Transcript
ZFBUdlDyQJo • WEBINAR OPTIMALISASI 5 ASPEK DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0050_ZFBUdlDyQJo.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Dapatkah kamu bayangkan kampus Pioneer pendidikan tinggi di Indonesia ini adalah kampus mu di masa depan kampus Islami yang terbuka bagi setiap warga negara tempatmu belajar akan arti Indahnya Kebersamaan di tengah-tengah keragaman tanpa harus melupakan arti penting ketaatan pada nilai-nilai keislaman Dapatkah kamu bayangkan mengecap pengalaman Global di kampus Mondial dengan beragam rekognisi internasional di program studi dengan akreditasi dan sertifikasi dari berbagai negara seperti Jepang Korea Inggris hingga Amerika tempatmu mengeksplorasi ilmu pengetahuan lewat 8 pilihan fakultas dengan 48 program studi yang ditawarkan menjadi tempatmu jemput impian sembari bebas menikmati petualangan kolaborasi dengan ilmuwan dunia Seraya memperluas wawasan lewat berbagai program kemitraan yang tersebar dalam skala nasional maupun Global Dapatkah kamu bayangkan kampus swasta paling Lestari di Indonesia ini adalah tempatmu menempuh pendidikan tinggi kampus unggulan dengan berbagai inovasi berkelanjutan di berbagai bidang tempatmu belajar dengan bebas di tengah rindangnya taman atau dalam nyamannya ruangan di luar maupun dalam jaringan semuanya tak terbatas ruang kelas tak Terhalang Jarak dan ruang semua disediakan untuk mendukungmu menjadi generasi muda yang aktif dan inovatif dengan keragaman pemikiran yang berbuah menjadi beragam apresiasi Dapatkah kamu bayangkan jika kampus mukelak adalah tempat yang mendukungmu sebagai intelektual tidak hanya cerdas secara akal namun juga cerdas spiritual di kampus swasta terbaik dengan akar yang kuat dalam tradisi kebebasan akademik menjadikanmu berani mengekspresikan diri di tengah-tengah zaman yang penuh dengan kompetisi untuk berkontribusi akan solusi dari masalah yang dihadapi parasifitas akademika serta lebih dari 107.000 alumni pun telah membuktikan diri menjadi Insan Ulil Albab yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan ajaran Islam dalam menebar kebermanfaatan di bermacam rumpun keilmuan Dapatkah kamu bayangkan apabila kampusmu adalah salah satu kampus yang berlokasi di Kota Pendidikan ini kota Yogyakarta dengan sebutan cerita dan budaya yang beraneka ragamnya dan Universitas Islam Indonesia hadir sebagai kampus indonesiawi berdiri berdampingan dengan ilmu pengetahuan budaya dan seni yang memberikan warna indah dalam harmoni kini berhenti membayangkan dan Sudah saatnya bersiap untuk mewujudkan siapkah kamu karena kami siap untuk menunjukkan jalannya [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pertama-tama saya ucapkan selamat datang untuk Bapak Ibu sekalian yang sudah turut hadir memeriahkan acara webinar kita pada hari ini yaitu pada 1 27 Mei 2023 kita pada hari ini merupakan webinar ketujuh yang diselenggarakan oleh butik daur ulang Project B Indonesia sepanjang tahun 2023 pertama-tama mungkin perkenalkan terlebih dahulu saya Anisa luwana selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu jalannya acara webinar pada pagi hari ini kita pada hari ini mengusung tema optimalisasi 5 aspek dalam pengelolaan sampah yang akan disampaikan oleh pemateri kita hari ini yaitu ibu Insinyur Sri bebas dari MSI dari Indonesia Solid Association atau insway menarik sekali ya Bapak Ibu sekalian acara webinar kita pada pagi hari ini acara ini diselenggarakan oleh butik daur ulang Project band Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia baik selanjutnya bapak ibu hadirin yang terhormat Izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA selaku founder dari butik daur ulang Project band Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia lalu kepada pemateri kita pada hari ini yaitu ibu Insinyur Sri bebas dari MSI dan juga kepada bapak ibu peserta webinar pada hari yang berbahagia ini sebelum kita masuk ke materi webinar kita pada hari ini saya mohon izin mengingatkan terlebih dahulu untuk Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat kemudian Dengan hormat saya juga meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan microphone selama kegiatan ini berlangsung supaya kita semua dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik baik selanjutnya sebelum kita masuk akhir inti kita yaitu penyampaian materi Mari kita dengarkan terlebih dahulu penyampaian sambutan kata dua patah kata dari bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA pelaku founder dari butik daur ulang Project Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia waktu dan layar kami persilahkan Terima kasih Mbak Nisa mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya Oke Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Assalamualaikum pada kesempatan hari ini Tentunya puji syukur kita panjatkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala salah satunya nikmat sehat sehingga kita bisa duduk bersama tapi di tempat di rumah kita masing-masing atau di tempat lain yang mudah-mudahan kita bisa semangat untuk terus belajar Mengisi waktu dan juga Project di Indonesia melalui butik daur ulang berkomitmen terus menghadirkan tema-tema webinar yang insya Allah akan bermanfaat bagi kita semuanya yang kami hormati perwakilan dari jurusan Teknik Lingkungan di Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan Universitas Islam Indonesia kemudian para pengelola dari Project di Indonesia dan butik daur ulang kemudian yang sangat saya hormati Ibu Sri bebas dari ibu Enci senior kami guru kami dalam bidang pengelolaan sampah yang kiprahnya dari segi waktu sudah cukup lama dari segi pemikiran juga masih sangat update dan kita hadirkan hari ini Alhamdulillah beliau berkenan untuk hadir berbagi kepada kita semuanya dalam tema optimalisasi 5 aspek dalam pengolahan sampah serta ibu bapak Mas Mbak dan teman-teman semuanya yang telah hadir dalam webinar yang dilakukan oleh Project di Indonesia dan jurusan teknik lingkungan Mungkin ada yang sudah sangat terbiasa dengan webinar-webinar yang dilakukan Ya seperti Mbak Nisa tadi sampaikan ini adalah webinar yang ketujuh tahun ini yang biasanya kalau lancar semuanya seperti tahun-tahun sebelumnya kira-kira akan ada sekitar 13 atau sampai 15 kali webinar dalam tahun ini dan kita sudah punya perencanaan mudah-mudahan bisa dapat terlaksana semuanya tentunya butuh dukungan dari Bapak Ibu semuanya agar kegiatan ini terus bisa bermanfaat mengidentifikasi masyarakat walaupun kita tidak bisa bertemu secara langsung namun di dalam kuesioner panitia sering bertanya apakah kita buat offline gitu ya atau buat tetap online gitu Jadi tetap butuh masukan dari Bapak Ibu semuanya dari daftar hadir yang disampaikan oleh panitia kami melihat beberapa nama yang tidak asing tentunya dalam bidang pengelolaan sampah ini membuat kami salut juga karena semangat belajar yang sangat tinggi dari Bapak Ibu semuanya mudah-mudahan bisa menginspirasi anak-anak muda karena yang hadir juga ada mahasiswa-mahasiswa yang butuh pemikiran-pemikiran anak-anak muda untuk bisa menyelesaikan persoalan saham temanya sangat menarik 5 aspek dalam pengolahan sampah yang Jika kita ingin menyelesaikan persoalan sampah sebenarnya kita juga harus tahu akar permasalahannya yang apa jadi dalam 5 aspek yang akan dibahas oleh Bu Enji nanti kemudian kita bisa tahu sumber permasalahan besar dan kita bisa memberikan solusi sesuai dengan bidang kita ya Sesuai dengan posisi kita masing-masing di dalam pengelolaan sampah di Indonesia Sekali lagi terima kasih semuanya atas semua pihak yang terlibat dalam terlaksananya webinar pada kesempatan hari ini terutama Bu enc dan mudah-mudahan materi yang disampaikan bisa bermanfaat dan tentunya di hari sabtu seharusnya istirahat bersama keluarga tapi masih berkenan untuk mengisi kegiatan pada kesempatan hari ini dan mudah-mudahan bapak-bapak dan Ibu mas mbak semuanya dapat mengikutinya dengan baik tanpa ada kendala apapun dan mudah-mudahan akan ada manfaat bagi kita semuanya Mungkin itu saja agar kita bisa langsung mendengarkan materi dari ibu saja yang bisa saya sampaikan terima kasih saya mohon maaf jika ada hal yang tidak berkenan dalam pelaksanaan kegiatan webinar pada kesempatan hari ini Apabila Taufiq walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Bapak hijrah yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami yaitu di Project by Indonesia jadi semisal selama acara webinar ini berlangsung mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu sekalian tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami yaitu Project by Indonesia kemudian seperti biasanya Nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorprise spesial untuk Bapak Ibu sekalian yang beruntung berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan 2 Story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung untuk pemenang 3 pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk pemenang 2 Story Instagram terunik akan kami hubu ngi langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin nanti ingin bertanya selama webinar ini berlangsung itu dapat sekali langsung memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan akan kami pilih 3 penanya terbaik untuk memenangkan special dari kami lalu untuk Story Instagram Bapak Ibu sekalian mungkin bisa membuat Story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa untuk tag Instagram kami di @projectb Indonesia baik tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi oleh pemateri kita hari ini tapi karena kata orang tak kenal maka tak sayang jadi mari kita lihat terlebih dahulu CV dari materi kita pada hari ini [Musik] Iya baik itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini mungkin saya akan menyapa beliau terlebih dahulu Assalamualaikum Selamat pagi Bu Enci mungkin masih termuat ibu Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Ibu Bagaimana kabarnya hari ini Bu Alhamdulillah Insya Allah mudah-mudahan lancar semua semua semua sehat lahir batin [Tertawa] Alhamdulillah kalau Ibu sehat Jadi Semoga bisa menyampaikan materi hari ini dengan baik dan tanpa ada kendala sedikitpun gitu ya Bu Amin amin baik mungkin kita langsung saja untuk mulai penyampaian materinya begitu ya Bu untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai sekitar jam 10.30 begitu ya Bu baik tanpa berlama-lama lagi langsung saja tempat dan layar kami persilahkan ya saya minta tolong ya dari panitia Baiklah terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh salam sejahtera buat kita semua mudah-mudahan Pagi ini kita dapat berkah ya sehingga ngobrol-ngobrolnya bisa bisa bermanfaat terutama buat saya sendiri jadi judul dari yang diminta oleh panitia ini sebetulnya optimalisasi 5 aspek dalam pengolahan sampah tetapi saya selalu punya jargon bahwa kebersihan itu adalah investasi sementara sampah itu adalah tanggung jawab itu ya jargon dari itu dan kebetulan panitia juga minta saya kirim bukunya kemarin bahwa ada buku tentang kebersihan adalah investasi ini loh bukunya [Musik] baiklah Kenapa saya ingin ini judul ini ya Tapi sebelumnya saya mungkin tadi ralat dulu kenapa Pak hijrah manggil saya bunci ya nama saya Sri bebassari tetapi memang nama nama Apa ya nama sayangnya jadi dipanggil bunci karena nama kecil gitu Jadi mungkin masih ada yang bingung ini siapa ini buncit gitu itu yang apa hijrah halo arti dari judul ini saya jarang sekali yang mengambil jargon sampah adalah berkah sampah adalah bahan baku misalnya gitu karena yang sebetulnya adalah sampah adalah tanggung jawab sementara kebersihan adalah investasi gitu Kenapa disebut kebersihan adalah investasi contoh misalnya kalau Kampung kita bersih kalau Kampung kita aman gitu ya harga rumah naik kesehatan naik jadi bukan sekedar nilai ekonominya jualan daur ulang atau kompos tapi di sini adalah bisnisnya adalah bisnis jasa jasa kebersihan atau cleaning service ini kira-kira filosofi dari judul ini gitu ya kira-kira itu ya karena mungkin agak beda nih Judulnya dengan seminar-seminar yang lain itu tadi lanjut ini ya Ada CV saya yang penting di CV ini sebetulnya itu tadi pengalaman kerja saya dari tahun 80 sampai 2005 25 tahun saya menjadi peneliti di bppt atau badan pengkajian dan penerapan teknologi cuman di sini nggak ada tanggal lahir dan lain-lain yang saya tambahin aja Pak Hijrah ya lahir saya 28 Juni tahun 49 jadi bisa dihitunglah sekarang umur saya berapa jadi saya baru belajar sampah ini jadi dari tahun 80 berarti 43 tahun yang lalu nah salah satu Kesulitan saya pada saat saya diminta jadi pembicara saya tuh ingin transfer selama 43 tahun ini apa aja sih yang saya pelajari tapi saya harus sharing dalam waktu 1 jam jadi mudah-mudahan bisa sistematis Jadi apa yang saya dapat sekian puluh tahun 40 tahun lebih dalam satu jam mudah-mudahan sih bisa sistematis gitu aja Nah di sini juga pada saat saya tahun 80 mulai bekerja di BPT tugas pertama saya itu visibility study tentang west instalation plan atau instalasi pembakaran sampah Kemudian beberapa yang saya cetuskan adalah saya usul program Adipura tahun 86 kemudian saya memperkenalkan pemilihan sampah itu tahun 87 Jadi udah 36 tahun yang lalu saya mengenalkan pemilahan kemudian 3R saya Perkenalkan tahun 92 konsep zeros saya Perkenalkan tahun 98 kemudian konsep TPS 3R saya Perkenalkan tahun 2000 kemudian 2003 saya mendirikan suatu organisasi Indonesia Solid Association atau perkumpulan persampahan Indonesia di mana Alhamdulillah kita sudah menjadi anggota nasional member of International Solid Association di mana ada 100 negara yang menjadi anggota kemudian nah ini juga yang ingin saya betul ingin sharing pengalaman jadi saya itu yang mendorong supaya pemerintah membuat undang-undang pengelolaan sampah itu tahun 2000 sampai 2008 Jadi cukup butuh 8 tahun sampai akhirnya lahir undang-undang 18 2008 jadi nggak nggak sebentar saya saya apa ya menggagas atau mendorong bahwa undang-undang ini perlu Kemudian beberapa Award Alhamdulillah saya sempat dapat Kalpataru saya dapat Ganesha Award juga dari dari hidup Ponogoro lanjut jadi saya ini yang penting tadi ya lahir saya tahun 49 jadi saya ini udah nenek-nenek jadi anggap aja hari ini kita ngedongeng dengerin dongeng nenek-nenek dan mudah-mudahan mau ada pada dengerin ya namanya juga nenek-nenek ngedongeng nah ini 5 aspek pengelolaan sampah itu apa saja kenapa saya selalu Katakanlah nggak bosen-bosannya saya selalu mengatakan tentang lima aspek ini karena jika kita bicara masalah persampahan itu tidak hanya aspek teknologi is not only Engineering karena kenapa kok kita ada 77 tahun merdeka tetapi sampahnya masih primitif misalnya Menurut pengamatan saya selama ini karena salah satu sebabnya adalah dari kelima aspek ini kita hari ini saat ini masih fokus justru kepada aspek teknologi saja sementara aspek peraturan kelembagaan pendanaan dan sosial budaya masih kurang dibahas contohnya misalnya kalau saya mau wawancara seseorang tentang sampah Ibu Bapak kalau kita bicara sampah apa yang Bapak pikirkan Langsung biasanya jawabannya kompos ya Bu sampah bisa jadi kompos ya Bu atau daur ulang ya Bu atau energi jadi selalu yang gak ada di pikiran orang itu langsung kepada teknologi pengolahan sampah jarang yang ada bicara Apakah perlu undang-undang dan lain-lain Nah inilah yang akhirnya menarik saya untuk belajar keseluruhan karena supaya kita bicaranya menjadi komprehensif karena terus terang Kalau teknologi itu udah banyak jenisnya banget ada dalam negeri ada luar negeri gitu tetapi aspek yang keempat ini menurut saya masih banyak banget perlu ditingkatkan Nah nanti kalau waktunya cukup saya coba bahas setiap aspek ini karena Judulnya kan optimalisasi ya nanti sebetulnya bisa juga dibaca di buku saya khusus yang 5 aspek ini dan ini paparan saya juga bisa bisa dipelajari di bawah pulang kalau kita tidak sempat bahas semua mungkin untuk slide berikutnya kita coba mulai membahas aspek peraturan Nah kalau kita bicara aspek Peraturan kita mulai membahas dari mulai tingkat nasional sampai ke tingkat lokal jadi RT RW atau di kawasan Nah apa aja sih Yang kalau kita bahas di tingkat nasional di tingkat nasional tentunya kita harus punya undang-undang Alhamdulillah undang-undang Nomor 18 2008 udah hadir kemudian sampai di tingkat RT RW pun tetap harus ada peraturan entah itu surat edaran RT entah itu surat edaran Pak RW atau apapun demikian juga peraturan di tingkat kawasan yang paling kecil atau gedung jadi kita tidak bisa saya mau bikin bank sampah Saya mau bikin kompos kita harus meskipun di tingkat RT Kita juga harus bikin peraturan dulu Nah kalau kita bicara undak pertama mungkin saya coba bahas tentang tingkat nasional jadi mulai dari drafting dating dan sinkronisasi pada saat Kenapa undang-undang itu perlu gitu loh karena terus terang sebelum tahun kita belum punya ya undang-undang sampah ini pada saat saya menggagas bahwa perlunya undang-undang itu tahun 2000 dan akhirnya baru lahir 2008 ini saya sedikit cerita sejarah kalau kita belajar ke luar negeri Jangan lupa kita hanya jangan hanya melihat teknologinya ada sebetulnya Ada apa saja di situ nah salah satu pengalaman saya pada tahun 84 mungkin pada belum lahir ya tahun 84 itu Kebetulan saya mendapat tugas untuk semacam studi banding dan sedikit kerja praktek di Jepang pada saat saya masih di PPT jadi pada saat saya di BPP itu sering sekali saya diminta oleh langsung Pak Habibie untuk keliling dan saya harus belajar sampah secara komprehensif nah tahun 84 pada saat saya ke Jepang saya ketemu dengan Kepala Dinas Kebersihan Tokyo dia mengatakan bahwa Jepang bisa seperti ini karena kita sudah punya undang-undangnya sekitar 100 tahun yang lalu jadi tahun 84 aja deh 100 tahun yang lalu gitu karena undang-undang itu perlu sekali kemudian Siapa saja yang menyusun undang-undang itu waktu itu dia bilang tidak kurang dari 16 menteri jadi ini saya agak-agak sedikit ngomong aspek kelembagaan karena tidak bisa fix satu-satu Ya ada aspek peraturan yang kelembagaan itu ada ada irisannya jadi dari aspek kelembagaan tuh ternyata ada 16 menteri yang terlibat pada saat penyusunan undang-undang itu di Jepang Nah di situlah saya bingung berarti kita harus bikin nih undang-undang ya gitu terus saya tanya kenapa sampai 16 menteri ya Pak ya karena kan polisi itu polisinya misalnya menteri sendiri hukumnya menteri sendiri kemudian ada pendidikan juga menterinya sendiri jadi not only Engineering itu kira-kira kenapa undang-undang itu perlu kemudian saya pikir langsung ke slide berikutnya ya Nah apa saja peraturan yang sudah ada di Indonesia ini mudah-mudahan tidak ada yang terlewat mulai dari undang-undang 18 2008 tentang pengelolaan sampah sampai terakhir 2021 itu ada Permendagri nomor 7 2021 jadi Sudah ada anak-anaknya turunannya itu ada peraturan pemerintah ada peraturan presiden dan juga ada peraturan menteri jadi ini kita harus harus pelajari juga semua gitu dan peraturan sudah banyak tetapi mungkin jangankan melaksanakan membaca pun belum kalau saya offline biasanya saya tanya peserta di sini Siapa yang sudah membaca undang-undang 18 2018 orang ini berapa orang yang sudah baca undang-undang 18 Halo pertanyaannya jangan-jangan dari 300 peserta ini belum ada yang membaca jadi jangankan kita melaksanakan undang-undang itu menerapkan kadang-kadang yang baca pun belum banyak gitu undang-undang 18 2008 malah kadang-kadang ada yang mengatakan oh ada tuh undang-undang sampah gitu kan yang memprihatinkannya juga Oh ada yang bilang tuh sudah baca katanya dari pspni Alhamdulillah karena saya beberapa punya punya beberapa pengalaman pada saat rapat baik dengan teman-teman pemda maupun teman-teman non govement gitu kan saya suka nanya dulu ini yang ikut rapat udah pada baca belum Gitu Siapa yang sudah baca ngacung gitu ternyata yang ngacung itu kadang-kadang sedikit sekali gitu cuma satu dua orang Padahal ini jelas-jelas rapat tentang sampah gitu kan Nah Alhamdulillah dia bilang sudah terus saya bilang ya kalau belum pada baca jangan itu rapat dulu jadi ini aja ternyata jadi salah satu masalahnya ialah apa ya sosialisasi sosialisasi untuk kita masih kurang jadi kita pinter bikin undang-undang sampai bikin peraturan pemerintah peraturan presiden dan peraturan sudah banyak banget tetapi saya merasakan sosialisasinya tuh masih kurang gitu jadi padahal sosialisasi itu kata teman-teman komunikasi harus seperti iklan jadi pada saat kita membuat undang-undang Katakanlah berapa ya iklan itu kan harganya juga mahal jadi ini perlu banget ini ilmu sosialisasi atau ilmu komunikasi kita pinter bikin tapi nggak pinter sosialisasinya banyak sekali undang-undang ini yang yang apa namanya yang yang sudah dibuat boro-boro implementasi baca aja belum gitu kan pada saat saya diskusi dengan ahli komunikasi Jadi sebenarnya sosialisasi itu harus mungkin seperti iklan ya iklan itu juga biayanya nggak main-main itu 30% bisa dari biaya produk jadi kalau kita bikin undang-undang 10 miliar misalnya yaitu iklannya ya sosialisasinya mungkin lihat nah ini yang jarang sekali orang berpikir karena kita perlu ilmu dari ahli komunikasi dari ahli-ahli marketing dan lain-lain itu kira-kira jadi kadang-kadang Pejabat itu ada yang belum belum baca kira-kira itu nanti kalau ingin mempelajari silahkan ini ada semua tinggal di browsing apa namanya isi-isi dari peraturan ini yang terakhir itu yang Permendagri cukup menarik nomor 7 2021 Itu tentang tata cara perhitungan biaya Jadi bukan hanya retribusi sih biaya pengelolaan sampah itu berapa berapa rupiah per ton dan nanti berapa rupiah per rumah harus bayar ini peraturan terakhir ini cukup menarik lanjut aja nah ini sebenarnya tadi daftar-daftarnya aja ya dari bagan tadi mirip semi lanjut aja lanjut next nah kira-kira Apa saja sih yang menarik untuk dibahas ya Misalnya di undang-undang 18 2018 yang menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah nah ini yang penting lagi di undang-undang saya selalu Ingatkan pasal bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan ini yang penting gitu serta memang bisa menjadikan sampah sebagai sumber daya tetapi yang saya lihat sekarang justru yang sering digembar-gemborkan itu sampah yang sebagai sumber daya justru saya bilang itu mah nomor sekian gitu Dan Dan Sampah itu bukan sumber daya sampah itu bisa menjadi sumber daya apabila melalui suatu proses dan proses itu biaya tujuan yang utama adalah nomor satu dan nomor 2 yaitu untuk kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan atau kualitas lingkungan oleh karena itu bisnisnya di sini bukan bisnis jual beli barang daur ulang kompos now bisnis di sini adalah jasa kebersihan atau cleaning service atau jasa pengolahan limbah dimana di sini berlaku polutter pay principle yang buang harus bayar yang mengelola harus dibayar gitu jadi tujuan utamanya adalah untuk kesehatan dan kebersihan atau kualitas lingkungan Bu tujuan utamanya Bukan untuk sumber daya bisa dijadikan sumber daya apabila melalui satu Proses prosesnya itu adalah biaya Nah sekarang saya melihat sering seolah-olah tujuannya itu mau bikin kompos tujuannya bikin listrik tujuannya bikin maggot tujuannya bikin now itu adalah sampingan tujuan utamanya adalah kebersihan dan kesehatan lingkungan oleh karena itu kegiatan pengolahan sampah atau kebersihan adalah kegiatan pelayanan publik bukan jual beli barang ini ini yang ingin saya sharing banget karena sekarang itu malah agak-agak overdosis seolah sampah tuh bahan baku dan lain-lain enggak sampah bisa jadi bahan baku kalau melalui suatu proses Tapi itu bukan tujuan utama itu sebetulnya hanya produk sampingan Sama halnya bisa kita mau bikin WC umum yang dijual kan jasa pokoknya yang buang ke WC umum ya harus bayar perkara WC umumnya bisa bikin kompos bisa bikin daur ulang bla bla itu adalah sampingannya kalau perlu tidak perlu dihitung sama kalau kita pengen bersih rumah harus bayar cleaning service jasa perkara cleaning servicenya bisa bikin jualan kertas bekas atau bisa bikin daur ulang blablabla dan lain-lain itu adalah sampingannya gitu kita jangan sampai gara-gara bisa jualan kertas bekas kita nggak bayar nggak bayar jasanya karena disangkanya bisa untung jual kertas jadi kita pengen bersih tapi nggak mau bayar cleaning service karena disangkanya cleaning service udah bisa jualan listrik lah jualan kompos lah jualan lain-lain gitu padahal itu bisnis sampingan kita tetap harus bayar jadi ini yang disebut bahwa tujuannya itu untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas lingkungan atau kebersihan lingkungan kemudian pasal 5 di sini jelas pemerintah dan pemerintah daerah bertugas menjamin terselenggaranya pohon sampah yang baik dan bahwasanya lingkungan sesuai dengan tujuan jadi memang ini karena ini pelayanan publik ya ini memang tugasnya pertamanya memang tugas pemerintah dan pemerintah daerah jadi nggak bisa langsung ini adalah masyarakat jadi di sini sebetulnya dalamnya itu sering sekarang itu wah masyarakat belum disiplin Oh masyarakat harus Mila masyarakat begini padahal sebetulnya sebelum kita memberikan instruksi kepada masyarakat pemerintah dulu yang harus membuat sistem gitu jadi sistem dan pelayanan dulu gitu loh kalau masyarakat belum bisa Mila belum bisa mengurangi ya memang penanganan dulu yang harus 100% pelayanan dulu harus 100% Kalau pelayanan dari pemerintah sudah 100% baru kita boleh kampanye gitu jadi Kalau teman saya orang Belanda bilang Ibu jangan kampanye ya sebelum pelayanan 100% nah sekarang itu sering justru seolah ini masyarakat yang harus begini masyarakat padahal masyarakat itu menurut saya nggak sulit kalau pemerintahnya sendiri sudah punya sistem Saya punya bukti bahwa masyarakat itu dalam satu jam bisa berubah kok saya nggak Kok bisa bu Gitu Iya tapi ada syaratnya syaratnya pemerintahnya harus bikin sistem dulu contoh setiap tahun saya itu mengirim trainer ke Singapura untuk training kebetulan insva induk organisasi Saya punya kerjasama dengan influence Singapura untuk membuat training hampir tiap tahun dan saya kirim trainer itu hanya terbang satu jam satu jam setengah lah terbang dari Jakarta begitu sampai di Singapura dia langsung disiplin jadi artinya dalam satu jam bisa berubah gitu karena apa Karena pemerintah singapuranya sudah bekerja pemerintah Singapura yang sudah punya sistem sistemnya apa ya 5 aspeknya itu udah udah jelas peraturan udah jelas kelembagaan udah jelas siapa regulator operator pendanaan udah jelas berapa dollar per ton dan lain-lain kemudian aspek sosial budaya pendidikan jelas dan teknologi pun sudah jelas jadi kalau 5 aspeknya ini belum siap ya ujug-ujug minta masyarakat harus begini begitu kurang pas makanya saya pada saat kalau saya ketemu dengan beberapa Walikota dalam rangka penilaian Adipura misalnya selalu Pak Walikota bilang Ibu masyarakatnya Masih Begini Begini masyarakat saya masih nggak disiplin saya bilang ke Pak Walikota Pak kalau masyarakat masih begitu artinya justru kita kita yang pemerintah belum optimal gitu kira-kira jadi bilang kayak pakai helm gitu ya Semua orang sekarang pakai helm dengan dengan ikhlas gitu ya karena peraturannya sudah jelas sistemnya udah jelas gitu jadi masyarakat bisa kok berubah kemudian misalnya kalau nggak usah ya Jangankan ke Singapura misalnya kalau kita ke hotel-hotel yang bintang 5 yang internasional karena hotel bintang 5 sudah punya sistem tentang kebersihannya yang udah standar internasional gitu Jadi saya termasuk yang begitu kurang nyaman dengan selalu masyarakat yang selalu disalahkan duluan gitu kemudian pasang 11 kira-kira apa ini Setiap orang berhak mendapat pelayanan dan pengolahan sampah secara baik berhak kita punya pelayanan ini kan ini pelayanan publik sama dengan kesehatan sama dengan pendidikan sama dengan Keamanan jadi kebersihan itu harusnya sejajar dengan kesehatan keamanan pendidikan dan lain-lain dan Nanti kalau kita bicara pendanaan juga harus jelas dan atau kesehatan Berapa dana pendidikan berapa tapi tidak untuk sampah sangat kecil sekali jadi Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan dalam pengolahan sampah secara baik dan wawasan lingkungan dari pemerintah Pemerintah Daerah dan atau pihak lain yang diberi tanggung jawab kemudian berpartisipasi dalam proses pengambilan penyelenggaraan dan pengelolaan lain kemudian memperoleh informasi yang benar Nah kadang-kadang informasi juga kadang-kadang ya saya tetap menerima keluhan lah dari Pemda nanti menteri ini informasi gini menteri ini informasi ini kemudian mendapat perlindungan dan kompensasi karena Dampak negatif dari pemeriksa akhir sampah kemudian memperoleh pembinaan agar dapat melaksanakan jadi yang jelas kita itu punya hak untuk mendapatkan pelayanan itu dulu sama dengan kita punya hak mendapatkan pelayanan kesehatan mendapat pelayanan pendidikan keamanan dan lain-lain ini masih juga ini Kalau pasal 12 setiap orang dalam hubungan sampah jenis rumah tangga wajib mengurangi Oke kita juga bisa kita sendiri juga harus mulai meskipun kalau pemerintah juga Jalan Kita juga harus jalan contoh mengurangi itu misalnya kalau makan harus habis kalau ngambil makanan secukupnya terutama misalnya kalau di orang menikah atau orang dari seminar-seminar saya masih lihat tuh kalau prasmanan orang ambil banyak tapi nggak habis gitu itu mulai pengurangan itu sangat sederhana seperti itu kemudian pasal 15 nah ini pasal 15 ini cukup kontroversial karena sebelum-sebelumnya ini jarang orang menyentuh isinya adalah produsen wajib mengelola kemasan dan atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam pada saat saya mengajukan pasal ini ini rame banget gitu karena selama ini yang selalu dikejar-kejar itu pemerintah harus begini masyarakat harus begini tapi jarang yang mengatakan produsen harus bagaimana Karena sebetulnya sumber sampah sumber sampah yang pertama itu sebetulnya pabrik gitu loh Kita ini sebenernya konsumen gitu nah sebelum ada pasal 15 ini jarang sekali menyentuh produsen ini gitu Nah karena ini Jok dari di belakang layar itu contoh saya kalau ketemu produsen entah itu produsen plastik atau produsen kemasan Eh kalian yang jualan Kenapa Sayang pusing yang ngurusin sampah kalian gitu jadi kan harusnya justru produsen yang harus bertanggung jawab pada saat dari kalau saya berani bikin pabrik botol misalnya saya juga harus punya sistem bahwa botol saya ini tidak akan ke laut botol saya ini tidak akan ke sungai botol ini tidak akan ke TPA misalnya tapi saya punya sistem Bagaimana mengumpulkan kembali bagaimana mengolah dan lain gitu harus Saya yang bertanggung jawab yang bikin pabrik Nah sekarang ini belum belum terjadi itu dan pada saat ini terus terang berbagai pihak produsen agak-agak ya agak-agak inilah marah lah gimana sih gini terus saya bilang Pak Ibu peraturan atau undang-undang itu sebetulnya kan bukan untuk untuk apa ya untuk mempersulit atau menyusahkan berbagai pihak justru kita ingin pada suatu saat semua produsen di Indonesia adalah menjalankan Green bisnis gitu loh karena suatu saat yang tidak Green bisnis mungkin akan ketinggalan gitu Jadi kita ingin supaya bisnis kita itu justru sekarang sekarang tidak kan yang yang bikin public Siapa yang pusing siapa kadang-kadang malah kita jadi relawan ngumpulin Botol lah apa lah ada bersihin pantai lah gitu Padahal yang bikin pabrik siapa gitu siapa jadi justru Ini perjuangan banget supaya sistem ini masuk ke dalam izin harusnya suatu saat jadi ini bukan hanya menteri klhk tetapi misalnya Menteri Perindustrian Perdagangan dan bkpm jadi ibaratnya kalau saya mau bikin pabrik botol atau pabrik plastik harusnya Saya tidak dapat izin kalau saya tidak punya sistem after consumer atau IPR pasal 15 itu terkenal dengan IPR Extended produser responsibility jadi kalau saya mau bikin berani bikin barangnya saya juga harus punya programnya after consumernya mau dikemanakan dan ini dijamin tidak akan tidak akan mencemari lingkungan gitu Nah itu harus bikin dan memang saya rasakan ini belum masih jauh Gitu kan meskipun sudah ada Permen LH nomor 75 2019 kemudian ini juga pasal yang sangat penting yaitu pasal 44 pemerintah daerah harus membuat perencanaan penutupan tempat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem terbuka atau kita sebut Open dumping paling lama 1 tahun Sejak berlakunya undang-undang jadi harusnya 2009 itu semua harus sudah punya perencanaan semua kota harus punya perencanaan mengganti Open damping TPL pendamping dengan TPA yang sesuai dengan standar lingkungan nah poin kedua pemerintah daerah harus menutup tempat pemrosesan akhir sampah paling lama 5 tahun terhitung sejak berlakunya undang-undang jadi tahun 2013 harusnya semua TPA yang Open damping harus dirubah menjadi TPA yang berwawasan lingkungan yang kita sebut sanitary landfill ternyata sampai sekarang udah berapa tahun ya dari 2008 undang-undang Berarti udah 13 tahun 13 tahun ya udah 13 tahun PPA Ope pendamping masih banyak sebagian besar Masih open dumping dan nanti akan kita bicarakan di aspek pendanaan karena dananya juga masih dana ibarat WC masih buat WC cubluk gitu karena sanitary landville tempat pemrosesan akhir itu operasionalnya aja kira-kira 20 dollar per ton Jadi mungkin sekitar 300.000 per tahun tetapi sekarang masih ada yang Rp20.000 30.000 jadi tpa-nya masih ibarat kalau WC masih WC cubluk gitu padahal harusnya wc-nya udah WC bintang 5 gitu karena karena apa Karena ruang tamunya sebetulnya udah bintang 5 tapi wc-nya masih WC di kebun orang gitu Nanti pada saat kita bicara pendanaan itu mungkin akan lebih mendalam kemudian pasal 45 ini juga harus sudah mulai bahwa pengelola kawasan pemukiman komersial industri dan fasilitas-fasilitas lain juga yang belum memiliki fasilitas untuk mengelola sampah dari mulai pemilihan Dan lain-lain harusnya sudah mulai menyediakan fasilitas itu termasuk itu 1 tahun dikasih waktu ini masih masih pasal-pasal ini masih belum bisa berjalan dengan Sesuai yang diharapkan kira kita itu ya Bapak Ibu teman-teman coba lanjut Nah sekarang pertanyaan Apakah perlu revisi undang-undang ini karena saya udah pernah diundang oleh DPD RI telah diundang oleh komisi 4 DPR pernah juga diundang oleh balet balet kelihatannya ada beberapa saya sendiri secara pribadi meskipun memang saya dulu yang ikut Yang menggagas lah yang mendorong yang punya ide saya juga merasakan memang mungkin ada pasal-pasal tertentu yang harus kita tambah ada juga pasal-pasal tertentu yang harus kita Sederhanakan ada juga pasal tertentu yang membantu pasal yang lain seperti contoh tadi untuk untuk TPA sanitary landville artinya bukan open pendamping lagi kita perlu dana sekian dollar person gitu ya Nah itu harus dibantu oleh pasal yang tentang pendanaan gitu jadi memang ada beberapa yang harus kita revisi kalau memang eh apa namanya nanti DPR terus menyetujui terus memfollow up tetapi sementara belum direvisi ya yang ada pun sebetulnya sudah mulai Kita harusnya kita baca kita terapkan dan kira-kira ini udah ada isu-isu ini tetapi belum di follow up beberapa ada pertemuan tapi belum di follow up silahkan lanjut Nah tadi setelah undang-undang kan ada peraturan pemerintahnya Nomor 81 2012 saya pikir di browsing aja karena ini sebetulnya adalah penterjemahan dari undang-undang contoh yang tadi yang Extended produser responsibility eh tanggung jawab produsen di Peraturan Pemerintah agak Lebih Detail Apa saja sih yang harus dilakukan oleh produsen di sini wajib pertama yang pasal 12 produsen wajib mengeluhkan pembatasan timbulan kemudian pas jam 13 harus mendaur ulang 14 dia harus memanfaatkan kembali dan lain-lain dan saya sih lebih detail produsen tuh harus membuat sistem dari mulai pengumpulannya kembali sampai akhirnya Tuh diapain entah mau didaur ulang pak tanpa dipakai kembali atau ke inseneration plan gitu itu sebetulnya harus semua didesain oleh produsen dan idealnya di desain sebelum produknya jadi jadi sebagai salah satu syarat izin produksi gitu nah ini udah agak detail tetapi mungkin nanti perlu lagi ada permen lain permen Perindustrian karena ini Peraturan Pemerintah ada di bawahnya bisa permen Perindustrian Ella dan ini masih terus tanya aja saya pikir itu dibaca aja kalau ini nanti pasal 26 Ya ada peran serta masyarakat dan udah udah cukup detail juga Nah sekarang kenapa kalau udah punya undang-undang udah punya Peraturan Menteri Peraturan Presiden dan lain-lain kok rasanya masih masih jalan di tempat ya tadi salah satunya adalah kurangnya sosialisasi jadi banyak masih banyak pejabat juga yang belum membaca atau mengetahui bahwa ada undang-undang sosialisasinya belum profesional sosialisasi yang profesional itu seperti apa ya tadi kita harus melibatkan ahli komunikasi ahli marketing atau ahli PR publik relation sehingga ada ilmunya sendiri bagaimana ya katanya ini ya harus kayak iklan Lah harusnya gitu iklan itu kan juga mahal gitu tapi undang-undang jarang serius banget gitu apa namanya sampai disosialisasikan dengan sangat profesional jadi masih banyak yang belum ya kalau baca belum pasti penegakan hukum juga masih kurang kemudian yang ketiga mungkin sebabnya apa saja itu ini mungkin pada saat penyusunan Peraturan kita belum melibatkan semua komponen secara aktif ya tadi misalnya Apakah pada saat kita membuat peraturan kita juga mengajak polisi Apakah kita juga mengajak ahli agama Apakah kita sudah mengajak alih Pendidikan gitu karena pelaksanaannya kan nanti harus didukung oleh berbagai pihak ya ada Polisi ada ahli agama kenapa ahli agama saya juga karena ini pembangunan manusia ya contoh misalnya Sungai kita kotor kalau Insinyur tukang Insinyur bisa atau pupr dan lain hanya bisa apa ya Bikin apa ya saringan atau secara teknis bikin bendungan dan lain-lain tetapi untuk memberikan pendidikan bahwa tidak boleh buang sampah ke sungai itu kan justru kita perlu ahli pendidikan ahli agama dan lain-lain jadi not only Engineering aspek hukum sekarang mungkin udah pindah ke aspek kelembagaan mudah-mudahan waktunya cukup ya Nah kalau aspek lembagaan eee tentunya di sini harus jelas Siapa yang regulator Siapa yang operator misalnya kemudian kalau dia apakah koordinasi lintas sektor Kementerian SKPD dan lain kita sudah berjalan dengan baik ini perlu banget kemudian penguatan kelembagaan penguatan kelembagaan itu juga harus jelas Siapa yang regulator Siapa yang operator dan harus ada capacity building karena saya melihat jaranglah orang yang punya cita-cita untuk menjadi apa ya di dinas kebersihan atau lingkungan hidup misalnya tapi karena dia ditugaskan tapi bukan karena dia cinta dengan pekerjaan kebersihan ini gitu karena pekerjaan ini bener-bener harus apa ya Tugasnya tuh bener-bener dicintai lah gitu loh membersihkan lingkungan dan lain-lain harus dengan senang hati ya tadi peningkatan kapasitas juga karena pejabat-pejabat di dinas LH atau Dinas Kebersihan tuh Belum tentu dia memang bercita-cita untuk untuk bekerja dalam hal persampahan ini gitu ya kemudian tadi pembagian kewenangan dan menjawab Siapa yang regulator Siapa yang operator nah ini contoh regulator tuh apa sih operator itu apa aja misalnya kalau misalnya regulatornya Dinas Kebersihan operatornya bisa swasta tapi kalau operatornya Dinas Kebersihan regulatornya misalnya bisa Bappeda jadi harus harus jelas juga ya seperti itu kalau di lembaga yang paling kecil misalnya di rumah tangga regulator tuh misalnya Bapak Ibu operator itu misalnya asisten rumah tangga Nah kan nggak mungkin ya asisten rumah tangga sebagai operator juga juga dia harus cari uang juga di harus bikin desain juga dia juga harus nyapu dia juga harus nyuci kan nggak bisa jadi harus ada pembagian yang jelas nah ini saya lihat masih PR kita juga semua Kemudian harmonisasi tentang eksekutif dan legislatif itu jelas bukan hanya dipertahan aja karena yang menentukan anggaran itu kan kita harus persetujuan dari legislatif ini sering sekali saya temui gitu bahwa dianggapnya mengolah sampah itu murah gitu Padahal ibaratnya kalau kita bikin WC jadi jadi saya agak loncat-loncat nih jadi salah satu Kenapa ini menjadi tidak menjadi prioritas dalam pembangunan masalah persamaan karena hampir semua perencanaan kota di Indonesia itu seperti bikin rumah nggak bikin WC bikin kota nggak bikin TPA nah salah satu contohnya ya DKI sendiri ibukota di mana saya tinggal WC nya itu di Bekasi wc-nya di tetangga gitu loh jadi tidak punya WC di dalam kota gitu terus wc-nya Pun masih WC kebun WC pendamping WC cubluk gitu Apakah dia tidak ada dana nggak tapi tidak prioritas Karena apa Ibaratnya ruang tamunya sudah bintang 5 tapi wc-nya masih di kebun orang jadi bukan karena tidak ada dana tetapi belum prioritas dalam pembangunan gitu Kayaknya masih mementingkan ruang tamu aja yang bagus WC mah tempat sampah mah masih di sungai gitu Jadi ini sangat berhubungan sekali dengan budaya kita pada saat kita menentukan prioritas padahal mungkin WC itu lebih penting dari ruang tamu kan dan lebih mahal karena apa Karena WC itu perlu teknologi gitu kalau ruang tamu itu ibaratnya Saya suka mengatakan pakai tiker juga nggak dosa lah kalau ruang tamu kalau WC mah kan harus ada teknologinya ada leher angsa ada ventilasi ada setting dan Kalau tidak ada Itu semua namanya bukan WC gitu nah di kota juga begitu Mungkin aja tempat pemrosesan akhir sampah TPA sampah itu jauh lebih penting misalnya daripada Kalau mungkin sama penting dengan bandara sama penting dengan apa ya hotel hotel udah bintang 5 Mall udah bintang 5 bandara udah bintang 5 tetapi TPA belum ada yang bintang 5 jadi ibaratnya Harusnya kan ini sejajar gitu masuk ke dalam prioritas itu kira-kira kemudian masalah kelembagaan lain adalah bagaimana sih sebetulnya kerjasama pemerintah swasta dan masyarakat Ini juga masih banyak sekali PR yang karena banyak sekali Sebenarnya ada investor yang mau mau invest gitu tapi peraturan pemerintahnya kadang-kadang belum kondusif dan lain-lain seperti itu kira-kira kemudian tadi kan kelembagaan pemerintah apa tugasnya masyarakat apa tugasnya ini udah udah tadi dibahas pemerintah itu harus menjamin pelanggarannya pembuangan sampah yang baik jadi harus ada jaminan gitu lanjut Nah siapa aja sih sekarang di Indonesia tuh yang sudah mulai sebetulnya lembaga-lembaga yang harus harus mulai terlibat gitu ya kita punya jaksaranas kebijakan strategi nasional dimana sebenarnya di lampirannya itu ada sekitar 30 lebih Kementerian yang harus terlibat kalau di nasional itu yang dinasional itu kan ada Menteri Lingkungan pupr dalam negeri Bappenas dan macam-macam sampai 32 Kementerian yang ada di situ termasuk Kementerian Agama kemudian di daerah juga jelas harus ada SKPD atau Dinas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup pembelian umum dan lain-lain Nah kenapa saya mungkin ingin coba Kenapa sih kita juga perlu misalnya dinas tenaga kerja atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini penting sekali pada saat kita bicara daur ulang karena daur ulang jadi harusnya menteri perindustrian punya peraturan khusus tentang industri daur ulang dan ini saya lihat belum belum ada yang pas dan industri daur ulang itu maksudnya harusnya ke industri jasa karena mereka sudah mengolah sampah kita perkara dia bisa jualan hasil daur ulangnya dan itu justru sampingan Jadi kalau pada saat saya di beberapa negara gitu ya di Eropa misalnya si daur ulang tuh bukan bukan harus beli beli bahan baku beli sampah kita nggak jadi tetap Saya mau buang apapun mau buang sepeda kek mau buang kursi buang apa ya tetap saya kirim ke pusat daur ulang dan saya harus bayar jadi yang buang harus bayar yang mau harus dibayar gitu tuh sekarang seolah-olah malam pabrik orang harus beli bahan baku gitu nah sehingga akhirnya mereka juga banyak yang masih belum terdaftar secara resmi tidak tidak bayar pajak tidak punya Ipal ya karena uangnya habis untuk seolah-oleh sampah itu bahan malah sampah itu harus dibeli Harusnya kan dia dibayar gitu karena dia itu sebetulnya jasa nah ini harusnya menteri perindustrian menteri perdagangan terlibat di sini terus kenapa ada Menteri Tenaga Kerja misalnya di sini kalau kita bicara pemulung pemulung itu kan harus dilindungi oleh undang-undang tenaga kerja misalnya dan sekarang saya lihat belum dan masih terlibat dalam hal-hal yang kayak ilegal gitulah gitu loh jadi kan kita juga nggak mau punya pemulung terus-menerus karena pemulung suatu saat juga harus masuk ke dalam sistem dimana dilindungi oleh undang-undang tenaga kerja nah jadi banyak sekali Kementerian sebetulnya yang harus ikut terlibat karena ini sangat komprehensif Nah demikian juga nanti di daerah kira-kira itu ini jam 10 katanya Saya cuman sampai 10 lewat 10 ya padahal ini baru 2 aspek Pak hijrah untuk penyampaian materinya bisa sampai sekitar jam 10.40 atau 10.45 Bu boleh ya ya ini baru dua aspek dari 5 aspek ya ini makanya ini kayak kuliah yang Mbak Lisa Makanya saya bilang Aduh saya kadang-kadang suka bingung ini pelajaran 40 tahun lebih gitu kan Terus saya agak susah untuk menerapkan kalau karena kalau nanti tahu sepotong-sepotong bahaya gitu karena yang tahu sepotong kadang-kadang suka tahu jadinya kan apa lagi ya makasih ya lembaga lanjut slide berikutnya Nah sekarang kalau kita bicara lembaga non pemerintah itu siapa saja ada swasta swasta tuh bisa bekerja di persampan sebagai apa aja ya dia bisa sebagai operator fasilitas service itu kan operator ya kemudian dia bisa juga sebagai investor dia dia yang Buat suatu instalasi pengolahan dia yang invest terus nanti pemerintah atau masyarakat bayar ke mereka kemudian bisa juga menjadi penyedia teknologi konsultan pengelola kawasan dan nah yang dua terakhir produsen dan ritel justru dia yang bikin sampah gitu loh jadi Ya saya suka bilang kamu yang berdosa Kenapa Sayang pusing gitu kan kemudian lembaga swadaya masyarakat itu bisa berupa asosiasi berupaya Yayasan gitu kalau di saya nih Indonesia Solid face Association itu perkumpulan kemudian media massa ada yang elektronik tetap dan lembaga pendidikan juga bisa ada dari mulai TK sampai Universitas kemudian ada yang berbasis komunitas ya Ada RT RW dan lain-lain itu lembaga non pemerintah dengan macam-macam partisipasinya lanjut ini udah tadi jadi kalau dari segi lembaga itu kan ada ada pemerintah ada masyarakat ada produsen atau pengusaha pengusaha itu di sinilah kewajibannya dia wajib mengelola kemasan atau barangnya yang diproduksi yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam yang paling populer kan kalau produk plastik ya karena yang agak lama terurainya di alam dan itu tanggung jawab siapa gitu Oke lanjut ini peran produsen saya ambil dari permen 75 2019 Permen LH ya jadi di sini ada mereka harus memikirkan tentang pembatasan timbulan sampah harus memikirkan pendahuluan pendaur ulang harus pemikiran memanfaatkan kembali tapi lepas dari ini semua yang sulit itu sebenarnya pengumpulannya pengumpulan dan pengangkutannya karena kalau dan pemilahan kalau sudah diangkut dan dipilah sebetulnya untuk diolah kembali itu sesuatu yang mudah tetapi pengumpulan-pengumpulan itu justru sesuatu yang sulit untuk apalagi pemilahan karena pemilahan sampah di Sumber itu sebetulnya ilmu tertinggi di persampahan karena ini butuh waktu ini untuk jangka panjang saya sendiri memperkenalkan pemilahan itu tahun 87 berarti sudah 36 tahun yang lalu dan saya merasa belum berhasil paling saya baru berhasil memperkenalkan warna tempat sampah sekarang kan mulai warna tempat sampah tuh ada yang kuning hijau dan lain-lain itu sebelumnya sebelum tahun 87 itu Oh biasanya warna tempat sampah tuh hanya hitam dan abu-abu gitu tetapi mengenai pemilihan sampainya sendiri Saya merasa belum berhasil mungkin kalau ada data kurang masih kurang dari 2% lah orang yang sudah memilah meskipun saya pribadi saya sudah Milah dari 87 ya Jadi sebenarnya ini ilmu tertinggi gitu Oleh karena itu PR untuk jangka pendek sebetulnya Bagaimana pengumpulan aja dulu pengumpulan 100% one jadi negara-negara yang lain pun begitu setiap sebelum bicara pemilahan sebelum bicara dan lain-lain itu yang penting 100% dulu pengumpulan supaya tidak ke laut supaya tidak ke sungai jadi nanti kalau bicara masalah teknologi tahapan-tahapannya juga nanti kita akan perdalam lagi kira-kira itu Lembaga ini lembaga yang dari produsen lanjut ini Ini tinggal dibaca aja bawa hadiah harus menggunakan produk mudah terurai bahan bakunya harus bisa didaur ulang dan lain-lain ini ini sangat teknis bisa dibaca aja tapi yang nomor 5 ini yang menurut saya agak harus ditekankan bahwa produsen harus membuat sistem pengumpulan dan pengangkutan sampahnya atau sampah untuk produknya dan menjamin produk yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan produknya tidak berakhir di sungai di laut atau di Semarang tempat itu dulu gitu loh kalau pengumpulannya udah beres mau didaur ulang kek mau makan kembali itu akan lebih mudah justru yang paling sulit itu yang nomor 5 itu dulu Pokoknya dia harus menjamin bahwa produk saya nggak akan ke sungai produk saya nggak akan ke laut Sebenarnya masih masih ini tadi juga udah bawa masyarakat dapat berperan dalam pengolahan sampah yang diselenggarakan Ini dari tadi kan pemerintah produsen masyarakat ini tugas Apa peran masyarakat bisa bisa berperan dalam pengolahan sampah pasal 28 undang-undang 18 2008 lanjut nah ini juga sebetulnya uraiannya saja jadi peran masyarakat itu sebagai lembaga masyarakat jadi bisa memberikan usul pertimbangan kepada pemerintah bisa saran nah terus yang penting lagi peran masyarakat yang tengah harus bayar membayar iuran dan bayar retribusi jadi kita bayar sampah itu sama kayaknya kita bayar listrik bayar air bayar sampah Ya kita harus bayar Apalagi kita yang membuang gitu berapa rupiah per bulan atau berapa rupiah per kilo gitu kan ini kadang-kadang ini juga apa ya belum mencerminkan lah saya melihat banyak yang belum ada keadilan contoh pada saat saya survei di suatu perumahan elit gitu ya yang dia tuh bayar listriknya 2 juta per bulan tapi bayar sampahnya cuman Rp20.000 per bulan nah Jadi bukan karena tidak ada dana tetapi sekali lagi pengetahuan tentang persampahan ini belum menjadi prioritas gitu jadi kita tuh masih primitif di sini padahal kota yang modern Itu kalau truk sampahnya cantik tapi hanya cantik itu rumah yang modern juga kalau tempat sampahnya cantik wc-nya cantik gitu dan itu kan ada dana di situ kemudian yang nomor 3 ini juga sangat penting peran masyarakat minimal minimal peran masyarakat itu satu tidak membuang sampah sembarangan kemudian minimal memiliki tempat sampah gitu loh dan tempat sampah itu harus bersih harus cantik harus cuci gitu jangan jorok juga gitu kemudian baru nanti mulai belajar memilah sampah dengan benar karena kalau tempat sampah aja belum punya Bagaimana memilah gitu nah ini kira-kira Jadi kita juga nggak langsung ke apa yang namanya circular ekonomi dan lain-lain Oke dan ini peran masyarakat harus berbasis institusi ini statement di bawah Kenapa Karena gini saya melihat sekarang tuh banyak sekali bahwa ini pengolahan sampah berbasis masyarakat akhirnya apa sifatnya jadi seperti sukarelawan jadi masih sukarelawan masih hobi gitu loh padahal tetap meskipun yang itu dari masyarakat tetap harus berbasis institusi institusinya harus jelas misalnya dia mau apa karang taruna mau Yayasan atau salah satu bidang di RW jadi ada institusinya gitu sehingga tidak hanya sekedar hobi atau sekedar sukarelawan akhirnya masyarakat yang sudah mengolah atau berbuat sesuatu tuh hadiahnya tuh cuman foto-foto lah sama pejabat dan lain dan padahal harusnya mereka itu dibayar gitu kira-kira itu jadi tidak bisa hanya berbasis masyarakat tetap harus berbasis institusi meskipun institusinya dari masyarakat supaya jelas gitu nanti peraturan mainnya lanjut Nah tadi masalahnya dalam aspek kelembagaan tadi masih lemah lah koordinasi jangankan koordinasi antar menteri kadang-kadang saya menemukan dalam satu Kementerian pun antara dia rektorat a dengan Direktorat B itu kadang-kadang suka dengan nyambung kebetulan Kita sama-sama diundang padahal dengan kasus yang sama Kenapa sih nggak bareng aja gitu kan koordinasi itu sangat penting banget Jadi kita itu kadang-kadang apa ya pendekatannya tuh masih pendekatan proyek bukan pendekatan program apa sih bedanya Bu proyek dengan program gitu kalau pendekatan proyek tuh gini misalnya saya punya tepung ini tepung saya terus si B bilang ini gula saya terus ini bilang lagi ini mentega saya gitu jadi ya udah akhirnya nggak akan jadi kue gitu Tapi kalau kita berdasarkan program bukan proyek gue bilang ya saya punya gula nih Terus yang satu ini lagi saya punya tepung Saya punya mentega nih Yuk kita bikin weh gitu Nah kira-kira itu Sekarang tuh masih banyak yang berdasarkan proyek ini proyek saya kadang-kadang ngapain sih Dia ngerjain itu itu kan kayak gitu gitu kemudian pertanyaan juga yang sering sudah mulai diisukan di beberapa pertemuan dengan adanya darurat sampah sekarang udah semua tpa-nya semua sudah stadium 5 udah belum waktu gitu kan Apakah perlu badan penganggungan sampah nasional seperti dulu ada badan apa ya BKKBN Keluarga Berencana terus ada BPOM kemudian terakhir ada BNPB untuk apa BNPB yang apa namanya Badan Nasional untuk hal-hal yang sangat gawat gitu ya termasuk menangani covid kemarin gitu kan jadi badan-badan darurat gitulah Apakah itu perlu ini masih masih wacana dan masih beberapa yang di diskusikan Apakah itu perlu gitu kemudian yang di kanan tadi belum jelas pembagian peran regulator siapa operator siapa gitu kadang-kadang Dinas Kebersihan itu ya operator juga ya regulator juga ya dia juga harus nyapu ya dia juga harus harus mikir pendanaan dan lain Nah itu ini yang harus lebih kita apa ya kita tingkatkan semua pengetahuan-pengetahuan tentang ini Nah sekarang udah aspek ketiga aspek pendanaan ini penting banget kan boleh minum dulu ya aspek pendanaan Nah kalau kita bicara dana dalam pengolahan sampah kita tidak hanya bicara investasi sekian miliar gitu nggak kita bicaranya harus biaya satuan atau unit cost Jadi sebetulnya berapa rupiah sih per ton untuk mengelola sampah dari mulai pengumpulan pengangkutan pengolahan dan pemrosesan akhir berapa rupiah per ton berapa APBD berapa APBN gitu kan itu harus harus ditekankan karena contoh misalnya sekarang itu apbd-nya untuk sampah masih di bawah satu persen ada yang 0,3 0,5 dari APBD ya bandingkan misalnya dengan kesehatan itu udah 10%. pendidikan udah 20% nah ini harus dihitung meskipun saya pribadi tidak begitu setuju dengan persen Tetapi saya lebih Setuju dengan biaya satuan pokoknya contoh misalnya kalau untuk membuat operasional ya operasional TPA yang benar yang sandal terus sekitar 20 dollar kalau misalnya per ton atau 300 ribuan lah per ton sekarang TPA TPA masih banyak yang 20.000 30.000 yang ya saya bilang pantes aja wc-nya WC cubluk dapatnya gitu boro-boro bisa bintang 5 gitu dan itu didiamkan aja begitu ya kalau pendamping memang paling 20.000 30.000 Padahal kalau tempat pemborosan air atau sanisari lanfield ya tadi sekitar 300 400.000 Nah baru Surabaya yang mau sebetulnya udah udah mendekati biayanya seperti itu jadi ya WC itu lebih mahal dari ruang tamu saya bilang gitu karena tadi Kalau Yesus itu perlu teknologi kalau ruang tamu pakai stiker juga nggak dosa Sekarang enggak ruang tamunya ruang tamunya sudah bintang 5 Katakanlah ruang tamunya harganya 500 juta tapi tempat sampah sama wc-nya mungkin cuman 2 juta Nah itu yang sekarang harus diperjuangkan jadi kalau kita punya uang pas-pasan bikin rumah ya bikin WC kamar mandi lupa dulu yang bener gitu loh bukan bikin ruang tamu dulu ini sangat berhubungan dengan aspek budaya kita budaya kita masih budaya pamer pamer ruang tamu pamer teras Bukan pamer WC Bukan pamer tempat sampah gitu Padahal budaya modern atau tadi saya bilang kalau kota yang modern kalau saya keluar itu kota yang modern itu yang yang apa namanya yang truk sampahnya cantik gerobaknya cantik gitu tpa-nya cantik ya rumah juga yang modern yaitu yang wc-nya cantik yang tempat sampahnya cantik bukan hanya ruang tamu gitu Ini pendanaan sangat berkaitan dengan cara berpikir budaya kita gitu loh Mana yang lebih penting bikin ruang tamu atau bikin WC gitu nah di kota juga seperti itu bikin kota nggak bikin TPA padahal hotelnya ada bintang 5 airport udah bintang 5 Shopping Center udah bintang 5 jalan tuh udah bintang 5 gitu tapi tpa-nya belum ada yang minta 5 nah ini Jadi ini mahal kan kebersihan itu memang perlu perlu biaya tapi dia investasi kalau negara kota kita bersih kota kita aman ya investor datang turis datang bukan jualan kompos atau jualan listrik dan lain-lain itu mah sampingannya gitu nah contoh Kenapa ini di bawah nih kebersihan adalah investasi jargonnya ya tadi kenapa sekarang orang nginep di Singapura padahal proyeknya di Jakarta kalau bisa dialog kan enak nih sebenarnya Kenapa orang nginep di Singapura padahal proyeknya di Jakarta atau di Batam ya karena salah satu investasi Singapura adalah kebersihan clean and green jadi orang mudah di Singapura gitu karena di Jakarta mah di Batam masih jorok gitu Terus kenapa orang juga mau nginep di hotel bintang 5 padahal mahal ya karena salah satu investasi hotel bintang 5 adalah kebersihan jadi kalau kita masuk ke dalam kamar kamar di hotel bintang 5 itu kita lihat paling mahal apa yang paling mahal itu toiletnya kamar mandinya bukan bukan tempat tidurnya gitu dan menurut beberapa Manager dari hotel bintang 5 mengatakan Bu investasi saya 665% di kebersihan Ya jelaslah Makanya kalau kita ke kamar hotel juga gitu kan yang mahal kan bukan tempat tidurnya bukan melobinya yang mana yang bersih itu ya kamar mandi dan toiletnya gitu jadi kebersihan adalah investasi jadi memang harus rupiah per ton sama kayak kita bayar keamanan dan lain-lain bukan bukan terus ah nggak mau bayar cleaning service karena yang bisa bikin kompos bikin apa itu agak join Kalau menurut saya nggak mau bayar ke WC umum karena wc-nya bisa bikin biogas bisa bikin ini nggak gitu tetap kita yang buang harus bayar yang mengelola dibayar jadi berapa rupiah per ton biaya mengolah sampah dan berapa rupiah nanti perbulan per rumah orang harus bayar Terus berapa APBD berapa APBN karena sebelum masyarakat mau bayar kalau masih kotor mau nggak mau APBD dan APBN yang nalangin dulu gitu loh jadi sama juga kayak listrik ya pemerintah bikin dulu jaringan listrik bikin PLN dan lain-lain setelah itu Ya kita bayar gitu karena udah ada pelayanannya ini juga begitu pemerintah dulu dan APBN berarti subsidi dulu Katakanlah Kalau harusnya bayarnya 100.000 per bulan sekarang masyarakat baru bayar 10.000 berarti kan subsidi nih 90% cuman subsidinya mau berapa tahun kayak BBM gitu loh jadi kalau masyarakat belum belum mengerti dan bayarnya masih sedikit ya harus APBD APBN dulu tapi Insya Allah kalau sudah bersih pasti masyarakat bayar seperti masyarakat bayar ke WC umum yang bersih 2000-3000 nggak ada yang protes gitu oke itu kira-kira filosofinya kebersihan adalah investasi jadi bicaranya rupiah per ton ini Saya punya pengalaman misalnya pada saat mewawancara Walikota untuk Adipura gitu dia karena dia pengen nilai Adipura tinggi kata Pak Walikota Bu saya tpa-nya udah sanitar gitu berapa Pak biaya operasionalnya gitu Oh saya sekian miliar gitu tapi sekian miliar kan per tahun gitu Coba bapak itu berapa rupiah per ton 1 Tahun berapa berapa ratus ribu ton kan untuk dibagi per bulan per hari Jadi jatuhnya berapa Pak rupiah per ton tahunya jatuhnya cuman 30.000 per ton Nah kalau jatuhnya 30.000 per tahun Pak Berarti TPA Bapak belum sanitorial masih Open damping cuman pada saat penilaian Adipura dateng nah baru di rapi-rapihin gitu nah jadi kan dari biaya kelihatan gitu bahwa itu seni tari itu apalagi ya mekanisme anggaran daerah itu kan biayanya harus dibiayai produsen ya kemudian efektivitas retribusi nah efektif retribusi juga ini masih banyak masalah orang sebenernya bayar ada yang bayar 5000 ada yang bayar 500 yang bayar Rp50.000 gitu loh memang itu masih jauh di bawah standar tapi yang minim ini pun kadang-kadang belum belum dalam sistem yang baik gitu loh uangnya kemana apalagi kalau melalui dipenda kadang-kadang udah masuk ke Pemda tapi belum tentu dipakai untuk sampah misalnya kita melibatkan kita melibatkan swasta biasanya swasta bisa sebagai investor tadi atau bisa sebagai pengelola dan lain-lain seperti yang tadi peranan swasta yang udah kita bahas oke lanjut lagi Nah untuk aspek pendanaan kita bicara filosofinya ya kembali lagi yang merah itu kebersihan adalah investasi saya jarang bicara sampah adalah berkah sampah adalah uang nggak bilang gitu Jadi kita bicara gini filosofinya kita harus tahu berapa persen sih APBN dan APBD yang ideal untuk pengelolaan sampah kalau kita mau bicara persen ya paling tidak ya masuk ke dalam prioritas 10 tadi ke apa ya pendidikan kesehatan pendidikan 20% kesehatan 10% nah kira-kira sampai berapa sih Apa 5% 6% itu harus dihitung dengan benar sesuai dengan tadi satuan-satuan gitu loh Apa 5% 6% memang kalau dia ada tapi kalau memang bedanya kecil meskipun persennya gede tetep aja jadi nanti kecil jadi harus dikombinasikan antara unit cost dengan persen APBD nah sekarang itu tapi kenyataannya juga APBD masih 0.3 0405% gitu bandingkan dengan kesehatan yang 10% pendidikan 20% masih jauh kemudian kita kalau bicara pendanaan apa kita bicara profit center atau kalau untuk pemda ini tetap masih kos center karena ini investasi sama dengan keamanan dan lain harus ada APBD ada APBN tapi untuk pengusaha jelas harus ada profit jadi di sini sebetulnya tapi juga profitnya bukan jual beli barang misalnya jual listrik dari sampah lah rdf lah kamu nggak ini kita benefit yang dijual adalah kesehatan kebersihan kesehatan lingkungan jadi manfaat Jadi bukan sekedar profit tetapi kita bicaranya benefit gitu loh karena yang dijual adalah jasa jasa kebersihan jasa pengolahan limbah gitu ya tadi Kalau Kampung kita bersih kalau Kampung kita aman harga rumah naik harga kontrakan naik kesehatan naik gitu loh bukan dari jual jual kompos atau jual daur ulang dan lain gitu Jadi kita bicaranya beda Fit manfaat kemudian Apakah bisnis jasa pengolahan limbah jadi ini adalah bisnis jasa pengolahan limbah atau jasa cleaning service atau jual beli barang bekas atau bisnis pabrik pembuatan produk yang mana yang bener yang bener tuh yang tadi bisnis jasa pengolahan limbah atau jasa cleaning service jasa pengolahan seperti apa sih misalnya saya punya perusahaan mengolah limbah cair jadi air kotor saya saya kelola saya olah menjadi air bersih kan saya tidak dibayar nih jasa jasa mengelola air kotor menjadi terlalu bersih air bersihnya bisa dibuang ke sungai artinya dia sudah tidak mencemari lingkungan gitu loh Ya jasanya ini juga misalnya kita jasa kita kirim limbah industri ke ppli itu jasanya tuh bisa sampai 10 juta per tahun saya harus bayar misalnya dokter-dokter tuh yang buang katridge buang bekas-bekas suntik dan lain-lain itu sekitar 10.000 per kilo atau 10 juta terus bayar gitu Jadi yang bukan harus bayar yang mengolah harus dibayar cuman kalau sampah kan Nggak sampai 10 juta per ton paling 300-700.000 sampai 1 juta lah per tahun gitu karena beda dengan B3 tapi tetep itu jadi bukan bukan jual beli barang bukan jual beli barang daur ulang dan lain tetapi jual beli jasa coba lanjut deh kayaknya penjelasan di slide berikutnya deh lanjut ini salah satu referensi Berapa unit cost yang saya pakai secara internasional karena pakai dollar meskipun ini tahun 2000 masih bisa dipakai Nah di sini ketahuan ada pengumpulan daur ulang pengomposan wester energy dan dahan uruk lahan uruk atau sanitasi kita baca langsung biaya operasi aja deh nah kalau untuk pengumpulan itu kalau masih yang tercampur itu sekitar 60 dollar sampai 80 dollar Nah itu per ton kemudian daur ulang pun itu ada tetep biaya operasionalnya antara 20 sampai 40 dolar per ton Terus ada yang untuk kompos kompos juga 20 sampai di bawah terus bawah kompos 20 sampai 40 Jadi bukan jualan kompos ya memang harus ada biaya operasionalnya nah yang sekarang yang udah ada Perpres itu antara 40-80 dollar per ton biaya operasionalnya jadi sekitar 700 ribuan lah rupiah per ton investasinya sekitar satu miliar weton Jadi kalau satu miliar lebih deh kalau 1000 Ton itu investasinya satu setengah triliun jadi jadi sekitar satu setengah miliar lah Tuhan itu biaya operasionalnya Terus sekarang yang di bawah lahan uruk atau sanitary landville atau tempat pemrosesan akhir itu teknologi tinggi juga bukan kayak pendamping ya ini malah range-nya sangat tinggi kalau landfillnya itu masih sampah tercampur itu antara 10 dolar sampai 120 dollar per ton nah ini minimal 10 dolar Tuh kan berarti 150.000 per ton nah terus tingginya sampai itu sekitar satu setengah juta per ton ini ranjang gede banget tergantung kita mau landfill bintang 1 bintang 2 atau bintang 3 Nah kalau kayak di Singapura tuh yang udah 100 dolar per ton jadi 1 juta lebih weton di Jepang mode 1,7 juta per ton di Indonesia tadi ada yang 30.000 20.000 nah ini yang saya usahakan bahwa ini diperjuangkan lah harus diperjuangkan nah seperti itu Nah beberapa yang ada satu dua kota itu udah mulai 300 ribu per tahun kayak Surabaya itu udah 300-400.000 per ton Jadi udah udah mulai ke situ Kenapa ini sampai ada yang satu juta per tahun sebagai tinggi ya yang namanya sanitary landfill itu kan ada licin treatment misalnya Lici treatment itu kan Airline ya itu mengolahnya tuh nggak main-main dari mulai kayak bubur ketan item gitu ya sampai kayak air jadi kayak air mineral nah singa boleh dibuang Itu kan bod-nya tinggi banget gitu Jadi itu juga cukup mahal kemudian gas treatment dan lain-lain terus cover juga mahal karena sampah-sampah tanah sampah tanah sampah tanah gitu cover Tanah juga itu cukup mahal jadi teknologi tinggi bukan open pendamping gitu sekarang tuh mikirnya asal buang aja Ya gitulah jadi Tapi semua teknologi saya selalu melihat seperti melihat obat bahwa semua teknologi semua obat pasti punya efek samping selain juga manfaatnya gitu Jadi tidak ada teknologi yang paling bagus yang ada tuh yang paling cocok tidak ada yang oh ini mahal ini murah Nah kalau udah obat kalau misalnya penyakitnya seperti DKI udah 8000 tahun perhari tidak punya lahan sampah masih tercampur itu kan dosa diam-5 udah masuk Icu harusnya jadi dia mau nggak mau dia harus pakai yang energi yang 700.000 per ton karena salah satu waist insemination plan itu kelebihannya dia bisa di tengah kota tidak terlalu banyak lahan dan sampahnya bisa tercampur kecuali Balqis ya nggak bisa orang udah masuk ICU harus pakai vitamin-vitamin harus olahraga rumah udah kotor makanya Mila enggak lah kalau rumah udah kotor Ya nyapu dulu kan gitu Jadi kita juga harus dengan loncat-loncat nanti kalau pas bicara teknologi deh nanti saya ceritakan lagi Ini kira-kira standar jadi kalau kita mau merencanakan kita bisa pakai ini lanjut Nah sekarang ini salah satu contoh iuran yang ideal iuran yang ideal ini saya ambil Singapore Singapore Dollar ya Nah kalau untuk apartemen itu sekitar 7-8 dollar jadi berarti ya sekitar 80-100.000 mungkin udah 300 ribuan sekarang ke rumah per bulan blended nah kita kan masih ada yang bayar 5000 juga pakai ngomel gitu kan kemudian kalau contoh ini kalau untuk daerah komersil pakainya liter per hari Jadi misalnya kalau restoran apa Mall itu bisa-bisa per hari Jadi tergantung tergantung situasinya ini semua contoh aja tapi kita yang jelas saya ingin membandingkan ya Singapore bisa bersih karena apa ya iurannya 200.000 per bulan kita mah masih ada yang 500 rupiah ibaratnya perbulan ini salah satu yang perlu kita amati lanjut nah ini ini saya ambil dari Permen PU tahun 2013 udah agak lama ya tapi memang belum belum belum belum ada revisinya tapi kalau ini karena rupiahnya waktu itu masih dolarnya masih 9000 jadi ini agak di bawah nih harganya jadi salah satu proses apa ya perbandingan biaya pengolahan sampah contoh misalnya di sini ada kan aerobik aerobik pirolisis gasifikasi dan plasma gasifikasi nah ternyata yang stabil itu di sini kan ada yang semua kelebihan kekurangannya misalnya kalau instalation plan atau insenerasi itu kelebihannya lahannya kecil kemudian dia residunya juga cuma abu dan stabil jadi kalau kita baca nih yang stabil itu aerobik sama inspiration yang lain belum stabil jadi kadang-kadang oh ini pirolisis ini ini Padahal dia itu masih uji coba Jadi yang sudah stabil itu aerobik sama inspiration nah aerobik itu Kalau saya bilang kompos aerobik kompos syndrow terus insinerasi itu instalasi pembakaran sampah sementara yang klasifikasi pirolisis dan lain-lain kemudian biaya investasi juga ada di sini saya ambil yang instalation plan aja yang insenerasi biaya investasinya di sini 225 juta sampai dengan 3 miliar per tahunnya terus operasionalnya instalation itu 400.000 sampai 600.000 per ton tapi karena waktu itu dolarnya masih 9000 kalau sekarang karena itu kan 40 sampai 80 dollar ya itu kira-kira sekarang kita 700-an lah 700.000 nah ini ada perbandingan-perbandingannya Jadi kita juga nggak bisa cuman lihat ini murah ini murah tapi padahal nggak stabil dan lain-lain gitu kompos pun di sini aerobik itu 80-200.000 saya juga pernah nyoba itu sekitar 200-an sampai 300.000 per ton waktu saya bikin kompos kira-kira itu oke ya kira-kira Ini nah sekarang yang terbaru Permendagri tentang pendanaan permendagrib tahun 2021 di sini kita bisa lihat ada biaya pengumpulan biaya pengumpulan itu kalau kita pakai gerobak gerobak motor pick up TPS ada di sini tapi misalnya di sini kayak operasionalnya itu operasionalnya itu ada yang 344.000 per ton ada yang 220.000 per ton itu yang operasional eh operasional ada yang 181 ada yang 331 ya kira-kira kalau mau di kira-kira 200-300.000 per ton biaya pengampunan sampah nanti iuran perbulan per katanya sekian gitu kan ada terus kedua biaya pengolahan jadi ada pengumpulan ada pengolahan nah pengolahan kalau misalnya saya pakai yang bawah deh kasih tpst itu operasionalnya itu sampai 1,5 tuh 1,5 juta tapi yang yang eh 1,099 operasional kalau ditampung sama investasi yaitu satu setengah juta per ton ppssp yang benar sekarang kan kita masih ratusan ribu gitu Ini ini kalkulator ya kalau nanti kita mau mendesain kita pakai ini tapi yang jelas di sini saya akan tekankan bahwa ada biaya itu macam-macam ada biaya pengumpulan biaya pengolahan gitu lanjut sekarang kayaknya ada biaya pengangkutan pengumpulan apa pengangkutan udah udah beda nah misalnya kalau kita pengangkutan pakai dump truck itu operasionalnya 269.000 per ton kalau kita pakai arem roll 267 kalau pakai compactter justru cuman 75-97 rupiah per ton jadi di sini ketahuan belum tentu compactor itu lebih mahal meskipun investasinya lebih mahal di sini kan 74 [Musik] apa ya 74 rupiahnya Kenapa 74.000 investasinya mahal tapi operasionalnya murah jadi Sekarang aja pengangkutan kita tuh masih pada truk-truk terbuka begitu dan itu bukan truk sampah itu sebenarnya masih truk pasir Jadi kalau truk sampah itu biasanya kompeter sama kontainer memang kompeter mahal di awal tetapi operasionalnya murah Katakanlah saya maksudnya unit kos kenapa bisa murah saya nanya ke teman-teman orang ekonomi Kenapa sih bisa murah gini ya itu dia bilang contoh misal kalau kita beli sepatu ada sepatu yang harganya satu juta ada yang sama tuh harganya Rp100.000 mana yang lebih mahal itu belum tentu yang lebih mahal yang satu juta Bu karena apa yang satu juta itu bisa 5 tahun sepatu ini tapi yang 100.000 mungkin Cuman 5 bulan kan per harinya lebih lebih murah yang yang ini gitu yang satu juta ini juga demikian kontraktor itu belum tentu lebih mahal dari truk terbuka gitu karena dia rupiah jadi murah Karena dia dengan kompeter pengangkutannya kan karena di compact dia bisa lebih banyak kapasitasnya bisa 2 banding 1 bisa 3 banding 1 kemudian waktu yang dibutuhkan time and motion tadi Kalau loading pakai truk biasa bisa 1 jam 4 orang misalnya pakai huruf gitu kalau pakai converter mungkin cuman 10 menit gitu Jadi belum tentu ini oh ini mahal kan kadang-kadang ada yang udah harganya sekian miliar terus tempat sampahnya juga yang bisa ngait gitu pada otomatis itu bisa yang sekian juta Oh tempat sampah aja sekian juta gitu Padahal memang itu satu set sama komplekter itu biaya pengangkutan kemudian ada biaya pemrosesan akhir nah tanah Nah sekarang saya mau ngambil paling bawah aja yang sanitasi yang bener banget itu operasionalnya itu sekitar 448.000 sampai 876.000 per ton gitu yang tadi saya bilang sekitar 300 malah masih jadi sekarang TPA Kita cuman Rp20.000 30.000 gitu pertama masih jauh kan ke 800 ribu gitu kira-kira itu tuh Nah nanti hitungan perbulan per rumahnya ada tinggal dimasukkan ke situ kira-kira itu ya Gimana pak lanjut ya terus mohon maaf Ibu untuk penyampaian materinya kurang lebih 10 menit lagi ya Bu ya oke nah Ini salah satu contoh waktu saya bikin TPS 3R TPS 3R yang hanya kompos pun jatuhnya 300ribuan per ton jadi nggak murah tapi memang ini investasi ini salah satu contoh bisa dibaca sendiri ya karena ini nanti dibagikan ya Halo lanjut nah ini aspek pendanaan tadi alokasi anggaran belum prioritas minimnya jumlah retribusi dan belum efektifnya pengukuran subsidi subsidinya harus Berapa Berapa Berapa persen berapa tahun Nah itu kan harus dihitung ini belum efektif pengukurannya lanjut 10 menit lagi aspek sosial budaya saya pikir tadi kan udah sedikit Disinggung ya jadi budaya kita tuh masih budaya ruang tamu itu aja harusnya budaya kita tuh budaya WC bersih sama tempat sampah yang bersih itu dan kadang-kadang pendidikan juga tidak terlalu berhubungan dengan dengan peran serta karena masih banyak juga orang yang pendidikannya tinggi pakai mobil mewah tapi buang sampah masih sembarangan juga masih ada itu Not in my bag ya pokoknya jangan kotor di rumah di halaman Saya saya buang ke halaman sebelah gitu gitu kira-kira itu deh yang penting tadi budaya ruang tamu kita itu budaya gitu tuh masih budaya ruang tamu tadi jadi budaya bersih itu belum belum merata jadi pamernya ruang tamu tapi WC sama tempat sampahnya Enggak ini kemudian lanjut ya inilah ruang tamunya bagus wc-nya kayak gitu terus non-in mama lihat pokoknya buang ke sungai Padahal di sini ada ada orang lagi bersin Sungai tapi dia buang langsung tuh tempat sampahnya ke sungai lanjut persepsi ini yang penting jadi persepsi saat ini sampah adalah berkah padahal yang bener sampahku tanggung jawabku yang lebih tepat kemudian sampah ada uang yang lebih tepat kebersihan adalah investasi kemudian misalnya sampah adalah energi yang lebih tepat adalah sampah dapat menjadi energi jika telah melalui proses yang membutuhkan biaya gitu kemudian pendekatan partisipasi masyarakat dapat direkayasa oleh sistem yang dibuat oleh pemerintah tadi saya bilang sistem dulu yang buat casing Singapore kalau sistemnya udah bagus masyarakat pasti mau nurut gitu kemudian penerimaan masyarakat tadi perlu dibangun sistem keuangan Siapa yang punya image Jadi kalau udah percaya sama pemerintah atau pemerintah ada pelayanan bagus pasti juga masyarakatnya tuh apa ya punya punya partisipasi positif kemudian pelayanan dulu 100% sebelum kampanye ke masyarakat Contohnya gini Ayolah padahal truk sampahnya belum terpilah jadi pelayanan dulu udah bersih mah pasti orang mau bayar mau berpartisipasi Jangan dibalik kampanye kampanye pada pelayanannya belum 100% harus ada Desain Komunikasi yang profesional yang tadi saya bilang seperti iklan untuk tingkat ekonomi pendidikan tidak menjadi jaminan ini orang-orang mobil bagus buang sampah ke jembatan ini cuman foto-foto aja lanjut ini pendidikan pendidikan Saya dulu pernah coba punya Training Center lanjut ya tadi belum artinya masalahnya tadi belum ada sistem yang merekayasa jadi partisipasi masyarakat itu bisa direkayasa oleh sistem kalau sistemnya udah siap masyarakat mau berpartisipasi gitu Jadi apa ya sistem dulu baru masyarakatnya yang diminta gitu kemudian juga belum optimalnya penerapan ilmu sosial komunikasi dan psikologi jadi memang ini perlu sekali ahli-ahli di bidang ini bukan hanya lagi tukang Insinyur gitu lanjut nah ini aspek teknologi-teknologi tiap teknologi pasti punya kelebihan kekurangan seperti obat saya bilang selalu ada efek samping tidak ada teknologi yang paling bagus yang ada tuh teknologi yang cocok tidak ada obat yang paling bagus yang ada tuh obat yang cocok kalau udah tadi yang 5 Icu ya obatnya ini kalau masih pilek ya obatnya ini jadi jangan di jangan didebatkan bahwa Manado lebih bagus dari kemoterapi misalnya pemilahan sampah di Sumber lebih bagus daripada bikin TPA yang gak bisa Jadi tergantung penyakitnya dan kita harus punya strategi jangka pendek menengah panjang ya kalau contoh jangka pendek kalau kita bicara teknologi 1-5 tahun ya kita masih Harus linear ekonomi dibenerin pengumpulan sampah harus 100% dulu terus tpa-nya harus ada tadi landville memperbaiki TPA dan pengolahan sampah terpadu di TPA serta pengolahan sampah skala kota yang tadi itu jangka pendek 1 sampai 5 tahun dan angka Menengah 1 sampai 10 tahun kita udah bisa mulai pengolahan sampah terpadu di kawasan seperti TPS 3R dan lain-lain nah jangka panjang baru bicara sirkular ekonomi ada pemilahan di Sumber pengolahan pengolahan sampah di Sumber misalnya rumah tangga industri dan lain Jadi kita nggak bisa ujung-ujungnya kalau linear ekonominya sendiri belum ini jadi SD aja belum lulus jadi kita yang S3 jadi tolong hati-hati kalau kita keluar negeri segala macamnya mereka karena mereka Masa krisisnya udah lewat SMP nya udah lewat ya sekarang dia udah bicara circular ekonomi gitu karena tpa-nya udah bener truk sampahnya udah bener gitu jadi jangan kalau belajar ke luar negeri Jangan melihat ujungnya tetapi lihat sejarahnya dia berapa ratus tahun bisa seperti itu dan wawancara saya kepada di Xbox enter sana selalu dia bilang one hundred collection first pokoknya 100% pengumpulan dulu supaya tidak ke sungai tidak lumayan belum bisa daur ulang belum bicara pemilahan dan itu dulu ada tahapan-tahapannya setelah itu baru bicara wte baru bisa daur ulang terakhir gitu jangan loncat gitu Tapi kalau udah ada sekarang yang pembelaan dan ulang seperti saya sendiri pribadi ya nggak apa-apa Tapi paling satu persen 2% jadi itu untuk jangka panjang jangka panjang bukan berarti nunggu nanti tetap dari sekarang cuman dia kan landai gitu itu kira-kira Terus lanjut ini udah bumbu selesai dah pemilihan teknologi tadi harus lihat timbulnya komposisi karakteristik dan teruji proven Jadi kalau misalnya masih uji coba masih pilot project masih inovasi belum proven itu makanannya makanannya Brain makanannya mean ristek tapi kalau udah proven baru makanannya Pemda gitu sekarang mah kadang belum teruji masih masih uji coba masih inovasi tapi sudah diiklankan Makanya sekarang banyak sekali tuh seperti itu jadi akhirnya mangkrak dan lain-lain padahal masih uji coba gitu kira-kira Itu yang boleh diiklankan yang sudah profen yang bisa 5 tahun udah tidak tidak terkendala kemudian udah ada sekian di kota Asia dan lain kemudian ramah lingkungan terus tingkat reduksi mengurangi sampahnya berapa persen bukan maggotnya berapa biji gitu tapi berapa ton sampah yang bisa ditelan kayak insena Tion plan itu bisa mereduksi bisa menelan 90% sampah jadi kalau 1000 ton sampah sisanya cuman 100% menjadi 100 ton dan 100% hanya Abu gitu kemudian lokasi yang ada dan luas lahan dan harga dan hasil sampingan hasil samping kompos ada listrik dan tapi bukan Hasil utama itu kalau saya dulu bikin kompos komposnya nggak saya jual kok karena saya jualnya jual jasa lanjut aplikasi teknologi kalau source di reduction jadi pengurangan di Sumber ya desaiting composing dan lain-lain terus yang ini kalau Line feeling itu sanitasi jenis-jenis teknologi aja tapi semuanya pasti perlu TPA karena pasti ada residu Meskipun residunya mungkin suatu saat cuma satu persen 2% tetap kita perlu tpa-nya sesuai undang-undang ya bukan tempat pembuangan akhir tetapi tempat pemrosesan akhir sesuai di undang-undang gitu jadi TPA itu sebetulnya nggak boleh dimusuhin karena TPA itu masih jantung dan kalau orang buang ke TPA saat ini itu masih masih sah masih sesuai undang-undang buang ke TPA yang nggak sah itu kalau buang ke sungai buang ke laut karena kalau udah sampah di laut itu berarti udah kriminal tapi kalau masih ke TPA masih satu titik itu sebenarnya tidak tidak melanggar peraturan cuman TPA nya sekarang harus TPA yang benar TPR bintang 5 truk sampahnya juga harus tersangka bintang 5 gitu terus sampah kita kan sekarang masih netes-netes dan dia bukan truk sampah tetapi tidak pasir Lanjut Coba lagi ya karena ini teknologi ini salah satu dulu saya pilot project saya saya bikin kompos yang sederhana maupun window yang aerobik tadi ya dan TPS itu harus cantik tape itu harus bersih kita bisa makan-makan bisa kumpul-kumpul di situ gitu jadi jangan ada kesan jorok nih dulu saya punya Training Center seperti ini tapi sekarang udah saya serahkan lokasinya ke Pemda kembali lanjut ini di Rawasari dulu dan di TPS saya juga dulu ada ada ruangan kelas dan lain-lain dan harus bersih meskipun mejanya tuh dari daur ulang dan lain-lain jadi orang betah gitu ini salah satu contoh ini ya kompos aerobik ini sangat sederhana lanjut aja ini biasalah udah sering lah ini yang penting seperti apa sih instalasi pembakaran sampah itu [Musik] kayak Mall bersih gitu Dan bisa di tengah kota seperti ini yang di kiri kemudian masalah kontrol pollutionnya juga automatic ini salah satu contoh display yang langsung di pintu langsung di pintu jadi semua orang bisa lihat apa on time gitu Real Time gitu jadi justru satu kelebihannya itu dia bisa menelan ribuan Ton dan bisa menelan 90% bisa di tengah kota lahannya Nggak cukup cukup enggak hanya tidak perlu luas kemudian kontrolnya bisa otomatis kelemahannya dia perlu investasi dia perlu investasi besar sehingga kalau kita pakai pihak ketiga biasanya kontraknya tuh antara 20 sampai 30 tahun gitu biaya operasionalnya tapi dia kelebihannya seperti itu dia bisa di tengah kota dan untuk ribuan ton kemudian sampahnya masih campur kecuali balqius misalnya kasur meja itu biasanya dipisah itu aja ini salah ini jadi Jangan bayangin tuh kayak tungku bakar tungku bakar saya bilang di Indonesia belum ada insenation plan adanya toko bakar toko bakar yang kecil-kecil toko bakar aku jadi kalau kita buka sendal dan semua komputer rice Jadi kalau untuk kota-kota besar kita udah udah berpikirnya ke sini dan saya studinya udah dari tahun 80 tuh 48 tahun yang lalu tapi untuk kotak-kota kecil lain lagi ini di dalamnya kayak gini nih ada ada apa namanya pemanasan kemudian juga jadi ke boiler steamnya jadi listrik kayak gitu dan di atas tuh kontrol room control roomnya bersih banget kayak gitu mana saja ke situ buka sepatu harus pakai pakai sendal khusus collection ada Liquid Edition ada gas collection jadi ini cukup ini loh teknologi tinggi bukan kayak TPA seperti ini makanya jatuhnya 300 400 ribu rupiah per ton lanjut ini mah Masalah lah pokoknya masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi pengolahan sampah disangkanya pendamping itu disangkanya gitu kemudian teknologi yang digunakan namun harus disesuaikan dengan kondisi sosial Ya itu sih Okelah Udah biasa dibaca lanjut udah jadi ingat sampahku tanggung jawabku kebersihan adalah investasi hijrah baca yang kenceng Pak hijrah kebersihan adalah investasi oke itu tadi penyampaian materi dari pemateri kita hari ini yaitu Ibu Sri yang sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu sekalian Wah kalau dilihat-lihat juga ternyata sudah ada banyak sekali nih pertanyaan-pertanyaan dari bapak ibu peserta webinar di kolom chat tapi sebelumnya saya izin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang mungkin menginginkan materi sertifikat ataupun buku kebersihan adalah investasi yang disusun oleh Ibu Sri bebassari itu dapat request terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan di kolom Kemudian untuk acara selanjutnya sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin [Musik] Terima kasih kak Anisa Apakah suara saya terdengar untuk mempersingkat waktu Dimohon untuk bapak ibu menghidupkan kameranya baik kami tunggu ya untuk prosesnya nanti seperti ini terima kasih saya kembalikan kepada kak Anisa Baik terima kasih admin yang telah membantu seleksi foto bersama kita pada hari ini kemudian Selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya juga sudah dishare di kolom chat supaya kegiatan kita selanjutnya itu bisa lebih baik lagi jadi Bapak Ibu sekalian bisa memberikan saran dan masukannya di link kuesioner tersebut Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab dan disini kami juga sudah bantu untuk merangkumkan pertanyaan Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu Tuliskan di kolom chatting untuk pertanyaannya nanti mungkin saya akan membacakan pertanyaannya terlebih dahulu kemudian bisa langsung dijawab begitu ya Bu ini untuk pertanyaan pertama ada dari Pak masalah free Iskandar pertanyaannya Kami sedang menjalankan komunitas lingkungan dengan program sedekah sampah di beberapa sekolah di Kabupaten Sumenep yang mana hasilnya akan jadi Beasiswa bagi siswa yang berprestasi atau kurang mampu ada beberapa kendala yang sedang dialami seperti konsistensi dan eksistensi Bagaimana tips agar kami sebagai komunitas agar bisa tetap istiqomah konsisten dan eksis dalam gerakan ini seperti itu oke Jadi sebetulnya sedekah sampai itu bagus ya Pak panggilnya apa nih susah banget mah bagus ini sebenarnya lebih bagus daripada bank sampah karena Setahu saya filosofinya itu kalau kita mau sedekah ke masjid atau kemanapun kan nggak perlu harus uang itu ya Jadi bisa juga kita tapi harus sampah yang bersih dan Sampah yang memang bisa dijual lagi gitu nah ini gimana memang itu ada udah baguslah kadang-kadang saya juga nyumbang baju masih bagus yang kayak gitu-gitu jadi itu juga bisa bisa menjadi salah satu kegiatan pada saat sedekah sampai itu Nah nanti sampah-sampah ini kan bisa dijual hasil penjualannya itu yang buat beasiswa itu kan maksudnya Jadi saya pikir ini sesuatu yang bagus tapi memang harus punya mental ya terus ya karena salah satunya yang udah berjalan Tuh kan kayak Yayasan Yasmin Yayasan Yasmin itu malah sedekah sampahnya itu sampai dijemput ke rumah-rumah misalnya saya punya kursi kursi yang udah enggak dipakai komputer yang sudah enggak dipakai tuh dijemput sama Yayasan itu terus mereka punya punya toko namanya barbeque barang bekas berkualitas gitu namanya jadi kita pun bisa beli ke situ kalau kita juga mau ya cari-cari ada yang cocok gitu ya jadi ada ada bisnisnya itu kalau mau mau tadi Istiqomah mau konsisten itu harus ada penasehat bisnis developmentnya lah gitu kan nggak bisa cuma hanya relawan dan saya sendiri kan bukan ahli bisnis tetapi saya pelajari yang yayasan yang sudah lama berhasil itu yayasan Yasmin seperti itu Saya dulu malah sampai komputer-komputer bekas karena kan suka bingung kan kalau dari kantor gitu ya itu dijemput terus dia bisa jual lagi dia punya tokonya juga namanya Toko barang bekas berkualitas itu yang barbeque gitu kira-kira Itu pak aduh pak Iskandar aja lah yang gampang Saya doakan tapi Bapak harus punya penasehat bisnis development ya Pak ahli bisnis gitu Jadi kita bukan hanya bicara lingkungannya aja atau bicara apa ya sedekahnya gitulah Mbak Nisa mungkin Ya baik kemudian mungkin kita langsung lanjut ke Pertanyaan selanjutnya ya Ibu Ya ini ada pertanyaan dari Ibu Anita Yustia Yustisia untuk pertanyaannya setiap daerah hampir sudah memiliki Perda turunan dari UU Nomor 18 tahun 2008 tetapi kenyataannya di lapangan masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan di TPS dan TPA tidak terawat dan mencemari lingkungan terutama air tanah Bagaimana seharusnya Pemda menyikapi pengelolaan sampah ini pertanyaannya buat Walikota ya ya ini salah satu kelemahan pertama tadi meskipun udah ada Perda tetapi juga belum tentu semua lapisan masyarakat atau pejabat mengetahui bahwa sudah ada Perda di situ saya dulu saya di DKI udah ada Perda dari tahun 88 saya tahu ada Perda itu karena saya peneliti nah jadi itu kemali tadi sosialisasi sosialisasinya kita udah pinter ya bikin peraturan dari mulai undang-undang permen Perda tapi sosialisasinya belum pinter nah Oleh karena itu sekali lagi kita butuh orang yang ahli sosialisasi ahli komunikasi cuman ditempel doang di dinding dan lain-lain itu kan tidak profesional gitu loh jadi kira-kira itu jadi memang harus terus-terusan jadi jangan hanya bikin tapi sosialisasi dan saya merasa saya tukang Insinyur juga nggak ngerti Bagaimana sih orang supaya supaya orang bisa ngeh gitu kan dari tadi sampai dibandingkan tuh temen saya yang ahli komunikasi kayak iklan Bu iklan itu ya barang jelek aja kalau iklannya bagus malah jadi menarik ya tapi iklan itu nggak murah memang 30% dari biaya produk biasanya gitu loh jadi kalau kita bikin Perda Katakanlah 100 juta ya sosialisasinya 30 juta harus bayar ahli gitu loh gitu sih jadi ini yang kurang di ini disananya bisa otomatis udah pernah jadi udah orang bisa tahu kan nggak juga gitu itu sih Ibu Anita selamat berjuang Iya baik kemudian kita langsung lanjut aja nih buka Pertanyaan selanjutnya ada dari ibu Dian pertanyaannya Adakah metode yang lebih tepat untuk merealisasikan aspek peraturan karena saya lihat peraturan di negara kita ini banyak tapi tidak ada warning ketika tidak dilaksanakan ya sebenarnya jawabannya hampir sama ya dengan tadi ya manis saya karena mensosialisasikan jangankan merealisasikan aspek peraturan sosialisasinya aja kan masih masih belum profesional gitu kan Adakah metode yang lebih tepat untuk merealisasikan aspek peraturan ya pertama horti sosialisasikan bahwa ini ada peraturan tapi yang mensosialisasikan harus ahli ya Dari TV dari mana sekarang kan Enggak cuman boro-boro merealisasikan baca pun belum pernah Kalau itu ada peraturan kayak gitu loh jadi sekali lagi ilmu-ilmu sosial ini yang penting itu sekarang tadi dari 5 aspek tadi kita cuma bicaranya teknologi-teknologi selalu apa ya Otomatis orang bisa mengerti gitu padahal kan ini jadi Oleh karena itu saya juga melibatkan harus melibatkan sampai dari Departemen Agama justru punya kesaktian Bapak tuh bisa kasih khotbah gitu kan bisa bisa membentuk budaya manusia kalau masalah bikin mesin mah gampang justru yang susah itu bagaimana pembangunan manusia yang lama itu nah bapak yang punya punya kemampuan di situ gitu loh Nah ini sosialisasi itu kan penting banget jangankan merealisasikan peraturan kan Membaca pun belum tahu pun belum karena tidak ada yang tidak ada yang ini tidak ada yang mau sosialisasikan saya aja nggak pernah disosialisasikan Pak lu Rah saya atau Pak RT saya Saya tahunya kan karena saya peneliti gitu nah ini yang perlu karena saya lihat di peraturan banyak tapi kan dari laksanakan kemudian juga sangat sedih kadang-kadang pejabat pemerintah pun tidak melaksanakan saya sampai suka cerewet misalnya gini rapat rapat tentang sampah pejabat-pejabat pakai konsumsi tiba-tiba konsumsinya jadi sampah yang dimakan apa sampah yang bersih makanan yang bersih sama sampah yang makan sampahnya itu jadi satu gitu kan Terus ambil kalau panas mana ngambil banyak-banyak terus nggak abis itu aja peraturan yang paling sederhana saya bilang percuma rapat-rapat polisi polisi buang sampah itu bekas apa lemper jadi ada dia itu furidernya Gubernur waktu masih Pak Jokowi Pak Jokowi itu lagi kampanye dengan band apa namanya tuh Slank ya Band Slank waktu itu kampanye di panggung tentang kebersihan ini polisi-polisi yang naik motor nih yang tadinya pengawal gitu kan di belakang dikasih konsumsi ada lemper lah apalah itu dibuang aja gitu pak gubernur masih pidato tentang kebersihan Bapak di belakang udah gini Untung saya udah masih pakai baju orange baju lapangan jadi dia bingung ini ibu-ibu kan negor gitu kan sekali-sekali kan jadi saya itu ya kan dia buang bekas lemper kayak gitu maksudnya kan paling tidak dia inilah nanya ke mana buangnya gitu kan tapi di lain pihak panitia juga namanya dia kan Nah ini saya bilang Ayo keliling yang bawa yang bawa apa namanya tempat sampah plastik gede gitu Jadi kalau saya buang ke situ tinggal nanti datengin tamu-tamu buangnya ke sini gitu misalnya itu kan upacara-upacara gitu loh yang biasa kayak kampanye ya tapi seperti itu masih jadi mulailah sebetulnya harus mulai dari yang kecil juga seperti itu dan mulai justru jadi pejabat saya nanti makan saya ini saya apa namanya saya periksa Jadi sebelum merapat dimulai sebelum konsumsi dimulai harus diumumin pimpinan rapat bapak ibu Sebentar lagi kita ada makan siang dan panas Tapi tolong makan harus habis ambil secukupnya kalau masih lapar ya ambil lagi gitu harusnya kan enggak pernah diomongin syukur-syukur besok-besok diumumin kalau pernikahan resepsi Harusnya kan diumumin karena 30% sampah makanan kita itu sedih banget sementara yang kelaparan banyak nah saya kan kalau cuma bisa cerewet doang kan Tapi kan harusnya kan itu dijadikan panduan ya Pernah nggak coba memisah rapat ada pengumuman gitu belum pernah sih Bu kita mulai tadi makanya metode apa baterainya langsung memasang Pertanyaan selanjutnya dulu Bu kita langsung lanjut ke Pertanyaan selanjutnya begitu ya Bu ya Oke Oke ibu Dian Eh siapa tuh ini ada Pertanyaan selanjutnya yang hampir serupa dari ibu Kristina dan Ibu Rita Dewi pertanyaannya Ini yang pertama Bagaimana memotivasi masyarakat untuk bersemangat kembali memilah sampah Kemudian yang kedua Bagaimana DPU dapat bekerja sama dengan masyarakat misalnya masyarakat yang sudah memilah sampah tetapi saat DPO datang sampah yang sudah kita pilah Itu dicampur aduk kemudian yang ketiga Dapatkah pemerintah secara serentak mengambil sampah sesuai pilihan misalnya Senin yang diambil hanya sampah plastik atau yang tak terurai dan Jumat sampah terurai yang diambil Jadi tidak sinkron antara tujuan dan harapan Kemudian dari Ibu Rita Dewi pertanyaannya juga hampir serupa di tempat kami masyarakat sudah berusaha memilah sampah Tetapi setelah diambil petugas kok menjadi satu lagi Bagaimana sosialisasinya begitu ibu Oke sebetulnya nih pertanyaan pertanyaan lama hampir semua selalu ada pertanyaan seperti ini kembali lagi tadi yang tadi saya katakan sebetulnya pemerintah dulu yang kerja baru nyuruh masyarakat gitu loh suruh Milah padahal truknya belum terpilah itu kan yang terjadi tapi ini berarti pertanyaannya bukan untuk saya kita sama-sama tanyakan kepada pemerintah jadi Pak Bapak jangan nyuruh-nyuruh orang Mila sebelum truk bapak terpilah kayak gitu kan dan saya selalu bilang begitu juga kalau ketemu Pak Walikota makanya di sini terbukti padahal masyarakat tuh sebenarnya mau justru yang masih lambat itu sistem dari pemerintahnya gitu nah ini yang harus kita gembar-gemborkan jangan pengalihan isu masyarakat mau asal sistemnya udah jelas kan gitu Jadi tadi Bagaimana memotivasi masyarakat untuk bersemangat juga kan termasuk itu kalau dicampur lagi kan jadi nggak semangat gitu kemudian dengan apa tadi Bagaimana DPU dapat bekerja sama dengan masyarakat yaitu tadi saya selalu kalau ketemu Pak Walikota Bapak jangan nyuruh-nyuruh Milah ya kalau truk sampah Bapak belum terbilang jadi anaknya truknya saja yang belum terpilat tetapi gak sistemnya jadwalnya juga dia kan harus bikin dulu gitu Ini yang sekarang suka loncat-loncat jadi makanya saya kalau namanya penyuluhan saya lebih cocok penyuluhan itu ke pejabat bukan langsung ke masyarakat pejabatnya dulu salah satu yang penyuluhan sebetulnya kayak Adipura ya kalau pernah dengar Adipura itu kan dari tahun 86 filosofinya Adipura tuh sebetulnya kan untuk memotivasi pemerintah daerah agar sampah menjadi prioritas bukan sekedar penghargaan gitu loh karena sebelum ada Adipura nggak ada balik atau yang bicara sampah gitu Jadi itu kan artinya penyuluhan kepada Walikota kan jadi pejabatnya dulu masyarakat mengikut nah sekarang itu yang terjadi suka dibalik-balik masyarakat terus begini begini begini Padahal saya punya saya berani taruhan kantor pemerintah pun belum banyak yang Mila gitu loh jadi kita harus berani juga gitu saya nggak mau memilah kalau bapak masih kerja misalnya kayak gitu Ya gitulah jadi kita harus bicara Jadi mudah-mudahan ada yang denger nih dari bapak-bapak pejabat ini jadi manisnya Sebetulnya saya sering kalau bisa seminar Pembina itu Saya biasanya kumpulinnya ya pejabat-pejabat kayak seperti itu gitu loh saya juga pembela masyarakat jangan suka nyala-nyalain masyarakat saya nggak setuju saya bilang gitu itu kira-kira jadi kita mari bersama deh bagaimana bikin bikin suatu apa ya suatu gerakan gitu loh yang justru yang harus mengingat kita yang mengingatkan gitu kira-kira begitu ini pertanyaannya mirip sih sama ya Iya sama pertanyaannya Iya saya juga kesel saya kan dari tahun 87 saya Mila tapi tapi tetaplah Saya bodo amat lah pokoknya yang penting saya Mila gitu aja perkara nanti dia dicampur lagi gimana gitu ya itulah makanya pembangunan manusia itu jauh lebih sulit lebih Butuh waktu daripada bikin mesin kalau mesin mah teknologi ibaratnya mobil ya mesin mobil ya Mau di Prancis mau di Ciamis mau di Amerika mau di Jogja mesin mobil kan mirip paling yang berubah-ubah kan elektroniknya aja gitu tapi cara membangun manusia penyuluhan jangankan beda negara beda Kelurahan aja bisa beda kalau Kelurahan sini penyuluhannya pakai ulama harganya sekian juta sekian kali di sana penyuluhannya harus pakai dangdut misalnya kan beda-beda kalau mesin kan sama dia makanya pembangunan manusia itu jauh lebih sulit Oleh karena itu saya mohon banget teman-teman yang dari non engineer ya dari pendidikan dari agama dari sosiologi soalnya kan di UI juga teknik kan teknik lingkungan sama kayak saya dulu di ITB kan Nah kita juga sebagai tukang Insinyur juga harus ngajak-ngajak karena nggak mungkin kita bisa sendiri gitu kan Nah itu juga insinyurnya jangan sombong Terus yang non engineernya juga jangan pura-pura ah itu bukan tugas saya gitu sih jadi ngomong ke sana kemarin kita langsung lanjut ke Pertanyaan selanjutnya Ibu Ya ini ada pertanyaan dari ibu Hilda pertanyaannya sebenarnya di Jawa Timur sudah pernah membuat kajian etr tapi sampai sekarang seperti tidak ada aplikasi aplikasinya di lapangan apa yang seharusnya dilakukan agar kajian ini bisa diaplikasikan dengan baik seperti itu Bu Oke saya juga pengen tahu dulu yang membuat kajian di Jawa Timur itu siapa kadang-kadang kalau konsultan itu biasanya cuman jadi laporan laporan diserahkan ke Pemda selesai gitu kan Nah sering banyak kajian-kajian seperti itu Jadi kita cek dulu tuh yang bikin kajian tuh siapa apalagi kalau kajiannya dana dari luar anak-anak kan dia cuman selesai kajian terus gitu Nah itu berarti kan pemdanya kan harus melanjutkan dengan biaya sendiri kajian-kajian itu jadi Ada kajian ada uji coba ada pilot project ini kan cuman kajian aja berhenti gitu nah itu juga saya nggak tahu di Jawa Timur itu siapa yang bikin kajian karena banyak sekali sebenarnya kajian ada dari negara orang dari negara ini negara ini negara gini gitu tuh nah Berarti kan pengen nanya yang harus apa ya apa ya menggabungkan tuh namanya tuh kalau parcel ya puzzle kan gitu Oh ini kayak begini kayak begini itu kelemahannya kajian-kajian itu kita bukan jadi konsultan tapi kita jadi trainer sampai teman-teman pemdanya bisa bikin master plan sendiri bisa bikin kajian sendiri gitu kira-kira Jadi apa yang seharusnya dilakukan agar kajian ini bisa dihabiskan dengan baik ya pemdanya harus membuka lagi kajian dan kajian itu dilanjutkan gitu loh [Musik] ya Ibu jadi kajiannya itu kalau dulu itu memang dari konsultan dari konsultan kemudian diserahkan ke Pemprov setelah itu tidak tidak ada istilahnya juga dibayarnya oleh negara mana negara mana kadang-kadang kan akhirnya malah data aja kita data kita diambil sama mereka ke sana Nah Oleh karena itu di sini suka nggak suka ya profnya pemprovnya Yang Sudah nerima kajian itu harus terus melanjutkan nah biasanya kan nggak selesai aja jadi buku itu tapi saya kan bukan orang pemprom apa yang seharusnya harus kita tanya lagi sayang banget kadang-kadang banyak kajian begitu konsultan begitu nah Banyak deh pokoknya Terus akhirnya cuman jadi laci di laci atau di perpustakaan tapi nggak diterapkan Ya udah nanti kita bikin gerakan deh nah Mbak Nisa sama ui jadi kita juga jangan nanya webinar ada follow up ini gitu kita bikin gerakan kita tanya ke apa yang perempuan dari UII kira-kira gitu Ini hasil-hasil webinar kesimpulannya ternyata Jawa Timur udah punya kajian tapi kok belum ada follow up-nya Apakah boleh kami apa mengetahui statusnya Seperti apa kan Boleh dong dari kampus oke ya Kebanyakan sih ibu mungkin selanjutnya ini satu pertanyaan terakhir ya Ibu Ya ini Mungkin nah ini ada dari bapak-bapak gitu dari ada Bapak Adek Armadi pertanyaannya Apakah ada aturan berapa presentase dari APBD atau APBN biaya untuk pengolahan sampah Justru itu yang PR kita yang saya perjuangkan dengan kan presentasinya malah belum prioritas ah sampah kan malah bisa jadi duit Ngapain ada APBD malah sekarang tuh ada bilang kan bisa dijual malah pengen dapat apa namanya pad Malah dapat uang jadi itu yang bener-bener harus kita perjuangkan karena belum ada itu yang bikin kita prihatin pertanyaan dari bapak Ade ini sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita hari ini begitu ya Ibu saya ucapkan terima kasih untuk Bapak Ibu yang sudah aktif bertanya dan mohon maaf apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena waktu kita juga sangat terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian terima kasih juga untuk Ibu Sri babasari yang sudah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dari Bapak Ibu sekalian baik kemudian seperti janji saya di awal tadi saya juga sudah mengantongi nih nama-nama pemenang yang beruntung pagi ini untuk mendapatkan door price special dari putik daur ulang Project B Indonesia berikut adalah pemenang door prize yang beruntung silahkan untuk makalah free Iskandar Ibu Anita Yustisia dan ibu Kristina yosephina itu bisa langsung menghubungi Atin kami melalui kontak person yang sudah tertera di layar nanti doorprisenya ada produk spesial dari butik daur ulang Bu kemudian sekarang kita telah sampai di akhir acara nih Bapak Ibu sekalian dan Alhamdulillah hari ini kita juga sudah belajar banyak sekali mengenai webinar optimalisasi 5 aspek dalam pengelolaan sampah yang disampaikan oleh pemateri kita hari ini yaitu ibu Insinyur Sri bebas dari MSI banyak sekali ilmu yang sudah kita dapatkan pada saat penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri kita hari ini semoga ilmu-ilmu yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua baik Selain itu kami juga ingin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi kuesioner yang linknya sudah di share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya itu bisa lebih baik lagi dan Sekali lagi saya juga izin Mengingatkan untuk Bapak Ibu sekalian yang mungkin menginginkan materi sekaligus sertifikat dan mungkin juga menginginkan buku-buku kebersihan adalah investasi dan kemarin itu belum sempat request itu dapat mengisi Link yang juga sudah dikirimkan admin kami di kolom chat Kemudian untuk kebersihan ada investasi ini akan dikirimkan dengan free ongkir ke seluruh Indonesia khusus untuk peserta webinar pada hari ini jadi jangan lupa untuk dan jangan sampai kelewatan Untuk pemesanan bukunya ya Bapak Ibu sekalian terakhir juga saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita hari ini yaitu ibu Insinyur Sri bebassari MSI yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan sharing materi bersama kami pada pagi hari ini lalu saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dokter hijrah Purnama Putra spma selaku founder dari butik daur ulang Project band Indonesia kemudian tidak lupa Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Prodi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk panitia dan peserta webinar yang telah berkontribusi dan sangat antusias sekali selama webinar ini berlangsung Semoga kita semua masih bisa bertemu di webinar-webbinar selanjutnya dari Bapak Ibu sekalian Akhir kata saya selaku msis sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini mungkin terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan saya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih ibu semuanya minta maaf kalau ada yang kurang-kurang Terima kasih ibu