File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
ASN Leadership Innovation for Transformation (LIFT) Expo dan ASN CorpU Summit 2025
NGqqTa6m3zw • 2025-11-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Silo, Mas. Masih silau.
[Musik]
Turunin.
[Musik]
ya
[Musik]
Bapak dan Ibu mohon bersiap. Sesaat lagi
acara akan segera dimulai. Untuk Bapak
dan Ibu yang masih berada di luar
ruangan kami persilakan untuk dapat
memasuki ruangan dan menempati tempat
duduk yang sudah kami sediakan. Terima
kasih.
[Musik]
Hai
[Musik]
Ya Nabi
salam
alaika
ya rasul
salam
alaika
ya habib
salam
alaika
selamat datang kami ucapkan kepada yang
terhormat Kepala LAN Republik Indonesia
RB dan Wakil Gubernur Jawa Nabi salam
alaika
ya rasul.
Salam
alaika.
Selanjutnya berkenan untuk memberikan
santunan kepada anak yatim.
Alika
shawatullah
alaika.
budur
mla husn
waj
sur
ya nabi
salam
alaika
ya rasul
salam
alaika
ya habib
salam
alaika
shawatullah
alaika
marhaban
ya nural aini
Marhaban,
marhaban
jaddal husainfirli
dunubi ya Allah bibatil
hadi Muhammad. Ya Allah
rabbi fagfirli
dunubi ya Allah fi baratil
hadi Muhammad.
Ya Allah
hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[Musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi Bapak dan Ibu hadirin
sekalian. Salam sejahtera untuk kita
semua. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan.
Yang terhormat Kepala Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia,
Bapak Dr. Muhammad Taufik, DE beserta
jajaran.
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak
Komjen Polnawirawan Purwadi Arianto,
beserta staf khusus Menteri PAN RB yang
hadir. Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak
Emil Elicanto Dardak, PhD.
Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara
Bapak Suharmen SKOM, M.Si. beserta
jajaran.
Kapus Pengembangan Kompetensi Manajemen
Kepemimpinan BPSDM Kemendagri.
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP. P beserta kepala
OPD yang hadir.
Bapak dan Ibu para narasumber, serta
para peserta ASN Corpus Summit 2025.
Bapak dan Ibu hadirin sekalian, puji dan
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala karena pada kesempatan pagi hari
ini kita dapat hadir bersama dalam
keadaan sehat di BPSDM Provinsi Jawa
Timur dalam acara ASN Corpus Summit
2025.
Boleh kita berikan tepuk tangan semangat
pada kesempatan pagi hari ini.
Dan tentu saja agar acara hari ini
berjalan dengan lancar serta membawa
manfaat kebaikan untuk kita semua yang
hadir, maka marilah kita berdoa. Doa
akan dipimpin oleh Bapak Muhammad
Kuntono. Kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil alamin. Hamdanim
hamdan syakirin hamdamahu widah.
Ya rabbanaal hamdu kama jal.
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina
Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain.
Ya Allah yang maha pengasih lagi maha
penyayang.
Puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat-Mu karena atas segala limpahan
rahmat-Mu masih Engkau pertemukan kami
dalam kegiatan pembukaan ASN Cororpu
Summit 2025.
Tiada harapan dan bagi kami ya Allah,
melainkan mengharap barokah dan ridam-Mu
selalu menyertai kegiatan ini. Ya Allah,
dengan rahmat-Mu kami selalu bersyukur
dalam lindungan-Mu kami berhimpun dan
atas ridam-Mu kegiatan ini terlaksana
dengan baik. Ya Allah, ya Tuhan kami,
izinkan kami mohon jadikanlah kegiatan
ini sebagai penyegar, pembangkit, dan
penggugah semangat kami dalam
meningkatkan kualitas tugas kewajiban
kami sehingga kami mampu bekerja secara
profesional dan proporsional dengan baik
dan tekun sebagai bukti syukur kami dan
penghambaan kami kepada-Mu.
Ya Allah, ya Hadi, bimbinglah kami
dengan taufik dan hidayah-Mu agar kami
mampu mengemban tugas amanah yang Engkau
berikan pada kami. Dan jadikanlah kami
orang-orang yang hari ini dan hari esok
lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Ya
Allah, Tuhan maha pengampun, ampunilah
dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua
kami, dosa para pemimpin-pemimpin kami,
serta kabulkanlah doa permohonan kami.
Rabbana atina fid dunya hasanah wafil
akhirati hasanah waqinaabanar.
Subhabbika rabbil izzati amma yasibun
wasalamun alal mursalin
walhamdulillahiabbil
alamin.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak dan Ibu hadirin sekalian.
Selanjutnya marilah kita simak bersama
sambutan selamat datang oleh Wakil
Gubernur Jawa Timur kepada Bapak Emil
Elicyanto, Dardak, PhD. Disilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semua. Shalom, Om swastiastu, namo
buddhaya, salam kebajikan rahayu. Yang
kami hormati Kepala Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia, Bapak Dr.
Muhammad Taufik, DIYE.
Yang kami hormati Bapak Wakil Menteri
Pendayagunaan, Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Bapak Komjen Polisi
Purnawirawan Purwadi Aryanto, beserta
segenap jajaran Deputi Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia,
Bapak Dr. T. Dodo, Bapak Dr. Agus
Sudrajat, Ibu Dr. Erna Irawati, juga
Staf Khusus MenPAN RB bidang Politik
Pemerintahan dan Keamanan Nasional Bapak
Brigjen Polisi Doni Adity Warman dan
juga Staf Khusus Menteri PAN RB Bidang
Pengendalian Mutu Prinsip Meritokrasi
Bapak Tasdik Kinanto, Wakil Kepala Badan
Kebagan Negara Bapak Suharmen SKOM,
M.Si. si beserta Kapus Pengembangan
Sumber Daya Manusia BKN Bapak Dr. Ahmad
Slamat Hidayat dan Kepala Kantor
Regional 2 BKN Surabaya Bapak Sony
Sultana, Kepala Kantor Regional ke-14
BKN Manokwari Bapak Basuki Arwi Caksono,
Kapus Kepengan, Kompetensi Manajemen
Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Bapak Dr.
H. Budi Santosa, staf ahli saya ulangi
ee ya staf ahli Gubernur Jawa Timur Pak
Budiarjo dan terusnya tuan rumah Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr.
Ramlianto. Izin Pak Kalan, Pak Wamen.
Kami biasa manggil beliau ini Pak
Rektor. Kira-kira gitu karena BPSDM ini
kita anggap sebagai corporate
university. Jadi kita panggilnya Pak
Rektor.
Beserta segenap kepala OPD yang hadir
dari PEMPR Jawa Timur. Saya lihat
beberapa hadir di sini juga Widya
Iswara. Widya Iswara ada Widya Iswara
Utama ini kalau Pak Wahid dulu mantan PJ
Sekda kita dan segenap peserta ASN
Corpus Summit 2025. Izinkan kami ee
menyampaikan terima kasih kepada LAN RI
dan Kementerian PAN RB dan juga BKN dan
seluruh ee jajaran Kemendagri atas
dukungannya pada terselenggaranya acara
ini di Jawa Timur. tentunya suatu
kehormatan bagi kami Corpus Summit 2025
diselenggarakan di Jawa Timur dan Ibu
Gubernur menyampaikan salamnya kepada
seluruh peserta yang hadir di sini. Kami
ucapkan selamat datang di kampus BPSDM
Jawa Timur di Balungsari. di mana di
ruangan ini kita ee cukup rutin
menyelenggarakan pendidikan kepemimpinan
dan diikuti bukan hanya dari lingkup
Jawa Timur baik PEMPR tapi juga
kabupaten kota, tapi juga lintas
instansi dan daerah. Jadi instansi
vertikal ini juga banyak yang mengikuti,
terutama PIM 2 yang diselenggarakan di
BPSDM tentu atas restu dari LAN RI dan
juga ee pemerintah provinsi atau
kabupaten kota dari luar Jawa Timur
bahkan dari luar Pulau Jawa. Dan di
ruangan inilah tentunya
dan di kampus inilah terjadi apa yang
sering kita sebut bukan hanya proses
belajar mengajar, tapi yang lebih
spesial lagi adalah istimewa adalah
knowledge creation atau terciptanya ilmu
pengetahuan. Karena yang mengikuti
program pendidikan di sini bukan sekedar
mencari ilmu, tapi berbagi pengalaman
dan berdiskusi bersama sehingga apa yang
ada di dalam kerangka teori ini bisa
diuji aplikasinya dalam relevansi dunia
nyata. Dan untuk itu kami berterima
kasih kepada seluruh instansi
kementerian lembaga yang telah
memberikan dukungannya selama ini.
Kenapa kami menamakan ini atau Ibu
Gubernur menamakan ini corporate
university? Karena memang itu
cita-citanya bahwa setiap insan yang
mengabdi di lingkup pemerintah daerah
ini harus menjadi lifelong learner.
Lifelong learner. Dan juga tentunya
selain lifelong learner ini artinya
menyerap ilmu baru, tapi juga harus
menjadi bagian dari knowledge creator
tadi. Ada kalanya kita harus
rehat sejenak atau istilah kerennya hari
ini biasanya Pakwamen namanya retreat.
Retreat. Jadi ini tuh tempat retreat
sebenarnya tempat retreat dan memang ada
asramanya ada bahkan dibuat fasilitas
apa aja Pak Ramli sudah di sini. H kalau
lagi pusing sejenak mau nyanyi juga ada.
Ada ya, Pak? Ya, mau mancing juga ada.
Itu jadi ee tujuannya adalah memang
rehat sejenak. Karena kalau kita
terjebak rutinitas kadang kreativitas
juga menjadi agak terbatas. ee inspirasi
juga mulai agak kering sehingga dengan
berkumpul dan mendengarkan pengalaman
dan sharing dari berbagai latar belakang
itu bisa muncul sebuah ee ide baru dan
semangat baru. Dan untuk itu kita
meyakini bahwa keberadaan dari Korpu
adalah bagian dari pengembangan sumber
daya manusia dan ekosistem yang lebih
holistik dan kami ee bersyukur bahwa
hari ini diselenggarakan Corpu Summit.
Artinya bahwa ini adalah semangat
nasional ee bagi segenap insan yang
mengabdi di pemerintahan atau disebut
hari ini ASN. Dulu orang tahunya hanya
PNS tapi sekarang lebih luas lagi karena
ASN ini mencakup juga yang PNS non karir
yang kemudian sama-sama sedang mengabdi
di ee pelayanan publik. Dan oleh karena
itu, cita-cita Indonesia Emas 2045 kami
yakin akan semakin berpotensi terwujud
dengan komitmen kolektif kita terhadap
Korpu melalui Korpu Summit ini. Saya
tidak terlalu panjang karena di sini ada
beliau-beliau yang luar biasa. Pak Kalan
dan Pak Wamen hadir sendiri. Kita
berikan apresiasi atas komitmen beliau
semua.
Mudah-mudahan sekali lagi Korpu akan
menjadi bagian dari strategi utama.
Kalau bisa jangan ada kata-kata terlalu
sibuk untuk kembali belajar. Jangan ada
kata-kata terlalu
apa istilahnya mungkin selain terlalu
sibuk sudah terlalu terlalu tinggi
ilmunya untuk kembali belajar.
Insyaallah tidak ada hal seperti itu.
Karena dunia terus berubah. ee relevansi
dari apa yang kita pelajari itu juga
terus ee berubah terutama teknologi.
Kami sempat diskusi dengan Pak Kepala
BPSDM gitu. Ee tantangannya, Pak,
terakhir sebelum kami tutup memang
contoh di Jawa Timur sendiri saya
berangkat dari menjadi bupati salah satu
kabupaten yang kalau untuk ukuran Jawa
Timur relatif lebih kecil jumlah
penduduknya dan economic size-nya. Jadi
dengan Jawa Timur ini kita bicara PDRB
itu hampir 3.000 triliun. Tapi kalau
bicara mungkin dulu Trenggalek itu ya
apa mungkin ee
PDRB 100-an lah ya kira-kira Pak. Dulu
saya sama Pak Brigen Doni ini kita
berkolaborasi di Trenggalek. Beliau
Kapores saya sekarang sudah jadi
pimpinan di KemaPAN RB. Luar biasa
mungkin dapat anu berkah Trenggalek Pak.
Jadi Bapak karirnya naik terus
jadi jenderal sekarang. Tapi apa yang
ingin kami sampaikan memang enggak semua
bidang ee atau sektor itu ee daerah
punya kemampuan untuk membangun SDM-nya
gitu. Jadi saya terusang a saya buka di
sini gitu. Pada saat kita kurang begitu
ee apa puas dengan kinerja salah satu
dinas. Nah, ini dinas teknis gitu ya
waktu itu. Kemudian jawaban dinasnya,
"Pak, sebenarnya kalau bisa bukan saya
juga enggak apa-apa." Tapi lucunya saya
tidak punya pilihan lain karena memang
pool of talent-nya itu terbatas kalau
kita bicara tingkat kabupaten kota,
terutama kabupaten. Tentu kalau Surabaya
ya pasti banyak Sidoarjo, Malang
misalnya itu banyak pool of talent-nya
gitu. Yang mau juga banyak dari luar
juga berbondong-bondong pengin ke situ.
Tapi jarang gitu tanya eslon 3 yang
sudah di Sidoarjo di Malang mau enggak
bisa naik eslon 2 tapi ke daerah lain?
Kalau di kepolisian bisa naik naik naik.
Jadi dari AKBP ke Kombes di mana aja
ditempatkan bisa. Dari Kombes mau jadi
Brigjen di mana saja siap ditempatkan.
Tapi ternyata ASN enggak kayak begitu
kan di pemda. Jadi buka lelang
jabatannya enggak ada yang daftar. Nah,
sehingga memang kami lihat mungkin juga
menarik waktu itu kita ingin misalnya
rumpun infrastruktur, rumpun agro itu
kemudian kita melakukan pemetaan
kompetensi dan talent pool yang lebih
holistik. Minimal seJawa Timur kita
punya 38 kabupaten kota. sehingga jangan
sampai bupati-bupati itu kemudian saya
utama bupati karena kalau kota biasanya
agak metropolis orang senang gitu
berkarir di situ. Itu tidak kesulitan
untuk memiliki talent pool. Jadi bupati
bisa aja dia buka lelang jabatan, dia
pengin transparan, tidak pengin
favoritisme, pengin meritokrasi, tapi
enggak ada yang daftar, Pak. Lelang
jabatan. Akhirnya talent pool-nya
itu-itu saja. Sedangkan kemampuan untuk
melakukan quality control atau
pengembangan SDM kalau hanya tingkat
kabupaten untuk bidang ilmu tertentu
sangat terbatas. Dan mudah-mudahan juga
satu lagi kita jangan bicara struktural
saja hari ini kan fungsional. Jawa Timur
termasuk salah satu yang sudah
mengurangi ribuan jabatan eselon 4. Tapi
saya ngalami sendiri. Orang terdekat
saya bilang, "Pak, kalau enggak dilantik
enggak afdol. Maunya yang ada struktural
gitu. Padahal mau jadi eslon 3 sekarang
sudah enggak perlu lagi menjadi eselon
4, tapi melalui jabatan setara eslon 4.
Tapi kalau mau ngambil jalur fungsional
rumitnya bukan main. Meskipun memang di
Kemenpan RB sudah disederhanakan
sekarang prosesnya. Jadi banyak sekali
realita di lapangan yang tentunya
harapan kita bisa dijawab dan semua
relevan dengan Korpu ini. Mudah-mudahan
Cororpu Summit 2025 ini bisa menjadi
momentum bagi kita semua untuk bisa
kalau dalam bahasa Inggris cherish atau
istilahnya mensyukuri, menikmati,
meresapi ee anugerah yang diberikan
Tuhan kepada kita untuk bisa menjadi
abdi masyarakat. Terima kasih Pak Kalan,
Pak Wamen, dan seluruh pimpinan. Selamat
datang di Jawa Timur. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Hadirin sekalian, selanjutnya marilah
kita simak bersama sambutan oleh Wakil
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia kepada Bapak Komjen
Polnawirawan Purwadi Aranto. Disilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi,
shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu.
Yang saya hormati
Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil
Elistianto Dardak.
Kemudian Kepala LAN
Republik Indonesia Bapak Muhammad
Taufik.
Hadir di sini juga Wakil Kepala Badan
Kepegawaian Negara Bapak Suharmen.
Kemudian Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur, Bapak Ramlianto
selaku tuan rumah. Terima kasih acaranya
megah. Mungkin saya baru kunjungan
pertama tapi pandangan pertama pantas
untuk tempat retreat, Pak.
[Tepuk tangan]
Kebetulan selesai dari sini saya ke
Jogja terus langsung retreat ke
Magelang. Jadi ini pengantar retreat
juga, Pak. Saya diretre di Magelang hari
Kamis sampai hari Jumat retreit kedua.
Ee seluruh ee peserta Corpu Summits 2025
serta hadirin yang berbahagia.
Ee tentunya ee pada hari ini ee saya
bersyukur bisa hadir di tengah-tengah
para hadirin semua. Ee sebenarnya saya
ingin datang cepat. Saya jam .30 sudah
bangun, Pak. Saya terlambar setengah jam
karena pesawatnya, bukan karena sayanya.
Mohon maaf sebelumnya.
Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi
kepada kepala LAN
bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Jawa
Timur yang telah menyelenggarakan forum
strategis ini.
tentunya Corpus Summit 2025 menjadi
ruang penting untuk memperkuat ekosistem
pembelajaran ASN terutama dalam
menyiapkan SDM aparatur yang responsif,
adaptif, dan mampu menghadapi tantangan
zaman.
Tentunya kegiatan ini juga menegaskan
bahwa komitmen kita untuk memperkuat
transformasi pembelajaran ASN melalui
pendekatan corporate university atau
kita kenal CORPU sebagai sistem
pengembangan kompetensi terintegrasi
inklusif dan berorientasi pada kinerja.
Dengan pendekatan ini, setiap Pak Nen
belajar secara berkelanjutan,
relevan dengan tugasnya, dan memberikan
dampak nyata bagi peningkatan kualitas
pelayanan publik. Karena pelayanan
publik ini benar-benar ditunggu di depan
masyarakat.
Bapak, Ibu hadirin sekalian
yang saya banggakan.
Arahan Presiden menekankan bahwa
birokrasi harus responsif, cepat dalam
mengimplementasikan kebijakan,
efektif dalam penggunaan anggaran, dan
bebas dari praktik korupsi.
Presiden juga memberikan perhatian besar
kepada pengelola ASN baik disiplin,
produktivitas maupun peningkatan atas
kompetensinya.
Di ruang inilah ee kita berkumpul dalam
rangka meningkatkan kompetensi semua ASN
yang ada di lingkungan kerja kita
masing-masing setelah kembali dari sini.
Karena itu, reformasi birokrasi tidak
cukup hanya menyederhanakan prosedur,
tetapi juga memastikan aparatur memiliki
kompetensi yang relevan dan mampu
memberikan layanan yang berdampak bagi
masyarakat luas.
Dalam Asta Cita Presiden Wakil Presiden,
penguatan pembangunan sumber daya
manusia menjadi salah satu prioritas
utama. Agenda ini menempatkan
peningkatan kualitas pendidikan,
kesehatan, sains, dan teknologi,
prestasi olahraga, serta kesetaraan
gender dan peran pemuda sebagai pondasi
daripada kemajuan bangsa.
Dalam konteks birokrasi ini
mengartikan bahwa kompetensi ASN harus
terus dikembangkan
agar aparatur mampu memberikan pelayanan
yang inklusif,
berkeadilan, dan berdampak seperti yang
kita inginkan bersama.
Setelah melihat arah pembangunan SDM
dalam Asta Cita,
potret ASN ini memberikan gambaran
konkrit yang tentang tantangan dan
peluang kita.
Kenapa kita meskipun saya
mantan polisi Komjan saya sudah jadi
sipil, Pak. Jadi saya bagian dari
rekan-rekan semua.
[Tepuk tangan]
terakhir eh saya sebagai kalem diklat
PORI, Pak. Terakhir jabatan saya.
Sebelumnya juga saya pernah jadi sestama
di Lemanas. Tadi yang jemput saya juga
barang Burini juga sestama saya dulu di
Lemhanas RI. Nah, kemudian ya 4 tahun
terakhir saya bergelut di dunia
pendidikan sebelum ee berakhir di
Kementerian sebagai wamen 4AN RB.
Saat ini jumlah ASN mencapai lebih
sekitar 5,5 juta orang
dan 76% berada di daerah dengan
mayoritas berasal dari generasi milenial
dan Gen Z. Selain itu, 63% ASN menduduki
jabatan fungsional yang membutuhkan
pembelajaran yang relevan dan praktik
kerja sehari-hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi
peningkatan kapasitas ASN tidak dapat
lagi bergantung pada pelatihan klasikal
yang terpusat.
Kita membutuhkan pengembangan kompetensi
yang terintegrasi,
menjangkau daerah terkait langsung
dengan pekerjaan sehari-hari dan
berdampak kepada pelayanan publik yang
ada di masyarakat.
Lalu muncul pertanyaan penting,
pengembangan kompetensi seperti apa yang
sebenarnya dibutuhkan?
Pengembangan kompetensi menjadi pondasi
untuk membangun aparatur yang
profesional, adaptif, dan mampu menjawab
tuntutan birokrasi modern.
Kita perlu menutup kesenjangan
kompetensi
memastikan seluruh ASN mampu mengikuti
perkembangan kebutuhan dari masyarakat
sekaligus harapan masyarakat yang terus
meningkat dari waktu ke waktu. ASN juga
harus memiliki literasi digital dan
kemampuan berkolaborasi lintas sektor
serta merespon terhadap perubahan.
Tidak kalah pentingnya kita perlu
memperkuat global mindset dan soft skill
seperti kemampuan berkomunikasi,
empati, kepemimpinan dan sebagainya yang
sudah disiapkan di BPSDM ini.
Pembelajaran pun harus terintegrasi dan
berkelanjutan.
tidak hanya mengandalkan pelatihan
klasikal, tetapi melalui pengalaman
kerja, interaksi, dan mentoring.
Dan yang terpenting akses pembelajaran
harus merata dan inklusif menjangkau ASN
di pusat maupun daerah sesuai dengan
kebutuhan dan daerah masing-masing.
Urgensi pengembangan kompetensi ASN juga
diperkuat secara hukum.
Undang-undang nomor 20 tahun 2023
mengamanatkan bahwa pengembangan
kompetensi harus dilakukan secara
terus-menerus melalui sistem
pembelajaran terintegrasi.
di mana pada pasal 49 menegaskan bahwa
pembelajaran ASN harus yang pertama
terintegrasi
dengan pekerjaan.
Kedua, menjadi bagian penting
dan saling terkait dengan manajemen ASN
dan yang terakhir dilakukan bersama
pegawai ASN lain lintas instansi maupun
pihak terkait.
Tentunya pendekatan ini memastikan bahwa
pembelajaran bukan sekedar pelatihan
sesaat, tetapi budaya belajar yang
melekat pada proses kerja sehingga
kompetensi ASN benar-benar berkembang
dan berdampak pada pelayanan publik.
Mungkin output keluar dari sini
output-nya pesertanya
rajin membaca buku
karena baru mulai kehidupan itu dunia
dibuka. output-nya gimana? Mereka keluar
dari sini senang membaca buku
karena masih banyak ilmu-ilmu yang
tersebar di luar yang harus dipahami
bersama.
Pendekatan ini kemudian diterjemahkan ke
dalam strategi pengembangan kompetensi
yang terintegrasi.
ASN adalah pembelajar.
ASN adalah pembelajar sepanjang hayat.
Sehingga mengembangkan kompetensi tidak
bisa hanya tergantung pada pelatihan di
kelas ini saja.
Sebagian besar pembelajaran justru
terjadi saat menjalankan tugas
sehari-hari.
Karena itu pola pembelajaran 7010
[Musik]
menjadi penting.
Sekitar 70% berasal dari pengalaman
kerja langsung dalam pemecahan masalah
yang ditemui sehari-hari.
20% dari interaksi dan mendapatkan umpan
balik termasuk
kucing dan mentoring
dan hanya 10% melalui pelatihan formal
di kelas. Dengan pendekatan ini,
pembelajaran menjadi lebih relevan
dengan pekerjaan,
lebih cepat diterapkan, dan lebih
berkelanjutan.
Sistem pembelajaran terintegrasi
mendorong ASN untuk belajar dari
pengalaman
dari lingkungan sosial, pemanfaatan
platform digital, serta tetap mengikuti
pelatihan formal yang terarah.
Inilah budaya belajar yang ingin kita
bangun di setiap instansi pemerintah.
Bapak, Ibu hadirin sekalian yang
berbahagia.
Strategi pembelajaran terintegrasi ini
tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi
bagian dari roadmap nasional
pengembangan kompetensi ASN menuju
Indonesia Emas 2045.
Hingga 2024 ini fokus kita adalah
membangun smart ASN, yakni ASN yang
memiliki kompetensi tinggi,
berintegritas,
berwawasan global,
mampu beradaptasi dengan perubahan dan
pemanfaatan teknologi dan pelayanan
publik yang semakin luas dan menuntut
kualitas.
Memasuki periode 2025-2030,
tuntutan semakin berkembang. ASN harus
menjadi robus dan relicious,
lebih adaptif, produktif, fleksibel,
empati,
responsif, serta ramah terhadap
lingkungan.
Kemudian pada tahun 2031 2045,
ASN ditargetkan menjadi aparatur yang
kompetitif. profesional
mampu mengambil keputusan dalam setiap
risiko yang ada dan tetap efektif
bekerja di bawah tekanan.
Ini pekerjaannya terus di bawah tekanan
nih, Pak.
Tapi saya harap jangan merasa tertekan.
Tahapan ini menunjukkan bahwa kebutuhan
kompetensi ASN terus bergerak.
Karena itu sistem pembelajaran yang
terintegrasi
melalui pengalaman kerja,
interaksi sosial, dan pelatihan formal
menjadi kunci memenuhi future skill
mewujudkan Indonesia Mars tahun 2045.
ROT map tadi menunjukkan arah kompetensi
ASN menuju 2045
untuk mencapai soft skill menjadi kunci.
ASN perlu memiliki learning, agility,
kemampuan berpikir strategis dan
mengambil keputusan
kreatif,
memiliki integritas, kolaborasi, dan
mempunyai daya tahan dalam menghadapi
perubahan.
Di sisi kepemimpinan, kemampuan
mengelola orang berorientasi pada hasil
dan menjaga kualitas pelayanan publik
menjadi sangat penting termasuk
kemampuan pengelolaan
keberagaman.
So soft skill ini akan menentukan
kualitas kepemimpinan dan pelayanan bagi
ASN sekaligus memperkuat kemampuan
beradaptasi dan berkolaborasi.
lintas sektoral.
Selain soft skills, ASN juga harus
memperkuat hard skill yang semakin
penting di era digital seperti
mengelola data analisis, literasi
digital,
keamanan cyber, manager proyek,
artificial intelligence, dan machine
learning, serta analisis kebijakan yang
berbasis kepada bukti
tentunya nya penguasaan kemampuan ini
akan membuat ASN lebih efektif,
bermanfaat
dan mampu memanfaatkan teknologi serta
menjalankan program strategis pemerintah
dengan aman, tepat sasaran,
dan penguasaannya dapat secara cepat di
dapat. Bapak, Ibu hadirin sekalian.
Tentunya penguatan kompetensi ASN tidak
bisa dilakukan sendiri-sendiri.
Setelah kita melihat kebutuhan soft
skill dan hard skills yang semakin
kompleks, kita perlu bergeser dari
ekosistem
di mana setiap instansi berjalan sendiri
menuju ekosistem pembelajaran yang
kolaboratif.
Dalam ekosistem ini, pemerintah, swasta,
akademisi, media, dan komunitas memiliki
peran yang saling melengkapi.
Swasta menyediakan teknologi dan
platform, akademisi mengembangkan
kurikulum,
media membantu penyebaran pengetahuan,
dan masyarakat memberikan umpan balik
terhadap kebutuhan nyata di lapangan.
Di sinilah Corporate University berperan
sebagai orkestrator ekosistem
pembelajaran,
yaitu dengan menghubungkan berbagai
pihak, memastikan pembelajaran relevan
dengan visi misi organisasi dan tujuan
pembangunan nasional serta membawa
praktik baik di seluruh instansi.
Dengan pendekatan kolaboratif ini,
penguatan kompetensi ASN dapat
berlangsung lebih cepat, lebih terarah,
lebih berdampak sehingga mendukung
tercapainya Indonesia Emas 2045.
Dalam ekosistem pembelajaran yang
kolaboratif ini, LAN RI berperan sebagai
National Center of Excellence sekaligus
walidata pengembangan kompetensi ASN.
LAN RI mengkoordinasikan sebagai pusat
unggulan teknis agar pengembangan
kompetensi berjalan terarah dan saling
menguatkan.
Namun tentunya upaya ini tidak dapat
dijalankan sendiri.
RI bersama BPSDM Provinsi Jawa Timur dan
instansi pembina lainnya berkontribusi
memperkuat kebijakan dan ekosistem
pengembangan kompetensi ASN sehingga
impas implementasinya lebih terarah dan
berkelanjutan.
Oleh sebab itu
agar
Bapak Ibu sekalian di seluruh instansi
ya
diharapkan
yang pertama memiliki rencana
pengembangan kompetensi 5 tahunan yang
terintegrasi secara nasional.
Setiap ASN menyusun dan melaksanakan
individual development plan atau IDP
sebagai bagian dari SKP.
Kemudian akses
pembelajaran menjadi merata bagi seluruh
instansi pemerintah.
LAN dapat berperan aktif dalam
merumuskan perencanaan dan melaksanakan
kebijakan pengembangan kompetensi yang
terintegrasi dan berkelanjutan.
tentunya tersedia konten pembelajaran
yang berkualitas dan memberikan dampak
pada kinerja individu dan organisasi.
Kemudian terbentuknya forum atau
asosiasi corpu sektor publik sebagai
wadah berbagai praktik baik dan
kolaborasi yang terus berkelanjutan.
Transformasi birokrasi
tidak hanya berjalan tanpa transformasi
kompetensi ASN. Oleh karena itu,
penataan ekosistem pembelajaran menjadi
kunci agar pengembangan kompetensi lebih
terarah, terukur, dan berdampak
pada kinerja pelayanan publik.
Melalui corpus summit ini, kita berharap
lahirlah terobosan sinergi, kesepaman
bersama dalam menata ekosistem
pembelajaran ASN yang berkolaboratif dan
berkelanjutan.
ASN yang berkolaboratif berkelanjutan
dan saya meyakini LAN bersama BPSDM dan
seluruh instansi pemerintah mampu
mempercepat agenda ini demi mewujudkan
ASN yang profesional dan Indonesia yang
semakin maju. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Tepuk tangan]
Hadirin sekalian, selanjutnya marilah
kita simak sambutan sekaligus membuka
secara resmi ASN Corpus Summit 2025
ditandai dengan pemukulan gong oleh
Kepala Lembaga Administrasi Negara
Republik Republik Indonesia. Kepada yang
terhormat Bapak Muhammad Taufik di
disilakan.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Sebelum sebelum salam biasanya pantun
dulu gitu ya. Mohon izin.
Fajar merekah membuka zaman.
Cahaya ilmu menerangi perjalanan.
Corpus summit kita selenggarakan
menguatkan ASN dalam transformasi
pembelajaran.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati, yang sama-sama kita
banggakan, Bapak Wakil Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi, Bapak Komjen Polisi
Perwati Haranto.
Yang saya hormati
ee guru saya ini sebenarnya kalau ketemu
selalu saya belajar sama Pak Wagub nih,
Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak
Emil Elistianto Dardak, PhD.
Yang saya hormati Bapak Wakil Kepala
BKN, Pak Armen, sahabat saya. Yang saya
hormati
kawan-kawan dari JPT Madiah Lembaga
Administrasi Negara. Lengkap ini dari
Deputi 1 Pak Agus ee deputi kualitas
kebijakan. Kemudian dari Bu Erna ee
deputi transformasi pembelajaran
lembagaasi negara. Ada Bu Pak Witri
Widoto, Deputi Penyelenggaraan Kapasitas
ASN sampai pada penjaminan mutunya Bu
Harmi, deputi penjaminan mutu untuk e
pengembangan kompetensi. Yang saya
hormati hadir juga di sini Bapak
Sekretaris Utama BSN Bapak Susilo.
Yang saya hormati di hadir eh Pak Doni
tadi Pak Jenderal Doni ya. Sebentar lagi
bintang ee tiga ya bintang
amin gitu.
Yang saya hormati Pak Tasdik ini sesepuh
kita staf khusus kemudian Pak RB yang
saya hormati Bapak Rektor ya Pak Ramli.
Luar biasa makasih banyak Pak Ramli. Ini
tadi ini suasananya bintang lima ya
suasananya. Tadi Pak Wamen sampaikan
memang ini kelas-kelas untuk ee Korpu
khusus ya. Pak Wagub terima kasih. Ini
standarnya luar biasa ya untuk jadi ke
depan nanti seluruh BPSDM Indonesia
standarnya harus seperti ini nih ya.
[Tepuk tangan]
Yang saya hormati kawan-kawan JPT
Pratama Lembaga Negara, jajaran pimpinan
pada ee Pemerintah Provinsi Jawa Timur
dan tentunya para peserta ee Corpus
Summit ini ada pimpinan-pimpinan Kepala
BPSDM ada Bu Uus dan kawan-kawan saya
lihat lagi BPSDM ada Pak Edwi Pak Edward
ya ee mana lagi yaah Bu
apa ee ee Kepala BPSDM Jawa Kalimantan
Timur banyak sekali ini ya ee dan
tentunya semua yang hadir ee terima
kasih banyak. Pertama-tama kita
panjatkan puji syukur kepada Allah
Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa.
Alhamdulillah kita bisa hadir dalam
acara Corpus Summit dalam keadaan sehat,
dalam keadaan semoga kita mendapatkan
keberkahan ini auranya, aura keberkahan
ini Pak Wagub karena semua adalah
pejuang kompetensi. ya memperjuangkan
kecerdasan bangsa, tidak hanya bangsa,
tapi kecerdasan para pelayan bangsa.
Luar biasa, Bapak, Ibu sekalian. Jadi,
pertama tentunya kita akan ee selalu
berpikir mengapa kita hadir jauh-jauh
dari sini ya, dari berbagai daerah ya ee
apa ee di untuk hadir pada acara summit
ini acara yang pertama kali kita
lakukan. Bapak Wamen, Bapak Wagu, Bapak
Ibu sekalian, Pak Harmen, kawan-kawan
semuanya. Jadi ini yang kita menghadapi
sebuah perubahan perubahan yang sangat
besar. Ini real ya kalau kita bicara
tentang perubahan yang kita sering
mendengar, tapi ini kita bicara tentang
bagaimana orang survivis di dalam
menghadapi perubahan ya. Ee apa namanya
ee CEO-nya Jenderal Elektrik itu ya ee
Le Eukoka itu sangat terkenal sekali.
Dia bilang bahwa dalam menghadapi
perubahan ini kalau kita belajarnya
lebih lambat dari pelajaran, maka
sebentar lagi kamu akan melihat
organisasinya mati. Ya, sebentar lagi
organisasi mati. Ya, if you apa? If your
organization learn slower than the eh
pass of chain yang eh di lingkungannya,
maka e kita akan sebentar lagi ngelihat
organisasi itu mati. Jadi kita ini harus
cepat ya. Jadi, bagaimana bayangan yang
kecepatan? Misalnya kita lihat ee data
orang itu teknologi telepon, line
telepon itu untuk dapat ee 100 juta
pelanggan itu butuh eh ee 50 juta
pelanggan butuh 100 tahun ya. Nah,
dengan perkembangan teknologi yang ada
eh Angry Bird itu 3 bulan dia R juta.
Habis itu disusul namanya
apa? Candy Crus. Ya, mungkin yang Bapak
Ibu enggak mungkin umur kita itu gak
nyampai ke sana karena ini apa
permainan-permainan game yang anak-anak
ini sekarang main cepat sekali, cepat
sekali. Nah, kok di pemerintahan ini ini
Pak Wagub dan ee timnya paham betul ya
bagaimana perubahan kebijakan cepat
sekali berubah ya bukannya kemudian gak
konsisten karena memang pemerintah juga
dihadapkan pada lingkungan yang berubah
cepat ya dinamis sekali. Nah, untuk itu
maka ini tidak bisa kita bicara tentang
bagaimana cara kemudian belajar yang
biasa-biasa saja. Belajar yang
konvensional itu sudah ditinggal ya. di
sini hadir ee dari ini tadi saya lupa
menyapa kepala pusat ee dari PLN
pembelajaran PLN Buendah mana Buenda ya
dari PLN Corporate University ya ini BUM
BUMN sudah bergerak bikin corpus ada PLN
Corporate University ada eh Mandiri
Corporate University Telkom Corporate
University semua adalah untuk mengawal
tadi proses transformasi semua untuk
mengawal tadi perubahan-perubahan yang
cepat kalau tidak di ee kemudian
didukung dengan cara belajar yang
berubah, yang cepat, maka ketinggalan
tadi mati ya, organisasi itu mati. Nah,
Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah
tantangan yang real ya, bahwa pemerintah
pun tidak akan kemudian berbeda
menghadapi perubahan dengan organisasi,
korporasi, swasta dan BUMN. Kita hidup
bareng-bareng di sini, di republik ini,
di dunia ini. Customer kita sama, yaitu
kurang lebih 280 juta e penduduk yang
kemudian harus kita layi. Sama dengan
BUMN, sama dengan korporasi, customernya
sama, caranya beda. Tetapi belajarnya
tadi kita perlu kemudian perbaiki
sama-sama apa namanya dengan cara tadi
menerapkan corporate university. Jadi,
Bapak Wamen, Bapak, Ibu sekalian, inilah
kita berkumpul semuanya dalam rangka
tadi kita menyiapkan sebuah cara belajar
baru untuk menghadapi sebuah perubahan
besar yang kita hadapi di lingkungan
kita. Mengapa corporate university? Yang
pertama karena corporate university tadi
adalah bagaimana kemudian menyelesaikan
problem sekarang ini ada kepemimpinan
dan belajar. Ini suatu dua yang terpisah
manajemen kemudian belajar. ini berpisah
corporate university yaak corporate
university adalah bagaimana kita sesuai
kita juga terbitkan aturannya juga dan
sudah ada peraturan pemerintahnya
rancangannya
dan bagaimana pimpinan puncak organisasi
harus memimpin ya ini alhamdulillah Pak
Wagup Pak Wagub dan Pak Bu ee Gubernur
ya sudah melakukan memimpin langsung
Corporate University ee Jawa Timur ini
sebagai contohnya ya dan di sini kita
ada kurang lebih kita sudah melakukan ee
pemetaan ada 350 lebih instansi yang
sudah menerapkan corporate universiti
sama prinsipnya gubernur, bupati,
menteri, kepala lembaga memimpin
langsung proses belajarnya tadi. Yang
kedua, belajarnya ini tidak konvensional
tadi ya. Belajar itu konvensional dalam
arti hanya di kelas, tapi ini tidak. 90%
ada di tempat kerja untuk memastikan
proses kepimpinan, manajemen, dan
learning tadi menjadi sebuah ee hal yang
terintegrasi. Kita nyebutkan
pembelajaran yang terintegrasi. Ya. Yang
berikutnya adalah bagaimana kita
membangun sebuah cara belajar yang
kolaboratif, tidak tersekat-sekat. Ini
yang problemnya sekarang, Pak Wagub. Ini
masih banyak kita target-target yang
kemudian apa namanya harus dikeroyok
bareng-bareng. Tidak ada satuun kemudian
instansi pemerintah bisa menyelesaikan
persoalan pembangunan sendirian. Tidak
ada satuun organisasi sekarang ini bisa
menyelesaikan sendiri. Mau BUMN, mau
korporasi, semuanya kolaboratif. Nah,
ini yang kemudian dengan corporate
university kita pastikan pembelajarannya
kolaboratif antar OPD, antar instansi
pemerintah, pemerintah dengan korporasi,
BUMN dengan korporasi dan seterusnya.
Dan yang kemudian yang terakhir adalah
bagaimana pembelajaran itu real
berdampak ya, bagaimana menghasilkan
inovasi dan seterusnya. Saya sampaikan
bahwa Korpu itu punya peran yang sangat
strategis dalam reformasi birokrasi. Pak
Wamen, saya sampaikan kemarin ke Buri
ini juga ini eranya sekarang reformasi
birokrasi mesin utamanya adalah corpo.
Mengapa? Satu, Korpu ini bangun budaya,
transformasi budaya. Dua, memenuhi
kebutuhan kompetensi untuk pekerjaan
yang baru. Bapak, Ibu sekalian, ini
menarik kalau kita melihat laporan World
eh Economic Forum, saya selalu sampaikan
170 juta dalam waktu ee 2030 di dunia
ini ya muncul pekerjaan baru
menggantikan ada 90 jutaan. Di Indonesia
23 juta pekerjaan digantikan R5 juta.
Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah tanda
dalam arti banyak pekerjaan kita ini 5
tahun ke depan tidak relevan. Kalau kita
tidak melakukan kemudian penyesuaian
skill kita, maka kemudian kita akan
enggak relevan. Nah, untuk itu maka
undang-undang memerintahkan ASN wajib
belajar berkelanjutan agar selalu
relevan dengan organisasi Bapak, Ibu
sekalian. Dan itu tadi yang ee kedua
tadi pemenuhan ee apa? transformasi
budaya, pemenuhan kompetensi. Dan yang
terakhir tadi saya sampaikan Pak Wagub
ini engine untuk menghasilkan inovasi.
Mengapa masyarakat di sana menuntut
adanya sebuah terobosan-terobosan?
kita dihadapkan kemarin 2 tahun ini ya
kira kurang lebih ya ee tantangan
anggaran ketidakpastian karena memang
pemerintah juga bekerja secara agile.
Kita pun anak buahnya juga harus
kemudian agile. Ini yang kemudian tadi
kita harus bagaimana menemukan cara
belajar yang inovatif dan menghasilkan
tadi banyak terobosan di dalam pelayanan
Bapak Ibu sekalian. Jadi ini yang
kemudian kita dalam forum yang ee sangat
baik ini ya, kita tujuannya adalah
bagaimana membangun sebuah kolaborasi.
Nah, problem utamanya adalah kita korpu
ini memerlukan cara hidup yang
ekosistemnya beda dengan namanya ee
lembaga diklat. Lembaga diklat
ekosistemnya ada trainer, ada
fasilitator, ada coach mungkin ya, ada
penyelenggara dilakukan sendiri-sendiri.
tadi Pak W bilang ekosistem
sistem yang kemudian tertutup
sendiri-sendiri.
Korpu beda, ekosistemnya beda. Dia
kolaboratif karena dia sifatnya
strategis kemudian sifatnya kemudian
terbuka ya harus menghasilkan tadi
dampak nyata. Maka tadi sifatnya harus
kolaboratif. Ekosistemnya apa? Yang
pertama adalah kita melihat sini di sini
semuanya adalah bagian dari ekosistem.
Tidak ada kemudian kita lakukan
sendiri-sendiri tapi kita lakukan secara
kolaboratif. Yang kedua kita kemudian di
sini ada ada kawan-kawan dari PLN
kemudian dan dari ada Telkom dan
seterusnya. Ini bagian dari ekosistem
ya. Pembelajaran Korpu ini kita akan
lakukan bersama dengan kawan-kawan dari
BBUMN, dari korporasi ya, dari perguruan
tinggi ya, tidak hanya di dalam negeri,
luar negeri juga sama ya kita akan ajak.
Nah, Bapak Ibu sekalian, ini yang sudah
kita lakukan tahun kemarin kita
kumpulkan 300 pimpinan korporasi ya,
namanya B300 karena Best 300 ya hadir
dan mereka siap men-support kita ya.
Kemarin ada beberapa program yang sudah
dilakukan bersama korporasi, ada ASN Tal
Academy, ada Reformer Academy dan
seterusnya ada beberapa platform yang
di-support mereka dan seterusnya dan ini
bukan LAN saja Bapak Ibu sekalian. ini
adalah bagian kita akan undang mereka
untuk memperkuat ekosistem corporate
university nanti ya. Nah, Bapak Ibu
sekalian yang lainnya adalah tentang
kita juga perkuat kolaborasi dengan
kawan-kawan di ee luar negeri. Ada
apolitik ya, ada TBI ya dan seterusnya.
Yang sekali lagi saya sampaikan corpus
summit ini kita memperkuat tadi
pembelajaran model baru yang lebih
kolaboratif, lebih berdampak dan kita
pastikan bahwa apa yang menjadi arahan
Bapak Presiden ini kita bisa kemudian
dukung dengan adanya corporate
university. kita sudah lakukan tahun ini
ada di bawah corporate ada akademi
pengentasan kemiskinan ada akademi
koperasi merah putih ya untuk memastikan
program-program Bapak Presiden itu bisa
kemudian didukung oleh ASN-ASN yang
terampil memastikan tadi sasaran-sasaran
strategis Bapak Presiden bisa terpenuhi.
Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee kita
harapkan nanti dengan adanya Korpu ini
selain ada kolaborasi, kita juga sudah
mulai kemudian ada sharing ya mengenai
apa program-program tadi yang bisa kita
lakukan yang real ya. Tadi kita perlu
apa? Sharing mengenai pembelajaran
tempat kerja berdampak. Tadi mungkin Bu
Erna nanti akan sharing pengalaman bikin
akademi dan seterusnya. Karena di PLN
juga sama di PLN itu kemudian korpusnya
ada akademi-akademi sesuai dengan tadi e
kebutuhan tadi untuk melakukan
transformasi dan ini kita akan lakukan
nanti ee mungkin di pemerintah daerah
atau di kementerian, lembaga ada
beberapa hal yang tadi yang mungkin bisa
kita lakukan bersama-sama. Nah, yang
lain adalah tentunya kita harapkan tadi
Korpu ini bisa kita ee ee apa namanya
dengan ee yang sudah kita rintis kemarin
di tempatnya Buerna ini ada direktur
khusus nangani ekosistem
bagaimana kemudian mengkurasi potensial
partner yang ada untuk kemudian kita
ajak bergabung pada ekosistem corporate
university di Indonesia ini. Jadi nanti
kita harapkan nanti kita ee ASN yang
kita layani punya akses tadi belajar
yang terbaik. Tidak harus kemudian
dikungkung kalau belajar itu ya harus
dari WI, harus dari ee pejabat birokrasi
tapi punya opsi yang lebih ee ee luas.
dan Pak Wamen, Pak Wagu, Pak Waka PKN
ini terima kasih banyak ini bagian dari
ekosistem ya ee dukungan dari Pak Wamen
ya dari kebijakan-kebijakan pemain
kompetensinya tadi disampaikan luar
biasa Pak Armen dengan data BKN yang
dengan platform yang digitalisasi
layanan ASN luar biasa terintegrasi
dengan data-data kita sebut disampaikan
ke Pak Wagub learning matricnya nanti
semua ASN N ya, ada datanya belajar apa
ya, ee apa namanya untuk apa dan
seterusnya dan itu nanti akan kita
lakukan secara terintegrasi dan kemarin
kita sudah juga ee inisiasi ya ee untuk
mengumpulkan
lembaga-lembaga pelatihan ada lebih dari
120 lembaga pelatihan yang kemudian kita
akan satukan menjadi sebuah asosiasi
atau apapun ini belum masih berproses
tapi intinya adalah kita akan lakukan
bersama-sama tadi menghadapi sebuah era
baru, era perubahan ya, di mana kita
dituntut untuk berubah. Nah, satu hal
lagi yang mungkin saya sampaikan mungkin
kemarin ee selalu saya sampaikan Bapak
Ibu sekalian ini Bapak Presiden selalu
kemudian mewanti-wanti ya. Bagaimana
kemudian ee apa namanya Pak ASN ini
harus berintegritas. dua itu harus
kemudian ee betul-betul bekerja untuk
rakyat dan yang ketiga adalah bagaimana
bekerja untuk sebuah masa depan
Indonesia Emas 2045 dengan terada
inovasi-inovasi tadi. Nah, ini yang kita
harapkan tadi kita lakukan kolaborasi ee
program-program yang nyata untuk rakyat,
program-program yang tadi kemudian bisa
mengantarkan ASN memenangkan Indonesia
Mar 2045. Dan untuk itu juga ee saya
selalu sampaikan kerja cerdas, kerja
keras kita harus diimbangi dengan
branding bareng-bareng ya. Jadi ini
pengalaman di korporasi sama juga
corporate university ini cara kerjanya
adalah kita bekerja belajar menghasilkan
impact tapi juga nge-branding komunikasi
kita komunikasikan. Jadi kemarin di
forum kehumasan kami sampaikan mohon
dikurangi ee foto-foto yang seremonial
meskipun nanti sebentar lagi kita foto
pakai jempol ya pakai selalu itu
standarnya Pak Wah tetapi kita mulai
akan tampilkan hasil inovasinya
dampaknya dan seterusnya ya kemudian
kita tampilkan bagaimana sebenarnya
intinya adalah bahwa ini tidak ada
namanya rakyat sejahtera tanpa apa ASN
yang kompeten
ya. Nah, inilah kemudian makanya
kemudian pengembangan kompetensi tidak
ada hanya kemudian di lembaga-lembaga
pelatihan di kelas-kelas
tapi ini ada di mana-mana ya. Petani
bercocok tanam di situ, di belakangnya
ada ASN. makan bergizi gratis itu
kemudian di belakangnya ada ASN yang
kompeten. Koperasi merah putih yang
kemudian berkinerja bagus, di
belakangnya ada ASN yang kompeten.
Semuanya ada membutuhkan tadi sentuhan
ASN karena tugas ASN tadi memberikan
pelayanan dari orang mulai lahir sampai
orang mati semuanya butuh layanan ASN.
Makanya tadi Bapak Ibu sekalian kita
tunjukkan ya kita rombak strategi
komunikasi kita. Yang belum punya medsos
bikin medsosnya. yang belum kemudian
punya kehumasan yang barus kita ee apa
namanya? Perkuat kehumasannya. Jadi, Pak
Wagup saya matur nuwun, terima kasih
banyak. Ini Pak Ramli sudah memberikan
contoh banyak ee tim kreatifnya untuk
apa namanya mengembangkan medsosnya ya.
Ini kita lakukan nanti ee ee
bareng-bareng. Jadi kita kumpul hari
ini, pagi hari ini untuk sebuah era
baru, era kemudian kita belajar cepat,
belajar kolaboratif, belajar yang
berdampak. Dan itu saya matur nuwun,
terima kasih Pak Wagub e dengan
dukungannya Pak Wamen, terutama
kebijakan-kebijakannya Pak Waka BKN.
Matur nuwun. Terima kasih ya dengan ee
transformasi yang kita lakukan
bareng-bareng ini, kita bisa mewujudkan
tadi sebuah era baru pembelajaran dan
kepada kawan-kawan semuanya, pimpinan
lembaga pelatihan, pimpinan instansi
saya mengucapkan banyak terima kasih.
Luar biasa 350 lebih sekarang Korpo yang
sudah ee ee di apa namanya di di
diterapkan di level kementerian, lembaga
ee provinsi kabupaten, kota saya. Terima
kasih banyak semuanya untuk ee suatu
kolaborasi yang sangat indah ini. Bapak,
Ibu sekalian, demikian mungkin yang bisa
sampaikan. Sekali lagi terima kasih.
Semoga segala upaya baik kita, kerja
keras kita ini mendapatkan rida Allah
subhanahu wa taala dan kita selalu
mendapatkan bimbingan pertolongan untuk
sebuah kebaikan bangsa ke depan ini.
Terima kasih. Bikayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Bapak. kami mohon berkenan
untuk tetap tinggal di tempat. Bapak,
Ibu hadirin sekalian, selanjutnya akan
kita ikuti bersama pembukaan secara
resmi ASN Corpus Summit 2025. Untuk itu
berkenan mendampingi Wakil Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia,
Wakil Kepala BKN Republik Indonesia
bersama Wakil Gubernur Jawa Timur.
Izin, kami akan menghitung untuk
pemukulan gong pada kesempatan pagi hari
ini. T du sat.
[Musik]
Baik, Bapak dan Ibu hadirin sekalian.
Dengan ini ASN Corpus Samit 2025 telah
resmi dimulai.
[Musik]
Berikutnya izin Bapak-bapak untuk dapat
berfoto bersama. Rekan-rekan
dokumentasi, rekan-rekan media silakan
mengambil tempat di atas panggung.
Bapak, Ibu, kita akan berfoto bersama.
Mungkin untuk Bapak dan Ibu yang berada
di barisan paling belakang, kami undang
untuk dapat bangkit berdiri supaya
terlihat di kamera pada kesempatan pagi
hari ini. Yang di sudut kanan, sudut
kiri semuanya silakan untuk bergabung di
tengah.
Baik, kita akan berfoto dengan tiga
pose. Bapak dan Ibu izin. Pose pertama
adalah pose formal. Dimohon Bapak dan
Ibu untuk bisa menggabungkan kedua
tangan di depan.
Kami izin menghitung 1 2 3. 1 2 3. Yang
kedua adalah poselan. Silakan untuk
membuat tangan menjadi huruf L. 1 2 3 1
2 3 Yang terakhir kita kepalkan tangan
kanan kita sebagai simbol sinergi pada
kesempatan pagi hari ini. 1 2 3.
Terima kasih. Foto bersama selesai.
Selanjutnya Bapak Ibu tamu undangan VIP
beserta jajaran LAN berkenan untuk
meninggalkan tempat acara dan menuju ke
Lift Expo.
Sementara untuk Bapak Ibu tamu undangan
yang lainnya kami mohon untuk tetap
berada di tempat.
[Musik]
Bapak dan Ibu para peserta sekali lagi
kami mohon untuk tetap berada di tempat
karena kita akan melanjutkan acara pada
kesempatan pagi hari ini dengan talk
show. Untuk itu, Bapak Ibu mohon bersiap
untuk bisa mengikuti talk show pada
kesempatan hari ini.
[Musik]
Baik Bapak dan Ibu, asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
masih belum fokus, terpecah begitu ya
konsentrasinya. Saya ingin menyapa
kembali Bapak dan Ibu tamu undangan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Izin saya hadir di atas panggung Bapak
dan Ibu untuk dapat menyapa seluruh tamu
undangan dan juga tamu kehormatan yang
telah hadir bersama-sama dengan saya
pada pagi hari ini. Bapak dan Ibu, apa
kabar semuanya?
Baik, boleh saya dengar tepuk tangan
sebagai tanda bahwa Bapak dan Ibu siap
untuk mengikuti talk show sesi pertama
pada hari ini. Senang sekali saya F
Patriia akan menjadi moderator pada sesi
talk show kita kali ini. Dan tentunya
tidak afdol kalau misalnya saya tidak
berpantun terlebih dahulu sebelum saya
mengundang para narasumber untuk dapat
hadir bersama-sama di depan. Jalan pagi
di tepi telaga,
udara segar terasa meresap.
Masih banyak yang belum fokus. Coba ASN
Korpu tingkatkan budaya belajar bangsa
agar Indonesia Emas 2045 benar-benar
tercapai dan mantap. Boleh tepuk
tangannya sekali lagi. Terima kasih
banyak Bapak dan Ibu. Dan tentunya saya
ingin langsung mengundang para
narasumber yang sudah hadir untuk dapat
menyapa Bapak dan Ibu dan memberikan
materinya. Yang pertama ingin mengundang
Kepala BPSDM Kemendagri yang terhormat
Bapak Dr. Dresas H. Budi Santosa, M.Sc.
Boleh berikan applaus untuk dapat
menyapa dan juga menyambut kehadiran
beliau. Disilakan.
Selanjutnya mengundang pula moderat
narasumber kita yang kedua, Deputi
Bidang Transformasi Pembelajaran
Aparatur Sipil Negara LAN Republik
Indonesia, Ibu Dr. TR. Erna Irawati,
Esos Empol Administrasi. Silakan, Ibu
Erna.
[Musik]
Silakan duduk, Ibu. Baik, terima kasih.
Izin saya bergabung dengan beliau-beliau
yang sudah hadir di hadapan kita semua,
Bapak dan Ibu. Mic-nya silakan sambil
kita coba juga mic-nya sudah menyala
atau belum.
Baik,
Bu Erna. Apa kabarnya hari ini?
Baik, Pak. Terima kasih banyak.
Tadi saya sudah melihat dari kejauhan.
Wah, ini saya akan berbincang dengan
beliau dan juga akan siap menyimak apa
yang akan beliau sampaikan mengenai
topik kita pada kali ini. Ya, saya ingin
menyapa juga Pak Buddha. Apa kabar?
Baik.
Baik ya. Baik. Alhamdulillah siap untuk
dapat menyapa Bapak dan Ibu semua. Baik,
Bapak dan Ibu hadirin yang kami hormati
bahwa pada momen kali ini pertama-tama
izinkan saya menyampaikan apresiasi
terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu
tamu undangan yang telah hadir. Mulai
dari awal tadi saya melihat jam 0.00
sudah hadir di ruangan ini. Apresiasi
boleh dengan tepuk tangan sekali lagi
untuk Bapak dan Ibu.
Ini salah satu budaya ASN yang patut
kita teladani adalah budaya on time.
Bahkan jauh sebelum tamu VIP datang
sudah hadir ya. MC belum datang,
moderator belum datang sudah pada hadir
semua memenuhi kursi-kursi yang ada di
sini. Dan pada momen kali ini kita
mengangkat tema dukungan kebijakan dalam
akselerasi penerapan corporate
university. Tadi saya mengutip sebagian
dari yang telah disampaikan oleh Wakil
Gubernur Jawa Timur bahwa apa yang
dikatakan adalah salah satunya tentang
lifelong learner. Nah, talk show sesi
pertama ini merupakan salah satu di
antara dari lifelong learner tadi di
mana kita harus selalu haus akan belajar
dan juga menimba ilmu dari siapapun
begitu ya. termasuk narasumber yang akan
disampaikan materi-materi beliau di mana
Corporate University atau Corpu ini
merupakan pendekatan strategis dalam
pengembangan kompetensi sumber daya
manusia yang tidak hanya pada pelatihan
teknis saja, tapi juga penguatan budaya
organisasi, pengembangan kapabilitas,
dan penyelarasan talenta. Tujuannya
untuk jangka panjang institusi.
Namun keberhasilan implementasi Korpu
ini tidak berjalan optimal tanpa adanya
dukungan kebijakan yang jelas, terarah,
dan berkelanjutan atau sustainable.
Untuk itu, melalui kebijakan yang kuat
corporate university ini bisa memperoleh
legitimasi
arah pengembangan, serta standar tata
kelola yang memastikan proses
pembelajaran ini bisa berjalan dengan
sistematis, terintegrasi, dan memberikan
dampak nyata terhadap kinerja
organisasi. Jadi pada sesi talk show
kita kali ini, kita akan menggali lebih
jauh bagaimana kebijakan ini berperan
dalam mempercepat penerapan corporate
university serta akan kita ketahui
tantangannya apa saja dalam
mengimplementasikan
serta strategi sinergi antar pemangku
kepentingan agar pengembangan talenta
dan pembelajaran organisasi ini bisa
berjalan dengan efektif, adaptif, dan
selaras dengan visi pembangunan nasional
agar tercapai apa yang telah menjadi
tema besar kita kali ini, yaitu ASN. En
Corpu transformasi pembelajaran menuju
Indon
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:14 UTC
Categories
Manage