TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH : SOLUSI PEMBAKARAN RAMAH LINGKUNGAN
KO8fldsEhUM • 2025-07-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id dan Nur Afifa selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu acara ini dari jam 09.00 hingga jam 11.00 siang nanti. Acara webinar kita hari ini mengusung topik transformasi pengelolaan sampah, solusi pembakaran yang ramah lingkungan yang akan disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MT. Baik, selanjutnya Bapak, Ibu, Bapak, Ibu hadirin yang terhormat, izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada pemateri kita pada hari ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Purwanto, MMT. Dan juga kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnam Putra, STM selaku founder dari butik Dor Ulang Projek B Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta webinar pada hari ini yang berbahagia. Sebelum masuk ke materi webinar kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik. Selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti kita yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnama Putra SM selaku founder dari butik Darul Ulang Project P Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. Baik, langsung saja waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Sabrina. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah. Ee tentunya selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. ee Pak Wahyu Purwanta yang kami hormati, Bapak, Ibu, teman-teman semuanya, para peserta kegiatan ee pagi hari ini yang kita ketemu kembali setelah 2 minggu ya 2 minggu ee pelaksanaan kegiatan sebelumnya gitu dengan topik yang insyaallah hari ini sangat menarik karena berbicara tentang ee isu yang akhir-akhir ini cukup sering untuk ee kita dengar gitu ya, pembakaran ee sampah begitu ya. Nah, salah satunya adalah karena adanya dorongan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghentikan ee pengoperasian dari TPA yang dilabelkan open dumping begitu ya. Walaupun secara regulasi ini seharusnya sudah cukup lama, tapi yang sekarang alhamdulillah kita patut syukuri bahwa ada tindakan yang nyata untuk melakukan suatu perbaikan dalam tata kelola persembahan. Nah, pada kesempatan hari ini tentunya ee kami dari Project B Indonesia kemudian dari Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia dan ee kegiatan ini juga di-support ee oleh ee Dodika ee kebetulan partner kami yang ee memang usahanya adalah ee insinerator begitu tapi ee kebetulan sudah berjalan dari topik yang kemarin. sebelumnya juga sampling sampah begitu. Ee nah ini kebetulan topiknya tentang cocok dengan bidang mereka begitu ya. Tapi harapannya dengan kolaborasi antara kampus kemudian swasta dengan ee NGO dan Bapak Ibu dari berbagai macam ee apa profesi ini dapat membuat kolaborasi yang menarik tentang sistem pengelolaan sampah yang ada di Indonesia begitu. Nah, Bapak Ibu mudah-mudahan acaranya dapat berjalan dengan lancar. Insyaallah nanti 2 minggu lagi kita ketemu lagi dengan ee tema yang berbeda. Ee karena teman-teman dari Butik Daur Ulang ingin membuat kira-kira untuk tahun 2025 ini sekitar 24 atau 25 seri dari ee webinar dan ini sudah di bulan 7 ini kalau saya tidak salah. nanti Mbak Sabrina nanti mengingatkan kembali kayaknya ini acara yang ke-12 kalau enggak salah saya gitu ya. Nah, mudah-mudahan kita terus konsisten untuk mengedukasi ee sama-sama ya sama-sama belajar ee dari praktisi, dari akademisi atau dari siapapun yang dianggap menarik untuk disampaikan. Nah, sebagai informasi Bapak Ibu, hingga tadi malam para pendaftar masih terus ee mendaftarkan diri di link yang ada informasi dari panitia ee hampir ee sekitar 200 peserta yang mendaftar. Kemudian biasanya yang online di Zoom itu ya sekitar ee 30 sampai 40% gitu ya. selebihnya mengikuti di ee live YouTube ataupun mengikuti berikutnya ya di rekaman yang ada. Tapi menarik tadi Bapak Ibu dari ee partisipan yang hadir ya ASN sepertinya cukup banyak gitu. Jadi Pak Wahu nanti mungkin ini juga kepentingan daerah-daerah untuk mengetahui ee sistem pembakaran yang baik jika ini menjadi sebuah alternatif dalam pengolahan sampah. baiknya itu seperti apa agar kita bisa menjaga kualitas lingkungan kita agar tetap terjaga. Jangan sampai sampahnya hilang tapi ternyata dampak ke lingkungan juga semakin besar terutama ee pencemaran udara begitu ya. Nah, mudah-mudahan nanti Pak Wahyu ee dapat membagikan pengalamannya dari sisi ee aplikasi, dari sisi teoritis dan seterusnya gitu. Dan kami yakin Pak Wahu sudah sangat sering Bapak Ibu dengar dalam berbagai macam kegiatan yang keahlian di bidang topik ini sudah tidak diragukan lagi. Kami selaku penyelenggara mengucapkan terima kasih Pak Wahyu atas waktu di weekend-nya yang seharusnya bersama keluarga tapi 2 jam kami minta untuk membersamai Bapak Ibu dari berbagai macam wilayah di Indonesia. Teman-teman panitia terima kasih sudah mengerang acara ini dengan sangat baik. Bapak, Ibu ee silakan untuk berbagi link ee kegiatan ini kepada ee sahabat-sahabat yang lain agar bisa bergabung mumpung masih ada kapasitas Zoom-nya masih cukup ee dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita semuanya ya. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, webinar transformasi pengolaan sampah sebagai solusi pembakaran yang ramah lingkungan pada hari ini, Sabtu 12 Juli 2025 resmi kita buka. Mudah-mudahan bermanfaat dan berjalan dengan lancar. Mohon maaf jika banyak kekurangan. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak Hijrah yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini. Bapak, Ibu sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Jika selama acara webinar berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Selanjutnya seperti biasanya nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorprice spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung. Door price ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung. Untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara. Sedangkan untuk pemenang dua story Instagram terunik akan kami hubungi langsung melalui DM Instagram. Nah, jadi jika Bapak Ibu ingin bertanya selama webinar berlangsung dapat memberikan pertanyaan melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenangkan doorpal dari kami. Lalu untuk story Instagram, Bapak, Ibu juga dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectBindonesia. Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu mari kita lihat lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini. [Musik] Baik, ee demikian sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak Wahyu sudah siap, kita mungkin bisa langsung saja untuk penyampaian materinya. Untuk waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30 ya, Bapak. Ee kepada Bapak Wahyu. Waktu dan tempat kami persilakan. Ee baik, terima kasih Ibu moderator ee Bapak Hijrah selaku ee ketua atau pimpinan ini ya e butik ee daurulang. dan juga Bapak Ibu sekalian yang saya hormati. Ee sebelumnya perkenalkan saya Wahyu Perwanto dari Brin, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ee dulu saya pribadi saya dari BPPT ya, Badan Pengkaji dan Perapan Teknologi. Kemudian bergabung menjadi BRIN dan saat ini di Brain ee saya berada di pusat riset ee lingkungan dan teknologi bersih ee di mana ee kebetulan juga saya sebagai ketua kelompok riset ee pengolahan sampah proses termal dan pengendalian pencemaran udara. Jadi ini erat memang antara pengelolaan sampah prosis termal dengan pencemaran udara ee ee dua bidang yang memang terkait darat. Nah, tentu ee sebagai riset istilahnya ya, periset itu kami ee apa yang menjadi aktivitas kami lebih banyak terkait dengan ee sisi riset ee apa namanya eh riset proses yang terkait dengan proses pengolas sampah proses termal itu. ee kami juga sebenarnya karena ini bawaan sebenarnya bawaan dari waktu kami di BPT itu juga ee merambah juga di sini penerapan. Nah, pengalaman beberapa penerapan teknologi dian proses termal ini juga sudah pernah kami lakukan ee antara lain ee pembangunan ee pengelolaan sampah pembangkit listrik tenaga sampah di terkenal dengan PLTC Merah Putih di Bandar Gebang. Ee kemudian beberapa yang lain ya yang sifatnya bukan pembangkik juga ya. Gimana? Ee mungkin slide-nya bisa di slide show, Pak. Karena ini belum belum bergerak ya. Tampilannya belum. Oh, iya. Terima kasih. Belum full screen ya. Oh, iya sudah ya. Ya, itu ee gambaran sekilas ya dari ya kami di tim Brain ini yang bergerak di bidang pengelolaan ee sampah proses termal. Memang Bapak Ibu benar seperti dikatakan oleh Pak Irah tadi bahwa akhir-akhir ini memang ee semua ini dipicu juga antara oleh adanya surat dari Menteri Lingkungan Hidup terhadap 343 kota atau kabupaten ee yang ee apa namanya perlunya penataan TPA yang dinilai masih bersifat terbuka atau pendamping. Nah, ini ternyata di kami pun ini juga setidaknya ada tiga tamu yang akan sering yang sering datang sampai saat ini. Pertama adalah daerah. Ini kaitannya karena daerah ini rupanya harus menyusun ee peta jalan atau road map terkait adanya surat tadi ya. Nah, kedua itu adalah dari pihak produsen insator. Ini juga sering menghubungi kami agar-agar ini. Ini kaitannya ee tentu dengan kalau produsen ya tidak jauh dari masalah persaran teknis gitu ya. Ee yang ketiga penyelenggara webinar ya. Ini juga ee saya dalam 2 bulan ini setidaknya sudah tiga kali bicara terkait ini ee masalah ee pembakaran sampah ini, gitu. Jadi saya saya mohon maaf kalau di sini ada peserta yang sudah ikut pernah ikut ya sebelum di acara yang diselenggarakan oleh pihak lain ya mungkin ada slide yang memang mirip gitu ya. kami juga enggak enggak sempat ngerubah-ngerubah karena ee semua serba ee mepet waktunya dan memang kebetulan substansinya sama gitu ya seperti itu. Jadi, Bapak Ibu sekalian memang ee ini konsekuensi logis ya terhadap proses termal ini. Manakala kita berhadapan dengan seperti tamu kami yang terakhir itu adalah bahwa dia sudah merasa melakukan semuanya KSM itu ya pengomposan ya magot sudah tapi memang residunya itu masih tinggi yang ke TPA itu gitu ya sehingga TPA-nya istilah TPA kami ini waktunya sudah tahun ini pasti tutup gitu loh. Padahal kami juga melakukan di hulu itu sudah banyak yang kami lakukan. Tapi memang ee problemnya adalah juga masih banyak yang menjadi residu ke TPA kami. Nah, kalau TPA kami penuh tahun ini, maka kami enggak ada ajaran lain. Karena kalau membangun TPA baru masih butuh waktu yang lama, belum lagi tanahnya pembebasannya juga belum tuntas. Apakah kalau kami selesaikan dengan termal ini bagaimana? kira hal seperti itu tuh menurut ee kami ya konsekuensi logis aplikasi termal ini dalam konteks situasi yang berkembang gitu ya. Seperti itu Bapak Ibu sekalian. Jadi ee saya di sini akan setidaknya memiliki sudut pandang sebagai pengguna. Jadi kalau tadi peserta mayoritas ASN ASN saya membayangkan bahwa ya ini mungkin dari dinas-dinas ini harus istilahnya membekali diri juga dengan pemahaman terkait dengan masalah pembakaran sampah ini. Sehingga nanti manakala kita berhadapan dengan misalnya penyedia jasa atau harus mengambil keputusan terkait peta jalan itu setidaknya tidak didasarkan dengan sifat tanpa kehati-hatian itu Bapak Ibu. Ya, jadi saya sama sekali bukan mewakili produsen insurator karena kami di Brain juga jelas tidak punya pabrik insinerator. Kalaupun kami pernah merancang, pernah membangun itu juga kami membutuhkan jasa kontraktor pihak ketiga yang tapi tentu kami menyusun term of reference atau owner requirement yang memang kami perlukan dan di situlah baru kami menilai bahwa oh ini memang layak ee kita pakai jasanya atau kita pakai produknya. Kan seperti itu, Bapak, Ibu. sekalian. Nah, saya kira itu ee ee pengantar kami. Nah, ini saya kira tadi sudah jadi materinya pun nanti juga saya akan mengikuti. Jadi, Bapak Ibu sekalian ee memang apa ee pengelolaan sampah ini mau tidak mau ee kita mesti mulai menerapkan teknologi gitu ya. ee seperti itu ee kita tahu bahwa kita sudah hafalah bahwa ada aspek-aspek lain ya di luar teknologi. Tapi memang teknologi ini mulai dari pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pemeran dan penimbunan sekalipun karena ini yang paling kental di aspek teknik operasional kan teknologi ini membutuhkan inputan teknologi yang mana memang sifat teknologi itu adalah mempunyai sifat instrinsik. Dia akan meningkatkan efisiensi. Ee kenapa ya pastilah artinya tenaga manusia atau organ atau indra manusia itu kan sangat terbatas. Bapak, Ibu memilah ee satu tangan tanpa dibantu mekanik lain conveyor yang berjalan misalnya, tentu hasilnya akan berbeda. Nah, seperti itu. Jadi, sifat-sifat insinir teknologi ini memang mau enggak mau dibutuhkan dalam konteks teknik operasional pengelolaan sampah yang ada sejak pepadaan. Bahkan mungkin kita di Indonesia ee selama ini mungkin masih yang sifatnya belum teknologi maju untuk sistem pemadan atau pengumpulan dan sebagainya gitu ya. Nah, mungkin pemesan sudah sudah justru malah sudah lebih maju misalnya karena sudah kita sudah ada wisd energi dan sebagainya. Kalau penimbunan ya sebenarnya perlu juga teknologi landf yang benar itu juga perlu gitu ya. Tapi mungkin kita juga sebagian TPA kita memang belum menerapkan teknologi yang sebagaimana seharusnya. Kan begitu lah. Cuma yang perlu diingat Bapak Ibu sekalian bahwa ada dalil-dalilnya bahwa tidak ada metode atau teknologi tunggal yang mampu menentaskan timbulan sampah suatu kota sehingga dia tetap perlu kombinasi beberapa teknologi gitu sehingga kita mengenal dengan istilah integrated solid waste management. Nah, ini implementasi e implementasinya sebenarnya di dalam ini kita itu ada yang namanya TPST ya kan teknologi pengolan sampah terpadu. Nah, seperti itu. Karena karena apa ya? Karena itu konsekuensi logis dari sampah kita yang memang tercampur gitu loh. Mereka kan sampah itu kan saat menjadi barang yang berguna diprosesnya macam-macam. Diprosesnya macam-macam caranya, bahannya macam-macam caranya tapi pada saat menjadi siapa? Berkumpul menjadi satu. Kan enggak mungkin kita mengolahnya hanya dengan satu metode gitu kan. Pasti juga jadi beberapa metode gitu sesuai karakteristiknya. Nah, kedua ini juga tidak ada waktu delay untuk aliran sapah. Enggak bisa kita menghentikan sehari aja istirahatlah kita mikir dulu pakai metode apa gitu. Enggak mungkin. Sampahnya akan terus ada. Sehingga keputusan pemilihan teknologi ini harus cepat dan tepat. Nah, ini yang sulit cepat dan tepat. Eah, seperti itu ya. Tap kalau tidak ee dia akan terjadi ee timbunan yang itu pasti masalah lingkungan dan viral kan gitu ya. Viral. Nah, itu jadi masalah tentu ke masalah lingkungan juga. Nah, sekecil apapun sentuhan atau penggunaan teknologi dalam pengelolaan sampah memiliki implikasi cost. Ya, ini jadi sesederhanaun sesederhana apapun Bapak Ibu menerapkan teknologi persampahan ya sederhana aja apa itu ada impasi. Bahkan sekedar memilah saja itu menjadi cost yang tinggi juga. Karena kan tidak mungkin ee sekarang ini kan ya pekerja sampah kan bukan suka rela ya artinya memilah saja itu juga perlu cost gitu. Nah, teknologi proses yang dipilih akan berpengaruh pada luasan lahan ini pasti. Jadi artinya kalau proses-proses yang kita pilih itu kebetulan memang waktunya lama itu ya tentu akan membutuhkan lahan yang lebih luas. Karena apa ya? ya akibat dari aliran yang tidak bisa berhenti tadi gitu kan. Karena kan Bapak Ibu kalau kalau Bapak Ibu amati coba ya sekarang ini ya TPA ee TPST atau TPTS 3R itu kan pada waktu selesai diresmikan mungkin kelihatan masih lowong gitu ya tapi nanti tunggulah setelah beroperasi berapa bulan setahun itu kan mulai kelihatan timunan-timbunan itu akan lebih memakan tempat gitu ya. itu bisa jadi karena memang ee biasanya ee desain ee desain kapasitas setiap unit proses yang ada di situ, pola perpindahan sampah dari satu unit proses ke unit persan itu ee biasanya ternyata terkoreksi pada waktu praktik gitu ya. Terkoreksi pada waktu praktik dan timbunannya juga bertambah banyak gitu ya. Nah, itu mulailah papan namanya itu enggak kelihatan ketumpuk sampah atau gerakan si truknya itu sudah mulai enggak leluasa karena yang di produknya pun juga kadang-kadang belum terangkut. Jadi ee seperti itu. Ee jadi rupanya ee sekarang ini masalah lahan juga menjadi masalah yang ee serius dan terkait dengan proses yang kita lakukan, baik jenis prosesnya maupun ee aliran antar unit prosesnya itu sering kita temui karena kebetulan kami ini juga sering diminta untuk mendampingi ee evaluasi pada saat mulai dioperasikan TPST, TPST atau TPS3R yang dibangun PUPR pusat ya PU pusat itu ya seperti itu yang kami amati ee rupanya memang faktor desain awal dan khususnya menyangkut ke ruangan itu memang jadi faktor yang krusial ya ee seperti itu Bapak Ibu. Nah, lalu ee ini masih kelain dengan teknologi ya. Apakah teknologi sebenarnya itu ada sesuatu yang sebenarnya baru ya? baik antar pihak pemodusen atau pihak yang mengeluarkan mana pun itu sebenarnya tidak tidak ada yang baru, Bapak, Ibu. Artinya begini, ya semua itu hanya terkait apakah dia memotong ukuran sampah, mengeringkan, merubah bentuk dan sebagainya. itu sebenarnya proses-proses yang memang sebenarnya sama antara satu apa kata satu penyedia teknologi dan penyedia teknologi lain itu hampir sama. Kalaupun mereka menganukan inovasi gitu ya, inovasi itu biasanya bisa ditujukan untuk pertama mengoptimalkan prosesnya. Misalnya ee reduksi sampahnya sedapat mungkin semaksimal mungkin dan output produknya itu juga semaksimal mungkin. Tujuannya apa? Misalnya untuk memenuhi spesifikasi. Lalu dia melakukan modifikasi sedikit peralatan tapi sebenarnya tidak merubah prosesnya ya. Tetap prosesnya itu apakah dia mengeringkan, merubah ukuran atau memilah dan sebagainya. Ini misalnya dalam kasus RDF misalnya ya, produksi RDF. Ini bagaimana cara memenuhi spesifikasi dari pihak yang mau memakai itu inovasinya macam-macam dengan cara mengoptimalkan prosesnya atau dia mempercepat prosesnya. Ini karena apa? ini bisa menghemat lahan dan serapan offakernya juga bisa tinggi kan kalau bisa prosesnya lebih cepat misalnya seperti itu ya atau memang dia melakukan inovasi di penghematan kebutuhan energi ya ini akan mengeluarkan biaya OP atau mungkin dari segi lingkungannya emisi gas rumah kaca gitu ya. Ee kemudian juga yang paling banyak ini otomatisasi dengan mesin ya inah dengan cara supaya mengurangi operator atau mempercat proses dan ini mempengaruhi biaya OP juga. gitu dan atau kombinasi dan urutan prosesnya. Jadi, inovasi itu bisa juga di urutan prosesnya. Misalnya, oh ngerubah bentuk ukuran saya dulukan sebelum pengeringan misalnya atau atau ee peringan pengeringan dulu sebelum dibentuk apa. Nah, hal seperti itu juga sifatnya ee inovasi yang biasanya ditawarkan oleh pihak e penyedia jasa. Jadi tinggal kitalah yang akan menilai ya kira-kira sebenarnya yang kita butuhkan itu cocoknya dengan mana. Termasuk di dalam proses ee termasuk produk insator juga. Jadi insator itu intinya pembakaran. Tapi nanti kan inovasi dari produsen itu macam-macam kan. Ada yang ya dibikin vertikal, ada yang horizontal, ee ada yang memang dia mengandalkan kepada kemampuan menahan panas di dalam dan sebagainya. Isolasinya dibaguskan. tetapi ya prosesnya ya tetap namanya insinerasi gitu ya, pembakaran gitu dan seterusnya seperti itu Bapak Ibu. Jadi ee itu yang perlu kita ketahui bahwa ee ada juga inovasi-inovasi yang berkembang di ee dunia pengolahan sampah ini. Nah, jadi sebenarnya kalau kita lihat di dalam pengelolaan sampah perkotaan itu setidaknya ada lima kluster teknologi ya. 1 2 3 4 5 kluster pertama itu sifatnya mekanis karena ini lebih mengandalkan pada tujuan pemilahan. Jadi fisik mekanis apa ajaalah artinya semua mix ini masuk ke pemilahan ya kan. Nah, lalu sebenarnya ada yang bisa didur ulang lah. Ini yang biasanya disebut hack value. Nah, teknologi ini tidak tersedia di tempat TPS atau apa, tapi yang masuk ke ranah di ee industri ya, industri daur ulang. Nanti di sana pakai teknologi apa itu ya tergantung ee anunya apa namanya? sifat fisik kimia sih itu. Nah, lalu ee ada yang sifatnya memang bisa didegasi secara biologis. Nah, dia termasuk kluster teknologi pengolahan berbasis biologis kayak kompos, bioges, magot, dan sebagainya ada di sini. Nah, ini ini adalah yang sebenarnya dia memang sudah tidak memiliki nilai tinggi dan dia juga tidak bisa diurai secara biologis tetapi bisa di bakar gitu ya. Nah, ini yang biasanya masuk klaser teknologi berbasis termal. Dan terakhir adalah yang memang dia tidak bisa terurai dan tidak bisa dibakar baru masuk ke landfil. Ini teknologi landfil. Nah, kemarin kalau Bapak, Ibu juga mengikuti ee webinar yang kami selenggarakan di Brain itu ada pembicara di dari Korea itu di Korea itu juga tidaknya ada lima kluster yang ee mereka terapkan gitu ya. Jadi keempat ini sama empat ini plus satunya itu sifatnya terlebih IT yang menerapkan apa? menerapkan internet maupun ya dan sebagainya untuk menunjang seluruh operasionalnya gitulah kira-kira. Jadi ya biasanya kalau sudah negara maju dan memang apa namanya memiliki anggaran yang berlebih ya itu sekarang ini sudah penerapan apa penerapan IT dan sebagainya itu itu sudah sudah lumrahlah ya sudah seperti itu. Jadi tapi tetap jadi dia ada basis biologis ee kemudian basis yang daur ulang high value dan termal juga ada. Jadi dari mal ini kebanyakan memang wis to energy. Jadi yang besar ya Bapak, Ibu yang besar ee cuma kan begini nanti tinggal suatu negara itu ee biasanya secara statistik berapa persen sih sampah dia yang masuk kategori bisa didaur ulang. Berapa yang diproses biologis dan berapa yang masuk ee termal dan berapa yang masuk landfil. Nah, ini variasinya nanti biasanya mencerminkan ya apa mencemarankan ee tingkat ee kualitas pengelolaannya gitu ya. Biasanya kan secepat mungkin landfil biasanya kalau di negara-negara maju dan terbatas lahan kan ini sangat mahal land ini karena ada pajak tanah dan sebagainya. Jadi ee atau kalau di dalam apa dulu kita mengenal hierarki ya, hierarki atau piramida itu memang ini yang dikehendaki kan lama-lama dikit kan gitu ya. Jadi tinggal residu aja seperti ini. Nah, ini yang sebenarnya kan dicita-citakan yang didisposal ini sedikit gitu. Nah, di mana posisi termal itu sedapat mungkin dia sebenarnya ada di ee di bawah setelah semua direduce, reduse, recycle dia ada di sini tapi kalau bisa di-covery gitu loh. Nah, gitu. Jadi thermal itu kalau bisa di ada yang direcovery gitu. Nah, bagaimana kalau insulinator belum belum bisa merecovery ya? Minimal sebenarnya panasnya ya. Kalau kalaupun panasnya bisa di-recovery itu bagus panasnya. ini kalau besar sih bagus sekalian dia bisa dipakai untuk ee mendapatkan energi gitu kan atau steam tapi kalau enggak sebesar itu ya secara ekonomi enggak masuk ya mungkin dia bisa untuk faktor mengeringkan ee sampah itu sendiri misalnya sebagai umpan supaya meningkatkan efisiensi bisa juga seperti itu. Minimal seperti itu. Nah, insator-insator kecil itu sebenarnya ya tentu kalau dari sisi efisiensi tentu akan jauh ya dibanding dengan instruk besar tentu lebih bagus secara tingkat ee apa purifikasi ee polutannya tentu ee lebih baik yang besar tetapi yang kecil ini ee setidaknya juga jangan sampai jangan sampai apa ee istilahnya ee ee ee ter apa namanya? Jauh dari spesifik teknis lah gitu ya. Tidak tidak memenuhi persyaratan minimalnya lah gitu. Karena apa sebenarnya kecil pun juga bisa ramah lingkungan. Contohnya apa? Contohnya di insurator limbah B3. Ee jadi sebenarnya kekhawatiran insator kecil terkait pengelolaan sampah kota itu sebenarnya lebih terkait ee masalah tata kelolanya gitu Bapak Ibu. Jadi kalau di limbah B3 itu tata kelolanya kan ee semua akhirnya kan dibebankan kepada ee si penghasil limbah ini karena memang itu ada keharusan, ada aturan gitu kan. Sehingga kalau saya harus invest di eh insinerator yang dengan air psuion control yang tinggi itu toh akan kembali juga ke biaya yang dibakar yang dimintakan oleh pihak pengelola. Nah, di insator sampah kota masalah seperti ini kan tidak terlalu jelas anunya aturannya gitu ya. Mungkin pengelolanya ee ya entah pemerintah daerah entah itu KSM dan sebagainya. Tapi masalahnya kalau kita mau invest air pollution control di instalasi pengendalan Pal itu menjadi tinggi apa itu sanggup gitu loh. Persoalannya kan seperti itu yang dikhawatirkan gitu ya. Bukan secara teknologi bisa atau gak bisa gitu ya. Bisa. Nah, tetapi kan ee apa namanya? Itu membutuhkan cost g seperti itu. Nah, akhirnya apa ya? Biasanya kan kalau semakin kecil insurator itu biasanya investasi di air% control-nya itu kalau yang benarnya itu kan membesar gitu kan ee bisa di atas 40% lah gitu ya. Tapi kalau WTE yang skala besar itu dia bisa di bawah 30% control. Nah, seperti itu. Jadi kan logikanya ya sudah sekalian besar saja kan begitu kan ngontrolnya gitu. Kalau bisa dan kalau Bapak Ibu beruntung kotanya punya peluang untuk membangun WDE atau masuk dalam e skema W kalau yang yang tidak bagaimana kan begitu masalahnya. Ini kan juga bicara masalah ee peluang juga gitu loh, kesempatan juga gitu. Nah, kalau kesempatannya tidak ada di WTE dan memang harus terpaksa derma, ya usahakanlah mendekati pesaraan teknis yang artinya jangan melanggar aturan lah gitu ya. Nah, seperti itu. Terakhir ya lokasi Anda l yang harus diperhatikan ya. Jangan di tengah-tengah pemukiman nanti itu mendatangkan masalah gitu ya. Saran saya selalu bahwa lokasi tolong diperhatikan. Lokasi tolong selalu diperhatikan gitu. Karena apa? Karena bicara dampak lingkungan itu sebenarnya adalah nomor satu dampak ke manusia kan begitu ya, ke kesehatan manusia. Nah, ini yang ee nanti akan kita lihat ya berikutnya. Nah, jadi kita mulai masuk nih ke ke proses dermal ya karena memang topiknya hari ini itu. Nah, Bapak Ibu nanti mungkin tidak akan kaget kalau di lapangan atau di dunia nyata itu banyak yang akan menyampaikan atau menawarkan ee suatu insinerator atau apalah ya, tapi dia tidak menyebut insurator atau ya pokoknya yang penting pakai bahasa marketing yang kena lah gitu ya. Kadang-kadang ada juga yang menghindari ee kalimat insinerator walaupun sebenarnya insinerator itu enggak bisa di ee enggak bisa apa ya? Ya, yang penting kita sendiri harus paham gitu loh ya. Harus paham ee karena apa ya? Ya, kita tahu bahwa tidak semua yang ada di pemerintahan khususnya di dinas yang terkait itu pasti orang proses gitu ya kan. Enggak begitu juga gitu. Jadi ee kadang-kadang juga pihak produsernya mungkin tidak terbuka juga ya. Jadi pokoknya ya pokoknya ini baguslah gitu ya, blackbx lah gitu ya. Tetapi kita perlu ee sedikit dengan bahasa apaam kita tahu ya ee harus mengetahuilah itu. Nah, kita awali dengan ee apa yang disebut oksidasi Bapak Ibu. Nah, oksidasi ini kan ee suatu reaksi kimia yang melibatkan oksigen ya. Dia bisa melibatkan panas dan cahaya ya, tapi juga bisa tidak. Misalnya logam yang terkorsi Bapak, Ibu itu oksidasi atau proses metabolisme biologis itu juga oksidasi, tidak selalu pembakaran. Nah, tetapi pembakaran itu pasti melibatkan oksigen dan bahan bakar ya. Misalnya apa ya? Kalau alamiah kebakaran hutan ya kan. Lalu yang buatan apa ya? Pembakaran fosil fuel di pembangkit gitu. ini pasti melibatkan oksigen sehingga semua pembakaran adalah oksidasi. Tapi tidak semua oksidasi adalah pembakaran. Lalu bagaimana kami pernah ditawarkan ee produk ini bukan insinerator, ini oksidator gitu. Ada juga yang gitu ya, ini oksidasi proses bukan pembakaran ya Bapak Ibu. Yang penting kan Bapak Ibu tahu ya itu kan bahasa mereka enggak ya silakan aja gitu ya. Kalau bisa diyakinkan syukur enggak enggak usah berdebat kepanjangan gitu ya. Pokoknya intinya kalau melihat itu sampah bersentuhan langsung dengan api dan di situ jelas-jelas ada oksigen yang dimasukkan ya ya itu ya ya itulah pembakaran gitu loh. Hanya pembakaran yang terkendali dan dirancang untuk mengarahi volume limbah menjadi abu panas dan gas itu namanya insinerasi gitu. Jadi begitu kita masuk kata-kata insinerasi kata kuncinya terkendali dan dirancang untuk mengurangi volume limbah. Limbah ini bisa limbah B3 bisa sampah gitu ya. Nah, dilengkapi dengan instalasi pengendalian ban udara. Jadi, kita tidak mungkin e menyebut tungku bahan bakar batubara di di mana? Di BLT itu insinerator batu bara enggak begitu gitu ya. Karena di sini adalah untuk limbah gitu. Jadi insiner ini memang spesifik untuk pembakaran yang terkendali dan dirancang gitu ya. Jadi ee apa sebenarnya tidak tidak apa ya ya tidak perlu takut menyebut ini insinerator atau insasi memang loh dia itu memang terkendali kok dan dirancang kok memang untuk itu gitu loh supaya tidak terjadi pembakaran terbuka misalnya seperti itu gitu. Jadi itu Bapak Ibu. Nah selain insasi dalam proses termal itu juga ada yang namanya gasifikasi gitu ya. Mungkin nanti Bapak Ibu akan juga ada ini gasifikasi gitu ya misalnya gitu ya. Yang namanya aja gasifikasi mesti kan produk utamanya gas. Tadi di insasi juga ada gas, gas buang ini. Nah, tetapi sebenarnya produk utama yang sebenarnya bisa diambil itah panas gitu. Nah, abu itu produk samping ya. Abu bisa dimanualkan, bisa gitu ya. Kalau gak ya biasanya ditimbun tapi sebenarnya yang diincar panasnya. Kalau gasifikasi ini gasnya atau sin gas. Jadi kalau misalnya ada bilang gasifikasi tapi ditanya gasnya dimanfaatkan enggak gitu ya. Ya pokoknya gasnya dibuang aja dia. Ah itu kita meragukan itu. Itu hanya istilah. Tapi Bapak Ibu enggak usah khawatir karena yang penting Bapak Ibu kan pegang owner requirement ya. Eh saya ingin proses termal dengan mampu mendistribusi sampah secara volume 90% secara masal 80%. gitu ya. Itu dikunci dulu itu misalnya gitu. Terus ada chamber 1, chamber du dan seterusnya lah. Nanti soal istilah ya sementara gak usah berdebat dulu lah. Yang penting ee keinginan kita, persyaratan kita itu kita mintakan di situ gitu terpenuhi atau tidak. Nah, gasifikasi ini memang pembakaran tapi tidak murni ya. Ini tidak murni karena apa? Karena oksigennya terbatas. Jadi kalau ada proses yang oksigennya justru berlebihan dia nyebut gasifikasi itu ya gak mungkin dia itu ingenerasi gitu karena ini memang oksigennya dilebihkan ya bisa sampai 80% kelebihannya. Kalau yang ini gak. Nah, lalu ada yang virolisis. Nah, ini juga sering kan di daerah sekarang ini ngetr wah kami mau buat borilis ya berarti dia bukan pembakaran. Kalau virulis itu bukan pembakaran karena apa? ya dia sebenarnya apa ee sampahnya misalnya plastiknya itu tidak dibakar langsung begitu. Dia sebenarnya mengalami proses yang disebut ee mulai dari pengeringan peris dan cracking ya untuk sebenarnya yang mau diambil itu minyak biasanya gitu. Dia ada juga gas ada padatan juga ada tapi targetnya itu biasanya minyak. Jadi kalau misalnya ee saya mingin pirolisis ya itu memang yang diincar minyak itu dengan segala spesifikasi yang diinginkan. Nah, di situ nanti tinggal ee kehati-hatian kita itu di sisi-sisi perhitungannya nanti. Karena kan ee biasanya birulis itu kalau yang diirusis kan mesti kan homogen ya artinya lebih homogen lah. Itu kan membutuhkan pemilihan yang pemilahan yang lebih jeli atau lebih teliti dan sebagainya. Nah, itu implikasi cost-nya bagaimana seperti itu yang yang mesti Bapak Ibu perhatikan. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian karena webinar hari ini kata-katanya ada pembakaran ramah lingkungan gitu ya. Nah, kita harus tahu dulu bahwa pembakaran itu terjadi karena ada segitiga pembakaran yaitu pertama adanya bahan bakar piul. Nah, dalam kasus kita itu sampah misalnya seperti itu kan ya. Sampah makin kering tentu dia akan tinggi nilai kalornya. Jenisnya makin mendekati yang seperti plastik atau kertas tentu dia nilai kartunya tinggi dibanding katakanlah sampah makanan kan gitu. Karena sebenarnya kan tambah makanan itu kodratnya sebenarnya jangan dibakar kan begitu ya. Karena dia ada di jalur lain lah gitu ya. Atau ada bahan bakar tambahan. Nah, ini. Nah, kedua ada oksigen. Oksigen ini disuplai oleh udara dan ketiga ada panas baru bisa terjadi proses pembakaran. Begitu kan? Nah, hasilnya apa? Hasilnya adalah panas, gas buang, dan abu. Ini Bapak, Ibu sederhana aja bakar ee kertas-kertas itu kan pasti ada abunya yang tertinggal. Ada gasnya tapi enggak kerasa mungkin hanya sekedar bau dan panas. Kalau tangan kita dekatkan pasti ada panas. tiga ini gitu kan. Nah, dalam insinerasi supaya ramah hal lingkungan itu panas ini memang nantinya bisa dimanfaatkan atau bisa terbuang di insator kecil atau modular biasanya terbuang atau kalaupun dimanfaatkan itu bisa dipakai untuk mengeringkan lagi sampah umpan gitu ya. Artinya dengan pola-pola heat exchanger atau pakai economizer dan sebagainya itu bisa dimanfaatkan kalau besar. itu bisa menjadi energi listrik ya. Nah, gas buang ini yang dikendalikan karena ini yang akan bersentuhan dengan lingkungan khususnya kehidupan manusia. Sedangkan abu ini bisa dimanfaatkan, bisa ditimbun tergantung ya tentu tergantung kemampuan kita. Apa kita bisa memanfaatkan atau tidak. Kalau enggak boleh ditimbun karena kan sebenarnya ini sudah mereduksi si sampah ini kan. Tujuannya itu kan mereduksi supaya reduksi yang mau dibuang ke TPA akhir itu sekecil mungkin kan begitu. Nah, nanti soal persyaratannya nanti gitu ya. Nah, insinerator itu mengendalikan ini bagaimana supaya dalam menghasilkan tiga produk ini tuh ada kontrol terhadap temperatur, waktu tinggal, turbulensinya, dan udara berlebihnya gitu. Jadi kalau ada produk insinar atau tidak ada kontrol ini, itu kita harus hati-hati untuk mengaplikasikannya, gitu loh. Karena kontrol keempat-empatnya ini ada instrumennya, ada alatnya. Kalau Bapak, Ibu enggak dikasih alat ini lah terus tahunya dari mana? Kalau suhunya ee karena ada yang bilang begini, "Ini kok enggak ada alatnya?" gitu ya. Ya, ini saya enggak menyebut ini ya, tapi ada seperti kejadian. Terus cara ini sudah saatnya dimasukkan sampah bagaimana katanya? Oh, cukup didengerin aja ada suara pletok itu. Itu sudah wah itu kan ya gak baguslah kontrol-kontrol yang sifatnya indra gitu ya. Lebih baik ada alatnya. Nah, gasnya dikontrol lewat-nya. Ini ini macam-macam tentu karena kami dari kelompok riset pengendalian pencanan udara juga. Jadi biasa juga kita nanganin ee apa dari industri ya, dari pabrik itu kan gas buangnya juga ada ee dan semuanya mirip ee alatnya ya pengendalian pengencangan udara itu mau dari insator at dari pabrik pabrik karena polutannya kan partikulat atau gas gas polutan kan gitu kan. Itu itu mirip semuanya gitu. ee seperti itu. Jadi ini yang harus dikontrol kalau kalau di insinerator. Nah, jadi sesuai dengan definisinya kan. Jadi proses pembakaran limbah yang dikendalikan baik kontrol proses pembakarannya dan kontrol polusi gas buangnya yang namanya alatnya namanya insinerator gitu. Nah, inilah yang disebut pembakaran ee ramah lingkungan ya seperti itu gitu ya. Nah, tetapi memang ini masalah konotasi karena selama ini yang banyak yang sebenarnya dia tidak memiliki spesifikasi seperti ini kemudian membilangnya insinerator sehingga manakala menjadi masalah terus yang disalahkan nama insatornya sehingga orang akhirnya wah kalau gitu insinerator itu tidak baik sehingga dia membuat produk tapi tidak mau menyebutnya sebagai singator. itu yang tadi saya bilang namanya jadi aneh-aneh gitu. Jadi ee apa ee ee hanya karena faktor itu ya. Sama dululah kita waktu TPA itu tempat pembuangan akhir gitu ya. Ee yang harusnya kan enggak sembarangan dibuang. Dia harus ada metode misalnya sanitary landfil atau control landfil. Tetapi karena terus TPA itu melekat pada situasi yang ada waktu itu sehingga terus akhirnya kan citranya oh kalau guu TPA kita ubah lagi singkatannya bukan pembuangan kan gitu ya. Ya, jadi hal-hal seperti itu di kita ini masih sering terjadi. Jadi ee saya banyak misalnya banyak bicara dengan teman-teman untuk mitra kami dari negara maju gitu ya. Mereka masih menang itu ya oke gitu. Walaupun ee di berita besarnya mereka seolakan itu tidak ada, tapi dalam praktik-prilnya itu untuk menyelesaikan kasus-kasus tertentu yang skala kecil ya dia memang itu sudahudah enggak bisa diapa-apain ya dia dibakar seperti itu. Cuma memang mereka konsisten dengan aturan gitu loh seperti itu aturan baku mutu dan aturan ee dan biaya OP-nya juga memang ee konsisten gitu loh seperti itu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini ee apa? Kenapa ini juga perlu saya sampaikan bahwa sebenarnya di dalam proses insinerasi itu ada juga di dalamnya itu zona pirolisis dan klasifikasi, tapi zona ya zonanya kejadiannya gitu ya. Nah, ada empat tahap pengeringan, pirolisis, gasifikasi, dan pembakaran. Jadi ee seperti ini. Nah, maksudnya adalah sampah itu di awal itu memang dia akan mengalami proses pengeringan dulu. Nah, pada waktu pengeringan dulu perlahan-lahan oksigen itu akan habis gitu ya sebelum disuplai oleh udara berikutnya gitu. Sehingga di sini ada zona yang tanpa oksigen. Itulah disebut zona pirolisis gitu. Nah, manakala tambahan sedikit dari oksigen itu akan melahirkan zona yang oksigennya terbatas. Inilah zona gasifikasi. sampai kemudian gasifikasi menghasilkan gas, gasnya ini kebakar lagi dengan udara yang berlebih lah. Inilah yang semua ini disebut sebagai pembakaran ee insinerasi tadi gitu loh. Nah, nanti ee mungkin ya itu tadi karena dia menghindari kalimat insinerasi maka ada yang juga nanti akan bilang begini ini gasifikasi pirolisis itu mengambil nama dari zona yang terjadi dalamnya. Saya enggak akan mengatakan salah benar. Karena itu kembali ke masalah bahasa marketing gitu ya. Bahasa marketing itu ya tujuannya kan supaya yang beli tertarik kan begitu kan gitu. Tapi toh selama dia enggak membuka black box-nya di sini gitu ya dan selama itu keluarannya juga sebenarnya panas bukan gas bukan minyak hanya panas flugas dan sebagainya ya sudahlah toh sekarang kembali ke requirement kita apa sih gitu kan di awal kita kan mintanya memang reduksi itu gitu ya reduksi sampahnya dan kualitas udaranya yang dibuang itu ee memenuhi baku mutu ya sudah itu gitu ya kita enggak mau berdebat di penamaan penamaan itu loh gitu. Tapi Bapak Ibu paham dulu gitu bahwa oh ya seperti itu gitu ya. Nah, jadi memang di dalam inisinerasi itu ada zona pirolisis dan gasifikasinya gitu. Tapi zona gitu ya. Ee nanti lain lagi kalau khusus memang gasifikasi atau khusus tentang pirolisis ini di sini ya. Nah, ini gasifikasi. Di gasifikasi juga ada zona peralisisnya, ada zona pembakarannya, ada zona perengkahannya. memang sangat sulit bagi kita yang misalnya katakanlah memang bukan orang proses gitu ya dan tidak bisa membuka ee alat itu. Pokoknya tahunya kan siapa masuk gitu ya. Itu ya kita susah enggak ee susah berdebat di situ ya. Ee pokoknya yang penting anu ajaalah penuhi semua menjadi requirement kita gitu ya. spek yang kita minta lah gitu seperti itu. Nah, ini ini contoh aja ya ee proses ee gasifikasi yang sederhana barangkali gitu ya. Karena sekarang gasifikasi juga ada yang pakai plasma gitu ya ee plasma energinya tapi itu energinya besar gitu ya. Walaupun memang secara proses itu bagus, ramah lingkungan ya, karena memang apa ee abunya dan sebagainya sudah seperti kristal dan ya memang minim ininya emisinya juga minim tapi ada harga yang harus dibayar kan di situ seperti itu ya harga lingkungan tentu ya lingkungan itu harganya kan mahal semakin mahal harga IPAL, IPU itu ya itulah harga lingkungan udara bersih, air bersih dan sebagainya. Jadi ee seperti itu Bapak Ibu sekalian. Nah, sama di pirolisis juga ee ada tiga zona ya. Tapi karena dia hubungan pembakaran makanya dia enggak enggak disebut pembakaran pirolisisnya. Zonanya cuma pengeringan, pirolisis dan perengkahan. Nah, ini minyak ini yang di ditarget gitu. Ee sampahnya biasanya plastik misalnya gitu ya. plastik misalnya ini dimasukkan aja di sini lah nanti butuh sumber energi lain untuk memanaskan ini seperti itu. Jadi tidak langsung bersinggungan dengan Nabinya. Nah, memang ini juga kita akui tren juga di beberapa daerah ya ee karena punya target untuk menghasilkan minyak gitu ya. Ee ya semua itu tergantung ekosistemnya lah ya. Kalau memang ekosistem di situ juga memang ada penggunanya minyaknya itu bagus. Jadi ada feedback siklus lingkaran ekonominya itu jalan gitu loh gitu. Ee semua bergantung kepada kondisi masing-masing wilayah atau daerah. Tidak bisa kita oh kok di sana sukses itu terus kita tiru plek itu biasanya juga enggak bisa begitu. Belum tentu juga yang satu bikin RDF bisa ya. Tapi kan belum tentu juga kita terus jadikan RDF gitu kan. Enggak begitu juga gitu. Bahkan mungkin ada daerah yang ya gak bisa diapain nih. Mau dia juga enggak ada yang ngambil mau jadi minyak ya enggak ada yang ini ya. Padahal numpuk terus kan bisa begitu juga ya. satu-satunya alternatif ke TPA, tapi TPA dibenerin itu juga penuh. Ya sudah dibantu termal ya enggak ada alternatif lain. Itu juga mungkin saja tergantung kembali kepada kondisi tempat Bapak Ibu yang mana Bapak Ibu sendiri yang tahu gitu ya. Nah, seperti itu. Nah, jadi Bapak Ibu thermal ini memang ada macam-macam ya. Tadi saya sebut yang pokoknya saja sterasi gasifikasi dan pirulsis. Tapi ada juga li walaupun ini jarang untuk limbah sampah kota dan ini yang ditarget kalau insasi panas, kalau gasifikasi gas gitu ya, pirolisis minyak pirolisis dan sebagainya. Ee saya kira nanti di materi saya bisa sedikit dipelajari. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian sebenarnya ee kalau kita lihat ya pemandangan seperti ini, ini pemandangan yang saya tidak tahu kita ngagemnya sudah lumrah atau enggak ya. Artinya begini, ee sebenarnya ini kan ee sesuatu yang tidak terkendali pembakaran ini kan panasnya juga tidak dikendalikan, menyebar ya, berpotensi merusak vegetasi sekitar misalnya gitu ya. Ee terus kemudian suplai udara juga tidak terukur. Padahal tadi kan kalau insinerator harusnya kan di di dikontrol ya kan. Kalau berlebihan bisa kebakaran kalau kurang ya jadi pembakaran tidak sempurna jadi kayak gini nih hitam gini. Ini artinya partikulatnya ukurannya besar ini ya. Karena enggak ada alat pengendali pan udara ya kan enggak ada ini. Jadi kan hitam begini. Karena apa ya? Ya di sini kan juga kita suhunya aja kan kita enggak tahu nih berapa tidak dikontrol jadi potensi pembakaran tidak sempurna terjadi. Terus kemudian juga sampahnya tercampur ya. Ada organik ada anorganik limbah B3 tidak ada pengadukan dan berserakan mengurangi estetika pasti. Nah, kemudian ketinggian asapnya juga disinya ini ee apa ya? Hanya setinggi manusia ee setinggi manusia paling juga setinggi rumah gitu ya. Ee ee tapi lucunya kita ini tidak ada yang ribut di sini soal dioksin gitu ya. Nah, padahal kan kalau suhunya hanya enggak nyampai 300 itu kan berpotensi sekali apalagi yang dibakar kita enggak tahu mungkin ada yang mengandung klorin gitu ya. Nanti kita singgung dioksin itu apa. Ee jadi karena kita anggap ini ini sudah biasa gitu ya, sudah biasa. Jadi seolah-olah ya gak ada yang ngeributin itu isu itu gitu loh. Bahkan dalam kasus tertentu ini dipakai juga untuk mengurangi space gitu ya di TPA dan sebagainya ya. Masih mending kalau TPA itu lokasinya mungkin jauh sekali dari perkotaan. Tapi kalau yang dekat kan e tentu menjadi masalah gitu ya. Nah ini dan abu juga tidak terkelola dengan benar. Nah, pada saat kita melakukan pengendalian ya tentu ini panas bisa diisolasi ya, bisa dikumpulkan dalam kasus WTE bisa dimanfaatkan. Suplai udaranya terkontrol ya. Ini saya tidak mengacu ke produk tertentu ini saya ambil gambar yang anu aja ini bukan di Indonesia ya. Tapi anulah artinya generik lah ini ya insinerator yang sifatnya generik. ada peluang untuk menseleksi sampah inputan ya. Karena kan sebenarnya kalau insilator dalam ya skala seperti ini ini kan punya keterbatasan untuk tidak semua sampah bisa masuk ya katakanlah karena di kita itu kadang kan ditemukan ee barang-barang yang memang dia perlu didismantling ya atau bisa diperetelin atau dipotong dan sebagainya belum. Nah, ini ada peluang untuk menseleksinya. Suplai udara bisa diatur. Turbulensi ini penting. Turbulensi itu olakan ya, gulakan udara ee itu bisa diatur. Temperatur jelas, sisa abunya pun terkumpul sehingga ngelolanya lebih mudah. Lah dispersi asapnya itu juga tidak dibuat rendah dan ke mana-mana, tapi bisa diatur melalui ketinggian dan desain cerobongnya gitu lah. Jadi sebenarnya tujuannya itu gitu ya. Nah, tetapi kita itu memang susahnya ya ini ee begini ya ini itu semua itu perlu biaya gitu ya, perlu biaya. Kalau yang tadi kan enggak perlu gitu ya, hanya tinggal dikasih apa api gitu kan. Nah, skill operator juga perlu, SOP-nya juga harus ketat, tetapi ini bisa dikatakan mengikuti peraturan kan begitu gitu. Nah, ini ini kurang lebihnya seperti itulah ya. Nah, sehingga Bapak Ibu sebenarnya dalam bicara pembakaran ini kita bisa menilaah sebenarnya kita ini berada di kelas yang mana saatnya untuk di daerah masing-masing itu apakah masih seperti ini gitu ya. Ini biasanya ada di sumber okelah mungkin biasanya di pedesaan masihlah. Kalau kalau di kota ya enggak enggak mungkinlah kayak ini enggak enggak ini kan ganggu ee ee tetangga nanti kalau ini. Tapi di pedesaan yang sifatnya masih banyak lahan terbuka dan berjauhan itu masih ada atau di TPA juga kadang masih ada gitu. Nah, cuma ini tidak sesuai peraturan ya dan asap dan polutanya menyebar setinggi manusia udara tidak bersih karena tidak ada kontrol 3T dan E. 3T itu temperatur, time, turbulen, dan E-nya itu ES ya itu tidak ada. Secara estetika juga enggak baik kan. Nah, ini ini e meningkatlah meningkat sedikit di sumber ya paling enggak enggak berantakan tetapi ya sama ini tidak sesuai aturan karena asap dan bolutannya masih menyebar gitu ya dan juga tidak ada kontrol 3T dan E ya. estetikanya cuma sedikit lebih baiklah dari ini. Tapi nah mungkin ada juga yang sudah meningkat lagi ee kolektif gitu ya bikinnya dan itu ee bentuknya juga seperti bangunan gitu. Ini saya contoh ambil artinya real ya ada. Tapi ini juga biasanya tidak dilengkapi dengan ee dalam arti pengendali polutonnya belum ada. Walaupun asap sudah berusaha diarahkan lebih tinggi, tidak mengarah setinggi manusia ya gitu ya. Ee jadi udaranya tidak bersih maksud karena tidak ada kontrol ini dan estetikanya cuma lebih baik karena ya sudah bentuknya sudah ini walaupun ini hanya tunggu misalnya seperti itu ya. Hm. Jadi ini sering ada juga di kawasan atau kelurahan ya. Ee saya juga pernah menemui ini ee di suatu kabupaten yang setiap desanya itu punya ya macam-macam tergantung yang mendesainnya. Karena kadang-kadang ada juga dia berupa CSR. Kalau ini sudah lumayan. Kalau CSR itu artinya kan belinya bisa milih ya. Tapi ada juga yang dari swadaya itu biasa adanya gitu ya. Dan biasanya ada juga orang kreatif di desa itu yang mendesain sendiri ya. itu juga kejadian seperti itu walaupun hanya tungku dan sebagainya. Nah, cuma dia ya sudah lebih baik dibanding ini yang pertama gitu ya. Nah, ini seperti gambar tadi ini sudah jauh lebih baik lagi dan dia mengikuti aturan karena dia akan menyesuaikan baku mutunya sesuai sebagai baku mutu dan juga ee semua ada kontrolnya walau belum clean. Betul gitu ya. Kenapa ya? Karena sebenarnya biasanya ini kan air pollution controlnya itu masih cyclone atau wight scrubber ya kan dia memang sudah bisa eh mereduksi partikular sesuai baku mutu tetapi memang partikulatnya itu yangya ukuran besar di atas 10 mikron yang di bawah 2,5 mikron ini kan memang enggak kelihatan artinya sulit terdeteksi dalam bentuk asap kan tetap tidak tahu kalau kita enggak ngukur gitu loh itu yang saya bilang ee ini belum clean betul gitu ya. Nah, nanti jalan keluarnya tentu ya di model disinya itu usahakan jangan mengenai pemukiman, terus lokasinya juga jangan terlalu berdekatan dan sebagainya ya atau mungkin waktu pembakaran dan sebagainya. Jadi ada pola-pola lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak gitu loh selain mengandalkan alat pengendalinya. Tetapi upaya untuk mengendalikan ee mengontrol proses pembakaran dengan alat insal seperti ini itu sudah lebih baik dibanding yang ini ini ini. Jadi ini berlaku jangan lihat ke atas tapi lihat ke bawah gitu. Ke bawah lebih baik gitu loh ya. Tapi yang terbaik tentu sekalian kalau itu besar. Tapi kan saya bilang ini masalah peluang. Kalau peluang Bapak Ibu ada di sini itu ya enak gitu ya. Artinya ya sudah sekalian aja investasinya ke air pusing control yang lebih lengkap gitu. ini lebih clean dibanding yang bawah-bawahnya kan begitu. Nah, ini pun nanti juga masih akan ada aktivis yang mengatakan bahwa ini enggak ramah lingkungan gitu loh. Karena kan dia menghasil menghasilkan CO2. CO2 itu gas rumah kaca gitu. Walau CO2 tidak diatur melalui bakum moto ya kan. Karena dia sebenarnya bukan polutan, bukan gas polutan CO2 itu tetapi gas rumah kaca. Nah, indikasi terkait gas rumah, emisi gas rumah kaca itu menjadi juga indikator kinerja lingkungan gitu loh. Nah, tentu dia e di sini ini akan bandingannya begini ya. Ya, daripada saya buang ke TPA kan CH4 juga gitu ya. Kalau enggak dikendalikan CO2 itu global volume potensinya lebih rendah dibanding CH4 gitu kan. Sementara ini seperti itu anunya ee argumentasinya di sini. Tetapi ini sebenarnya bisa lebih ramah lingkungan kalau CO2-nya itu ditangkap. Namanya carbon capture storage. Nah, problemanya adalah sekarang di dunia ini yang waste to energy atau PLTSA-nya, CO2-nya ditangkap itu hanya gak lebih dari 10 plan gitu. Karena apa ya? Ya mahal ya kan. Nomor satu Belanda. Belanda itu BTE-nya sudah menangkap CO2-nya dijadikan produk lain,
Resume
Categories