OPTIMALISASI PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
tkvfySke8Ug • 2023-12-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id webinarisasi peran serta masyarakat pengan sampah bersama pemateri kitaahari resmi untuk dibuka mudah-mudahan bermanfaat bagi mohon maaf jika banyak kekurangan dalam penyampaian pengantar ini dan pelaksanaan kegiatan mudah-mudahan terus kita bisa perbaiki meningatkanelayan kita kepadaapak i di we nya yang dilakukan oleh butik daur ulang dengan jurusan Teknik kelingkungan Universitas Islam Indonesia wabillah taufik wal hidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih untuk Bapak Hijr yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini eh bagi Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project Indonesia jadi semisal selama acara webinar ini berlangsung mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu sekalian juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami yaitu di Project Indonesia eh selanjutnya seperti biasanya Nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorpr spesial untuk Bapak Ibu sekalian yang beruntung doorpr ini diberikan Berdasarkan pertanyaan terbaik dan Instagram terunik selama webinar ini berlangsung untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk pemenang dua Story Instagram terunik akan kami Hubungi langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin ingin bertanya selama webinar ini berlangsung itu dapat sekali langsung memberikan pertanyaannya melalui kolom chat eh dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nantinya akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenangkan DP spesial dari kami baik mungkin tanpa berlama-lama lagi kita langsung akan lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi oleh pemateri kita pada hari namun sebelum itu Mari kita simak terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut [Musik] ini [Musik] Iya baik itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini selanjutnya saya mungkin akan menyapa pemateri kita terlebih dahulu nih Asalamualaikum Selamat pagi I Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Sara saya terdengar Mbak terdengar ibu oke nanti kalau misalnya agak putus-putus kabari ya Iya baik ibu ibu Gimana kabarnya hari ini Bu baik alhamdulillah alhamdulillah baik kalau begitu mungkin untuk efisiensi waktu kita bisa langsung saja mulai penyampaian materinya begitu ya Bu ya okeuk materinya waktunya kurang lebih sampai sekitar jam 1030 begitu ya Bu ya untuk Bu Rahma tanpa berlamalama lagi langsung saja tempat dan layar kami persilakan baik terima kasih e Mbak mohon izin share screen Bapak Ibu sekalian Apakah sudah terlihat Mbak Eh sudah terlihat ibu oke baik baik Bismillahirrahmanirrahim eh Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahu wa taala yang sudah memberi kita kesehatan keselamatan kenikmatan sehingga kita bisa berkumpul pada pagi hari ini kami ucapkan banyak terima kasih kepada eh panitia ini termasuk Pak hijrah Eh teman kami di ichmi walaupun dulu belum pernah ketemu Nggih Pak ternyata dalam beberapa forum itu kami eh dipertemukan dan alhamdulillah bisa sharing dengan orang-orang hebat di sana kami ucapkan juga terima kasih kepada Departemen teknik lingkungan UII yang sudah memberikan kesempatan kepada kami Mungkin Pak eh Kaprodi belum e tidak rawuh ngih tapi kami ee mohonkan salam kepada beliau Terima kasih atas kesempatannya untuk diberikan kepada saya bisa ikut dalam rangkaian webinar Sebenarnya dulu pernah juga ikut beberapa kali mengikuti karena memang topiknya sangat menarik dan saat ini berkesempatan untuk ikut sharing W Terima kasih sekali Pak hijrah ini untuk ee kesempatannya baik ee Ini dari kami saya mendapatkan materi terkait dengan peran serah masyarakat dalam pengelolaan sampah jadi Oh ya untuk diawal saya mohon maaf ngih kalau misalnya saya agak kecepatan gitu mbak Anisa nanti mohon dikode Nggih karena biasanya itu saya suka tidak kontrol gitu untuk karena anu ya banyak yang ingin disampaikan terlalu bersemangat dan seterusnya itu kadang-kadang suka EE bablas gitu baik kami sapa dulu untuk teman-teman yang ada di e webinar kami ucapkan terima kasih sudah bergabung semoga Bapak Ibu sekalian sehat hari ini Izinkan saya untuk Sharing beberapa pengalaman kami pada saat mengikuti gitu engak atau menekuni atau mungkin terlibat dalam pengolahan sampah jadi mungkin saya cerita dulu Bapak Ibu dulu awalnya tahun 2005 mungkin ng saat itu Eh pada saat itu tuh baru booming swakelola sampah saat itu mungkin sukunan kalau bapak ibu tahu itu adalah ee daerah swakelola sampah nomor satu di pertama ya pertama di Indonesia itu binaannya Pak Iswanto tahun 2004 Kalau tidak salah itu saya tidak salah ingat pada saat itu lalu kemudian di sana itu ternyata eh ketika kita apa kita lihat gitu ya saya saat itu kan brnya biologi biologi itu kalau bisa dibilang itu orang lab gitu ya Sain jadi sehari-hari itu di lab gitu lalu kemudian pada saat saya S2 awal-awal itu saya ambilnya di Kedokteran lah pada saat melihat e fenomena sampah itu ternyata itu banyak sekali yang bisa digali gitu dari keilmuan Saya yang dari biologi yang basicnya adalah laboratorium di di mikrobiologi itu ternyata ada kesempatan di sana artinya saat itu supervisor saya itu eh menyatakan seperti ini kamu jangan sampai kehilangan biground keilmuan gitu Padahal Bound keilmuan adalah biologi biologi lingkungan dan laboratorium mikro seperti itu lah ini apa nanti hubungannya aku mulai berpikir kemudian ternyata bisa terkait dengan bakteria ya mikrobia aktivator dan seterusnya lalu kemudian berjalannya waktu eh ketemu dengan kesehatan masyarakat ketemu dengan kesehatan masyarakat itu ternyata bertemu dengan orang antropolog bertemu dengan orang ekonomi bertemu dengan e orang eh psikologi kedokteran orang yang non kesehatan itu banyak sekali bahkan orang pendidikan dan semuanya itu menggarap sampah gitu menggarap sampah ee banyak banyak hal yang bisa digali gitu ya dari sampah itu kemudian Oh ini berarti saat itu tuh sampah itu berarti bukan hal yang anu ya bukan hal yang hebat gitu artinya semua orang tahu semua orang mengerti gitu belum lagi ketika kita ketemu gitu kalau sekarang kita kita bicara di masyarakat pasti kita Menanyakan gimana cara mengulas sampah itu sudah menjadi rahasia umum jadi oh mengulas sampah itu ada dikposkan di pilah ada bank sampah dan seterusnya itu ada pengepul banyaklah yang orang pasti tahu Jadi kalau kita mau mau apa ya mau eksklusif mengolah sampah jadi ahli sampah gitu Kayaknya Kok tidak tidak pas gitu Nggih seperti itu jadi eh mohon izin berbagi saya bukan bukan ahli seperti tadi disampaikan Pak Hijrah ya tapi memang di sana dan banyak hal yang bisa digali dan menarik seperti itu Bapak Ibu jadi dari semua eh sisi gitu ya Dari semua Sisi dari semua stakeholder itu ternyata bisa berperan sesuai dengan kapasitas yang masing masing dalam pengolahan sampah jadi dan dari orang yang intinya sekolah atau memiliki pendidikan khusus tentang pengolahan sampah misalnya kayak kami ya Di kesmas itu ada materi khusus atau mata kuliah khusus tentang pengolahan sampah dan limbah teknologi tepat guna bidang lingkungan dan seterusnya itu tuh intinya ya ngolah sampah seperti itu tapi ternyata tidak beda dengan apa yang pengetahuan yang masyarakat miliki jadi tidak eksklusif berarti itu jadi Jang e kalau misalnya mau menyatakan bahwa us jadi sampah itu eksklusif itu tidak gitu Jadi kita harus ee harus legowo gitu ng sharing dengan banyak orang orang sudah banyak yang tahu dan kemudian yang adanya sharing bukan bukan saling apa ya bukan saling balapan atau saling eh mengalahkan seperti itu tuh pengalaman saya jadi ketika ketika kita mengolah sampah di masyarakat saya malah banyak belajar dari masyarakat sendiri mereka punya modifikasi-modifikasi mereka punya kearifan lokal mereka punya eh inovasi-inovasi yang mereka temukan saat mereka menghadapi masalah dan ternyata masalah di antara komunitas satu dengan komunitas yang lainnya itu berbeda-beda yang di sini ada masalah tempat di tempat yang lain mungkin masalahnya berbeda dan itu mereka berusaha untuk memecahkan permasalahan itu dan itu menarik untuk digali Bapak Ibu sekalian atau mungkin ini ada teman-teman ya Yang yang apa teman-teman mahasiswa dan e ada peneliti ada yang lainnya jadi kita bisa sharing dengan banyak hal di tempat ee di di masyarakat Jadi mereka itu justru sangat kreatif karena mereka apa menemukan masalah langsung dan mereka berusaha untuk mengatasi permasalahan langsung dan Kemarin pada saat kemarin baru tanggal 5 Desember kemarin itu kami eh berkesempatan untuk ikut berperan serta dalam kegiatan dlh kota Jogja di mana ada dari pusat sampai ke sampai ke anu ya Ee ke organisasi yang digerak oleh masyarakat yaitu forum bank sampah yaitu Ya intinya program masyarakat ya bukan dari pemerintah itu ternyata permasalahan sampah itu gitu dari kami yang kami simpulkan itu tidak tidak akan selesai sampai kapanp kalau nanti sudah bagus pun ternyata masih ada hal-hal yang perlu digali tidak akan selesai kok tanya gimana permasalahan sampah ah itu adalah permasalahan yang tidak akan pernah selesai seperti itu Nah sekarang di Jogja ini baru eh kita seperti terkena bahas jaw itu kepentok gitu ya apa ya tersudut gitu ditemukan fenomena bahwa Oh sekarang ini eh darurat sampah kota Jogja kemarin kami mendapatkan info di tanggal 5 itu juga bahwa ternyata besok tanggal 1 1 Januari itu permanen TP ditutup unuk dan untuk Bantul seperti itu kemudian kalau kota Jogja masih dikasih spend waktu sampai Kalau tidak salah Mei itu untuk bisa membuang sampahnya karena memang kota Jogja tidak memiliki lahan gitu ya untuk mengolah sampahnya dengan cepat sekarang kota Jogja baru berbenar dan kemarin memiliki beberapa beberapa terobosan untuk pengolahan sampah dan menariknya Bapak Ibu kemarin dari forum bank sampah itu ternyata ada pengurangan sampah yang cukup signifikan jadi dari tiga ton yang dibuang ke TP apiungan dari kota Jogja itu tinggal 150 yang harus dikelola sampai ke TP apungan ya harus dikelola dikelola pemerintah gitu ya terus yang lainnya ke mana 150-nya lagi ke mana ternyata yang 50-nya itu di 50 ton ya per hari itu diselesaikan oleh bank sampah kalau menurut data yang disampaikan kemarin oleh Pak aman ya sebagai eh ketua forum koordinator bank sampah itu seperti itu Jadi mereka bisa men selesaikan 50 50 ton ee sampah per per harinya gitu Jadi itu kan cukup banyak dan itu per sa masyarakat masih ditingkatkan masih perlu ditingkatkan lagi dan perlu bekerja sama dengan yang lainnya untuk bisa meningkatkan lagi sehingga nanti kota Jogja itu 150 itu bisa benar-benar teratasi nah ini juga data yang saya sampaikan di slide Itu juga kami dapatkan kemarin dari ee pusat ya dari eh Kemen LH k ya bahwa ini yang saya blok warna hijau di sini Bapak Ibu jadi Ternyata Dari penelitian atau dari hasil yang data-data yang ada di pusat sana paling besar itu Sisa makanan lihat 41% ng kemudian di sini juga eh sebentar di sini ada 41% itu paling besar yang lainnya itu tersebar kemudian ada rumah tangga ya ini yang mungkin nanti kita akan jadi dasar untuk kita Lukan diskusi pada pagi hari ini sisa makanan itu berarti organik ya Bapak Ibu kalau kita bicara masalah sampah organik berarti pasti dipikiran kita langsung berpikir Oh dikposkan atau dibuat pupuk atau dibuat media tanam atau dilak atau dikonversi menjadi energi misalnya seperti itu Jadi saya sisa makanan dan itu paling besar kemudian di yang di e bagian satunya yang ini di diagram p1nya itu yang bagian kanan itu kontributor paling besar dalam pengolah e dalam kontribusinya menghasilkan sampah itu rumah tangga 38%. Nah dari ini Bapak Ibu berarti bisa menjadi dasar pemikiran kita bahwa ternyata rumah tangga kalau kita selesaikan permasalahan itu di rumah tangga 30% sampah 38% lah 40% sampah itu bisa teratasi berarti yang perlu dikelola oleh pemerintah yang perlu dikelola oleh negara itu semakin sedikit karena selesai di rumah tangga seperti itu kalau itu bisa dikelola nih ya fakta ini terus kemudian sisa makanan Oh Ternyata sisa makanan dan ini dari rumah tangga juga dari ee dari apa ya sisa makanan Kemudian dari sampah hijau misal daun-daunan dan seterusnya di sini belum tapi memang ada kontribusi dari eh perhotelan kafe rumah makan dan seterusnya ya tapi memang sisa makan dan ini bisa dikelola dasar ini Bapak Ibu kita ee bisa apa ya bisa membuat garis gitu ya membuat garis Oh berarti kalau kita mau mengelola di tingkat rumah tangga partisipasi masyarakat ini dikelola gitu dengan dua sisi ini dikelola maka itu bisa bisa bisa menyelesaikan hampir separuh gitu permasalahan sampah di Indonesia ini oke lah ini Ini juga data yang kami dapatkan kemarin Nah di sini kalau data di seluruh Indonesia itu sampah terkelola itu 62% 62% koma sekian gitu Nggih nah ini yang eh pengurangan sampah itu berkontribusi pada 14% sekian jadi kalau kita mengolah sampah itu kan harapannya bukan menghasilkan sampah yang banyak kemudian bukan dikelola bukan seperti itu konsepnya tetapi mengurangi sampah jadi mengurangi produksi sampah berarti kesadaran masyarakatnya itu bukan mengolah e mengolah sampah yang dihasilkan Jadi seringkiali sekarang itu salah kaprah pemikiran kita jadi kalau kita itu bisa mengolah sampah dengan baik berarti boleh dong kita menghasilkan sampah sebanyak-banyaknya toh bisa dijual toh bisa dibuat didaur ulang misalnya Ath bisa dibuat kompos dan seterusnya bukan seperti itu ee konsepnya tetapi konsepnya adalah kita mengurangi timbulan sampah G ya sehingga nanti yang dikelola lebih ee sedikit jadi salah satu indikator pengolahan sampah berbasis masyarakat apapun nanti bentuknya misalnya nanti ada yang bank sampah sodqah sampah ataupun nanti ada yang pihak-pihak swasta itu nanti mengelola sampah dengan modelnya masing-masing itu bukan menghasilkan sampah yang sebanyak-banyaknya jadi k itu kalau Bang sampah itu ee seringkiali itu kita lihat Oh sampah kita banyak penjualan kita meningkat itu senang dianggap itu indikator keberhasilan tapi sebenarnya bukan itu indikator keberhasilannya Justru malah ketika sampah yang dijual itu semakin sedikit dengan partisipasi yang yang banyak jadi ee berbanding yang menjadi anggota atau nasabah dari bank sampah itu semakin banyak tapi sampah yang dijual yang masuk ke bank sampah itu semakin kecil berarti edukasi untuk ee mengurangi sampah kepada masyarakat itu bisa berhasil Jadi bukan sampahnya banyak menjual banyak dapat untun banyak itu yang sukses bukan tetapi yang justru volume sampahnya menurun di ee seluruh komunitas tersebut ini jadi ini pemikirannya eh kemarin juga disampaikan oleh banyak pihak ya saya saya mendapatkan sharing Dar dari sana sini seperti itu ketika berkumpul dengan orang-orang penggiat dari mulai masyarakat yang terjun teknis dari dan sampai ke saya gitu ya Kalau saya itu saya menganggap hanya saya itu pengamat gitu bukan bukan praktisi karena kami tidak punya kontribusi yang besar terhadap pengolahan sampah secara R yang punya kontribusi besar yang yang Pah wanpahlawan sampah itu adalah yang di komunitas yang ada di masyarakat yang menangani langsung permasalahan itu bukan kami Bukan saya Bukan saya ya mungkin kalau eh yang lainnya Kayak misalnya Pak Iswanto atau mungkin Pak Bambang Suda atau mungkin pak hijrah yang punya e apa ini daur ulang kataadi ya projek daur ulang ini yang punya kontribusi langsung seperti itu secara komunitas itu mungkin itulah pahlawan-pahlawan eh sebenarnya untuk e untuk pengolahan sampah ini untuk permasalahan sampah ini kalau saya itu saya saya kok saya menyebut saya diri saya itu adalah kok hanya sebagai pengamat Ya saya cuma baru sampai situ ya levelnya gitu Saya hanya memberikan ide-ide memberikan hasil riset dan seterusnya tapi belum punya peran secara real tuh tapi ya Ee Kami mencoba untuk berperan sesuai dengan kami masing-masing yang paling anu tuh ya mungkin di rumah tangga saya sendiri kemudian dari program-program pengabdian masyarakat yang kami miliki dari program dalamisasi riset yang kami miliki mungkin dari situ tapi untuk berkontribusi langsung sepertinya Kok saya ee belum sampai ke tidak sampai ke belum sampai ke level itu tapi saya berharap semoga suatu saat saya bisa punya kesempatan untuk bisa berperan serta aktif gitu dalam kegiatan-kegiatan yang bisa ee memberikan nilai lebih kepada masyarakat baik ini Bapak Ibu kalau eh kami melihat dari sudut keilmuan kami ya kesehatan masyarakat seperti itu nah ini kalau kita melihat dari banyaknya sampah Kemudian dari ee kondisi di TPA di TPA gitu ya tempat pembuangan akhir itu yang ada adalah pencemaran air pencemaran tanah pencemaran udara kemudian ada tambahan estetika ada tambahan ee ketidaknyamanan ada Ada apa ya Ada kerugian finansial karena misalnya ada penggusuran atau ada ada bahaya ada bahaya itu misalnya ada longsor sampah dan seterusnya lah seperti itu kita lihatnya jadi Oh ternyata permasalahannya banyak ya di konsep kesehatan masyarakat itu karena kesehatan masyarakat itu kan tidak hanya bicara masalah sehat sakit gitu tapi ternyata bicara masalah produktivitas jadi orang masyarakat atau manusia itu bisa produktif produktif itu berarti dia nyaman dia tenang terhindar dari kemiskinan dia punya ee Dia punya semangat dan seperti itu termasuk dalam konsep kesehatan masyarakat makanya kesehatan masyarakat itu ilmunya gado-gado kalau saya sering bilang kepada mahasiswa saya itu psikologi ada antropologi ada pendidikan ada teknis misalnya teknis kayak komunikasi teknis leadership pembuatan media kemudian laboratorium kemudian selain yang Temat kami itu intinya adalah surveilance pengolahan data dan set Harusnya itu kami diberikan semuanya jadi memang Oh ternyata lingkupnya itu luas ya di sana ya kita bisa mengambil atau berkolaborasi dengan siapa saja untuk mengatasi permasalahan ini oke lalu di sini hah masuk ke dalam konsep kesehatan masyarakat kesehatan lingkungan ternyata membawa penyakit G ada lalat ada tikus ada asap kemudian ada ee pencemaran air yang itu bisa berdampak kepada ya akumulasi zat-zat kimia kemudian ee kerusakan-kerusakan sistem dalam tubuh kita penyakit menular dan seterusnya berarti kan ini butuh butuh penanganan gitu tidak tidak sem tidak semata-mata kita melihat dari apa yang disampaikan dari ee dari sekitar kita gitu ya oh sampah itu e butuh apa ya Ee bersih gitu ya bersih tapi ternyata butuh dibersihkan butuh dikelola tapi ternyata di sana itu banyak efek-efek sekunder yang tidak mungkin tidak ee diketahui gitu ya secara secara masif seperti itu untuk pelaksanaannya jadi ketika ketika kemarin itu kita melakukan banyak studi studi di apa di masyarakat gitu itu ternyata gap-nya ini gap dari pengolahan sampah kalau kita kita kita ambil gitu ya kita observasi kita survei gitu Dari sekian responden yang kita ambil dari berbagai tempat Kami coba mengambil dari berbagai tempat dari lingkup yang EE suasananya pedesaan dari suasana perkotaan di tengah di apa di tengah Perumahan sampai ke apa apa sosial masyarakat yang berbeda ke tingkat pendidikan yang berbeda itu ternyata kalau masalah teknis Jadi bagaimana mengolah yang benar atau apa persepsi mereka terhadap sampah yang yang menumpuk terus kemudian ee pengetahuan mereka itu ternyata tinggi Artinya mereka tahu gitu tingkat pengetahuannya tinggi tapi ternyata yang ada gap itu adalah mereka tidak tahu atau masih kurang gitu ya bukan tidak tahu masih kurang terhadap konsep set efek dari pengololaan sampah tersebut jadi kalau kita dari pemerintah kita ini kemarin juga saya sampaikan kepada kepada forum pada saat di ee forumnya di LH itu semua orang semua orang di sekitar kita pada saat ini pun gitu ya pada saat ini pun itu semuanya itu hanya berfokus kepada Bagaimana mengurangi sampah teknis guu teknis mengurangi sampah entah itu dengan teknologi entah itu dengan pengomposan dengan segala macamlah teknik itu semua dikeluarkan gitu semua dicobakan ee tapi Kemudian pada saat sampai ke satu titik bahwa Oh Ternyata kita pemerintah enggak bisa sendiri Oh ternyata pemerintah harus menggandeng swasta harus menggandeng industri pengolah ee penimbul sampahnya harus menggandeng masyarakat Oke dalam anu masyarakat harus diganding ternyata ada gapnya apa masyarakat itu diajari oleh oleh ee apa ya oleh orang-orang tadi ya mungkin oleh pihak-pihak yang peduli terhadap bencana sampah ini pengolahan sampah ini diajari Bagaimana caranya mengolah sampah dengan benar gitu diajari mengolah sampah dengan teknik yang benar maksud kami seperti teknik yang benar tapi ternyata yang belum tersentuh adalah bagaimana cara mereka merawat dirinya sendiri merawat keluarganya merawat masyarakat di sekitarnya terkait dengan resiko kesehatan masyarakat dan resiko kesehatan lingkungan gip-nya itu jadi orang hanya hanya menyampaikan masalah kayak gini loh Kak ada sampah organik diginiikan loh ada sampah anorganik seperti ini loh cara pengolahannya bank sampah kayak gini loh seperti itu tetapi ternyata nyata mereka tidak membahas masalah Bagaimana toh biar ee TPS gitu sehat Bagaimana toh biar masyarakat yang mengolah sampah itu tidak masyarakat di rumah yang mengolah sampah yang memilah yang mengomposkan yang kemudian harus ee menimbun sementara sebelum dijual itu tidak terkena resiko ee penyakit akibat sampah tadi seperti itu oke itu sebagai konsep berpikir ee kami terkait dengan permasalahan kesehatan masyarakat lalu kita akan membahas ee terkait dengan akar permasalahan permasalahan sampah secara umum ya ini sudah juga kita ketahui bersama bahwa jumlah penduduk meningkat sekarang ini ada gaya hidup ada budaya yang sudah semakin berkembang di tempat kita ternyata itu mengakibatkan konsumsi kita bertambah atau konsumsi kita berubah gitu jadi ee akhirnya sampah Jenis sampah volume sampah itu naik diimbangi gitu ya akhirnya menyebabkan kurang lahan untuk tpsa e untuk TPS sementara ataupun untuk tpsa tempat pembuangan akhir J ini kita tidak tahu apakah kita nanti akan membuka TPA baru atau akan mulai menambang TPA kita yang TPA piungan itu atau mau seperti apa kita akan mengolah nanti itu kita belum ee belum tahu apa strategi pemerintah untuk meng asinya yang kami tahu bahwa sekarang pemerintah provinsi kota Jogja eh provinsi Jogja eh Provinsi DIY itu sudah tidak lagi menganggarkan permasalahan sampah permasalahan sampah itu sudah diberikan kepada masing-masing kabupaten kota jadi anggaran itu ada di masing-masing kabupaten kota dan itu apa ya melipat gandakan gitu ya melipat gandakan eh anggaran dari yang sampai berapa Yang kemarin itu disampai oleh Pak segda kota Jogja itu mungkin sampai sekian eh 300 300% dari dana yang sebelumnya seperti itu jadi karena sudah diserahkan kepada eh Pemerintah kabupaten kota lalu ini solusinya apa dengan cara seperti ini kita harus berpikir agar eh biaya dikeluarkan semakin sedikit gitu lalu kemudian permasalahannya selesai jadi kalau bicara masalah sampah ini kami Di ingat permasalahan kesehatan Jadi kalau ada Ada apa ya Ada jargon di dalam kesehatan itu orang apa ya kalau anu tuh intinya dulu ada jargon Orang miskin dilarang sakit gitu ya Kenapa karena kalau sakit itu daripada mencegah itu biayanya berkali-kali lipat dan pada saat sakit itu Eh kita tidak bisa produktif tidak bisa bekerja tidak bisa eh menghasilkan gitu kita hanya fokus kepada penyembuhan dan penyembuhan itu biaya yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan pada saat dulu mencegah seperti itulah sama dengan permasalahan sampah ini ternyata kalau kita masukkan ke dalam permasalahan sampah itu sama ya bahwa sekarang sudah jadi masalah itu kalau tadi berdasarkan dari yang disampaikan Pak Sekda Pak aman itu ternyata biayanya tuh berkali-kali lipat untuk mengatasi permasalahan sampah itu daripada kita fokus anggaran yang diperlukan untuk edukasi untuk mencegah untuk preventif gitu ya untuk preventif agar tidak terjadi permasalahan sama oke lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai ee anggota dan masyarakat lah ini kalau ee berdasarkan dari kegiatan kami dari ee kampus melibatkan mahasiswa lalu kemudian dengan bekerja sama dengan pihak lainnya Dan juga belajar dari kunjungan-kunjungan ke tempat-tempat yang memang asik gitu ya untuk menjadi tempat belajar itu yang paling bagus untuk pengolahan sampah ee adalah pengolahan sampah berbasis komunitas jadi pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas untuk pengolahan sampah alurnya semua juga sudah tahu bagaimana sih cara mengolah sampah gitu ya ini saya ee sedikit Mungkin sedikit anu ya sedikitulang gitu ya apaap yang sudah Bapak Ibu bisa ee ketahui dari membaca di banyak informasi di luar sana bahwa pertama itu untuk mengolah sampah termasuk pengolahan sampah di masyarakat itu pasti pemilahan sampah dulu memilah sampah berdasarkan jenisnya karena dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya itu kita bisa menentukan pengolahan sampah yangepat gitu kalau kita mau mengajak masyarakat atau komunitas untuk mengolah sampah dengan meluncurkan teknik tertentu teknis pengolahan sampah tertentu teknologi tertentu dan seterusnya tepat guna ya Tapi itu harus sesuai dengan jenis sampahnya itu walaupun sekarang nanti kita nanti akan bahas juga ternyata permasalahan sekarang itu setelah kita darurat sampah ini permasalahan yang didapatkan oleh kota Jogja bantol gitu Sleman itu adalah sampah residu Nah nanti itu juga kita akan bicarakan sampah residu itu seperti apa kemudian pewadahan e sebelum dijual sebelum ke bank sampah sebelum ke ke apa ya ke pihak ketiga misalnya untuk pengolahan sampah itu di rumah tangga itu harus melakukan pewadahan terlebih dahulu memilah diwadahi sesuai dengan jenisnya lah pewadahan ini eh membutuhkan jeda waktu artinya membutuhkan waktu waktu tinggal di rumah membutuhkan waktu tinggal di rumah misalnya 2 hari sekali baru ke bank sampah atau ada bank sampah yang satu mingguan ada bank sampah yang 1 bulanan sekali ada yang mungkin ee 3 bulan sekali itu juga masih ada itu kita butuh dulu stay sampah-sampah Itu butuh dulu di rumah kita dulu ngendon dulu di rumah kita ada waktu tinggal lah waktu tinggal itu di sini ada resiko bapak ibu ada iko kesehatan masyarakat kalau kita lihat dari kat serangga bisa roden bisa hewan dan seterusnya ini sepertinya internet saya tidak stabil kalau nanti suara saya putus-putus mohon diinformasikan ya Mbak Anisa Iya baik ibu tadi agak-agak putus-putus cuma sekarang sepertinya udah baik lagi Bu oke Atau saya boleh anu eh apa offc aja ya Oh boleh G oh heh Nanti nanti saya buka tutup kamera ngih biar nanti kalau misalnya pas ada ada notif sinyalnya buruk nanti kami tutup kameranya mohon izin baik kemudian pengumpulan ke TPS itu kalau misalnya kita bilang ada TPS TPS ya dari rumah itu setelah dari rumah nanti ada TPS kalau eh nganu ya mungkin kalau sekarang ya nganu ya apa kalau sekarang mungkin ee bank sampah gitu ya jadi s ada waktu tinggal juga walaupun sekarang ada bank sampah yang begitu dikumpulkan gitu langsung Panggil pengepul jadi langsung bersih hari itu juga jadi transaksi di hari itu pengepul diambil di hari itu sehingga tidak ada waktu tinggal di eh TPS atau di bank sampah itu Tapi kan tetap ada waktu tinggal di tempat masyarakat nah ini resiko di ee masyarakat atau orang-orang yang mengolah sampahnya karena tadi di sana mungkin lokasinya rumahnya itu berdekatan dengan orang lain tidak punya halaman lalu Kem kemudian Ee tidak punya mungkin di dalam rumah menyimpannya karena memang tidak punya Space lagi di luar rumah lah kayak gitu itu kan beresiko apalagi kalau tidak kalau kita misalnya kita tidak bersih membersihkan sampah idealnya dicuci dulu dikeringkan dulu itu effortnya berapa kadang-kadang ya kita tunggu dulu sampai ini kalau saya pribadi ya kadang-kadang kita tunggu dulu sampai ngumpul tig empat atau lima botol gitu baru kita cuci gitu biar enggak sekali cuci kayak gitu itu saya pada rilnya di pada saat kenyataannya di ee masyarak eh saya yang saya lakukan oh ternyata kayak gini ya ternyata enggak semudah teori ya gitu pada saat melaksanakannya Oke kemudian diangkut lah pengangkutan ini Ini Membutuhkan effort juga membutuhkan eh apa ya membutuhkan cara tersendiri juga kenapa karena ternyata pengangkutan itu pun beresiko kalau dari resikonya misalnya nya ada Ada apa ya kalau kalau di bagian kesehatan kerja itu kan di situ mungkin ada benda tajam ada yang ada kemungkinan bisa tertusuk tergores kemudian ada infeksi belum lagi kalau ya ini kalau zaman dulu ya 2005-an 2005 2007 itu ee misalnya kayak infeksi yang menular karena karena misalnya dulu ada jarum Sun misalnya gitu ya jadi ada jarum suntik atau apa gitu kan Kalau ada penyakit dulu itu hivh itu menular karena jarum suntik itu ada yang oleh pengangkut sampah pengangkut sampah itu terkena hivs karena terkena jarum yang terkontaminasi mungkin digunakan gitu ya oleh orang yang berhvs jadi dia tidak memiliki perilaku menyimpang yang berisiko untuk hivs tapi dia ternyata pengolah sampah dia tertusuk gitu lah itu itu di kesehatan kerja ya jadi di sana ada resiko besar kecilnya nanti bisa dianalisis resikonya besar atau kecil nanti ada ada konsepnya sendiri ada analisis resiko ya tapi itu ada resiko kemudian setelah itu nanti setelah pengangkutan kemudian dia pada saat penyortiran pengepakan penjualan itu juga juga juga ada ee resiko-resiko yang ada di sana kalau ini sudah dilaksanakan sebenarnya secara teknis kan sudah selesai ngih Bapak Ibu permasalahnya sudah selesai sampah anorganik selesai dijual dipindahkan ke eh daur ulang misalnya industri-industri daur ulang sampah organiknya dikomposkan Oke selesai secara teknis tapi ternyata ee ketika kita lihat dari kacamata kesehatan masyarakat itu di dalamnya itu ada resiko-resiko besar kecilnya tergantung dari analisis Resiko yang nanti akan di ee dilakukan Mungkin tempat pertat itu bisa berbeda-beda Oke ee Ini hasil dari daerah-daerah yang mengolah sampah daerah-daerah yang yang berpartisipasi dalam mengolah sampahnya secara mandiri daerah-daerah ee ini kami ambil dari beberapa anu ya dokumentasi ada yang sudah lama sekali dokumentasinya ada yang diambil dari beberapa tahun dan juga ada beberapa yang informasi dari internet e di sini ini daerah ini daerah-daerah perkampungan kita bisa perkampungan di daerah perkotaan lah kita bisa bayangkan daerah-daerah ee pemukiman di ee di perkotaan gitu ya yang dengan tempat yang Apa mungkin jalanan Gang kemudian tempat akses jalan yang sempit rumah-rumah yang saling berdempetan halaman rumah saya adalah halaman rumah dia seperti itu misalnya kayak gitu Jadi ini di sini Ee Kita bisa lihat Oh dengan tipe komunitas yang seperti ini kemudian nanti saya kemudian ini ee Ini ada apa ee pengol ahan mekanisme pengolahan sampah Ya ini yang kita bisa lakukan di daerah-daerah tersebut tadi jadi kita bisa menggunakan keranjan takakura bisa menggunakan bak-bak modifikasi komposer bisa melakukan pemilahan kemudian dijual lalu kemudian kita bisa juga ee menggunakan menggunakan beberapa teknologi ataupun konsep gitu ya konsep kesehatan masyarakat ataupun apapunlah yang kita bisa Sampaikan ke masyarakat untuk mengurangi resiko eh mereka mengolah sampah ataupun meningkatkan kapasitas mereka dalam mengolah sampah sehingga mereka bisa mengolah sampahnya dengan baik kemudian ini bank sampah mekanismenya sudah kita ketahui bersama bahwa nanti ada masyarakat itu berperan sebagai nasabah seperti kita konsepnya sama seperti di bank sampah di bank transaksi di bank gitu ya kita membawa eh sampah sebagai ganti uang Kemudian dari teller itu mencatat kemudian mengkonversikannya dalam bentuk uang nanti pada waktu tertentu dia bisa menguangkan kembali atau mengambil uang itu sebagai sebagai bentuk tabungan dia sekarang berkembang ada yang namanya sodqah sampah jadi kalau eh kami B Kalau saya mengikuti kegiatannya Muhammadiyah itu adalah kegiatan sodqah sampah jadi dari basisnya masjid basisnya masjid basisnya musala basisnya adalah Aum ya Aum itu anu ya eh organisasiorganisasi di bawah Muhammadiyah jadi di sana bisa di sekolahan bisa di rumah sakit bisa di komunitas di keraneng cabang itu mengolah mengelola sampah dengan sistem sodqah sampah se itu ataupun sistem-sistem yang lainnya ada yang ada yang ee di sekolah itu misalnya anak di tempat anak kami sekolah dulu itu sebelum covid itu sempat ada program itu kita membawa sampah membawa minyak jelantah ke sekolah kemudian anak-anak ditukar dengan ditukar dengan buku tulis dengan pensil dengan bahan barang-barang untuk sekolah lah seperti itu apapun itu bisa dilakukan untuk sampah anorganik nah di masyarakat bisa bank sampah sodqah sampah kalau bank sampah itu kan uang kembali lagi ke ke penabung atau pengelola sampahnya harapannya dengan iming-iming dalam tanda kutip ya iming-iming uang uang mereka bisa menghasilkan uang tuh mereka bisa tertib karena kalau tidak ada imbalannya kadang-kadang orang yang tidak sadar itu dia lebih memilih itu juga Har dari penelitian Kami lebih memilih bekerja membayar retribusi dibandingkan dengan mengolah sampahnya secara mandiri karena katanya itu tidak Kalau bahas Jawa tidak cuocok gitu effortnya tidak sebanding dengan hasil yang dia dapatkan jadi Ternyata kalau dilihat dari riset iming-iming mendapatkan eh uang dari menjual sampah itu bukan menjadi prioritas utama atau faktor pendukung utama mereka mengolah sampah Jadi mereka itu giat mengolah sampah itu faktor utamanya Ternyata bukan ekonomi karena kalau ekonomi itu effortnya tidak sebanding dengan eh apa model yang dia keluarkan gitu Ya intinya seperti itu baik itu tenaga sana prasarana dan yang lainnya jadi kalau diiming-iming itu ya Jadi tidak tidak tidak berhasil gitu Kenapa kok banyak bank sampah yang nasabahnya enggak tambah-tambah kenapa kok banyak bank sampah yang kemudian tutup Kenapa banyak organisasi swakelola sampah atau komunitas itu banyak yang setahun 2 tahun itu bagus kemudian ee kemudian gulung tikar seperti itu jadi dari Kalau kemarin tuh disampaikan dari 666 ee bank sampah di kota Jogja itu ternyata yang aktif itu yang aktif itu ee 400-an sekian maksudnya aktif tuh dalam artian aktif bergerak seperti itu nggih seperti itu jadi ya memang motivasi utamanya jangan uang tapi ini tambahan tambahan yang diperoleh ketika dia mengolah uang lalu kemudian kalau konsep pendekatan agama ya sodekah sampah tadi itu enggak harus punya uang untuk sedekah dari sampah kita pun sedekah gitu tapi karena namanya sodekah berarti yang harus militan selain dari yang sodekahnya gitu adalah yang pengelolanya berarti dia hanya punya sodekah waktu sodekah ee tenaga niat dan seterusnya untuk mengolah sampah karena apa Karena ya sodqah tadi itu imbalannya beda imbalannya religius imbalannya keyakinannya Beda lah ini nah ini Kemarin kami ada ada riset ya membandingkan antara yang modelnya sodqah sampah dengan yang modelnya bank sampah itu ya tidak berbeda terlalu jauh tetapi orang-orang ternyata lebih antusias gitu ya yang atau lebih bersemangat gitu lebih lebih bersemangat ikut berpartisipasi ketika modelnya sodqah sampah seperti itu jadi masyarakat kita itu ya tadi ee nilai religius itu ternyata membawa lebih lebih besar membawa efek untuk dia mau mengolah sampah nah ini terus kemudian dari rumah rumah bebas sampah gitu ya Bapak Ibu bisa memulai dari tempat masing-masing misalnya di daerahnya tidak melakukan swaklola sampah atau tidak melakukan pengolaan sampah secara komunitas ya di rumah dulu gitu di rumah kita dulu susah Bapak Ibu mungkin tidak konsisten juga enggak apa-apa daripada tidak sama sekali Jadi kalau melihat dari dulu cerita dari sukunan dari Pak Iswanto karena kami selalu membawa mahasiswa kami untuk kunjungan ke sana gitu Nggih itu tuh awalnya itu tertarik dengan eh foundernya sukunan itu untuk mengolah sampah di rumahnya sendiri lalu kalau udah tertarik kemudian masyarakat mencoba untuk eh cari tahu gitu ya kurius gitu kemudian dia ada sharing ada anu ngajak-ngajak komitmen beberapa orang baru kemudian ee mengajak orang lain masuk ke perkumpulan menyamakan persepsi menyamakan semangat dan seterusnya baru kemudian bisa jalan lah jalan itu bapak ibu eh ee jalan itu tidak selalu mulus ternyata jadi dari 300 sekian orang itu yang ikut bergabung itu hanya yang ikut bergabung berperan serta itu ee cuma sampai 80 rumah misalnya kayak gitu lalu kemudian tidak bisa semua masyarakatnya itu bergabung lah itu kami buktikan juga di daerah-daerah lain ketika ada swaklola sampah atau ada Bang sampah ternyata hanya sekitar 50 40 sampai 50% itu dari penelitian banyak ya itu yang bergabung menjadi nasabah bank sampah tidak semua masyarakat yang di sana kecuali ini kecuali ada ada effort khusus ada peran ada peran leader ada dukungan duukungan apa ya dukungan ee faktor pendukung faktor penghambat gitu nanti kita akan bicarakan di belakang tapi ternyata ada seperti itu Jadi kalau kalau kita akan mengolah sampah di masyarakat itu ya Jangan menunggu dulu dari komunitasnya itu bergerak tapi coba kita lakukan dulu nanti siapa tahu ada yang tertarik Kemudian dari muncul satu visi kan kalau kita mau melakukan suatu sesuatu bersama itu ya visinya harus sama dulu gitu kemudian nanti Oh kita punya tujuan yang sama baru kita nanti bergerak secara Sinergi Kalau tidak itu ya di manapun teori organisasi di Manap pun teori eh komunitas di mana pun tidak punya visi misi yang sama ya sudah gitu pasti akan gagal di tengah jalan itu sudah jadi teori umum kan seperti itu kemudian ini ada penataan yang sekarang itu kalau apa Eh kalau dulu sungai itu menjadi halaman belakang sekarang sungai itu menjadi halaman muka dari rumah-rumah di daerah sepanjang pemukiman ni jadinya akhirnya mereka ya Secara naluriah ya orang kan ingin ingin eh halaman rumahnya bersih ingin nyaman pulang ke rumah itu ingin jadi tempat istirahat bercengkrama dengan eh keluarga menurunkan kestresan di tempat kerja dan harusnya gitu Ya penginnya ya rumah itu nyaman gitu nyaman bisa optimal untuk untuk recovery F dan recovery mental jadi dengan mengambil mengambil apa ya mengambil eh celah di sana kemudian pemerintah memberikan program bahwa halaman rumah sekarang yang di tepi sungai rumah-rumah di tepi sungai itu harus menghadap ke sungai semua harapnya Nanti orang jadi risih gitu kalau sungainya kotoru dan seterusnya oke terus kemudian ini ya mereka ini punya punya ee punya Jadi mereka ya nyaman di depan rumah kemudian walaupun pinggirnya sungai tidak ada bau bahkan ini kalau di sini kita lihat ada yang bisa ada yang EE cukup e nyaman untuk terjun atau bermain-main di Sungai oke itu tadi terkait dengan ee apa ya partisipasi masyarakat telah di dalam pengolahan sampah apa sija yang bisa dilakukan oleh masyarakat yang ada kemudian Bagaimana cara ee melaksanakannya lalu kemudian kalau terkait dengan manfaatnya apa sih manfaatnya melakukan pengolahan sampah nah ini e ee harapannya gitu ya dengan kita mengetahui manfaat swakelola sampah itu pikiran kita gitu pikiran kita itu ee ada benefit yang kita lakukan karena karena ternyata manusia itu makhluk transaksi jadi ada apa makhluk transaksi itu dia ada ada sesuatu yang dia keluarkan dia harus mendapatkan sesuatu gitu itu secara secara apa ilmu antropologi itu seperti itu Jadi ada eh manusia itu manusia itu makhluk sosial makhluk transaksi jadi ada eh kemudian ada reward and punishment gitu ya jadi ternyata manusia itu seperti itu Jadi kenapa kok ilmu antropologi itu penting untuk menggerakkan masyarakat menggerakkan partisipasi masyarakat apapun ee apapun anunya Ya apapun kegiatannya di sini kebetulan kita bicara masalah eh swakelola sampah jadi nanti ketika kita semuanya mungkin Bapak Ibu adik-adik menjadi penggerak di masyarakat kita harus memiliki memiliki teorinya sebelum memiliki pengalamannya harapnya seperti itu karena kan kita sudah banyak mengikuti sudah banyak membaca jadi kita punya teorinya dulu Oh ternyata se seperti ini ya kalau kita mau menggerakkan masyarakat itu gitu tidak semudah semudah hanya ajaak-ajak gitu konsistensi dan seterusnya itu perlu dijaga karena banyak kasus daerah swakola sampah itu setahun 2 tahun kemudian ketika sudah tidak ada harapan saya tidak ada pendampingan pemerintah tidak ada pendampingan kayak Akademi akademisi misalnya kan eh perguruan tinggi banyak ya yang punya tempat-tempat dampingan desa-desa Mitra atau tempat-tempat komunitas Mitra itu banyak lalu kemudian tidak ada tidak ada eh teladan gitu ya leadership langsung hilang gitu langsung eh beberapa tahun paling bertahan beberapa tahun kemudian dia colaps gitu atau mati suri lah paling gampang Tu mati suri besok lagi ketika ada pemanti kegiatan dia tumbuh lagi gitu Jadi bukan karena eh apa ya bukan karena kesadaran dia bisa konue gitu kembali ke manfaat ya Jadi nanti harapannya kita kita tahu manfaatnya dulu sehingga kita bisa tahu teorinya baru kita bisa mengajak kepada masyarakat atau keluarga kita atau lingkungan kita dulu paling yang paling dekat baik ini Bapak Ibu ee Mohon untuk fokus yang di saya blok kuning saja ini memang hanya beberapa hasil dari ee penelitian kami yang kami sampaikan di sini gitu untuk yang pertama keuntungan Apa saja sih yang bisa kita peroleh dari Pemberdayaan Masyarakat atau dari ee menggerakkan masyarakat untuk mengolah sampah ini kita ambil dari sisi public health sektor jadi lingkungan bersih dan sehat lingkungan bersih dan sehat otomatis nanti akan memberikan faktor pendukung eh support sistem untuk manusia melaksanakan kegiatannya dengan optimal kemudian perubahan gaya hidup jadi di eh public he Sector itu juga ada perubahan gaya hidup gaya hidup itu artinya gitu eh bergaya hidup sehat gitu ya jadi sama seperti kayak misalnya slogannya pemerintah sekarang germas gitu itu harus karena ada banyak banyak apa ya sekarang kesehatan yang EE penyakit tidak menular kayak obesitas jantung koroner dan seterusnya yaitu karena perubahan gaya hidup maka sekarang germas lah sama ternyata untuk sampah ini juga untuk sektor public health-nya ada perubahan gaya hidup jadi benar sekarang ini ketika kita menggunakan sosmet kita menggunakan e media-media informasi yang paling mudah diakses oleh masyarakat terutama untuk generasi-generasi muda mulai dari anak-anak remaja mungkin orang-orang yang orang-orang milenial lah milenial itu kan lahiran 80-an sampai 2000 11 ya kalau tidak eh I atus genz itu 2012 sampai Eh anu ya lahiran 2011 sampai mungkin lahiran tahun 2000-an sekarang ini genz lah itu kan eh membutuhkan media gitu mereka melek terhadap media lah Bagaimana caranya kita bisa ee mengubah gaya hidup mereka menjadi gaya hidup sehat Jadi kalau bahasanya public health itu adalah promosi kesehatan gitu ya promosi kesehatan jadi perubahan gaya hidup jadi mereka merasa bahwa Eh keren gitu mengola sampah tuh keren menggunakan apa ya menggunakan eh tumbler itu keren tidak tidak membuat e tidak air isi ulang gitu kemudian menggunakan ketika Belanja makanan menggunakan apa ya misalnya wadah-wadah kayak tpperware atau kayak kalau zaman dulu tu rantang gitu ya kita beli ke warung tu bawa rantang gitu bawa tpperware atau bawa tempat makan sendiri biar enggak ada plastik itu keren gitu kemarin saya mengikuti salah satu di tiktok Kalau tidak salah itu dia penyuka warna ungu jadi dia beli sayur beli sayur beli apa beli jangan apa jajanan beli makanan itu pakai segalanya ee Ungu gitu ya Tapi itu kan salah satu itu bentuk perubahan gaya hidup oh dia bangga nih menggunakan itu kemudian pakai tas-tas yang EE yang tidak tas-tas plastik untuk bel tidak menggunakan lagi tastas plastik untuk belanja tapi menggunakan tas yang bisa dipakai berkali-kali atau ya Karang sekarang bentuknya macam-macam cantik-cantik dengan segala macam gaya segala bentuk dari mulai kecil sampai besar dari merek yang merekmerek kayak misalnya merek-merek apa ya Adventure merek-merek adventuring gitu ya kayak Tiger atau apa Eh misalnya kalibre atau apa itu mengeluarkan yang kecil-kecil jadi kalau yang anak-anak yang punya itu jadi gaya hidup itu mereka menganggap itu keren gu kemudian terciptanya sistem pengolahan eh sampah berbasis masyarakat ini masih konsep public health karena itu tadi Kalau eh sampah itu merupakan bagian dari kesehatan masyarakat merelupakan bagian dari kesehatan lingkungan dengan kita menciptakan sektor pengolahan sampah berbasis masyarakat tadi itu ee kita harapannya apa ya menanamkan gitu kepada masyarakat konsep mohon maaf konsep kesehatan masyarakat Oh ini saya ke kepencat kemudian mengurangi beban pemerintah mengolah sampah ini kenapa kok menjadi sektor public health Karena pada saat Ee kita membuang sampah itu kan kita hanya memindahkan masyarakat ee sampah kita lain di tempat kita selesai permasalahan sampah gitu ya kita selesai kita bayar retribusi memindahkan sampah ke tempat yang lain ke TPA gitu ya kalau di sini ya itu selesai tapi ternyata pemerintah itu kan memiliki beban sebagai sebagai ee apa ya sebagai bentuk pemberi pelayanan kepada masyarakat dia harus ada pengolahan sampah perkotaan dari mulai menyediakan truk-truk sarana prasarana dan seterusnya sampai menyediakan tempat pembuangan akhir gitu itu biayanya berapa lah kemudian Nah kalau Biayanya berapa gitu ini kemarin ini juga kita relatekan dengan yang disampaikan Pak aman Kemarin pada saat Eh anu ya beliau itu Seda kan tapi juga eh forkom ketua forkomnya Bang sampah Jogja beliau itu mengatakan seperti ini Jadi sebenarnya orang-orang pejuang sampah beliau apa menyampaikan kepada para pengelola bank sampah itu tu kalianlah itu benar Bukan hanya pejuang lingkungan Tetapi kalian pejuang kesehatan pejuang pendidikan pejuang ekonomi gitu Kenapa kok seperti itu karena dengan kalian membantu gitu ya dengan bank sampah itu membantu mengurangi sampah maka anggaran daerah untuk pendidikan untuk kesehatan untuk ee ekonomi UMKM dan seterusnya itu tidak berkurang gitu jadinya kalianlah yang membuat roda gitu membuat roda eh pendidikan kesehatan kemudian e ekonomi di kota itu jalan Gu Jadi di sinilah Kenapa kok masuk ke dalam sektor public health kemudian aspek psikologis nah ini tadi saya mendengar dari Pak hijrah bahwa untuk webar selanjutnya bicara masalah e aspek psikologis jadi memang benar aspek itu menjadi salah satu bagian yang apa ya manfaat dari ee mengolah sampah gitu yang yang dirasakan oleh masyarakat dalam mengolah sampah itu mereka mendapat aspan psikologis Kenapa tadi ternyata dari mengolah sampah itu mereka dapat apresiasi pemerintah berusaha untuk mengapresiasi mereka Jadi itu memang sudah jadi kemarin kita lihat di dalam program-program yang diluncurkan oleh pemerintah ya Dari pusat sampai ke daerah itu memang eh reward gitu ya reward jadi apresiasi terhadap yang mereka lakukan itu menjadi motivasi Kalau tidak ada lomba-lomba tidak ada penghargaan-penghargaan itu itu sudah dialidasi oleh eh yang disampaikan oleh kemin Bu Novi dari kem lhk pusat seperti itu jadi memang harus ada gitu ya itu diverifikasi Jadi kalau harus ada anggaran itu untuk apa untuk apresiasi lah sekarang dan mereka pemerintah mendorong CSR CSR dari perusahaan-perusahaan dari itu arahnya juga ke sana gitu Jadi ada karena apa menyentuh aspek psikologisnya kebanggaan manusia itu bersaing tadi itu ya bersaing Oh tempat lain tuh bisa saya kok enggak bisa gitu Itu yang positif ya kalau yang negatif kan orang lain bisa iri dengki itu negatif tapi kalau yang positif kan Oh dia bisa Saya harus bisa gitu Dia dia dia dapat juara kok Kok saya enggak bisa sih gitu Saya malu dong gitu ya harapannya seperti itu jadi menyentuh aspek kebanggaan manusia itu adalah makhluk ternyata makhluk tadi itu transaksional kepuasan batin nah ini sudah levelnya lebih tinggi kebanggaan kepuasan batin kepuasan batin itu sudah diri sendiri tidak peduli pada yang orang lain sampaikan jadi katanya kalau kita lihat di di apa di ee di sosmet itu di real atau di tiktok atau di mana gitu kita sudah sampai ke level suhu itu kalau sudah tidak peduli lagi pendapat orang lain tapi yang kita pentingkan adalah diri kita sendiri kita enggak perlu orang lain menganggap kita hebat yang penting kita kita puas gitu kita senang dengan pencapaian kita kita tahu kita mau apa gitu seperti itu jadi kepuasan batin Nah tadi itu kita hubungkan sama yang misalnya Bang ee misalnya kayak sodako sampah tadi ya Ternyata ini ada kepuasan batin di sana Oh saya saya eh apa ya saya beribadah gitu Semoga saya mendapatkan e yang lebih gitu Karena kan kalau dari konsep Islam kan Semakin banyak kita memberi semakin banyak seodekah maka Allah menjanjikan kita tidak akan pernah kekurangan Gu Jadi Niatnya apa gitu niatnya ya itu tadi tidak akan pernah kekurangan akan Rezeki itu akan berlimpah ruah rezeki tidak hanya uang ya Bapak Ibu kesehatan kesempatan keselamatan kebahagiaan itu juga masuk ke dalam konsep rezeki kemudian peningkatan kualitas hidup jadi mereka memiliki lingkungan yang bagus kemudian hidup yang sehat yang nyaman yang bahagia itu kan terlihat gitu akan terlihat mereka punya ee punya kualitas hidup yang baik kualitas hidup yang baik itu belum tentu harus kaya gitu ya karena orang yang kaya enggak bahagia itu banyak gitu Kalau katanya tuh seperti itu Jadi belum tentu kualitas hidup yang baik itu diukur dari kekayaan tetapi kualitas hidup yang baik itu ya diukur dari ee apa ya kepuasan batin kemudian dia punya apa punya apa punya ee mungkin kebanggaan terhadap pencapaiannya dia tidak merasa kekurangan dia merasa cukup dia merasa bahagia seperti itu ini aspek psikologis kita sampai ke aspek sosial ekonomi jadi ada tiga Nggih Bapak Ibu yang EE dari hasil penelitian itu apa sih manfaatnya sosial ekonomi jelas tapi ini kami letakkan di urutan ketiga jadi setelah dianalisis apa sih yang paling yang paling apa yang paling berpengaruh gitu ya Apakah tadi aspek public health Apakah aspek psikologis ataukah aspek sosial ekonomi jadi secara keurutan itu memang yang anu itu mereka lebih lebih apa ya lebih tergoda gitu ketika kesehatan yang diutamakan eh kesehatan itu jasmani rohani gitu ya jasmani rohani mereka itu ee anu itu mereka lebih interest dengan itu kemudian baru psikologis baru kemudian sosial ekonomi Omi jadi ekonomi itu kalau dari hasil riset itu ternyata menepati urutan ketiga dari keuntungan yang yang diharapkan gitu ya i
Resume
Categories