ASN Belajar Seri 3 | 2026 - From Digital Skill To Digital Impact
dtvNrxepYm8 • 2026-01-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[musik]
Zaman yang terus [musik] bergerak,
sambut dengan penuh.
Semangat.
Saatnya [musik]
kita melangkah.
Hadapi segala [musik]
tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi [musik]
untuk pelayanan berdampak.
Bersama [musik]
ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu [musik] inisiatif dan
kolaboratif.
untuk inovasi yang berkelanjutan
[musik] menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia [musik] emas
ASN belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi [musik] ASN cetar berkualitas Kita
belajar wujudkan
pemerintahan [musik]
berkelas dunia
tukang tekad pantang
jadi ASN cepat berkualitas
[musik]
sama
[musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
[musik] Barlah kami junjung teguhkan
diri
dan jadikan pedoman [musik]
serta kekuatan.
hadir di sini untuk [musik] mengabdi
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Berentas [musik]
melayani bangsa dengan akuntabilitas
[musik] tinggi.
Ho.
Kami dari sini sukses dengan [musik]
hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani [musik] bangsa loyal tanpa
batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng [musik] tangan satu tujuan
untuk menjadikan [musik]
ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami [musik]
melayani
bangsa
[musik]
Kami dari sini tegas dengan hati [musik]
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
[musik]
loyal tanpa batasnya
[musik] dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan untuk
menjadikan ASN lebih [musik] beragam
mengerjas sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan mengang [musik] kami
melayani
dengan bangan kami melayani
[musik] dengan mengang Kami melayani
bangsa
[musik]
H
[musik]
satu orang telah yaitu 30 orang.
Kemudian untuk enggak butuh pelatihan
itu dan mungkin [musik] setelah lulus
dari situ dia enggak nyambut gawe
perkara pelatihan itu.
Pokoke sing nganggur sopo sing rosok
bener ning kantore sopo supaya lumayan
dia enggak di kantor selama seminggu.
Nah itu dikirim. Maka waktu itu
kalian
semuanya
kalau ini
[musik]
termasuk makan
[musik]
Terus selama setahun tuh aku wis ngerti
ilmune terus aku produknya opo? Nah,
saya itu sambil nyari-nyari
ada karena saya cerita saya cerita
ngobrol enggak apaapa ini ya
kadangnya dibeling gitu
untung ada lese jadinya enggak [musik]
itu hari ini kita berada di salah satu
PNI Rp di Kota Yogyakarta. Kebetulan ee
[musik] nama tempatnya adalah tahu
memproduksi keripik rumput laut yang
[musik]
ee unik
sama kemudian [musik] ee tempatnya juga
benar-benar dipering di rumah ya, Mas.
Iya. Kemudian ini juga banyak variannya,
olahannya kita di sini juga ee
mendapatkan banyak informasi dari mulai
ee
pengadaan bahan, produksinya juga
seperti apa, terus ketika ada keluhan
dari pelanggan juga cara penanganannya
seperti apa sudah dijelaskan
semuanya lengkapnya
produknya juga bersih, kemudian bahannya
juga berkualitas ya, Mas. Rasanya juga
enak.
Rasanya juga enak.
[musik]
Saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di
Yogyakarta. ee untuk peninjauan proses
produksinya sedang berlangsung dengan
teman-teman dan ee tadi sempat melihat
bahwa proses produksinya juga sangat
rapi, sangat bersih sesuai prosedur
keamanan pangan kita. Kemudian juga
bahan-bahannya juga ternyata sangat
berkualitas makanya ee produk yang
dihasilkan juga sangat berkualitas gitu.
Ali
[musik] nanti ada yang moderator
sekaligus kalau nanti sudah ada yang
melampi langsung pulang
komposisi bahan yang digunakan pada
usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini
Bapak kami datang [musik]
ke
servis pengembangan kompetensi
Kabupaten
[musik] kemarin ada legendaran Bapak Ibu
sekalian ya. Terima kasih panitia ke
depan.
[musik]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita [musik]
melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap [musik]
kompetensi
untuk pelayanan berdampak. [musik]
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan [musik] SDM unggul berprestasi.
Selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
[musik]
menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar [musik]
wujudkan pemerintahan
berkelas dunia. Satukan [musik] tekad
pantang menyerah
jadi ASN cetar berkualitas.
[musik]
Belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad [musik]
pancang
jadi ASN cepat berkualitas
[musik]
sama
[musik]
Perbedaan Bapak
namanya mulai 2015 persisnya Januari
2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa
Timur ya. Jadi sampai sekarang
ya ee banyak pernak-perniknya
terutama di perencanaan dan penganggaran
Bapak Ibu. Oke. Karena dia berpikir ya
ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana
gitu kan.
fungsional ya seperti yang Anda lihat
selama ini kan guru
atau di bidang kesehatan atau ya selesai
[musik]
dan ee
apa luxurious
ee kemewahan
wibawa
yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu
sudah
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari
Bapeda Kabupaten Bojonegoro.
Kami adalah salah satu perwakilan dari
peserta diklat perencanaan dan
penganggaran angkatan pertama tahun 2024
di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
E kesan kami selama mengikuti ee
pelatihan ini yang pertama bahwa diklat
perencanaan penganggaran ini sangat
berarti bagi kami para perencana
utamanya yang berangkat bukan dari
perencana murni namun dari hasil
penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang
perencanaan dan penganggaran dalam arti
praktis sangat terbatas. Melalui diklat
yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur
ini, kami merasa terbantu dan
mendapatkan pengetahuan serta
keterampilan yang memang dibutuhkan
dalam kompetensi [musik] sebagai
perencanaan. dalam hal penyelenggaraan
diklat. Kami memberikan apresiasi dan
rasa terima kasih kepada BPSDM yang
telah melayani kami dengan sangat baik,
sangat profesional, [musik] dan tentunya
ke depan kami berharap
perbaikan-perbaikan ini akan terus
dilakukan sehingga membawa manfaat bagi
seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur.
Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa
Timur.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti,
peserta Diklat Perencana dan
Penganggaran
Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima
kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan
BAPENAS dalam meningkatkan kompetensi
kami dalam sebagai perencana untuk
mendukung pembangunan kabupaten kota
dengan fasilitas dan narasumber yang
berkualitas menjadikan kami ASN yang
berkompeten dan profesional. Semoga ke
depan [musik]
segala yang kita terima dalam pelatihan
ini menjadikan kami ASN yang
meningkatkan pembangunan daerah menjadi
pembangunan yang maju dan menjadikan
Indonesia emas. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. BPSDM luar biasa.
Latang perencanaan dan penganggaran
angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa
Timur tahun 2024.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat Kepala ee BK BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu
seluruh panitia dan teman-teman peserta
pelatihan bencanaan dan penganggaran.
pertama dan ketiga [musik] indikator
kinerja
itu kan aneh banget indikator kinerja
itu
secara resmi saya nyatakan diakhiri
terima kasih
[tepuk tangan]
berencana
terus bermti
maju
BPSD
juara.
Terima kasih.
[musik]
ke dalam satu SKBT saja. misalkan
ee
tempat itu sendiri pun sebenarnya sudah
kitaasi e setelah kita masuk seperti ini
walaupun kita
ya rasnya [musik]
ya yang lain
itu tata kelola pemerintah yang adui di
mana di sini sasaran kita pemerintahan
yang berbasis elektronik
iya ee permisi Pak lompat ee yang
berdiri dari Buwi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan
saya Ahmad Nur, [musik]
peserta pelatihan perencanaan dan
penganggaran angkatan 2 [musik]
tahun 2024
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenap.
Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan
perencanaan ini banyak ilmu dan
pengetahuan baru yang kami dapat
terutama
dari
pegawai yang memang bukan kompetensi
sebagai perencana tapi ditugaskan untuk
melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal
yang luar [musik] biasa. kami
mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang
sangat bermanfaat. Sekali lagi terima
kasih saya sampaikan kepada BPSDM.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan
maju.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Vina Nurilihi, peserta
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan [musik] 2 Provinsi Jawa Timur
tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda,
Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani
pelatihan ini, [musik]
saya merasa mendapat banyak sekali
ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang
dapat saya gunakan untuk
menyusun [musik]
dokumen perencanaan yang ada di
kabupaten
agar dapat mewujudkan Indonesia Emas
tahun 2045.
Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan
Bapak Ibu Widya Iswara yang telah
men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan
yang sangat bermanfaat bagi kami
perencana. Semoga pendidikan dan
pelatihan ini akan terus berlanjut pada
tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara,
BPSDM [musik] maju, BPSDM keren. Terima
kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang terhormat ee [musik] Ibu kelas,
yang terhormat juga pendamping kelas
Bapak Udin. Yang terhormat ee [musik]
Ibu dari perwakilan bidang pembahan di
sini. Maaf
mohon maaf. Yang terhormat ee
rekan-rekan semuanya [musik]
dari kabupaten kota di seluruh Provinsi
Jawa Timur dan dari perwakilan [musik]
ee perangkat daerah di Jawa Timur.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kita semua shalom. [musik] Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan.
Yang saya hormati setia
saya juga lupa padahal dulu beliau juga
ee staf [musik] di waktu saya menas
kepala bidang.
Ee yang saya hormati
para
ee teman-teman
penyelenggara, panitia
dan wabil khusus para peserta tingkat
perencanaan dan penganggaran pola divisi
antara dewan pemerintah provinsi [musik]
Jawa Timur.
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan du
ye ye.
[musik]
[musik] Zaman yang terus bergerak.
Sambut [musik] dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah. [musik]
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan [musik] setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
[musik]
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong [musik]
Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan pemerintahan
[musik]
berkelas dunia satukan tekad pantang
[musik] menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas [musik] dunia
tunjukkan tekad pancang
jadi ASN
[musik]
cepat berkualitas
sama
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Halo, selamat pagi sobat
ASN di seluruh penjuru Nusantara yang
pada pagi hari ini sudah bergabung dalam
Zoom meeting maupun live YouTube di
BPSDM Jatim TV. Senang sekali kembali
saya Fan Patriia yang akan memandu acara
ASN webinar seri ketiga pada hari ini.
Dan tentu saja ingin menyapa kepada
seluruh ASN yang baru saja bergabung
tentu saja di ASN belajar seri 3 tahun
2026 persembahan Corpu SDJIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN,
perkembangan teknologi digital yang
sangat pesat telah membawa perubahan
signifikan dalam tata kelola
pemerintahan dan pelayanan publik.
Aparatur Sipil Negara ASN dituntut tidak
hanya memiliki digital skill, tetapi
juga mampu mentransformasikan kemampuan
tersebut menjadi digital impact yang
nyata bagi masyarakat dan organisasi.
Penguasaan teknologi digital oleh ASN
menjadi salah satu kunci untuk
meningkatkan efektivitas kerja, kualitas
layanan publik, serta daya saing bangsa
di tingkat global. Oleh karena itu,
pengembangan talenta ASN digital yang
adaptif, inovatif, dan berorientasi pada
hasil tentunya ini menjadi kebutuhan
strategis dalam mendukung visi Indonesia
berdaya saing global. Sebagai upaya
peningkatan kapasitas dan wawasan ASN di
bidang digital, BPSDM Provinsi Jawa
Timur mempersembahkan webinar ASN
Belajar seri 3 dengan tema From Digital
Skill to digital impact, talenta ASN
Digital untuk Indonesia, berdaya saing
global.
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
Belajar seri 3 tahun 2026 hari ini,
marilah kita dengarkan bersama opening
speech yang akan disampaikan oleh Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak
Dr. Ramlianto, S.P.MP.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. [musik]
Salam sehat dan salam sejahtera untuk
kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam ruang belajar
bersama webinar series ASN belajar
[musik] persembahan Jatim Corporate
University, Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi [musik] Jawa
Timur.
Forum pengembangan kompetensi ASN ini
merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk
menjaga semangat pembelajaran ASN agar
tetap menyala dan berkelanjutan di
tengah arus tugas pengabdian yang
[musik] semakin kompleks.
Sahabat HN, tema yang kita angkat pada
seri ketiga tahun 2026 ini adalah From
Digital Skill to [musik] digital impact,
talenta SN digital untuk Indonesia
berdaya saing global. [musik]
Tema ini adalah sebuah penegasan bahwa
transformasi digital yang kita lakukan
tidak cukup berhenti pada penguasaan
teknologi. Digitalisasi baru akan
[musik] bermakna ketika keterampilan
digital bertransformasi menjadi dampak
nyata bagi kinerja [musik] organisasi,
kualitas pelayanan publik, dan daya
saing bangsa di tingkat global.
Dalam konteks inilah [musik] ASN
dituntut tidak hanya melek digital,
tetapi cakep digital, mampu [musik]
memanfaatkan teknologi secara strategis,
etis, dan berdampak.
Sobat [musik] ASN di seluruh tanah air,
saat ini kita hidup di sebuah era di
mana dunia bergerak dengan kecepatan
digital. Data mengalir tanpa henti,
teknologi berkembang melampaui batas
ruang dan waktu. Dan kecerdasan buatan
mulai mempengaruhi cara kita belajar,
cara kita bekerja, dan cara kita
mengambil keputusan.
Di era ini, daya saing bangsa tidak lagi
ditentukan semata [musik] oleh kekayaan
alam, tetapi juga oleh kualitas talenta
digital manusianya.
Indonesia tentu membutuhkan kesiapan
talenta digital yang dibangun secara
sistematis dan berkelanjutan. Dimulai
sejak bangku sekolah. diperkuat [musik]
di perguruan tinggi dan dimatangkan
dalam dunia kerja termasuk di dalam
birokrasi pemerintahan.
Karena masa depan bangsa ditentukan oleh
sejauh mana kita mampu menyiapkan
generasi yang [musik] tidak hanya mampu
menggunakan teknologi, tapi juga
memahami, mengelola, [musik]
dan memanfaatkan secara bijak dan
bertanggung jawab disertai oleh komitmen
yang tinggi untuk [musik]
makin memberikan kemaslahatan kepada
masyarakat.
Sobat ASN, dalam posisi inilah aparatur
Sipil Negara memegang peran strategis.
ASN bukan hanya pengguna sistem digital,
tapi penggerak ekosistem transformasi
digital. [musik]
ASN adalah jembatan antara teknologi dan
kebijakan, antara sistem dan pelayanan
publik, antara inovasi dan kepentingan
masyarakat.
Talenta digital ASN bukan sekedar mampu
mengoperasikan aplikasi atau memahami
perangkat teknologi. [musik] Ia harus
memiliki kapasitas berpikir digital,
mampu membaca data, memahami pola,
memanfaatkan [musik]
teknologi untuk memecahkan persoalan
publik, serta mengintegrasikan inovasi
digital ke dalam proses [musik]
pemerintahan secara etis dan strategis.
Namun tentu saja harus menjadi kesadaran
kita bersama bahwa digital skill tanpa
arah yang jelas [musik] hanya akan
melahirkan rutinitas baru. Karena itu
[musik] yang kita dorong hari ini adalah
digital impact. Bagaimana teknologi
benar-benar menghadirkan perubahan,
pelayanan publik yang lebih cepat dan
inklusif, kebijakan yang lebih presisi,
serta birokrasi yang lebih adaptif dan
responsif terhadap kebutuhan
masyarakatnya.
Shabat ASN di seluruh tanah air melalui
ASN belajar seri ketiga tahun 2026 ini,
kita ingin menegaskan bahwa [musik] ASN
adalah talenta bukan sekedar operator
sistem. ASN adalah aktor perubahan
digital yang dituntut terus belajar,
beradaptasi, [musik]
dan bertumbuh.
Ketika talenta digital ASN tumbuh kuat,
[musik]
maka transformasi digital tidak berhenti
sampai agenda, tapi menjelma menjadi
budaya kerja birokrasi.
Pada akhirnya, daya saing global
Indonesia sangat ditentukan oleh
kualitas talenta digitalnya, termasuk
[musik] talenta digital ASN. Dari ASN
yang cakap digital akan lahir kebijakan
yang cerdas. Dari kebijakan yang [musik]
cerdas akan tumbuh pelayanan publik yang
berdampak dan dari pelayanan publik yang
berdampak akan [musik] menguat
kepercayaan serta posisi Indonesia di
panggung global.
Sobat ASN di seluruh tanah air,
kehadiran para narasumber hebat kali ini
akan semakin [musik] memberikan wawasan
yang luas dan makin memantapkan langkah
pengabdian kita sebagai ASN [musik]
Indonesia. Atas nama BPSDM Provinsi Jawa
Timur, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi [musik] setinggi-tingginya
kepada pertama Bapak Dr. Aris Agung
[musik] Paiwai, SSTP, M.M. Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang
beberapa hari lalu [musik] telah sukses
meluncurkan program pengembangan talenta
digital di lingkungan pendidikan di Jawa
Timur bersama Kementerian Komunikasi dan
Digital Republik [musik] Indonesia.
Kedua, terima kasih dan apresiasi kami
kepada Ibu Dr. Meitiana Indrasari, ST,
SM., M.M. dari Balai Pengembangan Sumber
Manusia dan Penelitian Komunikasi dan
Informatika Kementerian Komidi Surabaya.
Dan ketiga, apresiasi dan terima kasih
kami kepada Bapak [musik]
Sabriansyah Diska Akbar, ST, Master
Engineering, PhD. [musik] Beliau adalah
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Surawijaya
yang beberapa waktu yang lalu [musik]
telah sukses meluncurkan Artificial
Intelligence Talent Factory atau AITF
[musik]
bersama Kementerian Komunikasi dan
Digital Republik Indonesia.
Kehadiran para narasumber hari ini
menegaskan bahwa ASN belajar bukan
sekedar [musik] forum diskusi, tapi
ruang strategis untuk menyatukan visi,
menyelaraskan kebijakan, dan memastikan
bahwa pembelajaran benar-benar
bertransformasi menjadi kinerja dan
dampak nyata. [musik] Nah, Sobat ASN di
seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ketiga tahun 2026. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP. Dan sebelum kita
lanjut ke sesi berikutnya, kami
informasikan terlebih dahulu bahwa saat
ini Sobat ASN sudah dapat melakukan
presensi pada laman semesta Bangkom.
Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada
running teks yang ada di bawah, kolom
chat Zoom dan juga pinchat YouTube BPSDM
Jatim TV.
Tibalah saatnya kita menyapa narasumber
kita yang pertama yang luar biasa sekali
di tengah-tengah kesibukannya pada hari
ini. Beliau dapat menyapa kita secara
online kepada seluruh sobat ASN di
seluruh penjuru daerah yang ada di
Nusantara, yaitu Bapak Aris Agung Paaiwa
selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Timur. Berikut saya akan
informasikan profil singkat beliau
dengan bangga. Di mana beliau ini lahir
di Makassar pada 17 April 1976 meraih
pendidikan terakhir S3 di Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Indonesia jurusan Ilmu
Manajemen tahun 2023. di mana saat ini
juga menjabat sebagai Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur mulai
tahun 2023 hingga sekarang dan juga
pernah menjabat sebagai PJ Walikota Batu
periode 2023 hingga 2025.
Tentunya sebagai salah satu warga Jawa
Timur, kami bangga sekali memiliki
beliau begitu menjadi satu bagian dari
Provinsi Jawa Timur dengan prestasi yang
sangat banyak sekali. Beliau pernah
mendapatkan prestasi tokoh inspiratif
provinsi peraih prestasi terbaik aksi
2024. Kemudian Kepala Daerah Pendukung
Pariwisata terbaik Gubernur Jawa Timur
tahun 2024. Wisudawan terbaik program
studi strata 3 ilmu manajemen indeks
prestasi kumulatif IPK tertinggi dan
masa studi tercepat tahun 2023. Juga
pernah meraih kategori nasional tokoh
pengembangan SDM ASN Jatim di tahun
2023. meraih peringkat satu terbaik pada
pelatihan kepemimpinan administrator PKA
di Badan Diklat Provinsi Sulawesi
Selatan serta meraih peringkat dua
terbaik pada pelatihan kepemimpinan
nasional tingkat satu di Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
di Jakarta dengan penugasan luar negeri
yang telah beliau pernah lakukan yaitu
di Singapura, Malaysia, Austral,
Inggris, Skotlandia, Jerman, Prancis,
Italia, Belanda, Korea Selatan hingga ke
Afrika Selatan. Dengan pengalaman yang
mumpuni ini, tentu saja tidak sabar kita
langsung menyapa narasumber kita yang
pertama Bapak Dr. Aris Agung Paiwai,
SSTP, M.M.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Pak Aris.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni.
Baik, lama tidak berjumpa. Sehat, Bapak
hari ini?
Sehat, Mbak. Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Terima kasih banyak,
Bapak di waktu yang cukup padat pada
hari ini menyempatkan untuk dapat
berbagi ilmu kepada semua sobat ASN di
webinar seri ketiga. Untuk waktu kami
silakan Bapak,
ya. Terima kasih Mbak Fani.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi dan salam
sejahtera untuk kita semua. Bapak, Ibu
ASN yang saya hormati dan saya
banggakan.
Yang saya kalau menyebutnya kalau di
webinar ASN belajar itu sobat ASN.
Tentu saya berterima kasih pada momentum
yang luar biasa ini ee diundang untuk
hadir bersama-sama kita semua di webinar
ASN belajar seri ketiga yang
dilaksanakan oleh Corporate University
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Tentu juga saya ingin menyapa ee para
narasumber pada kesempatan yang
berbahagia ini. Ada Ibu Dr. Meteana
Indrasari, ada Bapak Sabriansyah Rizki
K. Akbar yang dari Universitas Brawijaya
Malang. Dan tentu Bapak, Ibu sekalian
yang saya banggakan. Hari ini tentu kita
tidak sekedar mengikuti webinar ASN
belajar seri ketiga. Tentu dengan hal
yang lain, dengan hati yang senang dan
bahagia, pikiran yang terbuka, lebih
fresh karena masih pagi, tidak perlu
harus langsung kita merasakan bahwa ada
yang kurang dari kita tentang teknologi.
Ada yang mengatakan bahwa saya belum
menguasai teknologi, saya belum mahir
teknologi. Tidak perlu kita merasa
seperti itu karena memang teknologi
adalah bagian dari membantu proses kita
untuk membantu pelayanan pelayanan yang
kita lakukan di mana pun kita berada.
Yang penting sebenarnya Bapak Ibu
sekalian ee kita hadir sebagai
pembelajar artinya ada keinginan yang
kuat, ada keinginan yang tinggi dari
kita ingin belajar, ingin mengembangkan
potensi yang kita miliki terutama untuk
mendukung di dalam proses pelayanan di
mana kita bertugas. Apakah kita sebagai
guru ASN di bidang pendidikan yang
lainnya atau kita ASN di pemerintahan
secara langsung. Karena itu ASN yang
terus belajar adalah ASN yang tentu akan
jadi bagian relevan dari kehidupan
sekarang ini. Di mana kita tahu bahwa
perubahan dunia begitu cepat luar biasa.
Hari ini kita menggunakan handphone atau
gadget yang kita pegang. Bisa saja 1
minggu ke depan, 1 bulan ke depan akan
ada berubah yang sangat luar biasa.
Begitu juga teknologi yang tidak bisa
kita hindari. Tema kita hari ini bukan
sekedar bagaimana digital skill, tapi
digital impact. Sesuai dengan tema yang
diangkat oleh hari ini ya oleh BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Bagaimana kita
mengetahui bahwa siapa yang paling
pintar atau menguasai IT, tetapi siapa
juga yang menggunakan teknologi itu
memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi
bukan siapa yang pintar secara ee
komprehensif saja, tapi bagaimana kita
bisa melihat bahwa teknologi itu bisa
berdampak bagi lingkungannya atau bagi
masyarakat atau bagi ASN yang memberikan
pelayanan. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang
saya hormati, saya banggakan. Eh, saya
mengawali from digital skill to digital
impact di mana di slide saya pertama ini
menegaskan satu pesan penting bagi kita
semua. Di slide pertama adalah
penguasaan teknologi
saja yang kita lakukan saat ini tentu
tidak cukup Bapak Ibu sekalian. Jadi
kita menguasai gadget yang kita pegang,
laptop yang kita pegang, komputer yang
kita gunakan, atau mungkin media-media
lain yang memang menggunakan teknologi.
Tapi bukan itu yang menjadi bagian dari
ikhtiar kita, keinginan kuat kita. Tapi
masih banyak dari hal itu yang bisa kita
lakukan. bagaimana mengisi aplikasi,
mengolah data menggunakan berbagai
platform digital itu bukan hanya bagian
dari proses yang tentu yang akan kita
lakukan di kehidupan kita sehari-hari
sebagai seorang ASN. Tadi Pak Kepala
BPSD menyampaikan kalau kita tahu
melagi,
tapi kalau kita tidak bisa
memanfaatkannya dengan maksimal akan
menjadi bagian dari rutinitas itu
sendiri. Nah, tentu ada pertanyaan yang
sangat luar biasa ya bagi kita semua.
Apakah semua ini bisa berdampak? Digital
impact itu berarti harusnya teknologi
membantu apakah guru mengajar lebih
tepat, membantu kepala sekolah bisa
mengambil keputusan lebih cepat atau
membantu ASN bisa melayani publik dengan
transparansi. Nah, itu yang dimaksud
digital impact yang kita harapkan bahwa
apa yang kita kuasai, apa yang kita
miliki, ilmu kita yang kita pelajari
tentu bisa berikan berdampak bagi
lingkungan kita atau orang-orang yang
kita layani. Nah, Bapak, Ibu sekalian
yang saya hormati, saya banggakan di
slide berikutnya
di slide kedua Bapak Ibu sekalian bahwa
dari
bisa digital atau berdampak terhadap
digital itu sendiri tentu di sini kita
bisa bedakan dua hal yang penting. Yang
pertama adalah digital skill. Artinya
kita bisa menggunakan teknologi itu.
Terus yang kedua adalah digital impact.
teknologi yang menyelesaikan masalah
publik. Nah, tentu ini akan menjadi
bagian dari bagaimana kita bisa melihat
menghadapi berbagai ee pekerjaan yang
tentu lebih bermakna. Nah, Bapak Ibu
sekalian tentu saya akan menyampaikan
bagaimana kita bisa melihat arah
kebijakan pendidikan Jawa Timur menuju
pendidikan yang berdampak. Ini sudah
dikomitmenkan oleh Ibu Gubernur Jawa
Timur. Setiap beliau melaksanakan
kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan,
beliau selalu menyampaikan bahwa program
Jatim Cerdas intinya adalah pendidikan
yang berdampak. Di mana pendidikan
berdampak itu artinya secara besar garis
besarnya adalah mewujudkan SDM yang
unggul dan berdaya saing. Di sini kita
bisa melihat fokus utamanya adalah
penguatan STEM, vokasi, link and match
dengan dunia industri, bagaimana
nilai-nilai karakter dan kebangsaan
dikuatkan bagi para murid-murid kita.
Dan tentu tidak kalah penting adalah
bagaimana bisa berdampak nyata terhadap
apa yang kita lakukan, apa yang kita
berikan terhadap ilmu yang kita miliki
saat ini dengan teknologi yang ada. Nah,
tentu semua itu Bapak, Ibu sekalian
berbasis kepada kompetensi karakter yang
dimiliki. Di mana, Bapak, Ibu sekalian
karakter yang dimiliki itu tentu yang
kita pelajari, yang kita dapatkan di
lingkungan pendidikan termasuk bagaimana
hasil dari pembelajaran itu bisa
terhubung dengan dunia nyata yang akan
kita ee hadapi dan tentu menjadi
tantangan kita sendiri. Nah, Bapak, Ibu
sekalian di prinsip pendidikan ini tentu
kita berharap bahwa apa yang menjadi
pendidikan yang kita pelajari, yang kita
dapatkan ilmu di dalam proses pendidikan
di ruang-ruang pendidikan, apakah itu di
sekolah, di perguruan tinggi ataupun di
dunia kerja itu sendiri, tentu kita
berharap bahwa ini ada keberlanjutan.
Apakah keberlanjutan di bagian dari
pelayanan publik kita sendiri atau
memang keberlanjutan terhadap tugas dan
tanggung jawab kita sebagai seorang ASN.
Nah, kembali lagi saya menyampaikan
bahwa di sini kita membedakan dua hal
penting yang perlu kita bicarakan yaitu
digital skill bagaimana kita bisa
menguasai teknologi. Yang kedua adalah
digital impact. Teknologi menyelesaikan
masalah publik. Artinya setiap
permasalahan yang kita hadapi yang
diinginkan oleh masyarakat untuk bisa
terpecahkan, maka itulah solusi yang
bisa kita gunakan. Maka teknologi
menjadi wadah sarana yang bisa
mempercepat proses itu. Nah, kita
harapkan tantangan ini bukan lagi bisa
atau tidak bisa tentang IT ya, Bapak,
Ibu sekalian. Tetapi apakah teknologi
itu ini bisa membuat pekerjaan kita
lebih bermakna? Bisa menjadi contoh
Bapak Ibu sekalian. Nah, contohnya ASN
sudah bisa menginput data, tapi data itu
belum bisa dipakai sebagai bagian dari
kebijakan. Kenapa? Karena kita tidak
bisa mengimplementasikan.
Contoh lagi yang lain, guru pakai plafon
digital tapi belum bisa mengerubah cara
mereka mengajar tapi tetap masih
mengajar secara konvensional. Padahal
sudah ada plafon digital yang bisa
digunakan, dimanfaatkan sehingga
media-media ini bisa membantu para
guru-guru kita untuk berproses belajar
mengajar dengan para murid kita sehingga
lebih paham, lebih mengerti, lebih cepat
untuk bisa terserap ilmunya. Nah, ini
kan juga menjadi tantangan tersendiri.
Nah, ada lagi tugas kita adalah
bagaimana kita mengubah
kebiasaan-kebiasaan lama menjadi
praktik-praktik baru yang berdampak bagi
masyarakat dan juga tentu kalau dunia
pendidikan berdampak terhadap proses
pendidikan itu sendiri. Nah, Bapak Ibu
sekalian di slide berikutnya talenta
digital dalam konteks ASN dan
pendidikan. Saya berbicara tentang
konteks bagaimana ASN pendidikan dan
pendidikan itu sendiri karena kebetulan
saya kepala dinas pendidikan. Bapak, Ibu
sekalian yang lain mohon maaf ee saya
bagian dari apa yang saya tahu, saya
pahami di dalam proses ini di mana
talenta digital bukan saja sebagai
bagian dari profesi, tapi cara berpikir
kita, Bapak, Ibu sekalian, dan cara
bekerja kita. Kita ingin talenta digital
ini adalah mereka yang mampu menguasai
penyelesaian berbagai permasalahan yang
dihadapi.
Artinya apa yang mereka dapatkan, apa
yang mereka alami, dan apa yang mereka
menjadi bagian dari tugas dan itu
menjadi permasalahan yang harus
dipecahkan. maka tentu teknologi bisa
menjadi bagian dari percepatan
penyelesaian masalah itu dengan
tergantung dengan ASN itu sendiri apakah
dia mampu menggunakan atau memanfaatkan
teknologi yang sekarang ini ada di
hadapan mereka. Yang kedua, tentu
mengambil keputusan yang berbasis data.
Ini sangat penting Bapak, Ibu sekalian.
Tidak ada keputusan yang benar tanpa
berbasis data yang tepat. Apabila kita
ingin mengambil keputusan yang tentu
bisa bermanfaat, tidak merugikan orang
lain, maka tentu kita berharap keputusan
itu berbasis data yang valid. Bapak, Ibu
sekalian, bagaimana menemukan data yang
valid? Sekarang ini teknologi sangat
luar biasa. Semua data bisa tersimpan
dengan rapi. Semua data bisa tersusun,
tersistematis dengan baik. Nah, maka itu
yang bisa kita gunakan sebagai bagian
dari media Bapak, Ibu sekalian untuk
berproses di dalam penerapan talenta
digital yang berdampak bagi tugas dan
tanggung jawab kita. Nah, Bapak, Ibu
sekalian yang saya hormati, begitu juga
bagaimana meningkatkan mutu pelayanan.
Dulu kita kesulitan, Bapak, Ibu
sekalian, bagaimana kita mempercepat
tugas dan tanggung jawab kita di dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat
atau terutama pelayanan terhadap bidang
pendidikan. Tapi dengan adanya
teknologi, tidak ada sesuatu yang tidak
mungkin yang bisa kita selesaikan dengan
tepat, cepat, dan efisien. Karena
teknologi memudahkan kita. Apalagi
hal-hal yang mungkin Bapak, Ibu sekalian
sulit untuk menelaasah secara ee nalar
Bapak, Ibu sekalian, maka tentu Bapak,
Ibu sekalian bisa memanfaatkan teknologi
ini untuk lebih meningkatkan mutu dari
pelayanan Bapak, Ibu sekalian. Apakah
sebagai guru, kepala sekolah, tenaga
kependidikan di dalam proses di satuan
pendidikan Bapak, Ibu sekalian mau
mungkin juga pelayanan-pelayanan publik
lainnya. Nah, tentu teknologi ini juga
sebagai talenta digital menciptakan
nilai tambah. Jadi, Bapak Ibu sekalian,
dulu kita sulit sekali untuk mempercepat
apa yang menjadi proses tanggung jawab
kita. Apakah ee tugas tanggung jawab
yang dibebankan dari pimpinan kepada
kita atau memang tugas kita sebagai
bagian dari ee tanggung jawab yang kita
laksanakan sangat sulit untuk bisa kita
mengimprovisasi
karena dulu kita melakukan secara
konvensional. Tapi dengan adanya
teknologi ini menambahkan nilai apa yang
sudah kita kerjakan, apa yang akan kita
kerjakan bisa tersusun dengan
sistematis,
lebih form ya, dan tentu lebih settle
dengan apa yang kita kerjakan. Nah,
implementasi nyatanya Bapak, Ibu
sekalian, saya bisa menggambarkan kepada
Bapak Ibu sekalian. Contoh kepala
sekolah sekarang ini kan tidak sulit
lagi untuk membaca dashboard kehadiran
hasil dari proses pembelajaran langsung
bisa intervensi kepala sekolah.
Ini sangat nyata sekali dari
implementasi yang bisa kita wujudkan di
lingkungan satuan pendidikan. Jadi kalau
kepala sekolah dulu sulit sekali
bagaimana mengetahui proses pembelajaran
yang ada di kelas-kelas. Guru harus
melaporkan secara konvensional atau
mendapatkan laporan atau review yang
dilakukan mungkin setiap bulannya. Tapi
dengan adanya dashboard membaca
kehadiran hasil proses pembelajaran yang
terupdate ya di dunia teknologi dengan
menggunakan digital ya ini bisa
berproses dengan luar biasa Bapak Ibu
sekalian. Artinya setiap waktu kepala
sekolah bisa memberikan penilaian, bisa
memberikan evaluasi kapan saja. Nah,
tergantung sekarang ini Bapak, Ibu
sekalian sekali lagi apakah kita mampu
menggunakan digitalisasi ini sebagai
proses pembelajaran yang berdampak di
dalam lingkungan tugas tanggung tanggung
jawab Bapak Ibu sekalian terutama tadi
yang saya berikan implementasi adalah
salah satunya kepala sekolah. Begitu
juga ASN pendidikan yang melihat data
APK. Jadi mereka menyusun program
afirmasi wilayah ya. Nah, kalau ini
mereka menggunakan berbasis teknologi,
berbasis digital, tentu sangat
memudahkan di dalam prosesnya. Tidak
sulit lagi untuk menunggu laporan, tidak
sulit lagi untuk meminta mendapatkan
laporan dengan tenggang waktu yang
begitu lama gitu. Sekarang semua
terupdate dengan otomatis ya, sehingga
memudahkan kita untuk bisa melihat apa
saja yang menjadi tugas tanggung jawab
kita yang sudah kita update secepat
mungkin. sehingga tidak ada lagi yang
tertunda, tidak ada lagi yang mengatakan
bahwa tugas ini agak sulit ya. Nah,
tergantung dengan kita, Bapak, Ibu
sekalian. Nah, bagaimana dengan contoh
real talenta digital? Mari kita bisa
buat di dalam ee narasi ini bagian dari
lebih membumi terhadap tugas dan
tanggung jawab kita terutama di
lingkungan pendidikan. Bapak, Ibu
sekalian, saya memberikan contoh guru
ya. ini bisa menggunakan data asesmen
untuk menetapkan ee memetakan capaian
dari murid. Jadi bukan menebak lagi.
Bapak, Ibu sekalian dulu kalau kita
melakukan ya mungkin saja bisa saja
kalau kita merasa ya kasihan ibah
mungkin dengan adanya sentuhan hati
tersendiri sehingga merasa bahwa kita
memberikan nilai ya mungkin berdasarkan
hati kita. Tapi menggunakan data asesmen
untuk memetahkan capaian murid ini bukan
lagi bagian dari menebak-mendebak saja,
tapi memang kita sudah bisa melihat
progresnya yang di mana kita bisa
melihat dari waktu ke waktu, bulan per
bulan, bagaimana progres asmen yang
diapatkan oleh murid kita dalam proses
yang sudah kita berikan sebagai seorang
guru kepada muridnya. Begitu juga kepala
sekolah bisa menggunakan dashboard yang
tadi saya sampaikan, dashboard digital
untuk menentukan prioritas anggaran
sehingga Bapak, Ibu sekalian terupdate
betul dan juga tentu angkutabilitasnya
lebih terjamin. Terutama Bapak Ibu
sekalian tidak perlu khawatir semua
terupdate dengan baik di dunia digital.
Kebutuhan-kebutuhan prioritas dan juga
apa saja yang sudah dicapai, apa saja
yang belum dicapai dan apa yang menjadi
target Bapak Ibu sekalian di lingkungan
sekolah terutama sebagai kepala sekolah.
leader kepala sekolah tidak semata-mata
mengambil keputusan tanpa menggunakan
data yang valid. Nah, oleh sebab itu
dengan dashboard digital ini Bapak Ibu
sekalian bisa mudah mengambil kebijakan,
mengambil langkah keputusan sehingga
Bapak Ibu sekalian tergunakan
ini dengan tervalidasi dengan baik. Nah,
ini menjadi bagian dari tugas kita
Bapak, Ibu sekalian. Begitu juga ASN
pendidikan atau tentu teman-teman kita
yang berada di lingkungan pendidikan,
apakah di dinas, apakah sebagai bagian
dari tenaga kependidikan.
Menyederhanakan layanan melalui sistem
digital tentu bukan bagian dari menambah
birokrasi, Bapak, Ibu sekalian.
Kadang-kadang kita mengatakan, "Wah, ah
ini digital menyulitkan kita sehingga
lebih berat dari lebih berat dengan
tugas kita sebagai bagian dari birokrasi
itu sendiri." Kok sulit sih? kok tambah
sulit dalam tugas tanggung jawab ini
dengan adanya digital. Padahal
sebenarnya bagaimana kita menguasai ini
supaya kita memahami bagaimana sesimpel
mungkin di dalam proses sistem digital
itu yang kita hadapi. Begitu juga ee
murid-murid kita apakah di SMA atau di
SMA mereka siap melakukan berbagai
aktivitas dengan ekosistem kerja
digital. Jadi bukan hanya mereka lulus
ujian saja, tapi mereka berproses. Saya
selalu mengatakan Bapak, Ibu sekalian,
kalau kita meluluskan anak-anak kita
hanya dengan ijazah, ya maka Bapak, Ibu
sekalian selesailah pendidikan ini.
Bukan itu yang kita cari, Bapak, Ibu
sekalian. Yang kita inginkan adalah
bagaimana proses pendidikan ini
anak-anak murid kita lebih kritis,
analisisnya lebih kuat. Dia kritis
terhadap data. dia mampu untuk
mengevaluasi apa yang mereka lakukan.
Karena ini penting, Bapak, Ibu sekalian.
Namanya proses pendidikan kalau hanya
nambah menambah ilmu saja maka mereka
bisa menghafal. Tapi kalau yang kita
inginkan mereka berproses terhadap ilmu
itu, bagaimana memahami ilmu itu,
bagaimana menganalisa ilmu itu,
bagaimana menggali informasi ilmu itu,
bagaimana mereka bisa menggali data yang
mereka miliki sehingga mereka bertanya
kepada gurunya. Dan ini akan menjadi
pembentukan terhadap ekosistem kerja di
dalam proses itu sendiri. Mereka sudah
menggunakan gadget loh, Bapak, Ibu
sekalian.
dengan mudahnya sebenarnya mereka bisa
mengetahui proses pembelajaran yang
diberikan oleh Bapak Ibu sekalian.
Apalagi mata pelajaran yang setiap hari
mereka temukan, yang setiap hari mereka
ee dapatkan hadapi dengan Bapak Ibu
sekalian. Tapi tidak ada proses. Sekali
lagi tentu kita berharap semua ini harus
masuk di dalam ekosistem kerja digital.
Jadi guru hadir di dalamnya ya. Kalau
Ibu Gubernur mengatakan kepada kita
semua, Bapak Ibu sekalian, digitalisasi
AI tidak perlu kita takuti, tapi yang
perlu kita takuti adalah proses yang
tidak kita tempuh sehingga anak-anak
hanya tahu di permukaannya, tapi tidak
tahu bagaimana menganalisisnya dan
evaluasinya. Nah, ini yang kita
khawatirkan. Maka oleh sebab itu, kenapa
kehadiran guru sangat penting? Karena
guru menjadi fasilitator buat anak-anak
kita, guru menjadi mentor buat anak-anak
kita. guru menjadi katalisator buat
anak-anak kita sehingga mereka
berproses.
Maka kehadiran guru sangat penting
walaupun ada AI. Jadi jangan selalu kita
mengatakan terus untuk apalagi ada guru
karena ada AI. Anak-anak kita bisa
membuka AI dengan segala macam
produk-produk mata pelajaran. Bukan
berhenti di situ. Tapi harus yang kita
lakukan adalah prosesnya peran guru
menjadi fasilitator, mentor, dan juga
katalisator bagi anak-anak kita. Nah,
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati,
saya banggakan. Tentu ada pertanyaan di
slide berikutnya ya. Mengapa talenta
digital itu sangat urgen?
Ini tentu akan menjadi pertanyaan kita
semua Bapak Ibu sekalian di mana dunia
kerja berubah begitu cepat. Yang tadi
saya sampaikan di awal, sangat luar
biasa perubahannya. Banyak pekerjaan
baru berbasis skill bukan saja ijazah
ya. Begitu juga teknologi bergempang
begitu lebih cepat daripada kurikulum
yang sekarang ini kita susun setiap
waktu berubah. Tapi teknologi
berkembangnya luar biasa cepatnya. Tadi
saya sampaikan bisa saja minggu depan
teknologi yang kita pegang ini sudah
sudah usang, sudah tidak terpakai lagi
dengan kemajuan teknologi yang begitu
luar biasa. Nah, sementara itu Bapak,
Ibu sekalian, generasi muda kita adalah
generasi muda yang digital natif, tapi
belum tentu dia digital produktif ya.
Dia aktif menggunakan digital ee yang
dia pegang, ya, gadget yang diang, tapi
belum tentu dia memahami tentang
bagaimana sih produk dari digital itu
bisa termatkan dengan secara maksimal
dengan baik. Begitu juga ASN dituntuk
naik kelas ya. Tapi dari administrasi ke
inovasi mereka sangat sulit gitu.
Padahal sebenarnya digitalisasi
memudahkan kita untuk menuju
produk-produk inovasi. Maka sekali lagi
yang saya katakan di dunia pendidikan
kita butuh upskilling dan reskilling.
Bukan pilihan tapi ini bagian dari
kebutuhan strategis yang harus kita
lakukan. Bapak, Ibu sekalian, sekarang
sudah waktunya kita melakukan skilling
dan reskilling. Karena ini sekali lagi
saya katakan Bapak, Ibu sekalian,
tantangan kita depan bukan semakin
mudah, tambai semakin sulit.
Adanya teknologi bukan juga kita membuat
kita menjadi mudah dengan segala
permasalahan yang kita hadapi, tapi
bagaimana teknologi ini bisa bermanfaat
bagi siapapun yang menggunakan
memanfaatkan termasuk kita sendiri. Nah,
Bapak, Ibu sekalian, sasaran talenta
digital tentu yang diinisiasi oleh BPSDM
pada hari ini sangat luar biasa karena
program ini kita berharap menyasar
kepada seluruh ASN di Indonesia
terkhususnya ASN di Jawa Timur. Bagi
saya ASN pendidikan karena saya kepala
dinas pendidikan yang di mana kita
harapkan adalah layanan publik yang
lebih cepat dan akuntabel. Jadi kita
berharap bahwa apa yang kita lakukan
layanan publik ini dengan teknologi yang
dulunya mungkin berhari-hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan
sekarang kita bisa lebih cepat. Urusan
kepegawaian untuk para ASN kita ya kita
harapkan juga tidak boleh ada yang
terlambat lagi. Karena semua bisa
dimudahkan dengan berbagai cara yang
kita lakukan dengan teknologi. Apalagi
kita harus terbuka dengan apa yang kita
berikan pelayanan. tidak boleh lagi ada
sesuatu yang ditutupi. Begitu juga guru
dan kepala sekolah. Pembelajaran adaptif
dan relevan dengan kondisi saat ini
sudah harus digunakan. Tidak lagi kita
menggunakan dengan pelajaran-pelajaran
konvensional yang tentu anak-anak kita
di generasi gensi sekarang ini sangat
sulit kalau kita hanya menyampaikan
dengan tekbook gitu. Kita menjelaskan
dengan tekbook ya. Padahal mereka sudah
visualisasi banget. Jadi mereka kalau
membaca harus melihat prosesnya. Kalau
mereka ingin memahami mereka harus
melihat secara visual. Sekarang generasi
gensi seperti ini. Nah, begitu juga
peserta didik atau murid kita di
berbagai satuan pendidikan. Problem
solver bukan sekedar pencari kerja
mereka. Jadi mereka itu sekolah belajar
bukan hanya tentang bagaimana nanti masa
depan mereka mencari pekerjaan, bukan.
Tapi bagaimana memproses mereka di dalam
proses di satuan pendidikan atau sekolah
tentu menjadi dampak bagi mereka. Mereka
punya ilmu, berpikirnya mereka lebih
taktis karena mereka memahami dengan
berbagai macam perjalan perjalanan
pembelajaran yang mereka dapatkan dari
berbagai guru-guru mereka. Nah, inilah
yang mengantarkan mereka bisa lebih
berpikirnya kritis,
update, dan tentu punya ilmu yang setara
dengan apa yang mereka inginkan di
tingkatan-tingkatan tertentu,
jurusan-jurusan tertentu yang akhirnya
berdampak terhadap ee skill mereka,
kemampuan mereka sehingga mereka bisa
masuk ke kerja. Nah, ini selalu yang
menjadi bagian dari ukuran kita, Bapak,
Ibu sekalian. Apa sih sebenarnya yang
menjadi sasaran talenta digital itu
sendiri? Nah, begitu juga di masyarakat
budaya belajar sepanjang hayat harus
menjadi bagian dari kehidupan kita.
Jadi, komitmen kita dengan adanya
talenta digital ini jadi bukan hanya
terkait dengan digital skill, tapi
bagaimana digital impact. Nah, sesuai
dengan tema yang kita ee ikuti pada pagi
hari ini, Bapak, Ibu sekalian, maka kita
berharap bahwa manfaat nyata digital
impact ini tentu jika talenta digital
tumbuh dampaknya harus jelas. Sekali
lagi bahwa jika talenta digital tumbuh
dampaknya harus jelas. Layanan publik
harus lebih cepat dan transparan. Ini
harus kita lakukan, Bapak, Ibu sekalian.
Tidak bisa lagi kita tawar-menawar.
Keputusan berbasis data tentu juga bukan
bagian dari asumsi, tapi menjadi bagian
dari kehidupan kita yang real untuk
menyampaikan kepada masyarakat berbasis
data yang kita miliki dan teknologi akan
mendukung itu. Begitu juga SDM unggul
dan berdasa global yang kita harapkan.
Maka tentu menjadi ukuran bahwa digital
impact harus meningkatkan SDM kita. Kita
harus unggul di berbagai ee kompetensi.
Kita harus bisa berdaya di bersaing
dengan dunia global saat ini di mana pun
kita berada. Kita tidak boleh kalah
karena memudahkan kita dengan adanya
digital ini dan mengurangi mismatch
terhadap lulusan kita. Kita berharap
bahwa lulusan-lulusan kita apakah itu di
SMA, SMK mereka bisa mempunyai daya
juang yang kuat terhadap basis ilmu yang
mereka miliki. Ini bukan teori Bapak Ibu
sekalian. ini bukan bagian dari ee kita
hanya menerima ilmu terus tidak bisa
diterapkan, tidak bisa dimanfaatkan,
tapi ini adalah kebutuhan nyata di Jawa
Timur dan di seluruh Indonesia yang
menjadi bagian konsen kita Bapak, Ibu
sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang
saya banggakan, Sobat ASN yang saya
muliakan. Tentu tujuan strategis program
ini adalah ee kita harus bisa memahami
menyiapkan talenta digital secara ee
secara dini ya. melalui satuan
pendidikan yang kita miliki dari
berbagai jenjang kita harus bisa
merasakan bahwa bagaimana kita
menyiapkan talenta digital ini tentu
kita harapkan mulai dari dunia
pendidikan ya mulai dari lingkungan
sekolah sehingga pada saatnya nanti
mereka sudah naik kelas dengan berbagai
jenjang yang mereka akan ikut akan raih
tentu akan menjadi dampak bagi mereka
sudah memahaminya secara dini begitu
juga tujuan strategis yang lain adalah
menyelaraskan pendidikan dengan
kebutuhan kerja digital. Jadi, Bapak,
Ibu sekalian tadi kalau saya sampaikan
di awal di slide saya bahwa dunia kerja
memang banyak yang tutup, banyak yang
berhenti, tapi ternyata 5 tahun ke depan
lapangan pekerjaan baru juga bermunculan
Bapak Ibu sekalian. Terutama bagaimana
dengan lapangan pekerjaan yang terkait
dengan digitalisasi.
Nah, ini tentu akan menjadi tantangan
kita, Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana
kita mentransformasi
budaya kerja yang kita rutinitas atau
konvensional sebagai seorang ASN bisa
berubah dengan budaya kerja yang saat
ini kita hadapi dengan dunia teknologi.
Nah, tentu sekali lagi Bapak, Ibu
sekalian bagaimana tujuan strategis
program ini mewujudkan digital impact
ya, terutama di sektor pendidikan agar
di sektor pendidikan ini larinya lebih
kencang ya. Terus bagaimana mendapatkan
ilmu lebih cepat ya, tapi mumpuni bisa
dipahami secara mendasar karena dibantu
dengan teknologi yang ada. Bagaimana
anak-anak kita bisa beradaptasi dengan
teknologi bukan memberatkan mereka
dengan teknologi tapi bisa memudahkan
mereka tapi daya kritis dan analisisnya
tetap ada. Nah, ini kan menjadi bagian
dari tugas dan tanggung jawab kita,
Bapak, Ibu sekalian. Bagaimana tujuan
strategis ini bisa tercapai. Jadi,
sekali lagi saya katakan bahwa ini bukan
program sesaat.
Tapi arah jangka panjangnya tentu
menjadi sasaran kita, Bapak, Ibu
sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
selaras dengan arah kebijakan Jawa
Timur, tentu talenta digital ee harus
mempunyai fondasi yang kuat. Jadi,
selalu yang saya sampaikan Bapak, Ibu
sekalian, pesan Ibu Gubernur dengan
program Jatim Cerdasnya bahwa dengan
talenta digital ini pendidikan harus
bisa berdampak. berdampak siapapun bagi
insan pendidikan, masyarakat tentu harus
berdampak yang tadi saya sampaikan di
awal guru harus berdampak, murid harus
berdampak, kepala sekolah harus
berdampak, masyarakat juga harus
berdampak sehingga pendidikan Jawa Timur
ini tidak boleh saja sifatnya reaktif,
tapi aktif di dalam prosesnya. Jadi,
bagaimana proaktif ini menyiapkan masa
depan dengan proses pendidikan yang
sudah kita siapkan dari awal. Nah,
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati,
saya banggakan. Cukup banyak yang saya
sampaikan ini. Tentu mudah-mudahan
Bapak, Ibu sekalian di tengah aktivitas
yang cukup padat, yang luar biasa, yang
tentu Bapak, Ibu sekalian mungkin sambil
bekerja, sambil ee mendengarkan atau
menyaksikan webinar ASEAN belajar ini.
Mudah-mudahan Bapak, Ibu sekalian bisa
lebih memahami apa yang saya sampaikan,
terutama teman-teman kita yang ada di
dunia pendidikan. Ee ada motivasi yang
bisa saya sampaikan kepada Bapak Ibu
sekalian. Talenta digital ini bukan
tentu siapa yang paling mahir dalam
teknologi. Saya selalu mengatakan ee
kita tidak perlu sombong dengan
kehebatan kita, dengan kemahiran kita
menggunakan gadget, menggunakan ee
laptop, tab, dan lain-lain. Tapi apakah
sekali lagi teknologi yang kita miliki,
yang kita ee ketahui, yang kita mungkin
menjadikan kita cerdas terhadap
teknologi itu sendiri sudah memberikan
manfaat bagi orang lain?
Nah, itu akan menjadi pertanyaan kita
semua Bapak, Ibu sekalian. Nah, bagi
saya, Bapak, Ibu sekalian, kalau Bapak,
Ibu sekalian sudah mahir dengan
teknologi, memahami dengan teknologi,
sudah bisa menggunakan teknologi secara
benar dan bermanfaat, tentu bisa harus
berdampak bagi lingkungan kita. Terutama
pendidikan Jawa Timur harus bisa
menyiapkan ini dari guru, oleh guru,
bersama ASN untuk masa depan generasi
kita. Nah, dari webinar ini ASN belajar
seri ketiga, saya ingin menyampaikan
bahwa gerakan nyata yang dilakukan
webinar ini sangat luar biasa. ASN
belajar harus ASN berdampak. Artinya
setelah kita belajar berproses
mengetahui apa yang disampaikan oleh
narasumber, tentu kita ingin bahwa apa
yang kita lakukan dengan ASN belajar
ini, dengan webinar ini, kita bisa
mer-review apa yang disampaikan oleh
para narasumber sehingga nanti ASEN kita
semua bisa berdampak bagi orang lain.
Begitu juga guru adaptif setelah mereka
mempunyai proses dengan mata pelajaran
yang mereka ee ampuh saat ini, tentu
mereka bisa lebih aktif [tertawa] di
dalam prosesnya. Bagaimana murid bisa
lebih kreatif, inovatif di dalam
menangkap mata pelajaran yang diberikan
oleh Bapak, Ibu sekalian sehingga murid
lebih kompetitif.
Ini yang menjadi tugas kita, Bapak, Ibu
sekalian. Sekolah juga bergerak. Jadi
saya yakin dengan sekolah bergerak Jawa
Timur semakin maju. Nah, webinar ini
bukan akhir dari seluruh proses kita
belajar, tetapi awal dari
perubahan-perubahan kecil di unit
kerja-kerja kita masing-masing di
manapun Bapak, Ibu sekalian, termasuk
para guru, kepala sekolah, insan
pendidikan, tenaga pendidikan, tentu ini
akan menjadi perubahan yang kecil, kecil
kecil akhirnya berdampak besar bagi ee
di mana pun yang kita tugas, di mana pun
kita berada sebagai bagian dari ee tugas
kita sebagai ASN. Nah, Bapak, Ibu
sekalian yang saya banggakan, mari kita
buktikan bahwa ASN bukan sekedar
pelaksana aturan, tetapi penggerak
perubahan.
Belajar hari ini adalah investasi,
Bapak, Ibu sekalian. Sangat mahal,
sangat sulit sekarang di dunia
di
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:11 UTC
Categories
Manage