Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id untuk riwayat pendidikannya Beliau pernah menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan pada tahun 2011 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau juga melanjutkan pendidikan S2 teknik sistem lingkungan pada tahun 2015 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Kemudian untuk aktivitasnya beliau merupakan dosen teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia Kemudian beliau juga merupakan cocorder butik daur ulang Project B Indonesia lalu untuk keanggotaan profesi yaitu ada persatuan Insinyur Indonesia Kemudian untuk karya ilmiah pada tahun 2020 ada pengolahan sampah organik sebagai solusi ekonomi dari perguruan tinggi di masa pandemi prosiding konferensi nasional pengabdian kepada masyarakat dan CSR Kemudian pada tahun 2020 ada building information modeling adaption model for arsitektural education jurnal of design and build environment itu tadi sekilas mengenai kedua pemateri kita pada pagi hari ini mungkin selanjutnya saya akan menyapa kedua materi kita terlebih dahulu Assalamualaikum selamat pagi Bapak Tatang [Musik] Bagaimana nih pak kabarnya hari ini Pak alhamdulillah gimana Pak sudah siap untuk menyampaikan materi hari ini Insya Allah Ya baik untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai jam 10.45 gitu ya pak langsung saja tanpa berlama-lama tempat dan layar kami persilahkan Oke saya duluan ya berarti Mbak Nisa ya [Tepuk tangan] mohon izin saya share screen dulu ini sudah kelihatan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi Bapak Ibu semuanya ini saya lihat ini sudah ada 205 yang join nah 206 mudah-mudahan selalu bertambah ini nah walaupun hari Sabtu sepertinya semangatnya sangat luar biasa ya Nah ini bisa jadi karena faktor pak Tatang ini karena Pak Tatang patennya di bidang itu sudah luar biasa saya bapak ibu nah saya di sini akan memulai terlebih dahulu sebelum pak Tatang yang nanti gongnya tentang pengolahan minyak jelantahnya saat ini saya selain mengajar di jurusan teknik lingkungan Kebetulan saya juga menjadi tim peneliti di laboratorium limbah padat dan B3 di jurusan teknik lingkungan jadi dalam beberapa tahun terakhir kami konsen kepada timbulan minyak jelantah di berbagai daerah di Indonesia nah jadi kami ada kurang lebih 40-an peneliti dengan mahasiswa plus mahasiswa yang fokus untuk mengidentifikasi timbulan minyak jelantah dan faktor-faktor yang mempengaruhi timbulan minyak di lantai itu sendiri di masyarakat Kenapa ini kami lakukan karena memang kami melihat nah ini terlupakan Bapak Ibu semuanya bahwa ada suatu hal yang memang kita hasilkan ini sama seperti sampah sebetulnya Tetapi kalau sampah ini ada yang mengangkut terus nanti atau ada yang mengumpulkan terus dimasukkan ke TPA Nah kalau minyak jelantah sejauh ini sejauh ini yang kami ketahui itu mungkin dalam satu tahun Tahun 2022 sudah banyak dilakukan tapi sebelum Tahun 2022 itu minyak jelanta ini dikumpulkan itu hanya untuk pengepul saja atau di tempat-tempat makan yang besar atau kawasan kuliner yang besar itu dikumpulkan tapi untuk di rumah tangga ataupun di wilayah-wilayah yang memang belum mengetahui bahaya Minyak jelantah ini itu dibuang ke lingkungan sehingga timbullah keinginan dari kami di jurusan teknik lingkungan mencoba nah mencoba melihat Berapa banyak timbulannya jelantah yang ada di rumah tangga itu ataupun di kawasan-kawasan kuliner di rumah makan di berbagai tempat Kami ingin melihat Seperti apa potensinya sebetulnya Tetapi kan sebelum kita masuk ke potensi dan lain sebagainya kita harus mengetahui Berapa banyak timbulan minyak jelantah tersebut nah Selain itu kami juga mencoba melihat faktor lain nah faktor lain yang mempengaruhi penghasil hasil dari minyak jelantah ini terutama untuk di rumah tangga karena kalau dilihat-lihat rumah tangga di Indonesia ini banyak minyak jelantahnya itu langsung dibuang ke lingkungan itu berdasarkan hipotesis kami waktu itu nah ketika dalam penelitian nanti bisa akan saya share Seperti apa hasil dari pengaruh ataupun faktor kondisi sosial ekonomi dan budaya nah terhadap timbulan minyak jelantah di masyarakat di Indonesia baik ini materi yang akan kita ya diskusikanlah mungkin Bapak Ibu Ya karena di sini saya bukan bermaksud untuk mengajarkan dan lain sebagainya tetapi saya mewakili teman-teman di teman-teman peneliti di laboratorium limbah padat dan B3 teknik lingkungan UII menyampaikan apa yang sudah kami lakukan sharinglah bisa bilang seperti itu tentang minyak jelantah yang kami ketahui dampak lingkungan dan kesehatan yang kami dapatkan di masyarakat terus teknik sampling kuantitasnya jelantahnya seperti apa yang kami lakukan serta hasilnya seperti apa nanti nah dan juga ada faktor-faktor yang mempengaruhi timbulan minyak jelantah itu nah ini kalau faktor yang ini lebih banyak Nanti faktor yang kami temukan di lapangan dan juga ada rekomendasi pengelolaannya jelas seperti apa kita masuk ke yang pertama Bapak Ibu ini pengantarnya jelantah ini adalah latar belakang kami tadi yang saya ceritakan Nah kalau bisa dilihat kalau dari pengertiannya sendiri kalau dari KBBI itu punya jelantah atau adalah minyak goreng yang sudah dipakai berulang-ulang ini belum kadang sering terjadi perdebatan nah diantara kami juga di masyarakat juga kalau sudah dipakai sekali atau dua kali Apakah itu masuk minyak jelantah juga terus ada lagi di KBBI ada lagi saya coba cari secara online minyak jelantah itu adalah minyak goreng sisa bekas pakai untuk menggoreng nah ini lebih lebih biasa lagi artinya bekas pakai untuk menggoreng berarti sekali pakai sudah sudah selesai ini jadi minyak jelantah nah ini yang yang nanti jadi batasan-batasan kami untuk melakukan penelitian dan identifikasi untuk timbulannya jelantah ini biasanya nanti itu kami tanyakan untuk faktor sosial ekonomi dan budaya dan kuesioner untuk mengetahui minyak gorengnya di masyarakat itu dipakai berapa kali penggorengan dan lain sebagainya ini juga bagian dari identifikasi timbulan minyak jelantah akan tetapi Kami mencoba dasar kami untuk menyebut minyak jelantah itu dari beberapa penelitian salah satunya adalah dari masker dan Baki ini yaitu minyak goreng yang digunakan secara berulang-ulang dan continue serta disertai adanya kontak dengan udara dan air dengan suhu tinggi pada proses penggorengan akan mengakibatkan terjadinya reaksi degradasi jadi nanti ada degradasi polimerisasi hidrolisis dan oksidasi di situ yang kompleks dalam minyak dan menghasilkan berbagai senyawa hasil reaksi nah dan ada perubahan warna dari kuning menjadi warna kehitaman juga terjadi pada minyak goreng nah ini bisa disebut kalau sudah ada proses penggorengan berkali-kali dan ada perubahan warna yaitu dan ada juga menurunnya kualitas minyak hingga akhirnya minyak dapat tidak dapat dipakai lagi dan harus dibuang ini memang butuh melihat hasil laboratorium kalau untuk kualitas minyaknya dan kami saat ini memang dalam proses juga untuk melihat kualitasnya secara keseluruhan baik ini sebagai pengantar ternyata di Indonesia ini lebih cenderung penggunaan minyak jelantah eh minyak jantan minyak goreng meningkat nah secara tidak langsung ini juga berpengaruh terhadap timbulan minyak jelantah yang ada pada tahun 2020 kurang lebih 17,35 ton juta ton minyak goreng yang dikonsumsi oleh masyarakat terutama minyak sawit ini ini dari minyak sawit Bapak Ibu semuanya nah tahun 2021 itu meningkat 6,63% atau menjadi kurang lebih 18,5 juta Ton kita bisa melihat bahwa kemarin terjadi kelangkaan minyak goreng pada Tahun 2022 ini data baru saya dapatkan sampai tahun 2021 kita melihat kondisi pandemic ini nah juga meningkatkan mungkin ya konsumsi masyarakat kami coba melihat juga dari penelitian kami ternyata pandemik ini juga membuat timbulan minyak jelantah itu meningkat di rumah tangga dan warung kuliner di rumah makan dan di fasilitas komersial lainnya juga ternyata juga meningkat Jadi kami belum menemukan Seperti apa hubungannya Apakah seperti sampah semakin banyak jumlah populasinya atau jumlah manusia maka minyak konsumsi minyak jelantahnya yang dihasilkan juga semakin tinggi apakah seperti itu ini yang belum kami temukan alurnya kalau untuk identifikasi Karena penelitian kami masih sangat sedikit kami baru kurang lebih ada 20 lokasi di Indonesia yang kami identifikasi Nanti akan saya share kepada bapak ibu sehingga kami belum bisa menyimpulkan Apakah ada faktor-faktor yang dapat terutama untuk berdasarkan jumlah orang dan lain sebagainya nah yang mempengaruhi timbulan penggunaan minyak sawit atau minyak goreng dan dampaknya kepada timbulnya jelantah Dan ini juga 10 negara 10 negara konsumsi minyak goreng terbanyak ternyata Indonesia jadi peringkat satu bapak ibu saya coba cari-cari ini data yang memang sudah banyak di internet nah saya share di sini memperlihatkan bahwa ini data ini Indonesia adalah nomor 1 terus ada India ada Cina nah jumlah penduduk di Cina itu lebih banyak daripada di Indonesia tetapi minyak jelantah yang minyak goreng yang digunakan sedikit Nah ini kan ada sesuatu yang memang jadi semacam pertanyaan lah kalau kami melihat ini bahwa jumlah penduduk Apakah berbanding lurus dengan minyak minyak goreng yang dikonsumsi dan minyak jelantah yang dihasilkan ini tujuan kami nanti adalah kesana tapi belum belum tercapai setelah kurang lebih 6 tahun kami melakukan penelitian itu belum selesai Nah mudah-mudahan nanti Bapak Ibu di sini bisa ada waktu untuk Sharing juga dengan kami tentang penelitian mungkin nanti kita bisa kontak lah seperti apa kita bisa melihat potensi dari minyak jelantah ini dan identifikasi timbulan di berbagai tempat ini dampak lingkungan dan kesehatan masyarakatnya Saya yakin ini sudah banyak kita ketahui semuanya Bapak Ibu Nah pertama dari sisi dampak lingkungan kita yang paling mudah yang paling mudah kalau bapak ibu peserta webinar semuanya ketika selesai memasak nah ataupun membeli produk terutama gorengan yang ataupun sambel di rumah makan padang terutama kalau kita lihat rumah makan Padang Nah itu kalau sambal rumah makan padang itu kalau tidak ada minyaknya itu nggak nggak greget rasanya kalau bapak ibu makan kan Nah jadi kalau ada sisa disambel itu terus kita masukkan ke sing nah kesing waktu mencuci piring kalau tidak bagus untuk pengelolaannya atau tidak ada yang namanya mie bak penangkap atau penangkap minyak dan lemak ini bisa menyumbat saluran pembuangan kita nah ini dampak pertamanya kalau secara lingkungan dan apabila masuk ke badan air ini juga akan menyebabkan pencemaran lagi terhadap air dimana menyebabkan COD dan BOD bod nya tinggi nah ini juga akan menghalangi cahaya matahari masuk ke dalam air sehingga apa ya juga akan mempengaruhi ekosistem air itu sendiri ketika minyak jelantah ini masuk ke badan air dan begitu juga kalau dimasukkan ke dalam tanah jadi ada juga kami temukan yang menimbun ke dalam tanah beserta sampah jadi beberapa tempat Ya udah digabung dengan sampah ditimbun di samping rumah atau belakang rumahnya nah ini juga ujung-ujungnya bisa mencemari tanah dan kalau sudah hujan ikut dengan air dia juga nanti akan bisa menyebabkan pencemaran air ini dampak secara lingkungan secara garis besarnya seperti itu bapak ibu terus dampak kesehatan ini yang yang mungkin lebih berbahaya Nah bagi manusia dalam pikirannya mungkin seperti karena sebagian besar kami tanyakan yang ditakutkan itu adalah dampak kesehatan Nah kalau dampak lingkungan mereka yang menjadi responden kami kebanyakan tidak ini tidak memungkinkan mereka berpikiran bahwa dampak lingkungan itu belum berasa Jadi mereka tidak merasakan yang mereka takutkan di sini adalah pertama resiko kanker dampak kesehatannya kalau kita lihat secara umum resiko kanker karena memang penggunaan minyak jelantah berkali-kali itu nanti akan mengakibatkan ada zat-zat karsinogen yang juga bisa ikut ke dalam makanan yang digoreng di situ nah tapi kalau biasanya ini kami tanyakan ke masyarakat tapi kalau kita tanyakan ke teman-teman mahasiswa biasanya semakin hitam minyak gorengnya di pecel lele itu semakin nikmat katanya Nah jadi kalau berbeda kalau berbeda orang yang ditanyakan nanti tanggapannya juga berbeda kalau terhadap kesehatan terus selain itu juga ada resiko kesehatan obesitas karena juga selain itu juga obesitas ini ya sudah jelas kalau yang dimakan adalah gorengan yang juga mengandung zat-zat karsinogen dan lemak ya Bapak Ibu ya minyak dan lemak otomatis juga akan menyebabkan obesitas terus juga ternyata ketika minyak jelantah ini digunakan berkali-kali kan hari ini digunakan untuk pertama kali terus disimpan nih besoknya digunakan lagi minyak yang sama bahkan besoknya lagi juga digunakan ada yang seperti itu kami juga melihat bahwa ternyata ada bakteri di situ dan ini menyebabkan juga bisa menginfeksi kepada orang yang mengkonsumsi dan yang terakhir mungkin akan sedikit lama atau cukup lama untuk menghasilkannya bahwa ada nah penyakit yang baru dirasakan setelah mungkin sekian tahun yaitu ada penyakit degeneratif biasanya Parkinson yang di sini dari beberapa penelitian kami cari karena kalau ini belum kami belum dapat membuktikan tapi ini dari beberapa penelitian katanya dapat menyebabkan penyakit degeneratif terutama Parkinson itu dari dampak kesehatannya bapak ibu kita masuk ke teknik sampling dan kuantitas minyak jelantah Nah ini mungkin yang sudah kami lakukan Bagaimana kami melakukan sampling di kurang lebih 20-an lokasi mulai dari di Sumatera di Jawa dan di Kalimantan Kami coba baru itu area yang bisa kami capai untuk mengidentifikasi timbulnya jelata cukup banyak variasi sampling yang kami lakukan karena sampai saat ini sampai saat ini belum ada peraturan baku tentang sampling untuk kuantitas Jadi kalau dari sampah itu sudah ada menggunakan SNI teknik sampling Terus kalau dari limbah Nah untuk pengujian limbah dan sebagainya sudah ada semua sudah lengkap semuanya tetapi kalau untuk minyak jelantah ini nah teknik samplingnya jauh kami membaca referensi itu belum didapatkan nah secara terutama di Indonesia belum ada yang peraturan mengikat ataupun SNI yang menunjukkan Seperti apa sampling minyak jelantah ini sehingga kami juga meraba-raba seperti apa sampling yang dilakukan walaupun juga ada dasar-dasar yang kami pilih untuk melakukan sampling ini yang pertama sebelum sampling tentu kita harus melihat dulu tujuan samplingnya apa bapak ibu untuk minyak jelantah kami melihat tujuan pertama adalah mengidentifikasi kuantitas dan kualitas minyak jelantah di suatu wilayah kuantitas sudah jelas ingin melihat berat dan volumenya Seperti apa dan kualitasnya ini berhubungan dengan pengolahannya nanti Bapak Ibu Nah jadi sebelum dilakukan pengolahan Kami ingin melihat kualitasnya Seperti apa Nah jadi akan kita lihat apakah ada hubungan kuantitas dan kualitas minyak jelantah ini dengan hasil dari pengolahannya nanti mungkin kalau untuk pengolahan pak Tatang akan lebih banyak bercerita kepada Bapak Ibu semuanya yang kedua adalah menganalisis tren perubahan kuantitas dan kualitasnya jelas inilah Kenapa kami melakukan penelitian di berbagai wilayah ini untuk melihat juga menganalisis tren perubahan kuantitas dan kualitas minyak di lantai short sendiri dan begitu juga ini kami sedang berusaha juga Loka satu lokasi ini setelah sekian tahun saya ini setelah ada lokasi yang setelah 3 tahun kami coba sampling lagi Kami ingin melihat Apakah ada tren perubahan kuantitas dan kualitas minyak jelantahnya nah ini yang sedang kami lakukan dan juga mengevaluasi program nah keberhasilan dan kita ketidakberhasilan ini biasanya tujuan sampling ini juga ingin melihat Apakah sebelumnya ada program untuk minyak jelantah ataupun tidak nah ketika nah ini juga bisa dijadikan sebagai acuan pengambilan kebijakan nanti Bapak Ibu nah perumusan kebijakan ketika sampling dilakukan Nah ada potensi pengelolaan minyak jelantah apalagi saat ini sangat banyak ya beberapa tahun ini sangat banyak pengepul yang resmi dalam tanda kutip dalam bidang pengelolaan minyak jelantah walaupun sebelumnya sangat banyak juga pengepul-pengembul yang tidak resmi melakukan pengumpulannya jelantah dan di ada yang diolah kembali dalam tanda kutip dimurnikan ada juga yang memanfaatkan jadi produk-produk yang bisa bernilai ekonomi lain yang bukan minyak goreng lagi tapi ada juga yang ada yang sedikit nakal menggunakan media jelantah ini dimurnikan dan dijual kembali untuk menjadi minyak goreng nah ini sehingga dengan adanya sampling biasanya akan mendukung atau menjadi dasar perumusan suatu kebijakan dalam proses teknik sampling minyak jelantah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Bapak Ibu yang pertama penentuan lokasi target sampling dan metode samplingnya Nah jadi ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan dalam kegiatan teknis sampling ini untuk penentuan lokasi nah di awal kita harus menetapkan sehingga supaya tidak sulit nanti ketika menentukan target dan metode samplingnya cakupan untuk sampling itu kabupaten atau kota kecamatan atau desa Kecamatan desa atau area tertentu mempunyai komplek perumahan dan lain sebagainya nah ini juga harus ditentukan terlebih dahulu untuk memfokuskan proses samplingnya selanjutnya setelah ditentukan lokasinya target samplingnya apa Nah karena kalau di kabupaten atau kota kecamatan Desa area tertentu itu sudah pasti ada masyarakat targetnya nah contohnya masyarakat itu rumah tangga atau rumah makan Rumah Makan tertentu yang menjadi fokus untuk sampling atau area kuliner yang ada umpamanya fast foodnya terus ada nanti yang menjual hanya satu jenis makanan terus ada dua jenis makanan ada yang 3 jenis berdasarkan jenis makanan targetnya biasanya area kuliner nah ini juga perlu ditentukan di awal target sampling kita siapa masyarakat atau area komersil seperti rumah makan area kuliner dan atau sejenis lainnya selanjutnya setelah ini kita tentukan barulah kita pilih nah metode sampling yang digunakan seperti apa bapak ibu jumlah sampelnya ditentukan Nah kalau itu kalau yang namanya sampling tentu jumlah sampel ditentukan kecuali memang mau dilakukan pengambilan data seluruhnya di wilayah tersebut ya sensus jadi populasinya diambil data Nah kalau Kami biasanya sampling kami lakukan nah ditentukan jumlah sampelnya dan setelah ditentukan jumlah sampelnya ditentukan cara samplingnya seperti apa cara pengambilan datanya dan juga jangan lupa dibuat list data-data pendukung untuk menunjang menunjang analisis data kemudian analisis data dari hasil sampling yang kita lakukan ini mungkin kalau sampling minyak jelantah mungkin kita akan teringat dengan sampling sampah bapak ibu akan tetapi nanti ada beberapa hal yang mungkin agak berbeda dari sampling sampah yang dilakukan yaitu untuk penentuan lokasi nah ini beberapa contoh yang kami lakukan untuk wilayah-wilayahnya nah ini satu kabupaten ada juga kami mencoba satu kabupaten Kami sedang mencoba untuk satu kabupaten pelan-pelan nah ini untuk di Sleman sedang kami coba nah terus ada juga mewakili untuk yang satu Kecamatan nah ini Kebetulan Kecamatan Ngaglik yang sudah hampir seluruhnya karena kami di Yogyakarta ini saya contohkan di kecamatan Ngaglik yang coba kami buat dan ada juga lingkup Desa Nah jadi Kami biasanya mulai dari lingkup terkecil rumah tangga bapak ibu RT RW dan nanti kami baru nanti lingkupnya semakin lama semakin besar untuk mengetahui dampaknya nah ini terkait target nah targetnya bisa dipecah-pecah lah bisa dibuat karakteristiknya ataupun tipe-tipenya ini juga untuk mempermudah nanti menentukan cara sampling nah metode sampling Seperti apa target contohnya untuk rumah tangga ini diklasifikasikan rumah permanen semi permanen dan non permanen nah ini biasanya sama juga dengan untuk sampling sampah ada rumah permanen semi permanen dan permanen ada juga yang rumah layak huni dan tidak layak huni nah ini untuk rumah tangga ini sebagai contoh Bapak Ibu Nah terus juga ada rumah makan Nah rumah makan Nah kalau rumah makan ini biasanya bisa juga dilihat berdasarkan internasional nah ini juga terus luasan rumah makannya Apakah berpengaruh nah jenis rumah makannya ini juga bisa dilakukan dasar untuk klasifikasi untuk sampling terus jumlah kursinya dan lain-lain lah ya Bapak Ibu untuk target-target dari sampling sampah ini nah terus untuk area kuliner contohnya dibagi lagi diklasifikasikan Adapun gorengan karena area kuliner kan wilayah kuliner ya Bapak Ibu ya nah macam-macam Makanan yang di situ good gorengan bisa dibagi menjadi rumah makan kaki lima terus ada foodcourt Mungkin nah jadi sangat banyak sebetulnya pembagian-pembagian klasifikasi yang bisa kita lakukan di mana ini semakin banyak kita mengklasifikasikan dan semakin detail ini juga nanti akan mempermudah kita melakukan ataupun mengidentifikasi timbulnya jelantah dan menganalisanya dan melihat perbandingannya satu sama lain Ini contohnya rumah permanen ada ketika menentukan rumah permanen semi permanen dan permanen ini juga bisa dilihat nih sebagai contoh yang sudah ada pernah dilakukan nah permanen itu dilihat dari pendapatan tinggi pendapatan sedang dan pendapatan rendah dengan ciri-ciri kondisi fisik rumah Seperti apa fasilitas di rumah tersebut ada apa saja Terus pendapatannya berapa Nah ini untuk mengklasifikasikan itu nah terus ada juga yang bisa dilakukan Ini contohnya untuk rumah permanen itu bahan atapnya dari apa dari genteng Contohnya bahan dinding itu tembok nah bahan lantainya keramik kalau untuk rumah semi permanen itu bahan atapnya seng atau asbes dengan bahan dindingnya kayu atau bambu terus bahan lantainya hanya dari semen tanpa keramik terus rumah non permanen kayu atau asbes terus bang dindingnya bambu atau gede terus ada juga bahan lantainya papan atau tanah nah ini juga tergantung dari kita mengklasifikasikan Bapak Ibu nanti ada juga yang mengklasifikasikan dari beberapa penelitian kami dapatkan bahwa rumah permanen itu kondisi pondasi ada pondasi juga nah semi formal memiliki pondasi kalau non permanen tidak ada pondasinya terus ada dindingnya batu bata atau batako kalau yang semi permanen itu setengah tembok dan setengah kayu atau bambu kalau non permanen itu bambu atau kayu saja nah begitu dia atapnya lantainya Seperti apa bahkan ada ke luas bangunan nah ini semakin detail kita mengklasifikasikan Seperti yang saya sampaikan tadi juga semakin banyak bahasan nah analisa data yang bisa kita lakukan nanti untuk dari timbulnya dilantah ini nah ini juga sebagai data pendukung tentunya terus rumah layak huni contohnya ada keselamatan bangunan meliputi struktur bawah ada pondasi atau tidak ada struktur tengah atau kolomnya dan balok dan struktur atasnya Seperti apa terus melihat kesehatan meliputi pencahayaan layar itu pencahayaannya bagus penghawaan dan sanitasinya bagus kecuali luas minimumnya antara 7,2 meter persegi sampai 12 meter persegi per orang ini contoh untuk layar huni terus tidak layak huni contohnya luas lantai bangunan tempat tinggal kecil dari 8 meter persegi jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah atau bambu atau kayu yang dari sisi harga murah seperti itu ada juga jenis dinding gimana tempat tinggalnya terbuat dari bambu atau rumbia atau kayu berkualitas rendah atau tembok tanpa di plester begitu ya dengan atapnya dari bambu atau rumbia alang-alang genteng tanah kualitas murah dan lain sebagainya jadi klasifikasi ini juga berdasarkan apa di lapangan kalau untuk rumah tangga ya melihat kondisi di lapangan penyesuaian Nah kalau untuk wilayah komersial seperti rumah makan bisa seperti ini juga ini sebagai contoh yang pernah kami lakukan contohnya Ini ada rumah makan seafood klasifikasinya kedai gorengan ini untuk contoh berapa foodcourt Terus ada rumah makannya ada kedai martabak warung pecel lele ke defried chicken rumah makan Padang dan lain sebagainya terus ada juga kami klasifikasikan ada merek-merek tertentu di sini Bapak Ibu bisa lihat nah jadi berdasarkan merk rumah makannya terus ada lesehannya untuk ada ini rumah makan terus ini warung makan kita klasifikasikan lagi ini nanti pedagang kaki lima nah ini kami buat klasifikasi Rumah Makan itu ini yang masuk rumah kalau warung makan itu seperti ini nah terus ada juga martabak gorengan lumpia dan sebagai untuk pedagang kaki limanya ada juga yang berdasarkan jam operasional Bapak Ibu nah jam operasional ini ada pagi sampai malam sore sampai malam atau 24 jam ini tergantung lokasi juga dan targetnya tadi Nah targetnya mau apa Nah ada juga yang jamnya 8 hitung 8 jam 10 jam atau 24 jam tergantung dengan target yang ingin kita lakukan untuk sampling sampah ini terus ini contoh lainnya Nah ada yang memang hanya secara garis besar Rumah Makan warung makan penjual gorengan rumah makan padang warung-warung pecel lele ada juga sejenis gorengan AC nama maupun manis ada juga yang kemarin kami pisah gorengan yang asin dan manis nah terus sejenis lalapan Nah ada geprek dan penyetan aneka makanan bebas ini yang ibaratnya lebih dari 3 jenis makanan yang dijual Nah ada fried chicken yang memang jual hanya goreng ayam goreng yang goreng tepung terus kemasakan Padang Ada martabak ada Pempek jadi sangat banyak kategori-kategorinya bapak ibu jenis makanannya dan kategori tempat makannya ya ini kami buat contohnya rumah makan atau restoran ada foodcourt ada pedagang atau warung kaki lima sehingga dengan melakukan karakteristik seperti ini target-target penelitiannya ini akan mempermudah kita melakukan sampling dan pendekatan nanti Bapak Ibu Nah karena ada banyak faktor juga yang mempengaruhi nanti ketika melakukan sampling minyak jelantah ini nah tantangan penentuan lokasi yang sangat subjektif memang nah tergantung yang menilai contohnya untuk rumah tangga tadi ya tinggi sedang rendah begitu juga untuk lokasi dengan banyak wilayah kuliner dan lain sebagainya ini juga tergantung kepada yang ingin melakukan sampling itulah perlu ada kesepakatan agar ada stratanya ya seperti ini tadi Bapak Ibu bisa lihat nah jenis tempat makannya atau ada kategori tempat makannya ada yang lebih detail Nah ini salah satunya di kecamatan gondokusuman ini kami lakukan ini Bapak Ibu bisa lihat di sini ini di Jogjakarta sangat banyak Kami coba list satu-satu Nah nanti itu yang kami ini baru Total semuanya Nah nanti itu yang di sampling nanti berdasarkan hasil perhitungan jumlah sampel minimal yang dibutuhkan ini metode sampling nah dalam metode sampling ini tentu yang pertama adalah penentuan jumlah sampel nah penentuan jumlah sampel yang pertama bisa dilakukan tentu melakukan survei pendahuluan untuk menghitung jumlah pedagang atau tempat makan yang berpotensi menghasilkan minyak jelantah ataupun jumlah rumah kalau itu rumah tangga jadi setidaknya kita mengetahui terlebih dahulu populasinya Nah kalau untuk rumah tangga itu mungkin bisa secara statistik Bapak Ibu ataupun data Kelurahan tapi kalau untuk rumah makan atau tempat makan dan sebagainya biasanya harus survei terlebih dahulu ada survei pendahuluan sepertinya sinyalnya mungkin ya Oke mungkin terputus Mbak Nisa Pak yebi Ya mungkin sedang kurang bagus jaringannya ini Bapak Ibu sekalian Oke kita tunggu terlebih dahulu ya Oke Oh iya ada kendala ya Bapak Ibu bisa mengisi pertanyaan tapi memang sudah cukup banyak ya pertanyaannya ya sudah lumayan banyak sekali pak pertanyaan dari bapak ibu kita tunggu Kak Ebi sebentar kalau memang ada kendala Nanti Mungkin kita bisa lanjut ke pak Tatang terlebih dahulu ya kalau memang masih ada mungkin karena Bapak Yedi Halo sudah terdengar bapak Mohon maaf ini Mbak Anisa di tempat saya tiba-tiba mati lampu nggak tahu kenapa jadi semua jaringan terputus tapi suara saya jelas ini mohon maaf Bapak Ibu semuanya sekarang sudah jelas bapak sudah jelas saya share lagi sudah kelihatan Mbak sudah baik berapa menit lagi ya waktu saya sampai kurang lebih Saya mungkin 15 atau 20 menit lagi lah ya Nah Baik bapak ibu kita lanjutkan nah ini tadi Mungkin terputus di metode sampling nah setelah dilakukan survei ada kita dapatkan populasinya terus kita kategorikan nah Tempat makan atau rumah tangga tadi berdasarkan bentuk tempat makan dan jenis makanan yang dijual ini untuk tempat makan terus menghitung jumlah sampelnya menghitung jumlah sampel ini ada beberapa cara kami lakukan nah ini dan juga kami mencoba mencari di berbagai referensi yang pertama itu bisa menggunakan rumus slovin untuk jumlah sampelnya jadi dengan rumus ini Nah kita bisa kita mengetahui jumlah populasinya terus margin error dan derajat ketelitiannya 10% ataupun nanti bisa di sini ada 10% sampai 20% sehingga kalau slovin ini biasanya antara 10-20% itu yang biasa kami pakai terus selanjutnya ada juga dengan nomor gram Harry King nah tapi ini hanya bisa untuk maksimal 2000 populasi jadi kita bisa Tentukan itu dan kami juga mencoba ini mungkin familiar untuk bapak ibu kalau sudah sering melakukan sampling sampah Nah jadi penentuan jumlah sampelnya Kami coba juga dengan cara SNI sebenarnya 1994 Bagaimana menghitung kebutuhan untuk jumlah sampel di sampling sampah perkotaan nah ini juga kami coba karena memang sejauh ini ya belum ada metode yang ditetapkan ya Bapak Ibu ya Nah sehingga kami mencoba berbagai alternatif untuk melihat atau mengidentifikasi timbulnya jalan tah ini di berbagai wilayah dengan cara penentuan jumlah sampelnya dengan berbagai cara juga alternatif juga yang memang secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan karena secara statistik ini sudah diperbolehkan sehingga itu kami coba cara untuk menentukan jumlah sampelnya selanjutnya persiapan sampling kita sudah menentukan wilayah lokasinya targetnya sudah jelas terus jumlah sampelnya sudah jelas nah Selanjutnya apa yang dilakukan Nah kita juga menentukan waktu samplingnya ada juga kami mencoba 8 hari berturut-turut sesuai dengan SNI persampahan karena yang karena tidak ada tadi tetapi kita melihat apa yang ada saat ini penelitian-penelitian yang sudah dilakukan terhadap produk lain yang mungkin sejenis atau mendekati lah ya Nah itu ada juga yang sesuai kebutuhan ada yang kami sampling itu kurang lebih selama 2 minggu 3 minggu melihat dengan kalau terutama untuk wilayah kuliner nah wilayah kuliner itu yang memang wilayah pariwisata itu kami lihat piknya hari apa sehingga biasanya ada hari Sabtu atau Minggu atau Jumat Sabtu Minggu ini biasanya cukup lama sampling kami lakukan untuk melihat timbulan minyak jelantah paling tinggi di hari apa atau di waktu kapan dan waktu memulainya nah hari dan tanggalnya juga perlu dipastikan nah dibuat di awal sehingga juga akan mempermudah nanti petugas sampling selanjutnya adalah jam sampling jam sampling diusahakan jam dan waktunya ya jamnya sama nah ini biasanya kalau kami itu kalau untuk rumah tangga biasanya adalah sore hari setiap sore hari diambil tiap sore hari diambil Terus kalau untuk wilayah-wilayah kuliner nah wilayah kuliner rumah makan dan lain sebagainya ada itu bergantung kesepakatan dengan pemiliknya nah ini juga yang perlu pendekatan Bapak Ibu semuanya secara sosial untuk mengambil sampel ini terus Ada petugas samplingnya tetap ada ketua tim pelaksananya dan ada pekerja teknisnya sehingga ada yang mencatat ada yang melakukan sampling Ya setidaknya minimal dua orang untuk melakukan ini [Musik] selanjutnya tahapan yang dilakukan itu adalah wadah sampelnya kita siapkan Kalau kami biasanya ya botol bekas itu boleh nah secara garis besar ya botol atau plastik yang bisa digunakan untuk menampungnya jelanta karena timbulannya jelantah ini biasanya tidak begitu banyak sehingga biasanya wadah-wadah yang kecil itu bisa bapak ibu terus ada gelas ukur mengingatkan terkait waktunya Bapak Yadi kurang lebih sampai jam 10.10 ya Pak maksimal Jadi kurang lebih tinggal 7 menit lagi pak terima kasih ini wadah sampelnya nah terus ada juga alatnya yang lain adalah gelas ukur nah gelas ukur dan timbangan jadi nanti ketika sampling dilakukan kita mengukur volume dan sekaligus mengukur beratnya dan tentu ada logbooknya look tadi sudah bisa ya tinggal berat dan volume biasanya nah terus alat pelindung diri yang perlengkapan K3 juga perlu digunakan Nah karena kondisi pandemik juga mulai saat ini pun kita juga harus menggunakan APD yang lengkap Ini pertama yang kami lakukan yang bisa kita lakukan waktu sampling adalah memberikan wadah untuk sampel pada pedagang sehari sebelum pelaksanaan sampling ini bisa dilakukan setiap hari ketika ngambil yang hari pertama diberikan lagi botolnya atau wadahnya atau bisa keseluruhan Jadi kami mencoba metode itu juga ada yang setiap hari kami ambil terus kami berikan lagi ada yang memang selama ini langsung diberikan sebanyak cari sampling kami dan kami minta udah kami Tandai hari 1 2 3 4 5 sampai hari keberapa sesuai kebutuhan untuk sampling nanti akan kami ambil di akhir biasanya akan kami ambil di akhir ada yang seperti itu juga kami ingin mencoba melihat Seperti apa kuantitas dan kualitasnya perbandingannya antara diambil setiap hari atau dengan dikumpulkan terlebih dahulu nanti diambil di akhir dan setelah diberikan wadah ya dikumpulkan sebelum tanya dari pedagang ataupun dari masyarakat dan membawanya ke tempat pengukuran setiap hari atau sesuai kesepakatan tadi Nah ada yang tidak nyaman biasanya per hari Nah kalau di rumah tangga biasanya mereka tidak nyaman ya nanti biasanya Sesuai dengan kesepakatan diambil beberapa kali sehari atau dengan karena ada kesibukan Nah ini bisa diambil sesuai kesepakatan terus baru diukur timbulan minyak jelantahnya diukur beratnya dan diukur volumenya nah ini alat dan bahannya alat dan apa samplingnya Nah terus yang perlu diperhatikan Bapak Ibu ininya data pendukung yang perhatikan juga untuk menunjang analisa data yang bisa dibilang lengkap sehingga bisa memberikan informasi seperti tujuan yang diharapkan tadi adalah pertama sudah jelas melihat tren atau mengidentifikasi timbulan ataupun nanti bisa jadi untuk pengambilan keputusan atau kebijakan di suatu wilayah beberapa data penuntut pendukungnya antara lain adalah data penghuni atau pengunjung penghuni biasanya untuk rumah tinggal atau rumah tangga kalau pengunjung itu adalah untuk rumah makan kawasan kuliner dan lain sebagainya terus data jenis makanan bahkan kami juga mendata jenis makanannya apa dalam satu hari bisa menjual Berapa banyak bahkan kalau ikan berapa potong atau Berapa kilo kalau untuk umpamanya ayam Berapa kilo bebek Berapa kilo berapa ekor atau berapa potong terus juga ada merek atau brand minyak goreng yang digunakan nah ini akan berpengaruh nanti Apakah ada pengaruh terhadap kualitas minyak Jalan tasnya ataupun lain sebagainya terus pengelolaan yang telah dilakukan nah ini juga perlu diketahui kalau ingin membuat suatu kebijakan tentu kebijakan pengelolaan minyak jelantah Kita juga harus tahu pengelolaan eksisting seperti apa terus ini gambaran timbulan minyak jelantah 3 menit lagi ya Mbak Nisa ya sebenarnya Oke gambaran timbulannya jelantah di beberapa wilayah ini beberapa tempat yang pernah kami ambil data ini sebagai gambaran ternyata pada tahun 2020 itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral SDM sudah membuat semacam siaran pers tentang sebuah potensi bisnis energi yang menjanjikan ternyata pada tahun 2019 konsumsi minyak goreng sawit nasional mencapai 16,2 juta kilo liter Bapak Ibu semuanya dan 40-60% nya itu jadi minyak jelantah yaitu sekitar 6.46 sampai 9,72 juta kilo liter sayangnya di Indonesia itu baru 3 juta KM atau 18,5% nya dari total konsumsi minyak goreng sawit itu yang baru dikumpulkan atau yang dapat dikumpulkan sehingga dari 3 juta KM itu hanya 570 KM yang dikonversi untuk menjadi sel dan kebutuhan lainnya dan 2,4 juta KM digunakan untuk minyak goreng daur ulang dan ekspor sehingga melihat ini ya sudah sangat jelas ada potensi pengelolaan minyak jelantah yang bisa kita lakukan ini timbulnya jelantah di berbagai wilayah Coba kami cari nah ini wco adalah kita cari-cari secara di ini di jurnal internasional biasanya minyak jelantah itu istilahnya oil nah di Eropa itu Uni Eropa kurang lebih satu juta ton per tahun di Cina 5 juta Ton di USA di Amerika itu 5,5 juta dan lain sebagainya di UK ada segini nah Malaysia negara tetangga kita 0,5 juta ton per tahun nah ini timbulnya jelantahnya kalau di Indonesia seperti apa ini beberapa lokasi mungkin sekedar sharing ke Bapak Ibu nah ini di salah satu wilayah di Sumatera Utara di Kelurahan arjasari 2 Kecamatan Medan Amplas bahwa timbulnya jelantahnya ada yang berkisar antara 250 ml per hari ada yang 200 sampai 250 liter per hari dan juga ini bisa dilihat bahwa ini kita coba lihat rumah-rumah layak huni dan tidak layak huni nah rata-rata perharinya yang layak huni itu 0,032 kg per hari atau 0,034 liter per rumah per hari kalau yang tidak layak huni lebih rendah antara berat dan volumenya kurang lebih sama dan berat jenisnya bisa dilihat nah bahwa lebih tinggi yang layak huni berat jenis minyak jelantahnya dan kemana minyak jelantah ini di gua nah sebagian besar ke tempat sampah ke selokan dan tanah bisa dilihat bahwa tidak ada yang mengambil Bapak Ibu kalau di rumah tangga di sana terus ini di Kelurahan kecapi di Kota Cirebon Nah kita coba ini ambil juga nah melihat ada beberapa penelitian sebelumnya ini penelitian sebelumnya ternyata ada beberapa perbedaan bahwa ternyata di Cirebon itu ada yang digunakan kembali ini nah terus ada diambil oleh pengepul ada yang diambil oleh pengepul ada yang langsung dibuang dan kalau dilihat nah Kami coba melihat ada analisis data kualitatif mengenai Analisis domain taksonomi dan komponen-komponensial tipe perumahan jadi ada hubungannya atau tidak ya tipe perubahan dengan permasalahan minyak jalan tah ini jadi ternyata di wilayah ini berdasarkan tipe rumah ini akan mempengaruhi tingkat ekonomi dari tingkat ekonomi ini berpengaruh terhadap tingkat konsumsi minyak gorengnya besar timbulan minyak jelanta yang dihasilkan terus penggunaan minyak berulangnya juga ternyata berpengaruh terus kesadaran terhadap bahayanya juga mempengaruhi nah ini yang yang sudah kami publikasikan sebagian besar sampai di sini nah seberapa besar tingkat-tingkat ini masih dalam tahap analisis yang nanti mungkin bisa setelah kita publikasikan itu di beberapa tempat jurnal dan lain sebagainya Mungkin bisa kita sharing lagi nah ini juga ada di Kelurahan kebun bunga kota Banjarmasin kami analisa berat dan timbulnya dan volumenya antara rumah permanen semi permanen dan lain sebagainya nah ini di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat ini beberapa kita juga analisa secara ini dari hasil kuesioner Bagaimana hubungannya analisis domain taksonomi dan komponensial tipe perumahan berpengaruh tidak dan apa dampaknya terhadap ketika covid Seperti apa dampaknya nah ini juga kita lakukan analisa terus ini gambaran tema menuju lantai nih di Jawa Timur ini di sekitar kampus Universitas Negeri Jember nah ini timbulnya nanti mungkin Bapak Ibu bisa ini karena waktu saya udah lewat Ini 3 menit lagi ya minta waktu sedikit lagi terus ini contohnya sampel yang kami ambil sangat bervariasi Bapak Ibu Itulah kenapa semakin banyak karakteristik yang kami atau kita tentukan di awal target yang kita tentukan di awal akan mempengaruhi nanti hasilnya ini Bapak Ibu bisa lihat ada sampel saat memakan satu rumah makan 2 3 terus ada fried chicken dan sebagainya ini sebagai contoh bentuk-bentuk secara fisik minyak jelantah yang kami ambil ini juga ada perbandingan persentase penggunaan minyak goreng oleh pedagang kita bandingkan normal kondisi normal dan saat pandemik nah ini yang coba kami lakukan juga ada perubahan ternyata terutama dalam sisi volumenya nah ini juga perilaku dari sisi perilaku tahu atau tidak terhadap bahaya terhadap kesehatan dan lingkungan cukup banyak yang tidak tahu nah terhadap bahaya terhadap kesehatan dan lingkungan ini untuk wilayah DIY memang wilayah sudah ada 15 lokasi yang kami sampling dan 10 sudah selesai 5 dalam proses ini contoh-contohnya mungkin ini saya lewati aja ya Mbak Nisa ya ini faktor yang mempengaruhi timbulnya jelantah saya coba membagi antara rumah tangga dengan rumah tangga rumah tangga itu dipengaruhi oleh jumlah penghuni jenis masakannya Terus apa yang dimasak berarti ya terus pengulangan penggunaan minyak gorengnya nah ini juga berpengaruh tadi dari jenis rumahnya juga Terus kalau non rumah tangga itu wilayah rumah makan wisata kuliner dan lain sebagainya lah ya bisa dipengaruhi oleh jenis rumah makan terus jenis atau variasi makanannya yang operasional dan jumlah pengunjungnya juga berpengaruh terhadap itu dan yang paling penting tentu lokasi mempengaruhi antara di Sumatera di Jawa di Kalimantan sejauh ini sangat berbeda bapak ibu ada ada beberapa perbedaan signifikan Terutama ketika dibandingkan dengan faktor sosial ekonomi dan budaya ini rekomendasi terakhir ini dua terakhir Mbak Nisa dari sini ada beberapa kesimpulan yang bisa kami ambil bahwa untuk pengelolaan perlu dari sumber itu di rumah tangga itu ataupun di tempat komersil itu perlu ada pewadahannya secara terpadu ataupun cara individu nah lalu dikumpulkan lalu diolah Jadi selama ini memang banyak yang dibuang terutama untuk di rumah tangga ini kalau dari kami ya rekomendasinya di pengelolaan akan tetapi akan tetapi kembali lagi ke sini Bapak Ibu Bagaimana ada unsur politik ekonomi sosial teknologi lingkungan dan secara legal ini mendukung terutama legal dan secara politik itu mendukung ketika ada peraturan dari unsur politik dan legalnya itu mendukung ada kebijakannya maka akan ada ya setidaknya ada analisa secara ekonominya dampak sosialnya juga dikaji kalau ada pengolahan tadi ya Secara teknologi seperti nantinya akan disampaikan oleh pak Tatang dan dampak lingkungannya tadi sudah kita ketahui kalau tidak dikelola Seperti apa dan ini tim dari saya tim dari kami mulai dari ujung Sumatera sampai ke Kalimantan baru saat baru itu yang bisa kami lakukan tim dari laboratorium limbah padat dan B3 teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia selanjutnya untuk pengolahan mungkin kepada Pak Tatang Terima kasih dari saya mohon maaf Agak terlambat dan tadi sempat putus saya akhiri Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yaitu tadi penyampaian materi dari pemateri pertama kita kemudian selanjutnya mungkin kita akan langsung berlanjut ke materi kedua kita yaitu bapak Tatang Silahkan bapak Sebenarnya Pak yabi bisa sampai panjang saya sedikit [Tertawa] Oke baik rambut saya kelihatan agak putih ya Di sini ya memang putih memang ya Baik terima kasih atas kesempatannya Mbak Nisa mobil khusus Pak hijrah gitu ya yang sudah memberikan kesempatan untuk bisa saling berbagi dan demikian juga Pak yabi tadi informasinya luar biasa ya apa namanya riset apa namanya data-data yang memang tadi saya nggak tahu nih ya tapi luar biasa potensi minyak jelantah sebagai penyumbang sampah gitu Pak ya yang cukup besar gitu ya Dan apa namanya ini menjadi bahaya sekaligus peluang buat kita untuk bagaimana mengubah sampah itu menjadi sesuatu yang lebih bernilai apa bernilai secara ekonomis gitu ya Salah satunya gitu ya Baik saya share sudah terlihat ya Ibu Bapak sekalian Mbak Nisa sudah ya sudah terlihat Bapak Oke Baik saya sengaja di kampus ini ya jadi biar agak stabil Ibu Bapak sekalian jadi tadi sudah disampaikan oleh Pak yebi terkait dengan pengelolaan ya jadi pengelolaan itu ada pengelolaan ada pengolahan Nah jadi saya kebagian yang pengolahan ceritanya nih Ya seperti yang disampaikan Pak yebi Tadi Ibu Bapak sekalian ini sekilas saya tadi sudah disampaikan juga oleh Mbak Nisa tadi ya tadi yang ada yang mau nanya nomor telepon ini ada nomor telepon saya ibu bapak sekalian jadi nanti kalau boleh diskusi lebih lanjut bisa via WhatsApp atau bisa korespondensi melalui email begitu Ibu sekalian misalnya ada data atau apa tapi sekarang pakai WhatsApp apapun bisa sekarang ya nggak usah pakai email cuma kalau pakai email bisa tersimpan gitu ya bisa tersimpan tapi kalau WhatsApp mungkin akan hilang dalam satu minggu gitu ya informasi-informasi tertentu gitu Baik Ibu Bapak sekalian jadi minyak jelantah tadi sudah disampaikan oleh pak yebi gitu ya saya mengacu pada peraturan menteri perdagangan ya yang terbaru nih ya Ini karena kemarin sempat sempat gonjang-ganjing ya tentang jelantah Tadi awalnya itu bisa diekspor kemudian dilarang gitu ya Kemudian ada kesempatan lagi untuk bisa di ekspor gitu ya Jadi sempat pada saat bulan April ya itu ada peraturan menteri Tahun 2022 juga gitu ya April 2022 Nomor 22 gitu ya Peraturan Menteri perdagangan itu melarang gitu karena pada saat itu terjadi kelangkaan minyak goreng gitu ya jelantah itu terkena imbasnya salah satu yang dilarang juga untuk diekspor pada saat itu gitu ya wallahualam kenapa kok bisa begitu ya jangan-jangan Nah jangan jangan ini ada ada seperti yang disampaikan Pak ya Ini digunakan ulang gitu ya atau didaur ulang gitu ya Oke Baik sedikit ya mungkin langsung kimia sekali ini ya tapi saya kira nggak papa untuk Pengetahuan ibu bapak sekalian ya jadi minyak goreng itu senyawa utamanya atau komponen utamanya itu adalah kandungan kimianya itu adalah namanya trigliserida trigliserida itu Ini ada rantai panjang nanti di bawah tergantung minyak gorengnya gitu ya kalau minyak goreng kelapa sama minyak goreng sawit itu akan berbeda nanti ada minyak goreng yang dari kanola atau dari bunga matahari gitu ya Ada minyak kedelai gitu ya Bagi orang-orang yang pengen tidak ada kandungan minyak jenuhnya gitu ya itu biasanya pakai canola yang 1 liter bisa Rp50.000 ke atas gitu ya lebih mahal gitu ya seperti atau minyak Olive gitu ya itu akan sedikit berbeda karakternya dengan minyak Palem gitu ya minyak kelapa atau minyak sawit gitu ya atau minyak turunan Palem lainnya gitu ya nah harusnya minyak goreng yang normal itu itu adalah full isinya adalah trigliserida kalau misalnya ada tambahan itu bisa ditambahkan dengan vitamin ya biasanya vitamin A atau vitamin E gitu ya karena vitamin A sama E itu kan salah satu vitamin yang atau dua tadi ya salah dua gitu ya Yang yang larut ke dalam lemak gitu ya jadi Adek vitamin A vitamin D vitamin E atau vitamin K itu bisa larut dalam lemak atau salah satu diantara lainnya senyawa tambahan yang ada dalam minyak goreng itu adalah antioksidan biasanya pakai bha gitu ya ada untuk oksidanya saya kalau injeksi atau analisis senyawaan kimia yang ada dalam minyak goreng itu selalu muncul apa namanya antioksidan ini ya supaya tidak tengik tidak gampang tengik gitu ya Nah Ibu Bapak sekalian ini ini peristiwa-peristiwa yang nanti bisa terjadi pada saat minyak goreng itu diperlakukan diperlakukan nah ini Bapak sekalian ya Kenapa minyak goreng itu kemudian berubah sifat menjadi jelantah ketika menjadi jelantah itu berubah sifat nah ternyata temperatur itu berpengaruh terhadap struktur dari trigliserida yang saya sampaikan di awal tadi itu ya jadi pemanasan kalau tadi Pak yebin memberikan definisi itu berapa derajat tuh sama maksimal 180 derajat gitu ya itu kalau lebih daripada itu gitu ya atau dalam waktu yang lama gitu ya itu maka akan terjadi proses-proses yang saya sebut di sini namanya hidrolisis ini trigliserida juga struktur dari trigliserida itu kalau terjadi hidrolisis itu nanti menjadi asam lemak ya kalau dia terkena panas jadi terdekomposisi menjadi senyawa-senyawa karbon biasanya minyaknya jadi gosong nanti gitu ya kalau panasnya terlalu tinggi gitu ya biasanya kalau pakai api besar gitu ya sering-sering pakai api besar atau terjadi oksidasi nah oksidasi itu biasanya terjadi pada pada ikatan rangkapnya ini ya jadi di sini ada ikan tangkapnya minyak yang bagus minyak minyak yang layak konsumsi dan tidak membahayakan itu adalah 5 yang lemak yang tak jenuh tak jenuh itu artinya ada ikatan rangkapnya Ibu Bapak sekalian ya kalau bahasa kimia seperti itu ya Jadi ini tetap dalam keadaan cair nanti gitu ya dalam keadaan cair Tapi kalau ini hilang ikatan rangkapnya satu ini ya itu akan menjadi lemak padat nanti Nah itulah yang kemudian membahayakan kesehatan gitu ya termasuk turunan-turunannya ya ini termolisis ini nanti bisa menjadi angka peroksida kalau hidrolisis Ini menghasilkan asam lemak gitu ya oksidasi ini bisa menghasilkan putusnya ikatan rangkap di sini ya thermonis gabungan dengan oksidasi itu bisa menghasilkan peroksida Nah itulah bahaya-bahaya yang tadi disebutkan oleh Pak yang pengaruhnya nanti kepada kesehatan Bapak sekalian nah ini ini gambaran ya Ibu Bapak sekarang ketika minyak itu dipanaskan jadi minyak tak jenuhnya turun drastis ini ya jadi ikatan rangkapnya ini hilang semua ini nanti kalau pemanasannya itu sangat lama ya kalau di Departemen Kesehatan itu menyebutkan sekitar 10-12 jam pemanasan ya jadi berapa kali berapa kali gorengnya itu bukan masalah berapa kali gorengnya tapi lebih kepada Berapa lama pemanasannya itu ya Nah Silahkan ibu bapak sekalian Bisa menghitung ya berapa jam menggoreng nah ini total Total ansuration-nya itu ikatan rangkapnya ini Itu turun drastis jadi minyak eee minyak jenuhnya itu bertambah banyak atau minyak tak jenuhnya itu jadi turun artinya sifat dasar dari minyak goreng itu berubah gitu ya berubah drastis nah pada saat terjadi proses penurunan ini pun ya itu disertai dengan terjadinya pembentukan peroksida ya peroksida ini makin lama bisa turun lagi ya ketika pemanasannya agak lama gitu ya tapi di awal ya di awal-awal nih ini muncul terus tidak di sinilah peluang terjadinya seperti karsinogenik gitu ya kemudian penyakit degeneratif itu karena pengaruh-pengaruh peroksida ini ya sedangkan total asetation-nya itu turun gitu ya Artinya lemak jenuhnya itu bertambah banyak itu akan bisa berpengaruh kepada penyempitan pembuluh darah gitu ya naiknya kolesterol dan sebagainya ya itu efek-efek yang disebabkan oleh minyak goreng yang dipakai ulang gitu ya tanpa ada pengolahan lebih lanjut gitu ya Nah kemudian ini ketika pemanasan lebih banyak gitu ya ini masuk angka apa asamnya makin banyak nih ya Asam lemaknya makin banyak jadi di sini putus Ibu sekalian ya di sini putus Nah jadi asam lemak asam lemak banyak nih ya jadi satu trigres Ridha itu ada 3 asam lemak ya yang bergabung dengan gliserol di sini gitu ya kemudian ada foaming foaming ini biasanya disebabkan oleh kalau kita menggoreng yang mengandung protein Nah itu biasanya ada gelembung gitu ya Misalnya kalau Bapak Ibu sekalian menggoreng telur gitu ya Nah itu langsung pasti ada gelembung di situ ya karena telur itu isinya protein gitu ya protein beda sama ikan gitu ya tapi ikan tuh juga protein tapi dia tidak cair gitu ya menyatu dengan protein-protein yang lain Jadi tidak terlihat adanya
Resume
Categories