File TXT tidak ditemukan.
REKAYASA LINGKUNGAN YANG INKLUSIF : MENUJU NDC & SDGS 2030
hfiuUtAK5s4 • 2025-03-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
juga tidak lupa kepada bapak ibu peserta
webinar pada hari ini yang berbahagia
sebelum masuk ke materi kita hari ini
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
untuk dapat mengisi daftar hadir atau
presensi di Link yang telah kami
kirimkan di kolom chat kemudian Dengan
hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk menonaktifkan mikrofon selama
kegiatan berlangsung supaya kita dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik Bapak Ibu sekalian kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami di Pro
indonia jadi semisal selama acara
webinar berlangsung ada Bapak Ibu yang
terkendala dalam Zoom tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti webinar ini melalui
YouTube channel kami di Project
Indonesia selanjutnya seperti biasa
Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam dprice spesial
untuk bapak ibu yang beruntung dpres ini
diberikan berdasarkan tiga pertanyaan
terbaik dan dua Story Instagram terunik
selama webinar berlangsung untuk
pemenang tiga pertanyaan terbaik akan
kami umumkan di akhir acara nanti
Sedangkan untuk pemenang du stor
Instagram terunik akan kami Hubungi
langsung melalui DM Instagram Jadi bagi
Bapak Ibu yang ingin bertanya selama
webinar ini berlangsung dapat memberikan
pertanyaan terbaiknya melalui kolom chat
dengan format nama kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga pertanyaan terbaik untuk
memenangkan darpai spesial dari kami
lalu untuk Story Instagram bapak ibu
dapat membuat Story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa t Instagram kami
di @projectp
Indonesia baik eh sebelum kita masuk
sebelum kita masuk ke acara ini kita
akan ada akan ada sambutan dari bapak Dr
IR hijrah Putra SMS selaku founder dari
butik Dar ulang Project B Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia
waktu dan tempat kami persilakan
Terima kasih Mbak Sabrina mudah-mudahan
suara saya sudah terdengar dengan jelas
ya
Eh asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh bismillah walhamdulillah
wasalatu wasalamu ala rasulillah
tentunya Selamat pagi salam sejahtera
untuk kita semuanya Bapak Ibu para
peserta yang saya hormati
Eh Alhamdulillah pada kesempatan hari
ini Tentunya puji syukur Ee kita dalam
kondisi yang mudah-mudahan sehat
semuanya kita bertemu kembali dalam
kegiatan rutin yang dilakukan oleh butik
daur ulang Project B Indonesia yang
selalu di-support oleh jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia G
ya dalam komitmennya kita Berbagi
bersama bersama para praktisi akademisi
ya dalam ee konteks kita belajar bersama
walaupun
tempat kita di ee tempat ee yang
berbeda-beda begitu ya jadi kita
menghadirkan suasana selalu belajar
begitu dalam meningkatkan kapasitas kita
eh mas ikr saya panggilnya Mas Ikrom
karena masih sangat muda tapi dalam e
pengalaman sangat eh kaya begitu ya yang
beliau aktif di berbagai macam
yang sangat-sangat berhubungan dengan ee
Tema kita pada kesempatan hari ini gitu
ya dan beliau alhamdulillah juga
bergabung menjadi e salah satu dosen
dosen terbaik di jurusan teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia
terima kasih atas waktunya di hari ee
Sabtu puasa pagi-pagi lagi ya tapi
berkenan untuk Berbagi bersama belajar
bersama dengan Bapak Ibu para peserta
semuanya gitu
terkait dengan tema pada kesempatan hari
ini sangat menarik Bapak Ibu ini menjadi
tema yang baru juga yang diangkat oleh
EE butik daur ulang tentunya ya Ee
karena di jurusan teknik lingkungan
selain punya laboratorium hubungannya
dengan limbah padat atau sampah kemudian
punya laboratorium yang berhubungan
dengan air minum punya juga laboratorium
yang berhubungan dengan air limbah tapi
ternyata kita juga punya laboratorium
yang berhubungan dengan
ee perubahan iklim ee pengelolaan udara
begitu ya jadi tema ini menjadi tema
yang seperti menarik untuk diangkat gitu
ya karena apa salah satunya Bapak Ibu ee
dunia dan tentunya juga Indonesia sedang
menghadapi tantangan besar ya dalam
upaya mencapai target-target begitu ya
target NDC salah satunya sebagai bagian
dari komitmen terhadap ee perubahan
iklim yang nantinya eh untuk mewujudkan
sdgis di tahun 2030 itu nah dalam
konteks tersebut maka rekayasa
lingkungan itu pastinya memiliki peran
strategis ya dalam menciptakan berbagai
macam solusi inovatif dan tentunya
inklusif juga supaya bisa menjawab ee
berbagai macam permasalahan lingkungan
sosial bahkan juga berhubungan dengan
ekonomi ee dalam konteks sustainable
yang ber kelanjutan nah mudah-mudahan
webinar yang kita selenggarakan saat ini
dapat Bapak Ibu nikmati sebagai wadah
kita belajar bersama ada akademisi
praktisi mungkin juga ada Bapak Ibu
pemangku kepentingan serta berbagai
macam masarakat luas Mahasiswa juga bisa
bergabung pada kesempatan hari ini untuk
kita berdiskusi ya melalui berbagai
macam pendekatan yang berhubungan dengan
rekayasa lingkungan tersebut ya Nah
mudah-mudahan acara pada kesempatan hari
ini bisa berjalan dengan lancar dan
tidak ada kendala apapun kami dari
panitia mohon maaf jika dalam
penyelenggaraan nanti mungkin ada
terdapat hal-hal yang EE masih kurang S
du ya Bapak Ibu dapat mengisi memberikan
masukan yang EE baik dan membangun di
dalam kuesioner yang nanti akan dibagi
oleh panitia sekali lagi Mas Ikrom
Terima kasih atas waktu dan ilmu yang
akan disampaikan bapak ibu juga terima
kasih atas semangat yang EE selalu
diberikan ini ada peserta sekitar 60
peserta yang mudah-mudahan terus
meningkat karena informasi dari ee
panitia hingga tadi malam sudah
tergabung ada 200-an peserta yang
mendaftar panitia
ee terima kasih juga atas semangatnya
yang luar biasa ee selalu membersamai
setiap 2 minggu sekali di di hari Sabtu
dan mudah-mudahan kita bisa terus ee
istikamah ya menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan serupa ya Dengan
mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim kegiatan
webinar rekayasa lingkungan yang
inklusif menuju NDC dan sdcis
2030 yang dilaksanakan pada Sabtu 8
Maret
2025 pada kesempatan hari ini resmi kita
buka mudah-mudahan bermanfaat dan
berjalan dengan baik
mungkin itu dari saya sebagai pengantar
agar kita bisa menikmati materi dari Mas
ikr lebih panjang
waktunyaahah wasalamualaikum
warahmatullah
wabarakatuh Tera kepada bapak
Dr yang telah
memberikutkusuk acara
ini Beri ak
ini kita yaitu penyampaian materi namun
sebelum itu Mari kita lihat terlebih
dahulu CV dari pemeri kita berikut
[Musik]
demikian sktilas mengenai pemada kita
pada P hari ini selanjutnya mungkin
untuk efisiensi waktu jika Bapak Ikram
sudah siap kita mungkin bisa langsung
saja untuk memulai penyampaian materinya
untuk waktunya kurang lebih sampai pukul
.30 ya Pak Wak dan tempat saya
persilakan
Oke Baik terima kasih banyak Eh mbak
Sabrina untuk waktunya Bapak Ibu
sekalian eh terima kasih banyak butik
daur ulang atas kesempatannya dan juga
Eh ya proek Indonesia ya dan jurusan
Teknik Lingkungan sudah memberikan
kesempatan saya untuk bisa berbagi
dengan Bapak Ibu sekalian ee terutama
juga tim dari Project B Indonesia dan eh
tentunya panitia ee yang sudah
membersamai kegiatan-kegiatan positif
seperti ini yang harusnya akan terus
berjalan sampai kapan pun nanti begitu
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh Bapak Ibu sekalian Selamat
pagi ee semoga sehat-sehat ini bulan
puasa tapi semoga tidak mengurangi
semang sangat berpuasa ini apa namanya
kita berkumpul untuk hal-hal baik Semoga
ee menjadi bagian dari apa namanya
keberkahan puasa kita begitu Bapak Ibu
sekalian
ee pertama Terima kasih banyak Pak
hijrah Eh Pak yebi atas waktu dan
kesempatannya ini ee menarik sekali dan
berbicara soal Teknologi teknik
lingkungan rekayasa lingkungan begitu Ee
Kita tentu tidak ingin melepaskan Bapak
Ibu begitu ya tidak ingin terlepas dari
beberapa kelompok yang mereka juga harus
ikut adil tidak hanya sebagai kita
anggap sebagai kelompok terdampak tetapi
juga bagaimana mereka punya dampak
mereka tidak hanya kelompok rentan
tetapi juga mereka punya peran begitu
sehingga keterlibatan semua ini sangat
menarik dan tentunya ini menjadi bagian
untuk membuat Indonesia ini lebih baik
begitu karena pada akhirnya peran
pemerintah tidak cukup bahkan kita tahu
hari ini mungkin masih banyak ee
kesenjangan di sana sini dengan adanya
partisipasi para pihak dengan adanya
ternyata kelompok-kelompok rentan ini
kalau diberdayakan ini akan jauh punya
peran begitu akan jauh bisa memberikan
kontribusi yang lebih dibandingkan
dianggap sebatas sebagai kelompok yang
harus diperhatikan sebagai kelompok yang
akan selalu terdampak begitu Jadi ini
juga Bapak Ibu sekalian terkait dengan
judul hari ini ee saya kaitkan juga
dengan bagaimana kita menuju 2030
barangkali juga bapak ibu di sini
berasal dari instansi pemerintah
kemudian akademisi juga nanti mungkin
bisa memberikan feedback bisa kita bisa
berdiskusi bersama dan tentunya bisa
memberikan praktik terbaik barangkali
untuk aktivis-aktivis desa pegiat-pegiat
lingkungan pegiat sosial yang ada di
desa ini ini menjadi bagian dan penting
karena bagaimanapun pegiat lingkungan
yang ada di desa punya andil besar dalam
menentukan partisipasi masyarakatnya
Seperti apa sejauh apa dan bagaimana
keterlibatan itu terjadi begitu sehingga
kita kaitkan juga bapak ibu dengan
target
2030 yaitu
eh target sustainable Development Goals
atau target pembangunan berkelanjutan
dan juga NDC Indonesia NDC ini komitmen
Indonesia untuk perubahan iklim yang
kemudian dikeluarkan oleh klhk dulu
namanya klhk Kementerian lingungan Hidup
dan Kehutanan sekarang mungkin berubah
menjadi Kementerian lingungan hidup dan
ini yang kemudian dikomitmenkan
Indonesia untuk level Global yang kita
submit atau
kita berikan kita kontribusikan ke dalam
PBB di level dunia begitu baik Bapak Ibu
sekalian saya izin share screen untuk
hari ini ee sebentar
oke
ya ya sudah terlibat sudah terlihat Mak
Ya siap Iya baik Bapak Ibu jadi Semoga
kita bisa berdiskusi lebih banyak Nanti
jadi saya mungkin tidak akan banyak
sekali memberikan materi karena tentunya
ini
ee praktik baik ini Bapak Ibu juga
sedikit banyak menerapkan di desanya
masing-masing sebagai pegiat desa atau
bahkan di instansinya masing-masing juga
ee barangkali menerapkan ini sebagai
bagian dari Rekayasa lingkungan yang
inklusif kadang-kadang kita mungkin
berpikir di awal
ee apa yang kita lakukan ternyata itu
bagian dari mitigasi adaptasi perubahan
iklim begitu tetapi ternyata memang ee
Ee kita tidak sadar Bapak Ibu sekalian
sehingga ee yang kita lakukan ini lebih
kepada kalau kita katakan sebagai bisnis
as usual atau seperti biasalah begitu
yang dilakukan sehari-hari padahal jika
dikelola dengan baik dan di tingkatkan
partisipasinya baik dari para pihak
maupun juga efektivitasnya di dalamnya
ini akan menimbulkan atau akan
berkontribusi pada target NDC dan juga
sdgis 2030 ini akan kita bahas kemudian
terkait dengan target-target ini yang
pastinya memiliki
ee apa ya namanya target-target lebih
sekaligus juga kita bisa memberikan
kontribusi lebih dari aspek kegiatan
kita masing-masing terhadap ee NDC
maupun sdgis tahun 2030 Bapak Ibu
sekalian mohon izin saya Perkenalkan
diri Sedikit lagi saya Ikram Mustofa
Saya dosen ee di jurusan teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia
dan saya merupakan founder juga dari
Yayasan generasi cerdas iklim ini
merupakan satu entitas atau satu
ee organisasi yang fokus pada upaya
peningkatan literasi aksi dan advokasi
Iklim dari kelompok-kelompok rentan
kalau kita banyak di kelompok anak dan
disabilitas dan
EE Hari ini saya senang sekali bisa
mungkin akan sharing banyak atau
berdiskusi banyak dengan Bapak Ibu
sekalian terkait dengan aktivitas
tersebut
em hari-hari ini Bapak Ibu sekalian
Barangkali saya juga banyak mengerjakan
beberapa aktivitas untuk peningkatan
literasi seperti dengan para pihak dan
juga dengan beberapa organisasi ngo
internasional yang ada di Indonesia eh
saya
memberikan satu term atau satu eh
aktivitas bernama seoci Bapak Ibu yaitu
sekolah cerdas iklim yang e kami
inisiasi di tahun
2021 dan hari ini Seci sendiri sudah ada
di 13 provinsi di Indonesia begitu Dan
baru-baru ini juga Saya mengerjakan
aktivitas ee kajian terkait dengan
dampak perubahan iklim pada kelompok
anak dan remaja dengan disabilitas di
Indonesia khususnya Mereka yang
mengalami kusta atau leprosi di dua
wilayah begitu Jadi dua wilayah ini
sebagai dua pilot project kita yaitu di
ee Kabupaten Timur Tengah Utara Nusa
Tenggara Timur Timur dan eh Ternate
Maluku Utara ini menyenangkan sekali
berbicara perubahan iklim dari berbagai
sektor berbagai aspek ee karena kemudian
sebelumnya barangkali terkait dengan
kebijakan saya membantu banyak klhk
bapak ibu sekalian dalam eh menyusun
dokumen NDC dan juga beberapa dokumen
kebijakan Indonesia yang kemudian
disubmit atau diberikan kepada PBB atau
UN sebagai kontribusi Indonesia baik
dalam ASI maupun adaptasi perubahan
iklim barangkali nanti sebagai bahan
tambahan saya juga izin memberikan
beberapa materi tersebut beberapa
dokumen tersebut kepada Bapak Ibu
sekalian sebagai salah satu atau salah
dua bahan referensi yang mungkin
bermanfaat bagi Bapak Ibu dalam
memberikan praktik baik yang lebih
bermanfaat yang lebih ee berdampak
kepada kelompok-kelompok masyarakat
terutama kelompok-kelompok yang mungkin
ee sangat spesifik seperti kalau di Desa
ada kelompok tani kelompok wanita Tani
kemudian karang taruna Bapak Ibu
sekalian Saya yakin di sini juga
pegiat-pegiat Destana Desa tangguh
bencana KSB Kampung siaga bencana
mungkin ada beberapa dari proklim nanti
kita bisa diskusi juga bapak ibu dari
program Kampung iklim baik mungkin boleh
sambil komen-komen juga
eh dari komunitas apa saja nanti kita
bisa berdiskusi lebih banyak Bapak Ibu
sekalian Bapak Ibu saya izin mengawali
informasi ini dengan berbagai
permasalahan Global kita berbagai
permasalahan dunia kita hari ini yang
kemudian kita kemas satu nama bernama
triple planetary Crisis ini bahasa
Inggris mohon maaf Tapi yang jelas ini
kalau di Indonesia Bapak Ibu rekan-rekan
sekalian ini krisis iklim krisis
lingkungan dunia begitu atau planet
dunia yang berhubungan dengan tadi
lingkungan jadi ada tiga aspek yang EE
yang menjadi bahasan krisis lingkungan
ini sendiri yaitu yang pertama perubahan
iklim Kemudian yang kedua kehilangan
keikeragaman hayati dan yang ketiga
polusi dan ketiga aspek ini saling
berhubungan satu sama lain dan kemudian
ee Ini satu sama lainnya itu bisa
menyebabkan bahkan mengakibatkan
beberapa permasalahan Kompleks lainnya
yang hari ini mungkin tidak kita
ee lihat di dunia lain begitu tidak kita
lihat di belahan dunia yang lain Bapak
Ibu tetapi di lingkungan kita sendiri
bahkan lingkup terkecil misalnya Bapak
Ibu tinggal di Bogor atau mungkin di
Jakarta atau di Sumatera di mana di
Palembang atau mungkin yang dari
Kalimantan ada di mungkin di
daerah-daerah kantianak dan beberapa
wilayah lain bahkan semua wilayah
memiliki dampak dari kerusakan
lingkungan dari dari krisis lingkungan
ini dari berbagai aspek berbagai sektor
begitu baik Bapak Ibu sekalian saya
merujuk pada pernyataan sekretaris
jenderal UN atau PBB beliau menyampaikan
tentang bagaimana perubahan iklim hari
ini sebagai salah satu permasalahan
lingkungan dari triple planetary Crisis
dan jika kita berbicara perubahan iklim
mungkin satu hal yang menyebabkan
perubahan iklim adalah pemanasan global
karena adanya peningkatan emisi gas
rumah kaca Bapak Ibu begitu ternyata
pemanasan global hari ini yang kemudian
sering kita sampaikan sebagai global
warming ini sudah tidak berlaku lagi
bapak ibu karena adanya peningkatan suhu
atau pemanasan yang sedemikian rupa di
berbagai belahan dunia bahkan mungkin di
wilayah Bapak Ibu sekalian kalau keluar
rumah sekarang mungkin sering sekali
enggak nyaman kemudian pengin
cepat-cepat masuk kendaraan atau mungkin
pengin cepat-cepat masuk rumah karena
kondisi di luar sudah tidak senyaman itu
kondisi udara kita sudah tidak baik-baik
saja ya Sehingga dari periset ataupun
dari ilmuwan
UN menyampaikan bahwa hari-hari ini kita
tidak lagi berada di level global
warming tapi kita berada di level Global
boiling atau penyidihan Global benar
bahwa ini mungkin masih fokus pada
eh apa namanya Masih fokus pada
pernyataan atau Tine saja Bapak Ibu atau
kalau biasanya UN itu sering dengan
slogan-slogannya jargon-jargonnya tapi
terlepas dari itu semua barangkali kita
sudah merasakannya Bapak Ibu sekalian di
wilayah kita masing-masing bahwa
peningkatan suhu itu sudah sedemikian
masih terjadi ini kita lihat kalau pada
data Bapak Ibu saya dapatkan dari ipcc
ini menyampaikan bahwa di awal-awal 2000
itu peningkatan suhunya sudah sedemikian
drastis ini perubahan suhu relatif sudah
sedemikian drastis kalau di ipcc atau
ee badan iklim dunia begitu Bapak Ibu
disampaikan bahwa peningkatan suhu tidak
boleh lebih dari 1,5 derajat Celcius
begitu sebagai bagian dari komitmen
Global untuk semua negara di dunia
tetapi kenyataannya karena berbagai
aktivitas tadi saya sempat menyampaikan
ada emisi gas rumah kaca dan emisi gas
rumah kaca itu awalnya Bapak Ibu
sekalian Tujuannya adalah untuk membuat
bumi kita hangat karena ada selimut bumi
karena gas rumah kaca itu kemudian
membentuk bergabung menjadi selimut bumi
dan selimut bumi ini kalau kita namakan
selimut itu adalah untuk membuat sesuatu
jadi hangat begitu ada radiasi matahari
ada panas matahari masuk ke bumi
dipantulkan lagi ke bumi karena ada
selimut bumi tadi e pemahaman simpelnya
seperti itu tetapi eh kenyataannya
adalah selimut bumi ini Bapak Ibu
sekalian diproduksi atau ee berasal dari
kumpulan gas bernama gas rumah kaca dan
ternyata lagi gas rumah kaca ini
sebagian besar bisa diproduksi oleh
aktivitas kita sehari-hari Bapak Ibu
sehari-hari naik kendaraan membebaskan
gas gasnya itu gas rumah kaca kemudian
kalau misalnya di sekeliling kita ada
Pabrik Gas buangnya itu gas rumah kaca
sampah yang ada gas metannya itu gas
rumah kaca dan banyak hal lainnya yang
ternyata sadar atau tidak sadar kita
punya kontribusi untuk membuat gas rumah
kaca di atmosfer bumi kita semakin
banyak atau semakin tinggi ee apa
namanya ee kapasitasnya semakin tinggi
jumlahnya begitu sehingga selimut bumi
yang tadinya awalnya mungkin tidak
terlalu tebal begitu tidak terlalu e
padat jadi semakin banyak semakin tebal
jadi yang awalnya bumi kita mungkin
hangat jadi semakin panas tidak Beranti
di situ saja Bapak Ibu pemanasan itu
sehingga tidak hanya di titik-titik
tertentu tetapi hampir di semua belahan
bumi sehingga dinamakan sebagai
pemanasan global dari waktu ke waktu
sampai puluhan tahun ratusan tahun ke
depan begitu ini membuat ee
perubahan-perubahan yang terjadi di bumi
kalau biasanya kalau semakin panas
kestabilan bumi itu menurun Sehingga
kondisinya semakin tidak stabil dan pada
akhirnya ada banyak perubahan yang
terjadi Bapak Ibu sekalian seperti kita
kita lihat mencairnya es di Kutub Putra
Selatan Karena suhu semakin memanas
sehingga di dekat-dekat rumah kita
mungkin Bapak Ibu tinggal di daerah
pesisir peningkatan muka air laut
Terjadi yang juga diperparah dengan
bencana banjir kekeringan longsor dalam
satu waktu karena memang ee
ketidakstabilan air di bumi terjadi yang
biasanya nih NTT ee hujannya beberapa
bulan Tetapi semakin menyempit airnya
pindah ke wilayah lain begitu siklus
airnya berganti siklus airnya semakin
cepat dan ini membuat banyak perubahan
terjadi di bumi sehingga kita namakan
sebagai perubahan iklim dan perubahan
iklim ini global karena di seluruh bumi
terjadi dengan berbagai dampak yang ada
Bapak Ibu sekalian saya mencontohkan di
beberapa negara di Eropa begitu ini
peningkatan suhunya warnanya sudah cukup
hitam Bapak Ibu merah kehitaman sehingga
kalau boleh dikatakan ini peningkatan
suhunya sampai di tig Der celus begitu
kalau 1,5 itu sebagai batas atas
peningkatan suhu yang diminta oleh PBB
di beberapa wilayah bahkan di beberapa
negara peningkatan suhunya sudah lebih
sehingga dinamakan sebagai Global
boiling atau pendidihan Global Apakah
kemudian ini bisa kita hentikan atau
bisa kita tekan bisa tetapi sulit ini
tidak hanya peran pemerintah tidak hanya
peran satu pihak tapi membutuhkan peran
para pihak untuk bisa bergamai dengan
ini semua untuk bisa menurunkan tekanan
ini semua Bapak Ibu sekalian baik Bapak
Ibu tadi disampaikan juga bahwa dampak
perubahan iklim itu pada berbagai sektor
di sini saya coba mengutip apa yang kami
kembangkan waktu itu bapak ibu dari
dokumen NDC ini NDC roadmap untuk fokus
adaptasi bahwa ada enam bidang utama
yang kemudian menjadi bidang terdampak
perubahan iklim seperti bidang pangan
air kesehatan energi ekosistem dan
kebencanaan saya contohkan beberapa
mohon izin jadi kalau di bidang pangan
Bapak Ibu sekalian mungkin hari-hari ini
kita sedang petani ini sedang ee
berjuang dengan tingginya angka gagal
panen begitu belum panen sudah gagal
misalnya belum panen sudah kebanjiran
sehingga padinya Fuso begitu atau
misalnya petani-petani kita sudah mulai
sulit bahkan saat ini sudah tidak lagi
bisa menggunakan yang namanya kearifan
lokal dalam bercocok tanam seperti ada
peranata mangso kalau di Jawa itu sudah
tidak bisa lagi digunakan kalender tanam
sudah sangat sulit karena apa karena
adanya perubahan pola curah hujan
kemudian peningkatan suhu dan beberapa
indikasi lainnya dari perubahan iklim
ini sendiri Bapak Ibu kalau saya
contohkan di bidang kesehatan Begitu ini
semakin meningkat angka Angka kejadian
penyakit di berbagai wilayah di
Indonesia misalnya peningkatan penyakit
dem berdarah karena ini juga berkaitan
dengan curah hujan kemudian berkaitan
dengan tingginya suhu malaria meningkat
kemudian dihubungkan juga dengan tekanan
manusia karena perubahan iklim yang juga
beraktivitas sehari-hari sehingga
peningkatan ee apa namanya gas buang
atau peningkatan ee polusi udara
meningkat sehingga angka spanya juga
meningkat dan mungkin beberapa penyakit
yang lain juga meningkat ini terjadi
Bapak Ibu sekalian ee karena adanya
perubahan iklim salah satunya begitu
Bapak Ibu Apakah dampak ini berhenti di
sini tidak Ternyata dampak-dampak utama
atau dampak langsung dari perubahan
iklim ini juga diikuti oleh dampak tidak
langsungnya atau dampak ikutannya
seperti kalau ke kesehatan misalnya kita
bisa maaf misalnya dampak dalam bidang
air begitu gitu atau pangan ini dampak
ikutannya meningkatnya angka stunting
barangkali di sini bapak ibu ada yang
dari Kementerian Kesehatan atau Dinas
Kesehatan ini menarik sekali ketika kita
berbicara stunting yang kemudian
terhubung dengan akses-akses utama atau
eh bidang-bidang utama langsung misalnya
pangan air kemudian terhubung juga
dengan kebencanaan energi ini mempunyai
kontribusi besar pada meningkatnya angka
stunting di Indonesia Apakah ST berhenti
di situ tidak dari stunting ini
dampaknya bisa ke dampak-dampak yang
lain dampak ikutan lainnya
semisal dampak pada bidang atau dampak
dalam sektor kesehatan kemudian dampak
dalam sektor pendidikan kemudian dalam
sektor Perlindungan Anak dan banyak
aspek lainnya Bapak Ibu saya izin
mencontohkan ini yang terjadi dan
mungkin bisa kita katakan Mengapa
rekayasa lingkungan Mengapa kemudian
aktivitas yang kita lakukan terkait
dengan lingkungan ini harus dibuat
seinklusif mungkin semua semua terlibat
semua pihak bisa terhubung dengan baik
ee di daerah Sumba Bapak Ibu Sumba itu
Nusa Tenggara Timur ee terutama juga
mungkin di daerah Nusa Tenggara Timur
secara umum ya Ee di sana terdapat
kearifan lokal bahwa perempuan dan anak
itu memiliki ee kewajiban atau memiliki
wewenang bukan wewenang tapi lebih
kepada
ee kearifan lokal bahwa mereka harus
menjadi atau harus menjaga rumah dengan
baik memenuhi kebutuhan domestik di
dalam rumah begitu misalnya pemenuhan
air memasak kemudian mencuci dan banyak
aspek lainnya yang berhubungan dengan
kegiatan domestik ini sudah wajib
dilakukan sebagai bagian dari kearifan
lokal yang diterapkan di daerah sana
mungkin di beberapa wilayah Indonesia
juga sama seperti itu tetapi
kenyataannya karena adanya perubahan
iklim yang kemudian diperparah dengan
NTT itu memiliki bulan kering yang
semakin panjang tercatat di di wilayah
Kupang Kalau enggak salah itu ada 210
hari dalam sat tahun berturut-turut
tanpa hujan bapak ibu sehingga itu
mungkin sekitar 7 bulan tanpa hujan bisa
dibayangkan seberapa keringnya wilayah
tersebut dan seberapa sulitnya mencari
sumber air begitu sehingga dampaknya
bagi rumah tangga Bapak Ibu sekalian eh
ketika
ee ada air mungkin sumber airnya cukup
dekat dari rumah tetapi ketika tidak ada
air yang berkepanjangan karena dampak
perubahan iklim tadi Bapak Ibu sekalian
dampak perubahan lingkungan ini kemudian
membuat sumber airnya semakin jauh dan
yang kemudian ditugaskan untuk mengambil
air adalah anak perempuan dampaknya Apa
Bapak Ibu sekalian yang pertama anak
perempuan menjadi kehilangan waktu lebih
banyak atau membutuhkan waktu lebih
banyak untuk mendapatkan air
dibandingkan Mereka kemudian memenuhi
aktivitas mereka sebagai seorang anak
dan remaja yaitu apa bersekolah sehingga
angka putus sekolah Di beberapa desa di
Nusa Tenggara Timur masih sangat tinggi
terutama di
ee penuhi oleh kelompok-kelompok
perempuan anak perempuan karena mereka
lebih mementingkan untuk mengambil air
untuk mencari air dibandingkan Mereka
pergi bersekolah begitu Itu yang pertama
yang kedua Sebagai anak perempuan dalam
perjalanan mereka mencari air kemudian
sampai ke rumah kembali mereka memiliki
kerentanan untuk mendapatkan beberapa
ee Mohon maaf saya sampaikan kekerasan
seksual begitu Ini ini banyak terjadi di
wilayah-wilayah ee sana Bapak Ibu
sekalian ee mungkin nanti Bapak Ibu yang
dari Kupang atau NTT bisa memberikan
feedback serupa atau seperti apa silakan
tetapi yang saya pahami dan saya ee Saya
mencari info ke beberapa ee warga di
sana Ini yang disampaikan dengan dengan
oleh mereka begitu sehingga
dampak-dampak perubahan iklim yang kami
sampaikan tadi ada dampak utama at
dampak umumnya ini diperparah juga
dengan dampak-dampak ikutan yang juga
diperparah lagi oleh dampak-dampak Yang
sepertinya tidak memiliki keterkaitan
langsung dengan perubahan iklim ternyata
memiliki dampak yang sedemikian masif
ketika kita tidak bisa menghentikan atau
tidak bisa merespon sejak awal
dampak-dampak ini dengan baik begitu
baik bapak Ibu sekalian kita akan
melihat barangkali ee dampak perubahan
iklim terhadap kelompok rentan ini tadi
sudah kami sampaikan beberapa aspek
Tetapi kalau boleh dituliskan di sini
em ini salah satu contohnya dampak dalam
bidang kesehatan di sini ada penyakit
yang berdarah denggi dan data
menyebutkan di Indonesia bahwa di Tahun
2022 63% kematian dari penyakit demam
berdarah denggi atau dari kasus DBD itu
sendiri terjadi pada anak yang berusia 0
sampai 14 tahun begitu karena ada
istilah pelana kuda yang kemudian
membuat anak-anak tidak bisa bertahan
pada
siklus siklus penyembuhan demam berdarah
itu sendiri Bapak Ibu nanti mungkin kita
bisa cerita bareng Bapak Ibu yang dari
Kementerian Kesehatan atau dinas
kesehatan kita bisa berdiskusi seperti
apa sih hal-hal yang kemudian
ee bisa menyebabkan dampak atau
disparitas atau perbedaan dampak dari
kelompok
anak khususnya pada isu-isu kesehatan
lebih tinggi dibandingkan pada
kelompok-kelompok yang lain begitu tidak
hanya anak sebenarnya Bapak Ibu untuk
kelompok rentan kita masih punya
disabilitas kemudian membayangkan saya
Beberapa hari lalu berdiskusi dengan
dengan pegiat disabilitas di Indonesia
ini menyampaikan bahwa sulitnya untuk
mengevakuasi kelompok disabilitas saat
bencana banjir begitu barangkali ini
mungkin bagi bagi kelompok apa namanya
relawan Mungkin cukup mudah ketika
menggendong anak atau remaja dengan
disabilitas tetapi beda cerita Bapak Ibu
kalau ada di sana ee orang yang
mengalami kusta Sebagian besar orang
masih memiliki stigma negatif pada
kelompok tersebut jangankan untuk
memegang unuk bersalaman bahkan untuk
membantu saja mereka sudah tidak mau
begitu Jadi ini yang terjadi ee sebagai
bagi bagian dari Bagaimana membuat
rekayasa lingkungan kita atau adaptasi
mitigasi perubahan iklim kita yang
dilakukan nantinya ini jauh lebih
inklusif menyasar para pihak terutama
juga ada kelompok masyarakat adat yang
ternyata tidak semua hal bisa
diaplikasikan loh ke dalam masyarakat
adat begitu ada batasan-batasan sebagai
bagian dari kearifan lokal mereka yang
mereka Junjung tinggi sehingga kita
tidak bisa melewati itu semua begitu
baik Bapak Ibu sekalian kita lanjut
e mengapa bapak ibu kelompok tentani
lebih terdampak barangkali nanti mungkin
boleh cerita juga di wilayahnya
masing-masing Seperti apa kelompok
rentan ini berjuang dengan kehidupannya
sendiri yang pertama karena memang
mereka memiliki keterbatasan akses dan
sumber daya baik ke akses-akses utama
ataupun juga akses pendukung bahkan eh
untuk akses utama tentu Mereka kadang
tidak bisa berproses ke sana tetapi
untuk akses lapis kedua semisal pendidik
banyak kelompok rentan yang dipaksa
untuk tidak mengikuti pendidikan dengan
baik tidak mendapatkan literasi dengan
baik baik dalam sekolah formal maupun
informal tidak ee apa ya namanya tidak
bersekolah seperti mungkin anak dan
remaja dengan disabilitas kemudian
anak-anak di wilayah-wilayah afirmasi
seperti daerah 3t banyak sekali angka
putus sekolah yang masih tinggi kemudian
mereka mungkin anak perempuan yang saya
sampaikan tadi di wilayah dan ini semua
terny kita kita memberikan keterbatasan
akses dan sumber daya begitu Kemudian
yang kedua keterbatasan mobilitas dan
kesempatan tadi yang saya sampaikan juga
penyanang disabilitas kelompok lansia
mereka memiliki hambatan yang lebih
tinggi dari baik itu ee misalnya ada
berbagai kejadian mereka mungkin untuk
coping capasity-nya jauh lebih rendah
dibandingkan orang biasa begitu orang
pada umumnya termasuk juga
ketidaksetaraan gender tadi yang kami
sampaikan Bapak Ibu bahwa kelompok
perempuan masih cenderung
ee jauh Tidak Dianggap dalam berbagai
kegiatan terkait iklim ini soal
partisipasi maupun juga dalam upaya
untuk menyasar aspek-aspek ee pemulihan
dampak itu sendiri jadi dampak masih
dianggap sebagai umum padahal ini tidak
berlaku atau tidak bisa diakses oleh
perempuan misalnya begitu Ee Bapak Ibu
sekalian ini berbagai data saya saya ul
kan dari UN women ini PBB yang fokus
pada perempuan bahwa ternyata 80%
pengungsi akibat perubahan iklim adalah
perempuan dan anak-anak begitu
laki-lakinya ke mana laki-lakinya Bisa
ke mana aja Bapak Ibu tidak di dalam
pengungsian tetapi yang berkuta di
pengungsian dengan kebutuhan domestik
yang ada di sana adalah kelompok
perempuan Bagaimana kemudian jika
literasi tentang perubahan iklim
literasi tentang kebencanaan ini tidak
diajarkan dengan baik pada
kelompok-kelompok tersebut ini tentu
akan berdampak pada dampak-dampak ikutan
atau eh apa yang namanya risiko-risiko
ikutan pada kelompok mereka pada
kelompok perempuan dan kelompok
anak-anak
em Bapak Ibu sekalian berkaitan dengan
berbagai kejadian alam baik itu
perubahan iklim kerusakan lingkungan
kalau itu diakibatkan atau disebabkan
oleh kita maka itu yang bertanggung
jawab untuk bisa memberikan kontribusi
lebih untuk bisa menurut risiko yang ada
itu juga kita begitu seperti perubahan
iklim Bapak Ibu sekalian tanpa disadari
bahwa sebagian besar penyebab perubahan
iklim adalah aktivitas kita lewat
aktivitas peningkatan emisi gas rumah
kaca dari yang kita lakukan sehari-hari
semisal yang Bapak Ibu tidak sadar di
meja makan Bapak Ibu sekalian hari ini
ada apa tadi pagi sahur Makan apa
misalnya tadi pagi sahur itu makan
eh makan Makan Olahan misalnya nugget
begitu nuggetnya mungkin kita tidak tahu
memasaknya selama apa kemudian
pemotongan hewannya Bagaimana sampai
kemudian membuat plastiknya apa namanya
packaging-nya Seperti apa dan itu juga
di sisi lain selain kemudian
meningkatkan emisi gas rumah kaca dari
aktivitas yang dilakukan untuk membuat
makanan itu juga sampah-sampahnya
mungkin Bapak Ibu tadi pagi memproduksi
sampah itu begitu ya dari aktivitas
sahur misalnya atau makan pagi hari ini
ini yang terjadi Kenapa kemudian eh
penyebab perubahan iklim ini semakin
masif karena yang kita lakukan juga
semakin masif hari ini
eh tetapi di sisi lain ternyata tidak
perubahan iklim bahkan kerusakan
lingkungan kondisi lingkungan tidak
berhenti di penyebab saja ada
dampak-dampak yang terjadi dan itu
berdampak pada kita semua sayangnya
memang Bapak
Ibu dampak-dampak ini dirasakan berbeda
oleh setiap orang begitu yang berdosa
sama-sama begitu tetapi yang berdampak
punya perbedaan kalau saya katakan boleh
mereka yang memiliki teman-teman mungkin
yang memiliki penghasilan lebih ini bisa
keluar dari dampak dengan baik tetapi
dampak-dampak ini dirasakan lebih tinggi
pada mereka yang tidak punya akses tidak
punya sumber daya dengan baik begitu
sehingga apa sehingga prinsip rekayasa
lingkungan ini penting sekali untuk
kemudian kita berkontribusi pada
komitmen-komitmen negara kita untuk
membuat bumi lebih baik mungkin banyak
sekali komitmen negara kalau saya
berbicara benas kita punya PBI Bapak Ibu
pembangunan ber ketahanan iklim kemudian
benas juga punya eh pembangunan rendah
karbon prk kemudian kalau berbicara soal
BNPB kita punya Renstra penanggulangan
bencana atau pencegahan bencana begitu
kalau misalnya kita berbicara di pupr
kita punya juga punya rencana jangka
menengah jangka panjang jadi semua
Kementerian lembaga pasti punya itu
semua sebagai komitmen nasional untuk
diterjemahkan pada kebutuhan di level
daerah tetapi di sini saya ambil dua
aspek Bapak Ibu ini yang mungkin cukup
umum yang pertama NDC Kenapa NDC karena
NDC ini di e produce atau diproduksi
dikeluarkan oleh
klhk klhk ini eh sebagai National focal
point atau sebagai bahasa kitanya Apa
Bapak Ibu ya penanggung jawab perubahan
iklim di level nasional isu-isu iklim
akan diserahkan ke klhk untuk kita bisa
apa nih Begitu untuk Indonesia jadi
akhirnya saya ambil NDC sebagai target
yang juga di tahun 2030 akan diases atau
akan dinilai sejauh mana target 2030
dari beberapa tahun sebelumnya begitu
yang kedua Bapak Ibu sekalian saya ambil
sdgis ini eh apa namanya payungnya kalau
di Indonesia itu ada di Bapenas ee di
sekretariat sdg tetapi memang sdgs ini
sangat umum dan mencakup banyak aspek
mencakup semua semua sektor kehidupan
yang ada mungkin yang kita jalani hari
ini di Indonesia dan ini juga memiliki
target di tahun 2030 sehingga Bagaimana
kemudian rekayasa lingkungan atau
prinsip-prinsip menjawab tantangan
perubahan iklim dan degradasi lingkungan
yang kita lakukan lewat teknologi
inovasi praktik baik kemudian juga lewat
Mungkin perilaku yang dilakukan begitu
Bapak Ibu sekalian ini bisa menjawab
atau bisa berkontribusi pada isu-isu NDC
pada berbagai sektor atau bidang NDC dan
juga sdgis di tahun 2030 nantinya begitu
[Musik]
m baik
oke Ini sudah menarik sekali Saya lagi
baca Bapak Ibu
eh apa namanya cerita-cerita dari Bapak
Ibu sekalian menarik nanti boleh sambil
bercerita kita sambil diskusi juga Saya
izin bercepat saja agar diskusi kita
lebih cepat begitu ya
Ee baik Bapak Ibu tadi saya sampaikan
juga bahwa ternyata perubahan iklim itu
Kenapa hari ini sedemikian masih dibahas
sedemikian rutin kita perbincangkan
bahwa dalam beberapa aspek juga kita
perbincangkan Bapak Ibu sekalian saya
izin cerita sedikit beberapa minggu lalu
saya diundang eh himpunan asosi asosiasi
nasional atau himpunan nasional untuk
Pendidikan Anak Usia Dini Jadi yang
terhubung dari Kementerian kemudian
asosiasi nasional Semua di satu
organisasi itu bernama PAUD Hi Bapak Ibu
eh himpaudi namanya himpaudi e dan
Mereka ternyata membuat dokumen modul
berjudul dampak perubahan iklim untuk
anak usia dini bahkan anak usia dini
juga diminta untuk mempelajari atau
untuk melihat dampak itu artinya isu-isu
lingkung
isu perubahan iklim ini sudah harus jadi
muatan sudah harus jadi makanan Kita
sejak usia dini ini Bapak Ibu sekalian
bahkan untuk ibu-ibu hamil juga perlu
begitu untuk fokus pada aspek-aspek
tersebut sehingga ketika melahirkan
anaknya sudah apa ya namanya sudah Ee
memiliki minimal persiapan atau
penyiapan dari aspek nutrisi dan banyak
hal dalam menghadapi kondisi perubahan
iklim yang mungkin lebih di masa depan i
jadi saya diminta untuk memberikan
review terkait dengan modul tersebut
sejauh mana muatan perubahan iklim untuk
anak usia ini menarik sekali Bapak Ibu
sekalian jadi kita bisa
e melihat atau bahkan Kita juga bisa
memberikan e persepsi bahwa ternyata
perubahan iklim ini dapat dilihat dapat
dipahami jadi berbagai sektor begitu
tetapi memang satu lagi bahwa perubahan
iklim Jangan dikambing hitamkan karena
banyak aspek lain yang juga punya
kontribusi tapi kemudian ini memperparah
kondisi perubahan iklim itu sendiri ada
dua hal ada penyebab dan ada dampak
Bapak Ibu kalau berbicara penyebab ini
tadi saya sampaikan ada emisi gas rumah
kaca sedangkan kalau berbicara dampak
ini dampak-dampak yang kita rasakan
sehari-hari Bapak Ibu yang kesulitan
cari air Bapak Ibu yang mungkin
bulan-bulan ini gagal panen atau Bapak
Ibu yang sebagai guru bulan-bulan ini
agak sulit ke sekolah karena huj terus
Pak begitu atau Mas atau rumah kami
kebanjiran Bapak Ibu yang daerah Bekasi
ada atau mungkin Jakarta Timur ini ini
ini apa namanya banjirnya sangat sangat
parah dan ini mungkin jadi satu banjir
terparah sepanjang masa yang ada di
wilayah tersebut baik Bapak Ibu jadi ada
penyebab ada dampak dan ternyata Jika
kita ingin maksimal untuk bisa meres
perubahan iklim itu ada dua hal yang
kita lakukan yaitu kita merespons
penyebabnya dan di sisi lain kita
merespons dampaknya kalau kita merespons
penyebabnya itu kita berupaya untuk
menurunkan menurunkan emisi gas rumah
kaca begitu bernama mitigasi perubahan
iklim sedangkan kalau kita berupaya
ingin menurunkan dampaknya itu kita beri
nama sebagai adaptasi perubahan iklim
untuk merespons dampak-dampak terkait
tadi Bapak Ibu sekalian mitigasi dan
adaptasi perubahan iklim ini sendiri
kemudian seringki kita kaitkan sebagai
bentuk rekayasa lingkungan karena ada
dua aspek dari bentuk mitigasi adaptasi
perubahan iklim ini yaitu satu perubahan
teknologi atau pembangunan teknologi
pengembangan teknologi dan yang kedua
adalah perubahan perilaku fokus pada
pengembangan teknologi-teknologi yang
fokus pada mitigasiasi perubahan iklim
ini Bapak Ibu sekalian ini kemudian
seringkiali dikaitkan dengan yang
namanya rekayasa lingkungan nah kemudian
bagaimana kita membuat rekayasa
lingkungan itu yang inklusif Bapak Ibu
jadi ini barangkali di wilayah
masing-masing ini sudah cukup
diimplementasikan nanti boleh kita
cerita bareng misalnya eh mas ikr di
wilayah kami ada proklim program Kampung
iklim Kemudian dari proklim itu ternyata
kita sudah melibatkan kita sudah membuat
yang namanya misalnya hidroponik untuk
memastikan kan
ee apa ya namanya memastikan keamanan
pangan kami terjaga hidroponik tersebut
ini untuk menjawab isu-isu soal apa ya
Eh gagal panan yang sering terjadi di
wilayah kami dari hidroponik itu sendiri
sebagian besar ini diimplementasikan
oleh kelompok wanita tani dan ternyata
kelompok wanita taninya itu 50%nya
adalah teman-teman disabilitas ini
menarik nanti kalau boleh bercerita kita
boleh diskusi sehingga keterlibatan ini
nama no one left behind Bapak Ibu atau
tidak ada yang tertinggal ada langsung
saja saya sampaikan di tujuan utama
rekayasa lingkungan yang inklusif yang
pertama pastinya yaitu untuk memastikan
akses yang adil terhadap solusi
lingkungan atau rekayasa lingkungan yang
kita
eh apa ya namanya yang kita inisiasi
Kemudian yang kedua kita ingin
melibatkan perspektif beragam komunitas
dalam pengambilan keputusan sehingga
kalau rapat itu bapak ibu itu enggak
cuma bapak-bapak begitu biasanya
bapak-bapak sambil sambil ngopi rapat
diskusi perspektifnya hanya di
bapak-bapak saja benar Eng begitu tapi
kalau ada ibu-ibu ada juga remaja ikutan
begitu atau malah dari kelompok
perwakilan disabilitas ikutan bisa apa
namanya nanti pada akhirnya ini bisa ee
mengakomodasi banyak kebutuhan
misalnya bisa enggak ya jalur
evakuasinya juga pakai sout misalnya
atau misalnya Bapak Ibu ada di wilayah
uasi banjir bisa enggak ya ini di
desanya ternyata ada beberapa kelompok
mohon maaf Tun Rungu begitu kelompok
disabilitas Rungu atau tidak bisa
mendengar jadi bisa ggak ya nanti
evakuasinya
eh apa namanya mungkin pakai pakai
e apa namanya alat bantu yang bisa fokus
ke mereka dan banyak aspek lainnya yang
bisa Kita sesuaikan begitu Bapak Ibu
sekalian di sini ada beberapa pentingnya
inklusi yang pertama keadilan sosial dan
lingkungan karena seringki kita hari ini
masih fokus pada Bagaimana sih biar
kebutuhan ekonomi kita masih terpenuhi
ee sosial kita mungkin setengah-setengah
lah terpenuhinya enggak masalah yang
penting sosial kebanyakan sosial
masyarakat kebanyakan itu terpenuhi tapi
tidak memperhatikan sosial-sosial
orang-orang yang membutuhkan ee apa
namanya perhatian yang lebih atau
berkebutuhan khusus begitu termasuk juga
aspek-aspek lingkungan Kemudian yang
kedua efektivitas solusi sehingga solusi
ini lebih jangka panjang tidak perlu
ngulangulang lagi bapak ibu nanti 2
tahun udah rusak ngulang lagi begitu
memperhatikan jadi berbagai kalau kita
anak zaman sekarang Bapak Ibu ngomongnya
poov jadi memperhatikan berbagai point
of view atau berbagai sisi Sehingga
nantinya ini jauh lebih lama bertahan
lama berkelanjutan juga bapak ibu tidak
perlu mengeluarkan uang lebih banyak
untuk solusi lingkungan yang diciptakan
beberapa waktu karena apa Karena
partisipasi para pihaknya juga dari
semua semua orang merasa memiliki
anak-anak merasa memiliki yang biasanya
suka main rusakin pagar jadi eh Mereka
ternyata
ikutanikutan buat nih atau ikutan
bergabung ikutan memiliki itu gitu
sehingga prinsip kepemilikan itu bisa
terjaga oleh semua orang semua pihak
termasuk yang ketiga memenuhi komitmen
internasional karena dalam sdj sendiri
Bapak Ibu ada Prinsip utama yaitu behind
tidak boleh ada yang ketinggalan di ee
luar itu atau di belakang itu semua
terlibat semua diangkut semua berangkat
begitu Oke ini singkat saja Bapak Ibu
jadi NBC kita di tahun 2030 punya target
untuk menurunkan emisi
31,89% secara mandiri dan sekitar 43%
dengan bantuan internasional ini
target-target NDC dan tentu dengan
rekayasa lingkungan yang kita ciptakan
yang kita kembangkan ini ini mau tidak
mau harus sejalan juga dengan target NDC
tadi begitu termasuk juga kita
sejalankan dengan target sdgis ada
beberapa target sdg Bapak Ibu yang fokus
pada aspek-aspek lingkungan dari 17
fokus di sini 17 poin sdg bapak ibu ada
setidaknya sekitar l atau en begitu yang
fokus pada pembangunan lingkungan tapi
tidak terlepas dari aspek-aspek yang
lain misalnya air dan sanitasi layak
karena air bersihnya ada sanitasinya
layak sehingga tanpa kelaparan ada di
sana begitu di pilar pembangunan sosial
termasuk juga pekerjaan layak dan
pertumbuhan ekonomi dengan baik termasuk
berkurangnya kesenjangan begitu dan
banyak aspek lainnya yang ternyata dari
semua aspek SD ini perlu
komprehensif dan berbagai aspek rekayasa
lingkungan yang kita buat dan kita
kembangkan ini tentu sedikit banyak bisa
mendukung S atau mendukung upaya untuk
eh rekayasa lingkungan yang lebih
inklusif dengan mengikuti sdg target di
tahun 2030 begitu Bapak Ibu sekalian ini
yang kami sampaikan tadi kadang-kadang
kita pengin fokus pada sdg target 1 Atau
Dua aja begitu misalnya di sini ada poin
nomor 11 sustainable Cities and
communities jadi komunitas dan kota yang
berkelanjutan di sana ada beberapa
target di dalam S di dalam poin tersebut
ut ada beberapa butir yang ada di sana
Misalnya ini mohon maaf dalam bahasa
Inggris tapi yang jelas di sana ada
poin-poin seperti e transportasi yang
berkelanjutan dapat diakses dengan baik
dan aman ini tentu tidak terlepas dari
aspek satu keseteraan gender begitu
kadang kita buat jaur transportasi untuk
menghubungkan antara jalur air misalnya
sumur umum Pamsimas dengan rumah kita ti
tiba jalurnya itu hanya bisa dilewati
oleh kendaraan sepeda motor tetapi
kira-kira yang bisa lewat hanya orang
laki-laki bahkan anak-anak untuk jalan
saja itu susah apalagi perempuan begitu
ketika mereka naik motor tidak bisa
lewat situ Bapak Ibu nah ini juga harus
dikaitkan harus di apa namanya
diperhatikan dalam upaya untuk
mengembangkan rekayasa lingkungan
mengembangkan berbagai praktik baik di
wilayah ya masing-masing begitu
perhatian-perhatian seperti ini kadang
tidak kita respon atau bahkan tidak kita
sadari ketika kita berdiskusi dengan
kelompok umum misalnya Oke Bapak Ibu
saja secara umum tanpa melibatkan
kelompok disabilitas atau tanpa
melibatkan anak-anak ini akan sulit
karena kita tidak memahami kebutuhan
mereka dengan baik begitu yang paham
setiap orang itu ya orang itu sendiri
sehingga pada akhirnya keterlibatan
inklusivitas ini perlu didukung perlu
digaungkan kan melalui proses diskusi
awal inisiatif awal bahkan sampai
pengawasannya juga perlu diperhatikan
dan ini nantinya akan terhubung satu sdg
dengan sdg yang lain bahkan kita bisa
menjawab gender equity po5 kemudian
reduce inequalitis di poin 10 dan banyak
aspek lainnya yang ternyata saling
berkesinambungan Bapak Ibu sekalian
nanti mungkin saya izin menyampaikan
juga memberikan dokumen enhance NDC
Indonesia kita tapi mohon maaf sekali
ini dalam bahasa Inggris ee karena
memang dokumen ini dokumennya klhk
Dokumen Indonesia yang kemudian
dis-submit atau dikirimkan ke unfc
sebagai eh PBB atau
eh UN atau juga eh persekikatan
bangsa-bangsa yang fokus pada isu-isu
perubahan iklim jadi ada beberapa aspek
yang ternyata dilihat di sini sebagai E
kira-kira ini sektor yang kemudian
menyebabkan perubahan iklim Bapak Ibu
misalnya saya sampaan kan di sini ada
energi kemudian ada dari bahan bakar
kemudian tambang dan banyak aspek
lainnya yang ternyata punya kontribusi
besar terhadap perubahan iklim dan
bagaimana upaya NDC ini menurunkan
perubahan iklim lewat merespon penyebab
tadi bernama mitigasi begitu Kemudian
dari aspek
adaptasi ini juga banyak yang dilakukan
yang ternyata ini juga punya kontribusi
terhadap menurunkan dampak perubahan
iklim pada berbagai aspek utamanya Bapak
Ibu adalah untuk pendekatan-pendekatan
pada ketahanan ekonomi sosial dan sumber
penghidupan serta ekosistem dan landskap
di sekitar kita Bapak Ibu sekalian
mungkin dokumen NDC ini cukup kalau
bahasa Jawanya itu nakik-ndakik begitu
atau terlalu bahasanya tinggi begitu
sehingga dokumen-dokumen Ini
diterjemahkan dalam berbagai komitmen
kalau di daerah itu bapak ibu ada
istilahnya rencana aksi ada rencana aksi
daerah adaptasi perubahan iklim dan
rencana aksi daerah mitigasi perubahan
iklim atau emisi gas rumah kaca dan
dokumen-dokumen daerah itu yang kemudian
bisa kita lihat bisa kita baca Nti oleh
Bapak Ibu sekalian kira-kira wilayah
kita fokusnya apa ya begitu karena
wilayah setiap wilayah punya beda fokus
misalnya saya contohkan di daerah Demak
begitu daerah Demak itu pesisir tentu
adaptasi mitigasi perubahan iklimnya
fokus pada isu-isu pesisir begitu
dibandingkan dengan misalnya Kabupaten
Wonosobo atau mungkin di daerah
Kalimantan ee di daerah mana ya
kabupaten di di Kota Palangkaraya deh
begitu Kota Palangkaraya itu ada di
tengah-tengah dan itu ada banyak hutan
di sana isu-isunya mungkin seputar
Bagaimana kebakaran hutan kemudian
Bagaimana ee upaya pembalakan liar dan
lain sebagainya tetapi isu-isu pesisir
mungkin akan banyak di Bagaimana
masyarakat bisa masyarakat bisa ba
menurunkan dampak dari peningkatan muka
air laut kemudian penurunan muka tanah
Kemudian pada Bagaimana reforestasi
mangroove dan banyak aspek lainnya yang
ternyata itu harus dilihat dari
spesifikasi atau kebutuhan di
masing-masing daerah ini juga butuh
inklusivitas yang tinggi mengingat
masyarakat yang ada di sana juga perlu
kontribusi baik dalam upaya adaptasi dan
mitigasi perubahan iklim ini juga bapak
ibu nanti akan saya bagikan Dokumen
Indonesia kami ikut menyusun juga untuk
long strategi ee atau rencana jangka
panjang strategi jangka panjang untuk ee
rendah pembangunan rendah karbon dan
berketahanan iklim di masa depan Jadi
bagaimana komitmen-komitmen negara kita
dalam upaya itu semua sebagai bagian
penting dalam upaya untuk mitigasi dan
adaptasi perubahan iklim tentunya bagian
dari Rekayasa lingkungan yang akan
dilakukan ini tadi prinsip inklusivitas
Bapak Ibu jadi memastikan keadilan
lingkungannya dapat partisipasi
masyarakat rentannya dapat tidak hanya
partisipasi pas implementasinya loh
Bapak Ibu Ya misalnya pas
implementasi bangun jalan ayo ikutan
tidak hanya di situ tapi pada saat
kebijakan akan mulai dilakukan pada saat
perencanaan mereka sudah mulai masuk
mereka sudah mulai Sumbang ide Sumbang
pemikiran Sumbang solusi bahwa seperti
ini batasan kami dengan keterbatasan ini
kita bisa menyesuaikan dengan semua
aspek ketemu di Tengah nantinya begitu
termasuk aksesibilitas teknologi
teknologinya harus ramah ramah misalnya
ramah disabilitas ramah anak kemudian
ramah lansia ramah gender dan banyak
aspek lainnya Apakah ini berat berat
sekali Bapak Ibu Tetapi kalau tidak kita
mulai ini mungkin akan membuat rekayasa
lingkungan yang kita buat atau kita
kembangkan Tidak Efektif dan
keberlanjutannya juga mungkin akan
sangat eh apa ya kecil potensinya
begitu saya contohkan beberapa hal tapi
ini singkat saja saya penginnya diskusi
lebih banyak dengan Bapak Ibu sekalian
jadi eh studi kasus 1 ini tentang
Pamsimas kita bagaimana bisa menciptakan
akses air bersih yang inklusif untuk
kelompok rentan begitu Jadi Pamsimas
ramah disabilitas kata kuncinya itu
pamsas ramah anak begitu dan banyak hal
lain sehingga ini bisa diakses kemudian
ini juga bisa dipertahankan dikembangkan
oleh semua pihak begitu
Kemudian yang
kedua saya contohkan infrastruktur hijau
berbasis komunitas di wilayah rawan
bencana saya contohkan e vegetasi mangr
begitu Jadi di beberapa wilayah
Indonesia ini Bapak Ibu memiliki gadis
pantai salah satu negara dengan garis
pantai terpanjang di dunia sehingga
prinsip-prinsip pembangunan program di
pesisir itu harus digalakkan bahkan
Bapak Ibu 60% masyarakat Indonesia itu
tinggal di wilayah sisir oleh karena itu
perlu adanya upaya meningkatkan
ketangguhan Desa enggak usah jauh-jauh
lewat program-program yang ada hari ini
desana KSB kemudian proklim Desa pesisir
ee kemudian desa sehat Kalau dienkes itu
ada desa desa sehat iklim dan banyak
aspek lainnya bagaimana kemudian
program-program berbasis Desa itu bisa
kita Arahkan untuk mengembangkan
rekayasa lingkungan yang inklusif begitu
misalnya nya rekayasa lingkungan da
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:08 UTC
Categories
Manage