Transcript
zQqPT-cNjYQ • GRAB-GOTO MERGER REJECTED BY DRIVERS! Who is Really Threatened?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0369_zQqPT-cNjYQ.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Ada berita
yang luar biasa heboh, yaitu merernya
dua raksasa Asia di bidang rid helling.
Jadi, Teman-teman tahu aplikasi ojol
favorit kamu mau Gojek atau Grab itu
dikabarkan mau merger dan ini bisa jadi
merger yang paling heboh ya sepanjang
masa at least di dunia Red Helling yang
terbesar. Ini ngeri banget nih karena
akibatnya semua orang mendadak jadi
komentator nih. Bahkan yang enggak
ngerti pun bisnisnya Gojek. Mau profesor
S2, S3, S cendol sekalipun ngasih komen
ngasal bacot enggak nyambung. Penasaran
enggak sih lu kenapa peristiwa ini jadi
prahara? Dan bener enggak sih sebetulnya
Grab sama Gojek ini merger? Kalau lu
penasaran jangan dikip video ini. Let's
check this
out. Jadi teman-teman ada berita heboh
yaitu Grab nih. Ini perusahaan yang
terdaftar di bursa di Amerika. itu mau
mengakuisisi perusahaan aplikasi karya
anak bangsa yang namanya Gojek, Guys.
Aplikasi favorit kita semua. Enggak
tanggung-tanggung, harganya
114,8 triliun. Jadi, berdasarkan gosip
nih dari berita Reuters, Grab itu sedang
berupaya mengakuisisi Goto sebagai
perusahaan kompetitornya. Nih, sumber
yang mengetahui kabar itu menyebut
proses transaksi akan rampung pada
kuartal 2 2025. Nah, Teman-teman tahu
Grab ini pusat kantornya di Singapura.
Tempat kita mengadakan meeting kemarin
minggu lalu di Singapura dan kita sudah
bertemu nih untuk mengklarifikasi berita
ini. Nah, hebatnya ya Grab ini sudah
menyewa nih konsultan untuk mengeksekusi
kesepakatan tersebut. Karena kabarnya
Grab akan membeli bisnis goto senilai 7
miliar dollar atau setara
114,8 triliun. Ingat ya, ini pakai kurs
Rp1 setara
Rp16.400 per dolar Amerika Serikat. Tapi
guys, itu kan versi gosip, ada versi
perusahaan goto sendiri. Jadi sekretaris
perusahaannya udah bilang ya, kalau
namanya gototo itu berulang kali namanya
perusahaan itu sering dapat penawaran
lah orang yang melihat goto itu seksi.
Wajar perusahaan Red Helling salah satu
yang terbesar di Indonesia menarik bagi
banyak orang yang mau take over
bisnisnya. Jadi ya gosip-gosip seperti
ini ya sering terjadilah. Cuman ya dia
enggak jelasin lebih detail nih pihak
mana sekarang yang dimaksud betul atau
tidak itu Grab. Tapi satu hal yang
menarik nih guys. Ini belum jadi merger
belum tentu pun mergero sama Grab.
Tetapi langsung banyak demonstrasi
massal langsung banyak komentator
langsung banyak ahli-ahli yang
memberikan penolakan terhadap merjernya
Goto dan Grab ini. Padahal belum tentu
juga. Salah satu berita yang heboh itu
dari koalisi Ojal nasional yaitu Kon.
Mereka menilai ya merger ini dapat
mempengaruhi besaran pendapatan mitra
ojek online kalau jadi. Nah, menurut
mereka harus ada regulasi nih mengenai
besaran penghasilan mitra yang
seharusnya dirumuskan. Nah, gara-gara
itu, Guys, gara-gara peristiwa merger
ini, ya, mereka kemudian banyak nih, ya,
driver, mungkin mereka mau atau enggak
mau, tetapi mereka merencanakan untuk
mengadakan demo besar-besaran di Jakarta
besok jam .00 siang. Jadi, buat lu yang
mau ngorder Grab atau Gojek ya hati-hati
jangan masuk di jam segitu ya. Bakal
kena reject nih. Karena di sana mereka
bakal bikin demo besar-besaran. Ada lima
tuntutan ya. Ada begitu banyak tuntutan
lah. Tapi salah satunya yang paling
menurut gua patut dicermati selalu
bagian tengah sama strategi media
peliharanya George Soros. Ada banyak
tuntutan tapi yang lu harus cermati
selalu yang di bagian tengah. Nah, yang
di bagian tengah dari lima tuntutan itu
apa? Potongan aplikasi itu dibatasin
dong cuman 10%. Nah, per detik ini guys
kan banyak produknya ya. Lu bisa pesan
makanan, ada Grab Food, ada Go Food, lu
bisa pesan transportasi. Itu potongannya
itu variatif lah, ada 15 sampai 30%
tergantung produknya apa dan gojolnya
apa. Apa g apa Food atau Grab Food atau
apapun itulah. Nah, anyway yang harus
dicermati adalah mereka minta potongan
buat aplikator itu cuman 10%. Wow
sekali, Guys. Kenapa ya? Ini bukan gua
enggak membela para orang-orang yang
nge-grab atau ngegokar itu ya. Enggak,
enggak sama sekali. Gua enggak enggak
enggak mau ke sana. Dan gua juga enggak
mau membahas tentang berapa banyak orang
yang bakal PHK segala macam karena itu
berita hoaks banget. Kemarin tuh ada
profesor cap kaki lima ya yang dapat
ijazah dari universitas kali. Jadi bikin
banyak berita hoaks menentang merger dan
go dengan landasan katanya akan tercipta
pengangguran. Hei bro yang bener aja lu.
Siapa yang nganggur? Ternyata yang bakal
nganggur adalah drivernya Grab.
Drivernya Gojek. Teman-teman tahu jumlah
mitra pengemudi Gojek itu di Indonesia
diperkirakan sekitar R jutaan lah. Kalau
Grab seluruh dunia itu ada 5 jutaan.
Anyway, banyak ahli-ahli ya atau
mendadak ahli itu yang bilang kalau
seandainya terjadi Grab ini bakal
terjadi PHK massal. Driver-driver ini
bakal banyak kena cut. Mau lu bawa motor
atau bawa mobil bakal kena cut. Ini gua
mau sikat dulu lu orang-orang kayak lu
itu ya. Apalagi yang udah S3 ya,
profesor. Ini gua kasih lu sedikit ilmu
ya. Ini kesel banget asli. Terbukti
memang lu enggak ada otak lah. Karena
gini loh, lu enggak pernah menjejakkan
kaki lu di planet bumi. Mungkin lu
enggak pernah pakai aplikasi gokar atau
Grab Car. Sehingga lu bilang nanti
bahaya kalau jutaan orang jadi
pengangguran. He, lu tahu enggak kalau
lu naik Gojek atau lu naik Go Car atau
lu punya e Grab Car lah, lu tanya
mereka. Mereka itu apa pernah cuman
install satu aplikasi? Apa betul mereka
cuman pakai satu aplikasi? Karena
berdasarkan pengalaman gua, gua naik
gokar maupun itu di Jogja, di Manado, di
Kalimantan, di Jakarta sekalipun
mayoritas itu punya beberapa aplikasi
bahkan ada yang punya 3 sampai empat.
Ada yang punya Maxim, punya Indriver,
punya Grab, punya Gojek juga. Maksudnya
gini yang gua mau bilang, kalau lu takut
akan tercipta jutaan orang pengangguran
itu tidak betul. Kalau seandainya mereka
merger nih goto sama Grab merger terus
dipecat drivernya, driver goto dipecat
ya aplikasi Grab-nya tetap hidup dong.
Ya sama aja sama aja tetap aja dia
nge-grab atau orang Grabnya kena cut dia
pindah ke Goto sama aja orang
perusahaannya udah merger. Jadi enggak
benar kalau orang-orang nyebarin berita
palsu akan terjadi PHK massal di
driver-driver ini. Itu tidak betul ya.
Karena faktanya per hari ini aja mereka
udah punya pakai banyak aplikasi. Lu aja
sebagai user gua yakin lu kalau punya
aplikasi Gojek gua rasa lu punya
aplikasi Grab. Kalau lu punya aplikasi
Tokopedia, gua rasa lu punya aplikasi
Shopee. Begituun driver, mereka udah
pakai banyak aplikasi. So, ketika
kemudian nanti merger, oh gua takut
nanti enggak jadi lagi driver gokar. Lu
takut enggak? Ada enggak ada. Lu pun
merger ini pun mereka memang punya dua
aplikasi. Jadi ketika mereka merger
aplikasinya jadi cuman satu ya. So what?
Enggak ada perubahan. Tetap aja lu jadi
driver atau jadi mitranya Gojek atau
Grab. Karena hari ini pun kalian punya
banyak aplikasi. Fakta enggak? Betul
enggak? Makanya lu jangan terbawa narasi
adu domba lah dari
profesor. Jangan. Enggak bener lu.
Apalagi ada influencerinluencer yang
bilang berita-berita hoaks. Enggak.
Faktanya ya lu bisa tinggal switching.
Dulu lu punya aplikasi banyak ya
sekarang ya lu pakai salah satu. Apakah
lu dicut? Enggak. Lu pikir aja pakai
otak. Coba driver-driver ini mau gokar
kek, mau Gojek kek, mau Grab Jack kek.
Mereka semua kan sumber penghasilan
menghasilkan duit buat perusahaan.
Kenapa dipecat? Beda ya sama yang diband
atau di freeze gara-gara bikin scam lah
atau pakai aplikasi siluman apa sih buat
tipu-tipu tuyul tuyul GPS gitu. Bedalah
itu ya memang harus dibinasakan. Nah,
ini orang-orang ini driver go carargo
Grab ini itu kan sumber penghasilan
perusahaan ya. Enggak mungkin di-cut.
Yang dicut ya orang yang sumber
pengeluaran lah. Mereka ini kan sumber
penghasilan. Terus buat apa dikut?
Enggak, enggak masuk akal kalau lu
ditipu, dimanipulasi dengan berita, lu
bakal
diphk sumber penghasilan buat
perusahaan. Jadi, lu jangan khawatir
dengan adanya merger ini lu bakal kena
cut, enggak. Nah, satu hal yang perlu
dicermatin adalah soal karyawan. Nah,
beda ceritanya nih. Kalau lu seandainya
karyawan perusahaan Grab atau Goto ya
misalkan dan betul-betul terjadi merger
ya sudah selayaknya lu khawatir karena
mungkin lu akan diikut. Ya bayangin aja
dua perusahaan punya dua divisi
marketing buat apa, dua divisi sales
buat apa, dua divisi IT buat apa. Enggak
benarlah. Ya memang secara logika
seorang investor ya perusahaan langsung
harus lakukan efisiensi. Tapi apakah ini
berita buruk buat Indonesia? Tidak.
Karena sekarang kita sudah tahun 2025
teman-teman tahu goto di tahun 2023
total karyawannya ada 7.500 orang. Ini
data valid. Masuk ke 2024 total
karyawannya itu 3.300 orang. Artinya ada
enggak ada merger mereka sudah lakukan
efisiensi nih di tingkat perusahaan.
Good news enggak? Good news kita channel
investasi. Good news. Jadi kalau
seandainya nanti mereka lakukan
penghematan lagi bagus enggak? Ya
menurut gua sih kabar baik, kabar bagus.
Betul dong. Sekarang gini, mereka udah
ditekan sama investor buat balikin duit.
Iya dong. Logikanya dong mereka
berbisnis harus tambah hemat dong,
tambah efisien dong. Sepakat dong.
Iyalah sekarang driver enggak usah
ketakutan. Kalau lu sebagai karyawan
Gojek yang atau Goto sekarang, apakah lu
harus ketakutan? Gua rasa juga enggak.
Karena mayoritas dari karyawan Gojek
atau Goto yang sekarang eksis ya itu kan
udah qualified untuk lu mau kerja di
perusahaan manaun. Tapi kalau seandainya
terjadi merger dan lu harus kena buang,
itu konsekuensi. Dibanding lu tetap stay
melakukan hal yang sama berulang-ulang
buat apa? Gua juga enggak mau kalau jadi
karan Gojek lu resan aja cari tempat
lain, tempat lu berkarya. Lagian jumlah
karyawan goto sekarang pun cuman 3.000
orang, dikit banget. Apakah ini artinya
Indonesia tiba-tiba melarat karena ada
3.000 orang yang akan kena PHK? Ya
enggak lah. 3.000 orang nothing. Lu
bandingin dengan yang kemarin berita
salah satu perusahaan yang dikabarkan
akan bangkrut yang namanya SRTEX di Jawa
Tengah sebelum mereka pilot itu mereka
punya karriwan lebih dari 50.000 000
orang lah. Ini cuman 3.000 orang loh.
Soat udah narasinya kayak Indonesia mau
kiamat kan lu memang lu profesor ponilat
lu memang giliran yang kemarin di ser
bangkrut tenang-tenang aja lu memang lu
giliran Gojek karyawan cuma 3.000 orang
langsung bacot sana sini gua udah
tahulah sponsornya siapa sama aja dengan
influencer-influencer cap kaki 5 itu
follower jutaan hobinya apa berita hoak
suara Indonesia bakal punah hancur lebur
gara-gara PHK massal kalau terjadi
merger bro ini cuman 3.000 orang
karyawannya kita baru ngomongin sitex
50.000 orang lu belum ngomongin Sinarmas
grup lu tahu grup Sinarmas itu jumlah
karyawannya itu lebih dari 300.000 orang
lah. Kalau itu collaps itu baru negara
bisa bubar. Tapi pun jumlahnya 300.000
R000 orang. Penduduk Indonesia ada 280
juta, Guys. Maksud gua adalah masa lu
bandingkan yang 3.000 orang seolah dunia
ini mau kiamat dengan Sinarmas Grup yang
300.000 aja. Ini it doesn't make sense.
Jadi narasi-narasi adu domba yang mau
mengadu ya goto dengan karyawannya, goto
dengan drivernya, jangan lu makan
bulat-bulat. Enggak benar ya. Tadi yang
gua bilang ya mungkin baru jadi makes
sense lu bakal takut ekonomi goyang,
negara tidak stabil. Ya, kalau si
Narmars grup bubar karena dia kasih
makan ratusan ribu orang. Ya sebenarnya
kalau dihitung-hitung gua yakin sih
lebih dari jutaan bahkan. Belum lagi
kalau lu hitung masih ada Salim Group
dan kawan-kawan ya itu baru boring kalau
itu betul terjadi. Tapi ini karyaan
cuman 3.000 orang. Ini kan cuma
perusahaan
software 3.000 orang. Enggak ada
apa-apanya dibandingkan karyawan RCH.
Jadi gua sorry aja ya. Bukannya gua
enggak ada empati, tapi kalau narasinya
dikabarkan seolah-olah Indonesia akan
bubar karena goto sama Grab Merger tidak
masuk akal. Karena hari ini pun bubar
itu perusahaan di Jawa Tengah 50.000
orang karyawannya. Apakah artinya
Sukoharjo Solo bangkrut tutup? Tidak.
Sampai detik ini pun Solo masih ada.
Sukoharjo masih ada. Tenang-tenang aja.
50.000 orang kena PHK 3.000 orang kok
udah narasinya kayak Indonesia kiamat?
Ini ada apa sih? Ini gampang banget
ditebak. Lu udah tahulah semuanya itu
tentang duit. Nanti kita bahas lebih
detail. Tapi satu yang gua mau bilang
adalah ketika ada orang yang mencegah
terjadinya merger nih goto sama Grab,
udah gua bantah tuh mau dari sudut PHK
massal di bidang driver lah atau PHK di
bidang karyawan lah. Terus ada lagi
nasarasinya sekarang orang pada bilang,
"Oh, Grab dan Goto harus dicegah
mergernya karena nanti terjadi monopoli
pasar. Monopoli sebelah mana, Guys?
Sekarang ini udah banyak loh
driver-driver itu yang pindah ke
aplikasi lain. Konsumen pun banyak yang
pindah ke aplikasi lain yang lebih
murah. Contoh warna kuning. Gua enggak
dibayar sama warna kuning. Jadi gua
enggak mau sebut mereknya Maksim. Jadi
orang pindah ke situ. Oh atau orang mau
pakai yang hijau muda. Nah, gua juga
enggak dibayar. Jadi gua enggak mau
sebutlah mereknya Indriver. Anyway, itu
udah begitu banyak aplikasi-aplikasi
lain dan mereka udah masuk di era di
mana E sebentar, Guys, bentar guys,
sebelum kita lanjut videonya, portofolio
kamu lagi kebakaran, merah merona,
semuanya turun anjlok. Bahkan
saham-saham perbankan besar di Indonesia
semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa
ya? Nah, ini semua udah pernah kita
bahas di Benix Investor Group, komunitas
saham terbesar yang ada di Indonesia.
So, tunggu apalagi, Guys? Segera
bergabung di Benix Investor Group karena
cuman di sini, ya. Kita bisa berdiskusi
langsung secara live. baik online maupun
offline. Termasuk kita sering melakukan
kunjungan site visit loh ke
perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik
emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan
kamu di sini juga bisa langsung tanya
jawab secara langsung live sama direktur
perusahaannya. Kapan lagi ada peluang
kayak begini? Nah, kemarin kita juga
baru habis datang nih ke sebuah
perusahaan yang menurut gua sangat
prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id.
ID atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas. Sampai ketemu di Benix Investor
Group. Dan mereka udah masuk di era di
mana Goto, Gojek, dan Grab udah bakar
duit habis-habisan. Edukasi orang buat
install aplikasi transportasi online
lebih murah, lebih efisien, lebih bagus.
Mereka habis L duit buat edukasi itu.
Habis L edukasi buat orang pakai Gop,
GoFood dan lain sebagainya. Eh,
tiba-tiba belakang masuk mafia Rusia.
Enak bener. Orang udah habis duit
triliunan buat edukasi. Sekarang mereka
tinggal jualan. Sekarang kalau dibilang
fair enggak? Ya menurut gua enggak fair.
Mereka enggak perlu pakai diskon
jor-joran. Kenapa hari ini sekarang lu
naik Grab atau gokar lebih mahal
dibanding Maxim? Ya mereka kan harus
recovery cost yang mereka keluar kemarin
buat edukasi lu. Pasang iklan di
mana-mana, cari driver ke mana-mana dan
lain sebagainya. kasih promo supaya lu
install aplikasi itu. Tapi kalau
dibilang itu akan menciptakan monopoli,
gua enggak setuju. Sekarang kita ngomong
makanan. Makanan ada Go Food, ada Grab
Food. Apa cuman itu? Tidak. Sekarang ada
Shopee Food pun kalau mereka merger
orang masih bisa pakai aplikasi lain.
Kita ngomong bidang transportasi ada go
ride, Go car, Grab Car, Grab Bike lah,
apa Grab Ride. Kalau mereka merger
monopoli, mereka bisa mainin harga
sepuasnya? Gua yakin enggak. Lawannya
banyak, Bro. Masih ada Maksim, masih ada
in driver. Jadi, begitu banyak
kompetitor bukan artinya ketika mereka
masuk mereka langsung bisa cuan gede.
Enggak. Karena memang pertarungannya
sekarang udah sedemikian parah melawan
aplikator-aplikar baru yang tidak pernah
bakar duit ini. Terus terang aja ya
berat. Lalu kalau kita ngomong lagi
bisnis GOJ kan ada banyak ya, ada
pengiriman barang dulu ada Gobox atau
ada Gosen lah, logistik lah. Kalaupun
jadi merger masih ada pilihan lain. Ada
Borzo, ada delivery, ada Lala Move. So,
kalau dibilang ini akan menciptakan
monopoli, merusak pasar, gua yakin
tidak. Karena kalau Gojek sembarangan
ngasih harga nih setelah merger, oh
bisa-bisa Lalamov menikmati growth yang
luar biasa atau maksim tambah cuan. Jadi
memang enggak bisa sembarangan karena
medannya udah enggak memungkinkan lagi
buat ada satu orang yang menjadi
monopoli tunggal udah berat di era
sekarang ini. Malah sebetulnya, Guys,
menurut gua nih, kalau merjernya ini
ditunda-tunda, apa yang terjadi? justru
akan membahayakan ekosistem Indonesia
dan bahkan mungkin karyawan orang-orang
yang seharusnya enggak dipecat malah
jadi tambah banyak yang dipecat. Kenapa?
Salah satu tuntutan yang diminta oleh
pendemo mereka minta ya jata bagi hasil
itu mereka di cap cuman 10%. Jadi
potongannya itu cuman 10% nih buat
driver. Gini guys, per hari ini pun itu
harganya yang dipotong lebih dari 10%
ada 15 sampai
25%. Oke dengan potongan sebanyak itu
aja lu tahu tahun 2024 kemarin goto itu
profit atau rugi? Faktanya di tahun
2024, goto itu rugi 5,4 triliun. Jadi
hari ini pun belum dipotong tuh ya masih
lu kan masih minta dipotongnya cuma 10%.
Mereka itu posisinya rugi 5 triliun.
Pertanyaannya kalau seandainya
dikurangin bagi hasilnya tadinya 20%
yang dipotong buat driver, sekarang
dikurangin lagi jadi 10%. Perusahaan ini
tambah rugi apa tambah untung?
Kadang-kadang lu kalau mau demo harus
make sense juga dong. Lu kira punya
server itu gratis, enggak pakai bayar.
Lu kira punya programmer itu bayarnya
murah. Coba deh lu pikir dulu. Terus
bagi-bagi promo, diskon voucher dan lain
sebagainya. Lu kira gratis kan harus ada
yang bayar itu semua. Yang artinya gini
loh yang gua mau bilang dalam posisi
hari ini aja mungkin banyak orang-orang
yang enggak setuju. Tapi gua lihat
begitu banyak kok orang yang punya
penghasilan net ya bersih itu di atas
UMR sebagai driver gokar atau Gojek
banyak. Dan mereka pun fine-fine aja kok
sekarang tiba-tiba mergernya belum tentu
jadi ataupun enggak jadi. Udah di-etting
bikin demo besar-besaran. Wah, ini udah
pasti lu udah ngerti lah. Enggak ada
yang gratis di dunia ini. Karena kalau
lu pakai dengan logika, akal sehat,
kalau memang sedemikian merugikannya
Gojek sama Grab ini, hari ini mereka
udah berhenti dong pindah mereka pakai
Maksim dan kawan-kawan. Faktanya kan
enggak. Mereka tetap setia jadi
drivernya Gokar ataupun drivernya Grab.
Iya dong. Artinya kan memang banyak
orang yang diuntungkan dan kalau
seandainya mereka minta tuntutannya itu
turun drastis sampai jadi 10%, lu bisa
bayangin perusahaan ini yang tadinya
rugi 5 triliun tahun lalu, tahun 2025
kalau yang jadi kenyataan ruginya tambah
banyak atau tambah sedikit? Gua yakin
tambah banyak. Kalau ruginya tambah
banyak ujung-ujungnya apa? Bubar
perusahaan. Iyalah enggak ada lagi yang
namanya aplikasi Gojek. Akibatnya apa?
Jutaan orang pengangguran. Nah, ini
benar. driver-driver itu yang asal
bacot, asal nyeblak, asal demo. Ketika
Gojek sudah tidak sanggup lagi menahan
kerugian triliunan, triliunan,
triliunan, apa yang terjadi? Tutup
aplikasinya. Kalau tutup aplikasinya
yang dirugikan siapa? Ya, kita semua.
Coba pikir dengan masuk akal, baca
laporan keuangannya. Bahkan dengan bagi
hasil 20% buat Gojek atau 30% buat
Gojek, perusahaan pun rugi loh. Ruginya
triliunan. Enggak masuk akal. Terus
sekarang minta dikurangin lagi. Terus
gimana caranya bisa survive? Dan kalau
dibilang perusahaan tidak efisien,
perusahaan sudah berusaha untuk efisien.
Lihat laporan keuangannya. Hei profesor,
coba lu lihat itu nih laporan keuangan
tahun 2023. Ini perusahaan tadinya punya
beban itu sangat besar, tapi dia
berhasil mengurangi ya beban penjualan
pemasaran tadinya 6,4 triliun, sekarang
turun 2,8 triliun. Beban umum
administrasi tadinya R triliun, turun
jadi R triliun. beban pengembangan
produk tadinya 3,5 triliun turun dari
1,7 triliun dan lain-lain. Udahlah
kebanyakanlah. Intinya lah perusahaan
itu sudah melakukan penghematan di level
corporate dengan target apa ya supaya
perusahaannya bisa sehat. Kalau
perusahaannya sehat ya bisa untung juga
buat semuanya. Tapi kalau sekarang
mereka udah bleeding nih 5 triliun terus
sekarang mau disikat lagi supaya
bleedingnya tambah banyak, yang
dirugikan siapa? Ya jutaan driver itu,
jutaan mitra itu yang ada di restoran.
Iya dong. Dulu orang bisa pesan GoFood
sekarang jadi enggak. Kalau
perusahaannya tutup ya gimana enggak
tutup bagi hasil yang harus ditekan
sampai 10%. Padahal kalau kita lihat ya
beban mereka aja buat biaya marketing,
pemasaran, penjualan itu aja udah
triliunan, Guys. Terus gimana ceritanya
mereka harus kurangin itu? Kenapa bisa,
Pak, bebannya triliunan? Penghematan
dong. Ya wajar aja bebannya triliunan
karena Grab juga bayar duit, Guys, buat
pasang iklan. Sama aja kayak Coca-Cola
sama Pepsi, mereka bayar iklan, bakar
iklan, bakar iklan terus. Ya, Gojek sama
Grab bakar iklan terus. Kalau enggak
mereka rugi, customer mereka diambil
pihak satu dan yang lainnya. So,
bayangkan kalau seandainya mereka bisa
merger pengeluaran triliunan buat
pemasaran ini yang sangat menguntungkan
bagi pengusaha billboard di Band Hill di
Kuningan ya. Sekarang mereka bisa hemat
itu. Yang mungkin dirugikan ya pengusaha
belbard, pengusaha iklan. Cuman ya itu
konsekuensinya lah. Kalau seandai mereka
merger duit itu kan bisa digunakan buat
yang lain, buat nambah kesejahteraan
para driver mitranya. Kasih KPR, kredit
murah buat para mitranya. Kenapa enggak
dibanding duitnya dibakar karena Gojek
sama Grab terus-terusan gontok-gontokan
dengan biaya marketing triliunan yang
sebetulnya ya sayang banget bisa dipakai
buat hal yang lain loh. Kalau lu pikir
dengan akal sehat, perusahaan bisa jadi
profitable. Dan satu yang menarik guys,
di tengah semua prahara ini sampai ada
orang yang mau boncengin. Sampai ada
partai pun boncengin. Media penyembah
setan pun ikut boncengin semua biar
ditambah heboh. Demonstrasi besok. Gua
udah kasih argumentasi gua, lu jangan
maulah dikerjain sama mereka tuh. Make
sense aja lah lu tuh tuntutan di tengah
kondisi ekonomi yang tambah berat begini
ya enggak masuk akal kalau memang
perusahaan itu merugikan sama lu.
Faktanya pun hari ini gua saksikan
begitu banyak orang yang merasa
bersyukur karena masih bisa kerja jadi
driver ya. Sekarang kalau ditambah lagi
demo-demo lu enggak lihat udah begitu
banyak pabrik yang kabur dari Subang,
dari Cakung, dari Karawang, dari Jawa
Tengah, dari Jawa Barat pindah ke
Vietnam. Gara-gara apa? Lu kena hasut
sama demonstran-demonstran.
Jangan lu ikut-ikutan begitu. Karena
kalau benar-benar perusahaannya tutup,
yang dirugikan ya jutaan orang,
khususnya kalian para mitra. Nah, satu
pesan terakhir gua ya buat profesor yang
selalu narasinya nih, gua yakin lu makan
duit lu dari si burung putih. Gua yakin
loh, sama aja kayak influencer sebelah.
Gua tahu dia makan duit Rusia. Kenapa?
Karena kalau merger ini jadi, mereka
akan ketakutan. Iya dong, jadi powerful.
Mereka enggak usah lagi adu-adu bakaran
duit. Tapi gua tahu karena apa? Mereka
itu mau nyerang dengan agenda karya anak
bangsa. Karya anak bangsa. Kita harus
melindungi data rakyat kita. A oo.
Intinya anti dengan asing. Intinya
lindungi data dalam negeri. Hak asasi
manusia kita jangan sampai keluar. Eh,
tolonglah profesan lu pakai otak dikit
kalau bacot. Tolong lu. S3 lu tuh kayak
S cendol membuktikan lu. Karena faktanya
kalau lu bisa ngerti caranya membaca
laporan keuangan, lu bukalah laporan
keuangannya Gojek ini. Lu tahu dari
100% shareholder Gojek, investor asing
itu 73%.
Jadi kalau lu bilang ini perusahaan,
"Oh, jangan sampai data kita bocor ke
asing. Nanti kalau merj dengan Grab,
data kita dikuasai asing." Ya, per hari
ini pun Gojek
73% sahamnya dikuasai oleh investor
asing. Makanya belajarlah baca laporan
keuangan
profesor. Jadi, ya teman-teman lu harus
hati-hati dengan narasi itu. Lu bisa
lihat di layar kaca pemegang saham Gojek
itu ada Softbank Masayos namanya
Softbank Vision Fund. Mereka punya
7,62%.
Ah, itu asing. Betul. Tokopedia aplikasi
e-commerce nomor satu kesayangan
Indonesia pun enggak lolos dari itu.
Mereka punya saham dipegang oleh
e-commerce juga nomor satu di Cina yang
punyanya Jackma Under Taubao Alibaba
Group. Tauba itu punya 8,72%. Ini
investor Mojokerto apa investor asing?
Udah jelas investor asing. Softbank
vision fund investor dari Purworejo.
Tidak, Bro. Itu investor ya asing. Jadi
kalau dibilang Gojek ini punya
perusahaan karya anak bangsa, kata siapa
ya? Lunya aja yang bego. Enggak ngerti
cara baca laporan keuangan. Tapi jadi
profesor karena lu kalau lu pintar lu
enggak jadi profesor lu udah jadi
investor. Asli gua kesel banget karena
dari narasinya aja udah membuktikan dia
itu makan duit dari si burung putih.
Sama aja kayak influencer sebelah karena
makan duit Rusia. Rusia senang cuci duit
tuh di aplikasi sebelah karena bisa
bayar cash. Enak cuci duit di Indonesia.
Nah, Teman-teman kalau lu lihat lagi
datanya kita investor lokal itu
sebetulnya cuma 26% jadi mayoritas 73%
ya isinya itu tadi ada softbank vision
fund.
7,65%, ada Tauba 7,43% lalu ada investor
asing perorangan maupun PT yang semua
totalnya sekitar
58%. Jadi kalau di tootal Tauba Softbank
sama investor perusahaan asing ya total
menjadi 73%. So kalau dibilang ini
perusahaan karya anak bangsa ya get aja
lah. Ini udah era globalisasi.
perusahaan enggak bisa jadi sebesar
sekarang kalau tidak mendapatkan
investor dari luar negeri. Jadi enggak
usah lu ketipu, Guys. Jangan lupa lu. Lu
itu bekerja di perusahaan yang namanya
aplikasi karya anak bangsa. Misalkan lu
atau di Gojek, Goto, Gope dan lain
sebagainya. Ya, lu harus terima fakta
bahwa apa ya? Bisnis di Indonesia ini
membutuhkan dana investasi asing. Kok lu
anti banget dengan investasi asing?
Kalau lu percaya influencer-influencer
anak ya. Kalau lu percaya profesor tuh
mungkin gua masih bisa masuk akal lah.
Karena dia bisa ngibulin orang dengan S3
dia. Padahal dia sampah. Tapi sekarang
faktanya ini adalah perusahaan milik
asing. Ya sudah. Jadi kalau soal
ngomongin keamanan data, privacy dan
lain sebagainya, jujur aja nih lu lebih
percaya regulasi di Amerika Serikat apa
di Indonesia? Grab itu terda daftar lu
di Amerika Serikat. Sahamnya juga ada di
Singapura. Menurut lu nih akan lebih
terlindungi nih lu pakai undang-undang
yang ada di Indonesia atau undang-undang
di Amerika Serikat? Lu jawab sendiri aja
pertanyaan itu. Jadi permintaan gua nih,
Guys. Besok akan ada demonstrasi.
Tolonglah teman-teman yang demo jangan
bikin kerusuhan. Jangan lu lakukan hal
yang tidak masuk akal. Akibatnya apa?
Sekarang banyak pengangguran di
mana-mana karena pengusaha sudah takut
invest di Indonesia. Dikit-dikit demo,
dikit-dikit demo, dikit-dikit demo. Apa
yang terjadi? Kehung ah kabur aja. Udah
tutup pabriknya. Sekarang nangis-nangis
karyawannya. Uh, dulu mah gayanya
aktingnya gede banget demo sana sini.
Faktanya apa? Kita butuh duit investasi
asing. Jangan lu belagu, jangan lu
ngelunjak. Jangan mau lu ditipu-tipu
sama orang-orang yang sok populis, sok
polis. Padahal apa? Dia makan duit
asing, dia bawa kepentingan asing. Dan
juga ya supaya lu tambah nyoblos
partainya lah. Jadi lu hati-hati ya,
Guys. Gua udah memberikan pandangan gua
terkait Grab dan Goto yang mungkin mau
merger. Anyway, Grab sendiri udah bantah
berita ini. Eh, malah orang bikin demo
enggak masuk akal semua. Hati-hati,
Guys. Hati-hati banget. Jangan lu bawa
itu jadi kerusuhan malah. Jangan. Yang
dirugikan lu sendiri. Ingat, ini
perusahaan tanpa lu demo aja itu rugi
triliunan loh. Sekarang lu mau demo
terus lu mau minta dikurangin, bagi
hasilnya jadi 10% doang. Posisi
perusahaan lagi rugi bukan untung. Coba
lu yang masuk akal. Kalau menurut lu itu
enggak berguna aplikasinya, lu delete
aja. Berani enggak lu? Gua rasa enggak.
Karena lu merasa sejujurnya aplikasi itu
membantu kehidupan kalian sehingga bisa
dapat pekerjaan. Tapi memang Indonesia
ini banyak manusia setan sih, Guys.
Kayak yang kemarin ada demo orang
ngaku-ngaku dari organisasi pengusaha ya
di Indonesia bisa-bisanya minta proyek 5
triliun. Kan gila siapa el proyeknya
tanpa lelang lagi. Yang si perusahaan
yang dia palak itu Tbk, Bro. Candra Asri
itu perusahaan Tbk. Dia mau laporan apa
sama investornya, Guys? Gua sorry
banget, ya. Gua kemarin habis rugi 5
triliun nih. Gara-gara kita bangun
pabrik biayanya kemahalan ya. Enggak
pakai kontes soalnya, enggak pakai
lelang kan. Jadi itu perusahaan harus
ngibul ke investor kan enggak. Enggak.
Bukan begitulah caranya. Masa
dipalak-palak sih. Gua enggak setuju
dengan itu. Kita ini harusnya lebih
ramah dengan investor asing. Lu tapi
kebanyakan makan narasi bacot tipuan
profesor sama partai-partai pengadu
domba. Hati-hati lu. Lu cuma diboncengin
ujung-ujungnya lu cuma diperbudak buat
ideologi mereka. Hati-hati, lu harus
pikirkan masa depan bangsa ini akan
seperti apa kalau semuanya begini. By
the way, Guys, satu hal yang menarik
nih. Grab sama Goto ini kalau jadi
merger itu sebetulnya nih, sejujurnya
nih, menguntungkan atau merugikan kita
investor. Ya, soalnya kita baru balik
nih dari Singapura nih. Tentunya bawa
oleh-oleh yang menarik juga. Gimana
kalau kita bahas lebih detail ya di
meeting Benix Investor Group minggu ini.
Buat teman-teman yang belum daftar, yuk
segera join di Benix Investor Group.
Satu-satunya nih sumber informasi
terpercaya kalau lu mau bikin investasi
yang masuk akal. Oke, guys. Sampai
ketemu lagi, ya. Semoga besok demonya
tenang. Lu bisa suarakan pendapat lu.
Tapi tolong jangan bikin kerusuhan
karena kalau perusahaan ini tutup. Yang
rugi sebetulnya malah el. Sampai ketemu
lagi. Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat. Salam cuan. Jangan mau di odo
domba ya, Guys. Bye bye.
[Musik]