Skandal PFAS: "Bahan kimia abadi" dalam air minum di Jerman | DW Dokumenter
CXl2uGyqQyI • 2025-09-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Air vital bagi kelangsungan hidup
manusia.
Air harus bersih dan aman untuk diminum.
Namun, apa jadinya jika ternyata air
yang kita minum tercemar?
Kami menelusuri salah satu skandal air
minum terbesar dalam sejarah Jerman.
Kami berbicara dengan para korban,
penyidik, dan bahkan berhadapan langsung
dengan salah satu tersangka.
[Musik]
Saya tumbuh besar di sini. Sepertinya
gedung ini dibangun tahun 1969.
Alamnya sungguh indah. Schwarz world
membentang tak jauh dari sini. Copenheim
adalah kota kecil di middle Baden.
Tempatnya cukup tenang, nyaman, dan
rasanya mustahil skandal seperti ini
bisa terjadi di sini.
[Musik]
Saya pertama kali dengar kasus ini pada
musim semi 2014.
Pemerintah saat itu mengadakan acara
sosialisasi.
Kalau tidak salah, mereka bilang bahan
kimia itu ditemukan secara tidak
sengaja.
Mereka juga bilang bahan kimia itu tidak
berbahaya, tidak ada risiko kesehatan.
Tapi setelah saya bertemu seorang
kenalan, ternyata dia juga takut.
Kami merasa hal seperti itu seharusnya
tidak ada dalam air minum. Harus ada
tindakan. Soalnya saya tidak tahu
apa-apa tentang pivas. Benar-benar asing
buat saya.
[Musik]
PAS sebelumnya dikenal sebagai PFC
adalah sekelompok bahan kimia yang telah
digunakan secara luas sejak tahun
1940-an.
Kandungannya membuat jas hujan jadi anti
air, kertas roti jadi anti minyak, dan
gelas kertas jadi kedap air. Pivas
adalah senyawa sintetis yang sering
disebut sebagai bahan kimia abadi karena
merupakan salah satu zat yang paling
sulit terurai yang diketahui manusia.
Pivas juga diketahui berbahaya bagi
manusia dan lingkungan.
Beberapa bahkan mungkin bersifat
karsinogenik sehingga tidak ada yang
menginginkannya dalam air minum.
Keesokan harinya saya pergi membeli air
minum kemasan. Saya berpikir ini
berbahaya. Saya tidak mau mengambil
risiko. Saya langsung berhenti minum air
keran.
Pada musim panas 2017, Claudia tiba-tiba
kesulitan bangun. Tangannya bengkak dan
persendiannya nyeri.
Gejala itu memburuk di bulan-bulan
berikutnya. Dia didiagnosis menderita
artritis rumatoid, penyakit yang tidak
bisa disembuhkan. Mungkinkah ada
hubungannya dengan air minum?
Akhirnya saya didiagnosis menderita
penyakit autoimun yang membuat saya
sedih dan saya langsung berpikir ini
karena air minum.
Petunjuk pertama dalam misteri air ini
membawa kami ke Rastat. Instalasi air di
sini awalnya memasuk air minum yang
tampaknya bersih kepada 60.000 penduduk.
Hingga pria ini secara tidak sengaja
menemukan sesuatu di sumur air tanah.
Pada awal tahun 2012 kami di Dewan Kota
ditanya seberapa tercemar air tanah.
Sehubungan dengan itu, kami menemukan
bahwa semuanya baik-baik saja.
Kualitas airnya sangat baik, kecuali
satu kontaminan yang pada saat itu
dianggap tidak biasa oleh laboratorium.
Dan itulah kontaminan yang saat itu
dikenal sebagai PFC atau PIFA saat ini.
[Musik]
Bagaimana bahan kimia industri itu bisa
masuk ke dalam air minum rasta dan sudah
berapa lama mencemari air? Kasprik mulai
mengumpulkan data dan tidak berhenti
selama setahun. Namun, warga tidak
diberitahu tentang air keran mereka yang
semakin tercemar.
Ketika kontaminannya mencapai batas
tertentu, saya tidak mendapat dukungan
apapun. Semua orang bilang, "Ini
keputusanmu." Saya pun membuat keputusan
pribadi dengan cepat. Setelah semalaman
tidak tidur, saya akhirnya menutup pipa
air.
Kasprik kemudian harus memberitahu
publik. Saat itulah 60.000 penduduk
Rastat baru mengetahui air minum mereka
terkontaminasi pivas.
Banyak penduduk khawatir dan marah
termasuk Ulrik Suuman.
Masyarakat umum artinya semua orang
tidak diberi informasi langsung hanya
lewat media.
Artinya orang-orang yang tidak membaca
koran tidak tahu apa-apa.
Padahal mereka juga seharusnya
diberitahu.
Itulah sebabnya kami membuat selebaran
ini dan membagikannya ke setiap rumah.
Di bagian atas lebaran tertulis,
"Pasokan air minum Kopenheim tidak aman.
Ini karena kami merasa pihak berenang
meremehkan situasinya dengan bilang
tidak seburuk itu. Semuanya aman,
semuanya baik-baik saja. Pfc tidak
berbahaya.
Saya masih tidak percaya. tidak ada
tindakan yang diambil.
Terutama karena Kopenheim jadi salah
satu lokasi terdampak paling buruk.
Air keran Claudia dan Ulrik berasal dari
salah satu sumur yang paling
terkontaminasi.
Saya tetap minum air keran karena belum
diperingatkan. Jelas ada pivas dalam
tubuh saya.
[Musik]
menghadapi kontaminasi ini secara
tiba-tiba di Lembah Rain Grabben yang
biasanya bebas bahaya dan kaya air
bukanlah hal yang mudah bagi kami dan
penyedia air lainnya.
[Musik]
Sekarang semuanya harus menguji air
tanah untuk mendeteksi pivas.
Mengetahui tingkat kontaminasi dan
seberapa tinggi kadarnya dalam air minum
membuat saya sadar betapa rentannya
pasokan air minum kita sebenarnya.
Pasokan air dan kesehatan sekitar
200.000 orang di wilayah Mitle Baden
terancam.
Pertanyaannya, bagaimana PIVAS bisa
masuk ke air minum? Perusahaan utilitas
Kota Rastat, satu penyedia air lainnya,
dan pemerintah Kota Baden-Baden
mengajukan tuntutan pidana terhadap
pihak yang tidak dikenal. Penyelidikan
resmi oleh otoritas setempat pun
diluncurkan.
Sangat mengejutkan melihat bahan kimia
industri dalam air minum kami untuk
pertama kalinya.
Dan ternyata bahan kimia itu tidak hanya
terpusat di satu instalasi air, tapi di
beberapa tempat sekaligus.
Muncul pertanyaan, apa yang sebenarnya
terjadi?
Awalnya kami kira ada kebocoran, tapi
ketika ditemukan di area yang luas dan
di banyak sistem air minum yang berbeda,
jelas ini bukan kejadian tunggal.
Ini pasti sesuatu yang tersebar luas.
Investigasi panjang akhirnya membawa
pihak berwenang pada sebuah petunjuk
penting di ladang-ladang di wilayah
tersebut.
Kita berada di sebuah ladang di
Hugelsheim.
Ini adalah salah satu ladang pertama
yang kami uji pivasnya.
Ada indikasi bahwa pivas masuk ke air
tanah dari ladang ini.
Pihak berwenang mengambil sampel tanah
dan air tanah.
Kami menguji lokasi pengukuran air tanah
di kawasan hutan.
[Musik]
Tidak ditemukan pivas di sana, hanya
sedikit di sumur pengganti.
Jadi yang tersisa hanya jalur ladang ini
yang mungkin menyebabkan kontaminasi
pivas.
Kami menemukan konsentrasi pivas yang
sangat tinggi di ladang ini.
Dari sini pivas masuk ke air tanah dan
akhirnya berakhir di sumur air minum.
Brunen.
Sumber kontaminasi pivas telah ditemukan
menjadikannya TKP pertama dalam kasus
ini. Namun, bagaimana bahan kimia abadi
ini bisa masuk ke ladang? Kami bertanya
kepada para petani setempat. Hanya satu
orang yang mau berbicara dengan kami.
Saat itu pihak berwenang melakukan
analisis tanah. Mereka memberitahu kami
bahwa mereka sedang meneliti berbagai
area dan bertanya di lahan mana
kira-kira kompos disebarkan.
Area-area itulah yang pertama kali
mereka uji.
Ketika terungkap bahwa kemungkinan besar
kontaminasi berasal dari kompos, tentu
saja itu mengejutkan. Kompos tersebar di
sana antara tahun 2006 dan 2008.
Berapa banyak kompos yang kami gunakan?
Mungkin 500 ton.
Kompos ini sudah lolos uji standar untuk
logam berat. Tapi saat itu kompos belum
diuji untuk pivas karena belum
diwajibkan oleh undang-undang.
[Musik]
Di sini kami berurusan dengan serat
kertas sintetis yang mengandung pivas
tinggi.
Kontaminasi utama berasal dari lumpur
kertas dalam jumlah luar biasa besar
yang dibuang ke ladang-ladang ini.
Kami memperkirakan ada sekitar 100.000
ton lumpur kertas yang dibuang selama
bertahun-tahun.
Zeitraum ungefen.
Para petani menerima kompos itu secara
cuma-cuma. Tetapi tidak ada yang
bertanya kenapa. Limbah kertas itu
disebar ke lebih dari 3.000 hektar lahan
pertanian di wilayah tersebut. Apakah
petani itu menyesal telah
menggunakannya?
Kompos itu campuran. Bukan berarti kami
menyebarkan PFC murni. Pfc ditemukan
pada tahun 2014. tahun di mana kami
harus menghancurkan ladang stroberi yang
telah kami kerjakan sepanjang tahun.
Padahal saat itu kami tinggal memanen
saja. Tapi setelah buahnya diuji,
hasilnya bilang harus dihancurkan.
Kami rugi 80.000o
Dari 140 hektar lahan yang kami tanam
sekitar 60 hingga 70% terkontaminasi
pivas.
Apakah saya merasa bersalah sedikit?
Tapi kami hanya menginginkan yang
terbaik untuk lahan kami.
Kompos di ladang petani itu berasal dari
produsen lokal. Dan menurut keterangan
petani lain, perusahaan lokal bernama
Umweld Partner Vogel yang memberikan
mereka kompos gratis. Kami bertemu
dengan pimpinan perusahaan itu.
Nama saya Fran Vogal.
Saya berusia 69 tahun dan mulai membuat
kompos pada tahun 1987.
Tujuannya sederhana. Memperbaiki kondisi
tanah dengan menghasilkan humus. Tanah
sehat, hidup sehat, manusia sehat.
[Musik]
Kami mengambil serat kertas baru dari
industri kertas beberapa tahun lalu.
Kami mengikuti aturan, menganalisis
bahannya dan semuanya baik-baik saja.
Saya bilang, "Ayo lanjutkan." Kami mulai
dengan 1000 ton serat kertas baru. Kami
mengomposnya dan memberikannya kepada
petani. Yang pertama di 1999, kemudian
lebih banyak lagi di 2003, 2004 sampai
2005,26.
Di tahun 2008 kami berhenti.
Namun saat itu 100.000 ton lumpur kertas
telah dikomposkan dan disebarkan ke
lahan pertanian. Fogel dan perusahaannya
telah melebihi batas yang diizinkan.
Benar. Kami menerima lebih banyak dari
yang diizinkan. Selama 3 sampai 4 tahun
kami mengambil serat kertas meskipun
kami tidak memiliki izin. Mereka menolak
permohonan izin saya pada tahun 2008 dan
saya membayar denda. Saya melakukan
kesalahan dan sekarang saya harus
mengakuinya.
Perusahaan Vogel didenda 40.000o.
Padahal dia menghasilkan 1,7 juta euro
dari mengambil lumpur kertas hanya dalam
waktu 3 tahun. Apakah dia tahu lumpur
kertas itu mengandung pivas?
Saya mengetahui dari media bahwa kompos
kami mengandung pivas atau PFC sebutan
namanya. Pihak berwenang mencari PFC
waktu itu. Mereka datang ke pertanian
kami dan bilang kalau kami adalah
tersangka.
Namun pihak berwenang tidak menemukan
apapun pada tahun 2014 karena Franz
sudah berhenti mengambil lumpur kertas
pada tahun 2008 6 tahun sebelumnya.
Menurut saya penggunaan lumpur kertas
ini termasuk pembuangan limbah dalam
skala besar.
Dan beginilah bisnis pembuangan limbah
itu bekerja.
Industri kertas memberikan limbahnya ke
pembuat kompos yang menerimanya dengan
imbalan uang. Dia lalu mencampurkan
limbah tersebut ke dalam komposnya untuk
diberikan kepada petani setempat. Para
petani kemudian menyebarkan kompos itu
ke ladang-ladang. Dari sanalah pivas
meresap ke dalam tanah dan air minum.
Pabrik kertas jadi sumber awal
kontaminasi tersebut.
Kami mengambil serat kertas dari
berbagai pabrik. Bukan saya yang
memintanya, tapi mereka yang menghubungi
saya dan bertanya apakah saya bisa
mengomposkan limbahnya. Lalu berlanjut
semakin lama semakin banyak. Mengapa
bukan pabrik-pabrik kertas itu yang
ditindak? Merekalah penyebabnya.
France bukan satu-satunya yang
penasaran.
Jurnalis ini telah meneliti kasus
tersebut selama bertahun-tahun.
Jalur ini sangat indah. Kita sedang
berkendara menuju Lembah Mork, tempat
lahirnya industri kertas.
Membuat kertas berarti menghasilkan
limbah, yaitu lumpur kertas.
Dulu hingga tahun 2005 limbah itu
dibuang. Namun kemudian undang-undang
berubah dan pembuangan tidak lagi
diizinkan. Industri kertas pun
menghadapi masalah. Apa yang harus
dilakukan dengan limbahnya? Muncullah
ide untuk mengubahnya menjadi kompos
yang akan digunakan sebagai pengondisi
tanah.
Masalahnya, kertas bukanlah produk
alami. Dia sudah bukan produk alami
sejak awal proses produksi. Segala macam
bahan ada di dalamnya, tapi tidak ada
yang bertindak secara bertanggung jawab.
Pemerintah daerah mulai bertanya,
pertama, pabrik kertas mana yang
mengirimkan lumpur? Kedua, apakah mereka
menggunakan bahan pelapis kertas atau
perekat?
Jawabannya, ada 14 pabrik kertas berbeda
yang mengirimkan limbah.
Bicara soal nama-nama pabrik kertas itu,
tentu saya meminta nama-namanya dan
berhasil mendapatkannya. Tapi saya dapat
pesan kalau mereka tidak mau namanya
diungkap dan akan ada konsekuensi hukum
jika hal itu dilakukan. Karena itulah
saya tidak akan menyebutkan nama.
Pabrik-pabrik kertas yang namanya
berhasil kami identifikasi, beberapa di
antaranya sudah tidak beroperasi.
Sementara yang lain tidak menjawab
pertanyaan kami atau menolak bertanggung
jawab. Pihak berwenang juga telah
berhenti mengusut pabrik-pabrik kertas
itu dengan alasan jejak distribusi
lumpur kertas tidak mungkin dilacak
lagi. Apakah warga Metle Baden masih
bisa berharap ada yang akan bertanggung
jawab atas skandal pivas ini?
Iya, mereka bisa karena penggunaan
lumpur kertas ini tidak diizinkan oleh
peraturan pupuk maupun bahan organik.
Lumpur ini juga seharusnya tidak pernah
disebar ke ladang dalam jumlah sebanyak
ini.
Limbah industri kertas tidak seharusnya
berada di ladang tempat makanan kita
diproduksi.
Banyak warga khawatir ketika tingkat
kontaminasi pivas terungkap pada tahun
2014. Banyak yang telah meminum air
keran dan mengonsumsi produk pertanian
lokal selama bertahun-tahun.
Mungkinkah bahan kimia abadi ini ada di
dalam tubuh mereka?
Pada bulan Agustus 2014, kami dengan
cepat mengajukan pertanyaan yang sama
kepada berbagai otoritas. Bukankah masuk
akal melakukan tes darah?
Bagi kami, hal yang paling mendesak saat
itu adalah darah warga juga perlu dicek.
Mereka sudah menguji hampir semuanya.
Babi hutan, sayuran, dan tanah. Tapi
manusia tidak pernah dibahas.
Pemerintah tidak langsung
menindaklanjuti tuntutan warga agar tes
darah dilakukan.
Mereka sudah mempertimbangkannya,
tapi saat itu sangat sulit mendapatkan
analisis hasil tes darah dari Otoritas
kesehatan Masyarakat atau dari Human
Biomonitoring Commission.
Kami melakukan tes darah sendiri, sebuah
kelompok yang terdiri dari 10 hingga 20
orang dan hasilnya jelas. ditemukan
rata-rata kadar pivas dalam darah
sekitar lima kali lipat dari kadar
batas.
Saat itu, apapun di atas kadar tersebut
dianggap berbahaya. Sekarang batas
tersebut telah dilupakan dan diganti
dengan batas yang jauh lebih rendah.
[Musik]
Masalahnya pun menjadi lebih serius
daripada yang diperkirakan.
[Musik]
Setelahnya terbukti bahwa tingginya
konsentrasi pivas di dalam air minum
mengakibatkan konsentrasi pivas yang
tinggi pula di dalam darah.
Saya divaksinasi pada bulan Juli 2017
dan brosur informasi pasien mengatakan
vaksin itu bisa jadi memicu atau
memperburuk penyakit autoimun. Tapi saya
terpikir kalau ini mungkin ada kaitannya
dengan air keran. Jadi dua hal itu,
vaksin dan air yang mengandung pivas
mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Tapi dokter saya meragukan vaksinasi
sebagai penyebabnya. Dia menduga air
lebih mungkin jadi penyebabnya.
Namun tanpa bukti yang jelas, Claudia
harus menghadapi sendiri keraguan dan
ketakutannya.
Tes darah resmi pertama dilakukan pada
tahun 2018 di Mittle Baden. 6 tahun
setelah Olaf Kasprik menemukan bahan
kimia abadi itu dalam air minum. Pihak
berwenang mengaku membutuhkan waktu
selama itu untuk mengembangkan sebuah
model yang dapat mengevaluasi hasil tes
darah.
Hasilnya cukup jelas.
Semakin terkontaminasi air minum,
semakin tinggi konsentrasi PFOE dan PFOS
dalam darah.
Saya terkejut karena saya beralih dari
air keran ke air minum kemasan dengan
cepat. Saya berharap kadar pivas darah
saya tidak terlalu tinggi.
Saat itu, Dinas Kesehatan Masyarakat
memberitahu kami bahwa karena kadar
pivas dalam darah kami sangat tinggi,
kami di Kopenheim akan mendapatkan
bantuan dari pakar kesehatan lingkungan
karena warga sangat tersah.
Kami sempat berdiskusi dengan pakar itu,
tapi akhirnya mereka bilang kalau
keadaannya tidak separah itu.
Air tanah di wilayah itu masih perlu
diolah secara ekstensif karena pivas
dapat ditemukan tersembunyi hingga
kedalaman 80 m di bawah tanah. Dengan
mengalirnya air tanah, bahan kimia ini
akan terus menyebar, mengancam kota-kota
tetangga dan sistem pasokan air mereka.
Hal itu membawa konsekuensi serius bagi
perusahaan air dan petani.
Sebelum menyalakan sistem irigasinya,
petani ini harus memurnikan air terlebih
dahulu.
Kita berada di stasiun pemurnian vivas.
Unitnya sendiri berharga sekitar.000o
dan ada biaya operasional sekitar 6.000
per tahun.
Saya rasa kami harus hidup dengan zat
ini untuk waktu yang sangat lama.
Kemungkinan besar saya tidak akan hidup
untuk melihat kondisinya membaik. Dan
putra saya jika dia berani terjun ke
bisnis ini, akankah dia melihat
perbaikan kondisi?
Saya tidak banyak berharap.
[Musik]
Kita berada di fasilitas penyaringan
baru. Tempat empat filter arang aktif
dipasang.
Filter arang aktif ini digunakan untuk
membersihkan air tanah dari pivas.
Fasilitas ini dan seluruh teknologi
pemurniannya menelan biaya sekitar 4
hingga 5 jutao yang kami biayai dengan
menjual harga air dengan lebih tinggi.
France telah diperintahkan untuk
membayar 240.000o
untuk uji tanah dan pembersihan.
Gugatan lain yang diajukan oleh
perusahaan Utilitas Kota Rastat menuntut
ganti rugi sebesar 6,5 juta euro.
Investigasi awal oleh kejaksaan telah
dihentikan. Tidak ada pihak yang akan
dituntut secara pidana.
Kami punya satu pencemar yang dibawa ke
pengadilan. Tapi ada banyak pencemar
lain yang memilih Bungkam. Saya
sebenarnya berharap semua pihak yang
berkontribusi mencemari 1100 hektar
lahan bertanggung jawab. Tidak adil jika
hanya satu orang yang dimintai
pertanggungjawaban sementara 14 lainnya
tetap diam.
Sejauh ini skandal pivas telah merugikan
warga sekitar 40 jutao dan biaya
pembersihan terus meningkat. Saat ini
1100 hektar lahan dan 170 juta m³ air
tanah di mitel badan terkontaminasi
pivas.
Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi
kebutuhan air sekitar 4 juta orang
selama setahun penuh.
Kenapa saya tidak minum air keran
meskipun katanya aman?
Karena saya tidak percaya.
[Musik]
en
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:57 UTC
Categories
Manage