File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
ASN Leadership Innovation for Transformation (LIFT) Expo dan ASN CorpU Summit 2025
NGqqTa6m3zw • 2025-11-26
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Silo, Mas. Masih silau. [Musik] Turunin. [Musik] ya [Musik] Bapak dan Ibu mohon bersiap. Sesaat lagi acara akan segera dimulai. Untuk Bapak dan Ibu yang masih berada di luar ruangan kami persilakan untuk dapat memasuki ruangan dan menempati tempat duduk yang sudah kami sediakan. Terima kasih. [Musik] Hai [Musik] Ya Nabi salam alaika ya rasul salam alaika ya habib salam alaika selamat datang kami ucapkan kepada yang terhormat Kepala LAN Republik Indonesia RB dan Wakil Gubernur Jawa Nabi salam alaika ya rasul. Salam alaika. Selanjutnya berkenan untuk memberikan santunan kepada anak yatim. Alika shawatullah alaika. budur mla husn waj sur ya nabi salam alaika ya rasul salam alaika ya habib salam alaika shawatullah alaika marhaban ya nural aini Marhaban, marhaban jaddal husainfirli dunubi ya Allah bibatil hadi Muhammad. Ya Allah rabbi fagfirli dunubi ya Allah fi baratil hadi Muhammad. Ya Allah hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [Musik] Hadirin disilakan duduk kembali. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu hadirin sekalian. Salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang terhormat Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DE beserta jajaran. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Komjen Polnawirawan Purwadi Arianto, beserta staf khusus Menteri PAN RB yang hadir. Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Emil Elicanto Dardak, PhD. Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Suharmen SKOM, M.Si. beserta jajaran. Kapus Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kemendagri. Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. P beserta kepala OPD yang hadir. Bapak dan Ibu para narasumber, serta para peserta ASN Corpus Summit 2025. Bapak dan Ibu hadirin sekalian, puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala karena pada kesempatan pagi hari ini kita dapat hadir bersama dalam keadaan sehat di BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam acara ASN Corpus Summit 2025. Boleh kita berikan tepuk tangan semangat pada kesempatan pagi hari ini. Dan tentu saja agar acara hari ini berjalan dengan lancar serta membawa manfaat kebaikan untuk kita semua yang hadir, maka marilah kita berdoa. Doa akan dipimpin oleh Bapak Muhammad Kuntono. Kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil alamin. Hamdanim hamdan syakirin hamdamahu widah. Ya rabbanaal hamdu kama jal. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu karena atas segala limpahan rahmat-Mu masih Engkau pertemukan kami dalam kegiatan pembukaan ASN Cororpu Summit 2025. Tiada harapan dan bagi kami ya Allah, melainkan mengharap barokah dan ridam-Mu selalu menyertai kegiatan ini. Ya Allah, dengan rahmat-Mu kami selalu bersyukur dalam lindungan-Mu kami berhimpun dan atas ridam-Mu kegiatan ini terlaksana dengan baik. Ya Allah, ya Tuhan kami, izinkan kami mohon jadikanlah kegiatan ini sebagai penyegar, pembangkit, dan penggugah semangat kami dalam meningkatkan kualitas tugas kewajiban kami sehingga kami mampu bekerja secara profesional dan proporsional dengan baik dan tekun sebagai bukti syukur kami dan penghambaan kami kepada-Mu. Ya Allah, ya Hadi, bimbinglah kami dengan taufik dan hidayah-Mu agar kami mampu mengemban tugas amanah yang Engkau berikan pada kami. Dan jadikanlah kami orang-orang yang hari ini dan hari esok lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Ya Allah, Tuhan maha pengampun, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para pemimpin-pemimpin kami, serta kabulkanlah doa permohonan kami. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaabanar. Subhabbika rabbil izzati amma yasibun wasalamun alal mursalin walhamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak dan Ibu hadirin sekalian. Selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan selamat datang oleh Wakil Gubernur Jawa Timur kepada Bapak Emil Elicyanto, Dardak, PhD. Disilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Shalom, Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan rahayu. Yang kami hormati Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DIYE. Yang kami hormati Bapak Wakil Menteri Pendayagunaan, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Komjen Polisi Purnawirawan Purwadi Aryanto, beserta segenap jajaran Deputi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. T. Dodo, Bapak Dr. Agus Sudrajat, Ibu Dr. Erna Irawati, juga Staf Khusus MenPAN RB bidang Politik Pemerintahan dan Keamanan Nasional Bapak Brigjen Polisi Doni Adity Warman dan juga Staf Khusus Menteri PAN RB Bidang Pengendalian Mutu Prinsip Meritokrasi Bapak Tasdik Kinanto, Wakil Kepala Badan Kebagan Negara Bapak Suharmen SKOM, M.Si. si beserta Kapus Pengembangan Sumber Daya Manusia BKN Bapak Dr. Ahmad Slamat Hidayat dan Kepala Kantor Regional 2 BKN Surabaya Bapak Sony Sultana, Kepala Kantor Regional ke-14 BKN Manokwari Bapak Basuki Arwi Caksono, Kapus Kepengan, Kompetensi Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Bapak Dr. H. Budi Santosa, staf ahli saya ulangi ee ya staf ahli Gubernur Jawa Timur Pak Budiarjo dan terusnya tuan rumah Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto. Izin Pak Kalan, Pak Wamen. Kami biasa manggil beliau ini Pak Rektor. Kira-kira gitu karena BPSDM ini kita anggap sebagai corporate university. Jadi kita panggilnya Pak Rektor. Beserta segenap kepala OPD yang hadir dari PEMPR Jawa Timur. Saya lihat beberapa hadir di sini juga Widya Iswara. Widya Iswara ada Widya Iswara Utama ini kalau Pak Wahid dulu mantan PJ Sekda kita dan segenap peserta ASN Corpus Summit 2025. Izinkan kami ee menyampaikan terima kasih kepada LAN RI dan Kementerian PAN RB dan juga BKN dan seluruh ee jajaran Kemendagri atas dukungannya pada terselenggaranya acara ini di Jawa Timur. tentunya suatu kehormatan bagi kami Corpus Summit 2025 diselenggarakan di Jawa Timur dan Ibu Gubernur menyampaikan salamnya kepada seluruh peserta yang hadir di sini. Kami ucapkan selamat datang di kampus BPSDM Jawa Timur di Balungsari. di mana di ruangan ini kita ee cukup rutin menyelenggarakan pendidikan kepemimpinan dan diikuti bukan hanya dari lingkup Jawa Timur baik PEMPR tapi juga kabupaten kota, tapi juga lintas instansi dan daerah. Jadi instansi vertikal ini juga banyak yang mengikuti, terutama PIM 2 yang diselenggarakan di BPSDM tentu atas restu dari LAN RI dan juga ee pemerintah provinsi atau kabupaten kota dari luar Jawa Timur bahkan dari luar Pulau Jawa. Dan di ruangan inilah tentunya dan di kampus inilah terjadi apa yang sering kita sebut bukan hanya proses belajar mengajar, tapi yang lebih spesial lagi adalah istimewa adalah knowledge creation atau terciptanya ilmu pengetahuan. Karena yang mengikuti program pendidikan di sini bukan sekedar mencari ilmu, tapi berbagi pengalaman dan berdiskusi bersama sehingga apa yang ada di dalam kerangka teori ini bisa diuji aplikasinya dalam relevansi dunia nyata. Dan untuk itu kami berterima kasih kepada seluruh instansi kementerian lembaga yang telah memberikan dukungannya selama ini. Kenapa kami menamakan ini atau Ibu Gubernur menamakan ini corporate university? Karena memang itu cita-citanya bahwa setiap insan yang mengabdi di lingkup pemerintah daerah ini harus menjadi lifelong learner. Lifelong learner. Dan juga tentunya selain lifelong learner ini artinya menyerap ilmu baru, tapi juga harus menjadi bagian dari knowledge creator tadi. Ada kalanya kita harus rehat sejenak atau istilah kerennya hari ini biasanya Pakwamen namanya retreat. Retreat. Jadi ini tuh tempat retreat sebenarnya tempat retreat dan memang ada asramanya ada bahkan dibuat fasilitas apa aja Pak Ramli sudah di sini. H kalau lagi pusing sejenak mau nyanyi juga ada. Ada ya, Pak? Ya, mau mancing juga ada. Itu jadi ee tujuannya adalah memang rehat sejenak. Karena kalau kita terjebak rutinitas kadang kreativitas juga menjadi agak terbatas. ee inspirasi juga mulai agak kering sehingga dengan berkumpul dan mendengarkan pengalaman dan sharing dari berbagai latar belakang itu bisa muncul sebuah ee ide baru dan semangat baru. Dan untuk itu kita meyakini bahwa keberadaan dari Korpu adalah bagian dari pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem yang lebih holistik dan kami ee bersyukur bahwa hari ini diselenggarakan Corpu Summit. Artinya bahwa ini adalah semangat nasional ee bagi segenap insan yang mengabdi di pemerintahan atau disebut hari ini ASN. Dulu orang tahunya hanya PNS tapi sekarang lebih luas lagi karena ASN ini mencakup juga yang PNS non karir yang kemudian sama-sama sedang mengabdi di ee pelayanan publik. Dan oleh karena itu, cita-cita Indonesia Emas 2045 kami yakin akan semakin berpotensi terwujud dengan komitmen kolektif kita terhadap Korpu melalui Korpu Summit ini. Saya tidak terlalu panjang karena di sini ada beliau-beliau yang luar biasa. Pak Kalan dan Pak Wamen hadir sendiri. Kita berikan apresiasi atas komitmen beliau semua. Mudah-mudahan sekali lagi Korpu akan menjadi bagian dari strategi utama. Kalau bisa jangan ada kata-kata terlalu sibuk untuk kembali belajar. Jangan ada kata-kata terlalu apa istilahnya mungkin selain terlalu sibuk sudah terlalu terlalu tinggi ilmunya untuk kembali belajar. Insyaallah tidak ada hal seperti itu. Karena dunia terus berubah. ee relevansi dari apa yang kita pelajari itu juga terus ee berubah terutama teknologi. Kami sempat diskusi dengan Pak Kepala BPSDM gitu. Ee tantangannya, Pak, terakhir sebelum kami tutup memang contoh di Jawa Timur sendiri saya berangkat dari menjadi bupati salah satu kabupaten yang kalau untuk ukuran Jawa Timur relatif lebih kecil jumlah penduduknya dan economic size-nya. Jadi dengan Jawa Timur ini kita bicara PDRB itu hampir 3.000 triliun. Tapi kalau bicara mungkin dulu Trenggalek itu ya apa mungkin ee PDRB 100-an lah ya kira-kira Pak. Dulu saya sama Pak Brigen Doni ini kita berkolaborasi di Trenggalek. Beliau Kapores saya sekarang sudah jadi pimpinan di KemaPAN RB. Luar biasa mungkin dapat anu berkah Trenggalek Pak. Jadi Bapak karirnya naik terus jadi jenderal sekarang. Tapi apa yang ingin kami sampaikan memang enggak semua bidang ee atau sektor itu ee daerah punya kemampuan untuk membangun SDM-nya gitu. Jadi saya terusang a saya buka di sini gitu. Pada saat kita kurang begitu ee apa puas dengan kinerja salah satu dinas. Nah, ini dinas teknis gitu ya waktu itu. Kemudian jawaban dinasnya, "Pak, sebenarnya kalau bisa bukan saya juga enggak apa-apa." Tapi lucunya saya tidak punya pilihan lain karena memang pool of talent-nya itu terbatas kalau kita bicara tingkat kabupaten kota, terutama kabupaten. Tentu kalau Surabaya ya pasti banyak Sidoarjo, Malang misalnya itu banyak pool of talent-nya gitu. Yang mau juga banyak dari luar juga berbondong-bondong pengin ke situ. Tapi jarang gitu tanya eslon 3 yang sudah di Sidoarjo di Malang mau enggak bisa naik eslon 2 tapi ke daerah lain? Kalau di kepolisian bisa naik naik naik. Jadi dari AKBP ke Kombes di mana aja ditempatkan bisa. Dari Kombes mau jadi Brigjen di mana saja siap ditempatkan. Tapi ternyata ASN enggak kayak begitu kan di pemda. Jadi buka lelang jabatannya enggak ada yang daftar. Nah, sehingga memang kami lihat mungkin juga menarik waktu itu kita ingin misalnya rumpun infrastruktur, rumpun agro itu kemudian kita melakukan pemetaan kompetensi dan talent pool yang lebih holistik. Minimal seJawa Timur kita punya 38 kabupaten kota. sehingga jangan sampai bupati-bupati itu kemudian saya utama bupati karena kalau kota biasanya agak metropolis orang senang gitu berkarir di situ. Itu tidak kesulitan untuk memiliki talent pool. Jadi bupati bisa aja dia buka lelang jabatan, dia pengin transparan, tidak pengin favoritisme, pengin meritokrasi, tapi enggak ada yang daftar, Pak. Lelang jabatan. Akhirnya talent pool-nya itu-itu saja. Sedangkan kemampuan untuk melakukan quality control atau pengembangan SDM kalau hanya tingkat kabupaten untuk bidang ilmu tertentu sangat terbatas. Dan mudah-mudahan juga satu lagi kita jangan bicara struktural saja hari ini kan fungsional. Jawa Timur termasuk salah satu yang sudah mengurangi ribuan jabatan eselon 4. Tapi saya ngalami sendiri. Orang terdekat saya bilang, "Pak, kalau enggak dilantik enggak afdol. Maunya yang ada struktural gitu. Padahal mau jadi eslon 3 sekarang sudah enggak perlu lagi menjadi eselon 4, tapi melalui jabatan setara eslon 4. Tapi kalau mau ngambil jalur fungsional rumitnya bukan main. Meskipun memang di Kemenpan RB sudah disederhanakan sekarang prosesnya. Jadi banyak sekali realita di lapangan yang tentunya harapan kita bisa dijawab dan semua relevan dengan Korpu ini. Mudah-mudahan Cororpu Summit 2025 ini bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk bisa kalau dalam bahasa Inggris cherish atau istilahnya mensyukuri, menikmati, meresapi ee anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita untuk bisa menjadi abdi masyarakat. Terima kasih Pak Kalan, Pak Wamen, dan seluruh pimpinan. Selamat datang di Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Hadirin sekalian, selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia kepada Bapak Komjen Polnawirawan Purwadi Aranto. Disilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang saya hormati Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elistianto Dardak. Kemudian Kepala LAN Republik Indonesia Bapak Muhammad Taufik. Hadir di sini juga Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Suharmen. Kemudian Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Ramlianto selaku tuan rumah. Terima kasih acaranya megah. Mungkin saya baru kunjungan pertama tapi pandangan pertama pantas untuk tempat retreat, Pak. [Tepuk tangan] Kebetulan selesai dari sini saya ke Jogja terus langsung retreat ke Magelang. Jadi ini pengantar retreat juga, Pak. Saya diretre di Magelang hari Kamis sampai hari Jumat retreit kedua. Ee seluruh ee peserta Corpu Summits 2025 serta hadirin yang berbahagia. Ee tentunya ee pada hari ini ee saya bersyukur bisa hadir di tengah-tengah para hadirin semua. Ee sebenarnya saya ingin datang cepat. Saya jam .30 sudah bangun, Pak. Saya terlambar setengah jam karena pesawatnya, bukan karena sayanya. Mohon maaf sebelumnya. Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi kepada kepala LAN bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah menyelenggarakan forum strategis ini. tentunya Corpus Summit 2025 menjadi ruang penting untuk memperkuat ekosistem pembelajaran ASN terutama dalam menyiapkan SDM aparatur yang responsif, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Tentunya kegiatan ini juga menegaskan bahwa komitmen kita untuk memperkuat transformasi pembelajaran ASN melalui pendekatan corporate university atau kita kenal CORPU sebagai sistem pengembangan kompetensi terintegrasi inklusif dan berorientasi pada kinerja. Dengan pendekatan ini, setiap Pak Nen belajar secara berkelanjutan, relevan dengan tugasnya, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Karena pelayanan publik ini benar-benar ditunggu di depan masyarakat. Bapak, Ibu hadirin sekalian yang saya banggakan. Arahan Presiden menekankan bahwa birokrasi harus responsif, cepat dalam mengimplementasikan kebijakan, efektif dalam penggunaan anggaran, dan bebas dari praktik korupsi. Presiden juga memberikan perhatian besar kepada pengelola ASN baik disiplin, produktivitas maupun peningkatan atas kompetensinya. Di ruang inilah ee kita berkumpul dalam rangka meningkatkan kompetensi semua ASN yang ada di lingkungan kerja kita masing-masing setelah kembali dari sini. Karena itu, reformasi birokrasi tidak cukup hanya menyederhanakan prosedur, tetapi juga memastikan aparatur memiliki kompetensi yang relevan dan mampu memberikan layanan yang berdampak bagi masyarakat luas. Dalam Asta Cita Presiden Wakil Presiden, penguatan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama. Agenda ini menempatkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, sains, dan teknologi, prestasi olahraga, serta kesetaraan gender dan peran pemuda sebagai pondasi daripada kemajuan bangsa. Dalam konteks birokrasi ini mengartikan bahwa kompetensi ASN harus terus dikembangkan agar aparatur mampu memberikan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak seperti yang kita inginkan bersama. Setelah melihat arah pembangunan SDM dalam Asta Cita, potret ASN ini memberikan gambaran konkrit yang tentang tantangan dan peluang kita. Kenapa kita meskipun saya mantan polisi Komjan saya sudah jadi sipil, Pak. Jadi saya bagian dari rekan-rekan semua. [Tepuk tangan] terakhir eh saya sebagai kalem diklat PORI, Pak. Terakhir jabatan saya. Sebelumnya juga saya pernah jadi sestama di Lemanas. Tadi yang jemput saya juga barang Burini juga sestama saya dulu di Lemhanas RI. Nah, kemudian ya 4 tahun terakhir saya bergelut di dunia pendidikan sebelum ee berakhir di Kementerian sebagai wamen 4AN RB. Saat ini jumlah ASN mencapai lebih sekitar 5,5 juta orang dan 76% berada di daerah dengan mayoritas berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Selain itu, 63% ASN menduduki jabatan fungsional yang membutuhkan pembelajaran yang relevan dan praktik kerja sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan kapasitas ASN tidak dapat lagi bergantung pada pelatihan klasikal yang terpusat. Kita membutuhkan pengembangan kompetensi yang terintegrasi, menjangkau daerah terkait langsung dengan pekerjaan sehari-hari dan berdampak kepada pelayanan publik yang ada di masyarakat. Lalu muncul pertanyaan penting, pengembangan kompetensi seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan? Pengembangan kompetensi menjadi pondasi untuk membangun aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tuntutan birokrasi modern. Kita perlu menutup kesenjangan kompetensi memastikan seluruh ASN mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dari masyarakat sekaligus harapan masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu. ASN juga harus memiliki literasi digital dan kemampuan berkolaborasi lintas sektor serta merespon terhadap perubahan. Tidak kalah pentingnya kita perlu memperkuat global mindset dan soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, empati, kepemimpinan dan sebagainya yang sudah disiapkan di BPSDM ini. Pembelajaran pun harus terintegrasi dan berkelanjutan. tidak hanya mengandalkan pelatihan klasikal, tetapi melalui pengalaman kerja, interaksi, dan mentoring. Dan yang terpenting akses pembelajaran harus merata dan inklusif menjangkau ASN di pusat maupun daerah sesuai dengan kebutuhan dan daerah masing-masing. Urgensi pengembangan kompetensi ASN juga diperkuat secara hukum. Undang-undang nomor 20 tahun 2023 mengamanatkan bahwa pengembangan kompetensi harus dilakukan secara terus-menerus melalui sistem pembelajaran terintegrasi. di mana pada pasal 49 menegaskan bahwa pembelajaran ASN harus yang pertama terintegrasi dengan pekerjaan. Kedua, menjadi bagian penting dan saling terkait dengan manajemen ASN dan yang terakhir dilakukan bersama pegawai ASN lain lintas instansi maupun pihak terkait. Tentunya pendekatan ini memastikan bahwa pembelajaran bukan sekedar pelatihan sesaat, tetapi budaya belajar yang melekat pada proses kerja sehingga kompetensi ASN benar-benar berkembang dan berdampak pada pelayanan publik. Mungkin output keluar dari sini output-nya pesertanya rajin membaca buku karena baru mulai kehidupan itu dunia dibuka. output-nya gimana? Mereka keluar dari sini senang membaca buku karena masih banyak ilmu-ilmu yang tersebar di luar yang harus dipahami bersama. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan ke dalam strategi pengembangan kompetensi yang terintegrasi. ASN adalah pembelajar. ASN adalah pembelajar sepanjang hayat. Sehingga mengembangkan kompetensi tidak bisa hanya tergantung pada pelatihan di kelas ini saja. Sebagian besar pembelajaran justru terjadi saat menjalankan tugas sehari-hari. Karena itu pola pembelajaran 7010 [Musik] menjadi penting. Sekitar 70% berasal dari pengalaman kerja langsung dalam pemecahan masalah yang ditemui sehari-hari. 20% dari interaksi dan mendapatkan umpan balik termasuk kucing dan mentoring dan hanya 10% melalui pelatihan formal di kelas. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih relevan dengan pekerjaan, lebih cepat diterapkan, dan lebih berkelanjutan. Sistem pembelajaran terintegrasi mendorong ASN untuk belajar dari pengalaman dari lingkungan sosial, pemanfaatan platform digital, serta tetap mengikuti pelatihan formal yang terarah. Inilah budaya belajar yang ingin kita bangun di setiap instansi pemerintah. Bapak, Ibu hadirin sekalian yang berbahagia. Strategi pembelajaran terintegrasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari roadmap nasional pengembangan kompetensi ASN menuju Indonesia Emas 2045. Hingga 2024 ini fokus kita adalah membangun smart ASN, yakni ASN yang memiliki kompetensi tinggi, berintegritas, berwawasan global, mampu beradaptasi dengan perubahan dan pemanfaatan teknologi dan pelayanan publik yang semakin luas dan menuntut kualitas. Memasuki periode 2025-2030, tuntutan semakin berkembang. ASN harus menjadi robus dan relicious, lebih adaptif, produktif, fleksibel, empati, responsif, serta ramah terhadap lingkungan. Kemudian pada tahun 2031 2045, ASN ditargetkan menjadi aparatur yang kompetitif. profesional mampu mengambil keputusan dalam setiap risiko yang ada dan tetap efektif bekerja di bawah tekanan. Ini pekerjaannya terus di bawah tekanan nih, Pak. Tapi saya harap jangan merasa tertekan. Tahapan ini menunjukkan bahwa kebutuhan kompetensi ASN terus bergerak. Karena itu sistem pembelajaran yang terintegrasi melalui pengalaman kerja, interaksi sosial, dan pelatihan formal menjadi kunci memenuhi future skill mewujudkan Indonesia Mars tahun 2045. ROT map tadi menunjukkan arah kompetensi ASN menuju 2045 untuk mencapai soft skill menjadi kunci. ASN perlu memiliki learning, agility, kemampuan berpikir strategis dan mengambil keputusan kreatif, memiliki integritas, kolaborasi, dan mempunyai daya tahan dalam menghadapi perubahan. Di sisi kepemimpinan, kemampuan mengelola orang berorientasi pada hasil dan menjaga kualitas pelayanan publik menjadi sangat penting termasuk kemampuan pengelolaan keberagaman. So soft skill ini akan menentukan kualitas kepemimpinan dan pelayanan bagi ASN sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi. lintas sektoral. Selain soft skills, ASN juga harus memperkuat hard skill yang semakin penting di era digital seperti mengelola data analisis, literasi digital, keamanan cyber, manager proyek, artificial intelligence, dan machine learning, serta analisis kebijakan yang berbasis kepada bukti tentunya nya penguasaan kemampuan ini akan membuat ASN lebih efektif, bermanfaat dan mampu memanfaatkan teknologi serta menjalankan program strategis pemerintah dengan aman, tepat sasaran, dan penguasaannya dapat secara cepat di dapat. Bapak, Ibu hadirin sekalian. Tentunya penguatan kompetensi ASN tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Setelah kita melihat kebutuhan soft skill dan hard skills yang semakin kompleks, kita perlu bergeser dari ekosistem di mana setiap instansi berjalan sendiri menuju ekosistem pembelajaran yang kolaboratif. Dalam ekosistem ini, pemerintah, swasta, akademisi, media, dan komunitas memiliki peran yang saling melengkapi. Swasta menyediakan teknologi dan platform, akademisi mengembangkan kurikulum, media membantu penyebaran pengetahuan, dan masyarakat memberikan umpan balik terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Di sinilah Corporate University berperan sebagai orkestrator ekosistem pembelajaran, yaitu dengan menghubungkan berbagai pihak, memastikan pembelajaran relevan dengan visi misi organisasi dan tujuan pembangunan nasional serta membawa praktik baik di seluruh instansi. Dengan pendekatan kolaboratif ini, penguatan kompetensi ASN dapat berlangsung lebih cepat, lebih terarah, lebih berdampak sehingga mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Dalam ekosistem pembelajaran yang kolaboratif ini, LAN RI berperan sebagai National Center of Excellence sekaligus walidata pengembangan kompetensi ASN. LAN RI mengkoordinasikan sebagai pusat unggulan teknis agar pengembangan kompetensi berjalan terarah dan saling menguatkan. Namun tentunya upaya ini tidak dapat dijalankan sendiri. RI bersama BPSDM Provinsi Jawa Timur dan instansi pembina lainnya berkontribusi memperkuat kebijakan dan ekosistem pengembangan kompetensi ASN sehingga impas implementasinya lebih terarah dan berkelanjutan. Oleh sebab itu agar Bapak Ibu sekalian di seluruh instansi ya diharapkan yang pertama memiliki rencana pengembangan kompetensi 5 tahunan yang terintegrasi secara nasional. Setiap ASN menyusun dan melaksanakan individual development plan atau IDP sebagai bagian dari SKP. Kemudian akses pembelajaran menjadi merata bagi seluruh instansi pemerintah. LAN dapat berperan aktif dalam merumuskan perencanaan dan melaksanakan kebijakan pengembangan kompetensi yang terintegrasi dan berkelanjutan. tentunya tersedia konten pembelajaran yang berkualitas dan memberikan dampak pada kinerja individu dan organisasi. Kemudian terbentuknya forum atau asosiasi corpu sektor publik sebagai wadah berbagai praktik baik dan kolaborasi yang terus berkelanjutan. Transformasi birokrasi tidak hanya berjalan tanpa transformasi kompetensi ASN. Oleh karena itu, penataan ekosistem pembelajaran menjadi kunci agar pengembangan kompetensi lebih terarah, terukur, dan berdampak pada kinerja pelayanan publik. Melalui corpus summit ini, kita berharap lahirlah terobosan sinergi, kesepaman bersama dalam menata ekosistem pembelajaran ASN yang berkolaboratif dan berkelanjutan. ASN yang berkolaboratif berkelanjutan dan saya meyakini LAN bersama BPSDM dan seluruh instansi pemerintah mampu mempercepat agenda ini demi mewujudkan ASN yang profesional dan Indonesia yang semakin maju. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] Hadirin sekalian, selanjutnya marilah kita simak sambutan sekaligus membuka secara resmi ASN Corpus Summit 2025 ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Republik Indonesia. Kepada yang terhormat Bapak Muhammad Taufik di disilakan. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Sebelum sebelum salam biasanya pantun dulu gitu ya. Mohon izin. Fajar merekah membuka zaman. Cahaya ilmu menerangi perjalanan. Corpus summit kita selenggarakan menguatkan ASN dalam transformasi pembelajaran. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati, yang sama-sama kita banggakan, Bapak Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Bapak Komjen Polisi Perwati Haranto. Yang saya hormati ee guru saya ini sebenarnya kalau ketemu selalu saya belajar sama Pak Wagub nih, Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elistianto Dardak, PhD. Yang saya hormati Bapak Wakil Kepala BKN, Pak Armen, sahabat saya. Yang saya hormati kawan-kawan dari JPT Madiah Lembaga Administrasi Negara. Lengkap ini dari Deputi 1 Pak Agus ee deputi kualitas kebijakan. Kemudian dari Bu Erna ee deputi transformasi pembelajaran lembagaasi negara. Ada Bu Pak Witri Widoto, Deputi Penyelenggaraan Kapasitas ASN sampai pada penjaminan mutunya Bu Harmi, deputi penjaminan mutu untuk e pengembangan kompetensi. Yang saya hormati hadir juga di sini Bapak Sekretaris Utama BSN Bapak Susilo. Yang saya hormati di hadir eh Pak Doni tadi Pak Jenderal Doni ya. Sebentar lagi bintang ee tiga ya bintang amin gitu. Yang saya hormati Pak Tasdik ini sesepuh kita staf khusus kemudian Pak RB yang saya hormati Bapak Rektor ya Pak Ramli. Luar biasa makasih banyak Pak Ramli. Ini tadi ini suasananya bintang lima ya suasananya. Tadi Pak Wamen sampaikan memang ini kelas-kelas untuk ee Korpu khusus ya. Pak Wagub terima kasih. Ini standarnya luar biasa ya untuk jadi ke depan nanti seluruh BPSDM Indonesia standarnya harus seperti ini nih ya. [Tepuk tangan] Yang saya hormati kawan-kawan JPT Pratama Lembaga Negara, jajaran pimpinan pada ee Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan tentunya para peserta ee Corpus Summit ini ada pimpinan-pimpinan Kepala BPSDM ada Bu Uus dan kawan-kawan saya lihat lagi BPSDM ada Pak Edwi Pak Edward ya ee mana lagi yaah Bu apa ee ee Kepala BPSDM Jawa Kalimantan Timur banyak sekali ini ya ee dan tentunya semua yang hadir ee terima kasih banyak. Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah kita bisa hadir dalam acara Corpus Summit dalam keadaan sehat, dalam keadaan semoga kita mendapatkan keberkahan ini auranya, aura keberkahan ini Pak Wagub karena semua adalah pejuang kompetensi. ya memperjuangkan kecerdasan bangsa, tidak hanya bangsa, tapi kecerdasan para pelayan bangsa. Luar biasa, Bapak, Ibu sekalian. Jadi, pertama tentunya kita akan ee selalu berpikir mengapa kita hadir jauh-jauh dari sini ya, dari berbagai daerah ya ee apa ee di untuk hadir pada acara summit ini acara yang pertama kali kita lakukan. Bapak Wamen, Bapak Wagu, Bapak Ibu sekalian, Pak Harmen, kawan-kawan semuanya. Jadi ini yang kita menghadapi sebuah perubahan perubahan yang sangat besar. Ini real ya kalau kita bicara tentang perubahan yang kita sering mendengar, tapi ini kita bicara tentang bagaimana orang survivis di dalam menghadapi perubahan ya. Ee apa namanya ee CEO-nya Jenderal Elektrik itu ya ee Le Eukoka itu sangat terkenal sekali. Dia bilang bahwa dalam menghadapi perubahan ini kalau kita belajarnya lebih lambat dari pelajaran, maka sebentar lagi kamu akan melihat organisasinya mati. Ya, sebentar lagi organisasi mati. Ya, if you apa? If your organization learn slower than the eh pass of chain yang eh di lingkungannya, maka e kita akan sebentar lagi ngelihat organisasi itu mati. Jadi kita ini harus cepat ya. Jadi, bagaimana bayangan yang kecepatan? Misalnya kita lihat ee data orang itu teknologi telepon, line telepon itu untuk dapat ee 100 juta pelanggan itu butuh eh ee 50 juta pelanggan butuh 100 tahun ya. Nah, dengan perkembangan teknologi yang ada eh Angry Bird itu 3 bulan dia R juta. Habis itu disusul namanya apa? Candy Crus. Ya, mungkin yang Bapak Ibu enggak mungkin umur kita itu gak nyampai ke sana karena ini apa permainan-permainan game yang anak-anak ini sekarang main cepat sekali, cepat sekali. Nah, kok di pemerintahan ini ini Pak Wagub dan ee timnya paham betul ya bagaimana perubahan kebijakan cepat sekali berubah ya bukannya kemudian gak konsisten karena memang pemerintah juga dihadapkan pada lingkungan yang berubah cepat ya dinamis sekali. Nah, untuk itu maka ini tidak bisa kita bicara tentang bagaimana cara kemudian belajar yang biasa-biasa saja. Belajar yang konvensional itu sudah ditinggal ya. di sini hadir ee dari ini tadi saya lupa menyapa kepala pusat ee dari PLN pembelajaran PLN Buendah mana Buenda ya dari PLN Corporate University ya ini BUM BUMN sudah bergerak bikin corpus ada PLN Corporate University ada eh Mandiri Corporate University Telkom Corporate University semua adalah untuk mengawal tadi proses transformasi semua untuk mengawal tadi perubahan-perubahan yang cepat kalau tidak di ee kemudian didukung dengan cara belajar yang berubah, yang cepat, maka ketinggalan tadi mati ya, organisasi itu mati. Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah tantangan yang real ya, bahwa pemerintah pun tidak akan kemudian berbeda menghadapi perubahan dengan organisasi, korporasi, swasta dan BUMN. Kita hidup bareng-bareng di sini, di republik ini, di dunia ini. Customer kita sama, yaitu kurang lebih 280 juta e penduduk yang kemudian harus kita layi. Sama dengan BUMN, sama dengan korporasi, customernya sama, caranya beda. Tetapi belajarnya tadi kita perlu kemudian perbaiki sama-sama apa namanya dengan cara tadi menerapkan corporate university. Jadi, Bapak Wamen, Bapak, Ibu sekalian, inilah kita berkumpul semuanya dalam rangka tadi kita menyiapkan sebuah cara belajar baru untuk menghadapi sebuah perubahan besar yang kita hadapi di lingkungan kita. Mengapa corporate university? Yang pertama karena corporate university tadi adalah bagaimana kemudian menyelesaikan problem sekarang ini ada kepemimpinan dan belajar. Ini suatu dua yang terpisah manajemen kemudian belajar. ini berpisah corporate university yaak corporate university adalah bagaimana kita sesuai kita juga terbitkan aturannya juga dan sudah ada peraturan pemerintahnya rancangannya dan bagaimana pimpinan puncak organisasi harus memimpin ya ini alhamdulillah Pak Wagup Pak Wagub dan Pak Bu ee Gubernur ya sudah melakukan memimpin langsung Corporate University ee Jawa Timur ini sebagai contohnya ya dan di sini kita ada kurang lebih kita sudah melakukan ee pemetaan ada 350 lebih instansi yang sudah menerapkan corporate universiti sama prinsipnya gubernur, bupati, menteri, kepala lembaga memimpin langsung proses belajarnya tadi. Yang kedua, belajarnya ini tidak konvensional tadi ya. Belajar itu konvensional dalam arti hanya di kelas, tapi ini tidak. 90% ada di tempat kerja untuk memastikan proses kepimpinan, manajemen, dan learning tadi menjadi sebuah ee hal yang terintegrasi. Kita nyebutkan pembelajaran yang terintegrasi. Ya. Yang berikutnya adalah bagaimana kita membangun sebuah cara belajar yang kolaboratif, tidak tersekat-sekat. Ini yang problemnya sekarang, Pak Wagub. Ini masih banyak kita target-target yang kemudian apa namanya harus dikeroyok bareng-bareng. Tidak ada satuun kemudian instansi pemerintah bisa menyelesaikan persoalan pembangunan sendirian. Tidak ada satuun organisasi sekarang ini bisa menyelesaikan sendiri. Mau BUMN, mau korporasi, semuanya kolaboratif. Nah, ini yang kemudian dengan corporate university kita pastikan pembelajarannya kolaboratif antar OPD, antar instansi pemerintah, pemerintah dengan korporasi, BUMN dengan korporasi dan seterusnya. Dan yang kemudian yang terakhir adalah bagaimana pembelajaran itu real berdampak ya, bagaimana menghasilkan inovasi dan seterusnya. Saya sampaikan bahwa Korpu itu punya peran yang sangat strategis dalam reformasi birokrasi. Pak Wamen, saya sampaikan kemarin ke Buri ini juga ini eranya sekarang reformasi birokrasi mesin utamanya adalah corpo. Mengapa? Satu, Korpu ini bangun budaya, transformasi budaya. Dua, memenuhi kebutuhan kompetensi untuk pekerjaan yang baru. Bapak, Ibu sekalian, ini menarik kalau kita melihat laporan World eh Economic Forum, saya selalu sampaikan 170 juta dalam waktu ee 2030 di dunia ini ya muncul pekerjaan baru menggantikan ada 90 jutaan. Di Indonesia 23 juta pekerjaan digantikan R5 juta. Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah tanda dalam arti banyak pekerjaan kita ini 5 tahun ke depan tidak relevan. Kalau kita tidak melakukan kemudian penyesuaian skill kita, maka kemudian kita akan enggak relevan. Nah, untuk itu maka undang-undang memerintahkan ASN wajib belajar berkelanjutan agar selalu relevan dengan organisasi Bapak, Ibu sekalian. Dan itu tadi yang ee kedua tadi pemenuhan ee apa? transformasi budaya, pemenuhan kompetensi. Dan yang terakhir tadi saya sampaikan Pak Wagub ini engine untuk menghasilkan inovasi. Mengapa masyarakat di sana menuntut adanya sebuah terobosan-terobosan? kita dihadapkan kemarin 2 tahun ini ya kira kurang lebih ya ee tantangan anggaran ketidakpastian karena memang pemerintah juga bekerja secara agile. Kita pun anak buahnya juga harus kemudian agile. Ini yang kemudian tadi kita harus bagaimana menemukan cara belajar yang inovatif dan menghasilkan tadi banyak terobosan di dalam pelayanan Bapak Ibu sekalian. Jadi ini yang kemudian kita dalam forum yang ee sangat baik ini ya, kita tujuannya adalah bagaimana membangun sebuah kolaborasi. Nah, problem utamanya adalah kita korpu ini memerlukan cara hidup yang ekosistemnya beda dengan namanya ee lembaga diklat. Lembaga diklat ekosistemnya ada trainer, ada fasilitator, ada coach mungkin ya, ada penyelenggara dilakukan sendiri-sendiri. tadi Pak W bilang ekosistem sistem yang kemudian tertutup sendiri-sendiri. Korpu beda, ekosistemnya beda. Dia kolaboratif karena dia sifatnya strategis kemudian sifatnya kemudian terbuka ya harus menghasilkan tadi dampak nyata. Maka tadi sifatnya harus kolaboratif. Ekosistemnya apa? Yang pertama adalah kita melihat sini di sini semuanya adalah bagian dari ekosistem. Tidak ada kemudian kita lakukan sendiri-sendiri tapi kita lakukan secara kolaboratif. Yang kedua kita kemudian di sini ada ada kawan-kawan dari PLN kemudian dan dari ada Telkom dan seterusnya. Ini bagian dari ekosistem ya. Pembelajaran Korpu ini kita akan lakukan bersama dengan kawan-kawan dari BBUMN, dari korporasi ya, dari perguruan tinggi ya, tidak hanya di dalam negeri, luar negeri juga sama ya kita akan ajak. Nah, Bapak Ibu sekalian, ini yang sudah kita lakukan tahun kemarin kita kumpulkan 300 pimpinan korporasi ya, namanya B300 karena Best 300 ya hadir dan mereka siap men-support kita ya. Kemarin ada beberapa program yang sudah dilakukan bersama korporasi, ada ASN Tal Academy, ada Reformer Academy dan seterusnya ada beberapa platform yang di-support mereka dan seterusnya dan ini bukan LAN saja Bapak Ibu sekalian. ini adalah bagian kita akan undang mereka untuk memperkuat ekosistem corporate university nanti ya. Nah, Bapak Ibu sekalian yang lainnya adalah tentang kita juga perkuat kolaborasi dengan kawan-kawan di ee luar negeri. Ada apolitik ya, ada TBI ya dan seterusnya. Yang sekali lagi saya sampaikan corpus summit ini kita memperkuat tadi pembelajaran model baru yang lebih kolaboratif, lebih berdampak dan kita pastikan bahwa apa yang menjadi arahan Bapak Presiden ini kita bisa kemudian dukung dengan adanya corporate university. kita sudah lakukan tahun ini ada di bawah corporate ada akademi pengentasan kemiskinan ada akademi koperasi merah putih ya untuk memastikan program-program Bapak Presiden itu bisa kemudian didukung oleh ASN-ASN yang terampil memastikan tadi sasaran-sasaran strategis Bapak Presiden bisa terpenuhi. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee kita harapkan nanti dengan adanya Korpu ini selain ada kolaborasi, kita juga sudah mulai kemudian ada sharing ya mengenai apa program-program tadi yang bisa kita lakukan yang real ya. Tadi kita perlu apa? Sharing mengenai pembelajaran tempat kerja berdampak. Tadi mungkin Bu Erna nanti akan sharing pengalaman bikin akademi dan seterusnya. Karena di PLN juga sama di PLN itu kemudian korpusnya ada akademi-akademi sesuai dengan tadi e kebutuhan tadi untuk melakukan transformasi dan ini kita akan lakukan nanti ee mungkin di pemerintah daerah atau di kementerian, lembaga ada beberapa hal yang tadi yang mungkin bisa kita lakukan bersama-sama. Nah, yang lain adalah tentunya kita harapkan tadi Korpu ini bisa kita ee ee apa namanya dengan ee yang sudah kita rintis kemarin di tempatnya Buerna ini ada direktur khusus nangani ekosistem bagaimana kemudian mengkurasi potensial partner yang ada untuk kemudian kita ajak bergabung pada ekosistem corporate university di Indonesia ini. Jadi nanti kita harapkan nanti kita ee ASN yang kita layani punya akses tadi belajar yang terbaik. Tidak harus kemudian dikungkung kalau belajar itu ya harus dari WI, harus dari ee pejabat birokrasi tapi punya opsi yang lebih ee ee luas. dan Pak Wamen, Pak Wagu, Pak Waka PKN ini terima kasih banyak ini bagian dari ekosistem ya ee dukungan dari Pak Wamen ya dari kebijakan-kebijakan pemain kompetensinya tadi disampaikan luar biasa Pak Armen dengan data BKN yang dengan platform yang digitalisasi layanan ASN luar biasa terintegrasi dengan data-data kita sebut disampaikan ke Pak Wagub learning matricnya nanti semua ASN N ya, ada datanya belajar apa ya, ee apa namanya untuk apa dan seterusnya dan itu nanti akan kita lakukan secara terintegrasi dan kemarin kita sudah juga ee inisiasi ya ee untuk mengumpulkan lembaga-lembaga pelatihan ada lebih dari 120 lembaga pelatihan yang kemudian kita akan satukan menjadi sebuah asosiasi atau apapun ini belum masih berproses tapi intinya adalah kita akan lakukan bersama-sama tadi menghadapi sebuah era baru, era perubahan ya, di mana kita dituntut untuk berubah. Nah, satu hal lagi yang mungkin saya sampaikan mungkin kemarin ee selalu saya sampaikan Bapak Ibu sekalian ini Bapak Presiden selalu kemudian mewanti-wanti ya. Bagaimana kemudian ee apa namanya Pak ASN ini harus berintegritas. dua itu harus kemudian ee betul-betul bekerja untuk rakyat dan yang ketiga adalah bagaimana bekerja untuk sebuah masa depan Indonesia Emas 2045 dengan terada inovasi-inovasi tadi. Nah, ini yang kita harapkan tadi kita lakukan kolaborasi ee program-program yang nyata untuk rakyat, program-program yang tadi kemudian bisa mengantarkan ASN memenangkan Indonesia Mar 2045. Dan untuk itu juga ee saya selalu sampaikan kerja cerdas, kerja keras kita harus diimbangi dengan branding bareng-bareng ya. Jadi ini pengalaman di korporasi sama juga corporate university ini cara kerjanya adalah kita bekerja belajar menghasilkan impact tapi juga nge-branding komunikasi kita komunikasikan. Jadi kemarin di forum kehumasan kami sampaikan mohon dikurangi ee foto-foto yang seremonial meskipun nanti sebentar lagi kita foto pakai jempol ya pakai selalu itu standarnya Pak Wah tetapi kita mulai akan tampilkan hasil inovasinya dampaknya dan seterusnya ya kemudian kita tampilkan bagaimana sebenarnya intinya adalah bahwa ini tidak ada namanya rakyat sejahtera tanpa apa ASN yang kompeten ya. Nah, inilah kemudian makanya kemudian pengembangan kompetensi tidak ada hanya kemudian di lembaga-lembaga pelatihan di kelas-kelas tapi ini ada di mana-mana ya. Petani bercocok tanam di situ, di belakangnya ada ASN. makan bergizi gratis itu kemudian di belakangnya ada ASN yang kompeten. Koperasi merah putih yang kemudian berkinerja bagus, di belakangnya ada ASN yang kompeten. Semuanya ada membutuhkan tadi sentuhan ASN karena tugas ASN tadi memberikan pelayanan dari orang mulai lahir sampai orang mati semuanya butuh layanan ASN. Makanya tadi Bapak Ibu sekalian kita tunjukkan ya kita rombak strategi komunikasi kita. Yang belum punya medsos bikin medsosnya. yang belum kemudian punya kehumasan yang barus kita ee apa namanya? Perkuat kehumasannya. Jadi, Pak Wagup saya matur nuwun, terima kasih banyak. Ini Pak Ramli sudah memberikan contoh banyak ee tim kreatifnya untuk apa namanya mengembangkan medsosnya ya. Ini kita lakukan nanti ee ee bareng-bareng. Jadi kita kumpul hari ini, pagi hari ini untuk sebuah era baru, era kemudian kita belajar cepat, belajar kolaboratif, belajar yang berdampak. Dan itu saya matur nuwun, terima kasih Pak Wagub e dengan dukungannya Pak Wamen, terutama kebijakan-kebijakannya Pak Waka BKN. Matur nuwun. Terima kasih ya dengan ee transformasi yang kita lakukan bareng-bareng ini, kita bisa mewujudkan tadi sebuah era baru pembelajaran dan kepada kawan-kawan semuanya, pimpinan lembaga pelatihan, pimpinan instansi saya mengucapkan banyak terima kasih. Luar biasa 350 lebih sekarang Korpo yang sudah ee ee di apa namanya di di diterapkan di level kementerian, lembaga ee provinsi kabupaten, kota saya. Terima kasih banyak semuanya untuk ee suatu kolaborasi yang sangat indah ini. Bapak, Ibu sekalian, demikian mungkin yang bisa sampaikan. Sekali lagi terima kasih. Semoga segala upaya baik kita, kerja keras kita ini mendapatkan rida Allah subhanahu wa taala dan kita selalu mendapatkan bimbingan pertolongan untuk sebuah kebaikan bangsa ke depan ini. Terima kasih. Bikayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak. kami mohon berkenan untuk tetap tinggal di tempat. Bapak, Ibu hadirin sekalian, selanjutnya akan kita ikuti bersama pembukaan secara resmi ASN Corpus Summit 2025. Untuk itu berkenan mendampingi Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Wakil Kepala BKN Republik Indonesia bersama Wakil Gubernur Jawa Timur. Izin, kami akan menghitung untuk pemukulan gong pada kesempatan pagi hari ini. T du sat. [Musik] Baik, Bapak dan Ibu hadirin sekalian. Dengan ini ASN Corpus Samit 2025 telah resmi dimulai. [Musik] Berikutnya izin Bapak-bapak untuk dapat berfoto bersama. Rekan-rekan dokumentasi, rekan-rekan media silakan mengambil tempat di atas panggung. Bapak, Ibu, kita akan berfoto bersama. Mungkin untuk Bapak dan Ibu yang berada di barisan paling belakang, kami undang untuk dapat bangkit berdiri supaya terlihat di kamera pada kesempatan pagi hari ini. Yang di sudut kanan, sudut kiri semuanya silakan untuk bergabung di tengah. Baik, kita akan berfoto dengan tiga pose. Bapak dan Ibu izin. Pose pertama adalah pose formal. Dimohon Bapak dan Ibu untuk bisa menggabungkan kedua tangan di depan. Kami izin menghitung 1 2 3. 1 2 3. Yang kedua adalah poselan. Silakan untuk membuat tangan menjadi huruf L. 1 2 3 1 2 3 Yang terakhir kita kepalkan tangan kanan kita sebagai simbol sinergi pada kesempatan pagi hari ini. 1 2 3. Terima kasih. Foto bersama selesai. Selanjutnya Bapak Ibu tamu undangan VIP beserta jajaran LAN berkenan untuk meninggalkan tempat acara dan menuju ke Lift Expo. Sementara untuk Bapak Ibu tamu undangan yang lainnya kami mohon untuk tetap berada di tempat. [Musik] Bapak dan Ibu para peserta sekali lagi kami mohon untuk tetap berada di tempat karena kita akan melanjutkan acara pada kesempatan pagi hari ini dengan talk show. Untuk itu, Bapak Ibu mohon bersiap untuk bisa mengikuti talk show pada kesempatan hari ini. [Musik] Baik Bapak dan Ibu, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. masih belum fokus, terpecah begitu ya konsentrasinya. Saya ingin menyapa kembali Bapak dan Ibu tamu undangan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin saya hadir di atas panggung Bapak dan Ibu untuk dapat menyapa seluruh tamu undangan dan juga tamu kehormatan yang telah hadir bersama-sama dengan saya pada pagi hari ini. Bapak dan Ibu, apa kabar semuanya? Baik, boleh saya dengar tepuk tangan sebagai tanda bahwa Bapak dan Ibu siap untuk mengikuti talk show sesi pertama pada hari ini. Senang sekali saya F Patriia akan menjadi moderator pada sesi talk show kita kali ini. Dan tentunya tidak afdol kalau misalnya saya tidak berpantun terlebih dahulu sebelum saya mengundang para narasumber untuk dapat hadir bersama-sama di depan. Jalan pagi di tepi telaga, udara segar terasa meresap. Masih banyak yang belum fokus. Coba ASN Korpu tingkatkan budaya belajar bangsa agar Indonesia Emas 2045 benar-benar tercapai dan mantap. Boleh tepuk tangannya sekali lagi. Terima kasih banyak Bapak dan Ibu. Dan tentunya saya ingin langsung mengundang para narasumber yang sudah hadir untuk dapat menyapa Bapak dan Ibu dan memberikan materinya. Yang pertama ingin mengundang Kepala BPSDM Kemendagri yang terhormat Bapak Dr. Dresas H. Budi Santosa, M.Sc. Boleh berikan applaus untuk dapat menyapa dan juga menyambut kehadiran beliau. Disilakan. Selanjutnya mengundang pula moderat narasumber kita yang kedua, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Aparatur Sipil Negara LAN Republik Indonesia, Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos Empol Administrasi. Silakan, Ibu Erna. [Musik] Silakan duduk, Ibu. Baik, terima kasih. Izin saya bergabung dengan beliau-beliau yang sudah hadir di hadapan kita semua, Bapak dan Ibu. Mic-nya silakan sambil kita coba juga mic-nya sudah menyala atau belum. Baik, Bu Erna. Apa kabarnya hari ini? Baik, Pak. Terima kasih banyak. Tadi saya sudah melihat dari kejauhan. Wah, ini saya akan berbincang dengan beliau dan juga akan siap menyimak apa yang akan beliau sampaikan mengenai topik kita pada kali ini. Ya, saya ingin menyapa juga Pak Buddha. Apa kabar? Baik. Baik ya. Baik. Alhamdulillah siap untuk dapat menyapa Bapak dan Ibu semua. Baik, Bapak dan Ibu hadirin yang kami hormati bahwa pada momen kali ini pertama-tama izinkan saya menyampaikan apresiasi terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu tamu undangan yang telah hadir. Mulai dari awal tadi saya melihat jam 0.00 sudah hadir di ruangan ini. Apresiasi boleh dengan tepuk tangan sekali lagi untuk Bapak dan Ibu. Ini salah satu budaya ASN yang patut kita teladani adalah budaya on time. Bahkan jauh sebelum tamu VIP datang sudah hadir ya. MC belum datang, moderator belum datang sudah pada hadir semua memenuhi kursi-kursi yang ada di sini. Dan pada momen kali ini kita mengangkat tema dukungan kebijakan dalam akselerasi penerapan corporate university. Tadi saya mengutip sebagian dari yang telah disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur bahwa apa yang dikatakan adalah salah satunya tentang lifelong learner. Nah, talk show sesi pertama ini merupakan salah satu di antara dari lifelong learner tadi di mana kita harus selalu haus akan belajar dan juga menimba ilmu dari siapapun begitu ya. termasuk narasumber yang akan disampaikan materi-materi beliau di mana Corporate University atau Corpu ini merupakan pendekatan strategis dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang tidak hanya pada pelatihan teknis saja, tapi juga penguatan budaya organisasi, pengembangan kapabilitas, dan penyelarasan talenta. Tujuannya untuk jangka panjang institusi. Namun keberhasilan implementasi Korpu ini tidak berjalan optimal tanpa adanya dukungan kebijakan yang jelas, terarah, dan berkelanjutan atau sustainable. Untuk itu, melalui kebijakan yang kuat corporate university ini bisa memperoleh legitimasi arah pengembangan, serta standar tata kelola yang memastikan proses pembelajaran ini bisa berjalan dengan sistematis, terintegrasi, dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi. Jadi pada sesi talk show kita kali ini, kita akan menggali lebih jauh bagaimana kebijakan ini berperan dalam mempercepat penerapan corporate university serta akan kita ketahui tantangannya apa saja dalam mengimplementasikan serta strategi sinergi antar pemangku kepentingan agar pengembangan talenta dan pembelajaran organisasi ini bisa berjalan dengan efektif, adaptif, dan selaras dengan visi pembangunan nasional agar tercapai apa yang telah menjadi tema besar kita kali ini, yaitu ASN. En Corpu transformasi pembelajaran menuju Indon
Resume
Categories