Transcript
dtvNrxepYm8 • ASN Belajar Seri 3 | 2026 - From Digital Skill To Digital Impact
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0292_dtvNrxepYm8.txt
Kind: captions
Language: id
[musik]
Zaman yang terus [musik] bergerak,
sambut dengan penuh.
Semangat.
Saatnya [musik]
kita melangkah.
Hadapi segala [musik]
tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi [musik]
untuk pelayanan berdampak.
Bersama [musik]
ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu [musik] inisiatif dan
kolaboratif.
untuk inovasi yang berkelanjutan
[musik] menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia [musik] emas
ASN belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi [musik] ASN cetar berkualitas Kita
belajar wujudkan
pemerintahan [musik]
berkelas dunia
tukang tekad pantang
jadi ASN cepat berkualitas
[musik]
sama
[musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
[musik] Barlah kami junjung teguhkan
diri
dan jadikan pedoman [musik]
serta kekuatan.
hadir di sini untuk [musik] mengabdi
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Berentas [musik]
melayani bangsa dengan akuntabilitas
[musik] tinggi.
Ho.
Kami dari sini sukses dengan [musik]
hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani [musik] bangsa loyal tanpa
batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng [musik] tangan satu tujuan
untuk menjadikan [musik]
ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami [musik]
melayani
bangsa
[musik]
Kami dari sini tegas dengan hati [musik]
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
[musik]
loyal tanpa batasnya
[musik] dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan untuk
menjadikan ASN lebih [musik] beragam
mengerjas sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan mengang [musik] kami
melayani
dengan bangan kami melayani
[musik] dengan mengang Kami melayani
bangsa
[musik]
H
[musik]
satu orang telah yaitu 30 orang.
Kemudian untuk enggak butuh pelatihan
itu dan mungkin [musik] setelah lulus
dari situ dia enggak nyambut gawe
perkara pelatihan itu.
Pokoke sing nganggur sopo sing rosok
bener ning kantore sopo supaya lumayan
dia enggak di kantor selama seminggu.
Nah itu dikirim. Maka waktu itu
kalian
semuanya
kalau ini
[musik]
termasuk makan
[musik]
Terus selama setahun tuh aku wis ngerti
ilmune terus aku produknya opo? Nah,
saya itu sambil nyari-nyari
ada karena saya cerita saya cerita
ngobrol enggak apaapa ini ya
kadangnya dibeling gitu
untung ada lese jadinya enggak [musik]
itu hari ini kita berada di salah satu
PNI Rp di Kota Yogyakarta. Kebetulan ee
[musik] nama tempatnya adalah tahu
memproduksi keripik rumput laut yang
[musik]
ee unik
sama kemudian [musik] ee tempatnya juga
benar-benar dipering di rumah ya, Mas.
Iya. Kemudian ini juga banyak variannya,
olahannya kita di sini juga ee
mendapatkan banyak informasi dari mulai
ee
pengadaan bahan, produksinya juga
seperti apa, terus ketika ada keluhan
dari pelanggan juga cara penanganannya
seperti apa sudah dijelaskan
semuanya lengkapnya
produknya juga bersih, kemudian bahannya
juga berkualitas ya, Mas. Rasanya juga
enak.
Rasanya juga enak.
[musik]
Saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di
Yogyakarta. ee untuk peninjauan proses
produksinya sedang berlangsung dengan
teman-teman dan ee tadi sempat melihat
bahwa proses produksinya juga sangat
rapi, sangat bersih sesuai prosedur
keamanan pangan kita. Kemudian juga
bahan-bahannya juga ternyata sangat
berkualitas makanya ee produk yang
dihasilkan juga sangat berkualitas gitu.
Ali
[musik] nanti ada yang moderator
sekaligus kalau nanti sudah ada yang
melampi langsung pulang
komposisi bahan yang digunakan pada
usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini
Bapak kami datang [musik]
ke
servis pengembangan kompetensi
Kabupaten
[musik] kemarin ada legendaran Bapak Ibu
sekalian ya. Terima kasih panitia ke
depan.
[musik]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita [musik]
melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap [musik]
kompetensi
untuk pelayanan berdampak. [musik]
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan [musik] SDM unggul berprestasi.
Selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
[musik]
menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar [musik]
wujudkan pemerintahan
berkelas dunia. Satukan [musik] tekad
pantang menyerah
jadi ASN cetar berkualitas.
[musik]
Belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad [musik]
pancang
jadi ASN cepat berkualitas
[musik]
sama
[musik]
Perbedaan Bapak
namanya mulai 2015 persisnya Januari
2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa
Timur ya. Jadi sampai sekarang
ya ee banyak pernak-perniknya
terutama di perencanaan dan penganggaran
Bapak Ibu. Oke. Karena dia berpikir ya
ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana
gitu kan.
fungsional ya seperti yang Anda lihat
selama ini kan guru
atau di bidang kesehatan atau ya selesai
[musik]
dan ee
apa luxurious
ee kemewahan
wibawa
yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu
sudah
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari
Bapeda Kabupaten Bojonegoro.
Kami adalah salah satu perwakilan dari
peserta diklat perencanaan dan
penganggaran angkatan pertama tahun 2024
di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
E kesan kami selama mengikuti ee
pelatihan ini yang pertama bahwa diklat
perencanaan penganggaran ini sangat
berarti bagi kami para perencana
utamanya yang berangkat bukan dari
perencana murni namun dari hasil
penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang
perencanaan dan penganggaran dalam arti
praktis sangat terbatas. Melalui diklat
yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur
ini, kami merasa terbantu dan
mendapatkan pengetahuan serta
keterampilan yang memang dibutuhkan
dalam kompetensi [musik] sebagai
perencanaan. dalam hal penyelenggaraan
diklat. Kami memberikan apresiasi dan
rasa terima kasih kepada BPSDM yang
telah melayani kami dengan sangat baik,
sangat profesional, [musik] dan tentunya
ke depan kami berharap
perbaikan-perbaikan ini akan terus
dilakukan sehingga membawa manfaat bagi
seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur.
Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa
Timur.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti,
peserta Diklat Perencana dan
Penganggaran
Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima
kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan
BAPENAS dalam meningkatkan kompetensi
kami dalam sebagai perencana untuk
mendukung pembangunan kabupaten kota
dengan fasilitas dan narasumber yang
berkualitas menjadikan kami ASN yang
berkompeten dan profesional. Semoga ke
depan [musik]
segala yang kita terima dalam pelatihan
ini menjadikan kami ASN yang
meningkatkan pembangunan daerah menjadi
pembangunan yang maju dan menjadikan
Indonesia emas. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. BPSDM luar biasa.
Latang perencanaan dan penganggaran
angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa
Timur tahun 2024.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat Kepala ee BK BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu
seluruh panitia dan teman-teman peserta
pelatihan bencanaan dan penganggaran.
pertama dan ketiga [musik] indikator
kinerja
itu kan aneh banget indikator kinerja
itu
secara resmi saya nyatakan diakhiri
terima kasih
[tepuk tangan]
berencana
terus bermti
maju
BPSD
juara.
Terima kasih.
[musik]
ke dalam satu SKBT saja. misalkan
ee
tempat itu sendiri pun sebenarnya sudah
kitaasi e setelah kita masuk seperti ini
walaupun kita
ya rasnya [musik]
ya yang lain
itu tata kelola pemerintah yang adui di
mana di sini sasaran kita pemerintahan
yang berbasis elektronik
iya ee permisi Pak lompat ee yang
berdiri dari Buwi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan
saya Ahmad Nur, [musik]
peserta pelatihan perencanaan dan
penganggaran angkatan 2 [musik]
tahun 2024
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenap.
Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan
perencanaan ini banyak ilmu dan
pengetahuan baru yang kami dapat
terutama
dari
pegawai yang memang bukan kompetensi
sebagai perencana tapi ditugaskan untuk
melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal
yang luar [musik] biasa. kami
mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang
sangat bermanfaat. Sekali lagi terima
kasih saya sampaikan kepada BPSDM.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan
maju.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Vina Nurilihi, peserta
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan [musik] 2 Provinsi Jawa Timur
tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda,
Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani
pelatihan ini, [musik]
saya merasa mendapat banyak sekali
ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang
dapat saya gunakan untuk
menyusun [musik]
dokumen perencanaan yang ada di
kabupaten
agar dapat mewujudkan Indonesia Emas
tahun 2045.
Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan
Bapak Ibu Widya Iswara yang telah
men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan
yang sangat bermanfaat bagi kami
perencana. Semoga pendidikan dan
pelatihan ini akan terus berlanjut pada
tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara,
BPSDM [musik] maju, BPSDM keren. Terima
kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat ee [musik] Ibu kelas,
yang terhormat juga pendamping kelas
Bapak Udin. Yang terhormat ee [musik]
Ibu dari perwakilan bidang pembahan di
sini. Maaf
mohon maaf. Yang terhormat ee
rekan-rekan semuanya [musik]
dari kabupaten kota di seluruh Provinsi
Jawa Timur dan dari perwakilan [musik]
ee perangkat daerah di Jawa Timur.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kita semua shalom. [musik] Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan.
Yang saya hormati setia
saya juga lupa padahal dulu beliau juga
ee staf [musik] di waktu saya menas
kepala bidang.
Ee yang saya hormati
para
ee teman-teman
penyelenggara, panitia
dan wabil khusus para peserta tingkat
perencanaan dan penganggaran pola divisi
antara dewan pemerintah provinsi [musik]
Jawa Timur.
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan du
ye ye.
[musik]
[musik] Zaman yang terus bergerak.
Sambut [musik] dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah. [musik]
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan [musik] setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
[musik]
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong [musik]
Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan pemerintahan
[musik]
berkelas dunia satukan tekad pantang
[musik] menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas [musik] dunia
tunjukkan tekad pancang
jadi ASN
[musik]
cepat berkualitas
sama
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Halo, selamat pagi sobat
ASN di seluruh penjuru Nusantara yang
pada pagi hari ini sudah bergabung dalam
Zoom meeting maupun live YouTube di
BPSDM Jatim TV. Senang sekali kembali
saya Fan Patriia yang akan memandu acara
ASN webinar seri ketiga pada hari ini.
Dan tentu saja ingin menyapa kepada
seluruh ASN yang baru saja bergabung
tentu saja di ASN belajar seri 3 tahun
2026 persembahan Corpu SDJIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN,
perkembangan teknologi digital yang
sangat pesat telah membawa perubahan
signifikan dalam tata kelola
pemerintahan dan pelayanan publik.
Aparatur Sipil Negara ASN dituntut tidak
hanya memiliki digital skill, tetapi
juga mampu mentransformasikan kemampuan
tersebut menjadi digital impact yang
nyata bagi masyarakat dan organisasi.
Penguasaan teknologi digital oleh ASN
menjadi salah satu kunci untuk
meningkatkan efektivitas kerja, kualitas
layanan publik, serta daya saing bangsa
di tingkat global. Oleh karena itu,
pengembangan talenta ASN digital yang
adaptif, inovatif, dan berorientasi pada
hasil tentunya ini menjadi kebutuhan
strategis dalam mendukung visi Indonesia
berdaya saing global. Sebagai upaya
peningkatan kapasitas dan wawasan ASN di
bidang digital, BPSDM Provinsi Jawa
Timur mempersembahkan webinar ASN
Belajar seri 3 dengan tema From Digital
Skill to digital impact, talenta ASN
Digital untuk Indonesia, berdaya saing
global.
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
Belajar seri 3 tahun 2026 hari ini,
marilah kita dengarkan bersama opening
speech yang akan disampaikan oleh Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak
Dr. Ramlianto, S.P.MP.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. [musik]
Salam sehat dan salam sejahtera untuk
kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam ruang belajar
bersama webinar series ASN belajar
[musik] persembahan Jatim Corporate
University, Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi [musik] Jawa
Timur.
Forum pengembangan kompetensi ASN ini
merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk
menjaga semangat pembelajaran ASN agar
tetap menyala dan berkelanjutan di
tengah arus tugas pengabdian yang
[musik] semakin kompleks.
Sahabat HN, tema yang kita angkat pada
seri ketiga tahun 2026 ini adalah From
Digital Skill to [musik] digital impact,
talenta SN digital untuk Indonesia
berdaya saing global. [musik]
Tema ini adalah sebuah penegasan bahwa
transformasi digital yang kita lakukan
tidak cukup berhenti pada penguasaan
teknologi. Digitalisasi baru akan
[musik] bermakna ketika keterampilan
digital bertransformasi menjadi dampak
nyata bagi kinerja [musik] organisasi,
kualitas pelayanan publik, dan daya
saing bangsa di tingkat global.
Dalam konteks inilah [musik] ASN
dituntut tidak hanya melek digital,
tetapi cakep digital, mampu [musik]
memanfaatkan teknologi secara strategis,
etis, dan berdampak.
Sobat [musik] ASN di seluruh tanah air,
saat ini kita hidup di sebuah era di
mana dunia bergerak dengan kecepatan
digital. Data mengalir tanpa henti,
teknologi berkembang melampaui batas
ruang dan waktu. Dan kecerdasan buatan
mulai mempengaruhi cara kita belajar,
cara kita bekerja, dan cara kita
mengambil keputusan.
Di era ini, daya saing bangsa tidak lagi
ditentukan semata [musik] oleh kekayaan
alam, tetapi juga oleh kualitas talenta
digital manusianya.
Indonesia tentu membutuhkan kesiapan
talenta digital yang dibangun secara
sistematis dan berkelanjutan. Dimulai
sejak bangku sekolah. diperkuat [musik]
di perguruan tinggi dan dimatangkan
dalam dunia kerja termasuk di dalam
birokrasi pemerintahan.
Karena masa depan bangsa ditentukan oleh
sejauh mana kita mampu menyiapkan
generasi yang [musik] tidak hanya mampu
menggunakan teknologi, tapi juga
memahami, mengelola, [musik]
dan memanfaatkan secara bijak dan
bertanggung jawab disertai oleh komitmen
yang tinggi untuk [musik]
makin memberikan kemaslahatan kepada
masyarakat.
Sobat ASN, dalam posisi inilah aparatur
Sipil Negara memegang peran strategis.
ASN bukan hanya pengguna sistem digital,
tapi penggerak ekosistem transformasi
digital. [musik]
ASN adalah jembatan antara teknologi dan
kebijakan, antara sistem dan pelayanan
publik, antara inovasi dan kepentingan
masyarakat.
Talenta digital ASN bukan sekedar mampu
mengoperasikan aplikasi atau memahami
perangkat teknologi. [musik] Ia harus
memiliki kapasitas berpikir digital,
mampu membaca data, memahami pola,
memanfaatkan [musik]
teknologi untuk memecahkan persoalan
publik, serta mengintegrasikan inovasi
digital ke dalam proses [musik]
pemerintahan secara etis dan strategis.
Namun tentu saja harus menjadi kesadaran
kita bersama bahwa digital skill tanpa
arah yang jelas [musik] hanya akan
melahirkan rutinitas baru. Karena itu
[musik] yang kita dorong hari ini adalah
digital impact. Bagaimana teknologi
benar-benar menghadirkan perubahan,
pelayanan publik yang lebih cepat dan
inklusif, kebijakan yang lebih presisi,
serta birokrasi yang lebih adaptif dan
responsif terhadap kebutuhan
masyarakatnya.
Shabat ASN di seluruh tanah air melalui
ASN belajar seri ketiga tahun 2026 ini,
kita ingin menegaskan bahwa [musik] ASN
adalah talenta bukan sekedar operator
sistem. ASN adalah aktor perubahan
digital yang dituntut terus belajar,
beradaptasi, [musik]
dan bertumbuh.
Ketika talenta digital ASN tumbuh kuat,
[musik]
maka transformasi digital tidak berhenti
sampai agenda, tapi menjelma menjadi
budaya kerja birokrasi.
Pada akhirnya, daya saing global
Indonesia sangat ditentukan oleh
kualitas talenta digitalnya, termasuk
[musik] talenta digital ASN. Dari ASN
yang cakap digital akan lahir kebijakan
yang cerdas. Dari kebijakan yang [musik]
cerdas akan tumbuh pelayanan publik yang
berdampak dan dari pelayanan publik yang
berdampak akan [musik] menguat
kepercayaan serta posisi Indonesia di
panggung global.
Sobat ASN di seluruh tanah air,
kehadiran para narasumber hebat kali ini
akan semakin [musik] memberikan wawasan
yang luas dan makin memantapkan langkah
pengabdian kita sebagai ASN [musik]
Indonesia. Atas nama BPSDM Provinsi Jawa
Timur, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi [musik] setinggi-tingginya
kepada pertama Bapak Dr. Aris Agung
[musik] Paiwai, SSTP, M.M. Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang
beberapa hari lalu [musik] telah sukses
meluncurkan program pengembangan talenta
digital di lingkungan pendidikan di Jawa
Timur bersama Kementerian Komunikasi dan
Digital Republik [musik] Indonesia.
Kedua, terima kasih dan apresiasi kami
kepada Ibu Dr. Meitiana Indrasari, ST,
SM., M.M. dari Balai Pengembangan Sumber
Manusia dan Penelitian Komunikasi dan
Informatika Kementerian Komidi Surabaya.
Dan ketiga, apresiasi dan terima kasih
kami kepada Bapak [musik]
Sabriansyah Diska Akbar, ST, Master
Engineering, PhD. [musik] Beliau adalah
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Surawijaya
yang beberapa waktu yang lalu [musik]
telah sukses meluncurkan Artificial
Intelligence Talent Factory atau AITF
[musik]
bersama Kementerian Komunikasi dan
Digital Republik Indonesia.
Kehadiran para narasumber hari ini
menegaskan bahwa ASN belajar bukan
sekedar [musik] forum diskusi, tapi
ruang strategis untuk menyatukan visi,
menyelaraskan kebijakan, dan memastikan
bahwa pembelajaran benar-benar
bertransformasi menjadi kinerja dan
dampak nyata. [musik] Nah, Sobat ASN di
seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ketiga tahun 2026. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP. Dan sebelum kita
lanjut ke sesi berikutnya, kami
informasikan terlebih dahulu bahwa saat
ini Sobat ASN sudah dapat melakukan
presensi pada laman semesta Bangkom.
Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada
running teks yang ada di bawah, kolom
chat Zoom dan juga pinchat YouTube BPSDM
Jatim TV.
Tibalah saatnya kita menyapa narasumber
kita yang pertama yang luar biasa sekali
di tengah-tengah kesibukannya pada hari
ini. Beliau dapat menyapa kita secara
online kepada seluruh sobat ASN di
seluruh penjuru daerah yang ada di
Nusantara, yaitu Bapak Aris Agung Paaiwa
selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Timur. Berikut saya akan
informasikan profil singkat beliau
dengan bangga. Di mana beliau ini lahir
di Makassar pada 17 April 1976 meraih
pendidikan terakhir S3 di Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Indonesia jurusan Ilmu
Manajemen tahun 2023. di mana saat ini
juga menjabat sebagai Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur mulai
tahun 2023 hingga sekarang dan juga
pernah menjabat sebagai PJ Walikota Batu
periode 2023 hingga 2025.
Tentunya sebagai salah satu warga Jawa
Timur, kami bangga sekali memiliki
beliau begitu menjadi satu bagian dari
Provinsi Jawa Timur dengan prestasi yang
sangat banyak sekali. Beliau pernah
mendapatkan prestasi tokoh inspiratif
provinsi peraih prestasi terbaik aksi
2024. Kemudian Kepala Daerah Pendukung
Pariwisata terbaik Gubernur Jawa Timur
tahun 2024. Wisudawan terbaik program
studi strata 3 ilmu manajemen indeks
prestasi kumulatif IPK tertinggi dan
masa studi tercepat tahun 2023. Juga
pernah meraih kategori nasional tokoh
pengembangan SDM ASN Jatim di tahun
2023. meraih peringkat satu terbaik pada
pelatihan kepemimpinan administrator PKA
di Badan Diklat Provinsi Sulawesi
Selatan serta meraih peringkat dua
terbaik pada pelatihan kepemimpinan
nasional tingkat satu di Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
di Jakarta dengan penugasan luar negeri
yang telah beliau pernah lakukan yaitu
di Singapura, Malaysia, Austral,
Inggris, Skotlandia, Jerman, Prancis,
Italia, Belanda, Korea Selatan hingga ke
Afrika Selatan. Dengan pengalaman yang
mumpuni ini, tentu saja tidak sabar kita
langsung menyapa narasumber kita yang
pertama Bapak Dr. Aris Agung Paiwai,
SSTP, M.M.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Pak Aris.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni.
Baik, lama tidak berjumpa. Sehat, Bapak
hari ini?
Sehat, Mbak. Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Terima kasih banyak,
Bapak di waktu yang cukup padat pada
hari ini menyempatkan untuk dapat
berbagi ilmu kepada semua sobat ASN di
webinar seri ketiga. Untuk waktu kami
silakan Bapak,
ya. Terima kasih Mbak Fani.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi dan salam
sejahtera untuk kita semua. Bapak, Ibu
ASN yang saya hormati dan saya
banggakan.
Yang saya kalau menyebutnya kalau di
webinar ASN belajar itu sobat ASN.
Tentu saya berterima kasih pada momentum
yang luar biasa ini ee diundang untuk
hadir bersama-sama kita semua di webinar
ASN belajar seri ketiga yang
dilaksanakan oleh Corporate University
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Tentu juga saya ingin menyapa ee para
narasumber pada kesempatan yang
berbahagia ini. Ada Ibu Dr. Meteana
Indrasari, ada Bapak Sabriansyah Rizki
K. Akbar yang dari Universitas Brawijaya
Malang. Dan tentu Bapak, Ibu sekalian
yang saya banggakan. Hari ini tentu kita
tidak sekedar mengikuti webinar ASN
belajar seri ketiga. Tentu dengan hal
yang lain, dengan hati yang senang dan
bahagia, pikiran yang terbuka, lebih
fresh karena masih pagi, tidak perlu
harus langsung kita merasakan bahwa ada
yang kurang dari kita tentang teknologi.
Ada yang mengatakan bahwa saya belum
menguasai teknologi, saya belum mahir
teknologi. Tidak perlu kita merasa
seperti itu karena memang teknologi
adalah bagian dari membantu proses kita
untuk membantu pelayanan pelayanan yang
kita lakukan di mana pun kita berada.
Yang penting sebenarnya Bapak Ibu
sekalian ee kita hadir sebagai
pembelajar artinya ada keinginan yang
kuat, ada keinginan yang tinggi dari
kita ingin belajar, ingin mengembangkan
potensi yang kita miliki terutama untuk
mendukung di dalam proses pelayanan di
mana kita bertugas. Apakah kita sebagai
guru ASN di bidang pendidikan yang
lainnya atau kita ASN di pemerintahan
secara langsung. Karena itu ASN yang
terus belajar adalah ASN yang tentu akan
jadi bagian relevan dari kehidupan
sekarang ini. Di mana kita tahu bahwa
perubahan dunia begitu cepat luar biasa.
Hari ini kita menggunakan handphone atau
gadget yang kita pegang. Bisa saja 1
minggu ke depan, 1 bulan ke depan akan
ada berubah yang sangat luar biasa.
Begitu juga teknologi yang tidak bisa
kita hindari. Tema kita hari ini bukan
sekedar bagaimana digital skill, tapi
digital impact. Sesuai dengan tema yang
diangkat oleh hari ini ya oleh BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Bagaimana kita
mengetahui bahwa siapa yang paling
pintar atau menguasai IT, tetapi siapa
juga yang menggunakan teknologi itu
memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi
bukan siapa yang pintar secara ee
komprehensif saja, tapi bagaimana kita
bisa melihat bahwa teknologi itu bisa
berdampak bagi lingkungannya atau bagi
masyarakat atau bagi ASN yang memberikan
pelayanan. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang
saya hormati, saya banggakan. Eh, saya
mengawali from digital skill to digital
impact di mana di slide saya pertama ini
menegaskan satu pesan penting bagi kita
semua. Di slide pertama adalah
penguasaan teknologi
saja yang kita lakukan saat ini tentu
tidak cukup Bapak Ibu sekalian. Jadi
kita menguasai gadget yang kita pegang,
laptop yang kita pegang, komputer yang
kita gunakan, atau mungkin media-media
lain yang memang menggunakan teknologi.
Tapi bukan itu yang menjadi bagian dari
ikhtiar kita, keinginan kuat kita. Tapi
masih banyak dari hal itu yang bisa kita
lakukan. bagaimana mengisi aplikasi,
mengolah data menggunakan berbagai
platform digital itu bukan hanya bagian
dari proses yang tentu yang akan kita
lakukan di kehidupan kita sehari-hari
sebagai seorang ASN. Tadi Pak Kepala
BPSD menyampaikan kalau kita tahu
melagi,
tapi kalau kita tidak bisa
memanfaatkannya dengan maksimal akan
menjadi bagian dari rutinitas itu
sendiri. Nah, tentu ada pertanyaan yang
sangat luar biasa ya bagi kita semua.
Apakah semua ini bisa berdampak? Digital
impact itu berarti harusnya teknologi
membantu apakah guru mengajar lebih
tepat, membantu kepala sekolah bisa
mengambil keputusan lebih cepat atau
membantu ASN bisa melayani publik dengan
transparansi. Nah, itu yang dimaksud
digital impact yang kita harapkan bahwa
apa yang kita kuasai, apa yang kita
miliki, ilmu kita yang kita pelajari
tentu bisa berikan berdampak bagi
lingkungan kita atau orang-orang yang
kita layani. Nah, Bapak, Ibu sekalian
yang saya hormati, saya banggakan di
slide berikutnya
di slide kedua Bapak Ibu sekalian bahwa
dari
bisa digital atau berdampak terhadap
digital itu sendiri tentu di sini kita
bisa bedakan dua hal yang penting. Yang
pertama adalah digital skill. Artinya
kita bisa menggunakan teknologi itu.
Terus yang kedua adalah digital impact.
teknologi yang menyelesaikan masalah
publik. Nah, tentu ini akan menjadi
bagian dari bagaimana kita bisa melihat
menghadapi berbagai ee pekerjaan yang
tentu lebih bermakna. Nah, Bapak Ibu
sekalian tentu saya akan menyampaikan
bagaimana kita bisa melihat arah
kebijakan pendidikan Jawa Timur menuju
pendidikan yang berdampak. Ini sudah
dikomitmenkan oleh Ibu Gubernur Jawa
Timur. Setiap beliau melaksanakan
kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan,
beliau selalu menyampaikan bahwa program
Jatim Cerdas intinya adalah pendidikan
yang berdampak. Di mana pendidikan
berdampak itu artinya secara besar garis
besarnya adalah mewujudkan SDM yang
unggul dan berdaya saing. Di sini kita
bisa melihat fokus utamanya adalah
penguatan STEM, vokasi, link and match
dengan dunia industri, bagaimana
nilai-nilai karakter dan kebangsaan
dikuatkan bagi para murid-murid kita.
Dan tentu tidak kalah penting adalah
bagaimana bisa berdampak nyata terhadap
apa yang kita lakukan, apa yang kita
berikan terhadap ilmu yang kita miliki
saat ini dengan teknologi yang ada. Nah,
tentu semua itu Bapak, Ibu sekalian
berbasis kepada kompetensi karakter yang
dimiliki. Di mana, Bapak, Ibu sekalian
karakter yang dimiliki itu tentu yang
kita pelajari, yang kita dapatkan di
lingkungan pendidikan termasuk bagaimana
hasil dari pembelajaran itu bisa
terhubung dengan dunia nyata yang akan
kita ee hadapi dan tentu menjadi
tantangan kita sendiri. Nah, Bapak, Ibu
sekalian di prinsip pendidikan ini tentu
kita berharap bahwa apa yang menjadi
pendidikan yang kita pelajari, yang kita
dapatkan ilmu di dalam proses pendidikan
di ruang-ruang pendidikan, apakah itu di
sekolah, di perguruan tinggi ataupun di
dunia kerja itu sendiri, tentu kita
berharap bahwa ini ada keberlanjutan.
Apakah keberlanjutan di bagian dari
pelayanan publik kita sendiri atau
memang keberlanjutan terhadap tugas dan
tanggung jawab kita sebagai seorang ASN.
Nah, kembali lagi saya menyampaikan
bahwa di sini kita membedakan dua hal
penting yang perlu kita bicarakan yaitu
digital skill bagaimana kita bisa
menguasai teknologi. Yang kedua adalah
digital impact. Teknologi menyelesaikan
masalah publik. Artinya setiap
permasalahan yang kita hadapi yang
diinginkan oleh masyarakat untuk bisa
terpecahkan, maka itulah solusi yang
bisa kita gunakan. Maka teknologi
menjadi wadah sarana yang bisa
mempercepat proses itu. Nah, kita
harapkan tantangan ini bukan lagi bisa
atau tidak bisa tentang IT ya, Bapak,
Ibu sekalian. Tetapi apakah teknologi
itu ini bisa membuat pekerjaan kita
lebih bermakna? Bisa menjadi contoh
Bapak Ibu sekalian. Nah, contohnya ASN
sudah bisa menginput data, tapi data itu
belum bisa dipakai sebagai bagian dari
kebijakan. Kenapa? Karena kita tidak
bisa mengimplementasikan.
Contoh lagi yang lain, guru pakai plafon
digital tapi belum bisa mengerubah cara
mereka mengajar tapi tetap masih
mengajar secara konvensional. Padahal
sudah ada plafon digital yang bisa
digunakan, dimanfaatkan sehingga
media-media ini bisa membantu para
guru-guru kita untuk berproses belajar
mengajar dengan para murid kita sehingga
lebih paham, lebih mengerti, lebih cepat
untuk bisa terserap ilmunya. Nah, ini
kan juga menjadi tantangan tersendiri.
Nah, ada lagi tugas kita adalah
bagaimana kita mengubah
kebiasaan-kebiasaan lama menjadi
praktik-praktik baru yang berdampak bagi
masyarakat dan juga tentu kalau dunia
pendidikan berdampak terhadap proses
pendidikan itu sendiri. Nah, Bapak Ibu
sekalian di slide berikutnya talenta
digital dalam konteks ASN dan
pendidikan. Saya berbicara tentang
konteks bagaimana ASN pendidikan dan
pendidikan itu sendiri karena kebetulan
saya kepala dinas pendidikan. Bapak, Ibu
sekalian yang lain mohon maaf ee saya
bagian dari apa yang saya tahu, saya
pahami di dalam proses ini di mana
talenta digital bukan saja sebagai
bagian dari profesi, tapi cara berpikir
kita, Bapak, Ibu sekalian, dan cara
bekerja kita. Kita ingin talenta digital
ini adalah mereka yang mampu menguasai
penyelesaian berbagai permasalahan yang
dihadapi.
Artinya apa yang mereka dapatkan, apa
yang mereka alami, dan apa yang mereka
menjadi bagian dari tugas dan itu
menjadi permasalahan yang harus
dipecahkan. maka tentu teknologi bisa
menjadi bagian dari percepatan
penyelesaian masalah itu dengan
tergantung dengan ASN itu sendiri apakah
dia mampu menggunakan atau memanfaatkan
teknologi yang sekarang ini ada di
hadapan mereka. Yang kedua, tentu
mengambil keputusan yang berbasis data.
Ini sangat penting Bapak, Ibu sekalian.
Tidak ada keputusan yang benar tanpa
berbasis data yang tepat. Apabila kita
ingin mengambil keputusan yang tentu
bisa bermanfaat, tidak merugikan orang
lain, maka tentu kita berharap keputusan
itu berbasis data yang valid. Bapak, Ibu
sekalian, bagaimana menemukan data yang
valid? Sekarang ini teknologi sangat
luar biasa. Semua data bisa tersimpan
dengan rapi. Semua data bisa tersusun,
tersistematis dengan baik. Nah, maka itu
yang bisa kita gunakan sebagai bagian
dari media Bapak, Ibu sekalian untuk
berproses di dalam penerapan talenta
digital yang berdampak bagi tugas dan
tanggung jawab kita. Nah, Bapak, Ibu
sekalian yang saya hormati, begitu juga
bagaimana meningkatkan mutu pelayanan.
Dulu kita kesulitan, Bapak, Ibu
sekalian, bagaimana kita mempercepat
tugas dan tanggung jawab kita di dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat
atau terutama pelayanan terhadap bidang
pendidikan. Tapi dengan adanya
teknologi, tidak ada sesuatu yang tidak
mungkin yang bisa kita selesaikan dengan
tepat, cepat, dan efisien. Karena
teknologi memudahkan kita. Apalagi
hal-hal yang mungkin Bapak, Ibu sekalian
sulit untuk menelaasah secara ee nalar
Bapak, Ibu sekalian, maka tentu Bapak,
Ibu sekalian bisa memanfaatkan teknologi
ini untuk lebih meningkatkan mutu dari
pelayanan Bapak, Ibu sekalian. Apakah
sebagai guru, kepala sekolah, tenaga
kependidikan di dalam proses di satuan
pendidikan Bapak, Ibu sekalian mau
mungkin juga pelayanan-pelayanan publik
lainnya. Nah, tentu teknologi ini juga
sebagai talenta digital menciptakan
nilai tambah. Jadi, Bapak Ibu sekalian,
dulu kita sulit sekali untuk mempercepat
apa yang menjadi proses tanggung jawab
kita. Apakah ee tugas tanggung jawab
yang dibebankan dari pimpinan kepada
kita atau memang tugas kita sebagai
bagian dari ee tanggung jawab yang kita
laksanakan sangat sulit untuk bisa kita
mengimprovisasi
karena dulu kita melakukan secara
konvensional. Tapi dengan adanya
teknologi ini menambahkan nilai apa yang
sudah kita kerjakan, apa yang akan kita
kerjakan bisa tersusun dengan
sistematis,
lebih form ya, dan tentu lebih settle
dengan apa yang kita kerjakan. Nah,
implementasi nyatanya Bapak, Ibu
sekalian, saya bisa menggambarkan kepada
Bapak Ibu sekalian. Contoh kepala
sekolah sekarang ini kan tidak sulit
lagi untuk membaca dashboard kehadiran
hasil dari proses pembelajaran langsung
bisa intervensi kepala sekolah.
Ini sangat nyata sekali dari
implementasi yang bisa kita wujudkan di
lingkungan satuan pendidikan. Jadi kalau
kepala sekolah dulu sulit sekali
bagaimana mengetahui proses pembelajaran
yang ada di kelas-kelas. Guru harus
melaporkan secara konvensional atau
mendapatkan laporan atau review yang
dilakukan mungkin setiap bulannya. Tapi
dengan adanya dashboard membaca
kehadiran hasil proses pembelajaran yang
terupdate ya di dunia teknologi dengan
menggunakan digital ya ini bisa
berproses dengan luar biasa Bapak Ibu
sekalian. Artinya setiap waktu kepala
sekolah bisa memberikan penilaian, bisa
memberikan evaluasi kapan saja. Nah,
tergantung sekarang ini Bapak, Ibu
sekalian sekali lagi apakah kita mampu
menggunakan digitalisasi ini sebagai
proses pembelajaran yang berdampak di
dalam lingkungan tugas tanggung tanggung
jawab Bapak Ibu sekalian terutama tadi
yang saya berikan implementasi adalah
salah satunya kepala sekolah. Begitu
juga ASN pendidikan yang melihat data
APK. Jadi mereka menyusun program
afirmasi wilayah ya. Nah, kalau ini
mereka menggunakan berbasis teknologi,
berbasis digital, tentu sangat
memudahkan di dalam prosesnya. Tidak
sulit lagi untuk menunggu laporan, tidak
sulit lagi untuk meminta mendapatkan
laporan dengan tenggang waktu yang
begitu lama gitu. Sekarang semua
terupdate dengan otomatis ya, sehingga
memudahkan kita untuk bisa melihat apa
saja yang menjadi tugas tanggung jawab
kita yang sudah kita update secepat
mungkin. sehingga tidak ada lagi yang
tertunda, tidak ada lagi yang mengatakan
bahwa tugas ini agak sulit ya. Nah,
tergantung dengan kita, Bapak, Ibu
sekalian. Nah, bagaimana dengan contoh
real talenta digital? Mari kita bisa
buat di dalam ee narasi ini bagian dari
lebih membumi terhadap tugas dan
tanggung jawab kita terutama di
lingkungan pendidikan. Bapak, Ibu
sekalian, saya memberikan contoh guru
ya. ini bisa menggunakan data asesmen
untuk menetapkan ee memetakan capaian
dari murid. Jadi bukan menebak lagi.
Bapak, Ibu sekalian dulu kalau kita
melakukan ya mungkin saja bisa saja
kalau kita merasa ya kasihan ibah
mungkin dengan adanya sentuhan hati
tersendiri sehingga merasa bahwa kita
memberikan nilai ya mungkin berdasarkan
hati kita. Tapi menggunakan data asesmen
untuk memetahkan capaian murid ini bukan
lagi bagian dari menebak-mendebak saja,
tapi memang kita sudah bisa melihat
progresnya yang di mana kita bisa
melihat dari waktu ke waktu, bulan per
bulan, bagaimana progres asmen yang
diapatkan oleh murid kita dalam proses
yang sudah kita berikan sebagai seorang
guru kepada muridnya. Begitu juga kepala
sekolah bisa menggunakan dashboard yang
tadi saya sampaikan, dashboard digital
untuk menentukan prioritas anggaran
sehingga Bapak, Ibu sekalian terupdate
betul dan juga tentu angkutabilitasnya
lebih terjamin. Terutama Bapak Ibu
sekalian tidak perlu khawatir semua
terupdate dengan baik di dunia digital.
Kebutuhan-kebutuhan prioritas dan juga
apa saja yang sudah dicapai, apa saja
yang belum dicapai dan apa yang menjadi
target Bapak Ibu sekalian di lingkungan
sekolah terutama sebagai kepala sekolah.
leader kepala sekolah tidak semata-mata
mengambil keputusan tanpa menggunakan
data yang valid. Nah, oleh sebab itu
dengan dashboard digital ini Bapak Ibu
sekalian bisa mudah mengambil kebijakan,
mengambil langkah keputusan sehingga
Bapak Ibu sekalian tergunakan
ini dengan tervalidasi dengan baik. Nah,
ini menjadi bagian dari tugas kita
Bapak, Ibu sekalian. Begitu juga ASN
pendidikan atau tentu teman-teman kita
yang berada di lingkungan pendidikan,
apakah di dinas, apakah sebagai bagian
dari tenaga kependidikan.
Menyederhanakan layanan melalui sistem
digital tentu bukan bagian dari menambah
birokrasi, Bapak, Ibu sekalian.
Kadang-kadang kita mengatakan, "Wah, ah
ini digital menyulitkan kita sehingga
lebih berat dari lebih berat dengan
tugas kita sebagai bagian dari birokrasi
itu sendiri." Kok sulit sih? kok tambah
sulit dalam tugas tanggung jawab ini
dengan adanya digital. Padahal
sebenarnya bagaimana kita menguasai ini
supaya kita memahami bagaimana sesimpel
mungkin di dalam proses sistem digital
itu yang kita hadapi. Begitu juga ee
murid-murid kita apakah di SMA atau di
SMA mereka siap melakukan berbagai
aktivitas dengan ekosistem kerja
digital. Jadi bukan hanya mereka lulus
ujian saja, tapi mereka berproses. Saya
selalu mengatakan Bapak, Ibu sekalian,
kalau kita meluluskan anak-anak kita
hanya dengan ijazah, ya maka Bapak, Ibu
sekalian selesailah pendidikan ini.
Bukan itu yang kita cari, Bapak, Ibu
sekalian. Yang kita inginkan adalah
bagaimana proses pendidikan ini
anak-anak murid kita lebih kritis,
analisisnya lebih kuat. Dia kritis
terhadap data. dia mampu untuk
mengevaluasi apa yang mereka lakukan.
Karena ini penting, Bapak, Ibu sekalian.
Namanya proses pendidikan kalau hanya
nambah menambah ilmu saja maka mereka
bisa menghafal. Tapi kalau yang kita
inginkan mereka berproses terhadap ilmu
itu, bagaimana memahami ilmu itu,
bagaimana menganalisa ilmu itu,
bagaimana menggali informasi ilmu itu,
bagaimana mereka bisa menggali data yang
mereka miliki sehingga mereka bertanya
kepada gurunya. Dan ini akan menjadi
pembentukan terhadap ekosistem kerja di
dalam proses itu sendiri. Mereka sudah
menggunakan gadget loh, Bapak, Ibu
sekalian.
dengan mudahnya sebenarnya mereka bisa
mengetahui proses pembelajaran yang
diberikan oleh Bapak Ibu sekalian.
Apalagi mata pelajaran yang setiap hari
mereka temukan, yang setiap hari mereka
ee dapatkan hadapi dengan Bapak Ibu
sekalian. Tapi tidak ada proses. Sekali
lagi tentu kita berharap semua ini harus
masuk di dalam ekosistem kerja digital.
Jadi guru hadir di dalamnya ya. Kalau
Ibu Gubernur mengatakan kepada kita
semua, Bapak Ibu sekalian, digitalisasi
AI tidak perlu kita takuti, tapi yang
perlu kita takuti adalah proses yang
tidak kita tempuh sehingga anak-anak
hanya tahu di permukaannya, tapi tidak
tahu bagaimana menganalisisnya dan
evaluasinya. Nah, ini yang kita
khawatirkan. Maka oleh sebab itu, kenapa
kehadiran guru sangat penting? Karena
guru menjadi fasilitator buat anak-anak
kita, guru menjadi mentor buat anak-anak
kita. guru menjadi katalisator buat
anak-anak kita sehingga mereka
berproses.
Maka kehadiran guru sangat penting
walaupun ada AI. Jadi jangan selalu kita
mengatakan terus untuk apalagi ada guru
karena ada AI. Anak-anak kita bisa
membuka AI dengan segala macam
produk-produk mata pelajaran. Bukan
berhenti di situ. Tapi harus yang kita
lakukan adalah prosesnya peran guru
menjadi fasilitator, mentor, dan juga
katalisator bagi anak-anak kita. Nah,
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati,
saya banggakan. Tentu ada pertanyaan di
slide berikutnya ya. Mengapa talenta
digital itu sangat urgen?
Ini tentu akan menjadi pertanyaan kita
semua Bapak Ibu sekalian di mana dunia
kerja berubah begitu cepat. Yang tadi
saya sampaikan di awal, sangat luar
biasa perubahannya. Banyak pekerjaan
baru berbasis skill bukan saja ijazah
ya. Begitu juga teknologi bergempang
begitu lebih cepat daripada kurikulum
yang sekarang ini kita susun setiap
waktu berubah. Tapi teknologi
berkembangnya luar biasa cepatnya. Tadi
saya sampaikan bisa saja minggu depan
teknologi yang kita pegang ini sudah
sudah usang, sudah tidak terpakai lagi
dengan kemajuan teknologi yang begitu
luar biasa. Nah, sementara itu Bapak,
Ibu sekalian, generasi muda kita adalah
generasi muda yang digital natif, tapi
belum tentu dia digital produktif ya.
Dia aktif menggunakan digital ee yang
dia pegang, ya, gadget yang diang, tapi
belum tentu dia memahami tentang
bagaimana sih produk dari digital itu
bisa termatkan dengan secara maksimal
dengan baik. Begitu juga ASN dituntuk
naik kelas ya. Tapi dari administrasi ke
inovasi mereka sangat sulit gitu.
Padahal sebenarnya digitalisasi
memudahkan kita untuk menuju
produk-produk inovasi. Maka sekali lagi
yang saya katakan di dunia pendidikan
kita butuh upskilling dan reskilling.
Bukan pilihan tapi ini bagian dari
kebutuhan strategis yang harus kita
lakukan. Bapak, Ibu sekalian, sekarang
sudah waktunya kita melakukan skilling
dan reskilling. Karena ini sekali lagi
saya katakan Bapak, Ibu sekalian,
tantangan kita depan bukan semakin
mudah, tambai semakin sulit.
Adanya teknologi bukan juga kita membuat
kita menjadi mudah dengan segala
permasalahan yang kita hadapi, tapi
bagaimana teknologi ini bisa bermanfaat
bagi siapapun yang menggunakan
memanfaatkan termasuk kita sendiri. Nah,
Bapak, Ibu sekalian, sasaran talenta
digital tentu yang diinisiasi oleh BPSDM
pada hari ini sangat luar biasa karena
program ini kita berharap menyasar
kepada seluruh ASN di Indonesia
terkhususnya ASN di Jawa Timur. Bagi
saya ASN pendidikan karena saya kepala
dinas pendidikan yang di mana kita
harapkan adalah layanan publik yang
lebih cepat dan akuntabel. Jadi kita
berharap bahwa apa yang kita lakukan
layanan publik ini dengan teknologi yang
dulunya mungkin berhari-hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan
sekarang kita bisa lebih cepat. Urusan
kepegawaian untuk para ASN kita ya kita
harapkan juga tidak boleh ada yang
terlambat lagi. Karena semua bisa
dimudahkan dengan berbagai cara yang
kita lakukan dengan teknologi. Apalagi
kita harus terbuka dengan apa yang kita
berikan pelayanan. tidak boleh lagi ada
sesuatu yang ditutupi. Begitu juga guru
dan kepala sekolah. Pembelajaran adaptif
dan relevan dengan kondisi saat ini
sudah harus digunakan. Tidak lagi kita
menggunakan dengan pelajaran-pelajaran
konvensional yang tentu anak-anak kita
di generasi gensi sekarang ini sangat
sulit kalau kita hanya menyampaikan
dengan tekbook gitu. Kita menjelaskan
dengan tekbook ya. Padahal mereka sudah
visualisasi banget. Jadi mereka kalau
membaca harus melihat prosesnya. Kalau
mereka ingin memahami mereka harus
melihat secara visual. Sekarang generasi
gensi seperti ini. Nah, begitu juga
peserta didik atau murid kita di
berbagai satuan pendidikan. Problem
solver bukan sekedar pencari kerja
mereka. Jadi mereka itu sekolah belajar
bukan hanya tentang bagaimana nanti masa
depan mereka mencari pekerjaan, bukan.
Tapi bagaimana memproses mereka di dalam
proses di satuan pendidikan atau sekolah
tentu menjadi dampak bagi mereka. Mereka
punya ilmu, berpikirnya mereka lebih
taktis karena mereka memahami dengan
berbagai macam perjalan perjalanan
pembelajaran yang mereka dapatkan dari
berbagai guru-guru mereka. Nah, inilah
yang mengantarkan mereka bisa lebih
berpikirnya kritis,
update, dan tentu punya ilmu yang setara
dengan apa yang mereka inginkan di
tingkatan-tingkatan tertentu,
jurusan-jurusan tertentu yang akhirnya
berdampak terhadap ee skill mereka,
kemampuan mereka sehingga mereka bisa
masuk ke kerja. Nah, ini selalu yang
menjadi bagian dari ukuran kita, Bapak,
Ibu sekalian. Apa sih sebenarnya yang
menjadi sasaran talenta digital itu
sendiri? Nah, begitu juga di masyarakat
budaya belajar sepanjang hayat harus
menjadi bagian dari kehidupan kita.
Jadi, komitmen kita dengan adanya
talenta digital ini jadi bukan hanya
terkait dengan digital skill, tapi
bagaimana digital impact. Nah, sesuai
dengan tema yang kita ee ikuti pada pagi
hari ini, Bapak, Ibu sekalian, maka kita
berharap bahwa manfaat nyata digital
impact ini tentu jika talenta digital
tumbuh dampaknya harus jelas. Sekali
lagi bahwa jika talenta digital tumbuh
dampaknya harus jelas. Layanan publik
harus lebih cepat dan transparan. Ini
harus kita lakukan, Bapak, Ibu sekalian.
Tidak bisa lagi kita tawar-menawar.
Keputusan berbasis data tentu juga bukan
bagian dari asumsi, tapi menjadi bagian
dari kehidupan kita yang real untuk
menyampaikan kepada masyarakat berbasis
data yang kita miliki dan teknologi akan
mendukung itu. Begitu juga SDM unggul
dan berdasa global yang kita harapkan.
Maka tentu menjadi ukuran bahwa digital
impact harus meningkatkan SDM kita. Kita
harus unggul di berbagai ee kompetensi.
Kita harus bisa berdaya di bersaing
dengan dunia global saat ini di mana pun
kita berada. Kita tidak boleh kalah
karena memudahkan kita dengan adanya
digital ini dan mengurangi mismatch
terhadap lulusan kita. Kita berharap
bahwa lulusan-lulusan kita apakah itu di
SMA, SMK mereka bisa mempunyai daya
juang yang kuat terhadap basis ilmu yang
mereka miliki. Ini bukan teori Bapak Ibu
sekalian. ini bukan bagian dari ee kita
hanya menerima ilmu terus tidak bisa
diterapkan, tidak bisa dimanfaatkan,
tapi ini adalah kebutuhan nyata di Jawa
Timur dan di seluruh Indonesia yang
menjadi bagian konsen kita Bapak, Ibu
sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang
saya banggakan, Sobat ASN yang saya
muliakan. Tentu tujuan strategis program
ini adalah ee kita harus bisa memahami
menyiapkan talenta digital secara ee
secara dini ya. melalui satuan
pendidikan yang kita miliki dari
berbagai jenjang kita harus bisa
merasakan bahwa bagaimana kita
menyiapkan talenta digital ini tentu
kita harapkan mulai dari dunia
pendidikan ya mulai dari lingkungan
sekolah sehingga pada saatnya nanti
mereka sudah naik kelas dengan berbagai
jenjang yang mereka akan ikut akan raih
tentu akan menjadi dampak bagi mereka
sudah memahaminya secara dini begitu
juga tujuan strategis yang lain adalah
menyelaraskan pendidikan dengan
kebutuhan kerja digital. Jadi, Bapak,
Ibu sekalian tadi kalau saya sampaikan
di awal di slide saya bahwa dunia kerja
memang banyak yang tutup, banyak yang
berhenti, tapi ternyata 5 tahun ke depan
lapangan pekerjaan baru juga bermunculan
Bapak Ibu sekalian. Terutama bagaimana
dengan lapangan pekerjaan yang terkait
dengan digitalisasi.
Nah, ini tentu akan menjadi tantangan
kita, Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana
kita mentransformasi
budaya kerja yang kita rutinitas atau
konvensional sebagai seorang ASN bisa
berubah dengan budaya kerja yang saat
ini kita hadapi dengan dunia teknologi.
Nah, tentu sekali lagi Bapak, Ibu
sekalian bagaimana tujuan strategis
program ini mewujudkan digital impact
ya, terutama di sektor pendidikan agar
di sektor pendidikan ini larinya lebih
kencang ya. Terus bagaimana mendapatkan
ilmu lebih cepat ya, tapi mumpuni bisa
dipahami secara mendasar karena dibantu
dengan teknologi yang ada. Bagaimana
anak-anak kita bisa beradaptasi dengan
teknologi bukan memberatkan mereka
dengan teknologi tapi bisa memudahkan
mereka tapi daya kritis dan analisisnya
tetap ada. Nah, ini kan menjadi bagian
dari tugas dan tanggung jawab kita,
Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana tujuan
strategis ini bisa tercapai. Jadi,
sekali lagi saya katakan bahwa ini bukan
program sesaat.
Tapi arah jangka panjangnya tentu
menjadi sasaran kita, Bapak, Ibu
sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
selaras dengan arah kebijakan Jawa
Timur, tentu talenta digital ee harus
mempunyai fondasi yang kuat. Jadi,
selalu yang saya sampaikan Bapak, Ibu
sekalian, pesan Ibu Gubernur dengan
program Jatim Cerdasnya bahwa dengan
talenta digital ini pendidikan harus
bisa berdampak. berdampak siapapun bagi
insan pendidikan, masyarakat tentu harus
berdampak yang tadi saya sampaikan di
awal guru harus berdampak, murid harus
berdampak, kepala sekolah harus
berdampak, masyarakat juga harus
berdampak sehingga pendidikan Jawa Timur
ini tidak boleh saja sifatnya reaktif,
tapi aktif di dalam prosesnya. Jadi,
bagaimana proaktif ini menyiapkan masa
depan dengan proses pendidikan yang
sudah kita siapkan dari awal. Nah,
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati,
saya banggakan. Cukup banyak yang saya
sampaikan ini. Tentu mudah-mudahan
Bapak, Ibu sekalian di tengah aktivitas
yang cukup padat, yang luar biasa, yang
tentu Bapak, Ibu sekalian mungkin sambil
bekerja, sambil ee mendengarkan atau
menyaksikan webinar ASEAN belajar ini.
Mudah-mudahan Bapak, Ibu sekalian bisa
lebih memahami apa yang saya sampaikan,
terutama teman-teman kita yang ada di
dunia pendidikan. Ee ada motivasi yang
bisa saya sampaikan kepada Bapak Ibu
sekalian. Talenta digital ini bukan
tentu siapa yang paling mahir dalam
teknologi. Saya selalu mengatakan ee
kita tidak perlu sombong dengan
kehebatan kita, dengan kemahiran kita
menggunakan gadget, menggunakan ee
laptop, tab, dan lain-lain. Tapi apakah
sekali lagi teknologi yang kita miliki,
yang kita ee ketahui, yang kita mungkin
menjadikan kita cerdas terhadap
teknologi itu sendiri sudah memberikan
manfaat bagi orang lain?
Nah, itu akan menjadi pertanyaan kita
semua Bapak, Ibu sekalian. Nah, bagi
saya, Bapak, Ibu sekalian, kalau Bapak,
Ibu sekalian sudah mahir dengan
teknologi, memahami dengan teknologi,
sudah bisa menggunakan teknologi secara
benar dan bermanfaat, tentu bisa harus
berdampak bagi lingkungan kita. Terutama
pendidikan Jawa Timur harus bisa
menyiapkan ini dari guru, oleh guru,
bersama ASN untuk masa depan generasi
kita. Nah, dari webinar ini ASN belajar
seri ketiga, saya ingin menyampaikan
bahwa gerakan nyata yang dilakukan
webinar ini sangat luar biasa. ASN
belajar harus ASN berdampak. Artinya
setelah kita belajar berproses
mengetahui apa yang disampaikan oleh
narasumber, tentu kita ingin bahwa apa
yang kita lakukan dengan ASN belajar
ini, dengan webinar ini, kita bisa
mer-review apa yang disampaikan oleh
para narasumber sehingga nanti ASEN kita
semua bisa berdampak bagi orang lain.
Begitu juga guru adaptif setelah mereka
mempunyai proses dengan mata pelajaran
yang mereka ee ampuh saat ini, tentu
mereka bisa lebih aktif [tertawa] di
dalam prosesnya. Bagaimana murid bisa
lebih kreatif, inovatif di dalam
menangkap mata pelajaran yang diberikan
oleh Bapak, Ibu sekalian sehingga murid
lebih kompetitif.
Ini yang menjadi tugas kita, Bapak, Ibu
sekalian. Sekolah juga bergerak. Jadi
saya yakin dengan sekolah bergerak Jawa
Timur semakin maju. Nah, webinar ini
bukan akhir dari seluruh proses kita
belajar, tetapi awal dari
perubahan-perubahan kecil di unit
kerja-kerja kita masing-masing di
manapun Bapak, Ibu sekalian, termasuk
para guru, kepala sekolah, insan
pendidikan, tenaga pendidikan, tentu ini
akan menjadi perubahan yang kecil, kecil
kecil akhirnya berdampak besar bagi ee
di mana pun yang kita tugas, di mana pun
kita berada sebagai bagian dari ee tugas
kita sebagai ASN. Nah, Bapak, Ibu
sekalian yang saya banggakan, mari kita
buktikan bahwa ASN bukan sekedar
pelaksana aturan, tetapi penggerak
perubahan.
Belajar hari ini adalah investasi,
Bapak, Ibu sekalian. Sangat mahal,
sangat sulit sekarang di dunia
digitalisasi sekarang ini kita mau
belajar membuka buku, mencoba
mencermati, menganalisa apa yang harus
kita lakukan. Tapi tentu akan menjadi PR
kita semua Bapak, Ibu sekalian apabila
teknologi ini bisa menjadi bagian dari
kehidupan kita yang berdampak apakah itu
dirasakan oleh masyarakat, diri kita
sendiri ataupun orang lain ya. Ya, di
sekitar lingkungan kita dan lain-lain
termasuk pekerjaan kita. Mari kita ee
lakukan dengan gerakan mari kita naik
kelas bersama n dari digital skill
menuju digital impact. Dan tentu saya
ucapkan terima kasih sekali lagi Bapak
Ibu sekalian yang sudah ikut bergabung
pada webinar ASN belajar seri ketiga
ini. Terutama kepada BPSDM Provinsi Jawa
Timur yang sangat luar biasa hebatnya
yang terus menginisiasi program-program
peningkatan kompetensi para ASN kita.
Karena mau tidak mau, suka atau tidak
suka, maka kalau kita berhenti belajar
hari ini, 1 menit saja kita berhenti
belajar, berhenti meningkatkan
kompetensi kita, maka kita akan
ketinggalan jauh. Nah, oleh sebab itu
Bapak, Ibu sekalian terima kasih atas
inisiasi yang luar biasa ini.
Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan
dan juga nanti mungkin narasumber yang
lain menyampaikan sesuatu yang tentu
akan berdampak bagi kita semua, tentu
menjadi rezeki pahala bagi kita semua
dan menjadi amal jariah buat kita semua.
Terima kasih Bapak, Ibu sekalian sudah
mengundang saya pada kesempatan ini.
Saya sudah bergabung dan diberikan
kesempatan yang pertama karena Bapak Ibu
sekalian mohon maaf karena setelah ini e
kami akan ada kegiatan lain yang tidak
bisa kami tunda. Terima kasih sekali
lagi, sukses untuk kita semua. Salam
hormat dari saya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak
Aris. Izin jika masih ada sedikit waktu
kita akan berinteraksi dengan sobat ASN
yang sudah rais hand agar bisa bertanya
secara langsung. Begitu, Pak. Dan sudah
ada kami input yaitu Bapak M. Toha.
Silakan Bapak M. Toha bisa open cam dan
juga open mic. Pertanyaan bisa
disampaikan langsung kepada narasumber
kita yang pertama Bapak Aris. Selamat
pagi, Pak. Bapak saya minta satu saja ya
karena setelah ini saya akan bergeser ke
acara berikutnya.
Baik. Siap, Bapak. Pak Toha disilakan
untuk pertanyaannya.
Asalamualaikum. Terima kasih.
Asalamualaikum, Pak Aris, Pak Kadis. Ee
materinya sungguh luar biasa. Ee tadi
pesan Bapak ee sangat mengena bahwa kita
bukan hanya menguasai teknologi, tapi
bagaimana ee teknologi yang kita kuasai
itu bisa berdampak untuk orang lain.
Ee mungkin ini Pak ee mungkin fenomena
yang terjadi saat ini memang gadget atau
smartphone itu sudah ada di mana-mana.
Semua orang pegang ee namanya juga
telepon pintar ee tapi sayangnya yang
megang kadang-kadang kurang pintar gitu.
ee ini ee kadang-kadang kita banyak
terjebak ee bukan melakukan inovasi
dengan teknologi yang kita miliki, tapi
malah terjebak menghabiskan waktu ee apa
namanya ee dengan teknologi yang kita
punya. Kira-kira tip dari Bapak ee yang
bisa kita lakukan agar ya teknologi yang
sudah kita kuasai bisa memberikan dampak
untuk orang lain atau paling tidak
merugikan diri kita sendiri, Pak?
Mungkin itu yang dapat saya sampaikan.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Izin dapat langsung
dijawab, Pak Aris.
Ya,
terima kasih, Pak. Pato dari mana?
Dari Kementerian Desa, Mas.
Wah, alhamdulillah siap, Bapak. Wah,
sehat.
Luar biasa ini. Beliau sangat luar biasa
ini sampai KSN belajar ikut bergabung
dengan kita semua. Sekali lagi terima
kasih, Pak. Ya, pertanyaan Bapak
sebenarnya menjadi pukulan kita semua
sebenarnya memang karena dengan adanya
gadget ini hampir separuh waktu kita,
bahkan lebih dari separuh kita kita
hanya beraktivitas dengan gadget, dengan
teknologi yang katanya teknologi pintar
tapi tidak membuat kita pintar
sebenarnya tapi membuat kita banyak
waktu yang terbuang luar biasa. dari
maka saya katakan bahwa betul apa yang
disampaikan oleh Pak Toha bahwa
tantangan kita hari ini bukan lagi hanya
menguasai teknologi, tapi bagaimana kita
bisa mengendalikan teknologi yang kita
genggam saat ini yang tentu harus kita
kendalikan. Maka memang Bapak To saya
juga di lingkungan pendidikan sudah
sering menyampaikan kepada teman-teman
seluruh guru, kepala sekolah, ayo kita
gunakan teknologi dengan bijak. Karena
kadang-kadang ee ada juga guru-guru kita
ya dan juga kita insan pendidikan kita
yang kadang-kadang khilaf dengan
teknologi, merasa lebih mudah, lebih
gampang untuk mengenalkan sesuatu yang
di luar dari pendidikan dimanfaatkan
akhirnya menjadi sesuatu yang tidak
bermanfaat dan akhirnya juga merugikan
waktu mereka. Maka saya di Jawa Timur
selalu menyampaikan, saya tidak melarang
teknologi, tapi saya meminta kepada
seluruh teman-teman ee insan pendidikan
terutama murid-murid kita di jam-jam
pelajaran agar mereka bisa lebih ketat
menggunakan gadget. Walaupun itu
sebenarnya proses pembelajaran bisa
membantu mereka, tapi kadang-kadang
tidak sepenuhnya mereka gunakan untuk
sebagai proses pembelajaran. Saya lebih
sering kalau keliling sekolah saya lihat
dari kaca anak-anak kita menggunakan
gadgetnya. Loh, ada yang main game
padahal gurunya lagi ngajar. Ada yang
membuka sesuatu yang tidak sesuai dengan
mata pelajaran yang diajarkan gurunya.
Apakah mungkin karena murid kita ee
mereka sudah bosan melihat gurunya
dengan proses yang ya konvensional
mungkin sehingga mereka berali dengan
teknologi yang sekarang ini mereka
pegang atau gadget yang mereka pegang.
Nah, ini tentu jadi tantangan kita
sendiri Bapak, Ibu sekalian. Jadi HP itu
alat kalau menurut saya sebagai bagian
dari ke apa yang kita bisa gunakan tapi
tidak menghabiskan waktu kita. Tapi
kalau benar arahnya tentu akan
menggunakan ini sebagai bagian dari
manfaat. Jadi kadang kita tidak sadar
Bapak Ibu sekalian scroll scroll scroll
ya akhirnya oh kita enggak sadar 1 jam 2
jam sudah berlalu dengan hanya
men-scroll saja. Padahal banyak
aktivitas yang bermanfaat kalau kita
gunakan gadget ini dengan tugas-tugas
dan tanggung jawab kita. Saya
kadang-kadang ee membagi waktu saya
supaya bagaimana saya bisa terhindar
dengan gadget yang saya pegang. Saya
menggunakan waktu saya dengan detail
betul. Waktu-waktu itu yang saya
gunakan. bagaimana saya bisa
berinteraksi ke sekolah, bagaimana saya
bisa berinteraksi di dinas saya sendiri,
di kantor saya, atau berusaha untuk bisa
bagaimana bisa berkomunikasi secara
langsung dengan seluruh jajaran ASN
kita. Nah, itu akan bisa menghindari
kita dengan proses-proses yang kurang
bermanfaat. Karena kalau kita hanya
sibuk dengan dunia teknologi apalagi
dengan media sosial, maka tentu kita
asik di dalamnya, larut di dalamnya.
Kalau sudah larut di dalamnya, akhirnya
waktu itu terbuang dengan percuma. waktu
itu tidak efisien sekali sehingga tidak
ada manfaat yang bisa kita manfaatkan.
Nah, kalau saya Pak Toa mungkin ada lima
tips agar teknologi ini berdampak dan
tidak merugikan orang lain ya. Tentu
kita jangan mulai dari aplikasinya ya,
tapi mulai dari bagaimana alat itu bisa
kita gunakan. Jadi saya bukan HP ini
untuk apa ya, tapi bagaimana untuk
belajar, untuk melayani, untuk mengambil
keputusan atau hanya untuk bagaimana
Bapak Ibu sekalian memanfaatkan Bapak
Ibu sekalian untuk bisa waktu lebih
maksimal. Nah, gunakanlah teknologi
untuk menyelesaikan masalah bukan
menambah masalah. Ini penting bagi saya.
Jadi, yang pertama adalah tentu tujuan
sebelum membuka gadget apa. Jadi, harus
kita punya ee apa namanya? titik-titik
pemikiran kita. Kalau saya buka gadget
ini ada enggak manfaatnya? Ya, kalau
kita gunakan gadget di jam-jam ee
kesibukan kita sebagai iset, ada enggak
manfaatnya? Yang kedua adalah gunakan
teknologi untuk menyelesaikan masalah,
bukan menambah masalah. Jadi, kalau kita
sudah sibuk lihat sesuatu yang di media
sosial yang akan menjadi beban kita,
pikiran kita, akhirnya akan menjadi
bagian dari mood kita yang hilang.
Pagi-pagi kita sudah lihat media sosial
umpamanya yang akan merusak mood kita,
akhirnya kita akan berdampak terhadap
kinerja kita. Itu kan juga akan
mengurangi hal-hal yang tentu akan
menjadi pemborosan waktu buat kita. Yang
ketiga, batasi konsumsi perbanyak
produksi. Bagi saya batasi konsumsi
artinya konsumsi menggunakan gadget
dengan media sosial tapi perbanyak
produksi. Kan ada AI sekarang, Bapak,
Ibu sekalian. Kita bisa manfaatkan
dengan tugas-tugas tanggung jawab kita.
apa sih yang belum bisa kita selesaikan
dengan nalar kita, dengan pikiran kita.
Maka teknologi bisa membantu kita di
dalam mempercepat proses itu. Yang
keempat adalah jaga etika digital dan
empati. Saya sering menyampaikan Bapak,
Ibu sekalian, para guru-guru saya,
Bapak, Ibu sekalian tolong ya lebih
bijak, lebih santun menggunakan digital.
Kalau perlu dengan teknologi yang
sekarang ini, gunakan itu sebagai media
pembelajaran. Bapak, Ibu sekalian punya
ilmu kan mata pelajaran kan? Saya
katakan begitu kepada mereka. Ayo
manfaatkan tuang itu di dalam teknologi
supaya orang bisa melihat, membaca, dan
juga bisa mempelajari dengan Bapak Ibu
sekalian men-share ke mana-mana. Tapi
jangan dengan konten-konten yang
sifatnya ya tidak ada hubungannya dengan
pendidikan. Akhirnya merugi buat mereka
dan bahkan mungkin akan viral yang
akhirnya berkonsumsi terhadap negatif.
Nah, yang kelima yang terakhir adalah
jadikan teknologi sebagai alat penguatan
nilai bukan pengganti nilai. Ya. Jadi
tentu bagaimana teknologi ini
menggantikan tidak menggantikan kita
terhadap integritas kita, tanggung jawab
kita, dan kepedulian kita. Jadi ini
hanya memperkuat nilai yang sudah kita
miliki dan tentu mempertahankan apa yang
kita miliki. Nah, itu mungkin Bapak Toha
yang perlu saya sampaikan. Sekali lagi,
teknologi itu netral Bapak Notoha. Jadi
teknologi sebenarnya itu ee bagaimana
saja yang kita bisa manfaatkan
semaksimal mungkin sehingga teknologi
itu tentu akan menjadi netral kalau kita
menggunakan dengan baik. Tapi kalau dia
kita gunakan dengan sesuatu yang tidak
baik ya tentu akan berdampaknya sangat
luas buat kita semua. Ini ini mungkin
yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi
mohon maaf Pak Toha ee kalau ada jawaban
yang kurang puas dari saya. Sekali lagi
terima kasih.
Baik terima kasih. Demikian Pak Toha.
Terima kasih. Makasih.
Baik. Sampai jumpa kembali, Pak. Terima
kasih. Selamat mengikuti ASN belajar
seri ketig Pakis. Terima kasih banyak
atas waktunya. Silakan untuk melanjutkan
agenda yang tidak dapat ditinggalkan
pada hari ini. Untuk waktu kami silakan.
Terima kasih banyak, Bapak.
Baik, Sobat ASN yang belum berkesempatan
untuk bertanya, tenang saja karena masih
ada dua kesempatan yaitu saat narasumber
yang kedua dan yang ketiga. Dan tentu
saja dapat menyampaikan pertanyaan di
sesi narasumber berikutnya. Tetaplah di
ASN Belajar seri ke3 tahun 2026.
[musik]
Sobat ASN, materi berikutnya akan
disampaikan oleh Tim ahli BPSDM Kominfo
Surabaya, Kementerian Komunikasi dan
Digital Republik Indonesia dan juga
Pandu Literasi digital Kementerian
Kominfo Republik Indonesia
serta seorang dosen MSDM digital
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Dr. Sutomo Surabaya, Ibu Dr. Mei Tiana
Indrasari, ST, SM, M.M.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Ibu Meitiana.
Halo, selamat pagi Mbak Fani. Apa kabar?
Wah, semangat sekali. Saya senang nih
ini membakar semangat untuk terus
belajar di sesi yang kedua ini. Baik.
Tadi soalnya tadi soalnya [tertawa]
serius banget gitu ya. Saya deg-degan
juga tadi.
Baik Ibu Maitiana tentunya terima kasih
banyak atas waktunya di sela-sela
mengajar begitu ya untuk dapat
memberikan ilmu dan informasi kepada
sobat ASN ini bahkan di seluruh penjuru
Nusantara yang mengikuti ini hari ini.
Betul.
Untuk itu waktu kami silakan Ibu
Meitiana.
Baik. Terima kasih, Kak Fani.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi semuanya.
Semangat pagi. Kita masih semangat pagi
gitu ya. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Ee luar biasa
hari ini pembicaranya hebat-hebat.
Hampir semua media sosial kayaknya ramai
semua padahal baru pasang flyer gitu ya.
Saya tadi juga ee setelah Pak Dr. Ramli
kemudian Pak Dr. Aris saya juga bingung
juga. Waduh, kalau sudah selengkap ini
terus saya mesti ngomong apa gitu ya.
Padahal saya sendiri juga sudah
menyiapkan materi. Tapi akhirnya saya
punya celah. Salah satu celahnya adalah
saya yakin beliau-beliaunya itu adalah
pejabat yang sibuk-sibuk gitu ya, yang
mungkin ee yang mungkin belum mantengin,
bukan tidak mantengin ya, tetapi belum
mantengi bagaimana di media sosialnya
ataupun di live streaming-nya yang
sekarang ini. Cuma ee sebelumnya saya
ingin mengucapkan ee yang terhormat
kepada Bapak Dr. Dr. Ramlianto, SPMp.
Terima kasih atas kepercayaan untuk yang
kesekian kalinya untuk bisa ee
melibatkan saya dari pilar akademisi
gitu ya untuk ee pengembangan ee
talenta digital. Kemudian ee Bapak Dr.
Aris Agung ee PWY SSTP, M.M. Tentu ini
ee sekarang ini karena salah satu
program dari Bapak Presiden adalah di
sekolah-sekolah tentu menjadi pejabat
yang cukup sibuk bukan hanya di nasional
gitu ya, bukan hanya di lokal tetapi
juga di nasional gitu ya. Dan kemudian
ada ee dari akademisi juga ini ee wakil
wakil dekan bidang akademik Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Malang. pasti akan banyak bicara teknis
dan saya ee bendera putih semua ya.
Bapak Sabriansyah, Rizkika Akbar ST,
Meng, PhD. Wah, luar biasa.
Baik, seperti tadi yang sudah saya
sampaikan bahwa saya akan ambil angle
gitu ya. Kalau karena ini dosennya
agak-agak agak-agak mepet ke content
creator gitu ya, jadi yang dilihat itu
adalah angle karena Pak Ramle sudah
sebegitu so perfect gitu ya. Kemudian ee
Pak Aris tadi juga perfect juga gitu ya.
Maka saya lihat angle dari streaming
live-nya pagi hari ini gitu ya. Jadi
teman-teman yang sekarang ini bergabung
di YouTube sekarang ini ada 4.500. 4.500
itu mungkin kira-kira saya lihat sekitar
10 menit yang lalu. Sekarang nambah atau
tidak saya tidak tahu gitu ya. 4.500
viewers, kemudian ada 1.000 likes.
Kira-kira kalau sekarang ini saya
jualan, monggo saya punya Instagram
meitiana_Yunus.
Kalau mau follow, saya akan fallback
misalnya begitu kan lumayan ya gitu.
Nah, ee agak menggelitik gitu ya di live
streaming gitu ya. Saya pengin nyuplik.
Pergi ke pasar beli bantal, pulangnya
mampir beli gawai. Jangan cuma ngaku
jago digital, tapi buktikan dampaknya
secara piawai gitu. Itu saya ambil loh
dari ee streamingnya ya. Jadi sefresh
itu gitu ya. sekarang ini ee admin-admin
dari media sosialnya pemerintahan gitu.
Yang awalnya ketika kita bicara tentang
digitalisasi mungkin pikirannya adalah
bagaimana ee para pengusaha-pengusaha
itu dalam menjual produk atau jasanya
gitu. Ternyata tidak begitu gitu ya.
Baik, ee saya tetap akan ini ee share
screen. Mohon izin
saya share screen.
Oke, sudah nampak ya. Baik, rekan-rekan.
Tadi juga sudah disampaikan sama Kakak
moderator gitu ya, bahwa ee
sori sori
bahwa saya sekarang ini aktif di tim
ahli BPSDMP Kominfo Surabaya,
Kementerian Komdigi Republik Indonesia
dan per hari kemarin sepertinya
nomenklaturnya sudah resmi berubah
menjadi BPSDMP Komdigi Surabaya gitu.
kemudian ee sebagai pandu literasi
digital juga di Kementerian Kominfo RI
dan juga dosen MSDM digital di Fakultas
Ekonomi Bisnis UNITOM gitu. Jadi yang
perlu ee rekan-rekan di sini ee pahami
adalah bahwa digitalisasi itu bukan
hanya milik orang bisnis saja, bukan
hanya ASN saja, tetapi mahasiswa pun
gitu ya, mahasiswa pun sudah kita didik
bagaimana harus bagaimana kita hidup
dalam sebuah sistem yang dikembangkan
secara teknologi agar bisa terintegrasi.
Nah, kira-kira kan begitu sehingga para
AS AS ASN yang sekarang ini sudah
existing dan juga di ee sebutlah di zona
nyaman gitu ya, mau tidak mau, suka
tidak suka itu memang harus ee adaptasi
gitu ya. Adaptasi dengan perkembangan
teknologi. Karena apa? Karena ya memang
sudah tidak bisa kita hindari lagi gitu
ya. Kita bicara saja tentang ee Asta
Cita gitu ya. Jelas gitu ya. bahwa di
Asta Cita ketujuh gitu ya, tujuan
utamanya itu adalah mewujudkan tata
kelola pemerintahan yang bersih,
efektif, transparan, dan akuntabel
melalui pemanfaatan teknologi digital
sebagai instrumen reformasi birokrasi
ini Indonesia.
So, mau tidak mau, suka tidak suka yang
di zona nyaman atau tidak, wajib
belajar. Karena ternyata sekarang kanan
kiri atas bawahnya bahkan orang yang
belum masuk pun calon-calon SDM-nya itu
akan merupakan SDM digital gitu ya.
Baik.
Oke.
From digital skill to digital impact.
Tema ini yang diusung gitu ya. Artinya
apa? Tadi ee Pak Aris tadi menyampaikan
bahwa ternyata ee ini bukan hanya
tentang bagaimana jago dalam teknologi
gitu ya. Paham tentang teknologi, paham
mungkin masuk ke digital skill, tetapi
ketika kita menjadi bijak, menjadi
dewasa, menjadi empati, itulah yang
akhirnya akan menjadi digital impact
gitu. Dan ee rekan-rekan semua ee harus
bisa memahami juga bahwa kalau di dalam
teori itu ada yang kita sebut dengan
personal branding, is corporate
branding, gitu. Sudah cukup banyak
kejadian-kejadian di media sosial yang
dilakukan oleh ee sebutlah para ASN gitu
yang yang terakhir kemarin kita lihat
ada ASN yang streaming live gitu ya.
Mungkin kalau streaming live-nya itu
tentang pelayanan, sosialisasi yang
berbasis masyarakat mungkin oke gitu ya.
Tetapi ini ee streamingnya agak-agak gak
jelas gitu ya. Nah, ternyata ee dapat
teguran secara langsung viral juga gitu
ya. Cukup banyak hal-hal yang viral.
Terakhir juga ee ada kesalahan gitu ya
dari ee di Semarang kalau enggak salah
ee Babinsa gitu ya. Babinsa yang ee
menganggap itu ee makanan snack itu dari
bahan terlar ter terlarang padahal
keliru gitu ya. Jadi hal-hal begitu.
Kemudian ada mungkin kalau kita dari
lihat dari mensrea gitu ya, kita lihat
dari mensrea ee Panji Pragiwaksono yang
lalu gitu ya, bahwa ketika dia
menyampaikan
eh ketika ada ee korban salah tangkap
gitu ya, begitu dimasukkan di mensrea
viral juga gitu. Jadi inilah ruang kita
sekarang ini gitu ya. Yang judgement itu
yang judgement itu ee sudah tidak
berbatas ruang dan waktu juga gitu. Nah,
inilah yang menjadi sensitivitas dari
para ASN sekarang ini yang masyarakat
tahu bahwa ASN itu adalah pelayan
masyarakat. ASN itu dibayar dari pajak
masyarakat gitu. ego dari netizen atau
masyarakat digital itu sudah seperti
itu, gitu. Maka kehati-hatiannya jauh
lebih tinggi dibandingkan mungkin yang
para wirausaha gitu ya ataupun yang
pekerja-pekerja swasta gitu ya yang
bukan ee yang bukan ASN gitu ya. Maka
saya menyarankan ketika ASN ini memang
ee kemudian menjadi seorang ASN preneer
gitu ya, yang dia juga ee aktif gitu ya,
entah aktif membranding
lembaganya gitu ya atau aktif
membranding dirinya sendiri. Karena
aktif membranding dirinya sendiri dengan
kinerjanya itu juga otomatis akan
membranding lembaganya juga. Kembali
lagi ke personal branding is corporate
branding. Positif yang Bapak Ibu yang
saya banggakan pagi ini ee di media
sosial maka positif juga ee institusinya
tetapi negatif maka negatif juga
institusinya gitu ya. Jadi saya terkait
dengan teori ini secara praktik lapangan
saya sudah banyak sekali membuktikan
gitu ya. bahkan salah satu ee seseorang
yang ada di institusi saya saja gitu ya.
Kesleo gitu ya, ke Sleo yang dihajar
sama netizen siapa
institusinya gitu ya. Kemudian kemarin
tanpa disadari ada yang ee perusahaan
dari BUMN Pertamina kemarin itu juga
meludah gitu ya ke waktu ee parkir atau
apa gitu ya. Akhirnya apa? Yang disasar
adalah Pertaminanya gitu. Jadi itulah
masyarakat kita gitu ya. Walaupun ee
cepat viral kadang juga cepat tidurnya,
tetapi apapun dan bagaimanapun jejak
digital itu tidak bisa dihapus gitu ya.
Walaupun bisa ketumpuk dengan hal-hal
yang positif itu bisa ketumpuk tapi
tidak bisa dihapus gitu. dan ASN
sekarang ini gitu ya, bekerjanya juga
tidak dalam sistem yang statis gitu ya.
Sistemnya cukup banyak. Yang sering
mengeluh burn out juga banyak. Aduh
terlalu banyak sistem gitu ya. Bahkan ee
jujur ya saya kemarin itu sempat sempat
dapat dari salah satu ee ASN gitu ya.
sempat juga itu bilang ee
ini nih ya salah satu gara-garanya apa?
Gara-gara saya posting di media sosial
gitu ya. Kemudian namanya kekuatan media
sosial dan follower saya memang cukup
lumayan gitu ya. Kemudian saya langsung
dijapri gitu bahwa tentang terkait
dengan ASN gitu ya dan aplikasi berbasis
web besutan BKN Colabs Kemenpan RB gitu
ya. Kurangnya pemahaman literasi digital
menyebabkan ASN sering mengalami
kesulitan teknis seperti kesalahan
pengisian data, keterlambatan pembaruan
profil hingga bergantung pada operator
atau rekan kerja yang lain. Ini
menunjukkan bahwa pemahaman ASN belum
sampai pada aspek konseptual dan fungsi
fungsional aplikasi, melainkan masih
sebatas penggunaan dasar yang bersifat
reaktif. Akibatnya tujuan utama dari
MyASN untuk mewujudkan data ASN yang
akurat dan mutakhir dan terintegrasi
belum sepenuhnya tercapai di tingkat
daerah. Karena ini teman dari daerah
yang menyampaikan gitu ya. Tapi
rekan-rekan kita lihat ya sekarang
geliatnya gitu ya karena saya juga cukup
aktif di salah satu kementerian gitu ya.
Jadi kita ee apa melihat geliat
perubahan-perubahan
yang namanya perubahan itu memang tidak
tentu saja merubah yang ee merubah
budaya gitu ya, tidak seperti orang
membalik tangan gitu apalagi dari yang
biasanya itu dalam bentuk surat kemudian
kita digitalisasikan. Tentu di situ ada
sistem gitu ya. Apakah sistem di
sektornya sendiri cukup? Ternyata tidak
cukup gitu ya. sistemnya itu harus
terintegrasi juga dengan yang lain dan
itu ee menjadikan perubahan-perubahan
kemudian untuk benar-benar menemukan
sistem terbaik ee dan juga model terbaik
juga gitu ya. Nah, inilah yang akhirnya
mau tidak mau kita dituntut gitu ya cara
kerja kita, pola pikir kita dan budaya
organisasi dari ASN gitu ya. bagaimana
kita ee membuat sebuah sistem ini
benar-benar gitu ya benar-benar sesuai
dengan apa? Sesuai dengan Asta Cita
ketujuh gitu ya. Bagaimana proses
birokrasi itu lebih singkat, biaya
administrasi itu menurun dan resiko
penyimpangan berkurang gitu. Tujuan dari
digitalisasi dan tataa tata kelola ee
tata kelola
pemerintahan gitu ya, ataupun SPBE gitu
ya. Jadi, bagaimana caranya gitu ya,
sistem yang dibuat itu harus seperti
itu. Padahal biasanya itu kayak bedol
desa dulu di awal gitu ya. Bagaimana
yang awalnya itu hard copy-hard copy
harus kita masukkan semua gitu ya.
Kemudian alurnya dan lain sebagainya
gitu. Jadi ternyata dari hasil diskusi
saya dengan salah satu ASN, pejabat ASN
yang ada di daerah gitu ya, tantangan
utamanya itu ee tidak pada teknologinya.
Teknologi bergantung desainernya gitu
ya. Nanti Pak Sabriansyah mungkin yang
akan banyak bicara tentang itu gitu ya.
Bagaimana mendesainnya gitu ya. dan
teknologi saya rasa karena luar biasa
sekarang ini gitu ya ee ee tentu saja
akan mampu mengakomodir gitu ya. Tetapi
sekarang yang harus dilihat lagi adalah
kesiapan SDM ASN gitu ya. bagaimana
caranya menggunakan secara efektif
mungkin pada satu sisi kelompok gitu ya
ada yang menghabiskan waktu selama ee
selama
ee lebih dari setengah hari gitu ya
untuk melihat mungkin untuk para ASN ini
relate gitu ya, tetapi untuk para
industri kreatif, pekerja kreatif,
orang-orang yang ee atau contonent
kreator gitu ya ee menghabiskan waktu
dengan digital ee dengan device-nya itu
tentu saja itu bisa ee membangun
motivasi. Jadi banyak hal yang bisa
dilakukan bahkan bisa menumbuhkan
ide-ide baru gitu ya. Jadi kita lihat ee
konteksnya gitu. Oke, rekan-rekan kita
sepakat gitu ya. Ternyata teknologinya
ini gitu ya, tapi SDM-nya ini harus
terus gitu, harus terus secara bertahap.
dari mulai awareness-nya dulu kita buka,
sosialisasi informasinya dulu kita buka,
kemudian kita terus lakukan
pelatihan-pelatihan gitu ya sampai
akhirnya masuk ke dalam ee ke dalam
karakter bijak seorang ASN dan kemudian
hasil hasilnya seluruh hasilnya
diharapkan akan menjadi sebuah dampak
yang positif gitu. Kalau kita bicara
tentang teknologi gitu ya, empat hal
yang sering dikampanyekan dari
Kementerian Komdigi itu adalah literasi
digital gitu ya. Dari mulai digital
skill, bagaimana kemampuan kita jago
jago digitalnya gitu. Digital skill itu
tentang bagaimana kita
mengoperasikannya, jagonya gitu. Kalau
konten kreator tentu saja bagaimana kita
bisa ee mengoptimalkan CapCut yang murah
itu gitu ya untuk menjadi sebuah short
video yang menarik gitu untuk bisa
membuat konten yang berkualitas gitu.
Kemudian ee belajarnya juga cukup banyak
apalagi kalau kita bicara tentang
orang-orang yang sudah ada di zona
nyaman gitu ya. Orang-orang yang ada di
zona nyaman itu dari mulai email,
website, kemudian media sosial. sosial
media analis, SEO, SEAM dan lain
sebagainya. Tentu saja sulit kalau untuk
mempelajari seperti itu semua gitu. Itu
sebabnya ada
ee yang di bidang-bidang itu yang bisa
memberikan ee banyak masukan gitu ya ke
ya mungkin entah ke pejabatnya atau apa
gitu. Tetapi bagi yang mungkin masih di
teknis, percayalah [tertawa]
itu semua kalau kita bisa ee pahami gitu
ya, kita bisa lakukan
perkembangan-perkembangan apps yang
sekarang ini gitu ya, benar-benar kita
ee laksanakan gitu ya, kita gunakan gitu
ya, ya otomatis gitu ya skill itu bisa
naik sendiri kok gitu.
saya ee mungkin sebagai dosen MSDM
digital gitu ya, saya kalau misalkan
cari satu materi tentang MSDM digital
ternyata yang keluar bukan cuman satu
gitu, yang keluar ternyata bisa puluhan
ribu MSDM digital. Itu kalau saya dengan
mesin pencarian. Kalau misalnya saya
lebih mau custom, lebih mau personal,
saya bisa menggunakan AI gitu kan. AI
sekarang itu kan juga luar biasa bisa
menjadi teman diskusi kita yang levelnya
itu kan di atas kita, maka akan
memberikan ee masukan-masukan juga ke
kita supaya bagaimana kita bisa ee bisa
mengoptimalkan kualitas kerja kita gitu.
Nah, kemudian setelah kita tahu
bagaimana AI, apps dan lain sebagainya
itu semua ada di skill. Kemudian budaya.
Nah,
bagaimana membawa budaya bijak? Kalau
tadi Pak Aris bilang empati gitu ya, di
ruang digital gitu. Ternyata kita kalau
di ruang digital itu semuanya itu ya
kita memasukkan data pribadi kita ya
kita ini ee membawa nama lembaga kita
gitu ya. Nah, bagaimana caranya supaya
budaya-budaya yang positif saja yang
masuk ke ruang digital gitu ya. Kalau
misalnya kita tidak terlalu apalagi ee
ruang digital yang seperti
platform-platform media sosial gitu ya,
tentu saja ee banyak gitu banyak
resiko-resikonya
yang ee harus benar-benar kita
pertimbangkan. Jadi setiap kali mau
posting itu coba ditimbang gitu ya.
Kalau di bahasa ilmiahnya itu di SWAT
strength, weakness, opportunity thread
gitu ya. Diwat gitu ya. Tapi kalau
misalkan bahasa simpelnya itu ya ini
banyak manfaat apa banyak mudaratnya ya.
Kalau banyak mudaratnya alah sudah
mending gak usah karena akan out of the
box nanti gitu ya. Bagaimana netizen itu
akan out of the box dan saya tidak
menyarankan untuk main-main di pinggir
jurang jurang gitu ya. Kalau orang-orang
bisnis mungkin masih oke dia menggunakan
cara-cara pinggir jurang gitu ya. Tapi
kalau misalkan ASN saya tidak
menyarankan dan tidak harus viral gitu.
Tidak harus viral. Berpikirlah bahwa
tidak harus viral karena viral itu
mudah. Cobalah langgar etika, langgar
hukum, langgar norma, jamin viral gitu.
Jadi semuanya itu dinilai bukan dari
seberapa banyak ee engagement, seberapa
banyak, tetapi seberapa berkualitas dan
seberapa dampaknya yang ada di
masyarakat. ketika masyarakat itu tidak
melihat di timeline-nya,
tidak melihat di timeline-nya. Kemudian
ee tapi dia ee pas membutuhkan sesuatu
kemudian dia buka di timeline-nya dan
itu kontennya itu bagus-bagus. Itu juga
menjadi poin yang positif juga walaupun
tidak viral gitu ya walaupun tidak viral
karena menurut saya viral itu juga viral
itu kalau misalkan positif itu tidak
terlalu menarik baik bagi netizen gitu.
hanya saya juga ee apa namanya ee luar
biasa juga gitu ya. Di akun saya pun
juga ketika saya posting ini entah
karena bapak-bapaknya itu
pejabat-pejabat semua gitu ya sehingga
cukup ramai gitu di media sosial saya.
Oke, tadi ada empati. Empati ini masuk
ke etik gitu ya yang jika kita tidak
sesuai dengan itu, itulah yang bisa
menjadi ee ee viral gitu katakanlah
viral. Kemudian digital safety yang kita
pahami adalah semua hal tidak ada yang
aman di ruang digital. Sudah gitu aja
tidak ada yang aman. Sehingga yang bisa
kita lakukan adalah jangan mudah percaya
dengan apapun yang ada di ruang digital.
Apalagi kalau menawarkan hal-hal yang ee
hal-hal yang mungkin Ups, sori
sebentar sebentar.
Eh, kok gini? Sebentar,
maaf, maaf, maaf kepencet.
Jadi ee menawarkan hal-hal yang mungkin
mudah ya, entah mudah cari cuan atau apa
gitu ya. Nah, kita jangan terlalu mudah
untuk kena halusinasinya para pelaku
cyber crime yang tidak bertanggung
jawab. Oke, jadi banyak ya tadi sudah
saya sampaikan juga banyak sekali
sistem-sistem atau aplikasi-aplikasi
dari ASN gitu ya. Saya kemarin itu lihat
sendiri gitu. Bahkan Komdi juga sempat
kena sentil juga gitu. Saya juga heran
gitu ee enggak percaya juga apa yang
terjadi gitu bahwa melakukan rekrutmen
dan semuanya dimasukkan ke Google Drive.
Semua pelamar boleh memasukkan ke Google
Drive. Padahal yang diunggah ke Google
Drive itu adalah data-data pribadi.
Kayak begitu viral. Kenapa bisa viral?
karena ini adalah Kementerian KOMDI yang
memang ee tupoksinya adalah itu gitu ya.
Kenapa viral lagi? Karena mereka ini
ASN. Kenapa viral lagi? Lah kalau
ditarik itu bisa sampai ke mereka digaji
dari pajak kita begitu. Itulah netizen
dan selalu benar.
Kemudian ee nah adaptasi seringki
bersifat cepat, simultan, dan berlapis.
saya rasa ya kalau misalnya ee era kerja
ini dengan teknologi digital gitu ya,
ternyata itu sebenarnya sebenarnya gitu
ya yang nampaknya
ee yang apa ee lebih produktif gitu.
Lebih produktifnya itu apa? Karena kita
posisi kita di rumah pun kita masih bisa
buka, kita masih bisa cek-cek gitu ya.
sehingga waktu adaptasi yang bersifat
cepat ini tadi gitu ya pada waktu kita
di katakanlah pada waktu kita di rumah
kita pun bisa gitu ya mempelajari itu
gitu. Sekarang bekerja itu bukan tentang
eh 9 to5 lagi gitu ya. Ternyata sekarang
ini lebih ke ya anywhere everywhere
gitu. Itu itu sebabnya eh sedang digodok
work from mall gitu ya. bukan work from
anywhere lagi but work from from mall
gitu. Nah, kemudian eh masalah ini
muncul ketika sistem lebih ee berubahnya
lebih cepat daripada AS eh daripada
SDM-nya. Maka para ASN yang di sini
welcome to era digital yang setiap saat
sistem itu juga bisa berubah-berubah.
Yang lebih sedih lagi terkadang
terkadang gitu ya gak apa-apa ee kita
saya sampaikan saja terkadang ganti
pimpinan bisa ganti sistem karena di
dalam pergantian sistem itu juga ada
anggaran. Nah, repotnya juga begitu gitu
ya. Maka ee saya rasa evaluasi-evaluasi
dari pemerintahan pun ee pasti akan
terus dilakukan, dijalankan apalagi
sekarang eranya era Mbak Evi, efisiensi
gitu ya. Jadi mengoptimalkan yang ada,
menyempurnakan yang ada gitu. Baik,
selanjutnya ee apakah kemudian beban
kerja meningkat secara digital dan bukan
berkurang? Beban kerja ini biasanya di
awal, Teman-teman. Jadi kalau kita
berubah menjadi teknologi sama ketika
dosen-dosen misalnya ya yang awalnya itu
untuk BKD, LKD, laporan kinerja gitu ya
itu ee menggunakan
ee semi semi digital gitu ya. Kalau
zaman saya bukannya
konvensional-konvensional amat sih, tapi
semi gitu. Tapi sekarang tiba-tiba 100%
digital gitu. Dan 100% digital itu
ternyata lebih kedetect, lebih enak juga
gitu ya. Enaknya itu apa? enaknya itu
kedetect sampai pusat ini sudah berapa
lama gitu. Kalau ini sudah terlalu lama
maka pusat yang ee akan memperhatikan
itu gitu ya. Nah, meningkat secara
digitalnya itu adalah di awal bagaimana
kita harus beradaptasi dan belajar. Tapi
saya punya keyakinan sejauh karena saya
ini milenial gitu ya, dari mulai
konvensional mesin ketik dok dok dokdok
saya juga kena gitu ya. Kemudian radio
saya juga masih kena workman saya masih
kena sampai sekarang ee komputer dengan
CPU, laptop dan lain sebagainya. Sampai
sekarang ini kita kalau dengarin musik
cukup dengan Spotify gitu ya. Nah ee itu
semua pada akhirnya mengurangi ee
mengurangi beban kerja kita. Kalau para
contonent kreator bagaimana mereka harus
membuat sebuah konten yang berkualitas
gitu. Kalau sekarang cukup dengan
handphone dan apps, tapi di awal kita
harus belajar.
Nah, belajarnya itu yang tidak diberikan
waktu lama oleh alam. Alam yang tidak
memberi waktu lama. Sehingga rekan-rekan
ya memang ee harus berpacu gitu ya,
berpacu dengan alam. siapa yang bisa
adaptasi, siapa yang bisa mengikuti.
Saya rasa ee mereka-mereka itulah yang
ee yang layak gitu ya. Tetapi siapa yang
kemudian di zona nyaman, malas belajar
dan lain dan lain sebagainya. Kalau ASN
mungkin ya hanya tinggal tunggu waktu
saja gitu ya. Karena perjuangan eh
persaingan di ASN sekarang luar biasa.
Bangga hari ini saya bisa ketemu dengan
ASN-ASN hebat Jawa Timur gitu ya. Oke.
Ee muncul fenomena sekedar mengisi
sistem tanpa memahami makna kerjanya.
Ya, ada juga sih orang-orang yang
seperti ini gitu ya. Ee kritisnya itu
kurang ini lebih ke karakter gitu ya.
Tapi dengan leadership yang baik,
kemudian motivasi-motivasi yang baik.
saya rasa orang yang SDM-SDM yang
seperti itu gitu ya ee itu juga bisa
dirubah baik dengan ee baik dengan
transformas e transaksional,
transformasional ataupun dengan sistem
gitu. Oke. Dan perspektif manajemen
digital itu masalahnya bukan di
teknologinya tetapi di manusianya gitu
ya. Transformasi digital adalah isu
manajemen SDM gitu, bukan hanya IT. Dan
saya sangat merasakan itu karena saya
pengajar gitu ya. Kemudian diperlukan
juga pengelolaan kompetensi motivasi dan
adaptasi ASN yang paling sulit
dikendalikan itu adalah ee ee apa
namanya? Keberanian-keberanian
dalam memanfaatkan ruang digital sosial
gu ya. Jadi, ruang sosial di ee di
teknologi digital gitu. Jadi memang
benar-benar harus dewasa gitu ya. Nah,
karena yang saya hadapi juga sering
mahasiswa gitu kadang-kadang ya enggak
terlalu ee belum terlalu nyampai gitu
ya. Maka tugas kita dan ASN yang ada di
sini juga bisa memberikan contoh dimulai
dari dirinya sendiri gitu ya dengan
digital skill-nya dengan bagaimana
mengangkat budaya positifnya dan
bagaimana etikanya dan bagaimana jangan
mudah percayanya itu tadi gitu ya. Empat
ee pilar literasi digital dan juga MSDM
digital berperan menjembatani teknologi
dan kinerja manusia. Digital skill tidak
sama dengan digital impact. di dalam
digital skill bagaimana kita bisa
beradaptasi menggunakan teknologi,
memanfaatkan tools yang ada untuk
meningkatkan produktivitas kita. bukan
menambah beban beban kinerja, tetapi
meringankan kinerja yang biasanya dan
kemudian bisa ditambah produktivitas
juga yang lain. Maka sekarang jangan
heran gitu ya, banyak ee para ASN-ASN
atau yang di BUMN, di BUMD saya cukup
banyak gitu ya lihat di media sosial
yang karena personal brandingnya dia
cukup baik, akhirnya mereka juga bisa
memanfaatkan ee media digital itu juga
untuk mendapatkan ee apa ya istilahnya
mendapatkan keuntungan, mendapatkan
profit gitu ya. baik dari personal
branding-nya kemudian dimanfaatkan juga
atau ditarik juga menjadi
affiliate-affiliate maka ASN pun bisa
menjadi ASN preneer gitu ya dengan ee
cuannya di ruang digital sosial dan
sedangkan digital impact itu
menghasilkan nilai tambah kinerja
organisasi menambah produktivitas.
Karena apa? Karena ee bikin laporan yang
dulu dan bikin laporan yang sekarang itu
jauh berbeda, bisa lebih singkat, lebih
mudah, lebih padat gitu. Bagaimana
caranya gitu ya. Ternyata ada tools yang
namanya AI gitu ya. Oh ya, ada tools
yang namanya AI. Oke, kita manfaatkan
chat GPT untuk bikin laporannya gitu.
Waduh, saya harus paparan ke paparan ke
bos-bos kita gitu ya. Oh iya, ee kita
buat saja
desainnya dengan memanfaatkan tools juga
gitu ya. Dengan memanfaatkan tools juga.
Tools-nya bisa pakai apa? Bisa pakai
Gemini, bisa pakai chat GPT gitu ya. Ini
ee desain yang saya buat ini menggunakan
chat GPT. Tapi jangan salah gitu ya.
output yang berkualitas, output AI yang
berkualitas hanya bisa dikeluarkan oleh
pengguna AI yang berkualitas. Jadi,
tidak semua orang juga bisa membuat ee
isi narasi yang sesuai dengan apa ya,
sesuai dengan kebutuhan. Kemudian menjel
bagaimana menjelaskannya dengan baik
gitu. Itu sebabnya AI yang saya
keluarkan tentu akan berbeda dengan
AI-AI yang dikeluarkan oleh Bapak Ibu
sekalian. Bisa lebih bagus gitu ya atau
ee belum tentu juga gitu ya karena
semuanya bergantung dengan validasi kita
sebagai manusianya gitu. Itu sebabnya ee
mungkin untuk PUT hari ini gitu ya,
bahwa output AI yang berkualitas hanya
akan dikeluarkan sama orang-orang yang
berkualitas. Kira-kira begitu. Oke.
Kemudian tentu diharapkan karena
kebutuhan ee karena ee tujuannya juga
adalah positif gitu ya dan ini tidak
bisa terelakkan lagi dan semuanya sudah
membuktikan maka ASN juga tidak ada
pilihan lagi. Maka silakan untuk
adaptif. Kita mulai dari awareness
kemudian mungkin kita akan inter
gitu ya. Kemudian kita ada hasrat untuk
mendalami dan kemudian kita tunjukkan
lewat action gitu. dan tentu saja kritis
gitu ya. Jangan sampai nanti kita
menggunakan ee sistem tapi kita tidak
tahu. Jangan sampai kita menggunakan
sistem tapi kita tidak tahu bahwa ee di
situ menyimpan begitu banyak ee
data-data pribadi kita gitu ya. Yang
data pribadi itu dilindungi oleh negara
gitu ya. Kemudian juga etis dalam ruang
digital dan juga berorientasi pada
layanan publik. Berorientasi pada
layanan publik. Nah, ini penting ini.
Jadi, setiap kali kita gerak itu adalah
problem solving dari masalah-masalah
yang ada di ruang publik. Baik, terima
kasih ee atas perhatian dan partisipasi
Bapak Ibu dalam seni ASN Belajar from
Digital Skill to digital impact. Semoga
materi ini memberikan perspektif baru
dalam memperkuat literasi digital MSDM
ASN dan peningkatan kualitas layanan
publik. Kalau ada yang mau WhatsApp ke
saya anytime, silakan. Insyaallah saya
akan pasti jawab gitu ya. Kemudian kalau
ada yang mau follow di meiana_yunus.
Terima kasih saya akhiri. Ee mohon maaf
kurang lebihnya bunga di taman bunga
selasi. Ambillah satu jangan sampai
jatuh. Cukup sekian dan terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Cakep pantun penutupnya
mantap sekali Ibu Mei. Terima kasih
banyak untuk waktu yang singkat. Namun
ini padat sekali ilmu dan informasi yang
telah disampaikan. Melengkapi apa yang
telah disampaikan oleh Pak Aris begitu
ya. Dan ini membuka wacana kita untuk
bisa lebih kritis bertanya. Untuk itu
kami sudah siapkan dua orang yang rais
hand untuk bisa berinteraksi langsung
dengan Ibu Mei, yaitu yang pertama
kepada Bapak Kasiadi. Bapak Kasiadi
silakan untuk open mic dan juga open
cam.
Kami tunggu segera.
Sudah. Baik, terima kasih. Selamat pagi,
Pak Kasiadi.
Selamat pagi, Ibu Pani. Terima kasih.
Baik, disilakan waktunya untuk bertanya,
Pak. Oke, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Saya dari ee Pak Kasandi dari SMA Negeri
1 Ngoro Mojokerto, Ibu Dr. Maitana
Indarasari, ST., SM. M.M. Ya. Ya.
Alhamdulillah luar biasa tadi materinya
cukup padat, singkat, dan bermakna
sekali. Ada empat pilar literasi digital
ASN yang saya simak tadi e baik digital
skill, digital culture, maupun sampai
digital safety. Yang perlu saya tanyakan
Bu, ada dua. Yang pertama, bagaimana
cara kita mengubah pola pikir ASN agar
digital culture tidak hanya sekedar bisa
pakai aplikasi, tapi benar-benar adaptif
terhadap perubahan teknologi dalam
berdampak pada pelayan masyarakat. Bu.
Yang kedua,
bagaimana cara ASN menjaga digital etik
dalam pelayanan publik tanpa mengabaikan
digital safety terkait perlindungan data
rahasia negara? Terima kasih, Bu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Wah, singkat padat.
Namun ini tentu saja mewakili dari SAT
ASN yang ingin bertanya ya. Bu Mai
silakan untuk jawabannya.
Makasih Adi. Terima kasih. Singkat padat
dan seperti ujian disertasi. [tertawa]
Baik. Ee
ee pola pikir ASN tapi adaptif ee tapi
ee bukan bukan penggunaan apps. Jadi
kalau kita lihat tadi di awal itu memang
di awareness-nya gitu ya. Kalau di
sebuah program itu kan ada idea. Jadi
kita mulai dari awareness, interest,
kemudian desire, dan juga eh aksi gitu
ya. yang terakhir gitu ya, call to
action gitulah. Nah, sebenarnya ini
adalah ee strategi-strategi marketing
yang juga bisa kita terapkan dalam
sebuah program. Karena program yang
sekarang ini cukup banyak yang
disosialisasikan melalui sosial media
gitu. Bagaimana bagaimana kegiatan hari
ini bisa dihadiri oleh lebih dari 4.000
ee pengunjung kemudian 1.000 like. Salah
satunya tentu adalah ee dari kekuatan
sosial media gitu ya. Dan saya juga
sudah membuktikan sendiri bahwa ketika
itu saya posting, rekan-rekan
teman-teman ASN itu juga banyak yang
cukup banyak yang japri saya gitu. Jadi
ee
apps itu merupakan
tools gitu ya atau apps ini sama boleh
kita samakan dengan artificial
intelligence. Itu adalah sebuah tools
yang bisa mempersingkat waktu kerja
kita. Coba kalau dulu rasanya kita mau
bikin riset itu aduh lama sekali ya.
Kalau sekarang ee bagaimana kita mencari
artikel penelitian terdahulunya menjadi
mudah gitu ya ee dibantu dengan apps-
apps itu tadi gitu ya. Namun ee namun
Pak
untuk membangun digital culture yang
kuncinya itu adalah mengubah orientasi
ASN dari sekedar bisa pakai aplikasi
tetapi menjadi menciptakan dampak
layanan gitu ya. digital culture tumbuh
akan tumbuh ketika ASN itu memahami
bahwa teknologi ini adalah alat untuk
menyederhanakan kerja dan meningkatkan
kualitas pelayanan publik gitu. Jadi
dibangun melalui teladan pimpinan,
refleksi kinerja, dan juga pengukuran
dampak. Jadi bukan hanya sosialisasi,
kemudian pelatihan-pelatihan teknis
gitu, tentu semuanya kan ada evaluasi
kinerjanya gitu ya. Kemudian terkait
dengan yang kedua, etika digital dan
juga digital safety itu memang keduanya
harus berjalan bersamaan gitu. ASN mau
tidak mau, suka tidak suka karena ini
adalah tupoki, wajib bersikap
profesional gitu. Kemudian sopan, kita
bicara tentang etika gitu ya dan juga
bertanggung jawab di ruang digital.
Ee selanjutnya disiplin menjaga
kerahasiaan data dan informasi publik.
Jadi prinsipnya ini jelas gitu ya,
transparan dalam pelayanan tetapi tegas
dalam perlindungan data. Dan di sini ASN
digital bukan hanya cakap teknologi,
tapi juga diharapkan bijak, beretika,
berorientasi pada kepentingan publik.
Saya rasa itu Pak Kasiadi.
Terima kasih pertanyaannya.
Baik, terima kasih banyak untuk
jawabannya dan semoga saja memuaskan
pertanyaannya Pak Kasadi Adi untuk
jawabannya. Maksud saya kita akan
beralih kepada penanya selanjutnya
langsung terhubung dengan Bapak Dani.
Baik, selamat pagi Pak Dani. Sudah
terhubung secara langsung open mic dan
juga open cam.
Oke, selamat pagi.
Baik, selamat pagi Pak Dani. Boleh
disampaikan dari mana Pak Dani?
Ya, terima kasih atas waktunya.
Perkenalkan saya dari ee perbuatan.
Baik, boleh disampaikan juga
pertanyaannya langsung Pak. Silakan.
Baik ya, terima kasih yang pertama dari
buat tadi materinya bagus dan seperti
yang disampaikan saya sudah follow Bu
nanti fiknya ya.
eh terkait eh personal branding branding
ya saya sekali tetapi
di lapangan di daerah terutama itu kami
sering ketemu kebijakan tanda petik
karena kemarin saya juga pernah untuk
kami diwanti-wanti untuk tidak banyak
bersosial media jadi termasuk apa
namanya terutama Facebook ya kalau
di banyak teman-teman yang pakai itu
supaya tidak banyak membuat statement di
sosial media. Padahal seperti yang
jenengan sampaikan Bu tadi bahwasanya
personal branding is branding. Jadi
sebetulnya kami hanya
waktu yang lalu kami menggunakan sosial
media ini hanya untuk komunikasi dengan
warana ee beberapa kali saya menjadi UPD
KUPT itu ya ini sebuah
pertanggungjawaban moral bagi pelaksana
saya sebagai aparatur negara abdi
masyarakat mempertanggungjawabkan apa
yang kami kerjakan setiap harinya karena
pada waktu itu memang belum ada yang
namanya IGE BKN ataupun UN di kabupaten
belum ada. Makanya saya menggunakan
sosial media. Nah, kenapa istilahnya ada
alergi terhadap media sosial
yang pernah jadi itu yang pertama? Lalu
yang kedua terkait isu-isu yang
seringkali ini hubungan ada hubungannya
juga dengan lagi. Tidak hanya di media
sosial tetapi juga media dalam tanda
kutip pewartanya atau LSM atau wartawan
gara kita tahu ya banyak macam ee
apa ya warna dari wartawan-wartawan itu
ada yang
legitimate ada yang tidak gitu. Jadi
bagaimana apabila mereka itu melempatkan
isu-isu yang tentu ee belum belum 100%
kebenarannya itu bagaimana kita sebagai
ASN menyikapi itu? Apakah kita juga
perlu menggunakan hak Jawa meskipun
media yang mereka pakai itu media yang
mungkin sudah tidak apa ee terdaftar di
Dewan PR gitu. Terima kasih atas Pak
Dani.
Baik, terima kasih banyak untuk
pertanyaannya Pak Dani. Disampaikan
silakan jawabannya Ibu Mei.
Baik, terima kasih Pak Dani. Ee luar
biasa. [tertawa]
Ee
memang media sosial ini boleh dibilang
adalah sebuah media yang menyajikan
konten-konten yang efeknya itu kadang
bisa ngeri-ngeri sedap gitu ya. Kadang
bisa ngeri-ngeri sedap. bukan hanya
ngeri-ngeri sedap karena ee
melipir-melipir jurang kemudian jatuh ke
jurang, tetapi juga ee ada beberapa
karakter gitu ya di beberapa zona gitu
yang ee iki kok arek enom iki kok moncol
nemen ya. Nah, ada begitunya juga gitu
ya. itu terkait dengan karakter budaya
di instansinya masing-masing. Tetapi
saya mungkin bisa memberikan salah satu
contoh ya. Saya punya rekan ee di aktif
juga di media sosial gitu ya. Sebenarnya
media sosial ini tentu saja bukan kanal
untuk laporan kinerja kita itu bukan
gitu ya, tetapi sebagai salah satu media
pintu masuk gitu ya. pintu masuk dengan
ee kita bisa ee bisa berinteraksi dengan
masyarakat gitu. Nah, mungkin saya bisa
memberikan salah satu contoh gitu ya
dari rekan saya yang mungkin sekarang
ini juga menjabat saya juga ee agak-agak
lupa gitu ya karena sempat kemarin di
posisinya kalau enggak salah di
Trenggalek kayaknya sekarang juga sudah
pindah gitu ya. itu ada ee Kak Yudi
Kemal gitu. Karena memang Kak Yudi Kemal
ini berangkatnya dari ee berangkatnya
dari konten kreator muda gitu ya, dari
konten kreator muda sehingga beliaunya
ketika masuk di ASN-nya gitu ya ee
bagaimana beliau itu bisa
mensosialisasikan program-program dari
instansinya. Saya rasa kalau instansi
dapat SDM yang seperti ini itu ada poin
plus-nya gitu. followernya cukup banyak
gitu ya sebelumnya karena juga di
apa di bidang entertain gitu ya
contentor ee pekerja kreatif gitu ya
menjadi menjadi bagusnya itu ya karena
mudah mensosialisasikan programnya
ke konten media sosialnya sesuai dengan
konten-konten yang disenangi dan
diminati oleh masyarakat digital.
kira-kira begitu gitu. Jadi ee apa
namanya?
Jadi tentu saja
apa tadi yang disampaikan oleh Pak Deni
itu memang cukup banyak gitu ya dan
nyata juga di daerah di ee di daerah
gitu. Jadi media sosial itu kanal
digital yang sering dipakai karena
memang kan cepat dan juga responsif
terutama ketika sistem formal itu belum
berjalan optimal gitu ya. Dan itu bukan
kesalahan ASN-nya. Artinya begini,
ketika diminta untuk tidak terlalu
banyak main di media sosial, itu
sebetulnya sedang menjaga, itu
sebetulnya sedang melindungi. Karena
perspektif setiap orang itu memang
berbeda-beda gitu ya. Buat kita itu
bercanda, buat orang lain belum tentu
itu bercanda. Nah, dalam hal ini mungkin
pimpinan sedang mencoba melindungi
sebenarnya perlu diikuti dengan beberapa
ee beberapa informasi-informasi beberapa
pengembangan wawasan seperti yang
sekarang ini. saya rasa dari BPSDM itu
ee masih aktif sampai sekarang di
setiap apa ee diklatnya diklatnya P3K
ataupun diklatnya ASN itu selalu ada
literasi digital ASN. Nah, di situlah
kita benar-benar mencoba untuk
menumbuhkan gitu ya, menumbuhkan empati,
tanggung jawab, dan juga kebijaksanaan
dalam penggunaan media sosial.
Sebenarnya memang ada yang dikhawatirkan
terkait dengan ngeri-ngeri sedap itu
tadi gitu ya. Dan untuk isu yang beredar
di media sosial ya, kalau kita cakap
digital tentu kita tidak mudah gitu ya
mempercayai kebenaran gitu ya. Apalagi
kalau misalkan ee jangan berhenti di
sini, sebarkan dan lain sebagainya.
Pokoknya yang sudah menggunakan
kalimat-kalimat seperti itu gitu ya. Dan
hal-hal seperti itu itu biasanya
dikembangkan melalui forum-forum,
kelas-kelas di literasi digital gitu ya.
Sehingga ASN tentu saja tidak boleh
bereaksi secara emosional ataupun
defensif. ASN ini ee berbeda, Pak.
Sekali lagi berbeda gitu ya. berbedanya
berbeda dengan pekerja swasta ataupun
berbeda dengan ee pelaku bisnis yang
seperti tadi saya sampaikan gitu ya.
Nah, kalau langkah utamanya yang perlu
dilakukan ASN bisa verifikasi berbasis
data resmi dulu gitu ya. Jadi ASN itu
kembali ke dokumen data dan juga
regulasi yang sah gitu. Kebenaran ASN
itu bukan dari opini tapi dari data dan
kewenangan formalnya gitu. Kemudian yang
kedua
bisa memisahkan ruang klarifikasi dan
ruang keputusan. Kan itu beda tuh gitu
ya pintu masuknya. Mungkin terkait
sosialisasi ee awal pintu masuk itu bisa
di sosial media. Kemudian selanjutnya
kita harus masuk ke ruang keputusan ini
tadi dan ya tentu saja tidak bekerja
sendiri gitu ya. Jadi kalau setiap kali
ada isu ya kita mesti menggunakan
organisasi gitu. Apakah atasan langsung
ataukah humas ataukah Inspektorat dan
tim komunikasi gitu. Dan benar-benar
benar-benar hati-hati menggunakan media
sosial. Jangan sampai sekarang ini yang
banyak beredar di ini gitu ya. Ee apa
jangan memberikan respon karena
kadang-kadang leader-leader itu juga
harus hati-hati sekarang dalam
memberikan instruksi ke bawahannya gitu
ya. Hati-hatinya ya ee apa namanya?
Sebisa mungkin kadang-kadang ya bukan
leadernya tetapi bawah-bawahnya gitu.
Jadi sebaiknya hal-hal yang seperti itu
masuk di dalam ruangan gitu, tidak di
media sosial. Misalkan ee tolong ya
di-like postingan ee pejabat tertinggi
kita. Nah, itu kan lucu gitu ya. Zaman
sekarang itu yang namanya WhatsApp grup
itu ya media sosial gitu ya. Walaupun
isinya hanya dua orang atau tiga orang
gitu ya, tetap aja media sosial yang
bisa dicapture sewaktu-waktu dan jejak
digital tidak bisa dihapus gitu Pak
Deni. Terima kasih.
Baik.
Terima kasih banyak untuk jawabannya,
Pak Dani. Dan ini masih ada durasi
sedikit begitu ya. Kami berikan
kesempatan kepada Mas Yudi Kemal. Tadi
juga sempat dimention oleh Bu Mei.
Ada Mbak Yudi Kemal serius. Waduh
ngerasa
[tertawa] untuk dapat open mic dan open
camukem.
Saya secara pribadi sukanya manggil Mas
Yukem dengan akrab nih.
Aduh sor Mas Yukem. Ya Allah.
Selamat pagi Mas Yukem. boleh berikan ee
pendapatnya atau mungkin bertanya
sekalian sama Bu Mei. Silakan kami izin
izin waktunya singkat. Silakan kepala
UPT ini kayaknya.
Iya. Iya. Selamat pagi. Terima kasih,
Mbak Fani. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Izin ee Ibu, Bapak, Ibu
seluruh Indonesia. Jadi, Pak Dani salam
kenal. Saya per Januari sudah bergeser
sebagai kepala UPT PPD Nganjuk, Bu. Ee
Bapeda Provinsi Jawa Timur. Iya,
[tertawa]
masih di Bapenda. Tapi ee ya singkat
saja tadi diberikan waktu ee kesempatan
yang cukup pendek daripada saya tidak
punya digital skill untuk bertanya gitu
ke Bu ini ee kesempatan mahal. Ada dua
poin. Ee jadi ee saat kemarin saya baru
bersih-bersih di ee apa namanya? di
institusi saya di part of institusi
tentu ee karena ada banyak sekali
inovasi-inovasi yang kemudian jadi tress
innovations ee yang kadang-kadang tuh
kita jadi asal mendigitalisasi inovasi
yang kemudian dipaksa berdampak begitu.
Jadi ee itu kemudian memang ee
betul-betul saya
ee filter. Jadi saya bikin filtrasi dan
pertanyaan saya untuk ini adalah
sebenarnya ada enggak sih ee Bumi Mee
pemetaan simpel begitu ee terkait
inovasi digital berdampak ya karena
sekali lagi kita ngomong satu keyword
yang sangat mahal tadi dari ee Pak Dr.
eh Kaban BPFDM dan juga eh Pak Kaban
Dinas Pendidikan juga sama
menyampaikannya. Impactful juga karena
eh tema kita hari ini juga adalah
digital skill to digital impact.
Kemudian yang kedua adalah tadi juga
sudah di ee senggol sedikit sama
beberapa penanya bahwa memang ee saat
ini kita dihadapkan pada ee digitalisasi
yang berdampak atau mendigitalkan em
skill kita ini itu adalah eh dengan
etika birokrasi. Kalau bumi masuk ke
pilar ee digital etik. Nah, pertanyaan
saya Bu karena memang ee etika birokrasi
ini betul-betul tadi Bumis betul-betul
ngasih barrier gitu. Bukan barrier sih,
lebih ke apa namanya ee
apa ya ee batasan batasan karena memang
sekali lagi e kita adalah ee pengabdi
masyarakat. Kalau di saya kebetulan
memang publik, maka memang betul-betul
harus hati-hati. Nah, pertanyaan saya
untuk yang kedua ini apa ya ee variabel
yang kira-kira bisa yang dibutuhkan
untuk ee kita bisa mengatur digital etik
ini ee sehingga kemudian skill digital
kita terpakai karena biasanya karena
terbentul oleh etika birokrasi, oleh
digital etik ini ee kami kemudian
menjadi apa namanya tidak bisa ee apa ya
mengembangkan potensi dan itu ee ketika
saya di Nganjuk ternyata teman-teman
saya, tim saya itu sebetulnya nya ee
sangat potensial. Cuman mereka kemudian
ee takut untuk melangkah sehingga ee
kita susun mekanisme untuk kemudian ee
sama-sama bisa maju bersama dengan eh
apa spiritnya Bu Gubernur eh no one left
behind. Jadi enggak ada orang yang apa
namanya tertinggal di belakang. Saya
kira itu Bu. Terima kasih Mbak Fan. Bu
Mei.
Makasih, Mas Yukem waktunya. Wah,
selamat bertugas di Nganjuk. Saya baru
tahu kalau Mas Yukem pindah ke Nganjuk
nih sekarang.
[tertawa]
Sehat selalu, Mas.
Baik, Bu Mei. Tadi juga
Iya. Tadi ee ada pertanyaan singkat
begitu ya. Izin untuk dapat dijawab
secara langsung. Terima kasih.
Baik, baik. Terima kasih ya. Aduh, saya
itu juga sebenarnya juga pas kok pas
ngerasani gitu padahal teman ASN juga
banyak. Tapi ini menjadi ee saya jadikan
contoh karena saya memang kenal Kak UKM
itu memang dari ee sosial media gitu.
Dari sosial media, dari
konten-kontennya, dari yang mulai lucu
sampai yang serius gitu ya. dengan
gayanya Kak Yukem gitu. Baik, ee
terkait dengan pertanyaan Kak Yukem
tentu saja gitu ya, tentu saja ee ada
gitu ya dan ee terkait dengan ee
memetakan inovasi digital itu gitu ya.
Dan yang mungkin kita bisa apa ya
filtrasi secara sederhana gitu ya. Yang
pertama ngonten itu kan bukan hanya
sekedar ngonten apalagi kalau ASN
apalagi kalau official. Nah, official
ini juga cukup penting gitu ya. Karena
kalau kita sudah masuk ke dunia politik
tentu saja akan lebih menonjolkan
person-nya bagian dari elektabilitas dan
lain sebagainya. Tetapi seharusnya
official itu yang pertama itu setiap
ngonten harus ada jawaban masalah apa
yang diselesaikan gitu. Jadi kalau kalau
inovasi digitalnya itu tidak jelas
program realnya eh problem real-nya gitu
ya atau hanya ngikuti tren saja dan
bukan kebutuhan sebaiknya tidak masuk ke
official gitu. Kemudian yang kedua, apa
perubahan nyata setelah ada inovasi itu
gitu ya. Apakah ada waktu layanan yang
lebih singkat, apakah biayanya lebih
murah? Kemudian apakah ee resikonya
menjadi minim, kualitas layanan
meningkat gitu ya. Kalau tidak ada yang
terukur berarti belum berdampak
gitu. Kemudian yang ketiga ee
apakah bisa gitu ya bertahan tanpa
dipaksa gitu. Jadi inovasi berdampak ini
dipakai itu karena membantu bukan karena
diperintah atau di atau dikejar-kejar
sama kompetisi apa gitu ya. Jadi kalau
satu inovasi gugur di salah satu poin
sebaiknya juga tidak dilanjutkan atau
tidak diklaim sebagai inovasi digital
yang berdampak gitu. Jadi tiga hal itu
yang perlu di ee mungkin menjadi salah
satu pertimbangan gitu ya dari
teman-teman ASN digital utamanya yang
mungkin yang mengelola eh official
ataupun yang mau eh personal branding
atas dirinya gitu ya. Karena ASN is eh
unique and special gitu ya. Dan
selanjutnya terkait dengan etika
birokrasi untuk membatasi kreativitas
ya
kembali lagi gitu ya kembali lagi
tentang sebuah kebenaran dan juga
persepsi itu memang subjektif gitu ya
tapi untuk menjaga kepercayaan publik
gitu ya supaya digital skill ASN ini
tetap terpakai tanpa melanggar empat
etika mungkin ada ee
ada pemahaman terkait dengan kewenangan
kita gitu ya. Jadi kewenangan kita
sampai ke mana? Apakah ee punya wewenang
untuk menyampaikan ke publik gitu ya.
Kalau memang ee kita tidak ada
kewenangan gitu walaupun datanya dan
datanya benar gitu ya, mungkin juga
tidak etis juga untuk diumumkan secara
ee ee apa ya ee pribadi account gitu ya.
Kemudian juga substansinya. Jadi kita
bedakan mana informasi layanan publik
dan juga mana informasi internal ataupun
yang sensitif gitu ya. Kemudian ee
media dan juga cara penyampaiannya juga
perlu menjadi pertimbangan dan dampak
sebelum menyampaikan gitu ya ASN perlu
bertanya apa dampaknya bagi masyarakat,
institusi dan diri saya sendiri gitu.
Kalau tadi saya bilangnya disotkan gitu
atau dilihat manfaat dan mudaratnya
ketika ada ah ini nanti bisa ee
mengganggu yang sebelah kanan sudah
gitu. ASN saran saya main aman aja dan
saya rasa ee sepertinya Kak Yukem ini
narasumbernya karena Kak Yukem pelaku
ASN content
aktif di media sosial juga dan saya
salah satu followernya. Terima kasih.
[tertawa]
Baik, terima kasih banyak untuk
jawabannya dan juga ee tanggapannya.
Begitu Bu Mei, Mas Yukem waktunya terima
kasih banyak. Selamat bertugas kembali
di Nganjuk. Sehat selalu. Salam buat
keluarga.
Baik, Bu Mei. Waktu yang harus
memisahkan kita pada sesi narasumber
pemaparan yang kedua ini. Terima kasih
banyak BE atas waktunya di sela-sela
mengajar begitu ya. Semoga saja B kita
dapat berjumpa lagi di lain topik dan
semangat selalu untuk dapat menjalani
kesehariannya. Akhirnya kita akan sampai
pada narasumber yang ketiga. Begitu.
Namun buat sobat ASN yang belum
berkesempatan bertanya, jangan khawatir.
Masih ada satu kesempatan lagi di
narasumber yang ketiga untuk bertanya.
Untuk itu kita nantikan narasumber yang
ketiga.
Masih semangat tentunya sobat ASN untuk
mengikuti webinar ASN seri yang ketiga
hari ini. Dan kita sampai di narasumber
yang ketiga atau materi yang terakhir ya
yang akan disampaikan oleh Wakil Dekan
Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya Malang Bapak
Sabriansyah Rizfika Akbar ST, M.
Engineer, PhD.
Baik, sebelum kami menyapa secara
langsung begitu ya secara online kalau
secara langsung beliaunya hadir ya saya
akan memperkenalkan terlebih dahulu
profil singkat beliau Bapak Sabriansyah
Rizkika Akbar STM Magister Engineer PhD.
saat ini mengajar di Departemen Teknik
Informatika Program Studi Magister Ilmu
Komputer. Dan beliau ini tentu saja S1,
S2 di bidang teknik elektro serta gelar
doktor dari University of Miazaki,
Jepang di tahun 2021 serta memiliki
pengalaman profesional di industri
telekomunikasi dan telah menjabat
berbagai posisi strategis akademik,
termasuk sebagai ketua program studi
Magister Ilmu Komputer dan kini sebagai
ketua departemen teknik informatika. Dan
beliau ini memiliki fokus riset berada
pada rekayasa sistem berbasis komputer
melalui sistem benam, komunikasi data,
internet of things atau IoT dan juga
wireless power transfer. Wow, pengalaman
yang luar biasa karena memang ini kita
berbicara mengenai digital jadi ada
hubungannya dengan ilmu komputer. Wah,
ini dibagi gratis untuk sobat ASN hari
ini. Saya langsung menyapa kepada Bapak
Sabriansyah. Selamat pagi, Pak. Siang
mungkin ya saat ini ya. Selamat siang,
Pak Sabriansyah.
Baik, tadi sudah terhubung dengan kami
nampaknya mungkin terkendala teknis.
Kami coba menghubungi Pak Sabriansyah
kembali. Oke, selamat siang Pak
Sabriansyah.
Izin, Pak, mic-nya open mic dulu.
Udah open mic tapi belum terdengar
suaranya.
Baik, suaranya belum terdengar.
bisa dicek kembali
audionya belum nampaknya belum
terdengarbuds-nya
Mbak Coba
mungkin Pak Sabriansyah menggunakan
earbuds. Ada terkendala dengan
earbuds-nya mungkin Pak bisa dilepas.
Nah
i ini sudah terdengar.
[tertawa]
Baik saya mau tanyakan kabarnya dulu.
Apa kabar hari ini, Pak?
Ya, alhamdulillah baik.
Alhamdulillah. Terima kasih sudah. Iya,
terima kasih sudah menunggu dengan sabar
sampai akhirnya di sesi materi yang
ketiga hari ini. Dan langsung saja
kesempatan kami berikan kepada Pak
Sabriansyah. Silakan, Pak.
Ya. Baik, Bapak Ibu sekalian ee yang
terhormat Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Yang terhormat Bapak, Ibu
pimpinan dari PPSDM dan juga Bapak Ibu
narasumber. Ee mohon izin ee saya akan
membagikan eh sedikit materi terkait
dengan eh
from digital skill to digital impact eh
talenta ASAN digital untuk Indonesia
berdaya saing eh global. Saya coba share
materi saya. Nah, ee baik untuk materi
yang ingin saya sampaikan di sini adalah
terkait ini judulnya mungkin IN Human
Machine Frontier gitu ya. Di mana
Frontier ini bisa dijadi
artikan dua makna gitu ya. Kita sebagai
benteng atau dan sekaligus yang terdepan
gitu kan. frontier dan ee apa yang sudah
disampaikan Bapak Ibu narasumber
sebelumnya ada kemiripan bahwa kita itu
sangat konsern terhadap trust gitu ya,
kepercayaan publik dan ee gimana
kepercayaan publik ini yang nanti
menjadi gol kita dalam melakukan ee
operasional sehari-hari terutama dengan
banyaknya
teknologi data yang kita terima itu yang
ee akan kita coba bahas, diskusikan. kan
bersama Bapak Ibu sekalian di materi
yang coba saya ee berikan hari ini dan
em itu ada di ee dengan meningkatkan ya
kemampuan kita dalam literasi data dan
juga bidang kecerdasan artifisial itu
sendiri di mana mungkin seperti yang
CGBT dan lain sebagainya sekarang
semakin booming ya. Tapi ada beberapa
hal yang perlu kita perhatikan dalam
menggunakan ee hal tersebut. Nah, Bapak
Ibu saya ada di ee Fakultas Ilmu
Komputer Universitas Brawijaya. Kalau
menghubungi email saya ada di
Sabrian@ubasid.
Silakan hubungi sewaktu-waktu jika
mungkin ada yang ingin didiskusikan.
Em saya ada di S2 Ilmu Komputer
sebetulnya sekarang ee mengajarnya dan
banyak ee apa ee bimbing teman-teman
dari pasca sarjana. Jadi, Bapak Ibu yang
mau sekolah lagi monggo bisa mampir
mungkin ada diskusi-diskusi.
Nah, ini saya awali dari film Bapak Ibu
ya. Kalau yang pernah nonton film
Aerobot ini ada ee ee percakapan yang
menggelitik ya dari aktor utamanya yang
diperankan Will Smith itu sama robot,
seorang robot kalau enggak salah namanya
Sony robotnya. Sementara Will Smith ini
detektif gitu kan. dia berdiskusi karena
takut Bill Smith ini takut robot itu
menguasai dunia gitu ya. Muncul
pertanyaan dari aktor tersebut,
robot itu enggak punya perasaan gitu
kananya. Apakah robot itu bisa bikin
lagu, bikin simfoni enggak gitu ya?
Robot itu bisa bikin ee lukisan enggak
gitu ya. Kemudian robot itu bisa
mencintai enggak gitu ya. Atau apakah
bisa membuat keputusan yang fair enggak?
Apakah robot itu bisa dipercaya? Apakah
robot itu bisa baik dan seterusnya. Dan
secara sederhana mesti ee si robot ini
jawab, "Nah, kamu bisa enggak?" gitu
kan. Nah, ini sebuah pertanyaan yang ee
cukup menarik karena artinya ketika
sebuah teknologi berhadapan dengan ee
human dan mesin ini tadi ya ini saling
mengisi gitu ya, bahwa kalau kita
semakin ee memiliki kemampuan dalam ee
baik itu beretika maupun kemampuan
literasi data dan ee beradaptasi
terhadap itu, maka ya si mesin ini akan
mengikuti seperti itu ya. Nah, ini
menjadi ee pembicaraan yang menarik
mungkin menurut saya ini ya untuk
membuka ee bareng-bareng kita berdiskusi
terkait ee human machine frontier.
Nah, kita memang berlandaskan di sini
kalau apa yang gampangnya kalau kita
ingin lihat di public sektor warga itu
paketnya ee layanan cepat gitu tadi.
Seperti yang Bu media sampaikan juga
layanan cepat dan terpercaya.
Nah, artinya ee kalau sekarang dulu
mungkin ada istilah hype ya, ada istilah
hyp digital hype lah ya. Semua itu kalau
didigitalisasi seolah keren gitu kan.
Tapi sekarang kita kembali menyadari
bahwa yang kita bentingkan bukan hanya
keren tetapi sudah berdampak gitu kan.
Dan berdampak ini ee didefinisikan ee
oleh warga dengan simpel dengan semua
layanan sekarang yang serba instan
adalah cepat, adil, aman ee ee yang
diinginkan oleh ee
warga ya mungkin. Nah, em dan dalam
melakukan itu kita kan pastinya ada
rambu-rambu yang harus kita ee ee patuhi
ya. Dan secara praktis nanti akhirnya
kita dalam melakukan ee adopsi sebuah
teknologi dituntut memiliki kemampuan
verifikasi yang lebih baik gitu ya.
kemudian melakukan rekam sejak keputusan
lebih baik dan juga perlindungan
terhadap data di mana mungkin memang
kita sedang menuju ke arah tata kelola
data di negara kita ini. Sementara
mungkin negara-negara Eropa sudah
memulai dengan aturan-aturan seperti
GDPR ya, general data, public retention.
Mungkin secara sederhana pertanyaan yang
mungkin kita bisa tanyakan ke kita
sendiri ketika kita menghapus sebuah
pesan di WhatsApp gitu ya, pertanyaan
besarnya itu apakah itu betul-betul
terhapus? Nah, ini adalah salah satu
pertanyaan yang mungkin nah sebagaimana
aplikasi itu bisa menjamin apa yang kita
data yang kita simpan, data yang kita
hapus di situ itu betul-betul ee memang
dijamin gitu kan. Nah, akhirnya muncul
aturan-aturan seperti di GDPR tadi. Nah,
dari eh digital high to digital impact
ini banyak kita memang pengin
menghasilkan dampak-dampak yang lebih
baik. Jadi kita fokus ke outcome gitu
kan. Kenapa kok kita sekarang ee ee
diminta untuk banyak fokus ke outcome?
Karena harapannya teknologi-teknologi
yang existing saat ini itu sudah mampu
membantu manusia gitu kan dalam ee
meningkatkan output dan productivitynya.
sebelumnya mungkin kalau kita lihat di
ini saya ambil statistiknya dari ee
dokumennya World Economic Forum eh
tentang pekerjaan-pekerjaan yang nanti
akan ee muncul ya di tahun 2030 sampai
2030. Kemudian skill-skills apa yang
nanti kita perlukan seperti kalau kita
lihat di Cor skill 2025 berarti ee tahun
lalu ini ya itu kita harus memiliki
kemampuan leadership dan pengaruh
sosial. Nah, ini ya social influence ini
penting karena ee dari berbagai macam
konten media digital sekarang faktanya
itu banyak berpengaruh terhadap ee warga
yang lain atau subscriber ataupun
followersnya. Nah, kemudian kemampuan
kita melakukan analytical thinking,
kemudian resource management and
operations atau e mengelola resource dan
operasional, melakukan itu secara
efektif dan efisien itu menjadi
tantangan dan skill yang menjadi eh
dibutuhkan eh hari ini. Dan service
orientation and customer service
berfokus pada layanan dan berfokus pada
customer. Kemudian eh resilience,
flexibility and agility. Artinya
resiliens itu tangguh gitu kan,
fleksibel dengan berbagai macam. Enggak
hanya mungkin sekarang susah ya sekarang
kalau kita dibicara bicara misalkan ee
tupoksi Bapak itu apa. Nah, ini kan
menunjukkan bahwa pekerjaan itu sedang
terdisrupsi sehingga kita memang
dibentut juga fleksibel dan ajal. Dan
ini ee wajar sepertinya kalau kita lihat
di berbagai macam sektor. Nah, em kalau
kita lihat skill yang dibutuhkan nah
nanti di tahun 3030 ya kemampuan AI ee
big data itu menjadi penting karena data
ini semakin besar, semakin cepat
velocity-nya. kemudian cyber security,
eh literasi teknologi, kemudian pedulian
kita terhadap lingkungan dan juga
creative thinking. Ini yang e semakin
muncul di tahun 2030. Ini yang saya
ambil dari World Economic Forum ya.
Nah, kalau di public sektor itu sendiri
kita melihat eh belajar dari sebuah
framework eh yang ada di eh OECD ya dari
Economic Corporation and Development
Organisasi. Dia eh membuat sebuah
framework bagaimana eh impact itu bisa
diwujudkan ee dengan mengadopsi sebuah
ee beberapa teknologi yang ada saat ini
gitu kan. Seperti yang Bapak Ibu
ketahui, kalau kita lihat di bagian ee
data, sumber data di mana kita bisa
mengambil data. Bapak, Ibu bisa lihat
dari database, dari aplikasi Bapak, Ibu
sekalian, dari data CCTV, dari sebuah
formulir, kontrak, dan lain sebagainya.
Kemudian kita juga harus aware terhadap
di mana data itu nanti disimpan, gitu
kan. bagaimana kualitas datanya, apakah
data ini sudah ee ee melindungi ee
privacy dari pemilik data dan
seterusnya. Nah, kemudian juga ketika
data ini di-share atau dibagikan ini
juga harus ada beberapa hal yang jadi
perhatian. Apakah website, bagaimana
website ini nanti bisa mempublish data,
kemudian bagaimana kita meng-ghandle
request terhadap data, sharing-nya
bagaimana itu sekarang menjadi penting
Bapak, Ibu ya. Kalau mungkin kita
wajarlah kita ketika didrupsi teknologi
seperti Google Drive, Dropbox dan lain
sebagainya melakukan sharing setelah
di-share anything gitu ya kepada anyone
lupa kita ngembalikan eh privacy-nya ke
terlindungi lagi dan itu aja. Tapi
sekarang hal ini menjadi concern gitu
kan karena bisa jadi data-data atau
informasi publik itu tersebar melalui
ini gitu kan. Nah, kemudian bagaimana
data-data tersebut itu nanti digunakan
atau dicoba dimanfaatkan itu ya melalui
ee beberapa macam analisis statistik eh
atau yang sekarang keren menggunakan
istilah machine learning eh kemudian
bagaimana membuat dashbord dan
visualisasi terkait dengan itu. Dan hal
ini semua yang kita lakukan ini selalu
kembali lagi kepada public value tadi
ya. ketika bagaimana kita itu bisa
mendapatkan dampak positif ee kepada
warga yang kita ee layani kan seperti
itu. Nah, ini ee ada ee sumbernya nanti
Bapak Ibu bisa mengambil dokumennya
lebih ee detail dan itu menurut saya
bagus untuk dibaca-baca ee sebagai untuk
wawasan kita bagaimana sih mewujudkan
platform ini ee atau framework ini ke
dalam layanan pemerintah.
Nah, em saya juga pengin menekankan satu
hal terhadap ee data ini karena data ini
kan sangat ee powerful ya. Kalau ini
adalah framework di pertama ya,
bagaimana data itu mungkin bisa diclect
atau dikumpulkan dan kita bisa lihat
bagaimana data ini sangat berpotensi.
Kalau misalkan ee kita bisa lihat
misalkan pertanyaan-pertanyaan yang ada
di slide, gimana ya jika kita bisa
memberikan bantuan itu tepat sasaran.
Apa sih yang dimaksud dengan tepat
sasaran? Seberapa
efektif,
seberapa efisien kita bisa memberikan
itu kepada memang keluarga yang
betul-betul membutuhkan? Nah, ini adalah
impact Bapak, Ibu ya. Kemudian bagaimana
kita itu e misalkan untuk dinas
kesehatan lebih banyak lebih banyak
ee karena kita bisa mendeteksi resiko
lebih dini.
Kemudian bagaimana jika lebih banyak
warga yang terselamatkan juga karena ada
peringatan yang datang e lebih cepat ya.
Nah, ini ini menjadi ee kita ini adalah
contoh pertanyaan-pertanyaan impactful.
Jadi bukan terbalik berpikirnya. Kalau
dulu mungkin bagaimana kita punya data,
kita digitalisasi kita ini, tetapi kita
lihat gol-nya dulu ya, bagaimana impact
yang kita bisa berikan ini baru kemudian
kita pilih ee berdasarkan gol yang sudah
kita tentukan gimana kita nanti
mengoptimalkan teknologi untuk bisa
menjangkau atau menyelesaikan
permasalahan-permasalahan ini. Ya,
intinya dari segala problem yang ada,
kita butuh insight atau pandangan yang
tepat di waktu yang tepat gitu kan.
sehingga keputusan layanan dan kebijakan
itu menjadi lebih baik. Jadi ini adalah
potensi bagaimana kita itu punya ketika
bisa mengelola mengelola data itu dengan
lebih ee baik.
Nah, seperti yang kita pelajari di
beberapa ee
waktu ini ya, kalau kita lihat banyak
sekali data-data yang ada di media
sosial itu diraw gitu kan hashtag-nya.
Nah, ini kan kita menjadi sebuah
pertanyaan dan ini mungkin menarik kalau
untuk Bapak Ibu jawab nanti dijawab
secara masing-masing gitu ya sambil di
berpikir
media sosial ini pemilik datanya siapa
gitu kan. Siapa ownernya berhakkah kita
mengambil data yang ada di media sosial
gitu kan. Siapa yang melakukan
pengecekan? Misalkan Bapak Ibu di sini
ingin menilai gimana sih subtens ee
masyarakat terhadap sebuah kebijakan
tertentu berdasarkan
ee sentimen analisis gitu ya dari ee
media sosial. Nah, itu kan diambil gitu
ya. Nah, kalau kita salah dalam
menyimpulkan ini dampaknya kan bisa
fatal. Ee kemudian kita juga
mensosialisasikan kemudian
disosialisasikan
dobble fatal gitu ya. sudah
kesimpulannya salah kemudian kita
sosialisasikan. Nah, ini berdampak pada
ya ketidakpercayaan lagi. Nah, ini yang
menjadi ee apa ee kita harapannya
sama-sama bisa jadi lebih kritis ketika
kita itu ingin
mengambil data, mengolah dan kemudian
menyimpulkan gitu kan.
Nah, di studi kasus yang kedua juga yang
ngetren sekarang mulai banyak nih
sensor-sensor ni. Kebetulan saya juga
lagi research di bidang air quality ini.
Eh, ketika ada sebuah IoT kemudian kita
pasang itu tentunya dengan izin ke
beberapa wilayah yang ada di ee
kecamatan gitu ya. Misalkan siapa ini
yang memiliki data dari IoT gitu ya.
Kemudian ketika siapa yang melakukan cek
data, siapa yang melakukan approval? Apa
yang terjadi ketika kita salah
menyimpulkan data, apa yang terjadi
ketika kita ee ee mensosialisasikan
hasil data IoT ini. Nah, itu dampaknya
sangat krusial. Karena mungkin ada
beberapa waktu itu saya ee lihat berita
bahwa wilayah di Kecamatan A gitu ya,
polusinya itu paling tinggi gitu ya.
sudah disimpulkan itu sudah masuk media,
sudah tersebar dan yang otomatis marah
duluan mungkin kepala daerahnya gitu.
Kok bisa ee ini disimpulkan seperti itu.
Nah, apa? Nah, akhirnya muncul ee
isu-isu yang sebetulnya mungkin bisa
kita hindari jika kita lebih aware aware
terhadap ee hal-hal tersebut. Kayak
misalkan di air quality index ini em
kita harus sangat ekstra hati-hati Bapak
Ibu ya. Misalkan di sebuah desa ada yang
memang pekerjaan keseharian penduduknya
adalah ee membakar gamping gitu misalkan
ya. Otomatis ketika not itu kita pasang
di situ ya itu dia tinggi terus itu ee
apa namanya kualitas polusinya. Nah,
tapi kan tidak semerta-merta meskipun
kita tahu enggak semerta-merta juga kita
bisa nyalahkan maka jangan membakar
gambing gitu. Nah, itu kan ee menurut
saya itu betul tetapi tidak bijaksana.
Nah, ini ee hal-hal seperti itu yang ee
perlu kita hindari. Nah, ini contoh air
quality indeks Bapak Ibu. Kita coba
mengurangi dampak resiko terhadap pasien
yang punya ee penyakit ee apa namanya
ee paru-paru ya. Nah, itu sehingga mau
dilakukan tindakan preventif agar mereka
itu lebih waspada terhadap kualitas
udara. itu saja seperti apa eh impact
yang diharapkan di penelitian ini. Nah,
eh itu mungkin ee dua studi kasus ini
harapannya mencoba membuka ee pikiran
kita terkait dengan ee gimana sih ketika
kita ngambil data, ngolah kebijaksanaan
ketika itu nanti menjadikan itu sebagai
sebuah kesimpulan. ini ee sangat
penting.
Nah, artinya ketika kita menuju tata
kelola data ini tadi itu ternyata ee
beberapa data itu perlu diberi ee ada ee
ada aktor-aktornya gitu ya, ada subjek
data di sini misalkan. Ini yang perlu
juga kita ee apa klasifikasikan.
subjek data ini yang datanya dikumpulkan
bisa berupa manusia dari benda bahkan
fenomena alam seperti kualitas udara
tadi ada produsernya sumber yang
menghasilkan data baik itu sadar atau
tidak melalui Twitter ataupun sensor.
Kemudian nah ada controller di sini.
Nah, ini mungkin peran-peran yang selama
ini itu tidak terlihat dan di masa yang
akan datang ee Bapak Ibu ASN bisa jadi
punya ee Tupoki, salah satu dari
beberapa aktor ini gitu ya. Karena ini
ee sudah menjadi kewajiban ee dan sudah
mulai menjadi awareness ketika kita
bicara di mana tata kelola data gitu
kan. Nah, data prosesor menyediakan
infrastruktur teknis untuk ngelola data.
Misalkan cloud computing, misalkan kita
nyimpan data ke drive, apakah kita
memang percaya dengan Google? Apakah ada
PKS atau kerjaamanya? Apakah ada jaminan
mereka enggak membocorkan data? Nah, itu
ee perlu juga menjadi awareness. Nah,
kemudian ada data analis dan akhirnya di
ujung yang membuat kebijaksanaan di sini
adalah eh public decision eh maker ya,
yang menggunakan data yang kita
diterima, diolah tadi untuk menjadi
sebuah kebijaksanaan ee yang dihasilkan
untuk memperbaiki layanan atau
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Nah, ini sebuah contoh Bapak, Ibu. Eh,
ada sebuah tools namanya Microsoft
Presidio. Ini kita saya enggak enggak
enggak fokus ke tools ya, tetapi fokus
ke kontennya. Coba Bapak Ibu lihat di
bagian input gitu kan. Hai, my name is
David and my number is 212551234
gitu ya. Nah, kalau kita lihat dari teks
yang dimasukkan ini sebetulnya misalkan
kita ingin melihat ee apa melindungi
data pribadinya, otomatis ada beberapa
data yang harus kita itu lebih aware ya
ee untuk kita lindungi. Contohnya di
sini ya apa misalkan atau ada nama dan
ada ee nomor KTP misalkan itu harus kita
input e atau di sini e maaf nomor
telepon ya itu harus kita input ya. Gak
boleh ee namanya ini terlihat, kemudian
ee nomor teleponnya juga terlihat
kemudian datanya ini kita berikan ke
orang lain, orang lain ngolah masih ada
data itu kita berikan ke orang
laki-lain. Nah, itu yang akhirnya bocor.
Akhirnya informasi-informasi publik
bocor. Nah, kalau kita lihat dari aktor
data tadi itu kan ada bagian yang memang
nanti melakukan controller yaunan dan
pengun data yang harusnya nanti
melindungi data-data seperti ini itu
agar enggak tersebar. Kalau kita hanya
butuh jumlah data atau visual bentuk
visual dashboard-nya, maka data
informasi pribadi dari warga ini enggak
enggak perlu kita olah sebetulnya. Nah,
itu ee kita bisa hidden ini atau kita
incut menjadi sebuah kode-kode rahasia.
Nah, itu eh contoh melakukan ananimity
terhadap data, ya.
Nah, dari ini ee ada sebuah ee apa ya
istil ee
transisi di mana data yang sebetul
sebelumnya itu bisa di misalkan Facebook
ngolah data untuk kepentingan ads,
Google juga melakukan hal yang sama yang
tradisional bahwa ini jadi komoditas
bisnis itu. Jadi sekarang menjadi ada
piagam hak data ini yang dikemukakan
oleh Martin Bisne ini, Bill of Data
Rights, bahwa data ini bagian dari hak
asasi dan identitas diri gitu ya.
Kemudian ada di versi hukum juga ini
harus dilindungi. Kemudian peran warga
ini mereka berhak melakukan kontrol
terhadap datanya. ini yang penting. Jadi
kalau ada sebuah aplikasi
kemudian em kita di sini menghapus data
kita di situ tetapi datanya tidak
betul-betul terhapus, nah ini menjadi
pelanggaran serius. Nah, harapannya di
sini ee model ini bisa mencapai ee
keadilan sosial ya bagi masyarakat dan
demokrasi dalam berdigital ini. Nah, ini
ini yang menjadi ee
ee tantangan ya di bidang data ke
depannya
mungkin bisa saya skip. Nah, kemudian
terkait dengan data storage tadi atau
data prosesor juga ya. bagaimana data
ini disimpan. Ini kan menjadi kcern ee
banyak pihak ketika pertama teknologi
cloud itu muncul. Jadi ketika cloud itu
muncul membantu bisa membantu pemerintah
mengelola data dalam skala besar. Kalau
on ee ada juga istilah on premis ini
kita nyimpan data di infrastruktur milik
sendiri sehingga kita lebih punya
kontrol penuh atas keamanan fisik data
sensitif. Nah, dari data dari dua
mekanisme ini, ini pilihannya ee
bervariasi. Kalau menggunakan cloud,
artinya kita data kita itu ada di pihak
ketiga dan yang penting sebetulnya
tanggung jawab hukum ya gak masalah data
di pihak ketiga asalkan gitu ya ada
jaminan pihak ketiga ini tidak ee ee
sampai menyalahgunakan data yang kita
simpan di ee situ atau ee juga on
premis. Maka kita kalau on premis data
memang lebih eh safe ya, karena kita
simpan di infrastruktur milik kita
sendiri punya server sendiri, punya
network sendiri gitu kan. Itu lebih aman
ee secara privacy, tapi juga investasi
beli server itu mahal gitu kan. Nah, ini
kadang-kadang ada tradeof mana yang
nanti bisa kita berikan di on cloud, ke
cloud dan mana yang bisa kita simpan
secara on ee premis ya. Namun tanggung
jawab hukumnya, nah ini ya tetap berada
di tangan aparatur ee publik sebagai
data controller. Cloud di sini nanti
fungsinya hanya sebagai data eh prosesor
eh successes.
Nah, kalau kita melihat ee
data tadi berbagai macam ee awareness
kita terhadap data, maka ee memang kita
diminta di sini untuk lebih bisa
meningkatkan awareness dari situ. Kita
otomatis harus upskill dan reskill gitu
ya, Bapak, Ibu ya. Ada data literasi dan
juga advance analytics. Ini untuk level
strategic eh sangat penting menurut saya
karena kita harus lebih aware tadi
bagaimana data itu disimpan. Saya juga
yakin penggunaan Google Form itu sudah
tersebar ke mana-mana gitu kan. Kemudian
entah apa yang diupload di situ dan apa
yang sudah terlanjur di-share itu sudah
sangat ee banyak sekarang gitu kan. Nah,
kemudian data state dan governance ini
tata kelola data dan mungkin eh ada AI
and machine learning fluencem Bapak Ibu
sekalian dalam ee menggunakan teknologi
AI. Kemudian juga city awareness dan
juga privacy by design. Yang terakhir
adalah ethical judgement dan data enti.
Nah, mungkin untuk em
ee awal gitu ya, Bapak Ibu sebetulnya
bisa mendapatkan K-Kour seperti ini itu
banyak di Kera dan seterusnya dan itu
bisa kita dapatkan secara free meskipun
kita enggak dapat sertifikate tapi kita
bisa dapat saya kira bisa dapat
pemahaman yang ee ee baik ya terkait
dengan ee penggunaan teknologi-teknologi
ini.
itu mungkin terkait dengan data Bapak
Ibu dan mungkin sedikit saya lanjutkan
juga ke AI yang sekarang memang lagi
ngetren kecerdasan artifisial.
Em, dan dari data yang tadi kita miliki
kalau kita olah gitu ya, kita bisa
menghasilkan ee melakukan analisis
terhadap data dan bisa menghasilkan
sebuah keputusan ya mengelolanya secara
deskriptif gitu ya sehingga ee kita bisa
mengetahui sebuah informasi dari data
yang kita ee berikan gitu kan. Kemudian
ada juga level ee diagnostik misalkan
mencari penyebab karena hubungan dari
beberapa data dipersimpulkan bahwa oh
kemiskinan naik karena ada kegagalan
panen. Kemudian ada prediktif
memprediksi bahwa tahun depan harga
pangan akan naik berdasarkan pola cuaca
atau preskriptif ya terkait dengan
rekomendasi tindakan. Menyarankan
pemerintah untuk memberi subsidi pupuk
untuk mencegah ee krisis pangan
misalkan. Nah, itu ee contoh-contoh ee
analisis yang bisa kita ee lakukan.
Nah, em bagaimana kita bisa melakukan ee
ini semua? Nah, itu yang di machine
learning atau di kecerdasan artifisial
itu kita sebut sebagai model, Bapak, Ibu
ya. Ada yang model kecerdasan
artifisial, ada yang disebut model AI.
Nah, apa itu model AI? Di sini
sebetulnya isinya adalah algoritma gitu
ya yang dirain tadi kan dirain atau
dilatih menggunakan sekumpulan data.
Makanya data ini kalau enggak kita
kurasi dengan baik maka outputnya ya
bisa fatal gitu kan. Nah ini yang
disebut eh garbage in garbage out
istilahnya. Kalau data enggak guna kita
masukkan keluarnya pun juga gitu. Sama
hanya dengan ee terkait literasi kita
terhadap ee CGPT dan lain sebagainya.
Kalau kita enggak belajar terlebih
dahulu terkait subjek yang akan kita
diskusikan atau tanyakan kepada CGPT,
hasilnya ya enggak akan optimal yang
dikeluarkan oleh eh CCTV. Kenapa? Karena
model algoritma ini dilatih berdasarkan
inputnya. Coba mengenali pattern,
kemudian membuat keputusan, memprediksi
hasil tanpa coding yang ribet gitu ya.
ini yang ee ee model ee model kecerdasan
artifisial dan sebetulnya basic-nya
memang matematis ee bagaimana model A
ini memetakan sebuah input menjadi
output melalui fungsi yang dipelajari
selama proses pelatihan. Nah, makanya
tadi di AI itu bisa ngelukis enggak gitu
kan ya bisa kalau dilatih gitu kan. Ai
itu bisa ee apa namanya ee bikin lagu
enggak ya? Bisa kalau dilatih. Nah, itu
ini kan artinya itu yang ee tadi mungkin
kembali ke diskusi di film Aobot tadi
ya.
Nah, tapi faktanya ketika model-model
ini ketika kita tahu bahwa input X
diproses jadi output dan bisa
menghasilkan sebuah keputusan di setiap
proses input, proses penetapan algoritm,
output dan sebuah kebijakan ini manusia
wajib terlibat atau kalau di istilah
kerennya ini disebut human in the loof
ya. Di mana proses AI ini tidak boleh
dibiarkan secara ee tertutup. Misalkan
bikin kebijakan berbasis AI di mana
AI-nya yang memutuskan. Ini enggak
boleh. Harus itu yang dinamakan close
loop. Pasrah kepada teknologi AI-nya
gitu kan. Nah, sementara di sini itu
human in the loop inilah yang menjadi eh
kewajiban yang harus di di diterapkan
dalam siklus tadi bahwa ee manusia tetap
ee
harus melakukan interpansi dan validasi
manusia pada critical-critical point ya
untuk memastikan akuntabilitas dari
sistem-sistem nanti berbasis AI. Nah,
ini ee human in the loop ini yang
akhirnya melekat juga nanti bakalan
kepada Bapak Ibu ee ASN ya.
Nah, kemudian
contoh model atau contoh algoritma yang
ini sekarang populer di dunia kita yang
kita amati sehari-hari. Yang pertama LLN
ya Bapak Ibu yang disebut eh large
language models yang ini muncul jadi
chat CPT kemudian eh muncul Gemini
Copilot itu modelnya disebut large
language models dilatih pada skala data
teks raksasa gitu ya untuk memahami dan
menghasilkan bahasa alami. Kemudian ada
computer vision misalkan model atau yang
digunakan untuk mendeteksi objek,
mengenali wajah, melokalisasi ee pattern
ya, mengklasifikasikan objek. Nah, ini
eh model yang ee ada di bidang computer
vision atau model yang lain seperti yang
untuk speech ya, mengenali suara,
mengenai eh pembicaraan atau
conversation itu juga eh model AI dan
berbagai macam model AI ini tentunya ee
punya apa namanya ee
tujuan sendiri-sendiri yang nanti bisa
kita gunakan juga dalam penyelesaian ee
tugas sehari-hari gitu ya. Tapi untuk
hari ini karena waktunya singkat kita
fokus ke LLM dulu gitu ya mungkin Bapak
Ibu. Nah, di mana LLM tadi kita ee
adalah model AI bahasa yang dilatih dari
banyak sekali teks dan dia nanti karena
dilatih dari banyak sekali teks, dia
mampu memprediksi kata berikutnya dan ee
memiliki kemampuan memahami dan menulis
teks untuk berbagai tugas. dan akhirnya
muncullah model-model ee LLM yang
diimplementasikan ke aplikasi seperti
CGPT, Gemini, Cloue, kemudian Copilot,
Perplexity, dan macam-macam ya gitu ya.
Nah, sehingga kalau kita lihat dari
perkembangan gimana orang dulu berjuang,
kalau kita lihat papernya LLM ini ee
tahun 2017 ya, sekarang sudah 2026 ee
beberapa tahun lalu teknologinya tapi
kita lihat bagaimana perkembangannya
sangat pesat Bapak Ibu ya dari hanya
rumus matematiks modeling matematics
berkembang menjadi sebuah model yang
diterapkan di beberapa perusahaan
seperti Microsoft dengan Popilot, Open
AI dengan CGPT, kemudian
infrastrukturnya untuk ee mendukung AI
dari Nvidia itu juga muncul gitu kan.
dan akhirnya muncul juga ee berbagai
macam ee apa ya,
bagaimana ee kita itu bisa memanfaatkan
model-model tadi ya dengan berbagai
macam cara seperti quantisation modelnya
dibuat semakin kecil sehingga bisa jalan
di komputer gitu ya. kemudian ee membuat
sebuah automation melalui flow yang
akhirnya berada di zona 6 ini di mana
kita semua bisa menikmati ini ee nulis
sebagai pembantu untuk nulis ee kita
bikin PowerPoint juga misalkan membuat
konten dan idea creation melakukan
ekstraksi data dan seterusnya. Dan ee
kita bisa lihat bahwa di sini ee inilah
yang akhirnya bisa membuat kita itu bisa
fokus ke impactnya daripada teknologinya
karena teknologinya bisa sangat cepat
ini semua ee difasilitasi ee hingga saat
ini gitu ya. Dan impactnya harapannya di
zona 6 inilah kita bisa menghasilkan ee
impact-impact dari berbagai macam
teknologi yang nanti kita ee pilih.
Nah, di LM sendiri itu mungkin yang
paling penting bagi kita adalah teknik
dalam memberikan input tadi ke dalam ee
aplikasi ya, baik itu CPT, Jemini,
apapun itu ada tips dan triks Bapak Ibu
yang paling umum. Karena tadi kalau kita
memberikan inputnya oke, output-nya
harusnya juga akan jadi ee lebih oke.
Misalkan ketika kita melakukan prompting
itu ada berbagai macam teknik. Kayak
misalkan ee ini adalah makanya disebut
juga prompting ini adalah seni ya. Seni
ketika kita memberikan instruksi yang
spesifik agar model AI ini memberikan
output yang diinginkan dan meningkatkan
level akurasi dia menjawab
pertanyaan-pertanyaan kita. ada beberapa
teknik yang paling dasar ya zero shoot
gitu ya. Langsung aja kita berikan.
Kemudian ee
view memberikan beberapa contoh pattern
kemudian kita minta jawaban. Nah, atau
chain of thought yang meminta A itu
berpikir step by step. Nah, ini eh nanti
akan di slide terakhir saya berikan URL
dari AIBM. Teknik-teknik melakukan
prompting itu saya kira sangat bagus
untuk kita semua. em agar lebih aware
dalam ee
menggunakan ee CGPT dan teman-temannya.
Nah, kemudian yang penting juga di chat
ketika kita menggunakan model-model LM
eh aplikasi eh model seperti itu seperti
di chat GPTIL dan sebagainya, kita harus
paham guard rails, Bapak, Ibu. Apa itu
guard rails? Ini adalah lapisan security
yang kita gunakan untuk membatasi,
menyaring, dan mengontrol output dari AI
agar sesuai dengan kebijakan etik ee dan
teknis, ya. Misalkan mencegah output-nya
jangan ee ngeluarin hasil-hasil yang
berbau sara ya. Jangan ada he speech,
jangan ee untuk mencegah juga bagaimana
si EAI ini enggak berhalusinasi,
mencegah kebocoran data sensitif gitu
ya. ini ini ee apa namanya ee dimaksud
dengan Wils. Misalkan contoh menggunakan
Guard Wils adalah ketika kita ee mencoba
untuk memberikan input pada JPT
maka kita ee tolong untuk ee informasi
nama ee atau jangan sampai menghasilkan
informasi-informasi pribadi yang
dikeluarkan oleh si ee hasil dari
prompting yang kita lakukan. Nah, itu
adalah Bapak, Ibu.
Nah, ini ee dua hal yang penting.
Kemudian, nah di LM sendiri itu ada
teknik yang disebut retrieval aented
generation atau RAG. Ini saya tahu
Bapak, Ibu istilahnya mungkin
istilah-istilah yang baru atau mungkin
ee belum pernah Bapak Ibu dengar. Tapi
ini penting. RXG ini adalah yang
memungkinkan model AEA ini ngambil data
dari sumber luar untuk
database ee ee memberikan pengetahuan
untuk ngajarin si model ini agar mampu
bekerja dan belajar sesuai dengan apa
yang kita berikan ke dalam ee
ini. CI ini tadi model alami tadi
sebelum menghasilkan jawaban.
Nah, em dengan melakukan eh regrivel
augmented generator ini eh dia kita
nanti ada alur kerja yang eh ada
workflow untuk melakukan eh workflow-nya
adalah retrief mencari informasi yang
relevan kemudian meng-augment
menggabungkan informasi yang ditemukan
dengan instruksi kemudian menggenerate
model AI di sini menghasilkan jawaban
berdasarkan konteks tahapan tersebut.
keuntungannya apa? Mengurangi halusinasi
datanya itu betul gitu ya dan
transparansi.
Nah, mungkin kalau di chat GPT saya bisa
tunjukkan contoh sedikit terkait dengan
ini adalah ee ini Bapak Ibu ya. Nah,
misalkan ee di GPT Project itu ada Bapak
Ibu bisa memanfaatkan yang pro tetapi
ekstra hati-hati dari dengan datanya
Bapak Ibu ya. Dari data ini ee
kita harus
melihat misalkan di sini instruksinya
itu harus diberikan secara clear. Ini
saya pengin ganti ini membut teman
akademik dari ee atau jadi pembimbing
akademik lah Bapak Ibu ya. JJP ini jadi
pembimbing akademik untuk mahasiswa dan
tentunya saya harus menjaga ee agar
informasi-informasi publik itu tidak
masuk di sini. Jadi datanya diklaim,
dipastikan terlebih dahulu
undang-undangnya, file-file yang nanti
kita upload ke dalam sini pastikan itu
adalah dokumen yang memang di-share atau
diberi ini secara publik. Dan di sini ee
kita minta si chatt kita beri instruksi
gitu ya, menggunakan ee menjadi asisten
akademik kemudian ee mempelajari
kurikulum. Kalau kurikulum kan
dokumennya open ya ee Undang-Undang
tentang penyelenggaraan pendidikan ini
kan juga ee datanya juga ee open. yang
tapi perlu kita cleaning, Bapak, Ibu
hati-hati ya. Di dokumen-dokumen
tersebut itu ee apa namanya ee muncul
ee ada beberapa kayak nama pembuat
dokumen gitu-gitu harus disunting
terlebih dahulu jangan sampai masuk ke
sini. sehingga ketika nanti kita ingin
tanya apapun kepada ee ee si CBT yang
spesifik untuk ee dosen pembimbing
akademik ini itu kayak ee ada sudah kita
sudah berikan prompting yang baik,
instruksi yang baik, kita berikan juga
guard rails, kita bisa bikin buat juga
dia eh reg tadi retrieval augmented
generation sehingga dia tahu batasnya
dia enggak akan mencoba untuk
berhalusinasi ketika dia tidak menemukan
jawaban dari ee dokumen-dokumen yang
kita masukkan. Misalkan di sini saya
ingin tanya ee kuliahnya berapa semester
gitu ya, langsung ee seperti itu. Maka
dia akan menjawab sesuai dengan dokumen
yang ee
di ini ya.
Nah, ini langsung sesuai dengan detail
yang sudah kita ajarin ke sibt ini agar
belajar dari dokumen-dokumen ini
misalkan dan pertanyaan ee kuliah
wajibnya apa saja misalkan sehingga ini
juga membantu ee dosen pembimbing
akademik gitu ya harapannya. Tapi ini
masih versi alpha Bapak, Ibu. Belum
pernah saya launching. Ini sebetulnya
hanya untuk praktis. Ee saya coba-coba
saja untuk menghasilkan ini dan ini ee
apa namanya? Ee bisa sampai
pengetahuannya seperti ini. Nah, ini di
dengan chat CPT dan kita pastikan tadi
data-data yang di-upload itu memang ee
open access ya dan itu ee publik.
Nah, itu yang dimaksud dengan tadi dari
ketika kita bagus memberikan prompting,
bagus memberikan guard rails juga
melakukan retrieval augmented
generation, maka hasil akurasi dan
pertanggungjawabannya itu menjadi
meningkat. Meskipun kita perlu human in
the loop ya, kita perlu eh tetap eh apa
namanya? Melakukan verifikasi dan
validasi.
Nah, sekarang ketika gimana caranya kita
bisa bikin bertanya dengan CGBT seperti
halnya CGBT, tetapi kalau data-data kita
sifatnya sensitif gitu kan misalkan
enggak boleh kita bagikan ke Toti. Kalau
kita menggunakan CGBT tadi data-data
mungkin kita bisa berikan ke sana dan
mungkin kita kurang percaya mungkin ya.
Ada juga tools yang bisa kita manfaatkan
secara lokal Bapak Ibu ya. Yang ini ada
cloud LLM seperti CGPT, Gemini itu
adalah berbasis cloud semua. Sementara
ada juga on premis atau yang di lokal,
di komputer Bapak Ibu juga, tetapi
syaratnya harus agak tinggi ya. Prosesor
RAM itu kebutuhan infrastruktur yang
tinggi dan itu bisa kita
install secara lokal. Nah, ini. Nah, ini
yang mungkin populer adalah Elm Studio.
Model-modelnya Open AI bisa kita beri di
sini. Nah, ini sebagai interface dan ini
diinstal lokal Bapak, Ibu di komputernya
Bapak Ibu sendiri. Bahkan modelnya pun
di-download, ditaruh ke dalam laptopnya
atau bahkan handphone-nya Bapak, Ibu
sekalian. sehingga sifat ee data apapun
yang kita bisa berikan ke si em LM
Studio ini ke local application ini,
kita tidak ada khawatiran itu nanti
mengganggu ee ini ya mengganggu ee ee
sampai tersebar ke mana-mana data atau
privacy-nya. Nah, saya sarankan juga
untuk Bapak Ibu sekalian mungkin yang ee
di instansinya ada komputer-komputer
dengan high spesifikasi RAM ataupun ada
komputer dengan prosesor yang cukup
bagus bisa mulai meningkatkan
kapabilitas Bapak Ibu sekalian untuk
menginstall LM ini secara lokal dengan
LM studio ini. open source Bapak Ibu ini
free open source dan em ee mudah juga
dalam melakukan instalasi sehingga
keamanan data dan privacy itu sifatnya
lokal kontrol kita punya kontrol penuh
enggak ada biaya bulanan nah itu di LM
studio ini caranya gimana tadi kita bisa
melatih dengan memberikan input yang
baik melakukan gu rails juga dengan
dokumen-dokumen
yang kita berikan atau melakukan
retrieval augmented generation kepada ee
ee model-model ini. Nah, ini ee
terkait dengan ee lokal LLM. Harapannya
tadi ketika kita punya mesin itu secara
lokal, nah ini kita bisa tahu persis ya
data apa yang kita fit ke dalam modelnya
sehingga tanpa ee ada blackbx dari
vendor kita enggak tahu data kita itu
diapakan di sisi cloud. Kemudian di sini
ee
etiks bisa terjamin ee dan juga
kemandirian digital ee ini artinya kita
bisa mandiri, mengurangi kebergantungan
infrastruktur luar negeri yang bisa
berubah sewaktu-waktu akibat isu
geopolitik ataupun perubahan harga. Nah,
ini e ya mungkin apabila ada kesempatan
nanti Bapak Ibu bisa mengunjungi webnya
ee LM Studio ini melakukan instalasi.
Mudah sekali kok instalasinya.
Ee tapi syaratnya tadi ee agak butuh
laptop dengan high spec lah ya, ada ee
VGA-nya kalau bisa RAM-nya cukup tinggi.
Itu bisa digunakan untuk mempelajari
lokal LM.
Nah, em
dan kesimpulannya mungkin dari apa yang
saya ee sampaikan bahwa ee Bu kita nanti
harus paham bahwa ee bagaimana kita itu
melakukan
ee menggunakan teknologi untuk
mempercepat proses kita gitu ya,
mendapatkan impact kemudian ee tetapi
juga tetap kita harus punya empati dan
etika terhadap data tadi sebelum
memberikan keputusan. an final dan trust
di sini adalah yang paling utama. sama
hanya dengan kesimpulan Bapak Ibu
narasumber sebelumnya ya, data ini juga
sebagai ethics
dan terakhir eh bagaimana Bapak Ibu
sekalian bisa menuju ke data driven
public sector. Ini kita perlu
meningkatkan kemampuan literasi data,
kemampuan etical judgement, dan juga
kemampuan kita agar lebih fluent untuk
menggunakan ee teknologi-teknologi
ee AI. Dan Bapak Ibu yang nanti ada
waktu bisa mengklik ini. Ini menurut
menar menarik ya ee dari berbagai macam
sudut pandang. Kalau framework terkait
dengan data driven public policy ada di
URL yang pertama. Teknik-teknik
melakukan prompting ada di URL yang
kedua. Cara jika Bapak, Ibu pengin lebih
advance melakukan coding Python ada di
link yang ketiga dan menginstall chat
GPT like di lokal komputer Bapak, Bapak
Ibu sekalian ada di URL yang keempat.
Mungkin itu dari saya. Terima kasih.
Baik, terima kasih banyak Bapak dan kita
berikan kesempatan satu pertanyaan saja
melalui YouTube. Begitu Pak
Pertanyaannya dari Ibu Naura Litania.
Menurut Bapak, digital skill apa yang
paling krusial dan wajib dipelajari oleh
ASN agar pemanfaatan teknologi ini
benar-benar berdampak untuk memberikan
pelayanan publik, bukan hanya sekedar
digitalisasi prosedur saja. Satu
pertanyaan saja Bapak karena waktu yang
terbatas. Disilakan.
Ee tadi bisa diulang Bu Fani.
Oh, baik. Dari Ibu Naura Litania.
Digital skill apa yang paling krusial
dan wajib dipelajari oleh ASN agar
pemanfaatan teknologi ini benar-benar
berdampak untuk memberikan pelayanan
publik, bukan sekedar digitalisasi
prosedur saja.
Seperti itu, Pak.
Oh, iya.
Iya. Izin
dapat langsung dijawab, Bapak. Silakan.
Terima kasih. Iya. Mungkin ee sesuai ee
tadi jika ee di slide terakhir ada di
kesimpulan Bapak Ibu ketika kita data
literasinya meningkat, kita lebih dalam
ee memiliki empati. Jadi kelihatan aduh
ada namanya atau ada N ada NIK itu tahu
bahwa itu adalah data sensitif. Kita
coba untuk menghapus itu atau melakukan
dikode dengan bentuk yang lain. Nah, itu
artinya literasi data kita itu meningkat
gitu ya, Bapak, Ibu. Dan itu
pelajarannya mungkin ee ada di bagaimana
ketika kita itu ee banyak sebetulnya
kalau misalkan course-cours online
seperti di Kera itu sangat banyak,
tetapi akan lebih punya feel kalau Bapak
Ibu sekalian itu melakukan eh direct ya
kayak misalkan melakukan prompting tadi
menggunakan LM studio yang lokal
sehingga dengan mencoba-coba hal seperti
ini itu saya bisa ee Bapak Ibu sekalian
kan akan dapat file. Oh iya ya. Data ini
kan sebetulnya enggak boleh kita
publish. Data ini kan sebetulnya enggak
boleh untuk kita ee share. Data ini kan.
Nah, itu akan ada f direct feeling
langsung ketika kita mencoba itu. Tapi
untuk eh data eh literation dan data
analisis dan AI itu mungkin bisa kita
mulai dengan Bapak Ibu mengikuti-cera
itu banyak yang free cuman kita enggak
dapat digital certificate gitu aja.
Cuman kalau Bapak Ibu yang saya yakin
Bapak Ibu ini long life learning-nya itu
tinggi gitu kan dengan mengikuti
course-cuse tersebut insyaallah eh skill
ee apa kapasitas upsaling Bapak Ibu
sekalian bisa lebih baiklah dalam
mengolah atau mencoba menjadi tadi ya
gol-nya menjadi human machine frontier
itu tadi. Mungkin itu Bu Vani. Baik,
terima kasih banyak Bapak untuk
jawabannya dan semoga sayanya ini
menjawab Ibu Naura serta mewakili dari
Sobat ASN yang ingin bertanya terkait
dengan pertanyaan tadi. Bapak terima
kasih banyak karena waktu yang sangat
terbatas. Pak Sabriansyah, Rizki K
Akbar, ST, Magister, PhD. Harus kami
akhiri sesi materi yang ketiga ini.
Sehat selalu Bapak. Sampai jumpa kembali
dan selamat mengajar.
Baik, Sobat ASN tidak terasa ya kita
sudah sampai di pengujung acara pada
seri yang ketiga ini. Saya haturkan
terima kasih banyak untuk seluruh pihak
yang telah mendukung webinar ASN seri
ke-3 tahun 2026 mulai dari narasumber
yang pertama yang sudah menyempatkan
waktunya di sela-sela agendanya yaitu
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Timur Bapak Dr. Aries Agung Paiwa,
S.ST.PM.M. Kemudian tadi ada Ibu dosen
yang juga sudah memberikan materi dan
ilmunya kepada kita semua. Selaku tim
ahli BPSDM Kominfo Surabaya, Ibu Dr.
Meiana Indrasari, ST, SM., M.M. Serta
yang terakhir Bapak Dosen yang juga di
selah-selah mengajarnya juga memberikan
banyak informasi kepada kita, yaitu
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Malang, Bapak Sabriansyah Rizki K.
Akbar, ST, Magister Engineer, PhD. Nah,
Sobat ASN sebelum mengakhiri sesi ini
kami ingatkan kembali untuk segera dan
secara berkala mengecek semesta Bangkom
guna mengunduh e-sertifikat.
ASN belajar seri 3 tahun 2026
dipersembahkan oleh Korpu SDJIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Sampai bertemu di
seri selanjutnya. Saya Fan Patriia pamit
undur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Sampai
jumpa.
[musik]
Zaman yang [musik] ters
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya [musik] kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan [musik] setiap kompetensi
untuk pelayanan berdempat
bersama ASN belajar. [musik]
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif [musik]
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN [musik]
berakhlak mulia
siap menyongsok Indonesia [musik]
emas
ASN
belajar wujudkan pemerintahan [musik]
berkelas dunia satukan tekad pantang
[musik]
menyerah
jadi ASN tetas
[musik] belajar wujudkan
pemerintahan
Berkelas [musik]
dunia. Satukan tekad pantang menyerah
[musik]
jadi ASN cetar berkualitas.
[musik]