TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH : SOLUSI PEMBAKARAN RAMAH LINGKUNGAN
KO8fldsEhUM • 2025-07-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
dan Nur Afifa selaku MC sekaligus
moderator yang akan memandu acara ini
dari jam 09.00 hingga jam 11.00 siang
nanti. Acara webinar kita hari ini
mengusung topik transformasi pengelolaan
sampah, solusi pembakaran yang ramah
lingkungan yang akan disampaikan oleh
pemateri kita yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu
Purwanto, MT. Baik, selanjutnya Bapak,
Ibu, Bapak, Ibu hadirin yang terhormat,
izinkan saya mengucapkan selamat datang
dan memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita pada hari ini yaitu Bapak
Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MMT. Dan juga
kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnam
Putra, STM selaku founder dari butik Dor
Ulang Projek B Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Dan juga
tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta
webinar pada hari ini yang berbahagia.
Sebelum masuk ke materi webinar kita,
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
untuk dapat mengisi daftar hadir atau
presensi di link yang telah admin kami
kirimkan di kolom chat. Kemudian dengan
hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk menonaktifkan mikrofon selama
kegiatan berlangsung supaya kita dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik. Selanjutnya sebelum kita masuk ke
acara inti kita yaitu penyampaian materi
akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir.
Hijrah Purnama Putra SM selaku founder
dari butik Darul Ulang Project P
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia. Baik, langsung saja waktu dan
tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Sabrina.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya. Ee
bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah
walhamdulillah wasalatu wassalamu ala
rasulillah. Ee tentunya selamat pagi,
salam sejahtera untuk kita semuanya. ee
Pak Wahyu Purwanta yang kami hormati,
Bapak, Ibu, teman-teman semuanya, para
peserta kegiatan ee pagi hari ini yang
kita ketemu kembali setelah 2 minggu ya
2 minggu ee pelaksanaan kegiatan
sebelumnya gitu dengan topik yang
insyaallah hari ini sangat menarik
karena berbicara tentang ee isu yang
akhir-akhir ini cukup sering untuk ee
kita dengar gitu ya, pembakaran ee
sampah begitu ya. Nah, salah satunya
adalah karena adanya dorongan dari
Kementerian Lingkungan Hidup untuk
menghentikan ee pengoperasian dari TPA
yang
dilabelkan open dumping begitu ya.
Walaupun secara regulasi ini seharusnya
sudah cukup lama, tapi yang sekarang
alhamdulillah kita patut syukuri bahwa
ada tindakan yang nyata untuk melakukan
suatu perbaikan dalam tata kelola
persembahan. Nah, pada kesempatan hari
ini tentunya ee kami dari Project B
Indonesia kemudian dari Jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia
dan ee kegiatan ini juga di-support ee
oleh ee Dodika ee kebetulan partner kami
yang ee
memang usahanya adalah ee insinerator
begitu tapi ee kebetulan sudah berjalan
dari topik yang kemarin. sebelumnya juga
sampling sampah begitu. Ee nah ini
kebetulan topiknya tentang cocok dengan
bidang mereka begitu ya. Tapi harapannya
dengan kolaborasi antara kampus kemudian
swasta dengan ee NGO dan Bapak Ibu dari
berbagai macam ee apa profesi ini dapat
membuat kolaborasi yang menarik tentang
sistem pengelolaan sampah yang ada di
Indonesia begitu. Nah, Bapak Ibu
mudah-mudahan acaranya dapat berjalan
dengan lancar. Insyaallah nanti 2 minggu
lagi kita ketemu lagi dengan ee tema
yang berbeda. Ee karena teman-teman dari
Butik Daur Ulang ingin membuat kira-kira
untuk tahun 2025 ini sekitar 24 atau 25
seri dari ee webinar dan ini sudah di
bulan 7 ini kalau saya tidak salah.
nanti Mbak Sabrina nanti mengingatkan
kembali kayaknya ini acara yang ke-12
kalau enggak salah saya gitu ya. Nah,
mudah-mudahan kita terus konsisten untuk
mengedukasi ee sama-sama ya sama-sama
belajar ee dari praktisi, dari akademisi
atau dari siapapun yang dianggap menarik
untuk disampaikan. Nah, sebagai
informasi Bapak Ibu, hingga tadi malam
para pendaftar masih terus ee
mendaftarkan diri di link yang ada
informasi dari panitia ee hampir ee
sekitar 200 peserta yang mendaftar.
Kemudian biasanya yang online di Zoom
itu ya sekitar ee 30 sampai 40% gitu ya.
selebihnya mengikuti di ee live YouTube
ataupun mengikuti berikutnya ya di
rekaman yang ada. Tapi menarik tadi
Bapak Ibu dari ee partisipan yang hadir
ya ASN sepertinya cukup banyak gitu.
Jadi Pak Wahu nanti mungkin ini juga
kepentingan daerah-daerah untuk
mengetahui ee sistem pembakaran yang
baik jika ini menjadi sebuah alternatif
dalam pengolahan sampah. baiknya itu
seperti apa agar kita bisa menjaga
kualitas lingkungan kita agar tetap
terjaga. Jangan sampai sampahnya hilang
tapi ternyata dampak ke lingkungan juga
semakin besar terutama ee pencemaran
udara begitu ya. Nah, mudah-mudahan
nanti Pak Wahyu ee dapat membagikan
pengalamannya dari sisi ee aplikasi,
dari sisi teoritis dan seterusnya gitu.
Dan kami yakin Pak Wahu sudah sangat
sering Bapak Ibu dengar dalam berbagai
macam kegiatan yang keahlian di bidang
topik ini sudah tidak diragukan lagi.
Kami selaku penyelenggara mengucapkan
terima kasih Pak Wahyu atas waktu di
weekend-nya yang seharusnya bersama
keluarga tapi 2 jam kami minta untuk
membersamai Bapak Ibu dari berbagai
macam wilayah di Indonesia. Teman-teman
panitia terima kasih sudah mengerang
acara ini dengan sangat baik. Bapak, Ibu
ee silakan untuk berbagi link ee
kegiatan ini kepada ee sahabat-sahabat
yang lain agar bisa bergabung mumpung
masih ada kapasitas Zoom-nya masih cukup
ee dan mudah-mudahan bisa bermanfaat
untuk kita semuanya ya. Dengan
mengucapkan bismillahirrahmanirrahim,
webinar transformasi pengolaan sampah
sebagai solusi pembakaran yang ramah
lingkungan pada hari ini, Sabtu 12 Juli
2025 resmi kita buka. Mudah-mudahan
bermanfaat dan berjalan dengan lancar.
Mohon maaf jika banyak kekurangan.
Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
untuk Bapak Hijrah yang telah memberikan
sambutannya dan sekaligus membuka acara
pada pagi hari ini. Bapak, Ibu sekalian,
kami dari panitia juga melakukan live
streaming melalui YouTube channel kami
di Project B Indonesia. Jika selama
acara webinar berlangsung ada Bapak Ibu
yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti webinar ini melalui
YouTube channel kami di Project B
Indonesia. Selanjutnya seperti biasanya
nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami
juga menyiapkan berbagai macam doorprice
spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung.
Door price ini diberikan berdasarkan
tiga pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram terunik selama webinar ini
berlangsung. Untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara. Sedangkan untuk pemenang
dua story Instagram terunik akan kami
hubungi langsung melalui DM Instagram.
Nah, jadi jika Bapak Ibu ingin bertanya
selama webinar berlangsung dapat
memberikan pertanyaan melalui kolom chat
dengan format nama kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga penanya terbaik untuk
memenangkan doorpal dari kami. Lalu
untuk story Instagram, Bapak, Ibu juga
dapat membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projectBindonesia.
Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu
mari kita lihat lihat terlebih dahulu CV
dari pemateri kita berikut ini.
[Musik]
Baik, ee demikian sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya
mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak
Wahyu sudah siap, kita mungkin bisa
langsung saja untuk penyampaian
materinya. Untuk waktunya kurang lebih
sampai pukul 10.30 ya, Bapak. Ee kepada
Bapak Wahyu. Waktu dan tempat kami
persilakan.
Ee baik, terima kasih Ibu moderator
ee Bapak Hijrah selaku ee
ketua atau pimpinan ini ya e butik ee
daurulang. dan juga Bapak Ibu sekalian
yang saya hormati. Ee sebelumnya
perkenalkan saya Wahyu Perwanto dari
Brin, Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Ee dulu saya pribadi saya dari BPPT ya,
Badan Pengkaji dan Perapan Teknologi.
Kemudian bergabung menjadi BRIN dan saat
ini di Brain ee saya berada di pusat
riset ee lingkungan dan teknologi bersih
ee di mana ee kebetulan juga saya
sebagai ketua kelompok riset ee
pengolahan sampah proses termal dan
pengendalian pencemaran udara. Jadi ini
erat memang antara pengelolaan sampah
prosis termal dengan pencemaran udara ee
ee dua bidang yang memang terkait darat.
Nah, tentu ee sebagai
riset istilahnya ya, periset itu kami ee
apa yang menjadi aktivitas kami lebih
banyak terkait dengan ee sisi
riset ee apa namanya eh riset proses
yang terkait dengan proses pengolas
sampah proses termal itu. ee kami juga
sebenarnya karena ini bawaan sebenarnya
bawaan dari waktu kami di BPT itu juga
ee merambah juga di sini penerapan. Nah,
pengalaman beberapa penerapan teknologi
dian proses termal ini juga sudah pernah
kami lakukan ee antara lain ee
pembangunan ee pengelolaan sampah
pembangkit listrik tenaga sampah di
terkenal dengan PLTC Merah Putih di
Bandar Gebang. Ee kemudian beberapa yang
lain ya yang sifatnya bukan pembangkik
juga ya.
Gimana?
Ee mungkin slide-nya bisa di slide show,
Pak. Karena ini belum
belum bergerak ya.
Tampilannya belum.
Oh, iya. Terima kasih.
Belum full screen ya.
Oh, iya sudah ya. Ya, itu ee gambaran
sekilas ya dari ya kami di tim Brain ini
yang bergerak di bidang pengelolaan ee
sampah proses termal.
Memang Bapak Ibu benar seperti dikatakan
oleh Pak Irah tadi bahwa akhir-akhir ini
memang ee semua ini dipicu juga antara
oleh adanya surat dari Menteri
Lingkungan Hidup terhadap 343 kota atau
kabupaten ee yang ee apa namanya
perlunya penataan TPA yang dinilai masih
bersifat terbuka atau pendamping.
Nah, ini ternyata di kami pun ini juga
setidaknya ada tiga tamu yang akan
sering yang sering datang sampai saat
ini. Pertama adalah daerah. Ini
kaitannya karena daerah ini rupanya
harus menyusun ee peta jalan atau road
map terkait adanya surat tadi ya. Nah,
kedua itu adalah dari pihak produsen
insator. Ini juga sering menghubungi
kami agar-agar ini. Ini kaitannya ee
tentu dengan kalau produsen ya tidak
jauh dari masalah persaran teknis gitu
ya. Ee yang ketiga penyelenggara webinar
ya. Ini juga ee saya dalam 2 bulan ini
setidaknya sudah tiga kali bicara
terkait ini ee masalah ee pembakaran
sampah ini, gitu. Jadi saya saya mohon
maaf kalau di sini ada peserta yang
sudah ikut pernah ikut ya sebelum di
acara yang diselenggarakan oleh pihak
lain ya mungkin ada slide yang memang
mirip gitu ya. kami juga enggak enggak
sempat ngerubah-ngerubah karena ee semua
serba ee mepet waktunya dan memang
kebetulan substansinya sama gitu ya
seperti itu. Jadi, Bapak Ibu sekalian
memang ee ini konsekuensi logis ya
terhadap proses termal ini. Manakala
kita berhadapan dengan seperti tamu kami
yang terakhir itu adalah bahwa dia sudah
merasa melakukan semuanya KSM itu ya
pengomposan ya magot sudah tapi memang
residunya itu masih tinggi yang ke TPA
itu gitu ya sehingga TPA-nya istilah TPA
kami ini waktunya sudah tahun ini pasti
tutup gitu loh. Padahal kami juga
melakukan di hulu itu sudah banyak yang
kami lakukan. Tapi memang ee problemnya
adalah juga masih banyak yang menjadi
residu ke TPA kami. Nah, kalau TPA kami
penuh tahun ini, maka kami enggak ada
ajaran lain. Karena kalau membangun TPA
baru masih butuh waktu yang lama, belum
lagi tanahnya pembebasannya juga belum
tuntas. Apakah kalau kami selesaikan
dengan termal ini bagaimana? kira hal
seperti itu tuh menurut ee kami ya
konsekuensi logis aplikasi termal ini
dalam konteks situasi yang berkembang
gitu ya. Seperti itu Bapak Ibu sekalian.
Jadi ee saya di sini akan setidaknya
memiliki sudut pandang sebagai pengguna.
Jadi kalau tadi peserta mayoritas ASN
ASN saya membayangkan bahwa ya ini
mungkin dari dinas-dinas ini harus
istilahnya membekali diri juga dengan
pemahaman terkait dengan masalah
pembakaran sampah ini. Sehingga nanti
manakala kita berhadapan dengan misalnya
penyedia jasa atau harus mengambil
keputusan terkait peta jalan itu
setidaknya tidak didasarkan dengan sifat
tanpa kehati-hatian itu Bapak Ibu.
Ya, jadi saya sama sekali bukan mewakili
produsen insurator karena kami di Brain
juga jelas tidak punya pabrik
insinerator. Kalaupun kami pernah
merancang, pernah membangun itu juga
kami membutuhkan jasa kontraktor pihak
ketiga yang tapi tentu kami menyusun
term of reference atau owner requirement
yang memang kami perlukan dan di situlah
baru kami menilai bahwa oh ini memang
layak ee kita pakai jasanya atau kita
pakai produknya. Kan seperti itu, Bapak,
Ibu. sekalian. Nah, saya kira itu ee ee
pengantar kami. Nah, ini saya kira tadi
sudah
jadi materinya pun nanti juga saya akan
mengikuti. Jadi, Bapak Ibu sekalian ee
memang apa ee
pengelolaan sampah ini mau tidak mau ee
kita mesti
mulai menerapkan teknologi gitu ya. ee
seperti itu ee kita tahu bahwa kita
sudah hafalah bahwa ada aspek-aspek lain
ya di luar teknologi. Tapi memang
teknologi ini mulai dari pewadahan,
pengumpulan, pengangkutan, pemeran dan
penimbunan sekalipun karena ini yang
paling kental di aspek teknik
operasional kan teknologi ini
membutuhkan inputan teknologi yang mana
memang sifat teknologi itu adalah
mempunyai sifat instrinsik. Dia akan
meningkatkan efisiensi.
Ee kenapa ya pastilah artinya tenaga
manusia atau organ atau indra manusia
itu kan sangat terbatas. Bapak, Ibu
memilah ee satu tangan tanpa dibantu
mekanik lain conveyor yang berjalan
misalnya, tentu hasilnya akan berbeda.
Nah, seperti itu. Jadi, sifat-sifat
insinir teknologi ini memang mau enggak
mau dibutuhkan dalam konteks teknik
operasional pengelolaan sampah yang ada
sejak pepadaan. Bahkan mungkin kita di
Indonesia ee selama ini mungkin masih
yang sifatnya belum teknologi maju untuk
sistem pemadan atau pengumpulan dan
sebagainya gitu ya. Nah, mungkin pemesan
sudah sudah justru malah sudah lebih
maju misalnya karena sudah kita sudah
ada wisd energi dan sebagainya. Kalau
penimbunan ya sebenarnya perlu juga
teknologi landf yang benar itu juga
perlu gitu ya. Tapi mungkin kita juga
sebagian TPA kita memang belum
menerapkan teknologi yang sebagaimana
seharusnya. Kan begitu lah. Cuma yang
perlu diingat Bapak Ibu sekalian bahwa
ada dalil-dalilnya bahwa tidak ada
metode atau teknologi tunggal yang mampu
menentaskan timbulan sampah suatu kota
sehingga dia tetap perlu kombinasi
beberapa teknologi gitu sehingga kita
mengenal dengan istilah integrated solid
waste management.
Nah, ini implementasi e implementasinya
sebenarnya di dalam ini kita itu ada
yang namanya TPST ya kan teknologi
pengolan sampah terpadu. Nah, seperti
itu. Karena karena apa ya? Karena itu
konsekuensi logis dari sampah kita yang
memang tercampur gitu loh. Mereka kan
sampah itu kan saat menjadi barang yang
berguna diprosesnya macam-macam.
Diprosesnya macam-macam caranya,
bahannya macam-macam caranya tapi pada
saat menjadi siapa? Berkumpul menjadi
satu.
Kan enggak mungkin kita mengolahnya
hanya dengan satu metode gitu kan. Pasti
juga jadi beberapa metode gitu sesuai
karakteristiknya.
Nah, kedua ini juga tidak ada waktu
delay untuk aliran sapah. Enggak bisa
kita menghentikan sehari aja
istirahatlah kita mikir dulu pakai
metode apa gitu. Enggak mungkin.
Sampahnya akan terus ada. Sehingga
keputusan pemilihan teknologi ini harus
cepat dan tepat. Nah, ini yang sulit
cepat dan tepat.
Eah, seperti itu ya. Tap kalau tidak ee
dia akan terjadi ee timbunan yang itu
pasti masalah lingkungan dan viral kan
gitu ya. Viral. Nah, itu jadi masalah
tentu ke masalah lingkungan juga. Nah,
sekecil apapun sentuhan atau penggunaan
teknologi dalam pengelolaan sampah
memiliki implikasi cost. Ya, ini jadi
sesederhanaun sesederhana apapun Bapak
Ibu menerapkan teknologi persampahan ya
sederhana aja apa itu ada impasi.
Bahkan sekedar memilah saja itu menjadi
cost yang tinggi juga. Karena kan tidak
mungkin ee sekarang ini kan ya pekerja
sampah kan bukan suka rela ya artinya
memilah saja itu juga perlu cost gitu.
Nah, teknologi proses yang dipilih akan
berpengaruh pada luasan lahan ini pasti.
Jadi artinya kalau proses-proses yang
kita pilih itu kebetulan memang waktunya
lama itu ya tentu akan membutuhkan lahan
yang lebih luas. Karena apa ya? ya
akibat dari aliran yang tidak bisa
berhenti tadi gitu kan. Karena kan Bapak
Ibu kalau kalau Bapak Ibu amati coba ya
sekarang ini ya TPA ee TPST atau TPTS 3R
itu kan pada waktu selesai diresmikan
mungkin kelihatan masih lowong gitu ya
tapi nanti tunggulah setelah beroperasi
berapa bulan setahun itu kan mulai
kelihatan timunan-timbunan itu akan
lebih memakan tempat gitu ya. itu bisa
jadi karena memang ee biasanya ee desain
ee desain kapasitas setiap unit proses
yang ada di situ, pola perpindahan
sampah dari satu unit proses ke unit
persan itu ee biasanya ternyata
terkoreksi pada waktu praktik gitu ya.
Terkoreksi pada waktu praktik dan
timbunannya juga bertambah
banyak gitu ya. Nah, itu mulailah papan
namanya itu enggak kelihatan ketumpuk
sampah atau gerakan si truknya itu sudah
mulai enggak leluasa karena yang di
produknya pun juga kadang-kadang belum
terangkut. Jadi ee seperti itu. Ee jadi
rupanya ee sekarang ini masalah lahan
juga menjadi masalah yang ee serius dan
terkait dengan proses yang kita lakukan,
baik jenis prosesnya maupun ee aliran
antar unit prosesnya itu sering kita
temui karena kebetulan kami ini juga
sering diminta untuk mendampingi ee
evaluasi pada saat mulai dioperasikan
TPST, TPST atau TPS3R yang dibangun PUPR
pusat ya PU pusat
itu ya seperti itu yang kami amati ee
rupanya memang faktor desain awal dan
khususnya menyangkut ke ruangan itu
memang jadi faktor yang krusial ya ee
seperti itu Bapak Ibu. Nah, lalu ee ini
masih kelain dengan teknologi ya. Apakah
teknologi sebenarnya itu ada sesuatu
yang sebenarnya baru ya? baik antar
pihak pemodusen atau pihak
yang mengeluarkan mana pun itu
sebenarnya tidak tidak ada yang baru,
Bapak, Ibu. Artinya begini, ya semua itu
hanya terkait apakah dia memotong ukuran
sampah, mengeringkan,
merubah bentuk
dan sebagainya. itu sebenarnya
proses-proses yang memang sebenarnya
sama antara satu apa kata satu penyedia
teknologi dan penyedia teknologi lain
itu hampir sama. Kalaupun mereka
menganukan inovasi gitu ya, inovasi itu
biasanya bisa ditujukan untuk pertama
mengoptimalkan prosesnya.
Misalnya ee reduksi sampahnya sedapat
mungkin semaksimal mungkin dan output
produknya itu juga semaksimal mungkin.
Tujuannya apa? Misalnya untuk memenuhi
spesifikasi. Lalu dia melakukan
modifikasi
sedikit peralatan tapi sebenarnya tidak
merubah prosesnya ya. Tetap prosesnya
itu apakah dia mengeringkan, merubah
ukuran atau memilah dan sebagainya. Ini
misalnya dalam kasus RDF misalnya ya,
produksi RDF. Ini bagaimana cara
memenuhi spesifikasi dari pihak yang mau
memakai itu
inovasinya macam-macam dengan cara
mengoptimalkan prosesnya atau dia
mempercepat prosesnya. Ini karena apa?
ini bisa menghemat lahan dan serapan
offakernya juga bisa tinggi kan kalau
bisa prosesnya lebih cepat misalnya
seperti itu ya
atau memang dia melakukan inovasi di
penghematan kebutuhan energi ya ini akan
mengeluarkan biaya OP atau mungkin dari
segi lingkungannya emisi gas rumah kaca
gitu ya. Ee kemudian juga yang paling
banyak ini otomatisasi dengan mesin ya
inah dengan cara supaya mengurangi
operator
atau mempercat proses dan ini
mempengaruhi biaya OP juga. gitu dan
atau kombinasi dan urutan prosesnya.
Jadi, inovasi itu bisa juga di urutan
prosesnya. Misalnya, oh ngerubah bentuk
ukuran saya dulukan sebelum pengeringan
misalnya atau atau ee peringan
pengeringan dulu sebelum dibentuk apa.
Nah, hal seperti itu juga sifatnya ee
inovasi yang biasanya ditawarkan oleh
pihak e penyedia jasa. Jadi tinggal
kitalah yang akan menilai ya kira-kira
sebenarnya yang kita butuhkan itu
cocoknya dengan mana. Termasuk di dalam
proses ee termasuk produk insator juga.
Jadi insator itu intinya pembakaran.
Tapi nanti kan inovasi dari produsen itu
macam-macam kan. Ada yang ya dibikin
vertikal, ada yang horizontal,
ee ada yang memang dia mengandalkan
kepada kemampuan menahan panas di dalam
dan sebagainya. Isolasinya dibaguskan.
tetapi ya prosesnya ya tetap namanya
insinerasi gitu ya, pembakaran gitu dan
seterusnya seperti itu Bapak Ibu. Jadi
ee itu yang perlu kita ketahui bahwa ee
ada juga inovasi-inovasi yang berkembang
di ee dunia pengolahan sampah ini. Nah,
jadi sebenarnya kalau kita lihat di
dalam pengelolaan sampah perkotaan itu
setidaknya ada lima kluster teknologi
ya. 1 2 3 4 5 kluster pertama itu
sifatnya mekanis karena ini lebih
mengandalkan pada tujuan pemilahan. Jadi
fisik mekanis
apa ajaalah artinya semua mix ini masuk
ke pemilahan ya kan. Nah, lalu
sebenarnya ada yang bisa didur ulang
lah. Ini yang biasanya disebut hack
value. Nah, teknologi ini tidak tersedia
di tempat TPS atau apa, tapi yang masuk
ke ranah di ee industri ya, industri
daur ulang.
Nanti di sana pakai teknologi apa itu ya
tergantung ee anunya apa namanya? sifat
fisik kimia sih itu. Nah, lalu ee ada
yang sifatnya memang bisa didegasi
secara biologis. Nah, dia termasuk
kluster teknologi pengolahan berbasis
biologis kayak kompos, bioges, magot,
dan sebagainya ada di sini.
Nah, ini ini adalah yang sebenarnya dia
memang sudah tidak memiliki nilai tinggi
dan dia juga tidak bisa diurai secara
biologis tetapi bisa di bakar gitu ya.
Nah, ini yang biasanya masuk klaser
teknologi berbasis termal.
Dan terakhir adalah yang memang dia
tidak bisa terurai dan tidak bisa
dibakar baru masuk ke landfil. Ini
teknologi landfil. Nah, kemarin kalau
Bapak, Ibu juga mengikuti ee webinar
yang kami selenggarakan di Brain itu ada
pembicara di dari Korea itu di Korea itu
juga tidaknya ada lima kluster yang
ee mereka terapkan gitu ya. Jadi keempat
ini sama empat ini plus satunya itu
sifatnya terlebih IT yang menerapkan
apa? menerapkan internet maupun ya dan
sebagainya untuk menunjang seluruh
operasionalnya gitulah kira-kira. Jadi
ya biasanya kalau sudah negara maju dan
memang
apa namanya memiliki anggaran yang
berlebih ya itu sekarang ini sudah
penerapan apa penerapan IT dan
sebagainya itu itu sudah sudah lumrahlah
ya sudah seperti itu. Jadi tapi tetap
jadi dia ada basis biologis ee kemudian
basis yang daur ulang high value dan
termal juga ada. Jadi dari mal ini
kebanyakan memang wis to energy. Jadi
yang besar ya Bapak, Ibu yang besar ee
cuma kan begini nanti tinggal suatu
negara itu ee biasanya secara statistik
berapa persen sih sampah dia yang masuk
kategori bisa didaur ulang. Berapa yang
diproses biologis dan berapa yang masuk
ee termal dan berapa yang masuk landfil.
Nah, ini variasinya nanti biasanya
mencerminkan ya apa mencemarankan ee
tingkat ee
kualitas pengelolaannya gitu ya.
Biasanya kan secepat mungkin landfil
biasanya kalau di negara-negara maju dan
terbatas lahan kan ini sangat mahal land
ini karena ada pajak tanah dan
sebagainya. Jadi ee atau kalau di dalam
apa dulu kita mengenal hierarki ya,
hierarki atau piramida itu memang ini
yang dikehendaki kan lama-lama dikit kan
gitu ya. Jadi tinggal residu aja seperti
ini.
Nah, ini yang sebenarnya kan
dicita-citakan yang didisposal ini
sedikit gitu. Nah, di mana posisi termal
itu sedapat mungkin dia sebenarnya ada
di ee di bawah setelah semua direduce,
reduse, recycle dia ada di sini tapi
kalau bisa di-covery gitu loh. Nah,
gitu. Jadi thermal itu kalau bisa di ada
yang direcovery gitu. Nah, bagaimana
kalau insulinator belum belum bisa
merecovery ya? Minimal sebenarnya
panasnya ya. Kalau kalaupun panasnya
bisa di-recovery itu bagus panasnya. ini
kalau besar sih bagus sekalian dia bisa
dipakai untuk ee mendapatkan energi gitu
kan atau steam
tapi kalau enggak sebesar itu ya secara
ekonomi enggak masuk ya mungkin dia bisa
untuk faktor mengeringkan ee sampah itu
sendiri misalnya sebagai umpan supaya
meningkatkan efisiensi bisa juga seperti
itu. Minimal seperti itu. Nah,
insator-insator kecil itu sebenarnya
ya tentu kalau dari sisi efisiensi tentu
akan jauh ya dibanding dengan instruk
besar tentu lebih bagus secara tingkat
ee apa purifikasi
ee polutannya tentu ee lebih baik yang
besar tetapi yang kecil ini ee
setidaknya juga jangan sampai jangan
sampai apa ee istilahnya ee ee
ee ter apa namanya? Jauh dari spesifik
teknis lah gitu ya. Tidak tidak memenuhi
persyaratan minimalnya lah gitu. Karena
apa sebenarnya kecil pun juga bisa ramah
lingkungan. Contohnya apa? Contohnya di
insurator limbah B3.
Ee jadi sebenarnya kekhawatiran insator
kecil terkait pengelolaan sampah kota
itu sebenarnya lebih terkait ee masalah
tata kelolanya gitu Bapak Ibu. Jadi
kalau di limbah B3 itu tata kelolanya
kan ee semua akhirnya kan dibebankan
kepada ee si penghasil limbah ini karena
memang itu ada keharusan, ada aturan
gitu kan. Sehingga kalau saya harus
invest di eh insinerator yang dengan air
psuion control yang tinggi itu toh akan
kembali juga ke biaya yang dibakar yang
dimintakan oleh pihak pengelola. Nah, di
insator sampah kota masalah seperti ini
kan tidak terlalu jelas anunya aturannya
gitu ya. Mungkin pengelolanya ee ya
entah pemerintah daerah entah itu KSM
dan sebagainya. Tapi masalahnya kalau
kita mau invest air pollution control di
instalasi pengendalan Pal itu menjadi
tinggi apa itu sanggup gitu loh.
Persoalannya kan seperti itu yang
dikhawatirkan gitu ya. Bukan secara
teknologi bisa atau gak bisa gitu ya.
Bisa. Nah, tetapi kan ee apa namanya?
Itu membutuhkan cost g
seperti itu. Nah, akhirnya apa ya?
Biasanya kan kalau semakin kecil
insurator itu biasanya investasi di air%
control-nya itu kalau yang benarnya itu
kan membesar gitu kan ee bisa di atas
40% lah gitu ya. Tapi kalau WTE yang
skala besar itu dia bisa di bawah 30%
control. Nah, seperti itu. Jadi kan
logikanya ya sudah sekalian besar saja
kan begitu kan ngontrolnya gitu. Kalau
bisa dan kalau Bapak Ibu beruntung
kotanya punya peluang untuk membangun
WDE atau masuk dalam e skema W kalau
yang yang tidak bagaimana kan begitu
masalahnya. Ini kan juga bicara masalah
ee peluang juga gitu loh, kesempatan
juga gitu. Nah, kalau kesempatannya
tidak ada di WTE dan memang harus
terpaksa derma, ya usahakanlah mendekati
pesaraan teknis yang artinya jangan
melanggar aturan lah gitu ya. Nah,
seperti itu. Terakhir ya lokasi Anda l
yang harus diperhatikan ya. Jangan di
tengah-tengah pemukiman nanti itu
mendatangkan masalah gitu ya. Saran saya
selalu bahwa lokasi tolong diperhatikan.
Lokasi tolong selalu diperhatikan gitu.
Karena apa? Karena bicara dampak
lingkungan itu sebenarnya adalah nomor
satu dampak ke manusia kan begitu ya, ke
kesehatan manusia. Nah, ini yang ee
nanti akan kita lihat ya berikutnya.
Nah, jadi kita mulai masuk nih ke ke
proses dermal ya karena memang topiknya
hari ini itu. Nah, Bapak Ibu nanti
mungkin tidak akan kaget kalau di
lapangan atau di dunia nyata itu banyak
yang akan
menyampaikan atau menawarkan ee suatu
insinerator atau apalah ya, tapi dia
tidak menyebut insurator atau ya
pokoknya yang penting pakai bahasa
marketing yang kena lah gitu ya.
Kadang-kadang ada juga yang menghindari
ee kalimat insinerator walaupun
sebenarnya insinerator itu enggak bisa
di ee enggak bisa apa ya? Ya, yang
penting kita sendiri harus paham gitu
loh ya. Harus paham ee karena apa ya?
Ya, kita tahu bahwa tidak semua yang ada
di pemerintahan khususnya di dinas yang
terkait itu pasti orang proses gitu ya
kan. Enggak begitu juga gitu. Jadi ee
kadang-kadang juga pihak produsernya
mungkin tidak terbuka juga ya. Jadi
pokoknya ya pokoknya ini baguslah gitu
ya, blackbx lah gitu ya. Tetapi kita
perlu ee sedikit dengan bahasa apaam
kita tahu ya ee harus mengetahuilah itu.
Nah, kita awali dengan ee apa yang
disebut oksidasi Bapak Ibu. Nah,
oksidasi ini kan ee suatu reaksi kimia
yang melibatkan oksigen ya. Dia bisa
melibatkan panas dan cahaya ya, tapi
juga bisa tidak. Misalnya logam yang
terkorsi Bapak, Ibu itu oksidasi atau
proses metabolisme biologis itu juga
oksidasi, tidak selalu pembakaran. Nah,
tetapi pembakaran itu pasti melibatkan
oksigen dan bahan bakar ya. Misalnya apa
ya? Kalau alamiah kebakaran hutan ya
kan. Lalu yang buatan apa ya? Pembakaran
fosil fuel di pembangkit gitu. ini pasti
melibatkan oksigen sehingga semua
pembakaran adalah oksidasi. Tapi tidak
semua oksidasi adalah pembakaran.
Lalu bagaimana kami pernah ditawarkan ee
produk ini bukan insinerator, ini
oksidator gitu. Ada juga yang gitu ya,
ini oksidasi proses bukan pembakaran
ya Bapak Ibu. Yang penting kan Bapak Ibu
tahu ya itu kan bahasa mereka enggak ya
silakan aja gitu ya. Kalau bisa
diyakinkan syukur enggak enggak usah
berdebat kepanjangan gitu ya. Pokoknya
intinya kalau melihat itu sampah
bersentuhan langsung dengan api dan di
situ jelas-jelas ada oksigen yang
dimasukkan ya ya itu ya ya itulah
pembakaran gitu loh. Hanya pembakaran
yang terkendali dan dirancang untuk
mengarahi volume limbah menjadi abu
panas dan gas itu namanya insinerasi
gitu. Jadi begitu kita masuk kata-kata
insinerasi kata kuncinya terkendali dan
dirancang untuk mengurangi volume
limbah. Limbah ini bisa limbah B3 bisa
sampah gitu ya.
Nah, dilengkapi dengan instalasi
pengendalian ban udara. Jadi, kita tidak
mungkin e menyebut tungku bahan bakar
batubara di di mana? Di BLT itu
insinerator batu bara enggak begitu gitu
ya. Karena di sini adalah untuk limbah
gitu. Jadi insiner ini memang spesifik
untuk pembakaran yang terkendali dan
dirancang
gitu ya. Jadi ee apa sebenarnya tidak
tidak apa ya ya tidak perlu takut
menyebut ini insinerator atau insasi
memang loh dia itu memang terkendali kok
dan dirancang kok memang untuk itu gitu
loh supaya tidak terjadi pembakaran
terbuka misalnya seperti itu gitu. Jadi
itu Bapak Ibu. Nah selain insasi dalam
proses termal itu juga ada yang namanya
gasifikasi gitu ya. Mungkin nanti Bapak
Ibu akan juga ada ini gasifikasi gitu ya
misalnya gitu ya. Yang namanya aja
gasifikasi mesti kan produk utamanya
gas. Tadi di insasi juga ada gas, gas
buang ini. Nah, tetapi sebenarnya produk
utama yang sebenarnya bisa diambil itah
panas gitu. Nah, abu itu produk samping
ya. Abu bisa dimanualkan, bisa gitu ya.
Kalau gak ya biasanya ditimbun tapi
sebenarnya yang diincar panasnya. Kalau
gasifikasi ini gasnya atau sin gas. Jadi
kalau misalnya ada bilang gasifikasi
tapi ditanya gasnya dimanfaatkan enggak
gitu ya. Ya pokoknya gasnya dibuang aja
dia. Ah itu kita meragukan itu. Itu
hanya istilah. Tapi Bapak Ibu enggak
usah khawatir karena yang penting Bapak
Ibu kan pegang owner requirement ya. Eh
saya ingin proses termal dengan mampu
mendistribusi sampah secara volume 90%
secara masal 80%. gitu ya. Itu dikunci
dulu itu misalnya gitu. Terus ada
chamber 1, chamber du dan seterusnya
lah. Nanti soal istilah ya sementara gak
usah berdebat dulu lah. Yang penting ee
keinginan kita, persyaratan kita itu
kita mintakan di situ gitu terpenuhi
atau tidak.
Nah, gasifikasi ini memang pembakaran
tapi tidak murni ya. Ini tidak murni
karena apa? Karena oksigennya terbatas.
Jadi kalau ada proses yang oksigennya
justru berlebihan
dia nyebut gasifikasi itu ya gak mungkin
dia itu ingenerasi gitu karena ini
memang oksigennya dilebihkan ya bisa
sampai 80% kelebihannya. Kalau yang ini
gak. Nah, lalu ada yang virolisis. Nah,
ini juga sering kan di daerah sekarang
ini ngetr wah kami mau buat borilis ya
berarti dia bukan pembakaran. Kalau
virulis itu bukan pembakaran
karena apa? ya dia sebenarnya apa ee
sampahnya misalnya plastiknya itu tidak
dibakar langsung begitu. Dia sebenarnya
mengalami proses yang disebut ee mulai
dari pengeringan peris dan cracking ya
untuk sebenarnya yang mau diambil itu
minyak biasanya gitu. Dia ada juga gas
ada padatan juga ada tapi targetnya itu
biasanya minyak. Jadi kalau misalnya ee
saya mingin pirolisis ya itu memang yang
diincar minyak itu dengan segala
spesifikasi yang diinginkan. Nah, di
situ nanti tinggal ee kehati-hatian kita
itu di sisi-sisi perhitungannya nanti.
Karena kan ee biasanya birulis itu kalau
yang diirusis kan mesti kan homogen ya
artinya lebih homogen lah. Itu kan
membutuhkan pemilihan yang pemilahan
yang lebih jeli atau lebih teliti dan
sebagainya. Nah, itu implikasi cost-nya
bagaimana
seperti itu yang yang mesti Bapak Ibu
perhatikan. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian
karena webinar hari ini kata-katanya ada
pembakaran ramah lingkungan gitu ya.
Nah, kita harus tahu dulu bahwa
pembakaran itu terjadi karena ada
segitiga pembakaran yaitu pertama adanya
bahan bakar piul. Nah, dalam kasus kita
itu sampah misalnya seperti itu kan ya.
Sampah makin kering tentu dia akan
tinggi nilai kalornya. Jenisnya makin
mendekati yang seperti plastik atau
kertas tentu dia nilai kartunya tinggi
dibanding katakanlah sampah makanan kan
gitu. Karena sebenarnya kan tambah
makanan itu kodratnya sebenarnya jangan
dibakar kan begitu ya. Karena dia ada di
jalur lain lah gitu ya.
Atau ada bahan bakar tambahan. Nah, ini.
Nah, kedua ada oksigen. Oksigen ini
disuplai oleh udara dan ketiga ada panas
baru bisa terjadi proses pembakaran.
Begitu kan? Nah, hasilnya apa? Hasilnya
adalah panas, gas buang, dan abu. Ini
Bapak, Ibu sederhana aja bakar ee
kertas-kertas itu kan pasti ada abunya
yang tertinggal.
Ada gasnya tapi enggak kerasa mungkin
hanya sekedar bau dan panas. Kalau
tangan kita dekatkan pasti ada panas.
tiga ini gitu kan. Nah, dalam insinerasi
supaya ramah hal lingkungan itu
panas ini memang nantinya bisa
dimanfaatkan atau bisa terbuang di
insator kecil atau modular biasanya
terbuang atau kalaupun dimanfaatkan
itu bisa dipakai untuk mengeringkan lagi
sampah umpan gitu ya. Artinya dengan
pola-pola heat exchanger atau pakai
economizer dan sebagainya itu bisa
dimanfaatkan kalau besar. itu bisa
menjadi energi listrik ya. Nah, gas
buang ini yang dikendalikan
karena ini yang akan bersentuhan dengan
lingkungan khususnya kehidupan manusia.
Sedangkan abu ini bisa dimanfaatkan,
bisa ditimbun tergantung ya tentu
tergantung kemampuan kita. Apa kita bisa
memanfaatkan atau tidak. Kalau enggak
boleh ditimbun karena kan sebenarnya ini
sudah mereduksi si sampah ini kan.
Tujuannya itu kan mereduksi supaya
reduksi yang mau dibuang ke TPA akhir
itu sekecil mungkin kan begitu. Nah,
nanti soal persyaratannya nanti gitu ya.
Nah, insinerator itu mengendalikan ini
bagaimana supaya dalam menghasilkan tiga
produk ini tuh ada kontrol terhadap
temperatur,
waktu tinggal, turbulensinya, dan udara
berlebihnya
gitu. Jadi kalau ada produk insinar atau
tidak ada kontrol ini, itu kita
harus hati-hati untuk
mengaplikasikannya, gitu loh. Karena
kontrol keempat-empatnya ini ada
instrumennya, ada alatnya.
Kalau Bapak, Ibu enggak dikasih alat ini
lah terus tahunya dari mana? Kalau
suhunya ee karena ada yang bilang
begini, "Ini kok enggak ada alatnya?"
gitu ya. Ya, ini saya enggak menyebut
ini ya, tapi ada seperti kejadian. Terus
cara ini sudah saatnya dimasukkan sampah
bagaimana katanya? Oh, cukup didengerin
aja ada suara pletok itu. Itu sudah wah
itu kan ya gak baguslah kontrol-kontrol
yang sifatnya indra gitu ya. Lebih baik
ada alatnya.
Nah, gasnya dikontrol lewat-nya. Ini ini
macam-macam tentu karena kami dari
kelompok riset pengendalian pencanan
udara juga. Jadi
biasa juga kita nanganin ee apa dari
industri ya, dari pabrik itu kan gas
buangnya juga ada ee dan semuanya mirip
ee alatnya ya pengendalian pengencangan
udara itu mau dari insator at dari
pabrik pabrik karena polutannya kan
partikulat atau gas gas polutan kan gitu
kan. Itu itu mirip semuanya gitu. ee
seperti itu. Jadi ini yang harus
dikontrol kalau kalau di insinerator.
Nah, jadi sesuai dengan definisinya kan.
Jadi proses pembakaran limbah yang
dikendalikan baik kontrol proses
pembakarannya dan kontrol polusi gas
buangnya yang namanya alatnya namanya
insinerator gitu. Nah, inilah yang
disebut pembakaran ee ramah lingkungan
ya seperti itu gitu ya. Nah, tetapi
memang ini masalah konotasi
karena selama ini yang banyak yang
sebenarnya dia tidak memiliki
spesifikasi seperti ini kemudian
membilangnya insinerator sehingga
manakala menjadi masalah terus yang
disalahkan nama insatornya sehingga
orang akhirnya wah kalau gitu
insinerator itu tidak baik sehingga dia
membuat produk tapi tidak mau
menyebutnya sebagai singator. itu yang
tadi saya bilang namanya jadi aneh-aneh
gitu. Jadi ee apa ee ee hanya karena
faktor itu ya. Sama dululah kita waktu
TPA itu tempat pembuangan akhir gitu ya.
Ee yang harusnya kan enggak sembarangan
dibuang. Dia harus ada metode misalnya
sanitary landfil atau control landfil.
Tetapi karena terus TPA itu melekat pada
situasi yang ada waktu itu sehingga
terus akhirnya kan citranya oh kalau guu
TPA kita ubah lagi singkatannya bukan
pembuangan kan gitu ya. Ya, jadi hal-hal
seperti itu di kita ini masih sering
terjadi. Jadi ee saya banyak misalnya
banyak bicara dengan teman-teman untuk
mitra kami dari negara maju gitu ya.
Mereka masih menang itu ya oke gitu.
Walaupun ee di berita besarnya mereka
seolakan itu tidak ada, tapi dalam
praktik-prilnya
itu untuk menyelesaikan kasus-kasus
tertentu yang skala kecil ya dia memang
itu sudahudah enggak bisa diapa-apain ya
dia dibakar seperti itu. Cuma memang
mereka konsisten dengan aturan gitu loh
seperti itu aturan baku mutu dan aturan
ee dan biaya OP-nya juga memang ee
konsisten gitu loh seperti itu.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini ee apa?
Kenapa ini juga perlu saya sampaikan
bahwa sebenarnya di dalam proses
insinerasi itu ada juga di dalamnya itu
zona pirolisis dan klasifikasi, tapi
zona ya zonanya kejadiannya gitu ya.
Nah, ada empat tahap pengeringan,
pirolisis, gasifikasi, dan pembakaran.
Jadi ee seperti ini. Nah, maksudnya
adalah sampah itu di awal itu memang dia
akan mengalami proses pengeringan dulu.
Nah, pada waktu pengeringan dulu
perlahan-lahan oksigen itu akan habis
gitu ya sebelum disuplai oleh udara
berikutnya gitu. Sehingga di sini ada
zona yang tanpa oksigen. Itulah disebut
zona pirolisis gitu. Nah, manakala
tambahan sedikit dari oksigen itu akan
melahirkan zona yang oksigennya
terbatas. Inilah zona gasifikasi. sampai
kemudian gasifikasi menghasilkan gas,
gasnya ini kebakar lagi dengan udara
yang berlebih lah. Inilah yang semua ini
disebut sebagai pembakaran
ee insinerasi tadi gitu loh. Nah, nanti
ee mungkin ya itu tadi karena dia
menghindari kalimat insinerasi maka ada
yang juga nanti akan bilang begini ini
gasifikasi pirolisis itu mengambil nama
dari zona yang terjadi dalamnya. Saya
enggak akan mengatakan salah benar.
Karena itu kembali ke masalah bahasa
marketing gitu ya. Bahasa marketing itu
ya tujuannya kan supaya yang beli
tertarik kan begitu kan gitu. Tapi toh
selama dia enggak membuka black box-nya
di sini gitu ya dan selama itu
keluarannya juga sebenarnya panas bukan
gas bukan minyak hanya panas flugas dan
sebagainya ya sudahlah toh sekarang
kembali ke requirement kita apa sih gitu
kan di awal kita kan mintanya memang
reduksi itu gitu ya reduksi sampahnya
dan kualitas udaranya yang dibuang itu
ee memenuhi baku mutu ya sudah itu gitu
ya kita enggak mau berdebat di penamaan
penamaan itu loh gitu. Tapi Bapak Ibu
paham dulu gitu bahwa oh ya seperti itu
gitu ya. Nah, jadi memang di dalam
inisinerasi itu ada zona pirolisis dan
gasifikasinya gitu. Tapi zona gitu ya.
Ee nanti lain lagi kalau khusus memang
gasifikasi atau khusus tentang pirolisis
ini di sini ya. Nah, ini gasifikasi.
Di gasifikasi juga ada zona
peralisisnya, ada zona pembakarannya,
ada zona perengkahannya. memang sangat
sulit bagi kita yang misalnya katakanlah
memang bukan orang proses gitu ya dan
tidak bisa membuka ee alat itu. Pokoknya
tahunya kan siapa masuk gitu ya. Itu ya
kita susah enggak ee susah berdebat di
situ ya. Ee pokoknya yang penting anu
ajaalah penuhi semua menjadi requirement
kita gitu ya. spek yang kita minta lah
gitu seperti itu. Nah, ini ini contoh
aja ya ee proses ee gasifikasi yang
sederhana barangkali gitu ya. Karena
sekarang gasifikasi juga ada yang pakai
plasma
gitu ya ee plasma energinya tapi itu
energinya besar gitu ya. Walaupun memang
secara proses itu bagus, ramah
lingkungan ya, karena memang apa ee
abunya dan sebagainya sudah seperti
kristal dan ya memang minim ininya
emisinya juga minim tapi ada harga yang
harus dibayar kan di situ
seperti itu ya harga lingkungan tentu ya
lingkungan itu harganya kan mahal
semakin mahal harga IPAL, IPU itu ya
itulah harga lingkungan udara bersih,
air bersih dan sebagainya. Jadi ee
seperti itu Bapak Ibu sekalian. Nah,
sama di pirolisis juga ee ada tiga zona
ya. Tapi karena dia hubungan pembakaran
makanya dia enggak enggak disebut
pembakaran pirolisisnya. Zonanya cuma
pengeringan, pirolisis dan perengkahan.
Nah, ini minyak ini yang di ditarget
gitu. Ee sampahnya biasanya plastik
misalnya gitu ya. plastik misalnya ini
dimasukkan aja di sini lah nanti butuh
sumber energi lain untuk memanaskan ini
seperti itu. Jadi tidak langsung
bersinggungan dengan Nabinya.
Nah, memang ini juga kita akui tren juga
di beberapa daerah ya ee karena punya
target untuk menghasilkan minyak gitu
ya. Ee ya semua itu tergantung
ekosistemnya lah ya. Kalau memang
ekosistem di situ juga memang ada
penggunanya minyaknya itu bagus. Jadi
ada feedback siklus lingkaran ekonominya
itu jalan gitu loh gitu.
Ee semua bergantung kepada kondisi
masing-masing wilayah atau daerah.
Tidak bisa kita oh kok di sana sukses
itu terus kita tiru plek itu biasanya
juga enggak bisa begitu. Belum tentu
juga yang satu bikin RDF bisa ya. Tapi
kan belum tentu juga kita terus jadikan
RDF gitu kan. Enggak begitu juga gitu.
Bahkan mungkin ada daerah yang ya gak
bisa diapain nih. Mau dia juga enggak
ada yang ngambil mau jadi minyak ya
enggak ada yang ini ya. Padahal numpuk
terus kan bisa begitu juga ya.
satu-satunya alternatif
ke TPA, tapi TPA dibenerin itu juga
penuh. Ya sudah dibantu termal ya enggak
ada alternatif lain. Itu juga mungkin
saja tergantung kembali kepada kondisi
tempat Bapak Ibu yang mana Bapak Ibu
sendiri yang tahu gitu ya. Nah, seperti
itu.
Nah, jadi Bapak Ibu thermal ini memang
ada macam-macam ya. Tadi saya sebut yang
pokoknya saja sterasi gasifikasi dan
pirulsis. Tapi ada juga li walaupun ini
jarang untuk limbah sampah kota dan ini
yang ditarget kalau insasi panas, kalau
gasifikasi gas gitu ya, pirolisis minyak
pirolisis dan sebagainya. Ee saya kira
nanti di materi saya bisa sedikit
dipelajari. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian
sebenarnya ee kalau kita lihat ya
pemandangan seperti ini,
ini pemandangan yang saya tidak tahu
kita ngagemnya sudah lumrah atau enggak
ya.
Artinya begini, ee sebenarnya ini kan ee
sesuatu yang tidak terkendali pembakaran
ini kan panasnya juga tidak
dikendalikan, menyebar ya, berpotensi
merusak vegetasi sekitar misalnya gitu
ya. Ee terus kemudian suplai udara juga
tidak terukur. Padahal tadi kan kalau
insinerator harusnya kan di di dikontrol
ya kan. Kalau berlebihan bisa kebakaran
kalau kurang ya jadi pembakaran tidak
sempurna jadi kayak gini nih hitam gini.
Ini artinya partikulatnya ukurannya
besar ini ya. Karena enggak ada alat
pengendali pan udara ya kan enggak ada
ini. Jadi kan hitam begini. Karena apa
ya? Ya di sini kan juga kita suhunya aja
kan kita enggak tahu nih berapa tidak
dikontrol jadi potensi pembakaran tidak
sempurna terjadi.
Terus kemudian juga sampahnya tercampur
ya. Ada organik ada anorganik limbah B3
tidak ada pengadukan dan berserakan
mengurangi estetika pasti.
Nah, kemudian ketinggian asapnya juga
disinya ini ee apa ya? Hanya setinggi
manusia ee setinggi manusia paling juga
setinggi rumah gitu ya. Ee ee tapi
lucunya kita ini tidak ada yang ribut di
sini soal dioksin gitu ya. Nah, padahal
kan kalau suhunya hanya enggak nyampai
300 itu kan berpotensi sekali apalagi
yang dibakar kita enggak tahu mungkin
ada yang mengandung klorin gitu ya.
Nanti kita singgung dioksin itu apa. Ee
jadi karena kita anggap ini ini sudah
biasa gitu ya, sudah biasa. Jadi
seolah-olah ya gak ada yang ngeributin
itu isu itu gitu loh. Bahkan dalam kasus
tertentu ini dipakai juga untuk
mengurangi space gitu ya di TPA dan
sebagainya ya. Masih mending kalau TPA
itu lokasinya mungkin jauh sekali dari
perkotaan. Tapi kalau yang dekat kan e
tentu menjadi masalah gitu ya. Nah ini
dan abu juga tidak terkelola dengan
benar.
Nah,
pada saat kita melakukan pengendalian ya
tentu ini panas bisa diisolasi ya, bisa
dikumpulkan dalam kasus WTE bisa
dimanfaatkan.
Suplai udaranya terkontrol ya. Ini saya
tidak mengacu ke produk tertentu ini
saya ambil gambar yang anu aja ini bukan
di Indonesia ya. Tapi anulah artinya
generik lah ini ya insinerator yang
sifatnya generik. ada peluang untuk
menseleksi sampah inputan ya. Karena kan
sebenarnya kalau insilator dalam ya
skala seperti ini ini kan punya
keterbatasan untuk tidak semua sampah
bisa masuk
ya katakanlah karena di kita itu kadang
kan ditemukan ee barang-barang yang
memang dia perlu didismantling ya atau
bisa diperetelin atau dipotong dan
sebagainya belum. Nah, ini ada peluang
untuk menseleksinya.
Suplai udara bisa diatur. Turbulensi ini
penting. Turbulensi itu olakan ya,
gulakan udara ee itu bisa diatur.
Temperatur jelas, sisa abunya pun
terkumpul sehingga ngelolanya lebih
mudah.
Lah dispersi asapnya itu juga tidak
dibuat rendah dan ke mana-mana, tapi
bisa diatur melalui ketinggian dan
desain cerobongnya gitu lah. Jadi
sebenarnya tujuannya itu gitu ya. Nah,
tetapi kita itu memang susahnya ya ini
ee begini ya ini itu semua itu perlu
biaya gitu ya, perlu biaya. Kalau yang
tadi kan enggak perlu gitu ya, hanya
tinggal dikasih apa api gitu kan. Nah,
skill operator juga perlu,
SOP-nya juga harus ketat, tetapi ini
bisa dikatakan mengikuti peraturan kan
begitu gitu. Nah, ini ini kurang
lebihnya seperti itulah ya. Nah,
sehingga Bapak Ibu sebenarnya dalam
bicara pembakaran ini kita bisa menilaah
sebenarnya
kita ini berada di kelas yang mana
saatnya untuk di daerah masing-masing
itu apakah masih seperti ini gitu ya.
Ini biasanya ada di sumber okelah
mungkin biasanya di pedesaan masihlah.
Kalau kalau di kota ya enggak enggak
mungkinlah kayak ini enggak enggak ini
kan ganggu ee ee tetangga nanti kalau
ini. Tapi di pedesaan yang sifatnya
masih banyak lahan terbuka dan berjauhan
itu masih ada atau di TPA juga kadang
masih ada gitu. Nah, cuma ini tidak
sesuai peraturan ya dan asap dan
polutanya menyebar setinggi manusia
udara tidak bersih karena tidak ada
kontrol 3T dan E. 3T itu temperatur,
time, turbulen, dan E-nya itu ES ya itu
tidak ada. Secara estetika juga enggak
baik kan. Nah, ini ini e meningkatlah
meningkat sedikit di sumber ya paling
enggak enggak berantakan tetapi ya sama
ini tidak sesuai aturan karena asap dan
bolutannya masih menyebar gitu ya dan
juga tidak ada kontrol 3T dan E ya.
estetikanya cuma sedikit lebih baiklah
dari ini. Tapi nah mungkin ada juga yang
sudah meningkat lagi ee kolektif gitu ya
bikinnya dan itu ee bentuknya juga
seperti bangunan gitu. Ini saya contoh
ambil artinya real ya ada. Tapi ini juga
biasanya tidak dilengkapi dengan ee
dalam arti pengendali polutonnya belum
ada. Walaupun asap sudah berusaha
diarahkan lebih tinggi, tidak mengarah
setinggi manusia ya gitu ya. Ee jadi
udaranya tidak bersih maksud karena
tidak ada kontrol ini dan estetikanya
cuma lebih baik karena ya sudah
bentuknya sudah ini walaupun ini hanya
tunggu misalnya seperti itu ya. Hm. Jadi
ini sering ada juga di kawasan atau
kelurahan ya. Ee saya juga pernah
menemui ini ee di suatu kabupaten yang
setiap desanya itu punya ya macam-macam
tergantung yang mendesainnya. Karena
kadang-kadang
ada juga dia berupa CSR. Kalau ini sudah
lumayan. Kalau CSR itu artinya kan
belinya bisa milih ya. Tapi ada juga
yang dari swadaya itu biasa adanya gitu
ya. Dan biasanya ada juga orang kreatif
di desa itu yang mendesain sendiri ya.
itu juga kejadian seperti itu walaupun
hanya tungku dan sebagainya. Nah, cuma
dia ya sudah lebih baik dibanding ini
yang pertama gitu ya. Nah, ini seperti
gambar tadi ini sudah jauh lebih baik
lagi dan dia mengikuti aturan karena dia
akan menyesuaikan baku mutunya sesuai
sebagai baku mutu dan juga ee semua ada
kontrolnya walau belum clean. Betul gitu
ya. Kenapa
ya? Karena sebenarnya biasanya ini kan
air pollution controlnya itu masih
cyclone atau wight scrubber ya kan dia
memang sudah bisa eh mereduksi
partikular sesuai baku mutu tetapi
memang partikulatnya itu yangya ukuran
besar di atas 10 mikron yang di bawah
2,5 mikron ini kan memang enggak
kelihatan artinya sulit terdeteksi dalam
bentuk asap kan tetap tidak tahu kalau
kita enggak ngukur gitu loh itu yang
saya bilang ee ini belum clean betul
gitu ya. Nah, nanti jalan keluarnya
tentu ya di model disinya itu usahakan
jangan mengenai pemukiman, terus
lokasinya juga jangan terlalu berdekatan
dan sebagainya ya atau mungkin waktu
pembakaran dan sebagainya. Jadi ada
pola-pola lain yang bisa dilakukan untuk
mengurangi dampak gitu loh selain
mengandalkan alat pengendalinya. Tetapi
upaya untuk mengendalikan ee mengontrol
proses pembakaran dengan alat insal
seperti ini itu sudah lebih baik
dibanding yang ini ini ini. Jadi ini
berlaku
jangan lihat ke atas tapi lihat ke bawah
gitu. Ke bawah lebih baik gitu loh ya.
Tapi yang terbaik tentu sekalian kalau
itu besar. Tapi kan saya bilang ini
masalah peluang. Kalau peluang Bapak Ibu
ada di sini itu ya enak gitu ya. Artinya
ya sudah sekalian aja investasinya ke
air pusing control yang lebih lengkap
gitu. ini lebih clean dibanding yang
bawah-bawahnya kan begitu. Nah, ini pun
nanti juga masih akan ada aktivis yang
mengatakan bahwa ini enggak ramah
lingkungan gitu loh. Karena kan dia
menghasil menghasilkan CO2.
CO2 itu gas rumah kaca gitu. Walau CO2
tidak diatur melalui bakum moto ya kan.
Karena dia sebenarnya bukan polutan,
bukan gas polutan CO2 itu tetapi gas
rumah kaca. Nah, indikasi terkait gas
rumah, emisi gas rumah kaca itu menjadi
juga indikator kinerja lingkungan gitu
loh. Nah,
tentu dia e di sini ini akan
bandingannya begini ya. Ya, daripada
saya buang ke TPA kan CH4 juga gitu ya.
Kalau enggak dikendalikan CO2 itu global
volume potensinya lebih rendah dibanding
CH4 gitu kan. Sementara ini seperti itu
anunya ee argumentasinya di sini.
Tetapi ini sebenarnya bisa lebih ramah
lingkungan kalau CO2-nya itu ditangkap.
Namanya carbon capture storage. Nah,
problemanya adalah sekarang di dunia ini
yang waste to energy atau PLTSA-nya,
CO2-nya ditangkap itu hanya gak lebih
dari 10 plan gitu. Karena apa ya? Ya
mahal ya kan. Nomor satu Belanda.
Belanda itu BTE-nya sudah menangkap
CO2-nya dijadikan produk lain,
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:08 UTC
Categories
Manage