Transcript
B58s0PWexlY • ASN Belajar Seri 48 | 2025 - Integritas ASN:Pelajari, Pahami, Jalani Cegah Korupsi Dimulai dari Diri
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0284_B58s0PWexlY.txt
Kind: captions Language: id [musik] [musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan [musik] penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala [musik] tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak. Bersama [musik] ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. [musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [musik] Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan [musik] pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi [musik] ASN cetar berkualitas belajar wujud pemerintahan kelas dunia bukan tekad [musik] tanggung sejarah jadi ASN berkualit [musik] [musik] Perbedaan Bapak namanya. Nah, mulai 2015 persisnya Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang menjadi ee banyak pernak-perniknya terutama di perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu. karena dia berpikir ya ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana gitu kan fungsional ya seperti yang Anda lihat selama ini kan guru [musik] atau di bidang kesehatan atau ya sudah selesai dan [musik] ee apa lu serious ee kemewahan wibawa yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu sudah. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya dari Bapeda Kabupaten Bojonegoro. Kami adalah salah satu perwakilan dari peserta diklat perencanaan dan penganggaran angkatan pertama tahun 2024 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. E kesan kami selama mengikuti ee pelatihan ini yang pertama bahwa diklat perencanaan penganggaran ini sangat berarti bagi kami para perencana utamanya yang berangkat bukan dari perencana murni namun dari hasil penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang perencanaan dan penganggaran dalam arti praktis sangat terbatas. Melalui diklat yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur ini, kami merasa terbantu dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang memang dibutuhkan dalam kompetensi sebagai perencanaan. [musik] dalam hal penyelenggaraan. Kami memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPSDM yang telah melayani kami dengan sangat baik, sangat profesional, dan tentunya ke depan kami berharap perbaikan-perbaikan ini akan [musik] terus dilakukan sehingga membawa manfaat bagi seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti, peserta diklat perencanaan dan penganggaran Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima kasih atas kolaborasi BPSC dengan BAPENAS dalam meningkatkan kompetensi kami dalam sebagai perencana untuk mendukung pembangunan kabupaten kota dengan fasilitas dan narasumber yang berkualitas menjadikan kami ASN yang berkompeten dan profesional. Semoga ke depan [musik] segala yang kita terima dalam pelatihan ini menjadikan kami ASN yang meningkatkan pembangunan daerah menjadi pembangunan yang maju dan menjadikan Indonesia emas. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. BPSDM luar biasa. Pelatan perencanaan dan penganggaran angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa Timur tahun 2024. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Kepala ee BK DPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu War [musik] seluruh panitia dan teman-teman peserta [musik] pelatihan perencanaan dan penggalan mereka. pertama dan ketiga [musik] indikator kinerja itu kan angel banget indikator kinerja itu secara resmi saya nyatakan diakhiri terima kasih asalamualaikum warahmatullah Cana terus bermti Indonesia BPSDM Ja, terima kasih [musik] [musik] ke dalam satu SKBT saja. misalkan ee berupat itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi e setelah kita masuk juga seperti ini walaupun kita ya [musik] yang lain tata kelola pemerintah yang adui di mana di sini sasaran kita pemerintahan yang berbasis elektronik [musik] sudah Pak Iya ee permisi Pak Lompat ee dari Bu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan saya Ahmad Nur, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun [musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep. Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan perencanaan ini banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat terutama dari pegawai yang memang bukan kompetensi [musik] sebagai perencana tapi ditugaskan untuk melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal yang luar biasa. kami mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat. Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan [musik] maju. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fina Nurilihi, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda, Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani pelatihan ini, saya merasa [musik] mendapat banyak sekali ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang dapat saya gunakan [musik] untuk menyusun dokumen perencanaan yang ada di kabupaten agar dapat mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan Bapak Ibu Widya [musik] Iswara yang telah men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami perencana. Semoga [musik] pendidikan dan pelatihan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara, BPSDM maju, BPSDM [musik] keren. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang [musik] terhormat ee Ibu kelas, yang terhormat juga [musik] pendamping kelas Bapak, yang terhormat ee Ibu dari perwakilan bidang pembansi. [musik] Maaf, Pak. Bapak dan yang terhormat ee rekan-rekan semuanya [musik] dari kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan ee perangkat daerah di Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita semua shalom. [musik] Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati setia saya padahal dulu beliau [musik] juga ee staf di waktu saya sebagai kepala bidang. Ee yang saya hormati para ee teman-teman penyelenggara, panitia dan wabil khusus para peserta tingkat perencanaan dan penganggaran pola kondisi antara dua pemerintah provinsi [musik] Jawa Timur. [musik] Pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan du ye ye. Yeah. [musik] Kami mencoba [musik] menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan [musik] sepenuh hati. Barah kami junjung taguhkan diri dan jadikan pedoman serta [musik] kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi [musik] laksanakan tugas ke bangga negeri berentas [musik] itu melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. [musik] Hoa dari sini sukses dengan hati [musik] tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif [musik] dan berkolaborasi gandeng tangan sanggung tujuan untuk menjadikan ASN [musik] lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan [musik] bangga kami melayani bangsa [musik] Kami dari sini tegas dengan hati tunjukkan kompetensi [musik] dalam harmoni. loyal tanpa batasnya [musik] selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan [musik] satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung bekerja [musik] sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami [musik] melayani dengan bangan kami melayani Danah kami melayani [musik] bangsa. [musik] Halo, Sobat ASN Webinar. Ada informasi penting nih, segera download data sertifikat webinar Anda karena mulai 1 Januari tahun 2026 akan dilakukan riset sistem untuk data pelatihan peserta pada tahun sebelumnya. Berikut video tutorialnya. Klik pada menu download sertifikat. Selanjutnya langsung download semua sertifikat yang tersedia. [musik] Pak, mohon izin untuk pamping bisa. Baik, Ibu silakan untuk kira-kira dalam bekerja harus bisa muktikan bagaimana caranya beren dan Ibu sepertinya agak kebingungan. Ada yang bisa kembali dengan apa itu? Baik saya jelaskan ya dalam kerja permasalahan dengan teknologi yang ada tadi kefisien [musik] jawab mungkin bisa dijelaskan Bu. Baik [musik] terima kasih. Silakan Pak ada yang [musik] kurang jelas tentang ee yang lebih efektif itu Pak. Oke, bisnis itu berbicara bagaimana [musik] kita bisa menyampaikan sebuah permasalahan dengan cara-cara yang lebih cepat, cara-cara yang [musik] inovatif sehingga kita bisa harapannya Saya dengan Ibu Nail dari SMK Negeri 1 Lamongan. [musik] Ya, tentu saja. Jadi ee yang saya rasakan selama belajar dengan Widyayiswara BPSDM Jatim Jawa [musik] Timur, saya merasa ee materi yang disampaikan sudah sangat luar biasa ya. Jadi pematerinya sangat mumpuni untuk menyampaikan [musik] ee materi yang kita dapat. Jadi kelasnya bisa berjalan dengan baik, [musik] ee ngantuknya hilang begitu ya. Jadi terasa sangat menyenangkan sekali. [musik] Yang paling berkesan ee satu hal ya, terutama karena saya ini ibu-ibu, toleransinya dari pemateri sangat tinggi. Jadi yang saya rasakan tadi pengalaman pribadi ketika saya ngantuk, lihat teman kanan kiri juga ngantuk, saya memberanikan diri untuk angkat [musik] tangan dan meminta untuk ice breaking. Eh, langsung dikasih. Luar biasa sekali menurut saya. [musik] Kemudian waktu ada Bu Purwanti meminta izin untuk pamping juga [musik] beliau dan Widyaswara tidak segan-segan untuk secara langsung memberikan ee waktu agar [musik] teman saya bisa pamping. Itu kan menurut saya sesuatu yang luar biasa dan sangat berkesan untuk saya. [musik] Jadi menurut saya selama pembelajaran ini kesan yang saya dapat adalah pembelajaran yang diberikan oleh Widyaswara adalah pembelajaran yang amazing. Jadi narasumbernya mumpuni, kemudian [musik] cara mengajarnya juga bertoleransi tinggi dan ee apa ini namanya? [musik] Ee banyak sekali media-media yang digunakan. Jadi ice breaking-nya pilihannya banyak. Kemudian PPT-nya sangat menarik. [musik] Kemudian banyak tool-tol lain yang digunakan dalam pembelajaran dan itu sangat kami nikmati. Pembelajarannya amazing, menyenangkan. [musik] ee selami lakukan karena jangan sampai kita tidak selamat pagi pagi pagi pagi luar biasa merupakan perintah ataupun siap menerima materi laporan Hai, lanjutkan. Lanjutkan berdoa. Mulai. Misalnya ee Cina menyerang pentagon tapi yang tidak nyerang pakai senjata, tidak nyerang pakai rudal, tidak. Tapi yang diserang adalah sistemahmi. Selamat pagi. Pagi. Pagi. Pagi. Luar biasa. Siapa kita? BB tebukan dadanya. Ayo kita semua. Jangan pernah berputus asa. Karena kita semua. PP penegak pecah. Sekarang kelompok satu menunjuk satu orang sebagai penilai. Jadi memang fair ini nanti ya enggak menilai punya dirinya sendiri. Terserah nanti ada satu orang yang presentasi leadernya filosofinya apa, bagaimana kerja tim yang dia manage atau dia bentuk, kemudian ilmu apa yang didapat dari hari ini. Selamat pagi sahabat ASN. Perkenalkan nama saya Andre Tanggung, peserta Diklat Polisi Pamang Praja Pola kontribusi 100JP kategori keahlian dan keterampilan asal dari Satpol PP Kabupaten Sebab Barat Jaya. Pesan dan kesan selama mengikuti Diksar Polpdm Provinsi Jawa Timur sangat menyenangkan dan mengesankan karena materi yang disajikan sangat baik dan bermanfaat. Fasilitasnya juga sangat lengkap dan para pengasuhnya sangat ramah dan baik. Terima kasih kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk kesempatan yang sudah diberikan kepada kami. Maju terus BPSD Provinsi Jawa Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih. Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar Kalimantan Timur. Salah satu peserta Diksar Pol PP 100JP kategori keahlian dan keterampilan pola kontribusi. Pesan dan kesan saya selama mengikuti Diksar ini sangat menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini karena saya banyak mendapat manfaat dan ilmu baru yang bisa saya terapkan di instansi asal saya nanti. Saya bisa bertemu dan berkenalan dengan peserta lain di daerah lain. Selain itu, fasilitas dari BPSDM Jawa Timur mantap sekali. Salam prajawi bawah BPSDM Jawa Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih. Ayo kita semua. Jangan pernah berputus asa. Karena kita semua. Karena kita semua [musik] PP bangsa. Pus bangsauk mbak yang jalan yang benar jalannya mbaknya ada dagangan nih saya [musik] jual ini kami juga jualan ini aduh kalau gak beli [musik] halo diam Pak, saya melaporkan ini ada yang jualan Pak ya, Pak. Bang, terima kasih [musik] Bapak lagi jualan. Oh, iya benar. Kita kan enggak jualan yang haram-haram ya. Siap. Selamat siang. Banyak nih Pak. Kami dari satuan polisiak ada di sini. Jadi berdasarkan ada kebijakan dari pemerintah provinsi para pedagang yang ada di sekitaran kota diar ini dia diambilkan ke pasar modern situ Pak. Oh ini Pak Tapi banyak di situ ada ya. Setuju yang Pak setuju aja setuju yaang gak apa-apa Pak setuju yaang iya gimana itu aman enggak aman kami yang lindungi tugas kami melindungiak iniang pindah aja kita pindah ya pindah enggak sama-sama ya pindah ya kami angkat ya pindah kami bantuin Boleh, Pak ya. Boleh ya bantu, Pak. Ya, Pak. Gak apa-apa. Silakan, silakan. Nah, di belakang sana, Pak, ya. Waalaikumsalam [musik] warahmatullahi wabarakatuh. Ee saya mengucapkan terima kasih dan sekaligus mewakili saya e kesan dan kesan saya selama melakukan di dasar polp di sini adalah kami merasa sangat bahagia PP berita bersama Kepala Bid Pengembangan Kometensi Fional [musik] Au jajaran [musik] Bapak Sugengi dan tim semuanya yang bertugas para instruktur semua instruktur [musik] dari [musik] Allah Subhanahu wa taala dan dengan mengucap alhamdulillahirabbil alamin pelatihan dasar Polisi Pangeranja Jawa Timur tahun 2024 pada hari ini hari Senin 21 Oktober 2024 secara resmi saya akhiri. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Yeah. [musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan [musik] penuh semangat. Saatnya kita [musik] melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak. Bersama [musik] ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi [musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi [musik] yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia [musik] emas. ASM belajar wujudkan [musik] pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad [musik] pantang menyerah. Jadi ASN getar berkualitas [musik] belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tunjukkan tekad [musik] pantangera jadi ASN berkualitas [musik] sama [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Dan salam sehat untuk semua. Selamat pagi sobat ASN di mana pun Anda berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting dan juga live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Fani Patriia dapat berjumpa dan menyapa sobat ASN dalam webinar ASN Belajar Seri 48 tahun 2025. Persembahan Korpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN Provinsi Jawa Timur melalui BPSDM Provinsi Jawa Timur terpilih sebagai salah satu piloting program e-learning pembelajaran integritas ASN yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan dalam rangka memperingati Hakordia Hari Anti Korupsi Sedunia ASN Belajar sehari 48 tahun 2025 mengusung tema integritas ASN pelajari pahami jalani cegah korupsi dimulai dalam diri. Sobat ASN, seperti yang kita tahu di tengah upaya nasional memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, isu integritas ASN semakin menjadi sorotan. Beragam kasus pelanggaran etika dan korupsi yang masih muncul menunjukkan bahwa penguatan karakter dan kesadaran anti korupsi tidak boleh berhenti. Di lain sisi, tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi mengharuskan ASN untuk konsisten menjunjung nilai integritas dalam setiap tindakan. Perubahan budaya birokrasi tidak hanya bertumpuh pada regulasi saja, tetapi pada komitmen individu untuk menolak segala bentuk penyimpangan. Melalui webinar ASN Belajar SAR 48 kali ini, mari memperkuat tekad bersama bahwa pencegahan korupsi dimulai dari diri demi Indonesia yang lebih bersih dan terpercaya. [musik] Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 48 tahun 2025, marilah kita dengarkan terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Akatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN [musik] Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi [musik] Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 11 Desember 2025, ASN belajar telah memasuki seri [musik] yang ke-48. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar [musik] ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar [musik] untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, [musik] kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan [musik] kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-48 tahun 2025 ini menyajikan salah satu tema penting sebagai bagian tindak lanjut dari penandatanganan naskah perjanjian kerja sama [musik] antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Lembaga dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia tentang piloting program pembelajaran integritas berbasis e-learning bagi ASN di seluruh [musik] Indonesia. sebuah langkah strategis dalam rangka membangun ekosistem pembelajaran integritas yang lebih modern, lebih merata, dan lebih sistematis. Sehingga upaya pencegahan korupsi tidak lagi bersifat sporadis, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi [musik] dalam kultur birokrasi. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-48 tahun 2025 ini mengangkat topik integritas ASN. Pelajari, pahami, dan jalani. Cegah korupsi dimulai dari diri sendiri. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. [musik] Sabat ASN di seluruh tanah air, integritas pada hakikatnya [musik] bukan hanya konsep moral. Ia adalah pilar peradaban, pondasi kepercayaan publik, dan roh yang membuat birokrasi berdiri tegak di tengah godaan, tekanan, dan kompleksitas [musik] zaman. Dalam banyak studi tata kelola negara, korupsi tidak hanya merusak kebijakan atau anggaran, tetapi merusak kepercayaan. Sesuatu yang nilainya jauh lebih mahal daripada angka ekonomi apapun. Dan ASN adalah garda terdepan yang memegang mandat untuk menjaga [musik] kepercayaan itu. Integritas tidak cukup diketahui. Ia harus dipelajari agar dipahami, dipahami agar dihayati, dan dihayati agar menjadi tindakan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. [musik] Integritas adalah sebuah nilai yang menjaga kita tetap tegak ketika godaan datang. yang [musik] menuntun keputusan kita ketika tidak ada yang melihat dan yang memastikan bahwa setiap tindakan kita selaras dengan amanah yang kita emban sebagai pelayan bangsa. [musik] Integritas adalah pondasi yang membuat kebijakan memiliki roh, pelayanan publik memiliki arah, dan birokrasi memiliki martabat. [musik] Ia bukan sekedar aturan tertulis, tetapi kompas moral yang menuntun setiap langkah [musik] kita dari meja pelayanan hingga ruang perumusan kebijakan. Integritas adalah nilai yang membuat pemerintah dipercaya, masyarakat merasa terlindungi, dan negara berdiri kokoh di atas etika, [musik] kejujuran, dan tanggung jawab. Karena tanpa integritas, kecanggihan sistem tidak berarti. Tanpa integritas, kecerdasan tidak menjadi kebaikan. [musik] Dan tanpa integritas jabatan kehilangan makna pengabdiannya. Kita semua tahu bahwa korupsi tidak selalu muncul dalam bentuk besar dan mencolok. Ia sering berawal dari hal kecil. Kompromi moral yang dibiarkan, kebiasaan yang ditoleransi, atau rasa bangga yang pudar terhadap profesi kita sebagai pelayan publik. Karena itu [musik] pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri, dari disiplin kecil yang kita jaga setiap hari, dari keputusan keputusan yang tampak sederhana, tetapi menentukan reputasi [musik] kita sebagai aparatur sipil negara dari kesadaran bahwa setiap tindakan kita adalah wajah negara di mata rakyat. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. [musik] Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Dr. Erna Irawati, Sos, Empol Admin. Beliau adalah Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sandri Justiana, S.Si., M.M. Beliau adalah Kasatgas Manajemen Pengetahuan dan Pembelajaran Digital Komisi Pemberantasan Korupsi [musik] Republik Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Ir. Hendro Gunawan, MA. [musik] CGIC CA. Beliau adalah Inspektur Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-48 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, Sobat ASN menjelang akhir tahun ini kami menghimbau kepada seluruh peserta webinar yang setia mengikuti dari awal tahun hingga saat ini dan belum mengunduh atau download sertifikat webinar selama tahun 2025 agar segera melakukannya. Hal ini untuk menghindari kemungkinan server penuh apabila pengunuhan dilakukan bersamaan pada akhir tahun. Nah, kalau misalnya masih bingung, tata cara pengunduhan sertifikat dapat Sobat ASN lihat pada tayangan video berikut ini. Halo, Sobat ASN Webinar. Ada informasi penting nih. Segera download data sertifikat webinar Anda karena mulai 1 Januari tahun 2026 akan dilakukan riset sistem untuk data pelatihan peserta pada tahun sebelumnya. Berikut video tutorialnya. Klik pada menu download sertifikat. Selanjutnya langsung download semua sertifikat yang tersedia. [musik] Sobat ASN, kita akan segera simak materi pertama yang akan disampaikan oleh narasumber kita yang pertama yaitu Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Ibu Dr. TR Erna Irati Irawati, mohon maaf. Esos Empol Admin. [musik] Selamat pagi, Bu Erna. Selamat pagi, Bapak Ibu semuanya. Selamat pagi juga, Bu Erna. Bagaimana kabarnya pada hari ini? Baik, Mbak. Mendung Jakarta sama Ibu di sini. Di Surabaya juga mendung. kayaknya siang sedikit nanti bakalan hujan deh. Iya, kayaknya musim. Baik, senang sekali kita dapat berjumpa kembali pada sesi sebelumnya. Saya juga berjumpa secara virtual dengan Bu Erna dan hari ini kami bisa mendapati Bu Erna untuk menjadi narasumber dan memaparkan materinya. Tidak sabar, Ibu. Untuk itu waktu kami silakan. Ng, terima kasih banyak, Mbak Fani. Kayaknya beberapa kali kita bertemu. Semoga tidak mengurangi antusiasme semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera Bapak Ibu semuanya yang tergabung di dalam webinar seri kawan-kawan dari BPSDM Provinsi Jawa Timur ini. Saya sangat-sangat mengapresiasi kawan-kawan dari BPSDM Provinsi Jawa Timur yang selalu gercep kalau istilahnya seperti itu. Kemarin kita baru hadir bertemu dengan Pak Ramli dan kawan-kawan dan juga Pak Sekda di hari Anti Korupsi Sedunia di Yogyakarta. di situ salah satunya adalah penandatanganan PKS untuk piloting pembelajaran anti korupsi berdasarkan ee dengan berbasis e-learning yang nanti secara spesifik Bapak Ibu akan mungkin bertemu dengan Mas Andri yang akan menjelaskan secara banyak terkait dengan e-learning-nya dan juga mungkin program-program dari kawan-kawan KPK kalau kita berbicara mengenai anti korupsi. Ee pagi hari ini Bapak, Ibu mungkin ada beberapa yang beberapa kali bertemu dengan kami dari Lembaga Administrasi Negara. Hari ini topiknya sekali lagi kalau bertemu dengan Lembaga Administrasi Negara pasti tentang pengembangan kompetensi. Tapi substansi yang akan kita diskusikan pada pagi hari ini substansi yang sangat-sangat relevan, sering kita dengar dan kemudian mungkin ada berbagai diskusi menarik kalau kita berbicara mengenai ee integritas secara khusus kita berbicara mengenai anti korupsi Bapak Ibu. Jadi saya akan memaparkan beberapa hal yang terkait dengan saya akan memuliinya dari integritas Bapak Ibu. Jadi saya mengangkat temanya adalah integritas aparatur Sipil Negara, pilar utama pencegahan korupsi. Tapi di tadi di dalam pembukaan Pak Ramli juga sudah sedikit menyinggung mengenai bahwa integritas adalah fondasi utama kita ketika kita bekerja di sektor publik. Karena memang tugas kita adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan bertanggung jawab gitu. Jadi saya akan mengangkat isunya adalah integritas. Ee namun di dalamnya kalau berbicara mengenai integritas pasti kita berbicara mengenai perilaku apa yang harus kita tunjukkan untuk menunjukkan bahwa kita berintegritas. Saya akan memulai paparan saya. Ee kalau berbicara mengenai bekerja di sektor publik bahkan di sektor swasta pun sama Bapak Ibu. kita berbicara, kita ingin mendapatkan dan kita ingin menjadi seorang yang disebut sebagai seorang yang profesional. Ketika kita berbicara mengenai profesionalisme, ada tiga komitmen utama yang harus menjadi acuan, yang harus kita pegang, dan harus menjadi acuan kita ketika kita bekerja. Yang pertama adalah komitmen terhadap standar etika. Nanti saya akan membedah tiga komitmen ini dan secara khusus nanti lebih dalam kita akan berbicara mengenai komitmen terhadap integritas. Jadi untuk bisa menjadi seseorang yang profesional Bapak Ibu ada minimal tiga komitmen yang menjadi acuan kita. Yang pertama adalah komitmen terhadap standar etika. Yang kedua adalah komitmen terhadap kompetensi. Dan yang ketiga adalah komitmen terhadap integritas dalam menjalankan tugas, Bapak, Ibu. Jadi, sekali lagi tiga ini yang kalau kita berbicara anti korupsi juga sangat-sangat penting dan sangat-sangat terkait, Bapak, Ibu. Kalau kita berbicara, kita bisa disebut sebagai seseorang yang profesional. Tidak hanya kita berbicara mengenai kinerja kita baik, tapi juga perilaku kita baik. Nah, perilaku yang baik terkait dengan integritas seperti apa nanti akan menjadi diskusi di dalam paparan saya. Jadi, tiga komitmen ini yang melandasi kita bekerja, Bapak Ibu. Yang pertama adalah komitmen terhadap standar etika tadi, Bapak, Ibu. Yang pertama, kalau kita bekerja di sektor publik, kita tahu bahwa kita memiliki nilai-nilai dasar, Bapak, Ibu. Nilai nilai dasarnya berakhlak Bapak, Ibu. berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Kenapa kita harus komitmen terhadap standar etika? Karena ketika kita memiliki sebuah nilai, nilai ini menjadi acuan kita untuk berperilaku. Bapak, Ibu, secara khusus kalau nanti kita berbicara mengenai integritas, dia berada di cakupannya adalah yang akuntabilitas. Bapak, Ibu melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi. Jadi sekali lagi, komitmen terhadap nilai menjadi bagian utama kita ketika kita berbicara mengenai profesionalitas, nilai menjadi acuan kita berperilaku. Perilaku setiap individu yang ada di dalam organisasi membentuk budaya. Budaya organisasi adalah cerminan dari semua perilaku yang ada di dalam ee ee individu-individu yang ada di dalam organisasi. Nah, budaya ini biasanya yang dilihat oleh pelanggan kita, Bapak, Ibu. Mungkin Bapak, Ibu akan mengatakan, "Bu, jarang nih yang nanyain mengenai ee nilai-nilai di sektor publik." Memang Bapak Ibu karena nilai-nilai ini adalah pedoman untuk berperilaku yang dilihat oleh pelanggan kita adalah perilaku setiap individu yang ada di dalamnya yang menjadi budaya tadi gitu. Dan ini menjadi tanggung jawab bersama. Makanya kalau kita berbicara mengenai bagaimana perilakunya untuk nilai-nilai berakhlak yang dilihat adalah misalnya kita bertemu dengan pelanggan kita, apakah kita ramah atau tidak. Itu perilaku kita, Bapak, Ibu. Pelanggan jarang sekali menanyakan, "Eh, nilaimu apa gitu." Tapi melihat eh kalau saya datang ingin mendapatkan pelayanan, bagaimana perilaku orang yang melayani? Kalau saya mau kolosi, bagaimana perilaku dari ASN yang melayani kita? Jadi sekali lagi, komitmen terhadap nilai adalah bagaimana kita memahami nilai-nilai yang menjadi acuan kita bertindak dan kemudian diterjemahkan di dalam perilaku kita. Nah, setiap nilai Bapak, Ibu ada kode etikanya, ada kode perilakunya, kemudian menjadi perilaku kita yang diamati, dilihat orang lain, dinilai oleh orang lain. Jadi, komitmen kita terhadap nilai adalah nilai menawarkan perilaku-perilaku baik yang dapat kita lakukan sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi komitmen terhadap nilai menjadi pedoman kita untuk berperilaku. Salah satunya tadi Bapak Ibu berintegritas tinggi. Nanti saya akan menjabarkan mengenai berintegritas tinggi. Kemudian yang kedua adalah komitmen terhadap kompetensi Bapak Ibu profesional. Yang pertama komitmen terhadap nilai. Yang kedua adalah komitmen terhadap kompetensi yaitu mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara efektif dan efisien sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bapak, Ibu misalnya tadi ada pelanggan datang ke kita kemudian berdasarkan etika kita menyambut dengan ramah, dengan sopan. Tapi Bapak Ibu ketika pelanggan menanyakan sebuah informasi tapi ternyata kita memberikan informasi yang salah. Nah, profesionalismenya enggak ketemu juga gitu. Jadi kompeten adalah kita mampu melaksanakan tugas jabatan kita sesuai dengan standar yang ditetapkan gitu. Jadi kalau berbicara profesionalitas ketika kita mungkin berperilaku sesuai dengan standar etika tapi ternyata Bapak Ibu informasi yang kita berikan salah ya kita bisa disebut tidak profesional juga. meskipun kita tadi standar etika kalau berbicara mengenai ee berorientasi pelayanan ramah dan lain-lain ketemu, tapi ternyata akurasinya tidak bertemu. Jadi kompeten ini adalah sebuah upaya kita untuk memastikan bahwa kita memiliki setiap kualifikasi dan juga kompetensi yang disyaratkan untuk melaksanakan jabatan kita. Sehingga ketika kita melakukan pekerjaan, pekerjaan yang kita lakukan memiliki output outpun, outcome yang berkualitas. Jadi ini biasanya kita sebut kinerja lebih banyak areanya berbicara mengenai kompetensi. Apakah ketika kita memiliki sebuah target tertentu di dalam melaksanakan pekerjaan, apakah kita bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik, dengan kualitas yang baik gitu. Misalnya target kita adalah membuat eh surat dengan MS Word zero error gitu. Apakah ketika kita diberi tugas membuat surat, kita bisa menggunakan memanfaatkan MS Word dengan baik? Kemudian kita bisa memproduksi sebuah surat dengan baik atau misalnya Bapak Ibu menjadi tim untuk content creator ternyata ada teknologi baru. Kemudian kita diberi tugas oleh kantor membuat konten dengan target tertentu, tapi ternyata ada teknologi baru. Apakah kompetensi kita ee sesuai atau tidak? Kalau belum sesuai berarti kita harus belajar tentang teknologi baru itu sehingga targetnya dapat tercapai. Ee sekali lagi kalau berbicara mengenai kompetensi kita memiliki growth mindset yaitu keyakinan bahwa kompetensi itu bisa dipelajari dan dapat dikembangkan. Dan ini nanti ada kaitannya dengan integritas Bapak Ibu. Kemarin ketika kita bertemu dengan kawan-kawan KPK di Jogja di Hordia Nasional, Bapak Hcordia eh di situ salah satu yang menjadi highlight penting adalah ketika berbicara mengenai integritas dan anti korupsi tidak berarti kalau kita pernah belajar di Lazar, kita pernah belajar di pelatihan kepemimpinan atau mengikuti sebuah pelatihan satu kali dianggap kita sudah selesai. Ee kalau berbicara mengenai integritas dan anti korupsi, ternyata Bapak, Ibu ketika kita ingin selalu ee budaya anti korupsi selalu menjadi bagian dari hidup kita, reminding itu harus terus dilakukan gitu. Bahkan di beberapa negara kemarin ee kawan-kawan KPK menyebutkan ada beberapa negara yang minimal dua kali dalam 1 tahun semua ASN atau pegawai pemerintah yang ada di negara itu harus mengakses dan belajar tentang anti korupsi sehingga apa ini menjadi otomatis Bapak Ibu kalau Pak Ramli tadi mengatakan dimulai dari diri sendiri jadi kita itu sudah terswitch gitu tahu kalau seperti ini abu-abu seperti ini apa yang harus kita lakukan apakah ini termasuk di dalam ranah korupsi atau tidak? Apakah kita harus melakukan gratifikasi dalam kondisi tertentu? Ini menjadi secara otomatis menjadi reflek kita, menjadi pemahaman kita ketika berbicara mengenai internalisasi pengembangan kompetensi menjadi sangat penting, Bapak, Ibu. Jadi sekali lagi komitmen terhadap kompetensi ini atau komitmen terhadap kompeten ini untuk semua standar kompetensi untuk semua kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan ketika kita bekerja mau hard skill ataupun soft skill Bapak Ibu termasuk ketika kita berbicara mengenai korupsi. Kemudian yang ketiga, Bapak Ibu berbicara mengenai profesionalitas adalah komitmen terhadap integritas. Ini yang menjadi fokus kita hari ini, Bapak, Ibu. Integritas adalah keselasan antara nilai, ucapan, tindakan, terutama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang ASN. Di sini ee integritas adalah fondasi utama Bapak Ibu kalau kita berbicara mengenai profesionalisme. Tadi saya memberikan contoh mungkin kita bisa komitmen terhadap standar etika nilai khususnya nilai pelayanan memberikan pelayanan terhadap pelanggan kita dengan ramah. Kemudian komitmen terhadap kompeten kita bisa memberikan informasi secara tepat. Tapi Bapak Ibu kalau kita ramah dan memberikan pelayanan secara tepat, iming-imingnya adalah imbalan Bapak Ibu, kita tidak ada integritas runtuh semuanya Bapak Ibu. tidak ada nilainya dari nilai pelayanan atau nilai-nilai komitmen terhadap standar etika dan komitmen terhadap standar kompetensi tadi tidak ada nilainya ketika pondasinya integritas ini tidak muncul. Kita hanya ramah kepada orang yang akan memberikan imbalan kita. Kita hanya memberikan informasi yang tepat sesuai dengan kompetensi yang kita miliki atau membantu orang lain, membantu pelanggan kita. tapi ada iming-imingnya. Nah, menjadi tidak profesional lagi, Bapak, Ibu. Duanya lolos, tapi integritasnya tidak lolos, kita tidak bisa dikatakan sebagai profesionalitas. Jadi sekali lagi, integritas adalah fondasi utama dari profesionalisme. Tanpa integritas, kompetensi, dan etika tidak akan memiliki makna. Dan Bapak Ibu sekali lagi bahkan ee ketika kita berbicara mengenai integritas sering sekali membutuhkan biasanya yang paling utama adalah membutuhkan keberanian Bapak Ibu apakah berani atau tidak? beberapa kali saya diskusi dengan kawan-kawan CPNS, Bapak, Ibu. Untuk kawan-kawan CPNS biasanya integritas ini apa namanya? Ketika masih baru, dia masuk di dalam lingkungan yang baru, berada di dalam lingkungan yang mayoritas. Pegawainya adalah pegawai-pegawai yang lama, Bapak, Ibu. Biasanya kalau berbenturan dengan integritas yang dibutuhkan adalah keberanian. Jadi, sekali lagi, konsistensi bahkan ketika tidak ada yang mengawasi menjadi kunci. Bapak, Ibu ketika kita berbicara mengenai integritas ini. Nah, ini ee apa namanya yang menjadi bahasan kita lebih mendalam dan nanti juga dengan Masri ee dan juga narasumber yang lainnya saya yakin akan banyak membahas mengenai makna dari integritas. Misalnya kita berbicara kejujuran meskipun tadi Pak Ramli mengatakan kalau kemarin kawan-kawan KPK menyebutnya ada yang disebut dengan PTI corruption Bapak Ibu. Jadi korupsi-korupsi yang mungkin bagi kita ah ini kan kecil, ah ini kan ee biasa, tidak menyangkut bla bla bla Bapak, Ibu dianggap sebagai hal yang lumrah. Tapi ternyata itu adalah awal dari kita melegalkan atau menjadikan budaya untuk hal-hal yang sebenarnya masuk di dalam kategori korupsi, Bapak, Ibu. Jadi misalnya ee kejujuran kita di dalam membuat laporan, tidak memanipulasi data, tidak menerima gratifikasi dan juga menyampaikan informasi sesuai yang ada atau sesuai yang sebenar-benarnya. Jadi makna integritas yang pertama adalah kejujuran, yang kedua adalah konsistensi. Bapak, Ibu bersikap sama dalam berbagai situasi. Jangan kalau misalnya di hadapan orang lain Bapak Ibu kita mengatakan, "Oke, ee ini enggak benar. Kita harus ee melakukan gratifikasi." Tapi diam-diam ketika tidak ada yang mengawasi, tidak ada yang melihat, "Oke, enggak ada yang melihat, saya akan melakukan ini," gitu. Jadi tidak konsisten. Jadi, kita tidak berubah ee pendirian kita karena tekanan atau karena kepentingan pribadi atau rekognisi-reknisi yang lainnya. Kemudian yang ketiga adalah ee tanggung jawab moral. Ini tadi yang saya sebutkan Bapak Ibu melakukan yang benar meskipun sulit dan berani menolak hal yang melanggar aturan. Ini sering sekali kalau kita berada di dalam sebuah lingkungan atau situasi yang menganggap hal-hal yang sifatnya py corruption misalnya ee ada imbalan meskipun sedikit Bapak Ibu terhadap pelayanan yang kita lakukan. Kemudian mayoritas orang-orang yang ada di dalamnya melakukan hal yang sama kita anggap sebagai budaya tapi kita tahu itu tidak benar. Sering sekali untuk mendobrak ini bukan hal yang mudah, Bapak, Ibu. Jadi, sering sekali tanggung jawab moral kita menjadi kekuatan kita untuk melakukan yang benar meskipun sulit. Kemudian yang keempat menjadi teladan Bapak Ibu, Bapak Ibu menjadi contoh bagi rekan kerja dan masyarakat ee dalam kita berperilaku ketika berbicara mengenai beberapa hal yang masuk kategori di dalam anti korupsi. Jadi ini biasanya apakah seseorang itu apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan itu sama atau tidak gitu. Ini yang ber kunci utama dari keteladanan adalah kita bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan untuk perilaku-perilaku yang baik terkait dengan ee anti korupsi. Misalnya menolak gratifikasi, melaporkannya, tidak manipulasi laporan, dan juga menjaga kerahasiaan data. Kemudian Bapak Ibu, mengapa integritas ini penting bagi ASN? sekali lagi menjadi fondasi Bapak Ibu. Jadi ketika kita berbicara mengenai stigma dan branding Bapak Ibu bagi ASN ini menjadi tanggung jawab bersama tanggung jawab semua orang. Kita tidak bisa mengatakan bahwa bahkan sering sekali Bapak Ibu kalau melihat beberapa pemberitaan gitu ASN-nya korupsi gitu. Kemudian ini dianggap sebagai stigma semua ASN yang ada di Indonesia kecenderungannya adalah melakukan korupsi. Misalnya korupsi waktu, korupsi yang sifatnya PTI corruption ee dan juga korupsi korupsi-korupsi yang mungkin dalam skala yang lebih besar lagi, Bapak, Ibu. Jadi ini menjadi tanggung jawab bersama gitu. Karena apa? Kalau ada sebagian atau bahkan beberapa orang melakukan tindakan korupsi, Bapak, Ibu yang rusak adalah semuanya. Kalau kita orang Jawa biasanya untuk kawan-kawan yang di luar Jawa, mohon maaf digebyah-uyah gitu Bapak, Ibu istilahnya bahwa disamakan gitu. Di sini melakukan korupsi di sini lambat-lambat santai-santai. Kalau dikasih ee apa namanya? Uang baru diberikan pelayan yang cepat. dianggap bahwa semuanya juga memiliki komitmen yang sama atau dianggap semuanya memiliki perilaku yang sama. Nah, sekali lagi mengapa integritas menjadi penting? Karena ini menjadi fondasi utama bagi ASN karena memang keberadaan kita adalah memberikan pelayanan publik dan pelayanan ini harus dilaksanakan dengan jujur dan bertanggung jawab. Kemudian yang kedua adalah menjaga kepercayaan publik. Bapak, Ibu, kita harus mengakui saat ini kita belum memiliki stigma birokrasi yang optimal. Masih banyak keluhan, masih banyak komplain yang dilakukan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan dari sektor publik. Sekali lagi Bapak Ibu, ini kepercayaan dari masyarakat ini menjadi penting bagi kita karena dukungan utama kita adalah dari masyarakat kita. misalnya dalam bentuk pajak, dalam penilaian dan lain-lain. Ini adalah bentuk dari dukungan masyarakat. Ketika kita berada di dalam sektor publik dan kita melakukan sesuatu yang tidak berintegritas, akhirnya masyarakatnya tidak percaya. Yang apa yang kita lakukan tidak akan ada gunanya, Bapak, Ibu. Karena dianggap apa? Ah, ini pasti hanya untuk orang-orang tertentu, hanya untuk orang-orang yang berani membayar dan lain-lain. Kemudian mencegah kerusakan birokrasi, menghindari ketidakbertayaan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ini beberapa mengapa integritas penting. Kemudian menjadi kewajiban Bapak, Ibu demi tata kelola pemerintah yang baik, Bapak, Ibu. Tapi sekali lagi, kita saat ini masih di dalam sebuah stigma birokrasi yang belum optimal, Bapak, Ibu. Kita masih memiliki catatan-catatan yang menjadi tanggung jawab bersama kita. Salah satunya adalah ketika kita berbicara mengenai integritas ini. Apa tantangan dari integritas? Sebenarnya ini tantangan profesionalisme, tapi juga ee karena salah satu tantangan dari profesionalisme adalah integritas, Bapak, Ibu. ini juga relevan ketika kita berbicara apa sih kalau bekerja di sektor publik ee hambatan yang pertama gitu. Yang pertama adalah budaya tadi yang tadi Bapak Ibu organisasi pemerintah mungkin berada di dalam zona budaya kerja yang nyaman. dalam arti budaya kerja yang nyaman. Kalau kita berbicara integritas dan juga anti korupsi, Bapak, Ibu, misalnya kita berada di dalam zonda, ah enggak apa-apalah itu kan ucapan terima kasih cuman sedikit dan lain-lain dan semua melakukan. Makanya saya juga akan melakukan hal yang sama karena kalau saya tidak melakukan hal yang sama, saya akan dibenci, dipinggirkan, dan lain-lain. Ya, yang pertama adalah hambatan budaya. termasuk ee misalnya kita berbicara korupsi waktu bekerja atau korupsi ee korupsi barang-barang persediaan kantor misalnya Bapak Ibu untuk keperluan pribadi. Ah, teman saya kemarin juga ngambil tuh kertas satu rim untuk dibawa pulang. Kenapa saya enggak gitu? Nah, ini berada ee hambatan budaya menjadi salah satu tantangan ketika kita berbicara integritas. Kemudian yang kedua adalah pengaruh politik dan kepentingan. Sering sekali Bapak Ibu politik tidak selalu identik dengan partai politik ya Bapak Ibu. Misalnya situasi di dalam kantor hubungan antara pemimpin dan bawahan. Bapak, Ibu, pemimpin menghendaki kita melakukan sesuatu yang kita tahu jelas-jelas Bapak, Ibu, bahwa perilaku ini bertentangan dengan ee etika yang kita miliki. Tapi karena kita adalah subordinat atau bawahan dari mereka, sering sekali kita merasa tidak punya choice. Kita hanya mengikuti arahan dari pimpinan. Jadi sekali lagi yang tadi saya sebutkan, keberanian menjadi kunci Bapak Ibu, tapi sekali lagi ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana kita berani ketika kita berbicara di dalam sebuah lingkungan di mana ada beberapa pengaruh ee politik dan kepentingan yang berjalan. Kemudian yang ketiga adalah resistance terhadap perubahan. Ini sama dengan agak ada agak ada hubungannya dengan hambatan budaya tadi Bapak, Ibu. budaya kerja tidak selalu tidak selalu budaya ini bisa berubah maksud saya ke sana. Jadi sebuah budaya di dalam sebuah organisasi kalau memang budayanya ini tidak oke Bapak Ibu ya memang harus dirubah gitu. Sering sekali kemauan kita untuk merubah ini loh saya kan sendirian ya. Saya cuman kalau sendirian berarti yang mayoritas tidak mau berubah resistance terhadap perubahan. Saya membutuhkan effort yang lebih tinggi dong untuk mendobrak budaya-budaya yang memang sudah tidak sesuai dengan perubahan dan tidak sesuai dengan tuntutan dari profesionalisme kita. Nah, sering sekali kemudian yah daripada saya berjuang sendirian ya sudahlah saya ngikut aja sama orang-orang yang anti dengan perubahan. Lama-lama Bapak Ibu transformasi tidak terjadi ya kita berada di dalam zona yang tadi saya sebutkan stigma birokrasinya masih berada di stigma yang belum optimal. Kemudian yang keempat yang ada hubungannya banyak dengan lembaga administrasi negara Bapak Ibu adalah yang terkait dengan pembelajaran atau pengembangan kompetensi dan juga kepemimpinan. Bapak Ibu tadi saya menyebutkan bahwa sering sekali ketika kita berbicara mengenai kalau kompetensi itu kan kita berbicara tiga hal Bapak Ibu. knowledge, skill, dan attitude. Nah, ketiganya perlu selalu direskilling dan diupskilling, Bapak, Ibu, untuk disesuaikan dengan konteks kita bekerja sesuai dengan perubahan. Nah, sama juga dengan integritas dan anti korupsi ini, Bapak, Ibu. Sering sekali integritas dan anti korupsi berhadapan dengan perubahan. Bapak, Ibu misalnya perilaku korupsinya menjadi berbeda gitu. Kalau kemarin misalnya transaksinya adalah transaksi langsung, kemudian ada teknologi menggunakan teknologi. Teknologinya semakin canggih semakin canggih. Pertanyaannya adalah ketika kita sebagai ASN diberikan pembekalan tentang anti korupsi mungkin hanya satu kali, berarti kita mungkin di dalam pembelajaran akan ditawarkan atau diberikan kasus, diberikan definisi-definisi, jenis-jenis korupsi pada satu era yang kemungkinan ini sudah berubah, Bapak, Ibu. sehingga kita tidak memiliki kemampuan bahkan untuk mendeteksi, untuk melihat, untuk melakukan judgement terhadap tindakan-tindakan korupsi. Jadi sekali lagi tantangan dari integritas salah satunya adalah bagaimana kita memastikan bahwa pemahaman yang nanti mendirect setiap perilaku kita relevan adalah melakukan pelatihan secara berkelanjutan. Nah, ini yang sering sekali dianggap bahwa orang itu kalau sudah mengikuti latar berarti sudah harus paham mengenai integritas gitu, harus paham mengenai ee berorientasi pelayanan, harus paham mengenai kompeten kemudian harmonis dan lain-lain. Bapak Ibu, kita harus selalu melakukan updating untuk kompetensi yang kita miliki disesuaikan dengan perubahan. termasuk kalau kita berbicara mengenai integritas dan anti korupsi tidak cukup hanya satu kali Bapak Ibu kita belajar mengenai anti korupsi, kita belajar tentang integritas sehingga kita relevan dengan setiap perkembangan arah, tipe, tren, dan ee apa namanya? Kecenderungan korupsi di sektor publik, gitu, Bapak. Nah, ini sekali lagi kalau kita tidak memahami nanti di dalam pekerjaan sehari-hari kita tidak mampu mengenali, akhirnya kita terjebak di dalam perilaku-perilaku yang cenderung masuk di dalam areanya korupsi. Jadi, sekali lagi beberapa tantangan dari integritas ini menjadi PR penting bagi kita. Salah satunya adalah apa strategi melalui pengembangan kompetensi atau melalui pembelajaran yang dapat kita lakukan untuk memastikan bahwa semua ASN di Indonesia, jumlah ASN di Indonesia hari ini hampir 6 juta, Bapak, Ibu. Kalau tahun 2024 mungkin kita memiliki 4 kom sekitar 4,7 juta. Kemudian di bulan November kemarin atau Oktober Bapak Ibu kita memiliki 4,5 juta. Bulan ini Bapak Ibu bulan Desember sekitar 49 eh sori 5,9 juta dan tahun depan mungkin sudah lebih dari 6 juta. Bagaimana kita memastikan semua ASN ini memiliki bekal yang cukup kalau kita berbicara mengenai integritas dan anti korupsi? Apa strategi yang harus kita lakukan? Apa pendekatan yang harus kita lakukan? bagaimana kolaborasi pembelajaran kita lakukan untuk memastikan akses bagi semua ASN ini. Ini Bapak Ibu nanti mungkin ee Bapak Ibu bisa mencari data-data yang terbaru ini. Data tahun apa namanya? Data tahun 2024 mengenai korupsi di Indonesia. Fakta bahwa korupsi di Indonesia masih menjadi isu strategis nasional dan juga korupsi masih menjadi termasuk di dalam extraordinary crime di Indonesia atau kejahatan luar biasa di Indonesia. Ini yang membuat pembelajaran-pembelajaran tentang integritas dan juga anti korupsi menjadi wajib dilakukan. Dan sekali lagi tidak hanya mengakses satu kali kalau berbicara mengenai pembelajaran tadi, tapi kita juga bagaimana memastikan tetap terupdate. Bapak, Ibu, berapa kali dalam 1 tahun setiap ASN harus belajar mengenai anti korupsi. Jadi ee upaya anti korupsi sebagai aksi nyata dari integritas Bapak, Ibu biasanya ini kalau kawan-kawan KPK ini yang menjadi apa? tugasnya kawan-kawan KPK yang nantinya untuk pelaksanaannya berkolaborasi dengan berbagai pihak anti korupsi. Ee upaya anti korupsi Bapak Ibu meliputi pencegahan, deteksi dan penindakan. Khusus kalau berbicara dengan lembaga administrasi negara, Bapak Ibu, saya yakin kita areanya adalah di area pencegahan dengan pembelajaran bagaimana kita bisa menciptakan lingkungan pembelajaran sehingga kita bisa menyiapkan semua ASN di Indonesia untuk bisa mencegah penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi dan juga melakukan tindakan-tindakan yang termasuk kategori korupsi. Jadi sekali lagi bahwa pembelajaran adalah sebuah strategi untuk menciptakan ketangguhan dalam pencegahan korupsi. Bagaimana dengan strategi-strategi belajar yang bervariasi, kita bisa menciptakan ASN yang tangguh gitu. Tangguh itu berani, mampu mengidentifikasi, mampu melakukan tindakan nyata untuk pencegahan korupsi. pembelajaran menjadi strategi pencegahan korupsi karena berperan menjadi pembentuk pengetahuan sikap dan perilaku agar konsisten dengan nilai integritas. Jadi ee misalnya Bapak Ibu, bagaimana kita bisa membangun sebuah pembelajaran yang meningkatkan kesadaran dan pengetahuan. Banyak kasus korupsi terjadi karena kita tidak tahu, Bapak, Ibu, yang disebut dengan PTI corruption gitu. Nanti kalau mau nanya lebih detail apa PTI corruption, ciri-cirinya seperti apa, bentuk-bentuknya di sektor publik seperti apa dengan Masri. Saya yakin nanti banyak contoh-contoh di sana. Jadi sering sekali bahwa karena kita tidak tahu atau pemahaman yang lemah tentang aturan-aturan yang berlaku di sektor publik, Bapak, Ibu. Pelatihan yang rutin Bapak Ibu karena kebijakannya kan juga berubah Bapak Ibu. kebijakan hari ini misalnya berlaku 5 tahun, 3 tahun atau bahkan 1 tahun kemudian ada perubahan karena apa ya? Lingkungannya berubah, kebijakannya akan mengikuti terhadap perubahan. Nah, sering sekali kalau kita tidak update dengan kebijakan-kebijakan termasuk kebijakan-kebijakan yang terkait dengan korupsi dan integritas Bapak, Ibu kita menjadi tidak tahu ya akhirnya kita tidak bisa membedakan ini sebenarnya oh tahun kemarin boleh, sekarang enggak boleh. kita terjebak pada masa lalu, eh boleh, eh ternyata enggak boleh, gitu. Jadi sekali lagi, pengembangan kompetensi pembelajaran bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kita. Salah satunya adalah misalnya kita tahu terhadap berbagai kebijakan yang memang relevan dengan satu kondisi yang kita hadapi. Pelatihan rutin membantu ASN mengenali apa yang termasuk di dalam korupsi. apa gratifikasi, konflik kepentingan, nepotisme, dan juga konsekuensi hukum dan etikanya. Jadi, pembelajaran memastikan bahwa kita tahu kebijakan-kebijakan, aturan-aturan yang memang menjadi acuan ketika kita ketika berbicara mengenai integritas dan korupsi. Misalnya Bapak Ibu, pembelajaran berkelanjutan yang dilaksanakan di Singapura menjadi kewajiban. Jadi belajar mengenai integritas menjadi kewajiban bagi ASN-nya. Ada kuantitas tertentu juga Bapak Ibu tidak satu kali di Singapura membuat pegawai sadar risiko hukum dan juga reputasi. Kemudian yang kedua adalah membentuk budaya integritas. Pembelajaran berulang menciptakan norma bersama. Korupsi bukan pilihan gitu. Jadi dimulai dari diri sendiri, budaya kita dari setiap individu kita berperilaku anti korupsi akhirnya membentuk budaya yang berintegritas tinggi. ASN yang teredukasi akan saling mengingatkan dan menolak praktik korupsi. Bagaimana Bapak Ibu, kita berada di dalam satu organisasi mayoritas kita adalah memiliki budaya integritas tinggi. Ketika ada seseorang yang lupa atau tidak tahu kebijakan yang baru, kita bisa saling mengingatkan. Contohnya Korea Selatan menggunakan integrity assessment system untuk menanamkan budaya transparansi. Kemudian yang ketiga, memberikan keterampilan praktis. Bapak Ibu, pembelajaran yang berkelanjutan mengenai anti korupsi bisa memberikan keterampilan praktis. Misalnya kita tidak hanya memahami teori, tapi juga bersikap menolak. Bagaimana cara kita menolak gratifikasi dengan sopan? Bagaimana kita melaporkan konaknya kita terkendala teknis begitu dengan sinyal yang ada di tempat Bu Erna, kita masih tunggu untuk kelanjutannya karena setelah sesi Bu Erna ini nanti akan kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab. Bu Erna, apakah sudah kembali jaringannya? Kita masih tunggu sebentar karena sayang sekali tinggal sedikit lagi begitu materinya ya. Nampaknya jaringan masih belum terkoneksi dengan baik dari tempat Ibu Erna. Oke. Baik, maaf, Ma. Oh, iya. Disilakan Bu Erna untuk dilanjutkan. Oke, tinggal sedikit Bapak Ibu, maaf tadi sempat kehilangan kehilangan sini. ASN bingung menghadapi situasi yang sifatnya dilematis. Pembelajaran berbagi studi kasus membantu ASN mengambil keputusan secara etis. Misalnya di Rwanda, Bapak, Ibu. Rwanda adalah satu salah satu negara yang saat ini ee indeks ee persepsi korupsinya ee menjadi lebih bagus, meningkat, Bapak, Ibu. Karena ada pelatihan tahunan tentang simulasi dilema integratis. Ini juga sama Bapak, Ibu di negara Belanda ee mereka ada satu praktik itu ketika ada satu kasus yang baru, Bapak Ibu, mereka akan bertemu beberapa orang ini untuk mendiskusikan gitu. Ah, ini belum ada di kebijakan. Eh, ini kasus yang baru. Apa yang harus kita lakukan? Mereka menciptakan perilaku-perilaku standar-standar yang baru kalau memang dari sisi SOP-nya belum ada. Nah, sekali lagi Bapak Ibu, ruang abu-abu ini sering muncul karena tadi perubahan perkembangan kemarin enggak ada, sekarang muncul. Terus gimana ya gitu bagaimana kita bisa menciptakan ee sebuah simulasi secara bersama. Akhirnya kita menciptakan sebuah aturan atau role Bapak Ibu. rol-nya seperti apa ya kalau kita menghadapi situasi seperti ini. Kemudian menjadi mekanisme pencegahan jangka panjang. Korupsi bukan hanya masalah individu tapi juga sistemik Bapak Ibu. Pendidikan berkelanjutan memperkuat sistem pengendalian internal dan budaya organisasi ini, Kawan-kawan. ACLC KPK juga mendorong belajar integritas secara berkelanjutan. saya yakin bisa menjadi sebuah investasi jangka panjang kita untuk memastikan bahwa setiap individu nanti akan disediakan ruangan-ruangan yang cukup untuk belajar sehingga kita bisa mencegah dalam jangka panjang perilaku-perilaku yang cenderung korup. Kemudian ini tadi Bapak Ibu yang saya sebutkan praktik beberapa praktik global misalnya Singapura ASN mengikuti pelatihan rutin di saat ini Singapura berada di peringkat atas indeks persepsi korupsi. Ini data saya masih tahun 2024 Bapak Ibu. Kalau nanti ada data 2025 monggo. Tapi saya yakin ee apa namanya? Situasinya masih relevan gitu. Masih relatif sama. Korea Selatan Bapak Ibu sering sekali menyelenggarakan workshop anti korupsi secara rutin untuk pegawai pemerintahnya sehingga ada angka korupsinya menjadi turun di sektor publik. Kemudian Rwanda yang tadi saya sebutkan wajib mengikuti pelatihan integritas tahunan. Jadi ada satu kewajiban tingkat korupsinya terendah di Afrika saat ini. Kemudian Australia dengan pelatihan integritas berbasis e-learning budaya integritas semakin kuat. Kemudian di Indonesia juga sebenarnya tidak kalah Bapak Ibu. sudah banyak yang dilakukan misalnya kawan-kawan KPK melalui jaga dan anti cororruption learning center ee LAN dengan berbagai pelatihannya baik pelatihan dasar CPNS, pelatihan kepemimpinan ee kemudian juga ada pembelajaran basis e-learning workshop dan lain-lain. Tapi kita masih ee apa perlu secara konsisten dan penguatan budaya integritas ini menjadi bagian dari pembelajaran secara intensif Bapak Ibu. Jadi ini yang kalau kita lihat dari eh indeks eh corruption perception index atau indeks persepsi korupsi Bapak Ibu kita masih di peringkat globalnya adalah 99 ini tahun 2024 ya Bapak Ibu sekali lagi. Kemudian kalau kemarin kawan-kawan juga di hari anti korupsi kita apa namanya indeks persepsinya juga naik tapi enggak enggak banyak Bapak Ibu. Jadi sekali lagi Bapak Ibu ee kita bisa melihat dari beberapa negara yang tadi saya tunjukkan meskipun tidak secara detail Bapak Ibu mereka memiliki indeks korupsi rendah karena memiliki pola yang sama bahwa pelatihan integritas dilaksanakan secara rutin, terstruktur dan menjadi bagian dari budaya kerja. Jadi ini mungkin sedikit highlight dari kami Bapak Ibu bahwa pembelajaran dengan materi integritas dan anti korupsi perlu menjadi bagian rutin terstruktur bagi semua ASN di Indonesia sehingga kita bisa tadi semakin mempercepat upaya kita menciptakan budaya-budaya yang berintegritas. Dan sekali lagi bahwa saat ini kita memiliki sebuah pendekatan yang sebenarnya memungkinkan Bapak Ibu yang kita sebut sebagai ASN Corporate University. Di sini kita berbicara mengenai bagaimana kita tidak bisa bekerja sendirian. Kalau berbicara mengenai integritas dan anti korupsi, KPK, kawan-kawan KPK tidak bisa bekerja sendirian untuk menciptakan ASNASN yang memiliki pengetahuan dan mampu bertindak dengan benar ketika berhadapan dengan situasi-situasi yang mengarah kepada tindakan korupsi. Tidak bisa bekerja sendirian, tapi kita harus berkolaborasi. Ini yang tadi Bapak, Ibu, kita bergerak dari ekosistem ke ekosistem, Bapak, Ibu. Jadi, kita tidak bisa bekerja sendiri. kita harus berkolaborasi dengan orang lain. Yang pertama adalah kita harus memastikan ketepatan substansi dan cara belajar. Focus on learner. Bapak Ibu, ASN di Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki akses belajar yang berbeda, akses terhadap teknologinya berbeda-beda. Sehingga variasi cara belajar harus kita lakukan ketika berbicara pembelajaran anti korupsi untuk memastikan dari Sabang sampai Mereuke memiliki akses terhadap pembelajaran anti korupsi. Yang kedua adalah ketepatan substansi. Kita tahu bahwa korupsi biasanya sifatnya adalah kontekstual gitu. Kawan-kawan yang ada di OPD misalnya memberikan pelayanan secara langsung dengan kawan-kawan OPD yang pelayanannya tidak secara langsung, konteks korupsinya akan berbeda sehingga pelajarannya membutuhkan substansi-substansi juga yang sesuai dengan konteks dari ASN itu bekerja. Yang kedua adalah kolaboratif. Bagaimana kita bisa bekerja sama dengan semua instansi pemerintah yang lain maupun non pemerintah yang memiliki interest yang sama. yang ketika kita berbicara mengenai anti korupsi dan integritas ada sumber pembelajaran bahan mungkin ada di non pemerintah di NGO, kemudian sarana belajarnya di swasta dan lain-lain. Bagaimana kita bisa berkolaborasi untuk memastikan penyelenggaraan pengembangan kompetensi untuk materi integritas dan anti korupsi juga bisa diakses oleh semuanya. Kemudian bagaimana kita bisa menciptakan learning network, platform, alat, dan orang saling terhubung untuk mendukung proses pembelajaran dan berbagi pengetahuan. Dan yang terakhir, Bapak Ibu mengikut sertakan semua pihak. Jangan sampai kita menciptakan substansi yang bagus, cara belajar yang bagus, tapi ternyata cara dan substansinya ini tidak relevan dan tidak boleh ada yang tertinggal dari Sabang sampai Merauke, ASN-nya harus belajar mengenai antiintegritas. Jadi, Bapak Ibu terakhir dari saya ee menjadi ASN berintegritas berarti kita harus menjadikan nilai integritas sebagai nilai hidup bukan slogan kosong. Kalau hafalan mudah Bapak Ibu, tapi perilaku dan tindakan-tindakan kita sebagai wujud dari keberanian kita untuk bertindak anti korupsi harus menjadi bagian dari hidup kita. Jadi bukan sebagai nilai hidup tapi seb sori harus dijadikan sebagai nilai hidup bukan sebagai slogan kosong bahwa saya mengikuti pelatihan an korupsi saya hafal tentang berinrias nilai-nilai berakhlak saya hafal semuanya tapi kita ketika kita bekerja Bapak Ibu yang kita lakukan tidak sesuai dengan nilai-nilai tadi. Jadi integritas adalah nilai hidup kita, gitu. Kemudian yang kedua adalah ee bagaimana setiap individu, setiap ASN. ASN adalah wajah dari pemerintah, Bapak, Ibu. Sehingga sebagai setiap individu yang mencerminkan wajah dari pemerintah, kita harus berkontribusi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Salah satunya adalah menolak korupsi dan juga gratifikasi. Meskipun tindakan ini mungkin sering sekali tidak terlihat. Kalau yang terlihat, saya yakin enggak ada yang berani, Bapak, Ibu. biasanya yang tidak terlihat ini. Jadi sekali lagi menolak korupsi dan gratifikasi meskipun tidak terlihat. Kemudian yang ke yang terakhir kesimpulan dari kami adalah komit kita menjadikan integritas menjadi komitmen sejati. Kalau tadi saya mengatakan profesionalitas itu ada tiga komitmen. Komitmen terhadap standar etika, komitmen terhadap kompetensi, dan juga komitmen terhadap integritas. Integritas adalah fondasi sehingga komitmen sejati dalam integritas diwujudkan dalam tindakan nyata, Bapak, Ibu. Salah satunya adalah selalu mengikuti, selalu update, selalu mengembangkan kompetensi kita secara berkelanjutan. meskipun tidak disuruh Bapak Ibu, kita memiliki akses yang mudah untuk belajar sehingga tanpa disuruh misalnya kita merasa bahwa ada beberapa kenapa saya tidak bisa membedakan ini korupsi atau tidak, saya tidak tahu kebijakan yang baru. Kita komit secara individu kita untuk meng-upgrade diri kita untuk memahami berbagai kebijakan, berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas secara berintegritas. Demikian Bapak, Ibu sharing dari kami. Sekali lagi terima kasih banyak atas dedikasi Bapak Ibu untuk selalu mengembangkan kompetensi. Salah satunya pagi hari ini kita nanti akan berbicara banyak, berdiskusi banyak mengenai integritas dan anti korupsi. Demikian, terima kasih banyak. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak materinya, Ibu pada sesi pertama kali ini dan kita akan langsung ke sesi tanya jawab. Kita akan berinteraksi secara langsung dengan Sobat ASN. Untuk itu yang sudah bergabung kami ingin menyapa Bapak Sihin dari Dispusip Kabupaten Banyuwangi. Selamat pagi Pak Solihin. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, boleh untuk open cam Pak Shihin suaranya sudah terdengar. Nah, siap. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Ibu Perna sebagai narasumber. Yang saya hormati ee Ibu host yang yang saya hormati saya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuangi. Ee sangat antusias sekali apa yang dipaparkan terhadap ee pemberantasan korupsi ini tentang bagaimana integritas ASN. Itu tadi judulnya integritas ASN. Pelajari, Pahami, Jalani, Cegah Korupsi dimulai dari diri kita sendiri. tentunya dari beberapa hal yang perlu yang Ibu ee paparkan tadi sangat sangat bagus sekali dan kami juga ee sangat antusias ee banyak kami yang dipaparkan oleh Ibu sehingga kami ee ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan atau mungkin sharing lah barangkali saya belum tahu bagaimana cara kita untuk mengantisipasi supaya kita itu jangan sampai terjerat. korupsi sebagai ASN. Yang pertama adalah bagaimana Ibu ee kita sebagai ASN, bagaimana trik-trik kita menjaga integritas dalam pelayanan publik. Tentunya pelayanan publik ini dinanti-nantikan oleh masyarakat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. tentunya kita juga harus ee pelayanan itu kita kita sediakan dengan semaksimal mungkin sehingga apa yang dilani ee oleh masyarakat bisa melayani dengan baik. Itu yang pertama, Ibu. Kemudian yang kedua, Ibu, bagaimana cara kita menerapkan nilai keadilan dalam konteks pekerjaan ASN dalam menjaga integritas ASN? Itu yang kedua. Kemudian yang ketiga, Bu, yang terakhir adalah [musik] nilai apa yang paling dijunjung tinggi seorang ASN selain integritas? Karena ee pelayanan ee bisa juga ee menjadi perangkap berita. Kita enggak terasa padahal kita enggak ada niatan apa-apa. Ternyata ee apa antusiasme dari pelayanan publik itu sangat kental. Ya, jadi peluang ada peluang-peluang yang bisa kita apa namanya kita korupsi. Harapannya kita jangan sampai terperang ke baik itu kita melayani dengan semaksimal mungkin sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik dan puas sehingga tercipta pemerintahan yang bersih terhadap korupsi. Terima kasih Ibu ee Erna. Semoga ee Ibu Erna selalu sehat, Bu sehat dan kami juga berterima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, boleh langsung dijawab dan ditanggapi Bu Arna. Silakan. Oke, siap. Terima kasih banyak Pak Solihin dari Dinas Perpustakaan Banyuwangi. Ini pertanyaan yang menarik gitu dan biasanya jawabannya kalau bagaimana trip dan tipsnya. Satu yang pasti Bapak Ibu bahwa ini selalu berkembang trik dan tips ini. Kalau dari pengalaman saya Bapak Ibu yang pertama adalah memahami dari kebijakan itu sendiri Bapak Ibu misalnya kita bekerja di memberikan pelayanan. Apakah dari kebijakan kita ada aturan-aturan yang mengatur mengenai apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan? Misalnya ketika pelayanan memang ada misalnya ee kontribusinya Rp10.000 ya berarti kalau memang ada kebijakannya R.000 ya kita Rp10.000 tapi kalau di kebijakannya memang diberikan gratis ya sudah kita lakukan secara gratis gitu. Jadi yang pertama kalau saya lihat dari kebijakannya gitu karena ketika kita bekerja di sektor publik pasti ada landasan kebijakan ketika kita bekerja. itu yang menjadi aturan dan acuan baku yang harus kita lakukan. Cuma sering sekali Bapak Ibu mungkin Bu aturannya ternyata belum dirubah tapi ternyata ada hal yang ber di konteksnya C ini yang tadi saya sebutkan sering sekali belum diatur tapi kita tahu bahwa ini kayaknya enggak benar deh. Tapi ini muncul karena sebuah perubahan baru. Nah, tadi Bapak Ibu yang pertama tadi pahami kebijakan. Yang kedua adalah berdiskusi dengan orang-orang ketika kita berada di dalam situasi yang abu-abu gitu. Jadi misalnya kita juga sering menghadapi Bapak Ibu eh boleh enggak sih kalau menerima makanan gitu? Karena apa? Ini orangnya maksa banget bagian dari budaya dia sebenarnya juga tidak butuh approval atau tidak butuh bantuan dari kita. Dia datang bawa oleh-oleh gitu. tidak ada aturan yang secara spesifik seperti apa. Oh, ternyata ada. Kamu jangan ngomong enggak ada aturan. Ada aturannya yang ada di Inspektorat. Jadi sekali lagi Bapak Ibu yang kedua triknya adalah ketika kita tidak tahu bagaimana kita bertanya, berdiskusi, dan juga ada gelar gitu. Kalau kita berbicara di sektor publik, ada satu misalnya dalam 1 minggu itu 1 hari yang kita membahas isu-isu baru ketika berbicara korupsi. Ini ini masih jarang dilakukan, tapi menurut saya menjadi sangat-sangat efektif ketika ada beberapa situasi yang sifatnya masih abu-abu gitu. Kemudian yang ketiga Bapak Ibu kalau dari kami biasanya pengalaman kami menginformasikan gitu. Sering sekali yang kita layani ini tidak tahu atau menganggap lumrah. Bapak, Ibu. Jadi yang tadi saya sebutkan tadi misalnya membawa oleh-oleh gitu. Membawa oleh-oleh gratif ee itu termasuk gratifikasi gitu. Kemudian dia enggak tahu bahwa di sini ada aturan khusus di kantor kita. Jadi biasanya kalau di kami ada surat yang kita berikan waktu itu misalnya kami di yang menangani tentang akreditasi Bapak Ibu secara khusus kita kirim ke semua lembaga penyelenggara pelatihan bahwa ketika berkomunikasi dengan unit kerja kami tidak boleh semuanya dicatat di situ Bapak Ibu. Jadi secara eksplisit disebutkan bahwa praktik-praktik yang masih dijalankan antara mereka tahu tapi menganggap budaya, menganggap oke-oke saja atau tidak tahu terinformasi. Bahkan Bapak, Ibu misalnya mereka WA ke grup kita pasti kalau jawab di bawahnya ditulisin Bapak Ibu tidak boleh melakukan dan lain-lain. Jadi kalau dari pengalaman saya yang pertama adalah memahami kebijakan, yang kedua adalah ketika ada situasi abu-abu tidak boleh mengambil keputusan secara langsung, tapi cari informasi untuk situasi yang sifatnya abu-abu ini ke pihak-pihak yang paling tahu. Yang ketiga adalah kita tidak boleh menganggap semua orang itu tahu dengan ee apa namanya? integritas yang kita miliki. Jadi kita harus menginformasikan kepada mereka, Bapak, Ibu. Karena apa? Mungkin ada di pihak lain, di unit lain atau di instansi lain dianggap biasa, tapi di tempat kita bawa olah-olah sudah enggak boleh, gitu. Jadi sekali lagi tidak boleh menganggap semua orang sudah tahu dengan integritas yang kita miliki. Kita harus secara aktif Bapak Ibu menginformasikan kepada orang lain. Kemudian yang keempat adalah dimulai dari diri sendiri. Saya setuju sekali dengan tadi Pak Kaban ketika membuka acara ini, gitu. Jadi yang pertama adalah dari diri kita sendiri dan kita menjadi contoh bagi orang lain meskipun itu hanya kecil, Bapak, Ibu. Meskipun hanya kecil, gitu. Jangan menganggap bahwa kecil ini menjadi biasa. Apalagi kita menjadi role model. Eh, enggak, Bu Erna. Memang kalau yang gede-gede enggak mau, tapi yang kecil-kecil mau. Nah, udah hilang semuanya, Bapak, Ibu. Jadi, sekali lagi menjadi role model banyak sekali. Dan ini mungkin tips-tipsnya setiap orang akan berbeda, tapi berdasar pengalaman yang kita lakukan, empat hal ini menjadi jembatan kita Bapak, Ibu. Dan saya kemarin juga apa namanya curhat dengan kawan-kawan KPK gitu. Ee misalnya terkait dengan oleh-oleh ini gimana ya sudah disuratin, sudah dimacam-macamin. Eh tetap aja bawa kita sudah pernah menolak tapi terus ditinggal sama yang bawa di tempat posat dan lain-lain. Ini ee ini menjadi gerakan bersama Bapak Ibu untuk kawan-kawan yang hadir di sini. Ayolah kita bareng-bareng. Kalau ini menjadi budaya kita tahu sama tahu bahwa itu tidak boleh gitu. Ini sekaligus gitu ya, Pak Salihin nitip untuk teman-teman semuanya. Kemudian tadi yang pertanyaan tidak ada niatan eh enggak tahunya kita kejeblos gitu. Nah, sekali lagi Bapak Ibu, kita harus tahu persis kebijakannya seperti apa. Tapi kalau ada situasi yang abu-abu jangan langsung Bapak Ibu nanya cari referensi untuk ini benar atau enggak ya? Kalau nurani kita sudah ragu-ragu, Bapak Ibu, berarti ada sesuatu yang enggak beres. Biasanya jangan okelah kita nanya dulu, kita cari informasi dulu. Biasanya nurani kita itu paling peka gitu. Tapi sering sekali kita enggak dengerin gitu. Kita kadang sudah berpikir, "Wah, kalau jalan ini habis ini saya keteklek." Lah, tetap aja kita jalan, kita tahu bahwa itu situ. Nah, ini sekali lagi bahwa kewaspadaan ketika kita berada di dalam lingkungan dan kita berhadapan di dalam situasi yang disebut sebagai abu-abu. Ini benar atau tidak? Boleh atau tidak, sekali lagi cari referensi Bapak Ibu. Karena apa? Kehati-hatian menjadi kunci kita. Bapak, Ibu, ketika orang sudah mengenali kita menjadi orang tidak berintegritas, sudah hancur semuanya, Bapak, Ibu. Orang tidak akan percaya dengan kompetensi kita. Orang tidak akan percaya dengan nilai-nilai yang kita yakini. Jadi, sekali lagi supaya kita tidak kecebur tadi Bapak, Ibu ya, kita update lah diri kita dengan informasi kebijakannya seperti apa, sistemnya seperti apa dan apa yang harus kita lakukan. Mungkin itu untuk Pak Sulihin. Terima kasih banyak atas jawabannya Pak Salihin. Nampaknya lengkap sekali begitu ya. Tiga pertanyaan telah dijawab oleh narasumber kita, Ibu Erna. Terima kasih juga sudah berinteraksi dan berkontribusi dalam sesi pertama kali ini. Pak Salihin. Sehat selalu di sana. Salam untuk teman-teman di Banyuwangi. Baik, Sobat ASN tentunya yang belum berkesempatan bertanya, tenang saja masih ada dua narasumber nanti yang akan menyampaikan materinya di sesi berikutnya. Bu Erna, kami ucapkan terima kasih banyak atas waktu yang telah diberikan serta kontribusinya secara nyata dalam materi yang telah disampaikan. Kita akan berjumpa lagi dalam episode-episode atau kesempatan berikutnya. Terima kasih banyak Bu Erna dan Sobat ASN tetap di ASN belajar seri 48 tahun 2025. [musik] Sobat ASN, materi berikutnya akan disampaikan oleh Kasatges Manajemen Pengetahuan dan Pembelajaran Digital Pemberantasan Korupsi, Bapak Sandri Justiana, S.Si., M.M. [musik] Selamat pagi, Pak Sandri. Selamat pagi, Bapak nih. Baik, terima kasih banyak. Baik, sehat dan kesempatan pada kali ini sudah dinantikan juga Pak Sandri tadi sudah sempat disapa oleh Bu Erna dan juga Pak Kaban. Semoga saja materi kedua ini akan memperlengkapi begitu ya tema kita pada ASN belajar seri 48. Kesempatannya kami berikan. Disilakan Pak Sandri. Baik terima kasih. Berantas korupsi tak mengenal siang dan malam meskipun harus bercucuran, keringat dan peluh. Izin membuka dengan salam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam kasih sayang untuk kita semua. Semoga negara Indonesia beserta rakyatnya lekas sejahtera. Baik, Bapak dan Ibu semua para peserta webinar. Saya lihat di Zoom ada 999 hampir 1.000 juga di YouTube juga hampir 1.000 jadi total ada 2.000 ya. Mari sama-sama kita doakan bahwa siap yang menghadiri webinar ini ditakdirkan menjadi ASN-ASN yang berintegritas, ASN-ASN yang dicintai rakyat dan nanti akan dikenang oleh anak cucu kita. Inilah sebagian dari abdi negara yang memang berintegritas. namanya setara dengan Bung Hatta, setara dengan Jenderal Hugeng, setara dengan Agus Salim, setara dengan tokoh-tokoh nasional yang telah ee mendahului kita. Saya diminta untuk memberikan materi. Biasanya kalau KPK yang bicara pasti bicara tentang Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Tapi di sini saya ingin menyampaikan sebuah topik yang nanti tolong sama-sama dibaca dan diberikan ee komentar. setuju atau tidak dengan apa yang saya sampaikan ee dalam ee webinar ini. Izin untuk share screen. Sudah terlihat kan? terlihat jelas ya? Iya. Oke. Baik. Saya pada kesempatan ini saya menyampaikan ee sebuah pendapat saya bahwa integritas itu mudah. Mudah diucapkan dan dituliskan. Bukan hanya mudah diucapkan dan dituliskan. tapi juga mudah dipraktikkan. Nah, saya ingin tanya nih ke Bapak nih. Bapani setuju enggak? Jauh, Pak. Saya pengin tahu nih mewakili peserta nih. Setuju, Pak. Tentu saja setuju. Setuju. Kenapa setuju, Bu? Senapa setuju, Mbak? [tertawa] Bapak izin mohon maaf. Ini memang offcam ya, Pak ya? Enggak, enggak. Ee tampilan di kami ini offcam, Pak. Mungkin boleh open cam kembali. Oke, sebentar. Oh, ini otomatis nih sebentar terlihat ya. Oke. Nah, baru saja. Baik, sudah open cam kembali, Pak. Setuju enggak, Bu, bahwa ituus mudah? Kenapa alasannya? Pengin tahu. Mohon maaf, bisa diulangi Bapak tadi suaranya terdengar lebih kecil. integritas. Setuju enggak bahwa integritas itu mudah, mudah diucapkan, mudah dipraktikkan. Tu setuju sekali. Integras itu mudah karena setiap orang itu pasti punya ee prinsip integritas dengan apa yang ia kerjakan. Namun tentunya pada praktiknya ini banyak tantangan sehingga sulit untuk dipraktikkan, Pak. Tapi hanya mudah diucapkan. Ee sulit bukan berarti tidak bisa ya. Betul. Oke. Nah, jadi Bapak dan Ibu tolong sama-sama dipikirkan kita dalam benak kita bahwa integritas itu mudah. Kenapa? Karena begitu kita mengatakan integritas sulit, maka itu akan menjadi pebenaran. Jadi, kenapa kita enggak berani menolak suap? Kenapa kita tidak berani ee menolak gratifikasi? Kan susah gitu. Udah diucapkan pasani gampang mudah diucapkan, dituliskan tapi itu dipraktikkan susah. Nah, susahnya itu membuat pikiran kita seperti itu, Bapak dan Ibu, gitu. Oke. Jadi ee kita berharap ee dengan webinar ini saya tidak berbicara apa, tidak muluk-muluk. Minimal dalam persepsi kita integritas itu mudah. Ketika kata Bapaknya ada tantangan ingat kembali ini mudah. Oke, Bapak dan Ibu semua. Sebentar. Ini kenapa? Nah, jadi integritas itu adalah ee hal yang mudah dan ringan dengan syarat jika kita tahu ilmunya dan memulainya dari diri sendiri. Integras akan terasa sulit kalau kita enggak tahu ilmunya gitu. kita enggak tahu pengetahuannya, kita enggak tahu aturannya, kita enggak tahu etiknya, dan kita selalu memulai itu nunjuk orang lain gitu. Itu kan orangnya juga kayak gitu gitu. Nah, ini prinsip pertama. Prinsip kedua adalah integritas itu bukan hanya perkara saya menolak suap 5 miliar, bukan hanya perkara saya tidak melakukan ee korupsi 1 triliun gitu. Itu merupakan output sebetulnya. Tapi keputusan kita nanti ketika kita punya wewenang itu berawal dari serangkaian keputusan kecil sehari-hari yang pada akhirnya akan membuat jujur dan disentuh menjadi satu otomatis menjadi sebuah kebiasaan menjadi sebuah reaksi yang spontan. dampaknya akan terasa ringan dan nantinya akan mudah dipraktikkan. Jadi ibarat ee efek domino gitu. Saya enggak percaya orang itu yang terkena korupsi, saya yakin pasti dia sejak awal tuh telah melakukan ee korupsi dalam versi yang kecil gitu seperti itu. Tapi kalau kita sudah terbiasa terbiasa itu menjadi sebuah kebiasaan. Mungkin kita tidak bisa menghindar situasi konflik kepentingan. kita tidak bisa menghindar situasi godaan. Tapi kalau kita terbiasa, kita memiliki benteng yang lebih kokoh. Nah, kita tadi bicara integritas itu mudah ee dituliskan dan diucapkan. Nah, biasanya seperti kata Buana tadi, kita harus tahu dulu apa sih integritas. Ini mudah banget gitu. Integritas adalah sebuah konsep fundamental yang merujuk pada kesatuan dan konsistensi antara pemikiran, ucapan, dan tindakan seseorang. Ini penting nih, ini mudah. Tapi harus tahu nih, simpel kok. Apa tuh integritas? Pikirkan, ucapkan, dan lakukan. Sama seperti judul di sini ya, pahami tindakan dan lakukan. Lalu dari sisi regulasi. Nah, regulasinya sudah ada kok. regulasi undang-undang TVOR, Permenpan tentang kopi kepentingan, kode etik di setiap instansi itu semuanya ada. Larangan gratifikasi sudah ada, ketentuan gratifikasi sudah ada dan dokumen itu bukan dokumen yang sifatnya tertutup. Itu mudah diakses siapapun mudah dipelajari. Artinya kita tidak perlu merumuskan hal baru. Udah ada kok gitu tinggal ikuti aja gitu. Baca aturannya ikuti semudah itu. Nah, kalau kita mau detail lagi misalnya di Undang-Undang ASN jelas kok gitu kan. Tapi kan di Undang-Undang ASN tuh enggak ada kata-kata integritas, enggak ada kata-kata anti korupsi. Yang ada adalah berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal. adaptif, kolaboratif. Tapi ternyata kalau kita breakdown lagi, loyal itu artinya mengandung arti taat pada hukum. Artinya taat kepada aturan pada hukum termasuk undang-undang Tipikor. Kemudian akuntabel artinya itu dia jujur, dapat dipercaya, tidak menyalahkan gunakan wewenang. Artinya kalau orang enggak jujur, enggak dapat dipercaya, menyalahgunakan wewenang, berarti dia tidak akun akuntabel. Ini jelas nih di pasal 3, pasal 4 dan 5, kemudian juga pasal 10 11 gitu dan pasal 753 ini semuanya terkait dengan ee integritas walaupun tidak dikatakan secara eksplisit. Nah, jadi Bapak dan Ibu integritas itu mudah. Kenapa? Karena kita hanya menjalankan apa yang tertulis. Ingat sekali lagi, kita hanya menjalankan apa yang tertulis. Nah, kesulitannya muncul. Nah, integral itu akan menjadi sesuatu yang sulit kalau kita mulai memilih untuk melanggar. Nah, itu sebetulnya. Kenapa jadi sulit? Karena kita melanggar, gitu. Nah, kenapa melanggar? Nah, ini ada teorinya. Teori triangle rout. tadi misalnya opportunity, opportunity ya. Nah, kalau opportunity mungkin ee kita punya kesempatan. Nah, kesempatan itu yang membuat kita melanggar gitu. Wah, mumpung menjadi esolon 1, mumpung menjadi esolon 2, mumpung menjadi PPK, mumpung menjadi pejabat pengadaan. Kesempatan nih kita mendapatkan. Nah, itu ada peluang tuh, gitu. Lalu ada juga yang artinya saya enggak mau nih, ada kesempatan saya enggak mau kan gitu. Tapi ada tekanan nih, tekanan dari atasan, tekanan dari keluarga yang pada akhirnya kita melakukan rasionalisasi. Oh, enggak apa-apa toh yang kita ambil hanya sedikit. Oh, enggak apa-apa toh. Ini kan demi juga masa depan keluarga. Oh, enggak apa-apa daripada saya nanti dimutasi. Oh, enggak apa-apa. Toh ini juga buat nanti membangun rumah ibadah. Oh, enggak apa-apa yang lain juga gitu. Rasionalisasi inilah gitu. Oh, enggak apa-apa. Kita kan sudah memberikan pelayanan terbaik. Wajar dong mendapatkan hadiah. Inilah yang membuat kita menjadi sulit karena kita merasionalisasi pelanggaran-pelanggaran kecil seperti itu. Ini relevan dengan ee kalau kita Bapak Ibu baca BAP ya atau pututusan pengadilan terdakwa korupsi itu munculnya gitu enggak ada gitu. Semua muncul saya melakukan ini karena ini ada rasionalisasi. Nah, dari sini Bapak dan Ibu kita juga merasionalisasi terkadang kita merasa ini kadang enggak ada pilihan gitu. Kayaknya kalau kita di ee godaan untuk korupsi enggak ada pilihan. Padahal pilihan itu selalu ada. Ini pilihan-pilihan nih. Pilihan kita menentukan seberapa tingkat integritas kita. Tingkat integritas yang paling dasar adalah mengenali nilai yang benar. Itu enggak cukup. Tapi nah kemudian yang kedua ee kita jujur sesuai hati nurarani. Yang ketiga ee berani, yang keempat konsisten. Yang kelima itu teladan dan menjadi inspirasi. Nah, untuk menjadi ketiga berani itu ada namanya godaan atau keuntungan. untuk naik ke tingkat empat itu ada dilema, ini ada ee resiko. Kalau kita bisa melewati 3 dan 4 ini, kita berarti akan menjadi sebuah teladan. Nah, seperti apa contoh-contoh godaan? Nah, godaan-godaan integritas ada bentuk benefitnya yang menggoda ketabahan, kelurusan dan merusak objektivitas. Atau bisa juga godaan itu karena penerimaan hadiah, menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan publik, memanfaatkan kedudukan wandang maupun gaya hidup mewah. Ini merupakan godaan kapan lagi saya dapat untung. Nah, ini godaan-godaan. Nah, kalau terkait dengan dilema ini muncul juga bisa jadi tekanan gitu. Situasi dilematis yang disebabkan adanya resiko atau konsekuensi yang merugikan ketika tetap menegakkan integritas. Apakah ada ancaman, tidak dilibatkan dalam kegiatan, dimutasi, dicerca, dikucilkan, dipreming negatif, pembunuhan karakter, diintimidasi sampai pada resiko pembunuhan. Ini dilema-dilema. sehingga pada akhirnya apa yang harus dilakukan ketika kita mendapatkan godaan atau menghadapi situasi dilema? Nah, ini bisa dipikirkan. Apakah pilihan kita tepat enggak daripada tidak tepat? Apakah pilihan kita benar enggak daripada salah? Apakah pilihan kita etis enggak daripada tidak etis? Apakah pilihan kita boleh enggak daripada tidak boleh? Apakah pantas enggak gitu? Jadi kita setiap ada sebuah pilihan dilema, kita pikirkan tepat ini enggak ya? Ini benar enggak? Ini etis enggak? Ini boleh enggak? Ini pantas enggak? Ditanyakannya ke siapa? Bisa tanyakan kepada atasan kita, kepada sahabat kita, kepada keluarga kita. Dan yang paling jujur adalah tanyakan kepada hati nurani kita. Ya, kalau saya menerima suap tepat enggak ya gitu? Ini benar enggak ya gitu? Ini etis enggak? Ini boleh enggak? Ini pantas enggak gitu. Nah, dari situ maka sebelum kita mengambil tindakan pikirkan apakah ini yang terbaik untuk saya? Apakah kalau saya melakukan ini, ini bisa mengatasi saya ke depannya? Apakah kalau saya melakukan ini saya tidak akan menyesal? Apakah tidak ada cara yang lebih baik? Tanyakan ini, pikirkan ini. Insyaallah kita akan mudah untuk berintegritas. Nah, tentu seperti kata Bapak tadi kita ada namanya ee praktik ya, ada namanya tantangan. Maka integritas itu tantangannya adalah bukan melawan godaan yang besar, melainkan bagaimana kita bisa memenangkan satu hari tanpa rasionalisasi. Itulah yang kita sebut sebagai otomatisasi integritas. Nah, agar menjadi kebiasaan, integritas harus terus dilatih, terutama dalam menghadapi godaan integritas. Nah, pertanyaannya ee pertanyaannya adalah kapan kita bisa ee melakukan ee godaan? Kapan kita bisa berlatih? Bisa berlatih dalam kehidupan sehari-hari, dalam kegiatan sehari-hari atau bisa juga kita berlatih dalam sebuah simulasi. Nah, saya ingin memberikan sebuah contoh. Nah, contoh bagaimana ee kita bisa ee melakukan sebuah ee godaan-godaan. Kita bisa menghindari ee godaan. Baik, saya akan menunjukkan ee sebuah studi kasus. Mohon nanti ee Bapak dan Ibu bisa ee sama-sama menjawabnya. Sebentar saya akan buka dulu ee materi saya. Studi kasus du pelayanan publik. [musik] Bayangkan Anda adalah aparatur sipil negara [musik] di bidang pelayanan publik kependudukan yang setiap hari berhubungan langsung dengan masyarakat. Dalam jabatan ini, Anda memiliki kewenangan untuk memproses, memverifikasi, atau memberikan rekomendasi terkait dokumen kependudukan dan catatan sipil. Beberapa warga merasa senang karena telah dilayani dengan baik sehingga mereka sering memberikan makanan sebagai tanda terima kasih. Beberapa kali Anda pun juga menerimanya. [musik] Pilih jawaban yang benar dengan mencentang pilihan-pilihan berikut. Oke. Nah, sekarang saya minta bantuan Papani nih. Kira-kira kalau kita jawab ini perannya ada kita sebagai ASN. Nah, kalau Bapak sebagai ASN apakah ASN itu memiliki kewenangan untuk atau peran dalam situasi ini? Kira-kira punya wewenang enggak Bapak ini? Mohon maaf, Pak. Layarnya kecil sekali ya? Kecil sekali ya? Iya. saya tidak terbaca kalau dari saya dari layar saya. Oke, sekarang baca sekarang. Nah, sudah mulai terbaca. Oke. Apakah mel kewenangan enggak dalam situasi tadi sebagai ASN memiliki kewenangan enggak kira-kira? Tidak, Pak. Enggak. Bukan Bapak nih sebagai ASN tadi SNnya sebagai punya kan ya? Iya. Punya Wenang kan. Oke. Nah, kira-kira ada potensi konflik enggak? hubungan pribadi atau komplek kepentingan dengan situasi tadi. Apakah kepentingannya apa kira-kira nih? Apakah ada hubungan afiliasi? Apakah ada potensi gratifikasi atau ada pengaruh rangkap jabatan atau penggunaan pengaruh jabatan lama? Kira-kira sepertinya sih kepentingan afiliasi ee dan atau bisnis finansial. Oke, kita coba ya. Oke. Nah, kemudian jenis konflik kepentingannya nih. Apakah aktual, potensial, konflik kepentingan yang dipersepsikan atau tidak ada konflik kepentingan. Contoh nih, bisa lebih dari satu jawaban nih. Ada kontek kepentingan enggak kita sebagai ASN layan publik dengan adab adab warga yang memberikan hadiah kepada kita. konflik kepentingan dipersepsikan dan potensial sepertinya, Pak. Oke. Oke. Cocoklah ya. Kita coba. Nah, kita coba lagi. Nah, kira-kira ini mungkin Bu gratifikasi nih. Mungkin ini gratifikasi. Oke. Gratifikasi ini potensial dan persepsi ya. Coba cek lagi. Oh, karena tadi belum dicetak ASN-nya, potensinya. ini gratifikasi potensial dan persepsi. Betul. Jadi kita ketika kita menghadapi sebuah dilema tadi, kita harus melakukan analisis siapa kita. Kita ASN punya WN enggak punya. Apa kepentingannya? Ya emang nanti harus kita ee sama-sama pelajari gitu. Andi tadi ada warga yang nitipin kota kue ke saya. Katanya cuman ucapan terima kasih. [musik] Hati-hati, Rin. Walaupun kecil itu tetap bisa dianggap gratifikasi loh. Masa sih? Padahal cuman makanan sederhana. Justru itu kalau kita terima masyarakat bisa salah paham. Mereka bisa mengira bingkisan itu berhubungan dengan cepat atau tidaknya layanan. Iya juga. Lama-lama bisa jadi kebiasaan yang enggak sehat. Nah, jadi di sini kita berhasil mengidentifikasi gitu, tapi bukan berarti kita akan menolak. Kira-kira Bapak dan Ibu, setelah mengetahui bahwa pemberian tersebut dapat menimbulkan konflik kepentingan potensial dan yang dipersepsikan, apa sebaiknya yang Anda lakukan? Pilih salah satu jawaban berikut. Kita tadi sudah bisa menganalisis nih karena kita sudah paham. Betul enggak? Sudah baca regulasinya. Tapi pada saat tadi praktik kira-kira pilihannya mana nih? Apakah menolak, apakah terima atau netral? Misalnya kita tetap nih walaupun tahu bukan berarti dia itu akan mempraktikkan. Bisa jadi jawabannya adalah dia rezekinya ditolak. Dia enggak mau kue nih. Wah, mau loh. Itu kue dari mana? Kamu beli enggak, Pak? Tadi ibu dikasih sama warga. Katanya pelayanan Ibu baik dan cepat, jadi dia mau berterima kasih. Eh, hati-hati loh, Bu. Ini termasuk gratifikasi. Kan kita enggak boleh nolak rezeki, Pak. Gratifikasi itu bukan rezeki, Bu. Kamu harus hati-hati. Klik tombol kembali untuk pilihan lain atau calat. Jawaban kita adalah netral nih. Saya terima tapi tetap netral gitu. Aduh, ternyata berkas aku bermasalah nih. Hmm. Ternyata proses administrasi Bapak yang kemarin ngasih aku donat ini terkendala. Apa aku bantu aja ya? Eh, dengar-dengar kemarin Bu Rina sempat bantuin proses administrasi warga karena dia sering ngasih makanan ke Buina. Oh, jadi proses kita bisa lebih cepat dan lancar kalau kita juga memberi seperti warga itu. Kalau gitu akhirnya itu menjadi sebuah kebiasaan cuman dan pilihan yang sesuai hati kita adalah kita tolak. Bu, ini ada sedikit kue dari rumah. Anggap saja tanda terima kasih karena pelayanan Ibu cepat sekali. Terima kasih banyak, Pak. Tapi mohon maaf, saya tidak bisa menerima pemberian dalam bentuk apapun. Loh, kenapa Bu? Ini cuma kue sederhana, tidak ada maksud apa-apa. Saya paham, Pak. Namun sesuai aturan, pemberian sekecil apapun tetap bisa dianggap gratifikasi karena terkait jabatan saya. Supaya tidak menimbulkan salah paham, lebih baik saya tolak dengan hormat. Oh, begitu ya. Saya kira tidak masalah. Tidak apa-apa, Pak. Bapak tetap tenang saja. Pelayanan tetap kami berikan dengan profesional tanpa perlu ada bingkisan apapun. Nah, itu Bapak dan Ibu ee salah satu nanti ee contoh di mana kita memang harus senantiasa ee melatih ee integritas kita. Dan ini yang tadi saya sampaikan merupakan ee contoh bagaimana kita bisa ee melatih untuk ee berintegritas gitu. dan di mana kita bisa berlatih secara online kita sudah KPK menyiapkan berbagai ee macam kelas pembelajaran digital yang harapannya nanti bisa ee membantu kita untuk melatih kebiasaan-kebiasaan berintegritas seperti itu. Ini nama kelasnya konflik ee JT paham konflik kepentingan. Nanti silakan Bapak dan Ibu ini belajarnya gratis ee bisa mengakses di e-learning.go.id. Jadi, Bapak dan Ibu ee sebagai penutup sebelum nanti kita lebih dalam di diskusi, integritas itu bisa diciptakan lewat rasa takut akan konsekuensi atau bisa juga lewat perasaan bangga. Tapi saya mengajak mari kita lakukan integritas bukan karena takut, tapi karena integritas membuat kita bangga. Karena itulah yang akan bertahan dan menetap perasaan bangga. Karena itu akan membentuk PLU positif kepada ee diri kita. Demikian sebagai pengantar diskusi. Selanjutnya senang sekali bisa kita bisa saling berbagi pengalaman bagaimana kita mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Saya kembalikan ke Bapaki. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak Sandri. Ini sangat aplikatif sekali begitu ya apa yang telah disampaikan. Jadi bukan hanya sekedar teori, tapi membantu kita untuk lebih kritis mengenai situasi-situasi yang mungkin saja terjadi dan itu bisa berpotensi terhadap gratifikasi atau bentuk-bentuk korupsi lainnya. Dan tentunya kita akan segera menuju ke sesi tanya jawab untuk berinteraksi langsung. Sobat ASN silakan untuk rais hand. Saya akan masih mencari untuk yang sudah rah hand dan siap untuk berinteraksi secara langsung. Baik. Oh, ada pertanyaan. Oke. Baik. Saya akan bacakan begitu, Pak Sandri untuk pertanyaannya dari Pak Avia atau Ibu Afia di Kabupaten Malang. Selamat siang. Mohon izin bertanya. Saya Afia dari ASN di Kabupaten Malang. Apabila kita sebagai staf sudah menjunjung tinggi integritas, tetapi atasan memerintahkan untuk melakukan tindakan yang menurut kita menyimpang, bagaimana menghadapi hal tersebut? Karena di sisi lain kita hanya staf yang harus menghormati atasan. Harapan saya semoga hal ini tidak ada di sekitar lingkungan kita bekerja. Mohon masukannya karena hal tersebut tidak menutup kemungkinan suatu saat memang terjadi. Terima kasih banyak. Begitu pertanyaannya, Pak Sandri. Oke. Kita sebagai ASN ya. Iya. Kita punya nilai-nilai berakhlak. Nah, dalam artinya nilai ini bukan hanya sekedar slogan, tapi perlu kita tetapkan. Pertanyaannya adalah kalau kita menerima perintah tadi sesuai enggak dengan nilai-nilai ASN? Itu pertanyaannya sesuai enggak kira-kira? Bias aja kita pasti kita akan memberikan tadi rasionalisasi. Ini kan atasan kita ya kan. Ini kan bagian dari loyal gitu. Kita kan harus loyal sama atasan. Itu kan sesuai dengan nilai berakhlak. Nah itulah ternyata loyal di berakhlak itu adalah taat hukum dan setia pada bangsa dan negara bukan setia kepada atasan. Tanyaannya adalah yang dilakukan atasan tadi memberikan perintah yang itu tidak sesuai dengan berakhlak. Kira-kira kita milih yang mana? Kan gitu. Tadi pertanyaan tadi kembali lagi kepada pertanyaan tadi Bu, Ibu dan Ibu. Bu, pertanyaan tadi Bu dari saya empat pertanyaan. Kira-kira kalau kita menerima perintah tadi walaupun itu jelas-jelas melanggar aturan, pertanyaannya adalah apakah ini yang terbaik untuk kita? Apakah ini kalau saya lakukan ini saya ikut ikut terlibat enggak gitu? Misalnya tolong ini tanda tangani dokumen ini gitu kan gitu. Kita tanda tangan kita sebagai bendahara. Begitu nanti di pengadilan siapa yang bertanggung jawab? Kita karena kita tanda tangannya gitu. Ini ada kejadian gitu ada kejadian dia punya bendahara di atasannya karena takut dipindahkan, takut dimutasi kan gitu. Padahal dimutasi pun dampaknya apa ke kita kan gitu. Dunia mungkin tapi akhirat kan gitu. Dan ketika dia kena dia yang kena. Kenapa? karena Anda bertanda tangan di sini, gitu. Jadi bagusnya gimana? Nah, kita perlu komunikasi. Sampaikan, "Bapak mohon maaf sesuai dengan aturan A B C regulasi gitu kan. Saya tidak berani karena begini begini begini kan gitu. Saya menyarankan seperti itu gitu. Itu yang kita lakukan. Kita mesti berani gitu. Kalau enggak berarti kita tadi merasionalisasi gitu ketakutan-ketakutan yang kita ciptakan sendiri gitu. itu mudah Bapak dan Ibu gitu. Kita coba kan itu banyak kan itu. Kalaupun di resiko, resikonya apa gitu kita cikir resiko-resiko sampai resiko kalau kita melakukan ini nanti gitu kan ketika nanti kita di akhir ditanya gitu kenapa Anda melakukan itu p melanggar kan gitu itu sampai ke sana gitu jadi kita tanyakan kepada hati nurane kita gitu tapi kita kan sendirian. Nah inilah pentingnya kita punya komunitas gitu. Kita takut bersuara karena kita merasa sendiri. Tapi kalau kita gabungan di sini ada 1000 di Zoom, 1000 di YouTube dan lebih gitu. Kalau kita semua bergabung, tenang Anda laporkan saja. Kalau nanti atasan macam-macam, tenang kami punya pengacara, saya orang hukum. Jangan takut karena ini aturnya jelas gitu. Saya akan publikasikan. itu yang paling penting kita. Jangan sampai kita ee apa kejahatan yang terorganisir itu akan mengalahkan kebaikan yang jalan sendiri-sendiri gitu. Makanya tadi ee untuk melakukan memahami kita perlu bareng-bareng, untuk berintegritas kita bareng-bareng kita enggak bisa sendiri gitu. Itu pentingnya komunitas itu seperti itu. Begitu Bapak nih. Terima kasih. Ada pertanyaan juga dan ini nampaknya sudah rais hand kami akan terhubung dengan Ibu Nurul Afriingsi. Ibu Nurul. Halo, selamat siang Bu Nurul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, silakan untuk pertanyaannya Bu Nurul. Iya, sangat luar biasa ini materi dua narasumber. Jadi ee untuk prinsipnya sudah jelas ya, Pak ya. Kita itu tidak perlu takut pada atasan. Yang kita junjung tinggi itu adalah aturan. Karena kita ASN harus berintegritas. Ketika ilmunya itu sudah komplit, berarti tinggal kita melaksanakannya ya, Pak ya. ee ketika di lapangan kita ee memiliki komitmen tinggi untuk berintegritas, ee salah enggak, Pak, kalau misalnya kita melihat sekeliling tidak ee tidak berintegritas, kita tidak menegur, tidak apa? Karena kan sebetulnya kan pada hakikatnya kan ilmunya sudah ada gitu dan saya yakin semuanya juga sudah paham. Jadi kita ee apa itu namanya? Ee tidak menegur dan tidak tidak ee jika melihat seperti itu kita tidak menegur dan tidak mengingatkan. Enggak apa-apa kan, Pak? Ya, karena kita ya juga kita kan ee apa berhubungan sebagai teman kan tetap harus terjalin gitu enggak apa-apa kan enggak masalah ya, Pak ya. Oke, ini menarik Ibu siapa? Maaf. Nurul. Bapak, Bu Nurul ya memang menarik. Kalau dalam apa tingkat integritas itu selain kita memiliki nilai-nilai yang kita yakini, kita jalankan, kemudian jika kita melakukan pelanggaran ee kita mengakui kesalahan tersebut dan berjanji istilahnya tbat kan gitu, kita juga sebetulnya harus mulai berani mengingatkan gitu. Nah, berani mengingatkan tentu Bu caranya beda-beda, Bu. Kan gitu caranya beda-beda gitu. Itu ada ada rumusnya, Bu gitu. Dengan cara halus, dengan cara ya ibarat gini, Bu. Ibu, kalau ada anak yang melakukan kesalahan, melakukan sesuatu yang enggak benar, kira-kira Ibu akan negur dia enggak gitu aja. Ibu sayang sama anak Ibu, Bu. Ibu sayang banget, cinta banget, tapi dia melakukan hal yang menurut Ibu tuh nih enggak sesuai dengan nilai. Kira-kira Ibu akan negur dia enggak gitu. Kalau seorang anak kan memang harus kita didik ya, Pak ya. Tapi kalau sudah dewasa gitu itu kayaknya enggak ini ya, Bapak. [tertawa] Tapi kalau misalnya dia tidak kita tegur kemudian dia melakukan pelanggaran, yang rugi siapa, Bu? Iya kan? Ibu kasihan ke dia enggak gitu? Mungkin pelan-pelan ya, Bapak ya. Betul, betul, betul. Ada pelan-pelan itu emang dari sisi psikologi nanti ee nanti akan aku akan coba share ya gitu. Itu ada Bu ada mekan ada caranya gitu kita menegur tanpa membuat orang itu ee terluka gitu. Yang pasti niatnya dulu, Bu. Niat kita negur tuh bukan karena marah, bukan karena apa, bukan karena sebel gitu. Karena aku teh cinta sama kamu gitu. Aku teh sayang gitu. Aku sayang sama kamu. Aku hanya ngingetin kan gitu ya gitu. Tapi terserah kamu deh kalau kamu enggak mau teh ingetin Bu, kita tunjukkan apa dampaknya gitu gitu. Ini pengalaman aku seperti itu. Contoh Bu ya. Saya kadang-kadang tuh kalau naik motor gitu kan dibonceng itu ada larangan berbelok muter belokan gitu. Tapi kadang aduh takut takut ken apa? Khawatir kita takut dia marah. Tapi begitu tegur, "Pak, bisa enggak kalau ke depan karena begini?" "Oh iya saya baru tahu gitu." Bisa jadi dia itu enggak tahu, Bu melakukan gitu. Sebetulnya beda masalah kalau dia melakukan karena saya juga dia tuh tahu gitu kalau kayak gitu kan udah udah beda prinsip. Ya udah kalau kayak gitu saya hanya mengingatkan sebagai teman saya sudah mengingatkan terserah Anda melakukan itu urusan kamu kira-kira seperti itu Bu gitu. Begitu Bu Nurul. Terima kasih. Baik terima kasih banyak Bu Nurul atas pertanyaannya dan ini juga sepertinya mewakili dari Sobat ASN yang ingin bertanya ya. Terima kasih banyak atas kontribusi dan partisipasinya. Kami akan menuju ke pertanyaan berikutnya melalui kolom chat yang sudah masuk. Pertanyaan dari Bapak Muhammad Devin Nugraha dari bagian perencanaan dan keuangan Setda Kabupaten Bekasi. Ee katanya Pak Santri kan banyak di Indonesia ini adanya kasus korupsi jual beli jabatan di lingkungan ASN. Alhasil pelayanan publik menjadi terganggu dan menghambat proses pelayanan publik yang sedang berjalan. Nah, gimana caranya agar pencegahan kasus korupsi jual beli jabatan di lingkungan ASN ini mungkin untuk ee ditanggapi dan untuk dicegah atau bahkan tidak terjadi? Seperti apa caranya? Begitu, Pak. Jika emang seperti itu, ada tiga yang bisa dilakukan dan itu tidak hanya oleh satu lembaga. Yang pertama tentu dari sisi ee penegakan represif. Jadi, karena ada jual beli jabatan berarti memang dia melakukan pelanggaran hukum. Heeh. Maka aparat penegak hukum baik KPK, Kejaksaan atau polisi, dia harusnya melakukan penindakan gitu. Dihukum sesuai dengan aturan gitu. Oh, baik. Tapi yang kedua juga ada strategi namanya preventif gitu. Sebelum terjadi kita lakukanlah upaya pencegahan gitu. Kita bangun sistemnya, bangun sistem pelaporannya, bangun sistem yang membuat ee transparansinya gitu. kita buat sistem bagaimana mekanismenya itu transparan gitu. itu ada tuh dan itu KPK juga dengan teman-teman P sudah banyak melakukan gitu melakukan bagaimana upaya semakin memperkecil celah untuk korupsi itu bagian pencegahan gitu dan tak kalah pentingnya adalah kalau tadi yang penindakan diharapkan orang ah saya enggak akan melakukan jual jabat karena malu dong ditindakkan, malu dong pakai baju oren kalau KPK pakai baju rompi pink kalau dari kejaksaan kan malu kan gitu apa yang saya dihukum malu banget kan gitu yang kedua dua sulit. Ah, saya enggak akan melawan. Kenapa? Sulit banget gitu. Walaupun ada kesempatan gitu, tapi yang paling penting adalah inilah tema dari webinar hari ini. Kita melaku, tidak melakukan itu bukan karena takut, bukan juga karena sulit. Karena memang saya tidak mau. Hm. Saya enggak mau. Kenapa saya enggak mau gitu? Ini yang kita bangun bareng-bareng gitu. Bayangkan kalau 5,2 juta ASN di Indonesia seperti itu gitu. Tapi gimana kondisi sekarang? Ya, itulah tantangannya. Saya doakan. Makanya Bapak dan Ibu yang punya komitmen bahwa saya nanti tidak suka yang namanya jual beli akan melakukan saya doakan untuk menjadi pejabat-pejabat yang punya wewenang gitu. Punya wewenang untuk melakukan promosi mutasi sesuai dengan sistem merit gitu. Saya doakan kenapa? Karena Indonesia butuh Bapak dan Ibu seperti itu. Kalau sekarang belum, mungkin belum waktunya. Tapi insyaallah saya yakin gitu. Bapak dan Ibu yang hadir di webinar ini suatu saat akan di mana pun jabatannya tetapkanlah gitu. Lakukanlah apa yang memang harus kita lakukan. Biasakanlah yang benar bukan membenarkan yang menjadi sebuah kebiasaan. Padahal itu kebiasaan yang jelek seperti itu. Begitu Bapak Ani. Baik, terima kasih banyak atas jawabannya dan untuk Pak Muhammad Devi Nugrah ini semoga bisa diaplikasikan pencegahan yang tadi telah disampaikan saran-sarannya ya. Amin. Dan ini bisa menjadi prinsip diri begitu karena integritas itu berasal dari dalam diri. Terima kasih banyak dan kami cukupkan untuk sesi tanya jawab kali ini. Sudah ada tiga penanya begitu. Waktu kami cukupkan juga untuk sesi Pak Sandri Justiana. Terima kasih banyak Bapak atas waktunya. dan waktu yang telah diberikan pada sesi webinar kali ini. Sampai jumpa lagi pada sesi-sesi berikutnya. Tapi untuk sobat ASN yang belum sempat bertanya atau yang sudah namun belum kami bacakan kami mohon maaf. Jangan khawatir karena masih ada satu narasumber lagi yang akan memberikan materinya tetap di ASN Belajar seri ke-48. [musik] Masih bersama webinar ASN Belajar seri ke-48 tahun 2025. Soat ASN, materi terakhir hari ini akan disampaikan oleh Inspektur Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh Inspektur Pembantu dua Inspektorat Provinsi Jawa Timur Bapak Dahono Nuswantoro, S. Mm. Makuju [musik] siang, Pak Dahono. Selamat pagi, Ibu Fani. Patriia, terima kasih banyak Bapak. Bagaimana kabarnya hari ini di hari Kamis? Super. Wah, [tertawa] luar biasa. Saya senang sekali ini sudah bersemangat. Saya juga semangat untuk dapat menyimak apa yang ingin disampaikan karena tentunya ini akan menjadi pelengkap sesi webinar kali ini. Kepada Pak Dahono disilakan. Giih. Matur nuwun Ibu host, Ibu Fani Patriia. Ee terima kasih memberikan kesempatan kepada kami untuk ya kita berbagiah, kita berbagi perspektif gitu ya. Kalau saya gak suka mengajar itu mengguru itu tidak suka. Saya lebih sukanya berbagi perspektif. Mohon maaf sebenarnya Pak Inspektur yang harus yang seharusnya me apa ya? berkesempatan untuk ketemu Bapak Ibu, tapi Pak Inspektur Provinsi sedang ada kegiatan dengan KPK juga hari ini. Beliau sedang perjalanan menuju Jakarta. Perkenalkan saya Dahonoun Nuswantoro, Inspektur Pembantu DU Inspektorat Provinsi Jawa Timur akan sharing kita hari ini akan sharing sisi kalau tadi mungkin sudah sisi-sisi normatif itu ya, perspektif hukum ee perspektif regulasi. Hari ini kami mencoba untuk berbagi dengan Bapak Ibu peserta webinar dari perspektif behavi oral gitu ya. Ya, karena saya orang manajemen, Pak. Bapak Ibu saya dulu sekolahnya ya sekolah ee perilaku organisasi gitu ya. Selain sekolah akuntansi, saya sekolah manajemen. Saya suka sekali dengan perilaku organisasi. Makanya k hari ini kita pengin berbagi gitu kan, diskusi bagaimana korupsi itu dipandang dari sudut pandang ee sisi keperilakuan phoral. Gaya izin share screen host. Pak sudah bisa share screen belum? Saya sudah. Oh, sudah ya. Iya, disilakan, Pak. Oke. Share. Oke. Oh. Oke, baik. Oke. Sudah terlihat temanya. Sampun. Sambun ya. Sudah terlihat ya. Iya. Oke. Ini judulnya menuju ASN anti korupsi gitu kan. Begini, ada salah satu quote. Saya senang banget dengan quote ini. Quote ini sebenarnya jadi eh template-nya Windows gitu ya, PowerPoint. Tapi saya senang ini oleh Neil Armstrong. Jadi orang yang katanya mendarat pertama kali di bulan gitu. Jadi dia bilang, "It's one small step for man, one giant lip for mankind." gitu ya. Jadi kira-kira bagi kita ini sebenarnya sebuah small step gitu kan yang mungkin orang bilang remeh gitu atau bagi kita sendiri ini step-step yang sangat rom tapi bisa jadi ini menjadi sebuah giant giantly mankind gu ya sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang mankind itu umat manusia. Satu langkah kecil ee ada pengalaman gitu ya dalam perubahan. Banyak pengal banyak literatur-literatur menyebutkan bahwa merubah sesuatu itu paling mudah itu dimulai dari diri sendiri. Jadi kita punya kontrol 100% gitu kan atas diri kita sendiri. Dan itulah yang perubahan yang paling mudah untuk dilakukan. Jadi memulai perubahan baik itu dimulai dari diri sendiri yang itu tentunya secara tidak disadari akan sangat berguna bagi orang banyak. diri kita sendiri berubah. Ada positive vi bagi orang lain. Orang lain ikut berubah lama-lama seperti apa? Gulungan snowballing. Itu kalau praktisi apa para akademisi bilang efek snowballing. Lama-lama akan jadi snowball yang sedemikian besar menjadi gerakan bersama yang sedemikian besar. Oke, hari ini kita akan diskusi sisi behavioral terutama terkait dengan kita akan bahas keterkaitan teori ekonomi klasik gitu ya. Khususnya asumsi para ekonomi klasik itu terhadap behavior, karakteristik dari manusia. Dan satu teori yang seringki dipakai FR Triangel itu Donald Resi tahun 1950. Oke, jadi kita hari ini akan membahas dua teori itu dihubungkan dengan perilaku korupsi teknis. Kalau teman-teman ada yang sekolah ekonomi, sarjana ekonomi pasti kenal dengan teori dengan orang yang namanya Adam Smith. Teori yang mendunia itu adalah invisible hand. Pasti ee Bapak, Ibu, teman-teman sekalian ee dulu waktu kuliah pengantar PIE, pengantar ilmu ekonomi pasti dapat itu Adam Smith invisible hand. Itu teorinya beliau yang paling terkenal. Jadi prinsipnya invisible apa teori ini bilang bahwa mekanisme pasar bebas jadi ada sedikit atau tanpa intervensi pemerintah akan mendorong sebuah alokasi sumber daya yang sangat efisien meskipun individu-individu di dalamnya itu tidak meniatkan itu ya tidak meniat untuk menjadi efisien, tapi akan terjadi efisiensi dan akan dalam jangka panjang akan menciptakan sebuah kesejahteraan umum. Itu katanya Adam Smith. Tapi kita gak bicara itu. Sekarang kita bicara asumsi yang dipakai oleh Adam Smith untuk menggambarkan karakteristik dan perilaku ee orang-orang yang ada di dalam apa? Orang-orang yang ada dalam asumsi ekonomi klasik. Jadi dia mengenalkan sebuah istilah hono. Homo ekonomikus katanya. Homo ekonomikus. Orang dengan si apa karakter homoekonomikus itu rasional. Itu yang pertama. Jadi orang rasional manusia ini dianggap mampu membuat keputusan yang logis dan konsisten. Jadi itu kata kuncinya logis dan konsisten untuk mencapai tujuan ekonomi. Jadi setiap dari kita ini kan makhluk ekonomi homo ekonomikus yang dalam teori klasik ekonomi klasik diasumsikan bahwa mereka itu rasional. sangat rasional. Bahkan ada yang bilang ekstremely rasional. Jadi segala keputusannya itu logis dan konsisten. Enggak ada ruang bagi emosi atau bias gitu ya dalam pengambilan keputusan ekonomi. Jadi etika ini yang orang ekstrem bilang mereka gak peduli lagi, enggak terlalu mempertimbangkan etika, moral dan sebagainya. keputusannya murni gitu kan dari sebuah kerangka pemikiran logis. Lalu yang kedua ada beberapa tapi kita bahas dua ini aja. Yang kedua adalah egois gitu atau self interest itu menjadi apa namanya menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Jadi dia itu digambarkan sebagai manusia yang atau individu yang bertindak demi keuntungan pribadi. selalu berusaha untuk mendahulukan dirinya, individu individunya, self interest-nya yang menjadi ee pertimbangan utama dan selalu berusaha memaksimalkan utilitas ee pribadi. Jadi kalau kita pernah dengar apa rumusan value sama dengan benefit per cost atau benefit minus cost lah inilah dia itu orang-orang yang selalu berusaha untuk memaksimalkan value bagi dirinya dengan cara mendapatkan benefit segede-gedenya dengan cost yang sekecil-kecilnya. Cara berpikirnya seperti itu. Jadi homo ekonomikus dalam teori klasik itu adalah rasional satunya selfis gitu loh. Gampangnya seperti itu. Oke. Lalu ee teori yang kedua seperti kita sampaikan di sebelumnya tadi di arti awal kita akan bahas fraud triangle. Jadi tahun 1950 Donald RKC. Jadi banyak literatur apa ya anti korupsi gitu yang sering menggunakan teori-teori ini. Jadi teori ini itu sebenarnya digun awalnya digunakan untuk menjelaskan kenapa seseorang gitu kan yang awalnya dipercaya ee punya integritas tinggi, baik, jujur, tapi dalam satu momen tertentu dia melakukan fraud, melakukan kecurangan, melakukan korupsi. Jadi memang enggak niat gitu kan. Jadi bayangkan kita ini ada ASN banyak sekarang hari ini kan ASNASN baru. Kami juga dapat 20 ASN baru tahun ini. Itu kan teman-teman itu ee ya karena pemilihannya bagus ya, proses pemilihannya bagus. Saya salut sekali pintar banget gitu kan. Mereka punya pengalaman bekerja di perusahaan-perusahaan akuntan yang big five seperti itu. Keren-keren banget pengetahuannya amazing gitu kan. Kalau saya lihat eh saya kalau lihat teman-teman baru itu jadi merasa bodoh. Eh pintar banget ya anak-anak sekarang ini ya. Atau saya yang tambah tambah turun tambah bodoh gitu kan. Karena mereka baru pastinya tidak ada niat. Tapi dengan berjalannya waktu ya amit-amit ya itu bisa terjadi ada potensi bahwa mereka itu melakukan frou, melakukan kecurangan, melakukan tindakan korupsi. Ya, sebenarnya inilah eh teori inilah yang digunakan gitu kan sebagai tools untuk analisis gitu. Jadi ada menurut Kres itu ada tiga ee aspek gitu atau tiga komponen yang menyebabkan fraud itu terjadi. Yang pertama adalah motif atau pressure. Dia bilang bahwa motif itu adalah ee dorongan internal. itu secara intrinsik yang ada di masing-masing individu yang membuat seseorang itu merasa harus gitu ya. Merasa harus bukan harus merasa harus korupsi curang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ekonominya. Jadi pressure ini adalah dorongan gitu kan dari dalam diri. Itu yang pertama. Yang kedua, dorongan eksternal yang buat seseorang harus merasa harus gitu kan melakukan kecurangan. Bapak kalau ingat beberapa waktu yang lalu kita ramai-ramai gitulah ganyang apa judul di lingkungan ASN. Ingat ya masih enggak lama kok. Itu kalau enggak awal tahun akhir tahun kemarin seingat saya. Jadi judul itu diperangi kan terutama di lingkungan ASN. Kenapa kok harus diperangi? Ngapain kok harus diperangi? Emang negara rugi gitu kan. Itu duit-duitnya sendiri. Bapak Ibu tahu ya kalau yang pernah gitu kan. Judi itu gak ada yang menang. Orang kaya dari judi itu gak ada. Orang menang dari judi gak ada. Iya toh. Artinya ASN awal-awal ikut judul kecil-kecilan lama-lama pendapatannya terkalah kalah kalah tergerus pendapatannya. Gu kan lah karena tergerus pendapatannya kebutuhannya tetap itu lah. Dia kan mikir ini gimana ini saya bisa memenuhi kebutuhan ekonomi saya yang layak. Itu pressure pressure internal. pressure eksternal bisa jadi salah pergaulan gitu kan atau katut pergaulan yang bergaya hidup mewah i toh ee kumpul dengan orang-orang yang ya headon seperti itu lah karena tahu sendiri ASN itu pendapatannya ya terbatas gu kan terbatas sampai tanggal 31 maksudnya Ya, ini orang termotivasi untuk ngikuti lingkungannya. Jadi dari eksternal mereka piye yo saya harus nih, mereka merasa harus mengikuti lingkungannya sementara pendapatan kita itu habis di tanggal 31 secara umum ya. Oke, itu satu dari sisi motif. Lalu yang kedua adalah dari sisi kesempatan. Kesempatan ini dia bilang atau opportunity gitu loh. Ee sebuah situasi yang memungkinkan seseorang melakukan fraud, melakukan korupsi tanpa mudah terdeteksi. Jadi ini sistem karena pengendalian internal yang lemah misal atasannya enggak terlalu ngontrol kinerja di bawahnya atau mungkin ya semua orang sudah korupsi gitu lo semua orang sudah melakukan hal-hal seperti ini. Jadi orang korupsi ee perilaku korupsi di situ itu enggak gampang untuk terdeteksi. Coba bayangkan aja kalau Bapak Ibu bandingkan. Saya APIB gitu ya. Anggaran pemda kita itu hampir 30 M eh 30T. Kita orangnya cuma enggak sampai 100 di PMPR. Artinya cakup ee cakupan atau kemampuan kami ngaudit itu kecil 100%. Gak mungkin kita itu ngudit 100%. Kecil Pak orangnya enggak ada lah. Di situ lingkungan yang seperti itu itu apa ya? membuat sebuah perilaku korupsi itu enggak mudah untuk terdeteksi. Jadi, opportunity untuk melakukan itu gede. Nah, yang ketiga itu rasionalisasi. Rasionalisasi ini adalah ee pembenaran diri gitu loh. Jadi, misalnya alah gak apa-apa saya ngambil ini wong ini enggak banyak kok. Toh semua orang juga begini gitu misalnya atau misalnya ini saya sekarang enggak ada lembur kalau di PMR ya. Saya itu sudah kerjanya lembur sampai malam. Ee nilai proyek yang saya harus tangani kalau saya PPK saya harus saya tangani itu gede banget. Jadi ya wajarlah kalau saya ambil sedikit-sedikit. Itu rasionalisasi. Jadi pembenaran ee oleh diri kita sendiri. Teorinya bilang seperti itu. Road triangel. Jadi ketiga aspek ini ngumpul jadi satu atau saling mendukung untuk memperbesar potensi terjadinya fraud, terjadinya korupsi. motifnya besar, opportunity besar, ada rasionalisasi yang besar, potensi fraudnya, potensi terjadinya fraud juga semakin besar. Oke, sekarang kita hubungkan ya kan apa hubungannya. Economicus dengan pro triangel. Jadi tadi kalau ini bahasa jawanya sebenarnya tumbuh oleh tutup gitu. Jadi tadi homo ekonomikus itu orang yang sangat selfish gitu kan. Jadi dia memang pengin yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ekonominya adalah self interest, maximizing personal utility, keuntungan pribadi, value pribadi, jadi benefit pribadi seperti itu. Jadi dia tidak mempertimbangkan etika, moral, nilai-nilai religius gak dipikir. Yang dipikir adalah rasional murni, ekstremely rasional dalam pengambilan keputusan ekonomi. Nah, orang-orang seperti itu pasti cenderung punya motif yang besar, gitu kan. karena dia punya motif untuk memaksimalkan keuntungan pribadi. Artinya dalam kerangka fraud trang angel motifnya gede, Pak, untuk melakukan fraud. Enggak usah motif dari eksternal. secara pribadi motif internalnya a sudah gede. Lalu yang kedua pengaruhnya homo ekonomicus ini rasionalisasi. Orang homo ekonomikus ini jago, Pak. Rasio-rasionya bagus banget. Dia jago dalam ee berpikir logis gitu kan. merasionalisasi itu jago jadi kayak tadi itu saya ini kerjanya sampai lembur. Proyek yang saya pegang itu puluhan miliar tapi gaji PPK eh honor PPK ini cuman ratusan ribu. Nah, itulah dia kan mikir, "Loh, benefit saya kok kecil gitu kan. Biaya saya kan besar, artinya value-nya menurut dia minus. Nah, kalau value-nya minus, orang homo ekonomicus ini akan memaksimalkan atau mencari cara untuk gedein benefit. benefitnya harus diperbesar. Caranya piye ya? Tidak lain fra. Jadi benefitnya dia gedein. Enggak ngurus dampaknya seperti apa bagi orang lain dengan cara yang tentunya dia akan halalkan segala cara. Nah, itu hubungnya. Jadi tadi orang yang homo ekonomikus, rasional, self interest, egois tadi dalam sudut pandang ini dia akan tend to be tend to fraud. Jadi mereka akan cenderung untuk melakukan fraud, melakukan kecurangan karena dia pengin memaksimalkan keuntungan bagi dirinya. Terlebih ketika opportunity-nya juga besar, kontrolnya lemah gitu misalnya. K tadi ada API, ada eksternal itu jumlahnya terbatas untuk 100% ngawasi ee belanja-belanja yang bersumber dari APBD atau PBN. Enggak mungkin 100%. Artinya secara sistem bisa jadi itu sangat lemah. Orang akan timbang-timbang, dia akan timbang-timbang. Berapa toh orang yang korupsi? Misalnya 100, berapa toh yang ketangkap gitu? satu misalnya 1 per100 kecil berangkat dia lakukan gak apa-apa fraud ee resiko tertangkapnya kecil dalam pikirannya pasti seperti itu. Oke, nih. Jadi apa tadi sudah kita diskusikan homo ekonomi dan fraud ya kan lah sekarang kita akan apa ya klasifikasikan gitu loh korupsi itu apa aja. Tapi saya yakin Bapak Ibu sudah sangat familiar dengan ini kan. Jadi kita akan bahas singkat saja. Ada korupsi itu ada kerugian negara. Jadi tindakan yang mengakibatkan hilangnya uang atau aset negara. Ini kalau kita dibdit sering diistilahkan dengan KD atau KN. Lalu suap-menyuap. Jadi kalau PPK gitu misalnya dia akan mikir ini eh enak kali itu orang ee maaf suap-menyuap ini biasa dalam pengadaan begitu. Jadi dia dikasih gituah dipengaruhi dengan pemberian atau penerimaan sesuatu gitu supaya si penyedia ini dapat menang tender atau menang proyek atau dapat pekerjaan dari ee anggaran yang dikelola oleh PPK. Lalu ada penggelapan dalam jabatan misalnya bendahara. Eh pakai pakai sedikitlah uang-uang yang ada di dia yang dalam penguasaannya. Kan awalnya hutang kecil-kecil itu lama-lama kebelit sudah enggak balik enggak balik uangnya. Lalu pemerasan PPK itu kan tanda tangan BAST ya terakhir ya untuk pembayaran. bisa jadi meras nih sama penyedia. Kalau enggak dikasih uang, enggak dikasih imbalan tertentu, BST-nya enggak teken gitu. Misal perbuatan curang. Kalau di PBJ biasanya kita sering dengar pengaturan apa namanya manipulasi proses gitu kan untuk memenangkan pihak tertentu, memenangkan championnya PPK. Lalu ada konflik kepentingan dalam pengadaan yang dibiarkan. Konflik kepentingan itu terjadi, Pak. Tapi ini konflik kepentingan yang dibiarkan terjadi. Jadi misalnya saya PPK ada ee salah satu kerabat teman dekat saya yang ikut dalam lelang gitu. Harusnya saya diclare ke pimpinan Pak, ini ada konflik kepentingan dalam pekerjaan ini. Saya harus mundur. Monggo pekerjaan ini di-handle oleh PPK yang lain. Jadi dia harus declare, dia harus berupaya supaya kepentingan apa konflik kepentingan dalam pengadaan itu tidak terjadi. Izin, Pak. Ya, Bapak, Ibu. Masih azan. Sebentar aja. Oke, kita lanjut. Yang ketujuh, gratifikasi. Jadi, penerimaan yang di pandang berpengaruh mempengaruhi pengambilan keputusan itu kan mempengaruhi penggunaan kewenangan yang enggak dilaporke itu gratifikasi. Jadi gratifikasi ini seringnya misalnya nih sebenarnya awal-awalnya enggak ada tujuan atau enggak ada hubungannya gitu kan dengan ee keputusan atau pengambilan keputusan kita. Tapi ini seolah-olah gitu ya seolah-olah ini ya pemberian wajar gitu. Tapi sebenarnya ada tujuan tersembunyi gitu kan. Misalnya nih kalau di Jawa itu orang sering apa mantu manten itu ya kan ee event manten. Kemudian ada seseorang yang ya sebenarnya kita kenal tapi enggak dekat. Kalau di kami bahasanya buwuh apa ya? Kalau di luar duwur itu apa ya? Ngasih pemberian gitu loh, ngih uang yang nilainya enggak wajar. Tapi dalam posisi manten itu sebenarnya ada niat itu Pak tanam budi misal ee biasanya orang menanamkan tanam budi itu istilahnya ada orang mengistilahkan tanam budi kepada kita. Jadi suatu saat itu harapannya bisa mempengaruhi pengambilan keputusan kita sebagai pejabat. untuk kepentingan pemberi itu gratifikasi dan ada tindak pidana lain terkait korupsi, merintangi proses hukum, keterangan kekayaan palsu, rekening palsu, keterangan palsu, gitu kan mengungkap identitas pelapor. Nah, ee perilaku-perilaku ini awalnya kecil. mungkin ratusan ribu dulu, juta, puluhan juta, ratusan, miliar dan seterusnya. Awalnya kecil tapi karena keenakan gitu kan apalagi orang korupsi itu kan biasanya digunakan untuk apa ya hal-hal pribadi yang menyenangkan dirinya sendiri gitu. beli mobil mewah, beli ee aparel atau beli baju, beli tas, branded ghi kemampuan penghasilan normalnya untuk memenuhi itu. Jadi orangnya akhirnya bergaya hidup tinggi, lifestyle-nya tinggi, terlanjur kejebak dia dalam ee gaya hidup yang dia ciptakan sendiri. Jadi artinya korupsi itu kemudian menjadi salah satu cara gitu kan atau metode untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, gaya hidupnya. Kebutuhan gaya hidupnya. Nah, yang tadi awalnya homo ekonomikus, sekarang jadinya homo koruptus. Jadi karena lifestyle penghasilan sebagai ASN itu ya terbatas, lifestyle-nya high. Ya sudah cara yang dia lakukan adalah melakukan fraud, curang melakukan korupsi. Nah, ini kami punya kita ini butuh ASN anti korupsi gitu. ASN yang punya karakter-karakter tertentu gitu kan, karakter-karakter baik untuk menekan motif dalam fraudang angel ini menekan opportunity, menekan rasionalisasi sehingga potensi atau probabilitas terjadinya fraud itu juga semakin kecil ya kan. Jadi kita butuh ASN ee yang etis dalam setiap pengambilan keputusan. Jadi ASN yang etis itu menjadikan etika, norma, nilai-nilai religius sebagai kompas utama. Jadi kalau tadi homous dia hanya berdasarkan logika, hitung-hitungan untung rugi, personal interest, ASN yang etis itu 180 derajat. Dia jadikan etika, norma, nilai-nilai religius itu sebagai pedoman dalam pedoman utama dalam pengambilan keputusan. dia berani menolak jalan pintas gitu kan meskipun ee secara rasional tampaknya menguntungkan, tapi dia bilang gak, ini tidak sesuai dengan etika, dengan moral yang saya miliki. Kemudian ee yang kedua, karakteristik yang kedua adalah dedikasi, gitu. Kalau tadi itu self interest, kepentingan pribadi, sekarang ini dia menjunjung tinggi kepentingan kepentingan umum, kepentingan bersama di atas self interest-nya, kepentingan pribadinya. Jadi melihat ASN ini ee sebagai public service sebagai pelayan masyarakat. Jadi kita ini memang ASN diciptakan atau direkrut itu untuk menjadi public service, public servant gitu kan. Jadi bukan memandang ASN ini karena saya pegang anggaran, saya pengguna anggaran g misalnya atau saya kuasa pengguna anggaran menguasai anggaran sekian. Nah, kalau seperti itu memandangnya bahwa ASN sebagai penguasa sumber daya. Gak seperti itu. Kita butuh orang-orang yang punya dedikasi pada kepentingan publik. Kemudian kita butuh orang-orang atau ASN-ASN yang otentik gitu kan dalam tindakan. Jadi apa yang dia pikirkan, apa yang dia bicarakan itu sama dengan perbuatannya. Jadi tidak bicara baik di depan, tapi berbuat curang di belakang. Enggak seperti itu. Dia punya integrity gitu kan, punya kejujuran yang dipertahankan. Lalu kita punya kita butuh ASN yang punya karakter nala rasional berdasarkan nurani. Jadi gabungkan gitu kan ee logika ekonomi karena tetap perlu, Pak. logika ekonomi itu perlu, logis itu perlu, rasional itu perlu, tapi tidak semata-mata itu yang dia pakai untuk menjadi apa? Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan gitu kan. Tapi ada nurani di sini, ada moral yang harus dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Nah, kalau ini kita sering kali dengar gitu kan apa tagline-nya KPK atau slogannya KPK. Berani, jujur, hebat. Nah, kita itu butuh berani, jujur, hebat. Ini kalau saya akan breakdown ke dalam tiga level gitu kan. Yang level pertama itu jujur. Jadi, jujur itu pondasi Bapak Ibu. Building block. Gu kan bahasa akademisnya gitu. Dia itu dasar dari sebuah perilaku anti korupsi. Nah, yang kedua level kedua itu berani jujur. Jadi, berani jujur itu adalah ee ASNASN yang berani kan tetap konsisten berperilaku jujur dalam situasi apapun. Jadi kalau lingkungannya itu jelek, lingkungannya korup, dia itu berani kalau yang lainnya hitam, dia itu berani menjadi orang putih gitu. Tetap jujur meskipun di lingkungan yang hitam. Yang ketiga, berani, jujur, hebat. Jadi tadi jujur, berani jujur, yang ketiga itu berani, jujur, hebat. Hebat di sini artinya tidak hanya jujur, tidak hanya berani jujur, tapi dia kompeten, dia profesional. Ee dia mampu menggunakan knowledge danhow-nya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi. Jadi, kita butuh ASN level 3 sekarang. Oke, jadi ASN baru harapan kami dari generasi yang sudah lama ini sudah mulai menua itu kita butuh ASN baru yang etis gitu kan. dedikasi pada kepentingan publik otentik dalam tindakan nalar rasional berdasarkan nurani. Nggih. Ee Ibu host, barangkali itu yang bisa kita diskusikan hari ini. Langsung penja. Baik, terima kasih banyak pada hono. Saya sangat menyimak sekali apa yang telah disampaikan. Ternyata teori-teori yang mungkin selama ini sobat ASN ini lupa, nah atau mungkin belum pernah tahu akhirnya bisa dapat insight-nya dari apa yang telah disampaikan Pak Daono. Kita langsung terhubung dengan Bu Neni dari Bojonegoro untuk bisa open cam dan juga open mic. Silakan Bu Neni. Selamat siang. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Kak Fani waktunya. Sama-sama. Silakan Bu Neni untuk pertanyaannya. Jih. Injih. Mohon izin. Sugeng siang Pak Dahono. Saya dari Bojonegoro. Bapak. Sugeng siang, Ibu. Injih. Salam sehat selalu. Eh, saya sangat tertarik tadi ee sebagai ASN yang berkarakter baik karena gimanapun juga kita public figure nggih Bapak dalam memberikan pelayanan di masyarakat tadi slogannya harus jujur, berani, jujur dan hebat. ee kami mencoba dan harus nggih Bapak seyogyanya ngaten mencoba pola pikir kami tidak moten mengatakan ini sulit namun dalam ngaten bukan hal yang mudah untuk melaksanakan jujur ini. Bapak jujur itu di atas segala-galanya meskipun pahit meskipun banyak yang menentang ada yang mengatakan jujur itu ajur ngaten nggih. Tapi harus kami harus punya komitmen. Harus punya komitmen. ini ee tadi kaitannya sama FR Triangel Bapak mohon arahannya ee kami untuk meminimalkan resiko ini dalam merancang sistem pencegahan yang lebih efektif Pak sehingga sebagai kontrol internal kami menurunkan peluang itu nggih. Kemudian meningkatkan kesadaran teman-teman juga ee menurunkan adanya tekanan ini dan membangun budaya integritas sehingga bisa menghambat rasionalisasi itu Pak. Ee contoh hal sepilih aja Bapak korupsi waktu kami berusaha contoh niki nggih Bapak di tempat kami ngopi sebelum waktunya itu sekali dua kali kami memberikan solusilah dikasih pekerjaan pas saat beliau agar jangan keluar pagi kita meeting oh siang jam 10 sudah ngopi kita kasih lagi apa itu cuma bertahan sehari du hari Bapak terus kami kasih solusi di kantor kami itu ada kopi gitu alhamdulillah berjalan 3 bulan Namun kayaknya kita belum bisa komitmen nih. 3 bulan kemudian nggih ngaten kok masih lagi ngopi gitu ya. Ee ya kami tidak melarang ngopi. Saya juga suka ngopi Bapak tapi minimal tolonglah gitu jang saya sungkan gitu kalau jam 10.00 sudah ngopi kalau kelihatan kita kasih kopiah. Nah itu kami mohon arahannya Bapak agar teman-teman kami itu saya tidak dianggap memberikan tekanan. Waduh, gitu. Kok enggak boleh dianggap memberi seorang pimpinan yang memberikan tekanan pada teman-temannya gitu. Paling enggak kita membentuk budaya yang baik gitu. Gimana ya? Berawal dari hal yang kecil dari diri sendiri dan saat ini. Insyaallah kami mudah-mudahan istikamah Bapak tetap punya slogan tadi harus berani jujur, berani untuk mengatakan iya dan insyaallah hebat. Mohon arahannya Bapak, mohon maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam, Bu Neni. Yang kedua, Ibu Feni. Barangkali yang kedua. Satu pertanyaan terakhir, Bapak karena terbatasnya waktu begitu, Pak Dahono. Jadi hanya satu saja dari Bu Neni. Begitu. Heeh. Nah, ada lagi dari teman-teman. Baik, saya masih coba cari, saya coba himpun jika ada masuk ke list kolom chat. Baik, sambil kita menunggu baik kita akan hubungkan dengan Ibu Rani dari DLH Cimahi, Jawa Barat. Wow. Baik, saya akan coba. Baik, selamat siang, Bu Rani. Ya, selamat siang, Ibu. Baik, silakan untuk pertanyaannya Bu Rani dari Cim. Saya cukup terdengar. Ee izin bertanya kepada Bapak narasumber. Ee perkenalkan saya dari Dinas Lingkung Hidup Kota Cemahi tadi terkait dengan ee gratifikasi ya, Bapak. Nah, tadi disebutkan bahwa gratifikasi itu sendiri adalah ee penerimaan dalam bentuk uang. Nah, bagaimana jika dalam ee penugasan kami, Pak ee itu ada pemberian dalam contoh makanan contohnya. Nah, itu apakah bisa dikategorikan sebagai gratifikasi? Izin, Pak. Itu yang pertama. Lalu yang kedua bicara soal korupsi, Pak. Kalau memang pemerintah ee fokus dalam ee penyelenggaraan ee tindakan korupsi, kenapa sampai saat ini RUU Perampasan [tertawa] Aset juga tidak disahkan, Pak, oleh pemerintah? Karena kalau kita hanya ber ee berfokus kepada ee pidana, tentu yang seperti kita [tertawa] ketahui bahwa pidana di Indonesia itu ee cukup santai ya, Pak, dalam menindaklanjuti ee pidana koruptor gitu. Lalu tanggapan Bapak seperti apa? Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuham warahmatullahi wabarakatuh, Bu Ri. Terima kasih banyak pertanyaannya. Kita himpun dua dua penanya saja. Begitu Pak Dahono untuk pertanyaan Bu Neni. Monggo dijawab terlebih dahulu. Ngih Bu Neni. Ee ini saya jawab yang mana Ibu Apib bukan Bu Neni? Itu Bu Neni itu Apif atau bukan sama seperti kami gak? Ee saya di Dinas Kesehatan Bapak. Dinas. Oh Dinas Kesehatan. Oke oke oke. Ini sebenarnya ada teorinya Bu. Siap. Tapi ini saya jawab yang tadi ngopi aja ya. Jadi kalau secara teori itu ada kita kenal dengan KO framework gitu kan. Jadi KO framework itu pengendalian internal. Tapi ini panjang Bu S semester dulu ada control environment kan lingkungan pengendalian. Jadi kalau Ibu kenal kita upaya untuk menegakkan kode etik gitu kan, itu sebenarnya upaya-upaya yang dilakukan untuk ee meningkatkan lingkungan pengendalian. kegiatan-kegiatan kita seperti ini gitu kan. Ee diskusi bahas bersama itu untuk ee meningkatkan lingkungan pengendalian. Lalu ada lima sebenarnya kursul framework. Ada penilaian resiko, ada aktivitas pengendalian gitu kan. Jadi pemisahan fungsi. Kalau Ibu di dinas orang yang nyatutin duit gitu kan biasanya triangle-nya gitu. yang nerima duit, nyatat duit sama belanja gak boleh satu orang yang sama. Kayak gitu di dipisah ada pemisahan kewenangan. Itu adalah salah satu contoh-contoh aktivitas pengendalian. Lalu supervisi dari atasan. Nah, seperti itu adalah apa? Upaya-upaya untuk memperkuat pengendalian internal. Lalu ada kita kalau Ibu kenal dengan whel blowing itu kan lalu prosedur komunikasi di internal itu ee salah satu juga bagian dari usul framework yang terakhir adalah pemantauan. Tapi enggak bicara itu ya. Yang lebih sederhana tadi saya senang lagi konco-koncone ngopi bukan. Ee kita kembalikan ke ini tadi awal gitu kan. Awal tadi kita bahas bahwa kita itu harus mencapai level 3 gitu kan. Jadi karakter ASN itu bisa capai level 3. Jujur, berani, jujur, hebat. Ya kan? Jadi kita diskusi itu. Siap. Jadi jujur nih kita ini kalau nyolong waktu buat apa ngopi itu sebenarnya ya korupsi kecil-kecilan gitu. Ng korupsi waktu itu jujur kita gak boleh itu kita tanamkan ke diri sendiri gitu. Itu level 1. Level 2 sudah Ibu lakukan sebenarnya. Berani jujur gitu kan ngelikke teman. He Mas Bro mosok yo ngopi opo iki jam kerjo kok yo ngopi gitu kan. Kopine mbok dibawa. Tadi ibu sudah buatkan kopi di dalam gitu kan. Saya bawa kopi nih Bu. [tertawa] Itu sudah berani jujur gitu kan. Yang ketiga, berani, jujur, hebat. Supaya hebat harusnya dicreate sistem, Ibu. Piye ya carane supaya konco-konco saya itu tidak ee ngopi di jam kerja? Ini saya cerita dulu pengalaman saya bekerja di swasta itu kan. Jadi perusahaan itu edan benar, Bu. Sampai saya rasa aku ini menungso robot. itu saking edannya mereka itu. Jadi saya itu punya keplek. Jadi di area kerja saya itu ada banyak-banyak sensor gitu loh. Kita kerja 8 jam, istirahatnya setengah jam. Jadi kalau kita keluar dari area itu itu dianggap istirahat. Motong istirahat gala dari setengah jam. Jadi berdasarkan sensor yang ada di kartu kita itu nanti kita pulangnya itu harus nambahi. Nah, kayak gitu. Itu yang advance. Tapi yang terpenting tadi itu ya kita mulailah dari diri sendiri gitu kan ya. Berani ngelikke gitu kan. Berani ngelikke atasannya terutama itu harus ngelikke eh o meta-metu ae atau yang bolak-balik metu itu tambahi gaweane Bu. Semakin dia sering keluar semakin ditambah gaweannya. Biar waktunya itu digunakan untuk ngerjakega gawean. Jadi mereka tidak pergi rapi. Barangkali itu ya Bu ya Bu Neni. Ini sesuatu yang sederhana tapi keren juga ini. Betul. Engggih, mohon arahannya selalu Bapak kami mulai dari diri sendiri dari hal kecil berani jujur mulai saat ini agar bisa memenuhi untuk yang level 3 berani, jujur, dan hebat pangestunipun. Nggih, matur nuwun. Matur nuwun Ibu Neni. Terima kasih banyak. Untuk pertanyaan yang kedua dari Ibu Reni dari Cimah. Silakan, Pak. Reni. Bu Reni dari Cimah. Jauh banget saya di Surabaya itu. Heeh. Gratifikasi. Jadi kami ini sering Bu. Jadi ya mungkin kita ya, tapi kalau saya ini sering banget dulu waktu masih auditor itu pergi ke mana-mana pasti dibawain oleh-oleh. Jadi gratifikasi itu tidak hanya uang, tapi pemberian dalam bentuk apapun. Fasilitas itu gratifikasi. Ee di kami, kami sudah bentuk yang namanya UPG gitu kan. Jadi kalau kita audit biasanya dikasih makan, dikasih oleh-olehlah. Yang pertama oleh-oleh dulu. Nah, terkait oleh-oleh ini kami sudah tetapkan di kebijakannya Inspektorat. Auditor gak boleh nompo oleh-oleh dalam bentuk apapun. Tapi kadang ada satu situasi yang apa ya susah susah sekali nolak. Jadi sampai-sampai kadang-kadang kita apa ya eh jangan-jangan gitu dikasihkan balik gitu kan. [tertawa] Maka ini, Pak, cuman makanan, Pak. Kita sudah beli nih, Pak. Ini buat Bapak dan seterusnya. Nah, kalau terjadi situasi seperti itu kadang-kadang kan kita ya malu ya, apalagi ngasihnya di jalan di banyak orang, eh kok kayak ya kayak gini ya kan repot ini. Nah, kalau terjadi hal seperti itu oke kita bawa. Kemudian di kantor kami itu diolah, kami punya namanya ee unit pengendalian gratifikasi di kantor. Tapi sebelumnya tentu saja kita sudah nolak ya, kita sangat berupaya nolak itu. Tapi kalau itu tidak bisa dilakukan, ya sudah. Kita punya mekanisme pelaporan gratifikasi ini kepada UPG kami. Jadi kami buat unit pengendali gratifikasi di kantor kami. Nah, kita laporkan ke mereka, mereka yang memutuskan. Jadi, teman-teman UPG ini sudah kerja sama sih, sudah dididik oleh ee teman-teman di KPK bagaimana untuk menangani seperti itu. Cara melaporkannya, cara menanganinya sudah biasanya kalau makan nih teman-teman UPG itu distribusi ke panti ya gitu kan atau kadang-kadang dia kembalikan ke kita karena beliau-beliau yang ngurusi UPG juga auditor punya kesibukan dikembalikan ke kita tapi dicatat dan dilaporkan oleh mereka dikembalikan ke kita. kita nanti disuruh ee memberikan bukti bahwa apa yang kita terima oleh-oleh ini sudah di-share ke fakir miskin, ke yatim piatu, dan seterusnya. Dan pengalaman seperti itu, pengalaman kami mengembalikan atau mendistribusikan itu repot, Pak. Bayangkan ya kita dari Kediri misalnya dikasih tahu pong itu satu dus kita kasih ke pantti. Ya Allah, pantin ini isine wong seket, Pak. orang 50 itu akhirnya kan nambahi lah kan jadi ngerepotin. Jadi seperti itu yang kami lakukan di ee Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Kita kelola pemberian-pemberian seperti itu dalam oleh unit pengendalian gratifikasi termasuk yang mantu-mantu. Gu kan kami ada pergup. Jadi mantu itu apa ya? Bwuh buwuh saya enggak ngerti bahasa Indonesianya apa. Pemberian itu kalau di manten itu dibatasi. sejuta maksimal itu di luar itu dilaporkan nanti UPG kami itu bahkan nyaksikan apalagi untuk eselon 2 ke atas itu beliau nyaksikan Pak jadi kalau ada buwuh itu dibukanya beliau ngikuti ngitung nanti yang lebih-lebih dilaporkan mereka mekanismenya punya mekanisme untuk melaporkan itu ke KPK dan yang ketiga terkait perencangan undang-undang perampasan aset ee kenapa kok enggak disahkan? Itu kan saya sih secara pribadi setuju banget dengan rancangan Undang-Undang Perampasan Aset ini. Jadi, minimal kalau undang-undang ini disahkan itu akan bikin orang mikir, "Wih, bahaya ya saya dimiskinkan." Ini kan orang mikir berkali-kali, Pak, untuk melakukan ee korupsi gitu kan. Jadi apa namanya? Cost-nya untuk korupsi besar banget gitu kan. Jadi orang akan terjadi demotivasi untuk melakukan fraud. Tapi kenapa kok belum disahkan gitu ya? Why? Waduh maaf saya enggak punya kapasitas untuk menjawab itu. Tapi secara pribadi saya setuju banget supaya undang-undang ini segera disahkan. Injih itu Bu Reni. Saya kembalikan ke Bu Fatriia. Baik, terima kasih banyak Pak Dahono atas jawabannya. Ini sangat menjawab sekali apa yang telah ditanyakan oleh Bu Reni dan juga Bu Neni dari Jawa Timur maupun Jawa Barat ya yang sudah bergabung. Dan untuk waktu yang terbatas juga perjumpaan dengan Pak Dahno harus kami akhiri. Pak Dahno terima kasih banyak atas waktunya di siang hari ini mewakili dari Inspektorat Jawa Timur. Semoga kita dapat berjumpa pada sesi-sesi berikutnya di ASN Belajar. Monggo Bapak. Terima kasih. Selamat siang. Selamat siang, Sobat ASN. Tidak terasa kita sudah sampai di penghujung acara. Saya haturkan terima kasih banyak untuk seluruh pihak yang telah mendukung webinar ASN Belajar seri ke-48 tahun 2025, yaitu kepada para narasumber, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos Empol ADM dan juga Kasatgas Manajemen Pengetahuan dan Pembelajaran Digital KPK Bapak Sandri Justiana, S.Si., M.M. serta Bapak Dahono Nuswantoro, S., M.M.,MAK selaku Inspektur Pembantu 2 Provinsi Jawa Timur yang baru saja memberikan materinya. Nah, Sobat Essen, sekali lagi sebelum mengakhiri sesi, kami ingatkan kembali untuk segera mengecek berkala semesta Bangkom guna mengunduh e-sertifikat. Tadi juga telah kami tampilkan bagaimana caranya mengunduh e-sertifikat yang belum di seri-seri berikutnya diunduh supaya nanti di akhir tahun tidak terjadi penumpukan e server sehingga tidak bisa diunduh. Sekali lagi silakan dicek semesta Bangkom saat ini dan ASN Belajar seri 48 tahun 2025 dipersembahkan oleh Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sampai bertemu di seri berikutnya. [musik] H Halo, Sobat ASN Webinar. Ada informasi penting nih. Segera download data sertifikat webinar Anda karena mulai 1 Januari tahun 2026 akan dilakukan riset sistem untuk data pelatihan peserta pada tahun sebelumnya. Berikut video tutorialnya. Klik pada menu download sertifikat. Selanjutnya langsung download semua sertifikat yang tersedia. [musik] H [musik]