Transcript
ypbGGv_FxRk • PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN TEKNIK TERINCI PEMBANGUNAN IPLT 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0116_ypbGGv_FxRk.txt
Kind: captions
Language: id
9 hingga 11.30 dan sesi kedua pukul
13.00 hingga 15 waktu Indonesia Barat.
Acara taling online kita hari ini
mengusung topik penyusunan dokumen
perencanaan teknik terinci pembangunan
IPLT yang akan disampaikan oleh pemateri
kita hari ini yaitu Bapak Dr. Enging Ir.
Alin Nurmianto, S.M. Baik, selanjutnya
Bapak, Ibu hadirin yang terhormat,
izinkan saya mengucapkan selamat datang
dan memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita pada hari ini yaitu Bapak
Dr. Ir. Audin Nuranto, STM dan juga
kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purama
Putra, ST,M selaku founder dari Butik
Dar ulang Project B Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Dan juga
tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta
training online pada hari ini yang
berbahagia. Sebelum masuk ke acara ke
materi training online kita, saya mohon
izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat
mengisi daftar hadir atau presensi di
link yang telah admin kami kirimkan di
kolom chat. Kemudian dengan hormat saya
meminta kesediaan Bapak Ibu untuk
menonaktifkan mikrofon selama kegiatan
berlangsung supaya kita dapat menikmati
materi yang disampaikan dengan baik.
Selanjutnya sebelum kita masuk ke acara
inti kita pada hari ini akan ada
sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrah
Purnamaputra STM selaku founder dari
Putik Darul Ulang Project B Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Baik P Bapak Hijrah waktu dan tempat
kami persilakan.
Baik terima kasih Mbak Sabrina.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya. Ee baik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah
walhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah. Ee tentunya selamat pagi,
salam sejahtera untuk kita semuanya.
Bapak, Ibu, teman-teman semuanya yang ee
kami hormati. Pak Awaludin sebagai
pemateri pada kesempatan training online
ee kali ini alhamdulillah kita bisa
bertemu kembali Bapak Ibu ee dalam
agenda 2 mingguan yang kita lakukan dan
temanya masih berhubungan dengan tema
pada pertemuan sebelumnya yang
berhubungan dengan air limbah. Kalau
pertemuan sebelumnya kita berbicara
tentang ee IPAL Terpadu atau Spal DT.
Nah, kali ini kita akan bicara tentu
tema yang juga sangat menarik ya.
Bagaimana yang konsep terpadu tadi di ee
jika dikerjakan di ee skala ee sumber
gitu ya, di skala sumber.
Mudah-mudahan suara saya masih terdengar
dengan jelas karena ternyata agak
berisik hari ini di sekitar saya.
Mudah-mudahan masih terdengar ya, Mbak
Sabrina ya. Oke, terdengar.
Em hari ini ee terkait dengan IPLT ee
bagaimana dari sumber yang kita kelola
di ee rumah kita masing-masing kemudian
juga seluruh pengelola hingga ee dia
benar-benar baik untuk kembali ke
lingkungan. Dan alhamdulillah hari ini
kita akan ditemani oleh Pakaluddin
Nurmianto. Eh beliau adalah ketua
jurusan di teknik lingkungan di
Universitas Islam
Indonesia. Ee juga bekerja dan ee
support untuk ee kegiatan dunia agar
nanti berjalan lebih baik.
Dan Bapak Ibu mungkin beberapa hari ini
ee yang sudah bergabung ee kurang bisa
menikmati komunikasi yang baik dengan
tim di Butik Darulang Project B
Indonesia karena ada satu lain hal yang
berhubungan dengan komunikasi yang ee
sedang ee mengalami kendala ee hingga
saat ini. Jadi, Bapak, Ibu mudah-mudahan
ee tetap bisa berkomunikasi dengan baik
dan dan jika tidak terlayani dengan baik
dan seterusnya, Bapak Ibu jangan ragu
untuk menghubungi kami begitu ya. Baik
itu via WhatsApp, via DM Instagram
ataupun media yang lain untuk menanyakan
ee
kegiatan-kegiatan hari ini ataupun
kegiatan kita selanjutnya.
dan bisa ee tips membedang berusaha
untuk mengembali supaya bisa berjalan
dengan baik dan ee yang juga sudah
dibuat ternyata punya e kendala juga ee
kita juga belum
teridentifikasi ee masalahnya ada di
mana begitu tapi tim mencoba untuk
berusaha supaya bisa maksimal se
pelayanan kepada Bapak, Ibu, dan
teman-teman semuanya dapat berjalan
dengan baik. Baik, begitu ya. Ya, Pak
Awal terima kasih atas waktunya di
weekend ini dan mudah-mudahan seperti
biasa Pak Awal bukan orang yang baru ee
di dalam training online di butik
Darulang. Beliau sudah mengisi beberapa
kali dan ee apa materi-materinya beliau
sudah menyiapkan dengan sangat baik.
Jadi, Bapak, Ibu, dan Teman-teman
semuanya, kita belajar bersama hari ini
dalam penyusunan dokumen perencanaan
teknik terinci pembangunan IPLT gitu ya.
Mudah-mudahan bisa bermanfaat dengan
baik ya, bermanfaat untuk kita semuanya.
Dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim, training
online penyusunan dokumen ee perencanaan
teknik terinciang ILT pada Sabtu tanggal
10 Mei 2020 ini ee resmi kita buka dan
mudah-mudahan bisa berjalan tentang
kendala. Dan perlu diingat Bapak Ibu,
kita punya dua sesi. Jadi sesi pertama
tadi saya sedikit melihat bocoran materi
Pak awal, sesi kedua nanti akan
berbicara banyak studi kasus. Bagaimana
cara menghitung ya apa yang sudah pernah
dikerjakan oleh Pak Awal yang akan
dibagi semuanya dalam ini. Jadi Bapak
Ibu sesi satu dan sesi kedua jangan
terlewat ya. Terima kasih atas perhatian
Bapak Ibu semuanya dan kita lanjutkan
untuk training online pada kesempatan
pagi hari ini. Wabillahi taufik
walhidayah. Wasalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak
Hijrah yang telah memberikan sambutannya
dan sekaligus membuka acara pada pagi
hari ini. Bapak, Ibu sekalian, kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia. Jika semisal selama acara
train online berlangsung ada Bapak, Ibu
yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu
khawatir karena Bapak, Ibu juga tetap
dapat mengikuti training online ini
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia.
Selanjutnya seperti biasanya nih Bapak
Ibu sekalian hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam doorpress
spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung.
Dopres ini diberikan berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram terunik selama training online
ini berlangsung. Untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami di akhir
acara sesi dua nanti. Sedangkan untuk
pemandang dua story Instagram terunik
akan kami hubungi langsung melalui DM
Instagram. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian
yang ingin bertanya selama training
online berlangsung dapat memberikan
pertanyaan terbaiknya melalui kolom chat
dengan format nama kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga penanya terbaik untuk
memenangkan doorpy spesial dari kami.
Lalu untuk story Instagram Bapak Ibu
juga dapat membuat story Instagram
semenarik mungkin dan jangan lupa tag
Instagram kami di @project diindonesia.
Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini.
[Musik]
Baik, demikian sekilas mengenai pemateri
kita pada hari ini. Selanjutnya mungkin
untuk efisiensi waktu jika Bapak Audin
sudah siap, kita mungkin langsung saja
untuk penyampaian materinya. Kurang
lebih waktunya sampai pukul 11.00 ya,
Pak. Kepada Bapak Audinianto kami
persilakan.
Baik, terima kasih ee Sabrina.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee selamat pagi ee
semuanya. Terima kasih Pak Hijrah dan
juga Bapak Ibu yang lain yang ee sudah
bergabung di ee training online kali ini
ya. Jadi saya mohon maaf juga karena ee
2 hari terakhir ini flu berat gitu. Jadi
mungkin suaranya agak ee kurang kurang
jelas. mungkin nanti bisa dan saya agak
pelan-pelan menyampaikannya seperti itu.
Nah, ee tadi sebagaimana yang sudah di
ee sampaikan oleh Pak Hijrah ee bahwa ee
nanti di dalam ee materi gitu ya ee saya
lebih banyak berbagi saja ee terhadap
apa yang ee selama ini ee sudah pernah
dilakukan dan kaitannya dengan ee DEED
seperti itu ee sebenarnya ee nanti ada
ee buku panduannya yang ee nanti juga
akan saya berikan gitu ya nanti tapi di
akhir ya Mbak ee ya ya Mbak ya nanti ya
ee akan diberikan materi-materi dan juga
buku panduannya akan diberikan di akhir
gitu. Baik dan ee ini kira-kira kerangka
yang akan saya ee sampaikan ya bagaimana
tadi sampin Pak Hijrah. Jadi untuk di
awal ini saya ingin mengantarkan dengan
ee kenapa sih kita harus menyusun
DDIPLT?
Jadi kita harus memahami dulu sebenarnya
lumpur tinja dan IPLT itu kenapa
penting. Kemudian ada ee acuan baik itu
norma ataupun standar di dalam
penyusunan Dedi PLT ini. Nah, nanti ee
akan saya lanjutkan dengan ee tahapan
penyusunan DEED itu seperti apa dan ada
informasi ee kita ulas mengenai bangunan
pengelolahan NIVO IPLT dan ee di ini di
akhir ya di
ee di setelah setelah apa ee zuhur gitu
ya. Nah, itu nanti ee akan saya buatkan
ini ee studi kasus ya mengenai ee
projek-projek yang ee ee sudah ee selama
ini dilakukan ee ya jadi mungkin ada
beberapa gambar-gambar yang ee bisa kita
diskusikan dan nanti kita akan ee
lakukan ee simulasi ya untuk ee
merencanakan ee bangunan IPLT. Baik
Bapak Ibu ee mari kita ee diskusi
bersama-sama ya. Nanti kalau ada hal-hal
yang ingin ditanyakan bisa langsung di
ee tanyakan saja. Nah, oke sudah
terlihat ya ee yang ee di layar ya
dengan jelas
ya. Ya. Oke ya, Mbak ya. Ya. Baik.
Sudah, Mbak. Nah, ee saya mau bertanya
dulu gitu ya, e survei singkat gitu ya.
mungkin bisa di kolom chat. Nah,
kira-kira pertanyaannya adalah ee
seberapa teratur Bapak Ibu melakukan
penyedotan tangki septik di rumah? Nah,
silakan Bapak Ibu pilih apakah Bapak Ibu
pernah melakukan penyedotan dua atau 3
tahun sekali misalnya atau B 5 sampai 6
tahun sekali atau C belum pernah. Nah,
saya pengin pengin tahu ya ee kira-kira
ee paling banyak berapa gitu ya ee
sekitar 5 sampai 6 tahun sekali ya
jawabannya ya. Kemudian ada yang ya 5
sampai 6 tahun ya. Ada yang tidak
pernah, tidak pernah. Tidak pernah ya.
Monggo. Saya pengin dapat informasi lagi
dari Bapak Ibu yang lain
mungkin ya.
ya 2 sampai 3 tahun sekali sering sekali
ya melakukan penyedotan ee kalau kita
hitung ya ee tarif ee penyedotan lumpur
tinja kalau di Jakarta mungkin bisa
sampai 700 500 sampai 700.000 gitu ya.
Di Jogja mungkin sekitar 300 sampai
R500.000 ya dan ee kalau ee 2 tahun
sekali ya cukup lumayan ya lebih mahal
dari pajak motor mungkin ya.
Nah, itulah mungkin kenapa yang ee apa
membuat kalau Bapak Ibu cari di YouTube
gitu ya, search di YouTube ee bagaimana
membangun tangki septik anti sedot
misalkan seperti itu ya. Ee tidak perlu
disedot begitu ya atau tahan lama gitu.
Jadi ee alasannya biaya sangat mahal.
Oke ya. Nah sampai dengan 1,4 juta ya.
Oke. Nah jadi ee kita coba ya
simulasikan nggih Bapak Ibu. terlepas
dari apa ee kondisinya yang memang biaya
sangat mahal misalnya kemudian ee
mungkin ada ketidaktahuan kita terhadap
tangki septik ini gitu ya. Jadi kalau
kita asumsikan ya misalnya ee kita punya
ya punya tangki septik gitu ya biasanya
tangki septik di rumah itu tukangnya itu
membuat dari bis beton gitu ya. Jadi
buis beton ya ee dari gorong-gorong lah
ibaratnya gitu ya atau buis beton
diameternya kita anggap 1 m ya. Kemudian
ee ketinggiannya itu 50 cm gitu. Kalau
misalkan kita ee tukangnya tadi buat ya
mungkin 4 buis beton gitu ya. Jadi
kedalamannya 2 m gitu ya. Nah, dalam
satu rumah itu ada lima orang gitu ya
dan tadi ee menggunakan tangki septik
yang tercampur. Jadi eh greay water dan
black water-nya dicampur gitu ya. Dan
periode penyedotannya direncanakan di
awal gitu ya ee 3 tahun sekali.
Kebetulan yang punya rumah ee anak
teknik lingkungan gitu ya. Jadi tahu
jadi harus disedot 3 tahun sekali gitu.
Nah, ee kalau dari dari diameter tadi
dengan dimensi seperti itu ee diameter
100 ee kedalamannya 200, kita bisa
hitung ya volume tangki septiknya ini
itu sekitar
1,57 m³.
Nah, kalau kita asumsikan lagi misalkan
ee kita menganggap bahwa air yang
mengalir dari ee tinja ee dari apa
toilet ataupun dari kamar mandi itu akan
tinggal di dalam tangki septik ini
selama 2 hari sebelum mengalir menuju ke
resapan gitu ya. Maka ee kita bisa
menghitung ya volume airnya itu sekitar
5 * 2 * 80 ya karena penggunaan air itu
100 L/ per hari asumsi saja ya. Kemudian
kemungkinan 80%-nya kita ee yang yang
menjadi air limbah sehingga volume
airnya adalah 0,8 m³. Jadi 80 ee sekitar
setengahnya ya setengahnya dari tangki
ini ee berisi air. Nah, bagaimana dengan
volume lumpur? sesuai dengan standar ya,
bahwa setiap orang itu ya kira-kira 30 L
per orang per tahun. Nah, kalau kita
kalikan volume lumpurnya berarti 5 orang
dikali 30 L per orang per tahun.
Kemudian dengan periode penyedotan ee 3
tahun sehingga ee kita mendapatkan
volume lumpur 450 L atau 0,45 m³. Nah,
volume tangis septiknya bisa kita
tambahkan ya, volume air dengan volume
lumpur tadi menjadi 1,25 m³. Artinya
kalau ee kita menggunakan tangki septik
seperti ini yang sering digunakan di
rumah mungkin ya ee tidak menggunakan
yang ee apa ee prefabrikasi gitu ya ee
tapi menggunakan buis beton gitu ya. ini
masih mencukupi memang ee jadi selama 3
tahun tadi kalau ada yang menyedot 2
sampai 3 tahun itu masih mencukupi. Nah,
yang dipertanyakan adalah yang tidak
pernah menyedot tadi gitu ya. Nah, kita
lihat misalkan tangki septik tadi tidak
disedot selama 5 tahun makanya kira-kira
berapa ya? Maka volume lumpur tadi kan
kita kalikan ee ee 5 tahun. Mohon maaf
ini menjadi 5 tahun ya harusnya bukan 3
tahun sehingga volumenya ini menjadi 0,8
+ 0,75 menjadi 1,55. Itu mendekati
volume tangki septik. Artinya sebenarnya
ketika ini sudah tidak disedot selama 5
tahun, kita bisa melihat seperti ini
volumenya gitu ya. Volume setengah dari
tangki ini adalah apa? Ee lumpur tinja
gitu. sehingga kalau ada air yang masuk
ya dari air kakus kita masuk ke sini
waktu tinggalnya akan lebih pendek gitu
ya dan ee efisiensi penyisihannya juga
tentu akan lebih rendah dan makin lama
harusnya ee tangki septik ini akan penuh
gitu. Nah, tapi masalahnya yang sering
terjadi adalah ee tangki septiknya ini
tidak pernah dikuras dan tidak pernah
penuh. Berarti pertanyaannya lari ke
mana airnya? Ya, tentu dia akan meresap
ke dalam tanah karena memang konstruksi
dari tangki septik yang dibangun itu
tidak sesuai dengan standar. Nah,
kemudian pertanyaan kedua ya. Pertanyaan
kedua ini silakan ya. Pertanyaan kedua
ee kira-kira air olahan tangi septik
dari rumah Bapak Ibu tadi dibuang ke
mana
ya? Apakah ke sumur
sapan, ke atau saluran air di depan
rumah? atau tidak tahu. Silakan dijawab
ya ke God ya. Oke, Ibu Mesalin ya.
Monggo yang
lain. E saluran air
ya
di ke got saluran air ya. Ternyata masih
lazim memang apa mengalirkan air olahan
ee tangki septik itu ke G.
Nah, ini menjadi penting ya, bahwa kan
yang yang harus kita tahu ya, bahwa
sebenarnya saluran air di depan rumah
kita itu kan drainase ya. Drainase itu
fungsinya untuk mengalirkan ee limpasan
air hujan, bukan saluran pembuangan
seperti itu. Nah, kalau kita ee
bandingkan lagi misalnya risiko apa sih
sebenarnya ee kalau misalkan ee itu
menyebar ke lingkungan ya, kita tidak
membicarakan masalah tangki septik dulu
mungkin dari air sapan gitu ya ee atau
air air ee ini air greay water misalnya
dari cuci gitu ya. Banyak Bapak Ibu yang
menganggap mungkin mencuci air ya ee air
limbahnya akan dialirkan menuju ke got.
Itu hal yang biasa. Tapi Bapak Ibu tahu
bahwa dari limbah cuci tadi ya itu ada
banyak mengandung detergen, ada banyak
mengandung surfaktan ya dan itu semuanya
kandungan e nutrien ya, nitrogen,
fosforas ya. sehingga ketika itu
mengalir ke badan air, nah badan airnya
menjadi subur ya. karena menjadi subur
ya menjadi tercemar seperti itu. Nah,
kita lihat ya ini perbandingan antara ee
apa ee tangki ee antara lumpur tinja ya,
tinja yang segar yang disedot
menggunakan ee truk tinja tadi dengan
tinja yang mungkin sudah ee sedikit
sudah terstabilisasi agak hitam warnanya
bisa terlihat gitu ya. Dan air limbah
domestik. Kalau kita lihat ternyata air
limbah domestik yang air dari kakus itu
ternyata tidak lebih tinggi ya. Dia
lebih rendah COD-nya dibandingkan dari
lumpur tinja loh ya kan. Nah, bagaimana
dengan ini dengan air limpasan dari
tangki septik ini ya hampir-hampir sama
gitu ya. Artinya kalau kita mengalirkan
air ee apa ee limpasan tangki septik
tadi ke ee saluran Gitu ya. ya
sebenarnya kita melakukan pembuangan
limbah sebenarnya ya yang yang ee
diperbolehkan harusnya kalau kita
mengalirkan ke saluran ee pembuangan
sistem pengaliran air limbah atau
misalkan dari saluran GOT tadi menuju ke
instalasi pengolahan gitu ya. Tetapi kan
di Indonesia hal ini masih apa ya, masih
belum menjadi perhatian ya. Ee dari sisi
pengurasan tidak pernah gitu ya ee
dianggap lazim dan membuang limbahnya,
olahannya ke ee saluran ee God itu suatu
hal yang lazim. Nah, kalau kita kalau
kita masih menganggap itu semua lazim,
maka sebenarnya kita enggak perlu
membangun IPLT gitu ya. Karena sekali
lagi ee IPLT ini harus di ee fungsikan.
Nah, bagaimana kita bisa memfungsikan
IPLT kalau ee kita tidak mau menyedot
gitu ya dan kita ee tidak care e bahwa
ee instalasi peng apa ee lumpur tinja
ini perlu di ee operasikan seperti itu.
Nah, ee kalau kita lihat lagi misalkan
ya ee kita punya tinja air seni ya, air
sabun dan kemudian untuk membilas ya
mencuci dan air gelontor yang kita flash
ke dalam toilet misalnya. Nah, ini kita
anggap sebagai ee limbah kakus atau
black water karena bersentuhan langsung
dengan tinja. Tapi lumpur tinja itu
tidak sama dengan limbah kakus, Bapak,
Ibu. Karena lumpur tinja tadi sudah
mengalami proses fisik, kimia, dan
mikrobiologi di dalam tangki septik.
Prosesnya apa saja? Ada sedimentasi ya
sebagian ee karena ee padatannya tadi
agak berat gitu ya, sehingga terendapkan
di bawah. Kemudian karena proses ee
anerobik di dalam tangki septik terjadi
proses ee penguraian senyawa organik
yang terbatas. Sebenarnya kalau kita
lihat tadi BOD-nya kan malah lebih
tinggi gitu ya. Kemudian ada memang
stabilisasi. Jadi senyawa organik tadi
akan mengalami mineralisasi ya yang ada
di dalam endapan di bawah ee tangki
septik tadi sehingga membentuk
ikatan-ikatan seperti itu jadi mungkin
lebih stabil tetapi masih bahan organik.
Dan yang paling penting di sini terjadi
pengentalan. Artinya karena
penumpukan-penumpukan yang lama tadi
bahan organiknya enggak semuanya bisa
habis gitu ya, tidak semuanya bisa habis
dan ee ini akhirnya mengental seperti
itu dan ee konsentrasinya menjadi amat
sangat tinggi. Nah, ketika ee ini
melimpas gitu ya ee maka air dari olahan
tangki septik itu masih membawa sebagian
polutan. Berarti benar apa menjadi apa
tadi dugaan kita tadi ee kita semuanya
sudah masih banyak ya yang ee melakukan
ee pencemaran lingkungan. Nah, kita
lihat lagi ini adalah ee kelompok ee
patogen yang ee mungkin ada yang di
Tenggarai ada keberadaannya di dalam ee
lumpur tinja ataupun di dalam olahan
tangki septik mulai dari bakteri gitu
ya, kolera, sigela gitu ya, virus gitu
ya. Nah, kalau kemarin pada saat ee
Covid ya itu dilakukan deteksi terhadap
ee lumpur tinja memang terjadi ya satu
fenomena menarik bahwa ketika puncak
COVID terjadi maka deteksi ee apa DNA
dari virus tadi juga tinggi sehingga ee
bisa menjadi surveilance sebenarnya ya
ee tinja manusia itu untuk mengetahui
kondisi pandemi seperti kemarin. Ada
parasit dan yang lain-lain. Nah, ini ee
menjadi penting. Nah, kita harus ingat
lagi bahwa sistem sanitasi ya ee kita
lihat dulu yang di sini Bapak Ibu ini
kan ada fases gitu ya. Sanitasi itu
adalah berir yang pertama ya atau apa ee
hambatan yang pertama atau pelindung
yang pertama agar tinja atau fases ini
tidak mengalir ke fluid air ya ee tangan
kita fingjer atau bisa menimbulkan
vektor penyakit lalat atau dia juga akan
tersebar di tanah misalnya. Karena
apabila ini ee media ini tadi terkena
kontaminasi tinja, maka ada risiko
kontaminasi makanan dan ada risiko
menyebabkan orang menjadi sakit. Nah,
berir yang pertama itu sanitasi, yang
selanjutnya baru higien atau kebersihan.
Nah, kita ee sering apa
mensosialisasikan ini. Tetapi kalau kita
lihat lagi ke belakang ee lumpur tinja
yang tidak diolah, tangki septik yang
tidak disedot itu sebenarnya bukan ee
sebagai infrastruktur sanitasi karena
fasesnya ee tinjanya tadi masih ya
meresap ke mana? Ke air tanah kan gitu.
Oke. Tidak, kita tidak menggunakan air
tanah, tetapi tetangga kita menggunakan
air tanah misalnya, ya. Nah, sehingga
ini sebenarnya ee kenapa di Indonesia
sanitasi amannya ini masih sangat rendah
dan pemerintah mendorong untuk ee agar
sanitasi aman sebagai upaya meminmisir
transmisi patogen. Kalau kita lihat di
sini data yang saya tampilkan ini di
dari Jepang ya memang ee kalau di Jepang
datanya terkumpul dan apa ya ee bisa ee
kelihatan trennya seperti itu. Tapi di
Indonesia belum ada trennya ya. Nah, di
Jepang sendiri ketika ketika sebelum
tahun
1950 itu belum ada itu sistem pengelolan
air limbah terpusat, belum ada tangki
septid dan yang lainnya. Nah, sebelum
itu kita bisa melihat bahwa laju
kematian bayi itu cukup tinggi ya,
25%-an. Lalu ee penyakit karena apa?
disentri gitu ya, penyakit ee tipes gitu
ya, itu juga cukup tinggi. Nah, ketika
restorasi Maiji ya lalu ee itu kan
Jepang kalah perang gitu ya, tapi
ternyata malah membangun ini ya
membangun apa infrastrukturnya makin
masif gitu ya. Nah, kita lihat ya dengan
kenaikan ee saluran apa sistem pengalian
air limbah di situ ee 60% saja kita
lihat terjadi penurunan apa angka
kematian bayi dan juga ee penurunan ee
penyakit akibat ee air tadi, waterborn
disease gitu. sehingga ee saat ini sudah
100% ya, sejak 90-an itu sudah 100% dan
ee penyakit-penyakit yang hubungannya
dengan air tadi ya jarang sekali
ditemukan. Nah, kalau mungkin kita
beranggapan bahwa ah ini kan enggak
masalah gitu loh yang sakit diare dan
lain-lain enggak banyak karena itu
dewasa. Bagaimana dengan anak-anak gitu
ya? Wah, anak-anak mungkin karena
jajannya ya, belum tentu gitu ya. Kalau
anak-anak ee terkena penyakit ini bisa
jadi dia tidak ikut sekolah gitu ya,
sehingga dia tidak bisa menyerap
pelajaran dengan baik atau dia mengalami
kekurangan gizi karena stunting dan
lain-lain. Jadi sebenarnya ee sanitasi
ini kalau dilihat-lihat gitu ya ee ini
ada banyak dampaknya terhadap ee
kesehatan dan juga ee kaitannya dengan
ee kesejahteraan dan daya saing bangsa
seperti itu. Tapi kan kita jarang ya
ngomongin masalah sanitasi ini dengan
serius gitu. Nah, hanya Bapak Ibu saja
ini yang ada 64 orang ini yang tertarik
gitu ya. Nah, kenapa kenapa sanitasi
harus aman? Ya, itu tadi kalau kita
tidak mengelola tangki septik kita
dengan baik atau kita mengalirkan evluen
tangki septik ee kita ke comberan ke
god, ya sebenarnya kita hanya membuang
kotoran kita saja gitu. Kita tidak
mengolahnya ya. Dan ini bukan tangki
septik ya, yang tidak kedap air, tidak
pernah dikuras. Itu bukan tangki septik
yang sesuai dengan standar. Nah, yang
standar bagaimana? Bapak, Ibu bisa lihat
di sini ya, ada SNI-nya, SNI
239827 ya. Ee sesuai SNI dan tadi sudah
saya simulasikan ya, kita simulasikan
bersama berapa volume dan yang
lain-lainnya.
Kemudian ee Bapak Ibu juga mungkin
boleh menggunakan gitu ya tangki septik
fabrikasi yang sudah tersertifikasi.
Jadi di Indonesia itu lembaga yang
mensertifikasinya. Kalau dulu ee pusat
ee Puskim ya dari Kementerian PUPR
sekarang di Balai Teknologi Sanitasi.
Bapak Ibu bisa lihat misalkan ee nyari
di toko ee di apa online-online gitu ya
ee apakah sudah ada ininya ee
sertifikasinya. atau di toko bangunan
itu juga sudah ada sertifikasinya ya
seperti SNI tapi ini lebih ke sertifikat
inspeksi. Jadi memang benar-benar dicek
berapa waktu tinggalnya, bagaimana
volumenya dan yang lain. Saya sempat ada
cerita lucu Bapak Ibu ketika saya
membangun ee rumah gitu ya. di bawah
garasi saya itu kan ee saya tempatkan
dua dua bioball yang besar gitu ya ee
tangki septik seperti ini dan si
tukangnya itu agak ngerasa, "Pak, ini
boros, Pak. Ngapain nanti Bapak sering
nguras loh" katanya gitu ya. Ee karena
satu satu ini harganya ee sekitar
mungkin ya sekitar 3 sampai 4 jutaan
gitu ya. Nah, kalau ada dua kan berarti
sekitar 8 gitu ya. dan eh itu tidak
dialirkan menuju ke God, tetapi masuk ke
resapan gitu ya. Nah, nanti Bapak harus
melakukan penyedotan ee ee apa sering
loh ya. Saya jawab ya enggak apa-apa
gitu ya karena saya memang ee ngajarin
bagaimana bikin tangkai septik gitu.
Kalau saya ngajarin tapi saya tidak
melakukannya berarti kan saya cuma omdo
seperti itu ya. Nah, ini menjadi penting
Bapak Ibu. Ee makanya kita coba kita
refleksikan lagi kira-kira Bapak Ibu
yang sudah punya anak gitu ya ee dari
anaknya belum lahir gitu ya sampai
sekarang anaknya sudah kuliah
jangan-jangan belum pernah disedot gitu
ya ee tangki septiknya ini menjadi
perhatian bagi kita. Nah, kalau kita
lihat di sini ya ee di Permen PU ee
bahwa tangki septik tadi itu masuk ke
dalam sistem pengolahan setempat di mana
pengolahan air limbahnya itu diolah di
tempat dihasilkan ya. Ee dan di situ
disebutkan bahwa ee lumpur hasil olahan
tadi harus diangkut ya ee ke subsistem
pengolahan lumpur tinja dan diolah. Jadi
yang yang termasuk ke dalam sistem
pengeluan air limbah domestik setempat
termasuk dari tangki septik individual
tadi ya ee mungkin ada skala MCK dan ada
IPAL komunal. Nah, itu semuanya tetap
harus lumpurnya dilakukan disling ya
atau penyedotan ya untuk dialirkan ke
mana ke atau diolah di instalasi
pengolahan lumpur tinja.
Nah, ini Bapak, Ibu ya ee ee rantai
ataupun kelompok fungsional sanitasi di
skala ee sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat. Kalau kita lihat
tangki septik di sini IPEL komunal gitu
ya, ee individual ataupun komunal itu
bukan pengolahan ya, tetapi penampungan
atau pengolahan awal. Lalu ada
pengaliran. Nah, pengolahan terpusatnya
itu ada di IPLT. Jadi kalau selama ini
kita kekeh, wah saya sudah punya tangki
septik. Ternyata dosa kita ya selain
buang sampah sembarangan, kita juga
buang limbah sembarangan ini karena
tidak pernah me ee apa ee menyedot
tangge septik gitu. Enggak masalah, Pak.
Karena saya tidak pakai air apa? Air
sumur gitu ya. Saya pakai air yang ada
manis-manisnya gitu ya dalam kemasan ya.
Enggak apa-apa gitu ya. Ee tapi kita
sekarang akan mendiskusikan kaitannya
dengan instalasi pengolahan lumpur
tinja. Nah, bagaimana ee dalam
perencanaan instalasi pengelolaan lumpur
tinja ya ini merupakan siklus ya di
dalam ee perancangan ee IPAL ataupun
IPLT ya. Dimulai dari ee survei,
perencanaan. Nah, tahapan perencanaannya
ini ee ada di sini ya perencanaannya.
Nah, untuk merencanakan DEED ya. Jadi
seharusnya DEED ini sudah harus
berpedoman dengan rencana induk dan juga
studi kelayakan. Nah, saya ee mengikuti
juga ee webinar-webinar dan training
yang disampaikan ee diselenggarakan oleh
Project B ya sangat komprehensif mulai
dari rencana induk sampai studi
kelayakan dan sekarang DED-nya. ee yang
membedakan ya ee di dalam DEED ee itu
kita sudah harus fokus ya detail untuk
merancang ee bangunan ataupun unit ya
untuk menghasilkan ee pedoman
pembangunan. Nah, pedoman pembangunan
tadi berupa apa? Spesifikasi teknis gitu
ya. Ee kemudian ada dimensi gitu ya yang
semuanya diterjemahkan dalam bentuk
gambar kerja ya. gambar kerja tadi
akhirnya akan dibangun. Nah, ketika
dibangun nanti setelah itu dioperasikan
sehingga memiliki instalasi pengolahan
yang sesuai gitu yang bisa beroperasi.
Nah, ee di dalam Ded ini ee selanjutnya
dikonstruksi, dioperasikan dan nanti
perlu dikembangkan lagi misalnya ya bisa
dilakukan kajian lagi ya sampai ke
konstruksi atau penambahan pengembangan
gitu. Nah, penting juga di sini Bapak,
Ibu untuk memastikan ada perizinan dan
juga ketersediaan lahan. Perizinan yang
dimaksud ya mungkin kaitannya dengan ee
dokumen lingkungannya gitu ya, ataupun
ee perizinan-perizinan yang lain seperti
itu. Nah, norma acuan standar utama yang
ee yang digunakan ee Bapak Ibu bisa
merujuk ke website ini ya. sanitasi
ciptakarypu.go.id produk hukum. Jadi di
sini sudah ada banyak buku-buku pedoman
yang ee bisa di apa digunakan ya ee
sebagai acuan di dalam ee perencanaan
baik itu perencanaan ee rencana induk
tadi ee studi kelayakan sampai kepada ee
DED seperti itu. Nah, untuk ee buku
pedoman ee perencanaan IPLT sendiri itu
ada ee enam buku yang ee bisa kita
gunakan sebagai acuan. Perhitungan
detailnya ada di buku A, perencanaan
strukturnya ada di buku B ya. ee
bagaimana IPLT, kemudian pemilihan
teknologi dan yang lainnya itu ada di ee
buku utamanya ya sampai ke perhitungan
RAB ya. Kemudian kaitannya dengan
pelayanan IPLT ee apakah nanti melakukan
layanan lumpur tinja terjadwal. Jadi
kalau layanan lumpur tinjauan terjadwal
nanti setiap apa ee warga itu
dijadwalkan secara rutin. Jadi misalnya
3 tahun sekali ee penuh tidak penuh
harus dikuras gitu ya. Nah, jadi kalau
akhirnya banyak warga yang curhat gitu
ya, waduh masyarakat ini kok dibebani
terus gitu ya. Ee Pak Hijrah kemarin
cerita enggak boleh buang sampah gitu
ya. Ee kalau mau buang sampah harus
bayar gitu ya. Nah, sekarang ee saya
sudah punya tangki septik enggak penuh
kok tetap harus disedot gitu ya karena
lumpur tinja terjadwal. Nah, jadi ini
adalah buku pedoman yang ee bisa
digunakan dan nanti akan di dibagikan ya
di tapi syaratnya katanya di mengikuti
yang ee sesi kedua seperti itu ya. Baik.
Baik. Oke.
Ee
oke materi ya materi di terakhir gitu
ya. Nah, ini ee merupakan ee apa ee ee
informasi awal terkait dengan instalasi
pengelolaan lumpur tinja dan juga buku
pedomannya. Ya, mungkin kalau ada
pertanyaan boleh atau ee ini enggak bisa
ini enggak bisa ee mungkin bisa di chat
atau ee bisa lewat kolom ya. Nanti kalau
memang sudah ada pertanyaannya bisa di
ee apa bisa diberikan ya. Baik, kalau
tidak kalau belum ada ee kita lanjutkan
ya. Kita lanjutkan lagi ee mengenai ee
kita akan membahas sekarang mengenai
buku pedoman yang ee saya sampaikan tadi
ya mulai dari buku utama ya sampai ke
buku-buku yang selanjutnya gitu.
Baik. Ee mungkin ada pertanyaan
ini. Nah, ada kriteria khusus industri
yang harus membangun IPLT. Nah, penting
ya sekali lagi IPLT ya. IPLT itu
instalasi pengolahan lumpur tinja ya.
Jadi lumpur tinja yang diolah ya bukan
ee industri ya. Ee jadi kalau limbahnya
limbah industri berarti ee ia harus ee
diolah menggunakan IPAL industri. Tetapi
kalau lumpur tinja ini dia hanya
mengolah dari lumpur yang dihasilkan
dari ee tangki septiknya ya atau
biofilternya atau dari IPAL Komunal.
Nah, mungkin pertanyaannya maksudnya
seperti ini. Ee di dalam satu kawasan
industri itu ada apa ya? ada biofilter
banyak gitu ya karena ada mes karyawan,
kemudian ada apa ee laundry dan
lain-lain gitu ya. Nah, lalu ee ee si
apa ee perusahaan tadi pengin mengolah
sendiri gitu ya. Nah, sebenarnya ya
boleh-boleh saja gitu ya kalau memang
mau diolah sendiri asal sesuai dengan
kriteria gitu kan. Tetapi IPLT di sini
dimaksudkan adalah biasanya itu memang
dibangun oleh ee pemerintah ya untuk
melayani ee satu kawasan seperti itu
atau pihak ketiga gitu ya. Kalau mungkin
ada juga yang ingin ee seperti swasta
gitu ya, swastisasi gitu ya, di beberapa
daerah itu sudah ee ada namanya ee badan
layanan ee BLUD ya, Bayan layanan umum
daerah atau ada juga perusahaan ee air
limbah PAL. Nah, jadi kalau itu mungkin
industri mau membuat PAL ya mungkin
boleh-boleh saja membuat ee IPLT tetapi
ee khusus ya dikhususkan untuk ee
pengolahan lumpur dari ee tangki septik
tadi ya atau lumpur tinja ya sekali lagi
ee lumpur fekal atau ee lumpur tinja.
Jadi ee tidak jawabannya adalah ee
apakah ada industri khusus ya tidak ada
gitu ya. Tetapi ee kalau ada ee
perusahaan yang ingin menyelenggarakan
di sektor air limbah ee mungkin kalau ee
daerahnya mendukung ya bisa jadi ya.
Karena ee selama ini ee contohnya di
Yogyakarta. Di Yogyakarta ini IPAL Sewon
menerima lumpur tinja. Kemudian di IPAL
Mandurejo di Prambanan juga menerima
lumpur tinja. Kenapa lumpur tinja laku
gitu ya? Karena di Jogja itu ada banyak
apa ee kawasan wisata ya dan juga banyak
restoran, banyak hotel gitu. Nah, kalau
restoran dan hotel itu biasanya tangki
septiknya beneran ya karena ada
kontraktornya, ada pengawasnya gitu ya.
Nah, sehingga ee mereka sering melakukan
penyedotan dan dari kafe-kafe gitu ya ee
itu juga banyak yang
apa mengirimkan mengolah ee lumpurnya ke
instansi pengolahan lumpur tinja. Nah,
ini menjadi peluang ya sebenarnya ya
kalau di kota-kota besar sebenarnya IPLT
ini ee masih ee cukup berpeluang seperti
itu. Ee di daerah mana pengeluan
IPLT-nya terbaik di Indonesia? ya ee
saya mungkin ee di Jawa itu sudah cukup
baik ya seperti di IPLT Gresik gitu
sudah cukup cukup baik karena selain ee
IPLT-nya bagus ee daerah tersebut juga
sudah menetapkan ee menerapkan layanan
lumpur tinja terjadwal dan sudah bisa
menggunakan apa Kris dan lain-lain gitu
ya. Sudah bisa pesan antar seperti ee
platform-plat online gitu ya. Dan kalau
misalkan kita bisa studi banding lagi ya
di daerah ee ini ya Bekasi ya di daerah
Jakarta itu sudah cukup bagus ya. Tetapi
kalau untuk di Sumatera gitu ya ee di
Kalimantan. Nah itu yang memang masih ee
memprihatinkan. Nah, tetapi saat ini ee
ee PUPR gitu ya ee sudah mulai bergerak
dan mulai bagus ya bahwa ee merencanakan
dan saya terlibat beberapa ee kegiatan
gitu ya ee sekarang ee IPAL-nya itu
dibangun ee IPAL yang hybrid. Jadi
selain untuk mengolah lumpur dar ee
mengolah dari jaringan siwer, dia juga
bisa digunakan untuk mengolah dari ee
lumpur tinja. Jadi sumbernya dua. Jadi
ee air limbahnya dialirkan lewat siwer,
tapi ee ipalnya juga bisa menerima ee
lumpur tinja sehingga ee ini saling
mendukung. Jadi seperti yang di Ipal
Sewon di Yogyakarta seperti itu. Nah,
mungkin itu ya ee jawabannya ya Bapak,
Ibu ya. Nah, kita lanjutkan ee ke dalam
ee ke bagian dua ya. M kita akan
menyusun ya bagaimana sih menyusun DDI
PLT? kita akan mendiskusikan apa yang
ada di dalam buku pedoman. Saya sambil
minum nggih, Bapak, Ibu.
Nggih. Nah, sebagai gambaran gitu ya. Ee
bedanya IPAL dan IPLT ya. Kalau IPAL itu
ada sarana utama ya, berupa mungkin
tahapan preliminary gitu ya, kemudian
tahapan primary, tahapan secondary,
tahapan tertiary gitu ya. Ee tapi kalau
di IPLT prasarana utamanya itu lebih
kepada penyaringan ya, pemekatan ya,
stabilisasi dan sampai pemrosesan
lumpur. Karena sekali lagi yang diolah
di IPLT itu adalah lumpur ya. Bedanya
air limbah dan lumpur. Nah, tadi kita
sudah lihat ya, apa bedanya air limbah
dan lumpur ya dari kandungan SS-nya ya.
Kalau air limbah domestik SS-nya itu
sedikit ya, mungkin hanya
20%. Tetapi suspended solid di dalam
lumpur itu cukup tinggi ya R.000-an ya.
Dan kalau kita lihat lagi ya, amoniya
juga sangat tinggi ya. bisa berapa kali
lipat ya? Bisa 5 sampai 10 kali lipat
ya. Amonia ya di lumpur tinja itu sangat
tinggi. Kenapa? Ya karena dari urin kita
amonia gitu ya. Dari kotoran kita
mengandung amonia ya. Dan kalau kita
lihat ee COD dibanding BOD-nya ini cukup
tinggi ya karena COD-nya ya. Jadi karena
ada amonia di sini ya sehingga COD-nya
cukup tinggi di sini. Nah, kalau kita
lihat juga ada telur cacing ya. Telur
cacing ataupun kuman ataupun patogen
tadi yang ee menjadi ee berbahaya gitu.
Jadi kalau ditanya mana yang lebih
berbahaya bagi kesehatan gitu ya ee
risikonya gitu ya ee instalasi
pengelolan air limbah domestik atau IPLT
ya sebenarnya IPLT gitu ya karena kalau
kita melihat bebannya ya jadi telur
cacingnya tadi ya itu enggak banyak gitu
kan tapi kalau ee IPLT itu ya memang
karena ee tinja gitu ya memang ee apa ee
tinja yang sudah terkentalkan gitu ya
yang sudah terminalisasi yang sudah ee
mengalami apa ee apa ee proses di dalam
tangki septik yang masih butuh
pengolahan lanjutan seperti itu. Nah,
apa saja yang bisa di apa yang harus
disiapkan? Nah, ini adalah dalam
prasarana utama. Nah, selain dari
prasarana utama berupa unit-unit
pengolahan tadi ya, ee perlu ada
prasarana pendukung ya. ada dumping
station. Jadi bukan jembatan timbang ya.
Kalau di ee TPA sampah mungkin ada truk
masuk gitu ya, lalu ditimbang ya. Nah,
kalau di sini tetapi truk masuk gitu ya,
lalu truknya tadi akan menumpahkan ya
atau akan memompakan ya akan mengalirkan
ee lumpur tinja ke menuju ke unit
pengolahan ya. Kemudian ada kantornya,
ada gudang, bengkel, ada lab gitu ya,
ada jalan. ya, ada sumur pantau ya. Nah,
ini penting agar kita bisa mengetahui ya
rona ya, membandingkan ya ee bagaimana
kondisi kualitas air tanahnya ya ee di
sekitar lokasi IPLT tadi. Kalau misalkan
air tanahnya ee ketika dipantau ada
kecenderungan wah kok BOD-nya tinggi
gitu ya ee atau ada kandungan ee
koliformnya lebih tinggi berarti mungkin
saja terjadi kebocoran gitu ya atau
terjadi apa rembesan misalnya ya.
Ada juga kaitannya dengan K3 ya, ada pos
jaga, ada pipa pembuangan. Karena sekali
lagi di dalam pengolahan itu nanti akan
menghasilkan air limbah, air ee air
olahan. Nah, air olahan tentu tetap
harus dikembalikan ke ee lingkungan baik
itu ke badan air gitu ya. Ataupun ee
kalau ada yang ee mungkin berencana
untuk memanfaatkan ya diperbolehkan.
Tetapi sekali lagi itu tetap harus ada
saluran
pembuangannya. Nah, ada tanaman
penyangga dan juga ada tersedia sumber
energi
listrik. Ini merupakan IPLT di Kota Batu
ya. Batu itu di Malang ya. Ee tempat
yang kalau di Jogja dikali urang lah
gitu ya. Ee dia tempatnya dingin gitu
ya, datarannya tinggi gitu ya. Ee
sehingga kalau kita lihat di sini ini
kan seperti undak-undakan gitu ya. ini
ee platform di atas lalu di bawah ya
lalu ke bawah lagi. Nah, memang ee dia
di perbukitan gitu ya karena daerah yang
cukup tinggi. Nah, ini kalau kita lihat
dari atas ya ini ee apa saja yang ada di
dalam IPLT di Kota Batu ya tadi ada
infrastruktur prasarana utama dan
prasarana ee pendukung gitu ya. kantor
pengelola gitu ya, pos jaga ini adalah
ee pendukung. Tetapi unit IPLT-nya ya
ini ya unit IPLT-nya. Nah ee dimulai
dari sini ya, dimulai dari sini ini
adalah platform tadi atau RAM tadi ya.
Truk akan naik ke sini ya. Naik ke sini
ya ee melalui RAM ini tadi. Lalu dia
akan me apa? Menumpahkan atau
mengalirkan lumpur tinja melalui unit
slat seversion chamber. Unit yang
pertama ya. Kemudian unit ee ABR di sini
ya, pemisah ee stabilisasi padatan
cairannya. Kemudian kolam fakultatif
menuju kolam maturasi ya. Setelah kolam
maturasi menuju ke kolam wetland lalu ke
outf. Nah, sementara ee lumpur yang
dihasilkan ya yang sudah terpisah tadi
akan dikeringkan ee melalui ee bak
pengering lumpur ya atau slot dying bed
dan dilakukan ee proses pengomposan. ini
kapasitasnya 38 m³ per hari ya
menggunakan sistem anaerobik buffl
reaktor dan kolam
stabilisasi.
Oke. Ee
oke. Oke. Di ini telah memberikan RSNI.
Oke ya. Terima kasih. Ee nah ini jadi ee
bedanya ya ini dari Bu Maria ya.
SNI terbaru telah menukan RSNI 9242
tentang cara. Nah, jadi ee yang
membedakan seperti ini ee tangki septik
itu bentuknya ada banyak ya. Ada tangki
septik yang sesuai SNI yang yang 2017,
ada yang tangki septik biofilter dan
semuanya ya kalau diacu ya ee sesuai
standar seperti itu. Karena tanggi
septik yang ee 2017 tadi kalau digunakan
tadi sudah kita simulasikan ya akan
berfungsi gitu. Tapi kalau sistem
biofilter ya, biofilter itu kalau di
Jepang itu namanya Joe Caso ya. Yokaso
itu eh memang di Jepang itu dialirkan ke
ee ee ke ee ini ya ke apa got tadi ya.
Tetapi ee sebelum dialirkan di dalam
biofilternya tadi sudah ada seperti IPAL
yang lengkap. Di situ ada sedimentasi,
di situ ada airasi, di situ juga ada
disinfeksi seperti itu. Nah, jadi tidak
semua rumah tangga itu mampu dan mau
untuk mengelola ee memasang biofilter
ya, apalagi yang biofilter aerob karena
dia membutuhkan ee blower ya,
membutuhkan ee airsi ya yang aerobik
seperti
itu. ee SNI karena buku petunjuk enggak
ya. Jadi ee mungkin perlu
penerjemahannya ya. Jadi ee
terjemahannya
dari ee SNI tadi. Jadi kan SNI tadi kan
tidak me-replace gitu ya, kecuali edisi
revisi gitu ya, mencabut gitu bisa ee
Fermi biofilter.
Nah,
ya. Jadi gini ya. Ee apakah ada
teknologi cacing menyuburkan tanah? Nah,
sebenarnya ini mungkin fermicomposting
ya. Ee karena sekali lagi yang namanya
cacing itu tetap hidupnya di dalam tanah
ya, bukan di air gitu ya. Kalaupun ada
mungkin ya seperti ini ya, seperti sawah
gitu ya. Nah, kalau misalkan dicampur ee
sementara air ee ee lumpur tinja tadi
gitu kan ya, lumpur tinja tadi kan ee
nanti akan saya jelaskan ya, apakah
dicampur padatan dan cairannya atau
dipisahkan cairan dan padatannya
terlebih dahulu. Tetapi mungkin saja ya
ee fermomposting itu sudah banyak
dilakukan dan ee kalaupun misalkan dari
pengolahan lumpur dari lumpur tinja tadi
gitu ya dan ditambahkan dengan ee apa
cacing itu juga mungkin saja gitu.
Tetapi kalau di dalam lumpur aktif
misalnya itu kan ada ini ya ada ee
dinamika mikrobanya gitu ya. cacing itu
termasuk nematoda. Kalau nematodanya dia
dominan, maka mikroorganisme yang lain
tidak dominan, gitu. Jadi, mungkin harus
terpisah gitu ya. Ee jadi karena kalau
ada banyak cacing di situ, maka ee
mikroorganisme yang lain ee akan kalah
seperti itu gitu ya. Nanti ee mungkin ee
mungkin bisa menjawab kemudian dari Pak
Taufikurrahman ya. Ee apakah boleh?
Nah, ini ee yang menjadi kriteria
standar ya, IPAL dari restoran ee lumpur
IPAL. Lumpur IPAL restoran maksudnya ee
yang saya terjemahkan mungkin gini ya ee
dari restoran itu punya ini ya punya bak
penampungan ya atau punya tangki septik.
Kalau seperti itu diperbolehkan ya,
tetapi yang tidak diperbolehkan itu
memang minyak dari restoran itu kan.
Nah, kalau hanya jadi ee di ee apa IPLT
itu selalu mengecek ya misalkan PH-nya
kalau PH-nya ini masih sesuai ya
diperbolehkan. Kalau misalkan ini tidak
dicek bisa bahaya misalkan dari rumah
sakit gitu ya dia apa membuang air
limbah ee membuang air limbah yang B3
gitu ya. Nah, kalau B3 kan ee salah satu
indikatornya mungkin dari pH gitu ya.
terus e kandungan minyak lemaknya. Jadi
sebelum ee truk tinja ini sebelum masuk
ke IPLT itu perlu di dilakukan ee
pengecekan ya ee apakah ee kualitas dari
air ee tinja masuk tadi lumpur tinja
atau jangan-jangan yang lain. Tetapi
kalau dari restoran selama ini ee masih
banyak ya masih banyak karena yang masuk
itu ee bukan ee kan hanya airnya gitu
pun. Kalaupun ada padatan mungkin dari
sisa-sisa makanan dan yang lain gitu ya
dari restoran tadi ya tetapi bukan
sampah makanannya seperti
itu. Nah, ini terkait dengan EM4. Nah,
ya salah satunya sekali lagi
mikroorganisme yang ada di dalam tangki
septik ini tadi ya. Kalau kita ke
belakang ee kalau misalkan kita
tambahkan mikroorganisme gitu ya. Ya.
Jadi sebenarnya ditambah atau tidak
ditambah mikroorganisme sebenarnya di
dalam tangki septik ini masih ada
mikroorganismenya seperti itu ya. Nah ee
dan kalaupun misalkan ditambahkan ee
mikroorganisme ya ee dia mungkin akan
menambah jumlah mikroorganismenya gitu
ya. Tetapi mikroorganismenya ini hidup
itu dengan cara ee berkembang biak.
Artinya lumpurnya makin lama makin
banyak makin banyak gitu ya. Jadi ketika
kita tambahkan mikroorganisme ya kita
berharap bahwa tidak akan penuh gitu ya.
Ya tidak mungkin kalau tidak bocor gitu
ya. Jadi ya tergantung ya volumenya.
Misalkan kita kita anggap volume tadi ya
volume kita tadi ee bisa bertahan sampai
5 tahun gitu ya. Okelah kalau misalkan
kita tambahkan apa ee bakteri yang
mungkin makannya lebih banyak lalu ee
mungkin apa ee pertumbuhannya lebih,
lumpurnya lebih sedikit gitu ya. Nah,
mungkin dia bisa bertahan ya kita anggap
7 tahun gitu ya. Tapi kalau sudah 7
tahun, 20 tahun gak pernah disedot gitu
ya, jangan-jangan lumpur tinjanya itu
sudah mengeras gitu ya. Kalau sudah
mengeras kan berarti volumenya sudah
makin kecil gitu ya. yang awalnya 1,5 m³
bisa jadi hanya tinggal menjadi 0,6 m³
gitu. Dan waktu tinggalnya juga tidak
akan lama. Kenapa? Karena awalnya
misalkan bisa tinggal di sini selama 2
hari karena volumenya 1,5 m³. Tetapi
karena ee apa waktu apa volumenya tadi
menjadi setengahnya, hanya tinggal 1
hari. Setelah 1 hari dia akan melimpah.
Jadi seperti itu. Jadi ee ee
mikroorganisme tambahan itu juga bisa
ditambahkan gitu ya. Nah ee secara
pribadi saya tidak punya ini ee tidak
punya pengalaman teknis ya ee berapa
lama dan ee berapa banyak gitu ya.
Tetapi secara teoritis kita bisa
menghitung tadi dan kita sudah
membuktikan bahwa ee ketika
mikroorganismenya bertambah ee timbulan
lumpurnya juga bertambah dan itu akan
mengurangi volume yang ada di dalam
lumpur. Nah, mungkin supaya tidak ini ya
supaya karena kalau IPAL itu mungkin
sudah banyak yang memahami pengolahannya
tetapi IPLT ini belum banyak. maka ee
saya di awal justru memang ee agak lebih
memberikan hal yang dasar gitu ya. Dan
ee saya akan tampilkan ee ee video
terkait dengan IPLT. Ee sebentar ini
share
share ee saya stop
dulu saya
share. Ee oh sebentar apakah ininya
sudah terdengar ya? Belum ya suaranya
ya?
Suaranya terdengar tidak?
Tidak, Pak. Belum. Belum belum terdengar
ya.
Oh, share komputer sound ya. Oke. Oke.
Ini
kalau ini akses air bersih dan sanitasi
yang berkelanjutan bagi semua. Di mana
sanitasi aman termasuk di dalamnya.
Sanitasi aman adalah sistem sanitasi
yang memutus sumber pencemaran limbah
domestik ke sumber air. Sanitasi aman
mencakup penampungan air limbah domestik
di tangki septik sesuai standar,
penyedotan lumpur tinja sampai
pengangkutan ke unit pengolahan, serta
IPLT yang berfungsi dengan baik.
IPLT terbagi menjadi konvensional dan
mekanis. Pada IPLT konvensional,
pengolahan utama tidak menggunakan
peralatan yang menggunakan listrik.
Sedangkan IPLT mekanis menggunakan
peralatan mekanis dan membutuhkan tenaga
listrik.
IPLT atau instalasi pengolahan lumpur
tinja berfungsi menerima lumpur tinja
dari penyedotan dan mengolahnya menjadi
lumpur olahan yang lebih kering dan
evluen atau air hasil olahan yang aman
bagi lingkungan.
[Musik]
IPLT akan beroperasi baik bila mengikuti
prosedur operasi kerja atau SOP yang
disusun sesuai dengan masing-masing
desain dari instalasi.
Proses pengolahan lumpur tinja dibagi
menjadi lima tahap, yaitu penerimaan
lumpur tinja, pengolahan awal,
pemisahan, pengolahan cairan, kemudian
pengolahan
padatan. Berikut tahapan proses
pengelolaan lumpur tinja di
IPLT. Truk tinja yang terdaftar di IPLT
memiliki QR code yang akan di-can ketika
sampai di IPLT.
Operator akan mengisi formulir untuk
mengetahui sumber
limbah. Sebelum dilakukan pembuangan,
operator akan mengecek lumpur tinja.
IPLT harus menolak lumpur tinja yang
mengandung bahan berbahaya dan beracun
atau
B3. Setelah proses pembuangan selesai,
maka akan dilakukan pembayaran retribusi
sesuai volume lumpur tinja yang dibuang.
Pengolahan lumpur tinja pada IPLT
konvensional. Satu, penerimaan lumpur
tinja. Lumpur tinja akan dibuang ke unit
penerima. Pembuangan harus melalui
saringan untuk menyaring sampah.
Setelah proses pembuangan selesai, truk
lumpur tinja harus dipastikan dalam
keadaan bersih sebelum keluar dari IPLT
untuk menghindari ceceran sisa lumpur
tinja. Dua, pemisahan padatan dan
cairan. Di unit Solid separation chamber
atau SSC akan terjadi proses pemekatan
dan pemisahan antara padatan dan cairan.
Lumpur tinja yang telah dibuang akan
diberikan perlakuan khusus yaitu
diratakan guna mempercepat proses
pengeringan. Tiga, pengolahan
cairan. Cairan dari kolam SSC akan
dialirkan ke kolam stabilisasi untuk
diolah.
Di sini terjadi proses pengolahan
menggunakan bantuan
mikroorganisme. Selanjutnya, cairan akan
melewati kolam wetland sebelum evluen
dibuang ke
lingkungan. Empat, pengolahan padatan.
Padatan dari SSC akan dipindahkan secara
manual ke slutch drying
area. Selanjutnya, padatan yang telah
mengering dapat digunakan kembali
sebagai pupuk tanaman non
pangan. Pengolahan lumpur tinja pada
IPLT
[Musik]
mekanis satu. Penerimaan lumpur tinja.
Lumpur tinja yang diterima akan
dialirkan melalui stone trap untuk
menyaring padatan yang
besar. Aliran kemudian masuk ke dalam SA
atau slutch acceptance plan. Mesin ini
berguna untuk menyaring sampah, pasir,
serta kerikil yang ikut masuk.
[Musik]
Apabila dalam keadaan darurat terjadi
kerusakan di SA, maka lumpur tinja
melewati saringan yang menyaring sampah
yang tertinggal. Saringan ini harus
terus dibersihkan setiap
hari. Selanjutnya, lumpur diterima di
bak penampung.
[Musik]
Dua, pemisahan padatan dan
[Musik]
cairan. Lumpur tinja dari bak penampung
akan dipompa ke dalam salch di
watering. Di sini terjadi proses
pemisahan antara padatan dan cairan yang
dibantu dengan polimer dari chemical
feeder.
[Musik]
Tiga, pengolahan
cairan. Cairan hasil pemisahan akan
dialirkan ke dalam bak
airasi di mana akan terjadi proses
penguraian materi organik.
Cairan kemudian akan dialirkan ke bak
sedimentasi. Di sini akan dilakukan
pengecekan kualitas air untuk pemenuhan
baku mutu sebelum dialirkan ke badan
[Musik]
air. Empat, pengolahan padatan.
Padatan hasil pemisahan akan keluar dari
slot di
watering. Padatan akan dipindahkan ke
hangar untuk dilakukan pengeringan.
[Musik]
Padatan yang sudah kering dapat
digunakan untuk pemanfaatan
[Musik]
kembali. Mesin yang bekerja pada IPLT
mekanis tentu harus dibersihkan secara
berkala dan dilakukan perawatan guna
menjaga kinerja mesin tetap optimal.
Setiap IPLT memiliki desain yang
berbeda-beda dalam mengolah lumpur
tinja. Namun tujuan pengolahan IPLT
tetap
[Musik]
sama. Hasil pengolahan dari IPLT akan
menghasilkan lumpur kering yang bisa
dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman non
pangan dan juga air buangan yang
memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke
lingkungan.
[Musik]
Jadi kira-kira seperti itu nggih Bapak,
Ibu ee bagaimana ee mekanisme pengolahan
ya ee di dalam instansi pengolahan
lumpur tinja tadi. ee dan disebutkan
tadi ada dua tipe ya, yaitu tipe
konvensional ya dan yang selanjutnya
tipe mekanis atau semi mekanis. Saya
melihat ada beberapa ee pertanyaan ya ee
untuk Pak Saleh Rais ini mungkin nanti
ee lebih ke kasus ya, Pak ya karena ee
saya yakin Bapak sudah paham. Nah, nanti
ee akan saya detailkan di studi kasus
karena ee ini pertanyaan sudah advance
seperti itu. Dan yang terakhir tadi ee
ada pertanyaan mengenai ee ini apa ee
baku mutu gitu ya. Nah, jadi baku
mutunya ya mengikuti dengan baku mutu
air limbah domestik karena ee IPLT di
sini ee akan menghasilkan dua output ya.
Yang pertama adalah cairan. Nah,
cairannya tentu akan dikembalikan ke
lingkungan atau dimanfaatkan misalnya
kalau dikembalikan ke lingkungan ke
badan air ya mengikuti baku mutu air
limbah domestik P68 2016. Untuk BOD-nya
sekitar 30 mg/l, COD-nya 100 mg/l
seperti itu. Nah, kemudian ee untuk apa
ee lumpurnya tadi bisa digunakan untuk
ee tanaman non pangan atau bisa juga
digunakan sebagai penutup landfill gitu
ya. ee atau bisa digunakan untuk ee
karena di Indonesia sendiri itu belum
ada aturannya ya, belum ada aturan yang
detail seperti
itu. Ee apakah bisa? Nah, jadi nanti ee
Komarudin ya, apakah pengolahan limbah
domestik dan lumpur bisa diproses
tercampur? Nah, sebenarnya bisa gitu ya.
Dan di IPAL Makassar itu sudah dilakukan
pencampuran. IPAL yang direncanakan di
Samarinda itu sudah pencampuran. saya
terlibat juga di Bogor itu juga
pencampuran. Tetapi sekali lagi ee
sebelum tercampur gitu ya ee itu ada
pretreatment-nya. Jadi kalau ee tadi
disimak ya di dalam video ini kan ada
penerimaan lumpur tinja. Ketika lumpur
tinja tadi di diterima dalam satu bak
tadi akan terpisah antara padatan dan
cairannya. Nah, cairannya tadi bisa
dialirkan menuju ke instalasi pengolahan
air limbah. Nah, kalau misalkan ee ada
suatu IPAL gitu ya ee direncanakan di
awal untuk menggabungkan antara IPLT dan
ee sewer itu sangat bisa sekali gitu.
Cuma kalau misalkan ee yang jadi tricky
adalah kalau IPAL ini sudah ada, lalu
kita pasang slat assistant plan misalnya
ya. Ee kita harus menghitung lagi beban
pengolahan karena kita tahu bahwa lumpur
tinja kita itu memiliki beban yang cukup
besar ya. Apakah dengan beban yang baru,
dengan beban campuran tadi eh misalkan
eh organic loading-nya masih memenuhi
atau tidak misalnya. Kalau tidak tentu
terlalu banyak bebannya kan berarti
efisiensinya kan dia akan menurun. Jadi
ee kalau direncanakan di awal ini sangat
mungkin sekali tetapi kalau di
ditambahkan itu kita harus memperhatikan
ya ee perhitungan beban pengolahannya.
Oke, kita akan lanjutkan ya ee terlebih
dahulu ya. Ee sekarang bagaimana ee
untuk ee merencanakan untuk pertanyaan
nanti akan saya bahas di briik ee
selanjutnya ya. Ee kalau DEDPLT ya itu
merupakan rencana rinci. Tadi sudah saya
sampaikan ya. Yang paling penting di
sini ya IPLT ini harus mengacu ke
rencana induk ya, studi kelayakan ya.
Kemudian ee kepastian sumber pembiayaan,
kepastian lahan, kepastian perizinan,
dan juga konsultasi teknis. Ini sering
menjadi saya sempat ada dua kali ya
kasus yang ee mirip-mirip gitu ya, sudah
punya lahan gitu ya, sudah ada rencana
dedin-lain, tapi
ternyata ee apa? jauh dari badan air.
Ketika jauh dari badan air bagaimana
gitu ya dari pihak PU-nya wah ini harus
segera dibangun gitu ya. Sementara dari
DLH-nya wah enggak bisa ini harus ada
perizinan persetujuan teknisnya ini. Nah
sampai akhirnya muncul wah ini harus
dimanfaatkan gitu ya. Jadi agak ini ya
ee ee diskusinya jadi panas gitu ya
antara dua ee dinas gitu ya. Tapi dari
awal seharusnya kalau ini ee apa dalam
DEED ini sebenarnya tidak mengkaji
hal-hal yang seperti ini. Dalam DEED itu
seharusnya sudah clean and clear gitu
ya. Lokasinya sudah harus ada dan ketika
penetapan lokasi ya seharusnya ada
FS-nya dulu, visibility study ya di
dalam lahan yang diberikan misalnya
apakah ada sumber air atau ada badan air
terdekat misalnya. Nah, ini ini menjadi
penting cuma kan kita berada di kondisi
yang tidak ideal gitu ya. Ee kadang juga
ee persetujuan lingkungannya gitu ya
diada-adakan gitu kan. Jadi karena
DED-nya sudah jalan gitu ya ee sedang
disusun bersamaan gitu ya atau bisa jadi
ee sudah DEED tapi belum ada FS gitu ya.
Waduh paketnya hanya DEED ini ya.
Sehingga FS-nya diada-adakan. Nah, jadi
sekali lagi sebenarnya di dalam ee
perencanaan ini ee harusnya kalau kita
ngomongin DED ini sudah fix, sudah firm
bahwa lokasinya di sini ya jelas dan
opsi teknologinya sudah ada ini karena
kemungkinan terhadap kelayakan ekonomi,
kelayakan finansial ya, kelayakan
kelembagaan ini sudah sudah selesai
sebelumnya di visibility studies seperti
itu. Nah, ee ini merupakan ee apa ee
alur tahapan perencanaan ya di dalam ee
DED IPLT. Ee Bapak Ibu bisa melihat di
buku ya, di buku pedomannya. Kalau kita
lihat di sini ee perencanaan teknik
terinci itu terdiri dari ee perencanaan
awal ya, kemudian sampai ke teknik
terincinya. Kemudian nanti akan ada
sosialisasi bagaimana lumpur tinja tadi
dikelola ya. Bagaimana ee nanti yang
paling penting adalah lumpur tinja tadi
e yang sudah terbangun tadi bisa di
digunakan gitu ya. Dan di perencanaan
pelayanan lumpur tinja ini satu hal yang
penting lagi ini lebih ke manajerial
gitu ya. ee ada beberapa daerah yang
sudah punya lumpur tinja tapi sampai
sekarang dari tahun 2020 dibangun sampai
sekarang tidak pernah dioperasikan gitu
ya. Karena terkait dengan pelayanan
lumpur tinjanya bukan ee tidak tidak ini
tidak detail gitu. Nah, jadi ee
lingkupnya ada banyak Bapak Ibu ya di
dalam masalah yang ada di IPLT ini.
Tetapi akan saya batasi ya itu lebih ke
perencanaan IPLT ya. Baik. Nah, ini
adalah buku utama ya, Bapak, Ibu ya. Di
buku utama ini ee pedoman perencanaan
teknik terinci PLT. Ee nanti kalau Bapak
Ibu lihat di sini ada ruang lingkupnya
sampai penyaman persepsi, survei
investigasi, perumusan konsep sampai ke
perencanaan ee teknologi pengolahan
lumpurnya. Nah, kita coba mulai dari
satu ya. Yang pertama ee kita harus
menyamakan persepsi dulu ee terkait
dengan DDI PLT. Ini penting ya antara
siapa? Antara pemberi pekerjaan ya,
pemerintah daerah apakah itu BPPEDA atau
dinas terkait ee mungkin yang punya ee
dari Dinas PU sebagai ee ini ya
infrastrukturnya gitu kan. Tapi nanti
yang mengoperasikan bisa jadi dari Dinas
Lingkungan Hidupnya gitu ya. Nah, ee
kalau semuanya ini apa ee ada diskusi
penyaman persepsi ini bisa lebih mulus
nanti jalannya gitu ya. Kalau tidak ini
bisa jadi mungkin di setelah di
dikerjakan dibangun oh ternyata ini
enggak sesuai gitu ya. Ee ini ternyata
ada hal yang perlu dipertimbangkan ada
ditolak oleh warga dan yang lain-lain
gitu. Nah, di sini ee untuk ee struktur
tim pelaksanaan ya ee dari dinas
sebenarnya bisa saja ya merencanakan
sendiri gitu ya. Kan di dinas juga punya
ahli-ahli gitu ya. Nah, tapi kalau
misalkan minta bantuan ee konsultan juga
diperbolehkan gitu ya. Nah, di sini
ketua timnya. Jadi, ketua timnya itu
tenaga ahli utamanya ee merupakan ahli
teknik lingkungan ya yang tentunya di
bidang sanitasi dan air limbah atau ee
boleh juga menggunakan teknik sipil gitu
ya karena yang akan dibangun ini nanti
ee berkaitan dengan bangunan ee sipil
ya, bangunan ee ee instalasi pengelolaan
lumpur tinja ya. Nah, tetapi pernah
punya pengalaman ee terkait dengan ee
konstruksi atau perencanaan ataupun ee
manajemen konstruksi di dalam air limbah
domestik. Nah, kemudian untuk anggota
tim pelaksananya ini tenaga ahlinya bisa
dari teknik lingkungan ya, kemudian
tenaga ahli teknik sipil ee dan tenaga
ahli mekanikal elektrikal dan ada
asisten perencana bisa surveyor ya dan
juga drafter. Penting Bapak Ibu di sini
untuk ee memiliki atau bekerja sama
dengan ahli teknik sipil karena nanti
akan berhubungan dengan struktur ya
bangunannya ya. Kemudian kaitannya
dengan penyiapan lahan ya untuk grading.
Kemudian untuk tadi ada pertanyaan juga
bagaimana kemiringan antar bak gitu ya
ee analisa hidrolisnya ya agar ee air
limbahnya bisa mengalir gitu. Nah ee
kalau kita punya lahan yang
berundak-undak gitu ya tentu kita harus
melakukan ee peta ya ee pemetaan ya ee
kemudian kita lakukan contouring gitu
ya. Itu semuanya ahli teknik sipil.
Kemudian yang paling penting lagi adalah
ee kaitannya dengan ee tanahnya soil
investigation ya. Ee karena bisa jadi ee
tanahnya tadi berupa tanah gambut gitu
ya. Ketika tanah gambut ee dia ee
memiliki kuat gesek yang berbeda gitu
ya. Sehingga pondasi yang harus dibangun
mungkin harus ada penambahan cerucuk
gitu ya. Atau jangan-jangan kita butuh
pile foundation gitu ya. tidak sekedar
ee pondasi yang ee slap gitu ya. Nah,
ini menjadi penting dan nanti juga kita
membutuhkan eh engineering estimate ya
untuk merencanakan ee berapa ee biaya
yang dibutuhkan ya, analisis harga
satuan pekerjaan. Kemudian kita juga
perlu merancang juga manajemen
konstruksinya bagaimana ee rencana kerja
dan syarat-syaratnya. nya kemudian
bagaimana kita memp-plot ke dalam ee
pelaksanaan proyek di dalam ee kurva
S-nya gitu ya untuk mencapai mutu ee
pekerjaan sesuai dengan waktu yang sudah
direncanakan. Nah, untuk MP ini juga
penting karena ee mungkin kita butuh
pompa gitu ya ee speknya yang sesuai
kemudian kita butuh jaringan listrik,
instalasi ya penangkal petir itu juga
penting ya. karena ada beberapa ee apa
ee pengalaman saya gitu ya dalam
perencanaan ya ee penangkal petir itu
sangat ee apa ee sangat dibutuhkan
seperti itu karena kaitannya dengan ee
instalasi listrik dan ee alat-alat e
untuk grounding gitu ya yang alat-alat
yang dipasang ee mekanical electricalnya
di IPLT. Nah, kalau Bapak, Ibu ee dari
Dinas ee PU atau Dinas Dinas PU gitu ya,
biasanya IPLT ini kan dibangun
menggunakan ee bisa dari APBD gitu ya,
tapi bisa juga dari APBN melalui ee dana
alokasi khusus misalnya ada hibah gitu
ya. Nah, kadang ada namanya ee memang
harus ada readiness kriteria ya,
kesiapan dari daerah tadi ya. misalkan
ada surat keterangan yang menyebutkan
permohonan penyusunan DEED-nya. Kemudian
ee contoh ini ya ada beberapa ya
beberapa daerah gitu ya. Contoh ini
pengusulan pembangunan IPLT melalui dana
alokasi khusus ya. Maka disebutkan bahwa
ee siap untuk mendukung ya pengelolaan
gitu ya. Kemudian terkait dengan ee
biaya pemeliharaan tadi melalui APBD
misalnya. Kemudian juga ada ee surat
pernyataan bahwa ee terkait dengan
kesediaan lahan ya, lahannya sudah ada
seperti itu. Nah, kalau lahannya sudah
ada ini ee jelas gitu. Ee kadang ee yang
jadi masalah adalah ketika mau DEED
lahannya ternyata belum jelas gitu ya.
Nah, nanti perus apa ee ee konsultan
diminta untuk direncanakan di dua lokasi
gitu ya. Padahal paketnya hanya satu
lokasi misalnya seperti itu. Nah,
kaitannya juga dengan nanti ee karena
setelah di rancang IPLT tadi kan ada
pelayanan ya, berarti harus menyusun
dokumen akademis juga ya terkait dengan
ee ini ee jabatan ya, layanan apakah
diawali dari UPTD gitu ya, kemudian
pengembangan nanti menjadi ee apa ee
BLUD dan nanti apakah menjadi ee apa
BUMD seperti itu ya. Nah, ini readiness
kriteria yang diperlukan dan ee saya
beberapa kali ee mendampingi juga ya ee
beberapa daerah untuk melakukan ee
pemaparan. Nah, ketika pemaparan ini
langsung di bawah Direktorat ee Sanitasi
ya, Direktorat Sanitasi ee di JEN Cipta
Karya. Nanti akan dicek apakah ee masih
ee sudah sesuai gitu ya. yang dicek
tidak hanya kaitannya dengan DEED-nya,
tetapi bagaimana kesiapan dari
pemerintah daerahnya. Karena ee kita
tidak ingin ya tentu pemerintah
Indonesia ingin agar ee IPLT-nya tadi
bisa dibangun dan juga bisa beroperasi
ya seperti itu. Nah, kemudian yang kedua
ee ini tadi kalau yang pertama kita
penyaman persepsi ya, pembentukan tim
gitu ya, ada kesiapan daerah gitu ya.
Yang kedua, kita harus melakukan ee
dalam perencanaan IPLT AD gitu ya. Ee
kita berharap sih semuanya data sudah
ada gitu ya, Bapak, Ibu ya. Ya, semua
data sudah ada. Tetapi yang sering
terjadi kan datanya itu enggak ada gitu
ya. FS-nya enggak ada, respalnya atau
strategi sanitasi kotanya sudah tidak
pernah di-update gitu ya. Tetapi kita
sudah wah udah ini Pak, sudah
direncanakan gitu ya untuk IPLT ya.
asumsinya dari mana. Akhirnya kita yang
harus membuat ya. Padahal ini bukan ee
ini proyeknya DEED bukan kepada ee apa
rispal gitu ya. Nah, jadi ee kalau
secara ideal gitu ya ee kita perlu
menyiapkan data kondisi wilayah ya. Data
kondisi wilayah mungkin ini lebih
gampang ya bisa kita dapatkan data
RTRW-nya ya, data BPS gitu ya. kaitannya
yang yang penting di sini adalah data
kondial sosial ekonomi terkait dengan e
sanitasi ya melalui environmental heart
risk assessment ya risiko sanitasinya
ini juga penting ya karena ee kalau kita
tidak melakukan data-data ini dengan
baik atau tidak sinkron ya dengan dengan
Rispal ataupun dengan
ehra SSK yang ada, bisa jadi DEED-nya
ini terbangun gitu ya, tetapi nanti
tidak sinkron gitu ya dengan dengan ee
Rispal-nya dan ee Rispal-nya ngomong
target sanitasinya berapa persen gitu
ya, tapi ee IPLT-nya yang dibangun masih
sangat kecil misalnya. Jadi ini harus e
sesuai ya. Nah, misalkan ya kita ee saya
sampaikan di sini ee ada namanya di
dalam Rispal itu kan ee apa ya
pentahapan pengelolaan ee sanitasi gitu
ya. saat ini misalkan ee buang air besar
sembarangan masih 13,7% gitu ya dan
diharapkan nanti turun jadi 7% di
2018-19 misalnya jangka pendek dan di
2005-237 misalnya itu tidak ada yang
buang air besar sembarangan. Artinya
apa? Artinya pemerintah daerah itu harus
menyediakan ee apa? Tangki septik yang
sesuai standar dulu kan. Nah, karena
stangi septik yang saya standar dulu ee
agar tadi sanitasinya aman, kita juga
harus membangun instalasi pengelolaan
lumpur tinja. Harapannya instalasi
pengelolaan lumpur tinja tadi mampu
untuk melayani ee tangki septik yang
sedang di ee upayakan tadi sehingga
sanitasi amannya gitu ya, itu meningkat
ya. Ada stangki septik yang sesuai
standar plus adanya IPLT gitu. Nah,
kemudian ee di masa mendatang jangka
panjang, nah itu baru mungkin ada
gabungan ya antara wilayah-wilayah yang
di perkotaan yang sudah tidak ada ee
lahan lagi ya bisa di terkoneksi
menggunakan jaringan sewer gitu. Nah,
kalau ada permukiman baru gitu ya
mungkin akan terkoneksi sewer lalu masuk
ke IPAL kawasan seperti itu. Nah, ini
penting sekali lagi untuk mendapatkan
data-datanya, mengkajinya ya ee sehingga
ee arah-arrah ee desain IPLT-nya tadi
sesuai. Kadang kalau kita memaksakan
desainnya, oke dari PPK minta, "Wah, ini
kita harus bangun 20 m³ per hari.
Ternyata dari sisi ee rispal-nya ini
sebenarnya kebutuhannya hanya 5 m³ per
hari. Nah, kalau hanya 5 m³ per hari
berarti ee apa? Dia tidak akan optimal,
kan gitu. Nah, kalau tidak akan optimal
mungkin dia akan memenuhi 10 m³ per hari
setelah 10 tahun lagi gitu. Nah, ini ini
menjadi hal yang ee apa ee menjadi
masalah karena banyak IPLT-IPLT di
Indonesia kapasitasnya itu over
maksudnya eh under capacity. Jadi yang
ee kapasitasnya hanya eh sudah 20 m³ ee
tapi truk tinja yang masuk hanya satu.
Satu tangki itu kan mungkin berapa ee 4
m³ misalnya. Nah, ini kan menjadi ee
masalah ya. Nah, data-data yang
dibutuhkan apa saja ya? Ini ada data
rispal ya, data eh atau data butuh unis
sanitasi ya. Rispal itu tadi bisa bisa
dalam bentuk outline plan, master plan,
ataupun cukup ee strategi eh sanitasi
kabupaten kota ya tergantung dari ee
luasan apa wilayah ya ee ataupun ee
administratif dari kota tersebut gitu
ya.
ee ini Bapak Ibu bisa melihat detail ya
ee di dalam buku panduan juga sudah ada.
Nah, yang paling penting ini tadi saya
melihat juga ada pertanyaan kaitannya
dengan amonia yang tinggi gitu ya. Ee
tadi
amonia ini
tadi mana tadi ya
pertanyaannya ya? Ini
ya untuk baku mutu bagaimana? Apakah
tetap sama? Nah, ya tetap sama tadi ya
ee memang untuk amonianya kan cukup
tinggi ya 2.000 sampai 5.000 ya. Ee unit
apa? Nah, ya kita bisa menggunakan unit
ee makanya tadi tidak ee jadi bertahap
ya, bisa menggunakan unit ee stabilisasi
cairan ee bisa menggunakan unit
pemisahan padatan karena sekali lagi ee
2.000 atau 5.000 ee apa meter mg/ liter
itu kan bentuknya tercampur masih.
mungkin ada dalam padatannya, mungkin
ada dalam cairannya, mungkin ada dalam
bentuk koloid, mungkin ada yang bentuk
terlarut gitu. Nah, ketika kita sudah
pisah-pisahkan maka nanti dia akan
berkurang. Jadi, mungkin ada sebagian
mengumpul di padatannya, nah sebagian
mengumpul di cairannya. Jadi, karena
kenapa ya? Karena kalau kita lihat
cerita tadi ini karena terjadi
pengentalan, terjadi mineralisasi ya,
sehingga ee konsentrasinya cukup tinggi.
Nah, ini yang perlu dilakukan ya. Contoh
untuk metode sampling karakteristik
lumpur tinja ya. Kita bisa menggunakan
ee sampel lumpur tinja dari tangki gitu
ya. Eah kita ambil, kita sedot gitu ya.
Tapi yang jadi masalah adalah ternyata
septik tank di masyarakat gak bisa
dibuka Pak, gak bisa disedot gitu ya.
Nah, ini ini menjadi masalah juga gitu
ya. Kemudian ee ini metode
pemeriksaannya bisa pakai SNI ya. Nah,
kemudian kebutuhan data primer untuk
DIDIPT itu ada karakteristik lumpur
tinja, data survei, kemudian data sosial
ekonomi dan data topografi. Ini penting
ya. Eah, data topografi kemudian
kaitannya dengan ee sondir dan juga
boring ya. Apakah harus menggunakan cor
beton? ya memang harus menggunakan ee
cor beton gitu ya. Nah, struktur kolam
ya ini ee kebanyakan menggunakan ee cor
beton seperti itu
ya. Mm.
Oke. Nah, ini kalau kita lihat kenapa
sih kita perlu melakukan karakterisasi?
Karena lumpur tinja itu bervariasi
sekali. Ini kal kalau kita ambil contoh
ya ini
di Uganda ya. di Uganda ya, di Afrika
sana ee warnanya berbeda antara tangki
septik yang kiri dengan yang kanan ya.
Sistem tangki septiknya ee ee sudah
pernah dikuras gitu ya 4 bulan yang lalu
gitu ya. Sementara yang satunya 2,5
bulan yang lalu gitu ya. PH-nya berbeda,
COD-nya berbeda. Jadi sangat variatif
sekali. Nah, untuk itu untuk perancangan
IPLT ya kita perlulah untuk melakukan ee
pembandingan ya karakteristik lumpur
tinja di daerah. Nah, misalkan ini saya
contoh saya ambilkan dari data ya di ee
PDAM Tirtaing misalnya gitu ya ee pada
Agustus 2018 BOD-nya sekitar 1800-an ya
sampai 1400 eh 1100 sampai 1800. COD-nya
dari 28 2.100 sampai 3.500 gitu kan.
Nah, kalau di Indonesia ini ada ya ee
tipical hasil analisis ya. Ini dari
studinya ADB gitu ya. Ya memang BOD-nya
200 sampai 3.500 ya. Kemudian COD-nya
memang 500 sampai 17.000. Nah, kalau
kita menggunakan dari Juknis ya, Juknis
ini BOD-nya ya 2.000 sampai 5.000 ya,
COD-nya ya 6.000 sampai Rp15.000. Nah,
silakan menggunakan ee kriteria gitu ya.
ee yang diacu ya. Nah, ee kalau misalkan
ada data sampling tentu itu lebih baik.
Tapi kalau misalkan tidak gitu ya
mungkin pakai data ee kota-kota di
sekitarnya misalnya seperti itu. Atau
kalau memang tidak ada data itu bisa
mengacu ke ee buku panduan gitu ya. Nah,
lalu kita tentukan. Nah, kalau saya bisa
biasanya bisa menggunakan yang maksimum
ya atau kita juga bisa menggunakan nilai
tengahnya supaya perancangannya tadi
lebih lebih aman seperti itu. Nah,
mungkin ini pakai rerata ya. Jadi
kira-kira untuk BOD-nya kita pakai
3.500, COD-nya ee berapa ini? 10.500
gitu ya. Kemudian amonianya ini sekitar
ee 1.000 gitu ya. Nah, kemudian di sini
ee eh minyak lemak
ee ya 175 gitu ya. Kemudian ee kolifom
dan yang
lain-lain. Nah, itu ee data yang perlu
kita siapkan ya berupa data primer tadi
ee data kuesioner masyarakat gitu ya. Ee
kadang masyarakatnya ketika ditanya mau
nyedot lumpur tinja enggak? Enggak mau,
Pak. Kan gitu ya. saya ngapain saya
nyedot lumpur tinja kan gitu. Nah,
sementara kita sudah bangun. Nah, ketika
kita sudah bangun berarti apa yang ee
terjadi? Ya, akan menjadi ee bangunan
yang tidak beroperasi. Nah, baik kita
lanjutkan ya. Setelah kita melakukan
penyaman persepsi lalu survei tadi ya,
data-data sosial masyarakat, data
kualitas ee lumpur tinjanya, kemudian
data kontur topografi gitu ya. Nah, kita
perlu merumuskan konsep IPLT-nya ya.
Nah, dalam merumuskan konsep ya ini kita
perlu mengetahui ya data Rispal yang
sebelumnya ya. Jadi gini ee di dalam
Rispal kita sudah punya target dan
pentahapan ee ketercapaian sanitasi.
Nah, dari situ kita sudah tahu berapa
sih kira-kira di satu kota itu yang
memiliki septic tank yang ee sesuai SNI
misalnya yang aman. Nah, sehingga kita
bisa menghitung kapasitas lumpur
tinjanya. Kalau kita tidak menggunakan
kapasitasnya itu menghitungnya dengan
baik atau misalkan kita terlalu pesimis
gitu ya. Wah, ini kita hitung e kita
hanya mampu merencanakan untuk kapasitas
10 m³. Ternyata di daerah tersebut ada
banyak kawasan komersial. Nah, dari
kawasan komersial ternyata timbulan
lubur tinjanya banyak gitu ya. Sehingga
dalam 10 m³ dioperasikan 3 tahun sudah
penuh gitu kan. Nah, ini kan
perencanaannya jadi aduh harus mau
nambah lagi. Ketika mau nambah lagi di
dalam FS tidak dikaji lahannya sudah
tidak ada. Nah, ini kan menjadi sulit
gitu ya untuk pengembangan karena di
awal itu tidak dibuat pentahapan gitu
ya. Nah, kebutuhan data ya ini yang
perlu dilakukan ya dokumen Rispal ini
menjadi penting zona pelayanan gitu ya.
Jadi kita harus mengetahui lokasi yang
menggunakan unit-unit yang ada ee ee
tangki septik yang sesuai SNI misalnya,
jumlah yang yang sesuai SNI misal karena
kita akan melakukan penyedotan di situ
untuk menentukan kapasitasnya misalnya,
kemudian jumlah rumah dan yang
lain-lain. Nah, ini data-data yang
diperlukan. Ini contohnya ee yang ingin
saya sampaikan. IPLT di Pangandaran.
Mungkin ada yang dari Pangandaran, izin
Bapak Ibu. Ee 3,7 M pembangunannya
mangkra ya sejak Oktober di Bulukumba
ya. Ya. Ee 2,2 M itu Mangkra sejak Juli
2020 ya. Nah, ini di saya pernah ke
Berau gitu ya ee dari awal dibangun
tidak beroperasi gitu ya. Terus ee
sekarang akhirnya direlokasi gitu ya.
Jadi ya sebenarnya ini ee ya sudah
terbangun tapi tidak beroperasi seperti
itu. Nah, jadi banyak kasus ya IPLT
mangkra tidak beroperasi karena
kapasitasnya lebih besar gitu loh. Jadi
dari awal udah kita bangun saja 60 m³/
60 m³/ hari. Ya, ini kan bukan salah
perencananya gitu loh kalau saya
sampaikan gitu ya. Kita harus mengacu
kepada rispalnya gitu ya. rencana
induknya bagaimana? Ee atau ternyata
ketika saya gali lagi ini mumpung Pak
gitu ya, mumpung kita dapat dana dak
karena mumpung kita dapat pendanaan dari
ini dari pemerintah. Kalau kita bangun
kecil-kecil belum tentu nanti akan ee
dapat dana lagi seperti itu. Nah, tapi
baik gitu ya. Ya, ini mungkin bisa jadi
satu strategi gitu ya. Tapi bagaimana
upaya kita untuk menggalakkan agar
masyarakat ini mau untuk menyedot ee
tangki septiknya gitu kan agar kapasitas
yang berapa tadi ee 60 m³ tadi bisa
terpenuhi atau sebenarnya ini solusi
dari saya ya kita merencanakan itu
memang bertahap. Jadi misalkan kita
targetnya adalah 40 m³/ hari. Oke, 40 m³
per hari. Tapi kita rencanakan dalam ee
ee 20 m³ yang pertama gitu ya. Lalu 20
m³ lagi untuk tahapan selanjutnya. Dan
dari awal kita sudah mengidentifikasi
lokasi yang dibutuhkan berapa luasannya
dan nanti pengembangannya akan
bagaimana. ini bisa menjadi solusi yang
baik gitu loh. Sehingga dari awal kita
sudah ee merencanakan tahapan ee
IPLT-nya seperti itu meskipun tidak akan
dibangun untuk saat ini gitu. Karena ini
ini bisa mungkin saja ya dengan
peningkatan kapasitas lalu ee berubah
menjadi BD misalnya kemudian kapasitas
SDM-nya juga meningkat gitu ya. Nah, ini
juga mampu untuk mengguna apa melayani
ee dan mengoperasikan ee IPLT dengan ee
apa ee kapasitas yang besar. Tapi kalau
dari awal sudah
sudah tinggi gitu ya, nah nanti akan
mangkra seperti
itu. Nah, ini juga menarik Bapak Ibu
mungkin di sini tadi kalau saya lihat
ada yang dari DLH gitu ya, ada yang dari
PU gitu ya. Nah, antar ee kedua ee dinas
ini kan tentu harus saling mendukung
gitu ya. misalkan ee dari apa dari Dinas
PU sudah membangunkan ee IPLT gitu ya.
Nah, ee Dinas Lingkungan Hidup yang akan
mengoperasikannya misalnya, tapi Dinas
Lingkungan Hidup tidak bisa
mengoperasikan karena ditolak oleh warga
gitu kan. Nah, padahal dari awal juga
kaitannya dengan UKL-UPL-nya gitu kan.
Nah, seharusnya kan sudah dimitigasi ya
di dalam ee upaya pengelolaan dan ee
pemantauan lingkungannya. Nah, berarti
kajian lingkungannya di sini kurang
kurang pas gitu ya, karena ee ini sudah
terbangun bahkan ditutup gitu ya. Atau
ada juga yang ee menolak ya dari lokasi
awal sudah ditolak. Kalau lokasi awal
ditolak apakah DED-nya dilanjutkan? Ya,
kalau dilanjutkan tetapi nanti akan ada
risiko ya, risiko tidak bisa terbangun.
Nah, aspek sosial tadi perlu mendapat
perhatian serius ya, Bapak, Ibu ee
terkait dengan lokasi PLT. Dan yang
paling penting ini tadi ada jarak ke
badan air penerima ya. Jadi jarak badan
air penerima itu jangan sampai terlalu
jauh. Kalau jaraknya itu terlalu jauh,
berarti kita harus menyediakan saluran
ya yang cukup jauh hingga menuju ke
badan air dan ini akan membebani ya.
Bisa jadi ee biayanya akan cukup mahal
apalagi ya kalau ee jaringan yang
menjadi ee tempat pembuangan tadi harus
melewati lahan warga gitu loh. Lahannya
bukan lahan pemerintah. Kalau lahan
warga masyarakat enggak mau dilewati
limbah katanya gitu ya. sehingga ini
akan menjadi hal yang ee apa ya ee perlu
dipertimbangkan. Betul seperti itu. Nah,
ini sebenarnya kajian FS gitu ya. Tapi
enggak apa-apa saya munculkan di sini
ya. Jadi ee untuk melihat lokasi,
kesesuaian lokasi itu bisa menggunakan
scoring ya. kesesuaian lokasi dari
IPLT-nya tadi bisa dioring ee nanti mana
yang paling sesuai dapat diterima dan ee
tidak dapat diterima ataupun ee layak
atau dapat dipertimbangkan seperti itu.
Nah, oke mungkin
ee oke saya lihat dari sebelum masuk ke
sini
ya.
Oke tadi sudah. Nah, untuk Pak Saleh
nanti kita jawab ee pada saat ini pada
saat studi kasus. Nah, Baku Mutu IPLT
ya. Baku Mutu IPLT ini ya. Jadi baku
moto IPLT itu masih menggunakan baku
moto air limbah domestik ya, yaitu
Permen LHK P68 2016 untuk ee padatan
tersuspensi 30, organik ee BOD ya 30 eh
COD 100 ya amonia 10 minyak lemak 5
kolifom 300 colifom unit per 100 mili
ya. Kemudian ee untuk lumpur olahan ini
belum ada baku mutunya. Jadi IPLT ini
dengan apa? Dengan kadar yang cukup
tinggi seperti ini ya ee
itu perlu atau harus mampu mengolah
untuk menjadi lumpur olahan yang lebih
kering gitu ya dan evluen dengan
kandungan polutan yang lebih rendah. ya.
Nah, ee untuk memenuhi karakteristiknya,
nah nanti akan saya jelaskan
masing-masing teknologinya apa gitu ya
untuk ardisti. Nah, kemudian
kaitannya kemiringan pipa ya,
penyumbatan. Nah, nanti kita akan ee
bahas di studi kasus.
Kemudian ini juga
sudah
ee kalau digunakan untuk tanaman. Nah,
jadi gini ee intinya gitu ya. intinya ee
belum ada peraturan ee terkait seperti
itu. Nah, tetapi saya sendiri ya ee
sedang mengembangkan begitu ya lumpur
tinja ini ee lumpur yang sudah diolah
ini sebenarnya mempunyai banyak potensi
gitu ya. Bisa misalkan menggunakan ee
digunakan untuk adsorben, bisa digunakan
untuk yang lain gitu ya, bisa digunakan
untuk misalkan untuk apa ee puffing ya
dan yang lain-lain gitu ya. Nah, ee
justru ee menurut saya dengan adanya
upaya dari kita gitu ya, e kalau ini
bisa bisa berhasil gitu ya, nah mungkin
kita baru cari aturan
yang sesuai bagaimana mungkin benar yang
dikatakan apakah ee kalau misalkan
digunakan sebagai pupuk gitu ya harus
memiliki standar SNI berapa NPK-nya gitu
ya. Nah, ini mungkin bisa diacu. Tetapi
ee saat ini itu banyak yang di digunakan
itu malah oleh taman-taman ya. Jadi,
misalkan ada ee Dinas PU gitu ya, itu
memiliki apa? Memiliki Dinas PU dan
Pertamanan dan pemakaman gitu ya. Nah,
mereka sudah menggunakan ini menggunakan
lumpur dari yang lumpur kering karena
sudah stabil ya ee ya patogennya sudah
rendah gitu ya. sehingga ini bisa
digunakan untuk ee tanaman-tanaman ee
perindang yang di kota gitu ya. Ee
kemudian ee ekoli. Nah, ekoli sebenarnya
lewat kolam stabilisasi bisa, tetapi
lewat ee disinfeksi juga bisa gitu ya.
Kemudian naskah. Nah, Pak untuk
penapisan satu daerah Rispal atau SSK.
Nah, jadi untuk ee Rispal atau SSK ini
sebenarnya masuknya ke dalam ee ini ya
ee mungkin yang sebelumnya ya yang
kaitannya dengan masterpl air limbah
seperti itu. Tetapi ini ee dari jiwanya
gitu ya. Kalau dia itu kota metropolitan
ya, kota metropolitan itu sudah harus
membangun e menyusun eh Rispal ya,
rencana induk atau master plan di bawah
ee kota metropolitan itu disebut sebagai
outland plan gitu ya, kota sedang gitu
ya. Nah, kalau kota kecil ya itu mungkin
yang cukup menggunakan strategi sanitasi
kabupaten atau kota. Jadi ee berdasarkan
dari ee ini ya, besar kota jumlah
penduduk seperti itu. Nah, baik. Nah,
sekarang kita akan lanjutkan ya ee
kaitannya dengan ee eh sampai jam 10. Eh
11.30
ya, Mbak.
Iya, Pak. Betul. Nggih. Nggih, ya. Baik.
Ee, Mbak Sabrina ya. Oke, masih ada 30
menit lagi untuk menampilkan ya ee
terkait dengan ee ee teknologi yang ada
di IPLT. Nah, ini perlu di ee dilihat di
sini Bapak, Ibu ya ee lumpur tinja itu
pengolahan IPLT itu ada dua jenis ya.
Kita bisa mengolah ya dengan memisahkan
padatan dan cairannya. Nah, maksudnya
bagaimana ya? kita olah gitu ya. Ee
lumbur tinja itu masuk lalu kita kita
lewatkan setelah di diterima gitu ya.
Kita pisahkan padatan dan
cairannya ya. Dengan cara apa ya? Dengan
cara pemisahan ataupun dengan cara
pemekatan. Kalau terpisah ya padatannya
terpisah ee cairannya akan diolah
sendiri. Kalau semakin pekat nanti
padatannya semakin pekat ya cairannya
akan terpi terpisahkan. Nah, cairannya
masuk ke unit pengolahan. Nah, unit
pengolahannya itu bisa menggunakan kolam
stabilisasi atau juga bisa menggunakan
kolam aerasi misalnya. Nah, lalu
padatannya ya padatannya di sini tadi ya
bisa distabilisasi. Ketika distabilisasi
lumpurnya tadi ya mungkin saja akan
menghasilkan cairan gitu ya. Cairannya
bisa dikembalikan ke pengolahan ee
cairannya. Nah, sementara lumpur yang
sudah stabil nanti dikeringkan akan
menjadi lumpur yang kering. Nah, ini
digunakan apabila ee kita memisahkan ya
apabila lumpur tinja yang kita terima
itu belum terolah atau peroah tebagian
gitu ya. Jadi beban pengolahannya masih
cukup tinggi. Akan tetapi kalau ee
lumpur tinjanya tadi sudah sudah diolah
sebagian gitu ya atau ee telah ee
memiliki bahan organik yang lebih rendah
dari hasil ee apa karakterisasinya tadi
kita bisa tahu. Nah, ini bisa langsung
tanpa pemisahan padatan, tetapi ini
jarang ya ee karena ee fluktuatif ya.
bisa jadi tahun ini ya ee atau periode
sekarang ee BOD-nya rendah gitu tapi BOD
mendatang ee cukup tinggi. Sehingga ini
tidak disarankan ya lebih baik kita
menggunakan pemisahan ee pemekatan
padatan gitu ya karena ini nanti bisa
menggunakan e anerobic digestion gitu
ya. Eh dan kemudian evluennya bisa kita
buang. Lalu kemudian selanjutnya kolam
stabilisasi ya. lalu pemekatan lumpur,
pengeringan lumpur seperti ini. Nah, ini
adalah tipical teknologi yang saya ee
resume ya dari ee ee video tadi. Nah,
kalau Bapak Ibu lihat ya, yang pertama
ini unit unit pemerimaan ini berfungsi
mengumpulkan lumpur tinja ya. Jadi ini
fungsinya menerima lumpur tinja.
penerimaannya bisa langsung yang mekanis
ya, yaitu namanya acceptent unit ya,
kemudian eh non mekanis atau eh yang
seperti saringan grid chamber gitu ya,
by ekolisasi gris strap. Nah, itu yang
di pretreatment ya, mohon maaf tadi.
Jadi kalau kita lihat tadi minyaknya
tadi kan cukup tinggi ya, 1500 gitu ya.
Nah, itu berarti kita perlu melakukan ee
apa? Pretreatment dulu. retreatment-nya
menggunakan ya saringan, greay chamber,
grp by ekualisasi atau kalau menggunakan
mekanis ini semuanya sudah langsung jadi
satu. Kemudian karena di sini tadi ada
pemisahan padatan dan cairan ya melalui
pemekatan gitu ya. Nah, memisahkan
padatan dan cairan tadi sehingga
konsentrasinya padatannya meningkat
lebih kental. Kemudian cairannya kita
akan pisahkan. Lalu padatannya akan kita
olah sendiri. Nah, pemekatan ini bisa
secara ee sendiri ya, solo yaitu gravity
thickener. Jadi pemekatan secara
gravitasi. Jadi dia mirip nanti akan
saya jelaskan mirip dengan sedimentasi
tapi ee sirkular. Kemudian dia juga
pemekatan sekaligus
stabilisasi bisa menggunakan aerobic
digester, tangki imhof atau slat
separation chamber seperti itu. Nah,
kalau sudah karena di sini berarti
stabilisasi maksudnya bahan organiknya
bisa berkurang ya, lalu ee padatannya
juga bisa terpisah gitu ya antara cairan
dan padatannya. Oke, cairannya tadi
keluar dari unit pemekatan bisa diolah
secara anerob pilihannya mau kolam
anerob anaerobik buffel reactor ataupun
upflow anaerobic buffel filter. Nah,
dilanjutkan dengan aerobik. Kenapa?
Karena kalau anaerob saja dia tidak akan
mampu ya untuk memenuhi baku mutu karena
ee kualitas ee bahan organiknya COD-nya
tadi ya cukup tinggi ya. ee sehingga ee
bahan ee anaerobik dia mampu untuk
menyisihkan COD-nya dari 2.000 menjadi
500 gitu ya, tetapi baku mutifnya 30
gitu ya. Nah, kalau aerobik ya maka
butuh biaya yang sangat besar. Jadi ee
dari 2.000 ke 500 anaerobik. Nah, 500 ke
30 itu menggunakan proses aerobik
seperti itu. Nah, karena ee sifatnya
lumpur tinja ni tadi kalau bisa diolah
secara sederhana tidak menggunakan yang
mekanis ya, kita bisa menggunakan ee
sistem oksidasi, kolom oksidasi ya,
anaerobik, aerobik ee kemudian ee
fakultatif, lalu ada maturasi. Nah,
untuk penghilangan patogennya itu ee
jadi kalau pengelolaan aerobik itu di
lumpur aktif misalnya gitu ya, nanti
pengilangan patogennya disinfeksi. Tapi
kalau di kolam oksidasi tadi ya,
anaiknya anerob, pengolahan aerobiknya
adalah kolam fakultatif gitu ya.
Kombinasi aerobik dan aerobik. Lalu
penghilangan patogennya kolam maturasi
atau mungkin ditambahkan wetland.
Walaupun ini juga ee sering ee terjadi
ya koliformnya masih tinggi ya. Kenapa?
Karena ya tidak pernah dirawat gitu ya.
Ee terus kemudian ee bebannya berlebih
gitu ya dan mungkin ada
reontaminasi gitu ya. Nah, sehingga
disarankan menambahkan disinfeksi.
Desinfeksinya bisa menggunakan dosing
klorin atau juga bisa menggunakan tablet
ya, menggunakan ee tablet klor gitu
tadi. Nah, kemudian untuk pengolahan
padatannya ini tadi pengolahan
padatannya bisa menggunakan stabilisasi
ya ee seperti anaerobic digestor atau
langsung dikeringkan. Kalau yang di sini
tadi me apa? slat separation chamber
airnya diolah di pengolahan cairan lalu
padatannya langsung dikeringkan ya
dikeringkan ee dengan cara apa ee solar
drying misalnya atau bisa juga
menggunakan pengeringan lumpur mekanis
ya ee bisa menggunakan bed filter gitu
ya atau filter press gitu ya setelah itu
solar drying atau dengan ee pengolahan
ya ada di kompos atau kalau mungkin juga
bisa menggunakan pemanasan termal
sehingga lumpur yang dihasilkan tadi
lebih stabil. Nah, ini merupakan tipikal
teknologinya. Nah, sekarang mau pakai
yang mana gitu ya? Mau pakai yang ee
konvensional atau mau pakai yang mekanis
ya. Kalau ee target pasarnya sudah
banyak gitu ya. misalnya ee memang sudah
jelas ee orang yang akan menyedot lumpur
tinjanya itu sudah banyak. Masyarakat
itu sangat mendukung dan masyarakat ee
mau secara rutin untuk menyedotnya.
Mungkin bisa pakai IPLT mekanis karena
apa? IPLT mekanis ini membutuhkan energi
yang cukup besar. Kalau yang diolah itu
sedikit, maka biayanya ya ee dia tidak
akan mendapatkan keuntungan. Kita lihat
ya.
Misalkan biaya investasinya 24 miliar
ya, gampangnya seperti itu ya. Biaya
operasionalnya R juta per bulan dengan
kapasitas desain 150 m³ per hari. Nah,
memang ini lebih tidak bau gitu ya,
lahannya lebih sedikit gitu ya. Tetapi
dengan biaya R0 juta per bulan ini belum
termasuk biaya SDM gitu ya, mungkin
hanya biaya listrik dan bahan kimia gitu
ya. Apakah mampu gitu? jangan-jangan
tidak mampu. Kalau tidak mampu berarti
ya kita pilihannya lebih kepada yang
konvensional. Misalkan dengan kapasitas
ee 10 m³ per hari gitu ya, biaya
investasinya sekitar ya 6,5 m. Jadi per
ya untuk kapasitas 10 m³ itu biayanya
sekitar 6,5 m. Jadi per met³ itu
sekitar ee ini ya per 6 ini ya 6 6,5
juta ya 6,5 juta ya. Nah ee biaya
operasionalnya ini hanya cukup R juta
per bulan. Nah kemudian lahannya kita
butuh lahan sekitar ee 300 m² ya atau ee
0,3 hektar. Dan di sini tadi juga
penting bahwa di EPLT mekanis tadi itu
perlu koordinasi dengan PLN ya karena
membutuhkan ee daya tambahan ya untuk ee
suplly ee energi ya untuk blower dan
juga untuk pompa dan juga untuk
mekanikal ee di sistem
eh apa eh acceptant plans-nya
tadi. Nah, lalu bagaimana caranya kita
untuk memilih gitu ya, alternatif
teknologi pengelolaan lumpur tinja ya.
Yang pertama ada beberapa tahapan ya, 1
2 3 4 5 ya. Jadi misalkan ee kita sudah
tahu tadi di sini ee ini ya ini kan ada
banyak pilihan ya pretreatment-nya pakai
apa, pemekatannya pakai yang mana, air
ee cairannya aerobik atau anaerobik,
lalu pengolahan padatannya bagaimana
gitu ya. Nah, kita oke kita sudah
menyadari bahwa ee ee IPLT di daerah itu
tidak mungkin kalau menggunakan mekanis
untuk saat ini gitu ya. sehingga selama
20 tahun mendatang ini masih ee kita
perlu menggunakan yang konvensional
karena dari survei ehra itu diketahui
masyarakat yang ee punya tangki septik
sesuai SNI belum banyak, masyarakat
belum mau melakukan penyedotan misalnya
dan arah pengembangan di dalam strategi
sanitasi kotanya ke depan juga lebih
diarahkan ke sistem setempat. Oke,
berarti kita hitung ee kapasitasnya ee
sebanyak ee 6 m³ per hari misalnya. Nah,
kalau sudah itu sudah clear. Oke,
tujuannya apa? Oke, yang pertama
tujuannya kita ingin mengolah ya airnya
sesuai dengan baku mutu P68 2016.
Kemudian ee lumpurnya lebih stabil ya,
mungkin bisa digunakan untuk ee apa ee
media tanam tanaman yang non pangan
misalnya. Nah, lalu ada aspek kritisnya
misalnya. Oh, ternyata aspek kritisnya
bukan di masalah biaya karena dari awal
sudah e sadar gitu ya, kita tidak
mungkin menggunakan biaya apa ee
teknologi yang mahal. Aspek kritisnya
lebih kepada lahan gitu ya atau aspek
kritisnya lebih kepada SDM gitu ya.
Kalau bisa ee apa menggunakan teknologi
gitu ya yang murah, tetapi karena ee
operatornya masih di awal ini masih
sedikit dan belum terlatih, jadi yang
paling mudah
dioperasionalkan. Nah, ini menjadi
faktor kritis. Nah, kalau sudah kita
kembangkan opsi teknologinya tadi. Jadi,
kan ada banyak ee ini ya, ada banyak ee
pilihan tadi ya. Dari setiap ee tahapan
ini tadi kita rangkai menjadi satu ee
komponen ee satu rangkaian
IPLT. Nah, kalau sudah satu rangkaian
tadi kita lihat ya efisiensi removal-nya
per unit itu bisa menyisihkan berapa.
Nah, nanti dari tiga akhirnya kita bisa
mencapai semuanya ke baku mutu dan kita
lakukan ee scoring ya, kita lakukan e
pemilihan ya, teknologi terbaiknya yang
mana. Nah, sekarang kita coba
simulasikan ya. Misalkan kita
simulasikan ya. Ada tiga opsi. Ada tiga
opsi. Yang pertama tangki tinja. Lalu
kita akan masuk ke tangki imhov.
Kemudian kita ee cairannya kita pekatkan
gitu ya. Ee pekat pemekatan lumpur di
sini. Lumpur yang pekat tadi akan
disedot ke drying area menjadi lumpur
kering ya. Sementara airnya akan
mengalir ke anaerobik ve reactor gitu
ya. Kemudian dari anaerobik ya itu
mengalir ke kolam fakultatif karena di
sini mix antara anerob-aerob gitu ya. ee
kemudian ee masuk ke kolam pematangan
untuk ee disinfeksi. Tetapi karena ee
mungkin ee biaya operasionalnya kurang,
kita perlu tambahkanlah mungkin wetland
untuk meningkatkan efisiensi gitu ya dan
ditambahkan disinfektan. Mungkin di sini
menggunakan klorin atau tablet ketika
dibuang badan air ini ee sudah sesuai
baku mutu. Nah, apakah yang dipakai mau
yang opsi satu atau kita pakai opsi dua?
kita tidak memakai imove tank ya, kita
menggunakan solid separation chamber dan
kita tidak menggunakan anar bevel
reaktor, tapi kita pakai sistem kolam.
Nah, yang kedua ini alasannya yang
paling simpel ya. Kalau imovank tadi
harus dalam konstruksinya dan nanti
penyedotan dan lain-lainnya
operasionalnya cukup rumit ya, mungkin
cukup butuh ee skill gitu ya. Tapi kalau
yang ini bisa manual gitu ya, kemudian
lebih simpel. Jadi yang opsi dua tadi
hampir-hampir mirip ya, masih
menggunakan sistem yang ee konvensional
tetapi operasionalnya lebih lebih
singkat ee lebih sederhana. Nah,
kemudian di opsi ketiga. Wah, ini
mungkin untuk masa depan, Pak, ya. Kita
kaji ya di masa depan mungkin kita pakai
slide assistant plan gitu ya. Setelah
itu dieekualisasikan ya. Kemudian
setelah ekualisasi gitu ya, lalu
diikening ya. E pakai graffiti eh
thickener ya. Kemudian airnya diwatering
ya, diwatering menggunakan eh polimer
ya. Kemudian dikeringkan ke drying area
ya menjadi lumpur kering. Sementara
airnya itu akan oh harusnya dari di
watering tadi ada air lagi ya masuk ke
kolam airasi ya seperti lumpur aktif
gitu ya kemudian sedimentasi ya kemudian
disinfeksi lalu dibuang ke badan air.
Nah kita membuat ee apa? Nah, ini saya
sudah berikan ini ya nanti ya nanti akan
saya berikan ee silakan bisa
disimulasikan Excel-nya saya berikan
untuk ee apa ya ee teknologi ini ya.
Tiga teknologi ini misalkan lumpur tinja
ya opsi satu ya. Debitnya kita anggap 40
m³ per hari gitu ya. BOD-nya segini ya
TSS-nya 10.000 ya amoniaknya 100
misalnya minyak lemaknya 20. Nah beban
pengolahannya bisa kita hitung ya ee
debit dikalikan konsentrasi. Lalu ee ada
unit imove tank gitu ya. Ini tidak saya
tampilkan di sini nanti bisa digunakan
ya. Ee saya berikan ee setelah e sesi
kedua ya. Ee ini nanti kita bisa hitung
ya ee evluence-nya karena ada solid
content-nya sekitar 18% maka lumpur dari
imove tank per hari 7 m³. Berarti ee
kita anggap saja debitnya berkurang gitu
ya. dari yang masuk 40-i 7 ya jadi 30
32,8 atau 33 lalu mengalir ke unit
selanjutnya unit selanjutnya gitu ya.
Nah, ini terpotong karena dalam Excel
gitu ya. Nah, sehingga kita bisa tahu
bahwa e drying areanya adalah 11 m³ per
hari. Kalau kita ee waktu pengeringan
lumpurnya 5 hari, berarti kita butuh
sekitar berapa?
54,6 m³. Nah, nanti kita tinggal hitung
ketebalan ee apa layer lumpurnya berapa,
panjang kali lebarnya berapa untuk
mendapatkan luasan area eh drying
areanya. Nah, dari ini ini contoh ya
untuk opsi satu ya, kita hitung ee
menggunakan ee neraca massanya
menggunakan persen removal. Persen
removalnya dari mana? Kita akan lihat
dari kriteria desain nanti. Nah,
kemudian kita sekarang sudah punya tiga
opsi ya. opsi satu yang konvensional,
opsi dua konvensional dengan ee operasi
pemeliharaan yang lebih ee mudah dan
opsi tiga ee semi mekanis semuanya
memenuhi ya dengan kriteria level
ketercapaian baku mutu yang berbeda-beda
gitu ya. Yang pertama 17 30 2730
memenuhi ya 1130 memenuhi dan yang
lain-lain juga memenuhi. Nah, ini ee
multiriterianya opsi satu, opsi du, opsi
3 ya. Misalkan ee kebutuhan lahan ya ee
ini membutuhkan kolom stabilisasi ya. Ee
kalau opsi dua itu juga lahan yang lebih
luas karena ada SSC dan kolam anaerobik.
Nah, opsi tiga ini lahannya paling
sedikit ya karena hanya menggunakan
kolam aerasi ya dan juga menggunakan
mekanis. Tetapi aspek kritisnya kita
lihat ee ini kita lahan enggak masalah
sih gitu ya. Tapi yang masalah adalah
investasi ya, biaya, kemudian penyedotan
ya penyedotan dan pemotongan rutin agar
sistem tetap stabil ya. Skill operator
juga perlu ya. Kalau di SSC yang opsi
dua ini ee tidak begitu ya skill-nya ya.
Ee kemudian konstruksinya ini menjadi
penting untuk ee pengerjaan konstruksi
yang ABR ini lebih kompleks e karena ada
skat dan lain-lain. Nah, sementara ee
yang tipe kedua itu kolam stabilasi tadi
relatif sederhana sehingga akhirnya kita
bisa melakukan scoring ya untuk ketiga
opsi tadi. Misalkan ee kita menganggap
kebutuhan lahan ini enggak penting
karena ee kita ee lahannya masih cukup
luas. Jadi bobotnya hanya 10%. Biaya
investasi operasi ini 20%, kebutuhan
skill 20%, stabilitas performa kita
enggak begitu penting. Jadi kita anggap
mungkin 10%. Nah, setelah itu kita
hitung ya. Makin tinggi nilainya berarti
makin ee sesuai. Makin rendah nilainya
makin tidak sesuai. Nah, setelah kita
hitung ya, opsi 2 ternyata memiliki ee
total skor 2,3 gitu ya. Nah,
dibandingkan dengan opsi satu dan opsi 3
sehingga akhirnya kita bisa memilih yang
opsi yang ke kedua ini tadi. Nah, ini
yang ee yang ee sebagai resume ya ee
apabila kita ingin membuat perencanaan
ee atau perencanaan awal ya atau
preliminary sizing ya untuk bangunan
IPLT ya kita kumpulkan data dulu data
kualitas limbahnya kemudian data
kuantitas limbahnya kemudian kita
sesuaikan dengan target ee target
penyisihannya baku mutu yang ingin kita
capai ya.
Ah. Baku mutu
tadi, untuk mencapai baku mutu tadi kita
butuh efisiensi berapa? Nah,
kemudian untuk mencapai efisiensi
tersebut teknologi apa yang bisa
memenuhi dan kita sesuaikan dengan beban
beban pengolahan. Karena efisiensi itu
ee tidak serta-merta bisa menurunkan
50%, 80% tapi ada syarat dan ketentuan
berlaku. Syarat dan ketentuan itu
dilihat dari mana? Dari bebannya.
Semakin tinggi bebannya efisiensinya
akan semakin berkurang. Kalau melebihi
beban, efisiensinya akan turun drastis.
Seperti itu. Jadi dia bisa menyisihkan
80% maksimum berapa kilogram BOD per
hari. Apakah apakah unit kita mampu atau
tidak? Nah, seperti itu. Nah, kalau
sudah ee kita hitung dimensi dan
kebutuhan lahannya. Jadi, masih dimensi
kasar saja. Nanti kita butuh lahan.
Kira-kira dengan lahan yang disediakan
itu mencukupi atau tidak. Tapi
seharusnya di awal di dalam FS itu sudah
sudah direncanakan ya paling tidak
sekitar 0,3 hektar untuk ee ditambah
bangunan dan yang lain-lain. Nah, itu
mungkin ya setengah hektar seperti itu.
Nah, setelah itu dilakukanlah pemilihan
tadi ya, aspek teknisnya tadi sudah
sesuai atau belum dengan baku mutu ini
menjadi yang paling penting dan aspek
nokennis kaitannya dengan ee apa
pertimbangan ee operasi pemeliharaan
atau yang lainnya.
Nah, ini yang
ee ee terakhir ya. Ee oke. Tapi mungkin
ada pertanyaan
[Musik]
dulu.
Oke. Nah, ee ini apakah terjadi apabila
terjadi peningkatan apa peningkatan
konstruksi apa ada kemungkinan dilakukan
perubahan metode yang awalnya
konvensional menjadi mekanik? Bisa ya.
bisa ya, tapi ini harus disesuaikan
dengan ee perencanaan di awal gitu loh.
Jadi merancang ini juga seni kalau
menurut saya gitu loh ya. Makanya
dilakukan opsi-opsi ini tadi ya kan
misalnya kita pengin menambahkan sub
asset andant plan gitu ya. Nah, kolam
anerobik ini tadi ya kita solid so tetap
ada gitu ya. Ee tetapi nanti kolam
anerobiknya kita ubah menjadi kolam
ekolisasi kan bisa kan gitu. Tapi kolom
fakultatif tetap ada mungkin, tapi kita
tambahkan unit baru gitu ya. Kolam
maturasinyaah kita jadikan atau kolam
fakultatifnya tadi kita jadikan kolam
aerasi kan gitu. Lalu kolam maturasinya
kita jadikan kolam sedimentasi. Nah,
yang seperti ini perlu penceratan memang
ya perlu ee analisa gitu loh. Jadi ee di
satu daerah bisa jadi berbeda dengan
daerah lain gitu ya. memang ee butuh
pengalaman dan juga butuh ee analisa
yang mendalam gitu. Tapi apakah bisa
dilakukan? Bisa sekali gitu ya. Bisa
sekali.
Oke. Nah, apa jadi gini sekali lagi
syarat dan ketentuan
berlaku. Ee kenapa saya masih ee di di
setiap daerah yang saya kunjungi?
Kebetulan saya juga di Balai Sanitasi
itu ee banyak membantu ya. Ee mereka
pernah dari Balai Sanitasi pernah
melakukan survei ke IPLT yang ada di
wilayah
Sulawesi. Sudah ditampilkan semuanya.
Kemudian survei ke wilayah Sumatera
sudah ditampilkan semuanya. Jadi secara
struktur bangunan tidak ada yang
masalah. secara desain ee mungkin 80%
sesuai gitu, secara bangunan 100% oke
konstruksinya gitu ya. Yang jadi masalah
adalah ya ee 70% itu tidak beroperasi.
Karena tidak beroperasi itu berarti apa
ya? Tidak tidak sesuai ya kan. Nah,
sehingga kalau kalau misalkan tadi kolam
maturasi, kolam maturasi itu ada syarat
dan ketentuannya.
dia bisa untuk
menyisihkan patogen itu kalau radiasi
sinar mataharinya segini kan gitu.
Kedalaman kolamnya segini gitu. Kalau
musim hujan apakah kolam maturasi mampu
untuk menyisihkan bakteri? Ya enggak
bisa ya kan ya? Karena waktu kontak
dengan mataharinya tidak ada, kan gitu.
Nah, sementara kalau kita harus
menghitung nanti di kolam maturasi ya ee
kalau musim hujan bagaimana kan gitu.
Tapi kalau pas musim kemarau berapa
waktu penyinarannya misalnya atau
jangan-jangan kolam maturasinya bisa ini
Pak bisa apa ee bisa meluber gitu.
Kenapa? Karena di awal ee apa
perencanaan kedalaman kolamnya terlalu
minim karena diharapkan untuk
meningkatkan efektivitas radiasi sinar
matahari sehingga kedalaman kolamnya
sangat dangkal sekali ya pakai kriteria
yang minimum gitu. Ternyata tidak
mempertimbangkan curah hujan yang ada di
daerah tersebut gitu loh. Nah, sehingga
nanti ee meskipun sudah dibuat secara
hidrolika mengalir tapi cepat penuh
gitu. Nah, ini juga juga penting sekali
lagi ee perencanaan di awal ya,
perencanaan di awal untuk mencapai
efisiensi ini mungkin gitu. Untuk
mencapai ini mungkin karena kita melihat
ada beban ya dan ada kriteria desain.
Tetapi apakah ini bisa terjadi sesuai?
Ya, harus dioperasi dioperasikan gitu
harus sesuai dengan operasi dan pemeli
pemeliharaannya gitu. Makanya di beber
ee umumnya sekarang saya masih
menyarankan adanya penambahan
desinfeksi seperti
itu, gitu. Oke. Nah, sekarang kita
lanjutkan ya. Nah, ini buku A ya. Buku A
ini ee pandungan ee panduan perhitungan
bangunan pengolahan lumpur tinja. Jadi,
bagaimana kita mengolah ee merancang ee
bangunan pengolahan. Setelah kita
tetapkan teknologi terpilih tadi, kita
lihat kriteria
desainnya. Nah, kriteria desain tadi
misalkan waktu tinggal. Waktu tinggal
itu artinya berapa lama air ee volume
bangunan tadi bisa menampung air timbah.
Kalau misalkan ee waktu tinggalnya
adalah 2 jam ya, sementara per jam itu
adalah debitnya 1
m³. Ya, paham ya? Jadi kalau misalkan
waktu tinggalnya adalah ee 2 jam
misalnya per jam adalah 1 m³, maka kita
harus membangun minimal 2 m³. Kenapa?
Karena 1 jam pertama yang masuk adalah 1
m³. Lalu 1 jam berikutnya atau 2 jam
adalah 2 m³ ya. Sehingga ketika sudah
lebih dari 2 jam dia akan melimpah
mengalir ke unit yang lain. Nah, tapi
kalau misalkan kita punya kriteria
desain waktu tinggal 2 jam, tapi kita
hanya membuat ee unit dengan volume 1
m³, sementara debit yang masuk 1 m³ ini
waktu tinggalnya hanya 1 jam. Karena
setelah 1 jam dia akan melimpah ke unit
yang
selanjutnya. Nah, sementara tadi
disampaikan bahwa efisiensi removal-nya
itu ee 50% itu kalau waktu tinggalnya
sesuai. Nah, kalau waktu tinggal tidak
sesuai maka efisiensi removalnya juga
tidak akan ee
sesuai. Nah, kemudian ini kan volumenya
sudah bisa ee sudah terjadi Pak,
terbangun, Pak. Berarti saya akan ubah
BO boleh. bisa ya, yaitu dengan cara
mengatur debit gitu ya. Jadi kalau
misalkan volume kan sudah tidak bisa
berubah ya, karena kita pengin ee
volumenya eh waktu tinggalnya ee tetap 2
jam, jadi volumenya kita yang dialirkan
ke sini ee debitnya harus kita
sesuaikan. Yang awalnya 1 m³/j debitnya
kita atur, kita jadi kurangin jadi
setengahnya ya. kita bangun ekualisasi
lagi di sini misalnya ya, sehingga yang
dialirkan menjadi lebih ee sedikit
misalnya ya. Nah, itu untuk ee
meningkatkan
efisiensi. Nah, itu perlunya ee kita
mengetahui ee apa kriteria desain ya.
Nah, kalau sudah
kita hitung ya ee kita tentukan struktur
bangunannya tadi apa ya ee terus
spesifikasi teknis ya mekanikal
elektrikal gitu ya. Kemudian kita juga
ee lakukan ya kesetimbangan massa ya,
debit BOD, COD, TSS-nya untuk mengetahui
aliran massanya ya, pembebanannya tadi.
Kemudian kita sesuaikan tata letaknya
dalam satu layout. Nah, kemudian kita
hubungkan tata letak tadi apakah
menggunakan saluran ata menggunakan
pipa. Dan nanti kita perlu juga
melakukan analisis hidrolika ya, profil
hidrolisnya bagaimana. Nah, setelah ee
setelah dipastikan dia bisa mengalir,
nah lalu kita akan membuat gambar detail
ya dari bangunan ee pengolahannya tadi.
Nah, ini
merupakan ee apa
ee
ee ee sistematika ee perencanaan
bangunan ee pengolahan dari IPLT.
Nah, selanjutnya ini struktur ya,
perencanaan ee struktur ya. Jadi
struktur IPLT ya ee ini ya kita yang
akan dihitung dalam struktur ya tentu
kita ya ini sebenarnya ahli sipil ya.
Saya dari teknik lingkungan gitu ya.
Tidak tidak menguasai terkait dengan
struktur. Yang saya tahu hanya momen
gitu ya. Yang hanya tahu hanya ee kuat
tekan gitu ya. tidak tidak banyak gitu
ya, tetapi biasanya ini kita membutuhkan
ahli dari struktur sipil. Nah, dengan
misalnya misalnya dari struktur ini kita
membutuhkan ee volume sebanyak 24 m³. 24
m³ tadi dengan beban ee beban momennya
berapa gitu ya. Ee kemudian gaya-gaya di
dalam elemen strukturnya tadi akan
membebani berapa gitu ya. Kalau misalkan
e dari analisis strukturnya itu sudah
sesuai, maka eah oke. Tapi kalau
ternyata dari tangki tadi ya bebannya
melebihi, maka mutu betonnya harus
disesuaikan. Misalnya ee dengan kuat
desak seperti itu kita harus pakai ee
berapa MPA gitu ya. Setelah kita lihat
oh ternyata dia minimal K apa ee 250
gitu ya. K250 atau K350. Nah, dan itu
harus dikontrol mutunya. agar untuk
mencapai ee standar yang kita butuhkan.
Nah, itu kaitannya dengan ee struktur ee
bangunan ya. Atau bisa juga kaitannya
dengan pondasi. Misalkan pondasinya ee
tanahnya itu ada dari hasil sondir gitu
ya. Ee tanahnya ini agak lunak gitu ya.
Nah, kalau agak lunak berarti ee kita
bisa menggunakan bor pile. Kalau bor
pile berapa dimensi bor pile-nya?
misalkan
radius radius pile apa ee untuk
batangnya tadi itu kan harus dihitung
gitu ya yang mampu untuk menahan ee si
ini si ee beban dari strukturnya
ditambah beban dari apa ee air air
limbahnya gitu ya. Kemudian juga
kaitannya dengan tanah
ya. Apakah tanahnya tadi butuh galian
timbunan?
kedua. Kemudian juga lerengnya stabil
atau tidak itu juga perlu diperhatikan
dan perlu koordinasi
dengan ee struktur ya. Nah, ini saya
akan tampilkan ee buku
yang ee struktur ya. Nah, ini ini
sebentar saya stop
share ya. Ini ya. Jadi ini pondasi
dangkal, pondasi sumuran ya. Ini ee
bukunya ya. Jadi, bak penerima tadi
beban yang diterima dinding ya, tekanan
lateral ya, kemudian alat mekanis ini
akan menjadi beban gitu ya. Kemudian
saringan sampah bebannya beban dinding
gitu ya. Kemudian ada beban lateral,
beban dari sisi air dan yang lain-lain.
Nah, ini
ee ee yang kaitannya dengan ee struktur
ya. Nanti bukunya akan ee saya berikan
ya, buku pedomannya ini khusus untuk
training dengan Project B Indonesia ya
kan. Nah, ini ee ada kaitannya dengan
penyelidikan tanah ya. Nah, ini semuanya
sebenarnya lebih kepada ee ahli dari
struktur ya, ee ahli dari teknik sipil
gitu. Nah, baik
[Musik]
selanjutnya. Oke, 7 menit lagi ya.
Nah, kemudian kaitannya dengan mekanical
electrical ya. Nah, ini buku ke C ya,
panduan mekanical elektrikal. Nah,
misalkan dalam sistem IPLT ya itu
mekanical electricalnya yang digunakan
apa ya? Sistem utamanya tentu pompanya
gitu ya, kemudian kontrol pompanya,
PLC-nya ya, program lobik controllernya,
daya listriknya, tapi juga ada sistem
penunjang. misalkan penerangan ya,
penangkal petir ya, tata udara yang
dibutuhkan juga gitu ya. Nah, ee
misalkan di dalam di dalam IPLT ya ee
yang dibutuhkan ya yang dibutuhkan untuk
sistem mekanical electricalnya apa saja
ya sini ya. Nah, untuk pretreatment dia
butuh screen, butuh pompa pasir. Untuk
stabilasi lumpur dia butuh pompa lumpur,
butuh scraper. Nah, butuh aerator
misalnya. Nah, di dalam buku ini ya ee
ini ada dasar-dasar terkait dengan pompa
gitu ya. Pompa yang dibutuhkan apakah
dia dinamis atau eh eh positive
dislacement gitu ya atau ee menggunakan
pompa dosing gitu ya dan juga ee yang
lainnya kaitannya dengan eh head loss
gitu ya, kehilangan tekanan gitu ya agar
tetap bisa mengalir ya. pemilihan pompa
sampai ke aerator ya, pengaduk dan juga
ee alat-alat mekanis yang digunakan di
dalam ee apa ee IPLT itu di ee sesuaikan
ya ditampilkan di sini. Tapi sekali lagi
ee saya sebagai ahli teknik lingkungan
biasanya ee hanya memahami
spesifikasinya untuk terkait detail
terhadap ini bagaimana operasi
pemeliharaan sampai belinya di mana dan
lain-lain ya itu lebih paham dari sisi
ee ME ya orang mekanikal dan ee
elektrikalnya.
Nah, yang ee
terakhir
ya ini anggaran biaya ya. Nah, untuk
anggaran biaya ya, perhitungan anggaran
biaya tentu kita ee perlu melakukan
kajian ya. Ee dari sini kita ee untuk
menghitung anggaran biaya kita perlu
input gambar ya, gambar DEED-nya ya. Ee
gambar DEED-nya tadi misalkan kita mau
membangun ee apa? ee bak ekualisasi
dengan volume 24 m³ gitu ya. Untuk
membangun itu perlu galian berapa meter
kubik. Untuk menggali misalnya perlu
butuh ee apa tenaga kerja berapa gitu
ya. Nah itu di dilakukan ya volume
pekerjaannya kemudian ee jenis uraian
pekerjaannya dilakukan dan kita lakukan
analisis harga satuan pekerjaan
berdasarkan dari koefisien tenaganya
berapa gitu ya. ee untuk memindahkan
atau untuk menggali 1 m³ itu dibutuhkan
ee berapa tukang, berapa laden, berapa
ee pembantu misalnya. Nah, nanti
disesuaikan dengan ee analisis harga
satuan di ee wilayah ee perencanaan.
Nah, kalau sudah nanti akan kita
mendapatkan rencana anggaran biaya ya
dengan mengalihkan antara volume dan
harga satuan pekerjaan. Nah, kaitannya
dengan informasi teknologi mungkin akan
saya jelaskan nanti setelah ee ee sesi
kedua ya di sesi kedua mungkin demikian
ee yang bisa saya paparkan ee Mbak
Sabrina.
Baik, Pak.
Baik. Eh demikian tadi penyampaian
materi dari pemateri kita hari ini yaitu
Bapak Dr. Engludin Nurmio, STM yang
sangat luar biasa sekali. Namun sebelum
masuk ke acara selanjutnya, saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang menginginkan materi
sekaligus sertifikat pada training
online kita hari ini. Dapat request
materi sekaligus sertifikat pada link
yang telah admin kami kirimkan di kolom
chat Zoom. Lalu ee kami dari panitia
juga memohon maaf sebesar-besarnya
dikarenakan adanya kendala teknis maka
nomor WhatsApp kami alihkan ke nomor
WhatsApp yang baru di
081225169775 atau Bapak Ibu juga dapat
melihat link nomor WhatsApp kami di
kolom chat Zoom yang sudah kami
kirimkan.
Lalu untuk mendapat informasi seputar
webinar, training online, aktivitas
offline, dan hal menarik lainnya, Bapak
Ibu juga dapat join ee pada grup
WhatsApp kami yaitu informasi Project B
Indonesia. Kemudian ee pada link yang
juga sudah admin kami kirimkan di kolom
chat Zoom. Selanjutnya yaitu masuk ke
sesi foto bersama. Kali ini saya akan
dibantu oleh admin kami yang bertugas.
kepada Amin dan petugas kami persilakan.
Baik, terima kasih kepada moderator yang
telah memberikan waktunya kepada saya.
Ee kita masuk ke sesi foto bersama.
Kepada Bapak Ibu kami mohon untuk on
kamera terlebih dahulu.
Baik, sesi foto bersama saya mulai ya,
Bapak Ibu dengan 1 2
3. Slide
kedua 1 2
3. Baik, sudah. Terima kasih. Saya
kembalikan ke moderator.
Baik, terima kasih untuk Amir yang telah
membantu sesi foto bersama kita pada
pagi hari
ini. Kemudian selanjutnya kami juga
ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk
mengisi kuesioner yang linknya juga
sudah di-share di kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi. Jadi, Bapak Ibu bisa
memberikan saran dan masukannya di link
kuesioner tersebut.
Akhir kata, saya selaku MC sekaligus
moderator pada sesi pertama memohon maaf
sebesar-besarnya apabila terdapat
kesalahan selama memandu acara ini. Saya
Sabinaah pamitur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
dan sampai jumpa lagi di sesi kedua pada
pukul 13. masuk nanti