PENGELOLAAN MINYAK JELANTAH
j0P-lQJHOtM • 2023-02-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
untuk riwayat pendidikannya Beliau
pernah menempuh pendidikan S1 teknik
lingkungan pada tahun 2011 di
Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Kemudian beliau juga melanjutkan
pendidikan S2 teknik sistem lingkungan
pada tahun 2015 di Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta
Kemudian untuk aktivitasnya beliau
merupakan dosen teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia Kemudian
beliau juga merupakan cocorder butik
daur ulang Project B Indonesia lalu
untuk
keanggotaan profesi yaitu ada persatuan
Insinyur Indonesia Kemudian untuk karya
ilmiah pada tahun 2020 ada pengolahan
sampah organik sebagai solusi ekonomi
dari perguruan tinggi di masa pandemi
prosiding konferensi nasional pengabdian
kepada masyarakat dan CSR Kemudian pada
tahun 2020 ada building information
modeling adaption model for arsitektural
education jurnal of design and build
environment
itu tadi sekilas mengenai kedua pemateri
kita pada pagi hari ini
mungkin selanjutnya saya akan menyapa
kedua materi kita terlebih dahulu
Assalamualaikum selamat pagi Bapak
Tatang
[Musik]
Bagaimana nih pak kabarnya hari ini Pak
alhamdulillah gimana Pak sudah siap
untuk menyampaikan materi hari ini Insya
Allah
Ya baik untuk penyampaian materinya
waktunya kurang lebih sampai jam 10.45
gitu ya pak
langsung saja tanpa berlama-lama tempat
dan layar kami persilahkan Oke saya
duluan ya berarti Mbak Nisa ya
[Tepuk tangan]
mohon izin saya share screen dulu ini
sudah kelihatan
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Selamat pagi Bapak Ibu semuanya ini saya
lihat ini sudah ada
205 yang join nah 206 mudah-mudahan
selalu bertambah ini nah walaupun hari
Sabtu sepertinya semangatnya sangat luar
biasa ya Nah ini bisa jadi karena faktor
pak Tatang ini karena Pak Tatang
patennya di bidang itu sudah luar biasa
saya bapak ibu nah saya di sini
akan memulai terlebih dahulu sebelum pak
Tatang yang nanti gongnya tentang
pengolahan minyak jelantahnya
saat ini saya selain mengajar di jurusan
teknik lingkungan
Kebetulan saya juga menjadi tim peneliti
di laboratorium
limbah padat dan B3 di jurusan teknik
lingkungan jadi dalam beberapa tahun
terakhir kami konsen kepada
timbulan minyak jelantah di berbagai
daerah di Indonesia nah jadi kami ada
kurang lebih
40-an peneliti dengan mahasiswa plus
mahasiswa yang fokus untuk
mengidentifikasi timbulan minyak
jelantah dan faktor-faktor yang
mempengaruhi timbulan minyak di lantai
itu sendiri di masyarakat Kenapa ini
kami lakukan
karena memang
kami melihat nah ini terlupakan Bapak
Ibu semuanya
bahwa
ada suatu hal yang memang kita hasilkan
ini sama seperti sampah sebetulnya
Tetapi kalau sampah ini ada yang
mengangkut
terus nanti atau ada yang mengumpulkan
terus dimasukkan ke TPA Nah kalau minyak
jelantah sejauh ini sejauh ini yang kami
ketahui itu
mungkin dalam satu tahun Tahun 2022
sudah banyak dilakukan tapi sebelum
Tahun 2022 itu
minyak jelanta ini dikumpulkan itu hanya
untuk pengepul saja atau di
tempat-tempat makan yang besar atau
kawasan kuliner yang besar itu
dikumpulkan tapi untuk di rumah tangga
ataupun di
wilayah-wilayah yang memang belum
mengetahui bahaya Minyak jelantah ini
itu dibuang ke lingkungan sehingga
timbullah keinginan dari kami di jurusan
teknik lingkungan mencoba nah mencoba
melihat
Berapa banyak
timbulannya jelantah yang ada di rumah
tangga itu ataupun di kawasan-kawasan
kuliner di rumah makan di berbagai
tempat Kami ingin melihat Seperti apa
potensinya sebetulnya Tetapi kan sebelum
kita masuk ke potensi dan lain
sebagainya kita harus mengetahui
Berapa banyak timbulan minyak jelantah
tersebut nah Selain itu kami juga
mencoba melihat faktor lain nah faktor
lain yang mempengaruhi
penghasil hasil dari minyak jelantah ini
terutama untuk di rumah tangga karena
kalau dilihat-lihat
rumah tangga di Indonesia ini banyak
minyak jelantahnya itu langsung dibuang
ke lingkungan itu berdasarkan hipotesis
kami waktu itu nah ketika dalam
penelitian nanti bisa akan saya share
Seperti apa hasil dari pengaruh ataupun
faktor kondisi sosial ekonomi dan budaya
nah terhadap timbulan minyak jelantah di
masyarakat di Indonesia
baik ini materi yang akan kita
ya diskusikanlah mungkin Bapak Ibu Ya
karena di sini
saya bukan bermaksud untuk mengajarkan
dan lain sebagainya tetapi saya
mewakili teman-teman di teman-teman
peneliti di laboratorium limbah padat
dan B3 teknik lingkungan UII
menyampaikan apa yang sudah kami lakukan
sharinglah bisa bilang seperti itu
tentang minyak jelantah yang kami
ketahui dampak lingkungan dan kesehatan
yang kami dapatkan di masyarakat terus
teknik sampling kuantitasnya jelantahnya
seperti apa yang kami lakukan serta
hasilnya seperti apa nanti nah dan juga
ada faktor-faktor yang mempengaruhi
timbulan minyak jelantah itu nah ini
kalau faktor yang ini lebih banyak Nanti
faktor yang kami temukan di lapangan
dan juga ada rekomendasi pengelolaannya
jelas seperti apa
kita masuk ke yang pertama Bapak Ibu ini
pengantarnya jelantah ini adalah latar
belakang kami tadi yang saya ceritakan
Nah kalau bisa dilihat kalau dari
pengertiannya sendiri kalau dari KBBI
itu punya jelantah atau adalah minyak
goreng yang sudah dipakai berulang-ulang
ini belum
kadang sering terjadi perdebatan nah
diantara kami juga di masyarakat juga
kalau sudah dipakai sekali atau dua kali
Apakah itu masuk minyak jelantah juga
terus ada lagi di KBBI ada lagi saya
coba cari secara online minyak jelantah
itu adalah minyak goreng sisa bekas
pakai untuk menggoreng nah ini lebih
lebih biasa lagi artinya bekas pakai
untuk menggoreng berarti sekali pakai
sudah sudah selesai ini jadi minyak
jelantah nah ini yang yang nanti jadi
batasan-batasan kami untuk melakukan
penelitian dan identifikasi untuk
timbulannya jelantah ini biasanya nanti
itu kami tanyakan untuk faktor sosial
ekonomi dan budaya dan kuesioner untuk
mengetahui minyak gorengnya di
masyarakat itu dipakai berapa kali
penggorengan dan lain sebagainya ini
juga bagian dari
identifikasi timbulan minyak jelantah
akan tetapi Kami mencoba dasar kami
untuk menyebut minyak jelantah itu dari
beberapa penelitian salah satunya adalah
dari masker dan Baki ini yaitu
minyak goreng yang digunakan secara
berulang-ulang dan continue serta
disertai adanya kontak dengan udara dan
air dengan suhu tinggi
pada proses penggorengan akan
mengakibatkan terjadinya reaksi
degradasi jadi nanti ada degradasi
polimerisasi hidrolisis dan oksidasi di
situ yang kompleks dalam minyak dan
menghasilkan berbagai senyawa hasil
reaksi nah dan ada perubahan warna dari
kuning menjadi warna kehitaman juga
terjadi pada minyak goreng nah ini bisa
disebut kalau sudah ada proses
penggorengan berkali-kali dan ada
perubahan warna yaitu
dan ada juga
menurunnya kualitas minyak hingga
akhirnya minyak dapat tidak dapat
dipakai lagi dan harus dibuang ini
memang butuh melihat
hasil laboratorium kalau untuk kualitas
minyaknya dan kami saat ini memang dalam
proses juga untuk melihat kualitasnya
secara keseluruhan
baik ini sebagai pengantar ternyata di
Indonesia ini lebih cenderung
penggunaan minyak jelantah eh minyak
jantan minyak goreng meningkat nah
secara tidak langsung ini juga
berpengaruh terhadap
timbulan minyak jelantah yang ada
pada tahun 2020 kurang lebih
17,35 ton juta ton minyak goreng yang
dikonsumsi oleh masyarakat terutama
minyak sawit ini ini dari minyak sawit
Bapak Ibu semuanya nah tahun 2021 itu
meningkat
6,63% atau menjadi kurang lebih 18,5
juta Ton
kita bisa melihat bahwa
kemarin terjadi kelangkaan minyak goreng
pada Tahun 2022 ini data baru saya
dapatkan sampai tahun 2021 kita melihat
kondisi pandemic ini nah juga
meningkatkan mungkin ya konsumsi
masyarakat kami
coba melihat juga dari penelitian kami
ternyata
pandemik ini juga membuat timbulan
minyak jelantah itu meningkat di rumah
tangga dan
warung kuliner di rumah makan dan di
fasilitas komersial lainnya juga
ternyata juga meningkat Jadi
kami belum menemukan Seperti apa
hubungannya
Apakah seperti sampah semakin banyak
jumlah populasinya atau jumlah manusia
maka minyak konsumsi minyak jelantahnya
yang dihasilkan juga semakin tinggi
apakah seperti itu ini yang belum kami
temukan alurnya kalau untuk identifikasi
Karena penelitian kami masih sangat
sedikit kami baru kurang lebih ada 20
lokasi di Indonesia yang kami
identifikasi Nanti akan saya share
kepada bapak ibu sehingga kami belum
bisa menyimpulkan Apakah ada
faktor-faktor yang dapat
terutama untuk berdasarkan jumlah orang
dan lain sebagainya nah yang
mempengaruhi timbulan penggunaan minyak
sawit atau minyak goreng dan
dampaknya kepada timbulnya jelantah Dan
ini juga 10
negara 10 negara konsumsi minyak goreng
terbanyak ternyata Indonesia
jadi peringkat satu bapak ibu
saya coba cari-cari ini data yang memang
sudah banyak di internet nah saya share
di sini memperlihatkan bahwa
ini data ini Indonesia adalah nomor 1
terus ada India ada Cina nah jumlah
penduduk di Cina itu lebih banyak
daripada di Indonesia tetapi
minyak jelantah yang minyak goreng yang
digunakan sedikit Nah ini kan ada
sesuatu yang memang
jadi
semacam pertanyaan lah kalau kami
melihat ini bahwa
jumlah penduduk Apakah berbanding lurus
dengan minyak minyak goreng yang
dikonsumsi dan minyak jelantah yang
dihasilkan ini tujuan kami nanti adalah
kesana tapi belum belum tercapai setelah
kurang lebih 6 tahun kami melakukan
penelitian itu belum selesai Nah
mudah-mudahan nanti Bapak Ibu di sini
bisa ada waktu untuk Sharing juga dengan
kami tentang penelitian mungkin nanti
kita bisa kontak lah seperti apa kita
bisa melihat potensi
dari minyak jelantah ini dan
identifikasi timbulan di berbagai tempat
ini dampak lingkungan dan kesehatan
masyarakatnya Saya yakin ini sudah
banyak kita ketahui semuanya Bapak Ibu
Nah pertama dari sisi dampak lingkungan
kita yang paling mudah yang paling mudah
kalau bapak ibu peserta webinar semuanya
ketika selesai
memasak nah ataupun membeli produk
terutama gorengan yang ataupun sambel di
rumah makan padang terutama kalau kita
lihat rumah makan Padang Nah itu kalau
sambal rumah makan padang itu kalau
tidak ada minyaknya itu nggak nggak
greget rasanya kalau bapak ibu makan kan
Nah jadi kalau ada sisa disambel itu
terus kita masukkan ke sing nah kesing
waktu mencuci piring kalau tidak
bagus untuk
pengelolaannya atau tidak ada yang
namanya mie bak penangkap atau penangkap
minyak dan lemak ini bisa menyumbat
saluran pembuangan kita nah ini dampak
pertamanya kalau secara lingkungan dan
apabila masuk ke badan air
ini juga akan menyebabkan pencemaran
lagi terhadap air dimana menyebabkan COD
dan BOD bod nya tinggi nah ini juga akan
menghalangi
cahaya matahari masuk ke dalam air
sehingga apa ya juga akan mempengaruhi
ekosistem air itu sendiri ketika
minyak jelantah ini masuk ke
badan air dan begitu juga kalau
dimasukkan ke dalam tanah jadi ada juga
kami temukan yang menimbun ke dalam
tanah beserta sampah jadi beberapa
tempat Ya udah digabung dengan sampah
ditimbun di samping rumah atau belakang
rumahnya nah ini juga
ujung-ujungnya bisa mencemari tanah dan
kalau sudah hujan
ikut dengan air dia juga nanti akan bisa
menyebabkan
pencemaran air
ini dampak secara lingkungan
secara garis besarnya seperti itu
bapak ibu
terus dampak kesehatan ini yang yang
mungkin lebih berbahaya Nah bagi manusia
dalam pikirannya mungkin seperti karena
sebagian besar kami tanyakan yang
ditakutkan itu adalah dampak kesehatan
Nah kalau dampak lingkungan
mereka yang menjadi responden kami
kebanyakan tidak ini
tidak memungkinkan
mereka berpikiran bahwa dampak
lingkungan itu belum berasa Jadi mereka
tidak merasakan yang mereka takutkan di
sini adalah pertama resiko kanker dampak
kesehatannya kalau kita lihat secara
umum resiko kanker karena memang
penggunaan minyak jelantah berkali-kali
itu nanti akan mengakibatkan
ada zat-zat karsinogen yang juga bisa
ikut ke dalam makanan yang digoreng di
situ nah tapi kalau biasanya ini kami
tanyakan ke masyarakat tapi kalau kita
tanyakan ke teman-teman mahasiswa
biasanya semakin hitam minyak gorengnya
di pecel lele itu semakin nikmat katanya
Nah jadi kalau berbeda kalau berbeda
orang yang ditanyakan nanti tanggapannya
juga berbeda kalau terhadap kesehatan
terus selain itu juga ada resiko
kesehatan obesitas karena juga selain
itu juga
obesitas ini ya sudah jelas kalau yang
dimakan adalah gorengan yang juga
mengandung
zat-zat karsinogen dan
lemak ya Bapak Ibu ya minyak dan lemak
otomatis juga akan menyebabkan obesitas
terus juga ternyata ketika
minyak jelantah ini digunakan
berkali-kali kan hari ini digunakan
untuk pertama kali terus disimpan nih
besoknya digunakan lagi minyak yang sama
bahkan besoknya lagi juga digunakan ada
yang seperti itu kami juga melihat bahwa
ternyata ada bakteri di situ
dan ini menyebabkan juga bisa
menginfeksi kepada orang yang
mengkonsumsi dan yang terakhir mungkin
akan sedikit lama atau cukup lama untuk
menghasilkannya bahwa
ada nah
penyakit yang baru dirasakan setelah
mungkin sekian tahun
yaitu ada penyakit degeneratif biasanya
Parkinson yang di sini dari beberapa
penelitian kami cari karena kalau ini
belum kami belum dapat membuktikan tapi
ini dari beberapa penelitian katanya
dapat menyebabkan penyakit degeneratif
terutama Parkinson
itu dari dampak kesehatannya bapak ibu
kita masuk ke teknik sampling dan
kuantitas minyak jelantah Nah ini
mungkin yang sudah kami lakukan
Bagaimana kami melakukan sampling di
kurang lebih 20-an lokasi mulai dari
di Sumatera di Jawa dan di Kalimantan
Kami coba baru itu area yang bisa kami
capai untuk mengidentifikasi timbulnya
jelata
cukup banyak variasi sampling yang kami
lakukan karena
sampai saat ini sampai saat ini belum
ada peraturan baku tentang sampling
untuk kuantitas
Jadi kalau dari sampah itu sudah ada
menggunakan SNI teknik sampling Terus
kalau dari
limbah Nah untuk pengujian limbah dan
sebagainya sudah ada semua sudah lengkap
semuanya tetapi kalau untuk minyak
jelantah ini nah teknik samplingnya jauh
kami membaca referensi itu belum
didapatkan nah secara terutama di
Indonesia belum ada
yang peraturan mengikat ataupun SNI yang
menunjukkan Seperti apa sampling minyak
jelantah ini sehingga kami juga
meraba-raba seperti apa sampling yang
dilakukan
walaupun juga ada dasar-dasar yang kami
pilih untuk melakukan sampling ini
yang pertama
sebelum sampling tentu kita harus
melihat dulu tujuan samplingnya apa
bapak ibu
untuk minyak jelantah kami melihat
tujuan pertama adalah mengidentifikasi
kuantitas dan kualitas minyak jelantah
di suatu wilayah
kuantitas sudah jelas ingin melihat
berat dan volumenya Seperti apa dan
kualitasnya ini berhubungan dengan
pengolahannya nanti Bapak Ibu Nah jadi
sebelum dilakukan pengolahan Kami ingin
melihat kualitasnya Seperti apa Nah jadi
akan kita lihat apakah ada hubungan
kuantitas dan kualitas minyak jelantah
ini dengan hasil dari pengolahannya
nanti mungkin kalau untuk pengolahan pak
Tatang akan lebih banyak bercerita
kepada Bapak Ibu semuanya yang kedua
adalah menganalisis tren perubahan
kuantitas dan kualitasnya jelas inilah
Kenapa kami melakukan penelitian di
berbagai wilayah
ini untuk melihat juga menganalisis tren
perubahan kuantitas dan kualitas minyak
di lantai short sendiri dan begitu juga
ini kami sedang berusaha juga
Loka satu lokasi ini setelah sekian
tahun saya ini setelah ada lokasi yang
setelah 3 tahun kami coba sampling lagi
Kami ingin melihat Apakah ada tren
perubahan kuantitas dan kualitas minyak
jelantahnya nah ini yang sedang kami
lakukan dan juga
mengevaluasi program nah keberhasilan
dan kita ketidakberhasilan ini biasanya
tujuan sampling ini juga ingin melihat
Apakah sebelumnya ada program untuk
minyak jelantah ataupun tidak nah ketika
nah ini juga bisa dijadikan sebagai
acuan pengambilan kebijakan nanti Bapak
Ibu nah perumusan kebijakan ketika
sampling dilakukan Nah ada potensi
pengelolaan minyak jelantah apalagi saat
ini sangat banyak
ya beberapa tahun ini sangat banyak
pengepul yang resmi dalam tanda kutip
dalam bidang pengelolaan minyak jelantah
walaupun sebelumnya sangat banyak juga
pengepul-pengembul yang tidak resmi
melakukan pengumpulannya jelantah dan di
ada yang diolah kembali dalam tanda
kutip dimurnikan ada juga yang
memanfaatkan jadi produk-produk yang
bisa bernilai ekonomi lain yang bukan
minyak goreng lagi tapi ada juga yang
ada yang sedikit nakal menggunakan media
jelantah ini dimurnikan dan dijual
kembali untuk menjadi minyak goreng nah
ini sehingga dengan adanya sampling
biasanya akan mendukung atau menjadi
dasar perumusan suatu kebijakan
dalam proses teknik sampling minyak
jelantah ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan Bapak Ibu yang pertama
penentuan lokasi target sampling dan
metode samplingnya Nah jadi ada beberapa
persiapan yang harus kita lakukan dalam
kegiatan teknis sampling ini
untuk penentuan lokasi nah di awal kita
harus menetapkan sehingga supaya tidak
sulit nanti ketika menentukan target dan
metode samplingnya
cakupan untuk sampling itu kabupaten
atau kota kecamatan atau desa Kecamatan
desa atau area tertentu mempunyai
komplek perumahan dan lain sebagainya
nah ini juga harus ditentukan terlebih
dahulu untuk
memfokuskan proses samplingnya
selanjutnya setelah ditentukan lokasinya
target samplingnya apa Nah karena kalau
di kabupaten atau kota kecamatan Desa
area tertentu itu sudah pasti ada
masyarakat targetnya nah contohnya
masyarakat itu rumah tangga atau rumah
makan
Rumah Makan tertentu yang menjadi fokus
untuk sampling atau area kuliner yang
ada umpamanya fast foodnya terus ada
nanti yang menjual hanya satu jenis
makanan terus ada dua jenis makanan ada
yang 3 jenis berdasarkan jenis makanan
targetnya biasanya area kuliner nah ini
juga perlu ditentukan di awal target
sampling kita siapa masyarakat atau area
komersil seperti rumah makan area
kuliner dan atau sejenis lainnya
selanjutnya setelah ini kita tentukan
barulah kita
pilih nah metode sampling yang digunakan
seperti apa bapak ibu
jumlah sampelnya ditentukan Nah kalau
itu kalau yang namanya sampling tentu
jumlah sampel ditentukan kecuali memang
mau dilakukan
pengambilan
data seluruhnya di wilayah tersebut ya
sensus jadi populasinya diambil data Nah
kalau Kami biasanya sampling kami
lakukan nah ditentukan jumlah sampelnya
dan setelah ditentukan jumlah sampelnya
ditentukan cara samplingnya seperti apa
cara pengambilan datanya dan juga jangan
lupa dibuat list data-data pendukung
untuk
menunjang menunjang analisis data
kemudian analisis data dari hasil
sampling yang kita lakukan ini mungkin
kalau sampling minyak jelantah mungkin
kita akan teringat dengan sampling
sampah bapak ibu akan tetapi nanti ada
beberapa hal yang mungkin agak berbeda
dari sampling sampah yang dilakukan
yaitu untuk penentuan lokasi nah ini
beberapa contoh yang kami lakukan untuk
wilayah-wilayahnya nah ini satu
kabupaten
ada juga kami mencoba satu kabupaten
Kami sedang mencoba untuk satu kabupaten
pelan-pelan nah ini untuk di Sleman
sedang kami coba nah terus ada juga
mewakili untuk yang satu Kecamatan nah
ini Kebetulan Kecamatan Ngaglik yang
sudah hampir seluruhnya karena kami di
Yogyakarta ini saya contohkan di
kecamatan Ngaglik yang coba kami buat
dan ada juga lingkup Desa Nah jadi Kami
biasanya mulai dari lingkup terkecil
rumah tangga bapak ibu RT RW dan nanti
kami baru nanti lingkupnya semakin lama
semakin besar untuk mengetahui dampaknya
nah ini terkait target nah targetnya
bisa
dipecah-pecah lah bisa dibuat
karakteristiknya ataupun tipe-tipenya
ini juga untuk mempermudah nanti
menentukan cara sampling nah metode
sampling Seperti apa target contohnya
untuk rumah tangga ini
diklasifikasikan rumah permanen semi
permanen dan non permanen nah ini
biasanya
sama juga dengan untuk sampling sampah
ada rumah permanen semi permanen dan
permanen ada juga yang rumah layak huni
dan tidak layak huni nah ini untuk rumah
tangga
ini sebagai contoh Bapak Ibu Nah terus
juga ada rumah makan Nah rumah makan Nah
kalau rumah makan
ini biasanya bisa juga dilihat
berdasarkan
internasional nah ini juga terus luasan
rumah makannya Apakah berpengaruh nah
jenis rumah makannya ini juga bisa
dilakukan dasar untuk klasifikasi untuk
sampling terus jumlah kursinya dan
lain-lain lah ya Bapak Ibu untuk
target-target dari
sampling sampah ini nah terus untuk area
kuliner contohnya dibagi lagi
diklasifikasikan Adapun gorengan karena
area kuliner kan wilayah kuliner ya
Bapak Ibu ya nah macam-macam Makanan
yang di situ good gorengan bisa dibagi
menjadi rumah makan kaki lima terus ada
foodcourt Mungkin nah jadi sangat banyak
sebetulnya
pembagian-pembagian klasifikasi yang
bisa kita lakukan di mana ini semakin
banyak kita mengklasifikasikan dan
semakin detail ini juga nanti akan
mempermudah kita melakukan ataupun
mengidentifikasi timbulnya jelantah dan
menganalisanya dan melihat
perbandingannya satu sama lain
Ini contohnya rumah permanen ada
ketika menentukan rumah permanen semi
permanen dan permanen ini juga bisa
dilihat nih sebagai contoh yang sudah
ada pernah dilakukan nah permanen itu
dilihat dari pendapatan tinggi
pendapatan sedang dan pendapatan rendah
dengan ciri-ciri kondisi fisik rumah
Seperti apa fasilitas di rumah tersebut
ada apa saja Terus pendapatannya berapa
Nah ini untuk mengklasifikasikan itu nah
terus ada juga yang bisa dilakukan Ini
contohnya untuk rumah permanen itu bahan
atapnya dari apa
dari genteng Contohnya bahan dinding itu
tembok nah bahan lantainya keramik kalau
untuk rumah semi permanen itu bahan
atapnya seng atau asbes dengan
bahan dindingnya kayu atau bambu terus
bahan lantainya hanya dari semen tanpa
keramik terus rumah non permanen kayu
atau asbes terus bang dindingnya bambu
atau gede terus ada juga bahan lantainya
papan atau tanah nah ini juga tergantung
dari
kita mengklasifikasikan Bapak Ibu nanti
ada juga yang mengklasifikasikan dari
beberapa penelitian kami dapatkan bahwa
rumah permanen itu kondisi pondasi ada
pondasi juga nah semi formal memiliki
pondasi kalau non permanen tidak ada
pondasinya terus ada dindingnya batu
bata atau batako kalau yang semi
permanen itu setengah tembok dan
setengah kayu atau bambu kalau non
permanen itu bambu atau kayu saja nah
begitu dia atapnya
lantainya Seperti apa bahkan ada ke luas
bangunan nah ini semakin detail kita
mengklasifikasikan Seperti yang saya
sampaikan tadi juga semakin banyak
bahasan nah analisa data yang bisa kita
lakukan nanti untuk dari timbulnya
dilantah ini nah ini juga sebagai data
pendukung tentunya
terus rumah layak huni contohnya ada
keselamatan bangunan meliputi struktur
bawah ada pondasi atau tidak ada
struktur tengah atau kolomnya dan balok
dan struktur atasnya Seperti apa terus
melihat kesehatan meliputi pencahayaan
layar itu pencahayaannya bagus
penghawaan dan sanitasinya bagus kecuali
luas minimumnya antara 7,2 meter persegi
sampai 12 meter persegi per orang ini
contoh untuk layar huni terus tidak
layak huni contohnya luas lantai
bangunan tempat tinggal kecil dari 8
meter persegi jenis lantai bangunan
tempat tinggal terbuat dari tanah atau
bambu atau kayu yang dari sisi harga
murah seperti itu ada juga jenis dinding
gimana tempat tinggalnya terbuat dari
bambu atau rumbia atau kayu berkualitas
rendah atau tembok tanpa di plester
begitu ya dengan atapnya dari bambu atau
rumbia alang-alang genteng tanah
kualitas murah dan lain sebagainya jadi
klasifikasi ini juga berdasarkan apa di
lapangan kalau untuk rumah tangga ya
melihat kondisi di lapangan penyesuaian
Nah kalau untuk wilayah komersial
seperti rumah makan bisa seperti ini
juga ini sebagai contoh yang pernah kami
lakukan contohnya Ini ada rumah makan
seafood klasifikasinya kedai gorengan
ini untuk contoh berapa foodcourt Terus
ada rumah makannya ada kedai martabak
warung pecel lele ke defried chicken
rumah makan Padang dan lain sebagainya
terus ada juga kami klasifikasikan ada
merek-merek tertentu di sini Bapak Ibu
bisa lihat nah jadi berdasarkan merk
rumah makannya terus ada lesehannya
untuk ada ini rumah makan terus ini
warung makan kita klasifikasikan lagi
ini nanti pedagang kaki lima nah ini
kami buat klasifikasi Rumah Makan itu
ini yang masuk rumah kalau warung makan
itu seperti ini nah terus ada juga
martabak gorengan lumpia dan sebagai
untuk pedagang kaki limanya ada juga
yang berdasarkan jam operasional Bapak
Ibu nah jam operasional ini ada pagi
sampai malam sore sampai malam atau 24
jam ini tergantung lokasi juga dan
targetnya tadi Nah targetnya mau apa Nah
ada juga yang jamnya 8 hitung 8 jam 10
jam atau 24 jam tergantung dengan target
yang ingin kita lakukan untuk sampling
sampah ini
terus ini contoh lainnya Nah ada yang
memang hanya secara garis besar Rumah
Makan warung makan penjual gorengan
rumah makan padang warung-warung pecel
lele
ada juga sejenis gorengan AC nama maupun
manis ada juga yang kemarin kami pisah
gorengan yang asin dan manis nah terus
sejenis lalapan Nah ada geprek dan
penyetan aneka makanan bebas ini yang
ibaratnya lebih dari 3 jenis
makanan yang dijual Nah ada fried
chicken yang memang jual hanya goreng
ayam goreng yang goreng tepung
terus kemasakan Padang Ada martabak ada
Pempek jadi sangat banyak
kategori-kategorinya bapak ibu jenis
makanannya dan kategori tempat makannya
ya ini kami buat contohnya rumah makan
atau restoran ada foodcourt ada pedagang
atau warung kaki lima
sehingga
dengan melakukan
karakteristik seperti ini target-target
penelitiannya ini akan mempermudah kita
melakukan sampling dan pendekatan nanti
Bapak Ibu Nah karena ada banyak faktor
juga yang mempengaruhi nanti ketika
melakukan sampling minyak jelantah ini
nah tantangan penentuan lokasi yang
sangat subjektif memang nah tergantung
yang menilai contohnya untuk rumah
tangga tadi ya tinggi
sedang rendah begitu juga untuk lokasi
dengan
banyak wilayah kuliner dan lain
sebagainya ini juga tergantung kepada
yang ingin melakukan sampling itulah
perlu ada kesepakatan agar ada stratanya
ya seperti ini tadi Bapak Ibu bisa lihat
nah jenis tempat makannya atau ada
kategori tempat makannya ada yang lebih
detail Nah ini salah satunya di
kecamatan gondokusuman ini kami lakukan
ini Bapak Ibu bisa lihat di sini ini di
Jogjakarta sangat banyak Kami coba list
satu-satu Nah nanti itu yang kami ini
baru Total semuanya Nah nanti itu yang
di sampling nanti berdasarkan hasil
perhitungan jumlah sampel minimal yang
dibutuhkan
ini metode sampling nah
dalam metode sampling ini tentu yang
pertama adalah penentuan jumlah sampel
nah penentuan jumlah sampel yang pertama
bisa dilakukan tentu melakukan survei
pendahuluan untuk menghitung jumlah
pedagang atau tempat makan yang
berpotensi menghasilkan minyak jelantah
ataupun jumlah rumah kalau itu rumah
tangga jadi setidaknya kita mengetahui
terlebih dahulu
populasinya Nah kalau untuk rumah tangga
itu mungkin bisa secara statistik Bapak
Ibu ataupun data Kelurahan tapi kalau
untuk rumah makan atau tempat makan dan
sebagainya
biasanya harus survei terlebih dahulu
ada survei pendahuluan
sepertinya sinyalnya mungkin ya
Oke mungkin terputus Mbak Nisa Pak yebi
Ya mungkin sedang kurang bagus
jaringannya ini Bapak Ibu sekalian
Oke kita tunggu terlebih dahulu ya
Oke Oh iya ada kendala ya
Bapak Ibu bisa mengisi pertanyaan tapi
memang sudah cukup banyak ya
pertanyaannya ya
sudah lumayan banyak sekali pak
pertanyaan dari bapak ibu
kita tunggu Kak Ebi sebentar kalau
memang ada kendala Nanti Mungkin kita
bisa lanjut ke pak Tatang terlebih
dahulu ya kalau memang masih ada
mungkin karena Bapak Yedi
Halo sudah terdengar bapak
Mohon maaf ini Mbak Anisa di tempat saya
tiba-tiba mati lampu nggak tahu kenapa
jadi semua jaringan terputus tapi suara
saya jelas ini mohon maaf Bapak Ibu
semuanya sekarang sudah jelas bapak
sudah jelas saya share lagi
sudah kelihatan Mbak
sudah baik berapa menit lagi ya waktu
saya
sampai kurang lebih
Saya mungkin 15 atau 20 menit lagi lah
ya Nah Baik
bapak ibu kita lanjutkan nah ini tadi
Mungkin
terputus di metode sampling nah
setelah dilakukan survei ada kita
dapatkan populasinya terus kita
kategorikan nah Tempat makan atau rumah
tangga tadi berdasarkan bentuk tempat
makan dan jenis makanan yang dijual ini
untuk tempat makan terus menghitung
jumlah sampelnya menghitung jumlah
sampel ini ada beberapa cara kami
lakukan nah ini
dan juga kami mencoba mencari di
berbagai referensi yang pertama itu bisa
menggunakan rumus slovin untuk jumlah
sampelnya jadi
dengan rumus ini Nah kita bisa kita
mengetahui jumlah populasinya terus
margin error dan derajat ketelitiannya
10%
ataupun nanti bisa di sini ada 10%
sampai 20% sehingga kalau slovin ini
biasanya antara 10-20%
itu yang biasa kami pakai
terus selanjutnya ada juga dengan nomor
gram Harry King nah tapi ini hanya bisa
untuk maksimal 2000 populasi
jadi kita bisa Tentukan itu dan kami
juga mencoba ini mungkin familiar untuk
bapak ibu kalau sudah sering melakukan
sampling sampah Nah jadi penentuan
jumlah sampelnya Kami coba juga dengan
cara SNI sebenarnya 1994 Bagaimana
menghitung kebutuhan untuk jumlah sampel
di sampling sampah perkotaan nah ini
juga kami coba karena memang
sejauh ini ya belum ada metode yang
ditetapkan ya Bapak Ibu ya Nah sehingga
kami mencoba berbagai
alternatif untuk melihat
atau mengidentifikasi timbulnya jalan
tah ini di berbagai wilayah dengan
cara penentuan jumlah sampelnya dengan
berbagai cara juga alternatif juga yang
memang secara ilmiah bisa
dipertanggungjawabkan karena secara
statistik ini sudah diperbolehkan
sehingga itu kami coba cara untuk
menentukan jumlah sampelnya selanjutnya
persiapan sampling kita sudah menentukan
wilayah lokasinya targetnya sudah jelas
terus
jumlah sampelnya sudah jelas nah
Selanjutnya apa yang dilakukan Nah kita
juga menentukan waktu samplingnya
ada juga kami mencoba 8 hari
berturut-turut sesuai dengan SNI
persampahan karena yang karena tidak ada
tadi tetapi kita melihat
apa yang ada saat ini
penelitian-penelitian yang sudah
dilakukan terhadap produk lain yang
mungkin sejenis atau mendekati lah ya
Nah itu ada juga yang sesuai kebutuhan
ada yang kami sampling itu kurang lebih
selama
2 minggu 3 minggu melihat dengan kalau
terutama untuk wilayah kuliner nah
wilayah kuliner itu yang memang wilayah
pariwisata itu kami lihat piknya hari
apa sehingga biasanya ada hari Sabtu
atau Minggu atau Jumat Sabtu Minggu ini
biasanya cukup lama sampling kami
lakukan untuk melihat
timbulan minyak jelantah paling tinggi
di hari apa atau di waktu kapan
dan waktu memulainya nah hari dan
tanggalnya juga perlu dipastikan nah
dibuat di awal sehingga juga akan
mempermudah nanti petugas sampling
selanjutnya adalah jam sampling jam
sampling diusahakan jam dan waktunya ya
jamnya sama nah ini biasanya kalau kami
itu kalau untuk rumah tangga biasanya
adalah sore hari setiap sore hari
diambil tiap sore hari diambil
Terus kalau untuk wilayah-wilayah
kuliner nah wilayah kuliner rumah makan
dan lain sebagainya ada itu bergantung
kesepakatan dengan
pemiliknya nah ini juga yang perlu
pendekatan
Bapak Ibu semuanya secara sosial untuk
mengambil sampel ini
terus Ada petugas samplingnya tetap ada
ketua tim pelaksananya dan ada pekerja
teknisnya sehingga ada yang
mencatat ada yang melakukan sampling Ya
setidaknya minimal dua orang untuk
melakukan ini
[Musik]
selanjutnya tahapan yang dilakukan itu
adalah
wadah sampelnya kita siapkan Kalau kami
biasanya ya botol bekas itu boleh nah
secara garis besar ya botol atau plastik
yang bisa digunakan untuk menampungnya
jelanta karena timbulannya jelantah ini
biasanya tidak
begitu banyak sehingga biasanya
wadah-wadah yang kecil itu bisa bapak
ibu
terus ada gelas ukur
mengingatkan terkait waktunya Bapak Yadi
kurang lebih sampai jam 10.10 ya Pak
maksimal Jadi kurang lebih tinggal 7
menit lagi pak terima kasih
ini wadah sampelnya nah terus ada juga
alatnya yang lain adalah gelas ukur nah
gelas ukur dan timbangan jadi nanti
ketika sampling dilakukan kita mengukur
volume dan sekaligus mengukur beratnya
dan tentu ada logbooknya look tadi sudah
bisa ya tinggal berat dan volume
biasanya nah terus alat pelindung diri
yang perlengkapan K3 juga perlu
digunakan Nah karena kondisi pandemik
juga mulai saat ini pun kita juga harus
menggunakan APD yang lengkap
Ini pertama yang kami lakukan yang bisa
kita lakukan waktu sampling adalah
memberikan wadah untuk sampel pada
pedagang sehari sebelum pelaksanaan
sampling ini bisa dilakukan setiap hari
ketika ngambil yang hari pertama
diberikan lagi botolnya atau wadahnya
atau bisa keseluruhan Jadi kami mencoba
metode itu juga ada yang setiap hari
kami ambil terus kami berikan lagi ada
yang memang selama ini
langsung diberikan sebanyak
cari sampling kami dan kami minta udah
kami Tandai hari 1 2 3 4 5 sampai hari
keberapa sesuai kebutuhan untuk sampling
nanti akan kami ambil di akhir biasanya
akan kami ambil di akhir ada yang
seperti itu juga kami ingin mencoba
melihat Seperti apa kuantitas dan
kualitasnya perbandingannya antara
diambil setiap hari atau dengan
dikumpulkan terlebih dahulu nanti
diambil di akhir
dan setelah diberikan wadah ya
dikumpulkan sebelum tanya dari pedagang
ataupun dari masyarakat dan membawanya
ke tempat pengukuran setiap hari atau
sesuai kesepakatan tadi Nah ada yang
tidak nyaman biasanya per hari Nah kalau
di rumah tangga biasanya mereka tidak
nyaman ya nanti biasanya Sesuai dengan
kesepakatan diambil beberapa kali sehari
atau dengan karena ada kesibukan Nah ini
bisa diambil sesuai kesepakatan terus
baru diukur
timbulan minyak jelantahnya diukur
beratnya dan diukur
volumenya nah ini alat dan bahannya alat
dan
apa samplingnya Nah terus yang perlu
diperhatikan Bapak Ibu
ininya data pendukung yang
perhatikan juga untuk menunjang analisa
data yang
bisa dibilang lengkap sehingga bisa
memberikan informasi seperti
tujuan yang diharapkan tadi adalah
pertama sudah jelas melihat tren atau
mengidentifikasi timbulan ataupun nanti
bisa jadi untuk pengambilan keputusan
atau kebijakan di suatu wilayah beberapa
data penuntut pendukungnya antara lain
adalah data penghuni atau pengunjung
penghuni biasanya untuk rumah tinggal
atau rumah tangga kalau pengunjung itu
adalah untuk rumah makan kawasan kuliner
dan lain sebagainya terus data jenis
makanan bahkan kami juga mendata jenis
makanannya apa dalam satu hari bisa
menjual Berapa banyak bahkan kalau ikan
berapa potong atau Berapa kilo kalau
untuk umpamanya ayam Berapa kilo bebek
Berapa kilo berapa ekor atau berapa
potong terus juga ada merek atau brand
minyak goreng yang digunakan nah ini
akan berpengaruh nanti Apakah ada
pengaruh terhadap kualitas minyak Jalan
tasnya ataupun
lain sebagainya terus pengelolaan yang
telah dilakukan nah ini juga perlu
diketahui kalau ingin membuat suatu
kebijakan tentu kebijakan pengelolaan
minyak jelantah Kita juga harus tahu
pengelolaan eksisting seperti apa
terus ini gambaran timbulan minyak
jelantah
3 menit lagi ya Mbak Nisa ya sebenarnya
Oke
gambaran timbulannya jelantah di
beberapa wilayah ini beberapa tempat
yang pernah kami ambil data ini sebagai
gambaran
ternyata pada tahun 2020 itu
Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral SDM sudah membuat semacam siaran
pers tentang sebuah potensi bisnis
energi yang menjanjikan ternyata pada
tahun 2019 konsumsi minyak goreng sawit
nasional mencapai 16,2 juta kilo liter
Bapak Ibu semuanya dan
40-60% nya itu
jadi minyak jelantah yaitu sekitar
6.46 sampai 9,72 juta kilo liter
sayangnya di Indonesia itu baru 3 juta
KM atau 18,5% nya dari total konsumsi
minyak goreng sawit itu yang baru
dikumpulkan atau yang dapat dikumpulkan
sehingga
dari 3 juta KM itu hanya 570 KM yang
dikonversi untuk menjadi sel dan
kebutuhan lainnya dan 2,4 juta KM
digunakan untuk minyak goreng daur ulang
dan ekspor
sehingga melihat ini ya sudah sangat
jelas ada potensi pengelolaan minyak
jelantah yang bisa kita lakukan
ini timbulnya jelantah di berbagai
wilayah Coba kami cari nah
ini wco adalah kita cari-cari secara
di ini di jurnal internasional biasanya
minyak jelantah itu istilahnya oil nah
di Eropa itu Uni Eropa kurang lebih satu
juta ton per tahun di Cina 5 juta Ton di
USA di Amerika itu 5,5 juta dan lain
sebagainya di UK ada segini nah Malaysia
negara
tetangga kita
0,5 juta ton
per tahun nah ini timbulnya jelantahnya
kalau di Indonesia seperti apa ini
beberapa lokasi mungkin sekedar sharing
ke Bapak Ibu nah ini di salah satu
wilayah di Sumatera Utara di Kelurahan
arjasari 2 Kecamatan Medan Amplas bahwa
timbulnya jelantahnya ada yang berkisar
antara
250 ml per hari ada yang 200 sampai 250
liter per hari
dan juga ini bisa dilihat bahwa
ini kita coba lihat rumah-rumah layak
huni dan tidak
layak huni nah rata-rata perharinya yang
layak huni itu 0,032 kg per hari atau
0,034 liter per rumah per hari kalau
yang tidak layak huni lebih rendah
antara berat
dan volumenya kurang lebih sama dan
berat jenisnya bisa dilihat nah bahwa
lebih tinggi yang layak huni berat jenis
minyak jelantahnya dan kemana minyak
jelantah ini di gua nah sebagian besar
ke tempat sampah ke selokan dan tanah
bisa dilihat bahwa tidak ada yang
mengambil Bapak Ibu kalau di rumah
tangga di sana
terus ini
di Kelurahan kecapi di Kota Cirebon Nah
kita coba ini ambil juga nah melihat ada
beberapa penelitian sebelumnya ini
penelitian sebelumnya
ternyata ada beberapa perbedaan
bahwa ternyata di Cirebon itu ada yang
digunakan kembali ini nah terus ada
diambil oleh pengepul ada yang diambil
oleh pengepul ada yang langsung dibuang
dan kalau dilihat nah Kami coba melihat
ada
analisis data kualitatif mengenai
Analisis domain taksonomi dan
komponen-komponensial tipe perumahan
jadi ada hubungannya atau tidak ya tipe
perubahan dengan permasalahan minyak
jalan tah ini jadi ternyata di wilayah
ini berdasarkan tipe rumah ini akan
mempengaruhi tingkat ekonomi dari
tingkat ekonomi ini berpengaruh terhadap
tingkat konsumsi minyak gorengnya besar
timbulan minyak jelanta yang dihasilkan
terus penggunaan minyak berulangnya juga
ternyata berpengaruh terus kesadaran
terhadap bahayanya juga mempengaruhi nah
ini yang
yang sudah kami publikasikan sebagian
besar sampai di sini nah seberapa besar
tingkat-tingkat ini masih dalam tahap
analisis yang nanti mungkin bisa setelah
kita publikasikan itu di beberapa tempat
jurnal dan lain sebagainya Mungkin bisa
kita sharing lagi
nah ini juga ada di Kelurahan kebun
bunga kota Banjarmasin kami analisa
berat dan timbulnya
dan volumenya antara rumah permanen semi
permanen dan lain sebagainya nah ini di
Kabupaten Sintang Kalimantan Barat ini
beberapa kita juga analisa secara
ini dari hasil kuesioner Bagaimana
hubungannya analisis domain taksonomi
dan
komponensial tipe perumahan berpengaruh
tidak dan apa dampaknya terhadap ketika
covid Seperti apa dampaknya nah ini juga
kita lakukan analisa terus ini gambaran
tema menuju lantai nih di Jawa Timur ini
di sekitar kampus Universitas Negeri
Jember nah ini timbulnya nanti mungkin
Bapak Ibu bisa ini karena waktu saya
udah lewat Ini
3 menit lagi ya minta waktu sedikit lagi
terus ini contohnya sampel yang kami
ambil sangat bervariasi Bapak Ibu Itulah
kenapa semakin banyak karakteristik yang
kami atau kita tentukan di awal target
yang kita tentukan di awal akan
mempengaruhi nanti hasilnya ini Bapak
Ibu bisa lihat ada sampel saat memakan
satu rumah makan 2 3 terus ada fried
chicken dan sebagainya ini sebagai
contoh bentuk-bentuk secara fisik minyak
jelantah yang kami ambil
ini juga ada perbandingan persentase
penggunaan minyak goreng oleh pedagang
kita bandingkan normal kondisi normal
dan saat pandemik nah ini yang coba kami
lakukan juga ada
perubahan ternyata terutama
dalam sisi volumenya nah ini juga
perilaku dari sisi perilaku tahu atau
tidak terhadap bahaya terhadap kesehatan
dan lingkungan cukup banyak yang tidak
tahu nah terhadap bahaya terhadap
kesehatan dan lingkungan
ini untuk wilayah DIY memang wilayah
sudah ada 15 lokasi yang kami sampling
dan 10 sudah selesai 5 dalam proses
ini contoh-contohnya mungkin ini saya
lewati aja ya Mbak Nisa ya
ini faktor yang mempengaruhi timbulnya
jelantah saya coba membagi
antara rumah tangga dengan rumah tangga
rumah tangga itu dipengaruhi oleh jumlah
penghuni jenis masakannya
Terus apa yang dimasak berarti ya terus
pengulangan penggunaan minyak gorengnya
nah ini juga berpengaruh tadi dari jenis
rumahnya juga Terus kalau non rumah
tangga itu wilayah rumah makan wisata
kuliner dan lain sebagainya lah ya bisa
dipengaruhi oleh jenis rumah makan terus
jenis atau variasi makanannya yang
operasional dan jumlah pengunjungnya
juga berpengaruh terhadap itu dan yang
paling penting tentu lokasi mempengaruhi
antara di Sumatera di Jawa di Kalimantan
sejauh ini sangat berbeda bapak ibu ada
ada beberapa perbedaan signifikan
Terutama ketika dibandingkan dengan
faktor sosial ekonomi dan budaya
ini rekomendasi terakhir ini dua
terakhir Mbak Nisa dari sini ada
beberapa kesimpulan yang bisa kami ambil
bahwa untuk pengelolaan perlu dari
sumber itu di rumah tangga itu ataupun
di tempat komersil itu perlu ada
pewadahannya secara terpadu ataupun cara
individu nah lalu dikumpulkan lalu
diolah Jadi selama ini memang banyak
yang dibuang terutama untuk di rumah
tangga ini kalau dari kami ya
rekomendasinya di pengelolaan akan
tetapi akan tetapi kembali lagi ke sini
Bapak Ibu Bagaimana ada unsur politik
ekonomi sosial teknologi lingkungan dan
secara legal ini mendukung terutama
legal dan secara politik itu mendukung
ketika ada peraturan dari unsur politik
dan legalnya itu mendukung ada
kebijakannya maka akan ada ya setidaknya
ada analisa secara ekonominya dampak
sosialnya juga dikaji kalau ada
pengolahan tadi ya Secara teknologi
seperti nantinya akan disampaikan oleh
pak Tatang dan dampak lingkungannya tadi
sudah kita ketahui kalau tidak dikelola
Seperti apa dan
ini tim dari saya tim dari kami mulai
dari ujung Sumatera sampai ke Kalimantan
baru saat baru itu yang bisa kami
lakukan tim dari laboratorium limbah
padat dan B3 teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia
selanjutnya untuk pengolahan mungkin
kepada Pak Tatang Terima kasih dari saya
mohon maaf Agak terlambat dan tadi
sempat putus saya akhiri Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
yaitu tadi penyampaian materi dari
pemateri pertama kita kemudian
selanjutnya mungkin kita akan langsung
berlanjut ke materi kedua kita yaitu
bapak Tatang Silahkan bapak
Sebenarnya Pak yabi bisa sampai panjang
saya sedikit
[Tertawa]
Oke baik
rambut saya kelihatan agak putih ya Di
sini ya memang putih memang ya
Baik terima kasih atas kesempatannya
Mbak Nisa mobil khusus
Pak hijrah gitu ya yang sudah memberikan
kesempatan untuk bisa saling berbagi dan
demikian juga Pak yabi tadi informasinya
luar biasa ya apa namanya
riset apa namanya
data-data yang memang tadi saya nggak
tahu nih ya tapi luar biasa potensi
minyak jelantah sebagai penyumbang
sampah gitu Pak ya yang cukup besar gitu
ya
Dan apa namanya ini menjadi
bahaya sekaligus peluang buat kita untuk
bagaimana
mengubah sampah itu menjadi sesuatu
yang lebih bernilai
apa bernilai secara ekonomis gitu ya
Salah satunya gitu ya Baik saya share
sudah terlihat ya Ibu Bapak sekalian
Mbak Nisa sudah ya
sudah terlihat Bapak Oke Baik saya
sengaja di kampus ini ya jadi biar agak
stabil
Ibu Bapak sekalian jadi tadi sudah
disampaikan oleh Pak yebi terkait dengan
pengelolaan ya jadi pengelolaan itu ada
pengelolaan ada pengolahan Nah jadi saya
kebagian yang pengolahan ceritanya nih
Ya seperti yang disampaikan Pak yebi
Tadi Ibu Bapak sekalian ini sekilas saya
tadi sudah disampaikan juga oleh Mbak
Nisa tadi ya tadi yang ada yang mau
nanya nomor telepon ini ada nomor
telepon saya ibu bapak sekalian jadi
nanti kalau boleh diskusi lebih lanjut
bisa via WhatsApp atau bisa
korespondensi melalui email begitu Ibu
sekalian misalnya ada data atau apa tapi
sekarang pakai WhatsApp apapun bisa
sekarang ya nggak usah pakai email cuma
kalau pakai email bisa tersimpan gitu ya
bisa tersimpan tapi kalau WhatsApp
mungkin akan hilang dalam satu minggu
gitu ya informasi-informasi tertentu
gitu Baik Ibu Bapak sekalian jadi
minyak jelantah tadi sudah disampaikan
oleh pak yebi gitu ya
saya mengacu pada peraturan menteri
perdagangan ya yang terbaru nih ya Ini
karena kemarin sempat sempat
gonjang-ganjing ya tentang
jelantah Tadi awalnya itu bisa diekspor
kemudian dilarang gitu ya Kemudian ada
kesempatan lagi untuk bisa di ekspor
gitu ya
Jadi sempat pada saat
bulan April ya itu ada peraturan menteri
Tahun 2022 juga gitu ya April 2022 Nomor
22 gitu ya Peraturan Menteri perdagangan
itu melarang gitu karena pada saat itu
terjadi kelangkaan minyak goreng gitu ya
jelantah itu terkena imbasnya salah satu
yang dilarang juga untuk diekspor pada
saat itu gitu ya wallahualam kenapa kok
bisa begitu ya jangan-jangan Nah jangan
jangan ini ada ada seperti yang
disampaikan Pak ya Ini digunakan ulang
gitu ya atau didaur ulang gitu ya Oke
Baik sedikit ya mungkin langsung kimia
sekali ini ya tapi saya kira nggak papa
untuk Pengetahuan ibu bapak sekalian ya
jadi minyak goreng itu senyawa utamanya
atau komponen utamanya itu adalah
kandungan kimianya itu adalah namanya
trigliserida trigliserida itu Ini ada
rantai panjang nanti di bawah
tergantung minyak gorengnya gitu ya
kalau minyak goreng kelapa sama minyak
goreng sawit itu akan berbeda nanti ada
minyak goreng yang dari kanola atau dari
bunga matahari gitu ya Ada minyak
kedelai gitu ya Bagi orang-orang yang
pengen tidak ada kandungan minyak
jenuhnya gitu ya itu biasanya pakai
canola yang 1 liter bisa Rp50.000 ke
atas gitu ya lebih mahal gitu ya seperti
atau minyak Olive gitu ya itu akan
sedikit berbeda karakternya dengan
minyak Palem gitu ya minyak kelapa atau
minyak sawit gitu ya atau minyak turunan
Palem lainnya gitu ya nah
harusnya minyak goreng yang normal itu
itu adalah full isinya adalah
trigliserida kalau misalnya ada tambahan
itu bisa ditambahkan dengan vitamin ya
biasanya vitamin A atau vitamin E gitu
ya karena vitamin A sama E itu kan salah
satu vitamin yang atau dua tadi ya salah
dua gitu ya Yang yang larut ke dalam
lemak gitu ya
jadi Adek vitamin A vitamin D vitamin E
atau vitamin K itu bisa larut dalam
lemak atau salah satu diantara lainnya
senyawa tambahan yang ada dalam minyak
goreng itu adalah antioksidan biasanya
pakai bha gitu ya ada untuk oksidanya
saya kalau
injeksi atau analisis
senyawaan kimia yang ada dalam minyak
goreng itu selalu muncul apa namanya
antioksidan ini ya supaya tidak tengik
tidak gampang tengik gitu ya Nah Ibu
Bapak sekalian ini ini
peristiwa-peristiwa yang nanti bisa
terjadi pada saat minyak goreng itu
diperlakukan
diperlakukan nah ini Bapak sekalian ya
Kenapa minyak goreng itu kemudian
berubah sifat menjadi jelantah ketika
menjadi jelantah itu berubah sifat nah
ternyata temperatur itu berpengaruh
terhadap
struktur dari trigliserida yang saya
sampaikan di awal tadi itu ya jadi
pemanasan kalau tadi Pak yebin
memberikan definisi itu berapa derajat
tuh sama maksimal 180 derajat gitu ya
itu kalau lebih daripada itu gitu ya
atau dalam waktu yang lama gitu ya itu
maka akan terjadi proses-proses yang
saya sebut di sini namanya hidrolisis
ini trigliserida juga struktur dari
trigliserida itu kalau terjadi
hidrolisis itu nanti menjadi asam lemak
ya kalau dia
terkena panas jadi terdekomposisi
menjadi senyawa-senyawa karbon biasanya
minyaknya jadi gosong nanti gitu ya
kalau panasnya terlalu tinggi gitu ya
biasanya kalau pakai api besar gitu ya
sering-sering pakai api besar atau
terjadi oksidasi nah oksidasi itu
biasanya terjadi pada
pada ikatan rangkapnya ini ya jadi di
sini ada ikan tangkapnya minyak yang
bagus minyak minyak yang layak konsumsi
dan tidak membahayakan itu adalah 5 yang
lemak yang tak jenuh tak jenuh itu
artinya ada ikatan rangkapnya Ibu Bapak
sekalian ya kalau bahasa kimia seperti
itu ya Jadi ini tetap dalam keadaan cair
nanti gitu ya dalam keadaan cair Tapi
kalau ini hilang ikatan rangkapnya satu
ini ya itu akan menjadi lemak padat
nanti Nah itulah yang kemudian
membahayakan kesehatan gitu ya termasuk
turunan-turunannya ya ini
termolisis ini nanti bisa menjadi angka
peroksida kalau hidrolisis Ini
menghasilkan asam lemak gitu ya oksidasi
ini bisa menghasilkan putusnya ikatan
rangkap di sini ya thermonis
gabungan dengan oksidasi itu bisa
menghasilkan
peroksida Nah itulah bahaya-bahaya yang
tadi disebutkan oleh Pak yang
pengaruhnya nanti kepada kesehatan Bapak
sekalian nah ini ini gambaran ya Ibu
Bapak sekarang ketika minyak itu
dipanaskan
jadi minyak tak jenuhnya turun drastis
ini ya jadi ikatan rangkapnya ini hilang
semua ini nanti kalau pemanasannya itu
sangat lama ya
kalau di Departemen Kesehatan itu
menyebutkan sekitar 10-12 jam pemanasan
ya jadi berapa kali berapa kali
gorengnya itu bukan masalah berapa kali
gorengnya tapi lebih kepada Berapa lama
pemanasannya itu ya Nah Silahkan ibu
bapak sekalian Bisa menghitung ya berapa
jam menggoreng nah ini total Total
ansuration-nya itu ikatan rangkapnya ini
Itu turun drastis jadi minyak eee minyak
jenuhnya itu bertambah banyak atau
minyak tak jenuhnya itu jadi turun
artinya sifat dasar dari minyak goreng
itu berubah gitu ya berubah drastis nah
pada saat terjadi proses penurunan ini
pun ya itu disertai dengan terjadinya
pembentukan peroksida ya
peroksida ini makin lama bisa turun lagi
ya ketika pemanasannya agak lama gitu ya
tapi di awal ya di awal-awal nih ini
muncul terus tidak di sinilah peluang
terjadinya seperti karsinogenik gitu ya
kemudian penyakit degeneratif itu karena
pengaruh-pengaruh peroksida ini ya
sedangkan
total asetation-nya itu turun gitu ya
Artinya lemak jenuhnya itu bertambah
banyak itu akan bisa
berpengaruh kepada
penyempitan pembuluh darah gitu ya
naiknya kolesterol dan sebagainya ya itu
efek-efek yang disebabkan oleh minyak
goreng yang dipakai ulang gitu ya tanpa
ada pengolahan lebih lanjut gitu ya Nah
kemudian ini ketika pemanasan lebih
banyak gitu ya ini masuk angka apa
asamnya makin banyak nih ya Asam
lemaknya makin banyak jadi di sini putus
Ibu sekalian ya di sini putus Nah jadi
asam lemak asam lemak banyak nih ya jadi
satu trigres Ridha itu ada 3 asam lemak
ya yang bergabung dengan gliserol di
sini gitu ya kemudian ada foaming
foaming ini biasanya disebabkan oleh
kalau kita menggoreng yang mengandung
protein Nah itu biasanya ada gelembung
gitu ya Misalnya kalau Bapak Ibu
sekalian
menggoreng telur gitu ya Nah itu
langsung pasti ada gelembung di situ ya
karena telur itu isinya protein gitu ya
protein beda sama ikan gitu ya tapi ikan
tuh juga protein tapi dia tidak cair
gitu ya menyatu dengan
protein-protein yang lain Jadi tidak
terlihat adanya
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:16 UTC
Categories
Manage