Transcript
ZFBUdlDyQJo • WEBINAR OPTIMALISASI 5 ASPEK DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0050_ZFBUdlDyQJo.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Dapatkah kamu bayangkan kampus Pioneer
pendidikan tinggi di Indonesia ini
adalah kampus mu di masa depan
kampus Islami yang terbuka bagi setiap
warga negara tempatmu belajar akan arti
Indahnya Kebersamaan di tengah-tengah
keragaman tanpa harus melupakan arti
penting ketaatan pada nilai-nilai
keislaman
Dapatkah kamu bayangkan mengecap
pengalaman Global di kampus Mondial
dengan beragam rekognisi internasional
di program studi dengan akreditasi dan
sertifikasi dari berbagai negara seperti
Jepang Korea Inggris hingga Amerika
tempatmu mengeksplorasi ilmu pengetahuan
lewat 8 pilihan fakultas dengan 48
program studi yang ditawarkan
menjadi tempatmu jemput impian sembari
bebas menikmati petualangan kolaborasi
dengan ilmuwan dunia
Seraya memperluas wawasan lewat berbagai
program kemitraan yang tersebar dalam
skala nasional maupun Global
Dapatkah kamu bayangkan kampus swasta
paling Lestari di Indonesia ini adalah
tempatmu menempuh pendidikan tinggi
kampus unggulan dengan berbagai inovasi
berkelanjutan di berbagai bidang
tempatmu belajar dengan bebas di tengah
rindangnya taman atau dalam nyamannya
ruangan di luar maupun dalam jaringan
semuanya tak terbatas ruang kelas tak
Terhalang Jarak dan ruang semua
disediakan untuk mendukungmu menjadi
generasi muda yang aktif dan inovatif
dengan keragaman pemikiran yang berbuah
menjadi beragam apresiasi Dapatkah kamu
bayangkan jika kampus mukelak adalah
tempat yang mendukungmu sebagai
intelektual tidak hanya cerdas secara
akal namun juga cerdas spiritual di
kampus swasta terbaik dengan akar yang
kuat dalam tradisi kebebasan akademik
menjadikanmu berani mengekspresikan diri
di tengah-tengah zaman yang penuh dengan
kompetisi untuk berkontribusi akan
solusi dari masalah yang dihadapi
parasifitas akademika serta lebih dari
107.000 alumni pun telah membuktikan
diri menjadi Insan Ulil Albab yang mampu
mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan
ajaran Islam dalam menebar
kebermanfaatan di bermacam rumpun
keilmuan
Dapatkah kamu bayangkan apabila kampusmu
adalah salah satu kampus yang berlokasi
di Kota Pendidikan ini kota Yogyakarta
dengan sebutan cerita dan budaya yang
beraneka ragamnya dan Universitas Islam
Indonesia hadir sebagai kampus
indonesiawi berdiri berdampingan dengan
ilmu pengetahuan budaya dan seni yang
memberikan warna indah dalam harmoni
kini berhenti membayangkan dan Sudah
saatnya bersiap untuk mewujudkan
siapkah kamu karena kami siap untuk
menunjukkan jalannya
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh pertama-tama saya ucapkan
selamat datang untuk Bapak Ibu sekalian
yang sudah turut hadir memeriahkan acara
webinar kita pada hari ini yaitu pada 1
27 Mei 2023
kita pada hari ini merupakan webinar
ketujuh yang diselenggarakan oleh butik
daur ulang Project B Indonesia sepanjang
tahun 2023
pertama-tama mungkin perkenalkan
terlebih dahulu saya Anisa luwana selaku
MC sekaligus moderator yang akan memandu
jalannya acara webinar pada pagi hari
ini
kita pada hari ini mengusung tema
optimalisasi 5 aspek dalam pengelolaan
sampah yang akan disampaikan oleh
pemateri kita hari ini yaitu ibu
Insinyur Sri bebas dari MSI dari
Indonesia Solid Association atau insway
menarik sekali ya Bapak Ibu sekalian
acara webinar kita pada pagi hari ini
acara ini diselenggarakan oleh butik
daur ulang Project band Indonesia yang
bekerjasama dengan Universitas Islam
Indonesia
baik selanjutnya bapak ibu hadirin yang
terhormat Izinkan saya mengucapkan
selamat datang dan memberikan salam
hormat saya kepada bapak dokter hijrah
Purnama Putra SMA
selaku founder dari butik daur ulang
Project band Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia lalu kepada
pemateri kita pada hari ini yaitu ibu
Insinyur Sri bebas dari MSI dan juga
kepada bapak ibu peserta webinar pada
hari yang berbahagia ini
sebelum kita masuk ke materi webinar
kita pada hari ini saya mohon izin
mengingatkan terlebih dahulu untuk Bapak
Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat
kemudian Dengan hormat saya juga meminta
kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk
menonaktifkan microphone selama kegiatan
ini berlangsung supaya kita semua dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik
baik selanjutnya sebelum kita masuk
akhir inti kita yaitu penyampaian materi
Mari kita dengarkan terlebih dahulu
penyampaian sambutan kata dua patah kata
dari bapak dokter hijrah Purnama Putra
SMA pelaku founder dari butik daur ulang
Project Indonesia sekaligus sekretaris
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia waktu dan layar kami
persilahkan
Terima kasih Mbak Nisa mudah-mudahan
suara saya sudah terdengar dengan jelas
ya Oke
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Assalamualaikum
pada kesempatan hari ini Tentunya puji
syukur kita panjatkan karena Allah
Subhanahu Wa Ta'ala salah satunya nikmat
sehat sehingga kita bisa duduk bersama
tapi di tempat di rumah kita
masing-masing atau di tempat lain yang
mudah-mudahan kita bisa semangat untuk
terus belajar Mengisi waktu dan juga
Project di Indonesia melalui butik daur
ulang berkomitmen terus menghadirkan
tema-tema webinar yang insya Allah akan
bermanfaat bagi kita semuanya
yang kami hormati perwakilan dari
jurusan Teknik Lingkungan
di Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan
Universitas Islam Indonesia kemudian
para pengelola dari Project di Indonesia
dan butik daur ulang kemudian yang
sangat saya hormati Ibu Sri bebas dari
ibu Enci senior kami guru kami dalam
bidang pengelolaan sampah yang kiprahnya
dari segi waktu sudah cukup lama dari
segi pemikiran juga masih sangat update
dan kita hadirkan hari ini Alhamdulillah
beliau berkenan untuk hadir berbagi
kepada kita semuanya dalam tema
optimalisasi 5 aspek dalam pengolahan
sampah serta ibu bapak
Mas Mbak dan teman-teman semuanya yang
telah hadir dalam webinar yang dilakukan
oleh
Project di Indonesia dan jurusan teknik
lingkungan Mungkin ada yang sudah sangat
terbiasa dengan webinar-webinar yang
dilakukan Ya seperti Mbak Nisa tadi
sampaikan ini adalah webinar yang
ketujuh tahun ini yang biasanya kalau
lancar semuanya seperti tahun-tahun
sebelumnya kira-kira akan ada sekitar
13 atau sampai 15 kali webinar dalam
tahun ini dan kita sudah punya
perencanaan mudah-mudahan bisa dapat
terlaksana semuanya tentunya
butuh dukungan dari Bapak Ibu semuanya
agar kegiatan ini terus bisa bermanfaat
mengidentifikasi masyarakat walaupun
kita tidak bisa bertemu secara langsung
namun di dalam kuesioner panitia sering
bertanya apakah kita buat offline gitu
ya atau buat tetap online gitu Jadi
tetap butuh masukan dari Bapak Ibu
semuanya dari daftar hadir yang
disampaikan oleh panitia kami melihat
beberapa nama yang tidak asing tentunya
dalam bidang pengelolaan sampah ini
membuat kami salut juga karena
semangat belajar yang sangat tinggi dari
Bapak Ibu semuanya mudah-mudahan bisa
menginspirasi anak-anak muda karena yang
hadir juga ada mahasiswa-mahasiswa yang
butuh pemikiran-pemikiran anak-anak muda
untuk bisa menyelesaikan persoalan saham
temanya sangat menarik 5 aspek dalam
pengolahan sampah yang
Jika kita ingin menyelesaikan persoalan
sampah sebenarnya kita juga harus tahu
akar permasalahannya yang apa jadi dalam
5 aspek yang akan dibahas oleh Bu Enji
nanti kemudian kita bisa tahu
sumber permasalahan besar dan kita bisa
memberikan solusi sesuai dengan
bidang kita ya Sesuai dengan posisi kita
masing-masing di dalam
pengelolaan sampah di Indonesia Sekali
lagi terima kasih semuanya atas semua
pihak yang terlibat dalam
terlaksananya webinar pada kesempatan
hari ini terutama Bu enc dan
mudah-mudahan materi yang disampaikan
bisa bermanfaat dan tentunya di hari
sabtu seharusnya istirahat bersama
keluarga tapi masih berkenan untuk
mengisi kegiatan pada kesempatan hari
ini dan mudah-mudahan bapak-bapak dan
Ibu mas mbak semuanya dapat mengikutinya
dengan baik tanpa ada kendala apapun dan
mudah-mudahan akan ada manfaat bagi kita
semuanya Mungkin itu saja agar kita bisa
langsung mendengarkan materi dari ibu
saja yang bisa saya sampaikan terima
kasih
saya mohon maaf jika ada hal yang tidak
berkenan dalam pelaksanaan kegiatan
webinar pada kesempatan hari ini Apabila
Taufiq walhidayah wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih Bapak hijrah
yang telah memberikan sambutannya dan
sekaligus membuka acara pada pagi hari
ini Baik Bapak Ibu sekalian kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami yaitu di
Project by Indonesia jadi semisal selama
acara webinar ini berlangsung mungkin
ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala
di dalam Zoom itu tidak perlu khawatir
karena Bapak Ibu sekalian tetap bisa
mengikuti webinar ini melalui YouTube
channel kami yaitu Project by Indonesia
kemudian seperti biasanya Nih Bapak Ibu
sekalian hari ini kami juga menyiapkan
berbagai macam doorprise spesial untuk
Bapak Ibu sekalian yang beruntung
berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan
2 Story Instagram terunik selama webinar
ini berlangsung untuk pemenang 3
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara Sedangkan untuk pemenang 2
Story Instagram terunik akan kami hubu
ngi langsung melalui DM Instagram
Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang
mungkin nanti ingin bertanya selama
webinar ini berlangsung itu dapat sekali
langsung memberikan pertanyaannya
melalui kolom chat dengan format nama
kemudian pertanyaan yang ingin
ditanyakan dan akan kami pilih 3 penanya
terbaik untuk memenangkan special dari
kami
lalu untuk Story Instagram Bapak Ibu
sekalian mungkin bisa membuat Story
Instagram semenarik mungkin dan jangan
lupa untuk tag Instagram kami di
@projectb Indonesia baik tanpa
berlama-lama lagi kita akan langsung
lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh pemateri kita
hari ini tapi karena kata orang tak
kenal maka tak sayang jadi mari kita
lihat terlebih dahulu CV dari materi
kita pada hari ini
[Musik]
Iya baik itu tadi sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini mungkin saya
akan menyapa beliau terlebih dahulu
Assalamualaikum Selamat pagi Bu Enci
mungkin masih termuat ibu
Waalaikumsalam Warahmatullahi
Wabarakatuh Ibu Bagaimana kabarnya hari
ini Bu
Alhamdulillah Insya Allah mudah-mudahan
lancar semua semua semua sehat lahir
batin
[Tertawa]
Alhamdulillah kalau Ibu sehat Jadi
Semoga bisa menyampaikan materi hari ini
dengan baik dan tanpa ada kendala
sedikitpun gitu ya Bu Amin amin baik
mungkin kita langsung saja untuk mulai
penyampaian materinya begitu ya Bu untuk
penyampaian materinya waktunya kurang
lebih sampai sekitar jam 10.30 begitu ya
Bu baik tanpa berlama-lama lagi langsung
saja tempat dan layar kami persilahkan
ya saya minta tolong ya dari panitia
Baiklah terima kasih
assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh salam sejahtera buat kita
semua
mudah-mudahan Pagi ini kita dapat berkah
ya sehingga ngobrol-ngobrolnya bisa bisa
bermanfaat terutama buat saya sendiri
jadi judul dari yang diminta oleh
panitia ini sebetulnya optimalisasi 5
aspek dalam pengolahan sampah tetapi
saya selalu punya jargon bahwa
kebersihan itu adalah investasi
sementara sampah itu adalah tanggung
jawab itu ya jargon dari itu dan
kebetulan panitia juga minta saya kirim
bukunya kemarin bahwa ada buku tentang
kebersihan adalah investasi ini loh
bukunya
[Musik]
baiklah
Kenapa saya ingin ini judul ini ya Tapi
sebelumnya saya mungkin tadi ralat dulu
kenapa Pak hijrah manggil saya bunci ya
nama saya Sri bebassari tetapi memang
nama nama Apa ya nama sayangnya jadi
dipanggil bunci karena nama kecil gitu
Jadi mungkin masih ada yang bingung ini
siapa ini buncit gitu itu yang apa
hijrah
halo
arti dari judul ini saya jarang sekali
yang mengambil jargon sampah adalah
berkah sampah adalah bahan baku misalnya
gitu karena yang sebetulnya adalah
sampah adalah tanggung jawab sementara
kebersihan adalah investasi gitu Kenapa
disebut kebersihan adalah investasi
contoh misalnya kalau Kampung kita
bersih kalau Kampung kita aman gitu ya
harga rumah naik kesehatan naik jadi
bukan sekedar nilai ekonominya jualan
daur ulang atau kompos tapi di sini
adalah bisnisnya adalah bisnis jasa jasa
kebersihan atau cleaning service ini
kira-kira
filosofi dari judul ini gitu
ya kira-kira itu ya karena mungkin agak
beda nih Judulnya dengan
seminar-seminar yang lain
itu tadi lanjut ini ya Ada CV saya
yang penting di CV ini sebetulnya itu
tadi pengalaman kerja saya dari tahun 80
sampai 2005 25 tahun saya menjadi
peneliti di bppt atau badan pengkajian
dan penerapan teknologi
cuman di sini nggak ada tanggal lahir
dan lain-lain yang saya tambahin aja Pak
Hijrah ya
lahir saya 28 Juni tahun 49 jadi bisa
dihitunglah sekarang umur saya berapa
jadi saya baru belajar sampah ini jadi
dari tahun 80 berarti 43 tahun yang lalu
nah salah satu Kesulitan saya pada saat
saya diminta jadi pembicara saya tuh
ingin transfer selama 43 tahun ini apa
aja sih yang saya pelajari tapi saya
harus sharing dalam waktu 1 jam jadi
mudah-mudahan bisa sistematis Jadi apa
yang saya dapat sekian puluh tahun 40
tahun lebih dalam satu jam mudah-mudahan
sih bisa sistematis gitu aja Nah di sini
juga
pada saat saya tahun 80 mulai bekerja di
BPT tugas pertama saya itu visibility
study tentang west instalation plan atau
instalasi pembakaran sampah Kemudian
beberapa yang saya cetuskan adalah saya
usul program Adipura tahun 86 kemudian
saya memperkenalkan pemilihan sampah itu
tahun 87 Jadi udah 36 tahun yang lalu
saya mengenalkan pemilahan kemudian 3R
saya Perkenalkan tahun 92 konsep zeros
saya Perkenalkan tahun 98 kemudian
konsep TPS 3R saya Perkenalkan tahun
2000 kemudian 2003 saya mendirikan
suatu organisasi Indonesia Solid
Association atau perkumpulan persampahan
Indonesia di mana Alhamdulillah kita
sudah menjadi anggota nasional member of
International Solid Association di mana
ada 100 negara yang menjadi anggota
kemudian nah ini juga yang ingin saya
betul ingin sharing pengalaman jadi saya
itu yang mendorong supaya
pemerintah membuat undang-undang
pengelolaan sampah itu tahun 2000 sampai
2008 Jadi cukup butuh 8 tahun sampai
akhirnya lahir undang-undang 18 2008
jadi nggak nggak sebentar saya saya apa
ya menggagas atau mendorong bahwa
undang-undang ini perlu
Kemudian beberapa Award Alhamdulillah
saya sempat dapat Kalpataru saya dapat
Ganesha Award juga dari dari hidup
Ponogoro lanjut
jadi saya ini yang penting tadi ya lahir
saya tahun 49 jadi saya ini udah
nenek-nenek jadi anggap aja hari ini
kita ngedongeng dengerin dongeng
nenek-nenek dan mudah-mudahan mau ada
pada dengerin ya namanya juga
nenek-nenek ngedongeng nah ini 5 aspek
pengelolaan sampah itu apa saja kenapa
saya selalu
Katakanlah nggak bosen-bosannya saya
selalu mengatakan tentang lima aspek ini
karena
jika kita bicara masalah persampahan itu
tidak hanya aspek teknologi is not only
Engineering
karena kenapa kok kita ada 77 tahun
merdeka tetapi sampahnya masih primitif
misalnya
Menurut pengamatan saya selama ini
karena salah satu sebabnya adalah dari
kelima aspek ini kita hari ini saat ini
masih fokus justru kepada aspek
teknologi saja sementara aspek peraturan
kelembagaan pendanaan dan sosial budaya
masih kurang dibahas
contohnya misalnya kalau saya mau
wawancara seseorang tentang sampah Ibu
Bapak kalau kita bicara sampah apa yang
Bapak pikirkan
Langsung biasanya jawabannya kompos ya
Bu sampah bisa jadi kompos ya Bu atau
daur ulang ya Bu atau energi jadi selalu
yang gak ada di pikiran orang itu
langsung kepada teknologi pengolahan
sampah jarang yang ada bicara Apakah
perlu undang-undang dan lain-lain Nah
inilah yang akhirnya
menarik saya untuk belajar keseluruhan
karena supaya kita bicaranya menjadi
komprehensif karena terus terang Kalau
teknologi itu udah banyak jenisnya
banget ada dalam negeri ada luar negeri
gitu tetapi aspek yang keempat ini
menurut saya
masih banyak banget perlu ditingkatkan
Nah nanti kalau waktunya cukup saya coba
bahas setiap aspek ini karena Judulnya
kan optimalisasi ya nanti sebetulnya
bisa juga dibaca di buku saya khusus
yang 5 aspek ini dan ini paparan saya
juga bisa bisa dipelajari di bawah
pulang kalau kita tidak sempat bahas
semua
mungkin untuk slide berikutnya kita coba
mulai membahas aspek peraturan
Nah kalau kita bicara aspek Peraturan
kita mulai membahas dari mulai tingkat
nasional sampai ke tingkat lokal jadi RT
RW atau di kawasan
Nah apa aja sih Yang kalau kita bahas di
tingkat nasional di tingkat nasional
tentunya kita harus punya undang-undang
Alhamdulillah undang-undang Nomor 18
2008 udah hadir kemudian sampai di
tingkat RT RW pun tetap harus ada
peraturan entah itu surat edaran RT
entah itu surat edaran Pak RW atau
apapun demikian juga peraturan di
tingkat kawasan yang paling kecil atau
gedung jadi kita tidak bisa
saya mau bikin bank sampah Saya mau
bikin kompos kita harus meskipun di
tingkat RT Kita juga harus bikin
peraturan dulu Nah kalau kita bicara
undak pertama mungkin saya coba bahas
tentang tingkat nasional jadi mulai dari
drafting
dating dan sinkronisasi pada saat Kenapa
undang-undang itu perlu gitu loh karena
terus terang sebelum tahun
kita belum punya ya undang-undang sampah
ini
pada saat saya menggagas bahwa perlunya
undang-undang itu tahun 2000 dan
akhirnya baru lahir 2008 ini saya
sedikit cerita sejarah
kalau kita belajar ke luar negeri
Jangan lupa kita hanya jangan hanya
melihat teknologinya ada sebetulnya Ada
apa saja di situ nah salah satu
pengalaman saya pada tahun 84 mungkin
pada belum lahir ya
tahun 84 itu Kebetulan saya mendapat
tugas untuk
semacam studi banding dan sedikit kerja
praktek di Jepang pada saat saya masih
di PPT jadi pada saat saya di BPP itu
sering sekali saya diminta oleh langsung
Pak Habibie untuk keliling dan saya
harus belajar sampah secara komprehensif
nah tahun 84 pada saat saya ke Jepang
saya ketemu dengan
Kepala Dinas Kebersihan Tokyo
dia mengatakan bahwa Jepang bisa seperti
ini karena kita sudah punya
undang-undangnya sekitar 100 tahun yang
lalu jadi tahun 84 aja deh 100 tahun
yang lalu gitu karena undang-undang itu
perlu sekali
kemudian
Siapa saja yang menyusun undang-undang
itu
waktu itu dia bilang tidak kurang dari
16 menteri jadi ini saya agak-agak
sedikit ngomong aspek kelembagaan karena
tidak bisa fix satu-satu Ya ada aspek
peraturan yang kelembagaan itu ada ada
irisannya jadi dari aspek kelembagaan
tuh ternyata ada 16 menteri yang
terlibat pada saat penyusunan
undang-undang itu di Jepang Nah di
situlah saya bingung berarti kita harus
bikin nih undang-undang ya gitu terus
saya tanya kenapa sampai 16 menteri ya
Pak ya karena kan polisi itu polisinya
misalnya menteri sendiri
hukumnya menteri sendiri kemudian ada
pendidikan juga menterinya sendiri jadi
not only Engineering
itu kira-kira kenapa undang-undang itu
perlu kemudian
saya pikir langsung ke slide berikutnya
ya
Nah apa saja peraturan yang sudah ada di
Indonesia ini mudah-mudahan tidak ada
yang terlewat mulai dari undang-undang
18 2008 tentang pengelolaan sampah
sampai terakhir 2021 itu ada Permendagri
nomor 7
2021 jadi Sudah ada anak-anaknya
turunannya itu ada peraturan pemerintah
ada peraturan presiden dan juga ada
peraturan menteri jadi ini kita harus
harus pelajari juga semua gitu dan
peraturan sudah banyak tetapi mungkin
jangankan melaksanakan
membaca pun belum
kalau saya offline biasanya saya tanya
peserta di sini Siapa yang sudah membaca
undang-undang 18 2018
orang ini berapa orang yang sudah baca
undang-undang 18 Halo pertanyaannya
jangan-jangan dari 300 peserta ini belum
ada yang membaca jadi jangankan kita
melaksanakan undang-undang itu
menerapkan kadang-kadang yang baca pun
belum banyak gitu undang-undang 18 2008
malah kadang-kadang ada yang mengatakan
oh ada tuh undang-undang sampah gitu kan
yang memprihatinkannya juga Oh ada yang
bilang tuh sudah baca katanya dari pspni
Alhamdulillah karena saya beberapa punya
punya beberapa pengalaman pada saat
rapat baik dengan teman-teman pemda
maupun teman-teman non govement gitu kan
saya suka nanya dulu ini yang ikut rapat
udah pada baca belum Gitu Siapa yang
sudah baca ngacung gitu ternyata yang
ngacung itu kadang-kadang sedikit sekali
gitu cuma satu dua orang Padahal ini
jelas-jelas rapat tentang sampah gitu
kan Nah Alhamdulillah dia bilang sudah
terus saya bilang ya kalau belum pada
baca jangan itu rapat dulu
jadi ini aja ternyata jadi salah satu
masalahnya ialah
apa ya sosialisasi sosialisasi untuk
kita masih kurang
jadi
kita pinter bikin undang-undang sampai
bikin peraturan
pemerintah peraturan presiden dan
peraturan sudah banyak banget tetapi
saya merasakan
sosialisasinya tuh masih kurang gitu
jadi padahal sosialisasi itu kata
teman-teman komunikasi harus seperti
iklan jadi pada saat kita membuat
undang-undang Katakanlah berapa ya iklan
itu kan harganya juga mahal jadi ini
perlu banget ini ilmu sosialisasi atau
ilmu komunikasi
kita pinter bikin tapi nggak pinter
sosialisasinya banyak sekali
undang-undang ini yang yang apa namanya
yang yang sudah dibuat boro-boro
implementasi baca aja belum gitu kan
pada saat saya diskusi dengan ahli
komunikasi Jadi sebenarnya sosialisasi
itu
harus mungkin seperti iklan ya iklan itu
juga biayanya nggak main-main itu 30%
bisa dari biaya produk jadi kalau kita
bikin undang-undang 10 miliar misalnya
yaitu iklannya ya
sosialisasinya mungkin lihat nah ini
yang jarang sekali orang berpikir karena
kita perlu ilmu dari ahli komunikasi
dari ahli-ahli marketing dan lain-lain
itu kira-kira jadi kadang-kadang Pejabat
itu ada yang belum belum baca kira-kira
itu nanti kalau ingin mempelajari
silahkan ini ada semua tinggal di
browsing
apa namanya
isi-isi dari peraturan ini yang terakhir
itu yang Permendagri cukup menarik nomor
7 2021 Itu tentang tata cara perhitungan
biaya Jadi bukan hanya retribusi sih
biaya pengelolaan sampah itu berapa
berapa rupiah per ton dan nanti berapa
rupiah per rumah harus bayar ini
peraturan terakhir ini cukup menarik
lanjut aja
nah ini sebenarnya tadi daftar-daftarnya
aja ya dari bagan tadi mirip semi lanjut
aja
lanjut next
nah kira-kira Apa saja sih yang
menarik untuk dibahas ya Misalnya di
undang-undang 18 2018
yang menyeluruh dan berkesinambungan
yang meliputi pengurangan dan penanganan
sampah nah ini yang penting lagi di
undang-undang saya selalu Ingatkan pasal
bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat
dan kualitas lingkungan ini yang penting
gitu serta memang bisa menjadikan sampah
sebagai sumber daya tetapi
yang saya lihat sekarang justru yang
sering digembar-gemborkan itu sampah
yang sebagai sumber daya justru saya
bilang itu mah nomor sekian gitu Dan Dan
Sampah itu
bukan sumber daya sampah itu bisa
menjadi sumber daya apabila melalui
suatu proses dan proses itu biaya tujuan
yang utama adalah nomor satu dan nomor 2
yaitu untuk kesehatan masyarakat dan
kebersihan lingkungan atau kualitas
lingkungan oleh karena itu
bisnisnya di sini bukan bisnis jual beli
barang daur ulang kompos now bisnis di
sini adalah jasa kebersihan atau
cleaning service atau jasa pengolahan
limbah dimana di sini berlaku polutter
pay principle
yang buang harus bayar yang mengelola
harus dibayar gitu jadi tujuan utamanya
adalah untuk kesehatan dan kebersihan
atau kualitas lingkungan
Bu tujuan utamanya Bukan untuk sumber
daya bisa dijadikan sumber daya apabila
melalui satu Proses prosesnya itu adalah
biaya Nah sekarang saya melihat sering
seolah-olah tujuannya itu mau bikin
kompos tujuannya bikin listrik tujuannya
bikin
maggot tujuannya bikin now itu adalah
sampingan tujuan utamanya adalah
kebersihan dan kesehatan lingkungan oleh
karena itu kegiatan pengolahan sampah
atau kebersihan adalah kegiatan
pelayanan publik bukan jual beli barang
ini ini yang ingin saya sharing banget
karena sekarang itu malah agak-agak
overdosis seolah sampah tuh bahan baku
dan lain-lain enggak sampah bisa jadi
bahan baku kalau melalui suatu proses
Tapi itu bukan tujuan utama
itu sebetulnya hanya produk sampingan
Sama halnya
bisa kita mau bikin WC umum yang dijual
kan jasa pokoknya yang buang ke WC umum
ya harus bayar perkara WC umumnya bisa
bikin kompos bisa bikin daur ulang bla
bla itu adalah sampingannya kalau perlu
tidak perlu dihitung sama kalau kita
pengen bersih rumah harus bayar cleaning
service jasa perkara cleaning servicenya
bisa bikin jualan kertas bekas atau bisa
bikin daur ulang blablabla dan lain-lain
itu adalah sampingannya gitu kita jangan
sampai gara-gara bisa jualan kertas
bekas
kita nggak bayar nggak bayar jasanya
karena disangkanya bisa untung jual
kertas jadi kita pengen bersih tapi
nggak mau bayar cleaning service karena
disangkanya cleaning service udah bisa
jualan listrik lah jualan kompos lah
jualan lain-lain gitu padahal itu bisnis
sampingan kita tetap harus bayar jadi
ini yang disebut bahwa tujuannya itu
untuk meningkatkan kesehatan
dan kualitas lingkungan atau kebersihan
lingkungan kemudian pasal 5
di sini jelas pemerintah dan pemerintah
daerah bertugas menjamin
terselenggaranya pohon sampah yang baik
dan bahwasanya lingkungan sesuai dengan
tujuan jadi memang ini karena ini
pelayanan publik ya ini memang tugasnya
pertamanya memang tugas pemerintah dan
pemerintah daerah
jadi nggak bisa langsung ini adalah
masyarakat jadi di sini sebetulnya
dalamnya itu sering sekarang itu wah
masyarakat belum disiplin Oh masyarakat
harus Mila masyarakat begini padahal
sebetulnya sebelum kita memberikan
instruksi kepada masyarakat pemerintah
dulu yang harus membuat sistem gitu jadi
sistem dan pelayanan dulu gitu loh kalau
masyarakat belum bisa Mila belum bisa
mengurangi ya memang penanganan dulu
yang harus 100% pelayanan dulu harus
100% Kalau pelayanan dari pemerintah
sudah 100% baru kita boleh kampanye gitu
jadi Kalau teman saya orang Belanda
bilang Ibu jangan kampanye ya sebelum
pelayanan 100% nah sekarang itu sering
justru seolah ini masyarakat yang harus
begini masyarakat padahal
masyarakat itu menurut saya nggak sulit
kalau pemerintahnya sendiri sudah punya
sistem Saya punya bukti bahwa masyarakat
itu dalam satu jam bisa berubah kok
saya nggak Kok bisa bu Gitu Iya tapi ada
syaratnya syaratnya pemerintahnya harus
bikin sistem dulu contoh setiap tahun
saya itu mengirim trainer ke Singapura
untuk training kebetulan insva induk
organisasi Saya punya kerjasama dengan
influence Singapura untuk membuat
training hampir tiap tahun dan saya
kirim trainer itu hanya terbang satu jam
satu jam setengah lah terbang dari
Jakarta begitu sampai di Singapura dia
langsung disiplin jadi artinya dalam
satu jam bisa berubah gitu karena apa
Karena pemerintah singapuranya sudah
bekerja pemerintah Singapura yang sudah
punya sistem sistemnya apa ya 5 aspeknya
itu udah udah jelas peraturan udah jelas
kelembagaan udah jelas siapa regulator
operator pendanaan udah jelas berapa
dollar per ton dan lain-lain kemudian
aspek sosial budaya pendidikan jelas dan
teknologi pun sudah jelas jadi kalau 5
aspeknya ini belum siap ya
ujug-ujug minta masyarakat harus begini
begitu kurang pas makanya saya pada saat
kalau saya ketemu dengan beberapa
Walikota dalam rangka penilaian Adipura
misalnya selalu Pak Walikota bilang Ibu
masyarakatnya Masih Begini Begini
masyarakat saya masih nggak disiplin
saya bilang ke Pak Walikota Pak kalau
masyarakat masih begitu artinya justru
kita kita yang pemerintah belum optimal
gitu
kira-kira jadi
bilang kayak pakai helm gitu ya Semua
orang sekarang pakai helm dengan dengan
ikhlas gitu ya karena peraturannya sudah
jelas sistemnya udah jelas gitu jadi
masyarakat bisa kok berubah
kemudian misalnya kalau nggak usah ya
Jangankan ke Singapura misalnya kalau
kita ke hotel-hotel yang bintang 5 yang
internasional
karena hotel bintang 5 sudah punya
sistem tentang kebersihannya yang udah
standar internasional gitu Jadi saya
termasuk yang begitu kurang nyaman
dengan selalu masyarakat yang selalu
disalahkan duluan gitu
kemudian pasang 11 kira-kira apa ini
Setiap orang berhak mendapat pelayanan
dan pengolahan sampah secara baik berhak
kita punya pelayanan ini kan ini
pelayanan publik sama dengan kesehatan
sama dengan pendidikan sama dengan
Keamanan jadi kebersihan itu harusnya
sejajar dengan
kesehatan keamanan pendidikan dan
lain-lain dan Nanti kalau kita bicara
pendanaan juga harus jelas dan atau
kesehatan Berapa dana pendidikan berapa
tapi tidak untuk sampah sangat kecil
sekali jadi Setiap orang berhak
mendapatkan pelayanan dalam pengolahan
sampah secara baik dan wawasan
lingkungan dari pemerintah Pemerintah
Daerah dan atau pihak lain yang diberi
tanggung jawab kemudian berpartisipasi
dalam proses pengambilan
penyelenggaraan dan
pengelolaan lain kemudian memperoleh
informasi yang benar Nah kadang-kadang
informasi juga
kadang-kadang ya saya tetap menerima
keluhan lah dari Pemda nanti menteri ini
informasi gini menteri ini informasi ini
kemudian mendapat perlindungan dan
kompensasi karena Dampak negatif dari
pemeriksa akhir sampah kemudian
memperoleh pembinaan agar dapat
melaksanakan jadi yang jelas kita itu
punya hak untuk mendapatkan pelayanan
itu dulu sama dengan kita punya hak
mendapatkan pelayanan kesehatan mendapat
pelayanan pendidikan keamanan dan
lain-lain
ini masih juga ini Kalau pasal 12 setiap
orang dalam hubungan sampah jenis rumah
tangga wajib mengurangi Oke kita juga
bisa kita sendiri juga harus mulai
meskipun kalau pemerintah juga Jalan
Kita juga harus jalan contoh mengurangi
itu misalnya kalau makan harus habis
kalau ngambil makanan secukupnya
terutama misalnya kalau di orang menikah
atau orang dari seminar-seminar saya
masih lihat tuh kalau prasmanan orang
ambil banyak tapi nggak habis gitu itu
mulai pengurangan itu sangat sederhana
seperti itu kemudian
pasal 15 nah ini pasal 15 ini cukup
kontroversial karena sebelum-sebelumnya
ini jarang orang menyentuh isinya adalah
produsen wajib mengelola kemasan dan
atau barang yang diproduksinya yang
tidak dapat atau sulit terurai oleh
proses alam
pada saat saya mengajukan pasal ini ini
rame banget gitu karena selama ini yang
selalu
dikejar-kejar itu pemerintah harus
begini masyarakat harus begini
tapi jarang yang mengatakan produsen
harus bagaimana Karena sebetulnya sumber
sampah
sumber sampah yang pertama itu
sebetulnya pabrik gitu loh Kita ini
sebenernya konsumen gitu nah sebelum ada
pasal 15 ini jarang sekali menyentuh
produsen ini gitu Nah karena ini Jok
dari di belakang layar itu contoh saya
kalau ketemu produsen entah itu produsen
plastik atau produsen kemasan
Eh kalian yang jualan Kenapa Sayang
pusing yang ngurusin sampah kalian gitu
jadi kan harusnya justru produsen yang
harus bertanggung jawab pada saat dari
kalau saya berani bikin pabrik botol
misalnya saya juga harus punya sistem
bahwa botol saya ini tidak akan ke laut
botol saya ini tidak akan ke sungai
botol ini tidak akan ke TPA misalnya
tapi saya punya sistem Bagaimana
mengumpulkan kembali bagaimana mengolah
dan lain gitu harus Saya yang
bertanggung jawab yang bikin pabrik Nah
sekarang ini
belum belum terjadi itu dan pada saat
ini terus terang berbagai pihak produsen
agak-agak ya agak-agak inilah marah lah
gimana sih gini
terus saya bilang Pak Ibu
peraturan atau undang-undang itu
sebetulnya kan bukan untuk
untuk apa ya untuk mempersulit atau
menyusahkan berbagai pihak justru kita
ingin pada suatu saat semua produsen di
Indonesia adalah
menjalankan Green bisnis gitu loh karena
suatu saat yang tidak Green bisnis
mungkin akan ketinggalan gitu Jadi kita
ingin supaya bisnis kita itu justru
sekarang sekarang tidak kan yang yang
bikin public Siapa yang pusing siapa
kadang-kadang malah kita jadi relawan
ngumpulin Botol lah apa lah ada bersihin
pantai lah gitu Padahal yang bikin
pabrik siapa gitu
siapa jadi justru Ini perjuangan banget
supaya
sistem ini masuk ke dalam izin harusnya
suatu saat jadi ini bukan hanya menteri
klhk tetapi misalnya Menteri
Perindustrian Perdagangan dan bkpm jadi
ibaratnya kalau saya mau bikin pabrik
botol atau pabrik plastik harusnya Saya
tidak dapat izin kalau saya tidak punya
sistem after consumer atau IPR pasal 15
itu terkenal dengan IPR Extended
produser
responsibility jadi kalau saya mau bikin
berani bikin barangnya saya juga harus
punya programnya after consumernya mau
dikemanakan dan ini dijamin tidak akan
tidak akan mencemari lingkungan gitu Nah
itu harus bikin dan memang
saya rasakan ini belum masih jauh Gitu
kan meskipun sudah ada Permen LH nomor
75 2019
kemudian ini juga pasal yang sangat
penting yaitu pasal 44
pemerintah daerah harus membuat
perencanaan penutupan tempat pemrosesan
akhir sampah yang menggunakan sistem
terbuka atau kita sebut Open dumping
paling lama 1 tahun Sejak berlakunya
undang-undang jadi harusnya 2009 itu
semua harus sudah punya perencanaan
semua kota harus punya perencanaan
mengganti Open damping TPL pendamping
dengan TPA yang sesuai dengan standar
lingkungan
nah poin kedua pemerintah daerah harus
menutup tempat pemrosesan akhir sampah
paling lama 5 tahun terhitung sejak
berlakunya undang-undang jadi tahun 2013
harusnya semua TPA yang Open damping
harus dirubah menjadi TPA yang
berwawasan lingkungan yang kita sebut
sanitary landfill
ternyata sampai sekarang udah berapa
tahun ya dari
2008 undang-undang Berarti udah 13 tahun
13 tahun ya udah 13 tahun
PPA Ope pendamping masih banyak sebagian
besar Masih open dumping dan nanti akan
kita bicarakan di aspek pendanaan karena
dananya juga masih dana ibarat WC masih
buat WC cubluk gitu karena sanitary
landville tempat pemrosesan akhir itu
operasionalnya aja kira-kira 20 dollar
per ton Jadi mungkin sekitar 300.000 per
tahun tetapi sekarang masih ada yang
Rp20.000 30.000 jadi tpa-nya masih
ibarat kalau WC masih WC cubluk gitu
padahal harusnya wc-nya udah WC bintang
5 gitu karena karena apa Karena ruang
tamunya sebetulnya udah bintang 5 tapi
wc-nya masih WC di kebun orang gitu
Nanti pada saat kita bicara pendanaan
itu mungkin akan lebih mendalam kemudian
pasal 45 ini juga harus sudah mulai
bahwa pengelola kawasan pemukiman
komersial industri dan
fasilitas-fasilitas lain juga
yang belum memiliki fasilitas untuk
mengelola sampah dari mulai pemilihan
Dan lain-lain harusnya sudah mulai
menyediakan fasilitas itu termasuk itu 1
tahun
dikasih waktu ini masih
masih pasal-pasal ini masih belum bisa
berjalan dengan Sesuai yang diharapkan
kira kita itu ya Bapak Ibu teman-teman
coba lanjut
Nah sekarang pertanyaan Apakah perlu
revisi undang-undang ini karena saya
udah pernah diundang oleh DPD RI telah
diundang oleh komisi 4 DPR pernah juga
diundang oleh balet balet kelihatannya
ada beberapa saya sendiri secara pribadi
meskipun memang saya dulu yang ikut Yang
menggagas lah yang mendorong yang punya
ide saya juga merasakan memang mungkin
ada pasal-pasal tertentu yang harus kita
tambah ada juga pasal-pasal tertentu
yang harus kita Sederhanakan ada juga
pasal tertentu yang membantu pasal yang
lain seperti contoh tadi untuk untuk TPA
sanitary landville artinya bukan open
pendamping lagi kita perlu dana sekian
dollar person gitu ya Nah itu harus
dibantu oleh pasal yang tentang
pendanaan gitu jadi memang ada beberapa
yang harus kita revisi kalau memang
eh apa namanya nanti DPR terus
menyetujui terus memfollow up tetapi
sementara belum direvisi ya yang ada pun
sebetulnya sudah mulai Kita harusnya
kita baca kita terapkan dan
kira-kira ini udah ada isu-isu ini
tetapi belum di follow up beberapa ada
pertemuan tapi belum di follow up
silahkan lanjut
Nah tadi setelah undang-undang kan ada
peraturan pemerintahnya Nomor 81 2012
saya pikir di browsing aja karena ini
sebetulnya adalah
penterjemahan dari undang-undang contoh
yang tadi yang Extended produser
responsibility
eh tanggung jawab produsen di Peraturan
Pemerintah agak Lebih Detail Apa saja
sih yang harus dilakukan oleh produsen
di sini wajib pertama yang pasal 12
produsen wajib mengeluhkan pembatasan
timbulan kemudian pas jam 13 harus
mendaur ulang
14 dia harus memanfaatkan kembali dan
lain-lain dan saya sih lebih detail
produsen tuh harus membuat sistem dari
mulai pengumpulannya kembali sampai
akhirnya Tuh diapain entah mau didaur
ulang pak tanpa dipakai kembali atau ke
inseneration plan gitu itu sebetulnya
harus semua didesain oleh produsen dan
idealnya di desain sebelum produknya
jadi jadi sebagai salah satu syarat izin
produksi gitu nah ini udah agak detail
tetapi mungkin nanti perlu lagi ada
permen lain permen Perindustrian karena
ini Peraturan Pemerintah ada di bawahnya
bisa permen Perindustrian Ella dan
ini masih terus tanya aja saya pikir itu
dibaca aja kalau ini nanti pasal 26 Ya
ada peran serta masyarakat dan udah udah
cukup detail juga
Nah sekarang kenapa kalau udah punya
undang-undang udah punya Peraturan
Menteri Peraturan Presiden dan lain-lain
kok rasanya masih masih jalan di tempat
ya tadi salah satunya adalah kurangnya
sosialisasi jadi banyak masih banyak
pejabat juga yang belum membaca atau
mengetahui bahwa ada undang-undang
sosialisasinya belum profesional
sosialisasi yang profesional itu seperti
apa ya tadi kita harus melibatkan ahli
komunikasi
ahli marketing atau ahli PR publik
relation sehingga
ada ilmunya sendiri bagaimana ya katanya
ini ya harus kayak iklan Lah harusnya
gitu iklan itu kan juga mahal gitu tapi
undang-undang jarang serius banget gitu
apa namanya sampai disosialisasikan
dengan sangat profesional jadi masih
banyak yang belum ya kalau baca belum
pasti penegakan hukum juga masih kurang
kemudian yang ketiga mungkin
sebabnya apa saja itu ini mungkin pada
saat penyusunan Peraturan kita belum
melibatkan semua komponen secara aktif
ya tadi misalnya Apakah pada saat kita
membuat peraturan kita juga mengajak
polisi Apakah kita juga mengajak ahli
agama Apakah kita sudah mengajak alih
Pendidikan gitu karena
pelaksanaannya kan nanti harus didukung
oleh berbagai pihak ya ada Polisi ada
ahli agama kenapa ahli agama
saya juga karena ini pembangunan manusia
ya contoh misalnya Sungai kita kotor
kalau Insinyur tukang Insinyur bisa atau
pupr dan lain hanya bisa apa ya Bikin
apa ya saringan atau secara teknis bikin
bendungan dan lain-lain tetapi untuk
memberikan pendidikan bahwa tidak boleh
buang sampah ke sungai itu kan justru
kita perlu ahli pendidikan ahli agama
dan lain-lain jadi not only Engineering
aspek hukum sekarang mungkin udah pindah
ke aspek kelembagaan mudah-mudahan
waktunya cukup ya Nah kalau aspek
lembagaan
eee tentunya di sini harus jelas Siapa
yang regulator Siapa yang operator
misalnya kemudian kalau dia apakah
koordinasi lintas sektor Kementerian
SKPD dan lain kita sudah berjalan dengan
baik ini perlu banget kemudian penguatan
kelembagaan penguatan kelembagaan itu
juga harus jelas Siapa yang regulator
Siapa yang operator dan harus ada
capacity building karena saya melihat
jaranglah orang yang punya cita-cita
untuk menjadi
apa ya di dinas kebersihan atau
lingkungan hidup misalnya tapi karena
dia ditugaskan tapi bukan karena dia
cinta dengan pekerjaan kebersihan ini
gitu
karena pekerjaan ini bener-bener harus
apa ya Tugasnya tuh bener-bener dicintai
lah gitu loh membersihkan lingkungan dan
lain-lain harus dengan senang hati ya
tadi peningkatan kapasitas juga karena
pejabat-pejabat di dinas LH atau Dinas
Kebersihan tuh Belum tentu dia memang
bercita-cita untuk untuk bekerja dalam
hal persampahan ini gitu ya kemudian
tadi pembagian kewenangan dan menjawab
Siapa yang regulator Siapa yang operator
nah ini contoh regulator tuh apa sih
operator itu apa aja misalnya kalau
misalnya
regulatornya Dinas Kebersihan
operatornya bisa swasta tapi kalau
operatornya Dinas Kebersihan
regulatornya misalnya bisa Bappeda jadi
harus harus jelas juga ya seperti itu
kalau di lembaga yang paling kecil
misalnya di rumah tangga regulator tuh
misalnya Bapak Ibu operator itu misalnya
asisten rumah tangga Nah kan nggak
mungkin ya asisten rumah tangga sebagai
operator juga juga dia harus cari uang
juga di harus bikin desain juga dia juga
harus nyapu dia juga harus nyuci kan
nggak bisa jadi harus ada pembagian yang
jelas nah ini saya lihat masih PR kita
juga semua Kemudian harmonisasi tentang
eksekutif dan legislatif itu jelas bukan
hanya dipertahan aja karena yang
menentukan anggaran itu kan kita harus
persetujuan dari legislatif
ini sering sekali saya temui gitu bahwa
dianggapnya mengolah sampah itu murah
gitu Padahal ibaratnya kalau kita bikin
WC jadi
jadi saya agak loncat-loncat nih jadi
salah satu Kenapa ini menjadi tidak
menjadi prioritas dalam pembangunan
masalah persamaan karena hampir semua
perencanaan kota di Indonesia
itu seperti bikin rumah nggak bikin WC
bikin kota nggak bikin TPA nah salah
satu contohnya ya DKI sendiri ibukota di
mana saya tinggal
WC nya itu di Bekasi wc-nya di tetangga
gitu loh jadi tidak punya WC di dalam
kota gitu
terus wc-nya Pun masih WC kebun WC
pendamping WC cubluk gitu Apakah dia
tidak ada dana nggak tapi tidak
prioritas Karena apa Ibaratnya ruang
tamunya sudah bintang 5 tapi wc-nya
masih di kebun orang jadi bukan karena
tidak ada dana tetapi belum prioritas
dalam pembangunan gitu Kayaknya masih
mementingkan ruang tamu aja yang bagus
WC mah tempat sampah mah masih di sungai
gitu Jadi ini sangat berhubungan sekali
dengan budaya kita pada saat kita
menentukan prioritas padahal mungkin WC
itu lebih penting dari ruang tamu kan
dan lebih mahal karena apa Karena WC itu
perlu teknologi gitu kalau ruang tamu
itu ibaratnya Saya suka mengatakan pakai
tiker juga nggak dosa lah kalau ruang
tamu kalau WC mah kan harus ada
teknologinya ada leher angsa ada
ventilasi ada setting dan Kalau tidak
ada Itu semua namanya bukan WC gitu nah
di kota juga begitu Mungkin aja
tempat pemrosesan akhir sampah TPA
sampah itu jauh lebih penting misalnya
daripada Kalau mungkin sama penting
dengan bandara sama penting dengan
apa ya hotel hotel udah bintang 5 Mall
udah bintang 5 bandara udah bintang 5
tetapi TPA belum ada yang bintang 5 jadi
ibaratnya Harusnya kan ini sejajar gitu
masuk ke dalam prioritas itu kira-kira
kemudian masalah kelembagaan lain adalah
bagaimana sih sebetulnya kerjasama
pemerintah swasta dan masyarakat Ini
juga masih banyak sekali PR yang karena
banyak sekali Sebenarnya ada investor
yang mau mau invest gitu tapi peraturan
pemerintahnya kadang-kadang belum
kondusif dan lain-lain seperti itu
kira-kira
kemudian
tadi kan kelembagaan pemerintah apa
tugasnya masyarakat apa tugasnya ini
udah udah tadi dibahas
pemerintah itu harus menjamin
pelanggarannya pembuangan sampah yang
baik jadi harus ada jaminan gitu
lanjut
Nah siapa aja sih sekarang di Indonesia
tuh yang sudah mulai sebetulnya
lembaga-lembaga yang harus harus mulai
terlibat gitu ya kita punya jaksaranas
kebijakan strategi nasional dimana
sebenarnya di lampirannya itu ada
sekitar 30 lebih Kementerian yang harus
terlibat
kalau di nasional itu yang dinasional
itu kan ada Menteri Lingkungan pupr
dalam negeri Bappenas dan macam-macam
sampai 32 Kementerian yang ada di situ
termasuk Kementerian Agama kemudian di
daerah juga jelas harus ada SKPD atau
Dinas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup
pembelian umum dan lain-lain Nah kenapa
saya mungkin ingin coba Kenapa sih kita
juga perlu misalnya dinas tenaga kerja
atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan
ini penting sekali pada saat kita bicara
daur ulang
karena daur ulang jadi harusnya menteri
perindustrian punya peraturan khusus
tentang industri daur ulang
dan ini saya lihat belum belum ada yang
pas dan industri daur ulang itu
maksudnya harusnya ke industri jasa
karena mereka sudah mengolah sampah kita
perkara dia bisa jualan hasil daur
ulangnya dan itu justru sampingan Jadi
kalau pada saat saya di beberapa negara
gitu ya di Eropa misalnya
si daur ulang tuh bukan bukan harus beli
beli bahan baku beli sampah kita nggak
jadi tetap Saya mau buang apapun mau
buang sepeda kek mau buang kursi buang
apa ya tetap saya kirim ke pusat daur
ulang dan saya harus bayar jadi yang
buang harus bayar yang mau harus dibayar
gitu
tuh sekarang seolah-olah malam pabrik
orang harus beli bahan baku gitu nah
sehingga akhirnya mereka juga banyak
yang masih belum terdaftar secara resmi
tidak tidak bayar pajak tidak punya Ipal
ya karena uangnya habis untuk
seolah-oleh sampah itu bahan malah
sampah itu harus dibeli Harusnya kan dia
dibayar gitu karena dia itu sebetulnya
jasa nah ini harusnya menteri
perindustrian menteri perdagangan
terlibat di sini terus kenapa ada
Menteri Tenaga Kerja misalnya di sini
kalau kita bicara pemulung pemulung itu
kan harus dilindungi oleh undang-undang
tenaga kerja misalnya dan sekarang saya
lihat belum dan masih terlibat dalam
hal-hal yang
kayak ilegal gitulah gitu loh jadi kan
kita juga nggak mau punya pemulung
terus-menerus karena pemulung suatu saat
juga harus masuk ke dalam sistem dimana
dilindungi oleh undang-undang tenaga
kerja nah jadi banyak sekali Kementerian
sebetulnya yang harus ikut terlibat
karena ini sangat komprehensif Nah
demikian juga nanti di daerah kira-kira
itu ini jam 10 katanya Saya cuman sampai
10 lewat 10 ya padahal ini baru 2 aspek
Pak hijrah untuk penyampaian materinya
bisa sampai sekitar jam 10.40 atau 10.45
Bu boleh ya ya
ini baru dua aspek dari 5 aspek ya ini
makanya ini kayak kuliah yang Mbak Lisa
Makanya saya bilang Aduh saya
kadang-kadang suka bingung ini pelajaran
40 tahun lebih gitu kan Terus saya agak
susah untuk
menerapkan kalau karena kalau nanti tahu
sepotong-sepotong bahaya gitu karena
yang tahu sepotong kadang-kadang suka
tahu jadinya kan
apa lagi ya makasih ya lembaga lanjut
slide berikutnya
Nah sekarang kalau kita bicara lembaga
non pemerintah itu siapa saja
ada swasta swasta tuh bisa bekerja di
persampan sebagai apa aja ya dia bisa
sebagai operator fasilitas
service itu kan operator ya kemudian dia
bisa juga sebagai investor dia dia yang
Buat suatu
instalasi pengolahan dia yang invest
terus nanti pemerintah atau masyarakat
bayar ke mereka kemudian bisa juga
menjadi
penyedia teknologi
konsultan pengelola kawasan dan nah yang
dua terakhir produsen dan ritel justru
dia yang bikin sampah gitu loh jadi
Ya saya suka bilang kamu yang berdosa
Kenapa Sayang pusing gitu kan kemudian
lembaga swadaya masyarakat itu bisa
berupa asosiasi berupaya Yayasan gitu
kalau di saya nih Indonesia Solid face
Association itu perkumpulan kemudian
media massa ada yang elektronik tetap
dan lembaga pendidikan juga bisa ada
dari mulai TK sampai Universitas
kemudian ada yang berbasis komunitas ya
Ada RT RW dan lain-lain itu lembaga non
pemerintah dengan macam-macam
partisipasinya
lanjut
ini udah tadi jadi kalau dari segi
lembaga itu kan ada ada pemerintah ada
masyarakat ada produsen atau pengusaha
pengusaha itu di sinilah kewajibannya
dia wajib mengelola kemasan atau
barangnya yang diproduksi yang tidak
dapat atau sulit terurai oleh proses
alam yang paling populer kan kalau
produk plastik ya karena yang agak lama
terurainya di alam dan itu tanggung
jawab siapa gitu
Oke lanjut
ini peran produsen saya ambil dari
permen 75 2019
Permen LH ya jadi di sini ada mereka
harus memikirkan tentang pembatasan
timbulan sampah harus memikirkan
pendahuluan pendaur ulang harus
pemikiran memanfaatkan kembali tapi
lepas dari ini semua yang sulit itu
sebenarnya
pengumpulannya pengumpulan dan
pengangkutannya karena kalau dan
pemilahan kalau sudah diangkut dan
dipilah sebetulnya untuk diolah kembali
itu sesuatu yang mudah tetapi
pengumpulan-pengumpulan itu justru
sesuatu yang sulit untuk apalagi
pemilahan karena pemilahan sampah di
Sumber itu sebetulnya ilmu tertinggi di
persampahan karena ini butuh waktu ini
untuk jangka panjang saya sendiri
memperkenalkan pemilahan itu tahun 87
berarti sudah
36 tahun yang lalu dan saya merasa belum
berhasil
paling saya baru berhasil memperkenalkan
warna tempat sampah sekarang kan mulai
warna tempat sampah tuh ada yang kuning
hijau dan lain-lain itu sebelumnya
sebelum tahun 87 itu
Oh biasanya warna tempat sampah tuh
hanya hitam dan abu-abu gitu tetapi
mengenai pemilihan sampainya sendiri
Saya merasa belum berhasil mungkin kalau
ada data kurang masih kurang dari 2% lah
orang yang sudah memilah meskipun saya
pribadi saya sudah Milah dari 87 ya Jadi
sebenarnya ini ilmu tertinggi gitu Oleh
karena itu PR untuk jangka pendek
sebetulnya Bagaimana pengumpulan aja
dulu pengumpulan 100% one
jadi negara-negara yang lain pun begitu
setiap sebelum bicara pemilahan sebelum
bicara
dan lain-lain itu yang penting 100% dulu
pengumpulan supaya tidak ke laut supaya
tidak ke sungai jadi nanti kalau bicara
masalah teknologi
tahapan-tahapannya juga nanti kita akan
perdalam lagi kira-kira itu
Lembaga ini lembaga yang dari produsen
lanjut
ini Ini tinggal dibaca aja bawa hadiah
harus menggunakan produk mudah terurai
bahan bakunya harus bisa didaur ulang
dan lain-lain ini ini sangat teknis bisa
dibaca aja tapi yang nomor 5 ini yang
menurut saya agak harus ditekankan bahwa
produsen harus membuat sistem
pengumpulan dan pengangkutan sampahnya
atau sampah untuk produknya dan menjamin
produk yang dihasilkan tidak mencemari
lingkungan produknya tidak berakhir di
sungai di laut atau di Semarang tempat
itu dulu gitu loh kalau pengumpulannya
udah beres mau didaur ulang kek mau
makan kembali itu akan lebih mudah
justru yang paling sulit itu yang nomor
5 itu dulu Pokoknya dia harus menjamin
bahwa produk saya nggak akan ke sungai
produk saya nggak akan ke laut
Sebenarnya masih masih
ini tadi juga udah bawa masyarakat dapat
berperan dalam pengolahan sampah yang
diselenggarakan Ini dari tadi kan
pemerintah produsen masyarakat ini tugas
Apa peran masyarakat bisa bisa berperan
dalam pengolahan sampah
pasal 28 undang-undang 18
2008 lanjut
nah ini juga sebetulnya uraiannya saja
jadi peran masyarakat itu sebagai
lembaga masyarakat jadi bisa memberikan
usul pertimbangan
kepada pemerintah bisa saran nah terus
yang penting lagi peran masyarakat yang
tengah harus bayar membayar iuran dan
bayar retribusi jadi kita bayar sampah
itu sama kayaknya kita bayar listrik
bayar air bayar sampah Ya kita harus
bayar Apalagi kita yang membuang gitu
berapa rupiah per bulan atau berapa
rupiah per kilo gitu kan ini
kadang-kadang ini juga
apa ya
belum mencerminkan lah saya melihat
banyak yang belum ada keadilan contoh
pada saat saya survei di suatu perumahan
elit gitu ya yang dia tuh bayar
listriknya 2 juta per bulan tapi bayar
sampahnya cuman Rp20.000 per bulan nah
Jadi bukan karena tidak ada dana tetapi
sekali lagi pengetahuan tentang
persampahan ini belum menjadi prioritas
gitu jadi kita tuh masih primitif di
sini padahal kota yang modern Itu kalau
truk sampahnya cantik tapi hanya cantik
itu rumah yang modern juga kalau tempat
sampahnya cantik wc-nya cantik gitu
dan itu kan ada dana di situ kemudian
yang nomor 3 ini juga sangat penting
peran masyarakat minimal minimal peran
masyarakat itu satu tidak membuang
sampah sembarangan kemudian minimal
memiliki tempat sampah gitu loh dan
tempat sampah itu harus bersih harus
cantik harus cuci gitu jangan jorok juga
gitu kemudian baru nanti mulai belajar
memilah sampah dengan benar karena kalau
tempat sampah aja belum punya Bagaimana
memilah gitu nah ini kira-kira Jadi kita
juga nggak langsung ke apa yang namanya
circular ekonomi dan lain-lain
Oke dan ini peran masyarakat harus
berbasis institusi ini statement di
bawah Kenapa Karena gini saya melihat
sekarang tuh banyak sekali bahwa ini
pengolahan sampah berbasis masyarakat
akhirnya apa sifatnya jadi seperti
sukarelawan jadi masih sukarelawan masih
hobi gitu loh
padahal tetap meskipun yang itu dari
masyarakat tetap harus berbasis
institusi institusinya harus jelas
misalnya dia mau apa karang taruna mau
Yayasan atau salah satu bidang di RW
jadi ada institusinya gitu sehingga
tidak hanya sekedar hobi atau sekedar
sukarelawan akhirnya
masyarakat yang sudah mengolah atau
berbuat sesuatu tuh
hadiahnya tuh cuman foto-foto lah sama
pejabat dan lain dan padahal harusnya
mereka itu dibayar gitu kira-kira itu
jadi tidak bisa hanya berbasis
masyarakat tetap harus berbasis
institusi meskipun institusinya dari
masyarakat supaya jelas gitu nanti
peraturan mainnya
lanjut
Nah tadi masalahnya dalam aspek
kelembagaan tadi masih lemah lah
koordinasi jangankan koordinasi antar
menteri kadang-kadang saya menemukan
dalam satu Kementerian pun antara dia
rektorat a dengan Direktorat B itu
kadang-kadang suka dengan nyambung
kebetulan Kita sama-sama diundang
padahal dengan kasus yang sama Kenapa
sih nggak bareng aja gitu kan
koordinasi itu sangat penting banget
Jadi kita itu kadang-kadang
apa ya pendekatannya tuh masih
pendekatan proyek bukan pendekatan
program apa sih bedanya Bu proyek dengan
program gitu kalau pendekatan proyek tuh
gini misalnya saya punya tepung ini
tepung saya terus si B bilang ini gula
saya terus ini bilang lagi ini mentega
saya gitu jadi ya udah akhirnya nggak
akan jadi kue gitu Tapi kalau kita
berdasarkan program bukan proyek gue
bilang ya saya punya gula nih Terus yang
satu ini lagi saya punya tepung Saya
punya mentega nih Yuk kita bikin weh
gitu Nah kira-kira itu Sekarang tuh
masih banyak yang berdasarkan proyek ini
proyek saya kadang-kadang ngapain sih
Dia ngerjain itu itu kan kayak gitu gitu
kemudian pertanyaan juga yang sering
sudah mulai diisukan di beberapa
pertemuan dengan adanya darurat sampah
sekarang udah semua tpa-nya semua sudah
stadium 5 udah belum waktu gitu kan
Apakah perlu badan penganggungan sampah
nasional seperti dulu ada badan apa ya
BKKBN Keluarga Berencana terus ada BPOM
kemudian terakhir ada BNPB
untuk apa BNPB yang apa namanya
Badan Nasional untuk hal-hal yang sangat
gawat gitu ya termasuk menangani covid
kemarin gitu kan jadi badan-badan
darurat gitulah Apakah itu perlu ini
masih masih wacana dan masih beberapa
yang di diskusikan Apakah itu perlu gitu
kemudian yang di kanan tadi belum jelas
pembagian peran regulator siapa operator
siapa gitu kadang-kadang Dinas
Kebersihan itu ya operator juga ya
regulator juga ya dia juga harus nyapu
ya dia juga harus harus mikir pendanaan
dan lain Nah itu ini yang harus lebih
kita apa ya kita tingkatkan semua
pengetahuan-pengetahuan tentang ini
Nah sekarang udah aspek ketiga
aspek pendanaan ini penting banget kan
boleh minum dulu ya
aspek pendanaan Nah kalau kita bicara
dana dalam pengolahan sampah
kita tidak hanya bicara investasi sekian
miliar gitu nggak kita bicaranya harus
biaya satuan atau unit cost Jadi
sebetulnya berapa rupiah sih per ton
untuk mengelola sampah dari mulai
pengumpulan pengangkutan pengolahan dan
pemrosesan akhir berapa rupiah per ton
berapa APBD berapa APBN gitu kan itu
harus harus
ditekankan karena contoh misalnya
sekarang itu apbd-nya untuk sampah masih
di bawah satu persen ada yang 0,3 0,5
dari APBD ya bandingkan misalnya dengan
kesehatan itu udah 10%. pendidikan udah
20% nah ini harus dihitung meskipun saya
pribadi tidak begitu setuju dengan
persen Tetapi saya lebih Setuju dengan
biaya satuan pokoknya contoh misalnya
kalau untuk membuat operasional ya
operasional TPA yang benar yang sandal
terus sekitar 20 dollar kalau misalnya
per ton atau 300 ribuan lah per ton
sekarang TPA TPA masih banyak yang
20.000 30.000 yang ya saya bilang pantes
aja wc-nya WC cubluk dapatnya gitu
boro-boro bisa bintang 5 gitu dan itu
didiamkan aja begitu ya kalau pendamping
memang paling 20.000 30.000 Padahal
kalau tempat pemborosan air atau
sanisari lanfield ya tadi sekitar 300
400.000 Nah baru Surabaya yang mau
sebetulnya udah udah mendekati biayanya
seperti itu jadi ya WC itu lebih mahal
dari ruang tamu saya bilang gitu karena
tadi Kalau Yesus itu perlu teknologi
kalau ruang tamu pakai stiker juga nggak
dosa Sekarang enggak ruang tamunya ruang
tamunya sudah bintang 5 Katakanlah ruang
tamunya harganya 500 juta tapi tempat
sampah sama wc-nya mungkin cuman 2 juta
Nah itu yang sekarang harus
diperjuangkan jadi kalau kita punya uang
pas-pasan bikin rumah ya bikin WC kamar
mandi
lupa dulu yang bener gitu loh bukan
bikin ruang tamu dulu ini sangat
berhubungan dengan aspek budaya kita
budaya kita masih budaya pamer pamer
ruang tamu pamer teras Bukan pamer WC
Bukan pamer tempat sampah gitu Padahal
budaya modern atau tadi saya bilang
kalau kota yang modern kalau saya keluar
itu kota yang modern itu yang yang apa
namanya yang truk sampahnya cantik
gerobaknya cantik gitu tpa-nya cantik ya
rumah juga yang modern yaitu yang wc-nya
cantik yang tempat sampahnya cantik
bukan hanya ruang tamu gitu Ini
pendanaan sangat berkaitan dengan cara
berpikir budaya kita gitu loh Mana yang
lebih penting bikin ruang tamu atau
bikin WC gitu nah di kota juga seperti
itu bikin kota nggak bikin TPA padahal
hotelnya ada bintang 5 airport udah
bintang 5 Shopping Center udah bintang 5
jalan tuh udah bintang 5 gitu tapi
tpa-nya belum ada yang minta 5 nah ini
Jadi ini mahal kan
kebersihan itu memang perlu perlu biaya
tapi dia investasi
kalau negara kota kita bersih kota kita
aman ya investor datang turis datang
bukan jualan kompos atau jualan listrik
dan lain-lain itu mah sampingannya gitu
nah contoh Kenapa ini di bawah nih
kebersihan adalah investasi jargonnya ya
tadi
kenapa sekarang orang nginep di
Singapura
padahal proyeknya di Jakarta
kalau bisa dialog kan enak nih
sebenarnya Kenapa orang nginep di
Singapura
padahal proyeknya di Jakarta atau di
Batam
ya karena salah satu investasi Singapura
adalah kebersihan
clean and green jadi orang mudah di
Singapura gitu karena di Jakarta mah di
Batam masih jorok gitu Terus kenapa
orang juga mau nginep di hotel bintang 5
padahal mahal
ya karena salah satu investasi hotel
bintang 5 adalah kebersihan jadi kalau
kita masuk ke dalam kamar kamar di hotel
bintang 5 itu kita lihat paling mahal
apa yang paling mahal itu toiletnya
kamar mandinya bukan bukan tempat
tidurnya gitu dan menurut beberapa
Manager dari hotel bintang 5 mengatakan
Bu investasi saya 665% di kebersihan Ya
jelaslah Makanya kalau kita ke kamar
hotel juga gitu kan yang mahal kan bukan
tempat tidurnya bukan melobinya yang
mana yang bersih itu ya kamar mandi dan
toiletnya gitu jadi kebersihan adalah
investasi jadi memang harus rupiah per
ton sama kayak kita bayar keamanan dan
lain-lain bukan bukan terus ah nggak mau
bayar cleaning service karena yang bisa
bikin kompos bikin apa itu agak join
Kalau menurut saya nggak mau bayar ke WC
umum karena wc-nya bisa bikin biogas
bisa bikin ini nggak
gitu tetap kita yang buang harus bayar
yang mengelola dibayar jadi berapa
rupiah per ton biaya mengolah sampah dan
berapa rupiah nanti perbulan per rumah
orang harus bayar Terus berapa APBD
berapa APBN karena sebelum masyarakat
mau bayar kalau masih kotor mau nggak
mau APBD dan APBN yang nalangin dulu
gitu loh jadi sama juga kayak listrik ya
pemerintah bikin dulu jaringan listrik
bikin PLN dan lain-lain setelah itu Ya
kita bayar gitu karena udah ada
pelayanannya ini juga begitu pemerintah
dulu dan APBN berarti subsidi dulu
Katakanlah Kalau harusnya bayarnya
100.000 per bulan sekarang masyarakat
baru bayar 10.000 berarti kan subsidi
nih 90% cuman subsidinya mau berapa
tahun kayak BBM gitu loh jadi kalau
masyarakat belum belum mengerti dan
bayarnya masih sedikit ya harus APBD
APBN dulu tapi Insya Allah kalau sudah
bersih pasti masyarakat bayar seperti
masyarakat bayar ke WC umum yang bersih
2000-3000 nggak ada yang protes gitu oke
itu kira-kira filosofinya kebersihan
adalah investasi jadi bicaranya rupiah
per ton ini Saya punya pengalaman
misalnya pada saat mewawancara Walikota
untuk Adipura gitu dia karena dia pengen
nilai Adipura tinggi kata Pak Walikota
Bu saya tpa-nya udah sanitar
gitu berapa Pak biaya operasionalnya
gitu Oh saya sekian miliar gitu tapi
sekian miliar kan per tahun gitu Coba
bapak itu berapa rupiah per ton 1 Tahun
berapa berapa
ratus ribu ton kan untuk dibagi per
bulan per hari Jadi jatuhnya berapa Pak
rupiah per ton tahunya jatuhnya cuman
30.000 per ton Nah kalau jatuhnya 30.000
per tahun Pak Berarti TPA Bapak belum
sanitorial masih Open damping cuman pada
saat penilaian Adipura dateng nah baru
di rapi-rapihin gitu nah jadi
kan dari biaya kelihatan gitu bahwa itu
seni tari itu
apalagi ya mekanisme anggaran daerah
itu kan biayanya harus dibiayai produsen
ya kemudian efektivitas retribusi nah
efektif retribusi juga ini masih banyak
masalah orang sebenernya bayar ada yang
bayar 5000 ada yang bayar 500 yang bayar
Rp50.000 gitu loh memang itu masih jauh
di bawah standar tapi yang minim ini pun
kadang-kadang
belum belum dalam sistem yang baik gitu
loh uangnya kemana apalagi kalau melalui
dipenda kadang-kadang udah masuk ke
Pemda tapi belum tentu dipakai untuk
sampah misalnya
kita melibatkan kita melibatkan
swasta biasanya swasta bisa sebagai
investor tadi atau bisa sebagai
pengelola dan lain-lain seperti yang
tadi peranan swasta yang udah kita bahas
oke
lanjut lagi
Nah untuk aspek pendanaan kita bicara
filosofinya ya kembali lagi yang merah
itu kebersihan adalah investasi
saya jarang bicara sampah adalah berkah
sampah adalah uang nggak bilang gitu
Jadi kita bicara gini
filosofinya kita harus tahu berapa
persen sih APBN dan APBD yang ideal
untuk pengelolaan sampah kalau kita mau
bicara persen ya
paling tidak ya
masuk ke dalam prioritas 10 tadi ke apa
ya pendidikan kesehatan pendidikan 20%
kesehatan 10% nah kira-kira sampai
berapa sih Apa 5% 6% itu harus dihitung
dengan benar sesuai dengan tadi
satuan-satuan gitu loh Apa 5% 6% memang
kalau dia ada tapi kalau memang bedanya
kecil meskipun persennya gede tetep aja
jadi nanti kecil jadi harus
dikombinasikan antara unit cost dengan
persen APBD nah sekarang itu tapi
kenyataannya juga APBD masih 0.3 0405%
gitu bandingkan dengan kesehatan yang
10% pendidikan 20% masih jauh kemudian
kita kalau bicara pendanaan apa kita
bicara profit center atau
kalau untuk pemda ini tetap masih kos
center karena ini investasi sama dengan
keamanan dan lain harus ada APBD ada
APBN tapi untuk pengusaha jelas harus
ada profit jadi di sini
sebetulnya tapi juga profitnya bukan
jual beli barang misalnya jual listrik
dari sampah lah
rdf lah kamu nggak ini kita benefit yang
dijual adalah kesehatan kebersihan
kesehatan lingkungan jadi
manfaat Jadi bukan sekedar profit tetapi
kita bicaranya benefit gitu loh karena
yang dijual adalah jasa jasa kebersihan
jasa pengolahan limbah gitu ya tadi
Kalau Kampung kita bersih kalau Kampung
kita aman harga rumah naik harga
kontrakan naik kesehatan naik gitu loh
bukan dari jual jual kompos atau jual
daur ulang dan lain gitu Jadi kita
bicaranya beda Fit manfaat kemudian
Apakah bisnis jasa pengolahan limbah
jadi ini adalah bisnis jasa pengolahan
limbah atau jasa cleaning service
atau jual beli barang bekas
atau bisnis pabrik pembuatan produk
yang mana yang bener
yang bener tuh yang tadi bisnis jasa
pengolahan limbah atau jasa cleaning
service jasa pengolahan seperti apa sih
misalnya saya punya perusahaan mengolah
limbah cair jadi
air kotor saya saya kelola saya olah
menjadi air bersih
kan saya tidak dibayar nih jasa jasa
mengelola air kotor menjadi terlalu
bersih air bersihnya bisa dibuang ke
sungai artinya dia sudah tidak mencemari
lingkungan gitu loh Ya jasanya ini juga
misalnya kita jasa kita kirim limbah
industri ke ppli itu jasanya tuh bisa
sampai 10 juta per tahun saya harus
bayar misalnya dokter-dokter tuh yang
buang katridge buang bekas-bekas suntik
dan lain-lain itu sekitar 10.000 per
kilo atau 10 juta terus bayar gitu Jadi
yang bukan harus bayar yang mengolah
harus dibayar cuman kalau sampah kan
Nggak sampai 10 juta per ton paling
300-700.000 sampai 1 juta lah per tahun
gitu karena beda dengan B3 tapi tetep
itu jadi bukan bukan jual beli barang
bukan jual beli barang daur ulang dan
lain tetapi jual beli jasa coba lanjut
deh kayaknya penjelasan di slide
berikutnya deh
lanjut
ini salah satu referensi Berapa unit
cost yang saya pakai secara
internasional
karena pakai dollar meskipun ini tahun
2000 masih bisa dipakai Nah di sini
ketahuan ada pengumpulan daur ulang
pengomposan wester energy dan dahan uruk
lahan uruk atau sanitasi
kita baca langsung biaya operasi aja deh
nah kalau untuk pengumpulan itu kalau
masih yang tercampur itu sekitar 60
dollar sampai 80 dollar Nah itu per ton
kemudian daur ulang pun itu ada tetep
biaya operasionalnya antara 20 sampai 40
dolar per ton Terus ada yang untuk
kompos kompos juga 20 sampai di bawah
terus bawah kompos 20 sampai 40 Jadi
bukan jualan kompos ya memang harus ada
biaya operasionalnya nah yang sekarang
yang udah ada Perpres
itu antara 40-80 dollar per ton biaya
operasionalnya jadi sekitar 700 ribuan
lah rupiah per ton investasinya sekitar
satu miliar weton Jadi kalau satu miliar
lebih deh kalau 1000 Ton itu
investasinya satu setengah triliun jadi
jadi sekitar satu setengah miliar lah
Tuhan itu biaya operasionalnya Terus
sekarang yang di bawah lahan uruk atau
sanitary landville atau tempat
pemrosesan akhir itu teknologi tinggi
juga bukan kayak pendamping ya
ini malah range-nya sangat tinggi kalau
landfillnya itu masih sampah tercampur
itu antara 10 dolar sampai 120 dollar
per ton nah ini minimal 10 dolar Tuh kan
berarti 150.000 per ton nah terus
tingginya sampai itu sekitar satu
setengah juta per ton ini ranjang gede
banget tergantung kita mau landfill
bintang 1 bintang 2 atau bintang 3 Nah
kalau kayak di Singapura tuh yang udah
100 dolar per ton jadi 1 juta lebih
weton di Jepang mode 1,7 juta per ton di
Indonesia tadi ada yang 30.000 20.000
nah ini yang saya usahakan bahwa ini
diperjuangkan lah harus diperjuangkan
nah seperti itu Nah beberapa yang ada
satu dua kota itu udah mulai
300 ribu per tahun kayak Surabaya itu
udah
300-400.000 per ton Jadi udah udah mulai
ke situ Kenapa ini sampai ada yang satu
juta per tahun
sebagai tinggi ya yang namanya
sanitary landfill itu kan ada licin
treatment misalnya Lici treatment itu
kan Airline ya itu mengolahnya tuh nggak
main-main dari mulai kayak bubur ketan
item gitu ya sampai kayak air jadi kayak
air mineral nah singa boleh dibuang Itu
kan bod-nya tinggi banget gitu Jadi itu
juga cukup mahal kemudian gas treatment
dan lain-lain terus cover juga mahal
karena
sampah-sampah tanah sampah tanah sampah
tanah gitu cover Tanah juga itu cukup
mahal jadi teknologi tinggi bukan open
pendamping gitu sekarang tuh mikirnya
asal buang aja
Ya gitulah jadi Tapi semua teknologi
saya selalu melihat seperti melihat obat
bahwa semua teknologi semua obat pasti
punya efek samping selain juga
manfaatnya gitu Jadi tidak ada teknologi
yang paling bagus yang ada tuh yang
paling cocok tidak ada yang oh ini mahal
ini murah Nah kalau udah obat kalau
misalnya penyakitnya seperti DKI udah
8000 tahun perhari tidak punya lahan
sampah masih tercampur itu kan dosa
diam-5 udah masuk Icu harusnya jadi dia
mau nggak mau dia harus pakai yang
energi yang 700.000 per ton karena salah
satu waist insemination plan itu
kelebihannya dia bisa di tengah kota
tidak terlalu banyak lahan dan sampahnya
bisa tercampur kecuali Balqis ya nggak
bisa orang udah masuk ICU
harus pakai vitamin-vitamin harus
olahraga
rumah udah kotor makanya Mila enggak lah
kalau rumah udah kotor Ya nyapu dulu kan
gitu Jadi kita juga harus dengan
loncat-loncat nanti kalau pas bicara
teknologi deh nanti saya ceritakan lagi
Ini kira-kira standar jadi
kalau kita mau merencanakan kita bisa
pakai ini lanjut
Nah sekarang ini salah satu contoh iuran
yang ideal iuran yang ideal ini saya
ambil Singapore Singapore Dollar ya Nah
kalau untuk apartemen itu sekitar 7-8
dollar jadi berarti ya sekitar
80-100.000
mungkin udah 300 ribuan sekarang ke
rumah per bulan blended nah kita kan
masih ada yang bayar
5000 juga pakai ngomel gitu kan kemudian
kalau contoh ini kalau untuk daerah
komersil
pakainya
liter per hari Jadi misalnya kalau
restoran
apa Mall itu bisa-bisa per hari Jadi
tergantung tergantung situasinya ini
semua contoh aja tapi kita yang jelas
saya ingin membandingkan ya Singapore
bisa bersih karena apa ya iurannya
200.000 per bulan kita mah masih ada
yang 500 rupiah ibaratnya
perbulan ini salah satu
yang perlu kita amati
lanjut nah ini ini saya ambil dari
Permen PU tahun 2013 udah agak lama ya
tapi memang belum belum belum belum ada
revisinya tapi kalau ini karena
rupiahnya waktu itu masih dolarnya masih
9000 jadi
ini agak di bawah nih harganya jadi
salah satu proses apa ya perbandingan
biaya pengolahan sampah
contoh misalnya di sini ada kan aerobik
aerobik pirolisis gasifikasi dan plasma
gasifikasi nah ternyata yang stabil itu
di sini kan ada yang semua kelebihan
kekurangannya misalnya kalau instalation
plan atau insenerasi itu kelebihannya
lahannya kecil
kemudian dia residunya juga cuma abu dan
stabil jadi kalau kita baca nih yang
stabil itu aerobik sama inspiration
yang lain belum stabil jadi
kadang-kadang oh ini pirolisis ini ini
Padahal dia itu masih uji coba Jadi yang
sudah stabil itu aerobik sama
inspiration nah aerobik itu Kalau saya
bilang kompos
aerobik kompos syndrow terus insinerasi
itu instalasi pembakaran sampah
sementara yang klasifikasi pirolisis dan
lain-lain
kemudian biaya investasi juga ada di
sini saya ambil yang instalation plan
aja yang insenerasi biaya investasinya
di sini
225 juta sampai dengan 3 miliar
per tahunnya terus operasionalnya
instalation itu 400.000 sampai 600.000
per ton tapi karena waktu itu dolarnya
masih 9000 kalau sekarang karena itu kan
40 sampai 80 dollar ya itu kira-kira
sekarang kita 700-an lah 700.000
nah ini ada perbandingan-perbandingannya
Jadi kita juga nggak bisa cuman lihat
ini murah ini murah tapi padahal nggak
stabil dan lain-lain gitu kompos pun di
sini aerobik itu 80-200.000 saya juga
pernah nyoba itu sekitar 200-an sampai
300.000 per ton waktu saya bikin kompos
kira-kira itu
oke ya kira-kira Ini nah sekarang yang
terbaru Permendagri tentang pendanaan
permendagrib tahun 2021 di sini kita
bisa lihat ada biaya pengumpulan biaya
pengumpulan itu kalau kita pakai gerobak
gerobak motor pick up TPS ada di sini
tapi misalnya di sini kayak
operasionalnya itu
operasionalnya itu ada yang
344.000 per ton ada yang
220.000 per ton
itu yang operasional eh operasional ada
yang 181 ada yang 331 ya kira-kira kalau
mau di kira-kira 200-300.000 per ton
biaya pengampunan sampah nanti iuran
perbulan per katanya sekian gitu kan ada
terus kedua biaya pengolahan jadi ada
pengumpulan ada pengolahan nah
pengolahan kalau misalnya saya pakai
yang bawah deh kasih tpst itu
operasionalnya itu sampai
1,5 tuh 1,5
juta
tapi yang yang eh 1,099
operasional
kalau ditampung sama investasi yaitu
satu setengah juta per ton ppssp yang
benar sekarang kan kita masih ratusan
ribu gitu Ini ini kalkulator ya kalau
nanti kita mau mendesain kita pakai ini
tapi yang jelas di sini saya akan
tekankan bahwa ada biaya itu macam-macam
ada biaya pengumpulan biaya pengolahan
gitu lanjut sekarang kayaknya ada biaya
pengangkutan pengumpulan apa
pengangkutan udah udah beda nah misalnya
kalau kita pengangkutan pakai dump truck
itu operasionalnya 269.000
per ton kalau kita pakai arem roll
267 kalau pakai compactter justru cuman
75-97 rupiah per ton jadi di sini
ketahuan belum tentu compactor itu lebih
mahal meskipun investasinya lebih mahal
di sini kan 74
[Musik]
apa ya 74
rupiahnya Kenapa
74.000
investasinya mahal tapi operasionalnya
murah jadi
Sekarang aja pengangkutan kita tuh masih
pada truk-truk terbuka begitu dan itu
bukan truk sampah itu sebenarnya masih
truk pasir Jadi kalau truk sampah itu
biasanya kompeter sama kontainer memang
kompeter mahal di awal tetapi
operasionalnya murah
Katakanlah saya maksudnya unit kos
kenapa bisa murah saya nanya ke
teman-teman orang ekonomi Kenapa sih
bisa murah gini ya itu dia bilang contoh
misal kalau kita beli sepatu
ada sepatu yang harganya satu juta ada
yang sama tuh harganya Rp100.000 mana
yang lebih mahal itu belum tentu yang
lebih mahal yang satu juta Bu karena apa
yang satu juta itu bisa 5 tahun sepatu
ini tapi yang 100.000 mungkin Cuman 5
bulan
kan per harinya lebih lebih murah yang
yang ini gitu yang satu juta ini juga
demikian kontraktor itu belum tentu
lebih mahal dari truk terbuka gitu
karena dia rupiah jadi murah Karena dia
dengan kompeter pengangkutannya kan
karena di compact dia bisa lebih banyak
kapasitasnya bisa 2 banding 1 bisa 3
banding 1 kemudian waktu yang dibutuhkan
time and motion tadi Kalau loading pakai
truk biasa bisa 1 jam 4 orang misalnya
pakai huruf gitu kalau pakai converter
mungkin cuman 10 menit gitu Jadi belum
tentu ini oh ini mahal kan
kadang-kadang ada yang udah harganya
sekian miliar terus tempat sampahnya
juga yang bisa ngait gitu pada otomatis
itu bisa yang sekian juta Oh tempat
sampah aja sekian juta gitu Padahal
memang itu satu set sama komplekter itu
biaya pengangkutan kemudian ada biaya
pemrosesan akhir
nah
tanah Nah sekarang saya mau ngambil
paling bawah aja yang sanitasi yang
bener banget itu operasionalnya itu
sekitar
448.000 sampai
876.000 per ton gitu yang tadi saya
bilang sekitar 300 malah masih jadi
sekarang
TPA Kita cuman Rp20.000 30.000 gitu
pertama masih jauh kan ke
800 ribu gitu kira-kira itu tuh Nah
nanti hitungan perbulan per rumahnya ada
tinggal dimasukkan ke situ
kira-kira itu ya
Gimana pak lanjut ya
terus mohon maaf Ibu untuk penyampaian
materinya kurang lebih 10 menit lagi ya
Bu ya oke
nah Ini salah satu contoh waktu saya
bikin TPS 3R TPS 3R yang hanya kompos
pun jatuhnya 300ribuan per ton jadi
nggak murah tapi memang ini investasi
ini salah satu contoh bisa dibaca
sendiri ya karena ini nanti dibagikan ya
Halo lanjut
nah ini aspek pendanaan tadi alokasi
anggaran belum prioritas minimnya jumlah
retribusi dan belum efektifnya
pengukuran subsidi subsidinya harus
Berapa Berapa Berapa persen berapa tahun
Nah itu kan harus dihitung ini belum
efektif pengukurannya
lanjut
10 menit lagi aspek sosial budaya saya
pikir tadi kan udah sedikit Disinggung
ya jadi
budaya kita tuh masih budaya ruang tamu
itu aja harusnya budaya kita tuh budaya
WC bersih sama tempat sampah yang bersih
itu dan kadang-kadang pendidikan juga
tidak terlalu berhubungan dengan dengan
peran serta karena masih banyak juga
orang yang
pendidikannya tinggi pakai mobil mewah
tapi buang sampah masih sembarangan juga
masih ada
itu Not in my bag ya pokoknya jangan
kotor di rumah di halaman Saya saya
buang ke halaman sebelah gitu gitu
kira-kira itu deh yang penting tadi
budaya ruang tamu kita itu budaya gitu
tuh masih budaya ruang tamu tadi jadi
budaya bersih itu belum belum merata
jadi pamernya ruang tamu tapi WC sama
tempat sampahnya Enggak ini kemudian
lanjut
ya inilah ruang tamunya bagus wc-nya
kayak gitu terus non-in mama lihat
pokoknya buang ke sungai Padahal di sini
ada ada orang lagi bersin Sungai tapi
dia buang langsung tuh tempat sampahnya
ke sungai lanjut
persepsi ini yang penting jadi persepsi
saat ini sampah adalah berkah padahal
yang bener sampahku tanggung jawabku
yang lebih tepat kemudian sampah ada
uang yang lebih tepat kebersihan adalah
investasi kemudian misalnya sampah
adalah energi yang lebih tepat adalah
sampah dapat menjadi energi jika telah
melalui proses yang membutuhkan biaya
gitu
kemudian pendekatan partisipasi
masyarakat dapat direkayasa oleh sistem
yang dibuat oleh pemerintah tadi saya
bilang sistem dulu yang buat casing
Singapore kalau sistemnya udah bagus
masyarakat pasti mau nurut gitu kemudian
penerimaan masyarakat tadi perlu
dibangun sistem keuangan Siapa yang
punya image Jadi kalau udah percaya sama
pemerintah atau pemerintah ada pelayanan
bagus pasti juga
masyarakatnya tuh apa ya punya punya
partisipasi positif kemudian pelayanan
dulu
100% sebelum kampanye ke masyarakat
Contohnya gini Ayolah padahal truk
sampahnya belum terpilah jadi pelayanan
dulu udah bersih mah pasti orang
mau bayar mau berpartisipasi
Jangan dibalik kampanye kampanye pada
pelayanannya belum 100%
harus ada Desain Komunikasi yang
profesional yang tadi saya bilang
seperti iklan untuk tingkat ekonomi
pendidikan tidak menjadi jaminan ini
orang-orang mobil bagus buang sampah ke
jembatan ini cuman foto-foto aja lanjut
ini pendidikan pendidikan Saya dulu
pernah coba punya Training Center lanjut
ya tadi belum artinya masalahnya tadi
belum ada sistem yang merekayasa jadi
partisipasi masyarakat itu bisa
direkayasa oleh sistem kalau sistemnya
udah siap masyarakat mau berpartisipasi
gitu Jadi
apa ya
sistem dulu baru masyarakatnya yang
diminta gitu
kemudian juga belum optimalnya penerapan
ilmu sosial komunikasi dan psikologi
jadi memang ini perlu sekali ahli-ahli
di bidang ini bukan hanya lagi tukang
Insinyur gitu
lanjut
nah ini aspek
teknologi-teknologi tiap teknologi pasti
punya kelebihan kekurangan seperti obat
saya bilang selalu ada efek samping
tidak ada teknologi yang paling bagus
yang ada tuh teknologi yang cocok tidak
ada obat yang paling bagus yang ada tuh
obat yang cocok kalau udah tadi yang 5
Icu ya obatnya ini kalau masih pilek ya
obatnya ini jadi jangan di jangan
didebatkan bahwa Manado lebih bagus dari
kemoterapi misalnya pemilahan sampah di
Sumber lebih bagus daripada bikin TPA
yang gak bisa Jadi tergantung
penyakitnya dan kita harus punya
strategi jangka pendek menengah panjang
ya kalau contoh jangka pendek kalau kita
bicara teknologi
1-5 tahun ya kita masih Harus linear
ekonomi dibenerin pengumpulan sampah
harus 100% dulu terus tpa-nya harus ada
tadi landville memperbaiki TPA dan
pengolahan sampah terpadu di TPA serta
pengolahan sampah skala kota yang tadi
itu jangka pendek 1 sampai 5 tahun dan
angka Menengah 1 sampai 10 tahun kita
udah bisa mulai pengolahan sampah
terpadu di kawasan seperti TPS 3R dan
lain-lain nah jangka panjang baru bicara
sirkular ekonomi ada pemilahan di Sumber
pengolahan pengolahan sampah di Sumber
misalnya rumah tangga industri dan lain
Jadi kita nggak bisa ujung-ujungnya
kalau linear ekonominya sendiri belum
ini jadi SD aja belum lulus jadi kita
yang S3 jadi tolong hati-hati kalau kita
keluar negeri segala macamnya mereka
karena mereka Masa krisisnya udah lewat
SMP nya udah lewat ya sekarang dia udah
bicara circular ekonomi gitu karena
tpa-nya udah bener truk sampahnya udah
bener gitu jadi jangan kalau belajar ke
luar negeri Jangan melihat ujungnya
tetapi lihat sejarahnya dia berapa ratus
tahun bisa seperti itu dan wawancara
saya kepada di Xbox enter sana selalu
dia bilang one hundred collection first
pokoknya 100% pengumpulan dulu supaya
tidak ke sungai tidak lumayan belum bisa
daur ulang belum bicara pemilahan dan
itu dulu
ada tahapan-tahapannya
setelah itu baru bicara wte baru bisa
daur ulang terakhir gitu jangan loncat
gitu Tapi kalau udah ada sekarang yang
pembelaan dan ulang seperti saya sendiri
pribadi ya nggak apa-apa Tapi paling
satu persen 2% jadi itu untuk jangka
panjang jangka panjang bukan berarti
nunggu nanti tetap dari sekarang cuman
dia kan landai gitu
itu kira-kira Terus lanjut ini udah
bumbu selesai dah pemilihan teknologi
tadi harus lihat timbulnya komposisi
karakteristik dan teruji proven Jadi
kalau misalnya masih uji coba masih
pilot project masih inovasi belum proven
itu makanannya makanannya Brain
makanannya mean ristek tapi kalau udah
proven baru makanannya Pemda gitu
sekarang mah kadang belum teruji masih
masih uji coba masih inovasi tapi sudah
diiklankan Makanya sekarang banyak
sekali tuh seperti itu jadi akhirnya
mangkrak dan lain-lain padahal masih uji
coba gitu kira-kira Itu yang boleh
diiklankan yang sudah profen yang bisa 5
tahun udah tidak tidak terkendala
kemudian udah ada sekian di kota Asia
dan lain kemudian ramah lingkungan terus
tingkat reduksi mengurangi sampahnya
berapa persen bukan maggotnya berapa
biji gitu tapi berapa ton sampah yang
bisa
ditelan kayak insena Tion plan itu bisa
mereduksi bisa menelan 90% sampah jadi
kalau 1000 ton sampah sisanya cuman
100% menjadi 100 ton dan 100% hanya Abu
gitu kemudian lokasi yang ada dan luas
lahan dan harga dan hasil sampingan
hasil samping kompos ada listrik dan
tapi bukan Hasil utama itu kalau saya
dulu bikin kompos komposnya nggak saya
jual kok karena saya jualnya jual jasa
lanjut
aplikasi teknologi kalau
source di reduction jadi pengurangan di
Sumber ya desaiting composing dan
lain-lain terus yang ini kalau Line
feeling itu
sanitasi
jenis-jenis teknologi aja tapi semuanya
pasti perlu TPA karena pasti ada residu
Meskipun residunya mungkin suatu saat
cuma satu persen 2% tetap kita perlu
tpa-nya sesuai undang-undang ya bukan
tempat pembuangan akhir tetapi tempat
pemrosesan akhir sesuai di undang-undang
gitu jadi TPA itu sebetulnya nggak boleh
dimusuhin karena TPA itu masih jantung
dan kalau orang buang ke TPA saat ini
itu masih masih sah masih sesuai
undang-undang buang ke TPA yang nggak
sah itu kalau buang ke sungai buang ke
laut karena kalau udah sampah di laut
itu berarti udah kriminal
tapi kalau masih ke TPA masih satu titik
itu sebenarnya tidak tidak melanggar
peraturan cuman TPA nya sekarang harus
TPA yang benar TPR bintang 5 truk
sampahnya juga harus tersangka bintang 5
gitu terus sampah kita kan sekarang
masih netes-netes dan dia bukan truk
sampah tetapi tidak pasir
Lanjut Coba lagi ya
karena ini teknologi ini salah satu dulu
saya pilot project saya saya bikin
kompos yang sederhana maupun window yang
aerobik tadi ya dan TPS itu harus cantik
tape itu harus bersih kita bisa
makan-makan bisa kumpul-kumpul di situ
gitu jadi jangan ada kesan jorok nih
dulu saya punya Training Center seperti
ini tapi sekarang udah saya serahkan
lokasinya ke Pemda kembali lanjut ini di
Rawasari dulu dan di TPS saya juga dulu
ada ada ruangan kelas dan lain-lain dan
harus bersih meskipun mejanya tuh dari
daur ulang dan lain-lain
jadi orang betah gitu
ini salah satu contoh
ini ya kompos aerobik ini sangat
sederhana
lanjut aja ini biasalah udah sering lah
ini yang penting seperti apa sih
instalasi pembakaran sampah itu
[Musik]
kayak Mall
bersih gitu Dan bisa di tengah kota
seperti ini yang di kiri kemudian
masalah kontrol pollutionnya juga
automatic ini salah satu contoh display
yang langsung di pintu langsung di pintu
jadi semua orang bisa lihat
apa on time gitu Real Time gitu jadi
justru satu kelebihannya itu dia bisa
menelan ribuan Ton dan bisa menelan 90%
bisa di tengah kota lahannya Nggak cukup
cukup enggak hanya tidak perlu luas
kemudian kontrolnya bisa otomatis
kelemahannya dia perlu investasi dia
perlu investasi besar sehingga kalau
kita pakai pihak ketiga biasanya
kontraknya tuh antara 20 sampai 30 tahun
gitu biaya operasionalnya tapi dia
kelebihannya seperti itu dia bisa di
tengah kota dan untuk ribuan ton
kemudian sampahnya masih campur kecuali
balqius misalnya kasur meja itu biasanya
dipisah
itu aja ini salah ini jadi Jangan
bayangin
tuh kayak tungku bakar tungku bakar saya
bilang di Indonesia belum ada insenation
plan adanya toko bakar toko bakar yang
kecil-kecil toko bakar aku
jadi kalau kita buka sendal dan semua
komputer rice
Jadi kalau untuk kota-kota besar kita
udah udah berpikirnya ke sini dan saya
studinya udah dari tahun 80 tuh 48 tahun
yang lalu
tapi untuk kotak-kota kecil lain lagi
ini di dalamnya kayak gini nih ada ada
apa namanya pemanasan kemudian juga jadi
ke boiler steamnya jadi listrik kayak
gitu dan di atas tuh kontrol room
control roomnya bersih banget kayak gitu
mana saja ke situ buka sepatu harus
pakai pakai sendal khusus
collection ada Liquid Edition ada gas
collection jadi ini cukup ini loh
teknologi tinggi bukan kayak TPA seperti
ini makanya jatuhnya 300 400 ribu rupiah
per ton lanjut
ini mah Masalah lah pokoknya masih
minimnya pengetahuan masyarakat tentang
teknologi pengolahan sampah disangkanya
pendamping itu disangkanya
gitu kemudian teknologi yang digunakan
namun harus disesuaikan dengan kondisi
sosial
Ya itu sih Okelah Udah biasa dibaca
lanjut
udah jadi ingat sampahku tanggung
jawabku kebersihan adalah investasi
hijrah baca yang kenceng Pak hijrah
kebersihan adalah investasi oke
itu tadi penyampaian materi dari
pemateri kita hari ini yaitu Ibu Sri
yang sangat luar biasa sekali ya Bapak
Ibu sekalian
Wah kalau dilihat-lihat juga ternyata
sudah ada banyak sekali nih
pertanyaan-pertanyaan dari bapak ibu
peserta webinar di kolom chat tapi
sebelumnya saya izin menginformasikan
terlebih dahulu kepada para peserta yang
mungkin
menginginkan materi sertifikat ataupun
buku kebersihan adalah investasi yang
disusun oleh Ibu Sri bebassari itu dapat
request terlebih dahulu melalui Link
yang telah admin kami kirimkan di kolom
Kemudian untuk acara selanjutnya sebelum
kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu untuk sesi foto bersama kali ini
saya akan dibantu oleh admin
[Musik]
Terima kasih kak Anisa Apakah suara saya
terdengar
untuk mempersingkat waktu Dimohon untuk
bapak ibu menghidupkan kameranya
baik kami tunggu ya
untuk prosesnya nanti seperti ini
terima kasih
saya kembalikan kepada kak Anisa
Baik terima kasih admin yang telah
membantu seleksi foto bersama kita pada
hari ini kemudian Selanjutnya kami juga
ingin meminta kesediaan Bapak Ibu
sekalian
untuk mengisi kuesioner yang linknya
juga sudah dishare di kolom chat supaya
kegiatan kita selanjutnya itu bisa lebih
baik lagi jadi Bapak Ibu sekalian bisa
memberikan saran dan masukannya di link
kuesioner tersebut
Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu
sesi tanya jawab dan disini kami juga
sudah bantu untuk merangkumkan
pertanyaan Bapak Ibu sekalian yang telah
Bapak Ibu Tuliskan di kolom chatting
untuk pertanyaannya nanti mungkin saya
akan membacakan pertanyaannya terlebih
dahulu kemudian bisa langsung dijawab
begitu ya Bu ini untuk pertanyaan
pertama ada dari
Pak masalah free Iskandar pertanyaannya
Kami sedang menjalankan komunitas
lingkungan dengan program sedekah sampah
di beberapa sekolah di Kabupaten Sumenep
yang mana hasilnya akan jadi Beasiswa
bagi siswa yang berprestasi atau kurang
mampu ada beberapa kendala yang sedang
dialami seperti konsistensi dan
eksistensi Bagaimana tips agar kami
sebagai komunitas agar bisa tetap
istiqomah konsisten dan eksis dalam
gerakan ini seperti itu
oke
Jadi sebetulnya sedekah sampai itu bagus
ya Pak panggilnya apa nih susah banget
mah
bagus ini sebenarnya lebih bagus
daripada bank sampah karena Setahu saya
filosofinya itu kalau kita mau sedekah
ke masjid atau kemanapun kan nggak perlu
harus uang itu ya
Jadi bisa juga kita tapi harus sampah
yang bersih dan Sampah yang memang bisa
dijual lagi gitu nah ini
gimana memang itu ada udah baguslah
kadang-kadang saya juga nyumbang baju
masih bagus yang kayak gitu-gitu jadi
itu juga bisa bisa menjadi salah satu
kegiatan pada saat sedekah sampai itu
Nah nanti sampah-sampah ini kan bisa
dijual
hasil penjualannya itu yang buat
beasiswa itu kan maksudnya Jadi saya
pikir ini sesuatu yang bagus tapi memang
harus punya mental ya terus ya karena
salah satunya yang udah berjalan Tuh kan
kayak Yayasan Yasmin Yayasan Yasmin itu
malah sedekah sampahnya itu sampai
dijemput ke rumah-rumah misalnya saya
punya kursi kursi yang udah enggak
dipakai komputer yang sudah enggak
dipakai tuh dijemput sama Yayasan itu
terus mereka punya punya toko namanya
barbeque barang bekas berkualitas gitu
namanya jadi kita pun bisa beli ke situ
kalau kita juga mau ya cari-cari ada
yang cocok gitu ya jadi ada ada
bisnisnya itu kalau mau mau tadi
Istiqomah mau konsisten itu harus ada
penasehat bisnis developmentnya lah gitu
kan nggak bisa cuma hanya relawan dan
saya sendiri kan bukan ahli bisnis
tetapi saya pelajari yang yayasan yang
sudah lama berhasil itu yayasan Yasmin
seperti itu Saya dulu malah sampai
komputer-komputer bekas karena kan suka
bingung kan kalau dari kantor gitu ya
itu dijemput terus dia bisa jual lagi
dia punya tokonya juga namanya Toko
barang bekas berkualitas itu yang
barbeque gitu kira-kira Itu pak aduh pak
Iskandar aja lah yang gampang
Saya doakan tapi Bapak harus punya
penasehat bisnis development ya Pak ahli
bisnis gitu Jadi kita bukan hanya bicara
lingkungannya aja atau bicara
apa ya sedekahnya gitulah Mbak Nisa
mungkin
Ya baik kemudian mungkin kita langsung
lanjut ke Pertanyaan selanjutnya ya Ibu
Ya ini ada pertanyaan dari Ibu Anita
Yustia
Yustisia
untuk pertanyaannya setiap daerah hampir
sudah memiliki Perda turunan dari UU
Nomor 18 tahun 2008 tetapi kenyataannya
di lapangan masih banyak masyarakat yang
membuang sampah sembarangan di TPS dan
TPA tidak terawat dan mencemari
lingkungan terutama air tanah Bagaimana
seharusnya Pemda menyikapi pengelolaan
sampah ini
pertanyaannya buat Walikota ya
ya ini salah satu kelemahan pertama tadi
meskipun udah ada Perda tetapi juga
belum tentu semua lapisan masyarakat
atau pejabat mengetahui bahwa sudah ada
Perda di situ saya dulu saya di DKI udah
ada Perda dari tahun 88
saya tahu ada Perda itu karena saya
peneliti nah jadi itu kemali tadi
sosialisasi
sosialisasinya kita udah pinter ya bikin
peraturan dari mulai undang-undang
permen Perda tapi sosialisasinya belum
pinter nah Oleh karena itu sekali lagi
kita butuh orang yang ahli sosialisasi
ahli komunikasi
cuman ditempel doang di dinding dan
lain-lain itu kan tidak profesional gitu
loh jadi
kira-kira itu jadi memang harus
terus-terusan jadi jangan hanya bikin
tapi sosialisasi dan saya merasa saya
tukang Insinyur juga nggak ngerti
Bagaimana sih orang supaya
supaya orang bisa ngeh gitu kan dari
tadi sampai
dibandingkan tuh temen saya yang ahli
komunikasi kayak iklan Bu iklan itu ya
barang jelek aja kalau iklannya bagus
malah jadi menarik ya tapi iklan itu
nggak murah memang 30% dari biaya produk
biasanya gitu loh jadi kalau kita bikin
Perda Katakanlah 100 juta ya
sosialisasinya 30 juta harus bayar ahli
gitu loh
gitu sih jadi ini yang kurang di ini
disananya bisa otomatis udah pernah jadi
udah orang bisa tahu kan nggak juga gitu
itu sih Ibu Anita selamat berjuang
Iya baik kemudian kita langsung lanjut
aja nih buka Pertanyaan selanjutnya ada
dari ibu Dian pertanyaannya Adakah
metode yang lebih tepat untuk
merealisasikan aspek peraturan karena
saya lihat peraturan di negara kita ini
banyak tapi tidak ada warning ketika
tidak dilaksanakan
ya sebenarnya jawabannya hampir sama ya
dengan tadi ya manis saya karena
mensosialisasikan jangankan
merealisasikan aspek peraturan
sosialisasinya aja kan masih masih belum
profesional gitu kan Adakah metode yang
lebih tepat untuk merealisasikan aspek
peraturan ya pertama horti
sosialisasikan bahwa ini ada peraturan
tapi yang mensosialisasikan harus ahli
ya Dari TV dari mana sekarang kan Enggak
cuman boro-boro merealisasikan baca pun
belum pernah Kalau itu ada peraturan
kayak gitu loh jadi sekali lagi
ilmu-ilmu sosial ini yang penting itu
sekarang tadi dari 5 aspek tadi kita
cuma bicaranya teknologi-teknologi
selalu apa ya Otomatis orang bisa
mengerti gitu padahal kan ini jadi Oleh
karena itu saya
juga melibatkan harus melibatkan sampai
dari Departemen Agama
justru punya kesaktian Bapak tuh bisa
kasih khotbah gitu kan bisa bisa
membentuk budaya manusia kalau masalah
bikin mesin mah gampang justru yang
susah itu bagaimana
pembangunan manusia yang lama itu nah
bapak yang punya punya kemampuan di situ
gitu loh Nah ini sosialisasi itu kan
penting banget jangankan
merealisasikan peraturan kan Membaca pun
belum tahu pun belum karena tidak ada
yang tidak ada yang ini tidak ada yang
mau sosialisasikan saya aja nggak pernah
disosialisasikan Pak lu Rah saya atau
Pak RT saya Saya tahunya kan karena saya
peneliti gitu nah ini yang perlu karena
saya lihat di peraturan banyak tapi kan
dari laksanakan kemudian juga
sangat sedih kadang-kadang pejabat
pemerintah pun tidak melaksanakan saya
sampai suka cerewet misalnya gini rapat
rapat tentang sampah pejabat-pejabat
pakai konsumsi tiba-tiba konsumsinya
jadi sampah yang dimakan apa sampah yang
bersih makanan yang bersih sama sampah
yang makan sampahnya itu jadi satu gitu
kan Terus ambil kalau panas mana ngambil
banyak-banyak terus nggak abis itu aja
peraturan yang paling sederhana saya
bilang percuma rapat-rapat
polisi polisi buang sampah itu bekas apa
lemper jadi ada dia itu furidernya
Gubernur waktu masih Pak Jokowi Pak
Jokowi itu lagi kampanye dengan band apa
namanya tuh Slank ya Band Slank waktu
itu kampanye di panggung tentang
kebersihan ini polisi-polisi yang naik
motor nih yang tadinya pengawal gitu kan
di belakang dikasih konsumsi ada lemper
lah apalah itu dibuang aja gitu
pak gubernur masih pidato tentang
kebersihan Bapak di belakang udah gini
Untung saya udah masih pakai baju orange
baju lapangan jadi dia bingung ini
ibu-ibu kan negor gitu kan sekali-sekali
kan jadi saya itu ya kan dia buang bekas
lemper kayak gitu maksudnya kan paling
tidak dia inilah nanya ke mana buangnya
gitu kan tapi di lain pihak panitia juga
namanya dia kan Nah ini saya bilang Ayo
keliling yang bawa yang bawa apa namanya
tempat sampah plastik gede gitu Jadi
kalau saya buang ke situ tinggal nanti
datengin tamu-tamu buangnya ke sini gitu
misalnya itu kan upacara-upacara gitu
loh yang biasa kayak kampanye ya tapi
seperti itu masih jadi mulailah
sebetulnya harus mulai dari yang kecil
juga seperti itu dan mulai justru jadi
pejabat saya
nanti makan
saya ini
saya apa namanya saya periksa Jadi
sebelum merapat dimulai sebelum konsumsi
dimulai harus diumumin pimpinan rapat
bapak ibu Sebentar lagi kita ada makan
siang dan panas Tapi tolong makan harus
habis ambil secukupnya kalau masih lapar
ya ambil lagi gitu harusnya kan enggak
pernah diomongin
syukur-syukur besok-besok diumumin kalau
pernikahan resepsi Harusnya kan diumumin
karena 30% sampah makanan kita itu sedih
banget sementara yang kelaparan banyak
nah saya kan kalau cuma bisa cerewet
doang kan Tapi kan harusnya kan itu
dijadikan panduan ya Pernah nggak coba
memisah rapat ada pengumuman gitu belum
pernah sih Bu kita mulai tadi makanya
metode apa
baterainya
langsung memasang
Pertanyaan selanjutnya dulu Bu
kita langsung lanjut ke Pertanyaan
selanjutnya begitu ya Bu ya Oke Oke ibu
Dian Eh siapa tuh ini ada Pertanyaan
selanjutnya yang hampir serupa dari ibu
Kristina dan Ibu Rita Dewi pertanyaannya
Ini yang pertama Bagaimana memotivasi
masyarakat untuk bersemangat kembali
memilah sampah Kemudian yang kedua
Bagaimana DPU dapat bekerja sama dengan
masyarakat misalnya masyarakat yang
sudah memilah sampah tetapi saat DPO
datang sampah yang sudah kita pilah Itu
dicampur aduk kemudian yang ketiga
Dapatkah pemerintah secara serentak
mengambil sampah sesuai pilihan misalnya
Senin yang diambil hanya sampah plastik
atau yang tak terurai dan Jumat sampah
terurai yang diambil Jadi tidak sinkron
antara tujuan dan harapan Kemudian dari
Ibu Rita Dewi
pertanyaannya juga hampir serupa di
tempat kami masyarakat sudah berusaha
memilah sampah Tetapi setelah diambil
petugas kok menjadi satu lagi Bagaimana
sosialisasinya begitu ibu
Oke sebetulnya nih pertanyaan pertanyaan
lama hampir semua selalu ada pertanyaan
seperti ini kembali lagi tadi
yang tadi saya katakan sebetulnya
pemerintah dulu yang kerja baru nyuruh
masyarakat gitu loh
suruh Milah padahal truknya belum
terpilah itu kan yang terjadi tapi ini
berarti pertanyaannya bukan untuk saya
kita sama-sama tanyakan kepada
pemerintah jadi Pak Bapak jangan
nyuruh-nyuruh orang Mila sebelum truk
bapak terpilah kayak gitu kan dan saya
selalu bilang begitu juga kalau ketemu
Pak Walikota makanya di sini terbukti
padahal masyarakat tuh sebenarnya mau
justru yang masih lambat itu sistem dari
pemerintahnya gitu nah ini yang harus
kita gembar-gemborkan jangan pengalihan
isu masyarakat mau asal sistemnya udah
jelas kan gitu Jadi tadi Bagaimana
memotivasi masyarakat untuk bersemangat
juga kan termasuk itu kalau dicampur
lagi kan jadi nggak semangat gitu
kemudian
dengan apa tadi Bagaimana DPU dapat
bekerja sama dengan masyarakat yaitu
tadi
saya selalu kalau ketemu Pak Walikota
Bapak jangan nyuruh-nyuruh Milah ya
kalau truk sampah Bapak belum terbilang
jadi
anaknya truknya saja yang belum terpilat
tetapi gak sistemnya jadwalnya juga dia
kan harus bikin dulu gitu Ini yang
sekarang suka loncat-loncat jadi makanya
saya kalau namanya penyuluhan saya lebih
cocok penyuluhan itu ke pejabat bukan
langsung ke masyarakat pejabatnya dulu
salah satu yang penyuluhan sebetulnya
kayak Adipura ya kalau pernah dengar
Adipura itu kan dari tahun 86
filosofinya Adipura tuh sebetulnya kan
untuk memotivasi
pemerintah daerah agar sampah menjadi
prioritas bukan sekedar penghargaan gitu
loh karena sebelum ada Adipura nggak ada
balik atau yang bicara sampah gitu Jadi
itu kan artinya penyuluhan kepada
Walikota kan jadi pejabatnya dulu
masyarakat mengikut nah sekarang itu
yang terjadi suka dibalik-balik
masyarakat terus begini begini begini
Padahal saya punya saya berani taruhan
kantor pemerintah pun belum banyak yang
Mila gitu loh
jadi kita harus berani juga gitu saya
nggak mau memilah kalau bapak masih
kerja misalnya kayak gitu
Ya gitulah jadi kita harus bicara Jadi
mudah-mudahan ada yang denger nih
dari
bapak-bapak pejabat ini jadi manisnya
Sebetulnya saya sering kalau bisa
seminar Pembina itu Saya biasanya
kumpulinnya ya pejabat-pejabat kayak
seperti itu gitu loh saya juga pembela
masyarakat jangan suka nyala-nyalain
masyarakat saya nggak setuju saya bilang
gitu
itu kira-kira jadi kita mari bersama deh
bagaimana bikin bikin suatu apa ya suatu
gerakan gitu loh yang justru yang harus
mengingat kita yang mengingatkan gitu
kira-kira begitu ini pertanyaannya mirip
sih sama ya
Iya sama pertanyaannya Iya saya juga
kesel saya kan dari tahun 87 saya Mila
tapi tapi tetaplah Saya bodo amat lah
pokoknya yang penting saya Mila gitu aja
perkara nanti dia dicampur lagi
gimana gitu ya itulah makanya
pembangunan manusia itu jauh lebih
sulit lebih Butuh waktu daripada bikin
mesin kalau mesin mah teknologi
ibaratnya mobil ya mesin mobil ya Mau di
Prancis mau di Ciamis mau di Amerika mau
di Jogja mesin mobil kan mirip paling
yang berubah-ubah kan elektroniknya aja
gitu tapi cara membangun manusia
penyuluhan jangankan beda negara beda
Kelurahan aja bisa beda
kalau Kelurahan sini penyuluhannya pakai
ulama harganya sekian juta sekian kali
di sana penyuluhannya harus pakai
dangdut misalnya kan beda-beda
kalau mesin kan sama dia makanya
pembangunan manusia itu jauh lebih sulit
Oleh karena itu saya mohon banget
teman-teman yang dari non engineer ya
dari pendidikan dari agama dari
sosiologi
soalnya kan di UI juga teknik kan teknik
lingkungan sama kayak saya dulu di ITB
kan Nah kita juga sebagai tukang
Insinyur juga harus ngajak-ngajak karena
nggak mungkin kita bisa sendiri gitu kan
Nah itu juga insinyurnya jangan sombong
Terus yang non engineernya juga jangan
pura-pura ah itu bukan tugas saya
gitu sih jadi ngomong ke sana kemarin
kita langsung lanjut ke Pertanyaan
selanjutnya Ibu Ya ini ada pertanyaan
dari ibu Hilda pertanyaannya sebenarnya
di Jawa Timur sudah pernah membuat
kajian etr tapi sampai sekarang seperti
tidak ada aplikasi aplikasinya di
lapangan apa yang seharusnya dilakukan
agar kajian ini bisa diaplikasikan
dengan baik seperti itu Bu
Oke saya juga pengen tahu dulu yang
membuat kajian di Jawa Timur itu siapa
kadang-kadang kalau konsultan itu
biasanya cuman jadi laporan laporan
diserahkan ke Pemda selesai gitu kan Nah
sering banyak
kajian-kajian seperti itu Jadi kita cek
dulu tuh yang bikin kajian tuh siapa
apalagi kalau kajiannya dana dari luar
anak-anak kan dia cuman selesai kajian
terus gitu Nah itu berarti kan pemdanya
kan harus melanjutkan dengan biaya
sendiri kajian-kajian itu jadi Ada
kajian ada uji coba ada pilot project
ini kan cuman kajian aja berhenti
gitu nah itu juga saya nggak tahu di
Jawa Timur itu siapa yang bikin kajian
karena banyak sekali sebenarnya kajian
ada dari negara orang dari negara ini
negara ini negara gini gitu tuh nah
Berarti kan pengen nanya yang harus apa
ya apa ya menggabungkan tuh namanya tuh
kalau parcel ya puzzle kan gitu Oh ini
kayak begini kayak begini itu
kelemahannya kajian-kajian
itu kita bukan jadi konsultan tapi kita
jadi trainer
sampai teman-teman pemdanya bisa bikin
master plan sendiri bisa bikin kajian
sendiri gitu
kira-kira Jadi apa yang seharusnya
dilakukan agar kajian ini bisa
dihabiskan dengan baik ya pemdanya harus
membuka lagi kajian dan kajian itu
dilanjutkan
gitu loh
[Musik]
ya Ibu jadi kajiannya itu kalau dulu itu
memang dari konsultan dari konsultan
kemudian
diserahkan ke Pemprov setelah itu tidak
tidak ada istilahnya
juga dibayarnya oleh negara mana negara
mana kadang-kadang kan akhirnya malah
data aja kita data kita diambil sama
mereka ke sana Nah Oleh karena itu di
sini suka nggak suka ya profnya
pemprovnya Yang Sudah nerima kajian itu
harus terus melanjutkan nah biasanya kan
nggak selesai aja jadi buku itu tapi
saya kan bukan orang pemprom
apa yang seharusnya
harus kita tanya lagi sayang banget
kadang-kadang banyak kajian begitu
konsultan begitu nah Banyak deh pokoknya
Terus akhirnya cuman jadi
laci di laci atau di perpustakaan
tapi nggak diterapkan Ya udah nanti kita
bikin gerakan deh nah Mbak Nisa sama ui
jadi kita juga jangan nanya webinar ada
follow up ini gitu kita bikin gerakan
kita tanya ke apa yang perempuan
dari UII
kira-kira gitu Ini hasil-hasil webinar
kesimpulannya ternyata Jawa Timur udah
punya kajian tapi kok belum ada follow
up-nya Apakah boleh kami
apa mengetahui statusnya Seperti apa kan
Boleh dong dari kampus
oke ya
Kebanyakan sih ibu
mungkin selanjutnya ini satu pertanyaan
terakhir ya Ibu Ya ini Mungkin nah ini
ada dari bapak-bapak gitu dari ada Bapak
Adek Armadi pertanyaannya Apakah ada
aturan berapa presentase dari APBD atau
APBN biaya untuk pengolahan sampah
Justru itu yang PR kita yang saya
perjuangkan dengan kan presentasinya
malah belum prioritas ah sampah kan
malah bisa jadi duit Ngapain ada APBD
malah sekarang tuh ada bilang kan bisa
dijual malah pengen dapat apa namanya
pad Malah dapat uang jadi itu yang
bener-bener harus kita perjuangkan
karena belum ada itu yang bikin kita
prihatin
pertanyaan dari bapak Ade ini sekaligus
menjadi pertanyaan penutup dari sesi
tanya jawab kita hari ini begitu ya Ibu
saya ucapkan terima kasih untuk Bapak
Ibu yang sudah aktif bertanya dan mohon
maaf apabila ada pertanyaan yang belum
terjawab karena waktu kita juga sangat
terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian
terima kasih juga untuk Ibu Sri babasari
yang sudah
membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang ada dari Bapak Ibu sekalian baik
kemudian seperti janji saya di awal tadi
saya juga sudah mengantongi nih
nama-nama pemenang yang beruntung pagi
ini untuk mendapatkan door price special
dari putik daur ulang Project B
Indonesia
berikut adalah pemenang door prize yang
beruntung silahkan untuk
makalah free Iskandar Ibu Anita Yustisia
dan ibu Kristina
yosephina itu bisa langsung menghubungi
Atin kami melalui kontak person yang
sudah tertera di layar
nanti doorprisenya ada produk spesial
dari butik daur ulang Bu
kemudian
sekarang kita telah sampai di akhir
acara nih Bapak Ibu sekalian dan
Alhamdulillah hari ini kita juga sudah
belajar banyak sekali mengenai webinar
optimalisasi 5 aspek dalam pengelolaan
sampah yang disampaikan oleh pemateri
kita hari ini yaitu ibu Insinyur Sri
bebas dari MSI banyak sekali ilmu yang
sudah kita dapatkan pada saat
penyampaian materi yang disampaikan oleh
pemateri kita hari ini
semoga ilmu-ilmu yang disampaikan dapat
bermanfaat untuk kita semua baik Selain
itu kami juga ingin mengingatkan Bapak
Ibu sekalian untuk dapat mengisi
kuesioner yang linknya sudah di share di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya itu bisa lebih baik lagi dan
Sekali lagi saya juga izin Mengingatkan
untuk Bapak Ibu sekalian yang
mungkin menginginkan materi sekaligus
sertifikat dan mungkin juga menginginkan
buku-buku kebersihan adalah investasi
dan kemarin itu belum sempat request itu
dapat mengisi Link yang juga sudah
dikirimkan admin kami di kolom chat
Kemudian untuk
kebersihan ada investasi ini akan
dikirimkan dengan free ongkir ke seluruh
Indonesia khusus untuk peserta webinar
pada hari ini jadi jangan lupa untuk
dan jangan sampai kelewatan Untuk
pemesanan bukunya ya Bapak Ibu sekalian
terakhir juga saya ucapkan terima kasih
kepada pemateri kita hari ini yaitu ibu
Insinyur Sri bebassari MSI yang telah
menyempatkan waktunya untuk berbagi dan
sharing materi bersama kami pada pagi
hari ini
lalu saya juga mengucapkan terima kasih
kepada bapak dokter hijrah Purnama Putra
spma selaku founder dari butik daur
ulang Project band Indonesia kemudian
tidak lupa Kami juga mengucapkan terima
kasih kepada Prodi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia dan juga
tidak lupa saya ucapkan terima kasih
sebesar-besarnya untuk panitia dan
peserta webinar yang telah berkontribusi
dan sangat antusias sekali selama
webinar ini berlangsung
Semoga kita semua masih bisa bertemu di
webinar-webbinar selanjutnya dari Bapak
Ibu sekalian Akhir kata saya selaku msis
sekaligus moderator memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama memandu
acara ini mungkin terdapat kesalahan
kata ataupun perbuatan saya
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Terima kasih ibu
semuanya
minta maaf kalau ada yang kurang-kurang
Terima kasih ibu