ASN Belajar Seri 2 | 2026 - From Smart Thinking to Smart Policy
hiRWouRCZ1M • 2026-01-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung taguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri sis melaihani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hem di sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS yang lebih beragung. menggenas penuh hati tulus membantu sesama bila kami melayani dengan kami melayani dengan menga kami melayani bangsa H Bersam membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tandu cerdasin inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jalan kamiang PPSD dan Jawa Timur Center of Sans masa depan bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencat STM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jangan demiang PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang L Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cambalak Jawa Timur terus melaju bersama BPST yang cim kita terus melesa Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melayu bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi. Inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. ASN unggul dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya. Yeah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera, Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan rahayu. Selamat pagi sobat ASN di mana pun berada. Senang sekali pada pagi hari ini saya Yuri Sabrina yang akan memandu berjalannya webinar ASN belajar seri 2 2026. Boleh kasih tepuk tangan buat kita semua. Dan yang pasti pagi hari ini sobat ASN dan juga saya, kita akan sama-sama belajar tentang tema yaitu tema pada hari ini from smart thinking to smart policy, yaitu berpikir bijak untuk keputusan berdampak. Nah, di sini ditekankan pentingnya bahwa pola pikir yang cerdas, kritis, dan berbasis data sebagai fondasi utama dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Jadi, Sobat ASN sebagai aparatur dituntut tidak hanya memahami regulasi dan prosedur, tetapi juga harus mampu membaca konteks serta mengelola informasi dan juga mempertimbangkan berbagai dampak sosial, ekonomi, dan pelayanan publik secara komprehensif. Nah, melalui pemikiran yang bijak dan terstruktur di setiap keputusan yang dihasilkan nantinya diharapkan bisa menjadi kebijakan yang solutif. adaptif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Transformasi dari cara berpikir yang cerdas menuju kebijakan yang tepat sasaran bisa menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan bisa memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Dan seluruhnya selengkapnya akan dibahas dalam webinar ISN Belajar Seri 2 2026. Baik, Sobat ASN, sebentar lagi kita akan menyimak bersama, mendengarkan bersama yaitu opening speech yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam ruang belajar bersama webinar series ASN belajar persembahan JATEM Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Forum pengembangan kompetensi ASN ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar tetap menyala dan berkelanjutan di tengah tugas pengabdian yang semakin kompleks. Sat SN, tema yang kita angkat pada seri kedua tahun 2026 ini adalah from smart thinking to smart policy. Berpikir bijak untuk keputusan berdampak. Tema ini adalah kelanjutan logis dari ikhtiar kita membangun ASN yang smart sebagaimana kita bahas di seri pertama minggu lalu. Namun tema ini juga mengandung pesan yang lebih dalam dan lebih luas bahwa kecerdasan berpikir harus bermuara pada kebijakan yang tepat, keputusan yang arif, dan dampak yang nyata bagi masyarakat. Di tengah dunia yang semakin kompleks ditandai oleh banjir informasi, percepatan perubahan, serta persoalan publik yang saling terkait, ASN tidak cukup hanya patuh pada prosedur. ASN dituntut mampu berpikir kritis, menimbang dengan jernih, dan memutuskan dengan bijaksana. Sebab satu keputusan birokrasi hari ini dapat menentukan kualitas hidup masyarakat di masa depan. bahwa smart thinking bukan sekedar kecerdasan intelektual, tetapi kemampuan untuk membaca konteks, menguji asumsi, memilah fakta dari opini, serta melihat masalah secara utuh. Sementara smart policy bukan sekedar kebijakan yang sah secara regulasi, tetapi kebijakan yang logis, etis, berbasis data, dan berpihak pada kepentingan publik. Sabat ASN di seluruh tanah air. Di sinilah peran critical thinking menjadi sangat krusial. Berpikir kritis adalah soft kompetensi strategis ASN masa kini dan masa depan. Kompetensi yang membuat kita tidak reaktif, tidak tergesa-gesa, dan tidak terjebak pada rutinitas administratif. Dengan berpikir kritis, ASN mampu menjembatani pengetahuan dengan tindakan. visi dengan implementasi serta regulasi dengan dampak nyata. Dengan kemampuan inilah ASN mampu mengurangi persoalan yang kompleks menjadi keputusan yang jernih dan terukur. Critical thinking menuntut aparatur untuk berani bertanya mengapa. bukan sekedar bagaimana berani menguji pilihan sebelum menetapkannya serta berani menimbang risiko dan manfaat demi kepentingan publik. Dari proses berpikir yang matang inilah lahir kebijakan yang tidak hanya cepat dan patuh aturan, tetapi juga adil, solutif, dan benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Sabat ASN, birokrasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh sistem dan struktur, tetapi oleh kualitas nalar para pengambil keputusan di dalamnya. Ketika SN mampu berpikir bijak, maka kebijakan akan lebih presisi, pelayanan publik lebih bermakna, dan kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya. Birokrasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh sistem dan struktur, tetapi oleh kualitas para pengambil keputusan di dalamnya. Kita perlu bersepakat bahwa belajar berpikir adalah bagian dari pengabdian. Bahwa setiap ASN di level manaun memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan keputusan yang diambil tidak sekedar aman secara administratif, tapi juga adil, rasional, dan berdampak. Shabat ASN di seluruh tanah air. Akhirnya saya berharap forum ini menjadi ruang menajamkan nalar, memperluas perspektif dan memperkuat keberanian berpikir agar ASN Indonesia hadir sebagai aparatur yang cerdas dalam berpikir, bijak dalam memutuskan, dan nyata dalam memberikan dampak bagi masyarakat. Karena pada akhirnya ASN yang berpikir kritis adalah ASN yang memuliakan amanah. Ia tidak bekerja sekedar menyelesaikan tugas, tetapi menimbang dampak. Ia tidak berhenti pada kepatuhan prosedur, tetapi bergerak menuju makna pelayanan. Dan dari aparatur yang demikianlah birokrasi menemukan rohnya kembali sebagai penggerak perubahan, penjaga kepercayaan publik, dan penopang masa depan bangsa. Sahabat ASN di seluruh tanah air, kehadiran para narasumber hebat kali ini akan semakin memberikan wawasan yang luas dan makin memantapkan langkah pengabdian kita sebagai ASN Indonesia. Atas nama BPSDM Provinsi Jawa Timur dan seluruh ASN Indonesia, izinkan kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya. Pertama kepada Bapak Dr. Yusharto Untoyungo, M.Pd. Beliau adalah Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kedua kepada Bapak Deni Junanto, S. MPP, PhD. Beliau adalah Direktur Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Dan ketiga kepada Ibu Berlian Gresarini, MS, PhD, psikolog. Beliau adalah akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya. Kehadiran para narasumber ini menegaskan bahwa SN belajar bukan sekedar forum diskusi tapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memastikan bahwa pembelajaran benar-benar bertransformasi menjadi kinerja dan dampak nyata. Nah, Sobat ASN seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama. Webinar ASN belajar seri kedua tahun 2026. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sobat ASN, saya ingin mengingatkan jangan lupa untuk mengisi absensi di semestabangkom.id dan karena akan ada tiga narasumber yang hari ini akan memberikan ee banyak insight pastinya jangan sampai kesempatan ini disia-siakan dan nanti juga kami akan memberikan souvenir untuk tiga orang penanya aktif di kolom komentar. Jadi disimak dengan baik. Jangan lupa nanti bertanya sebanyak-banyaknya ke para narasumber. Nah, kali ini saya akan menyapa langsung untuk narasumber pertama yang sudah hadir di webinar ASN Belajar seri 2 2026. Selamat pagi Bapak Yus Harto. Selamat pagi. Apa suara saya bisa didengar, Bu? Aman, Pak. Aman sekali. Jelas clear di sini. Bagaimana kabar, Pak? Kabar baik, Bu. Terima kasih. Alhamdulillah. Jadi, Sobat ASN kalau saya ee Pak, saya izin memperkenalkan terlebih dahulu Bapak Yusharto ini adalah Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri atau BSKDN Kementerian Dalam Negeri. Sehat ya, Pak, hari ini, Pak? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah, Pak. Kayaknya ee pemandangan di belakang itu cerah sekali. itu background atau memang iya itu ee background yang dicreate teman-teman bisa Oh, keren. Tampak nyata ya, Pak ya. Siap. Kantor kami di BSKDN Kemendagri. Baik, Bapak. Bapak, Ibu yang berkesempatan ke Jakarta silakan mampir. Siap. Terima kasih, Bapak. Bapak langsung saja kalau begitu untuk tema pertama pada pagi hari ini. Silakan, ya. Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Salam sejahtera untuk kita sekalian. Om swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Yang terhormat dan kita banggakan Bapak Ramlianto, sahabat saya, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati para narasumber pada ASN belajar seri kedua yang dilaksanakan hari ini yaitu Bapak Deni Junanto dan Ibu Berlian Gresi Septarini. Ee memulai pagi ini saya ingin menyampaikan satu pantun untuk seluruh peserta yang sudah hadir pada pagi hari ini. Pagi hari memetik cendana, disimpan rapi dalam peti. Data bicara bukan sekedar wacana, kebijakan berdampak lahir dari bukti. Bapak, Ibu sekalian ee kami senang sekali bisa bersama-sama dengan Bapak pada Bapak dan Ibu pada pagi hari ini untuk membahas tema yang menurut kami juga sangat penting, yaitu yang berkaitan dengan system thinking eh smart thinking dalam perumusan kebijakan publik. Bapak, Ibu sekalian ee Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri ini memiliki amanah untuk bersama-sama dengan stakeholder yang ada di Kementerian Dalam Negeri untuk merumuskan ee kebijakan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah di lingkup Kementerian Dalam Negeri. Tugas ini ee disampaikan melalui Peraturan Presiden Nomor 111 tahun 2021 dan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 2025 yang mengatur tentang ee tugas dan fungsi ee Kementerian Dalam Negeri. Tentu ruang lingkup ini sangat di ee tentukan oleh ee beberapa hal di antaranya ee luasan dari peran Kementerian Dalam Negeri dalam pelaksanaan ee tugas yaitu melakukan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ada beberapa hal yang ingin kami ingatkan berdasarkan ee pasal 8 ayat 3 lalu pasal 379 ayat 2 tentang pembinaan dan pengawasan yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat nasional sampai dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah e pemerintah pusat itu melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan. pembinaan umum itu dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus beberapa ee pembinaan dan pengawasan yang sifatnya teknis yang berkaitan dengan tugas teknis Kementerian Dalam Negeri ke Pemerintah Daerah. Ee di antaranya adalah kebijakan berkaitan dengan kependudukan catatan sipil, lalu penataan wilayah, pemberian coding untuk wilayah dan sebagainya. Berikutnya adalah ee pelaksanaan pemilihan umum, pemilihan kepala daerah melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Sementara pada pemerintah daerah itu ditugaskan kepada ee pemerintah provinsi di mana ee gubernur sebagai wakil pemerintah pusat melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang ada di pemerintah kabupaten kota BINAS itu. Bapak, Ibu sekalian, salah satu di antara 10 pembinaan yang dilakukan itu adalah terhadap kebijakan daerah. diharapkan kebijakan itu lahir berdasarkan bukti dan data yang cukup sehingga ee menjadi ee instrumen untuk ee memandu penyelenggaraan pemerintahan daerah secara keseluruhan. Dilihat dari ee urusan atau bidang apa saja yang akan dilahirkan kebijakan tersebut. sangat luas Bapak, Ibu sekalian. Ini berdasarkan juga ketentuan Undang-Undang Das Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2024. Dia meliputi urusan pemerintahan umum ya. Urusan pemerintahan umum ini banyak dilaksanakan sebenarnya oleh Presiden lalu disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri setelah itu kepada pemerintah daerah. melekat pada fungsi kepala wilayah di antaranya pembinaan wawasan kebangsaan dan ee pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional, pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, pembinaan kehidupan demokrasi, koordinasi antar instansi pemerintahan, ee pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dalam penanganan konflik sosial. dan ee tugas-tugas yang sifatnya pise ermission yaitu tugas-tugas yang tidak ditampung dalam ee pembagian urusan yang ada. Ini menjadi bagian dari urusan pemerintahan umum. Di samping itu, ada juga urusan yang sifatnya konkurrensi dilaksanakan bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. dibagi dua, yaitu urusan wajib lalu urusan pilihan. Urusan wajib dibagi lagi atas urusan wajib dengan layanan dasar. Ada enam, yang memiliki standar pelayanan minimal dan urusan wajib yang tanpa layanan dasar atau tanpa ee SPM. hanya ditetapkan norma standar ee NSPK oleh pemerintah pusat. Demikian juga ada urusan konkuren lain yang sifatnya pilihan. Ada delapan urusan dan pemerintah daerah tidak harus memilih semuanya. Nah, di antaranya adalah yang berkaitan dengan pertanian, kehutanan, energi dan sumber daya mineral, pariwisata, kelautan dan perikanan, perdagangan, perindustrian, dan transmigrasi. Sedemikian luasnya ee urusan ini, Bapak Ibu sekalian, ini akan diwarnai oleh berbagai kebijakan yang akan dipeluarkan oleh pemerintah secara berjenjang, pemerintah kabupaten, kota, dan pemerintah provinsi. untuk bisa merumuskan kebijakan Bapak, Ibu sekalian. setidak-tidaknya kita bisa melihat beberapa level dari ee strategi kebijakan atau perumusan kebijakan yang kita ee sampaikan melalui rekomendasi kebijakan atau instrumen-instrumen yang lain. Bisa berupa polisi brief, bisa berupa makalah kebijakan, nota dinas dan sebagainya. itu dimulai dari learning and grow perspective. Jadi dibutuhkan sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi. Benar yang disampaikan oleh Pak Ramlianto tadi bahwa dukungan sumber daya manusia yang berkompeten terutama dengan banjir data yang ada saat ini ini menjadikan ee prasyarat untuk bisa menghasilkan kebijakan yang baik. ini harus kita mulai dari ketersediaan sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi. Kita bukan hanya bersaing sesama ASN dalam mengolah data, tetapi juga sudah bersaing dengan kecepatan yang luar biasa yang ditawarkan oleh teknologi informasi. Saat ini kita mengenal berbagai aplikasi yang sudah sehari-hari Bapak dan Ibu gunakan. ini hanya menjadi tools bagi kita. Tetapi sumber daya manusia itu masih yang utama yang dapat memanfaatkan berbagai potensi termasuk di antaranya teknologi digital untuk menunjang penyelenggaraan tugas dalam rangka menganalisa dan ee menyampaikan berbagai rekomendasi terhadap permasalahan kritis yang dihadapi oleh ee pemerintah saat ini. ee mungkin sumber daya manusia yang berkompetensi inilah yang serus kita ciptakan. Di antaranya lewat kegiatan ASN ee belajar saat ini. Kemarin kami diskusi dengan ee Komisi eh public services yang ada di Kandra. Nah, mereka menyampaikan bahwa fokus dari pengembangan sumber daya manusia saat ini adalah speak out ya, menjadikan SDM itu mau mengemukakan gagasannya secara terbuka entah secara tertulis maupun dalam forum-forum yang di desain sedemikian rupa sehingga semua hal yang berkaitan dengan kondisi saat ini dapat diung lungkap dan dapat dianalisis dengan tepat. Mudah-mudahan ee Jawa Timur berikut pemerintah daerah akan terus berbenah untuk bisa menghasilkan SDM yang berkompetensi tinggi. Yang berikutnya adalah organisasi yang sesuai kebutuhan. Mungkin saja desain organisasi yang akan mengeksekusi berbagai saran kebijakan ini juga perlu dilakukan penyesuaian. banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya klerikal ya, yang berulang dan sebagainya masih tetap saja dikerjakan oleh ee pemerintah. Umpama ini yang harus kita desain sedemikian rupa sehingga organisasi kita menjadi lebih kejil, lebih lincah untuk menghadapi kebutuhan yang dihadapi saat ini. Ambatan yang lain juga dalam pengorganisasian di antaranya pelibatan sektor swasta. Swasta ada dalam ee pemahaman kita menjadi mitra dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Namun ada kalanya kita masih bersikap semuanya harus dilakukan oleh pemerintah. Contohnya pengelolaan sampah. Mungkin saja organisasi Dinas Lingkungan kita ya tidak perlu lagi dibebani dengan pekerjaan yang sebenarnya pekerjaan itu akan lebih baik apabila ditangani oleh pihak swasta. Demikian juga dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain yang semestinya sudah bertransformasi. pemerintahan yang baik itu hanya menghasilkan kebijakan yang adil, merata, dan berkeadilan sosial untuk diterapkan oleh masyarakat secara keseluruhan. Yang berikutnya adalah sistem informasi yang handal. Dengan adanya sistem informasi yang handal, proses pengambilan keputusan tidak akan bertele-tele, tidak akan ada lagi rapat yang harus dilakukan secara ee manual dan sebagainya. Dengan sistem informasi yang tersedia real time terupdate lalu teranalisa dengan algoritme yang sudah ditetapkan, para pihak akan menyerap informasi itu dan langsung mengeksekusi. Dengan demikian ee sistem informasi benar-benar dapat mendukung ee penerapan kebijakan hingga sampai implementasi kebijakan. Yang berikutnya adalah pengelolaan anggaran yang akuntabel. Ini pun bisa menjadi bagian dari learning and crowd perspective untuk kita bisa menghasilkan kebijakan yang ee baik. SDM yang berkualitas ini akan menghasilkan perencanaan yang ber yang baik. Lalu, pengelolaan anggaran ini akan mengendalikan mutu kebijakan yang lebih baik. Dan dengan demikian, ee fasilitasi dan pembinaan strategi kebijakan, pembinaan manajemen strategi kebijakan, dan formulasi rumusan kebijakan akan semakin baik dan berkualitas. Pada customer perspektif ini ada Kementerian Lembaga terkait, Unit Kerja Sat Kemendagri, pemda berikut stakeholder yang sangat luas sampai dengan asosiasi berikut masyarakat secara individual mungkin saja bisa merepresentasi ee kepentingannya lewat ee proses perumusan kebijakan. Di sini akan ada perumusan kebijakan. Lalu ada pembinaan inovasi daerah yang ee berkualitas. Karena memang kami memahami bahwa ee inovasi daerah sebagai salah satu sumber dari best practices yang ada di daerah ini akan menjadi salah satu evidence yang bisa dirujuk yang akan menjadi bahan dasar untuk perumusan kebijakan. Yang berikutnya adalah peningkatan pengelolaan tata kelola kelembagaan yang efektif. Dengan demikian ee Bapak Ibu sekalian ee kita akan menghasilkan ee kebijakan yang dirumuskan ee secara berkualitas. Bapak, Ibu sekalian ee dari perspektif peta strategi kebijakan tadi, kita akan mencoba melihat ee seperti apa penyelenggaraan kebijakan yang ada. Penyelenggara kebijakan itu ee mencakup ee rangkaian proses terstruktur untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, implementatif, dan selaras dengan mandat pemerintahan. terdiri dari beberapa langkah dan bisa dikembangkan lebih jauh Bapak Ibu sekalian berdasarkan ee banyak panduan yang kita bisa ikuti. Di antaranya dengan William dan dengan lima langkah dan sebagainya. Yang pertama adalah perumusan kebijakan. ini mencakup proses untuk mengidentifikasi isu strategis analisis kebutuhan kebijakan serta penyusunan alternatif solusi. Nah, proses penyusunan kebijakan ini berfokus pada penerjemahan hasil perumusan menjadi dokumen kebijakan yang lengkap, terstandar, dan operasional. di antara lain berupa strategi kebijakan, pedoman teknis, norma, lalu ada standar, prosedur, dan kriteria, serta rencana aksi yang dihasilkan dari ee hasil melakukan analisis terhadap kebutuhan kebijakan, lalu ee menentukan isu strategis yang akan diselesaikan. Yang berikutnya adalah pelaksanaan kebijakan. Pada pelaksanaan kebijakan ini secara implementatif dilakukan apa yang menjadi muatan dari kebijakan yang telah ditetapkan. Pilihan-pilihan yang ada itu di ee laksanakan secara tertib dan sesuai dengan ee target dan standar yang telah ditetapkan. Ada beberapa tantangan dalam perumusan kebijakan di Indonesia, Bapak, Ibu sekalian. Yang pertama, disparitas pembangunan. Ee kita melihat bahwa ee kesenjangan antara wilayah di Indonesia itu sangat besar ya, di mana belum merata atau senjang dalam tingkat kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup. ini menjadi ee tantangan di antaranya juga dengan wilayah perkotaan dan perdesaan atau antara provinsi, kabupaten, dan kota. Nah, disparitas ini dapat dilihat dari data PDRB terutama yang membandingkan PDRB per kapita antar wilayah. Ee jauh sekali e bedanya. Di antaranya Jakarta itu sudah sekitar 26an juta pendapatan per kapita. berdasarkan PDRB. Sementara daerah lain ini masih sangat tertinggal. Ada yang masih sekitar 2.000 ee per kapita, pendapatan per kapita. Dan ee ini menjadi tantangan bagi kita untuk memperbaiki kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan maupun juga dalam proses pengukuran. umpama ee sudah saatnya enggak ini kita saya ajak teman-teman untuk berpikir kalau kita mencoba membandingkan antara kebijakan yang ditetapkan pemerintah Vietnam dengan Indonesia dalam penetapan batas kemiskinan untuk fitnah mereka ya menetapkan perbedaan antara wilayah kota dan pedesaan dalam batas kemiskinan Untuk Indonesia saat ini masih menetapkan satu ee batas kemiskinan yaitu sekitar r.000 lebih itu pendapatan. Kalau kurang dia berkategori miskin, sementara kalau ee lebih tinggi dia sudah bukan penduduk miskin lagi. Tetapi untuk fitnah mereka membagi atas wilayah perdesaan itu sekitar 1,2 juta. Kalau dirupiahkan itu menjadi batas miskin antara ee penduduk untuk perkotaan sekitar 1,8 juta. ini kalau dilihat dari batas kemiskinan saja antara Vietnam dan Indonesia ya kita sudah agak berbeda dan mereka sudah melampaui pendapatan per kapita ee Indonesia untuk tahun 2025 kemarin. Mereka sudah berada pada ee 5.000 US Do per kapita per tahun. Sementara Indonesia masih sekitar 4.900. ini barangkali bagian dari tugas kita Bapak Ibu sekalian dalam ee mencoba untuk ee mendorong percepatan ee pemerataan pembangunan yang harus didukung dengan kebijakan yang tepat. Yang berikutnya adalah partisipasi ee publik dalam penyelenggaraan ee perumusan kebijakan ini juga masih belum optimal. ada upaya untuk melibatkan masyarakat, tetapi kecenderungannya itu masih sifatnya ee seremonial dan sangat-sangat prosedural. Ee untuk itu ee kita harus memperbaiki kebijakannya Bapak Ibu sekalian. kami lewat ee BSKDN menawarkan apa yang disebut dengan program review yang kita adopsi dari ee pemerintah Jepang di mana ee pada proses ee monitoring atau evaluasi setiap kebijakan nah itu ee pelibatan masyarakatnya tidak orang-orang itu saja. Pencenderungan yang saya amati di desa ya, aktor utamanya itu kalau bukan guru ya pemuka agama sehingga ee partisipasi itu tidak meluas. Begitu kita terapkan di salah satu wilayah di Yogyakarta, pengakuan dari masyarakat itu baru kali ini saya diundang dalam proses bisa berbicara di depan Pak Kepala Desa ini merupakan pengalaman pertama saya. Nah, ini Bapak Ibu sekalian menunjukkan bahwa ee partisipasi publik dalam kegiatan perumusan kebijakan kita memang masih perlu untuk ditingkatkan. Nah, contoh yang ada dalam gambar ini ee bagaimana kejadian di Jawa Tengah ya, Pak Ramli ya dan Bapak Ibu sekalian di mana ee masyarakat tidak dilibatkan atau tidak menjadi bagian dari proses dalam penetapan kebijakan ee besaran pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan. Yang berikutnya ee yang berkaitan dengan tantangan ini adalah data dan informasi yang kurang akurat. Ee adaum atau tagline yang kita pakai selama ini adalah evidence based policy. Berarti kita harus merumuskan kebijakan yang akurat itu berdasarkan evidence. Evidence ini diantaranya adalah data. dan informasi yang kita jadikan input utama dalam proses perumusan kebijakan ini pun masih ee belum akurat Bapak Ibu sekalian dan terus dilakukan berbagai upaya untuk sinkronisasi lewat SPBE dan Bapak dan Ibu mungkin apabila sebagai analis kebijakan silakan mengambil inisiatif untuk bisa melihat Masih ada enggak data yang sepertinya dipublish, dipublish sudah begitu bagus, tetapi kok terasa di masyarakat belum seperti yang dipublish umpama. ini barangkali ee bisa ee menjadi kajian para analis kebijakan untuk bisa ee merekomendasikan bagian data dan informasi mana yang masih kurang dalam konstellasi ee perumusan kebijakan yang ada di daerah masing-masing atau di organisasi pemerintah masing-masing. Apakah diperbaiki cara pengambilan datanya? ee jenis datanya mungkin saja kita perlu data rasio umpama, tetapi yang terkumpul hanya data ordinal, data nominal umpama. Ini barangkali e menjadi bagian yang harus kita coba kaji. Ee jenis datanya, cara memprosesnya ya. data yang bukan rasio masih data nominal kok digunakan operasi matematis yang belum memenuhi syarat untuk diberlakukan untuk data nominal. Nah, cara menganalisa pun ini bisa menjadi ee kesalahan dalam ee proses yang menjadikan kebijakan yang kita hasilkan berdasarkan data dan informasi itu menjadi tidak akurat. Yang berikutnya masalah koordinasi dan sinergi antar lembaga. Ini ee sangat penting Bapak Ibu sekalian. Ee banyak sekali ee inisiasi-inisiasi yang dilakukan tetapi oleh kelompok yang belum ee memiliki kewenangan. Dan untuk itu ee kita harus mengkanalisasi berbagai pemikiran yang timbul ini untuk bisa ee bersinergi dan bisa diberikan atau memberikan manfaat bagi ee pihak yang lebih luas. Untuk itu ee BSKDN mengajak Bapak Ibu sekalian berikut seluruh komponen yang berkaitan dengan perumusan kebijakan di Indonesia untuk bersinergi dalam melaksanakan perumusan kebijakan. Kepala Daerah dan DPRDAN Perkompinda, lalu Camat Lurah, Satlinmas, Polp, ee Tim Penggerak PKK, akademisi, pendidik dan tenaga kependidikan, dunia usaha, ee tokoh agama dan sebagainya ini diharapkan akan menjadi ee stakeholder dalam ee perumusan kebijakan yang ada di ee Indonesia Lanjut ee smart thinking ini ya hanya menjadi cara dan bagaimana harus kita transformasi menjadi smart policy. Smart thinking ini dalam konteks kebijakan publik bukan hanya sekedar metode atau ee singkatan tertentu, melainkan cara berpikir yang cerdas, bernalar kuat, berbasis data, dan berorientasi dampak dalam seluruh kebijakan. Ee smart thinking ini berangkat dari kemampuan untuk beberapa hal, yaitu memahami masalah publik secara mendalam. Berarti kita harus turun ke bawah bisa merasakan ee apa saja yang menjadi masalah yang ada pada masyarakat kita. Jangan gunakan asumsi ee nanti ee kita akan salah memahami permasalahan dalam ee lingkungan komunitas kita. Yang berikutnya, kemampuan untuk menggunakan data dan bukti sebagai dasar keputusan mengaitkan kebijakan dengan hasil, dampak nyata dan mengantisipasi risiko atau dinamika perubahan yang terjadi di waktu yang akan datang. dengan smart thinking ya, kita bisa mengantisipasi ee memitigasi permasalahan. Karena pada dasarnya pengambilan satu kebijakan berarti keberpihakan kita. Kalau kita sudah berpihak berarti akan ada dua pihak. Akan ada yang mendukung dan akan ada yang berlawanan atau akan menjadi pihak yang harus kita mitigasi. agar kepentingannya tidak tereduksi lebih jauh karena kebijakan yang kita hasilkan. Ada beberapa pendekatan dalam smart thinking yaitu evidence based policy yaitu keputusan kebijakan didasarkan pada data, riset dan bukti empiris. bukti kalau dalam berbagai literatur yang berkaitan dengan evidence based policy itu disebutkan inovasi yang menjadi bagian dari best practices ini pun bisa menjadi evidence yang dapat diterapkan atau dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan yang berikutnya adalah system thinking. kebijakan dipahami sebagai bagian dari sistem yang saling terkait lintas sektor dan di wilayah. Pendekatan ini juga sangat baik Bapak Ibu sekalian di mana kita bisa terbantu dengan adanya aplikasi yang sudah dikembangkan untuk mendukung sistem thinking dan sistem dinamik di mana kita ee dipandu dan bisa menemukan causa loop diagram ya yang akan ee menjadi leverage atau permasalahan utama yang harus kita selesaikan dan akan mempengaruhi pencapaian atau penyelesaian masalah yang lain. Yang berikutnya, analytical thinking menggunakan analisis kebijakan untuk menimbang berbagai opsi dan konsekuensi. Dan ada juga eh pendekatan berupa result and impact orientation yang fokus pada hasil dan perubahan yang dihasilkan oleh kebijakan. Ada beberapa referensi yang dapat kita gunakan untuk smart thinking dalam kebijakan publik, yaitu yang ditulis oleh Eugin Bardah dan Erik Fatasnik ya dalam bukunya Practical Guide for Policy Analysis The F to effective Solving. ee pada catatan ini eh pada tulisan ini menekankan pada kebijakan publik yang baik lahir dari proses berpikir sistemis sistematis yang berfokus pada pemecahan masalah nyata dengan beberapa tahapan dan di sini juga ditemukan ee definisi operasional tentang smart thinking yaitu berpikir cerdas dan solutif Demikian juga dalam Danela Midows dalam buku Thinking in System Primer ini memberikan perspektif bahwa masalah publik merupakan bagian dari sistem yang saling terkait, saling menjalin antara satu sama lain. Dan di sini ditekankan bahwa smart thinking adalah cara berpikir untuk mendorong perumus kebijakan untuk memahami keterkaitan antar sektor, dampak tidak langsung kebijakan, serta risiko kebijakan jangka panjang. Bagi pemerintah daerah, system thinking membantu menghindari kebijakan sektoral yang parsial dan mendorong kebijakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. dirajut kembali berbagai kebijakan yang mungkin saja sudah ditetapkan di pemerintah pusat disesuaikan dengan kondisi lokal yang ada di daerah. Dalam konteks pemerintahan, smart thinking ee ini merupakan pendekatan sistematis dalam memahami permasalahan, mengolah informasi, mengelola ketidakpastian, dan menghasilkan keputusan kebijakan yang berkualitas. ada dalam beberapa tahapan mulai dari identifikasi dan perumusan masalah, lalu penyusunan alternatif kebijakan, smart thinking juga terkait yaitu analisis dampak kebijakan lalu penetapan kebijakan sampai dengan evaluasi dan pembelajaran kebijakan. Bapak, Ibu sekalian ee kalau kita mencoba untuk ee melakukan sintesa dari berbagai pemikiran tentang smart thinking yang dikemukakan secara general tadi pada level daerah, apa yang kita sebut sebagai kebijakan daerah yang berdampak dan berbaris nyata. Secara sederhana ee kebijakan daerah itu tidak hanya harus tepat secara administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. ini mungkin ee jadi catatan kita semua dan setuju dengan pernyataan dari Pak Ramianto di pembukaan tadi disusun berdasarkan data yang valid dan anda ini akan berdampak dan berbasis data menjadi kunci untuk memastikan bahwa kebijakan publik mampu menjawab kebutuhan ril masyarakat, meningkatkan efektivitas pembangunan, dan memperkuat akuntabilitas pemerintahan daerah. Kebijakan daerah berbasis data dirumuskan dan ditetapkan dan dilaksanakan dengan menjadikan data dan bukti empiris sebagai dasar utama dalam lima tahapan. Ya, seperti yang disampaikan tadi dalam pengambilan keputusan implementasi smart thinking dalam mendorong kebijakan daerah berbasis data di antaranya data dan evidence daerah, pemanfaatan data statistik daerah, data sektoral OPD, serta data kabupaten kota sebagai dasar perumusan kebijakan. Apa saja yang ada di sekitar kita? data tentang IPM. IPM dibagi lagi atas kesehatan, pendidikan, dan pendapatan untuk sampai memungkinkan untuk kita bisa mengakses row data yang menyusun ee IPM tersebut. Karena mungkin untuk analisa kita, kita membutuhkan tidak data sebagai hasil analisis, tetapi juga masih dalam bentuk grow data grow input yang akan kita coba analisis dan kombinasikan melihat relasi dengan kondisi atau data yang baik. Yang berikutnya berpikir sistemik dan terintegrasi. Ya, ini pemikiran dari fif disiplin dari Peter Sing ini juga ee dapat kita terapkan dalam berpikir sistemik dan terintegrasi yang dikenal dengan sistem thinking dan sistem dinamik. ee banyak diajarkan di Diklat PIM DU juga sudah dikenalkan diklat PIM 3. Praktiknya ini kita harus sering-sering menyusun kausal loop yang ada berdasarkan bidang tugas kita. seumpama apa saja sih faktor yang menentukan ee atas berhasilnya pendidikan PAUD. Nah, itu memiliki sistem thinking tersendiri ya. Begitu juga sistem pendidikan pada satuan pendidikan tertentu ya dilakukan secara ee sistemik. Setelah itu diintegrasikan atau kalau kita melakukan pendekatan dengan statistik diferensial ini, kita bisa melakukan metaanalisis terhadap data-data yang kita hasilkan. Dan dari sana ya diharapkan ee dukungan data dan informasi ini akan bermanfaat karena kita gunakan dengan cara menganalisis yang tepat. Yang berikutnya adalah kontekstual dan spasial. Pendekatan kewilayahan dan spasial ini untuk memahami perbedaan antar wilayah di Jawa Timur. Berorientasi dampak pembangunan. Menetapkan tujuan yang terukur dan berorientasi pada perubahan nyata pada masyarakat. Adaptif terhadap dinamika daerah. Kami selaku BSKDN diharapkan ee kami akan berperan sebagai salah satu wadah untuk bisa mengintegrasikan berbagai pemikiran yang berasal dari smart thinking yang sudah menjadi ee hasil di antaranya adalah bentuk policy brief dan sebagainya. ini sudah kami lakukan secara ee bertahap Bapak Ibu sekalian. Di antaranya kerja sama dengan Australia kita melakukan peningkatan kapasitas untuk anjak di sekitar 12 provinsi yang menjadi lokasi kerja sama kami dengan ee Australia. mereka setiap tahun ee membuat ee polisy yang diharapkan berdasarkan smart thinking di antaranya. Lalu kita lakukan ee apa namanya ee penilaian seleksi yang terpilih ini akan mengikuti program di Australia National University dan Queensland University. selama kurang lebih ee 2 minggu. Ee setelah itu ee mereka balik lalu diseminarkan hasilnya. Rumusan kebijakan yang sudah dihasilkan lewat proses belajar ini dicangkokkan ke dalam ee kondisi eh permanen institution yang itu yang ada di tempat kerja masing-masing. Diberi waktu sekitar 3 bulan sehingga dalam proses mulai dari ee agenda setting sampai dengan perumusan perumusan masalah. Lalu penulisan kebijakan, implementasi dan evaluasi dalam siklus yang utut bisa dirasakan oleh peserta. Rencananya tanggal 28 Januari di akhir Januari ini akan ada seminar yang diikuti oleh ee narasumber dari Queensland University yang akan kami laksanakan di Ambon, Maluku. Dan para peserta memang diarahkan untuk bisa menggunakan salah satunya tools marketing untuk bisa merumuskan kebijakan yang lebih baik. Akan ada forum kebijakan nasional dan daerah. Nah, ini mudah-mudahan kita bisa lakukan dan akan ada dalam bentuk outlook kebijakan ee pemerintahan daerah yang akan kita laksanakan setiap tahun. Yang berikutnya adalah platform kolaborasi digital yaitu integrasi dari SIPD, IIID, IKD, ITKPDN ini berbasis data sehingga kita bisa ee membangun ee knowledge hub yang berdasarkan hasil-hasil pengukuran dan evidence yang dikumpulkan oleh ee Kementerian Dalam Negeri. Yang berikutnya adalah polisi lab dan policy network. Nah, ini yang sedang terus dan sedang kita laksanakan Bapak Ibu sekalian untuk meningkatkan fungsi BSKDN ke depan di mana kita sudah tidak punya peneliti lagi tetapi kita akan menjadi pengguna dari hasil penelitian, menjadi beneficiari dari penyelenggara-penyelenggara penelitian. Saya pikir ini yang dapat kami share Pak Ramli dan Bapak dan Ibu sekalian selaku peserta ASN Belajar seri 2 yang dilaksanakan oleh BPSDN Provinsi Jawa Timur. Mudah-mudahan bermanfaat dan kita pun akan terus bersama-sama ee meningkatkan kapasitas dan kompetensi kita dalam melaksanakan ya smart thinking untuk mendukung perumusan kebijakan yang lebih berkualitas ke depan. Demikian kami akhiri. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Salam sejahtera untuk kita sekalian. Om santi shanti shanti. Om nama buddhaya. Salam kebajikan. Selesai. Terima kasih, Pak Yus Harto untuk seluruh materinya yang diberikan pada pagi hari ini. Nah, sepertinya sudah ada beberapa sobat ASN yang sudah mulai ee bertanya di kolom komentar. Langsung saja kalau begitu mungkin. Dan sekali lagi saya ingatkan untuk sobat ASN yang mungkin belum absen, jangan lupa untuk absen terlebih dahulu di semestabangkom.id. Dan untuk penanya nantinya kami akan ada souvenir yang akan diberikan kepada penanya aktif lewat kolom komentar ataupun yang nanti akan langsung bertanya kepada para narasumber. Dan untuk penanya pertama pada pagi hari ini, silakan Bapak dengan Bapak siapa, Pak? Selamat pagi Bapak Shihin kalau saya tidak salah ya. Bapak Solihin dari Dispusip Banyuwangi. Baik. Oke. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Waalaikumsalam warak Dr. Yusarto yang saya hormati. Terima kasih Bapak yang sudah banyak memberikan pencerahan kepada kami sebagai aparatur sipir negara dan Ibu host yang terkorba. Ee tadi sudah di banyak pemaparan yang disajikan oleh Bapak Dr. Yus Harto. Namun ada beberapa hal yang perlu kami apa eh tanyakan terkait dengan from smart thinking to smart policy atau berpikir pijak untuk keputusan berdampak. tentunya Bapak ee berpikir ijab dalam pengambilan keputusan yang berdampak smart thinking for decision atau melibatkan pendekatan kritis, sistematik, dan berbasis data untuk meminimalkan ee risiko dan memaksimalkan dampak positif. Ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan ketika kami ee berpikir untuk bagaimana untuk bisa memaksimalkan ee kebijakan ini supaya kebijakan yang kami ee berikan ini ee berdampak bagus bagi apa yang menjadi ee keinginan kita semua. Tentunya ee dampak-dampak ini perlu kita pikirkan. Jangan sampai kebijakan-kebijakan yang kita nanti berikan kepada ee publik supaya tidak berdampak sangat besar tentunya bisa merugikan ee bukan hanya yang ee apa namanya? Bukan hanya yang memberi memberi ee kebijakan maupun yang menerima kebijakan. Ee apa yang perlu saya tanyakan ini, Pak? apa sebenarnya masalah ee masalah atau keputusan utama yang perlu diambil Bapak itu yang pertama Bapak. Saya ulangi lagi Bapak apa sebenarnya masalah atau keputusan utama yang perlu kita ambil supaya kebijakan ini kebijakan itu bisa berdampak baik kepada ee orang yang menerima kebijakan. Kemudian yang kedua dampak dan konsekuensinya dari jangka panjang Bapak. Apa dampak positif dan negatif dari keputusan ini atau kebijakan ini dalam jangka pendek dan jangka panang panjang ketika kita memberikan ee kebijakan ini supaya berdampak baik dan bermanfaat bagi ee si penerima kebijakan itu sendiri. Terus yang ketiga, Bapak, apa risiko terbesar jika saya misalkan salah untuk mengambil keputusan ini atau memberikan ee apa namanya kebijakan ini? Itu, Pak. Tiga yang perlu kami sampaikan karena kita mungkin bisa di ASN ini kan minimal kan bisa untuk melayani ee masyarakat yang memperluk memerlukan informasi. Saya kira itu, Pak dr. Yus Harto. Terima kasih, mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat, Bapak. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Iya. Oke. Baik. Pertanyaan yang lain? Iya. Mungkin langsung dijawab dulu Bapak untuk pertanyaan dari Bapak Shihin karena sudah ada tiga pertanyaan langsung silakan Pak I. Terima kasih Pakihin. Salam. ini untuk Banyuwangi. Kemarin saya hadir di acara apa tuh Gandrung Sewu ya dengan ee kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah kabupaten ee Banyuwangi. Menurut kami ini sudah berdampak ya dilihat dari berbagai indikator makro yang dicapai oleh Kabupaten Banyuwangi. Saya pikir ee sudah on the track lah bagaimana ee pemerintah Kabupaten Banyuwangi melahirkan kebijakan-kebijakannya. di antaranya yang menurut saya di yang sangat-sangat fenomenal untuk daerah lain berusaha untuk menarik sebanyak-banyaknya investasi tetapi kebijakan untuk ee Banyuwangi terutama untuk akomodasi membatasi ee akomodasi yang ee tingkat apa tuh ee bintang tiga atau bintang empat gitu dan diserahkan kepada masyar masyarakat dalam bentuk homestay dan ini menjadi ee salah satu pemicu begitu besarnya pertumbuhan ekonomi dan kita bisa mengecek juga ee tingkat hunian ee homestay berikut ee peningkatan pendapatan ee secara rata-rata dari pemilik homestay itu juga semakin baik dan yang utama tingkat kepuasan dari masyarakat masyarakat di mana ee lama tinggal juga ini bisa menjadi salah satu ukuran yang cukup meningkat signifikan untuk Kabupaten Banyuwangi. Berarti ee dalam proses perumusan kebijakan hemat kami apa yang menjadi pengalaman Kabupaten Banyuwangi ini sudah bisa dijadikan sebagai best practices bagi daerah lain. Mulai dari ee agenda setting. Agenda setting itu mau menemukan common enemy yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Musuh bersama kita itu apa? Musi bersama adalah ee dari yang saya amati dan diskusi dengan Pak Abdullah Azwar Anas berikut pejabat-pejabat yang ada di Kabupaten Banyuwangi itu dimulai dengan perbaikan ee standar hidup masyarakat di antaranya tentang kebersihan. Bagaimana ee permasalahan utama dilihat dari ee perkampungan ee yang paling dekat dengan pelabuhan yang ada di penyeberangan ee Bali, Banyuwangi umpama ini akan menjadi ee cermin apabila ini bisa diperbaiki dengan baik akan mengikuti ee daerah yang lain dan dengan demikian akan di ee mengundang wisatawan untuk tinggal dan berlama-lama di Banyuwangi menjadi tidak bermasalah karena standar dalam ee layanan dasar yang sangat penting dan diperhatikan oleh masyarakat atau wisatawan itu di antaranya kebersihan dapat dipenuhi. Berarti masalahnya sudah dirumuskan dengan benar. Tidak semua masalah itu harus menjadi bagian dari penyelesaian ee permasalahan dan menjadi muatan kebijakan. Masalah yang akan kita pilih adalah masalah yang mendesak dan prioritas dan memiliki leverage terbesar untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang baik. Ini yang harus kita rumuskan dengan tepat. dalam proses perumusan kebijakan setelah agenda setting ya kita akan merumuskan masalah. masalah itu adalah ee tidak sesuainya antara harapan dengan kenyataan yang sudah prioritas diselesaikan saat ini. Saat ini itu yang akan menjadi ee permasalahan apa ee muatan masalah kita ya. Tidak kesesuaian atau ada diskrepansi. antara dasoin dan dasolen dan harus diselesaikan saat ini. Lebih baik lagi apabila pilihan itu akan merupakan ee leverage, merupakan penentu atas sekian banyak masalah yang lain yang menjadi penyerta dalam kondisi yang kita hadapi. Untuk itu ya sekali lagi banyak sekali instrumen mulai dari FBON analisis sampai dengan menggunakan ee pendekatan ee melihat hubungan, relasi regresi. Lalu kalau kita menggunakan sistem thinking, sistem dinamik, kita memasukkan semua masalah berikut faktor-faktor yang berpengaruh ke dalam pensing, ya, aplikasi untuk mendukung sistem thinking dan sistem dinamik sehingga kita bisa menemukan permasalahan yang sebenarnya yang memiliki le rate tertinggi dan akan kita jadikan sebagai muatan dalam kebijakan kita. Dengan demikian Bapak, Ibu sekalian, apabila kita melakukan langkahnya secara benar, kita akan menghasilkan dampak. Akan ada ee dampak positif yang lebih besar dan negatif yang lebih kecil. ini akan menjadi bagian yang kita pertimbangkan dalam pemilihan alternatif kebijakan procons yang mana ee negatif yang masih kita bisa tolerir di mana para pihak yang mungkin saja ee dirugikan dengan adanya kebijakan ini masih kita bisa tangani dengan baik, diberikan cara lain ya untuk bisa ee apa ee menyelesaikan permasalahan yang timbul. Contoh yang tadi bagaimana ee masyarakat itu bisa memulai usaha dengan akomodasi, penyediaan akomodasi yang representatif mungkin. Nah, di sini dipilih dilakukan ee pemilihan ee proons yang lebih banyak proya dan lebih sedikit kontranya. Kalau semua pengusaha dias diundang lalu akan mematikan usaha di tingkat lokal, ya tentu kita akan berhadapan dengan masyarakat kita sendiri yang menerima ee efek negatif dari kebijakan yang kita ee keluarkan. dampaknya ya. Kalau salah ya mau tidak mau kita harus mengulangi Bapak ya. Ee kita memperbaiki proses ya mungkin saja dalam agenda setting-nya yang kita ee salah masih ada faktor yang lain yang Bapak tidak masukkan sebagai penentu ya. Nah, di sini saya melihat ee apa bagusnya atau komprehensifnya pensim atau system thinking system dinamik dalam membantu kita dalam merumuskan kebijakan. Tinggal kejelian kita, Bapak ya, memasukkan semua faktor. Jangan ini sudah banyak sekali, jangan dibatasi. Begitu juga dengan ee para stakeholder yang akan ee menjadikan kita ee memahami data yang akan ee kita ee hasilkan. Salah satu contoh yang menarik, Kementerian Dalam Negeri diminta oleh pemerintah Presiden pada saat itu Pak Jokowi untuk melakukan ee perumusan kebijakan yang berkaitan dengan strategi yang tepat dalam menangani ee virus Covid ya. Ya. Baik, Bapak. Ee itu Iya. Mohon izin. Ini barangkali jawaban saya ya. Terima kasih. Terima kasih. Baik, untuk Bapak Sihin kira-kira dari seluruh pertanyaan tadi apakah sudah terjawab dengan baik? Sudah. Keren. Untuk Bapak Solohin kami mohon izin untuk bisa mencantumkan di kolom komentar nanti nama, asal instansi dan nomor telepon atau nomor WhatsApp. Jadi nanti akan dihubungi oleh panitia dari BPSDM ya, Pak untuk souvenirnya. He. Oke, selamat untuk Pak Solihin. Terima kasih sekali lagi Bapak Shihin. Bapak Yus terima kasih banyak untuk waktunya pada pagi hari ini. Sudah berkenan untuk memberikan materi ya, memaparkan materi-materi yang memang sesuai dengan tema ee webinar ASN pada seri kali ini. Kami doakan kita bisa ketemu lagi ya, Pak ya. Semoga ya di webinar Amin. ASN belajar seri selanjutnya. Baik, Bapak. sehat selalu. Salam untuk keluarga. Bapak silakan melanjutkan kegiatan atau aktivitas pada pagi hari ini. Terima kasih. Baik, itu tadi ee narasumber pertama kita ya dari Bapak Yus. Mohon maaf saya agak sedikit lupa nama beliau karena namanya sungguh unik ya kan. Bapak Yusharto Huntoyungo. Nah, Dr. Yusharto Huntoyungo selaku Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri BSKDN Kementerian Dalam Negeri. Sekali lagi terima kasih. Untuk selanjutnya mungkin kita akan bisa langsung ke narasumber kedua yang siang hari ini pagi menjelang siang hari ini sudah siap untuk memberikan juga pemaparan materi sesuai dengan tema webinar ASN belajar seri 2 2026 yaitu From Smart Thinking to Smart Policy. Berpikir bijak untuk keputusan berdampak. Sekali lagi saya ingatkan untuk seluruh sobat ASN jangan lupa mengisi absensi di semestabank.id ya dan nantinya juga kami masih tetap akan membagikan souvenir untuk penanya aktif lewat kolom komentar ataupun yang bertanya langsung. Baik, untuk narasumber kedua sepertinya sudah siap. Selamat pagi Bapak Deni Junanto, S. MP, PhD. Selamat pagi. Selamat pagi. Sehat, Pak? Alhamdulillah. Sehat-sehat ya. Alhamdulillah. Jadi, Sobat ASN untuk pemateri kedua kali ini yaitu Bapak Deni Junanto, S. MP, PhD. Beliau ini selaku Direktur Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial di Lembaga Administrasi Administrasi Negara Republik Indonesia. Sudah siap untuk membagikan materi pada pagi hari ini, Pak? Insyaallah. Insyaallah siap. Insyaallah. Bismillah. Baik, Bapak, langsung saja kami silakan. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang ya. Tentu semangatnya semangat pagi semua. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Ya. Yang saya hormati Pak Ramlianto, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ee Pak Yuris ya sebagai moderator ee Bapak Ibu ee narasumber yang lain ya, ada Pak Yusarto, ada Bu Gresi Septarini dan teman-teman di BPSDM Jawa Timur. Dan tidak lupa ee izinkan saya menyapa para peserta webinar seri 2 ya di yang diselenggarakan oleh BPSTM Provinsi Jawa Timur ini. Luar biasa sekali. Ee saya kira ee sebuah kebanggaan ya ee bagi kami ya bisa hadir dalam ee sharing ya yang diselenggarakan oleh BPS Prosi Jawa Timur. ini sebuah budaya yang kira saya kira harus di ee kembangkan terus dijaga ya komitmennya, konsistensinya ya Pak Ramli. Baik ee terkait dengan topik kita pagi hari ini ya. Ya, ini adalah topik yang menarik. saya kira ee pilihan topiknya ini tepat sekalah saya kira bahwa di tengah-te
Resume
Categories