ASN Belajar Seri 43 | 2025 - Semangat Kepahlawanan dalam Budaya Pelayanan
YJGw9rV0M1w • 2025-11-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
H
ла
[musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut [musik] dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi [musik] segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
[musik] untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi. [musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi [musik]
ASN berakhlak mulia
siap menyongsong [musik] Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas [musik]
dunia satukan tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas [musik]
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia satukan [musik] tekad
pantang menyerah
jadi
berkuwa
[musik]
ini ee Surabaya kami lakukan
Intinya jangan sampai kita tidak
selamat pagi
pagi pagi pagi luar biasa
BP
merupakan perintah ataupun
siap
siap menerima materi laporan
lanjutkan lanjutkan berdoa mulai
misalnya
ee Cina menyerang pentakon Tapi yang
tidak nyerang pakai senjata, tidak
nyerang pakai rudal, tidak. Tapi yang
diserang adalah sistemah.
Selamat pagi.
Pagi. Pagi. Pagi. Luar biasa.
Siapa kita?
Siapa?
Tepukkan dadanya.
Ayo kita semua.
Ayo kita semua
jangan pernah berputus asa.
Jangan pernah berputus asa.
Karena kita semua.
PP penegak percatatan.
Sekarang kelompok satu menunjuk satu
orang sebagai penilai. Jadi memang fair
ini nanti ya gak menilai punya dirinya
sendiri. Terserah nanti ada satu orang
yang presentasi leadernya filosofinya
apa, bagaimana kerja tim yang dia manage
atau dia bentuk kemudian ilmu apa yang
didapat dalam hal ini?
Selamat pagi sahabat ASN. Perkenalkan
nama saya Andre Stanggu, peserta Diklat
Polisi Bompaja, pola kontribusi 100JP,
kategori keahlian dan keterampilan asal
dari Satpol PP Kabupaten Sebab Barat
Jaya. Pesan dan kesan selama mengikuti
Diksarp Polprovinsi
Jawa Timur sangat menyenangkan dan
mengesankan karena materi yang disajikan
sangat baik dan bermanfaat. Fasilitasnya
juga sangat lengkap dan para pengasuhnya
sangat ramah dan baik. Terima kasih
kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk
kesempatan yang sudah diberikan kepada
kami. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih.
Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan
saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar
Kalimantan Timur. Salah satu peserta
Diksar Polpegori
keahlian dan keterampilan pola
kontribusi. Pesan dan kesan saya selama
mengikuti Diksar ini sangat
menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa
turut serta berpartisipasi dalam
kegiatan ini karena saya banyak pendapat
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. [musik]
Bismillah, alhamdulillah la haula wala
quwwata illa billah wasalatu wassalamu
ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi
wwanah.
Generasi unggul bukan hanya mereka yang
cerdas dalam ilmu, tetapi [musik] juga
mulia dalam akhlak. Ilmu tanpa akhlak
[musik] akan melahirkan kesombongan.
Sedangkan akhlak tanpa ilmu akan
kehilangan arah.
Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam, "Sesungguhnya aku
diutus untuk menyempurnakan akhlak
[musik] yang mulia."
Maka membangun generasi masa depan
[musik] harus dimulai dengan menanamkan
nilai-nilai kejujuran, kesabaran,
[musik]
dan tanggung jawab.
Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan.
Sementara akhlak adalah kompas yang
membimbing langkah. Jika keduanya
berpadu, lahirlah pemimpin yang bijak
dan masyarakat [musik] yang sejahtera.
Mari didik anak-anak kita dengan ilmu
yang luas dan akhlak yang luhur agar
mereka menjadi penerus bangsa yang
membawa keberkahan dan kemajuan. Ilmu
membangun peradaban, akhlak menjaga
[musik]
kemuliaan. Wallahuam bawab. Saya
Ramlianto, Kepala BPSDM [musik]
Provinsi Jawa Timur. untuk mutiara
hikmah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Perbedaan Bapak
namanya. Nah, mulai 2015 persisnya
Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi
Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang is
ee banyak pernak-perniknya terutama di
perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu.
Oke.
Karena dia berpikiran, ya sudah enggak
mungkin lagi mau ke mana gitu kan.
fungsional ya seperti yang Anda lihat
selama ini kan guru
atau di bidang kesehatan atau ya selesai
[musik]
dan ee
apa lebih serious ee kemewahan
wibawa
yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu
sudah
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari
Bapeda Kabupaten Bojonegoro.
Kami adalah salah satu perwakilan dari
peserta diklat perencanaan dan
penganggaran angkatan pertama tahun 2024
di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
E kesan kami selama mengikuti ee
pelatihan ini yang pertama bahwa diklat
perencanaan penganggaran ini sangat
berarti bagi kami para perencana
utamanya yang berangkat bukan dari
perencana murni namun dari hasil
penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang
perencanaan dan penganggaran dalam arti
praktis sangat terbatas. Melalui diklat
yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur
ini, kami merasa terbantu dan
mendapatkan pengetahuan serta
keterampilan yang memang dibutuhkan
dalam kompetensi sebagai perencanaan.
[musik]
dalam hal penyelenggaraan dikat. Kami
memberikan apresiasi dan rasa terima
kasih kepada BPSDM yang telah melayani
kami dengan sangat baik, [musik] sangat
profesional, dan tentunya ke depan kami
berharap perbaikan-perbaikan ini akan
terus dilakukan [musik]
sehingga membawa manfaat bagi seluruh
aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus
bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti,
peserta Diklat Perencana dan
Penganggaran
Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima
kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan
Bappenas dalam meningkatkan kompetensi
kami dalam sebagai perencana untuk
mendukung pembangunan kabupaten kota
dengan fasilitas dan narasumber yang
berkualitas menjadikan kami ASN yang
berkompeten dan profesional. Semoga ke
depan
segala yang kita terima dalam pelatihan
ini menjadikan kami ASN yang
meningkatkan pembangunan daerah menjadi
pembangunan yang maju dan menjadikan
Indonesia emas. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. BPSDM luar biasa.
Perencanaan dan penganggaran angkatan 1
kontribusi provinsi Jawa Timur tahun
2024.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Terima kasih. Asalamualaikum.
[musik]
Dalam satu dalam satu SKBT saja.
misalkan
ee
itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi e
setelah kita masuk juga seperti ini
walaupun kita ya
yang lain
tata kelola pemerintah yang adi di mana
di sini sasaran kita pemerintahan yang
berbasis elektronik
sudah [musik]
iya ee permisi Pak lompat ee yang
berdiri dari Buwi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan
[musik]
saya Ahmad Nur, peserta pelatihan
perencanaan dan penganggaran angkatan 2
tahun 2024
BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur. Saya
dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten
Sumenep.
Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan
perencanaan ini [musik]
banyak ilmu dan pengetahuan baru yang
kami dapat terutama
dari
pegawai yang memang bukan kompetensi
sebagai perencana tapi ditugaskan untuk
melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal
yang luar biasa. kami mendapatkan ee
ilmu dan pemahaman yang sangat
bermanfaat. Sekali lagi terima kasih
saya sampaikan kepada BPSDM.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan
[musik]
maju.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Vina Nuraihi, peserta
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun
2024. Saya berasal dari Bapeda,
Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani
pelatihan ini, saya merasa mendapat
banyak sekali [musik]
ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang
dapat saya gunakan untuk
menyusun dokumen perencanaan yang ada di
kabupaten
agar dapat mewujudkan Indonesia emas
tahun 2045.
Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan
[musik] Bapak Ibu Widya Iswara yang
telah men-sharing ilmu-ilmu dan
pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi
kami perencana. Semoga pendidikan dan
pelatihan ini akan terus berlanjut pada
tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara,
BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat ee Ibu [musik] kelas,
yang terhormat juga pendamping kelas
Bud. Yang terhormat ee [musik] Ibu dari
perwakilan bidang pembahan kompetensi.
Maaf,
mohon maaf. Yang terhormat ee
rekan-rekan semuanya dari kabupaten kota
di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari
perwakilan ee perangkat daerah di Jawa
Timur. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kita semua shalom. Om swastiastu. Namo
budaya salam kebajikan.
Yang saya hormati setia
saya juga padahal dulu beliau juga
ee staf di waktu saya sebagai bidang.
Ee yang saya hormati
para
ee teman-teman
penyelenggara panitia
dan wabil khusus para peserta tingkat
perencanaan dan penganggaran pola
konvisi antara dua pemerintah provinsi
[musik] Jawa Timur.
Pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan du
ye ye. Yeah.
[musik]
Dalam airku
[musik] tak
darahku
di sanalah
aku berdiri [musik]
kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan
yang maha esa
atas limpahan rahmat-Nya
bahwa pada hari ini terselenggara
pelatihan penilaian sumber benih tanaman
hutan tahun
[musik]
semuanya. Marilah kita panjatkan puji
dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala karena berkat rahmat dan
karunia-Nya pada pagi hari ini kita bisa
bertemu itu untuk melaksanakan kegiatan
pembukaan pelatihan penilaian sumber
dingutan
kerja sama [musik] Pusat Jakarta dengan
hadir
[musik]
Sobat ASN
Perkenalkan saya Ir. [musik] Muhammad
Adianto, Sarjana Kehutanan, Penyuluh
Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa
Timur. Saya bersama 30 peserta ASN
[musik] Jabatan Fungsional Dinas
Kehutanan Provinsi Jawa Timur sedang
mengikuti diklat penilaian sumber benih
tanaman hutan tahun 2024 yang
diselenggarakan [musik] oleh Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jabat Ini. Kami [musik] di sini
ee mengikuti diklat sekitar 1 minggu
dimulai dengan [musik]
pembelajaran secara online di Jawa
Timur. Kemudian kami diajak ke Kabupaten
Bogor yang terpusat di BDLHK Bogor.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja
sama [musik]
BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan Pusat
Pendidikan [musik] dan Pelatihan
Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan. Perkenalkan nama saya Ir. M.
Nursamsi Ahanto Senari Utanan. Saya dari
ASN Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.
Salah satu peserta dari pelatihan
penilaian sumber benih tahun 2024 yang
dilaksanakan oleh PPSDM Provinsi Jawa
Timur. Di sini kami berjumlah 30 [musik]
orang. kami mengikuti ee pendidikan dan
pelatihan ini dimulai dari
ASN. Kita berjumpa lagi dalam webinar
ASN belajar yang dipersembahkan oleh
Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama [musik] strip asal instansi
Sobat ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, [musik] virtual background
dapat diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, [musik] Sobat
ASN dapat menggunakan reaction angkat
tangan atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM [musik] Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. [musik] Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal
[musik] ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada [musik] webinar ini, Sobat ASN
wajib mengisi link presensi yang akan
kami bagikan pada saat acara webinar
[musik] berlangsung. Jangan lupa untuk
mengisi lembar penilaian dan kuesioner
[musik] juga agar e-sertifikat Sobat ASN
dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar
[musik] ini. Tetap semangat dan selamat
mengikuti webinar ASN Belajar.
[musik]
Tam
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sahabat ASN di
mana pun Anda berada. Baik yang sudah
bergabung di Zoom meeting maupun live
YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali di
hari Kamis, 6 November 2025 ini saya
Anis Dewi dapat kembali menyapa Sobat
ASN dalam webinar ASN Belajar seri 43
tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS BBSDM
Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN 4 hari
lagi tepatnya di 10 November kita
memperingati sebagai hari pahlawan. Nih
udah cocok kan kostumnya? udah sesuai.
Dan di era birokrasi modern ini, Sobat
ASN, makna pahlawan ini tidak lagi
ditentukan oleh keberanian di Medan
tempur, melainkan oleh keteguhan dalam
melayani dengan hati, berpikir untuk
rakyat, dan bertindak dengan nurani.
Sebagai seorang ASN melayani bukan
sekedar menjalankan tugas, tetapi juga
meneruskan api pengabdian para pahlawan
dengan cara yang berbeda, namun dengan
semangat yang sama. Semangat untuk
memberi makna bagi sesama. Karena negeri
ini tidak hanya membutuhkan pejabat yang
profesional, tetapi juga pelayan yang
berhati pahlawan yang bekerja bukan
hanya untuk dikenang, tetapi untuk
memberikan manfaat dan juga dampak. Mari
kita hidupkan kembali nilai-nilai
kepahlawanan dalam setiap denyut
pelayanan publik melalui ASN Belajar
seri 43 yang bertajuk Spirit of Heroes:
Soul of Service, semangat kepahlawanan
dalam budaya pelayanan. BBSDM Provinsi
Jawa Timur mengajak seluruh ASN di
Indonesia untuk belajar, berbagi, dan
juga menginspirasi dalam meneliti karir
yang bermakna serta memberi kontribusi
nyata bagi kemajuan birokrasi dan
pelayanan publik.
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
belajar seri 43 tahun 2025 ini, marilah
kita dengarkan opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramliato,
S.P,MP.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa
[musik] Timur. Hari ini Kamis tanggal 6
November 2025, ASN Belajar telah
memasuki seri ke-43.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN [musik] belajar
ini. Sebagai bentuk terima kasih kami,
kami selalu berkomitmen dan terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia. [musik]
Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri
ke-43 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut sebuah
hari bersejarah yang penuh heroik, yakni
hari pahlawan yang akan kita peringati
pada tanggal 10 November beberapa hari
lagi. sebuah momentum yang akan
mengingatkan kita semua bahwa
kemerdekaan dan kemajuan bangsa ini
tidak selalu hadir dengan mudah,
melainkan buah dari perjuangan,
pengorbanan, dan ketulusan jiwa-jiwa
besar yang menempatkan kepentingan
bangsa di atas segalanya.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-43 tahun 2025 ini
menyajikan topik Spirit of Heroes, Soul
of Service, semangat kepahlawanan
[musik] dalam budaya pelayanan.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air 10
November momentum hari pahlawan bukan
sekedar seremoni untuk mengenang masa
lalu, tetapi cermin untuk menakar sejauh
mana kita telah mewarisi dan
menghidupkan semangat para kusuma bangsa
dalam kehidupan berbangsa hari ini.
Semangat yang tidak lekang oleh waktu
yang kini harus menjelma dalam wujud
pengabdian, integritas dan pelayanan
yang prima. Semangat yang menyala di
dada para pejuang ini harus bergetar
dalam jiwa setiap abdi negara.
Semangat yang dahulu mengangkat senjata
untuk merebut kemerdekaan kini menjelma
menjadi keteguhan hati, menjaga
kepercayaan publik, memperjuangkan
keadilan, dan menghadirkan pelayanan
yang bermanfaat.
Semangat yang dulu menggerakkan para
pahlawan di medan perang ini harus
menggerakkan kita di medan pengabdian,
di meja pelayanan, di ruang kebijakan,
di setiap langkah kecil yang membawa
manfaat bagi masyarakat.
Sebab dalam dunia birokrasi yang modern
saat ini, kepahlawanan tidak lagi diukur
dari keberanian melawan penjajah, tetapi
dari keikhlasan melawan ego, keteguhan
menjaga integritas, dan keberanian
menyalakan perubahan atau inovasi.
Hari ini di tengah semangat menjelang
memperingati hari pahlawan, kita tidak
hanya mengenang mereka yang gugur di
medan perang, tetapi juga membaca ulang
makna kepahlawanan dalam konteks
pengabdian masa kini. Setiap zaman
memiliki panggilannya sendiri. Jika
dahulu para pahlawan berjuang dengan
bambu runcing, maka kini pahlawan
berjuang dengan integritas,
profesionalitas, dan [musik]
layanan. Pahlawan hari ini adalah mereka
yang bekerja dengan hati, melayani tanpa
pamri, dan yang menyalakan terang di
tengah tantangan birokrasi dan perubahan
zaman.
Sabat SN di seluruh tanah air dalam
kajian administrasi publik, nilai-nilai
kepahlawanan sejatinya adalah modal
sosial birokrasi, keberanian,
pengorbanan, solidaritas, dan cinta
tanah air merupakan nilai yang kita
perlu terjemahkan ke dalam bahasa
pelayanan. menjadi keberanian melawan
egoektoral, pengorbanan demi kepentingan
publik, sinergitas antar instansi, dan
cinta tanah air yang diwujudkan melalui
pelayanan yang berkeadilan.
Keteladanan para pahlawan menuntun kita
memahami bahwa pengabdian tidak
memerlukan sorotan, tetapi ketulusan.
bahwa kehebatan ASN tidak diukur dari
seberapa tinggi jabatan yang diraih,
melainkan dari seberapa besar manfaat
yang dirasakan oleh masyarakat dari
kinerjanya.
Dalam kerangka Biocretic Transformation,
ASN Masad kini adalah pahlawan di garis
depan perubahan yang menghadirkan
transparansi di tengah ketertutupan,
inovasi di tengah rutinitas, dan empati
di tengah digitalisasi.
Nah, sobat ASN di seluruh tanah air,
untuk membahas lebih lanjut topik
menarik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Eri Cahyati, [musik]
ST, MT., MSI. Beliau adalah Walikota
Surabaya. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Rojii Nugroho Bayu Aji, SHUM, MA. Beliau
adalah akademisi,
dosen pendidikan sejarah dari
Universitas Negeri Surabaya. Dan ketiga,
kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada Bapak Maijen TNI
Purnawirawan Dr. Istu [musik] Hari
Subago, S. M.M. Beliau adalah Ketua DPD
PEPABRI Jawa [musik] Timur. Nah, Sobat
ASN di seluruh tanah air, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-43 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas
opening speech yang sudah disampaikan.
dan Sobat ASN seperti yang sudah
disampaikan oleh Pak Ramli barusan bahwa
akan ada tiga narasumber spesial yang
akan kami hadirkan di ASN seri 43 ini
seri spesial ya ee seri hari pahlawan
begitu. Namun sebelum kita berlanjut ke
sesi berikutnya yaitu mendengarkan
materi dari narasumber kita yang
pertama, kedua, dan ketiga, kami
informasikan bahwa saat ini Sobat ASN
sudah dapat melakukan presensi pada
halaman Semesta Bangkom. Semesta
Bangkom. Jadi, link presensi sudah dapat
Sobat ASN lihat di running teks ataupun
di kolom chat Zoom atau di pencetnya
YouTube BPSDM Jatim TV. Jadi, ini
chatnya sudah dipinkan di sana. Dan
kalau misalkan masih belum bisa untuk
mengakses, mungkin karena traffic
presensi sedang tinggi ya, Sahabat ASN
masih bisa mengakses presensi dan dicoba
kembali secara berkala sampai pukul
12.00 siang nanti apabila masih bingung
nih ya bagaimana cara mengakses link
presensi, kita lihat videonya berikut
ini.
[musik]
Sobat TSN, terima kasih masih setia
bersama kami di AS Belajar seri 43 tahun
2025. Dan di segmen kali ini
bersama-sama kita akan mendengarkan
materi dari narasumber kita yang
pertama. Sosok yang luar biasa sekali
untuk kita-kita nih arek-arek Surabayo
tidak lain dan tidak bukan adalah
Walikota Surabaya. Kita berikan applaus
untuk Dr. Eri Cahyadi ST, MT.
[musik]
Selamat pagi, Pak Eri.
Pagi, Mbak. Asalamualaikum. Sehat,
Nggih.
Alhamdulillah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh, Bapak.
Semoga sehat semuanya.
Alhamdulillah sehat semua. Bapak,
bagaimana Bapak dengan kegiatan yang ee
schedule yang begitu padat di hari ini?
Ya, lumayan. Tapi kalau kita sudah
berkomunikasi begini dengan teman-teman
ASN, saya merasa ada apa ya kebanggaan
sendiri karena saya kan juga mantan ASN.
[tertawa]
Iya, benar sekali.
Sampai sekarang pun jiwa birokrasi kita
tetap sama lah. Makanya saya mimpin
Surabaya bukan dengan jiwa yang lain ya,
jiwa birokrasi. Nothing tulus saja kerja
kita. Penting seperti ASN.
semangat melayani dengan hati ya, Pak
ya. Apapun itu jabatannya. Luar biasa,
Pak Eri. Oke, Pak. Agak sedikit ee
sebenarnya dibilang melenceng enggak ya,
karena kan 4 hari lagi hari pahlawan.
Namun kemarin di tanggal 2 ini sudah ada
para Dejuang ya di Surabaya.
Iya, betul.
Kemudian ee adakah agenda-agenda lain
sampai nanti di tanggal 10, Pak?
Oh, ada. Jadi nanti ada
kayak moprok gitu yang nanti tanggal 8
di Kota Lama. Jadi ada kita seperti
lagu-lagu perjuangan tanggal 9 ada
renungan juga dengan para budayawan
insyaallah
dengan banyak pemuda Surabaya insyaallah
ditutup di tanggal 10 November dengan
upacara dan dan penampilan
seni dari teman-teman nanti setelah
upacara 10 November ditutup upacaranya
Pak tapi semangatnya terus berlanjut
sampai insyaallah kapanp Surabaya ini
ada yang tetap berlanjut semangat
pahlawannya.
Benar sekali. Dan untuk ee untuk yang
semangat-semangatnya sudah mulai meredup
nih spesial di hari ini, Pak Eri
akanberikan langsung semangat dan
motivasinya untuk seluruh ASN yang
bergabung dalam ASN belajar seri 43 ini.
Karena tidak hanya ASN berada di Jawa
Timur, melainkan di seluruh Indonesia,
Pak, yang sudah bergabung di seri 43
ini. Jadi, untuk hari ini akan sharing
tentang apa, Pak?
Jadi sharing terkait dengan pelayanan
Surabaya yang kita lakukan dan bagaimana
pelayanan itu asta cita harus kita
pegang. Jadi visi misi walikota dan kota
itu harus tegak lurus dengan presiden,
setelah itu juga dengan gubernur. Itu
yang tidak boleh lepas sehingga tidak
boleh ada siapa yang lebih utama begitu.
Tapi saya ingin mengajak menyampaikan
saja bahwa kita ini adalah NKRI.
Bagaimana tujuan itu bisa tercapai
secara keseluruhan di Kota Surabaya
dengan pelayanan publik-pelayan publik
yang nanti kayaknya juga saya akan
banyak berbicara pelayanan publik yang
lebih birokrasi, lebih apa ya, lebih ke
arah ke arah ASN gitu ya. Seperti yang
pernah saya lakukan waktu ASN ya ketika
hari ini saya terapkan di ketika menjadi
walikota.
Oke. Baik. Dan sebelum kita menyimak
untuk materi yang disampaikan oleh Pak
Eri, untuk sobat TSN yang nantinya ingin
bertanya silakan dicatat terlebih dahulu
pertanyaannya karena sesi tanya jawab
akan kita buka setelah Bapak Eri selesai
menyampaikan materinya. Oke ya sahabat
ASN ya. Baik kalau begitu silakan Pak
Heri untuk menyampaikan materinya di
hari ini.
Mbak mohon maaf ini berapa menit ya yang
harus saya sampaikan ya.
Ini kurang lebih 30 menit Bapak. Waktu
yang akan kami sampaikan sampai 45 menit
spesial untuk Pak Eri. Tidak apa-apa.
[tertawa]
Jangan banyak-banyak.
Ngih. Matur nuwun, Pak.
Monggo, Bapak.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan rahayu.
Alhamdulillah. Alhamdulillah
wasamin.
Yang saya hormati dan sama-sama kita
muliakan Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Matur nuwun,
Pak, diberikan kesempatan Surabaya.
senang rasanya bertemu dengan ASN
kembali ini. Kita curhat-curhatan
sajalah. Curhatan seorang ASN yang
menjadi walikota hari ini. Jadi saya
juga butuh nanti masukkan teman-teman
terkait bagaimana sih kita membangun
dengan semangat ASN yang kita punya.
Juga para hadirin undangan yang mohon
maaf tidak bisa saya sebutkan satu
persatu. Jadi para ASN yang hadir saya
ingin membuka dulu sebelum
Iya. Ini Surabaya tidak butuh walikota.
Surabaya tidak butuh seorang pemimpin.
Karena sejatinya pemimpin itu adalah
para birokrasi dan para ASN. Bayangkan
jenengan pensiunnya umur 60 yang eelon 2
yang eelon ehon 3,on 4 58. Kalau di
provinsi salon satu ini enggak butuh
seorang pemimpin. Kalau seperti saya
jadi walikota paling lama 10 tahun.
Cuman 10 tahun jenengan masih panjang.
Pensiunnya masih 20 tahun lagi, 30 tahun
lagi bahkan ada yang 35 tahun lagi. Kan
begitu. Maka sejatinya ketika jenengan
bergerak sebagai ASN itu sangat luar
biasa dan menjalankan anfahum linas wis
walikota gak artine. Walikota itu hanya
sebagai orkestra saja sebagai orkestra.
Pemimpin orkestra oh bapekonya jalan
seperti apa? Tangan saya ngangkat kanan
bapeko yang keluar. Ketika menunjuk
Binamarga yang keluar Bina Marga. Karena
apa? hanya untuk mensinkronkan saja
tugasnya walikota ini. Tapi kekuatan
kita, kekuatan negara kita itu ada di
birokrasi, ada di jenengan semuanya. Dan
itulah yang saya selalu katakan,
Surabaya kekuatannya bukan di
walikotanya. Surabaya ada di kekuatan
semua stakeholdernya. Wabil khusus ada
di birokrasinya. Maka jenengan harus
menjadi garda terdepan agar bisa
mengatakan kota kita masing-masing
bermanfaat. Seperti waktu kita disumpah
sebagai ASN. Ketika kita diangkat
sebagai ASN maka kita disumpah bagaimana
kita bergerak untuk kepentingan
masyarakat. Nah, ini yang saya garis
bawahi dulu.
Maka apa yang saya dapatkan di ASN pada
waktu itu saya sebagai kepala bagian
staf bina program. Tahun 2012 jadi
kepala bagian bina program.
Setelah itu saya menjadi kepala dinas
Cipta Karya tahun 2013.
Setelah itu saya jadi kepala BappPEDA
tahun 2018.
2019 sampai 2019 saya keluar 2020 karena
harus maju walikota dan keluar ini tidak
menj tidak mendapatkan ini Mas Rojil
saya tidak mendapatkan
apa pensiun karena masa kerja saya belum
nyampai umur saya juga belum nyampai nah
ini kalau tidak jadi mungkin saya jadi
ini nanti P3K-nya Pemkot kalau kalau
waktu itu sudah keluar waktu itu enggak
jadi begitu tapi apa yang saya ingin
katakan saya dulu memulai ASN saya dari
golongan dua. Saya dulu adalah sarjana
lulusan dari ITS, tapi almarhum ayah
saya menyampaikan masuklah menggunakan
sarjana muda. Sehingga golongan saya
golongan 2C. Sehingga pada waktu itu
golongan 2C saya disuruh-suruh untuk
buat kontrak di proyek, untuk membuat
berita acara dan semua ilmu itu saya
ambil.
Sehingga di situ ayah saya pernah
mengatakan, "Janganlah pernah kamu masuk
dan menjadi pemimpin pertama pertama
dulu atau menjadi orang yang punya
pangkat yang tinggi. Karena kamu tidak
akan pernah merasakan bagaimana disuruh
orang dan mengghargai orang itu.
Sehingga kamu harus masuk menggunakan
sarjana muda." Alhamdulillah saya
disuruh-suruh waktu itu saya disuruh
saya ngetik. Tapi apa dasar itu?
Alhamdulillah, Pak. Saya masuk golongan
tahun 2021.
Saya itu masuk golongan 2C.
Tapi di 2013
golongan saya sudah menjadi 3D.
Menjadi 3D. Setelah itu 4A. Saya
2021 2001 saya masuk 2000 2001 saya
masuk ya bulan Desember itu golongan 2C.
Saya keluar di tahun 2020
itu golongan saya sudah 4D.
Berarti saya mengalami lompatan-lompatan
setiap tahun karena saya memiliki sebuah
prestasi. Apa yang saya inginkan? Semua
pegawai negeri bisa seperti itu. Bahkan
saya pada waktu menjadi Kepala Dinas
Cipta Karya tahun 2013 umur saya 34
waktu itu. 34. Jadi waktu ada
acara-acara saya pasti ditanya, "Mas,
mewakili nggih?" Mewakili kepala dinas
engigih. Padahal waktu itu saya sudah
jadi kepala dinas. Jadi inilah motivasi
yang harus saya sampaikan bahwa semua
itu tergantung dari diri kita dan semua
kegiatan kota itu tergantung dari ASN.
Maka saya harus menyampaikan nih
Surabaya ini adalah kota menuju kota
dunia. Kita ini adalah terbesar 6 ASEAN.
Tapi apa yang saya ingin sampaikan
terkait Surabaya. Surabaya sudah menjadi
kota layak anak dunia. Saya menyampaikan
pada waktu saya jadi walikota, ayolah
kita tunjuk paka walikota itu tergantung
pada ASN-nya. Maka sebagai ASN maka kita
harus bisa merencanakan apa yang akan
kita lakukan. Maka tadi saya katakan
bahwa kita harus tegak lurus nih dengan
program pemerintah pusat, maka secara
otomatis kita harus bisa melihat visi
misi nasional itu apa, visi misi
gubernur apa. Maka kita punya visi misi
yang ditetapkan oleh walikota. dan oleh
Wakil Walikota, maka kita harus melihat
sampai ke atas apa visi misinya Presiden
dan Gubernur sehingga kita masuklah ke
sana. Maka kita bisa lihat asta cita
Presiden Prabowo Subianto. Kita melihat
nih asta citanya ada memperkokoh
ideologi Pancasila, ada memantapkan
sistem pertahanan. Maka ketika beliau
memiliki asta cita jumlah del, maka kita
ini harus bisa mengatakan tujuan apa sih
delapan ini sebenarnya?
Apa maksud dari delapan ini? Maka ketika
saya bilang memperkuat reformasi
politik, hukum dan birokrasi, maka kita
harus bisa merubah birokrasi kita. Kalau
kita meningkatkan lapangan pekerjaan,
maka kita harus bisa mengurangi
pengangguran terbuka, meningkatkan
indeks pembangunan manusia. Maka dari
delapan ini saya simpulkan berarti
cita-cita mulia ini harus kita wujudkan.
Maka kita simpulkan nih apa fokus
pembangunan di kota Surabaya untuk
memenuhi asta cita presiden. Maka dari
delapan tadi saya simpulkan kan ada
banyak kegiatan tadi delapan itu. Satu
mengurangi kemiskinan
kedua mengurangi pengangguran, ketiga
mengurangi angka kematian ibu dan anak
mengurangi stunting. Meningkatkan
pembangunan manusia. menurunkan
kesenjangan antara si miskin dan si kaya
gini rasio dan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Bagaimana tujuh ini bisa
tercapai? Maka kita punya peningkatan
kualitas kesehatan pendidikan yang adil
dan inklusif, pertumbuhan ekonomi
kerakyatan inklusif, pembangunan
infrastruktur, informasi birokrasi dan
harmonisasi sosial, keamanan dan
ketertiban masyarakat. ini untuk
mencapai tujuh ini. Maka baru kita
pecah lagi, rinci lagi. Ada ketika ke
kelima ini. Oh, peningkatan kualitas
kesehatan. Maka di situ nanti kita kita
detailkan lagi. Peningkatan kualitas
kesehatan itu apa sih? Oh, memberikan
BPJS kesehatan biar pengurangannya,
pengeluarannya berkurang sehingga
kemiskinan bisa berkurang. Oh,
pendidikan diberikan gratis sehingga
nanti IPM kita bisa naik. Maka kita
memberikan beasiswa untuk orang yang
tidak mampu. Maka ini harus di dirinci
lagi. Dirinci lagi. Dan saya yakinlah
jenjangkan sebagai ASN pasti akan
membuat seperti ini. Seperti pada waktu
saya dulu di PPPEDA. Maka hari ini
pelayanan publik yang harus kita punya
itu tidak lagi berbicara terkait dengan
struktur mengikuti struktur birokrasi,
tapi bagaimana pelayanan publik kita itu
mengikuti siklus kehidupan warga. Live
event lah kalau saya bilang ini. Maka
seperti saya berbicara terkait dengan
stunting, maka saya tidak pernah
menyelesaikan stunting itu di belakang
setelah dia stunting. Tapi bagaimana
sebelum dia hamil pun sudah kita pegang
loh. Oh, siapa nih anak-anak di Surabaya
yang menikah? Maka ada syarat akan kita
timbang. maka berat badannya si ibu yang
akan mungkin mempengaruhi
bayinya akan menjadi stunting. Maka kita
berikan nutrisi, kita berikan pelatihan
sekolah kelas cantin. Setelah itu masa
kehamilan. Setelah dia masa kehamilan
sampai setelah menikah kelas cantin
setelah itu mereka hamil maka didampingi
terus sampai melahirkan balita. Kita
lihat lagi dan Surabaya ini sudah
terkoneksi dengan seluruh seluruh rumah
sakit dan tempat apa itu rumah sakit ibu
dan anak bidan yang ada melahirkan bayi
semuanya akan terkoneksi. Maka kita
sudah tahu bahwa berapa bayi yang lahir
hari ini di Surabaya detik ini berapa
beratnya dan yang akan dipikirkan akan
stunting juga kita tahu semuanya. Maka
di sini kita melahirkan balita status
pendidikan prasekolah. Maka kita juga
berpikir bagaimana meningkatkan indeks
pembangunan manusia, bagaimana kita juga
berbicara terkait dengan kemiskinan.
Maka kita berpikir pendidikan dan
kesehatan ini adalah
untuk mengeluarkan pengeluaran dari
orang orang-orang yang prasejahtera.
Maka secara otomatis kita berikan
pendidikan prasekolah. Oh, kita berikan
pendidikan gratis nih untuk
prasejahtera. Kita juga meningkatkan
insentif guru PAUD. Karena apa? Biar
sama nih gurunya juga punya semangat.
Kita juga berpikir tidak bisa hanya tahu
dan TK yang kita bisa berikan
gratis untuk pendidikannya, maka SD,
SMP, beasiswa kita berikan. Bahkan
beasiswa mahasiswa itu 24.000 kami
berikan. Dan ini memang meningkat ya
karena tujuan negara adalah indeks
pembangunan manusia. Percuma negara itu
hadir kalau kita berbicara terkait
infrastruktur saja yang kita bicarakan,
tapi
sumber daya manusia tidak kita
perhitungkan lah. Ini yang harus
berjalan. mana yang harus kita lalui
duluan. Karena pada waktu saya jadi
periode pertama, saya sudah berbicara
terkait sumber daya manusia dulu. Kami
juga melakukan
bagaimana pekerjaan-pekerjaan ini bisa
berjalan. Maka kita punya data di
Surabaya, siapa yang menganggur, siapa
yang umur produktif belum bekerja, maka
kita berikan mereka harus bisa seperti
pengusaha. Maka kita siapkan NIB,
platform arek Surabaya siap kerja, BPJS
ketenagakerjaan untuk pekerja informal.
Ini karena kami lakukan agar apa? Agar
pergerakan ekonomi Surabaya, indeks
pembangunan naik, generasi juga turun.
Ini juga kami lakukan apapun kita
lakukan di Surabaya, maka kita berpikir
juga bagaimana pelayanan-pelayanan
yang kita lakukan yang ada di Surabaya.
Sampai hari ini kita juga berpikir oh
satu kelurahan satu ambulans satu RW
satu nak itu kami lakukan bahkan
kebutuhan hunian perbaikan rumah tidak
layak Uni di Surabaya sudah R9.500. Ada
pertanyaan Surabaya duitnya gede bukan?
Surabaya itu uangnya 10,3 triliun tapi
dengan penduduk 3,1 juta uangnya kecil.
Karena apa? Kami membayar UHC saja 600
miliar per tahun. Kami untuk pendidikan
kami yang kami keluarkan 2,1 triliun.
Setelah itu ada kesehatan kami sekitar
2,2
triliun. Sudah uang sudah berapa yang
hilang? Tapi kenapa kami bisa melakukan
semua ini? Karena semua stakeholder di
Surabaya kami gerakkan. Bahkan hari ini
para pengusaha-pengusaha di Surabaya itu
itu menjadi orang tua asuh. Ada orang
tua asuh stunting, anak stunting, orang
tua asuh pendidikan. Yang tidak saya
pikirkan adalah ketika saya memiliki
anak yang harus sekolah.
Pendidikan saya butuh 25 miliar waktu
itu. 20 atau 25 miliar saya lupa. Untuk
anak 165 anak biar kuliah langsung lulus
langsung kerja. Itu semuanya saya
kumpulkan pengusaha Surabaya.
Saya berbicara, mereka mengatakan, "Saya
ambil dua, saya ambil tiga. Tidak ada 1
jam habis uang 20 miliar mereka diambil
oleh orang tua-orang tuasu." Sehingga
apa? Saya ber pesan kepada para ASN,
kita tidak boleh mengatakan kita
terbaik, tapi bagaimana kita bisa
dipercaya oleh orang sehingga orang itu
mau membantu kita. Bukan berarti kita
mengakui kelemahan kita dengan
mengatakan, "Oh, anggaran kita memang
tidak cukup. Saya butuh orang lain." Itu
kita akan dikatakan, "Oh, kok menyerah?"
Tidak.
Pekerjaan kita tidak untuk mencari
popularitas, tapi pekerjaan kita adalah
ibadah. Bagaimana orang bisa percaya
dengan kita. Bahkan saya pada waktu
masih menjadi
Kepala Dinas Cipta Karya dan di Papeda
itu ada pembangunan underp di Surabaya
60 miliar. Tidak satuun uang itu
menggunakan uang APBD sebesen pun
semuanya dikerjakan oleh pengusaha. Tapi
saya katakan, "Pak, jenengan saya
jenengan bantu, tapi saya pastikan
perizinan jenengan tidak akan terganggu
di Surabaya." Kalau ada yang minta-minta
saya pasti akan ganti orang itu ketika
saya memegang Kepala Dinas Cipta Karya.
Sehingga itulah kolaborasi sinergi
itulah yang harus kita wujudkan. Setelah
itu kita punya strategi tiga pilang.
Bagaimana mengakselerisasi pertumbuhan
ekonomi dan meningkatkan pemerataan
mengurangi kesenjangan. Inilah nanti
tujuan tuju itu bisa terwujud. Tapi yang
pasti kita harus melibatkan seluruh
elemen warga. Kita bukan yang paling
sempurna, kita bukan yang paling
terbaik, tapi bukan berarti ketika kita
itu mengajak semuanya bergerak,
pemerintah lepas tangan, bukan. Tapi
untuk memastikan semua program berdampak
positif warga. Karena itulah di Surabaya
ada kampung Pancasila yang memiliki
empat program terkait dengan lingkungan.
Ada pemilahan sampah dan lain-lainnya.
Yang kedua terkait dengan ekonomi.
Bagaimana warga di Surabaya itu bisa
bergerak ekonominya sehingga ada eeken.
Kalau beli jangan di luar tetanggah
kalau tetangganya itu punya tempat
usaha. Wong waktu jenengan saya sama
saya meninggal yang bantu juga tetangga.
Yang ketiga terkait dengan sosial.
Bagaimana si kaya di kampung itu mau
menjadi mau menjadi orang tua asuk atau
membantu yang tidak mampu di RW di
kampung itu juga. Dan ini yang
digerakkan juga bagaimana terkait dengan
kemasyarakatan. hubungan sosial budaya
itu kita harus jaga betul di sana. Dan
kita hasil dari semua itu, Bapak Ibu
bisa kita lihat penurunan kemiskinan di
Surabaya itu sudah masuk ke dalam tembus
ekor baru. Karena tidak pernah di
Surabaya itu kemiskinan itu turun di
bawah angka 4. Maka di sini kita turun
sudah menjadi 3,56
di tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa
sebelum COVID saja angka Surabaya itu
masih 4,51. sebelum COVID loh itu 4 jadi
tapi sekarang bisa jadi 3,56. Maka
selalu saya sampaikan dengan lisan saya,
saya tidak pernah mengatakan bahwa ini
keberhasilannya walikota, tidak. Tapi
ini adalah keberhasilan semua
stakeholder yang ada di Surabaya. Karena
perguruan tinggi ikut turun membantu
yang namanya pengusaha ikut turun ikut
menjadi orang tua asuh. Semua pergerakan
masyarakat saling membantu. Inilah yang
namanya Surabaya dengan kampung
Pancasilanya. Dan kami juga sadar tidak
harus tidak sekedar tumbuh, tapi
bagaimana kami harus merata. Maka itulah
kami ada pendidikan gratis, kesehatan
gratis, ada beda rumah, ada PPJS
ketenagakerjaan, ada rumah padat karya
untuk warga miskin. Apa badat karya ini?
kami punya konsisten and commitment.
Jadi kalau saya bilang semua OPD di
Surabaya seperti PU Binamarga, seperti
Cipta Karya itu juga harus bisa
mengurangi kemiskinan dan menciptakan
lapangan pekerjaan. Awalnya bingung
semuanya, Pak, itu ada di Dinas Sosial
bukan di tempat kita. Oh, salah. Saya
bilang begitu. Dinas PU pun juga bisa.
Apa yang dilakukan? Dinas PU punya yang
namanya pembuatan puffing, masang
puffing. Maka saya sampaikan kalau
ketika masang puffing, maka secara
otomatis di situlah paving-nya harus
dibisa dikerjakan oleh warga Surabaya.
Apa yang bisa dilakukan warga Surabaya?
Puffing itu ada 175, ada 225, ada K325.
Kalau 175 itu hanya dikerjakan hanya
dilewati oleh motor, mobil dan tidak
dilewati oleh yang berat-berat. sehingga
175 ini harus bisa diproduksi oleh warga
Surabaya. Maka kita punya aset bangunkan
tempat seperti pabrik begitu yang
sederhana dari baja. Mereka bekerja di
sana dan masukkan katalog sehingga yang
bisa mengambil ini adalah warga Surabaya
yang memang dia punya pabrik puffing
yang punya produksi puffing dengan
kualitas 175 tadi langsung ambil
sehingga apa? Uang APBD kita tidak
dikerjakan oleh orang yang gede-gede
saja. Tapi kalau ternyata pasiennya itu
yang gede, yang butuh pabrik, yang butuh
dikerjakan oleh kontraktor, silakan.
Tapi jangan pernah melupakan yang bisa
dikerjakan oleh warga ya dikerjakan oleh
warga. Karena apa? Tugas kita adalah
mengurangi kemiskinan. Tugas kita adalah
membuka lapangan pekerjaan. Maka kita
harus berani melakukan itu. Ini yang
dilakukan oleh teman-teman teman-teman
pariwisata. Saya bilang kita punya
banyak hotel, maka jangan pernah biarkan
hotel itu ketika ada sliper, sandal
hotel, ketika ada kebutuhan yang namanya
makanan kecil, kebutuhan laundri, jangan
diambil oleh orang lain, ambil oleh
warga Surabaya, tapi pemerintah kota ada
di depan. Dengan cara apa? Dengan
kualitas yang dijaga, dengan harga yang
sama, tidak boleh lebih tinggi dari
mereka. Kalau tidak bisa, maka kami
punya kontrak kinerja. Insyaallah kepala
dinas pariwisatanya dan kepala dinas
PU-nya saya ganti. Itu yang bisa saya
lakukan dengan kontrak kinerja. Itu yang
kita lakukan. Maka semuanya bisa
bergerak untuk kemiskinan, tidak hanya
dinas tertentu. Dan kami bahkan
penurunan stunting kami sangat luar
biasa. Pada waktu saya jadi walikota
pertama 28,9%
tapi di3 turun menjadi 1,6%.
ini pergerakannya tidak kami lakukan
sendiri, tapi kami lakukan ini melalui
melalui kerja sama dengan melalui kerja
sama dengan perguruan tinggi.
Perguruan tinggi yang kita lakukan satu
Puskesmas, satu ahli apa kandungan itu
kami bekerja sama dengan perguruan
tinggi. Terus manajemen data terpadu
real time ada 487 balai RW menjadi pusat
pembelajaran keluarga. Ini yang kami
lakukan. Maka ada sekolah orang tua
hebat untuk mengajarkan mereka mendidik
anak-anaknya. Terus bagaimana kami
mempunyai 10 128 kampung ASI. Kalau ini
hanya dilakukan pemerintah sendiri tidak
akan pernah bisa. Tapi bagaimana kami
mengajak semua stakeholder yang ada di
Surabaya? Karena yakinlah keberhasilan
pemerintah itu bukan dilakukan oleh
pemerintah sendiri. Keberhasilan
pemerintah itu dan khususnya kepala
daerah adalah ketika bisa mengajak semua
stakeholder menjadi satu bagian
pembangunan di kotanya khususnya di kota
Surabaya. Inilah kami lakukan apa yang
kami lakukan reformasi birokrasi yang
diminta oleh Pak Presiden tadi. Maka
kami lakukan itu semua dampaknya luar
biasa.
Surabaya itu menjadi kota pertama dan
satu-satunya sampai hari ini
memiliki reformasi birokrasi sistem
akuntabilitas kinerja AA. Tidak ada
satuun di Surabaya. Padahal waktu saya
menjadi walikota itu masih B
sekarang sudah menjadi AA. Berarti apa?
Ya, karena saya mungkin mantan birokrasi
ya, maka bisa melakukan itu. Dan itulah
yang dilakukan. Sebetulnya birokrasi itu
lebih utama.
Terus peringkat pertama kota terinovatif
yang kita punya indeks reformasi
birokrasi tertinggi di antara semua
kementerian, lembaga pemerintah kota
tertinggi reformasi birokrasinya. Kami
juga melakukan memiliki sistem
pemerintahan berbasis elektronik
terbaik. Buat saya digitalisasi tidak
bisa dihindari. Karena apa? Karena kami
tidak bisa mengontrol tanpa ada
digitalisasi. Maka kalau jenengan
mungkin suatu saat nanti main ke tempat
saya, maka ruangan saya isinya itu
adalah full. Isinya itu adalah monitor.
Yang di sana itu adalah tempat
pekerjaan. Ada real time-nya jumlah bagi
stunting. Ada pad real time seperti
sekarang berapa, ada yang namanya CCTV
di semua tempat pelayanan publik. Jadi
isinya saya seperti itu sehingga saya
memantau mereka kerja melalui aplikasi
yang saya punya.
Dan inilah yang kita lakukan di Surabaya
dengan kota kinerja penyelenggaraan
pemerintah terbaik pun kita juga dapat
kota Surabaya.
Karena apa? Kita melakukan semuanya itu
kita lakukan dengan secara sistematis
dan melibatkan banyak orang bukan hanya
mengandarkan pemerintah kota Surabaya.
Dan inilah saatnya teman-teman di
pemerintahkan ini merubah paradigma
pembangunan yang dulu pemerintah kota
sok tahu. Kalau saya bilang kebutuhan
warga, hari ini kita harus bayar ini
menjalankan program berbasis kebutuhan
warga. Kita tanya dulu biasanya kita ini
musurin bank, Pak. Tapi enggak tahu
musurin bank hanya dibuat syarat saja
tapi kita tidak. Jadi seperti kebutuhan
kita lempar masuknya apa ya anggaran
kita seperti itu dan pemerintah ini
menutup diri. Makanya hari ini saya
bilang pemerintah harus berani menerima
kritik dengan cara apa? Kerjalah di
balik RW tidak lagi di kantor. Kantor
itu kosong biasanya Pak Dewu jadi di
juragan Pak. Kalau dia dulu itu bekerja
iku nang kantor terus enggak gelem
udan-udan enggak gelemudun sampai itu
karena kita merasa bahwa kita kerja
enggak kerja digaji ini yang saya rubah
di kota Surabaya. Maka pekerjaannya di
balai RW. Di balik RW loh, di
kampung-kampung bukan lagi di kantor.
Maka saya enggak mau mereka kerja di
kantor. Semua tersental ke pemerintah.
Minim anu peran warga. Sekarang harus
dirubah prosedur rumit. Maka kalau ada
yang rumit yang tidak keluar maka yang
saya sanksi adalah lurah camat. dan
kepala dinas. Karena itulah maka kita
harus bisa melalui pemberdayaan
masyarakat melalui literasi digital kita
dan itu tidak mudah. Memang saya
melakukan ini sekitar 2 tahun hampir 3
tahun baru mereka teman-teman mengikuti
gaya kerja saya. Dan yang terpenting
adalah kesehatan organisasi. Kesehatan
organisasi itu adalah di dalam tempat
kita bekerja. Ini bagaimana optimal,
adaptif, dan berkelanjutan. Mengapa
kesehatan organisasi itu penting?
itu karena kita harus melayani
masyarakat bukan mencari profit. Ini
yang saya katakan. Ingat kita bekerja
bukan untuk mencari popularitas. Maka
ketika kita ada di medsos, tampilkan
pekerjaan jenengan di medsos. Semua
orang masyarakat harus tahu. Tapi bukan
mencari popularitas, bukan proses yang
sampean masukkan, tapi dios itu adalah
menyampaikan hasilnya sehingga mengajak
contoh ketika ketika ada banjir, ada
saluran buntu maka terjadi kendangan
air. Jangan diselesaikan tapi dibuka,
dimesoskan, tampilkan diosnya jenengan
untuk menunjukkan di dinasnya loh ya,
bukan di pesosnya walikota, bukan
diosnya jenengan. ditampilkan iki loh
rek ini loh kalau membuang sampah
sembarangan jadi buntu maka medsos itu
adalah tempat untuk mengedukasi bukan
tempat untuk menunjukkan popularitas
bukan tempat untuk menunjukkan kita
bekerja tidak tapi medsos itu untuk
mengajak orang mengedukasi bagaimana
menjaga kota kita dan semuanya di tempat
Pemkot di Surabaya ini semua OPD sampai
kelurahan harus mengupload apa yang
dikerjakan untuk mengajak mereka
berbuat kebaikan. Yang kedua, ketika ada
permasalahan, ada kejadian yang ramai,
harus cepat diselesaikan dan ditampilkan
lagi oleh masing-masing. Sehingga apa?
Kelihatan betul di kota itu yang bekerja
bukan walikotanya, tapi reformasi
birokrasinya. Kalau yang turun itu
walikotanya terus, terus walikota
ngonten terus, yang lain tidak bekerja,
maka ketika walikotanya itu selesai,
bubar, Pak, negara ini, bubar kota
Surabaya ini. Maka yang berhak menjadi
walikota itu adalah kepala dinas. Kepala
badan,
camat, lurah itu walikota.
Walikota sesungguhnya. Maka samp har
terus menunjukkan sehingga masyarakat
percaya dengan pemerintah. Kalau kami
ini politik politikus apa bilang politik
ini ya cuman 10 tahun. Tapi ketika
jenengan bisa menunjukkan kinerja
jenengan maka masyarakat akan percaya
kepada pemerintah kota Surabaya.
Ini kalau saya waktu menjadi birokrasi,
maka salah satu penyakit birokrasi ini
adalah tampak sibuk dari rapat ke rapat
tapi tak berdampak ke rakyat. Hasil
rapat dibahas pada rapat selanjutnya. I
kesenengane ngono. Resum rapat itu nanti
ada rapat selanjutnya. Saya haramkan itu
di Surabaya. Kalau sudah ada rapat maka
bunyi. Selesai tanggal kapan ini? Ini
apa yang harus dikerjakan? Misal saya
tanggal kapan bunyi resum rapatnya?
Tidak rapat selanjutnya diadakan. Saya
enggak mau yang seperti itu. Karena apa?
Saya dulu mantan ASN dulu itu saya punya
walikota sing keras, Pak. Namanya
Burisma. Saya dulu anak buahnya waktu
beliau kepala bina program belum
walikota. Dan saya merasakan betul
ketika beliau itu masuk kantor di
ruangan kita ini staf tuh pegang
komputer semua kayak orang sibuk. Tapi
ketika beliau keluar kita langsung
alhamdulillah. Nah, di situ saya baru
tahu. Makanya saya bilang sama
teman-teman kota Surabaya, "Kon ojo
bujui jangan bohongin aku loh. Dulu
bohongin Burisma bisa, bohongin aku
enggak bisa. Karena aku dulu pernah
pelaku seperti jenengan semua." Ketawa
semua teman-teman. Maka saya tahu betul.
Maka dibutuhkan keikhlasan untuk
bekerja. Itu bukan untuk kami
mendapatkan apa tidak. Ingat kita digaji
oleh masyarakat.
Ini juga tadi saya bilang terkait
kesehatan organisasi publik. Bukan soal
kinerja administratif tapi tentang daya
hidup. Organisasi itu tumbuh adaptif
menolak zona nyaman dan berdampak
rakyat. Kita ini pegawai negeri mohon
maaf biasanya zona nyaman.
Kerja gak kerja yo digaji Pak enggak
mungkin dipecat.
Kerja gak kerja untuk tukin Pak
tunjangan kinerja di Surabaya tidak.
Gajimu tetap saya bayar tukinnya tidak
saya berikan. Kalau tidak memiliki
output dan outcome,
output outcome ini terpenuhi baru saya
berikan.
Tapi kalau yang lainnya enggak. Karena
itu adalah topoksi, maka dengan uang
gaji maka tupoki itu harus terlalui.
Maka dibayarkanlah dengan namanya output
dan outcome. Di sini mulai dari
camat, lurah, kasi, kabit, kepala dinas
itu ada kontrak kinerja mencapai output
dan outcome. Kalau output outcome ini
tidak tercapai dalam 1 tahun maka di
surat pernyataannya mereka mengunurkan
diri atau saya ganti. Maka jangan kaget
kalau di Surabaya saya ini sudah
mengganti sekitar 16 kepala dinas. Bukan
saya suka dan tidak suka, tapi mereka
tidak memenuhi kebutuhan output dan
outcome yang mereka janjikan sendiri.
Karena saya mengajarkan kepada
teman-teman, janganlah kamu takut dengan
walikota, tapi kita rubah di Surabaya.
Siapapun boleh menjadi kepala dinas,
menjadi lurah camat, menjadi kepala
bagian dan kabit atau apapun itu. Tapi
sesuai dengan janji yang mereka
janjikan, yang kamu janjikan melalui
kontrak kinerja. Karena itulah pilihan
saya pada waktu ada kepala dinas, camat,
maka saya berikan di Zoom. sehingga yang
menilai itu ketika mereka jadi bukan
hanya saya tapi ada pansel, ada
masyarakat, ada wartawan dan itu yang
kita lakukan. Maka di situlah saya
sampaikan bahwa
perubahan itu tidak dimulai dari
mana-mana, tapi dimulai dari hati, bukan
dari akal pikiran. Kalau perubahan itu
dimulai dari kepala, dari pikiran, saya
pasti bertanya, "Saya dapat apa?" Tapi
kalau dari hati saya bekerja dengan gaji
dari pemerintah uang rakyat, saya
mendapatkan tunjangan dari uang rakyat,
maka apa yang saya bisa berikan untuk
rakyat? Itu yang kami munculkan di
Surabaya. Dengan begini, ada yang suka,
ada tidak suka? Pasti banyak. Tapi
yak
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:16 UTC
Categories
Manage