WATCHTALK : KRUSIAL - Trauma Masa Lalu Umat Konghucu
5SHGsFcaW6Q • 2023-02-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Gus Dur itu orang yang dekat dengan
semua orang termasuk dengan terutama
dengan orang-orang yang tertindas kalau
ada agama yang menjauhi kemanusiaan itu
bukan agama agama selalu mendekati diri
pada kemanusiaan di 4 penjuru lautan
semua manusia bersaudara kemudian Gus
Dur sudah enggak usah jadi proses sedih
Tuhan aja anaknya satu masuk Kristen
[Musik]
Halo berjumpa lagi dalam program watch
talk kali ini tajuknya adalah krusial
bersama saya Puspita Arum tentunya kali
ini ditemenin sama Bang Mama ceria
apa sih Bang
kita baru saja melewati Tahun Baru Imlek
dan kita akan membahas sejauh mana
Imlek itu dan juga orang-orang yang
merayakan karena memang
Imlek ini sudah ditetapkan juga menjadi
libur nasional artinya sudah menjadi
bagian dari masyarakat Indonesia dan
Indonesia itu sendiri dan kita sudah
kedatangan tamu hari ini
bapak Budi Santoso
ini adalah ketua umum dewan kerohanian
dan juga pengurus matakin pusat ya pak
Apa kabar pak sehat ya
berarti yang pertama-tama harus kami
ucapkan adalah Selamat Tahun Baru Imlek
Artinya kita sama-sama apa namanya
merayakan nah tapi
apa namanya Imlek bahwa ini adalah tahun
baru yang umumnya dirayakan oleh umat
Konghucu dan juga masyarakat yang
merayakannya kemudian bagaimana kita
memaknai Tahun Baru Imlek itu sendiri
gitu Baik itu dari umat Konghucu dan
juga masyarakat yang yang merayakan
karena nggak sedih karena nggak hanya
masyarakat apa namanya Tiongkok tapi
juga masyarakat seluruh dunia termasuk
masyarakat Indonesia juga ikut
merayakannya bahkan kemarin ada YouTube
di Gedung Putih juga dirayakan
entah bener entah enggak saya enggak
tahu
makna Imlek itu banyak yang pertama
dalam momen kontemplasi Oke untuk
memperbaharui diri ada sebuah nasehat
Konghucu yang mengatakan jika suatu hari
dapat memperbaharui diri Perbaharui
terus dan jagalah agar senantiasa baru
karena baru sekarang mungkin sore nanti
sudah lama apalagi di dalam abad
teknologi ini perubahan demikian cepat
dan akan semakin cepat sebuah program
komputer Katakanlah yang detik ini
terbaru dari kedua sudah
kadaluarsa jadi momen untuk kontensi dan
memperbarui diri kemudian kedua email
itu jadinya kan awal hari pertama dari
sebuah sistem penanggalan dan
penanggalan itu mempunyai tahun pertama
kalau
kalender Islam pakai tahun Hijriyah
kalau kalender internasional atau yang
aslinya kalender Kristiani awal masehi
tuh Nah demikian juga kalender Saka itu
awalnya punya perhitungan sendiri jadi
kalau
itu adalah tahun Konghucu artinya tahun
pertamanya dihitung sejak Konghucu lahir
dan ini bisa dilihat dari
kalender-kalender kuno nanti mungkin
bisa disisipkan gambarnya bahwa kalender
waktu Indonesia dijajah Jepang maupun
dijajah Belanda sebelumnya sudah ada
gitu Jadi bukan dia bukan
pikiran atau pikiran saya gitu Jadi ada
penanggalannya sendiri dan awal tahunnya
dihitung sejak Konghucu lahir karena
Konghucu itu lahir 551 sebelum masehi
sebelum Yesus maka tahunnya lebih tua
551 Maka kalau sekarang 2023 masehinya
tahun
konghucunya adalah
20 jika ditambah 551
2.574 kum Jelly artinya tahun Konghucu
dan Imlek karena
sistemnya diatur sedemikian rupa awal
tahunnya selalu jatuh di awal musim semi
musim semi itu 4 Februari Kenapa 4
Februari karena titik Tengah antara
dua-dua Desember sampai 21 Maret itu 4
Februari tapi bergeser antara 21 Januari
sampai 19 Februari Jadi kemarin kan 22
Januari tahun depan pasti mundur ke
Februari Kenapa karena nggak boleh lewat
itu konversinya ditambah bulan ke-13
jadi akan mundur mundurnya pun nggak
lebih dari 19 Februari seperti itu maka
awal musim semi adalah awal untuk
bercocok tanam masyarakat pada waktu itu
karena waktu itu kan pekerjaan hanya
bertani sama nelayan ya kalau sekarang
kan ada yang jadi biro jasa biro jodoh
nah kemudian Imlek juga merupakan
momen selama 15 hari Selama 21 hari
untuk melakukan silaturahmi karena
perayaan Indah sendiri dimulai seminggu
sebelum Imlek di situ seminggu sebelum
Imlek Kalau kemarin 22 Januari berarti
seminggu sebelumnya pada hari yang sama
karena kemarin jatuhnya Minggu berarti
Minggu sebelumnya adalah momen yang
disebut hari persaudaraan di mana
orang-orang yang mau merayakan Imlek
harus yang mampu Harus menyantuni
saudara-saudaranya kerabatnya yang mau
merayakan indah tapi nggak punya dana
Jadi anda bakti sosial nah kemudian
malam menjelang Imlek Kalau kemarin
berarti 21 Januari malam
memohon ampun atas segala perbuatan satu
tahun selama yang sudah berjalan dan
paginya setelah sembahyang pada Tuhan
sungkem pada orang tua mulailah
menyambangi para senior para sahabat
untuk silaturahmi jadi momen silaturahmi
juga dan juga momen politik Kenapa momen
politik kalender Imlek ini
berganti-ganti pertama dipakai 2205
sampai 1766 sebelum masehi
1766 sebelum masehi dinasti yang
berkuasa di Indonesia runtuh diganti
dinasti San oleh dinasti sang raja
pertamanya dirubah taunya menjadi tahun
satu lagi dan
tahun barunya
dimajukan satu bulan Jadi kalau
pertamanya datangnya awal musim semi
jadi akhir musim gugur
air musim dingin air musim dingin nah
kemudian dinas
sebelum masehi diganti lagi maju lagi
sebulan jatuh pada 22 Desember karena
kalender Imlek ini awalnya solar dan
tahu bahwa titik awalnya itu adalah
bahwa Desember itu puncaknya dingin di
wilayah utara nah dinasti cau runtuhlah
kesimpulan
maju lagi nah Konghucu itu menyarankan
yang namanya kalender Jangan dijadikan
alat politik Kalender itu harusnya
digunakan alat pedoman bagi rakyat bagi
rakyat itu awal museum semi adalah
bertani jadi Tahun Baru Imlek juga bisa
dimaknai sebagai tahun ekonomi tahun
pertanian dan tahun mulainya kerja baru
kerja baru karena kalau itu dijadikan
alat legitimasi terlalu dangkal nah
secara politik dan karena sudah sejak
tahun 104 mulai diberlakukan kembali
sebelum masehi artinya sudah 2100 sekian
maka sudah menjadi budaya budaya bagi
siapa ya tentu bagi masyarakat Konghucu
sendiri masyarakat tionghoa pada umumnya
juga di Jepang di Vietnam di Korea di
Malaysia di daerah-daerah yang kaum
oriental lah Ya itu sudah menjadi budaya
ya Jadi kalau ditanya milik milik siapa
sekarang sudah milik bersama apalagi di
Indonesia sudah sejak zaman Gus Dur
ditetapkan sebagai sejak zaman Bung
karno malah libur fakultatif dipulihkan
oleh Gus Dur libur fakultatif Mega
menjadi libur nasional maka sudah
menjadi milik Jepang se Indonesia secara
budaya tapi secara agamis adalah
Konghucu gitu seperti itu berarti
memaknainya ada banyak dimensi ya
kemudian
apa sistem penanggalan pertanian politik
ekonomi
Lebaran kan bukan hanya momen sama Tuhan
silaturahmi juga kan juga itu kan
politik karena Nabi Muhammad hijrah dari
Mekah ke Madinah sebuah sejarah baru
dimulai gitu loh seperti itu jadi
semuanya punya yang sangat lengkap
sehingga kalau kita mau mau
memperdebatkan
dari satu sisi terlalu dangkal ya dan
Imlek di tahun 2023 secara kalender
nasional ini adalah perayaan Imlek
secara terbuka untuk ke-24 kalinya Ya
sejak tahun 2000 tahun 2000 jadi Gus Dur
tuh terpilih dilantik 20 Oktober 199
saya lupa persisnya tapi saya ingat saya
masih bulan Oktober juga
Kebetulan saya kenal Gus Dur itu ketika
sama-sama menyusun ensiklopedi Nasional
Indonesia pertama terbesar di Indonesia
karya bangsa Indonesia sendiri
melibatkan empat orang 400 kontributor
dan Gus Dur salah satu penulis rubrik
Islam sebelumnya ditulis oleh Cak Nur
Cak nurya Mungkin sibuk dilimpahkan ke
Gus Dur Gus durnya juga sibuk ke Pak
Johan Effendi nah kami orang-orang
Konghucu banyak yang bergaul dengan Gus
Dur terutama saya sendiri kemudian Pak
chandrawan kemudian Pak bingki Nah pada
saat gusur kepilih itu masih di bulan
Oktober subuh-subuh
Pak bingki datang dari Surabaya saya
jemput kemudian sowan pagi-pagi masih
subuh di tengah jalan karena kami
berangkat dari Sunter
melewati jalan di depan Istiqlal itu kan
ada rel kereta yang di atas itu nah
tiba-tiba entah ide dari mana saling
menengok saya nyetir kita bikin Imlek
Nasional usur ke Gus Dur gitu nah ketika
menghadap Gus Dur membuang Sampean jadi
presiden Boleh dong umat Konghucu
mengadakan Imlek Nasional Apa itu
nasional
Imlek yang dihadiri umat dan tokoh
Konghucu serta masyarakat tionghoa dari
seluruh Indonesia
tentu perwakilan ya dan Gus Dur sebagai
presiden serta pejabat-pejabat tinggi
hadir beliau tidak ngomong setuju atau
tidak setuju tapi bilang laksanakan dua
kali saya dengan pak Biki
pandang-pandangan belum pengalaman nggak
punya dana pertama kali dua kali Gus
satu kali aja padahal alasannya bukan
karena nggak mau tapi nggak mampu ya
ragu-ragu
dua kali kenapa Gus kan baru pertama
kali dua kali dua kali itu apa Imlek di
Jakarta menunjuk saya kamu tanggung
jawab
cap gombel di Surabaya babi tanggung
jawab kita masih nolak Gus udah saja
cuma
Hindu cuma Nyepi Kristen dan Katolik
bahkan
satu cuma Natal
Waktu itu saya kantor di Gramedia
waktu itu jam 8 lebih ditelepon oleh
Mbak Ratih Harjono sekretaris presiden
yang pertama itu dia telepon Mas Budi
kok sampeyan serakah bener katanya minta
Imlek dua kali
Bagaimana wong saya mintanya satu kok
kalau nggak percaya sampeyan telepon
bicara Mbahmu sendiri
maka jadilah Imlek pertama 17 Februari
tahun 2000 di Bali Sudirman yang
dihadiri oleh presiden Abdurrahman Wahid
beserta ibu Sun negara
wakil presiden Ibu Megawati
Soekarnoputri kemudian ketiga Ketua MPR
RI Profesor Doktor Amien Rais ketua DPR
Akbar Tanjung duta duta besar
negara-negara sahabat para tokoh-tokoh
dan beberapa menteri diantaranya dari
foto terlihat Bapak SBY beserta ibu Ani
Pak Abdul Latif
dan ketiga Pak SBY menjadi presiden
maupun jadi menterinya
selama 15 tahun hadir terus termasuk
hadir di acara-acara yang lain Gus Dur 2
tahun jadi presiden dua kali Ibu Mega
menggantikan Gus Dur pada 17 Februari
tahun 2001 juga hadir dan bahkan
menetapkan Imlek sebagai hari nasional
di depan audience secara spontan
yang saya tahu bisik-bisik dengan
menteri pendidikan pada waktu itu yang
menjadi menteri agama ADN Dream
apa tuh
Malik Fajar ada Pak kwik yang juga ada
Pak SB juga saya menemani Gusti pojok
karena waktu itu kan jadi nggak mau
deket-deket dan presiden gitu loh Nah di
situ ditetapkan secara spontan dan Ibu
Mega hadir tiga kali gitu sebagai
presiden Nah itulah sejarahnya spontan
ketika Imlek mobil rayakan Saya mulai
bekerja
terus saya menghadapi kendala karena
masih berlakunya Inpres tahun 67
di tahun 2003 ini perayaan indeks secara
nasional secara terbuka itu baru ke-24
kalinya atau yang pertama di tahun 2000
sebelumnya ini gimana nih pak
Bung Karno
10 bulan setelah Indonesia merdeka
18 Juni
1946 mengeluarkan
ketetapan Presiden nomor 2 oem garis
miring oem 1946 yang menetapkan
hari-hari libur oke ya orang Tionghoa
yang waktu itu mayoritas beragama
katakan begitu Ketika saya SMP tahun 73
sampai 75 di sekolah saya mayoritas
Konghucu kebetulan sekolah saya 95%
orang Tionghoa beliau menetapkan pada
hari libur fakultatif ya Empat hari
liburnya urut yang awal kan Imlek habis
Imlek
kemudian hari hari wafat dan hari lahir
hari wafatnya bulan 2 soalnya bulan 8
jadi 44 ini hari libur dan itu nggak
pernah dicabut ya
kemudian karena dan ketika undang-undang
sementara tahun 69 sudah masuk
pemerintahan Pak Harto ditetapkan
sebagai undang-undang
seperti itu artinya Konghucu itu
meskipun dikatakan di undang-undang
nomor 1 pnps 60 14 tahun 67 itu
dikatakan sebagai
bahwa segala adat istiadat agama dan
kebudayaan
Kenyataannya nggak menyebut Konghucu tuh
juga nggak menyebut tahu kan agama dari
Tionghoa itu kan tahu sama Konghucu gitu
tidak dilarang tapi kenyataannya baru
tahun 78 tuh efektif ketika keluar surat
edaran Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud
tahun '78 bulannya November Kalau tidak
salah yang menegaskan bahwa di KTP hanya
ada lima agama di luar Konghucu Sejak
saat itu baru dilarang matakin kan
mau merayakan hari kemerdekaan yang
ke-50 tahun 95 aja tidak boleh kalau
pakai nama Konghucu harus pakai nama
lain ya kita bilang masuk warga negara
merayakan kemerdekaan nggak boleh gitu
artinya di tahun 78 itu tadi ya yang di
kolom KTP mempengaruhi
jalan jalan sejarah termasuk menikah
susah enggak boleh Oke karena Konghucu
Bukan agama dasarnya apa
dalam negeri padahal ada undang-undang
nomor 1 pnps 65 yang masih berlaku bahwa
agama-agama yang banyak dipeluk oleh
masyarakat Indonesia penduduk Indonesia
yaitu Islam Kristen Katolik Hindu Budha
dan Konghucu Meskipun demikian
penjelasannya bahwa mereka yang beragama
Shinto Sora asrian
bahaism itu boleh gitu loh tapi
kenyataannya zaman itu yang namanya
surat edaran bisa ngalahin Keputusan
Presiden pada akhirnya banyak
teman-teman dari umat Konghucu yang
menikah harus mengubah agamanya dulu
bukan hanya merubah banyak eksodus Oke
banyak kayak saya sendiri ketika
Konghucu dilarang saya sudah kelas 3 SMA
semester 2 zaman saya semester tiganya
kan diperpanjang oleh Pak Daud Yusuf itu
setengah tahun jadi semester tiganya
agama saya ganti pada waktu muda saya
masuk IPB juga pelajarannya Budha gitu
loh seperti KTP juga kota ganti itu
meskipun secara pribadi masih menganut
Iya ada yang secara pribadi aja Ya
memang benar-benar
Ya kalau kita
BPS itu tahun 71 masih ada penduduk
berdasarkan agama pada waktu itu umat
Konghucu jumlahnya 0,7% Buddha juga 0,7%
Hindu sekitar 0,8 ya seperti itu jadi
kondisinya itu sampai akhirnya membuat
teman-teman umat dari Konghucu ini harus
berganti agama berganti agama ibadah
berganti nama yang klenteng Jadi
dipeliharakan segala macam seperti itu
dan itu berimbas sampai sekarang
hingga akhir tahun 2000 semua bisa lebih
terbuka tapi kan belum KTP masih ada
masalah KTP itu saya menghadap lagi tuh
waktu itu menterinya kan Pak Suryadi
Sudirman mantan Gubernur DKI saya
pagi-pagi sendirian waktu itu KTP masih
masalah itu kenapa saya jelaskan
dipanggil tuh langsung Pak Surya
pagi-pagi itu saya kan nggak enak gitu
tapi kemudian pas sudah hadir
mengeluarkan surat saya lupa nomornya
tapi tanggal 31 Maret tahun 2000 karena
pas ulang tahun saya 40 ya Nah di situ
ktp-nya Boleh lagi dan belum selesai
semua jaman Ibu Mega membereskan Imlek
jadi hari nasional karena pada waktu
pidato diingatkan bahwa ayah beliau dulu
menetapkan libur gitu loh terus kemudian
2006 baru diberesin semua sama Pak SBY
pendidikan di sekolah Pendidikan rumah
ibadah bahkan benteng Kung Mio di Taman
Mini itu berdiri zaman Pak SB tahun 23
Desember tahun 2010 diresmikan sedangkan
pembangunannya tanggal 2 Februari itu
2009 jadi sekitar 6 tahun masa transisi
itu ya Secara transisi dan sampai
sekarang pun masih transisi karena
posisi-posisi Konghucu Di Departemen
Agama hanya sebagai
kampus level direktur sedangkan agama
yang lain Direktur Jenderal Direktur
Jenderal
politik anggarannya tentu berbeda
sedangkan kampus atau direktur itu
Reportnya ke Sekjen dan pengaruh nggak
Pak pengaruh dalam pelayanan dalam level
link kalau menghadapi kanwilkan kalau
Dirjen kan lebih tinggi Kalau ini kan
sejajar kemudian anggarannya
pelayanannya tentu berbeda sekali tapi
Pak saya saya ingat waktu Bapak banyak
bercerita dan sering berkomunikasi
dengan Gus Dur Saya sedikit mengulas
tema sejauh mana kedekatan dengan
orang yang dekat dengan semua orang
termasuk dengan terutama dengan
orang-orang yang tertindas ya oke Gus
Dur itu kalau Bela kalau yang lain
mungkin beda dalam hal wacana berupa
sikap dukungan kalau butuh pasang badan
loh pernah ketika Konghucu tidak
mendapat tempat di KPU
setelah Demo Kita bikin konferensi pers
di PBNU yang masih belum diperbaiki pada
waktu itu
busur bukannya di belakang Tapi di depan
satu kalimat yang saya ingat sampai
sekarang
mengganggu mataqin mengganggu mataku
padahal buat Gus Dur mata Itu kan hal
yang sangat penting gitu seperti itu
seperti itu pasang badan Bahkan dia
mendirikan Yayasan Nur kebajikan Nur itu
cahaya bahasa Islam kebajikan khas
Konghucu intinya Bagaimana
memperjuangkan Konghucu dan dia bilang
kalau saya sudah serius Saya akan taruh
ketuanya Bondan Gunawan almarhum yang
kemudian menjadi segmen beliau
seperti itu jadi pasang badan sebelum
Gus Dur jadi presiden saya malah sering
main di Ciganjur berduaan di ruangan
kamarnya di paling depan masuk kamar
masuk pintu sebelah kiri
gitu ngambil dia cerita Saya senang juga
lagu Ebiet Ayah terutama syair
lagunya yang dulu kekar dan terbakar
matahari Dia mengingatkan kakeknya
katanya seperti itu jadi banyak sekali
Kenangan sama beliau ketika tahun 20
Januari tahun 98 ketika ada peristiwa
naga hijau para kyai NU banyak dibunuh
dia mengundang para tokoh agama saya
juga hadir dan beliau itu marah geram
gitu saya bilang
sebagai ketua umum PPNU harus marah saya
bilang kiainya terbunuh gitu harus marah
Ngapain jadi ketua PBNU marah gitu
Setelah marah saya bilang tapi sampai
juga pemimpin bangsa lho kalau sampai
marah Jadinya apa seperti Indonesia
naik turun saya bilang lagi nah sekarang
tinggal sampean memilih memilih memilih
sebagai ketua umum PPNU atau sebagai
tokoh bangsa dan kita tahu pasti
pilihannya sebagai pemimpin bangsa
sehingga dia kemudian kalender
humor tuh tinggi banget punya pengalaman
lucu-lucu enggak sih
matakin itu mungkin salah nama ya bos
nah sarana
seperti itu nah terus dia cerita ada
Kyai kemarin datang ke rumah saya ngeluh
bahwa Pesantren ini sudah dibangun besar
anak SD 1 diharapkan menggantikannya
masuk ke agama lain ke agama lain
kemudian enggak usah jadi proses sedih
Tuhan aja anaknya satu masuk Kristen
meskipun
umat apa namanya Konghucu di Indonesia
sepertinya pasang surut
tapi sepertinya
umat Konghucu dan juga teman-teman apa
namanya ya teman-teman dari umat
Konghucu ini punya punya peran punya
penjarahan dengan Indonesia tapi mungkin
Jangan dijawab dulu sekarang kita bakal
balik lagi nih segmen yang kedua jadi
jangan kemana-mana
[Musik]
Halo berjumpa lagi di segmen yang kedua
ini mungkin bakal dilanjutin lagi
perbincangan di segmen satu yang sempat
terpotong tentang peran etnis Tionghoa
dan juga umat Konghucu di Indonesia
kalau kita melihat sejarahnya di era
kemerdekaan dan kemerdekaannya naik
turun pasang turun bukan
tarik mundur lagi sepertinya memang
hubungan baik itu masyarakat etnis
Tionghoa dan juga umat Konghucu dengan
dengan masyarakat yang yang
ditinggalinya di Indonesia ini
sebenarnya hubungan baik Kalau Bapak mau
mengajak kita jalan-jalan lagi nih pak
ke masa lalu ya Masa Lalu apa yang ingin
bapak ceritakan ya kita mulai dari
sejarah yang paling tua dulu ya yang
tercatat Di dalam sejarah saya nggak
cerita soal yang masih dapat tebal
seperti keberadaan Wali Songo dan segala
macam tapi sejarah saja bahwa kehadiran
Konghucu sudah ada sejak minimal kalau
dibuktikan dengan klenteng berdirinya
klenteng Talang 14 15
1751 gitu ya Nah itu satu kemudian kedua
ketiga 1729
Yogyakarta sudah berdiri
semacam Pesantren Konghucu Ningsih
suryain 1729
1740 ada peristiwa Kali Angke Angke itu
kan merah kalian isinya merah karena
banyak orang terbunuh oleh VOC
dan kemudian tokoh-tokohnya ada yang
nari
meninggalkan Jakarta ada yang namanya
tanban yang lari ke Lasem dan kemudian
bersama dengan orang-orang dari
Amangkurat itu melawan Belanda dalam
sejarah perang yang kuning perang kuning
yang sangat panjang kemudian ada yang
tokoh namanya kue lakoa yang menjadi
perampok bagi kapal-kapal VOC dan
kemudian hasil ziarah hanya dibagikan ke
masyarakat di
Timur pantai Timur Sumatera dan utara
Jawa maka ketika
berapa ratus kemudian dipuja sebagai
tokoh spiritual yang klentengnya baik di
banyak tempat terutama di kota saya
Tegal ada bloknya
dihormati sebagai Dewa gitu loh Nah
kemudian
abad ke-18 adalah Kim Hook yang
menerjemahkan buku-buku dalam bahasa
Melayu kuno lebih awal dari Pujangga
baru Balai Pustaka gitu loh Nah kemudian
organisasi modern
Katakanlah ada sudah status 17 April
yang namanya
tujuan awalnya adalah bagaimana
mengajarkan orang Tionghoa yang waktu
itu dianggap berpe kasar karena berasal
dari para perantau menjadi masyarakat
yang dapat terdidik dengan memurnikan
memberikan ajaran Konghucu yang kemudian
karena lebih fokus pada pendidikan saja
perbedaan maka seksi agamanya ini
kemudian memisahkan diri membentuk
makin-makin makin makin itu majelis
agama Khonghucu Indonesia di
masing-masing kota yang pertama berdiri
itu Solo makin Solo 1918 dan kemudian
diikuti kota-kota lain dan Mereka
kemudian
melakukan kongres pada 12 April
1923 mendirikan organisasi pusat yang
sekarang bernama matakin majelis tinggi
agama Konghucu Indonesia jadi matakin
itu berdiri bottom bukan Top Down ya
seperti itu nah kemudian matakin tahun
23 ketika Jepang masuk itu mati karena
dianggap program
dimatikan baru berdiri lagi 16 April
1955 2 hari sebelum konferensi Afrika
dan pada Konferensi Asia Afrika itu Bung
Karno akan menyebutkan salah satu
menyebutkan agama Khonghucu seperti itu
Nah itu kemudian kalau kita lihat
tokoh-tokoh
yang berjuang banyak orang-orang
Tionghoa yang kita kenallah seperti yang
sekarang sudah jadi pahlawan nasional
John Lee segala macam tapi kita harus
ingat bahwa di dalam BPUPKI atau
kadang-kadang BPUPKI itu ada 4 orang
Tionghoa yaitu
setelah ditelusuri yang sudah ketahuan
agamanya
pernah menjadi aktivis Konghucu dan
anaknya
konglomeratkan para pemuda termasuk Adam
Malik Khairul Saleh kemudian menculik
Bung Karno dan Bung Hatta ke
Rengasdengklok di rumah
dan mungkin 56 tahun yang lalu kami
jumpai kuburannya Hanya berupa tanah
begitu saja kami buka dan kami
mendirikan di Yayasan Rumah sejarah
shopee-siong sebagai bukti bahwa
orang-orang Tionghoa dan orang-orang
Konghucu itu sudah berperan Lama Maka
kalau kita diminta PPIP untuk bicara
soal Pancasila
100 kalau kita meyakini Pancasila 100%
kita telah menjadi Konghucu demikian
juga kalau kita meyakin aja telah
menjadi Pancasila Kenapa karena
ketuhanan yang maha esa dikatakan di
dalam agama Khonghucu tidak ada pintu
maaf selain pada Tuhan ya dilihat tidak
terlihat didengar tidak terdengar dan
tiada satu wujud pun yang tanpa dia itu
kemudian
kemanusiaan yang adil dan beradab
dikatakan bahwa kalau ada agama yang
menjauhi kemanusiaan itu bukan agama
agama selalu mendekati diri pada
kemanusiaan di 4 penjuru lautan semua
manusia bersaudara sudah ketika
persatuan Indonesia dikatakan jika ada
keadilan tidak ada persoalan persatuan
jika ada keadilan tidak ada persoalan
kemiskinan seorang cince Insan Kamil
meskipun berbeda tetap bisa hidup rukun
tapi seorang yang rendah putih meskipun
lahirnya sama anak kembar sekalipun
tidak pernah bisa rukun kemudian
sila ke-4 kerakyatan yang dipimpin oleh
persyaratan perwakilan dikatakan bahwa
Tuhan mendengar seperti rakyatku
mendengar Tuhan melihat seperti rakyatku
melihat segala sesuatu itu harus
dimusyawarahkan
kehadiran sudah disebut tadi juga ada
kehadiran tidak ada persoalan kemiskinan
meskipun sama-sama miskin kalau akses
terhadap pendidikan ada pendidikan tiada
perbedaan ya itu tidak ada masalah
karena semua orang punya kesempatan
kemudian dikatakan juga pemerintahan
yang baik belum sepadan dengan
pendidikan yang baik pemerintahan yang
baik masih bisa membuat rakyatnya takut
dan kehilangan harga diri tapi
pendidikan yang baik akan membikin
rakyat bangkit harga dirinya dan
kesadarannya seperti itu jadi itu
dasar-dasar dari ajaran Konghucu nah
kemudian juga semangat gotong royong
disebutkan bila diri sendiri ingin tegak
bantulah orang lain tegak apa yang
dirilis sendiri tiada inginkan jangan
berikan pada orang lain
kalau mau merekrut umat bukan dengan
mengambil umat tapi gembirakan yang
dekat agar yang jauh suka datang kalau
kita baik keluarga kita baik harmonis
tetangga datang tapi kalau kita tiap
hari berantem mana orang main motor
kan yang pergi agar yang tinggal merasa
bahagia kalau Mas Tipo punya perusahaan
yang para senior sudah mau pensiun dulu
itu tempat duduknya jadi dudukin selama
3 tahun
sebagai bentuk kehormatan mau pergi juga
disantuni dengan baik sehingga yang
muda-muda lihat gila ya yang sudah tua
saja masih dihormati Apalagi kita
seperti itu gitu oke kemudian berarti
nilai-nilai dari agama Khonghucu itulah
yang membuat
masyarakat etnis Tionghoa dari abad
ke-15 dan sebelum-sebelumnya hingga hari
ini sebenarnya bisa menyatu dengan
masyarakat karena sebenarnya Misalkan
contoh saya ini sampai umur 18 juga
pernah keluar dari Tegal paling
jauh-jauh Pekalongan Cirebon
pada zaman itu bahkan masih dalam
pemerintahan Pak Harto setiap Cap Go Meh
tahun ini jatuh 5 5 April itu selalu ada
Februari
itu selalu melakukan pesta cap gomeh ada
barongsai ada Liong ada kesenian daerah
dan ada Gotong topeng topeng itu yang
digotong ada yang memang simbol malaikat
seperti foota Johnson dan jantan ada
yang tokoh seperti dokumennya tadi tokoh
Kalau sekarang kan dihormati mungkin
dikasih bintang Mahaputra fotonya
dipajang Kalau dulu kan enggak ada jadi
di patungkan gitu loh sembahyang itu kan
bukan meminta kepada dia tapi
menghormati ya Nah itu tetap masih masih
bukan hanya dirayakan oleh orang tua
orang-orang non Tionghoa pun bahkan
pelaut-pelaut Makassar yang ada di Tegal
ikut menggotong dan menyumbang Karena
untuk keluarga konsumsi kan banyak
mereka penyumbang terbesar karena
menjaga kepercaya setiap kali konten ini
mengeluarkan tape Kong dimandikan dulu
ke karena itu kan lokasi kan dari pelaut
tadi dimandikan ke laut tangkapan hasil
ikannya banyak ya dipercaya nggak
percaya masih ada kepercayaan seperti
itu Jadi nggak ada masalah sampai
sekarang pun kita ada
rumah ibadah di Taman Mini ada
macam-macam dia dari
masjid Gereja Katedral pura Wihara
Padepokan dan tenteng banyak teman-teman
pengunjung Taman Mini yang berhijab
sampai hanya kelihatan matanya pun
berfoto-foto di situ dan masuk bahkan
ada yang pakai sopo gitu yang tanya
nasib gitu loh Ya itu nggak ada masalah
gitu loh nggak ada masalah tapi ini
mungkin karena ketimpangan
perasaan ketidak adilan kemudian
kepentingan jangka pendek politis segala
macam menjadi terkesan seperti itu tapi
saya yakin bahwa pada dasarnya
masyarakat Indonesia itu adaptif saya
ambil contoh diri saya sendiri saya
sekolah SD itu di SD 31 Tegal sd-nya
masih ada di kalimat di Tegal itu waktu
zaman Saya tidak
orang kemudian saya masuk SMP memang
mayoritas coba masuk SMA orang
jawabannya 20% jadi nggak ada masalah
kemudian masuk IPB banyak orang yang
banyak jaman saya saya seangkatan sama
Nur Mahmudi Ismail itu
nah saya Masuk ke sana ketika di
juruskan orang tuanya ada 3 juga nggak
ada masalah
apa bareng segala macam Jadi tapi ada
teman yang mengatakan begini
saya itu benci sama orang tua
Baik saya bilang kamu keliru Kalau saya
tidak akan pernah membenci sebuah
kelompok atau sebuah bangsa atau sebuah
agama yang saya benci orangnya ya lucu
dong kalau satu kelompok kan nggak ada
yang salah yang salah orang perorang ya
seperti itu Nah ini ini prinsipnya
terpulang pada kita tapi kalau
pegangannya adalah apa yang diri sendiri
tidak inginkan jangan diberikan pada
orang lain rasanya aman tapi kalau
prinsipnya apa yang saya menurut Baik
saya paksakan orang lain Nah itu masalah
seperti itu dengan kesejarahan
sebenarnya yang kemudian apa namanya
punya hubungan baik dengan masyarakat di
Indonesia kemudian
rasa-rasanya
temen-temen umat Konghucu dan juga etnis
Tionghoa ini sampai hari ini masih kerap
mendapatkan sikap-sikap diskriminasi Ya
baik itu diskriminasi yang di pada level
negara ataupun masyarakat
pengalaman-pengalaman diskriminasi apa
yang barangkali masih bisa terasa hingga
saat ini karena kalau tadi Bapak nyebut
bahwa di tahun 78 ketika kolom agama
masuk KTP kemudian Begitu Terasa Apakah
kemudian masih ada problem-problem
struktural seperti tahun itu yang yang
hari ini masih terasa
kalau pengalaman pribadi sebagai warga
negara di dimensinya nggak pernah
kebetulan temen saya baik-baik saja
baik-baik saja Bahkan waktu SD saya
sering ada anak nakal kan biasa ketika
mereka nakal teman-teman yang lain
bantuin saya bukan bantuin orang yang
satu-satu tapi di dalam agama Khonghucu
memang
orang Jawa memang pernah dibedakan oleh
Belanda kan sebagai orang tengah kan Nah
itu Membekas tentunya tapi ketika orde
baru keluar ketetapan yang
55 kemudian
soal-soal surat dalam negeri yang
Konghucu dihilangkan itu bermasalah ada
teman saya yang sampai menggugat ke
pernikahannya karena nggak bisa
dicatatkan sipil dan kemudian dibela
oleh Gus Dur segala macam sampai
akhirnya menang dan akhirnya dituntaskan
zaman Pak SBY 2006 pernikahan semua
bebas segala macam yang Masih Membekas
seperti sekarang kalau di dataran
masyarakat tentu masih ada ya karena
kadang-kadang banyak orang-orang yang
punya kepentingan jangka pendek
politisasi ini tapi kalau di dalam hukum
negara masih ada sedikit misalkan yang
menimpa umat Konghucu umat Konghucu
sekarang baru dilayani di level direktur
kasus bintik yang levelnya repot kepada
Sekjen sedangkan agama lain Islam
Kristen Katolik Hindu Budha repotnya ke
menteri Dirjen jadi di situ masih ada
pembedaan dan Ini sebenarnya sudah
pernah diberikan Surat Keputusan
Presiden memperhatikan presiden yang
menegaskan bahwa Konghucu juga punya
Dirjen cuma di ujiannya ini yang belum
terbentuk kemudian peraturannya tanpa
dicabut ada peraturan bahwa Konghucu
punyanya kampus bintik nah ini adalah
Sudah saya sampaikan termasuk kepada
Presiden Jokowi agar ini direvisi karena
kehadiran Dirjen bagi Agama yang
salamnya juga selalu diucapkan salam
kebajikan seharusnya mendapat
kedudukan yang sama gitu loh bahwa umat
Konghucu sekarang jumlahnya relatif
lebih kecil dari yang lain itu kan
karena dasarnya KTP banyak orang yang
belum pindah ktp-nya karena masih
was-was trauma masa lalu dan apapun
semuanya harus mendapat perlakuan sama
contohnya gini dah Pak Jokowi kan sudah
begitu bagus membangun infrastruktur
dimana-mana termasuk di Papua yang
mungkin secara ekonomis nggak belum
visible seperti di daerah lain tapi Demi
keadilan dibangun merata seperti harga
bensin yang juga disetarakan nah
Seharusnya juga terhadap agama Khonghucu
juga diberi wadah yang sama tempat yang
sama ya selevel agama lain Dirjen
Meskipun mungkin aparaturnya nggak perlu
sebanyak agama lain itu sesuai kebutuhan
ya Tapi secara undang-undang Harusnya
sama karena kalau tidak berarti
perlakuan negara
adil terhadap rakyatnya masih ada
pembedaan Meskipun tidak seperti dulu
gitu karena sejak tahun
2006 sampai sekarang kedudukan sampai
sekarang kedudukannya nggak berubah
banyak Nah ini ini PR besar yang saya
pikir harus diselesaikan oleh pemerintah
terutama Kementerian Agama yang artinya
Selama perjalanan umat Konghucu dan
etnis Tionghoa di Indonesia mulai dari
era kolonial Belanda kemudian Jepang
yang Bahkan tadi menutup eh matakin itu
Kemudian beberapa
Inpres yang keluar di zaman Orde Baru
dan
keputusan-keputusan politis yang
diskriminatif yang dilakukan oleh negara
itu akhirnya mempengaruhi etnis Tionghoa
umat Konghucu interaksi dengan
masyarakat
terutama di dalam pembinaan dan
pengembangan umatnya bayangkan umat
Konghucu yang jumlahnya waktu tahun
71 secara BPS Ya kurang lebih sama
dengan umat Hindu dan Budha beda-beda
dikit ya sekarang kan bedanya jauh
secara satistik ya Secara riil saya
nggak yakin itu Nah ini kan kalau
dihitung kerugian kerugiannya besar
mereka dibina dengan baik kita tidak ya
kita masih belum punya sekolah tinggi
agama Konghucu Negeri ya Meskipun
sekarang sedang dalam proses tapi kan
mengalami keterlambatan yang cukup
panjang tadi
pembinaannya masih di level direktur
kampus bintik bukan bukan Dirjen padahal
kebutuhannya
harusnya lebih lebih banyak karena
dibangkitkan
ketika orang mengatakan diberlakukan
sama kenyataannya belum Kan ini sangat
antara yang dikatakan dengan yang
dilakukan kan ada gap gitu ya Ini pasti
Membekas saya berapa kali minta umat
Konghucu bahkan termasuk pengurus yang
masih mempertahankan KTP dengan agama
yang tidak diyakini tapi nggak mau
pindah karena nanti takutnya politik
berubah lagi seperti itu ketakutan
seperti ini kan nggak bisa dijawab hanya
dengan meyakinkan kalau apalagi yang
ngomong bukan bukan bukan di level
pemerintah yang mengambil keputusan gitu
loh seperti itu Jadi ini PR besar yang
harusnya bisa diselesaikan oleh
pemerintahan sekarang maupun
pemerintahan 2004 gitu Tapi harusnya
jangan sampai 2024 tapi kalau di level
masyarakat itu suka masyarakat
tindakan-tindakan diskriminatif atau
rasio kayak jinak lu kalau mungkin kita
disir ke kita di hubungan kita Kita
enggak pernah ketemu orang-orang kayak
gitu ya tapi saya juga akhirnya
penasaran juga Apakah sikap-sikap
seperti itu yang banyak ditemuin di
zaman-zaman itu masih ada hingga hari
ini saya bilang sih kalau misalkan hanya
kan ada yang nadanya bersahabat
tapi yang menghina itu
sejauh yang saya lihat dulu pun karena
mungkin tampang saya kan Cinanya
nggak nggak terjadi cuma pernah waktu
menjelang kerusuhan Mei saya naik taksi
dia bilang ini sebentar lagi
Cina begini Cina begini dia enggak tahu
bahwa saya tidak seperti itu tapi ada
juga yang bilang kalau misalkan masuk ke
kampus ya anak-anak lah itu sih ya bukan
dalam konteks menghina ya seperti itu
bahkan dosen Saya pernah Ketika saya KKN
eee dia cerita dia Ninja kita KKN kuliah
kerja nyata ya bukan korupsi korupsi
semua ya dia bilang bahwa sekarang ada
perubahan di IPB katanya pada tahun 82
saya ingat karena itu final sepak bola
Brazil kalah sama Itali 42 itu nah dia
bilang bahwa sekarang masuk Fakultas
teknologi itu tidak lagi pakai nilai
teman saya nanya kenapa sih nggak pakai
nilai ya yang masuk Cina semua
Nah terus saya ada di situ pas saya ke
belakang
teman saya bilang
seperti itu contoh Ya saya di SMP 5
95% orang Tionghoa 5% orang lain mungkin
kurang bahkan 3% juara satunya orang
Sunda yang kemudian menjadi
saya malah nomor 2 waktu itu kalah
memang dia lebih pintar gitu jadi
bohong itu yang mengatakan ada etis
tertentu yang lebih hebat itu nggak ada
lah Orang Indonesia itu kan juga
pinter-pinter cuma rasa cintanya pada
tanah air ini yang perlu ditingkatkan
yaitu aja sih jadi
juga jadi cerita lucu nih pak ya Jadi
bahwa kemudian Dosen Bapak juga nggak
bisa mengidentifikasi bahwa Bapak ini
adalah keturunan
dan lain sebagainya tapi kalau mau kita
melihat penyebaran nih masyarakat
keturunan di Indonesia Kalau bapak
ngerti gimana karena kan sudah banyak ya
pak kalau kita mau melihat bahwa
keturunan Tiongkok ini sudah kawin mawin
dengan masyarakat Indonesia kemudian
bagaimana kita mau mengidentifikasi
keturunannya orang ini udah udah campur
semua nih ya Nah sekarang kalau dilihat
status yang terbaru yang separuh Jalan
ee apa jalan
sensusnya karena terbentur covid kemarin
bahkan di seluruh provinsi yang waktu 34
ada umat konghucunya meskipun di Papua
Mana Cuma satu orang ya artinya ada
semua jadi agama Khonghucu mungkin kalau
secara total nasional jumlahnya nomor 6
dari agama yang lain tapi kalau per
daerah belum tentu loh karena contohnya
di Kepulauan Seribu itu hanya ada 3
agama dan
seperti itu jadi kan Nomor 3 ya apalagi
di Bangka Belitung bisa nomor 2 bisa
atau nomor paling sial Nomor 14 seperti
itu Nah kalau soal
etnis suku orang mengatakan
sekian ratus apa Bener kan setiap hari
terjadi kawin campur kan melahirkan
budaya baru percampuran budaya
melahirkan etis baru ya seperti saya
sering bilang orang tua di sini datang
awalnya hanya laki-lakinya saja karena
hidup di sana susah yang mengeluarkan
laki-laki Katakanlah generasi pertama
ada seorang Tionghoa 100% darahnya
Tionghoa di sini kan nggak ketemu
perempuan Tionghoa kawin sama orang Jawa
punya anak yang generasi kedua kan 50%
jawabannya tapi laki punya marga kawin
lagi sama orang Sunda
nya 25% anaknya laki punya marga kawin
lagi sama orang Ambon Jawanya tinggal
12,5%
pasti punya marga karena laki kemudian
12 setengah persen kawin lagi sama orang
Papua tinggal 6 seperempat persen kawin
lagi sama orang
Manado tinggal juga seperempat tiga
seperempat persen kawin lagi tinggal 1,5
kalau lagi tinggal
0,75 darah tiongkoknya hanya 0,75 tapi
karena punya marga masih dianggap
Tionghoa
kan kacau ini ya Secara
punya marga sementara kalau anaknya
perempuan 50% kawin sama nonton
2 secara gender salah seakan-akan yakin
bahwa darah itu ditentukan oleh hanya
oleh Bapak padahal belum tentu anaknya
Bapak loh ada bercanda teman saya
laki-laki kalau punya anak itu anaknya
Iman keyakinan guyon ya kalau perempuan
udah yakin tuh anak saya
seperti itu apalagi zaman sekarang
pergaulan begitu bebas berita
perselingkuhan begitu marak ya ya
seperti itu ini ini kenyataan jadi
secara
genetik salah secara gender apalagi bias
lebih parah lagi secara undang-undang
tidak ada kesetaraan padahal warga
bangsa itu kan ditentukan oleh
kontribusinya terhadap tanah air betapa
pun Pak
orang Jerman tapi di Indonesia
kemana-mana jadi narasumber tapi orang
Jawa yang disuruh nama orang Ambon yang
di Belanda Apa itu orang Indonesia
bukanlah Indonesia pun baru ada 17
Agustus 45 kan jadi ini persepsi ini
salah jadi harusnya yang disebut bangsa
Indonesia ada orang yang 100% hatinya
untuk merah putih artinya persepsi yang
tadi itu akan bermuara pada
tindakan-tindakan yang diskriminatif
terutama di masyarakat apalagi kalau ada
ketimpangan makanya tadi mengingatkan
jika ada keadilan tidak ada persoalan
Kemiskinan jika ada ketimpangan timbul
persoalan persatuan dan segala macam ini
yang harus dibangun jadi memang
membangun bangsa itu nomor satu
membangun mindset yang membangun jiwanya
baru bangun badannya tadi soal pasang
surut Hubungan
Masyarakat umat Konghucu dan etnis
Tionghoa Baik itu dengan antar
masyarakat juga dengan Penguasa dan lain
sebagainya Kemudian ini kan akan terus
bergulir ya upaya-upaya ini akan terus
berjalan karena hubungan ini sangat
dinamis terdepan kira-kira apa yang akan
terus dilakukan supaya menjaga ini dan
memperkuat ini tapi rasanya dijawabnya
jangan sekarang terus tapi ada satu
pertanyaan terakhir yang mungkin tadi
kan bahas soal diskriminasi dan lain
sebagainya Mungkin Bang Tipo ataupun
nanti bisa mengkoreksi saya gitu kan ada
nih mungkin terjadi di Jogjakarta ya
tentang
mungkin kepemilikan tanah di sana
mungkin ada untuk etnis yang ada
diskriminasi lah Nah itu menurut Pak
Budi sendiri pandangan tentang itu tuh
seperti apa sih Pak Indonesia adalah
negara bisa terlepas bahwa sebuah
provinsi mempunyai keistimewaan itu
karena faktor sejarah tapi di dalam
hal-hal tertentu seharusnya adalah sama
yang berlakuannya jadi kalau memang
tidak boleh ada hak milik seharusnya
semua untuk semua warga demikian juga
kalau diperbolehkan diharusnya untuk
semua Nah ini mungkin perlu
didiskusikanlah saya pikir dialog
intense pemahaman bicara hati ke hati
tanpa perlu saling membelaim saling
curiga itu harus dilakukan
kalau belajar dulu saya sekolah ada
tulisan Honocoroko tulisan Jawa hono
gitu ya kemudian kalau dipangku kan jadi
kalau dipangku itu orang akan mati gitu
huruf kalau dipangku itu jadi
vokalnya hilang tinggal tinggal konsonan
ya seperti itu Nah ini yang harusnya
dibangun jadi saya pikir sih mungkin ada
baiknya dialog hati ke hati dengan
pejabat terkait ya agar bagaimana
mencari jalan terbaik Kenapa itu terjadi
nah sehingga ini akan lebih baik
ketimbang ketika orang di Blem itu
mungkin masing-masing sudah berposisi
pengalaman saya lewat guyon lewat puisi
itu bisa cair loh ya Saya punya
pengalaman ketika Konghucu bermasalah
ada pejabat yang mengatakan Selama saya
menjabat tidak ada ruang buat Konghucu
kemudian ketika ulang tahun saya kirimin
puisi kebetulan istrinya suka puisi
kemudian akhirnya jadi luluh dan dia
pindah atau di depan ya ini pak mah tuh
Basuni mantan almarhum ya dia mengatakan
ketua mata gendut pintar katanya tahu
saya orang Jawa Kalau dipangku mati ya
ternyata jadi baik gitu bahkan beliau
meletakkan batu pertama benteng Taman
Mini dan beliau yang antusias karena
kalau enggak kenal enggak sayang tapi
kalau kita sudah jadi sahabat Semuanya
serba mudah lah Makanya di dalam
Konghucu kan dikatakan orang maju itu
syaratnya 3 belajar dan selalu dilatih
bukan belajar teori saja kalau belajar
bisnis bukan cukup mempelajari kasus di
sekolah manajemen tapi praktek ya karena
ketika praktik harus sulit harus ulet
ketika buka toko nggak ada yang datang
sebulan udah langsung putus asa kan atau
dokter yang lulusnya kumlot ke praktek
Karena manusia kumprut mungkin kutu buku
pokok orang enggak percaya gitu tapi
yang enggak sekolahnya lulusnya kemelut
gitu ya karena nggak ada alternatif saja
seperti itu belajar dan selalu dilatih
Tidakkah menyenangkan kalau mau belajar
dikasih tahu satu sudut harus tahu satu
titik harus tahu tiga sudut yang lain
kalau satu titik kan titik kan jadi
garis
segitiga kalau 4 titik kan jadi ruang
harus holistik gitu loh dan dipraktekkan
orang lain
10.000 kali 100 lebih besar Kemudian
yang kedua cukup kawan-kawan datang dari
jauh Bukankah menyenangkan relasi orang
sukses mana mungkin sendiri untuk
sombong aja butuh orang lain
Yang ketiga kalau ini juga udah jalan
Nggak jalan juga karena butuh proses
Meskipun orang tidak mau tahu meskipun
orang Omongin apa tetap jalan nah ini
kan pasti keuletan itu penting keuletan
itu bukan hanya ulet kerjanya tapi ulat
kupingnya menahan apa ya omongan-omongan
yang negatif gitu seperti itu oke itu
dia berarti kita lanjut ke Sesi yang
ketiga
[Musik]
kembali lagi di sisi yang ketiga Kita
lanjutkan ini Sisi yang terakhir nih
mungkin kita bakal ngomongin penutup lah
nanti statement ada Pak Budi
mungkin bisa dilanjut Bang Nah iya pak
beberapa waktu
belakangan kemarin pemerintah itu baru
saja menyampaikan bahwa mereka mengakui
ada Rangkaian peristiwa pelanggaran HAM
berat dan salah satunya itu adalah
peristiwa 98
di mana salah dari rangkaian peristiwa
di 98 ini juga juga salah satunya juga
menimpa oleh teman-teman etnis Tionghoa
waktu itu bahkan
peristiwa itu juga menyisakan trauma
hingga hari ini
Bagaimana Kemudian Bapak melihat dari
dari rangkaian bahwa terjadinya
peristiwa pelanggaran HAM berat itu ya
apapun namanya
sebuah pelanggaran apalagi sampai ada
korban jiwa itu tentu harus bukan hanya
disesali tapi harus dijaga agar tidak
terulang menimpa siapapun memang pada 98
itu etnis Tionghoa banyak yang menjadi
korban tapi kebetulan satu dua hari
setelah peristiwa itu saya keliling
karena saya bekerja di sebuah perusahaan
yang punya banyak outlet saya keliling
di order itu dan terbukti bahwa yang
menjadi korban itu kan kalau hitungan
jumlah bukan orang Tionghoa saja yang
masuk sebuah Mall kemudian mallnya itu
terbakar atau dibakar itu kan banyak
etnis dari berbagai suku bangsa yang
lain nah latar belakangnya tentu itu
peristiwa politik ya yang memanfaatkan
terjadinya krisis ekonomi menyebabkan
ketimpangan yang luar biasa orang yang
mungkin cukup berada Tapi karena punya
utang dalam valuta mendadak nilainya
tidak ada sehingga terjadi ketimpangan
luar biasa dan kemudian dimanfaatkan
oleh orang-orang yang punya kepentingan
sendiri sehingga menimbulkan masalah nah
politik-politik seperti ini bentuk perlu
disesali dan perlu
diberikan semacam apa ya semacam
perhatian terutama oleh negara Meskipun
mungkin kalau kita bicara negara kan
negara itu kan benda mati tergantung
orangnya dan orangnya ganti-ganti gitu
loh tapi sebagai sebuah institusi yang
mau memayungi mewadahi seluruh warga
tentu harus memberikan sikap ya dan
sikap yang kalau mengacu Siapa benar
siapa salah mungkin waktunya belum belum
matang lah karena mungkin banyak
pelakunya atau yang terlibat masih hidup
ya Dan mungkin kalau diungkap secara
secara jelas itu akan akan menimbulkan
luka-luka baru Maka suhu Arif lah kalau
penyikapannya bukan secara Yudisial saat
ini tapi bagaimana mengakui itu ada dan
ada pelanggaran dan negara mengakui dan
memberikan semacam apa
kompensasi ya Meskipun tidak harus
berupa materi seperti itu Nah traumanya
itu sangat luar biasa terutama bagi yang
terkena ya terkena saya sendiri waktu
itu ada di
Gajah Mada di kantor toko buku Gramedia
pusat itu kemudian di atasnya
dari atas panggung bisa melihat Jakarta
itu terbakar orang yang
mungkin secara normal kekuatannya biasa
saja bisa memanggul kulkas kemana-mana
segala macam Nah itu terjadi kemudian
kalau kekerasan Ya cerita-cerita sudah
cukup banyak
ini adalah pelajaran yang berharga yang
harus tidak boleh terjadi makanya kita
berubah menjadi negara yang lebih
demokratis cuma juga perlu saya ingatkan
bahwa demokrasi tanpa pendidikan rakyat
juga sama saja karena suara orang yang
tidak paham dengan orang yang paham
dihargai sama tidak ada kesetaraan dan
orang-orang yang mungkin secara ekonomis
belum mampu bisa jadi manipulasi dengan
kekuatan dana ini yang harus dijaga
sehingga tidak terjadi lagi nah tapi ada
hal positif yang membuat saya melakukan
refleksi dulu hubungan antara Tionghoa
dan Tionghoa kelihatan sekatnya itu
tebel sekarang cair kita lihat saja di
televisi ya bintang film yang Tionghoa
banyak
dan mereka berbaur tanpa melihat etnis
lagi Kemudian tokoh-tokoh politik yang
juga begitu banyak ini bagus gitu loh
pernah ketika orang Gua merasa
diskriminasi dan mau mendirikan
[Musik]
organisasi kita menghadap beberapa tokoh
salah satunya Profesor domitro
djojohadikusumo Bapaknya Pak Prabowo
Beliau mengatakan kalau orang Jawa
pingin mendapat perlakuan yang baik
harus berjuang sendiri karena masyarakat
yang lain pun juga mengalami
diskriminasi dalam bentuk lain mungkin
Secara ekonomi secara keberadaan dan di
dalam Ajam maka kita harus bisa
memperjuangkan hasil sendiri baru bisa
didengar oleh orang lain
Inilah yang harus kita
kerjakan bersama-sama karena rumah ini
adalah rumah bersama Apa yang dirasakan
oleh saudara yang lain harus kita
rasakan sebagai penderitaan bersama
kesukaan yang dirasakan orang lain tidak
perlu menimbulkan iri hati Tapi menurut
introspeksi bagaimana agar sukses gitu
loh Konghucu dan Nabi Muhammad punya
ayat yang mirip
Saya pernah bercerita sama Profesor
cinta mengatakan ada ayat Konghucu
mengatakan Jika kita berjalan bertiga
artinya saya dengan dua orang pasti ada
yang bisa kujadikan guru kalau kulihat
yang baik akan kutil kalau ada yang
tidak baik akan kuberi saya diriku
sendiri bukan membeli barang lain
Jika jalan bertiga ada yang jadi
pemimpinku
akan ku ikuti yang bukan tidak akan
mengikuti berarti kan sama ya seperti
itu jadi makanya tidak salah sebuah
prasasti di channel yang mengatakan
bahwa
konghuculah itu Timur Muhammad lahir di
barat kan secara wilayah
meskipun terpisah
1300 tahun tapi mempunyai kearifan yang
sama
makanya Pak Cindy Pak
Nazaruddin Umar Islam
saya kuliah juga memang saya juga dapat
pelajaran Islam 6 tahun waktu SD ya
karena saya sekolah di negeri
Islam ya memang bedanya hanya
Maaf B2 sama khitan
sembahyang juga harus bersih
korbannya juga ada korban sapi kambing
hanya bedanya ada B2 itu aja sama
buat Konghucu Tuhan juga boleh
diperkirakan tapi harus diimani karena
itu yakin dilihat tidak terlihat
didengar tidak terdengar tanpa satupun
wujud yang tanpa dia sama gitu loh dan
saya sering mengatakan kita ini ibarat
mendaki gunung ada yang dari Utara dari
selatan dan Timur Dari Barat
masing-masing belum sampai puncak ribut
di tengah ketemu macan di tengah ketemu
gajah ada yang bilang ketemu sapi ketemu
ayam ya karena bukan bukan salah kan
memang yang ketemu itu karena belum
sampai puncak begitu sampai puncak
Ternyata Sama ya nah kita ini baru
tahapan pengembara yang belum sampai
tujuan maka tugas kita agar tidak ada
pelanggaran berat atau apapun ke depan
didiklah karena ada pendidikan tiada
perbedaan pemimpin harus menjadi
contoh kebajikan fungsi mengatakan
kebajikan pemimpin pelaksanaan angin
kebajikan rakyat laksana rumput kemana
angin bertiup ke situ rumput akan
merubah maka pada perayaan Imlek kemarin
26 Januari kita bikin acara di Sasana
Griya Saya minta para pejabatnya hadir
untuk naik ke panggung dan kita berikan
simbol Garuda Pancasila jadi artinya
rakyat menitipkan kepada para
pemimpinnya Tolonglah kalian Teladan di
dalam pelaksanaan Pancasila karena
Pancasila itu selalu diganggu gugat
karena dianggap tidak berhasil dan
disalah-salahkan bukan karena
pancasilanya tidak tepat tapi
pelaksanaannya belum tepat Oke Pak
kemudian kalau kita melihat bahwa
hubungan masyarakat etnis Tionghoa
dengan masyarakat di Indonesia ini kan
terjalin secara natural bahkan tadi
Bapak cerita
jangan hanya hubungan horizo
nah artinya gini dari
rangkaian peristiwa hubungan yang pasang
surut itu tadi Kemudian
teman-teman dari
apa umat Konghucu dan juga masyarakat
yang misalkan mau kita identifikasi
mereka sebagai etnis Tionghoa yang yang
apa namanya kemudian terus berpacu
kemudian mengisi ruang kebudayaan
mengisi Mempererat hubungan itu nah
sejauh ini Bapak melihat apa nih pak
ruang-ruang kebudayaan yang kemudian
Perlu diisi ini pak
saya pikir harus dibuka semuanya saja
bahwa di dalam
ruang yang bebas itu ada yang kalah dan
menang jangan itu seakan-akan mewakili
etnis atau agama tertentu Oke selama ini
kan persepsi orang kalau Islam itu Maaf
dianggap miskin
kita lihat saja orang Bugis orang Padang
orang Madura itu kan jiwa interpretasi
bahkan yang di timur Indonesia yang
agamanya bukan Islam lebih miskin jadi
tidak benar bahwa itu karena agama
kita lihat juga Katakanlah orang
Tionghoa konglomerat itu Cina benteng
orang-orang di Singkawang zaman dulu kan
juga banyak yang dijual banyak yang
masih sangat miskin bahkan gak punya KTP
ya saya tadi kasih contoh di sekolah
saya yang 95% orang Sunda cuma sendiri
lagi dia satu-satunya Jadi bukan karena
kelompoknya karena etisnya tapi kembali
pada diri orang itu sendiri dan
budayanya sendiri kalau budayanya kerja
keras nggak ada hasil yang menghianati
usaha
saya selalu mengatakan rezeki ada datang
dari atas contohnya paling simple saya
parkir ke mall
muter-muter muter enggak dapat parkir
Mbak Putri baru masuk ada mobil keluar
rezeki kan kemudian ada yang rezeki
karena sekolah orang lain ngelamar
kualifikasinya nggak mau
masuk ada yang karena relasi ada yang
karena nama orang tuanya ada yang karena
inovasi tapi kebanyakan kan karena usaha
seperti menggali sumur 10 meter nggak
keluar karena
air juga ya ketika
ada buku
sukses menjual pisang goreng
mencoba banyak sekali karena nggak ada
yang langsung laku tapi yang sekarang
bonani itu yang goreng madu itu
pertama-tama ketika saya suka makan di
sebelahnya sepi Saya mau maksa
sekarang omsetnya luar biasa
ketika orang putus asa menyerah ada yang
ada yang terus semangat akan sukses gitu
loh jadi itu yang harus dibangun etos
kerja keras tapi belajar dan berelasi
itu sebenarnya sederhana sebenarnya
membangun bangsa itu
Membangun dunia Damai itu resepnya
sederhana jika orang-orang tua itu
merasa nyaman hidupnya karena anaknya
berbakti tidak menyiapkan orang tuanya
Orang tuanya enggak sampai numpuk harta
karena Anaknya pasti akan me
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:58 UTC
Categories
Manage