Transcript
mtMJBRbNnpk • LEMBU YANG HILANG: Ngaben Massal Taman Kaja, Ubud, Bali Masa Pandemi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0212_mtMJBRbNnpk.txt
Kind: captions
Language: id
[Tepuk tangan]
[Musik]
Bali Indonesia Tak hanya terkenal karena
keindahan alamnya
[Musik]
Bali juga terkenal karena adat dan
tradisi masa lalu yang masih hidup
hingga hari ini
[Musik]
mengenal lengkap saya itu I Made
wijatana ya Saya tinggal di Banjar Taman
Kajo Jalan Sriwedari tepatnya Nomor 58
[Musik]
kalau sekarang
banyak ya profesi saya yang
saya lakukan Ya seperti
jadi gini apa namanya ikut taksi gojek
gojek itu terus kalau sempat kan bisa
bikin patung dari paras
hasilnya ini kemudian dijual ke mana Pak
Kalau sebelum Corona itu saya taruhnya
di Ubud
itu join ya kan teman ada artinya toko
terus kalau dapat jualan ambillah 35%
Oke setuju kan itu banyak turis yang
beli
[Musik]
penghasilannya itu tidak tentu ya
nggak bisa dibilang harus begini nggak
bisa itu nasib juga kita kan lagi ngadu
nasib di jalanan nggak kita dapat di
jalanan sampai di rumah
ada yang nelpon patungnya laku satu ya
Nama saya
inyoman jiwa ya itu Nyoman itu nomor 3
jadinya Saya dari anak ketiga dari
delapan bersaudara
[Musik]
seperti Made wicatana yang bekerja di
sektor pendukung pariwisata Nyoman jiwa
pun demikian
namun secara ekonomi Nyoman jiwa
tergolong lebih baik
Ia memiliki guest house yang disewakan
untuk tempat menginap para turis
kalau
jiwa geus itu mimpi kami membikin suatu
rumah dan saya sudah punya mimpi yang
saya taruh dalam hati kecil saya yang
paling dalam untuk bisa meningkatkan
taraf hidup keluarga
[Musik]
tapi tak semua mimpi punya Jalan mudah
ppkm darurat berdampak pada kunjungan
wisatawan di Bali pun begitu banyak
pengusaha hotel yang memilih untuk
menutup hotelnya karena penurunan jumlah
wisatawan yang datang ke pulau dewata
membuat hotel-hotel kosong tanpa
penghuni
[Musik]
selama pandemi setiap orang akan
merasakan sangat-sangat susah karena
Bali mungkin 70% atau 80% tergantung
dari pariwisata walaupun tidak semua
bekerja di pariwisata tapi kan tetap apa
yang kita hasilkan itu kan menopang
pariwisata kalau itu sih sangat-sangat
berat Ya bagi saya
paling berat karena semua juga merasakan
ya bukan dari saya saja yang juga yang
berpenghasilan udah biasa dalam dunia
pariwisata juga kacau ya yang punya
homestay itu udah kacau
kalau kita mungkin terus-terusan
memikirkan itu menjadi tidak bahagia
jadinya kita sikap aja dengan catatan
Bagaimana kita bisa bertahan hidup dari
yang biasanya kita ada pemasukan tiap
hari sekarang cuman pengeluaran saja
kalau itu dipikirkan kan stres
karena itu tidak bisa dipikirkan ya
kalau kita tidak jalankan jalan saja
mungkin ini adalah ujian ya
tak hanya berdampak terhadap ekonomi
pandemi juga berdampak terhadap
pelaksanaan tradisi atau ritual umat
Hindu di Bali
salah satunya adalah pelaksanaan upacara
ngaben
dalam ajaran agama Hindu jasad manusia
terdiri dari roh dan fisik
saat orang meninggal yang mati hanyalah
fisiknya
sedangkan roh tetap hidup
[Musik]
Karena itulah agar dapat menuju surga
dan menunggu reinkarnasi roh orang
meninggal perlu dilepaskan dari
ikatan-ikatan duniawi
semua itu dilakukan melalui upacara
ngaben
[Musik]
orang mencapai kematian yang sempurna
lewat upacara pengabenan itu tujuan
utamanya adalah pencapaian neona itu
disebut
bagi masyarakat Bali upacara ngaben
wajib dilakukan
ini dilakukan sebagai bentuk membayar
hutang anak kepada orang tua atau kepada
para leluhur
di dalam kehidupan
seorang Hindu Insan Hindu itu mempunyai
tiga hutang
sejak dari lahir yang namanya
Tri renang
hutang kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
utang kepada resi yaitu pemuka agama
hutang kepada pitare arwah para leluhur
sekarang
yang di sedang dilaksanakan ini adalah
karena yang kepada Pitra itu kepada
arwah para leluhur
juga sama dengan kita membayar hutang
kepada orang yang kita ambil Kalau
tidaknya upacarai mereka yang di yang
meninggal itu
istilahnya di dalam Lontar itu disebut
akan menjadi
[Musik]
pelaksanaan Ngaben tergolong rumit dan
Butuh Waktu berhari-hari
[Tepuk tangan]
[Musik]
diperlukan juga berbagai sesajen dan
perlengkapan upacara
Karena itulah biaya Ngaben bisa mencapai
puluhan juta bahkan hingga ratusan juta
rupiah
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
kalau secara pelaksanaan memang paling
rumit karena
yang saya tahu itu semua itu ada dua
konsep dia sebenarnya untuk upacaranya
yang satu adalah upacara untuk yang
persembahan ke dewa atau Sang Hyang
widhinya yang satu adalah ke
Sawo ataupun yang diaben tersebut Sawo
itu kita bilang sebagai
orang yang meninggal ataupun orang yang
akan diaben tersebut itu yang kita sebut
sahur Jadi untuk yang di sawo ini segala
perlengkapannya memang sangat sangat
rumit baik dari segi bahan karena
komponennya itu dapat berupa puluhan
bunga puluhan daun dan juga berbagai
macam
[Musik]
sate daging-dagingan itu yang semuanya
memang secara aturan secara
perkaranya itu dia memang harus memang
harus seperti itu
[Musik]
menggerakkan Banyak orang akan
melibatkan juga komponen-komponen itu
jadi ini yang membikin biaya itu sangat
sangat besar gitu untuk dilakukan
[Musik]
dengan biaya yang mahal pelaksanaan
Ngaben akan jadi masalah terutama bagi
warga miskin
untuk menekan biaya sebagian Banjar atau
desa di Bali menyelenggarakan Ngaben
secara kolektif atau massal termasuk di
Banjar adat Taman Kaja Ubud
di taman Kaja Ngaben massal pertama
dimulai tahun 2002
sejak itu Ngaben massal dilakukan secara
rutin setiap 5 tahun sekali
untuk mengatasi masalah biaya sebenarnya
di Banjar dari beberapa tahun yang lalu
memang sudah ada program yang namanya
program Ngaben massal untuk menyiasati
biaya yang digunakan kalau misalnya yang
pribadi kan itu biayanya sangat besar
dan ditanggung sendiri dan yang kita
harapkan dengan Ngaben massal ini kan
tentu biayanya bisa kita bagi bersama
ini kalau kita meninggal di Bali kita
persembahkan namanya kunjung simple
makanan makanan yang kecil makanan
simpel itu namanya kunjung seperti ini
ada airnya Ada kopinya ada makanannya di
terus ini sudah ini simbol-simbol aja
sekarang karena aslinya kan sudah ini
kan ini namanya kondom yang di dalamnya
ini ini orang sudah meninggal dunia
kalau orang meninggal dunia dia sudah
tertidur
Tahun 2022 ini bukanlah pengalaman
Ngaben massal pertamanya
tahun 2017 ia mengikuti Ngaben massal
untuk neneknya yang meninggal
sewaktu itu sudah ngambil masalah tapi
biayanya besar sekali kalau biayanya
sekitar 18,5 keluar uang kalau yang dulu
meriah banyak hiasan dan pakai singa ya
singanya besar
petulangan itu kendaraan yang untuk
acara itu singa
Singaraja itu seharga 5,5 juta Sabtu
[Musik]
seperti inilah kemeriahan yang dimaksud
oleh Made
[Musik]
yang sedang diarak warga ini disebut
petulangan yaitu tempat jenazah atau
tulang pada prosesi pembakaran mayat
[Musik]
secara spiritual petulangan bermakna
sebagai kendaraan pengantar roh orang
mati menuju surga
[Tepuk tangan]
petulangan umumnya berbentuk hewan
tertentu
seperti lembu atau singa
[Musik]
setiap klan atau kelompok kekerabatan
dari satu nenek moyang memiliki
petulangan dengan ciri khas
masing-masing
baik jenis bentuk atau warnanya
dalam ritual Ngaben petulangan bentuk
hewan ini menjadi salah satu komponen
berbiaya besar
[Musik]
tahun 2017 Ngaben massal Taman Kaja
masih memakai petulangan bentuk hewan
tapi di Tahun 2022 petualangan bentuk
hewan ditiadakan
[Musik]
gantinya adalah tablet yaitu kotak peti
sederhana yang terbuat dari kayu
tapi tak semua penanggal atau keluarga
peserta Ngaben massal gembira dengan
putusan itu sebelum itu waktu rapat ya
banyak yang komplain yang punya-punya
Mengapa kita bikin kota Lho kok bikin
kotak dari dulu dari dulu Dari dulu kan
udah pakai singa
Apa artinya itu ketika kita bersama
berkumpul juga dengan para penanggal
kita sampai mereka ada keinginan untuk
membuat Tablo dan kita juga harus
bertanya apakah boleh kita memakai kabel
kepada orang suci kan gitu di dalam
agama Hindu ada tiga dasar dalam kita
mencapai Emang menyelesaikan upacara
yang utama ada yang Madya ada yang nikah
Nista dalam pakaian kecil bukan yang
sudah dalam artian jelek gitu
dalam kita mengambil upacara itu
tergantung tergantung dari modal Kalau
modal kita besar bisa kita mengambil
yang utama Kalau modal setengah kita
bisa ngambil yang sama dia kalau maunya
modal kecil bisa kita ambil yang kecil
tingkatan yang kita ambil di Taman Gajah
itu tingkatan yang untuk pertulangannya
kita ambil yang paling kecil dan yang
lebih kecil dari itu pun ada pembakaran
orang
ada di beberapa tempat itu pakai batang
pisang ketika itu berjalan
boleh ya kami laksanakan itu dan
biayanya hampir mungkin dari dari kalau
bikin petulangan atau singa itu hampir
mungkin
80% berkurangnya biaya untuk itu kalau
kita estimasi kalau satu petulangan itu
5 juta sekarang kita dapatnya mungkin
500 sudah dapat
[Musik]
padahal awalnya kita udah setuju untuk
memakai masing-masing kendaraan
yang ada yang single ada yang lembu
Tetapi ada salah satu warga Kami
kelompok-kelompok keluarga
dan mereka berpikiran mungkin kali ini
kita harus berubah karena situasi dan
[Musik]
saya sendiri tidak setuju sebenarnya
tapi bagaimana kita bisa menyikapi ini
karena masih banyak teman-teman kita
yang kita ajak satu kelompok sekarang
untuk Ngaben bersama bagaimana
kita bisa menurunkan ego dan kita bisa
mengangkat mereka angkat dalam arti apa
kalau mengangkat mereka dan mereka bisa
menyelesaikan tugasnya mereka bisa
menyelesaikan
utangnya kepada leluhurnya kepada orang
tuanya berdosa apapun itu dengan
dengan catatan itu dah kita pakai kotak
saja Pakai yang berarti table itu
nah ini yang yang saya rasa sih
perlu juga apresiasi saya sampaikan
kepada yang artinya yang mampu sudah mau
menurunkan
egonya ataupun dengan
dirinya sendiri untuk mau turun ke
tingkat yang bisa dijangkau oleh yang
kurang mampu itu sih dasarnya
[Musik]
tak hanya soal petualangan lembu dan
singa yang diganti tablet penghematan
lain pun diupayakan semaksimal mungkin
kalau penghematan yang
kami laksanakan untuk Ngaben 2022 ini
ada beberapa bidang diantaranya adalah
pengurangan konsumsi karena itu porsi
yang sangat besar kemudian pengambilan
kegiatannya juga kita lakukan secara
secara
berkelompok jadi itu dasarnya kemarin
ada covidnya ada juga pembatasan
orangnya jadi ada terbentuk kelompok
Kemudian dari kelompok itu kita desain
biar bisa
pengerjaan segala sarana pasar prasarana
upacara itu bisa dibagi Jadi kalau
pengerjaan itu secara efektif dia tidak
ada bahan yang terbuang jadi bisa kita
manfaatkan Jadi kalau misalnya bikin 100
atau 1000 kita udah tahu pasti ini di
kelompok ini mengerjakan ini 1000 Ya
udah selesai kalau misalnya banyak orang
Biasanya banyak yang terbuang itu
bikinnya 1000 Jadinya malah 2000 kalau
dulu itu memang semua harus semua
bersamaan walaupun besar kecil pekerjaan
kadang-kadang itu semua nah ini yang
yang kita dapat belajar juga banyak dari
covid sebenarnya
[Musik]
pelaksanaan Ngaben massal di Banjar adat
Taman Kaja terus mencari bentuk ideal
disesuaikan diperbaiki atau diubah semua
tergantung pada musyawarah warga saya
sudah merasa bersyukur karena banyak ya
di samping tenaga yang kita dibantu
juga biaya ya biaya yang paling paling
sulit bagi saya kita berharap sih
mencari di mana
celah-celah yang harus kita hemat lagi
karena
dalam upacara Ini nggak perlu Gengsi ya
nggak perlu gengsi harus besar seperti
ini harus besar seperti itu tapi biaya
yang Kita lihat nanti 5 tahun ya mungkin
sesuai ya kondisi ekonomi orang-orang
ingin mempersembahkan yang terbaik untuk
leluhurnya
kita tidak boleh memotong seperti halnya
2002 pakai kotak 2000 berapa 27 ya 27
bukan bukan begitu Tidak ada kata harus
[Musik]