ASN Belajar Seri 3 | 2026 - From Digital Skill To Digital Impact
dtvNrxepYm8 • 2026-01-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [musik] Zaman yang terus [musik] bergerak, sambut dengan penuh. Semangat. Saatnya [musik] kita melangkah. Hadapi segala [musik] tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak. Bersama [musik] ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu [musik] inisiatif dan kolaboratif. untuk inovasi yang berkelanjutan [musik] menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia [musik] emas ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi [musik] ASN cetar berkualitas Kita belajar wujudkan pemerintahan [musik] berkelas dunia tukang tekad pantang jadi ASN cepat berkualitas [musik] sama [musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. [musik] Barlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman [musik] serta kekuatan. hadir di sini untuk [musik] mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentas [musik] melayani bangsa dengan akuntabilitas [musik] tinggi. Ho. Kami dari sini sukses dengan [musik] hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani [musik] bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng [musik] tangan satu tujuan untuk menjadikan [musik] ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami [musik] melayani bangsa [musik] Kami dari sini tegas dengan hati [musik] tunjukkan kompetensi dalam harmoni. [musik] loyal tanpa batasnya [musik] dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih [musik] beragam mengerjas sepenuh hati tulus membantu sesama dengan mengang [musik] kami melayani dengan bangan kami melayani [musik] dengan mengang Kami melayani bangsa [musik] H [musik] satu orang telah yaitu 30 orang. Kemudian untuk enggak butuh pelatihan itu dan mungkin [musik] setelah lulus dari situ dia enggak nyambut gawe perkara pelatihan itu. Pokoke sing nganggur sopo sing rosok bener ning kantore sopo supaya lumayan dia enggak di kantor selama seminggu. Nah itu dikirim. Maka waktu itu kalian semuanya kalau ini [musik] termasuk makan [musik] Terus selama setahun tuh aku wis ngerti ilmune terus aku produknya opo? Nah, saya itu sambil nyari-nyari ada karena saya cerita saya cerita ngobrol enggak apaapa ini ya kadangnya dibeling gitu untung ada lese jadinya enggak [musik] itu hari ini kita berada di salah satu PNI Rp di Kota Yogyakarta. Kebetulan ee [musik] nama tempatnya adalah tahu memproduksi keripik rumput laut yang [musik] ee unik sama kemudian [musik] ee tempatnya juga benar-benar dipering di rumah ya, Mas. Iya. Kemudian ini juga banyak variannya, olahannya kita di sini juga ee mendapatkan banyak informasi dari mulai ee pengadaan bahan, produksinya juga seperti apa, terus ketika ada keluhan dari pelanggan juga cara penanganannya seperti apa sudah dijelaskan semuanya lengkapnya produknya juga bersih, kemudian bahannya juga berkualitas ya, Mas. Rasanya juga enak. Rasanya juga enak. [musik] Saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di Yogyakarta. ee untuk peninjauan proses produksinya sedang berlangsung dengan teman-teman dan ee tadi sempat melihat bahwa proses produksinya juga sangat rapi, sangat bersih sesuai prosedur keamanan pangan kita. Kemudian juga bahan-bahannya juga ternyata sangat berkualitas makanya ee produk yang dihasilkan juga sangat berkualitas gitu. Ali [musik] nanti ada yang moderator sekaligus kalau nanti sudah ada yang melampi langsung pulang komposisi bahan yang digunakan pada usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini Bapak kami datang [musik] ke servis pengembangan kompetensi Kabupaten [musik] kemarin ada legendaran Bapak Ibu sekalian ya. Terima kasih panitia ke depan. [musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita [musik] melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap [musik] kompetensi untuk pelayanan berdampak. [musik] Bersama ASN belajar. Ciptakan [musik] SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [musik] menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar [musik] wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan [musik] tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas. [musik] Belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad [musik] pancang jadi ASN cepat berkualitas [musik] sama [musik] Perbedaan Bapak namanya mulai 2015 persisnya Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang ya ee banyak pernak-perniknya terutama di perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu. Oke. Karena dia berpikir ya ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana gitu kan. fungsional ya seperti yang Anda lihat selama ini kan guru atau di bidang kesehatan atau ya selesai [musik] dan ee apa luxurious ee kemewahan wibawa yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu sudah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari Bapeda Kabupaten Bojonegoro. Kami adalah salah satu perwakilan dari peserta diklat perencanaan dan penganggaran angkatan pertama tahun 2024 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. E kesan kami selama mengikuti ee pelatihan ini yang pertama bahwa diklat perencanaan penganggaran ini sangat berarti bagi kami para perencana utamanya yang berangkat bukan dari perencana murni namun dari hasil penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang perencanaan dan penganggaran dalam arti praktis sangat terbatas. Melalui diklat yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur ini, kami merasa terbantu dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang memang dibutuhkan dalam kompetensi [musik] sebagai perencanaan. dalam hal penyelenggaraan diklat. Kami memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPSDM yang telah melayani kami dengan sangat baik, sangat profesional, [musik] dan tentunya ke depan kami berharap perbaikan-perbaikan ini akan terus dilakukan sehingga membawa manfaat bagi seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti, peserta Diklat Perencana dan Penganggaran Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan BAPENAS dalam meningkatkan kompetensi kami dalam sebagai perencana untuk mendukung pembangunan kabupaten kota dengan fasilitas dan narasumber yang berkualitas menjadikan kami ASN yang berkompeten dan profesional. Semoga ke depan [musik] segala yang kita terima dalam pelatihan ini menjadikan kami ASN yang meningkatkan pembangunan daerah menjadi pembangunan yang maju dan menjadikan Indonesia emas. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. BPSDM luar biasa. Latang perencanaan dan penganggaran angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa Timur tahun 2024. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Kepala ee BK BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu seluruh panitia dan teman-teman peserta pelatihan bencanaan dan penganggaran. pertama dan ketiga [musik] indikator kinerja itu kan aneh banget indikator kinerja itu secara resmi saya nyatakan diakhiri terima kasih [tepuk tangan] berencana terus bermti maju BPSD juara. Terima kasih. [musik] ke dalam satu SKBT saja. misalkan ee tempat itu sendiri pun sebenarnya sudah kitaasi e setelah kita masuk seperti ini walaupun kita ya rasnya [musik] ya yang lain itu tata kelola pemerintah yang adui di mana di sini sasaran kita pemerintahan yang berbasis elektronik iya ee permisi Pak lompat ee yang berdiri dari Buwi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan saya Ahmad Nur, [musik] peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 [musik] tahun 2024 BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenap. Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan perencanaan ini banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat terutama dari pegawai yang memang bukan kompetensi sebagai perencana tapi ditugaskan untuk melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal yang luar [musik] biasa. kami mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat. Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan maju. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Vina Nurilihi, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan [musik] 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda, Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani pelatihan ini, [musik] saya merasa mendapat banyak sekali ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang dapat saya gunakan untuk menyusun [musik] dokumen perencanaan yang ada di kabupaten agar dapat mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan Bapak Ibu Widya Iswara yang telah men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami perencana. Semoga pendidikan dan pelatihan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara, BPSDM [musik] maju, BPSDM keren. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat ee [musik] Ibu kelas, yang terhormat juga pendamping kelas Bapak Udin. Yang terhormat ee [musik] Ibu dari perwakilan bidang pembahan di sini. Maaf mohon maaf. Yang terhormat ee rekan-rekan semuanya [musik] dari kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan [musik] ee perangkat daerah di Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita semua shalom. [musik] Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati setia saya juga lupa padahal dulu beliau juga ee staf [musik] di waktu saya menas kepala bidang. Ee yang saya hormati para ee teman-teman penyelenggara, panitia dan wabil khusus para peserta tingkat perencanaan dan penganggaran pola divisi antara dewan pemerintah provinsi [musik] Jawa Timur. pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan du ye ye. [musik] [musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut [musik] dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. [musik] Hadapi segala tantangan. Tingkatkan [musik] setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [musik] Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong [musik] Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan [musik] berkelas dunia satukan tekad pantang [musik] menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas [musik] dunia tunjukkan tekad pancang jadi ASN [musik] cepat berkualitas sama [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, selamat pagi sobat ASN di seluruh penjuru Nusantara yang pada pagi hari ini sudah bergabung dalam Zoom meeting maupun live YouTube di BPSDM Jatim TV. Senang sekali kembali saya Fan Patriia yang akan memandu acara ASN webinar seri ketiga pada hari ini. Dan tentu saja ingin menyapa kepada seluruh ASN yang baru saja bergabung tentu saja di ASN belajar seri 3 tahun 2026 persembahan Corpu SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Aparatur Sipil Negara ASN dituntut tidak hanya memiliki digital skill, tetapi juga mampu mentransformasikan kemampuan tersebut menjadi digital impact yang nyata bagi masyarakat dan organisasi. Penguasaan teknologi digital oleh ASN menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efektivitas kerja, kualitas layanan publik, serta daya saing bangsa di tingkat global. Oleh karena itu, pengembangan talenta ASN digital yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil tentunya ini menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung visi Indonesia berdaya saing global. Sebagai upaya peningkatan kapasitas dan wawasan ASN di bidang digital, BPSDM Provinsi Jawa Timur mempersembahkan webinar ASN Belajar seri 3 dengan tema From Digital Skill to digital impact, talenta ASN Digital untuk Indonesia, berdaya saing global. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 3 tahun 2026 hari ini, marilah kita dengarkan bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam ruang belajar bersama webinar series ASN belajar [musik] persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi [musik] Jawa Timur. Forum pengembangan kompetensi ASN ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar tetap menyala dan berkelanjutan di tengah arus tugas pengabdian yang [musik] semakin kompleks. Sahabat HN, tema yang kita angkat pada seri ketiga tahun 2026 ini adalah From Digital Skill to [musik] digital impact, talenta SN digital untuk Indonesia berdaya saing global. [musik] Tema ini adalah sebuah penegasan bahwa transformasi digital yang kita lakukan tidak cukup berhenti pada penguasaan teknologi. Digitalisasi baru akan [musik] bermakna ketika keterampilan digital bertransformasi menjadi dampak nyata bagi kinerja [musik] organisasi, kualitas pelayanan publik, dan daya saing bangsa di tingkat global. Dalam konteks inilah [musik] ASN dituntut tidak hanya melek digital, tetapi cakep digital, mampu [musik] memanfaatkan teknologi secara strategis, etis, dan berdampak. Sobat [musik] ASN di seluruh tanah air, saat ini kita hidup di sebuah era di mana dunia bergerak dengan kecepatan digital. Data mengalir tanpa henti, teknologi berkembang melampaui batas ruang dan waktu. Dan kecerdasan buatan mulai mempengaruhi cara kita belajar, cara kita bekerja, dan cara kita mengambil keputusan. Di era ini, daya saing bangsa tidak lagi ditentukan semata [musik] oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh kualitas talenta digital manusianya. Indonesia tentu membutuhkan kesiapan talenta digital yang dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Dimulai sejak bangku sekolah. diperkuat [musik] di perguruan tinggi dan dimatangkan dalam dunia kerja termasuk di dalam birokrasi pemerintahan. Karena masa depan bangsa ditentukan oleh sejauh mana kita mampu menyiapkan generasi yang [musik] tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tapi juga memahami, mengelola, [musik] dan memanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab disertai oleh komitmen yang tinggi untuk [musik] makin memberikan kemaslahatan kepada masyarakat. Sobat ASN, dalam posisi inilah aparatur Sipil Negara memegang peran strategis. ASN bukan hanya pengguna sistem digital, tapi penggerak ekosistem transformasi digital. [musik] ASN adalah jembatan antara teknologi dan kebijakan, antara sistem dan pelayanan publik, antara inovasi dan kepentingan masyarakat. Talenta digital ASN bukan sekedar mampu mengoperasikan aplikasi atau memahami perangkat teknologi. [musik] Ia harus memiliki kapasitas berpikir digital, mampu membaca data, memahami pola, memanfaatkan [musik] teknologi untuk memecahkan persoalan publik, serta mengintegrasikan inovasi digital ke dalam proses [musik] pemerintahan secara etis dan strategis. Namun tentu saja harus menjadi kesadaran kita bersama bahwa digital skill tanpa arah yang jelas [musik] hanya akan melahirkan rutinitas baru. Karena itu [musik] yang kita dorong hari ini adalah digital impact. Bagaimana teknologi benar-benar menghadirkan perubahan, pelayanan publik yang lebih cepat dan inklusif, kebijakan yang lebih presisi, serta birokrasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya. Shabat ASN di seluruh tanah air melalui ASN belajar seri ketiga tahun 2026 ini, kita ingin menegaskan bahwa [musik] ASN adalah talenta bukan sekedar operator sistem. ASN adalah aktor perubahan digital yang dituntut terus belajar, beradaptasi, [musik] dan bertumbuh. Ketika talenta digital ASN tumbuh kuat, [musik] maka transformasi digital tidak berhenti sampai agenda, tapi menjelma menjadi budaya kerja birokrasi. Pada akhirnya, daya saing global Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas talenta digitalnya, termasuk [musik] talenta digital ASN. Dari ASN yang cakap digital akan lahir kebijakan yang cerdas. Dari kebijakan yang [musik] cerdas akan tumbuh pelayanan publik yang berdampak dan dari pelayanan publik yang berdampak akan [musik] menguat kepercayaan serta posisi Indonesia di panggung global. Sobat ASN di seluruh tanah air, kehadiran para narasumber hebat kali ini akan semakin [musik] memberikan wawasan yang luas dan makin memantapkan langkah pengabdian kita sebagai ASN [musik] Indonesia. Atas nama BPSDM Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi [musik] setinggi-tingginya kepada pertama Bapak Dr. Aris Agung [musik] Paiwai, SSTP, M.M. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang beberapa hari lalu [musik] telah sukses meluncurkan program pengembangan talenta digital di lingkungan pendidikan di Jawa Timur bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik [musik] Indonesia. Kedua, terima kasih dan apresiasi kami kepada Ibu Dr. Meitiana Indrasari, ST, SM., M.M. dari Balai Pengembangan Sumber Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Kementerian Komidi Surabaya. Dan ketiga, apresiasi dan terima kasih kami kepada Bapak [musik] Sabriansyah Diska Akbar, ST, Master Engineering, PhD. [musik] Beliau adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Surawijaya yang beberapa waktu yang lalu [musik] telah sukses meluncurkan Artificial Intelligence Talent Factory atau AITF [musik] bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Kehadiran para narasumber hari ini menegaskan bahwa ASN belajar bukan sekedar [musik] forum diskusi, tapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memastikan bahwa pembelajaran benar-benar bertransformasi menjadi kinerja dan dampak nyata. [musik] Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ketiga tahun 2026. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Dan sebelum kita lanjut ke sesi berikutnya, kami informasikan terlebih dahulu bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangkom. Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada running teks yang ada di bawah, kolom chat Zoom dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Tibalah saatnya kita menyapa narasumber kita yang pertama yang luar biasa sekali di tengah-tengah kesibukannya pada hari ini. Beliau dapat menyapa kita secara online kepada seluruh sobat ASN di seluruh penjuru daerah yang ada di Nusantara, yaitu Bapak Aris Agung Paaiwa selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Berikut saya akan informasikan profil singkat beliau dengan bangga. Di mana beliau ini lahir di Makassar pada 17 April 1976 meraih pendidikan terakhir S3 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia jurusan Ilmu Manajemen tahun 2023. di mana saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mulai tahun 2023 hingga sekarang dan juga pernah menjabat sebagai PJ Walikota Batu periode 2023 hingga 2025. Tentunya sebagai salah satu warga Jawa Timur, kami bangga sekali memiliki beliau begitu menjadi satu bagian dari Provinsi Jawa Timur dengan prestasi yang sangat banyak sekali. Beliau pernah mendapatkan prestasi tokoh inspiratif provinsi peraih prestasi terbaik aksi 2024. Kemudian Kepala Daerah Pendukung Pariwisata terbaik Gubernur Jawa Timur tahun 2024. Wisudawan terbaik program studi strata 3 ilmu manajemen indeks prestasi kumulatif IPK tertinggi dan masa studi tercepat tahun 2023. Juga pernah meraih kategori nasional tokoh pengembangan SDM ASN Jatim di tahun 2023. meraih peringkat satu terbaik pada pelatihan kepemimpinan administrator PKA di Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan serta meraih peringkat dua terbaik pada pelatihan kepemimpinan nasional tingkat satu di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia di Jakarta dengan penugasan luar negeri yang telah beliau pernah lakukan yaitu di Singapura, Malaysia, Austral, Inggris, Skotlandia, Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Korea Selatan hingga ke Afrika Selatan. Dengan pengalaman yang mumpuni ini, tentu saja tidak sabar kita langsung menyapa narasumber kita yang pertama Bapak Dr. Aris Agung Paiwai, SSTP, M.M. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Pak Aris. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni. Baik, lama tidak berjumpa. Sehat, Bapak hari ini? Sehat, Mbak. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Bapak di waktu yang cukup padat pada hari ini menyempatkan untuk dapat berbagi ilmu kepada semua sobat ASN di webinar seri ketiga. Untuk waktu kami silakan Bapak, ya. Terima kasih Mbak Fani. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Bapak, Ibu ASN yang saya hormati dan saya banggakan. Yang saya kalau menyebutnya kalau di webinar ASN belajar itu sobat ASN. Tentu saya berterima kasih pada momentum yang luar biasa ini ee diundang untuk hadir bersama-sama kita semua di webinar ASN belajar seri ketiga yang dilaksanakan oleh Corporate University BPSDM Provinsi Jawa Timur. Tentu juga saya ingin menyapa ee para narasumber pada kesempatan yang berbahagia ini. Ada Ibu Dr. Meteana Indrasari, ada Bapak Sabriansyah Rizki K. Akbar yang dari Universitas Brawijaya Malang. Dan tentu Bapak, Ibu sekalian yang saya banggakan. Hari ini tentu kita tidak sekedar mengikuti webinar ASN belajar seri ketiga. Tentu dengan hal yang lain, dengan hati yang senang dan bahagia, pikiran yang terbuka, lebih fresh karena masih pagi, tidak perlu harus langsung kita merasakan bahwa ada yang kurang dari kita tentang teknologi. Ada yang mengatakan bahwa saya belum menguasai teknologi, saya belum mahir teknologi. Tidak perlu kita merasa seperti itu karena memang teknologi adalah bagian dari membantu proses kita untuk membantu pelayanan pelayanan yang kita lakukan di mana pun kita berada. Yang penting sebenarnya Bapak Ibu sekalian ee kita hadir sebagai pembelajar artinya ada keinginan yang kuat, ada keinginan yang tinggi dari kita ingin belajar, ingin mengembangkan potensi yang kita miliki terutama untuk mendukung di dalam proses pelayanan di mana kita bertugas. Apakah kita sebagai guru ASN di bidang pendidikan yang lainnya atau kita ASN di pemerintahan secara langsung. Karena itu ASN yang terus belajar adalah ASN yang tentu akan jadi bagian relevan dari kehidupan sekarang ini. Di mana kita tahu bahwa perubahan dunia begitu cepat luar biasa. Hari ini kita menggunakan handphone atau gadget yang kita pegang. Bisa saja 1 minggu ke depan, 1 bulan ke depan akan ada berubah yang sangat luar biasa. Begitu juga teknologi yang tidak bisa kita hindari. Tema kita hari ini bukan sekedar bagaimana digital skill, tapi digital impact. Sesuai dengan tema yang diangkat oleh hari ini ya oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bagaimana kita mengetahui bahwa siapa yang paling pintar atau menguasai IT, tetapi siapa juga yang menggunakan teknologi itu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi bukan siapa yang pintar secara ee komprehensif saja, tapi bagaimana kita bisa melihat bahwa teknologi itu bisa berdampak bagi lingkungannya atau bagi masyarakat atau bagi ASN yang memberikan pelayanan. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan. Eh, saya mengawali from digital skill to digital impact di mana di slide saya pertama ini menegaskan satu pesan penting bagi kita semua. Di slide pertama adalah penguasaan teknologi saja yang kita lakukan saat ini tentu tidak cukup Bapak Ibu sekalian. Jadi kita menguasai gadget yang kita pegang, laptop yang kita pegang, komputer yang kita gunakan, atau mungkin media-media lain yang memang menggunakan teknologi. Tapi bukan itu yang menjadi bagian dari ikhtiar kita, keinginan kuat kita. Tapi masih banyak dari hal itu yang bisa kita lakukan. bagaimana mengisi aplikasi, mengolah data menggunakan berbagai platform digital itu bukan hanya bagian dari proses yang tentu yang akan kita lakukan di kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang ASN. Tadi Pak Kepala BPSD menyampaikan kalau kita tahu melagi, tapi kalau kita tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal akan menjadi bagian dari rutinitas itu sendiri. Nah, tentu ada pertanyaan yang sangat luar biasa ya bagi kita semua. Apakah semua ini bisa berdampak? Digital impact itu berarti harusnya teknologi membantu apakah guru mengajar lebih tepat, membantu kepala sekolah bisa mengambil keputusan lebih cepat atau membantu ASN bisa melayani publik dengan transparansi. Nah, itu yang dimaksud digital impact yang kita harapkan bahwa apa yang kita kuasai, apa yang kita miliki, ilmu kita yang kita pelajari tentu bisa berikan berdampak bagi lingkungan kita atau orang-orang yang kita layani. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan di slide berikutnya di slide kedua Bapak Ibu sekalian bahwa dari bisa digital atau berdampak terhadap digital itu sendiri tentu di sini kita bisa bedakan dua hal yang penting. Yang pertama adalah digital skill. Artinya kita bisa menggunakan teknologi itu. Terus yang kedua adalah digital impact. teknologi yang menyelesaikan masalah publik. Nah, tentu ini akan menjadi bagian dari bagaimana kita bisa melihat menghadapi berbagai ee pekerjaan yang tentu lebih bermakna. Nah, Bapak Ibu sekalian tentu saya akan menyampaikan bagaimana kita bisa melihat arah kebijakan pendidikan Jawa Timur menuju pendidikan yang berdampak. Ini sudah dikomitmenkan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur. Setiap beliau melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan, beliau selalu menyampaikan bahwa program Jatim Cerdas intinya adalah pendidikan yang berdampak. Di mana pendidikan berdampak itu artinya secara besar garis besarnya adalah mewujudkan SDM yang unggul dan berdaya saing. Di sini kita bisa melihat fokus utamanya adalah penguatan STEM, vokasi, link and match dengan dunia industri, bagaimana nilai-nilai karakter dan kebangsaan dikuatkan bagi para murid-murid kita. Dan tentu tidak kalah penting adalah bagaimana bisa berdampak nyata terhadap apa yang kita lakukan, apa yang kita berikan terhadap ilmu yang kita miliki saat ini dengan teknologi yang ada. Nah, tentu semua itu Bapak, Ibu sekalian berbasis kepada kompetensi karakter yang dimiliki. Di mana, Bapak, Ibu sekalian karakter yang dimiliki itu tentu yang kita pelajari, yang kita dapatkan di lingkungan pendidikan termasuk bagaimana hasil dari pembelajaran itu bisa terhubung dengan dunia nyata yang akan kita ee hadapi dan tentu menjadi tantangan kita sendiri. Nah, Bapak, Ibu sekalian di prinsip pendidikan ini tentu kita berharap bahwa apa yang menjadi pendidikan yang kita pelajari, yang kita dapatkan ilmu di dalam proses pendidikan di ruang-ruang pendidikan, apakah itu di sekolah, di perguruan tinggi ataupun di dunia kerja itu sendiri, tentu kita berharap bahwa ini ada keberlanjutan. Apakah keberlanjutan di bagian dari pelayanan publik kita sendiri atau memang keberlanjutan terhadap tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang ASN. Nah, kembali lagi saya menyampaikan bahwa di sini kita membedakan dua hal penting yang perlu kita bicarakan yaitu digital skill bagaimana kita bisa menguasai teknologi. Yang kedua adalah digital impact. Teknologi menyelesaikan masalah publik. Artinya setiap permasalahan yang kita hadapi yang diinginkan oleh masyarakat untuk bisa terpecahkan, maka itulah solusi yang bisa kita gunakan. Maka teknologi menjadi wadah sarana yang bisa mempercepat proses itu. Nah, kita harapkan tantangan ini bukan lagi bisa atau tidak bisa tentang IT ya, Bapak, Ibu sekalian. Tetapi apakah teknologi itu ini bisa membuat pekerjaan kita lebih bermakna? Bisa menjadi contoh Bapak Ibu sekalian. Nah, contohnya ASN sudah bisa menginput data, tapi data itu belum bisa dipakai sebagai bagian dari kebijakan. Kenapa? Karena kita tidak bisa mengimplementasikan. Contoh lagi yang lain, guru pakai plafon digital tapi belum bisa mengerubah cara mereka mengajar tapi tetap masih mengajar secara konvensional. Padahal sudah ada plafon digital yang bisa digunakan, dimanfaatkan sehingga media-media ini bisa membantu para guru-guru kita untuk berproses belajar mengajar dengan para murid kita sehingga lebih paham, lebih mengerti, lebih cepat untuk bisa terserap ilmunya. Nah, ini kan juga menjadi tantangan tersendiri. Nah, ada lagi tugas kita adalah bagaimana kita mengubah kebiasaan-kebiasaan lama menjadi praktik-praktik baru yang berdampak bagi masyarakat dan juga tentu kalau dunia pendidikan berdampak terhadap proses pendidikan itu sendiri. Nah, Bapak Ibu sekalian di slide berikutnya talenta digital dalam konteks ASN dan pendidikan. Saya berbicara tentang konteks bagaimana ASN pendidikan dan pendidikan itu sendiri karena kebetulan saya kepala dinas pendidikan. Bapak, Ibu sekalian yang lain mohon maaf ee saya bagian dari apa yang saya tahu, saya pahami di dalam proses ini di mana talenta digital bukan saja sebagai bagian dari profesi, tapi cara berpikir kita, Bapak, Ibu sekalian, dan cara bekerja kita. Kita ingin talenta digital ini adalah mereka yang mampu menguasai penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi. Artinya apa yang mereka dapatkan, apa yang mereka alami, dan apa yang mereka menjadi bagian dari tugas dan itu menjadi permasalahan yang harus dipecahkan. maka tentu teknologi bisa menjadi bagian dari percepatan penyelesaian masalah itu dengan tergantung dengan ASN itu sendiri apakah dia mampu menggunakan atau memanfaatkan teknologi yang sekarang ini ada di hadapan mereka. Yang kedua, tentu mengambil keputusan yang berbasis data. Ini sangat penting Bapak, Ibu sekalian. Tidak ada keputusan yang benar tanpa berbasis data yang tepat. Apabila kita ingin mengambil keputusan yang tentu bisa bermanfaat, tidak merugikan orang lain, maka tentu kita berharap keputusan itu berbasis data yang valid. Bapak, Ibu sekalian, bagaimana menemukan data yang valid? Sekarang ini teknologi sangat luar biasa. Semua data bisa tersimpan dengan rapi. Semua data bisa tersusun, tersistematis dengan baik. Nah, maka itu yang bisa kita gunakan sebagai bagian dari media Bapak, Ibu sekalian untuk berproses di dalam penerapan talenta digital yang berdampak bagi tugas dan tanggung jawab kita. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, begitu juga bagaimana meningkatkan mutu pelayanan. Dulu kita kesulitan, Bapak, Ibu sekalian, bagaimana kita mempercepat tugas dan tanggung jawab kita di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau terutama pelayanan terhadap bidang pendidikan. Tapi dengan adanya teknologi, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin yang bisa kita selesaikan dengan tepat, cepat, dan efisien. Karena teknologi memudahkan kita. Apalagi hal-hal yang mungkin Bapak, Ibu sekalian sulit untuk menelaasah secara ee nalar Bapak, Ibu sekalian, maka tentu Bapak, Ibu sekalian bisa memanfaatkan teknologi ini untuk lebih meningkatkan mutu dari pelayanan Bapak, Ibu sekalian. Apakah sebagai guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan di dalam proses di satuan pendidikan Bapak, Ibu sekalian mau mungkin juga pelayanan-pelayanan publik lainnya. Nah, tentu teknologi ini juga sebagai talenta digital menciptakan nilai tambah. Jadi, Bapak Ibu sekalian, dulu kita sulit sekali untuk mempercepat apa yang menjadi proses tanggung jawab kita. Apakah ee tugas tanggung jawab yang dibebankan dari pimpinan kepada kita atau memang tugas kita sebagai bagian dari ee tanggung jawab yang kita laksanakan sangat sulit untuk bisa kita mengimprovisasi karena dulu kita melakukan secara konvensional. Tapi dengan adanya teknologi ini menambahkan nilai apa yang sudah kita kerjakan, apa yang akan kita kerjakan bisa tersusun dengan sistematis, lebih form ya, dan tentu lebih settle dengan apa yang kita kerjakan. Nah, implementasi nyatanya Bapak, Ibu sekalian, saya bisa menggambarkan kepada Bapak Ibu sekalian. Contoh kepala sekolah sekarang ini kan tidak sulit lagi untuk membaca dashboard kehadiran hasil dari proses pembelajaran langsung bisa intervensi kepala sekolah. Ini sangat nyata sekali dari implementasi yang bisa kita wujudkan di lingkungan satuan pendidikan. Jadi kalau kepala sekolah dulu sulit sekali bagaimana mengetahui proses pembelajaran yang ada di kelas-kelas. Guru harus melaporkan secara konvensional atau mendapatkan laporan atau review yang dilakukan mungkin setiap bulannya. Tapi dengan adanya dashboard membaca kehadiran hasil proses pembelajaran yang terupdate ya di dunia teknologi dengan menggunakan digital ya ini bisa berproses dengan luar biasa Bapak Ibu sekalian. Artinya setiap waktu kepala sekolah bisa memberikan penilaian, bisa memberikan evaluasi kapan saja. Nah, tergantung sekarang ini Bapak, Ibu sekalian sekali lagi apakah kita mampu menggunakan digitalisasi ini sebagai proses pembelajaran yang berdampak di dalam lingkungan tugas tanggung tanggung jawab Bapak Ibu sekalian terutama tadi yang saya berikan implementasi adalah salah satunya kepala sekolah. Begitu juga ASN pendidikan yang melihat data APK. Jadi mereka menyusun program afirmasi wilayah ya. Nah, kalau ini mereka menggunakan berbasis teknologi, berbasis digital, tentu sangat memudahkan di dalam prosesnya. Tidak sulit lagi untuk menunggu laporan, tidak sulit lagi untuk meminta mendapatkan laporan dengan tenggang waktu yang begitu lama gitu. Sekarang semua terupdate dengan otomatis ya, sehingga memudahkan kita untuk bisa melihat apa saja yang menjadi tugas tanggung jawab kita yang sudah kita update secepat mungkin. sehingga tidak ada lagi yang tertunda, tidak ada lagi yang mengatakan bahwa tugas ini agak sulit ya. Nah, tergantung dengan kita, Bapak, Ibu sekalian. Nah, bagaimana dengan contoh real talenta digital? Mari kita bisa buat di dalam ee narasi ini bagian dari lebih membumi terhadap tugas dan tanggung jawab kita terutama di lingkungan pendidikan. Bapak, Ibu sekalian, saya memberikan contoh guru ya. ini bisa menggunakan data asesmen untuk menetapkan ee memetakan capaian dari murid. Jadi bukan menebak lagi. Bapak, Ibu sekalian dulu kalau kita melakukan ya mungkin saja bisa saja kalau kita merasa ya kasihan ibah mungkin dengan adanya sentuhan hati tersendiri sehingga merasa bahwa kita memberikan nilai ya mungkin berdasarkan hati kita. Tapi menggunakan data asesmen untuk memetahkan capaian murid ini bukan lagi bagian dari menebak-mendebak saja, tapi memang kita sudah bisa melihat progresnya yang di mana kita bisa melihat dari waktu ke waktu, bulan per bulan, bagaimana progres asmen yang diapatkan oleh murid kita dalam proses yang sudah kita berikan sebagai seorang guru kepada muridnya. Begitu juga kepala sekolah bisa menggunakan dashboard yang tadi saya sampaikan, dashboard digital untuk menentukan prioritas anggaran sehingga Bapak, Ibu sekalian terupdate betul dan juga tentu angkutabilitasnya lebih terjamin. Terutama Bapak Ibu sekalian tidak perlu khawatir semua terupdate dengan baik di dunia digital. Kebutuhan-kebutuhan prioritas dan juga apa saja yang sudah dicapai, apa saja yang belum dicapai dan apa yang menjadi target Bapak Ibu sekalian di lingkungan sekolah terutama sebagai kepala sekolah. leader kepala sekolah tidak semata-mata mengambil keputusan tanpa menggunakan data yang valid. Nah, oleh sebab itu dengan dashboard digital ini Bapak Ibu sekalian bisa mudah mengambil kebijakan, mengambil langkah keputusan sehingga Bapak Ibu sekalian tergunakan ini dengan tervalidasi dengan baik. Nah, ini menjadi bagian dari tugas kita Bapak, Ibu sekalian. Begitu juga ASN pendidikan atau tentu teman-teman kita yang berada di lingkungan pendidikan, apakah di dinas, apakah sebagai bagian dari tenaga kependidikan. Menyederhanakan layanan melalui sistem digital tentu bukan bagian dari menambah birokrasi, Bapak, Ibu sekalian. Kadang-kadang kita mengatakan, "Wah, ah ini digital menyulitkan kita sehingga lebih berat dari lebih berat dengan tugas kita sebagai bagian dari birokrasi itu sendiri." Kok sulit sih? kok tambah sulit dalam tugas tanggung jawab ini dengan adanya digital. Padahal sebenarnya bagaimana kita menguasai ini supaya kita memahami bagaimana sesimpel mungkin di dalam proses sistem digital itu yang kita hadapi. Begitu juga ee murid-murid kita apakah di SMA atau di SMA mereka siap melakukan berbagai aktivitas dengan ekosistem kerja digital. Jadi bukan hanya mereka lulus ujian saja, tapi mereka berproses. Saya selalu mengatakan Bapak, Ibu sekalian, kalau kita meluluskan anak-anak kita hanya dengan ijazah, ya maka Bapak, Ibu sekalian selesailah pendidikan ini. Bukan itu yang kita cari, Bapak, Ibu sekalian. Yang kita inginkan adalah bagaimana proses pendidikan ini anak-anak murid kita lebih kritis, analisisnya lebih kuat. Dia kritis terhadap data. dia mampu untuk mengevaluasi apa yang mereka lakukan. Karena ini penting, Bapak, Ibu sekalian. Namanya proses pendidikan kalau hanya nambah menambah ilmu saja maka mereka bisa menghafal. Tapi kalau yang kita inginkan mereka berproses terhadap ilmu itu, bagaimana memahami ilmu itu, bagaimana menganalisa ilmu itu, bagaimana menggali informasi ilmu itu, bagaimana mereka bisa menggali data yang mereka miliki sehingga mereka bertanya kepada gurunya. Dan ini akan menjadi pembentukan terhadap ekosistem kerja di dalam proses itu sendiri. Mereka sudah menggunakan gadget loh, Bapak, Ibu sekalian. dengan mudahnya sebenarnya mereka bisa mengetahui proses pembelajaran yang diberikan oleh Bapak Ibu sekalian. Apalagi mata pelajaran yang setiap hari mereka temukan, yang setiap hari mereka ee dapatkan hadapi dengan Bapak Ibu sekalian. Tapi tidak ada proses. Sekali lagi tentu kita berharap semua ini harus masuk di dalam ekosistem kerja digital. Jadi guru hadir di dalamnya ya. Kalau Ibu Gubernur mengatakan kepada kita semua, Bapak Ibu sekalian, digitalisasi AI tidak perlu kita takuti, tapi yang perlu kita takuti adalah proses yang tidak kita tempuh sehingga anak-anak hanya tahu di permukaannya, tapi tidak tahu bagaimana menganalisisnya dan evaluasinya. Nah, ini yang kita khawatirkan. Maka oleh sebab itu, kenapa kehadiran guru sangat penting? Karena guru menjadi fasilitator buat anak-anak kita, guru menjadi mentor buat anak-anak kita. guru menjadi katalisator buat anak-anak kita sehingga mereka berproses. Maka kehadiran guru sangat penting walaupun ada AI. Jadi jangan selalu kita mengatakan terus untuk apalagi ada guru karena ada AI. Anak-anak kita bisa membuka AI dengan segala macam produk-produk mata pelajaran. Bukan berhenti di situ. Tapi harus yang kita lakukan adalah prosesnya peran guru menjadi fasilitator, mentor, dan juga katalisator bagi anak-anak kita. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan. Tentu ada pertanyaan di slide berikutnya ya. Mengapa talenta digital itu sangat urgen? Ini tentu akan menjadi pertanyaan kita semua Bapak Ibu sekalian di mana dunia kerja berubah begitu cepat. Yang tadi saya sampaikan di awal, sangat luar biasa perubahannya. Banyak pekerjaan baru berbasis skill bukan saja ijazah ya. Begitu juga teknologi bergempang begitu lebih cepat daripada kurikulum yang sekarang ini kita susun setiap waktu berubah. Tapi teknologi berkembangnya luar biasa cepatnya. Tadi saya sampaikan bisa saja minggu depan teknologi yang kita pegang ini sudah sudah usang, sudah tidak terpakai lagi dengan kemajuan teknologi yang begitu luar biasa. Nah, sementara itu Bapak, Ibu sekalian, generasi muda kita adalah generasi muda yang digital natif, tapi belum tentu dia digital produktif ya. Dia aktif menggunakan digital ee yang dia pegang, ya, gadget yang diang, tapi belum tentu dia memahami tentang bagaimana sih produk dari digital itu bisa termatkan dengan secara maksimal dengan baik. Begitu juga ASN dituntuk naik kelas ya. Tapi dari administrasi ke inovasi mereka sangat sulit gitu. Padahal sebenarnya digitalisasi memudahkan kita untuk menuju produk-produk inovasi. Maka sekali lagi yang saya katakan di dunia pendidikan kita butuh upskilling dan reskilling. Bukan pilihan tapi ini bagian dari kebutuhan strategis yang harus kita lakukan. Bapak, Ibu sekalian, sekarang sudah waktunya kita melakukan skilling dan reskilling. Karena ini sekali lagi saya katakan Bapak, Ibu sekalian, tantangan kita depan bukan semakin mudah, tambai semakin sulit. Adanya teknologi bukan juga kita membuat kita menjadi mudah dengan segala permasalahan yang kita hadapi, tapi bagaimana teknologi ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang menggunakan memanfaatkan termasuk kita sendiri. Nah, Bapak, Ibu sekalian, sasaran talenta digital tentu yang diinisiasi oleh BPSDM pada hari ini sangat luar biasa karena program ini kita berharap menyasar kepada seluruh ASN di Indonesia terkhususnya ASN di Jawa Timur. Bagi saya ASN pendidikan karena saya kepala dinas pendidikan yang di mana kita harapkan adalah layanan publik yang lebih cepat dan akuntabel. Jadi kita berharap bahwa apa yang kita lakukan layanan publik ini dengan teknologi yang dulunya mungkin berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan sekarang kita bisa lebih cepat. Urusan kepegawaian untuk para ASN kita ya kita harapkan juga tidak boleh ada yang terlambat lagi. Karena semua bisa dimudahkan dengan berbagai cara yang kita lakukan dengan teknologi. Apalagi kita harus terbuka dengan apa yang kita berikan pelayanan. tidak boleh lagi ada sesuatu yang ditutupi. Begitu juga guru dan kepala sekolah. Pembelajaran adaptif dan relevan dengan kondisi saat ini sudah harus digunakan. Tidak lagi kita menggunakan dengan pelajaran-pelajaran konvensional yang tentu anak-anak kita di generasi gensi sekarang ini sangat sulit kalau kita hanya menyampaikan dengan tekbook gitu. Kita menjelaskan dengan tekbook ya. Padahal mereka sudah visualisasi banget. Jadi mereka kalau membaca harus melihat prosesnya. Kalau mereka ingin memahami mereka harus melihat secara visual. Sekarang generasi gensi seperti ini. Nah, begitu juga peserta didik atau murid kita di berbagai satuan pendidikan. Problem solver bukan sekedar pencari kerja mereka. Jadi mereka itu sekolah belajar bukan hanya tentang bagaimana nanti masa depan mereka mencari pekerjaan, bukan. Tapi bagaimana memproses mereka di dalam proses di satuan pendidikan atau sekolah tentu menjadi dampak bagi mereka. Mereka punya ilmu, berpikirnya mereka lebih taktis karena mereka memahami dengan berbagai macam perjalan perjalanan pembelajaran yang mereka dapatkan dari berbagai guru-guru mereka. Nah, inilah yang mengantarkan mereka bisa lebih berpikirnya kritis, update, dan tentu punya ilmu yang setara dengan apa yang mereka inginkan di tingkatan-tingkatan tertentu, jurusan-jurusan tertentu yang akhirnya berdampak terhadap ee skill mereka, kemampuan mereka sehingga mereka bisa masuk ke kerja. Nah, ini selalu yang menjadi bagian dari ukuran kita, Bapak, Ibu sekalian. Apa sih sebenarnya yang menjadi sasaran talenta digital itu sendiri? Nah, begitu juga di masyarakat budaya belajar sepanjang hayat harus menjadi bagian dari kehidupan kita. Jadi, komitmen kita dengan adanya talenta digital ini jadi bukan hanya terkait dengan digital skill, tapi bagaimana digital impact. Nah, sesuai dengan tema yang kita ee ikuti pada pagi hari ini, Bapak, Ibu sekalian, maka kita berharap bahwa manfaat nyata digital impact ini tentu jika talenta digital tumbuh dampaknya harus jelas. Sekali lagi bahwa jika talenta digital tumbuh dampaknya harus jelas. Layanan publik harus lebih cepat dan transparan. Ini harus kita lakukan, Bapak, Ibu sekalian. Tidak bisa lagi kita tawar-menawar. Keputusan berbasis data tentu juga bukan bagian dari asumsi, tapi menjadi bagian dari kehidupan kita yang real untuk menyampaikan kepada masyarakat berbasis data yang kita miliki dan teknologi akan mendukung itu. Begitu juga SDM unggul dan berdasa global yang kita harapkan. Maka tentu menjadi ukuran bahwa digital impact harus meningkatkan SDM kita. Kita harus unggul di berbagai ee kompetensi. Kita harus bisa berdaya di bersaing dengan dunia global saat ini di mana pun kita berada. Kita tidak boleh kalah karena memudahkan kita dengan adanya digital ini dan mengurangi mismatch terhadap lulusan kita. Kita berharap bahwa lulusan-lulusan kita apakah itu di SMA, SMK mereka bisa mempunyai daya juang yang kuat terhadap basis ilmu yang mereka miliki. Ini bukan teori Bapak Ibu sekalian. ini bukan bagian dari ee kita hanya menerima ilmu terus tidak bisa diterapkan, tidak bisa dimanfaatkan, tapi ini adalah kebutuhan nyata di Jawa Timur dan di seluruh Indonesia yang menjadi bagian konsen kita Bapak, Ibu sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya banggakan, Sobat ASN yang saya muliakan. Tentu tujuan strategis program ini adalah ee kita harus bisa memahami menyiapkan talenta digital secara ee secara dini ya. melalui satuan pendidikan yang kita miliki dari berbagai jenjang kita harus bisa merasakan bahwa bagaimana kita menyiapkan talenta digital ini tentu kita harapkan mulai dari dunia pendidikan ya mulai dari lingkungan sekolah sehingga pada saatnya nanti mereka sudah naik kelas dengan berbagai jenjang yang mereka akan ikut akan raih tentu akan menjadi dampak bagi mereka sudah memahaminya secara dini begitu juga tujuan strategis yang lain adalah menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan kerja digital. Jadi, Bapak, Ibu sekalian tadi kalau saya sampaikan di awal di slide saya bahwa dunia kerja memang banyak yang tutup, banyak yang berhenti, tapi ternyata 5 tahun ke depan lapangan pekerjaan baru juga bermunculan Bapak Ibu sekalian. Terutama bagaimana dengan lapangan pekerjaan yang terkait dengan digitalisasi. Nah, ini tentu akan menjadi tantangan kita, Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana kita mentransformasi budaya kerja yang kita rutinitas atau konvensional sebagai seorang ASN bisa berubah dengan budaya kerja yang saat ini kita hadapi dengan dunia teknologi. Nah, tentu sekali lagi Bapak, Ibu sekalian bagaimana tujuan strategis program ini mewujudkan digital impact ya, terutama di sektor pendidikan agar di sektor pendidikan ini larinya lebih kencang ya. Terus bagaimana mendapatkan ilmu lebih cepat ya, tapi mumpuni bisa dipahami secara mendasar karena dibantu dengan teknologi yang ada. Bagaimana anak-anak kita bisa beradaptasi dengan teknologi bukan memberatkan mereka dengan teknologi tapi bisa memudahkan mereka tapi daya kritis dan analisisnya tetap ada. Nah, ini kan menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab kita, Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana tujuan strategis ini bisa tercapai. Jadi, sekali lagi saya katakan bahwa ini bukan program sesaat. Tapi arah jangka panjangnya tentu menjadi sasaran kita, Bapak, Ibu sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian, selaras dengan arah kebijakan Jawa Timur, tentu talenta digital ee harus mempunyai fondasi yang kuat. Jadi, selalu yang saya sampaikan Bapak, Ibu sekalian, pesan Ibu Gubernur dengan program Jatim Cerdasnya bahwa dengan talenta digital ini pendidikan harus bisa berdampak. berdampak siapapun bagi insan pendidikan, masyarakat tentu harus berdampak yang tadi saya sampaikan di awal guru harus berdampak, murid harus berdampak, kepala sekolah harus berdampak, masyarakat juga harus berdampak sehingga pendidikan Jawa Timur ini tidak boleh saja sifatnya reaktif, tapi aktif di dalam prosesnya. Jadi, bagaimana proaktif ini menyiapkan masa depan dengan proses pendidikan yang sudah kita siapkan dari awal. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati, saya banggakan. Cukup banyak yang saya sampaikan ini. Tentu mudah-mudahan Bapak, Ibu sekalian di tengah aktivitas yang cukup padat, yang luar biasa, yang tentu Bapak, Ibu sekalian mungkin sambil bekerja, sambil ee mendengarkan atau menyaksikan webinar ASEAN belajar ini. Mudah-mudahan Bapak, Ibu sekalian bisa lebih memahami apa yang saya sampaikan, terutama teman-teman kita yang ada di dunia pendidikan. Ee ada motivasi yang bisa saya sampaikan kepada Bapak Ibu sekalian. Talenta digital ini bukan tentu siapa yang paling mahir dalam teknologi. Saya selalu mengatakan ee kita tidak perlu sombong dengan kehebatan kita, dengan kemahiran kita menggunakan gadget, menggunakan ee laptop, tab, dan lain-lain. Tapi apakah sekali lagi teknologi yang kita miliki, yang kita ee ketahui, yang kita mungkin menjadikan kita cerdas terhadap teknologi itu sendiri sudah memberikan manfaat bagi orang lain? Nah, itu akan menjadi pertanyaan kita semua Bapak, Ibu sekalian. Nah, bagi saya, Bapak, Ibu sekalian, kalau Bapak, Ibu sekalian sudah mahir dengan teknologi, memahami dengan teknologi, sudah bisa menggunakan teknologi secara benar dan bermanfaat, tentu bisa harus berdampak bagi lingkungan kita. Terutama pendidikan Jawa Timur harus bisa menyiapkan ini dari guru, oleh guru, bersama ASN untuk masa depan generasi kita. Nah, dari webinar ini ASN belajar seri ketiga, saya ingin menyampaikan bahwa gerakan nyata yang dilakukan webinar ini sangat luar biasa. ASN belajar harus ASN berdampak. Artinya setelah kita belajar berproses mengetahui apa yang disampaikan oleh narasumber, tentu kita ingin bahwa apa yang kita lakukan dengan ASN belajar ini, dengan webinar ini, kita bisa mer-review apa yang disampaikan oleh para narasumber sehingga nanti ASEN kita semua bisa berdampak bagi orang lain. Begitu juga guru adaptif setelah mereka mempunyai proses dengan mata pelajaran yang mereka ee ampuh saat ini, tentu mereka bisa lebih aktif [tertawa] di dalam prosesnya. Bagaimana murid bisa lebih kreatif, inovatif di dalam menangkap mata pelajaran yang diberikan oleh Bapak, Ibu sekalian sehingga murid lebih kompetitif. Ini yang menjadi tugas kita, Bapak, Ibu sekalian. Sekolah juga bergerak. Jadi saya yakin dengan sekolah bergerak Jawa Timur semakin maju. Nah, webinar ini bukan akhir dari seluruh proses kita belajar, tetapi awal dari perubahan-perubahan kecil di unit kerja-kerja kita masing-masing di manapun Bapak, Ibu sekalian, termasuk para guru, kepala sekolah, insan pendidikan, tenaga pendidikan, tentu ini akan menjadi perubahan yang kecil, kecil kecil akhirnya berdampak besar bagi ee di mana pun yang kita tugas, di mana pun kita berada sebagai bagian dari ee tugas kita sebagai ASN. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang saya banggakan, mari kita buktikan bahwa ASN bukan sekedar pelaksana aturan, tetapi penggerak perubahan. Belajar hari ini adalah investasi, Bapak, Ibu sekalian. Sangat mahal, sangat sulit sekarang di dunia di
Resume
Categories