Transcript
KO8fldsEhUM • TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH : SOLUSI PEMBAKARAN RAMAH LINGKUNGAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0121_KO8fldsEhUM.txt
Kind: captions
Language: id
dan Nur Afifa selaku MC sekaligus
moderator yang akan memandu acara ini
dari jam 09.00 hingga jam 11.00 siang
nanti. Acara webinar kita hari ini
mengusung topik transformasi pengelolaan
sampah, solusi pembakaran yang ramah
lingkungan yang akan disampaikan oleh
pemateri kita yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu
Purwanto, MT. Baik, selanjutnya Bapak,
Ibu, Bapak, Ibu hadirin yang terhormat,
izinkan saya mengucapkan selamat datang
dan memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita pada hari ini yaitu Bapak
Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MMT. Dan juga
kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnam
Putra, STM selaku founder dari butik Dor
Ulang Projek B Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Dan juga
tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta
webinar pada hari ini yang berbahagia.
Sebelum masuk ke materi webinar kita,
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
untuk dapat mengisi daftar hadir atau
presensi di link yang telah admin kami
kirimkan di kolom chat. Kemudian dengan
hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk menonaktifkan mikrofon selama
kegiatan berlangsung supaya kita dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik. Selanjutnya sebelum kita masuk ke
acara inti kita yaitu penyampaian materi
akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir.
Hijrah Purnama Putra SM selaku founder
dari butik Darul Ulang Project P
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia. Baik, langsung saja waktu dan
tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Sabrina.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya. Ee
bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah
walhamdulillah wasalatu wassalamu ala
rasulillah. Ee tentunya selamat pagi,
salam sejahtera untuk kita semuanya. ee
Pak Wahyu Purwanta yang kami hormati,
Bapak, Ibu, teman-teman semuanya, para
peserta kegiatan ee pagi hari ini yang
kita ketemu kembali setelah 2 minggu ya
2 minggu ee pelaksanaan kegiatan
sebelumnya gitu dengan topik yang
insyaallah hari ini sangat menarik
karena berbicara tentang ee isu yang
akhir-akhir ini cukup sering untuk ee
kita dengar gitu ya, pembakaran ee
sampah begitu ya. Nah, salah satunya
adalah karena adanya dorongan dari
Kementerian Lingkungan Hidup untuk
menghentikan ee pengoperasian dari TPA
yang
dilabelkan open dumping begitu ya.
Walaupun secara regulasi ini seharusnya
sudah cukup lama, tapi yang sekarang
alhamdulillah kita patut syukuri bahwa
ada tindakan yang nyata untuk melakukan
suatu perbaikan dalam tata kelola
persembahan. Nah, pada kesempatan hari
ini tentunya ee kami dari Project B
Indonesia kemudian dari Jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia
dan ee kegiatan ini juga di-support ee
oleh ee Dodika ee kebetulan partner kami
yang ee
memang usahanya adalah ee insinerator
begitu tapi ee kebetulan sudah berjalan
dari topik yang kemarin. sebelumnya juga
sampling sampah begitu. Ee nah ini
kebetulan topiknya tentang cocok dengan
bidang mereka begitu ya. Tapi harapannya
dengan kolaborasi antara kampus kemudian
swasta dengan ee NGO dan Bapak Ibu dari
berbagai macam ee apa profesi ini dapat
membuat kolaborasi yang menarik tentang
sistem pengelolaan sampah yang ada di
Indonesia begitu. Nah, Bapak Ibu
mudah-mudahan acaranya dapat berjalan
dengan lancar. Insyaallah nanti 2 minggu
lagi kita ketemu lagi dengan ee tema
yang berbeda. Ee karena teman-teman dari
Butik Daur Ulang ingin membuat kira-kira
untuk tahun 2025 ini sekitar 24 atau 25
seri dari ee webinar dan ini sudah di
bulan 7 ini kalau saya tidak salah.
nanti Mbak Sabrina nanti mengingatkan
kembali kayaknya ini acara yang ke-12
kalau enggak salah saya gitu ya. Nah,
mudah-mudahan kita terus konsisten untuk
mengedukasi ee sama-sama ya sama-sama
belajar ee dari praktisi, dari akademisi
atau dari siapapun yang dianggap menarik
untuk disampaikan. Nah, sebagai
informasi Bapak Ibu, hingga tadi malam
para pendaftar masih terus ee
mendaftarkan diri di link yang ada
informasi dari panitia ee hampir ee
sekitar 200 peserta yang mendaftar.
Kemudian biasanya yang online di Zoom
itu ya sekitar ee 30 sampai 40% gitu ya.
selebihnya mengikuti di ee live YouTube
ataupun mengikuti berikutnya ya di
rekaman yang ada. Tapi menarik tadi
Bapak Ibu dari ee partisipan yang hadir
ya ASN sepertinya cukup banyak gitu.
Jadi Pak Wahu nanti mungkin ini juga
kepentingan daerah-daerah untuk
mengetahui ee sistem pembakaran yang
baik jika ini menjadi sebuah alternatif
dalam pengolahan sampah. baiknya itu
seperti apa agar kita bisa menjaga
kualitas lingkungan kita agar tetap
terjaga. Jangan sampai sampahnya hilang
tapi ternyata dampak ke lingkungan juga
semakin besar terutama ee pencemaran
udara begitu ya. Nah, mudah-mudahan
nanti Pak Wahyu ee dapat membagikan
pengalamannya dari sisi ee aplikasi,
dari sisi teoritis dan seterusnya gitu.
Dan kami yakin Pak Wahu sudah sangat
sering Bapak Ibu dengar dalam berbagai
macam kegiatan yang keahlian di bidang
topik ini sudah tidak diragukan lagi.
Kami selaku penyelenggara mengucapkan
terima kasih Pak Wahyu atas waktu di
weekend-nya yang seharusnya bersama
keluarga tapi 2 jam kami minta untuk
membersamai Bapak Ibu dari berbagai
macam wilayah di Indonesia. Teman-teman
panitia terima kasih sudah mengerang
acara ini dengan sangat baik. Bapak, Ibu
ee silakan untuk berbagi link ee
kegiatan ini kepada ee sahabat-sahabat
yang lain agar bisa bergabung mumpung
masih ada kapasitas Zoom-nya masih cukup
ee dan mudah-mudahan bisa bermanfaat
untuk kita semuanya ya. Dengan
mengucapkan bismillahirrahmanirrahim,
webinar transformasi pengolaan sampah
sebagai solusi pembakaran yang ramah
lingkungan pada hari ini, Sabtu 12 Juli
2025 resmi kita buka. Mudah-mudahan
bermanfaat dan berjalan dengan lancar.
Mohon maaf jika banyak kekurangan.
Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
untuk Bapak Hijrah yang telah memberikan
sambutannya dan sekaligus membuka acara
pada pagi hari ini. Bapak, Ibu sekalian,
kami dari panitia juga melakukan live
streaming melalui YouTube channel kami
di Project B Indonesia. Jika selama
acara webinar berlangsung ada Bapak Ibu
yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti webinar ini melalui
YouTube channel kami di Project B
Indonesia. Selanjutnya seperti biasanya
nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami
juga menyiapkan berbagai macam doorprice
spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung.
Door price ini diberikan berdasarkan
tiga pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram terunik selama webinar ini
berlangsung. Untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara. Sedangkan untuk pemenang
dua story Instagram terunik akan kami
hubungi langsung melalui DM Instagram.
Nah, jadi jika Bapak Ibu ingin bertanya
selama webinar berlangsung dapat
memberikan pertanyaan melalui kolom chat
dengan format nama kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga penanya terbaik untuk
memenangkan doorpal dari kami. Lalu
untuk story Instagram, Bapak, Ibu juga
dapat membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projectBindonesia.
Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu
mari kita lihat lihat terlebih dahulu CV
dari pemateri kita berikut ini.
[Musik]
Baik, ee demikian sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya
mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak
Wahyu sudah siap, kita mungkin bisa
langsung saja untuk penyampaian
materinya. Untuk waktunya kurang lebih
sampai pukul 10.30 ya, Bapak. Ee kepada
Bapak Wahyu. Waktu dan tempat kami
persilakan.
Ee baik, terima kasih Ibu moderator
ee Bapak Hijrah selaku ee
ketua atau pimpinan ini ya e butik ee
daurulang. dan juga Bapak Ibu sekalian
yang saya hormati. Ee sebelumnya
perkenalkan saya Wahyu Perwanto dari
Brin, Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Ee dulu saya pribadi saya dari BPPT ya,
Badan Pengkaji dan Perapan Teknologi.
Kemudian bergabung menjadi BRIN dan saat
ini di Brain ee saya berada di pusat
riset ee lingkungan dan teknologi bersih
ee di mana ee kebetulan juga saya
sebagai ketua kelompok riset ee
pengolahan sampah proses termal dan
pengendalian pencemaran udara. Jadi ini
erat memang antara pengelolaan sampah
prosis termal dengan pencemaran udara ee
ee dua bidang yang memang terkait darat.
Nah, tentu ee sebagai
riset istilahnya ya, periset itu kami ee
apa yang menjadi aktivitas kami lebih
banyak terkait dengan ee sisi
riset ee apa namanya eh riset proses
yang terkait dengan proses pengolas
sampah proses termal itu. ee kami juga
sebenarnya karena ini bawaan sebenarnya
bawaan dari waktu kami di BPT itu juga
ee merambah juga di sini penerapan. Nah,
pengalaman beberapa penerapan teknologi
dian proses termal ini juga sudah pernah
kami lakukan ee antara lain ee
pembangunan ee pengelolaan sampah
pembangkit listrik tenaga sampah di
terkenal dengan PLTC Merah Putih di
Bandar Gebang. Ee kemudian beberapa yang
lain ya yang sifatnya bukan pembangkik
juga ya.
Gimana?
Ee mungkin slide-nya bisa di slide show,
Pak. Karena ini belum
belum bergerak ya.
Tampilannya belum.
Oh, iya. Terima kasih.
Belum full screen ya.
Oh, iya sudah ya. Ya, itu ee gambaran
sekilas ya dari ya kami di tim Brain ini
yang bergerak di bidang pengelolaan ee
sampah proses termal.
Memang Bapak Ibu benar seperti dikatakan
oleh Pak Irah tadi bahwa akhir-akhir ini
memang ee semua ini dipicu juga antara
oleh adanya surat dari Menteri
Lingkungan Hidup terhadap 343 kota atau
kabupaten ee yang ee apa namanya
perlunya penataan TPA yang dinilai masih
bersifat terbuka atau pendamping.
Nah, ini ternyata di kami pun ini juga
setidaknya ada tiga tamu yang akan
sering yang sering datang sampai saat
ini. Pertama adalah daerah. Ini
kaitannya karena daerah ini rupanya
harus menyusun ee peta jalan atau road
map terkait adanya surat tadi ya. Nah,
kedua itu adalah dari pihak produsen
insator. Ini juga sering menghubungi
kami agar-agar ini. Ini kaitannya ee
tentu dengan kalau produsen ya tidak
jauh dari masalah persaran teknis gitu
ya. Ee yang ketiga penyelenggara webinar
ya. Ini juga ee saya dalam 2 bulan ini
setidaknya sudah tiga kali bicara
terkait ini ee masalah ee pembakaran
sampah ini, gitu. Jadi saya saya mohon
maaf kalau di sini ada peserta yang
sudah ikut pernah ikut ya sebelum di
acara yang diselenggarakan oleh pihak
lain ya mungkin ada slide yang memang
mirip gitu ya. kami juga enggak enggak
sempat ngerubah-ngerubah karena ee semua
serba ee mepet waktunya dan memang
kebetulan substansinya sama gitu ya
seperti itu. Jadi, Bapak Ibu sekalian
memang ee ini konsekuensi logis ya
terhadap proses termal ini. Manakala
kita berhadapan dengan seperti tamu kami
yang terakhir itu adalah bahwa dia sudah
merasa melakukan semuanya KSM itu ya
pengomposan ya magot sudah tapi memang
residunya itu masih tinggi yang ke TPA
itu gitu ya sehingga TPA-nya istilah TPA
kami ini waktunya sudah tahun ini pasti
tutup gitu loh. Padahal kami juga
melakukan di hulu itu sudah banyak yang
kami lakukan. Tapi memang ee problemnya
adalah juga masih banyak yang menjadi
residu ke TPA kami. Nah, kalau TPA kami
penuh tahun ini, maka kami enggak ada
ajaran lain. Karena kalau membangun TPA
baru masih butuh waktu yang lama, belum
lagi tanahnya pembebasannya juga belum
tuntas. Apakah kalau kami selesaikan
dengan termal ini bagaimana? kira hal
seperti itu tuh menurut ee kami ya
konsekuensi logis aplikasi termal ini
dalam konteks situasi yang berkembang
gitu ya. Seperti itu Bapak Ibu sekalian.
Jadi ee saya di sini akan setidaknya
memiliki sudut pandang sebagai pengguna.
Jadi kalau tadi peserta mayoritas ASN
ASN saya membayangkan bahwa ya ini
mungkin dari dinas-dinas ini harus
istilahnya membekali diri juga dengan
pemahaman terkait dengan masalah
pembakaran sampah ini. Sehingga nanti
manakala kita berhadapan dengan misalnya
penyedia jasa atau harus mengambil
keputusan terkait peta jalan itu
setidaknya tidak didasarkan dengan sifat
tanpa kehati-hatian itu Bapak Ibu.
Ya, jadi saya sama sekali bukan mewakili
produsen insurator karena kami di Brain
juga jelas tidak punya pabrik
insinerator. Kalaupun kami pernah
merancang, pernah membangun itu juga
kami membutuhkan jasa kontraktor pihak
ketiga yang tapi tentu kami menyusun
term of reference atau owner requirement
yang memang kami perlukan dan di situlah
baru kami menilai bahwa oh ini memang
layak ee kita pakai jasanya atau kita
pakai produknya. Kan seperti itu, Bapak,
Ibu. sekalian. Nah, saya kira itu ee ee
pengantar kami. Nah, ini saya kira tadi
sudah
jadi materinya pun nanti juga saya akan
mengikuti. Jadi, Bapak Ibu sekalian ee
memang apa ee
pengelolaan sampah ini mau tidak mau ee
kita mesti
mulai menerapkan teknologi gitu ya. ee
seperti itu ee kita tahu bahwa kita
sudah hafalah bahwa ada aspek-aspek lain
ya di luar teknologi. Tapi memang
teknologi ini mulai dari pewadahan,
pengumpulan, pengangkutan, pemeran dan
penimbunan sekalipun karena ini yang
paling kental di aspek teknik
operasional kan teknologi ini
membutuhkan inputan teknologi yang mana
memang sifat teknologi itu adalah
mempunyai sifat instrinsik. Dia akan
meningkatkan efisiensi.
Ee kenapa ya pastilah artinya tenaga
manusia atau organ atau indra manusia
itu kan sangat terbatas. Bapak, Ibu
memilah ee satu tangan tanpa dibantu
mekanik lain conveyor yang berjalan
misalnya, tentu hasilnya akan berbeda.
Nah, seperti itu. Jadi, sifat-sifat
insinir teknologi ini memang mau enggak
mau dibutuhkan dalam konteks teknik
operasional pengelolaan sampah yang ada
sejak pepadaan. Bahkan mungkin kita di
Indonesia ee selama ini mungkin masih
yang sifatnya belum teknologi maju untuk
sistem pemadan atau pengumpulan dan
sebagainya gitu ya. Nah, mungkin pemesan
sudah sudah justru malah sudah lebih
maju misalnya karena sudah kita sudah
ada wisd energi dan sebagainya. Kalau
penimbunan ya sebenarnya perlu juga
teknologi landf yang benar itu juga
perlu gitu ya. Tapi mungkin kita juga
sebagian TPA kita memang belum
menerapkan teknologi yang sebagaimana
seharusnya. Kan begitu lah. Cuma yang
perlu diingat Bapak Ibu sekalian bahwa
ada dalil-dalilnya bahwa tidak ada
metode atau teknologi tunggal yang mampu
menentaskan timbulan sampah suatu kota
sehingga dia tetap perlu kombinasi
beberapa teknologi gitu sehingga kita
mengenal dengan istilah integrated solid
waste management.
Nah, ini implementasi e implementasinya
sebenarnya di dalam ini kita itu ada
yang namanya TPST ya kan teknologi
pengolan sampah terpadu. Nah, seperti
itu. Karena karena apa ya? Karena itu
konsekuensi logis dari sampah kita yang
memang tercampur gitu loh. Mereka kan
sampah itu kan saat menjadi barang yang
berguna diprosesnya macam-macam.
Diprosesnya macam-macam caranya,
bahannya macam-macam caranya tapi pada
saat menjadi siapa? Berkumpul menjadi
satu.
Kan enggak mungkin kita mengolahnya
hanya dengan satu metode gitu kan. Pasti
juga jadi beberapa metode gitu sesuai
karakteristiknya.
Nah, kedua ini juga tidak ada waktu
delay untuk aliran sapah. Enggak bisa
kita menghentikan sehari aja
istirahatlah kita mikir dulu pakai
metode apa gitu. Enggak mungkin.
Sampahnya akan terus ada. Sehingga
keputusan pemilihan teknologi ini harus
cepat dan tepat. Nah, ini yang sulit
cepat dan tepat.
Eah, seperti itu ya. Tap kalau tidak ee
dia akan terjadi ee timbunan yang itu
pasti masalah lingkungan dan viral kan
gitu ya. Viral. Nah, itu jadi masalah
tentu ke masalah lingkungan juga. Nah,
sekecil apapun sentuhan atau penggunaan
teknologi dalam pengelolaan sampah
memiliki implikasi cost. Ya, ini jadi
sesederhanaun sesederhana apapun Bapak
Ibu menerapkan teknologi persampahan ya
sederhana aja apa itu ada impasi.
Bahkan sekedar memilah saja itu menjadi
cost yang tinggi juga. Karena kan tidak
mungkin ee sekarang ini kan ya pekerja
sampah kan bukan suka rela ya artinya
memilah saja itu juga perlu cost gitu.
Nah, teknologi proses yang dipilih akan
berpengaruh pada luasan lahan ini pasti.
Jadi artinya kalau proses-proses yang
kita pilih itu kebetulan memang waktunya
lama itu ya tentu akan membutuhkan lahan
yang lebih luas. Karena apa ya? ya
akibat dari aliran yang tidak bisa
berhenti tadi gitu kan. Karena kan Bapak
Ibu kalau kalau Bapak Ibu amati coba ya
sekarang ini ya TPA ee TPST atau TPTS 3R
itu kan pada waktu selesai diresmikan
mungkin kelihatan masih lowong gitu ya
tapi nanti tunggulah setelah beroperasi
berapa bulan setahun itu kan mulai
kelihatan timunan-timbunan itu akan
lebih memakan tempat gitu ya. itu bisa
jadi karena memang ee biasanya ee desain
ee desain kapasitas setiap unit proses
yang ada di situ, pola perpindahan
sampah dari satu unit proses ke unit
persan itu ee biasanya ternyata
terkoreksi pada waktu praktik gitu ya.
Terkoreksi pada waktu praktik dan
timbunannya juga bertambah
banyak gitu ya. Nah, itu mulailah papan
namanya itu enggak kelihatan ketumpuk
sampah atau gerakan si truknya itu sudah
mulai enggak leluasa karena yang di
produknya pun juga kadang-kadang belum
terangkut. Jadi ee seperti itu. Ee jadi
rupanya ee sekarang ini masalah lahan
juga menjadi masalah yang ee serius dan
terkait dengan proses yang kita lakukan,
baik jenis prosesnya maupun ee aliran
antar unit prosesnya itu sering kita
temui karena kebetulan kami ini juga
sering diminta untuk mendampingi ee
evaluasi pada saat mulai dioperasikan
TPST, TPST atau TPS3R yang dibangun PUPR
pusat ya PU pusat
itu ya seperti itu yang kami amati ee
rupanya memang faktor desain awal dan
khususnya menyangkut ke ruangan itu
memang jadi faktor yang krusial ya ee
seperti itu Bapak Ibu. Nah, lalu ee ini
masih kelain dengan teknologi ya. Apakah
teknologi sebenarnya itu ada sesuatu
yang sebenarnya baru ya? baik antar
pihak pemodusen atau pihak
yang mengeluarkan mana pun itu
sebenarnya tidak tidak ada yang baru,
Bapak, Ibu. Artinya begini, ya semua itu
hanya terkait apakah dia memotong ukuran
sampah, mengeringkan,
merubah bentuk
dan sebagainya. itu sebenarnya
proses-proses yang memang sebenarnya
sama antara satu apa kata satu penyedia
teknologi dan penyedia teknologi lain
itu hampir sama. Kalaupun mereka
menganukan inovasi gitu ya, inovasi itu
biasanya bisa ditujukan untuk pertama
mengoptimalkan prosesnya.
Misalnya ee reduksi sampahnya sedapat
mungkin semaksimal mungkin dan output
produknya itu juga semaksimal mungkin.
Tujuannya apa? Misalnya untuk memenuhi
spesifikasi. Lalu dia melakukan
modifikasi
sedikit peralatan tapi sebenarnya tidak
merubah prosesnya ya. Tetap prosesnya
itu apakah dia mengeringkan, merubah
ukuran atau memilah dan sebagainya. Ini
misalnya dalam kasus RDF misalnya ya,
produksi RDF. Ini bagaimana cara
memenuhi spesifikasi dari pihak yang mau
memakai itu
inovasinya macam-macam dengan cara
mengoptimalkan prosesnya atau dia
mempercepat prosesnya. Ini karena apa?
ini bisa menghemat lahan dan serapan
offakernya juga bisa tinggi kan kalau
bisa prosesnya lebih cepat misalnya
seperti itu ya
atau memang dia melakukan inovasi di
penghematan kebutuhan energi ya ini akan
mengeluarkan biaya OP atau mungkin dari
segi lingkungannya emisi gas rumah kaca
gitu ya. Ee kemudian juga yang paling
banyak ini otomatisasi dengan mesin ya
inah dengan cara supaya mengurangi
operator
atau mempercat proses dan ini
mempengaruhi biaya OP juga. gitu dan
atau kombinasi dan urutan prosesnya.
Jadi, inovasi itu bisa juga di urutan
prosesnya. Misalnya, oh ngerubah bentuk
ukuran saya dulukan sebelum pengeringan
misalnya atau atau ee peringan
pengeringan dulu sebelum dibentuk apa.
Nah, hal seperti itu juga sifatnya ee
inovasi yang biasanya ditawarkan oleh
pihak e penyedia jasa. Jadi tinggal
kitalah yang akan menilai ya kira-kira
sebenarnya yang kita butuhkan itu
cocoknya dengan mana. Termasuk di dalam
proses ee termasuk produk insator juga.
Jadi insator itu intinya pembakaran.
Tapi nanti kan inovasi dari produsen itu
macam-macam kan. Ada yang ya dibikin
vertikal, ada yang horizontal,
ee ada yang memang dia mengandalkan
kepada kemampuan menahan panas di dalam
dan sebagainya. Isolasinya dibaguskan.
tetapi ya prosesnya ya tetap namanya
insinerasi gitu ya, pembakaran gitu dan
seterusnya seperti itu Bapak Ibu. Jadi
ee itu yang perlu kita ketahui bahwa ee
ada juga inovasi-inovasi yang berkembang
di ee dunia pengolahan sampah ini. Nah,
jadi sebenarnya kalau kita lihat di
dalam pengelolaan sampah perkotaan itu
setidaknya ada lima kluster teknologi
ya. 1 2 3 4 5 kluster pertama itu
sifatnya mekanis karena ini lebih
mengandalkan pada tujuan pemilahan. Jadi
fisik mekanis
apa ajaalah artinya semua mix ini masuk
ke pemilahan ya kan. Nah, lalu
sebenarnya ada yang bisa didur ulang
lah. Ini yang biasanya disebut hack
value. Nah, teknologi ini tidak tersedia
di tempat TPS atau apa, tapi yang masuk
ke ranah di ee industri ya, industri
daur ulang.
Nanti di sana pakai teknologi apa itu ya
tergantung ee anunya apa namanya? sifat
fisik kimia sih itu. Nah, lalu ee ada
yang sifatnya memang bisa didegasi
secara biologis. Nah, dia termasuk
kluster teknologi pengolahan berbasis
biologis kayak kompos, bioges, magot,
dan sebagainya ada di sini.
Nah, ini ini adalah yang sebenarnya dia
memang sudah tidak memiliki nilai tinggi
dan dia juga tidak bisa diurai secara
biologis tetapi bisa di bakar gitu ya.
Nah, ini yang biasanya masuk klaser
teknologi berbasis termal.
Dan terakhir adalah yang memang dia
tidak bisa terurai dan tidak bisa
dibakar baru masuk ke landfil. Ini
teknologi landfil. Nah, kemarin kalau
Bapak, Ibu juga mengikuti ee webinar
yang kami selenggarakan di Brain itu ada
pembicara di dari Korea itu di Korea itu
juga tidaknya ada lima kluster yang
ee mereka terapkan gitu ya. Jadi keempat
ini sama empat ini plus satunya itu
sifatnya terlebih IT yang menerapkan
apa? menerapkan internet maupun ya dan
sebagainya untuk menunjang seluruh
operasionalnya gitulah kira-kira. Jadi
ya biasanya kalau sudah negara maju dan
memang
apa namanya memiliki anggaran yang
berlebih ya itu sekarang ini sudah
penerapan apa penerapan IT dan
sebagainya itu itu sudah sudah lumrahlah
ya sudah seperti itu. Jadi tapi tetap
jadi dia ada basis biologis ee kemudian
basis yang daur ulang high value dan
termal juga ada. Jadi dari mal ini
kebanyakan memang wis to energy. Jadi
yang besar ya Bapak, Ibu yang besar ee
cuma kan begini nanti tinggal suatu
negara itu ee biasanya secara statistik
berapa persen sih sampah dia yang masuk
kategori bisa didaur ulang. Berapa yang
diproses biologis dan berapa yang masuk
ee termal dan berapa yang masuk landfil.
Nah, ini variasinya nanti biasanya
mencerminkan ya apa mencemarankan ee
tingkat ee
kualitas pengelolaannya gitu ya.
Biasanya kan secepat mungkin landfil
biasanya kalau di negara-negara maju dan
terbatas lahan kan ini sangat mahal land
ini karena ada pajak tanah dan
sebagainya. Jadi ee atau kalau di dalam
apa dulu kita mengenal hierarki ya,
hierarki atau piramida itu memang ini
yang dikehendaki kan lama-lama dikit kan
gitu ya. Jadi tinggal residu aja seperti
ini.
Nah, ini yang sebenarnya kan
dicita-citakan yang didisposal ini
sedikit gitu. Nah, di mana posisi termal
itu sedapat mungkin dia sebenarnya ada
di ee di bawah setelah semua direduce,
reduse, recycle dia ada di sini tapi
kalau bisa di-covery gitu loh. Nah,
gitu. Jadi thermal itu kalau bisa di ada
yang direcovery gitu. Nah, bagaimana
kalau insulinator belum belum bisa
merecovery ya? Minimal sebenarnya
panasnya ya. Kalau kalaupun panasnya
bisa di-recovery itu bagus panasnya. ini
kalau besar sih bagus sekalian dia bisa
dipakai untuk ee mendapatkan energi gitu
kan atau steam
tapi kalau enggak sebesar itu ya secara
ekonomi enggak masuk ya mungkin dia bisa
untuk faktor mengeringkan ee sampah itu
sendiri misalnya sebagai umpan supaya
meningkatkan efisiensi bisa juga seperti
itu. Minimal seperti itu. Nah,
insator-insator kecil itu sebenarnya
ya tentu kalau dari sisi efisiensi tentu
akan jauh ya dibanding dengan instruk
besar tentu lebih bagus secara tingkat
ee apa purifikasi
ee polutannya tentu ee lebih baik yang
besar tetapi yang kecil ini ee
setidaknya juga jangan sampai jangan
sampai apa ee istilahnya ee ee
ee ter apa namanya? Jauh dari spesifik
teknis lah gitu ya. Tidak tidak memenuhi
persyaratan minimalnya lah gitu. Karena
apa sebenarnya kecil pun juga bisa ramah
lingkungan. Contohnya apa? Contohnya di
insurator limbah B3.
Ee jadi sebenarnya kekhawatiran insator
kecil terkait pengelolaan sampah kota
itu sebenarnya lebih terkait ee masalah
tata kelolanya gitu Bapak Ibu. Jadi
kalau di limbah B3 itu tata kelolanya
kan ee semua akhirnya kan dibebankan
kepada ee si penghasil limbah ini karena
memang itu ada keharusan, ada aturan
gitu kan. Sehingga kalau saya harus
invest di eh insinerator yang dengan air
psuion control yang tinggi itu toh akan
kembali juga ke biaya yang dibakar yang
dimintakan oleh pihak pengelola. Nah, di
insator sampah kota masalah seperti ini
kan tidak terlalu jelas anunya aturannya
gitu ya. Mungkin pengelolanya ee ya
entah pemerintah daerah entah itu KSM
dan sebagainya. Tapi masalahnya kalau
kita mau invest air pollution control di
instalasi pengendalan Pal itu menjadi
tinggi apa itu sanggup gitu loh.
Persoalannya kan seperti itu yang
dikhawatirkan gitu ya. Bukan secara
teknologi bisa atau gak bisa gitu ya.
Bisa. Nah, tetapi kan ee apa namanya?
Itu membutuhkan cost g
seperti itu. Nah, akhirnya apa ya?
Biasanya kan kalau semakin kecil
insurator itu biasanya investasi di air%
control-nya itu kalau yang benarnya itu
kan membesar gitu kan ee bisa di atas
40% lah gitu ya. Tapi kalau WTE yang
skala besar itu dia bisa di bawah 30%
control. Nah, seperti itu. Jadi kan
logikanya ya sudah sekalian besar saja
kan begitu kan ngontrolnya gitu. Kalau
bisa dan kalau Bapak Ibu beruntung
kotanya punya peluang untuk membangun
WDE atau masuk dalam e skema W kalau
yang yang tidak bagaimana kan begitu
masalahnya. Ini kan juga bicara masalah
ee peluang juga gitu loh, kesempatan
juga gitu. Nah, kalau kesempatannya
tidak ada di WTE dan memang harus
terpaksa derma, ya usahakanlah mendekati
pesaraan teknis yang artinya jangan
melanggar aturan lah gitu ya. Nah,
seperti itu. Terakhir ya lokasi Anda l
yang harus diperhatikan ya. Jangan di
tengah-tengah pemukiman nanti itu
mendatangkan masalah gitu ya. Saran saya
selalu bahwa lokasi tolong diperhatikan.
Lokasi tolong selalu diperhatikan gitu.
Karena apa? Karena bicara dampak
lingkungan itu sebenarnya adalah nomor
satu dampak ke manusia kan begitu ya, ke
kesehatan manusia. Nah, ini yang ee
nanti akan kita lihat ya berikutnya.
Nah, jadi kita mulai masuk nih ke ke
proses dermal ya karena memang topiknya
hari ini itu. Nah, Bapak Ibu nanti
mungkin tidak akan kaget kalau di
lapangan atau di dunia nyata itu banyak
yang akan
menyampaikan atau menawarkan ee suatu
insinerator atau apalah ya, tapi dia
tidak menyebut insurator atau ya
pokoknya yang penting pakai bahasa
marketing yang kena lah gitu ya.
Kadang-kadang ada juga yang menghindari
ee kalimat insinerator walaupun
sebenarnya insinerator itu enggak bisa
di ee enggak bisa apa ya? Ya, yang
penting kita sendiri harus paham gitu
loh ya. Harus paham ee karena apa ya?
Ya, kita tahu bahwa tidak semua yang ada
di pemerintahan khususnya di dinas yang
terkait itu pasti orang proses gitu ya
kan. Enggak begitu juga gitu. Jadi ee
kadang-kadang juga pihak produsernya
mungkin tidak terbuka juga ya. Jadi
pokoknya ya pokoknya ini baguslah gitu
ya, blackbx lah gitu ya. Tetapi kita
perlu ee sedikit dengan bahasa apaam
kita tahu ya ee harus mengetahuilah itu.
Nah, kita awali dengan ee apa yang
disebut oksidasi Bapak Ibu. Nah,
oksidasi ini kan ee suatu reaksi kimia
yang melibatkan oksigen ya. Dia bisa
melibatkan panas dan cahaya ya, tapi
juga bisa tidak. Misalnya logam yang
terkorsi Bapak, Ibu itu oksidasi atau
proses metabolisme biologis itu juga
oksidasi, tidak selalu pembakaran. Nah,
tetapi pembakaran itu pasti melibatkan
oksigen dan bahan bakar ya. Misalnya apa
ya? Kalau alamiah kebakaran hutan ya
kan. Lalu yang buatan apa ya? Pembakaran
fosil fuel di pembangkit gitu. ini pasti
melibatkan oksigen sehingga semua
pembakaran adalah oksidasi. Tapi tidak
semua oksidasi adalah pembakaran.
Lalu bagaimana kami pernah ditawarkan ee
produk ini bukan insinerator, ini
oksidator gitu. Ada juga yang gitu ya,
ini oksidasi proses bukan pembakaran
ya Bapak Ibu. Yang penting kan Bapak Ibu
tahu ya itu kan bahasa mereka enggak ya
silakan aja gitu ya. Kalau bisa
diyakinkan syukur enggak enggak usah
berdebat kepanjangan gitu ya. Pokoknya
intinya kalau melihat itu sampah
bersentuhan langsung dengan api dan di
situ jelas-jelas ada oksigen yang
dimasukkan ya ya itu ya ya itulah
pembakaran gitu loh. Hanya pembakaran
yang terkendali dan dirancang untuk
mengarahi volume limbah menjadi abu
panas dan gas itu namanya insinerasi
gitu. Jadi begitu kita masuk kata-kata
insinerasi kata kuncinya terkendali dan
dirancang untuk mengurangi volume
limbah. Limbah ini bisa limbah B3 bisa
sampah gitu ya.
Nah, dilengkapi dengan instalasi
pengendalian ban udara. Jadi, kita tidak
mungkin e menyebut tungku bahan bakar
batubara di di mana? Di BLT itu
insinerator batu bara enggak begitu gitu
ya. Karena di sini adalah untuk limbah
gitu. Jadi insiner ini memang spesifik
untuk pembakaran yang terkendali dan
dirancang
gitu ya. Jadi ee apa sebenarnya tidak
tidak apa ya ya tidak perlu takut
menyebut ini insinerator atau insasi
memang loh dia itu memang terkendali kok
dan dirancang kok memang untuk itu gitu
loh supaya tidak terjadi pembakaran
terbuka misalnya seperti itu gitu. Jadi
itu Bapak Ibu. Nah selain insasi dalam
proses termal itu juga ada yang namanya
gasifikasi gitu ya. Mungkin nanti Bapak
Ibu akan juga ada ini gasifikasi gitu ya
misalnya gitu ya. Yang namanya aja
gasifikasi mesti kan produk utamanya
gas. Tadi di insasi juga ada gas, gas
buang ini. Nah, tetapi sebenarnya produk
utama yang sebenarnya bisa diambil itah
panas gitu. Nah, abu itu produk samping
ya. Abu bisa dimanualkan, bisa gitu ya.
Kalau gak ya biasanya ditimbun tapi
sebenarnya yang diincar panasnya. Kalau
gasifikasi ini gasnya atau sin gas. Jadi
kalau misalnya ada bilang gasifikasi
tapi ditanya gasnya dimanfaatkan enggak
gitu ya. Ya pokoknya gasnya dibuang aja
dia. Ah itu kita meragukan itu. Itu
hanya istilah. Tapi Bapak Ibu enggak
usah khawatir karena yang penting Bapak
Ibu kan pegang owner requirement ya. Eh
saya ingin proses termal dengan mampu
mendistribusi sampah secara volume 90%
secara masal 80%. gitu ya. Itu dikunci
dulu itu misalnya gitu. Terus ada
chamber 1, chamber du dan seterusnya
lah. Nanti soal istilah ya sementara gak
usah berdebat dulu lah. Yang penting ee
keinginan kita, persyaratan kita itu
kita mintakan di situ gitu terpenuhi
atau tidak.
Nah, gasifikasi ini memang pembakaran
tapi tidak murni ya. Ini tidak murni
karena apa? Karena oksigennya terbatas.
Jadi kalau ada proses yang oksigennya
justru berlebihan
dia nyebut gasifikasi itu ya gak mungkin
dia itu ingenerasi gitu karena ini
memang oksigennya dilebihkan ya bisa
sampai 80% kelebihannya. Kalau yang ini
gak. Nah, lalu ada yang virolisis. Nah,
ini juga sering kan di daerah sekarang
ini ngetr wah kami mau buat borilis ya
berarti dia bukan pembakaran. Kalau
virulis itu bukan pembakaran
karena apa? ya dia sebenarnya apa ee
sampahnya misalnya plastiknya itu tidak
dibakar langsung begitu. Dia sebenarnya
mengalami proses yang disebut ee mulai
dari pengeringan peris dan cracking ya
untuk sebenarnya yang mau diambil itu
minyak biasanya gitu. Dia ada juga gas
ada padatan juga ada tapi targetnya itu
biasanya minyak. Jadi kalau misalnya ee
saya mingin pirolisis ya itu memang yang
diincar minyak itu dengan segala
spesifikasi yang diinginkan. Nah, di
situ nanti tinggal ee kehati-hatian kita
itu di sisi-sisi perhitungannya nanti.
Karena kan ee biasanya birulis itu kalau
yang diirusis kan mesti kan homogen ya
artinya lebih homogen lah. Itu kan
membutuhkan pemilihan yang pemilahan
yang lebih jeli atau lebih teliti dan
sebagainya. Nah, itu implikasi cost-nya
bagaimana
seperti itu yang yang mesti Bapak Ibu
perhatikan. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian
karena webinar hari ini kata-katanya ada
pembakaran ramah lingkungan gitu ya.
Nah, kita harus tahu dulu bahwa
pembakaran itu terjadi karena ada
segitiga pembakaran yaitu pertama adanya
bahan bakar piul. Nah, dalam kasus kita
itu sampah misalnya seperti itu kan ya.
Sampah makin kering tentu dia akan
tinggi nilai kalornya. Jenisnya makin
mendekati yang seperti plastik atau
kertas tentu dia nilai kartunya tinggi
dibanding katakanlah sampah makanan kan
gitu. Karena sebenarnya kan tambah
makanan itu kodratnya sebenarnya jangan
dibakar kan begitu ya. Karena dia ada di
jalur lain lah gitu ya.
Atau ada bahan bakar tambahan. Nah, ini.
Nah, kedua ada oksigen. Oksigen ini
disuplai oleh udara dan ketiga ada panas
baru bisa terjadi proses pembakaran.
Begitu kan? Nah, hasilnya apa? Hasilnya
adalah panas, gas buang, dan abu. Ini
Bapak, Ibu sederhana aja bakar ee
kertas-kertas itu kan pasti ada abunya
yang tertinggal.
Ada gasnya tapi enggak kerasa mungkin
hanya sekedar bau dan panas. Kalau
tangan kita dekatkan pasti ada panas.
tiga ini gitu kan. Nah, dalam insinerasi
supaya ramah hal lingkungan itu
panas ini memang nantinya bisa
dimanfaatkan atau bisa terbuang di
insator kecil atau modular biasanya
terbuang atau kalaupun dimanfaatkan
itu bisa dipakai untuk mengeringkan lagi
sampah umpan gitu ya. Artinya dengan
pola-pola heat exchanger atau pakai
economizer dan sebagainya itu bisa
dimanfaatkan kalau besar. itu bisa
menjadi energi listrik ya. Nah, gas
buang ini yang dikendalikan
karena ini yang akan bersentuhan dengan
lingkungan khususnya kehidupan manusia.
Sedangkan abu ini bisa dimanfaatkan,
bisa ditimbun tergantung ya tentu
tergantung kemampuan kita. Apa kita bisa
memanfaatkan atau tidak. Kalau enggak
boleh ditimbun karena kan sebenarnya ini
sudah mereduksi si sampah ini kan.
Tujuannya itu kan mereduksi supaya
reduksi yang mau dibuang ke TPA akhir
itu sekecil mungkin kan begitu. Nah,
nanti soal persyaratannya nanti gitu ya.
Nah, insinerator itu mengendalikan ini
bagaimana supaya dalam menghasilkan tiga
produk ini tuh ada kontrol terhadap
temperatur,
waktu tinggal, turbulensinya, dan udara
berlebihnya
gitu. Jadi kalau ada produk insinar atau
tidak ada kontrol ini, itu kita
harus hati-hati untuk
mengaplikasikannya, gitu loh. Karena
kontrol keempat-empatnya ini ada
instrumennya, ada alatnya.
Kalau Bapak, Ibu enggak dikasih alat ini
lah terus tahunya dari mana? Kalau
suhunya ee karena ada yang bilang
begini, "Ini kok enggak ada alatnya?"
gitu ya. Ya, ini saya enggak menyebut
ini ya, tapi ada seperti kejadian. Terus
cara ini sudah saatnya dimasukkan sampah
bagaimana katanya? Oh, cukup didengerin
aja ada suara pletok itu. Itu sudah wah
itu kan ya gak baguslah kontrol-kontrol
yang sifatnya indra gitu ya. Lebih baik
ada alatnya.
Nah, gasnya dikontrol lewat-nya. Ini ini
macam-macam tentu karena kami dari
kelompok riset pengendalian pencanan
udara juga. Jadi
biasa juga kita nanganin ee apa dari
industri ya, dari pabrik itu kan gas
buangnya juga ada ee dan semuanya mirip
ee alatnya ya pengendalian pengencangan
udara itu mau dari insator at dari
pabrik pabrik karena polutannya kan
partikulat atau gas gas polutan kan gitu
kan. Itu itu mirip semuanya gitu. ee
seperti itu. Jadi ini yang harus
dikontrol kalau kalau di insinerator.
Nah, jadi sesuai dengan definisinya kan.
Jadi proses pembakaran limbah yang
dikendalikan baik kontrol proses
pembakarannya dan kontrol polusi gas
buangnya yang namanya alatnya namanya
insinerator gitu. Nah, inilah yang
disebut pembakaran ee ramah lingkungan
ya seperti itu gitu ya. Nah, tetapi
memang ini masalah konotasi
karena selama ini yang banyak yang
sebenarnya dia tidak memiliki
spesifikasi seperti ini kemudian
membilangnya insinerator sehingga
manakala menjadi masalah terus yang
disalahkan nama insatornya sehingga
orang akhirnya wah kalau gitu
insinerator itu tidak baik sehingga dia
membuat produk tapi tidak mau
menyebutnya sebagai singator. itu yang
tadi saya bilang namanya jadi aneh-aneh
gitu. Jadi ee apa ee ee hanya karena
faktor itu ya. Sama dululah kita waktu
TPA itu tempat pembuangan akhir gitu ya.
Ee yang harusnya kan enggak sembarangan
dibuang. Dia harus ada metode misalnya
sanitary landfil atau control landfil.
Tetapi karena terus TPA itu melekat pada
situasi yang ada waktu itu sehingga
terus akhirnya kan citranya oh kalau guu
TPA kita ubah lagi singkatannya bukan
pembuangan kan gitu ya. Ya, jadi hal-hal
seperti itu di kita ini masih sering
terjadi. Jadi ee saya banyak misalnya
banyak bicara dengan teman-teman untuk
mitra kami dari negara maju gitu ya.
Mereka masih menang itu ya oke gitu.
Walaupun ee di berita besarnya mereka
seolakan itu tidak ada, tapi dalam
praktik-prilnya
itu untuk menyelesaikan kasus-kasus
tertentu yang skala kecil ya dia memang
itu sudahudah enggak bisa diapa-apain ya
dia dibakar seperti itu. Cuma memang
mereka konsisten dengan aturan gitu loh
seperti itu aturan baku mutu dan aturan
ee dan biaya OP-nya juga memang ee
konsisten gitu loh seperti itu.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini ee apa?
Kenapa ini juga perlu saya sampaikan
bahwa sebenarnya di dalam proses
insinerasi itu ada juga di dalamnya itu
zona pirolisis dan klasifikasi, tapi
zona ya zonanya kejadiannya gitu ya.
Nah, ada empat tahap pengeringan,
pirolisis, gasifikasi, dan pembakaran.
Jadi ee seperti ini. Nah, maksudnya
adalah sampah itu di awal itu memang dia
akan mengalami proses pengeringan dulu.
Nah, pada waktu pengeringan dulu
perlahan-lahan oksigen itu akan habis
gitu ya sebelum disuplai oleh udara
berikutnya gitu. Sehingga di sini ada
zona yang tanpa oksigen. Itulah disebut
zona pirolisis gitu. Nah, manakala
tambahan sedikit dari oksigen itu akan
melahirkan zona yang oksigennya
terbatas. Inilah zona gasifikasi. sampai
kemudian gasifikasi menghasilkan gas,
gasnya ini kebakar lagi dengan udara
yang berlebih lah. Inilah yang semua ini
disebut sebagai pembakaran
ee insinerasi tadi gitu loh. Nah, nanti
ee mungkin ya itu tadi karena dia
menghindari kalimat insinerasi maka ada
yang juga nanti akan bilang begini ini
gasifikasi pirolisis itu mengambil nama
dari zona yang terjadi dalamnya. Saya
enggak akan mengatakan salah benar.
Karena itu kembali ke masalah bahasa
marketing gitu ya. Bahasa marketing itu
ya tujuannya kan supaya yang beli
tertarik kan begitu kan gitu. Tapi toh
selama dia enggak membuka black box-nya
di sini gitu ya dan selama itu
keluarannya juga sebenarnya panas bukan
gas bukan minyak hanya panas flugas dan
sebagainya ya sudahlah toh sekarang
kembali ke requirement kita apa sih gitu
kan di awal kita kan mintanya memang
reduksi itu gitu ya reduksi sampahnya
dan kualitas udaranya yang dibuang itu
ee memenuhi baku mutu ya sudah itu gitu
ya kita enggak mau berdebat di penamaan
penamaan itu loh gitu. Tapi Bapak Ibu
paham dulu gitu bahwa oh ya seperti itu
gitu ya. Nah, jadi memang di dalam
inisinerasi itu ada zona pirolisis dan
gasifikasinya gitu. Tapi zona gitu ya.
Ee nanti lain lagi kalau khusus memang
gasifikasi atau khusus tentang pirolisis
ini di sini ya. Nah, ini gasifikasi.
Di gasifikasi juga ada zona
peralisisnya, ada zona pembakarannya,
ada zona perengkahannya. memang sangat
sulit bagi kita yang misalnya katakanlah
memang bukan orang proses gitu ya dan
tidak bisa membuka ee alat itu. Pokoknya
tahunya kan siapa masuk gitu ya. Itu ya
kita susah enggak ee susah berdebat di
situ ya. Ee pokoknya yang penting anu
ajaalah penuhi semua menjadi requirement
kita gitu ya. spek yang kita minta lah
gitu seperti itu. Nah, ini ini contoh
aja ya ee proses ee gasifikasi yang
sederhana barangkali gitu ya. Karena
sekarang gasifikasi juga ada yang pakai
plasma
gitu ya ee plasma energinya tapi itu
energinya besar gitu ya. Walaupun memang
secara proses itu bagus, ramah
lingkungan ya, karena memang apa ee
abunya dan sebagainya sudah seperti
kristal dan ya memang minim ininya
emisinya juga minim tapi ada harga yang
harus dibayar kan di situ
seperti itu ya harga lingkungan tentu ya
lingkungan itu harganya kan mahal
semakin mahal harga IPAL, IPU itu ya
itulah harga lingkungan udara bersih,
air bersih dan sebagainya. Jadi ee
seperti itu Bapak Ibu sekalian. Nah,
sama di pirolisis juga ee ada tiga zona
ya. Tapi karena dia hubungan pembakaran
makanya dia enggak enggak disebut
pembakaran pirolisisnya. Zonanya cuma
pengeringan, pirolisis dan perengkahan.
Nah, ini minyak ini yang di ditarget
gitu. Ee sampahnya biasanya plastik
misalnya gitu ya. plastik misalnya ini
dimasukkan aja di sini lah nanti butuh
sumber energi lain untuk memanaskan ini
seperti itu. Jadi tidak langsung
bersinggungan dengan Nabinya.
Nah, memang ini juga kita akui tren juga
di beberapa daerah ya ee karena punya
target untuk menghasilkan minyak gitu
ya. Ee ya semua itu tergantung
ekosistemnya lah ya. Kalau memang
ekosistem di situ juga memang ada
penggunanya minyaknya itu bagus. Jadi
ada feedback siklus lingkaran ekonominya
itu jalan gitu loh gitu.
Ee semua bergantung kepada kondisi
masing-masing wilayah atau daerah.
Tidak bisa kita oh kok di sana sukses
itu terus kita tiru plek itu biasanya
juga enggak bisa begitu. Belum tentu
juga yang satu bikin RDF bisa ya. Tapi
kan belum tentu juga kita terus jadikan
RDF gitu kan. Enggak begitu juga gitu.
Bahkan mungkin ada daerah yang ya gak
bisa diapain nih. Mau dia juga enggak
ada yang ngambil mau jadi minyak ya
enggak ada yang ini ya. Padahal numpuk
terus kan bisa begitu juga ya.
satu-satunya alternatif
ke TPA, tapi TPA dibenerin itu juga
penuh. Ya sudah dibantu termal ya enggak
ada alternatif lain. Itu juga mungkin
saja tergantung kembali kepada kondisi
tempat Bapak Ibu yang mana Bapak Ibu
sendiri yang tahu gitu ya. Nah, seperti
itu.
Nah, jadi Bapak Ibu thermal ini memang
ada macam-macam ya. Tadi saya sebut yang
pokoknya saja sterasi gasifikasi dan
pirulsis. Tapi ada juga li walaupun ini
jarang untuk limbah sampah kota dan ini
yang ditarget kalau insasi panas, kalau
gasifikasi gas gitu ya, pirolisis minyak
pirolisis dan sebagainya. Ee saya kira
nanti di materi saya bisa sedikit
dipelajari. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian
sebenarnya ee kalau kita lihat ya
pemandangan seperti ini,
ini pemandangan yang saya tidak tahu
kita ngagemnya sudah lumrah atau enggak
ya.
Artinya begini, ee sebenarnya ini kan ee
sesuatu yang tidak terkendali pembakaran
ini kan panasnya juga tidak
dikendalikan, menyebar ya, berpotensi
merusak vegetasi sekitar misalnya gitu
ya. Ee terus kemudian suplai udara juga
tidak terukur. Padahal tadi kan kalau
insinerator harusnya kan di di dikontrol
ya kan. Kalau berlebihan bisa kebakaran
kalau kurang ya jadi pembakaran tidak
sempurna jadi kayak gini nih hitam gini.
Ini artinya partikulatnya ukurannya
besar ini ya. Karena enggak ada alat
pengendali pan udara ya kan enggak ada
ini. Jadi kan hitam begini. Karena apa
ya? Ya di sini kan juga kita suhunya aja
kan kita enggak tahu nih berapa tidak
dikontrol jadi potensi pembakaran tidak
sempurna terjadi.
Terus kemudian juga sampahnya tercampur
ya. Ada organik ada anorganik limbah B3
tidak ada pengadukan dan berserakan
mengurangi estetika pasti.
Nah, kemudian ketinggian asapnya juga
disinya ini ee apa ya? Hanya setinggi
manusia ee setinggi manusia paling juga
setinggi rumah gitu ya. Ee ee tapi
lucunya kita ini tidak ada yang ribut di
sini soal dioksin gitu ya. Nah, padahal
kan kalau suhunya hanya enggak nyampai
300 itu kan berpotensi sekali apalagi
yang dibakar kita enggak tahu mungkin
ada yang mengandung klorin gitu ya.
Nanti kita singgung dioksin itu apa. Ee
jadi karena kita anggap ini ini sudah
biasa gitu ya, sudah biasa. Jadi
seolah-olah ya gak ada yang ngeributin
itu isu itu gitu loh. Bahkan dalam kasus
tertentu ini dipakai juga untuk
mengurangi space gitu ya di TPA dan
sebagainya ya. Masih mending kalau TPA
itu lokasinya mungkin jauh sekali dari
perkotaan. Tapi kalau yang dekat kan e
tentu menjadi masalah gitu ya. Nah ini
dan abu juga tidak terkelola dengan
benar.
Nah,
pada saat kita melakukan pengendalian ya
tentu ini panas bisa diisolasi ya, bisa
dikumpulkan dalam kasus WTE bisa
dimanfaatkan.
Suplai udaranya terkontrol ya. Ini saya
tidak mengacu ke produk tertentu ini
saya ambil gambar yang anu aja ini bukan
di Indonesia ya. Tapi anulah artinya
generik lah ini ya insinerator yang
sifatnya generik. ada peluang untuk
menseleksi sampah inputan ya. Karena kan
sebenarnya kalau insilator dalam ya
skala seperti ini ini kan punya
keterbatasan untuk tidak semua sampah
bisa masuk
ya katakanlah karena di kita itu kadang
kan ditemukan ee barang-barang yang
memang dia perlu didismantling ya atau
bisa diperetelin atau dipotong dan
sebagainya belum. Nah, ini ada peluang
untuk menseleksinya.
Suplai udara bisa diatur. Turbulensi ini
penting. Turbulensi itu olakan ya,
gulakan udara ee itu bisa diatur.
Temperatur jelas, sisa abunya pun
terkumpul sehingga ngelolanya lebih
mudah.
Lah dispersi asapnya itu juga tidak
dibuat rendah dan ke mana-mana, tapi
bisa diatur melalui ketinggian dan
desain cerobongnya gitu lah. Jadi
sebenarnya tujuannya itu gitu ya. Nah,
tetapi kita itu memang susahnya ya ini
ee begini ya ini itu semua itu perlu
biaya gitu ya, perlu biaya. Kalau yang
tadi kan enggak perlu gitu ya, hanya
tinggal dikasih apa api gitu kan. Nah,
skill operator juga perlu,
SOP-nya juga harus ketat, tetapi ini
bisa dikatakan mengikuti peraturan kan
begitu gitu. Nah, ini ini kurang
lebihnya seperti itulah ya. Nah,
sehingga Bapak Ibu sebenarnya dalam
bicara pembakaran ini kita bisa menilaah
sebenarnya
kita ini berada di kelas yang mana
saatnya untuk di daerah masing-masing
itu apakah masih seperti ini gitu ya.
Ini biasanya ada di sumber okelah
mungkin biasanya di pedesaan masihlah.
Kalau kalau di kota ya enggak enggak
mungkinlah kayak ini enggak enggak ini
kan ganggu ee ee tetangga nanti kalau
ini. Tapi di pedesaan yang sifatnya
masih banyak lahan terbuka dan berjauhan
itu masih ada atau di TPA juga kadang
masih ada gitu. Nah, cuma ini tidak
sesuai peraturan ya dan asap dan
polutanya menyebar setinggi manusia
udara tidak bersih karena tidak ada
kontrol 3T dan E. 3T itu temperatur,
time, turbulen, dan E-nya itu ES ya itu
tidak ada. Secara estetika juga enggak
baik kan. Nah, ini ini e meningkatlah
meningkat sedikit di sumber ya paling
enggak enggak berantakan tetapi ya sama
ini tidak sesuai aturan karena asap dan
bolutannya masih menyebar gitu ya dan
juga tidak ada kontrol 3T dan E ya.
estetikanya cuma sedikit lebih baiklah
dari ini. Tapi nah mungkin ada juga yang
sudah meningkat lagi ee kolektif gitu ya
bikinnya dan itu ee bentuknya juga
seperti bangunan gitu. Ini saya contoh
ambil artinya real ya ada. Tapi ini juga
biasanya tidak dilengkapi dengan ee
dalam arti pengendali polutonnya belum
ada. Walaupun asap sudah berusaha
diarahkan lebih tinggi, tidak mengarah
setinggi manusia ya gitu ya. Ee jadi
udaranya tidak bersih maksud karena
tidak ada kontrol ini dan estetikanya
cuma lebih baik karena ya sudah
bentuknya sudah ini walaupun ini hanya
tunggu misalnya seperti itu ya. Hm. Jadi
ini sering ada juga di kawasan atau
kelurahan ya. Ee saya juga pernah
menemui ini ee di suatu kabupaten yang
setiap desanya itu punya ya macam-macam
tergantung yang mendesainnya. Karena
kadang-kadang
ada juga dia berupa CSR. Kalau ini sudah
lumayan. Kalau CSR itu artinya kan
belinya bisa milih ya. Tapi ada juga
yang dari swadaya itu biasa adanya gitu
ya. Dan biasanya ada juga orang kreatif
di desa itu yang mendesain sendiri ya.
itu juga kejadian seperti itu walaupun
hanya tungku dan sebagainya. Nah, cuma
dia ya sudah lebih baik dibanding ini
yang pertama gitu ya. Nah, ini seperti
gambar tadi ini sudah jauh lebih baik
lagi dan dia mengikuti aturan karena dia
akan menyesuaikan baku mutunya sesuai
sebagai baku mutu dan juga ee semua ada
kontrolnya walau belum clean. Betul gitu
ya. Kenapa
ya? Karena sebenarnya biasanya ini kan
air pollution controlnya itu masih
cyclone atau wight scrubber ya kan dia
memang sudah bisa eh mereduksi
partikular sesuai baku mutu tetapi
memang partikulatnya itu yangya ukuran
besar di atas 10 mikron yang di bawah
2,5 mikron ini kan memang enggak
kelihatan artinya sulit terdeteksi dalam
bentuk asap kan tetap tidak tahu kalau
kita enggak ngukur gitu loh itu yang
saya bilang ee ini belum clean betul
gitu ya. Nah, nanti jalan keluarnya
tentu ya di model disinya itu usahakan
jangan mengenai pemukiman, terus
lokasinya juga jangan terlalu berdekatan
dan sebagainya ya atau mungkin waktu
pembakaran dan sebagainya. Jadi ada
pola-pola lain yang bisa dilakukan untuk
mengurangi dampak gitu loh selain
mengandalkan alat pengendalinya. Tetapi
upaya untuk mengendalikan ee mengontrol
proses pembakaran dengan alat insal
seperti ini itu sudah lebih baik
dibanding yang ini ini ini. Jadi ini
berlaku
jangan lihat ke atas tapi lihat ke bawah
gitu. Ke bawah lebih baik gitu loh ya.
Tapi yang terbaik tentu sekalian kalau
itu besar. Tapi kan saya bilang ini
masalah peluang. Kalau peluang Bapak Ibu
ada di sini itu ya enak gitu ya. Artinya
ya sudah sekalian aja investasinya ke
air pusing control yang lebih lengkap
gitu. ini lebih clean dibanding yang
bawah-bawahnya kan begitu. Nah, ini pun
nanti juga masih akan ada aktivis yang
mengatakan bahwa ini enggak ramah
lingkungan gitu loh. Karena kan dia
menghasil menghasilkan CO2.
CO2 itu gas rumah kaca gitu. Walau CO2
tidak diatur melalui bakum moto ya kan.
Karena dia sebenarnya bukan polutan,
bukan gas polutan CO2 itu tetapi gas
rumah kaca. Nah, indikasi terkait gas
rumah, emisi gas rumah kaca itu menjadi
juga indikator kinerja lingkungan gitu
loh. Nah,
tentu dia e di sini ini akan
bandingannya begini ya. Ya, daripada
saya buang ke TPA kan CH4 juga gitu ya.
Kalau enggak dikendalikan CO2 itu global
volume potensinya lebih rendah dibanding
CH4 gitu kan. Sementara ini seperti itu
anunya ee argumentasinya di sini.
Tetapi ini sebenarnya bisa lebih ramah
lingkungan kalau CO2-nya itu ditangkap.
Namanya carbon capture storage. Nah,
problemanya adalah sekarang di dunia ini
yang waste to energy atau PLTSA-nya,
CO2-nya ditangkap itu hanya gak lebih
dari 10 plan gitu. Karena apa ya? Ya
mahal ya kan. Nomor satu Belanda.
Belanda itu BTE-nya sudah menangkap
CO2-nya dijadikan produk lain,
diolah oleh industri lain gitu ya.
Jepang ada satu atau dua gitu ya. Korea
sudah mau jalan masuk, ee Norwegia sudah
ada juga gitu ya. Jadi sebenarnya ada
kasta lagi nih mestinya di kanan ya yang
bisa menangkap CO2-nya. Tapi ya kita di
Indonesia ini masih jauh. kita baru mau
masuk ke WTE ini, itu juga masih
terbatas di e beberapa kota saja gak
ndak gak semuanya tentu karena juga itu
menyangkut juga ee apa pembiayaan ya
seperti itu Bapak Ibu. Jadi sebenarnya
kalau bicara WT ini ya kami sebenarnya
lebih banyak berbicara di situ
sebenarnya dibanding yang kecil ya ee
karena itu menjadi tugas nasional gitu
ya.
Ee
seperti saya sendiri juga memang saat
ini menjadi anggota tim verifikasi BLPS.
Jadi bantuan pelayanan sampah yang ee
mau masuk menjadi tiping fee-nya si
PLTSA ee itu jadi ya sekarang kan baru
dua kota di Surabaya dan di Solo ya.
Yang lain belum terealisasi dan
Perpres-nya itu kan sedang direvisi
mungkin nanti meningkat menjadi 30-an
kota gitu kan. Ee saya enggak tahu
mungkin kota-kota Bapak Ibu ada yang
masuk itu peluang kalau memang bisa
dioptimalkan di situ. Nah, Perpres lain
yang sedang digodok itu ingin menyatukan
Perpres yang jakstranas
dengan Perpres sampah laut.
ee
pokoknya antara sampah laut dan
jakstraas itu mau disatukan ini sedang
dibahas gitu ya menjadi satu ee Perpres
atau PP lah itu saya saya agak lupa
seperti itu Bapak Ibu sekalian karena
sastrana 2025 ini kan sudah 2025 dan itu
enggak tercapai ya kan enggak tercapai
ya mungkin nanti direvisi targetnya.
Nah oke Bapak Ibu kita kembali ke
insidator ya. Jadi jenis-jenisnya ini
Bapak Ibu e ada yang single stage ini
satu ruang bakar ya seperti ini.
Kemudian ada yang dua ruang pakar ya ini
biasanya ada dua bisa paralel bisa ee
horizontal ya. E bisa vertikal bisa
horizontal tentu dengan segala kelebihan
dan kekurangannya
ya. Kalau ini dua tentu lebih baiklah
ya. dua lebih baik karena
ee tungku yang kedua itu sebenarnya
sekedar untuk membakar gas buang yang
dihasilkan dari tunggu pertama gitu.
Tapi menjadi lebih sempurna karena di
situ partikulat yang masih lolos, fly as
yang masih lolos dari tunggu satu
dibakar di tunggu kedua. Cuma tunggu
pertama kan bisa aja tanpa ada bahan
bakar. Hanya saat awal saja, tapi tunggu
kedua kan sudah enggak ada lagi
sampahnya. dia harus membakar
ee partikulat, maka dia harus ada
pembakarnya, ada burnernya lah. Di
situlah ada konsumsi bahan bakar itu
yang yang menimbulkan juga ee apa ee
permasalahan dari sisi biaya dan kalau
dari sisi aktivis lingkungan itu juga
dianggap lah nanti kan bahan bakarnya
fosil lagi kan begitu ya. Jadi muter aja
terus di situ jadi ee apa ya semua ini
memang ee pada akhirnya
untuk Indonesia. Untuk Indonesia
sebenarnya yang terpenting saat ini
adalah bagaimana sampah itu tidak lari
ke lingkungan lain yang mm apa yang yang
inilah dia bisa kota kita bersih dulu,
terangkut dulu. Itu sudah lebih bagus
gitu ya. terkelola dulu lebih bagus
karena kalau itu berjajaran di mana-mana
kan secara estetika juga enggak baik ya.
Nah, itu. Nah, dulu kan itu semua
terangkut ke TPA gitu kan. Cuma
problemnya kemudian kan ternyata TPA
juga mayoritas tidak dikelola dengan ee
prosedur yang seharusnya kan begitu
masalahnya.
Nah, momentumnya ya sekarang gitu loh
sekarang. Nah, sekarang tinggal para
pengambil kebijakan di daerah bagaimana
mengatasi itu semua gitu ya. Itu
tantangan.
Nah, kalau dari sisi grade-nya Bapak
Ibu, grade itu tempat di mana sampah
ditaruh gitu ya. Itu ada yang fixed
grade statik, jadi dia enggak bergerak.
Ini kelemahannya tentu sampah itu kan
jadi enggak bisa dibolak-balik kan. Kan
umum kita lihat sampah itu kebar di
atasnya tapi di dasarnya kan suka
enggak. Nah, itu kalau enggak kan
akhirnya dia jadi sisa aja dia di bawah
itu jadi enggak enggak efektif kan. Nah,
seperti itu. Nah, moving grid tentu jauh
lebih baik karena dia bergerak.
Bergeraknya bisa e maju mundur, membalik
dan sebagainya. Ini ee jauh lebih baik.
Tapi tentu kekurangan adalah BOP-nya
lebih tinggi, perawatannya lebih
kompleks, dan sebagainya. Nah, biasanya
kalau ee insurator skala kota seperti
WTE itu pakai moving grade gitu.
Nah, kalau yang skala kecil bahkan kecil
banget gitu ya, itu biasanya fix lah.
Tapi ya sekarang kalau saya lihat yang
50 tonan itu mestinya sudah sanggup
pakai moving grid ya. Kayaknya tinggal
mm apakah itu masih impor atau enggak
ya. Karena sebenarnya sudah ada beberapa
apa saya ngelihat politeknik tertentu
itu sudah sanggup juga melahirkan
material untuk
grade ini dengan campuran logam tertentu
gitu ya yang ee tahanlah terhadap suhu
tinggi seperti itu. Nah, ada juga yang
rotary ken tungkunya berputar gitu. Ini
juga bagus ya ada kelebihan prosesnya
stabil pembakaran merata dan sebagainya.
Kemudian fleksibilitas jenis sampah.
Iya. Lalu ada yang fit dispay, tapi ini
sebenarnya agak riskan untuk sampah.
Biasanya ini di industri ya, mungkin
untuk ee bahan bakar yang lain. Nah,
seperti itu jenis-jenis insator
berdasarkan tungkunya ya, sistem
tungkunya. Nah, kalau dari skalanya ya
kita sering menyebutnya inter modular
atau yang satu skala kota ini WTE. WTE
ini biasanya besar bisa 2* 500 itu
artinya ee satu line-nya itu 500 ton.
ee kalau dua ya 1000 berarti ada 1000
tapi dalam bentuk dua atau 1500 di tiga
itu tiga line ee tidak ada bas to energy
insinerator satu line misalnya 1000 atau
1000 itu gak ada karena biasanya juga
kebanyakan itu maksimum itu hanya 500
ton per hari satu line-nya ya tinggal
nanti dikalikan berapa butuhnya walau di
negara tertentu seperti Jepang ada yang
sampai 600 seperti itu.
Ee yang individual atau yang modular ini
biasanya lebih kecil ya, bisa 10, 20 dan
sebagainya. Nah, saat ini
Kementerian PU itu kan sedang menyiapkan
ee semacam standar
teknis atau standar desain untuk
instalasi pengelolaan sampah gitu ya.
itu ada tiga, 10 ton per hari
ee kemudian
20 dan 50 kalau enggak salah. seperti
itu ee juga dilengkapi dengan proses
termalnya itu insinerator karena dia
berfungsi untuk sebagai penjaga gawang
ya insator itu kalau proses lain itu
mungkin tidak jalan atau kalau produk
yang diharapkan lainnya juga tidak ada
yang beli kira-kira gitu. Jadi insator
di situ sifatnya adalah ee sebagai
penjaga terakhir
itu. Nah, itu ya saat ini sedang di
bahas gitu ya, sedang disiapkan.
Ee seperti itu Bapak, Ibu. Jadi kalau
secara skala ya seperti itu. Nah, kalau
secara regulasi atau peraturan
sebenarnya insator itu ada di mana sih?
kan di dalam undang-undang 18
tentang ini kan ada larangan nih ya
larangannya itu membuang terbuka ke TPA
membakar sampah yang tidak sesuai dengan
secara teknis pengeluan sampah kan
begitu dilarangnya ini kan membakar
sampah itu enggak boleh gitu loh kalau
tidak sesuai persan teknis lah. secara
teknis yang diacu yang mana
kadang memang ini untuk sampah itu saat
ini ya ada yang bilang abu-abu ya
abu-abu. Untuk B3 mungkin agak jelas
karena di sana ada Permen yang khusus
langsung B3 gitu ya. Lah di sampah itu
hanya muncul larangan tetapi terus ya
itu tadi harus sesuai persanan teknis
gitu. Nah, ini yang yang kemudian
memunculkan banyak keraguan untuk
mengambil keputusan terkait ee antara
lain terkait insinerasi ini di sampah
rumah tangga gitu. Nah, tetapi kalau
kita lihat sebenarnya yang mungkin bisa
menjadi apa ee landasan ya itu ya
sebenarnya e ada beberapa yang bisa
dengan landasan.
Kalaupun itu B3 sebenarnya kan logikanya
B3 ini lebih ketat gitu ya.
Ya, kalau suatu insinerator mengikut apa
namanya mengikuti pesanan B3 ya
logikanya untuk ee rumah tangga tentu
itu bisa gitu ya. Walaupun sebenarnya
sih ee ada perbedaannya juga gitu ya,
khususnya misalnya di baku mutu yang
dianut ya seperti itu. Nah, kemudian
juga ada SNI-nya Bapak Ibu di
insineratur ini ya. Barangkali ini yang
juga bisa menjadi patokan.
Oh, kalau gitu persyaratan teknis itu
mengikuti SNI misalnya gitu kan ya.
Karena kan SNI ini juga waktu pembahasan
itu kan pasti melibatkan
produsen-produsen juga asosiasi produsen
insator gitu loh. Setidaknya
di situ juga ikut berperan sejauh mana
sih kemampuan produsen kita dalam
memproduksi insentator yang sesuai
persera teknis yang diinginkan. Kan
begitu
lah yang lain kan nanti oh ya ada sih
main LH tentang
Abu gitu kan ada tentang ee apa baku
mutu emisi. Nah ini ya itu ya kita anut
gitu loh. Nah itulah yang jadi patokan
kata-kata
persyaratan teknis pengeluaran sampah
itu Bapak Ibu sekalian ya. Nah, ini
kalau highlight-nya itu ya kalau 70 kan
jelas ya, tidak mengandung B3 karena
rezimnya beda. Limbah B3, kaca ya, PVC,
aluminium fuel eh fuel ya, aluminium
foil sori lah. Cuma kan tentu ya
pertanyaan kita sesanggup mana kita bisa
memilah ini sebelum masuk ke
insinerator?
Karena sekarang kan kompleksitasnya
tinggi ya. Aluminium foil kan tidak
secara jelas itu kelihatan oh itu
tunggal aluminium foil kan enggak begitu
dia bercampur juga dalam suatu kemasan
itu kan PVC ya PVC kalau PVC-nya itu
pipa ya mungkin sudah diambil pemulung
gitu kan tapi kalau PVC-nya itu melekat
di bungkus apa gitu ya sulit gitu ya nah
akhirnya apa bicaranya persentase tuh
artinya ini kan sekian berapa persen sih
yang ini kan gitu ya yang apa yang masuk
di dalam sampah yang tercampur itu kan
gitu. Kalau 90%-nya adalah alumnium foil
ya tentu kita sudah tahu dari awal. Tapi
kan artinya begini, kita dalam
keseharian itu kan ee dari waktu kita
membuat survei atau apa itu kan
ketahuanlah persentasi kita itu berapa
sih ini kan itu
lah nanti ujung terakhirnya ya Buduh
emisi ini kan tentu gitu.
Nah,
kapasitas ya memang kalau yang LH ini
kan kalau di TAS 1000 itu pakai James
gitu ya. James eh James itu kan apao
monitoring secara continuous gitu kan
terpantau. Tapi kalau kapasitas data
1000 ini kan artinya yang tidaknya pasti
insinator yang bas to energy gitu. Nah,
kalau yang manual itu ya 6 bulan sekali
itu diatur di sini. Nah, kalau yang
LHK38 ini tentang kewajiban AMDAL. Nah,
Bapak, Ibu insator tuh di atas 50 atau
gak gitu ya. Kalau di atas 50 ton per
hari ya dia wajib AMDAL
lah. Nanti tinggal nanti kan wadek
segala macam. Jadi itu panjang ceritanya
karena ya saya secara pribadi sering ee
membahas perteknya
apa yang mengajukan gitu ya, mengajukan
khususnya di pertek emisi udara gitu.
Nah, kemudian ada juga tentang fly as
bottom as. Memang ini lahir peraturan
ini pada waktu kita seiring dengan
adanya ee Perpres 35 yaitu tentang eh
PLTSA itu karena kan di sana bicaranya
sudah flyas dan bottom dalam jumlah yang
besar gitu kan. Ee kalau sudah besar kan
enggak bisa, enggak ada aturan kan
begitu.
Nah, kalau yang kecil-kecil itu memang
ee dia kecil ya, tapi ya kalau mau
mengikuti aturan ini gitu dan harusnya
memang mengikuti
itu memang kebentur pada misalnya kalau
saya mau manfaatkan itu kan butuh invest
lain di alat untuk memanfaatkannya
misalnya seperti itu atau butuh bahan
tambahannya gitu kan begitu atau cukup
saya timbun saja di TPA toh itu sudah
residu
Iya kan residunya sudah berkurang hampir
80% apa reduksinya itu loh tinggal
residu abu 20% katakanlah gitu atau 10%
20%
ke TPA misalnya itu kan juga enggak
apa-apa karena kan sebenarnya ee apa abu
itu juga karena sudah terma dia enggak
infeksius loh ya ee kan mati semua
bakterinya
enggak bau juga abu kan enggak beda
dengan Anda buang yang sama basah nanti
membusuk ter jadi lindi itu kan bau gitu
ya. Nah, jadi ini soal jumlahnya ini
antara seninar kecil dan besar. Kalau
besar sekalian barangkali ya bisa
hitung-hitungannya kalau dimanfaatkan
atau apa itu ee bisa masuk gitu ya. Tapi
kalau yang kecil-kecil saya lihat ya
susah ya. Wong dia hanya paling satu
ember sehari mau dimanfaatkan butuh
ditimbun dulu lama gitu butuh banyak
dulu. Nah, ini nanti juga ada bak mutu
abu terbang atau fly ya. Nah, kemudian
juga ini B3 ya barangkali sudah juga
enggak perlu danni-nya juga ada
insinerator ini nanti juga mengatur
tentang pengujian ya. Nah, kapasitas nol
itu artinya tanpa ada kapasitas diuji.
Jadi, ini komisioning ya, Bapak, Ibu.
Eh, yang perlu diketahui
ini. Sekedar gambaran aja ya, bahwa ini
ada baku mutu emisi sampah rumah tangga
yang satu B3. Jadi, B3 jauh lebih banyak
yang harus dicek gitu. Bahkan untuk
membandingkan partikulat saja itu kan
kalau insator rumah tangga batasnya 120
mg/m³.
Nah, kalau ini 50 jadi jauh lebih ee
apa? Lebih ketat. Makanya kalau
insinerator
B3 itu umumnya pasti dilengkapi dengan
back filter ya. Back filter karena back
filter itu ee punya efektivitas tinggi
untuk menyaring partikula. Nah, kalau
ini apalagi skala modular ya dilengkapi
back filter harganya akan sangat mahal
ya. Jadi biasanya di modular itu hanya
mengandalkan cyclone atau wet scrubber
gitu. Nah, sehingga ee ya dengan itu ada
yang bisa memenuhi nanti dibantu juga
dengan pembakaran yang suhunya tinggi
gitu ya supaya sempurna itu membantu
untuk memenuhi baku mutu ini gitu. Nah,
itu Bapak Ibu. Jadi ya saya gak bisa
detail dulu ya masalah ini. Nanti kan ee
lain kalau ee sifatnya ee akademis gitu
kan kuliah atau apa itu kan nanti masuk
lebih dalam lagi. Tapi intinya pokoknya
ya seperti inilah ee baku mutu kita yang
harus kita anut
ini ee playas-nya ya. leas-nya juga ada
baku mutunya. Tetapi ee saya belum
pernah juga menemui yang
ee proses insinerator menguji flyas-nya
gitu ya. Ee kalau ada ya tolong
diberitahu saya apakah bisa memenuhi
baku mutu ini gitu.
Nah, kalau yang bottom ee sabung dasar
itu tidak ada tidak ada baku mutu
gitu ya.
Nah, kemudian manakala kita masuk ke SNI
gitu ya, itu sebenarnya memang diaturlah
apa yang namanya apa jumlah minimal
ruang pembakaran. Memang dia
mensyaratkan ada dua gitu ya. Walaupun
tadi di jenis-jenis insistrator saya
sebut ada juga yang tunggal gitu ya. Ya,
semua itu ada kelebihan dan
kekurangannya. Tentu kalau bicara mana
yang lebih baik ditinjau dari sisi ee
kualitas emisi ya tentu dua akan lebih
baik gitu kan. Nah, tapi kalau secara
pembiayaan ya tentu dua lebih mahal kan
begitu. Nah, kemudian dari si waktu
tinggalnya ini juga ada batasnya ya
minimal 2 detik. Biasanya dirancang 2
sampai 4 detik.
Tentu Bapak Ibu tidak bisa ngecek ini
pada waktu insator itu sudah jadi.
Tahu 2 detiknya dari mana ya? Ya, ini
sebenarnya terkait desain ya. Pada waktu
mendesain, si desainer ini akan
menghitungkan volume loop gas atau gas
buang yang dihasilkan itu berapa lah.
Kalau dia harus tinggal minimal 2 detik
kan nanti akan ketahuan berarti volume
chamber atau tunggu tuh berapa gitu loh.
Nah, jadi tahunya dari situ gitu loh. Ee
apa ya? Ini artinya begini, kalau Bapak
Ibu mau mengadakan itu ya syukur-syukur
Bapak Ibu bisa minta desainnya gitu ya.
desain dan anunya rancangannya seperti
apa sih gitu ya. Terus kemudian ya
tanya-tanyalah ini gimana bisa
membuktikan 2 detik dan sebagainya gitu
ya. Nah, seperti itu. Jadi kadang-kadang
mungkin karena tidak tahu kita langsung
ee apa istilahnya beli putus misalnya
gitu ya. Nah, ini kadang repot karena
yang kita bayangkan kadang-kadang kan
pokoknya kalau sudah dibeliator
tekan-tekan tombol selesai semuanya
padahal enggak begitu ya. Enggak begitu.
Ee ya ini kemudian ya ee di dalam SNI
juga diatur ee bukan dibedakan antara
tipe A dan tipe B ya. Tipe berdasarkan
kapasitasnya
tipe A ini di bawah 200 kg/h.
Jadi Bapak Ibu nanti bisa lihat kalau
mau mengadakan itu saya mau operasi 8
jam atau 24 jam gitu kan. Nah ini akan
ketahuan berarti saya butuh yang sekian
kilo perjam. Nah, di sini tungku juga
diatur kalau bisa pakai karbon baja
menengah gitu ya. Tebal minimal 3 dan
seterusnya dilapisi insulinulator gitu.
Ruang bakar juga ada. ruang bakar itu
yang penting ada bata tahan api. Bata
tahan api yang dipilih ada jenisnya
misalnya SK32 karena dia tahan suhu
tinggi ya. Kadang kita di YouTubeYouTube
itu sering ngelihat ee teman-teman kita
yang kreatif di daerah itu kan pakai
bata biasa bukan tahan api itu. Ee
tetapi biasanya diaak enggak tahan kalau
sudah ribu apa itu ya nanti retah. Wong
bata tahan api saja kalau ee apa
istilahnya kadang-kadang dia juga enggak
tahan tapi tidak semuanya mungkin satu
gitu yang patah ya atau yang deformasi
itu sulit sekali anunya ee perawatannya
karena kan insator itu harus mati dulu
nunggu dingin baru dia ganti satu di
tengah itu orang harus masuk kalau WTE
begitu di WT yang besar itu. Nah, itu
lah. Makanya ee perlu tetap bata tahan
api.
Ee walau sering kita temui juga bata
biasa dipakai kalau yang ya dia
kreativitas sendirilah itu yang namanya
tunggu aja gitu ya. Itu itu sering
terjadi seperti itu. Kemudian cerobong.
terobong juga ada material yang diatur
ya dan ada kecepatan aliran gasnya
misalnya minimal 10 m/s. Ini kalau ini
ini sebenarnya lebih jangan sampai
kecepatannya itu ee di bawah kecepatan
angin daerah situ gitu ya. Kalau nanti
enggak keluar kalau di bawah ee kalah
dengan kecepatan angin. Jadi dia harus
di atas kecepatan angin wilayah itu gitu
ya supaya keluar. Tapi juga tidak boleh
terlalu ee lama di dalam cerobong. nanti
bisa terjadi kondensasi gitu kan. Jadi
semua itu ada hitungan-hitungannya.
Nah, seorang desainer insenator tentu
dia harus menghitung
ee berapa ee
laju alir si gas buang ini. Kemudian
akan mendesain berapa dimensi serob yang
dibutuhkan
lalu dikaitkan dengan peraturan ya. Dia
dia memenuhi peraturan atau tidak.
misalnya ketinggian minimalnya, terus
kemudian pada jarak 50 m itu ada
bangunan, itu akan diikuti. Nah, nanti
untuk meyakinkan itu dia biasanya dia
dimodelkan gitu loh. Itu kalau
diwajibkan pertek memodelkan itu. Nah,
modelkan itu nanti kan sebenarnya
jatuhnya
apa? polutan atau partikulan ini akan
ada di mana gitu loh. Nah, ini yang
nanti di situlah akan diatur apakah
kalau dia jatuhnya ke wilayah yang rawan
aslinya tidak boleh ee atau terganggu ee
konsentrasi udaranya di situ. ee maka
dilakukan ee simulasi apakah cerobongnya
mungkin harus ditinggikan tapi kan tidak
boleh tingginya melebihi angka apa
namanya ee terjadinya kondensasi gitu ya
atau dimensinya diameternya dilebarkan
sampai terakhir itu kalau perlu apakah
posisi si cerobong ini dipindah
supaya tidak jatuh supaya modelnya itu
aman gitu. Nah, itu cara menentukan
dimensi cerobong. yang ramah lingkungan
seperti itu. Jadi harus memenuhi
ketiga-tiganya. Hitungan masuk, modelnya
masuk, peraturan masuk, gitu.
Nah, kemudian ya ini abu abu kan abu ini
masalah caranya ya apa dan kemudian mau
pakai screw conveyor atau pakai manual
itu tinggal pilihan kita ya. Nah,
seperti itu. Ini yang diatur di SNI.
Nah, lalu nanti kan setelah misalnya
disepakati ya, kita sudah mengadakan itu
kan harus adakan uji nih. Ini serangan
uji yang harus dilakukan
ee sesuai persyaratan SNI. Jadi ada uji
suhu bakar. Nah, ini diukur langsung
dengan ala ukur ya. Suhu desainnya dulu
berapa gitu ya. Kemudian suhu visual
chat ini maksudnya kan ini kan
verifikasi bagian-bagian yang di chat
kan chatnya harus tahan panas dong kan
begitu lah uji waktu tinggal lah ini
juga bisa diuji jadi waktu tinggalnya
itu walaupun didesain sudah ada sesuai
enggak jadi dihitung laju alir gas dan
volumenya nah ini dihitung nanti oh
sesuai
yang lain ya uji keselamatan uji kinerja
mutu gas nah ini juga apakah sesuai
dengan capmen 70 pada posisi di mana
pada posisi tanpa tanpa beban 0% artinya
tidak ada sampah masuk atau 80% sampah
masuk dari kapasitas rancangan atau 100%
tiga-tiganya dilakukan itu uji ee
kinerjanya seperti apa lah. Lalu ee
energi uji efisiensi pembakarannya gitu
kan Bapak Ibu di awal minta saya minta
antara 80 sampai 90% gitu ya ini berat
ini volume gitu kan. Nah itu nah ini
nanti diukur itu ya terus apakah terjadi
pembakaran sempurna? diukur aja kadar
CO-nya dan CO2 di ekzhaos lalu dihitung
efisiensinya secara pakai rumus. Nah,
setidaknya Bapak Ibu kalau Bapak Ibu
melakukan uji ini semua itu Bapak Ibu
terlindungi dari tidak mengikuti syarat
teknis gitu loh. Jadi daripada dituduh
tidak mengikuti syarat teknis
ya kita harus bisa melewati uji ini
semua gitu gitu ya. Nah, bahwa kemudian
kalau ada masalah sosial itu masalah
dinamika ya kan kita enggak tahu juga
itu mungkin nanti ya menyangkut masalah
lokasi dan sebagainya gitu. Tapi kalau
dari sisi kinerja teknologinya itu ya
ditentukan oleh hasil uji-uji ini gitu
loh.
Seperti itu. Nah, ini gambaran saja
Bapak Ibu ee
sangat generik ya. Gak nak semua harus
begini gak. Tapi ya ini misalnya kan ada
ruang pakar satu, ruang pakar dua gitu
ya ee ada barnernya gitu ya. Kemudian
ini kalau ini kebetulan memakai apa ini
memakai ee scrubber ya scrubber scrubber
itu biasanya kalau w scrubber itu ada
airnya. Nah ini perlu dipikirkan apakah
lokasi saya ini ada sumber air atau
tidak. Kadang-kadang kita mikir, loh ini
kan insinator kok butuh air loh. Iya,
air itu dibutuhkan untuk pengendalian
polisi udara di dalam kasus WT yang
besar itu butuh air yang sangat besar
gitu. Jadi ya itu ya belum lagi nanti
kalau yang besar itu kan air dari
scraber itu kan sebenarnya juga enggak
boleh dibuang langsung ke sungai atau
apa gitu ya. sehingga nanti mungkin
Bapak Ibu juga butuh untuk menetralisasi
ee air itu dan sebagainya ya. Nah, itu
Bapak Ibu sekalian ee ini contoh aja.
Nah, biasanya juga terobong ini harus
dilengkapi tempat untuk mengambil
sampling gitu ya. Nah, ini jadi namanya
apa? Ee platform lah gitu ya, platform.
Nah, kalau di peraturan-peraturan
terkait pengendalian pencemenan udara
ini sangat detail sebenarnya ee karena
waktu itu kan banyak diterapkan untuk
industri ya. Industri misalnya titik
ngambil lubangnya itu minimal harus
empat misalnya gitu ya. Empat itu satu
tempat ini empat gitu loh. Karena
lingkaran nanti ada tiga titik, empat
titik gitu ya. Misalnya seperti itu.
Jadi ee kalau kita bicara aturan di
pengendalian pencuran udara itu ya
cerobong ini mengikuti di sana gitu loh
kan seperti itu. Terus kemudian titiknya
itu harus ada di dua kali diameter dan 8
kali diameter dari gangguan terakhir
misalnya. Itu juga harus di iniikan
misalnya ini. Oh ini 8 * D dari gangguan
terakhir kan ini. Jadi gasnya itu kan
terganggu di sini ya. Terakhir kan di
sini. Habis itu kan langsung lolos dia.
Nah berarti kan 8D-nya di sini 2D-nya
dari sini misalnya gitu ya.
kalau ukurannya pas gitu. Tapi kalau
yang enggak nanti kan ada ee apa ee
analog lah gitu. Nah, seperti itu Bapak,
Ibu. Ee contoh aja ini juga hanya
sekedar contoh ilustrasi desain ya.
Ee ini dua line ya. Ini satu line ini
misalnya insatornya kebetulan e
horizontal ada dua dua ruang bakar.
Kemudian ini ada
eh cyclone dan ada subscriber gitu ya.
Terus kemudian ini ada cerobong.
Kebetulan ini disatukan juga dengan
sebelumnya ada ee conveyor untuk
memilah. Jadi memang yang masuk itu
betul-betul hanya yang combas stable
sama yang eh low value misalnya seperti
itu. Nah, gitu. Nah, ini ada IPALnya.
Ini ini gak ipalnya karena ada air dari
w scrubber gitu ya. Nah, gitu.
Nah, kalau generik seperti ini juga ini
ilusi aja apa ilustrasi aja ya. Eh,
misalnya ini primary chamber-nya e
utamanya pertama ini grid-nya. Ini grid
yang kita sebut tadi apakah fix ataukah
movable bisa bergerak. Biasanya yang
bisa bergerak itu bagus maju mundur
gitu. Jadi sampahnya terdorong terus ke
sini gitu ya. Ke sini. Nah, ini ada zona
pengeringan di sini. Ini zona pembakaran
dan pasca pembakaran. Nah, gas terbentuk
gas buang masuk ke zona kedua ke eh
second chamber. Tunggu kedua lah. Ini
dibakar lagi di sini. baru gasnya
kebuang. Nah, inilah ee apa ee desain
yang saya maksud. Ee ini hoper ya, cara
ngumpanin sampah ini macam-macam ee cara
ininya. Kalau yang paling sederhana
sekalipun kadang-kadang ya hanya orang
ngelemparin sampah dari keranjang gitu
ya, pintu dibuka masuk. Ada yang seperti
itu yang itu dia tidak mengandalkan ee
input sampah secara otomatik gitu ya.
Itu ada. Nah, semua tergantung biaya sih
ya. semua ada harga lah tergantung
itunya permintaan
ini. Contoh yang juga mungkin barangkali
ada agak advance ya karena ada green ya
untuk memasukkan sampah kemudian juga
ini ada grid yang bergerak ini juga ada
SDR active carbon ini lebih komplit ini
ada back filter tapi ini tidak ada
turbin. Jadi memang bukan untuk menjadi
listrik ya, ini skala kawasanlah sekitar
50 tahunan itu ada yang sudah apa cukup
baiklah gitu ya. Nah, seperti itu. Jadi,
minimal sudah ada ee pengurangan
partikulat
ee SOX-nya, NOX-nya itu juga sudah ada
ya, tergantung tinggal nanti kemampuan
kemampuan pengguna ini dari sisi ee
kepek opex-nya ya seperti itu. Nah, jadi
Bapak Ibu sekalian ini saya lihat waktu
dulu ya. Saya harus berakhir 10.30 ini
bagaimana Ibu moderator?
Mungkin bisa dilanjut, Pak sampai pukul
sampai pukul
10.50. Iya.
Oh, berarti 4 menit lagi ya.
Iya, Pak.
Eh, oh iya ya. Baik ya. Jadi Bapak Ibu
memang ya bicara protes termal atau
insinator aja memang membutuhkan waktu
yang ini ya, karena segala aspek harus
kita bahas termasuk pencemaran udaranya.
Nah,
iya tapi karena waktunya juga ini ya gak
apa-apalah. Ee
saya setidaknya sebenarnya sudah
menyiapkan sampai IPPU-nya. Jadi kalau
kita lihat kan ee ini alat pengendali
kalau partikular itu macam-macam ya. Ada
cyclone, back sampai yang gas itu ada
conttrol d shok, denock dan sebagainya.
Dan biasanya yang modular itu yang
dipakai yang hitam. Kalau yang WTE itu
yang merah. Dilengkapi yang merah.
artinya lebih lengkaplah gitu ya. Nah,
gitu. Nah, ini sekedar ilustrasi bahwa
kalau Bapak Ibu membakar 1 ton sampah
sebelum dibersihkan oleh air pulsion
control itu sebenarnya akan menghasilkan
yang mayoritas besar itu adalah CO2.
hampir 700 sampai 900 kilo yang 1 ton
sampai itu sebenarnya menjadi CO2 gitu
loh. Lah sisanya ini yang kecil-kecil
ini yang ukurannya gram miligram ini ini
yang diatur dalam baku mutu emisi gitu
loh. Karena apa? Ini dianggap polutan.
CO2 ini ngaturnya melalui apa? Eh net
euroemission atau NDC ini karena ini
resinnya resin gas rumah kaca itu. Jadi
walaupun kecil tapi ini kan juga diukur
tingkat bahayanya gitu ya. sehingga ee
diatur melalui baku mutu mengisi.
Ini gambaran partikular saja ya. Jadi
tidak perlu dan ini juga ee kenapa kok
kita meributkan ini karena memang itu
kaitannya khususnya partikulat itu kita
ngebayangin kalau rambut kita dipotong
itu diameter segitah PM10. Nah, PM10 ini
yang bisa disisihkan kalau kita pakai
cyclone ya, cyclone. Tapi kalau PM2,5
yang rambut aja masih dibelah nih ada
lima. kecil-kecil lagi itu PM 2,5 ke
bawah lah. Ini yang ini sebenarnya gak
bisa kalau saya clon gak bisa. Ini tuh
harus pakai back filter gitu loh Bapak
Ibu ya. Itulah kenapa tadi saya bilang
bahwa ee kalau insat insatornya besar
skala WTE itu dia sanggup menyisikan PM
2,5 gitu. Karena ee apa? Kalau insator
kecil dia sanggup di PM 10. Tapi memang
waktu pengujian itu tidak akan kelihatan
PM 10 dan PM 2,5. dia hanya kelihatan
konsentrasi partikula gitu loh ya. Nah,
itu jadi ee apa konsennya itu. Nah, soal
bahaya PM 2,5 itu memang sudah sering
banyak dibahas di berbagai apa namanya
artikel maupun apa ini memang terkait
dengan beberapa hal. Nah, itulah yang
sebenarnya eh apa konsen kenapa eh air
pulsion control di dalam insator itu
penting ya. Dan semakin
apa namanya semakin lengkap air pulsion
controlnya itu tentu diharapkan juga
makin clean ya, makin bersihlah ee apa
namanya emisi apa emisi kita gitulah
seperti itu. Nah, ini cyclon terus w
scber ya. Ee kemudian sama ini efektiv
apa efisiensinya ya. Ee ini kalau kita
lihat memang ya yang tinggi itu ya back
filter sama ESP ini yang benar-benar
mampu sanggup menyelesaikan fly-nya itu
sampai 99% gitu ya. Ee gitu.
Nah, ini yang saya ceritakan tadi dalam
mendesain cerobong itu juga memang ee
harus melakukan pendekatan perhitungan
model seperti ini dimodelkan dan
regulasinya dilihat gitu. Nah, seperti
itu. Kemudian, nah ini juga saya cerita
penentuan titik sampling ya. Ya itu
kadang-kadang lubang sampling itu kalau
serbungnya seperti ini harus 1 2 3 4.
Nah, ini yang ada aturannya 8D, 2D
titiknya ini ee apa ee yang harus
dipenuhi.
Saya kira kalau e Bapak Ibu yang juga
terjun di misalnya di lingkungan
hidupnya itu di pengendalian pencemaran
udara itu bisa di bujuk ya berapa ukuran
lubang samplingnya dan sebagainya. Nah,
ini juga kenapa kok dioksen disorot itu
juga kaitannya dengan apa namanya ee
lajunya ya. Jadi kalau insator kecil itu
kan kalau hanya 8 jam beroperasi itu
pagi dan siang hari itu kan waktu
menghidupkannya dan waktu mematikannya
akan melalui titik kritis pembentukan
dioksid ya di sini. Tapi kalau
instalator besar itu kan 200 300 hari
gitu ya itu ya kritisnya kan ada di hari
pertama sama hari terakhir menjelang
overhaul. Nah di situ ya ditambah ini
sudah lebih lengkap air pollution
control-nya. Jadi ee kalau kita lihat
sebenarnya surat terakhir edaran dari
Menteri Lungan Hidup itu kan menyebut
proses termal itu ee ya antara lain yang
dikonversi menjadi energi itu
implisitnya tuh dia bilang ya kamu udah
yang WTE aja kira-kira gitulah. Cuma dia
enggak sebut enggak boleh yang kecil
enggak enggak begitu gitu. Tapi kalau
kita yang apa dalam pendalamannya tuh
ini sebenarnya arahnya tuh mau bilang
kamu yang gede sekalian aja makan gitu
loh gitu. Nah, tapi kalau kami ya yang
kecil ini kalaupun ini harus berlindung
di bawah satu situasi mungkin
kedaruratan, enggak ada jalan keluar
lain, dia harus dan posisi terakhir gitu
loh setelah semua hal itu dilakukan dan
dia betul-betul memang mungkin secara
waktu dia bisa ee punya target waktu
tertentulah. Misalnya ini selesai ini
nanti saya bisa bangun TWA lagi misalnya
seperti itu. Nah, itu bisa terakhir apa?
Bentengnya, lokasinya lokasinya insator
ya. Jangan, janganulah betul-betul
diperhatikan itu karena ee masalah tadi
gitu loh. Ee terus
ya spesifik teknisnya diikuti gitu loh.
Diikuti sehingga minimal kita ada
perlindungan dari pihak yang apa yang
mengoperasikan ini bahwa saya ngikutin
ini monitor saya rutin loh gitu 6 bulan
sekali ya saya cek gitu loh. Nah seperti
itu Bapak Ibu.
Nah, ini sama ya. Dioksin itu dibentuk
karena ada bahan awal organik, ada
sumber klorin dan prosesnya relatif
suhunya itu rendah, ada katalis logam.
Nah, ini terlalu ilmiah Bapak Ibu. Jadi
kalau Bapak Ibu ada kesempatan diskusi
tentang dioksinuran boleh ya. Eeah ini
juga mekanismenya ya. E kemudian bottom,
fly ya. PAS ini juga rata-rata ini kami
pernah menghitung itu sekitar hampir
20%-nya lah abu di dasar ya. Nah,
seperti ini bottom S ini. Kenapa kok
masih ada logam? Iya karena kan ini
enggak habis kebakar kan ya. Ada
raleting ada paku itu masih akan menjadi
berat di bottom S. Makanya beratnya bisa
sampai 20%. Nah kemudian fly as ini
lebih lembut ya biasanya sekitar 3%-an
lah rata-rata 3%. Nah, ini yang harus
dikelola gitu ya. Harus dikelola. Nah,
yang Fly sih sebenarnya siap
dimanfaatkan ya dengan campuran
macam-macam. Tapi kalau yang bottom
karena ada seperti ini, ini kita butuh
peralatan yang lebih nih. Menyingkirkan
logamnya ya, menggerinding ukurannya
jadi lebih apa ya, lebih kompleks lagi
kalau bottom. Sehingga akhirnya bottom
as ini boleh ditimbun ke TPA gitu loh
langsung gitu. Kalau ngas ee dia harus
disolidifikasi dulu ya, dicampur dengan
semen. Akhirnya kan ya sudah
dimanfaatkan aja seperti ini ya. Ee ini
kami di Bandar Gebang itu punya alat
untuk mencampuran dan mencetaknya
menjadi
seperti puffing block. Nah, ini ini
contohnya cepat aja ya. Nah, ini
komposisi yang pernah kami coba ya,
semen, flyas, batu abu, dan air gitu ya.
ee menjadi ee ya tentu kami sebenarnya
dalam rangka riset ya rangka riset kami
ujikan kekuatan tariknya, tekan dan
sebagainya sehingga akhirnya sampai uji
TCLB bahkan gitu ya. TCLB itu untuk
nguji e perlindiannya dia masih
mengandung B3 atau enggak. itu ee
kesimpulannya ini bisa untuk apa untuk
jalan atau pagar ya itu bisa seperti
itu.
Nah, ini juga persyaratan harus Bapak
Ibu penuhi ya untuk menjalankan supaya
insator Bapak Ibu itu berkelanjutan ya.
Intinya tata kelola ya butuh ee apa
orang yang punya skill dan utamanya
adalah ini om mane ini kan harus
disediakan capek dan opeknya ya pasti
itu ya seperti itu Bapak Ibu sekalian.
Ee kemudian ini contoh requirement yang
Bapak Ibu mungkin perlu siapkan sebelum
ee mau mengadakan ya. Misalnya tingkat
reduksi material Bapak Ibu tempuhkan ya
berapalah berapa persen nih reduksinya.
Dibuktikan nanti dengan data dari
kinerja alat yang sama di lokasi lain.
Boleh aja ee nanti sampaikan saya minta
mana sih data-data di lokasi lain yang
sanggup ee meredusi sekian gitu loh.
Kemudian terjadi pembakanan sempurna.
Nah, tadi kan sudah saya sampaikan kadar
CO2-nya sekian-sekian dibuktikan dengan
data dari alat tersebut di kinerja di
tempat lain atau saat komisioning alat
kan bisa juga kualitas emisi, jumlah
ruang bakar dan sebagainya.
Intinya sebenarnya begini, jangan sampai
kita tiket for granted aja lah. Pokoknya
harga masuk selesai enggak dicek lah itu
jangan seperti itu ya. Nanti kalau ada
apa-apa nanti Bapak Ibu yang akan
ketemuan gitu ya. Karena enggak ada
basic ee apa? basic dasarnya dalam
menentukan pilihan itu gitu ya. Nah, ini
contoh-contoh KEC OPEX ee apa
berdasarkan kapasitas walau akhirnya
juga tergantung pada kelengkapannya juga
kelengkapan si insunator itu. Contoh aja
Bapak Ibu bisa Bapak Ibu baca sendiri
nanti kalau materinya diberikan pihak
panitia. Nah, ini juga contoh menyusun
OP insinerator ya 10 ton per hari dengan
pretreatment kebetulan. E tapi ini
contoh aja bisa variasi di tiap daerah
ya, kebutuhan solar, ee perawatan
tahunan dan sebagainya. Jatuhnya memang
mahal Bapak Ibu. Ee artinya gini loh
lebih tinggi dibanding katakanlah ya
kita rutinitas kita di open dumping
barangkali enggak bisa R00.000 gitu ya.
Tapi kalau insator atau termal
kelihatannya akan lebih tinggi daripada
itu gitu ya, daripada ee pembuangan
terbuka pendamping. Karena itu kan
sebenarnya kan tidak atau tanpa ada
teknologi yang
ee signifikan kan begitu ya. Ee kalau
sanitary level saya kira juga tinggi
enggak enggak bisa 100.000 2.000 enggak
bisa gitu. Nah,
sekian Bapak Ibu ee Bapak Ibu yang saya
hormati. Tentu ee kami saya tidak bisa
menyampaikan secara lengkap
ee apa yang menjadi harapan ya, tetapi
kami membuka informasi apa membuka
komunikasi
jika memang diperlukan ya untuk hal yang
jauh lebih apa lebih detail dan lebih
ee concentrate gitu ya. Enggak enggak
dalam artian umum begini ya. seperti itu
karena ya itu fungsi antara lain
daripada ee
fungsi apa ya kalau di perguruan tinggi
ada tridarma perguruan tinggi gitu ya,
ada yang pelayanan ke masyarakat dan
sebagainya. Tapi semua itu bisalah kita
follow up ee jika memang diperlukan ya
yang tidak bisa ditampung dalam acara
yang hanya 2 jam ini. Demikian ee Ibu
moderator. Ee terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik ee Bapak Ibu sekalian, demikian
tadi penyampaian materi dari pemateri
kita pada hari ini yaitu Bapak Dr. Ir.
Wahyu Purwanto, MT yang sangat luar
biasa sekali.
Jika dilihat-lihat juga ternyata sudah
ada banyak sekali pertanyaan dari Bapak
Ibu peserta webinar kali ini. Namun
sebelum masuk ke acara selanjutnya, saya
ingin menginformasikan terlebih dahulu
kepada para peserta dan yang
menginginkan materi sekaligus sertifikat
pada webinar kita hari ini dapat request
terlebih dahulu melalui link yang telah
kami kirimkan di kolom chat Zoom ya
Bapak Ibu sekalian. Kemudian sebelum
kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu.
Untuk sesi fotoot bersama kali ini saya
akan dibantu oleh admin kami yang
bertugas. Kepada yang bertugas kami
persilakan.
Baik, ee mungkin Bapak Ibu sekalian bisa
mengaktifkan kameranya.
Baik. Ee untuk slide pertama saya hitung
3 2 1.
Baik untuk slide yang kedua 3 2 1.
Untuk slide selanjutnya 3 2 1.
Baik, terima kasih kepada admin petugas
ee telah membantu sesi foto kita pada
siang hari ini. Selanjutnya ee kita
lanjut ke sesi tanya jawab. Di sini kami
sudah membantu untuk merangkumkan
pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian yang
sudah Bapak Ibu sampaikan di kolom chat.
Mungkin ee kepada Bapak ee Wahyu saya
akan membacakan pertanyaannya kemudian
bisa langsung dijawab. Begitu ya, Bapak.
Saya izin untuk share screen terlebih
dahulu.
Baik, semoga sudah terlihat ya, Bapak
Ibu sekalian. Ee
di sini ee ada pertanyaan dari Bapak
Prasetiadi. Saat ini banyak dioperasikan
insinerator yang flugasnya tidak
memenuhi baku mutu. Di sisi lain, sampah
harus segera diatasi dan insinerator
yang tersedia umumnya semua belum
dilengkapi dengan APC yang memadai.
Bagaimana menyikapi ini karena sampah
tiap hari datang terus? Demikian Bapak
mungkin bisa langsung saja untuk
dijawab.
I terima kasih. Eh ya ini sebenarnya apa
yang saya sampaikan tadi kan mirip
dengan apa yang ditanyakan ya sebenarnya
ee bahwa ee termasuk yang tadi saya
cerita ada tamu dari kota yang
sebenarnya semua itu sudah dia lakukan
gitu ya ee tetapi memang ada yang tidak
bisa diselesaikan di sisi pengolahan
antara ini loh. palan antara ini kan
sudah macam-macam dia coba kan mulai
pengomposan sudah tapi kan juga
pengomposan apa itu kan punya
ee apa namanya punya waktu proses yang
juga
tidak bisa demikian cepatnya ya
katakanlah gitu ya yang bisa
menyelesaikan masalah sampah yang
datangnya tidak tidak tidak bisa direm
kan gitu kan ya. Nah, kemudian kan
karena satu biasanya kan sakupan layanan
juga mungkin tidak tidak tercapai
truknya didatang ditunggu enggak
datang-datang gitu ya. Akhirnya
masyarakat itu kan mencari jalan keluar
sendiri ya. Jalan keluar paling jelek
kan dia bakar secara terbuka gitu. E itu
terjadi kan. Nah, ini kan tapi ini kan
enggak benar dan tapi juga susahnya
tentu bagi aparat daerah adalah
mengontrol pembakaran terbuka ini karena
dia bisa
apa intermitten nantiak gak jelas juga
di mana lokasi dan kapannya kan dia juga
aparatnya terbatas untuk mengawasi itu
kan. Nah, sebenarnya kan kemudian kan
celah ini kemudian ada yang bisa
manfaatkannya dengan cara membuat
insinerator gitu kan ee artinya bakarnya
itu enggak terbuka.
tertutup
ee lebih estetis lah, tetapi dia tidak
sanggup
mengolah tahap berikutnya yaitu flug
gas-nya gitu kan. Flug gas-nya ee di
mana ya tentu enggak bisalah kalau hanya
sekedar hanya dia sekedar mengarahkan
itu cerobo yang tadinya mungkin kalau
pembayaran terbuka itu dia hanya ya
setinggi manusia bisa langsung diisep
masuk ke rumah-rumah. Okelah kalau ini
sudah agak ditinggikan gitu ya. Nah,
seperti itu. Nah, tapi kan ini tidak
sesuai aturan kan begitu. Tidak sesuai
ee tidak sesuai larangan. Nah, segala
sesuatu yang tidak sesuai larangan itu
kan namanya ada penegakan hukumnya kan
begitu. Tapi kan lagi-lagi persoalannya
juga dari sisi ini ada keterbatasan juga
dari pihak yang mestinya menegakkan
hukum terhadap indikator yang seperti
itu gitu kan.
Nah, sekarang memposisikan kita
sebagaimana kalau kita bicaranya
konsepnya dari sisi idealnya ya tentu
itu enggak boleh kan begitu dilarang
gitu kan enggak boleh. E tapi dari sisi
kondisi bahwa sampah ini harus
tertangani ya tentu harus cari jalan
tengahnya adalah bahwa ya tentu itu
harus dibina kan gitu kan ee ee aparat
setempatnya membina bahwa ini ini enggak
boleh ini. Tapi juga diarahkan misalnya
apakah ada pengolahan eh flukas yang
lebih sederhana. Setidaknya dia sedikit
meningkatlah dibanding yang hanya
cerobong gitu kan. Kedua, tadi saya
sampaikan bahwa yang penting lokasinya
juga gitu. Karena lokasi itu mana kalau
lokasi salah dia secara alamiah hukumnya
kan dia nanti akanuk protes masyarakat
misalnya ya, dia akan berdiri sendiri.
Tetapi kalau dari awal ee kita memilih
lokasinya itu memang ee apa namanya
secara dispersif tidak ee memberikan
dampak langsung mungkin tentu kan tidak
ada masalah yang ee terkait dengan ee
apa ee kesehatan gitu ya. Gitu. Jadi
memang ininya hanya itu J ya karena kan
tadi bagaimana sikap kita lah kita ini
kan ini macam-macam. Makanya kalau kalau
kita sebagai
ilmuwan yang ya itu tentu salah enggak
boleh gitu ya. Tapi enggak bolehnya itu
kan ada aparat penegakan tapi itu juga
enggak jalan kan belum jalan lah. Enggak
enggak seperti enggak segampang itu
ternyata menindak itu ya kan begitu.
Tapi dia memang lebih masih lebih baik
dibanding pembakaran terbuka gitu. Nah,
makanya kan sebenarnya metodenya kan ee
pendekatannya ya, pendekatannya,
pembinaannya gitu loh. Bahwa ee ya kalau
misalnya aparatnya ee yang terkait itu
mampu meningkatkan kualitas
si tungku ini tadi ya itu lebih bagus
tentu kan begitu ya. Ee saya kira itu
sih yang bisa saya sampaikan karena
memang ini ee posisi kita yang menilai
Pak. Halo, Mbak.
Baik, Bapak.
Heh.
Iya. Baik. Ee terima kasih atas
pemaparan jawabannya. Eh, selanjutnya,
Pak, pertanyaan dari Bapak Ahmad
Afifuddin. Bagaimana dengan inovasi alat
pembakar sampah tanpa asap skala rumahan
yang menggunakan drum dengan sistem drum
drum apa? Double drum, di mana drum yang
dalam sebagai tempat pembakaran dan drum
luar sebagai cover? Apakah bisa
diterapkan secara umum sebagai pengganti
insinerator skala kawasan seperti TPST
dan TPS3R? Demikian
ya. Baik. Ini kan saya disuruh menilai
ya sesuatu yang sifatnya naratif. Ee
saya belum pernah lihat, belum pernah
mendalami desainnya pun tidak ada ya
kan? Kan gitu. Nah jadi ee tentu kalau
penilaian secara akuratnya tentu tidak
bisa ya kan nanti gak objektif gitu loh
ya. Hanya hanya begini tadi seperti yang
sudah saya sampaikan bahwa
ee apa namanya
partikulat itu tidak bisa semua
ee selesai hanya persoalan antara tidak
asap dan tidak ada asap dan ada asap
gitu loh masalah karena menyangkut
ukuran gitu kan. Kalau mau objektif
tentu adalah pengujian kan begitu kan.
Tapi kan ini soal ini cerita ini kan
tidak ada hasil uji dan sebenarnya kan
enggak ada gitu kan. Hanya hanya
diceritakan pakai drum. Saya hanya
bayangin karena kan saya juga enggak
tahu desainnya seperti apa cara asepnya
masuk ke drum dan sebagainya. Gak bisa.
Jadi saya hanya membayangkan sekaligus
begini. Pertama bahwa tentu sebenarnya
kalau bicara clean yang sebenarnya asap
itu ukurannya macam-macam gitu. Tadi mau
saya paparkan waktunya habis. apa yang
disebut fum, apa itu fly, apa itu das,
itu beda-beda ya gitu. Nah, sebenarnya
apa yang bisa kita sisihkan dan itu
ukurannya berapa itu juga tidak tahu
kalau tidak ada pengujian gitu loh.
Sehingga kalau hanya mengatakan ini
tidak ada asap itu sebenarnya kan ada
dua faktor. Mungkin asap yang ukurannya
kecil itu yang memang tidak terlihat
atau gas polutan yang memang tidak
kelihatan juga. itu kan enggak diuji,
enggak enggak terukur sehingga saya
tidak bisa menilai gitu loh. Menilai itu
kan berdasarkan hasil uji gitu. Nah,
soal bahwa dia ee mau diterapkan di TPST
atau dak ya kalau ya ini mohon maaf
kalau TPST-nya sama TPSnya dibangun oleh
seperti misalnya dari instansi resmi
tentu kan dia tidak
semudah itu kan langsung oh ini pakai
yang ini kan enggak begitu. dia tentu
mulai proses ee pengadaan yang selektif
atau dia sudah ada di katalog dan
sebagainya ya ee Pak Ahmad. Jadi saya
terus terang susah menilainya secara ini
karena gak gak tahu persis peralatannya
dan belum pernah melihat langsung dan
tidak ada hasil uji yang langsung gitu
loh. Ee hanya gambaran saya seperti itu
bahwa ASEP itu tidak melulu menjadi
indikator kalau tidak ada itu terus
tidak ada polutan gitu loh intinya di
situ ya. Jadi ya hanya kelemahannya yang
begini ini kan yang nguji siapa yang
biayai gitu kan. Kalau dibebankan ke
yang ha juga tentu enggak wong itu juga
mahalnya kan gitu ya. Yang mau menguji
siapa gitu.
Kalau dari sisi SNI kan ini sudah ada
gak ada kan begitu ya gak ada.
Jadi ee ya sekali lagi mohon maaf
kadang-kadang hal seperti ini kan memang
ee kalau kami sebagai peneliti itu harus
datang langsung, harus melihat langsung
prosesnya seperti apa, desainnya seperti
apa, hasil ujinya seperti apa, baru bisa
berkomentar gitu gitu ya. Saya kira itu
sih yang bisa saya sampaikan.
Baik, ee untuk pertanyaan selanjutnya
dari Bapak Agus. Sini ada dua pertanyaan
Bapak. Yang pertama sekarang banyak
terpasang jenis-jenis alat pembakaran di
setiap TPS3R dan TPST, tetapi banyak
sekali yang terbengkalai dan tidak
maksimal. Nah, bagaimana mengatasi hal
tersebut biar lebih efisien dan efektif?
Lalu yang kedua, sekarang banyak inovasi
tentang alat termal tersebut. Apakah
dalam pembakaran tersebut suhu yang
dipakai bisa di bawah 100 derajat, 1000
derajat karena ada yang menawarkan
dengan suhu hanya 300 derajat sudah bisa
melakukan pembakaran di alat termal
tersebut. Apakah lumrah hal tersebut
serta hasil dari asapnya bisa dijadikan
buat disinfektan? Mohon penjelasannya.
Sekian, Bapak.
Iya. Yang pertama
ee ini mirip-mirip ya.
Ya memang di TPSR dan TPST itu sekarang
ini banyak ada itu kalau yang apa TPST
dan TPSR-nya baru baru dirancang dan itu
biasanya kalau itu karena dibangun oleh
instansi terkait seperti PUPR atau
mungkin KLHK ee mungkin kita tahulah
artinya termal di situ juga melibatkan
desain yang memang sudah ada penilaian
awal ya termasuk menenuhi peraturan
Ee tetapi memang tidak dipungkiri. Saya
pun sering menemui bahwa bahkan tadinya
juga saya akan tadi mau saya sampaikan
paparan contoh-contoh kejadian
insinerator di TPS3R dan TPST yang
sifatnya itu juga swadaya gitu ya yang
ee di mana letak-letak permasalahan itu
tapi ya waktunya sudah enggak ada. Jadi
di situ ee banyak sekali yang sayaasa
potret gitu ya, bahwa oh ini tuh
kesalahannya karena ini kan tapi saya
tidak sempatlah cerita itu. Makanya ee
tapi ini tercermin di pertanyaan nomor
satu Pak Agus ini sebenarnya bahwa ya
memang benar khususnya yang di anu
sendiri gitu loh apa ee ada rancangan
sendiri terus itu banyak sekali ee di
tingkat desa dan sebagainya. Nah, itu
mulai dari apakah pintunya itu sudah
enggak bisa ketutup sehingga akhirnya
asap tentu keluar semua dari situ atau
air psion kontrolnya sudah enggak ada
relatif itu karatan dalam waktu yang ee
singkat sudah karatan akhirnya jebol itu
juga banyak ee terobongnya juga sama
sudah karaten. Kemudian juga grade-nya
sudah bengkok-bengkok dan sebagainya.
Karena apa ya? Karena semua itu kan
enggak sesuai dengan SNI kan begitu ya
atau standar minimal yang di ininikan
karena kan semua itu serba dirancang
dalam situasi yang
apa adanya dan biaya yang ada gitu kan.
lah kalau ditanya sesuai peraturan ya
sebenarnya enggak sesuai gitu kan ee dia
hanya berfungsi pada periode di mana dia
mampu untuk melakukan itu kan terlepas
dari kualitasnya seperti apa uji
emisinya pernah atau enggak kita enggak
tahu lah bagaimana mengatasi yang ini ya
serang kembali ke kemampuan untuk
mengatasinya kan ee apa itu menjadi
tanggung siapa si TPS3 sama ini kalau
dia mahasiswa daya masyarakat juga gitu
ya itu saya pernah hitung itu kalau
memperbaiki itu tuh
iurannya si penduduk itu meningkat
hampir lima kali lipat. Canggup apa
tidak gitu loh. Itu kalau diserahkan
kembali ke sistem apa namanya ee swadaya
atau save pembiayaan di situ g ee di
satu daerah saya pernah ngitung seperti
itu. Jadi ee gimana? Jadi ini kalau
misalnya istilah di ya diganti aja
sekalian yang benar gitu kan kalau gitu
loh ya. Nah tapi kemudian kan ya sudah
bebannya ke mana gitu.
APBDK atau apa gitu. Nah, sekarang itu
banyak juga yang CSR ya kan lah. CSR ini
juga sebenarnya sudah meningkat nih baik
ini karena dia sebenarnya bisa milih CR
ini tidak melalui proses yang rumit
untuk pengadaannya. Milih lah sudah
kalau milih ya pilihlah yang tadi yang
sudah kita sampaikan tadi kan banyak
kriterianya itu coba didekatin mana yang
paling mungkin gitu gitu. Tapi kalau
memperbaiki yang sudah memang dari
awalnya desainnya salah itu kan
ibaratnya hanya jebol ditambah lagi
dengan material yang sama itu kan enggak
enggak jelasin masalah juga gitu kalau
menurut saya. Jadi ya ya sudah diganti
aja dengan yang benar. Syukur-syukur ada
bantuan yang memang memungkinkan ee
besarannya untuk untuk mengganti yang
lebih baik gitu loh. Yang lebih baik
tentu banyaklah. Saya saya percaya
banyak produsen yang di Indonesia ini
sudah sanggup sebenarnya mibaku mutu
gitu ya. Tetapi memang kebanyakan
semuanya itu masih inginnya yang ee apa?
Murah gitu loh. Murah dalam arti
dirancang sendiri aja deh. Pakai batu
bata, pakai apa ya itu kan susah kalau
begitu ya. Gitu Mbak moderator. Dan yang
kedua
sekarang banyak inovasi tentang alat
termal tersebut. Apakah dalam pembakaran
tersebut suhu yang dipakai bisa di bawah
1.000? Kan tadi sudah sampaikan bahwa
kalau menurut aturan itu suhu di
chamber pertama itu senya 800 kan begitu
ya ee ya dia di bawah 1.000 tapi jangan
kurang dari 800 gitu maksudnya. Nah,
kalau dia sampai berada di 300 itu yang
sebenarnya suhu pembentukan dioksin
paling tinggi gitu. Ee ya kalau 300 itu
yang dibakar kayu semua mungkin enggak
apa-apa gitu kan. Tetapi kalau kita
bicara sampah yang tercampur di dalamnya
mungkin ada PVC, mungkin ada makanan
kita semua yang mengandung vitin. Karena
vitsin kan NaCl ada ya ee garam gitu ya,
klorida ada. Itu kalau suhunya 300
kemungkinan terbentuknya dioksin tinggi
kalau diuji lah. Masalahnya kan mungkin
yang nguji diin juga enggak ada gitu kan
sehingga terus ya kan gini enggak ada
nih enggak ada di iya wong enggak diuji
gitu kan. Nah, seperti itu. Jadi ee
kalau ini dihindari deh 300 itu gitu ya.
Dihindari tetap ee suhunya itu ya
minimal 800-an lah gitu ya. Itu ee kalau
ada dua chamber ya bagus. Yang chamber
kedua bisa 1.000 misalnya seperti itu.
Itu bagus sekali. Tapi hindarilah
suhu-suhu di antara 200 sampai 500 gitu.
Ee terus kemudian asapnya bisa dijadikan
desinfektan. ini menyangkut inovasi.
Saya belum tahu ee
apa seperti apa sih ini ilmiahnya ya.
Karena kan hanya pokoknya dijadikan ini
kan gitu ya. Gitu. Wum. Teoretikalnya
betul tentu kan kalau soal lingkungan
itu kadang-kadang kan harus ada faktor
kajian lain yang ee dampak-dampak lain
harus dilihat gitu. Saya gak bisa
berkomentar ini karena saya memang
dengar ini, saya pernah dengar ini, ini
menjadi desinfektan gitu loh. Cuma
maksud saya apakah kajian ilmiahnya itu
sudah
ada atau belum gitu loh yang itu gitu
loh asap jadi desinfektan ini.
Jadi bukan soal bisa atau enggak bisa
ya, tapi ee secara ini ya bisa. Tapi
maksud saya apakah enggak ada dampak
lain atau apa itu semua mesti kita lihat
dulu ee hasil kajiannya. Kalau Bapak Ibu
punya ya syukur bisa dipelajari bersama
gitu loh gitu. Terima kasih moderator.
Baik ee terima kasih Bapak atas
pemaparan jawabannya. Untuk pertanyaan
selanjutnya dari Bapak Azar Tarigan.
Apakah residu insinerator sudah diuji
yang kemungkinan mengandung LP3 jika
semua jenis sampah masuk ke insiner?
Demikian, Bapak
ya. Ee
ya iniator yang mana yang diuji ya? Ya,
saya kan enggak mungkin mengawasi semua
apa mempunyai hasil uji berbagai macam
insator. Tapi insator yang pernah kami
kelola ee kami rancang dan kami kelola
misalnya di Bandar Gebang itu yang 100
tahun per hari itu pernah dilakukan uji
terhadap flyas maupun bottom AS-nya dan
semuanya ee lulus tidak ada ee kandungan
B3-nya bahkan sampai uji TCLB semua
tidak ada. Nah, ee apa yang kita lakukan
itu adalah bahwa memang insator tersebut
itu ada pretreatmentnya
yang semaksimal mungkin menyingkirkan
hal-hal yang mungkin berpsi mengandung
B3 gitu. Jadi, kan ini persoalannya kan
gimana kalau semua jenengah masuk gitu
kan terus diuji lah. Ini yang saya
enggak tahu hasil ujinya belum saya
belum tahu gitu. yang saya kami lakukan
kan ada ada pemilahannya kan gitu yang
yang mana kalau misalnya di situ ada
baterai ya enggak kita masukkan ada
misalnya ada apa ee bekas tabung
desinfektan atau aeroso apa yang enggak
kita masukkan kemudian juga lampu bolam
atau bahan kimia atau oli bekas enggak
masuk juga gitu loh pas diuji mang
enggak ada gitu karena sebenarnya kan
semangatnya
Permen LHK 70 ee kenapa ada apa ada
daftar material yang enggak boleh
dimasuk itu kan supaya memang yang
dibakar itu tidak ada B3-nya kan begitu
gitu loh ee seperti itu. Nah, lalu kalau
semua jenis masuk apakahnya ada? Ya
tergantung pada kondisi inputannya ada
B3 atau enggak gitu kan. Nah, begitu ada
hal lain adalah berapa persentasenya.
Karena untuk kedeteksi kan ada juga
persentase di depannya kan begitu loh.
Dan B3 jenis apa dikaitkan dengan
bagumut jenis apa itu akan ada. Jadi
katakanlah saya punya 1000 ton B3-nya 1%
ternyata enggak kedetect diujinya ya
bisa saja gitu kan. Tapi dalam 1000 ton
itu ada 500 ton bahan B3 ya pasti
kedetek. Jadi ee semua ee itu ee ee apa
ya ee kembali ke kuantitas-kuantitas
yang ada. Saya enggak punya datanya
terus terang. Jadi kalau kalau yang
sudah kami lakukan sih karena ada
pemilihan B3 di awal ya hasilnya tidak
ada. Makanya itulah kenapa eh
Kementerian LH menetapkan fly as dan
bottom itu bukan B3. Karena apa? Karena
ada Permen 70 yang membuat bahwa yang
masuk yang ini enggak boleh dibakar B3
gitu. gitu teorinya gitu
ya. Makasih.
Baik Bapak ee untuk pertanyaan
selanjutnya dari Bapak Sawo PC Yunyun.
Persamahan dari rumah tangga sudah
terpilah organik ke komposter atau ember
tumpuk dan mangkot dan sudah dibantu
sedekah sampah dan bang sampah untuk
anorganik. Pilihan organik yang sulit
terurai seperti tulang, tulang sapi,
kulit kacang, batang pohon, dan organik
mika.
sterofor, karet, ban, dan kain baterai
yang diangkut ke tukang sampah ke TPA.
Yang pertanyaan pertama, insinerator ini
apakah bisa untuk bahan-bahan di atas,
Pak? Lalu yang kedua, apakah
memungkinkan alat insinerator skala
rumahan? Seperti apa kriteria agar rumah
ramah agar ramah lingkungan, Pak?
Demikian, Bapak.
Oh, iya.
Jadi ini ceritanya organik yang bisa
dikompos sudah ya, magot sudah gitu kan
rumah tangga sudah oke dan sudah dibantu
sedekah sampah dan bank sampah untuk
anorganik. Oke, sudah beres. Terus
pilihan organik yang sulit terurai
tulang sapi. Nah, ini tulang ya. Itu
kulit kacang, batang pohon dan organik
mika,
steroform, karet, ban, dan kain baterai
yang dianggur ke tukang sampah ke TPA.
Oke lah instalator ini apakah bisa untuk
bahan-bahan diat ini maksudnya
bahan-bahan yang
organik sulit terurai atau yang mana
atau semuanya gimana ee insat ini apakah
bisa untuk bahan-bahan di atas maksudnya
yang sulit terurai ya
yang kulit kacang itu.
Iya
batang pohon
batang pohon kan kayu ya.
Kayu bisa dibakarinator. Bagus itu malah
jadi bahan bakarnya. Kulit kacang bisa
ee tulang sapi mungkin enggak sempurna.
Kalau suhunya rendah apa suhunya enggak.
Ini nanti sebagian tulangnya jadi bottom
as. Steroform sebenarnya enggak boleh
kan dia apa namanya termasuk yang harus
diselisihkan di awal gitu loh. Ee tapi
kembali kepada persentasenya ya. Artinya
st home kalau home semua ya jangan gu
ya. Karet karet masuk bisa
ban tapi jangan ban semua ya. bannya itu
hanya potongan kan enggak enggak ban
utuh-utuh ban bekas bertupuk termasuk
insenator gitu ya jangan itu kan
insentenator itu apalagi kalau skala
kecil kan pintunya aja kan ada ada
ukurannya ya jadi atau mungkin ban dalam
sepeda ini sebenarnya kalau bannya
sekalian semua bahan gitu ya itu malah
ada pirolisis gitu loh ee gitu ee cuma
ya ini mungkin pengertiannya potongan
ban kali kalau kalau ban yang gede-gede
kayak truk apa itu kalau insatornya
kecil saya kira kita enggak akan masuk
kain bisa. Nah, baterai kan B3 baterai
jangan jangan dimasukkan
gitu
itu ya. Kemudian apakah kemungkinan alat
memungkinkan alat terus skala rumahan
seperti apa kriterianya agar agar ramah
lingan? Sebenarnya kalau saya pribadi ya
gak janganlah kalau ee apa ee
insinator di skala rumah tangga itu kan
walaupun sebenarnya ada itu untuk medis
ya misalnya di puskesmas
tapi kan juga itu enggak enggak ada yang
menggunakan itu di rumah tangga gitu ya.
Kalau rumah tangga itu kalaupun enggak
Anda enggak bisa milah dan makai yang
metode-metode
yang sudah ada selama ini ya apakah
pengomposan atau apa itu ya sebaiknya
jangan dibakar gitu ya. Kalau mauembakar
itu kolektif aja. Jadi, jadi itu tadi
kan sekarang kalau bisa ke TPS3R saja.
Jadi anunya di sana gitu loh. Kalau
rumah tangga saya kira sebaiknya jangan
enggak enggak inilah ee enggak ini apa
namanya ee istilahnya enggak enggak pas
gitu ya. Apa nanti gangguannya
apalagi di perkotaan gitu loh. Walau
untuk yang skala seperti itu ada minimal
di fasilitas kesehatan
tapi itu khusus di untuk misalnya untuk
bakar masker untuk sisa apa itu ada
memang itu didesain untuk itu. Tapi itu
jarang rumah tangga menggunakan itu
untuk untuk
rumah apa menggunakan insator yang di
pusasi untuk enggak ada paling kecil
kalaupun ada 1 ton kan juga kegedean
untuk satu rumah tangga pasti lagi-lagi
itu ditaruh di TPS 3R gitu. Ee ya
makasih Bu.
Baik. Ee terima kasih atas pemaparan
jawabannya Bapak Wahyu. Ee mungkin ee
pertanyaan dari Bapak Senin ini menjadi
pertanyaan terakhir pada sesi webinar
kita pada siang hari ini. Lalu
selanjutnya seperti janji kami di awal,
kami juga sudah mengantongi nama-nama
pemenang doorpress. Eh yang pertama
yaitu Bapak Prasatiadi dari Bekasi dan
Bapak Ahmadin dari Gunung Kidul dan Ibu
Via eh via YouTube. Eh bagi pemenang
silakan menghubungi kontak person di
bawah untuk melakukan konfirmasi.
Selanjutnya saya izin untuk ee
memberitahu kepada Bapak Ibu bahwa kami
dari PTIK Darang Projectek B Indonesia
yang bekerja sama dengan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia
mengadakan webinar ee dengan topik ragam
teknologi tepat guna dalam pengolahan
sampah di Indonesia, inovasi lokal untuk
solusi global yang akan diisi oleh Bapak
Dr. Sri Wahyuni, S. S.Si., S.Si. si ee
pada Sabtu, 26 Juli 2025 pukul 09.00
hingga 11.00 siang. Dan jangan lupa
Bapak, Ibu untuk mendaftar dan mengikuti
webinar kita selanjutnya.
Baik ee Bapak Ibu sekalian, kita telah
sampai di penghujung acara dan
alhamdulillah dari pagi hingga sekarang
sudah banyak sekali ilmu yang telah
disampaikan oleh pemateri kita pada hari
ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto,
MT yang sudah yang sangat luar biasa
sekali. Kemudian ee bagi Bapak Ibu
sekalian yang mungkin masih memiliki
berbagai macam pertanyaan mengenai
transformasi pengolahan sampah solusi
pembakaran yang ramah lingkungan bisa
disimpan terlebih dahulu pertanyaannya
dan semoga kita dapat bertemu lagi di
webinar atau training online selanjutnya
dan pertanyaan Bapak Ibu dapat terjawab
di sana.
Selain itu kami juga ingin
menginformasikan kepada Bapak Ibu
sekalian untuk mengisi kuesioner yang
linknya juga sudah di-share di kolom
share supaya kitan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi. Dan sekali lagi saya
izin mengingatkan Bapak Ibu yang
menginginkan materi sekaligus sertifikat
dan kemarin belum request dapat mengisi
link yang juga sudah dikirimkan amin
kami di kolom chat. Ee akhir kata ee
saya ucapkan terima kasih kepada
pemateri kita hari ini yaitu Bapak Dr.
Ir. Wahyu Purwanto, MT yang sudah sangat
luar biasa sekali membantu menjawab
pertanyaan Bapak Ibu. Dan saya ucapkan
terima kasih kepada ee Bapak Ibu peserta
webinar yang sudah antusias bertanya
selama acara webinar ini berlangsung.
Akhir kata, saya selaku MC sekaligus
moderator pada webinar kali ini memohon
maaf sebesar-besarnya apabila selama
memandu acara ini terdapat kesalahan
kata ataupun perbuatan. Saya Sina Afifah
pamit undur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
dan sampai jumpa di webinar selanjutnya.
Asalamualaikum war
Waalaikumsalam.
Terima kasih, Pak Wu dan Bapak Ibu
semuanya.
live Bapak Ibu semua dan Pak panitia.
Terima kasih.
Terima kasih, Pak