Transcript
NGqqTa6m3zw • ASN Leadership Innovation for Transformation (LIFT) Expo dan ASN CorpU Summit 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0280_NGqqTa6m3zw.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Silo, Mas. Masih silau.
[Musik]
Turunin.
[Musik]
ya
[Musik]
Bapak dan Ibu mohon bersiap. Sesaat lagi
acara akan segera dimulai. Untuk Bapak
dan Ibu yang masih berada di luar
ruangan kami persilakan untuk dapat
memasuki ruangan dan menempati tempat
duduk yang sudah kami sediakan. Terima
kasih.
[Musik]
Hai
[Musik]
Ya Nabi
salam
alaika
ya rasul
salam
alaika
ya habib
salam
alaika
selamat datang kami ucapkan kepada yang
terhormat Kepala LAN Republik Indonesia
RB dan Wakil Gubernur Jawa Nabi salam
alaika
ya rasul.
Salam
alaika.
Selanjutnya berkenan untuk memberikan
santunan kepada anak yatim.
Alika
shawatullah
alaika.
budur
mla husn
waj
sur
ya nabi
salam
alaika
ya rasul
salam
alaika
ya habib
salam
alaika
shawatullah
alaika
marhaban
ya nural aini
Marhaban,
marhaban
jaddal husainfirli
dunubi ya Allah bibatil
hadi Muhammad. Ya Allah
rabbi fagfirli
dunubi ya Allah fi baratil
hadi Muhammad.
Ya Allah
hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[Musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi Bapak dan Ibu hadirin
sekalian. Salam sejahtera untuk kita
semua. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan.
Yang terhormat Kepala Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia,
Bapak Dr. Muhammad Taufik, DE beserta
jajaran.
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak
Komjen Polnawirawan Purwadi Arianto,
beserta staf khusus Menteri PAN RB yang
hadir. Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak
Emil Elicanto Dardak, PhD.
Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara
Bapak Suharmen SKOM, M.Si. beserta
jajaran.
Kapus Pengembangan Kompetensi Manajemen
Kepemimpinan BPSDM Kemendagri.
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP. P beserta kepala
OPD yang hadir.
Bapak dan Ibu para narasumber, serta
para peserta ASN Corpus Summit 2025.
Bapak dan Ibu hadirin sekalian, puji dan
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala karena pada kesempatan pagi hari
ini kita dapat hadir bersama dalam
keadaan sehat di BPSDM Provinsi Jawa
Timur dalam acara ASN Corpus Summit
2025.
Boleh kita berikan tepuk tangan semangat
pada kesempatan pagi hari ini.
Dan tentu saja agar acara hari ini
berjalan dengan lancar serta membawa
manfaat kebaikan untuk kita semua yang
hadir, maka marilah kita berdoa. Doa
akan dipimpin oleh Bapak Muhammad
Kuntono. Kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil alamin. Hamdanim
hamdan syakirin hamdamahu widah.
Ya rabbanaal hamdu kama jal.
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina
Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain.
Ya Allah yang maha pengasih lagi maha
penyayang.
Puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat-Mu karena atas segala limpahan
rahmat-Mu masih Engkau pertemukan kami
dalam kegiatan pembukaan ASN Cororpu
Summit 2025.
Tiada harapan dan bagi kami ya Allah,
melainkan mengharap barokah dan ridam-Mu
selalu menyertai kegiatan ini. Ya Allah,
dengan rahmat-Mu kami selalu bersyukur
dalam lindungan-Mu kami berhimpun dan
atas ridam-Mu kegiatan ini terlaksana
dengan baik. Ya Allah, ya Tuhan kami,
izinkan kami mohon jadikanlah kegiatan
ini sebagai penyegar, pembangkit, dan
penggugah semangat kami dalam
meningkatkan kualitas tugas kewajiban
kami sehingga kami mampu bekerja secara
profesional dan proporsional dengan baik
dan tekun sebagai bukti syukur kami dan
penghambaan kami kepada-Mu.
Ya Allah, ya Hadi, bimbinglah kami
dengan taufik dan hidayah-Mu agar kami
mampu mengemban tugas amanah yang Engkau
berikan pada kami. Dan jadikanlah kami
orang-orang yang hari ini dan hari esok
lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Ya
Allah, Tuhan maha pengampun, ampunilah
dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua
kami, dosa para pemimpin-pemimpin kami,
serta kabulkanlah doa permohonan kami.
Rabbana atina fid dunya hasanah wafil
akhirati hasanah waqinaabanar.
Subhabbika rabbil izzati amma yasibun
wasalamun alal mursalin
walhamdulillahiabbil
alamin.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak dan Ibu hadirin sekalian.
Selanjutnya marilah kita simak bersama
sambutan selamat datang oleh Wakil
Gubernur Jawa Timur kepada Bapak Emil
Elicyanto, Dardak, PhD. Disilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semua. Shalom, Om swastiastu, namo
buddhaya, salam kebajikan rahayu. Yang
kami hormati Kepala Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia, Bapak Dr.
Muhammad Taufik, DIYE.
Yang kami hormati Bapak Wakil Menteri
Pendayagunaan, Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Bapak Komjen Polisi
Purnawirawan Purwadi Aryanto, beserta
segenap jajaran Deputi Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia,
Bapak Dr. T. Dodo, Bapak Dr. Agus
Sudrajat, Ibu Dr. Erna Irawati, juga
Staf Khusus MenPAN RB bidang Politik
Pemerintahan dan Keamanan Nasional Bapak
Brigjen Polisi Doni Adity Warman dan
juga Staf Khusus Menteri PAN RB Bidang
Pengendalian Mutu Prinsip Meritokrasi
Bapak Tasdik Kinanto, Wakil Kepala Badan
Kebagan Negara Bapak Suharmen SKOM,
M.Si. si beserta Kapus Pengembangan
Sumber Daya Manusia BKN Bapak Dr. Ahmad
Slamat Hidayat dan Kepala Kantor
Regional 2 BKN Surabaya Bapak Sony
Sultana, Kepala Kantor Regional ke-14
BKN Manokwari Bapak Basuki Arwi Caksono,
Kapus Kepengan, Kompetensi Manajemen
Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Bapak Dr.
H. Budi Santosa, staf ahli saya ulangi
ee ya staf ahli Gubernur Jawa Timur Pak
Budiarjo dan terusnya tuan rumah Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr.
Ramlianto. Izin Pak Kalan, Pak Wamen.
Kami biasa manggil beliau ini Pak
Rektor. Kira-kira gitu karena BPSDM ini
kita anggap sebagai corporate
university. Jadi kita panggilnya Pak
Rektor.
Beserta segenap kepala OPD yang hadir
dari PEMPR Jawa Timur. Saya lihat
beberapa hadir di sini juga Widya
Iswara. Widya Iswara ada Widya Iswara
Utama ini kalau Pak Wahid dulu mantan PJ
Sekda kita dan segenap peserta ASN
Corpus Summit 2025. Izinkan kami ee
menyampaikan terima kasih kepada LAN RI
dan Kementerian PAN RB dan juga BKN dan
seluruh ee jajaran Kemendagri atas
dukungannya pada terselenggaranya acara
ini di Jawa Timur. tentunya suatu
kehormatan bagi kami Corpus Summit 2025
diselenggarakan di Jawa Timur dan Ibu
Gubernur menyampaikan salamnya kepada
seluruh peserta yang hadir di sini. Kami
ucapkan selamat datang di kampus BPSDM
Jawa Timur di Balungsari. di mana di
ruangan ini kita ee cukup rutin
menyelenggarakan pendidikan kepemimpinan
dan diikuti bukan hanya dari lingkup
Jawa Timur baik PEMPR tapi juga
kabupaten kota, tapi juga lintas
instansi dan daerah. Jadi instansi
vertikal ini juga banyak yang mengikuti,
terutama PIM 2 yang diselenggarakan di
BPSDM tentu atas restu dari LAN RI dan
juga ee pemerintah provinsi atau
kabupaten kota dari luar Jawa Timur
bahkan dari luar Pulau Jawa. Dan di
ruangan inilah tentunya
dan di kampus inilah terjadi apa yang
sering kita sebut bukan hanya proses
belajar mengajar, tapi yang lebih
spesial lagi adalah istimewa adalah
knowledge creation atau terciptanya ilmu
pengetahuan. Karena yang mengikuti
program pendidikan di sini bukan sekedar
mencari ilmu, tapi berbagi pengalaman
dan berdiskusi bersama sehingga apa yang
ada di dalam kerangka teori ini bisa
diuji aplikasinya dalam relevansi dunia
nyata. Dan untuk itu kami berterima
kasih kepada seluruh instansi
kementerian lembaga yang telah
memberikan dukungannya selama ini.
Kenapa kami menamakan ini atau Ibu
Gubernur menamakan ini corporate
university? Karena memang itu
cita-citanya bahwa setiap insan yang
mengabdi di lingkup pemerintah daerah
ini harus menjadi lifelong learner.
Lifelong learner. Dan juga tentunya
selain lifelong learner ini artinya
menyerap ilmu baru, tapi juga harus
menjadi bagian dari knowledge creator
tadi. Ada kalanya kita harus
rehat sejenak atau istilah kerennya hari
ini biasanya Pakwamen namanya retreat.
Retreat. Jadi ini tuh tempat retreat
sebenarnya tempat retreat dan memang ada
asramanya ada bahkan dibuat fasilitas
apa aja Pak Ramli sudah di sini. H kalau
lagi pusing sejenak mau nyanyi juga ada.
Ada ya, Pak? Ya, mau mancing juga ada.
Itu jadi ee tujuannya adalah memang
rehat sejenak. Karena kalau kita
terjebak rutinitas kadang kreativitas
juga menjadi agak terbatas. ee inspirasi
juga mulai agak kering sehingga dengan
berkumpul dan mendengarkan pengalaman
dan sharing dari berbagai latar belakang
itu bisa muncul sebuah ee ide baru dan
semangat baru. Dan untuk itu kita
meyakini bahwa keberadaan dari Korpu
adalah bagian dari pengembangan sumber
daya manusia dan ekosistem yang lebih
holistik dan kami ee bersyukur bahwa
hari ini diselenggarakan Corpu Summit.
Artinya bahwa ini adalah semangat
nasional ee bagi segenap insan yang
mengabdi di pemerintahan atau disebut
hari ini ASN. Dulu orang tahunya hanya
PNS tapi sekarang lebih luas lagi karena
ASN ini mencakup juga yang PNS non karir
yang kemudian sama-sama sedang mengabdi
di ee pelayanan publik. Dan oleh karena
itu, cita-cita Indonesia Emas 2045 kami
yakin akan semakin berpotensi terwujud
dengan komitmen kolektif kita terhadap
Korpu melalui Korpu Summit ini. Saya
tidak terlalu panjang karena di sini ada
beliau-beliau yang luar biasa. Pak Kalan
dan Pak Wamen hadir sendiri. Kita
berikan apresiasi atas komitmen beliau
semua.
Mudah-mudahan sekali lagi Korpu akan
menjadi bagian dari strategi utama.
Kalau bisa jangan ada kata-kata terlalu
sibuk untuk kembali belajar. Jangan ada
kata-kata terlalu
apa istilahnya mungkin selain terlalu
sibuk sudah terlalu terlalu tinggi
ilmunya untuk kembali belajar.
Insyaallah tidak ada hal seperti itu.
Karena dunia terus berubah. ee relevansi
dari apa yang kita pelajari itu juga
terus ee berubah terutama teknologi.
Kami sempat diskusi dengan Pak Kepala
BPSDM gitu. Ee tantangannya, Pak,
terakhir sebelum kami tutup memang
contoh di Jawa Timur sendiri saya
berangkat dari menjadi bupati salah satu
kabupaten yang kalau untuk ukuran Jawa
Timur relatif lebih kecil jumlah
penduduknya dan economic size-nya. Jadi
dengan Jawa Timur ini kita bicara PDRB
itu hampir 3.000 triliun. Tapi kalau
bicara mungkin dulu Trenggalek itu ya
apa mungkin ee
PDRB 100-an lah ya kira-kira Pak. Dulu
saya sama Pak Brigen Doni ini kita
berkolaborasi di Trenggalek. Beliau
Kapores saya sekarang sudah jadi
pimpinan di KemaPAN RB. Luar biasa
mungkin dapat anu berkah Trenggalek Pak.
Jadi Bapak karirnya naik terus
jadi jenderal sekarang. Tapi apa yang
ingin kami sampaikan memang enggak semua
bidang ee atau sektor itu ee daerah
punya kemampuan untuk membangun SDM-nya
gitu. Jadi saya terusang a saya buka di
sini gitu. Pada saat kita kurang begitu
ee apa puas dengan kinerja salah satu
dinas. Nah, ini dinas teknis gitu ya
waktu itu. Kemudian jawaban dinasnya,
"Pak, sebenarnya kalau bisa bukan saya
juga enggak apa-apa." Tapi lucunya saya
tidak punya pilihan lain karena memang
pool of talent-nya itu terbatas kalau
kita bicara tingkat kabupaten kota,
terutama kabupaten. Tentu kalau Surabaya
ya pasti banyak Sidoarjo, Malang
misalnya itu banyak pool of talent-nya
gitu. Yang mau juga banyak dari luar
juga berbondong-bondong pengin ke situ.
Tapi jarang gitu tanya eslon 3 yang
sudah di Sidoarjo di Malang mau enggak
bisa naik eslon 2 tapi ke daerah lain?
Kalau di kepolisian bisa naik naik naik.
Jadi dari AKBP ke Kombes di mana aja
ditempatkan bisa. Dari Kombes mau jadi
Brigjen di mana saja siap ditempatkan.
Tapi ternyata ASN enggak kayak begitu
kan di pemda. Jadi buka lelang
jabatannya enggak ada yang daftar. Nah,
sehingga memang kami lihat mungkin juga
menarik waktu itu kita ingin misalnya
rumpun infrastruktur, rumpun agro itu
kemudian kita melakukan pemetaan
kompetensi dan talent pool yang lebih
holistik. Minimal seJawa Timur kita
punya 38 kabupaten kota. sehingga jangan
sampai bupati-bupati itu kemudian saya
utama bupati karena kalau kota biasanya
agak metropolis orang senang gitu
berkarir di situ. Itu tidak kesulitan
untuk memiliki talent pool. Jadi bupati
bisa aja dia buka lelang jabatan, dia
pengin transparan, tidak pengin
favoritisme, pengin meritokrasi, tapi
enggak ada yang daftar, Pak. Lelang
jabatan. Akhirnya talent pool-nya
itu-itu saja. Sedangkan kemampuan untuk
melakukan quality control atau
pengembangan SDM kalau hanya tingkat
kabupaten untuk bidang ilmu tertentu
sangat terbatas. Dan mudah-mudahan juga
satu lagi kita jangan bicara struktural
saja hari ini kan fungsional. Jawa Timur
termasuk salah satu yang sudah
mengurangi ribuan jabatan eselon 4. Tapi
saya ngalami sendiri. Orang terdekat
saya bilang, "Pak, kalau enggak dilantik
enggak afdol. Maunya yang ada struktural
gitu. Padahal mau jadi eslon 3 sekarang
sudah enggak perlu lagi menjadi eselon
4, tapi melalui jabatan setara eslon 4.
Tapi kalau mau ngambil jalur fungsional
rumitnya bukan main. Meskipun memang di
Kemenpan RB sudah disederhanakan
sekarang prosesnya. Jadi banyak sekali
realita di lapangan yang tentunya
harapan kita bisa dijawab dan semua
relevan dengan Korpu ini. Mudah-mudahan
Cororpu Summit 2025 ini bisa menjadi
momentum bagi kita semua untuk bisa
kalau dalam bahasa Inggris cherish atau
istilahnya mensyukuri, menikmati,
meresapi ee anugerah yang diberikan
Tuhan kepada kita untuk bisa menjadi
abdi masyarakat. Terima kasih Pak Kalan,
Pak Wamen, dan seluruh pimpinan. Selamat
datang di Jawa Timur. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Hadirin sekalian, selanjutnya marilah
kita simak bersama sambutan oleh Wakil
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia kepada Bapak Komjen
Polnawirawan Purwadi Aranto. Disilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi,
shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu.
Yang saya hormati
Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil
Elistianto Dardak.
Kemudian Kepala LAN
Republik Indonesia Bapak Muhammad
Taufik.
Hadir di sini juga Wakil Kepala Badan
Kepegawaian Negara Bapak Suharmen.
Kemudian Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur, Bapak Ramlianto
selaku tuan rumah. Terima kasih acaranya
megah. Mungkin saya baru kunjungan
pertama tapi pandangan pertama pantas
untuk tempat retreat, Pak.
[Tepuk tangan]
Kebetulan selesai dari sini saya ke
Jogja terus langsung retreat ke
Magelang. Jadi ini pengantar retreat
juga, Pak. Saya diretre di Magelang hari
Kamis sampai hari Jumat retreit kedua.
Ee seluruh ee peserta Corpu Summits 2025
serta hadirin yang berbahagia.
Ee tentunya ee pada hari ini ee saya
bersyukur bisa hadir di tengah-tengah
para hadirin semua. Ee sebenarnya saya
ingin datang cepat. Saya jam .30 sudah
bangun, Pak. Saya terlambar setengah jam
karena pesawatnya, bukan karena sayanya.
Mohon maaf sebelumnya.
Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi
kepada kepala LAN
bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Jawa
Timur yang telah menyelenggarakan forum
strategis ini.
tentunya Corpus Summit 2025 menjadi
ruang penting untuk memperkuat ekosistem
pembelajaran ASN terutama dalam
menyiapkan SDM aparatur yang responsif,
adaptif, dan mampu menghadapi tantangan
zaman.
Tentunya kegiatan ini juga menegaskan
bahwa komitmen kita untuk memperkuat
transformasi pembelajaran ASN melalui
pendekatan corporate university atau
kita kenal CORPU sebagai sistem
pengembangan kompetensi terintegrasi
inklusif dan berorientasi pada kinerja.
Dengan pendekatan ini, setiap Pak Nen
belajar secara berkelanjutan,
relevan dengan tugasnya, dan memberikan
dampak nyata bagi peningkatan kualitas
pelayanan publik. Karena pelayanan
publik ini benar-benar ditunggu di depan
masyarakat.
Bapak, Ibu hadirin sekalian
yang saya banggakan.
Arahan Presiden menekankan bahwa
birokrasi harus responsif, cepat dalam
mengimplementasikan kebijakan,
efektif dalam penggunaan anggaran, dan
bebas dari praktik korupsi.
Presiden juga memberikan perhatian besar
kepada pengelola ASN baik disiplin,
produktivitas maupun peningkatan atas
kompetensinya.
Di ruang inilah ee kita berkumpul dalam
rangka meningkatkan kompetensi semua ASN
yang ada di lingkungan kerja kita
masing-masing setelah kembali dari sini.
Karena itu, reformasi birokrasi tidak
cukup hanya menyederhanakan prosedur,
tetapi juga memastikan aparatur memiliki
kompetensi yang relevan dan mampu
memberikan layanan yang berdampak bagi
masyarakat luas.
Dalam Asta Cita Presiden Wakil Presiden,
penguatan pembangunan sumber daya
manusia menjadi salah satu prioritas
utama. Agenda ini menempatkan
peningkatan kualitas pendidikan,
kesehatan, sains, dan teknologi,
prestasi olahraga, serta kesetaraan
gender dan peran pemuda sebagai pondasi
daripada kemajuan bangsa.
Dalam konteks birokrasi ini
mengartikan bahwa kompetensi ASN harus
terus dikembangkan
agar aparatur mampu memberikan pelayanan
yang inklusif,
berkeadilan, dan berdampak seperti yang
kita inginkan bersama.
Setelah melihat arah pembangunan SDM
dalam Asta Cita,
potret ASN ini memberikan gambaran
konkrit yang tentang tantangan dan
peluang kita.
Kenapa kita meskipun saya
mantan polisi Komjan saya sudah jadi
sipil, Pak. Jadi saya bagian dari
rekan-rekan semua.
[Tepuk tangan]
terakhir eh saya sebagai kalem diklat
PORI, Pak. Terakhir jabatan saya.
Sebelumnya juga saya pernah jadi sestama
di Lemanas. Tadi yang jemput saya juga
barang Burini juga sestama saya dulu di
Lemhanas RI. Nah, kemudian ya 4 tahun
terakhir saya bergelut di dunia
pendidikan sebelum ee berakhir di
Kementerian sebagai wamen 4AN RB.
Saat ini jumlah ASN mencapai lebih
sekitar 5,5 juta orang
dan 76% berada di daerah dengan
mayoritas berasal dari generasi milenial
dan Gen Z. Selain itu, 63% ASN menduduki
jabatan fungsional yang membutuhkan
pembelajaran yang relevan dan praktik
kerja sehari-hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi
peningkatan kapasitas ASN tidak dapat
lagi bergantung pada pelatihan klasikal
yang terpusat.
Kita membutuhkan pengembangan kompetensi
yang terintegrasi,
menjangkau daerah terkait langsung
dengan pekerjaan sehari-hari dan
berdampak kepada pelayanan publik yang
ada di masyarakat.
Lalu muncul pertanyaan penting,
pengembangan kompetensi seperti apa yang
sebenarnya dibutuhkan?
Pengembangan kompetensi menjadi pondasi
untuk membangun aparatur yang
profesional, adaptif, dan mampu menjawab
tuntutan birokrasi modern.
Kita perlu menutup kesenjangan
kompetensi
memastikan seluruh ASN mampu mengikuti
perkembangan kebutuhan dari masyarakat
sekaligus harapan masyarakat yang terus
meningkat dari waktu ke waktu. ASN juga
harus memiliki literasi digital dan
kemampuan berkolaborasi lintas sektor
serta merespon terhadap perubahan.
Tidak kalah pentingnya kita perlu
memperkuat global mindset dan soft skill
seperti kemampuan berkomunikasi,
empati, kepemimpinan dan sebagainya yang
sudah disiapkan di BPSDM ini.
Pembelajaran pun harus terintegrasi dan
berkelanjutan.
tidak hanya mengandalkan pelatihan
klasikal, tetapi melalui pengalaman
kerja, interaksi, dan mentoring.
Dan yang terpenting akses pembelajaran
harus merata dan inklusif menjangkau ASN
di pusat maupun daerah sesuai dengan
kebutuhan dan daerah masing-masing.
Urgensi pengembangan kompetensi ASN juga
diperkuat secara hukum.
Undang-undang nomor 20 tahun 2023
mengamanatkan bahwa pengembangan
kompetensi harus dilakukan secara
terus-menerus melalui sistem
pembelajaran terintegrasi.
di mana pada pasal 49 menegaskan bahwa
pembelajaran ASN harus yang pertama
terintegrasi
dengan pekerjaan.
Kedua, menjadi bagian penting
dan saling terkait dengan manajemen ASN
dan yang terakhir dilakukan bersama
pegawai ASN lain lintas instansi maupun
pihak terkait.
Tentunya pendekatan ini memastikan bahwa
pembelajaran bukan sekedar pelatihan
sesaat, tetapi budaya belajar yang
melekat pada proses kerja sehingga
kompetensi ASN benar-benar berkembang
dan berdampak pada pelayanan publik.
Mungkin output keluar dari sini
output-nya pesertanya
rajin membaca buku
karena baru mulai kehidupan itu dunia
dibuka. output-nya gimana? Mereka keluar
dari sini senang membaca buku
karena masih banyak ilmu-ilmu yang
tersebar di luar yang harus dipahami
bersama.
Pendekatan ini kemudian diterjemahkan ke
dalam strategi pengembangan kompetensi
yang terintegrasi.
ASN adalah pembelajar.
ASN adalah pembelajar sepanjang hayat.
Sehingga mengembangkan kompetensi tidak
bisa hanya tergantung pada pelatihan di
kelas ini saja.
Sebagian besar pembelajaran justru
terjadi saat menjalankan tugas
sehari-hari.
Karena itu pola pembelajaran 7010
[Musik]
menjadi penting.
Sekitar 70% berasal dari pengalaman
kerja langsung dalam pemecahan masalah
yang ditemui sehari-hari.
20% dari interaksi dan mendapatkan umpan
balik termasuk
kucing dan mentoring
dan hanya 10% melalui pelatihan formal
di kelas. Dengan pendekatan ini,
pembelajaran menjadi lebih relevan
dengan pekerjaan,
lebih cepat diterapkan, dan lebih
berkelanjutan.
Sistem pembelajaran terintegrasi
mendorong ASN untuk belajar dari
pengalaman
dari lingkungan sosial, pemanfaatan
platform digital, serta tetap mengikuti
pelatihan formal yang terarah.
Inilah budaya belajar yang ingin kita
bangun di setiap instansi pemerintah.
Bapak, Ibu hadirin sekalian yang
berbahagia.
Strategi pembelajaran terintegrasi ini
tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi
bagian dari roadmap nasional
pengembangan kompetensi ASN menuju
Indonesia Emas 2045.
Hingga 2024 ini fokus kita adalah
membangun smart ASN, yakni ASN yang
memiliki kompetensi tinggi,
berintegritas,
berwawasan global,
mampu beradaptasi dengan perubahan dan
pemanfaatan teknologi dan pelayanan
publik yang semakin luas dan menuntut
kualitas.
Memasuki periode 2025-2030,
tuntutan semakin berkembang. ASN harus
menjadi robus dan relicious,
lebih adaptif, produktif, fleksibel,
empati,
responsif, serta ramah terhadap
lingkungan.
Kemudian pada tahun 2031 2045,
ASN ditargetkan menjadi aparatur yang
kompetitif. profesional
mampu mengambil keputusan dalam setiap
risiko yang ada dan tetap efektif
bekerja di bawah tekanan.
Ini pekerjaannya terus di bawah tekanan
nih, Pak.
Tapi saya harap jangan merasa tertekan.
Tahapan ini menunjukkan bahwa kebutuhan
kompetensi ASN terus bergerak.
Karena itu sistem pembelajaran yang
terintegrasi
melalui pengalaman kerja,
interaksi sosial, dan pelatihan formal
menjadi kunci memenuhi future skill
mewujudkan Indonesia Mars tahun 2045.
ROT map tadi menunjukkan arah kompetensi
ASN menuju 2045
untuk mencapai soft skill menjadi kunci.
ASN perlu memiliki learning, agility,
kemampuan berpikir strategis dan
mengambil keputusan
kreatif,
memiliki integritas, kolaborasi, dan
mempunyai daya tahan dalam menghadapi
perubahan.
Di sisi kepemimpinan, kemampuan
mengelola orang berorientasi pada hasil
dan menjaga kualitas pelayanan publik
menjadi sangat penting termasuk
kemampuan pengelolaan
keberagaman.
So soft skill ini akan menentukan
kualitas kepemimpinan dan pelayanan bagi
ASN sekaligus memperkuat kemampuan
beradaptasi dan berkolaborasi.
lintas sektoral.
Selain soft skills, ASN juga harus
memperkuat hard skill yang semakin
penting di era digital seperti
mengelola data analisis, literasi
digital,
keamanan cyber, manager proyek,
artificial intelligence, dan machine
learning, serta analisis kebijakan yang
berbasis kepada bukti
tentunya nya penguasaan kemampuan ini
akan membuat ASN lebih efektif,
bermanfaat
dan mampu memanfaatkan teknologi serta
menjalankan program strategis pemerintah
dengan aman, tepat sasaran,
dan penguasaannya dapat secara cepat di
dapat. Bapak, Ibu hadirin sekalian.
Tentunya penguatan kompetensi ASN tidak
bisa dilakukan sendiri-sendiri.
Setelah kita melihat kebutuhan soft
skill dan hard skills yang semakin
kompleks, kita perlu bergeser dari
ekosistem
di mana setiap instansi berjalan sendiri
menuju ekosistem pembelajaran yang
kolaboratif.
Dalam ekosistem ini, pemerintah, swasta,
akademisi, media, dan komunitas memiliki
peran yang saling melengkapi.
Swasta menyediakan teknologi dan
platform, akademisi mengembangkan
kurikulum,
media membantu penyebaran pengetahuan,
dan masyarakat memberikan umpan balik
terhadap kebutuhan nyata di lapangan.
Di sinilah Corporate University berperan
sebagai orkestrator ekosistem
pembelajaran,
yaitu dengan menghubungkan berbagai
pihak, memastikan pembelajaran relevan
dengan visi misi organisasi dan tujuan
pembangunan nasional serta membawa
praktik baik di seluruh instansi.
Dengan pendekatan kolaboratif ini,
penguatan kompetensi ASN dapat
berlangsung lebih cepat, lebih terarah,
lebih berdampak sehingga mendukung
tercapainya Indonesia Emas 2045.
Dalam ekosistem pembelajaran yang
kolaboratif ini, LAN RI berperan sebagai
National Center of Excellence sekaligus
walidata pengembangan kompetensi ASN.
LAN RI mengkoordinasikan sebagai pusat
unggulan teknis agar pengembangan
kompetensi berjalan terarah dan saling
menguatkan.
Namun tentunya upaya ini tidak dapat
dijalankan sendiri.
RI bersama BPSDM Provinsi Jawa Timur dan
instansi pembina lainnya berkontribusi
memperkuat kebijakan dan ekosistem
pengembangan kompetensi ASN sehingga
impas implementasinya lebih terarah dan
berkelanjutan.
Oleh sebab itu
agar
Bapak Ibu sekalian di seluruh instansi
ya
diharapkan
yang pertama memiliki rencana
pengembangan kompetensi 5 tahunan yang
terintegrasi secara nasional.
Setiap ASN menyusun dan melaksanakan
individual development plan atau IDP
sebagai bagian dari SKP.
Kemudian akses
pembelajaran menjadi merata bagi seluruh
instansi pemerintah.
LAN dapat berperan aktif dalam
merumuskan perencanaan dan melaksanakan
kebijakan pengembangan kompetensi yang
terintegrasi dan berkelanjutan.
tentunya tersedia konten pembelajaran
yang berkualitas dan memberikan dampak
pada kinerja individu dan organisasi.
Kemudian terbentuknya forum atau
asosiasi corpu sektor publik sebagai
wadah berbagai praktik baik dan
kolaborasi yang terus berkelanjutan.
Transformasi birokrasi
tidak hanya berjalan tanpa transformasi
kompetensi ASN. Oleh karena itu,
penataan ekosistem pembelajaran menjadi
kunci agar pengembangan kompetensi lebih
terarah, terukur, dan berdampak
pada kinerja pelayanan publik.
Melalui corpus summit ini, kita berharap
lahirlah terobosan sinergi, kesepaman
bersama dalam menata ekosistem
pembelajaran ASN yang berkolaboratif dan
berkelanjutan.
ASN yang berkolaboratif berkelanjutan
dan saya meyakini LAN bersama BPSDM dan
seluruh instansi pemerintah mampu
mempercepat agenda ini demi mewujudkan
ASN yang profesional dan Indonesia yang
semakin maju. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Tepuk tangan]
Hadirin sekalian, selanjutnya marilah
kita simak sambutan sekaligus membuka
secara resmi ASN Corpus Summit 2025
ditandai dengan pemukulan gong oleh
Kepala Lembaga Administrasi Negara
Republik Republik Indonesia. Kepada yang
terhormat Bapak Muhammad Taufik di
disilakan.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Sebelum sebelum salam biasanya pantun
dulu gitu ya. Mohon izin.
Fajar merekah membuka zaman.
Cahaya ilmu menerangi perjalanan.
Corpus summit kita selenggarakan
menguatkan ASN dalam transformasi
pembelajaran.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati, yang sama-sama kita
banggakan, Bapak Wakil Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi, Bapak Komjen Polisi
Perwati Haranto.
Yang saya hormati
ee guru saya ini sebenarnya kalau ketemu
selalu saya belajar sama Pak Wagub nih,
Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak
Emil Elistianto Dardak, PhD.
Yang saya hormati Bapak Wakil Kepala
BKN, Pak Armen, sahabat saya. Yang saya
hormati
kawan-kawan dari JPT Madiah Lembaga
Administrasi Negara. Lengkap ini dari
Deputi 1 Pak Agus ee deputi kualitas
kebijakan. Kemudian dari Bu Erna ee
deputi transformasi pembelajaran
lembagaasi negara. Ada Bu Pak Witri
Widoto, Deputi Penyelenggaraan Kapasitas
ASN sampai pada penjaminan mutunya Bu
Harmi, deputi penjaminan mutu untuk e
pengembangan kompetensi. Yang saya
hormati hadir juga di sini Bapak
Sekretaris Utama BSN Bapak Susilo.
Yang saya hormati di hadir eh Pak Doni
tadi Pak Jenderal Doni ya. Sebentar lagi
bintang ee tiga ya bintang
amin gitu.
Yang saya hormati Pak Tasdik ini sesepuh
kita staf khusus kemudian Pak RB yang
saya hormati Bapak Rektor ya Pak Ramli.
Luar biasa makasih banyak Pak Ramli. Ini
tadi ini suasananya bintang lima ya
suasananya. Tadi Pak Wamen sampaikan
memang ini kelas-kelas untuk ee Korpu
khusus ya. Pak Wagub terima kasih. Ini
standarnya luar biasa ya untuk jadi ke
depan nanti seluruh BPSDM Indonesia
standarnya harus seperti ini nih ya.
[Tepuk tangan]
Yang saya hormati kawan-kawan JPT
Pratama Lembaga Negara, jajaran pimpinan
pada ee Pemerintah Provinsi Jawa Timur
dan tentunya para peserta ee Corpus
Summit ini ada pimpinan-pimpinan Kepala
BPSDM ada Bu Uus dan kawan-kawan saya
lihat lagi BPSDM ada Pak Edwi Pak Edward
ya ee mana lagi yaah Bu
apa ee ee Kepala BPSDM Jawa Kalimantan
Timur banyak sekali ini ya ee dan
tentunya semua yang hadir ee terima
kasih banyak. Pertama-tama kita
panjatkan puji syukur kepada Allah
Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa.
Alhamdulillah kita bisa hadir dalam
acara Corpus Summit dalam keadaan sehat,
dalam keadaan semoga kita mendapatkan
keberkahan ini auranya, aura keberkahan
ini Pak Wagub karena semua adalah
pejuang kompetensi. ya memperjuangkan
kecerdasan bangsa, tidak hanya bangsa,
tapi kecerdasan para pelayan bangsa.
Luar biasa, Bapak, Ibu sekalian. Jadi,
pertama tentunya kita akan ee selalu
berpikir mengapa kita hadir jauh-jauh
dari sini ya, dari berbagai daerah ya ee
apa ee di untuk hadir pada acara summit
ini acara yang pertama kali kita
lakukan. Bapak Wamen, Bapak Wagu, Bapak
Ibu sekalian, Pak Harmen, kawan-kawan
semuanya. Jadi ini yang kita menghadapi
sebuah perubahan perubahan yang sangat
besar. Ini real ya kalau kita bicara
tentang perubahan yang kita sering
mendengar, tapi ini kita bicara tentang
bagaimana orang survivis di dalam
menghadapi perubahan ya. Ee apa namanya
ee CEO-nya Jenderal Elektrik itu ya ee
Le Eukoka itu sangat terkenal sekali.
Dia bilang bahwa dalam menghadapi
perubahan ini kalau kita belajarnya
lebih lambat dari pelajaran, maka
sebentar lagi kamu akan melihat
organisasinya mati. Ya, sebentar lagi
organisasi mati. Ya, if you apa? If your
organization learn slower than the eh
pass of chain yang eh di lingkungannya,
maka e kita akan sebentar lagi ngelihat
organisasi itu mati. Jadi kita ini harus
cepat ya. Jadi, bagaimana bayangan yang
kecepatan? Misalnya kita lihat ee data
orang itu teknologi telepon, line
telepon itu untuk dapat ee 100 juta
pelanggan itu butuh eh ee 50 juta
pelanggan butuh 100 tahun ya. Nah,
dengan perkembangan teknologi yang ada
eh Angry Bird itu 3 bulan dia R juta.
Habis itu disusul namanya
apa? Candy Crus. Ya, mungkin yang Bapak
Ibu enggak mungkin umur kita itu gak
nyampai ke sana karena ini apa
permainan-permainan game yang anak-anak
ini sekarang main cepat sekali, cepat
sekali. Nah, kok di pemerintahan ini ini
Pak Wagub dan ee timnya paham betul ya
bagaimana perubahan kebijakan cepat
sekali berubah ya bukannya kemudian gak
konsisten karena memang pemerintah juga
dihadapkan pada lingkungan yang berubah
cepat ya dinamis sekali. Nah, untuk itu
maka ini tidak bisa kita bicara tentang
bagaimana cara kemudian belajar yang
biasa-biasa saja. Belajar yang
konvensional itu sudah ditinggal ya. di
sini hadir ee dari ini tadi saya lupa
menyapa kepala pusat ee dari PLN
pembelajaran PLN Buendah mana Buenda ya
dari PLN Corporate University ya ini BUM
BUMN sudah bergerak bikin corpus ada PLN
Corporate University ada eh Mandiri
Corporate University Telkom Corporate
University semua adalah untuk mengawal
tadi proses transformasi semua untuk
mengawal tadi perubahan-perubahan yang
cepat kalau tidak di ee kemudian
didukung dengan cara belajar yang
berubah, yang cepat, maka ketinggalan
tadi mati ya, organisasi itu mati. Nah,
Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah
tantangan yang real ya, bahwa pemerintah
pun tidak akan kemudian berbeda
menghadapi perubahan dengan organisasi,
korporasi, swasta dan BUMN. Kita hidup
bareng-bareng di sini, di republik ini,
di dunia ini. Customer kita sama, yaitu
kurang lebih 280 juta e penduduk yang
kemudian harus kita layi. Sama dengan
BUMN, sama dengan korporasi, customernya
sama, caranya beda. Tetapi belajarnya
tadi kita perlu kemudian perbaiki
sama-sama apa namanya dengan cara tadi
menerapkan corporate university. Jadi,
Bapak Wamen, Bapak, Ibu sekalian, inilah
kita berkumpul semuanya dalam rangka
tadi kita menyiapkan sebuah cara belajar
baru untuk menghadapi sebuah perubahan
besar yang kita hadapi di lingkungan
kita. Mengapa corporate university? Yang
pertama karena corporate university tadi
adalah bagaimana kemudian menyelesaikan
problem sekarang ini ada kepemimpinan
dan belajar. Ini suatu dua yang terpisah
manajemen kemudian belajar. ini berpisah
corporate university yaak corporate
university adalah bagaimana kita sesuai
kita juga terbitkan aturannya juga dan
sudah ada peraturan pemerintahnya
rancangannya
dan bagaimana pimpinan puncak organisasi
harus memimpin ya ini alhamdulillah Pak
Wagup Pak Wagub dan Pak Bu ee Gubernur
ya sudah melakukan memimpin langsung
Corporate University ee Jawa Timur ini
sebagai contohnya ya dan di sini kita
ada kurang lebih kita sudah melakukan ee
pemetaan ada 350 lebih instansi yang
sudah menerapkan corporate universiti
sama prinsipnya gubernur, bupati,
menteri, kepala lembaga memimpin
langsung proses belajarnya tadi. Yang
kedua, belajarnya ini tidak konvensional
tadi ya. Belajar itu konvensional dalam
arti hanya di kelas, tapi ini tidak. 90%
ada di tempat kerja untuk memastikan
proses kepimpinan, manajemen, dan
learning tadi menjadi sebuah ee hal yang
terintegrasi. Kita nyebutkan
pembelajaran yang terintegrasi. Ya. Yang
berikutnya adalah bagaimana kita
membangun sebuah cara belajar yang
kolaboratif, tidak tersekat-sekat. Ini
yang problemnya sekarang, Pak Wagub. Ini
masih banyak kita target-target yang
kemudian apa namanya harus dikeroyok
bareng-bareng. Tidak ada satuun kemudian
instansi pemerintah bisa menyelesaikan
persoalan pembangunan sendirian. Tidak
ada satuun organisasi sekarang ini bisa
menyelesaikan sendiri. Mau BUMN, mau
korporasi, semuanya kolaboratif. Nah,
ini yang kemudian dengan corporate
university kita pastikan pembelajarannya
kolaboratif antar OPD, antar instansi
pemerintah, pemerintah dengan korporasi,
BUMN dengan korporasi dan seterusnya.
Dan yang kemudian yang terakhir adalah
bagaimana pembelajaran itu real
berdampak ya, bagaimana menghasilkan
inovasi dan seterusnya. Saya sampaikan
bahwa Korpu itu punya peran yang sangat
strategis dalam reformasi birokrasi. Pak
Wamen, saya sampaikan kemarin ke Buri
ini juga ini eranya sekarang reformasi
birokrasi mesin utamanya adalah corpo.
Mengapa? Satu, Korpu ini bangun budaya,
transformasi budaya. Dua, memenuhi
kebutuhan kompetensi untuk pekerjaan
yang baru. Bapak, Ibu sekalian, ini
menarik kalau kita melihat laporan World
eh Economic Forum, saya selalu sampaikan
170 juta dalam waktu ee 2030 di dunia
ini ya muncul pekerjaan baru
menggantikan ada 90 jutaan. Di Indonesia
23 juta pekerjaan digantikan R5 juta.
Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah tanda
dalam arti banyak pekerjaan kita ini 5
tahun ke depan tidak relevan. Kalau kita
tidak melakukan kemudian penyesuaian
skill kita, maka kemudian kita akan
enggak relevan. Nah, untuk itu maka
undang-undang memerintahkan ASN wajib
belajar berkelanjutan agar selalu
relevan dengan organisasi Bapak, Ibu
sekalian. Dan itu tadi yang ee kedua
tadi pemenuhan ee apa? transformasi
budaya, pemenuhan kompetensi. Dan yang
terakhir tadi saya sampaikan Pak Wagub
ini engine untuk menghasilkan inovasi.
Mengapa masyarakat di sana menuntut
adanya sebuah terobosan-terobosan?
kita dihadapkan kemarin 2 tahun ini ya
kira kurang lebih ya ee tantangan
anggaran ketidakpastian karena memang
pemerintah juga bekerja secara agile.
Kita pun anak buahnya juga harus
kemudian agile. Ini yang kemudian tadi
kita harus bagaimana menemukan cara
belajar yang inovatif dan menghasilkan
tadi banyak terobosan di dalam pelayanan
Bapak Ibu sekalian. Jadi ini yang
kemudian kita dalam forum yang ee sangat
baik ini ya, kita tujuannya adalah
bagaimana membangun sebuah kolaborasi.
Nah, problem utamanya adalah kita korpu
ini memerlukan cara hidup yang
ekosistemnya beda dengan namanya ee
lembaga diklat. Lembaga diklat
ekosistemnya ada trainer, ada
fasilitator, ada coach mungkin ya, ada
penyelenggara dilakukan sendiri-sendiri.
tadi Pak W bilang ekosistem
sistem yang kemudian tertutup
sendiri-sendiri.
Korpu beda, ekosistemnya beda. Dia
kolaboratif karena dia sifatnya
strategis kemudian sifatnya kemudian
terbuka ya harus menghasilkan tadi
dampak nyata. Maka tadi sifatnya harus
kolaboratif. Ekosistemnya apa? Yang
pertama adalah kita melihat sini di sini
semuanya adalah bagian dari ekosistem.
Tidak ada kemudian kita lakukan
sendiri-sendiri tapi kita lakukan secara
kolaboratif. Yang kedua kita kemudian di
sini ada ada kawan-kawan dari PLN
kemudian dan dari ada Telkom dan
seterusnya. Ini bagian dari ekosistem
ya. Pembelajaran Korpu ini kita akan
lakukan bersama dengan kawan-kawan dari
BBUMN, dari korporasi ya, dari perguruan
tinggi ya, tidak hanya di dalam negeri,
luar negeri juga sama ya kita akan ajak.
Nah, Bapak Ibu sekalian, ini yang sudah
kita lakukan tahun kemarin kita
kumpulkan 300 pimpinan korporasi ya,
namanya B300 karena Best 300 ya hadir
dan mereka siap men-support kita ya.
Kemarin ada beberapa program yang sudah
dilakukan bersama korporasi, ada ASN Tal
Academy, ada Reformer Academy dan
seterusnya ada beberapa platform yang
di-support mereka dan seterusnya dan ini
bukan LAN saja Bapak Ibu sekalian. ini
adalah bagian kita akan undang mereka
untuk memperkuat ekosistem corporate
university nanti ya. Nah, Bapak Ibu
sekalian yang lainnya adalah tentang
kita juga perkuat kolaborasi dengan
kawan-kawan di ee luar negeri. Ada
apolitik ya, ada TBI ya dan seterusnya.
Yang sekali lagi saya sampaikan corpus
summit ini kita memperkuat tadi
pembelajaran model baru yang lebih
kolaboratif, lebih berdampak dan kita
pastikan bahwa apa yang menjadi arahan
Bapak Presiden ini kita bisa kemudian
dukung dengan adanya corporate
university. kita sudah lakukan tahun ini
ada di bawah corporate ada akademi
pengentasan kemiskinan ada akademi
koperasi merah putih ya untuk memastikan
program-program Bapak Presiden itu bisa
kemudian didukung oleh ASN-ASN yang
terampil memastikan tadi sasaran-sasaran
strategis Bapak Presiden bisa terpenuhi.
Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee kita
harapkan nanti dengan adanya Korpu ini
selain ada kolaborasi, kita juga sudah
mulai kemudian ada sharing ya mengenai
apa program-program tadi yang bisa kita
lakukan yang real ya. Tadi kita perlu
apa? Sharing mengenai pembelajaran
tempat kerja berdampak. Tadi mungkin Bu
Erna nanti akan sharing pengalaman bikin
akademi dan seterusnya. Karena di PLN
juga sama di PLN itu kemudian korpusnya
ada akademi-akademi sesuai dengan tadi e
kebutuhan tadi untuk melakukan
transformasi dan ini kita akan lakukan
nanti ee mungkin di pemerintah daerah
atau di kementerian, lembaga ada
beberapa hal yang tadi yang mungkin bisa
kita lakukan bersama-sama. Nah, yang
lain adalah tentunya kita harapkan tadi
Korpu ini bisa kita ee ee apa namanya
dengan ee yang sudah kita rintis kemarin
di tempatnya Buerna ini ada direktur
khusus nangani ekosistem
bagaimana kemudian mengkurasi potensial
partner yang ada untuk kemudian kita
ajak bergabung pada ekosistem corporate
university di Indonesia ini. Jadi nanti
kita harapkan nanti kita ee ASN yang
kita layani punya akses tadi belajar
yang terbaik. Tidak harus kemudian
dikungkung kalau belajar itu ya harus
dari WI, harus dari ee pejabat birokrasi
tapi punya opsi yang lebih ee ee luas.
dan Pak Wamen, Pak Wagu, Pak Waka PKN
ini terima kasih banyak ini bagian dari
ekosistem ya ee dukungan dari Pak Wamen
ya dari kebijakan-kebijakan pemain
kompetensinya tadi disampaikan luar
biasa Pak Armen dengan data BKN yang
dengan platform yang digitalisasi
layanan ASN luar biasa terintegrasi
dengan data-data kita sebut disampaikan
ke Pak Wagub learning matricnya nanti
semua ASN N ya, ada datanya belajar apa
ya, ee apa namanya untuk apa dan
seterusnya dan itu nanti akan kita
lakukan secara terintegrasi dan kemarin
kita sudah juga ee inisiasi ya ee untuk
mengumpulkan
lembaga-lembaga pelatihan ada lebih dari
120 lembaga pelatihan yang kemudian kita
akan satukan menjadi sebuah asosiasi
atau apapun ini belum masih berproses
tapi intinya adalah kita akan lakukan
bersama-sama tadi menghadapi sebuah era
baru, era perubahan ya, di mana kita
dituntut untuk berubah. Nah, satu hal
lagi yang mungkin saya sampaikan mungkin
kemarin ee selalu saya sampaikan Bapak
Ibu sekalian ini Bapak Presiden selalu
kemudian mewanti-wanti ya. Bagaimana
kemudian ee apa namanya Pak ASN ini
harus berintegritas. dua itu harus
kemudian ee betul-betul bekerja untuk
rakyat dan yang ketiga adalah bagaimana
bekerja untuk sebuah masa depan
Indonesia Emas 2045 dengan terada
inovasi-inovasi tadi. Nah, ini yang kita
harapkan tadi kita lakukan kolaborasi ee
program-program yang nyata untuk rakyat,
program-program yang tadi kemudian bisa
mengantarkan ASN memenangkan Indonesia
Mar 2045. Dan untuk itu juga ee saya
selalu sampaikan kerja cerdas, kerja
keras kita harus diimbangi dengan
branding bareng-bareng ya. Jadi ini
pengalaman di korporasi sama juga
corporate university ini cara kerjanya
adalah kita bekerja belajar menghasilkan
impact tapi juga nge-branding komunikasi
kita komunikasikan. Jadi kemarin di
forum kehumasan kami sampaikan mohon
dikurangi ee foto-foto yang seremonial
meskipun nanti sebentar lagi kita foto
pakai jempol ya pakai selalu itu
standarnya Pak Wah tetapi kita mulai
akan tampilkan hasil inovasinya
dampaknya dan seterusnya ya kemudian
kita tampilkan bagaimana sebenarnya
intinya adalah bahwa ini tidak ada
namanya rakyat sejahtera tanpa apa ASN
yang kompeten
ya. Nah, inilah kemudian makanya
kemudian pengembangan kompetensi tidak
ada hanya kemudian di lembaga-lembaga
pelatihan di kelas-kelas
tapi ini ada di mana-mana ya. Petani
bercocok tanam di situ, di belakangnya
ada ASN. makan bergizi gratis itu
kemudian di belakangnya ada ASN yang
kompeten. Koperasi merah putih yang
kemudian berkinerja bagus, di
belakangnya ada ASN yang kompeten.
Semuanya ada membutuhkan tadi sentuhan
ASN karena tugas ASN tadi memberikan
pelayanan dari orang mulai lahir sampai
orang mati semuanya butuh layanan ASN.
Makanya tadi Bapak Ibu sekalian kita
tunjukkan ya kita rombak strategi
komunikasi kita. Yang belum punya medsos
bikin medsosnya. yang belum kemudian
punya kehumasan yang barus kita ee apa
namanya? Perkuat kehumasannya. Jadi, Pak
Wagup saya matur nuwun, terima kasih
banyak. Ini Pak Ramli sudah memberikan
contoh banyak ee tim kreatifnya untuk
apa namanya mengembangkan medsosnya ya.
Ini kita lakukan nanti ee ee
bareng-bareng. Jadi kita kumpul hari
ini, pagi hari ini untuk sebuah era
baru, era kemudian kita belajar cepat,
belajar kolaboratif, belajar yang
berdampak. Dan itu saya matur nuwun,
terima kasih Pak Wagub e dengan
dukungannya Pak Wamen, terutama
kebijakan-kebijakannya Pak Waka BKN.
Matur nuwun. Terima kasih ya dengan ee
transformasi yang kita lakukan
bareng-bareng ini, kita bisa mewujudkan
tadi sebuah era baru pembelajaran dan
kepada kawan-kawan semuanya, pimpinan
lembaga pelatihan, pimpinan instansi
saya mengucapkan banyak terima kasih.
Luar biasa 350 lebih sekarang Korpo yang
sudah ee ee di apa namanya di di
diterapkan di level kementerian, lembaga
ee provinsi kabupaten, kota saya. Terima
kasih banyak semuanya untuk ee suatu
kolaborasi yang sangat indah ini. Bapak,
Ibu sekalian, demikian mungkin yang bisa
sampaikan. Sekali lagi terima kasih.
Semoga segala upaya baik kita, kerja
keras kita ini mendapatkan rida Allah
subhanahu wa taala dan kita selalu
mendapatkan bimbingan pertolongan untuk
sebuah kebaikan bangsa ke depan ini.
Terima kasih. Bikayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Bapak. kami mohon berkenan
untuk tetap tinggal di tempat. Bapak,
Ibu hadirin sekalian, selanjutnya akan
kita ikuti bersama pembukaan secara
resmi ASN Corpus Summit 2025. Untuk itu
berkenan mendampingi Wakil Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia,
Wakil Kepala BKN Republik Indonesia
bersama Wakil Gubernur Jawa Timur.
Izin, kami akan menghitung untuk
pemukulan gong pada kesempatan pagi hari
ini. T du sat.
[Musik]
Baik, Bapak dan Ibu hadirin sekalian.
Dengan ini ASN Corpus Samit 2025 telah
resmi dimulai.
[Musik]
Berikutnya izin Bapak-bapak untuk dapat
berfoto bersama. Rekan-rekan
dokumentasi, rekan-rekan media silakan
mengambil tempat di atas panggung.
Bapak, Ibu, kita akan berfoto bersama.
Mungkin untuk Bapak dan Ibu yang berada
di barisan paling belakang, kami undang
untuk dapat bangkit berdiri supaya
terlihat di kamera pada kesempatan pagi
hari ini. Yang di sudut kanan, sudut
kiri semuanya silakan untuk bergabung di
tengah.
Baik, kita akan berfoto dengan tiga
pose. Bapak dan Ibu izin. Pose pertama
adalah pose formal. Dimohon Bapak dan
Ibu untuk bisa menggabungkan kedua
tangan di depan.
Kami izin menghitung 1 2 3. 1 2 3. Yang
kedua adalah poselan. Silakan untuk
membuat tangan menjadi huruf L. 1 2 3 1
2 3 Yang terakhir kita kepalkan tangan
kanan kita sebagai simbol sinergi pada
kesempatan pagi hari ini. 1 2 3.
Terima kasih. Foto bersama selesai.
Selanjutnya Bapak Ibu tamu undangan VIP
beserta jajaran LAN berkenan untuk
meninggalkan tempat acara dan menuju ke
Lift Expo.
Sementara untuk Bapak Ibu tamu undangan
yang lainnya kami mohon untuk tetap
berada di tempat.
[Musik]
Bapak dan Ibu para peserta sekali lagi
kami mohon untuk tetap berada di tempat
karena kita akan melanjutkan acara pada
kesempatan pagi hari ini dengan talk
show. Untuk itu, Bapak Ibu mohon bersiap
untuk bisa mengikuti talk show pada
kesempatan hari ini.
[Musik]
Baik Bapak dan Ibu, asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
masih belum fokus, terpecah begitu ya
konsentrasinya. Saya ingin menyapa
kembali Bapak dan Ibu tamu undangan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Izin saya hadir di atas panggung Bapak
dan Ibu untuk dapat menyapa seluruh tamu
undangan dan juga tamu kehormatan yang
telah hadir bersama-sama dengan saya
pada pagi hari ini. Bapak dan Ibu, apa
kabar semuanya?
Baik, boleh saya dengar tepuk tangan
sebagai tanda bahwa Bapak dan Ibu siap
untuk mengikuti talk show sesi pertama
pada hari ini. Senang sekali saya F
Patriia akan menjadi moderator pada sesi
talk show kita kali ini. Dan tentunya
tidak afdol kalau misalnya saya tidak
berpantun terlebih dahulu sebelum saya
mengundang para narasumber untuk dapat
hadir bersama-sama di depan. Jalan pagi
di tepi telaga,
udara segar terasa meresap.
Masih banyak yang belum fokus. Coba ASN
Korpu tingkatkan budaya belajar bangsa
agar Indonesia Emas 2045 benar-benar
tercapai dan mantap. Boleh tepuk
tangannya sekali lagi. Terima kasih
banyak Bapak dan Ibu. Dan tentunya saya
ingin langsung mengundang para
narasumber yang sudah hadir untuk dapat
menyapa Bapak dan Ibu dan memberikan
materinya. Yang pertama ingin mengundang
Kepala BPSDM Kemendagri yang terhormat
Bapak Dr. Dresas H. Budi Santosa, M.Sc.
Boleh berikan applaus untuk dapat
menyapa dan juga menyambut kehadiran
beliau. Disilakan.
Selanjutnya mengundang pula moderat
narasumber kita yang kedua, Deputi
Bidang Transformasi Pembelajaran
Aparatur Sipil Negara LAN Republik
Indonesia, Ibu Dr. TR. Erna Irawati,
Esos Empol Administrasi. Silakan, Ibu
Erna.
[Musik]
Silakan duduk, Ibu. Baik, terima kasih.
Izin saya bergabung dengan beliau-beliau
yang sudah hadir di hadapan kita semua,
Bapak dan Ibu. Mic-nya silakan sambil
kita coba juga mic-nya sudah menyala
atau belum.
Baik,
Bu Erna. Apa kabarnya hari ini?
Baik, Pak. Terima kasih banyak.
Tadi saya sudah melihat dari kejauhan.
Wah, ini saya akan berbincang dengan
beliau dan juga akan siap menyimak apa
yang akan beliau sampaikan mengenai
topik kita pada kali ini. Ya, saya ingin
menyapa juga Pak Buddha. Apa kabar?
Baik.
Baik ya. Baik. Alhamdulillah siap untuk
dapat menyapa Bapak dan Ibu semua. Baik,
Bapak dan Ibu hadirin yang kami hormati
bahwa pada momen kali ini pertama-tama
izinkan saya menyampaikan apresiasi
terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu
tamu undangan yang telah hadir. Mulai
dari awal tadi saya melihat jam 0.00
sudah hadir di ruangan ini. Apresiasi
boleh dengan tepuk tangan sekali lagi
untuk Bapak dan Ibu.
Ini salah satu budaya ASN yang patut
kita teladani adalah budaya on time.
Bahkan jauh sebelum tamu VIP datang
sudah hadir ya. MC belum datang,
moderator belum datang sudah pada hadir
semua memenuhi kursi-kursi yang ada di
sini. Dan pada momen kali ini kita
mengangkat tema dukungan kebijakan dalam
akselerasi penerapan corporate
university. Tadi saya mengutip sebagian
dari yang telah disampaikan oleh Wakil
Gubernur Jawa Timur bahwa apa yang
dikatakan adalah salah satunya tentang
lifelong learner. Nah, talk show sesi
pertama ini merupakan salah satu di
antara dari lifelong learner tadi di
mana kita harus selalu haus akan belajar
dan juga menimba ilmu dari siapapun
begitu ya. termasuk narasumber yang akan
disampaikan materi-materi beliau di mana
Corporate University atau Corpu ini
merupakan pendekatan strategis dalam
pengembangan kompetensi sumber daya
manusia yang tidak hanya pada pelatihan
teknis saja, tapi juga penguatan budaya
organisasi, pengembangan kapabilitas,
dan penyelarasan talenta. Tujuannya
untuk jangka panjang institusi.
Namun keberhasilan implementasi Korpu
ini tidak berjalan optimal tanpa adanya
dukungan kebijakan yang jelas, terarah,
dan berkelanjutan atau sustainable.
Untuk itu, melalui kebijakan yang kuat
corporate university ini bisa memperoleh
legitimasi
arah pengembangan, serta standar tata
kelola yang memastikan proses
pembelajaran ini bisa berjalan dengan
sistematis, terintegrasi, dan memberikan
dampak nyata terhadap kinerja
organisasi. Jadi pada sesi talk show
kita kali ini, kita akan menggali lebih
jauh bagaimana kebijakan ini berperan
dalam mempercepat penerapan corporate
university serta akan kita ketahui
tantangannya apa saja dalam
mengimplementasikan
serta strategi sinergi antar pemangku
kepentingan agar pengembangan talenta
dan pembelajaran organisasi ini bisa
berjalan dengan efektif, adaptif, dan
selaras dengan visi pembangunan nasional
agar tercapai apa yang telah menjadi
tema besar kita kali ini, yaitu ASN. En
Corpu transformasi pembelajaran menuju
Indonesia Emas 2045.
Kita akan berikan kesempatan terlebih
dahulu untuk dapat menyampaikan
materinya kepada Bapak Budi. Siap Bapak
untuk dapat menyapa dan juga memberikan
materinya Bu Erna dulu boleh kalau
begitu. Silakan Bu Erna untuk dapat
menyapa dan memberikan materinya.
Oke, terima kasih Mbak. Izin
Fani. Silakan Ibu.
Selamat pagi ya.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera Bapak Ibu
semuanya, Pak Budi dan juga kawan-kawan
semuanya dari Kementerian, Lembaga,
Pemerintah, Daerah yang sudah memiliki
corporate university seluruh Indonesia
sebenarnya. Cuman memang ee apa namanya?
Ada beberapa yang memang secara khusus
memang sudah terlibat aktif di dalam
penerapan penerapan corporate
university. Saya hanya ingin sharing
Bapak Ibu ada dua hal. Yang pertama
adalah capaian kita di tahun 2025 di
dalam menerapkan corporate university.
Itu yang pertama. Kemudian yang kedua
adalah agenda corporate university
khususnya adalah skala nasional yang
nanti pasti dikontribusikan oleh
korpu-korpu instansi di tahun 2026. Jadi
muatan dari sharing saya dua hal itu
Bapak Ibu. Yang pertama yang terkait
dengan capaian kita di tahun 2025. Next.
Bapak eh Mas Mbak ya. Ini Bapak Ibu tadi
sudah disebutkan oleh Pak Taufik
selama kurun waktu sampai dengan tahun
2025 meskipun saya selalu mengatakan
menerapkan corporate university bukan
berarti kita memulai dari nol. sudah
banyak praktik-praktik yang sudah kita
laksanakan tapi dibungkus di dalam satu
siklus pembelajaran corporate
university. mungkin kita baru menjalin
ke sana sehingga kurasi yang kita
lakukan dari tahun 2024 sampai dengan
2025 saat ini sudah ada 315
Kementerian Lembaga Pemerintah Daerah
yang sudah mendeklare melaksanakan
corporate university dari jumlah
keseluruhan dari instansi pemerintah di
Indonesia 604 48 dengan sebaran
sebagaimana yang Bapak Ibu lihat di
depan gitu. Kita bisa melihat dari
Sabang sampai dengan Merauke kita sudah
memiliki
instansi pemerintah yang menerapkan
corporate university meskipun
berbeda-beda dari sisi jumlahnya. Next,
Mas, Mbak mungkin ee bawahnya dulu nanti
saya kembali ke sini. ee tadi saya
menyebutkan sudah ada next sekitar 300
ini sebarannya Bapak Ibu kemarin mungkin
untuk kawan-kawan dari BPSDM yang sudah
hadir sudah pernah melihat ee apa
namanya infografis ini. Tapi kita bisa
melihat Bapak Ibu dari infografis yang
ada di depan secara nasional Bapak Ibu
kita membagi maturitas dari corporate
university itu dari inisial sampai
dengan advance Bapak Ibu.
secara nasional kita bisa lihat dari 300
lebih 315 kementerian lembaga pemerintah
daerah tadi yang sudah menerapkan
corporate university mayoritas Bapak Ibu
ada di inisial inisial adalah yang
paling awal Bapak Ibu kita sudah
memiliki bibit-bibit corporate
university namun kondisinya belum secara
terintegrasi
mampu menggerakkan secara optimal gitu.
Kemudian yang kedua adalah intermediate
law sekitar 31%.
Untuk kawan-kawan yang advance sekitar
8%.
Bapak Ibu di tahun 2025
karena kita sebutannya adalah self
assessment untuk klaim maturitas dari
corporate university ini khusus untuk
yang advance tahun 2025 kami sudah
menyelesaikan des analisis untuk yang
advance. Dari klaim advance Bapak Ibu
kita berapa?
Dari 26 instansi pemerintah yang
mengklaim advance kita dari hasil des
analisis kita hanya sekitar 12 yang
memang kita sudah bisa membuktikan bahwa
klaim ini diterima. Dari 12 ini kemarin
secara khusus Bapak Ibu kami sudah
ee mengirimkan satu undangan karena
nanti pada tanggal 3 Desember kita akan
mengumumkan Bapak Ibu instansi-instansi
pemerintah
yang memiliki praktik terbaik dari sisi
hasilnya untuk penerapan corporate
university dari 12 ini kalau ada
perwakilannya saya minta berdiri ini
yang des analisisnya sudah kita pastikan
Bapak Ibu sesuai antara yang diklaim
dengan ee des analisis yang dilaksanakan
oleh lembaga administrasi negara. Yang
pertama dari Kementerian Keuangan ada
perwakilannya mohon berdiri. Terima
kasih banyak. Advance. Kemudian
kawan-kawan dari ATR BPN kalau ada yang
hadir
kelihatannya tidak hadir dari BPKP
di Oke, terima kasih. Selamat. Kemudian
dari BMKG,
selanjutnya dari Lembaga Administrasi
Negara sendiri, kemudian dari BP POM,
ya, kemudian dari Pemerintah Provinsi
Jawa Barat,
ada perwakilannya di bawah Bapak, Ibu
sedang pameran saya tahu dari BPSDM
Provinsi Jawa Timur
perwakilannya banyak yang ada di sini
saya yakin. Kemudian dari Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta.
Ng selamat Pak. Kemudian dari Kota
Tangerang nanti akan sharing juga di
sini. Kemudian dari Kabupaten Cilacap
ya, selamat Bapak yang ada di belakang.
Kemudian dari Kabupaten Sukoharjo.
Nah, nggih. Selamat, Pak. Jadi ini
adalah 12 Bapak Ibu yang dari sisi des
analisis sudah kita lakukan analisis
maturitas corporate university-nya pada
levelnya adalah advance. Ini adalah
sumber-sumber belajar baru Bapak Ibu.
Kalau Bapak Ibu pengin belajar lebih
lebih jauh bagaimana menerapkan
corporate university, 12 instansi
pemerintah ini dapat dijadikan rujukan.
Kemarin kawan-kawan dari Kementerian DKI
Jakarta, Bu Erna sekarang sudah banyak
yang nanya ke saya. Sekarang sumbernya
semakin lebih banyak, Bapak, Ibu. Jadi,
monggo dimanfaatkan sebagai forum dari
ee Bapak, Ibu ingin sharing tahu lebih
banyak penerapan corporate university.
Kemudian dari self assessment maturitas
corporate university, Bapak Ibu, kita
juga melakukan pemetaan berdasarkan
wilayah.
Kalau Bapak Ibu lihat yang sebelah atas
ini adalah level kementerian lembaga.
Ada dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY,
dan juga DKI Jakarta. Sebelah kanan ada
Jawa Barat, kemudian NTB, NTT, Bali,
Lampung, dan Sumsel.
Bapak, Ibu kalau cermati lebih dalam
lagi untuk kawan-kawan dari Kementerian
Lembaga Pulau Jawa, kemudian Nusa
Tenggara, Bapak Ibu mayoritas adalah di
antara intermediate low atau
intermediate high. itu sudah lumayan
tinggi. Cuma untuk kawan-kawan yang ada
di bawah Bapak Ibu yang sebelah bawah
kawan-kawan yang ada di wilayah
Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku,
dan Papua mayoritas masih di tahapan
inisial.
Sehingga Bapak Ibu ini saya yakin
pemetaan awal ini memberikan banyak
message kepada kita bahwa ada yang harus
kita lakukan supaya maturitas dari
pelaksanaan corporate university ini
semakin meningkat. Jadi secara khusus
Bapak Ibu ee ada beberapa kebijakan
nanti yang diterapkan dari lembaga
administrasi negara untuk memastikan
maturitas Korpu itu menjadi lebih baik,
lebih baik dan lebih baik. ee yang
atasnya ini tadi, Mas.
Kemudian Bapak, Ibu tadi saya
menyebutkan dari sebaran tadi
distribusinya secara spesifik
kementerian ada di 29 yang sudah mengisi
dari surveinya sekitar 60%. Lembaga 27
baru sekitar 50%,
pemerintah provinsi baru 50% juga
kabupaten 41%. Kemudian kota sudah 58%.
Jadi kalau kita lihat kota-kota ee
bersaing dengan kementerian untuk
melakukan self assessment terhadap
penerapan corporate university. Kami
juga melakukan identifikasi Bapak Ibu
karena ada data-data di dalam self
assessment ini yang Bapak Ibu harus
sampaikan kepada kami untuk melihat
ketika kita mengembangkan corporate
university. Yang pertama Bapak Ibu
tujuan kita adalah memberikan akses
belajar. Karena di pasal 49
Undang-Undang 20 tahun 2023 semua ASN
wajib belajar. Kalau kita memberikan
asumsi melalui corporate university
dengan asumsi setiap penerapan CORPU ada
20% ASN yang belajar. Bapak Ibu,
kita berkontribusinya baru sekitar
648.000.
Ibu untuk membuka akses ASN untuk
belajar.
Kalau data ini kita gabungkan dengan
pelatihan mandatori pelatihan
kepemimpinan latsar CPNS orientasi P3K
dalam 1 tahun 2025 mungkin angkanya
sekitar R1 juta sampai dengan Ruta,2
1,2 Bapak Ibu sehingga kita bisa
mengatakan
corporate university kita untuk
menyediakan akses mungkin baru sekitar
25% dari total ASN yang saat ini kita
miliki. Sehingga kami sangat-sangat
mengharapkan Bapak Ibu akses ini harus
diberikan kepada semua ASN untuk
belajar. Belajarnya tidak hanya secara
formal karena memang kekuatan keunggulan
dari corporate university adalah
belajarnya sosial dan experiential
learning. Bapak, Ibu, Pak Taufik tadi
menyebutkan 90% 10%-nya formal 90%-nya
adalah social dan experiential learning.
Next, Mas.
Next. Kemudian yang selanjutnya yang
tadi saya ingin sampaikan kepada Bapak
Ibu adalah bagaimana dengan tata kelola
dari corporate university itu sendiri.
Next. Yang gambar tadi ini Bapak Ibu
dari sisi tata kelola corporate
university. Corporate university ada dua
Bapak Ibu. Yang pertama adalah corporate
university nasional atau corpu nasional
itu penyelenggaraannya dilaksanakan oleh
lembaga administrasi negara. kami sedang
memfinalkan dokumen HCDP nasional Bapak
Ibu sebagai produk utama dari Korpu
nasional yang memang dari sisi tata
kelola kelembagaannya kita melibatkan
ada kawan-kawan Menpan BKN Kementerian
Dalam Negeri kemudian kawan-kawan dari
BAPENAS, BPKP dan lain-lain. Nanti akan
kita sampaikan kepada Bapak Ibu semua
karena HCDP nasional menjadi acuan juga
ketika Bapak Ibu nanti membuat HCDP
instansi ini. Berapa dari sisi tata
kelola Bapak, Ibu, lembaga administrasi
negara sebagai instansi dari
Undang-Undang 20 diberikan kewenangan
untuk melakukan pembinaan terhadap
pembelajaran ASN. Kita tugasnya
mengeluarkan kebijakan, memberikan
advokasi dan lain-lain yang ada
kaitannya dengan penerapan corporate
university. Kemudian kawan-kawan dari
Kemenpan RB memberikan dari sisi
regulasi untuk memastikan bahwa
penerapan corporate university menjadi
strategi utama kita untuk mendapatkan
ASN unggul. Kemudian dari pusat unggulan
atau kita sebutnya adalah center of
excellent Bapak Ibu. Center of excellent
adalah instansi-instansi
yang memiliki kewenangan untuk melakukan
pembinaan secara teknis. Kami sudah
menetapkan lima Bapak Ibu. Target kami
akhir tahun Desember ini ada 10.
Kementerian Kesehatan pusat unggulan
untuk teknis kesehatan misalnya BPP POM
adalah pusat unggulan untuk pengadaan
obat dan makanan. Obat dan makanan.
Kemudian LKPP untuk pengadaan barang dan
jasa. Jadi kita sudah menetapkan Bapak
Ibu, kami sedang mengelola bagaimana
pusat-pusat unggulan ini nanti bisa
menjadi partner Bapak Ibu untuk
substansi teknis.
Kalau saya ingin bahas tentang pengadaan
barang dan jasa terstandar, Bapak Ibu,
kita punya LKPP. dia memiliki tugas
dalam konteks corporate university
menyediakan bahan-bahan yang dapat
diakses semua ASN di Indonesia kalau
berbicara mengenai pengadaan barang dan
jasa. Lembaga administrasi negara untuk
pelatihan kepemimpinan tidak hanya yang
mandatori Bapak Ibu tapi juga yang
sifatnya teknis. Kemudian kita memiliki
Asosiasi Korpu kawan-kawan BUMN. Hari
ini kita mengundang kawan-kawan dari
BUMN. Terima kasih banyak kehadirannya.
nanti akan sharing Bapak Ibu asosiasi
Korpunya BUMN itu seperti apa, apa yang
dilakukan dari sisi asosiasi itu
termasuk penerapan di BUMN itu sendiri
seperti apa untuk corporate
university-nya. Kemudian kawan-kawan
dari Kementerian Dalam Negeri, saya
yakin kalau kawan-kawan Kementerian
Dalam Negeri pasti kalau pemerintah
daerah dengan kawan-kawan Kemendagri.
Jadi untuk tata kelolanya kawan-kawan
Kemendagri menjadi bagian bagaimana kita
memastikan penerapan dari corporate
university. Kemudian yang bawah Bapak
Ibu, Forum Korpu.
Forum Corpu ini baru Bapak Ibu, Bapak
Ibu hadir pada pagi hari ini menjadi
cikal bakal kita membuat forum corporate
university. Kemarin pertanyaannya dengan
Pak Taufik, kita perlu enggak membuat
asosiasi?
Nanti terlalu banyak asosiasi kita juga
pusing Bapak Ibu karena Lan baru kemarin
juga membuat asosiasi untuk ee lembaga
penyelenggara pengembangan kompetensi
gitu. Jadi kemarin diskusi dengan Pak
Taufik kita bicara forum saja gitu cuma
bagaimana forum ini menjadi sebuah
tata kelola kelembagaan yang pasti apa
yang harus dilakukan dan siapa yang
mengorkestrakan dari forum ini. Next.
Bapak.
Nah, ini Bapak Ibu ee forum hari ini
menjadi cikal bakal untuk forum-forum
selanjutnya. Jadi, kita ingin bahwa kita
memiliki sebuah wadah untuk bertukar
pikiran, berdiskusi, berbagi informasi,
berbagi praktik baik bagaimana kita
menerapkan corporate university di
sektor publik. Jadi, forum ini adalah
rumah kita untuk sharing, Bapak, Ibu.
Rumah kita untuk belajar. Kemudian ini
ada beberapa tujuannya dan beberapa
aktivitas ini yang coba kemarin kita
identifikasi
ee meskipun nanti kalau mau ditambahkan
monggo gitu. Menyelenggarakan corpus
summit ini. Corpus summit 1. Kami
mengharapkan ada corpus summit yang
kedua. Nanti kita bisa lihat nanti sudah
lebih ke hasilnya Bapak Ibu. Kalau tahun
2025 kita masih mayoritas berbicara
kuantitatif Bapak Ibu. Tapi 2026 kita
sudah bergerak bahwa Korpu ini
berkontribusi terhadap pencapaian tujuan
strategis nasional. Kemudian ada forum
tahunannya, sharing terkait penerapan
dan lain-lain. Monggo nanti. Nah, ini
Bapak Ibu yang di bawah ini yang kami
harapkan nanti pada hari ini ada
bagaimana dari sisi tata kelolanya dari
forum ini beranggotakan instansi yang
telah berkomitmen kalau kami usul 12
yang sudah advance ini menjadi anggota
tetap dulu untuk yang pertama ini.
Kemudian nanti pengurusnya bisa monggo
nanti kita kembalikan ke kawan-kawan.
Next.
Kemudian saya ingin menyampaikan program
Korpu di tahun 2026, Bapak, Ibu. Karena
ini sudah bulan November, saya yakin
sudah di ujung, gitu. Ee next, Mas.
Eh, kalau kita berbicara tahun 2026 di
dalam menerapkan corporate university,
kami ada empat strategi ini yang akan
kita lakukan untuk memastikan penerapan
corpu meskipun sifatnya instansi. Ada
korpu nasional, ada korpu instansi.
Korpu instansi adalah semua kementerian,
lembaga, dan pemerintah daerah harus
memiliki korpu. Bapak, Ibu, ada empat
yang ingin kita laksanakan dari sisi
strategi. Yang pertama adalah integrasi.
Bagaimana kita menghubungkan sistem dan
sumber daya pembelajaran. Kemudian
digitalisasi bagaimana kita memanfaatkan
teknologi. Kemudian yang ketiga adalah
bagaimana kita menciptakan
inovasi-inovasi di dalam pembelajaran.
Dan yang keempat adalah ekosistem
kolaborasi. Next. Yang pertama
integrasi. Bapak Ibu ini untuk
kawan-kawan yang ada di sini semua sudah
menerapkan Corpuso. Saya yakin sudah
familiar dengan framework ini. Kalau
belum kita punya YouTube-nya, kita punya
bahannya, Bapak Ibu tinggal ambil gitu.
Cuma yang ingin saya tekankan adalah dua
hal Bapak Ibu. untuk ASN wajib
mengembangkan kompetensi dan organisasi
harus memberikan akses. Yang pertama
tahun 2026 ketika kita sudah menerapkan
corporate university, pastikan Bapak Ibu
setiap pegawai untuk memenuhi
kewajibannya memiliki individual
development plan, Bapak, Ibu atau
memiliki rencana pengembangan kompetensi
individu.
kita sudah keluarkan kebijakannya Bapak
Ibu di 400
406 ya 406 Bapak Ibu keputusan kepala
lembaga administrasi negara bagaimana
caranya kemudian sampai mendapatkan
individual development plan seperti apa
yang kedua Bapak Ibu setiap instansi
pemerah pemerintah harus memiliki HCDP
atau human capital development plan kita
juga sudah ada pedomannya Bapak Ibu yang
ada di sebelah kanan itu adalah
kebijakan-kebijakan yang sudah kita buat
untuk mempermudah Bapak Ibu eh HCDP itu
kayak apa ya formatnya, caranya seperti
apa dan lain-lain ada. Jadi yang pertama
Bapak Ibu untuk integrasi pembelajaran
kita memastikan bahwa pengembangan
kompetensi yang dilakukan oleh semua
pegawai memiliki manfaat bagi
organisasi.
Indikatornya adalah memiliki individual
development plan untuk pegawainya.
organisasi memiliki HCDP-nya.
Ah, ini saya dengan kawan-kawan Menpan
terima kasih banyak Bu Kiki juga sudah
hadir kemarin berdiskusi
pembuatan HCDP maupun IDP ini akan
sangat mudah bagi Bapak Ibu kalau kita
menggunakan AI gitu ya Pak Bapak Ibu ya.
kami sedang berdiskusi. Moga-moga nanti
bisa jadi Bapak Ibu tahun 2026 kita mau
mengembangkan membantu Bapak Ibu
bagaimana membuat IDP sampai dari IDP
secara otomatis nanti bisa menjadi hasil
DP dengan AI. Tapi sekali lagi ini
sedang kita diskusikan. Tapi sementara
ini belum jadi. Saya sangat-sangat
mengharapkan meskipun secara manual
ataupun Bapak Ibu memiliki teknologi
yang lainnya memastikan bahwa kita
memiliki IDP untuk pegawainya, HCDP
untuk instansi kita. Satu itu Bapak,
Ibu. Next, Mas.
Kemudian yang kedua adalah
akses. Kalau tadi sebutannya adalah
memanfaatkan teknologi, Bapak, Ibu.
Kalau kita berbicara
sistem atau variasi strategi
pembelajaran, kita memiliki kalau
Lombardo sebutannya 10 20 70 Bapak Ibu.
10 adalah formal learning 20 social
learning 70 adalah experiential
learning.
Kalau 10% yang formal learning adalah
training center Bapak, Ibu, BPSD, M,
Pusdiklad dan lain-lain. Tapi 20 dan 70%
bisa dilaksanakan di tempat kerja.
Nah, corporate university Bapak Ibu
memanfaatkan ketiganya tapi porsi
terbanyaknya adalah yang 20 dan 70
dibantu dengan teknologi. Teknologi bisa
digunakan untuk formal, sosial, maupun
experienc learning. Jadi, Bapak Ibu
kalau berbicara pemanfaatan teknologi
dan akses untuk belajar, kami sangat
mengharapkan di setiap corpu Bapak Ibu
mulai muncul ini social learning,
experiential learning. Saat ini kami
sedang memfinalisasi pedoman coaching
mentoring untuk manajerial. Bapak Ibu
nanti kita sedang piloting minggu depan
selesai piloting-nya mereka sampai
praktik kemudian kita berikan sertifikat
Bapak Ibu nanti dilihat perkembangan
dari proses ini. Awal tahun kita akan
munculkan pedoman coaching mentoring
tapi tersertifikat Bapak Ibu. Jadi bukan
sekedar bertemu tapi bagaimana proses
ini berjalan dan menghasilkan
peningkatan kompetensi. Jadi yang kedua
Bapak Ibu, teknologi digunakan untuk
mempermudah akses dan juga seiring
dengan kebutuhan pengembangan kompetensi
yang jumlahnya semakin tinggi. Next,
Mas.
Kemudian yang ketiga adalah ekosistem,
Bapak, Ibu.
Tadi Pak Taufik juga meng-highlight, Pak
Wamen juga sama Bapak, Ibu bahwa
pengembangan kompetensi
iramanya Bapak, Ibu sudah sangat-sangat
cepat. Kalau Pak Taufik tadi mengatakan
kalau kecepatan pembelajaran di
organisasi kita lebih lambat dari
perubahan, kita akan melihat organisasi
kita lama-lama akan mati, tidak
dibutuhkan atau mendapatkan penilaian
negatif, Bapak, Ibu. Nah, sumber daya
yang kita miliki sering sekali terbatas
sehingga kita perlu berkolaborasi dalam
bentuk ekosistem. Jadi, penerapan Korpu
Bapak, Ibu memastikan kita
berkolaborasi. Kolaborasinya dengan
siapa? tadi Pak Wamen sudah ada dengan
instansi pemerintah yang lain, dengan
ahli-ahli yang lain dari swasta, dari
NGO, dari perguruan tinggi dan lain-lain
Bapak Ibu. Jadi corporate university
kita menciptakan sebuah ekosistem
belajar. Next.
Kemudian yang keempat, Bapak Ibu,
inovasi.
Kami menawarkan di luar ini silakan
Bapak, Ibu mengembangkan inovasi-inovasi
pembelajaran. yang basisnya sosial dan
experiential learning. Yang formal juga
boleh, tapi kita mau meng-highlight
bahwa sosial dan experiential learning
menjadi cara kita untuk berinovasi,
memastikan pemenuhan kompetensi bagi
ASN. Kemudian nanti yang ketiga saya
akan berbicara mengenai kalau sudah
dibuka cara belajar ada formal, ada
sosial dan experiential learning.
Pengakuan terhadap formal learning mudah
Bapak Ibu. Bapak, Ibu mengikuti
pelatihan kepemimpinan dapat sertifikat,
selesai Bapak Ibu kualifikasinya.
Pelatihan fungsional juga sama.
Bagaimana dengan sosial dan experiential
learning yang sudah dibuka caranya?
Bagaimana cara mengakuinya? Kami sudah
ada kebijakan, jadi jangan khawatir
dalam penerapan corporate university
khusus Bapak Ibu nanti kita punya dua
model. Model yang pertama program
khusus. Model yang kedua adalah
kredensial. Kalau program khusus
semuanya boleh, Bapak Ibu. menerapkan
pengakuan pembelajaran. Tapi yang
kredensial yang sudah corpunya
intermediate high. Kalau masih di bawah
belum boleh masuki fase untuk kredensial
ini. Cuma kredensial memang belum kita
terapkan, baru akan kita piloting 2026.
Kalau program khusus kita akan scale up
di 2026. Nanti saya akan jelaskan
sedikit. Next, Mas.
Bapak, Ibu, kami menawarkan untuk
inovasi semua kementerian, lembaga,
pemerintah, daerah kami buka. Silakan
kalau Bapak, Ibu ingin menerapkan
outcome based learning. Kami memiliki
piloting tiga saat ini, Bapak, Ibu. Yang
pertama di BPSDM Provinsi Jawa Timur
kita punya Kabupaten Probolinggo, Bapak
Ibu, untuk akademi pengentasan
kemiskinan.
Untuk BPSDM Jawa Barat kita punya
Kabupaten Indramayu Akademi Pengentasan
Kemiskinan.
Kemudian untuk NTT, BPSDM NTT kita
memiliki akademi pengentasan kemiskinan
di Kota Kupang.
Kemudian kami lembaga administrasi
negara sendiri memiliki akademi sekolah
rakyat. Bapak, Ibu, ini adalah sebuah
pembelajaran yang basisnya adalah
praktik coaching, social learning,
experiential learning dengan tambahan
formal learning yang tidak begitu
banyak. Bapak Ibu siklusnya seperti ini.
Kalau Bapak Ibu ingin mendalami, kami
juga punya YouTube untuk menjelaskan
ini. Tapi sekali lagi ini kami tawarkan
kepada Bapak Ibu misalnya
boleh enggak Bu BPSDM Provinsi Jawa
Tengah menyelenggarakan akademi ee untuk
isu-isu strategisnya Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah. Silakan welcomenya. Silakan
gunakan ini Bapak, Ibu sampai selesai
dan nanti next, Mas. Modelnya seperti
ini. Next. Ini contoh penerapan yang
akademi pengentasan kemiskinan yang tadi
saya sebutkan ada di Probolinggo,
Indramayu, dan juga di Kota Kupang.
Bapak, Ibu, Bapak, Ibu boleh merubah isu
strategisnya. Bu, saya mau merubah untuk
pengangguran, investasi. Silakan, Bapak,
Ibu. Tapi modelnya seperti ini, kita
bisa lakukan pengakuan pembelajaran.
Next, Mas.
Nah, ini Bapak Ibu basisnya adalah
kelompok Bapak Ibu tadi yang
akademi-akademi tadi yang isu-isu
strategis outcome based learning
basisnya adalah kelompok dan ini untuk
calon suksesor Bapak Ibu. Bapak, Ibu
memiliki calon suksesor OPD-nya terkait
dengan isu yang mau ditangani dalam
bentuk kelompok. dia sampai membuat
projek secara bersama, dia akan kita
berikan sertifikat untuk akademinya.
Plus Bapak, Ibu nanti ada tambahan untuk
pembuktian karena tadi kelompok harus
diangkat ke individu, kita berikan
sertifikat kompetensi yang setara dengan
mengikuti pelatihan kepemimpinan sesuai
dengan pesertanya.
Misalnya pesertanya ada yang dari JF
pertama atau dari pelaksana yang calon
suksesor, kemudian ada JPT-nya, ada
administrator, ada pengawas. Bapak Ibu
nanti untuk proses pengakuannya ada
teknik tersendiri, tata kelola
tersendiri, akhirnya kita berikan
sertifikat yang setara dengan pelatihan
kepemimpinan. Jadi ini menggantikan
sertifikat pelatihan kepemimpinan. Jadi
melalui akademi ini isu-isunya boleh
Bapak, Ibu. sesuaikan dengan isu-isu
strategis nasional. Boleh yang ada di
wilayah diperbolehkan. Satu itu Bapak,
Ibu. Next, Mas.
Kemudian yang kedua kita punya reformer
akademi, Bapak Ibu. Kalau ini
pembelajaran yang diperuntukkan untuk
ASN usianya 35 tahun ke bawah, Bapak,
Ibu. saya enggak bisa masuk di kelas
ini. Kalau yang tadi untuk calon
suksesor untuk penanganan isu-isu
strategis, Bapak, Ibu, kalau ini adalah
menciptakan kawan-kawan muda yang
menjadi inovator menyelesaikan
permasalahan di organisasinya
masing-masing. Jadi ini untuk kelas anak
muda ada yang kita sebut sebagai
reformer akademi dengan modelnya Bapak
Ibu adalah ada bootcamp online, ada
bootcamp offline. Next, Mas. Ini crash
program Bapak Ibu. Jadi ini adalah
metodologi yang digunakan untuk
anak-anak muda ini platformnya adalah
platform based learning-nya, kemudian
ada activity based learning, ada
facilitator group dan juga ada prerading
activitas. Next. Jadi ini ada beberapa
gambaran tentang reformer akademi. Nanti
saya akan sharingkan kepada Bapak Ibu.
Ini kita sudah menyelenggarakan setiap
tahun Lembaga Administrasi Negara sudah
menyelenggarakan tapi sekarang kita
perbolehkan. Monggo Bapak Ibu kalau mau
mendidik kawan-kawan muda. Manfaatnya
apa Bapak Ibu? Pengakuan pembelajarannya
diberikan tapi khusus untuk kawan-kawan
ini untuk level pengawas Bapak Ibu untuk
pengakuan pembelajaran atau sertifikasi
pemenuhan kompetensinya. Next.
Next.
Kemudian yang terakhir dari saya Bapak
Ibu tentang tadi
formal learning, social learning,
experienti learning. kita sudah membuka
sosial dan experiential learning.
Bagaimana kita mengaku? Kita memiliki
kebijakan tentang pengakuan pembelajaran
yaitu mekanisme pemberian pengakuan
untuk melakukan penyetaraan dan
rekognisi pembelajaran.
Kalau penyetaraan pelatihan disetarakan
Bapak Ibu, kita punya tadi misalnya
contohnya kita memiliki ee misalnya
kelasnya sekarang PKN 2 kita punya
kelasnya SESPLU, kita punya yang tadi
akademi pengentasan kemiskinan, kita
punya reformer akademi. Ini masuk di
penyetaraan Bapak Ibu tapi ada juga
program yang kita sebut sebagai
rekognisi pembelajaran lampau. Next saja
Mas.
Nah, ini Bapak Ibu
untuk pengakuan pembelajaran kita
memiliki framework-nya dulu Bapak Ibu
dari framework sebelah kiri kita masih
menggunakan Permenpan 38.
Kemudian kita masuk Korpu, Bapak Ibu.
Korpu itu melalui jenis pengembangan
kompetensi ada formal, social learning,
dan experiency learning. kita skema
pengakuannya adalah membandingkan antara
kompetensi yang dimiliki seseorang
dengan framework kompetensi
yang saat ini kita laksanakan yang
berwarna hijau yang ada di sebelah kanan
bawah Bapak Ibu ada dua relaksasi dan
kredensial.
Relaksasi ini yang kita sebut sebagai
program khusus yang kita akan scale up
tahun 2026. Pengusulannya berakhir di
bulan Juni 2028.
Penyelenggaraannya sampai dengan awal
202. Sesudah itu sudah tidak ada program
relaksasi, Bapak, Ibu. Nanti saya akan
jelaskan apa program relaksasi. Jadi ada
dua, Ibu
sudah hampir selesai. Oke, sebentar
lagi. Ee kemudian yang kredensial yang
tadi saya sebutkan kita baru akan
piloting 2026.
Nanti untuk yang bisa masuk kredensial
yang corpunya intermediate high Bapak
Ibu. Tapi yang relaksasi semua boleh.
Next, Mas. Relaksasi Bapak Ibu
diperuntukkan bagi mungkin di bawah
saja, Mas. Di bawah. Next lagi.
Next.
Nah, Bapak Ibu, ini diperuntukkan
semua pejabat manajerial yang sudah
duduk di dalam jabatan
tapi belum mengikuti pelatihan
kepemimpinan, Bapak, Ibu. Jadi kami
menawarkan tidak bukan tidak mengikuti
pelatihan kepemimpinan tapi kita
mengakui kompetensi yang dimiliki
pejabat manajerial yang sudah duduk
minimal 1 tahun di dalam jabatan. Bapak
Ibu, kita memiliki program khusus
relaksasi
pengusulan terakhir Juni 2018. Sesudah
itu enggak ada lagi. Programnya
sangat-sangat efisien dari sisi waktu
dan dengan sisi dari sisi pembiayaan.
Kami mengundang Bapak Ibu mengikuti
besok hari hari Kamis ya, hari Kamis
pagi Bapak Ibu secara teknis kami akan
mensosialisasikan
untuk dilaksanakan seluruh Indonesia.
Sudah duduk pengawas, sudah duduk
administrator, sudah duduk di JPT
Pratama. kita memiliki program sangat
efisien dan juga dari sisi waktunya
sangat-sangat pendek, Bapak, Ibu. Jadi,
kami sangat mengharapkan semua yang
menerapkan corporate university sudah
mengidentifikasi Bapak Ibu pejabat di
lingkungannya masing-masing yang sudah
menduduki jabatan paling singkat 1
tahun. Kemudian nanti kita memiliki list
untuk mengidentifikasi sudah memiliki
transformasi atau belum. Kalau sudah,
Bapak Ibu tinggal self assessment dan
ujian.
Kalau belum ada program membuat
transformasi quiinnya hanya 1 bulan.
Kalau dari sisi pembiayaan Bapak Ibu
kalau tinggal ujian graduasinya adalah
Zoom meeting atau e daring Bapak Ibu per
orang hanya sekitar R00.000.
Tapi kalau belum memiliki transformasi
hanya sekitar 1,2 juta dibandingkan kita
mengirimkan di pelatihan kepemimpinan
dan ini hanya yang sudah duduk 1 tahun
ke atas ya Bapak Ibu yang belum
mengikuti pelatihan kepemimpinan. Jadi
calon suksesor harus mengikuti pelatihan
kepemimpinan yang sudah duduk boleh
diikutkan dengan program khusus ini.
Sekali lagi kebijakannya kita sampaikan
di sini kami mengundang Bapak Ibu secara
teknis karena dari sisi tata kelola kita
memiliki BPSDM ini khusus yang untuk
pemerintah daerah ya. Kalau kementerian
lembaga silakan diselenggarakan sendiri
nanti berkoordinasi dengan kami. Untuk
pemerintah daerah kita memiliki BPSDM.
BPSDM itu adalah hubaksasi
ini. Mungkin itu Bapak Ibu yang dapat
saya sampaikan ee terkait dengan progres
kita Korpu di tahun 2025 dan agenda
Korpu kita di tahun 2026. Demikian,
terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Applaus Bapak dan Ibu untuk
Ibu Erna.
Sangat singkat, padat, dan jelas sekali.
Begitu ya informasi yang disampaikan.
Saya juga turut menyimak mulai dari awal
hingga akhir tadi. Namun memang waktulah
yang sangat terbatas begitu karena
memang acara opening ceremony tadi ya
yang memotong waktu kita lebih banyak
untuk dapat di seksi talk show satu ini.
Untuk itu langsung saja berikutnya kami
berikan waktu kepada deputi ee Kepala
BPSDM Kemendagri Pak Budi. Saya
kebalik-balik nih dari tadi ya.
Disilakan Pak Budi.
Terima kasih, Mbak. Jadi kita semua
sudah mendengarkan tadi dari sambutan
Bapak Gubernur, Bapak Wamen, Bapak
Kepala LAN, dan terakhir kakak saya
debuti bidang transformasi pembelajaran
ASN LAN yang sangat luar biasa. Jadi
saya tinggal menutup aja karena sudah
dijelaskan semuanya. Baik Bapak Ibu
sekalian, karena ini ada teman-teman
provinsi, saya kira ee filosofi dari
Korpu ini saya ingin menegaskan saja
bahwa korpu ini hukumnya halal karena
dasar hukumnya sudah jelas sekali. Lah
kita semua tahu bahwa Bapak Menteri
Dalam Negeri selaku pembina umum
pemerintahan, koordinator pembina umum
pemerintahan dan pembina teknisnya
tentunya Kementerian Kementerian Teknis
termasuk ee LAN untuk membina teknis
secara teknis korbu. Namun pembina
teknis pun dikoordinasikan oleh
Kementerian Dalam Negeri. Ini mumpung
ada teman-teman dari provinsi sekali
lagi dari data
dari
ee Mbak Erna tadi bahwa banyak kabupaten
kota yang belum melaksanakan Korpu
bahkan provinsi. Jadi data saya ada juga
terkait dengan provinsi yang belum
melaksanakan korpo. Ya, ini pesan saya
karena saya mantan direktur kepala
daerah dan DPRD hati-hati memberikan
masukan kepada kepala daerah yang baru
kaitan dengan Korpu ini. Kalau gak
jelas, nak yakin, ngundang Mbak Irna aja
untuk menjelaskan kepada kepala
daerahnya biar enggak salah tafsir. Baik
Bapak Ibu sekalian, untuk memenuhi
kewajiban kami langsung aja halaman
4.
Tadi saya tegaskan bahwa Korpu ini sah
dan halal hukumnya dalam pelenggeran
pemerintahan karena sudah diatur di
Undang-Undang 20 tahun 2023 tentang
aparatur sipil negara khususnya di pasal
49. Di sana ditegaskan bahwa ASN wajib
melakukan pengembangan kompetensi. Tadi
Mbak Irna sudah menjelaskan panjang
lebar, jadi saya kira sah ya. Yang
kedua, pengembangan kompetensi dilakukan
melalui sistem pembelajaran
terintegrasi.
Yang ketiga, terintegrasi dengan
pekerjaan. Tadi Bapak ee Kepala LAN juga
menegaskan, Bapak Gubernur juga
menegaskan saling terkait dengan
komponen manajemen ASN lainnya dan
terhubung dengan pegawai ASN pihak
lainnya. Artinya
penyelenggaraan pemerintah di daerah ini
harus terkoneksi dengan penyelenggara
urusan pemerintahan di luar pemerintah
di bidang bisnis dan lain sebagainya.
Yang kedua, di dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang
manajemen PNS sebagaimana telah diubah
dalam PP 17 tahun 2020 khususnya di
pasal 203 ditegaskan bahwa pengembangan
kompetensi dilaksanakan melalui
pendekatan sistem pembelajaran
terintegrasi Korpu. Nah, yang lebih
khusus lagi peraturan dari tempatnya
Mbak Erna ini yaitu peraturan LAN nomor
6 tahun 2023 tentang sistem pengembangan
kompetensi terintegrasi yaitu Korpo.
Yang pertama di sana ditegaskan bahwa
mengatur mengenai Korpu nasional dan
instansi. Tadi sudah dijelaskan Mbak
panjang lebar. Jadi sah secara hukum dan
ini siap nikah ini. Jadi sudah sah
pengantinnya sudah siap semua.
Yang kedua ada tujuh komponen corporate
university yaitu corpu. Pertama struktur
yang kedua manajemen pengetahuan, forum
pembelajaran dan sistem pembelajaran,
strategi pembelajaran, teknologi
pembelajaran, dan integrasi sistem. Ini
saya kira sekali lagi dasar hukumnya
sudah jelas sekali dan perlu kita yakini
bersama untuk dilaksanakan bersama-sama.
Lanjut.
Saya tidak akan mengajari teman-teman
provinsi dalam sistem pemerintahan
Indonesia. Kita semua tahu posisi Bapak
Presiden ini sebagai kepala pemerintahan
dan kepala negara. Dalam konteks Korpu
ini beliau sebagai kepala pemerintahan
atau pemegang kekuasaan pemerintahan
didasarkan pada pasal 4 ayat 1
Undang-Undang Dasar Tahun 1945.
Bapak Presiden selaku kepala
pemerintahan dibantu oleh Menteri dan
tentunya kepala lembaga juga ini Mbak
Erna. Jadi,
Pak Menteri Dalam Negeri mempunyai
koordinas, koordinasi pembinaan
pengawasan umum tadi sudah kami
sampaikan. Dan pembina teknis sekali
lagi tetap Kementerian Teknis juga
membina secara teknis kaitan dengan
pelaksanaan korbu di daerah. Gubernur
selaku wakil pemerintah lah. Ini
barangkali kepada teman-teman provinsi
yang hadir, Bapak-bapak Gubernur, Ibu
Gubernur selaku wakil pemerintah membina
teknis pelaksanaan Korpu di kabupaten
kota. Jadi barangkali Mbak Erna usul
kami nanti kalau ada data betul
kabupaten, kota, provinsi yang belum
korbu kita data dan kita adakan rapat
khusus untuk menjelaskan.
Karena teman-teman pemda ini kasihan
juga begitu ganti kepala daerah, ganti
strategi untuk menyampaikan salah-salah
ngomong dicopot jabatannya. Makanya itu
saya hati-hati sekali menyampaikan ini
karena istilah-istilah yang kurang
familiar di teman-teman kepala daerah
yang baru ini harus ditkomunikasikan
dengan baik dan jelas daripada Bapak Ibu
sekalian sekali lagi menyampaikan salah
lebih baik ngundang teman-teman Dilan
untuk menyampaikan informasi kepada
kepala daerah
lah. Bupati tentunya harus melaksanakan
urusan yang terkait dengan Korpu ini.
Penyelenggaraan urusan pemerintahan saya
enggak ngajari desentralisasi,
dekonsentrasi. Tugas pembantuan dan
konkuren bisa dilaksanakan oleh
provinsi, kabupaten, kota pekan pusat
situ sendiri. Artinya Korpu ini termasuk
wilayahnya wilayah urusan konkuren
Pakna. Jadi bisa dilaksanakan oleh
kabupaten, kota, provinsi, maupun pusat
itu sendiri.
Lanjut.
di dalam pasal 375
pasal 4 Undang-Undang 23 tahun 2014 dan
pasal 3 ayat 2 PP 12 tahun 2017
penyelenggaraan pemerintahan pemerintah
daerah yaitu ada 10 Bapak Ibu sekalian
yang pertama pembagian urusan
pemerintahan kedua kelembagaan daerah
yang ketiga kepegawaian pada perangkat
daerah ini sebagai pengembangan
Kompetensi merupakan bagian dari
pembinaan umum bidang kepegawaian pada
perangkat daerah. Yang keempat, keuangan
daerah. Kelima, pembangunan daerah. Yang
keenam, pelayanan publik di daerah. Yang
ketujuh, kerja sama daerah. Yang
kedelapan, kebijakan daerah. Dan yang
keesemb kepala daerah dan wakil kepala
daerah. Saya ini biar enggak terlalu
tegang ini, jangan terlalu serius. Saya
direktur kepala daerah dan DPRD ketika
saat itu banyak kepala daerah itu
dirongkrong oleh wakilnya. Kalau wakil
kepala daerah itu konsultasinya
bagaimana caranya Mas Budi menurunkan
kepala daerah. Jadi selalu begitu.
Ini serius namun harus dikesampingkan
dalam sistem penyelenggaraan pemerintah
di daerah bentuk pembinaan lainnya.
Jadi, Bapak, Ibu sekalian
ee terkait dengan Korpu ini saya kira
perlu kita dukung bersama karena
bagaimanapun juga dia ingin menuju
Indonesia tahun 2045.
Makanya konsep Korpu ini Mbak Erna kalau
bisa dilaksanakan dengan baik di level
pemerintah daerah baik di kabupaten,
kota, maupun provinsi sangat mendorong
sekali dan telah mewujudkan Indonesia se
tahun 2045.
Makanya saya kira ini perlu kita dukung
bersama dan ini jalan menuju Indonesia
emas dan perlu didukung oleh pemerintah
daerah kabupaten kota. Kekuatan kita
barangkali di kabupaten kota dari 514
ini data yang ada barangkali kami juga
belum ada di kabupaten kota. Namun
yang ada di kami adalah provinsi.
Mohon maaf.
di provinsi catatan kami baru 12.
12 provinsi telah menyusun peraturan
pelaksanaan corporate university yaitu
Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa
Yogyakarta, Jawa Timur,
Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur dan
Sulawesi Barat. Namun di beberapa
dokumen Bapak Ibu sekalian, ada beberapa
provinsi disatukan dengan Perda tentang
manajemen talenta. Nah, makanya ini tadi
diskusi
dengan sahabat kami di
lahan bahwa manajemen talenta belum sah
dimasukkan dalam kategori korpu kita.
korpu kita belum e
beda antara manajemen talenta dengan
korpu yang kita diskusikan pada saat
ini. Namun, empat provinsi telah
melaksanakan fasilitasi rancangan PERKAD
Direktorat Jenderal Daerah di tahun 2025
belum belum dipublish, yaitu Sulawesi
Tengah,
Maluku,
Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
Jadi barangkali Bapak, Ibu sekalian
provinsi yang hadir yang belum
menyiapkan rancangan draf PERKAD terkait
dengan Korbu mohon bisa diinisiasi
dan kita jalan cepat aja belajarnya.
Konsultasi kepada 12 provinsi yang sudah
mempunyai PERKAD tinggal dicopy paste
namun disesuaikan dengan arahan dari
teman-teman Dilan. Barangkali itu Bapak
Ibu sekalian yang dapat kami sampaikan.
Sekali lagi kami hanya dalam tataran
praktis karena dalam teori korpu kami
bukan ahlinya dan Mbak Erna ini dokter
spesialis Korpu. Makanya kepada pemda
nanti Mbak Inat mohon dengan segala
hormat nomor HP-nya disampaikan kepada
teman-teman provinsi biar menjadi
penuntun pelaksanaan Korpu yang baik dan
benar. Jadi kalau awalnya benar,
outputnya pasti benar. Kalau awalnya
salah, ini yang membahayakan karena ini
manajemen sistem pemerintahan. Jadi
jangan sampai dilaksanakan nanti dalam
kondisi salah. Jadi sekali lagi
kami mohon kepada provinsi yang belum
mempunyai perkada korbu segera
menyiapkan proses tindak lanjutnya dan
bagi provinsi yang sudah ada korpunya
mendata kabupaten kota di wilayahnya
yang belum melaksanakan korbu tolong
didata dan ini bagaimana solusinya.
Mungkin nanti dalam diskusi ini lebih
baik kita mencarikan solusi bagaimana
yang terbaik agar Korpu ini bisa
berjalan dengan baik dan menuju
Indonesia di tahun 2045.
Ini intinya kan ke sana. 2025 saya yakin
enggak terwujud kalau penyelenggaraan
pemerintahan di kabupaten kota berjalan
kurang baik dan amburadul. Ini
prinsipnya seperti itu. Proses
pembelajaran dengan Korpu ini saya kira
suatu sistem yang perlu kita dukung
bersama. Saya kira itu Bapak Ibu
sekalian yang dapat kami sampaikan.
Mohon maaf.
Palidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Budi. Terima kasih
banyak penjelasannya. Baik, ini adalah
sesi yang ditunggu-tunggu interaksi
dengan Bapak dan Ibu hadirin semua. Kami
buka sesi tanya jawab karena waktu yang
terbatas mungkin tiga penanya terlebih
dahulu. Baik, izin boleh dibantu
teman-teman panitia dari meja sebelah
kiri. Bapak boleh angkat tangannya lagi.
Nah, berbatik hijau.
Baik, boleh berdiri Bapak silakan.
Oke, dengan Bapak siapa?
Baik, terima kasih. Perkenalkan nama
saya Daud Sembiring dari Pemerintah
Daerah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera
Utara. Kebetulan saya diperintahkan Pak
Sekretaris Daerah mewakili dari bagian
organisasi karena efisiensi anggaran Bu.
Kebetulan bagian organisasi ada kegiatan
semalam diperintahkan melanjutkan. Namun
saya kira ini tidak mengurangi makna
karena bagian organisasi juga memegang
sebagian tugas dari BKPSDM berkaitan
dengan sumber daya manusia. Yang pertama
saya tadi koordinasi dengan BKBSDM bahwa
Kabupaten Karo juga belum menerapkan
ini. Namun kami selaku ASN melihat bahwa
kegiatan Korfu ini adalah sesuatu yang
sangat-sangat ditunggu dan
dinanti-nantikan oleh seluruh ASN di
zaman kami tidak diperhatikan. tanda
kutip kami. Artinya di daerah sekarang
ini ASN itu bukan sebuah komoditas yang
perlu dibicarakan dan dipikirkan karena
anggaran sudah sudah nyaris habis dan
beberapa kebijakan tentang kepegawaian
nyaris-nyaris tidak dilaksanakan. Bahkan
untuk mengikuti diklat seorang pegawai
dalam 1 tahun itu untuk ngikut aja
jangankan untuk ngikut, untuk dengar aja
sulit sekali Bu. Jadi ini mungkin perlu
lebih ditegaskan lagi seperti yang
disampaikan tadi dari Mendagri bahwa ini
adalah hal yang penting. Yang kedua ini
kami ASN ini kan menjadi objek kalau di
daerah apalagi seperti yang disampaikan
Bapak tadi begitu ganti kepala daerah
ASN dulu yang dienter mana yang
dipromosikan mana yang tidak. Jadi kalau
BKN Badan Kepegawaian Negara sudah punya
program yang disampaikan tadi yaitu
pemetaan kompetensi yang kemarin kami
sudah dipetakan yang nanti ini jadi
cikal bakal supaya kepala perangkat
daerah ee supaya daerah itu benar-benar
melihat hasil pengembangan sumber daya
manusia ini sebagai dasar dari
pengembangan karir sehingga janganang
jangan sampai hasil-hasil pengembangan
karir diklat dan lain sebagainya itu
hanya sebuah rutinitas atau formalitas
aja. Bisa-bisa itu hanyalah kegiatan
yang menghabiskan anggaran. Sehingga ini
perlu dikoordinasikan benar. aplikasi
atau sistem yang ada di pusat baik BKN,
Menpan, dan LAN tiga yang mengurusi
organisasi termasuk juga kalau kami
daerah ini diurusi oleh Mendagri ini
benar-benar perlu berkolaborasi dan yang
terpenting ini perlu kami sampaikan
kepada Pak Mendagri dan Ibu dari LAN,
janganlah biarkan anggaran ini
dititipkan di daerah.
Kalau tetap daerah nanti diharapkan
untuk memberikan bayaran terhadap semua
kegiatan pengembangan ASN,
mungkin ini akan jauh, Bu. Setelah
mungkin 10 tahun ke depanlah baru bisa.
Karena apa? Karena belanja pegawai untuk
mencapai 30% sampai saat ini sulit.
Apalagi untuk diklat wallahuam, Bu. Jadi
kami nitipkan Pak dari Mendagri kalau
bisa anggarannya dititipkan aja di LAN.
Jadi LAN tinggal manggil kami, kami
ngikut pulang dapat sertifikat selesai.
Ah, demikian juga di Mendagri karena ada
lembaga-lembaga ada lembaga diklat
mendagri, ada lembaga LAN, ada di daerah
atau dititipkan di provinsi sebagai
perpanjangan tangan ee pemerintah pusat.
Kalau Bapak Ibu titipkan di daerah,
jangan harap saat ini pemerintah daerah
uangnya habis untuk P3K,
baik paruh waktu maupun ee pendidikan
Latsar ASN. Habis itu jangan harap lagi
kami, saya saja sendiri, Bu. Sudah 20
tahun di kepegawaian, baru lima kaliah
mengikuti diklat. Itu pun PIM du eh PIM
4, PIM 3. Habis itu ya diklat-diklet
during lah yang dilaksanakan
teman-teman. Itu pun karena kebetulan
dapat informasi. Jadi itu aja. Kami
berharap ASN Corfu ini segera terwujud
khususnya di daerah-daerah dengan
anggaran yang bisa ditampung dan
disediakan oleh pemerintah pusat. paling
tidak pemerintah provinsi. Itu yang bisa
kami sampaikan. Terima kasih. Mohon maaf
bila ada kata yang ee tidak tepat.
Terima kasih.
Terima kasih banyak, Bapak. Mohon maaf
tadi Pak Daul ya.
Iya.
Oh, baik. Terima kasih banyak Pak Daul.
Izin mau ditangkap Pak Daul dari
Kabupaten Karo, Sumatera Utara ya.
Boleh. Silakan Pak Budi.
Nanti teknisnya Mbak Irna karena mau
dapat rezeki
APBN yang untuk Korpu ini.
Bang Darul Sembiring ya
dari Kabupaten Karo. Karo Sumatera Utara
ya. Suara orang Sumatera Utara memang
gitu blak-belakan. Podo karo wong Jawa
Timur. Saya orang Jawa Timur orang
Mediun. Jadi orang Batak dan orang Jawa
Timur tuh bisa bersahabat dengan baik
karena kelakuannya sama.
Baik.
Memang kita sedih, Bapak Ibu sekalian di
dalam kondisi APBN, APBD di seluruh
Indonesia kondisinya memang seperti ini,
Mas Darul. Namun sekali lagi ide usulan
untuk membiayai Korpu di kabupaten kota
pelatihan-pelatihan lah ya namanya
apapun.
itu di APBN memang di kami ada di pusat
3 Kementerian Dageri ada di PPSM kami.
Namun
seatnya terbatas sekali untuk PKN, PKA,
PKP itu ada di tempat kami Mas Darul.
Namun seat-nya sangat jumlah sedikit
sekali ya. Barangkali nanti ini tugas
dari tim pusat Mbak Erna, Ibu Deputi
bahwa bagaimana ini mungkin salah satu
rekomendasi di sini untuk ususulkan
kepada Kementerian
Keuangan. Kalau untuk pembinaan
ASN itu bisa juga di porsinya ditaruh di
pusat mungkin di LAN atau di kemdagri
lagi kan gitu kan. mungkin di APBD
perubahan lah. Dan sekali lagi tetap
semangat Mas Darul walaupun
korban politik terus berkelimpangan,
namun kita tetap semangat untuk membantu
pemda menjadi lebih baik. Saya kira itu
jangan jangan berkecil hatilah terkait
dengan usulan barangkali apakah dapat
nanti dalam rekomendasi kita dalam ee
Korpu SN
SN Corpu Summit pada kali ini hasil
diskusi kita bisa kita rumuskan untuk
kepada usulan kepada Kementerian
Keuangan untuk membiayai diklat-diklat
yang sifatnya mendukung Korpu ini dari
APBN. tempatnya apakah di
di LAN lebih bagus? Saya kira gitu
karena dianggap lebih netral, enggak
berpihak kepada siapapun. Mungkin
seperti itu pikiran saya. Terima kasih.
Terima kasih banyak, Pak Budi. Bu Erna.
Baik. Eh, Pak Sembiring dari Kabupaten
Karo, Sumatera Utara. Ada beberapa yang
saya sampaikan. yang pertama ee tadi
berbicara mengenai sebenarnya sekarang
kami bersama-sama dengan MenPAN dan BKN
sedang mendiskusikan mengenai sistem
merit, Pak, dan juga manajemen talenta
pastinya gitu. Kalau berbicara sistem
merit salah satunya adalah mengelola
talentanya gitu. Eh, untuk sistem yang
baru nanti pengembangan kompetensi
menjadi bagian dari sistem merit gitu.
Memang kita masuknya nanti dari sisi
corporate university. bagaimana kita
mengintegrasikan hasil belajar itu
dengan sistem merit menjadi manajemen
talenta, Pak. Ini nanti sistemnya
terintegrasi meskipun saya yakin di
kabupaten, kota, provinsi politiknya
sangat tinggi ya, Pak ya. Ee ada
beberapa politik tapi minimal Bapak, Ibu
dengan sistem yang baru, sistem merit
dan manajemen talenta di mana riwayat
pengembangan kompetensi menjadi bagian
di sana Bapak, Ibu, kita bisa
menciptakan sebuah sistem yang basisnya
adalah teknologi, Pak. Jadi ini minimal
Bapak Ibu bisa mengurangi banyak dari
praktik-praktik yang orang belajarnya
kompetennya tinggi tapi ternyata yang
menjadi sukses bukan kawan-kawan yang
menjadi talented person dan lain-lain.
Dengan teknologi dan sistem merit
skenario yang terbaru kita harapkan akan
mengarah ke sana. Nah, ini yang kita
sebutkan salah satunya tadi adalah
pengembangan kompetensi harus
terintegrasi dengan manajemen ASN Pak.
Corporate university harus bisa
memastikan ke sana gitu. Misalnya kami
dari lembaga administrasi negara,
kawan-kawan, yang mengelola sistem
meritnya LAN ada di belakang Bapak, Ibu
hadir juga di forum ini, gitu. Ketika
kita melakukan
suksesor, seleksi untuk menduduki
jabatan manajerial, Bapak Ibu, kami
selain asesmen kemudian
apa namanya? kinerja, penilaian kinerja
dan lain-lain. Ada riwayat pengembangan
kompetensi yang menjadi bagian di situ
juga untuk menetapkan orang-orang itu
melengkapi boks 1 sampai 9. Tidak hanya
dari asesmen dan kinerja, Bapak, Ibu.
Pengembangan kompetensi menjadi bagian
kita untuk menetapkan ke sana. Jadi tadi
harapannya kita bersama-sama dari
Menpan, BKN dan juga lembaga
administrasi negara. Basis ini nanti
digitalisasi manajemen ASN akan mengarah
ke sana. Bapak, Ibu moga-moga nanti ada
hasilnya Pak mengurangi tadi yang kalau
di pemerintah daerah kan sangat tinggi
nuansanya ke sana. Kemudian yang kedua
yang dari saya tadi harapannya bahwa
anggaran itu diletakkan ke lembaga
administrasi negara. Saya ingat sekali
Bapak Ibu sebelum keluar Undang-Undang
20 wacana itu muncul Pak. Wacana itu
muncul karena apa? supaya kita tahu
anggaran pengembangan kompetensi itu
butuhnya berapa dan digunakan
benar-benar untuk mengembangkan
kompetensi. Kemudian kemarin juga ada
usul dari teman-teman dari pemerintah
daerah kan ada peraturan Kemendagri ya
Pak ya. Provinsi itu minimal 0 kom 37
kabupaten kota 1 kom sekian 1,16 gitu
untuk
pengembangan kompetensi. Kalau untuk
pendidikan itu 20% dan itu mengikat
enggak boleh dipindah. Tapi kalau yang
kawan-kawan Kemendaki kan boleh dipindah
ya. Itu yang kemarin harapannya mbok itu
supaya enggak bis dipindah gitu ya, Pak
ya. Nah, isu-isu itu memang menjadi
bagian dari diskusi kita, Pak. Jadi saya
sangat-sangat senang bahkan kalau memang
oke anggarannya disentralkan sehingga
kita tinggal oh ini yang butuh ini
alokasi sekian dan lain-lain. Tapi
kelihatannya di era sekarang itu kita
diskusi kemarin belum memungkinkan. Tapi
sekali lagi sebenarnya saya ingin
meng-highlight bahwa ketika kita
menerapkan corporate university justru
Bapak Ibu itu problem mengenai anggaran
itu yang tinggi kita harus selesaikan.
Kalau kita ngajak ngejar anggaran
kayaknya susah, Pak. Susah untuk
ketemunya gitu. Makanya melalui
corporate university justru sosial dan
experiential learning ini yang harus
kita masifkan, gitu. Karena apa? Sosial
dan experiential learning ini kalau kita
bandingkan dari sisi pembiayaannya
sangat-sangat efisien. Bahkan ada yang
R0. Misalnya Bapak Ibu, kami dari
Lembaga Administrasi Negara kerja sama
dengan kawan-kawan Microsoft dan Pijar
Foundation. Kita punya ASN future Skill.
Itu materinya dari tentang future skill
Bapak, Ibu. Dari Microsoft, dari PJAR
Foundation, dari lembaga administrasi
negara. Bapak, Ibu boleh belajar R0
rupiah enggak bayar.
Kawan-kawan mengikuti webinar serinya
kawan-kawan pemerintah provinsi Korpunya
Jawa Timur, Bapak Ibu enggak bayar. Itu
adalah cara-cara belajar yang menurut
saya bisa mengatasi dari sisi
pembiayaan. Kemudian apa yang dilakukan
di unit kerja kita misalnya experiential
learning. Bapak Ibu saya punya Bapak Ibu
CPNS DLAN yang kita buatkan menjadi
squad tim untuk membuat konten berbasis
digital. Bapak, Ibu bentuknya squad tim
Bapak Ibu. saya enggak perlu mengirimkan
dia ke lembaga pelatihan. Jadi ee apa
namanya tadi? Betul sekali Bapak Ibu
untuk formal learning banyak PR yang
harus kita lakukan. Termasuk tadi
bagaimana memastikan bahwa anggiran
Bangkom itu kalau ada efisiensi enggak
yang pertama kali langsung dialihkan
atau dihapuskan. Termasuk tadi Pak
penginnya mengikat Pak. Kalau mengikat
kan enggak bisa di diubah-bahuman itu
diskusinya kita sudah pernah lakukan.
Tapi sekali lagi dalam konteks corpu
adalah sosial dan experien.
Kalau tadi kan yang pengakuan formal
mudah ya, Pak ya. Punya sertifikat
misalnya pelatihan kepemimpinan jel yang
sosial dan experiential learning yang
efisien ini bagaimana diakui kita punya
kebijakannya. Jadi jangan khawatir,
cuman memang PR-nya bagaimana
mengintegrasikan dengan manajemen ASN
bahwa ketika kita sudah melakukan
pembelajaran, pengakuan pembelajaran,
manajemen internal ketika berbicara
mengenai manajemen ASN juga merekognisi
itu gitu. Ketika kita berbicara
suksesor, kita berbicara mengenai
promosi, kita berbicara karir, harusnya
kita juga sampai ke sana. Nah, corporate
university ruang lingkup yang ketujuh
itu adalah integrasi. salah satunya
mengintegrasikan dengan manajemen ASN
ini. Tapi saya sangat mengharapkan
meskipun
uangnya terbatas kalau mau
menyelenggarakan formal ayo kita
masifkan yang sosial dan experiential
learning karena akan menyediakan
strategi yang efisien dari sisi
pembiayaan, dari sisi waktu, tapi
hasilnya harus terukur. Hasil yang
terukur ini nanti diakui kebijakannya
ada di lembaga administrasi negara sudah
ada. Kemudian Bapak Ibu melalui Korpu
nanti sharing juga dari kawan-kawan yang
sudah advance bagaimana mengintegrasikan
pengembangan kompetensi itu dalam
manajemen ASN karena harus ke sana gitu
Bapak Ibu. Ada dua tujuan dari korpu.
Meskipun kalau dari sisi definisi kita
selalu mengatakan korpu itu harus
memastikan pencapaian tujuan-tujuan
strategis nasional maupun instansi. Tapi
jangan lupa bahwa setiap individu
memiliki karir
itu juga harus dipenuhi gitu. Ketika
saya berkontribusi terhadap organisasi
dengan selalu belajar organisasi saya
menjadi relevan dengan perubahan karir
saya harus cocok dong, selaras dong
dengan setiap upaya dan kontribusi yang
kita lakukan. Ini Bapak Ibu Korpu ruang
lingkup ketujuh adalah mengintegrasikan
dengan manajemen SM.
Baik, Pak Budi, ada yang mau
ditambahkan? Silakan.
Bank Sembiring. Saya pernah jadi kepala
daerah 2 tahun. Untuk menata ASN di
kabupaten kami ini. Saya pakai manajemen
dengan bekal ilmu sedikitlah dari
Kemdagri.
Saya sudah mengundang untuk panselnya
teman kami dari Inspektorat Jenderal
Kemdagri dan orang-orang terpilih. Saya
panggil panselnya, "Saya enggak ada
kepentingan pilih yang terbaik."
Memang begitu kita ada kepentingan
politik, yang terbaik pun memang muncul
dari sehari-hari. Cara kerja berpikir
pun memang orang-orang yang lulus dari
12 kepala dinas yang kosong ini memang
orang-orang terbaik. Namun karena
perjalanan kami selesai tugas,
bupati yang definitif hanya mampu mau
melantik hanya enam.
yang enam tinggal dulu lah. Ini saya
juga sampai sekarang juga semakin banyak
yang kosong. Jadi bisa ini loh ee gini
ada gejala yang saya tangkap Bapak Ibu
sekalian ini teman-teman kabupaten,
Kota, Provinsi bagi kepala daerahnya
yang dari politik
itu dia tidak sadar bahwa kekosongan
jabatan itu mengganggu
mesin pemerintahan, penyelenggaraan
pemerintahan. dia enggak sadar karena
dia minta bahan apapun ada. Dia enggak
memahami beban pegawai yang yang
menyiapkan bahan-bahan dari kepala
daerah tersebut. Artinya ini harus bisa
dikomunikasikan sebaik mungkin kepada
kepala daerah yang jabatan strukturalnya
di OPD banyak yang kosong. Ini harus
diingatkan betul. Jadi dia melihat di
permukaan danau air aja di dalamnya
bergejolak tapi di atasnya kan
tenang-tenang aja. Jadi, Danau Toba kan
seperti itu, Bang Simpiring. Ternyata
dalamnya bergejolak luar biasa. Kapal
sampai sekarang enggak ketemu juga kan.
Jadi ee inilah politik lokal yang ada di
pemerintahan kita di label pelaksana.
Makanya saya mengambil bukan kesimpulan
ya. Korpu ini jembatan emas menuju
Indonesia tahun 202 2045
untuk menuju ke sana. Saya kira gitu.
Terima kasih. Terima kasih banyak
tambahannya, Pak Budi. Satu penanya
lagi. Tadi saya melihat di belakangnya
Pak Daul ya, kalau enggak salah di meja
sebelah sana. Silakan jika ingin
bertanya atau berubah pikiran karena
mungkin ee pertanyaannya sudah terjawab.
Oh, baik. Bapak berbatik kuning. Oh,
sebelahnya berbatik biru. Silakan Bapak.
Biru.
Baik, mohon dibantu mic-nya belum nyala.
Oke,
silakan dengan Bapak siapa?
Baik, terima kasih. Nama saya Rifai Abas
ee Kepala Pusat Pemban Kompetensi
Kementerian
Bapak Rifa Abas.
Rifai Abas.
Oh, Bapak Rifai Abbas. Ya, Rifai Abbas
dari Pusat Pengembangan Kompetensi
Kementerian Perdagangan.
Tadi apa yang sudah dijelaskan oleh Ibu
Erna, Pak Budi
sudah sangat ee menggugahlah, menggugah
dan memberikan sebuah pemahaman yang
baru terkait dengan ASN Corpu karena ada
beberapa hal yang baru yang memang perlu
ada diskusi lebih lanjut. Namun dari
kami tadi yang sudah disampaikan oleh
khususnya Bu Erna tadi terkait dengan
human capital development plan. Nah, itu
tadi yang Ibu sampaikan bahwa nanti akan
sudah kerja sama dengan BKN ya Bu ya
kalau enggak salah atau Kemendagri.
Nanti akan ada sistem AI yang akan
membantu Bapak Ibu dari BPSDM yang ada
di kementerian lembaga maupun yang ada
di daerah. Nah, ini memang menurut kami
salah satu tantangan yang dihadapi
bagaimana kita mentransformasikan arah
dan kebijakan ee kementerian ataupun
daerah ke dalam pencapaian terkait arah
dan kebijakan kementerian atau ee
pemerintah daerah dalam bentuk HCDP ya,
human capital development plan. Nah,
human capital development ini perlu
diturunkan tadi Ibu sampaikan dalam
individual development plan. Namun
memang
best practice-nya itu seperti apa, Bu?
Terus terang ini juga menjadi satu
pertanyaan bagi kami di Kementerian
Perdagangan, bagaimana
human capital development ini turunkan
dalam bentuk individual development plan
dan kemudian tantangan berikutnya adalah
bagaimana
ini diintegrasikan
ke dalam
SKP atau sasaran kinerja pegawai ini.
tentunya kami ee kami juga masih kemarin
sempat mengundang Bu Erna dalam rangka
uji publik terkait dengan Korpu di
Kementerian Perdagangan. Ini yang bagi
kami masih meraba-raba.
Nah, ini mohon pencerahannya. Kemudian
yang kedua, Ibu ini kami tanyakan
terkait dengan strategi pembelajaran.
Nah, strategi pembelajaran itu kan ada
tiga tadi, formal learning, kemudian
social learning, dan experential
learning. Nah,
bagi kami di kementerian yang unit
teknisnya cukup banyak dan cukup
kompleks, bagaimana mekanisme Bu ee
untuk
pengadaan pun pelanggerahan pelatihan
atau training khususnya yang terkait
dengan teknis untuk yang kelas ee formal
ataupun terstruktur. Apakah bisa
dilaksanakan oleh teman-teman di unit
teknis?
Bagi kami
tadi yang disampaikan 7010
itu yang bisa dilakukan oleh teman-teman
di unit teknis adalah ee membantu dalam
dari sisi sosial dan experiential
learning. Tapi dari sisi penguatan untuk
formal learning, teknis dan lain-lain
memang sepertinya harus dilakukan oleh
Pusdiklat. Nah, ini ee saya mohon
pencerahan dari Ibu karena saya membaca
sepertinya
pelaksanaan pelanggaran pelatihan itu
bisa juga dilakukan oleh unit teknis
yang lain. Nah, kalau seperti itu ee
kebijakannya atau arahnya ini kan juga
menjadi rancu Bu ke depannya karena
unit-unit teknis ini juga akan
menyelenggarakan pelatihan-pelatihan
sesuai dengan teknisnya. Tapi dari sisi
tupoksinya itu kan bukan tupoksi
penyelenggaraan pendidikan. Jangan
sampai
arah dari ee unit ataupun ee instansi
yang fokusnya kepada pembinaan ee teknis
atau substansi di bidang tertentu jugut
justru menjadi terhambat. karena
tugas penyelenggaraan pelatihan yang
tadi formal learning maksud kami itu
sebaiknya memang dilakukan oleh ee Pus
Diklat atau Pus Bangkom atau BPSDMP.
Nah, mohon ini mohon mohon ee tanggapan
dan pencerahan dari Ibu. Terima kasih.
Baik, terima kasih Pak Rifai.
Pak Rifai Abah silakan Ibu Erna.
Nggih. Terima kasih banyak Pak Rifai,
Pak Kapus. kita kemarin sudah ada
beberapa yang kita diskusikan. Semoga
lancar harmonisasi untuk Permen
Korpunya. Ada dua hal Bapak Ibu dari
pertanyaan Pak Rifai tadi. Yang pertama
pertanyaannya lebih ke pertanyaan umum.
Umum itu dalam konteks kalau kita mau
membuat HCDP bagaimana flow atau
gambaran tentang HCDP. Bapak Ibu, tahun
2026 pasti kita akan mengeluarkan surat
edaran khusus tentang yang kita sebut
sebagai generpetensi, Bapak, Ibu. Ee
makanya kami memfinalkan HCDP nasional
ini bulan Desember awal kita sudah ada
selesai. Kalau tahun 2025 kalau Bapak
Ibu ingat pasti kita punya surat edaran
saya surat edaran nomornya saya agak
lupa. Tapi di situ kita sebutkan ada
lima kompetensi generik yang semua ASN
di Indonesia harus diberikan akses
belajar oleh instansinya masing-masing.
Kalau enggak ada, kalau LAN ada silakan
diikutkan di LAN dan lain-lain. Misalnya
kita berbicara mengenai literasi
digital, anti korupsi, kemudian
anti digital, anti korupsi,
environmentally, friendly lingkungan
kerjanya. Kemudian inovasi
ada lima Bapak Ibu eh apa namanya eh
creative thinking, adaptability, dan
inovasi Bapak Ibu ada lima, gitu. Ini
yang sifatnya generic nasional, gitu.
Jadi flow-nya bagaimana, Bapak Ibu?
Flow-nya memang kita berbicara korpu
nasional dulu. Korpus Nasional nanti
akan menetapkan apa
kompetensi-kompetensi yang sifatnya
generik untuk semua ASN. Kemudian selain
kompetensi yang sifatnya generik, kita
ada yang sebutannya adalah kompetensi
teknis. Kalau kompetensi teknis sesuai
dengan tugas pokoknya masing-masing.
Kalau kabupaten kota saya yakin semuanya
ya. Tapi kalau kementerian lembaga kan
substansi teknisnya berbeda. Kemudian
ada yang potensi kewilayahan Bapak Ibu
ada beberapa wilayah misalnya memang
wilayah ini untuk pertambangan
kompetensi teknis yang dibutuhkan
seperti apa. Jadi flow-nya akan seperti
itu, Bapak Ibu untuk membuat HCDP. Nah,
bagaimana HCDP ini akan menjadi IDP?
Saya yakin Bapak Ibu kalau membuat HCDP
sampai dengan IDP
kita tidak bisa basisnya. Kalau ilmu
yang lama biasanya kan kita ngomongnya
kalau mau membuat mengenai rencana
pengembangan kompetensi basisnya dua
Bapak Ibu.
Penilaian kinerja
dan penilaian kompetensi.
Enggak cukup Bapak Ibu kalau membuat
HCDP saat ini di tengah perubahan yang
sangat cepat. Kenapa saya katakan tidak
cukup? IKU biasanya adalah kita
menurunkan RENSTA, target-target yang
ada di dalam RENSRA sampai rencana
kinerja tahunan kita, gitu.
Kemudian kalau penilaian kompetensi
basisnya adalah standar kompetensi.
Pertanyaannya Bapak Ibu, kalau
organisasi kita mau dibawa ke arah X
tapi tidak ada di dalam IKU dan tidak
ada di dalam standar kompetensi, siapa
yang harus mikirin? Jadi tiga Bapak Ibu.
Yang pertama adalah ketika membuat HCDP,
arah ke depan organisasi mau dibawa ke
mana. Kemarin waktu Rakor PKn dan juga
ada pertemuan dengan teman-teman saya
mengatakan bahwa misalnya lembaga
administrasi negara Bapak Ibu arahnya
adalah bigger, smarter better.
Ada standar kompetensinya. untuk biger
standar kompetensinya ini, ini, ini, dan
lain. Korpu HCDP-nya lembaga
administrasi negara harus menterjemahkan
ini juga. Selain kalau karir adalah
standar kompetensi Bapak, Ibu, kalau
pencapaian target IKU plus ke sini,
gitu. Jadi, cara mengorkestrasinya
dari HCDP, kita ngomong HCDP instansi
dulu saja ya, Bapak, Ibu. Kalau nasional
nanti secara khusus ada surat edaran
dari kami dan kami bertanggung jawab
juga memastikan itu biasanya minim
minimal menyediakan bahan-bahan untuk
yang sifatnya generik bekerja sama
dengan center of excellent Bapak Ibu.
Tapi untuk instansi Bapak Ibu sekali
lagi dari HCDP yang mau disusun pastikan
Bapak Ibu justru adalah arah strategi
organisasi itu mau ke mana.
Organisasinya mau dibawa ke mana. Baru
kita kombinasikan dengan gap kompetensi
dan gap kinerja.
Kita akan muncul menjadi sebuah arah
HCDP instansi. baru HCDP instansi nanti
digunakan sebagai bagian dari dialog
atasan bawahan sampai dengan IDP Bapak
Ibu. Jadi ee kami memang secara khusus
awal tahun 2026 kami pasti akan
mensosialisasikan
sampai mensenarioskan
keputusan kepala lembaga administrasi
negara yang tadi saya sebutkan 405 dan
406 Bapak Ibu HCDP dan IDP. Jadi ini
nanti dengan contoh-contohnya awal tahun
kita akan sosialisasikan karena ini juga
masih anget Bapak Ibu makanya tadi
menjadi program kita di tahun 2026.
Kemudian pertanyaan yang kedua dari Pak
Rifai adalah tentang 10 20 70
dalam konteks formal learning seperti
paparan saya tadi Bapak Ibu, formal
learning adalah training center Bapak
Ibu. BPSDM, BKPSDM,
Pusdiklat, Badan Diklat dan lain-lain
itu adalah formal learning. Sedangkan
social learning dan experiential
learning adalah di unit kerja. Biasanya
dikelolanya adalah di unit kerja JPT
Pratama, Bapak, Ibu. Jadi, di pusat, di
apa? Direktorat di OPD itu adalah 20
sampai dan juga yang experiential
learning yang 70%. Pertanyaannya begini,
biasanya ini di kementerian lembaga,
Bapak Ibu, di kementerian lembaga itu
juga membina teknis.
Misalnya kawan-kawan Kementerian
Kesehatan, setiap kedeputian akan
membawahi substansi teknis tertentu dan
pakarnya ada di situ. Makanya
pertanyaannya Pak Rifai, boleh enggak
mereka menyelenggarakan formal learning
gitu? Karena dia melakukan pembinaan
terhadap OPD teknis. Dia akan membina
semua OPD atau dinas-dinas kesehatan
seluruh Indonesia untuk substansi
teknis. Boleh enggak dia
menyelenggarakan pelatihan teknis?
Pertanyaannya Pak Rifai ke sini, monggo
Bapak Ibu itu diatur di dalam corporate
university. Kenapa? Kenapa ini menjadi
kewenangan dari Bapak Ibu? Ada tata
kelola yang berbeda diperbolehkan.
Kalau kita mau menganut bahwa formal
learning 100% yang boleh
menyelenggarakan adalah BPSDM yang eh
training center, training center harus
melakukan identifikasi terhadap
kebutuhan itu dan juga menyadari
sepenuhnya bahwa eksperti substansi
kemungkinan adanya di Direktorat Teknis
ini gitu. Jadi bekerja sama dengan
kawan-kawan yang ada di teknis
mengidentifikasi kebutuhan pelatihan
kita sentralkan semuanya. Formal
learning adalah di
training center-nya gitu. Bagaimana
kalau mereka diizinkan? Izin itu dari
dewan pengarah Bapak Ibu di corporate
university kan ada dua ya, dewan
pengarah dan tim pelaksana. Dewan
Pengarah menetapkan bahwa ada satu unit
kerja yang boleh menyelenggarakan
pelatihan teknis itu dituangkan di dalam
keputusan dewan pengarah. Tapi sekali
lagi dalam konteks knowledge managemen
harus dikoordinasikan dengan
kalau kita sebutnya chief of learning
officer. Bapak Ibu kalau corporate
university harus dikoordinasikan. Jadi
kawan-kawan di Pusdiklat tahu persis
yang diizinkan dari dewan penengarah
menyelenggarakan pelatihan. Kalau
workshop dan lain-lain itu masuk social
experiential learning Bapak Ibu. Jadi
silakan ini. Tapi yang ditanyakan Pak
Rifai adalah yang struktural learning.
Bapak, Ibu ada kurikulumnya, ada
pelatihannya. Ini boleh enggak
diselenggarakan di teknis. Tapi sekali
lagi Bapak Ibu silakan itu diputuskan di
corporate university. Ada memang
kementerian lembaga yang pokoknya semua
yang jenis pelatihan harus ke training
center. Iya monggo gitu. Tapi dalam
konteks ini libatkan karena apa? Ahlinya
kan ada di sini. Karena apa? Kawan-kawan
yang di Pus Diklat kan mengikuti
perkembangan yang di teknis itu juga
butuh effort. Kecuali Bapak Ibu punya
program magang atau coaching kawan-kawan
Widya Iswara dari Pusdiklat untuk
belajar substansi teknis ya. Jadi ini
membutuhkan apa namanya apa namanya
manajemen tersendiri dari kawan-kawan
ketika menerapkan corporate university.
Karena pertanyaannya nanti ke sini Bapak
Ibu
yang menerjikan sertifikat dalam konteks
Corpu, apakah boleh? semuanya
menerbitkan sertifikat atau STTP, Bapak,
Ibu diatur Bapak Ibu di Korpu ada
beberapa ya kamu diperbolehkan
menyelenggarakan ini ini tapi
sertifikatnya disentralkan di training
center. Ada juga yang diberi izin bahwa
training center adalah bentuknya ini di
jadi kalau saya Bapak Ibu bagaimana
secara fleksibel kita mendesain
corporate university kita tanpa
mengurangi tujuan kita menciptakan akses
bagi ASN gitu. Jadi knowledge managemen
menjadi kunci Bapak Ibu kalau memang mau
disentralkan pastikan knowledge
managemen mengenali kebutuhan.
Kalau mau didelegasikan, pastikan yang
sudah didelegasikan itu tercatat di
dalam manajemen, gitu. Jadi, jadi ke
sana Pak Rifai. Jadi mungkin itu respon
saya. Terima kasih.
Terima kasih banyak. Karena waktu yang
terbatas maka penanya hanya dua saja
kesempatannya. Boleh kita berikan
applause untuk narasumber kita pada sesi
talk show sesi pertama kali ini, Ibu
Erna dan juga Pak Budi. Terima kasih
banyak atas waktu yang telah diberikan
dan ilmu yang telah disampaikan. Semoga
saja informasi yang telah disampaikan
dan juga message yang tadi telah
disampaikan pula dapat mengena dan ini
menjadi jawaban dari Bapak dan Ibu
semua. Mohon maaf apabila ada beberapa
penanya yang hendak bertanya atau
sharing begitu ya pada sesi kali ini.
Namun karena waktu yang terbatas, kita
akan lanjut pada sesi talk show yang
kedua tentang sharing praktik baik Corpu
University. Untuk itu kita akan lanjut
lagi. Terima kasih banyak Bu Erna, Pak
Budi berkenan untuk dapat kembali ke
tempat duduknya masing-masing. Boleh
Ibu. Silakan. Sampai jumpa lagi Bapak
dan Ibu. Silakan boleh mengikuti sesi
kita yang kedua dan kami berikan jedah
sejenak Bapak dan Ibu untuk
mempersiapkan tambahan kursi karena
narasumber kita pada sesi kedua ini ada
empat orang. Untuk itu Bapak dan Ibu
jika hendak ke toilet kami silakan.
Namun segera kembali lagi untuk
istirahat makan siang akan kami berikan
pada waktu kurang lebih pukul .00.
Bersabar. Tadi sudah dibagikan snack dan
juga kopi teh di meja Bapak Ibu
masing-masing. Untuk itu kita akan
kembali lagi kurang lebih 5 menit dari
sekarang. Terima kasih.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Barah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan. Kami
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Berentas
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Ho.
Kami dari sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
M.
University Ibu Y Endah Cahyaning Room.
Boleh berikan applaus Bapak dan Ibu.
Kita sambut kehadiran beliau. Silakan
Ibu Enda.
Terima kasih sudah standby dari pagi
hari tadi.
Dan selanjutnya kami juga mengundang
Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Pengawasan BPKP Bapak Ismet Elisal, Sst.
MSC, CIA.
CSRS CRMP. Wow. Pak Ismat silakan.
Terima kasih sudah hadir di Kota
Surabaya.
Selanjutnya yang akan hadir pula masih
dalam perjalanan dari pameran yang ada
di bawah juga nanti bersama-sama dengan
kita adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur dan kami undang Kepala BPSDM Kota
Tangerang Bapak Dr. Andes H. Jatmikul
MAP.
Dari belakang sana Bapak terima kasih
sudah hadir. Enggak kelihatan tadi
ternyata duduk di belakang.
Wah, jauh-jauh dari Kota Tangerang untuk
dapat memberikan sharing session-nya.
Pada kesempatan kali ini
dari Banten langsung datang ke Provinsi
Jawa Timur. Silakan Bapak.
Suatu kehormatan bagi saya untuk dapat
hadir bersama dengan beliau-beliau yang
inspiratif siang hari ini.
Izin Bapak silakan untuk dapat dipakai
mic-nya sambil kita cek juga apakah
sudah menyala atau belum. Nah,
bisa dinyalakan
mic-nya teman-teman dari Oke, sudah ya.
Apa kabar Pak Ismet?
Alhamdulillah Bu
Bu Enda apa kabar?
Baik,
alhamdulillah Pak, bagaimana kabarnya
Pak Jik?
Alhamdulillah baik.
Dari belakang sana tadi menyimak
pemaparan dari dua narasumber begitu ya.
Otomatis hari ini kita akan mendengarkan
apa saja yang mereka akan bagikan dan
juga nanti kita akan berinteraksi lebih
banyak. Saya harapkan interaksinya ini
lebih banyak sesinya ya. Kalau misalnya
tadi hanya dua penanya saja, maka
sharing session kita di sesi kali ini
akan jauh lebih banyak. Saya akan
berikan lebih dari tiga penanya
nantinya. Namun kesempatan akan kami
berikan terlebih dahulu kepada Ibu Enda
selaku General Manager PLN Corporate
University. Silakan Bu Enda ya. Silakan
bisa ditampilkan. Oke, sudah muncul.
Boleh silakan sambil duduk. Baik.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak dan Ibu yang saya hormati. Masih
tetap bersemangat kita walaupun sudah
memasuki waktu istirahat ya. Sepertinya
di sini enggak ada istirahat kayaknya.
Tetap jalan terus. Perkenalkan saya
Endah. kami dari Corporate University
PLN dan hari ini terima kasih sudah
berkenan mengundang kami untuk sharing
apa yang akan ee yang sudah kami lakukan
di PLN.
Baik, bicara tentang corporate
university. Nah, sebenarnya apa itu
corporate university?
Ketika saya ditugaskan pertama kali ke
corporate university, bayangan saya
corpu itu adalah suatu tempat
ya. Suatu tempat ada gedungnya kemudian
ya tempat lokasi. Tetapi ternyata bukan
begitu.
yang namanya corporate university itu
adalah sebuah ekosistem
pembelajaran strategis dan terintegrasi
yang dirancang untuk mendorong
transformasi sebuah perusahaan.
Jadi ini yang menjadi dasar yang bisa
mengubah semua. Ternyata corporate
university not only the office gitu ya,
tetapi juga sebuah itu adalah sebuah
ekosistem di mana kalau di PLN rektornya
adalah Pak Dirut sendiri dan saya yakin
itu kalau ditempatkan di ee tidak hanya
di PLN berarti pimpinan tertinggi itu
adalah pemiliknya. Kemudian siapakah di
bawahnya kalau kita bicara tentang
corporate university itu seperti
kampus ya pada umumnya ada rektor, ada
DIN, ada Faisin. Kalau kami di PLN ee
untuk dinnya adalah seluruh BOD
tergantung ee akademi itu terkait dengan
BOD atau direksi yang mana. Kemudian di
bawahnya lagi ada Faisdin. Untuk Visai
Din siapakah itu? berarti di level BOD-
one artinya itu akan berjenjang dan
karena eh corporate university itu
harapannya semua pembelajaran itu
mendorong transformasi
dan pasti mengenai hal yang strategis.
Mau tidak mau kami kami di Pusika itu
sebagai pengelola Korpu sebutannya ya.
Jadi bukan korpunya sendiri, tetapi
Pusika itu adalah pengelola Korpu itu
harus berkoordinasi dengan DIN dan
Faisin. Nah, ini adalah prinsip dasar
dari corporate university di mana
Pusdiklat tidak bisa berjalan sendiri,
menetapkan program-programnya sendiri
tanpa berkoordinasi
dengan DIN ataupun FAISD yang terkait ee
di dalam pembelajaran yang akan
dijalankan.
Pelent Corporate University tahun ini
menginjak di 13 tahun. Jadi cukup lama
ya kalau kita bicara ee perkembangan
manusia itu berarti di masa remaja. Nah,
di sini kami terus berbenah bagaimana ee
proses itu semakin mature dari hari ke
hari. Oke, next.
dengan visi menjadi pusat keunggulan
dalam pengembangan kompetensi yang
terkait dengan transisi energi,
pengembangan bisnis, dan adopsi
teknologi bertaraf internasional yang
mampu mendorong PLN menjadi perusahaan
global top 500.
Untuk visi corporate university ini
tentu saja mendukung visi yang dimiliki
oleh PLN.
ini sangat jelas sekali semua terkait
gitu ya antara visi dari corpu dengan
visi dari perusahaan sendiri itu harus
sama inline tidak bisa berjalan sendiri
dan demikian juga dengan misi misi kami
adalah menjadi strategic learning
advisor dan learning provider not only
kita ngasih pembelajaran
instruktur hadir di dalam kelas
memberikan knowledg hanya itu, tapi
harapan kami di corporate university ini
bisa memberikan advice kepada pemilik
bisnis apa yang sebaiknya dilakukan, apa
yang menarik di luar sana, apa yang dari
luar bisa kita ambil untuk diterapkan di
dalam perusahaan ini. Jadi lebih tinggi
lagi kita tidak hanya penyelenggara
pendidikan, tetapi kita juga harus
naikkan diri kita ini menjadi advisor
bagi seluruh pegawai
yang ada di perusahaan kita. Next.
Kemudian untuk organisasinya seperti
apa? Kami baru saja melakukan
reorganisasi
yang dulunya ee akademi itu ada di
setiap unit-unit. kami tarik semuanya di
kantor Indo. Jadi kami di PN ini
memiliki 11 unit tersebar mulai dari
Tuntungan, kemudian di Palembang, ada di
ee Bogor, Suralaya, ada di Makassar, ada
di Banjarbaru. Jadi under dari kantor
induk itu ada 11 unit. Yang awalnya
misalnya di Semarang ada akademi tentang
transmisi ya. Jadi kalau di PLN itu ee
probisnya kan mulai dari projek
membangun, kemudian pembangkit,
pembangkitan,
kemudian transmisi, transmisi ada
distribusi. Setelah itu ada niaga, ada
manajemen risiko, manajemen project dan
energi baru terbarukan.
yang menjadi stream di akademi akademi
karena ee setiap akademi ini harus
mengampu kompetensi yang harus dimiliki
oleh perusahaan. Jadi yang awalnya
akademi
di
ee di mana-mana kemudian kita tarik ke
kantor induk menjadi
satu di bawah senior manager. Nah, ini
kita bagi dua berarti untuk yang
strategik yaitu adalah pembuat materi.
Kemudian ee dengan yang operasional itu
kita pisahkan. Jadi untuk desainernya
ada di kantor induk, untuk operation itu
ada di unit-unit dan ini kami rasa akan
lebih agile untuk pelaksanaan diklat dan
kita bisa membuat materi-materi ini
lebih cepat.
Jadi saat ini di Kantor Induk ada
enam akademi dan satu akademi ini
mengampu beberapa manajer akademi dan
ini bisa diterapkan juga mungkin ya. Eh
yang pertama adalah Senior Manager
Operation Excellent Academi 1 yaitu di
pembangkitan. Kemudian operation
excellent academi 2 di transmisi,
distribusi dan sebagainya tergantung
kore kompetensi perusahaan itu apa.
Mestinya di setiap akademi atau di
seluruh akademi ini ee benar-benar bisa
mewadahi kompetensi yang harus dimiliki
di sebuah perusahaan. Oke, next.
Oke, ini lokasi yang tadi saya sebutkan
ada beberapa unit dan saat ini konsep
kami adalah untuk operation itu harus
bisa didesentralisasi.
Kalau strategis tadi di sentralisasi
supaya lebih agile untuk operation ini
harus bisa desentralisasi
semakin mendekatkan
dengan pelanggan kita. Karena kami di PN
itu dari Sabang sampai Merauk.
Mestinya di setiap kota kami memiliki
instruktur tidak tetap. Jadi yang di PLN
itu ada dua instruktur. Instruktur tetap
ada di Jakarta. Kemudian instruktur
tetap ee tidak tetap itu tersebar di
seluruh Indonesia. Nah, bagaimana kita
corporate university ini bisa bergerak
kalau hanya mengandalkan instruktur
tetap atau kalau di sini sebutannya apa?
Widya
Widya Iswara ya. Ya, kalau hanya
mengandalkan widya Iswara yang ada di
kita, itu tidak mungkin. Corporate
university harus bisa melibatkan seluruh
pegawai untuk bisa menjadi instruktur
tidak tetap, bisa menjadi asesor
sehingga mereka pun juga akan terjaga
kompetensinya dan kita ee akan bisa
saling mencerdaskan satu sama lain.
Oke, next. Ini Bapak dan Ibu,
ini adalah karakteristik dari
pelencorpu. Yang pertama kita harus bisa
memberi ee proaktif memberikan solusi
pembelajaran yang fokus mengatasi
permasalahan kinerja. Kalau tadi BA
sampaikan harus ada impact-nya. Nah,
impact ini yang diharapkan dari
corporate university. Kemudian
ownership, program pembelajaran ini ada
di dinya, ada di direksinya. Nah, jadi
setiap direksi, setiap kalau di sini di
bawah kepala itu apa ya?
Kepala ya itu harus merasa memiliki
pembelajaran ini.
Kami ketika membuat materi itu yang
pertama kali dilakukan adalah
mengumpulkan narasumbernya.
Bapak dan Ibu Din, di sini apa sih yang
dibutuhkan sebenarnya pembelajarannya?
Setelah kami mendapatkan gambaran dari
narasumber, di situlah baru proses
membuat materi itu dilakukan membuat
kurikulumnya, silabusnya, materinya dan
ini berbeda dari narasumber. Setelah itu
ada validasi kembali gitu ya. Validasi
sebelum materi itu diberikan kepada
pegawai akan ada validasi dari din yang
terkait. Nah, inilah yang memastikan
bahwa kontrol pembelajaran ini
men-support tidaknya transformasi
ataupun strategi perusahaan. Salah
satunya dengan validasi materi. Kemudian
juga dikelola secara profesional untuk
eh pengelolaan pembelajarannya yaitu
learning tchnologisnya. Kemudian
memiliki learning management system dan
knowledge manag system yang terintegrasi
dengan sistem SDM.
kami memiliki katalis namanya. Di
situlah bisa di ee dapatkan
materi-materinya. Di situlah kami bisa
belajar self learning. Di situlah kami
sebagai desainer bisa menempatkan
kurikulum, silabus, materi, semuanya
terpusat di satu
ee aplikasi dan itu sangat terkait
dengan aplikasi SDM. semua sudah
terintegrasi sehingga ketika satu
pegawai dia itu sudah menjalankan
pembelajaran apa, sertifikasi apa, itu
data bisa langsung muncul nilai dia
berapa, dia lulus atau tidak, historynya
seperti apa, itu akan muncul dan sangat
terkait nantinya dengan eh aplikasi
lain. Misalnya human asset value. Dia
ada di kotak mana? dilihat dari
pembelajaran, sertifikasinya, nilainya
itu otomatis datanya bisa kita ambil dan
ee digenerate di dalam aplikasi
tersebut. Ini menjadi hal yang sangat
penting di dalam corporate university
untuk memiliki learning management
system dan terintegrasi.
Kalau tidak terintegrasi semua masih
silo silo itu juga akan susah gitu ya.
karena untuk ee data ini
harus terkait satu sama lain. Kemudian
kita juga bermitra dengan university PLS
saat ini memiliki mitra 18 university
yang di dalam negeri. Kemudian juga kami
menjalin komunikasi university yang ada
di luar negeri, baik itu di Eropa, di
Amerika, kemudian di Australia yang
memiliki keunggulan-keunggulan tertentu
yang memang dibutuhkan untuk
meningkatkan kompetensi yang ada di PLN.
Ini sangat menarik ya. ee rata-rata
dosen di sana itu sangat tertarik untuk
memberikan ilmunya ke kita. Bahkan tidak
mau di bayar ya. Karena di sana adalah
common ketika kita berbagi kemudian juga
mereka melibatkan kita dalam
penelitiannya itu menjadi hal yang comen
buat mereka. Kemudian mendukung program
pengembangan individu yang menunjang
karir. Inilah pentingnya corporate
university. Bagaimana kita bisa
meningkatkan marwah kita sebagai
corporate university itu adalah dengan
produk pembelajaran kita itu ada
kaitannya dengan karir pegawai. Kalau
enggak susah sekali ngajak orang
pelatihan. Tetapi kalau kita bisa
menginlinekan antara apa yang akan kita
buat dengan ini nanti terkait loh dengan
karirmu. Kalau kamu enggak pembelajaran
ini, enggak bisa naik tingkat. Kalau
kamu enggak pembelajaran ini, kamu
enggak boleh ikut asesmen. Kalau asesmen
enggak ada, mana maka nilaimu di Haf
tadi akan jadi jelek. Itu akan bisa
menarik orang untuk belajar. Ketika
ketika mereka sudah ee tertarik untuk
belajar, tinggal tugas kita sebagai
corpu untuk memberikan materinya yang
sebanyak-banyaknya sehingga learning
organisasi itu bisa berjalan. Kemudian
selanjutnya
ee korpu itu menjadi pusat internalisasi
budaya dan tata nilai. Ini menjadi
sesuatu yang penting di mana ketika
organisasi itu memiliki ee perubahan
tetapi budayanya tidak dirubah itu juga
sama saja akan sulit transformasi ini
bisa dijalankan. Nah, kita di sini di
corporate university juga harus terkait
dengan budaya itu bagaimana kita bisa
merubah budaya yang ada di perusahaan.
Kemudian selanjutnya memiliki program
leader as teacher dan reti faculty untuk
kesinambungan pengetahuan perusahaan.
Program leader teacher ini sangat
menarik yang tadi saya sampaikan
bagaimana kita bisa me
desentralisasi
pembelajaran kita dengan melibatkan
leader-leader yang dari seluruh
Indonesia tadi untuk ngajar. Ketika
orang diminta mengajar, dia akan belajar
lagi. Ketika dia belajar, maka
kompetensinya akan terjaga dan dia bisa
memastikan anak buahnya juga melakukan
hal yang sama.
Ini menjadi kontrol ee di dalam internal
kita tersendiri.
Kemudian juga retire faculty ini
bagaimana ee ilmu-ilmu ini bisa tetap
ada di perusahaan, tidak hilang. berarti
harus di catat, disimpan, ditularkan
lagi, gitu ya. Akan sangat penting
knowledge management itu ada di
corporate university. Bagaimana kita
bisa meng-capture ee setiap
kompetensi-kompetensi ini dan
memasukkannya ke dalam materi-materi
pembelajaran supaya enggak hilang. Orang
bisa datang dan pergi berganti-ganti,
tapi kalau ilmunya kita capture dalam
knowledge managementen, kita sharingkan
lagi, itu akan terus-menerus. hidup di
perusahaan kita.
Kemudian selanjutnya adalah objek
pembelajaran tenaga kerja yang
melibatkan ee yang terlibat dalam bisnis
perusahaan
menjadi sangat penting ketika kita
bicara siapa yang akan kita kenai tidak
hanya pegawai itu. Jadi kami di Pen
Corporate University mendapatkan tugas
juga memberikan pembelajaran ke
ekosistem PLN. siapapun yang bekerja di
PLN harus kita pastikan dia memiliki
kompetensi yang sama dengan pegawai.
Karena merekalah yang ada di garda depan
yang terkait dengan kesetrum, terkait
dengan kecelakaan kerja. Kalau itu tidak
kita pastikan mereka memiliki kompetensi
yang sama, itu akan sangat berbahaya
buat perusahaan. Nah, mungkin diterapkan
nanti ketika di ee ASN siapa yang
terlibat dengan kita yang paling kunci
positioning-nya itulah yang akan harus
kita kontrol kompetensinya
kita samakan dengan pegawai.
Oke, selanjutnya yang terakhir ini
memiliki brand yang kuat untuk
meyakinkan stakeholder. Kalau kami
sangat penting ini ya karena berhubungan
dengan lender gitu ya ee saya kurang
tahu kalau di ASN seperti apa, tetapi
harus dipastikan bahwa lender percaya
ketika dia menginvestasikan uang,
orang-orang yang akan menjalankan
investasi ini benar-benar kompeten. Itu
menjadi hal yang sangat penting harus
dikelola oleh corporate university. Oke,
next.
Bapak dan Ibu, kami di Pen Corporate
University memiliki beberapa
eh pelayanan. Yang pertama adalah
pembelajaran
dan desainer ini kami lakukan sendiri.
Kemudian sertifikasi, kami memiliki unit
ee pelaksana sertifikasi
LSP, LSK yang terkait dengan BNSP dan
DJK. Dan silakan kalau nanti ee Bapak
dan Ibu membutuhkan boleh kami bisa
melayani. Ini sembari jualan ya.
Kemudian juga ada assesment, kami
memiliki unit assesment center. Bisa
juga nanti kalau dibutuhkan assesment
silakan ke PLN kami bisa melayani. Dan
yang terakhir adalah konsultasi sistem
manajemen. Jasa konsultasi dan sistem ee
layanan sistem manajemen ee memberikan
konsultasi untuk setup ISO ee kemudian
PCM dan lain-lain. Ada satu lagi kami
memiliki unit MLAB yang ada di Taman
Mini. Nah, kalau pas ke Jakarta silakan.
Di situlah ada edukasi tentang energi
dan energi baru terbarukan.
Oke, next.
Nah, ini menjadi hal yang sangat
penting. Ini adalah rumah PLN Corpu,
rumah yang memiliki tiang-tiang yang
kokoh untuk menjalankan corporate
university di PLN. Yang pertama adalah
governance atau tata kelola. Tata kelola
PLN Corpo ini harus jelas seperti apa
aturannya. Aturannya mulai dari
menganalisis kami di korporasi setelah
ini ya ada probisnya. Nah, aturan ini
harus diterapkan ada formal mekanismnya
yang jelas sehingga siapapun yang ada di
situ sudah jelas. Kemudian bagaimana
tata kelola yang mengatur komunikasi
contohnya antar setiap unit, tata kelola
yang mengatur digitalisasi,
tata kelola yang mengatur terkait dengan
probis yang ada di PN Corpu harus kuat
terlebih dahulu. Setelah itu menginjak
yang kedua adalah learning content dan
solution. menyediakan solusi
pembelajaran, asesmen, sertifikasi,
konsultasi. Kita harus memastikan bahwa
pembelajaran-pembelajaran yang kita
berikan itulah yang terupdate,
yang terbaik, yang terbaru, dan sesuai
dengan apa yang dibutuhkan oleh din
kita, fais din kita, pegawai kita.
Bagaimana juga dengan yang sertifikasi?
dipastikan bahwa sertifikasi ini dengan
pembelajarannya sehingga kita ketika
memberikan pembelajaran itu bisa
terkonfirmasi dalam sertifikasi. Ketika
sertifikasi lulus maka pegawai itu
dipastikan sudah kompeten. Nah, ini yang
terus kita jaga bagaimana kita bisa
membuat materi yang berkualitas, skema
sertifikasi yang sesuai dengan key
behavior di setiap kompetensi. Kemudian
bagaimana kita bisa memberikan
konsultasi, memiliki ee tools assesment
yang memang sesuai untuk menggali
kompetensi-kompetensi dari pegawai.
Kemudian yang ketiga adalah people.
People ini menurut saya yang paling
penting ya, karena tidak bisa jalan
tanpa manusia. Nah, ini harus dipastikan
bahwa setiap orang yang menjalankan
corporate university itu sudah
terstandar. lebih baik jika ada
standarisasi internasional gitu. Tapi
kalaupun tidak secara nasional bisa.
Sekarang di BNSW sudah mulai nih ada
sertifikasi untuk asesor, sertifikasi
untuk instruktur, kemudian ee mereka
harus mampu juga
agile gitu ya. untuk people-nya itu
enggak boleh orang yang kaku, orang yang
tidak mau mendengarkan, tapi benar-benar
selalu mencari hal yang baru, hal yang
baik yang bisa diberikan kepada pegawai
dan satu kuncinya mereka harus mau
belajar. Kemudian yang terakhir adalah
infrastruktur. Infrastruktur di sini
bisa secara fisik, bisa secara digital.
Inilah yang harus selalu kita buat gitu
ya. secara fisik kita harus bisa
memberikan tempat yang nyaman untuk
belajar ataupun ee online meeting kalau
misalnya pakai digital berarti ya ee
yang proper gitu ya yang diberikan
kepada mereka. Jika memang dibutuhkan
lab
misalnya untuk apa ya kita tampili di
sana kalau di Pet itu di setiap unitnya
pasti punya lab di mana ada green ini
ya. Jadi bisa di-setting ketika nanti
ada workshop ataupun bisa menggunakan
studio tersebut untuk menjalankan
pembelajaran.
Kemudian juga secara
ee digital yang tadi di LMS
itu juga harus kita improve
terus-menerus. Oke, next.
Baik.
Baik. Ini adalah learning value chain
yang dimiliki oleh PEN Corpu. Yang
pertama adalah eh menganalisis bagaimana
kita bisa menganalisis kebutuhan dari
pembelajaran sertifikasi. Kemudian kita
bisa mendesain bagaimana menyusun
program kurikulum silabus. Kemudian kita
bisa men-develop bagaimana kita dari
kurikulum silabus tadi membuat materi
yang sesuai dan kita
mengimplementasikannya, mendeliver
pembelajaran tersebut. Yang terakhir
adalah evaluasi.
Oke, next.
di PLN saat ini ada enam jenis
pembelajaran. Yang pertama adalah calon
pegawai. Jadi seluruh ee pegawai baru
kita memiliki diklat sendiri. Kemudian
pembelajaran profesi dan sertifikasi.
Kalau tadi saya dengar ini masuk ke
pembelajaran teknik ya. Teknik yang
terkait dengan pembangkit, transmisi,
distribusi yang terkait dengan probisi
yang ada di PLN. Kemudian yang ketiga
adalah pembelajaran kepemimpinan. Kami
memiliki pembelajaran kepemimpinan mulai
dari supervisor dasar, supervisor atas,
manajer dasar, manajer menengah, manajer
atas, dan ada juga beyond
ee kelas khusus si suit yang akan ee
menyiapkan direksi direktur-direktur
yang sesuai dengan
jalur karirnya. Contohnya CFO untuk
keuangan, CLO untuk legal, CRO untuk
ris, kemudian CBDO bisnis development,
ada juga CHRO untuk SDM dan COO. COO ini
operation tergantung dia mau ditempatkan
di mana. Nah, kelas di pembelajaran
leadership harapannya bisa membentuk
leader-leader yang baik mulai dari awal
dia masuk sampai pada jabatan tertinggi
yang ada di PLN. Kemudian pembelajaran
penunjang. Pembelajaran penunjang ini
bisa dilakukan penunjang satu kali
seperti workshop dan lain-lain itu bisa
dilakukan. Kemudian pembelajaran masa
purna bakti sebelum pegawai itu pensiun
dia akan mendapatkan pembelajaran purna
bakti plus ada juga kerohanian di kami.
Jadi setiap sebelum pensiun pegawai
boleh memilih mau umrah atau mau apa
bersama keluarga. Kemudian yang terakhir
adalah pembelajaran inisiatif strategic
corporat. Nah, ini yang menjadi sangat
penting buat Korpu ketika kita bisa
menggali apa sih sebenarnya kebutuhan
inisiatif strategi corporat. Jika yang
kedua tadi ya pembelajaran profesi dan
sertifikasi itu kaitannya dengan ee
kompetensi reguler yang harus dimiliki
oleh setiap pegawai dalam kompetensi ee
dalam kebutuhan kompetensi jabatannya
sesuai dengan direktori kompetensi
perusahaan. Kalau yang nomor 6
pembelajaran inisiatif strategik ini
inilah yang harus selalu kita gali, yang
harus kita cari ke din kita ke VIIN kita
apa yang dibutuhkan dan itulah yang akan
kita desain untuk mereka. Oke, next.
Oke, ini capacity building framework.
Jadi, kami coba mengumpulkan kebutuhan
dari setiap din kami masukkan ke dalam
kotak-kotak ini sehingga ini menjadi
sebuah kebutuhan yang lengkap. Mestinya
di setiap korpu tuh bisa memetakan ini
juga. apa saja yang harus kita bikin
dikaitkan dengan directory kompetensi.
Oke, next. Nah, ini menjadi hal yang
penting. Learning concil meeting
framework. Bagaimana kita bisa menggali
kebutuhan pembelajaran-pembelajaran
strategis yang kami lakukan saat ini
adalah menggunakan learning council
meeting framework di mana dalam satu
kali setahun kami akan menghubungi din
kami kemudian VI din kami. Jadi
urutannya adalah yang pertama kita
menjalankan counsil meeting bertemu
dengan para direktur menjadi din.
Setelah itu kami akan melakukan learning
comp meeting ini dalam setahun ada dua
kali itu adalah eh BOD minus one. Di
situlah didetailkan sampai ke judul
pembelajarannya apa, pesertanya siapa,
dan setelah itu kami menjalankan
learning partner meeting bersama
eh SDM ya. Kalau di ada Korpu, ada juga
bagian talent development ya mestinya ya
di SDM. Di situlah kami diskusi ini
anggarannya anggaran siapa di setiap
judul sampai bisa mendapatkan satu
schedule untuk 1 tahun ke depan itu
sudah jelas judulnya apa, pesertanya
siapa, anggaran siapa. Itu akan menjadi
ee jadwal pembelajaran dalam 1 tahun ke
depan dan setelah itu baru masuk ke
pelaksana Korpu. Ini akan kami ee
lakukan secara bulanan. akan ada
rekonp-enasan
evaluasinya sudah dijalankan berapa ini
menjadi tugas dari ee Pusdiklat. Oke,
next.
Next.
Oke. Nah, ini timeline-nya
alangkah lebih baik jika perencanaan ini
kami belajar gitu ya, bahwa perencanaan
ini dilakukan satu semester lebih cepat
sebelum tahun berjalan. Karena dengan
adanya penggalian analisis yang lebih
cepat, maka kita bisa merencanakan 1
tahun ke depan itu dengan lebih cepat,
kemudian waktunya tidak terbuang. Dan
selain melakukan LCM, kami juga
menjalankan HCBP juga. Jadi setiap
manajer unit kami itu akan berinteraksi
dengan general manager di 48 unit yang
ada di Indonesia. Kebetulan mereka apa?
dari bawah kita ambil, dari direksi dari
atas kita ambil, setelah itu kita
konsolidasikan menjadi satu dan itulah
yang akan menjadi project kita dalam 1
tahun ke depan. Oke, next.
Ini adalah analisis bagaimana dengan
desain dan development-nya. Di Pelen
Corpu ada lima berapa ini? ada
akademi yang cukup banyak ya terkait
dengan ee stream yang ada di PLN dan di
situlah di setiap akademi inilah
desainer-desainer
materi itu ada di situ. sudah jelas
misalnya untuk operation excellent
academi 1 ada akademi konstruksi dan
manajemen project ada akademi supply
chain management ada akademi energi
primel kemudian di operation excellent 2
ada akademi perencanaan sistem dan aset
manajemen akademi transmisi. kami
belajar bahwa akademi ini semakin detail
itu ternyata semakin bagus
karena sudah jelas siapa yang incharge
untuk membuat materi tersebut
mengevaluasi,
mengembangkan lagi, menyamakan ee dengan
kebutuhan
ee dinnya, VIIN-nya. Ini akan lebih enak
ketika
akademi-akademi ini semakin detail. Oke,
next.
Nah, bagaimana dengan desain dan
development-nya? Di Pencorpu ada yang
namanya grand desain pembelajaran. Jadi,
di dalam satu akademi dia akan memiliki
grand desain pembelajaran. Di dalam
grand desain itulah yang akan dipetakan
lagi kompetensi apa yang ada di situ.
Kemudian materi pembelajarannya apa. Ini
sudah sangat clear dan setiap materi
akan dicoding sendiri dan dia dimasukkan
ke dalam LMS sendiri. Oke, next. Nah,
ini yang cukup menarik ya. bagaimana
Korpu itu bisa memberikan impact. Kami
baru saja me membuat ini menjadi program
strategis kami di tahun ini ee tahun
depan ya, bahwa PLN Corpu itu harus
berimpact. Oleh sebab itu kami membuat
PLN Corpu Impact Lab. Ini sebenarnya
belajar kemarin kami ke Australia dan di
Mones University itu ada yang namanya
MONES Impact Lab.
Apa yang dilakukan di situ? Yang pertama
adalah menjalankan bisnis impact
learning. Bagaimana kita melihat bahwa
kinerja apa yang harus di selesaikan,
use case-use case apa yang harus
dijalankan. Misalnya penelitian tentang
bas, bagaimana bas itu bisa digunakan
dalam transmisi, di dalam distribusi.
Nah, itu ada di bisnis impact lab ini.
Bagaimana kami bisa menyelesaikan eh
menaikkan kinerja 1 unit? Itulah di
busnis impact learning. Kemudian yang
lain, e yang kedua adalah failure
prevention learning.
Bagaimana kita memastikan bahwa tidak
ada kerusakan sistemik yang ada.
Contohnya di PLN ketika pembangkit sudah
COD dan dia harus pindah untuk OM-nya,
operation maintenance-nya, maka harus
ada orang yang disiapkan untuk
menggantikan developernya. Nah, di
sinilah fungsi dari corporate
university. bagaimana kita memastikan
orang-orang yang kompeten yang
menjalankan
ee pembangkit ini supaya pembangkitnya
tidak meledak.
Nah, ini menjadi hal yang sangat penting
bagaimana kita di Corpo ini terkait erat
ini dengan strategi. Kemudian yang
ketiga adalah field assistant learning.
Bagaimana kita bisa memberikan technical
assistance misalnya ketika overhaul maka
corpu datang. Oke, overhaul itu SOP-nya
seperti ini. Cara menjalankan 1 2 3.
Maka mereka akan secara langsung kita
akan memberikan petunjuknya. Itulah kita
advisor di sini, not only instruktur ya,
tetapi sudah betul-betul memberikan
advisor kepada mereka. Oh, ini salah,
kamu lakukan ini benar, ini salah. Itu
sambil ee di lapangan benar-benar
menjalankan pekerjaan. Itulah kita
hadir. Kemudian yang terakhir adalah
research based learning. Untuk
teknologi-teknologi terbaru yang belum
masuk ke PLN, inilah pentingnya
dilakukan research. Dan di dalam
research itu pasti diperlukan eh
capacity building untuk menjalankan
research. Nah, ini bersama-sama kami
dengan Puslitbank yang ada di Pusdiklat
untuk memberikan pembelajaran terkait
dengan research apa yang dibutuhkan oleh
BPO, oleh Din Vizdin tadi untuk
menjalankan ee sebuah strategi. Oke,
next. Waktunya habis ya.
Mau sudah atau lanjutkan? Baik. ini ee
yang keempat ya tadi ya implementasi ya
ini sepintas saja metode pelaksanaan
pembelajaran kami di PLN itu memiliki
empat level 1, level 2, level 3, level
4. Satu itu knowledgeable artinya orang
ee akan diberikan materi yang tahu aja
gitu ya. Knowledgeable. Yang kedua itu
harus bisa menjalankan.
Yang ketiga level 3 ini lebih tinggi
lagi. Dan level 4 adalah mastery. Nah,
ini ada perbedaannya. level 1 kami akan
membuat self learning semuanya bisa
diakses di LMS dan ini ke depan setiap
orang beda stream akan bisa mengakses
karena sebenarnya dia enggak harus
belajar hanya di satu bidangnya saja
tapi kadang-kadang pekerjaan itu terkait
dengan yang lainnya dan dia bisa
melakukan pembelajaran itu sendiri.
Kemudian level 2 kita blended learning,
level 3 kita blended learning tetapi
digital learning ya plus in class
training. Kemudian level 4 ini digital
learning atau in class training plus ada
action learning-nya. Mereka harus pulang
ke unitnya kemudian mempraktikkan,
setelah itu kembali lagi kita uji.
Inilah bedanya di setap level. Oke,
next.
Oke. Ee ini adalah LMS yang kami miliki,
Bapak dan Ibu. ada learning ee di dalam
LMS kami yang namanya catalis ini ee ada
learning administrasi, digital learning,
kemudian juga untuk leadership itu juga
bisa menggunakan ee katalis ini. Untuk
sertifikasi juga bisa, assesment juga
bisa dan ada juga eh backend prosesnya
di mana kami bisa mengembangkan ee
pembelajaran ee katalis ini. Oke, ini
adalah next.
Katalis ini terintegrasi dengan
portal-portal yang ada di SDM. Sebagai
tadi karakteristik corp harus terkait
dengan semuanya. Kita enggak bisa stand
alone karena data yang dihasilkan akan
digunakan untuk data-data yang ada yang
lainnya. Oke, ini yang terakhir.
Ee untuk evaluasi kami sudah menjalankan
level 1,
level 2, level 3, level 4, dan level 5.
Yang terakhir adalah roti. Oke, next.
Silakan ke parent corpu. Nanti kita bisa
diskusikan ya untuk learning evaluasi
ini. Dan next lagi satu slide lagi. Kami
sedang me-launching yang namanya PLN
Corhub Bapak dan Ibu. Jadi untuk ee
sebenarnya ini untuk memenuhi kebutuhan
dari excellent resources yaitu
instruktur, asesor dan lain-lain. Kami
mencari dari pegawai internal di PLN.
Nah, itu dimasukkan ke dalam PLN Korhub
karena kami juga percaya bahwa
instruktur itu tidak jatuh dari langit.
tetapi Pelen Corpu bagaimana bisa
mengembangkan mereka menjadi level yang
lebih tinggi lagi dan merekalah yang
akan ngajar ke seluruh pegawai itu
menjadi hal yang penting bagi PENT
corporate University. Oke, demikian dari
kami. Terima kasih. Ee wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Boleh berikan applause
untuk Bu Enda selaku GM PLN Corporate
University. Sangat lengkap dan jelas
sekali. Namun nanti akan ada sesi tanya
jawab untuk pertanyaan lebih lanjut.
Kita akan berikan kesempatan selanjutnya
dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Pengawasan BPKP, Bapak Ismet Eliskal,
S.ST., M.Sc., CIA. CSRS A CRMP. Harus
lengkap saya ya. Mengenai Gia Corpu.
Betul ya, Pak ya? Akselerasi membangun
profesionalisme audit internal
pemerintah. Wah, ini menarik sekali
topiknya, Pak Ismet. Silakan.
Terima kasih ee Ibu. Eh, sebelum kita
mulai, izin saya berpantun yang temanya
Surabaya.
Pergi dinas ke Surabaya
cakep
ke Bebek Sinjai jangan lupa.
Ah, cakep.
Peserta Corpus Summit 2025 izinkan saya
menyapa. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Tepuk tangannya dong Bapak dan Ibu.
Nanggung amat.
Dijawabnya dengan salam Bu.
Iya, betul. Baik, eh izinkan kami eh
melaksanakan sharing session eh atas
pelaksanaan corporate university di
lingkungan mungkin kami mewakili
kementerian ya, Ibu ya ee di sini dari
BPKP ee dengan nama corporate university
kami bagi Bapak Ibu yang belum eh
familiar yaitu Gia Corpu. Jadi ini bukan
eh Garuda Indonesia Airlines,
tapi eh government internal audit ee
yaitu ee aparat pengawasan internal yang
mana BPKP adalah pembina dari aparat
pengawasan internal ee seluruh Indonesia
ya, Pak. Kementerian Lembaga Pemerintah
Daerah. Bahasa Inggrisnya adalah GIA.
Supaya keren, Pak. Korpunya.
Baik. Ee mungkin kami belajar ee Korpu
juga sudah lumayan lama dari tahun 2000
ee
14.
Namun yang benar-benar serius belajarnya
itu baru di tahun 2000 ee 18 2019 gitu
ya. Kenapa kami ee melaksanakan corpu?
Sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi
latar belakang. Yang pertama,
bagaimana supaya kinerja organisasi itu
benar-benar bisa didukung dengan
pelatihan yang ada. Karena latar
belakang selama ini pelatihan kita ya
diklat jalan sendiri, kinerja organisasi
ya kinerja sendiri diurus oleh Biro
Manajemen Kinerja gitu ya. Pus Diklat
jalan aja sendiri gitu. Itu menjadi
salah satu latar belakang. Kemudian
di Pus Diklat ataupun di BPSDM mungkin
di pemerintahan kita mengenal ee Widya
Iswara ya, Pak yang memang beliau-beliau
adalah orang-orang yang ahli di
bidangnya gitu ya ee di bidang
pembelajaran dan bahkan di bidang teknis
mungkin yang ee di instansi tempat
mereka berada.
Tapi ee keilmuan bergerak terus,
sedangkan praktik juga bergerak terus,
tapi mereka bergeraknya cenderungnya
belum ketemu di satu titik gitu ya.
Sehingga akhirnya diperlukan perpaduan
kedua hal tersebut dalam satu titik yang
bernama corporate university. Titik itu
ketemunya di Korpu gitu ya.
Kemudian dari sisi jumlah ee Widya
Iswara ee di BPKP sendiri Widya Iswara
kami awalnya 21 orang dari tahun 2019
25 sekarang tinggal 16 orang dan
rekrutmen untuk para pengajar Widya
Iswara itu sangat sulit di BPKP. Eh,
pada akhirnya ini menjadi salah satu
challenge bagi kita juga untuk bagaimana
supaya yang tadi materinya supaya inline
dengan praktik terkini dan widyaiswara
kita tidak terkendala gitu ya ee dari
sisi kualitas dan kuantitas sehingga
corporate university menjadi salah satu
jawabannya juga
eh dari beberapa latar belakang
tersebut. ini mungkin dua slide next
tadi sudah ee di slide ketiga ya sekali
lagi. Nah, kita menemukan ee
permasalahan-permasalahan itu ternyata
dapat diselesaikan dengan corporate
university Bapak Ibu. Pertama, bagaimana
kita mengintegrasikan pelatihan
dengan pengembangan kompetensi pegawai.
Tadi ya disampaikan oleh Ibu Erna juga
inline antara talenta, manajemen talenta
dengan pembelajarannya gitu. bahwa
ternyata setelah kita berkorpu,
orang-orang yang akhirnya didiklatkan di
BPKP adalah orang-orang yang memang kita
target sebagai talent atau dicalonkan
sebagai talent pool gitu, Pak. Jadi, itu
salah satu ee keunggulannya juga.
Kemudian dari sisi manajemen pengetahuan
akhirnya ee ke praktik-praktik terkini
yang ada di kedeputian BPKP eh akhirnya
kita petik TASIT knowledge-nya dan itu
diapture-nya oleh knowledge management
system,
oleh KMS, knowledge managemennya yang
ada di Corpu. Dan knowledge managemen
itu menjadi bagian dari corpu. Jadi
sangat sering e setelah ada corpu di
BPKP itu para praktisi-praktisi di
kedeputian itu diminta sharing session
lewat forum namanya. Kalau di kami
memang sengaja dibuat satu forum namanya
Library Cafe. Bapak, Ibu di library tapi
ada kafen-nya gitu ya. Di kafe tapi ada
library-nya. di situ sharing session
secara santai oleh para praktisi di BPKP
agar tas knowledge-nya itu tersalurkan
dan menjadi explicit knowledge yang
suatu saat bisa dipetik nanti di
pembelajaran.
Salah satu keunggulan Korpu yang memang
itu akhirnya kita bisa petik gitu ya.
Kemudian
pelatihan-pelatihan kita akhirnya
tematik Bapak Ibu. Pelatihan-pelatihan
yang memang ditujukan untuk pencapaian
kinerja organisasi. Bapak, Ibu mungkin
sering mendengar BPKP itu selalu menagih
tentang manajemen risiko kepada
kementerian. Tingkatkan manajemen risiko
Anda, tingkatkan SPIP Anda. Nah,
tema-tema pelatihan kita akhirnya baik
untuk internal BPKP terkait dengan itu
dan untuk Kementerian Lembaga Pemerintah
Daerah yang juga memiliki indikator
kinerja yang sama kita bangun, kita bina
melalui salah satunya adalah pelatihan.
Nah, pelatihan itu inline dengan
kinerjanya BPKP maupun dengan kinerjanya
Kementerian Lembaga Pemda.
Kemudian pada akhirnya bagaimana kami
mempertemukan antara teori dengan
praktik yaitu sama dengan di PLN Corpu
tadi Ibu jadi leader as teacher. Di kita
juga leader as teacher jadi para ee
pemimpin-pemimpin ee direktur kemudian
ee pejabat fungsional pengawas gitu ya,
administrator yang memang ahli di
bidangnya. akhirnya menjadi pengajar di
kita. Dan kami membangun yang namanya
skill group owners, para pengampu ee
kompetensi yang ada di pengampu keahlian
yang ada di kedeputian itu adalah
sekaligus sebagai ee teacher di kita,
sebagai instruktur ee untuk
pelatihan-pelatihan kita ya. Ya, istilah
lainnya adalah subject matter expert ya.
Kemudian ee nanti kita akan berbicara
tentang bagaimana kita menjalankan
proses bisnis korpu dan itu memang
semuanya kolaborasi gitu ya. Intinya
ternyata dengan Korpu kolaborasi kita
menjadi sangat luar biasa antara
Pusdiklat dengan kedeputian teknis Bapak
Ibu.
Baik, selanjutnya di eh struktur
corporate university kami. Mungkin Bapak
Ibu juga sudah pernah melihat ee ini ada
tiga lapis tata kelola di kami. Di
bagian kuning yang di atas itu adalah
dewan pembelajaran atau learning
counsil. di situ ada Kepala BPKP selaku
rektor. Kami mengistilahkannya adalah
sebagai kepala GE Korpu. Kemudian para
deputi dan sekretaris utama di situ
adalah sebagai dekan dibahasa
Indonesiakan dengan penanggung jawab
akademi. Jadi kita posisi saat ini di
struktur yang sekarang itu ada enam
akademi. Tapi tahun ini kami sedang
melakukan restrukturisasi karena ada
penambahan satu deputi di BPKP menjadi
tujuh akademi. Di layer berikutnya ada
yang berwarna abu-abu. Mudah-mudahan
kelihatan ya. Oh tidak kelihatan. di
situ ada komite pembelajaran di situ
levelnya adalah eslon 2 Bapak Ibu para
direktur-direktur yang ada pada setiap
deputi kami ambil satu direktur yang
memang bertanggung jawab tentang SDM dan
satu kepala biro yang menangani SDM di
kesekretariatan utama nanti di sana kita
bertemu untuk merancang model
pembelajaran apa yang akan kita rancang
untuk kinerja BPKP tahun depan gitu ya.
Jadi kami membuat sebuah forum untuk
layer menengah ini adalah forum komite
pembelajaran atau learning committee.
Selanjutnya pada masing-masing
kedeputian eh penanggung jawab akademi
ada skill group owners yang tadi kami
sampaikan mereka adalah rumpun-rumpun
ee keahlian yang memang kami targetkan
pertama dia sebagai perancang
pelatihannya, perancang kurikulum. Yang
kedua sebagai termasuk narasumber materi
dan ketiga juga sebagai instruktur. Jadi
skill group owners di semua kedeputian.
Di bagian bawahnya ada Pokja atau
Learning Technologies. Di kami adalah
ahli-ahli kurikulum Bapak Ibu dan itu
adalah bagian dari Pus Diklat UAS BPKP.
Pus di Kelat UAS BPKP tempat saya
bekerja itu ada di kotak yang berwarna
merah titik-titik itu. Nah, semua proses
pembelajaran mulai dari desain
pembelajaran, training, analysis,
desain, penyelenggaraan sampai ke
evaluasi itu di ee motor penggeraknya
adalah di PustiKlat UAS BPKP. Jadi
adalah yang kotak berwarna merah. Jadi
memang Pusik Latuas adalah penggerak
Korpu. Walaupun kita sendiri sama
seperti PLN Korpu, Korpunya sendiri
adalah instansinya gitu ya, bahwa Kepala
BPKP adalah kepala Korpu.
Berikutnya
eh di manajemen kami eh chief learning
officer adalah Bapak Kapus Diklat.
Kemudian kami ada empat ee eslon 3 atau
setara ee pejabat pengawas dan ada 12 ee
penyelenggara pelatihan mulai dari ee
pendesain sampai dengan penyedia
infrastruktur gitu ya. Selanjutnya kami
menjalankan proses bisnis yang dikenal
dengan learning value chain. Ada proses
bisnis pembelajaran dimulai dari
analisis kebutuhan Bapak Ibu. analisis
kebutuhan kami ada yang bersifat 5
tahunan sesuai dengan Renstra. Jadi
ketika terbit Renstra BPKP kemarin sudah
terbit dari bulan Mei. Sekarang kami
sedang menyusun Renstra eh learning
focus istilahnya yang inline dengan
Renstra BPKP. Kemudian secara tahunan
dalam learning need analysis juga
dihasilkan eh training plan atau
kalender pembelajaran. Di kami kalender
pembelajaran ada tiga, Bapak Ibu. eh
tahun lalu tiga, tahun ini sepertinya
dua kalender pembelajaran untuk internal
BPKP dan kalender pembelajaran untuk
eksternal BPKP yang memang menjadi
stakeholder eh eksternal kami.
Kolaborasi kami adalah dengan biro SDM
untuk internal BPKP, PUSBIN JFA yaitu
pusat pembinaan jabatan fungsional
auditor untuk pelatihan eksternal.
Kemudian para skill group owners yang di
kedeputian tadi, kemudian Kementerian
Lembaga Pemerintah Daerah. Seringki kami
juga terjun langsung melaksanakan
training need analysis ke Kementerian
Lembaga Pemda. Eh
beberapa waktu yang lalu kami sempat
mampir di BPSDM ee Kota Malang,
Kabupaten ee Kota Batu gitu ya. BPSDM
Jawa Timur seingat saya juga sudah jadi
salah satu alternatif kami juga ketika
kami ingin menggali lebih jauh kebutuhan
dari stakeholder. Kemudian dalam desain
pembelajaran kita juga kolaborasi dengan
skill group owners. Jadi memang
pelatihan kita dirancangnya ee
bersama-sama antara Pus Diklat dengan ee
SME tadi atau SGO tadi. Kemudian
berikutnya penyelenggaraan pelatihan
kolaborasi juga antara Pus Diklat UAS
dengan tiga balai kami. Kami punya tiga
balai diklat di Makassar di ee ya masih
slide yang tadi
di Makassar, kemudian di Bali dan satu
lagi di Medan Bapak Ibu. Tapi pelatihan
tidak tertutup hanya di tiga lokasi itu
bisa sesuai dengan kebutuhan
stakeholder. Dan terakhir evaluasi kita
juga sama menggunakan eh Kick Patrick
model 4 level nanti akan kita jelaskan.
Selanjutnya
begini kami ee menyusun ee
training plan kami atau rencana
pembelajaran kami untuk internal BPKP.
Tentu kami menyisir ee di Renstra kita
punya target organisasi apa gitu ya,
kita punya sasaran strategis apa di
Renstra kita. Kemudian kita punya
register kompetensi apa atau daftar
kompetensi apa yang memang harus
dikembangkan. Kemudian
dari situ kita mengadakan forum Bapak
Ibu usulan-usulan mulainya dari SGO.
Deputi kami membutuhkan kompetensi ini
untuk dikembangkan karena deputi kami
memiliki kinerja ABC gitu ya. Deputi
pemerintah daerah di kami. Mereka akan
mengembangkan pelatihan-pelatihan yang
berkaitan dengan kompetensi pemda,
deputi PPKD kalau di kami namanya.
Mereka akan mengembangkan pelatihan yang
namanya audit kinerja pemerintah daerah,
audit ketaatan misalnya, audit manajemen
barang milik daerah seperti itu. Dan itu
usulannya adalah dari deputi kami yang
menangani pemerintah daerah. deputi yang
menangani tentang pangan juga seperti
itu. Ketika mereka punya indikator
kinerja yang berkaitan dengan MBG
misalnya, mereka akan mengusulkan
pelatihan-pelatihan terkait dengan MBG
yang memang strategis yang akan mereka
kelola 2026. Sama seperti kedeputian
lain juga sama seperti itu. Nah, setelah
ada proses analisis kebutuhan tersebut
kita rapatkan di forum-forum
pembelajaran. Forum level eslon 2 tadi
disepakati di situ. Dan setelah kita
sepakati prioritasnya seperti apa, model
pembelajarannya seperti apa, akhirnya
diputuskan di learning comite forum yang
menghadirkan kepala BPKP, para deputi
bahkan stakeholder luar. itu untuk di
internal BPKP.
Untuk eksternal BPKP kami melihat
pemerintah daerah punya indikator
kinerja apa yang berhubungan dengan
fasilitas ataupun kewenangan dari BPKP.
Tentu saja berhubungan dengan
akuntabilitas keuangan dan pembangunan
nasional. Karena tusi kami BPKP adalah
itu gitu ya. Oh ternyata di pemda ada
kapabilitas aparat pengawasan internal
atau kapabilitas APIP. mereka memiliki
di pemda juga ada target pengendalian
risiko, target pengendalian intern, ada
maturitas manajemen risiko, kemudian
opini WTP BPK gitu ya, ada FCP ee mohon
maaf MC
dari KPK itu Pak MCSP gitu ya, Pak ya.
MCSP. Ternyata di MCSP juga diwajibkan
pemda melakukan misalnya probity audit
PBJ, kemudian sertifikasi untuk pimpinan
APIB gitu ya. Nah, dari situ kami
melakukan analisis kebutuhan bagi pemda
dan itu juga sama kita ee konsultasikan
ke pusat pembina jabatan fungsional kami
dan kemudian kami rapatkan secara
berjenjang di learning komite dengan
para eselon 2 dan learning eh konsil
gitu ya. Di situ bisa Bapak Ibu lihat ee
dokumentasi-dokumentasinya.
Selanjutnya pelatihan apa ee yang kami
kembangkan Bapak Ibu? Tentu saja bukan
hanya pelatihan tetapi banyak ee
bentuk-bentuk lain. Pertama yang
berbasis digital itu kami ada masif
online open course dan ini sangat ampuh
kemarin ketika masa-masa efisiensi ya,
Pak. Karena di awal tahun banyak sekali
yang meminta pelatihan ke kami dari
kementerian lembaga pemda. Tiba-tiba
mundur diri dengan teratur. Nah,
akhirnya kami mengajukan silakan Bapak,
Ibu mengikuti pelatihan yang berbasis
online, masis eh masif online open
course yang kami siapkan. Kemudian ada
microlearning yang memang sifatnya eh
micro, satu judul kecil untuk pelatihan
yang itu free. Kemudian ada hybrid
class. Jadi dalam satu kelas yang sama
ada peserta online dan ada satu peserta
offline. Jadi di kelas kami siapkan
kursi untuk yang offline, kemudian
layar-layar display yang lumayan besar
untuk peserta-peserta online dan itu
interaktif Bapak, Ibu. Kemudian ada
blended learning. Seketika pelatihan
biasanya kami laksanakan misalnya 5
hari, akhirnya kita pecah menjadi
blended learning 2 hari atau 3 hari PJJ
eh via eh teleconference. Kemudian hanya
2 hari atau 3 hari yang sifatnya tatap
muka yang memang membutuhkan praktik di
kelas gitu ya. Itu blended learning
modelnya. Dan terakhir kami juga
mengembangkan mobile learning itu
sebetulnya adalah tempat kita menampung
ee pelatihan-pelatihan yang memang bisa
diakses via eh smartphone gitu ya,
mobile. Kemudian di pembelajaran
terintegrasi yang tadi dibahas juga ada
10 20 70 ee kami memaketkan Bapak Ibu
ada terstruktur, kemudian eh social
learning, coaching, mentoring, dan di
tempat kerja. Tempat kerja biasanya kami
membuatnya project based learning. Jadi
setelah mereka diklat di kelas kemudian
mereka kami kasih tugas ee membuat
membuat sebuah project kemudian kembali
lagi nanti ke kelas untuk
mempresentasikan hasil pekerjaannya
selama di lapangan mereka kami bekali
dengan coach ataupun mentor. Jadi
mirip-mirip seperti PKA atau PKP yang
dirancang oleh LAN gitu ya. Yaitu
model-model 10 2070 yang kami rancang.
Ada beberapa judul. Kemudian pelatihan
untuk API itu lumayan banyak. Ee ada
100usan judul Bapak Ibu yang memang bisa
diakses di website kami. Lumayan banyak
kalau saya bacakan satu persatu. Dan
selama Korpu kami juga menghasilkan
ee merancang sertifikasi yang memang
dibutuhkan oleh stakeholder. Di situ ada
sertifikasi untuk pimpinan eh APIB, ada
sertifikasi untuk pimpinan SPI, BUMN
juga ee BUMN, BUMD, BLU, BLUD. yang
memang berbeda ya kompetensinya.
Kemudian sertifikasi fraud Bapak Ibu
yang paling bawah fraud risk management
and profesional dan yang lainnya adalah
sertifikasi manajemen risiko untuk level
ee pemerintahan dan yang SIREL CCRM CCRA
adalah untuk korporasi untuk BUMN, BUMD,
BLU, BLUD.
Bagaimana penyelenggaraannya? Next
slide. di situ kami ee secara total 2024
penyelenggaraannya sangat masif Bapak
Ibu sampai 20.427
peserta dan di 2025 hingga November per
tadi malam kami cek itu peserta kami
total 23.542
2 peserta dan itu lumayan ee jadi kami
itu kerja 24 jam kayaknya Bapak Ibu
kayak MCD gitu ya 24/7
tanpa istirahat dan mostly stakeholder
kami 71%
adalah dari eksternal yang dari internal
hanya 29%.
Jenis-jenis pelatihan yang kami delivery
ada pelatihan fungsional auditor,
pelatihan kedinasan yang memang
mandatori dari LAN, kemudian manajerial,
kemudian sertifikasi yang tadi ada se e
jenis dan teknis substansi yang tadi ada
10 jenis pelatihan gitu ya.
Bagaimana dampaknya pelatihan ini? Next
slide. Didampak dengan kickpot Patrick
model memang diharapkan berdampak kepada
kinerja organisasi. Oleh karena itu,
ketika kami mendesain pelatihan tentu
yang kita target dulu ini dampaknya
arahnya ke kinerja yang mana. Kami
mendata ada kinerja lumayan banyak di
kementerian lembaga pemda, ada
capability
eh APIP, kapabilitas APIP, maturitas
SPIP, maturitas manajemen risiko, eh mat
eh MRI, maturity risurity
dari manajemen risiko di korporasi ini,
Bapak, Ibu. Dan ternyata begitu kami
nilai hasilnya ada empat level di kanan
bawah. Mungkin bisa dilihat di level 1
di penyelenggaraan alhamdulillah
tercapai 100%. Semua pelatihan kita ee
dinilai baik ee oleh stakeholder.
Kemudian meningkatkan skill 90,82%
di 2024. Artinya dari 100 peserta 90,8
peserta itu meningkat kompetensinya.
Berarti kalau pesertanya 25.000 mungkin
bisa dihitung sendiri gitu ya. Jadi
seperti itu.
Selanjutnya bagaimana kami meningkatkan
mutu di slide berikutnya tentu kita
menjalankan akreditasi yang memang
dimiliki di pemerintah Indonesia dari
LAN ee PKA, PKP, Latsar, kemudian dari
ee LKPP juga akreditasi untuk
penyelenggaraan PBJ. Kita juga
mengadopsi ISO Bapak Ibu untuk ee
manajemen mutu dan manajemen anti
penyuapan ISO 9001 dan ISO 37.001.
Kemudian dari PAN RB kita telah
memperoleh eh WB WBBM mohon maaf ee
wilayah birokrasi bersih dan melayani.
5 menit lagi.
5 menit. Baik.
Selanjutnya dengan 25.000 peserta tadi
bagaimana kami menampung
infrastrukturnya? Mungkin kalau ada yang
bertanya Bapak Ibu
jumlah kelas di kami ada 12 kemudian di
Medan dua kelas Bali 4 kelas Makassar 4
kelas. Tapi sepertinya kalau kita
hitung-hitung tetap ini belum bisa
memenuhi 25.000 peserta selama 1 tahun.
Nah, kami memang memfasilitasi dengan
berbagai metode tadi Bapak, Ibu, blended
learning, eh, MOOC, kemudian ada yang
PJJ full gitu ya eh full melalui ee apa
namanya? Teleekonference.
Siapa saja yang mengelola pelatihan?
Next. Di kami.
Setelah kami hitung-hitung, Bapak, Ibu,
jumlah kementerian lembaga pemda yang
memang berpartisipasi ikut di ee
Pusdiklat UAS BPKP ada 200 lebih.
Kemudian eh expert eksternal juga sering
kita hire untuk mengisi materi terutama
terkait manajemen risiko, kemudian
terkait dengan kapabilitas APIP,
kemudian asesor. Untuk sertifikasi kami
memiliki 60 orang asesor dan rata-rata
itu adalah para eselon 2 dan eslon 3 di
BPKP. Kemudian manajemen 17 orang,
license officer kami ee ada 31 orang.
Kemudian
wi kami ada 16 orang Widya Iswara. Nah,
yang paling shocking buat kami setelah
kami data adalah ternyata skill group
owners kami 700 orang, Bu, yang dari
kedeputian tadi yang memang kita hire
sebagai pengajar. Jadi menurut kami ee
kekuatan yang paling besar dalam
corporate university yang kami
laksanakan adalah banyaknya instruktur
yang memang kita bisa manfaatkan untuk
mengajar di pelatihan supaya memang
inline juga dengan praktiknya gitu ya.
Baik ee mungkin ee demikian presentasi
ee kami, kita lanjutkan nanti diskusi di
sesi tanya jawab. Kami kembalikan kepada
moderator.
Terima kasih Pak Ismet. Boleh berikan
applaus Bapak dan Ibu pada sesi kali ini
jangan patah semangat dulu untuk dapat
menyimak apa yang dapat diambil begitu
ya mengenai sharing session kita kali
ini. Karena sesi setelah ini adalah dari
Kota Tangerang dari Provinsi Banten di
mana akan menjelaskan mengenai Tangerang
Government University atau Gorfu. Kalau
tadi ada GIA Korpu, Tangerang ini punya
Gorfu. Seperti apa? Langsung saja saya
akan persilakan Pak Jatmiko selaku
Kepala BPSDM Kota Tangerang yang akan
menjelaskannya. Silakan, Pak.
Baik, terima kasih. Boleh berdiri ya?
Mohon izin. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Daun salam, daun cempedak
ini kelihatannya banyak tapi jawab salam
belum kompak. Aku tahu apa yang kamu
mau. Jadi resikonya pembicara ketiga
atau terakhir tuh begitu, Pak. Jadi udah
udah osis watak sisa. Sebenarnya saya
juga enggak PD berdiri depan sini karena
di hadapan saya banyak para senior, para
suhu. Ada senior saya panglima STPDN.
Memut
saja
ee karena materinya sudah habis dibahas
oleh ee dua pembicara sebelumnya,
intinya mah sama. Jadi saya kalau
ngomong idem ini ada 34 slide. Kita
skipskip aja ya. Aku tahu apa yang kamu
mau. Nasi sudah di depan sudah nunggu.
Ee langsung saja. Jadi pada kesempatan
hari ini kami diberikan tema adalah
transformasi pengembangan kompetensi di
era distribusi dan digital. Ini bedanya
kalau corporate sama pemda nih begini
nih Bapak Ibu. Kalau saya bawa
contekannya pakai kertas. Kalau
beliau-beliau kan pakai tab, pakai ini
tuh beda. Di pesawat juga kelihatan
kalau PNS sama yang bukan PNS kelihatan.
Begitu duduk kumpulin SPJ, SPJ, SP sudah
PNS tuh. Itu bedanya ya sama kita.
Makanya saya ini juga membuktikan adanya
beda kriteria ASN di Indonesia. Ada
beberapa kriteria, ada baby boomer
mungkin sudah pada pensiun. Ada Jen X,
Jen Y, Jen, Jen Z ya. Nah, saya masuk
yang GenX kayaknya. Jadi, yang enggak
enggak familiar dengan ee digital gitu
ya. Tapi kita berbangga hati karena bisa
mengikuti sampai hari ini. Nah, kemudian
kami ee ingin menyampaikan
bahwa kalau tadi
PLN dan eh BPKP ada corporate
University, kami memberikan nama
corporate university-nya adalah TGU.
yang gampang aja. Tangerang Government
University sempat dikritisi. Kok
government sih? Kan ininya corporate
university peraturannya. Bahkan teman
saya ee pada saat PKA
membuat proyek perubahan tentang ini,
judulnya dikritisi sama WI. WI-nya dari
LAN yang membidangi atau yang menjadi
instansi pembina untuk Corpo. Nah,
kenapa alasan kami ee membuat namanya
Tangerang Government University? Karena
memang dulu sejarahnya kalau kita tahu
eh corporate university kan diawali yang
diakui ya. Kalau corporate university
sebenarnya sudah dari tahun 1950-an
sudah ada. Tapi yang pertama kali diakui
adalah McD dengan Hamburger University.
Kalau enggak percaya googling
pertama Hamburger University. Nah,
kemudian ke sinya ada GI
General Electric. Nah, itu yang membuat
corporate university. Nah, makanya kita
kalau tadi disampaikan oleh PLN kemudian
oleh BPKP mungkin ada yang sehabitat.
Nah, kalau saya habitatnya sama BPSDM
nih. Ada BPSDM
kita satu habitat ya. Tantangannya sama.
Slide pertama ya, yaitu adanya
keterbatasan anggaran dengan jumlah
pegawai yang banyak. Apalagi kemarin Pak
Purbaya, dana transfer daerah dikurangi.
Wah, sudah pusing semuanya. Akhirnya
kalau kita lihat
pemilihan kepala daerah dengan masa
jabatan 5 tahun, kemudian anggaran untuk
ee mandatori untuk diklat itu 0,16%
dari APBD. Kalau kita hitung-hitung
sampai periode selesai walikota, bupati,
gubernur terpilih itu berakhir,
pengemuan kompetensi untuk ASN enggak
akan selesai karena jumlah pegawai
dengan anggarannya itu ee sangat berbeda
jauh gitu ya. Jadi kalau kita
mengandalkan anggaran 0,16% dari PBD
untuk diklat hitung aja masing-masing
coba punya PBD hitung 0,16%-nya berapa,
jumlah pegawainya berapa. Indeks satu
diklat minimal R juta R juta ya Pak
Ismet ya kalau enggak salah. Apalagi di
CGCAE itu waduh indeksnya sudah agak
mahal. Jadi kalau kita untuk mendikatkan
semua ASN sepertinya enggak bisa.
Kemudian adanya keterbatasan akses dan
penyelenggaraan pelatihan tatap muka.
Nah, memang ee kita akan sangat terbatas
apabila seluruh ASN apalagi kami Kota
Tangerang sekarang jumlah ASN-nya
19.000, 6.200-nya PNS, 13.000-nya P3K
belum demonya.
Yang kepala BKPSD mungkin sudah
ngerasain ya sama senasib. Kemudian ee
kita butuh pembelajaran yang fleksibel
dan berkelanjutan. itu ciri-ciri
pembelajaran modern termasuk ciri-ciri
ee
ASN yang generasi Z atau Genzi kita
kenalnya generasi Z dengan kita eh kita
ya saya takutnya ada yang genji di sini.
Saya dulu dididik kalau atasan belum
pulang kita enggak boleh pulang.
Itu ngalamin saya. Tapi kalau Genji PNS
yang sekarang tuh udah jam pulang jam
.00 sore Pak izin ya duluan ya.
pakai dadah-dadah gitu kan. Nah, itu
bedanya. Makanya ee kebutuhan
pembelajaran itu harus fleksibel dan itu
mengikuti perkembangan zaman. Gensi kita
itu tidak suka terikat. Tidak suka
terikat. Makanya begitu ada Menpan
mencanakan WFA, oh paling senang mereka.
Yang penting kan target selesai,
pekerjaan beres. Itu ee ciri-ciri Gensi
ya. Kalau kita kan dulu pakai hierarki
harus bagaimana, harus siapa, gitu kan.
Kalau sekarang e genan selesai. mereka
mau kerja di mana aja yang penting
target dari Bapak sudah saya selesaikan
ini selesai gitu ya. Lanjut.
Nah, ini ciri pembelajar Meren ee yang
saya sampaikan tadi tidak terikat ya.
Kemudian kita juga hanya punya 1% waktu
untuk belajar. Berdasarkan survei,
fokusnya seseorang untuk belajar tuh
paling lama 5 menit. Makanya saya
pembicara ketiga tadi. Waduh, ini orang
sudah pada OSIS pasti. otak sisa yang
kesan 4 menit. Makanya kenapa micro
learning itu jadi penting.
Contoh misalnya sekarang orang kalau
belajar masak dia enggak buka resep
lagi. Lihat ee dulu tayangan Mbak Siska
apa Bu Siska gitu ya, itu bisa 1 jam
lebih di TV. Sekarang orang buka IG,
TikTok 5 menit, 4 menit sudah bisa dia
masak satu resep. Nah, itulah ciri-ciri
pembelajaran yang tidak mau terikat.
Makanya waktu saya duduk di depan tadi
saya lihatin, "Oh, rupanya pada main
handphone. Berarti ini ciri pembelajaran
modern." Cari positif thinking-nya, "Oh,
lagi belajar." Saya bilang gitu. Karena
pada asik semua ngobrol. Mohon izin.
Nah, kemudian tidak sabar atau ee
menginginkan akses tuh instan ke
informasi. Jadi penginnya sekarang itu
zaman sekarang karena era di disrupsi
dan era digital penginnya langsung pada
intinya substansinya aja, enggak usah
pakaipok lama-lama. Makanya saya enggak
pakai polok, Pak. Bu, tadi 34 slide kita
skipskip aja. Intinya aja ya nanti kita
bisa makan siang cepat-cepat. Kemudian
kolaboratif dan diberdayakan. Nah, itu
80% belajar melalui percakapan mengambil
kontrol pengembangan diri. Lanjut yang
kita skip. Nah, dasar pemikiran
skip aja. Ini sama yang disampaikan oleh
PLN dan BPKP. Nah, ini jadi penting
untuk pendirian eh corporate university
karena kita diwajibkannya pakai
corporate university. Pada saat Lan
mempertanyakan kepada kami, kenapa
dinamakan Tangan Government University?
Saya kembalikan. Kan peraturannya enggak
ada. Kalau peraturannya ada harus sama
namanya corporate university kami ikut.
Akhirnya ya udah sebenarnya kan masalah
branding aja. Masalah branding Gia biar
keren nanti Pak ya. Kirain Garuda tadi
enggak tahunya JIA beda. Nah ini kan
masalah branding city branding kita,
personal branding kita, instansi
branding kita jadi penting. Sama kayak
di Jawa Timur. Jawa Timur banyak ee
warung makan rawon. Kalau dinamain
warung makan rawon, rawon, rawon, rawon
akan ee apa tidak ada bedanya. Orang
akan bingung milihnya. Begitu dikasih
nama rawon setan, orang jadi penasaran
ini kayak gimana sih rawon setan. Nah,
itu salah satu cara untuk menarik
perhatian. Makanya kami bedain dikitlah.
Jadi, enggak usah marah ya. Jangan
baperan.
Kemudian dasar data dan analisis
pembentuk Gorpo. Yang pertama studi
komporasi, kemudian studi perilaku
pembelajar. Itu kita amati, kita amati
audiens kita tuh maunya seperti apa sih.
Jadi kalau kita di PNS atau di ASN ee
kebutuhannya apa? Yang paling nyambung
dengan pencapaian visi misi organisasi
apa? Renstra RPJBMD
apa namanya? Jarkin segala macam. Nah,
itu kita langsung ee langsung ee menukik
pada apa yang diinginkan oleh para
peserta karena kalau tidak mereka akan
bosan. Gorpu Korpu enggak akan jadi
apa-apa karena ya itu tadi enggak ada
peminatnya. Kita harus punya daya tarik
supaya ee selalu bisa memberikan atau
mengembangkan kompetensi teman-teman di
ASN. Nil skip aja
biar cepat.
Nah, kemudian sistem pembelajaran
terintegrasi Tangerang Government
University adalah sistem pengembangan
kompetensi SDM aparatur dengan
memanfaatkan digitalisasi. Kami sudah
mulai dari perencanaan sampai ke
evaluasinya semuanya terintegrasi bahkan
sampai ke sertifikasi
profiling ASN setelah menerima
sertifikat langsung nyambung integrasi
ke si ASN-nya BKN. Jadi teman-teman ee
di Kota Tangerang setelah melakukan
pembelajaran ee kemudian mendapatkan
sertifikat dia enggak perlu download,
enggak perlu upload lagi ke profile
ASN-nya masing-masing di akunnya
masing-masing karena langsung
terintegrasi ke siN BKN. Jadi kewajiban
dalam undang-undang 20 tentang ASN itu
ee kita diwajibkan untuk pengembangan
kompetensi minimal 20 JP itu bisa
terpantau dengan cepat. kami bisa lihat
siapa pegawai di dinas mana yang belum
nyampai 20 JP dalam 1 tahun. Langsung
kita ingatkan. Kami beri juga fasilitas
ee pelatihan kemudian yang bisa
terprogram atau mereka mau belajar
mandiri misalnya seperti saya Jatmiko
misalnya dianggap berdasarkan hasil
asesmen oleh asesor saya ternyata
kemampuan komunikasi publik saya rendah
berarti ada gap kompetensi kan syarat
jabatan sudah mensyaratkan itu seorang
eselon 2 komunikasi publiknya harus
bagus bahasa Inggrisnya harus bagus bisa
pekerja di bawah tekanan dan seterusnya
dan seterusnya hasil asesmen akan
terlihat potensi kita di mana. mana
kompetensi kita di mana? Setelah
terlihat seperti itu, maka kami akan
mudah untuk mengarahkan ASN tersebut mau
ikut pelatihan apa. Diarahkan pakai
notifikasi. Kami sudah rancang, nanti
masuk ke akun masing-masing. Ada dialog
kerja antara atasan dan bawahannya.
Misalnya ee staf saya, saya bilang ee
kemampuan ee apa namanya? Literasi
digitalnya kurang, maka dia harus ikut
di klat yang berbau literasi digital.
Kemudian dia melaporkan melalui akunnya
bahwa dia telah mengikuti ada bouti
sertifikat. Kemudian saya approve akan
langsung eh
diakui dan kemudian masuk ke CASN BKN.
Nah, kemudian ini tempat kerja sebagai
learning organization. Tadi sudah
disampaikan baik dari PLN maupun BPKP.
Kita itu enak penginnya
tempat kerja kita sekaligus tempat
belajar kita. Tempat belajar kita
sekaligus tempat kerja kita. Jadi yang
fleksibel seperti itu, tidak lagi
terbatas dengan ruang waktu gitu ya.
Kemudian pemenuhan kewajiban
pengembangan kompetensi tadi saya
sampaikan berdasarkan undang-undang ASN
tadi. Nah, yang paling ee penting juga
adalah pencapaian target organisasi.
Masing-masing OPD pasti punya target,
punya visi misi, punya RENSRA, dan visi
misi kepala daerah yang harus dicapai di
balik ee di masing-masing OPD. Dari
situlah kita lihat target yang belum
tercapai apa, karena apa? SDM-nya
mungkin kurang apa namanya kapasitasnya.
Nah, itu yang kita bisa. Kemudian
knowledge managemen. Nah, di sini ee
untuk berbagi ya. Nah, kami siapkan
Tangerang Government University itu
untuk saling berbagi. Semua orang yang
pernah ikut diklat ingin berbagi, bikin
video, bikin konten, masukin. Jadi
supaya ilmunya bermanfaat, getuk
tularnya. Jadi kalau kita diklatkan
orang semua ASN enggak akan sanggup,
waktunya enggak cukup, anggarannya
enggak terbatas. Tapi kalau
masing-masing itu menularkan ee ilmu
pengetahuannya kepada orang lain dan
terekam secara digital seperti halnya
tadi PLN, orangnya sudah pensiun tapi
ilmunya bermanfaat,
dia sudah bikin konten itu jadi amal
jariahnya dia. Mungkin juga bermanfaat
buat organisasi ee sebelumnya. Lanjut,
lanjut, lanjut aja makan siang mungguh
kota yang
nah ini
sudah datang ke kantor saya
ini peresmian Tangerang Government
University oleh Menteri PAN RB.
Betul.
Waktu menghadap pertama kali walikota
dipertanyakan saya kata Pak Ir. Aswar
apa Aswar
dari Bupati Banyuwangi Aswar Anas ya
sengaja saya nanya aja biar ini ternyata
nyimak gitu kan. Beliau menyampaikan,
"Saya tidak mudah meresmikan sesuatu
aplikasi-aplikasi kalau tidak ada nilai
tambahnya minimal sama atau lebih dari
yang sudah ada. Begitu ee diekspos di
hadapan beliau, akhirnya beliau datang
dan beliau meresmikan ini tayangannya
waktu.
Jadi saya juga ee berbesar hati menteri
sudah mengakui Tangerang government
university tidak harus corporate
university
bagi kami ya. Tapi kalau Bapak Ibu mau
kasih nama apa silakan. Rawon setan
boleh yang penting enak. Lanjut.
Nah, kemudian ekosistem Gorfu tadi
mungkin sudah dijelaskan hanya kita beda
habitat. Kalau di PLN itu corporate,
kalau di BPKP kementerian lembaga. Kalau
pemda mungkin banyak yang sama dengan
saya gitu ya. Lanjut saja
enggak usah lama-lama.
Nah, integrasi ee sistem pengembangan
kompetensi ini kami awali dari
perencanaan pengembangan kompetensi.
Kami di Kota Tangerang semua ASN sudah
diprofiling
sebelum BKN mengeluarkan program
profiling ASN. Kami sudah asesmen semua
pegawai kami sehingga kami tahu mana
orang yang cocok kerja di lapangan, mana
orang yang cocok kerja di belakang meja,
mana orang yang cocok kerja di air, mana
cocok kerja di darat. Berdasarkan hasil
itu, saya meyakini hampir 80 sampai 90%
hasil asesmen itu ternyata bisa
bermanfaat.
Direct man on the place. Makanya karena
mengikuti prosedur atau prinsip
directment on direct place ini saya
tempatkan sarjana perikanan di Kominfo.
Kenapa ditanya sekarang tidak lagi kita
lihat basic pendidikan tapi keahliannya
di mana, sertifikasinya di mana.
Termasuk Pak Ismet tadi kan gelarnya
banyak tuh di belakang. itu menunjukkan
bahwa beliau punya sertifikasi
macam-macam, punya keahlian macam-macam
profesionalnya beliau seperti itu.
Sempat dipertanyakan sama BKN formasinya
sarjana perikanan kok ditaruhnya ini
ternyata beliau ee apa staf saya ini
ahli IT walaupun basicnya sarjana
perikanan tapi kalau sudah ngulik sudah
bahasa-bahasa coding dan seterusnya
sudah mapan. Jadi direct on direct harus
berdasarkan kualifikasi pendidikan. Nah,
itu mulai kami rencanakan ini kita ke
mana sampai nanti di pelaporan dan
evaluasi. LMS-nya sudah sama mungkin
dengan apa corporate university yang
lain. Kemudian evaluasi pasca
pelatihannya
per individu dampaknya seperti apa yang
tadi disampaikan dari BPKP sama. Nah,
itu juga langsung terintegrasi ke akun
masing-masing ee PNS atau ASN dan
ngelink langsung ke si ASN BKN. Lanjut
saja.
Nah, ini struktur organisasi berbeda
dengan PLN dan BPKP tadi yang banyak.
Mungkin teman-teman dari pemda
ee yang sama gini, satu akademi, tiga
dekan, dekan satu asisten 1, dekan du
asisten 2, dekan 3 asisten 3. Tangerang
government University diberi nama itu
pun karena kami mengambil ee alasan
pertimbangan adalah karena kita punya 32
urusan pemerintah
dari bayi lahir sampai mati lagi itu
jadi urusan pemerintah daerah. Nah,
itulah yang kami urus. kami buat jadi
program seperti ini. Akademi 1
kesejitteraan sosial, Day saing
masyarakat dan tata kelola pemerintahan.
Deknya asisten 1. Maka asisten 1 punya
kewenangan untuk mengkoordinir OPD-OPD
di bawahnya, buat konten buat isi materi
pembelajaran. Asisten 2, pembangunan
perekonomian. sub-subtugas yang terkait
dengan pembangunan dan perekonomian PU,
Perkim segala macam masuk di dekan 2
atau di pimpin oleh asisten 2. Sarana
prasarana, perhubungan dan seterusnya
ya. E akademi 3 atau dekan 3 itu oleh
dipimpin oleh ee asisten administrasi
umum atau ASDA 3 biasanya. Nah, ini
terdiri dari perencanaan, pengawasan,
pengelolan keuangan daerah, arsif,
kepegawaian, dan seterusnya. Jadi
masing-masing punya kontribusi terhadap
ee Tupoxi masing-masing. Jadi
diperlukannya apa bikin e materinya
tentang itu. Bahkan ini juga bisa
bermanfaat untuk masyarakat bukan hanya
untuk ASN. Contoh kami akan melakukan ee
apa pemberian materi itu sesuai dengan
ee kekinian. Misalnya waktu mendekati
lebaran ee Idul Adha atau pemotongan
hewan kurban, kami membuat pelatihan
materi videonya.
tentang tata cara pemotongan hewan
kurban. Nah, setiap minggu
kami membuat produksi ee materi-materi
nyari sendiri narasumbernya kadang ke
Kemendagri, kadang ke Menpan, kadang ke
LAN gitu ya. Nyari ee materi dari
praktisi maupun dari akademisi. Nah, ini
supaya mengembangkan ee kemampuan
masing-masing sesuai dengan
kebutuhannya. Karena kebutuhan OPD kan
beda-beda, kebutuhan dinas beda-beda,
kebutuhan daerah juga beda-beda. Lanjut.
5 menit lagi
udah aja kali ya, enggak usah dibatasin.
Tiga model bangkom terakhir ya. Pertama,
pembelajaran mandiri, kedua,
pembelajaran terprogram. Ketiga, berbagi
pengetahuan. Sudah disampaikan oleh
narasumber sebelumnya. Itulah
konsekuensi kalau pembicara terakhir
tinggal sisanya doang. Jadi pembelajaran
mandiri kita buat untuk ini kita sendiri
kita bisa milih. Kemudian kalau
pembelajaran terprogram ee berdasarkan
hasil asemen tadi 10 20 70 sama dan
berbagi pengetahuan tadi sudah saya
sampaikan di awal yang sudah punya ilmu,
sudah punya bekal silakan berbagi buat
konten masukkan ke Gorfu kami
persilakan. Mungkin demikian dari saya
karena tadi saya awali dengan pantun
saya akhiri juga dengan pantun.
Bikin minuman pakai biji selasih
cakep.
Beli tekonya ke blok M
cakep. Cukup sekian dan terima kasih
saya Jatmiko dari BKPSDM.
Wah, terima kasih banyak Bapak Jatmiko
menutup dengan pantun ya. Cakepnya cakep
banget nih. Dan karena memang waktu
terbatas saya mengerti sekali. Saya pun
begitu sudah masuk jam makan siang maka
saya akan batasi dua penanya saja begitu
untuk bisa melakukan sharing. Satu aja
kata request di sebelah sini Bapak I
satu aja mohon maaf ya. Di sebelah
paling kanan berlari
belum makan belum salat lari-lari lagi.
Mohon maaf ya teman-teman dari BPSDM
Jawa Timur.
Baik, silakan Bapak dengan siapa?
Makasih Ibu moderator. Satu aja ya, Pak.
Boleh.
Benar nasinya sudah dingin, Pak. Salat
juga jam . Nih saya dari Jakarta, Budi
Prayitno dari kantor pusat Basarnas.
Oh,
tadi pagi baru landing dan nanti sore
langsung take off lagi. Pertanyaan buat
PLN ya, Bapak. Kita kan sama-sama plat
merah jadi enggak usah nanya. Nanti
japrian aja.
Bu Enda,
saya juga sebagai saya sebagai widara
ahli madia diperintah oleh Kabasan untuk
sebagai kepala kelompok kerja
pembentukan korpu. Di Basanas belum ada
korpu, Bu. Kami nol putul terhadap
korpu. Jadi Basanas tuh hebat di bidang
teknis. kemarin operasi besar di
pesantren Algjini langsung di Semeru di
Faktor tapi belum ada Korpu.
Pertanyaannya apa tahapan pertama ketika
PLN membuat Korpu?
Apa yang dilakukan? Roadmap-nya seperti
apa? Yang kedua, apakah PLN membutuhkan
pihak ketiga dalam hal ini konsultan
untuk
membentuk PLN Corpo? Karena beberapa
patok banding benchmarking dengan
kementerian lain.
Ada saran untuk dari nol kita ada pihak
ketiga, ada jasa asistensi dari
teman-teman lain konsultan-konsultan.
Terima kasih. Dua pertanyaan untuk Ibu
Enda.
Wabillahi taufik walidah.
Wasalamualaikum.
Dari Pak siapa tadi?
Saya Budi.
Pak Budi
dari Basarnas Kantor Pusat.
Baik, terima kasih banyak Pak Budi atas
pertanyaannya karena memang satu saja
ya. begitu. Mohon maaf nanti pertanyaan
lebih lanjut mungkin bisa ngobrol sambil
makan siang dengan para narasumber. Bu
Enda silakan untuk jawabannya.
Baik, Pak Budi. Terima kasih
pertanyaannya.
Ee apa yang dilakukan saat merubah jadi
korpu?
Yang pertama kali pasti
kita mengubah sesuai kaidah korpu. Jadi
di korpu itu kan memang sudah ada ee
tadi ya seperti karakteristiknya
kemudian probisnya seperti apa yang
berbeda dengan learning center itulah
yang dilakukan oleh corporate
university. Nah, saat itu yang dilakukan
adalah membuat akademi-akademi.
Tata kelolanya disesuaikan dengan
corporate university. Setelah itu yang
pasti ee organisasinya dirubah karena
semua-semua ya seperti sekarang kami
reorganisasi juga sama dimulai dari
membuat kebijakannya, merubah ee
organisasinya,
menyiapkan orang-orangnya,
lalu membuat ekosistemnya tadi bisa
berjalan. Nah, kurang lebih seperti itu.
Kemudian untuk ee menggunakan konsultan
atau tidak pastinya kalau di awal dulu
menggunakan Pak menggunakan itu sudah 13
tahun yang lalu ya. Saat itu saya belum
ada di Korpu, tapi saya dengar ee mereka
menggunakan konsultan dan kemarin juga
kami sempat mengundang konsultan yang
pertama kali datang itu untuk
menjelaskan Korpu awalnya seperti apa,
kenapa seperti itu. Sehingga ketika
melakukan transformasi yang kedua ini
karena kami melihat kok sudah tidak
sesuai lagi ya, kok agjile ya, kok harus
dirubah sedikit gitu, kami tahu
historicalnya.
seperti itu, Pak.
Baik, cukup menjawab. Nanti mungkin
lebih lanjutnya siapakah konsultannya
atau bagaimana pihak ketiga nanti bisa
ngobrol.
Silakan nanti keragunan, Pak.
Kita ngobrol. Kebetulan kami tanggal 10
ya, tanggal 10 November eh
Desember itu pengin ngajak
Corpu Associate yang ada di WhatsApp
grup itu untuk ke Pusdiklat, PLN
Pusdiklat. Nanti kita bisa ngobrol.
Harapan kami sih bisa bertukar pikiran
seperti ini ya. Apa yang harus
dikembangkan praktik di sini seperti
apa. Kalau perlu kita bisa menjadwalkan
belajar per 2 bulan untuk memahami
corporate university itu praktik yang
terbaiknya seperti apa. Begitu, Pak.
Terima kasih banyak, Bu Endah. Dan ini
harus menutup perjumpaan kita dalam sesi
sharing session kali ini. Terima kasih
banyak. Boleh kasih applause dong,
Bapak, Ibu dengan sisa-sisa tenaga.
Karena memang ten sudah cukup habis
siang hari ini. Terima kasih banyak Bu
Enda dari PLN, Pak Ismet dari PPKP, Pak
Jatmiko Jojo dari Kota Tangerang. Terima
kasih banyak dari pusat semua sudah
hadir di Provinsi Jawa Timur mewakili
dari masing-masing instansi. Applaus
sekali lagi dong Bapak dan Ibu untuk
kita semua. Dan pada sesi terakhir ini
sebelumnya saya mempersilakan terlebih
dahulu kepada seluruh narasumber untuk
dapat kembali ke tempat duduk. Semoga
menginspirasi kita semua dalam
pengaplikasian implementasi baik itu
model pembelajaran yang telah
disampaikan oleh masing-masing
narasumber dari BPSDM Kota Tangerang,
dari PLN Pusat, PLN Korpu, kemudian juga
dari PPKP. Dan sebelum kami mengakhiri
dan mempersilakan Bapak dan Ibu, kami
ingin mempersilakan juga Bapak dan Ibu
untuk dapat melakukan pemilihan ketua
dan sekretaris forum Korpus sektor
publik dengan melakukan scan QR yang ada
di layar. Teman-teman panitia silakan
untuk dapat menampilkan layar tersebut.
Ini adalah pemilihan ketua dan
sekretaris forum corpus sektor publik.
Silakan Bapak dan Ibu scan di situ ada
nama-namanya begitu ya atau ada kolom
untuk dapat menampilkan menulis sendiri
nama ketua berikut sekretaris forum
Korpus sektor publik. Silakan Bapak dan
Ibu lakukan scan. Kemudian Bapak dan Ibu
juga kami harapkan untuk dapat mengisi
kuesioner persepsi implementasi corpu
setelah scan QR code yang kami tampilkan
saat ini.
Baik, kami cukupkan. Teman-teman panitia
boleh ditampilkan kuesioner persepsi
implementasi Korpunya sekalian. Nah,
gunanya adalah demi kebaikan kami dalam
acara-acara selanjutnya begitu terkait
dengan Corpus Summit 2025 dan mungkin
akan diadakan summit-summit yang lain
terkait dengan corporate university.
Untuk itu kami mohon Bapak dan Ibu untuk
kuisioner persepsi implementasi Korpu
ini juga dapat diisi dengan lengkap.
Terima kasih banyak partisipasinya Bapak
dan Ibu. kami sampaikan bahwa pada sesi
siang kali ini harus kami akhiri. Begitu
teman-teman panitia. Apakah ada
tambahan? Karena melihat tatapan Bapak
dan Ibu tamu undangan siang hari ini
sudah nampaknya
lapar begitu dengan moderator Bapak dan
Ibu. Untuk itu Bapak Ibu hadirin
sekalian dengan demikian telah kita
ikuti bersama ASN Korpu Summit 2025. ASN
Korpu transformasi pembelajaran menuju
Indonesia Emas 2045 di ruang
sasanawiatap Praja Kantor BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Hari ini saya berikan
konklusi sedikit bahwa kita bersama-sama
menyaksikan bagaimana komitmen, inovasi,
dan kolaborasi ini menjadi fondasi yang
kuat dalam mewujudkan transformasi
pembelajaran menuju Indonesia Emas 2045.
Semoga saja gagasan, inspirasi, serta
praktik baik yang lahir dari para
pemimpin pembelajaran hari ini dapat
terus menggerakkan perubahan di instansi
kita masing-masing. Karena masa depan
birokrasi yang agile, adaptif, dan
berorientasi layanan hanya dapat
tercapai jika ekosistem pembelajaran ASN
ini berjalan secara terintegrasi melalui
Corporate University. Terima kasih
banyak atas waktu, perkenanan Bapak dan
Ibu dan partisipasinya kontribusi yang
diberikan dalam acara mulai dari pagi
hingga siang hari ini. Saya Fan Patriia
pamit undur diri selaku moderator.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat menikmati hidangan
makan siang telah kami sajikan di Arya
Foye. Sampai jumpa Bapak dan Ibu.
Selamat beristirahat dan jangan lupa
untuk dapat menghadiri pameran yang ada
di bawah karena banyak sekali
pameran-peran mengenai Korpu yang yang
ditampilkan. siapa tahu dapat terjalin
kolaborasi dengan instansi Bapak Ibu
masing-masing. Jangan lupa untuk
melengkapi usulan pengurus dan anggota
Forum Korbu dan juga tadi ada ee
kuisioner ya yang harus diisi. Terima
kasih Bapak dan Ibu. Sampai jumpa lagi
di akhir waktu dan juga pada kesempatan
berikutnya.
Yeah.