Kehidupan sehari-hari selama Perang Bosnia: Apa yang terjadi di Srebrenica? | DW Dokumenter
tcErTIvly6s • 2025-07-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Alisa
ini mainan untuk dirakit namanya Lane.
Coba tunjukkan lagi.
Ini saya Alisa. Tahun 1991. Saya 8
tahun.
Masa-masa yang menyenangkan. sebelum
perang mulai berkecamuk.
Dulu ayah seringkiali merekam khususnya
saya.
[Musik]
Saya tinggal di sereica.
[Musik]
Ibu saya orang Serbia, ayah saya orang
Bosnia. Ini tidak jadi masalah.
Sampai runtuhnya Yugoslavia.
[Musik]
Akhir 1991 militerisasi diam-diam
dimulai.
Yugoslavia pecah menjadi enam negara.
Dalam sistem yang baru, kaum nasionalis
berkuasa.
Gema peperangan setiap hari semakin
dekat. Melaporkan untuk Deul
Kokeza.
Awal April 1992, bom pertama jatuh di
Sarayevo. Ini adalah awal perang di
Bosnia.
Ketika perang dimulai, segalanya
berubah.
Orang tua saya memutuskan mengirim saya
tinggal bersama kakek nenek saya di
Serbia di Lubovia. Karena saya aman di
sana. Selama perang saya hidup terpisah
dari orang tua saya.
[Musik]
Ada banyak hal yang tidak dibicarakan
dalam keluarga saya. terutama tentang
perang Bosnia. Satu-satunya yang tersisa
dari masa perang adalah kaset video yang
direkam ayah untuk saya dan saya masih
punya begitu banyak pertanyaan.
Karena itu saya melakukan perjalanan
ini, terutama untuk mencari Saifudin
Smilovic, ayah saya.
[Musik]
rasanya menyenangkan.
Lihat ini dia takut.
[Musik]
за
[Musik]
Hai Alla. Ayah punya kamera. Sebenarnya
bukan punya ayah, hanya pinjaman.
Ayah membuat banyak rekaman dari perang,
tapi ayah juga merekam di sekitar rumah
dan tetangga
dan juga pengungsi untuk menunjukkan
kepada kamu bagaimana keadaannya
sekarang.
Jangan khawatir,
kita akan bertemu lagi. Jangan lupakan
ayahmu, ya.
Saya ingat di suatu pagi saya masih
tidur. Dia datang mencium saya lalu
pergi. Itu saja. Setelah itu saya tidak
tahu lagi.
Halo. Halo, Tante.
Apa kabar, Alisa? Semua baik. Bagaimana
dengan tante? Aku ada pertanyaan. Tentu.
Apakah tante kenal teman ayah? Hasan
Haj. Iya, saya kenal.
Dia kontak saya beberapa waktu lalu.
Dia menceritakan beberapa hal seperti
apa yang ayah katakan tentang saya. Apa
tante punya nomor teleponnya? Saya ingin
tahu lebih banyak lagi.
Tante tidak yakin. Tapi tante akan cari
dan kasih tahu kamu. Oke, bagus.
[Musik]
Sofia, bagaimana hari terakhir di
sekolah? Baik.
Bagus.
Kamu senang ke Serbia musim panas ini.
Apa yang ingin kamu lakukan di sana?
Berenang di sungai.
Di sungai Drina? Iya.
Lalu makan es krim. Makan es krim.
Ibu juga sudah enggak sabar lagi. lagi
[Musik]
Hai Alisa, ayah mau cerita tentang hari
terakhir bersama dengan kamu.
Waktu itu di Liobovia
masih pagi-pagi ayah harus pergi.
Kalau tidak mereka pasti akan bunuh
ayah.
Kamu sedang tidur, Alisa. Ayah tidak mau
membangunkan kamu. Ayah hanya mencium
kamu lalu pergi.
[Musik]
Pulang ke serebren
ayah ke kebun kita berbaring dan mencium
aroma rumput. Dan ayah tahu ayah di
rumah.
Selama ini ayah selalu ingin pulang.
valo
me da mi da kući.
[Musik]
Saya heran mengapa ayah memutuskan
kembali ke sereica.
Akan lebih aman kalau menjauh dari
Bosnia.
Hai Mama.
Aku ingin tanya bagaimana awalnya
perang. Aku tidak tahu banyak.
Aku tinggal dengan kakek dan nenek.
Tidak ada yang menjelaskan itu. Bahkan
setelah perang selesai itu tidak pernah
dibicarakan.
Waktu ayah meninggalkan Lubovia,
ibu tahu mengapa dia kembali ke
serebrenica.
Di video itu dia bilang tidak bisa hidup
tanpa serebrenica. Dia ingin mencium
aroma rumputnya. Ibaratnya tak ada
tempat sebaik rumah. Tapi aku tidak
begitu yakin. Ibu tahu alasan lainnya.
Maaf,
aku emosional karena
ibu inginnya semuanya lain.
Andai saja ini semua tidak terjadi
antara aku dan dia.
Aku dan Seif, ayahmu benar-benar saling
mencintai. Dia pria hebat, patriot
srebrenica,
dia cinta tanah airnya, teman-temannya,
orang-orang di sekitarnya.
Mereka penting untuk dia, terutama kamu.
Dan pada suatu hari kami terpaksa
berpisah.
Mengapa dia kembali ke Serebrenicah?
Banyak alasannya juga karena ibu di
sana. Oh ya, karena ibu ada di
Sebenicha.
Dia berharap bisa menyelamatkan
pernikahan kami.
Aku kira dia membuat video ini khusus
untuk aku
supaya aku tetap ingat dia kalau terjadi
sesuatu.
Bagaimana menurut Ibu? Apakah dia bilang
kepada ibu mengapa dia membuat video
ini?
Situasi waktu itu di sere gawat dia tahu
peluang untuk bisa selamat mungkin hanya
1%.
[Musik]
Ibu pikir bagaimana
kalau aku sekarang cari teman-teman dan
keluarganya?
Apa menurut Ibu itu baik?
Iya, Ibu pikir itu bagus. Kamu akan
mengenal ayahmu. Sisi baik dan buruknya
kamu harus tahu sebanyak mungkin tentang
dia.
Aku tidak sabar lagi untuk ke sana dan
mencari tahu sebanyak mungkin. Kapan ibu
pergi ke Serbia?
Tanggal 28
Juni. Iya. Jadi setelah saya
[Musik]
Ibu saya orang Serbia, ayah saya Bosnia.
Lebih dari 50% pernikahan di bekas
Yugoslavia adalah pernikahan campuran
seperti ini.
[Musik]
Sejak perang dimulai tahun 1992,
tiba-tiba ini jadi masalah.
[Musik]
Bagaimana orang tua saya menjalani hidup
mereka waktu itu? Apa mereka tetap
bersenang-senang,
saling mencintai meskipun situasinya
berbahaya? Atau mereka hanya mencoba
untuk bertahan hidup?
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami sering berenang di sini waktu masih
kecil.
Siapa itu?
Itu ayahku.
Kakekmu.
Pinggir dulu. Saya mau lompat.
Sekarang
akan melompat. Ayo.
Menurutmu aku mirip dia?
Tidak.
Warnanya tidak jelas.
Warnanya memang tidak jelas. Ini rekaman
lama.
[Musik]
Ayahku membuat video ini selama perang
untuk ibu
karena kami hidup terpisah.
Bagaimana dia kirim video ini? Dia kirim
lewat seseorang. Ibu tidak tahu siapa.
Ibu akan coba cari tahu kalau kita ke
Lubiova dan Srebrenica. Mungkin aku bisa
tanya teman-temannya.
tempat pangkas rambut
di tengah kota.
Ini toko saya, tapi saya tidak kerja di
sini lagi. Saya berikan toko ini kepada
sepupu Haso.
Ayo masuk ke dalam. Jadi kamu bisa
merekam toko terbaik di sere supaya
dunia melihatnya. Ini butik nomor satu
di serebrenicha. Lihat saja seperti masa
sebelum perang.
Kenapa dia merekam semua orang-orang
ini?
Dia ingin menunjukkan bagaimana
orang-orang tinggal di Serebrenica
selama perang.
Ibu tidak tahu siapa mereka, tapi dia
menunjukkan lokasi tokonya.
Dulunya dia tukang reparasi sepatu. Dia
punya toko sendiri. Dia bilang ini
tokonya yang dulu dan sekarang sudah
jadi toko daging. Ini seperti toko
daging pasar gelap.
Ayo kita lihat mensur.
[Musik]
Ayo
pergi.
Matikan.
Apa warna rambutnya? Seperti rambut ibu.
Coklat. Lebih gelap dari rambutku.
Seperti rambut kamu.
Seperti saya. Tapi matanya biru seperti
ibu.
Jadi ibu punya mata birunya dan aku
rambutnya. Benar.
Kamu juga punya sesuatu dari dia.
Lepaskan dia. Lihat dia mungkin takut.
Iya, dia takut.
[Musik]
Pertempuran telah dimulai. Semuanya
terbagi. Serbia melawan Muslim, polisi,
pemerintah, jalan-jalan, dan wilayah.
Benih-benih genosida disebar saat itu.
Beredar laporan bahwa milisi Serbia
Bosnia melakukan tindakan pembunuhan
etnis terhadap penduduk non Serbia.
Warga sipil menderita. Beberapa tewas
saat duduk di rumah menunggu suara jet
mereda.
Warga Bosnia memperkirakan akan terjadi
perang saudara yang panjang.
[Musik]
Akhirnya kami tiba di rumah nenek di
Lubyova, Serbia. Tempat kami biasanya
berkumpul.
Ibu saya, tante saya, putri saya, dan
saya, kami semua menghabiskan musim
panas di sini.
Tahun ini saya akan titip Sofia bersama
mereka dan mencari cerita tentang ayah.
[Musik]
Tante
[Musik]
lama Jump.
Sini cium dulu. Aku rindu sekali sama
kamu.
[Musik]
Untukmu Alisa ini yang tersulit
karena kamu akan tumbuh tanpa ibu dan
ayah di sampingmu.
Dan mungkin di sekolah kalau ada orang
mengganggumu,
kalau ada ayah atau ibu di sana, kamu
bisa bilang ayahku akan membalasmu.
kamu akan pelindung
takut
aku tahu kamu harus melalui semua ini,
tapi kamu kuat, pintar dan pasti bisa
melewatinya.
Ayah akan menceritakan semua yang
terjadi di sini.
Pada hari pertama,
ayah duduk di dekat jembatan dan sebuah
granat meledak 10 met dari ayah.
Tapi ayah baik-baik saja.
Terus-menerus ada pengeboman.
Kami diserang dari udara 2025 kali kami
bersembunyi.
Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana
orang-orang dan anak-anak menderita
dalam perang ini.
Bagus kamu tidak di sini. Terhindar dari
semua ini.
Ayah punya banyak rekaman perang.
Ayah tidak kirim.
Kamu tidak akan kuat lihat yang mati
atau korban yang di rumah sakit.
Halo. Halo. Selamat siang. Boleh bicara
dengan Jeifa? Saya Jea. Hai Jeifa. Saya
Alisa anak Seo.
Suara kamu terdengar familiar. Apa
kabar?
Saya baik. Kamu bagaimana? Kamu tertawa
seperti ibumu?
Saya ingin tanya sesuatu. Saya punya
video yang dikirim ayah saya.
Saya tahu saya di situ waktu Seu merekam
orang-orang Serebrenicah.
Iya.
Saya ingin tahu apakah kamu punya kontak
orang yang kenal ayah yang bisa saya
hubungi? Saya tidak tahu apa mereka
masih hidup.
E saya bisa cari.
Beri kabar kalau kamu menemukan
seseorang. Iya, tentu. Oke, salam untuk
semua. Sampai jumpa, Jeifa. Sampai
jumpa.
Halo. Halo. Selamat sore. Bisa bicara
dengan Zeko?
Saya Zeko. Ini siapa? Ini Alisa. Anak
Seevo.
Ah,
apa kabar?
Apa kabar, sayang? Baik. Kamu bagaimana?
Berapa umur kamu sekarang? Saya 39.
Ya ampun, sudah selama itu kah?
Ya, saya ingin tanya sesuatu.
Saya punya video dari ayah. Dia kirimkan
kepada saya tahun 1995
sebelum hancurnya serebrenica.
Saya ingin cari saudara dan temannya
yang bisa saya ajak bicara tentang ayah.
Saya harus ketemu kamu dan kita bisa
bicara. Oke.
Oke. Sampai jumpa, Zeko. Sampai jumpa.
[Musik]
Perang dimulai. Pengungsi memenuhi
serebrenicaa.
Orang-orang Bosnia hanya bisa mengungsi
ke tempat-tempat yang belum diduduki
oleh Serbia, yaitu serebrenica dan
desa-desa di sekitarnya.
Pada Maret 1993,
Pensiunan Jenderal Prancis Philip
Moriok, komandan misi UNPROR di Bosnia
dan Herzegovina mengunjungi wilayah
Serebrenicha.
Tempat lebih dari 40.000 warga Bosnia
mencari perlindungan.
Saya memutuskan untuk tinggal di
Serebrenica.
Anda sekarang berada di bawah
perlindungan pasukan PBB.
[Tepuk tangan]
Tenang, tenang.
[Musik]
Tempat yang dibangun untuk 4000 orang
sekarang menjadi perlindungan bagi
40.000 orang. Tempat yang disebut zona
aman serebren nicah.
[Musik]
Allahu
Akbar. Allahu
Akbar.
[Musik]
Allahu
Akbar. Allahu
[Musik]
Akbar.
Halo Alisa.
Ini gedung olahraga lama di sebelah
sekolah.
Dulunya ini pom bensin. Sekarang jadi
tempat bermain pengungsi. Bahkan ada
yang tinggal di sini.
Izbog tu sastoji priče.
Para perempuan mencuci pakaian di sini
setiap hari. Rumah-rumah tidak punya
air.
Inilah warga serebrenah.
Apa kabar?
Baik.
Bapak baru dari mana? Bekerja.
Dapat banyak uang.
Oh iya,
ini Turko dulu sopir taksi, sekarang dia
jalan kaki. Iya, betul.
Ini bar lokal.
Setidaknya kita masih bisa bertemu dan
mengobrol. Syukurlah, Zila.
[Musik]
Z Zila ini lagumu.
Apa kabar? Hai apa kabar? Baik. Dan
kamu? Ya Tuhan ini kamu.
Apa kabar? Baik. Kamu sudah besar? Iya.
[Musik]
Kami pergi ke sungai. Gambarnya tidak
jelas, tapi saya ada di sana.
Kami mencoba untuk hidup senormal
mungkin kalau tidak lagi ada serangan.
Air Seevo
sulo.
Seperti tantangan kita panggil satu nama
dan orang itu yang berikutnya harus
lompat.
[Musik]
Dia selamat bagus.
Kre ini. Krea beratnya sekarang 140
kilo. Tapi dulu dia badannya seperti
model.
Kapan terakhir kali kamu lihat ayahku?
sekitar tahun 1995
mungkin akhir Februari
karena kemudian saya meninggalkan daerah
itu.
Kami dulu sering ketemu. Saat itu saya
tidak tahu saya harus pergi. Tapi
tiba-tiba saya harus pergi.
Kamu pergi ke mana?
Saya ikut pelatihan perwira di Zenica.
Ayah cinta Sbrenica
secara emosional sangat. Dia dari
Serebren dia mencintai serebrenicha
penduduknya semuanya.
Dan selama perang di sini apa kamu
merasa dilindungi pasukan PBB atau oleh
orang lain?
Mereka malah tidak bisa melindungi diri
sendiri, apalagi penduduk.
Saya tentara
dan pasukan PBB itu
saya tidak bisa menyalahkan mereka.
100 prajurit itu dari Belanda.
Mereka masih anak-anak, tidak punya
pengalaman, tidak tahu apa-apa tentang
perang dan risiko mati. Apa yang bisa
mereka lakukan? Itu ilusi untuk berpikir
bahwa pasukan helm biru bisa memberi
perlindungan.
Secara militer cara melindungi orang
bukan hal rumit.
Mari kita lihat lagi.
Ada granat meledak di sini.
Kami namakan itu babi.
Itu granat. Oh, granat itu membunuh
seorang pria dan anaknya.
Pria itu namanya Bego dari Lovka. Dia
bekerja di dekat situ.
Oh, Alisa sayang.
Teruslah berusaha mencari kenangan
tentang ayahmu.
Dia orang baik.
Iya. Terima kasih sudah bercerita. Tentu
bagus kalau kamu menyimpan videonya
supaya anak-anakmu dan generasi
berikutnya bisa melihat seperti apa masa
lalu. Tentu saja mereka akan tertarik
melihatnya. Iya.
[Musik]
sini
[Musik]
Mereka berpatroli setiap hari.
Sepertinya mereka di sini sampai 10
tahun lagi.
Inilah anak-anak pengungsi.
Mereka tidak punya pakaian.
Mereka tidak punya coklat dan kue.
Kalau tentara Unprofor datang, mereka
panggil tuan permen.
Lalu seorang prajurit mengambil beberapa
permen dari sakunya
dan melemparkan itu kepada mereka.
Kemudian prajurit lain mengambil foto
supaya mereka punya kenang-kenangan
kalau mereka nanti kembali ke negaranya.
Ini bioskopnya.
Ayah menayangkan film setiap hari dan
dibayar dengan tembakau, tepung, makanan
kaleng, dan lain-lain.
Ayah operasikan ini sudah hampir
setahun. Sekarang ada listrik. Ayah
punya kamera video. Di sini ada lampu
dan generator.
Ayah membuat generator ini tahun lalu,
bulan Agustus.
Ini generator pertama di Patridge.
Sejak itu 50 generator lain sudah
dipasang.
[Musik]
Selama perang saya tinggal hanya 16 km
dari orang tua saya dan dari
Serebrenica, tetapi perbatasan Bosnia
dan Serbia dulu ditutup.
Saya menghabiskan masa perang di Lubovia
di tempat kakek dan nenek saya.
[Musik]
Nenek, aku ingin bicara sebentar.
Bagaimana aku dulu waktu kecil?
Kamu sedih. Sedih? Kenapa kamu sedih?
Kamu sering sembunyi di kamar kalau ada
tembakan di Bosnia. Kamu tiarap di sana
lalu membenturkan kepalamu ke sofa.
Kenapa
kamu mengalami masa sulit tanpa orang
tua? Dan penembakan itu membuatmu takut
dan kamu sering keluar ke teras dan
menatap ke arah Bosnia.
Kamu bilang saya coba melihat serebren
apa yang nenek lakukan kalau saya
seperti itu? Nenek suruh kamu pergi.
Jangan lihat ke sana supaya kamu tenang.
Lalu saya belikan hadiah kecil supaya
kamu tenang dan tidak jadi gila.
Kamu waktu itu masih anak-anak,
saya bisa apa? Ah, dia si
apa aku sering bertanya tentang orang
tuaku? Sering. Tentang Dana. Lalu Dana
akan kontak kita lewat radio.
[Musik]
Ayah seperti apa dia? Waktu muda dia
seringnya kumpul dengan gengnya. Dia
cukup nakal.
Setelah itu dia kerja di toko sepatu dan
di perusahaan air.
Dia punya dua pekerjaan.
Dia kerja keras, mencari nafkah,
dan selalu melakukan yang terbaik. Yang
kasihan itu dana karena harus putus
sekolah.
Dia masuk universitas jurusan ekonomi,
tapi berhenti.
Setelah menikah, Seifo tidak mengizinkan
dia ikut ujian.
Nenek ingat video yang dikirim ayah yang
dibawa kakek.
Nenek lupa, Alisa. Nenek sudah melupakan
semua dari masa itu.
Nah, Alisa, ini dia rumah kita.
Supaya kamu tahu saja,
kulkas, oven, lampu neon, semuanya
modern. Sekarang
ini kamarmu.
Ini kasurmu waktu bayi.
Itu beberapa mainanmu.
Kamu ingat?
Dan ini video rekaman ayah. Semuanya
dari masa perang. Sebagian tentang
perang, sebagian lain rekaman biasa.
Ayah simpan untuk masa depan.
Kamu masih ingat tukang sepatu itu?
Hai Alisa, ayah belum menunjukkan burung
beomu.
Dia punyamu. Dia sehat.
Dia satu-satunya burung yang akan
selamat dari perang.
Beberapa hari lalu, ayah dan ibu
bercerai.
Kenapa
bisa kamu tanyakan ibumu nanti suatu
hari nanti?
Kamu akan lihat ibu sekarang.
Ini apotek tempat dia kerja.
Ibu akan gunakan kesempatan ini untuk
menyapa kamu melalui rekaman yang dibuat
Seivo.
Seo dan Ibu akan menjadi teman baik.
Kios ini tidak istimewa, tapi mencukupi.
Ini adalah pekerjaan terbaik yang bisa
didapatkan di serebrenica.
Ibu hanya ingin memberitahu bahwa ibu
baik-baik saja.
Ibu harap semua akan lebih baik suatu
hari nanti.
Ibu hanya mau menyapa kamu dan bilang
ibu sangat mencintai kamu.
ti kažem da te puno volim.
[Musik]
Saya menemukan hal baru tentang ayah dan
ibu saya.
[Musik]
Saya tidak mau menghakimi mereka. Saya
sudah dewasa dan bisa memahami mereka.
Saya hanya ingin keadaannya lain untuk
mereka, tapi sekarang sudah terlambat
untuk berpihak. Mereka tidak pernah
bertanya apa pendapat saya tentang
perceraian mereka. Saya tidak dilibatkan
dalam keputusan mereka untuk bercerai.
Saya malah tidak diserebrenica waktu
itu.
Tempat ini guber hampir tidak berubah
sama sekali kecuali sudah ditumbuhi
tanaman liar.
Mereka menebang pohon di area ini.
Tadinya tamannya ada di sini.
Arena bowling dan restoran.
Iya. Arena bowling dan tadinya ada
bangunan tua di sana.
[Musik]
Itu ada di video. I video itu direkam di
sini.
Ada lima atau enam orang. Saya Seevo,
Faki, Roha, Shli,
Farid, saudara laki-laki Faki, kami
melihat matahari terbit di sini. Kami
datang ke sini hari Jumat dan pulang
untuk kerja pada hari Senin.
Dan waktu Seo bertemu Dana,
dia perempuan luar biasa.
kami hadir di pernikahan mereka dan juga
waktu kamu lahir.
пропуло
[Musik]
tidak ada yang menyangka perang akan
terjadi
semuanya. Begitu tiba-tiba
apa tidak ada tanda-tanda mengarah ke
perang?
Bagaimana bisa tidak tahu? Semua campur
aduk
karena agama. Agama-agama di sini sangat
bercampur. Kamu tidak pernah menyangka
ini akan terjadi. Mereka tadinya hidup
bersama dengan baik, melakukan semuanya
bersama.
Pendeta Joko. Iya.
Saat Natal dia menyembelih domba dan
anak babi. Orang-orang Serbia dan Muslim
datang ke tempatnya pada malam Natal.
Hampir semua temannya adalah muslim.
Luar biasa.
Bagaimana mungkin suatu hari mereka bisa
saling bermusuhan bahkan sesama
tetangga?
Sungguh
tidak terbayangkan.
Betapa besar kebencian yang ditimbulkan.
Saya tidak tahu setelahnya, tetapi
sampai saat itu semuanya baik-baik saja.
Iya.
Apa yang berubah dalam pikiran
orang-orang setelah itu? Hanya Tuhan
yang tahu, membingungkan.
Ada konvoi 17 truk membawa 137 ton bahan
makanan dan bantuan medis untuk
serebrenica yang dihuni muslim Bosnia
yang terkepung.
Serbia tidak mengizinkan bantuan yang
dikirim ke Bosnia menyeberangi sungai
untuk meringankan penderitaan penduduk
serebren yang kelaparan. Serebren telah
dikepung oleh pasukan Serbia selama
beberapa bulan. Para relawan menyebut
kondisi di kota itu sangat buruk.
Instalasi air yang dikuasai Serbia di
luar kota telah hancur. Tidak ada
listrik. Pekerja palang merah mengatakan
hanya tinggal hitungan minggu sebelum
penyakit tifus dan difteri menyebar.
Pasukan Serbia tidak lagi membombardir
kota itu. Lebih murah membuat
orang-orang kelaparan.
Komandan PBB ROS yakin pasukan Serbia
Bosnia akan menandatangani gencatan
senjata yang diusulkan pekan lalu.
Ada niat baik dari kedua belah pihak dan
saya pikir kita akan mendapatkan
kesepakatan.
Bahkan Jenderal Mladic, tokoh kunci
dalam perundingan mengatakan bahwa
masalah pentingnya bisa diselesaikan.
Mama, Ibu kemari. Sebentar,
aku akan tunjukkan beberapa hal di
video. Coba lihat apa ibu bisa mengenali
seseorang. Oke.
Ini siapa? Ada yang Ibu kenal?
Ibu sering lupa nama
karena itu sudah 26 tahun lalu dan ibu
berusaha melupakannya.
Ibu belum pernah menontonnya
belum.
Ibu kenal dia.
Apa dia masih hidup atau tidak? Sudah
meninggal. Dibunuh? Iya.
Dia juga dari serebrenicha tapi tidak
tahu lagi namanya. Dia sudah meninggal.
[Musik]
Siapa dia? Dia orang Serbia. Oh ya.
Dia tinggal di belakang masjid.
Dia punya istri muslim selama perang.
Dia masih hidup, sudah meninggal.
Dia saudara kakek. Dia selamat.
Sepertinya tidak. Yang selamat hanya
kakek dan penata rambut.
[Tepuk tangan]
Mari kita lihat ada apa lagi.
Lihat
kaus biru itu aku yang belikan. Oh ya.
itu
lihatlah dia masih muda.
Kami semua masih muda waktu itu.
Orang telah merebut masa muda kami.
Perang ini telah membentuk seluruh hidup
saya. Tak ada awal dan tak ada akhir.
Nenek minta saya berhenti memikirkan apa
yang terjadi selama perang.
Tapi sebelum itu, saya perlu mencari
tahu lebih banyak lagi.
Karena perang ini sangat berdampak bagi
kami semua
pada nenek, ibu,
tante, dan saya sendiri.
Mungkin juga akan berdampak pada Sofia.
[Musik]
Ibu akan telepon kamu dari Sarajevo.
Oke. Oke. Ibu di sana beberapa hari
saja. Berapa lama? Seminggu. Beberapa
hari? 5 hari? 3 hari. 3 hari. Iya.
Jatuh aja.
I love you. Miss you. I love you too.
Miss you.
[Musik]
Saat ini saya memutuskan tidak berbicara
dengan Sofia tentang perang yang dulu
terjadi. Jadi di Yugoslavia
dia masih sangat muda. Kalau Sofia sudah
besar nanti, saya akan menjelaskan
hal-hal yang sudah bisa dia mengerti.
Hanya karena perang ini terjadi bukan
berarti dia perlu membenci dunia ini.
[Musik]
Ošo dobro. Dobro. Dobro sine. Kako ti?
Dobro.
kamu harus bangga dengan ayahmu. Dia
sangat mencintaimu.
Apa tante ingat kapan terakhir kali
melihat dia? Tante tidak ingat kapan
tepatnya. Tante naik bus terakhir dari
Sbrenicaa. Tidak ada bus lagi. Setelah
itu. Bus itu berangkat dari SBrenica ke
Jerman.
Entah bagaimana kami berhasil membawa
anak-anak naik bus itu dan tante pergi.
Mengapa Zevat tetap di serebrenica?
Suami tante Zevad tidak mau pergi. Saya
minta dia ikut, tapi dia menolak.
Kesalahan besar. Tapi kami punya
peternakan yang penuh dengan domba,
ayam, sapi. Dia tidak bisa meninggalkan
itu.
Hai,
aku keringatan. Enggak masalah. Aku baru
pulang kerja.
Aku sedang bicara dengan tante.
Sepertinya sedang ada wawancara.
Kenapa kamu tertawa? Hai, Ibu. Duduk di
sini.
Apa
kabar? Biasa saja. Bagaimana pekerjaan?
Melelahkan. Begitulah.
Kamu masih di tempat kerja yang sama.
Oke, bagus.
Beberapa hari lalu aku nonton video
ayahku. Ada bagian di mana Om Zfat ada
di rumah Riza dan Sefik dan mereka semua
kirim salam. Aku akan ambil videonya.
Ayahmu.
Hai Alisa.
Aku Om Zfat.
Mungkin kamu sudah melupakan aku
karena kamu sudah lama pergi.
Aku sendirian di sini. Sepupu-sepupumu
sudah pergi.
Kami sangat merindukanmu.
Kami sering teringat akan kamu.
Rasanya kamu begitu dekat tapi tidak
bisa bertemu. Tapi yang penting kami
baik-baik saja. Dengarlah kata Om.
dan Opa. Dan op juga
salam hangat untukmu. Saya harap kamu
baik-baik saja
dan kami harap bisa segera bertemu
kalian semua.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Waktu itu semua sudah hilang
[Musik]
Serebrenica telah menjadi tempat
pembantaian. Apakah ada yang akan datang
menyaksikan tragedi yang menimpa
serebrenica dan penduduknya? Kejahatan
mengerikan sedang terjadi terhadap orang
Bosnia di Serebrenica.
Alisa,
di sini akan terjadi perang, akan ada
pertumpahan darah. Itu perkiraan ayah.
Orang-orang ini tidak suka sama kita.
Mereka menyebut kita orang Turki. Tapi
apa yang bisa kita lakukan?
Ayah ini muslim dan ayah tidak bisa
mengubah itu.
Mereka membersihkan kota ini. Kalian
bisa ikut.
Oke, ikut saya. Jangan cepat-cepat.
sama.
[Tepuk tangan]
Ayo serang orang Turki sedang panik.
[Musik]
Batalyon Belanda bergerak ke utara
menuju Potocari dengan perkiraan ada
sekitar 7.000 pengungsi sedang menuju
Potocari.
Ayo kita ke foto dan langsung ke
Bratuna.
[Musik]
Apa ada warga sipil di dalam?
Apa ada warga sipil? Perempuan atau
anak-anak? Perempuan dan anak-anak. Iya.
Kira-kira berapa banyak?
Saya kira sekitar 4.000. Sekitar 4.000.
4.000. Apakah ada prajurit muslim di
dalam?
Tidak. Saya jamin tidak ada prajurit
muslim.
Anak-anak, perempuan sakit, sehat.
Berapa banyak lelaki?
Hanya sedikit.
Mereka usia berapa? Tidak ada serdadu
Bosnia. Berapa usianya? Saya tidak tahu,
belum bertemu semuanya.
[Musik]
Siapun yang ingin tinggal di sini boleh
saja. Siapapun yang ingin pergi dari
sini bisa pakai bus dan truk yang
disediakan.
Di bawah pemimpin militer Ratkom Lad,
laki-laki dan anak laki-laki muslim
dipisahkan dari istri, saudara, dan anak
perempuan mereka.
Tetapi ketika sampai di wilayah muslim
yang ada hanya perempuan dan anak-anak,
para pria dari serebrenica tidak ada
lagi.
[Musik]
Saya tahu setelah hancurnya
serebrenicha, ribuan orang mencoba
melarikan diri lewat hutan untuk
mencapai wilayah Tuzla.
Banyak sekali orang di hutan berjalan
berhari-hari tanpa arah, berharap mereka
pergi ke arah yang benar.
Di antaranya ibu saya.
Ibu, bagaimana kalian bertemu satu sama
lain?
Kami bertemu sebelum serangan terakhir.
Dia masih anak-anak, masih remaja.
Terjadi secara spontan.
[Musik]
Kami ambil makanan dari tas korban
perang.
Itu pertama kalinya kami makan setelah
entah berapa hari.
Di mana kalian dapat air?
Kami mengambil air dari sungai. Saya
ingat suatu kali waktu di sungai saya
minum air, bau airnya tidak enak. Waktu
saya pergi ke hulu, ternyata sungai itu
penuh mayat orang-orang yang dibunuh.
bila leševa ljudi
[Musik]
ini jalan pintas sebagian orang lewat
sana tapi kami lewat sini jalan pintas
ke mana ke hutan
[Musik]
sini
[Musik]
Setiap 50 met bisa terjadi sesuatu. Kamu
tidak tahu siapa yang akan ada di sana.
Kamu tidak kenal orang-orangnya. Semua
takut dan cemas.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kamu hanya berharap kalau sampai ke atas
bukit
bisa melihat garis finish kebebasan.
[Musik]
Sepanjang perjalanan itu saya berharap
bisa bertemu Seivo.
Saya ingin tahu apa dia selamat atau
tidak.
[Musik]
Tidak ada yang bisa bilang bagaimana dia
terbunuh. Banyak orang yang tewas
bersamanya waktu itu.
Saya pernah ingin membayangkan apa yang
dia jalani.
Tapi saya sadar ada hal lain yang lebih
penting,
yaitu mengetahui bagaimana dia
sebenarnya mendengar cerita dari
teman-temannya.
Itu yang lebih penting.
[Musik]
Lebih dari 8.000 pria dan anak lelaki
muslim dibantai di serebrenica.
bagian tubuh mereka lalu disebar untuk
menyembunyikan kejahatan itu.
Meskipun Srebren secara resmi diberi
status wilayah aman PBB 27 bulan
kemudian perlindungan itu gagal.
Di sereica terjadi genosida. Ini
kejahatan terbesar di Eropa sejak perang
dunia. melaporkan untuk de dari sereich
marinkul kokeza.
Selamat pagi.
Apa kabar? Baik.
Senang bertemu kamu. Kamu persiso. Oh,
ya.
Mari masuk. Terima kasih banyak.
Bagus ini.
Saya ingat kamu sebelum perang.
Saya tidak kenal kamu. Kamu masih kecil.
Tapi saya ingat dari cerita Seo.
Dia selalu bilang, "Ini Alisa. Itu
Alisa. kamu segalanya untuk dia.
Apa menurutmu ada yang bisa mencegah
tragedi di serebrenica?
Tentu saja. Kalau mereka mau tentu bisa.
Tetapi kemauan itu tidak ada.
Batalion Belanda tidak mau ikut campur.
Tapi bukan hanya Belanda karena Unprofor
terdiri dari beberapa negara.
Pesawat dari Italia yang datang untuk
mengebom Serbia dan Sarajevo.
Mereka bisa saja datang dan mencegah
tragedi ini.
Betul sekali.
Pemerintah di Sarajevo hanya peduli
dengan Serebren ketika mereka butuh
sumbangan, bantuan, dukungan dari Barat.
Masyarakat internasional punya catatan
buruknya sendiri dalam perang ini.
Mereka tidak ingin membahas Rebrenica.
Dan siapa kami yang ada di sini dan yang
kembali ke sini? Kami adalah korban
kolateral.
Tiga negara ini adalah korban. Itu
sebabnya tidak ada pemuda di sini.
Menurut kamu, apa yang perlu terjadi
untuk memulihkan perdamaian?
Mereka yang melobi tapi tidak secara
terbuka menyebut perang. Usir mereka.
Pergunakan orang-orang yang tidak
diracuni oleh nasionalisme dan
chauvinisme.
Memang ada orang-orang muda di luar sana
yang tidak peduli.
Kami yang kembali ke serebrenica.
Kami orang Serbia, Bosnia, dan ada umat
Katolik.
Kami asli dari sini dan kami masih
bersatu hingga hari ini.
Kami pernah hidup bersama sebagai satu
keluarga. Da živeli smo ko jedna
poranica. Da.
Betapa edannya bagaimana perang bisa
membuat sebagian orang berubah jadi
monster.
Itu tipikal untuk perang ini.
Sekarang mereka punya kesempatan
mengatakan apapun yang ingin mereka
katakan yang sebelumnya tidak bisa
dikatakan.
Bagi saya banyak hal yang dikatakan
berasal dari rasa kebencian.
Ada trauma yang dibawa dari rumah, dari
apa yang mereka dengar dari orang lain,
dari orang tua mereka.
Sungguh sulit dipercaya bahwa
orang-orang yang pernah hidup bersama
ini membiarkan perang itu terjadi.
Bagaimana seseorang bisa berubah begitu
saja dalam semalam? Saya tidak mengerti.
Saya coba memahaminya, tetapi tidak ada
hal yang bisa dipahami karena itu bukan
hal yang tepat.
[Musik]
Sekitar 8.000 orang Bosnia terbunuh
dalam 10 hari.
Bahkan hingga saat ini belum semua
korban teridentifikasi.
Setiap tahun tanggal 11 Juli, korban
yang baru teridentifikasi dimakamkan di
pemakaman peringatan Potocari.
Bayangkan dengan 500600 peti mati tempat
ini penuh. Saat jasad ayah saya
ditemukan, ada sisa 500 jasad orang
lain.
Ada juga sisa-sisa jasad bayi yang
usianya baru 1 hari.
Apakah ayah saya pernah bilang dia
membuat rekaman film untuk saya?
Saya tidak tahu dia membuat video khusus
untuk kamu. Tapi kami yang tinggal di
luar serebren Nica mendapat kiriman
berita video dari dia.
Apa yang kamu ingat tentang ayah saya?
Kalau ada cerita tentang dia, saya ingin
tahu
semua. Kami dari sere punya kenangan
tentang dia. Dia sosok yang sangat
positif. Dia dikagumi semua temannya.
Saya dulu kerja di toko perhiasan dan di
sebelahnya ada toko pembuat sepatu
tempat dia kerja.
Dan kadang-kadang semua pekerja dan
pemilik toko berdiri di pintu dan saling
bergurau.
Sbren dulu dipenuhi dengan gelak tawa.
Kami tidak menyangka apa yang akan
terjadi. Jalan itu sekarang tidak ada
lagi.
90% orang yang dulu tertawa-tawa
sekarang dimakamkan di pemakaman
peringatan.
[Musik]
Hei, kalau bukan kamu, tidak ada orang
di luar sana yang kenal saya. Lanjutkan.
Tuhan menyertaimu.
Insyaallah. Saya akan selamat.
Waalaikumsalam. Saya teruskan salam kamu
kepada semua. Sampaikan salamku pada
dunia. Tentuha
[Musik]
Saya dari MSF Kristin.
Oh, betul.
Iya. Kamu berbeda sekali sekarang. Ya
Tuhan.
[Musik]
Oh my god. Sungguh menakjubkan bertemu
kamu lagi.
Kapan kamu pergi?
tahun 5 saya pergi lewat lewat hutan.
Lewat hutan 17 hari.
Ini anak saya Alisa. Hai. Senang
bertemu. Dia dari Doctors Without
Borders. Kami dulu kerja bersama
lailahaillallahu
[Musik]
akbar
Allahu
akbar walillah
Auzubillahiminasyaitanirjim.
Bismillahirrahmanirrahim.
qul auzubirabbinas
malikinas
[Musik]
itu setelah deportasi tanggal 12 dan 13.
Kenapa Anda kembali ke sini?
Karena orang-orang yang saya temui di
sini
seperti staf medis dari rumah sakit,
kami perlu memahami apa yang telah kita
alami bersama.
Saya berbagi dengan orang-orang yang
telah mengalami hal ini juga. Dan saya
ingin menunjukkan bahwa ini tidak
terlupakan dan saya tidak akan pernah
melupakannya. ini telah mengubah hidup
saya dan butuh waktu bertahun-tahun
untuk memahami bahwa bukan salah saya
daerah ini hancur dan banyak orang
terbunuh.
Kapan Anda tiba di Serebrenica? 24 Juni
1995. Iya, betul. Kemudian pengeboman
dimulai. Ibumu bekerja di salah satu
unit rawat jalan di sekitar
Serebrenicaa. Dan ketika saya bertemu
dia kemarin, itu sungguh menyenangkan
bisa bertemu lagi.
Apa kamu ingat hari itu ketika tentara
memasuki Srebrenica?
Iya.
Tanggal 13 Juli, seorang prajurit Bosnia
Serbia mendatangi saya dengan senjata
dan membawa seekor anjing besar.
[Musik]
Dan dia diikuti oleh seorang muslim yang
terlihat stres dan takut. Dia
menggendong bayi di lengannya. Mungkin
umurnya baru 1 tahun.
Saya tidak bisa bahasa Bosnia, tetapi
saya mengerti bahwa ayahnya mengatakan
dia tidak punya siapa-siapa untuk
bayinya.
Ibunya telah hilang atau meninggal dan
dia ingin memberikan bayi itu kepada
saya.
Dia tidak bilang apa-apa, tapi saya tahu
dia akan dibunuh.
Dia kemudian ditemukan di kuburan
massal. Dia memberi bayinya kepada saya.
Ini adalah situasi yang paling simbolis
perpisahan seorang anak dari ayahnya.
Saya tidak bisa membayangkan kepedihan
kamu kehilangan ayah.
Yes.
Kehilangan seorang ayah selama 10 tahun.
Saya sangat menderita
karena saya tidak punya tempat untuk
membicarakannya.
Saya melewati semua itu sendirian saja.
Itu pasti sulit.
Iya, itu sangat sulit.
Tahun 2005, waktu saya tahu bahwa mereka
menemukan ayah, saya sangat sedih,
tapi juga lega
karena ada kuburan yang bisa saya
datangi.
Sejak itulah rasa sakit itu
perlahan-lahan mulai menghilang.
Karena yang terburuk adalah kalau kamu
tidak tahu di mana keberadaan seseorang.
[Musik]
Apa kamu bisa lebih merasa damai saat
ini?
Iya,
karena saya sudah menerima apa yang
terjadi
dan saya berterima kasih kepada ayah
karena dia membuat video untuk saya.
Itu seperti menemukan harta karun.
Dan saya tahu ayah saya akan sangat
senang kalau saya melakukan ini.
[Musik]
Baiklah Alisa,
ayah perlu memberitahu sesuatu.
Ayah hidup sendiri selama 1 seteng
tahun. Tetapi ketika nenek meninggal,
ayah memutuskan untuk menikah dengan
Sadika.
Kami punya seorang putri. Dia saudara
perempuanmu. Namanya Fatimah. Kami
memanggilnya Mima.
[Musik]
Dia sangat mirip dengan kamu. Ibumu juga
bilang begitu.
Jangan lupa dia adikmu.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kakak kamu terlihat cantik? Kamu juga.
Kamu awet muda. Kamu juga.
Aku tahun depan sudah 30 tahun. Aku
takut.
Takut apa? Waktu masih kecil 30 tahun
terdengar sangat tua.
Minuman itu untuk dia.
Terima kasih. Terima kasih.
Aku mau bilang aku lihat video ayah. Aku
buat satu kopi untuk kamu.
Iya.
Sebelum ke sini aku menghubungi beberapa
teman ayah.
Hasan Hasan Celo. Aku juga bicara dengan
Gero.
Maaf, aku tidak kenal mereka. Kamu tidak
kenal satuun dari mereka. Apa yang kamu
temukan?
Dia sangat mencintai musik.
Ibu banyak bercerita tentang masa-masa
mereka pacaran.
Dia selalu berpakaian seperti Joh
Travolta.
Saya membayangkannya sekarang dia punya
gaya berjalan yang khas. Dia melangkah
dengan anggun.
[Musik]
Aku berharap bisa mengingat masa-masa
singkat dengan dia, tapi aku tidak bisa
mengingatnya.
Aku mengerti.
Aku menyesal. Kamu tidak pernah
mengenalnya. Kamu tidak ingat bagaimana
rasanya memegang tangannya, memeluknya.
Kamu tahu kadang aku merasa sedih.
Sayang sekali kita berjauhan.
Aku ingin kita tinggal lebih berdekatan
supaya kita bisa lebih banyak bicara
tentang ini. Mungkin itu akan membantu
kita berdua.
Kurasa ayah juga ingin itu. Di video itu
dia bilang, "Kau punya saudara
perempuan, Fatimah. Dan saya akan
menceritakan tentang dia. Jadi, aku
sudah kenal kamu sejak lama.
Aku senang ada kamu. Kamu mengingatkan
aku pada ayah."
[Musik]
Baiklah, Alisah. Cukup dulu.
Ayah sangat mencintaimu. Aku ayahmu.
Ayah tidak tahu kapan kamu akan mendapat
video ini. Tulislah surat. Jangan pernah
lupakan ayahmu.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Seo ingin aku melakukan perjalanan ini
untuk datang dan menemuinya untuk
mencari tahu siapa dia. Dia ingin aku
belajar menikmati setiap momen kehidupan
dan peduli terhadap orang lain seperti
yang dia lakukan.
[Musik]
Dia mencintai seorang perempuan Serbia.
Dia mencintai saya sepenuhnya, putrinya
yang berdarah Bosnia Serbia. Dia
berteman dengan semua pemeluk agama dan
etnis hingga akhir hayatnya.
Bagi saya inilah yang tersisa dari dia
dengan kebebasan untuk tidak harus
memilih. Saya adalah anak dari kebebasan
itu.
[Musik]
Ayah saya membebaskan saya untuk hidup
di atas segala perbedaan. Untuk menari
di atas kebencian, untuk mengabaikan
pandangan buruk karena aksen dan latar
belakang keluarga.
Dia menunjukkan kepada saya cara untuk
tidak berprasangka buruk dan menjauhkan
saya dari kebencian etnis, agama, dan
ras.
Ini yang dia ajarkan kepada saya dan
inilah yang ingin saya ajarkan kepada
Sofia.
[Musik]
He. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:06:47 UTC
Categories
Manage