File TXT tidak ditemukan.
Transcript
oYqcJHbkWHs • BEWARE! Dark Predictions of BBRI Stocks Amidst Crisis and Crazy Money Printing! #AMA56
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0382_oYqcJHbkWHs.txt
Kind: captions
Language: id
Halo, Guys. Kembali lagi bersama Enix ke
serial Ast Memi Anything yang ke-65.
Keren banget nih, kita udah sampai
perjalanannya sejauh ini ya. Dan
pertanyaan yang kamu tanyakan itu
semuanya bagus-bagus, keren-keren. So,
kita tunggu apa lagi? Yuk, langsung aja
kita bahas tentang Ast Me Anything. Ada
goto di sini. Jangan dikip videonya.
Let's check this out.
[Musik]
Pertanyaan pertama dari Nana_rin
25. Om Ben, ada salah satu influencer
bilang kalau akuisisi Gojek itu
berbahaya bagi ketahanan data nasional
kita. Gimana nih, Om Ben tanggapannya?
Oke, itu pertanyaan yang bagus. Apalagi
kalau lu awam di dunia saham. Jadi,
basicnya ginilah. Enggak ada startup di
Indonesia yang tidak dimiliki oleh
asing. Pasti ada asing. Dan khusus buat
Goto, Teman-teman tuh harus tahu ya,
lihat di data di laporan keuangannya.
Goto ini pemiliknya bukan anak bangsa.
Mayoritas kepemilikan sahamnya itu
dimiliki oleh institusi atau individual
dari luar negeri. Jadi kalau kita mau
bilang GOTO ini apakah perusahaan lokal
atau perusahaan asing? Ya, kalau
mayoritas sahamnya adalah perusahaan
asing, lu udah enggak bisa lagi bilang
ini perusahaan made in Indonesia,
perusahaan asli Indonesia ke asli 1000%
karya anak bangsa. Enggak. Makanya lu
jangan mudah dimanipulasi oleh
orang-orang yang ngaku ngerti tentang
investasi, ngaku ngerti tentang saham,
langsung bilang ini asing, ini lokal,
cinta produk dalam negeri, bullshit,
enggak ngerti apa-apa kok soal
investasi, enggak ngerti apa-apa soal
saham. Karena goto ini faktanya
mayoritas sahamnya dimiliki oleh asing.
Terus lu mau ngomong soal gimana soal
keamanan data segala macam, Bro. Lu
bukan tinggal di Singapura, lu bukan
tinggal di Norwegia, lu bukan tinggal di
Amerika Serikat. Yang sangat
mementingkan keamanan data. Di Indonesia
yang namanya data tiap hari bocor. Mau
data milik pemerintah, institusi,
swasta, ya jujur aja enggak ada yang
enggak bocor di negara ini. Jangankan lu
ngomongin soal perusahaan, presiden aja
bingung soal bocor-bocor ini. Kebocoran,
kebocoran, kebocoran. Dan enggak usah
jauh-jauh, lu sekarang nonton video ini
kemungkinan besar pakai handphone lu.
Handphone lu mungkin pakai provider
milik plat merah. Menurut Ngana,
realitanya provider yang lu pakai itu
pun asing yang punya. Kalau enggak punya
Arab, punya Malaysia, punya Singapura.
Jadi semua data lu, lu hari ini pencet
Instagram ke atau lagi buka video
terbaru dari Kazakhstan, semua itu
dimiliki oleh handphone lu ini. Dan itu
semua dimiliki oleh orang-orang yang
kalau kata lu tadi, "Hasihan deh nanti
kan dimiliki oleh asing, lebih baik kan
tetap di sini." Enggak. Yang jelas-jelas
pemiliknya aja udah orang asing. Lu mau
bilang apa? ownernya itu asing. Mereka
bukan pegang satu dua lembar saham. No,
the majority is own by them. Terus lu
sekarang bilang lu khawatir tentang
kebocoran data nasional. Data yang mana
yang lu khawatirkan? Emang di negara ini
sebelah mana yang enggak bocor, Guys?
Kemarin data BPJS ketenagakerjaan bocor.
17 data pelanggan PLN bocor. Data bank
yang katanya ngaku bank syariah di
Indonesia bocor. Terus data pengguna
aplikasi pemerintah punya Pertamina yang
omzet-nya triliunan bocor. Data NPWP
bocor data NIK NIK KTP lu bocor.
Sekarang yang enggak bocor yang sebelah
mana? Itu semua milik dalam negeri
aplikasi karya anak bangsa. Sekarang
kita ngomongin perusahaan swasta nih. Lu
takut datanya bocor ke asing lah. Orang
yang punya aja udah asing. Terus mau
apaagi lu soal itu? Memang udah terbuka
semua informasinya ya. Lu suka enggak
suka. Jangan kemudian lu halang-halangi
itu. Ketika itu sudah menjadi kebutuhan
bisnis sebuah perusahaan untuk merger
hanya demi mementingkan kebutuhan partai
tertentu. Demi menjilat pantat George
Soros mau bikin kerusuhan di mana-mana.
Jangan mau lu diadu domba. data versi
pemerintah aja bocor. Data aplikasi
milik badan pemerintah aja bocor. Terus
lu berharap swasta gitu ada yang aman
gitu di negeri ini. Ya jujuran aja ya
gimana. Terus lu berharap apa? Sekarang
lu ngomongin, "Ya udah kalau gitu yang
ini janganlah, Pak. Jangan bocor."
Enggak. Ini perusahaan milik asing. Lu
mau senaif apa? Kok jadi orang munafik
banget? Bingung gua. Berarti benar-benar
mayoritas orang Indonesia itu gob.
Karena lu terbujuk oleh racun-racun.
Orang yang bilang ini karya anak bangsa
lindungi data dan enggak ini punya
perusahaan asing kok. Kok bodoh banget
lu udah jelas-jelas perusahaan asing
masih lu berharap datanya nanti keluar
ke asing. Ya udah jelas lah lu dodol
banget. Handphone lu aja aplikasinya
mungkin Android aplikasinya mungkin iOS
mungkin lu belum tahu ya. Mungkin lu
kira Android itu produk dari Wonosobo.
Tidak bro. Android di handphone lu itu
punya Amerika. Perusahaan Amerika. iOS
di iPhone lu itu punya perusahaan
Amerika. Semua yang lu akses, semua yang
lu pencet di handphone lu detik ini,
semua data yang lu foto di handphone lu
detik ini, menurut lu mereka enggak
punya? Menurut lu semua data disimpan di
Purworejo. Cobalah pikir, jangan
bodoh-bodoh banget jadi manusia. Enggak
ada yang rahasia. Tapi satu yang pasti
di sini adalah agenda manipulatif untuk
menyerang negara. Dan itu loh yang harus
lihat makin banyak influencer tuh
dibeli. Peliharaan Jor Soros ini memang
menyebelin, Guys. Karena kalau lu lihat
gini loh, konsekuensinya fatal.
Teman-teman tahu enggak sih berapa
jumlah driver di Indonesia itu udah
lebih dari 4 juta? Jumlah UMKM yang
hidup dari aplikasi ojol di Indonesia
itu udah puluhan. Sekarang
pertanyaannya, mereka per hari ini bakar
duit, bakar duit, bakar duit, bakar
duit? Kalau seandainya tutup, karena
mereka udah enggak kuat lagi nih bakar
duit, apa yang terjadi? Puluhan juta
orang akan jadi pengangguran. Ah, lu mau
begitu ya? Udah kalau gitu negara ambil
ali aja aplikasi ojol itu kan lu bego.
Udah perusahaan minus minus minus
disuruh beli negara, negara tambah
bangkrut. Pajak dinaikin lu komplain
pakai otak dikit lah. Sekarang mereka
punya solusi yang menurut gua cukup
masuk akal. Daripada kita saling bakar
duit, mendingan kita merger aja. Apakah
artinya terjadi pemecatan massal driver?
Ya enggak. Hari ini pun satu driver
punya dua aplikasi. Bahkan ada yang
punya tiga, empat aplikasi. Kalaupun
merjer jadi satu ya justru bagus.
Artinya sustainability dari perusahaan
ini bisa lebih terjamin bahwa 5 tahun
lagi, 10 tahun lagi kemungkinan masih
besar. Kemungkinan orang yang kena PHK
bisa jadi driver ojol cari duit. Tapi
kalau dua perusahaan itu dibiarkan fight
bleeding sampai hari ini berdarah-darah
terus kemudian bangkrut,
gua yakin mudaratnya lebih besar. Kalau
dua perusahaan itu bangkrut, hancur
negara ini. Kenapa? Puluhan juta orang
akan jadi pengangguran kalau dibiarkan
bleeding terus, berdarah-darah terus
karena mereka saling bunuh kiri, bunuh
kanan satu sama lain berperang. Ya udah
jelas bakal collabs. Mau bikin aplikasi
sendiri lu pikir bisa lu keluar duit
triliunan bikin aplikasi tuh gampang,
Pak. Tinggal pesan aja di Senin. Ada
teman saya programmer Rp0 juta jadi tuh
aplikasi yang sama. Ya kan lu halusinasi
tingkat tinggi. Lu kira aplikasi
ojol-ojol itu enggak bayar, bukan cuman
server. Contoh paling gampang Google
Map. Lu kan ada petanya tuh titik ke
titik titik itu bayarnya ratusan miliar,
Guys, buat dapat fitur itu. Apa bisa
bikin itu? Gua jujur aja, gua sih enggak
rela ya duit negara habis buat biayain
orang atau membiayai perusahaan yang
udah jelas minus minus minus. Ngapain?
Lakukan yang bergun lah. Bangun sekolah,
kasih makanan bergizi gratis, bangun
jembatan lebih banyak manfaatnya. Ya
dong. Kalau gitu, Pak, perusahaan ini
gimana dong? Tetap banyak orang yang
butuh. Tergantung dari sana. ada UMKM,
ada restoran, ada pemilik kendaraan dan
lain sebagainya. Ya udah kalau memang
kebutuhan bisnis yang membutuhkan dia
untuk merger ya lakukan. Dibanding
mereka saling bunuh ujung-ujungnya
dua-duanya mati. Bahaya. Yang akan
dirugikan adalah negara. Tetapi ingat
ya, mereka itu pengin negara ini hancur.
Jadi mereka akan terus menggesek nih
orang-orang karangan bawah, driver Grab,
driver ojol dan lain sebagainya. Ya,
supaya apa ya? tujuannya sudah jelas
menyerang pemerintah. Ya, gua sih bukan
channel politik. Kita ngomong kebutuhan
bisnisnya aja. Kebutuhan bisnisnya
membutuhkan dua perusahaan ini untuk
menjadi satu. Ya udah lakukan itu.
Karena kalau dibiarkan mereka minus,
minusnya itu triliunan setiap tahun
lama-lama mati ujung-ujungnya.
Orang-orang yang disuruh demo itu
bingung nanti. Kayak kemarin di Karawang
ada orang diagitasi untuk demo buruh
pabrik. Disuruh demo pabriknya sendiri.
Apa yang dilakukan oleh publiknya itu?
Bangkrut. Sekarang 20.000 orang
kehilangan lapan kerja. nangis. Nyesal
mereka ikut demo itu. Saya nyesel
diajakin demo sekarang saya enggak punya
pekerjaan. Lu mau begitu driver-driver
ojol jumlahnya jutaan itu begitu. Suatu
saat itu akan kejadian. Konteksnya di
pabrik itu adalah offline. Konteksnya
sekarang ojol itu online. Korban jiwanya
akan jauh lebih banyak ketika
orang-orang yang tidak mengerti dan
tidak paham ini dimanipulasi oleh
influencer-influencer bajingan hanya
demi mementingkan agenda politik mereka.
Karena mereka diam-diam tapi tidak mau
mengaku. Mereka adalah anjing peliharaan
partai yang hobinya menjilat pantat,
Jot, Soros. Terus lu mau dibodoh-bodohi,
hati-hati nanti banyak orang PHK massal.
Hati-hati nanti data bocor ke asing.
Hati-hati ini kan karya anak bangsa.
Malu dong Indonesia apa malu perusahaan
rugi triliunan. Gimana sih lu? Enggak
pakai akal lu. Yang logis-logis aja lah.
Kalau seandainya kebutuhan bisnis
membutuhkan itu, memerlukan itu, ya kita
dukung. Logikanya perusahaan ini udah
bakar duit nih ratusan triliun dan
sampai hari ini pun masih merugi.
Sayangnya ya udah menjadi kebutuhan
hidup kita untuk menggunakan aplikasi
itu ya. Setidaknya pemerintah bisa dong
menciptakan iklim regulasi investasi
yang bersahabat. Karena kalau tidak,
kalau ekosistem ini biarkan hancur,
korban jiwanya bakal jauh lebih banyak
lagi. Jadi gua berharap sih memang
pemerintah bisa lakukan hal yang bijak
di sini. Jangan mau digiring sama
demonstran-demonstran yang jumlahnya
enggak ada 1% dari total jumlah manusia
yang menggunakan ekosistem Gojek itu.
Gitu, Guys. Semoga cukup paham lah lu
lah. Tapi, Pak, entar kan monopoli.
Gimana mau monopoli hari ini? Lu mau
kirim barang misalkan ya, ada namanya
Gosen, ada yang namanya Delivery,
Delivero, ada yang namanya Lalamoove,
Borzo. Ya, banyak bangetlah yang
pilihannya. Lu sekarang ada GoFood, ada
Grab Food, ada Shopee Food. Lu mau naik
transport ada Indriver, ada Maxim, ada
Grab, ada taksi warna biru, taksi warna
kuning dan lain sebagainya. Jadi kalau
dibilang monopoli enggak juga ya.
Faktanya masih banyak kompetisinya di
lapangan dan mereka pun enggak bisa
semain-main bikin harga. Kalau mereka
ngasal aja ngasih harga, apa yang
terjadi? E sebentar, Guys. Bentar, Guys.
Sebelum kita lanjut videonya, portofolio
kamu lagi kebakaran, merah merona,
semuanya turun anjlok. Bahkan
saham-saham perbankan besar di Indonesia
semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa
ya? Nah, ini semua udah pernah kita
bahas di Benix Investor Group, komunitas
saham terbesar yang ada di Indonesia.
So, tunggu apalagi, Guys? Segera
bergabung di Benix Investor Group karena
cuma di sini, ya, kita bisa berdiskusi
langsung secara live baik online maupun
offline. Termasuk kita sering melakukan
kunjungan site visit loh ke
perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik,
emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan
kamu di sini juga bisa langsung tanya
jawab secara langsung live sama direktur
perusahaannya. Kapan lagi ada peluang
kayak begini? Nah, kemarin kita juga
baru habis datang nih ke sebuah
perusahaan yang menurut gua sangat
prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id
atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas? Sampai ketemu di Benix Investor
Group.
Dan mereka pun enggak bisa semena-mena
bikin harga. Kalau mereka ngasal aja
ngasih harga, apa yang terjadi? Orang
akan pindah ke aplikasi yang lain. Jadi,
lu enggak usah takut dengan terjadinya
monopoli. Enggak. Tapi memang kondisi
sekarang sudah tidak sehat, udah enggak
mungkin lagi mereka bakar duit. Yang
logis-logis aja. Sama aja l kayak
misalkan mobil Nissan terpaksa akhir
kemudian Merger sama Reynold. Ya,
kebutuhan bisnis. Kenapa enggak? Karena
memang kondisi bisnis membutuhkan itu.
Contoh telekomunikasi. Lu tahu sekarang
lu pakai XL buat telepon. XL Axiata itu
merger antara perusahaan telepon smart.
Smart itu pun smart friend, merger sama
XL. Jadi Excel Axiata sekarang. Terus
ada lagi merger perusahaan tower bersama
tower dengan perusahaan data
normal-normal aja. Terus perusahaan
financing ada merger dulu namanya Adira
dengan Mandala Sowat. Silakan aja. Terus
dalam konteks perusahaan BUMN ada merger
lagi antara perusahaan Angkasapura 1
dengan Angkasapura 2. Ya ngapain sih
jalankan fungsi yang sama redunder aja
ya udahlah gitu. Itu memang kebutuhan
bisnis di situ. Enggak ada orang pun
mencak-mencak. Nanti terjadi monopoli di
situ, monopolio di sana, data kita bocor
ke asing gigi lu ini perusahaan ini
memang perusahaan punya orang asing. Lu
ngarap apa datanya dikip sama orang
Madura? Ya enggak, Bro. Yang punya
perusahaan asing. Gimana sih logikanya?
Next. Pertanyaan selanjutnya dari Auliar
777. Om Ben, apakah BBRI akan jadi saham
Deadstar? Oke, pertanyaan lu bagus ya.
Jujur kalau Bank BRI untuk menjadi
Deathad Star itu kemungkinannya agak
berat. Kenapa? Karena usernya udah
terlalu banyak. Dari ujung dunia pun
semua orang pakai Bank BRI ya. Tapi kan
gua udah berulang kali menurut gua Bank
BRI itu harganya akan di 3.000-an. Jadi
sekali lagi bukan rekomendasi jual atau
beli. Kenapa? Karena teman-teman lihat
sendiri mayoritas kliennya Bank BRI itu
kalangan menengah bawa bergerak di
bidang UMKM dan lain sebagainya. Bukan
kelas corporate, enterprise, kelas atas.
No. Dan sekarang situasi ekonomi di
bawah itu sangat-sangat berat. Duit itu
kering, bisnis apa aja sepi. Gua sangat
yakin akan makin banyak NPL, orang gagal
bayar. Gua sangat yakin akan makin
banyak rumah yang dijual di lelang
dengan harga rendah. Gua sangat yakin
harga mobil bekas, harga kendaraan akan
semakin murah. Itu indikator ekonomi
sedang tidak baik-baik saja. Nah, kalau
ini semua terjadi, oh orang banyak
kehilangan duit. Oh, banyak orang yang
kehilangan pekerjaan. Oh, banyak UMKM
yang merugi, mengeluh, pasar sepi, dan
lain sebagainya. Korban yang paling
utama jatuh tentu perbankan yang sangat
kuat di kalangan menengah bawah ya atau
usaha-usaha kecil itu. Makanya kalau
dibilang apakah sahamnya akan terus
bergerak ke bawah menurut gua? Iya. Lu
enggak percaya? Kita lihat sebelum akhir
tahun ini harganya akan bertahan di
mana? Kalau menurut gua di udah hebat.
Sekali lagi bukan rekomendasi beli atau
jual, tetapi itulah realita bisnisnya.
Karena ketika lu mau membeli suatu
saham, apapun itu ya lu harus lihat
kondisi makroekonominya seperti apa.
Sekarang kondisi makroekonomi kita
sedang tidak baik-baik saja. Jadi kalau
ditanya apakah ini some deat star?
Menurut saya tidak. Tapi apakah
nyungsep? Ya menurut gua sangat yakin
nyungsep. Tapi apakah akan separah
unilever? Apakah akan separah Sampurna?
Hmm. Kita lihat aja dulu karena memang
bisnis perbankan apalagi skalanya Bank
BRI itu sangat dekat kaitannya ya dengan
perekonomian nasional. Suka enggak suka
Bank BCA, Bank BRI size-nya udah terlalu
besar. Mereka sangat dekat dengan
ekonomi nasional. Jadi kalau ekonomi
nasional naik mereka ikut naik. Kalau
ekonomi nasional turun mereka ikut
turun. Gitu pertanyaanmu bagus, menarik.
Next. Pertanyaan selanjutnya dari
Jafar.sihap. Om Ben, kira-kira masih
worth it enggak ya kalau nyimpan saham
emas? Oke, pertanyaan lu sangat bagus
dan sangat menarik. Apalagi gua orang
yang sangat yakin ya, harga emas itu
akan naik tinggi. Tapi tentunya namanya
investasi bukan dalam 1 hari atau 1
bulan ke depan noh. Dalam 35 tahun ke
depan gua yakin harga emas itu bakal
sampai Rp5 juta per gramnya. Nah, apakah
ini bisa ke saham-saham yang perusahaan
yang berhubungan dengan emas? Bisa jadi
ya, bisa jadi tidak. Tergantung juga
apakah tambangnya itu efisien. Karena
untuk mendapatkan 1 gram emas itu ada
begitu banyak waste yang mereka hasilkan
dariu ambilan ekskavator yang mereka
punya. Bukan artinya 1 ton gelondongan
tanah itu isinya 1 ton emas. Enggak ya.
Mayoritas itu isinya lebih dari 90%
yaitu waste. Sisa emasnya ya paling
tinggal berapa gram. Jadi ada banyak hal
yang kita harus lihat apakah perusahaan
itu worth atau enggak. Yang kedua adalah
keberlanjutan. Apakah perusahaan ini
masih akan ada selama 20, 30, 40 tahun
ke depan? Masih akan efisien? Apakah
kenaikan harga emas bisa cukup cepat
sehingga bisa menutup biaya produksi
mereka sendiri? Jadi ya tergantung juga
perusahaan emasnya yang mana. Secara
umum kalau kita ngomong emasnya doang,
gua yakin harga emasnya akan naik.
Tetapi apakah perusahaannya efisien atau
tidak? Apalagi ya belakangan ini kita
lihat banyak gencar nih agen-agen asing
menyerang perusahaan-perusahaan tambang
di Indonesia demi menjalankan
kepentingan mereka. Mereka punya
kepentingan bisnis. Mereka enggak mau
nikel kita maju. Mereka enggak mau
mineral kita maju. Mereka enggak mau
batu bara kita maju. Karena apa? Mereka
punya kepentingan sendiri. Mereka punya
dagangan sendiri di negara asalnya. Sama
kayak dulu 20 tahun lalu sawit kita itu
diserang habis-habisan. Kenapa? Ya
simpel aja. Karena Eropa itu punya
kepentingan. Mereka mau jualan minyak
goreng sendiri dari bahan minyak biji
matahari, wrap seed oil dan lain
sebagainya. Mereka punya kepentingan.
Makanya jor-joran Jerman itu kirim
agen-agen mereka ke sini sampai nyogok
ormas-ormas beragama di Indonesia. Gila
ya mainnya jauh banget nih Jermannya.
Tapi itulah realitanya, itulah
geopolitik dunia. Jadi sekali lagi ya,
menurut gua harga emas ya dalam jangka
menengah akan masih naik terus tinggi.
Bukan artinya juga perusahaan emas
semuanya layak buat diinvest. Enggak
tertentu ya mungkin. Next, pertanyaan
terakhir dari widi. Om, beberapa bulan
lalu keluarga saya kena investasi bodong
rugi ratusan juta. Kira-kira ada saran
enggak, Om, buat recovery? Jadi, gini
ya, gua dengar pertanyaan lu ini. Gua
sangat kesal jujur aja ya, masa zaman
segini loh, tahun 2025 masih ada orang
kena investasi bodong itu gua kesal
banget dengarnya. Tolol banget. Orang
lain udah pergi ke bulan. Amerika lagi
bikin rencana mendarat di planet Mars.
Kemarin di depan mata gua ada orang
nawarin investasi ke mereka. Investasi
karung guni yang kalau ditutup di atas
pot bunga bisa keluar duit. Investasi
bodong apa lagi nih? Tapi orang banyak
yang ikut ke situ. Berlomba-lomba
masukin duit ke pot. Itu kelihatannya
konyol. Tapi di banyak daerah di
Indonesia hal ini masih jalan. Dan buat
teman-teman ya yang jadi korban
investasi bodong, sebelum lu kepikiran
membuat inovasi baru apaagi gini apa
jualan tanah kuburan kah gitu atau
jualan panci ajaib lah terserah deh.
Tapi menurut gua sebaiknya sebelum lu
berusaha lakukan apapun itu coba lu
refleksi dulu. Ini yang penting. Nah
orang di Indonesia suka gagal, suka lupa
melakukan evaluasi dan reevaluasi. Jadi
lu refleksi dulu kemarin kenapa gua bisa
ketipu? Apa yang salah? Apa yang gua
lakukan? So, ke depannya apa yang harus
gua hindari supaya hal itu enggak
terulang lagi? Coba lu jawab dulu
pertanyaan itu. Kalau lu enggak bisa
lakukan itu, lu enggak bisa refleksi
itu, percuma lu belajar metode apapun,
karena lu pasti ujung-ujungnya bakal
kena lagi investasi bodong. Gua udah
lihat ya nih jujur nih gua lihat kaya
banget, Bro. Orang kaya dari Medan kalau
ketemu ngomongnya, "Ini ben, batu merah
delima." Begitu dicelup air berubah satu
ruangan menjadi warna merah. Kalau pakai
ini rambut lu enggak bisa dipotong anti
rontok. Karena dia udah tua. Takut
banget ya rambutnya rontok. Gua beli ini
harga 6 miliar, Band. Wah. Gini gini
enggak lama 3 bulan kemudian gua ketemu.
Iya, Pak Ben. Itu rupanya plastik ada
lampunya jadi bisa nyinar baru ketahuan.
Loh, si goblok ini. Tiba-tiba ini umur
udah 72 tahun, Guys. Enggak cuman sampai
di situ. 3 bulan kemudian datang lagi ke
gua, Pak. Ini adalah pedang sakti dari
zaman Jepang tahun 1700-an.
Luar biasa sakti ini. Orang yang pakai
pedang ini bisnisnya kalau nambang.
Kebetulan dia perusahaan tambang pasti
moncer, pasti bagus banget. Ini
pedangnya sangat sakti, tulisannya jimat
semua gitu. Oh, hebat banget ya, Pak.
Memang pedangnya kayak langka kuno gitu.
Kayaknya mungkin ada isinya menurut
orang ini. Eh, enggak lama kemudian gua
pergi, Guys, ke daerah Surabaya gitu ya,
ketemu pedang yang sama ada 27 biji gitu
ya. Jadi yang dia bilang satu-satunya di
dunia tiada tanding, tiada banding.
Ujung-ujungnya apa? Sampai hari ini
pengusaha tambang itu jatuh miskin,
enggak ada yang tersisa uang, enggak
pernah melakukan refleksi, revaluasi
bahwa enggak logis pola pikir itu. Jadi,
jangan lu kemakan investasi bodong terus
lu mulai berpikir, "Apa yang harus gua
lakukan ya? Gua sekarang kemudian bangun
bisnis apa lagi?" Ya gini enggak. Lu
pikir dulu, lu tenangkan diri lu dulu.
Pikir, kenapa kemarin lu bisa
terjerumus?
Refleksi dulu lah. Terus next time
gimana caranya supaya lu enggak
terjerumus di hal yang sama? Karena gua
udah lihat begitu banyak orang di
Indonesia kena tipu bilang kapok. Eh,
besok masuk ke lubang yang sama. Banyak,
Guys. Enggak percaya? Tulis aja di kolom
komen. Tulis kolom komen di bawah ini.
Lu ada pengalaman apa dengan investasi
bodong? Mulai dari yang konyol banget
kayak batu merah delima yang gua bilang
atau pedang zaman dari Jepang. Lucu-lucu
semua guys. Lu kalau dengar perjalanan
cerita yang gini-gini banyak banget.
Tapi sharing deh teman-teman di sini
pengalaman ketipu investasi bodong. Apa
yang paling aneh dan paling unik? Oke,
guys. Sekian dulu ya serial Asmenity
yang ke-65. Thank you buat yang udah
nanya dan lu ingat, hindari itu semua
hal-hal yang gak logis, enggak jelas.
Forex gila, ilmu-ilmu penguasa langit,
dewa bumi, dewa laut, dan segala isinya.
Udahlah, Bro. You get trill lah.
Investasi. Kalau lu enggak ngerti soal
saham, investasi yang gampang apa? Lu
beli emas, selesai emas batangan, lu
beli tanah, itu investasi. Kalau buat
gua ya saham. Karena menurut gua itu
yang paling gampang, paling mudah.
Enggak pakai capek, enggak pakai ribet.
Tetapi jauh lebih baik buat lu, apapun
yang lu lakukan, pikir gunakan akal
sehat lu. Logis enggak ada orang nawarin
cuan 7% per minggu. Bangkrut, Bro. Itu
Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BC
berjejer-jejer ngantri tuh buat bangkrut
kalau betul ada 7% per minggu itu. Ya
dong, pikir dong dengan akal sehat. Oke,
guys, ya. Thank you buat pertanyaan.
Buat teman-teman yang belum dijawab
pertanyaan jangan takut, jangan
khawatir. Kita akan bahas di serial
Assmi Anything yang selanjutnya.
Tanyakan aja dulu, tulis aja kolom
komentarnya, pertanyaan kamu di kolom
komentar di bawah ini. Kita akan bahas
di serial Asmi Anything yang
selanjutnya. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]