Transcript
B58s0PWexlY • ASN Belajar Seri 48 | 2025 - Integritas ASN:Pelajari, Pahami, Jalani Cegah Korupsi Dimulai dari Diri
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0284_B58s0PWexlY.txt
Kind: captions
Language: id
[musik]
[musik] Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan [musik] penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala [musik]
tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi [musik]
untuk pelayanan berdampak.
Bersama [musik] ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi. [musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
[musik] Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan [musik]
pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi [musik] ASN cetar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekad [musik]
tanggung sejarah
jadi ASN
berkualit [musik]
[musik]
Perbedaan Bapak
namanya. Nah, mulai 2015 persisnya
Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi
Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang
menjadi
ee banyak pernak-perniknya
terutama di perencanaan dan penganggaran
Bapak Ibu.
karena dia berpikir ya ya sudah enggak
mungkin lagi mau ke mana gitu kan
fungsional ya seperti yang Anda lihat
selama ini kan guru [musik]
atau di bidang kesehatan atau ya sudah
selesai
dan [musik]
ee
apa lu serious ee kemewahan
wibawa
yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu
sudah.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan saya dari
Bapeda Kabupaten Bojonegoro.
Kami adalah salah satu perwakilan dari
peserta diklat perencanaan dan
penganggaran angkatan pertama tahun 2024
di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
E kesan kami selama mengikuti ee
pelatihan ini yang pertama bahwa diklat
perencanaan penganggaran ini sangat
berarti bagi kami para perencana
utamanya yang berangkat bukan dari
perencana murni namun dari hasil
penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang
perencanaan dan penganggaran dalam arti
praktis sangat terbatas. Melalui diklat
yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur
ini, kami merasa terbantu dan
mendapatkan pengetahuan serta
keterampilan yang memang dibutuhkan
dalam kompetensi sebagai perencanaan.
[musik] dalam hal penyelenggaraan. Kami
memberikan apresiasi dan rasa terima
kasih kepada BPSDM yang telah melayani
kami dengan sangat baik, sangat
profesional, dan tentunya ke depan kami
berharap perbaikan-perbaikan ini akan
[musik] terus dilakukan sehingga membawa
manfaat bagi seluruh aparatur di
Provinsi Jawa Timur. Terus bergerak,
terus juara BPSDM Jawa Timur.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti,
peserta diklat perencanaan dan
penganggaran
Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima
kasih atas kolaborasi BPSC dengan
BAPENAS dalam meningkatkan kompetensi
kami dalam sebagai perencana untuk
mendukung pembangunan kabupaten kota
dengan fasilitas dan narasumber yang
berkualitas menjadikan kami ASN yang
berkompeten dan profesional. Semoga ke
depan [musik] segala yang kita terima
dalam pelatihan ini menjadikan kami ASN
yang meningkatkan pembangunan daerah
menjadi pembangunan yang maju dan
menjadikan Indonesia emas. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. BPSDM luar biasa.
Pelatan perencanaan dan penganggaran
angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa
Timur tahun 2024. [musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat Kepala ee BK DPSDM
Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu
War [musik]
seluruh panitia dan teman-teman peserta
[musik] pelatihan perencanaan dan
penggalan mereka.
pertama dan ketiga [musik]
indikator kinerja
itu kan angel banget indikator kinerja
itu
secara resmi saya nyatakan diakhiri
terima kasih asalamualaikum
warahmatullah
Cana
terus bermti
Indonesia
BPSDM Ja,
terima kasih [musik]
[musik]
ke dalam satu SKBT saja. misalkan
ee
berupat itu sendiri sebenarnya sudah
kitaasi e setelah kita masuk juga
seperti ini walaupun kita ya [musik]
yang lain
tata kelola pemerintah yang adui di mana
di sini sasaran kita pemerintahan yang
berbasis elektronik
[musik] sudah Pak
Iya ee permisi Pak Lompat ee dari Bu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan
saya Ahmad Nur, peserta pelatihan
perencanaan dan penganggaran angkatan 2
tahun [musik]
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep.
Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan
perencanaan ini banyak ilmu dan
pengetahuan baru yang kami dapat
terutama
dari
pegawai yang memang bukan kompetensi
[musik] sebagai perencana tapi
ditugaskan untuk melakukan perencanaan.
Ini sesuatu hal yang luar biasa. kami
mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang
sangat bermanfaat. Sekali lagi terima
kasih saya sampaikan kepada BPSDM.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan
[musik] maju.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Fina Nurilihi, peserta
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun
2024. Saya berasal dari Bapeda,
Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani
pelatihan ini, saya merasa [musik]
mendapat banyak sekali ilmu-ilmu baru
dan pengetahuan yang dapat saya gunakan
[musik]
untuk
menyusun dokumen perencanaan yang ada di
kabupaten
agar dapat mewujudkan Indonesia emas
tahun 2045.
Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan
Bapak Ibu Widya [musik] Iswara yang
telah men-sharing ilmu-ilmu dan
pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi
kami perencana. Semoga [musik]
pendidikan dan pelatihan ini akan terus
berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
BPSDM juara, BPSDM maju, BPSDM [musik]
keren. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang [musik] terhormat ee Ibu kelas,
yang terhormat juga [musik] pendamping
kelas Bapak, yang terhormat ee Ibu dari
perwakilan bidang pembansi. [musik]
Maaf, Pak.
Bapak dan yang terhormat ee rekan-rekan
semuanya [musik] dari kabupaten kota di
seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari
perwakilan ee perangkat daerah di Jawa
Timur. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kita semua shalom. [musik] Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan.
Yang saya hormati setia
saya padahal dulu beliau [musik] juga
ee staf di waktu saya sebagai kepala
bidang.
Ee yang saya hormati
para
ee teman-teman
penyelenggara, panitia
dan wabil khusus para peserta tingkat
perencanaan dan penganggaran pola
kondisi antara dua pemerintah provinsi
[musik]
Jawa Timur.
[musik]
Pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan du
ye ye. Yeah.
[musik]
Kami mencoba [musik]
menjadi yang terbaik. Melayani bangsa
dengan [musik] sepenuh hati. Barah kami
junjung taguhkan diri
dan jadikan pedoman serta [musik]
kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi [musik]
laksanakan tugas ke bangga negeri
berentas [musik] itu melayani bangsa
dengan akuntabilitas tinggi. [musik]
Hoa
dari sini sukses dengan hati [musik]
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif [musik]
dan berkolaborasi
gandeng tangan sanggung tujuan
untuk menjadikan ASN [musik] lebih
berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan [musik] bangga kami
melayani
bangsa
[musik]
Kami dari sini tegas dengan hati
tunjukkan kompetensi [musik] dalam
harmoni.
loyal tanpa batasnya [musik]
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan [musik]
satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragung
bekerja [musik] sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
[musik] melayani
dengan bangan kami melayani
Danah kami melayani
[musik] bangsa.
[musik]
Halo, Sobat ASN Webinar. Ada informasi
penting nih, segera download data
sertifikat webinar Anda karena mulai 1
Januari tahun 2026 akan dilakukan riset
sistem untuk data pelatihan peserta pada
tahun sebelumnya. Berikut video
tutorialnya.
Klik pada menu download sertifikat.
Selanjutnya langsung download semua
sertifikat yang tersedia.
[musik]
Pak, mohon izin untuk pamping bisa.
Baik, Ibu silakan untuk
kira-kira dalam bekerja harus bisa
muktikan bagaimana caranya beren dan
Ibu sepertinya agak kebingungan. Ada
yang bisa
kembali dengan apa itu?
Baik saya jelaskan ya dalam kerja
permasalahan dengan teknologi yang ada
tadi kefisien
[musik] jawab mungkin bisa dijelaskan
Bu.
Baik [musik] terima kasih.
Silakan Pak
ada yang [musik] kurang jelas tentang ee
yang lebih efektif itu Pak. Oke, bisnis
itu berbicara bagaimana [musik] kita
bisa menyampaikan sebuah permasalahan
dengan cara-cara yang lebih cepat,
cara-cara yang [musik]
inovatif sehingga kita bisa
harapannya
Saya dengan Ibu Nail dari SMK Negeri 1
Lamongan.
[musik]
Ya, tentu saja. Jadi ee yang saya
rasakan selama belajar dengan
Widyayiswara BPSDM Jatim Jawa [musik]
Timur, saya merasa ee materi yang
disampaikan sudah sangat luar biasa ya.
Jadi pematerinya sangat mumpuni untuk
menyampaikan [musik] ee materi yang kita
dapat. Jadi kelasnya bisa berjalan
dengan baik, [musik] ee ngantuknya
hilang begitu ya. Jadi terasa sangat
menyenangkan sekali.
[musik]
Yang paling berkesan ee satu hal ya,
terutama karena saya ini ibu-ibu,
toleransinya dari pemateri sangat
tinggi. Jadi yang saya rasakan tadi
pengalaman pribadi ketika saya ngantuk,
lihat teman kanan kiri juga ngantuk,
saya memberanikan diri untuk angkat
[musik] tangan dan meminta untuk ice
breaking. Eh, langsung dikasih. Luar
biasa sekali menurut saya. [musik]
Kemudian waktu ada Bu Purwanti meminta
izin untuk pamping juga [musik] beliau
dan Widyaswara tidak segan-segan untuk
secara langsung memberikan ee waktu agar
[musik] teman saya bisa pamping. Itu kan
menurut saya sesuatu yang luar biasa dan
sangat berkesan untuk saya. [musik]
Jadi menurut saya selama pembelajaran
ini kesan yang saya dapat adalah
pembelajaran yang diberikan oleh
Widyaswara adalah pembelajaran yang
amazing. Jadi narasumbernya mumpuni,
kemudian [musik] cara mengajarnya juga
bertoleransi tinggi dan ee apa ini
namanya? [musik]
Ee banyak sekali media-media yang
digunakan. Jadi ice breaking-nya
pilihannya banyak. Kemudian PPT-nya
sangat menarik. [musik]
Kemudian banyak tool-tol lain yang
digunakan dalam pembelajaran dan itu
sangat kami nikmati. Pembelajarannya
amazing, menyenangkan. [musik]
ee selami lakukan karena jangan sampai
kita tidak
selamat pagi
pagi pagi pagi luar biasa
merupakan perintah ataupun
siap menerima materi laporan
Hai,
lanjutkan.
Lanjutkan berdoa. Mulai.
Misalnya
ee Cina menyerang pentagon tapi yang
tidak nyerang pakai senjata, tidak
nyerang pakai rudal, tidak. Tapi yang
diserang adalah sistemahmi.
Selamat pagi.
Pagi. Pagi. Pagi. Luar biasa.
Siapa kita?
BB
tebukan dadanya.
Ayo kita semua.
Jangan pernah berputus asa.
Karena kita semua.
PP penegak pecah.
Sekarang kelompok satu menunjuk satu
orang sebagai penilai. Jadi memang fair
ini nanti ya enggak menilai punya
dirinya sendiri. Terserah nanti ada satu
orang yang presentasi leadernya
filosofinya apa, bagaimana kerja tim
yang dia manage atau dia bentuk,
kemudian ilmu apa yang didapat dari hari
ini.
Selamat pagi sahabat ASN. Perkenalkan
nama saya Andre Tanggung, peserta Diklat
Polisi Pamang Praja Pola kontribusi
100JP
kategori keahlian dan keterampilan asal
dari Satpol PP Kabupaten Sebab Barat
Jaya. Pesan dan kesan selama mengikuti
Diksar Polpdm
Provinsi Jawa Timur sangat menyenangkan
dan mengesankan karena materi yang
disajikan sangat baik dan bermanfaat.
Fasilitasnya juga sangat lengkap dan
para pengasuhnya sangat ramah dan baik.
Terima kasih kepada BPSDM Provinsi Jawa
Timur untuk kesempatan yang sudah
diberikan kepada kami. Maju terus BPSD
Provinsi Jawa Timur. Jaya jaya jaya.
Terima kasih.
Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan
saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar
Kalimantan Timur. Salah satu
peserta Diksar Pol PP 100JP kategori
keahlian dan keterampilan pola
kontribusi. Pesan dan kesan saya selama
mengikuti Diksar ini sangat
menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa
turut serta berpartisipasi dalam
kegiatan ini karena saya banyak mendapat
manfaat dan ilmu baru yang bisa saya
terapkan di instansi asal saya nanti.
Saya bisa bertemu dan berkenalan dengan
peserta lain di daerah lain. Selain itu,
fasilitas dari BPSDM Jawa Timur mantap
sekali. Salam prajawi bawah BPSDM Jawa
Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih.
Ayo kita semua.
Jangan pernah berputus asa.
Karena kita semua.
Karena kita semua [musik]
PP
bangsa.
Pus bangsauk
mbak yang jalan yang benar jalannya
mbaknya ada dagangan nih saya [musik]
jual
ini kami juga jualan ini
aduh kalau gak beli
[musik]
halo
diam Pak, saya melaporkan
ini ada yang jualan Pak
ya, Pak.
Bang,
terima kasih [musik] Bapak
lagi jualan.
Oh, iya benar.
Kita kan enggak jualan yang haram-haram
ya. Siap.
Selamat siang.
Banyak nih Pak.
Kami dari satuan polisiak
ada di sini.
Jadi berdasarkan ada kebijakan dari
pemerintah provinsi para pedagang yang
ada di sekitaran kota diar ini dia
diambilkan ke pasar modern situ Pak.
Oh ini Pak
Tapi banyak di situ
ada ya. Setuju
yang Pak
setuju aja setuju yaang
gak apa-apa Pak setuju yaang
iya gimana itu aman enggak
aman kami yang lindungi tugas kami
melindungiak iniang pindah aja kita
pindah ya pindah
enggak sama-sama
ya pindah ya kami angkat ya
pindah kami bantuin
Boleh, Pak ya. Boleh ya bantu, Pak. Ya,
Pak.
Gak apa-apa.
Silakan, silakan. Nah, di belakang sana,
Pak, ya.
Waalaikumsalam [musik] warahmatullahi
wabarakatuh. Ee
saya mengucapkan terima kasih dan
sekaligus mewakili saya
e kesan dan kesan saya selama melakukan
di dasar polp di sini adalah kami merasa
sangat bahagia PP
berita
bersama Kepala Bid Pengembangan
Kometensi
Fional
[musik]
Au jajaran
[musik] Bapak Sugengi
dan tim semuanya yang bertugas
para instruktur semua instruktur [musik]
dari
[musik] Allah Subhanahu wa taala dan
dengan mengucap alhamdulillahirabbil
alamin pelatihan dasar Polisi Pangeranja
Jawa Timur tahun 2024 pada hari ini hari
Senin 21 Oktober 2024 secara resmi saya
akhiri.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Yeah.
[musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan [musik] penuh semangat.
Saatnya kita [musik] melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi [musik]
untuk pelayanan berdampak.
Bersama [musik] ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi [musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi [musik] yang
berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia [musik] emas.
ASM
belajar wujudkan [musik]
pemerintahan
berkelas dunia. Satukan tekad [musik]
pantang menyerah.
Jadi ASN getar berkualitas
[musik]
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tunjukkan tekad [musik]
pantangera
jadi ASN berkualitas
[musik]
sama
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu. Dan salam sehat
untuk semua. Selamat pagi sobat ASN di
mana pun Anda berada. Baik yang sudah
bergabung di Zoom meeting dan juga live
YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali
saya Fani Patriia dapat berjumpa dan
menyapa sobat ASN dalam webinar ASN
Belajar Seri 48 tahun 2025. Persembahan
Korpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Sobat ASN Provinsi Jawa Timur melalui
BPSDM Provinsi Jawa Timur terpilih
sebagai salah satu piloting program
e-learning pembelajaran integritas ASN
yang diselenggarakan oleh Komisi
Pemberantasan Korupsi dan dalam rangka
memperingati Hakordia Hari Anti Korupsi
Sedunia ASN Belajar sehari 48 tahun 2025
mengusung tema integritas ASN pelajari
pahami jalani cegah korupsi dimulai
dalam diri. Sobat ASN, seperti yang kita
tahu di tengah upaya nasional memperkuat
tata kelola pemerintahan yang bersih,
isu integritas ASN semakin menjadi
sorotan. Beragam kasus pelanggaran etika
dan korupsi yang masih muncul
menunjukkan bahwa penguatan karakter dan
kesadaran anti korupsi tidak boleh
berhenti. Di lain sisi, tuntutan publik
terhadap transparansi dan akuntabilitas
yang semakin tinggi mengharuskan ASN
untuk konsisten menjunjung nilai
integritas dalam setiap tindakan.
Perubahan budaya birokrasi tidak hanya
bertumpuh pada regulasi saja, tetapi
pada komitmen individu untuk menolak
segala bentuk penyimpangan.
Melalui webinar ASN Belajar SAR 48 kali
ini, mari memperkuat tekad bersama bahwa
pencegahan korupsi dimulai dari diri
demi Indonesia yang lebih bersih dan
terpercaya.
[musik]
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
belajar seri 48 tahun 2025, marilah kita
dengarkan terlebih dahulu opening speech
yang akan disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP,MP.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Akatuh. Salam sehat dan
salam sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
[musik] Belajar, sebuah wahana
pengembangan kompetensi ASN persembahan
Jatim Corporate University, Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi [musik] Jawa Timur. Hari ini
Kamis tanggal 11 Desember 2025, ASN
belajar telah memasuki seri [musik]
yang ke-48.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar [musik]
ini. Sebagai bentuk terima kasih kami,
kami selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar [musik]
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
[musik] kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan [musik] kinerja aparatur
sipil negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-48 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu tema penting sebagai bagian tindak
lanjut dari penandatanganan naskah
perjanjian kerja sama [musik]
antara Pemerintah Daerah dan Kementerian
Lembaga dengan Komisi Pemberantasan
Korupsi Republik Indonesia tentang
piloting program pembelajaran integritas
berbasis e-learning bagi ASN di seluruh
[musik] Indonesia.
sebuah langkah strategis dalam rangka
membangun ekosistem pembelajaran
integritas yang lebih modern, lebih
merata, dan lebih sistematis. Sehingga
upaya pencegahan korupsi tidak lagi
bersifat sporadis, tetapi menjadi
gerakan berkelanjutan yang terintegrasi
[musik]
dalam kultur birokrasi.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-48 tahun 2025 ini
mengangkat topik integritas ASN.
Pelajari, pahami, dan jalani. Cegah
korupsi dimulai dari diri sendiri.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. [musik]
Sabat ASN di seluruh tanah air,
integritas pada hakikatnya [musik] bukan
hanya konsep moral.
Ia adalah pilar peradaban, pondasi
kepercayaan publik, dan roh yang membuat
birokrasi berdiri tegak di tengah
godaan, tekanan, dan kompleksitas
[musik] zaman.
Dalam banyak studi tata kelola negara,
korupsi tidak hanya merusak kebijakan
atau anggaran, tetapi merusak
kepercayaan. Sesuatu yang nilainya jauh
lebih mahal daripada angka ekonomi
apapun. Dan ASN adalah garda terdepan
yang memegang mandat untuk menjaga
[musik] kepercayaan itu.
Integritas tidak cukup diketahui.
Ia harus dipelajari agar dipahami,
dipahami agar dihayati, dan dihayati
agar menjadi tindakan yang konsisten
dalam kehidupan sehari-hari. [musik]
Integritas adalah sebuah nilai yang
menjaga kita tetap tegak ketika godaan
datang. yang [musik] menuntun keputusan
kita ketika tidak ada yang melihat dan
yang memastikan bahwa setiap tindakan
kita selaras dengan amanah yang kita
emban sebagai pelayan bangsa. [musik]
Integritas adalah pondasi yang membuat
kebijakan memiliki roh, pelayanan publik
memiliki arah, dan birokrasi memiliki
martabat. [musik]
Ia bukan sekedar aturan tertulis, tetapi
kompas moral yang menuntun setiap
langkah [musik] kita dari meja pelayanan
hingga ruang perumusan kebijakan.
Integritas adalah nilai yang membuat
pemerintah dipercaya, masyarakat merasa
terlindungi, dan negara berdiri kokoh di
atas etika, [musik] kejujuran, dan
tanggung jawab.
Karena tanpa integritas, kecanggihan
sistem tidak berarti. Tanpa integritas,
kecerdasan tidak menjadi kebaikan.
[musik] Dan tanpa integritas jabatan
kehilangan makna pengabdiannya.
Kita semua tahu bahwa korupsi tidak
selalu muncul dalam bentuk besar dan
mencolok. Ia sering berawal dari hal
kecil. Kompromi moral yang dibiarkan,
kebiasaan yang ditoleransi, atau rasa
bangga yang pudar terhadap profesi kita
sebagai pelayan publik. Karena itu
[musik] pencegahan korupsi harus dimulai
dari diri sendiri, dari disiplin kecil
yang kita jaga setiap hari, dari
keputusan keputusan yang tampak
sederhana, tetapi menentukan reputasi
[musik] kita sebagai aparatur sipil
negara dari kesadaran bahwa setiap
tindakan kita adalah wajah negara di
mata rakyat.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
untuk membahas lebih lanjut topik
menarik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. [musik] Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Ibu Dr. Erna Irawati, Sos, Empol
Admin. Beliau adalah Deputi Bidang
Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Sandri
Justiana, S.Si., M.M. Beliau adalah
Kasatgas Manajemen Pengetahuan dan
Pembelajaran Digital Komisi
Pemberantasan Korupsi [musik] Republik
Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Ir. Hendro Gunawan, MA.
[musik]
CGIC CA. Beliau adalah Inspektur
Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN,
mari kita simak dengan seksama webinar
ASN belajar seri ke-48 tahun 2025.
Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, Sobat ASN
menjelang akhir tahun ini kami
menghimbau kepada seluruh peserta
webinar yang setia mengikuti dari awal
tahun hingga saat ini dan belum
mengunduh atau download sertifikat
webinar selama tahun 2025 agar segera
melakukannya. Hal ini untuk menghindari
kemungkinan server penuh apabila
pengunuhan dilakukan bersamaan pada
akhir tahun. Nah, kalau misalnya masih
bingung, tata cara pengunduhan
sertifikat dapat Sobat ASN lihat pada
tayangan video berikut ini. Halo, Sobat
ASN Webinar. Ada informasi penting nih.
Segera download data sertifikat webinar
Anda karena mulai 1 Januari tahun 2026
akan dilakukan riset sistem untuk data
pelatihan peserta pada tahun sebelumnya.
Berikut video tutorialnya.
Klik pada menu download sertifikat.
Selanjutnya langsung download semua
sertifikat yang tersedia.
[musik]
Sobat ASN, kita akan segera simak materi
pertama yang akan disampaikan oleh
narasumber kita yang pertama
yaitu Deputi Bidang Transformasi
Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia, Ibu Dr. TR
Erna Irati Irawati, mohon maaf. Esos
Empol Admin.
[musik]
Selamat pagi, Bu Erna.
Selamat pagi, Bapak Ibu semuanya.
Selamat pagi juga, Bu Erna. Bagaimana
kabarnya pada hari ini?
Baik, Mbak. Mendung Jakarta
sama Ibu di sini. Di Surabaya juga
mendung. kayaknya siang sedikit nanti
bakalan hujan deh.
Iya, kayaknya musim.
Baik, senang sekali kita dapat berjumpa
kembali pada sesi sebelumnya. Saya juga
berjumpa secara virtual dengan Bu Erna
dan hari ini kami bisa mendapati Bu Erna
untuk menjadi narasumber dan memaparkan
materinya. Tidak sabar, Ibu. Untuk itu
waktu kami silakan.
Ng, terima kasih banyak, Mbak Fani.
Kayaknya beberapa kali kita bertemu.
Semoga tidak mengurangi antusiasme
semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera Bapak Ibu
semuanya yang tergabung di dalam webinar
seri kawan-kawan dari BPSDM Provinsi
Jawa Timur ini. Saya sangat-sangat
mengapresiasi kawan-kawan dari BPSDM
Provinsi Jawa Timur yang selalu gercep
kalau istilahnya seperti itu. Kemarin
kita baru hadir bertemu dengan Pak Ramli
dan kawan-kawan dan juga Pak Sekda di
hari Anti Korupsi Sedunia di Yogyakarta.
di situ salah satunya adalah
penandatanganan PKS untuk piloting
pembelajaran anti korupsi berdasarkan ee
dengan berbasis e-learning yang nanti
secara spesifik Bapak Ibu akan mungkin
bertemu dengan Mas Andri yang akan
menjelaskan secara banyak terkait dengan
e-learning-nya dan juga mungkin
program-program dari kawan-kawan KPK
kalau kita berbicara mengenai anti
korupsi. Ee pagi hari ini Bapak, Ibu
mungkin ada beberapa yang beberapa kali
bertemu dengan kami dari Lembaga
Administrasi Negara. Hari ini topiknya
sekali lagi kalau bertemu dengan Lembaga
Administrasi Negara pasti tentang
pengembangan kompetensi. Tapi substansi
yang akan kita diskusikan pada pagi hari
ini substansi yang sangat-sangat
relevan, sering kita dengar dan kemudian
mungkin ada berbagai diskusi menarik
kalau kita berbicara mengenai ee
integritas secara khusus kita berbicara
mengenai anti korupsi Bapak Ibu. Jadi
saya akan memaparkan beberapa hal yang
terkait dengan saya akan memuliinya dari
integritas Bapak Ibu. Jadi saya
mengangkat temanya adalah integritas
aparatur Sipil Negara, pilar utama
pencegahan korupsi. Tapi di tadi di
dalam pembukaan Pak Ramli juga sudah
sedikit menyinggung mengenai bahwa
integritas adalah fondasi utama kita
ketika kita bekerja di sektor publik.
Karena memang tugas kita adalah
memberikan pelayanan yang terbaik kepada
masyarakat dengan bertanggung jawab
gitu. Jadi saya akan mengangkat isunya
adalah integritas. Ee namun di dalamnya
kalau berbicara mengenai integritas
pasti kita berbicara mengenai perilaku
apa yang harus kita tunjukkan untuk
menunjukkan bahwa kita berintegritas.
Saya akan memulai paparan saya. Ee kalau
berbicara mengenai bekerja di sektor
publik bahkan di sektor swasta pun sama
Bapak Ibu. kita berbicara, kita ingin
mendapatkan dan kita ingin menjadi
seorang yang disebut sebagai seorang
yang profesional.
Ketika kita berbicara mengenai
profesionalisme, ada tiga komitmen utama
yang harus menjadi acuan, yang harus
kita pegang, dan harus menjadi acuan
kita ketika kita bekerja. Yang pertama
adalah komitmen terhadap standar etika.
Nanti saya akan membedah tiga komitmen
ini dan secara khusus nanti lebih dalam
kita akan berbicara mengenai komitmen
terhadap integritas. Jadi untuk bisa
menjadi seseorang yang profesional Bapak
Ibu ada minimal tiga komitmen yang
menjadi acuan kita. Yang pertama adalah
komitmen terhadap standar etika.
Yang kedua adalah komitmen terhadap
kompetensi. Dan yang ketiga adalah
komitmen terhadap integritas dalam
menjalankan tugas, Bapak, Ibu. Jadi,
sekali lagi tiga ini yang kalau kita
berbicara anti korupsi juga
sangat-sangat penting dan sangat-sangat
terkait, Bapak, Ibu. Kalau kita
berbicara, kita bisa disebut sebagai
seseorang yang profesional. Tidak hanya
kita berbicara mengenai kinerja kita
baik, tapi juga perilaku kita baik. Nah,
perilaku yang baik terkait dengan
integritas seperti apa nanti akan
menjadi diskusi di dalam paparan saya.
Jadi, tiga komitmen ini yang melandasi
kita bekerja, Bapak Ibu. Yang pertama
adalah komitmen terhadap
standar etika tadi, Bapak, Ibu. Yang
pertama, kalau kita bekerja di sektor
publik, kita tahu bahwa kita memiliki
nilai-nilai dasar, Bapak, Ibu. Nilai
nilai dasarnya berakhlak Bapak, Ibu.
berorientasi pelayanan akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan
kolaboratif.
Kenapa kita harus komitmen terhadap
standar etika? Karena ketika kita
memiliki sebuah nilai, nilai ini menjadi
acuan kita untuk berperilaku. Bapak,
Ibu, secara khusus kalau nanti kita
berbicara mengenai integritas, dia
berada di cakupannya adalah yang
akuntabilitas. Bapak, Ibu melaksanakan
tugas dengan jujur, bertanggung jawab,
cermat, disiplin, dan berintegritas
tinggi. Jadi sekali lagi, komitmen
terhadap nilai menjadi bagian utama kita
ketika kita berbicara mengenai
profesionalitas, nilai menjadi acuan
kita berperilaku.
Perilaku setiap individu yang ada di
dalam organisasi membentuk budaya.
Budaya organisasi adalah cerminan dari
semua perilaku yang ada di dalam ee ee
individu-individu yang ada di dalam
organisasi. Nah, budaya ini biasanya
yang dilihat oleh pelanggan kita, Bapak,
Ibu. Mungkin Bapak, Ibu akan mengatakan,
"Bu, jarang nih yang nanyain mengenai ee
nilai-nilai di sektor publik."
Memang Bapak Ibu karena nilai-nilai ini
adalah pedoman untuk berperilaku yang
dilihat oleh pelanggan kita adalah
perilaku setiap individu yang ada di
dalamnya yang menjadi budaya tadi gitu.
Dan ini menjadi tanggung jawab bersama.
Makanya kalau kita berbicara mengenai
bagaimana perilakunya
untuk nilai-nilai berakhlak yang dilihat
adalah misalnya kita bertemu dengan
pelanggan kita, apakah kita ramah atau
tidak. Itu perilaku kita, Bapak, Ibu.
Pelanggan jarang sekali menanyakan, "Eh,
nilaimu apa gitu." Tapi melihat eh kalau
saya datang ingin mendapatkan pelayanan,
bagaimana perilaku orang yang melayani?
Kalau saya mau kolosi, bagaimana
perilaku dari ASN yang melayani kita?
Jadi sekali lagi, komitmen terhadap
nilai adalah bagaimana kita memahami
nilai-nilai yang menjadi acuan kita
bertindak dan kemudian diterjemahkan di
dalam perilaku kita. Nah, setiap nilai
Bapak, Ibu ada kode etikanya, ada kode
perilakunya, kemudian menjadi perilaku
kita yang diamati, dilihat orang lain,
dinilai oleh orang lain. Jadi, komitmen
kita terhadap nilai adalah nilai
menawarkan perilaku-perilaku baik yang
dapat kita lakukan sehingga kita bisa
memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi
komitmen terhadap nilai menjadi pedoman
kita untuk berperilaku. Salah satunya
tadi Bapak Ibu berintegritas tinggi.
Nanti saya akan menjabarkan mengenai
berintegritas tinggi. Kemudian yang
kedua adalah komitmen terhadap
kompetensi Bapak Ibu profesional. Yang
pertama komitmen terhadap nilai. Yang
kedua adalah komitmen terhadap
kompetensi yaitu mampu melaksanakan
tugas dan tanggung jawab secara efektif
dan efisien sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Bapak, Ibu misalnya
tadi ada pelanggan datang ke kita
kemudian berdasarkan etika kita
menyambut dengan ramah, dengan sopan.
Tapi Bapak Ibu ketika pelanggan
menanyakan sebuah informasi tapi
ternyata kita memberikan informasi yang
salah. Nah, profesionalismenya enggak
ketemu juga gitu. Jadi kompeten adalah
kita mampu melaksanakan tugas jabatan
kita sesuai dengan standar yang
ditetapkan gitu. Jadi kalau berbicara
profesionalitas ketika kita mungkin
berperilaku sesuai dengan standar etika
tapi ternyata Bapak Ibu informasi yang
kita berikan salah ya kita bisa disebut
tidak profesional juga. meskipun kita
tadi standar etika kalau berbicara
mengenai ee
berorientasi pelayanan ramah dan
lain-lain ketemu, tapi ternyata
akurasinya tidak bertemu. Jadi kompeten
ini adalah sebuah upaya kita untuk
memastikan bahwa kita memiliki setiap
kualifikasi dan juga kompetensi yang
disyaratkan untuk melaksanakan jabatan
kita. Sehingga ketika kita melakukan
pekerjaan, pekerjaan yang kita lakukan
memiliki output outpun, outcome yang
berkualitas. Jadi ini biasanya kita
sebut kinerja lebih banyak areanya
berbicara mengenai kompetensi. Apakah
ketika kita memiliki sebuah target
tertentu di dalam melaksanakan
pekerjaan, apakah kita bisa melaksanakan
pekerjaan dengan baik, dengan kualitas
yang baik gitu. Misalnya target kita
adalah membuat eh surat dengan MS Word
zero error gitu. Apakah ketika kita
diberi tugas membuat surat, kita bisa
menggunakan memanfaatkan MS Word dengan
baik? Kemudian kita bisa memproduksi
sebuah surat dengan baik atau misalnya
Bapak Ibu menjadi tim untuk content
creator ternyata ada teknologi baru.
Kemudian kita diberi tugas oleh kantor
membuat konten dengan target tertentu,
tapi ternyata ada teknologi baru. Apakah
kompetensi kita ee sesuai atau tidak?
Kalau belum sesuai berarti kita harus
belajar tentang teknologi baru itu
sehingga targetnya dapat tercapai. Ee
sekali lagi kalau berbicara mengenai
kompetensi kita memiliki growth mindset
yaitu keyakinan bahwa kompetensi itu
bisa dipelajari dan dapat dikembangkan.
Dan ini nanti ada kaitannya dengan
integritas Bapak Ibu. Kemarin ketika
kita bertemu dengan kawan-kawan KPK di
Jogja di Hordia Nasional, Bapak Hcordia
eh di situ salah satu yang menjadi
highlight penting adalah ketika
berbicara mengenai integritas dan anti
korupsi tidak berarti kalau kita pernah
belajar di Lazar, kita pernah belajar di
pelatihan kepemimpinan atau mengikuti
sebuah pelatihan satu kali dianggap kita
sudah selesai. Ee kalau berbicara
mengenai integritas dan anti korupsi,
ternyata Bapak, Ibu ketika kita ingin
selalu ee budaya anti korupsi selalu
menjadi bagian dari hidup kita,
reminding itu harus terus dilakukan
gitu. Bahkan di beberapa negara kemarin
ee kawan-kawan KPK menyebutkan ada
beberapa negara yang minimal dua kali
dalam 1 tahun semua ASN atau pegawai
pemerintah yang ada di negara itu harus
mengakses dan belajar tentang anti
korupsi sehingga apa ini menjadi
otomatis Bapak Ibu kalau Pak Ramli tadi
mengatakan dimulai dari diri sendiri
jadi kita itu sudah terswitch gitu tahu
kalau seperti ini abu-abu seperti ini
apa yang harus kita lakukan apakah ini
termasuk di dalam ranah korupsi atau
tidak? Apakah kita harus melakukan
gratifikasi dalam kondisi tertentu? Ini
menjadi secara otomatis menjadi reflek
kita, menjadi pemahaman kita ketika
berbicara mengenai internalisasi
pengembangan kompetensi menjadi sangat
penting, Bapak, Ibu. Jadi sekali lagi
komitmen terhadap kompetensi ini atau
komitmen terhadap kompeten ini untuk
semua
standar kompetensi untuk semua
kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan
ketika kita bekerja mau hard skill
ataupun soft skill Bapak Ibu termasuk
ketika kita berbicara mengenai korupsi.
Kemudian yang ketiga, Bapak Ibu
berbicara mengenai profesionalitas
adalah komitmen terhadap integritas. Ini
yang menjadi fokus kita hari ini, Bapak,
Ibu. Integritas adalah keselasan antara
nilai, ucapan, tindakan, terutama dalam
menjalankan tugas dan tanggung jawab
kita sebagai seorang ASN. Di sini ee
integritas adalah fondasi utama Bapak
Ibu kalau kita berbicara mengenai
profesionalisme. Tadi saya memberikan
contoh
mungkin kita bisa
komitmen terhadap standar etika nilai
khususnya nilai pelayanan memberikan
pelayanan terhadap pelanggan kita dengan
ramah. Kemudian komitmen terhadap
kompeten kita bisa memberikan informasi
secara tepat. Tapi Bapak Ibu kalau kita
ramah dan memberikan pelayanan secara
tepat, iming-imingnya adalah imbalan
Bapak Ibu, kita tidak ada integritas
runtuh semuanya Bapak Ibu. tidak ada
nilainya dari nilai pelayanan atau
nilai-nilai komitmen terhadap standar
etika dan komitmen terhadap standar
kompetensi tadi tidak ada nilainya
ketika pondasinya integritas ini tidak
muncul. Kita hanya ramah kepada orang
yang akan memberikan imbalan kita. Kita
hanya memberikan informasi yang tepat
sesuai dengan kompetensi yang kita
miliki atau membantu orang lain,
membantu pelanggan kita. tapi ada
iming-imingnya. Nah, menjadi tidak
profesional lagi, Bapak, Ibu. Duanya
lolos, tapi integritasnya tidak lolos,
kita tidak bisa dikatakan sebagai
profesionalitas. Jadi sekali lagi,
integritas adalah fondasi utama dari
profesionalisme.
Tanpa integritas, kompetensi, dan etika
tidak akan memiliki makna. Dan Bapak Ibu
sekali lagi bahkan ee ketika kita
berbicara mengenai integritas sering
sekali membutuhkan biasanya yang paling
utama adalah membutuhkan keberanian
Bapak Ibu apakah berani atau tidak?
beberapa kali saya diskusi dengan
kawan-kawan CPNS, Bapak, Ibu. Untuk
kawan-kawan CPNS biasanya integritas ini
apa namanya? Ketika masih baru, dia
masuk di dalam lingkungan yang baru,
berada di dalam lingkungan yang
mayoritas. Pegawainya adalah
pegawai-pegawai yang lama, Bapak, Ibu.
Biasanya kalau berbenturan dengan
integritas yang dibutuhkan adalah
keberanian. Jadi, sekali lagi,
konsistensi
bahkan ketika tidak ada yang mengawasi
menjadi kunci. Bapak, Ibu ketika kita
berbicara mengenai integritas ini. Nah,
ini ee apa namanya yang menjadi bahasan
kita lebih mendalam dan nanti juga
dengan Masri ee dan juga narasumber yang
lainnya saya yakin akan banyak membahas
mengenai makna dari integritas. Misalnya
kita berbicara kejujuran meskipun tadi
Pak Ramli mengatakan kalau kemarin
kawan-kawan KPK menyebutnya ada yang
disebut dengan PTI corruption Bapak Ibu.
Jadi korupsi-korupsi yang mungkin bagi
kita ah ini kan kecil, ah ini kan ee
biasa, tidak menyangkut bla bla bla
Bapak, Ibu dianggap sebagai hal yang
lumrah. Tapi ternyata itu adalah awal
dari kita melegalkan atau menjadikan
budaya untuk hal-hal yang sebenarnya
masuk di dalam kategori korupsi, Bapak,
Ibu. Jadi misalnya ee kejujuran kita di
dalam membuat laporan, tidak
memanipulasi data, tidak menerima
gratifikasi
dan juga menyampaikan informasi sesuai
yang ada atau sesuai yang
sebenar-benarnya. Jadi makna integritas
yang pertama adalah kejujuran, yang
kedua adalah konsistensi. Bapak, Ibu
bersikap sama dalam berbagai situasi.
Jangan kalau misalnya di hadapan orang
lain Bapak Ibu kita mengatakan, "Oke, ee
ini enggak benar. Kita harus ee
melakukan gratifikasi." Tapi diam-diam
ketika tidak ada yang mengawasi, tidak
ada yang melihat, "Oke, enggak ada yang
melihat, saya akan melakukan ini," gitu.
Jadi tidak konsisten. Jadi, kita tidak
berubah ee pendirian kita karena tekanan
atau karena kepentingan pribadi atau
rekognisi-reknisi yang lainnya. Kemudian
yang ketiga adalah ee
tanggung jawab moral. Ini tadi yang saya
sebutkan Bapak Ibu melakukan yang benar
meskipun sulit dan berani menolak hal
yang melanggar aturan. Ini sering sekali
kalau kita berada di dalam sebuah
lingkungan atau situasi yang
menganggap hal-hal yang sifatnya py
corruption misalnya
ee ada imbalan meskipun sedikit Bapak
Ibu terhadap pelayanan yang kita
lakukan. Kemudian mayoritas orang-orang
yang ada di dalamnya melakukan hal yang
sama kita anggap sebagai budaya tapi
kita tahu itu tidak benar. Sering sekali
untuk mendobrak
ini bukan hal yang mudah, Bapak, Ibu.
Jadi, sering sekali tanggung jawab moral
kita menjadi
kekuatan kita untuk melakukan yang benar
meskipun sulit. Kemudian yang keempat
menjadi teladan Bapak Ibu, Bapak Ibu
menjadi contoh bagi rekan kerja dan
masyarakat ee dalam kita berperilaku
ketika berbicara mengenai beberapa hal
yang masuk kategori di dalam anti
korupsi. Jadi ini biasanya apakah
seseorang itu apa yang dikatakan dengan
apa yang dilakukan itu sama atau tidak
gitu. Ini yang ber kunci utama dari
keteladanan adalah kita bisa menjadi
contoh bagi rekan-rekan untuk
perilaku-perilaku yang baik terkait
dengan ee anti korupsi. Misalnya menolak
gratifikasi, melaporkannya, tidak
manipulasi laporan, dan juga menjaga
kerahasiaan data.
Kemudian Bapak Ibu, mengapa integritas
ini penting bagi ASN? sekali lagi
menjadi fondasi Bapak Ibu. Jadi ketika
kita berbicara mengenai stigma dan
branding Bapak Ibu bagi ASN ini menjadi
tanggung jawab bersama tanggung jawab
semua orang. Kita tidak bisa mengatakan
bahwa bahkan sering sekali Bapak Ibu
kalau melihat beberapa pemberitaan gitu
ASN-nya
korupsi gitu. Kemudian ini dianggap
sebagai stigma semua ASN yang ada di
Indonesia kecenderungannya adalah
melakukan korupsi. Misalnya korupsi
waktu, korupsi yang sifatnya PTI
corruption ee dan juga korupsi
korupsi-korupsi yang mungkin dalam skala
yang lebih besar lagi, Bapak, Ibu. Jadi
ini menjadi tanggung jawab bersama gitu.
Karena apa? Kalau ada sebagian atau
bahkan beberapa orang melakukan tindakan
korupsi, Bapak, Ibu yang rusak adalah
semuanya. Kalau kita orang Jawa biasanya
untuk kawan-kawan yang di luar Jawa,
mohon maaf digebyah-uyah gitu Bapak, Ibu
istilahnya bahwa disamakan gitu. Di sini
melakukan korupsi di sini lambat-lambat
santai-santai. Kalau dikasih ee apa
namanya? Uang baru diberikan pelayan
yang cepat. dianggap bahwa semuanya juga
memiliki komitmen yang sama atau
dianggap semuanya memiliki perilaku yang
sama. Nah, sekali lagi mengapa
integritas menjadi penting? Karena ini
menjadi fondasi utama bagi ASN
karena memang keberadaan kita adalah
memberikan pelayanan publik dan
pelayanan ini harus dilaksanakan dengan
jujur dan bertanggung jawab. Kemudian
yang kedua adalah menjaga kepercayaan
publik. Bapak, Ibu, kita harus mengakui
saat ini kita belum memiliki stigma
birokrasi yang optimal. Masih banyak
keluhan, masih banyak komplain yang
dilakukan masyarakat terhadap pelayanan
yang diberikan dari sektor publik.
Sekali lagi Bapak Ibu, ini
kepercayaan dari masyarakat ini menjadi
penting bagi kita karena dukungan utama
kita adalah dari masyarakat kita.
misalnya dalam bentuk pajak, dalam
penilaian dan lain-lain. Ini adalah
bentuk dari dukungan masyarakat. Ketika
kita berada di dalam sektor publik dan
kita melakukan sesuatu yang tidak
berintegritas, akhirnya masyarakatnya
tidak percaya. Yang apa yang kita
lakukan tidak akan ada gunanya, Bapak,
Ibu. Karena dianggap apa? Ah, ini pasti
hanya untuk orang-orang tertentu, hanya
untuk orang-orang yang berani membayar
dan lain-lain. Kemudian mencegah
kerusakan birokrasi, menghindari
ketidakbertayaan, serta mendukung
pembangunan yang berkelanjutan. Ini
beberapa mengapa integritas penting.
Kemudian menjadi kewajiban Bapak, Ibu
demi tata kelola pemerintah yang baik,
Bapak, Ibu. Tapi sekali lagi, kita saat
ini masih di dalam sebuah stigma
birokrasi yang belum optimal, Bapak,
Ibu. Kita masih memiliki catatan-catatan
yang menjadi tanggung jawab bersama
kita. Salah satunya adalah ketika kita
berbicara mengenai integritas ini. Apa
tantangan dari integritas? Sebenarnya
ini tantangan profesionalisme, tapi juga
ee karena salah satu tantangan dari
profesionalisme adalah integritas,
Bapak, Ibu. ini juga relevan ketika kita
berbicara apa sih kalau bekerja di
sektor publik ee hambatan yang pertama
gitu. Yang pertama adalah budaya tadi
yang tadi Bapak Ibu
organisasi pemerintah mungkin berada di
dalam zona budaya kerja yang nyaman.
dalam arti budaya kerja yang nyaman.
Kalau kita berbicara integritas dan juga
anti korupsi, Bapak, Ibu, misalnya kita
berada di dalam zonda, ah enggak
apa-apalah itu kan ucapan terima kasih
cuman sedikit dan lain-lain dan semua
melakukan. Makanya saya juga akan
melakukan hal yang sama karena kalau
saya tidak melakukan hal yang sama, saya
akan dibenci, dipinggirkan, dan
lain-lain. Ya, yang pertama adalah
hambatan budaya. termasuk ee misalnya
kita berbicara korupsi waktu bekerja
atau korupsi ee korupsi
barang-barang persediaan kantor misalnya
Bapak Ibu untuk keperluan pribadi. Ah,
teman saya kemarin juga ngambil tuh
kertas satu rim untuk dibawa pulang.
Kenapa saya enggak gitu? Nah, ini berada
ee hambatan budaya menjadi salah satu
tantangan ketika kita berbicara
integritas. Kemudian yang kedua adalah
pengaruh politik dan kepentingan. Sering
sekali Bapak Ibu politik tidak selalu
identik dengan partai politik ya Bapak
Ibu. Misalnya situasi di dalam kantor
hubungan antara pemimpin dan bawahan.
Bapak, Ibu, pemimpin menghendaki kita
melakukan sesuatu yang kita tahu
jelas-jelas Bapak, Ibu, bahwa perilaku
ini bertentangan dengan ee etika yang
kita miliki. Tapi karena kita adalah
subordinat atau bawahan dari mereka,
sering sekali kita merasa tidak punya
choice. Kita hanya mengikuti arahan dari
pimpinan. Jadi sekali lagi yang tadi
saya sebutkan, keberanian menjadi kunci
Bapak Ibu, tapi sekali lagi ini menjadi
tantangan tersendiri bagaimana kita
berani ketika kita berbicara di dalam
sebuah lingkungan di mana ada beberapa
pengaruh ee politik dan kepentingan yang
berjalan. Kemudian yang ketiga adalah
resistance terhadap perubahan. Ini sama
dengan agak ada agak ada hubungannya
dengan hambatan budaya tadi Bapak, Ibu.
budaya kerja tidak selalu
tidak selalu
budaya ini bisa berubah maksud saya ke
sana. Jadi sebuah budaya di dalam sebuah
organisasi kalau memang budayanya ini
tidak oke Bapak Ibu ya memang harus
dirubah gitu. Sering sekali kemauan kita
untuk merubah ini loh saya kan sendirian
ya. Saya cuman kalau sendirian berarti
yang mayoritas tidak mau berubah
resistance terhadap perubahan. Saya
membutuhkan effort yang lebih tinggi
dong untuk mendobrak budaya-budaya yang
memang sudah tidak sesuai dengan
perubahan dan tidak sesuai dengan
tuntutan dari profesionalisme kita. Nah,
sering sekali kemudian yah daripada saya
berjuang sendirian ya sudahlah saya
ngikut aja sama orang-orang yang anti
dengan perubahan. Lama-lama Bapak Ibu
transformasi tidak terjadi ya kita
berada di dalam zona yang tadi saya
sebutkan stigma birokrasinya masih
berada di stigma yang belum optimal.
Kemudian yang keempat yang ada
hubungannya banyak dengan lembaga
administrasi negara Bapak Ibu adalah
yang terkait dengan pembelajaran atau
pengembangan kompetensi dan juga
kepemimpinan. Bapak Ibu tadi saya
menyebutkan bahwa sering sekali ketika
kita berbicara mengenai kalau kompetensi
itu kan kita berbicara tiga hal Bapak
Ibu. knowledge, skill, dan attitude.
Nah, ketiganya perlu selalu direskilling
dan diupskilling, Bapak, Ibu, untuk
disesuaikan dengan konteks kita bekerja
sesuai dengan perubahan. Nah, sama juga
dengan integritas dan anti korupsi ini,
Bapak, Ibu. Sering sekali integritas dan
anti korupsi berhadapan dengan
perubahan. Bapak, Ibu misalnya perilaku
korupsinya menjadi berbeda gitu. Kalau
kemarin misalnya transaksinya adalah
transaksi langsung,
kemudian ada teknologi menggunakan
teknologi. Teknologinya semakin canggih
semakin canggih. Pertanyaannya adalah
ketika kita sebagai ASN diberikan
pembekalan tentang anti korupsi mungkin
hanya satu kali, berarti kita mungkin di
dalam pembelajaran akan ditawarkan atau
diberikan kasus, diberikan
definisi-definisi,
jenis-jenis korupsi pada satu era yang
kemungkinan ini sudah berubah, Bapak,
Ibu. sehingga kita tidak memiliki
kemampuan bahkan untuk mendeteksi, untuk
melihat, untuk melakukan judgement
terhadap tindakan-tindakan korupsi. Jadi
sekali lagi tantangan dari integritas
salah satunya adalah bagaimana kita
memastikan bahwa pemahaman yang nanti
mendirect setiap perilaku kita relevan
adalah melakukan pelatihan secara
berkelanjutan. Nah, ini yang sering
sekali dianggap bahwa orang itu kalau
sudah mengikuti latar berarti sudah
harus paham mengenai integritas gitu,
harus paham mengenai ee berorientasi
pelayanan, harus paham mengenai kompeten
kemudian harmonis dan lain-lain. Bapak
Ibu, kita harus selalu melakukan
updating untuk kompetensi
yang kita miliki disesuaikan dengan
perubahan. termasuk kalau kita berbicara
mengenai integritas dan anti korupsi
tidak cukup hanya satu kali Bapak Ibu
kita belajar mengenai anti korupsi, kita
belajar tentang integritas sehingga kita
relevan dengan setiap perkembangan arah,
tipe, tren, dan ee apa namanya?
Kecenderungan korupsi di sektor publik,
gitu, Bapak. Nah, ini sekali lagi kalau
kita tidak memahami nanti di dalam
pekerjaan sehari-hari
kita tidak mampu mengenali, akhirnya
kita terjebak di dalam perilaku-perilaku
yang cenderung masuk di dalam areanya
korupsi. Jadi, sekali lagi beberapa
tantangan dari integritas ini menjadi PR
penting bagi kita. Salah satunya adalah
apa strategi melalui pengembangan
kompetensi atau melalui pembelajaran
yang dapat kita lakukan untuk memastikan
bahwa semua ASN di Indonesia, jumlah ASN
di Indonesia hari ini hampir 6 juta,
Bapak, Ibu. Kalau tahun 2024 mungkin
kita memiliki 4 kom sekitar 4,7 juta.
Kemudian di bulan November kemarin atau
Oktober Bapak Ibu kita memiliki 4,5
juta.
Bulan ini Bapak Ibu bulan Desember
sekitar 49 eh sori 5,9 juta dan tahun
depan mungkin sudah lebih dari 6 juta.
Bagaimana kita memastikan semua ASN ini
memiliki bekal yang cukup kalau kita
berbicara mengenai integritas dan anti
korupsi? Apa strategi yang harus kita
lakukan? Apa pendekatan yang harus kita
lakukan? bagaimana kolaborasi
pembelajaran kita lakukan untuk
memastikan akses bagi semua ASN ini. Ini
Bapak Ibu nanti mungkin ee Bapak Ibu
bisa mencari data-data yang terbaru ini.
Data tahun apa namanya?
Data tahun 2024 mengenai korupsi di
Indonesia. Fakta bahwa korupsi di
Indonesia masih menjadi isu strategis
nasional dan juga korupsi masih menjadi
termasuk di dalam extraordinary crime di
Indonesia atau kejahatan luar biasa di
Indonesia. Ini yang membuat
pembelajaran-pembelajaran tentang
integritas dan juga anti korupsi
menjadi wajib dilakukan. Dan sekali lagi
tidak hanya mengakses satu kali kalau
berbicara mengenai pembelajaran tadi,
tapi kita juga bagaimana memastikan
tetap terupdate. Bapak, Ibu, berapa kali
dalam 1 tahun setiap ASN harus belajar
mengenai anti korupsi. Jadi ee upaya
anti korupsi sebagai aksi nyata dari
integritas Bapak, Ibu biasanya ini kalau
kawan-kawan KPK ini yang menjadi apa?
tugasnya kawan-kawan KPK yang nantinya
untuk pelaksanaannya berkolaborasi
dengan berbagai pihak anti korupsi. Ee
upaya anti korupsi Bapak Ibu meliputi
pencegahan, deteksi dan penindakan.
Khusus kalau berbicara dengan lembaga
administrasi negara, Bapak Ibu, saya
yakin kita areanya adalah di area
pencegahan dengan pembelajaran bagaimana
kita bisa menciptakan lingkungan
pembelajaran sehingga kita bisa
menyiapkan semua ASN di Indonesia untuk
bisa mencegah penyalahgunaan kekuasaan
demi keuntungan pribadi dan juga
melakukan tindakan-tindakan yang
termasuk kategori korupsi. Jadi sekali
lagi bahwa pembelajaran adalah sebuah
strategi untuk menciptakan ketangguhan
dalam pencegahan korupsi. Bagaimana
dengan strategi-strategi belajar yang
bervariasi, kita bisa menciptakan ASN
yang tangguh gitu. Tangguh itu berani,
mampu mengidentifikasi,
mampu melakukan tindakan nyata untuk
pencegahan korupsi. pembelajaran menjadi
strategi pencegahan korupsi karena
berperan menjadi pembentuk pengetahuan
sikap dan perilaku agar konsisten dengan
nilai integritas. Jadi ee misalnya Bapak
Ibu, bagaimana kita bisa membangun
sebuah pembelajaran yang meningkatkan
kesadaran dan pengetahuan.
Banyak kasus korupsi terjadi karena kita
tidak tahu, Bapak, Ibu, yang disebut
dengan PTI corruption gitu. Nanti kalau
mau nanya lebih detail apa PTI
corruption, ciri-cirinya seperti apa,
bentuk-bentuknya di sektor publik
seperti apa dengan Masri. Saya yakin
nanti banyak contoh-contoh di sana. Jadi
sering sekali bahwa karena kita tidak
tahu atau pemahaman yang lemah tentang
aturan-aturan yang berlaku di sektor
publik, Bapak, Ibu. Pelatihan yang rutin
Bapak Ibu karena kebijakannya kan juga
berubah Bapak Ibu. kebijakan hari ini
misalnya berlaku 5 tahun, 3 tahun atau
bahkan 1 tahun kemudian ada perubahan
karena apa ya? Lingkungannya berubah,
kebijakannya akan mengikuti terhadap
perubahan. Nah, sering sekali kalau kita
tidak update dengan kebijakan-kebijakan
termasuk kebijakan-kebijakan yang
terkait dengan korupsi dan integritas
Bapak, Ibu kita menjadi tidak tahu
ya akhirnya kita tidak bisa membedakan
ini sebenarnya oh tahun kemarin boleh,
sekarang enggak boleh. kita terjebak
pada masa lalu, eh boleh, eh ternyata
enggak boleh, gitu. Jadi sekali lagi,
pengembangan kompetensi pembelajaran
bisa meningkatkan kesadaran dan
pengetahuan kita. Salah satunya adalah
misalnya kita tahu terhadap berbagai
kebijakan yang memang relevan dengan
satu kondisi yang kita hadapi. Pelatihan
rutin membantu ASN mengenali apa yang
termasuk di dalam korupsi. apa
gratifikasi, konflik kepentingan,
nepotisme, dan juga konsekuensi hukum
dan etikanya. Jadi, pembelajaran
memastikan bahwa kita tahu
kebijakan-kebijakan, aturan-aturan yang
memang menjadi acuan ketika kita ketika
berbicara mengenai integritas dan
korupsi. Misalnya Bapak Ibu,
pembelajaran berkelanjutan yang
dilaksanakan di Singapura menjadi
kewajiban.
Jadi belajar mengenai integritas menjadi
kewajiban bagi ASN-nya. Ada kuantitas
tertentu juga Bapak Ibu tidak satu kali
di Singapura membuat pegawai sadar
risiko hukum dan juga reputasi. Kemudian
yang kedua adalah membentuk budaya
integritas. Pembelajaran berulang
menciptakan norma bersama. Korupsi bukan
pilihan gitu. Jadi dimulai dari diri
sendiri, budaya kita dari setiap
individu kita berperilaku anti korupsi
akhirnya membentuk budaya yang
berintegritas tinggi. ASN yang
teredukasi akan saling mengingatkan dan
menolak praktik korupsi. Bagaimana Bapak
Ibu, kita berada di dalam satu
organisasi
mayoritas kita adalah memiliki budaya
integritas tinggi. Ketika ada seseorang
yang lupa atau tidak tahu kebijakan yang
baru, kita bisa saling mengingatkan.
Contohnya Korea Selatan menggunakan
integrity assessment system untuk
menanamkan budaya transparansi.
Kemudian yang ketiga, memberikan
keterampilan praktis. Bapak Ibu,
pembelajaran yang berkelanjutan mengenai
anti korupsi bisa memberikan
keterampilan praktis. Misalnya kita
tidak hanya memahami teori, tapi juga
bersikap menolak. Bagaimana cara kita
menolak gratifikasi dengan sopan?
Bagaimana kita melaporkan konaknya
kita terkendala teknis begitu dengan
sinyal yang ada di tempat Bu Erna, kita
masih tunggu untuk kelanjutannya karena
setelah sesi Bu Erna ini nanti akan kita
lanjutkan dengan sesi tanya jawab. Bu
Erna, apakah sudah kembali jaringannya?
Kita masih tunggu sebentar karena sayang
sekali tinggal sedikit lagi begitu
materinya ya. Nampaknya jaringan masih
belum terkoneksi dengan baik dari tempat
Ibu Erna.
Oke. Baik, maaf, Ma.
Oh, iya. Disilakan Bu Erna untuk
dilanjutkan.
Oke, tinggal sedikit Bapak Ibu, maaf
tadi sempat
kehilangan
kehilangan sini. ASN bingung menghadapi
situasi yang sifatnya dilematis.
Pembelajaran berbagi studi kasus
membantu ASN mengambil keputusan secara
etis. Misalnya di Rwanda, Bapak, Ibu.
Rwanda adalah satu salah satu negara
yang saat ini ee indeks ee persepsi
korupsinya ee menjadi lebih bagus,
meningkat, Bapak, Ibu. Karena ada
pelatihan tahunan tentang simulasi
dilema integratis. Ini juga sama Bapak,
Ibu di negara Belanda ee mereka ada satu
praktik itu ketika ada satu kasus yang
baru, Bapak Ibu, mereka akan bertemu
beberapa orang ini untuk mendiskusikan
gitu. Ah, ini belum ada di kebijakan.
Eh, ini kasus yang baru. Apa yang harus
kita lakukan? Mereka menciptakan
perilaku-perilaku standar-standar yang
baru kalau memang dari sisi SOP-nya
belum ada. Nah, sekali lagi Bapak Ibu,
ruang abu-abu ini sering muncul karena
tadi perubahan perkembangan kemarin
enggak ada, sekarang muncul. Terus
gimana ya gitu bagaimana kita bisa
menciptakan ee sebuah simulasi secara
bersama. Akhirnya kita menciptakan
sebuah aturan atau role Bapak Ibu.
rol-nya seperti apa ya kalau kita
menghadapi situasi seperti ini. Kemudian
menjadi mekanisme pencegahan jangka
panjang. Korupsi bukan hanya masalah
individu tapi juga sistemik Bapak Ibu.
Pendidikan berkelanjutan memperkuat
sistem pengendalian internal dan budaya
organisasi ini, Kawan-kawan. ACLC KPK
juga mendorong belajar integritas secara
berkelanjutan. saya yakin bisa menjadi
sebuah investasi jangka panjang kita
untuk memastikan bahwa setiap individu
nanti akan disediakan ruangan-ruangan
yang cukup untuk belajar sehingga kita
bisa mencegah dalam jangka panjang
perilaku-perilaku yang cenderung korup.
Kemudian ini tadi Bapak Ibu yang saya
sebutkan praktik beberapa praktik global
misalnya Singapura ASN mengikuti
pelatihan rutin di saat ini Singapura
berada di peringkat atas indeks persepsi
korupsi. Ini data saya masih tahun 2024
Bapak Ibu. Kalau nanti ada data 2025
monggo. Tapi saya yakin ee apa namanya?
Situasinya masih relevan gitu. Masih
relatif sama. Korea Selatan Bapak Ibu
sering sekali menyelenggarakan workshop
anti korupsi secara rutin untuk pegawai
pemerintahnya sehingga ada angka
korupsinya menjadi turun di sektor
publik. Kemudian Rwanda yang tadi saya
sebutkan wajib mengikuti pelatihan
integritas tahunan. Jadi ada satu
kewajiban tingkat korupsinya terendah di
Afrika saat ini. Kemudian Australia
dengan pelatihan integritas berbasis
e-learning budaya integritas semakin
kuat. Kemudian di Indonesia juga
sebenarnya tidak kalah Bapak Ibu. sudah
banyak yang dilakukan misalnya
kawan-kawan KPK melalui jaga dan anti
cororruption learning center ee LAN
dengan berbagai pelatihannya baik
pelatihan dasar CPNS, pelatihan
kepemimpinan ee kemudian juga ada
pembelajaran basis e-learning workshop
dan lain-lain. Tapi kita masih ee apa
perlu secara konsisten dan penguatan
budaya integritas ini menjadi bagian
dari pembelajaran secara intensif Bapak
Ibu. Jadi ini yang kalau kita lihat dari
eh indeks eh corruption perception index
atau indeks persepsi korupsi Bapak Ibu
kita masih di peringkat globalnya adalah
99 ini tahun 2024 ya Bapak Ibu sekali
lagi. Kemudian kalau kemarin kawan-kawan
juga di hari anti korupsi kita apa
namanya indeks persepsinya juga
naik tapi enggak enggak banyak Bapak
Ibu. Jadi sekali lagi Bapak Ibu ee kita
bisa melihat dari beberapa negara yang
tadi saya tunjukkan meskipun tidak
secara detail Bapak Ibu mereka memiliki
indeks korupsi rendah
karena memiliki pola yang sama bahwa
pelatihan integritas dilaksanakan secara
rutin, terstruktur dan menjadi bagian
dari budaya kerja. Jadi ini mungkin
sedikit highlight dari kami Bapak Ibu
bahwa pembelajaran dengan materi
integritas dan anti korupsi perlu
menjadi bagian rutin terstruktur bagi
semua ASN di Indonesia sehingga kita
bisa tadi semakin mempercepat upaya kita
menciptakan budaya-budaya yang
berintegritas. Dan sekali lagi bahwa
saat ini kita memiliki sebuah pendekatan
yang sebenarnya memungkinkan Bapak Ibu
yang kita sebut sebagai ASN Corporate
University.
Di sini kita berbicara mengenai
bagaimana kita tidak bisa bekerja
sendirian. Kalau berbicara mengenai
integritas dan anti korupsi, KPK,
kawan-kawan KPK tidak bisa bekerja
sendirian untuk menciptakan ASNASN yang
memiliki pengetahuan dan mampu bertindak
dengan benar ketika berhadapan dengan
situasi-situasi yang mengarah kepada
tindakan korupsi. Tidak bisa bekerja
sendirian, tapi kita harus
berkolaborasi. Ini yang tadi Bapak, Ibu,
kita bergerak dari ekosistem ke
ekosistem, Bapak, Ibu. Jadi, kita tidak
bisa bekerja sendiri. kita harus
berkolaborasi dengan orang lain. Yang
pertama adalah kita harus memastikan
ketepatan substansi dan cara belajar.
Focus on learner. Bapak Ibu, ASN di
Indonesia dari Sabang sampai Merauke
memiliki akses belajar yang berbeda,
akses terhadap teknologinya
berbeda-beda. Sehingga variasi cara
belajar harus kita lakukan ketika
berbicara pembelajaran anti korupsi
untuk memastikan dari Sabang sampai
Mereuke memiliki akses terhadap
pembelajaran anti korupsi. Yang kedua
adalah ketepatan substansi. Kita tahu
bahwa korupsi biasanya sifatnya adalah
kontekstual gitu. Kawan-kawan yang ada
di OPD misalnya memberikan pelayanan
secara langsung dengan kawan-kawan OPD
yang pelayanannya tidak secara langsung,
konteks korupsinya akan berbeda sehingga
pelajarannya membutuhkan
substansi-substansi juga yang sesuai
dengan konteks dari ASN itu bekerja.
Yang kedua adalah kolaboratif. Bagaimana
kita bisa bekerja sama dengan semua
instansi pemerintah yang lain maupun non
pemerintah yang memiliki interest yang
sama. yang ketika kita berbicara
mengenai anti korupsi dan integritas ada
sumber pembelajaran bahan mungkin ada di
non pemerintah di NGO, kemudian sarana
belajarnya di swasta dan lain-lain.
Bagaimana kita bisa berkolaborasi untuk
memastikan penyelenggaraan pengembangan
kompetensi untuk materi integritas dan
anti korupsi juga bisa diakses oleh
semuanya. Kemudian bagaimana kita bisa
menciptakan learning network, platform,
alat, dan orang saling terhubung untuk
mendukung proses pembelajaran dan
berbagi pengetahuan. Dan yang terakhir,
Bapak Ibu mengikut sertakan semua pihak.
Jangan sampai kita menciptakan substansi
yang bagus, cara belajar yang bagus,
tapi ternyata cara dan substansinya ini
tidak relevan dan tidak boleh ada yang
tertinggal dari Sabang sampai Merauke,
ASN-nya harus belajar mengenai
antiintegritas. Jadi, Bapak Ibu terakhir
dari saya
ee menjadi ASN berintegritas berarti
kita harus menjadikan nilai integritas
sebagai nilai hidup bukan slogan kosong.
Kalau hafalan mudah Bapak Ibu, tapi
perilaku dan tindakan-tindakan kita
sebagai wujud dari keberanian kita untuk
bertindak anti korupsi harus menjadi
bagian dari hidup kita. Jadi bukan
sebagai nilai hidup tapi seb sori harus
dijadikan sebagai nilai hidup bukan
sebagai slogan kosong bahwa saya
mengikuti pelatihan
an
korupsi saya hafal tentang berinrias
nilai-nilai berakhlak saya hafal
semuanya tapi kita ketika kita bekerja
Bapak Ibu yang kita lakukan tidak sesuai
dengan nilai-nilai tadi. Jadi integritas
adalah nilai hidup kita, gitu. Kemudian
yang kedua adalah ee bagaimana setiap
individu, setiap ASN. ASN adalah wajah
dari pemerintah, Bapak, Ibu. Sehingga
sebagai setiap individu yang
mencerminkan wajah dari pemerintah, kita
harus berkontribusi untuk menciptakan
pemerintahan yang bersih. Salah satunya
adalah menolak korupsi dan juga
gratifikasi. Meskipun tindakan ini
mungkin sering sekali tidak terlihat.
Kalau yang terlihat, saya yakin enggak
ada yang berani, Bapak, Ibu. biasanya
yang tidak terlihat ini. Jadi sekali
lagi menolak korupsi dan gratifikasi
meskipun tidak terlihat. Kemudian yang
ke yang terakhir kesimpulan dari kami
adalah komit kita menjadikan integritas
menjadi komitmen sejati. Kalau tadi saya
mengatakan profesionalitas itu ada tiga
komitmen. Komitmen terhadap standar
etika, komitmen terhadap kompetensi, dan
juga komitmen terhadap integritas.
Integritas adalah fondasi sehingga
komitmen sejati dalam integritas
diwujudkan dalam tindakan nyata, Bapak,
Ibu. Salah satunya adalah selalu
mengikuti, selalu update, selalu
mengembangkan kompetensi kita secara
berkelanjutan. meskipun tidak disuruh
Bapak Ibu, kita memiliki akses yang
mudah untuk belajar sehingga tanpa
disuruh misalnya kita merasa bahwa ada
beberapa kenapa saya tidak bisa
membedakan ini korupsi atau tidak, saya
tidak tahu kebijakan yang baru. Kita
komit secara individu kita untuk
meng-upgrade diri kita untuk memahami
berbagai kebijakan, berbagai kompetensi
yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas
secara berintegritas. Demikian Bapak,
Ibu sharing dari kami. Sekali lagi
terima kasih banyak atas dedikasi Bapak
Ibu untuk selalu mengembangkan
kompetensi. Salah satunya pagi hari ini
kita nanti akan berbicara banyak,
berdiskusi banyak mengenai integritas
dan anti korupsi. Demikian, terima kasih
banyak. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak
materinya, Ibu pada sesi pertama kali
ini dan kita akan langsung ke sesi tanya
jawab. Kita akan berinteraksi secara
langsung dengan Sobat ASN. Untuk itu
yang sudah bergabung kami ingin menyapa
Bapak Sihin dari Dispusip Kabupaten
Banyuwangi. Selamat pagi Pak Solihin.
Selamat pagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, boleh untuk open cam
Pak Shihin suaranya sudah terdengar.
Nah, siap.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Ibu Perna
sebagai narasumber. Yang saya hormati ee
Ibu host yang yang saya hormati saya
dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Banyuangi.
Ee
sangat antusias sekali apa yang
dipaparkan terhadap ee
pemberantasan korupsi ini tentang
bagaimana integritas ASN.
Itu tadi judulnya integritas ASN.
Pelajari, Pahami, Jalani, Cegah Korupsi
dimulai dari diri kita sendiri.
tentunya dari beberapa hal yang perlu
yang Ibu ee paparkan tadi sangat sangat
bagus sekali dan kami juga ee
sangat antusias ee banyak kami yang
dipaparkan oleh Ibu sehingga kami ee ada
beberapa hal yang perlu kami tanyakan
atau mungkin sharing lah barangkali saya
belum tahu bagaimana cara kita untuk
mengantisipasi supaya kita itu jangan
sampai terjerat. korupsi sebagai ASN.
Yang pertama adalah bagaimana Ibu ee
kita sebagai ASN, bagaimana trik-trik
kita menjaga integritas dalam pelayanan
publik. Tentunya pelayanan publik ini
dinanti-nantikan
oleh masyarakat yang sangat dibutuhkan
oleh masyarakat. tentunya kita juga
harus ee pelayanan itu kita kita
sediakan dengan semaksimal mungkin
sehingga apa yang dilani ee oleh
masyarakat bisa melayani dengan baik.
Itu yang pertama, Ibu. Kemudian yang
kedua, Ibu, bagaimana cara kita
menerapkan nilai keadilan dalam konteks
pekerjaan ASN dalam menjaga integritas
ASN? Itu yang kedua. Kemudian yang
ketiga, Bu, yang terakhir adalah [musik]
nilai apa yang paling dijunjung tinggi
seorang ASN selain integritas? Karena ee
pelayanan
ee bisa juga ee menjadi perangkap
berita. Kita enggak terasa padahal kita
enggak ada niatan apa-apa. Ternyata ee
apa antusiasme
dari pelayanan publik itu sangat kental.
Ya, jadi peluang ada peluang-peluang
yang bisa kita apa namanya kita korupsi.
Harapannya kita jangan sampai terperang
ke baik itu kita melayani dengan
semaksimal mungkin sehingga masyarakat
bisa terlayani dengan baik dan puas
sehingga tercipta pemerintahan yang
bersih terhadap korupsi. Terima kasih
Ibu ee Erna. Semoga ee Ibu Erna selalu
sehat, Bu sehat dan kami juga berterima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, boleh langsung dijawab dan
ditanggapi Bu Arna. Silakan.
Oke, siap. Terima kasih banyak Pak
Solihin dari Dinas Perpustakaan
Banyuwangi. Ini pertanyaan yang menarik
gitu dan biasanya jawabannya
kalau bagaimana trip dan tipsnya. Satu
yang pasti Bapak Ibu bahwa ini selalu
berkembang
trik dan tips ini. Kalau dari pengalaman
saya Bapak Ibu yang pertama adalah
memahami dari kebijakan itu sendiri
Bapak Ibu misalnya kita bekerja di
memberikan pelayanan. Apakah dari
kebijakan kita ada aturan-aturan yang
mengatur mengenai apa yang boleh dan
tidak boleh kita lakukan? Misalnya
ketika pelayanan memang ada misalnya
ee kontribusinya Rp10.000 ya berarti
kalau memang ada kebijakannya R.000 ya
kita Rp10.000
tapi kalau di kebijakannya memang
diberikan gratis ya sudah kita lakukan
secara gratis gitu. Jadi yang pertama
kalau saya lihat dari kebijakannya gitu
karena ketika kita bekerja di sektor
publik pasti ada landasan kebijakan
ketika kita bekerja. itu yang menjadi
aturan dan acuan baku yang harus kita
lakukan. Cuma sering sekali Bapak Ibu
mungkin Bu aturannya ternyata belum
dirubah tapi ternyata ada hal yang ber
di konteksnya C ini yang tadi saya
sebutkan sering sekali belum diatur tapi
kita tahu bahwa ini kayaknya enggak
benar deh. Tapi ini muncul karena sebuah
perubahan baru. Nah, tadi Bapak Ibu yang
pertama tadi pahami kebijakan. Yang
kedua adalah berdiskusi dengan
orang-orang ketika kita berada di dalam
situasi yang abu-abu gitu. Jadi misalnya
kita juga sering menghadapi Bapak Ibu eh
boleh enggak sih kalau menerima makanan
gitu?
Karena apa? Ini orangnya maksa banget
bagian dari budaya dia sebenarnya juga
tidak butuh approval atau tidak butuh
bantuan dari kita. Dia datang bawa
oleh-oleh gitu.
tidak ada aturan yang secara spesifik
seperti apa. Oh, ternyata ada. Kamu
jangan ngomong enggak ada aturan. Ada
aturannya yang ada di Inspektorat. Jadi
sekali lagi Bapak Ibu yang kedua
triknya adalah ketika kita tidak tahu
bagaimana kita bertanya, berdiskusi, dan
juga ada gelar gitu. Kalau kita
berbicara di sektor publik, ada satu
misalnya dalam 1 minggu itu 1 hari yang
kita membahas isu-isu baru ketika
berbicara korupsi. Ini ini masih jarang
dilakukan, tapi menurut saya menjadi
sangat-sangat efektif ketika ada
beberapa situasi yang sifatnya masih
abu-abu gitu. Kemudian yang ketiga Bapak
Ibu kalau dari kami biasanya pengalaman
kami menginformasikan gitu.
Sering sekali yang kita layani ini
tidak tahu atau menganggap lumrah.
Bapak, Ibu. Jadi yang tadi saya sebutkan
tadi misalnya membawa oleh-oleh gitu.
Membawa oleh-oleh
gratif ee itu termasuk gratifikasi gitu.
Kemudian dia enggak tahu bahwa di sini
ada aturan khusus di kantor kita. Jadi
biasanya kalau di
kami ada surat yang kita berikan waktu
itu misalnya kami di yang menangani
tentang akreditasi Bapak Ibu secara
khusus kita kirim ke semua lembaga
penyelenggara pelatihan bahwa ketika
berkomunikasi dengan unit kerja kami
tidak boleh semuanya dicatat di situ
Bapak Ibu. Jadi secara eksplisit
disebutkan bahwa praktik-praktik yang
masih dijalankan antara mereka tahu tapi
menganggap budaya, menganggap oke-oke
saja atau tidak tahu terinformasi.
Bahkan Bapak, Ibu misalnya mereka WA ke
grup kita pasti kalau jawab di bawahnya
ditulisin Bapak Ibu tidak boleh
melakukan dan lain-lain. Jadi kalau dari
pengalaman saya yang pertama adalah
memahami kebijakan, yang kedua adalah
ketika ada situasi abu-abu tidak boleh
mengambil keputusan secara langsung,
tapi cari informasi untuk situasi yang
sifatnya abu-abu ini ke pihak-pihak yang
paling tahu. Yang ketiga adalah kita
tidak boleh menganggap semua orang itu
tahu dengan ee apa namanya? integritas
yang kita miliki. Jadi kita harus
menginformasikan kepada mereka, Bapak,
Ibu. Karena apa? Mungkin ada di pihak
lain, di unit lain atau di instansi lain
dianggap biasa, tapi di tempat kita bawa
olah-olah sudah enggak boleh, gitu. Jadi
sekali lagi tidak boleh menganggap semua
orang sudah tahu dengan integritas yang
kita miliki. Kita harus secara aktif
Bapak Ibu menginformasikan kepada orang
lain. Kemudian yang keempat adalah
dimulai dari diri sendiri. Saya setuju
sekali dengan tadi Pak Kaban ketika
membuka acara ini, gitu. Jadi yang
pertama adalah dari diri kita sendiri
dan kita menjadi contoh bagi orang lain
meskipun itu hanya kecil, Bapak, Ibu.
Meskipun hanya kecil, gitu. Jangan
menganggap bahwa kecil ini menjadi
biasa. Apalagi kita menjadi role model.
Eh, enggak, Bu Erna. Memang kalau yang
gede-gede enggak mau, tapi yang
kecil-kecil mau. Nah, udah hilang
semuanya, Bapak, Ibu. Jadi, sekali lagi
menjadi role model banyak sekali. Dan
ini mungkin tips-tipsnya setiap orang
akan berbeda, tapi berdasar pengalaman
yang kita lakukan, empat hal ini menjadi
jembatan kita Bapak, Ibu. Dan saya
kemarin juga
apa namanya curhat dengan kawan-kawan
KPK gitu. Ee misalnya terkait dengan
oleh-oleh ini gimana ya sudah disuratin,
sudah dimacam-macamin. Eh tetap aja bawa
kita sudah pernah menolak tapi terus
ditinggal sama yang bawa di tempat posat
dan lain-lain. Ini ee ini menjadi
gerakan bersama Bapak Ibu untuk
kawan-kawan yang hadir di sini. Ayolah
kita bareng-bareng. Kalau ini menjadi
budaya
kita tahu sama tahu bahwa itu tidak
boleh gitu.
Ini sekaligus gitu ya, Pak Salihin nitip
untuk teman-teman semuanya. Kemudian
tadi yang pertanyaan tidak ada niatan eh
enggak tahunya kita kejeblos gitu. Nah,
sekali lagi Bapak Ibu, kita harus tahu
persis kebijakannya seperti apa. Tapi
kalau ada situasi yang abu-abu jangan
langsung Bapak Ibu nanya cari referensi
untuk ini benar atau enggak ya? Kalau
nurani kita sudah ragu-ragu, Bapak Ibu,
berarti ada sesuatu yang enggak beres.
Biasanya jangan okelah kita nanya dulu,
kita cari informasi dulu. Biasanya
nurani kita itu paling peka gitu. Tapi
sering sekali kita enggak dengerin gitu.
Kita kadang sudah berpikir, "Wah, kalau
jalan ini habis ini saya keteklek." Lah,
tetap aja kita jalan, kita tahu bahwa
itu situ. Nah, ini sekali lagi bahwa
kewaspadaan ketika kita berada di dalam
lingkungan dan kita berhadapan di dalam
situasi yang disebut sebagai abu-abu.
Ini benar atau tidak? Boleh atau tidak,
sekali lagi cari referensi Bapak Ibu.
Karena apa? Kehati-hatian menjadi kunci
kita. Bapak, Ibu, ketika orang sudah
mengenali kita menjadi orang tidak
berintegritas, sudah hancur semuanya,
Bapak, Ibu. Orang tidak akan percaya
dengan kompetensi kita. Orang tidak akan
percaya dengan nilai-nilai yang kita
yakini. Jadi, sekali lagi supaya kita
tidak kecebur tadi Bapak, Ibu ya, kita
update lah diri kita dengan informasi
kebijakannya seperti apa, sistemnya
seperti apa dan apa yang harus kita
lakukan. Mungkin itu untuk Pak Sulihin.
Terima kasih
banyak atas jawabannya Pak Salihin.
Nampaknya lengkap sekali begitu ya. Tiga
pertanyaan telah dijawab oleh narasumber
kita, Ibu Erna. Terima kasih juga sudah
berinteraksi dan berkontribusi dalam
sesi pertama kali ini. Pak Salihin.
Sehat selalu di sana. Salam untuk
teman-teman di Banyuwangi.
Baik, Sobat ASN tentunya yang belum
berkesempatan bertanya, tenang saja
masih ada dua narasumber nanti yang akan
menyampaikan materinya di sesi
berikutnya. Bu Erna, kami ucapkan terima
kasih banyak atas waktu yang telah
diberikan serta kontribusinya secara
nyata dalam materi yang telah
disampaikan. Kita akan berjumpa lagi
dalam episode-episode atau kesempatan
berikutnya. Terima kasih banyak Bu Erna
dan Sobat ASN tetap di ASN belajar seri
48 tahun 2025.
[musik]
Sobat ASN, materi berikutnya akan
disampaikan oleh Kasatges Manajemen
Pengetahuan dan Pembelajaran Digital
Pemberantasan Korupsi, Bapak Sandri
Justiana, S.Si., M.M.
[musik]
Selamat pagi, Pak Sandri.
Selamat pagi, Bapak nih.
Baik, terima kasih banyak. Baik, sehat
dan kesempatan pada kali ini sudah
dinantikan juga Pak Sandri tadi sudah
sempat disapa oleh Bu Erna dan juga Pak
Kaban. Semoga saja materi kedua ini akan
memperlengkapi begitu ya tema kita pada
ASN belajar seri 48. Kesempatannya kami
berikan. Disilakan Pak Sandri.
Baik terima kasih.
Berantas korupsi tak mengenal siang dan
malam
meskipun harus bercucuran, keringat dan
peluh.
Izin membuka dengan salam.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam kasih sayang untuk kita semua.
Semoga negara Indonesia beserta
rakyatnya lekas sejahtera. Baik, Bapak
dan Ibu semua para peserta webinar. Saya
lihat di Zoom ada 999
hampir 1.000 juga di YouTube juga
hampir 1.000 jadi total ada 2.000 ya.
Mari sama-sama kita doakan bahwa siap
yang menghadiri webinar ini ditakdirkan
menjadi ASN-ASN yang berintegritas,
ASN-ASN yang dicintai rakyat dan nanti
akan dikenang oleh anak cucu kita.
Inilah sebagian dari
abdi negara yang memang berintegritas.
namanya setara dengan Bung Hatta, setara
dengan Jenderal Hugeng, setara dengan
Agus Salim, setara dengan tokoh-tokoh
nasional yang telah ee mendahului kita.
Saya diminta untuk memberikan materi.
Biasanya kalau KPK yang bicara pasti
bicara tentang Undang-Undang Tindak
Pidana Korupsi.
Tapi di sini saya ingin menyampaikan
sebuah topik yang nanti tolong sama-sama
dibaca
dan diberikan ee komentar. setuju atau
tidak dengan apa yang saya sampaikan ee
dalam ee webinar ini. Izin untuk share
screen.
Sudah terlihat kan?
terlihat jelas ya?
Iya.
Oke.
Baik.
Saya pada kesempatan ini saya
menyampaikan
ee sebuah pendapat saya
bahwa integritas itu mudah.
Mudah diucapkan dan dituliskan.
Bukan hanya mudah diucapkan dan
dituliskan.
tapi juga mudah dipraktikkan. Nah, saya
ingin tanya nih ke Bapak nih. Bapani
setuju enggak?
Jauh, Pak. Saya pengin tahu nih mewakili
peserta nih.
Setuju, Pak. Tentu saja setuju.
Setuju. Kenapa setuju, Bu? Senapa
setuju, Mbak? [tertawa]
Bapak izin mohon maaf. Ini memang offcam
ya, Pak ya?
Enggak, enggak.
Ee tampilan di kami ini offcam, Pak.
Mungkin boleh open cam kembali.
Oke,
sebentar.
Oh, ini otomatis nih
sebentar
terlihat ya. Oke.
Nah, baru saja. Baik, sudah open cam
kembali, Pak.
Setuju enggak, Bu, bahwa ituus mudah?
Kenapa alasannya? Pengin tahu.
Mohon maaf, bisa diulangi Bapak tadi
suaranya terdengar lebih kecil.
integritas.
Setuju enggak bahwa integritas itu
mudah,
mudah diucapkan, mudah dipraktikkan. Tu
setuju sekali. Integras itu mudah karena
setiap orang itu pasti punya ee prinsip
integritas dengan apa yang ia kerjakan.
Namun tentunya pada praktiknya ini
banyak tantangan sehingga
sulit untuk dipraktikkan, Pak. Tapi
hanya mudah diucapkan.
Ee sulit bukan berarti tidak bisa ya.
Betul. Oke. Nah, jadi Bapak dan Ibu
tolong sama-sama dipikirkan kita dalam
benak kita bahwa integritas itu mudah.
Kenapa? Karena begitu kita mengatakan
integritas sulit, maka itu akan menjadi
pebenaran.
Jadi, kenapa kita enggak berani menolak
suap? Kenapa kita tidak berani ee
menolak gratifikasi?
Kan susah gitu.
Udah diucapkan pasani gampang mudah
diucapkan, dituliskan tapi itu
dipraktikkan susah. Nah, susahnya itu
membuat pikiran kita seperti itu, Bapak
dan Ibu, gitu. Oke. Jadi ee kita
berharap ee dengan webinar ini saya
tidak berbicara apa, tidak muluk-muluk.
Minimal dalam persepsi kita integritas
itu mudah. Ketika kata Bapaknya ada
tantangan ingat kembali ini mudah. Oke,
Bapak dan Ibu semua.
Sebentar.
Ini kenapa? Nah, jadi integritas itu
adalah ee hal yang mudah dan ringan
dengan syarat jika kita tahu ilmunya
dan memulainya dari diri sendiri.
Integras akan terasa sulit kalau kita
enggak tahu ilmunya gitu. kita enggak
tahu pengetahuannya, kita enggak tahu
aturannya, kita enggak tahu etiknya,
dan kita selalu memulai itu nunjuk orang
lain gitu. Itu kan orangnya juga kayak
gitu gitu. Nah, ini prinsip pertama.
Prinsip kedua adalah integritas itu
bukan hanya perkara
saya menolak suap 5 miliar, bukan hanya
perkara saya tidak melakukan ee korupsi
1 triliun gitu. Itu merupakan output
sebetulnya. Tapi keputusan kita nanti
ketika kita punya wewenang itu berawal
dari serangkaian keputusan kecil
sehari-hari
yang pada akhirnya akan membuat jujur
dan disentuh menjadi satu otomatis
menjadi sebuah kebiasaan menjadi sebuah
reaksi yang spontan.
dampaknya akan terasa ringan dan
nantinya akan mudah dipraktikkan.
Jadi ibarat ee efek domino gitu.
Saya enggak percaya
orang itu yang terkena korupsi,
saya yakin pasti dia sejak awal tuh
telah melakukan ee korupsi dalam versi
yang kecil gitu seperti itu. Tapi kalau
kita sudah terbiasa terbiasa itu menjadi
sebuah kebiasaan. Mungkin
kita tidak bisa menghindar situasi
konflik kepentingan. kita tidak bisa
menghindar situasi godaan.
Tapi kalau kita terbiasa, kita memiliki
benteng yang lebih kokoh.
Nah, kita tadi bicara integritas itu
mudah ee dituliskan dan diucapkan. Nah,
biasanya seperti kata Buana tadi,
kita harus tahu dulu apa sih integritas.
Ini mudah banget gitu. Integritas adalah
sebuah konsep fundamental yang merujuk
pada kesatuan dan konsistensi antara
pemikiran, ucapan, dan tindakan
seseorang. Ini penting nih, ini mudah.
Tapi harus tahu nih, simpel kok. Apa tuh
integritas? Pikirkan, ucapkan, dan
lakukan. Sama seperti judul di sini ya,
pahami
tindakan dan lakukan.
Lalu dari sisi regulasi. Nah,
regulasinya sudah ada kok.
regulasi undang-undang TVOR, Permenpan
tentang kopi kepentingan, kode etik di
setiap instansi
itu semuanya ada.
Larangan gratifikasi sudah ada,
ketentuan gratifikasi sudah ada dan
dokumen itu bukan dokumen yang sifatnya
tertutup.
Itu mudah diakses siapapun mudah
dipelajari.
Artinya kita tidak perlu merumuskan hal
baru. Udah ada kok gitu tinggal ikuti
aja gitu. Baca aturannya ikuti semudah
itu.
Nah, kalau kita mau detail lagi misalnya
di Undang-Undang ASN jelas kok gitu kan.
Tapi kan di Undang-Undang ASN tuh enggak
ada kata-kata integritas, enggak ada
kata-kata anti korupsi. Yang ada adalah
berorientasi pelayanan akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal. adaptif,
kolaboratif.
Tapi ternyata kalau kita breakdown lagi,
loyal itu artinya mengandung arti taat
pada hukum. Artinya taat kepada aturan
pada hukum termasuk undang-undang
Tipikor.
Kemudian akuntabel artinya itu dia
jujur, dapat dipercaya, tidak
menyalahkan gunakan wewenang. Artinya
kalau orang enggak jujur, enggak dapat
dipercaya, menyalahgunakan wewenang,
berarti dia tidak akun akuntabel. Ini
jelas nih di pasal 3, pasal 4 dan 5,
kemudian juga pasal 10 11 gitu dan pasal
753 ini semuanya terkait dengan ee
integritas walaupun tidak dikatakan
secara eksplisit.
Nah, jadi Bapak dan Ibu
integritas itu mudah. Kenapa? Karena
kita hanya menjalankan apa yang
tertulis. Ingat sekali lagi, kita hanya
menjalankan apa yang tertulis. Nah,
kesulitannya muncul. Nah, integral itu
akan menjadi sesuatu yang sulit
kalau kita mulai memilih untuk
melanggar. Nah, itu sebetulnya. Kenapa
jadi sulit? Karena kita melanggar, gitu.
Nah, kenapa melanggar? Nah, ini ada
teorinya. Teori triangle
rout.
tadi misalnya opportunity,
opportunity ya. Nah, kalau opportunity
mungkin
ee kita punya kesempatan.
Nah, kesempatan itu yang membuat kita
melanggar gitu. Wah, mumpung menjadi
esolon 1, mumpung menjadi esolon 2,
mumpung menjadi PPK, mumpung menjadi
pejabat pengadaan. Kesempatan nih
kita mendapatkan. Nah, itu ada peluang
tuh, gitu.
Lalu ada juga yang artinya saya enggak
mau nih, ada kesempatan saya enggak mau
kan gitu. Tapi ada tekanan nih,
tekanan dari atasan, tekanan dari
keluarga
yang pada akhirnya kita melakukan
rasionalisasi.
Oh, enggak apa-apa toh yang kita ambil
hanya sedikit. Oh, enggak apa-apa toh.
Ini kan demi juga masa depan keluarga.
Oh, enggak apa-apa daripada saya nanti
dimutasi. Oh, enggak apa-apa.
Toh ini juga buat nanti membangun rumah
ibadah. Oh, enggak apa-apa yang lain
juga gitu. Rasionalisasi inilah gitu.
Oh, enggak apa-apa. Kita kan sudah
memberikan pelayanan terbaik. Wajar dong
mendapatkan hadiah.
Inilah yang membuat kita menjadi sulit
karena kita merasionalisasi
pelanggaran-pelanggaran kecil seperti
itu. Ini relevan dengan ee kalau kita
Bapak Ibu baca BAP ya atau pututusan
pengadilan terdakwa korupsi itu
munculnya gitu enggak ada gitu.
Semua muncul saya melakukan ini karena
ini ada rasionalisasi.
Nah, dari sini Bapak dan Ibu
kita juga merasionalisasi terkadang kita
merasa ini kadang enggak ada pilihan
gitu.
Kayaknya kalau kita di ee godaan untuk
korupsi enggak ada pilihan. Padahal
pilihan itu selalu ada.
Ini pilihan-pilihan nih.
Pilihan kita menentukan seberapa tingkat
integritas kita. Tingkat integritas yang
paling dasar adalah mengenali nilai yang
benar.
Itu enggak cukup. Tapi nah kemudian yang
kedua ee kita jujur sesuai hati
nurarani.
Yang ketiga
ee berani, yang keempat konsisten. Yang
kelima itu teladan dan menjadi
inspirasi. Nah, untuk menjadi ketiga
berani itu ada namanya godaan atau
keuntungan.
untuk naik ke tingkat empat itu ada
dilema, ini ada ee resiko. Kalau kita
bisa melewati 3 dan 4 ini, kita berarti
akan menjadi sebuah teladan. Nah,
seperti apa contoh-contoh godaan? Nah,
godaan-godaan integritas ada bentuk
benefitnya yang menggoda ketabahan,
kelurusan dan merusak objektivitas.
Atau bisa juga godaan itu karena
penerimaan hadiah, menempatkan
kepentingan pribadi di atas kepentingan
publik, memanfaatkan kedudukan wandang
maupun gaya hidup mewah. Ini merupakan
godaan kapan lagi saya dapat untung.
Nah, ini godaan-godaan. Nah, kalau
terkait dengan dilema
ini muncul juga bisa jadi tekanan gitu.
Situasi dilematis yang disebabkan adanya
resiko atau konsekuensi yang merugikan
ketika tetap menegakkan integritas.
Apakah ada ancaman, tidak dilibatkan
dalam kegiatan, dimutasi, dicerca,
dikucilkan, dipreming negatif,
pembunuhan karakter, diintimidasi sampai
pada resiko pembunuhan. Ini
dilema-dilema.
sehingga pada akhirnya
apa yang harus dilakukan ketika kita
mendapatkan godaan atau menghadapi
situasi dilema?
Nah, ini bisa dipikirkan.
Apakah pilihan kita
tepat enggak daripada tidak tepat?
Apakah pilihan kita benar enggak
daripada salah? Apakah pilihan kita etis
enggak daripada tidak etis?
Apakah pilihan kita boleh enggak
daripada tidak boleh? Apakah pantas
enggak gitu? Jadi kita setiap ada sebuah
pilihan dilema, kita pikirkan tepat ini
enggak ya? Ini benar enggak? Ini etis
enggak? Ini boleh enggak? Ini pantas
enggak? Ditanyakannya ke siapa?
Bisa tanyakan kepada atasan kita, kepada
sahabat kita, kepada keluarga kita. Dan
yang paling jujur adalah tanyakan kepada
hati nurani kita. Ya, kalau saya
menerima suap tepat enggak ya gitu? Ini
benar enggak ya gitu? Ini etis enggak?
Ini boleh enggak? Ini pantas enggak
gitu.
Nah, dari situ maka sebelum kita
mengambil tindakan
pikirkan
apakah ini yang terbaik untuk saya?
Apakah kalau saya melakukan ini, ini
bisa mengatasi saya ke depannya?
Apakah kalau saya melakukan ini saya
tidak akan menyesal? Apakah tidak ada
cara yang lebih baik?
Tanyakan ini, pikirkan ini. Insyaallah
kita akan mudah untuk berintegritas.
Nah, tentu seperti kata Bapak tadi kita
ada namanya ee praktik ya, ada namanya
tantangan. Maka integritas itu
tantangannya adalah bukan melawan godaan
yang besar, melainkan bagaimana kita
bisa memenangkan satu hari tanpa
rasionalisasi.
Itulah yang kita sebut sebagai
otomatisasi
integritas. Nah, agar menjadi kebiasaan,
integritas harus terus dilatih, terutama
dalam menghadapi
godaan integritas. Nah, pertanyaannya
ee
pertanyaannya adalah kapan kita bisa ee
melakukan ee godaan?
Kapan kita bisa berlatih? Bisa berlatih
dalam kehidupan sehari-hari,
dalam kegiatan sehari-hari atau bisa
juga kita berlatih
dalam sebuah simulasi. Nah, saya ingin
memberikan sebuah contoh. Nah, contoh
bagaimana ee kita bisa ee melakukan
sebuah
ee godaan-godaan. Kita bisa menghindari
ee godaan. Baik, saya akan menunjukkan
ee sebuah studi kasus. Mohon nanti ee
Bapak dan Ibu bisa ee sama-sama
menjawabnya.
Sebentar saya akan buka dulu ee materi
saya.
Studi kasus du pelayanan publik.
[musik]
Bayangkan Anda adalah aparatur sipil
negara [musik] di bidang pelayanan
publik kependudukan yang setiap hari
berhubungan langsung dengan masyarakat.
Dalam jabatan ini, Anda memiliki
kewenangan untuk memproses,
memverifikasi,
atau memberikan rekomendasi terkait
dokumen kependudukan dan catatan sipil.
Beberapa warga merasa senang karena
telah dilayani dengan baik sehingga
mereka sering memberikan makanan sebagai
tanda terima kasih. Beberapa kali Anda
pun juga menerimanya.
[musik]
Pilih jawaban yang benar dengan
mencentang pilihan-pilihan berikut. Oke.
Nah, sekarang saya minta bantuan Papani
nih.
Kira-kira kalau kita jawab ini perannya
ada kita sebagai ASN.
Nah, kalau Bapak sebagai ASN apakah ASN
itu memiliki kewenangan untuk
atau peran dalam situasi ini? Kira-kira
punya wewenang enggak Bapak ini?
Mohon maaf, Pak. Layarnya kecil sekali
ya?
Kecil sekali ya?
Iya. saya tidak terbaca kalau dari saya
dari layar saya.
Oke,
sekarang baca sekarang.
Nah, sudah mulai terbaca.
Oke. Apakah mel kewenangan enggak dalam
situasi tadi sebagai ASN
memiliki kewenangan enggak kira-kira?
Tidak, Pak.
Enggak. Bukan Bapak nih sebagai ASN tadi
SNnya sebagai punya kan ya?
Iya.
Punya Wenang kan. Oke.
Nah, kira-kira ada potensi konflik
enggak?
hubungan pribadi atau komplek
kepentingan dengan situasi tadi. Apakah
kepentingannya apa kira-kira nih?
Apakah ada hubungan afiliasi? Apakah ada
potensi gratifikasi
atau ada pengaruh rangkap jabatan atau
penggunaan pengaruh jabatan lama?
Kira-kira
sepertinya sih kepentingan
afiliasi ee dan atau bisnis finansial.
Oke, kita coba ya.
Oke.
Nah, kemudian jenis konflik
kepentingannya nih. Apakah aktual,
potensial,
konflik kepentingan yang dipersepsikan
atau tidak ada konflik kepentingan.
Contoh nih,
bisa lebih dari satu jawaban nih. Ada
kontek kepentingan enggak kita sebagai
ASN layan publik dengan adab adab warga
yang memberikan hadiah kepada kita.
konflik kepentingan dipersepsikan dan
potensial sepertinya, Pak. Oke. Oke.
Cocoklah ya. Kita coba.
Nah, kita coba lagi. Nah, kira-kira ini
mungkin Bu gratifikasi nih. Mungkin ini
gratifikasi.
Oke.
Gratifikasi ini potensial dan persepsi
ya. Coba
cek lagi. Oh, karena tadi belum dicetak
ASN-nya, potensinya. ini gratifikasi
potensial dan persepsi.
Betul. Jadi kita ketika kita menghadapi
sebuah dilema tadi, kita harus melakukan
analisis siapa kita. Kita ASN punya WN
enggak punya. Apa kepentingannya?
Ya emang nanti harus kita ee sama-sama
pelajari gitu.
Andi tadi ada warga yang nitipin kota
kue ke saya.
Katanya cuman ucapan terima kasih.
[musik]
Hati-hati, Rin. Walaupun kecil itu tetap
bisa dianggap gratifikasi loh.
Masa sih? Padahal cuman makanan
sederhana.
Justru itu kalau kita terima masyarakat
bisa salah paham. Mereka bisa mengira
bingkisan itu berhubungan dengan cepat
atau tidaknya layanan.
Iya juga. Lama-lama bisa jadi kebiasaan
yang enggak sehat.
Nah, jadi di sini kita berhasil
mengidentifikasi gitu, tapi bukan
berarti kita akan menolak.
Kira-kira Bapak dan Ibu,
setelah mengetahui bahwa pemberian
tersebut dapat menimbulkan konflik
kepentingan potensial dan yang
dipersepsikan,
apa sebaiknya yang Anda lakukan?
Pilih salah satu jawaban berikut.
Kita tadi sudah bisa menganalisis nih
karena kita sudah paham. Betul enggak?
Sudah baca regulasinya. Tapi pada saat
tadi praktik kira-kira pilihannya mana
nih? Apakah menolak,
apakah terima atau netral? Misalnya
kita tetap nih walaupun tahu bukan
berarti dia itu akan mempraktikkan.
Bisa jadi jawabannya adalah dia
rezekinya ditolak.
Dia enggak mau
kue nih.
Wah, mau
loh. Itu kue dari mana? Kamu beli
enggak, Pak? Tadi ibu dikasih sama
warga. Katanya pelayanan Ibu baik dan
cepat, jadi dia mau berterima kasih.
Eh, hati-hati loh, Bu. Ini termasuk
gratifikasi.
Kan kita enggak boleh nolak rezeki, Pak.
Gratifikasi itu bukan rezeki, Bu. Kamu
harus hati-hati.
Klik tombol kembali untuk pilihan lain
atau calat. Jawaban kita adalah netral
nih. Saya terima tapi tetap netral gitu.
Aduh, ternyata berkas aku bermasalah
nih.
Hmm. Ternyata proses administrasi Bapak
yang kemarin ngasih aku donat ini
terkendala. Apa aku bantu aja ya?
Eh, dengar-dengar kemarin Bu Rina sempat
bantuin proses administrasi warga karena
dia sering ngasih makanan ke Buina.
Oh, jadi proses kita bisa lebih cepat
dan lancar kalau kita juga memberi
seperti warga itu.
Kalau gitu
akhirnya itu menjadi sebuah kebiasaan
cuman
dan pilihan yang sesuai hati kita adalah
kita tolak.
Bu, ini ada sedikit kue dari rumah.
Anggap saja tanda terima kasih karena
pelayanan Ibu cepat sekali.
Terima kasih banyak, Pak. Tapi mohon
maaf, saya tidak bisa menerima pemberian
dalam bentuk apapun.
Loh, kenapa Bu? Ini cuma kue sederhana,
tidak ada maksud apa-apa.
Saya paham, Pak. Namun sesuai aturan,
pemberian sekecil apapun tetap bisa
dianggap gratifikasi karena terkait
jabatan saya. Supaya tidak menimbulkan
salah paham, lebih baik saya tolak
dengan hormat.
Oh, begitu ya. Saya kira tidak masalah.
Tidak apa-apa, Pak. Bapak tetap tenang
saja. Pelayanan tetap kami berikan
dengan profesional tanpa perlu ada
bingkisan apapun.
Nah, itu Bapak dan Ibu ee salah satu
nanti ee contoh di mana kita memang
harus senantiasa ee melatih ee
integritas kita.
Dan ini yang tadi saya sampaikan
merupakan ee contoh bagaimana kita bisa
ee melatih untuk ee berintegritas gitu.
dan di mana kita bisa berlatih secara
online kita sudah KPK menyiapkan
berbagai ee macam kelas pembelajaran
digital
yang harapannya nanti bisa ee membantu
kita untuk melatih kebiasaan-kebiasaan
berintegritas seperti itu. Ini nama
kelasnya konflik ee JT paham konflik
kepentingan. Nanti silakan Bapak dan Ibu
ini belajarnya gratis ee bisa mengakses
di e-learning.go.id.
Jadi, Bapak dan Ibu ee sebagai penutup
sebelum nanti kita lebih dalam di
diskusi, integritas itu bisa diciptakan
lewat rasa takut akan konsekuensi
atau bisa juga lewat perasaan bangga.
Tapi saya mengajak
mari kita
lakukan integritas bukan karena takut,
tapi karena integritas membuat kita
bangga. Karena itulah yang akan bertahan
dan menetap perasaan bangga. Karena itu
akan membentuk PLU positif kepada ee
diri kita.
Demikian sebagai pengantar diskusi.
Selanjutnya senang sekali bisa kita bisa
saling berbagi pengalaman bagaimana kita
mempraktikkan integritas dalam kehidupan
sehari-hari. Saya kembalikan ke Bapaki.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak
Sandri. Ini sangat aplikatif sekali
begitu ya apa yang telah disampaikan.
Jadi bukan hanya sekedar teori, tapi
membantu kita untuk lebih kritis
mengenai situasi-situasi yang mungkin
saja terjadi dan itu bisa berpotensi
terhadap gratifikasi atau bentuk-bentuk
korupsi lainnya. Dan tentunya kita akan
segera menuju ke sesi tanya jawab untuk
berinteraksi langsung. Sobat ASN silakan
untuk rais hand.
Saya akan masih mencari
untuk yang sudah rah hand dan siap untuk
berinteraksi secara langsung.
Baik.
Oh, ada pertanyaan.
Oke.
Baik. Saya akan bacakan begitu, Pak
Sandri untuk pertanyaannya dari Pak Avia
atau Ibu Afia di Kabupaten Malang.
Selamat siang. Mohon izin bertanya. Saya
Afia dari ASN di Kabupaten Malang.
Apabila kita sebagai staf sudah
menjunjung tinggi integritas, tetapi
atasan memerintahkan untuk melakukan
tindakan yang menurut kita menyimpang,
bagaimana menghadapi hal tersebut?
Karena di sisi lain kita hanya staf yang
harus menghormati atasan. Harapan saya
semoga hal ini tidak ada di sekitar
lingkungan kita bekerja. Mohon
masukannya karena hal tersebut tidak
menutup kemungkinan suatu saat memang
terjadi. Terima kasih banyak. Begitu
pertanyaannya, Pak Sandri.
Oke. Kita sebagai ASN ya.
Iya.
Kita punya nilai-nilai berakhlak.
Nah, dalam artinya nilai ini bukan hanya
sekedar slogan, tapi perlu kita
tetapkan. Pertanyaannya adalah
kalau kita menerima perintah tadi sesuai
enggak dengan nilai-nilai ASN?
Itu pertanyaannya sesuai enggak
kira-kira? Bias aja kita pasti kita akan
memberikan tadi rasionalisasi.
Ini kan atasan kita ya kan. Ini kan
bagian dari loyal gitu. Kita kan harus
loyal sama atasan. Itu kan sesuai dengan
nilai berakhlak. Nah itulah ternyata
loyal di berakhlak itu adalah taat hukum
dan setia pada bangsa dan negara bukan
setia kepada atasan.
Tanyaannya adalah
yang dilakukan atasan tadi memberikan
perintah yang itu tidak sesuai dengan
berakhlak. Kira-kira kita milih yang
mana? Kan gitu. Tadi pertanyaan tadi
kembali lagi kepada pertanyaan tadi Bu,
Ibu dan Ibu. Bu, pertanyaan tadi Bu dari
saya empat pertanyaan. Kira-kira kalau
kita menerima
perintah tadi walaupun itu jelas-jelas
melanggar aturan, pertanyaannya adalah
apakah ini yang terbaik untuk kita?
Apakah
ini kalau saya lakukan ini saya ikut
ikut terlibat enggak gitu? Misalnya
tolong ini tanda tangani
dokumen ini gitu kan gitu. Kita tanda
tangan kita sebagai bendahara. Begitu
nanti di pengadilan
siapa yang bertanggung jawab? Kita
karena kita tanda tangannya gitu. Ini
ada kejadian gitu ada kejadian dia punya
bendahara di atasannya karena takut
dipindahkan, takut dimutasi kan gitu.
Padahal dimutasi pun dampaknya apa ke
kita kan gitu. Dunia mungkin tapi
akhirat kan gitu. Dan ketika dia kena
dia yang kena. Kenapa? karena Anda
bertanda tangan di sini, gitu. Jadi
bagusnya gimana? Nah, kita perlu
komunikasi. Sampaikan, "Bapak mohon maaf
sesuai dengan aturan A B C regulasi gitu
kan. Saya tidak berani karena begini
begini begini kan gitu. Saya menyarankan
seperti itu gitu.
Itu yang kita lakukan. Kita mesti berani
gitu. Kalau enggak berarti kita tadi
merasionalisasi gitu ketakutan-ketakutan
yang kita ciptakan sendiri gitu.
itu mudah Bapak dan Ibu gitu. Kita coba
kan itu banyak kan itu. Kalaupun di
resiko, resikonya apa gitu kita cikir
resiko-resiko sampai resiko kalau kita
melakukan ini nanti gitu kan ketika
nanti kita di akhir ditanya gitu kenapa
Anda melakukan itu p melanggar kan gitu
itu sampai ke sana gitu jadi kita
tanyakan kepada hati nurane kita gitu
tapi kita kan sendirian. Nah inilah
pentingnya kita punya komunitas gitu.
Kita takut bersuara karena kita merasa
sendiri. Tapi kalau kita gabungan di
sini ada 1000 di Zoom, 1000 di YouTube
dan lebih gitu. Kalau kita semua
bergabung,
tenang Anda laporkan saja. Kalau nanti
atasan macam-macam, tenang kami punya
pengacara, saya orang hukum. Jangan
takut karena ini aturnya jelas gitu.
Saya akan publikasikan. itu yang paling
penting kita. Jangan sampai kita ee apa
kejahatan yang terorganisir
itu akan mengalahkan kebaikan yang jalan
sendiri-sendiri gitu. Makanya tadi ee
untuk melakukan memahami kita perlu
bareng-bareng, untuk berintegritas kita
bareng-bareng kita enggak bisa sendiri
gitu. Itu pentingnya komunitas itu
seperti itu. Begitu Bapak nih.
Terima kasih. Ada pertanyaan juga dan
ini nampaknya sudah rais hand kami akan
terhubung dengan Ibu Nurul Afriingsi.
Ibu Nurul. Halo, selamat siang Bu Nurul.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, silakan untuk pertanyaannya Bu
Nurul.
Iya, sangat luar biasa ini materi dua
narasumber. Jadi ee untuk prinsipnya
sudah jelas ya, Pak ya. Kita itu tidak
perlu takut pada atasan. Yang kita
junjung tinggi itu adalah aturan. Karena
kita ASN harus berintegritas.
Ketika ilmunya itu sudah komplit,
berarti tinggal kita melaksanakannya ya,
Pak ya.
ee ketika di lapangan kita
ee memiliki komitmen tinggi untuk
berintegritas,
ee salah enggak, Pak, kalau misalnya
kita melihat sekeliling tidak ee tidak
berintegritas, kita tidak menegur, tidak
apa? Karena kan sebetulnya kan pada
hakikatnya kan ilmunya sudah ada gitu
dan saya yakin semuanya juga sudah
paham. Jadi kita ee apa itu namanya? Ee
tidak menegur dan tidak tidak
ee jika melihat seperti itu kita tidak
menegur dan tidak mengingatkan. Enggak
apa-apa kan, Pak? Ya, karena kita ya
juga kita kan ee apa berhubungan
sebagai teman kan tetap harus terjalin
gitu
enggak apa-apa kan enggak masalah ya,
Pak ya.
Oke, ini menarik Ibu siapa? Maaf.
Nurul. Bapak,
Bu Nurul ya memang menarik.
Kalau dalam apa tingkat integritas itu
selain kita memiliki nilai-nilai yang
kita yakini,
kita jalankan,
kemudian jika kita melakukan pelanggaran
ee kita mengakui kesalahan tersebut dan
berjanji istilahnya tbat kan gitu, kita
juga sebetulnya harus mulai berani
mengingatkan gitu.
Nah, berani mengingatkan tentu Bu
caranya beda-beda, Bu. Kan gitu caranya
beda-beda gitu.
Itu ada ada rumusnya, Bu gitu.
Dengan cara halus, dengan cara ya ibarat
gini, Bu. Ibu, kalau ada anak yang
melakukan kesalahan, melakukan sesuatu
yang enggak benar, kira-kira
Ibu akan negur dia enggak gitu aja.
Ibu sayang sama anak Ibu, Bu. Ibu sayang
banget, cinta banget, tapi dia melakukan
hal yang menurut Ibu tuh nih enggak
sesuai dengan nilai. Kira-kira Ibu akan
negur dia enggak gitu.
Kalau seorang anak kan memang harus kita
didik ya, Pak ya. Tapi kalau sudah
dewasa gitu itu kayaknya enggak ini ya,
Bapak. [tertawa]
Tapi kalau misalnya dia tidak kita tegur
kemudian dia melakukan pelanggaran, yang
rugi siapa, Bu?
Iya kan?
Ibu kasihan ke dia enggak gitu?
Mungkin pelan-pelan ya, Bapak ya. Betul,
betul, betul. Ada pelan-pelan itu emang
dari sisi psikologi nanti ee nanti akan
aku akan coba share ya gitu. Itu ada Bu
ada mekan ada caranya gitu kita menegur
tanpa membuat orang itu ee terluka gitu.
Yang pasti niatnya dulu, Bu. Niat kita
negur tuh bukan karena marah, bukan
karena apa, bukan karena sebel gitu.
Karena aku teh cinta sama kamu gitu. Aku
teh sayang gitu. Aku sayang sama kamu.
Aku hanya ngingetin kan gitu ya gitu.
Tapi terserah kamu deh kalau kamu enggak
mau teh ingetin Bu, kita tunjukkan apa
dampaknya gitu gitu. Ini pengalaman aku
seperti itu. Contoh Bu ya. Saya
kadang-kadang tuh kalau naik motor gitu
kan dibonceng itu ada larangan berbelok
muter belokan gitu. Tapi kadang aduh
takut takut ken apa? Khawatir kita takut
dia marah. Tapi begitu tegur, "Pak, bisa
enggak kalau ke depan karena begini?"
"Oh iya saya baru tahu gitu." Bisa jadi
dia itu enggak tahu, Bu melakukan gitu.
Sebetulnya beda masalah kalau dia
melakukan karena saya juga dia tuh tahu
gitu kalau kayak gitu kan udah udah beda
prinsip. Ya udah kalau kayak gitu saya
hanya mengingatkan sebagai teman saya
sudah mengingatkan terserah Anda
melakukan itu urusan kamu kira-kira
seperti itu Bu gitu. Begitu Bu Nurul.
Terima kasih.
Baik terima kasih banyak Bu Nurul atas
pertanyaannya dan ini juga sepertinya
mewakili dari Sobat ASN yang ingin
bertanya ya. Terima kasih banyak atas
kontribusi dan partisipasinya. Kami akan
menuju ke pertanyaan berikutnya melalui
kolom chat yang sudah masuk. Pertanyaan
dari Bapak Muhammad Devin Nugraha dari
bagian perencanaan dan keuangan Setda
Kabupaten Bekasi. Ee katanya Pak Santri
kan banyak di Indonesia ini adanya kasus
korupsi jual beli jabatan di lingkungan
ASN. Alhasil pelayanan publik menjadi
terganggu dan menghambat proses
pelayanan publik yang sedang berjalan.
Nah, gimana caranya agar pencegahan
kasus korupsi jual beli jabatan di
lingkungan ASN ini mungkin untuk ee
ditanggapi dan untuk dicegah atau bahkan
tidak terjadi? Seperti apa caranya?
Begitu, Pak.
Jika emang seperti itu, ada tiga yang
bisa dilakukan dan itu tidak hanya oleh
satu lembaga. Yang pertama tentu dari
sisi ee penegakan represif. Jadi, karena
ada jual beli jabatan berarti memang dia
melakukan pelanggaran hukum. Heeh.
Maka aparat penegak hukum baik KPK,
Kejaksaan atau polisi, dia harusnya
melakukan penindakan gitu. Dihukum
sesuai dengan aturan gitu.
Oh, baik.
Tapi yang kedua juga ada strategi
namanya preventif gitu.
Sebelum terjadi kita lakukanlah upaya
pencegahan gitu. Kita bangun sistemnya,
bangun sistem pelaporannya,
bangun sistem yang membuat ee
transparansinya gitu. kita buat sistem
bagaimana mekanismenya itu transparan
gitu. itu ada tuh dan itu KPK juga
dengan teman-teman P sudah banyak
melakukan gitu melakukan bagaimana upaya
semakin memperkecil celah untuk korupsi
itu bagian pencegahan gitu dan tak kalah
pentingnya adalah kalau tadi yang
penindakan diharapkan orang ah saya
enggak akan melakukan jual jabat karena
malu dong ditindakkan, malu dong pakai
baju oren kalau KPK pakai baju rompi
pink kalau dari kejaksaan kan malu kan
gitu apa yang saya dihukum malu banget
kan gitu yang kedua dua sulit. Ah, saya
enggak akan melawan. Kenapa? Sulit
banget gitu. Walaupun ada kesempatan
gitu, tapi yang paling penting adalah
inilah tema dari webinar hari ini. Kita
melaku, tidak melakukan itu bukan karena
takut, bukan juga karena sulit. Karena
memang saya tidak mau.
Hm.
Saya enggak mau. Kenapa saya enggak mau
gitu? Ini yang kita bangun bareng-bareng
gitu. Bayangkan kalau 5,2 juta ASN di
Indonesia seperti itu gitu. Tapi gimana
kondisi sekarang? Ya, itulah
tantangannya. Saya doakan. Makanya Bapak
dan Ibu yang punya komitmen bahwa saya
nanti tidak suka yang namanya jual beli
akan melakukan saya doakan
untuk menjadi pejabat-pejabat yang punya
wewenang gitu. Punya wewenang untuk
melakukan promosi mutasi sesuai dengan
sistem merit gitu. Saya doakan kenapa?
Karena Indonesia butuh Bapak dan Ibu
seperti itu. Kalau sekarang belum,
mungkin belum waktunya. Tapi insyaallah
saya yakin gitu. Bapak dan Ibu yang
hadir di webinar ini suatu saat akan di
mana pun jabatannya tetapkanlah gitu.
Lakukanlah apa yang memang harus kita
lakukan. Biasakanlah yang benar bukan
membenarkan yang menjadi sebuah
kebiasaan.
Padahal itu kebiasaan yang jelek seperti
itu. Begitu Bapak Ani.
Baik, terima kasih banyak atas
jawabannya dan untuk Pak Muhammad Devi
Nugrah ini semoga bisa diaplikasikan
pencegahan yang tadi telah disampaikan
saran-sarannya ya. Amin. Dan ini bisa
menjadi prinsip diri begitu karena
integritas itu berasal dari dalam diri.
Terima kasih banyak dan kami cukupkan
untuk sesi tanya jawab kali ini. Sudah
ada tiga penanya begitu. Waktu kami
cukupkan juga untuk sesi Pak Sandri
Justiana. Terima kasih banyak Bapak atas
waktunya.
dan waktu yang telah diberikan pada sesi
webinar kali ini. Sampai jumpa lagi pada
sesi-sesi berikutnya. Tapi untuk sobat
ASN yang belum sempat bertanya atau yang
sudah namun belum kami bacakan kami
mohon maaf. Jangan khawatir karena masih
ada satu narasumber lagi yang akan
memberikan materinya tetap di ASN
Belajar seri ke-48.
[musik]
Masih bersama webinar ASN Belajar seri
ke-48 tahun 2025. Soat ASN, materi
terakhir hari ini akan disampaikan oleh
Inspektur Provinsi Jawa Timur yang dalam
hal ini akan diwakilkan oleh Inspektur
Pembantu dua Inspektorat Provinsi Jawa
Timur Bapak Dahono Nuswantoro, S. Mm.
Makuju
[musik]
siang, Pak Dahono.
Selamat pagi, Ibu Fani. Patriia,
terima kasih banyak Bapak. Bagaimana
kabarnya hari ini di hari Kamis?
Super.
Wah, [tertawa] luar biasa. Saya senang
sekali ini sudah bersemangat. Saya juga
semangat untuk dapat menyimak apa yang
ingin disampaikan karena tentunya ini
akan menjadi pelengkap sesi webinar kali
ini. Kepada Pak Dahono disilakan.
Giih. Matur nuwun
Ibu host, Ibu Fani Patriia.
Ee terima kasih
memberikan kesempatan kepada kami untuk
ya kita berbagiah, kita berbagi
perspektif gitu ya. Kalau saya gak suka
mengajar itu mengguru itu tidak suka.
Saya lebih sukanya berbagi perspektif.
Mohon maaf sebenarnya Pak Inspektur yang
harus yang seharusnya me
apa ya?
berkesempatan untuk ketemu Bapak Ibu,
tapi Pak Inspektur Provinsi sedang ada
kegiatan
dengan KPK juga hari ini. Beliau sedang
perjalanan menuju Jakarta.
Perkenalkan saya Dahonoun Nuswantoro,
Inspektur Pembantu DU Inspektorat
Provinsi Jawa Timur
akan sharing kita hari ini akan sharing
sisi kalau tadi mungkin sudah sisi-sisi
normatif itu ya, perspektif hukum
ee perspektif regulasi.
Hari ini
kami mencoba untuk
berbagi dengan Bapak Ibu peserta webinar
dari perspektif behavi oral gitu ya.
Ya, karena saya orang manajemen, Pak.
Bapak Ibu saya dulu sekolahnya ya
sekolah
ee perilaku organisasi gitu ya.
Selain sekolah akuntansi, saya sekolah
manajemen.
Saya suka sekali dengan perilaku
organisasi. Makanya k hari ini kita
pengin berbagi gitu kan, diskusi
bagaimana korupsi itu dipandang dari
sudut pandang ee sisi keperilakuan
phoral. Gaya
izin share screen host.
Pak
sudah bisa share screen belum? Saya
sudah.
Oh, sudah ya.
Iya, disilakan, Pak.
Oke.
Share.
Oke.
Oh. Oke,
baik.
Oke.
Sudah terlihat temanya.
Sampun. Sambun ya. Sudah terlihat ya.
Iya.
Oke. Ini judulnya menuju ASN anti
korupsi gitu kan.
Begini, ada salah satu
quote. Saya senang banget dengan quote
ini. Quote ini sebenarnya jadi eh
template-nya Windows gitu ya,
PowerPoint. Tapi saya senang ini oleh
Neil Armstrong. Jadi orang yang katanya
mendarat pertama kali di bulan gitu.
Jadi dia bilang, "It's one small step
for man, one giant lip for mankind."
gitu ya. Jadi kira-kira bagi kita ini
sebenarnya
sebuah small step gitu kan yang mungkin
orang bilang remeh gitu atau bagi kita
sendiri ini step-step yang sangat rom
tapi
bisa jadi ini menjadi sebuah giant
giantly mankind gu ya sesuatu yang
bermanfaat bagi banyak orang
mankind itu umat manusia. Satu langkah
kecil ee
ada
pengalaman gitu ya dalam perubahan.
Banyak pengal banyak literatur-literatur
menyebutkan bahwa
merubah sesuatu itu paling mudah itu
dimulai dari diri sendiri.
Jadi kita punya kontrol 100% gitu kan
atas diri kita sendiri. Dan itulah yang
perubahan yang paling mudah untuk
dilakukan. Jadi memulai perubahan baik
itu dimulai dari diri sendiri yang itu
tentunya secara tidak disadari akan
sangat berguna bagi orang banyak. diri
kita sendiri berubah.
Ada positive vi bagi orang lain. Orang
lain ikut berubah lama-lama seperti apa?
Gulungan snowballing. Itu kalau praktisi
apa para akademisi bilang efek
snowballing. Lama-lama akan jadi
snowball yang sedemikian besar menjadi
gerakan bersama yang sedemikian besar.
Oke,
hari ini kita akan diskusi sisi
behavioral
terutama terkait dengan
kita akan bahas keterkaitan teori
ekonomi klasik gitu ya.
Khususnya asumsi para ekonomi klasik itu
terhadap behavior, karakteristik
dari manusia.
Dan satu teori yang seringki dipakai FR
Triangel
itu
Donald Resi tahun 1950.
Oke, jadi kita hari ini akan membahas
dua teori itu dihubungkan dengan
perilaku korupsi
teknis.
Kalau teman-teman ada yang sekolah
ekonomi, sarjana ekonomi
pasti kenal dengan teori dengan orang
yang namanya Adam Smith. Teori yang
mendunia
itu adalah invisible hand. Pasti ee
Bapak, Ibu, teman-teman sekalian
ee
dulu waktu kuliah pengantar PIE,
pengantar ilmu ekonomi pasti dapat itu
Adam Smith invisible hand. Itu teorinya
beliau yang paling terkenal.
Jadi
prinsipnya
invisible apa teori ini bilang bahwa
mekanisme pasar bebas jadi ada sedikit
atau tanpa intervensi pemerintah akan
mendorong sebuah alokasi
sumber daya yang sangat efisien
meskipun
individu-individu di dalamnya itu tidak
meniatkan itu ya tidak meniat
untuk menjadi efisien,
tapi akan terjadi efisiensi dan akan
dalam jangka panjang akan menciptakan
sebuah kesejahteraan umum.
Itu katanya Adam Smith. Tapi kita gak
bicara itu. Sekarang kita bicara asumsi
yang dipakai oleh Adam Smith untuk
menggambarkan karakteristik dan perilaku
ee
orang-orang
yang ada di dalam
apa?
Orang-orang yang ada dalam asumsi
ekonomi klasik. Jadi
dia mengenalkan
sebuah istilah
hono. Homo ekonomikus katanya.
Homo ekonomikus. Orang dengan
si apa karakter homoekonomikus itu
rasional. Itu yang pertama. Jadi
orang rasional manusia ini dianggap
mampu membuat keputusan yang logis dan
konsisten.
Jadi itu kata kuncinya logis dan
konsisten untuk mencapai tujuan ekonomi.
Jadi setiap dari kita ini kan makhluk
ekonomi homo ekonomikus
yang dalam teori klasik ekonomi klasik
diasumsikan bahwa mereka itu rasional.
sangat rasional. Bahkan ada yang bilang
ekstremely rasional.
Jadi segala keputusannya itu logis dan
konsisten. Enggak ada ruang bagi emosi
atau bias gitu ya dalam pengambilan
keputusan ekonomi.
Jadi etika ini yang orang ekstrem bilang
mereka gak peduli lagi, enggak terlalu
mempertimbangkan etika, moral dan
sebagainya.
keputusannya murni gitu kan dari sebuah
kerangka pemikiran logis.
Lalu yang kedua ada beberapa tapi kita
bahas dua ini aja.
Yang kedua adalah egois gitu atau
self interest itu menjadi
apa namanya menjadi
pertimbangan utama dalam pengambilan
keputusan.
Jadi dia itu
digambarkan sebagai manusia yang atau
individu yang bertindak demi keuntungan
pribadi.
selalu berusaha
untuk mendahulukan
dirinya,
individu individunya, self interest-nya
yang menjadi ee pertimbangan utama
dan selalu berusaha memaksimalkan
utilitas
ee pribadi. Jadi kalau kita pernah
dengar apa rumusan value sama dengan
benefit per cost atau benefit minus cost
lah inilah dia itu orang-orang yang
selalu berusaha untuk memaksimalkan
value bagi dirinya
dengan cara
mendapatkan benefit segede-gedenya
dengan cost yang sekecil-kecilnya.
Cara berpikirnya seperti itu. Jadi homo
ekonomikus dalam teori klasik itu adalah
rasional satunya selfis gitu loh.
Gampangnya seperti itu.
Oke.
Lalu ee teori yang kedua seperti kita
sampaikan di sebelumnya tadi di arti
awal kita akan bahas fraud triangle.
Jadi tahun 1950
Donald RKC. Jadi banyak literatur
apa ya anti korupsi gitu yang sering
menggunakan teori-teori ini. Jadi
teori ini
itu sebenarnya digun awalnya digunakan
untuk menjelaskan
kenapa seseorang gitu kan yang awalnya
dipercaya
ee punya integritas tinggi,
baik, jujur, tapi
dalam satu momen tertentu dia melakukan
fraud, melakukan kecurangan, melakukan
korupsi.
Jadi memang enggak niat gitu kan. Jadi
bayangkan kita ini ada ASN banyak
sekarang hari ini kan ASNASN baru. Kami
juga dapat 20 ASN baru tahun ini.
Itu kan teman-teman itu
ee ya karena pemilihannya bagus ya,
proses pemilihannya bagus. Saya salut
sekali pintar banget gitu kan. Mereka
punya pengalaman bekerja di
perusahaan-perusahaan akuntan yang big
five seperti itu. Keren-keren banget
pengetahuannya
amazing gitu kan. Kalau saya lihat eh
saya kalau lihat teman-teman baru itu
jadi merasa bodoh. Eh pintar banget ya
anak-anak sekarang ini ya. Atau saya
yang tambah tambah turun tambah bodoh
gitu kan.
Karena mereka baru pastinya tidak ada
niat. Tapi dengan berjalannya waktu
ya amit-amit ya itu
bisa terjadi ada potensi bahwa mereka
itu melakukan frou, melakukan
kecurangan, melakukan tindakan korupsi.
Ya, sebenarnya inilah eh teori inilah
yang digunakan gitu kan sebagai tools
untuk analisis gitu. Jadi ada menurut
Kres itu ada tiga
ee aspek gitu atau tiga komponen yang
menyebabkan fraud itu terjadi. Yang
pertama adalah motif atau pressure.
Dia bilang bahwa motif itu adalah ee
dorongan internal. itu
secara intrinsik yang ada di
masing-masing individu
yang membuat seseorang itu merasa harus
gitu ya. Merasa harus bukan harus
merasa harus korupsi
curang untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan ekonominya.
Jadi pressure ini adalah dorongan gitu
kan dari dalam diri.
Itu yang pertama. Yang kedua, dorongan
eksternal
yang buat seseorang harus merasa harus
gitu kan melakukan kecurangan.
Bapak kalau ingat beberapa waktu yang
lalu kita
ramai-ramai gitulah ganyang
apa judul di lingkungan ASN.
Ingat ya masih enggak lama kok. Itu
kalau enggak awal tahun akhir tahun
kemarin seingat saya.
Jadi
judul itu diperangi kan terutama di
lingkungan ASN.
Kenapa kok harus diperangi? Ngapain kok
harus diperangi? Emang negara rugi gitu
kan. Itu duit-duitnya sendiri.
Bapak Ibu tahu ya
kalau yang pernah gitu kan. Judi itu gak
ada yang menang. Orang kaya dari judi
itu gak ada. Orang menang dari judi gak
ada.
Iya toh. Artinya ASN awal-awal ikut
judul kecil-kecilan lama-lama
pendapatannya terkalah kalah kalah
tergerus pendapatannya. Gu kan lah
karena tergerus pendapatannya
kebutuhannya tetap itu lah. Dia kan
mikir ini gimana ini saya bisa memenuhi
kebutuhan ekonomi saya yang layak.
Itu pressure
pressure internal.
pressure eksternal bisa jadi salah
pergaulan gitu kan
atau katut pergaulan yang bergaya hidup
mewah
i toh
ee
kumpul dengan orang-orang yang ya headon
seperti itu lah karena tahu sendiri ASN
itu pendapatannya ya terbatas gu kan
terbatas sampai tanggal 31 maksudnya Ya,
ini orang termotivasi untuk ngikuti
lingkungannya.
Jadi dari eksternal
mereka
piye yo saya harus nih, mereka merasa
harus mengikuti lingkungannya sementara
pendapatan kita itu habis di tanggal 31
secara umum ya. Oke, itu satu dari sisi
motif.
Lalu yang kedua adalah dari sisi
kesempatan.
Kesempatan ini dia bilang atau
opportunity gitu loh.
Ee sebuah situasi yang memungkinkan
seseorang melakukan fraud, melakukan
korupsi tanpa mudah terdeteksi. Jadi ini
sistem karena pengendalian internal yang
lemah misal atasannya enggak terlalu
ngontrol kinerja di bawahnya
atau mungkin
ya semua orang sudah korupsi gitu lo
semua orang sudah melakukan hal-hal
seperti ini.
Jadi orang korupsi
ee perilaku korupsi di situ itu enggak
gampang untuk terdeteksi. Coba bayangkan
aja kalau Bapak Ibu bandingkan. Saya
APIB gitu ya. Anggaran pemda kita itu
hampir 30 M eh 30T.
Kita orangnya cuma enggak sampai 100 di
PMPR.
Artinya
cakup ee cakupan atau kemampuan kami
ngaudit itu kecil
100%. Gak mungkin kita itu ngudit 100%.
Kecil Pak orangnya enggak ada lah. Di
situ lingkungan yang seperti itu
itu apa ya? membuat sebuah perilaku
korupsi itu enggak mudah untuk
terdeteksi.
Jadi, opportunity untuk melakukan itu
gede.
Nah, yang ketiga itu rasionalisasi.
Rasionalisasi ini adalah
ee
pembenaran diri gitu loh. Jadi, misalnya
alah gak apa-apa saya ngambil ini wong
ini enggak banyak kok.
Toh semua orang juga begini gitu
misalnya
atau misalnya ini saya sekarang enggak
ada lembur kalau di PMR ya. Saya itu
sudah kerjanya lembur sampai malam.
Ee nilai proyek yang saya harus tangani
kalau saya PPK saya harus saya tangani
itu gede banget. Jadi ya wajarlah kalau
saya ambil sedikit-sedikit.
Itu rasionalisasi. Jadi pembenaran
ee oleh diri kita sendiri.
Teorinya bilang seperti itu. Road
triangel.
Jadi ketiga aspek ini
ngumpul jadi satu atau saling mendukung
untuk
memperbesar potensi terjadinya fraud,
terjadinya korupsi. motifnya besar,
opportunity besar, ada rasionalisasi
yang
besar,
potensi fraudnya, potensi terjadinya
fraud juga semakin besar.
Oke,
sekarang kita
hubungkan ya kan
apa hubungannya.
Economicus dengan
pro triangel.
Jadi tadi
kalau ini bahasa jawanya sebenarnya
tumbuh oleh tutup gitu.
Jadi tadi homo ekonomikus itu orang yang
sangat selfish gitu kan. Jadi dia memang
pengin
yang menjadi pertimbangan utama dalam
pengambilan keputusan ekonominya adalah
self interest,
maximizing personal utility, keuntungan
pribadi, value pribadi,
jadi benefit pribadi seperti itu.
Jadi dia tidak mempertimbangkan
etika, moral,
nilai-nilai religius
gak dipikir. Yang dipikir adalah
rasional murni, ekstremely rasional
dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Nah, orang-orang seperti itu
pasti cenderung punya motif yang besar,
gitu kan.
karena dia punya motif untuk
memaksimalkan keuntungan pribadi.
Artinya dalam kerangka fraud trang angel
motifnya gede, Pak, untuk melakukan
fraud.
Enggak usah motif dari eksternal. secara
pribadi motif internalnya a sudah gede.
Lalu yang kedua
pengaruhnya homo ekonomicus ini
rasionalisasi. Orang homo ekonomikus ini
jago, Pak. Rasio-rasionya bagus banget.
Dia jago dalam ee berpikir logis gitu
kan.
merasionalisasi
itu jago
jadi kayak tadi itu saya ini kerjanya
sampai lembur.
Proyek yang saya pegang itu puluhan
miliar
tapi gaji PPK eh honor PPK ini cuman
ratusan ribu. Nah, itulah dia kan mikir,
"Loh, benefit saya kok kecil gitu kan.
Biaya saya kan besar,
artinya value-nya menurut dia minus.
Nah, kalau value-nya minus,
orang homo ekonomicus ini akan
memaksimalkan atau mencari cara untuk
gedein benefit. benefitnya harus
diperbesar.
Caranya piye ya? Tidak lain fra.
Jadi benefitnya dia gedein. Enggak
ngurus dampaknya seperti apa bagi orang
lain
dengan cara yang tentunya dia akan
halalkan segala cara. Nah, itu
hubungnya.
Jadi tadi
orang yang homo ekonomikus, rasional,
self interest, egois tadi
dalam sudut pandang ini
dia akan tend to be
tend to
fraud. Jadi mereka akan cenderung untuk
melakukan
fraud, melakukan kecurangan karena dia
pengin memaksimalkan
keuntungan bagi dirinya.
Terlebih ketika
opportunity-nya juga besar,
kontrolnya lemah gitu misalnya. K tadi
ada API, ada eksternal
itu jumlahnya terbatas untuk 100%
ngawasi ee
belanja-belanja yang bersumber dari APBD
atau PBN.
Enggak mungkin 100%. Artinya secara
sistem bisa jadi itu sangat lemah.
Orang akan timbang-timbang, dia akan
timbang-timbang. Berapa toh orang yang
korupsi? Misalnya 100, berapa toh yang
ketangkap gitu?
satu misalnya
1 per100 kecil
berangkat dia lakukan gak apa-apa fraud
ee resiko tertangkapnya kecil dalam
pikirannya pasti seperti itu.
Oke,
nih.
Jadi apa tadi sudah kita diskusikan
homo ekonomi dan fraud ya kan
lah sekarang
kita akan
apa ya klasifikasikan gitu loh
korupsi itu apa aja. Tapi saya yakin
Bapak Ibu sudah sangat familiar dengan
ini kan. Jadi kita akan bahas singkat
saja.
Ada korupsi itu ada kerugian negara.
Jadi tindakan yang mengakibatkan
hilangnya uang atau aset negara.
Ini kalau kita dibdit
sering diistilahkan dengan KD atau KN.
Lalu suap-menyuap.
Jadi kalau PPK gitu misalnya
dia akan mikir ini eh
enak kali itu orang ee
maaf suap-menyuap ini biasa dalam
pengadaan begitu.
Jadi dia
dikasih gituah dipengaruhi dengan
pemberian atau penerimaan sesuatu gitu
supaya
si penyedia ini dapat menang tender atau
menang proyek atau dapat pekerjaan dari
ee anggaran yang dikelola oleh PPK.
Lalu ada penggelapan
dalam jabatan misalnya bendahara.
Eh pakai pakai sedikitlah uang-uang yang
ada di dia yang dalam penguasaannya.
Kan awalnya hutang kecil-kecil itu
lama-lama kebelit
sudah enggak balik enggak balik uangnya.
Lalu pemerasan
PPK itu kan tanda tangan BAST ya
terakhir ya untuk pembayaran.
bisa jadi
meras nih sama penyedia. Kalau enggak
dikasih uang, enggak dikasih imbalan
tertentu, BST-nya enggak teken gitu.
Misal
perbuatan curang. Kalau di
PBJ biasanya kita sering dengar
pengaturan apa namanya manipulasi proses
gitu kan untuk
memenangkan pihak tertentu, memenangkan
championnya PPK.
Lalu ada konflik kepentingan dalam
pengadaan yang dibiarkan.
Konflik kepentingan itu terjadi, Pak.
Tapi ini konflik kepentingan yang
dibiarkan terjadi. Jadi misalnya saya
PPK
ada ee
salah satu kerabat teman dekat saya yang
ikut dalam
lelang gitu. Harusnya saya diclare
ke pimpinan Pak, ini ada konflik
kepentingan dalam pekerjaan ini. Saya
harus mundur. Monggo pekerjaan ini
di-handle oleh PPK yang lain.
Jadi dia harus declare, dia harus
berupaya
supaya kepentingan apa konflik
kepentingan dalam pengadaan itu tidak
terjadi.
Izin, Pak. Ya, Bapak, Ibu. Masih azan.
Sebentar aja.
Oke, kita lanjut.
Yang ketujuh,
gratifikasi.
Jadi, penerimaan yang di
pandang berpengaruh mempengaruhi
pengambilan keputusan itu kan
mempengaruhi penggunaan kewenangan yang
enggak dilaporke itu gratifikasi. Jadi
gratifikasi ini seringnya misalnya nih
sebenarnya awal-awalnya enggak ada
tujuan atau enggak ada hubungannya gitu
kan dengan
ee
keputusan atau pengambilan keputusan
kita. Tapi ini
seolah-olah gitu ya seolah-olah ini ya
pemberian wajar gitu.
Tapi
sebenarnya ada tujuan tersembunyi gitu
kan. Misalnya nih
kalau di Jawa itu orang sering apa mantu
manten itu ya kan ee event manten.
Kemudian ada seseorang yang
ya sebenarnya kita kenal tapi enggak
dekat.
Kalau di kami bahasanya buwuh apa ya?
Kalau di luar duwur itu apa ya? Ngasih
pemberian gitu loh, ngih uang yang
nilainya enggak wajar.
Tapi dalam posisi manten itu sebenarnya
ada niat itu Pak tanam budi misal ee
biasanya orang menanamkan tanam budi itu
istilahnya ada orang mengistilahkan
tanam budi kepada kita. Jadi suatu saat
itu
harapannya bisa mempengaruhi pengambilan
keputusan kita sebagai pejabat.
untuk kepentingan
pemberi
itu gratifikasi
dan ada tindak pidana lain terkait
korupsi, merintangi proses hukum,
keterangan kekayaan palsu, rekening
palsu, keterangan palsu, gitu kan
mengungkap identitas pelapor. Nah, ee
perilaku-perilaku ini awalnya kecil.
mungkin
ratusan ribu dulu, juta,
puluhan juta, ratusan, miliar dan
seterusnya. Awalnya kecil
tapi karena keenakan gitu kan apalagi
orang korupsi itu kan biasanya
digunakan untuk apa ya hal-hal pribadi
yang menyenangkan dirinya sendiri gitu.
beli mobil mewah, beli
ee aparel atau beli baju, beli tas,
branded ghi
kemampuan
penghasilan normalnya untuk memenuhi
itu. Jadi orangnya akhirnya bergaya
hidup tinggi, lifestyle-nya tinggi,
terlanjur kejebak dia dalam
ee gaya hidup yang dia ciptakan sendiri.
Jadi artinya
korupsi itu kemudian menjadi
salah satu cara gitu kan atau metode
untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, gaya hidupnya.
Kebutuhan gaya hidupnya.
Nah, yang tadi awalnya homo ekonomikus,
sekarang jadinya homo koruptus.
Jadi karena lifestyle penghasilan
sebagai ASN itu ya terbatas,
lifestyle-nya high. Ya sudah cara yang
dia lakukan adalah
melakukan fraud, curang melakukan
korupsi.
Nah, ini kami punya
kita ini butuh ASN anti korupsi gitu.
ASN yang punya karakter-karakter
tertentu gitu kan, karakter-karakter
baik
untuk menekan motif dalam fraudang angel
ini menekan opportunity, menekan
rasionalisasi sehingga potensi atau
probabilitas terjadinya fraud itu juga
semakin
kecil ya kan.
Jadi kita butuh ASN
ee yang etis dalam setiap pengambilan
keputusan.
Jadi ASN yang etis itu menjadikan etika,
norma,
nilai-nilai religius sebagai kompas
utama.
Jadi kalau tadi homous
dia hanya berdasarkan logika,
hitung-hitungan untung rugi, personal
interest, ASN yang etis itu 180 derajat.
Dia jadikan etika, norma,
nilai-nilai religius itu sebagai pedoman
dalam pedoman utama dalam pengambilan
keputusan.
dia berani menolak jalan pintas gitu kan
meskipun
ee secara rasional tampaknya
menguntungkan,
tapi dia bilang gak, ini tidak sesuai
dengan etika, dengan moral yang saya
miliki.
Kemudian ee yang kedua, karakteristik
yang kedua adalah dedikasi, gitu.
Kalau tadi itu self interest,
kepentingan pribadi, sekarang ini dia
menjunjung tinggi kepentingan
kepentingan umum, kepentingan
bersama di atas self interest-nya,
kepentingan pribadinya.
Jadi melihat ASN ini
ee
sebagai
public service
sebagai pelayan masyarakat. Jadi kita
ini memang ASN diciptakan atau direkrut
itu untuk menjadi public service, public
servant gitu kan.
Jadi bukan memandang ASN ini karena saya
pegang anggaran, saya pengguna anggaran
g misalnya atau saya kuasa pengguna
anggaran menguasai anggaran sekian. Nah,
kalau seperti itu memandangnya bahwa ASN
sebagai penguasa sumber daya.
Gak seperti itu. Kita butuh orang-orang
yang punya dedikasi pada kepentingan
publik.
Kemudian kita butuh orang-orang atau
ASN-ASN yang otentik gitu kan dalam
tindakan.
Jadi apa yang dia pikirkan, apa yang dia
bicarakan
itu sama dengan perbuatannya.
Jadi tidak bicara baik di depan, tapi
berbuat curang di belakang. Enggak
seperti itu. Dia punya integrity gitu
kan,
punya kejujuran yang dipertahankan.
Lalu kita punya
kita butuh ASN yang punya karakter nala
rasional berdasarkan nurani. Jadi
gabungkan gitu kan
ee logika ekonomi karena tetap perlu,
Pak. logika ekonomi itu perlu, logis itu
perlu, rasional itu perlu, tapi tidak
semata-mata itu yang dia pakai untuk
menjadi apa? Sebagai bahan pertimbangan
dalam pengambilan keputusan gitu kan.
Tapi ada nurani di sini, ada moral yang
harus dijadikan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan.
Nah, kalau
ini kita sering kali dengar gitu kan
apa tagline-nya KPK atau slogannya KPK.
Berani, jujur, hebat.
Nah, kita itu butuh
berani, jujur, hebat. Ini kalau saya
akan breakdown ke dalam tiga level gitu
kan. Yang level pertama itu jujur. Jadi,
jujur itu pondasi Bapak Ibu.
Building block. Gu kan bahasa
akademisnya gitu.
Dia itu dasar dari sebuah perilaku anti
korupsi. Nah, yang kedua level kedua itu
berani jujur.
Jadi, berani jujur itu adalah ee ASNASN
yang berani kan tetap konsisten
berperilaku jujur
dalam situasi apapun.
Jadi kalau lingkungannya itu jelek,
lingkungannya korup, dia itu berani
kalau yang lainnya hitam, dia itu berani
menjadi orang putih gitu.
Tetap jujur meskipun di lingkungan yang
hitam.
Yang ketiga,
berani, jujur, hebat. Jadi tadi jujur,
berani jujur, yang ketiga itu berani,
jujur, hebat. Hebat di sini artinya
tidak hanya jujur, tidak hanya berani
jujur, tapi dia kompeten, dia
profesional.
Ee dia mampu menggunakan
knowledge danhow-nya dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsi. Jadi, kita butuh
ASN level 3 sekarang.
Oke,
jadi ASN baru harapan kami dari generasi
yang sudah lama ini sudah mulai menua
itu kita butuh ASN baru yang etis gitu
kan.
dedikasi pada kepentingan publik otentik
dalam tindakan
nalar rasional berdasarkan
nurani.
Nggih. Ee
Ibu host, barangkali itu yang bisa kita
diskusikan hari ini.
Langsung penja. Baik, terima kasih
banyak pada hono. Saya sangat menyimak
sekali apa yang telah disampaikan.
Ternyata teori-teori yang mungkin selama
ini sobat ASN ini lupa, nah atau mungkin
belum pernah tahu akhirnya bisa dapat
insight-nya dari apa yang telah
disampaikan Pak Daono. Kita langsung
terhubung dengan Bu Neni dari Bojonegoro
untuk bisa open cam dan juga open mic.
Silakan Bu Neni.
Selamat siang. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Kak Fani waktunya.
Sama-sama. Silakan Bu Neni untuk
pertanyaannya.
Jih. Injih. Mohon izin. Sugeng siang Pak
Dahono. Saya dari Bojonegoro. Bapak.
Sugeng siang, Ibu.
Injih. Salam sehat selalu. Eh, saya
sangat tertarik tadi ee sebagai ASN yang
berkarakter baik karena gimanapun juga
kita public figure nggih Bapak dalam
memberikan pelayanan di masyarakat tadi
slogannya harus jujur,
berani, jujur dan hebat.
ee kami mencoba dan harus nggih Bapak
seyogyanya ngaten mencoba pola pikir
kami tidak moten mengatakan ini sulit
namun dalam ngaten bukan hal yang mudah
untuk melaksanakan jujur ini. Bapak
jujur itu di atas segala-galanya
meskipun pahit meskipun banyak yang
menentang ada yang mengatakan jujur itu
ajur ngaten nggih. Tapi harus kami harus
punya komitmen. Harus punya komitmen.
ini ee tadi kaitannya sama FR Triangel
Bapak mohon arahannya
ee kami untuk meminimalkan resiko ini
dalam merancang sistem pencegahan yang
lebih efektif Pak sehingga sebagai
kontrol internal kami menurunkan peluang
itu nggih. Kemudian meningkatkan
kesadaran teman-teman
juga ee menurunkan adanya tekanan ini
dan membangun budaya integritas sehingga
bisa menghambat rasionalisasi itu Pak.
Ee contoh hal sepilih aja Bapak korupsi
waktu kami berusaha contoh niki nggih
Bapak di tempat kami ngopi sebelum
waktunya itu sekali dua kali kami
memberikan solusilah dikasih pekerjaan
pas saat beliau agar jangan keluar
pagi kita meeting oh siang jam 10 sudah
ngopi kita kasih lagi apa itu cuma
bertahan sehari du hari Bapak terus kami
kasih solusi di kantor kami itu ada kopi
gitu alhamdulillah berjalan 3 bulan
Namun kayaknya kita belum bisa komitmen
nih. 3 bulan kemudian nggih ngaten
kok masih lagi ngopi gitu ya. Ee ya kami
tidak melarang ngopi. Saya juga suka
ngopi Bapak tapi minimal tolonglah gitu
jang saya sungkan gitu kalau jam 10.00
sudah ngopi kalau kelihatan
kita kasih kopiah. Nah itu kami mohon
arahannya Bapak agar teman-teman kami
itu saya tidak dianggap memberikan
tekanan. Waduh, gitu. Kok enggak boleh
dianggap memberi seorang pimpinan yang
memberikan tekanan pada teman-temannya
gitu. Paling enggak kita membentuk
budaya yang baik gitu. Gimana ya?
Berawal dari hal yang kecil dari diri
sendiri dan saat ini. Insyaallah kami
mudah-mudahan istikamah Bapak
tetap punya slogan tadi harus berani
jujur,
berani untuk mengatakan iya dan
insyaallah hebat. Mohon arahannya Bapak,
mohon maaf.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Waalaikumsalam, Bu Neni.
Yang kedua, Ibu Feni. Barangkali
yang kedua. Satu pertanyaan terakhir,
Bapak karena terbatasnya waktu begitu,
Pak Dahono. Jadi hanya satu saja dari Bu
Neni. Begitu.
Heeh. Nah, ada lagi dari teman-teman.
Baik, saya masih coba cari, saya coba
himpun jika ada masuk ke list kolom
chat.
Baik, sambil kita menunggu
baik kita akan hubungkan dengan Ibu Rani
dari DLH Cimahi, Jawa Barat.
Wow.
Baik,
saya akan coba. Baik, selamat siang, Bu
Rani.
Ya, selamat siang, Ibu.
Baik, silakan untuk pertanyaannya Bu
Rani dari Cim.
Saya cukup terdengar.
Ee izin bertanya kepada Bapak
narasumber. Ee perkenalkan saya dari
Dinas Lingkung Hidup Kota Cemahi tadi
terkait dengan ee gratifikasi ya, Bapak.
Nah, tadi disebutkan bahwa gratifikasi
itu sendiri adalah ee penerimaan dalam
bentuk uang. Nah, bagaimana jika
dalam ee penugasan kami, Pak ee itu ada
pemberian dalam contoh makanan
contohnya. Nah, itu apakah bisa
dikategorikan sebagai gratifikasi? Izin,
Pak. Itu yang pertama. Lalu yang kedua
bicara soal korupsi, Pak.
Kalau memang pemerintah ee fokus dalam
ee penyelenggaraan ee tindakan korupsi,
kenapa sampai saat ini RUU Perampasan
[tertawa] Aset juga tidak disahkan, Pak,
oleh pemerintah? Karena kalau kita hanya
ber ee berfokus kepada ee pidana, tentu
yang seperti kita [tertawa] ketahui
bahwa pidana di Indonesia itu ee cukup
santai ya, Pak, dalam menindaklanjuti
ee pidana koruptor gitu. Lalu tanggapan
Bapak seperti apa? Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuham warahmatullahi
wabarakatuh, Bu Ri. Terima kasih banyak
pertanyaannya. Kita himpun dua dua
penanya saja. Begitu Pak Dahono untuk
pertanyaan Bu Neni. Monggo dijawab
terlebih dahulu.
Ngih Bu Neni. Ee ini saya jawab yang
mana Ibu Apib bukan Bu Neni? Itu Bu Neni
itu Apif atau
bukan
sama seperti kami gak?
Ee saya di Dinas Kesehatan Bapak.
Dinas.
Oh Dinas Kesehatan. Oke oke oke. Ini
sebenarnya ada teorinya Bu.
Siap.
Tapi ini saya jawab yang tadi ngopi aja
ya. Jadi kalau secara teori itu ada kita
kenal dengan KO framework gitu kan. Jadi
KO framework itu pengendalian internal.
Tapi ini panjang Bu S semester dulu
ada control environment kan lingkungan
pengendalian.
Jadi kalau Ibu kenal kita upaya untuk
menegakkan kode etik gitu kan, itu
sebenarnya upaya-upaya yang dilakukan
untuk ee
meningkatkan lingkungan pengendalian.
kegiatan-kegiatan kita seperti ini gitu
kan. Ee diskusi bahas bersama itu untuk
ee meningkatkan lingkungan pengendalian.
Lalu ada lima sebenarnya kursul
framework. Ada penilaian resiko,
ada aktivitas pengendalian gitu kan.
Jadi pemisahan fungsi. Kalau Ibu di
dinas orang yang
nyatutin duit gitu kan biasanya
triangle-nya gitu. yang nerima duit,
nyatat duit sama belanja gak boleh satu
orang yang sama.
Kayak gitu di dipisah ada pemisahan
kewenangan.
Itu adalah salah satu contoh-contoh
aktivitas pengendalian. Lalu supervisi
dari atasan. Nah, seperti itu adalah
apa? Upaya-upaya untuk memperkuat
pengendalian internal.
Lalu ada kita kalau Ibu kenal dengan
whel blowing itu kan
lalu prosedur komunikasi di internal itu
ee salah satu juga bagian dari usul
framework yang terakhir adalah
pemantauan. Tapi enggak bicara itu ya.
Yang lebih sederhana tadi saya senang
lagi konco-koncone ngopi
bukan. Ee kita kembalikan ke
ini tadi
awal gitu kan. Awal tadi kita bahas
bahwa
kita itu harus
mencapai level 3 gitu kan.
Jadi karakter ASN itu
bisa capai level 3. Jujur, berani,
jujur, hebat.
Ya kan? Jadi kita diskusi itu.
Siap.
Jadi jujur nih kita ini kalau nyolong
waktu
buat apa ngopi itu sebenarnya ya korupsi
kecil-kecilan gitu. Ng korupsi waktu itu
jujur kita gak boleh itu kita tanamkan
ke diri sendiri gitu.
Itu level 1. Level 2 sudah Ibu lakukan
sebenarnya. Berani jujur gitu kan
ngelikke teman. He Mas Bro mosok yo
ngopi opo iki jam kerjo kok yo ngopi
gitu kan. Kopine mbok dibawa. Tadi ibu
sudah buatkan
kopi di dalam gitu kan. Saya bawa kopi
nih Bu. [tertawa]
Itu sudah berani jujur gitu kan.
Yang ketiga, berani, jujur, hebat.
Supaya hebat harusnya dicreate sistem,
Ibu. Piye ya carane supaya konco-konco
saya itu tidak ee ngopi di jam kerja?
Ini saya cerita dulu pengalaman saya
bekerja di swasta itu kan.
Jadi perusahaan itu edan benar, Bu.
Sampai saya rasa aku ini menungso robot.
itu saking edannya mereka itu. Jadi saya
itu punya keplek. Jadi di area kerja
saya itu ada banyak-banyak sensor gitu
loh.
Kita kerja 8 jam, istirahatnya setengah
jam.
Jadi kalau kita keluar dari area itu itu
dianggap istirahat. Motong istirahat
gala
dari setengah jam. Jadi berdasarkan
sensor yang ada di kartu kita itu nanti
kita pulangnya itu harus nambahi. Nah,
kayak gitu.
Itu yang advance. Tapi yang terpenting
tadi itu ya kita mulailah dari diri
sendiri gitu kan
ya.
Berani ngelikke gitu kan. Berani
ngelikke atasannya terutama itu harus
ngelikke eh o meta-metu ae atau yang
bolak-balik metu itu tambahi gaweane Bu.
Semakin dia sering keluar semakin
ditambah gaweannya. Biar waktunya itu
digunakan untuk ngerjakega gawean. Jadi
mereka tidak pergi rapi.
Barangkali itu ya Bu ya Bu Neni. Ini
sesuatu yang sederhana tapi keren juga
ini.
Betul. Engggih, mohon arahannya selalu
Bapak kami mulai dari diri sendiri dari
hal kecil berani jujur mulai saat ini
agar bisa memenuhi untuk yang level 3
berani, jujur, dan hebat pangestunipun.
Nggih, matur nuwun.
Matur nuwun Ibu Neni.
Terima kasih banyak. Untuk pertanyaan
yang kedua dari Ibu Reni dari Cimah.
Silakan, Pak. Reni. Bu Reni dari Cimah.
Jauh banget saya di Surabaya itu.
Heeh.
Gratifikasi. Jadi kami ini sering Bu.
Jadi ya mungkin kita ya, tapi kalau saya
ini sering banget dulu waktu masih
auditor itu pergi ke mana-mana pasti
dibawain oleh-oleh. Jadi gratifikasi itu
tidak hanya uang, tapi pemberian dalam
bentuk apapun. Fasilitas itu
gratifikasi.
Ee di kami, kami sudah bentuk yang
namanya UPG gitu kan. Jadi kalau kita
audit biasanya dikasih makan, dikasih
oleh-olehlah. Yang pertama oleh-oleh
dulu. Nah, terkait oleh-oleh ini kami
sudah tetapkan di
kebijakannya Inspektorat. Auditor gak
boleh nompo oleh-oleh
dalam bentuk apapun.
Tapi kadang ada satu situasi yang
apa ya susah susah sekali nolak. Jadi
sampai-sampai kadang-kadang
kita apa ya eh jangan-jangan gitu
dikasihkan balik gitu kan.
[tertawa]
Maka ini, Pak, cuman makanan, Pak. Kita
sudah beli nih, Pak. Ini buat Bapak dan
seterusnya. Nah, kalau terjadi situasi
seperti itu kadang-kadang kan kita ya
malu ya, apalagi ngasihnya di jalan di
banyak orang, eh kok kayak ya kayak gini
ya kan repot ini. Nah, kalau terjadi hal
seperti itu oke kita bawa. Kemudian di
kantor kami itu diolah,
kami punya namanya ee unit pengendalian
gratifikasi di kantor. Tapi sebelumnya
tentu saja kita sudah nolak ya, kita
sangat berupaya nolak itu.
Tapi kalau itu tidak bisa dilakukan, ya
sudah. Kita punya mekanisme pelaporan
gratifikasi ini kepada UPG kami. Jadi
kami buat unit pengendali gratifikasi di
kantor kami. Nah, kita laporkan ke
mereka, mereka yang memutuskan. Jadi,
teman-teman UPG ini sudah kerja sama
sih, sudah dididik oleh ee teman-teman
di KPK bagaimana untuk menangani seperti
itu. Cara melaporkannya, cara
menanganinya sudah biasanya kalau makan
nih teman-teman UPG itu distribusi ke
panti ya gitu kan atau kadang-kadang dia
kembalikan ke kita
karena beliau-beliau yang ngurusi UPG
juga auditor punya kesibukan
dikembalikan ke kita tapi dicatat dan
dilaporkan oleh mereka dikembalikan ke
kita. kita nanti disuruh ee memberikan
bukti bahwa apa yang kita terima
oleh-oleh ini sudah di-share ke fakir
miskin, ke yatim piatu, dan seterusnya.
Dan pengalaman seperti itu, pengalaman
kami mengembalikan atau mendistribusikan
itu repot, Pak.
Bayangkan ya kita dari Kediri misalnya
dikasih tahu pong itu satu dus kita
kasih ke pantti. Ya Allah, pantin ini
isine wong seket, Pak. orang 50 itu
akhirnya kan nambahi lah kan jadi
ngerepotin.
Jadi seperti itu yang kami lakukan di ee
Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Kita
kelola pemberian-pemberian seperti itu
dalam oleh unit pengendalian gratifikasi
termasuk yang mantu-mantu. Gu kan kami
ada pergup. Jadi mantu itu apa ya? Bwuh
buwuh saya enggak ngerti bahasa
Indonesianya apa. Pemberian itu kalau di
manten itu dibatasi.
sejuta maksimal itu di luar itu
dilaporkan nanti UPG kami itu bahkan
nyaksikan apalagi untuk eselon 2 ke atas
itu beliau nyaksikan Pak jadi kalau ada
buwuh itu dibukanya beliau ngikuti
ngitung
nanti yang lebih-lebih dilaporkan
mereka mekanismenya punya mekanisme
untuk melaporkan itu ke KPK dan yang
ketiga terkait perencangan undang-undang
perampasan aset
ee
kenapa kok enggak disahkan? Itu kan saya
sih secara pribadi setuju banget dengan
rancangan Undang-Undang Perampasan Aset
ini. Jadi, minimal
kalau undang-undang ini disahkan itu
akan bikin orang mikir, "Wih, bahaya ya
saya dimiskinkan." Ini kan orang mikir
berkali-kali, Pak, untuk melakukan ee
korupsi gitu kan.
Jadi
apa namanya? Cost-nya untuk korupsi
besar banget gitu kan. Jadi orang akan
terjadi demotivasi untuk melakukan
fraud. Tapi kenapa kok belum disahkan
gitu ya? Why? Waduh maaf saya enggak
punya kapasitas
untuk menjawab itu. Tapi secara pribadi
saya setuju banget supaya undang-undang
ini segera disahkan. Injih itu Bu Reni.
Saya kembalikan ke Bu Fatriia.
Baik, terima kasih banyak Pak Dahono
atas jawabannya. Ini sangat menjawab
sekali apa yang telah ditanyakan oleh Bu
Reni dan juga Bu Neni
dari Jawa Timur maupun Jawa Barat ya
yang sudah bergabung. Dan untuk waktu
yang terbatas juga perjumpaan dengan Pak
Dahno harus kami akhiri. Pak Dahno
terima kasih banyak atas waktunya di
siang hari ini mewakili dari Inspektorat
Jawa Timur. Semoga kita dapat berjumpa
pada sesi-sesi berikutnya di ASN
Belajar. Monggo Bapak. Terima kasih.
Selamat siang.
Selamat siang,
Sobat ASN. Tidak terasa kita sudah
sampai di penghujung acara. Saya
haturkan terima kasih banyak untuk
seluruh pihak yang telah mendukung
webinar ASN Belajar seri ke-48 tahun
2025, yaitu kepada para narasumber,
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran
ASN LAN RI, Ibu Dr. TR. Erna Irawati,
Esos Empol ADM dan juga Kasatgas
Manajemen Pengetahuan dan Pembelajaran
Digital KPK Bapak Sandri Justiana,
S.Si., M.M. serta Bapak Dahono
Nuswantoro, S., M.M.,MAK selaku
Inspektur Pembantu 2 Provinsi Jawa Timur
yang baru saja memberikan materinya.
Nah, Sobat Essen, sekali lagi sebelum
mengakhiri sesi, kami ingatkan kembali
untuk segera mengecek berkala semesta
Bangkom guna mengunduh e-sertifikat.
Tadi juga telah kami tampilkan bagaimana
caranya mengunduh e-sertifikat yang
belum di seri-seri berikutnya diunduh
supaya nanti di akhir tahun tidak
terjadi penumpukan e server sehingga
tidak bisa diunduh. Sekali lagi silakan
dicek semesta Bangkom saat ini dan ASN
Belajar seri 48 tahun 2025
dipersembahkan oleh Corpu SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Sampai bertemu di
seri berikutnya.
[musik]
H Halo, Sobat ASN Webinar. Ada informasi
penting nih. Segera download data
sertifikat webinar Anda karena mulai 1
Januari tahun 2026 akan dilakukan riset
sistem untuk data pelatihan peserta pada
tahun sebelumnya. Berikut video
tutorialnya.
Klik pada menu download sertifikat.
Selanjutnya langsung download semua
sertifikat yang tersedia.
[musik]
H
[musik]