Kind: captions Language: id Halo, Guys. Ada berita heboh banget nih dari Amerika Serikat yang baru saja menaikkan tarif untuk barang-barang made in China yang masuk ke Amerika Serikat dengan tarif senilai 245%. Ini kenaikan yang sangat ekstrem nih, Guys. Karena sebelumnya tarifnya itu cuman 145%, tapi sekarang naik lagi 100% menjadi 245%. Dan tarif ini super spesifik karena hanya dikenakan untuk mobil listrik dan jarum suntik. Jadi, alat-alat kesehatanlah yang dari China. Nah, Teman-teman, ini membuktikan apa ya? Bahwa perang dagang yang terjadi antara dua negara besar ini sepertinya tidak akan berakhir dengan damai. Justru malah makin dalam makin ekstrem. Karena ternyata tarif balasan Donald Trump itu ketika Donald Trump mengenakan tarif 145% terhadap barang-barang Cina dan Cina membalas tarif 145% itu dengan 125%, Trump ternyata tidak tinggal diam. Dia malah lakukan serangan balik lagi di angka 245%. Jadi ini seru banget nih pertarungan antara Cina dengan Amerika Serikat. Tapi ada satu kata kunci, Guys, yang bisa kita cermatin dari sini bahwa yang namanya Donald Trump, ya sehebat-hebatnya Donald Trump ya, dia ketika menang pemilu juga butuh bohir. Sama aja kayak di Indonesia lah. Lu mau menang pemilu kan butuh dana, butuh serangan pajar, butuh dana. Dananya triliunan. Akibatnya apa? Karena lu enggak punya duit sendiri dan lu mungkin enggak rela, lu undang Boh lu undang sponsor. Ya, Teman-teman sudah tahu dong kenapa bisa-bisanya tarif 245% dikenakan khusus untuk mobil listrik dari China. Ada BYD, ION, Wooling, dan lain sebagainya. Simpel aja. Karena lu udah tahu salah satu bohir yang menyumbangkan duit paling banyak kepada kampanye Donald Trump adalah Elon Mask. Elon Mas punya bisnis Tesla, mobil listrik. So, jangan heran kalau kemudian mobil listrik China itu diserang oleh Donald Trump. politik balas budi. Jadi yang namanya politik duit, politik serangan fajar, politik salah balas budi itu bukan cuma haknya Indonesia, Guys. Semua negara demokrasi itu prone to be bribe. Artinya, semua negara demokrasi itu berpotensi untuk terima duit sogok dari oligarki ya, oligarki Amerika ya, oligarki Indonesia. Jadi ini semua adalah konsekuensi dari sistem politik yang menggunakan demokrasi. Nah, salah satu bukti lagi apa? Oh, selain Donald Trump terimaitnya Elon Mask, lu juga jangan heran kalau kemudian Donald Trump itu berbuat baik bahwa tarif 145% yang kemarin dia kenakan itu ternyata ada pengecualiannya loh. Tarif 145% tuh dikenakan kepada semua barang-barang made in China. Kecuali untuk barang-barang ya elektronik seperti laptop, komputer, smartphone dan lain sebagainya. Dari sini lu sudah tahulah kenapa Donald Trump memberikan tarif 145% untuk semua barang-barang China kecuali smartphone, laptop, tablet dan sebagainya. Lu udah tahu dong kenapa? Karena 80% produk-produk Apple dibuat di China. Memang sih dia sekarang udah ada pabrik di Vietnam, ada pabrik di India, tapi ternyata mayoritas produk Apple kalau lu lihat handphone lu, lu lihat laptop lu, MacBook lu, itu masih made in China. Nah, jadi teman-teman makanya kamu juga jangan heran ya kalau seandainya ya apalagi negara berkembang ya politik balas bull itu ya dilakukan ya konsekuensinya lah ya kali tiba-tiba ya bisnis yang didukung adalah bisnis musuhnya yang mensponsori kandidat lain ya pakai otak aja lah politik itu mahal jadi teman-teman ketika kemudian gua lihat tarif Trum ini gua sempat bertanya-tanya kemarin naik terus naik terus tarifnya masa sih Tesla masa sih Apple enggak dapat konsesi dari sini oh ternyata terbukti akhirnya memang data menunjukkan perusahaan-perusahaan yang mendukung Donald Trump itu diselamatkan dari perang tarif ini, diselamatkan dari perang dagang ini. Jadi memang inilah salah satu poin penting ya, bahwa ketika lu menjadi pengusaha khususnya di negara demokrasi itu wajib satu kaki lu ada di politik. Curang ya. Memang begitulah kenyataannya. Kalau enggak lu diberangus, lu disikat habis. Ya, contohnya ginilah ya. Kemarin-kemarin negara Kazakhstan itu pengusaha Jepang enggak mau tuh membiayai politik dalam negeri Kazakhstan. Akibatnya kalau lihat ada kereta cepat nih dari Jakarta Bandung yang menang proyek ya pengusaha Cina bukan pengusaha Jepang. Sesimpel itu aja lah. Jadi enggak usah dibikin ribet dan itulah konsekuensinya dalam dunia politik di negara-negara demokrasi. Tetapi ada satu hal yang menarik nih, Guys, dari kasus pertarungan antara Cina dengan Amerika Serikat ini. Ternyata pemerintah Cina itu mengambil jalan yang sangat tidak ortodoks. Dia sudah melihat eranya bahwa negara-negara ini suka enggak suka ketika berkampanye, Donald Trump aja bilang dia menang gara-gara TikTok. Wei, that's a good knowledge. Jadi, apa yang dilakukan oleh si Jimping? Dia mengerahkan tentaranya, pasukannya, dan influencer-influencer di negaranya untuk segera melakukan serangan senyap terhadap brand-brand Barat yang selama ini ternyata itu semua buatan Cina, made in Cina. Jadi dia mengeluarkan 1001 jalan nih. Memang pintar banget ya. Mereka mengerahkan pasukan-pasukan influencer karena dia tahu mereka punya satu produk legendaris software yang namanya TikTok. Dan TikTok ini ada di Jerman, ada di Amerika, ada di Mexico, ada di Kanada semua. Everybody use TikTok. Jadi apa yang dia lakukan? Dia mengeluarkan pasukannya, influencernya untuk menggerakkan perang dagang ini bukan lagi politik tingkat tinggi antar elit, tetapi perang dagang ini dia bawa sampai ke tingkat rakyat untuk melakukan propaganda di sosial media. Ah, di sini gua melihat ternyata bazer ada fungsinya juga ya ketika digunakan untuk membela negara. Contohnya di siniellers 2024 and you still don't know who are the suppliers behind the netwars and guardans are from beyond garments from Hongjo Beyond Garms is also a supplier behind luxury brands from America and Europe like Sendra Maras second most of the cosmetic product are actually produced by group which is also the supplier behind Lanco and LO third 24hour packaging technology from Shet Jadi teman-teman kalau lu pakai baju fashion merasa keren banget buatan merek Dior gitu misalkan ternyata terbuka faktanya bahwa itu made in China dibikin di Hangcho. That's a fact. Terus kalau lu suka pakai cosmetik mahal nih ada Lancom ya Paris lu tahunya. Terus ada L'Oreal ternyata itu buatan dari Taiho Group. Itu adalah perusahaan kosmetik ternama di China. Dan dibuka lagi nih sama influencer ini bahwa kalau lu lihat Dior itu suka pakai packaging mewah ya, eh bungkus-bungkusnya selalu mahal kayak Louis Vitong segala macam. Ternyata packaging-packaging yang terlihat mewah itu ternyata semuanya juga made in China buat merek Dior ini yang selama ini dikenal sebagai merek yang sangat luar biasa mahal bergengsi dari Eropa. Ternyata mayoritas barang-barangnya adalah made in China. will cost you 38,000 USD. Nah, di video itu teman-teman bisa lihat ya harga tas birkin ya dari Herme yang selama ini dianggap wow sangat mahal sekali. Itu dijual seharga R600 jutaan alias sekitar 38.000. Tapi ternyata setelah dihitung ya dibongkar satu persatu ada kancingnya, benangnya, interiornya, leadernya. Ternyata semuanya itu made in China dan biayanya itu cuman Rp25 juta dan itu udah termasuk gaji loh, gaji karyawan yang bikin tas Herme itu. Tetapi kenapa orang mau beli ya tas yang seharga Rp25 juta total biaya produksinya seharga Rp630 jutaan? Ya, karena yang dia beli brandnya, logonya. Wah, jadi menarik nih. Lu kalau dipikir lagi ya, kalau lu lihat tas-tas mahal itu lu bayar Rp600 juta, katakan ya pabriknya sama, Rting semuanya sama lah dari A sampai Z. Tapi tiba-tiba berubah tuh. Tadinya Made in Ital ganti jadi made in China, lu masih rela enggak tuh? Bayar R30 juta untuk tas yang sama, pabriknya sama, semua materialnya A sampai Z sama, tapi made in China lu masih rela enggak bayar Rp30 juta? Menarik nih. Some say as long as there's a tag saying lady in China, the bag can never be luxury. However, in fact, more than 80% of the luxury bags in the world are made in China. Makanya jangan heran di video ini juga lu lihat bahwa ternyata lebih dari 80% barang-barang mewah, barang-barang premium yang selama ini lu anggap elite bergengsi di belakang layar itu sebetulnya made in China. Tapi sayangnya selama barang-barang itu dibikin seolah-olah dia dibuat made in China, orang-orang enggak bakal relahal. Jadi apa yang dilakukan oleh brand-brand terkemuka itu ya mereka kemudian bawa barang-barang made in China itu buat diproses, repackaging, diganti logonya alias white labeling untuk dibikin jadi made in Italy dan merek mereka di negara asalnya. Nah, gampangnya gini, Guys. Karena dia udah pernah kepikiran untuk gua lakukan. Jadi memang di Itali itu ada begitu banyaklah merek terkenal lah ya. Salah satunya misalkan lu tahu Dior atau yang lainnya, tapi sebetulnya ada brand-brand tier 2 atau tier 3 kayak Jan Lugipero, Marco Sabrino dan lain sebagainya. Mungkin lu enggak tahu juga enggak apa-apa. Chiarugi kalau lu tahu terkenal di Firenze. Jadi itu brand-brand lokal yang memang sangat terkenal itu banyak sebetulnya yang kita bikin di Jogja. Jadi kita bikin di Jogja, dirakit di Jogja, dijahit di Jogja, tapi enggak sampai selesai, Guys. Kita sisakan satu proses. Misalkan enggak ditaruh resting-nya, sengaja. Kenapa? Karena supaya kemudian tas ini kita ekspor ke Itali. Di Itali orang masang resleting. Dengan dia pasang resleting di situ kita bisa claim ini sebagai made in Italy. Karena proses finishing-nya ada di Ital. Dengan kita bikin itu jadi made in Ital, tas yang sebetulnya made in Jogja itu harganya cuman Rp500.000 kalau di Jogja barangnya sama persis. Tapi di Firenze lu harus keluar duit R5 juta. Jadi dari R500.000 ke R juta naik 10 kali lipat. Pintar enggak ya? Pintar. Itulah realita dunia bisnis. Nah, ini yang dilakukan oleh brand-brand besar itu. Mereka sebetulnya bikin barangnya di China, tapi mereka kasih finishing touch nanti di negara aslinya supaya bisa diwrite label-nya menjadi made in France. Made in Jerman, made in Ital. Nah, itulah strategi bisnis yang ada. Tetapi kalau dipikir lagi, sebetulnya di luar sana itu banyak barang yang made in China, bahkan made in Indonesia karena gua tahu pengusahanya yang ada di Jogja itu. By the way, ternyata masih banyak lagi loh merek-merek terkenal, merek-merek mewah yang diduga setelah dibongkar ini ya oleh influencer di China. Barang-barang mewah itu diproduksi di China juga. Contoh nih ada Balenciaga, Burberry, Gucci, Prada, Sonorang, Miumiu, Armani, bahkan Dolce and Gabana. Nah, itu semua merek-merek ternama itu diduga 80% produk-produk mereka itu sebetulnya bukan made in negaranya, bukan made in Prancis, bukan made in Itali, no, tetapi made in China. Bahkan salah satu koran bisnis ternama di Korea yang namanya bisnis Korea itu pernah melakukan investigasi terhadap sepatu bermerek yang mengklaim produknya made in Ital. Tetapi setelah dibongkar soulnya, di dalamnya terlihat sepatu itu made in China. Nah, menurut media Korea Selatan ini ya yang ada di Seul, mereka bilang ya ini sebenarnya bukan eksklusif hanya Balenciaga loh dan bukan Cina juga. Mereka juga bilang dan mengakui mereka lakukan itu karena mereka mau menekan biaya produksinya. Jadi memang sebagian produksinya itu setelah mereka riset itu ada dilakukan di negara-negara berkembang bahkan termasuk negara miskin di Eropa yang namanya Romania. Jadi barang-barangnya diproduksi di Romania atau di Cina nanti finishing tas-nya baru dibawa ke Prancis dan Ital. Itu sebenarnya bukan cuma merek-merek itu lakukan, ada juga merek Jogja yang memang ngelakukan itu. Dan menurut gua itu brilian sih karena mereka bisa naikin langsung OMZ-nya 10 kali lipat hanya dengan merubah Made in Jogja ke made in Italia. Salah enggak ya? Menurut gua namanya pengusaha ya dia harus cerdik-cerdik. Yang lucunya lagi yang orang pergi ke Firenze buat beli tas-tas itu. Banyak juga orang Indonesia yang mengira itu made in Ital padahal made in Jogja. Hebat ya. Nah, karena konsekuensi biaya produksi yang sebetulnya masih lebih murah di negara-negara berkembang, makanya jangan heran ya banyak pengusaha-pengusaha dari Eropa, pengusaha-pengusaha dari Amerika Serikat juga yang meng-outsource sebagian proses produksi mereka ke negara berkembang seperti Cina. Contohnya Boeing. Lu tahu enggak kalau lu terbang naik pesawat? Kemungkinan lu naik pesawatnya Boeing. Boeing 737, 747, 767, 77. Itu semua pesawat Boeing, Teman-teman. Asal tahu komponennya lebih dari 10.000 komponen pesawat Boeing itu dibuat dan dirakit di China. Nah, selama ini lu kira wah lu merasa aman nih terbang naik air Bus misalkan yang dari Eropa atau Boeing yang dari Amerika Serikat. Ternyata di dalamnya made in Cina juga, Bro. Jadi udah dari dulu sebenarnya kita itu terbang bukan pakai pesawat Eropa, bukan pakai pesawat Amerika, tetapi kita pakai pesawat Cina. Makanya kita jadi tidak kaget, oh kalau memang Cina bisa bikin tas, bisa bikin sepatu, bisa bikin baju. Even di Indonesia aja gua tahu banyak merek tertama ya. Lu jangan kaget ya. Kalau lu lu tahu Adidas, Nike, bahkan merek-merek yang ada di department store ternama di Pondok Indah. Gua enggak mau bilang merek-merek Eropa itu sebetulnya pabriknya ada di Karawang sama Tangerang. Sebagian ada di Jawa Tengah. Gua pun tahu karena perusahannya ada yang perusahaan Tbk juga. Tetapi kalau lu lihat barangnya itu enggak semuanya dibikin M in Indonesia, Guys. Ya itulah itulah strategi brand-brand ternama buat membuat ilusi bahwa brand mereka ini dibuat oleh seniman Alessandro Del Marito dari Italia. Padahal enggak, itu dibikin oleh Juminton orang Wonosobo sama Mas Parno dari Purworejo. Cuman kalau ketahuan itu buatan Mas Parno, harga kaosnya turun jadi Rp70.000 R000 sekilo. Nah, kalau ini dia bikin yang buat Alessandro del Marito dari Roma harga kaosnya bisa naik jadi R juta satu biji. Ya, lu pikir aja gitu loh. Inilah yang namanya globalisasi. Tetapi dari situ kita bisa lihat oh kalau Cina bisa bikin tas mewah, bisa bikin sepatu, bisa bikin pesawat. Makanya enggak heran kalau bikin handphone seperti Apple ya banyak pabrik-pabrik Apple itu yang memang dirakit ya sama Foxcon. Tetapi mayoritas produk Apple itu masih made in China. Pabriknya juga ada banyak. Ada di Senchen, Chengdu, Senzo. Jadi masih banyak lagi lah titik-titik produksi Apple itu. Makanya lu bisa bayangin kalau tiba-tiba Donald Trump pasang tarif gede, harga Apple di Amerika Serikat logikanya berarti bisa naik dua kali lipat dong, naik 100% dong. Tapi kan kalau sampai detik ini lu lihat di Apple Store yang ada di Amerika Serikat, apakah harga Apple naik dua kali lipat? Tidak. Berarti di belakang Rayar mereka melakukan permainan bola yang sangat cantik bersama Presiden Donald Trump sehingga produk mereka lolos dari tarif itu. Dan hari ini terbukti bahwa mereka mendapatkan fasilitas yang lebih. Mereka mendapat exempl tentu karena lu tahu ya karena Apple produknya sangat canggih dan dibutuhkan rakyat Amerika. Oh tidak. Karena politik itu tidak gratis. Dan kalau lu mau sukses di dunia bisnis, lu harus dekat dengan politik. Itulah realita negara demokrasi, kawanku. So, jangan heran Apple mendapat fasilitas itu, Tesla juga mendapat fasilitas itu. Dapat proteksi karena suka tidak suka lu tahu baterai yang dipakai oleh mobilnya Elonmas yang namanya Tesla itu. E, sebentar guys, bentar guys sebelum kita lanjut videonya, good news guys. Kalau Sam season 7 kembali dibuka nih. Jadi buat teman-teman yang belum sempat join yang season 6, kita sekarang udah masuk ke season keet7uh dan ini seru banget karena tahun ini kita membahas tentang energi terbarukan. So, teman-teman tahu enggak orang kalau ngomong energi di Indonesia ini cuman ada batu bara atau minyak bumi. Tetapi sekarang kita sudah masuk ke era di mana saham-saham perusahaan yang prospek itu justru datang bukan dari batu bara lagi, tapi dari energi terbarukan. Dan banyak loh sebetulnya energi terbarukan. Ada lu ngomong minyak sawit, ada namanya gas bumi, ada namanya tenaga surya dari matahari termasuk tenaga air. Dan masih begitu banyak lagi yang belum kita bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita akan membahas saham-saham yang sangat prospek. investasi yang menurut gua sangat menarik buat kita pelajari bersama hanya di Skall Sambenix Season 7 tentang emiten-emiten dan prospek prospek yang luar biasa dari sektor energi terbarukan. Makanya jangan sampai ketinggalan guys, segera buruan daftar karena kita ada promo nih diskon 25% hanya untuk 50 orang pertama yang daftar sebelum 25 April 2025. So, tunggu apaagi, Guys? Buruan yuk segera hubungi nomor handphone yang ada di bawah ini atau www.skalasambenix.com. [Musik] Baterainya merek BYD namanya Blade Battery Made in BYD pabrik mobil Cina. Jadi sama baterainya Tesla sama BYD. Nah, dalam satu buah mobil komponen yang paling mahal dan paling penting di mobil listrik itu adalah baterai. Dan ternyata komponen baterai yang digunakan oleh Tesla itu hampir 50% komponennya berasal dari China. Artinya kalau seandainya nih lu tahu ya dalam satu buah mobil listrik katakan mobil Tesla harganya Rp1 miliar, komponen terbesar hampir 60% itu adalah biaya baterai doang berarti Rp600 juta. Nah kalau R00 juta ini tiba-tiba kena tarif dua kali lipat dari baterainya aja harga mobilnya udah naik tuh 600 ke 1,2 M. Nah, mau dijual berapa lagi tuh ke para konsumen yang ada di Amerika Serikat. Makanya dari kemarin gua juga perhatikan harga mobil Tesla di Amerika Serikat itu tidak tambah mahal. yang ada malah tambah diskon. Kenapa bisa begitu? Oh, ternyata mereka mendapat pengecualian dari tarif tinggi itu. Makanya kalau kamu lihat nanti mobil-mobil buatan Jepang, mobil-mobil buatan Eropa, mobil-mobil buatan Cina, itu bisa jadi akan menjadi lebih mahal dibandingkan Tesla itu sendiri. Pintar ya. Untung juga loh investasi di dunia politik. Seru ya. Nah, sekarang kita kembali ke titik yang paling penting di awal kita sebut yaitu tarif 245% yang akan ditembak oleh Amerika Serikat ke China khusus untuk produk kesehatan, jarum suntik dan lain sebagainya. Dan yang kedua, mobil listrik made in China. Nah, ini kabar buruk atau kabar baik buat Indonesia? Tentunya tentunya ini kabar baik buat Indonesia. Kenapa? Karena akibatnya ya Cina enggak bisa lagi ekspor dia punya mobil ke Amerika. Dia harus lakukan transhipment. kalau dia masih mau lakukan itu atau dia meningkatkan kapasitas produksi mobil listrik BYYD yang ada di Mexico atau kalau dia kelebihan produksi, dia buang barang ke negara berkembang salah satunya Indonesia. Makanya teman-teman jangan kaget kalau seandainya kamu akan lihat produk-produk mobil listrik handphone yang made in China itu akan menjadi lebih murah di Indonesia dibandingkan di China sendiri. Karena barangnya harus dia buang nih. Udah enggak bisa masuk Amerika, dia harus buang ke negara berkembang. Salah satunya Indonesia. Ini good news enggak buat kita? Ini good news karena rakyat Indonesia jadi punya pilihan lebih banyak mobil dengan harga yang lebih murah dan kualitasnya lebih tinggi dibandingkan produk mobil Jepang yang overprice. Makanya ketika kemudian China mendapatkan serangan 245% itu mereka itu tidak panik. Mereka tenang aja. Mereka bilang kita tidak akan main numbers game tarif. Lu naik naik naik terus. Enggaklah. Udah ada titik di mana mereka akan lakukan decoupling dan mereka tidak lagi mengandalkan penjualan bahan-bahan baku maupun bahan-bahan produksi maupun mesin-mesin ke Amerika Serikat. Yang artinya di sini Cina sudah sangat siap untuk berperang dengan Amerika Serikat atau mereka juga sudah sangat siap untuk tidak lagi berdagang dengan Amerika Serikat. So, di sini kata kuncinya adalah artinya Cina siap ekspor besar-besaran ke negara Indonesia. Siap-siap, Guys. Apalagi di Tambel udah ada tahu ya, kuota impor itu bakal dibuka, digratiskan. Ya, memang tujuannya sih buat Amerika Serikat, tetapi masa sih negara sebesar Cina tidak marah dan tidak minta perlakuan yang sama. Jadi itu sisi yang baik atau sisi yang buruk? Ya tadi ya selalu yang namanya perdagangan internasional, ada pihak yang diuntungkan, ada pihak yang dirugikan. Ya, kita pastikan aja dan kita berharap aja semoga Indonesia menikmati banyak keuntungannya dibanding kerugiannya. Tetapi kalau lu mau minta win-win ya enggak bisa. Tapi suka enggak suka. Contoh kita ngomong pertanian yang digalakkan sama Presiden Prabowo ya. Lu pengin pertanian Indonesia maju berarti lu harus ekstensifikasi dan intensifikasi. Berarti lu enggak bisa lagi macul pakai cangkul atau pakai kerbau. Lu harus pakai alat. Tapi lu kalau pakai alat lu butuh ekskavator, lu butuh traktor, pakai merek Jepang atau merek Amerika, ada John Deere, mahal banget. Jadi gimana dong solusinya? impor dari Cina harusnya dibebaskan dong tarifnya. Iya. Jadi makin tinggi tingkat produktivitas lahan pertanian kita. Mau enggak mau. Kalau enggak ya orang bakal macul pakai cangkul terus umur itu. Gimana bisa maju negara ini? Jadi ini another good news. Biaya produksi pertanian kita bisa semakin ditekan karena semua melakukan mekanisasi. yang ujung-ujungnya kalau lahan pertanian kita sudah efisien, produksi beras kita makin tinggi, artinya suplly makin banyak dan harga makin murah karena petani kita sudah efisien. Detik ini apakah kita sudah ke level itu? Belum. Karena mayoritas petani kita masih bertani secara manual. Pertama. Yang kedua, lahannya juga sangat kecil. Makanya lu segeralah pindah dari Jawa ini udah padat. Pindah lu ke Sulawesi, ke Kalimantan, ke Papua bekerja di sana. Gua yakin kalau lu jadi petani di luar Pulau Jawa, lu pasti kaya raya. Tapi kalau lu petani di Jawa, lu udah pasti enggak akan kaya raya karena lawan lu cuman dua petak, tiga petak lahannya 2000 m, 3.000 m, mau makan apa. Tapi lu kalau keluar ke sana lahan lu bisa 2 hektar, 10 hektar. So, that's a good thing. Apalagi lu kan, "Pak, capek Bang, Pak. Saya macul 2.000 m aja capek, apalagi 2 hektar." Iya, kan mindset lu pakai mindset jadul, lu pakai pacul. Mindsetnya lu pakai alat. Satu traktor bisa ngerjain alat 50 hektar. Tinggal duduk manis, enggak pakai bongkok-bongkok, sakit pinggang. Ah, itulah makanya penting punya mindset modern. dalam melakukan kegiatan pertanian. Maka ini salah satu hal yang menurut gua diuntungkan ya. Ada enggak yang dirugikan? Mungkin ada. Kalau seandainya yang dibuka adalah keran impor bahan-bahan yang sudah jadi dan banyak beredar di Indonesia. Contoh di Indonesia yang murah, furniture kita, banyak kayu, kerajinan, baju. Kalau kita impor dalam bentuk jadi, ya siap-siap aja pengusaha kita siap atau tidak dengan persaingan barang dari Cina. Jadi mau enggak mau ya lu harus lebih kompetitif atau lu harus lebih kreatif buka pasar baru. Tapi ada satu hal yang sangat penting buat kita bahas hari ini, Guys. Kenapa? Karena kenaikan tarif 245% itu at the end of the day memang menyulitkan eksportir dari Cina, menyulitkan pengusaha Cina. Tetapi yang bayar 245% itu adalah rakyat Amerika dong. Karena yang impor kan pengusaha Amerika, dia impor barang dari Cina kena tarif 245% ketika dia jual ke konsumen, harganya harus dia naikin. Iya dong. Akibatnya apa? warga Amerika Serikat. Lu saksikan ini karena banyak follower kita ternyata yang di Amerika Serikat juga. Lu akan saksikan harga barang-barang yang ada di Amerika Serikat akan makin mahal, makin mahal, dan makin mahal. Karena tarif itu. Kalau harga barang terus meningkat, suplly berkurang, itu artinya apa? Inflasi itu akan naik tinggi di Amerika Serikat. Dan inilah yang bikin kaget Donald Trump apakah tidak memperkirakan hal ini? ketika dia mengurangi suplai barang yang masuk terus dikenakan tarif sudah pasti konsekuensinya barang yang beredar semakin dikit di Amerika Serikat dan harganya akan naik tinggi. Ini akan meningkatkan inflasi di Amerika Serikat. Dan ini situasi yang menurut gua sangat genting. Apalagi kalau gua menjadi Jerome Powell, gubernur bank sentralnya Amerika Serikat. Kenapa? Karena dari kemarin Donald Trump itu kan pengusaha, lu juga pengusaha. Kalau lu jadi pengusaha, lu butuh modal pinjam ke bank, lu pengin bunganya tinggi atau kecil? Tentu lu pengin bunganya sekecil mungkin dong supaya lu bisa ngutang. Buka pabrik baru, buka cabang baru, air ke orang baru. Tapi apakah bisa kita kurangin suku bunga ketika harga barang-barang lagi naik, inflasi begitu tinggi? Kenapa lu marah nurunin suku bunga? Nah, teman-teman udah tahu dong, gua udah sering ngajarin lu tentang makroekonomi yang paling dasar. Ketika inflasi lagi tinggi, harga barang-barang naik, apa yang harus dilakukan oleh bank sentral? Mereka itu harusnya meningkatkan suku bunga supaya duit yang beredar itu berkurang. Masuk ke bank, nabunglah lu. Kalau perlu dinaikin nih, suku bunga naik terus, suku bunga naik terus supaya apa? Harapannya inflasinya berkurang, enggak makin tinggi. Tetapi lu bayangin kalau seandainya suku bunga dikurangin, dikecilin sama The FET, artinya kan banjir duit di market. Banjir duit, orang pegang duit apa yang dia lakukan? belanja rebutan buat beli barang-barang yang suplainya udah sedikit, harga makin tinggi lagi. Jadi inflasi akan makin tinggi. So, ini posisi yang sangat dilematis. Donald Trump dari kemarin gua tahu dia udah perintah Gubernur Bank Central Amerika Serikat turunin suku bunga. Turunin suku bunga supaya bisa gerak ini bisnis di bawah. Sama aja kayak di Indonesia. Kita itu lagi kekeringan. Kenapa kekeringan? Karena suku bunga di Indonesia juga tinggi banget. Kenapa suku bunga di Indonesia tinggi banget? Karena kita nunggu Amerika Serikat nurunin. Kalau Amerika turunin baru kita punya nyali buat turunin. Tapi sekarang Amerika berada di dalam posisi yang sangat dilamatis. Dia tidak bisa nurunin suku bunga. Karena kalau dia nurunin suku bunga, inflasinya makin gila lagi. Artinya teman-teman di Indonesia, ini penting buat lu catat. Artinya teman-teman di Indonesia, lu harus siap. Suku bunga di kita bakal tetap tinggi. Yang artinya duit kering di Indonesia makin nyata. Perekonomian bangsa udah pasti makin sulit karena ekonomi jadi enggak gerak. Ya, lu saksikan aja apakah gubernur bank sentral kita itu punya nyali buat nurunin suku bunga? Duit udah sangat-sangat kering nih di market nih. Atau malah nyalinya cetak duit 2.000 triliun? Ya, semoga gua salah. Tapi kita lihat aja ya gimana sih tanggapannya Jerome Powell, gubernur Bank Sentral Amerika Serikat. Soalnya gua juga belum lihat videonya. Gua penasaran apa sih komentar dia ya terkait perang tarif yang terbaru ini. Apalagi tarif 245%. Gua sih yakin harusnya sih dia juga sama kayak gua ya. dia gak setuju dan dia harusnya gak nurunin suku bunga sih. Let's check this out, guys. And ultimately on keeping longer term inflation expectations well anchored. Our obligation is to keep longer term inflation expectations well anchored and to make certain that a one time increase in the price level does not become an ongoing inflation problem. As we act to meet that obligation, we will balance our maximum employment and price stability mandates. Keeping in mind that without price stability, we cannot achieve the long periods of strong labor market conditions that benefit all Americans. We may find ourselves in the challenging scenario in which our dual mandate goals are in tension. Nah, di situ dia bilang, "Ya, ternyata benar ya, dia sama pendapatnya sama gua dan dia ternyata juga bilang bahwa dia ada sedikit dilematis tentang mandat ganda ini dan akan saling bertarung mandat yang dia punya. Mandat dia apa? Salah satunya dia bilang mereka itu harus menciptakan lapangan kerja. Bukan cuma menjaga stabilitas moneter tapi harus memastikan ekonomi tetap hidup. perekonomian tetap hidup dan lapangan kerja itu tercipta. Itu penting tuh. Tetapi bagaimana dia bisa menciptakan lapangan kerja? Bagaimana dia bisa menjaga harga-harga tetap rendah? Padahal sekarang yang terjadi apa? Perang tarif. Harga barang makin mahal, dilematis. Daya beli hilang, apa yang dia harus lakukan? Duit kering, rakyat menjerit, tenaga kerja, nanti bisa jadi makin banyak pengangguran di Amerika Serikat. Lah kalau mau memberantas pengangguran apa? Ya, lu harus mempermudah pengusaha yang mau menciptakan pabrik baru, lapangan kerja baru. Tapi gimana bisa tercipta lapangan kerja baru kalau bunga pinjaman aja tinggi? Kan jadi dilematis. Berarti bunga pinjaman harus diturunkan dong biar pengusaha bisa ngutang buka pabrik baru, buka perusahaan baru. Apakah dia bisa lakukan itu? Ternyata tidak. Karena inflasi lagi tinggi. Ini betul-betul pusing kepalanya si Jerome Powell. Dan gua bisa lihat ya, Donald Trump mungkin seharusnya dia ganti, dia pecat itu gubernur Bank Indonesia. Eh, salah, jangan disalah artikan. Maksud saya dipecat gubernur Bank Sentral Amerika. Kenapa? Ya, karena bertentangan dengan agenda politiknya, populisnya Donald Trump yang pengin apa? Membuat senang para pemilihnya dia, kalangan menengah bawah yang sekarang lagi kepusingan karena krisis ekonomi berkepanjangan di Amerika Serikat. Jadi teman-teman di sini kita bisa lihat bahwa Amerika Serikat dengan adanya perang tarif dengan Cina ini dia berharap Cina itu menyerah ke Indonesia terbang ke Amerika jilat pantat Donald Trump seperti di video ini. I'm telling you these countri kissing my ass. Kissing my ass. Kissing my ass. They are they are dying to make it please make it do anything. Oh bangga banget Donald Trump melihat banyak negara-negara sibuk jilatin pantat dia jadi makin bersih dan mengkilat gitu. Ternyata si Jimping mungkin lagi sariawan. Tidak mau dia pergi ke sana ikut gerakan jilat pantat massal yang diciptakan Donald Trump ini. Apa yang dia lakukan? Dia melawan. Akibatnya kalau dia melawan dan dia buktikan dia melawan, dia siap-siap aja akan terjadi krisis ekonomi di kedua negara. Bahkan makanya teman-teman apa yang akan dilakukan si Jing Ping selanjutnya setelah 245% ini akan banyak menarik perhatian. Kenapa? Dan teman-teman akan lihat ya, sejarah akan mencatat si Jimping itu akan gila-gilaan jual stroke tracery-nya dia. Dia harus lakukan itu karena di China sendiri sekarang sedang krisis likuiditas. Kenapa bisa krisis likuiditas? Karena ternyata economic crisis di China yang berasal dari kegagalan properti, bisnis properti anjelok para dan itu adalah nyawanya Cina itu kemungkinan besar di tahun 2025 akan lagi collaps lebih dalam. Dan Cina pastinya membutuhkan duit untuk mengelola negaranya yang sekarang dalam posisi perang nih dengan Amerika Serikat. Nah, Teman-teman, gimana kalau menurut kalian ya? Ini seru nih pertarungannya udah naik ke level 245%. Menurut lu langkah selanjutnya apa yang diambil ya sama China? Ya China sih sudah bilang dia begitu kasih tarif yang 125% itu kalau seandainya dibalas lagi sama Amerika Serikat dia enggak akan ambil langkah apapun lagi buat naikin. Apakah ini artinya Cina udah punya peluru rahasia nih yang akan segera dikeluarkan? ya menurutmu apa sih senjata rahasia Cina? Ya, sehingga dia PD banget untuk bertarung to dengan Amerika Serikat dan Indonesia bisa selamat enggak ya dari pertarungan ini? Karena kita betul-betul berada di tengah posisi yang kejepit ketika dua gajah ini bertarung. Survive enggak ya Indonesia kalau mendadak tiba-tiba nerima barang impor dalam jumlah masif dari China? Is that a good thing or a bad thing? Yuk, segera komen di bawah ini. Kasih pendapat kamu terkait perang dagang yang udah nyampai ke level 245% nih. Apa sih langkah selanjutnya yang akan diambil Cina untuk bisa bertahan bahkan menang dari perang dagang ini? Dan kalau Cina menang itu menguntungkan kita enggak? Atau sebaliknya justru lebih bagus Amerika Serikat yang menang supaya Indonesia tambah kaya. Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Ditunggu ya komentar kamu. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. Hai sobat investor. Kalau kamu tertarik dengan konten-konten seperti ini dan ingin tahu lebih dalam lagi tentang Benix, yuk ikuti sosial media kita yang lain seperti beranda Facebook kita di @benix atau ikuti juga Instagram kita di @benix.official. Ditunggu ya.