabdian, integritas dan pelayanan
yang prima. Semangat yang menyala di
dada para pejuang ini harus bergetar
dalam jiwa setiap abdi negara.
Semangat yang dahulu mengangkat senjata
untuk merebut kemerdekaan kini menjelma
menjadi keteguhan hati, menjaga
kepercayaan publik, memperjuangkan
keadilan, dan menghadirkan pelayanan
yang bermanfaat.
Semangat yang dulu menggerakkan para
pahlawan di medan perang ini harus
menggerakkan kita di medan pengabdian,
di meja pelayanan, di ruang kebijakan,
di setiap langkah kecil yang membawa
manfaat bagi masyarakat.
Sebab dalam dunia birokrasi yang modern
saat ini, kepahlawanan tidak lagi diukur
dari keberanian melawan penjajah, tetapi
dari keikhlasan melawan ego, keteguhan
menjaga integritas, dan keberanian
menyalakan perubahan atau inovasi.
Hari ini di tengah semangat menjelang
memperingati hari pahlawan, kita tidak
hanya mengenang mereka yang gugur di
medan perang, tetapi juga membaca ulang
makna kepahlawanan dalam konteks
pengabdian masa kini. Setiap zaman
memiliki panggilannya sendiri. Jika
dahulu para pahlawan berjuang dengan
bambu runcing, maka kini pahlawan
berjuang dengan integritas,
profesionalitas, dan [musik]
layanan. Pahlawan hari ini adalah mereka
yang bekerja dengan hati, melayani tanpa
pamri, dan yang menyalakan terang di
tengah tantangan birokrasi dan perubahan
zaman.
Sabat SN di seluruh tanah air dalam
kajian administrasi publik, nilai-nilai
kepahlawanan sejatinya adalah modal
sosial birokrasi, keberanian,
pengorbanan, solidaritas, dan cinta
tanah air merupakan nilai yang kita
perlu terjemahkan ke dalam bahasa
pelayanan. menjadi keberanian melawan
egoektoral, pengorbanan demi kepentingan
publik, sinergitas antar instansi, dan
cinta tanah air yang diwujudkan melalui
pelayanan yang berkeadilan.
Keteladanan para pahlawan menuntun kita
memahami bahwa pengabdian tidak
memerlukan sorotan, tetapi ketulusan.
bahwa kehebatan ASN tidak diukur dari
seberapa tinggi jabatan yang diraih,
melainkan dari seberapa besar manfaat
yang dirasakan oleh masyarakat dari
kinerjanya.
Dalam kerangka Biocretic Transformation,
ASN Masad kini adalah pahlawan di garis
depan perubahan yang menghadirkan
transparansi di tengah ketertutupan,
inovasi di tengah rutinitas, dan empati
di tengah digitalisasi.
Nah, sobat ASN di seluruh tanah air,
untuk membahas lebih lanjut topik
menarik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Eri Cahyati, [musik]
ST, MT., MSI. Beliau adalah Walikota
Surabaya. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Rojii Nugroho Bayu Aji, SHUM, MA. Beliau
adalah akademisi,
dosen pendidikan sejarah dari
Universitas Negeri Surabaya. Dan ketiga,
kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada Bapak Maijen TNI
Purnawirawan Dr. Istu [musik] Hari
Subago, S. M.M. Beliau adalah Ketua DPD
PEPABRI Jawa [musik] Timur. Nah, Sobat
ASN di seluruh tanah air, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-43 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas
opening speech yang sudah disampaikan.
dan Sobat ASN seperti yang sudah
disampaikan oleh Pak Ramli barusan bahwa
akan ada tiga narasumber spesial yang
akan kami hadirkan di ASN seri 43 ini
seri spesial ya ee seri hari pahlawan
begitu. Namun sebelum kita berlanjut ke
sesi berikutnya yaitu mendengarkan
materi dari narasumber kita yang
pertama, kedua, dan ketiga, kami
informasikan bahwa saat ini Sobat ASN
sudah dapat melakukan presensi pada
halaman Semesta Bangkom. Semesta
Bangkom. Jadi, link presensi sudah dapat
Sobat ASN lihat di running teks ataupun
di kolom chat Zoom atau di pencetnya
YouTube BPSDM Jatim TV. Jadi, ini
chatnya sudah dipinkan di sana. Dan
kalau misalkan masih belum bisa untuk
mengakses, mungkin karena traffic
presensi sedang tinggi ya, Sahabat ASN
masih bisa mengakses presensi dan dicoba
kembali secara berkala sampai pukul
12.00 siang nanti apabila masih bingung
nih ya bagaimana cara mengakses link
presensi, kita lihat videonya berikut
ini.
[musik]
Sobat TSN, terima kasih masih setia
bersama kami di AS Belajar seri 43 tahun
2025. Dan di segmen kali ini
bersama-sama kita akan mendengarkan
materi dari narasumber kita yang
pertama. Sosok yang luar biasa sekali
untuk kita-kita nih arek-arek Surabayo
tidak lain dan tidak bukan adalah
Walikota Surabaya. Kita berikan applaus
untuk Dr. Eri Cahyadi ST, MT.
[musik]
Selamat pagi, Pak Eri.
Pagi, Mbak. Asalamualaikum. Sehat,
Nggih.
Alhamdulillah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh, Bapak.
Semoga sehat semuanya.
Alhamdulillah sehat semua. Bapak,
bagaimana Bapak dengan kegiatan yang ee
schedule yang begitu padat di hari ini?
Ya, lumayan. Tapi kalau kita sudah
berkomunikasi begini dengan teman-teman
ASN, saya merasa ada apa ya kebanggaan
sendiri karena saya kan juga mantan ASN.
[tertawa]
Iya, benar sekali.
Sampai sekarang pun jiwa birokrasi kita
tetap sama lah. Makanya saya mimpin
Surabaya bukan dengan jiwa yang lain ya,
jiwa birokrasi. Nothing tulus saja kerja
kita. Penting seperti ASN.
semangat melayani dengan hati ya, Pak
ya. Apapun itu jabatannya. Luar biasa,
Pak Eri. Oke, Pak. Agak sedikit ee
sebenarnya dibilang melenceng enggak ya,
karena kan 4 hari lagi hari pahlawan.
Namun kemarin di tanggal 2 ini sudah ada
para Dejuang ya di Surabaya.
Iya, betul.
Kemudian ee adakah agenda-agenda lain
sampai nanti di tanggal 10, Pak?
Oh, ada. Jadi nanti ada
kayak moprok gitu yang nanti tanggal 8
di Kota Lama. Jadi ada kita seperti
lagu-lagu perjuangan tanggal 9 ada
renungan juga dengan para budayawan
insyaallah
dengan banyak pemuda Surabaya insyaallah
ditutup di tanggal 10 November dengan
upacara dan dan penampilan
seni dari teman-teman nanti setelah
upacara 10 November ditutup upacaranya
Pak tapi semangatnya terus berlanjut
sampai insyaallah kapanp Surabaya ini
ada yang tetap berlanjut semangat
pahlawannya.
Benar sekali. Dan untuk ee untuk yang
semangat-semangatnya sudah mulai meredup
nih spesial di hari ini, Pak Eri
akanberikan langsung semangat dan
motivasinya untuk seluruh ASN yang
bergabung dalam ASN belajar seri 43 ini.
Karena tidak hanya ASN berada di Jawa
Timur, melainkan di seluruh Indonesia,
Pak, yang sudah bergabung di seri 43
ini. Jadi, untuk hari ini akan sharing
tentang apa, Pak?
Jadi sharing terkait dengan pelayanan
Surabaya yang kita lakukan dan bagaimana
pelayanan itu asta cita harus kita
pegang. Jadi visi misi walikota dan kota
itu harus tegak lurus dengan presiden,
setelah itu juga dengan gubernur. Itu
yang tidak boleh lepas sehingga tidak
boleh ada siapa yang lebih utama begitu.
Tapi saya ingin mengajak menyampaikan
saja bahwa kita ini adalah NKRI.
Bagaimana tujuan itu bisa tercapai
secara keseluruhan di Kota Surabaya
dengan pelayanan publik-pelayan publik
yang nanti kayaknya juga saya akan
banyak berbicara pelayanan publik yang
lebih birokrasi, lebih apa ya, lebih ke
arah ke arah ASN gitu ya. Seperti yang
pernah saya lakukan waktu ASN ya ketika
hari ini saya terapkan di ketika menjadi
walikota.
Oke. Baik. Dan sebelum kita menyimak
untuk materi yang disampaikan oleh Pak
Eri, untuk sobat TSN yang nantinya ingin
bertanya silakan dicatat terlebih dahulu
pertanyaannya karena sesi tanya jawab
akan kita buka setelah Bapak Eri selesai
menyampaikan materinya. Oke ya sahabat
ASN ya. Baik kalau begitu silakan Pak
Heri untuk menyampaikan materinya di
hari ini.
Mbak mohon maaf ini berapa menit ya yang
harus saya sampaikan ya.
Ini kurang lebih 30 menit Bapak. Waktu
yang akan kami sampaikan sampai 45 menit
spesial untuk Pak Eri. Tidak apa-apa.
[tertawa]
Jangan banyak-banyak.
Ngih. Matur nuwun, Pak.
Monggo, Bapak.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan rahayu.
Alhamdulillah. Alhamdulillah
wasamin.
Yang saya hormati dan sama-sama kita
muliakan Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Matur nuwun,
Pak, diberikan kesempatan Surabaya.
senang rasanya bertemu dengan ASN
kembali ini. Kita curhat-curhatan
sajalah. Curhatan seorang ASN yang
menjadi walikota hari ini. Jadi saya
juga butuh nanti masukkan teman-teman
terkait bagaimana sih kita membangun
dengan semangat ASN yang kita punya.
Juga para hadirin undangan yang mohon
maaf tidak bisa saya sebutkan satu
persatu. Jadi para ASN yang hadir saya
ingin membuka dulu sebelum
Iya. Ini Surabaya tidak butuh walikota.
Surabaya tidak butuh seorang pemimpin.
Karena sejatinya pemimpin itu adalah
para birokrasi dan para ASN. Bayangkan
jenengan pensiunnya umur 60 yang eelon 2
yang eelon ehon 3,on 4 58. Kalau di
provinsi salon satu ini enggak butuh
seorang pemimpin. Kalau seperti saya
jadi walikota paling lama 10 tahun.
Cuman 10 tahun jenengan masih panjang.
Pensiunnya masih 20 tahun lagi, 30 tahun
lagi bahkan ada yang 35 tahun lagi. Kan
begitu. Maka sejatinya ketika jenengan
bergerak sebagai ASN itu sangat luar
biasa dan menjalankan anfahum linas wis
walikota gak artine. Walikota itu hanya
sebagai orkestra saja sebagai orkestra.
Pemimpin orkestra oh bapekonya jalan
seperti apa? Tangan saya ngangkat kanan
bapeko yang keluar. Ketika menunjuk
Binamarga yang keluar Bina Marga. Karena
apa? hanya untuk mensinkronkan saja
tugasnya walikota ini. Tapi kekuatan
kita, kekuatan negara kita itu ada di
birokrasi, ada di jenengan semuanya. Dan
itulah yang saya selalu katakan,
Surabaya kekuatannya bukan di
walikotanya. Surabaya ada di kekuatan
semua stakeholdernya. Wabil khusus ada
di birokrasinya. Maka jenengan harus
menjadi garda terdepan agar bisa
mengatakan kota kita masing-masing
bermanfaat. Seperti waktu kita disumpah
sebagai ASN. Ketika kita diangkat
sebagai ASN maka kita disumpah bagaimana
kita bergerak untuk kepentingan
masyarakat. Nah, ini yang saya garis
bawahi dulu.
Maka apa yang saya dapatkan di ASN pada
waktu itu saya sebagai kepala bagian
staf bina program. Tahun 2012 jadi
kepala bagian bina program.
Setelah itu saya menjadi kepala dinas
Cipta Karya tahun 2013.
Setelah itu saya jadi kepala BappPEDA
tahun 2018.
2019 sampai 2019 saya keluar 2020 karena
harus maju walikota dan keluar ini tidak
menj tidak mendapatkan ini Mas Rojil
saya tidak mendapatkan
apa pensiun karena masa kerja saya belum
nyampai umur saya juga belum nyampai nah
ini kalau tidak jadi mungkin saya jadi
ini nanti P3K-nya Pemkot kalau kalau
waktu itu sudah keluar waktu itu enggak
jadi begitu tapi apa yang saya ingin
katakan saya dulu memulai ASN saya dari
golongan dua. Saya dulu adalah sarjana
lulusan dari ITS, tapi almarhum ayah
saya menyampaikan masuklah menggunakan
sarjana muda. Sehingga golongan saya
golongan 2C. Sehingga pada waktu itu
golongan 2C saya disuruh-suruh untuk
buat kontrak di proyek, untuk membuat
berita acara dan semua ilmu itu saya
ambil.
Sehingga di situ ayah saya pernah
mengatakan, "Janganlah pernah kamu masuk
dan menjadi pemimpin pertama pertama
dulu atau menjadi orang yang punya
pangkat yang tinggi. Karena kamu tidak
akan pernah merasakan bagaimana disuruh
orang dan mengghargai orang itu.
Sehingga kamu harus masuk menggunakan
sarjana muda." Alhamdulillah saya
disuruh-suruh waktu itu saya disuruh
saya ngetik. Tapi apa dasar itu?
Alhamdulillah, Pak. Saya masuk golongan
tahun 2021.
Saya itu masuk golongan 2C.
Tapi di 2013
golongan saya sudah menjadi 3D.
Menjadi 3D. Setelah itu 4A. Saya
2021 2001 saya masuk 2000 2001 saya
masuk ya bulan Desember itu golongan 2C.
Saya keluar di tahun 2020
itu golongan saya sudah 4D.
Berarti saya mengalami lompatan-lompatan
setiap tahun karena saya memiliki sebuah
prestasi. Apa yang saya inginkan? Semua
pegawai negeri bisa seperti itu. Bahkan
saya pada waktu menjadi Kepala Dinas
Cipta Karya tahun 2013 umur saya 34
waktu itu. 34. Jadi waktu ada
acara-acara saya pasti ditanya, "Mas,
mewakili nggih?" Mewakili kepala dinas
engigih. Padahal waktu itu saya sudah
jadi kepala dinas. Jadi inilah motivasi
yang harus saya sampaikan bahwa semua
itu tergantung dari diri kita dan semua
kegiatan kota itu tergantung dari ASN.
Maka saya harus menyampaikan nih
Surabaya ini adalah kota menuju kota
dunia. Kita ini adalah terbesar 6 ASEAN.
Tapi apa yang saya ingin sampaikan
terkait Surabaya. Surabaya sudah menjadi
kota layak anak dunia. Saya menyampaikan
pada waktu saya jadi walikota, ayolah
kita tunjuk paka walikota itu tergantung
pada ASN-nya. Maka sebagai ASN maka kita
harus bisa merencanakan apa yang akan
kita lakukan. Maka tadi saya katakan
bahwa kita harus tegak lurus nih dengan
program pemerintah pusat, maka secara
otomatis kita harus bisa melihat visi
misi nasional itu apa, visi misi
gubernur apa. Maka kita punya visi misi
yang ditetapkan oleh walikota. dan oleh
Wakil Walikota, maka kita harus melihat
sampai ke atas apa visi misinya Presiden
dan Gubernur sehingga kita masuklah ke
sana. Maka kita bisa lihat asta cita
Presiden Prabowo Subianto. Kita melihat
nih asta citanya ada memperkokoh
ideologi Pancasila, ada memantapkan
sistem pertahanan. Maka ketika beliau
memiliki asta cita jumlah del, maka kita
ini harus bisa mengatakan tujuan apa sih
delapan ini sebenarnya?
Apa maksud dari delapan ini? Maka ketika
saya bilang memperkuat reformasi
politik, hukum dan birokrasi, maka kita
harus bisa merubah birokrasi kita. Kalau
kita meningkatkan lapangan pekerjaan,
maka kita harus bisa mengurangi
pengangguran terbuka, meningkatkan
indeks pembangunan manusia. Maka dari
delapan ini saya simpulkan berarti
cita-cita mulia ini harus kita wujudkan.
Maka kita simpulkan nih apa fokus
pembangunan di kota Surabaya untuk
memenuhi asta cita presiden. Maka dari
delapan tadi saya simpulkan kan ada
banyak kegiatan tadi delapan itu. Satu
mengurangi kemiskinan
kedua mengurangi pengangguran, ketiga
mengurangi angka kematian ibu dan anak
mengurangi stunting. Meningkatkan
pembangunan manusia. menurunkan
kesenjangan antara si miskin dan si kaya
gini rasio dan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Bagaimana tujuh ini bisa
tercapai? Maka kita punya peningkatan
kualitas kesehatan pendidikan yang adil
dan inklusif, pertumbuhan ekonomi
kerakyatan inklusif, pembangunan
infrastruktur, informasi birokrasi dan
harmonisasi sosial, keamanan dan
ketertiban masyarakat. ini untuk
mencapai tujuh ini. Maka baru kita
pecah lagi, rinci lagi. Ada ketika ke
kelima ini. Oh, peningkatan kualitas
kesehatan. Maka di situ nanti kita kita
detailkan lagi. Peningkatan kualitas
kesehatan itu apa sih? Oh, memberikan
BPJS kesehatan biar pengurangannya,
pengeluarannya berkurang sehingga
kemiskinan bisa berkurang. Oh,
pendidikan diberikan gratis sehingga
nanti IPM kita bisa naik. Maka kita
memberikan beasiswa untuk orang yang
tidak mampu. Maka ini harus di dirinci
lagi. Dirinci lagi. Dan saya yakinlah
jenjangkan sebagai ASN pasti akan
membuat seperti ini. Seperti pada waktu
saya dulu di PPPEDA. Maka hari ini
pelayanan publik yang harus kita punya
itu tidak lagi berbicara terkait dengan
struktur mengikuti struktur birokrasi,
tapi bagaimana pelayanan publik kita itu
mengikuti siklus kehidupan warga. Live
event lah kalau saya bilang ini. Maka
seperti saya berbicara terkait dengan
stunting, maka saya tidak pernah
menyelesaikan stunting itu di belakang
setelah dia stunting. Tapi bagaimana
sebelum dia hamil pun sudah kita pegang
loh. Oh, siapa nih anak-anak di Surabaya
yang menikah? Maka ada syarat akan kita
timbang. maka berat badannya si ibu yang
akan mungkin mempengaruhi
bayinya akan menjadi stunting. Maka kita
berikan nutrisi, kita berikan pelatihan
sekolah kelas cantin. Setelah itu masa
kehamilan. Setelah dia masa kehamilan
sampai setelah menikah kelas cantin
setelah itu mereka hamil maka didampingi
terus sampai melahirkan balita. Kita
lihat lagi dan Surabaya ini sudah
terkoneksi dengan seluruh seluruh rumah
sakit dan tempat apa itu rumah sakit ibu
dan anak bidan yang ada melahirkan bayi
semuanya akan terkoneksi. Maka kita
sudah tahu bahwa berapa bayi yang lahir
hari ini di Surabaya detik ini berapa
beratnya dan yang akan dipikirkan akan
stunting juga kita tahu semuanya. Maka
di sini kita melahirkan balita status
pendidikan prasekolah. Maka kita juga
berpikir bagaimana meningkatkan indeks
pembangunan manusia, bagaimana kita juga
berbicara terkait dengan kemiskinan.
Maka kita berpikir pendidikan dan
kesehatan ini adalah
untuk mengeluarkan pengeluaran dari
orang orang-orang yang prasejahtera.
Maka secara otomatis kita berikan
pendidikan prasekolah. Oh, kita berikan
pendidikan gratis nih untuk
prasejahtera. Kita juga meningkatkan
insentif guru PAUD. Karena apa? Biar
sama nih gurunya juga punya semangat.
Kita juga berpikir tidak bisa hanya tahu
dan TK yang kita bisa berikan
gratis untuk pendidikannya, maka SD,
SMP, beasiswa kita berikan. Bahkan
beasiswa mahasiswa itu 24.000 kami
berikan. Dan ini memang meningkat ya
karena tujuan negara adalah indeks
pembangunan manusia. Percuma negara itu
hadir kalau kita berbicara terkait
infrastruktur saja yang kita bicarakan,
tapi
sumber daya manusia tidak kita
perhitungkan lah. Ini yang harus
berjalan. mana yang harus kita lalui
duluan. Karena pada waktu saya jadi
periode pertama, saya sudah berbicara
terkait sumber daya manusia dulu. Kami
juga melakukan
bagaimana pekerjaan-pekerjaan ini bisa
berjalan. Maka kita punya data di
Surabaya, siapa yang menganggur, siapa
yang umur produktif belum bekerja, maka
kita berikan mereka harus bisa seperti
pengusaha. Maka kita siapkan NIB,
platform arek Surabaya siap kerja, BPJS
ketenagakerjaan untuk pekerja informal.
Ini karena kami lakukan agar apa? Agar
pergerakan ekonomi Surabaya, indeks
pembangunan naik, generasi juga turun.
Ini juga kami lakukan apapun kita
lakukan di Surabaya, maka kita berpikir
juga bagaimana pelayanan-pelayanan
yang kita lakukan yang ada di Surabaya.
Sampai hari ini kita juga berpikir oh
satu kelurahan satu ambulans satu RW
satu nak itu kami lakukan bahkan
kebutuhan hunian perbaikan rumah tidak
layak Uni di Surabaya sudah R9.500. Ada
pertanyaan Surabaya duitnya gede bukan?
Surabaya itu uangnya 10,3 triliun tapi
dengan penduduk 3,1 juta uangnya kecil.
Karena apa? Kami membayar UHC saja 600
miliar per tahun. Kami untuk pendidikan
kami yang kami keluarkan 2,1 triliun.
Setelah itu ada kesehatan kami sekitar
2,2
triliun. Sudah uang sudah berapa yang
hilang? Tapi kenapa kami bisa melakukan
semua ini? Karena semua stakeholder di
Surabaya kami gerakkan. Bahkan hari ini
para pengusaha-pengusaha di Surabaya itu
itu menjadi orang tua asuh. Ada orang
tua asuh stunting, anak stunting, orang
tua asuh pendidikan. Yang tidak saya
pikirkan adalah ketika saya memiliki
anak yang harus sekolah.
Pendidikan saya butuh 25 miliar waktu
itu. 20 atau 25 miliar saya lupa. Untuk
anak 165 anak biar kuliah langsung lulus
langsung kerja. Itu semuanya saya
kumpulkan pengusaha Surabaya.
Saya berbicara, mereka mengatakan, "Saya
ambil dua, saya ambil tiga. Tidak ada 1
jam habis uang 20 miliar mereka diambil
oleh orang tua-orang tuasu." Sehingga
apa? Saya ber pesan kepada para ASN,
kita tidak boleh mengatakan kita
terbaik, tapi bagaimana kita bisa
dipercaya oleh orang sehingga orang itu
mau membantu kita. Bukan berarti kita
mengakui kelemahan kita dengan
mengatakan, "Oh, anggaran kita memang
tidak cukup. Saya butuh orang lain." Itu
kita akan dikatakan, "Oh, kok menyerah?"
Tidak.
Pekerjaan kita tidak untuk mencari
popularitas, tapi pekerjaan kita adalah
ibadah. Bagaimana orang bisa percaya
dengan kita. Bahkan saya pada waktu
masih menjadi
Kepala Dinas Cipta Karya dan di Papeda
itu ada pembangunan underp di Surabaya
60 miliar. Tidak satuun uang itu
menggunakan uang APBD sebesen pun
semuanya dikerjakan oleh pengusaha. Tapi
saya katakan, "Pak, jenengan saya
jenengan bantu, tapi saya pastikan
perizinan jenengan tidak akan terganggu
di Surabaya." Kalau ada yang minta-minta
saya pasti akan ganti orang itu ketika
saya memegang Kepala Dinas Cipta Karya.
Sehingga itulah kolaborasi sinergi
itulah yang harus kita wujudkan. Setelah
itu kita punya strategi tiga pilang.
Bagaimana mengakselerisasi pertumbuhan
ekonomi dan meningkatkan pemerataan
mengurangi kesenjangan. Inilah nanti
tujuan tuju itu bisa terwujud. Tapi yang
pasti kita harus melibatkan seluruh
elemen warga. Kita bukan yang paling
sempurna, kita bukan yang paling
terbaik, tapi bukan berarti ketika kita
itu mengajak semuanya bergerak,
pemerintah lepas tangan, bukan. Tapi
untuk memastikan semua program berdampak
positif warga. Karena itulah di Surabaya
ada kampung Pancasila yang memiliki
empat program terkait dengan lingkungan.
Ada pemilahan sampah dan lain-lainnya.
Yang kedua terkait dengan ekonomi.
Bagaimana warga di Surabaya itu bisa
bergerak ekonominya sehingga ada eeken.
Kalau beli jangan di luar tetanggah
kalau tetangganya itu punya tempat
usaha. Wong waktu jenengan saya sama
saya meninggal yang bantu juga tetangga.
Yang ketiga terkait dengan sosial.
Bagaimana si kaya di kampung itu mau
menjadi mau menjadi orang tua asuk atau
membantu yang tidak mampu di RW di
kampung itu juga. Dan ini yang
digerakkan juga bagaimana terkait dengan
kemasyarakatan. hubungan sosial budaya
itu kita harus jaga betul di sana. Dan
kita hasil dari semua itu, Bapak Ibu
bisa kita lihat penurunan kemiskinan di
Surabaya itu sudah masuk ke dalam tembus
ekor baru. Karena tidak pernah di
Surabaya itu kemiskinan itu turun di
bawah angka 4. Maka di sini kita turun
sudah menjadi 3,56
di tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa
sebelum COVID saja angka Surabaya itu
masih 4,51. sebelum COVID loh itu 4 jadi
tapi sekarang bisa jadi 3,56. Maka
selalu saya sampaikan dengan lisan saya,
saya tidak pernah mengatakan bahwa ini
keberhasilannya walikota, tidak. Tapi
ini adalah keberhasilan semua
stakeholder yang ada di Surabaya. Karena
perguruan tinggi ikut turun membantu
yang namanya pengusaha ikut turun ikut
menjadi orang tua asuh. Semua pergerakan
masyarakat saling membantu. Inilah yang
namanya Surabaya dengan kampung
Pancasilanya. Dan kami juga sadar tidak
harus tidak sekedar tumbuh, tapi
bagaimana kami harus merata. Maka itulah
kami ada pendidikan gratis, kesehatan
gratis, ada beda rumah, ada PPJS
ketenagakerjaan, ada rumah padat karya
untuk warga miskin. Apa badat karya ini?
kami punya konsisten and commitment.
Jadi kalau saya bilang semua OPD di
Surabaya seperti PU Binamarga, seperti
Cipta Karya itu juga harus bisa
mengurangi kemiskinan dan menciptakan
lapangan pekerjaan. Awalnya bingung
semuanya, Pak, itu ada di Dinas Sosial
bukan di tempat kita. Oh, salah. Saya
bilang begitu. Dinas PU pun juga bisa.
Apa yang dilakukan? Dinas PU punya yang
namanya pembuatan puffing, masang
puffing. Maka saya sampaikan kalau
ketika masang puffing, maka secara
otomatis di situlah paving-nya harus
dibisa dikerjakan oleh warga Surabaya.
Apa yang bisa dilakukan warga Surabaya?
Puffing itu ada 175, ada 225, ada K325.
Kalau 175 itu hanya dikerjakan hanya
dilewati oleh motor, mobil dan tidak
dilewati oleh yang berat-berat. sehingga
175 ini harus bisa diproduksi oleh warga
Surabaya. Maka kita punya aset bangunkan
tempat seperti pabrik begitu yang
sederhana dari baja. Mereka bekerja di
sana dan masukkan katalog sehingga yang
bisa mengambil ini adalah warga Surabaya
yang memang dia punya pabrik puffing
yang punya produksi puffing dengan
kualitas 175 tadi langsung ambil
sehingga apa? Uang APBD kita tidak
dikerjakan oleh orang yang gede-gede
saja. Tapi kalau ternyata pasiennya itu
yang gede, yang butuh pabrik, yang butuh
dikerjakan oleh kontraktor, silakan.
Tapi jangan pernah melupakan yang bisa
dikerjakan oleh warga ya dikerjakan oleh
warga. Karena apa? Tugas kita adalah
mengurangi kemiskinan. Tugas kita adalah
membuka lapangan pekerjaan. Maka kita
harus berani melakukan itu. Ini yang
dilakukan oleh teman-teman teman-teman
pariwisata. Saya bilang kita punya
banyak hotel, maka jangan pernah biarkan
hotel itu ketika ada sliper, sandal
hotel, ketika ada kebutuhan yang namanya
makanan kecil, kebutuhan laundri, jangan
diambil oleh orang lain, ambil oleh
warga Surabaya, tapi pemerintah kota ada
di depan. Dengan cara apa? Dengan
kualitas yang dijaga, dengan harga yang
sama, tidak boleh lebih tinggi dari
mereka. Kalau tidak bisa, maka kami
punya kontrak kinerja. Insyaallah kepala
dinas pariwisatanya dan kepala dinas
PU-nya saya ganti. Itu yang bisa saya
lakukan dengan kontrak kinerja. Itu yang
kita lakukan. Maka semuanya bisa
bergerak untuk kemiskinan, tidak hanya
dinas tertentu. Dan kami bahkan
penurunan stunting kami sangat luar
biasa. Pada waktu saya jadi walikota
pertama 28,9%
tapi di3 turun menjadi 1,6%.
ini pergerakannya tidak kami lakukan
sendiri, tapi kami lakukan ini melalui
melalui kerja sama dengan melalui kerja
sama dengan perguruan tinggi.
Perguruan tinggi yang kita lakukan satu
Puskesmas, satu ahli apa kandungan itu
kami bekerja sama dengan perguruan
tinggi. Terus manajemen data terpadu
real time ada 487 balai RW menjadi pusat
pembelajaran keluarga. Ini yang kami
lakukan. Maka ada sekolah orang tua
hebat untuk mengajarkan mereka mendidik
anak-anaknya. Terus bagaimana kami
mempunyai 10 128 kampung ASI. Kalau ini
hanya dilakukan pemerintah sendiri tidak
akan pernah bisa. Tapi bagaimana kami
mengajak semua stakeholder yang ada di
Surabaya? Karena yakinlah keberhasilan
pemerintah itu bukan dilakukan oleh
pemerintah sendiri. Keberhasilan
pemerintah itu dan khususnya kepala
daerah adalah ketika bisa mengajak semua
stakeholder menjadi satu bagian
pembangunan di kotanya khususnya di kota
Surabaya. Inilah kami lakukan apa yang
kami lakukan reformasi birokrasi yang
diminta oleh Pak Presiden tadi. Maka
kami lakukan itu semua dampaknya luar
biasa.
Surabaya itu menjadi kota pertama dan
satu-satunya sampai hari ini
memiliki reformasi birokrasi sistem
akuntabilitas kinerja AA. Tidak ada
satuun di Surabaya. Padahal waktu saya
menjadi walikota itu masih B
sekarang sudah menjadi AA. Berarti apa?
Ya, karena saya mungkin mantan birokrasi
ya, maka bisa melakukan itu. Dan itulah
yang dilakukan. Sebetulnya birokrasi itu
lebih utama.
Terus peringkat pertama kota terinovatif
yang kita punya indeks reformasi
birokrasi tertinggi di antara semua
kementerian, lembaga pemerintah kota
tertinggi reformasi birokrasinya. Kami
juga melakukan memiliki sistem
pemerintahan berbasis elektronik
terbaik. Buat saya digitalisasi tidak
bisa dihindari. Karena apa? Karena kami
tidak bisa mengontrol tanpa ada
digitalisasi. Maka kalau jenengan
mungkin suatu saat nanti main ke tempat
saya, maka ruangan saya isinya itu
adalah full. Isinya itu adalah monitor.
Yang di sana itu adalah tempat
pekerjaan. Ada real time-nya jumlah bagi
stunting. Ada pad real time seperti
sekarang berapa, ada yang namanya CCTV
di semua tempat pelayanan publik. Jadi
isinya saya seperti itu sehingga saya
memantau mereka kerja melalui aplikasi
yang saya punya.
Dan inilah yang kita lakukan di Surabaya
dengan kota kinerja penyelenggaraan
pemerintah terbaik pun kita juga dapat
kota Surabaya.
Karena apa? Kita melakukan semuanya itu
kita lakukan dengan secara sistematis
dan melibatkan banyak orang bukan hanya
mengandarkan pemerintah kota Surabaya.
Dan inilah saatnya teman-teman di
pemerintahkan ini merubah paradigma
pembangunan yang dulu pemerintah kota
sok tahu. Kalau saya bilang kebutuhan
warga, hari ini kita harus bayar ini
menjalankan program berbasis kebutuhan
warga. Kita tanya dulu biasanya kita ini
musurin bank, Pak. Tapi enggak tahu
musurin bank hanya dibuat syarat saja
tapi kita tidak. Jadi seperti kebutuhan
kita lempar masuknya apa ya anggaran
kita seperti itu dan pemerintah ini
menutup diri. Makanya hari ini saya
bilang pemerintah harus berani menerima
kritik dengan cara apa? Kerjalah di
balik RW tidak lagi di kantor. Kantor
itu kosong biasanya Pak Dewu jadi di
juragan Pak. Kalau dia dulu itu bekerja
iku nang kantor terus enggak gelem
udan-udan enggak gelemudun sampai itu
karena kita merasa bahwa kita kerja
enggak kerja digaji ini yang saya rubah
di kota Surabaya. Maka pekerjaannya di
balai RW. Di balik RW loh, di
kampung-kampung bukan lagi di kantor.
Maka saya enggak mau mereka kerja di
kantor. Semua tersental ke pemerintah.
Minim anu peran warga. Sekarang harus
dirubah prosedur rumit. Maka kalau ada
yang rumit yang tidak keluar maka yang
saya sanksi adalah lurah camat. dan
kepala dinas. Karena itulah maka kita
harus bisa melalui pemberdayaan
masyarakat melalui literasi digital kita
dan itu tidak mudah. Memang saya
melakukan ini sekitar 2 tahun hampir 3
tahun baru mereka teman-teman mengikuti
gaya kerja saya. Dan yang terpenting
adalah kesehatan organisasi. Kesehatan
organisasi itu adalah di dalam tempat
kita bekerja. Ini bagaimana optimal,
adaptif, dan berkelanjutan. Mengapa
kesehatan organisasi itu penting?
itu karena kita harus melayani
masyarakat bukan mencari profit. Ini
yang saya katakan. Ingat kita bekerja
bukan untuk mencari popularitas. Maka
ketika kita ada di medsos, tampilkan
pekerjaan jenengan di medsos. Semua
orang masyarakat harus tahu. Tapi bukan
mencari popularitas, bukan proses yang
sampean masukkan, tapi dios itu adalah
menyampaikan hasilnya sehingga mengajak
contoh ketika ketika ada banjir, ada
saluran buntu maka terjadi kendangan
air. Jangan diselesaikan tapi dibuka,
dimesoskan, tampilkan diosnya jenengan
untuk menunjukkan di dinasnya loh ya,
bukan di pesosnya walikota, bukan
diosnya jenengan. ditampilkan iki loh
rek ini loh kalau membuang sampah
sembarangan jadi buntu maka medsos itu
adalah tempat untuk mengedukasi bukan
tempat untuk menunjukkan popularitas
bukan tempat untuk menunjukkan kita
bekerja tidak tapi medsos itu untuk
mengajak orang mengedukasi bagaimana
menjaga kota kita dan semuanya di tempat
Pemkot di Surabaya ini semua OPD sampai
kelurahan harus mengupload apa yang
dikerjakan untuk mengajak mereka
berbuat kebaikan. Yang kedua, ketika ada
permasalahan, ada kejadian yang ramai,
harus cepat diselesaikan dan ditampilkan
lagi oleh masing-masing. Sehingga apa?
Kelihatan betul di kota itu yang bekerja
bukan walikotanya, tapi reformasi
birokrasinya. Kalau yang turun itu
walikotanya terus, terus walikota
ngonten terus, yang lain tidak bekerja,
maka ketika walikotanya itu selesai,
bubar, Pak, negara ini, bubar kota
Surabaya ini. Maka yang berhak menjadi
walikota itu adalah kepala dinas. Kepala
badan,
camat, lurah itu walikota.
Walikota sesungguhnya. Maka samp har
terus menunjukkan sehingga masyarakat
percaya dengan pemerintah. Kalau kami
ini politik politikus apa bilang politik
ini ya cuman 10 tahun. Tapi ketika
jenengan bisa menunjukkan kinerja
jenengan maka masyarakat akan percaya
kepada pemerintah kota Surabaya.
Ini kalau saya waktu menjadi birokrasi,
maka salah satu penyakit birokrasi ini
adalah tampak sibuk dari rapat ke rapat
tapi tak berdampak ke rakyat. Hasil
rapat dibahas pada rapat selanjutnya. I
kesenengane ngono. Resum rapat itu nanti
ada rapat selanjutnya. Saya haramkan itu
di Surabaya. Kalau sudah ada rapat maka
bunyi. Selesai tanggal kapan ini? Ini
apa yang harus dikerjakan? Misal saya
tanggal kapan bunyi resum rapatnya?
Tidak rapat selanjutnya diadakan. Saya
enggak mau yang seperti itu. Karena apa?
Saya dulu mantan ASN dulu itu saya punya
walikota sing keras, Pak. Namanya
Burisma. Saya dulu anak buahnya waktu
beliau kepala bina program belum
walikota. Dan saya merasakan betul
ketika beliau itu masuk kantor di
ruangan kita ini staf tuh pegang
komputer semua kayak orang sibuk. Tapi
ketika beliau keluar kita langsung
alhamdulillah. Nah, di situ saya baru
tahu. Makanya saya bilang sama
teman-teman kota Surabaya, "Kon ojo
bujui jangan bohongin aku loh. Dulu
bohongin Burisma bisa, bohongin aku
enggak bisa. Karena aku dulu pernah
pelaku seperti jenengan semua." Ketawa
semua teman-teman. Maka saya tahu betul.
Maka dibutuhkan keikhlasan untuk
bekerja. Itu bukan untuk kami
mendapatkan apa tidak. Ingat kita digaji
oleh masyarakat.
Ini juga tadi saya bilang terkait
kesehatan organisasi publik. Bukan soal
kinerja administratif tapi tentang daya
hidup. Organisasi itu tumbuh adaptif
menolak zona nyaman dan berdampak
rakyat. Kita ini pegawai negeri mohon
maaf biasanya zona nyaman.
Kerja gak kerja yo digaji Pak enggak
mungkin dipecat.
Kerja gak kerja untuk tukin Pak
tunjangan kinerja di Surabaya tidak.
Gajimu tetap saya bayar tukinnya tidak
saya berikan. Kalau tidak memiliki
output dan outcome,
output outcome ini terpenuhi baru saya
berikan.
Tapi kalau yang lainnya enggak. Karena
itu adalah topoksi, maka dengan uang
gaji maka tupoki itu harus terlalui.
Maka dibayarkanlah dengan namanya output
dan outcome. Di sini mulai dari
camat, lurah, kasi, kabit, kepala dinas
itu ada kontrak kinerja mencapai output
dan outcome. Kalau output outcome ini
tidak tercapai dalam 1 tahun maka di
surat pernyataannya mereka mengunurkan
diri atau saya ganti. Maka jangan kaget
kalau di Surabaya saya ini sudah
mengganti sekitar 16 kepala dinas. Bukan
saya suka dan tidak suka, tapi mereka
tidak memenuhi kebutuhan output dan
outcome yang mereka janjikan sendiri.
Karena saya mengajarkan kepada
teman-teman, janganlah kamu takut dengan
walikota, tapi kita rubah di Surabaya.
Siapapun boleh menjadi kepala dinas,
menjadi lurah camat, menjadi kepala
bagian dan kabit atau apapun itu. Tapi
sesuai dengan janji yang mereka
janjikan, yang kamu janjikan melalui
kontrak kinerja. Karena itulah pilihan
saya pada waktu ada kepala dinas, camat,
maka saya berikan di Zoom. sehingga yang
menilai itu ketika mereka jadi bukan
hanya saya tapi ada pansel, ada
masyarakat, ada wartawan dan itu yang
kita lakukan. Maka di situlah saya
sampaikan bahwa
perubahan itu tidak dimulai dari
mana-mana, tapi dimulai dari hati, bukan
dari akal pikiran. Kalau perubahan itu
dimulai dari kepala, dari pikiran, saya
pasti bertanya, "Saya dapat apa?" Tapi
kalau dari hati saya bekerja dengan gaji
dari pemerintah uang rakyat, saya
mendapatkan tunjangan dari uang rakyat,
maka apa yang saya bisa berikan untuk
rakyat? Itu yang kami munculkan di
Surabaya. Dengan begini, ada yang suka,
ada tidak suka? Pasti banyak. Tapi
yakinlah kalau kita fastabihul khairat,
kita berlomba-lomba menuju kebaikan
insyaallah kita diberikan jalan yang
terbaik oleh Tuhan. Ini yang kita
lakukan. Maka saya selalu sampaikan
kerjanya di balik RW dan ini yang saya
kunci pelayan publik bersih dan
berkualitas. Saya juga lakukan di
seluruh kota Surabaya ini. Ketika ada
apa ya ada keluhan maka harus langsung
diselesaikan oleh teman-teman. Jadi
kalau saya bilang ada daun jatuh pun
kalian harus dengar. Jangan sampai
dengar telinga saya dulu, saya turun
kamu enggak dengar. Besok pasti tak
ganti. Kan enggak mungkin. Saya dengar
dulu anak buah saya yang lebih dekat itu
enggak dengar. Contoh nih ada kelurahan
Kebraun yang saya kemarin turun. Masa
ada pungli di sana saya lebih dulu
dengar lurahnya enggak dengarkan jadi
lucu. Nah, inilah saya munculkan kepada
teman-teman untuk lebih mengenali itu
semuanya. Juga kami selalu sampaikan
tidak ada pungli di Surabaya, tidak ada
biaya apapun. Bagaimana caranya? Kami
masukkan di medsos dan kami masukkan
poster itu di setiap rumah. ini menjadi
kontrak kinerjanya lurah dan camat.
Sampai rumah-rumah saya kasih begini
karena tidak semua loh, oh besar itu
digitalnya jalan. Tidak semua warga
Surabaya juga pegang HP. Maka saya
berikan ini sampai rumah dan ini menjadi
kinerja untuk difoto berapa rumah yang
belum dapat sehingga apa warga tahu
bahwa gak ono meneh pungkutan-pungkutan
di Surabaya kecuali yang ada resmi
seperti retribusi IMP dan lain-lain. Ini
saya berikan ini sampai sebegitunya.
Maka di situlah digital tidak bisa
ditinggalkan. Maka di Surabaya itu ada
dua platform, ada wargaku dan ada
kantorku. Wargaku ini adalah semua
kepentingan di luar Pemkot. Tapi kalau
kantorku adalah semua kepentingan
Pemkot. Yang di dalam maksudnya
pelayanan. Tapi kalau yang warga itu
adalah keluhan dan masing-masing. Dan
inilah dan yang terakhir teman-teman
kami memiliki one data, one mat one
policy.
Ini satu-satunya di Indonesia. Kemarin
kami diminta kerja sama MOU dengan BPS
Kepala ee Kementerian Dalam Negeri,
Kementerian Bappnas dan Pemkot Surabaya.
Apa ini? Kami punya satu data. Jadi kami
itu bisa tahu bahwa di dalam satu RW
atau satu kampung itu terdiri dari
berapa rumah? Dalam satu rumah terdiri
dari berapa jiwa, berapa kakak, berapa
orang Surabaya dan bukan orang Surabaya.
Di situ juga ada berapa dalam satu RW
itu berapa hotel di sana? Berapa yang
rumah tinggal, berapa yang non rumah
tinggal? Mana PDM yang keluar dan mana
PDM yang tidak keluar. Berapa dalam satu
RB itu yang miskin, maka kita akan tahu
semuanya. Berapa di rumah itu yang
stunting, kita tahu semuanya. Ini
namanya one data one map, one siapa yang
mengerjakan? Bukan Pemkod juga. Kami
memiliki kader Surabaya hebat. Karena
itu kami melibatkan warga. Lanjut, Mas.
Ini yang saya lakukan. Maka tujuh
prioritas pembangunan ini inilah maka
one map one policy ini adalah digunakan
untuk mengurangi tujuh prioritas
pembangunan Surabaya. Maka jangan kaget
[tertawa]
kalau Surabaya cepat turunnya, cepat
naiknya IPM-nya ya. Karena kami memiliki
satu data. Saya juga bingung bagaimana
pemerintah itu bisa menurunkan angka
semuanya termasuk kulo kal jenengan yang
sebagai SN kalau kita enggak punya data
ini. Dulu pada waktu saya jadi walikota,
saya tanya berapa jumlah stunting di
Surabaya? Rumahnya mana saja? Siapa yang
akan prunting yang akan turun jadi
stunting? Bingung, Pak. Karena enggak
punya data. Tapi sekarang sudah punya
data semua sehingga saya bisa punya
warna-warna itu di setiap RW tadi. Maka
di sinilah kita turunkan. Bahkan
alhamdulillah kemarin baru saya
dikabarkan oleh teman-teman BPS indeks
pembangunannya Surabaya itu dari 84 naik
menjadi 85,65
tertinggi di Jawa Timur. Baru kemarin
saya dikabari berarti apa? One policy
ini penting untuk sasaran kita
mengurangi kemiskinan, menaikkan IPM.
IPM itu apa? Lama sekolah itu
diperhitungkan. Maka di situ kita jalan
semuanya. Lanjut. ini bahkan inilah yang
saya pegang teman-teman yang terakhir
one policy ini maka kita bisa lihat pada
karya yang ada di one map one policy
peta berbasis data kewilayahan
kita juga tahu nih bisa lihat jumlah
Persil di Kota Surabaya ini padat karya
yang masuk berapa jumlah persil juga ada
di sini intervensi program kegiatan
lanjut masuk nih Mas
yang lain anu polisi tadi berarti
atasnya jangan ini kita bisa lihat nih
bangunan di Surabaya ada berapa? Yang
punya IMB berapa? Yang belum bayar
IMB-nya berbeda dengan PBB berapa? Maka
kami salah satu menaikkan pendapatan
kami tidak menaikkan nilai PBB tapi
mengambil perbedaan antara PBB dengan
IMB. Karena saya yakin di lapangan itu
sudah dua lantai, PBB-nya masih satu
lantai, maka ini kita keekkan jadi satu
seperti ini. Ini yang kita lakukan,
Teman-teman. dan akhirnya kita bisa
memiliki nilai kepuasan masyarakat. Kita
bisa pelayanan publik satu. Kita juga
punya comment center yang kita bicarakan
yang satu yang tadi saya sampaikan untuk
keluhan-keluhan masyarakat. Mungkin itu
Bapak Ibu yang bisa saya sampaikan.
Mungkin materi itu hanya hanya yang
lainnya itu adalah memunjukkan bagaimana
ada kampung Pancasila, ada yang tidak
tertinggal, bagaimana kita memberikan
pelayanan publik yang terbaik. Tapi
yakinlah jenengan adalah orang yang
terbaik. Jenengan dipilih menjadi kepala
dinas. Apalagi sekarang mengikuti
diklat. Maka yakinlah jenengan dipilih
Tuhan untuk memberikan yang terbaik
kepada masyarakat.
Insyaallah
Tuhan menitipkan bagaimana merubah
kebaikan-kebaikan itu, memberikan
kebaikan-kebaikan itu merubah yang tidak
baik menjadi baik melalui ASN-ASN yang
ada di pemerintahan. Ayo kita tunjukkan
bahwa ASN di pemerintahan ini tidak lagi
sama seperti yang dulu-dulu. Yang
bekerja tidak bekerja, yang pulang sore
mendapatkan gaji. Hari ini kita harus
bisa membuktikan tidak. Bagaimana kita
bisa meyakinkan masyarakat percaya
kepada pemerintah melalui ASN-ASN yang
bekerja dekat kepada masyarakat dengan
hati, bukan lagi dengan materi. Maka
itulah yang saya ingin merubah dan saya
yakin jenengan adalah garda terdepan
untuk merubah pemerintahan menjadi lebih
baik lagi dan menjalankan [tertawa]
yang pada akhirnya semua kota akan
memiliki dan dijadikan Tuhan kota yang
baldatun thibatun warbunfur. Matur nuwun
teman-teman semuanya saya akhiri. Monggo
kalau ada yang bertanya saya akhiri. Wal
muf thq wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semuanya.
Waalaikumsalam. warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Eri
Cahyadi atas materi yang telah
disampaikan dan Sofat ASN. Saat ini
materi sudah selesai disampaikan oleh
Pak Eri. Waktunya untuk sesi tanya jawab
kita buka. Jadi silakan untuk Anda yang
ingin bertanya untuk yang bergabung
lewat Zoom meeting silakan gunakan
feature raise hand. Untuk yang ingin
bertanya melalui YouTube channel BBSDM
Jatim TV boleh tuliskan langsung
pertanyaannya melalui kolom live chat.
Oke, sembari menunggu ini kita lihat ya
siapa saja yang sudah bertanya di sini.
Saya ingin menyampaikan karena memang
ini ASN yang bergabung di sini dari
seluruh Indonesia. Data-data yang
disampaikan oleh Pak Eri Cahyadi, saya
saya sebagai warga Surabaya ini
benar-benar ini no hoa ya, Sobat ASN
semua. Karena kalau untuk pengumpulan
data ini benar-benar Surabaya enggak
main-main. Karena saya pribadi, Pak,
seringkiali didatangi oleh orang-orang
kecamatan, orang-orang kelurahan. Jadi
jemput bola, "Ibu, ini kok datanya belum
lengkap ya? Ibu ini data ini belum ada.
Justru kami yang malah diopya-opya." Bah
gitu bahasanya. Jadi luar biasa. Itulah
mengapa semua pelayanan di Surabaya ini
sangat efektif dan efisien. Walaupun
katakanlah birokrasinya panjang, namun
kita sebagai warganya bisa menempuh
dalam waktu yang lumayan cepat.
Alhamdulillah ya. Bersyukur menjadi
warga Surabaya. Baik, adaik yang sudah
bergabung di sini yang ingin bertanya
secara langsung lewat Zoom meeting,
silakan gunakan fitur rais hand. Ada
siapa yang sudah bergabung di sini?
Selamat pagi. Eh, sudah siang ya.
Selamat siang.
Selamat siang, Bu.
Selamat siang dengan Bapak Kasadi ya.
Iya. Apa suara saya terdengar Ibu?
Terdengar jelas Bapak. Bapak Kasadi dari
SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto.
Oke. Baik. Silakan langsung saja
pertanyaannya Pak Kasiadi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat Bapak Dr. Eri Cahyati,
ST, MPT sebagai Wal Walikota Surabaya.
Alhamdulillah dari paparan materinya
yang luar biasa dari tadi saya catat
mulai dari pertama bagaimana hakikatnya
pemimpin itu bahkan sampai one dat one
met policy luar biasa pengalaman Bapak
adalah menunjang keberhasilan
panjenengan cuma saya tanyakan dua Bapak
yang pertama bagaimana
Bapak memimpin Surabaya
untuk memastikan kolaborasi lintas OPD
Pak agar inovasi seperti sayang warga
sehingga melayani warga dengan sepenuh
hati sehingga satu pelayanan untuk
melayani semuanya. Yang pertama. Yang
kedua ee dari ee keberhasilan yang ada
apakah Pemkot telah mengembangkan indeks
ketuntasan layan warga? Artinya itu
pengukurannya keberhasilan KPI KPI itu
inovasi itu menurut Bapak ee diwujudkan
dalam apa, Pak? Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Silakan
Bapak Heri bisa langsung dijawab
pertanyaannya.
Jadi, Pak betul Pak Kasih Adi tadi kita
ini kalau sebagai PNS itu pasti ada
persaingan.
Aku jadi kepala dinas dulu nih. Aku jadi
kepala sekolah dulu nih. Itu yang saya
robohkan di Surabaya. Maka saya bilang,
"Siapapun yang mau menjadi kepala
sekolah, menjadi kepala dinas, menjadi
camat, menjadi lurah, jangan pernah
dekat dengan saya. Bahkan saya pernah
ada yang dekat dengan saya ngasih
sesuatu malah tak copot, Pak jabatan itu
terjadi
dan saya bilang hidup ini harus berbagi.
Maka ingat kalau Cipta Karya itu
berhasil
dan bina marga itu gagal, pendidikan
gagal, maka gagallah pemerintah kota
itu. Maka hari ini tidak boleh saya
bilang gitu, ada yang muncul sendiri
tapi lainnya gagal. Maksud saya apa?
Berarti harus ada kolaborasi.
Maka yang baik adalah yang keluar
namanya pemerintah kota.
Keberhasilan kamu di satu dinas tapi
kegagalan di dinas lain padahal ini
berhubungan. Maka yang saya copot
dua-duanya kepala dinas karena enggak
enggak conect ini. Dan alhamdulillah itu
pun saya lakukan di awal-awal. Oh, sing
benci sama saya banyak. Tapi saya bilang
Tuhan, Gusti Allah saya melakukan ini
bukan untuk saya, tapi saya harus
meninggalkan pemerintah kota Surabaya
ini agar mereka menjadi saudara, bukan
menjadi pesaing satu dengan yang lainnya
hanya untuk mencari jabatan. Akhirnya
hari ini mereka bersatuct
itu. Jadi ketika ada kemiskinan tadi
yang menjadi pengampu bukan dinas
sosial. pengampu dinas kemiskinan ini
itu PU RWRW ini, kampung-kampung ini
Cipta Karya, kampung-kampung ini dinas
sosial, kampung ini kesehatan. Maka
ketika saya bericara kemiskinan, maka
semua pengampunya adalah semua OPD. Nah,
itu rubah itu memang sulit, Pak. Tapi
insyaallah bisa kita lakukan. Akhirnya
apa? Ketika kita sudah melakukan itu,
maka kita akan ada indeks-indeks terkait
dengan pelayanan publik.
Maksud saya janganlah kita bekerja itu
dengan tujuan untuk meningkatkan semua
indeks yang ada. Kalau tujuan kita ini
sudah bekerja untuk menunjuk menaikkan
indeks, maka hancurlah kota itu. Karena
yang kita sasar cuman ini. Akhirnya apa?
Wis aku carani opak kita bujuki ongk
kita gak. Saya gak peduli itu. Maka saya
bilang sama teman-teman KMK Surabaya,
saya nak peduli yang namanya
penghargaan.
Kalau penghargaan itu bisa menghancurkan
persaingan antar OPD. Saya tidak
mempedulikan yang namanya indeks
pengakuan kalau yang teman-teman ini
akhirnya saling menjatuhkan. Maka saya
hilangkan itu. Maka saya lakukan yang
pertama saya katukan, Pak. Mana di
Indonesia yang ada seluruh ASN-nya
memberikan zakat kecuali Surabaya? Saya
sampaikan pada waktu itu ketika kita
ingin nama pemerintah kota kita seperti
perahu. Maka perahu ini bisa bocor atau
tidak bocor dengan kelakuan kita. Maka
untuk menutup kebocoran itu hanya Tuhan
yang bisa. Maka yang untuk umat muslim
ayo nek awakmu ngeroso enak nang
Surabaya keluarkan zakatmu. Kalau yang
umat Kristen keluarkan persepuluhanmu.
Maka di situlah keluar Basnas dan
akhirnya [tertawa] Basnasnya kota
Surabaya baru lahir. Tapi uang yang
terkumpul paling besar se Indonesia.
Karena saya bilang uangnya ASN yang
terkumpul bukan buat saya fitnahnya
dulu. buat saya, Pak. Mac, Pak. Diwe
politik Pak wali gawe kampanye wong
gendeng. Saya bilang akhirnya saya
tunjukkan ASN yang masuk tadi ada rumah
tidak layak Uni dibangun ini uangnya tak
tunjuk loh ASNASN ini loh ada ruti lahu,
ada sekolah gratis itu adalah uang zakat
yang kamu berikan. Yang kedua saya
bilang lagi untuk ASN kamu belanja
janganlah ke toko modern. Wong kita
sudah tahu bahwa ada UMKM kita jual
beras, kamu belanjanya ke toko modern.
Maka mulai hari ini jangan keluarkan
uangmu, pindahlah belanjamu. Covid-nya
juga besar. Akhirnya belanjanya dipindah
ke UMKM. Maka kami punya namanya IPKEN.
Apa itu? Belanja ASN itu belinya di
UMKM. Akhirnya uangnya bergerak 180 M
yang berputar di sana. Akhirnya kepuasan
publik naik, ini naik. Nah, jadi jangan
lihat ini dulu, Pak Kadi. Karena kalau
lihat ini dulu, maka yang kita cari
adalah popularitas. Akhirnya
persaingannya enggak sehat. Sudahlah itu
tinggal sing dunyo-duno ditinggal.
Insyaallah kalau sudah yang namanya
akhirat kita kerjar bersama dengan
teman-teman, akhirnya naik sendiri kok.
Reformasi birokrasi kami bisa jadi aa.
Terus setelah itu publik, pelayanan
publik kita naik, orang percaya. Ya,
itulah yang kita kerjakan. Jadi yang
saya bilang tadi, janganlah kita lihat
apa yang menjadi popularitas kita yang
menaikkan angka. Enggak. Jangan demi
Allah karena saya PNS, Pak. ASN saya
duduk wong politik pure yang saya tidak
berpikir. Saya di sini pun juga ngeliru
kok. He k ngene politik yo sing ngene
jadi ngene ngene. Nah kan jelas ini ini
kayak begini nih. Ini kayak begini.
Bayangkan saja politik itu susah kok.
Saya itu tidak senang medsos. Tidak
senang medos saya itu. Tapi ketika saya
dulu di periode pertama saya tidak
keluar di medsos, orang tanya walikota
itu i gak tahu ketok kerja. Tapi padahal
di situ turun kemiskinan, turun drastis
yang namanya sting. Orang enggak lihat
itu. Yang di setelah itu saya baru
ikutos. Setelah itu saya muncul terus
ditanya lagi, "Oh, walikotanya muncul
terus tapi dinas-dinasnya tidak
berjalan. Walikotanya pencitraan." Edan
saya bilang, "Sudah, setelah itu saya
gerakkan teman-teman kamu berjalan.
Tampilkan di mesosnya teman-teman dinas
agar masyarakat siapapun walikotanya
jenengan jalan. Contoh kemarin ada
dugaan pelecean oleh jugir liar
teman-teman langsung jualan kerja dan
dimanjukkan di medos. Setelah itu ada
orang yang minta kebersihan keamanan
kita turunkan satpol yang jarang
langsung satpol dinaikkan di meos
ngomong maneh, Pak. Woh, sekarang rakyat
sudah bersatu dinasnya sudah bergerak.
Walikotanya di mana? Enggak turun.
Geneng Bapak Nurutiu enggak mesan diwar
enggak kerjo. Kalau muncul pencitraan
kalau yang bergerak dinas katanya
walikotanya enggak enggak kerja maka
jangan pernah mendengarkan manusia
berbicara tapi yakinlah
Quran dan hadis kalau ya kitab Injil dan
lainnya letakkan dalam hati dan
Pancasila jalankan nilai-nilainya. Orang
berbicara jangan pernah didengarkan.
Insyaallah akan mendapatkan hasilnya.
Pak harus gitu. Insyaallah jenengan
bisa. Saya menjalankan hanya ini kok,
Pak. Apa namanya keyakinan dan ketika
saya menjadi PNS, ketika jadi ASN itu
yang saya lakukan hari ini ketika
menjadi walikota. Karena tadi kalau
jenengan ikut dalam berpolitik tadi
ngene salah ngono salah podo lek on
hadis yang jangan pernah itu seorang
ayah dengan anaknya naik keledai bapake
munggah keledai anake sak mlaku salah
anake diunggahno bapake tu anake salah
wong loro melaku gandong kelede
disalahkan juga bapak anak wong podo
mendeme wong gak akan ditumpaki ya iku l
nuruti menungso ngomong kalau kita cari
popularitas maka kita mendengarkan orang
bicara kita bingung akan mengambil
langkah apa. apa. Tapi yakinlah ketika
langkah itu sudah benar, tidak melanggar
syariat akidah agama dan itu menjalankan
nilai-nilai Pancasila
yakin untuk [tertawa] berjalan gitu,
Pak. Matur nuwun.
Bagaimana Pak Kasiadi? Sudah cukup
jawabannya. Baik, terima kasih, Bapak.
Salam untuk teman-teman semua di
Mojokerto. Oke, Pak Eri kalau masih ada
dua penanya lagi bolehkah?
Monggo, Mbak. Monggo. Gak apa-apa.
Oke. Baik. Ini sudah ada yang bergabung
bersama kami di sini. Coba kita cek dulu
sudah on camkah. Ada Bapak Usmar ya.
Tadi sudah rais hand.
Sebentar kita cek Pak Usmar apakah sudah
bergabung?
Sudah.
Oke. Sudah tapi belum ada nih di sini.
Belum terlihat. Ya
sudah.
Oke. Baik.
Selamat siang, Pak Usmar.
Selamat siang,
Pak Usmar. Dari instansi mana, Bapak?
Dari PU Binamarga Provinsi Jawa Timur.
Oke, ini
silakan langsung, Pak, pertanyaannya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Yang terhormat Bapak Erik Jayadi
Pakota Surabaya. Iya. Salam jumpa, Pak
Erik. Erik, saya cuma nanyakan kesulitan
atau kendala-kendala apa yang dialami
untuk memajukan Kota Surabaya serta
bagaimana memecahkan masalahnya.
Mungkin itu Pak. Makasih.
Terima kasih Pak Usmar.
Matur nuwun Pak Usman. Ini biasanya
sering berkolaborasi kalau dengan
pembina margeng
ya. Satu kendala apa yang paling berat
hati Pak
kalau kita ini selalu menimbulkan
persaingan dan mohon maaf ketika kepala
OPD tidak bisa
menghentikan persaingan itu, maka jangan
pernah kita berharap akan bisa berhasil.
Itu yang pertama.
Yang kedua, ketika persaingan sudah
selesai, maka bagaimana di dalam satu
dinas itu antar bidang saja. Nah, ini
antar bidang saja, Pak. Itu harusnya
bisa berkolaborasi. Tapi coba lihat
antar bidang itu iso-isoikut-sikutan,
Pak. Cidak-cidak kepala dinas agar apa?
Agar nanti cepat naik pangkat. Nah, ini
yang terjadi. Makanya saya bilang di
Surabaya, ketika kamu mau naik, maka
kepala bidang pun di tempat kami itu
punya output dan outcome. Siapa yang
bisa memenuhi output dan outcome itu,
maka silakan bersaing untuk menuju
menjadi kepala dinas. Saya tidak pernah
tahu siapa dan dekat dengan siapa. Ini
yang harus kita lakukan. Maka ketika
kendala-kendala itu bisa kita hilangkan,
maka kita akan cepat melakukan baikan.
Yang ketiga,
berani mengakui kekurangan dan
kesalahan.
Jadi, lek ono kelahe
yo awak harus berani bertanggung jawab
dan memperbaiki kesalahan itu. Bukan
untuk dilemparkan kepada temannya. Dulu
namping ngono, Pak. Sing salah iki loh,
Pak. Tak celuk kabak, dua-duanya saya
dudukkan langsung. Ingat loh, itu satu
waktu saya jadi kepala dinas. Kita ini
atas nama Cipta karya bukan atas nama
bidang. Kalau bidang ini baik, bidang
itu jelek, output bidang ini baik,
output bidang itu jelek, maka Cipta
Karya tetap namanya jelek. Dan
alhamdulillah Cipta Karya pada waktu
saya belum menjadi belum menjadi ini ya,
belum menjadi Kadis itu PAD-nya 50 M,
Pak. Tapi ketika saya jadi Kadis,
PAD-nya naik jadi 245 M. Berarti berapa
kali lipat? Karena saya menggabungkan
semua kepala bidang. penyerapan yang
biasanya 6 73 74 kadang 68 zaman saya
penyerapannya jadi 93%. Nah, itulah yang
saya tunjukkan bahwa ini harus bersatu.
Maka ketika saya menjadi walikota, bukan
lagi kabitnya yang saya satukan, kepala
dinasnya yang saya satukan. Ilmu yang
saya punya, yang saya dapat ketika
menjadi [tertawa] kepala dinas saya
ambil menjadi saya jalankan pada waktu
menjadi walikota. Jadi memecahkannya
seperti apa? Ya, tadi itu kita sebagai
saudara kalau saya bilang pemkot itu
adalah rumah kita maka pemkot itu baiki
janabi, rumahku surgaku. Lah sekarang
Pemkot bapake sopo? Eri Cahyadi karena
dipercaya sebagai walikota. Maka ada
yang ditugaskan yang diingatkan ku
anfusakum waikum naro. Bebaskan dirimu,
keluargamu dari api neraka. Berarti aku
bertugas seperti itu, Pak. Maka hari itu
saya harus menyatukan semua orang. Ayo
rek zakat bareng. Ngelingno sak
kuat-kuate awakmu. Tapi lek dosone akeh
awak dewe iki dosa termasuk aku dosone
akeh. Enggak mungkin berkah. Enggak
mungkin kota itu akan melejit. Enggak
mungkin karena Tuhan tidak akan pernah
memberikan itu. Pengawat dewek
ngongkonong berbuat baik tapi kita
sendiri kong zakat enggak gelem. Ketokno
hewannya ya kan nanti susah. Terus kita
bilang kita berilah produk yang UMKM
tapi kita enggak mau makai produk UMKM.
Nah, ini yang kita ajarkan kepada
teman-teman yang ada di Surabaya.
Memecahkan masalahnya seperti apa? Diri
kita sendiri. Dengan cara apa? Saya pun
sebagai walikota tidak pernah saya
ngomong, "Aku walikota gak pernah, Pak."
Demi Allah. Kalau ada yang baik saya
tidak pernah mengatakan iki perkoro
walikotane, demi Allah gak. Maka saya
berani, Pak di luar. Surabaya enggak
butuh walikota. [tertawa] Surabaya
enggak butuh jenenge pemimpin. Surabayo
itu butuh orang-orang ASN yang luar
biasa. Dan semua stakeholder itu bersatu
padu bisa berkolaborasi. Maka Surabaya
tidak butuh yang namanya walikota.
Kira-kira walikota i Pak sing paling
ngomong kayu. Ya, ini yang saya ingin
sampaikan. Maka jangan pernah tergantung
satu orang, tapi kekeluargaan kitalah
yang bisa menjadikan kota itu menjadi
berkah. Itu Pak Jadi membencakannya
masalahnya seperti itu, Pak. Pak Usman
matur nuwun, Pak Utsman. Saya tetap
belajar ke Pak Usman lah. Matur nuwun.
Matur nuwun Pak
N. Terima kasih, Pak Usmar.
Baik, masih ada satu penanya lagi, Pak
Eri. Namun sebelumnya saya ingin menyapa
dulu yang sudah bergabung di live
YouTube-nya BPSDM Jatim TV sudah ada
@procomput.
Eh, beliau berkata, "Tolong implementasi
dan replikasinya ke daerah atau ke kota
lain, Pak." Terutama sesama seJawa
Timurnya. Begitu. Kemudian juga eh @
Rudianto, beliau juga ee chat mantap
pemimpin Surabaya. Semoga menular ke
pemimpin 38 kabupaten kota di Jawa
Timur. Kalau bisa se-Indonesia lah ya.
Amin. [tertawa]
Oke. Luar biasa. Memang ini di kalau
Bapak lihat chat-chatnya ini, waduh
benar-benar ee ini fans-nya Bapak semua
nih sepertinya yang ada di sini ya. Dan
kita bal lagi ke Zoom Zoom meeting ini.
Siapa lagi yang sudah menggunakan
feature raise hand? Coba kita cek
terlebih dahulu. Oke, sudah ada Bapak
Iskandar. Selamat siang, Pak Iskandar.
Asalamualaikumuh.
Semangat pagi menjelang siang, Mbak.
Semangat pagi sem
pagi, Pak Iskandar.
Pagi. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Ini Pak Iskandar dari
Lapkesmas Trenggalek ya?
Betul. Saya luar biasa nih sama apa yang
dipaparkan Pak Walikota kita Pak ini
luar biasa. Sama Pak saya dari golongan
2A malah Pak. Ah, sama Pak. [tertawa]
Oke. Begini Pak, saya ingin tanya
langsung. Boleh ya, Mbak? Boleh. Boleh.
Silakan.
Oke. Begini Pak. Ini kan sekarang kita
transformasi kesehatan yang sudah
disampaikan oleh Pak Menkes ee Pak Budi
dari masih zamannya Jokowi kemarin.
Bahkan kita sudah launching ya
lapkesmas. Makanya saya kasih nih
Lapkesmas Trenggalek, Pak. harusnya
masih laboratorium kesehatan daerah yang
merupakan penguatan untuk transformasi
kesehatan ee mulai kita dari COVID
kemudian sampai sekarang bahwa lab itu
sangat ee punya peranan penting juga
dalam hal tadi di program Bapak untuk
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat di Kota Surabaya. Nah,
bagaimana dengan di Surabaya sendiri?
Nyun sewu, Pak. Eh, saya kebetulan juga
pengurus ketua Aslap Kesda Indonesia.
Jadi asosiasi kesehatan daerah untuk
ketua dua ya, Pak ya. Ini wakilnya ada
ketua umumnya. Mohon izin, Pak.
Lapkesdanya Surabaya mohon di-kan, Pak.
Jadi lap kesmas juga, Pak. Karena apa
namanya agar nanti dalam menjalankan
kegiatan operasional dan sesuai standar
KMK 1801 tahun 2024 tentang Lapkesmas
Pak bisa terpenuhi dengan baik. Izin
Bapak ya, mohon maaf ee karena saya
melihat dari 32 di kabupaten kota di
Jawa Timur, Lapkes Surabaya itu belum
berupt sendiri. Izin kalau saya salah.
Jadi hanya itu, Pak, yang saya harapkan
agar ee peran dari Lapkesmas nanti
menjadi lapkesmas ya. Kita
bertransformasi yang awalnya Aslap Kesda
itu benar-benar kita sama-sama mengkawal
agar ee masyarakat Kota Surabaya juga
apalagi dengan kondisi ada hal-hal yang
ee luar biasa ya menurut saya
teman-teman di Surabaya itu ee yang
dipimpin oleh Bu Umi. Jadi mohon Pak ee
izin itu saja ee masukan dari saya Pak.
yang lain programnya luar biasa, Pak.
Insyaallah mudah-mudahan kami juga bisa
mencontoh di sini walaupun dari lingkup
UPT. Terima kasih, Pak.
Terima kasih, Pak Iskandar atas
masukannya. Bagaimana, Pak Eri? Apakah
memang
matur nuwun, Pak Iskandar, kami memang
akan bergerak ke sana tapi ada satu
target yang memang saya
perintahkan dan harus tercapai karena
saya tidak ingin UPT-UPT itu hanya
terbentuk dan menjadi UPT-UPT biasa
seperti OPT parkir. Jadi, jadi ya hanya
begitu-begitu saja. maka saya punya
target-target tertentu yang nanti
insyaallah ketika bisa mencapai itu maka
saya akan berubah menjadi sebuah UPT.
Karena saya punya pengalaman yang
lama-lama karena kita hanya mencari,
"Oh, pokoknya UPT aturannya UPT." Tapi
setelah jadi UPT lihat Pak Iskandar ya
gitu-gitu saja enggak ada enggak ada
gregetnya dan saya tidak ingin terjadi
di zaman saya. Karena kalau saya sudah
membuat itu dan terjadi di zaman saya,
dosa saya berkelanjutan nanti. Jadi
nanti insyaallah saya sepakat dengan Pak
Iskandar karena memang ada beberapa Pak
yang kita akan jadikan OPT di Kota
Surabaya ini bukan hanya lapida saja
tapi memang harus ada target dan cara
kinerja yang harus mereka jalankan dulu
dan saya harus bisa mantau dulu F
insyaallah dalam waktu tidak lama juga
akan bisa menjadi UPT nanti di Surabaya.
Matur nuwun Pakandar sukses selalulah
ada di Trenggalek. Saya juga belajar
banyak dari semua tempat yang ada di
Jawa Timur dan Indonesia.
Terima kasih Pak Iskandar.
Luar biasa ya sarannya. Semoga bisa
membangun Surabaya dan tidak hanya
Surabaya, semua Indonesia ya. Amin. Amin
ya rabbal alamin. Baik, sudah tiga
pertanya kami hadarkan di sini. Mohon
maaf untuk pertanyaan lain yang
pertanyaannya barangkali belum bisa
disampaikan. Pak Eri misal nih ada sobat
ASN yang ingin bertanya, ada jalur ee
langsung ke Pak Eri kah atau bisa lewat
DM di Instagram kah atau bagaimana, Pak?
Saya ada DM di Instagram, ada di wargaku
sama saja, Mbak. Jadi semuanya kita
kerjakan semuanya.
Oke.
Karena kalau nomor telepon saya ini juga
banyak yang masuk ini warga ini. Karena
nomun saya bukan telepon umum, bukan
telepon khusus.
Semua orang tahu. Jadi kalau berkeluk ke
saya ya di sini sampai-capek
kadang-kadang lihatnya. Ah kan nomor
saya umum semua orang tahu.
Oke.
Jadi silakan teman-teman [tertawa] ASN
kalau ada yang mau WA mau apa
silakan. Saya juga banyak belajar loh
Mbak.
Kita sama-sama manusia itu kan tidak ada
yang sempurna tapi bagaimana kita saling
menguatkan satu dengan yang lainnya dan
saling membantu. F insyaallah itulah
yang akan menjadi kita jadi lebih baik
lagi sebagai saudara ila yaumil kiamah.
Oke. Baik. Barangkali boleh dicatat nih,
Sobat ESN nih. Nomor WhatsApp-nya Pak
Eri Cahyadi. Nah, ada 0821
eh 082131
sor
886. Oke, sudah dicatat ya, Sobat Ayah
saya nih ya. Baik, kalau begitu sekali
lagi yang terakhir Pak Eri boleh dong
berikan closing statement untuk seluruh
sobat ASN yang bergabung di ini.
Matur nuwun. Saya hanya ingin
menyampaikan sobat-sobat ASN,
saudara-saudara saya, jenengan adalah
pemimpin sejati.
Jenengan adalah orang yang bisa merubah
nasib masyarakat di tempat jenengan.
Dan yang kedua, bekerjalah dengan hati.
Jangan ikut dalam hal yang tidak
pemerintahan. Mohon maaf seperti kami,
seperti saya yang jadi walikota hanya
maksimal 2 periode 10 tahun. Tapi
jenengan akan lama bertemu dengan
masyarakat. Maka bersatulah para ASN,
berkolaborasilah para ASN. Karena
sejatinya kepala daerah yang
sesungguhnya adalah para SN di
pemerintah. Ketika rakyat semakin cinta
dengan pemerintahnya, fa insyaallah di
situ akan muncul sebuah kebahagiaan,
akan muncul sebuah kepercayaan, dan akan
muncul sebuah kolaborasi. Sukses selalu
buat teman-teman ASN. Matur nuwun, Pak.
Terima kasih Bapak Walikota Surabaya,
Dr. Air Cahyadi, ST, MT. Terima kasih
Bapak sudah
bergabung bersama kami di tengah
kesibukannya luar biasa. Sehat dan
sukses selalu Bapak.
Silakan.
Baik.
Saya pamit dulu. Oke. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semuanya.
Matur nuwun. Selamat siang. Baik terima
kasih. Silakan untuk melanjutkan ke
kegiatan yang lainnya. Wow. Sobat ASN di
tengah padatnya schedule beliau masih
menyempatkan untuk memberikan motivasi,
memberikan ee insight-nya ya, membagikan
insight-nya bersama dengan kita semua di
sini. Luar biasa. Ini baru narasumber
yang pertama loh. Masih ada dua
narasumber lagi yang akan kami hadirkan
di ASN belajar seri 43 tahun 2025 ini.
Jadi, Sobat ASN jangan ke mana-mana.
Tetap bersama kami di ASN Belajar seri
43.
Baik sahabat ASN, masih bersama dengan
kami di SN belajar seri 43 tahun 2025.
Dan di segmen kali ini waktunya kita
untuk mendapatkan materi mendengarkan
langsung materi yang akan disampaikan
oleh narasumber kita yang kedua. Beliau
adalah dosen pendidikan sejarah di
Universitas Negeri Surabaya. Siapakah
beliau? Langsung saja kita sambut
bersama Bapak Rojil Nugroho Bayu Aji
Shum, MA.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk semuanya. Sehat selalu.
Selamat pagi, Pak Rajil. Bagaimana
kabarnya hari ini, Pak?
Alhamdulillah baik hari ini.
Wah, Pak Roil hari ini ee kelimis
sekali, Pak, ya. Ini begitu bersemangat
ini sepertinya untuk menyapa seluruh
sobat ASN yang sudah hadir dari seluruh
Indonesia loh, Pak. Monggo, Pak. Disapa
terlebih dahulu,
ya. Selamat pagi semuanya para ASN dan
ee selalu semangat begitu bekerjanya dan
saya juga termasuk ee ASN juga begitu ya
yang kemudian harus menyemangati diri
sendiri, menyemangati bersama dan juga
nanti kita ee intinya belajar bersama
terkait dengan bagaimana ASN melayani
dengan baik dengan pendekatan sejarah
dan memperingati spirit of virus soul of
service.
Oke. Baik. Karena tanpa ada sejarah kita
tidak ada di sini ya, Bapak. Ya,
benar sekali. Karena ee negara kita
semuanya ini adalah warisan dari para
pendiri bangsa kita. Sehingga hari ini
yang kita mewarisi harus memberikan
pelayanan yang terbaik sehingga para
pendiri bangsa kita bangga dengan kita
hari ini yang kemudian memimpin dan
menyelenggarakan negara ini dengan baik
pula.
Oke. Baik. Jadi eh Bapak Rojil untuk
segmen kali ini untuk penyampaian
materinya waktu yang akan kami berikan
adalah 30 menit. Setelah Bapak Selesai
menyampaikan materi barulah sesi tanya
jawab bersama dengan Sobat ASN akan kami
buka. Begitu ya Bapak ya. Dan untuk
Sobat ASN selama Pak Rajil menyampaikan
materinya silakan catat dulu
pertanyaannya. Boleh dicatat langsung di
kolom live chat apabila Anda bergabung
lewat live YouTube BBSDM Jatin TV atau
tuliskan di kolom chat-nya Zoom meeting.
Nanti bisa ditanyakan secara langsung
ketika sesi tanya jawab dimulai. Baiklah
kalau begitu Pak Rojil silakan langsung
disampaikan materinya
ya. Ee terima kasih ee Bu Anisa yang
memberikan kesempatan kepada saya untuk
memberikan ya belajar bersama terkait
dengan eh ASN melayani melalui Spirit
Heroes dan Soul of Service.
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati.
Ini merupakan kesempatan yang luar biasa
bagi saya. Terima kasih untuk BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Terima kasih ee
semuanya telah memberikan kesempatan
kita pada pagi hari ini. Ee Bapak Ibu
sekalian ee kita akan belajar bersama
terkait dengan
apa sih sebenarnya spirit ee pahlawan
yang bisa kita kontribusikan
dalam
melayani.
Nah,
kita semuanya pasti
ingat bahwasanya
pahlawan ini merupakan sosok yang harus
kita teladani sampai kapanpun dan kita
pasti memiliki sosok-sosok ee pahlawan
yang menjadi inspirasi e kita
sebagai bentuk
penghargaan ya. Kenapa hari
pahlawan itu muncul? Ini tidak lain
karena ada penghargaan atas jasa dan
pengorbanan para pahlawan dalam mengusir
penjajah. Dan saat itu para pejuang
memberikan
apa? menyerahkan dirinya begitu ya. ee
berjihad kalau dalam konteks pendekatan
ee keagamaan
dan itu semua bergerak menuju ke
Surabaya di peristiwa 10 November tahun
1945.
Oleh karena itu, pada tahun 1959
ini pemerintah menetapkan tanggal 10
November sebagai hari pahlawan melalui
keputusan Presiden nomor 316 tahun 59
tentang hari-hari nasional yang bukan
hari libur dan ditandatangani oleh e
Presiden Soekarno dan ee Presiden
Soekarno juga ee memberikan
memberikan sumbang sih ya ketika di ee
Surabaya saat itu ada banyak kemudian
monumen-monumen yang kemudian sekarang
kita kenal sebagai ee Tuku Pahlawan dan
ee Museum 10 November ini juga menjadi
salah satu bagian ee Surabaya sebagai
patokan bahwasanya hari Pahlawan ini
diperingati
karena peristiwa 10 November itu. Nah,
siapa sebenarnya pahlawan itu? Kalau
kita merujuk kepada peraturan
perundang-undangan
ya, ada
kata bahwasanya ya pahlawan sendiri
secara umum dapat disimpulkan sebagai
sosok yang berani berkorban untuk
mengatasi masalah bangsa. Nah, ini ee
sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor
33 tahun 9. Nah, kemudian bagaimana
dengan pahlawan dari konteks
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009
tentang gelar tanda jasa, dan tanda
kehormatan ee pahlawan kurang lebih
adalah warga negara yang melakukan
tindak kepahlawanan. Jadi tindak
kepahlawanan ini lebih sifatnya kepada
patriotisme ya tindakan yang nyata
berjasa dan berkorban untuk bangsa dan
negara serta tidak melakukan tindakan
yang menodai nilai perjuangannya. Nah,
ini penting. Jadi ee dalam konteks ee
peraturan perundang-undangan, pahlawan
itu ya tidak pernah menodai ee
perjuangannya, tetapi yang namanya
manusia tidak pernah luput dari ee
sebuah kesalahan. ee setiap orang pasti
memiliki kelebihan dan ee kekurangan.
Tetapi apa yang kemudian dilakukan dalam
proses ee memperjuangkan dan memberikan
subangsi itu yang menjadi poin penting.
Dan ada juga ee istilah pahlawan
nasional warga negara Indonesia yang
berjuang melawan penjajah yang gugur
atau meninggal demi membela bangsa dan
negara.
Namun demikian ee Bapak Ibu sekalian,
ada juga
ee
istilah yang kemudian atau
ketentuan-ketentuan syarat-syarat yang
dimunculkan dalam ee peraturan
perundang-undangan tersebut dari UU 20
tahun 2009
adalah orang yang menghasilkan prestasi
dan karya yang luar biasa bagi bangsa
dan negara.
yang ini juga mencirikan nilai
kepahlawanan. Jadi kalau kemudian ee
kita ini ya mungkin saya era milenial
ada di atas saya generasi
X. Kemudian sekarang juga banyak juga
ASN yang generasi
em Z ya.
Nah, ini mayoritas sekarang ya generasi
milenial dan generasi Z yang kemudian
berada di ee ujung tombak untuk
melakukan ee proses pelayanan sebagai ee
ASN. [musik]
Nah, ini yang yang perlu kita ee garis
bawahi bahwasanya ee kita semuanya juga
bisa memberikan sumbangsi yang itu
berkaitan dengan prestasi karya yang
luar biasa bagi bangsa dan ee negara
kita.
Nah, Bapak, Ibu sekalian ee rekan-rekan
ada yang menarik dari
survei atau jajak pendapat Kompas ya
meskipun ini sudah dilakukan di tahun
2019 yang tetapi hari ini masih ee
relevan dan belum ada lagi survei atau
jejak pendapat di kalangan ee anak muda.
Ini sebenarnya konsep yang harus terus
di dilakukan untuk melihat sejauh apa ee
pandangan-pandangan generasi muda ini.
Kalau dulu kita diajarkan, kita hafal
pahlawan-pahlawan nasional kita ya, kita
ujian di sekolah keluar dulu ada PSBB
gitu kan ya, pelajaran yang mungkin
generasi eh milenial dan generasi X atau
bahkan eh baby boomer itu ya merasakan
itu kalau kemudian tidak hafal dimarahi
oleh gurunya begitu ya. Jadi
kalau sekarang mungkin akan lebih
berbeda konsep anak-anak muda ya,
terutama generasi mil dan generasi Z
memandang tentang ee kepahlawanan dan
siapa sih pahlawan. Nah, ada kriteria
untuk mengukur kepahlawanan seseorang
ini dilihat
yang pertama yang tertinggi adalah
mempertahankan atau mengutamakan
kesatuan bangsa. Nah, kalau dulu itu ya
berjuang melawan penjajah. Kalau
sekarang ya mempertahankan,
mengutamakan kesatuan bangsa. Jadi
sebenarnya anak-anak muda kita itu
kelihatannya bosan dengan
kegaduhan-kegaduhan yang terjadi.
Kemudian yang kedua, berani menegakkan
keadilan dan kebenaran. Yang ketiga,
berprestasi dan berguna bagi banyak
orang. Jadi
di nomor ini
21%
berprestasi dan berguna.
Jadi berguna ini nanti ya kita bisa
memaknai dari ee diri kita masing-masing
dari konteks sosial dan em
di lembaga kita masing-masing. Yang
keempat, berani berkorban untuk
kepentingan umum. Jadi ya dia tidak
mendahulukan kepentingan ee pribadinya
ya. Selanjutnya ada yang tidak tahu dan
lainnya. Terus kemudian sosok apa yang
paling menggambarkan pahlawan mereka
ini? Yaah ini ini kalau kita dulu
pahlawan ya mereka yang berjuang begitu.
Nah, ini sosok yang paling tepat
menggambarkan pahlawan bagi anak muda
adalah yang pertama
sosok yang kreatif dan inovatif di
bidang teknologi seperti startup.
Nah, ini yang yang menjadi
berbeda antara generasi dulu dengan
sekarang. Yang kedua, influencer,
youtuber, selepgram, blogger, dan lain
sebagainya. Maka dari itu mungkin ee
tadi Bapak Iri Jayadi sudah menjelaskan
detail luar biasa terkait dengan
bagaimana inovasi dan yang terjadi di
Surabaya sebagai salah satu bentuk untuk
melayani masyarakat dan ee kami pun yang
ada di Surabaya sangat merasakan
bagaimana pelayanan-pelayanan yang prima
dilakukan oleh pemerintah kota termasuk
juga pemerintah provinsi Jawa Timur
dalam ee melakukan handling link system
dan lain sebagainya terkait ee pelayanan
yang diberikan kepada ee masyarakat.
Nah, sekarang kan lagi ramai juga itu ya
di sosial media yang itu menjadi salah
satu seperti
iya akuntabilitas apa yang sudah
dilakukan kemudian di tampilkan ke dalam
media-media
ee kontemporer, media-media populer yang
itu ee tadi diceritakan
ya masih alah yang kemudian melakukan
ee penilaian negatif ya ini enggak
enggak enggak kerja atau kemudian kalau
ee dinasnya lebih aktif diang atau tidak
bekerja. Kemudian kalau terlalu aktif
nanti ee pencitraan. Nah, itu ee menjadi
ya dilema yang yang nyatanya kalau kita
lihat dari data ya ini menjadi penting
begitu ya untuk menginfluence ee
siapapun di dalam ee kegiatan
yang itu membawa kebaikan. Jadi tidak
perlu khawatir Bapak Ibu ASN ketika ee
melakukan apa ya namanya
melakukan gerakan-gerakan yang
kontemporer yang itu populis di ee mata
ee masyarakat atau anak-anak muda.
Karena itu bagian juga memberikan
informasi sebagai ee pelayanan yang
kemudian dilakukan dan itu sifatnya enak
kok karena kalau sosial media ataupun ee
dunia digital bisa disebarluaskan
terlepas nanti apakah masyarakat itu
memandang negatif atau positif itu
tergantung dari ee mereka masing-masing.
Yang ketiga adalah entrepreneur
yang menciptakan lapangan kerja. Nah,
jadi sekarang membutuhkan ee banyak
lapangan kerja. Jadi, pekerja-pekerja
kreatif
itu menjadi salah satu yang kemudian
harus dilayani. Semisal ee layanan untuk
melakukan perizinan dan lain sebagainya
itu menjadi hal yang penting. Yang ke
empat, ilmuwan. Kemudian kelima,
orang-orang yang mengharumkan nama
bangsa di bidang seni dan budaya, tokoh
agama. Terus kemudian ada atlet-atlet
yang membawa nama Harum Bangsa di kanca
internasional.
Ada tidak tahu delan lainnya 3,9%.
Nah, ini tidak ada sosok politisi di
sini ya. tidak ada sosok politisi. Ini
yang menjadi ee penting. Artinya
ya
ini bisa menjadi bagian penting.
Ternyata melayani ini harus dilakukan
secara kolektif, tidak hanya terpusat
kepada sosok seseorang atau pemimpinnya,
tetapi semua
kalau di ee pemerintah daerah ya
OPD-UPD-nya bergerak semuanya.
semua melalui fungsi masing-masing
memberikan pelayanan yang prima. Nah,
ini sosok-sosok di sini ya. Jadi, Bapak
Ibu kalau dulu itu
kita
mengenal para pahlawan-pahlawan yang ada
di buku pelajaran, mungkin hari ini kita
akan melihat siapa sosok-sosok yang
dikenal. Kalau dari ilmuwan ya dalam
beberapa tahun saat ini
Bapak Habibi
ini yang menginspirasi
untuk kemudian dianggap sebagai sosok
pahlawan dalam ilmu pengetahuan termasuk
dia juga ee tokoh bangsa kita.
Kemudian yang paling banyak kalau
sekarang lagi ramai ya kemarin meskipun
kalah meskipun tidak lolos ya timnas
Indonesia menjadi salah satu ya
inspirasi bagi semua orang gitu kan.
Mereka berjuang di atas lapangan hijau.
Bahkan ada yang dihujat, tetapi mereka
terus melakukan ee layanan ya untuk
kemudian melakukan yang terbaik di atas
lapangan hijau. Apa apakah nanti dibully
atau apakah nanti mendapatkan puja dan
puji begitu ya. Ya, itulah ee namanya
permainan gitu ya. Ketika kita bermain
tidak baik maka akan mendapatkan
kritikan. Ya. Kemudian kalau kita
mendapatkan pujian, maka kita melakukan
servis pelayanan yang terbaik dan kita
tidak boleh kemudian baper juga ya
karena ee apa yang terjadi di dunia
nyata maupun dunia maya mungkin itu
bagian dari cerminan yang ingin
diluapkan. Karena ee kalau kita melihat
ada tipologi generasi Z itu mereka
berani
mengungkapkan sesuatu.
tanpa tedeng aling-aling ya artinya ya
sudah mereka melakukan ee kritikan
kritikan di sosial media
mereka
ya natural seperti itu ya itu ya
suara-suara mereka yang kemudian harus
kita dengar tidak boleh kemudian harus
kita bungkap jadi nanti kalau Bapak Ibu
melakukan pelayanan terus di apa namanya
dikomplain dan lain sebagainya nah itu
anggap saja A sebagai masukan. Tidak
boleh kemudian komplain-komplain itu
kita anggap sebagai hal yang kemudian
harus kita hilangkan.
Ee karena pastilah kita akan
mempertahankan apa yang sudah kita
lakukan dan lain sebagainya. Kami pun ee
saya sebagai dosen juga seperti itu,
Ibu, Bapak. Banyak kok masukan-masukan
yang kemudian muncul ketika ada umpan
balik dari mahasiswa itu yang mengkritik
saya, mengkritik sistem di perguruan
tinggi dan lain sebagainya. dan bahkan
itu bisa diramaikan di sosial media yang
itu di luar kendali kita semuanya.
Tinggal bagaimana handling systemnya
begitu. Nah, untuk melayani mereka
karena hari-hari ini ketika saya di
kampus begitu mahasiswanya semakin
banyak apalagi Unesa ya banyak sekali
begitu dan saya rasa di tempat-tempat
yang lainnya juga banyak. Jadi
layanan-layanan harus prima. Sementara
tenaga kita ya ee harus ada penambahan,
ada penguatan sumber daya. Artinya saya
dengan Bapak Ibu sekalian juga sama ya
seperti manusia kadang lelah kadang
kemudian harus ee memiliki spirit yang
lebih dan lain sebagainya. Ada problem
di rumah, ada problem di lingkungan, ada
problem di kantor. Nah, itu pasti
ya sedikit banyak mempengaruhi kinerja
kita, tetapi kita harus terus melakukan.
Itu seperti yang dilakukan oleh para
tokoh-tokoh atau idola-idola yang
menjadi apa namanya inspirasi bagi
mereka ya. Kalau dulu palan perawan ini
kalian ee teman-teman
sekarang ya teman-teman anak-anak muda
itu ya mengenal sosok-sosok ini ya. Ada
Pala, Mario, kemudian Teva, eh Jus Chen.
Nah, ini artis-artis gitu ya,
polisi-politisi yang kemudian memiliki
inovasi-inovasi itu pasti akan menjadi
ee
ruang-ruang yang akan mengisi anak-anak
muda kita di dunia sosial dan media.
Nah, kemudian bagaimana menjadi pahlawan
di era kini. Ini sebenarnya
saya menyemangati diri sendiri nih ya,
karena saya juga ee ASN ya untuk
melayani. Nah, pahlawan masa kini ee itu
mereka yang melayani dengan ee
keikhlasan. Bapak Ibu sekalian ee
sebagai contoh nyata ada seorang guru
misalnya begitu ya, guru yang memimping
dengan sabar ya. Sekarang dosen pun juga
harus membimbing dengan sabar karena
dunia sudah berubah. Kamu tidak boleh
melakukan lagi
apa yang dilakukan oleh guru-guru kita
waktu kita masih sekolah. Tidak boleh
melakukan tindak kekerasan, baik itu
kekerasan verbal, kekerasan fisik,
kekerasan psikis, ataupun yang berkaitan
dengan relasi kuasa. Begitu.
Nah, ini kita harus membimbing, Bu. Jadi
kalau kita itu dikomplain ya itu ee
wajar kita tidak boleh ee dinik.
Kemudian tenaga medis yang mul ini tanpa
pabrik misal begitu di pelosok-pelosok
dan ee banyak
sekarang gerakan-gerakan yang justru
dilakukan oleh tenaga medis ASN atau
petugas publik yang bekerja dengan
integritas.
Ee semuanya ini memerlukan SOP juga ya.
kemudian masyarakat yang aktif membantu
sesama. Jadi semangat kepahlawanan
adalah semangat pelayanan yang dilakukan
secara bersama-sama.
kita juga bisa memunculkan
ya meskipun sifatnya jargon, meskipun
sifatnya ini konsep-konsep, tetapi Bapak
Ibu perlu juga menyemangati
baik secara individual maupun secara
kolektif di lingkungan kerja yang paling
paling paling dekat dengan kita. semisal
ya kemarin ee kita otak-atik ya, saya
otak-atik ketika di di dikontak oleh
BSDT semesal okelah kita melakukan
semacam
pelayanan sebagai wujud jiwa
kepahlawanan yang berkaitan dengan
servis. misalnya Bapak Ibu bisa
menciptakan ee nilai-nilai yang sesuai
dengan ee lingkungan kerjaanya
scerity melayani dengan tulus empat
merasakan kebutuhan orang lain.
Terkadang kita itu kenapa harus membantu
orang lain dan kita biasanya kita harus
cekatan itu karena kita pernah merasakan
hal yang sama. Misalnya kita melakukan
dulu sebelum ya sebelum teknologi dan
perbaikan-perbaikan
dulu saat antri itu luar biasa lama
layanannya
susah lah sekarang kan tidak ada ya di
Surabaya saya rasa layanan di Jawa Timur
juga layanannya oke. Nah, ini kita juga
harus bisa merasakan kalau orang lain
tidak kita layani dengan baik, maka ya
itu sama saja kita membiarkan masa lalu
kita terjadi juga di sekarang. Kemudian
responsibility, tanggung jawab dalam
tugas. ee Bapak Ibu yang menjadi penting
ini ee Mukhtar Lubis pernah menyampaikan
begitu ya, masyarakat atau orang-orang
Indonesia itu ee ada beberapa ciri yang
salah satunya adalah lari dari tanggung
jawab, kemudian suka mistis, kemudian
ee hipokrit dan lain sebagainya.
meskipun itu ee sifatnya generalisasi,
tetapi ada benarnya juga kecenderungan
lari dari tanggung jawab. Nah, kita
tidak boleh. Kadang kita menyalahkan
salah-salahan
ini bukan aku ini tadi salahnya si A, si
B. Terus kemudian kita seringkiali ya
sudah kita salahkan si A, si B, kita
bingung yang lainnya begitu ya. Nah,
sebenarnya tanggung jawab ini bisa
dimaknai tanggung jawab bersama. Kalau
teman kita melakukan kesalahan, kita
juga harus ikut ee mengingatkan atau
kita juga harus ikut ikut memberikan
supporting atau kita bisa ya untuk
kemudian bekerja sama mengatasi
pekerjaan ee teman atau kolega yang
mengalami kesulitan. Jadi menjadi ee
tanggung jawab bersama, tidak kemudian
ee dilakukan secara ee personal. Atau
begini, kadang itu seringki menyalahkan
orang lain mencari gambung hitam. Nah,
ini kalau ada goonan itu memoto di ee
sosial media itu stop untuk blaming
orang lain. Ya, kita harus belajar
fengsui, mungkin
apa namanya ee
tata letaknya keliru dan lain
sebagainya. Ini guyonan yang kemudian
iya mengingatkan diri sendiri bahwasanya
jangan menyalahkan ee orang lain ya.
kita salahkan tata letaknya aja mungkin
ee salah begitu ya. Itu akan lebih arif
daripada menyalahkan kolega atau teman
atau bahkan kalau ada temannya salah
justru kita yang menghabisi dia begitu
ya. Nah, itu tidak boleh karena ini
wujud ee pelayanan bersama ya di dalam
birokrasi seperti itu. Jadi juga sudah
disinggung ya bagaimana kalau ada
persaingan. Nah, itu harusnya dihindari.
Kemudian melihat pelayanan sebagai
panggilan. Jadi ya karena kita sudah
mengabdikan diri kepada negara dan
dibayar tadi ya. Ya kita malulah kalau
enggak kerja tapi dibayar. Harusnya kita
harus melakukan pelayanan yang ee
prima, integrity, jujur dan konsisten.
Nah, ini jujur dan konsisten ini
memerlukan SOP ya. Kadang itu ada
guyonan yang menarik dari Gusur gitu ya.
ee tipe negara-negara
dan tipe kerja misalnya ada yang banyak
bicara banyak kerja seperti Amerika dan
Cina gitu kan. Kemudian ada juga yang
seperti ee Jepang sedikit bicara banyak
kerja begitu ya. Ada juga yang sedikit
kerja banyak bicara gitu kan ya. ada
yang kemudian sedikit kerja ee sedikit
bicara lah itu tipikal-tipikal kata
Gusur seperti Afrika.
Nah, terus kemudian ditanya, "Gus, kalau
yang Indonesia apa, Gus?" Nah, sayangnya
Indonesia ini tidak termasuk dari empat
kategori itu,
kan? Karena orang Indonesia biasanya itu
apa yang dibicarakan dan dikerjakan itu
berbeda begitu ya. Bukan banyak bicara,
banyak kerja, tetapi apa yang
dibicarakan, yang dikerjakan itu
berbeda. Makanya kita perlu konsisten.
Jadi terkadang ya kita lupa begitu ya
apa yang kita rapatkan besoknya itu ya
kita tidak kerjakan tapi rapat lagi
begitu ya. Nah, gitu. Atau bahkan kita
sepakati untuk melakukan A tetapi
besoknya kita melakukan B lah seperti
itu ya. Nah, itu yang kemudian menjadi
penting ya untuk integrity kita. ee
kemudian yang keempat ee ke 1 2 3 4 5 ya
setia dalam pengabdian kemudian berusaha
memberi yang terbaik dalam setiap
pelayanan agar kita menjadi ee excellen.
Jadi mungkin ini ee sifatnya
bukan nyata ya, sifatnya bukan nyata
juga ya. ini ee konsep-konsep yang
mungkin alternatif-alternatif yang bisa
kita lakukan untuk membuat atau menjaga
spirit kita untuk terus melakukan
pelayanan. Jadi ke depannya kita juga
harus melakukan aksi nyata ya meskipun
apa yang saya sampaikan hanya sekedar ee
konsep-konsep saja. Jadilah pahlawan
dalam pelayanan. Pahlawan sejati
tidak hanya melayani dengan hati, tetapi
juga berusaha memberikan hasil terbaik
bagi sesama.
Setiap tindakan pelayanan kecil ini
menjadi kontribusi besar bagi bangsa.
Mari wujudkan nilai kepahlawanan dalam
tugas dan kehidupan sehari-hari kita.
Saya punya pengalaman bekerja di
Mahkamah Konstitusi pernah menjadi guru
itu melayani
hampir tiap hari. Bahkan dulu itu ketika
di Mahkamah Konstitusi
kalau lagi pengujian apa ini sengketa
Pemilu KADA itu kabupaten kota itu
banyak Bu lebih dari 500-an
tetapi hari hanya 365 begitu ya. tiap
hari masuk, du hari sekali masuk gitu
kan ya. Layanan harus prima dan
kebetulan saya di ee
media begitu ya di press room-nya harus
bikin rilis dan lain sebagainya.
Kemudian wartawan yang telat itu perlu
layanan. Kita layani semua
rekaman-rekaman
saat itu, Pak, ya. Di tahun 2009 2010 ya
itu kami melayakun pelayanan terus itu
semua melakukan pelayanan bisa diakses
di
website risalah, putusan dan lain
sebagainya. Kemudian saat menjadi guru
kami harus melayani
ya hampir menjadi seperti orang tua
siswa kita ya. Kemudian sekarang di
perguruan tinggi semakin banyak
mahasiswanya ya. Kita ya sebagai teman,
sebagai guru, sebagai ee orang yang
mengarahkan mereka atau menjadi partner
untuk ee berhasil bersama. Nah, itu yang
kemudian pengalaman-pengalaman yang ee
kami lakukan. Bahkan ya kami yang berada
di dunia kependidikan itu pulang itu
juga membawa PR ya, tidak kemudian
pulang terus kemudian bisa istirahat.
Nah, itu juga harus dilakukan ya mungkin
ya ada banyak juga yang melakukan ee
mengeluh begitu ya. tetapi itu ya wujud
dari
diri kita yang sudah kita teguhkan untuk
mengabdi
sebagai ASN di wilayah kita
masing-masing. Dan saya rasa nanti Bapak
Ibu juga bisa ee berbagi
cerita ya itu yang menjadi poin penting
untuk penguatan ee bersama terkait
memaknai hari pahlawan untuk selalu ee
melakukan e pelayanan. Karena hari-hari
ini tanpa pelayanan maka ee sistem
negara ini tidak akan bisa berjalan
dengan baik. Itu yang bisa kami
sampaikan Bapak Ibu. Mohon maaf kurang
lebihnya karena begitu banyak ee
konseptual dan ee teoritik. Semoga nanti
bisa ditindak lanjuti dengan
contoh-contoh nyata yang diberikan dan
dilakukan oleh ee Bapak Ibu sekalian ASN
di seluruh ee pelosok negeri ini. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Pak Rajil atas pemaparan materinya. Dan
untuk sobat ASN apabila Anda ingin
bertanya secara langsung kepada Pak
Rojil untuk Anda yang bergabung lewat
Zoom meeting silakan menggunakan fitur
raise hand dan yang bergabung ataupun
tadi ada beberapa yang tadi sempat chat
ya di YouTube channel BBS JMJ TV tadi
saya terlempar nih dari Zoom tapi enggak
bisa masuk lagi tidak apa-apa tetap bisa
bertanya lewat kolom live chat-nya BPSDM
Jatim TV tuliskan pertanyaan Anda di
sana dan di sesi berikutnya akan kami
bacakan pertanyaan sobat ASN semua.
Baik, Sobat TSN memasuki sesi tanya
jawab bersama dengan Bapak Rojil dan
silakan langsung untuk Anda yang
bergabung lewat Zoom meeting langsung
gunakan fitur raise hand saja. Sudah ada
yang bergabung di sinikah? Coba kita cek
terlebih dahulu. Pak Rajul berkenan ya
Bapak ya. Tiga penanya akan kami
hadirkan di sesi ini.
Ya, boleh. Siap.
Oke. Baik. Sebentar kita cek terlebih
dahulu. Tadi sudah rais hand di sini ada
Bapak Yuga dari Bekasi. Apakah sudah on
cam?
Sebentar kita lihat dulu sudah oncam kah
Pak Yuga? Selamat siang Pak Yuga.
Pak Yuga dari Bekasi. Siapa lagi yang
sudah rais hand? Bapak Juniarso ya.
Oke, sebentar kita cek yang sudah resen.
Pak Juniarso,
selamat siang.
Selamat siang.
Selamat siang, Pak Juniarso atau Pak
Yuga ini.
Oke,
Bapak Juniarso ya. Mohon maaf, Bapak ini
suaranya terdengarnya kurang jelas di
sini.
Barangkali bisa lebih dekat lagi atau
menggunakan headset atau bagaimana
begitu.
Bagaimana kalau Pak Rojil di sana
suaranya terdengar jelas enggak? Suara
dari Pak Junior?
Eh, terputus-putus.
Terputus-putus ya. Oke, Teman-teman kru
barangkali bisa dibantu supaya suaranya
lebih terdengar.
Oke, sebentar sambil dibantu oleh
teman-teman kru di sini boleh coba dicek
lagi Pak Junierso.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Pak Jarso dari instansi
mana Bapak?
dari saya kurang jelas
ee barangkali bisa di-chat Bapak karena
ini sepertinya kurang terlalu bagus
sambungan internetnya. Pertanyaannya
boleh ditulis lewat chat Bapak ya.
Oke. Mohon maaf Bapak ini suaranya
benar-benar tidak terdengar di sini.
Silakan tuliskan pertanyaan lewat kolom
chat nanti akan kami bacakan. Baik,
terima kasih Pak Juniarso. Baik, kita
beralih lagi ke sobat SN berikutnya
sudah menggunakan fiture raise hand
Bapak Nur Ilham.
Bapak Nur Ilham, selamat siang.
Sebentar belum omk terata ya, Pak Nur
Ilham
ya.
Asalamualaikum.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak Nur Ilham dari
instansi mana? Bapak
dari BPSDM Sulawesi Selatan.
Wow, BPSDM Sulawesi Selatan. Tepuk
tangan dulu dong. Luar biasa.
[tepuk tangan]
Kita 1 Indonesia ketemunya di ASN
belajar seri 43 ini ya. Benar.
Oke, silakan langsung Pak pertanyaannya
kepada Pak Rojil.
I ya. Saya mangga bisa bergabung dengan
kegiatan BPSDM Jawa Timur. Sangat
menarik dan benar-benar ini semua daging
materinya.
utamanya materi yang terakhir ini saya
tergelitik dengan ee narasi tadi bahwa
Indonesia itu lain yang diucapkan, lain
dikerjakan seperti itu. Ya,
saya melihat juga memang bahwa
kondisinya memang seperti itu.
Nah, sekarang pertanyaannya
apakah memang itu sudah menjadi budaya
kita orang Indonesia? Lain yang
dibicarakan, lain yang di sampaikan,
diucapkan, lain yang dikerjakan. Nah,
bagaimana korelasinya dengan jiwa
kepahlawanan Indonesia? Nah, pahlawan
Indonesia dulu-dulu itu tidak seperti
itu. Tapi kondisi yang beralih sekarang
makin ke sini makin beralih mental itu
bahwa mental yang lain diucapkan, lain
dikerjakan.
Nah, kalau orang Bugis Makassar
ada namanya Sirik Napace seperti itu
yaopoli Temalara itu sangat menggugah
jiwa patriotisme orang Bugis Makassar
sehingga orang Bugis Makassar itu
kebanyakan sebagian besar orang Bugis
Makassar itu apa yang diucapkan itu yang
dikerjakan sebagian besar loh ya tapi
bukan berarti bahwa yang disampaikan
tadi sama narasumber tidak ada seperti
itu. ada seperti itu di Makassar, di
Bukis Makassar ada. Cuman memang
kebanyakan orang Bukis Makassar itu
satunya kata perbuatan seperti itu. Saya
kembalikan ke Nerator untuk diberikan ee
pemahaman yang lebih detail ke saya dan
teman-teman yang lain. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Nurilham
dari BBSDM Sulawesi Selatan ya. Salam
untuk teman-teman di Makassar semua.
Bagaimana nih Pak Rojil? Karena memang
kenyataan yang ada di lapangan seperti
itu ya. Apa yang diucapkan dengan apa
yang dilakukan ada yang sama tapi tidak
sedikit juga yang jauh malah
perbedaannya. Bagaimana nih Pak Rojil?
Apakah budaya ini harus ditanam
terus-menerus, kita pupuk? Bagaimana
cara merubahnya?
Ya, ee apa yang saya sampaikan tadi
terkait dengan guyonannya Gus Dur itu
salah satu yang perlu kita jadikan
kritik ya. Jadi, Gusur itu kan ahli
mengkritik diri sendiri begitu ya. Jadi,
ada satir-satir bahwasanya Indonesia
tidak termasuk dari empat ee apa ini
cara kerja yang ada di dunia. karena apa
yang dibicarakan
dengan yang dikerjakan berbeda. Nah, ini
ee kritikan saja Bapak pada kita
semuanya termasuk diri saya lah. Kalau
kemudian di birokrasi itu sudah ada SOP
yang menjadi salah satu catatan
untuk dilakukan, maka itu harus
dikerjakan.
Jangan sampai kemudian kita menyusun
sesuatu yang sudah kita susun bersama,
tetapi nanti biasanya ada orang-orang
yang tidak sepakat melakukan kegiatan
yang lain itu seringki. Nah, kalau
kemudian di ee Bugis ada tadi spirit
yang dibicarakan itu yang dilakukan.
Nah, ini menjadi nilai-nilai lokal yang
harus kemudian menjadi spirit di wilayah
kerja masing-masing.
Jadi ee Bapak Nur Ilham ini nantinya
harus membuat semacam
kekuatan bersama, gerakan bersama untuk
mewujudkan ee spirit bahwasanya apa yang
kemudian kita bicarakan, apa yang
kemudian sudah kita putuskan, harus kita
kerjakan di lingkungan kerja ee Bapak
apabila itu bisa menjadi gerakan
bersama. Luar biasa, Pak. kami yang ada
di Surabaya mungkin juga tadi ada yang
di Bekasi, oh ternyata di Sulawesi itu
di Bugis itu memiliki spirit seperti
itu. Nah, kami juga bisa, Pak, nantinya
akan ee mengkolaborasikan atau kemudian
nilai spiritnya juga kita ambil di sini,
Pak. Karena ee ternyata ada budaya yang
baik di Bugis yang kemudian harus kita
ee adaptasi, harus kita terapkan di
sini.
Artinya marilah kita semua secara
bersama menghilangkan budaya-budaya yang
tidak baik tadi. Karena
kita semuanya melayani arus prima
sehingga apa yang sudah kita jadikan SOP
harus kita lakukan, Pak. semisal ee
layanan yang kemudian diberikan oleh
instansi atau ee lembaga tertentu kalau
kemudian bisa dengan online dan kemudian
ditindaklanjuti dalam waktu katakanlah
ee 24
jam ya itu harus dilakukan Pak. Semisal
di Surabaya katakanlah memiliki SOP
untuk pengurusan surat-surat itu ya.
Pengalaman saya mengurus surat-surat di
Surabaya itu bahkan ya dilayani sampai
ke tingkat bawah, Pak. Jadi kita tidak
perlu lagi berjenjang mulai dari bawah
kemudian kecamatan. Nah, seperti itu.
Bahkan kita scan semuanya ada
tenaga-tenaga yang muda begitu
tidak sampai
ya mingguan gitu sudah jadi, Pak.
meskipun ya apa namanya
ada beberapa memang SOP-nya harus
dilayani dalam katakanlah Pak ya 1
minggu lah ini sebelum 1 minggu sudah
harus selesai Pak atau minimal area ee
dari deadline itu. Nah, itu itu yang
kemudian menjadi penting agar kita tidak
menjadi ee apa yang dikritikkan
oleh guyonan tadi ya yang kita
bicarakan, yang kita putuskan tetapi
kita tidak jalankan ya. Kerjanya
berbeda. Nah, tidak boleh molor kemudian
pelayanan juga harus prima. Ya, ini
menjadi ee spirit guyonan tadi untuk ee
menjadi kritik bagi diri kita sendiri.
Kalau kemudian SOP sudah berjalan, maka
ya itu harus diteruskan dan bahkan
ditingkatkan itu. Ee Bapak. Terima
kasih.
Terima kasih Bapak Nurilham. Sudah
cukupkah atau ada tanggapan lagi?
Oke. Baik. Terima kasih sekali lagi.
Baik, sudah ada yang bergabung lagi
lewat Zoom Meeting. Kali ini ada yang
cantik ya menemani saya di sini akan
muncul juga Ibu Vivah Iana.
Coba kita cek apakah sudah terhubung
bersama dengan kami. Selamat siang.
Selamat siang. Terima kasih atas
kesempatan.
Waalaikumsalam.
Oke, ini kayaknya saya panggilnya Mbak
Afifah aja lah ya kalau begitu ya.
Boleh, Mbak.
Boleh, Mbak Viva dari instansi mana?
Saya dari Dispora Sulsel.
Dari Dispora Sulsel. Sulsel juga nih.
Wow, banyak sekali yang bergabung hari
ini. Tepuk tangan dulu dong buat Sulsel.
[tepuk tangan]
Oke, kali ini apa yang ingin ditanyakan
kepada Pak Rojil?
Baik, terima kasih atas kesempatannya.
Saya ingin bertanya, bagaimana
seharusnya sikap pemerintah dalam
menciptakan ruang kerja yang adaptif
bagi lintas generasi, terutama ketika
banyak generasi milenial ke atas yang
sudah sepenuhnya tidak mampu untuk
menyesuaikan diri dengan perkembangan
zaman, namun masih mendominasi di posisi
jabatan sehingga generasi gensi justru
malah terparkir dan kehilangan
kesempatan berpartisipasi di masa
produktifnya. Terima kasih.
Terima kasih, Mbak Fifa. Ini kayaknya ee
curhatannya sudah terpendam lama ya.
[tertawa]
Oke, barangkali Pak Rajil bisa
memberikan solusinya nih atas
permasalahan yang dialami.
Iya. ee itu tidak hanya terjadi di
lingkup mungkin ee dari Kak FIFA ya
terkait ee bagaimana sih anak-anak muda
ini yang kemudian memiliki spirit atau
mudian yang lebih adaptif tetapi tidak
mendapatkan kesempatan untuk bisa
menjalankan ide, gagasan-gagasannya.
Jadi ee ini memang tantangan dan
hambatan ya bagi kita semuanya yang
muda-muda. Tapi terkadang yang muda-muda
itu kan uh penginnya cepat begitu ya.
Tetapi senior-senior kita itu ee masih
agak lambat begitu ya, harus ber
hati-hati dan lain sebagainya. ini juga
kalau kita refleksikan ya dulu di era 17
ya menjelang 17 Agustus tahun 45 itu
Soekarno yang berhati-hati
para pendiri bangsa yang lainnya itu
melihat situasi konteks tertentu tapi
kemudian anak-anak muda ini kan enggak
mau terlalu lama gitu kita cul aja ee
Soekarno begitu ya. Jadi kalau anak-anak
muda dulu itu gabut gitu ya, gabut
enggak jelas ngapain kita kita culik
Soekarno aja begitu ya gitu ya. Jadi
penginnya cepat begitu ya. Sama saya
juga ee yang generasi milenial kadang
pengin ee segera ada
percepatan-percepatan tetapi dalam
sistem birokrasi itu kan tidak bisa
kemudian kita melakukan
ya pemutusan-pemutusan atau generasi
tertentu itu dihilangkan. tidak bisa
karena ada jenjang karir dan lain
sebagainya. Nah, oleh karena itu bagi
kami ya ee ASN yang kemudian mungkin
sedikit berbeda ASN di kampus dengan di
instansi atau OPD ada jenjang-jencjang
yang harus dipenuhi. Termasuk saya pun
juga harus ada jenjang-jencjang harus ee
kita penuhi. semisal kepangkatan dan
lain sebagainya untuk menyebut jabatan
tertentu meskipun memiliki ee kecakapan
ini yang kemudian harus kita jadikan
kolaborasi antara yang muda dengan yang
tua. Biasanya yang tua-tua itu ditempeli
yang muda-muda
begitu. Nah, ini adalah fungsi ee
komunikasi yang kemudian harus dibangun.
Nah, kita juga harus bisa memberikan
penguatan-penguatan kepada ee pimpinan
kita secara struktural untuk kemudian
gagasan-gagasan anak-anak muda yang
lebih adaptif itu bisa diterima oleh
yang senior.
Nah, kita enggak bisa memungkiri ya
terkait dengan dunia digital sekarang
mungkin generasi baby boomer ya akan
ketinggal dengan generasi Z. Mungkin
saya juga akan tertinggal dengan
generasi Z.
Semisal begini saya mungkin tidak ahli
dalam membuat video-video
konten kreatif dibanding dengan anak
generasi Z. Nah, bagaimana caranya
komunikasinya untuk menyadarkan yang
lebih senior itu bisa memiliki
perspektif yang sama?
Atau katakanlah ada gagasan yang
adaptif, ini harus begini, Pak. Harus
dikomunikasikan melalui sosial media,
tapi mereka tidak bisa melakukan. Maka
ya kita bentuk tim untuk kemudian
men-support itu yang anak-anak muda
sehingga nanti yang senior pun juga pada
akhirnya ee melek mata juga. Oh,
ternyata luar biasa ya. Jadi terus
melakukan pekerjaan itu. Semisal kami di
kampus ya biasanya kan itu kalau seminar
kan ya sekedar seminar saja begitu ya.
Tetapi sekarang kami pun juga melakukan
gerakan-gerakan
ee podcast dan lain sebagainya untuk
melakukan edukasi
ee kesehatan mental, budaya kerja yang
baik, menjadi mahasiswa yang
berprestasi, bagaimana menjadi mahasiswa
yang sukses organisasi maupun akademik.
Nah, kemudian isu-isu yang muncul
terbaru, demonstrasi, situasi negara itu
kami kampanyekan melalui
platform-platform digital media yang
kemudian itu bisa diterima oleh
anak-anak muda. Mungkin awalnya ya
mereka menganggap
ya berbeda begitu ya, tetapi
lama-kelamaan ya asik juga akhirnya
ikut. Nah, bagi saya
ee generasi yang sebelumnya itu perlu
jembatan juga. Harus ada penghubung
untuk terus berkomunikasi agar
gagasan-gagasan yang mungkin bagi anak
muda itu sudah ketinggalan zaman atau
bagi ee seniornya yang ini sudah mapan
bisa dikolaborasikan pelan-pelan. ya
tidak boleh juga kita langsung ya
melakukan tindakan yang frontal terhadap
ee pimpinan kita karena kita berada di
lingkungan e struktural. Jadi menurut
saya seperti itu, ada kolaborasi dan
jangan kemudian bosan-bosan untuk ya
terus berinteraksi karena
interaksi-interaksi yang substantif itu
akan ada timbal balik. Timbal balik. Oh
iya, akhirnya yang muda-muda juga harus
bisa memahami yang lebih senior. Oh,
harus ada perhitungan ya. Karena kita
menghadapi masyarakat banyak. Kalau ada
kekeluran sedikit akan ada serangan
balik. Nah, kehati-hati dari para ee
senior itu harus menjadi nilai yang
perlu juga diambil oleh yang muda dan
yang kemudian yang muda memberikan
spirit untuk kerja cepat, kerja tepat
untuk senior-senior mereka dan harus
memastikan ini akan teratasi ee dengan
baik. Begitu. Mungkin itu yang bisa saya
sampaikan kolaborasinya dan itu juga
saya alami di perguruan tinggi dan itu
terus-menerus kami lakukan.
Oke, bagaimana Mbak Fifa? Ada tanggapan
lagi atau barangkali itu sudah pernah
dilakukan nih, tapi ternyata ee
berhenti di situ.
Ee sudah pernah dilakukan sih, Mbak.
Tapi dari perspektif Bapak saya jadinya
lebih terbuka. Jadi harus memang ada
pendekatan yang lebih komunikatif untuk
menyatukan antar dua generasi di satu
ruang lingkup pekerjaan. Terima kasih,
Pak.
Ya,
ada juga kalanya begini
ee mungkin apa yang menjadi kebaikan itu
tidak bisa saya sampaikan, tetapi ada
kolega kita yang bisa menyampaikan dan
kemudian bisa diterima. Jadi enggak bisa
langsung, tetapi kita punya teman, kita
punya tim, gagasan-gagasan kita ya kita
titipkan ke kolega kita agar kemudian
tujuannya tercapai meskipun jalannya
tidak langsung tapeti harus berbelok
terlebih dahulu gitu.
Oke, barangkali solusi yang ini bisa
dicoba dulu ya Mbak Vifa ya. Semoga
berhasil Mbak Fifa.
Sehat selalu. Terima kasih atas
pertanyaannya.
Oke, memang kalau antar lintas generasi
ini tidak hanya di lingkup pekerjaan, di
rumah pun juga kami komunikasi kadang
kala menemukan kendala-kendala ya.
[tertawa] Namanya juga lintas generasi
tidak apa-apa. Kendala itu untuk kita
hadapi bersama-sama ya. Jangan berhenti
di situ aja. Berjuang komunikasi juga
butuh perjuangan dong. Oke, masih ada
satu pelanggan lagi. Boleh ya Pak Rojil?
Ya, boleh. Oke, ee coba kita cek dulu
Pak Yuga dari Bekasi yang tadi rais hand
pertama kali apakah sudah terhubung
bersama dengan kami? Selamat siang.
Oke, coba masih belum terhubung
sepertinya. Pak Yuga,
Pak Yuga dari Bekasi. Ini teman-temanku
boleh minta tolong disambungkan apakah
sudah terhubung di sini?
Belum ya.
Oke, belum on cam.
Baik, kalau begitu ada satu pertanyaan
dari ee chat. Kita akan membaca dari
Dima Octavia.
Baik. Ee izin tanya, bagaimana cara
menanamkan kepada anak-anak zaman
sekarang yang sudah tidak banyak
mengenal dan tidak menghargai pahlawan?
Waduh, bagaimana mau menghargai ya?
Kenal juga enggak nih. Bagaimana Pak
Rojil atas solusinya dari permasalahan
tersebut?
Ya, ini menjadi problem yang
terus-menerus muncul ya. Kita tidak bisa
memungkiri bahwasanya ee hari ini lintas
batas
itu sudah menjadi dekat dengan adanya
teknologi komunikasi dan informasi. Kita
bisa menyerap apapun dari berbagai
dunia yang lainnya. Sebagai contoh ya,
kenapa kita kalah memperkenalkan para
pahlawan kita dibanding dengan
tokoh-tokoh atau ya action figure saat
ini dan ini sudah menjadi tantangan ini
menjadi seperti pasar begitu ya. Kalau
kemudian kita tidak menggunakan platform
atau cara yang sesuai dengan anak
generasi sekarang, maka ya kita akan
ditinggalkan.
Jadi untuk memperkenalkan katakanlah
contoh-contoh pahlawan dulu dan kemudian
nilainya hari ini, kita bisa menggunakan
gaya bahasa yang seperti dipahami oleh
anak-anak muda. Semisal begini, dulu di
tahun 1928 itu kan ada kongres pemuda
dan kongres pemuda itu ada Wakil Rudob
Supratman. Nah, Gudolf Pratman ini kan
anak gaul, anak band. Nah, ini ya hampir
sama kehidupannya saat muda ya seperti
kita juga pada hari ini. Anak band
kemudian bandnya Jaz. Tetapi dia selain
mantan wartawan dan juga anak band, dia
memberikan kontribusi terhadap bangsa
dan negaranya menciptakan lagu
kebangsaan
yang mana saat itu
lagunya menjadi viral di seluruh ee
negeri yang kemudian disambut oleh para
aktivis yang lainnya itu FOMO.
Nah, menggunakan gaya-gaya bahasa yang
dipahami oleh anak-anak muda kan semua
itu dulu orang FOMO ya kalau enggak
menyikan lagu Indonesia Raya seperti
ketinggalan. Kalau sekarang itu enggak
enggak apa ya enggak kalau yang lagi
ramai kemarin itu ee apaace begitu ya
dari Rose gitu kan ya lah akan
ketinggalan begitu ya atau sekarang
mungkin apa yang lagi tren tidak nonton
drama Korea maka akan ketinggalan. Nah,
kita memiliki anak-anak yang kreatif
sebenarnya untuk bisa kita ee manfaatkan
energi mereka untuk membuat
konten-konten kreatif di dunia digital
melalui TikTok untuk memperkenalkan
ee tokoh-tokoh bangsa kita. Nah,
kebetulan saya juga pengajar sejarah dan
juga pengajar Pancasila dan
kewarganegaraan.
Nah, tugas-tugas anak-anak untuk
penguatan ee kepahlawanan, anti korupsi,
kemudian
dalam momen-momen tertentu, Sumpah
Pemuda, Hari Pahlawan itu kami
menugaskan mereka untuk membuat
konten kreatif yang bisa diunggah di
sosial media.
Karena dunia anak-anak sekarang kalau
kemudian kita berkomunikasi dengan dunia
old style, maka ya tidak akan bisa
diterima. Tinggal bagaimana kita bisa
beradaptasi
menggunakan teknologi untuk
menyampaikannya.
Nah, ini tidak dialami di Indonesia
saja. Ee ketika saya berkomunikasi
dengan teman-teman yang berada di negara
yang lain juga mengalami hal yang sama.
krisis ee bagaimana mereka menghargai
para pahlawan-pahlawan sebelumnya kalah
dengan ee action-action figure yang
sekarang lebih ee populer. Tetapi kita
tidak boleh kemudian ya putus asa ya
kita kampanyekan semuanya. Banyak kok
sekarang itu eh flyer-fayer yang
kekinian yang bertebaran di sosial
media. Nah, itu salah satu contoh
video-video TikTok, video-video reels
ini juga bisa kita gunakan untuk
melakukan ya semacam pertarungan ee
produk kita untuk kita ee kampanyekan di
dunia sosial media yang lintas batas
ini. Itu yang mungkin bisa menjadi acuan
ya bagi kita semuanya. platform-platform
digital, platform yang kekinian itu
harus di daya gunakan. Dan inilah
saatnya anak-anak muda generasi milenial
dan generasi Z menunjukkan kinerjanya
kepada mereka yang lebih senior ya untuk
kemudian ee bisa menjadi garda terdepan
menjadi pelayan baik di ee lingkup OPD
pemerintahan maupun di ee lembaga
pendidikan seperti yang saya lakukan.
Oke. Baik. Jadi tadi siapa yang
bertanya? Pak Bima ya. Oh, Pak Dima.
Dima, Dima Octavia. Oke, itu tadi
jawaban dari Pak Rojil. Semoga bisa
menjawab pertanyaan dari Bapak Dima ya
yang tadi menuliskan pertanyaannya lewat
chat di Zoom meeting. Baiklah,
sebenarnya ada juga Pak yang bertanya
lewat ee YouTube nih di YouTube
channel-nya BBS Jatim TV. Tapi di karena
keterbatasan waktu mohon maaf sekali ya,
Teman-teman. Barangkali adakah Pak link
khusus atau barangkali bolehkah kalau
nanti teman-teman Sobat ASN ini bertanya
lewat Instagram Bapak, lewat DM atau
bagaimana begitu, Pak?
Ya, boleh. Ada Instagram saya ya
tren_bayi.
Oke, boleh dikontak melalui IG.
Saya cek terlebih dahulu. Oke, biar tahu
sama-sama tahu nih kita nanti
Instagramnya apa, Pak tadi?
Er
En
TN
en ya.
Oh en oke_bay.
Oke.
Sip. Apakah sudah difollow nih
teman-teman semua, Sobat ASN? Silakan ya
bisa langsung di-follow. Kemudian kalau
ingin bertanya secara langsung, karena
kalau mau nanya di sini kita enggak bisa
karena nanti narasumber yang berikutnya
sudah enggak sabar mau share informasi
juga nih di sini. Boleh langsung DM aja
ke Pak Rojil ya. Monggo silakan sobat
ASN. Dan terima kasih sekali lagi Pak
Rojil sudah menyempatkan waktunya untuk
sharing bersama dengan sobat ASN semua.
Tapi boleh enggak Pak, minta satu lagi
Pak mohon berikan closing statement dong
buat teman-teman Sobat SN semua.
Ya, ee terima kasih. Jadi kita semuanya
diberikan
warisan sebuah negara yaitu Indonesia.
Kita sebagai generasi pewaris bangsa
Indonesia tidak boleh lupa atas
jasa-jasa pahlawan kita yang telah
memberikan warisan ini. Oleh karena itu,
dengan spirit kepahlawanan, marilah kita
mewujudkan dan memberikan layanan yang
tulus kepada masyarakat, kepada semua
bangsa Indonesia agar kemudian para
pahlawan pendiri bangsa ini yang telah
meninggalkan kita bisa turut bangga
terhadap generasi muda yang sekarang ini
membangun demi tercapainya Indonesia
emas di tahun 2045. Lima. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi
Pak Rojil telah sharing semua ilmunya
bersama dengan SOPAT ASN yang sudah
bergabung di ASN Belajar S4 ini. Sehat,
bahagia, dan sukses selalu, Bapak. BTW,
saya suka sekali, Pak, sama kacamata.
Kalau rambutnya diurai lebih kecegi.
[tertawa]
Sampai jumpa lain waktu, Pak Rocil.
Baik, Sobat ASN sudah ada dua pemateri
ya yang menyampaikan semua materinya di
sini. Begitu luar biasa. Namun masih ada
satu narasumber lagi yang belum sharing
nih materinya apa kira-kira yang akan
disampaikan. Kalau Sobat Esen pengin
tahu materinya apa saja kira-kira ya
jangan beranjak kepada mana. Tetap
bersama kami di SN Belajar S 43 tahun
2025.
[musik]
Baiklah, memasuki segmen terakhir nih
ya. Kita sesaat lagi akan berjumpa dan
mendengarkan langsung materi yang akan
disampaikan oleh narasumber kita
berikutnya. Beliau adalah ketua DPD PEPR
Jawa Timur. Langsung saja kita sambut
bersama Myen TNI Purnawirawan Dr. Istu
Hari Subago, S. M.M.
[musik]
Asalamualaikum.
Waalaikum.
Selamat siang, Pak.
Selamat siang, Bapak. Bagaimana kabarnya
Bapak hari ini?
Alhamdulillah sehat-sehat.
Alhamdulillah. Bagaimana nih, Pak untuk
schedule di hari ini?
Ya,
saya alhamdulillah bisa nepati waktu
11.30 sudah siap.
Ini tadi dari untuk ngisi materi.
Alhamdulillah
ya. Dan seat saya juga sudah tidak sabar
nih, Pak ingin mendengarkan materi dari
Bapak dan insyaallah waktu yang kami
berikan untuk Bapak menyampaikan materi
adalah 30 menit. Kemudian sesi tanya
jawab bersama dengan Sobat ASN akan ada
sesi tersendiri setelah Bapak
menyampaikan materinya.
Baik, kira-kira ee garis besarnya materi
yang akan disampaikan hari ini terkait
apa, Pak?
Ya, seperti yang disampaikan temanya,
saya ingin mencoba ee memberikan judul
Penguatan jiwa patriotik kepahlawanan
guna mewujudkan negara yang cinta tanah
air menuju Indonesia Mas 45.
Oke. Nah, ini dia nih dasarnya dulu nih.
Cinta tanah air. Oke. Apakah seberapa
besar rasa cinta Sobat ASN kepada tanah
air kita Indonesia? Kita buktikan nanti
ya. Tapi kita dengarkan terlebih dahulu
materi yang akan disampaikan oleh Majen
TNI Purawirawan Dr. Istu Hari Subagyo,
S. M.M. Silakan Bapak.
Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Om swastiastu, namo
buddhaya, salam kebajikan.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi
kita semuanya.
Yang terhormat barangkali Kepala Dinas
BPSDM karena yang minta saya memberikan
materi Bapak Ramli. Berikut para pejabat
dan seluruh anggotanya di mana pada saat
saya masih di dewan merupakan mitra yang
baik sehingga saya kenal baik sama
personil-personil BPSDM. Kemudian para
narasumber dan para peserta seminar yang
berbahagia.
Mari seperti biasa kita sebagai manusia
yang beriman dan bertakwa panjatkan puji
syukur ke hadat Allah Subhanahu wa taala
siang ini bisa berkumpul bersama dalam
acara ini. Baik, Mbak sebelum saya acara
kita mulai kita coba dengan pemutaran
cuplikan film barangkali untuk
membangkitkan semangat bagi para ASN
untuk jiwa patriotik kepahlawanannya.
Selamat menyaksikan.
private Ryan yang pernah yang penuh
dengan adegan patriotik dan heroik.
Barangkali dari peserta seminar ini
semuanya sudah banyak menyaksikan dan
sama dengan opini-opini di luar yang
sudah pernah menyaksikan bahwa film ini
adalah film sangat bagus, penuh dengan
adegan patriotik dan heroik. Film ini
bukanlah kisah yang sepenuhnya efektif.
Tetapi sebagian terinspirasi dari kisah
nyata keluarga Frit Neiland
berkebangsaan Amerika New York yang
kembali
dari perang dunia kedua saudara
kandungnya tiga orang gugur. Dalam
pilang ini peran utamanya adalah Kapten
Miller melaksanakan tugas misi
penyelamatan prajurit Ryen adalah fix ya
fiksi. Namun ada hal-hal yang baik yang
bisa dipetik untuk diteladani, yakni
jiwa kepahlawanannya,
ketahanannya melaksanakan tugas.
Walaupun misinya delan orang, tapi ee
keberaniannya bukan main dan hanya
menyelamatkan untuk seorang prajurit
Rian dalam perannya. Harapannya
juga kepada generasi muda untuk sama
dengan di film penghormatan kepada para
pahlawan ya.
pengorbanannya tidak sia-sia untuk
kemerdekaan Indonesia ini.
Selanjutnya
di era globalisasi
ini yang merupakan keniscayaan
kita. Suka tidak suka, mau tidak mau
akan kita lalui di era digital yang
ditandai dengan kemajuan teknologi
telah menawarkan
nilai-nilai global yang belum tentu
cocok dengan budaya yang kita
sesuai dengan budaya kita ya.
Pengaruhnya sangat dahsyat dan luar
biasa. mampu menggeser nilai-nilai
kebangsaan termasuk lunturnya jiwa
patriolitik kepahlawanan bagi generasi
muda
dan justru juga dari ee para warga
negara yang lain.
Selanjutnya visi Indonesia Mars tahun
2045 yang sudah dikeluarkan oleh BAPENAS
dan ini juga sejalan dengan
ee visi pemerintahan Prabowo Gibran
dengan asta citanya. Ini saya ambil
sebagian yang ada kaitannya dengan
kegiatan ini, yaitu terwujudnya sumber
daya manusia yang berkualitas, yang
mampu bersaing secara global ya. Nah,
terutama di kalangan untuk lunturnya
nilai-nilai kepahlawanan ini perlu
langkah-langkah penting untuk menanamkan
jiwa patriotik
mulai dari sejak dini sebagai benteng
pertahanan mental warga negara termasuk
ASN barangkali khususnya
generasi-generasi milenial yang nanti
akan jadi memegang manajemen negara pada
saat Indonesia
Nah, semoga dengan langkah-langkah kita
bersatu padu dalam melaksanakan
kegiatan-kegiatan ini akan terwujud
warga negara kita
yang berjiwa patriolitik dan lahirnya
pemimpin-pemimpin muda yang sudah kita
siapkan yang mempunyai jiwa juang
tinggi, cinta tanah air, dan memiliki
kemampuan dalam mengelola manajemen
negara yang selanjutnya membangun bangsa
menuju Indonesia yang adil dan makmur.
Ya.
Ee ini ee mohon maaf untuk panitia
barangkali mohon slide di peta ya. ini
saya inginkan kendali dari sini, tapi
dari sini enggak bisa tadi.
kita sangat
bersyukur bahwa kita mempunyai
posis ee geografi yang mempunyai posisi
silang yang sangat strategis
di mana diapit oleh dua benu dua
samudera besar ya dan dilalui tiga alki
ya yang semuanya posisi ini menjadikan
sebagai jalur lalu lintas pelayaran dan
perdagangan internasional. Di sisi lain
memang sangat strategis dan membawa
keuntungan. Tapi di sisi lain kita juga
mudahnya pengaruh budaya dan gaya hidup
bangsa lain. Ya, dampak pudarnya
nilai-nilai kebangsaan yang seperti tema
hari ini yang kita khawatirkan.
Kita juga
mengalami sejarah cukup panjang.
sejarah penjajahan hampir 360 tahun dan
ini penuh dengan kesengsaraan dan
perjuangan yang dialami oleh
pendahulu-pendahulu kita,
pejuang-pejuang kita. Nah, pengorbanan
yang tiada tara ini melahirkan
para pahlawan yang sampai saat ini
mempunyai jiwa patriolitik tanpa menal
menyerah dengan semboyan merdeka atau
mati. Nah, ini kadang-kadang ee sampai
saat ini dengan era yang perangnya lain
kita perlu implementasi yang dengan yang
lain ya. Tapi pewarisan jiwa patriolitik
dan citatan air ini harus selalu
terpatri di seluruh hati generasi muda
termasuk kita semuanya terutama untuk
bela negara ya walaupun saat damai ini
perlu kita implementasikan
dan ini akan menjadi tradisi
dan harus menjadi pedoman dan cambuk
untuk kita semuanya sebagai generasi
yang menerima estapet kepimpinan,
estapet memegang
manajemen negara untuk melanjutkan
perjuangan di era pembangunan nasional
yang sedang berjalan.
Selanjutnya saya menyinggung sedikit
Visi Indonesia Mas, namun tidak akan
saya jelaskan semuanya. Tapi yang
dikeluarkan oleh BAPENAS pertama juga
tentang sumber daya manusia yang
kecerdasannya bisa mengungguli ee
kecerasan sumber daya manusia di
negara-negara tetangga kita, ya. Nah,
terus yang kedua juga visi ke depan
diharapkan
kita akan terbangun infrastruktur yang
merata di seluruh Indonesia. ini yakin
kalau memang kita bersatu padu. Tapi
yang lebih penting lagi menjadi
barometer pertumbuhan ekonomi dunia dan
masuk dalam lima besar negara maju.
Bahkan pada saat pemerintahan Jokowi
kemarin sudah memungkinkan untuk tiga
besar. Nah, ini mudah-mudahan ya bisa
tercapai.
Ini juga pernah diramalkan oleh seorang
bangsawan ilmuwan orang lain ya, yaitu
oleh WNC ramalan Global Institute dan
dia tidak sembarang ngomong karena dia
survei dulu. Dia meramalkan Indonesia
menjadi negara ekonomi nomor 7 dunia
pada tahun 2030. Nah, ini mungkin juga
sangat memungkinkan tinggal 2030 ke 2045
15 tahun kalau kita kompak bersatu padu
dengan upaya-upaya yang fokus
mudah-mudahan bisa tercapai.
Kita juga mempunyai bonus demografi ya,
di mana persentase penduduk Indonesia
menurut generasi
itu hampir 54%
berumur 13 sampai 36 tahun. Artinya
kalau 20 tahun ke depan
ini nanti akan juga
ee memegang kendali manajemen negara
tadi ya. Barangkali kalau saya
mengartikan mulai dari ketua RT, kepala
desa, maupun di kalangan akademisi atau
maupun sampai ke tingkat pimpinan
nasional ya, ini semuanya yang tercantum
dalam grafik geografi 54% ini. Makanya
kita harus fokus bagaimana menyiapkan
sumber daya manusia ini ya. Nah, kita
mengenal juga revolusi industri. Kita
sudah sampai ke 5.
Di mana teknologi canggih yang ikut
serta-merta dengan media yang bukan main
saat ini akan berpengaruh terhadap
mindset kita juga dalam berpikir ya.
Tapi mindset yang baik tidak ada masalah
untuk kemajuan negara. Tapi
kadang-kadang ada unnum-ungum untuk
berbuat penipuan dan lain sebagainya ya.
kita di negara luar barangkali sudah
pernah mendengar Chinas sudah bisa
membuat matahari
ee buatan ya. Kemudian juga dengan
robot-robotnya kemarin di ee medsos
media juga sudah bisa bekerja membangun
ee jalan-jalan
mungkin jalan infrastruktur yang
dibutuhkan koyay tol dan sebagainya ya.
Kemudian tidak kalah pentingnya kita
juga harus tidak kekaget-kagetan.
Karena kita juga pernah diramalkan oleh
James Kenton melalui bukunya The Futures
Extreme Vouters ya. Itu ada 10 tren masa
depan yang ee perubahan ekstrem ya,
termasuk inovasi ekonomi,
ee harapan hidup 100 tahun ya. Kemudian
masa depan individu yang tidak bebas
yang bisa dibatasi oleh kemajuan
teknologi dan sebagainya. Ini membuat
kita juga perlu memposisikan diri sesuai
dengan perkembangan waktu ya. Masa ada
waktunya ada orangnya, orang ada
masanya. Nah, ini kita juga harus bisa
menyesuaikan dengan perkembangan ini.
Ah, di lain itu memang hal-hal yang baik
tadi patut kita ee perhatikan, tapi yang
tidak kalah pentingnya kondisi-kondisi
yang paradoks dengan ee yang kita
inginkan ya, terutama di kalangan
generasi muda masih banyak juga yang
kena ee masalah tentang pelanggaran
narkotika ya. Nah, ini Nagrotika
termasuk di wilayah Jawa Timur ini.
Kemudian
pengalaman saya sudah pernah menjadi
ketua komisi A ya yang nota B ini
saya juga ikut me
revisi Perda tentang P4GN ya. Nah, kita
bahkan sangat prihatin hasil survei saat
ini di Jawa Timur juga
seluruh desa tidak ada yang tidak
terjamah oleh narkotika. Ah, ini menjadi
pemikiran kita semuanya. Inilah penyakit
kronis yang bisa menghambat visi misi
mengarah kepada
ee
perkembangan generasi tadi. Mohon maaf
untuk slide ya. kita sudah ke kondisi
paradoks. Tadi saya minta saya
kendalikan sendiri tapi dikendalikan
sana.
Demikian juga masalah intoleran ya. ini
juga cukup membahayakan di Jawa Timur ya
yang akan berakibat adanya aliran sesat
kemudian meningkat kepada radikalisme
dan terorisme. Ya, mudah-mudahan kita
sudah enggak ada ee kegiatan ke
terorisme tapi untuk intoleran
aliran-aliran sesat ini masih ee
mungkin barangkali juga perlu diwaspadai
ya. Tapi untuk teror pengalaman yang
tahun 2018 itu dengan pelakunya seorang
bapaknya, ibunya, anak laki-laki, anak
perempuan ini harus menjadi sejarah yang
tidak boleh terjadi lagi. Yang perlu
diadakan
ee langkah-langkah
preventif ya dan pembinaan untuk
seterusnya ya. Jangan sampai jadi korban
sia-sia ya. Demikian juga tentang
paradoks kenakalan remaja ya. Ini juga
perlu kenakalan remaja terutama
ee mulai dari
tawuran ya, kemudian pergaulan bebas,
kemudian apalagi yang kena ee masalah ee
tadi
narkotika ya. Kemudian ada yang
kecanduan game ya. kecanduan game
larinya ke judi online akhirnya pinjol
ya. Ini juga ada beberapa
ee
mahasiswa yang sedang kuliah, pelajar
ini juga ada yang drop out ya. Nah,
tidak kalah pentingnya itu juga ada
isu-isu komunisme ya. Ini salah satu
juga yang menghambat karena ini juga ee
merupakan bahaya laten yang perlu
diwaspadai ya. Dan yang untuk menuju
dengan tema hari ini ASN ya, Kak. Ini
walaupun oknum ya, banyak yang kurang
disiplin ya. Alhamdulillah sekarang
seperti yang perkembangan tadi pebasan
individu diawasi oleh media, diawasi
oleh teknologi.
Sudah insyaallah sudah enggak ada lagi
berita-berita ASN jam 10.00 pagi di
pasar, di mall dengan pakaian dinas ya.
Bahkan banyak yang bolos ya.
Nah, ini mudah-mudahan ke depan apa
bahkan ada yang kena narkotika.
Nah, inilah yang kira-kira yang perlu di
kita ee waspadai dalam rangka kita
ee
meng
warisi jiwa-jiwa patriotisme
kepahlawanan yang kita implementasikan
dengan pembangunan nasional saat ini.
Lanjut saya langsung ke
sudah saya singgung dikit-dikit karena
waktunya juga terbatas.
Langsung ke slide ini, Mbak,
ya. Hal-hal yang tadi ini oleh
Thomas Likona yaitu ahli psikologi.
Jangan sampai hal-hal yang saya
sampaikan
10 tanda-tanda kehancuran sebuah bangsa,
Pak. Emas ini panitianya ya. Nah,
mudah-mudahan tidak ke sana dengan kita
langkah-langkah berikutnya. adanya
kekerasan di kalangan remaja, sering
melontarkan bahasa dan kata buruk,
pengaruh per grup. Ya, ini barangkali
tentang adanya geng motor ya. Geng motor
juga banyak ini kan ya. Akhirnya
berdampak kepada ee menurunnya etos
kerja dan rendahnya tanggung jawab ya.
Nah, ini ya.
Dan ini pun saya juga mengamati tentang
perkembangan human development index ya
yang dikeluarkan oleh ee lembaga
terkemuka. Kita dibandingkan dengan
negara-negara lain kita juga perlu
memperhatikan ya. Kita masih tahun 2023
karena 2 tahun sekali ini saya update
terus ya. Ini masih 113 ya. Kita kalah
dengan Singapura, Malaysia,
Vietnam. Vietnam merdeka tahun '6 ya
kita sudah 45 ya ini juga menjadi
pemikiran untuk pemaju kita kita harus
lebih baik lagi dari negara-negara
tersebut.
Nah, kita cukup bangga dan
senang bahwa pemerintahan Prabowo Gibran
melalui Asta Citanya ini kira-kira juga
akan mengejar visi misi Indonesia Mas
tadi ya. Ah, ini ya. Yang kedua, yang
pertama jelas langkah-langkahnya
memperkokoh ideologi Pancasila,
demokrasi, dan HAM. Kemudian juga
memantapkan sistem pertahanan keamanan
negara. Ya, ini kebudahan dengan sisanta
kita, kita nyiapkan
ee komponen utama, komponen cadangan,
komponen pendukung, salah satunya juga
dari sumber daya alam yang sudah
disiapkan termasuk bata, pangan, energi,
ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan biru
dan lain. Nah, ini mudah-mudahan
tercapai nanti ya. Kemudian juga yang
tidak kalah pentingnya nomor empat,
pembangunan SDM ya. ini sesuai dengan
visi Indonesia Mas ya. Kemudian nomor
enam membangun dari desa dan dari bawah
ya. Ini memang sangat penting karena
desa ini semuanya berakar dari bawah ya.
Untuk kepentingan HANKAM juga dari bawah
yang diperlukan ya. Nah, ini membangun
saya pikir terobosan-terobosan.
Saya pernah ee nyampaikan kalau dulu
sebelum ada dana desa barangkali di desa
yang belum mandiri semua pintu di
operasi dimintai dicoba di didata
uangnya mungkin satu desa belum tentu
ada ee R juta ya. Tapi sekarang dengan
adanya dana desa apalagi dengan adanya
koperasi merah putih ada UMKM, ada desa
yang sudah maju barangkali sudah maju
sepesat ya. ini semuanya gerakan-gerakan
pemerintah patut diapresiasi
dan harus diikuti dengan semangat
kepahlawanan tadi implementasinya ya.
Mari kita sama-sama berbuat untuk negara
dan bangsa ee sesuai dengan kita juga
melaksanakan
ee amanah-amanah dari ee negara menurut
agama masing-masing. Lanjut.
Nah, ini juga tadi dari sinopsis saya
pikir ee perlu yang diambil jiwa
patriolitik dan heroik ya. Bagaimana
seorang Kapten Miller ya itu dengan
delapan orang membebaskan satu orang dan
ternyata dia juga gugur sebelum
menghelaskan napasnya dia berpesan, "Hai
Miller, jangan sia-siakan
pengorbanan saya."
Ini kalau kita ingat di Indonesia banyak
sekali, Pak, tokoh-tokoh semacam ini.
Ah, ini akan saya cuplik tokoh-tokoh
yang hebat-hebat yang berdampak terhadap
tradisi terutama di kalangan TNI.
Lanjut. Ini pertama adalah Panglima
Sudirman ya. Jenderal Sudirman memiliki
riwayat perjuangan panjang melawan
penjajah dan memberikan kepada generasi
penerus bangsa suatu warisan. Nah, kalau
warisan itu harus dilaksanakan ini suatu
warisan yang tangguh dan tidak ternilai
harganya ya, yaitu tradisi kepimpinan
yang heroik, patriotik, penuh
kepahlawanan, serta keteradanan. Saya
pikir semua warga negara tahu beliaunya
paru-parunya satu, tetap memimpin ya.
Ya, sikap dan tindakan Jenderal Sirman
saat itu adalah sikap dan tindakan yang
menunjukkan pemimpin prajurit sejati.
Dari situ lahir tradisi TNI. Nah, sekali
lagi kalau tadi diwariskan sekarang
lahir tradisi. E tradisi ini ya setiap
saat harus dilakukan ya dengan tidak
mengenal menyerah dan ini sudah
dibuktikan TNI tidak ada yang tidak
kenal menyerah di daerah-daerah
penugasan sudah kita laksanakan ini ya.
Mengutamakan kepentingan bangsa dengan
negara ya. Apalagi hanya harta manusia
nyawanya pun diberikan ya. Ah, Panglima
Suderman juga demikian. Saat ee suatu
saat dipanggil presiden di ibu kota
negara di Jogja, barangkali kita
sama-sama melihat, mendengar sejarah,
diajak
bergabung untuk nego dengan penjajah.
Ya, beliaunya tidak mau dan ingin
kembali ke hutan dan memimpin gerilia
ya. Ah, ini yang patut menjadi tradisi
TNI. Hal-hal inilah ya.
Demikian juga seluruh warga negara boleh
mencontoh untuk diimplementasikan
bagaimana ikut membangun negara dan
bangsa ini. Lanjut
kepada tokoh kita lagi ya. Y Sudarso.
Ini juga monumental. Pada 19 Desember 61
Presiden Soekarno menyerukan
trikora yang diikuti dengan munculnya
operasi di Laut Aru ya.
dalam rangka pembebasan Irian Barat dari
Belanda. Ya, pertempuran tersebut
melibatkan tiga kapal besar ya, Macan
Tutul, Macan Kumbang, dan macan Harimau.
Yosudarso membuat keputusan
yang mengorbankan dirinya untuk
menyelamatkan dua kapal berikutnya untuk
kepentingan operasi yang lebih besar.
Nah, ini patut juga di ee diteladani ya.
Lanjut.
Ah, ini tokoh kita yang semua tahu
bahkan terkenal saat rakyat Surabaya
menerima ultimatum dari sekutu dari
Inggris untuk menyerahkan semua
persenjataan ya walaupun dulu
persenjataannya hasil rampasan tapi Bung
Tomo tetap menjawab Allahu Akbar dan
Pekian merdeka atau mati ya. pidatonya
selalu disiarkan oleh RRI Surabaya dan
selalu menggaung terus-menerus
memberikan motivasi, memberikan semangat
kepada arek-arek Surabaya. Ya, ini
sebagai mungkin ya mungkin tanpa adanya
pidato yang diulang-ulang tadi semangat
area-area Surabaya belum tentu ee
terbakar seperti mendengarkan ee pidato
tersebut ya. Nah, inilah yang juga
terkenal sampai saat ini Surabaya di
sebagai
panggilan kota pahlawan dengan 10
Novembernya. Ya,
lanjut.
Nah, ini merupakan saat saya sampaikan
jiwa saptamga prajurit tidak boleh
luntur. Ini senior kita orang Jawa Timur
pernah pangdam 5 Braijaya dan baru
dipanggil Allah mungkin belum ada 1
tahun ya.
Mereka meninggalkan pesan jiwa sapta
marga tidak boleh luntur sebelum kita
tidak bisa lagi mendengar salvo
tembakan. Ya, salvo tembakan diberikan
kehormatan bagian
atau pejuang yang meninggal dunia dengan
upacara militer. Ya, kalau sudah enggak
bisa mendengar artinya sudah masuk
lubang. Ini bahasanya Prionya ini.
Lanjut.
Ah, ini saya bersyukur ya bisa ketemu
Cak Ahmad ya. Beliaunya kawan akrab Bung
Tomo menyampaikan kepada saya ya
testimoninya ya. Dialah yang menyiapkan
ee tangga untuk anak arek-arek Surabayo
menyobek bendera itu ya. dan beliaunya
banyak ber ee bicara dan alhamdulillah
kita sangat mensyukuri masih langsung
mendengar dari
ee pelaku sejarah langsung ya. Nah, ini
beliaunya
bukan main ya dan ini yang patut kita
acungi dan kita catat dalam sejarah
kita. Lanjut
saya mencoba kajian saya sementara ya.
Ini belum tentu betul. Tapi ini adalah
dengan pengalaman saya juga sering di
pendidikan militer
mengurusi dunia militer. Militer itu
punya falsafah pendidikan yaitu Dwiwarna
Purwa Cendikiawusana.
Secara keseluruhan
ini menekankan bahwa prajurit harus
memiliki kecerdasan yang tinggi,
keahlian profesi yang matang, tapi tidak
boleh meninggalkan jiwa juang. Dan ini
diimplementasikan
dalam kurikulum ya. Saya kebetulan
pernah direktur pendidikan di AKMIL,
pernah jadi wakil gubernur, pernah jadi
gubernur. Ya, ini ada kurikulumnya yang
me rumuskan tentang jiwa juang ini ya.
Nilainya ada, ada materinya dan
pengeterapan harian juga diawasi.
Makanya keras sekali kalau ada ee ee
serta pendidik melaksanakan pelanggaran
kurang disiplin bisa dipecat ya.
Dilarang merokok, merokok dipecat,
dilarang nyontek. nyontek dipecat ya,
dilarang ee nyopet ya, ngambil uang
kawannya dipecat ya. Barangkali ini bisa
diimplementasikan ya di kalangan
barangkali pendidikan umum tapi dengan
modifikasi yang ringan dengan sekali
seperti dalam militer ya. Lanjut.
Baik, masih ada waktu sedikit ya saya
memberikan ee penjelasan tentang tren
perang masa lalu dan masa ini. Nanti
implementasinya kepada jiwa kepahlawanan
juga. Lanjut.
Yaah, kalau dulu perang kerajaan
barangkali menggunakan panah,
menggunakan ee pedang, menggunakan keris
ya. Perang kemerdekaan kita sudah
gunakan bambu runcing, sudah gunakan
apa? E untuk konvensional dalam rangka
santa kita sudah sangat canggih dan ini
pun belum tentu semuanya konvensional.
Karena apa? Negara-negara yang sudah
maju teknologinya sudah enggak mau lagi.
Karena konvensional seperti contoh
penyerangan di Palestina, penyerangan di
apa itu dihujat orang seluruh negara.
Tapi ada perang yang sudah dikenal yaitu
lanjut.
Nah, ini ini saya menyimpangi bahwa
perang ini ada asymmetric warfare,
perang hybrid, dan proxiwor ya. Proxiwar
inilah yang perang modern yang diyakini
oleh kita bahwa perang di mana salah
satu pihak menggunakan pihak ketiga
yaitu bisa ggunakan melalui
kondisi-kondisi ideologi politik
ekonomi, sosial budaya dengan
pelemahan-pelemahan termasuk aspek
barangkali geografi, demografi, sumber
daya yang dalam sesanta itu kita singkat
dan kita bina untuk menjadi ruang alat
dan kondisi juang. Nah, ini dilemahkan
karena kita juga tahu sisanta kita. Nah,
dengan pelemahan itulah ee musuh atau
orang negara tidak senang dengan kita
dengan mudahnya ingin menjajah. Lanjut.
Nah, apakah Proxy sudah ah ini seorang
mantan kasat parijar menyampaikan perang
modern, perang murah meriah, namun
dampak hasilnya sangat jasad ya dan
meyakini bahwa perksilan telah
berlangsung di Indonesia. Nah, ini
lanjut.
Nah, sekarang bagaimana jiwa
patriolitik? Nah, patriolitik ini ada
yang merumuskan bahkan dari luar juga
itu datanya
bahwa patriotik adalah sifat semangat
cinta tanah air yang ditandai dengan
rasa bangga, kesetiaan, dan kesediaan
untuk berkorban. Tidak mengenal menyerah
demi kejayaan kemakmuran negara. Nah,
ini kalau semua warga negara berjiwa
patriolitik berarti berjiwa seperti ini.
Patriotisme berasal dari kata patriot,
pahlawan dan isme paham. Pisme adalah
punyai sifat terkait kepahlawan demi
tanah air. Dan ini diwajibkan untuk
seluruh warga negara ya, tidak peduli
itu militer atau sipil ya. Pemuda
patriotik selalu menunjukkan sikap
berani, pantang menyerah dan
mengorbankan harta benda bahkan jiwa
raga. Kalau ini kita sepakati berarti
kita zaman pembangunan kita bisa
melaksanakan jiwa kepahlawanan kita.
Lanjut.
Apakah jiwa penat ini masih relevan? Ya
jawabannya pasti masih dengan
implementasi menyesuaikan dengan kondisi
yang ada. Lanjut. Nah, kita mencoba
implementasinya di bidang geografi, ya.
sikap patriotik kepahlawanan cinta tanah
air yang diwujudkan melalui pemahaman,
apresiasi melalui terhadap kondisi
geografi. Ya, itu sumber daya alam
contohnya ya itu menjadi montor dalam
menjaga keutuhan ya memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat. Lanjut.
Demografi demikian juga ada ya salah
satunya ikut meningkatkan kualitas SDM
ya seperti BPSDM saat ini ya.
mengembangkan ber inovasi ya
berpartisasi aktif dalam pembangunan
nasional. Lanjut
sumber daya alam ya ini jelas ini tadi
yang dikaitkan dengan ruang juang kita
ya menghemat energi, membeli mendukung,
pengaturan regulasi sumber daya alam
pembangunan yaah yang terakhir itu
mencegah terjadinya ilegal logging,
ilegal ficing, ilegal mining ya. Ahah.
Ini sesuai bidangnya tentunya walaupun
ASN ya sesuai bidangnya ya. Lanjut.
Di bidang demografi
sudah tadi ya. Di bidang ideologi ya
tentu kita berideologi Pancasila ikut
mengamalkan nilai-nilai praksisnya ya.
Simbol-simbol negara kita amankan ya.
Lanjut.
Di bidang politik. Yaah. Meskipun
politik ini banyak perbedaan, tapi kita
harus sepakat semuanya harus
mengutamakan kepentingan yang lebih
besar. Ya, bukan kepentingan partainya,
bukan kepentingan golongan, apalagi
kepentingan individu. Ya, kita harus
semuanya cinta tanah air, rela berkorban
ya ikut berpartisipasi
ya, berpikir kritis boleh tapi namun
produktif. Lanjut.
Bidang ekonomi juga demikian ya. kita
ikut
memperkuat ekonomi lokal ya,
meningkatkan daya saing,
mendukung UMKM ya, kita ikut membangun
ekonomi dari desa apa yang dilakukan
oleh pemerintahan Prabowo Gibran dan
sebagainya. Lanjut.
Di bidang sosial tentu banyak yang perlu
kita kita budaya gotong-royong itu harus
tetap ya walaupun sekarang kena ee
gempuran budaya asing yang ee individu
menonjol tapi kita orang Indonesia tidak
boleh ikut-ikutan ya. kita menjaga
toleransi dan kerukunan terutama kita
budaya kita budaya keberagaman binika
tunggalika ya berbeda-beda tapi harus
tetap satu ya ikut melestarikan dan
menjaga budaya ya kemudian mengadakan
bakti sosial dan lain lanjut
nah ini budaya juga saya pikir kita juga
budaya sopan santun etika budaya
kesenian harus kita perjuangkan ya
inilah nah itu yang terakhir.
mempelopori gerakan menolak pungli
gratifikasi bagi ASN ya mengarah pada
tindakan pidana korupsi dan lainnya ya
kita hilangkan budaya hedonisme ya kita
belajar ke depan makin terbuka kita
semuanya diawasi oleh media mleh ee
teknologi ya kita harus tahu diri lanjut
dari beberapa penyampaian ini yang perlu
saya rekomendasikan ya pendidikan
terutama kita harus harus berinovasi
menggemahkan metode pembelajaran etika
sopan santun ya yang menjadi pondasi
bagi generasi muda, generasi bangsa
melalui pendidikan barangkali kurikulum
seperti yang saya sampaikan tadi
mengadop
ee sesanti ee pendidikan militer ya
mengadopsi mengelaborasi falsafah
pendidikan ya Dwi Warna Purwa Cendikia
sana boleh profesional boleh kita ilmu
tinggi tapi diwajuang
kepribadian tidak boleh hilang ya.
Setiap instasi mendukung kegiatan ya
mengadakan seminar, workshop mungkin ee
seperti saat ini menggunakan roundable
discussion ya dan lain-lain ya perlu
aktif. Nah, karena ini kita harus sejak
dini melibatkan lingkungan keluarga,
lingkungan masyarakat dan lingkungan
pendidikan harus bersatu padu. Satu rel
kita berjalan ke depan. Lanjut.
Baik, dari beberapa hal yang saya
sampaikan, saya ingin menyimpulkan
sedikit bahwa di era globalisasi
yang merupakan keniscayaan tadi dan di
era digital yang dipenuhi dengan
kemajuan teknologi yang dengan revolusi
teknologi juga sampai 5.0 Hero ya
memberikan dampak signifikan terhadap
pergeseran dan potensi lunturnya jiwa
kepahlawanan, jiwa patriolitik bangsa
ya, terutama di kalangan generasi muda
ya. Aksi informasi tanpa batas melalui
internet dan media menjadi katalisator
utama dalam mempercepat membuka celah
bagi masuknya budaya asing yang tidak
sesuai dengan budaya kita. Ya, lunturnya
identitas budaya secara langsung
berpengaruh terhadap semangat
nasionalisme
ya dan jiwa patriotisme generasi muda
dan lebih tertarik kepada tren global
dan tentu belum tentu cocok dengan era
kita ya, dengan bangsa kita, dengan
budaya kita. perlu adanya penanaman jiwa
patriotisme sejak dini untuk generasi
muda
guna guna mewujudkan pemimpin yang cinta
tanah air di era emas tahun 2045. Ya,
saya rasa demikian hal-hal yang saya
sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf.
Saya kembalikan kepada moderator. Saya
akhiri billahi taufik walh
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pakistu atas
materi yang sudah disampaikan. Luar
biasa sekali. Dan untuk sobat ASN yang
ingin bertanya ini sudah banyak sekali
Bapak yang menggunakan fature ra hand.
Tenang aja di sesi berikutnya kita akan
buka sesi tanya jawab bersama dengan Pak
Istu di sini. Silakan untuk kalian yang
bergabung lewat Zoom meeting bisa
menggunakan fitur rais hand dan yang
bergabung lewat YouTube channel BBSM
Jatim TV silakan tuliskan pertanyaanmu
melalui kolom live chat.
Baik, Pak Istu. Sekarang kita sudah
memasuki sesi tanya jawab. Jadi, nanti
apabila ada yang bergabung di sini ee
dan menanyakan ee pertanyaannya kepada
Pak Itu bisa langsung dijawab ee dengan
ee singkat ya. Baik,
ya. yang sudah bergabung di sini sudah
ada Bapak Dani dari DLH Ngawi. Oke,
sudah menggunakan fitur RN. Apakah sudah
terhubung? Selamat siang, Pak Dani.
Selamat siang.
Apa kabar, Pak Dani hari ini?
Sehat, PJAN?
Alhamdulillah. Silakan, Pak Dani,
langsung aja pertanyaannya kepada Pak
Istu.
Baik, terima kasih atas waktu yang
diberikan.
Eh, Pak Estu mohon izin. Dulu kan Bung
Karno berkata bahwasanya perjuanganku
lebih berat, lebih apa? Mudah karena
melawan penjajah. Sedangkan perjuangan
kita saat ini kan tidak melawan
penjajah. Ini melawan bangsa sendiri
maksud saya.
Ini kata-kata Bung Arno. Dan itu saya
rasa terjadi saat ini. Apalagi ee ketika
banyak berita fake hawk, kemudian ada
penyimpangan sejarah bahkan di era saat
ini postru ini bahwasanya
kebenaran adalah sesuatu mungkin
kebohongan yang dikatakan berulang-ulang
ini menjadi kebenaran baru ini. Nah, ini
mohon petunjuknya
bagaimana kita dalam mensikapi ini saat
ini menghadapi
ee kebenaran-kebenaran yang semu ini.
Apakah
masih bisa kita menggunakan apa gitu
yang saat ini bisa kita implementasikan?
I
mohon petunjuknya.
Terima kasih pertanyaannya, Pak Dani.
Silakan, Pak Istu bisa langsung dijawab
saja.
Oh, ya. Terima kasih, Pak Dani. Ini
pertanyaan yang untuk pembelajaran juga
bagi semuanya ya. Seperti yang kita
awali tadi bahwa di era sekarang ini
kadang-kadang apalagi dengan adanya
teknologi yang sangat canggih yang bisa
dimanfaatkan oleh negara lain pun oleh
ee dengan ee revolusi industri yang
barangkali belum sampai di kita ya. Dan
itu seperti yang saya sampaikan awal
bahwa itu tidak semuanya dimanfaatkan
bagi
oknum-oknum kita untuk kebaikan, bahkan
untuk justru malah untuk penipuan. Ya,
makanya saya selalu berbicara bahwa kita
walaupun di media itu jangan terlalu
percaya dengan hoak-hokak ya. Saya
sebagai contoh, kita kan belum pernah
mengirim pasukan ke Israel. itu sudah
ada YouTube-nya itu perang di sana. Dari
mana ya? Saya sempat telepon kenalan
saya di Musi. Belum, Bang. Itu belum ada
kita ngirim. Nah, itu kalau kita
orangnya awam itu kan dianggap benar dan
hal-hal itu yang serupa itu juga banyak
apalagi yang ada tujuan tertentu untuk
memutar balikkan sejarah. Ya, oh ya
untung apa yang disampaikan Pak ee
Presiden Pak Soekarno itu betul ya dan
kita alami kalau penjajah kan kita jelas
musuhnya jelas apalagi kulitnya pun
lain. Nah kita dengan bambu runcing
dengan semangat bersatu padu ya
persatuan-kesatuan
gunakan senjata rampasan juga barangkali
kita berani ya. Nah, sekarang ini
musuhnya kan enggak tidak kelihatan
seperti yang disampaikan tadi, apakah
itu juga ada masukan proksi dari negara
lain. Nah, itu yang lebih penting.
Jangan-jangan itu proksi untuk
melemahkan ee kondisi kita yang kita
bangun melalui sistem pertahanan kita
sisanta dengan membangun rak, juang,
ruang, alat, dan kondisi. Justru
kondisinya ini yang lebih sulit kabur
karena di serang oleh proksi ya melalui
orang-orang tertentu ya. Nah, kita harus
waspada di situ. Makanya kita harus
semuanya berbicara positif. Ee jangan
memutarbalikkan sejarah. Untung seperti
yang saya sampaikan tadi, bukti-bukti
testimoni dari pelaku sejarah masih ada,
Cak Ahmad tadi itu. Itu kalau cerita
langsung kita walaupun capek enggak jadi
enggak capek itu Mas Dani. Nah, apalagi
hal-hal yang serupa masih banyak ya. Ya,
kebetulan kita juga pernah juga
mendengarkan testimoni dari pelaku
pelaku sejarah ya. Apalagi di Jawa Timur
masih banyak itu. Apakah perjuangan dulu
ee ikut napak tilasnya Panglima Sudirman
itu kita pernah setiap desa berhenti dan
ber ee mengadakan bakti sosial termasuk
temu ee buka dengan pelaku-pelaku
sejarah. Nah, di situ kita temukan juga
dia pelaku bagaimana dulu ikut berjuang
melawan penjajah dengan senjata
apaadanya ya sesuai dengan bidangnya. Ah
kalau itu kita dengarkan dan kita ramu
dengan baik mudah-mudahan ya kita bisa
melaksanakan apalagi sudah dipesankan
bahwa dengan tingkat kesulitan itu
endingnya kan harus bisa bagus kan gitu
ya. Nah, makanya kita langkah-langkah
apa ya tentunya kita harus bersatu padu
ya, terutama ahli-ahli sejarah jangan
sampai ee dengan sejarah-sejarah yang
kalah dengan opini. Dikira dengan opini
itu kan sejarah baru dari Pak Dani tadi.
Nah, kita harus percaya dengan yang
sudah monumental melalui sejarah buku.
Ya, demikian saya pikir Pak Dani ee para
menanggapi sedikit B Pak. Jadi jangan
sampai kita memutarbalikkan sejarah gitu
ya. Dan yang seperti yang saya sampaikan
tadi Pak, ini eranya post trut. Apakah
menurut panjenengan ee saat ini kita
perlu, Pak, untuk membuka meluruskan
sejarah? Non sewu ini agak hangat ketika
kemarin ada dari fraksi tertentu
mengusulkan non sewu Bapak Soeharto
untuk menjadi pahlawan ini. Sedangkan di
umum itu masih ada kental terkait
sejarah 65 gitu. Apakah perlu ini dibuka
kembali, diluruskan supaya ee
jasa-jasa Pak Harto yang sudah banyak
itu tidak lagi ee masih menjadi
perdebatan dengan adanya isu-isu 65 itu
apa dan bila nantinya disetujui Bapak
Presiden gelar pahlawan ini benar-benar
murni bahwasanya ini loh gitu. Apakah
perlu, Pak ee pelurusan atau pembukaan
saja? Saya pikir ee sejarah kita ini kan
sudah sudah sejarah yang sudah diakui
orang seluruh Indonesia. Tapi kalau ada
oknum-oknum terus memainkan ee opini
terus membuat sejarah baru seolah-olah
benar ya itu tadi jangan-jangan proksi.
Nah.
Oh. Siap.
Kita kalau dari kalangan kita
jangan-jangan proksi. Nah, kalau menurut
saya ya sejarahnya sudah ada dan sudah
dibuktikan melalui berbagai ee ilmu
teori dan itu sudah dilakukan. Kenapa
harus cari sejarah baru lagi kan gitu
dan siapa yang tidak tahu Pak Harto
apalagi kita-kita sebagai penariwan ya
sangat mendukung sekali ya.
Siap
itu terima kasih
ngih. Terima kasih Bapak.
Terima kasih Pak Dani atas
pertanyaannya.
Baik, masih ada yang menggunakan feature
hand lagi di Zoom meeting. Ada Ibu
Henia.
Selamat siang, Ibu Henilia.
Selamat siang.
Selamat siang. Asalamualaikum, Ibu.
Waalaikumsalam, Ibu, Bapak semuanya.
Ibu Henilia dari BPSDM Sumut ya.
Iya, benar. Saya dari BPSDM Sumut.
Dari Sumatera Utara.
Iya, Sumatera Utara.
Wow, luar biasa. Boleh [tepuk tangan]
applause dulu dong. untuk soat ASN dari
Sumatera Utara. Baik, silakan Ibu Heni.
Pertanyaannya apa nih untuk Pak?
Pekerjaan pekerjaan kita nih ya, Bapak.
Ee biasanya kan kalau kita itu kan e
semangat kepahwanan itu biasanya kan
berani mengambil keputusan sulit,
pengorbanan, mengorbankan waktu pribadi
atau menghadapi kritik untuk memastikan
pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
yang saya
maaf Ibu Heni suaranya agak agak sedikit
ada feedback barangkali. Heeh.
Oh,
sebentar volumenya tadi ada yang ee
bisa suaranya dimatikan yang di sebelah
sananya volumenya atau dikecilkan?
Ya
sudah, Ibu.
Bagaimana teman-temanku? Sudah zoom lagi
ada Zoom lagi yang sebelah tadi
zoom juga. Ee mohon maaf kalau
headphone-nya dicopot bagaimana, Ibu?
Tak pakai headphone, Bu.
Ini headsetnya. Headsetnya.
Ah, headphone-nya di Heeh. Oke.
Ee sudah dengar.
Nah, lebih jelas. Terima kasih. Coba
dilanjutkan. Saya bertanya gini kan kita
kan ada apa namanya kalau menghadapi
semangat kepahlawanan itu misalnya
berani mengambilan sulit ee kemudian
mengorbankan waktu pribadi kemudian
menghadapi kiti ee untuk memastikan
bahwa adanya pelayanan terbaik bagi
masyarakat. Nah, yang saya pertanyakan
itu bagaimana kita mengikapi tantangan
yang terbesar dalam
apa? Mengintermin
menginterminasikan
semangat kepahlawanan seperti tanpa
[tertawa] pti, berani, berintegritas ke
dalam rutinitas pekerjaan ee pelayanan
kita sehari-hari. Setelah dari terima
kasih.
Oke, terima kasih Ibu Henil. Pak Itu
bisa langsung dijawab dengan singkat
ya. Terima kasih Bu Heni ya. Saya juga
pernah di Sumatera Utara
ya tentang semangat kepahlawanan dengan
adanya ini ya karena suaranya tadi
mantul-mantul. Saya coba ternak yang
ditanyakan itu dengan ee teknologi yang
selalu
lunturkan budaya-budaya kepada generasi.
bagaimana implementasinya
ee untuk melayani dengan jiwa
kepahlawanan. Saya pikir itu ya. Ah
kalau itu saya pikir ya
ee seperti yang saya sampai tadi bahwa
manusia itu ada era. Era itu ada
masalnya. Nah, kalau dulu masalnya
seperti peperangannya melawan jelas apa
yang disampaikan Soekarno tadi bahwa
kita lebih ringan, lebih mudah melawan
penjajah daripada melawan saat ini. Itu
bisa diimplementasikan juga sama dengan
bagaimana kita mengimplementasikan jiwa
kepahlawanan. Kalau dulu kan kita ikut
perang, berani, terus kita tanpa
memikirkan
ee
dampak yang ada, termasuk nyawa pun kita
berikan. Nah, kalau saat ini bagaimana?
Ya kalau saya pikir ya kita harus
ikhlas,
harus jujur, harus apa adanya untuk
melayani rakyat. Karena memang sebagai
abdi negara ya itu yang diminta oleh
rakyat ya. kita bisa ee memenuhi
keinginan rakyat terutama sesuai bidang
kita ya. Nanti jangan sampai bidangnya
orang lain kita ngikut malah disalahkan
ya. Nah, kita juga harus bisa
memilih-milih dan bisa memilah-milahkan
di gencarnya dia yang banyak tadi yang
dipilih yang baik-baik yang berguna
untuk kita, yang bisa mendukung jiwa
kepahlawanan kita. Yang tidak yang
hoak-hoak, yang mengganggu ya. Ya,
apalagi sekarang dengan teknologi yang
perlu saya sampaikan tadi bahwa H itu
kayak seolah-olah benar ya. Ya, kita
tidak juga harus berpikir ke arah sana.
Saya pikir ini Bu terima kasih. Mungkin
kalau kurang puas ya nanti boleh
diskusi langsung karena dari suaranya
juga kita sayup-sayup.
Oke. Kalau mau diskusi secara langsung
bagaimana nih, Pak?
Adakah kontak yang bisa dibagi? Kalau
mau berdiskusi secara langsung dengan
Pak Istu, adakah kontak yang bisa
dibantu kepada sobat ASN?
Boleh. Heeh. Sangat boleh. Saya di HP
saya itu boleh.
Iya, Pak.
Loh, langsung boleh ngubungi saya kan
maksudnya.
Oh, di di nomor HP
ya boleh aja.
Oke, boleh. Kalau begitu bisa di-share
Bapak
ya. Ya, itu
1958 081182
Oke. Baik, sudah dicatat Ibu ya dan
sobat lainnya.
Iya.
Baik, terima kasih Bu Heni sudah join di
sini.
Baik, terima kasih Bapak Istu sudah
menjawab beberapa pertanyaan dari Sobat
ASN di sini. Dan permintaan kami yang
terakhir, Bapak boleh dong berikan
closing statement satu aja nih, Pak
untuk seluruh sobat ASN
ya. Closing saya pesan kepada semuanya
melalui ee pantun, Pak.
Nah, tolong Mbak saja yang merespon
dengan cakep ya.
Oke.
Depan bangsa ditentukan oleh kealih
generasi.
Cakep.
Muda-mudi harus cerdas dalam bereaksi.
Cakep.
Ahah. Para pemuda dan pemudi, kejar ilmu
kamu tanpa henti.
Cakep.
Lebih Indonesia mas yang unggul dan
mandiri.
Asik.
[tepuk tangan]
Luar biasa. Amin. Amin. Amin. Dalam
pantun tersebut juga terkandung doa yang
luar biasa ya untuk kita semua dan juga
bangsa Indonesia. Amin. Semoga diijabah
oleh Allah Subhanahu wa taala. Terima
kasih sekali lagi, Pak Istu sudah
sharing ilmunya bersama dengan kami
semua. Semoga Allah membalas dengan
rezeki yang berlipat ganda. Sehat selalu
dan sukses selalu, bahagia selalu untuk
Bapak. Terima kasih, Bapak.
Oke, Sobat ASN tidak terasa kita sudah
sampai di penghujung acara. Saya ucapkan
terima kasih sekali lagi untuk seluruh
pihak yang sudah mendukung webinar SN
belajar seri 43 tahun 2025 ini. Terima
kasih sekali lagi untuk Walikota
Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, STMT. Terima
kasih kami ucapkan untuk dosen
pendidikan sejarah di Universitas Negeri
Surabaya, Bapak Rojil Nugroho Bayu Aji,
SHUM, MA. Terima kasih juga untuk Ketua
DPD Pepabri Jatim Maijen TNI Punawirawan
Dr. Istu Hari Subagyo, S. M.M. Terima
kasih juga untuk seluruh sobat ASN yang
telah menyimak ASN belajar 43 dari awal
sampai akhir. Terima kasih untuk seluruh
kru yang bertugas juga. Dan sobat ASN
sebelum kami mengakhiri, kami sekali
lagi untuk mengecek secara berkala
semesta Bangkong untuk mengunduh
e-sertifikat.
Dan karena memang ini momen yang spesial
di hari pahlawan ya, jangan hanya
mengagumi pahlawan, tapi jadilah
pahlawan di kehidupanmu saat ini. ASM
belajar siri 43 tahun 2025 persembahan
oleh Scorpes Digis BBSDM Provinsi Jawa
Timur. Saya Dewi mohon pamir undur diri.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
K tahun 2025.
[tepuk tangan]
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya [musik]
kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap [musik] kompetensi
untuk pelayanan berdempat.
Bersama ASN
belajar. [musik]
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
[musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi [musik] ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas [musik]
ASN belajar wujudkan pemerintahan
[musik] berkelas dunia satukan tekad
pantang [musik] menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar [musik]
wujudkan
pemerintahan
Berkelas dunia. Satukan tekad pantang
menyerah. [musik]
Jadi ASN cetar berkualit.
[musik]