Transcript
tkvfySke8Ug • OPTIMALISASI PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0065_tkvfySke8Ug.txt
Kind: captions
Language: id
webinarisasi peran serta masyarakat
pengan sampah bersama pemateri
kitaahari resmi untuk dibuka
mudah-mudahan bermanfaat
bagi mohon maaf jika banyak kekurangan
dalam penyampaian pengantar ini dan
pelaksanaan kegiatan mudah-mudahan terus
kita bisa
perbaiki meningatkanelayan kita
kepadaapak
i di we nya yang dilakukan oleh butik
daur ulang dengan jurusan Teknik
kelingkungan Universitas Islam Indonesia
wabillah taufik wal hidayah
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih
untuk Bapak Hijr yang telah memberikan
sambutannya dan sekaligus membuka acara
pada pagi hari ini eh bagi Bapak Ibu
sekalian kami dari panitia juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project Indonesia jadi
semisal selama acara webinar ini
berlangsung mungkin ada Bapak Ibu
sekalian yang terkendala di dalam Zoom
itu tidak perlu khawatir karena Bapak
Ibu sekalian juga tetap bisa mengikuti
webinar ini melalui YouTube channel kami
yaitu di Project Indonesia eh
selanjutnya seperti biasanya Nih Bapak
Ibu sekalian hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam doorpr spesial
untuk Bapak Ibu sekalian yang
beruntung doorpr ini diberikan
Berdasarkan pertanyaan terbaik
dan Instagram terunik selama webinar ini
berlangsung untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara Sedangkan untuk pemenang dua
Story Instagram terunik akan kami
Hubungi langsung melalui DM Instagram
Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang
mungkin ingin bertanya selama webinar
ini berlangsung itu dapat sekali
langsung memberikan pertanyaannya
melalui kolom chat eh dengan format nama
kemudian pertanyaan yang ingin
ditanyakan dan nantinya akan kami pilih
tiga penanya terbaik untuk memenangkan
DP spesial dari kami baik mungkin tanpa
berlama-lama lagi kita langsung akan
lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh pemateri kita
pada hari namun sebelum itu Mari kita
simak terlebih dahulu CV dari pemateri
kita berikut
[Musik]
ini
[Musik]
Iya baik itu tadi sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini selanjutnya
saya mungkin akan menyapa pemateri kita
terlebih dahulu nih Asalamualaikum
Selamat pagi
I Waalaikumsalam Warahmatullahi
Wabarakatuh Sara saya terdengar Mbak
terdengar ibu oke nanti kalau misalnya
agak putus-putus kabari ya Iya baik ibu
ibu Gimana kabarnya hari ini Bu baik
alhamdulillah alhamdulillah baik kalau
begitu mungkin untuk efisiensi waktu
kita bisa langsung saja mulai
penyampaian materinya begitu ya Bu ya
okeuk materinya waktunya kurang lebih
sampai sekitar jam 1030 begitu ya Bu
ya untuk Bu Rahma tanpa berlamalama lagi
langsung saja tempat dan layar kami
persilakan baik terima kasih e Mbak
mohon izin share screen Bapak Ibu
sekalian Apakah sudah terlihat Mbak Eh
sudah terlihat ibu oke baik baik
Bismillahirrahmanirrahim
eh Bismillahirrahmanirrahim
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh pertama-tama marilah kita
panjatkan puji dan syukur ke hadirat
Allah subhanahu wa taala yang sudah
memberi kita kesehatan keselamatan
kenikmatan sehingga kita bisa berkumpul
pada pagi hari ini kami ucapkan banyak
terima kasih kepada
eh panitia ini termasuk Pak hijrah Eh
teman kami di ichmi walaupun dulu belum
pernah ketemu Nggih Pak ternyata dalam
beberapa forum itu kami eh dipertemukan
dan alhamdulillah bisa sharing dengan
orang-orang hebat di sana kami ucapkan
juga terima kasih kepada Departemen
teknik lingkungan UII yang sudah
memberikan kesempatan kepada kami
Mungkin Pak eh Kaprodi belum e tidak
rawuh ngih tapi kami ee mohonkan salam
kepada beliau Terima kasih atas
kesempatannya untuk diberikan kepada
saya bisa ikut dalam rangkaian webinar
Sebenarnya dulu pernah juga ikut
beberapa kali mengikuti karena memang
topiknya sangat menarik dan saat ini
berkesempatan untuk ikut sharing W
Terima kasih sekali Pak hijrah ini untuk
ee kesempatannya baik ee Ini dari kami
saya
mendapatkan materi terkait dengan peran
serah masyarakat dalam pengelolaan
sampah jadi Oh ya untuk diawal saya
mohon maaf ngih kalau misalnya saya agak
kecepatan gitu mbak Anisa nanti mohon
dikode Nggih karena biasanya itu saya
suka tidak kontrol gitu untuk karena anu
ya banyak yang ingin disampaikan terlalu
bersemangat dan seterusnya itu
kadang-kadang suka EE bablas gitu baik
kami sapa dulu untuk teman-teman yang
ada di e webinar kami ucapkan terima
kasih sudah bergabung semoga Bapak Ibu
sekalian sehat hari ini Izinkan saya
untuk Sharing beberapa pengalaman kami
pada saat mengikuti gitu engak atau
menekuni atau mungkin terlibat dalam
pengolahan sampah jadi mungkin saya
cerita dulu Bapak Ibu dulu awalnya tahun
2005 mungkin ng saat itu
Eh pada saat itu tuh baru booming
swakelola sampah saat itu mungkin
sukunan kalau bapak ibu tahu itu adalah
ee daerah swakelola sampah nomor satu di
pertama ya pertama di Indonesia itu
binaannya Pak Iswanto tahun 2004 Kalau
tidak salah itu saya tidak salah ingat
pada saat itu lalu kemudian di sana itu
ternyata eh ketika kita apa kita lihat
gitu ya saya saat itu kan brnya biologi
biologi itu kalau bisa dibilang itu
orang lab gitu ya Sain jadi sehari-hari
itu di lab gitu lalu kemudian pada saat
saya S2 awal-awal itu saya ambilnya di
Kedokteran lah pada saat melihat e
fenomena sampah itu ternyata itu banyak
sekali yang bisa digali gitu dari
keilmuan Saya yang dari biologi yang
basicnya adalah laboratorium di di
mikrobiologi itu ternyata ada kesempatan
di sana artinya saat itu supervisor saya
itu eh menyatakan seperti ini kamu
jangan sampai kehilangan biground
keilmuan gitu Padahal Bound keilmuan
adalah biologi biologi lingkungan dan
laboratorium mikro seperti itu lah ini
apa nanti hubungannya aku mulai berpikir
kemudian ternyata bisa terkait dengan
bakteria ya mikrobia aktivator dan
seterusnya lalu kemudian berjalannya
waktu eh ketemu dengan kesehatan
masyarakat ketemu dengan kesehatan
masyarakat itu ternyata bertemu dengan
orang antropolog bertemu dengan orang
ekonomi bertemu dengan e orang eh
psikologi kedokteran orang yang non
kesehatan itu banyak sekali bahkan orang
pendidikan dan semuanya itu menggarap
sampah gitu menggarap sampah ee banyak
banyak hal yang bisa digali gitu ya dari
sampah itu kemudian Oh ini berarti saat
itu tuh sampah itu berarti bukan hal
yang anu ya bukan hal yang hebat gitu
artinya semua orang tahu semua orang
mengerti gitu belum lagi ketika kita
ketemu gitu kalau sekarang kita kita
bicara di masyarakat pasti kita
Menanyakan gimana cara mengulas sampah
itu sudah menjadi rahasia umum jadi oh
mengulas sampah itu ada dikposkan di
pilah ada bank sampah dan seterusnya itu
ada
pengepul banyaklah yang orang pasti tahu
Jadi kalau kita mau mau apa ya mau
eksklusif mengolah sampah jadi ahli
sampah gitu Kayaknya Kok tidak tidak pas
gitu Nggih seperti itu jadi eh mohon
izin berbagi saya bukan bukan ahli
seperti tadi disampaikan Pak Hijrah ya
tapi memang di sana dan banyak hal yang
bisa digali dan menarik seperti itu
Bapak Ibu jadi dari semua
eh sisi gitu ya Dari semua Sisi dari
semua stakeholder itu ternyata bisa
berperan sesuai dengan kapasitas yang
masing masing dalam pengolahan sampah
jadi dan dari orang yang
intinya sekolah atau memiliki pendidikan
khusus tentang pengolahan sampah
misalnya kayak kami ya Di kesmas itu ada
materi khusus atau mata kuliah khusus
tentang pengolahan sampah dan limbah
teknologi tepat guna bidang lingkungan
dan seterusnya itu tuh intinya ya ngolah
sampah seperti itu tapi ternyata tidak
beda dengan apa yang pengetahuan yang
masyarakat miliki jadi tidak eksklusif
berarti itu jadi Jang e kalau misalnya
mau menyatakan bahwa
us jadi sampah itu eksklusif itu tidak
gitu Jadi kita harus ee harus legowo
gitu ng sharing dengan banyak orang
orang sudah banyak yang tahu dan
kemudian yang adanya sharing bukan bukan
saling apa ya bukan saling balapan atau
saling eh mengalahkan seperti itu tuh
pengalaman saya jadi ketika ketika kita
mengolah sampah di masyarakat saya malah
banyak belajar dari masyarakat sendiri
mereka punya
modifikasi-modifikasi mereka punya
kearifan lokal mereka punya eh
inovasi-inovasi yang mereka temukan saat
mereka menghadapi masalah dan ternyata
masalah di antara komunitas satu dengan
komunitas yang lainnya itu berbeda-beda
yang di sini ada masalah tempat di
tempat yang lain mungkin masalahnya
berbeda dan itu mereka berusaha untuk
memecahkan permasalahan itu dan itu
menarik untuk digali Bapak Ibu sekalian
atau mungkin ini ada teman-teman ya Yang
yang apa teman-teman mahasiswa dan e ada
peneliti ada yang lainnya jadi kita bisa
sharing dengan banyak hal di tempat ee
di di masyarakat Jadi mereka itu justru
sangat kreatif karena mereka apa
menemukan masalah langsung dan mereka
berusaha untuk mengatasi permasalahan
langsung dan Kemarin pada saat kemarin
baru tanggal 5 Desember kemarin itu kami
eh berkesempatan untuk ikut berperan
serta dalam kegiatan dlh kota Jogja di
mana ada dari pusat sampai ke sampai ke
anu ya Ee ke organisasi yang digerak
oleh masyarakat yaitu forum bank sampah
yaitu Ya intinya program masyarakat ya
bukan dari pemerintah itu
ternyata permasalahan sampah itu gitu
dari kami yang kami simpulkan itu tidak
tidak akan selesai sampai kapanp kalau
nanti sudah bagus pun ternyata masih ada
hal-hal yang perlu digali tidak akan
selesai kok tanya gimana permasalahan
sampah ah itu adalah permasalahan yang
tidak akan pernah selesai seperti itu
Nah sekarang di Jogja ini baru eh kita
seperti
terkena bahas jaw itu kepentok gitu ya
apa ya tersudut gitu ditemukan fenomena
bahwa Oh sekarang ini
eh darurat sampah kota Jogja kemarin
kami mendapatkan info di tanggal 5 itu
juga bahwa ternyata besok tanggal 1 1
Januari itu permanen TP ditutup
unuk dan untuk Bantul seperti itu
kemudian kalau kota Jogja masih dikasih
spend waktu sampai Kalau tidak salah Mei
itu untuk bisa membuang sampahnya karena
memang kota Jogja tidak memiliki lahan
gitu ya
untuk mengolah sampahnya dengan cepat
sekarang kota Jogja baru berbenar dan
kemarin memiliki beberapa beberapa
terobosan untuk pengolahan sampah dan
menariknya Bapak Ibu kemarin dari forum
bank sampah itu ternyata
ada pengurangan sampah yang cukup
signifikan jadi dari tiga ton yang
dibuang ke TP apiungan dari kota Jogja
itu tinggal 150 yang harus dikelola
sampai ke TP apungan ya harus dikelola
dikelola pemerintah gitu ya terus yang
lainnya ke mana 150-nya lagi ke mana
ternyata yang 50-nya itu di 50 ton ya
per hari itu diselesaikan oleh bank
sampah kalau menurut data yang
disampaikan kemarin oleh Pak aman ya
sebagai eh ketua forum koordinator bank
sampah itu seperti itu Jadi mereka bisa
men selesaikan 50 50 ton ee sampah per
per harinya gitu Jadi itu kan cukup
banyak dan itu per sa masyarakat masih
ditingkatkan masih perlu ditingkatkan
lagi dan perlu bekerja sama dengan yang
lainnya untuk bisa meningkatkan lagi
sehingga nanti kota Jogja itu 150 itu
bisa benar-benar teratasi nah ini juga
data yang saya sampaikan di slide Itu
juga kami dapatkan kemarin dari ee pusat
ya dari eh Kemen LH k ya bahwa ini yang
saya blok warna hijau di sini Bapak Ibu
jadi Ternyata Dari penelitian atau dari
hasil yang data-data yang ada di pusat
sana paling besar itu Sisa makanan lihat
41% ng kemudian di sini juga
eh sebentar di sini ada 41% itu paling
besar yang lainnya itu tersebar kemudian
ada rumah tangga ya ini yang mungkin
nanti kita akan jadi dasar untuk kita
Lukan diskusi pada pagi hari ini sisa
makanan itu berarti organik ya Bapak Ibu
kalau kita bicara masalah sampah organik
berarti pasti dipikiran kita langsung
berpikir Oh dikposkan atau dibuat pupuk
atau dibuat media tanam atau dilak atau
dikonversi menjadi energi misalnya
seperti itu Jadi saya sisa makanan dan
itu paling besar kemudian di yang di e
bagian satunya yang ini di diagram p1nya
itu yang bagian kanan
itu kontributor paling besar dalam
pengolah e dalam kontribusinya
menghasilkan sampah itu rumah tangga
38%. Nah dari ini Bapak Ibu berarti bisa
menjadi dasar pemikiran kita bahwa
ternyata rumah tangga kalau kita
selesaikan permasalahan itu di rumah
tangga 30% sampah 38% lah 40% sampah itu
bisa teratasi berarti yang perlu
dikelola oleh pemerintah yang perlu
dikelola oleh negara itu semakin sedikit
karena selesai di rumah tangga seperti
itu kalau itu bisa dikelola nih ya fakta
ini terus kemudian sisa makanan Oh
Ternyata sisa makanan dan ini dari rumah
tangga juga dari ee dari apa ya sisa
makanan Kemudian dari sampah hijau misal
daun-daunan dan seterusnya di sini belum
tapi memang ada kontribusi dari eh
perhotelan kafe rumah makan dan
seterusnya ya tapi memang sisa makan dan
ini bisa dikelola dasar ini Bapak Ibu
kita
ee bisa apa ya bisa membuat garis gitu
ya membuat garis Oh berarti kalau kita
mau mengelola di tingkat rumah tangga
partisipasi masyarakat ini dikelola gitu
dengan dua sisi ini dikelola maka itu
bisa bisa bisa menyelesaikan hampir
separuh gitu permasalahan sampah di
Indonesia ini
oke lah ini Ini juga data yang kami
dapatkan kemarin Nah di sini kalau data
di seluruh Indonesia itu sampah
terkelola itu 62% 62% koma sekian gitu
Nggih nah ini yang eh pengurangan sampah
itu berkontribusi pada 14% sekian jadi
kalau kita mengolah sampah itu kan
harapannya bukan menghasilkan sampah
yang banyak kemudian bukan dikelola
bukan seperti itu konsepnya tetapi
mengurangi sampah jadi mengurangi
produksi sampah berarti kesadaran
masyarakatnya itu bukan mengolah e
mengolah sampah yang dihasilkan Jadi
seringkiali sekarang itu salah kaprah
pemikiran kita jadi kalau kita itu bisa
mengolah sampah dengan baik berarti
boleh dong kita menghasilkan sampah
sebanyak-banyaknya toh bisa dijual toh
bisa dibuat didaur ulang misalnya Ath
bisa dibuat kompos dan seterusnya bukan
seperti itu ee konsepnya tetapi
konsepnya adalah kita mengurangi
timbulan sampah G ya sehingga nanti yang
dikelola lebih ee sedikit jadi salah
satu
indikator pengolahan sampah berbasis
masyarakat apapun nanti bentuknya
misalnya nanti ada yang bank sampah
sodqah sampah ataupun nanti ada yang
pihak-pihak swasta itu nanti mengelola
sampah dengan modelnya masing-masing itu
bukan menghasilkan sampah yang
sebanyak-banyaknya jadi k itu kalau Bang
sampah itu ee seringkiali itu kita lihat
Oh sampah kita banyak penjualan kita
meningkat itu senang dianggap itu
indikator keberhasilan tapi sebenarnya
bukan itu indikator keberhasilannya
Justru malah ketika sampah yang dijual
itu semakin sedikit dengan partisipasi
yang yang banyak jadi ee berbanding yang
menjadi anggota atau nasabah dari bank
sampah itu semakin banyak tapi sampah
yang dijual yang masuk ke bank sampah
itu semakin kecil berarti edukasi untuk
ee mengurangi sampah kepada masyarakat
itu bisa berhasil Jadi bukan sampahnya
banyak menjual banyak dapat untun banyak
itu yang sukses bukan tetapi yang justru
volume sampahnya menurun di ee seluruh
komunitas tersebut ini jadi ini
pemikirannya eh kemarin juga disampaikan
oleh banyak pihak ya saya saya
mendapatkan sharing Dar dari sana sini
seperti itu ketika berkumpul dengan
orang-orang penggiat dari mulai
masyarakat yang terjun teknis dari dan
sampai ke saya gitu ya Kalau saya itu
saya menganggap hanya saya itu pengamat
gitu bukan bukan praktisi karena
kami tidak punya kontribusi yang besar
terhadap pengolahan sampah secara R yang
punya kontribusi besar yang yang Pah
wanpahlawan sampah itu adalah yang di
komunitas yang ada di masyarakat yang
menangani langsung permasalahan itu
bukan kami Bukan saya Bukan saya ya
mungkin kalau eh yang lainnya Kayak
misalnya Pak Iswanto atau mungkin Pak
Bambang Suda atau mungkin pak hijrah
yang punya e apa ini daur ulang kataadi
ya projek daur ulang ini yang punya
kontribusi langsung seperti itu secara
komunitas itu mungkin itulah
pahlawan-pahlawan eh sebenarnya untuk e
untuk pengolahan sampah ini untuk
permasalahan sampah ini kalau saya itu
saya saya kok saya menyebut saya diri
saya itu adalah kok hanya sebagai
pengamat Ya saya cuma baru sampai situ
ya levelnya gitu Saya hanya memberikan
ide-ide memberikan hasil riset dan
seterusnya tapi belum punya peran secara
real tuh tapi ya Ee Kami mencoba untuk
berperan sesuai dengan kami
masing-masing yang paling anu tuh ya
mungkin di rumah tangga saya sendiri
kemudian dari program-program pengabdian
masyarakat yang kami miliki dari program
dalamisasi riset yang kami miliki
mungkin dari situ tapi untuk
berkontribusi langsung sepertinya Kok
saya ee belum sampai ke tidak sampai ke
belum sampai ke level itu tapi saya
berharap semoga suatu saat saya bisa
punya kesempatan untuk bisa berperan
serta aktif gitu dalam kegiatan-kegiatan
yang bisa ee memberikan nilai lebih
kepada masyarakat baik ini Bapak Ibu
kalau
eh kami melihat dari sudut keilmuan kami
ya kesehatan masyarakat seperti itu nah
ini kalau kita melihat dari banyaknya
sampah Kemudian dari
ee kondisi di TPA di TPA gitu ya tempat
pembuangan akhir itu yang ada adalah
pencemaran air pencemaran tanah
pencemaran udara kemudian ada tambahan
estetika ada tambahan ee ketidaknyamanan
ada Ada apa ya Ada kerugian finansial
karena misalnya ada penggusuran atau ada
ada bahaya ada bahaya itu misalnya ada
longsor sampah dan seterusnya lah
seperti itu kita lihatnya jadi Oh
ternyata permasalahannya banyak ya di
konsep kesehatan masyarakat itu karena
kesehatan masyarakat itu kan tidak hanya
bicara
masalah sehat sakit gitu tapi ternyata
bicara masalah produktivitas jadi orang
masyarakat atau manusia itu bisa
produktif produktif itu berarti dia
nyaman dia tenang terhindar dari
kemiskinan dia punya ee Dia punya
semangat dan seperti itu termasuk dalam
konsep kesehatan masyarakat makanya
kesehatan masyarakat itu ilmunya
gado-gado kalau saya sering bilang
kepada mahasiswa saya itu psikologi ada
antropologi ada pendidikan ada teknis
misalnya teknis kayak komunikasi teknis
leadership pembuatan media kemudian
laboratorium kemudian selain yang Temat
kami itu intinya adalah surveilance
pengolahan data dan set Harusnya itu
kami diberikan semuanya jadi memang Oh
ternyata lingkupnya itu luas ya di sana
ya kita bisa mengambil atau
berkolaborasi dengan siapa saja untuk
mengatasi permasalahan ini
oke lalu di sini
hah masuk ke dalam konsep kesehatan
masyarakat kesehatan lingkungan ternyata
membawa penyakit G ada lalat ada tikus
ada asap kemudian ada ee pencemaran air
yang itu bisa berdampak kepada ya
akumulasi zat-zat kimia kemudian ee
kerusakan-kerusakan sistem dalam tubuh
kita penyakit menular dan seterusnya
berarti kan ini butuh butuh penanganan
gitu tidak tidak sem tidak semata-mata
kita melihat dari apa yang disampaikan
dari ee dari sekitar kita gitu ya oh
sampah itu e butuh apa ya
Ee bersih gitu ya bersih tapi ternyata
butuh dibersihkan butuh dikelola tapi
ternyata di sana itu banyak
efek-efek sekunder yang tidak mungkin
tidak ee diketahui gitu ya secara secara
masif seperti itu untuk pelaksanaannya
jadi ketika ketika kemarin itu kita
melakukan banyak studi studi di apa di
masyarakat gitu itu ternyata gap-nya ini
gap dari pengolahan sampah kalau kita
kita kita ambil gitu ya kita observasi
kita survei gitu Dari sekian responden
yang kita ambil dari berbagai tempat
Kami coba mengambil dari berbagai tempat
dari lingkup yang EE suasananya pedesaan
dari suasana perkotaan di tengah di apa
di tengah Perumahan sampai ke apa apa
sosial masyarakat yang berbeda ke
tingkat pendidikan yang berbeda itu
ternyata kalau masalah teknis Jadi
bagaimana mengolah yang benar atau apa
persepsi mereka terhadap sampah yang
yang menumpuk terus kemudian ee
pengetahuan mereka itu ternyata
tinggi Artinya mereka tahu gitu tingkat
pengetahuannya
tinggi tapi ternyata yang ada gap itu
adalah mereka tidak tahu atau masih
kurang gitu ya bukan tidak tahu masih
kurang terhadap
konsep set efek dari pengololaan sampah
tersebut jadi kalau kita dari pemerintah
kita ini kemarin juga saya sampaikan
kepada kepada forum pada saat di ee
forumnya di LH itu semua orang semua
orang di sekitar kita pada saat ini pun
gitu ya pada saat ini pun itu semuanya
itu hanya berfokus kepada Bagaimana
mengurangi sampah teknis guu teknis
mengurangi sampah entah itu dengan
teknologi entah itu dengan pengomposan
dengan segala macamlah teknik itu semua
dikeluarkan gitu semua dicobakan ee tapi
Kemudian pada saat sampai ke satu titik
bahwa Oh Ternyata kita pemerintah enggak
bisa sendiri Oh ternyata pemerintah
harus menggandeng swasta harus
menggandeng industri pengolah ee
penimbul sampahnya harus menggandeng
masyarakat Oke dalam anu masyarakat
harus diganding ternyata ada gapnya apa
masyarakat itu diajari oleh oleh ee apa
ya oleh orang-orang tadi ya mungkin oleh
pihak-pihak yang peduli terhadap bencana
sampah ini pengolahan sampah ini diajari
Bagaimana caranya mengolah sampah dengan
benar gitu diajari mengolah sampah
dengan teknik yang benar maksud kami
seperti teknik yang benar tapi ternyata
yang belum tersentuh adalah bagaimana
cara mereka merawat dirinya sendiri
merawat keluarganya merawat masyarakat
di sekitarnya terkait dengan resiko
kesehatan masyarakat dan resiko
kesehatan lingkungan gip-nya itu jadi
orang hanya hanya menyampaikan masalah
kayak gini loh Kak ada sampah organik
diginiikan loh ada sampah anorganik
seperti ini loh cara pengolahannya bank
sampah kayak gini loh seperti itu tetapi
ternyata nyata mereka tidak membahas
masalah Bagaimana toh biar
ee TPS gitu sehat Bagaimana toh biar
masyarakat yang mengolah sampah itu
tidak masyarakat di rumah yang mengolah
sampah yang memilah yang mengomposkan
yang kemudian harus ee menimbun
sementara sebelum dijual itu tidak
terkena resiko
ee penyakit akibat sampah tadi seperti
itu oke itu sebagai konsep berpikir ee
kami terkait dengan permasalahan
kesehatan masyarakat lalu kita akan
membahas ee terkait dengan akar
permasalahan permasalahan sampah secara
umum ya ini sudah juga kita ketahui
bersama bahwa jumlah penduduk meningkat
sekarang ini ada gaya hidup ada budaya
yang sudah semakin berkembang di tempat
kita ternyata itu mengakibatkan konsumsi
kita bertambah atau konsumsi kita
berubah gitu jadi
ee akhirnya sampah Jenis sampah volume
sampah itu
naik diimbangi gitu ya akhirnya
menyebabkan kurang lahan untuk tpsa e
untuk TPS sementara ataupun untuk tpsa
tempat pembuangan akhir J ini kita tidak
tahu apakah kita nanti akan membuka TPA
baru atau akan mulai menambang TPA kita
yang TPA piungan itu atau mau seperti
apa kita akan mengolah nanti itu kita
belum ee belum tahu apa strategi
pemerintah untuk meng asinya yang kami
tahu bahwa
sekarang pemerintah provinsi kota Jogja
eh provinsi Jogja eh Provinsi DIY itu
sudah tidak lagi menganggarkan
permasalahan sampah permasalahan sampah
itu sudah diberikan kepada masing-masing
kabupaten kota jadi anggaran itu ada di
masing-masing kabupaten kota dan itu apa
ya melipat gandakan gitu ya melipat
gandakan
eh anggaran dari yang sampai berapa Yang
kemarin itu disampai oleh Pak segda kota
Jogja itu mungkin sampai sekian
eh 300 300% dari dana yang sebelumnya
seperti itu jadi karena sudah diserahkan
kepada
eh Pemerintah kabupaten kota lalu ini
solusinya apa dengan cara seperti ini
kita harus berpikir agar
eh biaya dikeluarkan semakin sedikit
gitu lalu
kemudian permasalahannya selesai jadi
kalau bicara masalah sampah ini kami Di
ingat permasalahan kesehatan Jadi kalau
ada Ada apa ya Ada jargon di dalam
kesehatan itu
orang apa ya kalau anu tuh intinya dulu
ada jargon Orang miskin dilarang sakit
gitu ya Kenapa karena kalau sakit itu
daripada mencegah itu biayanya
berkali-kali lipat dan pada saat sakit
itu Eh kita tidak bisa produktif tidak
bisa bekerja tidak bisa eh menghasilkan
gitu kita hanya fokus kepada penyembuhan
dan penyembuhan itu biaya yang
dikeluarkan lebih banyak dibandingkan
pada saat dulu mencegah seperti itulah
sama dengan permasalahan sampah ini
ternyata kalau kita masukkan ke dalam
permasalahan sampah itu sama ya bahwa
sekarang sudah jadi masalah itu kalau
tadi berdasarkan dari yang disampaikan
Pak Sekda Pak aman itu ternyata biayanya
tuh berkali-kali lipat untuk mengatasi
permasalahan sampah itu daripada kita
fokus anggaran yang diperlukan untuk
edukasi untuk mencegah untuk preventif
gitu ya untuk preventif agar tidak
terjadi permasalahan sama
oke lalu apa yang bisa kita lakukan
sebagai
ee anggota dan masyarakat lah ini kalau
ee berdasarkan dari kegiatan kami dari
ee kampus melibatkan mahasiswa lalu
kemudian dengan bekerja sama dengan
pihak lainnya Dan juga belajar dari
kunjungan-kunjungan ke tempat-tempat
yang memang asik gitu ya untuk menjadi
tempat belajar itu yang paling bagus
untuk pengolahan sampah
ee adalah pengolahan sampah berbasis
komunitas jadi pemberdayaan masyarakat
berbasis komunitas untuk pengolahan
sampah alurnya semua juga sudah tahu
bagaimana sih cara mengolah sampah gitu
ya ini saya ee sedikit Mungkin sedikit
anu ya
sedikitulang gitu ya apaap yang sudah
Bapak Ibu bisa
ee ketahui dari membaca di banyak
informasi di luar sana bahwa pertama itu
untuk mengolah sampah termasuk
pengolahan sampah di masyarakat itu
pasti pemilahan sampah dulu memilah
sampah berdasarkan jenisnya karena
dengan memilah sampah berdasarkan
jenisnya itu kita bisa menentukan
pengolahan sampah yangepat gitu kalau
kita mau mengajak masyarakat atau
komunitas untuk mengolah sampah dengan
meluncurkan teknik tertentu teknis
pengolahan sampah tertentu teknologi
tertentu dan
seterusnya tepat guna ya Tapi itu harus
sesuai dengan jenis sampahnya
itu walaupun sekarang nanti kita nanti
akan bahas juga ternyata permasalahan
sekarang itu setelah kita darurat sampah
ini permasalahan yang didapatkan oleh
kota Jogja bantol gitu Sleman itu adalah
sampah residu Nah nanti itu juga kita
akan bicarakan sampah residu itu seperti
apa kemudian pewadahan
e sebelum dijual sebelum ke bank sampah
sebelum ke ke apa ya ke pihak ketiga
misalnya untuk pengolahan sampah itu di
rumah tangga itu harus melakukan
pewadahan terlebih dahulu memilah
diwadahi sesuai dengan
jenisnya lah pewadahan ini eh
membutuhkan jeda waktu artinya
membutuhkan waktu waktu tinggal di rumah
membutuhkan waktu tinggal di rumah
misalnya 2 hari sekali baru ke bank
sampah atau ada bank sampah yang satu
mingguan ada bank sampah yang 1 bulanan
sekali ada yang mungkin
ee 3 bulan sekali itu juga masih ada itu
kita butuh dulu stay sampah-sampah Itu
butuh dulu di rumah kita dulu ngendon
dulu di rumah kita ada waktu tinggal lah
waktu tinggal itu di sini ada resiko
bapak
ibu ada
iko kesehatan masyarakat kalau kita
lihat dari kat serangga bisa roden bisa
hewan dan seterusnya ini sepertinya
internet saya tidak stabil kalau nanti
suara saya putus-putus mohon
diinformasikan ya Mbak Anisa Iya baik
ibu tadi agak-agak putus-putus cuma
sekarang sepertinya udah baik lagi Bu
oke Atau saya boleh anu eh apa offc aja
ya Oh boleh G oh heh Nanti nanti saya
buka tutup kamera ngih biar nanti kalau
misalnya pas ada ada notif sinyalnya
buruk nanti kami tutup kameranya mohon
izin baik kemudian pengumpulan ke TPS
itu kalau misalnya kita bilang ada TPS
TPS ya dari rumah itu setelah dari rumah
nanti ada TPS kalau eh nganu ya mungkin
kalau sekarang ya nganu ya apa kalau
sekarang mungkin ee bank sampah gitu ya
jadi s ada waktu tinggal juga walaupun
sekarang ada bank sampah yang begitu
dikumpulkan gitu langsung Panggil
pengepul jadi langsung bersih hari itu
juga jadi transaksi di hari itu pengepul
diambil di hari itu sehingga tidak ada
waktu tinggal di eh TPS atau di bank
sampah itu Tapi kan tetap ada waktu
tinggal di tempat masyarakat nah ini
resiko di ee masyarakat atau orang-orang
yang mengolah sampahnya karena tadi di
sana mungkin lokasinya rumahnya itu
berdekatan dengan orang lain tidak punya
halaman lalu Kem kemudian Ee tidak punya
mungkin di dalam rumah menyimpannya
karena memang tidak punya Space lagi di
luar rumah lah kayak gitu
itu kan beresiko apalagi kalau tidak
kalau kita misalnya kita tidak bersih
membersihkan sampah idealnya dicuci dulu
dikeringkan dulu itu effortnya berapa
kadang-kadang ya kita tunggu dulu sampai
ini kalau saya pribadi ya kadang-kadang
kita tunggu dulu sampai ngumpul tig
empat atau lima botol gitu baru kita
cuci gitu biar enggak sekali cuci kayak
gitu itu saya pada rilnya di pada saat
kenyataannya di ee masyarak eh saya yang
saya lakukan oh ternyata kayak gini ya
ternyata enggak semudah teori ya gitu
pada saat melaksanakannya Oke kemudian
diangkut lah pengangkutan ini Ini
Membutuhkan effort juga membutuhkan eh
apa ya
membutuhkan cara tersendiri juga kenapa
karena ternyata pengangkutan itu pun
beresiko kalau dari resikonya misalnya
nya ada Ada apa ya kalau kalau di bagian
kesehatan kerja itu kan di situ mungkin
ada benda tajam ada yang ada kemungkinan
bisa tertusuk tergores kemudian ada
infeksi belum lagi kalau ya ini kalau
zaman dulu ya 2005-an 2005 2007 itu ee
misalnya kayak infeksi yang menular
karena karena misalnya dulu ada jarum
Sun misalnya gitu ya jadi ada jarum
suntik atau apa gitu kan Kalau ada
penyakit dulu itu hivh itu menular
karena jarum suntik itu ada yang oleh
pengangkut sampah pengangkut sampah itu
terkena hivs karena terkena jarum yang
terkontaminasi mungkin digunakan gitu ya
oleh orang yang berhvs jadi dia tidak
memiliki perilaku menyimpang yang
berisiko untuk hivs tapi dia ternyata
pengolah sampah dia tertusuk gitu lah
itu itu di kesehatan kerja ya jadi di
sana ada resiko besar kecilnya nanti
bisa dianalisis resikonya besar atau
kecil nanti ada ada konsepnya sendiri
ada analisis resiko ya tapi itu ada
resiko kemudian setelah itu nanti
setelah pengangkutan kemudian dia pada
saat penyortiran pengepakan penjualan
itu juga juga juga ada ee resiko-resiko
yang ada di
sana kalau ini sudah dilaksanakan
sebenarnya secara teknis kan sudah
selesai ngih Bapak Ibu permasalahnya
sudah selesai sampah anorganik selesai
dijual dipindahkan ke eh daur ulang
misalnya industri-industri daur ulang
sampah organiknya dikomposkan Oke
selesai secara teknis tapi ternyata ee
ketika kita lihat dari kacamata
kesehatan masyarakat itu di dalamnya itu
ada resiko-resiko besar kecilnya
tergantung dari analisis Resiko yang
nanti akan di ee dilakukan Mungkin
tempat pertat itu bisa berbeda-beda
Oke
ee
Ini hasil dari daerah-daerah yang
mengolah sampah daerah-daerah yang yang
berpartisipasi dalam mengolah sampahnya
secara mandiri daerah-daerah
ee ini kami ambil dari beberapa anu ya
dokumentasi ada yang sudah lama sekali
dokumentasinya ada yang diambil dari
beberapa tahun dan juga ada beberapa
yang informasi dari internet e di sini
ini daerah ini daerah-daerah
perkampungan kita bisa perkampungan di
daerah perkotaan lah kita bisa bayangkan
daerah-daerah ee pemukiman di ee di
perkotaan gitu ya yang dengan tempat
yang Apa mungkin jalanan Gang kemudian
tempat akses jalan yang sempit
rumah-rumah yang saling berdempetan
halaman rumah saya adalah halaman rumah
dia seperti itu misalnya kayak gitu Jadi
ini di sini
Ee Kita bisa lihat Oh dengan tipe
komunitas yang seperti ini
kemudian nanti saya kemudian ini ee Ini
ada apa
ee pengol ahan mekanisme pengolahan
sampah Ya ini yang kita bisa lakukan di
daerah-daerah tersebut tadi jadi kita
bisa menggunakan keranjan takakura bisa
menggunakan bak-bak modifikasi komposer
bisa melakukan pemilahan kemudian dijual
lalu kemudian kita bisa juga ee
menggunakan menggunakan beberapa
teknologi ataupun konsep gitu ya konsep
kesehatan masyarakat ataupun apapunlah
yang kita bisa Sampaikan ke masyarakat
untuk mengurangi resiko
eh mereka mengolah sampah ataupun
meningkatkan
kapasitas mereka dalam mengolah sampah
sehingga mereka bisa mengolah sampahnya
dengan baik kemudian ini bank sampah
mekanismenya sudah kita ketahui bersama
bahwa nanti ada masyarakat itu berperan
sebagai nasabah seperti kita konsepnya
sama seperti di bank sampah di bank
transaksi di bank gitu ya kita membawa
eh sampah sebagai ganti uang Kemudian
dari teller itu mencatat kemudian
mengkonversikannya dalam bentuk uang
nanti pada waktu tertentu dia bisa
menguangkan kembali atau mengambil uang
itu sebagai sebagai bentuk tabungan dia
sekarang berkembang ada yang namanya
sodqah sampah jadi kalau eh kami B Kalau
saya mengikuti kegiatannya Muhammadiyah
itu adalah kegiatan sodqah sampah jadi
dari basisnya masjid basisnya masjid
basisnya musala basisnya adalah Aum ya
Aum itu anu ya eh
organisasiorganisasi di bawah
Muhammadiyah jadi di sana bisa di
sekolahan bisa di rumah sakit bisa di
komunitas di keraneng cabang itu
mengolah mengelola sampah dengan sistem
sodqah sampah se itu ataupun
sistem-sistem yang lainnya ada yang ada
yang ee di sekolah itu misalnya anak di
tempat anak kami sekolah dulu itu
sebelum covid itu sempat ada program itu
kita membawa sampah membawa minyak
jelantah ke sekolah kemudian anak-anak
ditukar
dengan ditukar dengan buku tulis dengan
pensil dengan bahan barang-barang untuk
sekolah lah seperti itu apapun itu bisa
dilakukan untuk sampah
anorganik nah di masyarakat bisa bank
sampah sodqah sampah kalau bank sampah
itu kan uang kembali lagi ke ke penabung
atau pengelola sampahnya harapannya
dengan iming-iming dalam tanda kutip ya
iming-iming
uang uang mereka bisa menghasilkan uang
tuh mereka bisa tertib karena kalau
tidak ada imbalannya kadang-kadang orang
yang tidak sadar itu dia lebih memilih
itu juga Har dari penelitian Kami lebih
memilih bekerja membayar retribusi
dibandingkan dengan mengolah sampahnya
secara mandiri karena katanya itu tidak
Kalau bahas Jawa tidak cuocok gitu
effortnya tidak sebanding dengan hasil
yang dia dapatkan jadi Ternyata kalau
dilihat dari riset iming-iming
mendapatkan eh uang dari menjual sampah
itu bukan menjadi prioritas utama atau
faktor pendukung utama mereka mengolah
sampah Jadi mereka itu giat mengolah
sampah itu faktor utamanya Ternyata
bukan ekonomi karena kalau ekonomi itu
effortnya tidak sebanding dengan
eh apa model yang dia keluarkan gitu Ya
intinya seperti itu baik itu tenaga sana
prasarana dan yang lainnya jadi kalau
diiming-iming itu ya Jadi tidak tidak
tidak berhasil gitu Kenapa kok banyak
bank sampah yang nasabahnya enggak
tambah-tambah kenapa kok banyak bank
sampah yang kemudian tutup Kenapa banyak
organisasi swakelola sampah atau
komunitas itu banyak yang setahun 2
tahun itu bagus kemudian
ee kemudian gulung tikar seperti itu
jadi dari Kalau kemarin tuh disampaikan
dari
666 ee bank sampah di kota Jogja itu
ternyata yang aktif itu yang aktif itu
ee 400-an sekian maksudnya aktif tuh
dalam artian aktif bergerak seperti itu
nggih seperti itu jadi ya
memang motivasi utamanya jangan uang
tapi ini
tambahan tambahan yang diperoleh ketika
dia mengolah uang lalu kemudian kalau
konsep pendekatan agama ya sodekah
sampah tadi itu enggak harus punya uang
untuk sedekah dari sampah kita pun
sedekah gitu tapi karena namanya sodekah
berarti yang harus militan selain dari
yang sodekahnya gitu adalah yang
pengelolanya berarti dia hanya punya
sodekah waktu sodekah ee
tenaga niat dan seterusnya untuk
mengolah sampah karena apa Karena ya
sodqah tadi itu imbalannya beda
imbalannya religius imbalannya
keyakinannya Beda lah ini nah ini
Kemarin kami ada ada riset ya
membandingkan antara yang modelnya
sodqah sampah dengan yang modelnya bank
sampah itu ya tidak berbeda terlalu jauh
tetapi orang-orang ternyata lebih
antusias gitu ya yang atau lebih
bersemangat gitu lebih lebih bersemangat
ikut berpartisipasi ketika modelnya
sodqah sampah seperti itu jadi
masyarakat kita itu ya tadi
ee nilai religius itu ternyata membawa
lebih lebih besar membawa efek untuk dia
mau mengolah sampah
nah ini terus kemudian dari rumah rumah
bebas sampah gitu ya Bapak Ibu bisa
memulai dari tempat masing-masing
misalnya di daerahnya tidak melakukan
swaklola sampah atau tidak melakukan
pengolaan sampah secara komunitas ya di
rumah dulu gitu di rumah kita dulu susah
Bapak Ibu mungkin tidak konsisten juga
enggak apa-apa daripada tidak sama
sekali Jadi kalau melihat dari dulu
cerita dari sukunan dari Pak Iswanto
karena kami selalu membawa mahasiswa
kami untuk kunjungan ke sana gitu Nggih
itu tuh awalnya itu tertarik dengan eh
foundernya sukunan itu untuk mengolah
sampah di rumahnya sendiri lalu kalau
udah tertarik kemudian masyarakat
mencoba untuk
eh cari tahu gitu ya kurius gitu
kemudian dia ada sharing ada anu
ngajak-ngajak komitmen beberapa orang
baru kemudian ee mengajak orang lain
masuk ke perkumpulan menyamakan persepsi
menyamakan semangat dan seterusnya baru
kemudian bisa jalan lah jalan itu bapak
ibu
eh ee jalan itu tidak selalu mulus
ternyata jadi dari 300 sekian orang itu
yang ikut bergabung itu hanya yang ikut
bergabung berperan serta itu
ee cuma sampai 80 rumah misalnya kayak
gitu lalu kemudian tidak bisa semua
masyarakatnya itu bergabung lah itu kami
buktikan juga di daerah-daerah lain
ketika ada swaklola sampah atau ada Bang
sampah ternyata hanya sekitar 50 40
sampai 50% itu dari penelitian banyak ya
itu yang bergabung menjadi nasabah bank
sampah tidak semua masyarakat yang di
sana kecuali ini kecuali ada ada effort
khusus ada peran ada peran leader ada
dukungan duukungan apa ya dukungan ee
faktor pendukung faktor penghambat gitu
nanti kita akan bicarakan di belakang
tapi ternyata ada seperti itu Jadi kalau
kalau kita akan mengolah sampah di
masyarakat itu ya Jangan menunggu dulu
dari komunitasnya itu bergerak tapi coba
kita lakukan dulu nanti siapa tahu ada
yang tertarik Kemudian dari muncul satu
visi kan kalau kita mau melakukan suatu
sesuatu bersama itu ya visinya harus
sama dulu gitu kemudian nanti Oh kita
punya tujuan yang sama baru kita nanti
bergerak secara Sinergi Kalau tidak itu
ya di manapun teori organisasi di Manap
pun teori eh komunitas di mana pun tidak
punya visi misi yang sama ya sudah gitu
pasti akan gagal di tengah jalan itu
sudah jadi teori umum kan seperti
itu kemudian ini ada penataan yang
sekarang itu kalau apa Eh kalau dulu
sungai itu menjadi halaman belakang
sekarang sungai itu menjadi halaman muka
dari rumah-rumah di daerah sepanjang
pemukiman ni jadinya akhirnya mereka ya
Secara naluriah ya orang kan ingin ingin
eh halaman rumahnya bersih ingin nyaman
pulang ke rumah itu ingin jadi tempat
istirahat bercengkrama dengan eh
keluarga menurunkan kestresan di tempat
kerja dan harusnya gitu Ya penginnya ya
rumah itu nyaman gitu nyaman bisa
optimal untuk untuk recovery F dan
recovery mental jadi dengan mengambil
mengambil apa ya mengambil
eh celah di sana kemudian pemerintah
memberikan program bahwa halaman rumah
sekarang yang di tepi sungai rumah-rumah
di tepi sungai itu harus menghadap ke
sungai semua harapnya Nanti orang jadi
risih gitu kalau sungainya kotoru dan
seterusnya
oke terus kemudian ini ya mereka ini
punya punya ee punya Jadi mereka ya
nyaman di depan rumah kemudian walaupun
pinggirnya sungai tidak ada bau bahkan
ini kalau di sini kita lihat ada yang
bisa ada yang EE cukup e nyaman untuk
terjun atau bermain-main di Sungai
oke itu tadi terkait dengan
ee apa ya partisipasi masyarakat telah
di dalam pengolahan sampah apa sija yang
bisa dilakukan oleh masyarakat yang ada
kemudian Bagaimana cara ee
melaksanakannya lalu kemudian kalau
terkait dengan manfaatnya apa sih
manfaatnya melakukan pengolahan sampah
nah ini e
ee harapannya gitu ya dengan kita
mengetahui manfaat swakelola sampah itu
pikiran kita gitu pikiran kita itu
ee ada benefit yang kita lakukan karena
karena ternyata manusia itu makhluk
transaksi jadi ada apa makhluk transaksi
itu dia ada ada sesuatu yang dia
keluarkan dia harus mendapatkan sesuatu
gitu itu secara secara apa ilmu
antropologi itu seperti itu Jadi ada
eh manusia itu manusia itu makhluk
sosial makhluk transaksi jadi ada
eh kemudian ada reward and punishment
gitu ya jadi ternyata manusia itu
seperti itu Jadi kenapa kok ilmu
antropologi itu penting untuk
menggerakkan masyarakat menggerakkan
partisipasi masyarakat apapun ee apapun
anunya Ya apapun kegiatannya di sini
kebetulan kita bicara masalah eh
swakelola sampah jadi nanti ketika kita
semuanya mungkin Bapak Ibu adik-adik
menjadi penggerak di masyarakat kita
harus memiliki memiliki teorinya sebelum
memiliki pengalamannya harapnya seperti
itu karena kan kita sudah banyak
mengikuti sudah banyak membaca jadi kita
punya teorinya dulu Oh ternyata se
seperti ini ya kalau kita mau
menggerakkan masyarakat itu gitu tidak
semudah semudah hanya ajaak-ajak gitu
konsistensi dan seterusnya itu perlu
dijaga karena banyak kasus daerah
swakola sampah itu setahun 2 tahun
kemudian ketika sudah tidak ada harapan
saya tidak ada pendampingan pemerintah
tidak ada pendampingan kayak Akademi
akademisi misalnya kan eh perguruan
tinggi banyak ya yang punya
tempat-tempat dampingan desa-desa Mitra
atau tempat-tempat komunitas Mitra itu
banyak lalu kemudian tidak ada tidak ada
eh teladan gitu ya leadership langsung
hilang gitu langsung eh beberapa tahun
paling bertahan beberapa tahun kemudian
dia colaps gitu atau mati suri lah
paling gampang Tu mati suri besok lagi
ketika ada pemanti kegiatan dia tumbuh
lagi gitu Jadi bukan karena eh apa ya
bukan karena kesadaran dia bisa konue
gitu kembali ke manfaat ya Jadi nanti
harapannya kita kita tahu manfaatnya
dulu sehingga kita bisa tahu teorinya
baru kita bisa mengajak kepada
masyarakat atau keluarga kita atau
lingkungan kita dulu paling yang paling
dekat baik ini Bapak Ibu ee Mohon untuk
fokus yang di saya blok kuning saja ini
memang hanya beberapa hasil dari ee
penelitian kami yang kami sampaikan di
sini gitu untuk yang pertama keuntungan
Apa saja sih yang bisa kita peroleh dari
Pemberdayaan Masyarakat atau dari ee
menggerakkan masyarakat untuk mengolah
sampah ini kita ambil dari sisi public
health sektor jadi lingkungan bersih dan
sehat lingkungan bersih dan sehat
otomatis nanti akan memberikan faktor
pendukung
eh support sistem untuk manusia
melaksanakan kegiatannya dengan optimal
kemudian perubahan gaya hidup jadi di eh
public he Sector itu juga ada perubahan
gaya hidup gaya hidup itu artinya gitu
eh bergaya hidup sehat gitu ya jadi sama
seperti kayak misalnya slogannya
pemerintah sekarang germas gitu itu
harus karena ada banyak banyak apa ya
sekarang kesehatan yang EE penyakit
tidak menular kayak obesitas jantung
koroner dan seterusnya yaitu karena
perubahan gaya hidup maka sekarang
germas lah sama ternyata untuk sampah
ini juga untuk sektor public health-nya
ada perubahan gaya hidup jadi benar
sekarang ini ketika kita menggunakan
sosmet kita menggunakan e media-media
informasi yang paling mudah diakses oleh
masyarakat terutama untuk
generasi-generasi muda mulai dari
anak-anak remaja mungkin orang-orang
yang orang-orang milenial lah milenial
itu kan lahiran 80-an sampai
2000 11 ya kalau tidak eh I atus genz
itu 2012 sampai
Eh anu ya lahiran 2011 sampai mungkin
lahiran tahun 2000-an sekarang ini genz
lah itu kan eh membutuhkan media gitu
mereka melek terhadap media lah
Bagaimana caranya kita bisa ee mengubah
gaya hidup mereka menjadi gaya hidup
sehat Jadi kalau bahasanya public health
itu adalah promosi kesehatan gitu ya
promosi kesehatan jadi perubahan gaya
hidup jadi mereka merasa bahwa
Eh keren gitu mengola sampah tuh keren
menggunakan apa ya menggunakan eh
tumbler itu keren tidak tidak membuat e
tidak air isi ulang gitu kemudian
menggunakan ketika Belanja makanan
menggunakan apa ya misalnya wadah-wadah
kayak tpperware atau kayak kalau zaman
dulu tu rantang gitu ya kita beli ke
warung tu bawa rantang gitu bawa
tpperware atau bawa tempat makan sendiri
biar enggak ada plastik itu keren gitu
kemarin saya mengikuti salah satu di
tiktok Kalau tidak salah itu dia penyuka
warna ungu jadi dia beli sayur beli
sayur beli apa beli jangan apa jajanan
beli makanan itu pakai segalanya ee Ungu
gitu ya Tapi itu kan salah satu itu
bentuk perubahan gaya hidup oh dia
bangga nih menggunakan itu kemudian
pakai tas-tas yang EE yang tidak tas-tas
plastik untuk bel tidak menggunakan lagi
tastas plastik untuk belanja tapi
menggunakan tas yang bisa dipakai
berkali-kali atau ya Karang sekarang
bentuknya macam-macam cantik-cantik
dengan segala macam gaya segala bentuk
dari mulai kecil sampai besar dari merek
yang merekmerek kayak misalnya
merek-merek apa ya Adventure merek-merek
adventuring gitu ya kayak Tiger atau apa
Eh misalnya kalibre atau apa itu
mengeluarkan yang kecil-kecil jadi kalau
yang anak-anak yang punya itu jadi gaya
hidup itu mereka menganggap itu keren
gu kemudian terciptanya sistem
pengolahan eh sampah berbasis masyarakat
ini masih konsep public health karena
itu tadi Kalau
eh sampah itu merupakan bagian dari
kesehatan masyarakat merelupakan bagian
dari kesehatan lingkungan dengan kita
menciptakan sektor pengolahan sampah
berbasis masyarakat tadi itu ee kita
harapannya apa ya menanamkan gitu kepada
masyarakat konsep mohon maaf
konsep kesehatan masyarakat Oh ini saya
ke
kepencat kemudian mengurangi beban
pemerintah mengolah sampah ini kenapa
kok menjadi sektor public health Karena
pada saat
Ee kita membuang sampah itu kan kita
hanya memindahkan masyarakat ee sampah
kita lain di tempat kita selesai
permasalahan sampah gitu ya kita selesai
kita bayar retribusi memindahkan sampah
ke tempat yang lain ke TPA gitu ya kalau
di sini ya itu selesai tapi ternyata
pemerintah itu kan memiliki beban
sebagai sebagai ee apa ya sebagai bentuk
pemberi pelayanan kepada masyarakat dia
harus
ada pengolahan sampah perkotaan dari
mulai menyediakan truk-truk sarana
prasarana dan seterusnya sampai
menyediakan tempat pembuangan akhir gitu
itu biayanya berapa lah kemudian Nah
kalau Biayanya berapa gitu ini kemarin
ini juga kita relatekan dengan yang
disampaikan Pak aman Kemarin pada saat
Eh anu ya beliau itu Seda kan tapi juga
eh forkom ketua forkomnya Bang sampah
Jogja beliau itu mengatakan seperti ini
Jadi sebenarnya orang-orang pejuang
sampah beliau apa menyampaikan kepada
para pengelola bank sampah itu tu
kalianlah itu benar Bukan hanya pejuang
lingkungan Tetapi kalian pejuang
kesehatan pejuang pendidikan pejuang
ekonomi gitu Kenapa kok seperti itu
karena dengan kalian membantu gitu ya
dengan bank sampah itu membantu
mengurangi sampah maka anggaran daerah
untuk pendidikan untuk kesehatan untuk
ee ekonomi UMKM dan seterusnya itu tidak
berkurang gitu jadinya kalianlah yang
membuat roda gitu membuat roda
eh pendidikan kesehatan kemudian e
ekonomi di kota itu jalan Gu Jadi di
sinilah Kenapa kok masuk ke dalam sektor
public
health kemudian aspek psikologis nah ini
tadi saya mendengar dari Pak hijrah
bahwa untuk webar selanjutnya bicara
masalah e aspek psikologis jadi memang
benar aspek itu menjadi salah satu
bagian yang apa ya manfaat dari ee
mengolah sampah gitu yang yang dirasakan
oleh masyarakat dalam mengolah sampah
itu mereka mendapat aspan psikologis
Kenapa tadi ternyata dari mengolah
sampah itu mereka dapat
apresiasi pemerintah berusaha untuk
mengapresiasi mereka Jadi itu memang
sudah jadi kemarin kita lihat di dalam
program-program yang diluncurkan oleh
pemerintah ya Dari pusat sampai ke
daerah itu memang
eh reward gitu ya reward jadi apresiasi
terhadap yang mereka lakukan itu menjadi
motivasi Kalau tidak ada lomba-lomba
tidak ada penghargaan-penghargaan itu
itu sudah dialidasi oleh eh yang
disampaikan oleh kemin Bu Novi dari kem
lhk pusat seperti itu jadi memang harus
ada gitu ya itu diverifikasi Jadi kalau
harus ada anggaran itu untuk apa untuk
apresiasi lah sekarang dan mereka
pemerintah mendorong CSR CSR dari
perusahaan-perusahaan dari itu arahnya
juga ke sana gitu Jadi ada karena apa
menyentuh aspek psikologisnya
kebanggaan manusia itu bersaing tadi itu
ya bersaing Oh tempat lain tuh bisa saya
kok enggak bisa gitu Itu yang positif ya
kalau yang negatif kan orang lain bisa
iri dengki itu negatif tapi kalau yang
positif kan Oh dia bisa Saya harus bisa
gitu Dia dia dia dapat juara kok Kok
saya enggak bisa sih gitu Saya malu dong
gitu ya harapannya seperti itu jadi
menyentuh aspek kebanggaan manusia itu
adalah makhluk ternyata makhluk tadi itu
transaksional kepuasan batin nah ini
sudah levelnya lebih tinggi kebanggaan
kepuasan batin kepuasan batin itu sudah
diri sendiri tidak peduli pada yang
orang lain sampaikan jadi katanya kalau
kita lihat di di apa di ee di sosmet itu
di real atau di tiktok atau di mana gitu
kita sudah sampai ke level suhu itu
kalau sudah tidak peduli lagi pendapat
orang lain tapi yang kita pentingkan
adalah diri kita sendiri kita enggak
perlu orang lain menganggap kita hebat
yang penting kita kita puas gitu kita
senang dengan pencapaian kita kita tahu
kita mau apa gitu seperti itu jadi
kepuasan batin Nah tadi itu kita
hubungkan sama yang misalnya Bang ee
misalnya kayak sodako sampah tadi ya
Ternyata ini ada kepuasan batin di sana
Oh saya saya eh apa ya saya beribadah
gitu Semoga saya
mendapatkan e yang lebih gitu Karena kan
kalau dari konsep Islam kan Semakin
banyak kita memberi semakin banyak
seodekah maka Allah menjanjikan kita
tidak akan pernah kekurangan Gu Jadi
Niatnya apa gitu niatnya ya itu tadi
tidak akan pernah kekurangan akan Rezeki
itu akan berlimpah ruah rezeki tidak
hanya uang ya Bapak Ibu kesehatan
kesempatan keselamatan kebahagiaan itu
juga masuk ke dalam konsep rezeki
kemudian peningkatan kualitas hidup jadi
mereka memiliki lingkungan yang bagus
kemudian hidup yang sehat yang nyaman
yang bahagia itu kan terlihat gitu akan
terlihat mereka punya ee punya kualitas
hidup yang baik kualitas hidup yang baik
itu belum tentu harus kaya gitu ya
karena orang yang kaya enggak bahagia
itu banyak gitu Kalau katanya tuh
seperti itu Jadi belum tentu kualitas
hidup yang baik itu diukur dari kekayaan
tetapi kualitas hidup yang baik itu ya
diukur dari ee apa ya kepuasan batin
kemudian dia punya apa punya apa punya
ee mungkin kebanggaan terhadap
pencapaiannya dia tidak merasa
kekurangan dia merasa cukup dia merasa
bahagia seperti itu ini aspek
psikologis kita sampai ke aspek sosial
ekonomi jadi ada tiga Nggih Bapak Ibu
yang EE dari hasil penelitian itu apa
sih manfaatnya sosial ekonomi jelas tapi
ini kami letakkan di urutan ketiga jadi
setelah dianalisis apa sih yang paling
yang paling apa yang paling berpengaruh
gitu ya Apakah tadi aspek public health
Apakah aspek psikologis ataukah aspek
sosial ekonomi jadi secara keurutan itu
memang yang anu itu mereka lebih lebih
apa ya lebih tergoda gitu
ketika kesehatan yang diutamakan eh
kesehatan itu jasmani rohani gitu ya
jasmani rohani mereka itu ee anu itu
mereka lebih interest dengan itu
kemudian baru psikologis baru kemudian
sosial ekonomi Omi jadi ekonomi itu
kalau dari hasil riset itu ternyata
menepati urutan ketiga dari keuntungan
yang yang diharapkan gitu ya itu jadi
ada keringanan biaya itu yang didapatkan
dari riset ya keringanan biaya retribusi
jadi Ternyata kalau dia menjadi anggota
dari
ee komunitas itu dia berkontribusi pada
pengolahan sampah itu Dia ee dia
mendapatkan apa keringanan retribusinya
gitu itu ada beberapa contoh Nggih
seperti itu jadi di kota Jogja juga sama
ternyata kemarin kita ee di bantol itu
juga sama daerah yang anu ya yang apa
yang berhasil Pak lurahnya itu berhasil
mengolah sampah yang menggerakkan
masyarakat dan seterusnya itu ternyata
retribusi gitu ya di kota Jogja juga
ternyata sama kalau dia mau ada daerah
yang mau mengolah sampah maka dia bisa
dibebaskan dari
retribusi membuka lapangan kerja oke
lapangan kerja bagi yang tidak bekerja
itu bisa di kita kita berdayakan di sini
walaupun turnovernya pasti besar ya Turn
Over itu artinya ketika dia memiliki
pekerjaan lain yang lebih menjanjikan
Mungkin dia akan berpindah gitu tetapi
itu bisa membuka lapangan pekerjaan atau
menambah penghasilan keluarga
oke di sini
eh beberapa contoh untuk membuka
lapangan pekerjaan itu apa Jadi kalau
kita lihat daerah-daerah swakelola
sampah yang menjadi kunjungan tempat
menjadi kunjungan orang lain untuk
belajar kemudian mereka jadi desa wisata
dan seterusnya itu ada biaya
administrasi yang cukup yang cukup apa
ya yang cukuplah kalau dipakai untuk ee
untuk Ngu untuk apa untuk menggerakkan
menggerakkan
ee roda organisasi gitu Jadi ada
beberapa yang pasang ada yang berapa
yang pasang tarif gitu dalam tanda kutip
ya ini saya menggunakan bahasa yang
bahasa yang gamblang itu pasang tarif
tapi sebenarnya itu adalah biaya ganti
waktu biaya administrasi ataupun apapun
tuh namanya itu kan otomatis menjadi
pemasukan bagi daerah tersebut kemudian
ada yang mendapatkan pesanan-pesanan ada
yang meminta bantuan untuk narasumber
ada yang dia bisa menjual hasil hasil e
olahannya dan seterusnya itu membuka
lapangan kerja kemudian penjualan hasil
sampah itu sendiri jadi dari penjualan
itu bisa mendapatkan pemasukan gitu
bahkan ada yang dijadikan dari konsepnya
ada macam-macam ng kalau yang penjualan
hasil sampah itu ada yang bank sampah
dikembalikan lagi kepada masyarakat ada
yang modelnya sodqah sampah ada yang
modelnya Itu disimpan untuk sosial Danda
sosial masyarakat lah itu ada yang
misalnya ketika dia membawa sampah
kemudian di jadiadi uang yang terkumpul
dijual nanti itu jadi simpan pinjam
Siapa saja anggota yang menjual apa yang
membawa sampahnya atau berkontribusi
pada pengolahan sampah di sana itu boleh
boleh meminjam gitu uang di sana jadi
koperasi simpan pinjam kayak gitu itu
ada juga yang dipakai untuk membeli
kalau di desa ya membeli
peralatan-peralatan yang digunakan untuk
eh kegiatan sosial misalnya tikar lalu
kemudian eh untuk kursi kursi kursi apa
kursi
eh apa kursi plastik dan seterusnya lah
yang untuk kegiatan-kegiatan sosial
hajatan dan seterusnya itu yang itu
biasanya dibeli dengan uang iuran Jadi
enggak usah iuran karena sudah punya
hasil dari penjualan sampah 17-an enggak
usah iuran gitu kita ambil dari hasil
misal lomba-lomba enggak usah sayuran
kita ambil dari hasil penjualan sampah
ada yang seperti
itu ini kemudian s ee yang lainnya ada
yang beranggapan bahwa karena mereka
itu memiliki ee apa ya memiliki taman
atau mereka memiliki
ee apa ya anulah ee kebun atau kebun
keluarga misalnya Toga ataupun yang
lainnya tanaman sayur dan seterusnya itu
merasa bahwa dia ee bisa mensubsidi
kebutuhan untuk kupu bisa mensubsidi
kebutuhan untuk
membeli media tanam dan seterusnya jadi
dia e mengurangi pengeluaran keluarganya
itu juga ada yang punya testimoni
seperti itu karena dia misalnya Taman
hiasnya dia di dalam apa di halaman dia
itu enggak perlu lagi cari kompos enggak
perlu lagi anu dia bisa menggunakan yang
dihasilkan sendiri jadi dia mengurangi
biaya untuk membeli kompos kayak gitu
atau pupuk gitu ya dia pupuk cair itu
juga bisa pupuk daun dari hasil
rindingnya dan seterusnya itu ada
kemudian ini menambah inventaris
komunitas Ti itu misalnya dibelikan
sesuatu ya dari hasil tabungan sampah
tadi atau hasil dari
penjual sampah dibelikan sesuatu
misalnya Sound Sistem atau apa gitu Itu
yang untuk kepentingan masyarakat
Oke Bapak Ibu itu tadi yang terkait
dengan manfaat melakukan pengolaan
sampah ee di masyarakat lalu kemudian
ini kita hampir sampai ke mungkin ke
pengujung ya Beberapa lagiah
faktor-faktor Apa sih yang mempengaruhi
masyarakat itu untuk mengelola sampah
terus ini kalau ini ee konsepnya secara
komunitas ya berarti bukan secara
mandiri secara mandiri ini belum Tapi
ini secara komunitas Jadi mereka
tergabung dalam organisasi pengelolaan
sampah bisa itu bank sampah bisa itu ee
komunitas yang lain tapi dia tergambung
dalam komunitas jadi ternyata yang
pertama itu adalah sejarah komunitas
Kalau bahasa saya adalah visi- misi dari
organisasi tersebut atau visi misi dari
eh komunitas tersebut Artinya mereka
punya visi misi Apa jadi ee misalnya Oh
ada yang harus mengatasi permasalahan
sampah kemudian ada yang keinginan untuk
berprestasi ada yang dia merupakan
daerah percontohan dan seterusnya lah
dia seperti itu jadi dia ada beberapa
hal yang
eh menjadikan mereka memiliki visi misi
yang sama gitu dalam pengolahan sampah
dan kemudian mengangkatnya ini jadi itu
salah satu faktor keberhasilannya Kalau
tidak ada visi misi yang
sama mustahil ya mustahil untuk bisa
menggerakkan masyarakat secara eh anu
secara masif gitu tugas siapa di sini
Sebenarnya ini memang pasti ada tugas
leader ya kalau kita bicara masalah
komunitas masalah organisasi pasti ada
leader leadership nanti ada sih faktor
pengaruh Itu juga salah satunya adalah
leadership dia yang bisa menyatukan visi
misisi yang sebelumnya berbeda dia bisa
mempengaruhi orang lain untuk memiliki
visi misi yang sama karena ternyata
sejarah komunitas itu bisa menjadi salah
satu faktor yang mendukung terbentuknya
suat
as
kemudian Mohon maaf Bu untuk waktunya
kurang lebih sekitar 10 menitan lagi ya
Bu ya Oke siap Sudah mau selesai Oke
baik ini ee yang kemudian yang
selanjutnya adalah perasaan memiliki
artinya dia merasa enggak menjadi bagian
dari organisasi itu dia merasa enggak ee
dibutuhkan di sana atau dia itu jadi
kalau kita loyal terhadap misalnya kita
bekerja loyal pada tempat kita bekerja
kita ee kita tergabung pada organisasi
kemahasiswaan tertentu Kita loyal kepada
organisasi itu maka kita pasti akan
senang untuk mengikuti kegiatannya
bersama-sama berkumpul bersama itu
senang gitu Jadi perasaan memiliki itu
salah satu faktor yang mendukung
kemudian permasalahan Inter intern
organisasi jadi ada permasalahan pribadi
antar manusia di sana itu bisa menjadi
penghambat gitu Jadi itu juga salah satu
faktor yang mendukung keberhasilan Lalu
siapa tugas ketika ada masalah-masalah
pribadi yang saling bergesekan tugas
siapa Sama aja tugas leader juga
struktur komunitas nah ini kalau
eh ternyata gitu kita kita harus
membedakan konsep yang kita terapkan
untuk mengajak misalnya lingkungan yang
EE misalnya sebagian besar penduduknya
itu bekerja keluar rumah misalnya
sebagai pegawai atau apa dan pulang
berangkat peri pulang sore lalu kemudian
kita ee mengajak komunitas yang dia
sebagian besar waktunya itu di rumah
misalnya kayak pencariannya sebagai
petani kan kadang-kadang dia di sawah
Tapi sering banyak juga di rumah kan
enggak setiap hari enggak sepanjang hari
juga itu berbeda konsep konsep ee
menggalang massanya gitu Itu juga
menjadi salah satu faktor yang
mempengaruhi motivasi kepemimpinan lah
ini kemudian status pemimpin ternyata
penting Bapak Ibu jadi Leaders itu
eh menjadi faktor utama untuk
menggerakkan masyarakat dan untuk
langgeng jadi kalau leadership-nya itu
bagus masyarakat akan mengikuti dengan
riang gitu kemudian dan ini banyak
contoh ketika pemimpinnya berganti
ketika Yang konsen itu berganti ketika
tidak ada estafet kepemimpinan
berikutnya tidak ada regenerasi Ya sudah
pasti hancur gitu pasti pasti colaps
gaya kepemimpinan itu juga harus
eh eh disesuaikan dengan masyarakatnya
karena gaya kepimpinan itu bisa beda ada
yang harus diperintah ada yang harus
diajak musyawarah ada yang dirangkul ada
yang harus dibimbing itu bisa
beda-beda bisa beda-beda kemudian
organisasi perantara ternyata penting
Bapak Ibu karena ternyata mengolah
sampah itu enggak Murah tu kalau pengin
bagus ya kita harus menyediakan pemilah
walaupun bisa pakai tas kek bisa tapi
kan akan akan pakai komposter buat
sendiri bisa tapi itu kan menguakan uang
ya jadi kadang-kadang banyak masyarakat
yang untuk makan aja susah apalagi Saya
harus mengeluarkan
ee untuk memberi peralatan pengolahan
sampah jadi funding itu e penting juga
bantuan pemerintah juga penting juga
Jadi selain kemampuan kapasitas
masyarakat sendiri untuk mengadakan
peralatannya sendiri ternyata bantuan
itu juga
penting kemudian kondisi eksternal
kondisi eksternal itu dari pemerintah di
sekitarnya mungkin dari ee dari kerja
sama dengan akademisi dengan perguruan
tinggi dengan LSM dengan pemerhati
lingkungan itu juga mempengaruhi karena
karena kebanyakan ya dari kita itu
secara secara apa ya Secara keilmuan
antropologi itu seringki itu lebih
mempercayai orang lain dibandingkan
dengan mempercayai orang yang paling
dekat Kenapa karena mempercayai orang
lain itu kan tidak tidak tidak terkena
tidak apa ya tidak
tidak dibiaskan
dengan iri dengki udah tahu dia ternyata
cuma kayak gitu Dia ngajak-ngaja kayak
gitu ya Jadi kalau orang lain sekalian
gu lebih ampuh dibandingkan dengan orang
dalam kadang-kadang paling enggak orang
luar itu dia mendampingi karena kita tuh
kadang-kadang lebih sungkan kepada orang
di luar lingkungan kita dibandingkan
dengan orang dalam seperti itu jadi
peran pemerintah peran e Mitra dari
daerah tersebut itu juga sangat p
baik lalu ini lagi dari kami itu ada
kader kesehatan jadi ternyata untuk
konsisten itu butuh supervisi lah kalau
tidak ada supervisi enggak akan jalan
jadi enggak ada yang memantau enggak ada
yang ngaruh nih itu enggak ada enggak
ada yang apa enggak akan langgeng gitu
sehingga butuh supervisi Siapa yang mau
bertindak sebagai supervisi gitu ya
Eh relawan jelas relawan kemudian
mungkin ya kalau yang paling
memungkinkan di kader kesehatan dan dia
menjadi memang dia sudah dari nganu tuh
ikhlas gitu ya dari awal tuh dia
meangjadi kader kesehatan tuh sudah
sudah dipr-pro gitu ya kalau orang dari
Puskesmas itu sudah dia meemang tugasnya
seperti itu dan dia biasanya orang
sosial yang sangat sosial gitu karena
enggak dibayar enggak dapat insentif
yang sepadan lah gitu untuk melakukan
kegiatan-kegiatan kemasyarakatan jadi
dia sudah terbiasa dengan ee sosial jadi
dia bisa ditambahi lah tambahi tugas
gitu untuk awal pengolahan sampah karena
di dalam pengolahan sampah itu ada
permasalahan kesehatan
juga
ini eh Oke ini tadi ya kadat kesehatan
ini masih kemudian ini ini yang terbaru
Bapak Ibu dari kami ini sedikit 5 menit
lagi mungkin ya Eh mbak Anisa ya
ternyata di terakhir-terakhir ini pada
saat daurat sampah itu muncul gitu ya
sampah itu muncul lalu kemudian Eh ada
permasalahan yang t yang ditutup up kita
bingung mau membuang ke mana kemudian
pemerintah kota itu
mengeluarkan surat edaran ya Kalau
enggak salah tuh bahwa tidak boleh
membuang
sampah organik gitu organik harus
dikelola di dalam gitu hanya bisa ee
yang anorganik saja lalu kemudian di Oh
di Bantul di Sleman itu punya
kebijakan-kebijakan sendiri Itu eh dan
ini momentum yang pas gitu ya untuk
membuat masyarakat tuh khawatir mulai
berpikir dulu Enggak ada masalah gitu
jadi kita enggak langsung ter apa ya
enggak langsung kena masalah Jadi
biasanya orang belum berpikir kalau
belum kepentok gitu ya manusia itu kan
anu ya punya punya kekuatan ekstra gitu
bertahan bertahan hidup kekuatan
bertahan hidup ketika ada masalah jadi
orang yang banyak ditempa ditempa
permasalahan itu dia punya problem
solving yang lebih banyak dibandingkan
dengan yang tidak gitu lah ini
ee momentum yang pas untuk menggerakkan
masyarakat semoga tidak terus tidak
nganu ya tidak ee nganu gitu ya tidak
surut gitu ya semangatnya untuk mengolah
sampah kalau nanti kita sudah memiliki
solusi untuk mengolah sampah pemerintah
sudah memiliki solusi untuk mengolah
sampah secara eh regional gitu semoga
tidak menurun semangatnya untuk mengolah
sampah secara mandiri secara ee
pemberdayaan masyarakat semoga tidak
muncul permasalahan itu sehingga karena
apa Karena ya tadi itu dari awal tadi
dari SL yang awal tadi ternyata dari
rumah tangga sumber yang yang paling
besar kemudian yang paling besar adalah
organik jadi kita bisa berangkat dari
sana oke itu kemudian ternyata ini
barubaru ini yang di ee kami peroleh dan
ini sudah sebenarnya sudah kami terapkan
beberapa dari tahun 2014 Kalau tidak
salah jadi
eh untuk pengolahan sampah itu sekarang
yang sekarang ini kan gini sampah
organik sudah di komposkan segala macam
bentuk teknologi pengomposan penguraian
sampah itu sudah disampaikan kepada
masyarakat masyarakat tahu sudah
melaksanakan sampah anorganik itu semua
sudah diberi solusi oleh pemerintah
diberi Alahan diberi anulah diberi eh
jalanlah harus seperti apa Bank Sampah
lah kemudian ada sektor-sektor industri
yang misalnya ada yang rapel terus
kemudian apa ya yang yang anulah swasta
yang mengambil sampah itu itu sudah ada
semuanya anorganik yang jadi
permasalahan ini adalah sampah residu
Jadi kami bulan Oktober Oktober November
inilah Desember ini ini eh terhubung
dengan dengan banyak e apa dihubungi
oleh banyak pihak itu adalah mengelola
sampah residu gitu jadi biar Zero W
tempat itu gimana kan ternyata masih ada
residu enggak bisa diapa-apakan enggak
ada yang ngambil enggak ada yang bisa
dimanfaatkan ee ngepul enggak mau mau
ambil pemulu enggak mau ambil masyarakat
enggak bisa jual sampah R itu diapakan
kan harus dihilangkan dimusnahkan dalam
jangka waktu dekat ini jangka waktu
panjang
diedukasi agar tidak menghasilkan sampah
residu mengurangi sampah tapi sampai
proses itu berhasil kan masih ada sampah
residu ini mau diapakan guitu Bagaimana
cara pengolahannya Jadi pertanyaan
sekarang Ini kebanyakan yang ditujukan
ke saya adalah bagaimana cara mengolah
sampah residu residu itu er
softe kemudian ya ya enggak bisa dijual
Lah terus kemudian ada
ee bahan-bahan yang potongan
potongan kulit atau apa yang enggak bisa
Mang enggak bisa dijual itu harus
diapakan itu yang pertanyaan kepada saya
jadi dari pertanyaan-pertanyaan tersebut
kemudian kita ini juga orang teknik
lingkungan ya ini saya ee Saya tidak apa
tidak akan tidak akan mencoba
menyampaikan teknologinya itu seperti
apa karena teknologi yang saya sampaikan
ini saya nanti akan saya itu berdasarkan
dari permintaan jadi Kebanyakan karena
kami itu bergerak di pengabdian
masyarakat dan penelitian gitu tadi saya
menyatakan saya tuh bukan praktisi gitu
ya jadi hanya kontribusinya tuh saya tuh
bukan pejuang sampah gitu hanya hanya
lebih ke pengamat dengan kontribusi yang
kecil gitu penelitian penelitian
Penelitian apa sih Gunanya kayak gitu
neliti terus enggak ada gunanya jadi
kami menyesuaikan dengan permintaan
masyarakat di tempat kami melakukan
kegiatan jadi misalnya ini ee ini ya
data kebutuhan rumah ini biasanya itu
permasalahan mereka itu repot ribet
waktu terbatas tidak paham Bagaimana
mengolah sampahnya pengin yang praktis
lalu kemudian banyak kendala teknis di
lapangan jadi hal-hal inilah yang sering
kami dapatkan ketika kita ee melakukan
kegiatan pengolahan sampah di masyarakat
dari macam dari masing-masing tadi itu
kami berusaha untuk memfasilitasi
masyarakat bersama masyarakat berarti
ini untuk mencari solusinya dari
masing-masing repot ribet gitu ya itu
gimana solusinya waktu yang terbatas ber
mereka milih saya penginnya instan
jangan yang berbelit-belitlah gitu
kemudian enggak paham fungsinya enggak
paham maksudnya gitu kemudian yang
praktis yang tidak orang zaman sekarang
Ya penginnya mudah praktis cepat
hasilnya maksimal gitu semua orang kan
maunya seperti itu lalu m kendala teknis
di lapangan misalnya baunya waktu
mengolah sampah itu organik baunya
lindingnya lalatnya kemudian ee apa
belatungnya kemudian
ee ya itulah teknik-teknik seperti itu
yang kami temukan dan biasanya
disampaikan kepada kami sebagai sebagai
pendamping gitu pada saat melaksanakan
kegiatan danah untuk itulah kami
kemudian dukungan teknologi-teknologi
sebenarnya ee sederhana ini kami tidak
tidak tidak malu kalau bersaing dengan
orang teknik lingkungan Ya maksudnya ini
ini ini kami buat ini berdasarkan dari
kebutuhan masyarakat artinya Seperti apa
ini kami buat alat pencetak briket ini
ini yang sangat sederhana dan bisa ee
dipakai oleh masyarakat dan murah karena
masyarakat tuh maunya murah mereka
enggak mau mengeluarkan biaya banyak
untuk pengolahan sampah murah praktis
mudah manfaat gitu Jadi kami coba mereka
permasalahannya apa kalau dulu awal-awal
kita di daerah pertanian maka
permasalahan adalah sampah pertanian
maka kami mencoba mencari alat-alat
untuk pengolahan sampah pertanian yang
kepikir adalah briket gitu ya briket
bioaram dulu Ini dari 2014 lah kami
mulai dari program-program itu 2014
oke briket kami ee membuat beberapa
briket sesuaikan Kami coba untuk
berkembang terus gitu ng Kami coba
berkembang terus untuk menyesuaikan
dengan kebutuhan masyarakat mulai dari
tingkat rumah tangga sampai kemudian
tingkat ee
apa ya industri kecil gitu ya seperti
itu kemudian ini masih briiket kemudian
komposter gitu komposter terus kemudian
searang mereka penginnya itu jadi
ibu-ibu ini ini awal cerita kami membuat
komposter dengan mesinmcacah ini karena
ternyata satu ibu-ibu rumah tangga itu
dia jijik kalau harus ngelolah sampahnya
Padahal di rumah itu yang pasti kalau
disuruh mengolah sampah rumah tangga itu
ibu-ibunya sebagian besar responden kami
mengatakan itu ibu-ibu jarang
bapak-bapak itu yang telaten misahkan
sampah sisa makanan masukkan ke itu Jadi
kalau diajak itu ya hanya partisipan aja
tapi dia tidak bertanggung jawab secara
penuh terhadap pengolahan sampah di
rumah tangga yang bertanggung jawab ibu
lah ibu-ibu itu takut terlihat belatung
enggak Jiji mau kalau sampah itu harus
diudek-udek gitu ya harus di harus
dibolak-balik kemudian setiap seminggu
sekali dibolak-balik ditambahi air
kemudian harus dipotong dicacah
kecil-kecil kayak gitu-gitu itu ibu-ibu
itu merasa ribet gitu Nah dari
permasalahanperasan itu kemudian muncul
alat yang kemudian kami sampaikan gitu e
dengan cara seperti ini jadi modelnya
Misalnya ini ada yang apa secara mekanis
manual itu memilah apaembolak-balik
sampahnya ya Hanya sederhana-sederhana
seperti itu terus kemudian ini alat
untuk pembakar jadi pembakar sampah ngih
Bapak Ibu jadi ee memang ini enggak
ideal kalau kita kalau kita mau
gontok-gontokan sama orang kesehatan
lingkungan bakar enggak boleh peraturan
perundangan juga bilang enggak boleh
membakar secara langsung itu sangat
berbahaya dan sebagainya sebagainya
sehingga kita mencoba mencari yang yang
bisa mudah murah terus kemudian yang
bisa anulah dengan beberapa hal yang
bisa mereka pakai untuk di masyarakat
kemudian ini ini juga skala rumah tangga
jadi rumah gitu kalau ini Memang agak
mahal ya kalau harapannya Kalau orang
bisa membeli mesin cuci membeli TV ya
kita kita bisa membeli insenerator skala
rumah tangg lah kayak gitu Jadi nanti
akan menjadi salah satu alat di rumah
tangga yang bisa apa yang bisa kita
pakai seperti mesin cuci gitu ya kayak
gitu jadi hadapannya seperti itu
kemudianak opoakak komposter itu
berbagai macam karena kalau ini yang
waktu kami buat karena bau jadi
mengeluhkan ini lindi ya apa sampah
lindi jadi k kalau masyar ada Min Kami
mahasiswa kami dari kampus itu memberi
sumbangan ke masyarakat tuh Enggak
mungkin kan yang alat-alat mahal jadi
kami pasti memberi sumbangan yang
terjangkau dengan dana kami gitu Jadi
itu biasanya ya omber tumpuk lah ember
lindi Lah takakura lah terus komposter
yang pakai drum-dum biru itu kan
terjangkau dari kami ya Dari dari
keuangan dari keuangan ee hibah ataupun
dana kegiatan kami Nah itu ternyata
banyak permasalahan di sana bau kemudian
ee apa gatung
kemudian tempat penempatannya diganggu
hewan diganggu anak-anaknya berbahaya
untuk keluarga enggak ada tempatnya dan
seterusnya keman kita membuat beberapa
modifikasi agar mengurangi
keluhan-keluhan tadi
tuh ini pengomposan ini ini pengembangan
dari yang tadi kemudian ini ada alat
borbiopori yang Ee Kita desain ber B dan
kebutuhan masyarakat karena ternyata
pada saat ngebor itu tuh ada yang di
tempat kami dulu itu yang waktu kami
melakukan pengaban pengabdian masyarakat
itu tuh susah gitu dengan bor dengan
biasa gitu kita modifikasi Bagaimana
caranya agar eh agar bisa dipakai di
sana Tu kemudian ini ya ini untuk yang
kemarin itu kita menghubungkan antara
magot dengan kandang ayam gitu jadi
karena eh pengolahan sampahnya kan magot
dengan pengolahan sampah eh rumah tangga
magot tapi kemudian mereka itu punya
punya kandang punya punya ternak gitu
kandang ayam dan seterusnya Jadi
bagaimana kita memodifikasi itu alat itu
untuk bisa masuk untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat tadi jadi kalau
bisa mereka disuruh ini permintaan
masyarakat di sana ya magot Oke kami
magot gitu ya tapi gimana caranya itu
bisa kepakai gitu biar kami enggak usah
harus giling harus apa biar langsung
kemakan dan habis S nganulah kayak gitu
permintaannya kan banyak ya biasanya lah
ini kami coba untuk mengatasi permasal
tu kemudian ini yang terakhir kemarin ee
apa pembakar sampah ya mintanya itu yang
tadi tidak keluar asapnya terus kemudian
apa dan seterusnya lah itu kami coba ini
membuat dengan dengan beberapa variasi
dengan daerah-daerah yang berbeda itu
variasinya juga berbeda ini ini untuk
anu aja apa nangg hanya seperti ini ya
timbangan bank sampah ini juga kemarin
permintaan sistem informasi bank sampah
itu juga ee kemarin juga ee permintaan
dari masyarakat kan karena
ada bantuan apa butuh bantuan untuk
mengatasi permasalahan-an teknis yang
kecil-kecil di lingkungan mereka ya
mungkin itu yang bisa kami sampaikan
sharing dari kami eh Bapak Ibu
teman-teman
semuanya Terima kasih kami kembalikan ke
Mbak Anisa kalau ada kurangnya kami
mohon maaf asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh baik itu tadi
penyampaian materi dari pemateri kita
pada hari har ini yaitu Ibu Rahma yang
sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu
sekalian Terus kalau kita lihat-lihat
juga ternyata sudah ada banyak sekali
nih Bu pertanyaan dari bapak ibu peserta
webinar di kolom Chat Zoom tapi mungkin
eh sebelum kita masuk ke acara
selanjutnya saya ingin menginformasikan
terlebih dahulu kepada para peserta yang
mungkin
menginginkan materi pada webinar kita
pada hari ini itu dapat request materi
terlebih dahulu melalui Link yang telah
admin kami kirimkan di di kol ya Bapak
Ibu sekalian kemudian e sebelum kita
masuk ke Sesi
tanyawab kita akan melakukan sesi foto
bersama terlebih
dahulu untuk sesi foto bersama kali ini
saya akan dibantu oleh ADM
silak Baik terima kasih
untuk untuk Bapak Ibu sekalian kami
mohon izin
eh kepada Bapak Ibu sekalian untuk
mengaktifkan kameranya karena kita akan
masuk ke Sesi foto bersama Ya baik Kami
tunggu untuk foto bersama kali ini kami
mohon izin sekitar setengah menit untuk
menahan pos Bapak Ibu sekalian ya baik
kami mulai 1 2
baikesai kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Ibu sekalian atas
kesediaannya untuk foto bersama kali ini
kami kembalikan kepada kak Anisa Terima
kasih baik Terima kasih untuk admin yang
telah membantu sesi foto bersama kita
pada hari ini ee kemudian Selanjutnya
kami juga ingin meminta kesediaan bapak
ibu sekalian untuk dapat mengisi
kuesioner yang linknya sudah di-share di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi Jadi
bagi Bapak Ibu sekalian bisa memberikan
saran dan juga masukatnya di link
kuesioner
tersebut Kemudian untuk acara
selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi
tanya jawab dan di sini kami juga sudah
bantu untuk merangkumkan pertanyaan dari
Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu
sampaikan melalui kolom chat
Zo
eh Kemudian untuk Ibu Rahma saya mungkin
nanti akan membacakan pertanyaannya
terlebih dahulu kemudian bisa langsung
dijawab begitu ya Bu ya untuk pertanyaan
pertama ini ada dari
bapak penanganan sampah berbasis agama
dan ekonomi agar menjadi budaya
masyarakat merupakan kunci dari
penanganan sampah pertanyaannya
kami
yangusak older terkait begitu
ibu baik langsung mbak Anisa Ya baik eh
terima kasih pak Mardi atau Mas atauih
ini E saya tidak tahu apakah ini
mahasiswa atau e bapak eh Baik Pak Mi
ini untuk eh dari pengalam bukan
pengalaman ya tapi dari kami mencoba
untuk membuat Desa Mitra gitu desa desa
swakelola sampah itu di UAD kan juga
beberapa memiliki desa eh memiliki Mitra
untuk pengolahan sampah mencoba membuat
menggerakkan masyarakat Seperti apa Ya
seperti yang di anulah kita mencontoh
mereplikasi Apa yang dilakukan yang
sudah dilakukan di sukunan ataupun di ee
di mana yang itu kita coba dengan
kearifan lokal di tempat yang kami kami
e yang Mitra yang kami miliki seperti
itu lalu memang kalau di tempat
kami jadi ada nilai agama yang ada yang
ke sana kemudian ada nilai ekonomi yang
tadi memang menjadi faktor pendukung mau
tidak mau pasti itu faktor pendukung
karena memang nanti kan dijual sirkular
ekonomi harus e harus ada ya dalam
kegiatan tersebut ini dari kami
pengalaman jadi mungkin bisa berbeda
dengan yang lainnya nanti kalau ada yang
mau sharing Monggo di tempat kami itu
yang pertama adalah satu
eh kita memegang dulu gitu Kita memegang
dulu orang-orang kuncinya seperti itu
jadi orang-orang kunci yang dianggap dia
menjadi penggerak masyarakat karena
masyarakat itu mau tidak mau pasti eh
memilik apalagi di e di masyarakat
Indonesia ya Di Timur itu memang seperti
itu Jadi kita mencari penggerak
masyarakatnya dulu kita meminta komitmen
dari misalnya Pak RT pak RW Pak Lurah
Pak Duko ketua takmir dari kalau dari
muhammadiah ya ketua pca-nya kemudian
dari aah misalnya raneng cabang dan
seterusnya lalu kemudian eh Setelah itu
kita kalau stakeholder itu yang internal
dari masyarakat kemudian kita
eh biasanya pertama itu dulu kemudian
kalau mereka sudah berkomitmen bersama
kemudian kita baru mengejak pihak luar
pihak luar itu artinya siapa yang akan
yang akan membersamai gitu karena terus
terus terang Kalau tidak dibersama tidak
di bersama-sama merintis itu susah gitu
itu merintes itu merintes itu sangat E
berat gitu Ya merintes itu sangat berat
sehingga kita mengajak dulu stakeholder
yang lainnya jadi misalnya dari
pemerintah kelurahan nanti ada mungkin
dari manalah LSM penggerak eh kemudian
kalau misalnya ada dari perguruan tinggi
seperti itu kalau perguruan tinggi
dijawil gitu ya Misalnya ada siapa
mungkin pak eh pak hijrah gitu dijawil
Pak Temat saya ini mok dibantu kan
biasanya kan nanti akan berpikir
bagaimana caranya bisa membantu seperti
itu itu lalu ee di sana pada saat
Sosialisasi pada saat menyamakan visi
misi itu Ya kita melihat dari masyarakat
kita kearifan lokalnya apa gitu apa yang
bisa masuk ke sana apa yang bisa yang
paling mengena di hati gitu ya Yang bisa
menggerakkan Itu otomatis pasti Yang
tahu adalah orang yang ada di sana orang
luar tu tidak bisa tahu pasti tapi kalau
yang oh kalau masyarakat sini tuh
senangnya gitu digabungnya karo wayang
misalnya masyarakat sini tuh senangnya
digabungne karo ee misalnya karo
kegiatan masjid pengajian oh kene yang
kuat aisahnya kasihkan ibu-ibu Aisah dan
seterusnya seperti itu lalu kemudian ya
tadi itu kita pendekatannya apa eh Bapak
kan kita punya kalau kita mau browing
atau apa itu kita punya referensi banyak
sekali model-model pengolahan sampah di
Indonesia bahkan di dunia kita bisa
melihat apa yang kita bisa replikasi
gitu ya Sesuai dengan daerah kita
misalnya tadi ada sodakoh sampah ada
yang ada yang nabung ada yang anulah
sosial kegiatan sosial ada yang
pendidikan Mungkin ada yang Pendidikan
Lingkungan gitu ya di SD di sekolah dan
seterusnya kayak gitu itu Kita sesuaikan
dengan yang kita butuhkan kita
modifikasi kita diskusikan bersama-sama
mungkin itu pak kalau kita harus eh
untuk menggerakkan stakeholder itu yang
pertama visi misinya harus sama dulu ya
bagaimana a membuat visi-visi itu sama
ya Otomatis kita harus ada sosialisasi
ada diskusi ada fgd jadi biar semuanya
merasa memiliki
ide itu merasa memiliki kita yang punya
ide misalnya untuk melakukan pengolahan
sampah tapi jangan sampai ide kita bahwa
Oh kita harus pakai bank sampah gitu Oh
kita harus pakai
eh sodqah sampah Oh kita harus pakai ini
harus pakai itu itu jangan sampai keluar
dari kita tapi kita ee kita apa ya kita
ee kita fgd-kan kita musyawarahkan
kemudian semuanya mengan pendapat kita
pilih dan semuanya sepakat lah dengan
seperti itu
eh orang-orang yang di sana merasa bahwa
mereka berkontribusi mereka dihargai
mereka ya harusnya komitmen gitu ya
menerima keputusan Apa yang dijadikan ee
keputusan bersama mungkin itu dari kami
pak mohon maaf kalau tidak terlalu
memuaskan jawabannya karena ya mungkin
itu yang selama ini dilakukan seperti
itu berhasil e untuk menggerakkan di ee
dua desa binaan kami bukan Des Desa
Mitra Pak I eh mungkin seperti itu ya
Pak semoga pertanyaannya sudah terjawab
kemudian eh kita mungkin langsung lanjut
lagi ya Bu ya untuk ke Pertanyaan
selanjutnya ini ada dua pertanyaan yang
hampir ban ibu ada dari yang pertama ee
Bagaimana cara menjaga konsisten dalam
penanganan sampah rumah tangga Kemudian
yang kedua Bagaimana cara merubah
kesadaran masyarakat pedesaan lalu ee
ada Pertanyaan selanjutnya yaitu
Bagaimana membangun komunikasi untuk
perubahan perilaku yang efektif dalam
pengelolaan sampah agar timbul kesadaran
yang berkelanjutan seperti itu ya Baik
terima kasih eh Pak Iwan dan Pak untuk
pertanyaannya ini
eh apa yang perlu saya sampaikan pertama
kali adalah mengolah sampah itu tidak
tidak mudah gu walaupun kelihatannya
caranya
mudah orang tahu tapi orang untuk
menjalankan itu susah saya sendiri gitu
ya pasang surut artinya gini kalau kami
kan mengajarkan ke mahasiswa kami
tentang pengolahan sampah jadi
otomatis saya harus mencoba sendiri Saya
harus
Mel sendiri agar agar tahu gimana sih
tidak hanya teori saja tetapi untuk eh
bisa tahu bagaimana bagaimana toh
rasanya gitu ya jadi itu eh dari kami
itu mis kayak gini woh Ternyata apa ya
saya itu saya punya komposter itu
komposter lindi ya kan e untuk komposter
lindi itu tuh di sana itu belatungnya
banyak kanunnya banyak Kalau teorinya
itu minta untuk diaduk-aduk diminta di
apa itu sudah kayaknya saya sendiri aja
Enggak sanggup gitu ya saya Sendiri
Enggak sanggup gitu terus kemudian ee
untuk kemudian apa ya
Ee membersihkan tadi saya ceritakan di
aadi membersih habis beli apa gitu
plastiknya kita bersihkan kita kita
sabun biar tidak ada lagi e bau kita
keringkan kita jembur kayak gitu tuh
juga tidak semudah itu ternyata G jadi
jadi awalnya tuh Saya pasti cari gimana
band Saya bisa melakukan tapi saya mudah
gitu ya b band Saya tidak biar saya itu
tidak tidak berat gitu misalnya Oh ini
ada ada apa ada belatungnya Ih kalau
keluar dari baknya itu anu ya apa ee
rasanya itu gimana gitu terus kemudian
Gimana caranya Oh kayak saya misalnya Oh
Coba kasih Sabun Colek itu di bagian
permukaan permukaan komposternya itu itu
pasti anunya enggak akan keluar gitu
terus kemudian bau Oh gimana baunya coba
pakai kan ada anu tuh Arang Arang aktif
itu bisa menyerah bau bisa menyerap anu
kadang punya pori-pori gitu ya kemudian
kita coba saya pasang di komposter saya
Oh Ternyata di mana dimasukkan dikasih
sampingnya dikasih atasnya atau di mana
Oh ternyata ketemu paling paling
menyerah bau itu dikasih ditutupnya jadi
saya saya pasang eh apa keranjang isi
Arang Arang aktif itu arang saya masuk
kayak saya saya tali gitu ya di dalam
tutupnya Biar Waktu buka itu enggak bau
gitu jadi enggak kayak mau muntah gitu
ya mungkuk-mungkuk gitu baunya sampah
gitu kayak gitu ter terus dan seterusnya
artinya apa jadi ketika ketika kita
ingin konsisten mengajak orang lain maka
kita dulu harus konsisten berat Bapak
Ibu menjadi penggerak itu berat sekali
apalagi sosial apalagi enggak dibayar
gitu ya apalagi ini seperti itu itu
pasti berat sekali dan itu butuh
orang-orang yang memang memang pejuang
gitu ya untuk menjalankannya karena
waktu Tenaga
pikiran eh semua e mungkin sampai ke
biaya gitu Ya kita harus harus Cu Cul
gitu kalau Bah Ja cucul harus ee keluar
gitu dan itu diselah kesibukan kita
kalau kita punya punya kita punya anu
yang lain punya kesibukan yang lain
punya anu yang lain itu susah jadi kalau
Bagaimana menjadi konsistensi tadi itu
kalau untuk orang lain berarti kita
harus konsisten dulu untuk mengajak
orang lain dan tidak dan tidak tidak
anulah tidak jenuh-jenuhnya gitu tidak
bosan-bosannya mengajak orang lain
ditolak dicaci dimaki diremehkan itu
biasa nah paling enak Tu memang ngjak
orang luar Pak Jadi kalau misalnya mau
misalnya Bapak di tempat Kampung Bapak
ajak orang lain ajak orang luar gitu
untuk masuk pertama kali misalnya
hubungi akademisi atau hubungi dari
misalnya ada teman yang dari dinas atau
dari mana itu untuk ngomong dulu Jadi
kalau orang lain kan mungkin lebih
didengarkan gitu ya seperti itu terus
kemudian kalau mau mengajak masyarakat
yang kita yang kita apa ikuti itu untuk
konsisten itu ya itu juga tidak mudah
jadi ini waktu kami ada pilot project
saja diiset yail Project action riset
itu
dari sekitar 50 orang partisipan itu
Turun waktu dia sudah dikasih alat-alat
untuk melakukan itu turun hanya sampai
ke 32 orang berarti kan yang gugur di
tengah jalan tidak mau pad sudah
berkomitmen sudah pakai inform konsen
gitu kemudian dia sudah dikasih
alat-alat untuk mencoba pengolahan
sampah di rumah untuk mencoba apa ya ek
gitu ya untuk pengolaan sampah itu
ternyata mereka berguguran di jalan gitu
Itu itu sudah Ee apa terjadi seperti itu
belum lagi kalau kita lihat
sejarah-sejarah tuh dari tempat-tempat
yang mau mengolah sampah itu
pasti ada eh apa ada turun ada naiknya
Kecuali Dia memang kayak kemarin tuh
saya tanya ya di sukunan kemarin
beberapa hari yang lalu kami ke sana
mengajak mahasiswa dari 2003 2004 sampai
sekarang itu masih Kenapa gitu padahal
dulu saya tahu Sempat pada tahun
beberapa tahun itu mereka hanya anu apa
hanya bertahan
komunitas pengelolanya saja jadi hanya
panitia-panitianya saja gitu ya jadi
masyarakatnya sudah sudah mau enggak
enggak mau maau gitulah mungkin kalau
mau ya karena enggak enak atau apa gitu
Jadi hanya bertahan bertahan satu satuah
eh apa sirkel kecil gitu itu ee karena t
itu dianggap tidak anulah ya capek
mungkin masyarakat mengulah itu dan tapi
ccle itu bertahan karena apa karena
ternyata mereka mendapatkan manfaat dari
situ yang satu kalau yang di saya anu ya
mereka dapat ee bisa mendapatkan uang
gitu mendapatkan uang dari
kunjungan-kunjungan mereka dikunjungi
orang untuk belajar terus mereka
kemudian bisa Sharing itu menjadi
motivasi mereka bisa sharing bisa
ngajari orang lain bisa mendapatkan
tambahan dari sana kemudian anu jadi
mereka ada saat dan hanya Dar satu ccel
saja itu Saya mengamati itu karena saya
kan tiap tahun ke sana ya jadi ketika
saya tanya loh jadi kalau Kanu tuh yang
enggak semua masyarakat tuh terlibat
kayak gitu itu itu Eh kenapa ya tadi itu
dia punya punya benefit yang dia bisa
bertahan sampai sekarang dia bisa
Survive sampai sekarang karena apa
benefitnya tadi itu Dia punya semangat
untuk mengajarkan Orang lain punya anu
punya apa tambahan pendapatan tapi hanya
untuk orang-orang itu aja yang ccle tadi
itu dia bertahan untuk itu plus satu
lagi pemimpinan yang dia apa Pak Iswanto
itu ya kalau saya lihat dia menyediakan
rumahnya untuk tempat kunjungan jadi dia
kunjungan ke rumahnya dipakai untuk
showroom dipakai anunya jadi dia kalau
pas ada kunjungan itu kan otomatis
keluarga di sana enggak nyaman ya tapi
mereka enggak ada di rumah kemudian kita
bisa bebas masuk ke rumahnya untuk
melihat kayak gitu berarti kan
leadershipnya itu dia mengorbankan semua
hal gitu ya sampai ke kehidupan
pribadinya untuk menjalankan itu itu nah
itu yang jadi salah satu agar mereka
bisa konsisten sampai sekarang Bapak ee
Saya sempat dulu ada ada riset yang
menelisik gitu ya menelisik yang
kunjungan ke sana kunjungan k suukunan
itu kan mereka kan pasti penginnya kan
replikasi ke daerahnya masing-masing
Saya mau lihat itu berapa sih yang jadi
dari yang kunjungan ke sana dari yang
belajar di sana itu berapa tuh yang jadi
jadi itu jadi buat bertahan itu berapa
ternyata enggak ada ada
10% pada saat itu itu seperti itu Jadi
yang kunjungan ke sana dari SD yang
kunjungan ke sana kemudian follow up-nya
Seperti apa dari eh apa dari
instansi-instansi dari daerah-daerah itu
yang banyak kunjungan ke sana follow
up-nya itu seperti apa daerahnya itu
itu tidak banyak yang EE bertahanlah
seperti itu karena ya tadi itu ternyata
komitmen yang dibutuhkan di sana Lalu
bagaimana merubah kesadaran masyarakat
pedesaan nah ini pedesaan Pak pedesaan
itu kalau saya contohkan dalam dalam apa
ee beberapa tempat-tempat gitu
contoh-contoh tempat-tempat itu sukunan
itu pedesaan iklimnya dia banyak petani
masih daerahnya masih banyak sawah dan
seterusnya permasalahan mereka itu dulu
adalah sampah masuk ke ke galengan sawah
gitu ya jadi ada
permasalahan kalau saya dulu di daerah
Sleman di daerah e eh di daerah apa ini
sumber Arung di daerah Sedayu itu yang
jadi masalah itu adalah sampah pertanian
jadi sampah ee sampah apa sampah
pertanian jadi dari Memang ada masalah
dulu itu nganu jadi untuk masalah itu
baru kemudian kita masuk ini ada masalah
ini loh gimana cara kita menyadarkannya
kayak gitu lah sekarang ini Bapak Ibu
momentum yang bagus semuanya darurat
sampah gitu ya jadi semuanya akan
merasakan permasalahan sampah itu
termasuk di desa di Desa itu mungkin
sekarang juga enggak terlalu pusing juga
mereka punya lahan bakar tempat bakar
banyak tempat ngubur banyak mereka ada
juga yang punya Sungai dibuang ke sungai
sekarang ini kan pencemaran Sungai
meningkat lagi Jadi kemarin dari dari
Pak dari apa yang bantaran sungai code
itu siapa saya lupa namanya k yang
datang kalau saya biasanya sama Pak tot
ng tapi yang datang kemarin bukan Pak
Totok ada ada dua rekan dari sana itu
mengatakan sekarang kotor lagi sungainya
kemarin sudah bersih gitu karena dari
kiriman dari opo hulu sana gitu dari
atas ke bawah gitu jadi jadikan tempat
pembuangan sampah lagi berarti ada
masalah masalah itulah yang harus
diangkat Karena orang itu problem
solving orang itu bertahan hidup kalau
enggak ada masalah menggerakkan mereka
itu ya tadi itu hanya yang sukarelawan
kalau enggak sukarelawan yang enggak
bisa berarti kalau sukarelawan Apa yang
harus dilakukan edukasi gitu Jadi kalau
enggak ada masalah edukasi
dulu disampaikan disosialisasikan
permasalahan-m masalah lingkungan itu
secara global itu apa gitu membakar sama
Desa ya bakar kan pas sekarang kan P
bakar tuh pakai jugangan bakar gitu
sampaikan kepada mereka dulu membakar
itu Masalahnya bisa Ada apa Bisa dioksin
bisa apa dioksin yang bisa kanker bisa
mengakibatkan kerusakan tanah bisa udara
ee kesehatan dan seterusnya karena
mereka enggak sadar ada masalah sampah
Enggak ada enggak ada apa ya bisa bakar
gitu Jadi mereka enggak Kalau
diiming-imingi S apa nanti akan jadi
kita kotor apa-apa enggak ada di sana
bisa dibakar gitu tapi yang kita
sampaikan adalah mereka Ee kita berikan
ilmu Global pendidikan Global dulu gitu
ada permasalahan ini biar mereka tahu
lah kalau tahu itu kalau di teori di
Teori ini lagi-lagi saya teori dan itu
sudah dibuktikan ya Di kesmas ya
pastikan teori yang dibuktikan itu
pengetahuan yang baik akan menyebabkan
sikap yang baik sikap yang baik
harapannya mengakibatkan perilaku yang
baik t tapi pada kenyataannya sikap baik
perilak ee pengetahuan baik sikap baik
pengetahuan eh sori pengetahuan baik
sikap baik perilaku belum tentu baik
ternyata kayak merokok tahu Merokok itu
enggak sehat tahu Merokok itu ee
buruklah mengakibatkan kematian bla bla
bla sikapnya apa kalau anak saya
ngerokok enggak boleh saya enggak
ngerokok di rumah karena bisa
mengakibatkan bahaya untuk anak-anak
saya Tapi perilakunya apa Sa merokok ya
kan jadi ternyata pengetahuan yang baik
dan sikap yang baik saja tidak menjamin
perilakunya berubah ya yang paling bisa
kita ya meningkatkan kesadaran
meningkatkan kesedaran itu apa ya dengan
memberikan edukasi memberikan ee promosi
kesehatan kalau Temat ya promosi
kesehatan itu intinya edukasi intinya
pemberian pemahaman agar mereka Paham
kemudian mereka punya sikap harapannya
mereka berperilaku yang
baik lalu langsung ke Bagaimana
membangun komunikasi untuk ee merubah
perilaku yang efektif dalam pengolahan
sampah yang berkelanjutan
Oke perubahan perilaku yang paling
efektif adalah tadi itu seperti yang
kami sampaikan di teori kesmas itu yang
teori teori anunya ya Eh teori babonnya
itu yaitu perubahan perilaku tadi itu
hampir sama sama teori psikologi Jadi
kami juga sering kolaborasi sama orang
psikologi pengetahuan akan mengakibatkan
perubahan sikap perubahan sikap akan
mengakibatkan perubahan perilaku jadi
jangan kalau kalau dari dari apa dari
penelitian itu sosialisasi itu kapan sih
yang dibutuhkan walaupun Bang sampah itu
sudah berdiri kemudian ee apa bang
sampah berdiri swakulas sampah berdiri
komunitas itu berdiri ee Apakah tidak
butuh lagi sosialisasi ternyata tidak
jadi harus diingatkan terus setiap
pertemuan setiap pertemuan itu harus ada
yang mengingatkan bahwa kita pengolahan
sampah bla bla bla masalah ee anunya
seperti ini anunya harus ada yang
mengingatkan terus gitu secara kemudian
secara eh simultan gitu sewaktu periodik
itu mendatangkan orang misalnya dari
Puskesmas dari kader kesehatan atau dari
pemerintah eh daerah lewat Desa lewat
kelurahan itu untuk memberikan
penyegaran-penyegaran ternyata seperti
itu kalau tidak itu recall-nya
pengetahuan kita tuh kayak apa ya durman
gitu jadi harus di-reall terus harus di
apa harus diingatkan terus seperti itu
diingatkan aja Soko gitu Bah Jawanya sok
ee kadang-kadang aja diing aja itu suka
kita suka lalai gitu atau lalai atau
melalaikan apalagi tidak diingatkan itu
Mbak dari kami Iya baik Terima kasih
untuk Bu Rahma untuk jawabannya Kemudian
untuk mempersingkat waktu kita langsung
lanjut lagi ya Bu ya Iya Pertanyaan
selanjutnya ini ada dari ibu
Nilawati Bagaimana korelasi daur
ulang dan bank sampah terhadap
peningkatan ekonomi rumah tangga seperti
itu ibu oke baik Eh ini ini juga masalah
juga jadi daur ulang ee daur ulang di
bank sampah ya ini berarti ya saya
asumsinya daur ulang di bank sampah
bukan daur ulang yang dilakukan oleh
industri daur ulang jadi daur ulang di
bank sampah daur ulang di bank sampah
itu ee kalau Tadi dilihat dari apa ee
penjualan yang dilakukan satu satu apa
satu kreasi itu kan harganya Rp5.000
Rp3.000 Rp10.000 sampai mungkin kalau
tas laptop itu ya 60 Rib gitu misalnya
seperti itu lalu kemudian ada juga yang
pesanan-pesanan misalnya memesan e
kostum gitu kostum untuk apa
pameran pameran anulah pameran eh daur
ulang misalnya kayak gitu itu itu baru
bisa kita hargai 300 350 400 ibu bapak
juga bisa lihat di shopee di shopee itu
juga ada Bapak Ibu lihat pakaian daur
ulang itu juga sudah ada dijual harganya
berapa tinggal milih gitu di situ kita
enggak bisa mematuk harga Kenapa karena
itu seni gitu ya seni itu tuh bebas kita
mau jual berapa sebenarnya seperti itu
ya itu seni kreasi tidak ada dan itu
tidak tidak di pasar dan nilai nilai
barang itu sebenarnya bukan pada
harganya bukan pada barangnya tapi pada
nilai ee apa nilai nilai moral yang
terkandung dalam bahan itu artinya ini
adalah dari sampah orang bangga dong
pakai ee dari sampah Gitu dari apa dari
anu itu jadi yang kita jual itu nilai
moral dari bahan itu gitu Jadi kita
sering lihat tuh para
pemerhati-pemerhati lingkungan itu kalau
di kegiatan-kegiatan kumpulan gitu
perkumpulan bank sampah perkumpulan apa
tuh mereka pakai rompi bank mereka pakai
rompi dari sampah mereka pakai topi
mereka pakai tas mereka pakai anu itu
untuk meningkatkan value dari hasil
kreasi tadi lalu korelisasinya dengan
eh nilai bank apa dengan di bank sampah
itu seperti apa kalau dilihat dari
penjualan enggak tentu juga dapat
terjual kecuali bisa misalnya kalau ada
seminar dari mana Pakai kreasi daur
ulang pesannya dari sana gitu itu harus
nembusi juga jadi itu bisa menjadi
penghasilan yang cukup
ee menambah gitu tapi biasanya daur
ulang itu bukan sumber uang utama di
bank sampah sumber uang utamanya adalah
dari penjualan sampah itu hanya tambahan
karena yang diur yang dikreasi daur
ulang yang dibuat dari kerajinan itu
adalah yang sampah-sampah yang B tidak
bisa dijual
lah kemudian kan da ulang itu sekarang
nganu ya apa ee apa J melebar ada yang
steroform ada yang plastik ada yang biji
dengan biji plastik ada yang kaca ada
yang
eh apa mungkin dari logam mungkin ada
banyaklah sekarang ada banyak pelembaran
dari daur ulang yang dilakukan di bank
sampah itu pun nilai tambah gitu lalu
sirkular ekonominya gimana sirkular
ekonominya di sana ya biasanya ya dari
itu dari dari apa dari
ee dari nilai tambah yang bisa
kita tingkatkan jadi Oh ya ini saya
cerita lagi jadi ada salah satu dari
penelitian kami itu juga ada yang satu
yang menarik jadi Ternyata kalau kita
mau meningkatkan value dari bank sampah
itu kita harus punya marketing harus
punya
marketing profesional dan tanda kutip
marketing profesional itu apa ya karena
dia harus meningkatkan value harus punya
kemampuan menjual value itu Itulah nanti
yang akan Ukan yang akan kampanye atau
hasil dari marketing dia itu yang akan
menentukan keuntungan dari bank sampah
untuk ke depannya itu selain dari
penjualan sampah ya itu dari dari hasil
mungkin itu nggih kalau kalau
peningkatan perekonomian rumah tangganya
itu Eh ini sepengotan kami mungkin
sekarang sudah ada yang berbeda ya Jadi
Bapak kalau kita itu apa guntingi itu
untuk isian sampah itu bapak ibu isian
sampah misalnya dari bungkus mie atau
apa diguntingi itu 1 kilonya itu kalau
dulu tu cuma diharganya 1.00 Kalau
enggak salah 1 kilo itu padahal berapa
bungkus mie itu jadi kan kalau kita
bicara masalah nilainya itu ya Sebagai
tambahan saja menjadi nilai tambah bagi
bagi rumah tangga tersebut tapi bukan eh
bukan bukan pendapatan yang bisa
diharapkan jadi jangan kalau ini untuk
Kak kita
pemerhanti sampah gitu ya jadi eh jangan
jangan jangan iming-iming utamanya itu
jangan uang gitu ya jangan uang lebih
baik jangan uang itu adalah ke berapa
gitu karena tadi itu kalau nanti
dianggap dia melakukan hal lain Lebih
menghasilkan daripada mengolah sampah
maka akan berhenti maka akan
terganjtikan seperti itu ini dari kami
Oh iya m saya lupa jadi kalau kalau
kemarin kita sempat menghitung
penelitian dari dari simulasi dari harga
pupuk yang kita jual misalnya kita dari
pupuk gitu pupuknya itu kita per kilonya
itu bisa dihargai 3.000 sampai 5.000 eh
per5 kilo per5 kilo itu 3.000 sampai
5.000 gitu ya karena quality control-nya
kan tidak terlalu bagus ya kalau di bank
sampah itu kan kita tidak punya beda
sama pupuk yang dihasilkan secara
profesional Jadi biasanya memang
nilainya tidak terlalu tinggi e ee apa
dibandingkan dengan nilai yang di
lapangan ya itu Ibu kalau kita tuh
kemarin Coba
mensimulasikan kalau kita menjual dari
misalnya dari tadi ya 40 30 40 sekian
persen sampah organik itu kita jadikan
pupuk berapa uang yang bisa kita
hasilkan tinggal kita kalikan saja 3.000
atau 5.000 kali
sekian sekian ton gitu biasanya kalau eh
kompos itu dikomposkan itu akan
berkurang ee apa ee apa ya berkurang apa
itu namanya volumenya itu sekitar
80%enan gitu ya 20%-nya dia akan
berkurang jadi dia beratnya misalnya
jadi 100 dia akan mungkin hanya akan
menghasilkan pupuk sekitar 50 sampai 60
atau 75 kilo lah dari dari 100 kilo yang
dihasilkan karena ada ada pengurangan
volume itu tinggal dikalikan aja berapa
gu kalau kita mau bicara masalah itu mau
menjual apapun bebas karena ada value
yang kita kita jual bukan barangnya
sebenarnya seperti itu mungkin itu Mbak
Anisa Bu narsi semoga sedikit menjawab
kalau nanti membutuhkan hasil
dari prediksi gitu ya saya lupa berapa
rupiah-rupiah tapi Kami sempat
memprediksi gitu sekian ee sekian anu
jadi berapa rupiah keuntungannya nanti
bank sampah itu akan menghasilkan berapa
rupiah gitu kalau kita lihat pengepul
pengepul itu rata-rata dari bisa R juta
per bulan itu untuk pengepul kecil dari
mengepul sampah apa anorganik jadi Dar
dari menampung dari bank-bank sampah itu
dari pengepul itu pengepul saja ya Jadi
yang bank sampahnya kan memang
mendapatkan nilai yang lebih kecil ya
dibandingkan dengan yang e harga yang
pengeplu dapatkan itu di kota Jogja itu
pengepulnya rata-rata 20 jutaan per
bulan sampai ada yang 30 sampai 40
jutaan per bulan pengepul di kota Jogja
itu kemarin mahasiswa kami meneliti itu
untuk e pengepul-pengepul di kota Jogja
ya Mbak Oh iya baik eh terima kasih
untuk Ibu Rahma untuk jawabannya mungkin
eh pertanyaan dari ibu ini itu merupakan
pertanyaan penutup Bu dari sesi tanya
jawab kita pada hari ini ya saya ucapkan
terima kasih untuk e bu Rahma karena
telah membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing
bersama dengan Bapak Ibu peserta webinar
pada hari
ini kemudian eh terima kasih juga untuk
bapak ibu yang sudah aktif bertanya dan
Mohon maaf sekali Apabila ada pertanyaan
yang belum terjawab karena memang waktu
kita yang sangat terbatas sekali ya
Bapak Ibu sekalian baik eh kemudian
seperti janji saya di awal tadi saya
juga sudah ngantong ini nama-nama
pemenang yang beruntung pada pagi hari
ini untuk mendapatkan DP spesial dari
kami berikut untuk tiga nama
pemen yang beruntung untuk mendapatkan
DPR spesial dari kami Selamat untuk eh
ibu El kemudian ada Nilawati dan juga
yang ketiga ada Bapak jadi bagi pemenang
silakan bisa langsung menghubungi kontak
di bawah ini untuk melakukan konfirmasi
pemenang doorprice ya kemudian eh
mungkin selanjutnya saya juga ingin
menginformasikan nih terhadap Bapak Ibu
sekalian eh mengenai webinar yang akan
datang yaitu eh yang bertemakan
psikologi inovasi dalam pengelolaan
sampah yang akan dilaksanakan Eh pada
minggu depan yaitu 16 desember 2023 yang
Insyaallah ini menjadi webinar penutup
nih di tahun 2023 ini jadi ee mungkin
bagi Bapak Ibu sekali
yang berminat untuk mengikuti webinar
ini bisa langsung daftar sekarang di
link ee yang telah tertera di poster
atau bisa juga langsung menghubungi
admin kami melalui kontak person yang
tertera Iya baik eh kita telah sampai
nih di penghujung acara nih Bapak Ibu
sekalian Alhamdulillah hari ini kita
sudah belajar banyak sekali melalui
webinar optimalisasi peran serta
masyarakat dalam pengelolaan sampah yang
disampaikan oleh pemateri kita pada hari
ini yaitu Ibu Rahma banyak sekali eh
ilmu yang kita dapatkan pada saat
penyampaian materi yang disampaikan oleh
pemateri kita pada hari ini eh semoga
ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat
untuk kita semua baik eh Selain itu kami
juga ingin mengingatkan nih Bagi Bapak
Ibu sekalian untuk dapat mengisi yang
linknya sudah diare di kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi Eh dan sekali lag lagi saya
juga izin mengingatkan kepada Bapak Ibu
sekalian yang mungkin menginginkan
materi sekaligus sertifikat dan kemarin
mungkin belum sempat request itu dapat
mengisi Link yang sudah dikirimkan admin
kami melalui kolom Chat Zoom ya Bapak
Ibu
sekalian terakhir saya ucapkan terima
kasih kepada pemateri kita pada hari ini
yaitu ibu Dr surahma mulasari SSI mkes
yang telah menyempatkan waktunya untuk
berbagi dan juga sharing materi bersama
kami pada pagi hari ini lalu saya juga
mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr
hijrah perama Putra STM selaku founder
dari butik ulang Project Indonesia
sekaligus seketaris jurusan program
studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia dan juga
tidak lupa saya ucapkan terima kasih eh
kepada panitia dan juga peserta yang
telah berkontribusi dan sangat antusias
sekali selama kegiatan ini berlangsung
Semoga kita semua masih bisa bertemu di
webinar-webinar selanjutnya ya bak Bapak
Ibu sekalian Akhir kata saya selaku MC
sekaligus moderator memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama memandu
acara ini mungkin terdapat kesalahan
kata ataupun perbuatan saya Nana pamit
undur diri wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih Bu
Rah Iya Pak Eng saya pamit ngih Pak
Makasih mbak bapak IB sekalian matur
maaf kalau banyak
kurangnya Terima kasih Bapak Ibu
semuanya sampai ketemu
lagi