GRAB-GOTO MERGER REJECTED BY DRIVERS! Who is Really Threatened?
zQqPT-cNjYQ • 2025-05-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Ada berita yang luar biasa heboh, yaitu merernya dua raksasa Asia di bidang rid helling. Jadi, Teman-teman tahu aplikasi ojol favorit kamu mau Gojek atau Grab itu dikabarkan mau merger dan ini bisa jadi merger yang paling heboh ya sepanjang masa at least di dunia Red Helling yang terbesar. Ini ngeri banget nih karena akibatnya semua orang mendadak jadi komentator nih. Bahkan yang enggak ngerti pun bisnisnya Gojek. Mau profesor S2, S3, S cendol sekalipun ngasih komen ngasal bacot enggak nyambung. Penasaran enggak sih lu kenapa peristiwa ini jadi prahara? Dan bener enggak sih sebetulnya Grab sama Gojek ini merger? Kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let's check this out. Jadi teman-teman ada berita heboh yaitu Grab nih. Ini perusahaan yang terdaftar di bursa di Amerika. itu mau mengakuisisi perusahaan aplikasi karya anak bangsa yang namanya Gojek, Guys. Aplikasi favorit kita semua. Enggak tanggung-tanggung, harganya 114,8 triliun. Jadi, berdasarkan gosip nih dari berita Reuters, Grab itu sedang berupaya mengakuisisi Goto sebagai perusahaan kompetitornya. Nih, sumber yang mengetahui kabar itu menyebut proses transaksi akan rampung pada kuartal 2 2025. Nah, Teman-teman tahu Grab ini pusat kantornya di Singapura. Tempat kita mengadakan meeting kemarin minggu lalu di Singapura dan kita sudah bertemu nih untuk mengklarifikasi berita ini. Nah, hebatnya ya Grab ini sudah menyewa nih konsultan untuk mengeksekusi kesepakatan tersebut. Karena kabarnya Grab akan membeli bisnis goto senilai 7 miliar dollar atau setara 114,8 triliun. Ingat ya, ini pakai kurs Rp1 setara Rp16.400 per dolar Amerika Serikat. Tapi guys, itu kan versi gosip, ada versi perusahaan goto sendiri. Jadi sekretaris perusahaannya udah bilang ya, kalau namanya gototo itu berulang kali namanya perusahaan itu sering dapat penawaran lah orang yang melihat goto itu seksi. Wajar perusahaan Red Helling salah satu yang terbesar di Indonesia menarik bagi banyak orang yang mau take over bisnisnya. Jadi ya gosip-gosip seperti ini ya sering terjadilah. Cuman ya dia enggak jelasin lebih detail nih pihak mana sekarang yang dimaksud betul atau tidak itu Grab. Tapi satu hal yang menarik nih guys. Ini belum jadi merger belum tentu pun mergero sama Grab. Tetapi langsung banyak demonstrasi massal langsung banyak komentator langsung banyak ahli-ahli yang memberikan penolakan terhadap merjernya Goto dan Grab ini. Padahal belum tentu juga. Salah satu berita yang heboh itu dari koalisi Ojal nasional yaitu Kon. Mereka menilai ya merger ini dapat mempengaruhi besaran pendapatan mitra ojek online kalau jadi. Nah, menurut mereka harus ada regulasi nih mengenai besaran penghasilan mitra yang seharusnya dirumuskan. Nah, gara-gara itu, Guys, gara-gara peristiwa merger ini, ya, mereka kemudian banyak nih, ya, driver, mungkin mereka mau atau enggak mau, tetapi mereka merencanakan untuk mengadakan demo besar-besaran di Jakarta besok jam .00 siang. Jadi, buat lu yang mau ngorder Grab atau Gojek ya hati-hati jangan masuk di jam segitu ya. Bakal kena reject nih. Karena di sana mereka bakal bikin demo besar-besaran. Ada lima tuntutan ya. Ada begitu banyak tuntutan lah. Tapi salah satunya yang paling menurut gua patut dicermati selalu bagian tengah sama strategi media peliharanya George Soros. Ada banyak tuntutan tapi yang lu harus cermati selalu yang di bagian tengah. Nah, yang di bagian tengah dari lima tuntutan itu apa? Potongan aplikasi itu dibatasin dong cuman 10%. Nah, per detik ini guys kan banyak produknya ya. Lu bisa pesan makanan, ada Grab Food, ada Go Food, lu bisa pesan transportasi. Itu potongannya itu variatif lah, ada 15 sampai 30% tergantung produknya apa dan gojolnya apa. Apa g apa Food atau Grab Food atau apapun itulah. Nah, anyway yang harus dicermati adalah mereka minta potongan buat aplikator itu cuman 10%. Wow sekali, Guys. Kenapa ya? Ini bukan gua enggak membela para orang-orang yang nge-grab atau ngegokar itu ya. Enggak, enggak sama sekali. Gua enggak enggak enggak mau ke sana. Dan gua juga enggak mau membahas tentang berapa banyak orang yang bakal PHK segala macam karena itu berita hoaks banget. Kemarin tuh ada profesor cap kaki lima ya yang dapat ijazah dari universitas kali. Jadi bikin banyak berita hoaks menentang merger dan go dengan landasan katanya akan tercipta pengangguran. Hei bro yang bener aja lu. Siapa yang nganggur? Ternyata yang bakal nganggur adalah drivernya Grab. Drivernya Gojek. Teman-teman tahu jumlah mitra pengemudi Gojek itu di Indonesia diperkirakan sekitar R jutaan lah. Kalau Grab seluruh dunia itu ada 5 jutaan. Anyway, banyak ahli-ahli ya atau mendadak ahli itu yang bilang kalau seandainya terjadi Grab ini bakal terjadi PHK massal. Driver-driver ini bakal banyak kena cut. Mau lu bawa motor atau bawa mobil bakal kena cut. Ini gua mau sikat dulu lu orang-orang kayak lu itu ya. Apalagi yang udah S3 ya, profesor. Ini gua kasih lu sedikit ilmu ya. Ini kesel banget asli. Terbukti memang lu enggak ada otak lah. Karena gini loh, lu enggak pernah menjejakkan kaki lu di planet bumi. Mungkin lu enggak pernah pakai aplikasi gokar atau Grab Car. Sehingga lu bilang nanti bahaya kalau jutaan orang jadi pengangguran. He, lu tahu enggak kalau lu naik Gojek atau lu naik Go Car atau lu punya e Grab Car lah, lu tanya mereka. Mereka itu apa pernah cuman install satu aplikasi? Apa betul mereka cuman pakai satu aplikasi? Karena berdasarkan pengalaman gua, gua naik gokar maupun itu di Jogja, di Manado, di Kalimantan, di Jakarta sekalipun mayoritas itu punya beberapa aplikasi bahkan ada yang punya 3 sampai empat. Ada yang punya Maxim, punya Indriver, punya Grab, punya Gojek juga. Maksudnya gini yang gua mau bilang, kalau lu takut akan tercipta jutaan orang pengangguran itu tidak betul. Kalau seandainya mereka merger nih goto sama Grab merger terus dipecat drivernya, driver goto dipecat ya aplikasi Grab-nya tetap hidup dong. Ya sama aja sama aja tetap aja dia nge-grab atau orang Grabnya kena cut dia pindah ke Goto sama aja orang perusahaannya udah merger. Jadi enggak benar kalau orang-orang nyebarin berita palsu akan terjadi PHK massal di driver-driver ini. Itu tidak betul ya. Karena faktanya per hari ini aja mereka udah punya pakai banyak aplikasi. Lu aja sebagai user gua yakin lu kalau punya aplikasi Gojek gua rasa lu punya aplikasi Grab. Kalau lu punya aplikasi Tokopedia, gua rasa lu punya aplikasi Shopee. Begituun driver, mereka udah pakai banyak aplikasi. So, ketika kemudian nanti merger, oh gua takut nanti enggak jadi lagi driver gokar. Lu takut enggak? Ada enggak ada. Lu pun merger ini pun mereka memang punya dua aplikasi. Jadi ketika mereka merger aplikasinya jadi cuman satu ya. So what? Enggak ada perubahan. Tetap aja lu jadi driver atau jadi mitranya Gojek atau Grab. Karena hari ini pun kalian punya banyak aplikasi. Fakta enggak? Betul enggak? Makanya lu jangan terbawa narasi adu domba lah dari profesor. Jangan. Enggak bener lu. Apalagi ada influencerinluencer yang bilang berita-berita hoaks. Enggak. Faktanya ya lu bisa tinggal switching. Dulu lu punya aplikasi banyak ya sekarang ya lu pakai salah satu. Apakah lu dicut? Enggak. Lu pikir aja pakai otak. Coba driver-driver ini mau gokar kek, mau Gojek kek, mau Grab Jack kek. Mereka semua kan sumber penghasilan menghasilkan duit buat perusahaan. Kenapa dipecat? Beda ya sama yang diband atau di freeze gara-gara bikin scam lah atau pakai aplikasi siluman apa sih buat tipu-tipu tuyul tuyul GPS gitu. Bedalah itu ya memang harus dibinasakan. Nah, ini orang-orang ini driver go carargo Grab ini itu kan sumber penghasilan perusahaan ya. Enggak mungkin di-cut. Yang dicut ya orang yang sumber pengeluaran lah. Mereka ini kan sumber penghasilan. Terus buat apa dikut? Enggak, enggak masuk akal kalau lu ditipu, dimanipulasi dengan berita, lu bakal diphk sumber penghasilan buat perusahaan. Jadi, lu jangan khawatir dengan adanya merger ini lu bakal kena cut, enggak. Nah, satu hal yang perlu dicermatin adalah soal karyawan. Nah, beda ceritanya nih. Kalau lu seandainya karyawan perusahaan Grab atau Goto ya misalkan dan betul-betul terjadi merger ya sudah selayaknya lu khawatir karena mungkin lu akan diikut. Ya bayangin aja dua perusahaan punya dua divisi marketing buat apa, dua divisi sales buat apa, dua divisi IT buat apa. Enggak benarlah. Ya memang secara logika seorang investor ya perusahaan langsung harus lakukan efisiensi. Tapi apakah ini berita buruk buat Indonesia? Tidak. Karena sekarang kita sudah tahun 2025 teman-teman tahu goto di tahun 2023 total karyawannya ada 7.500 orang. Ini data valid. Masuk ke 2024 total karyawannya itu 3.300 orang. Artinya ada enggak ada merger mereka sudah lakukan efisiensi nih di tingkat perusahaan. Good news enggak? Good news kita channel investasi. Good news. Jadi kalau seandainya nanti mereka lakukan penghematan lagi bagus enggak? Ya menurut gua sih kabar baik, kabar bagus. Betul dong. Sekarang gini, mereka udah ditekan sama investor buat balikin duit. Iya dong. Logikanya dong mereka berbisnis harus tambah hemat dong, tambah efisien dong. Sepakat dong. Iyalah sekarang driver enggak usah ketakutan. Kalau lu sebagai karyawan Gojek yang atau Goto sekarang, apakah lu harus ketakutan? Gua rasa juga enggak. Karena mayoritas dari karyawan Gojek atau Goto yang sekarang eksis ya itu kan udah qualified untuk lu mau kerja di perusahaan manaun. Tapi kalau seandainya terjadi merger dan lu harus kena buang, itu konsekuensi. Dibanding lu tetap stay melakukan hal yang sama berulang-ulang buat apa? Gua juga enggak mau kalau jadi karan Gojek lu resan aja cari tempat lain, tempat lu berkarya. Lagian jumlah karyawan goto sekarang pun cuman 3.000 orang, dikit banget. Apakah ini artinya Indonesia tiba-tiba melarat karena ada 3.000 orang yang akan kena PHK? Ya enggak lah. 3.000 orang nothing. Lu bandingin dengan yang kemarin berita salah satu perusahaan yang dikabarkan akan bangkrut yang namanya SRTEX di Jawa Tengah sebelum mereka pilot itu mereka punya karriwan lebih dari 50.000 000 orang lah. Ini cuman 3.000 orang loh. Soat udah narasinya kayak Indonesia mau kiamat kan lu memang lu profesor ponilat lu memang giliran yang kemarin di ser bangkrut tenang-tenang aja lu memang lu giliran Gojek karyawan cuma 3.000 orang langsung bacot sana sini gua udah tahulah sponsornya siapa sama aja dengan influencer-influencer cap kaki 5 itu follower jutaan hobinya apa berita hoak suara Indonesia bakal punah hancur lebur gara-gara PHK massal kalau terjadi merger bro ini cuman 3.000 orang karyawannya kita baru ngomongin sitex 50.000 orang lu belum ngomongin Sinarmas grup lu tahu grup Sinarmas itu jumlah karyawannya itu lebih dari 300.000 orang lah. Kalau itu collaps itu baru negara bisa bubar. Tapi pun jumlahnya 300.000 R000 orang. Penduduk Indonesia ada 280 juta, Guys. Maksud gua adalah masa lu bandingkan yang 3.000 orang seolah dunia ini mau kiamat dengan Sinarmas Grup yang 300.000 aja. Ini it doesn't make sense. Jadi narasi-narasi adu domba yang mau mengadu ya goto dengan karyawannya, goto dengan drivernya, jangan lu makan bulat-bulat. Enggak benar ya. Tadi yang gua bilang ya mungkin baru jadi makes sense lu bakal takut ekonomi goyang, negara tidak stabil. Ya, kalau si Narmars grup bubar karena dia kasih makan ratusan ribu orang. Ya sebenarnya kalau dihitung-hitung gua yakin sih lebih dari jutaan bahkan. Belum lagi kalau lu hitung masih ada Salim Group dan kawan-kawan ya itu baru boring kalau itu betul terjadi. Tapi ini karyaan cuman 3.000 orang. Ini kan cuma perusahaan software 3.000 orang. Enggak ada apa-apanya dibandingkan karyawan RCH. Jadi gua sorry aja ya. Bukannya gua enggak ada empati, tapi kalau narasinya dikabarkan seolah-olah Indonesia akan bubar karena goto sama Grab Merger tidak masuk akal. Karena hari ini pun bubar itu perusahaan di Jawa Tengah 50.000 orang karyawannya. Apakah artinya Sukoharjo Solo bangkrut tutup? Tidak. Sampai detik ini pun Solo masih ada. Sukoharjo masih ada. Tenang-tenang aja. 50.000 orang kena PHK 3.000 orang kok udah narasinya kayak Indonesia kiamat? Ini ada apa sih? Ini gampang banget ditebak. Lu udah tahulah semuanya itu tentang duit. Nanti kita bahas lebih detail. Tapi satu yang gua mau bilang adalah ketika ada orang yang mencegah terjadinya merger nih goto sama Grab, udah gua bantah tuh mau dari sudut PHK massal di bidang driver lah atau PHK di bidang karyawan lah. Terus ada lagi nasarasinya sekarang orang pada bilang, "Oh, Grab dan Goto harus dicegah mergernya karena nanti terjadi monopoli pasar. Monopoli sebelah mana, Guys? Sekarang ini udah banyak loh driver-driver itu yang pindah ke aplikasi lain. Konsumen pun banyak yang pindah ke aplikasi lain yang lebih murah. Contoh warna kuning. Gua enggak dibayar sama warna kuning. Jadi gua enggak mau sebut mereknya Maksim. Jadi orang pindah ke situ. Oh atau orang mau pakai yang hijau muda. Nah, gua juga enggak dibayar. Jadi gua enggak mau sebutlah mereknya Indriver. Anyway, itu udah begitu banyak aplikasi-aplikasi lain dan mereka udah masuk di era di mana E sebentar, Guys, bentar guys, sebelum kita lanjut videonya, portofolio kamu lagi kebakaran, merah merona, semuanya turun anjlok. Bahkan saham-saham perbankan besar di Indonesia semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa ya? Nah, ini semua udah pernah kita bahas di Benix Investor Group, komunitas saham terbesar yang ada di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys? Segera bergabung di Benix Investor Group karena cuman di sini, ya. Kita bisa berdiskusi langsung secara live. baik online maupun offline. Termasuk kita sering melakukan kunjungan site visit loh ke perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa langsung tanya jawab secara langsung live sama direktur perusahaannya. Kapan lagi ada peluang kayak begini? Nah, kemarin kita juga baru habis datang nih ke sebuah perusahaan yang menurut gua sangat prospek di tahun 2025. Nama perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja daftar di Benix Investor Group melalui website yang ada di bawah ini www.benix.id. ID atau segera kontak WhatsApp kita yang ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu ya di Benix Investor Group karena makin seru nih dunia investasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih saham yang menarik selanjutnya buat kita bahas. Sampai ketemu di Benix Investor Group. Dan mereka udah masuk di era di mana Goto, Gojek, dan Grab udah bakar duit habis-habisan. Edukasi orang buat install aplikasi transportasi online lebih murah, lebih efisien, lebih bagus. Mereka habis L duit buat edukasi itu. Habis L edukasi buat orang pakai Gop, GoFood dan lain sebagainya. Eh, tiba-tiba belakang masuk mafia Rusia. Enak bener. Orang udah habis duit triliunan buat edukasi. Sekarang mereka tinggal jualan. Sekarang kalau dibilang fair enggak? Ya menurut gua enggak fair. Mereka enggak perlu pakai diskon jor-joran. Kenapa hari ini sekarang lu naik Grab atau gokar lebih mahal dibanding Maxim? Ya mereka kan harus recovery cost yang mereka keluar kemarin buat edukasi lu. Pasang iklan di mana-mana, cari driver ke mana-mana dan lain sebagainya. kasih promo supaya lu install aplikasi itu. Tapi kalau dibilang itu akan menciptakan monopoli, gua enggak setuju. Sekarang kita ngomong makanan. Makanan ada Go Food, ada Grab Food. Apa cuman itu? Tidak. Sekarang ada Shopee Food pun kalau mereka merger orang masih bisa pakai aplikasi lain. Kita ngomong bidang transportasi ada go ride, Go car, Grab Car, Grab Bike lah, apa Grab Ride. Kalau mereka merger monopoli, mereka bisa mainin harga sepuasnya? Gua yakin enggak. Lawannya banyak, Bro. Masih ada Maksim, masih ada in driver. Jadi, begitu banyak kompetitor bukan artinya ketika mereka masuk mereka langsung bisa cuan gede. Enggak. Karena memang pertarungannya sekarang udah sedemikian parah melawan aplikator-aplikar baru yang tidak pernah bakar duit ini. Terus terang aja ya berat. Lalu kalau kita ngomong lagi bisnis GOJ kan ada banyak ya, ada pengiriman barang dulu ada Gobox atau ada Gosen lah, logistik lah. Kalaupun jadi merger masih ada pilihan lain. Ada Borzo, ada delivery, ada Lala Move. So, kalau dibilang ini akan menciptakan monopoli, merusak pasar, gua yakin tidak. Karena kalau Gojek sembarangan ngasih harga nih setelah merger, oh bisa-bisa Lalamov menikmati growth yang luar biasa atau maksim tambah cuan. Jadi memang enggak bisa sembarangan karena medannya udah enggak memungkinkan lagi buat ada satu orang yang menjadi monopoli tunggal udah berat di era sekarang ini. Malah sebetulnya, Guys, menurut gua nih, kalau merjernya ini ditunda-tunda, apa yang terjadi? justru akan membahayakan ekosistem Indonesia dan bahkan mungkin karyawan orang-orang yang seharusnya enggak dipecat malah jadi tambah banyak yang dipecat. Kenapa? Salah satu tuntutan yang diminta oleh pendemo mereka minta ya jata bagi hasil itu mereka di cap cuman 10%. Jadi potongannya itu cuman 10% nih buat driver. Gini guys, per hari ini pun itu harganya yang dipotong lebih dari 10% ada 15 sampai 25%. Oke dengan potongan sebanyak itu aja lu tahu tahun 2024 kemarin goto itu profit atau rugi? Faktanya di tahun 2024, goto itu rugi 5,4 triliun. Jadi hari ini pun belum dipotong tuh ya masih lu kan masih minta dipotongnya cuma 10%. Mereka itu posisinya rugi 5 triliun. Pertanyaannya kalau seandainya dikurangin bagi hasilnya tadinya 20% yang dipotong buat driver, sekarang dikurangin lagi jadi 10%. Perusahaan ini tambah rugi apa tambah untung? Kadang-kadang lu kalau mau demo harus make sense juga dong. Lu kira punya server itu gratis, enggak pakai bayar. Lu kira punya programmer itu bayarnya murah. Coba deh lu pikir dulu. Terus bagi-bagi promo, diskon voucher dan lain sebagainya. Lu kira gratis kan harus ada yang bayar itu semua. Yang artinya gini loh yang gua mau bilang dalam posisi hari ini aja mungkin banyak orang-orang yang enggak setuju. Tapi gua lihat begitu banyak kok orang yang punya penghasilan net ya bersih itu di atas UMR sebagai driver gokar atau Gojek banyak. Dan mereka pun fine-fine aja kok sekarang tiba-tiba mergernya belum tentu jadi ataupun enggak jadi. Udah di-etting bikin demo besar-besaran. Wah, ini udah pasti lu udah ngerti lah. Enggak ada yang gratis di dunia ini. Karena kalau lu pakai dengan logika, akal sehat, kalau memang sedemikian merugikannya Gojek sama Grab ini, hari ini mereka udah berhenti dong pindah mereka pakai Maksim dan kawan-kawan. Faktanya kan enggak. Mereka tetap setia jadi drivernya Gokar ataupun drivernya Grab. Iya dong. Artinya kan memang banyak orang yang diuntungkan dan kalau seandainya mereka minta tuntutannya itu turun drastis sampai jadi 10%, lu bisa bayangin perusahaan ini yang tadinya rugi 5 triliun tahun lalu, tahun 2025 kalau yang jadi kenyataan ruginya tambah banyak atau tambah sedikit? Gua yakin tambah banyak. Kalau ruginya tambah banyak ujung-ujungnya apa? Bubar perusahaan. Iyalah enggak ada lagi yang namanya aplikasi Gojek. Akibatnya apa? Jutaan orang pengangguran. Nah, ini benar. driver-driver itu yang asal bacot, asal nyeblak, asal demo. Ketika Gojek sudah tidak sanggup lagi menahan kerugian triliunan, triliunan, triliunan, apa yang terjadi? Tutup aplikasinya. Kalau tutup aplikasinya yang dirugikan siapa? Ya, kita semua. Coba pikir dengan masuk akal, baca laporan keuangannya. Bahkan dengan bagi hasil 20% buat Gojek atau 30% buat Gojek, perusahaan pun rugi loh. Ruginya triliunan. Enggak masuk akal. Terus sekarang minta dikurangin lagi. Terus gimana caranya bisa survive? Dan kalau dibilang perusahaan tidak efisien, perusahaan sudah berusaha untuk efisien. Lihat laporan keuangannya. Hei profesor, coba lu lihat itu nih laporan keuangan tahun 2023. Ini perusahaan tadinya punya beban itu sangat besar, tapi dia berhasil mengurangi ya beban penjualan pemasaran tadinya 6,4 triliun, sekarang turun 2,8 triliun. Beban umum administrasi tadinya R triliun, turun jadi R triliun. beban pengembangan produk tadinya 3,5 triliun turun dari 1,7 triliun dan lain-lain. Udahlah kebanyakanlah. Intinya lah perusahaan itu sudah melakukan penghematan di level corporate dengan target apa ya supaya perusahaannya bisa sehat. Kalau perusahaannya sehat ya bisa untung juga buat semuanya. Tapi kalau sekarang mereka udah bleeding nih 5 triliun terus sekarang mau disikat lagi supaya bleedingnya tambah banyak, yang dirugikan siapa? Ya jutaan driver itu, jutaan mitra itu yang ada di restoran. Iya dong. Dulu orang bisa pesan GoFood sekarang jadi enggak. Kalau perusahaannya tutup ya gimana enggak tutup bagi hasil yang harus ditekan sampai 10%. Padahal kalau kita lihat ya beban mereka aja buat biaya marketing, pemasaran, penjualan itu aja udah triliunan, Guys. Terus gimana ceritanya mereka harus kurangin itu? Kenapa bisa, Pak, bebannya triliunan? Penghematan dong. Ya wajar aja bebannya triliunan karena Grab juga bayar duit, Guys, buat pasang iklan. Sama aja kayak Coca-Cola sama Pepsi, mereka bayar iklan, bakar iklan, bakar iklan terus. Ya, Gojek sama Grab bakar iklan terus. Kalau enggak mereka rugi, customer mereka diambil pihak satu dan yang lainnya. So, bayangkan kalau seandainya mereka bisa merger pengeluaran triliunan buat pemasaran ini yang sangat menguntungkan bagi pengusaha billboard di Band Hill di Kuningan ya. Sekarang mereka bisa hemat itu. Yang mungkin dirugikan ya pengusaha belbard, pengusaha iklan. Cuman ya itu konsekuensinya lah. Kalau seandai mereka merger duit itu kan bisa digunakan buat yang lain, buat nambah kesejahteraan para driver mitranya. Kasih KPR, kredit murah buat para mitranya. Kenapa enggak dibanding duitnya dibakar karena Gojek sama Grab terus-terusan gontok-gontokan dengan biaya marketing triliunan yang sebetulnya ya sayang banget bisa dipakai buat hal yang lain loh. Kalau lu pikir dengan akal sehat, perusahaan bisa jadi profitable. Dan satu yang menarik guys, di tengah semua prahara ini sampai ada orang yang mau boncengin. Sampai ada partai pun boncengin. Media penyembah setan pun ikut boncengin semua biar ditambah heboh. Demonstrasi besok. Gua udah kasih argumentasi gua, lu jangan maulah dikerjain sama mereka tuh. Make sense aja lah lu tuh tuntutan di tengah kondisi ekonomi yang tambah berat begini ya enggak masuk akal kalau memang perusahaan itu merugikan sama lu. Faktanya pun hari ini gua saksikan begitu banyak orang yang merasa bersyukur karena masih bisa kerja jadi driver ya. Sekarang kalau ditambah lagi demo-demo lu enggak lihat udah begitu banyak pabrik yang kabur dari Subang, dari Cakung, dari Karawang, dari Jawa Tengah, dari Jawa Barat pindah ke Vietnam. Gara-gara apa? Lu kena hasut sama demonstran-demonstran. Jangan lu ikut-ikutan begitu. Karena kalau benar-benar perusahaannya tutup, yang dirugikan ya jutaan orang, khususnya kalian para mitra. Nah, satu pesan terakhir gua ya buat profesor yang selalu narasinya nih, gua yakin lu makan duit lu dari si burung putih. Gua yakin loh, sama aja kayak influencer sebelah. Gua tahu dia makan duit Rusia. Kenapa? Karena kalau merger ini jadi, mereka akan ketakutan. Iya dong, jadi powerful. Mereka enggak usah lagi adu-adu bakaran duit. Tapi gua tahu karena apa? Mereka itu mau nyerang dengan agenda karya anak bangsa. Karya anak bangsa. Kita harus melindungi data rakyat kita. A oo. Intinya anti dengan asing. Intinya lindungi data dalam negeri. Hak asasi manusia kita jangan sampai keluar. Eh, tolonglah profesan lu pakai otak dikit kalau bacot. Tolong lu. S3 lu tuh kayak S cendol membuktikan lu. Karena faktanya kalau lu bisa ngerti caranya membaca laporan keuangan, lu bukalah laporan keuangannya Gojek ini. Lu tahu dari 100% shareholder Gojek, investor asing itu 73%. Jadi kalau lu bilang ini perusahaan, "Oh, jangan sampai data kita bocor ke asing. Nanti kalau merj dengan Grab, data kita dikuasai asing." Ya, per hari ini pun Gojek 73% sahamnya dikuasai oleh investor asing. Makanya belajarlah baca laporan keuangan profesor. Jadi, ya teman-teman lu harus hati-hati dengan narasi itu. Lu bisa lihat di layar kaca pemegang saham Gojek itu ada Softbank Masayos namanya Softbank Vision Fund. Mereka punya 7,62%. Ah, itu asing. Betul. Tokopedia aplikasi e-commerce nomor satu kesayangan Indonesia pun enggak lolos dari itu. Mereka punya saham dipegang oleh e-commerce juga nomor satu di Cina yang punyanya Jackma Under Taubao Alibaba Group. Tauba itu punya 8,72%. Ini investor Mojokerto apa investor asing? Udah jelas investor asing. Softbank vision fund investor dari Purworejo. Tidak, Bro. Itu investor ya asing. Jadi kalau dibilang Gojek ini punya perusahaan karya anak bangsa, kata siapa ya? Lunya aja yang bego. Enggak ngerti cara baca laporan keuangan. Tapi jadi profesor karena lu kalau lu pintar lu enggak jadi profesor lu udah jadi investor. Asli gua kesel banget karena dari narasinya aja udah membuktikan dia itu makan duit dari si burung putih. Sama aja kayak influencer sebelah karena makan duit Rusia. Rusia senang cuci duit tuh di aplikasi sebelah karena bisa bayar cash. Enak cuci duit di Indonesia. Nah, Teman-teman kalau lu lihat lagi datanya kita investor lokal itu sebetulnya cuma 26% jadi mayoritas 73% ya isinya itu tadi ada softbank vision fund. 7,65%, ada Tauba 7,43% lalu ada investor asing perorangan maupun PT yang semua totalnya sekitar 58%. Jadi kalau di tootal Tauba Softbank sama investor perusahaan asing ya total menjadi 73%. So kalau dibilang ini perusahaan karya anak bangsa ya get aja lah. Ini udah era globalisasi. perusahaan enggak bisa jadi sebesar sekarang kalau tidak mendapatkan investor dari luar negeri. Jadi enggak usah lu ketipu, Guys. Jangan lupa lu. Lu itu bekerja di perusahaan yang namanya aplikasi karya anak bangsa. Misalkan lu atau di Gojek, Goto, Gope dan lain sebagainya. Ya, lu harus terima fakta bahwa apa ya? Bisnis di Indonesia ini membutuhkan dana investasi asing. Kok lu anti banget dengan investasi asing? Kalau lu percaya influencer-influencer anak ya. Kalau lu percaya profesor tuh mungkin gua masih bisa masuk akal lah. Karena dia bisa ngibulin orang dengan S3 dia. Padahal dia sampah. Tapi sekarang faktanya ini adalah perusahaan milik asing. Ya sudah. Jadi kalau soal ngomongin keamanan data, privacy dan lain sebagainya, jujur aja nih lu lebih percaya regulasi di Amerika Serikat apa di Indonesia? Grab itu terda daftar lu di Amerika Serikat. Sahamnya juga ada di Singapura. Menurut lu nih akan lebih terlindungi nih lu pakai undang-undang yang ada di Indonesia atau undang-undang di Amerika Serikat? Lu jawab sendiri aja pertanyaan itu. Jadi permintaan gua nih, Guys. Besok akan ada demonstrasi. Tolonglah teman-teman yang demo jangan bikin kerusuhan. Jangan lu lakukan hal yang tidak masuk akal. Akibatnya apa? Sekarang banyak pengangguran di mana-mana karena pengusaha sudah takut invest di Indonesia. Dikit-dikit demo, dikit-dikit demo, dikit-dikit demo. Apa yang terjadi? Kehung ah kabur aja. Udah tutup pabriknya. Sekarang nangis-nangis karyawannya. Uh, dulu mah gayanya aktingnya gede banget demo sana sini. Faktanya apa? Kita butuh duit investasi asing. Jangan lu belagu, jangan lu ngelunjak. Jangan mau lu ditipu-tipu sama orang-orang yang sok populis, sok polis. Padahal apa? Dia makan duit asing, dia bawa kepentingan asing. Dan juga ya supaya lu tambah nyoblos partainya lah. Jadi lu hati-hati ya, Guys. Gua udah memberikan pandangan gua terkait Grab dan Goto yang mungkin mau merger. Anyway, Grab sendiri udah bantah berita ini. Eh, malah orang bikin demo enggak masuk akal semua. Hati-hati, Guys. Hati-hati banget. Jangan lu bawa itu jadi kerusuhan malah. Jangan. Yang dirugikan lu sendiri. Ingat, ini perusahaan tanpa lu demo aja itu rugi triliunan loh. Sekarang lu mau demo terus lu mau minta dikurangin, bagi hasilnya jadi 10% doang. Posisi perusahaan lagi rugi bukan untung. Coba lu yang masuk akal. Kalau menurut lu itu enggak berguna aplikasinya, lu delete aja. Berani enggak lu? Gua rasa enggak. Karena lu merasa sejujurnya aplikasi itu membantu kehidupan kalian sehingga bisa dapat pekerjaan. Tapi memang Indonesia ini banyak manusia setan sih, Guys. Kayak yang kemarin ada demo orang ngaku-ngaku dari organisasi pengusaha ya di Indonesia bisa-bisanya minta proyek 5 triliun. Kan gila siapa el proyeknya tanpa lelang lagi. Yang si perusahaan yang dia palak itu Tbk, Bro. Candra Asri itu perusahaan Tbk. Dia mau laporan apa sama investornya, Guys? Gua sorry banget, ya. Gua kemarin habis rugi 5 triliun nih. Gara-gara kita bangun pabrik biayanya kemahalan ya. Enggak pakai kontes soalnya, enggak pakai lelang kan. Jadi itu perusahaan harus ngibul ke investor kan enggak. Enggak. Bukan begitulah caranya. Masa dipalak-palak sih. Gua enggak setuju dengan itu. Kita ini harusnya lebih ramah dengan investor asing. Lu tapi kebanyakan makan narasi bacot tipuan profesor sama partai-partai pengadu domba. Hati-hati lu. Lu cuma diboncengin ujung-ujungnya lu cuma diperbudak buat ideologi mereka. Hati-hati, lu harus pikirkan masa depan bangsa ini akan seperti apa kalau semuanya begini. By the way, Guys, satu hal yang menarik nih. Grab sama Goto ini kalau jadi merger itu sebetulnya nih, sejujurnya nih, menguntungkan atau merugikan kita investor. Ya, soalnya kita baru balik nih dari Singapura nih. Tentunya bawa oleh-oleh yang menarik juga. Gimana kalau kita bahas lebih detail ya di meeting Benix Investor Group minggu ini. Buat teman-teman yang belum daftar, yuk segera join di Benix Investor Group. Satu-satunya nih sumber informasi terpercaya kalau lu mau bikin investasi yang masuk akal. Oke, guys. Sampai ketemu lagi, ya. Semoga besok demonya tenang. Lu bisa suarakan pendapat lu. Tapi tolong jangan bikin kerusuhan karena kalau perusahaan ini tutup. Yang rugi sebetulnya malah el. Sampai ketemu lagi. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Jangan mau di odo domba ya, Guys. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories