Transcript
pqhT13-Za8M • China Retaliates Against America Using TIKTOK!? 245% Tariff War Doesn't Make Sense!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0356_pqhT13-Za8M.txt
Kind: captions
Language: id
Halo, Guys. Ada berita heboh banget nih
dari Amerika Serikat yang baru saja
menaikkan tarif untuk barang-barang made
in China yang masuk ke Amerika Serikat
dengan tarif senilai
245%. Ini kenaikan yang sangat ekstrem
nih, Guys. Karena sebelumnya tarifnya
itu cuman 145%, tapi sekarang naik lagi
100% menjadi
245%. Dan tarif ini super spesifik
karena hanya dikenakan untuk mobil
listrik dan jarum suntik. Jadi,
alat-alat kesehatanlah yang dari China.
Nah, Teman-teman, ini membuktikan apa
ya? Bahwa perang dagang yang terjadi
antara dua negara besar ini
sepertinya tidak akan berakhir dengan
damai. Justru malah makin dalam makin
ekstrem. Karena ternyata tarif balasan
Donald Trump itu ketika Donald Trump
mengenakan tarif 145% terhadap
barang-barang Cina dan Cina membalas
tarif 145% itu dengan 125%, Trump
ternyata tidak tinggal diam. Dia malah
lakukan serangan balik lagi di angka
245%. Jadi ini seru banget nih
pertarungan antara Cina dengan Amerika
Serikat. Tapi ada satu kata kunci, Guys,
yang bisa kita cermatin dari sini bahwa
yang namanya Donald Trump, ya
sehebat-hebatnya Donald Trump ya, dia
ketika menang pemilu juga butuh bohir.
Sama aja kayak di Indonesia lah. Lu mau
menang pemilu kan butuh dana, butuh
serangan pajar, butuh dana. Dananya
triliunan. Akibatnya apa? Karena lu
enggak punya duit sendiri dan lu mungkin
enggak rela, lu undang Boh lu undang
sponsor. Ya, Teman-teman sudah tahu dong
kenapa bisa-bisanya tarif 245% dikenakan
khusus untuk mobil listrik dari China.
Ada BYD, ION, Wooling, dan lain
sebagainya. Simpel aja. Karena lu udah
tahu salah satu bohir yang menyumbangkan
duit paling banyak kepada kampanye
Donald Trump adalah Elon Mask. Elon Mas
punya bisnis Tesla, mobil listrik. So,
jangan heran kalau kemudian mobil
listrik China itu diserang oleh Donald
Trump. politik balas budi. Jadi yang
namanya politik duit, politik serangan
fajar, politik salah balas budi itu
bukan cuma haknya Indonesia, Guys. Semua
negara demokrasi itu prone to be bribe.
Artinya, semua negara demokrasi itu
berpotensi untuk terima duit sogok dari
oligarki ya, oligarki Amerika ya,
oligarki Indonesia. Jadi ini semua
adalah konsekuensi dari sistem politik
yang menggunakan demokrasi. Nah, salah
satu bukti lagi apa? Oh, selain Donald
Trump terimaitnya Elon Mask, lu juga
jangan heran kalau kemudian Donald Trump
itu berbuat baik bahwa tarif 145% yang
kemarin dia kenakan itu ternyata ada
pengecualiannya loh. Tarif 145% tuh
dikenakan kepada semua barang-barang
made in China. Kecuali untuk
barang-barang ya elektronik seperti
laptop, komputer, smartphone dan lain
sebagainya. Dari sini lu sudah tahulah
kenapa Donald Trump memberikan tarif
145% untuk semua barang-barang China
kecuali smartphone, laptop, tablet dan
sebagainya. Lu udah tahu dong kenapa?
Karena
80% produk-produk Apple dibuat di China.
Memang sih dia sekarang udah ada pabrik
di Vietnam, ada pabrik di India, tapi
ternyata mayoritas produk Apple kalau lu
lihat handphone lu, lu lihat laptop lu,
MacBook lu, itu masih made in China.
Nah, jadi teman-teman makanya kamu juga
jangan heran ya kalau seandainya ya
apalagi negara berkembang ya politik
balas bull itu ya dilakukan ya
konsekuensinya lah ya kali tiba-tiba ya
bisnis yang didukung adalah bisnis
musuhnya yang mensponsori kandidat lain
ya pakai otak aja lah politik itu mahal
jadi teman-teman ketika kemudian gua
lihat tarif Trum ini gua sempat
bertanya-tanya kemarin naik terus naik
terus tarifnya masa sih Tesla masa sih
Apple enggak dapat konsesi dari sini oh
ternyata terbukti akhirnya memang data
menunjukkan perusahaan-perusahaan yang
mendukung Donald Trump itu diselamatkan
dari perang tarif ini, diselamatkan dari
perang dagang ini. Jadi memang inilah
salah satu poin penting ya, bahwa ketika
lu menjadi pengusaha khususnya di negara
demokrasi itu wajib satu kaki lu ada di
politik. Curang ya. Memang begitulah
kenyataannya. Kalau enggak lu
diberangus, lu disikat habis. Ya,
contohnya ginilah ya. Kemarin-kemarin
negara Kazakhstan itu pengusaha Jepang
enggak mau tuh membiayai politik dalam
negeri Kazakhstan. Akibatnya kalau lihat
ada kereta cepat nih dari Jakarta
Bandung yang menang proyek ya pengusaha
Cina bukan pengusaha Jepang. Sesimpel
itu aja lah. Jadi enggak usah dibikin
ribet dan itulah konsekuensinya dalam
dunia politik di negara-negara
demokrasi. Tetapi ada satu hal yang
menarik nih, Guys, dari kasus
pertarungan antara Cina dengan Amerika
Serikat ini. Ternyata pemerintah Cina
itu mengambil jalan yang sangat tidak
ortodoks. Dia sudah melihat eranya bahwa
negara-negara ini suka enggak suka
ketika berkampanye, Donald Trump aja
bilang dia menang gara-gara TikTok. Wei,
that's a good knowledge. Jadi, apa yang
dilakukan oleh si Jimping? Dia
mengerahkan tentaranya, pasukannya, dan
influencer-influencer di negaranya untuk
segera melakukan serangan senyap
terhadap brand-brand Barat yang selama
ini ternyata itu semua buatan Cina, made
in Cina. Jadi dia mengeluarkan 1001
jalan nih. Memang pintar banget ya.
Mereka mengerahkan pasukan-pasukan
influencer karena dia tahu mereka punya
satu produk legendaris software yang
namanya TikTok. Dan TikTok ini ada di
Jerman, ada di Amerika, ada di Mexico,
ada di Kanada semua. Everybody use
TikTok.
Jadi apa yang dia lakukan? Dia
mengeluarkan pasukannya, influencernya
untuk menggerakkan perang dagang ini
bukan lagi politik tingkat tinggi antar
elit, tetapi perang dagang ini dia bawa
sampai ke tingkat rakyat untuk melakukan
propaganda di sosial media. Ah, di sini
gua melihat ternyata bazer ada fungsinya
juga ya ketika digunakan untuk membela
negara. Contohnya di
siniellers 2024 and you still don't know
who are the suppliers behind the netwars
and guardans are from beyond garments
from Hongjo Beyond Garms is also a
supplier behind luxury brands from
America and Europe like Sendra Maras
second most of the cosmetic product are
actually produced by group which is also
the supplier behind Lanco and LO third
24hour packaging technology from Shet
Jadi teman-teman kalau lu pakai baju
fashion merasa keren banget buatan merek
Dior gitu misalkan ternyata terbuka
faktanya bahwa itu made in China dibikin
di Hangcho. That's a fact. Terus kalau
lu suka pakai cosmetik mahal nih ada
Lancom ya Paris lu tahunya. Terus ada
L'Oreal ternyata itu buatan dari Taiho
Group. Itu adalah perusahaan kosmetik
ternama di China. Dan dibuka lagi nih
sama influencer ini bahwa kalau lu lihat
Dior itu suka pakai packaging mewah ya,
eh bungkus-bungkusnya selalu mahal kayak
Louis Vitong segala macam. Ternyata
packaging-packaging yang terlihat mewah
itu ternyata semuanya juga made in China
buat merek Dior ini yang selama ini
dikenal sebagai merek yang sangat luar
biasa mahal bergengsi dari Eropa.
Ternyata mayoritas barang-barangnya
adalah made in China.
will cost you 38,000 USD. Nah, di video
itu teman-teman bisa lihat ya harga tas
birkin ya dari Herme yang selama ini
dianggap wow sangat mahal sekali. Itu
dijual seharga R600 jutaan alias sekitar
38.000. Tapi ternyata setelah dihitung
ya dibongkar satu persatu ada
kancingnya, benangnya, interiornya,
leadernya. Ternyata semuanya itu made in
China dan biayanya itu cuman Rp25 juta
dan itu udah termasuk gaji loh, gaji
karyawan yang bikin tas Herme itu.
Tetapi kenapa orang mau beli ya tas yang
seharga Rp25 juta total biaya
produksinya seharga Rp630 jutaan? Ya,
karena yang dia beli brandnya, logonya.
Wah, jadi menarik nih. Lu kalau dipikir
lagi ya, kalau lu lihat tas-tas mahal
itu lu bayar Rp600 juta, katakan ya
pabriknya sama, Rting semuanya sama lah
dari A sampai Z. Tapi tiba-tiba berubah
tuh. Tadinya Made in Ital ganti jadi
made in China, lu masih rela enggak tuh?
Bayar R30 juta untuk tas yang sama,
pabriknya sama, semua materialnya A
sampai Z sama, tapi made in China lu
masih rela enggak bayar Rp30 juta?
Menarik nih. Some say as long as there's
a tag saying lady in China, the bag can
never be luxury. However, in fact, more
than 80% of the luxury bags in the world
are made in China. Makanya jangan heran
di video ini juga lu lihat bahwa
ternyata lebih dari 80% barang-barang
mewah, barang-barang premium yang selama
ini lu anggap elite bergengsi di
belakang layar itu sebetulnya made in
China. Tapi sayangnya selama
barang-barang itu dibikin seolah-olah
dia dibuat made in China, orang-orang
enggak bakal relahal. Jadi apa yang
dilakukan oleh brand-brand terkemuka itu
ya mereka kemudian bawa barang-barang
made in China itu buat diproses,
repackaging, diganti logonya alias white
labeling untuk dibikin jadi made in
Italy dan merek mereka di negara
asalnya. Nah, gampangnya gini, Guys.
Karena dia udah pernah kepikiran untuk
gua lakukan. Jadi memang di Itali itu
ada begitu banyaklah merek terkenal lah
ya. Salah satunya misalkan lu tahu Dior
atau yang lainnya, tapi sebetulnya ada
brand-brand tier 2 atau tier 3 kayak Jan
Lugipero, Marco Sabrino dan lain
sebagainya. Mungkin lu enggak tahu juga
enggak apa-apa. Chiarugi kalau lu tahu
terkenal di Firenze. Jadi itu
brand-brand lokal yang memang sangat
terkenal itu banyak sebetulnya yang kita
bikin di Jogja. Jadi kita bikin di
Jogja, dirakit di Jogja, dijahit di
Jogja, tapi enggak sampai selesai, Guys.
Kita sisakan satu proses. Misalkan
enggak ditaruh resting-nya, sengaja.
Kenapa? Karena supaya kemudian tas ini
kita ekspor ke Itali. Di Itali orang
masang resleting. Dengan dia pasang
resleting di situ kita bisa claim ini
sebagai made in Italy. Karena proses
finishing-nya ada di Ital. Dengan kita
bikin itu jadi made in Ital, tas yang
sebetulnya made in Jogja itu harganya
cuman Rp500.000 kalau di Jogja barangnya
sama persis. Tapi di Firenze lu harus
keluar duit R5 juta. Jadi dari R500.000
ke R juta naik 10 kali lipat. Pintar
enggak ya? Pintar. Itulah realita dunia
bisnis. Nah, ini yang dilakukan oleh
brand-brand besar itu. Mereka sebetulnya
bikin barangnya di China, tapi mereka
kasih finishing touch nanti di negara
aslinya supaya bisa diwrite label-nya
menjadi made in France. Made in Jerman,
made in Ital. Nah, itulah strategi
bisnis yang ada. Tetapi kalau dipikir
lagi, sebetulnya di luar sana itu banyak
barang yang made in China, bahkan made
in Indonesia karena gua tahu
pengusahanya yang ada di Jogja itu. By
the way, ternyata masih banyak lagi loh
merek-merek terkenal, merek-merek mewah
yang diduga setelah dibongkar ini ya
oleh influencer di China. Barang-barang
mewah itu diproduksi di China juga.
Contoh nih ada Balenciaga, Burberry,
Gucci, Prada, Sonorang, Miumiu, Armani,
bahkan Dolce and Gabana. Nah, itu semua
merek-merek ternama itu diduga 80%
produk-produk mereka itu sebetulnya
bukan made in negaranya, bukan made in
Prancis, bukan made in Itali, no, tetapi
made in China. Bahkan salah satu koran
bisnis ternama di Korea yang namanya
bisnis Korea itu pernah melakukan
investigasi terhadap sepatu bermerek
yang mengklaim produknya made in Ital.
Tetapi setelah dibongkar soulnya, di
dalamnya terlihat sepatu itu made in
China. Nah, menurut media Korea Selatan
ini ya yang ada di Seul, mereka bilang
ya ini sebenarnya bukan eksklusif hanya
Balenciaga loh dan bukan Cina juga.
Mereka juga bilang dan mengakui mereka
lakukan itu karena mereka mau menekan
biaya produksinya. Jadi memang sebagian
produksinya itu setelah mereka riset itu
ada dilakukan di negara-negara
berkembang bahkan termasuk negara miskin
di Eropa yang namanya Romania. Jadi
barang-barangnya diproduksi di Romania
atau di Cina nanti finishing tas-nya
baru dibawa ke Prancis dan Ital. Itu
sebenarnya bukan cuma merek-merek itu
lakukan, ada juga merek Jogja yang
memang ngelakukan itu. Dan menurut gua
itu brilian sih karena mereka bisa
naikin langsung OMZ-nya 10 kali lipat
hanya dengan merubah Made in Jogja ke
made in Italia. Salah enggak ya? Menurut
gua namanya pengusaha ya dia harus
cerdik-cerdik. Yang lucunya lagi yang
orang pergi ke Firenze buat beli tas-tas
itu. Banyak juga orang Indonesia yang
mengira itu made in Ital padahal made in
Jogja. Hebat ya. Nah, karena konsekuensi
biaya produksi yang sebetulnya masih
lebih murah di negara-negara berkembang,
makanya jangan heran ya banyak
pengusaha-pengusaha dari Eropa,
pengusaha-pengusaha dari Amerika Serikat
juga yang meng-outsource sebagian proses
produksi mereka ke negara berkembang
seperti Cina. Contohnya Boeing. Lu tahu
enggak kalau lu terbang naik pesawat?
Kemungkinan lu naik pesawatnya Boeing.
Boeing 737, 747, 767, 77. Itu semua
pesawat Boeing, Teman-teman. Asal tahu
komponennya lebih dari 10.000 komponen
pesawat Boeing itu dibuat dan dirakit di
China. Nah, selama ini lu kira wah lu
merasa aman nih terbang naik air Bus
misalkan yang dari Eropa atau Boeing
yang dari Amerika Serikat. Ternyata di
dalamnya made in Cina juga, Bro. Jadi
udah dari dulu sebenarnya kita itu
terbang bukan pakai pesawat Eropa, bukan
pakai pesawat Amerika, tetapi kita pakai
pesawat Cina. Makanya kita jadi tidak
kaget, oh kalau memang Cina bisa bikin
tas, bisa bikin sepatu, bisa bikin baju.
Even di Indonesia aja gua tahu banyak
merek tertama ya. Lu jangan kaget ya.
Kalau lu lu tahu Adidas, Nike, bahkan
merek-merek yang ada di department store
ternama di Pondok Indah. Gua enggak mau
bilang merek-merek Eropa itu sebetulnya
pabriknya ada di Karawang sama
Tangerang. Sebagian ada di Jawa Tengah.
Gua pun tahu karena perusahannya ada
yang perusahaan Tbk juga. Tetapi kalau
lu lihat barangnya itu enggak semuanya
dibikin M in Indonesia, Guys. Ya itulah
itulah strategi brand-brand ternama buat
membuat ilusi bahwa brand mereka ini
dibuat oleh seniman Alessandro Del
Marito dari Italia. Padahal enggak, itu
dibikin oleh Juminton orang Wonosobo
sama Mas Parno dari Purworejo. Cuman
kalau ketahuan itu buatan Mas Parno,
harga kaosnya turun jadi Rp70.000 R000
sekilo. Nah, kalau ini dia bikin yang
buat Alessandro del Marito dari Roma
harga kaosnya bisa naik jadi R juta satu
biji. Ya, lu pikir aja gitu loh. Inilah
yang namanya globalisasi. Tetapi dari
situ kita bisa lihat oh kalau Cina bisa
bikin tas mewah, bisa bikin sepatu, bisa
bikin pesawat. Makanya enggak heran
kalau bikin handphone seperti Apple ya
banyak pabrik-pabrik Apple itu yang
memang dirakit ya sama Foxcon. Tetapi
mayoritas produk Apple itu masih made in
China. Pabriknya juga ada banyak. Ada di
Senchen, Chengdu, Senzo. Jadi masih
banyak lagi lah titik-titik produksi
Apple itu. Makanya lu bisa bayangin
kalau tiba-tiba Donald Trump pasang
tarif gede, harga Apple di Amerika
Serikat logikanya berarti bisa naik dua
kali lipat dong, naik 100% dong. Tapi
kan kalau sampai detik ini lu lihat di
Apple Store yang ada di Amerika Serikat,
apakah harga Apple naik dua kali lipat?
Tidak. Berarti di belakang Rayar mereka
melakukan permainan bola yang sangat
cantik bersama Presiden Donald Trump
sehingga produk mereka lolos dari tarif
itu. Dan hari ini terbukti bahwa mereka
mendapatkan fasilitas yang lebih. Mereka
mendapat
exempl tentu karena lu tahu ya karena
Apple produknya sangat canggih dan
dibutuhkan rakyat Amerika. Oh tidak.
Karena politik itu tidak gratis. Dan
kalau lu mau sukses di dunia bisnis, lu
harus dekat dengan politik. Itulah
realita negara demokrasi, kawanku. So,
jangan heran Apple mendapat fasilitas
itu, Tesla juga mendapat fasilitas itu.
Dapat proteksi karena suka tidak suka lu
tahu baterai yang dipakai oleh mobilnya
Elonmas yang namanya Tesla itu. E,
sebentar guys, bentar guys sebelum kita
lanjut videonya, good news guys. Kalau
Sam season 7 kembali dibuka nih. Jadi
buat teman-teman yang belum sempat join
yang season 6, kita sekarang udah masuk
ke season keet7uh dan ini seru banget
karena tahun ini kita membahas tentang
energi terbarukan. So, teman-teman tahu
enggak orang kalau ngomong energi di
Indonesia ini cuman ada batu bara atau
minyak bumi. Tetapi sekarang kita sudah
masuk ke era di mana saham-saham
perusahaan yang prospek itu justru
datang bukan dari batu bara lagi, tapi
dari energi terbarukan. Dan banyak loh
sebetulnya energi terbarukan. Ada lu
ngomong minyak sawit, ada namanya gas
bumi, ada namanya tenaga surya dari
matahari termasuk tenaga air. Dan masih
begitu banyak lagi yang belum kita
bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita
akan membahas saham-saham yang sangat
prospek. investasi yang menurut gua
sangat menarik buat kita pelajari
bersama hanya di Skall Sambenix Season 7
tentang emiten-emiten dan prospek
prospek yang luar biasa dari sektor
energi terbarukan. Makanya jangan sampai
ketinggalan guys, segera buruan daftar
karena kita ada promo nih diskon 25%
hanya untuk 50 orang pertama yang daftar
sebelum 25 April 2025. So, tunggu
apaagi, Guys? Buruan yuk segera hubungi
nomor handphone yang ada di bawah ini
atau www.skalasambenix.com.
[Musik]
Baterainya merek BYD namanya Blade
Battery Made in BYD pabrik mobil Cina.
Jadi sama baterainya Tesla sama BYD.
Nah, dalam satu buah mobil komponen yang
paling mahal dan paling penting di mobil
listrik itu adalah baterai. Dan ternyata
komponen baterai yang digunakan oleh
Tesla itu hampir 50% komponennya berasal
dari China. Artinya kalau seandainya nih
lu tahu ya dalam satu buah mobil listrik
katakan mobil Tesla harganya Rp1 miliar,
komponen terbesar hampir 60% itu adalah
biaya baterai doang berarti Rp600 juta.
Nah kalau R00 juta ini tiba-tiba kena
tarif dua kali lipat dari baterainya aja
harga mobilnya udah naik tuh 600 ke 1,2
M. Nah, mau dijual berapa lagi tuh ke
para konsumen yang ada di Amerika
Serikat. Makanya dari kemarin gua juga
perhatikan harga mobil Tesla di Amerika
Serikat itu tidak tambah mahal. yang ada
malah tambah diskon. Kenapa bisa begitu?
Oh, ternyata mereka mendapat
pengecualian dari tarif tinggi itu.
Makanya kalau kamu lihat nanti
mobil-mobil buatan Jepang, mobil-mobil
buatan Eropa, mobil-mobil buatan Cina,
itu bisa jadi akan menjadi lebih mahal
dibandingkan Tesla itu sendiri. Pintar
ya. Untung juga loh investasi di dunia
politik. Seru ya. Nah, sekarang kita
kembali ke titik yang paling penting di
awal kita sebut yaitu tarif
245% yang akan ditembak oleh Amerika
Serikat ke China khusus untuk produk
kesehatan, jarum suntik dan lain
sebagainya. Dan yang kedua, mobil
listrik made in China. Nah, ini kabar
buruk atau kabar baik buat Indonesia?
Tentunya tentunya ini kabar baik buat
Indonesia. Kenapa? Karena akibatnya ya
Cina enggak bisa lagi ekspor dia punya
mobil ke Amerika. Dia harus lakukan
transhipment. kalau dia masih mau
lakukan itu atau dia meningkatkan
kapasitas produksi mobil listrik BYYD
yang ada di Mexico atau kalau dia
kelebihan produksi, dia buang barang ke
negara berkembang salah satunya
Indonesia. Makanya teman-teman jangan
kaget kalau seandainya kamu akan lihat
produk-produk mobil listrik handphone
yang made in China itu akan menjadi
lebih murah di Indonesia dibandingkan di
China sendiri. Karena barangnya harus
dia buang nih. Udah enggak bisa masuk
Amerika, dia harus buang ke negara
berkembang. Salah satunya Indonesia. Ini
good news enggak buat kita? Ini good
news karena rakyat Indonesia jadi punya
pilihan lebih banyak mobil dengan harga
yang lebih murah dan kualitasnya lebih
tinggi dibandingkan produk mobil Jepang
yang overprice. Makanya ketika kemudian
China mendapatkan serangan 245% itu
mereka itu tidak panik. Mereka tenang
aja. Mereka bilang kita tidak akan main
numbers game tarif. Lu naik naik naik
terus. Enggaklah. Udah ada titik di mana
mereka akan lakukan decoupling dan
mereka tidak lagi mengandalkan penjualan
bahan-bahan baku maupun bahan-bahan
produksi maupun mesin-mesin ke Amerika
Serikat. Yang artinya di sini Cina sudah
sangat siap untuk berperang dengan
Amerika Serikat atau mereka juga sudah
sangat siap untuk tidak lagi berdagang
dengan Amerika Serikat. So, di sini kata
kuncinya adalah artinya Cina siap ekspor
besar-besaran ke negara
Indonesia. Siap-siap, Guys. Apalagi di
Tambel udah ada tahu ya, kuota impor itu
bakal dibuka, digratiskan. Ya, memang
tujuannya sih buat Amerika Serikat,
tetapi masa sih negara sebesar Cina
tidak marah dan tidak minta perlakuan
yang sama. Jadi itu sisi yang baik atau
sisi yang buruk? Ya tadi ya selalu yang
namanya perdagangan internasional, ada
pihak yang diuntungkan, ada pihak yang
dirugikan. Ya, kita pastikan aja dan
kita berharap aja semoga Indonesia
menikmati banyak keuntungannya dibanding
kerugiannya. Tetapi kalau lu mau minta
win-win ya enggak bisa. Tapi suka enggak
suka. Contoh kita ngomong pertanian yang
digalakkan sama Presiden Prabowo ya. Lu
pengin pertanian Indonesia maju berarti
lu harus ekstensifikasi dan
intensifikasi. Berarti lu enggak bisa
lagi macul pakai cangkul atau pakai
kerbau. Lu harus pakai alat. Tapi lu
kalau pakai alat lu butuh ekskavator, lu
butuh traktor, pakai merek Jepang atau
merek Amerika, ada John Deere, mahal
banget. Jadi gimana dong solusinya?
impor dari Cina harusnya dibebaskan dong
tarifnya. Iya. Jadi makin tinggi tingkat
produktivitas lahan pertanian kita. Mau
enggak mau. Kalau enggak ya orang bakal
macul pakai cangkul terus umur itu.
Gimana bisa maju negara ini? Jadi ini
another good news. Biaya produksi
pertanian kita bisa semakin ditekan
karena semua melakukan mekanisasi. yang
ujung-ujungnya kalau lahan pertanian
kita sudah efisien, produksi beras kita
makin tinggi, artinya suplly makin
banyak dan harga makin murah karena
petani kita sudah efisien. Detik ini
apakah kita sudah ke level itu? Belum.
Karena mayoritas petani kita masih
bertani secara manual. Pertama. Yang
kedua, lahannya juga sangat kecil.
Makanya lu segeralah pindah dari Jawa
ini udah padat. Pindah lu ke Sulawesi,
ke Kalimantan, ke Papua bekerja di sana.
Gua yakin kalau lu jadi petani di luar
Pulau Jawa, lu pasti kaya raya. Tapi
kalau lu petani di Jawa, lu udah pasti
enggak akan kaya raya karena lawan lu
cuman dua petak, tiga petak lahannya
2000 m, 3.000 m, mau makan apa. Tapi lu
kalau keluar ke sana lahan lu bisa 2
hektar, 10 hektar. So, that's a good
thing. Apalagi lu kan, "Pak, capek Bang,
Pak. Saya macul 2.000 m aja capek,
apalagi 2 hektar." Iya, kan mindset lu
pakai mindset jadul, lu pakai pacul.
Mindsetnya lu pakai alat. Satu traktor
bisa ngerjain alat 50 hektar. Tinggal
duduk manis, enggak pakai
bongkok-bongkok, sakit pinggang. Ah,
itulah makanya penting punya mindset
modern. dalam melakukan kegiatan
pertanian. Maka ini salah satu hal yang
menurut gua diuntungkan ya. Ada enggak
yang dirugikan? Mungkin ada. Kalau
seandainya yang dibuka adalah keran
impor bahan-bahan yang sudah jadi dan
banyak beredar di Indonesia. Contoh di
Indonesia yang murah, furniture kita,
banyak kayu, kerajinan, baju. Kalau kita
impor dalam bentuk jadi, ya siap-siap
aja pengusaha kita siap atau tidak
dengan persaingan barang dari Cina. Jadi
mau enggak mau ya lu harus lebih
kompetitif atau lu harus lebih kreatif
buka pasar baru. Tapi ada satu hal yang
sangat penting buat kita bahas hari ini,
Guys. Kenapa? Karena kenaikan tarif 245%
itu at the end of the day memang
menyulitkan eksportir dari Cina,
menyulitkan pengusaha Cina. Tetapi yang
bayar 245% itu adalah rakyat Amerika
dong. Karena yang impor kan pengusaha
Amerika, dia impor barang dari Cina kena
tarif 245% ketika dia jual ke konsumen,
harganya harus dia naikin. Iya dong.
Akibatnya apa? warga Amerika Serikat. Lu
saksikan ini karena banyak follower kita
ternyata yang di Amerika Serikat juga.
Lu akan saksikan harga barang-barang
yang ada di Amerika Serikat akan makin
mahal, makin mahal, dan makin mahal.
Karena tarif itu. Kalau harga barang
terus meningkat, suplly berkurang, itu
artinya apa? Inflasi itu akan naik
tinggi di Amerika Serikat. Dan inilah
yang bikin kaget Donald Trump apakah
tidak memperkirakan hal ini? ketika dia
mengurangi suplai barang yang masuk
terus dikenakan tarif sudah pasti
konsekuensinya barang yang beredar
semakin dikit di Amerika Serikat dan
harganya akan naik tinggi. Ini akan
meningkatkan inflasi di Amerika Serikat.
Dan ini situasi yang menurut gua sangat
genting. Apalagi kalau gua menjadi
Jerome Powell, gubernur bank sentralnya
Amerika Serikat. Kenapa? Karena dari
kemarin Donald Trump itu kan pengusaha,
lu juga pengusaha. Kalau lu jadi
pengusaha, lu butuh modal pinjam ke
bank, lu pengin bunganya tinggi atau
kecil? Tentu lu pengin bunganya sekecil
mungkin dong supaya lu bisa ngutang.
Buka pabrik baru, buka cabang baru, air
ke orang baru. Tapi apakah bisa kita
kurangin suku bunga ketika harga
barang-barang lagi naik, inflasi begitu
tinggi? Kenapa lu marah nurunin suku
bunga? Nah, teman-teman udah tahu dong,
gua udah sering ngajarin lu tentang
makroekonomi yang paling dasar. Ketika
inflasi lagi tinggi, harga barang-barang
naik, apa yang harus dilakukan oleh bank
sentral? Mereka itu harusnya
meningkatkan suku bunga supaya duit yang
beredar itu berkurang. Masuk ke bank,
nabunglah lu. Kalau perlu dinaikin nih,
suku bunga naik terus, suku bunga naik
terus supaya apa? Harapannya inflasinya
berkurang, enggak makin tinggi. Tetapi
lu bayangin kalau seandainya suku bunga
dikurangin, dikecilin sama The FET,
artinya kan banjir duit di market.
Banjir duit, orang pegang duit apa yang
dia lakukan? belanja rebutan buat beli
barang-barang yang suplainya udah
sedikit, harga makin tinggi lagi. Jadi
inflasi akan makin tinggi. So, ini
posisi yang sangat dilematis. Donald
Trump dari kemarin gua tahu dia udah
perintah Gubernur Bank Central Amerika
Serikat turunin suku bunga. Turunin suku
bunga supaya bisa gerak ini bisnis di
bawah. Sama aja kayak di Indonesia. Kita
itu lagi kekeringan. Kenapa kekeringan?
Karena suku bunga di Indonesia juga
tinggi banget. Kenapa suku bunga di
Indonesia tinggi banget? Karena kita
nunggu Amerika Serikat nurunin. Kalau
Amerika turunin baru kita punya nyali
buat turunin. Tapi sekarang Amerika
berada di dalam posisi yang sangat
dilamatis. Dia tidak bisa nurunin suku
bunga. Karena kalau dia nurunin suku
bunga, inflasinya makin gila lagi.
Artinya teman-teman di Indonesia, ini
penting buat lu catat. Artinya
teman-teman di Indonesia, lu harus siap.
Suku bunga di kita bakal tetap tinggi.
Yang artinya duit kering di Indonesia
makin nyata. Perekonomian bangsa udah
pasti makin sulit karena ekonomi jadi
enggak gerak. Ya, lu saksikan aja apakah
gubernur bank sentral kita itu punya
nyali buat nurunin suku bunga? Duit udah
sangat-sangat kering nih di market nih.
Atau malah nyalinya cetak duit 2.000
triliun? Ya, semoga gua salah. Tapi kita
lihat aja ya gimana sih tanggapannya
Jerome Powell, gubernur Bank Sentral
Amerika Serikat. Soalnya gua juga belum
lihat videonya. Gua penasaran apa sih
komentar dia ya terkait perang tarif
yang terbaru ini. Apalagi tarif 245%.
Gua sih yakin harusnya sih dia juga sama
kayak gua ya. dia gak setuju dan dia
harusnya gak nurunin suku bunga sih.
Let's check this out,
guys. And ultimately on keeping longer
term inflation expectations well
anchored. Our obligation is to keep
longer term inflation expectations well
anchored and to make certain that a one
time increase in the price level does
not become an ongoing inflation problem.
As we act to meet that obligation, we
will balance our maximum employment and
price stability mandates. Keeping in
mind that without price stability, we
cannot achieve the long periods of
strong labor market conditions that
benefit all
Americans. We may find ourselves in the
challenging scenario in which our dual
mandate goals are in tension.
Nah, di situ dia bilang, "Ya, ternyata
benar ya, dia sama pendapatnya sama gua
dan dia ternyata juga bilang bahwa dia
ada sedikit dilematis tentang mandat
ganda ini dan akan saling bertarung
mandat yang dia punya. Mandat dia apa?
Salah satunya dia bilang mereka itu
harus menciptakan lapangan kerja. Bukan
cuma menjaga stabilitas moneter tapi
harus memastikan ekonomi tetap hidup.
perekonomian tetap hidup dan lapangan
kerja itu tercipta. Itu penting tuh.
Tetapi bagaimana dia bisa menciptakan
lapangan kerja? Bagaimana dia bisa
menjaga harga-harga tetap rendah?
Padahal sekarang yang terjadi apa?
Perang tarif. Harga barang makin mahal,
dilematis. Daya beli hilang, apa yang
dia harus lakukan? Duit kering, rakyat
menjerit, tenaga kerja, nanti bisa jadi
makin banyak pengangguran di Amerika
Serikat. Lah kalau mau memberantas
pengangguran apa? Ya, lu harus
mempermudah pengusaha yang mau
menciptakan pabrik baru, lapangan kerja
baru. Tapi gimana bisa tercipta lapangan
kerja baru kalau bunga pinjaman aja
tinggi? Kan jadi dilematis. Berarti
bunga pinjaman harus diturunkan dong
biar pengusaha bisa ngutang buka pabrik
baru, buka perusahaan baru. Apakah dia
bisa lakukan itu? Ternyata tidak. Karena
inflasi lagi tinggi. Ini betul-betul
pusing kepalanya si Jerome Powell. Dan
gua bisa lihat ya, Donald Trump mungkin
seharusnya dia ganti, dia pecat itu
gubernur Bank Indonesia. Eh, salah,
jangan disalah artikan. Maksud saya
dipecat gubernur Bank Sentral Amerika.
Kenapa? Ya, karena bertentangan dengan
agenda politiknya, populisnya Donald
Trump yang pengin apa? Membuat senang
para pemilihnya dia, kalangan menengah
bawah yang sekarang lagi kepusingan
karena krisis ekonomi berkepanjangan di
Amerika Serikat. Jadi teman-teman di
sini kita bisa lihat bahwa Amerika
Serikat dengan adanya perang tarif
dengan Cina ini dia berharap Cina itu
menyerah ke Indonesia terbang ke Amerika
jilat pantat Donald Trump seperti di
video ini. I'm telling you these
countri kissing my ass. Kissing my ass.
Kissing my ass. They are they are dying
to make it please make it do anything.
Oh bangga banget Donald Trump melihat
banyak negara-negara sibuk jilatin
pantat dia jadi makin bersih dan
mengkilat gitu. Ternyata si Jimping
mungkin lagi sariawan. Tidak mau dia
pergi ke sana ikut gerakan jilat pantat
massal yang diciptakan Donald Trump ini.
Apa yang dia lakukan? Dia melawan.
Akibatnya kalau dia melawan dan dia
buktikan dia melawan, dia siap-siap aja
akan terjadi krisis ekonomi di kedua
negara. Bahkan makanya teman-teman apa
yang akan dilakukan si Jing Ping
selanjutnya setelah 245% ini akan banyak
menarik perhatian. Kenapa? Dan
teman-teman akan lihat ya, sejarah akan
mencatat si Jimping itu akan gila-gilaan
jual stroke tracery-nya dia. Dia harus
lakukan itu karena di China sendiri
sekarang sedang krisis likuiditas.
Kenapa bisa krisis likuiditas? Karena
ternyata economic crisis di China yang
berasal dari kegagalan properti, bisnis
properti anjelok para dan itu adalah
nyawanya Cina itu kemungkinan besar di
tahun 2025 akan lagi collaps lebih
dalam. Dan Cina pastinya membutuhkan
duit untuk mengelola negaranya yang
sekarang dalam posisi perang nih dengan
Amerika Serikat. Nah, Teman-teman,
gimana kalau menurut kalian ya? Ini seru
nih pertarungannya udah naik ke level
245%. Menurut lu langkah selanjutnya apa
yang diambil ya sama China? Ya China sih
sudah bilang dia begitu kasih tarif yang
125% itu kalau seandainya dibalas lagi
sama Amerika Serikat dia enggak akan
ambil langkah apapun lagi buat naikin.
Apakah ini artinya Cina udah punya
peluru rahasia nih yang akan segera
dikeluarkan? ya menurutmu apa sih
senjata rahasia Cina? Ya, sehingga dia
PD banget untuk bertarung to dengan
Amerika Serikat dan Indonesia bisa
selamat enggak ya dari pertarungan ini?
Karena kita betul-betul berada di tengah
posisi yang kejepit ketika dua gajah ini
bertarung. Survive enggak ya Indonesia
kalau mendadak tiba-tiba nerima barang
impor dalam jumlah masif dari China? Is
that a good thing or a bad thing? Yuk,
segera komen di bawah ini. Kasih
pendapat kamu terkait perang dagang yang
udah nyampai ke level 245% nih. Apa sih
langkah selanjutnya yang akan diambil
Cina untuk bisa bertahan bahkan menang
dari perang dagang ini? Dan kalau Cina
menang itu menguntungkan kita enggak?
Atau sebaliknya justru lebih bagus
Amerika Serikat yang menang supaya
Indonesia tambah kaya. Oke, guys. Semoga
video ini bermanfaat. Ditunggu ya
komentar kamu. Salam sehat, salam cuan.
Bye bye. Hai sobat investor. Kalau kamu
tertarik dengan konten-konten seperti
ini dan ingin tahu lebih dalam lagi
tentang Benix, yuk ikuti sosial media
kita yang lain seperti beranda Facebook
kita di @benix atau ikuti juga Instagram
kita di
@benix.official. Ditunggu ya.