Transcript
CXl2uGyqQyI • Skandal PFAS: "Bahan kimia abadi" dalam air minum di Jerman | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0064_CXl2uGyqQyI.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Air vital bagi kelangsungan hidup manusia. Air harus bersih dan aman untuk diminum. Namun, apa jadinya jika ternyata air yang kita minum tercemar? Kami menelusuri salah satu skandal air minum terbesar dalam sejarah Jerman. Kami berbicara dengan para korban, penyidik, dan bahkan berhadapan langsung dengan salah satu tersangka. [Musik] Saya tumbuh besar di sini. Sepertinya gedung ini dibangun tahun 1969. Alamnya sungguh indah. Schwarz world membentang tak jauh dari sini. Copenheim adalah kota kecil di middle Baden. Tempatnya cukup tenang, nyaman, dan rasanya mustahil skandal seperti ini bisa terjadi di sini. [Musik] Saya pertama kali dengar kasus ini pada musim semi 2014. Pemerintah saat itu mengadakan acara sosialisasi. Kalau tidak salah, mereka bilang bahan kimia itu ditemukan secara tidak sengaja. Mereka juga bilang bahan kimia itu tidak berbahaya, tidak ada risiko kesehatan. Tapi setelah saya bertemu seorang kenalan, ternyata dia juga takut. Kami merasa hal seperti itu seharusnya tidak ada dalam air minum. Harus ada tindakan. Soalnya saya tidak tahu apa-apa tentang pivas. Benar-benar asing buat saya. [Musik] PAS sebelumnya dikenal sebagai PFC adalah sekelompok bahan kimia yang telah digunakan secara luas sejak tahun 1940-an. Kandungannya membuat jas hujan jadi anti air, kertas roti jadi anti minyak, dan gelas kertas jadi kedap air. Pivas adalah senyawa sintetis yang sering disebut sebagai bahan kimia abadi karena merupakan salah satu zat yang paling sulit terurai yang diketahui manusia. Pivas juga diketahui berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Beberapa bahkan mungkin bersifat karsinogenik sehingga tidak ada yang menginginkannya dalam air minum. Keesokan harinya saya pergi membeli air minum kemasan. Saya berpikir ini berbahaya. Saya tidak mau mengambil risiko. Saya langsung berhenti minum air keran. Pada musim panas 2017, Claudia tiba-tiba kesulitan bangun. Tangannya bengkak dan persendiannya nyeri. Gejala itu memburuk di bulan-bulan berikutnya. Dia didiagnosis menderita artritis rumatoid, penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Mungkinkah ada hubungannya dengan air minum? Akhirnya saya didiagnosis menderita penyakit autoimun yang membuat saya sedih dan saya langsung berpikir ini karena air minum. Petunjuk pertama dalam misteri air ini membawa kami ke Rastat. Instalasi air di sini awalnya memasuk air minum yang tampaknya bersih kepada 60.000 penduduk. Hingga pria ini secara tidak sengaja menemukan sesuatu di sumur air tanah. Pada awal tahun 2012 kami di Dewan Kota ditanya seberapa tercemar air tanah. Sehubungan dengan itu, kami menemukan bahwa semuanya baik-baik saja. Kualitas airnya sangat baik, kecuali satu kontaminan yang pada saat itu dianggap tidak biasa oleh laboratorium. Dan itulah kontaminan yang saat itu dikenal sebagai PFC atau PIFA saat ini. [Musik] Bagaimana bahan kimia industri itu bisa masuk ke dalam air minum rasta dan sudah berapa lama mencemari air? Kasprik mulai mengumpulkan data dan tidak berhenti selama setahun. Namun, warga tidak diberitahu tentang air keran mereka yang semakin tercemar. Ketika kontaminannya mencapai batas tertentu, saya tidak mendapat dukungan apapun. Semua orang bilang, "Ini keputusanmu." Saya pun membuat keputusan pribadi dengan cepat. Setelah semalaman tidak tidur, saya akhirnya menutup pipa air. Kasprik kemudian harus memberitahu publik. Saat itulah 60.000 penduduk Rastat baru mengetahui air minum mereka terkontaminasi pivas. Banyak penduduk khawatir dan marah termasuk Ulrik Suuman. Masyarakat umum artinya semua orang tidak diberi informasi langsung hanya lewat media. Artinya orang-orang yang tidak membaca koran tidak tahu apa-apa. Padahal mereka juga seharusnya diberitahu. Itulah sebabnya kami membuat selebaran ini dan membagikannya ke setiap rumah. Di bagian atas lebaran tertulis, "Pasokan air minum Kopenheim tidak aman. Ini karena kami merasa pihak berenang meremehkan situasinya dengan bilang tidak seburuk itu. Semuanya aman, semuanya baik-baik saja. Pfc tidak berbahaya. Saya masih tidak percaya. tidak ada tindakan yang diambil. Terutama karena Kopenheim jadi salah satu lokasi terdampak paling buruk. Air keran Claudia dan Ulrik berasal dari salah satu sumur yang paling terkontaminasi. Saya tetap minum air keran karena belum diperingatkan. Jelas ada pivas dalam tubuh saya. [Musik] menghadapi kontaminasi ini secara tiba-tiba di Lembah Rain Grabben yang biasanya bebas bahaya dan kaya air bukanlah hal yang mudah bagi kami dan penyedia air lainnya. [Musik] Sekarang semuanya harus menguji air tanah untuk mendeteksi pivas. Mengetahui tingkat kontaminasi dan seberapa tinggi kadarnya dalam air minum membuat saya sadar betapa rentannya pasokan air minum kita sebenarnya. Pasokan air dan kesehatan sekitar 200.000 orang di wilayah Mitle Baden terancam. Pertanyaannya, bagaimana PIVAS bisa masuk ke air minum? Perusahaan utilitas Kota Rastat, satu penyedia air lainnya, dan pemerintah Kota Baden-Baden mengajukan tuntutan pidana terhadap pihak yang tidak dikenal. Penyelidikan resmi oleh otoritas setempat pun diluncurkan. Sangat mengejutkan melihat bahan kimia industri dalam air minum kami untuk pertama kalinya. Dan ternyata bahan kimia itu tidak hanya terpusat di satu instalasi air, tapi di beberapa tempat sekaligus. Muncul pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi? Awalnya kami kira ada kebocoran, tapi ketika ditemukan di area yang luas dan di banyak sistem air minum yang berbeda, jelas ini bukan kejadian tunggal. Ini pasti sesuatu yang tersebar luas. Investigasi panjang akhirnya membawa pihak berwenang pada sebuah petunjuk penting di ladang-ladang di wilayah tersebut. Kita berada di sebuah ladang di Hugelsheim. Ini adalah salah satu ladang pertama yang kami uji pivasnya. Ada indikasi bahwa pivas masuk ke air tanah dari ladang ini. Pihak berwenang mengambil sampel tanah dan air tanah. Kami menguji lokasi pengukuran air tanah di kawasan hutan. [Musik] Tidak ditemukan pivas di sana, hanya sedikit di sumur pengganti. Jadi yang tersisa hanya jalur ladang ini yang mungkin menyebabkan kontaminasi pivas. Kami menemukan konsentrasi pivas yang sangat tinggi di ladang ini. Dari sini pivas masuk ke air tanah dan akhirnya berakhir di sumur air minum. Brunen. Sumber kontaminasi pivas telah ditemukan menjadikannya TKP pertama dalam kasus ini. Namun, bagaimana bahan kimia abadi ini bisa masuk ke ladang? Kami bertanya kepada para petani setempat. Hanya satu orang yang mau berbicara dengan kami. Saat itu pihak berwenang melakukan analisis tanah. Mereka memberitahu kami bahwa mereka sedang meneliti berbagai area dan bertanya di lahan mana kira-kira kompos disebarkan. Area-area itulah yang pertama kali mereka uji. Ketika terungkap bahwa kemungkinan besar kontaminasi berasal dari kompos, tentu saja itu mengejutkan. Kompos tersebar di sana antara tahun 2006 dan 2008. Berapa banyak kompos yang kami gunakan? Mungkin 500 ton. Kompos ini sudah lolos uji standar untuk logam berat. Tapi saat itu kompos belum diuji untuk pivas karena belum diwajibkan oleh undang-undang. [Musik] Di sini kami berurusan dengan serat kertas sintetis yang mengandung pivas tinggi. Kontaminasi utama berasal dari lumpur kertas dalam jumlah luar biasa besar yang dibuang ke ladang-ladang ini. Kami memperkirakan ada sekitar 100.000 ton lumpur kertas yang dibuang selama bertahun-tahun. Zeitraum ungefen. Para petani menerima kompos itu secara cuma-cuma. Tetapi tidak ada yang bertanya kenapa. Limbah kertas itu disebar ke lebih dari 3.000 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut. Apakah petani itu menyesal telah menggunakannya? Kompos itu campuran. Bukan berarti kami menyebarkan PFC murni. Pfc ditemukan pada tahun 2014. tahun di mana kami harus menghancurkan ladang stroberi yang telah kami kerjakan sepanjang tahun. Padahal saat itu kami tinggal memanen saja. Tapi setelah buahnya diuji, hasilnya bilang harus dihancurkan. Kami rugi 80.000o Dari 140 hektar lahan yang kami tanam sekitar 60 hingga 70% terkontaminasi pivas. Apakah saya merasa bersalah sedikit? Tapi kami hanya menginginkan yang terbaik untuk lahan kami. Kompos di ladang petani itu berasal dari produsen lokal. Dan menurut keterangan petani lain, perusahaan lokal bernama Umweld Partner Vogel yang memberikan mereka kompos gratis. Kami bertemu dengan pimpinan perusahaan itu. Nama saya Fran Vogal. Saya berusia 69 tahun dan mulai membuat kompos pada tahun 1987. Tujuannya sederhana. Memperbaiki kondisi tanah dengan menghasilkan humus. Tanah sehat, hidup sehat, manusia sehat. [Musik] Kami mengambil serat kertas baru dari industri kertas beberapa tahun lalu. Kami mengikuti aturan, menganalisis bahannya dan semuanya baik-baik saja. Saya bilang, "Ayo lanjutkan." Kami mulai dengan 1000 ton serat kertas baru. Kami mengomposnya dan memberikannya kepada petani. Yang pertama di 1999, kemudian lebih banyak lagi di 2003, 2004 sampai 2005,26. Di tahun 2008 kami berhenti. Namun saat itu 100.000 ton lumpur kertas telah dikomposkan dan disebarkan ke lahan pertanian. Fogel dan perusahaannya telah melebihi batas yang diizinkan. Benar. Kami menerima lebih banyak dari yang diizinkan. Selama 3 sampai 4 tahun kami mengambil serat kertas meskipun kami tidak memiliki izin. Mereka menolak permohonan izin saya pada tahun 2008 dan saya membayar denda. Saya melakukan kesalahan dan sekarang saya harus mengakuinya. Perusahaan Vogel didenda 40.000o. Padahal dia menghasilkan 1,7 juta euro dari mengambil lumpur kertas hanya dalam waktu 3 tahun. Apakah dia tahu lumpur kertas itu mengandung pivas? Saya mengetahui dari media bahwa kompos kami mengandung pivas atau PFC sebutan namanya. Pihak berwenang mencari PFC waktu itu. Mereka datang ke pertanian kami dan bilang kalau kami adalah tersangka. Namun pihak berwenang tidak menemukan apapun pada tahun 2014 karena Franz sudah berhenti mengambil lumpur kertas pada tahun 2008 6 tahun sebelumnya. Menurut saya penggunaan lumpur kertas ini termasuk pembuangan limbah dalam skala besar. Dan beginilah bisnis pembuangan limbah itu bekerja. Industri kertas memberikan limbahnya ke pembuat kompos yang menerimanya dengan imbalan uang. Dia lalu mencampurkan limbah tersebut ke dalam komposnya untuk diberikan kepada petani setempat. Para petani kemudian menyebarkan kompos itu ke ladang-ladang. Dari sanalah pivas meresap ke dalam tanah dan air minum. Pabrik kertas jadi sumber awal kontaminasi tersebut. Kami mengambil serat kertas dari berbagai pabrik. Bukan saya yang memintanya, tapi mereka yang menghubungi saya dan bertanya apakah saya bisa mengomposkan limbahnya. Lalu berlanjut semakin lama semakin banyak. Mengapa bukan pabrik-pabrik kertas itu yang ditindak? Merekalah penyebabnya. France bukan satu-satunya yang penasaran. Jurnalis ini telah meneliti kasus tersebut selama bertahun-tahun. Jalur ini sangat indah. Kita sedang berkendara menuju Lembah Mork, tempat lahirnya industri kertas. Membuat kertas berarti menghasilkan limbah, yaitu lumpur kertas. Dulu hingga tahun 2005 limbah itu dibuang. Namun kemudian undang-undang berubah dan pembuangan tidak lagi diizinkan. Industri kertas pun menghadapi masalah. Apa yang harus dilakukan dengan limbahnya? Muncullah ide untuk mengubahnya menjadi kompos yang akan digunakan sebagai pengondisi tanah. Masalahnya, kertas bukanlah produk alami. Dia sudah bukan produk alami sejak awal proses produksi. Segala macam bahan ada di dalamnya, tapi tidak ada yang bertindak secara bertanggung jawab. Pemerintah daerah mulai bertanya, pertama, pabrik kertas mana yang mengirimkan lumpur? Kedua, apakah mereka menggunakan bahan pelapis kertas atau perekat? Jawabannya, ada 14 pabrik kertas berbeda yang mengirimkan limbah. Bicara soal nama-nama pabrik kertas itu, tentu saya meminta nama-namanya dan berhasil mendapatkannya. Tapi saya dapat pesan kalau mereka tidak mau namanya diungkap dan akan ada konsekuensi hukum jika hal itu dilakukan. Karena itulah saya tidak akan menyebutkan nama. Pabrik-pabrik kertas yang namanya berhasil kami identifikasi, beberapa di antaranya sudah tidak beroperasi. Sementara yang lain tidak menjawab pertanyaan kami atau menolak bertanggung jawab. Pihak berwenang juga telah berhenti mengusut pabrik-pabrik kertas itu dengan alasan jejak distribusi lumpur kertas tidak mungkin dilacak lagi. Apakah warga Metle Baden masih bisa berharap ada yang akan bertanggung jawab atas skandal pivas ini? Iya, mereka bisa karena penggunaan lumpur kertas ini tidak diizinkan oleh peraturan pupuk maupun bahan organik. Lumpur ini juga seharusnya tidak pernah disebar ke ladang dalam jumlah sebanyak ini. Limbah industri kertas tidak seharusnya berada di ladang tempat makanan kita diproduksi. Banyak warga khawatir ketika tingkat kontaminasi pivas terungkap pada tahun 2014. Banyak yang telah meminum air keran dan mengonsumsi produk pertanian lokal selama bertahun-tahun. Mungkinkah bahan kimia abadi ini ada di dalam tubuh mereka? Pada bulan Agustus 2014, kami dengan cepat mengajukan pertanyaan yang sama kepada berbagai otoritas. Bukankah masuk akal melakukan tes darah? Bagi kami, hal yang paling mendesak saat itu adalah darah warga juga perlu dicek. Mereka sudah menguji hampir semuanya. Babi hutan, sayuran, dan tanah. Tapi manusia tidak pernah dibahas. Pemerintah tidak langsung menindaklanjuti tuntutan warga agar tes darah dilakukan. Mereka sudah mempertimbangkannya, tapi saat itu sangat sulit mendapatkan analisis hasil tes darah dari Otoritas kesehatan Masyarakat atau dari Human Biomonitoring Commission. Kami melakukan tes darah sendiri, sebuah kelompok yang terdiri dari 10 hingga 20 orang dan hasilnya jelas. ditemukan rata-rata kadar pivas dalam darah sekitar lima kali lipat dari kadar batas. Saat itu, apapun di atas kadar tersebut dianggap berbahaya. Sekarang batas tersebut telah dilupakan dan diganti dengan batas yang jauh lebih rendah. [Musik] Masalahnya pun menjadi lebih serius daripada yang diperkirakan. [Musik] Setelahnya terbukti bahwa tingginya konsentrasi pivas di dalam air minum mengakibatkan konsentrasi pivas yang tinggi pula di dalam darah. Saya divaksinasi pada bulan Juli 2017 dan brosur informasi pasien mengatakan vaksin itu bisa jadi memicu atau memperburuk penyakit autoimun. Tapi saya terpikir kalau ini mungkin ada kaitannya dengan air keran. Jadi dua hal itu, vaksin dan air yang mengandung pivas mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tapi dokter saya meragukan vaksinasi sebagai penyebabnya. Dia menduga air lebih mungkin jadi penyebabnya. Namun tanpa bukti yang jelas, Claudia harus menghadapi sendiri keraguan dan ketakutannya. Tes darah resmi pertama dilakukan pada tahun 2018 di Mittle Baden. 6 tahun setelah Olaf Kasprik menemukan bahan kimia abadi itu dalam air minum. Pihak berwenang mengaku membutuhkan waktu selama itu untuk mengembangkan sebuah model yang dapat mengevaluasi hasil tes darah. Hasilnya cukup jelas. Semakin terkontaminasi air minum, semakin tinggi konsentrasi PFOE dan PFOS dalam darah. Saya terkejut karena saya beralih dari air keran ke air minum kemasan dengan cepat. Saya berharap kadar pivas darah saya tidak terlalu tinggi. Saat itu, Dinas Kesehatan Masyarakat memberitahu kami bahwa karena kadar pivas dalam darah kami sangat tinggi, kami di Kopenheim akan mendapatkan bantuan dari pakar kesehatan lingkungan karena warga sangat tersah. Kami sempat berdiskusi dengan pakar itu, tapi akhirnya mereka bilang kalau keadaannya tidak separah itu. Air tanah di wilayah itu masih perlu diolah secara ekstensif karena pivas dapat ditemukan tersembunyi hingga kedalaman 80 m di bawah tanah. Dengan mengalirnya air tanah, bahan kimia ini akan terus menyebar, mengancam kota-kota tetangga dan sistem pasokan air mereka. Hal itu membawa konsekuensi serius bagi perusahaan air dan petani. Sebelum menyalakan sistem irigasinya, petani ini harus memurnikan air terlebih dahulu. Kita berada di stasiun pemurnian vivas. Unitnya sendiri berharga sekitar.000o dan ada biaya operasional sekitar 6.000 per tahun. Saya rasa kami harus hidup dengan zat ini untuk waktu yang sangat lama. Kemungkinan besar saya tidak akan hidup untuk melihat kondisinya membaik. Dan putra saya jika dia berani terjun ke bisnis ini, akankah dia melihat perbaikan kondisi? Saya tidak banyak berharap. [Musik] Kita berada di fasilitas penyaringan baru. Tempat empat filter arang aktif dipasang. Filter arang aktif ini digunakan untuk membersihkan air tanah dari pivas. Fasilitas ini dan seluruh teknologi pemurniannya menelan biaya sekitar 4 hingga 5 jutao yang kami biayai dengan menjual harga air dengan lebih tinggi. France telah diperintahkan untuk membayar 240.000o untuk uji tanah dan pembersihan. Gugatan lain yang diajukan oleh perusahaan Utilitas Kota Rastat menuntut ganti rugi sebesar 6,5 juta euro. Investigasi awal oleh kejaksaan telah dihentikan. Tidak ada pihak yang akan dituntut secara pidana. Kami punya satu pencemar yang dibawa ke pengadilan. Tapi ada banyak pencemar lain yang memilih Bungkam. Saya sebenarnya berharap semua pihak yang berkontribusi mencemari 1100 hektar lahan bertanggung jawab. Tidak adil jika hanya satu orang yang dimintai pertanggungjawaban sementara 14 lainnya tetap diam. Sejauh ini skandal pivas telah merugikan warga sekitar 40 jutao dan biaya pembersihan terus meningkat. Saat ini 1100 hektar lahan dan 170 juta m³ air tanah di mitel badan terkontaminasi pivas. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan air sekitar 4 juta orang selama setahun penuh. Kenapa saya tidak minum air keran meskipun katanya aman? Karena saya tidak percaya. [Musik] en [Musik]