Transcript
DS_IkDNG2uU • METODE DAN TEKNIK SAMPLING SAMPAH 2025 SESI 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0119_DS_IkDNG2uU.txt
Kind: captions
Language: id
Kemudian dengan hormat saya minta
kesediaan Bapak Ibu untuk menaktifkan
mikrofon selama kegiatan berlangsung
supaya kita dapat menikmati materi yang
disampaikan dengan baik.
Bapak, Ibu sekalian, kami dari panitia
juga melakukan live streaming melalui
YouTube channel kami di Project B
Indonesia. Jadi jika selama acara
training online berlangsung ada Bapak
Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak
perlu khawatir karena Bapak Ibu juga
tetap bisa mengikuti training online ini
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia.
Selanjutnya kami juga masih membuka
kesempatan untuk Bapak Ibu sekalian yang
mungkin ingin mendapatkan door price
spesial dari kami dapat langsung
memberikan pertanyaan terbaiknya di
kolom chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan dan
nanti akan kami pilih tiga penanya
terbaik di akhir acara untuk memenangkan
doorprice spesial dari kami. Lalu Bapak
Ibu juga dapat membuat story Instagram
semenarik mungkin dan jangan lupa tag
Instagram kami di @projectBindonesia
dan akan kami pilih dua pemenang story
terkreatif untuk mendapatkan doorprice
spesial dari kami.
Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi. Mungkin langsung
saja kami persilakan untuk Bapak Yebi
Yuriandala SMN dan Bapak Dr. Ir. Jedah
Ram Putra SM untuk melanjutkan
penyampaian materinya. Waktunya kurang
lebih sampai pukul 14.30. Kepada Bapak
YB dan Bapak Hijrah kami persilakan.
Baik, terima kasih ee Mbak Sabrina.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang Bapak Ibu semuanya.
Ee mohon izin saya share screen dulu.
Sudah kelihatan Mbak Sabrina?
Iya, Pak. Sudah. Suara saya terdengar
jelas? Ya, sudah.
Ee baik Bapak, Ibu ee kita lanjutkan
lagi di sesi kedua ini. Tadi di sesi
pertama Pak Hijrah yang memulai. Nah, di
sesi kedua ini saya yang akan
lebih dahulu menyampaikan
secara teknislah seperti apa
mengambil sampel ataupun kegiatan
sampling di lapangan.
Seperti yang kita ketahui tadi di sesi
pertama ada lima ee ini materi. Nah, di
sesi ke dua ini juga ada kurang lebih
lima materi. Nah, setelah ini kita masuk
ke teknis pelaksanaan sampling di
berbagai lokasi dan rektor.
Nah, Bapak, Ibu semuanya
dari SNI itu sudah kita ketahui bersama
bahwa ada sektor itu ya ee
sampah rumah tangga yang perlu dilakukan
sampling. Terus ada sampah seni sampah
rumah tangga yaitu ada kawasan komersil,
ada kawasan industri, ada kawasan
khusus, ada fasilitas sosial, fasilitas
umum, dan fasilitas lainnya. Dan juga di
SNI disampaikan terkait sampling sampah
di TPS, TPS3R, TPST, dan TPA.
Akan tetapi kami di sini ee menambahkan
terkait dengan sampi bank sampah di
sedekah sampah dan sektor informal
lainnya seperti di pemulung, pengepul,
pelapak ataupun industri ulang. Kenapa
ini kami lakukan, Bapak Ibu?
Kembali lagi kepada tujuan. Nah, tujuan
kita melakukan sampling sampah itu untuk
apa?
untuk apakah
untuk mengetahui keseluruhan
alur pengelolaan sampah yang ada saat
ini atau existing atau hanya untuk
mengetahui ee timbulan sampah di SRT
atau SSRT
ataupun hanya di TPS, S3R, TPST atau
TPA? Nah, kalau kami biasanya memang
tujuannya adalah seperti ini. Ini yang
ditampilkan Pak Hijrah di awal tadi.
Kita ingin mengetahui timbulan sampah di
sumber seperti apa. Seperti apa
pengolahan atau pengelolaan yang
dilakukan oleh individu. Nah, terus di
sektor formal. Nah, juga di pengumpulan.
Nah, seperti apa? Di transfer point
seperti apa kondisinya? di pengangkutan
juga seperti apa supaya ketahuan
semuanya. Nah, alur-alur ini ketika
sampling semua dilakukan di berbagai
sektor tadi, ada yang memang ada SNI-nya
ataupun belum, nah kami biasanya
melakukan itu
supaya tujuannya adalah untuk mengetahui
berapa banyak
pengurangan ataupun ee sampah ini ke
mana perginya ataupun juga bahasa
awamnya ee ada atau tidak kebocoran
sampah. Nah, dari sampling sampah ini
kita akan ketahui di mana kira-kira
bocornya sampah ini.
Sampah dari sumber 100 kilo. Tahu-tahu
masuk TPA hanya 10 kilo. Berarti kan ada
90 kilo jarak ee ini ya selisihnya Bapak
Ibu. Nah, ini tujuannya ketika sampling
keseluruhan dilakukan nanti akan
ketahuan apakah di TPS3R berkurangnya,
apakah di bank sampah, di TPST atau di
pemulung diambil pemulung atau masuk
industri daur ulang juga lewat pemulung
ataupun pengepul sehingga ee kalau kami
melakukan sampling ya keseluruhanlah
yang kami lakukan.
Nah, baik Bapak Ibu, kita masuk ke
teknis pelaksanaan sampling untuk yang
pertama di SRT atau sampah rumah tangga.
[Musik]
Ini logbook yang biasa kami gunakan
untuk sampling
ee di mana ee sekarang ada dua
alternatif ya Bapak Ibu. Untuk
alternatif pertama itu 8 hari di SRT
dilakukan. Nah, kami di sini menambahkan
yang menjadi catatan biasanya adalah
untuk petugas sampling yang saya
sampaikan tadi yang ketika pelatihan itu
perlu diingatkan pertama adalah
kelasnya. Nah, lokasi samplingnya di
mana?
Nah, yang high, medium atau low. Nah,
juga respondennya siapa? ini terkait
tadi yang ditanyakan juga Pak Bayu ya
kalau enggak salah itu terkait ethical
clearance. Nah, kenapa juga kami lakukan
itu? Karena nanti akan ada kuisioner
juga yang kita berikan biasanya. Nah,
alamatnya di mana? Nah, sehingga ada
kecamatan, ada kabupaten. Nah, di sini
juga ada nama surveyornya siapa, tanda
tangannya siapa. Nah, ada koordinatornya
juga ada tanda tangannya. sehingga ee
kami mencoba
setiap selling ini jelas orang yang
melakukan, jelas respondennya, jelas
lokasinya, bahkan sampai koordinatnya
biasanya kami minta juga supaya apa?
Tere-record dengan baik, Bapak, Ibu,
terekam dengan jelas. Entah itu nanti ee
menurut kami akan sangat berfungsi kalau
seandainya DLH yang melakukan atau dinas
terkait yang melakukan. Kenapa ya? untuk
kontinuitas sampling. Ketika sampling
dilakukan hari ini, bisa jadi 45 tahun
ke depan akan melakukan sampling lagi.
Maka akan dicoba untuk di tempat itu
juga. Kenapa? Terkait apa? Data yang
series. Nah, sehingga kita bisa melihat
seperti apa data series yang dimiliki
antara tahun ini, 2 tahun, 3 tahun atau
4 tahun ke depan seperti apa. Nah,
selain itu juga ee dalam sampling ini,
nah di sini ada kalau di logbook kami
jumlah jiwanya ini juga perlu diisi
sehingga ketahuan berapa orang di situ.
Nah, ini juga kode sampelnya. ini
biasanya juga kesekatan dengan ee
petugas sampling. Ada kode-kode
tersendiri untuk apa? Untuk ee
memisahkan antara logbook satu dengan
logbook lainnya. Nah, kode ini juga
untuk memisahkan rumah A, rumah B, rumah
C, dan lain sebagainya. Dan juga untuk
validasi ada tanggal di sini. Nah, jadi
tanggalnya jelas 8 hari berturut-turut.
Nah, di kolom selanjutnya itu ada
tinggi, volume, dan berat. Ini untuk
alat ee
sampling-nya. Nah, box sampling. Kalau
SR biasanya kita menggunakan yang kalau
dulu itu 40 L, sekarang yang 54 L. Nah,
kalau yang diukur biasanya adalah oleh
petugas itu tinggi dan beratnya.
Untuk volume nanti biasanya akan
dilakukan oleh apa? Oleh petugas
lainnya. Nah, sehingga ee makanya tadi
ada ketua tim terus ada yang bertugas
mencatat juga ada yang bertugas untuk
memilah sehingga punya peran
masing-masing. Nah,
begitu juga dengan komposisi. Nah,
mungkin Bapak Ibu yang pernah mengikuti
webinar kami di seri 1 sampai dengan 5
komposisi selama ini kalau kita mengacu
ke SNI yang 94 itu yang diukur hanya
persen berat. Nah, pada saat ini di SNI
2025 itu ada persen volume sehingga kami
menambahkan
ada persen berat di sini, ada persen
volume di setiap komposisi sampahnya.
Ini kalau kami membuatnya ada 13.
kembali lagi ke sesuai kebutuhan
seperti apa ee dilakukan proses
samplingnya dan tujuannya apa. Nah,
kalau untuk komposisi ini nanti juga ada
hubungannya dengan apa? Dengan uji
karakteristik.
Ketika ada komposisi, ada hasil uji
karakteristik setiap komposisi, maka
akan mudah menentukan
pengolahan jenis apa yang bisa
dilakukan. mau secara termal, secara
biologi atau secara fisik dan lain
sebagainya.
Ee atau mungkin bisa digabungkan. Nah,
ini ee jadi semakin banyak komposisinya,
nah semakin bagus betulnya akan tetapi
juga akan membutuhkan waktu dan
pembiayaan yang cukup banyak.
Nah, ini untuk yang ratif kedua ketika
dilakukan 3 hari. Nah, secara umum sama
saja formnya. Yang membedakan biasanya
di sini saja
hari kerja. Nah, kalau kita lihat tadi
ini kan tanggal. Nah, kalau di sini ada
hari kerja tanggalnya tanggal berapa?
Hari libur tanggal berapa? Nah, hari
puncaknya juga tanggal berapa.
Jangan sampai juga dilakukan
ee hari kerja hari Jumat. Nah, hari
Jumat tanggal 1. Nah, hari libur itu
dibuat
hari Minggu. Hari atau hari Sabtu? Sabtu
tapi tanggalnya tanggal 8 gitu. Nah, kan
ee seharusnya kalau bisa
berdekatan-berdekatan dilakukan. Nah,
sehingga ini juga untuk mengukur
kevalidannya nanti ketika ada pengolahan
data.
yang lainnya sama ada tinggi, volume,
berat, dan lain sebagainya.
Nah, teknik samplingnya kurang lebih
sama saja Bapak Ibu dengan ee SNI 1994.
Nah, akan tetapi ee ada penekanan di SNI
kali ini bahwa apa? APD itu perlu.
Nah, di SNI 94 tidak begitu ditekankan.
Nah, tetapi memang ee alat pelindung
diri itu kami melihat ini sangat perlu
diperketat ketika kita melakukan
sampling. Karena ini juga terkait
kesehatan ya, kesehatan dari petugas
sampling. Nah, ketika mengambil sampah
dari sumber entah itu menggunakan ee
mobil boks atau bak terbuka ataupun
menggunakan motor roda 3 ini biasanya
kan sampah itu dikumpulkan dulu.
Nah, setelah tadi Pak Hijrah bicara
jumlah sampel, kalau jumlah sampelnya
ada 10, mereka ngambil di waktu yang
sama. Biasanya di waktu yang sudah
dijanjikan setiap hari. Kalau 8 hari
waktunya kurang lebih sama. Kalau
diambil jam 09.00 pagi kurang lebih jam
09.00 pagi juga dimulainya mereka muar
petugasing akan muar ke titik-titik
lokasi yang sudah ditentukan yang
menjadi sampel ataupun yang menjadi
responden.
Setelah itu terkumpul, maka sampah
dibawa ke salah satu tempat yang sudah
ditentukan, yang kita sepakati. Nah,
dengan sampai di tempat tersebut
ditimbang berat sampah yang terdapat
pada kantong plastik. Ini yang paling
simpel dilakukan. Nah, kalau di SNI juga
boleh apa memang dibuka sampahnya terus
dimasukkan wadah ke wadah 54 L nanti
ditimbang dan diukur volumenya. Tapi
kalau kami biasanya
setiap kantong dari setiap rumah itu
kami timbang terlebih dahulu untuk
melihat apa nanti juga ketika memang
dibutuhkan ketika sudah masuk ke botol
ke wadah sampling nanti bisa ditimbang
lagi dan diukur volumenya. Tetapi
biasanya yang kami lakukan kami timbang
terlebih dahulu. Pokoknya turun dari
kenderaan masih dalam kondisi kantongnya
itu terikat ataupun masih utuh itu
ditimbang dulu. Nah, dicatat logbook.
Nah, yang tadi kalau kita lihat
logbook-nya ada berat ya. Nah,
ada beratnya berapa yang sini Bapak Ibu.
Nah, beratnya berapa? hari pertama nanti
baru diukur volumenya. Nah, diukur
volumenya buka satu contoh atau sampel
yang diambil dari titik sampling dan
masukkan ke dalam kotak sampling 54 L.
Masukkan sampah yang dalam kantong tadi
ke dalam kotak 54 L.
Nah, ini sama juga dengan SNI
sebelumnya. Dihentakkan tiga kali
kira-kira ketinggiannya ya 20 cent lah.
Nah, agar sampah ada terkompaksi.
baru diukur tingginya. Nah, jadi diukur
tingginya sudah dapat berat, sudah dapat
tinggi. Kalau volume kan sudah jelas
Bapak, Ibu panjang kali lebarnya kan 30
* 30 ya. Nah, senti. Nah, tinggal di
nanti dikalikan T-nya berapa. Nah, nanti
Pak Hijrah akan menunjukkan juga ada
form-nya yang sudah disiapkan. Jadi,
tinggal memasukkan berat, volume, dan
lain sebagainya. luar nanti eh berat dan
tinggi ya sudah hasil hasil volumenya
akan kelihatan juga.
Kemudian untuk komposisi. Nah, ini
komposisi ada
penambahan sebut dari dari yang
sebelumnya SNI yang sebelumnya. Nah,
untuk SRT ini. Nah, sebetulnya SRT yang
untuk alternatif 1 dan 2 kurang lebih
sama saja. Nah,
jadi yang pertama pilah contoh
berdasarkan komponen posisi yang telah
ditentukan. Jadi kalau memang
Bapak Ibu ini ada dua cara biasanya kami
lakukan. Ketika waktunya dan tenaganya
banyak, setiap sampel dari setiap rumah,
dari setiap lokasi, setiap responden itu
satu-satu diuji
komposisinya, Bapak, Ibu. Nah, di pisah
masing-masing komponen. Kalau tadi ada
13, kalau kita mau 13, 13. Kalau cuman
butuh 4, 4 atau kalau butuh 12, 12 atau
9 sesuai dengan kebutuhan. Nah, setelah
itu
setiap komponen itu ditimbang. Nah, itu
lalu apalagi diukur.
Jadi nanti akan ada
persen berat komposisi, terus ada persen
volume komposisi. Nah, ini yang di SNI
2025. Jadi, ee tujuannya untuk melihat
seperti apa persen berat dan persen
volumenya. Nah, ini juga ee akan
menjadikan data yang informatif lah.
Bisa bilang seperti itu. Bapak, Ibu juga
akan mengetahui, oh ternyata ee
komposisi secara berat ini hanya 20%
gitu ya. Tapi kalau dilihat secara
volume komposisinya itu besar gitu bisa
30 atau 35% gitu. Nah, ini juga ee bisa
kita jadikan pertimbangan nanti ketika
melakukan pengelolaan di tingkat lanjut
gu seperti itu.
Jadi caranya tadi seperti saya sampaikan
bisa per setiap rumah dilakukan uji
komposisi ketika mencukupi tenaganya
banyak. Tapi kalau seandainya tidak
mencukupi maka dibagi saja berdasarkan
ini kelas asas rumahnya. Kan kita sudah
tahu ya pendapatan dan lain sebagainya.
Kelas menengah, kelas bawah. Jadi kalau
kelas atas ada lima
sel, nah yang kelima-limanya ini
digabung. Nanti akan apa? Di situ baru
dipilah lagi di komposisinya. Yang kelas
menengah kalau ada lima juga ya
digabung. Kelas bawahnya juga sama kalau
ada lima ya lima digabung langsung.
Seandainya ee memang ee dari sisi tenaga
dan dari sisi waktu sangat pet gitu.
Nah, tapi kalau memang ee tenaganya
banyak, waktunya luang ya kita biasanya
setiap setiap sampel kita akan uji
komposisinya
itu. Nah, untuk kawasan komersil. Nah,
tadi untuk ini kita sudah masuk kalau ya
ee hanya rumah tangga. Nah, untuk
sampling di berbagai lokasi SSSRT
itu cukup banyak tadi. Nah, kita mulai
dari kawasan komersil Bapak, Ibu.
Ini contoh logbook-nya. Nah, ada pasar,
ada retail modern, ada swalayan, ada
minimarket, pertokoan, ada kios, warung,
penginapan, hotel, wisma, rumah makan,
restoran, dan lainnya. Nah, ya. Ini
biasanya untuk mempermudah surveyor ya
kita buatkan form seperti ini. Jadi
mereka tinggal centang saja gitu. Nah,
selesai nama lokasi sekali tulis saja
selesai. Alamatnya di mana, kecamatan
dan kabupatennya. Nah, dan jangan lupa
jangan lupa
ini catatan-catatannya Bapak Ibu jangan
lupa. Nah, untuk retail modern
ditanyakan jumlah pegawainya berapa.
biasanya dicatat juga oleh surveyor.
Untuk swalayan jumlah pegawainya berapa
orang? Minimarket juga jumlah pegawainya
berapa? Pertokoan jumlah pegawai kios
jumlah pegawai wangung juga sama. Hotel
jumlah kamarnya berapa?
Bahkan juga biasanya ee jumlah
pengunjung kalaupun ada ketika ketika
hari samplingnya gitu. Nah, ini yang
kami lakukan. Penginapan juga sama
jumlah kamar dan jumlah pengunjung pada
hari sampling.
Wisma juga sama jumlah kama. Makan
jumlah kursi atau meja atau unit. Nah,
restoran juga jumlah kursi atau meja
atau unit atau luasan. Bahkan kami kalau
kami biasanya kami tambahkan luasannya.
Kalau pasar itu luasannya meter perume
TPS juga sama. E biasanya. ya. Nah, ini
kenapa cantumkan ini? Di sebelah pasar
itu ada TPS, Bapak, Ibu. Nah, ini yang
juga perlu perlu diperhatikan. Nah, di
pengunjungnya kalaupun ada, kalaupun ada
biasanya ya. Nah, luas areanya berapa,
volume TPS, panjangnya berapa, lebar
berapa, tinggi berapa. Nah, ini
form-nya. Nah, terus untuk kawasan
khusus. Nah, ini kita mungkin bicara
form dulu ya, Bapak, Ibu ya. kawasan
khusus ini ada cagar budaya taman
nasional, terus pengembangan industri
strategis ataupun pengembangan teknologi
tinggi. Nah, ini juga sama ataupun
lainnya ya. Nah,
akan tetapi, nah ini juga untuk
mempermudah petugasnya dalam bekerja,
petugas sampling dalam bekerja, kami
biasanya memberikan catatan seperti ini.
Untuk cagar budaya itu luasnya berapa,
jumlah pengunjungnya berapa? Biasanya
dari tiket kalau ada TPS-nya volumenya
apa? TPS-nya panjang kali lebar kali
tingginya.
Untuk taman nasional luas taman
nasionalnya berapa meter persi? Jumlah
pengunjungnya juga sama volumenya juga
volume TPS-nya. Begitu juga dengan
pengembangan industri strategis,
pengembangan teknologi tinggi. Nah,
ini juga sebagai catatan-catatan. Nah,
ini biasanya di ee di sebelahnya tinggal
catat gitu petugas sampling-nya.
Untuk kawasan fasilitas sosial. Nah, ini
fasilitas sosial seperti ini formnya
yaitu masuk rumah ibadah, panti asuhan,
panti sosial dan lain sebagainya. ya.
Nah, ini kembali lagi ee kalau kami
memang ee kalau form kami sediakan itu 8
hari ya untuk seming. Nah, dengan
catatan-catatan untuk
fasilitas-fasilitas ini, jumlah pegawai
dan penghuni pant. Nah, ini juga perlu
rumah ibadah biasanya luasnya. Nah, dari
luasan biasanya kalau kita lihat dari
luasan, kita akan mengetahui juga oh ini
bisa menampung berapa jemah dan lain
sebagainya gitu.
ini form-nya. Terus untuk fasilitas
umum.
Untuk fasilitas umum. Nah, ini contoh ee
logbook-nya
di mana ada terminal, ada stasiun, ada
pelabuhan, ada bandara, halte, taman
kota, hutan kota, tempat wisata, jalan
dan trotoar, dan lainnya. Ini juga sama
perlu ditentukan dulu lokasinya, Bapak,
Ibu.
ee terus juga
alamatnya di mana. Nah, ini juga penting
Bapak Ibu, terutama biasanya untuk
jalan. Nah, jalan trotoar.
Jalan dan trotoar ini ee biasanya
diambil adalah jalan-jalan protokol
untuk dilakukan sampling karakteristik
ataupun ee timbulan sampah. Kenapa
seperti itu? Karena yang ini untuk
mempermudah biasanya. Nah, kalau jalan
protokol sudah pasti ada penyapuan jalan
setiap hari. Sehingga petugas yang
menjadi petugas sampling untuk di jalan
dan trotoar biasanya ia petugas dari
dari yang memang bertugas menyapu jalan
ataupun trotoar itu setiap hari. Nah,
sehingga mereka sudah terbiasalah untuk
ee mengumpulkan sampah bisa bilang
seperti itu. Nah, jadi selama 8 hari.
Nah, dan juga perlu dicatat ada jumlah
jiwanya berdasarkan apa di sini ada
tetap kami cantumkan jumlah jiwa dan
kode sampling. Nah, terminal ini
biasanya juga
ee
kita mengetahui luas terminalnya. Kalau
ada pengunjung juga perlu dicatat. Nah,
volume TPS-nya semuanya kalau memang ada
TPSK biasa minta data TPS-nya yang
stasiun, pelabuhan, bandara, halte,
taman kota ini juga luasan sangat
penting karena kan satuannya nanti
ketika terlihat adalah berapa kilogram
per met². Nah, kalau tempat wisata itu
biasanya jumlah pengunjung yang kita
ambil ee
seperti tempat wisata pantai,
terus tempat wisata kalau di Jogja itu
kita biasanya sampling di Candi ataupun
ee kawasan Malioboro, biasanya kita akan
lihat jumlah pengunjungnya gitu. Nah,
kalau jalan dan trotoar tadi
jalan atau trotoar yang akan dijadikan
sampel. Nah, memang yang disapu mungkin
ada 10 atau 20 kilo. Apakah semuanya di
ini diambil? Nah, itu namanya sensus.
Tapi kalau biasanya kita akan ngambil
sesuai dengan ee ini hasil
kesepakatan dan juga secara ee statistik
bisa di dipertanggungjawabkan
seperti itu.
Selanjutnya untuk fasilitas lainnya ini
ada fasilitas pendidikan, fasilitas
kesehatan. Tadi yang ada yang bertanya
Pak Hijrah juga ee kalau untuk klinik
atau rumah sakit itu yang mana gitu.
Nah, ini SSS RT. Nah, untuk fasilitas
kesehatan, fasilitas lainnya lah ya. Ada
pendidikan, kesehatan, perkantoran,
rumahan, kawasan berikat, pusat kegiatan
olahraga dan lain sebagainya. Ada Lp
juga. Nah, ini sudah dimasukkan juga di
SNI lebih detail Bapak Ibu di SNI. Nah,
yang perlu kalau untuk logbook ini yang
untuk SSRT yang
ee kawasan lainnya itu adalah kalau
untuk kawasan pendidikan jumlah pegawai
biasanya ya kalau sekolah ya guru, kalau
universitas ya berarti dosen tendik ya
guru dan tendik dosen dan tendik tenaga
kependidikan gitu siswa atau
mahasiswanya berapa banyak. Nah, untuk
kesehatan jumlah pegawainya, jumlah
kamarnya ada berapa? Nah, dan kalau mau
ditambah lebih detail biasanya adalah
ketika sampling dilakukan ini ada berapa
yang kalau ada tempat rawat inap berarti
ada berapa ininya pasien pada hari
sampling tersebut. Nah, kalau kawasan
perkantoran biasanya jumlah pegawai.
Nah, dan juga kawasan perkantoran, rumah
tahanan, jumlah pegawai dan warga
binaannya. Pusat kegiatan olahraga,
jumlah pegawai, jumlah kunjung dalam 1
hari atau pada saat sampling dilakukan.
Kalau lembaga permasyarakan juga jumlah
pegawai dan biasanya juga warga
binaannya juga sama. Nah, dan sebagai
catatan juga Bapak Ibu semuanya
untuk wilayah ini, nah fasilitas ini itu
biasanya ada penunjang yang kadang
sering dilupakan yaitu ada kantin atau
tidak.
Nah, ini juga perlu jadi catatan. Nah,
kantinnya jual apa? Ini juga perlu
biasanya dicatat karena kadang ada juga
kantinnya yang cukup besar. Contohnya di
mana? di fasilitas pendidikan ya. Nah,
di fasilitas kesehatan ini juga cukup
banyak ada kantin. Nah, di perkantoran
juga sama ada kantin. Fasilitas olahraga
juga ada kantin. Nah, sehingga perlu
dicatat juga. Kenapa? Karena bisa jadi
ee ketika sampling dilakukan 8 hari pada
waktu tertentu tiba-tiba organiknya
naik. Nah, ini juga kejadian kami di ada
di fasilitas pendidikan
pada hari tertentu itu samp organiknya
banyak. Nah, ternyata kenapa ya? Karena
ada waktu tertentu yang pada hari
tertentu itu karyawannya itu banyak
ataupun mahasiswa atau siswanya banyak
makan di kantin gitu dan sampahnya tentu
lebih banyak gitu. Dan untuk kawasan
berikat, kita juga butuh data apa? Luas
kawasannya dan serta volume TPS-nya.
Nah, ini biasanya petugas sampling
tinggal catat di sini. Nah, jumlah
pengunjung kalau memang ada jumlah
pengunjungnya. Nah, terus ada volume
TPS-nya panjang lebar kali tingginya.
Ini untuk fasilitas SSSRT.
Nah, untuk lainnya dan kawasan industri.
Nah, ini untuk SSSRT
kawasan industri ini logbook yang biasa
kami gunakan ee wilayah-wilayah kawasan
industri seperti industri manufaktur,
industri tekstil, bahan kimia, industri
konstruksi, pertambangan ataupun
industri hiburan, industri makanan,
minuman, telekomunikasi, ataupun
komputer.
Yang perlu dicatat biasanya apa? Jumlah
pegawai.
Nah, jumlah pegawainya berapa? Karena
kan ee industri-industri seperti ini
juga ee pegawainya cukup banyak. Nah,
sehingga perlu di diidentifikasi. Nah,
kalau bisa memang setiap sampling
dilakukan setiap hari juga ditanya
jumlah pegawai yang masuk sama atau
tidak. Nah, karena kadang ada juga itu
Bapak Ibu pada waktu tertentu jumlah ee
pegawai yang masuk pada hari tertentu
itu lebih banyak pada hari sebelumnya
karena ada shift dan lain sebagainya di
beberapa industri gitu ya. Nah, terutama
untuk biasanya industri hiburan dan lain
sebagainya ini juga berdasarkan jumlah
pegawainya juga ataupun kalau ee bisa
ditambahkan ya nanti pengunjungnya kalau
industri hiburan ini.
Nah, teknik sampling SSRT kurang lebih
sama semuanya mulai dari fasilitas
komersil tadi sampai ke fasilitas
ataupun kawasan industri. Nah, kembali
lagi ya kalau kami biasanya melakukan,
nah itu memang kantong yang terbawa itu
langsung ditimbang sebagai sebagai
ee data awal. Nah, ditimbang dicatat
pada logbook tadi. Nah, kalau kita lihat
ya logbook-nya tetap ada berat ada
tinggi untuk volumenya nanti. Nah, terus
selanjutnya apa?
setiap sampel ini dibuka lalu masuk ke
k sampling yang 500 L Bapak Ibu. Kalau
untuk SSRT
ada kondisi tertentu menggunakan
bok yang 500. Nah,
tergantung kembali lagi tergantung
kepada timbulan sampahnya. Kalau Bapak
Ibu ngerasa petugas sampling, oh
sampahnya hanya sedikit biasanya, Pak.
Nah, maka kami menggunakan yang 54
liter. Apakah boleh? Ya, enggak ada
masalah sebetulnya, Bapak, Ibu. Tapi
kalau kita lihat ya fasilitas-fasilitas
yang komersil, fasilitas pendidikan,
fasilitas lainnya ataupun industri
sangat jarang biasanya ee sampahnya itu
hanya 54 lit karena biasanya akan banyak
apalagi kalau industri-industri yang
besar yang karyawannya sampai ribuan itu
sangat sangat mungkin rasanya
menggunakan kotak sampling yang 54
liter. Nah, kita biasanya menggunakan ee
kotak sampling yang 500 L.
Jadi sampah yang dari industri ataupun
kawasan SSS RT tersebut masuk dibuka
dimasukkan ke bok 500 L. Kembali lagi
jatuh kotak sebanyak tiga kali dari
ketinggian 20 cent agar sampah
terkompaksi. Itulah gunanya ada
pegangannya kotak samplingnya Bapak Ibu.
Seperti yang saya gambarkan tadi di sesi
pertama, kotak samplingnya entah 54
ataupun 500 L itu ada pegangannya. Nah,
sehingga memudahkan. Nah, kalau untuk
yang 500 L ini juga biasanya kami
menambahkan alat berupa gawang. Gawang
itu seperti ada besi berdiri, terus ada
ya seperti gawang itu Bapak, Ibu. Tapi
di tengah-tengah gawang itu nanti ada
ada cantolan yang bisa untuk tempat
timbangan. Nah, kalau 500 L dipegang
diangkat seperti ini kan nimbang enggak
mungkin. Jadi pakai gawang itu biasanya
menimbangnya. Nah, ketika sampah dari
kawan SSSRT sudah masuk ke box sampling
dan sudah dijatuhkan kotaknya sebanyak
tiga kali untuk pemadatan, maka
diukurlah tingginya tadi sehingga kita
bisa menghitung volumenya. Nah, ini bisa
dilakukan di titik di setiap titik
sampling ya. selama 8 hari atau sesuai
dengan kebutuhan tadi bisa 3 hari gitu.
Nah,
ini yang besar Bapak Ibu. Nah, ini
biasanya ada di pasar
ataupun di kawasan-kawasan industri yang
besar maka apa? Sampah yang dibawa
seperti ini entah motor roda 3 ataupun
ataupun pick up biasanya ya. Nah,
ataupun pick up sampah dituang ke
terpal. Ini fungsi terpals biasa. Nah,
lalu dilakukanlah metode kuadran. Kalau
SNI menyebutnya kuadran. Nah, tapi kalau
kami sering menyebutnya paling simpel
tuh quartering. Jadi dibagi. Nah, ketika
sampahnya dirasa sangat banyak untuk
homogenitas biasanya sampahnya di
letakkan dipal lalu diaduk terlebih
dahulu dihomogenkan memang dibuka.
Itulah kenapa tadi kami menyarankan
untuk berapa tempat tertentu. Kalau kita
memang ditimbang, ditimbang dulu. Kalau
enggak ya berarti langsung dipilah-pilah
seperti ini di ee quartering dulu atau
dibuat metode kuat dulu baru nanti bisa
ditimbang. Nah,
ketika dilakukan quartering sampahnya
ini dibagi 4 setelah di sini homogen.
Nah, aduk hingga rata semaksimal
mungkin. Setelah homogen seperti ini
dipisah Bapak Ibu jadi empat bagian.
Nah, sampai akhirnya kalau dipisah
seperti ini, yang ini dibuang, ini
dibuang, ini diambil lagi. Nah, lalu
yang ini, yang ini dicampur lagi, Bapak,
Ibu. Kalau dirasa masih sangat banyak
dan berat, maka dipisah lagi kuadrannya.
Nah, ini dikeluarkan nanti diambil. Nah,
yang inilah yang ditimbang nanti. Nah,
kira-kira kurang lebih 700 sampai 100
kilo biasanya penuhnya wadah 500 L itu
500 L. Nah, ini biasanya ee
itu kurang lebih ya 70 sampai 100 kg.
Ne.
Nah, ini kurang lebih untuk komposisi
juga sama, Bapak, Ibu. Setelah kita
ketahui volume dan beratnya,
kita bagi
sampahnya itu berdasarkan komponen yang
kita inginkan.
Mau 4, mau 9, 12, 13 tergantung
kebutuhan Bapak, Ibu. Jangan lupa ketika
sudah di ini dipilah-pilah seperti ini
nanti akan ditimbang dan diukur. Dulu
hanya sekedar ditimbang, sekarang perlu
diukur tingginya di dalam bok
samplingnya.
Jadi kembali lagi masuk ke box sampling.
Nah, ditimbang sama diukur kembali untuk
kita mengetahui masukkan ke logbook. Ada
berat komposisi, ada volume komposisi.
Nah,
ini contoh dokumentasi yang kami lakukan
sehingga ee ini hampir seluruh
kegiatan bukan hampir memang seluruh
kegiatan kami selalu minta dokumentasi
Bapak Ibu supaya apa? supaya mudah untuk
mengidentifikasi
kegiatan yang dilakukan sudah betul atau
belum, sudah sesuai SNI ataupun
peraturan yang berlaku atau belum
kegiatannya. Ini contohnya ini sampah
awal masuk. Nah, lalu ditimbang ini
gawangnya tadi. Ini gawangnya Bapak Ibu
di atas ini. Nah, ini cantolannya
ditimbang ini contohnya harian toko
mawar gitu ya. Nah, toko snack mawar
sampahnya segini ditimbang. Nah, lalu
masuk ke sini. Ini juga difoto. Kami
biasanya minta foto. Nah, tinggi sampah
toko mawar berapa. Nah, terus ketika
sudah dipilah-pilah juga kita akan lihat
komposisi sampah tokonya apa saja.
Terlihat walaupun di logbook dicatat
tapi kami biasanya akan minta tolong
difotokan sebelum ditimbang
komposisinya. Untuk apa? sebagai
evidence, sebagai bukti bahwa memang di
dipilah sesuai dengan kebutuhan kita.
Nah,
ini untuk juga mempermudah kan hanya
biasanya ada petugas yang hanya memilah.
Nah, untuk tim leadernya atau ee ketua
tim samplingnya akan mudah nanti. Oh,
ini benar ini. Nah, sehingga mudah untuk
menghitung juga gitu.
Nah, ini catatan teknik sampling untuk
SRT dan SSSRT.
Untuk timbulan dan komposisi sampah akan
bergantung kepada jenis kawasan dan
fasilitasnya. Makanya tadi ee ada
logbook yang kami siapkan. Nah, biasanya
untuk ee petugas sampling supaya data
yang diinginkan itu lengkap dan tahu
kawasannya kawasan mana, fasilitasnya
seperti apa. Supaya juga ketika
dilakukan perencanaan ke depannya
timbulan dan komposisi sampah ini
mewakili kawasan-kawasan tersebut. Nah,
dan juga data yang perlu ditambahkan
ketika sampling jam operasionalnya.
Kalau Bapak, Ibu ee ada yang mengutus
orang untuk survei dan lain sebagainya,
surveyor juga harus ada catatan jam
operasional umpamanya kawasan pendidikan
ee kawasan komil. Nah, ini juga jam
operasional perlu dicatat. Jumlah
pegawai juga iya. Nah, kalau kami
biasanya ee kalau untuk kawasan-kawasan
tertentu ya lakukan apa? Pas setiap hari
sampling ada catatan jumlah pegawai hari
ini 100 yang masuk. hari berikutnya oh
ada 110 atau 105 gitu ya apa supaya juga
nanti pembaginya nah itu timbulan
sampahnya jelas berapa orang begitu juga
kawasan wisata contohnya jumlah
pengunjungnya juga jelas luas areanya
jumlah kursi atau meja untuk rumah makan
ini juga harus dicatat dengan baik nah
selanjutnya setelah SRT dan SSRT T kita
coba mengupas tentang teknik sampling di
TPS. Nah, kawasan TPS ini seperti kita
ketahui ini adalah tempat mengumpulkan
sementara sampah dari sumber-sumber SRT
biasanya dari sumber rumah tangga,
sampah rumah tangga ataupun juga ada
kawasan komersil yang masuk TPS ini.
Ini contoh logbook yang kami lakukan.
Nah, ini juga perlu. Nah, tadi Pak Hijra
sudah melakukan atau menyampaikan
terkait jumlah sampelnya berapa. Nah,
setelah ditentukan jumlah sampel,
dibuatlah form seperti ini. Nah, nama
TPS-nya apa? Alamatnya di mana? Nah,
waktu samplingnya ada hari tanggalnya.
Nah, ini juga alat angkutnya. Nah, jadi
jelas Bapak Ibu alat angkutnya apa? 1 2
3 4 atau apapun itu. Nah, setelah itu
diukur panjang, lebar, tinggi. Nah,
berat sampahnya juga ukur.
Nah,
syukur-syukur kalau ada jembatan timbang
akan lebih baik. Tapi jarang biasanya
kalau di TPS jembatan timbang ya. Nah,
biasanya yaitu tadi metode quartering
yang kita gunakan nanti setelah ini saya
jelaskan. Nah, komposisi sampahnya juga
sama. Nah, biasanya ya ini ee 13 kita
buat 13. Nah, sebelumnya 12 ya yang
paling banyak itu. Nah, kalau SNI
sekarang 13
yang diperhatikan untuk di TPS pertama
jumlah TPS yang tersedia data sekunder
dari DLH setempat atau SIPSN atau data
lainnya. Ini untuk rasinya Bapak Ibu
penentuan lokasinya juga. Nah, terus
kapasitasnya berapa? panjang, lebar,
tinggi, kapasitas TPS-nya berapa? Jumlah
jenis kenderaan yang masuk ke TPS
tersebut. Ini kan juga data sekunder ya,
Bapak, Ibu ya. Ini biasanya dari DLH
kita tahu fasilitas pengelolaan apa yang
ada di situ.
Ada RAM kah atau ada kenderaan berat
atau ada mesin kompaksi.
Terus aktivitas sektor mal ada atau
tidak di situ? Pemuluk, lapak, atau
rosok. Ini juga nanti akan jadi
pembahasan ketika memang ada pemulung
yang di TPS, ada pelapak, ada lapak di
sebelahnya atau ada rosok juga yang
ngambil di situ. Nah, ini juga perlu
perlu jadi pertimbangan untuk timbulan
sampahnya.
teknik samplingnya di TPS ya. Kembali
lagi sampah dari motor ataupun dari
kenderaan motor roda tig gerobak sampah
ataupun ee pick up biasanya mobil ya
mobil pick up. Nah sangat jarang
biasanya ketika d truk nah biasanya
sampai ke pik saja yang masuk TPS gitu.
Nah, jadi dituang ke
ee terpal biasanya diambil kalau
seandainya itu truk kita biasanya
ngambilnya sesuai 500 lit ini. Nah,
dituang di truk. Nah, terus kita juga
ataupun dari truk itu kalau memang
terpalnya memang ya kembali lagi kalau
ada waktu yang
waktunya panjang banyak biasanya tidak
kita ambil 500 L tapi dari truknya itu
atau dari motor roda tignya dituang
langsung ke terpal.
Tapi kalau truk biasanya kita akan ambil
minta dihomogenkan. Nah, terus baru kita
ambil 500 L. Nah, lalu kita buat metode
quartering lagi seperti tadi. Nah,
dibagi lagi. Nah, baru nanti di
ditimbang ber
dari yang ditimbang ini barulah diukur
formnya, Bapak, Ibu.
Nah,
diukur volumenya lalu diukur
komposisinya.
sama saja prosedurnya untuk komposisi.
Nah, pilah contoh sampah berdasarkan
komponen yang dibutuhkan. Mau ya
setidaknya 3 tadi ya sesuai SNI. Lalu
timbang dan ukur tingginya, timbang
beratnya,
ukur tinggi boksnya untuk mengetahui
volumenya.
Selanjutnya di TPS 3R
seperti yang kita ketahui Bapak Ibu
kalau TPS3R kalau SI kan diukur hanya
masuknya berapa. Tapi kita ketahui
bahwa TPS3R ini, nah TPS3R
ini sampah masuk Bapak Ibu.
Lalu ada pengolahan, ada produk di sini.
Nah, terus ada juga yang di Nah, ada
yang diangkut ke TPA.
Kami biasanya melakukan di sini
untuk mengetahui ini juga kita ukur
sampah. Nah, ini contohnya ini kami
menyebutnya sebagai formulir untuk log
sampling sampah di TPSah masuk. Nah,
biasanya kan menggunakan motor ada tiga.
Nah, kalau ee memudahkan di lapang kami
langsung menyebutnya apa? VR. Karena
masyarakat lebih petugas sampling atau
surveyor lebih mudahlah untuk
Nah, biasanya juga disebutkan platnya.
kita catat platnya. Estimasi volumenya
berapa?
Nah,
berapa beratelnya berapa sehingga jelas
ee nanti untuk melihat ee dari sampah
yang dibawa oleh VR1 itu berapa
volumenya? Terus yang bisa masuk ke
kotak sampling itu berapa?
Ee kecil dari ee 500 L atau tidak? Di
sini satuannya kita buat m³ ya. Nah, 0,5
m³ berarti ya. Nah, terus beratnya
berapa? Biasanya timbang pakai gawang.
Komposisinya sama 13 juga ada berat dan
volume gitu ya. Terus ini sampah keluar
Bapak Ibu.
Kita ingin mengetahui di TPS3R ini
pengolahan apa yang dilakukan.
Mungkin ada
organiknya dibuat kompos magot atau
jenis pengolahan lainnya. Sampah
anorganiknya dijual seperti apa? Kertas,
plastik, logam, kaca, dan lain
sebagainya. Atau mungkin ada yang
dibakar juga. Karena seperti yang kita
ketahui, kita tidak menafikan juga cukup
banyak lokasi-lokasi yang ada tar saat
ini. Pertama wilayah-wilayah yang memang
jarak TPA-nya jauh, TPS3R-nya ini di
jarang diangkut atau tidak terlayani.
Apa? Iseng-isenglah bakar sampah gitu
ya. Nah, ini juga perlu perlu kita
identifikasi.
Nah, ini ada untuk TPS 3R1 biasanya ada
P1, P2, P3. Ini adalah periode Bapak
Ibu, periode-periode.
Ee
kalau di sini ee logbook sampah masuk
tidak ada periode. Nah, kenapa kami buat
periode? Karena untuk sampah keluar ini
ini waktu penjualan biasanya, waktu
hasilnya. Bisa jadi kompos itu dijual
per minggu atau per 2 minggu atau per
bulan. Ini juga diinikan ataupun sampah
anorganik seperti kertas dan lain
sebagainya diambil itu per bulan
biasanya kan. Nah, sehingga perlu
identifikasi juga. Jadi P1 ini biasanya
diseragamkan. Nah, P2 juga sama periode
1, 2, 3. Bolehkah ada P4, P5 dan
sebagainya? Monggo silakan. Kita
biasanya untuk melihat kecenderungan
kami mengambil tiga periode. Nah, kalau
jaraknya sebulan berarti data 3 bulan
terakhir yang biasanya kami ambil.
Caranya seperti apa? samplingnya ini
untuk sampah masuk kurang lebih sama TPS
tadi. Nah, sampah di yang masuk TPS 3R
dituang ke terpal. Kalau memang bisa
langsung masuk boks 500 L, maka langsung
di ee timbang. Kalau tidak ya
dikartering dulu atau di metode kuadran
sesuai SNI. Nah, baru nanti ditimbang
kurang lebih beratnya 70 sampai 100 kg.
Untuk komposisi juga kurang lebih sama
pengukuran komposisi sampahnya
dipilah-pilah sesuai dengan
kebutuhannya.
Nah, lalu ditimbang dan di beratnya
diukur volumenya untuk masuk book berat
berapa komposisinya terus komposisi
volumenya berapa juga gitu.
Selanjutnya
ini bank sampah. Nah, ini juga
ee di SNI belum ada. Nah, tapi kami ee
selalu melakukan juga Bapak Ibu sampah
bahwa ee dalam sektor pengelolaan sampah
ya juga tidak menafikan bahwa banyak
bank sampah seperti di Jogja sampai
1800-an bank sampah yang aktif maupun
tidak aktif. Nah, ini juga perlu
diampling berapa banyak perannya dalam
pengelolaan sampah. Nah, jadi biasanya
yang lakukan di awal
yaitu survei dulu ataupun minta data ke
dinas terkait dari pakuyupan ataupun
dari SIPSN
kategori bank sampahnya apa, jumlahnya
berapa. Nah, terus jenis lain yang
terkadang masuk kat bank sampah seperti
KK sampah juga nanti perlu dipisahkan.
Tidak semua bank sampah terdata aktif.
Ini contoh-contohnya yang kami punya di
JPSM Sleman. Nah, dari nanti ditentukan
jumlah sampelnya sampaikan Pak Hijrah
tadi. Nah, kami biasanya pendataan
seperti ini.
Kalau di bank sampah, itu sampah-sampah
yang layak jual biasanya yang ada.
Sehingga formulirnya kami buatkan ya
sampah kertas, plastik,
besi, kaca, dan lain sebagainya formnya.
Nah, sehingga kalau untuk periode sama
periode 1 2 3 kami biasanya menggunakan
tiga tiga periode berurut kalau memang
kalau di bank sampah setahu kami itu per
2 minggu ada yang 1 bulan juga tapi
prode 1 per 2 minggu per 2 minggu, 2
minggu gitu sehingga datanya kami
melihat oh sampah apa saja yang banyak
terjual.
Nah, selanjutnya sebelum masuk ke TPA
sampah biasanya masuk ke TPST. Nah, TPST
sudah dari TPS menuju TPST biasanya
menggunakan truk. Nah, kalau form
sampling yang digunakan itu kami
mencatat di CS-nya
terus identitas kenderaan pengangkutnya
seperti apa. Nah, ada nomor polisi
biasanya kalau memang dibutuhkan. Nah,
terus juga ee ada form untuk berat
sampel dan volume juga nanti. Nah, ini
komposisi juga sama. Nah,
tetapi sama juga Bapak, Ibu untuk TPST
itu ada sampah yang keluar juga. Karena
biasanya TPST
itu ada yang mengumpulkan sampah
organik. Nah, jadi kompos atau magot
untuk lainnya atau anorganik dijual atau
juga kan sekarang RDF ya, Bapak, Ibu.
Sehingga sampah masuk berapa
sampah keluar berapa. kita akan melihat
perbandingannya dan residunya berapa
gitu. Nah, form-formnya kalau untuk
samplingnya kurang lebih sama. Nah, dari
truk ini modelnya kuadran juga. Nah,
tidak ada perbedaan sebetulnya. Nah,
bagaimana cara sampling-nya ya? Terus
komposisi juga sama berdasarkan
ee kebutuhan. Kalau untuk TPS biasanya
akan lebih detail, akan lebih baik. Nah,
kalau mau mengikuti SNI ya 13 tadi gitu
ya. Nah,
terus selanjutnya untuk sedekah sampah.
Nah, sedekah
sekarang lagi banyak Bapak Ibu. Nah, ini
juga sama seperti bank sampah sebetulnya
formulirnya. Nah, cuman ya ee periodenya
biasanya yang berbeda, jumlah sampahnya
juga ee akan membedakan. Tapi secara
formulir kurang lebih sama dengan bank
sampah untuk logbook-nya.
Oke, selanjutnya adalah TPA. Waktu saya
masih banyak, Mbak Sabrina.
Masih ada ya waktu saya.
Mudah-mudahan masih 20 menit ya.
Mudah-mudahan. Oke, untuk TPA. Nah, ini
juga
pertama kita perlu lihat dulu Bapak Ibu
ee
di A ini tersedia atau tidak jembatan
timbang.
Nah, data kuantitas sampah masuk ke TPA
seperti apa? Kita melihat dulu data
awal. Nah, jadi ada melalui timbangan
TPA atau konversi volumetrik kenderaan
biasanya. Terus data kenderaan dan
ritasi.
Terus fasilitas pengolahan lainnya. Ada
pengolahan organik atau tidak? Ada WTE
waste to energy atau gudang B3 atau
tidak di TPA dan aktivitas sektor
informal ada pemulung atau tidak. Nah,
seperti yang kita ketahui mungkin kalau
dulu waktu Piungan masih aktif ada
kurang lebih ee ya ratusan bahkan ribuan
pelung lah ya. 400-an kalau enggak salah
waktu itu pemulungnya gitu. Nah, terus
ee itu akan berdampak juga terhadap
komposisi sampah nanti ataupun timbulan
sampah
dan juga biasanya TPA kami juga kenapa
bertanya ada jembatan timbang atau tidak
karena kami biasanya minta ada ada
diukur berat truk dan berat sampah yang
diangkut
di ada di satu lokasi yang pernah kami
lakukan akhirnya apa bekerja sama dengan
disop ketika di TPA tidak ada timbangan
jembatan timbang, maka truk masuk ke
tempat biasa diub ngecek ee truk yang e
odol ya eh apa over kapasitas ya. Nah,
jadi truk ke situ gitu Bapak Ibu untuk
selama kurang lebih 8 hari sampling
untuk diukur ee berat dan volumenya.
Nah, biasanya di sini kami buat ee
logbook-nya ada truk nomor polisi apa,
platnya dan lain sebagainya, panjang,
lebar, tingginya, volumenya, dan lain
sebagainya. Kurang lebih seperti ini
logbook-nya. Nah, ini ee cara
sampling-nya memang dari TPA ini truk
biasanya kami minta untuk langsung ke
tempat sampling lalu di diturunkan
sampahnya. Tapi kalau ada back ho nah
kami biasanya minta di truknya itu
diaduk-aduk atau di terpalnya
diaduk-aduk menggunakan back ho. Jadi
kalau pakai manual cukup susah Bapak
Ibu. Nah, setelah itu barulah kita
keluar tering.
Setelah dikeluar tertering ya kurang
lebih 500 L baru kita timbang berapa
beratnya, kita ukur volumenya.
Walaupun memang truknya di awal ketika
ada jembatan timbang, kita ukur juga
berat dan volume truknya dan juga berat
volume truk kosong dan truk terisi
sampah gitu seperti itu.
Untuk komposisi kurang lebih sama saja.
Contoh berdasarkan komponen yang telah
ditentukan diukur komposisinya
timbang sampah yang telah dipisahkan ya
timbang dan ee ukur beratnya ukur
volumenya lah bisa diang seperti itu.
Nah, ini juga ee ada sektor informal
lainnya yang berpengaruh terhadap
timbulan sampah ee secara keseluruhan.
bagaimana alur pengelolaan sampah ini
juga dipengaruhi oleh sektor ini, sektor
informal lainnya ini. Nah, kalau Bapak
Ibu bisa lihat di sini dari sumber
sampah, nah yaitu ada apa? ada pemulung,
ada pengepul dan industri daur ulang
yang kadang dalam perencanaan ini banyak
dilupakan oleh
ee mungkin ya kita sebut ya
pemerintahanlah ya, OPD terkait tidak
dilihat seberapa besar peran mereka
dalam pengelolaan sampah. Padahal kalau
kita lihat bisa jadi di setiap setiap
hari kita akan ketemu dengan pemulung
dan mereka bawa sampahnya ke pelapak.
Nah, dan juga masuk industri daur ulang.
Ini formulir-formulir pendataan yang
kami lakukan untuk ee sampah berbasis
masyarakat, terutama untuk sektor
informal, untuk pemulung biasanya ya
Bapak, Ibu ya. Nah, untuk pemulung,
untuk pelapak, nah kami akan lihat
seperti apa sampah yang diterima. Nah,
ini contoh formulirnya yang kami minta.
Nah, sehingga juga nanti akan ketahuan
berapa beratnya. Jadi biasanya kalau ke
pemulung itu kami ee ke pengepul ya,
pengepul rosok atau loa atau industri
daur ulang. Kami juga akan menanyakan
sampah masuk per hari 4 ton berapa
kilogram. Nah, untuk mendapatkan ini
memang butuh survei sosial tadi. Nah,
itu makanya ee kami menyampaikan tidak
cukup 8 hari biasanya survei Bapak Ibu,
tapi butuh pendekatan sosial untuk
mendapatkan data sampah yang valid.
Terutama di lokasi-lokasi ada pengepul,
rosok, loak, atau industri daur ulang
ataupun pemulung. Kalau kita ingin dapat
data yang valid, butuh pendekatan secara
ee secara sosial lah ya. Sosp lah. Nah,
nah ini logbook sampling sektor informal
yang biasanya kami ee juga kami bekali
para surveyor sehingga mereka ketika
survei juga mengisi ini gitu dari
data-data formulir ini nanti bisa di ee
di-convert ke sini dikonversi gitu. Nah,
baik. Ee itu teknik ee sampling sampah
Bapak, Ibu. Nah, ini kita masuk
karakteristik sampah. Ee saya diingatiin
Mbak Sabrina nih. Sebentar, Mbak
Sabrina. 10 atau 15 menit lagi Mbak
eh sampling karakteristik sampah.
Ee Bapak, Ibu semuanya
untuk karakteristik sampah ya seperti
kita ketahui bersama ada karakteristik
fisik, kimia dan biologi ya dari sampah
itu ya. Nah, ini yang biasa dilakukan
tapi semua ini untuk densitas itu
mungkin bisa kita dapat. Kenapa? Karena
tahu berat dan volume kita tahu
densitas.
Tapi mulai dari poin nomor 2 sampai poin
nomor 7 ini biasanya dilakukan di
laboratorium, Bapak, Ibu. Nah, kadar air
atau kelembapan. Kelembaban itu bisa
insitu, tetapi memang butuh alat yang ya
enggak murahlah. Bisa dibilang seperti
itu. Biasanya langsung ee sampah dibawa
ke aterium, diukur mulai dari kadar air
sampai ke kadar karakteristik kimianya,
NPK atau karbonnya, NPKC dan lain
sebagainya. sesuai kebutuhan. Biasanya
pengukuran ini dilakukan itu untuk apa?
Untuk memilih pengolahan apa yang paling
baik yang kira-kira relevan untuk sampah
yang dihasilkan di suatu tempat.
Contohnya kadar air, kadar volatil,
kadar abu, kalor, distribusi ukuran. Ini
biasanya untuk apa? Untuk mendesain
TPST, Bapak Ibu. Bapak, Ibu ingin buat
TPST RDF umpama ya. Nah, ataupun TPST
yang secara termal dan lain sebagainya
atau biologi. Nah, itu itu juga diukur
ee semua ini gitu untuk mengetahui mana
yang paling paling memungkinkan di ee
operasikan dioperasionalkan di TPST
tersebut.
Secara garis besar ini densitas Bapak
Ibu ini biasanya densitas sampah ya.
Butuhannya untuk apa? Untuk pewadahan,
pengumpulan, pengangkutan.
ya satuannya kan ee densitas itu kilgram
me³ biasanya. Nah,
jadi berat per volume untuk densitas.
Nah,
jadi ketika kita tahu densitas, kita
mudah untuk melakukan perencanaannya.
Oh, sampah di rumah tangga itu hanya 10
liter. Berarti wadahnya, wadah sampahnya
10 lit. Pengangkutannya setiap hari,
pengumpulannya setiap hari. Kalau
pengumpulannya per2 hari berarti 20 L
wadahnya gitu. Nah, ini untuk densitas.
Ini contoh-contohnyaitas-densitas
sampah. Nah, ini juga sama Bapak Ibu
jangan sampai ini kejadian gitu ya. Nah,
ini kapasitasnya hanya m³ tetapi
ternyata kelebihan muatannya itu lebih
besar daripada volume baknya gitu. Nah,
ini juga kenapa? karena mungkin bisa
jadi
ee
perhitungan di awal itu tidak ini atau
mungkin kalau ini sepertinya sih memang
ee keterbatasan armada angkut ya, tapi
setidaknya
ketika kita tahu densitasnya ini bisa
kita merencanakan untuk apa? Kebutuhan
armada angkutan atau pengumpulan gitu.
Lalu kadar air.
Kadar air ini juga sama mempengaruhi
nanti kalau seperti yang ee sudah ada.
Kalau Bapak Ibu mau mengolah sampah yang
dihasilkan ketika kadar airnya tinggi
sudah tentu tidak mungkin menggunakan
termal
ataupun RDF gitu ya untuk dibakar gitu.
Nah, perlu ada treatment khusus. Nah,
makanya sampahnya harus diuji
karakteristik kadar airnya. Banyak
kandungan air di dalam sampah. Nah, air
dapat dinyatakan dengan persentase
berapa persen gitu terhadap berat kering
atau berat basah sampah. Nah, tapi
kebanyakan memang terhadap berat berat
basah sampah berapa persen gitu. Nah,
ini contoh-contohnya
volatil juga. Iya, ini juga tergantung
dengan teknologinya. Nah, teknologi yang
akan digunakan untuk pengolah sampah ini
diukur biasanya satu kesatuan Bapak Ibu,
kadar air, kadar volatil, dan juga kadar
abu. Jadi ada kadar air volatil, kadar
abu, nilai kalor. J biasanya digunakan
untuk apa? Ketika
kita merencanakan TPST,
untuk apa ini dilakukan? Ya, teknologi
apa yang bagus untuk TPST tersebut gitu.
Nah, ini nilai kalor. Nah, ini kadar
airnya berapa? Makin volatilnya yang
terbakar berapa? Nanti keringnya berapa.
Ketika dibakar pada suhu 550 derajat
celcius, berapa abu yang dihasilkan?
Nah, ataupun juga kalau dientenerasi kan
min 800-an ya. Nah,
oke. Saya rasa itu yang bisa saya
sampaikan.
Hari ini sesinya Pak Hijrah
untuk pengolahan data.
Pak Hijrah,
mohon maaf, Pak Hijrah. Waktunya
beberapa menit, Pak Hijrah.
Iya, Pak Yebi. Heeh. Saya kira Pak Ebi
masih agak lama jadi saya agak santai
nih.
Saya siapkanah. I baik.
Oke,
saya izin share kembali Bapak Ibu ee
terkait dengan materi lanjutan dari Pak
Yi yang sudah disampaikan tadi. Ee
berarti kita sudah masuk di ee
pengolahan data ya. Jadi pengolahan data
tersebut sangat penting setelah ee
teknis sampling sudah dilakukan dengan
ee sesuai dengan prosedurnya
semuanya gitu ya. Oke, sebentar saya
Oke, sebentar
ya.
Nah, ee dari pengolahan data tersebut
saya menyimak tadi ada ee beberapa
pertanyaan gitu ya. Ee jadi di dalam ee
proses sampling tersebut kan ee dijalani
untuk beapa lokasi gitu ya. Jadi
beberapa lokasi ada lokasi yang ee
secara ee apa aktivitasnya berhubungan
dengan jumlah orang, jumlah karyawan,
jumlah ee orang di dalam rumah, jumlah
ee murid,
jumlah pegawai kantor gitu ya. Tapi ada
area-area ee yang SSRT tersebut yang
berhubungan dengan ee tidak bisa
digunakan orang gitu, tapi misalnya
luasan area gitu ya. Luasan area ini
menjadi salah satu pendekatan agar ee
lokasi tersebut tidak harus dihitung per
orangnya. Misalnya untuk ee pasar itu
biasanya untuk jumlah
luasan area gitu. Jadi ee ini adalah
gambaran hasil akhir ya yang nanti akan
muncul walaupun nanti secara keseluruhan
ujung-ujungnya akan ketemu satu data,
satu angka yang menunjukkan kogram per
orang per hari atau liter per orang per
hari. Jadi itu adalah data akumulasi
dari seluruh ee aktivitas di kota atau
kabupaten ee tersebut gitu ya. Contoh
Bapak Ibu misal ini ee ini sengaja kami
tampilkan ada hasil gitu ya dengan
sumbernya juga ini ada aktivitas salah
satunya yang kita lakukan di Kabupaten
Banyuwangi sudah agak lama 2001
ini ee dipisah ya ada pendapatan tinggi
dengan istilah high sekarang medium dan
low ya jadi setiap ee lokasi memiliki ee
ee apa timbulan sampah baik itu kilogram
maupun ee volume gitu ya. Baik itu berat
maupun volume gitu. Nah, yang nanti
kalau digabung jadi satu ini kebetulan
skalanya adalah skala desa dilakukan
saat digabung jadi satu ini akan dapat
data pendapatan tinggi bagaimana,
pendapatan sedang bagaimana, pendapatan
rendah bagaimana gitu. Dan kalau tiga
data ini digabung, maka akan ketemu satu
data. Jadi secara rata-rata bahwa
wilayah ini sebesar 0,5 kg per orang per
hari. 2,4 ee liter per orang per hari
dari berbagai macam aktivitas di dalam
ya. Nah, dalam pengolahan itu seperti di
slide sebelumnya tadi bisa kita
tampilkan dalam bentuk tabel ya,
diagram, pacar dan seterusnya agar
tampilan data kita menjadi menarik gitu
ya. Atau mau dilihat juga ini ee
misalnya menggunakan nilai distribusi ya
ee bagaimana nilai yang paling tinggi,
yang paling rendah ya untuk pendapatan
tinggi dan ee rata-ratanya bagaimana.
masuk masih masuk ee apa area tidak ya
gitu ya. Jadi bisa ee caranya bisa
macam-macam dalam ee menampilkan data
gitu atau yang secara sederhana kita
pakai grafik juga bisa ee beratnya
berapa, kemudian volumenya berapa. Nah,
ini bisa terlihat ee tonase sampah
harian saat sudah dikali dengan jumlah
fasilitas yang ada. Misalnya sekolah
kemudian dikali jumlah sekolahnya
berapa, pasar dengan jumlah pasarnya
berapa. Nah, ini yang ee kita hadirkan
ee lewat memode
perhitungan yang sudah pernah ee kami
kerjakan gitu. kami selipkan juga dalam
sebuah Excel di sana. Walaupun nanti
mungkin Bapak, Ibu ee dan teman-teman
semuanya perlu sedikit memahami isi dari
Excel tersebut namanya pengolahan data
gitu ya. Nah, ee selain itu karena
menggunakan SNI 2025 kita coba ee
jelaskan juga Bapak Ibu. Nah, ini di SNI
ya, metode pengolahan ini ada di dalam
lampiran ee bentuknya kata-kata, rumus,
dan seterusnya. Kami mencoba mengubahnya
dalam bentuk Excel agar Bapak Ibu siap
untuk dipakai. Sama konsepnya seperti ee
penentuan sampel tadi yang diisi adalah
yang berwarna kuning saja ya. Sedangkan
yang berwarna hijau itu sudah secara
otomatis. Tapi kalau Bapak Ibu mau
ngecek lagi juga boleh menggunakan ee
penjelasan rumus yang ada di SNI
tersebut. Nanti SNI-nya kita ee kasih
juga untuk peserta lewat nanti panitia
gitu ya. Nah, ini ee yang berwarna
kuning ini kita bisa lihat Bapak Ibu ya.
Ee kalau kita coba saya besarkan dulu ya
salah satu misalnya. Nah, ini untuk
alternatif SAT gitu ya. Ini alternatif
satu. Ee ada dua alternatif yang saya
tampilkan di dalam slide ini. Alternatif
1 dan 2 tadi kalau Bapak Ibu mengingat
materi tadi di sesi pagi kan penentuan
jumlah sampel ya. Jadi sampel itu
ditentukan ada alternatif satu, ada
sampel alternatif dua. Berarti dari segi
jumlah sampelnya itu berbeda. Nah, ini
file ini kita satukan di dalam satu file
Excel yang berhubungan antara seat ee
sampel jumlah sampel dengan seat ee
pengolahan data. Jadi, kita akan buat
dua alternatif satu jumlah sampelnya
sudah jelas. Alternatif dua jumlah
sampelnya sudah jelas. Jadi, Bapak Ibu
tergantung akan menghitungnya dengan
menggunakan alternatif yang mana gitu
ya. Nah, ee di dalam Excel ini kita
lihat timbulan hari Sabtu sudah ada
angka 20 ya. Ini adalah angka gabungan
Bapak Ibu dari keseluruhan sampel yang
ada yang masuk kelas atas.
Nah, begitu juga angka 17 ini gabungan
seluruh data setelah di ee apa di ee
timbang terus kemudian masuk ke dalam
kategori kelas menenah. Begitu juga
dengan kelas bawah hari kesatu, hari
kedua, sampai hari ke-8 gitu ya.
Sehingga ketemu angka rata-rata dan
jumlah duduknya sudah connect tuh ke
seat sebelumnya gitu ya. saat tadi
menghitung jumlah sampel sehingga
langsunglah diketahui jumlah satuan
timbulan sampah per orang per hari gitu
ya.
Nah, ee karena ada dua metode juga ya,
mudah-mudahan tidak terlalu bingung
untuk siang hari ini gitu ya, karena
banyak metode. Ada yang menggunakan 8
hari berturut-turut
dan ada yang menggunakan 3 hari saja
yang diwakili hari kerja, hari weekend,
dan hari puncak. Ini contohnya gitu ya.
Hari kerja dikalikan 5 karena ada
weekday 5 hari. Hari weekend dikalikan
2, Sabtu dan Minggu. hari puncak ya
sesuai kebutuhan misalnya cuman hari
Senin saja ya. Jadi data hari kerja
dimasukkan, data hari libur dimasukkan,
data hari puncak dimasukkan gitu. Ee
yang hijau sudah dikalikan kali 5 2
sesuai dengan jumlah harinya gitu ya.
Dan jumlah penduduk sudah dimasukkan
juga di seat sebelumnya.
Kemudian ketemulah jumlah kilogram per
orang per hari sesuai dengan kelasnya
masing-masing. Jadi ee agak mudah ya,
simpel simpel sekali ya ya untuk
menghitung berapa banyak sih jumlah
sampah yang dihasilkan dari sumber SRT
gitu ya. SRT. Nah, alternatif yang
kedua. Alternatif yang kedua sama persis
cuma beda di jumlah sampelnya saja gitu
ya. jumlah sampelnya saja berbeda
sehingga angka yang keluar pun akan
berbeda. Nah, di ini di dalam seat yang
sama nanti Bapak Ibu bisa lihat gitu ya.
Hanya sekali lagi alternatif 2 ini hanya
karena jumlah sampelnya berbeda. Itu
saja cara perhitungannya sama gitu ya.
Oke, SRT jelas untuk timbulan artinya
kilogram volume caranya seperti ini.
Gabungan dari seluruh kelas yang diambil
untuk setiap lokasi. Tinggal nanti
secara teknis lapangan seperti Pak Yi
tadi sampaikan mau digrup-grupkan kah
area timur, area barat, area utara untuk
memudahkan prosbling enggak masalah.
Enggak mesti harus dalam 1 hari juga
gitu ya selesai semuanya. Mau
dibagi-bagi per area juga boleh,
tergantung dari sumber daya yang
tersedia, ya. Nah, selanjutnya ee
pengolahan selanjutnya adalah pengolahan
data SR E SRT gitu ya, sampah sejenis
sampah rumah tangga yang list
kegiatannya ada kawasan komersil,
kawasan industri, kawasan khusus dan
seterusnya ya. ini ee tinggal lihat
ininya saja ya karena ini ada
permisalan. Jadi setiap lokasi cara
ngitungnya sama gitu ya. Ee tinggal
nanti mengubah namanya saja. Mau pakai
untuk sekolah, mau pakai untuk warung,
mau pakai penginapan, tinggal ngubah
saja. Nah, diisi unitnya timbulan
sampahnya setiap hari itu di ditampilkan
gitu ya. ada lokasi satu, lokasi dua,
lokasi 3, lokasi 4. Terus kemudian
dirata-rata
setiap lokasinya ketemu jumlah ee
satuannya berapa sehingga nanti akan
dikalikan dengan jumlah sekolah dalam
satu lokasi dan jumlah kantor dalam satu
lokasi. Ini contoh untuk kegiatan ee
fasilitas lain ya. Jadi dalam satu
kelompok fasilitas lain ada pendidikan,
kesehatan, dan kantor. Nah, kelebihannya
di SNI saat ini boleh Bapak, Ibu
mendetailkan setiap lokasi atau juga
boleh mendetail, tidak mendetailkan
hanya menyampaikan bahwa ada fasilitas
lain, kemudian nanti fasilitas umum,
fasilitas sosial ee kawasan khusus dan
seterusnya. karena memang sudah lebih
clear ya ee istilah yang dipakai sesuai
dengan Permen LK6 tahun 2022 yang apa
SIPsN ya. Jadi penggunaannya sudah lebih
lebih
detail gitu. Jadi lebih memudahkan kita
ya.
SSRI ee sudah. Nah, terus kemudian tadi
ada beberapa sampling yang digunakan
untuk ee alat angkut alat pengumpul di
TPS, TPS 3R, dan TPST. Nah, ini mungkin
agak lebih apa namanya? Lebih apa
namanya? Lebih detail sedikit ya.
Misalnya contoh di ee sebuah TPS ini ya,
di sebuah TPS ini ada ee gerobak
sampah satu, ada gerobak sampah dan ada
motor sampah. Jadi ee ini saya coba
besarkan ya biar kelihatan. Jadi cara
perhitungannya karena menghitung di alat
pengumpul ya, gerobak satu tapi dia dua
kali kerja, motor satu tapi dia tiga
kali kerja ee retasi ya, retasi. Nah,
caranya sebenarnya kan idealnya kita
timbang ya, kita timbang tapi kan enggak
mudah juga menimbang dengan jumlah
sampah sebanyak itu Bapak, Ibu ya. Jadi
menimbangnya cukup sekali gitu.
Selanjutnya menggunakan data densitas.
Nah, ini diperbolehkan di di SNI ini
gitu ya. Di SNI ini sebenarnya kami
sudah melakukan di pekerjaan tahun 2021
gitu ya. Ee menghitung TPS dan
seterusnya sudah gitu tapi ternyata
diamini oleh SNI. Jadi kita cukup senang
juga untuk mempermudah ee kerja kita
gitu ya. Misal contoh gerobak satu untuk
ritasi yang pertama itu ditimbang.
Seluruh sampah yang ada di dalam
ditimbang ketemu 25
ee kg Bapak Ibu ya. 25 kg. Kemudian
panjangnya diukur panjang geroba, lebar
geroba, tinggi gerobak. Tingginya tadi
seperti Pak Yi sampaikan, kadang
berlebih ya ke atas sedikit gitu ya. Ee
pas ngukur pertama satu, ngukur yang
kedua 1,3 gitu. sehingga volumenya itu
tinggal dikalikan panjang, lebar, dan
tinggi. Nah, karena kita sudah punya
volume, kita sudah punya berat, maka
densitasnya bisa dihitung nih ya. Bisa
dihitung. Nah, dengan menggunakan data
densitas ini, maka berat yang kedua pada
saat ee gerobaknya datang, ritasi yang
kedua sudah bisa dihitung secara
otomatis. Tinggal memasukkan panjang,
lebar, dan tinggi. Jadi cukup sekali
saja ya. Cara yang sama ini Bapak, Ibu
ya. Untuk motor yang pertama ini silakan
ditimbang dicatat panjang lebarnya sama,
tingginya sama. Jadi panjang lebarnya
pasti sama karena motornya sama tapi
tingginya yang akan berbeda, maka
volumenya bisa berbeda. Nah, tapi karena
kita sudah punya densitas,
maka densitas ini yang akan dipakai
untuk menghitung ee berat motor yang
iritasi kedua dan berat ee motor diitasi
yang ketiga. Jadi, volume dapat, berat.
Nah, kalau di Excel ini udah langsung
warna hijau semuanya gitu ya, tinggal
diisi. Nah, tapi nanti kalau Bapak Ibu
ya rahasianya saat n oh saya di
TPS3R-nya ada ee lima gerobak. Bapak,
Ibu insertkan row di sini ya. Row-nya
ditambah tapi jangan di bawah di antara
G1 P1 dengan G1 P2. Jadi supaya rumusnya
masuk gitu ya. Kalau enggak tinggal
nanti Bapak Ibu drag kembali rumusnya
karena yang dikasih X silakan Bapak Ibu
ee apa modifikasi yang ada. Nah,
sehingga dengan ritasi lima ritasi ini
total timbunan timbulan sampah yang
masuk bisa diketahui ya total ya total
ee secara total. Nah, cara yang sama
Bapak, Ibu ini untuk TPS, TPS3R dan
TPST. Mau pakai gerobak kah, pickup kah,
dan seterusnya yang penting sudah tahu
berat, panjang, lebar, dan tinggi. Cara
yang sama dipakaikan untuk TPA juga ya.
TPA. Jadi ada AMOL ya, AMROL data, AMROL
ee dam truk itu dicatat semuanya
yangimbang cukup sekali. Tapi beda
halnya saat Bapak, Ibu TPA-nya sudah
dibangun punya jembatan timbang itu
lebih baik lagi. Tinggal pakai itu,
tinggal ngukur volumenya saja. Nah, ini
Bapak Ibu lihat armroll truk-nya ee
menggunakan panjang dan lebarnya sama. D
truknya juga menggunakan panjang
lebarnya sama. Nah, tingginya saja yang
berbeda. Volume ada, densitas ada se
bisa dihitung sehingga ketemulah seperti
ini
data pengolahan ee TPA untuk volume dan
ee berat. Jadi secara total diketahui.
Nah, kalau sehari ada 100, nah balik
lagi tadi Bapak, Ibu kembali ke materi
pagi tadi
untuk mengecek berapa jumlah sampel truk
e damuk amrol yang bisa diambil tidak
mesti harus 100 gitu ya. Kalau pakai
tadi ee 10% di bawah 30 tadi berarti 10%
gitu. Tapi tadi ada persentase error.
Jadi cek kembali materi tadi pagi ya.
Nah, terus kemudian selanjutnya setelah
timbulan oke, berat volume. Oke. Nah,
selanjutnya masuk ke komposisi.
Komposisi ini per lokasi Bapak Ibu ada
berat, persentase berat. Nah, persentase
berat ini adalah maksudnya
berat dari ee total berat keseluruhan
sampahnya. Nah, menariknya perbedaan
lama di SNI 2025 ini persentasenya sudah
menggunakan dua persentase, Bapak, Ibu.
Ada persentase berat dan ada persentase
volume. Maka di logbook Pak Yi tadi ada
dua kolom untuk satu jenis sampah, ada
berat dan ada volume. Jadi agak nambah
ee kerjaan ya. menghitung volume,
masukin lagi ke dalam bok ngukur tinggi.
Berat sudah ee panjang, lebar dan
tingginya dihitung kembali. Nah,
sehingga data ini untuk masing-masing
lokasi. Nah, ini misalnya sampah rumah
tangga, kemudian yang SSRT juga dihitung
seperti ini ya, setiap lokasi. Nah, ini
boleh Bapak Ibu kalau Bapak Ibu mau
membedakan masing-masing ee tinggi,
sedang, dan rendah dari segi pendapatan
ya atau per lokasi, per fasilitas, per
kawasan boleh karena memang dapat
datanya sebenarnya satu-satu gitu. Nah,
data tersebut boleh nih dirubah dalam
bentuk grafik-grafik gitu ya. sampah
ini, sampah ini, sampah ini. Misalnya
2024 nih kita ambil di satu lokasi di
Kalimantan
ee kita sengaja masukkan sumbernya ee
karena ada data yang sembilan ya, seilan
jenis sampah tapi sekarang sudah menjadi
13 jenis sampah. Nah, data tadi Bapak,
Ibu itu sangat bermanfaat untuk membuat
ini. Nah, ini disebut sebagai neraca
masa sampah. Jadi aliran yang tadi saya
sampaikan di pagi hari, Pak Yi juga
menyampaikan ada perjalanan sampah
tersebut. Nah, ini menjadi sebuah grafik
yang ee saling berhubungan antara satu
dengan yang lain. Jadi kalau Bapak Ibu
dari dinas minta aja konsultanin yang
mengerjakan projek tersebut buat neraca
masa karena dengan mudah pasti Bapak Ibu
dapat mengecek. Karena sebenarnya kalau
di tootal seluruhnya ketemu itu 100%,
tidak mungkin lebih dari 100%. Nah,
contoh tampilan lain dari neraca massa
misalnya mau dibuat modelnya kayak gini
ya, sumbernya ee berapa saja, yang ee
masuk bangsa berapa sedekah sampah
berapa dikomposkan berapa, TPS berapa,
pemulung berapa sampai perjalanan
selanjutnya. Jadi angka-angka ini untuk
memudahkan kontrol Bapak Ibu, evaluasi
untuk Bapak Ibu. sehingga dengan mudah
untuk memasukkan ke SIPS. Walaupun
formatnya mungkin berbeda ya, tapi dari
segi ee penampilan data sudah oke. Mbak
Sabrina saya izin ee satu bagian materi
lagi ya. Nah, izin sebentar.
Bagian yang keesemb adalah ee ee quality
ee Q dan QC ya dari sampling. KE itu
apa?
Q itu adalah memastikan rangkaian
rencana dan pelaksanaan sampling dapat
berjalan dengan baik sesuai standar
kaidah. Berarti ada surveyor, ada ee ya
ada mandornya juga, ada supervisornya
ya, tanda tangan di form. Makanya di
logbook kami membuat beberapa tanda
tangan ya. Kemudian difoto ee apa ada
tagging lokasi itu juga sangat penting.
Kemudian buat grup WA, kemudian
melaporkan setiap malam ee form defoto
atau diinput lewat Google Seet itu
adalah bagian-bagian dari memastikan
bahwa rangkaian rencana dan pelaksanaan
itu sesuai ya. Walaupun nanti ada
beberapa pelaksanaan ya. Oh kalau kita
lihat nih oh ada beberapa yang kita
merahi gitu ya. ada yang kita kasih
warna. Ini adalah bentuk ee kecurigaan
ya. Ada apa kok meningkat? Oh, ada apa
kok turun? Ini adalah pelaksanaan
quality ee durance ya yang dilakukan
gitu ya. Jadi ee memastikan ya. Nah,
cara yang lain untuk quality control ee
jadi tidak hanya akhir hasil akhir saja
yang kita lihat, tapi prosesnya juga
kita ee lakukan apakah ini sudah oke
atau belum. Nah, salah satunya kita cek
juga dengan uji statistik ya. Uji
validitas bisa, realibilitas bisa untuk
memastikan bahwa jumlah ee ee persebaran
sampling yang sudah dilakukan sudah oke
gitu ya.
Misalnya ini dari angka 30. Oh, ada ee
nilai ee per correlation-nya R table itu
sama dengan eh apa? Lebih besar ya ee
nilai persnya lebih besar nih daripada R
ee tabel. Berarti dianggap dia valid
gitu ya. Oh, kalau ee Cross Bank gitu ya
ee yang dipakai adalah 0,482
ya, tapi dia lebih besar daripada L R ee
tabel R tabelnya 0,40593.
[Musik]
Oh, berarti dia konstan tidak terjadi
naik turun naik turun. Kalau terjadi
berarti
kita perlu ngecek gitu ya ee surveyor
ada apa ya? Apakah misalnya terjadi
peningkatan yang luar biasa terhadap
jumlah sampah yang dicatat gitu ya. Nah,
surveiornya kita tanda karena ada
namanya di situ ya. Kita dengan mudah
untuk mengecek si A. Kenapa Mas ini ee
naik? Oh, ini karena ternyata di hari
keempat
rumah tersebut ada hajatan, ada acara
sehingga menghadirkan orang banyak,
sampahnya juga tambah banyak. Nah,
berarti ada catatan di situ gitu kan
yang mungkin dia lupa mencatat gitu atau
hari kelima jumlah sampahnya juga kenapa
naik gitu ya. Sampah apa ee beratnya
naik tapi volumenya tidak. Ternyata
hujan ya, sampah ditaruh di luar. Jadi
catatan-caatan untuk
memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan
itu dapat ee dengan benar ya. Jadi tidak
hanya di akhirnya saja ya.
Nah, ini permintaan panitia, Pak.
Dijelasin dong apa saja isi dari ee
bonus yang didapatkan. Ini ini yang
paling penting karena memang dari lima
kali ee kegiatan terakhir kita agak all
out dengan ee apa training online metode
dan teknik sampling sampah ini gitu ya.
Karena jarang-jarang dilakukan gitu.
Terakhir dilakukan di 2022 Bapak Ibu
karena kita semangatnya SNI-nya harus
di-update nih ya biar kita bisa lakukan
dengan penuh semangat ya. Jadi dengan
semangat itu ya kita kasih juga semangat
gitu. Jbook Bapak Ibu untuk kerja di
lapangan bawa sampling itu kita sudah
siapin ee ada 17 lokasi logbook yang
bisa dipakai harus dirubah. Tapi kalau
Bapak Ibu merasa harus ada dirubah ya
kita kasih jugalah master logbook-nya
monggo dirubah sendiri sesuai dengan
kebutuhan gitu ya. ee itu sudah sesuai
dengan SNI dan ee ada beberapa tambahan
misalnya kayak bank sampah, sedekah
sampah, sektor informal yang Pak Yubi
tadi sampai kalau dia belum masuk gitu
ya ke SNI ini kita masukkan juga.
Kemudian form pendataan ada ee apa
jumlah berbagai macam kawasan danas form
wawancara untuk pemulung di TPA gitu ya.
Nah, ini mungkin sosial budaya gitu ya.
Pwawancara untuk pengolah sampah.
ee pengolah sampah ee PSBM itu pengolah
sampah berbasis masyarakat dan sektor
informal. Kemudian ada eh kuesioner dari
Sosekbot ada Excel untuk perhitungan
jumlah sampel yang bagian saya tadi pagi
plus di dalamnya ada seat pengolahan
data karena ini jadi jadi satu ya karena
dia berhubungan.
Nah, kemudian ada template olah data
sampah. ini sebagai alternatif ya,
sebagai alternatif untuk ee melapi
pengolahan data ini. Karena dulu
beberapa pekerjaan kita pakai yang
template olah data ini sudah kita hapus
datanya. Nah, tinggal dihubungkan dengan
data Bapak, Ibu. Kemudian ada
perencanaan waktu sampling dan ada SNI
ee 396425
ini ada Bapak Ibu harus cari sendiri
lagi ya mungkin e belum tersedia ya yang
free. Nah, kita kasih di situ dan ini
ya, Pak Yebi tadi kita ee diskusi e oke
enggak ya kalau kita kasih panduan ini
walaupun sudah agak lama gitu ya, tapi
enggak apa-apalah sebagai gambaran ada
video karena tadi beberapa masukan kalau
ditampilkan pakai video gimana ya ini di
sini ada Bapak Ibu ada alat bahan
sampling di sini ada cara pengukuran
timbulan sampah tapi bedanya
bedanya di video ini ini masih pakai
ukuran ukuran box sampling-nya 40. Tadi
Pak Yubi sudah pakai yang ukuran 54 itu
saja.
Oh, yang kedua adalah yang di ee video
ketiga ini ya, pengosisi. Nah, komposisi
yang kita pakai di sini adalah komposisi
tapi Bapak Ibu nanti akan temukan
sebenarnya di sini kami sudah pakai juga
yang 13 komposisi. Jadi, ini adalah
video tahun 2021 ya yang ee komposisi 13
tersebut kita pakai di sini gitu ya. ini
untuk tadi kita sampaikan Pak Yi juga
sudah menyampaikan ini sudah rutin kita
lakukan. Nah, buktinya ada di sini Bapak
Ibu karena pakai model 9 untuk metode ee
SNI pada saat itu. Tapi ada juga 13
karena menyesuaikan dengan kebutuhan
lapangan tadi ya. ada permintaan untuk
13, ada plastik keras, plastik ee apa ee
lembaran itu sudah masuk dalam bagian
ya. Nah, oke Mbak Sabrina ini sudah
lewat 8 menit. Terima kasih Bapak Ibu,
mudah-mudahan bermanfaat semuanya dan
tentunya harapannya dapat diaplikasikan
dengan baik di berbagai macam tempat
Bapak Ibu untuk berbagai macam kebutuhan
dari Bapak Ibu semuanya. Terima kasih
dari kami, dari saya dan Pak Yebi.
Mudah-mudahan bermanfaat. Wabillahi
taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih Bapak Hijrah dan Bapak Yi.
Baik, demikian tadi penyampaian materi
di hadapan materi kita hari ini yaitu
Bapak Yuri SDM dan Bapak Dr. Ir. Hij
Purnama
Putra STM yang sangat luar biasa sekali.
Namun sebelum masuk ke acara
selanjutnya, saya ingin menginformasikan
terlebih dahulu kepada para peserta yang
menginginkan materi sekaligus sertifikat
pada training online kita hari ini dapat
request materi terlebih dahulu melalui
link yang telah admin kami kirimkan di
kolom chat Zoom. Kemudian sebelum kita
masuk ke sesi tanya jawab, kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu.
Untuk sesi foto bersama kali ini saya
akan dibantu oleh admin kami yang
bertugas. Kepada yang bertugas saya
persilakan.
Terima kasih Mbak Sina atas
kesempatannya. E Bapak Ibu peserta
sebelum memulai sesi dokter dan Ri bakal
mengharapkan Bapak Ibu semuanya dapat
mengkan mereknya.
Oke. Baik. Ee di sini ada tiga ST saya
mulakan SL pertama. 3 2 1
ke slide yang kedua 3 2 1 dan slide
terakhir 3 2 1. Baik terima kasih saya
kembalikan ke Mbak Sabil
yang telah membantu sesi foto bersama
kita pada hari ini. Selanjutnya kami
juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk mengisi kuesioner yang linknya
juga sudah di-share di kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi. Bapak jadi Bapak Ibu bisa
memberikan saran dan masukkannya di link
kuesioner tersebut. Untuk acara
selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang
di sini kami sudah membantu untuk
merangkumkan pertanyaan dari Bapak Ibu
sekalian yang telah Bapak Ibu sampaikan
di kolom chat. Baik ee pada Bapak YB dan
Bapak Hijrah, saya akan membacakan
pertanyaannya terlebih dahulu, kemudian
bisa langsung dijawab.
Saya izin untuk share screen terlebih
dahulu.
Baik, ee melanjutkan pertanyaan dari
sesi satu tadi. Di sini ada pertanyaan
dari Ibu Ravianti.
Di kawasan kabupaten yang biasanya
terdiri dari perkotaan dan non
perkotaan, bagaimana sebaiknya
menentukan proporsional atau
keterwakilan sebaran sampel? Demikian,
mungkin bisa langsung saja untuk
dijawab,
Pak. hijrah kalau ini. Silakan, Pak
Hijrah. Iya. Ee iya. Baik. ee wilayah
perkotaan dan non perkotaan ya. ee
memang di dalam apa ee SNI ya ee yang
dimaksud dengan sampling tersebut
mungkin karena berhubungan dengan
instansi pemerintahan dan ada pelayanan
pengolaan sampah di sana maka prioritas
utama memang masih wilayah perkotaan ya
dan non perkotaan artinya pedesaan belum
menjadi ee prioritas tapi kalau ingin
dilakukan sebenarnya oke. oke saja gitu
ya, tapi sumbernya ya itu perlu
dipastikan aktivitasnya. Tapi kalau area
pertanian secara luas, perkebunan
luas ee mungkin kita butuh metode yang
lain ya untuk bisa
menangkap jumlah timbulan limbah yang
ada di lokasi tersebut gitu. karena dia
tidak seaktif aktivitas yang kita
lakukan di misalnya ee pasar, sekolah,
kantor yang dipengaruhi oleh ee
aktivitas harian gitu. Tapi mungkin
aktivitas ini akan dipengaruhi oleh
musim tanam, musim panen ya. Ini ee akan
berpengaruhnya ke sana karena jenis
limbahnya nanti pasti akan berbeda gitu.
Misalnya limbahnya ada karung gitu ya,
kemudian ada plastik, tapi ada juga
misalnya ranting ya, ee jerami misalnya.
Nah, tergantung aktivitas yang ada. Jadi
ee ee mungkin butuh metode yang ee
berbeda gitu ya. Dan fokusnya memang
masih di wilayah perkotaan.
Oke, mungkin itu Mbak Sabrina.
Baik, terima kasih, Pak. Ee pertanyaan
selanjutnya dari Bapak Nur Rahman. Yang
pertama, apakah dalam SNI 3964 2025
sudah diperhitungkan variasi musiman dan
harian dalam komposisi dan timbulan
sampah? Bagaimana merata-ratakannya
untuk perhitungan kapasitas TPA? Lalu
yang kedua,
hasil sampling ini adalah density untuk
sampah segar lewat perjalanan waktu
setelah setelah didamping di TPA, apakah
densitasnya semakin besar karena
pemandatan? Apakah data densitas
maksimum sampah yang sudah terdamping di
TPA berapa?
Lalu yang ketiga, apakah metode sampling
dalam SNI 3964 2025 telah mengadopsi
praktik internasional seperti ASM
D523192?
Demikian.
Oke. Baik, Pak IRA. Baik, Pak Nurahman.
Yang pertama ee seperti yang disampaikan
Pak Hijrah tadi, Musiman sudah ya ee
bahwa sampling dilakukan untuk pada
musim ee kemarau simpak hujan. Nah,
sudah perang varian dan harian ya dalam
komposisi dan timbulan sampah. Iya.
Bagaimana merata-ratakannya untuk
peranan kapas TPA? Ya, ini sebetulnya
tidak ee ini kalau dirata-ratakan ya
tinggal dibagi sebetulnya. Akan tetapi
ini biasanya untuk melihat apa? Kalau
kami melihat ini ada kapasitas
tertingginya di mana? Di situ biasanya
untuk perencanaan TPA. Tadi juga ada
nanya sekilas saya baca ee bisa seperti
air minum gitu ya. Kalau kami lebih
kepada yang tertinggi kami ambil
biasanya Bapak Ibu untuk apa?
Perencanaan kapasitas TPA. Kenapa?
Karena sampah ini kalau kita ambil di
tengah-tengah untuk kapasitas
pengangkutan umpamanya sampah R ee yang
tertinggi adalah 100 ton per hari tapi
ada rata-ratanya itu 75.
Apakah mungkin dalam 1 hari itu truknya
bisa gitu? Nah, makanya kita biasanya
ngambil yang tertinggi.
Hasil sampling adalah densitas untuk
sampah segar. Nah, ee itu makanya, Pak,
kita mengambil sampel itu tetap kita
ukur densitas mulai dari sumber sampai
ke akhir ke TPA supaya kita ketahui
seperti apa pemadatan ketika terjadi
pengumpulan, ketika terjadi
pengangkutan. Nah, ini kita ketahui dan
kalau sudah terdamping berdasarkan
literasi dan dulu juga kalau Pak Hijrah
dulu dia pernah melakukan untuk ini ee
menggali sampah di piungan ya. Kami
lihat itu di sekitar 500 sampai 600 kg/
m³ ketika sudah terdamping. Tapi kembali
lagi berdasarkan apa komposisi sampah
yang ada. Nah, ini juga bergantung
densitas sampah ini dari komposisinya.
Sampah yang didamping di TPA
komposisinya apa sehingga ee juga
mempengaruhi densitasnya. Tapi sepengah
kami berdasarkan ee aktivitas yang sudah
beberapa kali kami lakukan di angka 500
sampai 600 lah kg/m³.
Dan ee metode sampling sampah SNI ini
sudah mengadopsi atau belum? Kebetulan
sudah, Pak. Kalau dibaca SNI-nya
referensinya jelas, mulai dari ASTM
ataupun dari USPA dan lain sebagainya.
Ee ya ee kami melihat teman-teman yang
menyusun SNI ini juga ee mengambil
banyak referensilah sebelumnya gitu.
Nah, sehingga kalau kebetulan kami sudah
dapat SNI-nya ini memang ee mengambil
juga mengacu ataupun juga ee mengadopsi
dan
I ada US EPA dan ASM juga. Begitu
kira-kira Mbak Sabina.
Baik, terima kasih Pak Yebi. Untuk
pertanyaan selanjutnya
dari Ibu Ira Puspitaari.
Yang pertama kalau kalau untuk teknik
sampling di lingkungan kampus apakah
akan ada pembahasan tersendiri atau sama
saja? Lalu yang kedua jika untuk
lingkungan kampus apakah ada metode
khusus untuk samplingnya atau
disesuaikan saja? Terima kasih. Lalu
yang ketiga untuk pengolahan data jika
kampus ada gambaran perhitungannya
karena kondisi mahasiswa yang
berpindah-pindah tempat kuliah kadang ke
kantin dan lain-lainnya. Demikian Bapak
ini Pak Yeb nih kayaknya karena baru
bimbing mahasiswa sampling di kampus
nih. Silakan Pak. Oh baik Bu Ira
Puspitasari mungkin ini Bu Dosen mungkin
ya ataupun ee tim dari kampus mana situ
ya. Ee kalau kami biasanya ini ee saya
cerita kasus sih, Bu. Apa ee yang kami
lakukan karena kami di UII itu biasanya
setiap fakultas itu ada TPS. Nah,
sehingga kami berkoordinasi ke setiap
fakultas untuk sampling. Ee teknik
sampling-nya memang kami tidak menyebut
sampling jadinya sensus kalau untuk
timbulan sampahnya. Jadi semuanya kami
akan ambil di TPS. Jadi setiap cleaning
service itu wajib membawa ke TPS
semuanya. Nah, sehingga nanti di diukur
bulannya Ibu Bu Ira. Nah, pengolahan
datanya seperti sama seperti dengan yang
lain dengan yang tadi kan sebetulnya
cara juga sama kan ada fasilitas lainnya
tadi ya Pak Irah ya. Sama saja
sebetulnya tapi perlakuan di awalnya
yang perlu dikoordinasikan, pendekatan
sosial di awal. Nah, seperti apa? Karena
kalau di kampus itu ada cleaning service
ini kami lihat dan juga kemarin kita
juga baru sharing di UIN Sunan Kalijaga
itu juga sama sampah itu kan ada pihak
ketiga ataupun cleaning service yang
ngelola. Ini yang perlu kita diskusikan
dengan cleaning service-nya bahwa
setelah kegiatan sampling 8 hari atau 3
hari kalau kami biasanya menyarankan 8
hari kalau untuk kampus
itu mereka wajib bawa ke TPS di tempat
pengumpulan sementara.
Nah, di situ nanti di disampling lah.
Nah, metode khusus untuk sampling ya
tidak sama saja dengan SNI yang bisa
kita lakukan. Karena sejauh ini ee SNI
yang 2025 sudah mengakomodir untuk
kawasan pendidikan yaitu kawasan lainnya
tadi. Sehingga kita pakai itu saja. Kami
melakukan itu pada SNI kami sudah
melakukan gitu. Nah, karena ee ya
coba-coba aja. Nah, ya alhamdulillah
sekarang sudah ada SNI-nya lebih baik
walaupun cara kurang lebih sama yang
kami lakukan. Begitu kira-kira Mbak
Sabrina.
Baik, terima kasih Pak Yi. Untuk
pertanyaan selanjutnya dari Ibu Intan.
Dalam penentuan teknik sampling
stratified random dan lain-lain,
kira-kira teknik seperti apa yang paling
cocok diterapkan pada sampling SRT agar
proporsi kelas atas menengah dan bawah
terwakilkan semua. Terima kasih.
Iya, saya coba ya, Pak IB ya. Ee terima
kasih Bu Intan. ee
kalau mengacu kepada SNI, SNI baik yang
94 maupun yang 2025 ini dia memang
pakainya gabungan ya strative dan
randomate
random sampl stratanya itu di mana? Di
SRT-nya gitu ya, di perumahannya dia
buat ee tinggi, menengah, dan ee bawah
gitu ya. Jadi ee strata di sana, tapi
dia juga pakai random. Random itu
artinya grup ee atas ya, grup atas.
Kemudian dirandomkan samplingnya
dia tidak diatur rumah mana saja. Terus
kemudian dilihat dari persebaran
wilayahnya saja. Kemudian dia random.
Nah, cara ini adalah ee dianggap memang
yang paling paling cocok ya untuk
memetakan ee kondisi tadi. Kenapa
seperti itu? Karena tadi dalam materi
saya saya sampaikan memang kadang agak
subjektif ya menilai ee kelas ini ya
kelas kategori ee rumah ini ya SRT
kadang subjektif rumahnya besar ee tapi
ternyata tidak ee mempengaruhi jumlah
pendapatan dan seterusnya gitu ya. Jadi
artinya dengan adanya strata ini nanti
kita bisa ee cekkan gitu ya di akhir
misalnya ada beberapa kasus ya kan kalau
dari hasil penelitian menyebutkan bahwa
tingkat ekonomi ini mempengaruhi jumlah
sampah gitu ya. Ee sementara di
Indonesia polanya adalah semakin tinggi
tingkat ekonomi maka jumlah sampah
semakin banyak begitu. Tapi ternyata ee
sudah terjadi ya beberapa
sampling, kegiatan sampling yang tidak
ee tidak terlalu ee mendukung hal
pernyataan tadi begitu ya. Jadi ada yang
menengah lebih tinggi ya, bawah ee turun
kemudian atas juga turun gitu. Bahkan
ada yang bawah naik kemudian atas turun,
menengah tetap di situ. Jadi ini
sebenarnya untuk kolaborasi untuk
menggabungkan suuhnya walaupun dibuat
strata ujung akhirnya kan akan ketemu
satu angka gitu. Jadi satu angka
tersebut yang bisa mudah-mudahan bisa
menjelaskan tadi ya kalau digambarkan
bentuk gajah enggak dapat ekornya aja
gitu, enggak dapat badannya aja gitu.
Tapi menggambarkan, oh ternyata gajah
itu besar, punya belalai, punya gading,
punya ekor juga. Begitu ya. Jadi
menggambarkan dengan kondisi yang pas
gitu. Kira-kira gitu Mbak Sabrina.
Mudah-mudahan terjawab Intan. Baik,
terima kasih Bapak Hidra. Untuk
pertanyaan selanjutnya dari Ibu Mia.
Jika sampling sampah yang terbakar
pembakaran terbuka warga, apakah dapat
menggunakan metode sampling SNI seperti
biasa? Terima kasih.
ini Pak ini bakar-bakar. Oke. Baik.
Ee Mbak Mia ya. Jika sampling sampah
yang terbakar pembakaran terbuka warga
ini kita biasanya tidak menyarankan yang
sudah terbakar yang diampling, tapi
memang sampah fresh. Kenapa?
Karena kalau sudah pembakaran terbuka
pasti ada ketika ditimbang atau diukur
volumenya pasti sudah sudah tidak akurat
lagi Mbak Mia. Nah, jadi kalau ditanya
apakah dapat sampling SNI seperti biasa
menurut kami tidak. Tidak bisa karena
memang ee kalaupun diukur ya tidak akan
valid hasilnya. Kenapa? Karena tujuan
sampling ini untuk melihat yang
fresh-nya seperti apa gitu. Nah, jika
sampling sampah yang terbakar,
pembakaran terbuka oleh warga ini sulit.
Nah, makanya tujuan sampling ini
sebetulnya kan untuk melihat pengolahan
yang efektif itu seperti apa. Nah, tapi
kalau sudah dibakar bisa jadi yang
tersisa itu apa ya? Sampah plastik yang
tidak terbakar seperti PET, PE sebagian.
terus yang aluminium kaleng. Nah, terus
sampah-sampah basah ee itu tidak akan
terbakar, tapi yang kering akan terbakar
sehingga kalau dilakukan pengukuran bisa
jadi sampah-sampah kertas, kardus, dan
lain sebagainya tidak akan masuk gitu.
Nah, kalau kami ditanya ya lebih baik
cari yang fresh saja, tidak perlu yang
sudah terbakar untuk diampling. Nah,
begitu kira-kira Mbak Sabrina.
Terima kasih, Pak Yi. Ee untuk
pertanyaan selanjutnya dari Bapak
Muhammad Fajri yang pertama, kira-kira
berapa anggaran yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan kegiatan sampling sampah
ini untuk kategori daerah dengan
penduduk 200 juta jiwa? Lalu yang kedua,
mohon dijelaskan kembali bagaimana cara
menghitung jumlah dan menentukan titik
sampling SRT dan SSSRT.
Lalu yang ketiga, untuk apa dicatat luas
TPS atau luas bangunan sedangkan
timbulan sampah tergantung jumlah orang
atau jiwa? Demikian Bapak
Pak Hijrah atau saya nanti Pak Y I
silakan Pak Hijrah.
Ee baik Pak Fajrin ya. Kalau 200 juta
itu mungkin seIndonesia ya itu 200 juta
ya. Iya. I di Indonesia kalau enggak
salah 200-an juta ya. R50 juta, Pak.
Istirahat 250-an. Ini mungkin
keliruiknya gitu ya, bukan juta mungkin
Rp200.000. Nah, Rp200.000 Pak Rp200.000
ya. Ee kalau se-Indonesia ini biayanya
cukup cukup besar ya. Nah, kalau 200 ee
itu kan kalau kita lihat ya kira-kira
itu cuman butuh sekitar ee mungkin lima
ee cukup sedikit itu ya. Kalau ini kan
ee
lebih kurang ya, kurang dari 1.000 ya.
Kalau itu jumlah sampelnya hanya puluhan
ya, puluhan rumah saja gitu.
ee 40 atau 50 rumah lah. Dan ini
sebenarnya komponen penganggaran itu ee
sangat tergantung dari waktu yang
tersedia gitu. Waktu yang nanti
hubungannya dengan jumlah personil yang
terlibat. Jadi komponennya lebih kepada
personilnya gitu ya ee waktu gitu ya.
Misalnya contohnya gini, Pak eh Fajrin,
misalnya 50 ya, 50 tapi tersebar utara,
barat selatan gitu ya. Nah, jauh-jauh
nih lokasinya. Berarti kita akan
membentuk empat tim misalnya kalau
waktunya pendek. Empat tim berarti yang
bekerja empat tim bok sampling-nya harus
ada empat ya. Kemudian ee peralatan
berbagai macam harus ada empat berarti
tinggal dikalikan empat. Nah, ini sangat
memang sangat tergantung dari ee kondisi
yang ada. Tapi komponen utama sebenarnya
untuk sampling ini adalah tenaga ya,
tenaga orangnya karena akan berjalan 8
hari kemudian jumlah sampelnya dan waktu
yang diminta untuk bisa menyelesaikaning
ini. Walaupun memang dalam SNI 8 tapi
praktiknya tidak bisa 50nya del gitu. ee
kecuali kita punya tenaga yang cukup
banyak ya. Jadi kayak Pak Yebi tadi
sampaikan mungkin pelaksanaannya antara
1 sampai 2 bulan gitu ya pelaksanaan.
Kemudian yang kedua ya ee
ee bagaimana menghitung. Oke ini
sebenarnya materi tadi ya Pak Fajrin ya.
Jadi intinya harus tahu populasi. Nah
mungkin nyambung juga dengan ee Mbak
Skara Arum ya. Ee itu datanya dari mana?
dari data sekunder. Jadi, populasinya
kita dapat dulu dari data sekunder.
Terus kemudian kita pakaikan ke dalam
rumus. Ketemulah SRT dan SSRT gitu ya,
kayak rumus sampling biasa. Kemudian
yang ketiga ee kenapa perlu catat luas
gitu ya, luas bangunan tadi karena ada
beberapa aktivitas yang kita bisa
lakukan pendekatan tidak melalui orang
gitu. Misalnya contoh ya, Pak Fajrin,
kita mau sampling di pasar kan kita akan
menghitung kalau jumlah orang, jumlah
dagang plus jumlah pengunjung gitu. Ini
akan ee ekstra ekstra ini ya tenaga
untuk menghitung satu-satu gitu ya. Nah,
itu juga ee tantangan. Oh, kita ngitung
lapaknya saja. Tapi kan di luar ada juga
tuh yang ee yang jualan pinggir-pinggir
yang juga menghasilkan sampah. Sehingga
kita lewat lakukan lewat pendekatan ya
sudah luasan area pasarnya saja. Jadi
ketemulah ada yang menggunakan luas.
Tapi nanti di ujung akan ketemu satu
angka yang hubungannya dengan kilogram
per orang per hari. agar peningkatan
jumlah produk juga langsung dihitung
berapa jumlah sampah yang dihasilkan.
Kira-kira gitu ya. Nah, mungkin gitu ya.
Ada tambahan mungkin Pak Y
ya mungkin terkait ini ya ee nomor tiga
kalau untuk anggaran biasanya Pak Hijrah
kalau yang lebih tahu anggaran. Kalau
saya menjalankan saja disuruh sampling 1
bulan, 2 bulan jalan gitu, Pak Fajrin.
Nah, ee untuk luas TPS memang ee kita
melihat ee
timbulan sampah kan hanya bergantung
orang jiwa. Tetapi juga ini kenapa kita
tanya luas TPS ini kita akan melihat
juga perencanaan untuk ke depannya Pak
Fajrin ini salah satu kita mengetahui
luas ini selain timbulan sampahnya kita
tahu juga atau pasan kita juga ingin
melihat TPS-nya ini bisa enggak
dijadikan seluas itu terus atau butuh
butuh perluasan sehingga kita butuh juga
datu data awalah bisa dibilang seperti
itu untuk perencanaan sehingga ya kalau
Kalau bisa diampling di awal ya dapat
data di awal itu juga membantu kita
dalam perencanaan ke depannya. Saya rasa
begitu saja Mbak Sabrina dan Pak Hijrah.
Baik terima kasih Pak Y dan Pak Hijrah.
Untuk pertanyaan selanjutnya dari Bapak
Hatta Kutama. Bagaimana relevansi metode
sampling ini terhadap kegiatan SS SSS RT
yang ada pada kegiatan industri misalnya
timbulan sampah di atas kapal penumpang
ataupun dermaga ataupun bank meret.
Demikian Pak
Nah, Pak Ibi mungkin ada I ee baik. Nah,
ini Mas Hatta ya, saya panggil Mas saja
Mas Hatta. Mudah-mudahan masih join ini
Mas Hatta. Nah, relevansinya memang ee
cara samplingnya kurang lebih sama. Akan
tetapi kita butuh data awal sebetulnya
data dasar pada kegiatan industri
seperti kapal kapal penumpang ya atau
dermaga. Sudah tentu kan kalau kapal
penumpang berapa
ee
kalau di situwa ya pegawai yang ada di
kapal penumpang. Terus berapa banyak
jumlah penumpangnya? Nah, aktivitas apa
saja yang ada di situ gitu. Nah, kita
juga harus ini melihat apakah ada
kantinnya, terus ee kapal penumpang ini
berapa lama dia berjalan gitu ya. Kan
kalau dari umpamanya
lihat kan ada biasanya dari Surabaya ke
Kalimantan, dari Semarang ke Kalimantan
juga. Nah, ini kita juga bisa lihat ada
potensi-potensi sampah apa. Nah, tapi
secara umum samplingnya sama dan ee
sejauh ini masih relevan lah secara
metode SSS RT ini, Mas ee Hatta ya. Nah,
terutama untuk bandara juga sama.
Bandara ee kita biasa pakai 8 hari plus
ee plus 3 ya, Pak. Hijrah
kita gabungkan 8 + 3 minggu di hari
puncaknya gitu untuk melihat validasi
datanya biasanya untuk menambahkan. Saya
rasa itu Pak Hijar ada yang mau
ditambahkan?
Cukup Pak Ib karena bandara pun
sebenarnya apa ee dermaga kemudian ee
terminal danusnya itu masuk dalam
fasilitas umum ya ee yang di dalam SNI
sudah juga diatur jadi bisa sangat oke
gitu.
Oke,
Mbak Sabrina
dari Bapak Fahmadul.
Yang pertama, apakah pengambilan sampel
sampah di suatu wilayah bisa dilakukan
di periode 8 hari yang berbeda? Misal,
suatu wilayah harus mengambil satu
sampel dibagi menjadi dua periode
pengambilan sampah. Apakah faktor
eksternal seperti cuaca akan berpengaruh
pada data sampah? Lalu yang kedua,
apakah jika sampel akan dilakukan uji
lanjutan karakteristik ada metode
pengawetannya? Kemudian berapa lama
penyimpanan sampel sebelum dilakukan uji
lanjutan? Demikian, Bapak.
Baik, ini nanti tolong dibantu ya, Pak
Hijrah ya. Kalau kami Nah, ini Pak ya,
Pak Fah ya. sampah di suatu wilayah ee
berbeda-beda periodenya ya. Kalau bisa
memang di satu waktu, Pak. Nah, tapi ada
kalau ada keterbatasan
keterbatasan personel mungkin ya ini ya.
Nah, dibagi dua periode pengambilan
sampah. Kalau bisa memang dalam hitungan
bulan dalam 1 bulan saja kan bisa 8 hari
di 50 lokasi, 8 hari di 50 lokasi
berikutnya. Yang penting jangan sampai
ee itu sudah musimnya bergantikan. Musim
kita bisa lihat ya, musim kemarau kapan,
musim penghujan kapan gitu ya. Nah,
kalau ada faktor eksternal seperti cuaca
akan berpengaruh pada data sampah?
Memang iya berpengaruh juga tapi ya
nanti kepada biasanya ee berat vol dan
densitas. Akan tetapi untuk
mengantisipasi ini biasanya ee
trashback-nya ini kan ee kan setiap hari
diambil, Pak ya. Nah, hari diambil itu
biasanya lebih baik diletakkan di dalam
rumah dulu karena kan tiap hari diambil
sehingga tidak terlalu busuklah mau
sampahnya organik ee seperti kulit kulit
udang, ikan, tulang ikan dan lain
sebagainya. Tulang ayam ataupun lauk
pauk lah ya. Kalaupun semalam menurut
itu tidak akan inilah mempengaruhi bau
dan lain sebagainya kalau sehingga
dikeluarkan ee sampahnya ini ketika
sudah diambil oleh petugas sampling gitu
untuk supaya ada menghindari faktor
eksternal tadi seperti cuaca dan lain
sebagainya.
Kalaupun untuk sampel, kalau saran saya
lebih baik dalam 1 bulan ya di situ aja
gitu kan. Ada kalau kita bagi 1 bulan
itu ya 30 hari kan ada dibagi 8 ada 3
periode ya. Nah berarti 8 hari 8 hari 8
hari ya. Kalau 100 sampel bagi 3 ya
kurang lebih 8 hari pertama 33, 8 hari
kedua 34, 8 hari yang ketiganya ee 33
lagi gitu. Nah, terus untuk uji lanjutan
ada metode pengawetannya. Nah, ini
biasanya tergantung laboratoriumnya
seperti apa, Pak. Berapa lama
penyimpanan sebelum dilakukan. Biasanya
kalau dari yang setahu kami, kalau di
laboratorium, kami punya ini ee sesuai
dengan ISO ya dan akreditasi kami.
Pokoknya dalam 14 hari sudah sudah
keluar hasil ujinya. biasanya hanya 3
atau 4 hari ee ini ee penyimpanan sampel
yang kami lakukan. Nah, metode
pengawetannya ee sejauh ini kalau untuk
setahu kami tidak begitu rumit
dibandingkan air bersih ataupun air
limbah ya. Tapi memang wadahnya
diusahakan ya memang ee bersih, steril
lah wadahnya gitu. Saya rasa itu Pak
Hijrah mau ditambahkan
cukup sih Pak aman ya. Aman. Oke, Mbak
Sabrina. Baik, terima kasih, Pak dan Pak
Hijrah. Untuk pertanyaan selanjutnya
dari Bapak Dede Ibnu Kurniawan.
Bagaimana menggabungkan semua hasil data
sampling yang dijadikan data komposisi
dan timbulan volume untuk perencanaan
TPST?
Silakan, Pak. Oke. Oke, Pak Dede ya. Ee
terima kasih atas pertanyaannya. Menarik
ini ya. ee bagaimana menggabungkan gitu
ya. Ee jadi kalau kita lihat dari
diagram apa ya aliran dari sampah
tersebut, TPST ini kan akan berada di
ujung ya berarti sampah dari SRT masuk,
SSRT masuk. Berarti pengolahan data
untuk keperluan perencanaan TPST adalah
sekarang memastikan dulu TPST-nya akan
menerima sampah dari mana saja begitu.
Ee nah setelah diketahui maka data
mentah dari setiap lokasi tadi
digabungkan gitu. Ee komposisi secara
rata-rata dari ee rumah dari ee SSRT itu
gabungkan. Nanti bisa dipersentasekan
berapa persentase dari rumah, berapa
persentase dari SSRT. Kalau timbulan
berarti akan ada angka rata-rata gitu
ya. rata-rata itu kan ee ada angka yang
lain maksimum dan ada yang minimum. Nah,
rata-rata ini nanti dihubungkan dengan
jumlah angka yang hubungannya dengan ee
pelayanan si TPST ya. Jadi dalam ee
perencanaan TPST, TPA gitu kan dia kan
ee dihubungkan dengan jumlah jiwa gitu
ya. Jadi berasa berapa berapa persen
pelayanan yang dilakukan gitu
ee tidak disebut satu persatu lokasi
lokasinya gitu ya. Oh fasilitas wisata,
fasilitas ee kawasan apa, kawasan apa
tidak disebut gitu. tapi kepada jumlah
jiwa agar jumlah jiwa yang terlayani
bisa dibandingkan dengan jumlah jiwa
yang belum terlayani. Jadi persentase
TPST, kinerja TPST ini bisa ditampilkan.
Oh, TPST-nya bisa masuk ee sekitar ee
30% dari seluruh sampah kota gitu. Itu
perbandingannya adalah jumlah penduduk
gitu ya. Jadi ini data gabungan dari
setiap sumber menuju ke akhir. Begitu
kira-kira Mbak Sabrina.
Baik, terima kasih Pak Yi. Baik,
demikian tadi pertanyaan dari Bapak Dede
sekaligus menjadi pertanyaan penutup
dari sesi tanya jawab kita pada training
online kali ini. Saya ucapkan terima
kasih untuk pemateri kita pada hari ini
yaitu Bapak YurialaM
dan Bapak Dr. Ir. Hijra Purnama Putra,
ST, MNG yang telah membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing
bersama dengan Bapak Ibu peserta
training online. Kemudian terima kasih
juga untuk Bapak Ibu yang sudah aktif
bertanya dan mohon maaf apabila ada
pertanyaan yang belum terjawab karena
waktu kita yang sangat terbatas sekali
ya, Bapak, Ibu sekalian. Semoga di lain
kesempatan kita bisa bertemu kembali dan
pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu
bisa terjawab di sesi yang akan datang.
Baik, seperti janji kami di awal, kami
juga sudah mengantongi nama-nama
pemenang yang beruntung pada ee training
online kali ini.
Ee untuk pemenang doorpes yaitu ada Ibu
Ira Puspitasari dari Jawa Barat,
kemudian ada Bapak Fahmiat dari Jawa
Tengah, lalu Ibu Erna Asuti dari
Yogyakarta. Bagi pemenang silakan
menghubungi kontak person di bawah untuk
melakukan konfirmasi.
Baik, kita telah sampai di pengujung
acara Bapak, Ibu sekalian dan
alhamdulillah hari ini baik di sesi 1
ataupun sesi dua kita sudah belajar
banyak sekali melalui training online
dengan topik, metode, dan teknik
sampling sampah yang disampaikan oleh
pemateri kita hari ini yaitu Bapak Debi
Yuriendela SMN dan Bapak Dr. Ir. Hijrah
Purnam Putra, SMN. Banyak sekali ilmu
yang kita dapatkan pada saat penyampaian
materi yang disampaikan oleh pemateri
kita hari ini. Semoga ilmu-ilmu tersebut
dapat bermanfaat untuk kita semua. Baik,
selain itu kami juga ingin mengingatkan
Bapak Ibu sekalian untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah di-share di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi. Dan
sekali lagi saya izin mengingatkan Bapak
Ibu yang menginginkan materi sekaligus
sertifikat dan kemarin belum request
dapat mengisi link yang juga sudah
dikirimkan admin kami di kolom chat.
Terakhir kata saya ucapkan terima kasih
kepada pemateri kita hari ini yaitu
Bapak Yeburi SMN dan Bapak Dr. Insur
Hijrah Purampra STM dan juga Bapak Ir.
Prabowo selaku founder dari Dodika
Insinerator yang telah menyempatkan
waktunya untuk sharing dan berbagi ilmu
bersama kita pada siang hari ini. Lalu
ee
saya ucapkan sekaligus kepada Bapak ee
Dr. Insur Hijrah Purputra, SMNG selaku
founder dari Butik dan Ulang ProjectB
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia. Dan juga tidak lupa saya
ucapkan terima kasih kepada panitia dan
peserta yang telah berkontribusi dan
sangat antusias selama training online
ini berlangsung.
Sampai bertemu lagi di training online
selanjutnya dengan topik dan tema yang
lebih menarik lagi. Akhir kata saya
selaku MC sekaligus moderator memohon
maaf sebesar-besarnya apabila selama
memandu acara ini terdapat kesalahan
kata ataupun perbuatan. Saya Sabina
pamitur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih Bapak Ibu semuanya.
Terima kasih. Bapak Ibu sampai bertemu
kembali.
Kasih terima kasih.
Matur suun
japa-japa.