MEMULAI DAN MERAWAT BANK SAMPAH
0mM67Wp3QhI • 2023-03-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
waktu bapak ibu semua yang sudah turut
hadir memeriahkan acara webinar kita
pada hari ini yaitu sabtu 18 Maret 2023
baik sebelumnya perkenalkan saya Anisa
luwana selako MC sekaligus moderator
yang akan memandu jalannya acara webinar
pada pagi hari ini acara bila kita pada
hari ini mengusung tema memulai dan
merawat bank sampah yang akan
disampaikan oleh pemateri kita pada hari
ini yaitu bapak Erwan Widiarto dari
paguyuban bank sampah DIY bank sampah
Griya sapu lidi Sleman Yogyakarta
acara ini diselenggarakan oleh butik
daur ulang Project B Indonesia yang
bekerjasama dengan Universitas Islam
Indonesia baik selanjutnya bapak ibu
hadirin yang terhormat Izinkan saya
mengucapkan selamat datang dan
memberikan salam hormat saya kepada
bapak dokter hijrah bernama Putra SMA
selaku pohon dari butik daur ulang
Project B Indonesia sekaligus sekretaris
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia lalu kepada pemateri
kita pada pagi hari ini yaitu bapak RW
Widiarto dan juga kepada bapak ibu
peserta webinar pada hari yang
berbahagia ini
sebelum masuk ke materi webinar kita
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat
kemudian Dengan hormat saya juga meminta
kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk
menonaktifkan microphone selama kegiatan
ini berlangsung supaya kita semua dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik
kemudian selanjutnya sebelum kita masuk
ke acara inti kita yaitu penyampaian
materi Mari kita dengarkan terlebih
dahulu
penyampaian sambutan pepatah dua patah
kata dari bapak dokter hijrah Purnama
Putra SMA selaku founder dari Project by
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
program studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia waktu dan
layar kami persilahkan
mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya
mudah-mudahan juga aman sinyalnya agak
mengkhawatirkan sinyal pada kesempatan
hari ini
Bismillahirrohmanirrohim Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
bismillah alhamdulillah alhamdulillah
tentunya Selamat pagi Bapak Ibu semuanya
salam sejahtera untuk kita semuanya
sangatlah pantas kita ucapkan rasa
syukur kita karena salah satunya adalah
nikmat sehat yang masih kita dapatkan
hingga pagi hari ini sehingga kita dapat
berkumpul walaupun belum bisa bertemu
secara langsung tapi harapannya model
bertatap layar seperti ini menjadi trend
saat ini untuk kita terus meningkatkan
kompetensi kita dengan tema pada
kesempatan hari ini sangat menarik
memulai dan merawat bank sampah
yang kami hormati pak Erwan Widiarto
selaku
pengurus dari paguyuban bank sampah di
DIY kemudian juga sekaligus pengurus di
jpsm DIY dan
jpsm di Kabupaten Sleman jejaring
pengelola sampah Mandiri
Bapak Ibu semuanya yang kami hormati
salam dititipkan dari bapak ketua
jurusan program studi teknik lingkungan
yang
diwakilkan ke saya pada kesempatan hari
ini untuk
bertegur sapa dengan Bapak Ibu semuanya
dalam rangka kita saling belajar bersama
dan komitmen dari jurusan teknik
lingkungan dan Project di Indonesia
untuk menghadirkan materi-materi yang
mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita
semuanya jadi tidak mesti harus ke Jogja
tapi tinggal duduk di tempatnya
masing-masing kita bisa saling belajar
ini kalau saya tidak salah ini adalah
webinar keempat di tahun 2023 dan
biasanya
Project B dan jurusan Teknik Lingkungan
mengadakan sekitar
16-17 kali ya webinar dalam setahunnya
mudah-mudahan di tahun ini kita bisa
melaksanakan sesuai dengan rencana
banyak sekali topik-topik yang
mudah-mudahan menarik tentunya yang
berkaitan dengan pengolahan sampah
Bapak Ibu yang kami hormati pengolahan
sampah banyak sekali tantangan yang kita
sedang hadapi di masing-masing lokasi
kita Bapak Ibu salah satunya adalah
solusi yang kita bisa berikan adalah
disiplin disiplin dalam memilah sampah
disiplin dalam menyemangati diri dan
seterusnya termasuk salah satunya adalah
disiplin dalam memulai acara jadi Kami
berkomitmen jam 9 kita mulai walaupun
terus bertambah biasanya Jadi mungkin
baru full ini sekitar jam 10 jadi bapak
ibu
memang
direkam dan ini bisa ditonton ulang di
channel YouTubenya Project be Indonesia
jadi ilmunya mudah-mudahan bisa terus
bermanfaat dari Pak Erwan dan menjadi
berkah amal jariyah ya Yang bisa terus
mengalir Bapak Ibu yang kami hormati
terkait dengan bank sampah beberapa
tahun yang lalu klhk pernah mengeluarkan
data terkait dengan jumlah bank sampah
yang ada di Indonesia saat ini sudah
hampir mencapai 12.000 lokasi
namun memang tidak semua lokasi tersebut
dapat berjalan dengan lancar Nah kami
berinisiatif untuk menghadirkan webinar
ini dalam rangka kita mencoba untuk
mengetahui apa saja permasalahan yang
ada di dalam bank sampah sehingga kita
juga tahu solusi-solusi yang bisa
diberikan er
sekaligus juga pengelola bank sampah
Griya sapu lidi yang ada di Jogja yang
baru-baru ini mendapatkan musibah
longsor nanti Beliau juga akan
menyampaikan tapi sengaja kita hadirkan
karena semangatnya yang luar biasa
bangunannya roboh dan seterusnya tapi
berkegiatan terus dan
aktif berinovasi dengan berbagai macam
cara sehingga aktivitas pengolahan
sampah dapat terus berjalan mungkin kita
juga perlu berkaca kepada diri kita
Mungkin kita sudah banyak dibantu oleh
pemerintah tapi jalan masih ada seadanya
gitu atau
ya dengan berbagai macam tantangan yang
kita hadapi yang mudah-mudahan Nanti Pak
R1 akan menjelaskan dengan detail
terkait dengan bagaimana memulai untuk
bapak ibu yang belum memulai dan merawat
bagi Bapak Ibu yang sudah berjalan
ketemu berbagai macam permasalahan yang
ya mudah-mudahan semuanya bisa berjalan
dengan lancar Terima kasih sekali Pak
Erwan terutama yang telah berkenan hadir
dan sharing pada kesempatan sabtu hari
ini Seharusnya bersama keluarga atau
mengurusi bank sampah tapi hari ini
libur dulu
bertemu dengan Bapak Ibu semuanya yang
terus meningkat kapasitas zoomnya 300
mudah-mudahan kita bisa full dan sisanya
nanti bisa mengikuti di YouTube Terima
kasih teman-teman panitia yang sudah
bekerja menyiapkan segala sesuatu yang
dibutuhkan oleh Bapak Ibu peserta dan
Bapak Ibu peserta Terima kasih sekali
atas
semangat yang mengikuti kegiatan pada
kesempatan hari ini dan mudah-mudahan
materinya bisa bermanfaat untuk kita
semuanya dengan mengucap
Bismillahirrahmanirrahim kegiatan
webinar memulai dan merawat bank sampah
kita buka mudah-mudahan dapat bermanfaat
dan berjalan dengan lancar terima kasih
atas perhatiannya wabillahi Taufiq wal
hidayah wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih banyak bapak
hijrah yang telah memberikan sambutannya
dan sekaligus membuka acara pada pagi
hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami
dari panitia juga melakukan live
streaming melalui YouTube channel kami
di Project B Indonesia jadi semisal
selama acara webinar ini berlangsung
mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang
terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti webinar ini melalui
YouTube channel kami yaitu Project B
Indonesia
kemudian seperti biasanya kami juga
menyiapkan 5 doorprise Untuk Bapak Ibu
sekalian yang beruntung door prize ini
diberikan berdasarkan tiga pertanyaan
terbaik dan 2 Story Instagram terunik
selama webinar ini berlangsung
Nah untuk doorprise pertanyaan terbaik
akan kami umumkan di akhir acara
Sedangkan untuk Story Instagram terunik
pemenang akan dihubungi melalui DM oleh
admin kami seluruh hadiah ini
dipersembahkan oleh butik daur ulang
Project B Indonesia
nah kemudian bagi Bapak Ibu yang ingin
bertanya selama webinar ini berlangsung
itu dapat sekali langsung memberikan
pertanyaannya melalui kolom chat dengan
format nama kemudian pertanyaan yang
ingin ditanyakan lalu untuk Story
Instagram terunik Bapak Ibu sekalian
dapat membuat Story selama webinar ini
berlangsung
semenarik mungkin dan jangan lupa tag
Instagram kami di @project B Indonesia
baik tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh pemateri kita
hari ini tapi sebelumnya saya mohon izin
Bapak Ibu sekalian untuk
membacakan Siti Bapak Erwan terlebih
dahulu
Bapak Erwan Widiarto dari paguyuban Bang
sampah DIY beliau lahir 5 Mei di Klaten
kemudian menempuh pendidikan SD hingga
SMA di Klaten lalu perkuliahan di IKIP
Jogja dan Hi fisipol UGM dan kini beliau
tinggal di Jogja untuk riwayatnya beliau
merupakan ketua 1 jejaring pengelola
sampah Mandiri atau jpsm Kemudian beliau
juga merupakan sekretaris paguyuban bank
sampah DIY lalu Beliau juga merupakan
narasumber utama pusat latihan
masyarakat pengembangan generasi
lingkungan atau pusat pgl teman lhk pada
tahun 2020 Kemudian beliau juga
merupakan
juri lomba bank sampah dlhkdiy pada
tahun 2019 lalu Beliau juga merupakan
tenaga ahli peningkatan kapasitas usaha
masyarakat
destinasi pariwisata
kelola destinasi dan pemberdayaan
masyarakat kemenpar pada tahun 2017
Kemudian beliau juga merupakan
tim penyelenggara Indonesia cultural
festival KBRI baku Azerbaijan pada tahun
2017 lalu Beliau juga
merupakan ketua rombongan budaya bambu
festival di Riyad Saudi Arabia pada
tahun 2018 Kemudian beliau juga
merupakan ketua dewan juri festival desa
wisata kabupaten Sleman pada tahun 2017
ke 2019
lalu Beliau juga merupakan pengurus
Gabungan Industri pariwisata Indonesia
atau
Kemudian beliau juga tim penyusun buku
dahsyatnya silaturahim pengalaman
menginap di desa wisata penting Sari
Lalu ada pameran lukisan di sejumlah
kota di Indonesia
baik itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita hari ini mungkin saya akan menyapa
beliau terlebih dahulu Assalamualaikum
selamat pagi bapa Erwan Waalaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh Selamat pagi
Mbak Nisa Apa kabar Alhamdulillah baik
bapak gimana kabarnya hari ini Pak
Alhamdulillah sehat
Ya gimana Pak sudah siap untuk
menyampaikan materi pada pagi hari ini
Insyaallah siap
baik untuk penyampaian materinya
waktunya kurang lebih sampai jam 10.30
begitu ya Pak
langsung saja tempat dan layar kami
persilahkan Oke terima kasih
assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh salam sejahtera salam sehat
untuk kita semua salam 3R
yang kami hormati
Mas Dr hijrah Purnama Putra lagu founder
dari Project di Indonesia dan juga
sekretaris jurusan program studi teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia
Kemudian teman-teman dari
Project di Indonesia teman-teman dari
Yui
dan juga
gpsm sehabis Sleman Tentu saya sangat
berbahagia dan mengucap syukur
alhamdulillah diberi kesempatan untuk
berbagi
Berbagi Pengalaman mudah-mudahan apa
yang saya bagikan ini nanti
bisa menjadi
pelajaran
kemudian dia dipraktekkan sehingga
saya dapat pahala amal jariyahnya itu
ilmu yang bermanfaat
Baiklah mohon izin saya share screen ya
sudah bisa dilihat
sudah bapak
kita besarkan
oke ya
seperti yang tadi sudah disampaikan oleh
Mas hijrah bahwa kita pakai ini akan
belajar bersama Tentu saya senang sekali
ini nanti saya akan dapat pelajaran
banyak gitu dari sudah 200an ya 200-an
peserta dari berbagai wilayah di
Indonesia dan tentu persoalan
pengelolaan sampahnya akan
berbeda-beda dari tempat yang satu
tempat yang lainnya dan kita bisa saling
berbagi untuk Bagaimana membuat
pengelolaan sampah kita itu lebih baik
lebih baik dan lebih baik gitu ya
memulai dan merawat bank sampah itu yang
diminta itu ada banyak sekali point gitu
Yang mudah-mudahan nanti
bisa-bisa terjawab gitu kalaupun tidak
terjawab nanti bisa ditanyakan lebih
lanjut di forum tanya jawab
Oke saya akan memulai bahwa persoalan sa
mpah kita itu sebenarnya adalah masalah
pribadi gitu ya
persoalan individu gitu ya tapi kemudian
ini menjadi masalah sosial gitu jadi
produksi individu karena kita setiap
orang adalah penghasil sampah gitu ya
Ini dari catatan BPS itu rata-rata kita
itu menghasilkan sampah 0,67 kg per
orang Per hari gitu ya Nah setiap orang
coba kemudian kalau kita hitung itu
akumulatif untuk satu rumah rumah 4
orang itu dikalikan saja satu dasawisma
gitu ya satu RT 1 RW 1 Kompleks satu
Perumahan satu desa Kecamatan listrik
kabupaten dan seterusnya gitu maka
produksi individu tadi gitu ya
otomatis akan dia akan berkembang
menjadi produk
massal produk masyarakat Nah kalau ini
tidak dikelola atau pengelolaannya tidak
tepat pengelolaan
nya
Waton bahasa Jawanya itu asal-asalan itu
itu akan menjadi masalah sosial Maka
monggo silahkan bapak-bapak itu peserta
hitung jumlah KK atau jiwa di RT anda di
RW anda di desa anda di desa Anda gitu
lalu hitung jumlah sampah per hari per
minggu per bulan berapa gitu bayangkan
itu tidak dikelola itu maka itu akan
menumpuk gitu ya Ini catatan aja kalau
kita secara nasional itu satu jam setiap
satu jam ada
7.300 ton sampah gitu
itu kita sudah bisa membangun Monas gitu
ya setengah tinggi Monas gitu kalau
dimakan mungkin Malah seperti candi
Borobudur gitu Jadi kita meneruskan
warisan Wangsa Syailendra membangun
Borobudur setiap hari dengan dengan
sampah
kita tidak ingin seperti itu
contohnya gitu nah setiap hari
tiga kali lipat dari Gelora Bung Karno
yang tingginya 32 meter
yang seperti ini tentu kita tidak bisa
membayangkan persoalan
sampah yang sudah menjadi perusahaan
sosial itu itu diselesaikan sendiri itu
ada satu orang itu walaupun sampah itu
dia nggak akan berdampak gitu ya
banyak gitu mengepung gitu mungkin baru
akan bisa selesai gitu ya kalau kita
secara bersama-sama gitu
kemudian itu artinya Nah kalau
proses pengelolaan sampah itu
kapasitasnya melebihi dari produksi baru
persoalan sampah akan selesai itu kan
jadi tumpukan yang tinggi dan tidak
kelihatan lebih kecil daripada kita
kalau kita semua gitu secara
bersama-sama gitu ya secara kolektif
secara komunal
melakukan pengelolaan sampah ini
makanya gitu kita pengen kalau begitu
Apakah memang ada gitu ya
rujukan pengelolaan sampah yang berbasis
komunitas
ini kita coba jangan sampai gitu kita
bergerak kemudian tidak ada rujukan yang
yang bisa kita pakai sebagai pedoman
sebagai pegangan ternyata gitu memang
ada gitu ya saya langsung Kalau dari
undang-undang Peraturan Pemerintah ya
perda- bapak itu semuanya ada kita ambil
aja ini dua titik yang pertama Peraturan
Menteri PU nomor 3 tahun 2013
ini tentang apa gitu Ini tentang
penyelenggaraan prasarana dan sarana
persawahan dalam penanganan sampah rumah
tangga dan Sampah sejenis sampah rumah
tangga semua tahu itu sampah rumah
tangga itu seperti apa sejenis rumah
sejenis sampah rumah tangga itu seperti
apa satu Permen PU yang kedua ini permen
lhk nomor 14 tahun 2021 ini tentang apa
gitu tentang pengelolaan sampah pada
bank sampah
kita lihat
Permen PU
nomor 3 tentang itu di sana secara tegas
disebutkan penyelenggaraan tempat
pengolahan sampah di KL ini merupakan
pola pendekatan pengelolaan sampah pada
kawasan atau komunal
Berarti ada panduan untuk pengelolaan
sampah berbasis komunal TPS 3R
3R Apa tujuannya
mengurangi kuantitas
atau memperbaiki karakteristik sampah
yang akan diolah secara lebih lanjut di
TPA
berperan dalam menjamin semakin
sedikitnya kebutuhan lahan untuk
penyediaan TPA sampah di perkotaan
kalau menyimak
ini ketentuan ini gitu ya maka
yang harus dilakukan oleh TPS 3 adalah
mengurangi kuantitas itu reduce artinya
mengurangi potensi timbulan sampah
memperbaiki karakter sampah dengan
pemilahan sehingga yang dikirim ke TPA
itu benar-benar residu yang jumlahnya
sangat sedikit gitu sehingga kita tidak
butuh lagi
penambahan lahan TPA gitu ya untuk
menampung sampah yang tadi tidak diolah
dengan baik tidaklah dengan baik ini TPS
3R ya Nah dalam
penyelenggaraannya pada
penekanan pada pelibatan masyarakat
pemberdayaan masyarakat
pembinaan dan pendampingan untuk
keberlanjutan TPS TKR jadi
komunal kawasan kemudian reduce
pelipatan masyarakat ada 3 kata kunci
itu kita lihat sekarang yang di permen
lhk ini juga pengelolaan sampah dan saya
komprehensif dan terpadu dari hulu ke
hilir dengan pendekatan ekonomi sirkuler
oleh pemerintah pusat dan masyarakat
sehingga Memberikan manfaat secara
ekonomi sehat bagi masyarakat dan aman
bagi lingkungan nah ini juga
komprehensif dan terpadu ekonomi
circular ada beberapa point itu dan
bulan sampah yang dimaksud dalam huruf a
atas dilakukan secara sinergis melalui
bank sampah ini rujukan yang nanti akan
kita bahas ya
bank sampah adalah fasilitas untuk
mengelola sampah dengan prinsip jkr sama
dengan TPA TPS 3R tadi gitu nah ini
penekanan pada sebagai sarana edukasi
perubahan perilaku dalam pengelolaan
sampah pelaksanaan ekonomi sirkuler dan
dibentuk dan dikelola oleh masyarakat
atau badan usaha sementara ini panas
banget
ini poinnya juga sama kita edukasi
perubahan perilaku pelaksanaan ekonomi
circuler dibentuk dan dikelola oleh
masyarakat jadi harus berbasis
masyarakat ini uniknya nanti pengelolaan
bank sampah itu di situ
kendala-kendala akan muncul tapi juga
peluang-peluang juga akan muncul kalau
itu bisa dimanfaatkan dengan baik saya
akan bicara tentang yang buang sampah
ini
yang TPS 3R nanti
dibahas di webinar yang lain
TPS TKR beliau baru menerbitkan buku
petunjuk teknis pelaksanaan pedoman
pelaksanaan TPS 3R
Sekali lagi saya akan menekankan gitu
loh
dalam peraturan menteri lhk itu seperti
apa gitu ya ini untuk atau kita untuk
kemudian bisa melangkah dengan lebih
baik dalam membuat bank sampah bank
sampah adalah fasilitas untuk mengelola
sampah dengan prinsip 3R semua tahu
review serius recycle ya upaya untuk
mengurangi potensi timbulan sampah ini
sebenarnya prinsip yang utama
jangan sampai gitu ya Yang yang ini apa
terjadi kebahasaan di masyarakat begitu
ada satu teknologi atau upaya untuk
mengelola sampah itu seakan-akan kita
berteriak Hore kita bebasnyampah
prinsip dari penggunaan sampah yang
terutama itu reduce gitu selalu berusaha
untuk mengurangi potensi timbulan sampah
di Bank Sampah juga mengandalkan itu
kemudian religius penggunaan ulang
kembali dan recycle itu daur ulang itu
yang ini
daur ulang dalam arti proses tentang
perubahan Materi energi makron melalui
proses
penghancuran peleburan dari materi awal
sampah yang yang ada gitu Jadi ini
fasilitas bank sampah itu fasilitas
untuk mengelola sampah
TKR ini pemilihan kemudian juga sarana
edukasi
sarana edukasi
bank sampah itu menjadi satu lokus
tempat untuk melakukan edukasi berkaitan
dengan perubahan perilaku dalam
pengelolaan sampah gitu Jadi itu bisa
kita lakukan kepada anak-anak usia dini
mulai Usia Dini gitu sampai kepada para
lansia ini harus jadi pijakan awal kita
juga pelaksanaan ekonomi sirkuler jadi
Seberapa jauh ya kita lakukan dengan
bank sampah itu adalah itu membuat
sampah itu menjadi resources sumber daya
sumber daya untuk masuk ke dalam satu
ekonomi berputar Jadi sampah itu bukan
sesuatu yang tidak bermanfaat tapi dia
ada contoh yang bernilai maka tadi
ekonomis
ada banyak yang bisa kita lakukan dalam
melalui bank sampah kemudian ini juga
poin yang penting gitu ya bank sampah
itu dibentuk dan dikelola oleh
masyarakat
badan usaha dan atau pemerintah daerah
gitu nah ini ini yang yang saya kira
menjadi
poin penting yang nanti akan kita bahas
dibentuk dan dikelola oleh masyarakat
artinya dia benar-benar
community is gitu ya berbasis masyarakat
gitu kalau pariwisata kan ada cbt
community
pariwisata berbasis masyarakat itu
bentuknya kemudian desa wisata yang
dikelola diurusi dibentuk oleh
masyarakat yang bergabung dalam Mpok
Darwis misalnya Bank Sampah juga seperti
itu gitu ya
dikelola dibentuk oleh masyarakat
biasanya bentuknya
PSM pengelola pengelola sampah Mandiri
poin-poin ini penting sekali gitu untuk
kita pahami maka kemudian di dalam
peraturan menteri itu juga ada dua macam
yaitu bank sampah itu ya bank sampah
unit
yang Biasa disingkat PSU itu adalah bank
sampah yang areanya mencakup wilayah
administrasi setingkat RT Rukun Tetangga
RW ya Rukun Warga
bank sampah dirasa politik itu
lingkupnya RW warga RW 26
dan tingkat Kelurahan atau Desa bukan
yang lainnya
jadi ini
bank sampah unit yang kedua itu bank
sampah induk
ini PSI area pertanyaannya menyangkut ya
mencakup wilayah administrasi Kabupaten
Kota Jadi biasanya ini diinisiasi oleh
dinas lingkungan hidup Ya nanti
bank sampah induk inilah yang
menjadi semacam Pembina dari PSU PSU
ini poin-poin awal yang bisa kita pakai
pijakan untuk memulai
mendirikan untuk membuat bank sampah
gitu ya
jadi dibentuk oleh masyarakat fasilitas
untuk 3R cara edukasi dan seterusnya ya
mudah-mudahan sampai disini sudah clear
jelas ya kita Oh ada ternyata gitu ya
pedoman untuk pengelolaan sampah
berbasis komunal berbasis komunitas
Oke kita mulai dengan bagaimana memulai
bank sampah dengan tadi rujukan rujukan
yang seperti itu tadi gitu nah ini
pengalaman yang
sudah kami lakukan dan juga sering kami
berbagi ke wilayah-wilayah lain untuk
memulai membuat bank sampah yang pertama
ini
sama semua dalam
konteks pemberdayaan masyarakat yaitu
Biasanya kita mulai dengan
mencari memetakan potensi dan masalah
yang akan kita atasi
soal sampah Ya kita harus memetakan
potensi dan masalah bank sampah di
lingkup area kerja yang akan kita jalani
gitu ya jadi misalnya gitu selama ini
berapa sih jumlah kakaknya gitu berapa
timbulan sampahnya gitu
kemana kelolanya Bagaimana dan
seterusnya pengalaman kami
satu kawasan itu dengan sekitar 150 KK
itu
awalnya sampahnya itu dikelola atau oleh
satu tetangga kampung yang dia punya
lahan itu ya
sampahnya saya ambil gitu anda semua
cukup membayar
30.000 atau 40.000
sampainya diambil tapi kemudian sampah
itu ditumpuk di pekarangan dia gitu kan
kena hujan Kena panas itu baunya
menyebar masuk ke Perumahan lagi kita
kena dampaknya gitu sesekali sampahnya
dibakar asapnya masuk ke Perumahan kami
nah ternyata itu bukan gitu ya itu bukan
pengelolaan sampah yang bener berarti
masalah muncul kan gitu kita kena
dampaknya bahwa bau yang tidak enak itu
gitu ya kemudian asap yang barangkali
kan kalau sekarang semakin tahu Wah
sampah plastik yang dibakar itu
mengandung dioksin dioksin itu
kasogenik gitu ya sangat berbahaya bisa
memicu kanker dan seterusnya maka itu
satu yang kurang benar tidak Salah itu
salah
kita bisa
Mengawali dengan seperti itu memetakan
potensinya Berapa besar Kemudian yang
kedua kalau kita sudah tahu gitu ada
masalah seperti ini gitu ya
kita harus cari referensi rujukan mentor
pendamping
dan itu yang kami lakukan dari waktu itu
kemudian persoalan tadi persoalan sampah
yang ada di lingkungan rumah kami kami
bawa di forum rembok warga yang kita
selalu punya acara sarasehan di malam
17-an
itu nah dipaparkan itu saat itulah kita
undang waktu itu kami mengundang ini
dari pusat sedih lingkungan hidup UGM
dan direktur walhi DIY
kita mendengar cerita mereka dan
seterusnya Oh ternyata gitu ya sampai
itu bisa dikelola sampah itu bisa laku
dijual dan seterusnya
dari situlah kemudian berarti Apa bentuk
yang bisa dianukan gitu salah satunya
bank sampah ada sedekah sampah
maka kemudian kita lanjut ke langkah
berikutnya gitu pembentukan pengurus
kemudian merumuskan visi gitu
tentu ketika kita membentuk pengurus ini
ya kita sudah tahu sejak awal yang gitu
konsen gitu ya
kita sudah tahu kalau misalnya dalam
satu forum warga gitu Oh dia antusias
dan seterusnya Nah itulah kemudian
kita ajak untuk menjadi pengurus
nah di tingkat RT RW ya mudahlah gitu
atau mungkin mencari orang seperti itu
ya tapi kalau pengalaman kita kalau
misalnya sudah pernah menghadapi satu
masalah bersama gitu ya itu punya
semangat untuk Ayo kita beranjak berubah
nah bentuk pengurus itu pengurus bank
sampah
sekretaris bendahara gitu termasuk tim
nanti yang bertugas di dalam penimbangan
pembelaan pencatatan
kalau kita berbasis komunitas tadi kita
bisa memanfaatkan dalam tanda kutip itu
misalnya data Wisma gitu ya Nah waktu
itu kita punya 9 Dasa Wisma
itu kemudian diminta mengirimkan dua
kader lingkungan
dari 9 * 2 itu kita sudah dapat 18 orang
itu bisa dipakai untuk
kepengurusan itu dan memilih meneruskan
gitu ya sekarang kita punya 10 tes habis
makan
Tinggal bagaimana mengelola itu kemudian
kita rumuskan visinya itu itu
Perumahan kita itu RW kita itu menjadi
perumahan yang nyaman
tidak bermasalah dengan sampah dan
seterusnya
pembentukan pengurus ini karena kita
sudah punya referensi Kita pernah
didampingi mentor gitu kemudian waktu
tidak ada pendamping atau LSM
sampah itu butuhnya ya pengurus
nasabahnya sudah tersedia dan Perumahan
itu kemudian tinggal ini siapa yang
membeli sampahnya itu ngebel atau
pergosok kelapa
itu harus berjalan bersama dan
bersama-sama berjalan sama-sama jalan
gitu satu saja ngambek gitu ya tidak
jalan itu bank sampah tidak tidak bisa
beroperasi
pengurusnya Rajin penabungnya rajin itu
tapi pengepulnya tidak pernah datang
buang sampah menumpuk gitu sampah villa
itu menumpuk
sebaliknya gitu misalnya Pak pengurusnya
rajin gitu tapi nasabahnya tidak ada
yang rajin tidak rajin gitu ya
dan menyetorkan sampah gitu ya
jadi memang harus dibuat itu kondisi itu
untuk membuat misalnya
punya komitmen gitu ya
tanda tangan untuk bahwa
pelapak perosok ini wajib atau bersedia
untuk mengambil sampah pilah yang telah
dikumpulkan oleh bank sampah ada
pola-pola yang seperti itu pembentukan
pengurus ini sekaligus juga tadi
mencari pelapak yang
bisa bekerja sama diajak bekerja sama
gitu dan itu juga syarat-syaratnya nanti
Banyak sekali pelapak itu kalau bisa
cari yang bayar dimuka gitu kata sampah
ada uang
sampah sama dengan uang gitu ya kan ini
bank itu ya pengurusannya kan uang
layanan dan uang maka gitu jangan sampai
gitu ya ini sering terjadi pelapaknya
nanti bahayanya Ferry bayarnya
belakangan gitu tapi akhirnya dikemplang
nanti kita pengurus yang akan kesulitan
untuk kemudian
sampahnya sudah dibawa ya pengurus yang
kemudian bisa mendapat beban
ini harus sejak awal dirumuskan kemudian
setelah begitu rumus sudah pengurus
sudah visi sudah gitu lakukan
sosialisasi
ke pasar
calon nasabah gitu ya calon nasabah
Artinya kita coba ini loh kita ada bank
sampah Ayo sampeyan semua
telur-telur
memilah sampah kemudian setorkan ke kami
dan seterusnya
termasuk harga-harga banyak itu kita
sudah bikin
daftarnya kita bikin kesepakatannya
bahwa misalnya dari harga jual itu Nanti
dipotong berapa 10% atau 15% gitu ya
untuk operasional bank sampah itu atau
kalau dalam perkembangan berikutnya
nanti Wah nggak ada potongan lah kita
operasional bank sampah bisa didapat
dari hal yang lain
sosialisasi bahwa sudah ada bank sampah
di tempat kita
Ayo semuanya menabung di bank sampah itu
dengan syarat ketentuan berlaku bahwa
sampah anorganik yang disetorkan harus
bersih dan kering
sehingga tidak akan tahu maka bank
sampah itu Gambar itu bang sampah itu
letaknya di depan rumah saya dan itu ya
tidak tahu kami yang ada tidak tahu
karena yang disetorkan adalah sampah
anorganik yang bersih dan kering Nah
setelah itu kemudian ya kita mulai
pelayanan gitu nanti model-model
pelayanannya gitu akan saya sampaikan di
saat kita menjalankan bangsa
dan jangan lupa setelah
[Musik]
kita
sebuah organisasi Ya tentu kita harus
melakukan sejauh mana ini proses yang
sudah berjalan ini sesuai dengan tadi
visi misi atau Ada mungkin ada apa ya
rencana kerja yang sudah disusun Ya itu
bisa dimonitoring
sesuai dengan ini kita bisa buat
skenario b gitu ya Oh harus begini
kita bikin strateginya seperti ini dan
seterusnya gitu ada monitoring dan
evaluasi
gambaran yang bisa saya sampaikan
mengenai bagaimana memulai bank sampah
itu kemudian menjalankannya gitu ya
tentu kemudian ini akan dalam
pelaksanaannya akan apa ya
bersinggungan dengan dinamika-dinamika
yang
barangkali berbeda satu tempat dengan
tempat yang lainnya tapi secara umum ini
bisa kita jadikan tadi berbasis dengan
peraturan
kita bener-bener
Ali dari
kawasan itu gitu RT RW atau kelurahan
dan seterusnya
Bapak Ibu Mas Bro Sis peserta webinar
kali ini dari awal memulai bangsa ampas
seperti itu kita lanjut sekarang dengan
sistem kerja bank sampah pada umumnya
saya dapat ini dari
Bunda Ibnu dari
kita pilih biasa yang dilakukan oleh
para pengulapan sampah gitu ya
nasabah ya Warga itu memilah sampah di
rumah kemudian menyetorkan di bank
sampah diterima oleh penerima ditimbang
dicatat kemudian dimasukkan gudang kalau
gudang penuh gitu ya kemudian petugas
memanggil pelapak itu
gudang Hawa sampah telah digudang Bang
sampah itu kemudian dibeli oleh pelapak
kemudian dicatat oleh bendahara hasil
penjualan itu kemudian ya
dibagi-bagi karena yang diterima oleh
kelapa itu mungkin uang gelondongan itu
untuk dari sampah yang terjual gitu
kemudian bisa catat terus sekian juta
ada tentara yang kemudian memasukkan Oh
ini miliknya si nasabah sekian karena
dia jual plastik kertasnya ini B dan
seterusnya gitu untuk kemudian bisa
diserahkan ke nasabah alur yang seperti
ini alur yang pada umumnya
tapi dalam kenyataannya kan kita banyak
ini yang kayak yang kami alami awalnya
Abang sampah politik menjalankan proses
seperti ini jadi kita tentukan jam buka
operasional waktu itu seminggu dua kali
hari
Selasa sama satu misalnya
ternyata tiga hari Selasa gitu ya kita
petugasnya ada
tadi yang wakil dari data Wisma kadar
lingkungan tadi gitu tapi warga yang
sudah punya sampah dan tidak punya waktu
untuk skor karena
tidak jam buka warga punya waktu gitu
jadi kadang tidak ketemu gitu maka itu
yang kemudian bisa kita
modifikasi dari sistem kerja ini kita
modifikasi seperti ini ya
yang pertama dari
itu memilah sampah di rumah dengan tadi
sosialisasi sudah kita tentukan kita
nerima sampah ini ini maka dia setorkan
ke gudang Kalau tempat kami namanya
tempat setor sampah
tinggal di sampah yang dia setorkan itu
dikasih nama saja gitu nama Mbak Nisa RT
10 misalnya gitu taruh di situ yang
kertas juga begitu ada kodenya gitu maka
ditaruh lagi
untuk kertas ini untuk plastik dan
seterusnya Nah nanti kalau udang penuh
baru petugasnya itu kemudian melakukan
penimbangan pencatatan gitu untuk
kemudian dijual ke Kelapa
prosesnya langsung jadi ada trust yang
perlu dibangun
terhadap nasabah gitu jadi nasabahnya
tidak percaya udahlah sampahku ini pasti
akan tercatat sesuai dengan apa yang
saya setorkan itu ini perlu proses
dengan untuk membangun trust dari
nasabah ini kepada institusi bank sampah
ke gudang itu hanya dikasih nama dan
identitas yang jelas gitu sesuai dengan
nama nasabah yang tercantum di dalam
buku induk yang sampah gitu nah ini ini
modifikasi dari yang pertama tadi gitu
Nah yang
berikutnya itu untuk yang tidak punya
gudang tidak punya tempat jadi
nasabah memilah dari rumah kemudian
langsung dibawa ke satu tempat yang
disepakati bersama untuk dilakukan
penimbangan pencatatan kemudian langsung
dibawa dijual ke pelapak ke pelosok
nanti catat dan duitnya langsung ke
nasabah ini sangat simpel ini yang biasa
untuk yang tidak punya lahan itu ya
tidak punya kuda di kota-kota Biasanya
seperti itu kota Jogja banyak yang
melakukan seperti ini jadi sistemnya itu
nasabah atau warga dari rumah bawa ke
satu tempat yang sudah disepakati
biasanya ya
rumahnya Bu RW atau ketua bank sampahnya
di situ misalnya ada teras emperan itu
untuk kemudian menyetorkan sampah belah
itu
ditimbang langsung kemudian dibawa pergi
hari itu juga ke pelapak jadi tidak
perlu tidak perlu gudang di dalam proses
ini maka ini bisa gunakan uang saya
nggak punya tempat ini untuk anu gitu ya
ini bisa metode ini bisa dipakai ya
untuk mengatasi persoalan itu tadi itu
bisa kemudian
dirembuk dalam artian seminggu sekali
gitu misalnya gitu biar tidak numpuk
banyak gitu Jadi itu bisa bisa dilakukan
untuk kesepakatan kapan waktunya gitu
nah ini sampah Billah langsung terjual
jadi tidak ada tumpukan sampah bilah di
lokasi itu
ini banyak dilakukan di tempat-tempat
yang tidak memiliki lahan sehingga tidak
utuh
gudang atau tempat setorkan terakhir
dari proses tadi gitu ini sangat
sederhana gitu Yang penting sebenarnya
kalau dilihat dari ini tadi itu adalah
niat ya niat niat kita semua pengurus
maupun warga yang menjadi nasabah itu
untuk bisa mengelola sampah dengan baik
jadi tidak ada
gudang tidak ada lahan tidak punya
tempat pun gitu kalau bisa ada niat ya
pengen mengelas sampah pengen
lingkungannya menjadi nyaman tidak
terganggu dengan itu dan menjadikan
sampah sebagai resources mengembalikan
itu dalam jalur industri
daur ulang plastik kertas atau industri
daur ulang kertas
semuanya pasti ada jalan gitu ya Oke ini
soal proses untuk sampahnya
yang sering terjadi ketika kita
menjalani Tadi rencana sudah kelihatan
sudah kita susun kita jalani gitu maka
sering muncul masalah dalam penggunaan
bahasa apa ini beberapa diantaranya
mungkin juga di tempat lain juga dan
seterusnya ini Tapi beberapa yang
seringkali kita kita temui
Pak RT nya Pak RW Pak luasnya tidak
mendukung
awalnya ini ada akan ada
RT RW nya ganti maka
bank sampahnya juga
hilang dan seterusnya ada lagi yang oh
kesadaran masyarakat
dalam memilah belum pengurus Kurang
semangat udah loyo regenerasi pengurus
sulit jadi pengelola bank sampah itu
kemudian simbah-simbah gitu ya tidak ada
yang muda
ini yang yang bisa
kita identifikasi masalah-masalah
pengepul bayar belakang saya ceritakan
gitu dan seterusnya gitu Ada
masalah-masalah yang saya kira
ini biasa kita temui dalam pelaksanaan
bank sampah turun
nah ini yang harus kita atasi dalam
proses merawat bank sampah jadi merawat
bank sampah itu itu sama saja dengan
menghilangkan atau melawan tadi
masalah-masalah yang muncul dalam
pengelolaan bank sampah
masalahnya tapi seperti itu ya masalah
itu mereka merawat bank sampah tujuannya
Apa tujuannya agar
menjaga bangsa sampah itu tetap eksis
karena kita mengatasi masalahnya tadi
sudah kemudian menjaga semangat
pengelola merawat bank sampah itu juga
harus menjaga semangat pengelola gitu
jadi persoalannya kan ada pengelola yang
loyo gitu ya
regenerasinya sulit dan seterusnya
kemudian menjaga kinerja
Saya kira merawat bank sampah itu Ya
setidaknya tiga poin ini yang harus kita
lakukan
agar bangsa sampah tetap eksis
pengelolaannya tetap semangat happy Gitu
ya lihat di foto ini kan Wah
senyum-senyum semua gitu ya
maka dalam dalam hal ini gitu Saya
mencoba
Oh berarti masalahnya itu adalah gitu
Itu bisa masuk dalam aspek kelembagaan
ya Ada aspek teknis juga
aspek psikologis
kita akan merawat bank sampah dari sisi
itu gitu ya
Seperti apa Bapak Ibu sekalian
Mas Bro
peserta webinar ini aspek
kelembagaan ini yang sering menjadi
salah satu penyebab bank sampah itu
tidak bisa eksis
maka gitu Saya selalu sarankan saya
usulkan
masukkan itu ya institusi bank sampah
itu dalam struktur
kepengurusan
kalau bangsanya RW ya di seluruh RW
masukkan ke sana kemudian ya ketua rw
syukur biasanya ketua bangsa-bangsanya
itu
kita masukkan di itu semua program
bank sampah program kerja bank sampah
itu berarti program kerja
itu kemudian kita bisa mencari
apa pengakuan penguatan secara hukum
dengan SK dari kepala desa itu
SK dari Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan itu atau kalau memang pengen
ini menjadi satu yang kita badan hukum
bank
sekarang banyak yang tentang sampah
dalam bentuk Koperasi gitu ya jadi kita
bisa menghubungi Dinas Koperasi UKM itu
untuk Bagaimana membuat bank sampah ini
menjadi koperasi
atau badan hukum perkumpulan
itu bisa juga
Koperasi itu paling Perlu berapa orang
itu
sampai 10 orang kalau badan hukum
perkumpulan misalnya
20 orang yang harus tanda tangan dan KTP
yang diserahkan dan seterusnya
ini dengan
kita memperhatikan aspek kelembagaan ini
itu termasuk ini di contoh di bank
sampah biasa politik maka kepala desa
kita jadikan Pembina
kalau kita ada apa gitu kita undang
beliau untuk kemudian bisa terlibat
Kemarin ulang tahun bank sampah dirasa
politik yang ke-13 kita bikin program
1000 lusida itu penanaman losida pertama
dilakukan oleh Kepala Desa gitu kan jadi
itu maka ini akan bisa sehingga ketika
nanti
RW nya berganti itu bukan sampahnya akan
tetap ada sebagai struktur yang melekat
di sana gitu Oke ini aspek kelembagaan
termasuk ini bisa kalau kita jalur PKK
tadi maka kita bisa pengkaderan untuk
mengatasi krisis tadi
pengkaderan pengurus
ya kita bisa itu ini Alhamdulillah
itu bisa berjalan sampai sekarang kita
berdiri tahun 2007 Sekarang berarti
sudah berapa tahun itu dengan anda tadi
ini visinya di bawah itu pengelolaan
sampah rumah tangga setelah Mandiri dan
seterusnya ya ini aspek kelembagaan
aspek teknis tadi keluhannya
warga atau nasabah tidak
memilah tidak rajin memilah Ya memang
ini yang harus kita lakukan bahwa bank
sampah karena tadi tugasnya adalah
edukasi pengubahan apa
perilaku maka edukasi pemilahan itu
harus secara terus-menerus kita lakukan
dalam berbagai kesempatan
Dulu ketika kami ya Kebetulan saya juga
pengurus RT pengurus RW juga gitu maka
sekretaris itu kalau membuat undangan
belum masuk undangannya dicetak itu di
bawahnya selalu kita beri pesan-pesan
yang berkaitan dengan pengelolaan sampah
Jangan bakar sampah gitu bahaya sampah
dibakar ini ini misalnya seperti itu
atau Ayolah sampah gitu apa Kirim ke
bank sampah dan seterusnya gitu itu bisa
kita pakai itu Jadi undangan itu di
bawahnya kita beri
sponsor
ini untuk menghindari dari aspek
menangani aspek teknis yang
apa nasabah
atau pelapak tukang rosok yang biasa
mengedukasi nah ini ini juga tantangan
yang yang saya kira harus kita cari
solusi karena selama ini ya kebanyakan
pengepul telapak itu dia
tidak mau untuk melakukan edukasi
pemilahan karena pasti karena mereka
ingin harga yang
murah gitu harga yang rendah
karena uniknya sampah begitu kan sampah
itu semakin dipilah dia akan semakin
bernilai
jadi saya selalu mencontohkan itu
misalnya botol air mineral botol plastik
air mineral itu kalau masih ada tutup
botolnya masih ada labelnya itu dihargai
1500 lah paling tinggi
tapi kalau kemudian sudah kita pilah
tutup botolnya kita sendiri kan labelnya
kita lepas ini botol ini
ya pet ini harganya sudah di atas
3000-an gitu bahkan ada yang mau beli
sampai 6000 dan seterusnya tutup
botolnya juga begitu apalagi nanti tutup
botolnya juga dipisah-pisah lagi yang
warna biru sendiri yang warna merah
sendiri yang warna putih sendiri gitu
itu harganya juga semakin gitu Jadi itu
semakin dipilah semakin bernilai gitu
lah rosok nggak mau gitu nanti kalau itu
harganya tinggi gitu kebanyakan begitu
maka Ya udah gitu apa adanya itu
dihargai murah gitu kita rugi gitu ya
Nah padahal sebenarnya pemilahan ini itu
juga menjadi salah satu
keuntungan bagi pengelola bank sampah
misalnya ada warga
memilahnya kurang detail gitu ya maka
petugas bank sampah itu yang ketika
pencatatan penimbangan sekaligus bisa
memilah lebih detil maka akan ada
selisih harga selisih harga itulah yang
menjadi kekayaan bank sampah bisa untuk
operasional bank sampah gitu
nah itu juga bisa kita lakukan kalau
jangan-jangan nasabah yang tidak
disiplin itu karena kita pencatatan
administrasinya tidak rapi tidak
transparan gitu ya tapi kalau tadi kita
Jelaskan ini edukasinya itu dengan
pencatatan yang rapi transparan Oh
ternyata bener ya sampah saya yang
terpilah itu harganya ya gitu di
tabungan itu ya catatannya jelas
nasabah akan semakin giat semakin rajin
untuk memilah gitu ya Oke ini contoh
jenis kemasan ya dari satu produk
ini patokan beberapa yang biasa
digunakan
bank sampah gitu karena bank sampah
selama ini menerima sampah anorganik
dengan pemilahan yang global itu gitu ya
ya
gitu global itu plastik kertas logam
kaca
[Musik]
di rumah nasabah biasanya di awal dulu
Bang sampah biasa politik itu
PH RW membagi kantung untuk ini tiga
macam plastik kertas kaca atau logam
hajatan logam itu dibagi oleh pihak RW
nanti itu yang kemudian disetorkan ke
bank sampah tapi sekarang gitu kita
sudah semakin detail itu dengan tadi
karena Ketika dipilah semakin detail
harganya semakin dekat ini beberapa
gambarannya diterima gitu yang yang
seringkali bahasa ya Bahasanya gitu
jenis-jenisnya Ini satu pelapak dengan
pelapak yang lain berbeda di wilayah
Jawa mungkin di luar Jawa akan berbeda
juga tapi yang kerasan putihan gitu ya
macam-macam Ada istilah-istilah itu besi
B Sari dan seterusnya ini hanya hanya
sebagai patokan saja gitu ya
yang bisa dipakai untuk Nanti kalau kita
mengelola bank sampah
Oke lanjut nah ini yang yang sekarang
juga harus kita sadari kalau kita mau
melakukan sampah bahwa
sumber keuangan atau finansial untuk
pemasukan revenue lah gitu ya dari bank
sampah itu tidak hanya jual beli sampah
pilah ini maka mindsetnya juga harus
diubah gitu ya jual beli sampah bila
ini yang
yang pokok yang utama karena kita kan
tadi reduce recycle gitu ya kemudian
mengelola sampah itu dengan memilah dari
sumber awal timbulan sampah ini sumber
keuangan yang utama ini
jual beli sampah pilah kita membeli dari
nasabah dari warga kita jual ke Kelapa
pengebon Maka kalau kita
menambah nilai dari pemilahannya semakin
lebih kecil gitu kita dapat selisih itu
yang bisa menjadi pemasukan dari bank
sampah
Kemudian yang kedua ini edukasi dan
sosialisasi seperti di aturan
fermentasikan adanya itu kasih Maka
kalau bank sampah kita jalan kemudian
kita juga memiliki
kemampuan untuk melakukan edukasi
pendampingan sosialisasi gitu Ini juga
bisa menjadi revenue sumber keuangan
dari bank sampah
Dan ini juga akan bisa menghidupkan bank
sampah karena apa gitu yang jual beli
sampah villa itu
keuntungannya margin keuntungannya
dipakai untuk operasional
kalau yang dari edukasi dan sosialisasi
ini mungkin bisa dipakai untuk hal lain
gitu ya untuk misalnya kita ikut
membantu kalau ada lingkungan
Oh Bangun masjid kita ikut nyumbang di
situ atas nama bank sampah saya tidak
seperti itu oh membangun gapura gitu
di perumahan gumuk Indah itu di pintu
masuk itu tulisan kumuh indah gitu dan
logo daun dan seterusnya itu bank sampah
yang bangun
ini atau kemudian juga ini contoh-contoh
edukasi
Kerajinan atau segel berbasis sampah
dari press dari sampah ini juga bisa
menjadi sumber
finansialkan bungkus
tempat bakpia atau waktu itu mie instan
ya gitu Nah itu kan kalau harganya cuman
berapa tapi kemudian kita beri sentuhan
sedikit gitu Ini bisa jadi wajahnya vc
Walikota Jogja gitu Ini kepala
perwakilan Bank Indonesia
dengan sentuhan itu ini bisa menjadi
dari harganya misalnya sampai 500 rupiah
gitu ya ini bisa kita jual
terserah kita
mulai dari 500.000 sampai 2 juta dan
seterusnya
yang ini bisa dipakai untuk merawat bank
sampah gitu ya ini edukasi di sebuah
sekolahan kita datang ke sana gitu ya
atau gitu dari sekolahannya datang ke
tempat kita ke bank sampah kita
yang bisa kita lakukan untuk
revenue pengelolaan kelanjutan dari
bangsa apa
tamu kunjungan untuk studi tiru jadi
kita harus
sumber-sumber
kami punya catatan keuangan
sendiri-sendiri untuk ini gitu ya jadi
yang jual beli sampah villa itu
bendahara satu ya mengelola itu gitu ya
catatan itu kemudian yang edukasi sama
tamu kunjungan ini dikelola sendiri
nanti kepentingan keperluannya juga
untuk
sendiri gitu ya kemudian yang kerajinan
itu kami punya divisi sendiri divisi UKM
untuk ini itu sendiri juga gitu Jadi
nanti Misalnya Oh ini mau ikut pelatihan
apa Kerajinan sampah ini gitu bisa ada
nggak duitnya dari situ
dan seterusnya jadi ini bisa menjadi
apa dikembangkan gitu untuk lebih lebih
lanjut Mungkin ada lagi yang
lain-lainnya tapi ini beberapa yang
selama ini kami lakukan untuk menjaga
bank sampah tetap eksis
terus gitu ya harus kita terus
sosialisasi
yang tersedia di lingkungan kita gitu
untuk nasabah agar terus aktif menjadi
nasabah kita membelah sampah dan
seterusnya
itu lanjut ini
penting gitu harus kita
supaya kita jaga kita rawat gitu aspek
psikologisnya
pengurus gitu pengelola bank sampah
sekaligus juga warga atau nasabah agar
dia tetap yang menjadi nasabah memilah
sampah mencorkan ke kita nah Apa yang
harus kita lakukan ini perkuat identitas
organisasi
penguat identitas itu kan uniform gitu
ya seragam itu ya Ya udah kalau bisa
kita berikan seragam ini untuk pengurus
duitnya dari mana duit itu bisa dicari
tidak harus pengurus keluar uang sebisa
mungkin pengurus tidak keluar uang untuk
bisa mendapatkan ini sehingga kita harus
ini menghasilkan suasana gembira bahagia
gitu jadi seragam ini ya pernah
ada yang misalnya kita beli dengan
sampah gitu ya jadi sampahnya kita ganti
ini gitu atau dari hasil tadi yang
pendapatan edukasi atau apa gitu bisa
dipakai intinya Pokoknya kita hadirkan
suasana gembira bahagia gitu Wes ngurusi
sampah tapi suruh keluar uang untuk
begini Ini kan jadi persoalan psikologis
gitu ya
jalan-jalan mana gitu tentu dengan
seragam yang kita punya itu dengan
identitas
Jangan lupa untuk terus meningkatkan
kapasitas SDM pengurus
kalau ada kesempatan misalnya Bimtek ya
bimbingan teknis apa pelatihan
pengelolaan sampah apa gitu kalau kita
ikutkan pengurus itu
apalagi kalau yang gratis gratis
membuat boneka badut itu kita waktu itu
kita ikut kursuskan gitu Ada 5 atau 6
pengurus itu tapi sekarang kita sudah
bisa menjadi pelatih untuk buat boneka
badut itu dan kemarin lolos kurasi yang
dilakukan oleh putik
daur ulang dan
Sleman
terus meningkatkan kapasitas SDM
pengurus
juga semangat pengurus dengan lomba
jadi karena kita lingkupnya RW ya
di RW itu gitu apa antar Dasa Wisma atau
antar RT lomba apa lomba kebersihan gitu
lomba kerajinan sampah
nanti hasil yang terbaik misalnya bisa
nggak ini dikembangkan jadi produk
unggulan bank sampah
hadiahnya bisa Iya bunga tanaman dan
seterusnya gitu Ini ini yang bisa kita
yang selama ini kita
lakukannya itu tadi ini secara
psikologis akan membuat pengurus itu
maupun nasabah itu tetap bersemangat
gitu untuk mengelola sampah ini penting
aspek psikologis ini jangan sampai ini
kan tadi persoalan tadi pengurus
gembira bahagia itu ini di luar tadi
mengurus ini kan lillahi ta'ala
surga yaitu kan nanti
Harus Bahagia
teknik apa gitu udah kita bayari
semuanya dari penghasilan Bang sama tadi
oke kemudian mohon maaf sebelumnya
kurang lebih tersisa 10 menit lagi ya
Pak ya oke siap-siap ya
hidup
Oke inovasi produk itu kita bisa
menghasilkan
inovasi yang berbasis pada keinginan
nasabah misalnya kita
pengen nanti
simpanan
hasil sampah itu
dibongkar Ya diambil saat itu tabungan
emas
sudah kita hadirkan dengan berkolaborasi
dengan
banyak pihak
ada perusahaan
bahwa swasta
lokasi layanan
yang kami lakukan itu sekarang layanan
setor sampah di Griya sapu lidi 24 jam
perhari Jadi buka terus gitu Silakan
punya waktu setor sampah jam berapapun
gitu ya waktunya kita buka ini sebelum
terkena musibah Sekarang pun juga kita
punya tempat itu yang bisa 24 jam untuk
menyetorkan sampah atau setor sampah
berhadiah sembako
di apa lakukan gitu dengan
kreativitas masing-masing simpan pinjam
itu
mengadakan
unit simpan pinjam itu
pinjamnya uang
[Musik]
nyaurnya ya dengan sampah jadi untuk
pinjamnya uang
dibayar dengan sampah
berjalan juga sampai sekarang kemudian
inovasi pemasaran inovasi kebijakan ini
bisa meminta RT atau RW membuat
kebijakan yang relevan dengan obrolan
bank sampah kalau mau mengurus surat
tertentu menunjukkan ada keanggotaan di
bank sampah dan seterusnya termasuk kita
sekarang mengelola sampah organik gitu
maka kita muncul oksida lodong sisa
dapur itu dan ini sudah
banyak yang membeli
dari kita gitu untuk dipasang di
tempat-tempat
inovasi-inovasi yang bisa dilakukan
Monggo nanti bisa dikembangkan
di tempat-tempat peserta webinar yang
Budiman Oke kemudian ini kembangkan ya
agar bank sampah itu tetap itu
sebagai Dewi oleh Bapak Dewi Olim itu
desa wisata olah limbah
kita apa ya jadi itu wisata ekowisata
karena orang berwisata itu ingin
mendapatkan pengalaman baru gitu maka
kita bisa kolaborasikan gitu pengelolaan
sampah itu gitu sebagai atraksi wisata
dengan potensi budaya atau kuliner nah
di bank sampah saya politik ini tamu
gitu Ini tamu dari kabupaten tambruk
Papua kita sambut dengan musik kentongan
tapi liriknya kita ganti dengan
lirik-lirik apa
lingkungan lingkungan
kemudian
ini kita
sukui sayuran
lokal itu ya lodeh kelor Bogor
kita padukan itu untuk kemudian menjadi
atraksi wisata
[Musik]
tetapi banyak
ini kemasan sebagai desa wisata atau
destinasi wisata yaitu wisata ekowisata
dan seterusnya nanti ini bisa juga
berkolaborasi kita minta anu dari
Dinas Pariwisata dan
berikutnya
tamu tamu-tamu yang datang ke tempat
kita gitu ya
sebagai desa wisata sebagai ekowisata
ini juga bisa sebagai sarana untuk
merawat bank sampah untuk tutup itu
punya semangat gitu ikut lomba kami
terus setiap tahun kan ada lomba
masuk desanya karena dengan ikut lomba
itu semuanya
dimonev di Monitoring evaluasi selama
setahun itu setiap bulan berapa catatan
sampah plastiknya kertasnya dan
seterusnya gitu nasabah aktifnya berapa
gitu Itu semuanya itu karena lomba itu
salah satunya juga dipakai untuk membuat
klasifikasi bank sampah gitu mulai bank
sampah white gitu ya itu hanya satu unit
usaha ekonomi gitu kemudian blue itu
minimal 2 gitu kalau wait itu nasabahnya
di bawah 50 itu kalau glue itu antara 50
sampai 100 gitu usahanya 2 apa tadi jual
beli sampah pinjam misalnya
3 itu
goal
nanti minimal 3 unit usaha nasabahnya di
atas 100 dan seterusnya kita ada Minato
yang kemudian peringkat berikutnya
platinum
dan
ikuti itu karena itu bisa menjaga
semangat itu juga pameran berbagai
pameran ini yang kiri atas itu dari di
suprema
muda UGM
itu di mana-mana termasuk yang kanan
bawah ini kita pameran diundang pameran
di mana itu ada Bupati Sleman kita kasih
brosnya ini untuk menjaga sah kita ikut
lomba dan pameran yang banyak sekali
kalau perlu membayar ya membayar nggak
apa-apa tetapi harus ada perhitungan
secara ekonomis yang tidak merugikan
bank sampah kita
kita hadirkan satu ciri khas yang ikonik
gitu Sebutkan tentang boneka badut kita
gitu ya jadi boneka patut di tempat lain
mungkin wajahnya sama gitu kita bikin
ini wajahnya berbeda-beda
dan ini dari sachet yang kita bikin
kaligrafi kita bikin wajah rute
ada mantan menteri BUMN atau sepak bola
Messi gitu kemudian juga
untuk mengelola sampah organik kita
bagikan ini kena sabanasabah kita untuk
mengolah sampah organik di masing-masing
rumah tangga nah ini itu Yang ekonik ini
tadi gitu ya lukisan berbasis sampah ini
ini ada temen yang dia bikin dari botol
gitu cuma yang kristal berubah jadi ini
gitu dan ini bisa nanti dikembangkan di
daerah masing-masing sesuai dengan
potensi yang dimiliki gitu kemudian beri
akses media
jangan lupa gitu karena ini kan bisa
menjadi penyemangat kita juga ini banyak
sekali liputan dari Harjo Suara Merdeka
Jogja dan seterusnya gitu ya Dari semua
pinjam uang bayar pakai sampah hasilnya
tahun baru Hijriah gitu bukan Hijriah ya
dengan menanam pohon
ini dari Tribun itu satu halaman penuh
tentang kita itu hanya jadi penghasil
sampah dan seterusnya gitu ya bank
sampah ala juga ini SMP 3 Jogja salah
satu binaan kita gitu Cumanya bisa kita
nah kemudian b
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:15 UTC
Categories
Manage