METODE DAN TEKNIK SAMPLING SAMPAH 2025 SESI 2
DS_IkDNG2uU • 2025-06-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kemudian dengan hormat saya minta kesediaan Bapak Ibu untuk menaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik. Bapak, Ibu sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Jadi jika selama acara training online berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Selanjutnya kami juga masih membuka kesempatan untuk Bapak Ibu sekalian yang mungkin ingin mendapatkan door price spesial dari kami dapat langsung memberikan pertanyaan terbaiknya di kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik di akhir acara untuk memenangkan doorprice spesial dari kami. Lalu Bapak Ibu juga dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectBindonesia dan akan kami pilih dua pemenang story terkreatif untuk mendapatkan doorprice spesial dari kami. Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi. Mungkin langsung saja kami persilakan untuk Bapak Yebi Yuriandala SMN dan Bapak Dr. Ir. Jedah Ram Putra SM untuk melanjutkan penyampaian materinya. Waktunya kurang lebih sampai pukul 14.30. Kepada Bapak YB dan Bapak Hijrah kami persilakan. Baik, terima kasih ee Mbak Sabrina. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak Ibu semuanya. Ee mohon izin saya share screen dulu. Sudah kelihatan Mbak Sabrina? Iya, Pak. Sudah. Suara saya terdengar jelas? Ya, sudah. Ee baik Bapak, Ibu ee kita lanjutkan lagi di sesi kedua ini. Tadi di sesi pertama Pak Hijrah yang memulai. Nah, di sesi kedua ini saya yang akan lebih dahulu menyampaikan secara teknislah seperti apa mengambil sampel ataupun kegiatan sampling di lapangan. Seperti yang kita ketahui tadi di sesi pertama ada lima ee ini materi. Nah, di sesi ke dua ini juga ada kurang lebih lima materi. Nah, setelah ini kita masuk ke teknis pelaksanaan sampling di berbagai lokasi dan rektor. Nah, Bapak, Ibu semuanya dari SNI itu sudah kita ketahui bersama bahwa ada sektor itu ya ee sampah rumah tangga yang perlu dilakukan sampling. Terus ada sampah seni sampah rumah tangga yaitu ada kawasan komersil, ada kawasan industri, ada kawasan khusus, ada fasilitas sosial, fasilitas umum, dan fasilitas lainnya. Dan juga di SNI disampaikan terkait sampling sampah di TPS, TPS3R, TPST, dan TPA. Akan tetapi kami di sini ee menambahkan terkait dengan sampi bank sampah di sedekah sampah dan sektor informal lainnya seperti di pemulung, pengepul, pelapak ataupun industri ulang. Kenapa ini kami lakukan, Bapak Ibu? Kembali lagi kepada tujuan. Nah, tujuan kita melakukan sampling sampah itu untuk apa? untuk apakah untuk mengetahui keseluruhan alur pengelolaan sampah yang ada saat ini atau existing atau hanya untuk mengetahui ee timbulan sampah di SRT atau SSRT ataupun hanya di TPS, S3R, TPST atau TPA? Nah, kalau kami biasanya memang tujuannya adalah seperti ini. Ini yang ditampilkan Pak Hijrah di awal tadi. Kita ingin mengetahui timbulan sampah di sumber seperti apa. Seperti apa pengolahan atau pengelolaan yang dilakukan oleh individu. Nah, terus di sektor formal. Nah, juga di pengumpulan. Nah, seperti apa? Di transfer point seperti apa kondisinya? di pengangkutan juga seperti apa supaya ketahuan semuanya. Nah, alur-alur ini ketika sampling semua dilakukan di berbagai sektor tadi, ada yang memang ada SNI-nya ataupun belum, nah kami biasanya melakukan itu supaya tujuannya adalah untuk mengetahui berapa banyak pengurangan ataupun ee sampah ini ke mana perginya ataupun juga bahasa awamnya ee ada atau tidak kebocoran sampah. Nah, dari sampling sampah ini kita akan ketahui di mana kira-kira bocornya sampah ini. Sampah dari sumber 100 kilo. Tahu-tahu masuk TPA hanya 10 kilo. Berarti kan ada 90 kilo jarak ee ini ya selisihnya Bapak Ibu. Nah, ini tujuannya ketika sampling keseluruhan dilakukan nanti akan ketahuan apakah di TPS3R berkurangnya, apakah di bank sampah, di TPST atau di pemulung diambil pemulung atau masuk industri daur ulang juga lewat pemulung ataupun pengepul sehingga ee kalau kami melakukan sampling ya keseluruhanlah yang kami lakukan. Nah, baik Bapak Ibu, kita masuk ke teknis pelaksanaan sampling untuk yang pertama di SRT atau sampah rumah tangga. [Musik] Ini logbook yang biasa kami gunakan untuk sampling ee di mana ee sekarang ada dua alternatif ya Bapak Ibu. Untuk alternatif pertama itu 8 hari di SRT dilakukan. Nah, kami di sini menambahkan yang menjadi catatan biasanya adalah untuk petugas sampling yang saya sampaikan tadi yang ketika pelatihan itu perlu diingatkan pertama adalah kelasnya. Nah, lokasi samplingnya di mana? Nah, yang high, medium atau low. Nah, juga respondennya siapa? ini terkait tadi yang ditanyakan juga Pak Bayu ya kalau enggak salah itu terkait ethical clearance. Nah, kenapa juga kami lakukan itu? Karena nanti akan ada kuisioner juga yang kita berikan biasanya. Nah, alamatnya di mana? Nah, sehingga ada kecamatan, ada kabupaten. Nah, di sini juga ada nama surveyornya siapa, tanda tangannya siapa. Nah, ada koordinatornya juga ada tanda tangannya. sehingga ee kami mencoba setiap selling ini jelas orang yang melakukan, jelas respondennya, jelas lokasinya, bahkan sampai koordinatnya biasanya kami minta juga supaya apa? Tere-record dengan baik, Bapak, Ibu, terekam dengan jelas. Entah itu nanti ee menurut kami akan sangat berfungsi kalau seandainya DLH yang melakukan atau dinas terkait yang melakukan. Kenapa ya? untuk kontinuitas sampling. Ketika sampling dilakukan hari ini, bisa jadi 45 tahun ke depan akan melakukan sampling lagi. Maka akan dicoba untuk di tempat itu juga. Kenapa? Terkait apa? Data yang series. Nah, sehingga kita bisa melihat seperti apa data series yang dimiliki antara tahun ini, 2 tahun, 3 tahun atau 4 tahun ke depan seperti apa. Nah, selain itu juga ee dalam sampling ini, nah di sini ada kalau di logbook kami jumlah jiwanya ini juga perlu diisi sehingga ketahuan berapa orang di situ. Nah, ini juga kode sampelnya. ini biasanya juga kesekatan dengan ee petugas sampling. Ada kode-kode tersendiri untuk apa? Untuk ee memisahkan antara logbook satu dengan logbook lainnya. Nah, kode ini juga untuk memisahkan rumah A, rumah B, rumah C, dan lain sebagainya. Dan juga untuk validasi ada tanggal di sini. Nah, jadi tanggalnya jelas 8 hari berturut-turut. Nah, di kolom selanjutnya itu ada tinggi, volume, dan berat. Ini untuk alat ee sampling-nya. Nah, box sampling. Kalau SR biasanya kita menggunakan yang kalau dulu itu 40 L, sekarang yang 54 L. Nah, kalau yang diukur biasanya adalah oleh petugas itu tinggi dan beratnya. Untuk volume nanti biasanya akan dilakukan oleh apa? Oleh petugas lainnya. Nah, sehingga ee makanya tadi ada ketua tim terus ada yang bertugas mencatat juga ada yang bertugas untuk memilah sehingga punya peran masing-masing. Nah, begitu juga dengan komposisi. Nah, mungkin Bapak Ibu yang pernah mengikuti webinar kami di seri 1 sampai dengan 5 komposisi selama ini kalau kita mengacu ke SNI yang 94 itu yang diukur hanya persen berat. Nah, pada saat ini di SNI 2025 itu ada persen volume sehingga kami menambahkan ada persen berat di sini, ada persen volume di setiap komposisi sampahnya. Ini kalau kami membuatnya ada 13. kembali lagi ke sesuai kebutuhan seperti apa ee dilakukan proses samplingnya dan tujuannya apa. Nah, kalau untuk komposisi ini nanti juga ada hubungannya dengan apa? Dengan uji karakteristik. Ketika ada komposisi, ada hasil uji karakteristik setiap komposisi, maka akan mudah menentukan pengolahan jenis apa yang bisa dilakukan. mau secara termal, secara biologi atau secara fisik dan lain sebagainya. Ee atau mungkin bisa digabungkan. Nah, ini ee jadi semakin banyak komposisinya, nah semakin bagus betulnya akan tetapi juga akan membutuhkan waktu dan pembiayaan yang cukup banyak. Nah, ini untuk yang ratif kedua ketika dilakukan 3 hari. Nah, secara umum sama saja formnya. Yang membedakan biasanya di sini saja hari kerja. Nah, kalau kita lihat tadi ini kan tanggal. Nah, kalau di sini ada hari kerja tanggalnya tanggal berapa? Hari libur tanggal berapa? Nah, hari puncaknya juga tanggal berapa. Jangan sampai juga dilakukan ee hari kerja hari Jumat. Nah, hari Jumat tanggal 1. Nah, hari libur itu dibuat hari Minggu. Hari atau hari Sabtu? Sabtu tapi tanggalnya tanggal 8 gitu. Nah, kan ee seharusnya kalau bisa berdekatan-berdekatan dilakukan. Nah, sehingga ini juga untuk mengukur kevalidannya nanti ketika ada pengolahan data. yang lainnya sama ada tinggi, volume, berat, dan lain sebagainya. Nah, teknik samplingnya kurang lebih sama saja Bapak Ibu dengan ee SNI 1994. Nah, akan tetapi ee ada penekanan di SNI kali ini bahwa apa? APD itu perlu. Nah, di SNI 94 tidak begitu ditekankan. Nah, tetapi memang ee alat pelindung diri itu kami melihat ini sangat perlu diperketat ketika kita melakukan sampling. Karena ini juga terkait kesehatan ya, kesehatan dari petugas sampling. Nah, ketika mengambil sampah dari sumber entah itu menggunakan ee mobil boks atau bak terbuka ataupun menggunakan motor roda 3 ini biasanya kan sampah itu dikumpulkan dulu. Nah, setelah tadi Pak Hijrah bicara jumlah sampel, kalau jumlah sampelnya ada 10, mereka ngambil di waktu yang sama. Biasanya di waktu yang sudah dijanjikan setiap hari. Kalau 8 hari waktunya kurang lebih sama. Kalau diambil jam 09.00 pagi kurang lebih jam 09.00 pagi juga dimulainya mereka muar petugasing akan muar ke titik-titik lokasi yang sudah ditentukan yang menjadi sampel ataupun yang menjadi responden. Setelah itu terkumpul, maka sampah dibawa ke salah satu tempat yang sudah ditentukan, yang kita sepakati. Nah, dengan sampai di tempat tersebut ditimbang berat sampah yang terdapat pada kantong plastik. Ini yang paling simpel dilakukan. Nah, kalau di SNI juga boleh apa memang dibuka sampahnya terus dimasukkan wadah ke wadah 54 L nanti ditimbang dan diukur volumenya. Tapi kalau kami biasanya setiap kantong dari setiap rumah itu kami timbang terlebih dahulu untuk melihat apa nanti juga ketika memang dibutuhkan ketika sudah masuk ke botol ke wadah sampling nanti bisa ditimbang lagi dan diukur volumenya. Tetapi biasanya yang kami lakukan kami timbang terlebih dahulu. Pokoknya turun dari kenderaan masih dalam kondisi kantongnya itu terikat ataupun masih utuh itu ditimbang dulu. Nah, dicatat logbook. Nah, yang tadi kalau kita lihat logbook-nya ada berat ya. Nah, ada beratnya berapa yang sini Bapak Ibu. Nah, beratnya berapa? hari pertama nanti baru diukur volumenya. Nah, diukur volumenya buka satu contoh atau sampel yang diambil dari titik sampling dan masukkan ke dalam kotak sampling 54 L. Masukkan sampah yang dalam kantong tadi ke dalam kotak 54 L. Nah, ini sama juga dengan SNI sebelumnya. Dihentakkan tiga kali kira-kira ketinggiannya ya 20 cent lah. Nah, agar sampah ada terkompaksi. baru diukur tingginya. Nah, jadi diukur tingginya sudah dapat berat, sudah dapat tinggi. Kalau volume kan sudah jelas Bapak, Ibu panjang kali lebarnya kan 30 * 30 ya. Nah, senti. Nah, tinggal di nanti dikalikan T-nya berapa. Nah, nanti Pak Hijrah akan menunjukkan juga ada form-nya yang sudah disiapkan. Jadi, tinggal memasukkan berat, volume, dan lain sebagainya. luar nanti eh berat dan tinggi ya sudah hasil hasil volumenya akan kelihatan juga. Kemudian untuk komposisi. Nah, ini komposisi ada penambahan sebut dari dari yang sebelumnya SNI yang sebelumnya. Nah, untuk SRT ini. Nah, sebetulnya SRT yang untuk alternatif 1 dan 2 kurang lebih sama saja. Nah, jadi yang pertama pilah contoh berdasarkan komponen posisi yang telah ditentukan. Jadi kalau memang Bapak Ibu ini ada dua cara biasanya kami lakukan. Ketika waktunya dan tenaganya banyak, setiap sampel dari setiap rumah, dari setiap lokasi, setiap responden itu satu-satu diuji komposisinya, Bapak, Ibu. Nah, di pisah masing-masing komponen. Kalau tadi ada 13, kalau kita mau 13, 13. Kalau cuman butuh 4, 4 atau kalau butuh 12, 12 atau 9 sesuai dengan kebutuhan. Nah, setelah itu setiap komponen itu ditimbang. Nah, itu lalu apalagi diukur. Jadi nanti akan ada persen berat komposisi, terus ada persen volume komposisi. Nah, ini yang di SNI 2025. Jadi, ee tujuannya untuk melihat seperti apa persen berat dan persen volumenya. Nah, ini juga ee akan menjadikan data yang informatif lah. Bisa bilang seperti itu. Bapak, Ibu juga akan mengetahui, oh ternyata ee komposisi secara berat ini hanya 20% gitu ya. Tapi kalau dilihat secara volume komposisinya itu besar gitu bisa 30 atau 35% gitu. Nah, ini juga ee bisa kita jadikan pertimbangan nanti ketika melakukan pengelolaan di tingkat lanjut gu seperti itu. Jadi caranya tadi seperti saya sampaikan bisa per setiap rumah dilakukan uji komposisi ketika mencukupi tenaganya banyak. Tapi kalau seandainya tidak mencukupi maka dibagi saja berdasarkan ini kelas asas rumahnya. Kan kita sudah tahu ya pendapatan dan lain sebagainya. Kelas menengah, kelas bawah. Jadi kalau kelas atas ada lima sel, nah yang kelima-limanya ini digabung. Nanti akan apa? Di situ baru dipilah lagi di komposisinya. Yang kelas menengah kalau ada lima juga ya digabung. Kelas bawahnya juga sama kalau ada lima ya lima digabung langsung. Seandainya ee memang ee dari sisi tenaga dan dari sisi waktu sangat pet gitu. Nah, tapi kalau memang ee tenaganya banyak, waktunya luang ya kita biasanya setiap setiap sampel kita akan uji komposisinya itu. Nah, untuk kawasan komersil. Nah, tadi untuk ini kita sudah masuk kalau ya ee hanya rumah tangga. Nah, untuk sampling di berbagai lokasi SSSRT itu cukup banyak tadi. Nah, kita mulai dari kawasan komersil Bapak, Ibu. Ini contoh logbook-nya. Nah, ada pasar, ada retail modern, ada swalayan, ada minimarket, pertokoan, ada kios, warung, penginapan, hotel, wisma, rumah makan, restoran, dan lainnya. Nah, ya. Ini biasanya untuk mempermudah surveyor ya kita buatkan form seperti ini. Jadi mereka tinggal centang saja gitu. Nah, selesai nama lokasi sekali tulis saja selesai. Alamatnya di mana, kecamatan dan kabupatennya. Nah, dan jangan lupa jangan lupa ini catatan-catatannya Bapak Ibu jangan lupa. Nah, untuk retail modern ditanyakan jumlah pegawainya berapa. biasanya dicatat juga oleh surveyor. Untuk swalayan jumlah pegawainya berapa orang? Minimarket juga jumlah pegawainya berapa? Pertokoan jumlah pegawai kios jumlah pegawai wangung juga sama. Hotel jumlah kamarnya berapa? Bahkan juga biasanya ee jumlah pengunjung kalaupun ada ketika ketika hari samplingnya gitu. Nah, ini yang kami lakukan. Penginapan juga sama jumlah kamar dan jumlah pengunjung pada hari sampling. Wisma juga sama jumlah kama. Makan jumlah kursi atau meja atau unit. Nah, restoran juga jumlah kursi atau meja atau unit atau luasan. Bahkan kami kalau kami biasanya kami tambahkan luasannya. Kalau pasar itu luasannya meter perume TPS juga sama. E biasanya. ya. Nah, ini kenapa cantumkan ini? Di sebelah pasar itu ada TPS, Bapak, Ibu. Nah, ini yang juga perlu perlu diperhatikan. Nah, di pengunjungnya kalaupun ada, kalaupun ada biasanya ya. Nah, luas areanya berapa, volume TPS, panjangnya berapa, lebar berapa, tinggi berapa. Nah, ini form-nya. Nah, terus untuk kawasan khusus. Nah, ini kita mungkin bicara form dulu ya, Bapak, Ibu ya. kawasan khusus ini ada cagar budaya taman nasional, terus pengembangan industri strategis ataupun pengembangan teknologi tinggi. Nah, ini juga sama ataupun lainnya ya. Nah, akan tetapi, nah ini juga untuk mempermudah petugasnya dalam bekerja, petugas sampling dalam bekerja, kami biasanya memberikan catatan seperti ini. Untuk cagar budaya itu luasnya berapa, jumlah pengunjungnya berapa? Biasanya dari tiket kalau ada TPS-nya volumenya apa? TPS-nya panjang kali lebar kali tingginya. Untuk taman nasional luas taman nasionalnya berapa meter persi? Jumlah pengunjungnya juga sama volumenya juga volume TPS-nya. Begitu juga dengan pengembangan industri strategis, pengembangan teknologi tinggi. Nah, ini juga sebagai catatan-catatan. Nah, ini biasanya di ee di sebelahnya tinggal catat gitu petugas sampling-nya. Untuk kawasan fasilitas sosial. Nah, ini fasilitas sosial seperti ini formnya yaitu masuk rumah ibadah, panti asuhan, panti sosial dan lain sebagainya. ya. Nah, ini kembali lagi ee kalau kami memang ee kalau form kami sediakan itu 8 hari ya untuk seming. Nah, dengan catatan-catatan untuk fasilitas-fasilitas ini, jumlah pegawai dan penghuni pant. Nah, ini juga perlu rumah ibadah biasanya luasnya. Nah, dari luasan biasanya kalau kita lihat dari luasan, kita akan mengetahui juga oh ini bisa menampung berapa jemah dan lain sebagainya gitu. ini form-nya. Terus untuk fasilitas umum. Untuk fasilitas umum. Nah, ini contoh ee logbook-nya di mana ada terminal, ada stasiun, ada pelabuhan, ada bandara, halte, taman kota, hutan kota, tempat wisata, jalan dan trotoar, dan lainnya. Ini juga sama perlu ditentukan dulu lokasinya, Bapak, Ibu. ee terus juga alamatnya di mana. Nah, ini juga penting Bapak Ibu, terutama biasanya untuk jalan. Nah, jalan trotoar. Jalan dan trotoar ini ee biasanya diambil adalah jalan-jalan protokol untuk dilakukan sampling karakteristik ataupun ee timbulan sampah. Kenapa seperti itu? Karena yang ini untuk mempermudah biasanya. Nah, kalau jalan protokol sudah pasti ada penyapuan jalan setiap hari. Sehingga petugas yang menjadi petugas sampling untuk di jalan dan trotoar biasanya ia petugas dari dari yang memang bertugas menyapu jalan ataupun trotoar itu setiap hari. Nah, sehingga mereka sudah terbiasalah untuk ee mengumpulkan sampah bisa bilang seperti itu. Nah, jadi selama 8 hari. Nah, dan juga perlu dicatat ada jumlah jiwanya berdasarkan apa di sini ada tetap kami cantumkan jumlah jiwa dan kode sampling. Nah, terminal ini biasanya juga ee kita mengetahui luas terminalnya. Kalau ada pengunjung juga perlu dicatat. Nah, volume TPS-nya semuanya kalau memang ada TPSK biasa minta data TPS-nya yang stasiun, pelabuhan, bandara, halte, taman kota ini juga luasan sangat penting karena kan satuannya nanti ketika terlihat adalah berapa kilogram per met². Nah, kalau tempat wisata itu biasanya jumlah pengunjung yang kita ambil ee seperti tempat wisata pantai, terus tempat wisata kalau di Jogja itu kita biasanya sampling di Candi ataupun ee kawasan Malioboro, biasanya kita akan lihat jumlah pengunjungnya gitu. Nah, kalau jalan dan trotoar tadi jalan atau trotoar yang akan dijadikan sampel. Nah, memang yang disapu mungkin ada 10 atau 20 kilo. Apakah semuanya di ini diambil? Nah, itu namanya sensus. Tapi kalau biasanya kita akan ngambil sesuai dengan ee ini hasil kesepakatan dan juga secara ee statistik bisa di dipertanggungjawabkan seperti itu. Selanjutnya untuk fasilitas lainnya ini ada fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan. Tadi yang ada yang bertanya Pak Hijrah juga ee kalau untuk klinik atau rumah sakit itu yang mana gitu. Nah, ini SSS RT. Nah, untuk fasilitas kesehatan, fasilitas lainnya lah ya. Ada pendidikan, kesehatan, perkantoran, rumahan, kawasan berikat, pusat kegiatan olahraga dan lain sebagainya. Ada Lp juga. Nah, ini sudah dimasukkan juga di SNI lebih detail Bapak Ibu di SNI. Nah, yang perlu kalau untuk logbook ini yang untuk SSRT yang ee kawasan lainnya itu adalah kalau untuk kawasan pendidikan jumlah pegawai biasanya ya kalau sekolah ya guru, kalau universitas ya berarti dosen tendik ya guru dan tendik dosen dan tendik tenaga kependidikan gitu siswa atau mahasiswanya berapa banyak. Nah, untuk kesehatan jumlah pegawainya, jumlah kamarnya ada berapa? Nah, dan kalau mau ditambah lebih detail biasanya adalah ketika sampling dilakukan ini ada berapa yang kalau ada tempat rawat inap berarti ada berapa ininya pasien pada hari sampling tersebut. Nah, kalau kawasan perkantoran biasanya jumlah pegawai. Nah, dan juga kawasan perkantoran, rumah tahanan, jumlah pegawai dan warga binaannya. Pusat kegiatan olahraga, jumlah pegawai, jumlah kunjung dalam 1 hari atau pada saat sampling dilakukan. Kalau lembaga permasyarakan juga jumlah pegawai dan biasanya juga warga binaannya juga sama. Nah, dan sebagai catatan juga Bapak Ibu semuanya untuk wilayah ini, nah fasilitas ini itu biasanya ada penunjang yang kadang sering dilupakan yaitu ada kantin atau tidak. Nah, ini juga perlu jadi catatan. Nah, kantinnya jual apa? Ini juga perlu biasanya dicatat karena kadang ada juga kantinnya yang cukup besar. Contohnya di mana? di fasilitas pendidikan ya. Nah, di fasilitas kesehatan ini juga cukup banyak ada kantin. Nah, di perkantoran juga sama ada kantin. Fasilitas olahraga juga ada kantin. Nah, sehingga perlu dicatat juga. Kenapa? Karena bisa jadi ee ketika sampling dilakukan 8 hari pada waktu tertentu tiba-tiba organiknya naik. Nah, ini juga kejadian kami di ada di fasilitas pendidikan pada hari tertentu itu samp organiknya banyak. Nah, ternyata kenapa ya? Karena ada waktu tertentu yang pada hari tertentu itu karyawannya itu banyak ataupun mahasiswa atau siswanya banyak makan di kantin gitu dan sampahnya tentu lebih banyak gitu. Dan untuk kawasan berikat, kita juga butuh data apa? Luas kawasannya dan serta volume TPS-nya. Nah, ini biasanya petugas sampling tinggal catat di sini. Nah, jumlah pengunjung kalau memang ada jumlah pengunjungnya. Nah, terus ada volume TPS-nya panjang lebar kali tingginya. Ini untuk fasilitas SSSRT. Nah, untuk lainnya dan kawasan industri. Nah, ini untuk SSSRT kawasan industri ini logbook yang biasa kami gunakan ee wilayah-wilayah kawasan industri seperti industri manufaktur, industri tekstil, bahan kimia, industri konstruksi, pertambangan ataupun industri hiburan, industri makanan, minuman, telekomunikasi, ataupun komputer. Yang perlu dicatat biasanya apa? Jumlah pegawai. Nah, jumlah pegawainya berapa? Karena kan ee industri-industri seperti ini juga ee pegawainya cukup banyak. Nah, sehingga perlu di diidentifikasi. Nah, kalau bisa memang setiap sampling dilakukan setiap hari juga ditanya jumlah pegawai yang masuk sama atau tidak. Nah, karena kadang ada juga itu Bapak Ibu pada waktu tertentu jumlah ee pegawai yang masuk pada hari tertentu itu lebih banyak pada hari sebelumnya karena ada shift dan lain sebagainya di beberapa industri gitu ya. Nah, terutama untuk biasanya industri hiburan dan lain sebagainya ini juga berdasarkan jumlah pegawainya juga ataupun kalau ee bisa ditambahkan ya nanti pengunjungnya kalau industri hiburan ini. Nah, teknik sampling SSRT kurang lebih sama semuanya mulai dari fasilitas komersil tadi sampai ke fasilitas ataupun kawasan industri. Nah, kembali lagi ya kalau kami biasanya melakukan, nah itu memang kantong yang terbawa itu langsung ditimbang sebagai sebagai ee data awal. Nah, ditimbang dicatat pada logbook tadi. Nah, kalau kita lihat ya logbook-nya tetap ada berat ada tinggi untuk volumenya nanti. Nah, terus selanjutnya apa? setiap sampel ini dibuka lalu masuk ke k sampling yang 500 L Bapak Ibu. Kalau untuk SSRT ada kondisi tertentu menggunakan bok yang 500. Nah, tergantung kembali lagi tergantung kepada timbulan sampahnya. Kalau Bapak Ibu ngerasa petugas sampling, oh sampahnya hanya sedikit biasanya, Pak. Nah, maka kami menggunakan yang 54 liter. Apakah boleh? Ya, enggak ada masalah sebetulnya, Bapak, Ibu. Tapi kalau kita lihat ya fasilitas-fasilitas yang komersil, fasilitas pendidikan, fasilitas lainnya ataupun industri sangat jarang biasanya ee sampahnya itu hanya 54 lit karena biasanya akan banyak apalagi kalau industri-industri yang besar yang karyawannya sampai ribuan itu sangat sangat mungkin rasanya menggunakan kotak sampling yang 54 liter. Nah, kita biasanya menggunakan ee kotak sampling yang 500 L. Jadi sampah yang dari industri ataupun kawasan SSS RT tersebut masuk dibuka dimasukkan ke bok 500 L. Kembali lagi jatuh kotak sebanyak tiga kali dari ketinggian 20 cent agar sampah terkompaksi. Itulah gunanya ada pegangannya kotak samplingnya Bapak Ibu. Seperti yang saya gambarkan tadi di sesi pertama, kotak samplingnya entah 54 ataupun 500 L itu ada pegangannya. Nah, sehingga memudahkan. Nah, kalau untuk yang 500 L ini juga biasanya kami menambahkan alat berupa gawang. Gawang itu seperti ada besi berdiri, terus ada ya seperti gawang itu Bapak, Ibu. Tapi di tengah-tengah gawang itu nanti ada ada cantolan yang bisa untuk tempat timbangan. Nah, kalau 500 L dipegang diangkat seperti ini kan nimbang enggak mungkin. Jadi pakai gawang itu biasanya menimbangnya. Nah, ketika sampah dari kawan SSSRT sudah masuk ke box sampling dan sudah dijatuhkan kotaknya sebanyak tiga kali untuk pemadatan, maka diukurlah tingginya tadi sehingga kita bisa menghitung volumenya. Nah, ini bisa dilakukan di titik di setiap titik sampling ya. selama 8 hari atau sesuai dengan kebutuhan tadi bisa 3 hari gitu. Nah, ini yang besar Bapak Ibu. Nah, ini biasanya ada di pasar ataupun di kawasan-kawasan industri yang besar maka apa? Sampah yang dibawa seperti ini entah motor roda 3 ataupun ataupun pick up biasanya ya. Nah, ataupun pick up sampah dituang ke terpal. Ini fungsi terpals biasa. Nah, lalu dilakukanlah metode kuadran. Kalau SNI menyebutnya kuadran. Nah, tapi kalau kami sering menyebutnya paling simpel tuh quartering. Jadi dibagi. Nah, ketika sampahnya dirasa sangat banyak untuk homogenitas biasanya sampahnya di letakkan dipal lalu diaduk terlebih dahulu dihomogenkan memang dibuka. Itulah kenapa tadi kami menyarankan untuk berapa tempat tertentu. Kalau kita memang ditimbang, ditimbang dulu. Kalau enggak ya berarti langsung dipilah-pilah seperti ini di ee quartering dulu atau dibuat metode kuat dulu baru nanti bisa ditimbang. Nah, ketika dilakukan quartering sampahnya ini dibagi 4 setelah di sini homogen. Nah, aduk hingga rata semaksimal mungkin. Setelah homogen seperti ini dipisah Bapak Ibu jadi empat bagian. Nah, sampai akhirnya kalau dipisah seperti ini, yang ini dibuang, ini dibuang, ini diambil lagi. Nah, lalu yang ini, yang ini dicampur lagi, Bapak, Ibu. Kalau dirasa masih sangat banyak dan berat, maka dipisah lagi kuadrannya. Nah, ini dikeluarkan nanti diambil. Nah, yang inilah yang ditimbang nanti. Nah, kira-kira kurang lebih 700 sampai 100 kilo biasanya penuhnya wadah 500 L itu 500 L. Nah, ini biasanya ee itu kurang lebih ya 70 sampai 100 kg. Ne. Nah, ini kurang lebih untuk komposisi juga sama, Bapak, Ibu. Setelah kita ketahui volume dan beratnya, kita bagi sampahnya itu berdasarkan komponen yang kita inginkan. Mau 4, mau 9, 12, 13 tergantung kebutuhan Bapak, Ibu. Jangan lupa ketika sudah di ini dipilah-pilah seperti ini nanti akan ditimbang dan diukur. Dulu hanya sekedar ditimbang, sekarang perlu diukur tingginya di dalam bok samplingnya. Jadi kembali lagi masuk ke box sampling. Nah, ditimbang sama diukur kembali untuk kita mengetahui masukkan ke logbook. Ada berat komposisi, ada volume komposisi. Nah, ini contoh dokumentasi yang kami lakukan sehingga ee ini hampir seluruh kegiatan bukan hampir memang seluruh kegiatan kami selalu minta dokumentasi Bapak Ibu supaya apa? supaya mudah untuk mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan sudah betul atau belum, sudah sesuai SNI ataupun peraturan yang berlaku atau belum kegiatannya. Ini contohnya ini sampah awal masuk. Nah, lalu ditimbang ini gawangnya tadi. Ini gawangnya Bapak Ibu di atas ini. Nah, ini cantolannya ditimbang ini contohnya harian toko mawar gitu ya. Nah, toko snack mawar sampahnya segini ditimbang. Nah, lalu masuk ke sini. Ini juga difoto. Kami biasanya minta foto. Nah, tinggi sampah toko mawar berapa. Nah, terus ketika sudah dipilah-pilah juga kita akan lihat komposisi sampah tokonya apa saja. Terlihat walaupun di logbook dicatat tapi kami biasanya akan minta tolong difotokan sebelum ditimbang komposisinya. Untuk apa? sebagai evidence, sebagai bukti bahwa memang di dipilah sesuai dengan kebutuhan kita. Nah, ini untuk juga mempermudah kan hanya biasanya ada petugas yang hanya memilah. Nah, untuk tim leadernya atau ee ketua tim samplingnya akan mudah nanti. Oh, ini benar ini. Nah, sehingga mudah untuk menghitung juga gitu. Nah, ini catatan teknik sampling untuk SRT dan SSSRT. Untuk timbulan dan komposisi sampah akan bergantung kepada jenis kawasan dan fasilitasnya. Makanya tadi ee ada logbook yang kami siapkan. Nah, biasanya untuk ee petugas sampling supaya data yang diinginkan itu lengkap dan tahu kawasannya kawasan mana, fasilitasnya seperti apa. Supaya juga ketika dilakukan perencanaan ke depannya timbulan dan komposisi sampah ini mewakili kawasan-kawasan tersebut. Nah, dan juga data yang perlu ditambahkan ketika sampling jam operasionalnya. Kalau Bapak, Ibu ee ada yang mengutus orang untuk survei dan lain sebagainya, surveyor juga harus ada catatan jam operasional umpamanya kawasan pendidikan ee kawasan komil. Nah, ini juga jam operasional perlu dicatat. Jumlah pegawai juga iya. Nah, kalau kami biasanya ee kalau untuk kawasan-kawasan tertentu ya lakukan apa? Pas setiap hari sampling ada catatan jumlah pegawai hari ini 100 yang masuk. hari berikutnya oh ada 110 atau 105 gitu ya apa supaya juga nanti pembaginya nah itu timbulan sampahnya jelas berapa orang begitu juga kawasan wisata contohnya jumlah pengunjungnya juga jelas luas areanya jumlah kursi atau meja untuk rumah makan ini juga harus dicatat dengan baik nah selanjutnya setelah SRT dan SSRT T kita coba mengupas tentang teknik sampling di TPS. Nah, kawasan TPS ini seperti kita ketahui ini adalah tempat mengumpulkan sementara sampah dari sumber-sumber SRT biasanya dari sumber rumah tangga, sampah rumah tangga ataupun juga ada kawasan komersil yang masuk TPS ini. Ini contoh logbook yang kami lakukan. Nah, ini juga perlu. Nah, tadi Pak Hijra sudah melakukan atau menyampaikan terkait jumlah sampelnya berapa. Nah, setelah ditentukan jumlah sampel, dibuatlah form seperti ini. Nah, nama TPS-nya apa? Alamatnya di mana? Nah, waktu samplingnya ada hari tanggalnya. Nah, ini juga alat angkutnya. Nah, jadi jelas Bapak Ibu alat angkutnya apa? 1 2 3 4 atau apapun itu. Nah, setelah itu diukur panjang, lebar, tinggi. Nah, berat sampahnya juga ukur. Nah, syukur-syukur kalau ada jembatan timbang akan lebih baik. Tapi jarang biasanya kalau di TPS jembatan timbang ya. Nah, biasanya yaitu tadi metode quartering yang kita gunakan nanti setelah ini saya jelaskan. Nah, komposisi sampahnya juga sama. Nah, biasanya ya ini ee 13 kita buat 13. Nah, sebelumnya 12 ya yang paling banyak itu. Nah, kalau SNI sekarang 13 yang diperhatikan untuk di TPS pertama jumlah TPS yang tersedia data sekunder dari DLH setempat atau SIPSN atau data lainnya. Ini untuk rasinya Bapak Ibu penentuan lokasinya juga. Nah, terus kapasitasnya berapa? panjang, lebar, tinggi, kapasitas TPS-nya berapa? Jumlah jenis kenderaan yang masuk ke TPS tersebut. Ini kan juga data sekunder ya, Bapak, Ibu ya. Ini biasanya dari DLH kita tahu fasilitas pengelolaan apa yang ada di situ. Ada RAM kah atau ada kenderaan berat atau ada mesin kompaksi. Terus aktivitas sektor mal ada atau tidak di situ? Pemuluk, lapak, atau rosok. Ini juga nanti akan jadi pembahasan ketika memang ada pemulung yang di TPS, ada pelapak, ada lapak di sebelahnya atau ada rosok juga yang ngambil di situ. Nah, ini juga perlu perlu jadi pertimbangan untuk timbulan sampahnya. teknik samplingnya di TPS ya. Kembali lagi sampah dari motor ataupun dari kenderaan motor roda tig gerobak sampah ataupun ee pick up biasanya mobil ya mobil pick up. Nah sangat jarang biasanya ketika d truk nah biasanya sampai ke pik saja yang masuk TPS gitu. Nah, jadi dituang ke ee terpal biasanya diambil kalau seandainya itu truk kita biasanya ngambilnya sesuai 500 lit ini. Nah, dituang di truk. Nah, terus kita juga ataupun dari truk itu kalau memang terpalnya memang ya kembali lagi kalau ada waktu yang waktunya panjang banyak biasanya tidak kita ambil 500 L tapi dari truknya itu atau dari motor roda tignya dituang langsung ke terpal. Tapi kalau truk biasanya kita akan ambil minta dihomogenkan. Nah, terus baru kita ambil 500 L. Nah, lalu kita buat metode quartering lagi seperti tadi. Nah, dibagi lagi. Nah, baru nanti di ditimbang ber dari yang ditimbang ini barulah diukur formnya, Bapak, Ibu. Nah, diukur volumenya lalu diukur komposisinya. sama saja prosedurnya untuk komposisi. Nah, pilah contoh sampah berdasarkan komponen yang dibutuhkan. Mau ya setidaknya 3 tadi ya sesuai SNI. Lalu timbang dan ukur tingginya, timbang beratnya, ukur tinggi boksnya untuk mengetahui volumenya. Selanjutnya di TPS 3R seperti yang kita ketahui Bapak Ibu kalau TPS3R kalau SI kan diukur hanya masuknya berapa. Tapi kita ketahui bahwa TPS3R ini, nah TPS3R ini sampah masuk Bapak Ibu. Lalu ada pengolahan, ada produk di sini. Nah, terus ada juga yang di Nah, ada yang diangkut ke TPA. Kami biasanya melakukan di sini untuk mengetahui ini juga kita ukur sampah. Nah, ini contohnya ini kami menyebutnya sebagai formulir untuk log sampling sampah di TPSah masuk. Nah, biasanya kan menggunakan motor ada tiga. Nah, kalau ee memudahkan di lapang kami langsung menyebutnya apa? VR. Karena masyarakat lebih petugas sampling atau surveyor lebih mudahlah untuk Nah, biasanya juga disebutkan platnya. kita catat platnya. Estimasi volumenya berapa? Nah, berapa beratelnya berapa sehingga jelas ee nanti untuk melihat ee dari sampah yang dibawa oleh VR1 itu berapa volumenya? Terus yang bisa masuk ke kotak sampling itu berapa? Ee kecil dari ee 500 L atau tidak? Di sini satuannya kita buat m³ ya. Nah, 0,5 m³ berarti ya. Nah, terus beratnya berapa? Biasanya timbang pakai gawang. Komposisinya sama 13 juga ada berat dan volume gitu ya. Terus ini sampah keluar Bapak Ibu. Kita ingin mengetahui di TPS3R ini pengolahan apa yang dilakukan. Mungkin ada organiknya dibuat kompos magot atau jenis pengolahan lainnya. Sampah anorganiknya dijual seperti apa? Kertas, plastik, logam, kaca, dan lain sebagainya. Atau mungkin ada yang dibakar juga. Karena seperti yang kita ketahui, kita tidak menafikan juga cukup banyak lokasi-lokasi yang ada tar saat ini. Pertama wilayah-wilayah yang memang jarak TPA-nya jauh, TPS3R-nya ini di jarang diangkut atau tidak terlayani. Apa? Iseng-isenglah bakar sampah gitu ya. Nah, ini juga perlu perlu kita identifikasi. Nah, ini ada untuk TPS 3R1 biasanya ada P1, P2, P3. Ini adalah periode Bapak Ibu, periode-periode. Ee kalau di sini ee logbook sampah masuk tidak ada periode. Nah, kenapa kami buat periode? Karena untuk sampah keluar ini ini waktu penjualan biasanya, waktu hasilnya. Bisa jadi kompos itu dijual per minggu atau per 2 minggu atau per bulan. Ini juga diinikan ataupun sampah anorganik seperti kertas dan lain sebagainya diambil itu per bulan biasanya kan. Nah, sehingga perlu identifikasi juga. Jadi P1 ini biasanya diseragamkan. Nah, P2 juga sama periode 1, 2, 3. Bolehkah ada P4, P5 dan sebagainya? Monggo silakan. Kita biasanya untuk melihat kecenderungan kami mengambil tiga periode. Nah, kalau jaraknya sebulan berarti data 3 bulan terakhir yang biasanya kami ambil. Caranya seperti apa? samplingnya ini untuk sampah masuk kurang lebih sama TPS tadi. Nah, sampah di yang masuk TPS 3R dituang ke terpal. Kalau memang bisa langsung masuk boks 500 L, maka langsung di ee timbang. Kalau tidak ya dikartering dulu atau di metode kuadran sesuai SNI. Nah, baru nanti ditimbang kurang lebih beratnya 70 sampai 100 kg. Untuk komposisi juga kurang lebih sama pengukuran komposisi sampahnya dipilah-pilah sesuai dengan kebutuhannya. Nah, lalu ditimbang dan di beratnya diukur volumenya untuk masuk book berat berapa komposisinya terus komposisi volumenya berapa juga gitu. Selanjutnya ini bank sampah. Nah, ini juga ee di SNI belum ada. Nah, tapi kami ee selalu melakukan juga Bapak Ibu sampah bahwa ee dalam sektor pengelolaan sampah ya juga tidak menafikan bahwa banyak bank sampah seperti di Jogja sampai 1800-an bank sampah yang aktif maupun tidak aktif. Nah, ini juga perlu diampling berapa banyak perannya dalam pengelolaan sampah. Nah, jadi biasanya yang lakukan di awal yaitu survei dulu ataupun minta data ke dinas terkait dari pakuyupan ataupun dari SIPSN kategori bank sampahnya apa, jumlahnya berapa. Nah, terus jenis lain yang terkadang masuk kat bank sampah seperti KK sampah juga nanti perlu dipisahkan. Tidak semua bank sampah terdata aktif. Ini contoh-contohnya yang kami punya di JPSM Sleman. Nah, dari nanti ditentukan jumlah sampelnya sampaikan Pak Hijrah tadi. Nah, kami biasanya pendataan seperti ini. Kalau di bank sampah, itu sampah-sampah yang layak jual biasanya yang ada. Sehingga formulirnya kami buatkan ya sampah kertas, plastik, besi, kaca, dan lain sebagainya formnya. Nah, sehingga kalau untuk periode sama periode 1 2 3 kami biasanya menggunakan tiga tiga periode berurut kalau memang kalau di bank sampah setahu kami itu per 2 minggu ada yang 1 bulan juga tapi prode 1 per 2 minggu per 2 minggu, 2 minggu gitu sehingga datanya kami melihat oh sampah apa saja yang banyak terjual. Nah, selanjutnya sebelum masuk ke TPA sampah biasanya masuk ke TPST. Nah, TPST sudah dari TPS menuju TPST biasanya menggunakan truk. Nah, kalau form sampling yang digunakan itu kami mencatat di CS-nya terus identitas kenderaan pengangkutnya seperti apa. Nah, ada nomor polisi biasanya kalau memang dibutuhkan. Nah, terus juga ee ada form untuk berat sampel dan volume juga nanti. Nah, ini komposisi juga sama. Nah, tetapi sama juga Bapak, Ibu untuk TPST itu ada sampah yang keluar juga. Karena biasanya TPST itu ada yang mengumpulkan sampah organik. Nah, jadi kompos atau magot untuk lainnya atau anorganik dijual atau juga kan sekarang RDF ya, Bapak, Ibu. Sehingga sampah masuk berapa sampah keluar berapa. kita akan melihat perbandingannya dan residunya berapa gitu. Nah, form-formnya kalau untuk samplingnya kurang lebih sama. Nah, dari truk ini modelnya kuadran juga. Nah, tidak ada perbedaan sebetulnya. Nah, bagaimana cara sampling-nya ya? Terus komposisi juga sama berdasarkan ee kebutuhan. Kalau untuk TPS biasanya akan lebih detail, akan lebih baik. Nah, kalau mau mengikuti SNI ya 13 tadi gitu ya. Nah, terus selanjutnya untuk sedekah sampah. Nah, sedekah sekarang lagi banyak Bapak Ibu. Nah, ini juga sama seperti bank sampah sebetulnya formulirnya. Nah, cuman ya ee periodenya biasanya yang berbeda, jumlah sampahnya juga ee akan membedakan. Tapi secara formulir kurang lebih sama dengan bank sampah untuk logbook-nya. Oke, selanjutnya adalah TPA. Waktu saya masih banyak, Mbak Sabrina. Masih ada ya waktu saya. Mudah-mudahan masih 20 menit ya. Mudah-mudahan. Oke, untuk TPA. Nah, ini juga pertama kita perlu lihat dulu Bapak Ibu ee di A ini tersedia atau tidak jembatan timbang. Nah, data kuantitas sampah masuk ke TPA seperti apa? Kita melihat dulu data awal. Nah, jadi ada melalui timbangan TPA atau konversi volumetrik kenderaan biasanya. Terus data kenderaan dan ritasi. Terus fasilitas pengolahan lainnya. Ada pengolahan organik atau tidak? Ada WTE waste to energy atau gudang B3 atau tidak di TPA dan aktivitas sektor informal ada pemulung atau tidak. Nah, seperti yang kita ketahui mungkin kalau dulu waktu Piungan masih aktif ada kurang lebih ee ya ratusan bahkan ribuan pelung lah ya. 400-an kalau enggak salah waktu itu pemulungnya gitu. Nah, terus ee itu akan berdampak juga terhadap komposisi sampah nanti ataupun timbulan sampah dan juga biasanya TPA kami juga kenapa bertanya ada jembatan timbang atau tidak karena kami biasanya minta ada ada diukur berat truk dan berat sampah yang diangkut di ada di satu lokasi yang pernah kami lakukan akhirnya apa bekerja sama dengan disop ketika di TPA tidak ada timbangan jembatan timbang, maka truk masuk ke tempat biasa diub ngecek ee truk yang e odol ya eh apa over kapasitas ya. Nah, jadi truk ke situ gitu Bapak Ibu untuk selama kurang lebih 8 hari sampling untuk diukur ee berat dan volumenya. Nah, biasanya di sini kami buat ee logbook-nya ada truk nomor polisi apa, platnya dan lain sebagainya, panjang, lebar, tingginya, volumenya, dan lain sebagainya. Kurang lebih seperti ini logbook-nya. Nah, ini ee cara sampling-nya memang dari TPA ini truk biasanya kami minta untuk langsung ke tempat sampling lalu di diturunkan sampahnya. Tapi kalau ada back ho nah kami biasanya minta di truknya itu diaduk-aduk atau di terpalnya diaduk-aduk menggunakan back ho. Jadi kalau pakai manual cukup susah Bapak Ibu. Nah, setelah itu barulah kita keluar tering. Setelah dikeluar tertering ya kurang lebih 500 L baru kita timbang berapa beratnya, kita ukur volumenya. Walaupun memang truknya di awal ketika ada jembatan timbang, kita ukur juga berat dan volume truknya dan juga berat volume truk kosong dan truk terisi sampah gitu seperti itu. Untuk komposisi kurang lebih sama saja. Contoh berdasarkan komponen yang telah ditentukan diukur komposisinya timbang sampah yang telah dipisahkan ya timbang dan ee ukur beratnya ukur volumenya lah bisa diang seperti itu. Nah, ini juga ee ada sektor informal lainnya yang berpengaruh terhadap timbulan sampah ee secara keseluruhan. bagaimana alur pengelolaan sampah ini juga dipengaruhi oleh sektor ini, sektor informal lainnya ini. Nah, kalau Bapak Ibu bisa lihat di sini dari sumber sampah, nah yaitu ada apa? ada pemulung, ada pengepul dan industri daur ulang yang kadang dalam perencanaan ini banyak dilupakan oleh ee mungkin ya kita sebut ya pemerintahanlah ya, OPD terkait tidak dilihat seberapa besar peran mereka dalam pengelolaan sampah. Padahal kalau kita lihat bisa jadi di setiap setiap hari kita akan ketemu dengan pemulung dan mereka bawa sampahnya ke pelapak. Nah, dan juga masuk industri daur ulang. Ini formulir-formulir pendataan yang kami lakukan untuk ee sampah berbasis masyarakat, terutama untuk sektor informal, untuk pemulung biasanya ya Bapak, Ibu ya. Nah, untuk pemulung, untuk pelapak, nah kami akan lihat seperti apa sampah yang diterima. Nah, ini contoh formulirnya yang kami minta. Nah, sehingga juga nanti akan ketahuan berapa beratnya. Jadi biasanya kalau ke pemulung itu kami ee ke pengepul ya, pengepul rosok atau loa atau industri daur ulang. Kami juga akan menanyakan sampah masuk per hari 4 ton berapa kilogram. Nah, untuk mendapatkan ini memang butuh survei sosial tadi. Nah, itu makanya ee kami menyampaikan tidak cukup 8 hari biasanya survei Bapak Ibu, tapi butuh pendekatan sosial untuk mendapatkan data sampah yang valid. Terutama di lokasi-lokasi ada pengepul, rosok, loak, atau industri daur ulang ataupun pemulung. Kalau kita ingin dapat data yang valid, butuh pendekatan secara ee secara sosial lah ya. Sosp lah. Nah, nah ini logbook sampling sektor informal yang biasanya kami ee juga kami bekali para surveyor sehingga mereka ketika survei juga mengisi ini gitu dari data-data formulir ini nanti bisa di ee di-convert ke sini dikonversi gitu. Nah, baik. Ee itu teknik ee sampling sampah Bapak, Ibu. Nah, ini kita masuk karakteristik sampah. Ee saya diingatiin Mbak Sabrina nih. Sebentar, Mbak Sabrina. 10 atau 15 menit lagi Mbak eh sampling karakteristik sampah. Ee Bapak, Ibu semuanya untuk karakteristik sampah ya seperti kita ketahui bersama ada karakteristik fisik, kimia dan biologi ya dari sampah itu ya. Nah, ini yang biasa dilakukan tapi semua ini untuk densitas itu mungkin bisa kita dapat. Kenapa? Karena tahu berat dan volume kita tahu densitas. Tapi mulai dari poin nomor 2 sampai poin nomor 7 ini biasanya dilakukan di laboratorium, Bapak, Ibu. Nah, kadar air atau kelembapan. Kelembaban itu bisa insitu, tetapi memang butuh alat yang ya enggak murahlah. Bisa dibilang seperti itu. Biasanya langsung ee sampah dibawa ke aterium, diukur mulai dari kadar air sampai ke kadar karakteristik kimianya, NPK atau karbonnya, NPKC dan lain sebagainya. sesuai kebutuhan. Biasanya pengukuran ini dilakukan itu untuk apa? Untuk memilih pengolahan apa yang paling baik yang kira-kira relevan untuk sampah yang dihasilkan di suatu tempat. Contohnya kadar air, kadar volatil, kadar abu, kalor, distribusi ukuran. Ini biasanya untuk apa? Untuk mendesain TPST, Bapak Ibu. Bapak, Ibu ingin buat TPST RDF umpama ya. Nah, ataupun TPST yang secara termal dan lain sebagainya atau biologi. Nah, itu itu juga diukur ee semua ini gitu untuk mengetahui mana yang paling paling memungkinkan di ee operasikan dioperasionalkan di TPST tersebut. Secara garis besar ini densitas Bapak Ibu ini biasanya densitas sampah ya. Butuhannya untuk apa? Untuk pewadahan, pengumpulan, pengangkutan. ya satuannya kan ee densitas itu kilgram me³ biasanya. Nah, jadi berat per volume untuk densitas. Nah, jadi ketika kita tahu densitas, kita mudah untuk melakukan perencanaannya. Oh, sampah di rumah tangga itu hanya 10 liter. Berarti wadahnya, wadah sampahnya 10 lit. Pengangkutannya setiap hari, pengumpulannya setiap hari. Kalau pengumpulannya per2 hari berarti 20 L wadahnya gitu. Nah, ini untuk densitas. Ini contoh-contohnyaitas-densitas sampah. Nah, ini juga sama Bapak Ibu jangan sampai ini kejadian gitu ya. Nah, ini kapasitasnya hanya m³ tetapi ternyata kelebihan muatannya itu lebih besar daripada volume baknya gitu. Nah, ini juga kenapa? karena mungkin bisa jadi ee perhitungan di awal itu tidak ini atau mungkin kalau ini sepertinya sih memang ee keterbatasan armada angkut ya, tapi setidaknya ketika kita tahu densitasnya ini bisa kita merencanakan untuk apa? Kebutuhan armada angkutan atau pengumpulan gitu. Lalu kadar air. Kadar air ini juga sama mempengaruhi nanti kalau seperti yang ee sudah ada. Kalau Bapak Ibu mau mengolah sampah yang dihasilkan ketika kadar airnya tinggi sudah tentu tidak mungkin menggunakan termal ataupun RDF gitu ya untuk dibakar gitu. Nah, perlu ada treatment khusus. Nah, makanya sampahnya harus diuji karakteristik kadar airnya. Banyak kandungan air di dalam sampah. Nah, air dapat dinyatakan dengan persentase berapa persen gitu terhadap berat kering atau berat basah sampah. Nah, tapi kebanyakan memang terhadap berat berat basah sampah berapa persen gitu. Nah, ini contoh-contohnya volatil juga. Iya, ini juga tergantung dengan teknologinya. Nah, teknologi yang akan digunakan untuk pengolah sampah ini diukur biasanya satu kesatuan Bapak Ibu, kadar air, kadar volatil, dan juga kadar abu. Jadi ada kadar air volatil, kadar abu, nilai kalor. J biasanya digunakan untuk apa? Ketika kita merencanakan TPST, untuk apa ini dilakukan? Ya, teknologi apa yang bagus untuk TPST tersebut gitu. Nah, ini nilai kalor. Nah, ini kadar airnya berapa? Makin volatilnya yang terbakar berapa? Nanti keringnya berapa. Ketika dibakar pada suhu 550 derajat celcius, berapa abu yang dihasilkan? Nah, ataupun juga kalau dientenerasi kan min 800-an ya. Nah, oke. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Hari ini sesinya Pak Hijrah untuk pengolahan data. Pak Hijrah, mohon maaf, Pak Hijrah. Waktunya beberapa menit, Pak Hijrah. Iya, Pak Yebi. Heeh. Saya kira Pak Ebi masih agak lama jadi saya agak santai nih. Saya siapkanah. I baik. Oke, saya izin share kembali Bapak Ibu ee terkait dengan materi lanjutan dari Pak Yi yang sudah disampaikan tadi. Ee berarti kita sudah masuk di ee pengolahan data ya. Jadi pengolahan data tersebut sangat penting setelah ee teknis sampling sudah dilakukan dengan ee sesuai dengan prosedurnya semuanya gitu ya. Oke, sebentar saya Oke, sebentar ya. Nah, ee dari pengolahan data tersebut saya menyimak tadi ada ee beberapa pertanyaan gitu ya. Ee jadi di dalam ee proses sampling tersebut kan ee dijalani untuk beapa lokasi gitu ya. Jadi beberapa lokasi ada lokasi yang ee secara ee apa aktivitasnya berhubungan dengan jumlah orang, jumlah karyawan, jumlah ee orang di dalam rumah, jumlah ee murid, jumlah pegawai kantor gitu ya. Tapi ada area-area ee yang SSRT tersebut yang berhubungan dengan ee tidak bisa digunakan orang gitu, tapi misalnya luasan area gitu ya. Luasan area ini menjadi salah satu pendekatan agar ee lokasi tersebut tidak harus dihitung per orangnya. Misalnya untuk ee pasar itu biasanya untuk jumlah luasan area gitu. Jadi ee ini adalah gambaran hasil akhir ya yang nanti akan muncul walaupun nanti secara keseluruhan ujung-ujungnya akan ketemu satu data, satu angka yang menunjukkan kogram per orang per hari atau liter per orang per hari. Jadi itu adalah data akumulasi dari seluruh ee aktivitas di kota atau kabupaten ee tersebut gitu ya. Contoh Bapak Ibu misal ini ee ini sengaja kami tampilkan ada hasil gitu ya dengan sumbernya juga ini ada aktivitas salah satunya yang kita lakukan di Kabupaten Banyuwangi sudah agak lama 2001 ini ee dipisah ya ada pendapatan tinggi dengan istilah high sekarang medium dan low ya jadi setiap ee lokasi memiliki ee ee apa timbulan sampah baik itu kilogram maupun ee volume gitu ya. Baik itu berat maupun volume gitu. Nah, yang nanti kalau digabung jadi satu ini kebetulan skalanya adalah skala desa dilakukan saat digabung jadi satu ini akan dapat data pendapatan tinggi bagaimana, pendapatan sedang bagaimana, pendapatan rendah bagaimana gitu. Dan kalau tiga data ini digabung, maka akan ketemu satu data. Jadi secara rata-rata bahwa wilayah ini sebesar 0,5 kg per orang per hari. 2,4 ee liter per orang per hari dari berbagai macam aktivitas di dalam ya. Nah, dalam pengolahan itu seperti di slide sebelumnya tadi bisa kita tampilkan dalam bentuk tabel ya, diagram, pacar dan seterusnya agar tampilan data kita menjadi menarik gitu ya. Atau mau dilihat juga ini ee misalnya menggunakan nilai distribusi ya ee bagaimana nilai yang paling tinggi, yang paling rendah ya untuk pendapatan tinggi dan ee rata-ratanya bagaimana. masuk masih masuk ee apa area tidak ya gitu ya. Jadi bisa ee caranya bisa macam-macam dalam ee menampilkan data gitu atau yang secara sederhana kita pakai grafik juga bisa ee beratnya berapa, kemudian volumenya berapa. Nah, ini bisa terlihat ee tonase sampah harian saat sudah dikali dengan jumlah fasilitas yang ada. Misalnya sekolah kemudian dikali jumlah sekolahnya berapa, pasar dengan jumlah pasarnya berapa. Nah, ini yang ee kita hadirkan ee lewat memode perhitungan yang sudah pernah ee kami kerjakan gitu. kami selipkan juga dalam sebuah Excel di sana. Walaupun nanti mungkin Bapak, Ibu ee dan teman-teman semuanya perlu sedikit memahami isi dari Excel tersebut namanya pengolahan data gitu ya. Nah, ee selain itu karena menggunak
Resume
Categories