Transcript
oQizSVqvpwE • MEMBANGUN BUDAYA PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0067_oQizSVqvpwE.txt
Kind: captions Language: id baik hari ini kita kembali lagi nih bertemu di rangkaian acara webinar bersama sayaana selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu acara ini dari pukul 00 hingga pukul 11dillah kita hari ini merupakan webin pert nih yang diselenggarakan oletik ulang proones di tahun 2024ah kemareng 23 webinar pada tahun 2023 kemar acara webinar kita pada hari ini mengusung tema membangun budaya pengelolaan sampah yang akan disampaikan ole pemateri kita pada hari ini yaitu bapak drara ini diselenggar oletik yangjaama dengan universitas islamonesianyau datang dan juga memberikan salam hormat saya kepada pemateri kita pada hari ini yaitu bapak drd lalu kepada bapak Dr hijrahra SM selaku founder dari butik ulang pro Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan universitas islamonesia dan juga tidak lupa kepada bapak ibu peserta webinar pada hari yang berbahagia ini sebelum masuk ke materi weinar kita saya Ingatkan Untuk Bapak Ibu sekalian untuk dapat pengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu sekalian kemudian Dengan hormat saya juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk dapat menonaktifkan mikropon selama kegiatan ini berlangsung supaya kita semua dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik baik Oh selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti kita yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari bapak Pak Dr hijrah Putra S selaku founder dari butik daur ulang Project Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik lingkukan Universitas Islam Indonesia baik langsung saja waktu dan layar kami persilakan baik Terima kasih Mbak mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillahamdulillahillah Eh tentunya selamat pagi salam sejahtera untuk kita semuanya yang saya hormati bapak Dr Iswanto ee teman-teman panitia serta Bapak Ibu ee peserta webinar membangun budaya pengolahan sampah pada hari ini e Sabtu 10 Februari 2024 mudah-mudahan kita semuanya dalam kondisi yang sehat bersemangat dan siap untuk mengikuti webinar ee Sabtu ya 2 minggu yang dilakukan oleh EE butik da ulang Project B Indonesia dan jurusan Teknik Lingkungan ee Universitas Islam Indonesia Eh benar sekali Bapak Ibu ini adalah kesempatan pertama di tahun 2024 mudah-mudahan ee bisa lancar bisa sesemangat pada saat melaksanakan berbagai macam topik webinar di tahun 2023 yang lalu gitu ya dan mudah-mudahan 20 24 ini juga akan membawa perubahan yang baik juga ya terkait dengan pengolaan sampah yang ada di Indonesia gitu ya dan di Februari ini kita juga akan memperingati hari peduli sampah nasional beberapa hari lagi sebuah kejadian yang luar biasa di ee suatu daerah yang merenggut nyawa cukup banyak gara-gara persoalan sampah mudah-mudahan dengan semangat kita untuk membangun budaya pengolahan sampah yang lebih baik dimulai dari diri kita dimulai dari keluarga kita dimulai dari lingkungan terdekat kita dapat menghasilkan pengolaan sampah yang lebih baik di masa yang akan datang Eh Topik ini sangat eh sangat relate ya dengan pemateri kita ini tokoh yang EE kami kagumi juga kami banyak sekali belajar dengan beliau di saat masih kuliah beliau sudah berkecimpung di bidang pengolahan sampah jadi ini adalah salah satu guru kami yang juga tetap hingga saat ini konsisten ya dalam melakukan pengololaan sampah memberdayakan masyarakat ee di berbagai macam lokasi dan Bapak Ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan desa sukunan yang ada di Yogyakarta mungkin juga sudah pernah berkunjung dan EE beliaulah yang memulai desa sukunan mudah-mudahan materi hari ini eh dapat menyemangati kita semuanya memulai dari hal-hal yang sederhana dan bisa terus konsisten bermanfaat kepada masyarakat ya eh seperti layaknya webinar Project B eh seperti biasanya G ya kita mulai tepat waktu dan tidak perlu lama-lama untuk sambutan agar materi inti kita bisa Dengarkan dengan baik dan bisa bermanfaat kepada Bapak Ibu semuanya Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim webinar membangun budaya pengolaan sampah pada hari Sabtu 10 Februari 2024 ee resmi untuk dibuka dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita semuanya Terima kasih sekali lagi pak Iswanto atas waktunya dan mudah-mudahan bapak ibu dapat mengikuti dengan baik dan jangan khawatir kita juga live streaming di YouTube dan nanti bisa diikuti kembali mungkin ada sinyal atau kendala jadi tetap bisa mengikuti dengan baik selamat bertugas Mbak Anisa dan tim mudah-mudahan diberikan kelancar mohon maaf jika banyak kekurangan wabillahi taufik wal hiidah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih untuk Bapak hijrah yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Baik eh Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live Melu youtube channel kami yaitu di Pro Indonesia jadiis selamaara weinar ini berangsung mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala diom tidak per khawatir karena Bapak Ibu sealian jugaetapisaikuti webinar ini mu youtube channel kamiitu di Pro selanutnya seperti biasanya ni Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyapkan berbagai macam i anyaan terbaik dan du Story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik nantinya akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk pemenang du Story Instagram terunik akan kami Hubungi langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya nih selama webinar ini berlangsung itu dapat sekali langsung memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang inin ditanyakan dan nantinya akani p terbaik untuk memenangkan doorpr spesial dari kami baik ee mungkin tanpa berlama-lama lagi kita langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi namun sebelum itu Mari kita simak terlebih dahulu CV dari pemateri kita [Musik] berikut [Musik] Iya baik itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini mungkin kita akan sedikit menyapa pemateri kita terlebih dahulu ya Bapak Ibu sekalian Asalamualaikum Selamat pagi Bapak Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Mbak selamat pagi segar ini ya alhamdulillah bapak gimana kabarnya hari ini Pak Alhamdulillah sehat dan semangat Alhamdulillah baik Kalau gitu mungkin kita untuk efisiensi waktu mungkin kita langsung lanjut aja untuk mulai penyampaian materinya begitu ya Pak ya untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai sekitar jam 1030 begitu ya Pak ya tanpa bernama lagi mungkin langsung saja tempat dan layar kami baik terimaihillah warahmatullahi wabarakatuh yang saya hormati pak hijrah Purnama Pak Dr hijrah Purnama Putra eh dosen di Universitas Islam Indonesia eh jurusan teknik lingkungan dan juga founder butik e daur ulang yang juga menyelenggarakan Project B Indonesia luar biasa Kami bangga Eh punya sahabat yang komitmen dan konsisten untuk terus e mengawal eh pengelolaan sampah di Indonesia dan Untuk itu saya juga mohon izin Bapak Ibu semuanya eh kami juga terus belajar Jadi kami nanti akan lebih banyak keesare pengalaman apa yang kami lakukan dan tentunya juga nanti ee kami sangat terbuka untuk MI e mendapatkan masukan atau Apun ya untuk kemajuan ke depannya untuk itu selanjutnya saya izin e share screen mudah-mudahan sudah bisa tampil ya Mbak Mbak Anisah sudah Pak sudah terlihat Oke baik ini ee membangun budaya ya budaya pengelolaan sampah ini sangat dalam karena kalau sudah Ee budaya ini ee tidak hanya melibatkan pikiran tidak hanya melibatkan otak tetapi juga sudah melibatkan hati jadi hati pikiran dan juga gerakan nyata ya artinya aksi ya butuh tangan butuh kaki ya untuk bisa menggerakkan kaki dan tangan itu ternyata tidak hanya masalah otaknya pintar Tetapi yang jauh lebih menonjol perannya adalah justru di hati karena dengan hati ternyata bisa menggerakkan tangan dan kaki untuk bergerak melangkah dan lain sebagainya Untuk itu kita perlu melihat ee apa sih sebenarnya budaya ini dari beberapa literatur memang kalau sudah berbicara budaya nah ini tidak bisa dilepaskan dari yang namanya Kebiasaan kalau sudah membudaya berarti sudah membiasa artinya sudah Ee dilakukan dalam seharian dan ini biasanya juga ee sukar diubah tapi untuk membangun budaya ini juga tidak kemudian instan mungkin Butuh Waktu waktunya pun relatif ada yang pendek tapi kebanyakan ya membutuhkan waktu yang tidak sedikit bisa bertahun-tahun bahkan dan ketika kita bicara budaya maka yang melingkupi adalah macam-macam jadi ini keseluruhan yang Kompleks karena mengkait terkait dengan masalah kepercayaannya pengetahuannya bahkan juga berhubungan dengan seni bahkan berhubungan dengan hukum moral adat istiadat dan ini ini ini merupakan ee salah satu ee ee Apa pengertian dari e budaya dan apakah pemudian budaya itu hanya berupa seni budaya yang biasa kita identikkan dengan seni tidak jadi budaya ini bisa berupa ide bisa gagasan bisa yang kemudian terbentuk dalam pola perilaku tindakan dan bahkan juga menghasilkan karya sehingga budaya ini juga melalui proses belajar Nah jadi kita memang ee ketika belajar itu juga nanti bisa jadi outputnya adalah sebuah budaya atau kebudayaan dan budaya itu bisa diwariskan urun tememurun artinya tidak hanya dilaksanakan pada saat ini saja tetapi justru menjadi ciri khas budaya itu ketika kemudian sudah Ee diikuti dilaksanakan bertahun-tahun turun-temurun dari generasi ke generasi makanya kemudian ciri budaya ini biasanya bersifat kolektif kenapa kapa kolektif karena dibentuk dan berada dalam kelompok masyarakat sehingga anggota masyarakat itu memiliki budaya tersebut dan juga menjalankan budaya itu kemudian juga bahwa budaya ini tadi ee bisa berubah karena tadi ee berkaitan dengan ee Bagaimana perkembangan di lingkungan kita zaman dulu sebelum ee teknologi informasi maju seperti sekarang ini barangkali ee budaya-budaya ini lebih banyak ee bersifat yang tindakan konvensional tetapi sekarang sudah banyak juga ee budaya budaya itu dihiasi dengan teknologi informasi ini sebagai sebuah ee media dan metode yang digunakan ee Ketika kita bicara masalah budaya jadi ee daydaya itu juga bersifat adaptif terus mengikuti perubahan namun tidak sepenuhnya mengubah keseluruhan nilai yang terkandung dalam budaya itu jadi misalkan ada ee kegotongroyongan Ini masih biasanya mewarnai ya jadi ee komponen sosial aspek sosial ini juga e betul-betul masih melekat di dalam ee budaya itu sendiri kemudian ee bahwa budaya ini ya dapat diwarisi atau diwariskan juga yang diwariskan Apa nilai dan karakter dari generasi ke generasi sehingga dapat diajarkan dan dapat dipelajari ini dalam konteks ee pengelolaan sampah Nanti saya sampaikan budaya Apa saja sih yang kemudian bisa kita lihat seperti contoh misalnya ketika kita ee datang atau mengunjungi suatu tempat di mana suatu tempat itu sudah memiliki budaya untuk memilah sampah maka ketika kita hadir di sana maka kita juga akhirnya mengikuti budaya setempat dan kalau ini diteruskan dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian dibawa kembali ke tempat mereka asal maka kemudian budaya itu juga bisa sebenarnya dibelajar atau dipelajari dari tempat lain kemudian di adopsi di tempat kita ya banyak ee mahasiswa yang belajar ke luar negeri itu betul-betul tertib ketika berada di sana karena di sana memang sudah tercipta aturan dan bahkan juga sudah menjadi budaya masyarakat setempat ee dalam pengelolaan sampah sehingga dia juga mengikutinya karena kalau tidak mengikuti maka dia bisa dikatakan sebagai ee masyarakat ABN normal artinya tidak mengikuti norma-norma yang ada di situ nah namun Ya ini yang kita sayangkan bahwa budaya yang sebenarnya baik itu kemudian ketika pulang itu tidak dilanjutkan atau tidak di ee laksanakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan kembali mengikuti ee pola pengelolaan sampah yang Ee tidak benar dan sebenarnya budaya ini bisa menjadi ee identitas jadi ee sebagaimana ee disampaikan Pak izrah tadi memang kami sudah mulai bergerak untuk membangun budaya masyarakat dalam pengelolaan sampah ini ini di sukunan di desa wisata sukunan mungkin bisa digogling ya desa wisata sukunan ini sudah tahun 2003-2004 dan ini sudah melekat sebagai identitas sukunan bahwa ketika ee ingat sukunan maka di situ adalah ingat ee pengelolaan sampahnya karena memang kita membangun e spesifiknya adalah ee berkaitan dengan pengelolaan sampah Ketika kita bicara budaya maka kita juga tidak terlepas dari kearifan lokal ya kita beruntung ya kita beruntung bahwa Indonesia ini ee banyak sekali nilai-nilai kearifan yang bersumber dari masyarakat entah itu masyarakat tradisional termasuk juga agama tentunya dan di kearan lokal ini sebenarnya menjunjung tinggi etika dan moral yang tumbuh dalam masyarakat dan ini banyak sekali yang berkaitan dengan masalah kelestarian lingkungan kemudian bahwa kearifan lokal ini merupakan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat yang diperoleh secara turun-temurun dan ini sudah diimplementasikan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat jadi ee kalau sudah kearifan lokal ini ee di situ memuat nilai-nilai yang telah mendarah daging bahkan ketika kemudian kita tidak mengikuti kita ee mendapatkan ya semacam sanksi sosial ya karena sudah dianggap tidak umum lagi di situ ini beberapa ee contoh ya kearifan lokal yang EE bisa berupa falsafah misalnya kalau dijakarta ini ada falsafah ee hamemayu hayuning Bawono jadi kita sebagai umat manusia sebagai khalifah di muka bumi ini wajib hukumnya untuk menjaga memperindah dan menyelamatkan bumi di mana kita berpijak ini kemudian ada lagi Gemi Nastiti ngati-hati ini ajaran ee dari leluhur kita ya bahwa kita juga harus menerapkan ajaran Gemi Nastiti ngati-ati Gemi itu artinya hemat Nastiti cermat kemudian ngati-hati itu berhati-hati ya dalam hal berpikir bersikap dan bertindak Sehingga dalam konteks sampah ini agar orang tidak banyak menyampah tidak banyak menghasilkan sampah jadi ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya walaupun kita punya uang banyakah bukan berarti kita membeli barang-barang yang over sehingga nanti banyak yang menjadi sisa nah artinya Berarti di situ pasti akan banyak menghasilkan sampah kemudian juga cermat cermat itu ee berkaitan dengan bagaimana ketika kita mau Bali e beli barang ya harus kita e berpikir kalau saya beli barang Tapi cepat rusak maka akan cepat menjadi sampah Tetapi kalau kita beli barang yang relatif awet maka juga tidak akan cepat-cepat menjadi sampah tapi sekarang banyak sekali Misalkan contoh Lampah ya lampu listrik lampu penerangan ini ada yang harganya murah tetapi dalam waktu 3 bulan sudah mati akhirnya sudah menjadi sampah tapi ada yang mahal tetapi bisa bertahun nah ini berarti kan juga kecermatan kita termasuk hal-hal yang lain-lain kemudian kalau ngati-hati ya upayakan ketika kita sudah membeli atau mengkonsumsi barang itu betul-betul dijaga dipelihara agar tidak cepat rusak karena begitu cepat rusak maka akan menjadi sampah nah ini contoh-contoh yang realistis yang bisa kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari kemudian juga ajaran berani berbuat harus berani bertanggung jawab ini Misalkan contoh ya berani Beranak ya harus bertanggung jawab terhadap anak ya yang dikaruniakan kepada kita tanggung jawabnya dalam bentuk apa ia membimbing mengajari menyekolahkan membiayai dan lain sebagainya maka dalam konteks sampah berani menyampah ya harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan termasuk juga membayar iuran retribusi sampah residu misalnya jadi jangan sampai nanti kita ee tidak bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasil kemudian ini ini saya ingat terus ini ya ketika sejak kecil saya hidup di desa ya itu orang tua dan guru selalu berpesan Jangan membuang kulit pisang di jalan dan waktu itu televisi pun cerita anak-anak itu juga menyampaikan kulit pisang yang kecil ketika berada di Jalan kemudian terinjak dan membuat orang yangjak itu terpeleset maka kemudian terjatuh dan akhirnya cidera ini sampai sekarang pun itu masih teringat terus sehingga kemudian hal-hal yang semacam ini tentunya harus kita sampaikan juga kepada anak-anak dalam konteks sekarang tentunya tidak hanya kulit pisang misalnya membakar sampah itu tabu gitu membakar sampah itu betul-betul bisa mencelakakan orang manakala yang dibakar itu adalah mengandung racun Misalnya dioksin dioksin ini kan termasuk kategori supertksin Nah kalau hal yang semacam itu sudah diberikan sejak dini oleh orang tua maupun oleh guru maka anak-anak kita sudah akan masuk ke dalam pikirannya ke dalam hatinya dan selalu teringat membakar sampah plastik itu betul-betul dilarang karena akan bisa menyebabkan Berbagai gangguan kesehatan termasuk juga kanker dan lain sebagainya Bapak Ibu dan EE hadirin semuanya ketika kita tarik ke budaya pengelolaan sampah maka sebenarnya di dalam mengelola sampah ini memang butuh perubahan pola pikir mindsetnya mindsetnya yang sebelumnya barangkali sampah itu ya dibuang bisa dirubah sekarang pola pikirnya sampah itu material Bahan baku untuk sesuatu yang bermanfaat bisa jadi pupuk bisa kerajinan bisa jadi macam-macam produk baru lagi dan lain sebagainya kemudian tentunya juga dalam bersikap bersikapnya yang tadinya barangkali hanya sebagai penonton sebagai seorang yang bisa mengkritik tetapi tidak tidak bersikap artinya cuek saja terhadap permasalahan sampah yang ada di sekitarnya ya Sehingga ini perlu menarik kepedulian orang terhadap masalah sampah ya dan yang paling utama adalah Pola tindakan action-nya amalannya ya amalannya contoh kecil Kalau sudah membudaya ketika melihat di sekitar kita ada sampah tercecer maka tidak akan menunggu yang lain mengambil atau petugas kebersihan mengambil tetapi sudah akan mengambil secara reflek dan juga tidak pengin karena Sanjungan dan lain sebagainya tetapi itu sebuah menjadi kebiasaan ketika melihat sampah di sekitar kita langsung kita pungut dan kita tempatkan di tempatnya termasuk pada anak-anak kita ketika menghasilkan bungkus permen yang bar biasanya kecil gitu ini pun harus kita berikan penyadaran kepada anak-anak Kalau tidak ada tempat sampah di sekitarnya maka e sakulah yang menjadi tempat sampahnya sampai kemudian nanti Ketika menemukan tempat sampah baru dimasukkan keak sampah itu ini juga saya alami Ketika anak-anak saya ee Kebetulan juga menghasilkan sampah kecil kemudian di saku kemudian ketika pulang maka dia akan memasukkan ke tempat sampah atau ketika istri saya mencuci pakaiannya maka kemudian dia akan mengecek sakunya ada sampahnya atau tidak ketika ada sampahnya berarti sudah penanaman ya penyadaran sejak di ini ini sudah masuk jadi lebih baik kita memang ee Bagaimana mengamalkan ya tersebut kemudian sistem pengelolaan sampah yang sudah membudaya ini ya memang ee terinternalisasi dan terimplementasi kadang ini ee ini juga terjadi ya ketika belum terinternalisasi dalam ee Sanubari ya seseorang ketika berada di tempat yang memang di situ tercipta atmosfer pengeluaan sampah dia melakukan tetapi ketika tidak dia tidak melakukan berarti belum terinternalisasi atau bahkan ketika dia membuka bungkus permen ketika refleknya adal masih membuang begitu saja Berarti belum terinternalisasi bisa dilihat Tetapi kalau sudah memasukkan hunggus permen ke sakunya Wah itu berarti sudah terinternalisasi karena apa dilihat orang ataupun tidak refleknya adalah nempatkan sampah tidak seberang gu kemudian bahwa pengelolaan sampah sebagai budaya ini juga sifatnya dinamis jadi bisa berubah juga sesuai perkembangan diunan demikian awalnya dulu di sukunan itu setelah memilah di di rumah masing-masing kemudian ee rumah tangga tersebut memasukkan pada bin atau tong sampah yang kita tempatkan di pinggir jalan nah sehingga tugasnya memilah di rumah dan memasukkan ke tong sampah secara terpilah juga dalam perkembangannya ternyata karena memang yang berlalu-lalang di jalan kampung itu tidak hanya masyarakat kita termasuk dari luar kadang-kadang orang yang dari luar yang tidak memilahkan juga memasukkan di situ kemudian Kemudian kita rubah Oh berarti Jangan ditempatkan tong sampahnya di pinggir jalan tapi masukkan di dalam pagar Nah itu sehingga bisa terawasi dengan mudah dan bisa terlokalisir ee sampah-sampah yang masuk di situ memang sampah-sampah dari masyarakat kita dalam perkembangan berikutnya ketika covid misalnya ketika pergerakan itu juga dibatasi maka kemudian yang tadinya satu kampung itu dalam satu Pul pengepulan sampah yang sudah terpilah maka kemudian diubah pengumpulan sampahnya di tingkat Dasa Wisma dan lain sebagainya Saya kira ini ee juga e bahwa Ee kita bisa eh mengadaptasi ya perubahan-perubahan yang ada ini e contoh budaya dalam mengelola sampah pertama adalah bagaimana kita harus membudayakan untuk mengurangi sampah atau membatasi sampah dengan menerapkan re reuse recycle dalam kehidupan sehari-hari ini sudah banyak dan sering Ee kita peroleh ya ilmu atau atau pemahaman tentang 3 R ini tapi lagi-lagi memang dalam implementasinya yang masih e minim kemudian juga budaya memilah sampah nah ini perlu ditanamkan di mana pun berada kalau di kampus saya di Poltekes Kemenkes Jogyakarta ini di budaya memilah juga kita betul-betul Kawal ya dengan sistem bahkan sudah kita masukkan di dalam panduan akademik panduan akademik bahwa mahasiswa wajib sudah melakukan pemilihan sampah Buktinya apa sudah menabung di bank sampah jadi bank sampah di kampus kami ada empat lokasi ya termasuk di asrama nah ketika kemudian sudah dibangun sistem ketika tidak mengikuti sistem maka ada konsekuensinya nah konsekuensinya apa konsekuensinya adalah ya masiswa tidak bisa mengikuti ujian tengah semester atau ujian akhir semester manakala dia belum ada bukti memilah dan menabung di bank sampah Apakah harus di bank sampahnya kampus tidak bank sampah yang ada di tempat tinggalnya pun bisa bahkan kalau belum ada bank sampah di tempat tinggalnya ya bisa merintis untuk menumbuhkan untuk membangun bank sampah di tempat tinggal mereka jadi Mahasiswa juga bisa menjadi penggerak di dalam pengelolaan sampah ini kemudian misalnya budaya menangani sampah secara RAM lingkungan ini ini yang kadang-kadang EE banyak dilanggar ketika kita ingat misalnya TPA piungan ya TP regionalnya Jogja Sleman Bantul Karta mantul ini ditutup maka kemudian betul-betul kita bisa melihat Bagaimana masyarakat menghalalkan segala cara untuk membuang sampah yang penting hilang dari pandangan mata bahkan juga terjadi ee betul-betul ee pemandangan pembakaran sampah di mana-mana nah ini ber berarti sudah tidak lagi mengikuti budaya penanganan sampah secara ramah lingkungan kemudian juga budaya bertanggung jawab terhadap semua sampah yang dihasilkan artinya semua sampah yang kita hasilkan entah itu yang laku jual yang tidak laku dijual yang organik maupun nonorganik termasuk sampah yang masuk kategori B3 tentunya kita harus bertanggung jawab ya termasuk membayar biaya penanganan sampah resido sampah yang betul-betul sampah yang layak masuk ke TPA sampah-sampah yang laku jual sampah-sampah yang bisa diolah harusnya tidak perlu sampai ke TPA karena itu boros boros transportasinya boros ee bahan bakarnya boros lahan ya lahan tpa-nya itu sendiri Bapak Ibu kalau kita lihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan gaya hidup masyarakat ini akan berpengaruh terhadap jenis dan jumlah S kita ingat waktu dulu ketika minum itu ya pakai cangkir pakai kap gelas Akhirnya sekarang sudah banyak sekali kap-kap yang sekali pakai dulu kalau tempe itu bungkusnya daun berkembang sekarang menjadi plastik dulu kalau kita ee Istilahnya kendurian ya Ini bungkusnya daun kemudian berubah kertas sekarang juga sudah banyak menggunakan sterofor dan lain sebagainya dulu pakai tas belanja sekarang sudah banyak menggunakan plastik resek kantong plastik ini betul-betul perubahan perubahan perilaku ya akhirnya terbentuk budaya yang sebenarnya tidak baik untuk lingkungan tidak baik karena Ee tidak seperti zaman dulu yang banyakan adalah organik sehingga bumi tersenyum ketika mendapatkannya tetapi sekarang banyak sekali sampah-sampah yang sulit terdegradasi terdekomposisi dan ketika masuk ke dalam tanah maka Pun Menangis sedih ini dampaknya apa ketika kemudian tidak tertangani dengan baik sampah sampah menjadi pemandangan yang memalukan dan ingat bahwa sebenarnya Indonesia ini sangat potensial untuk menjadi destinasi wisata dunia tetapi manakala kita tidak mengelola sampah dengan baik maka pemandangan-pemandangan akan Kemudian terpolusi tercemarkan oleh sampah-sampah yang berserakan dan ini Tentunya e kita prihatin Oleh sebab itu kita harus mulai bergerak untuk peduli pada sampahnya sehingga Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman hayati dan juga bagaimana ee Indonesia sangat indah ini betul-betul bisa terjadi ini contoh ya contoh kalau yang tinggal di Jogja ini kilas balik dampak penutupan tpst piungan ini ditutup hanya dalam waktu hitungan hari bahkan ya mungkin minggu ya tidak sampai 1 bulan sudah begitu banyak pemandangan-pemandangan seperti ini ya ini ee tentunya sangat memprihatinkan dan kami juga Sedih ketika melihat seperti ini karena ketika kemudian diserahkan kepada pemerintah pemerintah pun juga bingung tpst-nya penuh tidak bisa di digunakan untuk menampung sampah dari masyarakat kemudian ketika masyarakat diminta untuk Kab sampah membatasi lahirnya sampah ternyata juga tidak dijalankan dengan maksimal sehingga serakanlah sampah-sampah menjadi pemandangan yang mengganggu ya Jadi ini ee betul-betul menjadi keprihatinan kita Saya kira tidak hanya di Jogja di beberapa kota di Indonesia baik di Jawa maupun luar Jawa seringki kita melihat bagaimana krisis TPA ee untuk sampah ini nah permasalahan pengelolaan sampah ini memang pertama berkaitan dengan masyarakat gemar menyampah tapi tidak mau memilah dan mengolah jadi ini permasalahan juga sudah gemar menyampah tapi tidak mau memilah apalagi mengolah gitu Ada juga yang sudah mulai peduli tetapi ketika menghasilkan produk juga kesulitan untuk memasarkan atau menjualnya ya kami beruntung ya di Sleman ini ada peraturan Bupati kebijakan Bupati kelompok-kelompok masyarakat yang mengolah sampah organiknya menjadi kompos itu dibeli oleh pemerintah nah ini berarti sudah Ee menyelesaikan permasalahan pemasaran gitu kemudian pengolahan masih terbatas pada Jenis sampah yang laku jual dan belum secara komprehensif sehingga sampah residu ini masih belum tertangani Nah sampah residu ini ya tidak laku dijual tidak bisa diolah dan belum diangkut ke TP akhirnya ya dibakar atau dibuang sembarangan kemudian juga lemahnya penegakan aturan atau hukum ini lagi-lagi ya pemandangan-pemandangan yang Ee Kita bisa lihat di sungai kemudian di pinggir jalan di tempat-tempat kosong di bantaran-bantaran sungai di pantai kita lihat ya Banyak sekali kemudian pengurus kelompok pengelola sampah yang sebenarnya sudah mulai kadang-kadang memang dalam perjalanannya itu pasti menemukan banyak rintangan banyak kendala Nah kadang-kadang akhirnya pengurusnya mandek frustasi nah ketika itu tidak dilakukan pendampingan penguatan lagi maka ini juga kir berenti kemudian juga banyak kita temukan semangatnya itu hanya di awal-awal saja hangat-hangat tahi ayam begitu berjalan ada kerikil-kerikil apalagi tajam maka kemudian berhenti Nah inilah ee bagaimana kita mengawal sesuatu yang memang kita ee bergeser atau berubah ini ya betul-betul perlu pendampingan kemudian juga krisis lahan TPA ya Sehingga perlu reform reformulasi ya reformulasi pengelolaan sampah ini pada intinya bahwa sampah harus diselesaikan Ini masalah martabat bangsa ini Ketika nanti kita cuek e terhadap permasalahan sampah di Indonesia ini juga akan mempengaruhi martabat bangsa kita Umuh dan lain sebagainya nah kembali lagi kita harus menagih bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap sampahnya ya ketika ketika itu maka kita bisa kemudian lakukan Kab sampah Setiap keluarga harus berencana Bagaimana meminimalkan sampahnya ya batasi kemudian pilah kemudian olah nah sehingga ini bahwa perilaku pengelolaan sampah yang menyimpang tadi ini bisa menimbulkan bahaya berbagai aspek yang bahaya tidakya B bahaya lingkungan bisa mengancam keselamatan keamanan ya termasuk keretakan sosial konflik ya Bahkan bisa juga politik gitu artinya bisa berkaitan dengan masalah ee kepemerintahan karena banyak sekali ya aksi-aksi demo yang berkaitan dengan e masalah sampah ini oleh sebab itu perlu ee budaya pengelolaan sampah yang baik dan benar yang baik itu bukan berarti outputnya hanya terlihat bersih gitu suatu lingkungan tapi kalau caranya tidak benar Nah ini berarti sudah tidak memenuhi aspek budaya lagi kita berkaca ya kebiasaan saat ini Kebanyakan orang masih menyanyakan sampah membenci sampah gemar menyampah membuang dan membakar masih mencampur sampah dan juga masih banyak yang bergantung pada pemerintah ya ya memang kalau kita bicara di dalam undang-undang 8 tahun 2008 ini memang pemerintah dalam pemerintah darerah ini sebagai penanggung jawab penyelenggaraan artinya penyelenggaraannya diatur dan lain sebagainya ini Pemerintah tetapi laksananya tentunya masyarakat itu seni nah budaya yang diharap itu dari menyia-nyiakan ya kalau bisa mendayagunakan dari membenci ya menyayangi sampah karena batas sampah dengan barang yang kita konsumsi ini sangat tipis sangat tipis kulit pisang barusan kita makan begitu sudah kulitnya kita anggap sampah kemudian seolah-olah menjijikkan padahal isinya Barisan kita makan Nah kalau itu dirubah kulit pisang itu disayangi karena apa ini bisa digunakan untuk membuat pupuk kompos misalnya dari gemar menyampah kemudian berpikir untuk minimisasi sampah Kab sampah pangannya begitu dari hanya membuang maka memanfaatkan dari yang tadinya membakar kemudian mendaur ulang dari mencampur harus sudah mulai membud akan memilah Oh Biasanya kadang-kadang kita anu menunggu yang lainnya juga enggak mau memilah ya untuk menuju yang baik kita harus punya konsistensi diri jangan ikut-ikutan orang yang memang masih belum ya belum sadar Nah kalau semuanya ikut-ikutan yang salah ya kita akan menjadi salah juga maka kita harus berani mengawali ya harus berani mengawali karena apa kalau tidak tidak ada yang mengawali Siapa lagi kalau kita hanya menunggu yang lain Kemudian dari yang bergantung penuh kepada pemerintah tentunya kita harus mulai berbasis masyarakat Jadi bagaimana kita juga mengorganisir masyarakat oleh sebab itu Bapak Ibu semuanya kita harus menanamkan budaya minimasi sampah kalau zaman dulu ini ibaratnya sampah yang kita hasilkan kita semuanya kita sampai buang ke TPA maka sekarang berpikir dulu dalam menentukan pilihan barang yang kita konsumsi dan lain sebagainya setelah itu ketika menjadi sampah Kita juga harus apa yang bisa kita gunakan lagi gunakan du kemudian apa yang bisa diolah diolah dulu jadi konsep reus reus recycle itu betul-betul bisa kita jalankan sehingga yang masuk ke TPA itu betul-betul hanya sampah residu residual waste sehingga nanti akan terbentuk ya sistem penanganan sampah di TPA ini akan lebih sanitary lebih baik Saya kira tidak perlu saya sampaikan berkaitan Apa saja sih yang bisa dilakukan dalam hal minimasi sampah intinya lakukan 3R ya membatasi lahirnya sampah dengan Reus menggunakan kembali recycle mengolah dan mendaur ulang ini nanti ee Saya kira bisa dibaca sendiri ee Bagaimana eh kegiatan-kegiatan yang sifatnya eh Rus ya Yang yang mudah ini ya membiasakan bawa tas Belnya dari rumah bisa dilipat kemudian nanti masukkan ke tas sekolah atau tas ketika kuliah bisa juga ditaruh di jok motor dan lain sebagainya kemudian juga menggunakan sapu tangan dari kain ini ini juga tidak sulit sebenarnya reuse ini contoh yang mudah ini menggabungkan sisa sabun mandi dengan sabun yang baru ya sehingga tidak akan menjadi sampah recyclel banyak sekali aksi-aksi yang sudah dijalankan oleh masyarakat kalau dikuna nanti saya ceritakan apa saja yang EE dilaksanakan di sukunan nah ini Bapak Ibu pola pikir pengurangan sampah di Sumber ketika kita mau menggunakan produk saja sudah kita pikirkan bagaimana sampahnya nantinya gitu nah ketika kita sudah betul-betul menghasilkan sampah yang kita lakukan adalah reuse Bisa enggak diuse kalau enggak bisa dius bisa enggak ak diolah dicycle kalau dapat ini berarti akan mengikuti eh cycle ya mengikuti ee lingkaran ya lingkaran daur ulang ketika tidak dapat pun tidak dapat di-reuse dan tidak dapat di-recycle laku jual enggak barang itu laku jual enggak berarti kita juga penting mempertimbangkan ketika kita membeli barang packagingnya ini termasuk kategori laku jual atau tidak karena kalau tidak laku dijual juga nanti akhirnya cepat menjadi sampah nah ketika sudah seperti itu kita bisa berpikir lagi Bisa enggak sih barang itu diganti atau ada enggak pilihan lain pilihan lain barang yang fungsinya sama sama tetapi yang satunya tadi menghasilkan sampah residu sementara yang ini tidak nah Berarti kita bisa memilih barang yang masih punya lingkaran siklus e daur ulang karena apa kalau sudah menjadi betul-betul the real waste sampah residu maka konsekuensinya itu akan menjadi beban lingkungan ya karena apa dibuang ke ee TPS ya Tergantung teknologi yang kita gunakan kalau kita ingat undang-undang 18 sebenarnya sudah ada di situ kewajiban penghasil sampah Setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara berwawasan lingkungan nah ini Jadi kami tekankan sekali lagi bahwa penghasil sampah harus bertanggung jawab terhadap sampahnya dan itu sudah Ee disampaikan di dalam pasal 12 undang-undang 18 2008 kita beruntung bahwa sudah ada undang-undang yang khusus tentang pengelolaan sampah undang-undang Nomor 18 tahun 2008 ini sudah cukup lama berarti ini sudah 16 tahun ya lahirnya benar ya 16 tahun ya ini eh merupakan eh perubahan ah pengeluaran sampah dari zaman jahiliah yang menggunakan sistem kumpul angkut buang yang mengandalkan TPA yang berbasis pada pemerintah bertumpu kepada pemerintah dan juga dampaknya ya TPA cepat penuh gitu Ini bergeser jadi ini sudah bergeser eh mindsetnya paradigmanya berubah menjadi pengurangan Ayo kita Kabi sampah Ayo kita tangani penanganan sampah karena apa kalau istilah membuang saja membuang dengan menangani beda kalau membuang itu cenderungnya adalah Asal yang penting dibuang tapi kalau penanganan itu ada Tata caranya ya bagaimana cara memilahnya bagaimana cara mengumpulkannya Bagaimana cara mengangkutnya bagaimana cara mengolahnya sampai Bagaimana cara memproses akhirnya nah sehingga ee ruh di dalam undang-undang 18 ini adalah mengutamakan pengurangan dan penanganan sampah di sumbernya kemudian juga berbasis masyarakat kemudian harapannya ee sampah residu berkurang dan TPA akan menjadi awal Nah di sinilah bak pentingnya Bagaimana mengembangkan sistem pengelolaan sampah Mandiri secara mandiri ini yang kita terapkan di sukunan adalah pengolaan sampah Mandiri produktif ya kemudian ramah lingkungan berbasis masyarakat jadi persoalan sampah tadi harapannya bisa diselesaikan dengan menggali potensi sampahnya di situlah nanti akan tercipta lingkungannya bersih secara ekologinya baik kemudian juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat Ya ini juga eh Saya kira eh pendekatan Eku ya ecological Economic ini sangat penting karena ekonomi itu juga tidak bisa diabaikan karena ekonomi juga bisa menjadi penjaga sustainability menjaga keberlanjutan Tetapi kalau hanya ekonomi saja ini juga membahayakan karena uang itu jahat bisa jadi dengan ekonomi justru akan kemudian menghancurkan ya sesuatu yang sebenarnya ee sudah tertanam tadi karena Apa penyakit iri ya penyakit ee dengki ini akan menjadi sifat-sifat yang selalu ada di dalam e diri manusia nah Oleh sebab itu ini pengelan Mandiri berbasis masyarakat ini perlu kita betul-betul semarakkan Apa itu pengel sampah Mandiri berbasis masyarakat adalah penanganan sampah yang direncanakan dilaksanakan dikembangkan dan dijaga keberlanjutannya oleh masyarakat atau komunitas masyarakat itu bisa diterjemahkan mulai dari yang paling kecil Dasa Wisma RT RW Kampung dusun pondok pesantren dan lain sebagainya nah ini kunci sukses pengelolaan sampah Mandiri ya tadi ya direncanakan oleh masyarakat masyarakat setiap masyarakat itu punya kespesifikan yang berbeda dengan yang lainnya kemudian ada peraturan berbasis kearifan lokal Tersedianya sarana prasarana kudian ada wadah atau kelompok yang mengorganisir kemudian dukungan dan partisipasi masyarakat serta manajemen kelompok yang baik Nah kenapa kok perlu pengelolaan sampah Mandiri kita akui kita lihat bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam pelayanan persampahan ini sangat terbatas biasanya masih cenderung Ke kota-kota kawasan kota sementara sampah itu dihasilkan oleh setiap rumah tangga baik di di kota maupun di Desa Sumber sampah paling besar adalah permukimanya masyarakat Ya ini jadi ee permukiman ini besar ya 48%. kemudian semakin dekat dengan sumber maka pengelolaan sampah akan semakin efisien dan efektif kemudian sampah memiliki potensi sebagai sumber daya yang dapat diberdayakan oleh masyarakat ya kemudian memang tadi kembali penghasil sampah Ya wajib bertanggung jawab terhadap sampahnya nah ini pengelolaan sampah prinsipnya adalah peila jadi kata kuncinya adalah pila pilah mana yang termasuk kategori sampah lagaku jual mau didekati dengan sistem bank bisa mau didekati dengan sodqah sampah bisa ataupun cara-cara yang lain e bagaimana sampah laku jual ini bisa diselesaikan kemudian yang kuning ini adalah sampah yang tidak laku dijual tetapi bisa diolah oleh masyarakat ya tadi sampah organik itu banyak Paling banyak persentasenya nah sebenarnya itu juga potensial untuk bisa diselesaikan di rumah sendiri-sendiri dengan komposter nah yang menjadi persoalan adalah sampah yang tidak dapat dijual dan tidak dapat diolah Nah ini betul-betul residual waste-nya apa yang bisa dilakukan ganti atau batasi ganti atau batasi ini akan berjalan dengan baik manakala ada kebijakan dari pemerintah Mas sudah banyak ya Beberapa e contoh ya daerah-daerah yang sudah menerapkan Ee tidak menggunakan atau tidak menyediakan kantong plastik e di tempat tempat ee penjualan ya misalkan di miniarket ya di warung-warung bahkan ini diganti tidak plastik tetapi sudah menggunakan kertas beu nah ini tantangan ya Banyak sekali tantangannya ada kepedulian kemudian kesadaran kemampuan kemauan keteladanan kebersamaan dan keberlanjutan ya E berlanjutan ini yang kadang-kadang memang perlu betul-betul menjadi perhatian kita Nah kalau model-model pengelolaan sampah Mandiri tadi sudah sampaikan ada sodqah ada bank sampah bahkan juga ada yang namanya tps3n nah oleh karena pengelolaan sampah Mandiri ini ee Tidak seperti biasanya Tidak seperti yang dulu maka ini perlu suatu gerakan membangun budaya baru dalam pengan samp mungkin Secara teori sudah banyak tetapi tadi ini yang dirubah tidak hanya apa namanya pemikiran saja tidak hanya pola pikirnya tapi juga dalam bersikap dan juga dalam tindakan inilah yang eh kita sebut perlu ada agen perubahan Agent of Change Dan saya yakin siapun dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah di mana pun berada sekalipun tidak ee belajar Tidak kuliah yang berkaitan dengan sampah karena sebenarnya sampah ini tidak sulit untuk kemudian dipelajari dan diimplementasikan nah perubahan-perubahan ini Tentunya ee perlu menggunakan berbagai macam pendekatan pendekatan yang utama tentunya dengan pendekatan education jadi ini menjadi landasan pengetahuan kemudian juga menggunakan pendekatan aturan ya rule kemudian juga pendekatan teknologi teknologinya kalau yang menerapkan masyarakat tentunya ya teknologi-teknologi tepat guna kemudian pendekatan leadership sangat bergantung kepada eh faktor kepemimpinan nah sosial ini saya memandang sangat penting sekali menjadi dasar karena apa sustainability sebuah program pengelolaan sampah ini ternyata adalah banyak sosialnya ya kalau hanya mengandalkan ekonomi ekonomi paling menarik tetapi untuk menjaga sustainabilitynya ini juga masih unstable ya Maka kalau sosial ketika pondasi sosial itu tidak retak maka itu akan menjaga keberlanjutan ini kami buktikan di beberapa komunitas ya kemudian pendekatan kes katan dan lingkungan ya healthy and ecology ini juga penting ya karena orang sekarang berpikirnya bagaimana agar kita hidup sehat agar kita kesehatan lingkungannya sehat baik gitu nah bapak ibu langkah membangun budaya pengelolaan sampah ini memang tantangannya banyak ya orang biasanya berkata sulit sulit bukan berarti tidak bisa tapi semakin sulit maka semakin besar tantangan yang harus kita gunakan inovasinya juga harus semakin banyak kreativitasnya harus lebih baik nah mengubah mindset dulu dulu di tempat kami orang membakar sampah itu juga menjadi kebiasaan tapi manakala kemudian kita sampaikan bahwa ternyata ketika sampah plastik itu dibakar menghasilkan macam-macam Racun Dan sudah diilustrasikan eh dalam e riset-riset di luar negeri ya bahkan juga di perguruan tinggi ini ternyata dampaknya ee sangat mengganggu harapannya ketika sudah mindsetnya tercipta maka harapannya bisa menyentuh rasa ya perasaannya kemudian akhirnya bangkit untuk sadar untuk peduli untuk masalah keterampilan Saya kira tidak sulit yang paling sulit itu yang mengubah hati perasaan nah kemudian ketika sudah terampilan kita Bekali dengan pelatihan pelatihan dan lain sebagainya maka diharapkan kesadarannya muncul kemauannya muncul kemampuannya ada sehingga di situlah terbentuk perilaku kebiasaan dan budaya baru di dalam pengelolaan sampah ini juga kita tidak perlu galau ya ketika kita melakukan ee gerakan-gerakan ya perubahan ee perubahan perilaku karena kita akan dihadapkan dalam masyarakat itu ada tiga golongan ya kalau tadinya sudah dirasa nyaman ya dalam kebiasaan lama Comfort zone kemudian kita berubah maka kita pasti akan dihadapkan kepada ee zona penuh pantangan atau bahkan Danger Zone ada 20% ini yang langsung menerima menerapkan Tetapi ada juga 20% itu langsung menolah menentang Apun baiknya pasti ada yang menilai itu tidak baik kemudian 60% itu biasanya and menunggu dan melihat yang lain dulu nah sehingga 60% itu harus bisa kita tarik e bagaimana kemudian bisa mengikuti ya gerakan-gerakan menuju ee perbaikan tadi Nah jadi kita harus siap mental juga tidak mungkin 100% orang kok setuju dengan apa yang kita Gagas dalam ilmu perubahan perilaku ada tiga faktor yang mempengaruhi e perilaku masyarakat itu bisa berubah yang pertama adalah predisposing Factor ya ini faktor yang memudahkan ya ya pendidik pengetahuan tadi ya kemudian enabling Factor ini yang eh yang bisa mendukung ya terlaksan perilaku baru itu adanya sarana prasarana teknologi dan n kemudian reinforcing Factor ini yang betul-betul menguatkan agar kemudian kuat ya perlu peraturan perlu kebijakan perlu ciptakan kearifan lokal perlu penegakan hukum sehingga masyarakat itu akhirnya kemudian berubah nah memang di negara-negara maju itu selain e pengetahuan juga penguatan ini eh peraturan dan penegakan hukum kalau sudah Ee peraturan itu dikawal dengan baik yang yang baik ya diberi insentif reward kemudian yang tidak baik atau melanggar itu diberi e punishment jadi ada konsekuensinya tapi kalau sama-sama dibiarkan ya akhirnya kemudian kembali ke ee kebiasaan lama lagi intinya Bahwa perlu ada gerakan perubahan dalam pengelolaan sampah jadi move on bagaimana kita move on maka oleh sebab itu ya visi pengelolaan sampah juga sudah jelas sudah ada undang-undang SDI sebagai guidance action jangan sampai mimpi cita-cita melangit tetapi tidak pernah dilaksanakan atau tidak eh menginjak di bumi gitu action jadi jangan muluk-muluk dulu tapi susun program-program kegiatan-kegiatan yang memang ee realistis untuk dijalankan kemudian passion passion itu bagaimana membangkitkan dairah semangat antusiasme masyarakat karena yang namanya Berubah itu kalau tidak berlapis-lapis mentalnya ya maka bisa jadi dia akan frustasi belum mencapai cita-cita kemudian juga caboration jadi collaboration ini eh bekerja sama dengan berbagai pihakion tadi ya Kita juga harus bisa mengidentifikasi masyarakat itu bisa berantusias dengan cara apa pendekatannya apa gitu karena kalau tidak ada pendekatan yang tepat juga tidak akan menarik dan tidak akan menimbulkan antusias nah pendekatan dalam ani tadi mungkin ada juga yang ee lebih dengan motif spiritual karena masyarakatnya di situ mungkin masyarakat yang religius dan lain sebagainya maka pendekatan spiritual bisa dilakukan misalnya tadi dengan sodqah sampah itu mungkin eh akan menjadi eh metode yang pas ada juga pendekatan sosial kalau memang di situ ikatan sosialnya banyak kemudian juga terjadi ee relasi sosial yang cukup erat dan terbangun cukup lama bisa menggunakan pendekatan sosial bisa juga menakan pendekatan ekonomi ya banyak memang kita tidak pungkiri bahwa ekonomi ini yang menarik tadi ya kemudian hukum dan politik untuk kebijakan dan penegakan aturan kemudian kesehatan Danan dan teknologi tadi nah sekali lagi Bapak Ibu semuanya ini faktor penentu kebijakan faktor sosial menurut saya ini pondasi utama faktor ekonomi faktor kepemimpinan kelembagaan dan faktor sumber daya ini juga penjaga keberlanjutan nah ini beberapa inovasi kebijakan pemerintah daerah ini di Sleman sudah ada yang dijalankan yang nomor pembelian kompos ini sudah o oleh pemerintah pembelian diskon retribusi ini juga sudah kemudian yang masih belum setiap instansi pemerintah wajib mengurangi sampah memiliki bank sampah ini belum secara maksimal kemudian pemberian alokasi anggaran keluran dengan mempertimbangkan Tingkat keberhasilan pengelolaan sampah ini bisa bentuk Renya itu ketika kemudian beres sampahnya maka anggarannya bisa ditambahkan untuk desa atau kelurahan tersebut jadi ada semacam ee apa namanya motif yang membangkitkan kita bergerak kemudian ada perdes perdes atau peraturan Kelurahan ya kemudian sampah organikan sendiri di rumah wajib gitu kemudian pengorganisasian sampah mulai di tingkat RT RW dan seterusnya kemudian juga pemberdayaan PKK ini sangat strategis sebenarnya sebagai ujung tombak dalam pengan sampah karena ibu-ibu ini biasanya yang masih memiliki apa namanya kegiatan-kegiatan sosial arisan pertemuan PKK pengajian dan lain sebagainya sehingga ee ikatan emosional antara satu dengan yang lainnya itu masih tinggi termasuk ini pelarangan pemakaian stereofor ini marah ini ya sekarang marah sekali orang eh diberi bok dari stof apalagi kalau di yyakarta ini eh apa tujuan wisata banyak sekali ee wisatawan yang datang ke Jogja kadang-kadang masih menggunakan boknya dari sterofob Wah ini semakin banyak Nanti sampah yang ditinggalkan setelah berwisata nah sementara TPS kita terbatas Lah ini kan jadi jadi masalah gitu kemudian juga kewajiban industri atau perusahaan atau dunia usaha agar alokasikan sebagai dana CSR untuk mendukung keluangan S nah ini juga perlu didorong ini Pemerintah Daerah bisa mendorong Bagaimana eh industri perusahaan yang ada di wilayahnya atau kalau pemerintah pusat ya Eh industri-industri besar itu kemudian Ayo Salurkan csrnya untuk MEB up pengelolaan sampahnya di situ Jadi Bapak Ibu tidak akan berubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang melakukan perubahan saya akan cerita ini bagaimana dikunan kita ee membangun kesadaran dan budaya pengelolaan sampah di desa wisata sukunan terus terang ya ini harus ada yang mengawali tadi harus ada yang mengawali dan Kebetulan saya mencoba mengawali jadi angka 1000 tanpa adanya satu di awal maka akan menjadi kosong 1 miliar tidak ada angka satu di depan sendiri maka kosong Maka jangan ragu-ragu untuk mengawali karena bisa jadi dengan awalan yang bapak ibu lakukan itu semuanya akan menjadi bernilai dan berarti dan saya punya prinsip satu keteladanan lebih berharga daripada serib Nas jadi menerapkan inarsng tulod mangunsri inijaran k ya kalau kita terapkan betul-betul sangat dalam Luwih becik sitik-sitik Ning ajek ketimbang gede terus mandek jadi lebih baik kecil-kecil tapi konsisten daripada penginnya kita langsung besar gitu ya dengan seremonial yang betul-betul mgar gitu ya tetapi setelah itu menjadi sebuah ee ya sesuatu Monumen kegagalan Ya ini yang kita tidak mau ya Jadi intinya kita mulai dari yang kecil kita mulai dari diri sendiri dan kita mulai dari sekarang kemudian yang kita asah ya tentunya Bagaimana otak pengetahuan kita kemudian hati Kesadaran sikap kita kemudian juga hand ya perbuatan tindakan jadi tiga H keseimbangan 3h ini intinya Talk do sedikit bicara tetapi banyak kerjanya Bapak Ibu saya akan mengajak yang belum kesukunan atau yang pernah juga gak apa-apa saya mengajak kesukunan sekarang Pejamkan mata dan sekarang buka matanya sekarang kita sampai di sukunan Kampung wisata lingkungan atauis kita Perintis pengelolaan sampah Mandiri tidak hanya di yyakarta tapi dionesiaokasi kita di perbatasantaraa dan pantul ya Jadi kalau pernah ke Poltekes Kemenkes Yogyakarta ini Satu kelurahan ya ya kemudian KK kita sekitar 300-an ini peta wisata yang kita Rintis ya tentunya sedikit demi sedikit dan sebenarnya kami keluarga pendatang ya Jadi tidak mesti keluarga pendatang ini kemudian tidak bisa diterima di suatu masyarakat kita bisa menjadi agen of Ching kita bisa menjadi agen perubahan Kami keluarga eh mulai tinggal di sekunan itu 1997 kemudian ketika masuk di sukunan kami dihadapkan kepada masalah sampah ya karena apa Saya tidak punya halaman rumah saya kecil halaman saya sempit jadi tidak dan juga tidak ada pelayanan sampah seperti di kota Sebelumnya saya tinggal di kota Jogja ya mertua di dekat Keraton Jogja gitu di sana urusan sampah selesai dengan membayar begitu masuk sukunan bingung gimana nih ngelola sampahnya tetangga saya masih banyak pekarangan-pekarangan luas Sementara saya enggak punya nah ini yang menjadi e pendorong juga nah Alhamdulillah tahun 2000 ee petani-petani sudah mulai komplain juga terhadap sampah karena sampah-sampah banyak yang masuk ke sawah dan mereka yang dirugikan bahkan juga yang rusak sak padinya pemandangan seperti ini banyak sekali terjadi ya termasuk di bantaran sungai termasuk aksi pembakaran sampah kemudian juga pernah juga ee terjadi gejala konflik sosial ya sampai ada yang menulis seperti ini yang buang sampah di situ mati masuk neraka otak buntek rezeki seret ini itu hanya orang peraniaya ini jadi walaupun tidak ada orangnya ini biasanya takut nah di situ kemudian saya mencoba ya dalam kebingungan Saya tererserang bingung waktu itu hanya saya bertanya bisa enggak sih Ee Kita mengeluar sampah secara mandiri tidak bergantung pada pemerintah kemudian juga produktif tidak perlu membayar dan juga ramah lingkungan Nah akhirnya saya belajar ee ke pemulung ya jadi saya belajar ke pemulung mengidentifikasi sampah-sampah yang dipungut yang diambil oleh pemulung itu apa saja sih kemudian nanti dijual ke mana dan lain sebagainya Kesimpulannya adalah sampah berharga setelah dipilang ini kondisi TPA apyungan waktu itu ya Nah kemudian saya membuat ya semacam apa ya ide ya bagaimana sampah ini kemudian dipilah menjadi ee tiga ya sampah pelaku jual kemudian sampah yang dapat diolah kemudian sampah yang memang tidak bisa di jual dan tidak dapat diolah Kemudian kami membentuk lembaga tim pengelola sampah sukunan kemudian di bawah organisasi kampung ada seksi kebersihan dan lingkungan ini bergerak dulu ya t tadi sebelum sebelum itu kami juga menjalankan dulu di di rumah ya Jadi konsep tadi sudah kami terapkan dulu di rumah istri saya kebetulan bisa menjahit membuat kerajinan saya konsen pada masalah kompos yang tidak laku-laku Juan itu kemudian akhirnya juga kita buat peraturan lokal ya ada kewajiban memilah ya mengompos larangan membakar kemudian imbuan-himbuan yang sifatnya adalah untuk membatasi lahirnya sampah kemudian kita juga lakukan edukasi motivasi dan sosialisasi ke seluruh elemen dari mulai anak-anak dengan demonstrasi pemilahan sampah dengan permainan dengan e perlombaan pada pemuda-pemudi ibu-ibu juga melaksanakan sosialisasi P anggotanya kita juga door to door dari rumah ke rumah kemudian juga bahkan juga kita membuat lagu ya walaupun cuman kita mengubah liriknya misalkan lagu Menanam Jagung kita ubah ee liriknya syairnya menjadi kelola sampah intinya mengenalkan ee tig r dan juga bagaimana kita mengajak untuk memilah dan mengolah Jadi cukup cukup sederhana ya Ayo kawan kelola sampah dengan 3 r dan pilah-pilah kurangi sampah manfaatkanlah ayo semua mendaur sampah pisahpisah pisahlah sampah Jalan Terbaik kelola sampah olah olah olahlah sampah Jalan Terbaik kelola sampah ini untuk untuk untuk menyemangati ya bagaimana masyarakat masuk dengan ee puisi ya kemudian dengan morural dengan pelatihan pelatihan pada anak-anak pada ibu-ibu istri saya melatih ibu-ibu untuk apa Kerajinan darulang sampah plastik ya kemudian juga kita ada gerakan e keliling kampung pungut-pungut sampah ya kemudian juga Eh anak muda ini Menyiapkan tong sampahnya jadi membangun S ofing terhadap program kemudian juga memasang aturan-aturan kampung Nah ini penerapannya sangat simpel ya memilahkan sampah di rumah plastik kertas logam kaca kemudian nanti yang organik masuk ke komposter nah ini e dikelola sekarang dikelola oleh Dasa wesma jadi setiap Dasa Wisma di sekunan ada Del Dasa Wisma nanti akan ee memilah di rumah kemudian memasukkan di e tempat-tempat penampungan sampah ya ini sebagai e tabungan bersama ya Jadi kita prinsipnya adalah sodqah sampah donasi sampah Nanti kalau sudah banyak kemudian dijual kepada pengepul uangnya nanti masuk ke kas Dasa wesma nah kas Das wesma itu bisa digunakan untuk macam-macam ada yang untuk rekreasi ada yang untuk beli e kelengkapan Kampung dan lain sebagainya kemudian yang tidak laku dijual ini juga kita olah melalui unit-unit usaha ini misalnya ee unit usaha yang meng OL ah ee sampah-sampah bekas ya bungkus-bungkus bekas kopi dan lain sebagainya jadikan macam-macam aksesoris bisa kerajinan ya tas dompet dan lain sebagainya termasuk seperti ini termasuk yang tidak bisa dijahit bisa dirajang kecil-kecil bisa menjadi e jok kursi jok motor Ya bisa menjadi sarung bantal bisa menjadi tas bisa menjadi rompinya ini foto model ya kemudian bisa juga di anyam yang tidak bisa menjahit bisa dianyam ya banyak sekali ini tas resek atau asoi ya kalau di sumaterra ini bisa juga dibuat aneka macam kerajinan buat bunga juga bisa buat pakaian ini expiner bisa juga untuk tas Seminar ini e cincin pada kup ya kup minuman ya kup minuman bagian atasnya kita ambil bisa kita anyam menjadi Eea macam bentuk keracinan tutup botol juga bisa dibuat macam-macam tutup botol minuman ya ini botol juga bisa juga jadikan ekobriik dan kita sudah ekspor ya Jadi kita sudah mengekspor eh barang-bang kerajinan daur ulang di sukunan ini sejak tahun 2006 jadi ekspornya Alhamdulillah eh eh digunakan untuk berbagai International event eh terutama yang berkaitan dengan lingkungan kertas juga walaupun laku jual Kita juga bisa meningkatkan nilai ekonominya dengan kerajinan kain Pera juga kita ada ya apa bekas-bekas kain atau ee sisa-sisa kain ya ban mobil B motor juga kita bekerja sama dengan pengrajin sterofor ya kalau kita Beli TV beli elektronik UN biasanya menghasilkan e sampah seperti ini kita tahun 2006 waktu gempa kita buat eh macam-macam bentuk ya ini kita modifikasi mesin penggilingnya kita campur sterofor satu semen 3 pasir sterofor kita cetak menjadi batako bahkan rumah korban gempa 2006 kita bangun ya dengan sampah sterofum dan sampai sekarang eh masih diuni juga bisa dibuat e pot bunga yang kaca gelas ini juga bisa digunakan untuk ee produk-produk ya kita sama dengan yang tadi bisa jadi batako Ana macam bentuk kerajinan lainnya kulit cangkang telur juga bisa dibuat kerajinan kemudian sampah organik ee mulai dari yang paling sederhana dengan menggunakan lubang tanah kalau masih ada areal ee halaman rumahnya cuman buat dua lubang satu dipakai dulu setelah penuh ganti lubang kedua kedua penuh nanti lubang satu bisa diambil komposnya bisa juga menggunakan e ee Teknologi yang dikembangkan dari eh pihak lain ya dari IPB dulu ini ini juga kita buat viori kita jalankan sampai sekarang termasuk juga kita membuat Vi ya kalau kita tidak punya lahan kita bisa menggunakan pot nah ini kalau ini kreasi kami ya dengan biopot bisa menyelesaikan sampah organik ya biopori dalam pot kemudian potnya bisa juga dimanfaatkan untuk tanaman dan ini sudah dikembangkan kemudian ini komposter skala rumah tangga sampai sekarang kita juga ee masih melayani banyak pesanan-pesanan komposter ini untuk menyelesaikan sampah organiknya ini berbagai bahan kemudian juga kita terapkan ya sampai sekarang jadi tidak hanya di awal-awal itu sampai sekarang sudah Ee Alhamdulillah sudah 20 tahun ya sudah 20 tahun ee kegiatan pengelolaan sampah Mandiri di sekunan kita jalankan ini juga model pengelolaan sampah organik yang masih ee punya kebun kita juga inovasi dalam ee penggunaan teknologi ini saya produksi juga kemudian kukuran juga menjual kompos-kompos Ya Termasuk ke pemerintah ataupun juga ke masyarakat lain eh Saya kira itu eh materi yang dapat kami sampaikan tentunya masih banyak hal-hal yang masih perlu kita ee tingkatkan ke depannya dan untuk selanjutnya kami kembalikan ke Mbak Anisa sebagai moderator ee di dalam webinar ini kurang lebihnya mohon maaf asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh baik itu tadi penyampaian materi dari pemateri kita hari ini yaitu bapak Iswanto eh yang sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu sekalian Jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin tertarik dan ingin tahu lebih lanjut nih ee itu bisa langsung berkunjung ke desa wisata sukunan gitu ya Pak Ya baik ee kalaulihat juga ternyata sudah ada banyak sekali nih pertanya tanyaan dari bapak ibu peserta webinar di kolom chat nih pak tapi sebelumnya mungkin eh sebelum kita masuk ke acara selanjutnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang mungkin menginginkan materi pada webinar kita pada hari ini itu dapat request materi terlebih dahulu eh melalui link melalui link yangelahkan diolatom yaak IUD masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin kami silakan admin Baik terima kasih kakis Apakah suara saya terdengar jelas terdengar Oh untuk mempersingkat waktu dimohon Bapak Ibu untuk menghidupkan kameranya kami tunggu ya sat dua t ta slide sat slide 2 1 2 3 slide 3 1 2 3 slide 4 1 2 3 slide 5 1 2 3 Baik terima kasih Bapak Ibu Eh saya kembalikan ke kak Anisa Baik terima kasih untuk admin yang telah Selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi yang linknya sudah disare di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi Jadi bagi Bapak Ibu sekalian bisa memberikan saran dan juga masuknya di link tersebut Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi tanya jawab dan DII Kamia sudah untuk merangkumkan beberapa pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu sampaikan di kolom Chat Zoom baik eh untuk bapak Iswanto Mungkin saya nanti akan membacakan pertanyaannya terlebih dahulu kemudian bisa langsung dijawab begitu ya Pak ya Ini pertanyaan pertama ada pertanyaan dari bapak Zul ada dua pertanyaan nih pak yang pertama budaya dan kearifan lokal seperti apa yang diharapkan di dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan kemudian yang kedu konsep rumusan regulasi seperti apa yang diharapkan sehingga bisa menjadi acuan pengelolaan sampah yang Rah lingkung seperti itu B Baik terima kasih Pak Zul ya ini kita mengasarakat ini bisa ee kebiasaan atau tradisi atau budaya yang menjadi kearifan lokal di tempat kita berada ini sebenarnya ada yang kemudian bisa dielaborasikan dengan pengelolaan sampah misalnya misalnya ee budaya gotong-royong budaya kerja bakti Misalnya ini di tempat kami ee dengan pendekatan ee pemilan sampah di setelah kemudian dipilahkan dibawa ke tempat pengumpulan sampah nah di situ ee nanti akan ada pemilihan lebih khusus dengan sistem gotong-royong kerja bakti nah ini contoh bahwa setelah eh Ada pertemuan PKK Dasa Wisma maka dilanjutkan dengan kerja bakti memilah sampah di situ nah ini merupakan ee semacam tradisi kerja bakti yang kemudian tetap dilestarikan dengan konteks teks yang EE terkait dengan ee sampah gitu kemudian ada juga contoh Ini kearipan lokal yang juga kami alami di saya kebetulan dari Gunung Kidul ya di Gunung Kidul itu ada acara yang namanya bersih bersih Kali Bersih kali ini seak dulu sejak nenek moyang Sebelum saya lahir sudah dijalankan ada yang namanya ee bersikal dulu saya saya nilai Wah kok ini seperti ke arah yang ini ya artinya ee melihat sesuatu itu diangkerkan ya angker gitu kemudian setiap setahun sekali itu ada acara bersih kali yang dibersihkan ternyata Apa itu mata air Nah cara membersihkannya pun juga unik uniknya bagaimana Karena ee di situ ee apa namanya kebetulan Bapak saya ini anu ya Ee kepala kampung gitu ya Kepala desanya di situ sehingga kemudian ketika ee setiap acara itu Ibu saya itu membuat semacam ya fermentasi ya fermentasi ee dari ketan ya kemudian nanti hasilnya adalah air air ketannya air yang hasil fermentasi itu nah kemudian dibawa ke mata air itu kemudian dituang di mata air itu saya baru ngeh ya ketika kemudian Oh itu ternyata sebenarnya bagaimana agar air mata air itu tidak mati karena mata air itu biasanya berada di di bawah di bawah kalau di tempat saya itu seperti sumur gitu ya Nah sementara itu juga banyak memungkinkan bahan-bahan organik masuk ke dalam mata air itu Nah dengan adanya memasukkan fermentan tadi ya itu akhirnya kemudian terjadi proses percepatan dekomposisi sehingga kemudian air mata airnya akan terjamin kebersihannya kemudian bahan-bahan organiknya akan terurai sehingga kemudian akan terlindungilah ee mata air tersebut ini contoh yang lainnya kemudian ada juga misalnya ee dulu di sukunan ya di sukunan ini ketika hajatan misalnya ketika hajatan itu sampah-sampah yang dihasilkan oleh tamu-tamu itu ya sudah langsung dicampur dibuang begitu saja Bahkan juga banyak yang dibakar Tapi semenjak kita lakukan gerakan pengelolaan sampah secara mandiri ini maka ada budaya yang kemudian kita kembangkan yaitu tidak langsung pulang panitianya Tetapi bagaimana kemudian ada seksi kebersihan ada seksi ini yang nanti akan mengkoordinir pemilahan sampahnya nah ini sekarang sudah tercipta seperti itu kalau ada pengajian kalau ada hajatan ada tamu-tamu datang maka selain kita ee siapkan tempat sampah yang EE berbeda untuk masing-masing jenisnya juga ada aksi kerja bakti untuk seperti itu jadi itu contoh-contohnya kemudian ada juga filosofi dari tanah Kembalikan ke tanah jadi sampah organik itu unsur unsurnya sama dengan tanah kalau kita kembalikan ke tanah pasti akan menjadi tanah karena akan ada makhluk-makhluk Sanah yang nanti akan mendekomposisi maka kemudian akan mendorong Bagaimana pengomposan dengan lubang tanah dengan biopori dan lain sebagainya itu nah kemudian untuk yang nomor dua konsep rumusan regulasi seperti apa yang diharapkan sehingga bisa menjadi acuan dalam pengeluangan sampah yang ramah lingkungan nah konsep ramah lingkungan itu adalah bagaimana mengatasi persoalan sampah itu tidak hanya outputnya bersih dilihat dari fisik tetapi juga bersih dilihat dari sisi chemikalnya kimianya kalau tadi membakar sampah misalnya itu kan wujud fisik sampah hilang tapi roh jahatnya yang bergentayangan dalam hal ini adalah ee gas-gas ya racun-racun dalam bentuk gas Ya seperti dioksin Nah ini kan berarti perlu ada regulasi Bagaimana membuat regulasi agar masyarakat tidak membakar sampah lagi Git Nah jadi poin-poinnya adalah seperti itu termasuk misalnya sampah plastik sampah plastik ternyata juga ee ada yang laku jual ada yang kemudian kalau dibakar seperti tadi kalau dikubur juga akan menjadi masalah nah ini nanti akan menjadi poin-poin di dalam merumuskan regulasi e peraturan lokal ya dalam hal ini kalau peraturan yang nasional kan sudah ada undang-undang sudah ada peraturan pemerintah kemudian di lingkup daerah sudah ada Perda ya jadi itu yang diacu kemudian masyarakat bisa ya tentunya membuat aturan-aturan yang tidak melanggar dari sisi aspek lingkungan aspek kesehatan lingkungan termasuk juga ee undang-undangnya tadi jadi nanti bisa kita pilah misalkan tadi konsep rumusan untuk memilah sampah sejak di suumbernya nanti dalam rumusan regulasi itu ketika ee melanggar pasti ada konsekuensinya nah di situ juga ada aturan dalam bentuk apa sanksi yang bisa dilakukan misalnya bagi yang melanggar nanti wajib melakukan penanaman pohon Misalnya ini kan juga sekaligus bisa membangun lingkungan ketika ada orang yang tidak mengikuti aturan nah seperti itu contoh-contoh yang eh praktis saja yang bisa di e implementasikan bisa dimonek ya kemudian bisa kemudian pendekatan sanksinya pun pendekatan sanksi yang sifatnya ee membangun yang sifatnya nanti adalah membangun kesadaran tidak kemudian ee dalam btuk hukuman-hukuman yang mempermalukan misalnya tidak seperti itu walaupun dalam implementasinya nanti akan terbentuk yang namanya sanksi sosial ketika orang di tempat kami sudah terjadi nih pak ya ketika ada orang yang masih membakar sampah itu pasti akan mendapatkan reaksi reaksi untuk kemudian melaporkan ke Pak RT atau Bu RW atau ke tim gitu ya sehingga nanti ke kemudian akan didatangi akan dapatkan ee penyuluhan dan lain sebagainya tapi kalau nanti terus dijalankan maka bisa jadi nanti dia sudah tidak ee sudah abnormal tadi ya tidak mengikuti norma yang dikembangkan e di masyarakatnya Saya kira itu eh beberapa catatan saja ya Terima kasih Mbak Eh Anisa dan Pak zulk Baik terima kasih Bapak untuk jawabannya mungkin kita langsung lanjut lagi ya Pak ya ke Pertanyaan selanjutnya ini ada pertanyaan dari bapak Muhammad siudin melihat Bagaimana perubahan perilaku mulai yang orang yang zaman dulu kalau minum menggunakan cangkir berubah menjadi kap sekali pakai dan lain-lain kalau kap sekali pakai kan masih bisa dipilah untuk didur ulang tapi bagaimana dengan perubahan perilaku saat hampir semua orang beralih menggunakan popok sekali pakai yang sepengetahuan Saya tidak mungkin untuk didaur ulang seperti itu bapak Iya menarik ini pertanyaannya Pak Saifudin ya ini mang menjadi keprihatinan kita bersama kebetulan mahasiswa saya e kebetulan membimbing di UGM juga ya di S2 UGM itu ada yang e e meneliti tentang e bagaimana popok sekali pakai di Yogyakarta Nah inilah yang kemudian perubahan gaya hidup yang dulu dengan sekarang betul-betul kita rasakan dulu ee kalau kita ingat eh perilaku atau kebiasaan di desa itu kalau punya bayi itu kan menggunakan popok kain ya itu pun masih di ee dilakukan yang namanya kalau bahasa Jawanya natur ya natur jadi setiap periodik itu bayi itu kemudian dipangku kemudian dibuka popoknya diharapkan nanti nanti bisa terbiasa untuk buang air kecil gitu ya Dan itu sebenarnya Sebuah upaya si Ibu agar kemudian membangun chemistry membangun ee emosional dengan anaknya ketika dibopong dipangku dibuka popoknya maka itu kesempatan si bayi untuk ee buang air kecil sehingga di situ ketika dia pengin pipis Tetapi kok tidak dilakukan hal yang sama maka biasanya ada nangisnya Nah kalau nangis ini berarti salah satu pertandanya si bayi itu mau kencing maka si Ibu pun juga akan melakukan itu jadi e hal yang semacam itu educational e sejak dini untuk membangun tadi pengendalian diri ya si bayi sendiri sudah mulai bisa Oh saya bisa menahan dulu sebelum ditatur saya akan menangis dan seterusnya nanti ketika sudah mulai e bisa jalan bisa ini dia sudah bisa berkata Dia akan saya mau pipis gitu sehingga ini juga ee merupakan tradisi yang sudah mulai hilang ya Sudah mulai hilang tetapi sebenarnya kalau dijalankan itu luar biasa nah e bagaimana kemudian ee orang atau si Ibu masih eh lebih suka menggunakan popok sekali pakai karena memang dari kepraktisannya lebih praktis tidak ngerepotin yang penting ee punya uang beli kemudian nanti ee ganti dan lain sebagainya nah persoalannya adalah popok sekali pakai itu kalau belum dipakai itu ya bisa dianu Ya tapi kalau sudah terisi air kencing Apalagi sudah ada vesesnya ini bisa ee menjadi berat gitu ya menjadi berat karena terisi air kemudian menjadi terkontaminasi kalau si bayi itu kebetulan baru penyakitan diare misalnya maka ini beresiko kepada pengumpul sampah maka sebenarnya ketika sampah itu ee berpotensi untuk menularkan sebuah penyakit maka sebenarnya itu masuk kategori sampah yang infeksius kalau sudah masuk kategori infeksius berarti sebenarnya itu masuk eh limbah B3 sampah B3 gitu nah artinya apa ini sebenarnya kalau mau diterapkan betulan sangatlah ee sulit dan rumit kalaupun dengan membayar biayanya mahal untuk mengelola sampah atau limbah B3 itu nah di sukunan kami juga membuat ya membuat tidak hanya popok tetapi juga pembalut wanita yang reusable yang bisa diguna ulang yaitu dengan menggunakan e kain jadi ada kain bagian penyerap ada kain bagian yang waterproof ada juga insertnya adalah kain yang bisa menyerap ya menyerap sebagai tampungannya sehingga di situ ada casing dan insert-nya Nah kita beri nama sukuno ya produk itu namanya Suk kuno su itu baik kuno itu zaman dulu jadi kembali kepada zaman dulu namun memang segmentasi pasarnya masih sangat kecil sangat sedikit ya sangat sedikit karena tandingannya adalah dihadapkan kepada masalah kepraktisan ya sebenarnya kalau mau benar sekalipun itu popok sekali pakai atau pembalut wanita sekali pakai harusnya ada Tata laksananya setelah dipakai harusnya dibersihkan bisa dicuci Dan Seterusnya kemudian juga perlu dibungkus dan diberi label bahwa itu adalah popok atau kemudian pembalut wanita karena apa biar diketahui oleh petugas yang mengumpulkan yang mengambil dan lain sebagainya ini menjadi keperhatinan kita Bapak Ibu ee Bagaimana kemudian popok sekali pakai yang ukurannya besar dan berat ini banyak sekali kita jumpai di sungai di sawah dan lain sebagainya Saya kira itu Pak Saifudin jadi ini ee mudah-mudahan nanti akan tumbuh inovasi-inovasi yang berkaitan Bagaimana dari sisi ee produk-produk yang ramah lingkungan dan juga nanti bagaimana teknologi untuk pengolahannya Terima kasih m saya kalikan terima kas bapak untuk jawannya kemudian mungkin kitasung lanjut lagiak ke Pertanyaan selanjutnya ini ada pertanyaan Dar IB biljadiorangend diasg Arifan lokal seperti itu bapak Ya terima kasih ee Mbak atau Bu Fani ya Mbak mungkin ya Mbak Fani ini ee Saya menghargai kalau sudah pertanyaannya seperti ini mudah-mudahan nanti siap menjadi agen upchange ya menjadi perintes gitu kalau sudah berniat baik jangan kemudian ee dibenamkan tapi harus dimunculkan dengan ee penuh ya Penuh ee komitmen ya nah memang benar ini ada beberapa kendala pertama berkaitan Kalau mau nanti mengelola sampah perlu tempat bagaimana untuk menampung sampahnya Bagaimana gitu ya tempat tempat untuk Katakanlah tadi misalkan mau membuat kompos ya sampah organiknya Saya pengin selesai di rumah selesai di rumah masing-masing penghasil maka tadi ada beberapa alternatif kalau tempatnya masih luas bisa menggunakan lubang tanah yang besar-besar kalau tidak punya ee lahan pekarangan bisa menggunakan biopori biopori itu bisa diletakkan di lahan-lahan sempit ya termasuk di e bauau jalan misalnya atau bahkan badan jalan atau bahkan di ee ya Halaman yang kecil pun bisa kalau tidak bisa atau tidak punya alat untuk membuat lubang biori bisa mengunakan biod yang tadi ya di dalam Pod saja bisa juga gitu ya untuk untuk pengomposan kemudian kalau tidak bisa lagi bisa juga menggunakan komposter skala rumah tangga kalau tidak bisa lagi bisa menggunakan sistem kelompok ya pengomposan di kelompok ya Secara komunal ya jadi itu contoh gitu ya kemudian kalau untuk bank sampah saya enggak punya tempat nih gimana caranya ya tidak mempunyai tempat sebenarnya untuk pengumpulan sampah bisa ditentukan harinya misalkan Sebulan sekali setiap hari Minggu kalau di pasaran Jawa enak ya misalkan setiap Minggu Kliwon misalnya nah itu ada aksi pengumpulan sampah bersama ditentukan di titik Tertentu bisa di pos ronda bisa di lapangan yang tempat-tempat publik untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah di rumah di situ di situ pula sudah kita undang pembeli sampah jadi nanti akan selesai di hari itu juga ya Jadi tidak ada e penampungan sampah tetapi penampungan sampah di rumah masing-masing bisa dengan menggunakan karung bisa menggunakan kantong plastik untuk kemudian nanti digunakan untuk memilah dan mengumpul sampah di rumah kemudian mengirim ke tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh EE pengelola kemudian nanti langsung dijual di hari itu juga tempat itu juga gu kemudian modal nah modal ini pun juga sebenarnya ada yang e sangat eh minim modal ya contoh tadi kita kan misalnya mau membuat kompos enggak punya alat bisa juga di di atas tanah pun bisa dengan menggunakan karung bisa yang sangat murah gitu atau Katakanlah saya tidak bisa membeli sampah yang ada dari masyarakat tidak perlu dibeli kita langsung dibeli oleh rekanan kita ya Nah ini langkah berikutnya rekanan di lokasi juga sulit misalnya misalnya pembeli sampahnya enggak bisa sekarang sudah banyak sekali jaringan-jaringan pengelola sampah kalau di di ini sudah ada jejaring pengelolaan sampah Mandiri kalau kita masuk ke dalam jaring itu nanti Bisa tukar tukar informasi Oh saya punya rekanan yang bagus l Dia mau membeli sampah lumayan mahal Nah ini bisa nanti eh sharing informasi sehingga kemudian akan ini di situ ada pemulung di situlah nanti pasti ada jaringan ee pengepulan sampah ada pembeli sampahnya pasti itu dan ketika kemudian sampah kita banyak pasti dia bisa jemput bola artinya bisa diambil di tempat kita e berada Saya kira itu Eh mbak F ya terima kasih baik eh terima kasih Bapak untuk jawabannya kemudian ya ini ya menghidupkan motivasi motivasi orang-orang jadi ee kalau saya prinsipnya gini setiap orang itu pasti punya potensi sesuai dengan passionnya sendiri-sendiri ya misalkan orang suka tanaman ini biasanya Pennya bisa kita libatkan di dalam ee pengomposan artinya untuk aktif di dalam gerakan mengajak masyarakat untuk membuat kompos dari sampah organiknya kalau sudah ada ciri-ciri untuk suka EE seni kreativitas Oh ini bisa untuk diajak ke kerajinan ada yang suka apa namanya untuk marketing Nah bisa seperti itu intinya beri arena untuk bermain untuk ee berkarya pada orang sesuai dengan passion-nya sesuai dengan potensinya masing-masing dan ketika ada yang salah jangan malah disalah-salahkan tapi Buatlah sesuatu yang membangkitkan semangat dengan Sanjungan dengan barangkali malah hadiah gitu ya Oh anak-anak yang paling banyak atau paling aktif menabung sampah Ah bisa kita beri apresiasi atau setiap mengumpulkan di mengumpulkan sampah dengan volume tertentu dengan berap tertentu akan dapat misalnya kupon ya kupon ya kupon doorpres misalnya nanti pada setahun sekali kita buka doorpresnya Kita juga bisa apa mengidentifikasi orang-orang yang kaya di tempat kita bisa menjadi penyumbang dana untuk membangkitkan semangat itu saya kira itu Terima kasih baik terima kasih bapaknya eh kemudian kita langsung lanjut lagi nih pak ke Pertanyaan selanjutnya ini ada pertanyaan dari i sudah adaang-ang Nom tetapi Mengapa masih belum tertangani dengan baik masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan aturan yang cenderung diabaikan Bagaimana tanggapan Bapak seperti itu bapak Ya terima kasih Bu Siti Wahyuna ya itulah yang tadi saya sampaikan undang-undangnya sudah 16 tahun tapi ternyata dalam implementasinya masih belum ya kalau undang-undang itu dijalankan dengan baik itu sebenarnya sudah merupakan ee perubahan yang e fundamental ya contoh yang tadi ketika di dalam undang-undang ada larangan membakar sampah ada larangan membuang sampah sembarangan termasuk ada ee punishmentnya ini ternyata tidak dijalankan pengawasannya kurang jadi pengawasan dan penegakan hukum di Indonesia masih lemah dalam pengelolaan sampah ini ini cerita ya cerita di negara lain ya yang kita juga tidak tabu untuk belajar di negara lain yang berkaitan dengan ini Mengapa mereka disiplin Mengapa mereka tertib karena memang di dalam konteks pertama sosialisasi tentang peraturan kemudian edukasi motivasi kepada masyarakat pendampingannya kuat kemudian ketika ada yang melanggar ketika ada yang melanggar itu pas pasti ada ee konsekuensinya dalam bentuk denda yang harus dibayarkan dan itu pengawasannya betul-betul konsisten dan masif ya Sehingga itu akan menjadi ee orang untuk tertib ya tidak tidak usah jauh-jauh ya ketika helm adalah wajib digunakan oleh pengendara sepeda motor itu ada di dalam undang-undang kemudian ketika melanggar nanti ada namun ketika itu tidak dilakukan penegakan maka bisa dipastikan di suatu kota di suatu tempat pasti banyak orang yang tidak menggunakan helm karena apa menggunakan helm tidak menggunakan helm sama saja enggak ditilang tuh atau yang menggunakan helm juga eh apa namanya tidak diberi reward tuh nah kayak gitu nah sehingga untuk menyentuh kesadaran yang lebih tinggi dalam artian adalah bahwa helm untuk keselamatan itu masih sedikit ya artinya apa masih butuh pengawasan sistem controlling yang itu kemudian harus diterapkan sama dengan dalam pengelolaan sampah contoh ada sebuah desa atau kelurahan di Sleman Ya sudah memiliki ee aturan ya aturan pengelolaan sampah ya peraturan Desa salah satu yang dimuncul di dalam peraturan tersebut adalah bagi siapa yang menangkap orang yang membuang sampah sembarangan atau membakar sampah sembarangan dan melaporkan ke kelurahan atau Desa maka akan mendapatkan 50% dari ee denda yang ditetapkan nah artinya itu apa memperluas e pengawas tidak hanya oleh petugas tetapi juga oleh masyarakat masyarakat juga akan ee apa ya termotivasi untuk kemudian ikut cawe-cawe melaporkan gitu karena apa dia juga dapat insentif nah seperti itu itu contoh itu nah Oleh sebab itu aturan kita sudah banyak dan bagus-bagus tetapi manakala tidak dilakukan penegakan aturan dengan baik salisasi aturan dengan betul-betul gitu ya maka kemudian itu akan menjadi ee aturan yang terlecehkan terlecehkan karena apa ya yang yang melanggar juga didiamkan aja itu gitu nah Oleh sebab itu saya eh justru cenderungnya Bagaimana eh tadi pondasi-pondasi pemahaman-pemahaman tentang pengelaan sampah itu ditanamkan sejak dini sejak anak-anak kita di rumah ya di rumah dan juga di sekolah di tempat ibadah semuanya itu betul-betul dimulai kalau hanya mengandalkan dari pemerintah kita tidak tidak akan memungkinkan semuanya ber bergerak dengan baik Jadi kalau anak-anak sudah kemudian diberi pemahaman tentang bahaya membakar sampah di sekolah juga seperti itu di mana-mana seperti itu maka itu semuanya sama tapi yang sering juga terjadi sekolah diberikan pemahaman itu tapi dikeluar ibunya malah membakar sampah Nah itu berarti sudah apa ya idealisme anak yang tadinya akan terbentuk akhirnya menjadi hilang nah itu jadi ada keseimbangan kehidupan keluarga di sekolah dan juga di e masyarakat serta ee di manaun mereka berada ya Saya kira itu ya jadi eh kita tetap tidak boleh menyerah karena sebenarnya sampah ini tanggung jawab kita bersama Terima kasih Monggo Bu terima kasih Pak untuk jawabannya mungkin kita langsung lanjut ke satu pertanyaan terakhir nih pak dari bapak agusuniarto regulasi pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai sudah banyak terbit di banyak kabupaten atau kota akan tetapi menurut hemat saya apabila tidak ada pembatasan produksi kantong plastik dari produsen maka tetap saja masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan kantong plastik maka akan kembali menggunakannyain lain halnya apabila produk kantnya dibatasi bisa dengan atau sejenisnya makaarakat tidak ada pilihan untuk menggunakannya karena keterbatasan produk kantong plastik yang beredar di pasaran Bagaimana Menur pendapat seperti ini gitu ya ada loh yang sekarang e ya ketika kita belanja itu betul-betul tidak ada kantong plastik itu ada ya contoh yang e saya jumpai juga di Bali misalkan di Bali itu bagus loh di Bali itu eh beberapa minimarket betul-betul sudah tidak menyediakan kantong plastik sehingga pilihannya pembeli adalah memegang kalau masih memungkinkan dipegang dengan tangannya maka orang yang dibeli itu dipegang kalau jumlahnya masih ter terjangkau gitu ya tetapi kalau kalau nanti sudah tidak bisa maka alternatifnya adalah kantong belanja kantong belanja yang di dibuat di sana itu ya di Bali saya lihatnya itu ada yang berbahan kertas ada yang berbahan kain artinya kalau kertas ee nanti termasuk e degradable ataupun juga nanti laku jual kalau dijual gitu ya kemudian Kalau kain itu bisa dipakai berulang-ulang nah sehingga itu itu pun juga tasnya dibuat mahal gitu jangan murahan kalau murahan Nanti orang cenderung ee menjadikan kantong kain itu pun sekali pakai gitu ya jadi ini juga menjadi ee hal-hal yang perlu kita terus bergerak bagaimana agar orang ee dibatasi penggunaan kantong Plas ya jadi saya setuju Kalau kemudian ee di mana pun itu juga diterapkan nanti lama-lama juga akhirnya ee pabrik perusahaan plastik juga akan berpikir lebih baik besok saya memproduksi ee kantong dari kertas ya sebagai pengganti kantong plastik ya Sehingga itu akan menjadi e semacam hukum ya hukum alam ya ketika produknya tidak ada yang mengkonsumsi ya Saya kira itu tetapi ini Tentunya ya juga harus pilih juga misalkan membeli bahan yang EE basah G misalkan ikan di pasar misalnya nah ini kalau bagusnya kan ee pembeli itu membawa tempat ya tempat untuk ee belanjaan yang basah-basah tadi Nah ini nanti tingkatannya kesadarannya lebih tinggi lagi tapi dengan pembatasan sampah atau penggunaan kantong plastik itu sudah luar biasa dan ini pernah diterap kan di di Sleman waktu itu malah di launching ya diunching oleh EE Pak Bupati ee penggunaan e pelarangan penggunaan Kanton plastik atau penggunaan Kanton plastik berbayar di e supermarket Tetapi kalau itu tidak dikawal dengan konsisten maka kembali lagi karena apa Sekali lagi bahwa kebijakan aturan sebaik Apun kalau tidak dilakukan pengawalan dengan baik monitoring dan evaluasi dengan baik maka cenderung akan kembali lagi walaupun waktu itu aleh-alhnya adalah ee bahwa dengan penerapan seperti itu menurunkan omset penjualan Nah ini kan Apa benar itu karena masyarakat itu sebenarnya nanti juga akan adaptif artinya menyesuaikan ya besok lagi saya bawa kantong dari rumah gitu jangan kemudian kalah dengan ee pihak-pihak yang memang ee dengan waktu yang singkat sudah bisa memberikan kesimpulan yang akhirnya justru kembali lagi ke semula Saya kira itu ya jadi eh eh Kita Masih Terus harus berinovasi inovasinya dalam inovasi kebijakan juga inovasi kebijakannya seperti apa sih g gitu Makasih Mbak Anis ya Mas Agus diuni baik terimaih untuk bapako untukan-jawabannya baik itu tadi pertanyaan dari bapak Agus sekaligus menjadi pert penutup dari sesi tanya jawab ini yaitu bapak yang telah ehantu menjawab pertanyaan-pertanyaanih juga untuk bapak ibu sekalian yang sudah ak bertanya dan mohon Ma Apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena untuk kita yang sangat terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian kemudian seperti janji saya di awal tadi nih saya juga sudah mengantongi nih nama-nama pemenang yang beruntung pada pagi hari ini untuk memenangkan DPR spesial dari kami selam untuk ketiga pemenang yaitu yang pertama ada Bapak muhammadudin Kemudian yang kedua ada ibu admin hadiahnya ya Bapak Ibu sekalian Baik untuk selanjutnya saya ingin menginformasikan nih untuk agenda yang akan mendatang ini ada edukasi bijak sampah sejak dari rumah ataucd edisi pemula eh kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama dari butik daur ulang pro Indonesia eh dan juga sekolah sampah serta e jpsm jadi akan ada dua sesi nih yaitu online dan offline untuk acara offlineennya itu akan kita selenggarakan pada 24 Februari tahun 2024 Sedangkan untuk onlineennya yaitu ada pada hari Sabtu 9 Maret 2024 Jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin tertarik ni mengikuti agenda ini untuk lebih lanjut baik eh kita telah sampai nih di penghujung acara nih Bapak Ibu sekalian dan Alhamdulillah hari ini kita sudah belajar banyak sekali melalui webinar membangun budaya pengelolaan sampah yang disampaikan oleh pemateri kita pada hari ini yaitu bapak Iswanto banyak sekali ilmu yang kita dapatkan pada penyampaian materi pada hari ini ee semoga ilmu-ilmu tersebut bisa bermanfaat bagi kita semua baik eh kemudian saya juga ingin mengingatkan nih Bagi Bapak Ibu sekalian eh untuk dapat pengisi kuesionar yang linknya sudah di-share di kolom Chat Zoom supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi ya Bapak Ibu sekalian dan sekali lagi Eh saya juga izin mengingatkan kepada Bapak Ibu sekalian yang mungkin menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin mungkin belum sempat request itu dapat juga langsung mengisi Link yang sudah admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom kemudian eh terakhir saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita pada hari ini yaitu bapak Dr Iswanto SD MK yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan juga sharing eh materi bersama kami pada pagi hari ini eh saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr hijah ama Putra stml selaku founder dari butik da ulang Project Indonesia sekaligus sekretaris jurusan program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan juga peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias sekali selama webinar ini berlangsung Semoga kita semua masih bisa bertemu di webinarwebinar selanjutnya Bapak Ibu sekalian ak kata saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini mungkin terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan sayaana pamit undur wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kasih terima kasih Pak iso Bapak Ibu semuanya sampai ketemu lagi Amin amin