Transcript
tcErTIvly6s • Kehidupan sehari-hari selama Perang Bosnia: Apa yang terjadi di Srebrenica? | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0045_tcErTIvly6s.txt
Kind: captions Language: id Alisa ini mainan untuk dirakit namanya Lane. Coba tunjukkan lagi. Ini saya Alisa. Tahun 1991. Saya 8 tahun. Masa-masa yang menyenangkan. sebelum perang mulai berkecamuk. Dulu ayah seringkiali merekam khususnya saya. [Musik] Saya tinggal di sereica. [Musik] Ibu saya orang Serbia, ayah saya orang Bosnia. Ini tidak jadi masalah. Sampai runtuhnya Yugoslavia. [Musik] Akhir 1991 militerisasi diam-diam dimulai. Yugoslavia pecah menjadi enam negara. Dalam sistem yang baru, kaum nasionalis berkuasa. Gema peperangan setiap hari semakin dekat. Melaporkan untuk Deul Kokeza. Awal April 1992, bom pertama jatuh di Sarayevo. Ini adalah awal perang di Bosnia. Ketika perang dimulai, segalanya berubah. Orang tua saya memutuskan mengirim saya tinggal bersama kakek nenek saya di Serbia di Lubovia. Karena saya aman di sana. Selama perang saya hidup terpisah dari orang tua saya. [Musik] Ada banyak hal yang tidak dibicarakan dalam keluarga saya. terutama tentang perang Bosnia. Satu-satunya yang tersisa dari masa perang adalah kaset video yang direkam ayah untuk saya dan saya masih punya begitu banyak pertanyaan. Karena itu saya melakukan perjalanan ini, terutama untuk mencari Saifudin Smilovic, ayah saya. [Musik] rasanya menyenangkan. Lihat ini dia takut. [Musik] за [Musik] Hai Alla. Ayah punya kamera. Sebenarnya bukan punya ayah, hanya pinjaman. Ayah membuat banyak rekaman dari perang, tapi ayah juga merekam di sekitar rumah dan tetangga dan juga pengungsi untuk menunjukkan kepada kamu bagaimana keadaannya sekarang. Jangan khawatir, kita akan bertemu lagi. Jangan lupakan ayahmu, ya. Saya ingat di suatu pagi saya masih tidur. Dia datang mencium saya lalu pergi. Itu saja. Setelah itu saya tidak tahu lagi. Halo. Halo, Tante. Apa kabar, Alisa? Semua baik. Bagaimana dengan tante? Aku ada pertanyaan. Tentu. Apakah tante kenal teman ayah? Hasan Haj. Iya, saya kenal. Dia kontak saya beberapa waktu lalu. Dia menceritakan beberapa hal seperti apa yang ayah katakan tentang saya. Apa tante punya nomor teleponnya? Saya ingin tahu lebih banyak lagi. Tante tidak yakin. Tapi tante akan cari dan kasih tahu kamu. Oke, bagus. [Musik] Sofia, bagaimana hari terakhir di sekolah? Baik. Bagus. Kamu senang ke Serbia musim panas ini. Apa yang ingin kamu lakukan di sana? Berenang di sungai. Di sungai Drina? Iya. Lalu makan es krim. Makan es krim. Ibu juga sudah enggak sabar lagi. lagi [Musik] Hai Alisa, ayah mau cerita tentang hari terakhir bersama dengan kamu. Waktu itu di Liobovia masih pagi-pagi ayah harus pergi. Kalau tidak mereka pasti akan bunuh ayah. Kamu sedang tidur, Alisa. Ayah tidak mau membangunkan kamu. Ayah hanya mencium kamu lalu pergi. [Musik] Pulang ke serebren ayah ke kebun kita berbaring dan mencium aroma rumput. Dan ayah tahu ayah di rumah. Selama ini ayah selalu ingin pulang. valo me da mi da kući. [Musik] Saya heran mengapa ayah memutuskan kembali ke sereica. Akan lebih aman kalau menjauh dari Bosnia. Hai Mama. Aku ingin tanya bagaimana awalnya perang. Aku tidak tahu banyak. Aku tinggal dengan kakek dan nenek. Tidak ada yang menjelaskan itu. Bahkan setelah perang selesai itu tidak pernah dibicarakan. Waktu ayah meninggalkan Lubovia, ibu tahu mengapa dia kembali ke serebrenica. Di video itu dia bilang tidak bisa hidup tanpa serebrenica. Dia ingin mencium aroma rumputnya. Ibaratnya tak ada tempat sebaik rumah. Tapi aku tidak begitu yakin. Ibu tahu alasan lainnya. Maaf, aku emosional karena ibu inginnya semuanya lain. Andai saja ini semua tidak terjadi antara aku dan dia. Aku dan Seif, ayahmu benar-benar saling mencintai. Dia pria hebat, patriot srebrenica, dia cinta tanah airnya, teman-temannya, orang-orang di sekitarnya. Mereka penting untuk dia, terutama kamu. Dan pada suatu hari kami terpaksa berpisah. Mengapa dia kembali ke Serebrenicah? Banyak alasannya juga karena ibu di sana. Oh ya, karena ibu ada di Sebenicha. Dia berharap bisa menyelamatkan pernikahan kami. Aku kira dia membuat video ini khusus untuk aku supaya aku tetap ingat dia kalau terjadi sesuatu. Bagaimana menurut Ibu? Apakah dia bilang kepada ibu mengapa dia membuat video ini? Situasi waktu itu di sere gawat dia tahu peluang untuk bisa selamat mungkin hanya 1%. [Musik] Ibu pikir bagaimana kalau aku sekarang cari teman-teman dan keluarganya? Apa menurut Ibu itu baik? Iya, Ibu pikir itu bagus. Kamu akan mengenal ayahmu. Sisi baik dan buruknya kamu harus tahu sebanyak mungkin tentang dia. Aku tidak sabar lagi untuk ke sana dan mencari tahu sebanyak mungkin. Kapan ibu pergi ke Serbia? Tanggal 28 Juni. Iya. Jadi setelah saya [Musik] Ibu saya orang Serbia, ayah saya Bosnia. Lebih dari 50% pernikahan di bekas Yugoslavia adalah pernikahan campuran seperti ini. [Musik] Sejak perang dimulai tahun 1992, tiba-tiba ini jadi masalah. [Musik] Bagaimana orang tua saya menjalani hidup mereka waktu itu? Apa mereka tetap bersenang-senang, saling mencintai meskipun situasinya berbahaya? Atau mereka hanya mencoba untuk bertahan hidup? [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami sering berenang di sini waktu masih kecil. Siapa itu? Itu ayahku. Kakekmu. Pinggir dulu. Saya mau lompat. Sekarang akan melompat. Ayo. Menurutmu aku mirip dia? Tidak. Warnanya tidak jelas. Warnanya memang tidak jelas. Ini rekaman lama. [Musik] Ayahku membuat video ini selama perang untuk ibu karena kami hidup terpisah. Bagaimana dia kirim video ini? Dia kirim lewat seseorang. Ibu tidak tahu siapa. Ibu akan coba cari tahu kalau kita ke Lubiova dan Srebrenica. Mungkin aku bisa tanya teman-temannya. tempat pangkas rambut di tengah kota. Ini toko saya, tapi saya tidak kerja di sini lagi. Saya berikan toko ini kepada sepupu Haso. Ayo masuk ke dalam. Jadi kamu bisa merekam toko terbaik di sere supaya dunia melihatnya. Ini butik nomor satu di serebrenicha. Lihat saja seperti masa sebelum perang. Kenapa dia merekam semua orang-orang ini? Dia ingin menunjukkan bagaimana orang-orang tinggal di Serebrenica selama perang. Ibu tidak tahu siapa mereka, tapi dia menunjukkan lokasi tokonya. Dulunya dia tukang reparasi sepatu. Dia punya toko sendiri. Dia bilang ini tokonya yang dulu dan sekarang sudah jadi toko daging. Ini seperti toko daging pasar gelap. Ayo kita lihat mensur. [Musik] Ayo pergi. Matikan. Apa warna rambutnya? Seperti rambut ibu. Coklat. Lebih gelap dari rambutku. Seperti rambut kamu. Seperti saya. Tapi matanya biru seperti ibu. Jadi ibu punya mata birunya dan aku rambutnya. Benar. Kamu juga punya sesuatu dari dia. Lepaskan dia. Lihat dia mungkin takut. Iya, dia takut. [Musik] Pertempuran telah dimulai. Semuanya terbagi. Serbia melawan Muslim, polisi, pemerintah, jalan-jalan, dan wilayah. Benih-benih genosida disebar saat itu. Beredar laporan bahwa milisi Serbia Bosnia melakukan tindakan pembunuhan etnis terhadap penduduk non Serbia. Warga sipil menderita. Beberapa tewas saat duduk di rumah menunggu suara jet mereda. Warga Bosnia memperkirakan akan terjadi perang saudara yang panjang. [Musik] Akhirnya kami tiba di rumah nenek di Lubyova, Serbia. Tempat kami biasanya berkumpul. Ibu saya, tante saya, putri saya, dan saya, kami semua menghabiskan musim panas di sini. Tahun ini saya akan titip Sofia bersama mereka dan mencari cerita tentang ayah. [Musik] Tante [Musik] lama Jump. Sini cium dulu. Aku rindu sekali sama kamu. [Musik] Untukmu Alisa ini yang tersulit karena kamu akan tumbuh tanpa ibu dan ayah di sampingmu. Dan mungkin di sekolah kalau ada orang mengganggumu, kalau ada ayah atau ibu di sana, kamu bisa bilang ayahku akan membalasmu. kamu akan pelindung takut aku tahu kamu harus melalui semua ini, tapi kamu kuat, pintar dan pasti bisa melewatinya. Ayah akan menceritakan semua yang terjadi di sini. Pada hari pertama, ayah duduk di dekat jembatan dan sebuah granat meledak 10 met dari ayah. Tapi ayah baik-baik saja. Terus-menerus ada pengeboman. Kami diserang dari udara 2025 kali kami bersembunyi. Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana orang-orang dan anak-anak menderita dalam perang ini. Bagus kamu tidak di sini. Terhindar dari semua ini. Ayah punya banyak rekaman perang. Ayah tidak kirim. Kamu tidak akan kuat lihat yang mati atau korban yang di rumah sakit. Halo. Halo. Selamat siang. Boleh bicara dengan Jeifa? Saya Jea. Hai Jeifa. Saya Alisa anak Seo. Suara kamu terdengar familiar. Apa kabar? Saya baik. Kamu bagaimana? Kamu tertawa seperti ibumu? Saya ingin tanya sesuatu. Saya punya video yang dikirim ayah saya. Saya tahu saya di situ waktu Seu merekam orang-orang Serebrenicah. Iya. Saya ingin tahu apakah kamu punya kontak orang yang kenal ayah yang bisa saya hubungi? Saya tidak tahu apa mereka masih hidup. E saya bisa cari. Beri kabar kalau kamu menemukan seseorang. Iya, tentu. Oke, salam untuk semua. Sampai jumpa, Jeifa. Sampai jumpa. Halo. Halo. Selamat sore. Bisa bicara dengan Zeko? Saya Zeko. Ini siapa? Ini Alisa. Anak Seevo. Ah, apa kabar? Apa kabar, sayang? Baik. Kamu bagaimana? Berapa umur kamu sekarang? Saya 39. Ya ampun, sudah selama itu kah? Ya, saya ingin tanya sesuatu. Saya punya video dari ayah. Dia kirimkan kepada saya tahun 1995 sebelum hancurnya serebrenica. Saya ingin cari saudara dan temannya yang bisa saya ajak bicara tentang ayah. Saya harus ketemu kamu dan kita bisa bicara. Oke. Oke. Sampai jumpa, Zeko. Sampai jumpa. [Musik] Perang dimulai. Pengungsi memenuhi serebrenicaa. Orang-orang Bosnia hanya bisa mengungsi ke tempat-tempat yang belum diduduki oleh Serbia, yaitu serebrenica dan desa-desa di sekitarnya. Pada Maret 1993, Pensiunan Jenderal Prancis Philip Moriok, komandan misi UNPROR di Bosnia dan Herzegovina mengunjungi wilayah Serebrenicha. Tempat lebih dari 40.000 warga Bosnia mencari perlindungan. Saya memutuskan untuk tinggal di Serebrenica. Anda sekarang berada di bawah perlindungan pasukan PBB. [Tepuk tangan] Tenang, tenang. [Musik] Tempat yang dibangun untuk 4000 orang sekarang menjadi perlindungan bagi 40.000 orang. Tempat yang disebut zona aman serebren nicah. [Musik] Allahu Akbar. Allahu Akbar. [Musik] Allahu Akbar. Allahu [Musik] Akbar. Halo Alisa. Ini gedung olahraga lama di sebelah sekolah. Dulunya ini pom bensin. Sekarang jadi tempat bermain pengungsi. Bahkan ada yang tinggal di sini. Izbog tu sastoji priče. Para perempuan mencuci pakaian di sini setiap hari. Rumah-rumah tidak punya air. Inilah warga serebrenah. Apa kabar? Baik. Bapak baru dari mana? Bekerja. Dapat banyak uang. Oh iya, ini Turko dulu sopir taksi, sekarang dia jalan kaki. Iya, betul. Ini bar lokal. Setidaknya kita masih bisa bertemu dan mengobrol. Syukurlah, Zila. [Musik] Z Zila ini lagumu. Apa kabar? Hai apa kabar? Baik. Dan kamu? Ya Tuhan ini kamu. Apa kabar? Baik. Kamu sudah besar? Iya. [Musik] Kami pergi ke sungai. Gambarnya tidak jelas, tapi saya ada di sana. Kami mencoba untuk hidup senormal mungkin kalau tidak lagi ada serangan. Air Seevo sulo. Seperti tantangan kita panggil satu nama dan orang itu yang berikutnya harus lompat. [Musik] Dia selamat bagus. Kre ini. Krea beratnya sekarang 140 kilo. Tapi dulu dia badannya seperti model. Kapan terakhir kali kamu lihat ayahku? sekitar tahun 1995 mungkin akhir Februari karena kemudian saya meninggalkan daerah itu. Kami dulu sering ketemu. Saat itu saya tidak tahu saya harus pergi. Tapi tiba-tiba saya harus pergi. Kamu pergi ke mana? Saya ikut pelatihan perwira di Zenica. Ayah cinta Sbrenica secara emosional sangat. Dia dari Serebren dia mencintai serebrenicha penduduknya semuanya. Dan selama perang di sini apa kamu merasa dilindungi pasukan PBB atau oleh orang lain? Mereka malah tidak bisa melindungi diri sendiri, apalagi penduduk. Saya tentara dan pasukan PBB itu saya tidak bisa menyalahkan mereka. 100 prajurit itu dari Belanda. Mereka masih anak-anak, tidak punya pengalaman, tidak tahu apa-apa tentang perang dan risiko mati. Apa yang bisa mereka lakukan? Itu ilusi untuk berpikir bahwa pasukan helm biru bisa memberi perlindungan. Secara militer cara melindungi orang bukan hal rumit. Mari kita lihat lagi. Ada granat meledak di sini. Kami namakan itu babi. Itu granat. Oh, granat itu membunuh seorang pria dan anaknya. Pria itu namanya Bego dari Lovka. Dia bekerja di dekat situ. Oh, Alisa sayang. Teruslah berusaha mencari kenangan tentang ayahmu. Dia orang baik. Iya. Terima kasih sudah bercerita. Tentu bagus kalau kamu menyimpan videonya supaya anak-anakmu dan generasi berikutnya bisa melihat seperti apa masa lalu. Tentu saja mereka akan tertarik melihatnya. Iya. [Musik] sini [Musik] Mereka berpatroli setiap hari. Sepertinya mereka di sini sampai 10 tahun lagi. Inilah anak-anak pengungsi. Mereka tidak punya pakaian. Mereka tidak punya coklat dan kue. Kalau tentara Unprofor datang, mereka panggil tuan permen. Lalu seorang prajurit mengambil beberapa permen dari sakunya dan melemparkan itu kepada mereka. Kemudian prajurit lain mengambil foto supaya mereka punya kenang-kenangan kalau mereka nanti kembali ke negaranya. Ini bioskopnya. Ayah menayangkan film setiap hari dan dibayar dengan tembakau, tepung, makanan kaleng, dan lain-lain. Ayah operasikan ini sudah hampir setahun. Sekarang ada listrik. Ayah punya kamera video. Di sini ada lampu dan generator. Ayah membuat generator ini tahun lalu, bulan Agustus. Ini generator pertama di Patridge. Sejak itu 50 generator lain sudah dipasang. [Musik] Selama perang saya tinggal hanya 16 km dari orang tua saya dan dari Serebrenica, tetapi perbatasan Bosnia dan Serbia dulu ditutup. Saya menghabiskan masa perang di Lubovia di tempat kakek dan nenek saya. [Musik] Nenek, aku ingin bicara sebentar. Bagaimana aku dulu waktu kecil? Kamu sedih. Sedih? Kenapa kamu sedih? Kamu sering sembunyi di kamar kalau ada tembakan di Bosnia. Kamu tiarap di sana lalu membenturkan kepalamu ke sofa. Kenapa kamu mengalami masa sulit tanpa orang tua? Dan penembakan itu membuatmu takut dan kamu sering keluar ke teras dan menatap ke arah Bosnia. Kamu bilang saya coba melihat serebren apa yang nenek lakukan kalau saya seperti itu? Nenek suruh kamu pergi. Jangan lihat ke sana supaya kamu tenang. Lalu saya belikan hadiah kecil supaya kamu tenang dan tidak jadi gila. Kamu waktu itu masih anak-anak, saya bisa apa? Ah, dia si apa aku sering bertanya tentang orang tuaku? Sering. Tentang Dana. Lalu Dana akan kontak kita lewat radio. [Musik] Ayah seperti apa dia? Waktu muda dia seringnya kumpul dengan gengnya. Dia cukup nakal. Setelah itu dia kerja di toko sepatu dan di perusahaan air. Dia punya dua pekerjaan. Dia kerja keras, mencari nafkah, dan selalu melakukan yang terbaik. Yang kasihan itu dana karena harus putus sekolah. Dia masuk universitas jurusan ekonomi, tapi berhenti. Setelah menikah, Seifo tidak mengizinkan dia ikut ujian. Nenek ingat video yang dikirim ayah yang dibawa kakek. Nenek lupa, Alisa. Nenek sudah melupakan semua dari masa itu. Nah, Alisa, ini dia rumah kita. Supaya kamu tahu saja, kulkas, oven, lampu neon, semuanya modern. Sekarang ini kamarmu. Ini kasurmu waktu bayi. Itu beberapa mainanmu. Kamu ingat? Dan ini video rekaman ayah. Semuanya dari masa perang. Sebagian tentang perang, sebagian lain rekaman biasa. Ayah simpan untuk masa depan. Kamu masih ingat tukang sepatu itu? Hai Alisa, ayah belum menunjukkan burung beomu. Dia punyamu. Dia sehat. Dia satu-satunya burung yang akan selamat dari perang. Beberapa hari lalu, ayah dan ibu bercerai. Kenapa bisa kamu tanyakan ibumu nanti suatu hari nanti? Kamu akan lihat ibu sekarang. Ini apotek tempat dia kerja. Ibu akan gunakan kesempatan ini untuk menyapa kamu melalui rekaman yang dibuat Seivo. Seo dan Ibu akan menjadi teman baik. Kios ini tidak istimewa, tapi mencukupi. Ini adalah pekerjaan terbaik yang bisa didapatkan di serebrenica. Ibu hanya ingin memberitahu bahwa ibu baik-baik saja. Ibu harap semua akan lebih baik suatu hari nanti. Ibu hanya mau menyapa kamu dan bilang ibu sangat mencintai kamu. ti kažem da te puno volim. [Musik] Saya menemukan hal baru tentang ayah dan ibu saya. [Musik] Saya tidak mau menghakimi mereka. Saya sudah dewasa dan bisa memahami mereka. Saya hanya ingin keadaannya lain untuk mereka, tapi sekarang sudah terlambat untuk berpihak. Mereka tidak pernah bertanya apa pendapat saya tentang perceraian mereka. Saya tidak dilibatkan dalam keputusan mereka untuk bercerai. Saya malah tidak diserebrenica waktu itu. Tempat ini guber hampir tidak berubah sama sekali kecuali sudah ditumbuhi tanaman liar. Mereka menebang pohon di area ini. Tadinya tamannya ada di sini. Arena bowling dan restoran. Iya. Arena bowling dan tadinya ada bangunan tua di sana. [Musik] Itu ada di video. I video itu direkam di sini. Ada lima atau enam orang. Saya Seevo, Faki, Roha, Shli, Farid, saudara laki-laki Faki, kami melihat matahari terbit di sini. Kami datang ke sini hari Jumat dan pulang untuk kerja pada hari Senin. Dan waktu Seo bertemu Dana, dia perempuan luar biasa. kami hadir di pernikahan mereka dan juga waktu kamu lahir. пропуло [Musik] tidak ada yang menyangka perang akan terjadi semuanya. Begitu tiba-tiba apa tidak ada tanda-tanda mengarah ke perang? Bagaimana bisa tidak tahu? Semua campur aduk karena agama. Agama-agama di sini sangat bercampur. Kamu tidak pernah menyangka ini akan terjadi. Mereka tadinya hidup bersama dengan baik, melakukan semuanya bersama. Pendeta Joko. Iya. Saat Natal dia menyembelih domba dan anak babi. Orang-orang Serbia dan Muslim datang ke tempatnya pada malam Natal. Hampir semua temannya adalah muslim. Luar biasa. Bagaimana mungkin suatu hari mereka bisa saling bermusuhan bahkan sesama tetangga? Sungguh tidak terbayangkan. Betapa besar kebencian yang ditimbulkan. Saya tidak tahu setelahnya, tetapi sampai saat itu semuanya baik-baik saja. Iya. Apa yang berubah dalam pikiran orang-orang setelah itu? Hanya Tuhan yang tahu, membingungkan. Ada konvoi 17 truk membawa 137 ton bahan makanan dan bantuan medis untuk serebrenica yang dihuni muslim Bosnia yang terkepung. Serbia tidak mengizinkan bantuan yang dikirim ke Bosnia menyeberangi sungai untuk meringankan penderitaan penduduk serebren yang kelaparan. Serebren telah dikepung oleh pasukan Serbia selama beberapa bulan. Para relawan menyebut kondisi di kota itu sangat buruk. Instalasi air yang dikuasai Serbia di luar kota telah hancur. Tidak ada listrik. Pekerja palang merah mengatakan hanya tinggal hitungan minggu sebelum penyakit tifus dan difteri menyebar. Pasukan Serbia tidak lagi membombardir kota itu. Lebih murah membuat orang-orang kelaparan. Komandan PBB ROS yakin pasukan Serbia Bosnia akan menandatangani gencatan senjata yang diusulkan pekan lalu. Ada niat baik dari kedua belah pihak dan saya pikir kita akan mendapatkan kesepakatan. Bahkan Jenderal Mladic, tokoh kunci dalam perundingan mengatakan bahwa masalah pentingnya bisa diselesaikan. Mama, Ibu kemari. Sebentar, aku akan tunjukkan beberapa hal di video. Coba lihat apa ibu bisa mengenali seseorang. Oke. Ini siapa? Ada yang Ibu kenal? Ibu sering lupa nama karena itu sudah 26 tahun lalu dan ibu berusaha melupakannya. Ibu belum pernah menontonnya belum. Ibu kenal dia. Apa dia masih hidup atau tidak? Sudah meninggal. Dibunuh? Iya. Dia juga dari serebrenicha tapi tidak tahu lagi namanya. Dia sudah meninggal. [Musik] Siapa dia? Dia orang Serbia. Oh ya. Dia tinggal di belakang masjid. Dia punya istri muslim selama perang. Dia masih hidup, sudah meninggal. Dia saudara kakek. Dia selamat. Sepertinya tidak. Yang selamat hanya kakek dan penata rambut. [Tepuk tangan] Mari kita lihat ada apa lagi. Lihat kaus biru itu aku yang belikan. Oh ya. itu lihatlah dia masih muda. Kami semua masih muda waktu itu. Orang telah merebut masa muda kami. Perang ini telah membentuk seluruh hidup saya. Tak ada awal dan tak ada akhir. Nenek minta saya berhenti memikirkan apa yang terjadi selama perang. Tapi sebelum itu, saya perlu mencari tahu lebih banyak lagi. Karena perang ini sangat berdampak bagi kami semua pada nenek, ibu, tante, dan saya sendiri. Mungkin juga akan berdampak pada Sofia. [Musik] Ibu akan telepon kamu dari Sarajevo. Oke. Oke. Ibu di sana beberapa hari saja. Berapa lama? Seminggu. Beberapa hari? 5 hari? 3 hari. 3 hari. Iya. Jatuh aja. I love you. Miss you. I love you too. Miss you. [Musik] Saat ini saya memutuskan tidak berbicara dengan Sofia tentang perang yang dulu terjadi. Jadi di Yugoslavia dia masih sangat muda. Kalau Sofia sudah besar nanti, saya akan menjelaskan hal-hal yang sudah bisa dia mengerti. Hanya karena perang ini terjadi bukan berarti dia perlu membenci dunia ini. [Musik] Ošo dobro. Dobro. Dobro sine. Kako ti? Dobro. kamu harus bangga dengan ayahmu. Dia sangat mencintaimu. Apa tante ingat kapan terakhir kali melihat dia? Tante tidak ingat kapan tepatnya. Tante naik bus terakhir dari Sbrenicaa. Tidak ada bus lagi. Setelah itu. Bus itu berangkat dari SBrenica ke Jerman. Entah bagaimana kami berhasil membawa anak-anak naik bus itu dan tante pergi. Mengapa Zevat tetap di serebrenica? Suami tante Zevad tidak mau pergi. Saya minta dia ikut, tapi dia menolak. Kesalahan besar. Tapi kami punya peternakan yang penuh dengan domba, ayam, sapi. Dia tidak bisa meninggalkan itu. Hai, aku keringatan. Enggak masalah. Aku baru pulang kerja. Aku sedang bicara dengan tante. Sepertinya sedang ada wawancara. Kenapa kamu tertawa? Hai, Ibu. Duduk di sini. Apa kabar? Biasa saja. Bagaimana pekerjaan? Melelahkan. Begitulah. Kamu masih di tempat kerja yang sama. Oke, bagus. Beberapa hari lalu aku nonton video ayahku. Ada bagian di mana Om Zfat ada di rumah Riza dan Sefik dan mereka semua kirim salam. Aku akan ambil videonya. Ayahmu. Hai Alisa. Aku Om Zfat. Mungkin kamu sudah melupakan aku karena kamu sudah lama pergi. Aku sendirian di sini. Sepupu-sepupumu sudah pergi. Kami sangat merindukanmu. Kami sering teringat akan kamu. Rasanya kamu begitu dekat tapi tidak bisa bertemu. Tapi yang penting kami baik-baik saja. Dengarlah kata Om. dan Opa. Dan op juga salam hangat untukmu. Saya harap kamu baik-baik saja dan kami harap bisa segera bertemu kalian semua. [Tepuk tangan] [Musik] Waktu itu semua sudah hilang [Musik] Serebrenica telah menjadi tempat pembantaian. Apakah ada yang akan datang menyaksikan tragedi yang menimpa serebrenica dan penduduknya? Kejahatan mengerikan sedang terjadi terhadap orang Bosnia di Serebrenica. Alisa, di sini akan terjadi perang, akan ada pertumpahan darah. Itu perkiraan ayah. Orang-orang ini tidak suka sama kita. Mereka menyebut kita orang Turki. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Ayah ini muslim dan ayah tidak bisa mengubah itu. Mereka membersihkan kota ini. Kalian bisa ikut. Oke, ikut saya. Jangan cepat-cepat. sama. [Tepuk tangan] Ayo serang orang Turki sedang panik. [Musik] Batalyon Belanda bergerak ke utara menuju Potocari dengan perkiraan ada sekitar 7.000 pengungsi sedang menuju Potocari. Ayo kita ke foto dan langsung ke Bratuna. [Musik] Apa ada warga sipil di dalam? Apa ada warga sipil? Perempuan atau anak-anak? Perempuan dan anak-anak. Iya. Kira-kira berapa banyak? Saya kira sekitar 4.000. Sekitar 4.000. 4.000. Apakah ada prajurit muslim di dalam? Tidak. Saya jamin tidak ada prajurit muslim. Anak-anak, perempuan sakit, sehat. Berapa banyak lelaki? Hanya sedikit. Mereka usia berapa? Tidak ada serdadu Bosnia. Berapa usianya? Saya tidak tahu, belum bertemu semuanya. [Musik] Siapun yang ingin tinggal di sini boleh saja. Siapapun yang ingin pergi dari sini bisa pakai bus dan truk yang disediakan. Di bawah pemimpin militer Ratkom Lad, laki-laki dan anak laki-laki muslim dipisahkan dari istri, saudara, dan anak perempuan mereka. Tetapi ketika sampai di wilayah muslim yang ada hanya perempuan dan anak-anak, para pria dari serebrenica tidak ada lagi. [Musik] Saya tahu setelah hancurnya serebrenicha, ribuan orang mencoba melarikan diri lewat hutan untuk mencapai wilayah Tuzla. Banyak sekali orang di hutan berjalan berhari-hari tanpa arah, berharap mereka pergi ke arah yang benar. Di antaranya ibu saya. Ibu, bagaimana kalian bertemu satu sama lain? Kami bertemu sebelum serangan terakhir. Dia masih anak-anak, masih remaja. Terjadi secara spontan. [Musik] Kami ambil makanan dari tas korban perang. Itu pertama kalinya kami makan setelah entah berapa hari. Di mana kalian dapat air? Kami mengambil air dari sungai. Saya ingat suatu kali waktu di sungai saya minum air, bau airnya tidak enak. Waktu saya pergi ke hulu, ternyata sungai itu penuh mayat orang-orang yang dibunuh. bila leševa ljudi [Musik] ini jalan pintas sebagian orang lewat sana tapi kami lewat sini jalan pintas ke mana ke hutan [Musik] sini [Musik] Setiap 50 met bisa terjadi sesuatu. Kamu tidak tahu siapa yang akan ada di sana. Kamu tidak kenal orang-orangnya. Semua takut dan cemas. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kamu hanya berharap kalau sampai ke atas bukit bisa melihat garis finish kebebasan. [Musik] Sepanjang perjalanan itu saya berharap bisa bertemu Seivo. Saya ingin tahu apa dia selamat atau tidak. [Musik] Tidak ada yang bisa bilang bagaimana dia terbunuh. Banyak orang yang tewas bersamanya waktu itu. Saya pernah ingin membayangkan apa yang dia jalani. Tapi saya sadar ada hal lain yang lebih penting, yaitu mengetahui bagaimana dia sebenarnya mendengar cerita dari teman-temannya. Itu yang lebih penting. [Musik] Lebih dari 8.000 pria dan anak lelaki muslim dibantai di serebrenica. bagian tubuh mereka lalu disebar untuk menyembunyikan kejahatan itu. Meskipun Srebren secara resmi diberi status wilayah aman PBB 27 bulan kemudian perlindungan itu gagal. Di sereica terjadi genosida. Ini kejahatan terbesar di Eropa sejak perang dunia. melaporkan untuk de dari sereich marinkul kokeza. Selamat pagi. Apa kabar? Baik. Senang bertemu kamu. Kamu persiso. Oh, ya. Mari masuk. Terima kasih banyak. Bagus ini. Saya ingat kamu sebelum perang. Saya tidak kenal kamu. Kamu masih kecil. Tapi saya ingat dari cerita Seo. Dia selalu bilang, "Ini Alisa. Itu Alisa. kamu segalanya untuk dia. Apa menurutmu ada yang bisa mencegah tragedi di serebrenica? Tentu saja. Kalau mereka mau tentu bisa. Tetapi kemauan itu tidak ada. Batalion Belanda tidak mau ikut campur. Tapi bukan hanya Belanda karena Unprofor terdiri dari beberapa negara. Pesawat dari Italia yang datang untuk mengebom Serbia dan Sarajevo. Mereka bisa saja datang dan mencegah tragedi ini. Betul sekali. Pemerintah di Sarajevo hanya peduli dengan Serebren ketika mereka butuh sumbangan, bantuan, dukungan dari Barat. Masyarakat internasional punya catatan buruknya sendiri dalam perang ini. Mereka tidak ingin membahas Rebrenica. Dan siapa kami yang ada di sini dan yang kembali ke sini? Kami adalah korban kolateral. Tiga negara ini adalah korban. Itu sebabnya tidak ada pemuda di sini. Menurut kamu, apa yang perlu terjadi untuk memulihkan perdamaian? Mereka yang melobi tapi tidak secara terbuka menyebut perang. Usir mereka. Pergunakan orang-orang yang tidak diracuni oleh nasionalisme dan chauvinisme. Memang ada orang-orang muda di luar sana yang tidak peduli. Kami yang kembali ke serebrenica. Kami orang Serbia, Bosnia, dan ada umat Katolik. Kami asli dari sini dan kami masih bersatu hingga hari ini. Kami pernah hidup bersama sebagai satu keluarga. Da živeli smo ko jedna poranica. Da. Betapa edannya bagaimana perang bisa membuat sebagian orang berubah jadi monster. Itu tipikal untuk perang ini. Sekarang mereka punya kesempatan mengatakan apapun yang ingin mereka katakan yang sebelumnya tidak bisa dikatakan. Bagi saya banyak hal yang dikatakan berasal dari rasa kebencian. Ada trauma yang dibawa dari rumah, dari apa yang mereka dengar dari orang lain, dari orang tua mereka. Sungguh sulit dipercaya bahwa orang-orang yang pernah hidup bersama ini membiarkan perang itu terjadi. Bagaimana seseorang bisa berubah begitu saja dalam semalam? Saya tidak mengerti. Saya coba memahaminya, tetapi tidak ada hal yang bisa dipahami karena itu bukan hal yang tepat. [Musik] Sekitar 8.000 orang Bosnia terbunuh dalam 10 hari. Bahkan hingga saat ini belum semua korban teridentifikasi. Setiap tahun tanggal 11 Juli, korban yang baru teridentifikasi dimakamkan di pemakaman peringatan Potocari. Bayangkan dengan 500600 peti mati tempat ini penuh. Saat jasad ayah saya ditemukan, ada sisa 500 jasad orang lain. Ada juga sisa-sisa jasad bayi yang usianya baru 1 hari. Apakah ayah saya pernah bilang dia membuat rekaman film untuk saya? Saya tidak tahu dia membuat video khusus untuk kamu. Tapi kami yang tinggal di luar serebren Nica mendapat kiriman berita video dari dia. Apa yang kamu ingat tentang ayah saya? Kalau ada cerita tentang dia, saya ingin tahu semua. Kami dari sere punya kenangan tentang dia. Dia sosok yang sangat positif. Dia dikagumi semua temannya. Saya dulu kerja di toko perhiasan dan di sebelahnya ada toko pembuat sepatu tempat dia kerja. Dan kadang-kadang semua pekerja dan pemilik toko berdiri di pintu dan saling bergurau. Sbren dulu dipenuhi dengan gelak tawa. Kami tidak menyangka apa yang akan terjadi. Jalan itu sekarang tidak ada lagi. 90% orang yang dulu tertawa-tawa sekarang dimakamkan di pemakaman peringatan. [Musik] Hei, kalau bukan kamu, tidak ada orang di luar sana yang kenal saya. Lanjutkan. Tuhan menyertaimu. Insyaallah. Saya akan selamat. Waalaikumsalam. Saya teruskan salam kamu kepada semua. Sampaikan salamku pada dunia. Tentuha [Musik] Saya dari MSF Kristin. Oh, betul. Iya. Kamu berbeda sekali sekarang. Ya Tuhan. [Musik] Oh my god. Sungguh menakjubkan bertemu kamu lagi. Kapan kamu pergi? tahun 5 saya pergi lewat lewat hutan. Lewat hutan 17 hari. Ini anak saya Alisa. Hai. Senang bertemu. Dia dari Doctors Without Borders. Kami dulu kerja bersama lailahaillallahu [Musik] akbar Allahu akbar walillah Auzubillahiminasyaitanirjim. Bismillahirrahmanirrahim. qul auzubirabbinas malikinas [Musik] itu setelah deportasi tanggal 12 dan 13. Kenapa Anda kembali ke sini? Karena orang-orang yang saya temui di sini seperti staf medis dari rumah sakit, kami perlu memahami apa yang telah kita alami bersama. Saya berbagi dengan orang-orang yang telah mengalami hal ini juga. Dan saya ingin menunjukkan bahwa ini tidak terlupakan dan saya tidak akan pernah melupakannya. ini telah mengubah hidup saya dan butuh waktu bertahun-tahun untuk memahami bahwa bukan salah saya daerah ini hancur dan banyak orang terbunuh. Kapan Anda tiba di Serebrenica? 24 Juni 1995. Iya, betul. Kemudian pengeboman dimulai. Ibumu bekerja di salah satu unit rawat jalan di sekitar Serebrenicaa. Dan ketika saya bertemu dia kemarin, itu sungguh menyenangkan bisa bertemu lagi. Apa kamu ingat hari itu ketika tentara memasuki Srebrenica? Iya. Tanggal 13 Juli, seorang prajurit Bosnia Serbia mendatangi saya dengan senjata dan membawa seekor anjing besar. [Musik] Dan dia diikuti oleh seorang muslim yang terlihat stres dan takut. Dia menggendong bayi di lengannya. Mungkin umurnya baru 1 tahun. Saya tidak bisa bahasa Bosnia, tetapi saya mengerti bahwa ayahnya mengatakan dia tidak punya siapa-siapa untuk bayinya. Ibunya telah hilang atau meninggal dan dia ingin memberikan bayi itu kepada saya. Dia tidak bilang apa-apa, tapi saya tahu dia akan dibunuh. Dia kemudian ditemukan di kuburan massal. Dia memberi bayinya kepada saya. Ini adalah situasi yang paling simbolis perpisahan seorang anak dari ayahnya. Saya tidak bisa membayangkan kepedihan kamu kehilangan ayah. Yes. Kehilangan seorang ayah selama 10 tahun. Saya sangat menderita karena saya tidak punya tempat untuk membicarakannya. Saya melewati semua itu sendirian saja. Itu pasti sulit. Iya, itu sangat sulit. Tahun 2005, waktu saya tahu bahwa mereka menemukan ayah, saya sangat sedih, tapi juga lega karena ada kuburan yang bisa saya datangi. Sejak itulah rasa sakit itu perlahan-lahan mulai menghilang. Karena yang terburuk adalah kalau kamu tidak tahu di mana keberadaan seseorang. [Musik] Apa kamu bisa lebih merasa damai saat ini? Iya, karena saya sudah menerima apa yang terjadi dan saya berterima kasih kepada ayah karena dia membuat video untuk saya. Itu seperti menemukan harta karun. Dan saya tahu ayah saya akan sangat senang kalau saya melakukan ini. [Musik] Baiklah Alisa, ayah perlu memberitahu sesuatu. Ayah hidup sendiri selama 1 seteng tahun. Tetapi ketika nenek meninggal, ayah memutuskan untuk menikah dengan Sadika. Kami punya seorang putri. Dia saudara perempuanmu. Namanya Fatimah. Kami memanggilnya Mima. [Musik] Dia sangat mirip dengan kamu. Ibumu juga bilang begitu. Jangan lupa dia adikmu. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kakak kamu terlihat cantik? Kamu juga. Kamu awet muda. Kamu juga. Aku tahun depan sudah 30 tahun. Aku takut. Takut apa? Waktu masih kecil 30 tahun terdengar sangat tua. Minuman itu untuk dia. Terima kasih. Terima kasih. Aku mau bilang aku lihat video ayah. Aku buat satu kopi untuk kamu. Iya. Sebelum ke sini aku menghubungi beberapa teman ayah. Hasan Hasan Celo. Aku juga bicara dengan Gero. Maaf, aku tidak kenal mereka. Kamu tidak kenal satuun dari mereka. Apa yang kamu temukan? Dia sangat mencintai musik. Ibu banyak bercerita tentang masa-masa mereka pacaran. Dia selalu berpakaian seperti Joh Travolta. Saya membayangkannya sekarang dia punya gaya berjalan yang khas. Dia melangkah dengan anggun. [Musik] Aku berharap bisa mengingat masa-masa singkat dengan dia, tapi aku tidak bisa mengingatnya. Aku mengerti. Aku menyesal. Kamu tidak pernah mengenalnya. Kamu tidak ingat bagaimana rasanya memegang tangannya, memeluknya. Kamu tahu kadang aku merasa sedih. Sayang sekali kita berjauhan. Aku ingin kita tinggal lebih berdekatan supaya kita bisa lebih banyak bicara tentang ini. Mungkin itu akan membantu kita berdua. Kurasa ayah juga ingin itu. Di video itu dia bilang, "Kau punya saudara perempuan, Fatimah. Dan saya akan menceritakan tentang dia. Jadi, aku sudah kenal kamu sejak lama. Aku senang ada kamu. Kamu mengingatkan aku pada ayah." [Musik] Baiklah, Alisah. Cukup dulu. Ayah sangat mencintaimu. Aku ayahmu. Ayah tidak tahu kapan kamu akan mendapat video ini. Tulislah surat. Jangan pernah lupakan ayahmu. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Seo ingin aku melakukan perjalanan ini untuk datang dan menemuinya untuk mencari tahu siapa dia. Dia ingin aku belajar menikmati setiap momen kehidupan dan peduli terhadap orang lain seperti yang dia lakukan. [Musik] Dia mencintai seorang perempuan Serbia. Dia mencintai saya sepenuhnya, putrinya yang berdarah Bosnia Serbia. Dia berteman dengan semua pemeluk agama dan etnis hingga akhir hayatnya. Bagi saya inilah yang tersisa dari dia dengan kebebasan untuk tidak harus memilih. Saya adalah anak dari kebebasan itu. [Musik] Ayah saya membebaskan saya untuk hidup di atas segala perbedaan. Untuk menari di atas kebencian, untuk mengabaikan pandangan buruk karena aksen dan latar belakang keluarga. Dia menunjukkan kepada saya cara untuk tidak berprasangka buruk dan menjauhkan saya dari kebencian etnis, agama, dan ras. Ini yang dia ajarkan kepada saya dan inilah yang ingin saya ajarkan kepada Sofia. [Musik] He. Yeah.