Transcript
dtvNrxepYm8 • ASN Belajar Seri 3 | 2026 - From Digital Skill To Digital Impact
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0292_dtvNrxepYm8.txt
Kind: captions Language: id [musik] Zaman yang terus [musik] bergerak, sambut dengan penuh. Semangat. Saatnya [musik] kita melangkah. Hadapi segala [musik] tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak. Bersama [musik] ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu [musik] inisiatif dan kolaboratif. untuk inovasi yang berkelanjutan [musik] menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia [musik] emas ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi [musik] ASN cetar berkualitas Kita belajar wujudkan pemerintahan [musik] berkelas dunia tukang tekad pantang jadi ASN cepat berkualitas [musik] sama [musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. [musik] Barlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman [musik] serta kekuatan. hadir di sini untuk [musik] mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentas [musik] melayani bangsa dengan akuntabilitas [musik] tinggi. Ho. Kami dari sini sukses dengan [musik] hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani [musik] bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng [musik] tangan satu tujuan untuk menjadikan [musik] ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami [musik] melayani bangsa [musik] Kami dari sini tegas dengan hati [musik] tunjukkan kompetensi dalam harmoni. [musik] loyal tanpa batasnya [musik] dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih [musik] beragam mengerjas sepenuh hati tulus membantu sesama dengan mengang [musik] kami melayani dengan bangan kami melayani [musik] dengan mengang Kami melayani bangsa [musik] H [musik] satu orang telah yaitu 30 orang. Kemudian untuk enggak butuh pelatihan itu dan mungkin [musik] setelah lulus dari situ dia enggak nyambut gawe perkara pelatihan itu. Pokoke sing nganggur sopo sing rosok bener ning kantore sopo supaya lumayan dia enggak di kantor selama seminggu. Nah itu dikirim. Maka waktu itu kalian semuanya kalau ini [musik] termasuk makan [musik] Terus selama setahun tuh aku wis ngerti ilmune terus aku produknya opo? Nah, saya itu sambil nyari-nyari ada karena saya cerita saya cerita ngobrol enggak apaapa ini ya kadangnya dibeling gitu untung ada lese jadinya enggak [musik] itu hari ini kita berada di salah satu PNI Rp di Kota Yogyakarta. Kebetulan ee [musik] nama tempatnya adalah tahu memproduksi keripik rumput laut yang [musik] ee unik sama kemudian [musik] ee tempatnya juga benar-benar dipering di rumah ya, Mas. Iya. Kemudian ini juga banyak variannya, olahannya kita di sini juga ee mendapatkan banyak informasi dari mulai ee pengadaan bahan, produksinya juga seperti apa, terus ketika ada keluhan dari pelanggan juga cara penanganannya seperti apa sudah dijelaskan semuanya lengkapnya produknya juga bersih, kemudian bahannya juga berkualitas ya, Mas. Rasanya juga enak. Rasanya juga enak. [musik] Saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di Yogyakarta. ee untuk peninjauan proses produksinya sedang berlangsung dengan teman-teman dan ee tadi sempat melihat bahwa proses produksinya juga sangat rapi, sangat bersih sesuai prosedur keamanan pangan kita. Kemudian juga bahan-bahannya juga ternyata sangat berkualitas makanya ee produk yang dihasilkan juga sangat berkualitas gitu. Ali [musik] nanti ada yang moderator sekaligus kalau nanti sudah ada yang melampi langsung pulang komposisi bahan yang digunakan pada usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini Bapak kami datang [musik] ke servis pengembangan kompetensi Kabupaten [musik] kemarin ada legendaran Bapak Ibu sekalian ya. Terima kasih panitia ke depan. [musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita [musik] melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap [musik] kompetensi untuk pelayanan berdampak. [musik] Bersama ASN belajar. Ciptakan [musik] SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [musik] menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar [musik] wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan [musik] tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas. [musik] Belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad [musik] pancang jadi ASN cepat berkualitas [musik] sama [musik] Perbedaan Bapak namanya mulai 2015 persisnya Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang ya ee banyak pernak-perniknya terutama di perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu. Oke. Karena dia berpikir ya ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana gitu kan. fungsional ya seperti yang Anda lihat selama ini kan guru atau di bidang kesehatan atau ya selesai [musik] dan ee apa luxurious ee kemewahan wibawa yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu sudah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari Bapeda Kabupaten Bojonegoro. Kami adalah salah satu perwakilan dari peserta diklat perencanaan dan penganggaran angkatan pertama tahun 2024 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. E kesan kami selama mengikuti ee pelatihan ini yang pertama bahwa diklat perencanaan penganggaran ini sangat berarti bagi kami para perencana utamanya yang berangkat bukan dari perencana murni namun dari hasil penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang perencanaan dan penganggaran dalam arti praktis sangat terbatas. Melalui diklat yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur ini, kami merasa terbantu dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang memang dibutuhkan dalam kompetensi [musik] sebagai perencanaan. dalam hal penyelenggaraan diklat. Kami memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPSDM yang telah melayani kami dengan sangat baik, sangat profesional, [musik] dan tentunya ke depan kami berharap perbaikan-perbaikan ini akan terus dilakukan sehingga membawa manfaat bagi seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti, peserta Diklat Perencana dan Penganggaran Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan BAPENAS dalam meningkatkan kompetensi kami dalam sebagai perencana untuk mendukung pembangunan kabupaten kota dengan fasilitas dan narasumber yang berkualitas menjadikan kami ASN yang berkompeten dan profesional. Semoga ke depan [musik] segala yang kita terima dalam pelatihan ini menjadikan kami ASN yang meningkatkan pembangunan daerah menjadi pembangunan yang maju dan menjadikan Indonesia emas. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. BPSDM luar biasa. Latang perencanaan dan penganggaran angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa Timur tahun 2024. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Kepala ee BK BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu seluruh panitia dan teman-teman peserta pelatihan bencanaan dan penganggaran. pertama dan ketiga [musik] indikator kinerja itu kan aneh banget indikator kinerja itu secara resmi saya nyatakan diakhiri terima kasih [tepuk tangan] berencana terus bermti maju BPSD juara. Terima kasih. [musik] ke dalam satu SKBT saja. misalkan ee tempat itu sendiri pun sebenarnya sudah kitaasi e setelah kita masuk seperti ini walaupun kita ya rasnya [musik] ya yang lain itu tata kelola pemerintah yang adui di mana di sini sasaran kita pemerintahan yang berbasis elektronik iya ee permisi Pak lompat ee yang berdiri dari Buwi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan saya Ahmad Nur, [musik] peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 [musik] tahun 2024 BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenap. Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan perencanaan ini banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat terutama dari pegawai yang memang bukan kompetensi sebagai perencana tapi ditugaskan untuk melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal yang luar [musik] biasa. kami mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat. Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan maju. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Vina Nurilihi, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan [musik] 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda, Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani pelatihan ini, [musik] saya merasa mendapat banyak sekali ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang dapat saya gunakan untuk menyusun [musik] dokumen perencanaan yang ada di kabupaten agar dapat mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan Bapak Ibu Widya Iswara yang telah men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami perencana. Semoga pendidikan dan pelatihan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara, BPSDM [musik] maju, BPSDM keren. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat ee [musik] Ibu kelas, yang terhormat juga pendamping kelas Bapak Udin. Yang terhormat ee [musik] Ibu dari perwakilan bidang pembahan di sini. Maaf mohon maaf. Yang terhormat ee rekan-rekan semuanya [musik] dari kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan [musik] ee perangkat daerah di Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita semua shalom. [musik] Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati setia saya juga lupa padahal dulu beliau juga ee staf [musik] di waktu saya menas kepala bidang. Ee yang saya hormati para ee teman-teman penyelenggara, panitia dan wabil khusus para peserta tingkat perencanaan dan penganggaran pola divisi antara dewan pemerintah provinsi [musik] Jawa Timur. pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan du ye ye. [musik] [musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut [musik] dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. [musik] Hadapi segala tantangan. Tingkatkan [musik] setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [musik] Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong [musik] Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan [musik] berkelas dunia satukan tekad pantang [musik] menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas [musik] dunia tunjukkan tekad pancang jadi ASN [musik] cepat berkualitas sama [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, selamat pagi sobat ASN di seluruh penjuru Nusantara yang pada pagi hari ini sudah bergabung dalam Zoom meeting maupun live YouTube di BPSDM Jatim TV. Senang sekali kembali saya Fan Patriia yang akan memandu acara ASN webinar seri ketiga pada hari ini. Dan tentu saja ingin menyapa kepada seluruh ASN yang baru saja bergabung tentu saja di ASN belajar seri 3 tahun 2026 persembahan Corpu SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Aparatur Sipil Negara ASN dituntut tidak hanya memiliki digital skill, tetapi juga mampu mentransformasikan kemampuan tersebut menjadi digital impact yang nyata bagi masyarakat dan organisasi. Penguasaan teknologi digital oleh ASN menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efektivitas kerja, kualitas layanan publik, serta daya saing bangsa di tingkat global. Oleh karena itu, pengembangan talenta ASN digital yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil tentunya ini menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung visi Indonesia berdaya saing global. Sebagai upaya peningkatan kapasitas dan wawasan ASN di bidang digital, BPSDM Provinsi Jawa Timur mempersembahkan webinar ASN Belajar seri 3 dengan tema From Digital Skill to digital impact, talenta ASN Digital untuk Indonesia, berdaya saing global. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 3 tahun 2026 hari ini, marilah kita dengarkan bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam ruang belajar bersama webinar series ASN belajar [musik] persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi [musik] Jawa Timur. Forum pengembangan kompetensi ASN ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar tetap menyala dan berkelanjutan di tengah arus tugas pengabdian yang [musik] semakin kompleks. Sahabat HN, tema yang kita angkat pada seri ketiga tahun 2026 ini adalah From Digital Skill to [musik] digital impact, talenta SN digital untuk Indonesia berdaya saing global. [musik] Tema ini adalah sebuah penegasan bahwa transformasi digital yang kita lakukan tidak cukup berhenti pada penguasaan teknologi. Digitalisasi baru akan [musik] bermakna ketika keterampilan digital bertransformasi menjadi dampak nyata bagi kinerja [musik] organisasi, kualitas pelayanan publik, dan daya saing bangsa di tingkat global. Dalam konteks inilah [musik] ASN dituntut tidak hanya melek digital, tetapi cakep digital, mampu [musik] memanfaatkan teknologi secara strategis, etis, dan berdampak. Sobat [musik] ASN di seluruh tanah air, saat ini kita hidup di sebuah era di mana dunia bergerak dengan kecepatan digital. Data mengalir tanpa henti, teknologi berkembang melampaui batas ruang dan waktu. Dan kecerdasan buatan mulai mempengaruhi cara kita belajar, cara kita bekerja, dan cara kita mengambil keputusan. Di era ini, daya saing bangsa tidak lagi ditentukan semata [musik] oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh kualitas talenta digital manusianya. Indonesia tentu membutuhkan kesiapan talenta digital yang dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Dimulai sejak bangku sekolah. diperkuat [musik] di perguruan tinggi dan dimatangkan dalam dunia kerja termasuk di dalam birokrasi pemerintahan. Karena masa depan bangsa ditentukan oleh sejauh mana kita mampu menyiapkan generasi yang [musik] tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tapi juga memahami, mengelola, [musik] dan memanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab disertai oleh komitmen yang tinggi untuk [musik] makin memberikan kemaslahatan kepada masyarakat. Sobat ASN, dalam posisi inilah aparatur Sipil Negara memegang peran strategis. ASN bukan hanya pengguna sistem digital, tapi penggerak ekosistem transformasi digital. [musik] ASN adalah jembatan antara teknologi dan kebijakan, antara sistem dan pelayanan publik, antara inovasi dan kepentingan masyarakat. Talenta digital ASN bukan sekedar mampu mengoperasikan aplikasi atau memahami perangkat teknologi. [musik] Ia harus memiliki kapasitas berpikir digital, mampu membaca data, memahami pola, memanfaatkan [musik] teknologi untuk memecahkan persoalan publik, serta mengintegrasikan inovasi digital ke dalam proses [musik] pemerintahan secara etis dan strategis. Namun tentu saja harus menjadi kesadaran kita bersama bahwa digital skill tanpa arah yang jelas [musik] hanya akan melahirkan rutinitas baru. Karena itu [musik] yang kita dorong hari ini adalah digital impact. Bagaimana teknologi benar-benar menghadirkan perubahan, pelayanan publik yang lebih cepat dan inklusif, kebijakan yang lebih presisi, serta birokrasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya. Shabat ASN di seluruh tanah air melalui ASN belajar seri ketiga tahun 2026 ini, kita ingin menegaskan bahwa [musik] ASN adalah talenta bukan sekedar operator sistem. ASN adalah aktor perubahan digital yang dituntut terus belajar, beradaptasi, [musik] dan bertumbuh. Ketika talenta digital ASN tumbuh kuat, [musik] maka transformasi digital tidak berhenti sampai agenda, tapi menjelma menjadi budaya kerja birokrasi. Pada akhirnya, daya saing global Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas talenta digitalnya, termasuk [musik] talenta digital ASN. Dari ASN yang cakap digital akan lahir kebijakan yang cerdas. Dari kebijakan yang [musik] cerdas akan tumbuh pelayanan publik yang berdampak dan dari pelayanan publik yang berdampak akan [musik] menguat kepercayaan serta posisi Indonesia di panggung global. Sobat ASN di seluruh tanah air, kehadiran para narasumber hebat kali ini akan semakin [musik] memberikan wawasan yang luas dan makin memantapkan langkah pengabdian kita sebagai ASN [musik] Indonesia. Atas nama BPSDM Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi [musik] setinggi-tingginya kepada pertama Bapak Dr. Aris Agung [musik] Paiwai, SSTP, M.M. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang beberapa hari lalu [musik] telah sukses meluncurkan program pengembangan talenta digital di lingkungan pendidikan di Jawa Timur bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik [musik] Indonesia. Kedua, terima kasih dan apresiasi kami kepada Ibu Dr. Meitiana Indrasari, ST, SM., M.M. dari Balai Pengembangan Sumber Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Kementerian Komidi Surabaya. Dan ketiga, apresiasi dan terima kasih kami kepada Bapak [musik] Sabriansyah Diska Akbar, ST, Master Engineering, PhD. [musik] Beliau adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Surawijaya yang beberapa waktu yang lalu [musik] telah sukses meluncurkan Artificial Intelligence Talent Factory atau AITF [musik] bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Kehadiran para narasumber hari ini menegaskan bahwa ASN belajar bukan sekedar [musik] forum diskusi, tapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memastikan bahwa pembelajaran benar-benar bertransformasi menjadi kinerja dan dampak nyata. [musik] Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ketiga tahun 2026. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Dan sebelum kita lanjut ke sesi berikutnya, kami informasikan terlebih dahulu bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangkom. Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada running teks yang ada di bawah, kolom chat Zoom dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Tibalah saatnya kita menyapa narasumber kita yang pertama yang luar biasa sekali di tengah-tengah kesibukannya pada hari ini. Beliau dapat menyapa kita secara online kepada seluruh sobat ASN di seluruh penjuru daerah yang ada di Nusantara, yaitu Bapak Aris Agung Paaiwa selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Berikut saya akan informasikan profil singkat beliau dengan bangga. Di mana beliau ini lahir di Makassar pada 17 April 1976 meraih pendidikan terakhir S3 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia jurusan Ilmu Manajemen tahun 2023. di mana saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mulai tahun 2023 hingga sekarang dan juga pernah menjabat sebagai PJ Walikota Batu periode 2023 hingga 2025. Tentunya sebagai salah satu warga Jawa Timur, kami bangga sekali memiliki beliau begitu menjadi satu bagian dari Provinsi Jawa Timur dengan prestasi yang sangat banyak sekali. Beliau pernah mendapatkan prestasi tokoh inspiratif provinsi peraih prestasi terbaik aksi 2024. Kemudian Kepala Daerah Pendukung Pariwisata terbaik Gubernur Jawa Timur tahun 2024. Wisudawan terbaik program studi strata 3 ilmu manajemen indeks prestasi kumulatif IPK tertinggi dan masa studi tercepat tahun 2023. Juga pernah meraih kategori nasional tokoh pengembangan SDM ASN Jatim di tahun 2023. meraih peringkat satu terbaik pada pelatihan kepemimpinan administrator PKA di Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan serta meraih peringkat dua terbaik pada pelatihan kepemimpinan nasional tingkat satu di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia di Jakarta dengan penugasan luar negeri yang telah beliau pernah lakukan yaitu di Singapura, Malaysia, Austral, Inggris, Skotlandia, Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Korea Selatan hingga ke Afrika Selatan. Dengan pengalaman yang mumpuni ini, tentu saja tidak sabar kita langsung menyapa narasumber kita yang pertama Bapak Dr. Aris Agung Paiwai, SSTP, M.M. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Pak Aris. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni. Baik, lama tidak berjumpa. Sehat, Bapak hari ini? Sehat, Mbak. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Bapak di waktu yang cukup padat pada hari ini menyempatkan untuk dapat berbagi ilmu kepada semua sobat ASN di webinar seri ketiga. Untuk waktu kami silakan Bapak, ya. Terima kasih Mbak Fani. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Bapak, Ibu ASN yang saya hormati dan saya banggakan. Yang saya kalau menyebutnya kalau di webinar ASN belajar itu sobat ASN. Tentu saya berterima kasih pada momentum yang luar biasa ini ee diundang untuk hadir bersama-sama kita semua di webinar ASN belajar seri ketiga yang dilaksanakan oleh Corporate University BPSDM Provinsi Jawa Timur. Tentu juga saya ingin menyapa ee para narasumber pada kesempatan yang berbahagia ini. Ada Ibu Dr. Meteana Indrasari, ada Bapak Sabriansyah Rizki K. Akbar yang dari Universitas Brawijaya Malang. Dan tentu Bapak, Ibu sekalian yang saya banggakan. Hari ini tentu kita tidak sekedar mengikuti webinar ASN belajar seri ketiga. Tentu dengan hal yang lain, dengan hati yang senang dan bahagia, pikiran yang terbuka, lebih fresh karena masih pagi, tidak perlu harus langsung kita merasakan bahwa ada yang kurang dari kita tentang teknologi. Ada yang mengatakan bahwa saya belum menguasai teknologi, saya belum mahir teknologi. Tidak perlu kita merasa seperti itu karena memang teknologi adalah bagian dari membantu proses kita untuk membantu pelayanan pelayanan yang kita lakukan di mana pun kita berada. Yang penting sebenarnya Bapak Ibu sekalian ee kita hadir sebagai pembelajar artinya ada keinginan yang kuat, ada keinginan yang tinggi dari kita ingin belajar, ingin mengembangkan potensi yang kita miliki terutama untuk mendukung di dalam proses pelayanan di mana kita bertugas. Apakah kita sebagai guru ASN di bidang pendidikan yang lainnya atau kita ASN di pemerintahan secara langsung. Karena itu ASN yang terus belajar adalah ASN yang tentu akan jadi bagian relevan dari kehidupan sekarang ini. Di mana kita tahu bahwa perubahan dunia begitu cepat luar biasa. Hari ini kita menggunakan handphone atau gadget yang kita pegang. Bisa saja 1 minggu ke depan, 1 bulan ke depan akan ada berubah yang sangat luar biasa. Begitu juga teknologi yang tidak bisa kita hindari. Tema kita hari ini bukan sekedar bagaimana digital skill, tapi digital impact. Sesuai dengan tema yang diangkat oleh hari ini ya oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bagaimana kita mengetahui bahwa siapa yang paling pintar atau menguasai IT, tetapi siapa juga yang menggunakan teknologi itu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi bukan siapa yang pintar secara ee komprehensif saja, tapi bagaimana kita bisa melihat bahwa teknologi itu bisa berdampak bagi lingkungannya atau bagi masyarakat atau bagi ASN yang memberikan pelayanan. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan. Eh, saya mengawali from digital skill to digital impact di mana di slide saya pertama ini menegaskan satu pesan penting bagi kita semua. Di slide pertama adalah penguasaan teknologi saja yang kita lakukan saat ini tentu tidak cukup Bapak Ibu sekalian. Jadi kita menguasai gadget yang kita pegang, laptop yang kita pegang, komputer yang kita gunakan, atau mungkin media-media lain yang memang menggunakan teknologi. Tapi bukan itu yang menjadi bagian dari ikhtiar kita, keinginan kuat kita. Tapi masih banyak dari hal itu yang bisa kita lakukan. bagaimana mengisi aplikasi, mengolah data menggunakan berbagai platform digital itu bukan hanya bagian dari proses yang tentu yang akan kita lakukan di kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang ASN. Tadi Pak Kepala BPSD menyampaikan kalau kita tahu melagi, tapi kalau kita tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal akan menjadi bagian dari rutinitas itu sendiri. Nah, tentu ada pertanyaan yang sangat luar biasa ya bagi kita semua. Apakah semua ini bisa berdampak? Digital impact itu berarti harusnya teknologi membantu apakah guru mengajar lebih tepat, membantu kepala sekolah bisa mengambil keputusan lebih cepat atau membantu ASN bisa melayani publik dengan transparansi. Nah, itu yang dimaksud digital impact yang kita harapkan bahwa apa yang kita kuasai, apa yang kita miliki, ilmu kita yang kita pelajari tentu bisa berikan berdampak bagi lingkungan kita atau orang-orang yang kita layani. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan di slide berikutnya di slide kedua Bapak Ibu sekalian bahwa dari bisa digital atau berdampak terhadap digital itu sendiri tentu di sini kita bisa bedakan dua hal yang penting. Yang pertama adalah digital skill. Artinya kita bisa menggunakan teknologi itu. Terus yang kedua adalah digital impact. teknologi yang menyelesaikan masalah publik. Nah, tentu ini akan menjadi bagian dari bagaimana kita bisa melihat menghadapi berbagai ee pekerjaan yang tentu lebih bermakna. Nah, Bapak Ibu sekalian tentu saya akan menyampaikan bagaimana kita bisa melihat arah kebijakan pendidikan Jawa Timur menuju pendidikan yang berdampak. Ini sudah dikomitmenkan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur. Setiap beliau melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan, beliau selalu menyampaikan bahwa program Jatim Cerdas intinya adalah pendidikan yang berdampak. Di mana pendidikan berdampak itu artinya secara besar garis besarnya adalah mewujudkan SDM yang unggul dan berdaya saing. Di sini kita bisa melihat fokus utamanya adalah penguatan STEM, vokasi, link and match dengan dunia industri, bagaimana nilai-nilai karakter dan kebangsaan dikuatkan bagi para murid-murid kita. Dan tentu tidak kalah penting adalah bagaimana bisa berdampak nyata terhadap apa yang kita lakukan, apa yang kita berikan terhadap ilmu yang kita miliki saat ini dengan teknologi yang ada. Nah, tentu semua itu Bapak, Ibu sekalian berbasis kepada kompetensi karakter yang dimiliki. Di mana, Bapak, Ibu sekalian karakter yang dimiliki itu tentu yang kita pelajari, yang kita dapatkan di lingkungan pendidikan termasuk bagaimana hasil dari pembelajaran itu bisa terhubung dengan dunia nyata yang akan kita ee hadapi dan tentu menjadi tantangan kita sendiri. Nah, Bapak, Ibu sekalian di prinsip pendidikan ini tentu kita berharap bahwa apa yang menjadi pendidikan yang kita pelajari, yang kita dapatkan ilmu di dalam proses pendidikan di ruang-ruang pendidikan, apakah itu di sekolah, di perguruan tinggi ataupun di dunia kerja itu sendiri, tentu kita berharap bahwa ini ada keberlanjutan. Apakah keberlanjutan di bagian dari pelayanan publik kita sendiri atau memang keberlanjutan terhadap tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang ASN. Nah, kembali lagi saya menyampaikan bahwa di sini kita membedakan dua hal penting yang perlu kita bicarakan yaitu digital skill bagaimana kita bisa menguasai teknologi. Yang kedua adalah digital impact. Teknologi menyelesaikan masalah publik. Artinya setiap permasalahan yang kita hadapi yang diinginkan oleh masyarakat untuk bisa terpecahkan, maka itulah solusi yang bisa kita gunakan. Maka teknologi menjadi wadah sarana yang bisa mempercepat proses itu. Nah, kita harapkan tantangan ini bukan lagi bisa atau tidak bisa tentang IT ya, Bapak, Ibu sekalian. Tetapi apakah teknologi itu ini bisa membuat pekerjaan kita lebih bermakna? Bisa menjadi contoh Bapak Ibu sekalian. Nah, contohnya ASN sudah bisa menginput data, tapi data itu belum bisa dipakai sebagai bagian dari kebijakan. Kenapa? Karena kita tidak bisa mengimplementasikan. Contoh lagi yang lain, guru pakai plafon digital tapi belum bisa mengerubah cara mereka mengajar tapi tetap masih mengajar secara konvensional. Padahal sudah ada plafon digital yang bisa digunakan, dimanfaatkan sehingga media-media ini bisa membantu para guru-guru kita untuk berproses belajar mengajar dengan para murid kita sehingga lebih paham, lebih mengerti, lebih cepat untuk bisa terserap ilmunya. Nah, ini kan juga menjadi tantangan tersendiri. Nah, ada lagi tugas kita adalah bagaimana kita mengubah kebiasaan-kebiasaan lama menjadi praktik-praktik baru yang berdampak bagi masyarakat dan juga tentu kalau dunia pendidikan berdampak terhadap proses pendidikan itu sendiri. Nah, Bapak Ibu sekalian di slide berikutnya talenta digital dalam konteks ASN dan pendidikan. Saya berbicara tentang konteks bagaimana ASN pendidikan dan pendidikan itu sendiri karena kebetulan saya kepala dinas pendidikan. Bapak, Ibu sekalian yang lain mohon maaf ee saya bagian dari apa yang saya tahu, saya pahami di dalam proses ini di mana talenta digital bukan saja sebagai bagian dari profesi, tapi cara berpikir kita, Bapak, Ibu sekalian, dan cara bekerja kita. Kita ingin talenta digital ini adalah mereka yang mampu menguasai penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi. Artinya apa yang mereka dapatkan, apa yang mereka alami, dan apa yang mereka menjadi bagian dari tugas dan itu menjadi permasalahan yang harus dipecahkan. maka tentu teknologi bisa menjadi bagian dari percepatan penyelesaian masalah itu dengan tergantung dengan ASN itu sendiri apakah dia mampu menggunakan atau memanfaatkan teknologi yang sekarang ini ada di hadapan mereka. Yang kedua, tentu mengambil keputusan yang berbasis data. Ini sangat penting Bapak, Ibu sekalian. Tidak ada keputusan yang benar tanpa berbasis data yang tepat. Apabila kita ingin mengambil keputusan yang tentu bisa bermanfaat, tidak merugikan orang lain, maka tentu kita berharap keputusan itu berbasis data yang valid. Bapak, Ibu sekalian, bagaimana menemukan data yang valid? Sekarang ini teknologi sangat luar biasa. Semua data bisa tersimpan dengan rapi. Semua data bisa tersusun, tersistematis dengan baik. Nah, maka itu yang bisa kita gunakan sebagai bagian dari media Bapak, Ibu sekalian untuk berproses di dalam penerapan talenta digital yang berdampak bagi tugas dan tanggung jawab kita. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, begitu juga bagaimana meningkatkan mutu pelayanan. Dulu kita kesulitan, Bapak, Ibu sekalian, bagaimana kita mempercepat tugas dan tanggung jawab kita di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau terutama pelayanan terhadap bidang pendidikan. Tapi dengan adanya teknologi, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin yang bisa kita selesaikan dengan tepat, cepat, dan efisien. Karena teknologi memudahkan kita. Apalagi hal-hal yang mungkin Bapak, Ibu sekalian sulit untuk menelaasah secara ee nalar Bapak, Ibu sekalian, maka tentu Bapak, Ibu sekalian bisa memanfaatkan teknologi ini untuk lebih meningkatkan mutu dari pelayanan Bapak, Ibu sekalian. Apakah sebagai guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan di dalam proses di satuan pendidikan Bapak, Ibu sekalian mau mungkin juga pelayanan-pelayanan publik lainnya. Nah, tentu teknologi ini juga sebagai talenta digital menciptakan nilai tambah. Jadi, Bapak Ibu sekalian, dulu kita sulit sekali untuk mempercepat apa yang menjadi proses tanggung jawab kita. Apakah ee tugas tanggung jawab yang dibebankan dari pimpinan kepada kita atau memang tugas kita sebagai bagian dari ee tanggung jawab yang kita laksanakan sangat sulit untuk bisa kita mengimprovisasi karena dulu kita melakukan secara konvensional. Tapi dengan adanya teknologi ini menambahkan nilai apa yang sudah kita kerjakan, apa yang akan kita kerjakan bisa tersusun dengan sistematis, lebih form ya, dan tentu lebih settle dengan apa yang kita kerjakan. Nah, implementasi nyatanya Bapak, Ibu sekalian, saya bisa menggambarkan kepada Bapak Ibu sekalian. Contoh kepala sekolah sekarang ini kan tidak sulit lagi untuk membaca dashboard kehadiran hasil dari proses pembelajaran langsung bisa intervensi kepala sekolah. Ini sangat nyata sekali dari implementasi yang bisa kita wujudkan di lingkungan satuan pendidikan. Jadi kalau kepala sekolah dulu sulit sekali bagaimana mengetahui proses pembelajaran yang ada di kelas-kelas. Guru harus melaporkan secara konvensional atau mendapatkan laporan atau review yang dilakukan mungkin setiap bulannya. Tapi dengan adanya dashboard membaca kehadiran hasil proses pembelajaran yang terupdate ya di dunia teknologi dengan menggunakan digital ya ini bisa berproses dengan luar biasa Bapak Ibu sekalian. Artinya setiap waktu kepala sekolah bisa memberikan penilaian, bisa memberikan evaluasi kapan saja. Nah, tergantung sekarang ini Bapak, Ibu sekalian sekali lagi apakah kita mampu menggunakan digitalisasi ini sebagai proses pembelajaran yang berdampak di dalam lingkungan tugas tanggung tanggung jawab Bapak Ibu sekalian terutama tadi yang saya berikan implementasi adalah salah satunya kepala sekolah. Begitu juga ASN pendidikan yang melihat data APK. Jadi mereka menyusun program afirmasi wilayah ya. Nah, kalau ini mereka menggunakan berbasis teknologi, berbasis digital, tentu sangat memudahkan di dalam prosesnya. Tidak sulit lagi untuk menunggu laporan, tidak sulit lagi untuk meminta mendapatkan laporan dengan tenggang waktu yang begitu lama gitu. Sekarang semua terupdate dengan otomatis ya, sehingga memudahkan kita untuk bisa melihat apa saja yang menjadi tugas tanggung jawab kita yang sudah kita update secepat mungkin. sehingga tidak ada lagi yang tertunda, tidak ada lagi yang mengatakan bahwa tugas ini agak sulit ya. Nah, tergantung dengan kita, Bapak, Ibu sekalian. Nah, bagaimana dengan contoh real talenta digital? Mari kita bisa buat di dalam ee narasi ini bagian dari lebih membumi terhadap tugas dan tanggung jawab kita terutama di lingkungan pendidikan. Bapak, Ibu sekalian, saya memberikan contoh guru ya. ini bisa menggunakan data asesmen untuk menetapkan ee memetakan capaian dari murid. Jadi bukan menebak lagi. Bapak, Ibu sekalian dulu kalau kita melakukan ya mungkin saja bisa saja kalau kita merasa ya kasihan ibah mungkin dengan adanya sentuhan hati tersendiri sehingga merasa bahwa kita memberikan nilai ya mungkin berdasarkan hati kita. Tapi menggunakan data asesmen untuk memetahkan capaian murid ini bukan lagi bagian dari menebak-mendebak saja, tapi memang kita sudah bisa melihat progresnya yang di mana kita bisa melihat dari waktu ke waktu, bulan per bulan, bagaimana progres asmen yang diapatkan oleh murid kita dalam proses yang sudah kita berikan sebagai seorang guru kepada muridnya. Begitu juga kepala sekolah bisa menggunakan dashboard yang tadi saya sampaikan, dashboard digital untuk menentukan prioritas anggaran sehingga Bapak, Ibu sekalian terupdate betul dan juga tentu angkutabilitasnya lebih terjamin. Terutama Bapak Ibu sekalian tidak perlu khawatir semua terupdate dengan baik di dunia digital. Kebutuhan-kebutuhan prioritas dan juga apa saja yang sudah dicapai, apa saja yang belum dicapai dan apa yang menjadi target Bapak Ibu sekalian di lingkungan sekolah terutama sebagai kepala sekolah. leader kepala sekolah tidak semata-mata mengambil keputusan tanpa menggunakan data yang valid. Nah, oleh sebab itu dengan dashboard digital ini Bapak Ibu sekalian bisa mudah mengambil kebijakan, mengambil langkah keputusan sehingga Bapak Ibu sekalian tergunakan ini dengan tervalidasi dengan baik. Nah, ini menjadi bagian dari tugas kita Bapak, Ibu sekalian. Begitu juga ASN pendidikan atau tentu teman-teman kita yang berada di lingkungan pendidikan, apakah di dinas, apakah sebagai bagian dari tenaga kependidikan. Menyederhanakan layanan melalui sistem digital tentu bukan bagian dari menambah birokrasi, Bapak, Ibu sekalian. Kadang-kadang kita mengatakan, "Wah, ah ini digital menyulitkan kita sehingga lebih berat dari lebih berat dengan tugas kita sebagai bagian dari birokrasi itu sendiri." Kok sulit sih? kok tambah sulit dalam tugas tanggung jawab ini dengan adanya digital. Padahal sebenarnya bagaimana kita menguasai ini supaya kita memahami bagaimana sesimpel mungkin di dalam proses sistem digital itu yang kita hadapi. Begitu juga ee murid-murid kita apakah di SMA atau di SMA mereka siap melakukan berbagai aktivitas dengan ekosistem kerja digital. Jadi bukan hanya mereka lulus ujian saja, tapi mereka berproses. Saya selalu mengatakan Bapak, Ibu sekalian, kalau kita meluluskan anak-anak kita hanya dengan ijazah, ya maka Bapak, Ibu sekalian selesailah pendidikan ini. Bukan itu yang kita cari, Bapak, Ibu sekalian. Yang kita inginkan adalah bagaimana proses pendidikan ini anak-anak murid kita lebih kritis, analisisnya lebih kuat. Dia kritis terhadap data. dia mampu untuk mengevaluasi apa yang mereka lakukan. Karena ini penting, Bapak, Ibu sekalian. Namanya proses pendidikan kalau hanya nambah menambah ilmu saja maka mereka bisa menghafal. Tapi kalau yang kita inginkan mereka berproses terhadap ilmu itu, bagaimana memahami ilmu itu, bagaimana menganalisa ilmu itu, bagaimana menggali informasi ilmu itu, bagaimana mereka bisa menggali data yang mereka miliki sehingga mereka bertanya kepada gurunya. Dan ini akan menjadi pembentukan terhadap ekosistem kerja di dalam proses itu sendiri. Mereka sudah menggunakan gadget loh, Bapak, Ibu sekalian. dengan mudahnya sebenarnya mereka bisa mengetahui proses pembelajaran yang diberikan oleh Bapak Ibu sekalian. Apalagi mata pelajaran yang setiap hari mereka temukan, yang setiap hari mereka ee dapatkan hadapi dengan Bapak Ibu sekalian. Tapi tidak ada proses. Sekali lagi tentu kita berharap semua ini harus masuk di dalam ekosistem kerja digital. Jadi guru hadir di dalamnya ya. Kalau Ibu Gubernur mengatakan kepada kita semua, Bapak Ibu sekalian, digitalisasi AI tidak perlu kita takuti, tapi yang perlu kita takuti adalah proses yang tidak kita tempuh sehingga anak-anak hanya tahu di permukaannya, tapi tidak tahu bagaimana menganalisisnya dan evaluasinya. Nah, ini yang kita khawatirkan. Maka oleh sebab itu, kenapa kehadiran guru sangat penting? Karena guru menjadi fasilitator buat anak-anak kita, guru menjadi mentor buat anak-anak kita. guru menjadi katalisator buat anak-anak kita sehingga mereka berproses. Maka kehadiran guru sangat penting walaupun ada AI. Jadi jangan selalu kita mengatakan terus untuk apalagi ada guru karena ada AI. Anak-anak kita bisa membuka AI dengan segala macam produk-produk mata pelajaran. Bukan berhenti di situ. Tapi harus yang kita lakukan adalah prosesnya peran guru menjadi fasilitator, mentor, dan juga katalisator bagi anak-anak kita. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan. Tentu ada pertanyaan di slide berikutnya ya. Mengapa talenta digital itu sangat urgen? Ini tentu akan menjadi pertanyaan kita semua Bapak Ibu sekalian di mana dunia kerja berubah begitu cepat. Yang tadi saya sampaikan di awal, sangat luar biasa perubahannya. Banyak pekerjaan baru berbasis skill bukan saja ijazah ya. Begitu juga teknologi bergempang begitu lebih cepat daripada kurikulum yang sekarang ini kita susun setiap waktu berubah. Tapi teknologi berkembangnya luar biasa cepatnya. Tadi saya sampaikan bisa saja minggu depan teknologi yang kita pegang ini sudah sudah usang, sudah tidak terpakai lagi dengan kemajuan teknologi yang begitu luar biasa. Nah, sementara itu Bapak, Ibu sekalian, generasi muda kita adalah generasi muda yang digital natif, tapi belum tentu dia digital produktif ya. Dia aktif menggunakan digital ee yang dia pegang, ya, gadget yang diang, tapi belum tentu dia memahami tentang bagaimana sih produk dari digital itu bisa termatkan dengan secara maksimal dengan baik. Begitu juga ASN dituntuk naik kelas ya. Tapi dari administrasi ke inovasi mereka sangat sulit gitu. Padahal sebenarnya digitalisasi memudahkan kita untuk menuju produk-produk inovasi. Maka sekali lagi yang saya katakan di dunia pendidikan kita butuh upskilling dan reskilling. Bukan pilihan tapi ini bagian dari kebutuhan strategis yang harus kita lakukan. Bapak, Ibu sekalian, sekarang sudah waktunya kita melakukan skilling dan reskilling. Karena ini sekali lagi saya katakan Bapak, Ibu sekalian, tantangan kita depan bukan semakin mudah, tambai semakin sulit. Adanya teknologi bukan juga kita membuat kita menjadi mudah dengan segala permasalahan yang kita hadapi, tapi bagaimana teknologi ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang menggunakan memanfaatkan termasuk kita sendiri. Nah, Bapak, Ibu sekalian, sasaran talenta digital tentu yang diinisiasi oleh BPSDM pada hari ini sangat luar biasa karena program ini kita berharap menyasar kepada seluruh ASN di Indonesia terkhususnya ASN di Jawa Timur. Bagi saya ASN pendidikan karena saya kepala dinas pendidikan yang di mana kita harapkan adalah layanan publik yang lebih cepat dan akuntabel. Jadi kita berharap bahwa apa yang kita lakukan layanan publik ini dengan teknologi yang dulunya mungkin berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan sekarang kita bisa lebih cepat. Urusan kepegawaian untuk para ASN kita ya kita harapkan juga tidak boleh ada yang terlambat lagi. Karena semua bisa dimudahkan dengan berbagai cara yang kita lakukan dengan teknologi. Apalagi kita harus terbuka dengan apa yang kita berikan pelayanan. tidak boleh lagi ada sesuatu yang ditutupi. Begitu juga guru dan kepala sekolah. Pembelajaran adaptif dan relevan dengan kondisi saat ini sudah harus digunakan. Tidak lagi kita menggunakan dengan pelajaran-pelajaran konvensional yang tentu anak-anak kita di generasi gensi sekarang ini sangat sulit kalau kita hanya menyampaikan dengan tekbook gitu. Kita menjelaskan dengan tekbook ya. Padahal mereka sudah visualisasi banget. Jadi mereka kalau membaca harus melihat prosesnya. Kalau mereka ingin memahami mereka harus melihat secara visual. Sekarang generasi gensi seperti ini. Nah, begitu juga peserta didik atau murid kita di berbagai satuan pendidikan. Problem solver bukan sekedar pencari kerja mereka. Jadi mereka itu sekolah belajar bukan hanya tentang bagaimana nanti masa depan mereka mencari pekerjaan, bukan. Tapi bagaimana memproses mereka di dalam proses di satuan pendidikan atau sekolah tentu menjadi dampak bagi mereka. Mereka punya ilmu, berpikirnya mereka lebih taktis karena mereka memahami dengan berbagai macam perjalan perjalanan pembelajaran yang mereka dapatkan dari berbagai guru-guru mereka. Nah, inilah yang mengantarkan mereka bisa lebih berpikirnya kritis, update, dan tentu punya ilmu yang setara dengan apa yang mereka inginkan di tingkatan-tingkatan tertentu, jurusan-jurusan tertentu yang akhirnya berdampak terhadap ee skill mereka, kemampuan mereka sehingga mereka bisa masuk ke kerja. Nah, ini selalu yang menjadi bagian dari ukuran kita, Bapak, Ibu sekalian. Apa sih sebenarnya yang menjadi sasaran talenta digital itu sendiri? Nah, begitu juga di masyarakat budaya belajar sepanjang hayat harus menjadi bagian dari kehidupan kita. Jadi, komitmen kita dengan adanya talenta digital ini jadi bukan hanya terkait dengan digital skill, tapi bagaimana digital impact. Nah, sesuai dengan tema yang kita ee ikuti pada pagi hari ini, Bapak, Ibu sekalian, maka kita berharap bahwa manfaat nyata digital impact ini tentu jika talenta digital tumbuh dampaknya harus jelas. Sekali lagi bahwa jika talenta digital tumbuh dampaknya harus jelas. Layanan publik harus lebih cepat dan transparan. Ini harus kita lakukan, Bapak, Ibu sekalian. Tidak bisa lagi kita tawar-menawar. Keputusan berbasis data tentu juga bukan bagian dari asumsi, tapi menjadi bagian dari kehidupan kita yang real untuk menyampaikan kepada masyarakat berbasis data yang kita miliki dan teknologi akan mendukung itu. Begitu juga SDM unggul dan berdasa global yang kita harapkan. Maka tentu menjadi ukuran bahwa digital impact harus meningkatkan SDM kita. Kita harus unggul di berbagai ee kompetensi. Kita harus bisa berdaya di bersaing dengan dunia global saat ini di mana pun kita berada. Kita tidak boleh kalah karena memudahkan kita dengan adanya digital ini dan mengurangi mismatch terhadap lulusan kita. Kita berharap bahwa lulusan-lulusan kita apakah itu di SMA, SMK mereka bisa mempunyai daya juang yang kuat terhadap basis ilmu yang mereka miliki. Ini bukan teori Bapak Ibu sekalian. ini bukan bagian dari ee kita hanya menerima ilmu terus tidak bisa diterapkan, tidak bisa dimanfaatkan, tapi ini adalah kebutuhan nyata di Jawa Timur dan di seluruh Indonesia yang menjadi bagian konsen kita Bapak, Ibu sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya banggakan, Sobat ASN yang saya muliakan. Tentu tujuan strategis program ini adalah ee kita harus bisa memahami menyiapkan talenta digital secara ee secara dini ya. melalui satuan pendidikan yang kita miliki dari berbagai jenjang kita harus bisa merasakan bahwa bagaimana kita menyiapkan talenta digital ini tentu kita harapkan mulai dari dunia pendidikan ya mulai dari lingkungan sekolah sehingga pada saatnya nanti mereka sudah naik kelas dengan berbagai jenjang yang mereka akan ikut akan raih tentu akan menjadi dampak bagi mereka sudah memahaminya secara dini begitu juga tujuan strategis yang lain adalah menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan kerja digital. Jadi, Bapak, Ibu sekalian tadi kalau saya sampaikan di awal di slide saya bahwa dunia kerja memang banyak yang tutup, banyak yang berhenti, tapi ternyata 5 tahun ke depan lapangan pekerjaan baru juga bermunculan Bapak Ibu sekalian. Terutama bagaimana dengan lapangan pekerjaan yang terkait dengan digitalisasi. Nah, ini tentu akan menjadi tantangan kita, Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana kita mentransformasi budaya kerja yang kita rutinitas atau konvensional sebagai seorang ASN bisa berubah dengan budaya kerja yang saat ini kita hadapi dengan dunia teknologi. Nah, tentu sekali lagi Bapak, Ibu sekalian bagaimana tujuan strategis program ini mewujudkan digital impact ya, terutama di sektor pendidikan agar di sektor pendidikan ini larinya lebih kencang ya. Terus bagaimana mendapatkan ilmu lebih cepat ya, tapi mumpuni bisa dipahami secara mendasar karena dibantu dengan teknologi yang ada. Bagaimana anak-anak kita bisa beradaptasi dengan teknologi bukan memberatkan mereka dengan teknologi tapi bisa memudahkan mereka tapi daya kritis dan analisisnya tetap ada. Nah, ini kan menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab kita, Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana tujuan strategis ini bisa tercapai. Jadi, sekali lagi saya katakan bahwa ini bukan program sesaat. Tapi arah jangka panjangnya tentu menjadi sasaran kita, Bapak, Ibu sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian, selaras dengan arah kebijakan Jawa Timur, tentu talenta digital ee harus mempunyai fondasi yang kuat. Jadi, selalu yang saya sampaikan Bapak, Ibu sekalian, pesan Ibu Gubernur dengan program Jatim Cerdasnya bahwa dengan talenta digital ini pendidikan harus bisa berdampak. berdampak siapapun bagi insan pendidikan, masyarakat tentu harus berdampak yang tadi saya sampaikan di awal guru harus berdampak, murid harus berdampak, kepala sekolah harus berdampak, masyarakat juga harus berdampak sehingga pendidikan Jawa Timur ini tidak boleh saja sifatnya reaktif, tapi aktif di dalam prosesnya. Jadi, bagaimana proaktif ini menyiapkan masa depan dengan proses pendidikan yang sudah kita siapkan dari awal. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan. Cukup banyak yang saya sampaikan ini. Tentu mudah-mudahan Bapak, Ibu sekalian di tengah aktivitas yang cukup padat, yang luar biasa, yang tentu Bapak, Ibu sekalian mungkin sambil bekerja, sambil ee mendengarkan atau menyaksikan webinar ASEAN belajar ini. Mudah-mudahan Bapak, Ibu sekalian bisa lebih memahami apa yang saya sampaikan, terutama teman-teman kita yang ada di dunia pendidikan. Ee ada motivasi yang bisa saya sampaikan kepada Bapak Ibu sekalian. Talenta digital ini bukan tentu siapa yang paling mahir dalam teknologi. Saya selalu mengatakan ee kita tidak perlu sombong dengan kehebatan kita, dengan kemahiran kita menggunakan gadget, menggunakan ee laptop, tab, dan lain-lain. Tapi apakah sekali lagi teknologi yang kita miliki, yang kita ee ketahui, yang kita mungkin menjadikan kita cerdas terhadap teknologi itu sendiri sudah memberikan manfaat bagi orang lain? Nah, itu akan menjadi pertanyaan kita semua Bapak, Ibu sekalian. Nah, bagi saya, Bapak, Ibu sekalian, kalau Bapak, Ibu sekalian sudah mahir dengan teknologi, memahami dengan teknologi, sudah bisa menggunakan teknologi secara benar dan bermanfaat, tentu bisa harus berdampak bagi lingkungan kita. Terutama pendidikan Jawa Timur harus bisa menyiapkan ini dari guru, oleh guru, bersama ASN untuk masa depan generasi kita. Nah, dari webinar ini ASN belajar seri ketiga, saya ingin menyampaikan bahwa gerakan nyata yang dilakukan webinar ini sangat luar biasa. ASN belajar harus ASN berdampak. Artinya setelah kita belajar berproses mengetahui apa yang disampaikan oleh narasumber, tentu kita ingin bahwa apa yang kita lakukan dengan ASN belajar ini, dengan webinar ini, kita bisa mer-review apa yang disampaikan oleh para narasumber sehingga nanti ASEN kita semua bisa berdampak bagi orang lain. Begitu juga guru adaptif setelah mereka mempunyai proses dengan mata pelajaran yang mereka ee ampuh saat ini, tentu mereka bisa lebih aktif [tertawa] di dalam prosesnya. Bagaimana murid bisa lebih kreatif, inovatif di dalam menangkap mata pelajaran yang diberikan oleh Bapak, Ibu sekalian sehingga murid lebih kompetitif. Ini yang menjadi tugas kita, Bapak, Ibu sekalian. Sekolah juga bergerak. Jadi saya yakin dengan sekolah bergerak Jawa Timur semakin maju. Nah, webinar ini bukan akhir dari seluruh proses kita belajar, tetapi awal dari perubahan-perubahan kecil di unit kerja-kerja kita masing-masing di manapun Bapak, Ibu sekalian, termasuk para guru, kepala sekolah, insan pendidikan, tenaga pendidikan, tentu ini akan menjadi perubahan yang kecil, kecil kecil akhirnya berdampak besar bagi ee di mana pun yang kita tugas, di mana pun kita berada sebagai bagian dari ee tugas kita sebagai ASN. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya banggakan, mari kita buktikan bahwa ASN bukan sekedar pelaksana aturan, tetapi penggerak perubahan. Belajar hari ini adalah investasi, Bapak, Ibu sekalian. Sangat mahal, sangat sulit sekarang di dunia digitalisasi sekarang ini kita mau belajar membuka buku, mencoba mencermati, menganalisa apa yang harus kita lakukan. Tapi tentu akan menjadi PR kita semua Bapak, Ibu sekalian apabila teknologi ini bisa menjadi bagian dari kehidupan kita yang berdampak apakah itu dirasakan oleh masyarakat, diri kita sendiri ataupun orang lain ya. Ya, di sekitar lingkungan kita dan lain-lain termasuk pekerjaan kita. Mari kita ee lakukan dengan gerakan mari kita naik kelas bersama n dari digital skill menuju digital impact. Dan tentu saya ucapkan terima kasih sekali lagi Bapak Ibu sekalian yang sudah ikut bergabung pada webinar ASN belajar seri ketiga ini. Terutama kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur yang sangat luar biasa hebatnya yang terus menginisiasi program-program peningkatan kompetensi para ASN kita. Karena mau tidak mau, suka atau tidak suka, maka kalau kita berhenti belajar hari ini, 1 menit saja kita berhenti belajar, berhenti meningkatkan kompetensi kita, maka kita akan ketinggalan jauh. Nah, oleh sebab itu Bapak, Ibu sekalian terima kasih atas inisiasi yang luar biasa ini. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dan juga nanti mungkin narasumber yang lain menyampaikan sesuatu yang tentu akan berdampak bagi kita semua, tentu menjadi rezeki pahala bagi kita semua dan menjadi amal jariah buat kita semua. Terima kasih Bapak, Ibu sekalian sudah mengundang saya pada kesempatan ini. Saya sudah bergabung dan diberikan kesempatan yang pertama karena Bapak Ibu sekalian mohon maaf karena setelah ini e kami akan ada kegiatan lain yang tidak bisa kami tunda. Terima kasih sekali lagi, sukses untuk kita semua. Salam hormat dari saya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak Aris. Izin jika masih ada sedikit waktu kita akan berinteraksi dengan sobat ASN yang sudah rais hand agar bisa bertanya secara langsung. Begitu, Pak. Dan sudah ada kami input yaitu Bapak M. Toha. Silakan Bapak M. Toha bisa open cam dan juga open mic. Pertanyaan bisa disampaikan langsung kepada narasumber kita yang pertama Bapak Aris. Selamat pagi, Pak. Bapak saya minta satu saja ya karena setelah ini saya akan bergeser ke acara berikutnya. Baik. Siap, Bapak. Pak Toha disilakan untuk pertanyaannya. Asalamualaikum. Terima kasih. Asalamualaikum, Pak Aris, Pak Kadis. Ee materinya sungguh luar biasa. Ee tadi pesan Bapak ee sangat mengena bahwa kita bukan hanya menguasai teknologi, tapi bagaimana ee teknologi yang kita kuasai itu bisa berdampak untuk orang lain. Ee mungkin ini Pak ee mungkin fenomena yang terjadi saat ini memang gadget atau smartphone itu sudah ada di mana-mana. Semua orang pegang ee namanya juga telepon pintar ee tapi sayangnya yang megang kadang-kadang kurang pintar gitu. ee ini ee kadang-kadang kita banyak terjebak ee bukan melakukan inovasi dengan teknologi yang kita miliki, tapi malah terjebak menghabiskan waktu ee apa namanya ee dengan teknologi yang kita punya. Kira-kira tip dari Bapak ee yang bisa kita lakukan agar ya teknologi yang sudah kita kuasai bisa memberikan dampak untuk orang lain atau paling tidak merugikan diri kita sendiri, Pak? Mungkin itu yang dapat saya sampaikan. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Izin dapat langsung dijawab, Pak Aris. Ya, terima kasih, Pak. Pato dari mana? Dari Kementerian Desa, Mas. Wah, alhamdulillah siap, Bapak. Wah, sehat. Luar biasa ini. Beliau sangat luar biasa ini sampai KSN belajar ikut bergabung dengan kita semua. Sekali lagi terima kasih, Pak. Ya, pertanyaan Bapak sebenarnya menjadi pukulan kita semua sebenarnya memang karena dengan adanya gadget ini hampir separuh waktu kita, bahkan lebih dari separuh kita kita hanya beraktivitas dengan gadget, dengan teknologi yang katanya teknologi pintar tapi tidak membuat kita pintar sebenarnya tapi membuat kita banyak waktu yang terbuang luar biasa. dari maka saya katakan bahwa betul apa yang disampaikan oleh Pak Toha bahwa tantangan kita hari ini bukan lagi hanya menguasai teknologi, tapi bagaimana kita bisa mengendalikan teknologi yang kita genggam saat ini yang tentu harus kita kendalikan. Maka memang Bapak To saya juga di lingkungan pendidikan sudah sering menyampaikan kepada teman-teman seluruh guru, kepala sekolah, ayo kita gunakan teknologi dengan bijak. Karena kadang-kadang ee ada juga guru-guru kita ya dan juga kita insan pendidikan kita yang kadang-kadang khilaf dengan teknologi, merasa lebih mudah, lebih gampang untuk mengenalkan sesuatu yang di luar dari pendidikan dimanfaatkan akhirnya menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat dan akhirnya juga merugikan waktu mereka. Maka saya di Jawa Timur selalu menyampaikan, saya tidak melarang teknologi, tapi saya meminta kepada seluruh teman-teman ee insan pendidikan terutama murid-murid kita di jam-jam pelajaran agar mereka bisa lebih ketat menggunakan gadget. Walaupun itu sebenarnya proses pembelajaran bisa membantu mereka, tapi kadang-kadang tidak sepenuhnya mereka gunakan untuk sebagai proses pembelajaran. Saya lebih sering kalau keliling sekolah saya lihat dari kaca anak-anak kita menggunakan gadgetnya. Loh, ada yang main game padahal gurunya lagi ngajar. Ada yang membuka sesuatu yang tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan gurunya. Apakah mungkin karena murid kita ee mereka sudah bosan melihat gurunya dengan proses yang ya konvensional mungkin sehingga mereka berali dengan teknologi yang sekarang ini mereka pegang atau gadget yang mereka pegang. Nah, ini tentu jadi tantangan kita sendiri Bapak, Ibu sekalian. Jadi HP itu alat kalau menurut saya sebagai bagian dari ke apa yang kita bisa gunakan tapi tidak menghabiskan waktu kita. Tapi kalau benar arahnya tentu akan menggunakan ini sebagai bagian dari manfaat. Jadi kadang kita tidak sadar Bapak Ibu sekalian scroll scroll scroll ya akhirnya oh kita enggak sadar 1 jam 2 jam sudah berlalu dengan hanya men-scroll saja. Padahal banyak aktivitas yang bermanfaat kalau kita gunakan gadget ini dengan tugas-tugas dan tanggung jawab kita. Saya kadang-kadang ee membagi waktu saya supaya bagaimana saya bisa terhindar dengan gadget yang saya pegang. Saya menggunakan waktu saya dengan detail betul. Waktu-waktu itu yang saya gunakan. bagaimana saya bisa berinteraksi ke sekolah, bagaimana saya bisa berinteraksi di dinas saya sendiri, di kantor saya, atau berusaha untuk bisa bagaimana bisa berkomunikasi secara langsung dengan seluruh jajaran ASN kita. Nah, itu akan bisa menghindari kita dengan proses-proses yang kurang bermanfaat. Karena kalau kita hanya sibuk dengan dunia teknologi apalagi dengan media sosial, maka tentu kita asik di dalamnya, larut di dalamnya. Kalau sudah larut di dalamnya, akhirnya waktu itu terbuang dengan percuma. waktu itu tidak efisien sekali sehingga tidak ada manfaat yang bisa kita manfaatkan. Nah, kalau saya Pak Toa mungkin ada lima tips agar teknologi ini berdampak dan tidak merugikan orang lain ya. Tentu kita jangan mulai dari aplikasinya ya, tapi mulai dari bagaimana alat itu bisa kita gunakan. Jadi saya bukan HP ini untuk apa ya, tapi bagaimana untuk belajar, untuk melayani, untuk mengambil keputusan atau hanya untuk bagaimana Bapak Ibu sekalian memanfaatkan Bapak Ibu sekalian untuk bisa waktu lebih maksimal. Nah, gunakanlah teknologi untuk menyelesaikan masalah bukan menambah masalah. Ini penting bagi saya. Jadi, yang pertama adalah tentu tujuan sebelum membuka gadget apa. Jadi, harus kita punya ee apa namanya? titik-titik pemikiran kita. Kalau saya buka gadget ini ada enggak manfaatnya? Ya, kalau kita gunakan gadget di jam-jam ee kesibukan kita sebagai iset, ada enggak manfaatnya? Yang kedua adalah gunakan teknologi untuk menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah. Jadi, kalau kita sudah sibuk lihat sesuatu yang di media sosial yang akan menjadi beban kita, pikiran kita, akhirnya akan menjadi bagian dari mood kita yang hilang. Pagi-pagi kita sudah lihat media sosial umpamanya yang akan merusak mood kita, akhirnya kita akan berdampak terhadap kinerja kita. Itu kan juga akan mengurangi hal-hal yang tentu akan menjadi pemborosan waktu buat kita. Yang ketiga, batasi konsumsi perbanyak produksi. Bagi saya batasi konsumsi artinya konsumsi menggunakan gadget dengan media sosial tapi perbanyak produksi. Kan ada AI sekarang, Bapak, Ibu sekalian. Kita bisa manfaatkan dengan tugas-tugas tanggung jawab kita. apa sih yang belum bisa kita selesaikan dengan nalar kita, dengan pikiran kita. Maka teknologi bisa membantu kita di dalam mempercepat proses itu. Yang keempat adalah jaga etika digital dan empati. Saya sering menyampaikan Bapak, Ibu sekalian, para guru-guru saya, Bapak, Ibu sekalian tolong ya lebih bijak, lebih santun menggunakan digital. Kalau perlu dengan teknologi yang sekarang ini, gunakan itu sebagai media pembelajaran. Bapak, Ibu sekalian punya ilmu kan mata pelajaran kan? Saya katakan begitu kepada mereka. Ayo manfaatkan tuang itu di dalam teknologi supaya orang bisa melihat, membaca, dan juga bisa mempelajari dengan Bapak Ibu sekalian men-share ke mana-mana. Tapi jangan dengan konten-konten yang sifatnya ya tidak ada hubungannya dengan pendidikan. Akhirnya merugi buat mereka dan bahkan mungkin akan viral yang akhirnya berkonsumsi terhadap negatif. Nah, yang kelima yang terakhir adalah jadikan teknologi sebagai alat penguatan nilai bukan pengganti nilai. Ya. Jadi tentu bagaimana teknologi ini menggantikan tidak menggantikan kita terhadap integritas kita, tanggung jawab kita, dan kepedulian kita. Jadi ini hanya memperkuat nilai yang sudah kita miliki dan tentu mempertahankan apa yang kita miliki. Nah, itu mungkin Bapak Toha yang perlu saya sampaikan. Sekali lagi, teknologi itu netral Bapak Notoha. Jadi teknologi sebenarnya itu ee bagaimana saja yang kita bisa manfaatkan semaksimal mungkin sehingga teknologi itu tentu akan menjadi netral kalau kita menggunakan dengan baik. Tapi kalau dia kita gunakan dengan sesuatu yang tidak baik ya tentu akan berdampaknya sangat luas buat kita semua. Ini ini mungkin yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi mohon maaf Pak Toha ee kalau ada jawaban yang kurang puas dari saya. Sekali lagi terima kasih. Baik terima kasih. Demikian Pak Toha. Terima kasih. Makasih. Baik. Sampai jumpa kembali, Pak. Terima kasih. Selamat mengikuti ASN belajar seri ketig Pakis. Terima kasih banyak atas waktunya. Silakan untuk melanjutkan agenda yang tidak dapat ditinggalkan pada hari ini. Untuk waktu kami silakan. Terima kasih banyak, Bapak. Baik, Sobat ASN yang belum berkesempatan untuk bertanya, tenang saja karena masih ada dua kesempatan yaitu saat narasumber yang kedua dan yang ketiga. Dan tentu saja dapat menyampaikan pertanyaan di sesi narasumber berikutnya. Tetaplah di ASN Belajar seri ke3 tahun 2026. [musik] Sobat ASN, materi berikutnya akan disampaikan oleh Tim ahli BPSDM Kominfo Surabaya, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan juga Pandu Literasi digital Kementerian Kominfo Republik Indonesia serta seorang dosen MSDM digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Sutomo Surabaya, Ibu Dr. Mei Tiana Indrasari, ST, SM, M.M. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Ibu Meitiana. Halo, selamat pagi Mbak Fani. Apa kabar? Wah, semangat sekali. Saya senang nih ini membakar semangat untuk terus belajar di sesi yang kedua ini. Baik. Tadi soalnya tadi soalnya [tertawa] serius banget gitu ya. Saya deg-degan juga tadi. Baik Ibu Maitiana tentunya terima kasih banyak atas waktunya di sela-sela mengajar begitu ya untuk dapat memberikan ilmu dan informasi kepada sobat ASN ini bahkan di seluruh penjuru Nusantara yang mengikuti ini hari ini. Betul. Untuk itu waktu kami silakan Ibu Meitiana. Baik. Terima kasih, Kak Fani. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Semangat pagi. Kita masih semangat pagi gitu ya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Ee luar biasa hari ini pembicaranya hebat-hebat. Hampir semua media sosial kayaknya ramai semua padahal baru pasang flyer gitu ya. Saya tadi juga ee setelah Pak Dr. Ramli kemudian Pak Dr. Aris saya juga bingung juga. Waduh, kalau sudah selengkap ini terus saya mesti ngomong apa gitu ya. Padahal saya sendiri juga sudah menyiapkan materi. Tapi akhirnya saya punya celah. Salah satu celahnya adalah saya yakin beliau-beliaunya itu adalah pejabat yang sibuk-sibuk gitu ya, yang mungkin ee yang mungkin belum mantengin, bukan tidak mantengin ya, tetapi belum mantengi bagaimana di media sosialnya ataupun di live streaming-nya yang sekarang ini. Cuma ee sebelumnya saya ingin mengucapkan ee yang terhormat kepada Bapak Dr. Dr. Ramlianto, SPMp. Terima kasih atas kepercayaan untuk yang kesekian kalinya untuk bisa ee melibatkan saya dari pilar akademisi gitu ya untuk ee pengembangan ee talenta digital. Kemudian ee Bapak Dr. Aris Agung ee PWY SSTP, M.M. Tentu ini ee sekarang ini karena salah satu program dari Bapak Presiden adalah di sekolah-sekolah tentu menjadi pejabat yang cukup sibuk bukan hanya di nasional gitu ya, bukan hanya di lokal tetapi juga di nasional gitu ya. Dan kemudian ada ee dari akademisi juga ini ee wakil wakil dekan bidang akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang. pasti akan banyak bicara teknis dan saya ee bendera putih semua ya. Bapak Sabriansyah, Rizkika Akbar ST, Meng, PhD. Wah, luar biasa. Baik, seperti tadi yang sudah saya sampaikan bahwa saya akan ambil angle gitu ya. Kalau karena ini dosennya agak-agak agak-agak mepet ke content creator gitu ya, jadi yang dilihat itu adalah angle karena Pak Ramle sudah sebegitu so perfect gitu ya. Kemudian ee Pak Aris tadi juga perfect juga gitu ya. Maka saya lihat angle dari streaming live-nya pagi hari ini gitu ya. Jadi teman-teman yang sekarang ini bergabung di YouTube sekarang ini ada 4.500. 4.500 itu mungkin kira-kira saya lihat sekitar 10 menit yang lalu. Sekarang nambah atau tidak saya tidak tahu gitu ya. 4.500 viewers, kemudian ada 1.000 likes. Kira-kira kalau sekarang ini saya jualan, monggo saya punya Instagram meitiana_Yunus. Kalau mau follow, saya akan fallback misalnya begitu kan lumayan ya gitu. Nah, ee agak menggelitik gitu ya di live streaming gitu ya. Saya pengin nyuplik. Pergi ke pasar beli bantal, pulangnya mampir beli gawai. Jangan cuma ngaku jago digital, tapi buktikan dampaknya secara piawai gitu. Itu saya ambil loh dari ee streamingnya ya. Jadi sefresh itu gitu ya. sekarang ini ee admin-admin dari media sosialnya pemerintahan gitu. Yang awalnya ketika kita bicara tentang digitalisasi mungkin pikirannya adalah bagaimana ee para pengusaha-pengusaha itu dalam menjual produk atau jasanya gitu. Ternyata tidak begitu gitu ya. Baik, ee saya tetap akan ini ee share screen. Mohon izin saya share screen. Oke, sudah nampak ya. Baik, rekan-rekan. Tadi juga sudah disampaikan sama Kakak moderator gitu ya, bahwa ee sori sori bahwa saya sekarang ini aktif di tim ahli BPSDMP Kominfo Surabaya, Kementerian Komdigi Republik Indonesia dan per hari kemarin sepertinya nomenklaturnya sudah resmi berubah menjadi BPSDMP Komdigi Surabaya gitu. kemudian ee sebagai pandu literasi digital juga di Kementerian Kominfo RI dan juga dosen MSDM digital di Fakultas Ekonomi Bisnis UNITOM gitu. Jadi yang perlu ee rekan-rekan di sini ee pahami adalah bahwa digitalisasi itu bukan hanya milik orang bisnis saja, bukan hanya ASN saja, tetapi mahasiswa pun gitu ya, mahasiswa pun sudah kita didik bagaimana harus bagaimana kita hidup dalam sebuah sistem yang dikembangkan secara teknologi agar bisa terintegrasi. Nah, kira-kira kan begitu sehingga para AS AS ASN yang sekarang ini sudah existing dan juga di ee sebutlah di zona nyaman gitu ya, mau tidak mau, suka tidak suka itu memang harus ee adaptasi gitu ya. Adaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena apa? Karena ya memang sudah tidak bisa kita hindari lagi gitu ya. Kita bicara saja tentang ee Asta Cita gitu ya. Jelas gitu ya. bahwa di Asta Cita ketujuh gitu ya, tujuan utamanya itu adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen reformasi birokrasi ini Indonesia. So, mau tidak mau, suka tidak suka yang di zona nyaman atau tidak, wajib belajar. Karena ternyata sekarang kanan kiri atas bawahnya bahkan orang yang belum masuk pun calon-calon SDM-nya itu akan merupakan SDM digital gitu ya. Baik. Oke. From digital skill to digital impact. Tema ini yang diusung gitu ya. Artinya apa? Tadi ee Pak Aris tadi menyampaikan bahwa ternyata ee ini bukan hanya tentang bagaimana jago dalam teknologi gitu ya. Paham tentang teknologi, paham mungkin masuk ke digital skill, tetapi ketika kita menjadi bijak, menjadi dewasa, menjadi empati, itulah yang akhirnya akan menjadi digital impact gitu. Dan ee rekan-rekan semua ee harus bisa memahami juga bahwa kalau di dalam teori itu ada yang kita sebut dengan personal branding, is corporate branding, gitu. Sudah cukup banyak kejadian-kejadian di media sosial yang dilakukan oleh ee sebutlah para ASN gitu yang yang terakhir kemarin kita lihat ada ASN yang streaming live gitu ya. Mungkin kalau streaming live-nya itu tentang pelayanan, sosialisasi yang berbasis masyarakat mungkin oke gitu ya. Tetapi ini ee streamingnya agak-agak gak jelas gitu ya. Nah, ternyata ee dapat teguran secara langsung viral juga gitu ya. Cukup banyak hal-hal yang viral. Terakhir juga ee ada kesalahan gitu ya dari ee di Semarang kalau enggak salah ee Babinsa gitu ya. Babinsa yang ee menganggap itu ee makanan snack itu dari bahan terlar ter terlarang padahal keliru gitu ya. Jadi hal-hal begitu. Kemudian ada mungkin kalau kita dari lihat dari mensrea gitu ya, kita lihat dari mensrea ee Panji Pragiwaksono yang lalu gitu ya, bahwa ketika dia menyampaikan eh ketika ada ee korban salah tangkap gitu ya, begitu dimasukkan di mensrea viral juga gitu. Jadi inilah ruang kita sekarang ini gitu ya. Yang judgement itu yang judgement itu ee sudah tidak berbatas ruang dan waktu juga gitu. Nah, inilah yang menjadi sensitivitas dari para ASN sekarang ini yang masyarakat tahu bahwa ASN itu adalah pelayan masyarakat. ASN itu dibayar dari pajak masyarakat gitu. ego dari netizen atau masyarakat digital itu sudah seperti itu, gitu. Maka kehati-hatiannya jauh lebih tinggi dibandingkan mungkin yang para wirausaha gitu ya ataupun yang pekerja-pekerja swasta gitu ya yang bukan ee yang bukan ASN gitu ya. Maka saya menyarankan ketika ASN ini memang ee kemudian menjadi seorang ASN preneer gitu ya, yang dia juga ee aktif gitu ya, entah aktif membranding lembaganya gitu ya atau aktif membranding dirinya sendiri. Karena aktif membranding dirinya sendiri dengan kinerjanya itu juga otomatis akan membranding lembaganya juga. Kembali lagi ke personal branding is corporate branding. Positif yang Bapak Ibu yang saya banggakan pagi ini ee di media sosial maka positif juga ee institusinya tetapi negatif maka negatif juga institusinya gitu ya. Jadi saya terkait dengan teori ini secara praktik lapangan saya sudah banyak sekali membuktikan gitu ya. bahkan salah satu ee seseorang yang ada di institusi saya saja gitu ya. Kesleo gitu ya, ke Sleo yang dihajar sama netizen siapa institusinya gitu ya. Kemudian kemarin tanpa disadari ada yang ee perusahaan dari BUMN Pertamina kemarin itu juga meludah gitu ya ke waktu ee parkir atau apa gitu ya. Akhirnya apa? Yang disasar adalah Pertaminanya gitu. Jadi itulah masyarakat kita gitu ya. Walaupun ee cepat viral kadang juga cepat tidurnya, tetapi apapun dan bagaimanapun jejak digital itu tidak bisa dihapus gitu ya. Walaupun bisa ketumpuk dengan hal-hal yang positif itu bisa ketumpuk tapi tidak bisa dihapus gitu. dan ASN sekarang ini gitu ya, bekerjanya juga tidak dalam sistem yang statis gitu ya. Sistemnya cukup banyak. Yang sering mengeluh burn out juga banyak. Aduh terlalu banyak sistem gitu ya. Bahkan ee jujur ya saya kemarin itu sempat sempat dapat dari salah satu ee ASN gitu ya. sempat juga itu bilang ee ini nih ya salah satu gara-garanya apa? Gara-gara saya posting di media sosial gitu ya. Kemudian namanya kekuatan media sosial dan follower saya memang cukup lumayan gitu ya. Kemudian saya langsung dijapri gitu bahwa tentang terkait dengan ASN gitu ya dan aplikasi berbasis web besutan BKN Colabs Kemenpan RB gitu ya. Kurangnya pemahaman literasi digital menyebabkan ASN sering mengalami kesulitan teknis seperti kesalahan pengisian data, keterlambatan pembaruan profil hingga bergantung pada operator atau rekan kerja yang lain. Ini menunjukkan bahwa pemahaman ASN belum sampai pada aspek konseptual dan fungsi fungsional aplikasi, melainkan masih sebatas penggunaan dasar yang bersifat reaktif. Akibatnya tujuan utama dari MyASN untuk mewujudkan data ASN yang akurat dan mutakhir dan terintegrasi belum sepenuhnya tercapai di tingkat daerah. Karena ini teman dari daerah yang menyampaikan gitu ya. Tapi rekan-rekan kita lihat ya sekarang geliatnya gitu ya karena saya juga cukup aktif di salah satu kementerian gitu ya. Jadi kita ee apa melihat geliat perubahan-perubahan yang namanya perubahan itu memang tidak tentu saja merubah yang ee merubah budaya gitu ya, tidak seperti orang membalik tangan gitu apalagi dari yang biasanya itu dalam bentuk surat kemudian kita digitalisasikan. Tentu di situ ada sistem gitu ya. Apakah sistem di sektornya sendiri cukup? Ternyata tidak cukup gitu ya. sistemnya itu harus terintegrasi juga dengan yang lain dan itu ee menjadikan perubahan-perubahan kemudian untuk benar-benar menemukan sistem terbaik ee dan juga model terbaik juga gitu ya. Nah, inilah yang akhirnya mau tidak mau kita dituntut gitu ya cara kerja kita, pola pikir kita dan budaya organisasi dari ASN gitu ya. bagaimana kita ee membuat sebuah sistem ini benar-benar gitu ya benar-benar sesuai dengan apa? Sesuai dengan Asta Cita ketujuh gitu ya. Bagaimana proses birokrasi itu lebih singkat, biaya administrasi itu menurun dan resiko penyimpangan berkurang gitu. Tujuan dari digitalisasi dan tataa tata kelola ee tata kelola pemerintahan gitu ya, ataupun SPBE gitu ya. Jadi, bagaimana caranya gitu ya, sistem yang dibuat itu harus seperti itu. Padahal biasanya itu kayak bedol desa dulu di awal gitu ya. Bagaimana yang awalnya itu hard copy-hard copy harus kita masukkan semua gitu ya. Kemudian alurnya dan lain sebagainya gitu. Jadi ternyata dari hasil diskusi saya dengan salah satu ASN, pejabat ASN yang ada di daerah gitu ya, tantangan utamanya itu ee tidak pada teknologinya. Teknologi bergantung desainernya gitu ya. Nanti Pak Sabriansyah mungkin yang akan banyak bicara tentang itu gitu ya. Bagaimana mendesainnya gitu ya. dan teknologi saya rasa karena luar biasa sekarang ini gitu ya ee ee tentu saja akan mampu mengakomodir gitu ya. Tetapi sekarang yang harus dilihat lagi adalah kesiapan SDM ASN gitu ya. bagaimana caranya menggunakan secara efektif mungkin pada satu sisi kelompok gitu ya ada yang menghabiskan waktu selama ee selama ee lebih dari setengah hari gitu ya untuk melihat mungkin untuk para ASN ini relate gitu ya, tetapi untuk para industri kreatif, pekerja kreatif, orang-orang yang ee atau contonent kreator gitu ya ee menghabiskan waktu dengan digital ee dengan device-nya itu tentu saja itu bisa ee membangun motivasi. Jadi banyak hal yang bisa dilakukan bahkan bisa menumbuhkan ide-ide baru gitu ya. Jadi kita lihat ee konteksnya gitu. Oke, rekan-rekan kita sepakat gitu ya. Ternyata teknologinya ini gitu ya, tapi SDM-nya ini harus terus gitu, harus terus secara bertahap. dari mulai awareness-nya dulu kita buka, sosialisasi informasinya dulu kita buka, kemudian kita terus lakukan pelatihan-pelatihan gitu ya sampai akhirnya masuk ke dalam ee ke dalam karakter bijak seorang ASN dan kemudian hasil hasilnya seluruh hasilnya diharapkan akan menjadi sebuah dampak yang positif gitu. Kalau kita bicara tentang teknologi gitu ya, empat hal yang sering dikampanyekan dari Kementerian Komdigi itu adalah literasi digital gitu ya. Dari mulai digital skill, bagaimana kemampuan kita jago jago digitalnya gitu. Digital skill itu tentang bagaimana kita mengoperasikannya, jagonya gitu. Kalau konten kreator tentu saja bagaimana kita bisa ee mengoptimalkan CapCut yang murah itu gitu ya untuk menjadi sebuah short video yang menarik gitu untuk bisa membuat konten yang berkualitas gitu. Kemudian ee belajarnya juga cukup banyak apalagi kalau kita bicara tentang orang-orang yang sudah ada di zona nyaman gitu ya. Orang-orang yang ada di zona nyaman itu dari mulai email, website, kemudian media sosial. sosial media analis, SEO, SEAM dan lain sebagainya. Tentu saja sulit kalau untuk mempelajari seperti itu semua gitu. Itu sebabnya ada ee yang di bidang-bidang itu yang bisa memberikan ee banyak masukan gitu ya ke ya mungkin entah ke pejabatnya atau apa gitu. Tetapi bagi yang mungkin masih di teknis, percayalah [tertawa] itu semua kalau kita bisa ee pahami gitu ya, kita bisa lakukan perkembangan-perkembangan apps yang sekarang ini gitu ya, benar-benar kita ee laksanakan gitu ya, kita gunakan gitu ya, ya otomatis gitu ya skill itu bisa naik sendiri kok gitu. saya ee mungkin sebagai dosen MSDM digital gitu ya, saya kalau misalkan cari satu materi tentang MSDM digital ternyata yang keluar bukan cuman satu gitu, yang keluar ternyata bisa puluhan ribu MSDM digital. Itu kalau saya dengan mesin pencarian. Kalau misalnya saya lebih mau custom, lebih mau personal, saya bisa menggunakan AI gitu kan. AI sekarang itu kan juga luar biasa bisa menjadi teman diskusi kita yang levelnya itu kan di atas kita, maka akan memberikan ee masukan-masukan juga ke kita supaya bagaimana kita bisa ee bisa mengoptimalkan kualitas kerja kita gitu. Nah, kemudian setelah kita tahu bagaimana AI, apps dan lain sebagainya itu semua ada di skill. Kemudian budaya. Nah, bagaimana membawa budaya bijak? Kalau tadi Pak Aris bilang empati gitu ya, di ruang digital gitu. Ternyata kita kalau di ruang digital itu semuanya itu ya kita memasukkan data pribadi kita ya kita ini ee membawa nama lembaga kita gitu ya. Nah, bagaimana caranya supaya budaya-budaya yang positif saja yang masuk ke ruang digital gitu ya. Kalau misalnya kita tidak terlalu apalagi ee ruang digital yang seperti platform-platform media sosial gitu ya, tentu saja ee banyak gitu banyak resiko-resikonya yang ee harus benar-benar kita pertimbangkan. Jadi setiap kali mau posting itu coba ditimbang gitu ya. Kalau di bahasa ilmiahnya itu di SWAT strength, weakness, opportunity thread gitu ya. Diwat gitu ya. Tapi kalau misalkan bahasa simpelnya itu ya ini banyak manfaat apa banyak mudaratnya ya. Kalau banyak mudaratnya alah sudah mending gak usah karena akan out of the box nanti gitu ya. Bagaimana netizen itu akan out of the box dan saya tidak menyarankan untuk main-main di pinggir jurang jurang gitu ya. Kalau orang-orang bisnis mungkin masih oke dia menggunakan cara-cara pinggir jurang gitu ya. Tapi kalau misalkan ASN saya tidak menyarankan dan tidak harus viral gitu. Tidak harus viral. Berpikirlah bahwa tidak harus viral karena viral itu mudah. Cobalah langgar etika, langgar hukum, langgar norma, jamin viral gitu. Jadi semuanya itu dinilai bukan dari seberapa banyak ee engagement, seberapa banyak, tetapi seberapa berkualitas dan seberapa dampaknya yang ada di masyarakat. ketika masyarakat itu tidak melihat di timeline-nya, tidak melihat di timeline-nya. Kemudian ee tapi dia ee pas membutuhkan sesuatu kemudian dia buka di timeline-nya dan itu kontennya itu bagus-bagus. Itu juga menjadi poin yang positif juga walaupun tidak viral gitu ya walaupun tidak viral karena menurut saya viral itu juga viral itu kalau misalkan positif itu tidak terlalu menarik baik bagi netizen gitu. hanya saya juga ee apa namanya ee luar biasa juga gitu ya. Di akun saya pun juga ketika saya posting ini entah karena bapak-bapaknya itu pejabat-pejabat semua gitu ya sehingga cukup ramai gitu di media sosial saya. Oke, tadi ada empati. Empati ini masuk ke etik gitu ya yang jika kita tidak sesuai dengan itu, itulah yang bisa menjadi ee ee viral gitu katakanlah viral. Kemudian digital safety yang kita pahami adalah semua hal tidak ada yang aman di ruang digital. Sudah gitu aja tidak ada yang aman. Sehingga yang bisa kita lakukan adalah jangan mudah percaya dengan apapun yang ada di ruang digital. Apalagi kalau menawarkan hal-hal yang ee hal-hal yang mungkin Ups, sori sebentar sebentar. Eh, kok gini? Sebentar, maaf, maaf, maaf kepencet. Jadi ee menawarkan hal-hal yang mungkin mudah ya, entah mudah cari cuan atau apa gitu ya. Nah, kita jangan terlalu mudah untuk kena halusinasinya para pelaku cyber crime yang tidak bertanggung jawab. Oke, jadi banyak ya tadi sudah saya sampaikan juga banyak sekali sistem-sistem atau aplikasi-aplikasi dari ASN gitu ya. Saya kemarin itu lihat sendiri gitu. Bahkan Komdi juga sempat kena sentil juga gitu. Saya juga heran gitu ee enggak percaya juga apa yang terjadi gitu bahwa melakukan rekrutmen dan semuanya dimasukkan ke Google Drive. Semua pelamar boleh memasukkan ke Google Drive. Padahal yang diunggah ke Google Drive itu adalah data-data pribadi. Kayak begitu viral. Kenapa bisa viral? karena ini adalah Kementerian KOMDI yang memang ee tupoksinya adalah itu gitu ya. Kenapa viral lagi? Karena mereka ini ASN. Kenapa viral lagi? Lah kalau ditarik itu bisa sampai ke mereka digaji dari pajak kita begitu. Itulah netizen dan selalu benar. Kemudian ee nah adaptasi seringki bersifat cepat, simultan, dan berlapis. saya rasa ya kalau misalnya ee era kerja ini dengan teknologi digital gitu ya, ternyata itu sebenarnya sebenarnya gitu ya yang nampaknya ee yang apa ee lebih produktif gitu. Lebih produktifnya itu apa? Karena kita posisi kita di rumah pun kita masih bisa buka, kita masih bisa cek-cek gitu ya. sehingga waktu adaptasi yang bersifat cepat ini tadi gitu ya pada waktu kita di katakanlah pada waktu kita di rumah kita pun bisa gitu ya mempelajari itu gitu. Sekarang bekerja itu bukan tentang eh 9 to5 lagi gitu ya. Ternyata sekarang ini lebih ke ya anywhere everywhere gitu. Itu itu sebabnya eh sedang digodok work from mall gitu ya. bukan work from anywhere lagi but work from from mall gitu. Nah, kemudian eh masalah ini muncul ketika sistem lebih ee berubahnya lebih cepat daripada AS eh daripada SDM-nya. Maka para ASN yang di sini welcome to era digital yang setiap saat sistem itu juga bisa berubah-berubah. Yang lebih sedih lagi terkadang terkadang gitu ya gak apa-apa ee kita saya sampaikan saja terkadang ganti pimpinan bisa ganti sistem karena di dalam pergantian sistem itu juga ada anggaran. Nah, repotnya juga begitu gitu ya. Maka ee saya rasa evaluasi-evaluasi dari pemerintahan pun ee pasti akan terus dilakukan, dijalankan apalagi sekarang eranya era Mbak Evi, efisiensi gitu ya. Jadi mengoptimalkan yang ada, menyempurnakan yang ada gitu. Baik, selanjutnya ee apakah kemudian beban kerja meningkat secara digital dan bukan berkurang? Beban kerja ini biasanya di awal, Teman-teman. Jadi kalau kita berubah menjadi teknologi sama ketika dosen-dosen misalnya ya yang awalnya itu untuk BKD, LKD, laporan kinerja gitu ya itu ee menggunakan ee semi semi digital gitu ya. Kalau zaman saya bukannya konvensional-konvensional amat sih, tapi semi gitu. Tapi sekarang tiba-tiba 100% digital gitu. Dan 100% digital itu ternyata lebih kedetect, lebih enak juga gitu ya. Enaknya itu apa? enaknya itu kedetect sampai pusat ini sudah berapa lama gitu. Kalau ini sudah terlalu lama maka pusat yang ee akan memperhatikan itu gitu ya. Nah, meningkat secara digitalnya itu adalah di awal bagaimana kita harus beradaptasi dan belajar. Tapi saya punya keyakinan sejauh karena saya ini milenial gitu ya, dari mulai konvensional mesin ketik dok dok dokdok saya juga kena gitu ya. Kemudian radio saya juga masih kena workman saya masih kena sampai sekarang ee komputer dengan CPU, laptop dan lain sebagainya. Sampai sekarang ini kita kalau dengarin musik cukup dengan Spotify gitu ya. Nah ee itu semua pada akhirnya mengurangi ee mengurangi beban kerja kita. Kalau para contonent kreator bagaimana mereka harus membuat sebuah konten yang berkualitas gitu. Kalau sekarang cukup dengan handphone dan apps, tapi di awal kita harus belajar. Nah, belajarnya itu yang tidak diberikan waktu lama oleh alam. Alam yang tidak memberi waktu lama. Sehingga rekan-rekan ya memang ee harus berpacu gitu ya, berpacu dengan alam. siapa yang bisa adaptasi, siapa yang bisa mengikuti. Saya rasa ee mereka-mereka itulah yang ee yang layak gitu ya. Tetapi siapa yang kemudian di zona nyaman, malas belajar dan lain dan lain sebagainya. Kalau ASN mungkin ya hanya tinggal tunggu waktu saja gitu ya. Karena perjuangan eh persaingan di ASN sekarang luar biasa. Bangga hari ini saya bisa ketemu dengan ASN-ASN hebat Jawa Timur gitu ya. Oke. Ee muncul fenomena sekedar mengisi sistem tanpa memahami makna kerjanya. Ya, ada juga sih orang-orang yang seperti ini gitu ya. Ee kritisnya itu kurang ini lebih ke karakter gitu ya. Tapi dengan leadership yang baik, kemudian motivasi-motivasi yang baik. saya rasa orang yang SDM-SDM yang seperti itu gitu ya ee itu juga bisa dirubah baik dengan ee baik dengan transformas e transaksional, transformasional ataupun dengan sistem gitu. Oke. Dan perspektif manajemen digital itu masalahnya bukan di teknologinya tetapi di manusianya gitu ya. Transformasi digital adalah isu manajemen SDM gitu, bukan hanya IT. Dan saya sangat merasakan itu karena saya pengajar gitu ya. Kemudian diperlukan juga pengelolaan kompetensi motivasi dan adaptasi ASN yang paling sulit dikendalikan itu adalah ee ee apa namanya? Keberanian-keberanian dalam memanfaatkan ruang digital sosial gu ya. Jadi, ruang sosial di ee di teknologi digital gitu. Jadi memang benar-benar harus dewasa gitu ya. Nah, karena yang saya hadapi juga sering mahasiswa gitu kadang-kadang ya enggak terlalu ee belum terlalu nyampai gitu ya. Maka tugas kita dan ASN yang ada di sini juga bisa memberikan contoh dimulai dari dirinya sendiri gitu ya dengan digital skill-nya dengan bagaimana mengangkat budaya positifnya dan bagaimana etikanya dan bagaimana jangan mudah percayanya itu tadi gitu ya. Empat ee pilar literasi digital dan juga MSDM digital berperan menjembatani teknologi dan kinerja manusia. Digital skill tidak sama dengan digital impact. di dalam digital skill bagaimana kita bisa beradaptasi menggunakan teknologi, memanfaatkan tools yang ada untuk meningkatkan produktivitas kita. bukan menambah beban beban kinerja, tetapi meringankan kinerja yang biasanya dan kemudian bisa ditambah produktivitas juga yang lain. Maka sekarang jangan heran gitu ya, banyak ee para ASN-ASN atau yang di BUMN, di BUMD saya cukup banyak gitu ya lihat di media sosial yang karena personal brandingnya dia cukup baik, akhirnya mereka juga bisa memanfaatkan ee media digital itu juga untuk mendapatkan ee apa ya istilahnya mendapatkan keuntungan, mendapatkan profit gitu ya. baik dari personal branding-nya kemudian dimanfaatkan juga atau ditarik juga menjadi affiliate-affiliate maka ASN pun bisa menjadi ASN preneer gitu ya dengan ee cuannya di ruang digital sosial dan sedangkan digital impact itu menghasilkan nilai tambah kinerja organisasi menambah produktivitas. Karena apa? Karena ee bikin laporan yang dulu dan bikin laporan yang sekarang itu jauh berbeda, bisa lebih singkat, lebih mudah, lebih padat gitu. Bagaimana caranya gitu ya. Ternyata ada tools yang namanya AI gitu ya. Oh ya, ada tools yang namanya AI. Oke, kita manfaatkan chat GPT untuk bikin laporannya gitu. Waduh, saya harus paparan ke paparan ke bos-bos kita gitu ya. Oh iya, ee kita buat saja desainnya dengan memanfaatkan tools juga gitu ya. Dengan memanfaatkan tools juga. Tools-nya bisa pakai apa? Bisa pakai Gemini, bisa pakai chat GPT gitu ya. Ini ee desain yang saya buat ini menggunakan chat GPT. Tapi jangan salah gitu ya. output yang berkualitas, output AI yang berkualitas hanya bisa dikeluarkan oleh pengguna AI yang berkualitas. Jadi, tidak semua orang juga bisa membuat ee isi narasi yang sesuai dengan apa ya, sesuai dengan kebutuhan. Kemudian menjel bagaimana menjelaskannya dengan baik gitu. Itu sebabnya AI yang saya keluarkan tentu akan berbeda dengan AI-AI yang dikeluarkan oleh Bapak Ibu sekalian. Bisa lebih bagus gitu ya atau ee belum tentu juga gitu ya karena semuanya bergantung dengan validasi kita sebagai manusianya gitu. Itu sebabnya ee mungkin untuk PUT hari ini gitu ya, bahwa output AI yang berkualitas hanya akan dikeluarkan sama orang-orang yang berkualitas. Kira-kira begitu. Oke. Kemudian tentu diharapkan karena kebutuhan ee karena ee tujuannya juga adalah positif gitu ya dan ini tidak bisa terelakkan lagi dan semuanya sudah membuktikan maka ASN juga tidak ada pilihan lagi. Maka silakan untuk adaptif. Kita mulai dari awareness kemudian mungkin kita akan inter gitu ya. Kemudian kita ada hasrat untuk mendalami dan kemudian kita tunjukkan lewat action gitu. dan tentu saja kritis gitu ya. Jangan sampai nanti kita menggunakan ee sistem tapi kita tidak tahu. Jangan sampai kita menggunakan sistem tapi kita tidak tahu bahwa ee di situ menyimpan begitu banyak ee data-data pribadi kita gitu ya. Yang data pribadi itu dilindungi oleh negara gitu ya. Kemudian juga etis dalam ruang digital dan juga berorientasi pada layanan publik. Berorientasi pada layanan publik. Nah, ini penting ini. Jadi, setiap kali kita gerak itu adalah problem solving dari masalah-masalah yang ada di ruang publik. Baik, terima kasih ee atas perhatian dan partisipasi Bapak Ibu dalam seni ASN Belajar from Digital Skill to digital impact. Semoga materi ini memberikan perspektif baru dalam memperkuat literasi digital MSDM ASN dan peningkatan kualitas layanan publik. Kalau ada yang mau WhatsApp ke saya anytime, silakan. Insyaallah saya akan pasti jawab gitu ya. Kemudian kalau ada yang mau follow di meiana_yunus. Terima kasih saya akhiri. Ee mohon maaf kurang lebihnya bunga di taman bunga selasi. Ambillah satu jangan sampai jatuh. Cukup sekian dan terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Cakep pantun penutupnya mantap sekali Ibu Mei. Terima kasih banyak untuk waktu yang singkat. Namun ini padat sekali ilmu dan informasi yang telah disampaikan. Melengkapi apa yang telah disampaikan oleh Pak Aris begitu ya. Dan ini membuka wacana kita untuk bisa lebih kritis bertanya. Untuk itu kami sudah siapkan dua orang yang rais hand untuk bisa berinteraksi langsung dengan Ibu Mei, yaitu yang pertama kepada Bapak Kasiadi. Bapak Kasiadi silakan untuk open mic dan juga open cam. Kami tunggu segera. Sudah. Baik, terima kasih. Selamat pagi, Pak Kasiadi. Selamat pagi, Ibu Pani. Terima kasih. Baik, disilakan waktunya untuk bertanya, Pak. Oke, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Saya dari ee Pak Kasandi dari SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto, Ibu Dr. Maitana Indarasari, ST., SM. M.M. Ya. Ya. Alhamdulillah luar biasa tadi materinya cukup padat, singkat, dan bermakna sekali. Ada empat pilar literasi digital ASN yang saya simak tadi e baik digital skill, digital culture, maupun sampai digital safety. Yang perlu saya tanyakan Bu, ada dua. Yang pertama, bagaimana cara kita mengubah pola pikir ASN agar digital culture tidak hanya sekedar bisa pakai aplikasi, tapi benar-benar adaptif terhadap perubahan teknologi dalam berdampak pada pelayan masyarakat. Bu. Yang kedua, bagaimana cara ASN menjaga digital etik dalam pelayanan publik tanpa mengabaikan digital safety terkait perlindungan data rahasia negara? Terima kasih, Bu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Wah, singkat padat. Namun ini tentu saja mewakili dari SAT ASN yang ingin bertanya ya. Bu Mai silakan untuk jawabannya. Makasih Adi. Terima kasih. Singkat padat dan seperti ujian disertasi. [tertawa] Baik. Ee ee pola pikir ASN tapi adaptif ee tapi ee bukan bukan penggunaan apps. Jadi kalau kita lihat tadi di awal itu memang di awareness-nya gitu ya. Kalau di sebuah program itu kan ada idea. Jadi kita mulai dari awareness, interest, kemudian desire, dan juga eh aksi gitu ya. yang terakhir gitu ya, call to action gitulah. Nah, sebenarnya ini adalah ee strategi-strategi marketing yang juga bisa kita terapkan dalam sebuah program. Karena program yang sekarang ini cukup banyak yang disosialisasikan melalui sosial media gitu. Bagaimana bagaimana kegiatan hari ini bisa dihadiri oleh lebih dari 4.000 ee pengunjung kemudian 1.000 like. Salah satunya tentu adalah ee dari kekuatan sosial media gitu ya. Dan saya juga sudah membuktikan sendiri bahwa ketika itu saya posting, rekan-rekan teman-teman ASN itu juga banyak yang cukup banyak yang japri saya gitu. Jadi ee apps itu merupakan tools gitu ya atau apps ini sama boleh kita samakan dengan artificial intelligence. Itu adalah sebuah tools yang bisa mempersingkat waktu kerja kita. Coba kalau dulu rasanya kita mau bikin riset itu aduh lama sekali ya. Kalau sekarang ee bagaimana kita mencari artikel penelitian terdahulunya menjadi mudah gitu ya ee dibantu dengan apps- apps itu tadi gitu ya. Namun ee namun Pak untuk membangun digital culture yang kuncinya itu adalah mengubah orientasi ASN dari sekedar bisa pakai aplikasi tetapi menjadi menciptakan dampak layanan gitu ya. digital culture tumbuh akan tumbuh ketika ASN itu memahami bahwa teknologi ini adalah alat untuk menyederhanakan kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik gitu. Jadi dibangun melalui teladan pimpinan, refleksi kinerja, dan juga pengukuran dampak. Jadi bukan hanya sosialisasi, kemudian pelatihan-pelatihan teknis gitu, tentu semuanya kan ada evaluasi kinerjanya gitu ya. Kemudian terkait dengan yang kedua, etika digital dan juga digital safety itu memang keduanya harus berjalan bersamaan gitu. ASN mau tidak mau, suka tidak suka karena ini adalah tupoki, wajib bersikap profesional gitu. Kemudian sopan, kita bicara tentang etika gitu ya dan juga bertanggung jawab di ruang digital. Ee selanjutnya disiplin menjaga kerahasiaan data dan informasi publik. Jadi prinsipnya ini jelas gitu ya, transparan dalam pelayanan tetapi tegas dalam perlindungan data. Dan di sini ASN digital bukan hanya cakap teknologi, tapi juga diharapkan bijak, beretika, berorientasi pada kepentingan publik. Saya rasa itu Pak Kasiadi. Terima kasih pertanyaannya. Baik, terima kasih banyak untuk jawabannya dan semoga saja memuaskan pertanyaannya Pak Kasadi Adi untuk jawabannya. Maksud saya kita akan beralih kepada penanya selanjutnya langsung terhubung dengan Bapak Dani. Baik, selamat pagi Pak Dani. Sudah terhubung secara langsung open mic dan juga open cam. Oke, selamat pagi. Baik, selamat pagi Pak Dani. Boleh disampaikan dari mana Pak Dani? Ya, terima kasih atas waktunya. Perkenalkan saya dari ee perbuatan. Baik, boleh disampaikan juga pertanyaannya langsung Pak. Silakan. Baik ya, terima kasih yang pertama dari buat tadi materinya bagus dan seperti yang disampaikan saya sudah follow Bu nanti fiknya ya. eh terkait eh personal branding branding ya saya sekali tetapi di lapangan di daerah terutama itu kami sering ketemu kebijakan tanda petik karena kemarin saya juga pernah untuk kami diwanti-wanti untuk tidak banyak bersosial media jadi termasuk apa namanya terutama Facebook ya kalau di banyak teman-teman yang pakai itu supaya tidak banyak membuat statement di sosial media. Padahal seperti yang jenengan sampaikan Bu tadi bahwasanya personal branding is branding. Jadi sebetulnya kami hanya waktu yang lalu kami menggunakan sosial media ini hanya untuk komunikasi dengan warana ee beberapa kali saya menjadi UPD KUPT itu ya ini sebuah pertanggungjawaban moral bagi pelaksana saya sebagai aparatur negara abdi masyarakat mempertanggungjawabkan apa yang kami kerjakan setiap harinya karena pada waktu itu memang belum ada yang namanya IGE BKN ataupun UN di kabupaten belum ada. Makanya saya menggunakan sosial media. Nah, kenapa istilahnya ada alergi terhadap media sosial yang pernah jadi itu yang pertama? Lalu yang kedua terkait isu-isu yang seringkali ini hubungan ada hubungannya juga dengan lagi. Tidak hanya di media sosial tetapi juga media dalam tanda kutip pewartanya atau LSM atau wartawan gara kita tahu ya banyak macam ee apa ya warna dari wartawan-wartawan itu ada yang legitimate ada yang tidak gitu. Jadi bagaimana apabila mereka itu melempatkan isu-isu yang tentu ee belum belum 100% kebenarannya itu bagaimana kita sebagai ASN menyikapi itu? Apakah kita juga perlu menggunakan hak Jawa meskipun media yang mereka pakai itu media yang mungkin sudah tidak apa ee terdaftar di Dewan PR gitu. Terima kasih atas Pak Dani. Baik, terima kasih banyak untuk pertanyaannya Pak Dani. Disampaikan silakan jawabannya Ibu Mei. Baik, terima kasih Pak Dani. Ee luar biasa. [tertawa] Ee memang media sosial ini boleh dibilang adalah sebuah media yang menyajikan konten-konten yang efeknya itu kadang bisa ngeri-ngeri sedap gitu ya. Kadang bisa ngeri-ngeri sedap. bukan hanya ngeri-ngeri sedap karena ee melipir-melipir jurang kemudian jatuh ke jurang, tetapi juga ee ada beberapa karakter gitu ya di beberapa zona gitu yang ee iki kok arek enom iki kok moncol nemen ya. Nah, ada begitunya juga gitu ya. itu terkait dengan karakter budaya di instansinya masing-masing. Tetapi saya mungkin bisa memberikan salah satu contoh ya. Saya punya rekan ee di aktif juga di media sosial gitu ya. Sebenarnya media sosial ini tentu saja bukan kanal untuk laporan kinerja kita itu bukan gitu ya, tetapi sebagai salah satu media pintu masuk gitu ya. pintu masuk dengan ee kita bisa ee bisa berinteraksi dengan masyarakat gitu. Nah, mungkin saya bisa memberikan salah satu contoh gitu ya dari rekan saya yang mungkin sekarang ini juga menjabat saya juga ee agak-agak lupa gitu ya karena sempat kemarin di posisinya kalau enggak salah di Trenggalek kayaknya sekarang juga sudah pindah gitu ya. itu ada ee Kak Yudi Kemal gitu. Karena memang Kak Yudi Kemal ini berangkatnya dari ee berangkatnya dari konten kreator muda gitu ya, dari konten kreator muda sehingga beliaunya ketika masuk di ASN-nya gitu ya ee bagaimana beliau itu bisa mensosialisasikan program-program dari instansinya. Saya rasa kalau instansi dapat SDM yang seperti ini itu ada poin plus-nya gitu. followernya cukup banyak gitu ya sebelumnya karena juga di apa di bidang entertain gitu ya contentor ee pekerja kreatif gitu ya menjadi menjadi bagusnya itu ya karena mudah mensosialisasikan programnya ke konten media sosialnya sesuai dengan konten-konten yang disenangi dan diminati oleh masyarakat digital. kira-kira begitu gitu. Jadi ee apa namanya? Jadi tentu saja apa tadi yang disampaikan oleh Pak Deni itu memang cukup banyak gitu ya dan nyata juga di daerah di ee di daerah gitu. Jadi media sosial itu kanal digital yang sering dipakai karena memang kan cepat dan juga responsif terutama ketika sistem formal itu belum berjalan optimal gitu ya. Dan itu bukan kesalahan ASN-nya. Artinya begini, ketika diminta untuk tidak terlalu banyak main di media sosial, itu sebetulnya sedang menjaga, itu sebetulnya sedang melindungi. Karena perspektif setiap orang itu memang berbeda-beda gitu ya. Buat kita itu bercanda, buat orang lain belum tentu itu bercanda. Nah, dalam hal ini mungkin pimpinan sedang mencoba melindungi sebenarnya perlu diikuti dengan beberapa ee beberapa informasi-informasi beberapa pengembangan wawasan seperti yang sekarang ini. saya rasa dari BPSDM itu ee masih aktif sampai sekarang di setiap apa ee diklatnya diklatnya P3K ataupun diklatnya ASN itu selalu ada literasi digital ASN. Nah, di situlah kita benar-benar mencoba untuk menumbuhkan gitu ya, menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan juga kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial. Sebenarnya memang ada yang dikhawatirkan terkait dengan ngeri-ngeri sedap itu tadi gitu ya. Dan untuk isu yang beredar di media sosial ya, kalau kita cakap digital tentu kita tidak mudah gitu ya mempercayai kebenaran gitu ya. Apalagi kalau misalkan ee jangan berhenti di sini, sebarkan dan lain sebagainya. Pokoknya yang sudah menggunakan kalimat-kalimat seperti itu gitu ya. Dan hal-hal seperti itu itu biasanya dikembangkan melalui forum-forum, kelas-kelas di literasi digital gitu ya. Sehingga ASN tentu saja tidak boleh bereaksi secara emosional ataupun defensif. ASN ini ee berbeda, Pak. Sekali lagi berbeda gitu ya. berbedanya berbeda dengan pekerja swasta ataupun berbeda dengan ee pelaku bisnis yang seperti tadi saya sampaikan gitu ya. Nah, kalau langkah utamanya yang perlu dilakukan ASN bisa verifikasi berbasis data resmi dulu gitu ya. Jadi ASN itu kembali ke dokumen data dan juga regulasi yang sah gitu. Kebenaran ASN itu bukan dari opini tapi dari data dan kewenangan formalnya gitu. Kemudian yang kedua bisa memisahkan ruang klarifikasi dan ruang keputusan. Kan itu beda tuh gitu ya pintu masuknya. Mungkin terkait sosialisasi ee awal pintu masuk itu bisa di sosial media. Kemudian selanjutnya kita harus masuk ke ruang keputusan ini tadi dan ya tentu saja tidak bekerja sendiri gitu ya. Jadi kalau setiap kali ada isu ya kita mesti menggunakan organisasi gitu. Apakah atasan langsung ataukah humas ataukah Inspektorat dan tim komunikasi gitu. Dan benar-benar benar-benar hati-hati menggunakan media sosial. Jangan sampai sekarang ini yang banyak beredar di ini gitu ya. Ee apa jangan memberikan respon karena kadang-kadang leader-leader itu juga harus hati-hati sekarang dalam memberikan instruksi ke bawahannya gitu ya. Hati-hatinya ya ee apa namanya? Sebisa mungkin kadang-kadang ya bukan leadernya tetapi bawah-bawahnya gitu. Jadi sebaiknya hal-hal yang seperti itu masuk di dalam ruangan gitu, tidak di media sosial. Misalkan ee tolong ya di-like postingan ee pejabat tertinggi kita. Nah, itu kan lucu gitu ya. Zaman sekarang itu yang namanya WhatsApp grup itu ya media sosial gitu ya. Walaupun isinya hanya dua orang atau tiga orang gitu ya, tetap aja media sosial yang bisa dicapture sewaktu-waktu dan jejak digital tidak bisa dihapus gitu Pak Deni. Terima kasih. Baik. Terima kasih banyak untuk jawabannya, Pak Dani. Dan ini masih ada durasi sedikit begitu ya. Kami berikan kesempatan kepada Mas Yudi Kemal. Tadi juga sempat dimention oleh Bu Mei. Ada Mbak Yudi Kemal serius. Waduh ngerasa [tertawa] untuk dapat open mic dan open camukem. Saya secara pribadi sukanya manggil Mas Yukem dengan akrab nih. Aduh sor Mas Yukem. Ya Allah. Selamat pagi Mas Yukem. boleh berikan ee pendapatnya atau mungkin bertanya sekalian sama Bu Mei. Silakan kami izin izin waktunya singkat. Silakan kepala UPT ini kayaknya. Iya. Iya. Selamat pagi. Terima kasih, Mbak Fani. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin ee Ibu, Bapak, Ibu seluruh Indonesia. Jadi, Pak Dani salam kenal. Saya per Januari sudah bergeser sebagai kepala UPT PPD Nganjuk, Bu. Ee Bapeda Provinsi Jawa Timur. Iya, [tertawa] masih di Bapenda. Tapi ee ya singkat saja tadi diberikan waktu ee kesempatan yang cukup pendek daripada saya tidak punya digital skill untuk bertanya gitu ke Bu ini ee kesempatan mahal. Ada dua poin. Ee jadi ee saat kemarin saya baru bersih-bersih di ee apa namanya? di institusi saya di part of institusi tentu ee karena ada banyak sekali inovasi-inovasi yang kemudian jadi tress innovations ee yang kadang-kadang tuh kita jadi asal mendigitalisasi inovasi yang kemudian dipaksa berdampak begitu. Jadi ee itu kemudian memang ee betul-betul saya ee filter. Jadi saya bikin filtrasi dan pertanyaan saya untuk ini adalah sebenarnya ada enggak sih ee Bumi Mee pemetaan simpel begitu ee terkait inovasi digital berdampak ya karena sekali lagi kita ngomong satu keyword yang sangat mahal tadi dari ee Pak Dr. eh Kaban BPFDM dan juga eh Pak Kaban Dinas Pendidikan juga sama menyampaikannya. Impactful juga karena eh tema kita hari ini juga adalah digital skill to digital impact. Kemudian yang kedua adalah tadi juga sudah di ee senggol sedikit sama beberapa penanya bahwa memang ee saat ini kita dihadapkan pada ee digitalisasi yang berdampak atau mendigitalkan em skill kita ini itu adalah eh dengan etika birokrasi. Kalau bumi masuk ke pilar ee digital etik. Nah, pertanyaan saya Bu karena memang ee etika birokrasi ini betul-betul tadi Bumis betul-betul ngasih barrier gitu. Bukan barrier sih, lebih ke apa namanya ee apa ya ee batasan batasan karena memang sekali lagi e kita adalah ee pengabdi masyarakat. Kalau di saya kebetulan memang publik, maka memang betul-betul harus hati-hati. Nah, pertanyaan saya untuk yang kedua ini apa ya ee variabel yang kira-kira bisa yang dibutuhkan untuk ee kita bisa mengatur digital etik ini ee sehingga kemudian skill digital kita terpakai karena biasanya karena terbentul oleh etika birokrasi, oleh digital etik ini ee kami kemudian menjadi apa namanya tidak bisa ee apa ya mengembangkan potensi dan itu ee ketika saya di Nganjuk ternyata teman-teman saya, tim saya itu sebetulnya nya ee sangat potensial. Cuman mereka kemudian ee takut untuk melangkah sehingga ee kita susun mekanisme untuk kemudian ee sama-sama bisa maju bersama dengan eh apa spiritnya Bu Gubernur eh no one left behind. Jadi enggak ada orang yang apa namanya tertinggal di belakang. Saya kira itu Bu. Terima kasih Mbak Fan. Bu Mei. Makasih, Mas Yukem waktunya. Wah, selamat bertugas di Nganjuk. Saya baru tahu kalau Mas Yukem pindah ke Nganjuk nih sekarang. [tertawa] Sehat selalu, Mas. Baik, Bu Mei. Tadi juga Iya. Tadi ee ada pertanyaan singkat begitu ya. Izin untuk dapat dijawab secara langsung. Terima kasih. Baik, baik. Terima kasih ya. Aduh, saya itu juga sebenarnya juga pas kok pas ngerasani gitu padahal teman ASN juga banyak. Tapi ini menjadi ee saya jadikan contoh karena saya memang kenal Kak UKM itu memang dari ee sosial media gitu. Dari sosial media, dari konten-kontennya, dari yang mulai lucu sampai yang serius gitu ya. dengan gayanya Kak Yukem gitu. Baik, ee terkait dengan pertanyaan Kak Yukem tentu saja gitu ya, tentu saja ee ada gitu ya dan ee terkait dengan ee memetakan inovasi digital itu gitu ya. Dan yang mungkin kita bisa apa ya filtrasi secara sederhana gitu ya. Yang pertama ngonten itu kan bukan hanya sekedar ngonten apalagi kalau ASN apalagi kalau official. Nah, official ini juga cukup penting gitu ya. Karena kalau kita sudah masuk ke dunia politik tentu saja akan lebih menonjolkan person-nya bagian dari elektabilitas dan lain sebagainya. Tetapi seharusnya official itu yang pertama itu setiap ngonten harus ada jawaban masalah apa yang diselesaikan gitu. Jadi kalau kalau inovasi digitalnya itu tidak jelas program realnya eh problem real-nya gitu ya atau hanya ngikuti tren saja dan bukan kebutuhan sebaiknya tidak masuk ke official gitu. Kemudian yang kedua, apa perubahan nyata setelah ada inovasi itu gitu ya. Apakah ada waktu layanan yang lebih singkat, apakah biayanya lebih murah? Kemudian apakah ee resikonya menjadi minim, kualitas layanan meningkat gitu ya. Kalau tidak ada yang terukur berarti belum berdampak gitu. Kemudian yang ketiga ee apakah bisa gitu ya bertahan tanpa dipaksa gitu. Jadi inovasi berdampak ini dipakai itu karena membantu bukan karena diperintah atau di atau dikejar-kejar sama kompetisi apa gitu ya. Jadi kalau satu inovasi gugur di salah satu poin sebaiknya juga tidak dilanjutkan atau tidak diklaim sebagai inovasi digital yang berdampak gitu. Jadi tiga hal itu yang perlu di ee mungkin menjadi salah satu pertimbangan gitu ya dari teman-teman ASN digital utamanya yang mungkin yang mengelola eh official ataupun yang mau eh personal branding atas dirinya gitu ya. Karena ASN is eh unique and special gitu ya. Dan selanjutnya terkait dengan etika birokrasi untuk membatasi kreativitas ya kembali lagi gitu ya kembali lagi tentang sebuah kebenaran dan juga persepsi itu memang subjektif gitu ya tapi untuk menjaga kepercayaan publik gitu ya supaya digital skill ASN ini tetap terpakai tanpa melanggar empat etika mungkin ada ee ada pemahaman terkait dengan kewenangan kita gitu ya. Jadi kewenangan kita sampai ke mana? Apakah ee punya wewenang untuk menyampaikan ke publik gitu ya. Kalau memang ee kita tidak ada kewenangan gitu walaupun datanya dan datanya benar gitu ya, mungkin juga tidak etis juga untuk diumumkan secara ee ee apa ya ee pribadi account gitu ya. Kemudian juga substansinya. Jadi kita bedakan mana informasi layanan publik dan juga mana informasi internal ataupun yang sensitif gitu ya. Kemudian ee media dan juga cara penyampaiannya juga perlu menjadi pertimbangan dan dampak sebelum menyampaikan gitu ya ASN perlu bertanya apa dampaknya bagi masyarakat, institusi dan diri saya sendiri gitu. Kalau tadi saya bilangnya disotkan gitu atau dilihat manfaat dan mudaratnya ketika ada ah ini nanti bisa ee mengganggu yang sebelah kanan sudah gitu. ASN saran saya main aman aja dan saya rasa ee sepertinya Kak Yukem ini narasumbernya karena Kak Yukem pelaku ASN content aktif di media sosial juga dan saya salah satu followernya. Terima kasih. [tertawa] Baik, terima kasih banyak untuk jawabannya dan juga ee tanggapannya. Begitu Bu Mei, Mas Yukem waktunya terima kasih banyak. Selamat bertugas kembali di Nganjuk. Sehat selalu. Salam buat keluarga. Baik, Bu Mei. Waktu yang harus memisahkan kita pada sesi narasumber pemaparan yang kedua ini. Terima kasih banyak BE atas waktunya di sela-sela mengajar begitu ya. Semoga saja B kita dapat berjumpa lagi di lain topik dan semangat selalu untuk dapat menjalani kesehariannya. Akhirnya kita akan sampai pada narasumber yang ketiga. Begitu. Namun buat sobat ASN yang belum berkesempatan bertanya, jangan khawatir. Masih ada satu kesempatan lagi di narasumber yang ketiga untuk bertanya. Untuk itu kita nantikan narasumber yang ketiga. Masih semangat tentunya sobat ASN untuk mengikuti webinar ASN seri yang ketiga hari ini. Dan kita sampai di narasumber yang ketiga atau materi yang terakhir ya yang akan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang Bapak Sabriansyah Rizfika Akbar ST, M. Engineer, PhD. Baik, sebelum kami menyapa secara langsung begitu ya secara online kalau secara langsung beliaunya hadir ya saya akan memperkenalkan terlebih dahulu profil singkat beliau Bapak Sabriansyah Rizkika Akbar STM Magister Engineer PhD. saat ini mengajar di Departemen Teknik Informatika Program Studi Magister Ilmu Komputer. Dan beliau ini tentu saja S1, S2 di bidang teknik elektro serta gelar doktor dari University of Miazaki, Jepang di tahun 2021 serta memiliki pengalaman profesional di industri telekomunikasi dan telah menjabat berbagai posisi strategis akademik, termasuk sebagai ketua program studi Magister Ilmu Komputer dan kini sebagai ketua departemen teknik informatika. Dan beliau ini memiliki fokus riset berada pada rekayasa sistem berbasis komputer melalui sistem benam, komunikasi data, internet of things atau IoT dan juga wireless power transfer. Wow, pengalaman yang luar biasa karena memang ini kita berbicara mengenai digital jadi ada hubungannya dengan ilmu komputer. Wah, ini dibagi gratis untuk sobat ASN hari ini. Saya langsung menyapa kepada Bapak Sabriansyah. Selamat pagi, Pak. Siang mungkin ya saat ini ya. Selamat siang, Pak Sabriansyah. Baik, tadi sudah terhubung dengan kami nampaknya mungkin terkendala teknis. Kami coba menghubungi Pak Sabriansyah kembali. Oke, selamat siang Pak Sabriansyah. Izin, Pak, mic-nya open mic dulu. Udah open mic tapi belum terdengar suaranya. Baik, suaranya belum terdengar. bisa dicek kembali audionya belum nampaknya belum terdengarbuds-nya Mbak Coba mungkin Pak Sabriansyah menggunakan earbuds. Ada terkendala dengan earbuds-nya mungkin Pak bisa dilepas. Nah i ini sudah terdengar. [tertawa] Baik saya mau tanyakan kabarnya dulu. Apa kabar hari ini, Pak? Ya, alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Terima kasih sudah. Iya, terima kasih sudah menunggu dengan sabar sampai akhirnya di sesi materi yang ketiga hari ini. Dan langsung saja kesempatan kami berikan kepada Pak Sabriansyah. Silakan, Pak. Ya. Baik, Bapak Ibu sekalian ee yang terhormat Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Bapak, Ibu pimpinan dari PPSDM dan juga Bapak Ibu narasumber. Ee mohon izin ee saya akan membagikan eh sedikit materi terkait dengan eh from digital skill to digital impact eh talenta ASAN digital untuk Indonesia berdaya saing eh global. Saya coba share materi saya. Nah, ee baik untuk materi yang ingin saya sampaikan di sini adalah terkait ini judulnya mungkin IN Human Machine Frontier gitu ya. Di mana Frontier ini bisa dijadi artikan dua makna gitu ya. Kita sebagai benteng atau dan sekaligus yang terdepan gitu kan. frontier dan ee apa yang sudah disampaikan Bapak Ibu narasumber sebelumnya ada kemiripan bahwa kita itu sangat konsern terhadap trust gitu ya, kepercayaan publik dan ee gimana kepercayaan publik ini yang nanti menjadi gol kita dalam melakukan ee operasional sehari-hari terutama dengan banyaknya teknologi data yang kita terima itu yang ee akan kita coba bahas, diskusikan. kan bersama Bapak Ibu sekalian di materi yang coba saya ee berikan hari ini dan em itu ada di ee dengan meningkatkan ya kemampuan kita dalam literasi data dan juga bidang kecerdasan artifisial itu sendiri di mana mungkin seperti yang CGBT dan lain sebagainya sekarang semakin booming ya. Tapi ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menggunakan ee hal tersebut. Nah, Bapak Ibu saya ada di ee Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Kalau menghubungi email saya ada di Sabrian@ubasid. Silakan hubungi sewaktu-waktu jika mungkin ada yang ingin didiskusikan. Em saya ada di S2 Ilmu Komputer sebetulnya sekarang ee mengajarnya dan banyak ee apa ee bimbing teman-teman dari pasca sarjana. Jadi, Bapak Ibu yang mau sekolah lagi monggo bisa mampir mungkin ada diskusi-diskusi. Nah, ini saya awali dari film Bapak Ibu ya. Kalau yang pernah nonton film Aerobot ini ada ee ee percakapan yang menggelitik ya dari aktor utamanya yang diperankan Will Smith itu sama robot, seorang robot kalau enggak salah namanya Sony robotnya. Sementara Will Smith ini detektif gitu kan. dia berdiskusi karena takut Bill Smith ini takut robot itu menguasai dunia gitu ya. Muncul pertanyaan dari aktor tersebut, robot itu enggak punya perasaan gitu kananya. Apakah robot itu bisa bikin lagu, bikin simfoni enggak gitu ya? Robot itu bisa bikin ee lukisan enggak gitu ya. Kemudian robot itu bisa mencintai enggak gitu ya. Atau apakah bisa membuat keputusan yang fair enggak? Apakah robot itu bisa dipercaya? Apakah robot itu bisa baik dan seterusnya. Dan secara sederhana mesti ee si robot ini jawab, "Nah, kamu bisa enggak?" gitu kan. Nah, ini sebuah pertanyaan yang ee cukup menarik karena artinya ketika sebuah teknologi berhadapan dengan ee human dan mesin ini tadi ya ini saling mengisi gitu ya, bahwa kalau kita semakin ee memiliki kemampuan dalam ee baik itu beretika maupun kemampuan literasi data dan ee beradaptasi terhadap itu, maka ya si mesin ini akan mengikuti seperti itu ya. Nah, ini menjadi ee pembicaraan yang menarik mungkin menurut saya ini ya untuk membuka ee bareng-bareng kita berdiskusi terkait ee human machine frontier. Nah, kita memang berlandaskan di sini kalau apa yang gampangnya kalau kita ingin lihat di public sektor warga itu paketnya ee layanan cepat gitu tadi. Seperti yang Bu media sampaikan juga layanan cepat dan terpercaya. Nah, artinya ee kalau sekarang dulu mungkin ada istilah hype ya, ada istilah hyp digital hype lah ya. Semua itu kalau didigitalisasi seolah keren gitu kan. Tapi sekarang kita kembali menyadari bahwa yang kita bentingkan bukan hanya keren tetapi sudah berdampak gitu kan. Dan berdampak ini ee didefinisikan ee oleh warga dengan simpel dengan semua layanan sekarang yang serba instan adalah cepat, adil, aman ee ee yang diinginkan oleh ee warga ya mungkin. Nah, em dan dalam melakukan itu kita kan pastinya ada rambu-rambu yang harus kita ee ee patuhi ya. Dan secara praktis nanti akhirnya kita dalam melakukan ee adopsi sebuah teknologi dituntut memiliki kemampuan verifikasi yang lebih baik gitu ya. kemudian melakukan rekam sejak keputusan lebih baik dan juga perlindungan terhadap data di mana mungkin memang kita sedang menuju ke arah tata kelola data di negara kita ini. Sementara mungkin negara-negara Eropa sudah memulai dengan aturan-aturan seperti GDPR ya, general data, public retention. Mungkin secara sederhana pertanyaan yang mungkin kita bisa tanyakan ke kita sendiri ketika kita menghapus sebuah pesan di WhatsApp gitu ya, pertanyaan besarnya itu apakah itu betul-betul terhapus? Nah, ini adalah salah satu pertanyaan yang mungkin nah sebagaimana aplikasi itu bisa menjamin apa yang kita data yang kita simpan, data yang kita hapus di situ itu betul-betul ee memang dijamin gitu kan. Nah, akhirnya muncul aturan-aturan seperti di GDPR tadi. Nah, dari eh digital high to digital impact ini banyak kita memang pengin menghasilkan dampak-dampak yang lebih baik. Jadi kita fokus ke outcome gitu kan. Kenapa kok kita sekarang ee ee diminta untuk banyak fokus ke outcome? Karena harapannya teknologi-teknologi yang existing saat ini itu sudah mampu membantu manusia gitu kan dalam ee meningkatkan output dan productivitynya. sebelumnya mungkin kalau kita lihat di ini saya ambil statistiknya dari ee dokumennya World Economic Forum eh tentang pekerjaan-pekerjaan yang nanti akan ee muncul ya di tahun 2030 sampai 2030. Kemudian skill-skills apa yang nanti kita perlukan seperti kalau kita lihat di Cor skill 2025 berarti ee tahun lalu ini ya itu kita harus memiliki kemampuan leadership dan pengaruh sosial. Nah, ini ya social influence ini penting karena ee dari berbagai macam konten media digital sekarang faktanya itu banyak berpengaruh terhadap ee warga yang lain atau subscriber ataupun followersnya. Nah, kemudian kemampuan kita melakukan analytical thinking, kemudian resource management and operations atau e mengelola resource dan operasional, melakukan itu secara efektif dan efisien itu menjadi tantangan dan skill yang menjadi eh dibutuhkan eh hari ini. Dan service orientation and customer service berfokus pada layanan dan berfokus pada customer. Kemudian eh resilience, flexibility and agility. Artinya resiliens itu tangguh gitu kan, fleksibel dengan berbagai macam. Enggak hanya mungkin sekarang susah ya sekarang kalau kita dibicara bicara misalkan ee tupoksi Bapak itu apa. Nah, ini kan menunjukkan bahwa pekerjaan itu sedang terdisrupsi sehingga kita memang dibentut juga fleksibel dan ajal. Dan ini ee wajar sepertinya kalau kita lihat di berbagai macam sektor. Nah, em kalau kita lihat skill yang dibutuhkan nah nanti di tahun 3030 ya kemampuan AI ee big data itu menjadi penting karena data ini semakin besar, semakin cepat velocity-nya. kemudian cyber security, eh literasi teknologi, kemudian pedulian kita terhadap lingkungan dan juga creative thinking. Ini yang e semakin muncul di tahun 2030. Ini yang saya ambil dari World Economic Forum ya. Nah, kalau di public sektor itu sendiri kita melihat eh belajar dari sebuah framework eh yang ada di eh OECD ya dari Economic Corporation and Development Organisasi. Dia eh membuat sebuah framework bagaimana eh impact itu bisa diwujudkan ee dengan mengadopsi sebuah ee beberapa teknologi yang ada saat ini gitu kan. Seperti yang Bapak Ibu ketahui, kalau kita lihat di bagian ee data, sumber data di mana kita bisa mengambil data. Bapak, Ibu bisa lihat dari database, dari aplikasi Bapak, Ibu sekalian, dari data CCTV, dari sebuah formulir, kontrak, dan lain sebagainya. Kemudian kita juga harus aware terhadap di mana data itu nanti disimpan, gitu kan. bagaimana kualitas datanya, apakah data ini sudah ee ee melindungi ee privacy dari pemilik data dan seterusnya. Nah, kemudian juga ketika data ini di-share atau dibagikan ini juga harus ada beberapa hal yang jadi perhatian. Apakah website, bagaimana website ini nanti bisa mempublish data, kemudian bagaimana kita meng-ghandle request terhadap data, sharing-nya bagaimana itu sekarang menjadi penting Bapak, Ibu ya. Kalau mungkin kita wajarlah kita ketika didrupsi teknologi seperti Google Drive, Dropbox dan lain sebagainya melakukan sharing setelah di-share anything gitu ya kepada anyone lupa kita ngembalikan eh privacy-nya ke terlindungi lagi dan itu aja. Tapi sekarang hal ini menjadi concern gitu kan karena bisa jadi data-data atau informasi publik itu tersebar melalui ini gitu kan. Nah, kemudian bagaimana data-data tersebut itu nanti digunakan atau dicoba dimanfaatkan itu ya melalui ee beberapa macam analisis statistik eh atau yang sekarang keren menggunakan istilah machine learning eh kemudian bagaimana membuat dashbord dan visualisasi terkait dengan itu. Dan hal ini semua yang kita lakukan ini selalu kembali lagi kepada public value tadi ya. ketika bagaimana kita itu bisa mendapatkan dampak positif ee kepada warga yang kita ee layani kan seperti itu. Nah, ini ee ada ee sumbernya nanti Bapak Ibu bisa mengambil dokumennya lebih ee detail dan itu menurut saya bagus untuk dibaca-baca ee sebagai untuk wawasan kita bagaimana sih mewujudkan platform ini ee atau framework ini ke dalam layanan pemerintah. Nah, em saya juga pengin menekankan satu hal terhadap ee data ini karena data ini kan sangat ee powerful ya. Kalau ini adalah framework di pertama ya, bagaimana data itu mungkin bisa diclect atau dikumpulkan dan kita bisa lihat bagaimana data ini sangat berpotensi. Kalau misalkan ee kita bisa lihat misalkan pertanyaan-pertanyaan yang ada di slide, gimana ya jika kita bisa memberikan bantuan itu tepat sasaran. Apa sih yang dimaksud dengan tepat sasaran? Seberapa efektif, seberapa efisien kita bisa memberikan itu kepada memang keluarga yang betul-betul membutuhkan? Nah, ini adalah impact Bapak, Ibu ya. Kemudian bagaimana kita itu e misalkan untuk dinas kesehatan lebih banyak lebih banyak ee karena kita bisa mendeteksi resiko lebih dini. Kemudian bagaimana jika lebih banyak warga yang terselamatkan juga karena ada peringatan yang datang e lebih cepat ya. Nah, ini ini menjadi ee kita ini adalah contoh pertanyaan-pertanyaan impactful. Jadi bukan terbalik berpikirnya. Kalau dulu mungkin bagaimana kita punya data, kita digitalisasi kita ini, tetapi kita lihat gol-nya dulu ya, bagaimana impact yang kita bisa berikan ini baru kemudian kita pilih ee berdasarkan gol yang sudah kita tentukan gimana kita nanti mengoptimalkan teknologi untuk bisa menjangkau atau menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini. Ya, intinya dari segala problem yang ada, kita butuh insight atau pandangan yang tepat di waktu yang tepat gitu kan. sehingga keputusan layanan dan kebijakan itu menjadi lebih baik. Jadi ini adalah potensi bagaimana kita itu punya ketika bisa mengelola mengelola data itu dengan lebih ee baik. Nah, seperti yang kita pelajari di beberapa ee waktu ini ya, kalau kita lihat banyak sekali data-data yang ada di media sosial itu diraw gitu kan hashtag-nya. Nah, ini kan kita menjadi sebuah pertanyaan dan ini mungkin menarik kalau untuk Bapak Ibu jawab nanti dijawab secara masing-masing gitu ya sambil di berpikir media sosial ini pemilik datanya siapa gitu kan. Siapa ownernya berhakkah kita mengambil data yang ada di media sosial gitu kan. Siapa yang melakukan pengecekan? Misalkan Bapak Ibu di sini ingin menilai gimana sih subtens ee masyarakat terhadap sebuah kebijakan tertentu berdasarkan ee sentimen analisis gitu ya dari ee media sosial. Nah, itu kan diambil gitu ya. Nah, kalau kita salah dalam menyimpulkan ini dampaknya kan bisa fatal. Ee kemudian kita juga mensosialisasikan kemudian disosialisasikan dobble fatal gitu ya. sudah kesimpulannya salah kemudian kita sosialisasikan. Nah, ini berdampak pada ya ketidakpercayaan lagi. Nah, ini yang menjadi ee apa ee kita harapannya sama-sama bisa jadi lebih kritis ketika kita itu ingin mengambil data, mengolah dan kemudian menyimpulkan gitu kan. Nah, di studi kasus yang kedua juga yang ngetren sekarang mulai banyak nih sensor-sensor ni. Kebetulan saya juga lagi research di bidang air quality ini. Eh, ketika ada sebuah IoT kemudian kita pasang itu tentunya dengan izin ke beberapa wilayah yang ada di ee kecamatan gitu ya. Misalkan siapa ini yang memiliki data dari IoT gitu ya. Kemudian ketika siapa yang melakukan cek data, siapa yang melakukan approval? Apa yang terjadi ketika kita salah menyimpulkan data, apa yang terjadi ketika kita ee ee mensosialisasikan hasil data IoT ini. Nah, itu dampaknya sangat krusial. Karena mungkin ada beberapa waktu itu saya ee lihat berita bahwa wilayah di Kecamatan A gitu ya, polusinya itu paling tinggi gitu ya. sudah disimpulkan itu sudah masuk media, sudah tersebar dan yang otomatis marah duluan mungkin kepala daerahnya gitu. Kok bisa ee ini disimpulkan seperti itu. Nah, apa? Nah, akhirnya muncul ee isu-isu yang sebetulnya mungkin bisa kita hindari jika kita lebih aware aware terhadap ee hal-hal tersebut. Kayak misalkan di air quality index ini em kita harus sangat ekstra hati-hati Bapak Ibu ya. Misalkan di sebuah desa ada yang memang pekerjaan keseharian penduduknya adalah ee membakar gamping gitu misalkan ya. Otomatis ketika not itu kita pasang di situ ya itu dia tinggi terus itu ee apa namanya kualitas polusinya. Nah, tapi kan tidak semerta-merta meskipun kita tahu enggak semerta-merta juga kita bisa nyalahkan maka jangan membakar gambing gitu. Nah, itu kan ee menurut saya itu betul tetapi tidak bijaksana. Nah, ini ee hal-hal seperti itu yang ee perlu kita hindari. Nah, ini contoh air quality indeks Bapak Ibu. Kita coba mengurangi dampak resiko terhadap pasien yang punya ee penyakit ee apa namanya ee paru-paru ya. Nah, itu sehingga mau dilakukan tindakan preventif agar mereka itu lebih waspada terhadap kualitas udara. itu saja seperti apa eh impact yang diharapkan di penelitian ini. Nah, eh itu mungkin ee dua studi kasus ini harapannya mencoba membuka ee pikiran kita terkait dengan ee gimana sih ketika kita ngambil data, ngolah kebijaksanaan ketika itu nanti menjadikan itu sebagai sebuah kesimpulan. ini ee sangat penting. Nah, artinya ketika kita menuju tata kelola data ini tadi itu ternyata ee beberapa data itu perlu diberi ee ada ee ada aktor-aktornya gitu ya, ada subjek data di sini misalkan. Ini yang perlu juga kita ee apa klasifikasikan. subjek data ini yang datanya dikumpulkan bisa berupa manusia dari benda bahkan fenomena alam seperti kualitas udara tadi ada produsernya sumber yang menghasilkan data baik itu sadar atau tidak melalui Twitter ataupun sensor. Kemudian nah ada controller di sini. Nah, ini mungkin peran-peran yang selama ini itu tidak terlihat dan di masa yang akan datang ee Bapak Ibu ASN bisa jadi punya ee Tupoki, salah satu dari beberapa aktor ini gitu ya. Karena ini ee sudah menjadi kewajiban ee dan sudah mulai menjadi awareness ketika kita bicara di mana tata kelola data gitu kan. Nah, data prosesor menyediakan infrastruktur teknis untuk ngelola data. Misalkan cloud computing, misalkan kita nyimpan data ke drive, apakah kita memang percaya dengan Google? Apakah ada PKS atau kerjaamanya? Apakah ada jaminan mereka enggak membocorkan data? Nah, itu ee perlu juga menjadi awareness. Nah, kemudian ada data analis dan akhirnya di ujung yang membuat kebijaksanaan di sini adalah eh public decision eh maker ya, yang menggunakan data yang kita diterima, diolah tadi untuk menjadi sebuah kebijaksanaan ee yang dihasilkan untuk memperbaiki layanan atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nah, ini sebuah contoh Bapak, Ibu. Eh, ada sebuah tools namanya Microsoft Presidio. Ini kita saya enggak enggak enggak fokus ke tools ya, tetapi fokus ke kontennya. Coba Bapak Ibu lihat di bagian input gitu kan. Hai, my name is David and my number is 212551234 gitu ya. Nah, kalau kita lihat dari teks yang dimasukkan ini sebetulnya misalkan kita ingin melihat ee apa melindungi data pribadinya, otomatis ada beberapa data yang harus kita itu lebih aware ya ee untuk kita lindungi. Contohnya di sini ya apa misalkan atau ada nama dan ada ee nomor KTP misalkan itu harus kita input e atau di sini e maaf nomor telepon ya itu harus kita input ya. Gak boleh ee namanya ini terlihat, kemudian ee nomor teleponnya juga terlihat kemudian datanya ini kita berikan ke orang lain, orang lain ngolah masih ada data itu kita berikan ke orang laki-lain. Nah, itu yang akhirnya bocor. Akhirnya informasi-informasi publik bocor. Nah, kalau kita lihat dari aktor data tadi itu kan ada bagian yang memang nanti melakukan controller yaunan dan pengun data yang harusnya nanti melindungi data-data seperti ini itu agar enggak tersebar. Kalau kita hanya butuh jumlah data atau visual bentuk visual dashboard-nya, maka data informasi pribadi dari warga ini enggak enggak perlu kita olah sebetulnya. Nah, itu ee kita bisa hidden ini atau kita incut menjadi sebuah kode-kode rahasia. Nah, itu eh contoh melakukan ananimity terhadap data, ya. Nah, dari ini ee ada sebuah ee apa ya istil ee transisi di mana data yang sebetul sebelumnya itu bisa di misalkan Facebook ngolah data untuk kepentingan ads, Google juga melakukan hal yang sama yang tradisional bahwa ini jadi komoditas bisnis itu. Jadi sekarang menjadi ada piagam hak data ini yang dikemukakan oleh Martin Bisne ini, Bill of Data Rights, bahwa data ini bagian dari hak asasi dan identitas diri gitu ya. Kemudian ada di versi hukum juga ini harus dilindungi. Kemudian peran warga ini mereka berhak melakukan kontrol terhadap datanya. ini yang penting. Jadi kalau ada sebuah aplikasi kemudian em kita di sini menghapus data kita di situ tetapi datanya tidak betul-betul terhapus, nah ini menjadi pelanggaran serius. Nah, harapannya di sini ee model ini bisa mencapai ee keadilan sosial ya bagi masyarakat dan demokrasi dalam berdigital ini. Nah, ini ini yang menjadi ee ee tantangan ya di bidang data ke depannya mungkin bisa saya skip. Nah, kemudian terkait dengan data storage tadi atau data prosesor juga ya. bagaimana data ini disimpan. Ini kan menjadi kcern ee banyak pihak ketika pertama teknologi cloud itu muncul. Jadi ketika cloud itu muncul membantu bisa membantu pemerintah mengelola data dalam skala besar. Kalau on ee ada juga istilah on premis ini kita nyimpan data di infrastruktur milik sendiri sehingga kita lebih punya kontrol penuh atas keamanan fisik data sensitif. Nah, dari data dari dua mekanisme ini, ini pilihannya ee bervariasi. Kalau menggunakan cloud, artinya kita data kita itu ada di pihak ketiga dan yang penting sebetulnya tanggung jawab hukum ya gak masalah data di pihak ketiga asalkan gitu ya ada jaminan pihak ketiga ini tidak ee ee sampai menyalahgunakan data yang kita simpan di ee situ atau ee juga on premis. Maka kita kalau on premis data memang lebih eh safe ya, karena kita simpan di infrastruktur milik kita sendiri punya server sendiri, punya network sendiri gitu kan. Itu lebih aman ee secara privacy, tapi juga investasi beli server itu mahal gitu kan. Nah, ini kadang-kadang ada tradeof mana yang nanti bisa kita berikan di on cloud, ke cloud dan mana yang bisa kita simpan secara on ee premis ya. Namun tanggung jawab hukumnya, nah ini ya tetap berada di tangan aparatur ee publik sebagai data controller. Cloud di sini nanti fungsinya hanya sebagai data eh prosesor eh successes. Nah, kalau kita melihat ee data tadi berbagai macam ee awareness kita terhadap data, maka ee memang kita diminta di sini untuk lebih bisa meningkatkan awareness dari situ. Kita otomatis harus upskill dan reskill gitu ya, Bapak, Ibu ya. Ada data literasi dan juga advance analytics. Ini untuk level strategic eh sangat penting menurut saya karena kita harus lebih aware tadi bagaimana data itu disimpan. Saya juga yakin penggunaan Google Form itu sudah tersebar ke mana-mana gitu kan. Kemudian entah apa yang diupload di situ dan apa yang sudah terlanjur di-share itu sudah sangat ee banyak sekarang gitu kan. Nah, kemudian data state dan governance ini tata kelola data dan mungkin eh ada AI and machine learning fluencem Bapak Ibu sekalian dalam ee menggunakan teknologi AI. Kemudian juga city awareness dan juga privacy by design. Yang terakhir adalah ethical judgement dan data enti. Nah, mungkin untuk em ee awal gitu ya, Bapak Ibu sebetulnya bisa mendapatkan K-Kour seperti ini itu banyak di Kera dan seterusnya dan itu bisa kita dapatkan secara free meskipun kita enggak dapat sertifikate tapi kita bisa dapat saya kira bisa dapat pemahaman yang ee ee baik ya terkait dengan ee penggunaan teknologi-teknologi ini. itu mungkin terkait dengan data Bapak Ibu dan mungkin sedikit saya lanjutkan juga ke AI yang sekarang memang lagi ngetren kecerdasan artifisial. Em, dan dari data yang tadi kita miliki kalau kita olah gitu ya, kita bisa menghasilkan ee melakukan analisis terhadap data dan bisa menghasilkan sebuah keputusan ya mengelolanya secara deskriptif gitu ya sehingga ee kita bisa mengetahui sebuah informasi dari data yang kita ee berikan gitu kan. Kemudian ada juga level ee diagnostik misalkan mencari penyebab karena hubungan dari beberapa data dipersimpulkan bahwa oh kemiskinan naik karena ada kegagalan panen. Kemudian ada prediktif memprediksi bahwa tahun depan harga pangan akan naik berdasarkan pola cuaca atau preskriptif ya terkait dengan rekomendasi tindakan. Menyarankan pemerintah untuk memberi subsidi pupuk untuk mencegah ee krisis pangan misalkan. Nah, itu ee contoh-contoh ee analisis yang bisa kita ee lakukan. Nah, em bagaimana kita bisa melakukan ee ini semua? Nah, itu yang di machine learning atau di kecerdasan artifisial itu kita sebut sebagai model, Bapak, Ibu ya. Ada yang model kecerdasan artifisial, ada yang disebut model AI. Nah, apa itu model AI? Di sini sebetulnya isinya adalah algoritma gitu ya yang dirain tadi kan dirain atau dilatih menggunakan sekumpulan data. Makanya data ini kalau enggak kita kurasi dengan baik maka outputnya ya bisa fatal gitu kan. Nah ini yang disebut eh garbage in garbage out istilahnya. Kalau data enggak guna kita masukkan keluarnya pun juga gitu. Sama hanya dengan ee terkait literasi kita terhadap ee CGPT dan lain sebagainya. Kalau kita enggak belajar terlebih dahulu terkait subjek yang akan kita diskusikan atau tanyakan kepada CGPT, hasilnya ya enggak akan optimal yang dikeluarkan oleh eh CCTV. Kenapa? Karena model algoritma ini dilatih berdasarkan inputnya. Coba mengenali pattern, kemudian membuat keputusan, memprediksi hasil tanpa coding yang ribet gitu ya. ini yang ee ee model ee model kecerdasan artifisial dan sebetulnya basic-nya memang matematis ee bagaimana model A ini memetakan sebuah input menjadi output melalui fungsi yang dipelajari selama proses pelatihan. Nah, makanya tadi di AI itu bisa ngelukis enggak gitu kan ya bisa kalau dilatih gitu kan. Ai itu bisa ee apa namanya ee bikin lagu enggak ya? Bisa kalau dilatih. Nah, itu ini kan artinya itu yang ee tadi mungkin kembali ke diskusi di film Aobot tadi ya. Nah, tapi faktanya ketika model-model ini ketika kita tahu bahwa input X diproses jadi output dan bisa menghasilkan sebuah keputusan di setiap proses input, proses penetapan algoritm, output dan sebuah kebijakan ini manusia wajib terlibat atau kalau di istilah kerennya ini disebut human in the loof ya. Di mana proses AI ini tidak boleh dibiarkan secara ee tertutup. Misalkan bikin kebijakan berbasis AI di mana AI-nya yang memutuskan. Ini enggak boleh. Harus itu yang dinamakan close loop. Pasrah kepada teknologi AI-nya gitu kan. Nah, sementara di sini itu human in the loop inilah yang menjadi eh kewajiban yang harus di di diterapkan dalam siklus tadi bahwa ee manusia tetap ee harus melakukan interpansi dan validasi manusia pada critical-critical point ya untuk memastikan akuntabilitas dari sistem-sistem nanti berbasis AI. Nah, ini ee human in the loop ini yang akhirnya melekat juga nanti bakalan kepada Bapak Ibu ee ASN ya. Nah, kemudian contoh model atau contoh algoritma yang ini sekarang populer di dunia kita yang kita amati sehari-hari. Yang pertama LLN ya Bapak Ibu yang disebut eh large language models yang ini muncul jadi chat CPT kemudian eh muncul Gemini Copilot itu modelnya disebut large language models dilatih pada skala data teks raksasa gitu ya untuk memahami dan menghasilkan bahasa alami. Kemudian ada computer vision misalkan model atau yang digunakan untuk mendeteksi objek, mengenali wajah, melokalisasi ee pattern ya, mengklasifikasikan objek. Nah, ini eh model yang ee ada di bidang computer vision atau model yang lain seperti yang untuk speech ya, mengenali suara, mengenai eh pembicaraan atau conversation itu juga eh model AI dan berbagai macam model AI ini tentunya ee punya apa namanya ee tujuan sendiri-sendiri yang nanti bisa kita gunakan juga dalam penyelesaian ee tugas sehari-hari gitu ya. Tapi untuk hari ini karena waktunya singkat kita fokus ke LLM dulu gitu ya mungkin Bapak Ibu. Nah, di mana LLM tadi kita ee adalah model AI bahasa yang dilatih dari banyak sekali teks dan dia nanti karena dilatih dari banyak sekali teks, dia mampu memprediksi kata berikutnya dan ee memiliki kemampuan memahami dan menulis teks untuk berbagai tugas. dan akhirnya muncullah model-model ee LLM yang diimplementasikan ke aplikasi seperti CGPT, Gemini, Cloue, kemudian Copilot, Perplexity, dan macam-macam ya gitu ya. Nah, sehingga kalau kita lihat dari perkembangan gimana orang dulu berjuang, kalau kita lihat papernya LLM ini ee tahun 2017 ya, sekarang sudah 2026 ee beberapa tahun lalu teknologinya tapi kita lihat bagaimana perkembangannya sangat pesat Bapak Ibu ya dari hanya rumus matematiks modeling matematics berkembang menjadi sebuah model yang diterapkan di beberapa perusahaan seperti Microsoft dengan Popilot, Open AI dengan CGPT, kemudian infrastrukturnya untuk ee mendukung AI dari Nvidia itu juga muncul gitu kan. dan akhirnya muncul juga ee berbagai macam ee apa ya, bagaimana ee kita itu bisa memanfaatkan model-model tadi ya dengan berbagai macam cara seperti quantisation modelnya dibuat semakin kecil sehingga bisa jalan di komputer gitu ya. kemudian ee membuat sebuah automation melalui flow yang akhirnya berada di zona 6 ini di mana kita semua bisa menikmati ini ee nulis sebagai pembantu untuk nulis ee kita bikin PowerPoint juga misalkan membuat konten dan idea creation melakukan ekstraksi data dan seterusnya. Dan ee kita bisa lihat bahwa di sini ee inilah yang akhirnya bisa membuat kita itu bisa fokus ke impactnya daripada teknologinya karena teknologinya bisa sangat cepat ini semua ee difasilitasi ee hingga saat ini gitu ya. Dan impactnya harapannya di zona 6 inilah kita bisa menghasilkan ee impact-impact dari berbagai macam teknologi yang nanti kita ee pilih. Nah, di LM sendiri itu mungkin yang paling penting bagi kita adalah teknik dalam memberikan input tadi ke dalam ee aplikasi ya, baik itu CPT, Jemini, apapun itu ada tips dan triks Bapak Ibu yang paling umum. Karena tadi kalau kita memberikan inputnya oke, output-nya harusnya juga akan jadi ee lebih oke. Misalkan ketika kita melakukan prompting itu ada berbagai macam teknik. Kayak misalkan ee ini adalah makanya disebut juga prompting ini adalah seni ya. Seni ketika kita memberikan instruksi yang spesifik agar model AI ini memberikan output yang diinginkan dan meningkatkan level akurasi dia menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. ada beberapa teknik yang paling dasar ya zero shoot gitu ya. Langsung aja kita berikan. Kemudian ee view memberikan beberapa contoh pattern kemudian kita minta jawaban. Nah, atau chain of thought yang meminta A itu berpikir step by step. Nah, ini eh nanti akan di slide terakhir saya berikan URL dari AIBM. Teknik-teknik melakukan prompting itu saya kira sangat bagus untuk kita semua. em agar lebih aware dalam ee menggunakan ee CGPT dan teman-temannya. Nah, kemudian yang penting juga di chat ketika kita menggunakan model-model LM eh aplikasi eh model seperti itu seperti di chat GPTIL dan sebagainya, kita harus paham guard rails, Bapak, Ibu. Apa itu guard rails? Ini adalah lapisan security yang kita gunakan untuk membatasi, menyaring, dan mengontrol output dari AI agar sesuai dengan kebijakan etik ee dan teknis, ya. Misalkan mencegah output-nya jangan ee ngeluarin hasil-hasil yang berbau sara ya. Jangan ada he speech, jangan ee untuk mencegah juga bagaimana si EAI ini enggak berhalusinasi, mencegah kebocoran data sensitif gitu ya. ini ini ee apa namanya ee dimaksud dengan Wils. Misalkan contoh menggunakan Guard Wils adalah ketika kita ee mencoba untuk memberikan input pada JPT maka kita ee tolong untuk ee informasi nama ee atau jangan sampai menghasilkan informasi-informasi pribadi yang dikeluarkan oleh si ee hasil dari prompting yang kita lakukan. Nah, itu adalah Bapak, Ibu. Nah, ini ee dua hal yang penting. Kemudian, nah di LM sendiri itu ada teknik yang disebut retrieval aented generation atau RAG. Ini saya tahu Bapak, Ibu istilahnya mungkin istilah-istilah yang baru atau mungkin ee belum pernah Bapak Ibu dengar. Tapi ini penting. RXG ini adalah yang memungkinkan model AEA ini ngambil data dari sumber luar untuk database ee ee memberikan pengetahuan untuk ngajarin si model ini agar mampu bekerja dan belajar sesuai dengan apa yang kita berikan ke dalam ee ini. CI ini tadi model alami tadi sebelum menghasilkan jawaban. Nah, em dengan melakukan eh regrivel augmented generator ini eh dia kita nanti ada alur kerja yang eh ada workflow untuk melakukan eh workflow-nya adalah retrief mencari informasi yang relevan kemudian meng-augment menggabungkan informasi yang ditemukan dengan instruksi kemudian menggenerate model AI di sini menghasilkan jawaban berdasarkan konteks tahapan tersebut. keuntungannya apa? Mengurangi halusinasi datanya itu betul gitu ya dan transparansi. Nah, mungkin kalau di chat GPT saya bisa tunjukkan contoh sedikit terkait dengan ini adalah ee ini Bapak Ibu ya. Nah, misalkan ee di GPT Project itu ada Bapak Ibu bisa memanfaatkan yang pro tetapi ekstra hati-hati dari dengan datanya Bapak Ibu ya. Dari data ini ee kita harus melihat misalkan di sini instruksinya itu harus diberikan secara clear. Ini saya pengin ganti ini membut teman akademik dari ee atau jadi pembimbing akademik lah Bapak Ibu ya. JJP ini jadi pembimbing akademik untuk mahasiswa dan tentunya saya harus menjaga ee agar informasi-informasi publik itu tidak masuk di sini. Jadi datanya diklaim, dipastikan terlebih dahulu undang-undangnya, file-file yang nanti kita upload ke dalam sini pastikan itu adalah dokumen yang memang di-share atau diberi ini secara publik. Dan di sini ee kita minta si chatt kita beri instruksi gitu ya, menggunakan ee menjadi asisten akademik kemudian ee mempelajari kurikulum. Kalau kurikulum kan dokumennya open ya ee Undang-Undang tentang penyelenggaraan pendidikan ini kan juga ee datanya juga ee open. yang tapi perlu kita cleaning, Bapak, Ibu hati-hati ya. Di dokumen-dokumen tersebut itu ee apa namanya ee muncul ee ada beberapa kayak nama pembuat dokumen gitu-gitu harus disunting terlebih dahulu jangan sampai masuk ke sini. sehingga ketika nanti kita ingin tanya apapun kepada ee ee si CBT yang spesifik untuk ee dosen pembimbing akademik ini itu kayak ee ada sudah kita sudah berikan prompting yang baik, instruksi yang baik, kita berikan juga guard rails, kita bisa bikin buat juga dia eh reg tadi retrieval augmented generation sehingga dia tahu batasnya dia enggak akan mencoba untuk berhalusinasi ketika dia tidak menemukan jawaban dari ee dokumen-dokumen yang kita masukkan. Misalkan di sini saya ingin tanya ee kuliahnya berapa semester gitu ya, langsung ee seperti itu. Maka dia akan menjawab sesuai dengan dokumen yang ee di ini ya. Nah, ini langsung sesuai dengan detail yang sudah kita ajarin ke sibt ini agar belajar dari dokumen-dokumen ini misalkan dan pertanyaan ee kuliah wajibnya apa saja misalkan sehingga ini juga membantu ee dosen pembimbing akademik gitu ya harapannya. Tapi ini masih versi alpha Bapak, Ibu. Belum pernah saya launching. Ini sebetulnya hanya untuk praktis. Ee saya coba-coba saja untuk menghasilkan ini dan ini ee apa namanya? Ee bisa sampai pengetahuannya seperti ini. Nah, ini di dengan chat CPT dan kita pastikan tadi data-data yang di-upload itu memang ee open access ya dan itu ee publik. Nah, itu yang dimaksud dengan tadi dari ketika kita bagus memberikan prompting, bagus memberikan guard rails juga melakukan retrieval augmented generation, maka hasil akurasi dan pertanggungjawabannya itu menjadi meningkat. Meskipun kita perlu human in the loop ya, kita perlu eh tetap eh apa namanya? Melakukan verifikasi dan validasi. Nah, sekarang ketika gimana caranya kita bisa bikin bertanya dengan CGBT seperti halnya CGBT, tetapi kalau data-data kita sifatnya sensitif gitu kan misalkan enggak boleh kita bagikan ke Toti. Kalau kita menggunakan CGBT tadi data-data mungkin kita bisa berikan ke sana dan mungkin kita kurang percaya mungkin ya. Ada juga tools yang bisa kita manfaatkan secara lokal Bapak Ibu ya. Yang ini ada cloud LLM seperti CGPT, Gemini itu adalah berbasis cloud semua. Sementara ada juga on premis atau yang di lokal, di komputer Bapak Ibu juga, tetapi syaratnya harus agak tinggi ya. Prosesor RAM itu kebutuhan infrastruktur yang tinggi dan itu bisa kita install secara lokal. Nah, ini. Nah, ini yang mungkin populer adalah Elm Studio. Model-modelnya Open AI bisa kita beri di sini. Nah, ini sebagai interface dan ini diinstal lokal Bapak, Ibu di komputernya Bapak Ibu sendiri. Bahkan modelnya pun di-download, ditaruh ke dalam laptopnya atau bahkan handphone-nya Bapak, Ibu sekalian. sehingga sifat ee data apapun yang kita bisa berikan ke si em LM Studio ini ke local application ini, kita tidak ada khawatiran itu nanti mengganggu ee ini ya mengganggu ee ee sampai tersebar ke mana-mana data atau privacy-nya. Nah, saya sarankan juga untuk Bapak Ibu sekalian mungkin yang ee di instansinya ada komputer-komputer dengan high spesifikasi RAM ataupun ada komputer dengan prosesor yang cukup bagus bisa mulai meningkatkan kapabilitas Bapak Ibu sekalian untuk menginstall LM ini secara lokal dengan LM studio ini. open source Bapak Ibu ini free open source dan em ee mudah juga dalam melakukan instalasi sehingga keamanan data dan privacy itu sifatnya lokal kontrol kita punya kontrol penuh enggak ada biaya bulanan nah itu di LM studio ini caranya gimana tadi kita bisa melatih dengan memberikan input yang baik melakukan gu rails juga dengan dokumen-dokumen yang kita berikan atau melakukan retrieval augmented generation kepada ee ee model-model ini. Nah, ini ee terkait dengan ee lokal LLM. Harapannya tadi ketika kita punya mesin itu secara lokal, nah ini kita bisa tahu persis ya data apa yang kita fit ke dalam modelnya sehingga tanpa ee ada blackbx dari vendor kita enggak tahu data kita itu diapakan di sisi cloud. Kemudian di sini ee etiks bisa terjamin ee dan juga kemandirian digital ee ini artinya kita bisa mandiri, mengurangi kebergantungan infrastruktur luar negeri yang bisa berubah sewaktu-waktu akibat isu geopolitik ataupun perubahan harga. Nah, ini e ya mungkin apabila ada kesempatan nanti Bapak Ibu bisa mengunjungi webnya ee LM Studio ini melakukan instalasi. Mudah sekali kok instalasinya. Ee tapi syaratnya tadi ee agak butuh laptop dengan high spec lah ya, ada ee VGA-nya kalau bisa RAM-nya cukup tinggi. Itu bisa digunakan untuk mempelajari lokal LM. Nah, em dan kesimpulannya mungkin dari apa yang saya ee sampaikan bahwa ee Bu kita nanti harus paham bahwa ee bagaimana kita itu melakukan ee menggunakan teknologi untuk mempercepat proses kita gitu ya, mendapatkan impact kemudian ee tetapi juga tetap kita harus punya empati dan etika terhadap data tadi sebelum memberikan keputusan. an final dan trust di sini adalah yang paling utama. sama hanya dengan kesimpulan Bapak Ibu narasumber sebelumnya ya, data ini juga sebagai ethics dan terakhir eh bagaimana Bapak Ibu sekalian bisa menuju ke data driven public sector. Ini kita perlu meningkatkan kemampuan literasi data, kemampuan etical judgement, dan juga kemampuan kita agar lebih fluent untuk menggunakan ee teknologi-teknologi ee AI. Dan Bapak Ibu yang nanti ada waktu bisa mengklik ini. Ini menurut menar menarik ya ee dari berbagai macam sudut pandang. Kalau framework terkait dengan data driven public policy ada di URL yang pertama. Teknik-teknik melakukan prompting ada di URL yang kedua. Cara jika Bapak, Ibu pengin lebih advance melakukan coding Python ada di link yang ketiga dan menginstall chat GPT like di lokal komputer Bapak, Bapak Ibu sekalian ada di URL yang keempat. Mungkin itu dari saya. Terima kasih. Baik, terima kasih banyak Bapak dan kita berikan kesempatan satu pertanyaan saja melalui YouTube. Begitu Pak Pertanyaannya dari Ibu Naura Litania. Menurut Bapak, digital skill apa yang paling krusial dan wajib dipelajari oleh ASN agar pemanfaatan teknologi ini benar-benar berdampak untuk memberikan pelayanan publik, bukan hanya sekedar digitalisasi prosedur saja. Satu pertanyaan saja Bapak karena waktu yang terbatas. Disilakan. Ee tadi bisa diulang Bu Fani. Oh, baik. Dari Ibu Naura Litania. Digital skill apa yang paling krusial dan wajib dipelajari oleh ASN agar pemanfaatan teknologi ini benar-benar berdampak untuk memberikan pelayanan publik, bukan sekedar digitalisasi prosedur saja. Seperti itu, Pak. Oh, iya. Iya. Izin dapat langsung dijawab, Bapak. Silakan. Terima kasih. Iya. Mungkin ee sesuai ee tadi jika ee di slide terakhir ada di kesimpulan Bapak Ibu ketika kita data literasinya meningkat, kita lebih dalam ee memiliki empati. Jadi kelihatan aduh ada namanya atau ada N ada NIK itu tahu bahwa itu adalah data sensitif. Kita coba untuk menghapus itu atau melakukan dikode dengan bentuk yang lain. Nah, itu artinya literasi data kita itu meningkat gitu ya, Bapak, Ibu. Dan itu pelajarannya mungkin ee ada di bagaimana ketika kita itu ee banyak sebetulnya kalau misalkan course-cours online seperti di Kera itu sangat banyak, tetapi akan lebih punya feel kalau Bapak Ibu sekalian itu melakukan eh direct ya kayak misalkan melakukan prompting tadi menggunakan LM studio yang lokal sehingga dengan mencoba-coba hal seperti ini itu saya bisa ee Bapak Ibu sekalian kan akan dapat file. Oh iya ya. Data ini kan sebetulnya enggak boleh kita publish. Data ini kan sebetulnya enggak boleh untuk kita ee share. Data ini kan. Nah, itu akan ada f direct feeling langsung ketika kita mencoba itu. Tapi untuk eh data eh literation dan data analisis dan AI itu mungkin bisa kita mulai dengan Bapak Ibu mengikuti-cera itu banyak yang free cuman kita enggak dapat digital certificate gitu aja. Cuman kalau Bapak Ibu yang saya yakin Bapak Ibu ini long life learning-nya itu tinggi gitu kan dengan mengikuti course-cuse tersebut insyaallah eh skill ee apa kapasitas upsaling Bapak Ibu sekalian bisa lebih baiklah dalam mengolah atau mencoba menjadi tadi ya gol-nya menjadi human machine frontier itu tadi. Mungkin itu Bu Vani. Baik, terima kasih banyak Bapak untuk jawabannya dan semoga sayanya ini menjawab Ibu Naura serta mewakili dari Sobat ASN yang ingin bertanya terkait dengan pertanyaan tadi. Bapak terima kasih banyak karena waktu yang sangat terbatas. Pak Sabriansyah, Rizki K Akbar, ST, Magister, PhD. Harus kami akhiri sesi materi yang ketiga ini. Sehat selalu Bapak. Sampai jumpa kembali dan selamat mengajar. Baik, Sobat ASN tidak terasa ya kita sudah sampai di pengujung acara pada seri yang ketiga ini. Saya haturkan terima kasih banyak untuk seluruh pihak yang telah mendukung webinar ASN seri ke-3 tahun 2026 mulai dari narasumber yang pertama yang sudah menyempatkan waktunya di sela-sela agendanya yaitu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Aries Agung Paiwa, S.ST.PM.M. Kemudian tadi ada Ibu dosen yang juga sudah memberikan materi dan ilmunya kepada kita semua. Selaku tim ahli BPSDM Kominfo Surabaya, Ibu Dr. Meiana Indrasari, ST, SM., M.M. Serta yang terakhir Bapak Dosen yang juga di selah-selah mengajarnya juga memberikan banyak informasi kepada kita, yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang, Bapak Sabriansyah Rizki K. Akbar, ST, Magister Engineer, PhD. Nah, Sobat ASN sebelum mengakhiri sesi ini kami ingatkan kembali untuk segera dan secara berkala mengecek semesta Bangkom guna mengunduh e-sertifikat. ASN belajar seri 3 tahun 2026 dipersembahkan oleh Korpu SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sampai bertemu di seri selanjutnya. Saya Fan Patriia pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampai jumpa. [musik] Zaman yang [musik] ters sambut dengan penuh semangat. Saatnya [musik] kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan [musik] setiap kompetensi untuk pelayanan berdempat bersama ASN belajar. [musik] Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif [musik] untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN [musik] berakhlak mulia siap menyongsok Indonesia [musik] emas ASN belajar wujudkan pemerintahan [musik] berkelas dunia satukan tekad pantang [musik] menyerah jadi ASN tetas [musik] belajar wujudkan pemerintahan Berkelas [musik] dunia. Satukan tekad pantang menyerah [musik] jadi ASN cetar berkualitas. [musik]