Transcript
KO8fldsEhUM • TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH : SOLUSI PEMBAKARAN RAMAH LINGKUNGAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0121_KO8fldsEhUM.txt
Kind: captions Language: id dan Nur Afifa selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu acara ini dari jam 09.00 hingga jam 11.00 siang nanti. Acara webinar kita hari ini mengusung topik transformasi pengelolaan sampah, solusi pembakaran yang ramah lingkungan yang akan disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MT. Baik, selanjutnya Bapak, Ibu, Bapak, Ibu hadirin yang terhormat, izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada pemateri kita pada hari ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MMT. Dan juga kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnam Putra, STM selaku founder dari butik Dor Ulang Projek B Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta webinar pada hari ini yang berbahagia. Sebelum masuk ke materi webinar kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik. Selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti kita yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnama Putra SM selaku founder dari butik Darul Ulang Project P Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. Baik, langsung saja waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Sabrina. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah. Ee tentunya selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. ee Pak Wahyu Purwanta yang kami hormati, Bapak, Ibu, teman-teman semuanya, para peserta kegiatan ee pagi hari ini yang kita ketemu kembali setelah 2 minggu ya 2 minggu ee pelaksanaan kegiatan sebelumnya gitu dengan topik yang insyaallah hari ini sangat menarik karena berbicara tentang ee isu yang akhir-akhir ini cukup sering untuk ee kita dengar gitu ya, pembakaran ee sampah begitu ya. Nah, salah satunya adalah karena adanya dorongan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghentikan ee pengoperasian dari TPA yang dilabelkan open dumping begitu ya. Walaupun secara regulasi ini seharusnya sudah cukup lama, tapi yang sekarang alhamdulillah kita patut syukuri bahwa ada tindakan yang nyata untuk melakukan suatu perbaikan dalam tata kelola persembahan. Nah, pada kesempatan hari ini tentunya ee kami dari Project B Indonesia kemudian dari Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia dan ee kegiatan ini juga di-support ee oleh ee Dodika ee kebetulan partner kami yang ee memang usahanya adalah ee insinerator begitu tapi ee kebetulan sudah berjalan dari topik yang kemarin. sebelumnya juga sampling sampah begitu. Ee nah ini kebetulan topiknya tentang cocok dengan bidang mereka begitu ya. Tapi harapannya dengan kolaborasi antara kampus kemudian swasta dengan ee NGO dan Bapak Ibu dari berbagai macam ee apa profesi ini dapat membuat kolaborasi yang menarik tentang sistem pengelolaan sampah yang ada di Indonesia begitu. Nah, Bapak Ibu mudah-mudahan acaranya dapat berjalan dengan lancar. Insyaallah nanti 2 minggu lagi kita ketemu lagi dengan ee tema yang berbeda. Ee karena teman-teman dari Butik Daur Ulang ingin membuat kira-kira untuk tahun 2025 ini sekitar 24 atau 25 seri dari ee webinar dan ini sudah di bulan 7 ini kalau saya tidak salah. nanti Mbak Sabrina nanti mengingatkan kembali kayaknya ini acara yang ke-12 kalau enggak salah saya gitu ya. Nah, mudah-mudahan kita terus konsisten untuk mengedukasi ee sama-sama ya sama-sama belajar ee dari praktisi, dari akademisi atau dari siapapun yang dianggap menarik untuk disampaikan. Nah, sebagai informasi Bapak Ibu, hingga tadi malam para pendaftar masih terus ee mendaftarkan diri di link yang ada informasi dari panitia ee hampir ee sekitar 200 peserta yang mendaftar. Kemudian biasanya yang online di Zoom itu ya sekitar ee 30 sampai 40% gitu ya. selebihnya mengikuti di ee live YouTube ataupun mengikuti berikutnya ya di rekaman yang ada. Tapi menarik tadi Bapak Ibu dari ee partisipan yang hadir ya ASN sepertinya cukup banyak gitu. Jadi Pak Wahu nanti mungkin ini juga kepentingan daerah-daerah untuk mengetahui ee sistem pembakaran yang baik jika ini menjadi sebuah alternatif dalam pengolahan sampah. baiknya itu seperti apa agar kita bisa menjaga kualitas lingkungan kita agar tetap terjaga. Jangan sampai sampahnya hilang tapi ternyata dampak ke lingkungan juga semakin besar terutama ee pencemaran udara begitu ya. Nah, mudah-mudahan nanti Pak Wahyu ee dapat membagikan pengalamannya dari sisi ee aplikasi, dari sisi teoritis dan seterusnya gitu. Dan kami yakin Pak Wahu sudah sangat sering Bapak Ibu dengar dalam berbagai macam kegiatan yang keahlian di bidang topik ini sudah tidak diragukan lagi. Kami selaku penyelenggara mengucapkan terima kasih Pak Wahyu atas waktu di weekend-nya yang seharusnya bersama keluarga tapi 2 jam kami minta untuk membersamai Bapak Ibu dari berbagai macam wilayah di Indonesia. Teman-teman panitia terima kasih sudah mengerang acara ini dengan sangat baik. Bapak, Ibu ee silakan untuk berbagi link ee kegiatan ini kepada ee sahabat-sahabat yang lain agar bisa bergabung mumpung masih ada kapasitas Zoom-nya masih cukup ee dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita semuanya ya. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, webinar transformasi pengolaan sampah sebagai solusi pembakaran yang ramah lingkungan pada hari ini, Sabtu 12 Juli 2025 resmi kita buka. Mudah-mudahan bermanfaat dan berjalan dengan lancar. Mohon maaf jika banyak kekurangan. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak Hijrah yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini. Bapak, Ibu sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Jika selama acara webinar berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Selanjutnya seperti biasanya nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorprice spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung. Door price ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung. Untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara. Sedangkan untuk pemenang dua story Instagram terunik akan kami hubungi langsung melalui DM Instagram. Nah, jadi jika Bapak Ibu ingin bertanya selama webinar berlangsung dapat memberikan pertanyaan melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenangkan doorpal dari kami. Lalu untuk story Instagram, Bapak, Ibu juga dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectBindonesia. Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu mari kita lihat lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini. [Musik] Baik, ee demikian sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak Wahyu sudah siap, kita mungkin bisa langsung saja untuk penyampaian materinya. Untuk waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30 ya, Bapak. Ee kepada Bapak Wahyu. Waktu dan tempat kami persilakan. Ee baik, terima kasih Ibu moderator ee Bapak Hijrah selaku ee ketua atau pimpinan ini ya e butik ee daurulang. dan juga Bapak Ibu sekalian yang saya hormati. Ee sebelumnya perkenalkan saya Wahyu Perwanto dari Brin, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ee dulu saya pribadi saya dari BPPT ya, Badan Pengkaji dan Perapan Teknologi. Kemudian bergabung menjadi BRIN dan saat ini di Brain ee saya berada di pusat riset ee lingkungan dan teknologi bersih ee di mana ee kebetulan juga saya sebagai ketua kelompok riset ee pengolahan sampah proses termal dan pengendalian pencemaran udara. Jadi ini erat memang antara pengelolaan sampah prosis termal dengan pencemaran udara ee ee dua bidang yang memang terkait darat. Nah, tentu ee sebagai riset istilahnya ya, periset itu kami ee apa yang menjadi aktivitas kami lebih banyak terkait dengan ee sisi riset ee apa namanya eh riset proses yang terkait dengan proses pengolas sampah proses termal itu. ee kami juga sebenarnya karena ini bawaan sebenarnya bawaan dari waktu kami di BPT itu juga ee merambah juga di sini penerapan. Nah, pengalaman beberapa penerapan teknologi dian proses termal ini juga sudah pernah kami lakukan ee antara lain ee pembangunan ee pengelolaan sampah pembangkit listrik tenaga sampah di terkenal dengan PLTC Merah Putih di Bandar Gebang. Ee kemudian beberapa yang lain ya yang sifatnya bukan pembangkik juga ya. Gimana? Ee mungkin slide-nya bisa di slide show, Pak. Karena ini belum belum bergerak ya. Tampilannya belum. Oh, iya. Terima kasih. Belum full screen ya. Oh, iya sudah ya. Ya, itu ee gambaran sekilas ya dari ya kami di tim Brain ini yang bergerak di bidang pengelolaan ee sampah proses termal. Memang Bapak Ibu benar seperti dikatakan oleh Pak Irah tadi bahwa akhir-akhir ini memang ee semua ini dipicu juga antara oleh adanya surat dari Menteri Lingkungan Hidup terhadap 343 kota atau kabupaten ee yang ee apa namanya perlunya penataan TPA yang dinilai masih bersifat terbuka atau pendamping. Nah, ini ternyata di kami pun ini juga setidaknya ada tiga tamu yang akan sering yang sering datang sampai saat ini. Pertama adalah daerah. Ini kaitannya karena daerah ini rupanya harus menyusun ee peta jalan atau road map terkait adanya surat tadi ya. Nah, kedua itu adalah dari pihak produsen insator. Ini juga sering menghubungi kami agar-agar ini. Ini kaitannya ee tentu dengan kalau produsen ya tidak jauh dari masalah persaran teknis gitu ya. Ee yang ketiga penyelenggara webinar ya. Ini juga ee saya dalam 2 bulan ini setidaknya sudah tiga kali bicara terkait ini ee masalah ee pembakaran sampah ini, gitu. Jadi saya saya mohon maaf kalau di sini ada peserta yang sudah ikut pernah ikut ya sebelum di acara yang diselenggarakan oleh pihak lain ya mungkin ada slide yang memang mirip gitu ya. kami juga enggak enggak sempat ngerubah-ngerubah karena ee semua serba ee mepet waktunya dan memang kebetulan substansinya sama gitu ya seperti itu. Jadi, Bapak Ibu sekalian memang ee ini konsekuensi logis ya terhadap proses termal ini. Manakala kita berhadapan dengan seperti tamu kami yang terakhir itu adalah bahwa dia sudah merasa melakukan semuanya KSM itu ya pengomposan ya magot sudah tapi memang residunya itu masih tinggi yang ke TPA itu gitu ya sehingga TPA-nya istilah TPA kami ini waktunya sudah tahun ini pasti tutup gitu loh. Padahal kami juga melakukan di hulu itu sudah banyak yang kami lakukan. Tapi memang ee problemnya adalah juga masih banyak yang menjadi residu ke TPA kami. Nah, kalau TPA kami penuh tahun ini, maka kami enggak ada ajaran lain. Karena kalau membangun TPA baru masih butuh waktu yang lama, belum lagi tanahnya pembebasannya juga belum tuntas. Apakah kalau kami selesaikan dengan termal ini bagaimana? kira hal seperti itu tuh menurut ee kami ya konsekuensi logis aplikasi termal ini dalam konteks situasi yang berkembang gitu ya. Seperti itu Bapak Ibu sekalian. Jadi ee saya di sini akan setidaknya memiliki sudut pandang sebagai pengguna. Jadi kalau tadi peserta mayoritas ASN ASN saya membayangkan bahwa ya ini mungkin dari dinas-dinas ini harus istilahnya membekali diri juga dengan pemahaman terkait dengan masalah pembakaran sampah ini. Sehingga nanti manakala kita berhadapan dengan misalnya penyedia jasa atau harus mengambil keputusan terkait peta jalan itu setidaknya tidak didasarkan dengan sifat tanpa kehati-hatian itu Bapak Ibu. Ya, jadi saya sama sekali bukan mewakili produsen insurator karena kami di Brain juga jelas tidak punya pabrik insinerator. Kalaupun kami pernah merancang, pernah membangun itu juga kami membutuhkan jasa kontraktor pihak ketiga yang tapi tentu kami menyusun term of reference atau owner requirement yang memang kami perlukan dan di situlah baru kami menilai bahwa oh ini memang layak ee kita pakai jasanya atau kita pakai produknya. Kan seperti itu, Bapak, Ibu. sekalian. Nah, saya kira itu ee ee pengantar kami. Nah, ini saya kira tadi sudah jadi materinya pun nanti juga saya akan mengikuti. Jadi, Bapak Ibu sekalian ee memang apa ee pengelolaan sampah ini mau tidak mau ee kita mesti mulai menerapkan teknologi gitu ya. ee seperti itu ee kita tahu bahwa kita sudah hafalah bahwa ada aspek-aspek lain ya di luar teknologi. Tapi memang teknologi ini mulai dari pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pemeran dan penimbunan sekalipun karena ini yang paling kental di aspek teknik operasional kan teknologi ini membutuhkan inputan teknologi yang mana memang sifat teknologi itu adalah mempunyai sifat instrinsik. Dia akan meningkatkan efisiensi. Ee kenapa ya pastilah artinya tenaga manusia atau organ atau indra manusia itu kan sangat terbatas. Bapak, Ibu memilah ee satu tangan tanpa dibantu mekanik lain conveyor yang berjalan misalnya, tentu hasilnya akan berbeda. Nah, seperti itu. Jadi, sifat-sifat insinir teknologi ini memang mau enggak mau dibutuhkan dalam konteks teknik operasional pengelolaan sampah yang ada sejak pepadaan. Bahkan mungkin kita di Indonesia ee selama ini mungkin masih yang sifatnya belum teknologi maju untuk sistem pemadan atau pengumpulan dan sebagainya gitu ya. Nah, mungkin pemesan sudah sudah justru malah sudah lebih maju misalnya karena sudah kita sudah ada wisd energi dan sebagainya. Kalau penimbunan ya sebenarnya perlu juga teknologi landf yang benar itu juga perlu gitu ya. Tapi mungkin kita juga sebagian TPA kita memang belum menerapkan teknologi yang sebagaimana seharusnya. Kan begitu lah. Cuma yang perlu diingat Bapak Ibu sekalian bahwa ada dalil-dalilnya bahwa tidak ada metode atau teknologi tunggal yang mampu menentaskan timbulan sampah suatu kota sehingga dia tetap perlu kombinasi beberapa teknologi gitu sehingga kita mengenal dengan istilah integrated solid waste management. Nah, ini implementasi e implementasinya sebenarnya di dalam ini kita itu ada yang namanya TPST ya kan teknologi pengolan sampah terpadu. Nah, seperti itu. Karena karena apa ya? Karena itu konsekuensi logis dari sampah kita yang memang tercampur gitu loh. Mereka kan sampah itu kan saat menjadi barang yang berguna diprosesnya macam-macam. Diprosesnya macam-macam caranya, bahannya macam-macam caranya tapi pada saat menjadi siapa? Berkumpul menjadi satu. Kan enggak mungkin kita mengolahnya hanya dengan satu metode gitu kan. Pasti juga jadi beberapa metode gitu sesuai karakteristiknya. Nah, kedua ini juga tidak ada waktu delay untuk aliran sapah. Enggak bisa kita menghentikan sehari aja istirahatlah kita mikir dulu pakai metode apa gitu. Enggak mungkin. Sampahnya akan terus ada. Sehingga keputusan pemilihan teknologi ini harus cepat dan tepat. Nah, ini yang sulit cepat dan tepat. Eah, seperti itu ya. Tap kalau tidak ee dia akan terjadi ee timbunan yang itu pasti masalah lingkungan dan viral kan gitu ya. Viral. Nah, itu jadi masalah tentu ke masalah lingkungan juga. Nah, sekecil apapun sentuhan atau penggunaan teknologi dalam pengelolaan sampah memiliki implikasi cost. Ya, ini jadi sesederhanaun sesederhana apapun Bapak Ibu menerapkan teknologi persampahan ya sederhana aja apa itu ada impasi. Bahkan sekedar memilah saja itu menjadi cost yang tinggi juga. Karena kan tidak mungkin ee sekarang ini kan ya pekerja sampah kan bukan suka rela ya artinya memilah saja itu juga perlu cost gitu. Nah, teknologi proses yang dipilih akan berpengaruh pada luasan lahan ini pasti. Jadi artinya kalau proses-proses yang kita pilih itu kebetulan memang waktunya lama itu ya tentu akan membutuhkan lahan yang lebih luas. Karena apa ya? ya akibat dari aliran yang tidak bisa berhenti tadi gitu kan. Karena kan Bapak Ibu kalau kalau Bapak Ibu amati coba ya sekarang ini ya TPA ee TPST atau TPTS 3R itu kan pada waktu selesai diresmikan mungkin kelihatan masih lowong gitu ya tapi nanti tunggulah setelah beroperasi berapa bulan setahun itu kan mulai kelihatan timunan-timbunan itu akan lebih memakan tempat gitu ya. itu bisa jadi karena memang ee biasanya ee desain ee desain kapasitas setiap unit proses yang ada di situ, pola perpindahan sampah dari satu unit proses ke unit persan itu ee biasanya ternyata terkoreksi pada waktu praktik gitu ya. Terkoreksi pada waktu praktik dan timbunannya juga bertambah banyak gitu ya. Nah, itu mulailah papan namanya itu enggak kelihatan ketumpuk sampah atau gerakan si truknya itu sudah mulai enggak leluasa karena yang di produknya pun juga kadang-kadang belum terangkut. Jadi ee seperti itu. Ee jadi rupanya ee sekarang ini masalah lahan juga menjadi masalah yang ee serius dan terkait dengan proses yang kita lakukan, baik jenis prosesnya maupun ee aliran antar unit prosesnya itu sering kita temui karena kebetulan kami ini juga sering diminta untuk mendampingi ee evaluasi pada saat mulai dioperasikan TPST, TPST atau TPS3R yang dibangun PUPR pusat ya PU pusat itu ya seperti itu yang kami amati ee rupanya memang faktor desain awal dan khususnya menyangkut ke ruangan itu memang jadi faktor yang krusial ya ee seperti itu Bapak Ibu. Nah, lalu ee ini masih kelain dengan teknologi ya. Apakah teknologi sebenarnya itu ada sesuatu yang sebenarnya baru ya? baik antar pihak pemodusen atau pihak yang mengeluarkan mana pun itu sebenarnya tidak tidak ada yang baru, Bapak, Ibu. Artinya begini, ya semua itu hanya terkait apakah dia memotong ukuran sampah, mengeringkan, merubah bentuk dan sebagainya. itu sebenarnya proses-proses yang memang sebenarnya sama antara satu apa kata satu penyedia teknologi dan penyedia teknologi lain itu hampir sama. Kalaupun mereka menganukan inovasi gitu ya, inovasi itu biasanya bisa ditujukan untuk pertama mengoptimalkan prosesnya. Misalnya ee reduksi sampahnya sedapat mungkin semaksimal mungkin dan output produknya itu juga semaksimal mungkin. Tujuannya apa? Misalnya untuk memenuhi spesifikasi. Lalu dia melakukan modifikasi sedikit peralatan tapi sebenarnya tidak merubah prosesnya ya. Tetap prosesnya itu apakah dia mengeringkan, merubah ukuran atau memilah dan sebagainya. Ini misalnya dalam kasus RDF misalnya ya, produksi RDF. Ini bagaimana cara memenuhi spesifikasi dari pihak yang mau memakai itu inovasinya macam-macam dengan cara mengoptimalkan prosesnya atau dia mempercepat prosesnya. Ini karena apa? ini bisa menghemat lahan dan serapan offakernya juga bisa tinggi kan kalau bisa prosesnya lebih cepat misalnya seperti itu ya atau memang dia melakukan inovasi di penghematan kebutuhan energi ya ini akan mengeluarkan biaya OP atau mungkin dari segi lingkungannya emisi gas rumah kaca gitu ya. Ee kemudian juga yang paling banyak ini otomatisasi dengan mesin ya inah dengan cara supaya mengurangi operator atau mempercat proses dan ini mempengaruhi biaya OP juga. gitu dan atau kombinasi dan urutan prosesnya. Jadi, inovasi itu bisa juga di urutan prosesnya. Misalnya, oh ngerubah bentuk ukuran saya dulukan sebelum pengeringan misalnya atau atau ee peringan pengeringan dulu sebelum dibentuk apa. Nah, hal seperti itu juga sifatnya ee inovasi yang biasanya ditawarkan oleh pihak e penyedia jasa. Jadi tinggal kitalah yang akan menilai ya kira-kira sebenarnya yang kita butuhkan itu cocoknya dengan mana. Termasuk di dalam proses ee termasuk produk insator juga. Jadi insator itu intinya pembakaran. Tapi nanti kan inovasi dari produsen itu macam-macam kan. Ada yang ya dibikin vertikal, ada yang horizontal, ee ada yang memang dia mengandalkan kepada kemampuan menahan panas di dalam dan sebagainya. Isolasinya dibaguskan. tetapi ya prosesnya ya tetap namanya insinerasi gitu ya, pembakaran gitu dan seterusnya seperti itu Bapak Ibu. Jadi ee itu yang perlu kita ketahui bahwa ee ada juga inovasi-inovasi yang berkembang di ee dunia pengolahan sampah ini. Nah, jadi sebenarnya kalau kita lihat di dalam pengelolaan sampah perkotaan itu setidaknya ada lima kluster teknologi ya. 1 2 3 4 5 kluster pertama itu sifatnya mekanis karena ini lebih mengandalkan pada tujuan pemilahan. Jadi fisik mekanis apa ajaalah artinya semua mix ini masuk ke pemilahan ya kan. Nah, lalu sebenarnya ada yang bisa didur ulang lah. Ini yang biasanya disebut hack value. Nah, teknologi ini tidak tersedia di tempat TPS atau apa, tapi yang masuk ke ranah di ee industri ya, industri daur ulang. Nanti di sana pakai teknologi apa itu ya tergantung ee anunya apa namanya? sifat fisik kimia sih itu. Nah, lalu ee ada yang sifatnya memang bisa didegasi secara biologis. Nah, dia termasuk kluster teknologi pengolahan berbasis biologis kayak kompos, bioges, magot, dan sebagainya ada di sini. Nah, ini ini adalah yang sebenarnya dia memang sudah tidak memiliki nilai tinggi dan dia juga tidak bisa diurai secara biologis tetapi bisa di bakar gitu ya. Nah, ini yang biasanya masuk klaser teknologi berbasis termal. Dan terakhir adalah yang memang dia tidak bisa terurai dan tidak bisa dibakar baru masuk ke landfil. Ini teknologi landfil. Nah, kemarin kalau Bapak, Ibu juga mengikuti ee webinar yang kami selenggarakan di Brain itu ada pembicara di dari Korea itu di Korea itu juga tidaknya ada lima kluster yang ee mereka terapkan gitu ya. Jadi keempat ini sama empat ini plus satunya itu sifatnya terlebih IT yang menerapkan apa? menerapkan internet maupun ya dan sebagainya untuk menunjang seluruh operasionalnya gitulah kira-kira. Jadi ya biasanya kalau sudah negara maju dan memang apa namanya memiliki anggaran yang berlebih ya itu sekarang ini sudah penerapan apa penerapan IT dan sebagainya itu itu sudah sudah lumrahlah ya sudah seperti itu. Jadi tapi tetap jadi dia ada basis biologis ee kemudian basis yang daur ulang high value dan termal juga ada. Jadi dari mal ini kebanyakan memang wis to energy. Jadi yang besar ya Bapak, Ibu yang besar ee cuma kan begini nanti tinggal suatu negara itu ee biasanya secara statistik berapa persen sih sampah dia yang masuk kategori bisa didaur ulang. Berapa yang diproses biologis dan berapa yang masuk ee termal dan berapa yang masuk landfil. Nah, ini variasinya nanti biasanya mencerminkan ya apa mencemarankan ee tingkat ee kualitas pengelolaannya gitu ya. Biasanya kan secepat mungkin landfil biasanya kalau di negara-negara maju dan terbatas lahan kan ini sangat mahal land ini karena ada pajak tanah dan sebagainya. Jadi ee atau kalau di dalam apa dulu kita mengenal hierarki ya, hierarki atau piramida itu memang ini yang dikehendaki kan lama-lama dikit kan gitu ya. Jadi tinggal residu aja seperti ini. Nah, ini yang sebenarnya kan dicita-citakan yang didisposal ini sedikit gitu. Nah, di mana posisi termal itu sedapat mungkin dia sebenarnya ada di ee di bawah setelah semua direduce, reduse, recycle dia ada di sini tapi kalau bisa di-covery gitu loh. Nah, gitu. Jadi thermal itu kalau bisa di ada yang direcovery gitu. Nah, bagaimana kalau insulinator belum belum bisa merecovery ya? Minimal sebenarnya panasnya ya. Kalau kalaupun panasnya bisa di-recovery itu bagus panasnya. ini kalau besar sih bagus sekalian dia bisa dipakai untuk ee mendapatkan energi gitu kan atau steam tapi kalau enggak sebesar itu ya secara ekonomi enggak masuk ya mungkin dia bisa untuk faktor mengeringkan ee sampah itu sendiri misalnya sebagai umpan supaya meningkatkan efisiensi bisa juga seperti itu. Minimal seperti itu. Nah, insator-insator kecil itu sebenarnya ya tentu kalau dari sisi efisiensi tentu akan jauh ya dibanding dengan instruk besar tentu lebih bagus secara tingkat ee apa purifikasi ee polutannya tentu ee lebih baik yang besar tetapi yang kecil ini ee setidaknya juga jangan sampai jangan sampai apa ee istilahnya ee ee ee ter apa namanya? Jauh dari spesifik teknis lah gitu ya. Tidak tidak memenuhi persyaratan minimalnya lah gitu. Karena apa sebenarnya kecil pun juga bisa ramah lingkungan. Contohnya apa? Contohnya di insurator limbah B3. Ee jadi sebenarnya kekhawatiran insator kecil terkait pengelolaan sampah kota itu sebenarnya lebih terkait ee masalah tata kelolanya gitu Bapak Ibu. Jadi kalau di limbah B3 itu tata kelolanya kan ee semua akhirnya kan dibebankan kepada ee si penghasil limbah ini karena memang itu ada keharusan, ada aturan gitu kan. Sehingga kalau saya harus invest di eh insinerator yang dengan air psuion control yang tinggi itu toh akan kembali juga ke biaya yang dibakar yang dimintakan oleh pihak pengelola. Nah, di insator sampah kota masalah seperti ini kan tidak terlalu jelas anunya aturannya gitu ya. Mungkin pengelolanya ee ya entah pemerintah daerah entah itu KSM dan sebagainya. Tapi masalahnya kalau kita mau invest air pollution control di instalasi pengendalan Pal itu menjadi tinggi apa itu sanggup gitu loh. Persoalannya kan seperti itu yang dikhawatirkan gitu ya. Bukan secara teknologi bisa atau gak bisa gitu ya. Bisa. Nah, tetapi kan ee apa namanya? Itu membutuhkan cost g seperti itu. Nah, akhirnya apa ya? Biasanya kan kalau semakin kecil insurator itu biasanya investasi di air% control-nya itu kalau yang benarnya itu kan membesar gitu kan ee bisa di atas 40% lah gitu ya. Tapi kalau WTE yang skala besar itu dia bisa di bawah 30% control. Nah, seperti itu. Jadi kan logikanya ya sudah sekalian besar saja kan begitu kan ngontrolnya gitu. Kalau bisa dan kalau Bapak Ibu beruntung kotanya punya peluang untuk membangun WDE atau masuk dalam e skema W kalau yang yang tidak bagaimana kan begitu masalahnya. Ini kan juga bicara masalah ee peluang juga gitu loh, kesempatan juga gitu. Nah, kalau kesempatannya tidak ada di WTE dan memang harus terpaksa derma, ya usahakanlah mendekati pesaraan teknis yang artinya jangan melanggar aturan lah gitu ya. Nah, seperti itu. Terakhir ya lokasi Anda l yang harus diperhatikan ya. Jangan di tengah-tengah pemukiman nanti itu mendatangkan masalah gitu ya. Saran saya selalu bahwa lokasi tolong diperhatikan. Lokasi tolong selalu diperhatikan gitu. Karena apa? Karena bicara dampak lingkungan itu sebenarnya adalah nomor satu dampak ke manusia kan begitu ya, ke kesehatan manusia. Nah, ini yang ee nanti akan kita lihat ya berikutnya. Nah, jadi kita mulai masuk nih ke ke proses dermal ya karena memang topiknya hari ini itu. Nah, Bapak Ibu nanti mungkin tidak akan kaget kalau di lapangan atau di dunia nyata itu banyak yang akan menyampaikan atau menawarkan ee suatu insinerator atau apalah ya, tapi dia tidak menyebut insurator atau ya pokoknya yang penting pakai bahasa marketing yang kena lah gitu ya. Kadang-kadang ada juga yang menghindari ee kalimat insinerator walaupun sebenarnya insinerator itu enggak bisa di ee enggak bisa apa ya? Ya, yang penting kita sendiri harus paham gitu loh ya. Harus paham ee karena apa ya? Ya, kita tahu bahwa tidak semua yang ada di pemerintahan khususnya di dinas yang terkait itu pasti orang proses gitu ya kan. Enggak begitu juga gitu. Jadi ee kadang-kadang juga pihak produsernya mungkin tidak terbuka juga ya. Jadi pokoknya ya pokoknya ini baguslah gitu ya, blackbx lah gitu ya. Tetapi kita perlu ee sedikit dengan bahasa apaam kita tahu ya ee harus mengetahuilah itu. Nah, kita awali dengan ee apa yang disebut oksidasi Bapak Ibu. Nah, oksidasi ini kan ee suatu reaksi kimia yang melibatkan oksigen ya. Dia bisa melibatkan panas dan cahaya ya, tapi juga bisa tidak. Misalnya logam yang terkorsi Bapak, Ibu itu oksidasi atau proses metabolisme biologis itu juga oksidasi, tidak selalu pembakaran. Nah, tetapi pembakaran itu pasti melibatkan oksigen dan bahan bakar ya. Misalnya apa ya? Kalau alamiah kebakaran hutan ya kan. Lalu yang buatan apa ya? Pembakaran fosil fuel di pembangkit gitu. ini pasti melibatkan oksigen sehingga semua pembakaran adalah oksidasi. Tapi tidak semua oksidasi adalah pembakaran. Lalu bagaimana kami pernah ditawarkan ee produk ini bukan insinerator, ini oksidator gitu. Ada juga yang gitu ya, ini oksidasi proses bukan pembakaran ya Bapak Ibu. Yang penting kan Bapak Ibu tahu ya itu kan bahasa mereka enggak ya silakan aja gitu ya. Kalau bisa diyakinkan syukur enggak enggak usah berdebat kepanjangan gitu ya. Pokoknya intinya kalau melihat itu sampah bersentuhan langsung dengan api dan di situ jelas-jelas ada oksigen yang dimasukkan ya ya itu ya ya itulah pembakaran gitu loh. Hanya pembakaran yang terkendali dan dirancang untuk mengarahi volume limbah menjadi abu panas dan gas itu namanya insinerasi gitu. Jadi begitu kita masuk kata-kata insinerasi kata kuncinya terkendali dan dirancang untuk mengurangi volume limbah. Limbah ini bisa limbah B3 bisa sampah gitu ya. Nah, dilengkapi dengan instalasi pengendalian ban udara. Jadi, kita tidak mungkin e menyebut tungku bahan bakar batubara di di mana? Di BLT itu insinerator batu bara enggak begitu gitu ya. Karena di sini adalah untuk limbah gitu. Jadi insiner ini memang spesifik untuk pembakaran yang terkendali dan dirancang gitu ya. Jadi ee apa sebenarnya tidak tidak apa ya ya tidak perlu takut menyebut ini insinerator atau insasi memang loh dia itu memang terkendali kok dan dirancang kok memang untuk itu gitu loh supaya tidak terjadi pembakaran terbuka misalnya seperti itu gitu. Jadi itu Bapak Ibu. Nah selain insasi dalam proses termal itu juga ada yang namanya gasifikasi gitu ya. Mungkin nanti Bapak Ibu akan juga ada ini gasifikasi gitu ya misalnya gitu ya. Yang namanya aja gasifikasi mesti kan produk utamanya gas. Tadi di insasi juga ada gas, gas buang ini. Nah, tetapi sebenarnya produk utama yang sebenarnya bisa diambil itah panas gitu. Nah, abu itu produk samping ya. Abu bisa dimanualkan, bisa gitu ya. Kalau gak ya biasanya ditimbun tapi sebenarnya yang diincar panasnya. Kalau gasifikasi ini gasnya atau sin gas. Jadi kalau misalnya ada bilang gasifikasi tapi ditanya gasnya dimanfaatkan enggak gitu ya. Ya pokoknya gasnya dibuang aja dia. Ah itu kita meragukan itu. Itu hanya istilah. Tapi Bapak Ibu enggak usah khawatir karena yang penting Bapak Ibu kan pegang owner requirement ya. Eh saya ingin proses termal dengan mampu mendistribusi sampah secara volume 90% secara masal 80%. gitu ya. Itu dikunci dulu itu misalnya gitu. Terus ada chamber 1, chamber du dan seterusnya lah. Nanti soal istilah ya sementara gak usah berdebat dulu lah. Yang penting ee keinginan kita, persyaratan kita itu kita mintakan di situ gitu terpenuhi atau tidak. Nah, gasifikasi ini memang pembakaran tapi tidak murni ya. Ini tidak murni karena apa? Karena oksigennya terbatas. Jadi kalau ada proses yang oksigennya justru berlebihan dia nyebut gasifikasi itu ya gak mungkin dia itu ingenerasi gitu karena ini memang oksigennya dilebihkan ya bisa sampai 80% kelebihannya. Kalau yang ini gak. Nah, lalu ada yang virolisis. Nah, ini juga sering kan di daerah sekarang ini ngetr wah kami mau buat borilis ya berarti dia bukan pembakaran. Kalau virulis itu bukan pembakaran karena apa? ya dia sebenarnya apa ee sampahnya misalnya plastiknya itu tidak dibakar langsung begitu. Dia sebenarnya mengalami proses yang disebut ee mulai dari pengeringan peris dan cracking ya untuk sebenarnya yang mau diambil itu minyak biasanya gitu. Dia ada juga gas ada padatan juga ada tapi targetnya itu biasanya minyak. Jadi kalau misalnya ee saya mingin pirolisis ya itu memang yang diincar minyak itu dengan segala spesifikasi yang diinginkan. Nah, di situ nanti tinggal ee kehati-hatian kita itu di sisi-sisi perhitungannya nanti. Karena kan ee biasanya birulis itu kalau yang diirusis kan mesti kan homogen ya artinya lebih homogen lah. Itu kan membutuhkan pemilihan yang pemilahan yang lebih jeli atau lebih teliti dan sebagainya. Nah, itu implikasi cost-nya bagaimana seperti itu yang yang mesti Bapak Ibu perhatikan. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian karena webinar hari ini kata-katanya ada pembakaran ramah lingkungan gitu ya. Nah, kita harus tahu dulu bahwa pembakaran itu terjadi karena ada segitiga pembakaran yaitu pertama adanya bahan bakar piul. Nah, dalam kasus kita itu sampah misalnya seperti itu kan ya. Sampah makin kering tentu dia akan tinggi nilai kalornya. Jenisnya makin mendekati yang seperti plastik atau kertas tentu dia nilai kartunya tinggi dibanding katakanlah sampah makanan kan gitu. Karena sebenarnya kan tambah makanan itu kodratnya sebenarnya jangan dibakar kan begitu ya. Karena dia ada di jalur lain lah gitu ya. Atau ada bahan bakar tambahan. Nah, ini. Nah, kedua ada oksigen. Oksigen ini disuplai oleh udara dan ketiga ada panas baru bisa terjadi proses pembakaran. Begitu kan? Nah, hasilnya apa? Hasilnya adalah panas, gas buang, dan abu. Ini Bapak, Ibu sederhana aja bakar ee kertas-kertas itu kan pasti ada abunya yang tertinggal. Ada gasnya tapi enggak kerasa mungkin hanya sekedar bau dan panas. Kalau tangan kita dekatkan pasti ada panas. tiga ini gitu kan. Nah, dalam insinerasi supaya ramah hal lingkungan itu panas ini memang nantinya bisa dimanfaatkan atau bisa terbuang di insator kecil atau modular biasanya terbuang atau kalaupun dimanfaatkan itu bisa dipakai untuk mengeringkan lagi sampah umpan gitu ya. Artinya dengan pola-pola heat exchanger atau pakai economizer dan sebagainya itu bisa dimanfaatkan kalau besar. itu bisa menjadi energi listrik ya. Nah, gas buang ini yang dikendalikan karena ini yang akan bersentuhan dengan lingkungan khususnya kehidupan manusia. Sedangkan abu ini bisa dimanfaatkan, bisa ditimbun tergantung ya tentu tergantung kemampuan kita. Apa kita bisa memanfaatkan atau tidak. Kalau enggak boleh ditimbun karena kan sebenarnya ini sudah mereduksi si sampah ini kan. Tujuannya itu kan mereduksi supaya reduksi yang mau dibuang ke TPA akhir itu sekecil mungkin kan begitu. Nah, nanti soal persyaratannya nanti gitu ya. Nah, insinerator itu mengendalikan ini bagaimana supaya dalam menghasilkan tiga produk ini tuh ada kontrol terhadap temperatur, waktu tinggal, turbulensinya, dan udara berlebihnya gitu. Jadi kalau ada produk insinar atau tidak ada kontrol ini, itu kita harus hati-hati untuk mengaplikasikannya, gitu loh. Karena kontrol keempat-empatnya ini ada instrumennya, ada alatnya. Kalau Bapak, Ibu enggak dikasih alat ini lah terus tahunya dari mana? Kalau suhunya ee karena ada yang bilang begini, "Ini kok enggak ada alatnya?" gitu ya. Ya, ini saya enggak menyebut ini ya, tapi ada seperti kejadian. Terus cara ini sudah saatnya dimasukkan sampah bagaimana katanya? Oh, cukup didengerin aja ada suara pletok itu. Itu sudah wah itu kan ya gak baguslah kontrol-kontrol yang sifatnya indra gitu ya. Lebih baik ada alatnya. Nah, gasnya dikontrol lewat-nya. Ini ini macam-macam tentu karena kami dari kelompok riset pengendalian pencanan udara juga. Jadi biasa juga kita nanganin ee apa dari industri ya, dari pabrik itu kan gas buangnya juga ada ee dan semuanya mirip ee alatnya ya pengendalian pengencangan udara itu mau dari insator at dari pabrik pabrik karena polutannya kan partikulat atau gas gas polutan kan gitu kan. Itu itu mirip semuanya gitu. ee seperti itu. Jadi ini yang harus dikontrol kalau kalau di insinerator. Nah, jadi sesuai dengan definisinya kan. Jadi proses pembakaran limbah yang dikendalikan baik kontrol proses pembakarannya dan kontrol polusi gas buangnya yang namanya alatnya namanya insinerator gitu. Nah, inilah yang disebut pembakaran ee ramah lingkungan ya seperti itu gitu ya. Nah, tetapi memang ini masalah konotasi karena selama ini yang banyak yang sebenarnya dia tidak memiliki spesifikasi seperti ini kemudian membilangnya insinerator sehingga manakala menjadi masalah terus yang disalahkan nama insatornya sehingga orang akhirnya wah kalau gitu insinerator itu tidak baik sehingga dia membuat produk tapi tidak mau menyebutnya sebagai singator. itu yang tadi saya bilang namanya jadi aneh-aneh gitu. Jadi ee apa ee ee hanya karena faktor itu ya. Sama dululah kita waktu TPA itu tempat pembuangan akhir gitu ya. Ee yang harusnya kan enggak sembarangan dibuang. Dia harus ada metode misalnya sanitary landfil atau control landfil. Tetapi karena terus TPA itu melekat pada situasi yang ada waktu itu sehingga terus akhirnya kan citranya oh kalau guu TPA kita ubah lagi singkatannya bukan pembuangan kan gitu ya. Ya, jadi hal-hal seperti itu di kita ini masih sering terjadi. Jadi ee saya banyak misalnya banyak bicara dengan teman-teman untuk mitra kami dari negara maju gitu ya. Mereka masih menang itu ya oke gitu. Walaupun ee di berita besarnya mereka seolakan itu tidak ada, tapi dalam praktik-prilnya itu untuk menyelesaikan kasus-kasus tertentu yang skala kecil ya dia memang itu sudahudah enggak bisa diapa-apain ya dia dibakar seperti itu. Cuma memang mereka konsisten dengan aturan gitu loh seperti itu aturan baku mutu dan aturan ee dan biaya OP-nya juga memang ee konsisten gitu loh seperti itu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini ee apa? Kenapa ini juga perlu saya sampaikan bahwa sebenarnya di dalam proses insinerasi itu ada juga di dalamnya itu zona pirolisis dan klasifikasi, tapi zona ya zonanya kejadiannya gitu ya. Nah, ada empat tahap pengeringan, pirolisis, gasifikasi, dan pembakaran. Jadi ee seperti ini. Nah, maksudnya adalah sampah itu di awal itu memang dia akan mengalami proses pengeringan dulu. Nah, pada waktu pengeringan dulu perlahan-lahan oksigen itu akan habis gitu ya sebelum disuplai oleh udara berikutnya gitu. Sehingga di sini ada zona yang tanpa oksigen. Itulah disebut zona pirolisis gitu. Nah, manakala tambahan sedikit dari oksigen itu akan melahirkan zona yang oksigennya terbatas. Inilah zona gasifikasi. sampai kemudian gasifikasi menghasilkan gas, gasnya ini kebakar lagi dengan udara yang berlebih lah. Inilah yang semua ini disebut sebagai pembakaran ee insinerasi tadi gitu loh. Nah, nanti ee mungkin ya itu tadi karena dia menghindari kalimat insinerasi maka ada yang juga nanti akan bilang begini ini gasifikasi pirolisis itu mengambil nama dari zona yang terjadi dalamnya. Saya enggak akan mengatakan salah benar. Karena itu kembali ke masalah bahasa marketing gitu ya. Bahasa marketing itu ya tujuannya kan supaya yang beli tertarik kan begitu kan gitu. Tapi toh selama dia enggak membuka black box-nya di sini gitu ya dan selama itu keluarannya juga sebenarnya panas bukan gas bukan minyak hanya panas flugas dan sebagainya ya sudahlah toh sekarang kembali ke requirement kita apa sih gitu kan di awal kita kan mintanya memang reduksi itu gitu ya reduksi sampahnya dan kualitas udaranya yang dibuang itu ee memenuhi baku mutu ya sudah itu gitu ya kita enggak mau berdebat di penamaan penamaan itu loh gitu. Tapi Bapak Ibu paham dulu gitu bahwa oh ya seperti itu gitu ya. Nah, jadi memang di dalam inisinerasi itu ada zona pirolisis dan gasifikasinya gitu. Tapi zona gitu ya. Ee nanti lain lagi kalau khusus memang gasifikasi atau khusus tentang pirolisis ini di sini ya. Nah, ini gasifikasi. Di gasifikasi juga ada zona peralisisnya, ada zona pembakarannya, ada zona perengkahannya. memang sangat sulit bagi kita yang misalnya katakanlah memang bukan orang proses gitu ya dan tidak bisa membuka ee alat itu. Pokoknya tahunya kan siapa masuk gitu ya. Itu ya kita susah enggak ee susah berdebat di situ ya. Ee pokoknya yang penting anu ajaalah penuhi semua menjadi requirement kita gitu ya. spek yang kita minta lah gitu seperti itu. Nah, ini ini contoh aja ya ee proses ee gasifikasi yang sederhana barangkali gitu ya. Karena sekarang gasifikasi juga ada yang pakai plasma gitu ya ee plasma energinya tapi itu energinya besar gitu ya. Walaupun memang secara proses itu bagus, ramah lingkungan ya, karena memang apa ee abunya dan sebagainya sudah seperti kristal dan ya memang minim ininya emisinya juga minim tapi ada harga yang harus dibayar kan di situ seperti itu ya harga lingkungan tentu ya lingkungan itu harganya kan mahal semakin mahal harga IPAL, IPU itu ya itulah harga lingkungan udara bersih, air bersih dan sebagainya. Jadi ee seperti itu Bapak Ibu sekalian. Nah, sama di pirolisis juga ee ada tiga zona ya. Tapi karena dia hubungan pembakaran makanya dia enggak enggak disebut pembakaran pirolisisnya. Zonanya cuma pengeringan, pirolisis dan perengkahan. Nah, ini minyak ini yang di ditarget gitu. Ee sampahnya biasanya plastik misalnya gitu ya. plastik misalnya ini dimasukkan aja di sini lah nanti butuh sumber energi lain untuk memanaskan ini seperti itu. Jadi tidak langsung bersinggungan dengan Nabinya. Nah, memang ini juga kita akui tren juga di beberapa daerah ya ee karena punya target untuk menghasilkan minyak gitu ya. Ee ya semua itu tergantung ekosistemnya lah ya. Kalau memang ekosistem di situ juga memang ada penggunanya minyaknya itu bagus. Jadi ada feedback siklus lingkaran ekonominya itu jalan gitu loh gitu. Ee semua bergantung kepada kondisi masing-masing wilayah atau daerah. Tidak bisa kita oh kok di sana sukses itu terus kita tiru plek itu biasanya juga enggak bisa begitu. Belum tentu juga yang satu bikin RDF bisa ya. Tapi kan belum tentu juga kita terus jadikan RDF gitu kan. Enggak begitu juga gitu. Bahkan mungkin ada daerah yang ya gak bisa diapain nih. Mau dia juga enggak ada yang ngambil mau jadi minyak ya enggak ada yang ini ya. Padahal numpuk terus kan bisa begitu juga ya. satu-satunya alternatif ke TPA, tapi TPA dibenerin itu juga penuh. Ya sudah dibantu termal ya enggak ada alternatif lain. Itu juga mungkin saja tergantung kembali kepada kondisi tempat Bapak Ibu yang mana Bapak Ibu sendiri yang tahu gitu ya. Nah, seperti itu. Nah, jadi Bapak Ibu thermal ini memang ada macam-macam ya. Tadi saya sebut yang pokoknya saja sterasi gasifikasi dan pirulsis. Tapi ada juga li walaupun ini jarang untuk limbah sampah kota dan ini yang ditarget kalau insasi panas, kalau gasifikasi gas gitu ya, pirolisis minyak pirolisis dan sebagainya. Ee saya kira nanti di materi saya bisa sedikit dipelajari. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian sebenarnya ee kalau kita lihat ya pemandangan seperti ini, ini pemandangan yang saya tidak tahu kita ngagemnya sudah lumrah atau enggak ya. Artinya begini, ee sebenarnya ini kan ee sesuatu yang tidak terkendali pembakaran ini kan panasnya juga tidak dikendalikan, menyebar ya, berpotensi merusak vegetasi sekitar misalnya gitu ya. Ee terus kemudian suplai udara juga tidak terukur. Padahal tadi kan kalau insinerator harusnya kan di di dikontrol ya kan. Kalau berlebihan bisa kebakaran kalau kurang ya jadi pembakaran tidak sempurna jadi kayak gini nih hitam gini. Ini artinya partikulatnya ukurannya besar ini ya. Karena enggak ada alat pengendali pan udara ya kan enggak ada ini. Jadi kan hitam begini. Karena apa ya? Ya di sini kan juga kita suhunya aja kan kita enggak tahu nih berapa tidak dikontrol jadi potensi pembakaran tidak sempurna terjadi. Terus kemudian juga sampahnya tercampur ya. Ada organik ada anorganik limbah B3 tidak ada pengadukan dan berserakan mengurangi estetika pasti. Nah, kemudian ketinggian asapnya juga disinya ini ee apa ya? Hanya setinggi manusia ee setinggi manusia paling juga setinggi rumah gitu ya. Ee ee tapi lucunya kita ini tidak ada yang ribut di sini soal dioksin gitu ya. Nah, padahal kan kalau suhunya hanya enggak nyampai 300 itu kan berpotensi sekali apalagi yang dibakar kita enggak tahu mungkin ada yang mengandung klorin gitu ya. Nanti kita singgung dioksin itu apa. Ee jadi karena kita anggap ini ini sudah biasa gitu ya, sudah biasa. Jadi seolah-olah ya gak ada yang ngeributin itu isu itu gitu loh. Bahkan dalam kasus tertentu ini dipakai juga untuk mengurangi space gitu ya di TPA dan sebagainya ya. Masih mending kalau TPA itu lokasinya mungkin jauh sekali dari perkotaan. Tapi kalau yang dekat kan e tentu menjadi masalah gitu ya. Nah ini dan abu juga tidak terkelola dengan benar. Nah, pada saat kita melakukan pengendalian ya tentu ini panas bisa diisolasi ya, bisa dikumpulkan dalam kasus WTE bisa dimanfaatkan. Suplai udaranya terkontrol ya. Ini saya tidak mengacu ke produk tertentu ini saya ambil gambar yang anu aja ini bukan di Indonesia ya. Tapi anulah artinya generik lah ini ya insinerator yang sifatnya generik. ada peluang untuk menseleksi sampah inputan ya. Karena kan sebenarnya kalau insilator dalam ya skala seperti ini ini kan punya keterbatasan untuk tidak semua sampah bisa masuk ya katakanlah karena di kita itu kadang kan ditemukan ee barang-barang yang memang dia perlu didismantling ya atau bisa diperetelin atau dipotong dan sebagainya belum. Nah, ini ada peluang untuk menseleksinya. Suplai udara bisa diatur. Turbulensi ini penting. Turbulensi itu olakan ya, gulakan udara ee itu bisa diatur. Temperatur jelas, sisa abunya pun terkumpul sehingga ngelolanya lebih mudah. Lah dispersi asapnya itu juga tidak dibuat rendah dan ke mana-mana, tapi bisa diatur melalui ketinggian dan desain cerobongnya gitu lah. Jadi sebenarnya tujuannya itu gitu ya. Nah, tetapi kita itu memang susahnya ya ini ee begini ya ini itu semua itu perlu biaya gitu ya, perlu biaya. Kalau yang tadi kan enggak perlu gitu ya, hanya tinggal dikasih apa api gitu kan. Nah, skill operator juga perlu, SOP-nya juga harus ketat, tetapi ini bisa dikatakan mengikuti peraturan kan begitu gitu. Nah, ini ini kurang lebihnya seperti itulah ya. Nah, sehingga Bapak Ibu sebenarnya dalam bicara pembakaran ini kita bisa menilaah sebenarnya kita ini berada di kelas yang mana saatnya untuk di daerah masing-masing itu apakah masih seperti ini gitu ya. Ini biasanya ada di sumber okelah mungkin biasanya di pedesaan masihlah. Kalau kalau di kota ya enggak enggak mungkinlah kayak ini enggak enggak ini kan ganggu ee ee tetangga nanti kalau ini. Tapi di pedesaan yang sifatnya masih banyak lahan terbuka dan berjauhan itu masih ada atau di TPA juga kadang masih ada gitu. Nah, cuma ini tidak sesuai peraturan ya dan asap dan polutanya menyebar setinggi manusia udara tidak bersih karena tidak ada kontrol 3T dan E. 3T itu temperatur, time, turbulen, dan E-nya itu ES ya itu tidak ada. Secara estetika juga enggak baik kan. Nah, ini ini e meningkatlah meningkat sedikit di sumber ya paling enggak enggak berantakan tetapi ya sama ini tidak sesuai aturan karena asap dan bolutannya masih menyebar gitu ya dan juga tidak ada kontrol 3T dan E ya. estetikanya cuma sedikit lebih baiklah dari ini. Tapi nah mungkin ada juga yang sudah meningkat lagi ee kolektif gitu ya bikinnya dan itu ee bentuknya juga seperti bangunan gitu. Ini saya contoh ambil artinya real ya ada. Tapi ini juga biasanya tidak dilengkapi dengan ee dalam arti pengendali polutonnya belum ada. Walaupun asap sudah berusaha diarahkan lebih tinggi, tidak mengarah setinggi manusia ya gitu ya. Ee jadi udaranya tidak bersih maksud karena tidak ada kontrol ini dan estetikanya cuma lebih baik karena ya sudah bentuknya sudah ini walaupun ini hanya tunggu misalnya seperti itu ya. Hm. Jadi ini sering ada juga di kawasan atau kelurahan ya. Ee saya juga pernah menemui ini ee di suatu kabupaten yang setiap desanya itu punya ya macam-macam tergantung yang mendesainnya. Karena kadang-kadang ada juga dia berupa CSR. Kalau ini sudah lumayan. Kalau CSR itu artinya kan belinya bisa milih ya. Tapi ada juga yang dari swadaya itu biasa adanya gitu ya. Dan biasanya ada juga orang kreatif di desa itu yang mendesain sendiri ya. itu juga kejadian seperti itu walaupun hanya tungku dan sebagainya. Nah, cuma dia ya sudah lebih baik dibanding ini yang pertama gitu ya. Nah, ini seperti gambar tadi ini sudah jauh lebih baik lagi dan dia mengikuti aturan karena dia akan menyesuaikan baku mutunya sesuai sebagai baku mutu dan juga ee semua ada kontrolnya walau belum clean. Betul gitu ya. Kenapa ya? Karena sebenarnya biasanya ini kan air pollution controlnya itu masih cyclone atau wight scrubber ya kan dia memang sudah bisa eh mereduksi partikular sesuai baku mutu tetapi memang partikulatnya itu yangya ukuran besar di atas 10 mikron yang di bawah 2,5 mikron ini kan memang enggak kelihatan artinya sulit terdeteksi dalam bentuk asap kan tetap tidak tahu kalau kita enggak ngukur gitu loh itu yang saya bilang ee ini belum clean betul gitu ya. Nah, nanti jalan keluarnya tentu ya di model disinya itu usahakan jangan mengenai pemukiman, terus lokasinya juga jangan terlalu berdekatan dan sebagainya ya atau mungkin waktu pembakaran dan sebagainya. Jadi ada pola-pola lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak gitu loh selain mengandalkan alat pengendalinya. Tetapi upaya untuk mengendalikan ee mengontrol proses pembakaran dengan alat insal seperti ini itu sudah lebih baik dibanding yang ini ini ini. Jadi ini berlaku jangan lihat ke atas tapi lihat ke bawah gitu. Ke bawah lebih baik gitu loh ya. Tapi yang terbaik tentu sekalian kalau itu besar. Tapi kan saya bilang ini masalah peluang. Kalau peluang Bapak Ibu ada di sini itu ya enak gitu ya. Artinya ya sudah sekalian aja investasinya ke air pusing control yang lebih lengkap gitu. ini lebih clean dibanding yang bawah-bawahnya kan begitu. Nah, ini pun nanti juga masih akan ada aktivis yang mengatakan bahwa ini enggak ramah lingkungan gitu loh. Karena kan dia menghasil menghasilkan CO2. CO2 itu gas rumah kaca gitu. Walau CO2 tidak diatur melalui bakum moto ya kan. Karena dia sebenarnya bukan polutan, bukan gas polutan CO2 itu tetapi gas rumah kaca. Nah, indikasi terkait gas rumah, emisi gas rumah kaca itu menjadi juga indikator kinerja lingkungan gitu loh. Nah, tentu dia e di sini ini akan bandingannya begini ya. Ya, daripada saya buang ke TPA kan CH4 juga gitu ya. Kalau enggak dikendalikan CO2 itu global volume potensinya lebih rendah dibanding CH4 gitu kan. Sementara ini seperti itu anunya ee argumentasinya di sini. Tetapi ini sebenarnya bisa lebih ramah lingkungan kalau CO2-nya itu ditangkap. Namanya carbon capture storage. Nah, problemanya adalah sekarang di dunia ini yang waste to energy atau PLTSA-nya, CO2-nya ditangkap itu hanya gak lebih dari 10 plan gitu. Karena apa ya? Ya mahal ya kan. Nomor satu Belanda. Belanda itu BTE-nya sudah menangkap CO2-nya dijadikan produk lain, diolah oleh industri lain gitu ya. Jepang ada satu atau dua gitu ya. Korea sudah mau jalan masuk, ee Norwegia sudah ada juga gitu ya. Jadi sebenarnya ada kasta lagi nih mestinya di kanan ya yang bisa menangkap CO2-nya. Tapi ya kita di Indonesia ini masih jauh. kita baru mau masuk ke WTE ini, itu juga masih terbatas di e beberapa kota saja gak ndak gak semuanya tentu karena juga itu menyangkut juga ee apa pembiayaan ya seperti itu Bapak Ibu. Jadi sebenarnya kalau bicara WT ini ya kami sebenarnya lebih banyak berbicara di situ sebenarnya dibanding yang kecil ya ee karena itu menjadi tugas nasional gitu ya. Ee seperti saya sendiri juga memang saat ini menjadi anggota tim verifikasi BLPS. Jadi bantuan pelayanan sampah yang ee mau masuk menjadi tiping fee-nya si PLTSA ee itu jadi ya sekarang kan baru dua kota di Surabaya dan di Solo ya. Yang lain belum terealisasi dan Perpres-nya itu kan sedang direvisi mungkin nanti meningkat menjadi 30-an kota gitu kan. Ee saya enggak tahu mungkin kota-kota Bapak Ibu ada yang masuk itu peluang kalau memang bisa dioptimalkan di situ. Nah, Perpres lain yang sedang digodok itu ingin menyatukan Perpres yang jakstranas dengan Perpres sampah laut. ee pokoknya antara sampah laut dan jakstraas itu mau disatukan ini sedang dibahas gitu ya menjadi satu ee Perpres atau PP lah itu saya saya agak lupa seperti itu Bapak Ibu sekalian karena sastrana 2025 ini kan sudah 2025 dan itu enggak tercapai ya kan enggak tercapai ya mungkin nanti direvisi targetnya. Nah oke Bapak Ibu kita kembali ke insidator ya. Jadi jenis-jenisnya ini Bapak Ibu e ada yang single stage ini satu ruang bakar ya seperti ini. Kemudian ada yang dua ruang pakar ya ini biasanya ada dua bisa paralel bisa ee horizontal ya. E bisa vertikal bisa horizontal tentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya ya. Kalau ini dua tentu lebih baiklah ya. dua lebih baik karena ee tungku yang kedua itu sebenarnya sekedar untuk membakar gas buang yang dihasilkan dari tunggu pertama gitu. Tapi menjadi lebih sempurna karena di situ partikulat yang masih lolos, fly as yang masih lolos dari tunggu satu dibakar di tunggu kedua. Cuma tunggu pertama kan bisa aja tanpa ada bahan bakar. Hanya saat awal saja, tapi tunggu kedua kan sudah enggak ada lagi sampahnya. dia harus membakar ee partikulat, maka dia harus ada pembakarnya, ada burnernya lah. Di situlah ada konsumsi bahan bakar itu yang yang menimbulkan juga ee apa ee permasalahan dari sisi biaya dan kalau dari sisi aktivis lingkungan itu juga dianggap lah nanti kan bahan bakarnya fosil lagi kan begitu ya. Jadi muter aja terus di situ jadi ee apa ya semua ini memang ee pada akhirnya untuk Indonesia. Untuk Indonesia sebenarnya yang terpenting saat ini adalah bagaimana sampah itu tidak lari ke lingkungan lain yang mm apa yang yang inilah dia bisa kota kita bersih dulu, terangkut dulu. Itu sudah lebih bagus gitu ya. terkelola dulu lebih bagus karena kalau itu berjajaran di mana-mana kan secara estetika juga enggak baik ya. Nah, itu. Nah, dulu kan itu semua terangkut ke TPA gitu kan. Cuma problemnya kemudian kan ternyata TPA juga mayoritas tidak dikelola dengan ee prosedur yang seharusnya kan begitu masalahnya. Nah, momentumnya ya sekarang gitu loh sekarang. Nah, sekarang tinggal para pengambil kebijakan di daerah bagaimana mengatasi itu semua gitu ya. Itu tantangan. Nah, kalau dari sisi grade-nya Bapak Ibu, grade itu tempat di mana sampah ditaruh gitu ya. Itu ada yang fixed grade statik, jadi dia enggak bergerak. Ini kelemahannya tentu sampah itu kan jadi enggak bisa dibolak-balik kan. Kan umum kita lihat sampah itu kebar di atasnya tapi di dasarnya kan suka enggak. Nah, itu kalau enggak kan akhirnya dia jadi sisa aja dia di bawah itu jadi enggak enggak efektif kan. Nah, seperti itu. Nah, moving grid tentu jauh lebih baik karena dia bergerak. Bergeraknya bisa e maju mundur, membalik dan sebagainya. Ini ee jauh lebih baik. Tapi tentu kekurangan adalah BOP-nya lebih tinggi, perawatannya lebih kompleks, dan sebagainya. Nah, biasanya kalau ee insurator skala kota seperti WTE itu pakai moving grade gitu. Nah, kalau yang skala kecil bahkan kecil banget gitu ya, itu biasanya fix lah. Tapi ya sekarang kalau saya lihat yang 50 tonan itu mestinya sudah sanggup pakai moving grid ya. Kayaknya tinggal mm apakah itu masih impor atau enggak ya. Karena sebenarnya sudah ada beberapa apa saya ngelihat politeknik tertentu itu sudah sanggup juga melahirkan material untuk grade ini dengan campuran logam tertentu gitu ya yang ee tahanlah terhadap suhu tinggi seperti itu. Nah, ada juga yang rotary ken tungkunya berputar gitu. Ini juga bagus ya ada kelebihan prosesnya stabil pembakaran merata dan sebagainya. Kemudian fleksibilitas jenis sampah. Iya. Lalu ada yang fit dispay, tapi ini sebenarnya agak riskan untuk sampah. Biasanya ini di industri ya, mungkin untuk ee bahan bakar yang lain. Nah, seperti itu jenis-jenis insator berdasarkan tungkunya ya, sistem tungkunya. Nah, kalau dari skalanya ya kita sering menyebutnya inter modular atau yang satu skala kota ini WTE. WTE ini biasanya besar bisa 2* 500 itu artinya ee satu line-nya itu 500 ton. ee kalau dua ya 1000 berarti ada 1000 tapi dalam bentuk dua atau 1500 di tiga itu tiga line ee tidak ada bas to energy insinerator satu line misalnya 1000 atau 1000 itu gak ada karena biasanya juga kebanyakan itu maksimum itu hanya 500 ton per hari satu line-nya ya tinggal nanti dikalikan berapa butuhnya walau di negara tertentu seperti Jepang ada yang sampai 600 seperti itu. Ee yang individual atau yang modular ini biasanya lebih kecil ya, bisa 10, 20 dan sebagainya. Nah, saat ini Kementerian PU itu kan sedang menyiapkan ee semacam standar teknis atau standar desain untuk instalasi pengelolaan sampah gitu ya. itu ada tiga, 10 ton per hari ee kemudian 20 dan 50 kalau enggak salah. seperti itu ee juga dilengkapi dengan proses termalnya itu insinerator karena dia berfungsi untuk sebagai penjaga gawang ya insator itu kalau proses lain itu mungkin tidak jalan atau kalau produk yang diharapkan lainnya juga tidak ada yang beli kira-kira gitu. Jadi insator di situ sifatnya adalah ee sebagai penjaga terakhir itu. Nah, itu ya saat ini sedang di bahas gitu ya, sedang disiapkan. Ee seperti itu Bapak, Ibu. Jadi kalau secara skala ya seperti itu. Nah, kalau secara regulasi atau peraturan sebenarnya insator itu ada di mana sih? kan di dalam undang-undang 18 tentang ini kan ada larangan nih ya larangannya itu membuang terbuka ke TPA membakar sampah yang tidak sesuai dengan secara teknis pengeluan sampah kan begitu dilarangnya ini kan membakar sampah itu enggak boleh gitu loh kalau tidak sesuai persan teknis lah. secara teknis yang diacu yang mana kadang memang ini untuk sampah itu saat ini ya ada yang bilang abu-abu ya abu-abu. Untuk B3 mungkin agak jelas karena di sana ada Permen yang khusus langsung B3 gitu ya. Lah di sampah itu hanya muncul larangan tetapi terus ya itu tadi harus sesuai persanan teknis gitu. Nah, ini yang yang kemudian memunculkan banyak keraguan untuk mengambil keputusan terkait ee antara lain terkait insinerasi ini di sampah rumah tangga gitu. Nah, tetapi kalau kita lihat sebenarnya yang mungkin bisa menjadi apa ee landasan ya itu ya sebenarnya e ada beberapa yang bisa dengan landasan. Kalaupun itu B3 sebenarnya kan logikanya B3 ini lebih ketat gitu ya. Ya, kalau suatu insinerator mengikut apa namanya mengikuti pesanan B3 ya logikanya untuk ee rumah tangga tentu itu bisa gitu ya. Walaupun sebenarnya sih ee ada perbedaannya juga gitu ya, khususnya misalnya di baku mutu yang dianut ya seperti itu. Nah, kemudian juga ada SNI-nya Bapak Ibu di insineratur ini ya. Barangkali ini yang juga bisa menjadi patokan. Oh, kalau gitu persyaratan teknis itu mengikuti SNI misalnya gitu kan ya. Karena kan SNI ini juga waktu pembahasan itu kan pasti melibatkan produsen-produsen juga asosiasi produsen insator gitu loh. Setidaknya di situ juga ikut berperan sejauh mana sih kemampuan produsen kita dalam memproduksi insentator yang sesuai persera teknis yang diinginkan. Kan begitu lah yang lain kan nanti oh ya ada sih main LH tentang Abu gitu kan ada tentang ee apa baku mutu emisi. Nah ini ya itu ya kita anut gitu loh. Nah itulah yang jadi patokan kata-kata persyaratan teknis pengeluaran sampah itu Bapak Ibu sekalian ya. Nah, ini kalau highlight-nya itu ya kalau 70 kan jelas ya, tidak mengandung B3 karena rezimnya beda. Limbah B3, kaca ya, PVC, aluminium fuel eh fuel ya, aluminium foil sori lah. Cuma kan tentu ya pertanyaan kita sesanggup mana kita bisa memilah ini sebelum masuk ke insinerator? Karena sekarang kan kompleksitasnya tinggi ya. Aluminium foil kan tidak secara jelas itu kelihatan oh itu tunggal aluminium foil kan enggak begitu dia bercampur juga dalam suatu kemasan itu kan PVC ya PVC kalau PVC-nya itu pipa ya mungkin sudah diambil pemulung gitu kan tapi kalau PVC-nya itu melekat di bungkus apa gitu ya sulit gitu ya nah akhirnya apa bicaranya persentase tuh artinya ini kan sekian berapa persen sih yang ini kan gitu ya yang apa yang masuk di dalam sampah yang tercampur itu kan gitu. Kalau 90%-nya adalah alumnium foil ya tentu kita sudah tahu dari awal. Tapi kan artinya begini, kita dalam keseharian itu kan ee dari waktu kita membuat survei atau apa itu kan ketahuanlah persentasi kita itu berapa sih ini kan itu lah nanti ujung terakhirnya ya Buduh emisi ini kan tentu gitu. Nah, kapasitas ya memang kalau yang LH ini kan kalau di TAS 1000 itu pakai James gitu ya. James eh James itu kan apao monitoring secara continuous gitu kan terpantau. Tapi kalau kapasitas data 1000 ini kan artinya yang tidaknya pasti insinator yang bas to energy gitu. Nah, kalau yang manual itu ya 6 bulan sekali itu diatur di sini. Nah, kalau yang LHK38 ini tentang kewajiban AMDAL. Nah, Bapak, Ibu insator tuh di atas 50 atau gak gitu ya. Kalau di atas 50 ton per hari ya dia wajib AMDAL lah. Nanti tinggal nanti kan wadek segala macam. Jadi itu panjang ceritanya karena ya saya secara pribadi sering ee membahas perteknya apa yang mengajukan gitu ya, mengajukan khususnya di pertek emisi udara gitu. Nah, kemudian ada juga tentang fly as bottom as. Memang ini lahir peraturan ini pada waktu kita seiring dengan adanya ee Perpres 35 yaitu tentang eh PLTSA itu karena kan di sana bicaranya sudah flyas dan bottom dalam jumlah yang besar gitu kan. Ee kalau sudah besar kan enggak bisa, enggak ada aturan kan begitu. Nah, kalau yang kecil-kecil itu memang ee dia kecil ya, tapi ya kalau mau mengikuti aturan ini gitu dan harusnya memang mengikuti itu memang kebentur pada misalnya kalau saya mau manfaatkan itu kan butuh invest lain di alat untuk memanfaatkannya misalnya seperti itu atau butuh bahan tambahannya gitu kan begitu atau cukup saya timbun saja di TPA toh itu sudah residu Iya kan residunya sudah berkurang hampir 80% apa reduksinya itu loh tinggal residu abu 20% katakanlah gitu atau 10% 20% ke TPA misalnya itu kan juga enggak apa-apa karena kan sebenarnya ee apa abu itu juga karena sudah terma dia enggak infeksius loh ya ee kan mati semua bakterinya enggak bau juga abu kan enggak beda dengan Anda buang yang sama basah nanti membusuk ter jadi lindi itu kan bau gitu ya. Nah, jadi ini soal jumlahnya ini antara seninar kecil dan besar. Kalau besar sekalian barangkali ya bisa hitung-hitungannya kalau dimanfaatkan atau apa itu ee bisa masuk gitu ya. Tapi kalau yang kecil-kecil saya lihat ya susah ya. Wong dia hanya paling satu ember sehari mau dimanfaatkan butuh ditimbun dulu lama gitu butuh banyak dulu. Nah, ini nanti juga ada bak mutu abu terbang atau fly ya. Nah, kemudian juga ini B3 ya barangkali sudah juga enggak perlu danni-nya juga ada insinerator ini nanti juga mengatur tentang pengujian ya. Nah, kapasitas nol itu artinya tanpa ada kapasitas diuji. Jadi, ini komisioning ya, Bapak, Ibu. Eh, yang perlu diketahui ini. Sekedar gambaran aja ya, bahwa ini ada baku mutu emisi sampah rumah tangga yang satu B3. Jadi, B3 jauh lebih banyak yang harus dicek gitu. Bahkan untuk membandingkan partikulat saja itu kan kalau insator rumah tangga batasnya 120 mg/m³. Nah, kalau ini 50 jadi jauh lebih ee apa? Lebih ketat. Makanya kalau insinerator B3 itu umumnya pasti dilengkapi dengan back filter ya. Back filter karena back filter itu ee punya efektivitas tinggi untuk menyaring partikula. Nah, kalau ini apalagi skala modular ya dilengkapi back filter harganya akan sangat mahal ya. Jadi biasanya di modular itu hanya mengandalkan cyclone atau wet scrubber gitu. Nah, sehingga ee ya dengan itu ada yang bisa memenuhi nanti dibantu juga dengan pembakaran yang suhunya tinggi gitu ya supaya sempurna itu membantu untuk memenuhi baku mutu ini gitu. Nah, itu Bapak Ibu. Jadi ya saya gak bisa detail dulu ya masalah ini. Nanti kan ee lain kalau ee sifatnya ee akademis gitu kan kuliah atau apa itu kan nanti masuk lebih dalam lagi. Tapi intinya pokoknya ya seperti inilah ee baku mutu kita yang harus kita anut ini ee playas-nya ya. leas-nya juga ada baku mutunya. Tetapi ee saya belum pernah juga menemui yang ee proses insinerator menguji flyas-nya gitu ya. Ee kalau ada ya tolong diberitahu saya apakah bisa memenuhi baku mutu ini gitu. Nah, kalau yang bottom ee sabung dasar itu tidak ada tidak ada baku mutu gitu ya. Nah, kemudian manakala kita masuk ke SNI gitu ya, itu sebenarnya memang diaturlah apa yang namanya apa jumlah minimal ruang pembakaran. Memang dia mensyaratkan ada dua gitu ya. Walaupun tadi di jenis-jenis insistrator saya sebut ada juga yang tunggal gitu ya. Ya, semua itu ada kelebihan dan kekurangannya. Tentu kalau bicara mana yang lebih baik ditinjau dari sisi ee kualitas emisi ya tentu dua akan lebih baik gitu kan. Nah, tapi kalau secara pembiayaan ya tentu dua lebih mahal kan begitu. Nah, kemudian dari si waktu tinggalnya ini juga ada batasnya ya minimal 2 detik. Biasanya dirancang 2 sampai 4 detik. Tentu Bapak Ibu tidak bisa ngecek ini pada waktu insator itu sudah jadi. Tahu 2 detiknya dari mana ya? Ya, ini sebenarnya terkait desain ya. Pada waktu mendesain, si desainer ini akan menghitungkan volume loop gas atau gas buang yang dihasilkan itu berapa lah. Kalau dia harus tinggal minimal 2 detik kan nanti akan ketahuan berarti volume chamber atau tunggu tuh berapa gitu loh. Nah, jadi tahunya dari situ gitu loh. Ee apa ya? Ini artinya begini, kalau Bapak Ibu mau mengadakan itu ya syukur-syukur Bapak Ibu bisa minta desainnya gitu ya. desain dan anunya rancangannya seperti apa sih gitu ya. Terus kemudian ya tanya-tanyalah ini gimana bisa membuktikan 2 detik dan sebagainya gitu ya. Nah, seperti itu. Jadi kadang-kadang mungkin karena tidak tahu kita langsung ee apa istilahnya beli putus misalnya gitu ya. Nah, ini kadang repot karena yang kita bayangkan kadang-kadang kan pokoknya kalau sudah dibeliator tekan-tekan tombol selesai semuanya padahal enggak begitu ya. Enggak begitu. Ee ya ini kemudian ya ee di dalam SNI juga diatur ee bukan dibedakan antara tipe A dan tipe B ya. Tipe berdasarkan kapasitasnya tipe A ini di bawah 200 kg/h. Jadi Bapak Ibu nanti bisa lihat kalau mau mengadakan itu saya mau operasi 8 jam atau 24 jam gitu kan. Nah ini akan ketahuan berarti saya butuh yang sekian kilo perjam. Nah, di sini tungku juga diatur kalau bisa pakai karbon baja menengah gitu ya. Tebal minimal 3 dan seterusnya dilapisi insulinulator gitu. Ruang bakar juga ada. ruang bakar itu yang penting ada bata tahan api. Bata tahan api yang dipilih ada jenisnya misalnya SK32 karena dia tahan suhu tinggi ya. Kadang kita di YouTubeYouTube itu sering ngelihat ee teman-teman kita yang kreatif di daerah itu kan pakai bata biasa bukan tahan api itu. Ee tetapi biasanya diaak enggak tahan kalau sudah ribu apa itu ya nanti retah. Wong bata tahan api saja kalau ee apa istilahnya kadang-kadang dia juga enggak tahan tapi tidak semuanya mungkin satu gitu yang patah ya atau yang deformasi itu sulit sekali anunya ee perawatannya karena kan insator itu harus mati dulu nunggu dingin baru dia ganti satu di tengah itu orang harus masuk kalau WTE begitu di WT yang besar itu. Nah, itu lah. Makanya ee perlu tetap bata tahan api. Ee walau sering kita temui juga bata biasa dipakai kalau yang ya dia kreativitas sendirilah itu yang namanya tunggu aja gitu ya. Itu itu sering terjadi seperti itu. Kemudian cerobong. terobong juga ada material yang diatur ya dan ada kecepatan aliran gasnya misalnya minimal 10 m/s. Ini kalau ini ini sebenarnya lebih jangan sampai kecepatannya itu ee di bawah kecepatan angin daerah situ gitu ya. Kalau nanti enggak keluar kalau di bawah ee kalah dengan kecepatan angin. Jadi dia harus di atas kecepatan angin wilayah itu gitu ya supaya keluar. Tapi juga tidak boleh terlalu ee lama di dalam cerobong. nanti bisa terjadi kondensasi gitu kan. Jadi semua itu ada hitungan-hitungannya. Nah, seorang desainer insenator tentu dia harus menghitung ee berapa ee laju alir si gas buang ini. Kemudian akan mendesain berapa dimensi serob yang dibutuhkan lalu dikaitkan dengan peraturan ya. Dia dia memenuhi peraturan atau tidak. misalnya ketinggian minimalnya, terus kemudian pada jarak 50 m itu ada bangunan, itu akan diikuti. Nah, nanti untuk meyakinkan itu dia biasanya dia dimodelkan gitu loh. Itu kalau diwajibkan pertek memodelkan itu. Nah, modelkan itu nanti kan sebenarnya jatuhnya apa? polutan atau partikulan ini akan ada di mana gitu loh. Nah, ini yang nanti di situlah akan diatur apakah kalau dia jatuhnya ke wilayah yang rawan aslinya tidak boleh ee atau terganggu ee konsentrasi udaranya di situ. ee maka dilakukan ee simulasi apakah cerobongnya mungkin harus ditinggikan tapi kan tidak boleh tingginya melebihi angka apa namanya ee terjadinya kondensasi gitu ya atau dimensinya diameternya dilebarkan sampai terakhir itu kalau perlu apakah posisi si cerobong ini dipindah supaya tidak jatuh supaya modelnya itu aman gitu. Nah, itu cara menentukan dimensi cerobong. yang ramah lingkungan seperti itu. Jadi harus memenuhi ketiga-tiganya. Hitungan masuk, modelnya masuk, peraturan masuk, gitu. Nah, kemudian ya ini abu abu kan abu ini masalah caranya ya apa dan kemudian mau pakai screw conveyor atau pakai manual itu tinggal pilihan kita ya. Nah, seperti itu. Ini yang diatur di SNI. Nah, lalu nanti kan setelah misalnya disepakati ya, kita sudah mengadakan itu kan harus adakan uji nih. Ini serangan uji yang harus dilakukan ee sesuai persyaratan SNI. Jadi ada uji suhu bakar. Nah, ini diukur langsung dengan ala ukur ya. Suhu desainnya dulu berapa gitu ya. Kemudian suhu visual chat ini maksudnya kan ini kan verifikasi bagian-bagian yang di chat kan chatnya harus tahan panas dong kan begitu lah uji waktu tinggal lah ini juga bisa diuji jadi waktu tinggalnya itu walaupun didesain sudah ada sesuai enggak jadi dihitung laju alir gas dan volumenya nah ini dihitung nanti oh sesuai yang lain ya uji keselamatan uji kinerja mutu gas nah ini juga apakah sesuai dengan capmen 70 pada posisi di mana pada posisi tanpa tanpa beban 0% artinya tidak ada sampah masuk atau 80% sampah masuk dari kapasitas rancangan atau 100% tiga-tiganya dilakukan itu uji ee kinerjanya seperti apa lah. Lalu ee energi uji efisiensi pembakarannya gitu kan Bapak Ibu di awal minta saya minta antara 80 sampai 90% gitu ya ini berat ini volume gitu kan. Nah itu nah ini nanti diukur itu ya terus apakah terjadi pembakaran sempurna? diukur aja kadar CO-nya dan CO2 di ekzhaos lalu dihitung efisiensinya secara pakai rumus. Nah, setidaknya Bapak Ibu kalau Bapak Ibu melakukan uji ini semua itu Bapak Ibu terlindungi dari tidak mengikuti syarat teknis gitu loh. Jadi daripada dituduh tidak mengikuti syarat teknis ya kita harus bisa melewati uji ini semua gitu gitu ya. Nah, bahwa kemudian kalau ada masalah sosial itu masalah dinamika ya kan kita enggak tahu juga itu mungkin nanti ya menyangkut masalah lokasi dan sebagainya gitu. Tapi kalau dari sisi kinerja teknologinya itu ya ditentukan oleh hasil uji-uji ini gitu loh. Seperti itu. Nah, ini gambaran saja Bapak Ibu ee sangat generik ya. Gak nak semua harus begini gak. Tapi ya ini misalnya kan ada ruang pakar satu, ruang pakar dua gitu ya ee ada barnernya gitu ya. Kemudian ini kalau ini kebetulan memakai apa ini memakai ee scrubber ya scrubber scrubber itu biasanya kalau w scrubber itu ada airnya. Nah ini perlu dipikirkan apakah lokasi saya ini ada sumber air atau tidak. Kadang-kadang kita mikir, loh ini kan insinator kok butuh air loh. Iya, air itu dibutuhkan untuk pengendalian polisi udara di dalam kasus WT yang besar itu butuh air yang sangat besar gitu. Jadi ya itu ya belum lagi nanti kalau yang besar itu kan air dari scraber itu kan sebenarnya juga enggak boleh dibuang langsung ke sungai atau apa gitu ya. sehingga nanti mungkin Bapak Ibu juga butuh untuk menetralisasi ee air itu dan sebagainya ya. Nah, itu Bapak Ibu sekalian ee ini contoh aja. Nah, biasanya juga terobong ini harus dilengkapi tempat untuk mengambil sampling gitu ya. Nah, ini jadi namanya apa? Ee platform lah gitu ya, platform. Nah, kalau di peraturan-peraturan terkait pengendalian pencemenan udara ini sangat detail sebenarnya ee karena waktu itu kan banyak diterapkan untuk industri ya. Industri misalnya titik ngambil lubangnya itu minimal harus empat misalnya gitu ya. Empat itu satu tempat ini empat gitu loh. Karena lingkaran nanti ada tiga titik, empat titik gitu ya. Misalnya seperti itu. Jadi ee kalau kita bicara aturan di pengendalian pencuran udara itu ya cerobong ini mengikuti di sana gitu loh kan seperti itu. Terus kemudian titiknya itu harus ada di dua kali diameter dan 8 kali diameter dari gangguan terakhir misalnya. Itu juga harus di iniikan misalnya ini. Oh ini 8 * D dari gangguan terakhir kan ini. Jadi gasnya itu kan terganggu di sini ya. Terakhir kan di sini. Habis itu kan langsung lolos dia. Nah berarti kan 8D-nya di sini 2D-nya dari sini misalnya gitu ya. kalau ukurannya pas gitu. Tapi kalau yang enggak nanti kan ada ee apa ee analog lah gitu. Nah, seperti itu Bapak, Ibu. Ee contoh aja ini juga hanya sekedar contoh ilustrasi desain ya. Ee ini dua line ya. Ini satu line ini misalnya insatornya kebetulan e horizontal ada dua dua ruang bakar. Kemudian ini ada eh cyclone dan ada subscriber gitu ya. Terus kemudian ini ada cerobong. Kebetulan ini disatukan juga dengan sebelumnya ada ee conveyor untuk memilah. Jadi memang yang masuk itu betul-betul hanya yang combas stable sama yang eh low value misalnya seperti itu. Nah, gitu. Nah, ini ada IPALnya. Ini ini gak ipalnya karena ada air dari w scrubber gitu ya. Nah, gitu. Nah, kalau generik seperti ini juga ini ilusi aja apa ilustrasi aja ya. Eh, misalnya ini primary chamber-nya e utamanya pertama ini grid-nya. Ini grid yang kita sebut tadi apakah fix ataukah movable bisa bergerak. Biasanya yang bisa bergerak itu bagus maju mundur gitu. Jadi sampahnya terdorong terus ke sini gitu ya. Ke sini. Nah, ini ada zona pengeringan di sini. Ini zona pembakaran dan pasca pembakaran. Nah, gas terbentuk gas buang masuk ke zona kedua ke eh second chamber. Tunggu kedua lah. Ini dibakar lagi di sini. baru gasnya kebuang. Nah, inilah ee apa ee desain yang saya maksud. Ee ini hoper ya, cara ngumpanin sampah ini macam-macam ee cara ininya. Kalau yang paling sederhana sekalipun kadang-kadang ya hanya orang ngelemparin sampah dari keranjang gitu ya, pintu dibuka masuk. Ada yang seperti itu yang itu dia tidak mengandalkan ee input sampah secara otomatik gitu ya. Itu ada. Nah, semua tergantung biaya sih ya. semua ada harga lah tergantung itunya permintaan ini. Contoh yang juga mungkin barangkali ada agak advance ya karena ada green ya untuk memasukkan sampah kemudian juga ini ada grid yang bergerak ini juga ada SDR active carbon ini lebih komplit ini ada back filter tapi ini tidak ada turbin. Jadi memang bukan untuk menjadi listrik ya, ini skala kawasanlah sekitar 50 tahunan itu ada yang sudah apa cukup baiklah gitu ya. Nah, seperti itu. Jadi, minimal sudah ada ee pengurangan partikulat ee SOX-nya, NOX-nya itu juga sudah ada ya, tergantung tinggal nanti kemampuan kemampuan pengguna ini dari sisi ee kepek opex-nya ya seperti itu. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian ini saya lihat waktu dulu ya. Saya harus berakhir 10.30 ini bagaimana Ibu moderator? Mungkin bisa dilanjut, Pak sampai pukul sampai pukul 10.50. Iya. Oh, berarti 4 menit lagi ya. Iya, Pak. Eh, oh iya ya. Baik ya. Jadi Bapak Ibu memang ya bicara protes termal atau insinator aja memang membutuhkan waktu yang ini ya, karena segala aspek harus kita bahas termasuk pencemaran udaranya. Nah, iya tapi karena waktunya juga ini ya gak apa-apalah. Ee saya setidaknya sebenarnya sudah menyiapkan sampai IPPU-nya. Jadi kalau kita lihat kan ee ini alat pengendali kalau partikular itu macam-macam ya. Ada cyclone, back sampai yang gas itu ada conttrol d shok, denock dan sebagainya. Dan biasanya yang modular itu yang dipakai yang hitam. Kalau yang WTE itu yang merah. Dilengkapi yang merah. artinya lebih lengkaplah gitu ya. Nah, gitu. Nah, ini sekedar ilustrasi bahwa kalau Bapak Ibu membakar 1 ton sampah sebelum dibersihkan oleh air pulsion control itu sebenarnya akan menghasilkan yang mayoritas besar itu adalah CO2. hampir 700 sampai 900 kilo yang 1 ton sampai itu sebenarnya menjadi CO2 gitu loh. Lah sisanya ini yang kecil-kecil ini yang ukurannya gram miligram ini ini yang diatur dalam baku mutu emisi gitu loh. Karena apa? Ini dianggap polutan. CO2 ini ngaturnya melalui apa? Eh net euroemission atau NDC ini karena ini resinnya resin gas rumah kaca itu. Jadi walaupun kecil tapi ini kan juga diukur tingkat bahayanya gitu ya. sehingga ee diatur melalui baku mutu mengisi. Ini gambaran partikular saja ya. Jadi tidak perlu dan ini juga ee kenapa kok kita meributkan ini karena memang itu kaitannya khususnya partikulat itu kita ngebayangin kalau rambut kita dipotong itu diameter segitah PM10. Nah, PM10 ini yang bisa disisihkan kalau kita pakai cyclone ya, cyclone. Tapi kalau PM2,5 yang rambut aja masih dibelah nih ada lima. kecil-kecil lagi itu PM 2,5 ke bawah lah. Ini yang ini sebenarnya gak bisa kalau saya clon gak bisa. Ini tuh harus pakai back filter gitu loh Bapak Ibu ya. Itulah kenapa tadi saya bilang bahwa ee kalau insat insatornya besar skala WTE itu dia sanggup menyisikan PM 2,5 gitu. Karena ee apa? Kalau insator kecil dia sanggup di PM 10. Tapi memang waktu pengujian itu tidak akan kelihatan PM 10 dan PM 2,5. dia hanya kelihatan konsentrasi partikula gitu loh ya. Nah, itu jadi ee apa konsennya itu. Nah, soal bahaya PM 2,5 itu memang sudah sering banyak dibahas di berbagai apa namanya artikel maupun apa ini memang terkait dengan beberapa hal. Nah, itulah yang sebenarnya eh apa konsen kenapa eh air pulsion control di dalam insator itu penting ya. Dan semakin apa namanya semakin lengkap air pulsion controlnya itu tentu diharapkan juga makin clean ya, makin bersihlah ee apa namanya emisi apa emisi kita gitulah seperti itu. Nah, ini cyclon terus w scber ya. Ee kemudian sama ini efektiv apa efisiensinya ya. Ee ini kalau kita lihat memang ya yang tinggi itu ya back filter sama ESP ini yang benar-benar mampu sanggup menyelesaikan fly-nya itu sampai 99% gitu ya. Ee gitu. Nah, ini yang saya ceritakan tadi dalam mendesain cerobong itu juga memang ee harus melakukan pendekatan perhitungan model seperti ini dimodelkan dan regulasinya dilihat gitu. Nah, seperti itu. Kemudian, nah ini juga saya cerita penentuan titik sampling ya. Ya itu kadang-kadang lubang sampling itu kalau serbungnya seperti ini harus 1 2 3 4. Nah, ini yang ada aturannya 8D, 2D titiknya ini ee apa ee yang harus dipenuhi. Saya kira kalau e Bapak Ibu yang juga terjun di misalnya di lingkungan hidupnya itu di pengendalian pencemaran udara itu bisa di bujuk ya berapa ukuran lubang samplingnya dan sebagainya. Nah, ini juga kenapa kok dioksen disorot itu juga kaitannya dengan apa namanya ee lajunya ya. Jadi kalau insator kecil itu kan kalau hanya 8 jam beroperasi itu pagi dan siang hari itu kan waktu menghidupkannya dan waktu mematikannya akan melalui titik kritis pembentukan dioksid ya di sini. Tapi kalau instalator besar itu kan 200 300 hari gitu ya itu ya kritisnya kan ada di hari pertama sama hari terakhir menjelang overhaul. Nah di situ ya ditambah ini sudah lebih lengkap air pollution control-nya. Jadi ee kalau kita lihat sebenarnya surat terakhir edaran dari Menteri Lungan Hidup itu kan menyebut proses termal itu ee ya antara lain yang dikonversi menjadi energi itu implisitnya tuh dia bilang ya kamu udah yang WTE aja kira-kira gitulah. Cuma dia enggak sebut enggak boleh yang kecil enggak enggak begitu gitu. Tapi kalau kita yang apa dalam pendalamannya tuh ini sebenarnya arahnya tuh mau bilang kamu yang gede sekalian aja makan gitu loh gitu. Nah, tapi kalau kami ya yang kecil ini kalaupun ini harus berlindung di bawah satu situasi mungkin kedaruratan, enggak ada jalan keluar lain, dia harus dan posisi terakhir gitu loh setelah semua hal itu dilakukan dan dia betul-betul memang mungkin secara waktu dia bisa ee punya target waktu tertentulah. Misalnya ini selesai ini nanti saya bisa bangun TWA lagi misalnya seperti itu. Nah, itu bisa terakhir apa? Bentengnya, lokasinya lokasinya insator ya. Jangan, janganulah betul-betul diperhatikan itu karena ee masalah tadi gitu loh. Ee terus ya spesifik teknisnya diikuti gitu loh. Diikuti sehingga minimal kita ada perlindungan dari pihak yang apa yang mengoperasikan ini bahwa saya ngikutin ini monitor saya rutin loh gitu 6 bulan sekali ya saya cek gitu loh. Nah seperti itu Bapak Ibu. Nah, ini sama ya. Dioksin itu dibentuk karena ada bahan awal organik, ada sumber klorin dan prosesnya relatif suhunya itu rendah, ada katalis logam. Nah, ini terlalu ilmiah Bapak Ibu. Jadi kalau Bapak Ibu ada kesempatan diskusi tentang dioksinuran boleh ya. Eeah ini juga mekanismenya ya. E kemudian bottom, fly ya. PAS ini juga rata-rata ini kami pernah menghitung itu sekitar hampir 20%-nya lah abu di dasar ya. Nah, seperti ini bottom S ini. Kenapa kok masih ada logam? Iya karena kan ini enggak habis kebakar kan ya. Ada raleting ada paku itu masih akan menjadi berat di bottom S. Makanya beratnya bisa sampai 20%. Nah kemudian fly as ini lebih lembut ya biasanya sekitar 3%-an lah rata-rata 3%. Nah, ini yang harus dikelola gitu ya. Harus dikelola. Nah, yang Fly sih sebenarnya siap dimanfaatkan ya dengan campuran macam-macam. Tapi kalau yang bottom karena ada seperti ini, ini kita butuh peralatan yang lebih nih. Menyingkirkan logamnya ya, menggerinding ukurannya jadi lebih apa ya, lebih kompleks lagi kalau bottom. Sehingga akhirnya bottom as ini boleh ditimbun ke TPA gitu loh langsung gitu. Kalau ngas ee dia harus disolidifikasi dulu ya, dicampur dengan semen. Akhirnya kan ya sudah dimanfaatkan aja seperti ini ya. Ee ini kami di Bandar Gebang itu punya alat untuk mencampuran dan mencetaknya menjadi seperti puffing block. Nah, ini ini contohnya cepat aja ya. Nah, ini komposisi yang pernah kami coba ya, semen, flyas, batu abu, dan air gitu ya. ee menjadi ee ya tentu kami sebenarnya dalam rangka riset ya rangka riset kami ujikan kekuatan tariknya, tekan dan sebagainya sehingga akhirnya sampai uji TCLB bahkan gitu ya. TCLB itu untuk nguji e perlindiannya dia masih mengandung B3 atau enggak. itu ee kesimpulannya ini bisa untuk apa untuk jalan atau pagar ya itu bisa seperti itu. Nah, ini juga persyaratan harus Bapak Ibu penuhi ya untuk menjalankan supaya insator Bapak Ibu itu berkelanjutan ya. Intinya tata kelola ya butuh ee apa orang yang punya skill dan utamanya adalah ini om mane ini kan harus disediakan capek dan opeknya ya pasti itu ya seperti itu Bapak Ibu sekalian. Ee kemudian ini contoh requirement yang Bapak Ibu mungkin perlu siapkan sebelum ee mau mengadakan ya. Misalnya tingkat reduksi material Bapak Ibu tempuhkan ya berapalah berapa persen nih reduksinya. Dibuktikan nanti dengan data dari kinerja alat yang sama di lokasi lain. Boleh aja ee nanti sampaikan saya minta mana sih data-data di lokasi lain yang sanggup ee meredusi sekian gitu loh. Kemudian terjadi pembakanan sempurna. Nah, tadi kan sudah saya sampaikan kadar CO2-nya sekian-sekian dibuktikan dengan data dari alat tersebut di kinerja di tempat lain atau saat komisioning alat kan bisa juga kualitas emisi, jumlah ruang bakar dan sebagainya. Intinya sebenarnya begini, jangan sampai kita tiket for granted aja lah. Pokoknya harga masuk selesai enggak dicek lah itu jangan seperti itu ya. Nanti kalau ada apa-apa nanti Bapak Ibu yang akan ketemuan gitu ya. Karena enggak ada basic ee apa? basic dasarnya dalam menentukan pilihan itu gitu ya. Nah, ini contoh-contoh KEC OPEX ee apa berdasarkan kapasitas walau akhirnya juga tergantung pada kelengkapannya juga kelengkapan si insunator itu. Contoh aja Bapak Ibu bisa Bapak Ibu baca sendiri nanti kalau materinya diberikan pihak panitia. Nah, ini juga contoh menyusun OP insinerator ya 10 ton per hari dengan pretreatment kebetulan. E tapi ini contoh aja bisa variasi di tiap daerah ya, kebutuhan solar, ee perawatan tahunan dan sebagainya. Jatuhnya memang mahal Bapak Ibu. Ee artinya gini loh lebih tinggi dibanding katakanlah ya kita rutinitas kita di open dumping barangkali enggak bisa R00.000 gitu ya. Tapi kalau insator atau termal kelihatannya akan lebih tinggi daripada itu gitu ya, daripada ee pembuangan terbuka pendamping. Karena itu kan sebenarnya kan tidak atau tanpa ada teknologi yang ee signifikan kan begitu ya. Ee kalau sanitary level saya kira juga tinggi enggak enggak bisa 100.000 2.000 enggak bisa gitu. Nah, sekian Bapak Ibu ee Bapak Ibu yang saya hormati. Tentu ee kami saya tidak bisa menyampaikan secara lengkap ee apa yang menjadi harapan ya, tetapi kami membuka informasi apa membuka komunikasi jika memang diperlukan ya untuk hal yang jauh lebih apa lebih detail dan lebih ee concentrate gitu ya. Enggak enggak dalam artian umum begini ya. seperti itu karena ya itu fungsi antara lain daripada ee fungsi apa ya kalau di perguruan tinggi ada tridarma perguruan tinggi gitu ya, ada yang pelayanan ke masyarakat dan sebagainya. Tapi semua itu bisalah kita follow up ee jika memang diperlukan ya yang tidak bisa ditampung dalam acara yang hanya 2 jam ini. Demikian ee Ibu moderator. Ee terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik ee Bapak Ibu sekalian, demikian tadi penyampaian materi dari pemateri kita pada hari ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MT yang sangat luar biasa sekali. Jika dilihat-lihat juga ternyata sudah ada banyak sekali pertanyaan dari Bapak Ibu peserta webinar kali ini. Namun sebelum masuk ke acara selanjutnya, saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta dan yang menginginkan materi sekaligus sertifikat pada webinar kita hari ini dapat request terlebih dahulu melalui link yang telah kami kirimkan di kolom chat Zoom ya Bapak Ibu sekalian. Kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi fotoot bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin kami yang bertugas. Kepada yang bertugas kami persilakan. Baik, ee mungkin Bapak Ibu sekalian bisa mengaktifkan kameranya. Baik. Ee untuk slide pertama saya hitung 3 2 1. Baik untuk slide yang kedua 3 2 1. Untuk slide selanjutnya 3 2 1. Baik, terima kasih kepada admin petugas ee telah membantu sesi foto kita pada siang hari ini. Selanjutnya ee kita lanjut ke sesi tanya jawab. Di sini kami sudah membantu untuk merangkumkan pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian yang sudah Bapak Ibu sampaikan di kolom chat. Mungkin ee kepada Bapak ee Wahyu saya akan membacakan pertanyaannya kemudian bisa langsung dijawab. Begitu ya, Bapak. Saya izin untuk share screen terlebih dahulu. Baik, semoga sudah terlihat ya, Bapak Ibu sekalian. Ee di sini ee ada pertanyaan dari Bapak Prasetiadi. Saat ini banyak dioperasikan insinerator yang flugasnya tidak memenuhi baku mutu. Di sisi lain, sampah harus segera diatasi dan insinerator yang tersedia umumnya semua belum dilengkapi dengan APC yang memadai. Bagaimana menyikapi ini karena sampah tiap hari datang terus? Demikian Bapak mungkin bisa langsung saja untuk dijawab. I terima kasih. Eh ya ini sebenarnya apa yang saya sampaikan tadi kan mirip dengan apa yang ditanyakan ya sebenarnya ee bahwa ee termasuk yang tadi saya cerita ada tamu dari kota yang sebenarnya semua itu sudah dia lakukan gitu ya ee tetapi memang ada yang tidak bisa diselesaikan di sisi pengolahan antara ini loh. palan antara ini kan sudah macam-macam dia coba kan mulai pengomposan sudah tapi kan juga pengomposan apa itu kan punya ee apa namanya punya waktu proses yang juga tidak bisa demikian cepatnya ya katakanlah gitu ya yang bisa menyelesaikan masalah sampah yang datangnya tidak tidak tidak bisa direm kan gitu kan ya. Nah, kemudian kan karena satu biasanya kan sakupan layanan juga mungkin tidak tidak tercapai truknya didatang ditunggu enggak datang-datang gitu ya. Akhirnya masyarakat itu kan mencari jalan keluar sendiri ya. Jalan keluar paling jelek kan dia bakar secara terbuka gitu. E itu terjadi kan. Nah, ini kan tapi ini kan enggak benar dan tapi juga susahnya tentu bagi aparat daerah adalah mengontrol pembakaran terbuka ini karena dia bisa apa intermitten nantiak gak jelas juga di mana lokasi dan kapannya kan dia juga aparatnya terbatas untuk mengawasi itu kan. Nah, sebenarnya kan kemudian kan celah ini kemudian ada yang bisa manfaatkannya dengan cara membuat insinerator gitu kan ee artinya bakarnya itu enggak terbuka. tertutup ee lebih estetis lah, tetapi dia tidak sanggup mengolah tahap berikutnya yaitu flug gas-nya gitu kan. Flug gas-nya ee di mana ya tentu enggak bisalah kalau hanya sekedar hanya dia sekedar mengarahkan itu cerobo yang tadinya mungkin kalau pembayaran terbuka itu dia hanya ya setinggi manusia bisa langsung diisep masuk ke rumah-rumah. Okelah kalau ini sudah agak ditinggikan gitu ya. Nah, seperti itu. Nah, tapi kan ini tidak sesuai aturan kan begitu. Tidak sesuai ee tidak sesuai larangan. Nah, segala sesuatu yang tidak sesuai larangan itu kan namanya ada penegakan hukumnya kan begitu. Tapi kan lagi-lagi persoalannya juga dari sisi ini ada keterbatasan juga dari pihak yang mestinya menegakkan hukum terhadap indikator yang seperti itu gitu kan. Nah, sekarang memposisikan kita sebagaimana kalau kita bicaranya konsepnya dari sisi idealnya ya tentu itu enggak boleh kan begitu dilarang gitu kan enggak boleh. E tapi dari sisi kondisi bahwa sampah ini harus tertangani ya tentu harus cari jalan tengahnya adalah bahwa ya tentu itu harus dibina kan gitu kan ee ee aparat setempatnya membina bahwa ini ini enggak boleh ini. Tapi juga diarahkan misalnya apakah ada pengolahan eh flukas yang lebih sederhana. Setidaknya dia sedikit meningkatlah dibanding yang hanya cerobong gitu kan. Kedua, tadi saya sampaikan bahwa yang penting lokasinya juga gitu. Karena lokasi itu mana kalau lokasi salah dia secara alamiah hukumnya kan dia nanti akanuk protes masyarakat misalnya ya, dia akan berdiri sendiri. Tetapi kalau dari awal ee kita memilih lokasinya itu memang ee apa namanya secara dispersif tidak ee memberikan dampak langsung mungkin tentu kan tidak ada masalah yang ee terkait dengan ee apa ee kesehatan gitu ya. Gitu. Jadi memang ininya hanya itu J ya karena kan tadi bagaimana sikap kita lah kita ini kan ini macam-macam. Makanya kalau kalau kita sebagai ilmuwan yang ya itu tentu salah enggak boleh gitu ya. Tapi enggak bolehnya itu kan ada aparat penegakan tapi itu juga enggak jalan kan belum jalan lah. Enggak enggak seperti enggak segampang itu ternyata menindak itu ya kan begitu. Tapi dia memang lebih masih lebih baik dibanding pembakaran terbuka gitu. Nah, makanya kan sebenarnya metodenya kan ee pendekatannya ya, pendekatannya, pembinaannya gitu loh. Bahwa ee ya kalau misalnya aparatnya ee yang terkait itu mampu meningkatkan kualitas si tungku ini tadi ya itu lebih bagus tentu kan begitu ya. Ee saya kira itu sih yang bisa saya sampaikan karena memang ini ee posisi kita yang menilai Pak. Halo, Mbak. Baik, Bapak. Heh. Iya. Baik. Ee terima kasih atas pemaparan jawabannya. Eh, selanjutnya, Pak, pertanyaan dari Bapak Ahmad Afifuddin. Bagaimana dengan inovasi alat pembakar sampah tanpa asap skala rumahan yang menggunakan drum dengan sistem drum drum apa? Double drum, di mana drum yang dalam sebagai tempat pembakaran dan drum luar sebagai cover? Apakah bisa diterapkan secara umum sebagai pengganti insinerator skala kawasan seperti TPST dan TPS3R? Demikian ya. Baik. Ini kan saya disuruh menilai ya sesuatu yang sifatnya naratif. Ee saya belum pernah lihat, belum pernah mendalami desainnya pun tidak ada ya kan? Kan gitu. Nah jadi ee tentu kalau penilaian secara akuratnya tentu tidak bisa ya kan nanti gak objektif gitu loh ya. Hanya hanya begini tadi seperti yang sudah saya sampaikan bahwa ee apa namanya partikulat itu tidak bisa semua ee selesai hanya persoalan antara tidak asap dan tidak ada asap dan ada asap gitu loh masalah karena menyangkut ukuran gitu kan. Kalau mau objektif tentu adalah pengujian kan begitu kan. Tapi kan ini soal ini cerita ini kan tidak ada hasil uji dan sebenarnya kan enggak ada gitu kan. Hanya hanya diceritakan pakai drum. Saya hanya bayangin karena kan saya juga enggak tahu desainnya seperti apa cara asepnya masuk ke drum dan sebagainya. Gak bisa. Jadi saya hanya membayangkan sekaligus begini. Pertama bahwa tentu sebenarnya kalau bicara clean yang sebenarnya asap itu ukurannya macam-macam gitu. Tadi mau saya paparkan waktunya habis. apa yang disebut fum, apa itu fly, apa itu das, itu beda-beda ya gitu. Nah, sebenarnya apa yang bisa kita sisihkan dan itu ukurannya berapa itu juga tidak tahu kalau tidak ada pengujian gitu loh. Sehingga kalau hanya mengatakan ini tidak ada asap itu sebenarnya kan ada dua faktor. Mungkin asap yang ukurannya kecil itu yang memang tidak terlihat atau gas polutan yang memang tidak kelihatan juga. itu kan enggak diuji, enggak enggak terukur sehingga saya tidak bisa menilai gitu loh. Menilai itu kan berdasarkan hasil uji gitu. Nah, soal bahwa dia ee mau diterapkan di TPST atau dak ya kalau ya ini mohon maaf kalau TPST-nya sama TPSnya dibangun oleh seperti misalnya dari instansi resmi tentu kan dia tidak semudah itu kan langsung oh ini pakai yang ini kan enggak begitu. dia tentu mulai proses ee pengadaan yang selektif atau dia sudah ada di katalog dan sebagainya ya ee Pak Ahmad. Jadi saya terus terang susah menilainya secara ini karena gak gak tahu persis peralatannya dan belum pernah melihat langsung dan tidak ada hasil uji yang langsung gitu loh. Ee hanya gambaran saya seperti itu bahwa ASEP itu tidak melulu menjadi indikator kalau tidak ada itu terus tidak ada polutan gitu loh intinya di situ ya. Jadi ya hanya kelemahannya yang begini ini kan yang nguji siapa yang biayai gitu kan. Kalau dibebankan ke yang ha juga tentu enggak wong itu juga mahalnya kan gitu ya. Yang mau menguji siapa gitu. Kalau dari sisi SNI kan ini sudah ada gak ada kan begitu ya gak ada. Jadi ee ya sekali lagi mohon maaf kadang-kadang hal seperti ini kan memang ee kalau kami sebagai peneliti itu harus datang langsung, harus melihat langsung prosesnya seperti apa, desainnya seperti apa, hasil ujinya seperti apa, baru bisa berkomentar gitu gitu ya. Saya kira itu sih yang bisa saya sampaikan. Baik, ee untuk pertanyaan selanjutnya dari Bapak Agus. Sini ada dua pertanyaan Bapak. Yang pertama sekarang banyak terpasang jenis-jenis alat pembakaran di setiap TPS3R dan TPST, tetapi banyak sekali yang terbengkalai dan tidak maksimal. Nah, bagaimana mengatasi hal tersebut biar lebih efisien dan efektif? Lalu yang kedua, sekarang banyak inovasi tentang alat termal tersebut. Apakah dalam pembakaran tersebut suhu yang dipakai bisa di bawah 100 derajat, 1000 derajat karena ada yang menawarkan dengan suhu hanya 300 derajat sudah bisa melakukan pembakaran di alat termal tersebut. Apakah lumrah hal tersebut serta hasil dari asapnya bisa dijadikan buat disinfektan? Mohon penjelasannya. Sekian, Bapak. Iya. Yang pertama ee ini mirip-mirip ya. Ya memang di TPSR dan TPST itu sekarang ini banyak ada itu kalau yang apa TPST dan TPSR-nya baru baru dirancang dan itu biasanya kalau itu karena dibangun oleh instansi terkait seperti PUPR atau mungkin KLHK ee mungkin kita tahulah artinya termal di situ juga melibatkan desain yang memang sudah ada penilaian awal ya termasuk menenuhi peraturan Ee tetapi memang tidak dipungkiri. Saya pun sering menemui bahwa bahkan tadinya juga saya akan tadi mau saya sampaikan paparan contoh-contoh kejadian insinerator di TPS3R dan TPST yang sifatnya itu juga swadaya gitu ya yang ee di mana letak-letak permasalahan itu tapi ya waktunya sudah enggak ada. Jadi di situ ee banyak sekali yang sayaasa potret gitu ya, bahwa oh ini tuh kesalahannya karena ini kan tapi saya tidak sempatlah cerita itu. Makanya ee tapi ini tercermin di pertanyaan nomor satu Pak Agus ini sebenarnya bahwa ya memang benar khususnya yang di anu sendiri gitu loh apa ee ada rancangan sendiri terus itu banyak sekali ee di tingkat desa dan sebagainya. Nah, itu mulai dari apakah pintunya itu sudah enggak bisa ketutup sehingga akhirnya asap tentu keluar semua dari situ atau air psion kontrolnya sudah enggak ada relatif itu karatan dalam waktu yang ee singkat sudah karatan akhirnya jebol itu juga banyak ee terobongnya juga sama sudah karaten. Kemudian juga grade-nya sudah bengkok-bengkok dan sebagainya. Karena apa ya? Karena semua itu kan enggak sesuai dengan SNI kan begitu ya atau standar minimal yang di ininikan karena kan semua itu serba dirancang dalam situasi yang apa adanya dan biaya yang ada gitu kan. lah kalau ditanya sesuai peraturan ya sebenarnya enggak sesuai gitu kan ee dia hanya berfungsi pada periode di mana dia mampu untuk melakukan itu kan terlepas dari kualitasnya seperti apa uji emisinya pernah atau enggak kita enggak tahu lah bagaimana mengatasi yang ini ya serang kembali ke kemampuan untuk mengatasinya kan ee apa itu menjadi tanggung siapa si TPS3 sama ini kalau dia mahasiswa daya masyarakat juga gitu ya itu saya pernah hitung itu kalau memperbaiki itu tuh iurannya si penduduk itu meningkat hampir lima kali lipat. Canggup apa tidak gitu loh. Itu kalau diserahkan kembali ke sistem apa namanya ee swadaya atau save pembiayaan di situ g ee di satu daerah saya pernah ngitung seperti itu. Jadi ee gimana? Jadi ini kalau misalnya istilah di ya diganti aja sekalian yang benar gitu kan kalau gitu loh ya. Nah tapi kemudian kan ya sudah bebannya ke mana gitu. APBDK atau apa gitu. Nah, sekarang itu banyak juga yang CSR ya kan lah. CSR ini juga sebenarnya sudah meningkat nih baik ini karena dia sebenarnya bisa milih CR ini tidak melalui proses yang rumit untuk pengadaannya. Milih lah sudah kalau milih ya pilihlah yang tadi yang sudah kita sampaikan tadi kan banyak kriterianya itu coba didekatin mana yang paling mungkin gitu gitu. Tapi kalau memperbaiki yang sudah memang dari awalnya desainnya salah itu kan ibaratnya hanya jebol ditambah lagi dengan material yang sama itu kan enggak enggak jelasin masalah juga gitu kalau menurut saya. Jadi ya ya sudah diganti aja dengan yang benar. Syukur-syukur ada bantuan yang memang memungkinkan ee besarannya untuk untuk mengganti yang lebih baik gitu loh. Yang lebih baik tentu banyaklah. Saya saya percaya banyak produsen yang di Indonesia ini sudah sanggup sebenarnya mibaku mutu gitu ya. Tetapi memang kebanyakan semuanya itu masih inginnya yang ee apa? Murah gitu loh. Murah dalam arti dirancang sendiri aja deh. Pakai batu bata, pakai apa ya itu kan susah kalau begitu ya. Gitu Mbak moderator. Dan yang kedua sekarang banyak inovasi tentang alat termal tersebut. Apakah dalam pembakaran tersebut suhu yang dipakai bisa di bawah 1.000? Kan tadi sudah sampaikan bahwa kalau menurut aturan itu suhu di chamber pertama itu senya 800 kan begitu ya ee ya dia di bawah 1.000 tapi jangan kurang dari 800 gitu maksudnya. Nah, kalau dia sampai berada di 300 itu yang sebenarnya suhu pembentukan dioksin paling tinggi gitu. Ee ya kalau 300 itu yang dibakar kayu semua mungkin enggak apa-apa gitu kan. Tetapi kalau kita bicara sampah yang tercampur di dalamnya mungkin ada PVC, mungkin ada makanan kita semua yang mengandung vitin. Karena vitsin kan NaCl ada ya ee garam gitu ya, klorida ada. Itu kalau suhunya 300 kemungkinan terbentuknya dioksin tinggi kalau diuji lah. Masalahnya kan mungkin yang nguji diin juga enggak ada gitu kan sehingga terus ya kan gini enggak ada nih enggak ada di iya wong enggak diuji gitu kan. Nah, seperti itu. Jadi ee kalau ini dihindari deh 300 itu gitu ya. Dihindari tetap ee suhunya itu ya minimal 800-an lah gitu ya. Itu ee kalau ada dua chamber ya bagus. Yang chamber kedua bisa 1.000 misalnya seperti itu. Itu bagus sekali. Tapi hindarilah suhu-suhu di antara 200 sampai 500 gitu. Ee terus kemudian asapnya bisa dijadikan desinfektan. ini menyangkut inovasi. Saya belum tahu ee apa seperti apa sih ini ilmiahnya ya. Karena kan hanya pokoknya dijadikan ini kan gitu ya. Gitu. Wum. Teoretikalnya betul tentu kan kalau soal lingkungan itu kadang-kadang kan harus ada faktor kajian lain yang ee dampak-dampak lain harus dilihat gitu. Saya gak bisa berkomentar ini karena saya memang dengar ini, saya pernah dengar ini, ini menjadi desinfektan gitu loh. Cuma maksud saya apakah kajian ilmiahnya itu sudah ada atau belum gitu loh yang itu gitu loh asap jadi desinfektan ini. Jadi bukan soal bisa atau enggak bisa ya, tapi ee secara ini ya bisa. Tapi maksud saya apakah enggak ada dampak lain atau apa itu semua mesti kita lihat dulu ee hasil kajiannya. Kalau Bapak Ibu punya ya syukur bisa dipelajari bersama gitu loh gitu. Terima kasih moderator. Baik ee terima kasih Bapak atas pemaparan jawabannya. Untuk pertanyaan selanjutnya dari Bapak Azar Tarigan. Apakah residu insinerator sudah diuji yang kemungkinan mengandung LP3 jika semua jenis sampah masuk ke insiner? Demikian, Bapak ya. Ee ya iniator yang mana yang diuji ya? Ya, saya kan enggak mungkin mengawasi semua apa mempunyai hasil uji berbagai macam insator. Tapi insator yang pernah kami kelola ee kami rancang dan kami kelola misalnya di Bandar Gebang itu yang 100 tahun per hari itu pernah dilakukan uji terhadap flyas maupun bottom AS-nya dan semuanya ee lulus tidak ada ee kandungan B3-nya bahkan sampai uji TCLB semua tidak ada. Nah, ee apa yang kita lakukan itu adalah bahwa memang insator tersebut itu ada pretreatmentnya yang semaksimal mungkin menyingkirkan hal-hal yang mungkin berpsi mengandung B3 gitu. Jadi, kan ini persoalannya kan gimana kalau semua jenengah masuk gitu kan terus diuji lah. Ini yang saya enggak tahu hasil ujinya belum saya belum tahu gitu. yang saya kami lakukan kan ada ada pemilahannya kan gitu yang yang mana kalau misalnya di situ ada baterai ya enggak kita masukkan ada misalnya ada apa ee bekas tabung desinfektan atau aeroso apa yang enggak kita masukkan kemudian juga lampu bolam atau bahan kimia atau oli bekas enggak masuk juga gitu loh pas diuji mang enggak ada gitu karena sebenarnya kan semangatnya Permen LHK 70 ee kenapa ada apa ada daftar material yang enggak boleh dimasuk itu kan supaya memang yang dibakar itu tidak ada B3-nya kan begitu gitu loh ee seperti itu. Nah, lalu kalau semua jenis masuk apakahnya ada? Ya tergantung pada kondisi inputannya ada B3 atau enggak gitu kan. Nah, begitu ada hal lain adalah berapa persentasenya. Karena untuk kedeteksi kan ada juga persentase di depannya kan begitu loh. Dan B3 jenis apa dikaitkan dengan bagumut jenis apa itu akan ada. Jadi katakanlah saya punya 1000 ton B3-nya 1% ternyata enggak kedetect diujinya ya bisa saja gitu kan. Tapi dalam 1000 ton itu ada 500 ton bahan B3 ya pasti kedetek. Jadi ee semua ee itu ee ee apa ya ee kembali ke kuantitas-kuantitas yang ada. Saya enggak punya datanya terus terang. Jadi kalau kalau yang sudah kami lakukan sih karena ada pemilihan B3 di awal ya hasilnya tidak ada. Makanya itulah kenapa eh Kementerian LH menetapkan fly as dan bottom itu bukan B3. Karena apa? Karena ada Permen 70 yang membuat bahwa yang masuk yang ini enggak boleh dibakar B3 gitu. gitu teorinya gitu ya. Makasih. Baik Bapak ee untuk pertanyaan selanjutnya dari Bapak Sawo PC Yunyun. Persamahan dari rumah tangga sudah terpilah organik ke komposter atau ember tumpuk dan mangkot dan sudah dibantu sedekah sampah dan bang sampah untuk anorganik. Pilihan organik yang sulit terurai seperti tulang, tulang sapi, kulit kacang, batang pohon, dan organik mika. sterofor, karet, ban, dan kain baterai yang diangkut ke tukang sampah ke TPA. Yang pertanyaan pertama, insinerator ini apakah bisa untuk bahan-bahan di atas, Pak? Lalu yang kedua, apakah memungkinkan alat insinerator skala rumahan? Seperti apa kriteria agar rumah ramah agar ramah lingkungan, Pak? Demikian, Bapak. Oh, iya. Jadi ini ceritanya organik yang bisa dikompos sudah ya, magot sudah gitu kan rumah tangga sudah oke dan sudah dibantu sedekah sampah dan bank sampah untuk anorganik. Oke, sudah beres. Terus pilihan organik yang sulit terurai tulang sapi. Nah, ini tulang ya. Itu kulit kacang, batang pohon dan organik mika, steroform, karet, ban, dan kain baterai yang dianggur ke tukang sampah ke TPA. Oke lah instalator ini apakah bisa untuk bahan-bahan diat ini maksudnya bahan-bahan yang organik sulit terurai atau yang mana atau semuanya gimana ee insat ini apakah bisa untuk bahan-bahan di atas maksudnya yang sulit terurai ya yang kulit kacang itu. Iya batang pohon batang pohon kan kayu ya. Kayu bisa dibakarinator. Bagus itu malah jadi bahan bakarnya. Kulit kacang bisa ee tulang sapi mungkin enggak sempurna. Kalau suhunya rendah apa suhunya enggak. Ini nanti sebagian tulangnya jadi bottom as. Steroform sebenarnya enggak boleh kan dia apa namanya termasuk yang harus diselisihkan di awal gitu loh. Ee tapi kembali kepada persentasenya ya. Artinya st home kalau home semua ya jangan gu ya. Karet karet masuk bisa ban tapi jangan ban semua ya. bannya itu hanya potongan kan enggak enggak ban utuh-utuh ban bekas bertupuk termasuk insenator gitu ya jangan itu kan insentenator itu apalagi kalau skala kecil kan pintunya aja kan ada ada ukurannya ya jadi atau mungkin ban dalam sepeda ini sebenarnya kalau bannya sekalian semua bahan gitu ya itu malah ada pirolisis gitu loh ee gitu ee cuma ya ini mungkin pengertiannya potongan ban kali kalau kalau ban yang gede-gede kayak truk apa itu kalau insatornya kecil saya kira kita enggak akan masuk kain bisa. Nah, baterai kan B3 baterai jangan jangan dimasukkan gitu itu ya. Kemudian apakah kemungkinan alat memungkinkan alat terus skala rumahan seperti apa kriterianya agar agar ramah lingan? Sebenarnya kalau saya pribadi ya gak janganlah kalau ee apa ee insinator di skala rumah tangga itu kan walaupun sebenarnya ada itu untuk medis ya misalnya di puskesmas tapi kan juga itu enggak enggak ada yang menggunakan itu di rumah tangga gitu ya. Kalau rumah tangga itu kalaupun enggak Anda enggak bisa milah dan makai yang metode-metode yang sudah ada selama ini ya apakah pengomposan atau apa itu ya sebaiknya jangan dibakar gitu ya. Kalau mauembakar itu kolektif aja. Jadi, jadi itu tadi kan sekarang kalau bisa ke TPS3R saja. Jadi anunya di sana gitu loh. Kalau rumah tangga saya kira sebaiknya jangan enggak enggak inilah ee enggak ini apa namanya ee istilahnya enggak enggak pas gitu ya. Apa nanti gangguannya apalagi di perkotaan gitu loh. Walau untuk yang skala seperti itu ada minimal di fasilitas kesehatan tapi itu khusus di untuk misalnya untuk bakar masker untuk sisa apa itu ada memang itu didesain untuk itu. Tapi itu jarang rumah tangga menggunakan itu untuk untuk rumah apa menggunakan insator yang di pusasi untuk enggak ada paling kecil kalaupun ada 1 ton kan juga kegedean untuk satu rumah tangga pasti lagi-lagi itu ditaruh di TPS 3R gitu. Ee ya makasih Bu. Baik. Ee terima kasih atas pemaparan jawabannya Bapak Wahyu. Ee mungkin ee pertanyaan dari Bapak Senin ini menjadi pertanyaan terakhir pada sesi webinar kita pada siang hari ini. Lalu selanjutnya seperti janji kami di awal, kami juga sudah mengantongi nama-nama pemenang doorpress. Eh yang pertama yaitu Bapak Prasatiadi dari Bekasi dan Bapak Ahmadin dari Gunung Kidul dan Ibu Via eh via YouTube. Eh bagi pemenang silakan menghubungi kontak person di bawah untuk melakukan konfirmasi. Selanjutnya saya izin untuk ee memberitahu kepada Bapak Ibu bahwa kami dari PTIK Darang Projectek B Indonesia yang bekerja sama dengan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia mengadakan webinar ee dengan topik ragam teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah di Indonesia, inovasi lokal untuk solusi global yang akan diisi oleh Bapak Dr. Sri Wahyuni, S. S.Si., S.Si. si ee pada Sabtu, 26 Juli 2025 pukul 09.00 hingga 11.00 siang. Dan jangan lupa Bapak, Ibu untuk mendaftar dan mengikuti webinar kita selanjutnya. Baik ee Bapak Ibu sekalian, kita telah sampai di penghujung acara dan alhamdulillah dari pagi hingga sekarang sudah banyak sekali ilmu yang telah disampaikan oleh pemateri kita pada hari ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MT yang sudah yang sangat luar biasa sekali. Kemudian ee bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin masih memiliki berbagai macam pertanyaan mengenai transformasi pengolahan sampah solusi pembakaran yang ramah lingkungan bisa disimpan terlebih dahulu pertanyaannya dan semoga kita dapat bertemu lagi di webinar atau training online selanjutnya dan pertanyaan Bapak Ibu dapat terjawab di sana. Selain itu kami juga ingin menginformasikan kepada Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya juga sudah di-share di kolom share supaya kitan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Dan sekali lagi saya izin mengingatkan Bapak Ibu yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin belum request dapat mengisi link yang juga sudah dikirimkan amin kami di kolom chat. Ee akhir kata ee saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita hari ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MT yang sudah sangat luar biasa sekali membantu menjawab pertanyaan Bapak Ibu. Dan saya ucapkan terima kasih kepada ee Bapak Ibu peserta webinar yang sudah antusias bertanya selama acara webinar ini berlangsung. Akhir kata, saya selaku MC sekaligus moderator pada webinar kali ini memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan. Saya Sina Afifah pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih dan sampai jumpa di webinar selanjutnya. Asalamualaikum war Waalaikumsalam. Terima kasih, Pak Wu dan Bapak Ibu semuanya. live Bapak Ibu semua dan Pak panitia. Terima kasih. Terima kasih, Pak