Transcript
tkvfySke8Ug • OPTIMALISASI PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0065_tkvfySke8Ug.txt
Kind: captions Language: id webinarisasi peran serta masyarakat pengan sampah bersama pemateri kitaahari resmi untuk dibuka mudah-mudahan bermanfaat bagi mohon maaf jika banyak kekurangan dalam penyampaian pengantar ini dan pelaksanaan kegiatan mudah-mudahan terus kita bisa perbaiki meningatkanelayan kita kepadaapak i di we nya yang dilakukan oleh butik daur ulang dengan jurusan Teknik kelingkungan Universitas Islam Indonesia wabillah taufik wal hidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih untuk Bapak Hijr yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini eh bagi Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project Indonesia jadi semisal selama acara webinar ini berlangsung mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu sekalian juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami yaitu di Project Indonesia eh selanjutnya seperti biasanya Nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorpr spesial untuk Bapak Ibu sekalian yang beruntung doorpr ini diberikan Berdasarkan pertanyaan terbaik dan Instagram terunik selama webinar ini berlangsung untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk pemenang dua Story Instagram terunik akan kami Hubungi langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin ingin bertanya selama webinar ini berlangsung itu dapat sekali langsung memberikan pertanyaannya melalui kolom chat eh dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nantinya akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenangkan DP spesial dari kami baik mungkin tanpa berlama-lama lagi kita langsung akan lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi oleh pemateri kita pada hari namun sebelum itu Mari kita simak terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut [Musik] ini [Musik] Iya baik itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini selanjutnya saya mungkin akan menyapa pemateri kita terlebih dahulu nih Asalamualaikum Selamat pagi I Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Sara saya terdengar Mbak terdengar ibu oke nanti kalau misalnya agak putus-putus kabari ya Iya baik ibu ibu Gimana kabarnya hari ini Bu baik alhamdulillah alhamdulillah baik kalau begitu mungkin untuk efisiensi waktu kita bisa langsung saja mulai penyampaian materinya begitu ya Bu ya okeuk materinya waktunya kurang lebih sampai sekitar jam 1030 begitu ya Bu ya untuk Bu Rahma tanpa berlamalama lagi langsung saja tempat dan layar kami persilakan baik terima kasih e Mbak mohon izin share screen Bapak Ibu sekalian Apakah sudah terlihat Mbak Eh sudah terlihat ibu oke baik baik Bismillahirrahmanirrahim eh Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahu wa taala yang sudah memberi kita kesehatan keselamatan kenikmatan sehingga kita bisa berkumpul pada pagi hari ini kami ucapkan banyak terima kasih kepada eh panitia ini termasuk Pak hijrah Eh teman kami di ichmi walaupun dulu belum pernah ketemu Nggih Pak ternyata dalam beberapa forum itu kami eh dipertemukan dan alhamdulillah bisa sharing dengan orang-orang hebat di sana kami ucapkan juga terima kasih kepada Departemen teknik lingkungan UII yang sudah memberikan kesempatan kepada kami Mungkin Pak eh Kaprodi belum e tidak rawuh ngih tapi kami ee mohonkan salam kepada beliau Terima kasih atas kesempatannya untuk diberikan kepada saya bisa ikut dalam rangkaian webinar Sebenarnya dulu pernah juga ikut beberapa kali mengikuti karena memang topiknya sangat menarik dan saat ini berkesempatan untuk ikut sharing W Terima kasih sekali Pak hijrah ini untuk ee kesempatannya baik ee Ini dari kami saya mendapatkan materi terkait dengan peran serah masyarakat dalam pengelolaan sampah jadi Oh ya untuk diawal saya mohon maaf ngih kalau misalnya saya agak kecepatan gitu mbak Anisa nanti mohon dikode Nggih karena biasanya itu saya suka tidak kontrol gitu untuk karena anu ya banyak yang ingin disampaikan terlalu bersemangat dan seterusnya itu kadang-kadang suka EE bablas gitu baik kami sapa dulu untuk teman-teman yang ada di e webinar kami ucapkan terima kasih sudah bergabung semoga Bapak Ibu sekalian sehat hari ini Izinkan saya untuk Sharing beberapa pengalaman kami pada saat mengikuti gitu engak atau menekuni atau mungkin terlibat dalam pengolahan sampah jadi mungkin saya cerita dulu Bapak Ibu dulu awalnya tahun 2005 mungkin ng saat itu Eh pada saat itu tuh baru booming swakelola sampah saat itu mungkin sukunan kalau bapak ibu tahu itu adalah ee daerah swakelola sampah nomor satu di pertama ya pertama di Indonesia itu binaannya Pak Iswanto tahun 2004 Kalau tidak salah itu saya tidak salah ingat pada saat itu lalu kemudian di sana itu ternyata eh ketika kita apa kita lihat gitu ya saya saat itu kan brnya biologi biologi itu kalau bisa dibilang itu orang lab gitu ya Sain jadi sehari-hari itu di lab gitu lalu kemudian pada saat saya S2 awal-awal itu saya ambilnya di Kedokteran lah pada saat melihat e fenomena sampah itu ternyata itu banyak sekali yang bisa digali gitu dari keilmuan Saya yang dari biologi yang basicnya adalah laboratorium di di mikrobiologi itu ternyata ada kesempatan di sana artinya saat itu supervisor saya itu eh menyatakan seperti ini kamu jangan sampai kehilangan biground keilmuan gitu Padahal Bound keilmuan adalah biologi biologi lingkungan dan laboratorium mikro seperti itu lah ini apa nanti hubungannya aku mulai berpikir kemudian ternyata bisa terkait dengan bakteria ya mikrobia aktivator dan seterusnya lalu kemudian berjalannya waktu eh ketemu dengan kesehatan masyarakat ketemu dengan kesehatan masyarakat itu ternyata bertemu dengan orang antropolog bertemu dengan orang ekonomi bertemu dengan e orang eh psikologi kedokteran orang yang non kesehatan itu banyak sekali bahkan orang pendidikan dan semuanya itu menggarap sampah gitu menggarap sampah ee banyak banyak hal yang bisa digali gitu ya dari sampah itu kemudian Oh ini berarti saat itu tuh sampah itu berarti bukan hal yang anu ya bukan hal yang hebat gitu artinya semua orang tahu semua orang mengerti gitu belum lagi ketika kita ketemu gitu kalau sekarang kita kita bicara di masyarakat pasti kita Menanyakan gimana cara mengulas sampah itu sudah menjadi rahasia umum jadi oh mengulas sampah itu ada dikposkan di pilah ada bank sampah dan seterusnya itu ada pengepul banyaklah yang orang pasti tahu Jadi kalau kita mau mau apa ya mau eksklusif mengolah sampah jadi ahli sampah gitu Kayaknya Kok tidak tidak pas gitu Nggih seperti itu jadi eh mohon izin berbagi saya bukan bukan ahli seperti tadi disampaikan Pak Hijrah ya tapi memang di sana dan banyak hal yang bisa digali dan menarik seperti itu Bapak Ibu jadi dari semua eh sisi gitu ya Dari semua Sisi dari semua stakeholder itu ternyata bisa berperan sesuai dengan kapasitas yang masing masing dalam pengolahan sampah jadi dan dari orang yang intinya sekolah atau memiliki pendidikan khusus tentang pengolahan sampah misalnya kayak kami ya Di kesmas itu ada materi khusus atau mata kuliah khusus tentang pengolahan sampah dan limbah teknologi tepat guna bidang lingkungan dan seterusnya itu tuh intinya ya ngolah sampah seperti itu tapi ternyata tidak beda dengan apa yang pengetahuan yang masyarakat miliki jadi tidak eksklusif berarti itu jadi Jang e kalau misalnya mau menyatakan bahwa us jadi sampah itu eksklusif itu tidak gitu Jadi kita harus ee harus legowo gitu ng sharing dengan banyak orang orang sudah banyak yang tahu dan kemudian yang adanya sharing bukan bukan saling apa ya bukan saling balapan atau saling eh mengalahkan seperti itu tuh pengalaman saya jadi ketika ketika kita mengolah sampah di masyarakat saya malah banyak belajar dari masyarakat sendiri mereka punya modifikasi-modifikasi mereka punya kearifan lokal mereka punya eh inovasi-inovasi yang mereka temukan saat mereka menghadapi masalah dan ternyata masalah di antara komunitas satu dengan komunitas yang lainnya itu berbeda-beda yang di sini ada masalah tempat di tempat yang lain mungkin masalahnya berbeda dan itu mereka berusaha untuk memecahkan permasalahan itu dan itu menarik untuk digali Bapak Ibu sekalian atau mungkin ini ada teman-teman ya Yang yang apa teman-teman mahasiswa dan e ada peneliti ada yang lainnya jadi kita bisa sharing dengan banyak hal di tempat ee di di masyarakat Jadi mereka itu justru sangat kreatif karena mereka apa menemukan masalah langsung dan mereka berusaha untuk mengatasi permasalahan langsung dan Kemarin pada saat kemarin baru tanggal 5 Desember kemarin itu kami eh berkesempatan untuk ikut berperan serta dalam kegiatan dlh kota Jogja di mana ada dari pusat sampai ke sampai ke anu ya Ee ke organisasi yang digerak oleh masyarakat yaitu forum bank sampah yaitu Ya intinya program masyarakat ya bukan dari pemerintah itu ternyata permasalahan sampah itu gitu dari kami yang kami simpulkan itu tidak tidak akan selesai sampai kapanp kalau nanti sudah bagus pun ternyata masih ada hal-hal yang perlu digali tidak akan selesai kok tanya gimana permasalahan sampah ah itu adalah permasalahan yang tidak akan pernah selesai seperti itu Nah sekarang di Jogja ini baru eh kita seperti terkena bahas jaw itu kepentok gitu ya apa ya tersudut gitu ditemukan fenomena bahwa Oh sekarang ini eh darurat sampah kota Jogja kemarin kami mendapatkan info di tanggal 5 itu juga bahwa ternyata besok tanggal 1 1 Januari itu permanen TP ditutup unuk dan untuk Bantul seperti itu kemudian kalau kota Jogja masih dikasih spend waktu sampai Kalau tidak salah Mei itu untuk bisa membuang sampahnya karena memang kota Jogja tidak memiliki lahan gitu ya untuk mengolah sampahnya dengan cepat sekarang kota Jogja baru berbenar dan kemarin memiliki beberapa beberapa terobosan untuk pengolahan sampah dan menariknya Bapak Ibu kemarin dari forum bank sampah itu ternyata ada pengurangan sampah yang cukup signifikan jadi dari tiga ton yang dibuang ke TP apiungan dari kota Jogja itu tinggal 150 yang harus dikelola sampai ke TP apungan ya harus dikelola dikelola pemerintah gitu ya terus yang lainnya ke mana 150-nya lagi ke mana ternyata yang 50-nya itu di 50 ton ya per hari itu diselesaikan oleh bank sampah kalau menurut data yang disampaikan kemarin oleh Pak aman ya sebagai eh ketua forum koordinator bank sampah itu seperti itu Jadi mereka bisa men selesaikan 50 50 ton ee sampah per per harinya gitu Jadi itu kan cukup banyak dan itu per sa masyarakat masih ditingkatkan masih perlu ditingkatkan lagi dan perlu bekerja sama dengan yang lainnya untuk bisa meningkatkan lagi sehingga nanti kota Jogja itu 150 itu bisa benar-benar teratasi nah ini juga data yang saya sampaikan di slide Itu juga kami dapatkan kemarin dari ee pusat ya dari eh Kemen LH k ya bahwa ini yang saya blok warna hijau di sini Bapak Ibu jadi Ternyata Dari penelitian atau dari hasil yang data-data yang ada di pusat sana paling besar itu Sisa makanan lihat 41% ng kemudian di sini juga eh sebentar di sini ada 41% itu paling besar yang lainnya itu tersebar kemudian ada rumah tangga ya ini yang mungkin nanti kita akan jadi dasar untuk kita Lukan diskusi pada pagi hari ini sisa makanan itu berarti organik ya Bapak Ibu kalau kita bicara masalah sampah organik berarti pasti dipikiran kita langsung berpikir Oh dikposkan atau dibuat pupuk atau dibuat media tanam atau dilak atau dikonversi menjadi energi misalnya seperti itu Jadi saya sisa makanan dan itu paling besar kemudian di yang di e bagian satunya yang ini di diagram p1nya itu yang bagian kanan itu kontributor paling besar dalam pengolah e dalam kontribusinya menghasilkan sampah itu rumah tangga 38%. Nah dari ini Bapak Ibu berarti bisa menjadi dasar pemikiran kita bahwa ternyata rumah tangga kalau kita selesaikan permasalahan itu di rumah tangga 30% sampah 38% lah 40% sampah itu bisa teratasi berarti yang perlu dikelola oleh pemerintah yang perlu dikelola oleh negara itu semakin sedikit karena selesai di rumah tangga seperti itu kalau itu bisa dikelola nih ya fakta ini terus kemudian sisa makanan Oh Ternyata sisa makanan dan ini dari rumah tangga juga dari ee dari apa ya sisa makanan Kemudian dari sampah hijau misal daun-daunan dan seterusnya di sini belum tapi memang ada kontribusi dari eh perhotelan kafe rumah makan dan seterusnya ya tapi memang sisa makan dan ini bisa dikelola dasar ini Bapak Ibu kita ee bisa apa ya bisa membuat garis gitu ya membuat garis Oh berarti kalau kita mau mengelola di tingkat rumah tangga partisipasi masyarakat ini dikelola gitu dengan dua sisi ini dikelola maka itu bisa bisa bisa menyelesaikan hampir separuh gitu permasalahan sampah di Indonesia ini oke lah ini Ini juga data yang kami dapatkan kemarin Nah di sini kalau data di seluruh Indonesia itu sampah terkelola itu 62% 62% koma sekian gitu Nggih nah ini yang eh pengurangan sampah itu berkontribusi pada 14% sekian jadi kalau kita mengolah sampah itu kan harapannya bukan menghasilkan sampah yang banyak kemudian bukan dikelola bukan seperti itu konsepnya tetapi mengurangi sampah jadi mengurangi produksi sampah berarti kesadaran masyarakatnya itu bukan mengolah e mengolah sampah yang dihasilkan Jadi seringkiali sekarang itu salah kaprah pemikiran kita jadi kalau kita itu bisa mengolah sampah dengan baik berarti boleh dong kita menghasilkan sampah sebanyak-banyaknya toh bisa dijual toh bisa dibuat didaur ulang misalnya Ath bisa dibuat kompos dan seterusnya bukan seperti itu ee konsepnya tetapi konsepnya adalah kita mengurangi timbulan sampah G ya sehingga nanti yang dikelola lebih ee sedikit jadi salah satu indikator pengolahan sampah berbasis masyarakat apapun nanti bentuknya misalnya nanti ada yang bank sampah sodqah sampah ataupun nanti ada yang pihak-pihak swasta itu nanti mengelola sampah dengan modelnya masing-masing itu bukan menghasilkan sampah yang sebanyak-banyaknya jadi k itu kalau Bang sampah itu ee seringkiali itu kita lihat Oh sampah kita banyak penjualan kita meningkat itu senang dianggap itu indikator keberhasilan tapi sebenarnya bukan itu indikator keberhasilannya Justru malah ketika sampah yang dijual itu semakin sedikit dengan partisipasi yang yang banyak jadi ee berbanding yang menjadi anggota atau nasabah dari bank sampah itu semakin banyak tapi sampah yang dijual yang masuk ke bank sampah itu semakin kecil berarti edukasi untuk ee mengurangi sampah kepada masyarakat itu bisa berhasil Jadi bukan sampahnya banyak menjual banyak dapat untun banyak itu yang sukses bukan tetapi yang justru volume sampahnya menurun di ee seluruh komunitas tersebut ini jadi ini pemikirannya eh kemarin juga disampaikan oleh banyak pihak ya saya saya mendapatkan sharing Dar dari sana sini seperti itu ketika berkumpul dengan orang-orang penggiat dari mulai masyarakat yang terjun teknis dari dan sampai ke saya gitu ya Kalau saya itu saya menganggap hanya saya itu pengamat gitu bukan bukan praktisi karena kami tidak punya kontribusi yang besar terhadap pengolahan sampah secara R yang punya kontribusi besar yang yang Pah wanpahlawan sampah itu adalah yang di komunitas yang ada di masyarakat yang menangani langsung permasalahan itu bukan kami Bukan saya Bukan saya ya mungkin kalau eh yang lainnya Kayak misalnya Pak Iswanto atau mungkin Pak Bambang Suda atau mungkin pak hijrah yang punya e apa ini daur ulang kataadi ya projek daur ulang ini yang punya kontribusi langsung seperti itu secara komunitas itu mungkin itulah pahlawan-pahlawan eh sebenarnya untuk e untuk pengolahan sampah ini untuk permasalahan sampah ini kalau saya itu saya saya kok saya menyebut saya diri saya itu adalah kok hanya sebagai pengamat Ya saya cuma baru sampai situ ya levelnya gitu Saya hanya memberikan ide-ide memberikan hasil riset dan seterusnya tapi belum punya peran secara real tuh tapi ya Ee Kami mencoba untuk berperan sesuai dengan kami masing-masing yang paling anu tuh ya mungkin di rumah tangga saya sendiri kemudian dari program-program pengabdian masyarakat yang kami miliki dari program dalamisasi riset yang kami miliki mungkin dari situ tapi untuk berkontribusi langsung sepertinya Kok saya ee belum sampai ke tidak sampai ke belum sampai ke level itu tapi saya berharap semoga suatu saat saya bisa punya kesempatan untuk bisa berperan serta aktif gitu dalam kegiatan-kegiatan yang bisa ee memberikan nilai lebih kepada masyarakat baik ini Bapak Ibu kalau eh kami melihat dari sudut keilmuan kami ya kesehatan masyarakat seperti itu nah ini kalau kita melihat dari banyaknya sampah Kemudian dari ee kondisi di TPA di TPA gitu ya tempat pembuangan akhir itu yang ada adalah pencemaran air pencemaran tanah pencemaran udara kemudian ada tambahan estetika ada tambahan ee ketidaknyamanan ada Ada apa ya Ada kerugian finansial karena misalnya ada penggusuran atau ada ada bahaya ada bahaya itu misalnya ada longsor sampah dan seterusnya lah seperti itu kita lihatnya jadi Oh ternyata permasalahannya banyak ya di konsep kesehatan masyarakat itu karena kesehatan masyarakat itu kan tidak hanya bicara masalah sehat sakit gitu tapi ternyata bicara masalah produktivitas jadi orang masyarakat atau manusia itu bisa produktif produktif itu berarti dia nyaman dia tenang terhindar dari kemiskinan dia punya ee Dia punya semangat dan seperti itu termasuk dalam konsep kesehatan masyarakat makanya kesehatan masyarakat itu ilmunya gado-gado kalau saya sering bilang kepada mahasiswa saya itu psikologi ada antropologi ada pendidikan ada teknis misalnya teknis kayak komunikasi teknis leadership pembuatan media kemudian laboratorium kemudian selain yang Temat kami itu intinya adalah surveilance pengolahan data dan set Harusnya itu kami diberikan semuanya jadi memang Oh ternyata lingkupnya itu luas ya di sana ya kita bisa mengambil atau berkolaborasi dengan siapa saja untuk mengatasi permasalahan ini oke lalu di sini hah masuk ke dalam konsep kesehatan masyarakat kesehatan lingkungan ternyata membawa penyakit G ada lalat ada tikus ada asap kemudian ada ee pencemaran air yang itu bisa berdampak kepada ya akumulasi zat-zat kimia kemudian ee kerusakan-kerusakan sistem dalam tubuh kita penyakit menular dan seterusnya berarti kan ini butuh butuh penanganan gitu tidak tidak sem tidak semata-mata kita melihat dari apa yang disampaikan dari ee dari sekitar kita gitu ya oh sampah itu e butuh apa ya Ee bersih gitu ya bersih tapi ternyata butuh dibersihkan butuh dikelola tapi ternyata di sana itu banyak efek-efek sekunder yang tidak mungkin tidak ee diketahui gitu ya secara secara masif seperti itu untuk pelaksanaannya jadi ketika ketika kemarin itu kita melakukan banyak studi studi di apa di masyarakat gitu itu ternyata gap-nya ini gap dari pengolahan sampah kalau kita kita kita ambil gitu ya kita observasi kita survei gitu Dari sekian responden yang kita ambil dari berbagai tempat Kami coba mengambil dari berbagai tempat dari lingkup yang EE suasananya pedesaan dari suasana perkotaan di tengah di apa di tengah Perumahan sampai ke apa apa sosial masyarakat yang berbeda ke tingkat pendidikan yang berbeda itu ternyata kalau masalah teknis Jadi bagaimana mengolah yang benar atau apa persepsi mereka terhadap sampah yang yang menumpuk terus kemudian ee pengetahuan mereka itu ternyata tinggi Artinya mereka tahu gitu tingkat pengetahuannya tinggi tapi ternyata yang ada gap itu adalah mereka tidak tahu atau masih kurang gitu ya bukan tidak tahu masih kurang terhadap konsep set efek dari pengololaan sampah tersebut jadi kalau kita dari pemerintah kita ini kemarin juga saya sampaikan kepada kepada forum pada saat di ee forumnya di LH itu semua orang semua orang di sekitar kita pada saat ini pun gitu ya pada saat ini pun itu semuanya itu hanya berfokus kepada Bagaimana mengurangi sampah teknis guu teknis mengurangi sampah entah itu dengan teknologi entah itu dengan pengomposan dengan segala macamlah teknik itu semua dikeluarkan gitu semua dicobakan ee tapi Kemudian pada saat sampai ke satu titik bahwa Oh Ternyata kita pemerintah enggak bisa sendiri Oh ternyata pemerintah harus menggandeng swasta harus menggandeng industri pengolah ee penimbul sampahnya harus menggandeng masyarakat Oke dalam anu masyarakat harus diganding ternyata ada gapnya apa masyarakat itu diajari oleh oleh ee apa ya oleh orang-orang tadi ya mungkin oleh pihak-pihak yang peduli terhadap bencana sampah ini pengolahan sampah ini diajari Bagaimana caranya mengolah sampah dengan benar gitu diajari mengolah sampah dengan teknik yang benar maksud kami seperti teknik yang benar tapi ternyata yang belum tersentuh adalah bagaimana cara mereka merawat dirinya sendiri merawat keluarganya merawat masyarakat di sekitarnya terkait dengan resiko kesehatan masyarakat dan resiko kesehatan lingkungan gip-nya itu jadi orang hanya hanya menyampaikan masalah kayak gini loh Kak ada sampah organik diginiikan loh ada sampah anorganik seperti ini loh cara pengolahannya bank sampah kayak gini loh seperti itu tetapi ternyata nyata mereka tidak membahas masalah Bagaimana toh biar ee TPS gitu sehat Bagaimana toh biar masyarakat yang mengolah sampah itu tidak masyarakat di rumah yang mengolah sampah yang memilah yang mengomposkan yang kemudian harus ee menimbun sementara sebelum dijual itu tidak terkena resiko ee penyakit akibat sampah tadi seperti itu oke itu sebagai konsep berpikir ee kami terkait dengan permasalahan kesehatan masyarakat lalu kita akan membahas ee terkait dengan akar permasalahan permasalahan sampah secara umum ya ini sudah juga kita ketahui bersama bahwa jumlah penduduk meningkat sekarang ini ada gaya hidup ada budaya yang sudah semakin berkembang di tempat kita ternyata itu mengakibatkan konsumsi kita bertambah atau konsumsi kita berubah gitu jadi ee akhirnya sampah Jenis sampah volume sampah itu naik diimbangi gitu ya akhirnya menyebabkan kurang lahan untuk tpsa e untuk TPS sementara ataupun untuk tpsa tempat pembuangan akhir J ini kita tidak tahu apakah kita nanti akan membuka TPA baru atau akan mulai menambang TPA kita yang TPA piungan itu atau mau seperti apa kita akan mengolah nanti itu kita belum ee belum tahu apa strategi pemerintah untuk meng asinya yang kami tahu bahwa sekarang pemerintah provinsi kota Jogja eh provinsi Jogja eh Provinsi DIY itu sudah tidak lagi menganggarkan permasalahan sampah permasalahan sampah itu sudah diberikan kepada masing-masing kabupaten kota jadi anggaran itu ada di masing-masing kabupaten kota dan itu apa ya melipat gandakan gitu ya melipat gandakan eh anggaran dari yang sampai berapa Yang kemarin itu disampai oleh Pak segda kota Jogja itu mungkin sampai sekian eh 300 300% dari dana yang sebelumnya seperti itu jadi karena sudah diserahkan kepada eh Pemerintah kabupaten kota lalu ini solusinya apa dengan cara seperti ini kita harus berpikir agar eh biaya dikeluarkan semakin sedikit gitu lalu kemudian permasalahannya selesai jadi kalau bicara masalah sampah ini kami Di ingat permasalahan kesehatan Jadi kalau ada Ada apa ya Ada jargon di dalam kesehatan itu orang apa ya kalau anu tuh intinya dulu ada jargon Orang miskin dilarang sakit gitu ya Kenapa karena kalau sakit itu daripada mencegah itu biayanya berkali-kali lipat dan pada saat sakit itu Eh kita tidak bisa produktif tidak bisa bekerja tidak bisa eh menghasilkan gitu kita hanya fokus kepada penyembuhan dan penyembuhan itu biaya yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan pada saat dulu mencegah seperti itulah sama dengan permasalahan sampah ini ternyata kalau kita masukkan ke dalam permasalahan sampah itu sama ya bahwa sekarang sudah jadi masalah itu kalau tadi berdasarkan dari yang disampaikan Pak Sekda Pak aman itu ternyata biayanya tuh berkali-kali lipat untuk mengatasi permasalahan sampah itu daripada kita fokus anggaran yang diperlukan untuk edukasi untuk mencegah untuk preventif gitu ya untuk preventif agar tidak terjadi permasalahan sama oke lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai ee anggota dan masyarakat lah ini kalau ee berdasarkan dari kegiatan kami dari ee kampus melibatkan mahasiswa lalu kemudian dengan bekerja sama dengan pihak lainnya Dan juga belajar dari kunjungan-kunjungan ke tempat-tempat yang memang asik gitu ya untuk menjadi tempat belajar itu yang paling bagus untuk pengolahan sampah ee adalah pengolahan sampah berbasis komunitas jadi pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas untuk pengolahan sampah alurnya semua juga sudah tahu bagaimana sih cara mengolah sampah gitu ya ini saya ee sedikit Mungkin sedikit anu ya sedikitulang gitu ya apaap yang sudah Bapak Ibu bisa ee ketahui dari membaca di banyak informasi di luar sana bahwa pertama itu untuk mengolah sampah termasuk pengolahan sampah di masyarakat itu pasti pemilahan sampah dulu memilah sampah berdasarkan jenisnya karena dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya itu kita bisa menentukan pengolahan sampah yangepat gitu kalau kita mau mengajak masyarakat atau komunitas untuk mengolah sampah dengan meluncurkan teknik tertentu teknis pengolahan sampah tertentu teknologi tertentu dan seterusnya tepat guna ya Tapi itu harus sesuai dengan jenis sampahnya itu walaupun sekarang nanti kita nanti akan bahas juga ternyata permasalahan sekarang itu setelah kita darurat sampah ini permasalahan yang didapatkan oleh kota Jogja bantol gitu Sleman itu adalah sampah residu Nah nanti itu juga kita akan bicarakan sampah residu itu seperti apa kemudian pewadahan e sebelum dijual sebelum ke bank sampah sebelum ke ke apa ya ke pihak ketiga misalnya untuk pengolahan sampah itu di rumah tangga itu harus melakukan pewadahan terlebih dahulu memilah diwadahi sesuai dengan jenisnya lah pewadahan ini eh membutuhkan jeda waktu artinya membutuhkan waktu waktu tinggal di rumah membutuhkan waktu tinggal di rumah misalnya 2 hari sekali baru ke bank sampah atau ada bank sampah yang satu mingguan ada bank sampah yang 1 bulanan sekali ada yang mungkin ee 3 bulan sekali itu juga masih ada itu kita butuh dulu stay sampah-sampah Itu butuh dulu di rumah kita dulu ngendon dulu di rumah kita ada waktu tinggal lah waktu tinggal itu di sini ada resiko bapak ibu ada iko kesehatan masyarakat kalau kita lihat dari kat serangga bisa roden bisa hewan dan seterusnya ini sepertinya internet saya tidak stabil kalau nanti suara saya putus-putus mohon diinformasikan ya Mbak Anisa Iya baik ibu tadi agak-agak putus-putus cuma sekarang sepertinya udah baik lagi Bu oke Atau saya boleh anu eh apa offc aja ya Oh boleh G oh heh Nanti nanti saya buka tutup kamera ngih biar nanti kalau misalnya pas ada ada notif sinyalnya buruk nanti kami tutup kameranya mohon izin baik kemudian pengumpulan ke TPS itu kalau misalnya kita bilang ada TPS TPS ya dari rumah itu setelah dari rumah nanti ada TPS kalau eh nganu ya mungkin kalau sekarang ya nganu ya apa kalau sekarang mungkin ee bank sampah gitu ya jadi s ada waktu tinggal juga walaupun sekarang ada bank sampah yang begitu dikumpulkan gitu langsung Panggil pengepul jadi langsung bersih hari itu juga jadi transaksi di hari itu pengepul diambil di hari itu sehingga tidak ada waktu tinggal di eh TPS atau di bank sampah itu Tapi kan tetap ada waktu tinggal di tempat masyarakat nah ini resiko di ee masyarakat atau orang-orang yang mengolah sampahnya karena tadi di sana mungkin lokasinya rumahnya itu berdekatan dengan orang lain tidak punya halaman lalu Kem kemudian Ee tidak punya mungkin di dalam rumah menyimpannya karena memang tidak punya Space lagi di luar rumah lah kayak gitu itu kan beresiko apalagi kalau tidak kalau kita misalnya kita tidak bersih membersihkan sampah idealnya dicuci dulu dikeringkan dulu itu effortnya berapa kadang-kadang ya kita tunggu dulu sampai ini kalau saya pribadi ya kadang-kadang kita tunggu dulu sampai ngumpul tig empat atau lima botol gitu baru kita cuci gitu biar enggak sekali cuci kayak gitu itu saya pada rilnya di pada saat kenyataannya di ee masyarak eh saya yang saya lakukan oh ternyata kayak gini ya ternyata enggak semudah teori ya gitu pada saat melaksanakannya Oke kemudian diangkut lah pengangkutan ini Ini Membutuhkan effort juga membutuhkan eh apa ya membutuhkan cara tersendiri juga kenapa karena ternyata pengangkutan itu pun beresiko kalau dari resikonya misalnya nya ada Ada apa ya kalau kalau di bagian kesehatan kerja itu kan di situ mungkin ada benda tajam ada yang ada kemungkinan bisa tertusuk tergores kemudian ada infeksi belum lagi kalau ya ini kalau zaman dulu ya 2005-an 2005 2007 itu ee misalnya kayak infeksi yang menular karena karena misalnya dulu ada jarum Sun misalnya gitu ya jadi ada jarum suntik atau apa gitu kan Kalau ada penyakit dulu itu hivh itu menular karena jarum suntik itu ada yang oleh pengangkut sampah pengangkut sampah itu terkena hivs karena terkena jarum yang terkontaminasi mungkin digunakan gitu ya oleh orang yang berhvs jadi dia tidak memiliki perilaku menyimpang yang berisiko untuk hivs tapi dia ternyata pengolah sampah dia tertusuk gitu lah itu itu di kesehatan kerja ya jadi di sana ada resiko besar kecilnya nanti bisa dianalisis resikonya besar atau kecil nanti ada ada konsepnya sendiri ada analisis resiko ya tapi itu ada resiko kemudian setelah itu nanti setelah pengangkutan kemudian dia pada saat penyortiran pengepakan penjualan itu juga juga juga ada ee resiko-resiko yang ada di sana kalau ini sudah dilaksanakan sebenarnya secara teknis kan sudah selesai ngih Bapak Ibu permasalahnya sudah selesai sampah anorganik selesai dijual dipindahkan ke eh daur ulang misalnya industri-industri daur ulang sampah organiknya dikomposkan Oke selesai secara teknis tapi ternyata ee ketika kita lihat dari kacamata kesehatan masyarakat itu di dalamnya itu ada resiko-resiko besar kecilnya tergantung dari analisis Resiko yang nanti akan di ee dilakukan Mungkin tempat pertat itu bisa berbeda-beda Oke ee Ini hasil dari daerah-daerah yang mengolah sampah daerah-daerah yang yang berpartisipasi dalam mengolah sampahnya secara mandiri daerah-daerah ee ini kami ambil dari beberapa anu ya dokumentasi ada yang sudah lama sekali dokumentasinya ada yang diambil dari beberapa tahun dan juga ada beberapa yang informasi dari internet e di sini ini daerah ini daerah-daerah perkampungan kita bisa perkampungan di daerah perkotaan lah kita bisa bayangkan daerah-daerah ee pemukiman di ee di perkotaan gitu ya yang dengan tempat yang Apa mungkin jalanan Gang kemudian tempat akses jalan yang sempit rumah-rumah yang saling berdempetan halaman rumah saya adalah halaman rumah dia seperti itu misalnya kayak gitu Jadi ini di sini Ee Kita bisa lihat Oh dengan tipe komunitas yang seperti ini kemudian nanti saya kemudian ini ee Ini ada apa ee pengol ahan mekanisme pengolahan sampah Ya ini yang kita bisa lakukan di daerah-daerah tersebut tadi jadi kita bisa menggunakan keranjan takakura bisa menggunakan bak-bak modifikasi komposer bisa melakukan pemilahan kemudian dijual lalu kemudian kita bisa juga ee menggunakan menggunakan beberapa teknologi ataupun konsep gitu ya konsep kesehatan masyarakat ataupun apapunlah yang kita bisa Sampaikan ke masyarakat untuk mengurangi resiko eh mereka mengolah sampah ataupun meningkatkan kapasitas mereka dalam mengolah sampah sehingga mereka bisa mengolah sampahnya dengan baik kemudian ini bank sampah mekanismenya sudah kita ketahui bersama bahwa nanti ada masyarakat itu berperan sebagai nasabah seperti kita konsepnya sama seperti di bank sampah di bank transaksi di bank gitu ya kita membawa eh sampah sebagai ganti uang Kemudian dari teller itu mencatat kemudian mengkonversikannya dalam bentuk uang nanti pada waktu tertentu dia bisa menguangkan kembali atau mengambil uang itu sebagai sebagai bentuk tabungan dia sekarang berkembang ada yang namanya sodqah sampah jadi kalau eh kami B Kalau saya mengikuti kegiatannya Muhammadiyah itu adalah kegiatan sodqah sampah jadi dari basisnya masjid basisnya masjid basisnya musala basisnya adalah Aum ya Aum itu anu ya eh organisasiorganisasi di bawah Muhammadiyah jadi di sana bisa di sekolahan bisa di rumah sakit bisa di komunitas di keraneng cabang itu mengolah mengelola sampah dengan sistem sodqah sampah se itu ataupun sistem-sistem yang lainnya ada yang ada yang ee di sekolah itu misalnya anak di tempat anak kami sekolah dulu itu sebelum covid itu sempat ada program itu kita membawa sampah membawa minyak jelantah ke sekolah kemudian anak-anak ditukar dengan ditukar dengan buku tulis dengan pensil dengan bahan barang-barang untuk sekolah lah seperti itu apapun itu bisa dilakukan untuk sampah anorganik nah di masyarakat bisa bank sampah sodqah sampah kalau bank sampah itu kan uang kembali lagi ke ke penabung atau pengelola sampahnya harapannya dengan iming-iming dalam tanda kutip ya iming-iming uang uang mereka bisa menghasilkan uang tuh mereka bisa tertib karena kalau tidak ada imbalannya kadang-kadang orang yang tidak sadar itu dia lebih memilih itu juga Har dari penelitian Kami lebih memilih bekerja membayar retribusi dibandingkan dengan mengolah sampahnya secara mandiri karena katanya itu tidak Kalau bahas Jawa tidak cuocok gitu effortnya tidak sebanding dengan hasil yang dia dapatkan jadi Ternyata kalau dilihat dari riset iming-iming mendapatkan eh uang dari menjual sampah itu bukan menjadi prioritas utama atau faktor pendukung utama mereka mengolah sampah Jadi mereka itu giat mengolah sampah itu faktor utamanya Ternyata bukan ekonomi karena kalau ekonomi itu effortnya tidak sebanding dengan eh apa model yang dia keluarkan gitu Ya intinya seperti itu baik itu tenaga sana prasarana dan yang lainnya jadi kalau diiming-iming itu ya Jadi tidak tidak tidak berhasil gitu Kenapa kok banyak bank sampah yang nasabahnya enggak tambah-tambah kenapa kok banyak bank sampah yang kemudian tutup Kenapa banyak organisasi swakelola sampah atau komunitas itu banyak yang setahun 2 tahun itu bagus kemudian ee kemudian gulung tikar seperti itu jadi dari Kalau kemarin tuh disampaikan dari 666 ee bank sampah di kota Jogja itu ternyata yang aktif itu yang aktif itu ee 400-an sekian maksudnya aktif tuh dalam artian aktif bergerak seperti itu nggih seperti itu jadi ya memang motivasi utamanya jangan uang tapi ini tambahan tambahan yang diperoleh ketika dia mengolah uang lalu kemudian kalau konsep pendekatan agama ya sodekah sampah tadi itu enggak harus punya uang untuk sedekah dari sampah kita pun sedekah gitu tapi karena namanya sodekah berarti yang harus militan selain dari yang sodekahnya gitu adalah yang pengelolanya berarti dia hanya punya sodekah waktu sodekah ee tenaga niat dan seterusnya untuk mengolah sampah karena apa Karena ya sodqah tadi itu imbalannya beda imbalannya religius imbalannya keyakinannya Beda lah ini nah ini Kemarin kami ada ada riset ya membandingkan antara yang modelnya sodqah sampah dengan yang modelnya bank sampah itu ya tidak berbeda terlalu jauh tetapi orang-orang ternyata lebih antusias gitu ya yang atau lebih bersemangat gitu lebih lebih bersemangat ikut berpartisipasi ketika modelnya sodqah sampah seperti itu jadi masyarakat kita itu ya tadi ee nilai religius itu ternyata membawa lebih lebih besar membawa efek untuk dia mau mengolah sampah nah ini terus kemudian dari rumah rumah bebas sampah gitu ya Bapak Ibu bisa memulai dari tempat masing-masing misalnya di daerahnya tidak melakukan swaklola sampah atau tidak melakukan pengolaan sampah secara komunitas ya di rumah dulu gitu di rumah kita dulu susah Bapak Ibu mungkin tidak konsisten juga enggak apa-apa daripada tidak sama sekali Jadi kalau melihat dari dulu cerita dari sukunan dari Pak Iswanto karena kami selalu membawa mahasiswa kami untuk kunjungan ke sana gitu Nggih itu tuh awalnya itu tertarik dengan eh foundernya sukunan itu untuk mengolah sampah di rumahnya sendiri lalu kalau udah tertarik kemudian masyarakat mencoba untuk eh cari tahu gitu ya kurius gitu kemudian dia ada sharing ada anu ngajak-ngajak komitmen beberapa orang baru kemudian ee mengajak orang lain masuk ke perkumpulan menyamakan persepsi menyamakan semangat dan seterusnya baru kemudian bisa jalan lah jalan itu bapak ibu eh ee jalan itu tidak selalu mulus ternyata jadi dari 300 sekian orang itu yang ikut bergabung itu hanya yang ikut bergabung berperan serta itu ee cuma sampai 80 rumah misalnya kayak gitu lalu kemudian tidak bisa semua masyarakatnya itu bergabung lah itu kami buktikan juga di daerah-daerah lain ketika ada swaklola sampah atau ada Bang sampah ternyata hanya sekitar 50 40 sampai 50% itu dari penelitian banyak ya itu yang bergabung menjadi nasabah bank sampah tidak semua masyarakat yang di sana kecuali ini kecuali ada ada effort khusus ada peran ada peran leader ada dukungan duukungan apa ya dukungan ee faktor pendukung faktor penghambat gitu nanti kita akan bicarakan di belakang tapi ternyata ada seperti itu Jadi kalau kalau kita akan mengolah sampah di masyarakat itu ya Jangan menunggu dulu dari komunitasnya itu bergerak tapi coba kita lakukan dulu nanti siapa tahu ada yang tertarik Kemudian dari muncul satu visi kan kalau kita mau melakukan suatu sesuatu bersama itu ya visinya harus sama dulu gitu kemudian nanti Oh kita punya tujuan yang sama baru kita nanti bergerak secara Sinergi Kalau tidak itu ya di manapun teori organisasi di Manap pun teori eh komunitas di mana pun tidak punya visi misi yang sama ya sudah gitu pasti akan gagal di tengah jalan itu sudah jadi teori umum kan seperti itu kemudian ini ada penataan yang sekarang itu kalau apa Eh kalau dulu sungai itu menjadi halaman belakang sekarang sungai itu menjadi halaman muka dari rumah-rumah di daerah sepanjang pemukiman ni jadinya akhirnya mereka ya Secara naluriah ya orang kan ingin ingin eh halaman rumahnya bersih ingin nyaman pulang ke rumah itu ingin jadi tempat istirahat bercengkrama dengan eh keluarga menurunkan kestresan di tempat kerja dan harusnya gitu Ya penginnya ya rumah itu nyaman gitu nyaman bisa optimal untuk untuk recovery F dan recovery mental jadi dengan mengambil mengambil apa ya mengambil eh celah di sana kemudian pemerintah memberikan program bahwa halaman rumah sekarang yang di tepi sungai rumah-rumah di tepi sungai itu harus menghadap ke sungai semua harapnya Nanti orang jadi risih gitu kalau sungainya kotoru dan seterusnya oke terus kemudian ini ya mereka ini punya punya ee punya Jadi mereka ya nyaman di depan rumah kemudian walaupun pinggirnya sungai tidak ada bau bahkan ini kalau di sini kita lihat ada yang bisa ada yang EE cukup e nyaman untuk terjun atau bermain-main di Sungai oke itu tadi terkait dengan ee apa ya partisipasi masyarakat telah di dalam pengolahan sampah apa sija yang bisa dilakukan oleh masyarakat yang ada kemudian Bagaimana cara ee melaksanakannya lalu kemudian kalau terkait dengan manfaatnya apa sih manfaatnya melakukan pengolahan sampah nah ini e ee harapannya gitu ya dengan kita mengetahui manfaat swakelola sampah itu pikiran kita gitu pikiran kita itu ee ada benefit yang kita lakukan karena karena ternyata manusia itu makhluk transaksi jadi ada apa makhluk transaksi itu dia ada ada sesuatu yang dia keluarkan dia harus mendapatkan sesuatu gitu itu secara secara apa ilmu antropologi itu seperti itu Jadi ada eh manusia itu manusia itu makhluk sosial makhluk transaksi jadi ada eh kemudian ada reward and punishment gitu ya jadi ternyata manusia itu seperti itu Jadi kenapa kok ilmu antropologi itu penting untuk menggerakkan masyarakat menggerakkan partisipasi masyarakat apapun ee apapun anunya Ya apapun kegiatannya di sini kebetulan kita bicara masalah eh swakelola sampah jadi nanti ketika kita semuanya mungkin Bapak Ibu adik-adik menjadi penggerak di masyarakat kita harus memiliki memiliki teorinya sebelum memiliki pengalamannya harapnya seperti itu karena kan kita sudah banyak mengikuti sudah banyak membaca jadi kita punya teorinya dulu Oh ternyata se seperti ini ya kalau kita mau menggerakkan masyarakat itu gitu tidak semudah semudah hanya ajaak-ajak gitu konsistensi dan seterusnya itu perlu dijaga karena banyak kasus daerah swakola sampah itu setahun 2 tahun kemudian ketika sudah tidak ada harapan saya tidak ada pendampingan pemerintah tidak ada pendampingan kayak Akademi akademisi misalnya kan eh perguruan tinggi banyak ya yang punya tempat-tempat dampingan desa-desa Mitra atau tempat-tempat komunitas Mitra itu banyak lalu kemudian tidak ada tidak ada eh teladan gitu ya leadership langsung hilang gitu langsung eh beberapa tahun paling bertahan beberapa tahun kemudian dia colaps gitu atau mati suri lah paling gampang Tu mati suri besok lagi ketika ada pemanti kegiatan dia tumbuh lagi gitu Jadi bukan karena eh apa ya bukan karena kesadaran dia bisa konue gitu kembali ke manfaat ya Jadi nanti harapannya kita kita tahu manfaatnya dulu sehingga kita bisa tahu teorinya baru kita bisa mengajak kepada masyarakat atau keluarga kita atau lingkungan kita dulu paling yang paling dekat baik ini Bapak Ibu ee Mohon untuk fokus yang di saya blok kuning saja ini memang hanya beberapa hasil dari ee penelitian kami yang kami sampaikan di sini gitu untuk yang pertama keuntungan Apa saja sih yang bisa kita peroleh dari Pemberdayaan Masyarakat atau dari ee menggerakkan masyarakat untuk mengolah sampah ini kita ambil dari sisi public health sektor jadi lingkungan bersih dan sehat lingkungan bersih dan sehat otomatis nanti akan memberikan faktor pendukung eh support sistem untuk manusia melaksanakan kegiatannya dengan optimal kemudian perubahan gaya hidup jadi di eh public he Sector itu juga ada perubahan gaya hidup gaya hidup itu artinya gitu eh bergaya hidup sehat gitu ya jadi sama seperti kayak misalnya slogannya pemerintah sekarang germas gitu itu harus karena ada banyak banyak apa ya sekarang kesehatan yang EE penyakit tidak menular kayak obesitas jantung koroner dan seterusnya yaitu karena perubahan gaya hidup maka sekarang germas lah sama ternyata untuk sampah ini juga untuk sektor public health-nya ada perubahan gaya hidup jadi benar sekarang ini ketika kita menggunakan sosmet kita menggunakan e media-media informasi yang paling mudah diakses oleh masyarakat terutama untuk generasi-generasi muda mulai dari anak-anak remaja mungkin orang-orang yang orang-orang milenial lah milenial itu kan lahiran 80-an sampai 2000 11 ya kalau tidak eh I atus genz itu 2012 sampai Eh anu ya lahiran 2011 sampai mungkin lahiran tahun 2000-an sekarang ini genz lah itu kan eh membutuhkan media gitu mereka melek terhadap media lah Bagaimana caranya kita bisa ee mengubah gaya hidup mereka menjadi gaya hidup sehat Jadi kalau bahasanya public health itu adalah promosi kesehatan gitu ya promosi kesehatan jadi perubahan gaya hidup jadi mereka merasa bahwa Eh keren gitu mengola sampah tuh keren menggunakan apa ya menggunakan eh tumbler itu keren tidak tidak membuat e tidak air isi ulang gitu kemudian menggunakan ketika Belanja makanan menggunakan apa ya misalnya wadah-wadah kayak tpperware atau kayak kalau zaman dulu tu rantang gitu ya kita beli ke warung tu bawa rantang gitu bawa tpperware atau bawa tempat makan sendiri biar enggak ada plastik itu keren gitu kemarin saya mengikuti salah satu di tiktok Kalau tidak salah itu dia penyuka warna ungu jadi dia beli sayur beli sayur beli apa beli jangan apa jajanan beli makanan itu pakai segalanya ee Ungu gitu ya Tapi itu kan salah satu itu bentuk perubahan gaya hidup oh dia bangga nih menggunakan itu kemudian pakai tas-tas yang EE yang tidak tas-tas plastik untuk bel tidak menggunakan lagi tastas plastik untuk belanja tapi menggunakan tas yang bisa dipakai berkali-kali atau ya Karang sekarang bentuknya macam-macam cantik-cantik dengan segala macam gaya segala bentuk dari mulai kecil sampai besar dari merek yang merekmerek kayak misalnya merek-merek apa ya Adventure merek-merek adventuring gitu ya kayak Tiger atau apa Eh misalnya kalibre atau apa itu mengeluarkan yang kecil-kecil jadi kalau yang anak-anak yang punya itu jadi gaya hidup itu mereka menganggap itu keren gu kemudian terciptanya sistem pengolahan eh sampah berbasis masyarakat ini masih konsep public health karena itu tadi Kalau eh sampah itu merupakan bagian dari kesehatan masyarakat merelupakan bagian dari kesehatan lingkungan dengan kita menciptakan sektor pengolahan sampah berbasis masyarakat tadi itu ee kita harapannya apa ya menanamkan gitu kepada masyarakat konsep mohon maaf konsep kesehatan masyarakat Oh ini saya ke kepencat kemudian mengurangi beban pemerintah mengolah sampah ini kenapa kok menjadi sektor public health Karena pada saat Ee kita membuang sampah itu kan kita hanya memindahkan masyarakat ee sampah kita lain di tempat kita selesai permasalahan sampah gitu ya kita selesai kita bayar retribusi memindahkan sampah ke tempat yang lain ke TPA gitu ya kalau di sini ya itu selesai tapi ternyata pemerintah itu kan memiliki beban sebagai sebagai ee apa ya sebagai bentuk pemberi pelayanan kepada masyarakat dia harus ada pengolahan sampah perkotaan dari mulai menyediakan truk-truk sarana prasarana dan seterusnya sampai menyediakan tempat pembuangan akhir gitu itu biayanya berapa lah kemudian Nah kalau Biayanya berapa gitu ini kemarin ini juga kita relatekan dengan yang disampaikan Pak aman Kemarin pada saat Eh anu ya beliau itu Seda kan tapi juga eh forkom ketua forkomnya Bang sampah Jogja beliau itu mengatakan seperti ini Jadi sebenarnya orang-orang pejuang sampah beliau apa menyampaikan kepada para pengelola bank sampah itu tu kalianlah itu benar Bukan hanya pejuang lingkungan Tetapi kalian pejuang kesehatan pejuang pendidikan pejuang ekonomi gitu Kenapa kok seperti itu karena dengan kalian membantu gitu ya dengan bank sampah itu membantu mengurangi sampah maka anggaran daerah untuk pendidikan untuk kesehatan untuk ee ekonomi UMKM dan seterusnya itu tidak berkurang gitu jadinya kalianlah yang membuat roda gitu membuat roda eh pendidikan kesehatan kemudian e ekonomi di kota itu jalan Gu Jadi di sinilah Kenapa kok masuk ke dalam sektor public health kemudian aspek psikologis nah ini tadi saya mendengar dari Pak hijrah bahwa untuk webar selanjutnya bicara masalah e aspek psikologis jadi memang benar aspek itu menjadi salah satu bagian yang apa ya manfaat dari ee mengolah sampah gitu yang yang dirasakan oleh masyarakat dalam mengolah sampah itu mereka mendapat aspan psikologis Kenapa tadi ternyata dari mengolah sampah itu mereka dapat apresiasi pemerintah berusaha untuk mengapresiasi mereka Jadi itu memang sudah jadi kemarin kita lihat di dalam program-program yang diluncurkan oleh pemerintah ya Dari pusat sampai ke daerah itu memang eh reward gitu ya reward jadi apresiasi terhadap yang mereka lakukan itu menjadi motivasi Kalau tidak ada lomba-lomba tidak ada penghargaan-penghargaan itu itu sudah dialidasi oleh eh yang disampaikan oleh kemin Bu Novi dari kem lhk pusat seperti itu jadi memang harus ada gitu ya itu diverifikasi Jadi kalau harus ada anggaran itu untuk apa untuk apresiasi lah sekarang dan mereka pemerintah mendorong CSR CSR dari perusahaan-perusahaan dari itu arahnya juga ke sana gitu Jadi ada karena apa menyentuh aspek psikologisnya kebanggaan manusia itu bersaing tadi itu ya bersaing Oh tempat lain tuh bisa saya kok enggak bisa gitu Itu yang positif ya kalau yang negatif kan orang lain bisa iri dengki itu negatif tapi kalau yang positif kan Oh dia bisa Saya harus bisa gitu Dia dia dia dapat juara kok Kok saya enggak bisa sih gitu Saya malu dong gitu ya harapannya seperti itu jadi menyentuh aspek kebanggaan manusia itu adalah makhluk ternyata makhluk tadi itu transaksional kepuasan batin nah ini sudah levelnya lebih tinggi kebanggaan kepuasan batin kepuasan batin itu sudah diri sendiri tidak peduli pada yang orang lain sampaikan jadi katanya kalau kita lihat di di apa di ee di sosmet itu di real atau di tiktok atau di mana gitu kita sudah sampai ke level suhu itu kalau sudah tidak peduli lagi pendapat orang lain tapi yang kita pentingkan adalah diri kita sendiri kita enggak perlu orang lain menganggap kita hebat yang penting kita kita puas gitu kita senang dengan pencapaian kita kita tahu kita mau apa gitu seperti itu jadi kepuasan batin Nah tadi itu kita hubungkan sama yang misalnya Bang ee misalnya kayak sodako sampah tadi ya Ternyata ini ada kepuasan batin di sana Oh saya saya eh apa ya saya beribadah gitu Semoga saya mendapatkan e yang lebih gitu Karena kan kalau dari konsep Islam kan Semakin banyak kita memberi semakin banyak seodekah maka Allah menjanjikan kita tidak akan pernah kekurangan Gu Jadi Niatnya apa gitu niatnya ya itu tadi tidak akan pernah kekurangan akan Rezeki itu akan berlimpah ruah rezeki tidak hanya uang ya Bapak Ibu kesehatan kesempatan keselamatan kebahagiaan itu juga masuk ke dalam konsep rezeki kemudian peningkatan kualitas hidup jadi mereka memiliki lingkungan yang bagus kemudian hidup yang sehat yang nyaman yang bahagia itu kan terlihat gitu akan terlihat mereka punya ee punya kualitas hidup yang baik kualitas hidup yang baik itu belum tentu harus kaya gitu ya karena orang yang kaya enggak bahagia itu banyak gitu Kalau katanya tuh seperti itu Jadi belum tentu kualitas hidup yang baik itu diukur dari kekayaan tetapi kualitas hidup yang baik itu ya diukur dari ee apa ya kepuasan batin kemudian dia punya apa punya apa punya ee mungkin kebanggaan terhadap pencapaiannya dia tidak merasa kekurangan dia merasa cukup dia merasa bahagia seperti itu ini aspek psikologis kita sampai ke aspek sosial ekonomi jadi ada tiga Nggih Bapak Ibu yang EE dari hasil penelitian itu apa sih manfaatnya sosial ekonomi jelas tapi ini kami letakkan di urutan ketiga jadi setelah dianalisis apa sih yang paling yang paling apa yang paling berpengaruh gitu ya Apakah tadi aspek public health Apakah aspek psikologis ataukah aspek sosial ekonomi jadi secara keurutan itu memang yang anu itu mereka lebih lebih apa ya lebih tergoda gitu ketika kesehatan yang diutamakan eh kesehatan itu jasmani rohani gitu ya jasmani rohani mereka itu ee anu itu mereka lebih interest dengan itu kemudian baru psikologis baru kemudian sosial ekonomi Omi jadi ekonomi itu kalau dari hasil riset itu ternyata menepati urutan ketiga dari keuntungan yang yang diharapkan gitu ya itu jadi ada keringanan biaya itu yang didapatkan dari riset ya keringanan biaya retribusi jadi Ternyata kalau dia menjadi anggota dari ee komunitas itu dia berkontribusi pada pengolahan sampah itu Dia ee dia mendapatkan apa keringanan retribusinya gitu itu ada beberapa contoh Nggih seperti itu jadi di kota Jogja juga sama ternyata kemarin kita ee di bantol itu juga sama daerah yang anu ya yang apa yang berhasil Pak lurahnya itu berhasil mengolah sampah yang menggerakkan masyarakat dan seterusnya itu ternyata retribusi gitu ya di kota Jogja juga ternyata sama kalau dia mau ada daerah yang mau mengolah sampah maka dia bisa dibebaskan dari retribusi membuka lapangan kerja oke lapangan kerja bagi yang tidak bekerja itu bisa di kita kita berdayakan di sini walaupun turnovernya pasti besar ya Turn Over itu artinya ketika dia memiliki pekerjaan lain yang lebih menjanjikan Mungkin dia akan berpindah gitu tetapi itu bisa membuka lapangan pekerjaan atau menambah penghasilan keluarga oke di sini eh beberapa contoh untuk membuka lapangan pekerjaan itu apa Jadi kalau kita lihat daerah-daerah swakelola sampah yang menjadi kunjungan tempat menjadi kunjungan orang lain untuk belajar kemudian mereka jadi desa wisata dan seterusnya itu ada biaya administrasi yang cukup yang cukup apa ya yang cukuplah kalau dipakai untuk ee untuk Ngu untuk apa untuk menggerakkan menggerakkan ee roda organisasi gitu Jadi ada beberapa yang pasang ada yang berapa yang pasang tarif gitu dalam tanda kutip ya ini saya menggunakan bahasa yang bahasa yang gamblang itu pasang tarif tapi sebenarnya itu adalah biaya ganti waktu biaya administrasi ataupun apapun tuh namanya itu kan otomatis menjadi pemasukan bagi daerah tersebut kemudian ada yang mendapatkan pesanan-pesanan ada yang meminta bantuan untuk narasumber ada yang dia bisa menjual hasil hasil e olahannya dan seterusnya itu membuka lapangan kerja kemudian penjualan hasil sampah itu sendiri jadi dari penjualan itu bisa mendapatkan pemasukan gitu bahkan ada yang dijadikan dari konsepnya ada macam-macam ng kalau yang penjualan hasil sampah itu ada yang bank sampah dikembalikan lagi kepada masyarakat ada yang modelnya sodqah sampah ada yang modelnya Itu disimpan untuk sosial Danda sosial masyarakat lah itu ada yang misalnya ketika dia membawa sampah kemudian di jadiadi uang yang terkumpul dijual nanti itu jadi simpan pinjam Siapa saja anggota yang menjual apa yang membawa sampahnya atau berkontribusi pada pengolahan sampah di sana itu boleh boleh meminjam gitu uang di sana jadi koperasi simpan pinjam kayak gitu itu ada juga yang dipakai untuk membeli kalau di desa ya membeli peralatan-peralatan yang digunakan untuk eh kegiatan sosial misalnya tikar lalu kemudian eh untuk kursi kursi kursi apa kursi eh apa kursi plastik dan seterusnya lah yang untuk kegiatan-kegiatan sosial hajatan dan seterusnya itu yang itu biasanya dibeli dengan uang iuran Jadi enggak usah iuran karena sudah punya hasil dari penjualan sampah 17-an enggak usah iuran gitu kita ambil dari hasil misal lomba-lomba enggak usah sayuran kita ambil dari hasil penjualan sampah ada yang seperti itu ini kemudian s ee yang lainnya ada yang beranggapan bahwa karena mereka itu memiliki ee apa ya memiliki taman atau mereka memiliki ee apa ya anulah ee kebun atau kebun keluarga misalnya Toga ataupun yang lainnya tanaman sayur dan seterusnya itu merasa bahwa dia ee bisa mensubsidi kebutuhan untuk kupu bisa mensubsidi kebutuhan untuk membeli media tanam dan seterusnya jadi dia e mengurangi pengeluaran keluarganya itu juga ada yang punya testimoni seperti itu karena dia misalnya Taman hiasnya dia di dalam apa di halaman dia itu enggak perlu lagi cari kompos enggak perlu lagi anu dia bisa menggunakan yang dihasilkan sendiri jadi dia mengurangi biaya untuk membeli kompos kayak gitu atau pupuk gitu ya dia pupuk cair itu juga bisa pupuk daun dari hasil rindingnya dan seterusnya itu ada kemudian ini menambah inventaris komunitas Ti itu misalnya dibelikan sesuatu ya dari hasil tabungan sampah tadi atau hasil dari penjual sampah dibelikan sesuatu misalnya Sound Sistem atau apa gitu Itu yang untuk kepentingan masyarakat Oke Bapak Ibu itu tadi yang terkait dengan manfaat melakukan pengolaan sampah ee di masyarakat lalu kemudian ini kita hampir sampai ke mungkin ke pengujung ya Beberapa lagiah faktor-faktor Apa sih yang mempengaruhi masyarakat itu untuk mengelola sampah terus ini kalau ini ee konsepnya secara komunitas ya berarti bukan secara mandiri secara mandiri ini belum Tapi ini secara komunitas Jadi mereka tergabung dalam organisasi pengelolaan sampah bisa itu bank sampah bisa itu ee komunitas yang lain tapi dia tergambung dalam komunitas jadi ternyata yang pertama itu adalah sejarah komunitas Kalau bahasa saya adalah visi- misi dari organisasi tersebut atau visi misi dari eh komunitas tersebut Artinya mereka punya visi misi Apa jadi ee misalnya Oh ada yang harus mengatasi permasalahan sampah kemudian ada yang keinginan untuk berprestasi ada yang dia merupakan daerah percontohan dan seterusnya lah dia seperti itu jadi dia ada beberapa hal yang eh menjadikan mereka memiliki visi misi yang sama gitu dalam pengolahan sampah dan kemudian mengangkatnya ini jadi itu salah satu faktor keberhasilannya Kalau tidak ada visi misi yang sama mustahil ya mustahil untuk bisa menggerakkan masyarakat secara eh anu secara masif gitu tugas siapa di sini Sebenarnya ini memang pasti ada tugas leader ya kalau kita bicara masalah komunitas masalah organisasi pasti ada leader leadership nanti ada sih faktor pengaruh Itu juga salah satunya adalah leadership dia yang bisa menyatukan visi misisi yang sebelumnya berbeda dia bisa mempengaruhi orang lain untuk memiliki visi misi yang sama karena ternyata sejarah komunitas itu bisa menjadi salah satu faktor yang mendukung terbentuknya suat as kemudian Mohon maaf Bu untuk waktunya kurang lebih sekitar 10 menitan lagi ya Bu ya Oke siap Sudah mau selesai Oke baik ini ee yang kemudian yang selanjutnya adalah perasaan memiliki artinya dia merasa enggak menjadi bagian dari organisasi itu dia merasa enggak ee dibutuhkan di sana atau dia itu jadi kalau kita loyal terhadap misalnya kita bekerja loyal pada tempat kita bekerja kita ee kita tergabung pada organisasi kemahasiswaan tertentu Kita loyal kepada organisasi itu maka kita pasti akan senang untuk mengikuti kegiatannya bersama-sama berkumpul bersama itu senang gitu Jadi perasaan memiliki itu salah satu faktor yang mendukung kemudian permasalahan Inter intern organisasi jadi ada permasalahan pribadi antar manusia di sana itu bisa menjadi penghambat gitu Jadi itu juga salah satu faktor yang mendukung keberhasilan Lalu siapa tugas ketika ada masalah-masalah pribadi yang saling bergesekan tugas siapa Sama aja tugas leader juga struktur komunitas nah ini kalau eh ternyata gitu kita kita harus membedakan konsep yang kita terapkan untuk mengajak misalnya lingkungan yang EE misalnya sebagian besar penduduknya itu bekerja keluar rumah misalnya sebagai pegawai atau apa dan pulang berangkat peri pulang sore lalu kemudian kita ee mengajak komunitas yang dia sebagian besar waktunya itu di rumah misalnya kayak pencariannya sebagai petani kan kadang-kadang dia di sawah Tapi sering banyak juga di rumah kan enggak setiap hari enggak sepanjang hari juga itu berbeda konsep konsep ee menggalang massanya gitu Itu juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi kepemimpinan lah ini kemudian status pemimpin ternyata penting Bapak Ibu jadi Leaders itu eh menjadi faktor utama untuk menggerakkan masyarakat dan untuk langgeng jadi kalau leadership-nya itu bagus masyarakat akan mengikuti dengan riang gitu kemudian dan ini banyak contoh ketika pemimpinnya berganti ketika Yang konsen itu berganti ketika tidak ada estafet kepemimpinan berikutnya tidak ada regenerasi Ya sudah pasti hancur gitu pasti pasti colaps gaya kepemimpinan itu juga harus eh eh disesuaikan dengan masyarakatnya karena gaya kepimpinan itu bisa beda ada yang harus diperintah ada yang harus diajak musyawarah ada yang dirangkul ada yang harus dibimbing itu bisa beda-beda bisa beda-beda kemudian organisasi perantara ternyata penting Bapak Ibu karena ternyata mengolah sampah itu enggak Murah tu kalau pengin bagus ya kita harus menyediakan pemilah walaupun bisa pakai tas kek bisa tapi kan akan akan pakai komposter buat sendiri bisa tapi itu kan menguakan uang ya jadi kadang-kadang banyak masyarakat yang untuk makan aja susah apalagi Saya harus mengeluarkan ee untuk memberi peralatan pengolahan sampah jadi funding itu e penting juga bantuan pemerintah juga penting juga Jadi selain kemampuan kapasitas masyarakat sendiri untuk mengadakan peralatannya sendiri ternyata bantuan itu juga penting kemudian kondisi eksternal kondisi eksternal itu dari pemerintah di sekitarnya mungkin dari ee dari kerja sama dengan akademisi dengan perguruan tinggi dengan LSM dengan pemerhati lingkungan itu juga mempengaruhi karena karena kebanyakan ya dari kita itu secara secara apa ya Secara keilmuan antropologi itu seringki itu lebih mempercayai orang lain dibandingkan dengan mempercayai orang yang paling dekat Kenapa karena mempercayai orang lain itu kan tidak tidak tidak terkena tidak apa ya tidak tidak dibiaskan dengan iri dengki udah tahu dia ternyata cuma kayak gitu Dia ngajak-ngaja kayak gitu ya Jadi kalau orang lain sekalian gu lebih ampuh dibandingkan dengan orang dalam kadang-kadang paling enggak orang luar itu dia mendampingi karena kita tuh kadang-kadang lebih sungkan kepada orang di luar lingkungan kita dibandingkan dengan orang dalam seperti itu jadi peran pemerintah peran e Mitra dari daerah tersebut itu juga sangat p baik lalu ini lagi dari kami itu ada kader kesehatan jadi ternyata untuk konsisten itu butuh supervisi lah kalau tidak ada supervisi enggak akan jalan jadi enggak ada yang memantau enggak ada yang ngaruh nih itu enggak ada enggak ada yang apa enggak akan langgeng gitu sehingga butuh supervisi Siapa yang mau bertindak sebagai supervisi gitu ya Eh relawan jelas relawan kemudian mungkin ya kalau yang paling memungkinkan di kader kesehatan dan dia menjadi memang dia sudah dari nganu tuh ikhlas gitu ya dari awal tuh dia meangjadi kader kesehatan tuh sudah sudah dipr-pro gitu ya kalau orang dari Puskesmas itu sudah dia meemang tugasnya seperti itu dan dia biasanya orang sosial yang sangat sosial gitu karena enggak dibayar enggak dapat insentif yang sepadan lah gitu untuk melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan jadi dia sudah terbiasa dengan ee sosial jadi dia bisa ditambahi lah tambahi tugas gitu untuk awal pengolahan sampah karena di dalam pengolahan sampah itu ada permasalahan kesehatan juga ini eh Oke ini tadi ya kadat kesehatan ini masih kemudian ini ini yang terbaru Bapak Ibu dari kami ini sedikit 5 menit lagi mungkin ya Eh mbak Anisa ya ternyata di terakhir-terakhir ini pada saat daurat sampah itu muncul gitu ya sampah itu muncul lalu kemudian Eh ada permasalahan yang t yang ditutup up kita bingung mau membuang ke mana kemudian pemerintah kota itu mengeluarkan surat edaran ya Kalau enggak salah tuh bahwa tidak boleh membuang sampah organik gitu organik harus dikelola di dalam gitu hanya bisa ee yang anorganik saja lalu kemudian di Oh di Bantul di Sleman itu punya kebijakan-kebijakan sendiri Itu eh dan ini momentum yang pas gitu ya untuk membuat masyarakat tuh khawatir mulai berpikir dulu Enggak ada masalah gitu jadi kita enggak langsung ter apa ya enggak langsung kena masalah Jadi biasanya orang belum berpikir kalau belum kepentok gitu ya manusia itu kan anu ya punya punya kekuatan ekstra gitu bertahan bertahan hidup kekuatan bertahan hidup ketika ada masalah jadi orang yang banyak ditempa ditempa permasalahan itu dia punya problem solving yang lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak gitu lah ini ee momentum yang pas untuk menggerakkan masyarakat semoga tidak terus tidak nganu ya tidak ee nganu gitu ya tidak surut gitu ya semangatnya untuk mengolah sampah kalau nanti kita sudah memiliki solusi untuk mengolah sampah pemerintah sudah memiliki solusi untuk mengolah sampah secara eh regional gitu semoga tidak menurun semangatnya untuk mengolah sampah secara mandiri secara ee pemberdayaan masyarakat semoga tidak muncul permasalahan itu sehingga karena apa Karena ya tadi itu dari awal tadi dari SL yang awal tadi ternyata dari rumah tangga sumber yang yang paling besar kemudian yang paling besar adalah organik jadi kita bisa berangkat dari sana oke itu kemudian ternyata ini barubaru ini yang di ee kami peroleh dan ini sudah sebenarnya sudah kami terapkan beberapa dari tahun 2014 Kalau tidak salah jadi eh untuk pengolahan sampah itu sekarang yang sekarang ini kan gini sampah organik sudah di komposkan segala macam bentuk teknologi pengomposan penguraian sampah itu sudah disampaikan kepada masyarakat masyarakat tahu sudah melaksanakan sampah anorganik itu semua sudah diberi solusi oleh pemerintah diberi Alahan diberi anulah diberi eh jalanlah harus seperti apa Bank Sampah lah kemudian ada sektor-sektor industri yang misalnya ada yang rapel terus kemudian apa ya yang yang anulah swasta yang mengambil sampah itu itu sudah ada semuanya anorganik yang jadi permasalahan ini adalah sampah residu Jadi kami bulan Oktober Oktober November inilah Desember ini ini eh terhubung dengan dengan banyak e apa dihubungi oleh banyak pihak itu adalah mengelola sampah residu gitu jadi biar Zero W tempat itu gimana kan ternyata masih ada residu enggak bisa diapa-apakan enggak ada yang ngambil enggak ada yang bisa dimanfaatkan ee ngepul enggak mau mau ambil pemulu enggak mau ambil masyarakat enggak bisa jual sampah R itu diapakan kan harus dihilangkan dimusnahkan dalam jangka waktu dekat ini jangka waktu panjang diedukasi agar tidak menghasilkan sampah residu mengurangi sampah tapi sampai proses itu berhasil kan masih ada sampah residu ini mau diapakan guitu Bagaimana cara pengolahannya Jadi pertanyaan sekarang Ini kebanyakan yang ditujukan ke saya adalah bagaimana cara mengolah sampah residu residu itu er softe kemudian ya ya enggak bisa dijual Lah terus kemudian ada ee bahan-bahan yang potongan potongan kulit atau apa yang enggak bisa Mang enggak bisa dijual itu harus diapakan itu yang pertanyaan kepada saya jadi dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian kita ini juga orang teknik lingkungan ya ini saya ee Saya tidak apa tidak akan tidak akan mencoba menyampaikan teknologinya itu seperti apa karena teknologi yang saya sampaikan ini saya nanti akan saya itu berdasarkan dari permintaan jadi Kebanyakan karena kami itu bergerak di pengabdian masyarakat dan penelitian gitu tadi saya menyatakan saya tuh bukan praktisi gitu ya jadi hanya kontribusinya tuh saya tuh bukan pejuang sampah gitu hanya hanya lebih ke pengamat dengan kontribusi yang kecil gitu penelitian penelitian Penelitian apa sih Gunanya kayak gitu neliti terus enggak ada gunanya jadi kami menyesuaikan dengan permintaan masyarakat di tempat kami melakukan kegiatan jadi misalnya ini ee ini ya data kebutuhan rumah ini biasanya itu permasalahan mereka itu repot ribet waktu terbatas tidak paham Bagaimana mengolah sampahnya pengin yang praktis lalu kemudian banyak kendala teknis di lapangan jadi hal-hal inilah yang sering kami dapatkan ketika kita ee melakukan kegiatan pengolahan sampah di masyarakat dari macam dari masing-masing tadi itu kami berusaha untuk memfasilitasi masyarakat bersama masyarakat berarti ini untuk mencari solusinya dari masing-masing repot ribet gitu ya itu gimana solusinya waktu yang terbatas ber mereka milih saya penginnya instan jangan yang berbelit-belitlah gitu kemudian enggak paham fungsinya enggak paham maksudnya gitu kemudian yang praktis yang tidak orang zaman sekarang Ya penginnya mudah praktis cepat hasilnya maksimal gitu semua orang kan maunya seperti itu lalu m kendala teknis di lapangan misalnya baunya waktu mengolah sampah itu organik baunya lindingnya lalatnya kemudian ee apa belatungnya kemudian ee ya itulah teknik-teknik seperti itu yang kami temukan dan biasanya disampaikan kepada kami sebagai sebagai pendamping gitu pada saat melaksanakan kegiatan danah untuk itulah kami kemudian dukungan teknologi-teknologi sebenarnya ee sederhana ini kami tidak tidak tidak malu kalau bersaing dengan orang teknik lingkungan Ya maksudnya ini ini ini kami buat ini berdasarkan dari kebutuhan masyarakat artinya Seperti apa ini kami buat alat pencetak briket ini ini yang sangat sederhana dan bisa ee dipakai oleh masyarakat dan murah karena masyarakat tuh maunya murah mereka enggak mau mengeluarkan biaya banyak untuk pengolahan sampah murah praktis mudah manfaat gitu Jadi kami coba mereka permasalahannya apa kalau dulu awal-awal kita di daerah pertanian maka permasalahan adalah sampah pertanian maka kami mencoba mencari alat-alat untuk pengolahan sampah pertanian yang kepikir adalah briket gitu ya briket bioaram dulu Ini dari 2014 lah kami mulai dari program-program itu 2014 oke briket kami ee membuat beberapa briket sesuaikan Kami coba untuk berkembang terus gitu ng Kami coba berkembang terus untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga sampai kemudian tingkat ee apa ya industri kecil gitu ya seperti itu kemudian ini masih briiket kemudian komposter gitu komposter terus kemudian searang mereka penginnya itu jadi ibu-ibu ini ini awal cerita kami membuat komposter dengan mesinmcacah ini karena ternyata satu ibu-ibu rumah tangga itu dia jijik kalau harus ngelolah sampahnya Padahal di rumah itu yang pasti kalau disuruh mengolah sampah rumah tangga itu ibu-ibunya sebagian besar responden kami mengatakan itu ibu-ibu jarang bapak-bapak itu yang telaten misahkan sampah sisa makanan masukkan ke itu Jadi kalau diajak itu ya hanya partisipan aja tapi dia tidak bertanggung jawab secara penuh terhadap pengolahan sampah di rumah tangga yang bertanggung jawab ibu lah ibu-ibu itu takut terlihat belatung enggak Jiji mau kalau sampah itu harus diudek-udek gitu ya harus di harus dibolak-balik kemudian setiap seminggu sekali dibolak-balik ditambahi air kemudian harus dipotong dicacah kecil-kecil kayak gitu-gitu itu ibu-ibu itu merasa ribet gitu Nah dari permasalahanperasan itu kemudian muncul alat yang kemudian kami sampaikan gitu e dengan cara seperti ini jadi modelnya Misalnya ini ada yang apa secara mekanis manual itu memilah apaembolak-balik sampahnya ya Hanya sederhana-sederhana seperti itu terus kemudian ini alat untuk pembakar jadi pembakar sampah ngih Bapak Ibu jadi ee memang ini enggak ideal kalau kita kalau kita mau gontok-gontokan sama orang kesehatan lingkungan bakar enggak boleh peraturan perundangan juga bilang enggak boleh membakar secara langsung itu sangat berbahaya dan sebagainya sebagainya sehingga kita mencoba mencari yang yang bisa mudah murah terus kemudian yang bisa anulah dengan beberapa hal yang bisa mereka pakai untuk di masyarakat kemudian ini ini juga skala rumah tangga jadi rumah gitu kalau ini Memang agak mahal ya kalau harapannya Kalau orang bisa membeli mesin cuci membeli TV ya kita kita bisa membeli insenerator skala rumah tangg lah kayak gitu Jadi nanti akan menjadi salah satu alat di rumah tangga yang bisa apa yang bisa kita pakai seperti mesin cuci gitu ya kayak gitu jadi hadapannya seperti itu kemudianak opoakak komposter itu berbagai macam karena kalau ini yang waktu kami buat karena bau jadi mengeluhkan ini lindi ya apa sampah lindi jadi k kalau masyar ada Min Kami mahasiswa kami dari kampus itu memberi sumbangan ke masyarakat tuh Enggak mungkin kan yang alat-alat mahal jadi kami pasti memberi sumbangan yang terjangkau dengan dana kami gitu Jadi itu biasanya ya omber tumpuk lah ember lindi Lah takakura lah terus komposter yang pakai drum-dum biru itu kan terjangkau dari kami ya Dari dari keuangan dari keuangan ee hibah ataupun dana kegiatan kami Nah itu ternyata banyak permasalahan di sana bau kemudian ee apa gatung kemudian tempat penempatannya diganggu hewan diganggu anak-anaknya berbahaya untuk keluarga enggak ada tempatnya dan seterusnya keman kita membuat beberapa modifikasi agar mengurangi keluhan-keluhan tadi tuh ini pengomposan ini ini pengembangan dari yang tadi kemudian ini ada alat borbiopori yang Ee Kita desain ber B dan kebutuhan masyarakat karena ternyata pada saat ngebor itu tuh ada yang di tempat kami dulu itu yang waktu kami melakukan pengaban pengabdian masyarakat itu tuh susah gitu dengan bor dengan biasa gitu kita modifikasi Bagaimana caranya agar eh agar bisa dipakai di sana Tu kemudian ini ya ini untuk yang kemarin itu kita menghubungkan antara magot dengan kandang ayam gitu jadi karena eh pengolahan sampahnya kan magot dengan pengolahan sampah eh rumah tangga magot tapi kemudian mereka itu punya punya kandang punya punya ternak gitu kandang ayam dan seterusnya Jadi bagaimana kita memodifikasi itu alat itu untuk bisa masuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tadi jadi kalau bisa mereka disuruh ini permintaan masyarakat di sana ya magot Oke kami magot gitu ya tapi gimana caranya itu bisa kepakai gitu biar kami enggak usah harus giling harus apa biar langsung kemakan dan habis S nganulah kayak gitu permintaannya kan banyak ya biasanya lah ini kami coba untuk mengatasi permasal tu kemudian ini yang terakhir kemarin ee apa pembakar sampah ya mintanya itu yang tadi tidak keluar asapnya terus kemudian apa dan seterusnya lah itu kami coba ini membuat dengan dengan beberapa variasi dengan daerah-daerah yang berbeda itu variasinya juga berbeda ini ini untuk anu aja apa nangg hanya seperti ini ya timbangan bank sampah ini juga kemarin permintaan sistem informasi bank sampah itu juga ee kemarin juga ee permintaan dari masyarakat kan karena ada bantuan apa butuh bantuan untuk mengatasi permasalahan-an teknis yang kecil-kecil di lingkungan mereka ya mungkin itu yang bisa kami sampaikan sharing dari kami eh Bapak Ibu teman-teman semuanya Terima kasih kami kembalikan ke Mbak Anisa kalau ada kurangnya kami mohon maaf asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh baik itu tadi penyampaian materi dari pemateri kita pada hari har ini yaitu Ibu Rahma yang sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu sekalian Terus kalau kita lihat-lihat juga ternyata sudah ada banyak sekali nih Bu pertanyaan dari bapak ibu peserta webinar di kolom Chat Zoom tapi mungkin eh sebelum kita masuk ke acara selanjutnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang mungkin menginginkan materi pada webinar kita pada hari ini itu dapat request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan di di kol ya Bapak Ibu sekalian kemudian e sebelum kita masuk ke Sesi tanyawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh ADM silak Baik terima kasih untuk untuk Bapak Ibu sekalian kami mohon izin eh kepada Bapak Ibu sekalian untuk mengaktifkan kameranya karena kita akan masuk ke Sesi foto bersama Ya baik Kami tunggu untuk foto bersama kali ini kami mohon izin sekitar setengah menit untuk menahan pos Bapak Ibu sekalian ya baik kami mulai 1 2 baikesai kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian atas kesediaannya untuk foto bersama kali ini kami kembalikan kepada kak Anisa Terima kasih baik Terima kasih untuk admin yang telah membantu sesi foto bersama kita pada hari ini ee kemudian Selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan bapak ibu sekalian untuk dapat mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi Jadi bagi Bapak Ibu sekalian bisa memberikan saran dan juga masukatnya di link kuesioner tersebut Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi tanya jawab dan di sini kami juga sudah bantu untuk merangkumkan pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu sampaikan melalui kolom chat Zo eh Kemudian untuk Ibu Rahma saya mungkin nanti akan membacakan pertanyaannya terlebih dahulu kemudian bisa langsung dijawab begitu ya Bu ya untuk pertanyaan pertama ini ada dari bapak penanganan sampah berbasis agama dan ekonomi agar menjadi budaya masyarakat merupakan kunci dari penanganan sampah pertanyaannya kami yangusak older terkait begitu ibu baik langsung mbak Anisa Ya baik eh terima kasih pak Mardi atau Mas atauih ini E saya tidak tahu apakah ini mahasiswa atau e bapak eh Baik Pak Mi ini untuk eh dari pengalam bukan pengalaman ya tapi dari kami mencoba untuk membuat Desa Mitra gitu desa desa swakelola sampah itu di UAD kan juga beberapa memiliki desa eh memiliki Mitra untuk pengolahan sampah mencoba membuat menggerakkan masyarakat Seperti apa Ya seperti yang di anulah kita mencontoh mereplikasi Apa yang dilakukan yang sudah dilakukan di sukunan ataupun di ee di mana yang itu kita coba dengan kearifan lokal di tempat yang kami kami e yang Mitra yang kami miliki seperti itu lalu memang kalau di tempat kami jadi ada nilai agama yang ada yang ke sana kemudian ada nilai ekonomi yang tadi memang menjadi faktor pendukung mau tidak mau pasti itu faktor pendukung karena memang nanti kan dijual sirkular ekonomi harus e harus ada ya dalam kegiatan tersebut ini dari kami pengalaman jadi mungkin bisa berbeda dengan yang lainnya nanti kalau ada yang mau sharing Monggo di tempat kami itu yang pertama adalah satu eh kita memegang dulu gitu Kita memegang dulu orang-orang kuncinya seperti itu jadi orang-orang kunci yang dianggap dia menjadi penggerak masyarakat karena masyarakat itu mau tidak mau pasti eh memilik apalagi di e di masyarakat Indonesia ya Di Timur itu memang seperti itu Jadi kita mencari penggerak masyarakatnya dulu kita meminta komitmen dari misalnya Pak RT pak RW Pak Lurah Pak Duko ketua takmir dari kalau dari muhammadiah ya ketua pca-nya kemudian dari aah misalnya raneng cabang dan seterusnya lalu kemudian eh Setelah itu kita kalau stakeholder itu yang internal dari masyarakat kemudian kita eh biasanya pertama itu dulu kemudian kalau mereka sudah berkomitmen bersama kemudian kita baru mengejak pihak luar pihak luar itu artinya siapa yang akan yang akan membersamai gitu karena terus terus terang Kalau tidak dibersama tidak di bersama-sama merintis itu susah gitu itu merintes itu merintes itu sangat E berat gitu Ya merintes itu sangat berat sehingga kita mengajak dulu stakeholder yang lainnya jadi misalnya dari pemerintah kelurahan nanti ada mungkin dari manalah LSM penggerak eh kemudian kalau misalnya ada dari perguruan tinggi seperti itu kalau perguruan tinggi dijawil gitu ya Misalnya ada siapa mungkin pak eh pak hijrah gitu dijawil Pak Temat saya ini mok dibantu kan biasanya kan nanti akan berpikir bagaimana caranya bisa membantu seperti itu itu lalu ee di sana pada saat Sosialisasi pada saat menyamakan visi misi itu Ya kita melihat dari masyarakat kita kearifan lokalnya apa gitu apa yang bisa masuk ke sana apa yang bisa yang paling mengena di hati gitu ya Yang bisa menggerakkan Itu otomatis pasti Yang tahu adalah orang yang ada di sana orang luar tu tidak bisa tahu pasti tapi kalau yang oh kalau masyarakat sini tuh senangnya gitu digabungnya karo wayang misalnya masyarakat sini tuh senangnya digabungne karo ee misalnya karo kegiatan masjid pengajian oh kene yang kuat aisahnya kasihkan ibu-ibu Aisah dan seterusnya seperti itu lalu kemudian ya tadi itu kita pendekatannya apa eh Bapak kan kita punya kalau kita mau browing atau apa itu kita punya referensi banyak sekali model-model pengolahan sampah di Indonesia bahkan di dunia kita bisa melihat apa yang kita bisa replikasi gitu ya Sesuai dengan daerah kita misalnya tadi ada sodakoh sampah ada yang ada yang nabung ada yang anulah sosial kegiatan sosial ada yang pendidikan Mungkin ada yang Pendidikan Lingkungan gitu ya di SD di sekolah dan seterusnya kayak gitu itu Kita sesuaikan dengan yang kita butuhkan kita modifikasi kita diskusikan bersama-sama mungkin itu pak kalau kita harus eh untuk menggerakkan stakeholder itu yang pertama visi misinya harus sama dulu ya bagaimana a membuat visi-visi itu sama ya Otomatis kita harus ada sosialisasi ada diskusi ada fgd jadi biar semuanya merasa memiliki ide itu merasa memiliki kita yang punya ide misalnya untuk melakukan pengolahan sampah tapi jangan sampai ide kita bahwa Oh kita harus pakai bank sampah gitu Oh kita harus pakai eh sodqah sampah Oh kita harus pakai ini harus pakai itu itu jangan sampai keluar dari kita tapi kita ee kita apa ya kita ee kita fgd-kan kita musyawarahkan kemudian semuanya mengan pendapat kita pilih dan semuanya sepakat lah dengan seperti itu eh orang-orang yang di sana merasa bahwa mereka berkontribusi mereka dihargai mereka ya harusnya komitmen gitu ya menerima keputusan Apa yang dijadikan ee keputusan bersama mungkin itu dari kami pak mohon maaf kalau tidak terlalu memuaskan jawabannya karena ya mungkin itu yang selama ini dilakukan seperti itu berhasil e untuk menggerakkan di ee dua desa binaan kami bukan Des Desa Mitra Pak I eh mungkin seperti itu ya Pak semoga pertanyaannya sudah terjawab kemudian eh kita mungkin langsung lanjut lagi ya Bu ya untuk ke Pertanyaan selanjutnya ini ada dua pertanyaan yang hampir ban ibu ada dari yang pertama ee Bagaimana cara menjaga konsisten dalam penanganan sampah rumah tangga Kemudian yang kedua Bagaimana cara merubah kesadaran masyarakat pedesaan lalu ee ada Pertanyaan selanjutnya yaitu Bagaimana membangun komunikasi untuk perubahan perilaku yang efektif dalam pengelolaan sampah agar timbul kesadaran yang berkelanjutan seperti itu ya Baik terima kasih eh Pak Iwan dan Pak untuk pertanyaannya ini eh apa yang perlu saya sampaikan pertama kali adalah mengolah sampah itu tidak tidak mudah gu walaupun kelihatannya caranya mudah orang tahu tapi orang untuk menjalankan itu susah saya sendiri gitu ya pasang surut artinya gini kalau kami kan mengajarkan ke mahasiswa kami tentang pengolahan sampah jadi otomatis saya harus mencoba sendiri Saya harus Mel sendiri agar agar tahu gimana sih tidak hanya teori saja tetapi untuk eh bisa tahu bagaimana bagaimana toh rasanya gitu ya jadi itu eh dari kami itu mis kayak gini woh Ternyata apa ya saya itu saya punya komposter itu komposter lindi ya kan e untuk komposter lindi itu tuh di sana itu belatungnya banyak kanunnya banyak Kalau teorinya itu minta untuk diaduk-aduk diminta di apa itu sudah kayaknya saya sendiri aja Enggak sanggup gitu ya saya Sendiri Enggak sanggup gitu terus kemudian ee untuk kemudian apa ya Ee membersihkan tadi saya ceritakan di aadi membersih habis beli apa gitu plastiknya kita bersihkan kita kita sabun biar tidak ada lagi e bau kita keringkan kita jembur kayak gitu tuh juga tidak semudah itu ternyata G jadi jadi awalnya tuh Saya pasti cari gimana band Saya bisa melakukan tapi saya mudah gitu ya b band Saya tidak biar saya itu tidak tidak berat gitu misalnya Oh ini ada ada apa ada belatungnya Ih kalau keluar dari baknya itu anu ya apa ee rasanya itu gimana gitu terus kemudian Gimana caranya Oh kayak saya misalnya Oh Coba kasih Sabun Colek itu di bagian permukaan permukaan komposternya itu itu pasti anunya enggak akan keluar gitu terus kemudian bau Oh gimana baunya coba pakai kan ada anu tuh Arang Arang aktif itu bisa menyerah bau bisa menyerap anu kadang punya pori-pori gitu ya kemudian kita coba saya pasang di komposter saya Oh Ternyata di mana dimasukkan dikasih sampingnya dikasih atasnya atau di mana Oh ternyata ketemu paling paling menyerah bau itu dikasih ditutupnya jadi saya saya pasang eh apa keranjang isi Arang Arang aktif itu arang saya masuk kayak saya saya tali gitu ya di dalam tutupnya Biar Waktu buka itu enggak bau gitu jadi enggak kayak mau muntah gitu ya mungkuk-mungkuk gitu baunya sampah gitu kayak gitu ter terus dan seterusnya artinya apa jadi ketika ketika kita ingin konsisten mengajak orang lain maka kita dulu harus konsisten berat Bapak Ibu menjadi penggerak itu berat sekali apalagi sosial apalagi enggak dibayar gitu ya apalagi ini seperti itu itu pasti berat sekali dan itu butuh orang-orang yang memang memang pejuang gitu ya untuk menjalankannya karena waktu Tenaga pikiran eh semua e mungkin sampai ke biaya gitu Ya kita harus harus Cu Cul gitu kalau Bah Ja cucul harus ee keluar gitu dan itu diselah kesibukan kita kalau kita punya punya kita punya anu yang lain punya kesibukan yang lain punya anu yang lain itu susah jadi kalau Bagaimana menjadi konsistensi tadi itu kalau untuk orang lain berarti kita harus konsisten dulu untuk mengajak orang lain dan tidak dan tidak tidak anulah tidak jenuh-jenuhnya gitu tidak bosan-bosannya mengajak orang lain ditolak dicaci dimaki diremehkan itu biasa nah paling enak Tu memang ngjak orang luar Pak Jadi kalau misalnya mau misalnya Bapak di tempat Kampung Bapak ajak orang lain ajak orang luar gitu untuk masuk pertama kali misalnya hubungi akademisi atau hubungi dari misalnya ada teman yang dari dinas atau dari mana itu untuk ngomong dulu Jadi kalau orang lain kan mungkin lebih didengarkan gitu ya seperti itu terus kemudian kalau mau mengajak masyarakat yang kita yang kita apa ikuti itu untuk konsisten itu ya itu juga tidak mudah jadi ini waktu kami ada pilot project saja diiset yail Project action riset itu dari sekitar 50 orang partisipan itu Turun waktu dia sudah dikasih alat-alat untuk melakukan itu turun hanya sampai ke 32 orang berarti kan yang gugur di tengah jalan tidak mau pad sudah berkomitmen sudah pakai inform konsen gitu kemudian dia sudah dikasih alat-alat untuk mencoba pengolahan sampah di rumah untuk mencoba apa ya ek gitu ya untuk pengolaan sampah itu ternyata mereka berguguran di jalan gitu Itu itu sudah Ee apa terjadi seperti itu belum lagi kalau kita lihat sejarah-sejarah tuh dari tempat-tempat yang mau mengolah sampah itu pasti ada eh apa ada turun ada naiknya Kecuali Dia memang kayak kemarin tuh saya tanya ya di sukunan kemarin beberapa hari yang lalu kami ke sana mengajak mahasiswa dari 2003 2004 sampai sekarang itu masih Kenapa gitu padahal dulu saya tahu Sempat pada tahun beberapa tahun itu mereka hanya anu apa hanya bertahan komunitas pengelolanya saja jadi hanya panitia-panitianya saja gitu ya jadi masyarakatnya sudah sudah mau enggak enggak mau maau gitulah mungkin kalau mau ya karena enggak enak atau apa gitu Jadi hanya bertahan bertahan satu satuah eh apa sirkel kecil gitu itu ee karena t itu dianggap tidak anulah ya capek mungkin masyarakat mengulah itu dan tapi ccle itu bertahan karena apa karena ternyata mereka mendapatkan manfaat dari situ yang satu kalau yang di saya anu ya mereka dapat ee bisa mendapatkan uang gitu mendapatkan uang dari kunjungan-kunjungan mereka dikunjungi orang untuk belajar terus mereka kemudian bisa Sharing itu menjadi motivasi mereka bisa sharing bisa ngajari orang lain bisa mendapatkan tambahan dari sana kemudian anu jadi mereka ada saat dan hanya Dar satu ccel saja itu Saya mengamati itu karena saya kan tiap tahun ke sana ya jadi ketika saya tanya loh jadi kalau Kanu tuh yang enggak semua masyarakat tuh terlibat kayak gitu itu itu Eh kenapa ya tadi itu dia punya punya benefit yang dia bisa bertahan sampai sekarang dia bisa Survive sampai sekarang karena apa benefitnya tadi itu Dia punya semangat untuk mengajarkan Orang lain punya anu punya apa tambahan pendapatan tapi hanya untuk orang-orang itu aja yang ccle tadi itu dia bertahan untuk itu plus satu lagi pemimpinan yang dia apa Pak Iswanto itu ya kalau saya lihat dia menyediakan rumahnya untuk tempat kunjungan jadi dia kunjungan ke rumahnya dipakai untuk showroom dipakai anunya jadi dia kalau pas ada kunjungan itu kan otomatis keluarga di sana enggak nyaman ya tapi mereka enggak ada di rumah kemudian kita bisa bebas masuk ke rumahnya untuk melihat kayak gitu berarti kan leadershipnya itu dia mengorbankan semua hal gitu ya sampai ke kehidupan pribadinya untuk menjalankan itu itu nah itu yang jadi salah satu agar mereka bisa konsisten sampai sekarang Bapak ee Saya sempat dulu ada ada riset yang menelisik gitu ya menelisik yang kunjungan ke sana kunjungan k suukunan itu kan mereka kan pasti penginnya kan replikasi ke daerahnya masing-masing Saya mau lihat itu berapa sih yang jadi dari yang kunjungan ke sana dari yang belajar di sana itu berapa tuh yang jadi jadi itu jadi buat bertahan itu berapa ternyata enggak ada ada 10% pada saat itu itu seperti itu Jadi yang kunjungan ke sana dari SD yang kunjungan ke sana kemudian follow up-nya Seperti apa dari eh apa dari instansi-instansi dari daerah-daerah itu yang banyak kunjungan ke sana follow up-nya itu seperti apa daerahnya itu itu tidak banyak yang EE bertahanlah seperti itu karena ya tadi itu ternyata komitmen yang dibutuhkan di sana Lalu bagaimana merubah kesadaran masyarakat pedesaan nah ini pedesaan Pak pedesaan itu kalau saya contohkan dalam dalam apa ee beberapa tempat-tempat gitu contoh-contoh tempat-tempat itu sukunan itu pedesaan iklimnya dia banyak petani masih daerahnya masih banyak sawah dan seterusnya permasalahan mereka itu dulu adalah sampah masuk ke ke galengan sawah gitu ya jadi ada permasalahan kalau saya dulu di daerah Sleman di daerah e eh di daerah apa ini sumber Arung di daerah Sedayu itu yang jadi masalah itu adalah sampah pertanian jadi sampah ee sampah apa sampah pertanian jadi dari Memang ada masalah dulu itu nganu jadi untuk masalah itu baru kemudian kita masuk ini ada masalah ini loh gimana cara kita menyadarkannya kayak gitu lah sekarang ini Bapak Ibu momentum yang bagus semuanya darurat sampah gitu ya jadi semuanya akan merasakan permasalahan sampah itu termasuk di desa di Desa itu mungkin sekarang juga enggak terlalu pusing juga mereka punya lahan bakar tempat bakar banyak tempat ngubur banyak mereka ada juga yang punya Sungai dibuang ke sungai sekarang ini kan pencemaran Sungai meningkat lagi Jadi kemarin dari dari Pak dari apa yang bantaran sungai code itu siapa saya lupa namanya k yang datang kalau saya biasanya sama Pak tot ng tapi yang datang kemarin bukan Pak Totok ada ada dua rekan dari sana itu mengatakan sekarang kotor lagi sungainya kemarin sudah bersih gitu karena dari kiriman dari opo hulu sana gitu dari atas ke bawah gitu jadi jadikan tempat pembuangan sampah lagi berarti ada masalah masalah itulah yang harus diangkat Karena orang itu problem solving orang itu bertahan hidup kalau enggak ada masalah menggerakkan mereka itu ya tadi itu hanya yang sukarelawan kalau enggak sukarelawan yang enggak bisa berarti kalau sukarelawan Apa yang harus dilakukan edukasi gitu Jadi kalau enggak ada masalah edukasi dulu disampaikan disosialisasikan permasalahan-m masalah lingkungan itu secara global itu apa gitu membakar sama Desa ya bakar kan pas sekarang kan P bakar tuh pakai jugangan bakar gitu sampaikan kepada mereka dulu membakar itu Masalahnya bisa Ada apa Bisa dioksin bisa apa dioksin yang bisa kanker bisa mengakibatkan kerusakan tanah bisa udara ee kesehatan dan seterusnya karena mereka enggak sadar ada masalah sampah Enggak ada enggak ada apa ya bisa bakar gitu Jadi mereka enggak Kalau diiming-imingi S apa nanti akan jadi kita kotor apa-apa enggak ada di sana bisa dibakar gitu tapi yang kita sampaikan adalah mereka Ee kita berikan ilmu Global pendidikan Global dulu gitu ada permasalahan ini biar mereka tahu lah kalau tahu itu kalau di teori di Teori ini lagi-lagi saya teori dan itu sudah dibuktikan ya Di kesmas ya pastikan teori yang dibuktikan itu pengetahuan yang baik akan menyebabkan sikap yang baik sikap yang baik harapannya mengakibatkan perilaku yang baik t tapi pada kenyataannya sikap baik perilak ee pengetahuan baik sikap baik pengetahuan eh sori pengetahuan baik sikap baik perilaku belum tentu baik ternyata kayak merokok tahu Merokok itu enggak sehat tahu Merokok itu ee buruklah mengakibatkan kematian bla bla bla sikapnya apa kalau anak saya ngerokok enggak boleh saya enggak ngerokok di rumah karena bisa mengakibatkan bahaya untuk anak-anak saya Tapi perilakunya apa Sa merokok ya kan jadi ternyata pengetahuan yang baik dan sikap yang baik saja tidak menjamin perilakunya berubah ya yang paling bisa kita ya meningkatkan kesadaran meningkatkan kesedaran itu apa ya dengan memberikan edukasi memberikan ee promosi kesehatan kalau Temat ya promosi kesehatan itu intinya edukasi intinya pemberian pemahaman agar mereka Paham kemudian mereka punya sikap harapannya mereka berperilaku yang baik lalu langsung ke Bagaimana membangun komunikasi untuk ee merubah perilaku yang efektif dalam pengolahan sampah yang berkelanjutan Oke perubahan perilaku yang paling efektif adalah tadi itu seperti yang kami sampaikan di teori kesmas itu yang teori teori anunya ya Eh teori babonnya itu yaitu perubahan perilaku tadi itu hampir sama sama teori psikologi Jadi kami juga sering kolaborasi sama orang psikologi pengetahuan akan mengakibatkan perubahan sikap perubahan sikap akan mengakibatkan perubahan perilaku jadi jangan kalau kalau dari dari apa dari penelitian itu sosialisasi itu kapan sih yang dibutuhkan walaupun Bang sampah itu sudah berdiri kemudian ee apa bang sampah berdiri swakulas sampah berdiri komunitas itu berdiri ee Apakah tidak butuh lagi sosialisasi ternyata tidak jadi harus diingatkan terus setiap pertemuan setiap pertemuan itu harus ada yang mengingatkan bahwa kita pengolahan sampah bla bla bla masalah ee anunya seperti ini anunya harus ada yang mengingatkan terus gitu secara kemudian secara eh simultan gitu sewaktu periodik itu mendatangkan orang misalnya dari Puskesmas dari kader kesehatan atau dari pemerintah eh daerah lewat Desa lewat kelurahan itu untuk memberikan penyegaran-penyegaran ternyata seperti itu kalau tidak itu recall-nya pengetahuan kita tuh kayak apa ya durman gitu jadi harus di-reall terus harus di apa harus diingatkan terus seperti itu diingatkan aja Soko gitu Bah Jawanya sok ee kadang-kadang aja diing aja itu suka kita suka lalai gitu atau lalai atau melalaikan apalagi tidak diingatkan itu Mbak dari kami Iya baik Terima kasih untuk Bu Rahma untuk jawabannya Kemudian untuk mempersingkat waktu kita langsung lanjut lagi ya Bu ya Iya Pertanyaan selanjutnya ini ada dari ibu Nilawati Bagaimana korelasi daur ulang dan bank sampah terhadap peningkatan ekonomi rumah tangga seperti itu ibu oke baik Eh ini ini juga masalah juga jadi daur ulang ee daur ulang di bank sampah ya ini berarti ya saya asumsinya daur ulang di bank sampah bukan daur ulang yang dilakukan oleh industri daur ulang jadi daur ulang di bank sampah daur ulang di bank sampah itu ee kalau Tadi dilihat dari apa ee penjualan yang dilakukan satu satu apa satu kreasi itu kan harganya Rp5.000 Rp3.000 Rp10.000 sampai mungkin kalau tas laptop itu ya 60 Rib gitu misalnya seperti itu lalu kemudian ada juga yang pesanan-pesanan misalnya memesan e kostum gitu kostum untuk apa pameran pameran anulah pameran eh daur ulang misalnya kayak gitu itu itu baru bisa kita hargai 300 350 400 ibu bapak juga bisa lihat di shopee di shopee itu juga ada Bapak Ibu lihat pakaian daur ulang itu juga sudah ada dijual harganya berapa tinggal milih gitu di situ kita enggak bisa mematuk harga Kenapa karena itu seni gitu ya seni itu tuh bebas kita mau jual berapa sebenarnya seperti itu ya itu seni kreasi tidak ada dan itu tidak tidak di pasar dan nilai nilai barang itu sebenarnya bukan pada harganya bukan pada barangnya tapi pada nilai ee apa nilai nilai moral yang terkandung dalam bahan itu artinya ini adalah dari sampah orang bangga dong pakai ee dari sampah Gitu dari apa dari anu itu jadi yang kita jual itu nilai moral dari bahan itu gitu Jadi kita sering lihat tuh para pemerhati-pemerhati lingkungan itu kalau di kegiatan-kegiatan kumpulan gitu perkumpulan bank sampah perkumpulan apa tuh mereka pakai rompi bank mereka pakai rompi dari sampah mereka pakai topi mereka pakai tas mereka pakai anu itu untuk meningkatkan value dari hasil kreasi tadi lalu korelisasinya dengan eh nilai bank apa dengan di bank sampah itu seperti apa kalau dilihat dari penjualan enggak tentu juga dapat terjual kecuali bisa misalnya kalau ada seminar dari mana Pakai kreasi daur ulang pesannya dari sana gitu itu harus nembusi juga jadi itu bisa menjadi penghasilan yang cukup ee menambah gitu tapi biasanya daur ulang itu bukan sumber uang utama di bank sampah sumber uang utamanya adalah dari penjualan sampah itu hanya tambahan karena yang diur yang dikreasi daur ulang yang dibuat dari kerajinan itu adalah yang sampah-sampah yang B tidak bisa dijual lah kemudian kan da ulang itu sekarang nganu ya apa ee apa J melebar ada yang steroform ada yang plastik ada yang biji dengan biji plastik ada yang kaca ada yang eh apa mungkin dari logam mungkin ada banyaklah sekarang ada banyak pelembaran dari daur ulang yang dilakukan di bank sampah itu pun nilai tambah gitu lalu sirkular ekonominya gimana sirkular ekonominya di sana ya biasanya ya dari itu dari dari apa dari ee dari nilai tambah yang bisa kita tingkatkan jadi Oh ya ini saya cerita lagi jadi ada salah satu dari penelitian kami itu juga ada yang satu yang menarik jadi Ternyata kalau kita mau meningkatkan value dari bank sampah itu kita harus punya marketing harus punya marketing profesional dan tanda kutip marketing profesional itu apa ya karena dia harus meningkatkan value harus punya kemampuan menjual value itu Itulah nanti yang akan Ukan yang akan kampanye atau hasil dari marketing dia itu yang akan menentukan keuntungan dari bank sampah untuk ke depannya itu selain dari penjualan sampah ya itu dari dari hasil mungkin itu nggih kalau kalau peningkatan perekonomian rumah tangganya itu Eh ini sepengotan kami mungkin sekarang sudah ada yang berbeda ya Jadi Bapak kalau kita itu apa guntingi itu untuk isian sampah itu bapak ibu isian sampah misalnya dari bungkus mie atau apa diguntingi itu 1 kilonya itu kalau dulu tu cuma diharganya 1.00 Kalau enggak salah 1 kilo itu padahal berapa bungkus mie itu jadi kan kalau kita bicara masalah nilainya itu ya Sebagai tambahan saja menjadi nilai tambah bagi bagi rumah tangga tersebut tapi bukan eh bukan bukan pendapatan yang bisa diharapkan jadi jangan kalau ini untuk Kak kita pemerhanti sampah gitu ya jadi eh jangan jangan jangan iming-iming utamanya itu jangan uang gitu ya jangan uang lebih baik jangan uang itu adalah ke berapa gitu karena tadi itu kalau nanti dianggap dia melakukan hal lain Lebih menghasilkan daripada mengolah sampah maka akan berhenti maka akan terganjtikan seperti itu ini dari kami Oh iya m saya lupa jadi kalau kalau kemarin kita sempat menghitung penelitian dari dari simulasi dari harga pupuk yang kita jual misalnya kita dari pupuk gitu pupuknya itu kita per kilonya itu bisa dihargai 3.000 sampai 5.000 eh per5 kilo per5 kilo itu 3.000 sampai 5.000 gitu ya karena quality control-nya kan tidak terlalu bagus ya kalau di bank sampah itu kan kita tidak punya beda sama pupuk yang dihasilkan secara profesional Jadi biasanya memang nilainya tidak terlalu tinggi e ee apa dibandingkan dengan nilai yang di lapangan ya itu Ibu kalau kita tuh kemarin Coba mensimulasikan kalau kita menjual dari misalnya dari tadi ya 40 30 40 sekian persen sampah organik itu kita jadikan pupuk berapa uang yang bisa kita hasilkan tinggal kita kalikan saja 3.000 atau 5.000 kali sekian sekian ton gitu biasanya kalau eh kompos itu dikomposkan itu akan berkurang ee apa ee apa ya berkurang apa itu namanya volumenya itu sekitar 80%enan gitu ya 20%-nya dia akan berkurang jadi dia beratnya misalnya jadi 100 dia akan mungkin hanya akan menghasilkan pupuk sekitar 50 sampai 60 atau 75 kilo lah dari dari 100 kilo yang dihasilkan karena ada ada pengurangan volume itu tinggal dikalikan aja berapa gu kalau kita mau bicara masalah itu mau menjual apapun bebas karena ada value yang kita kita jual bukan barangnya sebenarnya seperti itu mungkin itu Mbak Anisa Bu narsi semoga sedikit menjawab kalau nanti membutuhkan hasil dari prediksi gitu ya saya lupa berapa rupiah-rupiah tapi Kami sempat memprediksi gitu sekian ee sekian anu jadi berapa rupiah keuntungannya nanti bank sampah itu akan menghasilkan berapa rupiah gitu kalau kita lihat pengepul pengepul itu rata-rata dari bisa R juta per bulan itu untuk pengepul kecil dari mengepul sampah apa anorganik jadi Dar dari menampung dari bank-bank sampah itu dari pengepul itu pengepul saja ya Jadi yang bank sampahnya kan memang mendapatkan nilai yang lebih kecil ya dibandingkan dengan yang e harga yang pengeplu dapatkan itu di kota Jogja itu pengepulnya rata-rata 20 jutaan per bulan sampai ada yang 30 sampai 40 jutaan per bulan pengepul di kota Jogja itu kemarin mahasiswa kami meneliti itu untuk e pengepul-pengepul di kota Jogja ya Mbak Oh iya baik eh terima kasih untuk Ibu Rahma untuk jawabannya mungkin eh pertanyaan dari ibu ini itu merupakan pertanyaan penutup Bu dari sesi tanya jawab kita pada hari ini ya saya ucapkan terima kasih untuk e bu Rahma karena telah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing bersama dengan Bapak Ibu peserta webinar pada hari ini kemudian eh terima kasih juga untuk bapak ibu yang sudah aktif bertanya dan Mohon maaf sekali Apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena memang waktu kita yang sangat terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian baik eh kemudian seperti janji saya di awal tadi saya juga sudah ngantong ini nama-nama pemenang yang beruntung pada pagi hari ini untuk mendapatkan DP spesial dari kami berikut untuk tiga nama pemen yang beruntung untuk mendapatkan DPR spesial dari kami Selamat untuk eh ibu El kemudian ada Nilawati dan juga yang ketiga ada Bapak jadi bagi pemenang silakan bisa langsung menghubungi kontak di bawah ini untuk melakukan konfirmasi pemenang doorprice ya kemudian eh mungkin selanjutnya saya juga ingin menginformasikan nih terhadap Bapak Ibu sekalian eh mengenai webinar yang akan datang yaitu eh yang bertemakan psikologi inovasi dalam pengelolaan sampah yang akan dilaksanakan Eh pada minggu depan yaitu 16 desember 2023 yang Insyaallah ini menjadi webinar penutup nih di tahun 2023 ini jadi ee mungkin bagi Bapak Ibu sekali yang berminat untuk mengikuti webinar ini bisa langsung daftar sekarang di link ee yang telah tertera di poster atau bisa juga langsung menghubungi admin kami melalui kontak person yang tertera Iya baik eh kita telah sampai nih di penghujung acara nih Bapak Ibu sekalian Alhamdulillah hari ini kita sudah belajar banyak sekali melalui webinar optimalisasi peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah yang disampaikan oleh pemateri kita pada hari ini yaitu Ibu Rahma banyak sekali eh ilmu yang kita dapatkan pada saat penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri kita pada hari ini eh semoga ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua baik eh Selain itu kami juga ingin mengingatkan nih Bagi Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi yang linknya sudah diare di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi Eh dan sekali lag lagi saya juga izin mengingatkan kepada Bapak Ibu sekalian yang mungkin menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin mungkin belum sempat request itu dapat mengisi Link yang sudah dikirimkan admin kami melalui kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu sekalian terakhir saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita pada hari ini yaitu ibu Dr surahma mulasari SSI mkes yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan juga sharing materi bersama kami pada pagi hari ini lalu saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr hijrah perama Putra STM selaku founder dari butik ulang Project Indonesia sekaligus seketaris jurusan program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih eh kepada panitia dan juga peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias sekali selama kegiatan ini berlangsung Semoga kita semua masih bisa bertemu di webinar-webinar selanjutnya ya bak Bapak Ibu sekalian Akhir kata saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini mungkin terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan saya Nana pamit undur diri wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Bu Rah Iya Pak Eng saya pamit ngih Pak Makasih mbak bapak IB sekalian matur maaf kalau banyak kurangnya Terima kasih Bapak Ibu semuanya sampai ketemu lagi