File TXT tidak ditemukan.
Transcript
5SHGsFcaW6Q • WATCHTALK : KRUSIAL - Trauma Masa Lalu Umat Konghucu
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0216_5SHGsFcaW6Q.txt
Kind: captions Language: id Gus Dur itu orang yang dekat dengan semua orang termasuk dengan terutama dengan orang-orang yang tertindas kalau ada agama yang menjauhi kemanusiaan itu bukan agama agama selalu mendekati diri pada kemanusiaan di 4 penjuru lautan semua manusia bersaudara kemudian Gus Dur sudah enggak usah jadi proses sedih Tuhan aja anaknya satu masuk Kristen [Musik] Halo berjumpa lagi dalam program watch talk kali ini tajuknya adalah krusial bersama saya Puspita Arum tentunya kali ini ditemenin sama Bang Mama ceria apa sih Bang kita baru saja melewati Tahun Baru Imlek dan kita akan membahas sejauh mana Imlek itu dan juga orang-orang yang merayakan karena memang Imlek ini sudah ditetapkan juga menjadi libur nasional artinya sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia dan Indonesia itu sendiri dan kita sudah kedatangan tamu hari ini bapak Budi Santoso ini adalah ketua umum dewan kerohanian dan juga pengurus matakin pusat ya pak Apa kabar pak sehat ya berarti yang pertama-tama harus kami ucapkan adalah Selamat Tahun Baru Imlek Artinya kita sama-sama apa namanya merayakan nah tapi apa namanya Imlek bahwa ini adalah tahun baru yang umumnya dirayakan oleh umat Konghucu dan juga masyarakat yang merayakannya kemudian bagaimana kita memaknai Tahun Baru Imlek itu sendiri gitu Baik itu dari umat Konghucu dan juga masyarakat yang yang merayakan karena nggak sedih karena nggak hanya masyarakat apa namanya Tiongkok tapi juga masyarakat seluruh dunia termasuk masyarakat Indonesia juga ikut merayakannya bahkan kemarin ada YouTube di Gedung Putih juga dirayakan entah bener entah enggak saya enggak tahu makna Imlek itu banyak yang pertama dalam momen kontemplasi Oke untuk memperbaharui diri ada sebuah nasehat Konghucu yang mengatakan jika suatu hari dapat memperbaharui diri Perbaharui terus dan jagalah agar senantiasa baru karena baru sekarang mungkin sore nanti sudah lama apalagi di dalam abad teknologi ini perubahan demikian cepat dan akan semakin cepat sebuah program komputer Katakanlah yang detik ini terbaru dari kedua sudah kadaluarsa jadi momen untuk kontensi dan memperbarui diri kemudian kedua email itu jadinya kan awal hari pertama dari sebuah sistem penanggalan dan penanggalan itu mempunyai tahun pertama kalau kalender Islam pakai tahun Hijriyah kalau kalender internasional atau yang aslinya kalender Kristiani awal masehi tuh Nah demikian juga kalender Saka itu awalnya punya perhitungan sendiri jadi kalau itu adalah tahun Konghucu artinya tahun pertamanya dihitung sejak Konghucu lahir dan ini bisa dilihat dari kalender-kalender kuno nanti mungkin bisa disisipkan gambarnya bahwa kalender waktu Indonesia dijajah Jepang maupun dijajah Belanda sebelumnya sudah ada gitu Jadi bukan dia bukan pikiran atau pikiran saya gitu Jadi ada penanggalannya sendiri dan awal tahunnya dihitung sejak Konghucu lahir karena Konghucu itu lahir 551 sebelum masehi sebelum Yesus maka tahunnya lebih tua 551 Maka kalau sekarang 2023 masehinya tahun konghucunya adalah 20 jika ditambah 551 2.574 kum Jelly artinya tahun Konghucu dan Imlek karena sistemnya diatur sedemikian rupa awal tahunnya selalu jatuh di awal musim semi musim semi itu 4 Februari Kenapa 4 Februari karena titik Tengah antara dua-dua Desember sampai 21 Maret itu 4 Februari tapi bergeser antara 21 Januari sampai 19 Februari Jadi kemarin kan 22 Januari tahun depan pasti mundur ke Februari Kenapa karena nggak boleh lewat itu konversinya ditambah bulan ke-13 jadi akan mundur mundurnya pun nggak lebih dari 19 Februari seperti itu maka awal musim semi adalah awal untuk bercocok tanam masyarakat pada waktu itu karena waktu itu kan pekerjaan hanya bertani sama nelayan ya kalau sekarang kan ada yang jadi biro jasa biro jodoh nah kemudian Imlek juga merupakan momen selama 15 hari Selama 21 hari untuk melakukan silaturahmi karena perayaan Indah sendiri dimulai seminggu sebelum Imlek di situ seminggu sebelum Imlek Kalau kemarin 22 Januari berarti seminggu sebelumnya pada hari yang sama karena kemarin jatuhnya Minggu berarti Minggu sebelumnya adalah momen yang disebut hari persaudaraan di mana orang-orang yang mau merayakan Imlek harus yang mampu Harus menyantuni saudara-saudaranya kerabatnya yang mau merayakan indah tapi nggak punya dana Jadi anda bakti sosial nah kemudian malam menjelang Imlek Kalau kemarin berarti 21 Januari malam memohon ampun atas segala perbuatan satu tahun selama yang sudah berjalan dan paginya setelah sembahyang pada Tuhan sungkem pada orang tua mulailah menyambangi para senior para sahabat untuk silaturahmi jadi momen silaturahmi juga dan juga momen politik Kenapa momen politik kalender Imlek ini berganti-ganti pertama dipakai 2205 sampai 1766 sebelum masehi 1766 sebelum masehi dinasti yang berkuasa di Indonesia runtuh diganti dinasti San oleh dinasti sang raja pertamanya dirubah taunya menjadi tahun satu lagi dan tahun barunya dimajukan satu bulan Jadi kalau pertamanya datangnya awal musim semi jadi akhir musim gugur air musim dingin air musim dingin nah kemudian dinas sebelum masehi diganti lagi maju lagi sebulan jatuh pada 22 Desember karena kalender Imlek ini awalnya solar dan tahu bahwa titik awalnya itu adalah bahwa Desember itu puncaknya dingin di wilayah utara nah dinasti cau runtuhlah kesimpulan maju lagi nah Konghucu itu menyarankan yang namanya kalender Jangan dijadikan alat politik Kalender itu harusnya digunakan alat pedoman bagi rakyat bagi rakyat itu awal museum semi adalah bertani jadi Tahun Baru Imlek juga bisa dimaknai sebagai tahun ekonomi tahun pertanian dan tahun mulainya kerja baru kerja baru karena kalau itu dijadikan alat legitimasi terlalu dangkal nah secara politik dan karena sudah sejak tahun 104 mulai diberlakukan kembali sebelum masehi artinya sudah 2100 sekian maka sudah menjadi budaya budaya bagi siapa ya tentu bagi masyarakat Konghucu sendiri masyarakat tionghoa pada umumnya juga di Jepang di Vietnam di Korea di Malaysia di daerah-daerah yang kaum oriental lah Ya itu sudah menjadi budaya ya Jadi kalau ditanya milik milik siapa sekarang sudah milik bersama apalagi di Indonesia sudah sejak zaman Gus Dur ditetapkan sebagai sejak zaman Bung karno malah libur fakultatif dipulihkan oleh Gus Dur libur fakultatif Mega menjadi libur nasional maka sudah menjadi milik Jepang se Indonesia secara budaya tapi secara agamis adalah Konghucu gitu seperti itu berarti memaknainya ada banyak dimensi ya kemudian apa sistem penanggalan pertanian politik ekonomi Lebaran kan bukan hanya momen sama Tuhan silaturahmi juga kan juga itu kan politik karena Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah sebuah sejarah baru dimulai gitu loh seperti itu jadi semuanya punya yang sangat lengkap sehingga kalau kita mau mau memperdebatkan dari satu sisi terlalu dangkal ya dan Imlek di tahun 2023 secara kalender nasional ini adalah perayaan Imlek secara terbuka untuk ke-24 kalinya Ya sejak tahun 2000 tahun 2000 jadi Gus Dur tuh terpilih dilantik 20 Oktober 199 saya lupa persisnya tapi saya ingat saya masih bulan Oktober juga Kebetulan saya kenal Gus Dur itu ketika sama-sama menyusun ensiklopedi Nasional Indonesia pertama terbesar di Indonesia karya bangsa Indonesia sendiri melibatkan empat orang 400 kontributor dan Gus Dur salah satu penulis rubrik Islam sebelumnya ditulis oleh Cak Nur Cak nurya Mungkin sibuk dilimpahkan ke Gus Dur Gus durnya juga sibuk ke Pak Johan Effendi nah kami orang-orang Konghucu banyak yang bergaul dengan Gus Dur terutama saya sendiri kemudian Pak chandrawan kemudian Pak bingki Nah pada saat gusur kepilih itu masih di bulan Oktober subuh-subuh Pak bingki datang dari Surabaya saya jemput kemudian sowan pagi-pagi masih subuh di tengah jalan karena kami berangkat dari Sunter melewati jalan di depan Istiqlal itu kan ada rel kereta yang di atas itu nah tiba-tiba entah ide dari mana saling menengok saya nyetir kita bikin Imlek Nasional usur ke Gus Dur gitu nah ketika menghadap Gus Dur membuang Sampean jadi presiden Boleh dong umat Konghucu mengadakan Imlek Nasional Apa itu nasional Imlek yang dihadiri umat dan tokoh Konghucu serta masyarakat tionghoa dari seluruh Indonesia tentu perwakilan ya dan Gus Dur sebagai presiden serta pejabat-pejabat tinggi hadir beliau tidak ngomong setuju atau tidak setuju tapi bilang laksanakan dua kali saya dengan pak Biki pandang-pandangan belum pengalaman nggak punya dana pertama kali dua kali Gus satu kali aja padahal alasannya bukan karena nggak mau tapi nggak mampu ya ragu-ragu dua kali kenapa Gus kan baru pertama kali dua kali dua kali itu apa Imlek di Jakarta menunjuk saya kamu tanggung jawab cap gombel di Surabaya babi tanggung jawab kita masih nolak Gus udah saja cuma Hindu cuma Nyepi Kristen dan Katolik bahkan satu cuma Natal Waktu itu saya kantor di Gramedia waktu itu jam 8 lebih ditelepon oleh Mbak Ratih Harjono sekretaris presiden yang pertama itu dia telepon Mas Budi kok sampeyan serakah bener katanya minta Imlek dua kali Bagaimana wong saya mintanya satu kok kalau nggak percaya sampeyan telepon bicara Mbahmu sendiri maka jadilah Imlek pertama 17 Februari tahun 2000 di Bali Sudirman yang dihadiri oleh presiden Abdurrahman Wahid beserta ibu Sun negara wakil presiden Ibu Megawati Soekarnoputri kemudian ketiga Ketua MPR RI Profesor Doktor Amien Rais ketua DPR Akbar Tanjung duta duta besar negara-negara sahabat para tokoh-tokoh dan beberapa menteri diantaranya dari foto terlihat Bapak SBY beserta ibu Ani Pak Abdul Latif dan ketiga Pak SBY menjadi presiden maupun jadi menterinya selama 15 tahun hadir terus termasuk hadir di acara-acara yang lain Gus Dur 2 tahun jadi presiden dua kali Ibu Mega menggantikan Gus Dur pada 17 Februari tahun 2001 juga hadir dan bahkan menetapkan Imlek sebagai hari nasional di depan audience secara spontan yang saya tahu bisik-bisik dengan menteri pendidikan pada waktu itu yang menjadi menteri agama ADN Dream apa tuh Malik Fajar ada Pak kwik yang juga ada Pak SB juga saya menemani Gusti pojok karena waktu itu kan jadi nggak mau deket-deket dan presiden gitu loh Nah di situ ditetapkan secara spontan dan Ibu Mega hadir tiga kali gitu sebagai presiden Nah itulah sejarahnya spontan ketika Imlek mobil rayakan Saya mulai bekerja terus saya menghadapi kendala karena masih berlakunya Inpres tahun 67 di tahun 2003 ini perayaan indeks secara nasional secara terbuka itu baru ke-24 kalinya atau yang pertama di tahun 2000 sebelumnya ini gimana nih pak Bung Karno 10 bulan setelah Indonesia merdeka 18 Juni 1946 mengeluarkan ketetapan Presiden nomor 2 oem garis miring oem 1946 yang menetapkan hari-hari libur oke ya orang Tionghoa yang waktu itu mayoritas beragama katakan begitu Ketika saya SMP tahun 73 sampai 75 di sekolah saya mayoritas Konghucu kebetulan sekolah saya 95% orang Tionghoa beliau menetapkan pada hari libur fakultatif ya Empat hari liburnya urut yang awal kan Imlek habis Imlek kemudian hari hari wafat dan hari lahir hari wafatnya bulan 2 soalnya bulan 8 jadi 44 ini hari libur dan itu nggak pernah dicabut ya kemudian karena dan ketika undang-undang sementara tahun 69 sudah masuk pemerintahan Pak Harto ditetapkan sebagai undang-undang seperti itu artinya Konghucu itu meskipun dikatakan di undang-undang nomor 1 pnps 60 14 tahun 67 itu dikatakan sebagai bahwa segala adat istiadat agama dan kebudayaan Kenyataannya nggak menyebut Konghucu tuh juga nggak menyebut tahu kan agama dari Tionghoa itu kan tahu sama Konghucu gitu tidak dilarang tapi kenyataannya baru tahun 78 tuh efektif ketika keluar surat edaran Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud tahun '78 bulannya November Kalau tidak salah yang menegaskan bahwa di KTP hanya ada lima agama di luar Konghucu Sejak saat itu baru dilarang matakin kan mau merayakan hari kemerdekaan yang ke-50 tahun 95 aja tidak boleh kalau pakai nama Konghucu harus pakai nama lain ya kita bilang masuk warga negara merayakan kemerdekaan nggak boleh gitu artinya di tahun 78 itu tadi ya yang di kolom KTP mempengaruhi jalan jalan sejarah termasuk menikah susah enggak boleh Oke karena Konghucu Bukan agama dasarnya apa dalam negeri padahal ada undang-undang nomor 1 pnps 65 yang masih berlaku bahwa agama-agama yang banyak dipeluk oleh masyarakat Indonesia penduduk Indonesia yaitu Islam Kristen Katolik Hindu Budha dan Konghucu Meskipun demikian penjelasannya bahwa mereka yang beragama Shinto Sora asrian bahaism itu boleh gitu loh tapi kenyataannya zaman itu yang namanya surat edaran bisa ngalahin Keputusan Presiden pada akhirnya banyak teman-teman dari umat Konghucu yang menikah harus mengubah agamanya dulu bukan hanya merubah banyak eksodus Oke banyak kayak saya sendiri ketika Konghucu dilarang saya sudah kelas 3 SMA semester 2 zaman saya semester tiganya kan diperpanjang oleh Pak Daud Yusuf itu setengah tahun jadi semester tiganya agama saya ganti pada waktu muda saya masuk IPB juga pelajarannya Budha gitu loh seperti KTP juga kota ganti itu meskipun secara pribadi masih menganut Iya ada yang secara pribadi aja Ya memang benar-benar Ya kalau kita BPS itu tahun 71 masih ada penduduk berdasarkan agama pada waktu itu umat Konghucu jumlahnya 0,7% Buddha juga 0,7% Hindu sekitar 0,8 ya seperti itu jadi kondisinya itu sampai akhirnya membuat teman-teman umat dari Konghucu ini harus berganti agama berganti agama ibadah berganti nama yang klenteng Jadi dipeliharakan segala macam seperti itu dan itu berimbas sampai sekarang hingga akhir tahun 2000 semua bisa lebih terbuka tapi kan belum KTP masih ada masalah KTP itu saya menghadap lagi tuh waktu itu menterinya kan Pak Suryadi Sudirman mantan Gubernur DKI saya pagi-pagi sendirian waktu itu KTP masih masalah itu kenapa saya jelaskan dipanggil tuh langsung Pak Surya pagi-pagi itu saya kan nggak enak gitu tapi kemudian pas sudah hadir mengeluarkan surat saya lupa nomornya tapi tanggal 31 Maret tahun 2000 karena pas ulang tahun saya 40 ya Nah di situ ktp-nya Boleh lagi dan belum selesai semua jaman Ibu Mega membereskan Imlek jadi hari nasional karena pada waktu pidato diingatkan bahwa ayah beliau dulu menetapkan libur gitu loh terus kemudian 2006 baru diberesin semua sama Pak SBY pendidikan di sekolah Pendidikan rumah ibadah bahkan benteng Kung Mio di Taman Mini itu berdiri zaman Pak SB tahun 23 Desember tahun 2010 diresmikan sedangkan pembangunannya tanggal 2 Februari itu 2009 jadi sekitar 6 tahun masa transisi itu ya Secara transisi dan sampai sekarang pun masih transisi karena posisi-posisi Konghucu Di Departemen Agama hanya sebagai kampus level direktur sedangkan agama yang lain Direktur Jenderal Direktur Jenderal politik anggarannya tentu berbeda sedangkan kampus atau direktur itu Reportnya ke Sekjen dan pengaruh nggak Pak pengaruh dalam pelayanan dalam level link kalau menghadapi kanwilkan kalau Dirjen kan lebih tinggi Kalau ini kan sejajar kemudian anggarannya pelayanannya tentu berbeda sekali tapi Pak saya saya ingat waktu Bapak banyak bercerita dan sering berkomunikasi dengan Gus Dur Saya sedikit mengulas tema sejauh mana kedekatan dengan orang yang dekat dengan semua orang termasuk dengan terutama dengan orang-orang yang tertindas ya oke Gus Dur itu kalau Bela kalau yang lain mungkin beda dalam hal wacana berupa sikap dukungan kalau butuh pasang badan loh pernah ketika Konghucu tidak mendapat tempat di KPU setelah Demo Kita bikin konferensi pers di PBNU yang masih belum diperbaiki pada waktu itu busur bukannya di belakang Tapi di depan satu kalimat yang saya ingat sampai sekarang mengganggu mataqin mengganggu mataku padahal buat Gus Dur mata Itu kan hal yang sangat penting gitu seperti itu seperti itu pasang badan Bahkan dia mendirikan Yayasan Nur kebajikan Nur itu cahaya bahasa Islam kebajikan khas Konghucu intinya Bagaimana memperjuangkan Konghucu dan dia bilang kalau saya sudah serius Saya akan taruh ketuanya Bondan Gunawan almarhum yang kemudian menjadi segmen beliau seperti itu jadi pasang badan sebelum Gus Dur jadi presiden saya malah sering main di Ciganjur berduaan di ruangan kamarnya di paling depan masuk kamar masuk pintu sebelah kiri gitu ngambil dia cerita Saya senang juga lagu Ebiet Ayah terutama syair lagunya yang dulu kekar dan terbakar matahari Dia mengingatkan kakeknya katanya seperti itu jadi banyak sekali Kenangan sama beliau ketika tahun 20 Januari tahun 98 ketika ada peristiwa naga hijau para kyai NU banyak dibunuh dia mengundang para tokoh agama saya juga hadir dan beliau itu marah geram gitu saya bilang sebagai ketua umum PPNU harus marah saya bilang kiainya terbunuh gitu harus marah Ngapain jadi ketua PBNU marah gitu Setelah marah saya bilang tapi sampai juga pemimpin bangsa lho kalau sampai marah Jadinya apa seperti Indonesia naik turun saya bilang lagi nah sekarang tinggal sampean memilih memilih memilih sebagai ketua umum PPNU atau sebagai tokoh bangsa dan kita tahu pasti pilihannya sebagai pemimpin bangsa sehingga dia kemudian kalender humor tuh tinggi banget punya pengalaman lucu-lucu enggak sih matakin itu mungkin salah nama ya bos nah sarana seperti itu nah terus dia cerita ada Kyai kemarin datang ke rumah saya ngeluh bahwa Pesantren ini sudah dibangun besar anak SD 1 diharapkan menggantikannya masuk ke agama lain ke agama lain kemudian enggak usah jadi proses sedih Tuhan aja anaknya satu masuk Kristen meskipun umat apa namanya Konghucu di Indonesia sepertinya pasang surut tapi sepertinya umat Konghucu dan juga teman-teman apa namanya ya teman-teman dari umat Konghucu ini punya punya peran punya penjarahan dengan Indonesia tapi mungkin Jangan dijawab dulu sekarang kita bakal balik lagi nih segmen yang kedua jadi jangan kemana-mana [Musik] Halo berjumpa lagi di segmen yang kedua ini mungkin bakal dilanjutin lagi perbincangan di segmen satu yang sempat terpotong tentang peran etnis Tionghoa dan juga umat Konghucu di Indonesia kalau kita melihat sejarahnya di era kemerdekaan dan kemerdekaannya naik turun pasang turun bukan tarik mundur lagi sepertinya memang hubungan baik itu masyarakat etnis Tionghoa dan juga umat Konghucu dengan dengan masyarakat yang yang ditinggalinya di Indonesia ini sebenarnya hubungan baik Kalau Bapak mau mengajak kita jalan-jalan lagi nih pak ke masa lalu ya Masa Lalu apa yang ingin bapak ceritakan ya kita mulai dari sejarah yang paling tua dulu ya yang tercatat Di dalam sejarah saya nggak cerita soal yang masih dapat tebal seperti keberadaan Wali Songo dan segala macam tapi sejarah saja bahwa kehadiran Konghucu sudah ada sejak minimal kalau dibuktikan dengan klenteng berdirinya klenteng Talang 14 15 1751 gitu ya Nah itu satu kemudian kedua ketiga 1729 Yogyakarta sudah berdiri semacam Pesantren Konghucu Ningsih suryain 1729 1740 ada peristiwa Kali Angke Angke itu kan merah kalian isinya merah karena banyak orang terbunuh oleh VOC dan kemudian tokoh-tokohnya ada yang nari meninggalkan Jakarta ada yang namanya tanban yang lari ke Lasem dan kemudian bersama dengan orang-orang dari Amangkurat itu melawan Belanda dalam sejarah perang yang kuning perang kuning yang sangat panjang kemudian ada yang tokoh namanya kue lakoa yang menjadi perampok bagi kapal-kapal VOC dan kemudian hasil ziarah hanya dibagikan ke masyarakat di Timur pantai Timur Sumatera dan utara Jawa maka ketika berapa ratus kemudian dipuja sebagai tokoh spiritual yang klentengnya baik di banyak tempat terutama di kota saya Tegal ada bloknya dihormati sebagai Dewa gitu loh Nah kemudian abad ke-18 adalah Kim Hook yang menerjemahkan buku-buku dalam bahasa Melayu kuno lebih awal dari Pujangga baru Balai Pustaka gitu loh Nah kemudian organisasi modern Katakanlah ada sudah status 17 April yang namanya tujuan awalnya adalah bagaimana mengajarkan orang Tionghoa yang waktu itu dianggap berpe kasar karena berasal dari para perantau menjadi masyarakat yang dapat terdidik dengan memurnikan memberikan ajaran Konghucu yang kemudian karena lebih fokus pada pendidikan saja perbedaan maka seksi agamanya ini kemudian memisahkan diri membentuk makin-makin makin makin itu majelis agama Khonghucu Indonesia di masing-masing kota yang pertama berdiri itu Solo makin Solo 1918 dan kemudian diikuti kota-kota lain dan Mereka kemudian melakukan kongres pada 12 April 1923 mendirikan organisasi pusat yang sekarang bernama matakin majelis tinggi agama Konghucu Indonesia jadi matakin itu berdiri bottom bukan Top Down ya seperti itu nah kemudian matakin tahun 23 ketika Jepang masuk itu mati karena dianggap program dimatikan baru berdiri lagi 16 April 1955 2 hari sebelum konferensi Afrika dan pada Konferensi Asia Afrika itu Bung Karno akan menyebutkan salah satu menyebutkan agama Khonghucu seperti itu Nah itu kemudian kalau kita lihat tokoh-tokoh yang berjuang banyak orang-orang Tionghoa yang kita kenallah seperti yang sekarang sudah jadi pahlawan nasional John Lee segala macam tapi kita harus ingat bahwa di dalam BPUPKI atau kadang-kadang BPUPKI itu ada 4 orang Tionghoa yaitu setelah ditelusuri yang sudah ketahuan agamanya pernah menjadi aktivis Konghucu dan anaknya konglomeratkan para pemuda termasuk Adam Malik Khairul Saleh kemudian menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok di rumah dan mungkin 56 tahun yang lalu kami jumpai kuburannya Hanya berupa tanah begitu saja kami buka dan kami mendirikan di Yayasan Rumah sejarah shopee-siong sebagai bukti bahwa orang-orang Tionghoa dan orang-orang Konghucu itu sudah berperan Lama Maka kalau kita diminta PPIP untuk bicara soal Pancasila 100 kalau kita meyakini Pancasila 100% kita telah menjadi Konghucu demikian juga kalau kita meyakin aja telah menjadi Pancasila Kenapa karena ketuhanan yang maha esa dikatakan di dalam agama Khonghucu tidak ada pintu maaf selain pada Tuhan ya dilihat tidak terlihat didengar tidak terdengar dan tiada satu wujud pun yang tanpa dia itu kemudian kemanusiaan yang adil dan beradab dikatakan bahwa kalau ada agama yang menjauhi kemanusiaan itu bukan agama agama selalu mendekati diri pada kemanusiaan di 4 penjuru lautan semua manusia bersaudara sudah ketika persatuan Indonesia dikatakan jika ada keadilan tidak ada persoalan persatuan jika ada keadilan tidak ada persoalan kemiskinan seorang cince Insan Kamil meskipun berbeda tetap bisa hidup rukun tapi seorang yang rendah putih meskipun lahirnya sama anak kembar sekalipun tidak pernah bisa rukun kemudian sila ke-4 kerakyatan yang dipimpin oleh persyaratan perwakilan dikatakan bahwa Tuhan mendengar seperti rakyatku mendengar Tuhan melihat seperti rakyatku melihat segala sesuatu itu harus dimusyawarahkan kehadiran sudah disebut tadi juga ada kehadiran tidak ada persoalan kemiskinan meskipun sama-sama miskin kalau akses terhadap pendidikan ada pendidikan tiada perbedaan ya itu tidak ada masalah karena semua orang punya kesempatan kemudian dikatakan juga pemerintahan yang baik belum sepadan dengan pendidikan yang baik pemerintahan yang baik masih bisa membuat rakyatnya takut dan kehilangan harga diri tapi pendidikan yang baik akan membikin rakyat bangkit harga dirinya dan kesadarannya seperti itu jadi itu dasar-dasar dari ajaran Konghucu nah kemudian juga semangat gotong royong disebutkan bila diri sendiri ingin tegak bantulah orang lain tegak apa yang dirilis sendiri tiada inginkan jangan berikan pada orang lain kalau mau merekrut umat bukan dengan mengambil umat tapi gembirakan yang dekat agar yang jauh suka datang kalau kita baik keluarga kita baik harmonis tetangga datang tapi kalau kita tiap hari berantem mana orang main motor kan yang pergi agar yang tinggal merasa bahagia kalau Mas Tipo punya perusahaan yang para senior sudah mau pensiun dulu itu tempat duduknya jadi dudukin selama 3 tahun sebagai bentuk kehormatan mau pergi juga disantuni dengan baik sehingga yang muda-muda lihat gila ya yang sudah tua saja masih dihormati Apalagi kita seperti itu gitu oke kemudian berarti nilai-nilai dari agama Khonghucu itulah yang membuat masyarakat etnis Tionghoa dari abad ke-15 dan sebelum-sebelumnya hingga hari ini sebenarnya bisa menyatu dengan masyarakat karena sebenarnya Misalkan contoh saya ini sampai umur 18 juga pernah keluar dari Tegal paling jauh-jauh Pekalongan Cirebon pada zaman itu bahkan masih dalam pemerintahan Pak Harto setiap Cap Go Meh tahun ini jatuh 5 5 April itu selalu ada Februari itu selalu melakukan pesta cap gomeh ada barongsai ada Liong ada kesenian daerah dan ada Gotong topeng topeng itu yang digotong ada yang memang simbol malaikat seperti foota Johnson dan jantan ada yang tokoh seperti dokumennya tadi tokoh Kalau sekarang kan dihormati mungkin dikasih bintang Mahaputra fotonya dipajang Kalau dulu kan enggak ada jadi di patungkan gitu loh sembahyang itu kan bukan meminta kepada dia tapi menghormati ya Nah itu tetap masih masih bukan hanya dirayakan oleh orang tua orang-orang non Tionghoa pun bahkan pelaut-pelaut Makassar yang ada di Tegal ikut menggotong dan menyumbang Karena untuk keluarga konsumsi kan banyak mereka penyumbang terbesar karena menjaga kepercaya setiap kali konten ini mengeluarkan tape Kong dimandikan dulu ke karena itu kan lokasi kan dari pelaut tadi dimandikan ke laut tangkapan hasil ikannya banyak ya dipercaya nggak percaya masih ada kepercayaan seperti itu Jadi nggak ada masalah sampai sekarang pun kita ada rumah ibadah di Taman Mini ada macam-macam dia dari masjid Gereja Katedral pura Wihara Padepokan dan tenteng banyak teman-teman pengunjung Taman Mini yang berhijab sampai hanya kelihatan matanya pun berfoto-foto di situ dan masuk bahkan ada yang pakai sopo gitu yang tanya nasib gitu loh Ya itu nggak ada masalah gitu loh nggak ada masalah tapi ini mungkin karena ketimpangan perasaan ketidak adilan kemudian kepentingan jangka pendek politis segala macam menjadi terkesan seperti itu tapi saya yakin bahwa pada dasarnya masyarakat Indonesia itu adaptif saya ambil contoh diri saya sendiri saya sekolah SD itu di SD 31 Tegal sd-nya masih ada di kalimat di Tegal itu waktu zaman Saya tidak orang kemudian saya masuk SMP memang mayoritas coba masuk SMA orang jawabannya 20% jadi nggak ada masalah kemudian masuk IPB banyak orang yang banyak jaman saya saya seangkatan sama Nur Mahmudi Ismail itu nah saya Masuk ke sana ketika di juruskan orang tuanya ada 3 juga nggak ada masalah apa bareng segala macam Jadi tapi ada teman yang mengatakan begini saya itu benci sama orang tua Baik saya bilang kamu keliru Kalau saya tidak akan pernah membenci sebuah kelompok atau sebuah bangsa atau sebuah agama yang saya benci orangnya ya lucu dong kalau satu kelompok kan nggak ada yang salah yang salah orang perorang ya seperti itu Nah ini ini prinsipnya terpulang pada kita tapi kalau pegangannya adalah apa yang diri sendiri tidak inginkan jangan diberikan pada orang lain rasanya aman tapi kalau prinsipnya apa yang saya menurut Baik saya paksakan orang lain Nah itu masalah seperti itu dengan kesejarahan sebenarnya yang kemudian apa namanya punya hubungan baik dengan masyarakat di Indonesia kemudian rasa-rasanya temen-temen umat Konghucu dan juga etnis Tionghoa ini sampai hari ini masih kerap mendapatkan sikap-sikap diskriminasi Ya baik itu diskriminasi yang di pada level negara ataupun masyarakat pengalaman-pengalaman diskriminasi apa yang barangkali masih bisa terasa hingga saat ini karena kalau tadi Bapak nyebut bahwa di tahun 78 ketika kolom agama masuk KTP kemudian Begitu Terasa Apakah kemudian masih ada problem-problem struktural seperti tahun itu yang yang hari ini masih terasa kalau pengalaman pribadi sebagai warga negara di dimensinya nggak pernah kebetulan temen saya baik-baik saja baik-baik saja Bahkan waktu SD saya sering ada anak nakal kan biasa ketika mereka nakal teman-teman yang lain bantuin saya bukan bantuin orang yang satu-satu tapi di dalam agama Khonghucu memang orang Jawa memang pernah dibedakan oleh Belanda kan sebagai orang tengah kan Nah itu Membekas tentunya tapi ketika orde baru keluar ketetapan yang 55 kemudian soal-soal surat dalam negeri yang Konghucu dihilangkan itu bermasalah ada teman saya yang sampai menggugat ke pernikahannya karena nggak bisa dicatatkan sipil dan kemudian dibela oleh Gus Dur segala macam sampai akhirnya menang dan akhirnya dituntaskan zaman Pak SBY 2006 pernikahan semua bebas segala macam yang Masih Membekas seperti sekarang kalau di dataran masyarakat tentu masih ada ya karena kadang-kadang banyak orang-orang yang punya kepentingan jangka pendek politisasi ini tapi kalau di dalam hukum negara masih ada sedikit misalkan yang menimpa umat Konghucu umat Konghucu sekarang baru dilayani di level direktur kasus bintik yang levelnya repot kepada Sekjen sedangkan agama lain Islam Kristen Katolik Hindu Budha repotnya ke menteri Dirjen jadi di situ masih ada pembedaan dan Ini sebenarnya sudah pernah diberikan Surat Keputusan Presiden memperhatikan presiden yang menegaskan bahwa Konghucu juga punya Dirjen cuma di ujiannya ini yang belum terbentuk kemudian peraturannya tanpa dicabut ada peraturan bahwa Konghucu punyanya kampus bintik nah ini adalah Sudah saya sampaikan termasuk kepada Presiden Jokowi agar ini direvisi karena kehadiran Dirjen bagi Agama yang salamnya juga selalu diucapkan salam kebajikan seharusnya mendapat kedudukan yang sama gitu loh bahwa umat Konghucu sekarang jumlahnya relatif lebih kecil dari yang lain itu kan karena dasarnya KTP banyak orang yang belum pindah ktp-nya karena masih was-was trauma masa lalu dan apapun semuanya harus mendapat perlakuan sama contohnya gini dah Pak Jokowi kan sudah begitu bagus membangun infrastruktur dimana-mana termasuk di Papua yang mungkin secara ekonomis nggak belum visible seperti di daerah lain tapi Demi keadilan dibangun merata seperti harga bensin yang juga disetarakan nah Seharusnya juga terhadap agama Khonghucu juga diberi wadah yang sama tempat yang sama ya selevel agama lain Dirjen Meskipun mungkin aparaturnya nggak perlu sebanyak agama lain itu sesuai kebutuhan ya Tapi secara undang-undang Harusnya sama karena kalau tidak berarti perlakuan negara adil terhadap rakyatnya masih ada pembedaan Meskipun tidak seperti dulu gitu karena sejak tahun 2006 sampai sekarang kedudukan sampai sekarang kedudukannya nggak berubah banyak Nah ini ini PR besar yang saya pikir harus diselesaikan oleh pemerintah terutama Kementerian Agama yang artinya Selama perjalanan umat Konghucu dan etnis Tionghoa di Indonesia mulai dari era kolonial Belanda kemudian Jepang yang Bahkan tadi menutup eh matakin itu Kemudian beberapa Inpres yang keluar di zaman Orde Baru dan keputusan-keputusan politis yang diskriminatif yang dilakukan oleh negara itu akhirnya mempengaruhi etnis Tionghoa umat Konghucu interaksi dengan masyarakat terutama di dalam pembinaan dan pengembangan umatnya bayangkan umat Konghucu yang jumlahnya waktu tahun 71 secara BPS Ya kurang lebih sama dengan umat Hindu dan Budha beda-beda dikit ya sekarang kan bedanya jauh secara satistik ya Secara riil saya nggak yakin itu Nah ini kan kalau dihitung kerugian kerugiannya besar mereka dibina dengan baik kita tidak ya kita masih belum punya sekolah tinggi agama Konghucu Negeri ya Meskipun sekarang sedang dalam proses tapi kan mengalami keterlambatan yang cukup panjang tadi pembinaannya masih di level direktur kampus bintik bukan bukan Dirjen padahal kebutuhannya harusnya lebih lebih banyak karena dibangkitkan ketika orang mengatakan diberlakukan sama kenyataannya belum Kan ini sangat antara yang dikatakan dengan yang dilakukan kan ada gap gitu ya Ini pasti Membekas saya berapa kali minta umat Konghucu bahkan termasuk pengurus yang masih mempertahankan KTP dengan agama yang tidak diyakini tapi nggak mau pindah karena nanti takutnya politik berubah lagi seperti itu ketakutan seperti ini kan nggak bisa dijawab hanya dengan meyakinkan kalau apalagi yang ngomong bukan bukan bukan di level pemerintah yang mengambil keputusan gitu loh seperti itu Jadi ini PR besar yang harusnya bisa diselesaikan oleh pemerintahan sekarang maupun pemerintahan 2004 gitu Tapi harusnya jangan sampai 2024 tapi kalau di level masyarakat itu suka masyarakat tindakan-tindakan diskriminatif atau rasio kayak jinak lu kalau mungkin kita disir ke kita di hubungan kita Kita enggak pernah ketemu orang-orang kayak gitu ya tapi saya juga akhirnya penasaran juga Apakah sikap-sikap seperti itu yang banyak ditemuin di zaman-zaman itu masih ada hingga hari ini saya bilang sih kalau misalkan hanya kan ada yang nadanya bersahabat tapi yang menghina itu sejauh yang saya lihat dulu pun karena mungkin tampang saya kan Cinanya nggak nggak terjadi cuma pernah waktu menjelang kerusuhan Mei saya naik taksi dia bilang ini sebentar lagi Cina begini Cina begini dia enggak tahu bahwa saya tidak seperti itu tapi ada juga yang bilang kalau misalkan masuk ke kampus ya anak-anak lah itu sih ya bukan dalam konteks menghina ya seperti itu bahkan dosen Saya pernah Ketika saya KKN eee dia cerita dia Ninja kita KKN kuliah kerja nyata ya bukan korupsi korupsi semua ya dia bilang bahwa sekarang ada perubahan di IPB katanya pada tahun 82 saya ingat karena itu final sepak bola Brazil kalah sama Itali 42 itu nah dia bilang bahwa sekarang masuk Fakultas teknologi itu tidak lagi pakai nilai teman saya nanya kenapa sih nggak pakai nilai ya yang masuk Cina semua Nah terus saya ada di situ pas saya ke belakang teman saya bilang seperti itu contoh Ya saya di SMP 5 95% orang Tionghoa 5% orang lain mungkin kurang bahkan 3% juara satunya orang Sunda yang kemudian menjadi saya malah nomor 2 waktu itu kalah memang dia lebih pintar gitu jadi bohong itu yang mengatakan ada etis tertentu yang lebih hebat itu nggak ada lah Orang Indonesia itu kan juga pinter-pinter cuma rasa cintanya pada tanah air ini yang perlu ditingkatkan yaitu aja sih jadi juga jadi cerita lucu nih pak ya Jadi bahwa kemudian Dosen Bapak juga nggak bisa mengidentifikasi bahwa Bapak ini adalah keturunan dan lain sebagainya tapi kalau mau kita melihat penyebaran nih masyarakat keturunan di Indonesia Kalau bapak ngerti gimana karena kan sudah banyak ya pak kalau kita mau melihat bahwa keturunan Tiongkok ini sudah kawin mawin dengan masyarakat Indonesia kemudian bagaimana kita mau mengidentifikasi keturunannya orang ini udah udah campur semua nih ya Nah sekarang kalau dilihat status yang terbaru yang separuh Jalan ee apa jalan sensusnya karena terbentur covid kemarin bahkan di seluruh provinsi yang waktu 34 ada umat konghucunya meskipun di Papua Mana Cuma satu orang ya artinya ada semua jadi agama Khonghucu mungkin kalau secara total nasional jumlahnya nomor 6 dari agama yang lain tapi kalau per daerah belum tentu loh karena contohnya di Kepulauan Seribu itu hanya ada 3 agama dan seperti itu jadi kan Nomor 3 ya apalagi di Bangka Belitung bisa nomor 2 bisa atau nomor paling sial Nomor 14 seperti itu Nah kalau soal etnis suku orang mengatakan sekian ratus apa Bener kan setiap hari terjadi kawin campur kan melahirkan budaya baru percampuran budaya melahirkan etis baru ya seperti saya sering bilang orang tua di sini datang awalnya hanya laki-lakinya saja karena hidup di sana susah yang mengeluarkan laki-laki Katakanlah generasi pertama ada seorang Tionghoa 100% darahnya Tionghoa di sini kan nggak ketemu perempuan Tionghoa kawin sama orang Jawa punya anak yang generasi kedua kan 50% jawabannya tapi laki punya marga kawin lagi sama orang Sunda nya 25% anaknya laki punya marga kawin lagi sama orang Ambon Jawanya tinggal 12,5% pasti punya marga karena laki kemudian 12 setengah persen kawin lagi sama orang Papua tinggal 6 seperempat persen kawin lagi sama orang Manado tinggal juga seperempat tiga seperempat persen kawin lagi tinggal 1,5 kalau lagi tinggal 0,75 darah tiongkoknya hanya 0,75 tapi karena punya marga masih dianggap Tionghoa kan kacau ini ya Secara punya marga sementara kalau anaknya perempuan 50% kawin sama nonton 2 secara gender salah seakan-akan yakin bahwa darah itu ditentukan oleh hanya oleh Bapak padahal belum tentu anaknya Bapak loh ada bercanda teman saya laki-laki kalau punya anak itu anaknya Iman keyakinan guyon ya kalau perempuan udah yakin tuh anak saya seperti itu apalagi zaman sekarang pergaulan begitu bebas berita perselingkuhan begitu marak ya ya seperti itu ini ini kenyataan jadi secara genetik salah secara gender apalagi bias lebih parah lagi secara undang-undang tidak ada kesetaraan padahal warga bangsa itu kan ditentukan oleh kontribusinya terhadap tanah air betapa pun Pak orang Jerman tapi di Indonesia kemana-mana jadi narasumber tapi orang Jawa yang disuruh nama orang Ambon yang di Belanda Apa itu orang Indonesia bukanlah Indonesia pun baru ada 17 Agustus 45 kan jadi ini persepsi ini salah jadi harusnya yang disebut bangsa Indonesia ada orang yang 100% hatinya untuk merah putih artinya persepsi yang tadi itu akan bermuara pada tindakan-tindakan yang diskriminatif terutama di masyarakat apalagi kalau ada ketimpangan makanya tadi mengingatkan jika ada keadilan tidak ada persoalan Kemiskinan jika ada ketimpangan timbul persoalan persatuan dan segala macam ini yang harus dibangun jadi memang membangun bangsa itu nomor satu membangun mindset yang membangun jiwanya baru bangun badannya tadi soal pasang surut Hubungan Masyarakat umat Konghucu dan etnis Tionghoa Baik itu dengan antar masyarakat juga dengan Penguasa dan lain sebagainya Kemudian ini kan akan terus bergulir ya upaya-upaya ini akan terus berjalan karena hubungan ini sangat dinamis terdepan kira-kira apa yang akan terus dilakukan supaya menjaga ini dan memperkuat ini tapi rasanya dijawabnya jangan sekarang terus tapi ada satu pertanyaan terakhir yang mungkin tadi kan bahas soal diskriminasi dan lain sebagainya Mungkin Bang Tipo ataupun nanti bisa mengkoreksi saya gitu kan ada nih mungkin terjadi di Jogjakarta ya tentang mungkin kepemilikan tanah di sana mungkin ada untuk etnis yang ada diskriminasi lah Nah itu menurut Pak Budi sendiri pandangan tentang itu tuh seperti apa sih Pak Indonesia adalah negara bisa terlepas bahwa sebuah provinsi mempunyai keistimewaan itu karena faktor sejarah tapi di dalam hal-hal tertentu seharusnya adalah sama yang berlakuannya jadi kalau memang tidak boleh ada hak milik seharusnya semua untuk semua warga demikian juga kalau diperbolehkan diharusnya untuk semua Nah ini mungkin perlu didiskusikanlah saya pikir dialog intense pemahaman bicara hati ke hati tanpa perlu saling membelaim saling curiga itu harus dilakukan kalau belajar dulu saya sekolah ada tulisan Honocoroko tulisan Jawa hono gitu ya kemudian kalau dipangku kan jadi kalau dipangku itu orang akan mati gitu huruf kalau dipangku itu jadi vokalnya hilang tinggal tinggal konsonan ya seperti itu Nah ini yang harusnya dibangun jadi saya pikir sih mungkin ada baiknya dialog hati ke hati dengan pejabat terkait ya agar bagaimana mencari jalan terbaik Kenapa itu terjadi nah sehingga ini akan lebih baik ketimbang ketika orang di Blem itu mungkin masing-masing sudah berposisi pengalaman saya lewat guyon lewat puisi itu bisa cair loh ya Saya punya pengalaman ketika Konghucu bermasalah ada pejabat yang mengatakan Selama saya menjabat tidak ada ruang buat Konghucu kemudian ketika ulang tahun saya kirimin puisi kebetulan istrinya suka puisi kemudian akhirnya jadi luluh dan dia pindah atau di depan ya ini pak mah tuh Basuni mantan almarhum ya dia mengatakan ketua mata gendut pintar katanya tahu saya orang Jawa Kalau dipangku mati ya ternyata jadi baik gitu bahkan beliau meletakkan batu pertama benteng Taman Mini dan beliau yang antusias karena kalau enggak kenal enggak sayang tapi kalau kita sudah jadi sahabat Semuanya serba mudah lah Makanya di dalam Konghucu kan dikatakan orang maju itu syaratnya 3 belajar dan selalu dilatih bukan belajar teori saja kalau belajar bisnis bukan cukup mempelajari kasus di sekolah manajemen tapi praktek ya karena ketika praktik harus sulit harus ulet ketika buka toko nggak ada yang datang sebulan udah langsung putus asa kan atau dokter yang lulusnya kumlot ke praktek Karena manusia kumprut mungkin kutu buku pokok orang enggak percaya gitu tapi yang enggak sekolahnya lulusnya kemelut gitu ya karena nggak ada alternatif saja seperti itu belajar dan selalu dilatih Tidakkah menyenangkan kalau mau belajar dikasih tahu satu sudut harus tahu satu titik harus tahu tiga sudut yang lain kalau satu titik kan titik kan jadi garis segitiga kalau 4 titik kan jadi ruang harus holistik gitu loh dan dipraktekkan orang lain 10.000 kali 100 lebih besar Kemudian yang kedua cukup kawan-kawan datang dari jauh Bukankah menyenangkan relasi orang sukses mana mungkin sendiri untuk sombong aja butuh orang lain Yang ketiga kalau ini juga udah jalan Nggak jalan juga karena butuh proses Meskipun orang tidak mau tahu meskipun orang Omongin apa tetap jalan nah ini kan pasti keuletan itu penting keuletan itu bukan hanya ulet kerjanya tapi ulat kupingnya menahan apa ya omongan-omongan yang negatif gitu seperti itu oke itu dia berarti kita lanjut ke Sesi yang ketiga [Musik] kembali lagi di sisi yang ketiga Kita lanjutkan ini Sisi yang terakhir nih mungkin kita bakal ngomongin penutup lah nanti statement ada Pak Budi mungkin bisa dilanjut Bang Nah iya pak beberapa waktu belakangan kemarin pemerintah itu baru saja menyampaikan bahwa mereka mengakui ada Rangkaian peristiwa pelanggaran HAM berat dan salah satunya itu adalah peristiwa 98 di mana salah dari rangkaian peristiwa di 98 ini juga juga salah satunya juga menimpa oleh teman-teman etnis Tionghoa waktu itu bahkan peristiwa itu juga menyisakan trauma hingga hari ini Bagaimana Kemudian Bapak melihat dari dari rangkaian bahwa terjadinya peristiwa pelanggaran HAM berat itu ya apapun namanya sebuah pelanggaran apalagi sampai ada korban jiwa itu tentu harus bukan hanya disesali tapi harus dijaga agar tidak terulang menimpa siapapun memang pada 98 itu etnis Tionghoa banyak yang menjadi korban tapi kebetulan satu dua hari setelah peristiwa itu saya keliling karena saya bekerja di sebuah perusahaan yang punya banyak outlet saya keliling di order itu dan terbukti bahwa yang menjadi korban itu kan kalau hitungan jumlah bukan orang Tionghoa saja yang masuk sebuah Mall kemudian mallnya itu terbakar atau dibakar itu kan banyak etnis dari berbagai suku bangsa yang lain nah latar belakangnya tentu itu peristiwa politik ya yang memanfaatkan terjadinya krisis ekonomi menyebabkan ketimpangan yang luar biasa orang yang mungkin cukup berada Tapi karena punya utang dalam valuta mendadak nilainya tidak ada sehingga terjadi ketimpangan luar biasa dan kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang yang punya kepentingan sendiri sehingga menimbulkan masalah nah politik-politik seperti ini bentuk perlu disesali dan perlu diberikan semacam apa ya semacam perhatian terutama oleh negara Meskipun mungkin kalau kita bicara negara kan negara itu kan benda mati tergantung orangnya dan orangnya ganti-ganti gitu loh tapi sebagai sebuah institusi yang mau memayungi mewadahi seluruh warga tentu harus memberikan sikap ya dan sikap yang kalau mengacu Siapa benar siapa salah mungkin waktunya belum belum matang lah karena mungkin banyak pelakunya atau yang terlibat masih hidup ya Dan mungkin kalau diungkap secara secara jelas itu akan akan menimbulkan luka-luka baru Maka suhu Arif lah kalau penyikapannya bukan secara Yudisial saat ini tapi bagaimana mengakui itu ada dan ada pelanggaran dan negara mengakui dan memberikan semacam apa kompensasi ya Meskipun tidak harus berupa materi seperti itu Nah traumanya itu sangat luar biasa terutama bagi yang terkena ya terkena saya sendiri waktu itu ada di Gajah Mada di kantor toko buku Gramedia pusat itu kemudian di atasnya dari atas panggung bisa melihat Jakarta itu terbakar orang yang mungkin secara normal kekuatannya biasa saja bisa memanggul kulkas kemana-mana segala macam Nah itu terjadi kemudian kalau kekerasan Ya cerita-cerita sudah cukup banyak ini adalah pelajaran yang berharga yang harus tidak boleh terjadi makanya kita berubah menjadi negara yang lebih demokratis cuma juga perlu saya ingatkan bahwa demokrasi tanpa pendidikan rakyat juga sama saja karena suara orang yang tidak paham dengan orang yang paham dihargai sama tidak ada kesetaraan dan orang-orang yang mungkin secara ekonomis belum mampu bisa jadi manipulasi dengan kekuatan dana ini yang harus dijaga sehingga tidak terjadi lagi nah tapi ada hal positif yang membuat saya melakukan refleksi dulu hubungan antara Tionghoa dan Tionghoa kelihatan sekatnya itu tebel sekarang cair kita lihat saja di televisi ya bintang film yang Tionghoa banyak dan mereka berbaur tanpa melihat etnis lagi Kemudian tokoh-tokoh politik yang juga begitu banyak ini bagus gitu loh pernah ketika orang Gua merasa diskriminasi dan mau mendirikan [Musik] organisasi kita menghadap beberapa tokoh salah satunya Profesor domitro djojohadikusumo Bapaknya Pak Prabowo Beliau mengatakan kalau orang Jawa pingin mendapat perlakuan yang baik harus berjuang sendiri karena masyarakat yang lain pun juga mengalami diskriminasi dalam bentuk lain mungkin Secara ekonomi secara keberadaan dan di dalam Ajam maka kita harus bisa memperjuangkan hasil sendiri baru bisa didengar oleh orang lain Inilah yang harus kita kerjakan bersama-sama karena rumah ini adalah rumah bersama Apa yang dirasakan oleh saudara yang lain harus kita rasakan sebagai penderitaan bersama kesukaan yang dirasakan orang lain tidak perlu menimbulkan iri hati Tapi menurut introspeksi bagaimana agar sukses gitu loh Konghucu dan Nabi Muhammad punya ayat yang mirip Saya pernah bercerita sama Profesor cinta mengatakan ada ayat Konghucu mengatakan Jika kita berjalan bertiga artinya saya dengan dua orang pasti ada yang bisa kujadikan guru kalau kulihat yang baik akan kutil kalau ada yang tidak baik akan kuberi saya diriku sendiri bukan membeli barang lain Jika jalan bertiga ada yang jadi pemimpinku akan ku ikuti yang bukan tidak akan mengikuti berarti kan sama ya seperti itu jadi makanya tidak salah sebuah prasasti di channel yang mengatakan bahwa konghuculah itu Timur Muhammad lahir di barat kan secara wilayah meskipun terpisah 1300 tahun tapi mempunyai kearifan yang sama makanya Pak Cindy Pak Nazaruddin Umar Islam saya kuliah juga memang saya juga dapat pelajaran Islam 6 tahun waktu SD ya karena saya sekolah di negeri Islam ya memang bedanya hanya Maaf B2 sama khitan sembahyang juga harus bersih korbannya juga ada korban sapi kambing hanya bedanya ada B2 itu aja sama buat Konghucu Tuhan juga boleh diperkirakan tapi harus diimani karena itu yakin dilihat tidak terlihat didengar tidak terdengar tanpa satupun wujud yang tanpa dia sama gitu loh dan saya sering mengatakan kita ini ibarat mendaki gunung ada yang dari Utara dari selatan dan Timur Dari Barat masing-masing belum sampai puncak ribut di tengah ketemu macan di tengah ketemu gajah ada yang bilang ketemu sapi ketemu ayam ya karena bukan bukan salah kan memang yang ketemu itu karena belum sampai puncak begitu sampai puncak Ternyata Sama ya nah kita ini baru tahapan pengembara yang belum sampai tujuan maka tugas kita agar tidak ada pelanggaran berat atau apapun ke depan didiklah karena ada pendidikan tiada perbedaan pemimpin harus menjadi contoh kebajikan fungsi mengatakan kebajikan pemimpin pelaksanaan angin kebajikan rakyat laksana rumput kemana angin bertiup ke situ rumput akan merubah maka pada perayaan Imlek kemarin 26 Januari kita bikin acara di Sasana Griya Saya minta para pejabatnya hadir untuk naik ke panggung dan kita berikan simbol Garuda Pancasila jadi artinya rakyat menitipkan kepada para pemimpinnya Tolonglah kalian Teladan di dalam pelaksanaan Pancasila karena Pancasila itu selalu diganggu gugat karena dianggap tidak berhasil dan disalah-salahkan bukan karena pancasilanya tidak tepat tapi pelaksanaannya belum tepat Oke Pak kemudian kalau kita melihat bahwa hubungan masyarakat etnis Tionghoa dengan masyarakat di Indonesia ini kan terjalin secara natural bahkan tadi Bapak cerita jangan hanya hubungan horizo nah artinya gini dari rangkaian peristiwa hubungan yang pasang surut itu tadi Kemudian teman-teman dari apa umat Konghucu dan juga masyarakat yang misalkan mau kita identifikasi mereka sebagai etnis Tionghoa yang yang apa namanya kemudian terus berpacu kemudian mengisi ruang kebudayaan mengisi Mempererat hubungan itu nah sejauh ini Bapak melihat apa nih pak ruang-ruang kebudayaan yang kemudian Perlu diisi ini pak saya pikir harus dibuka semuanya saja bahwa di dalam ruang yang bebas itu ada yang kalah dan menang jangan itu seakan-akan mewakili etnis atau agama tertentu Oke selama ini kan persepsi orang kalau Islam itu Maaf dianggap miskin kita lihat saja orang Bugis orang Padang orang Madura itu kan jiwa interpretasi bahkan yang di timur Indonesia yang agamanya bukan Islam lebih miskin jadi tidak benar bahwa itu karena agama kita lihat juga Katakanlah orang Tionghoa konglomerat itu Cina benteng orang-orang di Singkawang zaman dulu kan juga banyak yang dijual banyak yang masih sangat miskin bahkan gak punya KTP ya saya tadi kasih contoh di sekolah saya yang 95% orang Sunda cuma sendiri lagi dia satu-satunya Jadi bukan karena kelompoknya karena etisnya tapi kembali pada diri orang itu sendiri dan budayanya sendiri kalau budayanya kerja keras nggak ada hasil yang menghianati usaha saya selalu mengatakan rezeki ada datang dari atas contohnya paling simple saya parkir ke mall muter-muter muter enggak dapat parkir Mbak Putri baru masuk ada mobil keluar rezeki kan kemudian ada yang rezeki karena sekolah orang lain ngelamar kualifikasinya nggak mau masuk ada yang karena relasi ada yang karena nama orang tuanya ada yang karena inovasi tapi kebanyakan kan karena usaha seperti menggali sumur 10 meter nggak keluar karena air juga ya ketika ada buku sukses menjual pisang goreng mencoba banyak sekali karena nggak ada yang langsung laku tapi yang sekarang bonani itu yang goreng madu itu pertama-tama ketika saya suka makan di sebelahnya sepi Saya mau maksa sekarang omsetnya luar biasa ketika orang putus asa menyerah ada yang ada yang terus semangat akan sukses gitu loh jadi itu yang harus dibangun etos kerja keras tapi belajar dan berelasi itu sebenarnya sederhana sebenarnya membangun bangsa itu Membangun dunia Damai itu resepnya sederhana jika orang-orang tua itu merasa nyaman hidupnya karena anaknya berbakti tidak menyiapkan orang tuanya Orang tuanya enggak sampai numpuk harta karena Anaknya pasti akan memberikan ketika anak muda hidup dengan kasih sayang bukan sekedar disuruh Hormat kami benar-benar dididik dia kan berbakti pada anaknya makanya makna sembahyang di dalam Konghucu ketika orang tuanya meninggal dikasih sate kambing bisa babi panggang bukan karena yang mati mau makan tapi sebagai simbol bahwa meskipun sudah meninggal pun kita masih ingat kesenangannya sehingga anak-anaknya kan Lihat gila ya Bapak saya ibu saya itu masih hormat sama kakek saya juga nanti begitu tapi kalau si bapak tidak menghormati si kakeknya anaknya Entar kalau tua gue juga begitu Itu orang dengan dengan dengan Teladan bukan dengan teori ini yang harus dididik dan kemudian ketika keluarga itu bagus antara keluarga saling percaya ya terbangunlah damai negara damai dunia sesimpel itu Dan kalau itu terjadi itulah yang diperjuangkan Konghucu yang namanya aku dan diterapkan dengan baik di Jepang bahasanya kalah bersihin meskipun sambil menangis ada gempa bumi nggak rebutan sembako tapi tetap antri itu jadi memang itulah yang PR kita kan di jalanan serobotan terus masuk lift aja nggak antri nggak lihat orang tua nggak apa orang perempuan kita kayaknya masuk dulu ini kelihatan sepele tapi itu penyakit laten yang akan membikin menghambat perkembangan bangsa Nah jadi Jalan Budaya Jalan pikirannya harus lebih dibangun kalau kita sudah membangun infrastruktur yang begitu bagus masyarakatnya tidak bagus nanti sebenarnya juga rusak kalau tidak ada yang merawat ini yang harus dibangun ini yang perlu harus harus tidak boleh dilupakan membangun manusia ruang-ruang kebudayaan itulah yang kemudian dari etis banyak macam malah hal-hal yang sedunia menjadi Sigma sebenarnya ketika sesuatu yang sangat apa tabu kemudian dijadikan bahan guyonan alun-alun itu kan bukan berarti kita berlambatan tapi hati-hati ini diperhatikan mangan kumpul itu bukan berarti aku enggak ngurusin kerjaan tapi Artinya kita kebersamaan tetap harus jaga definisi itu yang harus diperbaharui ya seperti itu Nah inilah yang kalau itu bisa dibangun saya kok yakin Indonesia bukan nomor 4 Nomor 1 Oke luar biasa itu dia perbincangan kita yang seru banget ya ternyata ada yang hal-hal yang baru saya tahu tentang mungkin tentang Tionghoa gitu juga ini jadi informasi dan ilmu baru untuk kita semua terima kasih terima kasih aku disini sudah hadir di watch talk jalan-jalan ke berabad-abad ada nilai-nilai yang bisa kita pahami dan juga barangkali bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari itu bukan kita nggak mampu kita nggak mau ya Jadi apa yang kita lakukan tergantung mau atau tidak oke itu dia perpindahan kita dalam watch talk dalam tajuk krusial bersama Pak Budi dan didampingi sama Bang Dipo contohnya dan ini sudah ada di penghujung acara kita bakal ketemu lagi di program-program selanjutnya sampai jumpa [Musik]