PERENCANAAN IPLT UNTUK KABUPATEN/ KOTA BERKELANJUTAN
UxZDowdRLJs • 2022-10-15
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
senang sekali Bapak Ibu sekalian
demikian ini kita masih bisa bertemu dan
belajar bersama walaupun masih dalam
keadaan online nih
Semoga Allah
ini berlangsung saat weekend dan online
kita tetap bisa belajar dan mendapatkan
materi dengan sebaik-baiknya karena
materi kita hari ini sangat menarik nih
untuk dibahas karena membahas mengenai
perencanaan IPRT
atau presensi di Link yang telah admin
kami kirimkan di kolom chat
seperti biasanya kami juga menyiapkan 5
door prize Untuk Bapak Ibu sekalian yang
beruntung doorprize ini diberikan
berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan
2 Story Instagram terunik selama webinar
ini berlangsung
untuk door prize pertanyaan terbaik akan
kami umumkan di akhir acara Sedangkan
untuk Story Instagram terunik pemenang
akan dihubungi langsung melalui DM oleh
admin kami hadiah ini dipersembahkan
oleh butik daur ulang Project di
Indonesia
Jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang ingin
bertanya selama webinar ini berlangsung
itu bisa sekali memberikan pertanyaannya
melalui kolom chat dengan format nama
kemudian pertanyaan yang ingin
ditanyakan lalu untuk Story Instagram
bapak ibu dapat membuat Story selama
webinar ini berlangsung semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
Indonesia
baik sebelum kita masuk ke acara
selanjutnya Dengan hormat saya meminta
kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk
menonaktifkan microphone selama kegiatan
ini berlangsung supaya kita semua dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik
baik sebelum kita masuk ke acara inti
kita yaitu penyampaian materi Mari kita
dengarkan terlebih dahulu penyampaian
sambutan sepatah dua patah kata dari
founder butik daur ulang Project
Indonesia yang diwakili oleh Bapak Yedi
yuriandala SMA waktu dan layar kami
persilahkan
Baik Terima kasih Mbak Anisa
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
yang kami hormati di sini Bapak dokter
Insinyur Agus selamat MSC yang sudah
berkenan meluangkan waktu weekendnya
untuk menjadi pembicara di webinarnya
butik daur ulang Project di Indonesia
pertama-tama saya menyampaikan
permohonan maaf dari founder butik
dorong Project di Indonesia dan juga
bapak ketua program studi teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia
tidak bisa hadir
membuka acara pada siang hari ini karena
Kebetulan kami di
program studi teknik lingkungan juga ada
webinar dan juga ada kegiatan offline
pada siang hari ini
dan Bapak Ibu semuanya beserta we Pada
kesempatan kali ini
ini saya dapat informasi dari panitia
kurang lebih ada 450 an peserta yang
mendaftar tapi mungkin karena ada suatu
dan lain hal masih 110 yang join dan
juga di YouTube sepertinya juga ada
karena kita juga live YouTube begitu
kata panitia
untuk webinar perencanaan IPRT untuk
kabupaten atau kota berkelanjutan ini
merupakan lanjutan seri webinar dari
kegiatan
webinar instalasi pengolahan air limbah
dan pengelolaan limbah lah intinya
seperti itu bapak ibu karena
tahun-tahun sebelumnya kami mengadakan
webinar di bidang pengalaman dan
ternyata masalah lingkungan itu tidak
hanya sampah tetapi saat ini juga
masalah limbah terutama
dari rumah tangga entah itu limbah dari
kita sebut sebagai black water yaitu
dari
kloset dan lain sebagainya serta dari
grey water dari zinc wastafel dan
sebagainya sehingga Inilah Kami dari
teknik lingkungan bekerja sama dengan
butik daur ulang Mencoba nah
berbagi dengan Bapak Ibu semuanya
tentang Seperti apa perencanaan IPRT
untuk kabupaten atau kota yang
berkelanjutan dengan pemateri yang
mungkin Bapak Ibu sudah sering mendengar
namanya karena sudah Malang melintang
sepertinya Pak Agus selamat di dunia
IPRT ini nah ini hari ini kita bisa di
bersamai oleh beliau beliau nanti akan
sharing Seperti apa perencanaan iplt
untuk suatu wilayah yang berkelanjutan
semoga kegiatan webinar kita ini bisa
mendatangkan manfaat untuk kita semuanya
Saya rasa itu saja yang bisa saya
sampaikan Mbak Anisa dan semoga juga
webinar ini bisa berjalan dengan lancar
saya akhiri Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih Bapak yebi yang
telah memberikan sambutannya dan
sekaligus membuka acara kita pada siang
hari ini
baik Bapak Ibu sekalian kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami di Project
Bank Indonesia jadi semisal selama acara
webinar ini berlangsung ada Bapak Ibu
yang mungkin terkendala di dalam Zoom
itu tidak perlu khawatir karena Bapak
Ibu juga tetap bisa mengikuti webinar
ini melalui YouTube channel kami di
Project band Indonesia
dan kami ingin mengingatkan kembali bagi
Bapak Ibu yang ingin memberikan
pertanyaannya selama kegiatan ini
berlangsung dapat menuliskan pertanyaan
Bapak Ibu sekalian melalui kolom chat
dengan format nama dan pertanyaan yang
ingin ditanyakan lalu bagi Bapak Ibu
yang memiliki akun Instagram bisa
membuat Story bisa membuat Story selama
webinar ini berlangsung semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @project Indonesia karena
bakalan ada door prize Untuk Bapak Ibu
sekalian yang beruntung seperti itu
tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh pemateri kita
yaitu bapak dokter Insinyur Agus Slamet
MSC Tapi sebelumnya saya mohon izin
Bapak Ibu sekalian untuk membacakan CV
beliau terlebih dahulu
baik
dokter Insinyur Agus selamat di plsnsc
merupakan dosen Departemen teknik
lingkungan Fakultas Teknik Sipil
perencanaan dan kebumian ITS
Beliau pernah menempuh pendidikan S1
Teknik Kimia di Institut Teknologi 10
November ITS Surabaya Kemudian beliau
juga melanjutkan pendidikan pos graduate
Diploma seni dari engineering
Belanda Kemudian beliau juga melanjutkan
pendidikan S2 yaitu Master of Science in
sanitary engineering di Institute for
water education Belanda Kemudian beliau
juga pernah melanjutkan pendidikan S3
pria di
Institut Teknologi 10 November Surabaya
Kemudian untuk aktivitas yang sedang
dijalankan beliau beliau merupakan dosen
tetap jurusan Teknik Lingkungan rtsp its
sejak tahun
1986 Kemudian beliau juga sebagai
pengajar atau pengampu pada seminar dan
pelatihan bidang lingkungan pada blh
Provinsi Jatim blh Kota Surabaya Dinas
Perindustrian
pengairan penetapan baku mutu kelas
badan air sungai di Jawa Timur
Beliau juga merupakan narasumber atau
tim pakar penilai dokumen andal di dlhk
provinsi Jawa Timur dan dlh kabupaten
Gresik serta dlhk Kabupaten Tuban pada
tahun 2013 sampai dengan sekarang
Kemudian beliau juga merupakan tenaga
ahli air limbah di dlhk Kabupaten
Sidoarjo pada tahun 2021 sampai dengan
sekarang
Kemudian beliau juga memiliki sertifikat
kompetensi AMDAL tipe B penyusun AMDAL
2018 kemudian sertifikasi AMDAL bnsp
2020 hingga 2023
baik itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita hari ini selanjutnya Mungkin saya
akan menyapa terlebih dahulu materi kita
hari ini yaitu bapak dokter Insinyur
Agus Slamet MSI Assalamualaikum Selamat
siang Bapak
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Selamat siang Mbak
Bapak Bagaimana nih kabarnya hari ini
Alhamdulillah sehat bisa senang sekali
bisa berjumpa dengan Bapak Ibu semuanya
Alhamdulillah ya Bapak sudah siap
menyampaikan materi hari ini Insya Allah
sudah kita siapkan
Baik Pak untuk penyampaian materinya
waktunya kurang lebih sampai jam 14.30
ya Pak Insya Allah sebagai cukup baik
langsung saja tempat dan layar saya
Terima kasih Mbak Anisa Bapak Ibu
sekalian peserta webinar Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Selamat siang dan salam sejahtera
puji syukur kita haturkan kehadirat
Allah subhanahu wa ta'ala bahwa pada
siang hari ini kita bisa berjumpa
walaupun melalui Zoom untuk berbagi
Berbagi pengetahuan dan juga berbagi
pengalaman
saya kepada siang hari ini salah satu
permintaan dari panitia adalah kita
membicarakan terkait Bagaimana sih
merencanakan sebuah iplt
saya pertama kali juga kaget kok
perencanaan iplt padahal ini kalau
kuliah itu satu semester tapi di dalam
tempo 90 menit kita akan coba untuk
garis-garis besar saja Tetapi saya yakin
pada para peserta sudah punya banyak
happing more experience lebih banyak
punya pengalaman nanti kalau ada sesuatu
pengalaman di lapangan bisa kita share
dan kita diskusikan bersama mohon izin
saya mau
share slide materi
Apakah materi sudah kelihatan nggak bisa
dari sana ya Sudah Bapak Terima kasih
jadi topik pembicaraan kita siang hari
ini adalah perencanaan iblt untuk
kabupaten kota berkelanjutan ini
pengertian berkelanjutan itu adalah
sustainability daripada operasional iplt
itu kita tahu bahwa saat ini di
Indonesia ini dari dulu banyak dibangun
di PLT tetapi seringkali kurang jalan
atau kurang berjalan dengan maksimal
tentu ada hal-hal yang
barangkali agak sedikit Terlupakan
terkait dengan awal perencanaannya
kita awali ya oke penelitian salah ini
jadi Bapak Ibu sekalian barangkali bagi
Bapak Ibu yang telah mengikuti webinar
terkait pengelolaan air limbah maka
secara garis besar
pengelolaan El limbah itu bisa kita bagi
Jadi dua ada sistem sanitasi setempat
atau onside yaitu sistem sanitasi
individual seperti ada cupluk ada
mungkin ber SNI dan lain sebagainya atau
bahkan yang tadi Setting non SNI juga
lebih banyak terbangun sebelumnya
tentu sistem outside ini memerlukan unit
iplt untuk pengolahan lumpurnya
karena Mengapa terutama yang tadi
setting Kalau cuplukan jelas jomblo ada
dua model ada yang bisa di off kan nanti
Mana
leburnya bisa dibiarkan dia menjadi
kompos dan diambil Tetapi kalau
tangkisan
beroperasi secara kontinu tentu akan ada
akumulasi Selat dan itu harus kita
lakukan
pengurasan
material kurasat itulah yang harus kita
kelola kita olah yang kita kita apa
namanya kita
namakan sistem pengolahannya adalah pada
unit instalasi pengolahan lumpur tinja
yang kedua adalah sanitasi sistem
terpusat atau dikenal dengan istilahnya
offside yaitu dengan sistem teorit atau
perpipaan semua ahli limbah yang kita
buat yang kita hasilkan di collecting
dikumpulkan dialirkan melalui sistem
perpipaan untuk diolah secara terpusat
secara bersama-sama termasuk di dalamnya
adalah Ipal pengguna maupun Ipal
terpusat di dalam skala besar
di Indonesia ada beberapa sistem
terpusat yang paling besar saat ini
adalah di Denpasar yaitu apa namanya
badan-badan pasar sistem lengkap dengan
ipalnya juga ada di beberapa kota skala
kecil dan beberapa instalasi perubahan
di Jogja juga ada
yaitu di mana ipalnya itu
diolah di
Bantul Sewon Bantul itu itu ipalnya
tetapi area pelayanannya adalah beberapa
kecamatan di sekitarnya
nah ini adalah klasifikasi yang tadi
telah kita buat bahaya telah saya
jelaskan bahwa
sistem tempat itu di dalam operasional
ya ada dua model jadi tangkiseptik itu
ada yang untuk saja tetapi juga ada tadi
yang direncanakan tetapi mengolah
kedua-duanya
masuk ke lingkungan tetapi
dari sistem pipa setempat tadi ada
produk limbah produk lumpur tiga
sehingga memerlukan suatu sistem
pengelolaan atau pengolahan
kemudian
kalau yang terpusat black and Gree water
itu masuk sistem penyaluran air limbah
ada Ipal terpusat dan di dalamnya juga
ada pengolahan lumpurnya dan nanti
targetnya adalah ya keluarannya itu
adalah efluence sesuai dengan yang
ditetapkan kalau sekarang ini adalah
sesuai dengan permen klhk nomor 68 tahun
2016 juga ada produk sampingnya berupa
kompos atau lembur kompos dari lumpur
itu
kita masuk kepada sistem pengelolaan
lumpur 3 nah secara umum Bapak Ibu
sekalian kalau kita melihat bahwa sistem
pelayanan onside kita kita bagi-bagi
kalau air tanahnya itu relatif dalam
kita boleh bikin cublu-cublog Itu kalau
dalam bahasa Jawa itu namanya jumlah
jadi ya kita melakukan bab di suatu
tempat semburan yang kita tanpa ada
tempat untuk cuci dan lain sebagainya
nanti biar penuh setelah penuh nanti
dilakukan
penutupan kira-kira hampir 6 bulan atau
atau 6 bulan lebih supaya
tinjanya menjadi kompos baru dipanen dan
nanti bisa dimanfaatkan lagi yang kedua
kalau air muka air tanahnya itu di atas
1,2
meter maka kita perlu ada tangki safety
yang kedua ada memang ada tangki septik
yang cukup bagus dilengkapi dengan di
filter kedua-duanya akan menghasilkan
bubur Nah karena menghasilkan lumpur
lumpur itu harus dikuras dan harus
dikelola maka you sistem pengelolaannya
itu adalah pada unit yang kita kenal
dengan istilahnya unit instalasi
pengolahan lumpur 3 atau iplt
Bapak Ibu sekalian kita mesti paham
komponen-komponen iplt
komponen-komponen dalam pengelolaan
terpusat
komponen-komponen untuk pengelolaan
setempat itu yang harus kita adakan
pertama ada unit setempat ada tagihan
lebur kemudian disitu harus ada
eh fasilitas pengambil lumpurnya ada
truk untuk menyedot tinja lumpur tinja
kita ambil kemudian kita bawa ke c ini
adalah instal iplt-nya mengolah lumpur
yang mana nanti dia
akan keluarannya berupa efluence yang
memenuhi
kemudian juga
lumpurnya itu adalah sesuai sudah cukup
stabil dan nanti kadang-kadang bisa
dimanfaatkan sebagai pertaliser dan lain
sebagainya
nah barangkali ini daya sedikit awam ya
apa sih Kok ada istilah lumpur tidak ada
septints dan mengapa lumpur tinja itu
harus dilakukan pengelolaan bahwa
septides itu adalah
sisa-sisa jadi kalau kita ini ada
kesalahan di dalam kita
idealnya safety itu relatif tidak berbau
nah orang menyedot sepertiga seringkali
mengambil lumpur satu tangkis sudah
semua itu adalah sebuah apa ya Salah
kaprah begitu
idealnya lumpur tinja itu berada pada
sepertiga bagian paling bawah Dari tadi
itu berwarna hitam nah di dalam tangki
septik itu posisi lumpur akan
berlapis-lapis ada yang lumpur sudah
matang ada yang setengah mata dan ada
fresh
seringkali di dalam apa namanya di dalam
proses pengurasan itu dilakukan
pengambilan secara secara seluruhnya
pokoknya ngambil sebanyak-banyaknya
supaya ongkosnya mahal dan seterusnya
dan kadangkala yang punya rumah juga
senang kalau diambil semua padahal tidak
begitu nah itu kalau lumpur diambil
semua problemnya nanti akan menyulitkan
di dalam IPRT biasanya akan timbul bau
dan lain sebagainya
idealnya kalau betul-betul yang diambil
itu safetynya maka relatif teguran
berbau nah mengapa luber tidak harus
dikelola nah ternyata di dalam lebur 3
itu kandungan organik
yang kedua adalah
dimungkinkan kandungan bakteri
patogennya masih
berjamur dan macam-macamnya masih banyak
sehingga diperlukan suatu
penstabilan pengelolaan agar supaya aman
untuk dibuang ke lingkungan atau aman
bagi lingkungan
jadi dengan demikian kita bisa memahami
bahwa tujuan pengelola luput tinja
adalah menurunkan kandungan zat organik
dalam lumpur 3 yang kedua menghilangkan
atau menurunkan kandungan bakteri
patogen yaitu berupa bakteri ada virus
ada jamur
nah sumber lumpur 3 kalau di atas tadi
saya jelaskan bahwa
sistem pengelolaan ada ide apa namanya
setempat dan komunal atau terpusat nah
saat ini di Indonesia itu tidak hanya
pengelolaan air limbah domestik yaitu
tidak hanya menggunakan sistem
individual saja tetapi sudah ada
beberapa yang kombinasi yaitu mereka
yang rumahnya masih ada lahan Mereka
akan membangun membangun tadi septik
atau memiliki tangkiseptik Kemudian yang
kedua ada kawasan-kawasan padat oleh
kementerian pubr dan dari
csa beberapa perusahaan itu sudah
dibangun Ipal pemula dimana
sistemnya dari anaerobik before reactor
dan
sistem komunal itu juga akan dihasilkan
lumpur karena kalau kita pada prinsipnya
itu di dalam pengolahan air limbah itu
kan mengambil polutan dari air limbah
polutan yang diambil itu akan
terkonsentrasi menjadi lumpur sehingga
dengan demikian kita bisa memahami bahwa
sesungguhnya lebur dari para pengguna
maupun dari tadi septik itu adalah
merupakan konsentrat polutan oleh karena
itu perlu dilakukan pengolahan lebih
lanjut
Berapa besar sih timbulan lumpur tinja
itu
nah terus tadi di atas sudah disampaikan
bahwa tangki septik itu akan
menghasilkan lumpur 3 yang memerlukan
pengurasan dan pengolahan itu sudah
standarnya ya dan
produksi lumpur dari suatu tangki septik
itu di Indonesia
ada yang untuk sistem yang
tidak kombinasi itu 25 liter orang per
tahun jadi itu dari toilet saja dari
gambar skema yang pertama tadi Tetapi
kalau ternyata tangki septik itu
kombinasi antara grey water dan Black
waternya diolah jadi satu maka timbulan
lumpurnya kurang lebih 40 liter koran
per tahun atau setara dengan secara rata
di
peraturan Kementerian itu disampaikan
bahwa Kementerian pupr Maksud saya itu
adalah sebesar
0,5 liter orang per hari
Nah Bapak Ibu sekalian kalau kita mau
merencanakan sebuah iplt tentu kita
mesti memahami karakteristiknya
karakteristik lumpur tinja itu
PH terus
ini jadi kalau orang itu seringkali
dikatakan apa sih Pak biodies
kita pahami bahwa
bod itu secara esensinya menyatakan
kandungan zat organik yang Bayu
degradable
artinya adalah kandungan zat organik
yang bisa
diurai atau sebagai substrat bagi
mikroorganisme
sedangkan COD itu dua-duanya COD itu
adalah kandungan zat organik di dalam
lumpur atau di dalam air limbah baik
yang baik
total Solid tentu adalah
padatan jadi polutan dalam air itu bisa
berada di dalam bentuk terlarut maupun
tersuspensi yang terlarut dinyatakan
sebagai total solidnya kemudian
ada total Solid terdiri dari distop dan
ini terlarut dan tersuspensi nah yang
tersuspensi itu adalah material yang
kalau didiamkan dia bisa mengendap kalau
terlarut itu tetap akan berada di dalam
airnya yaitu sendiri
nah Apa sih
itu adalah
karakteristik pengendapan dari lumpur
semakin rendah semakin bagus jadi lumpur
itu kandungan TSS nya tinggi kalau
dimasukkan dalam diukur dalam sebuah
inbox gone dalam tempo 30 menit dia akan
mengendap memperoleh volume yang kecil
nanti formulasinya adalah volume lumpur
yang terendapkan selama 30 menit dibagi
dengan konsentrasi total suspensi
solidnya maka akan mendapatkan nilai
yang namanya Selat volume index jadi
sederhananya setelah volume indeks itu
merupakan indikator karakteristik lebur
untuk mudah diendapkan atau mudah
mengalami pengendapan kemudian ada
amonia minyak lemak total poliform pada
fosfat dan lain sebagainya
tadi di awal sudah saya sampaikan Jadi
Bapak Ibu saya mengintro jus dulu
tentang produk limbah ini jadi
lumpur tinja dapat dibagi menjadi
beberapa kategori berdasarkan tingkat
dekomposisinya ini dari Balai
dulu balai air bersih dan kesehatan
lingkungan sekarang Balai sanitasi yaitu
ada lumpur tinja segar sebagaimana kami
sampaikan tadi itu umur lumpurnya kurang
lebih 8 jam ada naik soil yaitu lumpur 3
yang mengalami proses dikomposisi antara
8 sampai 7 jam kemudian ada lumpur
yaitu tinja yang telah mengalami
dekomposisi di dalam jangka waktu satu
sampai tiga tahun kemudian ada Selat
yaitu nomor 3 yang telah mengalami
dekomposisi pada
telah dilakukan
stabilisasi di dalam unit ibrt itu
ini saya kenalkan juga kalau kita bicara
iplt tadi di depan saya sampaikan di
iplt itu
keluarannya adalah air yang teola jadi
ini hanya harus kita pikir Sorry saya
agak lupa menyampaikan
lumpur tidak itu terdiri dari padatan
dan air
secara umum pada saatnya itu ya antara 1
sampai 5%
950% adalah air dan tentu airnya ini
banyak mengandung senyawa organik dan
harus diolah nah
baku mutu pengolahan
iplt itu karena ini adalah asalnya dari
limbah domestik maka baku mutu iplc juga
mengikuti baku mutu limbah domestik ini
adalah sesuai dengan permen klhk nomor
68 tahun 2016 tentang baku mutu air
limbah BSD ph-nya 6-9 bod-nya cuman 30
cod-nya 100 suspen sulitnya 30 oil and
gresinya 5 kemudian 10 total caliform
300 debitnya rata adalah sekitar
100 liter orang per hari
nah idealnya Tuh kalau ini ini masih apa
kalau kita bijak sebagai orang
lingkungan Pak ini Apakah Anda masih
mencemari Iya amonia 10 mg per liter itu
masih mencemari tetapi untuk mereduksi
itu diperlukan effort yang cukup besar
nah ini kualitas olahan lebur idealnya
seperti ini jadi ph-nya berada pada
kisaran 6,8 sampai 7,5 sulitnya
kadar airnya masih lumayan tetapi itu
sudah keras ya sudah cukup kering
kandungan c nya 9,8 sampai 32% n-nya di
atas 4 rasio cn-nya 10-20 fosfatnya di
atas 0,1 dan suhunya ya
30 tergantung pada kondisi lingkungan
setempatnya itu adalah sesuai SNI Nomor
7030 2004
Nah Bapak Ibu sekalian
apa sih kebutuhan data untuk perencanaan
Tadi saya sudah
mengintroduce terkait dengan Selayang
Pandang tentang
lumpur 3 dari produksi karakteristik
target pengolahan dan seterusnya
sekarang kalau kita ingin merencanakan
suatu instalasi pengolahan seperti ini
Apa yang harus kita
data apa saja yang harus kita lengkapi
pertama adalah peta wilayah perencanaan
yang dilengkapi dengan data topografi
jadi wilayah perencanaan itu
nanti wilayah yang mau dilayani itu
apakah
kota saja atau kota dan kabupaten dan
lain sebagainya kemudian data sosial dan
ekonomi ini sangat penting karena kalau
kita melakukan penyedotan kebijakan
tentu ada harus ada retribusi maka untuk
menentukan besarnya retribusi itu kita
harus melihat bagaimana tingkat
ekonominya yang kedua
kalau kita mau merencanakan PLT harus
ada riil data sosial
itu untuk supaya melihat mau jadi kalau
misalkan ada iplt dilakukan penyedotan
kira-kira mau apa enggak itu karena
seringkali Orang Indonesia itu mampu
tapi tidak mau ini yang jadi masalah
kemudian perlu data geologi hidrologi
antara lain kita melihat jenis tanah dan
angka permeabilitas di lokasi PLT karena
jangan sampai
permeabilitasnya terlalu tinggi sehingga
kalau ada lindi atau Liquid dari
kebocoran IPRT itu akan mencemari air
tanah dangkal dan seterusnya kemudian
arus kita memiliki data sungai atau
kadar air penerima dari IPRT data yang
perlu kita kita Koleksi adalah letaknya
debit dan kualitasnya karena kalau
menurut permen lklhk nomor 5 2021 dalam
hal praktek itu
nanti walaupun punya iplt ada baku mutu
tapi kalau mau membuang ada aturannya
tidak boleh melampaui alokasi baku mutu
yang disiapkan nanti kalau bicara
alokasi ada waktu tersendiri kemudian
jarak antara kegiatan lain artinya jarak
rencana lokasi iblt dengan wilayah
permukiman Nah itu jaraknya harus
berjarak minimum adalah setelah sampai 2
km
tapi yang terjadi saat ini banyak sekali
permasalahan di PLT sebagai contoh nggak
usah jauh-jauh di Lokasi saya di
Surabaya dulu ipltnya itu kurang lebih
ada hampir sekilo dari permukiman dari
desa sekarang
Perumahan itu gandeng sama iblt dan
kalau ada masalah yang disalahkan
iplt-nya bukan rumahnya yang mendekat
itu yang menjadi masalah kemudian ada
ketersediaan air bersih ini penting
karena di PLT juga perlu ada washing
untuk peralatan juga untuk kebutuhan
operator dan lain sebagainya
kemudian juga ada elevasi muka air tanah
dan aliran air tanah karena nanti kalau
sampai ada resapan jangan sampai
resapan itu
mengganggu pada
kualitas air sumur dangkal atau juga
penting untuk dipakai sebagai monitoring
jadi kalau kita nanti membuat sumur
pantau Apakah
IPRT kita mencemari lingkungan atau
utamanya mencemari air tanah atau tidak
maka kita meletakkan sumur pantau sesuai
dengan arah aliran air tanahnya kemudian
penggunaan air tanah bagi penduduk di
sekitar lokasi PLT ini penting
Apakah
permukiman di sekitar rencana ipld itu
menggunakan air tanah dangkal atau air
tanah dalam dan seterusnya kemudian
tentu ada data-data lain yang relevan
dengan perencanaan PLT misalkan kegiatan
lain yang sudah ada di sekitar PLT dan
seterusnya
yang tidak kalah pentingnya adalah data
riil
terkait dengan timbulan lumpur 3 dari
rencana daerah pelayanan
nah ini Bapak Ibu ini cerita pengalaman
saja banyak sekali iplt ya sudah
dibangun oleh pemerintah ternyata tidak
berjalan dengan bagus salah satu
diantaranya adalah rendahnya pasokan
lumpur tinjanya
Kenapa rendah karena dulu menghitungnya
pakai disk evaluation saja pokoknya naik
penduduknya sekian produksi lumpur
sekian maka per hari kira-kira sekian
timbulan lumpurnya padahal harus ada
survei nyata di lapangan sakjane
masyarakat itu sumur tadi septiknya
pernah dikuras apa nggak sih
kalau dihitung secara teori mestinya
masyarakat Ini menghasilkan lumpur tinja
kira-kira 5 meter kubik per hari
ternyata dari data
survei lapangan kok Hanya dua berarti
yang tiga itu tidak pernah dikuras
Kenapa bisa jadi tadi septiknya sudah
tidak standar SNI sudah mengalami
kerekaan bocor dan lain sebagainya
sehingga
air dari toilet itu banyak meresap ke
dalam tanah termasuk lumpurnya dan
seterusnya
nah data primer yang diperlukan apa saja
jumlah rumah dan klasifikasinya jumlah
sarana tangki septik yang ada baik yang
sudah standar jadi sarana ini yang
standar maupun yang tidak standar
standar itu ditanya tadi septiknya atau
ibu bapak rumah ini pernah menguras
tangki sertifikat kalau nggak pernah
atau Abadi sifatnya berarti dia ndak
standar begitu kemudian lokasi lahan
yang dapat digunakan untuk iplt sesuai
dengan kriteria di atas kondisi
lingkungan di sekitar lokasi ya lahan
pembangunan iplt sarana Jalan lingkungan
dan jalan menuju IPRT Jadi jangan sampai
kita merencanakan iplt tapi nggak ada
jalannya Kita terpaksa harus membuat
jalan sendiri untuk iplt Nah itu berarti
investasinya akan nambah-nambah gitu itu
yang yang tidak
disarankan ya jadi kalau bisa sudah ada
jalan untuk mengangkut lumpur tinja
menuju ke IPRT
pertama menentukan daerah pelayanan iplt
jadi penentuan layanan itu kita mau
berapa persen sih Jadi kita mau ada satu
kota satu kota ini kira-kira
yang mau dilayani IPRT berapa persen 50%
nya 60% dan seterusnya atau juga nanti
dibuat skala prioritas daerah mana saja
yang perlu dilakukan pelayanan iplt
daerah mana yang pada periode berikutnya
dan seterusnya
kemudian
ada penentuan lokasi PLT
penentuan lokasi iplt itu melihat
Efisiensi dan efektivitas sistem iplt
investasi operasi dan pemeliharaan
kemudian aman terhadap lingkungan di
sekitarnya dapat dikembangkan pada waktu
yang akan datang mengikuti perkembangan
kota dan seterusnya nah bagaimana kita
menentukan kelayakan lokasi pertama yang
harus kita tengok adalah
ketersediaan lahan dan aspek teknisnya
apa aspektasi yang kita tinja pertama
daerah iplt adalah daerah bebas banjir
dan gempa bebas longsor lokasi jauh dari
kawasan permukiman ada jalan akses
bagaimana saya jelaskan tadi dekat
dengan badan air penerima lokasi berada
pada lahan terbuka dan bebas penja
penyinaran matahari jadi Open space nya
luas artinya tidak terhalang kalau nanti
di PLT itu juga akan ada namanya peng
unit pengeringan lumpur ini maksudnya
Untuk itu jadi nanti ada ketika
pembangunan
energi sinar matahari tidak terhalang
apapun oleh pepohonan dan macam-macamnya
lokasi merupakan lahan terbuka yang
tidak produktif artinya idealnya lokasi
PLC itu adalah lahan-lahan yang relatif
tidak subur dan macam-macam lah bukan
untuk pertanian
yang selanjutnya adalah karakteristik
karakteristik lahannya yaitu terkait
dengan sifat tanah dan macam-macamnya
dan kita
memperhitungkan biaya
investasi-investasi itu harga lahan
terus operasi pemeliharaan itu ketika
telah terbangun dan lain sebagainya jadi
investasi meliputi harga lahan dan
rencana
biaya investasi sistem
ada melihat kondisi lingkungan serta
faktor resiko internal artinya faktor
risiko
terhadap operasional daripada IPRT itu
selanjutnya bagaimana kita menentukan
kapasitas jplt itu Nah tadi kan kita
sudah bicara syarat-syarat untuk lokasi
IPRT dengan berbagai macam
pertimbangannya yang kedua bagaimana
kita menentukan kapasitas ipld nah debit
lumpur 3 itu sederhana saja adalah
persentase pelayanan misalkan satu kota
itu 50% atau 40% kali jumlah penduduk
daerah pelayanannya kali laju timbulan
lumpurnya nah patokan yang bisa kita
pakai misalkan persentase pelayanan
50-60% kemudian ada laju timbul dan
lumpur 0,5 liter orang per hari ini
adalah penentuan kapasitas berbasis pada
desk evaluation Nah kalau tadi di depan
saya sampaikan perlu ada real di map
surfin maka kita melakukan survei di
lapangan mencari data primer kira-kira
daerah pelayanan ini sakjane timbullah
lumpurnya berapa nanti di kroscek dengan
hasil penentuan Ini kalau lebih rendah
Berarti ada sesuatu yang salah terhadap
sistem tangki safetynya
Nah selanjutnya masuk pada sarana
prasarana dan teknologi pengelolaan
lumpur tinja jadi di dalam perencanaan
itu macam-macam isinya mulai dari kita
mengetahui apa sih Bagaimana tentang
lumpur tinja itu sendiri terus
menentukan lokasinya sekarang kita
menentukan sarana prasarana dan
teknologi apa yang bisa kita perlukan
untuk
pengolahan pengelolaan lumpur 3 itu
nah sebagaimana kita Jelaskan di depan
bahwa fungsi utama iplt itu adalah
dirancang untuk menstabilkan senyawa
organik dan meningkatkan padatan yang
terkandung dalam lumpur tinja artinya
begini Jadi
mengandung banyak sekali senyawa organik
yang masih belum stabil yang angka
biodienya masih tinggi itu harus kita
turunkan juga di dalam lumpur tinja
kandungan airnya sangat tinggi bisa di
atas antara 95 sampai
908% sehingga kita menggeser supaya
kandungan airnya turun kira-kira tinggal
40-50% sehingga menjadi lumpur padat
yang bisa dimanfaatkan gitu
nah ini sistem
pengelolaan limbah domestik itu begini
Bapak Ibu sekalian jadi ada
prasarananya ada tangki penyedotan
kemudian diangkut kemudian ada unit
pengolah iplp-nya Kemudian yang kedua
adalah pemanfaatan ada pemanfaatan
efluennya misalkan karena kalau fluence
itu sudah tidak ada bakteri patogen ya
seringkali efluenza itu masih banyak
mengandung nutrien ada NPK dan
seterusnya sehingga bisa dimanfaatkan
untuk air siram tanaman atau air irigasi
dan seterusnya dengan syarat
bakterinya sudah hilang kemudian ada
pemanfaatan lumpurnya lumpurnya itu bisa
memiliki nilai ekonomi karena dia bisa
dikonversi menjadi kompos dan menjadi
sebuah Istilahnya portaliser ya jadi
sebagai sebagai penggembur dan juga
satu tanah begitu kenapa karena ada
kandungan NPK dan beberapa unsur mikro
yang diperlukan oleh tanaman
Nah kalau kita merencanakan sebuah
sistem iplt apa sih komponen
pendukungnya di dalam iplt itu harus ada
platform dan quick station untuk
menurunkan
lumpur tinjanya ada kantor yang
diperuntukkan bagi tenaga kerja Ada
gudang ada laboratorium untuk pemantauan
kinerja ipld ada infrastruktur jalan
masuk jalan operasional Jalan Inspeksi
dan lain sebagainya ada sumber Phantom
ada fasilitas air bersih untuk mendukung
kegiatan pengoperasian di PLT alat
pemeliharaan dan keamanan ada faktor
pembatas tidak ada generator yang
digunakan sebagai sumber listrik
cadangan bila sewaktu-waktu ada
Padam listrik dan lain sebagainya Lho
kok perlu listrik Pak karena
Adakalanya sistem pengelola lumpur tinja
itu perlu peralatan mekanikal elektrikal
yang perlu digerakkan oleh energi
listrik
Bapak Ibu sekalian sekarang kita bicara
tentang prinsip pengolahan Lumpur
secara umum
pengolahan lumpur terbagi atas dua jenis
yaitu pengolahan secara fisik pengolahan
pendahuluan dan pengolahan dengan proses
biologi karena apa Karena angka organik
tinggi yaitu dengan tahapan mulai
stabilisasi
pengkondisian dan akhirnya ada drying
pengeringan Kemudian untuk stabilisasi
lumpur tujuannya adalah pertama
mereduksi bakteri patogen mengurangi
baunya
mencegah dan mengurangi atau
menghilangkan faktor-faktor pembusukan
Artinya kita supaya
[Musik]
organiknya itu telah terhubung
terdekomposisi begitu
pengkondisian bertujuan untuk
mempermudah pengeringan yang dapat
dilakukan dengan metode kimia maupun
metode panas Tapi ini kalau di Konsep
ini kita nggak pakai kita nanti
menggunakan konsep biologinya drying
pengeringan bertujuan untuk menurunkan
kadar air yang terkandung dalam lumpur
hal yang perlu diperhatikan adalah biaya
yang diperlukan untuk pengangkutan
lumpur kering jadi gini karena nanti
ketika kita mau melakukan
pembuahan lebur kedamping area kalau
lumpur dalam kondisi basah itu kan
volumenya lebih besar sehingga harus
kita kurangkan kadar airnya juga kalau
kadar airnya rendah itu akan mengurangi
timbulan bau serta terjadinya pembusukan
juga kita di dalam proses pengeringan
memperhatikan adanya lahan yang tersedia
Bapak Ibu sekalian di dalam perencanaan
iplt ada beberapa pilihan diagram alir
IPS
pertama proses konvensional ini yang
dulu Sudah atau sekarang masih ada di
Indonesia banyak dibangun pertama adalah
ada unit kolam
atau SSC
tetapi di Indonesia saya jarang melihat
sukses operasional
yang kedua nanti ada kolam aerobik
kemudian kolom fakultatif kolom asuransi
jadi proses konvensional itu dengan
sistem
ponding atau kolam karena tadi awal
sudah saya sampaikan belum porsi dia itu
95% lebih itu adalah air sehingga karena
kandungan airnya maka pengolahannya bisa
secara alamiah dengan metode poni atau
kolam yang kedua adalah bisa menggunakan
proses Hairin jadi agak-agak efektif
yaitu menurunkan
kebutuhan lahan
pertama adalah SSC Solid Separation
Chamber yang kedua ada IPA biologi untuk
mengolah jadi SSD itu fungsinya
memisahkan padatan dan air Nanti airnya
diolah secara biologi pada dasarnya
dikeringkan yang masuk dalam kategori
Selat treatment kemudian yang metode
kedua kita memiliki gear Chamber
kemudian ada dikentalkan pakai rekening
kemudian pakai chemical treatment dan
cairannya diolah secara biologi
yang nomor dua ini kebutuhan lahan lebih
kecil dibandingkan dengan yang nomor
pertama tetapi biaya operasionalnya jauh
lebih murah yang level pertama
proses konvensional umumnya terdiri dari
jadi tadi ada SSC yaitu kalau opsional
jadi sebelum sebelum masuk ke sini itu
nanti ada SSC nya ada apa bisa pada
tanya tapi bahkan juga ada yang langsung
bisa menggunakan kolam anaerobik dimana
Nanti lumpur dituang di situ tetapi
dibuat secara paralel dioperasikan
gantian kalau yang satu lumpurnya sudah
agak perlu dihentikan diisi oleh
diisikan pada lumpur sebelahnya Eh pada
kolom sebelahnya begitu seterusnya
dimana lumpur satunya dibiarkan sampai
dia stabil mengering baru dilakukan
pengambilan lumpur dan seterusnya
kemudian ada dilanjutkan pada kolam
fakultatif dan maturasi
Tujuannya adalah untuk menurunkan
kandungan bod-nya dalam air air lumpur
tinja sedangkan yang
macturespon itu untuk Mere posisi
bakteri patogen sekaligus menurunkan
kandungan nutriennya N dan p n dan P itu
Kalau dibuang ke air tidak boleh karena
endate itu bisa sebagai Trigger
terjadinya proses eutrofikasi dan itu
akan sangat mengganggu di badan perairan
menyebabkan pencemaran
Nah Bapak Ibu sekalian
teknologi dan proses pengolahan saat ini
jadi dari lumpur tinja nanti masuk ke
SSC sulit Separation kemudian cakenya
dikeringkan masuk kedamping area
kemudian cairannya diolah masuk ke Ipal
biologi dan masuk ke badan air penerima
kemudian yang saat ini juga ada yaitu
ada
saringan kasar dulu sebelum masuk ke SSC
karena kita tahu kadang-kadang di dalam
tangki septik itu yang disedot ada ada
sachet shampo ada plastik macam-macam
Nah itu itu harus dilakukan skrining
dulu setelah itu masuk
ketan ya masuk ke Unit IPA biologi yang
banyak dibangun idealnya ada abr yaitu
anaerobik bevel dalam rangka mengurangi
jadi abr dengan
kolom area rubik itu agak beda kolam itu
diet Open space
sehingga
efektivitasnya lebih tinggi dan volume
atau lahan yang diperlukan lebih kecil
daripada kita menggunakan
anaerobic driver analogi begitu masuk
dimasukkan ke kolom fakultas kolam
maturasi
dari SSC
masuk ke Unit pengeringan training area
kemudian bisa
diletakkan di bidang kompos untuk
mengalami stabilisasi lanjutan dan
disitu nanti akan dihasilkan kompos yang
memiliki nilai ekonomi
nah ini adalah iplt disuwung Denpasar
Bali ini yang masih sekarang berjalan
mungkin kalau teman Bali Ada apakah ini
masih oke atau tidak Tapi awalannya
begini Jadi dari rem Ram itu tadi
[Musik]
tua masuk ke pemisahan pasir dan nanti
lumpurnya dilewatkan ke Unit pengenalan
dari unit pengentalan lumpur yang di
under flow-nya dimasukkan pada mixing
tank kemudian dikasih cao dan tawas
supaya mudah melepaskan air
dimasukkanlah ke Unit
pengepresan jadi dikenal dengan pilpres
dan nanti keluarlah cake yang sudah
tidak ada airnya sangat rendah dan itu
bisa ditampung didampingan area
sedangkan
cairannya diolah di KBR Kemudian eflon
dari abr karena masih tinggi
konsentrasinya di kebetulan di sana ada
STP Suwung bisa diolah bersama di STP
Suwung itu
nah ini contoh-contoh lain yang dari
Bodas Saya kira ini sama ya Bapak Ibu
sekalian prinsipnya ada solusion
kemudian nanti ada Liquid Processing dan
dilanjutkan dengan pengolahan dari
solidnya jadi dari borda juga sama
berarti dihasilkan cakenya bisa
dikeringkan dengan energi matahari dan
seterusnya nah ini adalah sebuah
ilustrasi market ya jadi kira-kira
iblt itu kayak apa sih kalau sistem
kolam ya dari produk jadi ada apa
namanya jalan ada
station-nya jadi ada receiving Point
untuk menerima lumpur tinja ada proses
penerimaan lumpur kemudian masuklah di
pemisahan pada charger cairan cairannya
masuk ke Unit stabilization port
padatannya dikeringkan pada unit saja
Kemudian
kolam stabilisasi terdiri dari anaerobik
fakultatif dan ini ada maturasi dan ini
fakultatifnya begitu bisa juga di dalam
sistemnya kalau lumpurnya itu banyak
kita bisa memanfaatkan lumpurnya
menggunakan
biodiechester jadi ada Dome untuk
membangunnya nah kemudian
efluence
dan tadi lumpurnya di sudah relatif
stabil dikeringkan
ya diolah di dalam sistem kolam di
sebagaimana yang dijelaskan di dalam
gambar ini
unit pengolahan pendahuluan unit
pengolah pendahuluan berfungsi untuk
mengangkat sampah batu kerikil minyak
dan lemak yang terbawa dalam lumpur
hijau dimana unit pendahuluan berfungsi
untuk mencegah kerusakan peralatan
mencegah gangguan pada proses pengolahan
selanjutnya dan dapat meningkatkan
efektivitas tentu unit pengolahan di
belakangnya
hal-hal yang diperhatikan di dalam apa
namanya di dalam
penerimaan luber tinja yaitu ada
fasilitas interface antara iplt dengan
truk Hindia itu untuk unit penerima ada
pengukuran volume lumpur 3 yang diterima
kemudian pengecekan jenis lumpur yang
dibawa tertinggi karena seringkali yang
kita jumpai para pencetus lembur adalah
home industri atau dari industri
sehingga akan mempengaruhi kinerja IPRT
nantinya kemudian perlu mempertimbangkan
jenis ukuran dan frekuensi truk ginjal
pada arus Puncak sehingga kapasitas
volume unit penerima harus mampu
menampung Pada saat jam Puncak kemudian
dilengkapi Jalan akses yang memudahkan
pergerakan tertinggi jadi di dalam
perencanaan iplt itu tidak hanya
unit-jerit saja kita akses jalan harus
dipertimbangkan untuk manuver
masuknya daripada tertinggi
Nah Bapak Ibu sekalian ini contoh adalah
unit penerima jadi satu interfacenya itu
bisa menerima 1 2 3 daripada lumpur
ginjal kira-kira barangnya kalau sudah
ada kayak gini Jadi ini adalah bisa
menerima satu atau dua lebih daripada
terbijak untuk
melepaskan atau mengosongkan telur
berpijak dari tangkinya
kemudian
ini perlu ada screen Bapak Ibu sekalian
saringan kasar untuk menangkap
sampah-sampah yang mungkin terbawa di
dalam
[Musik]
lumpur 3 itu
kemudian ada kriteria jadi penangkap
kerikil distributor fungsi umum dari
grip itu adalah untuk melindungi
peralatan
supaya tidak terjadi kerusakan peralatan
belakang jadi kita tahu bahwa di dalam
lumpur tinja itu sering kali ada pasir
Kerikil yang ada di dalamnya
nah ini Bapak Ibu sekalian
Saya tidak menyampaikan Bagaimana
menghitung dimensinya karena itu tidak
cukup waktunya ini hanya mengintrojur
saja dalam waktu satu setengah jam ini
kita
mengintro Justru kira-kira iplt itu apa
saja sih yang ada di dalamnya begitu
Jadi kalau mau detailnya ya kalau mau
apa namanya ada soft course tentang iplt
Mungkin aja karena kalau di kepua ini
pelatihannya biasanya dua tiga minggu
begitu nah jadi di dalam lumpur 3 kita
harus memisahkan
partikel diskrit yang mungkin ada di
dalam
tadi setting di dalam lumpur tiganya nah
modelnya seperti ini dilewatkan ada
screen kemudian nanti pasirnya akan
dengan kecepatan tertentu alirannya
pasirnya akan
tertinggal di sini lumpur yang agak
ringan langsung masuk menuju ke
memiliki pengolahan kalau unit yang agak
maju seperti ini jadi nanti ada sistem
mixing untuk bisa memberi apa namanya
mixing untuk nanti
memisahkan dan mengambil partikel Grid
dari sistem yang telah
kemudian kadangkala di unit iplt kita
harus melengkapi dengan hidup pemisah
minyak dan lemak karena sedikit kita
ketahui penyedotan
ada yang tidak hanya untuk bulat-butir
saja ada black and grey nah Oleh karena
itu kadang kala masih ada mengandung
minyak nah ini dan lemak ini harus
dipisahkan jadi minyak lemaknya seperti
ini pakai sistem dengan aliran
ada brevel dan penahan supaya oil
editnya mengapung kemudian
influenza agak di bawah sehingga yang
keluar ini sudah diharapkan tanpa
menghitung minyak dan lembab
kemudian di dalam sistem yang agak maju
ada unit pengentalan unit pengentalan
ini adalah memisahkan secara fisik
antara padatan dan cairannya Nah di sini
ada unit pengentalan tanpa stabilisasi
ada unit pengentalan yang dengan
stabilisasi atau
pemasangan nah di situ contohnya kalau
yang tanpa pematangan Itu adalah sebuah
takenner yang kita jelaskan di atas tadi
Tetapi kalau yang dengan pemasangan
contohnya ada tadi ada unit imposting
ada juga SSC dan seterusnya
ini adalah contoh kalau bangunan
pengentalan yang mekanis Bapak Ibu kalau
kita mau Hairin proses seperti ini lebur
masuk di tengah ada pemutar pelan-pelan
supaya lumpurnya memisah ke bawah
mendingannya nanti diolah secara biologi
lumpurnya diambil sebagaimana yang saya
jelaskan di atas lumpurnya bisa diproses
dengan fisik kimia untuk supaya bisa
dipadatkan dalam waktu yang relatif
cepat
kelebihan dan kekurangan daripada
decodern adalah dapat menghilangkan
minyak dan lemak sekaligus kemudian
tidak perlu energi listrik untuk mekanis
kecuali di desain dengan pompa kemudian
perlu listrik sebagai puncak dan
seterusnya hal-hal yang harus
diperhatikan untuk United adalah
prosentase penguraian TSS di atas 80%
kemudian konsentrasi padatannya adalah 3
sampai 6% dan lumpur cairan
perlu dilakukan pengolahan lanjutan itu
Nah Bapak Ibu sekalian yang sering
dibangun di Indonesia itu adalah SSC
Islam
dengan prinsip penyaringan dan
pengendapan dan sekaligus pengentalan
jadi prinsip kerja SSC itu adalah
pemisah lulur yang lumpur jadi kita
mengisikan lumpur 3 dalam suatu unit SSC
kemudian
diisi sampai ketebalan tertentu
dibiarkan selama proses pengisian itu
akan terjadi mekanisme filtrasi jadi
padatannya tertahan di atas cairannya
akan turun nanti cairan yang tersaring
istilahnya Filtrat tadi dibawa ke Unit
Pengelola cairannya kemudian tentu
karena
media pasir yang dipakai untuk
memfilter tadi mengalami penyumbatan
maka ada mekanisme yang kita kenal
dengan mekanisme
kita beruang lumpur 3 Tetapi dia sudah
tidak bisa
mengalami filterin lagi sehingga terjadi
mekanisme pengendapan saja nanti ada dua
lapisan lapisan lumpur basah dan lapisan
cairannya Nah nanti cairannya itu
dikeluarkan sehingga tinggal lumpur yang
dalam bahasa kita nyemak nyemak untuk
dibiarkan dia kering begitu
konsep estetis seperti ini
sayangnya di Indonesia itu dibuat fix di
dalam perencanaan awal idealnya ini
adalah pofable jadi adjustable water
gear artinya apa
konsepnya adalah ketika lumpur
dimasukkan mekanisme filtrasi berjalan
lama-lama mengalami penyumbatan dan
dilanjutkan ada mekanisme
akan ada dua lapisan dan supernata nah
fungsi daripada stabil itu nanti
mengeluarkan
supernathan ini sampai pada level ini
dengan cara membuka pelan-pelan dimana
cairannya itu
dialirkan menuju ke biologi bersama
dengan Filtrat yang keluar dari under
flow unit SSC itu contoh operasional SSD
seperti ini jadi kalau sudah apa namanya
sudah agak dilepaskan filternya
kira-kira yang modelnya ya gini masih
agak basah
bahasa Jawanya kemudian kalau sudah
kering kayak gini Bapak Ibu di SSC itu
kalau sudah seperti ini kadar airnya
kurang lebih ya masih ada apa namanya 50
40% jadi sudah bisa diambil secara
manual
nah cuma di Indonesia ini ya jadi
masalah ini dipikir fix gitu loh apa
namanya apa namanya
itu adalah sehingga kita bisa mengatur
ketinggian daripada
Nah Bapak Ibu sekalian di dalam unit
pengolahannya ada kolam anaerobik yaitu
ada kriteria desainnya di sini yaitu
beban organ jadi gini kolam ada rubik
apa sih Kondisi itu ada Saya hanya
menjelaskan secara garis besar Apa
bedanya kolam anaerobik fakultatif dan
maturation port di dalam kolam anaerobik
itu kita berharap mekanisme tetap
berjalan
dia kita bangun pada kedalaman 2 sampai
5 meter nanti di permukaannya diharapkan
ada tembuskan yang menghambat
perpindahan oksigen dari udara ke dalam
lumpur 3 itu nah atau di dalam cairan di
dalam kolam aler itu sehingga diharapkan
terjadi mekanisme
biodegradasi secara anaerob dan
paling tidak sekitar 60% daripada
angka bod itu sudah tersisihkan menjadi
biogas ini sebetulnya kalau kita sebagai
di lingkungan itu ya tidak tidak ideal
gitu ya Kenapa karena dia menggantikan
biogest bio kan ada metan ada CO2 kalau
CO2 Allah sudah menciptakan ada
mekanisme fotosintesis Tetapi kalau
metal sementara belum padahal metadi itu
kalau kita bicara tentang
apa namanya global warming Dia memiliki
trading energi 22 kali lebih besar
daripada hco2 sehingga ini sebetulnya
kalau pembangkit begini ada ada sedikit
dosa lingkungan begitu nah ini waktu
tinggalnya macam-macam dalam dilihat
dari desain kriteria ada yang satu
sampai dua hari tetapi di beberapa teks
book ada yang lebih dari 5-6 hari dan
seterusnya untuk menjamin
konsentrasi biotiknya turun dalam angka
di atas 50-60%
nah ini kekurangan dan kelebihan unit
kolom aler rubik itu Jadi kalau kolam
itu kan karena volumenya gede waktunya
lama karena waktunya lama volumenya gede
sehingga dia mampu melakukan menahan
beban jadi
bebannya tidak menjadi masalah di situ
terkait dengan apa namanya kemampuannya
itu kadang-kadang dia bisa sampai
menurunkan angka bod sampai kurang lebih
sekitar apa namanya
85% tapi jarang lah rata-rata antara 50
sampai 60%
ini adalah unit pengolah cairannya Bapak
Ibu ini ya anaerobiknya kemudian ini
yang hijau itu biasanya mautures
handphonenya jadi ini ada sederet contoh
dimana Nanti ada serangkaian secara seri
ada kolam anaerobik fakultatif dan juga
ada rangkaian secara seri untuk mengatur
ini berbagai macam jenis
pengolahan cairannya Bapak Ibu sekalian
jadi sekali lagi ada pengolahan secara
anaerobik ada pengolahan secara aerobik
kemudian ada lanjutan pengolahan
penghilangan secara pengolahan secara
patogen begitu
nah ini saya agak sedikit berifli jadi
konfigurasinya anaerobik fakultatif dan
akurasi ini takut adalah teknologi iplt
konvensional
persyaratan teknis untuk pengoperasian
kolam Anaerob sudah ada di atas tadi di
sini juga ada yang kita sampaikan harus
ada disediakan penguras Lumpur dan
seterusnya jadi contoh dari pada model
kolam anaerobik
ini
contoh nyata secara seri jadi kolom
anaerobik begini Ada apa namanya sekam
ini sangat diharapkan untuk proses
anaerobik bisa benar-benar berjalan di
sini kemudian di sini ada fakultatif
dari ujung sana adalah kondisi yang
maturation
ini tadi ya Ini ini untuk kolam
aerobiknya dan ini adalah fakultatif nah
kolom fakultas
dia lebih dangkal di situ kita
mengharapkan ada simbiosis mutualisme
antara Alga dan bakteri
fungsinya adalah
di siang hari arti akan mensuplai
oksigen untuk bakteri aerob pendegradasi
polutan organiknya kemudian
hasil biodegradasi menghasilkan CO2 dan
nutrien yang dimanfaatkan oleh LG ini
yang kita sebut ada simbiosis mutualisme
antara AG dan bakteri fakultatif
dikatakan demikian karena dalam kolam
itu ada tiga zona ada zona Anaerob
fakultatif dan zona anaerobik kemudian
kolam fakultatif tadi waktu tinggalnya
antara lima sampai 30 hari sehingga
dimensinya cukup besar sekali ini contoh
model dari pakai kolam fakultatif tidak
begitu dalam
satu sampai dua setengah jadi bagaimana
Pak bagaimana kita menetapkan satu atau
dua setengah tergantung daripada tingkat
suspendidid material yang ada di dalam
semakin
suspendisi rendah maka semakin boleh
kita lebih dalam
kemudian persyaratan teknis operasi
fakultatif itu sudah ada di sini
permukaan idealnya cukup berwarna hijau
dan menunjukkan disitu ada aktivitas
mikrotik beban volumetriknya ada
idealnya di bawah 400 idealnya Kalau
lebih dari itu biasanya agak kurang
efektif kemudian efisiensi pemisahan
dodnya di atas 70% PH antara 7 sampai 8
ini adalah model makuret
0,5-1,1,5
Nah Bapak Ibu sekalian di dalam kolam
akurasi ini kondisinya dihadapkan full
aerobik dimana Nanti energi matahari itu
bisa melakukan penetrasi ke dalam kolam
supaya
kinerja daripada
Aldi itu bisa berjalan dengan baik
fungsi dalam naturation phone adalah
untuk
mereduksi nutrien sehingga disitu
pertumbuhan alginya banyak yang kedua
adalah
mereduksi bakteri patogen bakteri
patogen Kok bisa hilang dari mana
pertama adalah dari
sinar UV matahari yang kedua kondisi
aerob karena Mengapa kondisi aerob bisa
terjadi karena adanya
produksi Alga jadi Aldi berfotosintesa
menghasilkan apa namanya Oksigen yang
dalam jumlah yang sangat besar dan itu
sangat baik begitu ya
kemudian setelah cairannya diolah di
dalam sistem ponding tadi maka kita
melakukan pengolahan padatan jadi di
dalam kolam anaerobik itu biasanya di
desain untuk dua paralel atau tiga
dimana Nanti dioperasikan saya
bergantian ketika kalau kita tidak
menggunakan SSC ya jadi langsung dituang
di situ begitu lumpurnya naik Maka nanti
di offkan diganti dengan kolom
sebelahnya lah ketika di off kan nanti
lumpurnya itu bisa ada dua metode Kalau
agak encer ya bisa dipompa kalau nggak
yang nunggu agak layak untuk dipindahkan
secara manual begitu di dalam unit serat
lain
selanjutnya
diharapkan kandungan airnya tinggal 20%
kemudian waktu
kita telah melakukan eksperimen juga
kurang lebih antara 10 sampai 15 hari
strukturnya kayak begini Bapak Ibu
sekalian gampang ada pasir Gravel dan
seterusnya Nah kalau udah jadi kayak
gini model dari unit pengering lumpurnya
itu nah dibuat bersel-sel kalau kita
memperlancarkan 15 hari minimum ada 15
sel dimana sehari diisi sel 1 sel 2 dan
seterusnya pada saat sel terakhir
diharapkan pertama ini lumpurnya sudah
bisa dipindahkan ke damping area begitu
dan nanti untuk siap diisi pada hari
esoknya
jadi kelebihan dan kekurangan
konstruksi dan seterusnya ini waktunya
larinya kenceng sekali ternyata ya sudah
tinggal 13 menit karena masih ada
beberapa item nah kemudian
mudah di dalam konstruksi dan operasi
dan investasinya relatif tidak tidak
mahal problemnya seringkali
karena kita ada di dua musim maka
seringkali di musim hujan bermasalah
Oleh karena itu sekarang ini
banyak apa itu namanya SSC maupun SGP
dikasih roof kasih atap yang tembus
cahaya Supaya apa namanya pengeringan
bisa tetap berjalan walaupun musimnya
tidak agak hujan gitu
nah hal yang harus diperhatikan di dalam
pengering lumpur ini konsentrasi
padatannya harus 25-65%
lubur bisa diolah dan nanti di dalam
saja kalau kita mendeliverynya masih ada
airnya tentu ada air filtrasi air
infiltrasinya itu harus di
dialirkan kem
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:12 UTC
Categories
Manage