ASN Belajar Seri 43 | 2025 - Semangat Kepahlawanan dalam Budaya Pelayanan
YJGw9rV0M1w • 2025-11-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id H ла [musik] Zaman yang terus bergerak, sambut [musik] dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi [musik] segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. [musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi [musik] ASN berakhlak mulia siap menyongsong [musik] Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas [musik] dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas [musik] belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia satukan [musik] tekad pantang menyerah jadi berkuwa [musik] ini ee Surabaya kami lakukan Intinya jangan sampai kita tidak selamat pagi pagi pagi pagi luar biasa BP merupakan perintah ataupun siap siap menerima materi laporan lanjutkan lanjutkan berdoa mulai misalnya ee Cina menyerang pentakon Tapi yang tidak nyerang pakai senjata, tidak nyerang pakai rudal, tidak. Tapi yang diserang adalah sistemah. Selamat pagi. Pagi. Pagi. Pagi. Luar biasa. Siapa kita? Siapa? Tepukkan dadanya. Ayo kita semua. Ayo kita semua jangan pernah berputus asa. Jangan pernah berputus asa. Karena kita semua. PP penegak percatatan. Sekarang kelompok satu menunjuk satu orang sebagai penilai. Jadi memang fair ini nanti ya gak menilai punya dirinya sendiri. Terserah nanti ada satu orang yang presentasi leadernya filosofinya apa, bagaimana kerja tim yang dia manage atau dia bentuk kemudian ilmu apa yang didapat dalam hal ini? Selamat pagi sahabat ASN. Perkenalkan nama saya Andre Stanggu, peserta Diklat Polisi Bompaja, pola kontribusi 100JP, kategori keahlian dan keterampilan asal dari Satpol PP Kabupaten Sebab Barat Jaya. Pesan dan kesan selama mengikuti Diksarp Polprovinsi Jawa Timur sangat menyenangkan dan mengesankan karena materi yang disajikan sangat baik dan bermanfaat. Fasilitasnya juga sangat lengkap dan para pengasuhnya sangat ramah dan baik. Terima kasih kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk kesempatan yang sudah diberikan kepada kami. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih. Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar Kalimantan Timur. Salah satu peserta Diksar Polpegori keahlian dan keterampilan pola kontribusi. Pesan dan kesan saya selama mengikuti Diksar ini sangat menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini karena saya banyak pendapat [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Bismillah, alhamdulillah la haula wala quwwata illa billah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wwanah. Generasi unggul bukan hanya mereka yang cerdas dalam ilmu, tetapi [musik] juga mulia dalam akhlak. Ilmu tanpa akhlak [musik] akan melahirkan kesombongan. Sedangkan akhlak tanpa ilmu akan kehilangan arah. Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak [musik] yang mulia." Maka membangun generasi masa depan [musik] harus dimulai dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, [musik] dan tanggung jawab. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan. Sementara akhlak adalah kompas yang membimbing langkah. Jika keduanya berpadu, lahirlah pemimpin yang bijak dan masyarakat [musik] yang sejahtera. Mari didik anak-anak kita dengan ilmu yang luas dan akhlak yang luhur agar mereka menjadi penerus bangsa yang membawa keberkahan dan kemajuan. Ilmu membangun peradaban, akhlak menjaga [musik] kemuliaan. Wallahuam bawab. Saya Ramlianto, Kepala BPSDM [musik] Provinsi Jawa Timur. untuk mutiara hikmah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Perbedaan Bapak namanya. Nah, mulai 2015 persisnya Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang is ee banyak pernak-perniknya terutama di perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu. Oke. Karena dia berpikiran, ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana gitu kan. fungsional ya seperti yang Anda lihat selama ini kan guru atau di bidang kesehatan atau ya selesai [musik] dan ee apa lebih serious ee kemewahan wibawa yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu sudah Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari Bapeda Kabupaten Bojonegoro. Kami adalah salah satu perwakilan dari peserta diklat perencanaan dan penganggaran angkatan pertama tahun 2024 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. E kesan kami selama mengikuti ee pelatihan ini yang pertama bahwa diklat perencanaan penganggaran ini sangat berarti bagi kami para perencana utamanya yang berangkat bukan dari perencana murni namun dari hasil penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang perencanaan dan penganggaran dalam arti praktis sangat terbatas. Melalui diklat yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur ini, kami merasa terbantu dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang memang dibutuhkan dalam kompetensi sebagai perencanaan. [musik] dalam hal penyelenggaraan dikat. Kami memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPSDM yang telah melayani kami dengan sangat baik, [musik] sangat profesional, dan tentunya ke depan kami berharap perbaikan-perbaikan ini akan terus dilakukan [musik] sehingga membawa manfaat bagi seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti, peserta Diklat Perencana dan Penganggaran Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan Bappenas dalam meningkatkan kompetensi kami dalam sebagai perencana untuk mendukung pembangunan kabupaten kota dengan fasilitas dan narasumber yang berkualitas menjadikan kami ASN yang berkompeten dan profesional. Semoga ke depan segala yang kita terima dalam pelatihan ini menjadikan kami ASN yang meningkatkan pembangunan daerah menjadi pembangunan yang maju dan menjadikan Indonesia emas. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. BPSDM luar biasa. Perencanaan dan penganggaran angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa Timur tahun 2024. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Terima kasih. Asalamualaikum. [musik] Dalam satu dalam satu SKBT saja. misalkan ee itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi e setelah kita masuk juga seperti ini walaupun kita ya yang lain tata kelola pemerintah yang adi di mana di sini sasaran kita pemerintahan yang berbasis elektronik sudah [musik] iya ee permisi Pak lompat ee yang berdiri dari Buwi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan [musik] saya Ahmad Nur, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun 2024 BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur. Saya dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep. Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan perencanaan ini [musik] banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat terutama dari pegawai yang memang bukan kompetensi sebagai perencana tapi ditugaskan untuk melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal yang luar biasa. kami mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat. Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan [musik] maju. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Vina Nuraihi, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda, Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani pelatihan ini, saya merasa mendapat banyak sekali [musik] ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang dapat saya gunakan untuk menyusun dokumen perencanaan yang ada di kabupaten agar dapat mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan [musik] Bapak Ibu Widya Iswara yang telah men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami perencana. Semoga pendidikan dan pelatihan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara, BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat ee Ibu [musik] kelas, yang terhormat juga pendamping kelas Bud. Yang terhormat ee [musik] Ibu dari perwakilan bidang pembahan kompetensi. Maaf, mohon maaf. Yang terhormat ee rekan-rekan semuanya dari kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan ee perangkat daerah di Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita semua shalom. Om swastiastu. Namo budaya salam kebajikan. Yang saya hormati setia saya juga padahal dulu beliau juga ee staf di waktu saya sebagai bidang. Ee yang saya hormati para ee teman-teman penyelenggara panitia dan wabil khusus para peserta tingkat perencanaan dan penganggaran pola konvisi antara dua pemerintah provinsi [musik] Jawa Timur. Pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan du ye ye. Yeah. [musik] Dalam airku [musik] tak darahku di sanalah aku berdiri [musik] kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa atas limpahan rahmat-Nya bahwa pada hari ini terselenggara pelatihan penilaian sumber benih tanaman hutan tahun [musik] semuanya. Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala karena berkat rahmat dan karunia-Nya pada pagi hari ini kita bisa bertemu itu untuk melaksanakan kegiatan pembukaan pelatihan penilaian sumber dingutan kerja sama [musik] Pusat Jakarta dengan hadir [musik] Sobat ASN Perkenalkan saya Ir. [musik] Muhammad Adianto, Sarjana Kehutanan, Penyuluh Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Saya bersama 30 peserta ASN [musik] Jabatan Fungsional Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur sedang mengikuti diklat penilaian sumber benih tanaman hutan tahun 2024 yang diselenggarakan [musik] oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jabat Ini. Kami [musik] di sini ee mengikuti diklat sekitar 1 minggu dimulai dengan [musik] pembelajaran secara online di Jawa Timur. Kemudian kami diajak ke Kabupaten Bogor yang terpusat di BDLHK Bogor. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama [musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan Pusat Pendidikan [musik] dan Pelatihan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Perkenalkan nama saya Ir. M. Nursamsi Ahanto Senari Utanan. Saya dari ASN Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Salah satu peserta dari pelatihan penilaian sumber benih tahun 2024 yang dilaksanakan oleh PPSDM Provinsi Jawa Timur. Di sini kami berjumlah 30 [musik] orang. kami mengikuti ee pendidikan dan pelatihan ini dimulai dari ASN. Kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama [musik] strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, [musik] virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, [musik] Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM [musik] Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. [musik] Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal [musik] ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada [musik] webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar [musik] berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner [musik] juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar [musik] ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [musik] Tam [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sahabat ASN di mana pun Anda berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting maupun live YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali di hari Kamis, 6 November 2025 ini saya Anis Dewi dapat kembali menyapa Sobat ASN dalam webinar ASN Belajar seri 43 tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN 4 hari lagi tepatnya di 10 November kita memperingati sebagai hari pahlawan. Nih udah cocok kan kostumnya? udah sesuai. Dan di era birokrasi modern ini, Sobat ASN, makna pahlawan ini tidak lagi ditentukan oleh keberanian di Medan tempur, melainkan oleh keteguhan dalam melayani dengan hati, berpikir untuk rakyat, dan bertindak dengan nurani. Sebagai seorang ASN melayani bukan sekedar menjalankan tugas, tetapi juga meneruskan api pengabdian para pahlawan dengan cara yang berbeda, namun dengan semangat yang sama. Semangat untuk memberi makna bagi sesama. Karena negeri ini tidak hanya membutuhkan pejabat yang profesional, tetapi juga pelayan yang berhati pahlawan yang bekerja bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk memberikan manfaat dan juga dampak. Mari kita hidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dalam setiap denyut pelayanan publik melalui ASN Belajar seri 43 yang bertajuk Spirit of Heroes: Soul of Service, semangat kepahlawanan dalam budaya pelayanan. BBSDM Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh ASN di Indonesia untuk belajar, berbagi, dan juga menginspirasi dalam meneliti karir yang bermakna serta memberi kontribusi nyata bagi kemajuan birokrasi dan pelayanan publik. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 43 tahun 2025 ini, marilah kita dengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramliato, S.P,MP. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa [musik] Timur. Hari ini Kamis tanggal 6 November 2025, ASN Belajar telah memasuki seri ke-43. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN [musik] belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen dan terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. [musik] Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-43 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut sebuah hari bersejarah yang penuh heroik, yakni hari pahlawan yang akan kita peringati pada tanggal 10 November beberapa hari lagi. sebuah momentum yang akan mengingatkan kita semua bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa ini tidak selalu hadir dengan mudah, melainkan buah dari perjuangan, pengorbanan, dan ketulusan jiwa-jiwa besar yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-43 tahun 2025 ini menyajikan topik Spirit of Heroes, Soul of Service, semangat kepahlawanan [musik] dalam budaya pelayanan. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air 10 November momentum hari pahlawan bukan sekedar seremoni untuk mengenang masa lalu, tetapi cermin untuk menakar sejauh mana kita telah mewarisi dan menghidupkan semangat para kusuma bangsa dalam kehidupan berbangsa hari ini. Semangat yang tidak lekang oleh waktu yang kini harus menjelma dalam wujud pengabdian, integritas dan pelayanan yang prima. Semangat yang menyala di dada para pejuang ini harus bergetar dalam jiwa setiap abdi negara. Semangat yang dahulu mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan kini menjelma menjadi keteguhan hati, menjaga kepercayaan publik, memperjuangkan keadilan, dan menghadirkan pelayanan yang bermanfaat. Semangat yang dulu menggerakkan para pahlawan di medan perang ini harus menggerakkan kita di medan pengabdian, di meja pelayanan, di ruang kebijakan, di setiap langkah kecil yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sebab dalam dunia birokrasi yang modern saat ini, kepahlawanan tidak lagi diukur dari keberanian melawan penjajah, tetapi dari keikhlasan melawan ego, keteguhan menjaga integritas, dan keberanian menyalakan perubahan atau inovasi. Hari ini di tengah semangat menjelang memperingati hari pahlawan, kita tidak hanya mengenang mereka yang gugur di medan perang, tetapi juga membaca ulang makna kepahlawanan dalam konteks pengabdian masa kini. Setiap zaman memiliki panggilannya sendiri. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan bambu runcing, maka kini pahlawan berjuang dengan integritas, profesionalitas, dan [musik] layanan. Pahlawan hari ini adalah mereka yang bekerja dengan hati, melayani tanpa pamri, dan yang menyalakan terang di tengah tantangan birokrasi dan perubahan zaman. Sabat SN di seluruh tanah air dalam kajian administrasi publik, nilai-nilai kepahlawanan sejatinya adalah modal sosial birokrasi, keberanian, pengorbanan, solidaritas, dan cinta tanah air merupakan nilai yang kita perlu terjemahkan ke dalam bahasa pelayanan. menjadi keberanian melawan egoektoral, pengorbanan demi kepentingan publik, sinergitas antar instansi, dan cinta tanah air yang diwujudkan melalui pelayanan yang berkeadilan. Keteladanan para pahlawan menuntun kita memahami bahwa pengabdian tidak memerlukan sorotan, tetapi ketulusan. bahwa kehebatan ASN tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dari kinerjanya. Dalam kerangka Biocretic Transformation, ASN Masad kini adalah pahlawan di garis depan perubahan yang menghadirkan transparansi di tengah ketertutupan, inovasi di tengah rutinitas, dan empati di tengah digitalisasi. Nah, sobat ASN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Eri Cahyati, [musik] ST, MT., MSI. Beliau adalah Walikota Surabaya. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Rojii Nugroho Bayu Aji, SHUM, MA. Beliau adalah akademisi, dosen pendidikan sejarah dari Universitas Negeri Surabaya. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Maijen TNI Purnawirawan Dr. Istu [musik] Hari Subago, S. M.M. Beliau adalah Ketua DPD PEPABRI Jawa [musik] Timur. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-43 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas opening speech yang sudah disampaikan. dan Sobat ASN seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Ramli barusan bahwa akan ada tiga narasumber spesial yang akan kami hadirkan di ASN seri 43 ini seri spesial ya ee seri hari pahlawan begitu. Namun sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya yaitu mendengarkan materi dari narasumber kita yang pertama, kedua, dan ketiga, kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada halaman Semesta Bangkom. Semesta Bangkom. Jadi, link presensi sudah dapat Sobat ASN lihat di running teks ataupun di kolom chat Zoom atau di pencetnya YouTube BPSDM Jatim TV. Jadi, ini chatnya sudah dipinkan di sana. Dan kalau misalkan masih belum bisa untuk mengakses, mungkin karena traffic presensi sedang tinggi ya, Sahabat ASN masih bisa mengakses presensi dan dicoba kembali secara berkala sampai pukul 12.00 siang nanti apabila masih bingung nih ya bagaimana cara mengakses link presensi, kita lihat videonya berikut ini. [musik] Sobat TSN, terima kasih masih setia bersama kami di AS Belajar seri 43 tahun 2025. Dan di segmen kali ini bersama-sama kita akan mendengarkan materi dari narasumber kita yang pertama. Sosok yang luar biasa sekali untuk kita-kita nih arek-arek Surabayo tidak lain dan tidak bukan adalah Walikota Surabaya. Kita berikan applaus untuk Dr. Eri Cahyadi ST, MT. [musik] Selamat pagi, Pak Eri. Pagi, Mbak. Asalamualaikum. Sehat, Nggih. Alhamdulillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak. Semoga sehat semuanya. Alhamdulillah sehat semua. Bapak, bagaimana Bapak dengan kegiatan yang ee schedule yang begitu padat di hari ini? Ya, lumayan. Tapi kalau kita sudah berkomunikasi begini dengan teman-teman ASN, saya merasa ada apa ya kebanggaan sendiri karena saya kan juga mantan ASN. [tertawa] Iya, benar sekali. Sampai sekarang pun jiwa birokrasi kita tetap sama lah. Makanya saya mimpin Surabaya bukan dengan jiwa yang lain ya, jiwa birokrasi. Nothing tulus saja kerja kita. Penting seperti ASN. semangat melayani dengan hati ya, Pak ya. Apapun itu jabatannya. Luar biasa, Pak Eri. Oke, Pak. Agak sedikit ee sebenarnya dibilang melenceng enggak ya, karena kan 4 hari lagi hari pahlawan. Namun kemarin di tanggal 2 ini sudah ada para Dejuang ya di Surabaya. Iya, betul. Kemudian ee adakah agenda-agenda lain sampai nanti di tanggal 10, Pak? Oh, ada. Jadi nanti ada kayak moprok gitu yang nanti tanggal 8 di Kota Lama. Jadi ada kita seperti lagu-lagu perjuangan tanggal 9 ada renungan juga dengan para budayawan insyaallah dengan banyak pemuda Surabaya insyaallah ditutup di tanggal 10 November dengan upacara dan dan penampilan seni dari teman-teman nanti setelah upacara 10 November ditutup upacaranya Pak tapi semangatnya terus berlanjut sampai insyaallah kapanp Surabaya ini ada yang tetap berlanjut semangat pahlawannya. Benar sekali. Dan untuk ee untuk yang semangat-semangatnya sudah mulai meredup nih spesial di hari ini, Pak Eri akanberikan langsung semangat dan motivasinya untuk seluruh ASN yang bergabung dalam ASN belajar seri 43 ini. Karena tidak hanya ASN berada di Jawa Timur, melainkan di seluruh Indonesia, Pak, yang sudah bergabung di seri 43 ini. Jadi, untuk hari ini akan sharing tentang apa, Pak? Jadi sharing terkait dengan pelayanan Surabaya yang kita lakukan dan bagaimana pelayanan itu asta cita harus kita pegang. Jadi visi misi walikota dan kota itu harus tegak lurus dengan presiden, setelah itu juga dengan gubernur. Itu yang tidak boleh lepas sehingga tidak boleh ada siapa yang lebih utama begitu. Tapi saya ingin mengajak menyampaikan saja bahwa kita ini adalah NKRI. Bagaimana tujuan itu bisa tercapai secara keseluruhan di Kota Surabaya dengan pelayanan publik-pelayan publik yang nanti kayaknya juga saya akan banyak berbicara pelayanan publik yang lebih birokrasi, lebih apa ya, lebih ke arah ke arah ASN gitu ya. Seperti yang pernah saya lakukan waktu ASN ya ketika hari ini saya terapkan di ketika menjadi walikota. Oke. Baik. Dan sebelum kita menyimak untuk materi yang disampaikan oleh Pak Eri, untuk sobat TSN yang nantinya ingin bertanya silakan dicatat terlebih dahulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kita buka setelah Bapak Eri selesai menyampaikan materinya. Oke ya sahabat ASN ya. Baik kalau begitu silakan Pak Heri untuk menyampaikan materinya di hari ini. Mbak mohon maaf ini berapa menit ya yang harus saya sampaikan ya. Ini kurang lebih 30 menit Bapak. Waktu yang akan kami sampaikan sampai 45 menit spesial untuk Pak Eri. Tidak apa-apa. [tertawa] Jangan banyak-banyak. Ngih. Matur nuwun, Pak. Monggo, Bapak. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Alhamdulillah. Alhamdulillah wasamin. Yang saya hormati dan sama-sama kita muliakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Matur nuwun, Pak, diberikan kesempatan Surabaya. senang rasanya bertemu dengan ASN kembali ini. Kita curhat-curhatan sajalah. Curhatan seorang ASN yang menjadi walikota hari ini. Jadi saya juga butuh nanti masukkan teman-teman terkait bagaimana sih kita membangun dengan semangat ASN yang kita punya. Juga para hadirin undangan yang mohon maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Jadi para ASN yang hadir saya ingin membuka dulu sebelum Iya. Ini Surabaya tidak butuh walikota. Surabaya tidak butuh seorang pemimpin. Karena sejatinya pemimpin itu adalah para birokrasi dan para ASN. Bayangkan jenengan pensiunnya umur 60 yang eelon 2 yang eelon ehon 3,on 4 58. Kalau di provinsi salon satu ini enggak butuh seorang pemimpin. Kalau seperti saya jadi walikota paling lama 10 tahun. Cuman 10 tahun jenengan masih panjang. Pensiunnya masih 20 tahun lagi, 30 tahun lagi bahkan ada yang 35 tahun lagi. Kan begitu. Maka sejatinya ketika jenengan bergerak sebagai ASN itu sangat luar biasa dan menjalankan anfahum linas wis walikota gak artine. Walikota itu hanya sebagai orkestra saja sebagai orkestra. Pemimpin orkestra oh bapekonya jalan seperti apa? Tangan saya ngangkat kanan bapeko yang keluar. Ketika menunjuk Binamarga yang keluar Bina Marga. Karena apa? hanya untuk mensinkronkan saja tugasnya walikota ini. Tapi kekuatan kita, kekuatan negara kita itu ada di birokrasi, ada di jenengan semuanya. Dan itulah yang saya selalu katakan, Surabaya kekuatannya bukan di walikotanya. Surabaya ada di kekuatan semua stakeholdernya. Wabil khusus ada di birokrasinya. Maka jenengan harus menjadi garda terdepan agar bisa mengatakan kota kita masing-masing bermanfaat. Seperti waktu kita disumpah sebagai ASN. Ketika kita diangkat sebagai ASN maka kita disumpah bagaimana kita bergerak untuk kepentingan masyarakat. Nah, ini yang saya garis bawahi dulu. Maka apa yang saya dapatkan di ASN pada waktu itu saya sebagai kepala bagian staf bina program. Tahun 2012 jadi kepala bagian bina program. Setelah itu saya menjadi kepala dinas Cipta Karya tahun 2013. Setelah itu saya jadi kepala BappPEDA tahun 2018. 2019 sampai 2019 saya keluar 2020 karena harus maju walikota dan keluar ini tidak menj tidak mendapatkan ini Mas Rojil saya tidak mendapatkan apa pensiun karena masa kerja saya belum nyampai umur saya juga belum nyampai nah ini kalau tidak jadi mungkin saya jadi ini nanti P3K-nya Pemkot kalau kalau waktu itu sudah keluar waktu itu enggak jadi begitu tapi apa yang saya ingin katakan saya dulu memulai ASN saya dari golongan dua. Saya dulu adalah sarjana lulusan dari ITS, tapi almarhum ayah saya menyampaikan masuklah menggunakan sarjana muda. Sehingga golongan saya golongan 2C. Sehingga pada waktu itu golongan 2C saya disuruh-suruh untuk buat kontrak di proyek, untuk membuat berita acara dan semua ilmu itu saya ambil. Sehingga di situ ayah saya pernah mengatakan, "Janganlah pernah kamu masuk dan menjadi pemimpin pertama pertama dulu atau menjadi orang yang punya pangkat yang tinggi. Karena kamu tidak akan pernah merasakan bagaimana disuruh orang dan mengghargai orang itu. Sehingga kamu harus masuk menggunakan sarjana muda." Alhamdulillah saya disuruh-suruh waktu itu saya disuruh saya ngetik. Tapi apa dasar itu? Alhamdulillah, Pak. Saya masuk golongan tahun 2021. Saya itu masuk golongan 2C. Tapi di 2013 golongan saya sudah menjadi 3D. Menjadi 3D. Setelah itu 4A. Saya 2021 2001 saya masuk 2000 2001 saya masuk ya bulan Desember itu golongan 2C. Saya keluar di tahun 2020 itu golongan saya sudah 4D. Berarti saya mengalami lompatan-lompatan setiap tahun karena saya memiliki sebuah prestasi. Apa yang saya inginkan? Semua pegawai negeri bisa seperti itu. Bahkan saya pada waktu menjadi Kepala Dinas Cipta Karya tahun 2013 umur saya 34 waktu itu. 34. Jadi waktu ada acara-acara saya pasti ditanya, "Mas, mewakili nggih?" Mewakili kepala dinas engigih. Padahal waktu itu saya sudah jadi kepala dinas. Jadi inilah motivasi yang harus saya sampaikan bahwa semua itu tergantung dari diri kita dan semua kegiatan kota itu tergantung dari ASN. Maka saya harus menyampaikan nih Surabaya ini adalah kota menuju kota dunia. Kita ini adalah terbesar 6 ASEAN. Tapi apa yang saya ingin sampaikan terkait Surabaya. Surabaya sudah menjadi kota layak anak dunia. Saya menyampaikan pada waktu saya jadi walikota, ayolah kita tunjuk paka walikota itu tergantung pada ASN-nya. Maka sebagai ASN maka kita harus bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan. Maka tadi saya katakan bahwa kita harus tegak lurus nih dengan program pemerintah pusat, maka secara otomatis kita harus bisa melihat visi misi nasional itu apa, visi misi gubernur apa. Maka kita punya visi misi yang ditetapkan oleh walikota. dan oleh Wakil Walikota, maka kita harus melihat sampai ke atas apa visi misinya Presiden dan Gubernur sehingga kita masuklah ke sana. Maka kita bisa lihat asta cita Presiden Prabowo Subianto. Kita melihat nih asta citanya ada memperkokoh ideologi Pancasila, ada memantapkan sistem pertahanan. Maka ketika beliau memiliki asta cita jumlah del, maka kita ini harus bisa mengatakan tujuan apa sih delapan ini sebenarnya? Apa maksud dari delapan ini? Maka ketika saya bilang memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi, maka kita harus bisa merubah birokrasi kita. Kalau kita meningkatkan lapangan pekerjaan, maka kita harus bisa mengurangi pengangguran terbuka, meningkatkan indeks pembangunan manusia. Maka dari delapan ini saya simpulkan berarti cita-cita mulia ini harus kita wujudkan. Maka kita simpulkan nih apa fokus pembangunan di kota Surabaya untuk memenuhi asta cita presiden. Maka dari delapan tadi saya simpulkan kan ada banyak kegiatan tadi delapan itu. Satu mengurangi kemiskinan kedua mengurangi pengangguran, ketiga mengurangi angka kematian ibu dan anak mengurangi stunting. Meningkatkan pembangunan manusia. menurunkan kesenjangan antara si miskin dan si kaya gini rasio dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bagaimana tujuh ini bisa tercapai? Maka kita punya peningkatan kualitas kesehatan pendidikan yang adil dan inklusif, pertumbuhan ekonomi kerakyatan inklusif, pembangunan infrastruktur, informasi birokrasi dan harmonisasi sosial, keamanan dan ketertiban masyarakat. ini untuk mencapai tujuh ini. Maka baru kita pecah lagi, rinci lagi. Ada ketika ke kelima ini. Oh, peningkatan kualitas kesehatan. Maka di situ nanti kita kita detailkan lagi. Peningkatan kualitas kesehatan itu apa sih? Oh, memberikan BPJS kesehatan biar pengurangannya, pengeluarannya berkurang sehingga kemiskinan bisa berkurang. Oh, pendidikan diberikan gratis sehingga nanti IPM kita bisa naik. Maka kita memberikan beasiswa untuk orang yang tidak mampu. Maka ini harus di dirinci lagi. Dirinci lagi. Dan saya yakinlah jenjangkan sebagai ASN pasti akan membuat seperti ini. Seperti pada waktu saya dulu di PPPEDA. Maka hari ini pelayanan publik yang harus kita punya itu tidak lagi berbicara terkait dengan struktur mengikuti struktur birokrasi, tapi bagaimana pelayanan publik kita itu mengikuti siklus kehidupan warga. Live event lah kalau saya bilang ini. Maka seperti saya berbicara terkait dengan stunting, maka saya tidak pernah menyelesaikan stunting itu di belakang setelah dia stunting. Tapi bagaimana sebelum dia hamil pun sudah kita pegang loh. Oh, siapa nih anak-anak di Surabaya yang menikah? Maka ada syarat akan kita timbang. maka berat badannya si ibu yang akan mungkin mempengaruhi bayinya akan menjadi stunting. Maka kita berikan nutrisi, kita berikan pelatihan sekolah kelas cantin. Setelah itu masa kehamilan. Setelah dia masa kehamilan sampai setelah menikah kelas cantin setelah itu mereka hamil maka didampingi terus sampai melahirkan balita. Kita lihat lagi dan Surabaya ini sudah terkoneksi dengan seluruh seluruh rumah sakit dan tempat apa itu rumah sakit ibu dan anak bidan yang ada melahirkan bayi semuanya akan terkoneksi. Maka kita sudah tahu bahwa berapa bayi yang lahir hari ini di Surabaya detik ini berapa beratnya dan yang akan dipikirkan akan stunting juga kita tahu semuanya. Maka di sini kita melahirkan balita status pendidikan prasekolah. Maka kita juga berpikir bagaimana meningkatkan indeks pembangunan manusia, bagaimana kita juga berbicara terkait dengan kemiskinan. Maka kita berpikir pendidikan dan kesehatan ini adalah untuk mengeluarkan pengeluaran dari orang orang-orang yang prasejahtera. Maka secara otomatis kita berikan pendidikan prasekolah. Oh, kita berikan pendidikan gratis nih untuk prasejahtera. Kita juga meningkatkan insentif guru PAUD. Karena apa? Biar sama nih gurunya juga punya semangat. Kita juga berpikir tidak bisa hanya tahu dan TK yang kita bisa berikan gratis untuk pendidikannya, maka SD, SMP, beasiswa kita berikan. Bahkan beasiswa mahasiswa itu 24.000 kami berikan. Dan ini memang meningkat ya karena tujuan negara adalah indeks pembangunan manusia. Percuma negara itu hadir kalau kita berbicara terkait infrastruktur saja yang kita bicarakan, tapi sumber daya manusia tidak kita perhitungkan lah. Ini yang harus berjalan. mana yang harus kita lalui duluan. Karena pada waktu saya jadi periode pertama, saya sudah berbicara terkait sumber daya manusia dulu. Kami juga melakukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan ini bisa berjalan. Maka kita punya data di Surabaya, siapa yang menganggur, siapa yang umur produktif belum bekerja, maka kita berikan mereka harus bisa seperti pengusaha. Maka kita siapkan NIB, platform arek Surabaya siap kerja, BPJS ketenagakerjaan untuk pekerja informal. Ini karena kami lakukan agar apa? Agar pergerakan ekonomi Surabaya, indeks pembangunan naik, generasi juga turun. Ini juga kami lakukan apapun kita lakukan di Surabaya, maka kita berpikir juga bagaimana pelayanan-pelayanan yang kita lakukan yang ada di Surabaya. Sampai hari ini kita juga berpikir oh satu kelurahan satu ambulans satu RW satu nak itu kami lakukan bahkan kebutuhan hunian perbaikan rumah tidak layak Uni di Surabaya sudah R9.500. Ada pertanyaan Surabaya duitnya gede bukan? Surabaya itu uangnya 10,3 triliun tapi dengan penduduk 3,1 juta uangnya kecil. Karena apa? Kami membayar UHC saja 600 miliar per tahun. Kami untuk pendidikan kami yang kami keluarkan 2,1 triliun. Setelah itu ada kesehatan kami sekitar 2,2 triliun. Sudah uang sudah berapa yang hilang? Tapi kenapa kami bisa melakukan semua ini? Karena semua stakeholder di Surabaya kami gerakkan. Bahkan hari ini para pengusaha-pengusaha di Surabaya itu itu menjadi orang tua asuh. Ada orang tua asuh stunting, anak stunting, orang tua asuh pendidikan. Yang tidak saya pikirkan adalah ketika saya memiliki anak yang harus sekolah. Pendidikan saya butuh 25 miliar waktu itu. 20 atau 25 miliar saya lupa. Untuk anak 165 anak biar kuliah langsung lulus langsung kerja. Itu semuanya saya kumpulkan pengusaha Surabaya. Saya berbicara, mereka mengatakan, "Saya ambil dua, saya ambil tiga. Tidak ada 1 jam habis uang 20 miliar mereka diambil oleh orang tua-orang tuasu." Sehingga apa? Saya ber pesan kepada para ASN, kita tidak boleh mengatakan kita terbaik, tapi bagaimana kita bisa dipercaya oleh orang sehingga orang itu mau membantu kita. Bukan berarti kita mengakui kelemahan kita dengan mengatakan, "Oh, anggaran kita memang tidak cukup. Saya butuh orang lain." Itu kita akan dikatakan, "Oh, kok menyerah?" Tidak. Pekerjaan kita tidak untuk mencari popularitas, tapi pekerjaan kita adalah ibadah. Bagaimana orang bisa percaya dengan kita. Bahkan saya pada waktu masih menjadi Kepala Dinas Cipta Karya dan di Papeda itu ada pembangunan underp di Surabaya 60 miliar. Tidak satuun uang itu menggunakan uang APBD sebesen pun semuanya dikerjakan oleh pengusaha. Tapi saya katakan, "Pak, jenengan saya jenengan bantu, tapi saya pastikan perizinan jenengan tidak akan terganggu di Surabaya." Kalau ada yang minta-minta saya pasti akan ganti orang itu ketika saya memegang Kepala Dinas Cipta Karya. Sehingga itulah kolaborasi sinergi itulah yang harus kita wujudkan. Setelah itu kita punya strategi tiga pilang. Bagaimana mengakselerisasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pemerataan mengurangi kesenjangan. Inilah nanti tujuan tuju itu bisa terwujud. Tapi yang pasti kita harus melibatkan seluruh elemen warga. Kita bukan yang paling sempurna, kita bukan yang paling terbaik, tapi bukan berarti ketika kita itu mengajak semuanya bergerak, pemerintah lepas tangan, bukan. Tapi untuk memastikan semua program berdampak positif warga. Karena itulah di Surabaya ada kampung Pancasila yang memiliki empat program terkait dengan lingkungan. Ada pemilahan sampah dan lain-lainnya. Yang kedua terkait dengan ekonomi. Bagaimana warga di Surabaya itu bisa bergerak ekonominya sehingga ada eeken. Kalau beli jangan di luar tetanggah kalau tetangganya itu punya tempat usaha. Wong waktu jenengan saya sama saya meninggal yang bantu juga tetangga. Yang ketiga terkait dengan sosial. Bagaimana si kaya di kampung itu mau menjadi mau menjadi orang tua asuk atau membantu yang tidak mampu di RW di kampung itu juga. Dan ini yang digerakkan juga bagaimana terkait dengan kemasyarakatan. hubungan sosial budaya itu kita harus jaga betul di sana. Dan kita hasil dari semua itu, Bapak Ibu bisa kita lihat penurunan kemiskinan di Surabaya itu sudah masuk ke dalam tembus ekor baru. Karena tidak pernah di Surabaya itu kemiskinan itu turun di bawah angka 4. Maka di sini kita turun sudah menjadi 3,56 di tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa sebelum COVID saja angka Surabaya itu masih 4,51. sebelum COVID loh itu 4 jadi tapi sekarang bisa jadi 3,56. Maka selalu saya sampaikan dengan lisan saya, saya tidak pernah mengatakan bahwa ini keberhasilannya walikota, tidak. Tapi ini adalah keberhasilan semua stakeholder yang ada di Surabaya. Karena perguruan tinggi ikut turun membantu yang namanya pengusaha ikut turun ikut menjadi orang tua asuh. Semua pergerakan masyarakat saling membantu. Inilah yang namanya Surabaya dengan kampung Pancasilanya. Dan kami juga sadar tidak harus tidak sekedar tumbuh, tapi bagaimana kami harus merata. Maka itulah kami ada pendidikan gratis, kesehatan gratis, ada beda rumah, ada PPJS ketenagakerjaan, ada rumah padat karya untuk warga miskin. Apa badat karya ini? kami punya konsisten and commitment. Jadi kalau saya bilang semua OPD di Surabaya seperti PU Binamarga, seperti Cipta Karya itu juga harus bisa mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan. Awalnya bingung semuanya, Pak, itu ada di Dinas Sosial bukan di tempat kita. Oh, salah. Saya bilang begitu. Dinas PU pun juga bisa. Apa yang dilakukan? Dinas PU punya yang namanya pembuatan puffing, masang puffing. Maka saya sampaikan kalau ketika masang puffing, maka secara otomatis di situlah paving-nya harus dibisa dikerjakan oleh warga Surabaya. Apa yang bisa dilakukan warga Surabaya? Puffing itu ada 175, ada 225, ada K325. Kalau 175 itu hanya dikerjakan hanya dilewati oleh motor, mobil dan tidak dilewati oleh yang berat-berat. sehingga 175 ini harus bisa diproduksi oleh warga Surabaya. Maka kita punya aset bangunkan tempat seperti pabrik begitu yang sederhana dari baja. Mereka bekerja di sana dan masukkan katalog sehingga yang bisa mengambil ini adalah warga Surabaya yang memang dia punya pabrik puffing yang punya produksi puffing dengan kualitas 175 tadi langsung ambil sehingga apa? Uang APBD kita tidak dikerjakan oleh orang yang gede-gede saja. Tapi kalau ternyata pasiennya itu yang gede, yang butuh pabrik, yang butuh dikerjakan oleh kontraktor, silakan. Tapi jangan pernah melupakan yang bisa dikerjakan oleh warga ya dikerjakan oleh warga. Karena apa? Tugas kita adalah mengurangi kemiskinan. Tugas kita adalah membuka lapangan pekerjaan. Maka kita harus berani melakukan itu. Ini yang dilakukan oleh teman-teman teman-teman pariwisata. Saya bilang kita punya banyak hotel, maka jangan pernah biarkan hotel itu ketika ada sliper, sandal hotel, ketika ada kebutuhan yang namanya makanan kecil, kebutuhan laundri, jangan diambil oleh orang lain, ambil oleh warga Surabaya, tapi pemerintah kota ada di depan. Dengan cara apa? Dengan kualitas yang dijaga, dengan harga yang sama, tidak boleh lebih tinggi dari mereka. Kalau tidak bisa, maka kami punya kontrak kinerja. Insyaallah kepala dinas pariwisatanya dan kepala dinas PU-nya saya ganti. Itu yang bisa saya lakukan dengan kontrak kinerja. Itu yang kita lakukan. Maka semuanya bisa bergerak untuk kemiskinan, tidak hanya dinas tertentu. Dan kami bahkan penurunan stunting kami sangat luar biasa. Pada waktu saya jadi walikota pertama 28,9% tapi di3 turun menjadi 1,6%. ini pergerakannya tidak kami lakukan sendiri, tapi kami lakukan ini melalui melalui kerja sama dengan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang kita lakukan satu Puskesmas, satu ahli apa kandungan itu kami bekerja sama dengan perguruan tinggi. Terus manajemen data terpadu real time ada 487 balai RW menjadi pusat pembelajaran keluarga. Ini yang kami lakukan. Maka ada sekolah orang tua hebat untuk mengajarkan mereka mendidik anak-anaknya. Terus bagaimana kami mempunyai 10 128 kampung ASI. Kalau ini hanya dilakukan pemerintah sendiri tidak akan pernah bisa. Tapi bagaimana kami mengajak semua stakeholder yang ada di Surabaya? Karena yakinlah keberhasilan pemerintah itu bukan dilakukan oleh pemerintah sendiri. Keberhasilan pemerintah itu dan khususnya kepala daerah adalah ketika bisa mengajak semua stakeholder menjadi satu bagian pembangunan di kotanya khususnya di kota Surabaya. Inilah kami lakukan apa yang kami lakukan reformasi birokrasi yang diminta oleh Pak Presiden tadi. Maka kami lakukan itu semua dampaknya luar biasa. Surabaya itu menjadi kota pertama dan satu-satunya sampai hari ini memiliki reformasi birokrasi sistem akuntabilitas kinerja AA. Tidak ada satuun di Surabaya. Padahal waktu saya menjadi walikota itu masih B sekarang sudah menjadi AA. Berarti apa? Ya, karena saya mungkin mantan birokrasi ya, maka bisa melakukan itu. Dan itulah yang dilakukan. Sebetulnya birokrasi itu lebih utama. Terus peringkat pertama kota terinovatif yang kita punya indeks reformasi birokrasi tertinggi di antara semua kementerian, lembaga pemerintah kota tertinggi reformasi birokrasinya. Kami juga melakukan memiliki sistem pemerintahan berbasis elektronik terbaik. Buat saya digitalisasi tidak bisa dihindari. Karena apa? Karena kami tidak bisa mengontrol tanpa ada digitalisasi. Maka kalau jenengan mungkin suatu saat nanti main ke tempat saya, maka ruangan saya isinya itu adalah full. Isinya itu adalah monitor. Yang di sana itu adalah tempat pekerjaan. Ada real time-nya jumlah bagi stunting. Ada pad real time seperti sekarang berapa, ada yang namanya CCTV di semua tempat pelayanan publik. Jadi isinya saya seperti itu sehingga saya memantau mereka kerja melalui aplikasi yang saya punya. Dan inilah yang kita lakukan di Surabaya dengan kota kinerja penyelenggaraan pemerintah terbaik pun kita juga dapat kota Surabaya. Karena apa? Kita melakukan semuanya itu kita lakukan dengan secara sistematis dan melibatkan banyak orang bukan hanya mengandarkan pemerintah kota Surabaya. Dan inilah saatnya teman-teman di pemerintahkan ini merubah paradigma pembangunan yang dulu pemerintah kota sok tahu. Kalau saya bilang kebutuhan warga, hari ini kita harus bayar ini menjalankan program berbasis kebutuhan warga. Kita tanya dulu biasanya kita ini musurin bank, Pak. Tapi enggak tahu musurin bank hanya dibuat syarat saja tapi kita tidak. Jadi seperti kebutuhan kita lempar masuknya apa ya anggaran kita seperti itu dan pemerintah ini menutup diri. Makanya hari ini saya bilang pemerintah harus berani menerima kritik dengan cara apa? Kerjalah di balik RW tidak lagi di kantor. Kantor itu kosong biasanya Pak Dewu jadi di juragan Pak. Kalau dia dulu itu bekerja iku nang kantor terus enggak gelem udan-udan enggak gelemudun sampai itu karena kita merasa bahwa kita kerja enggak kerja digaji ini yang saya rubah di kota Surabaya. Maka pekerjaannya di balai RW. Di balik RW loh, di kampung-kampung bukan lagi di kantor. Maka saya enggak mau mereka kerja di kantor. Semua tersental ke pemerintah. Minim anu peran warga. Sekarang harus dirubah prosedur rumit. Maka kalau ada yang rumit yang tidak keluar maka yang saya sanksi adalah lurah camat. dan kepala dinas. Karena itulah maka kita harus bisa melalui pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital kita dan itu tidak mudah. Memang saya melakukan ini sekitar 2 tahun hampir 3 tahun baru mereka teman-teman mengikuti gaya kerja saya. Dan yang terpenting adalah kesehatan organisasi. Kesehatan organisasi itu adalah di dalam tempat kita bekerja. Ini bagaimana optimal, adaptif, dan berkelanjutan. Mengapa kesehatan organisasi itu penting? itu karena kita harus melayani masyarakat bukan mencari profit. Ini yang saya katakan. Ingat kita bekerja bukan untuk mencari popularitas. Maka ketika kita ada di medsos, tampilkan pekerjaan jenengan di medsos. Semua orang masyarakat harus tahu. Tapi bukan mencari popularitas, bukan proses yang sampean masukkan, tapi dios itu adalah menyampaikan hasilnya sehingga mengajak contoh ketika ketika ada banjir, ada saluran buntu maka terjadi kendangan air. Jangan diselesaikan tapi dibuka, dimesoskan, tampilkan diosnya jenengan untuk menunjukkan di dinasnya loh ya, bukan di pesosnya walikota, bukan diosnya jenengan. ditampilkan iki loh rek ini loh kalau membuang sampah sembarangan jadi buntu maka medsos itu adalah tempat untuk mengedukasi bukan tempat untuk menunjukkan popularitas bukan tempat untuk menunjukkan kita bekerja tidak tapi medsos itu untuk mengajak orang mengedukasi bagaimana menjaga kota kita dan semuanya di tempat Pemkot di Surabaya ini semua OPD sampai kelurahan harus mengupload apa yang dikerjakan untuk mengajak mereka berbuat kebaikan. Yang kedua, ketika ada permasalahan, ada kejadian yang ramai, harus cepat diselesaikan dan ditampilkan lagi oleh masing-masing. Sehingga apa? Kelihatan betul di kota itu yang bekerja bukan walikotanya, tapi reformasi birokrasinya. Kalau yang turun itu walikotanya terus, terus walikota ngonten terus, yang lain tidak bekerja, maka ketika walikotanya itu selesai, bubar, Pak, negara ini, bubar kota Surabaya ini. Maka yang berhak menjadi walikota itu adalah kepala dinas. Kepala badan, camat, lurah itu walikota. Walikota sesungguhnya. Maka samp har terus menunjukkan sehingga masyarakat percaya dengan pemerintah. Kalau kami ini politik politikus apa bilang politik ini ya cuman 10 tahun. Tapi ketika jenengan bisa menunjukkan kinerja jenengan maka masyarakat akan percaya kepada pemerintah kota Surabaya. Ini kalau saya waktu menjadi birokrasi, maka salah satu penyakit birokrasi ini adalah tampak sibuk dari rapat ke rapat tapi tak berdampak ke rakyat. Hasil rapat dibahas pada rapat selanjutnya. I kesenengane ngono. Resum rapat itu nanti ada rapat selanjutnya. Saya haramkan itu di Surabaya. Kalau sudah ada rapat maka bunyi. Selesai tanggal kapan ini? Ini apa yang harus dikerjakan? Misal saya tanggal kapan bunyi resum rapatnya? Tidak rapat selanjutnya diadakan. Saya enggak mau yang seperti itu. Karena apa? Saya dulu mantan ASN dulu itu saya punya walikota sing keras, Pak. Namanya Burisma. Saya dulu anak buahnya waktu beliau kepala bina program belum walikota. Dan saya merasakan betul ketika beliau itu masuk kantor di ruangan kita ini staf tuh pegang komputer semua kayak orang sibuk. Tapi ketika beliau keluar kita langsung alhamdulillah. Nah, di situ saya baru tahu. Makanya saya bilang sama teman-teman kota Surabaya, "Kon ojo bujui jangan bohongin aku loh. Dulu bohongin Burisma bisa, bohongin aku enggak bisa. Karena aku dulu pernah pelaku seperti jenengan semua." Ketawa semua teman-teman. Maka saya tahu betul. Maka dibutuhkan keikhlasan untuk bekerja. Itu bukan untuk kami mendapatkan apa tidak. Ingat kita digaji oleh masyarakat. Ini juga tadi saya bilang terkait kesehatan organisasi publik. Bukan soal kinerja administratif tapi tentang daya hidup. Organisasi itu tumbuh adaptif menolak zona nyaman dan berdampak rakyat. Kita ini pegawai negeri mohon maaf biasanya zona nyaman. Kerja gak kerja yo digaji Pak enggak mungkin dipecat. Kerja gak kerja untuk tukin Pak tunjangan kinerja di Surabaya tidak. Gajimu tetap saya bayar tukinnya tidak saya berikan. Kalau tidak memiliki output dan outcome, output outcome ini terpenuhi baru saya berikan. Tapi kalau yang lainnya enggak. Karena itu adalah topoksi, maka dengan uang gaji maka tupoki itu harus terlalui. Maka dibayarkanlah dengan namanya output dan outcome. Di sini mulai dari camat, lurah, kasi, kabit, kepala dinas itu ada kontrak kinerja mencapai output dan outcome. Kalau output outcome ini tidak tercapai dalam 1 tahun maka di surat pernyataannya mereka mengunurkan diri atau saya ganti. Maka jangan kaget kalau di Surabaya saya ini sudah mengganti sekitar 16 kepala dinas. Bukan saya suka dan tidak suka, tapi mereka tidak memenuhi kebutuhan output dan outcome yang mereka janjikan sendiri. Karena saya mengajarkan kepada teman-teman, janganlah kamu takut dengan walikota, tapi kita rubah di Surabaya. Siapapun boleh menjadi kepala dinas, menjadi lurah camat, menjadi kepala bagian dan kabit atau apapun itu. Tapi sesuai dengan janji yang mereka janjikan, yang kamu janjikan melalui kontrak kinerja. Karena itulah pilihan saya pada waktu ada kepala dinas, camat, maka saya berikan di Zoom. sehingga yang menilai itu ketika mereka jadi bukan hanya saya tapi ada pansel, ada masyarakat, ada wartawan dan itu yang kita lakukan. Maka di situlah saya sampaikan bahwa perubahan itu tidak dimulai dari mana-mana, tapi dimulai dari hati, bukan dari akal pikiran. Kalau perubahan itu dimulai dari kepala, dari pikiran, saya pasti bertanya, "Saya dapat apa?" Tapi kalau dari hati saya bekerja dengan gaji dari pemerintah uang rakyat, saya mendapatkan tunjangan dari uang rakyat, maka apa yang saya bisa berikan untuk rakyat? Itu yang kami munculkan di Surabaya. Dengan begini, ada yang suka, ada tidak suka? Pasti banyak. Tapi yak
Resume
Categories