File TXT tidak ditemukan.
REKAYASA LINGKUNGAN YANG INKLUSIF : MENUJU NDC & SDGS 2030
hfiuUtAK5s4 • 2025-03-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id juga tidak lupa kepada bapak ibu peserta webinar pada hari ini yang berbahagia sebelum masuk ke materi kita hari ini saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah kami kirimkan di kolom chat kemudian Dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Pro indonia jadi semisal selama acara webinar berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami di Project Indonesia selanjutnya seperti biasa Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam dprice spesial untuk bapak ibu yang beruntung dpres ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua Story Instagram terunik selama webinar berlangsung untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara nanti Sedangkan untuk pemenang du stor Instagram terunik akan kami Hubungi langsung melalui DM Instagram Jadi bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya selama webinar ini berlangsung dapat memberikan pertanyaan terbaiknya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga pertanyaan terbaik untuk memenangkan darpai spesial dari kami lalu untuk Story Instagram bapak ibu dapat membuat Story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa t Instagram kami di @projectp Indonesia baik eh sebelum kita masuk sebelum kita masuk ke acara ini kita akan ada akan ada sambutan dari bapak Dr IR hijrah Putra SMS selaku founder dari butik Dar ulang Project B Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia waktu dan tempat kami persilakan Terima kasih Mbak Sabrina mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya Eh asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah tentunya Selamat pagi salam sejahtera untuk kita semuanya Bapak Ibu para peserta yang saya hormati Eh Alhamdulillah pada kesempatan hari ini Tentunya puji syukur Ee kita dalam kondisi yang mudah-mudahan sehat semuanya kita bertemu kembali dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh butik daur ulang Project B Indonesia yang selalu di-support oleh jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia G ya dalam komitmennya kita Berbagi bersama bersama para praktisi akademisi ya dalam ee konteks kita belajar bersama walaupun tempat kita di ee tempat ee yang berbeda-beda begitu ya jadi kita menghadirkan suasana selalu belajar begitu dalam meningkatkan kapasitas kita eh mas ikr saya panggilnya Mas Ikrom karena masih sangat muda tapi dalam e pengalaman sangat eh kaya begitu ya yang beliau aktif di berbagai macam yang sangat-sangat berhubungan dengan ee Tema kita pada kesempatan hari ini gitu ya dan beliau alhamdulillah juga bergabung menjadi e salah satu dosen dosen terbaik di jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia terima kasih atas waktunya di hari ee Sabtu puasa pagi-pagi lagi ya tapi berkenan untuk Berbagi bersama belajar bersama dengan Bapak Ibu para peserta semuanya gitu terkait dengan tema pada kesempatan hari ini sangat menarik Bapak Ibu ini menjadi tema yang baru juga yang diangkat oleh EE butik daur ulang tentunya ya Ee karena di jurusan teknik lingkungan selain punya laboratorium hubungannya dengan limbah padat atau sampah kemudian punya laboratorium yang berhubungan dengan air minum punya juga laboratorium yang berhubungan dengan air limbah tapi ternyata kita juga punya laboratorium yang berhubungan dengan ee perubahan iklim ee pengelolaan udara begitu ya jadi tema ini menjadi tema yang seperti menarik untuk diangkat gitu ya karena apa salah satunya Bapak Ibu ee dunia dan tentunya juga Indonesia sedang menghadapi tantangan besar ya dalam upaya mencapai target-target begitu ya target NDC salah satunya sebagai bagian dari komitmen terhadap ee perubahan iklim yang nantinya eh untuk mewujudkan sdgis di tahun 2030 itu nah dalam konteks tersebut maka rekayasa lingkungan itu pastinya memiliki peran strategis ya dalam menciptakan berbagai macam solusi inovatif dan tentunya inklusif juga supaya bisa menjawab ee berbagai macam permasalahan lingkungan sosial bahkan juga berhubungan dengan ekonomi ee dalam konteks sustainable yang ber kelanjutan nah mudah-mudahan webinar yang kita selenggarakan saat ini dapat Bapak Ibu nikmati sebagai wadah kita belajar bersama ada akademisi praktisi mungkin juga ada Bapak Ibu pemangku kepentingan serta berbagai macam masarakat luas Mahasiswa juga bisa bergabung pada kesempatan hari ini untuk kita berdiskusi ya melalui berbagai macam pendekatan yang berhubungan dengan rekayasa lingkungan tersebut ya Nah mudah-mudahan acara pada kesempatan hari ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun kami dari panitia mohon maaf jika dalam penyelenggaraan nanti mungkin ada terdapat hal-hal yang EE masih kurang S du ya Bapak Ibu dapat mengisi memberikan masukan yang EE baik dan membangun di dalam kuesioner yang nanti akan dibagi oleh panitia sekali lagi Mas Ikrom Terima kasih atas waktu dan ilmu yang akan disampaikan bapak ibu juga terima kasih atas semangat yang EE selalu diberikan ini ada peserta sekitar 60 peserta yang mudah-mudahan terus meningkat karena informasi dari ee panitia hingga tadi malam sudah tergabung ada 200-an peserta yang mendaftar panitia ee terima kasih juga atas semangatnya yang luar biasa ee selalu membersamai setiap 2 minggu sekali di di hari Sabtu dan mudah-mudahan kita bisa terus ee istikamah ya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa ya Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan webinar rekayasa lingkungan yang inklusif menuju NDC dan sdcis 2030 yang dilaksanakan pada Sabtu 8 Maret 2025 pada kesempatan hari ini resmi kita buka mudah-mudahan bermanfaat dan berjalan dengan baik mungkin itu dari saya sebagai pengantar agar kita bisa menikmati materi dari Mas ikr lebih panjang waktunyaahah wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Tera kepada bapak Dr yang telah memberikutkusuk acara ini Beri ak ini kita yaitu penyampaian materi namun sebelum itu Mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemeri kita berikut [Musik] demikian sktilas mengenai pemada kita pada P hari ini selanjutnya mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak Ikram sudah siap kita mungkin bisa langsung saja untuk memulai penyampaian materinya untuk waktunya kurang lebih sampai pukul .30 ya Pak Wak dan tempat saya persilakan Oke Baik terima kasih banyak Eh mbak Sabrina untuk waktunya Bapak Ibu sekalian eh terima kasih banyak butik daur ulang atas kesempatannya dan juga Eh ya proek Indonesia ya dan jurusan Teknik Lingkungan sudah memberikan kesempatan saya untuk bisa berbagi dengan Bapak Ibu sekalian ee terutama juga tim dari Project B Indonesia dan eh tentunya panitia ee yang sudah membersamai kegiatan-kegiatan positif seperti ini yang harusnya akan terus berjalan sampai kapan pun nanti begitu Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bapak Ibu sekalian Selamat pagi ee semoga sehat-sehat ini bulan puasa tapi semoga tidak mengurangi semang sangat berpuasa ini apa namanya kita berkumpul untuk hal-hal baik Semoga ee menjadi bagian dari apa namanya keberkahan puasa kita begitu Bapak Ibu sekalian ee pertama Terima kasih banyak Pak hijrah Eh Pak yebi atas waktu dan kesempatannya ini ee menarik sekali dan berbicara soal Teknologi teknik lingkungan rekayasa lingkungan begitu Ee Kita tentu tidak ingin melepaskan Bapak Ibu begitu ya tidak ingin terlepas dari beberapa kelompok yang mereka juga harus ikut adil tidak hanya sebagai kita anggap sebagai kelompok terdampak tetapi juga bagaimana mereka punya dampak mereka tidak hanya kelompok rentan tetapi juga mereka punya peran begitu sehingga keterlibatan semua ini sangat menarik dan tentunya ini menjadi bagian untuk membuat Indonesia ini lebih baik begitu karena pada akhirnya peran pemerintah tidak cukup bahkan kita tahu hari ini mungkin masih banyak ee kesenjangan di sana sini dengan adanya partisipasi para pihak dengan adanya ternyata kelompok-kelompok rentan ini kalau diberdayakan ini akan jauh punya peran begitu akan jauh bisa memberikan kontribusi yang lebih dibandingkan dianggap sebatas sebagai kelompok yang harus diperhatikan sebagai kelompok yang akan selalu terdampak begitu Jadi ini juga Bapak Ibu sekalian terkait dengan judul hari ini ee saya kaitkan juga dengan bagaimana kita menuju 2030 barangkali juga bapak ibu di sini berasal dari instansi pemerintah kemudian akademisi juga nanti mungkin bisa memberikan feedback bisa kita bisa berdiskusi bersama dan tentunya bisa memberikan praktik terbaik barangkali untuk aktivis-aktivis desa pegiat-pegiat lingkungan pegiat sosial yang ada di desa ini ini menjadi bagian dan penting karena bagaimanapun pegiat lingkungan yang ada di desa punya andil besar dalam menentukan partisipasi masyarakatnya Seperti apa sejauh apa dan bagaimana keterlibatan itu terjadi begitu sehingga kita kaitkan juga bapak ibu dengan target 2030 yaitu eh target sustainable Development Goals atau target pembangunan berkelanjutan dan juga NDC Indonesia NDC ini komitmen Indonesia untuk perubahan iklim yang kemudian dikeluarkan oleh klhk dulu namanya klhk Kementerian lingungan Hidup dan Kehutanan sekarang mungkin berubah menjadi Kementerian lingungan hidup dan ini yang kemudian dikomitmenkan Indonesia untuk level Global yang kita submit atau kita berikan kita kontribusikan ke dalam PBB di level dunia begitu baik Bapak Ibu sekalian saya izin share screen untuk hari ini ee sebentar oke ya ya sudah terlibat sudah terlihat Mak Ya siap Iya baik Bapak Ibu jadi Semoga kita bisa berdiskusi lebih banyak Nanti jadi saya mungkin tidak akan banyak sekali memberikan materi karena tentunya ini ee praktik baik ini Bapak Ibu juga sedikit banyak menerapkan di desanya masing-masing sebagai pegiat desa atau bahkan di instansinya masing-masing juga ee barangkali menerapkan ini sebagai bagian dari Rekayasa lingkungan yang inklusif kadang-kadang kita mungkin berpikir di awal ee apa yang kita lakukan ternyata itu bagian dari mitigasi adaptasi perubahan iklim begitu tetapi ternyata memang ee Ee kita tidak sadar Bapak Ibu sekalian sehingga ee yang kita lakukan ini lebih kepada kalau kita katakan sebagai bisnis as usual atau seperti biasalah begitu yang dilakukan sehari-hari padahal jika dikelola dengan baik dan di tingkatkan partisipasinya baik dari para pihak maupun juga efektivitasnya di dalamnya ini akan menimbulkan atau akan berkontribusi pada target NDC dan juga sdgis 2030 ini akan kita bahas kemudian terkait dengan target-target ini yang pastinya memiliki ee apa ya namanya target-target lebih sekaligus juga kita bisa memberikan kontribusi lebih dari aspek kegiatan kita masing-masing terhadap ee NDC maupun sdgis tahun 2030 Bapak Ibu sekalian mohon izin saya Perkenalkan diri Sedikit lagi saya Ikram Mustofa Saya dosen ee di jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia dan saya merupakan founder juga dari Yayasan generasi cerdas iklim ini merupakan satu entitas atau satu ee organisasi yang fokus pada upaya peningkatan literasi aksi dan advokasi Iklim dari kelompok-kelompok rentan kalau kita banyak di kelompok anak dan disabilitas dan EE Hari ini saya senang sekali bisa mungkin akan sharing banyak atau berdiskusi banyak dengan Bapak Ibu sekalian terkait dengan aktivitas tersebut em hari-hari ini Bapak Ibu sekalian Barangkali saya juga banyak mengerjakan beberapa aktivitas untuk peningkatan literasi seperti dengan para pihak dan juga dengan beberapa organisasi ngo internasional yang ada di Indonesia eh saya memberikan satu term atau satu eh aktivitas bernama seoci Bapak Ibu yaitu sekolah cerdas iklim yang e kami inisiasi di tahun 2021 dan hari ini Seci sendiri sudah ada di 13 provinsi di Indonesia begitu Dan baru-baru ini juga Saya mengerjakan aktivitas ee kajian terkait dengan dampak perubahan iklim pada kelompok anak dan remaja dengan disabilitas di Indonesia khususnya Mereka yang mengalami kusta atau leprosi di dua wilayah begitu Jadi dua wilayah ini sebagai dua pilot project kita yaitu di ee Kabupaten Timur Tengah Utara Nusa Tenggara Timur Timur dan eh Ternate Maluku Utara ini menyenangkan sekali berbicara perubahan iklim dari berbagai sektor berbagai aspek ee karena kemudian sebelumnya barangkali terkait dengan kebijakan saya membantu banyak klhk bapak ibu sekalian dalam eh menyusun dokumen NDC dan juga beberapa dokumen kebijakan Indonesia yang kemudian disubmit atau diberikan kepada PBB atau UN sebagai kontribusi Indonesia baik dalam ASI maupun adaptasi perubahan iklim barangkali nanti sebagai bahan tambahan saya juga izin memberikan beberapa materi tersebut beberapa dokumen tersebut kepada Bapak Ibu sekalian sebagai salah satu atau salah dua bahan referensi yang mungkin bermanfaat bagi Bapak Ibu dalam memberikan praktik baik yang lebih bermanfaat yang lebih ee berdampak kepada kelompok-kelompok masyarakat terutama kelompok-kelompok yang mungkin ee sangat spesifik seperti kalau di Desa ada kelompok tani kelompok wanita Tani kemudian karang taruna Bapak Ibu sekalian Saya yakin di sini juga pegiat-pegiat Destana Desa tangguh bencana KSB Kampung siaga bencana mungkin ada beberapa dari proklim nanti kita bisa diskusi juga bapak ibu dari program Kampung iklim baik mungkin boleh sambil komen-komen juga eh dari komunitas apa saja nanti kita bisa berdiskusi lebih banyak Bapak Ibu sekalian Bapak Ibu saya izin mengawali informasi ini dengan berbagai permasalahan Global kita berbagai permasalahan dunia kita hari ini yang kemudian kita kemas satu nama bernama triple planetary Crisis ini bahasa Inggris mohon maaf Tapi yang jelas ini kalau di Indonesia Bapak Ibu rekan-rekan sekalian ini krisis iklim krisis lingkungan dunia begitu atau planet dunia yang berhubungan dengan tadi lingkungan jadi ada tiga aspek yang EE yang menjadi bahasan krisis lingkungan ini sendiri yaitu yang pertama perubahan iklim Kemudian yang kedua kehilangan keikeragaman hayati dan yang ketiga polusi dan ketiga aspek ini saling berhubungan satu sama lain dan kemudian ee Ini satu sama lainnya itu bisa menyebabkan bahkan mengakibatkan beberapa permasalahan Kompleks lainnya yang hari ini mungkin tidak kita ee lihat di dunia lain begitu tidak kita lihat di belahan dunia yang lain Bapak Ibu tetapi di lingkungan kita sendiri bahkan lingkup terkecil misalnya Bapak Ibu tinggal di Bogor atau mungkin di Jakarta atau di Sumatera di mana di Palembang atau mungkin yang dari Kalimantan ada di mungkin di daerah-daerah kantianak dan beberapa wilayah lain bahkan semua wilayah memiliki dampak dari kerusakan lingkungan dari dari krisis lingkungan ini dari berbagai aspek berbagai sektor begitu baik Bapak Ibu sekalian saya merujuk pada pernyataan sekretaris jenderal UN atau PBB beliau menyampaikan tentang bagaimana perubahan iklim hari ini sebagai salah satu permasalahan lingkungan dari triple planetary Crisis dan jika kita berbicara perubahan iklim mungkin satu hal yang menyebabkan perubahan iklim adalah pemanasan global karena adanya peningkatan emisi gas rumah kaca Bapak Ibu begitu ternyata pemanasan global hari ini yang kemudian sering kita sampaikan sebagai global warming ini sudah tidak berlaku lagi bapak ibu karena adanya peningkatan suhu atau pemanasan yang sedemikian rupa di berbagai belahan dunia bahkan mungkin di wilayah Bapak Ibu sekalian kalau keluar rumah sekarang mungkin sering sekali enggak nyaman kemudian pengin cepat-cepat masuk kendaraan atau mungkin pengin cepat-cepat masuk rumah karena kondisi di luar sudah tidak senyaman itu kondisi udara kita sudah tidak baik-baik saja ya Sehingga dari periset ataupun dari ilmuwan UN menyampaikan bahwa hari-hari ini kita tidak lagi berada di level global warming tapi kita berada di level Global boiling atau penyidihan Global benar bahwa ini mungkin masih fokus pada eh apa namanya Masih fokus pada pernyataan atau Tine saja Bapak Ibu atau kalau biasanya UN itu sering dengan slogan-slogannya jargon-jargonnya tapi terlepas dari itu semua barangkali kita sudah merasakannya Bapak Ibu sekalian di wilayah kita masing-masing bahwa peningkatan suhu itu sudah sedemikian masih terjadi ini kita lihat kalau pada data Bapak Ibu saya dapatkan dari ipcc ini menyampaikan bahwa di awal-awal 2000 itu peningkatan suhunya sudah sedemikian drastis ini perubahan suhu relatif sudah sedemikian drastis kalau di ipcc atau ee badan iklim dunia begitu Bapak Ibu disampaikan bahwa peningkatan suhu tidak boleh lebih dari 1,5 derajat Celcius begitu sebagai bagian dari komitmen Global untuk semua negara di dunia tetapi kenyataannya karena berbagai aktivitas tadi saya sempat menyampaikan ada emisi gas rumah kaca dan emisi gas rumah kaca itu awalnya Bapak Ibu sekalian Tujuannya adalah untuk membuat bumi kita hangat karena ada selimut bumi karena gas rumah kaca itu kemudian membentuk bergabung menjadi selimut bumi dan selimut bumi ini kalau kita namakan selimut itu adalah untuk membuat sesuatu jadi hangat begitu ada radiasi matahari ada panas matahari masuk ke bumi dipantulkan lagi ke bumi karena ada selimut bumi tadi e pemahaman simpelnya seperti itu tetapi eh kenyataannya adalah selimut bumi ini Bapak Ibu sekalian diproduksi atau ee berasal dari kumpulan gas bernama gas rumah kaca dan ternyata lagi gas rumah kaca ini sebagian besar bisa diproduksi oleh aktivitas kita sehari-hari Bapak Ibu sehari-hari naik kendaraan membebaskan gas gasnya itu gas rumah kaca kemudian kalau misalnya di sekeliling kita ada Pabrik Gas buangnya itu gas rumah kaca sampah yang ada gas metannya itu gas rumah kaca dan banyak hal lainnya yang ternyata sadar atau tidak sadar kita punya kontribusi untuk membuat gas rumah kaca di atmosfer bumi kita semakin banyak atau semakin tinggi ee apa namanya ee kapasitasnya semakin tinggi jumlahnya begitu sehingga selimut bumi yang tadinya awalnya mungkin tidak terlalu tebal begitu tidak terlalu e padat jadi semakin banyak semakin tebal jadi yang awalnya bumi kita mungkin hangat jadi semakin panas tidak Beranti di situ saja Bapak Ibu pemanasan itu sehingga tidak hanya di titik-titik tertentu tetapi hampir di semua belahan bumi sehingga dinamakan sebagai pemanasan global dari waktu ke waktu sampai puluhan tahun ratusan tahun ke depan begitu ini membuat ee perubahan-perubahan yang terjadi di bumi kalau biasanya kalau semakin panas kestabilan bumi itu menurun Sehingga kondisinya semakin tidak stabil dan pada akhirnya ada banyak perubahan yang terjadi Bapak Ibu sekalian seperti kita kita lihat mencairnya es di Kutub Putra Selatan Karena suhu semakin memanas sehingga di dekat-dekat rumah kita mungkin Bapak Ibu tinggal di daerah pesisir peningkatan muka air laut Terjadi yang juga diperparah dengan bencana banjir kekeringan longsor dalam satu waktu karena memang ee ketidakstabilan air di bumi terjadi yang biasanya nih NTT ee hujannya beberapa bulan Tetapi semakin menyempit airnya pindah ke wilayah lain begitu siklus airnya berganti siklus airnya semakin cepat dan ini membuat banyak perubahan terjadi di bumi sehingga kita namakan sebagai perubahan iklim dan perubahan iklim ini global karena di seluruh bumi terjadi dengan berbagai dampak yang ada Bapak Ibu sekalian saya mencontohkan di beberapa negara di Eropa begitu ini peningkatan suhunya warnanya sudah cukup hitam Bapak Ibu merah kehitaman sehingga kalau boleh dikatakan ini peningkatan suhunya sampai di tig Der celus begitu kalau 1,5 itu sebagai batas atas peningkatan suhu yang diminta oleh PBB di beberapa wilayah bahkan di beberapa negara peningkatan suhunya sudah lebih sehingga dinamakan sebagai Global boiling atau pendidihan Global Apakah kemudian ini bisa kita hentikan atau bisa kita tekan bisa tetapi sulit ini tidak hanya peran pemerintah tidak hanya peran satu pihak tapi membutuhkan peran para pihak untuk bisa bergamai dengan ini semua untuk bisa menurunkan tekanan ini semua Bapak Ibu sekalian baik Bapak Ibu tadi disampaikan juga bahwa dampak perubahan iklim itu pada berbagai sektor di sini saya coba mengutip apa yang kami kembangkan waktu itu bapak ibu dari dokumen NDC ini NDC roadmap untuk fokus adaptasi bahwa ada enam bidang utama yang kemudian menjadi bidang terdampak perubahan iklim seperti bidang pangan air kesehatan energi ekosistem dan kebencanaan saya contohkan beberapa mohon izin jadi kalau di bidang pangan Bapak Ibu sekalian mungkin hari-hari ini kita sedang petani ini sedang ee berjuang dengan tingginya angka gagal panen begitu belum panen sudah gagal misalnya belum panen sudah kebanjiran sehingga padinya Fuso begitu atau misalnya petani-petani kita sudah mulai sulit bahkan saat ini sudah tidak lagi bisa menggunakan yang namanya kearifan lokal dalam bercocok tanam seperti ada peranata mangso kalau di Jawa itu sudah tidak bisa lagi digunakan kalender tanam sudah sangat sulit karena apa karena adanya perubahan pola curah hujan kemudian peningkatan suhu dan beberapa indikasi lainnya dari perubahan iklim ini sendiri Bapak Ibu kalau saya contohkan di bidang kesehatan Begitu ini semakin meningkat angka Angka kejadian penyakit di berbagai wilayah di Indonesia misalnya peningkatan penyakit dem berdarah karena ini juga berkaitan dengan curah hujan kemudian berkaitan dengan tingginya suhu malaria meningkat kemudian dihubungkan juga dengan tekanan manusia karena perubahan iklim yang juga beraktivitas sehari-hari sehingga peningkatan ee apa namanya gas buang atau peningkatan ee polusi udara meningkat sehingga angka spanya juga meningkat dan mungkin beberapa penyakit yang lain juga meningkat ini terjadi Bapak Ibu sekalian ee karena adanya perubahan iklim salah satunya begitu Bapak Ibu Apakah dampak ini berhenti di sini tidak Ternyata dampak-dampak utama atau dampak langsung dari perubahan iklim ini juga diikuti oleh dampak tidak langsungnya atau dampak ikutannya seperti kalau ke kesehatan misalnya kita bisa maaf misalnya dampak dalam bidang air begitu gitu atau pangan ini dampak ikutannya meningkatnya angka stunting barangkali di sini bapak ibu ada yang dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan ini menarik sekali ketika kita berbicara stunting yang kemudian terhubung dengan akses-akses utama atau eh bidang-bidang utama langsung misalnya pangan air kemudian terhubung juga dengan kebencanaan energi ini mempunyai kontribusi besar pada meningkatnya angka stunting di Indonesia Apakah ST berhenti di situ tidak dari stunting ini dampaknya bisa ke dampak-dampak yang lain dampak ikutan lainnya semisal dampak pada bidang atau dampak dalam sektor kesehatan kemudian dampak dalam sektor pendidikan kemudian dalam sektor Perlindungan Anak dan banyak aspek lainnya Bapak Ibu saya izin mencontohkan ini yang terjadi dan mungkin bisa kita katakan Mengapa rekayasa lingkungan Mengapa kemudian aktivitas yang kita lakukan terkait dengan lingkungan ini harus dibuat seinklusif mungkin semua semua terlibat semua pihak bisa terhubung dengan baik ee di daerah Sumba Bapak Ibu Sumba itu Nusa Tenggara Timur ee terutama juga mungkin di daerah Nusa Tenggara Timur secara umum ya Ee di sana terdapat kearifan lokal bahwa perempuan dan anak itu memiliki ee kewajiban atau memiliki wewenang bukan wewenang tapi lebih kepada ee kearifan lokal bahwa mereka harus menjadi atau harus menjaga rumah dengan baik memenuhi kebutuhan domestik di dalam rumah begitu misalnya pemenuhan air memasak kemudian mencuci dan banyak aspek lainnya yang berhubungan dengan kegiatan domestik ini sudah wajib dilakukan sebagai bagian dari kearifan lokal yang diterapkan di daerah sana mungkin di beberapa wilayah Indonesia juga sama seperti itu tetapi kenyataannya karena adanya perubahan iklim yang kemudian diperparah dengan NTT itu memiliki bulan kering yang semakin panjang tercatat di di wilayah Kupang Kalau enggak salah itu ada 210 hari dalam sat tahun berturut-turut tanpa hujan bapak ibu sehingga itu mungkin sekitar 7 bulan tanpa hujan bisa dibayangkan seberapa keringnya wilayah tersebut dan seberapa sulitnya mencari sumber air begitu sehingga dampaknya bagi rumah tangga Bapak Ibu sekalian eh ketika ee ada air mungkin sumber airnya cukup dekat dari rumah tetapi ketika tidak ada air yang berkepanjangan karena dampak perubahan iklim tadi Bapak Ibu sekalian dampak perubahan lingkungan ini kemudian membuat sumber airnya semakin jauh dan yang kemudian ditugaskan untuk mengambil air adalah anak perempuan dampaknya Apa Bapak Ibu sekalian yang pertama anak perempuan menjadi kehilangan waktu lebih banyak atau membutuhkan waktu lebih banyak untuk mendapatkan air dibandingkan Mereka kemudian memenuhi aktivitas mereka sebagai seorang anak dan remaja yaitu apa bersekolah sehingga angka putus sekolah Di beberapa desa di Nusa Tenggara Timur masih sangat tinggi terutama di ee penuhi oleh kelompok-kelompok perempuan anak perempuan karena mereka lebih mementingkan untuk mengambil air untuk mencari air dibandingkan Mereka pergi bersekolah begitu Itu yang pertama yang kedua Sebagai anak perempuan dalam perjalanan mereka mencari air kemudian sampai ke rumah kembali mereka memiliki kerentanan untuk mendapatkan beberapa ee Mohon maaf saya sampaikan kekerasan seksual begitu Ini ini banyak terjadi di wilayah-wilayah ee sana Bapak Ibu sekalian ee mungkin nanti Bapak Ibu yang dari Kupang atau NTT bisa memberikan feedback serupa atau seperti apa silakan tetapi yang saya pahami dan saya ee Saya mencari info ke beberapa ee warga di sana Ini yang disampaikan dengan dengan oleh mereka begitu sehingga dampak-dampak perubahan iklim yang kami sampaikan tadi ada dampak utama at dampak umumnya ini diperparah juga dengan dampak-dampak ikutan yang juga diperparah lagi oleh dampak-dampak Yang sepertinya tidak memiliki keterkaitan langsung dengan perubahan iklim ternyata memiliki dampak yang sedemikian masif ketika kita tidak bisa menghentikan atau tidak bisa merespon sejak awal dampak-dampak ini dengan baik begitu baik bapak Ibu sekalian kita akan melihat barangkali ee dampak perubahan iklim terhadap kelompok rentan ini tadi sudah kami sampaikan beberapa aspek Tetapi kalau boleh dituliskan di sini em ini salah satu contohnya dampak dalam bidang kesehatan di sini ada penyakit yang berdarah denggi dan data menyebutkan di Indonesia bahwa di Tahun 2022 63% kematian dari penyakit demam berdarah denggi atau dari kasus DBD itu sendiri terjadi pada anak yang berusia 0 sampai 14 tahun begitu karena ada istilah pelana kuda yang kemudian membuat anak-anak tidak bisa bertahan pada siklus siklus penyembuhan demam berdarah itu sendiri Bapak Ibu nanti mungkin kita bisa cerita bareng Bapak Ibu yang dari Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan kita bisa berdiskusi seperti apa sih hal-hal yang kemudian ee bisa menyebabkan dampak atau disparitas atau perbedaan dampak dari kelompok anak khususnya pada isu-isu kesehatan lebih tinggi dibandingkan pada kelompok-kelompok yang lain begitu tidak hanya anak sebenarnya Bapak Ibu untuk kelompok rentan kita masih punya disabilitas kemudian membayangkan saya Beberapa hari lalu berdiskusi dengan dengan pegiat disabilitas di Indonesia ini menyampaikan bahwa sulitnya untuk mengevakuasi kelompok disabilitas saat bencana banjir begitu barangkali ini mungkin bagi bagi kelompok apa namanya relawan Mungkin cukup mudah ketika menggendong anak atau remaja dengan disabilitas tetapi beda cerita Bapak Ibu kalau ada di sana ee orang yang mengalami kusta Sebagian besar orang masih memiliki stigma negatif pada kelompok tersebut jangankan untuk memegang unuk bersalaman bahkan untuk membantu saja mereka sudah tidak mau begitu Jadi ini yang terjadi ee sebagai bagi bagian dari Bagaimana membuat rekayasa lingkungan kita atau adaptasi mitigasi perubahan iklim kita yang dilakukan nantinya ini jauh lebih inklusif menyasar para pihak terutama juga ada kelompok masyarakat adat yang ternyata tidak semua hal bisa diaplikasikan loh ke dalam masyarakat adat begitu ada batasan-batasan sebagai bagian dari kearifan lokal mereka yang mereka Junjung tinggi sehingga kita tidak bisa melewati itu semua begitu baik Bapak Ibu sekalian kita lanjut e mengapa bapak ibu kelompok tentani lebih terdampak barangkali nanti mungkin boleh cerita juga di wilayahnya masing-masing Seperti apa kelompok rentan ini berjuang dengan kehidupannya sendiri yang pertama karena memang mereka memiliki keterbatasan akses dan sumber daya baik ke akses-akses utama ataupun juga akses pendukung bahkan eh untuk akses utama tentu Mereka kadang tidak bisa berproses ke sana tetapi untuk akses lapis kedua semisal pendidik banyak kelompok rentan yang dipaksa untuk tidak mengikuti pendidikan dengan baik tidak mendapatkan literasi dengan baik baik dalam sekolah formal maupun informal tidak ee apa ya namanya tidak bersekolah seperti mungkin anak dan remaja dengan disabilitas kemudian anak-anak di wilayah-wilayah afirmasi seperti daerah 3t banyak sekali angka putus sekolah yang masih tinggi kemudian mereka mungkin anak perempuan yang saya sampaikan tadi di wilayah dan ini semua terny kita kita memberikan keterbatasan akses dan sumber daya begitu Kemudian yang kedua keterbatasan mobilitas dan kesempatan tadi yang saya sampaikan juga penyanang disabilitas kelompok lansia mereka memiliki hambatan yang lebih tinggi dari baik itu ee misalnya ada berbagai kejadian mereka mungkin untuk coping capasity-nya jauh lebih rendah dibandingkan orang biasa begitu orang pada umumnya termasuk juga ketidaksetaraan gender tadi yang kami sampaikan Bapak Ibu bahwa kelompok perempuan masih cenderung ee jauh Tidak Dianggap dalam berbagai kegiatan terkait iklim ini soal partisipasi maupun juga dalam upaya untuk menyasar aspek-aspek ee pemulihan dampak itu sendiri jadi dampak masih dianggap sebagai umum padahal ini tidak berlaku atau tidak bisa diakses oleh perempuan misalnya begitu Ee Bapak Ibu sekalian ini berbagai data saya saya ul kan dari UN women ini PBB yang fokus pada perempuan bahwa ternyata 80% pengungsi akibat perubahan iklim adalah perempuan dan anak-anak begitu laki-lakinya ke mana laki-lakinya Bisa ke mana aja Bapak Ibu tidak di dalam pengungsian tetapi yang berkuta di pengungsian dengan kebutuhan domestik yang ada di sana adalah kelompok perempuan Bagaimana kemudian jika literasi tentang perubahan iklim literasi tentang kebencanaan ini tidak diajarkan dengan baik pada kelompok-kelompok tersebut ini tentu akan berdampak pada dampak-dampak ikutan atau eh apa yang namanya risiko-risiko ikutan pada kelompok mereka pada kelompok perempuan dan kelompok anak-anak em Bapak Ibu sekalian berkaitan dengan berbagai kejadian alam baik itu perubahan iklim kerusakan lingkungan kalau itu diakibatkan atau disebabkan oleh kita maka itu yang bertanggung jawab untuk bisa memberikan kontribusi lebih untuk bisa menurut risiko yang ada itu juga kita begitu seperti perubahan iklim Bapak Ibu sekalian tanpa disadari bahwa sebagian besar penyebab perubahan iklim adalah aktivitas kita lewat aktivitas peningkatan emisi gas rumah kaca dari yang kita lakukan sehari-hari semisal yang Bapak Ibu tidak sadar di meja makan Bapak Ibu sekalian hari ini ada apa tadi pagi sahur Makan apa misalnya tadi pagi sahur itu makan eh makan Makan Olahan misalnya nugget begitu nuggetnya mungkin kita tidak tahu memasaknya selama apa kemudian pemotongan hewannya Bagaimana sampai kemudian membuat plastiknya apa namanya packaging-nya Seperti apa dan itu juga di sisi lain selain kemudian meningkatkan emisi gas rumah kaca dari aktivitas yang dilakukan untuk membuat makanan itu juga sampah-sampahnya mungkin Bapak Ibu tadi pagi memproduksi sampah itu begitu ya dari aktivitas sahur misalnya atau makan pagi hari ini ini yang terjadi Kenapa kemudian eh penyebab perubahan iklim ini semakin masif karena yang kita lakukan juga semakin masif hari ini eh tetapi di sisi lain ternyata tidak perubahan iklim bahkan kerusakan lingkungan kondisi lingkungan tidak berhenti di penyebab saja ada dampak-dampak yang terjadi dan itu berdampak pada kita semua sayangnya memang Bapak Ibu dampak-dampak ini dirasakan berbeda oleh setiap orang begitu yang berdosa sama-sama begitu tetapi yang berdampak punya perbedaan kalau saya katakan boleh mereka yang memiliki teman-teman mungkin yang memiliki penghasilan lebih ini bisa keluar dari dampak dengan baik tetapi dampak-dampak ini dirasakan lebih tinggi pada mereka yang tidak punya akses tidak punya sumber daya dengan baik begitu sehingga apa sehingga prinsip rekayasa lingkungan ini penting sekali untuk kemudian kita berkontribusi pada komitmen-komitmen negara kita untuk membuat bumi lebih baik mungkin banyak sekali komitmen negara kalau saya berbicara benas kita punya PBI Bapak Ibu pembangunan ber ketahanan iklim kemudian benas juga punya eh pembangunan rendah karbon prk kemudian kalau berbicara soal BNPB kita punya Renstra penanggulangan bencana atau pencegahan bencana begitu kalau misalnya kita berbicara di pupr kita punya juga punya rencana jangka menengah jangka panjang jadi semua Kementerian lembaga pasti punya itu semua sebagai komitmen nasional untuk diterjemahkan pada kebutuhan di level daerah tetapi di sini saya ambil dua aspek Bapak Ibu ini yang mungkin cukup umum yang pertama NDC Kenapa NDC karena NDC ini di e produce atau diproduksi dikeluarkan oleh klhk klhk ini eh sebagai National focal point atau sebagai bahasa kitanya Apa Bapak Ibu ya penanggung jawab perubahan iklim di level nasional isu-isu iklim akan diserahkan ke klhk untuk kita bisa apa nih Begitu untuk Indonesia jadi akhirnya saya ambil NDC sebagai target yang juga di tahun 2030 akan diases atau akan dinilai sejauh mana target 2030 dari beberapa tahun sebelumnya begitu yang kedua Bapak Ibu sekalian saya ambil sdgis ini eh apa namanya payungnya kalau di Indonesia itu ada di Bapenas ee di sekretariat sdg tetapi memang sdgs ini sangat umum dan mencakup banyak aspek mencakup semua semua sektor kehidupan yang ada mungkin yang kita jalani hari ini di Indonesia dan ini juga memiliki target di tahun 2030 sehingga Bagaimana kemudian rekayasa lingkungan atau prinsip-prinsip menjawab tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang kita lakukan lewat teknologi inovasi praktik baik kemudian juga lewat Mungkin perilaku yang dilakukan begitu Bapak Ibu sekalian ini bisa menjawab atau bisa berkontribusi pada isu-isu NDC pada berbagai sektor atau bidang NDC dan juga sdgis di tahun 2030 nantinya begitu [Musik] m baik oke Ini sudah menarik sekali Saya lagi baca Bapak Ibu eh apa namanya cerita-cerita dari Bapak Ibu sekalian menarik nanti boleh sambil bercerita kita sambil diskusi juga Saya izin bercepat saja agar diskusi kita lebih cepat begitu ya Ee baik Bapak Ibu tadi saya sampaikan juga bahwa ternyata perubahan iklim itu Kenapa hari ini sedemikian masih dibahas sedemikian rutin kita perbincangkan bahwa dalam beberapa aspek juga kita perbincangkan Bapak Ibu sekalian saya izin cerita sedikit beberapa minggu lalu saya diundang eh himpunan asosi asosiasi nasional atau himpunan nasional untuk Pendidikan Anak Usia Dini Jadi yang terhubung dari Kementerian kemudian asosiasi nasional Semua di satu organisasi itu bernama PAUD Hi Bapak Ibu eh himpaudi namanya himpaudi e dan Mereka ternyata membuat dokumen modul berjudul dampak perubahan iklim untuk anak usia dini bahkan anak usia dini juga diminta untuk mempelajari atau untuk melihat dampak itu artinya isu-isu lingkung isu perubahan iklim ini sudah harus jadi muatan sudah harus jadi makanan Kita sejak usia dini ini Bapak Ibu sekalian bahkan untuk ibu-ibu hamil juga perlu begitu untuk fokus pada aspek-aspek tersebut sehingga ketika melahirkan anaknya sudah apa ya namanya sudah Ee memiliki minimal persiapan atau penyiapan dari aspek nutrisi dan banyak hal dalam menghadapi kondisi perubahan iklim yang mungkin lebih di masa depan i jadi saya diminta untuk memberikan review terkait dengan modul tersebut sejauh mana muatan perubahan iklim untuk anak usia ini menarik sekali Bapak Ibu sekalian jadi kita bisa e melihat atau bahkan Kita juga bisa memberikan e persepsi bahwa ternyata perubahan iklim ini dapat dilihat dapat dipahami jadi berbagai sektor begitu tetapi memang satu lagi bahwa perubahan iklim Jangan dikambing hitamkan karena banyak aspek lain yang juga punya kontribusi tapi kemudian ini memperparah kondisi perubahan iklim itu sendiri ada dua hal ada penyebab dan ada dampak Bapak Ibu kalau berbicara penyebab ini tadi saya sampaikan ada emisi gas rumah kaca sedangkan kalau berbicara dampak ini dampak-dampak yang kita rasakan sehari-hari Bapak Ibu yang kesulitan cari air Bapak Ibu yang mungkin bulan-bulan ini gagal panen atau Bapak Ibu yang sebagai guru bulan-bulan ini agak sulit ke sekolah karena huj terus Pak begitu atau Mas atau rumah kami kebanjiran Bapak Ibu yang daerah Bekasi ada atau mungkin Jakarta Timur ini ini ini apa namanya banjirnya sangat sangat parah dan ini mungkin jadi satu banjir terparah sepanjang masa yang ada di wilayah tersebut baik Bapak Ibu jadi ada penyebab ada dampak dan ternyata Jika kita ingin maksimal untuk bisa meres perubahan iklim itu ada dua hal yang kita lakukan yaitu kita merespons penyebabnya dan di sisi lain kita merespons dampaknya kalau kita merespons penyebabnya itu kita berupaya untuk menurunkan menurunkan emisi gas rumah kaca begitu bernama mitigasi perubahan iklim sedangkan kalau kita berupaya ingin menurunkan dampaknya itu kita beri nama sebagai adaptasi perubahan iklim untuk merespons dampak-dampak terkait tadi Bapak Ibu sekalian mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ini sendiri kemudian seringki kita kaitkan sebagai bentuk rekayasa lingkungan karena ada dua aspek dari bentuk mitigasi adaptasi perubahan iklim ini yaitu satu perubahan teknologi atau pembangunan teknologi pengembangan teknologi dan yang kedua adalah perubahan perilaku fokus pada pengembangan teknologi-teknologi yang fokus pada mitigasiasi perubahan iklim ini Bapak Ibu sekalian ini kemudian seringkiali dikaitkan dengan yang namanya rekayasa lingkungan nah kemudian bagaimana kita membuat rekayasa lingkungan itu yang inklusif Bapak Ibu jadi ini barangkali di wilayah masing-masing ini sudah cukup diimplementasikan nanti boleh kita cerita bareng misalnya eh mas ikr di wilayah kami ada proklim program Kampung iklim Kemudian dari proklim itu ternyata kita sudah melibatkan kita sudah membuat yang namanya misalnya hidroponik untuk memastikan kan ee apa ya namanya memastikan keamanan pangan kami terjaga hidroponik tersebut ini untuk menjawab isu-isu soal apa ya Eh gagal panan yang sering terjadi di wilayah kami dari hidroponik itu sendiri sebagian besar ini diimplementasikan oleh kelompok wanita tani dan ternyata kelompok wanita taninya itu 50%nya adalah teman-teman disabilitas ini menarik nanti kalau boleh bercerita kita boleh diskusi sehingga keterlibatan ini nama no one left behind Bapak Ibu atau tidak ada yang tertinggal ada langsung saja saya sampaikan di tujuan utama rekayasa lingkungan yang inklusif yang pertama pastinya yaitu untuk memastikan akses yang adil terhadap solusi lingkungan atau rekayasa lingkungan yang kita eh apa ya namanya yang kita inisiasi Kemudian yang kedua kita ingin melibatkan perspektif beragam komunitas dalam pengambilan keputusan sehingga kalau rapat itu bapak ibu itu enggak cuma bapak-bapak begitu biasanya bapak-bapak sambil sambil ngopi rapat diskusi perspektifnya hanya di bapak-bapak saja benar Eng begitu tapi kalau ada ibu-ibu ada juga remaja ikutan begitu atau malah dari kelompok perwakilan disabilitas ikutan bisa apa namanya nanti pada akhirnya ini bisa ee mengakomodasi banyak kebutuhan misalnya bisa enggak ya jalur evakuasinya juga pakai sout misalnya atau misalnya Bapak Ibu ada di wilayah uasi banjir bisa enggak ya ini di desanya ternyata ada beberapa kelompok mohon maaf Tun Rungu begitu kelompok disabilitas Rungu atau tidak bisa mendengar jadi bisa ggak ya nanti evakuasinya eh apa namanya mungkin pakai pakai e apa namanya alat bantu yang bisa fokus ke mereka dan banyak aspek lainnya yang bisa Kita sesuaikan begitu Bapak Ibu sekalian di sini ada beberapa pentingnya inklusi yang pertama keadilan sosial dan lingkungan karena seringki kita hari ini masih fokus pada Bagaimana sih biar kebutuhan ekonomi kita masih terpenuhi ee sosial kita mungkin setengah-setengah lah terpenuhinya enggak masalah yang penting sosial kebanyakan sosial masyarakat kebanyakan itu terpenuhi tapi tidak memperhatikan sosial-sosial orang-orang yang membutuhkan ee apa namanya perhatian yang lebih atau berkebutuhan khusus begitu termasuk juga aspek-aspek lingkungan Kemudian yang kedua efektivitas solusi sehingga solusi ini lebih jangka panjang tidak perlu ngulangulang lagi bapak ibu nanti 2 tahun udah rusak ngulang lagi begitu memperhatikan jadi berbagai kalau kita anak zaman sekarang Bapak Ibu ngomongnya poov jadi memperhatikan berbagai point of view atau berbagai sisi Sehingga nantinya ini jauh lebih lama bertahan lama berkelanjutan juga bapak ibu tidak perlu mengeluarkan uang lebih banyak untuk solusi lingkungan yang diciptakan beberapa waktu karena apa Karena partisipasi para pihaknya juga dari semua semua orang merasa memiliki anak-anak merasa memiliki yang biasanya suka main rusakin pagar jadi eh Mereka ternyata ikutanikutan buat nih atau ikutan bergabung ikutan memiliki itu gitu sehingga prinsip kepemilikan itu bisa terjaga oleh semua orang semua pihak termasuk yang ketiga memenuhi komitmen internasional karena dalam sdj sendiri Bapak Ibu ada Prinsip utama yaitu behind tidak boleh ada yang ketinggalan di ee luar itu atau di belakang itu semua terlibat semua diangkut semua berangkat begitu Oke ini singkat saja Bapak Ibu jadi NBC kita di tahun 2030 punya target untuk menurunkan emisi 31,89% secara mandiri dan sekitar 43% dengan bantuan internasional ini target-target NDC dan tentu dengan rekayasa lingkungan yang kita ciptakan yang kita kembangkan ini ini mau tidak mau harus sejalan juga dengan target NDC tadi begitu termasuk juga kita sejalankan dengan target sdgis ada beberapa target sdg Bapak Ibu yang fokus pada aspek-aspek lingkungan dari 17 fokus di sini 17 poin sdg bapak ibu ada setidaknya sekitar l atau en begitu yang fokus pada pembangunan lingkungan tapi tidak terlepas dari aspek-aspek yang lain misalnya air dan sanitasi layak karena air bersihnya ada sanitasinya layak sehingga tanpa kelaparan ada di sana begitu di pilar pembangunan sosial termasuk juga pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi dengan baik termasuk berkurangnya kesenjangan begitu dan banyak aspek lainnya yang ternyata dari semua aspek SD ini perlu komprehensif dan berbagai aspek rekayasa lingkungan yang kita buat dan kita kembangkan ini tentu sedikit banyak bisa mendukung S atau mendukung upaya untuk eh rekayasa lingkungan yang lebih inklusif dengan mengikuti sdg target di tahun 2030 begitu Bapak Ibu sekalian ini yang kami sampaikan tadi kadang-kadang kita pengin fokus pada sdg target 1 Atau Dua aja begitu misalnya di sini ada poin nomor 11 sustainable Cities and communities jadi komunitas dan kota yang berkelanjutan di sana ada beberapa target di dalam S di dalam poin tersebut ut ada beberapa butir yang ada di sana Misalnya ini mohon maaf dalam bahasa Inggris tapi yang jelas di sana ada poin-poin seperti e transportasi yang berkelanjutan dapat diakses dengan baik dan aman ini tentu tidak terlepas dari aspek satu keseteraan gender begitu kadang kita buat jaur transportasi untuk menghubungkan antara jalur air misalnya sumur umum Pamsimas dengan rumah kita ti tiba jalurnya itu hanya bisa dilewati oleh kendaraan sepeda motor tetapi kira-kira yang bisa lewat hanya orang laki-laki bahkan anak-anak untuk jalan saja itu susah apalagi perempuan begitu ketika mereka naik motor tidak bisa lewat situ Bapak Ibu nah ini juga harus dikaitkan harus di apa namanya diperhatikan dalam upaya untuk mengembangkan rekayasa lingkungan mengembangkan berbagai praktik baik di wilayah ya masing-masing begitu perhatian-perhatian seperti ini kadang tidak kita respon atau bahkan tidak kita sadari ketika kita berdiskusi dengan kelompok umum misalnya Oke Bapak Ibu saja secara umum tanpa melibatkan kelompok disabilitas atau tanpa melibatkan anak-anak ini akan sulit karena kita tidak memahami kebutuhan mereka dengan baik begitu yang paham setiap orang itu ya orang itu sendiri sehingga pada akhirnya keterlibatan inklusivitas ini perlu didukung perlu digaungkan kan melalui proses diskusi awal inisiatif awal bahkan sampai pengawasannya juga perlu diperhatikan dan ini nantinya akan terhubung satu sdg dengan sdg yang lain bahkan kita bisa menjawab gender equity po5 kemudian reduce inequalitis di poin 10 dan banyak aspek lainnya yang ternyata saling berkesinambungan Bapak Ibu sekalian nanti mungkin saya izin menyampaikan juga memberikan dokumen enhance NDC Indonesia kita tapi mohon maaf sekali ini dalam bahasa Inggris ee karena memang dokumen ini dokumennya klhk Dokumen Indonesia yang kemudian dis-submit atau dikirimkan ke unfc sebagai eh PBB atau eh UN atau juga eh persekikatan bangsa-bangsa yang fokus pada isu-isu perubahan iklim jadi ada beberapa aspek yang ternyata dilihat di sini sebagai E kira-kira ini sektor yang kemudian menyebabkan perubahan iklim Bapak Ibu misalnya saya sampaan kan di sini ada energi kemudian ada dari bahan bakar kemudian tambang dan banyak aspek lainnya yang ternyata punya kontribusi besar terhadap perubahan iklim dan bagaimana upaya NDC ini menurunkan perubahan iklim lewat merespon penyebab tadi bernama mitigasi begitu Kemudian dari aspek adaptasi ini juga banyak yang dilakukan yang ternyata ini juga punya kontribusi terhadap menurunkan dampak perubahan iklim pada berbagai aspek utamanya Bapak Ibu adalah untuk pendekatan-pendekatan pada ketahanan ekonomi sosial dan sumber penghidupan serta ekosistem dan landskap di sekitar kita Bapak Ibu sekalian mungkin dokumen NDC ini cukup kalau bahasa Jawanya itu nakik-ndakik begitu atau terlalu bahasanya tinggi begitu sehingga dokumen-dokumen Ini diterjemahkan dalam berbagai komitmen kalau di daerah itu bapak ibu ada istilahnya rencana aksi ada rencana aksi daerah adaptasi perubahan iklim dan rencana aksi daerah mitigasi perubahan iklim atau emisi gas rumah kaca dan dokumen-dokumen daerah itu yang kemudian bisa kita lihat bisa kita baca Nti oleh Bapak Ibu sekalian kira-kira wilayah kita fokusnya apa ya begitu karena wilayah setiap wilayah punya beda fokus misalnya saya contohkan di daerah Demak begitu daerah Demak itu pesisir tentu adaptasi mitigasi perubahan iklimnya fokus pada isu-isu pesisir begitu dibandingkan dengan misalnya Kabupaten Wonosobo atau mungkin di daerah Kalimantan ee di daerah mana ya kabupaten di di Kota Palangkaraya deh begitu Kota Palangkaraya itu ada di tengah-tengah dan itu ada banyak hutan di sana isu-isunya mungkin seputar Bagaimana kebakaran hutan kemudian Bagaimana ee upaya pembalakan liar dan lain sebagainya tetapi isu-isu pesisir mungkin akan banyak di Bagaimana masyarakat bisa masyarakat bisa ba menurunkan dampak dari peningkatan muka air laut kemudian penurunan muka tanah Kemudian pada Bagaimana reforestasi mangroove dan banyak aspek lainnya yang ternyata itu harus dilihat dari spesifikasi atau kebutuhan di masing-masing daerah ini juga butuh inklusivitas yang tinggi mengingat masyarakat yang ada di sana juga perlu kontribusi baik dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ini juga bapak ibu nanti akan saya bagikan Dokumen Indonesia kami ikut menyusun juga untuk long strategi ee atau rencana jangka panjang strategi jangka panjang untuk ee rendah pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di masa depan Jadi bagaimana komitmen-komitmen negara kita dalam upaya itu semua sebagai bagian penting dalam upaya untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim tentunya bagian dari Rekayasa lingkungan yang akan dilakukan ini tadi prinsip inklusivitas Bapak Ibu jadi memastikan keadilan lingkungannya dapat partisipasi masyarakat rentannya dapat tidak hanya partisipasi pas implementasinya loh Bapak Ibu Ya misalnya pas implementasi bangun jalan ayo ikutan tidak hanya di situ tapi pada saat kebijakan akan mulai dilakukan pada saat perencanaan mereka sudah mulai masuk mereka sudah mulai Sumbang ide Sumbang pemikiran Sumbang solusi bahwa seperti ini batasan kami dengan keterbatasan ini kita bisa menyesuaikan dengan semua aspek ketemu di Tengah nantinya begitu termasuk aksesibilitas teknologi teknologinya harus ramah ramah misalnya ramah disabilitas ramah anak kemudian ramah lansia ramah gender dan banyak aspek lainnya Apakah ini berat berat sekali Bapak Ibu Tetapi kalau tidak kita mulai ini mungkin akan membuat rekayasa lingkungan yang kita buat atau kita kembangkan Tidak Efektif dan keberlanjutannya juga mungkin akan sangat eh apa ya kecil potensinya begitu saya contohkan beberapa hal tapi ini singkat saja saya penginnya diskusi lebih banyak dengan Bapak Ibu sekalian jadi eh studi kasus 1 ini tentang Pamsimas kita bagaimana bisa menciptakan akses air bersih yang inklusif untuk kelompok rentan begitu Jadi Pamsimas ramah disabilitas kata kuncinya itu pamsas ramah anak begitu dan banyak hal lain sehingga ini bisa diakses kemudian ini juga bisa dipertahankan dikembangkan oleh semua pihak begitu Kemudian yang kedua saya contohkan infrastruktur hijau berbasis komunitas di wilayah rawan bencana saya contohkan e vegetasi mangr begitu Jadi di beberapa wilayah Indonesia ini Bapak Ibu memiliki gadis pantai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia sehingga prinsip-prinsip pembangunan program di pesisir itu harus digalakkan bahkan Bapak Ibu 60% masyarakat Indonesia itu tinggal di wilayah sisir oleh karena itu perlu adanya upaya meningkatkan ketangguhan Desa enggak usah jauh-jauh lewat program-program yang ada hari ini desana KSB kemudian proklim Desa pesisir ee kemudian desa sehat Kalau dienkes itu ada desa desa sehat iklim dan banyak aspek lainnya bagaimana kemudian program-program berbasis Desa itu bisa kita Arahkan untuk mengembangkan rekayasa lingkungan yang inklusif begitu misalnya nya rekayasa lingkungan da
Resume
Categories