Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id baik hari ini kita kembali lagi nih bertemu di rangkaian acara webinar bersama sayaana selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu acara ini dari pukul 00 hingga pukul 11dillah kita hari ini merupakan webin pert nih yang diselenggarakan oletik ulang proones di tahun 2024ah kemareng 23 webinar pada tahun 2023 kemar acara webinar kita pada hari ini mengusung tema membangun budaya pengelolaan sampah yang akan disampaikan ole pemateri kita pada hari ini yaitu bapak drara ini diselenggar oletik yangjaama dengan universitas islamonesianyau datang dan juga memberikan salam hormat saya kepada pemateri kita pada hari ini yaitu bapak drd lalu kepada bapak Dr hijrahra SM selaku founder dari butik ulang pro Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan universitas islamonesia dan juga tidak lupa kepada bapak ibu peserta webinar pada hari yang berbahagia ini sebelum masuk ke materi weinar kita saya Ingatkan Untuk Bapak Ibu sekalian untuk dapat pengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu sekalian kemudian Dengan hormat saya juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk dapat menonaktifkan mikropon selama kegiatan ini berlangsung supaya kita semua dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik baik Oh selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti kita yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari bapak Pak Dr hijrah Putra S selaku founder dari butik daur ulang Project Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik lingkukan Universitas Islam Indonesia baik langsung saja waktu dan layar kami persilakan baik Terima kasih Mbak mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillahamdulillahillah Eh tentunya selamat pagi salam sejahtera untuk kita semuanya yang saya hormati bapak Dr Iswanto ee teman-teman panitia serta Bapak Ibu ee peserta webinar membangun budaya pengolahan sampah pada hari ini e Sabtu 10 Februari 2024 mudah-mudahan kita semuanya dalam kondisi yang sehat bersemangat dan siap untuk mengikuti webinar ee Sabtu ya 2 minggu yang dilakukan oleh EE butik da ulang Project B Indonesia dan jurusan Teknik Lingkungan ee Universitas Islam Indonesia Eh benar sekali Bapak Ibu ini adalah kesempatan pertama di tahun 2024 mudah-mudahan ee bisa lancar bisa sesemangat pada saat melaksanakan berbagai macam topik webinar di tahun 2023 yang lalu gitu ya dan mudah-mudahan 20 24 ini juga akan membawa perubahan yang baik juga ya terkait dengan pengolaan sampah yang ada di Indonesia gitu ya dan di Februari ini kita juga akan memperingati hari peduli sampah nasional beberapa hari lagi sebuah kejadian yang luar biasa di ee suatu daerah yang merenggut nyawa cukup banyak gara-gara persoalan sampah mudah-mudahan dengan semangat kita untuk membangun budaya pengolahan sampah yang lebih baik dimulai dari diri kita dimulai dari keluarga kita dimulai dari lingkungan terdekat kita dapat menghasilkan pengolaan sampah yang lebih baik di masa yang akan datang Eh Topik ini sangat eh sangat relate ya dengan pemateri kita ini tokoh yang EE kami kagumi juga kami banyak sekali belajar dengan beliau di saat masih kuliah beliau sudah berkecimpung di bidang pengolahan sampah jadi ini adalah salah satu guru kami yang juga tetap hingga saat ini konsisten ya dalam melakukan pengololaan sampah memberdayakan masyarakat ee di berbagai macam lokasi dan Bapak Ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan desa sukunan yang ada di Yogyakarta mungkin juga sudah pernah berkunjung dan EE beliaulah yang memulai desa sukunan mudah-mudahan materi hari ini eh dapat menyemangati kita semuanya memulai dari hal-hal yang sederhana dan bisa terus konsisten bermanfaat kepada masyarakat ya eh seperti layaknya webinar Project B eh seperti biasanya G ya kita mulai tepat waktu dan tidak perlu lama-lama untuk sambutan agar materi inti kita bisa Dengarkan dengan baik dan bisa bermanfaat kepada Bapak Ibu semuanya Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim webinar membangun budaya pengolaan sampah pada hari Sabtu 10 Februari 2024 ee resmi untuk dibuka dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita semuanya Terima kasih sekali lagi pak Iswanto atas waktunya dan mudah-mudahan bapak ibu dapat mengikuti dengan baik dan jangan khawatir kita juga live streaming di YouTube dan nanti bisa diikuti kembali mungkin ada sinyal atau kendala jadi tetap bisa mengikuti dengan baik selamat bertugas Mbak Anisa dan tim mudah-mudahan diberikan kelancar mohon maaf jika banyak kekurangan wabillahi taufik wal hiidah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih untuk Bapak hijrah yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Baik eh Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live Melu youtube channel kami yaitu di Pro Indonesia jadiis selamaara weinar ini berangsung mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala diom tidak per khawatir karena Bapak Ibu sealian jugaetapisaikuti webinar ini mu youtube channel kamiitu di Pro selanutnya seperti biasanya ni Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyapkan berbagai macam i anyaan terbaik dan du Story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik nantinya akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk pemenang du Story Instagram terunik akan kami Hubungi langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya nih selama webinar ini berlangsung itu dapat sekali langsung memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang inin ditanyakan dan nantinya akani p terbaik untuk memenangkan doorpr spesial dari kami baik ee mungkin tanpa berlama-lama lagi kita langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi namun sebelum itu Mari kita simak terlebih dahulu CV dari pemateri kita [Musik] berikut [Musik] Iya baik itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini mungkin kita akan sedikit menyapa pemateri kita terlebih dahulu ya Bapak Ibu sekalian Asalamualaikum Selamat pagi Bapak Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Mbak selamat pagi segar ini ya alhamdulillah bapak gimana kabarnya hari ini Pak Alhamdulillah sehat dan semangat Alhamdulillah baik Kalau gitu mungkin kita untuk efisiensi waktu mungkin kita langsung lanjut aja untuk mulai penyampaian materinya begitu ya Pak ya untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai sekitar jam 1030 begitu ya Pak ya tanpa bernama lagi mungkin langsung saja tempat dan layar kami baik terimaihillah warahmatullahi wabarakatuh yang saya hormati pak hijrah Purnama Pak Dr hijrah Purnama Putra eh dosen di Universitas Islam Indonesia eh jurusan teknik lingkungan dan juga founder butik e daur ulang yang juga menyelenggarakan Project B Indonesia luar biasa Kami bangga Eh punya sahabat yang komitmen dan konsisten untuk terus e mengawal eh pengelolaan sampah di Indonesia dan Untuk itu saya juga mohon izin Bapak Ibu semuanya eh kami juga terus belajar Jadi kami nanti akan lebih banyak keesare pengalaman apa yang kami lakukan dan tentunya juga nanti ee kami sangat terbuka untuk MI e mendapatkan masukan atau Apun ya untuk kemajuan ke depannya untuk itu selanjutnya saya izin e share screen mudah-mudahan sudah bisa tampil ya Mbak Mbak Anisah sudah Pak sudah terlihat Oke baik ini ee membangun budaya ya budaya pengelolaan sampah ini sangat dalam karena kalau sudah Ee budaya ini ee tidak hanya melibatkan pikiran tidak hanya melibatkan otak tetapi juga sudah melibatkan hati jadi hati pikiran dan juga gerakan nyata ya artinya aksi ya butuh tangan butuh kaki ya untuk bisa menggerakkan kaki dan tangan itu ternyata tidak hanya masalah otaknya pintar Tetapi yang jauh lebih menonjol perannya adalah justru di hati karena dengan hati ternyata bisa menggerakkan tangan dan kaki untuk bergerak melangkah dan lain sebagainya Untuk itu kita perlu melihat ee apa sih sebenarnya budaya ini dari beberapa literatur memang kalau sudah berbicara budaya nah ini tidak bisa dilepaskan dari yang namanya Kebiasaan kalau sudah membudaya berarti sudah membiasa artinya sudah Ee dilakukan dalam seharian dan ini biasanya juga ee sukar diubah tapi untuk membangun budaya ini juga tidak kemudian instan mungkin Butuh Waktu waktunya pun relatif ada yang pendek tapi kebanyakan ya membutuhkan waktu yang tidak sedikit bisa bertahun-tahun bahkan dan ketika kita bicara budaya maka yang melingkupi adalah macam-macam jadi ini keseluruhan yang Kompleks karena mengkait terkait dengan masalah kepercayaannya pengetahuannya bahkan juga berhubungan dengan seni bahkan berhubungan dengan hukum moral adat istiadat dan ini ini ini merupakan ee salah satu ee ee Apa pengertian dari e budaya dan apakah pemudian budaya itu hanya berupa seni budaya yang biasa kita identikkan dengan seni tidak jadi budaya ini bisa berupa ide bisa gagasan bisa yang kemudian terbentuk dalam pola perilaku tindakan dan bahkan juga menghasilkan karya sehingga budaya ini juga melalui proses belajar Nah jadi kita memang ee ketika belajar itu juga nanti bisa jadi outputnya adalah sebuah budaya atau kebudayaan dan budaya itu bisa diwariskan urun tememurun artinya tidak hanya dilaksanakan pada saat ini saja tetapi justru menjadi ciri khas budaya itu ketika kemudian sudah Ee diikuti dilaksanakan bertahun-tahun turun-temurun dari generasi ke generasi makanya kemudian ciri budaya ini biasanya bersifat kolektif kenapa kapa kolektif karena dibentuk dan berada dalam kelompok masyarakat sehingga anggota masyarakat itu memiliki budaya tersebut dan juga menjalankan budaya itu kemudian juga bahwa budaya ini tadi ee bisa berubah karena tadi ee berkaitan dengan ee Bagaimana perkembangan di lingkungan kita zaman dulu sebelum ee teknologi informasi maju seperti sekarang ini barangkali ee budaya-budaya ini lebih banyak ee bersifat yang tindakan konvensional tetapi sekarang sudah banyak juga ee budaya budaya itu dihiasi dengan teknologi informasi ini sebagai sebuah ee media dan metode yang digunakan ee Ketika kita bicara masalah budaya jadi ee daydaya itu juga bersifat adaptif terus mengikuti perubahan namun tidak sepenuhnya mengubah keseluruhan nilai yang terkandung dalam budaya itu jadi misalkan ada ee kegotongroyongan Ini masih biasanya mewarnai ya jadi ee komponen sosial aspek sosial ini juga e betul-betul masih melekat di dalam ee budaya itu sendiri kemudian ee bahwa budaya ini ya dapat diwarisi atau diwariskan juga yang diwariskan Apa nilai dan karakter dari generasi ke generasi sehingga dapat diajarkan dan dapat dipelajari ini dalam konteks ee pengelolaan sampah Nanti saya sampaikan budaya Apa saja sih yang kemudian bisa kita lihat seperti contoh misalnya ketika kita ee datang atau mengunjungi suatu tempat di mana suatu tempat itu sudah memiliki budaya untuk memilah sampah maka ketika kita hadir di sana maka kita juga akhirnya mengikuti budaya setempat dan kalau ini diteruskan dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian dibawa kembali ke tempat mereka asal maka kemudian budaya itu juga bisa sebenarnya dibelajar atau dipelajari dari tempat lain kemudian di adopsi di tempat kita ya banyak ee mahasiswa yang belajar ke luar negeri itu betul-betul tertib ketika berada di sana karena di sana memang sudah tercipta aturan dan bahkan juga sudah menjadi budaya masyarakat setempat ee dalam pengelolaan sampah sehingga dia juga mengikutinya karena kalau tidak mengikuti maka dia bisa dikatakan sebagai ee masyarakat ABN normal artinya tidak mengikuti norma-norma yang ada di situ nah namun Ya ini yang kita sayangkan bahwa budaya yang sebenarnya baik itu kemudian ketika pulang itu tidak dilanjutkan atau tidak di ee laksanakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan kembali mengikuti ee pola pengelolaan sampah yang Ee tidak benar dan sebenarnya budaya ini bisa menjadi ee identitas jadi ee sebagaimana ee disampaikan Pak izrah tadi memang kami sudah mulai bergerak untuk membangun budaya masyarakat dalam pengelolaan sampah ini ini di sukunan di desa wisata sukunan mungkin bisa digogling ya desa wisata sukunan ini sudah tahun 2003-2004 dan ini sudah melekat sebagai identitas sukunan bahwa ketika ee ingat sukunan maka di situ adalah ingat ee pengelolaan sampahnya karena memang kita membangun e spesifiknya adalah ee berkaitan dengan pengelolaan sampah Ketika kita bicara budaya maka kita juga tidak terlepas dari kearifan lokal ya kita beruntung ya kita beruntung bahwa Indonesia ini ee banyak sekali nilai-nilai kearifan yang bersumber dari masyarakat entah itu masyarakat tradisional termasuk juga agama tentunya dan di kearan lokal ini sebenarnya menjunjung tinggi etika dan moral yang tumbuh dalam masyarakat dan ini banyak sekali yang berkaitan dengan masalah kelestarian lingkungan kemudian bahwa kearifan lokal ini merupakan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat yang diperoleh secara turun-temurun dan ini sudah diimplementasikan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat jadi ee kalau sudah kearifan lokal ini ee di situ memuat nilai-nilai yang telah mendarah daging bahkan ketika kemudian kita tidak mengikuti kita ee mendapatkan ya semacam sanksi sosial ya karena sudah dianggap tidak umum lagi di situ ini beberapa ee contoh ya kearifan lokal yang EE bisa berupa falsafah misalnya kalau dijakarta ini ada falsafah ee hamemayu hayuning Bawono jadi kita sebagai umat manusia sebagai khalifah di muka bumi ini wajib hukumnya untuk menjaga memperindah dan menyelamatkan bumi di mana kita berpijak ini kemudian ada lagi Gemi Nastiti ngati-hati ini ajaran ee dari leluhur kita ya bahwa kita juga harus menerapkan ajaran Gemi Nastiti ngati-ati Gemi itu artinya hemat Nastiti cermat kemudian ngati-hati itu berhati-hati ya dalam hal berpikir bersikap dan bertindak Sehingga dalam konteks sampah ini agar orang tidak banyak menyampah tidak banyak menghasilkan sampah jadi ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya walaupun kita punya uang banyakah bukan berarti kita membeli barang-barang yang over sehingga nanti banyak yang menjadi sisa nah artinya Berarti di situ pasti akan banyak menghasilkan sampah kemudian juga cermat cermat itu ee berkaitan dengan bagaimana ketika kita mau Bali e beli barang ya harus kita e berpikir kalau saya beli barang Tapi cepat rusak maka akan cepat menjadi sampah Tetapi kalau kita beli barang yang relatif awet maka juga tidak akan cepat-cepat menjadi sampah tapi sekarang banyak sekali Misalkan contoh Lampah ya lampu listrik lampu penerangan ini ada yang harganya murah tetapi dalam waktu 3 bulan sudah mati akhirnya sudah menjadi sampah tapi ada yang mahal tetapi bisa bertahun nah ini berarti kan juga kecermatan kita termasuk hal-hal yang lain-lain kemudian kalau ngati-hati ya upayakan ketika kita sudah membeli atau mengkonsumsi barang itu betul-betul dijaga dipelihara agar tidak cepat rusak karena begitu cepat rusak maka akan menjadi sampah nah ini contoh-contoh yang realistis yang bisa kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari kemudian juga ajaran berani berbuat harus berani bertanggung jawab ini Misalkan contoh ya berani Beranak ya harus bertanggung jawab terhadap anak ya yang dikaruniakan kepada kita tanggung jawabnya dalam bentuk apa ia membimbing mengajari menyekolahkan membiayai dan lain sebagainya maka dalam konteks sampah berani menyampah ya harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan termasuk juga membayar iuran retribusi sampah residu misalnya jadi jangan sampai nanti kita ee tidak bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasil kemudian ini ini saya ingat terus ini ya ketika sejak kecil saya hidup di desa ya itu orang tua dan guru selalu berpesan Jangan membuang kulit pisang di jalan dan waktu itu televisi pun cerita anak-anak itu juga menyampaikan kulit pisang yang kecil ketika berada di Jalan kemudian terinjak dan membuat orang yangjak itu terpeleset maka kemudian terjatuh dan akhirnya cidera ini sampai sekarang pun itu masih teringat terus sehingga kemudian hal-hal yang semacam ini tentunya harus kita sampaikan juga kepada anak-anak dalam konteks sekarang tentunya tidak hanya kulit pisang misalnya membakar sampah itu tabu gitu membakar sampah itu betul-betul bisa mencelakakan orang manakala yang dibakar itu adalah mengandung racun Misalnya dioksin dioksin ini kan termasuk kategori supertksin Nah kalau hal yang semacam itu sudah diberikan sejak dini oleh orang tua maupun oleh guru maka anak-anak kita sudah akan masuk ke dalam pikirannya ke dalam hatinya dan selalu teringat membakar sampah plastik itu betul-betul dilarang karena akan bisa menyebabkan Berbagai gangguan kesehatan termasuk juga kanker dan lain sebagainya Bapak Ibu dan EE hadirin semuanya ketika kita tarik ke budaya pengelolaan sampah maka sebenarnya di dalam mengelola sampah ini memang butuh perubahan pola pikir mindsetnya mindsetnya yang sebelumnya barangkali sampah itu ya dibuang bisa dirubah sekarang pola pikirnya sampah itu material Bahan baku untuk sesuatu yang bermanfaat bisa jadi pupuk bisa kerajinan bisa jadi macam-macam produk baru lagi dan lain sebagainya kemudian tentunya juga dalam bersikap bersikapnya yang tadinya barangkali hanya sebagai penonton sebagai seorang yang bisa mengkritik tetapi tidak tidak bersikap artinya cuek saja terhadap permasalahan sampah yang ada di sekitarnya ya Sehingga ini perlu menarik kepedulian orang terhadap masalah sampah ya dan yang paling utama adalah Pola tindakan action-nya amalannya ya amalannya contoh kecil Kalau sudah membudaya ketika melihat di sekitar kita ada sampah tercecer maka tidak akan menunggu yang lain mengambil atau petugas kebersihan mengambil tetapi sudah akan mengambil secara reflek dan juga tidak pengin karena Sanjungan dan lain sebagainya tetapi itu sebuah menjadi kebiasaan ketika melihat sampah di sekitar kita langsung kita pungut dan kita tempatkan di tempatnya termasuk pada anak-anak kita ketika menghasilkan bungkus permen yang bar biasanya kecil gitu ini pun harus kita berikan penyadaran kepada anak-anak Kalau tidak ada tempat sampah di sekitarnya maka e sakulah yang menjadi tempat sampahnya sampai kemudian nanti Ketika menemukan tempat sampah baru dimasukkan keak sampah itu ini juga saya alami Ketika anak-anak saya ee Kebetulan juga menghasilkan sampah kecil kemudian di saku kemudian ketika pulang maka dia akan memasukkan ke tempat sampah atau ketika istri saya mencuci pakaiannya maka kemudian dia akan mengecek sakunya ada sampahnya atau tidak ketika ada sampahnya berarti sudah penanaman ya penyadaran sejak di ini ini sudah masuk jadi lebih baik kita memang ee Bagaimana mengamalkan ya tersebut kemudian sistem pengelolaan sampah yang sudah membudaya ini ya memang ee terinternalisasi dan terimplementasi kadang ini ee ini juga terjadi ya ketika belum terinternalisasi dalam ee Sanubari ya seseorang ketika berada di tempat yang memang di situ tercipta atmosfer pengeluaan sampah dia melakukan tetapi ketika tidak dia tidak melakukan berarti belum terinternalisasi atau bahkan ketika dia membuka bungkus permen ketika refleknya adal masih membuang begitu saja Berarti belum terinternalisasi bisa dilihat Tetapi kalau sudah memasukkan hunggus permen ke sakunya Wah itu berarti sudah terinternalisasi karena apa dilihat orang ataupun tidak refleknya adalah nempatkan sampah tidak seberang gu kemudian bahwa pengelolaan sampah sebagai budaya ini juga sifatnya dinamis jadi bisa berubah juga sesuai perkembangan diunan demikian awalnya dulu di sukunan itu setelah memilah di di rumah masing-masing kemudian ee rumah tangga tersebut memasukkan pada bin atau tong sampah yang kita tempatkan di pinggir jalan nah sehingga tugasnya memilah di rumah dan memasukkan ke tong sampah secara terpilah juga dalam perkembangannya ternyata karena memang yang berlalu-lalang di jalan kampung itu tidak hanya masyarakat kita termasuk dari luar kadang-kadang orang yang dari luar yang tidak memilahkan juga memasukkan di situ kemudian Kemudian kita rubah Oh berarti Jangan ditempatkan tong sampahnya di pinggir jalan tapi masukkan di dalam pagar Nah itu sehingga bisa terawasi dengan mudah dan bisa terlokalisir ee sampah-sampah yang masuk di situ memang sampah-sampah dari masyarakat kita dalam perkembangan berikutnya ketika covid misalnya ketika pergerakan itu juga dibatasi maka kemudian yang tadinya satu kampung itu dalam satu Pul pengepulan sampah yang sudah terpilah maka kemudian diubah pengumpulan sampahnya di tingkat Dasa Wisma dan lain sebagainya Saya kira ini ee juga e bahwa Ee kita bisa eh mengadaptasi ya perubahan-perubahan yang ada ini e contoh budaya dalam mengelola sampah pertama adalah bagaimana kita harus membudayakan untuk mengurangi sampah atau membatasi sampah dengan menerapkan re reuse recycle dalam kehidupan sehari-hari ini sudah banyak dan sering Ee kita peroleh ya ilmu atau atau pemahaman tentang 3 R ini tapi lagi-lagi memang dalam implementasinya yang masih e minim kemudian juga budaya memilah sampah nah ini perlu ditanamkan di mana pun berada kalau di kampus saya di Poltekes Kemenkes Jogyakarta ini di budaya memilah juga kita betul-betul Kawal ya dengan sistem bahkan sudah kita masukkan di dalam panduan akademik panduan akademik bahwa mahasiswa wajib sudah melakukan pemilihan sampah Buktinya apa sudah menabung di bank sampah jadi bank sampah di kampus kami ada empat lokasi ya termasuk di asrama nah ketika kemudian sudah dibangun sistem ketika tidak mengikuti sistem maka ada konsekuensinya nah konsekuensinya apa konsekuensinya adalah ya masiswa tidak bisa mengikuti ujian tengah semester atau ujian akhir semester manakala dia belum ada bukti memilah dan menabung di bank sampah Apakah harus di bank sampahnya kampus tidak bank sampah yang ada di tempat tinggalnya pun bisa bahkan kalau belum ada bank sampah di tempat tinggalnya ya bisa merintis untuk menumbuhkan untuk membangun bank sampah di tempat tinggal mereka jadi Mahasiswa juga bisa menjadi penggerak di dalam pengelolaan sampah ini kemudian misalnya budaya menangani sampah secara RAM lingkungan ini ini yang kadang-kadang EE banyak dilanggar ketika kita ingat misalnya TPA piungan ya TP regionalnya Jogja Sleman Bantul Karta mantul ini ditutup maka kemudian betul-betul kita bisa melihat Bagaimana masyarakat menghalalkan segala cara untuk membuang sampah yang penting hilang dari pandangan mata bahkan juga terjadi ee betul-betul ee pemandangan pembakaran sampah di mana-mana nah ini ber berarti sudah tidak lagi mengikuti budaya penanganan sampah secara ramah lingkungan kemudian juga budaya bertanggung jawab terhadap semua sampah yang dihasilkan artinya semua sampah yang kita hasilkan entah itu yang laku jual yang tidak laku dijual yang organik maupun nonorganik termasuk sampah yang masuk kategori B3 tentunya kita harus bertanggung jawab ya termasuk membayar biaya penanganan sampah resido sampah yang betul-betul sampah yang layak masuk ke TPA sampah-sampah yang laku jual sampah-sampah yang bisa diolah harusnya tidak perlu sampai ke TPA karena itu boros boros transportasinya boros ee bahan bakarnya boros lahan ya lahan tpa-nya itu sendiri Bapak Ibu kalau kita lihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan gaya hidup masyarakat ini akan berpengaruh terhadap jenis dan jumlah S kita ingat waktu dulu ketika minum itu ya pakai cangkir pakai kap gelas Akhirnya sekarang sudah banyak sekali kap-kap yang sekali pakai dulu kalau tempe itu bungkusnya daun berkembang sekarang menjadi plastik dulu kalau kita ee Istilahnya kendurian ya Ini bungkusnya daun kemudian berubah kertas sekarang juga sudah banyak menggunakan sterofor dan lain sebagainya dulu pakai tas belanja sekarang sudah banyak menggunakan plastik resek kantong plastik ini betul-betul perubahan perubahan perilaku ya akhirnya terbentuk budaya yang sebenarnya tidak baik untuk lingkungan tidak baik karena Ee tidak seperti zaman dulu yang banyakan adalah organik sehingga bumi tersenyum ketika mendapatkannya tetapi sekarang banyak sekali sampah-sampah yang sulit terdegradasi terdekomposisi dan ketika masuk ke dalam tanah maka Pun Menangis sedih ini dampaknya apa ketika kemudian tidak tertangani dengan baik sampah sampah menjadi pemandangan yang memalukan dan ingat bahwa sebenarnya Indonesia ini sangat potensial untuk menjadi destinasi wisata dunia tetapi manakala kita tidak mengelola sampah dengan baik maka pemandangan-pemandangan akan Kemudian terpolusi tercemarkan oleh sampah-sampah yang berserakan dan ini Tentunya e kita prihatin Oleh sebab itu kita harus mulai bergerak untuk peduli pada sampahnya sehingga Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman hayati dan juga bagaimana ee Indonesia sangat indah ini betul-betul bisa terjadi ini contoh ya contoh kalau yang tinggal di Jogja ini kilas balik dampak penutupan tpst piungan ini ditutup hanya dalam waktu hitungan hari bahkan ya mungkin minggu ya tidak sampai 1 bulan sudah begitu banyak pemandangan-pemandangan seperti ini ya ini ee tentunya sangat memprihatinkan dan kami juga Sedih ketika melihat seperti ini karena ketika kemudian diserahkan kepada pemerintah pemerintah pun juga bingung tpst-nya penuh tidak bisa di digunakan untuk menampung sampah dari masyarakat kemudian ketika masyarakat diminta untuk Kab sampah membatasi lahirnya sampah ternyata juga tidak dijalankan dengan maksimal sehingga serakanlah sampah-sampah menjadi pemandangan yang mengganggu ya Jadi ini ee betul-betul menjadi keprihatinan kita Saya kira tidak hanya di Jogja di beberapa kota di Indonesia baik di Jawa maupun luar Jawa seringki kita melihat bagaimana krisis TPA ee untuk sampah ini nah permasalahan pengelolaan sampah ini memang pertama berkaitan dengan masyarakat gemar menyampah tapi tidak mau memilah dan mengolah jadi ini permasalahan juga sudah gemar menyampah tapi tidak mau memilah apalagi mengolah gitu Ada juga yang sudah mulai peduli tetapi ketika menghasilkan produk juga kesulitan untuk memasarkan atau menjualnya ya kami beruntung ya di Sleman ini ada peraturan Bupati kebijakan Bupati kelompok-kelompok masyarakat yang mengolah sampah organiknya menjadi kompos itu dibeli oleh pemerintah nah ini berarti sudah Ee menyelesaikan permasalahan pemasaran gitu kemudian pengolahan masih terbatas pada Jenis sampah yang laku jual dan belum secara komprehensif sehingga sampah residu ini masih belum tertangani Nah sampah residu ini ya tidak laku dijual tidak bisa diolah dan belum diangkut ke TP akhirnya ya dibakar atau dibuang sembarangan kemudian juga lemahnya penegakan aturan atau hukum ini lagi-lagi ya pemandangan-pemandangan yang Ee Kita bisa lihat di sungai kemudian di pinggir jalan di tempat-tempat kosong di bantaran-bantaran sungai di pantai kita lihat ya Banyak sekali kemudian pengurus kelompok pengelola sampah yang sebenarnya sudah mulai kadang-kadang memang dalam perjalanannya itu pasti menemukan banyak rintangan banyak kendala Nah kadang-kadang akhirnya pengurusnya mandek frustasi nah ketika itu tidak dilakukan pendampingan penguatan lagi maka ini juga kir berenti kemudian juga banyak kita temukan semangatnya itu hanya di awal-awal saja hangat-hangat tahi ayam begitu berjalan ada kerikil-kerikil apalagi tajam maka kemudian berhenti Nah inilah ee bagaimana kita mengawal sesuatu yang memang kita ee bergeser atau berubah ini ya betul-betul perlu pendampingan kemudian juga krisis lahan TPA ya Sehingga perlu reform reformulasi ya reformulasi pengelolaan sampah ini pada intinya bahwa sampah harus diselesaikan Ini masalah martabat bangsa ini Ketika nanti kita cuek e terhadap permasalahan sampah di Indonesia ini juga akan mempengaruhi martabat bangsa kita Umuh dan lain sebagainya nah kembali lagi kita harus menagih bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap sampahnya ya ketika ketika itu maka kita bisa kemudian lakukan Kab sampah Setiap keluarga harus berencana Bagaimana meminimalkan sampahnya ya batasi kemudian pilah kemudian olah nah sehingga ini bahwa perilaku pengelolaan sampah yang menyimpang tadi ini bisa menimbulkan bahaya berbagai aspek yang bahaya tidakya B bahaya lingkungan bisa mengancam keselamatan keamanan ya termasuk keretakan sosial konflik ya Bahkan bisa juga politik gitu artinya bisa berkaitan dengan masalah ee kepemerintahan karena banyak sekali ya aksi-aksi demo yang berkaitan dengan e masalah sampah ini oleh sebab itu perlu ee budaya pengelolaan sampah yang baik dan benar yang baik itu bukan berarti outputnya hanya terlihat bersih gitu suatu lingkungan tapi kalau caranya tidak benar Nah ini berarti sudah tidak memenuhi aspek budaya lagi kita berkaca ya kebiasaan saat ini Kebanyakan orang masih menyanyakan sampah membenci sampah gemar menyampah membuang dan membakar masih mencampur sampah dan juga masih banyak yang bergantung pada pemerintah ya ya memang kalau kita bicara di dalam undang-undang 8 tahun 2008 ini memang pemerintah dalam pemerintah darerah ini sebagai penanggung jawab penyelenggaraan artinya penyelenggaraannya diatur dan lain sebagainya ini Pemerintah tetapi laksananya tentunya masyarakat itu seni nah budaya yang diharap itu dari menyia-nyiakan ya kalau bisa mendayagunakan dari membenci ya menyayangi sampah karena batas sampah dengan barang yang kita konsumsi ini sangat tipis sangat tipis kulit pisang barusan kita makan begitu sudah kulitnya kita anggap sampah kemudian seolah-olah menjijikkan padahal isinya Barisan kita makan Nah kalau itu dirubah kulit pisang itu disayangi karena apa ini bisa digunakan untuk membuat pupuk kompos misalnya dari gemar menyampah kemudian berpikir untuk minimisasi sampah Kab sampah pangannya begitu dari hanya membuang maka memanfaatkan dari yang tadinya membakar kemudian mendaur ulang dari mencampur harus sudah mulai membud akan memilah Oh Biasanya kadang-kadang kita anu menunggu yang lainnya juga enggak mau memilah ya untuk menuju yang baik kita harus punya konsistensi diri jangan ikut-ikutan orang yang memang masih belum ya belum sadar Nah kalau semuanya ikut-ikutan yang salah ya kita akan menjadi salah juga maka kita harus berani mengawali ya harus berani mengawali karena apa kalau tidak tidak ada yang mengawali Siapa lagi kalau kita hanya menunggu yang lain Kemudian dari yang bergantung penuh kepada pemerintah tentunya kita harus mulai berbasis masyarakat Jadi bagaimana kita juga mengorganisir masyarakat oleh sebab itu Bapak Ibu semuanya kita harus menanamkan budaya minimasi sampah kalau zaman dulu ini ibaratnya sampah yang kita hasilkan kita semuanya kita sampai buang ke TPA maka sekarang berpikir dulu dalam menentukan pilihan barang yang kita konsumsi dan lain sebagainya setelah itu ketika menjadi sampah Kita juga harus apa yang bisa kita gunakan lagi gunakan du kemudian apa yang bisa diolah diolah dulu jadi konsep reus reus recycle itu betul-betul bisa kita jalankan sehingga yang masuk ke TPA itu betul-betul hanya sampah residu residual waste sehingga nanti akan terbentuk ya sistem penanganan sampah di TPA ini akan lebih sanitary lebih baik Saya kira tidak perlu saya sampaikan berkaitan Apa saja sih yang bisa dilakukan dalam hal minimasi sampah intinya lakukan 3R ya membatasi lahirnya sampah dengan Reus menggunakan kembali recycle mengolah dan mendaur ulang ini nanti ee Saya kira bisa dibaca sendiri ee Bagaimana eh kegiatan-kegiatan yang sifatnya eh Rus ya Yang yang mudah ini ya membiasakan bawa tas Belnya dari rumah bisa dilipat kemudian nanti masukkan ke tas sekolah atau tas ketika kuliah bisa juga ditaruh di jok motor dan lain sebagainya kemudian juga menggunakan sapu tangan dari kain ini ini juga tidak sulit sebenarnya reuse ini contoh yang mudah ini menggabungkan sisa sabun mandi dengan sabun yang baru ya sehingga tidak akan menjadi sampah recyclel banyak sekali aksi-aksi yang sudah dijalankan oleh masyarakat kalau dikuna nanti saya ceritakan apa saja yang EE dilaksanakan di sukunan nah ini Bapak Ibu pola pikir pengurangan sampah di Sumber ketika kita mau menggunakan produk saja sudah kita pikirkan bagaimana sampahnya nantinya gitu nah ketika kita sudah betul-betul menghasilkan sampah yang kita lakukan adalah reuse Bisa enggak diuse kalau enggak bisa dius bisa enggak ak diolah dicycle kalau dapat ini berarti akan mengikuti eh cycle ya mengikuti ee lingkaran ya lingkaran daur ulang ketika tidak dapat pun tidak dapat di-reuse dan tidak dapat di-recycle laku jual enggak barang itu laku jual enggak berarti kita juga penting mempertimbangkan ketika kita membeli barang packagingnya ini termasuk kategori laku jual atau tidak karena kalau tidak laku dijual juga nanti akhirnya cepat menjadi sampah nah ketika sudah seperti itu kita bisa berpikir lagi Bisa enggak sih barang itu diganti atau ada enggak pilihan lain pilihan lain barang yang fungsinya sama sama tetapi yang satunya tadi menghasilkan sampah residu sementara yang ini tidak nah Berarti kita bisa memilih barang yang masih punya lingkaran siklus e daur ulang karena apa kalau sudah menjadi betul-betul the real waste sampah residu maka konsekuensinya itu akan menjadi beban lingkungan ya karena apa dibuang ke ee TPS ya Tergantung teknologi yang kita gunakan kalau kita ingat undang-undang 18 sebenarnya sudah ada di situ kewajiban penghasil sampah Setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara berwawasan lingkungan nah ini Jadi kami tekankan sekali lagi bahwa penghasil sampah harus bertanggung jawab terhadap sampahnya dan itu sudah Ee disampaikan di dalam pasal 12 undang-undang 18 2008 kita beruntung bahwa sudah ada undang-undang yang khusus tentang pengelolaan sampah undang-undang Nomor 18 tahun 2008 ini sudah cukup lama berarti ini sudah 16 tahun ya lahirnya benar ya 16 tahun ya ini eh merupakan eh perubahan ah pengeluaran sampah dari zaman jahiliah yang menggunakan sistem kumpul angkut buang yang mengandalkan TPA yang berbasis pada pemerintah bertumpu kepada pemerintah dan juga dampaknya ya TPA cepat penuh gitu Ini bergeser jadi ini sudah bergeser eh mindsetnya paradigmanya berubah menjadi pengurangan Ayo kita Kabi sampah Ayo kita tangani penanganan sampah karena apa kalau istilah membuang saja membuang dengan menangani beda kalau membuang itu cenderungnya adalah Asal yang penting dibuang tapi kalau penanganan itu ada Tata caranya ya bagaimana cara memilahnya bagaimana cara mengumpulkannya Bagaimana cara mengangkutnya bagaimana cara mengolahnya sampai Bagaimana cara memproses akhirnya nah sehingga ee ruh di dalam undang-undang 18 ini adalah mengutamakan pengurangan dan penanganan sampah di sumbernya kemudian juga berbasis masyarakat kemudian harapannya ee sampah residu berkurang dan TPA akan menjadi awal Nah di sinilah bak pentingnya Bagaimana mengembangkan sistem pengelolaan sampah Mandiri secara mandiri ini yang kita terapkan di sukunan adalah pengolaan sampah Mandiri produktif ya kemudian ramah lingkungan berbasis masyarakat jadi persoalan sampah tadi harapannya bisa diselesaikan dengan menggali potensi sampahnya di situlah nanti akan tercipta lingkungannya bersih secara ekologinya baik kemudian juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat Ya ini juga eh Saya kira eh pendekatan Eku ya ecological Economic ini sangat penting karena ekonomi itu juga tidak bisa diabaikan karena ekonomi juga bisa menjadi penjaga sustainability menjaga keberlanjutan Tetapi kalau hanya ekonomi saja ini juga membahayakan karena uang itu jahat bisa jadi dengan ekonomi justru akan kemudian menghancurkan ya sesuatu yang sebenarnya ee sudah tertanam tadi karena Apa penyakit iri ya penyakit ee dengki ini akan menjadi sifat-sifat yang selalu ada di dalam e diri manusia nah Oleh sebab itu ini pengelan Mandiri berbasis masyarakat ini perlu kita betul-betul semarakkan Apa itu pengel sampah Mandiri berbasis masyarakat adalah penanganan sampah yang direncanakan dilaksanakan dikembangkan dan dijaga keberlanjutannya oleh masyarakat atau komunitas masyarakat itu bisa diterjemahkan mulai dari yang paling kecil Dasa Wisma RT RW Kampung dusun pondok pesantren dan lain sebagainya nah ini kunci sukses pengelolaan sampah Mandiri ya tadi ya direncanakan oleh masyarakat masyarakat setiap masyarakat itu punya kespesifikan yang berbeda dengan yang lainnya kemudian ada peraturan berbasis kearifan lokal Tersedianya sarana prasarana kudian ada wadah atau kelompok yang mengorganisir kemudian dukungan dan partisipasi masyarakat serta manajemen kelompok yang baik Nah kenapa kok perlu pengelolaan sampah Mandiri kita akui kita lihat bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam pelayanan persampahan ini sangat terbatas biasanya masih cenderung Ke kota-kota kawasan kota sementara sampah itu dihasilkan oleh setiap rumah tangga baik di di kota maupun di Desa Sumber sampah paling besar adalah permukimanya masyarakat Ya ini jadi ee permukiman ini besar ya 48%. kemudian semakin dekat dengan sumber maka pengelolaan sampah akan semakin efisien dan efektif kemudian sampah memiliki potensi sebagai sumber daya yang dapat diberdayakan oleh masyarakat ya kemudian memang tadi kembali penghasil sampah Ya wajib bertanggung jawab terhadap sampahnya nah ini pengelolaan sampah prinsipnya adalah peila jadi kata kuncinya adalah pila pilah mana yang termasuk kategori sampah lagaku jual mau didekati dengan sistem bank bisa mau didekati dengan sodqah sampah bisa ataupun cara-cara yang lain e bagaimana sampah laku jual ini bisa diselesaikan kemudian yang kuning ini adalah sampah yang tidak laku dijual tetapi bisa diolah oleh masyarakat ya tadi sampah organik itu banyak Paling banyak persentasenya nah sebenarnya itu juga potensial untuk bisa diselesaikan di rumah sendiri-sendiri dengan komposter nah yang menjadi persoalan adalah sampah yang tidak dapat dijual dan tidak dapat diolah Nah ini betul-betul residual waste-nya apa yang bisa dilakukan ganti atau batasi ganti atau batasi ini akan berjalan dengan baik manakala ada kebijakan dari pemerintah Mas sudah banyak ya Beberapa e contoh ya daerah-daerah yang sudah menerapkan Ee tidak menggunakan atau tidak menyediakan kantong plastik e di tempat tempat ee penjualan ya misalkan di miniarket ya di warung-warung bahkan ini diganti tidak plastik tetapi sudah menggunakan kertas beu nah ini tantangan ya Banyak sekali tantangannya ada kepedulian kemudian kesadaran kemampuan kemauan keteladanan kebersamaan dan keberlanjutan ya E berlanjutan ini yang kadang-kadang memang perlu betul-betul menjadi perhatian kita Nah kalau model-model pengelolaan sampah Mandiri tadi sudah sampaikan ada sodqah ada bank sampah bahkan juga ada yang namanya tps3n nah oleh karena pengelolaan sampah Mandiri ini ee Tidak seperti biasanya Tidak seperti yang dulu maka ini perlu suatu gerakan membangun budaya baru dalam pengan samp mungkin Secara teori sudah banyak tetapi tadi ini yang dirubah tidak hanya apa namanya pemikiran saja tidak hanya pola pikirnya tapi juga dalam bersikap dan juga dalam tindakan inilah yang eh kita sebut perlu ada agen perubahan Agent of Change Dan saya yakin siapun dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah di mana pun berada sekalipun tidak ee belajar Tidak kuliah yang berkaitan dengan sampah karena sebenarnya sampah ini tidak sulit untuk kemudian dipelajari dan diimplementasikan nah perubahan-perubahan ini Tentunya ee perlu menggunakan berbagai macam pendekatan pendekatan yang utama tentunya dengan pendekatan education jadi ini menjadi landasan pengetahuan kemudian juga menggunakan pendekatan aturan ya rule kemudian juga pendekatan teknologi teknologinya kalau yang menerapkan masyarakat tentunya ya teknologi-teknologi tepat guna kemudian pendekatan leadership sangat bergantung kepada eh faktor kepemimpinan nah sosial ini saya memandang sangat penting sekali menjadi dasar karena apa sustainability sebuah program pengelolaan sampah ini ternyata adalah banyak sosialnya ya kalau hanya mengandalkan ekonomi ekonomi paling menarik tetapi untuk menjaga sustainabilitynya ini juga masih unstable ya Maka kalau sosial ketika pondasi sosial itu tidak retak maka itu akan menjaga keberlanjutan ini kami buktikan di beberapa komunitas ya kemudian pendekatan kes katan dan lingkungan ya healthy and ecology ini juga penting ya karena orang sekarang berpikirnya bagaimana agar kita hidup sehat agar kita kesehatan lingkungannya sehat baik gitu nah bapak ibu langkah membangun budaya pengelolaan sampah ini memang tantangannya banyak ya orang biasanya berkata sulit sulit bukan berarti tidak bisa tapi semakin sulit maka semakin besar tantangan yang harus kita gunakan inovasinya juga harus semakin banyak kreativitasnya harus lebih baik nah mengubah mindset dulu dulu di tempat kami orang membakar sampah itu juga menjadi kebiasaan tapi manakala kemudian kita sampaikan bahwa ternyata ketika sampah plastik itu dibakar menghasilkan macam-macam Racun Dan sudah diilustrasikan eh dalam e riset-riset di luar negeri ya bahkan juga di perguruan tinggi ini ternyata dampaknya ee sangat mengganggu harapannya ketika sudah mindsetnya tercipta maka harapannya bisa menyentuh rasa ya perasaannya kemudian akhirnya bangkit untuk sadar untuk peduli untuk masalah keterampilan Saya kira tidak sulit yang paling sulit itu yang mengubah hati perasaan nah kemudian ketika sudah terampilan kita Bekali dengan pelatihan pelatihan dan lain sebagainya maka diharapkan kesadarannya muncul kemauannya muncul kemampuannya ada sehingga di situlah terbentuk perilaku kebiasaan dan budaya baru di dalam pengelolaan sampah ini juga kita tidak perlu galau ya ketika kita melakukan ee gerakan-gerakan ya perubahan ee perubahan perilaku karena kita akan dihadapkan dalam masyarakat itu ada tiga golongan ya kalau tadinya sudah dirasa nyaman ya dalam kebiasaan lama Comfort zone kemudian kita berubah maka kita pasti akan dihadapkan kepada ee zona penuh pantangan atau bahkan Danger Zone ada 20% ini yang langsung menerima menerapkan Tetapi ada juga 20% itu langsung menolah menentang Apun baiknya pasti ada yang menilai itu tidak baik kemudian 60% itu biasanya and menunggu dan melihat yang lain dulu nah sehingga 60% itu harus bisa kita tarik e bagaimana kemudian bisa mengikuti ya gerakan-gerakan menuju ee perbaikan tadi Nah jadi kita harus siap mental juga tidak mungkin 100% orang kok setuju dengan apa yang kita Gagas dalam ilmu perubahan perilaku ada tiga faktor yang mempengaruhi e perilaku masyarakat itu bisa berubah yang pertama adalah predisposing Factor ya ini faktor yang memudahkan ya ya pendidik pengetahuan tadi ya kemudian enabling Factor ini yang eh yang bisa mendukung ya terlaksan perilaku baru itu adanya sarana prasarana teknologi dan n kemudian reinforcing Factor ini yang betul-betul menguatkan agar kemudian kuat ya perlu peraturan perlu kebijakan perlu ciptakan kearifan lokal perlu penegakan hukum sehingga masyarakat itu akhirnya kemudian berubah nah memang di negara-negara maju itu selain e pengetahuan juga penguatan ini eh peraturan dan penegakan hukum kalau sudah Ee peraturan itu dikawal dengan baik yang yang baik ya diberi insentif reward kemudian yang tidak baik atau melanggar itu diberi e punishment jadi ada konsekuensinya tapi kalau sama-sama dibiarkan ya akhirnya kemudian kembali ke ee kebiasaan lama lagi intinya Bahwa perlu ada gerakan perubahan dalam pengelolaan sampah jadi move on bagaimana kita move on maka oleh sebab itu ya visi pengelolaan sampah juga sudah jelas sudah ada undang-undang SDI sebagai guidance action jangan sampai mimpi cita-cita melangit tetapi tidak pernah dilaksanakan atau tidak eh menginjak di bumi gitu action jadi jangan muluk-muluk dulu tapi susun program-program kegiatan-kegiatan yang memang ee realistis untuk dijalankan kemudian passion passion itu bagaimana membangkitkan dairah semangat antusiasme masyarakat karena yang namanya Berubah itu kalau tidak berlapis-lapis mentalnya ya maka bisa jadi dia akan frustasi belum mencapai cita-cita kemudian juga caboration jadi collaboration ini eh bekerja sama dengan berbagai pihakion tadi ya Kita juga harus bisa mengidentifikasi masyarakat itu bisa berantusias dengan cara apa pendekatannya apa gitu karena kalau tidak ada pendekatan yang tepat juga tidak akan menarik dan tidak akan menimbulkan antusias nah pendekatan dalam ani tadi mungkin ada juga yang ee lebih dengan motif spiritual karena masyarakatnya di situ mungkin masyarakat yang religius dan lain sebagainya maka pendekatan spiritual bisa dilakukan misalnya tadi dengan sodqah sampah itu mungkin eh akan menjadi eh metode yang pas ada juga pendekatan sosial kalau memang di situ ikatan sosialnya banyak kemudian juga terjadi ee relasi sosial yang cukup erat dan terbangun cukup lama bisa menggunakan pendekatan sosial bisa juga menakan pendekatan ekonomi ya banyak memang kita tidak pungkiri bahwa ekonomi ini yang menarik tadi ya kemudian hukum dan politik untuk kebijakan dan penegakan aturan kemudian kesehatan Danan dan teknologi tadi nah sekali lagi Bapak Ibu semuanya ini faktor penentu kebijakan faktor sosial menurut saya ini pondasi utama faktor ekonomi faktor kepemimpinan kelembagaan dan faktor sumber daya ini juga penjaga keberlanjutan nah ini beberapa inovasi kebijakan pemerintah daerah ini di Sleman sudah ada yang dijalankan yang nomor pembelian kompos ini sudah o oleh pemerintah pembelian diskon retribusi ini juga sudah kemudian yang masih belum setiap instansi pemerintah wajib mengurangi sampah memiliki bank sampah ini belum secara maksimal kemudian pemberian alokasi anggaran keluran dengan mempertimbangkan Tingkat keberhasilan pengelolaan sampah ini bisa bentuk Renya itu ketika kemudian beres sampahnya maka anggarannya bisa ditambahkan untuk desa atau kelurahan tersebut jadi ada semacam ee apa namanya motif yang membangkitkan kita bergerak kemudian ada perdes perdes atau peraturan Kelurahan ya kemudian sampah organikan sendiri di rumah wajib gitu kemudian pengorganisasian sampah mulai di tingkat RT RW dan seterusnya kemudian juga pemberdayaan PKK ini sangat strategis sebenarnya sebagai ujung tombak dalam pengan sampah karena ibu-ibu ini biasanya yang masih memiliki apa namanya kegiatan-kegiatan sosial arisan pertemuan PKK pengajian dan lain sebagainya sehingga ee ikatan emosional antara satu dengan yang lainnya itu masih tinggi termasuk ini pelarangan pemakaian stereofor ini marah ini ya sekarang marah sekali orang eh diberi bok dari stof apalagi kalau di yyakarta ini eh apa tujuan wisata banyak sekali ee wisatawan yang datang ke Jogja kadang-kadang masih menggunakan boknya dari sterofob Wah ini semakin banyak Nanti sampah yang ditinggalkan setelah berwisata nah sementara TPS kita terbatas Lah ini kan jadi jadi masalah gitu kemudian juga kewajiban industri atau perusahaan atau dunia usaha agar alokasikan sebagai dana CSR untuk mendukung keluangan S nah ini juga perlu didorong ini Pemerintah Daerah bisa mendorong Bagaimana eh industri perusahaan yang ada di wilayahnya atau kalau pemerintah pusat ya Eh industri-industri besar itu kemudian Ayo Salurkan csrnya untuk MEB up pengelolaan sampahnya di situ Jadi Bapak Ibu tidak akan berubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang melakukan perubahan saya akan cerita ini bagaimana dikunan kita ee membangun kesadaran dan budaya pengelolaan sampah di desa wisata sukunan terus terang ya ini harus ada yang mengawali tadi harus ada yang mengawali dan Kebetulan saya mencoba mengawali jadi angka 1000 tanpa adanya satu di awal maka akan menjadi kosong 1 miliar tidak ada angka satu di depan sendiri maka kosong Maka jangan ragu-ragu untuk mengawali karena bisa jadi dengan awalan yang bapak ibu lakukan itu semuanya akan menjadi bernilai dan berarti dan saya punya prinsip satu keteladanan lebih berharga daripada serib Nas jadi menerapkan inarsng tulod mangunsri inijaran k ya kalau kita terapkan betul-betul sangat dalam Luwih becik sitik-sitik Ning ajek ketimbang gede terus mandek jadi lebih baik kecil-kecil tapi konsisten daripada penginnya kita langsung besar gitu ya dengan seremonial yang betul-betul mgar gitu ya tetapi setelah itu menjadi sebuah ee ya sesuatu Monumen kegagalan Ya ini yang kita tidak mau ya Jadi intinya kita mulai dari yang kecil kita mulai dari diri sendiri dan kita mulai dari sekarang kemudian yang kita asah ya tentunya Bagaimana otak pengetahuan kita kemudian hati Kesadaran sikap kita kemudian juga hand ya perbuatan tindakan jadi tiga H keseimbangan 3h ini intinya Talk do sedikit bicara tetapi banyak kerjanya Bapak Ibu saya akan mengajak yang belum kesukunan atau yang pernah juga gak apa-apa saya mengajak kesukunan sekarang Pejamkan mata dan sekarang buka matanya sekarang kita sampai di sukunan Kampung wisata lingkungan atauis kita Perintis pengelolaan sampah Mandiri tidak hanya di yyakarta tapi dionesiaokasi kita di perbatasantaraa dan pantul ya Jadi kalau pernah ke Poltekes Kemenkes Yogyakarta ini Satu kelurahan ya ya kemudian KK kita sekitar 300-an ini peta wisata yang kita Rintis ya tentunya sedikit demi sedikit dan sebenarnya kami keluarga pendatang ya Jadi tidak mesti keluarga pendatang ini kemudian tidak bisa diterima di suatu masyarakat kita bisa menjadi agen of Ching kita bisa menjadi agen perubahan Kami keluarga eh mulai tinggal di sekunan itu 1997 kemudian ketika masuk di sukunan kami dihadapkan kepada masalah sampah ya karena apa Saya tidak punya halaman rumah saya kecil halaman saya sempit jadi tidak dan juga tidak ada pelayanan sampah seperti di kota Sebelumnya saya tinggal di kota Jogja ya mertua di dekat Keraton Jogja gitu di sana urusan sampah selesai dengan membayar begitu masuk sukunan bingung gimana nih ngelola sampahnya tetangga saya masih banyak pekarangan-pekarangan luas Sementara saya enggak punya nah ini yang menjadi e pendorong juga nah Alhamdulillah tahun 2000 ee petani-petani sudah mulai komplain juga terhadap sampah karena sampah-sampah banyak yang masuk ke sawah dan mereka yang dirugikan bahkan juga yang rusak sak padinya pemandangan seperti ini banyak sekali terjadi ya termasuk di bantaran sungai termasuk aksi pembakaran sampah kemudian juga pernah juga ee terjadi gejala konflik sosial ya sampai ada yang menulis seperti ini yang buang sampah di situ mati masuk neraka otak buntek rezeki seret ini itu hanya orang peraniaya ini jadi walaupun tidak ada orangnya ini biasanya takut nah di situ kemudian saya mencoba ya dalam kebingungan Saya tererserang bingung waktu itu hanya saya berta
Resume
Categories