BEWARE! Dark Predictions of BBRI Stocks Amidst Crisis and Crazy Money Printing! #AMA56
oYqcJHbkWHs • 2025-06-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo, Guys. Kembali lagi bersama Enix ke serial Ast Memi Anything yang ke-65. Keren banget nih, kita udah sampai perjalanannya sejauh ini ya. Dan pertanyaan yang kamu tanyakan itu semuanya bagus-bagus, keren-keren. So, kita tunggu apa lagi? Yuk, langsung aja kita bahas tentang Ast Me Anything. Ada goto di sini. Jangan dikip videonya. Let's check this out. [Musik] Pertanyaan pertama dari Nana_rin 25. Om Ben, ada salah satu influencer bilang kalau akuisisi Gojek itu berbahaya bagi ketahanan data nasional kita. Gimana nih, Om Ben tanggapannya? Oke, itu pertanyaan yang bagus. Apalagi kalau lu awam di dunia saham. Jadi, basicnya ginilah. Enggak ada startup di Indonesia yang tidak dimiliki oleh asing. Pasti ada asing. Dan khusus buat Goto, Teman-teman tuh harus tahu ya, lihat di data di laporan keuangannya. Goto ini pemiliknya bukan anak bangsa. Mayoritas kepemilikan sahamnya itu dimiliki oleh institusi atau individual dari luar negeri. Jadi kalau kita mau bilang GOTO ini apakah perusahaan lokal atau perusahaan asing? Ya, kalau mayoritas sahamnya adalah perusahaan asing, lu udah enggak bisa lagi bilang ini perusahaan made in Indonesia, perusahaan asli Indonesia ke asli 1000% karya anak bangsa. Enggak. Makanya lu jangan mudah dimanipulasi oleh orang-orang yang ngaku ngerti tentang investasi, ngaku ngerti tentang saham, langsung bilang ini asing, ini lokal, cinta produk dalam negeri, bullshit, enggak ngerti apa-apa kok soal investasi, enggak ngerti apa-apa soal saham. Karena goto ini faktanya mayoritas sahamnya dimiliki oleh asing. Terus lu mau ngomong soal gimana soal keamanan data segala macam, Bro. Lu bukan tinggal di Singapura, lu bukan tinggal di Norwegia, lu bukan tinggal di Amerika Serikat. Yang sangat mementingkan keamanan data. Di Indonesia yang namanya data tiap hari bocor. Mau data milik pemerintah, institusi, swasta, ya jujur aja enggak ada yang enggak bocor di negara ini. Jangankan lu ngomongin soal perusahaan, presiden aja bingung soal bocor-bocor ini. Kebocoran, kebocoran, kebocoran. Dan enggak usah jauh-jauh, lu sekarang nonton video ini kemungkinan besar pakai handphone lu. Handphone lu mungkin pakai provider milik plat merah. Menurut Ngana, realitanya provider yang lu pakai itu pun asing yang punya. Kalau enggak punya Arab, punya Malaysia, punya Singapura. Jadi semua data lu, lu hari ini pencet Instagram ke atau lagi buka video terbaru dari Kazakhstan, semua itu dimiliki oleh handphone lu ini. Dan itu semua dimiliki oleh orang-orang yang kalau kata lu tadi, "Hasihan deh nanti kan dimiliki oleh asing, lebih baik kan tetap di sini." Enggak. Yang jelas-jelas pemiliknya aja udah orang asing. Lu mau bilang apa? ownernya itu asing. Mereka bukan pegang satu dua lembar saham. No, the majority is own by them. Terus lu sekarang bilang lu khawatir tentang kebocoran data nasional. Data yang mana yang lu khawatirkan? Emang di negara ini sebelah mana yang enggak bocor, Guys? Kemarin data BPJS ketenagakerjaan bocor. 17 data pelanggan PLN bocor. Data bank yang katanya ngaku bank syariah di Indonesia bocor. Terus data pengguna aplikasi pemerintah punya Pertamina yang omzet-nya triliunan bocor. Data NPWP bocor data NIK NIK KTP lu bocor. Sekarang yang enggak bocor yang sebelah mana? Itu semua milik dalam negeri aplikasi karya anak bangsa. Sekarang kita ngomongin perusahaan swasta nih. Lu takut datanya bocor ke asing lah. Orang yang punya aja udah asing. Terus mau apaagi lu soal itu? Memang udah terbuka semua informasinya ya. Lu suka enggak suka. Jangan kemudian lu halang-halangi itu. Ketika itu sudah menjadi kebutuhan bisnis sebuah perusahaan untuk merger hanya demi mementingkan kebutuhan partai tertentu. Demi menjilat pantat George Soros mau bikin kerusuhan di mana-mana. Jangan mau lu diadu domba. data versi pemerintah aja bocor. Data aplikasi milik badan pemerintah aja bocor. Terus lu berharap swasta gitu ada yang aman gitu di negeri ini. Ya jujuran aja ya gimana. Terus lu berharap apa? Sekarang lu ngomongin, "Ya udah kalau gitu yang ini janganlah, Pak. Jangan bocor." Enggak. Ini perusahaan milik asing. Lu mau senaif apa? Kok jadi orang munafik banget? Bingung gua. Berarti benar-benar mayoritas orang Indonesia itu gob. Karena lu terbujuk oleh racun-racun. Orang yang bilang ini karya anak bangsa lindungi data dan enggak ini punya perusahaan asing kok. Kok bodoh banget lu udah jelas-jelas perusahaan asing masih lu berharap datanya nanti keluar ke asing. Ya udah jelas lah lu dodol banget. Handphone lu aja aplikasinya mungkin Android aplikasinya mungkin iOS mungkin lu belum tahu ya. Mungkin lu kira Android itu produk dari Wonosobo. Tidak bro. Android di handphone lu itu punya Amerika. Perusahaan Amerika. iOS di iPhone lu itu punya perusahaan Amerika. Semua yang lu akses, semua yang lu pencet di handphone lu detik ini, semua data yang lu foto di handphone lu detik ini, menurut lu mereka enggak punya? Menurut lu semua data disimpan di Purworejo. Cobalah pikir, jangan bodoh-bodoh banget jadi manusia. Enggak ada yang rahasia. Tapi satu yang pasti di sini adalah agenda manipulatif untuk menyerang negara. Dan itu loh yang harus lihat makin banyak influencer tuh dibeli. Peliharaan Jor Soros ini memang menyebelin, Guys. Karena kalau lu lihat gini loh, konsekuensinya fatal. Teman-teman tahu enggak sih berapa jumlah driver di Indonesia itu udah lebih dari 4 juta? Jumlah UMKM yang hidup dari aplikasi ojol di Indonesia itu udah puluhan. Sekarang pertanyaannya, mereka per hari ini bakar duit, bakar duit, bakar duit, bakar duit? Kalau seandainya tutup, karena mereka udah enggak kuat lagi nih bakar duit, apa yang terjadi? Puluhan juta orang akan jadi pengangguran. Ah, lu mau begitu ya? Udah kalau gitu negara ambil ali aja aplikasi ojol itu kan lu bego. Udah perusahaan minus minus minus disuruh beli negara, negara tambah bangkrut. Pajak dinaikin lu komplain pakai otak dikit lah. Sekarang mereka punya solusi yang menurut gua cukup masuk akal. Daripada kita saling bakar duit, mendingan kita merger aja. Apakah artinya terjadi pemecatan massal driver? Ya enggak. Hari ini pun satu driver punya dua aplikasi. Bahkan ada yang punya tiga, empat aplikasi. Kalaupun merjer jadi satu ya justru bagus. Artinya sustainability dari perusahaan ini bisa lebih terjamin bahwa 5 tahun lagi, 10 tahun lagi kemungkinan masih besar. Kemungkinan orang yang kena PHK bisa jadi driver ojol cari duit. Tapi kalau dua perusahaan itu dibiarkan fight bleeding sampai hari ini berdarah-darah terus kemudian bangkrut, gua yakin mudaratnya lebih besar. Kalau dua perusahaan itu bangkrut, hancur negara ini. Kenapa? Puluhan juta orang akan jadi pengangguran kalau dibiarkan bleeding terus, berdarah-darah terus karena mereka saling bunuh kiri, bunuh kanan satu sama lain berperang. Ya udah jelas bakal collabs. Mau bikin aplikasi sendiri lu pikir bisa lu keluar duit triliunan bikin aplikasi tuh gampang, Pak. Tinggal pesan aja di Senin. Ada teman saya programmer Rp0 juta jadi tuh aplikasi yang sama. Ya kan lu halusinasi tingkat tinggi. Lu kira aplikasi ojol-ojol itu enggak bayar, bukan cuman server. Contoh paling gampang Google Map. Lu kan ada petanya tuh titik ke titik titik itu bayarnya ratusan miliar, Guys, buat dapat fitur itu. Apa bisa bikin itu? Gua jujur aja, gua sih enggak rela ya duit negara habis buat biayain orang atau membiayai perusahaan yang udah jelas minus minus minus. Ngapain? Lakukan yang bergun lah. Bangun sekolah, kasih makanan bergizi gratis, bangun jembatan lebih banyak manfaatnya. Ya dong. Kalau gitu, Pak, perusahaan ini gimana dong? Tetap banyak orang yang butuh. Tergantung dari sana. ada UMKM, ada restoran, ada pemilik kendaraan dan lain sebagainya. Ya udah kalau memang kebutuhan bisnis yang membutuhkan dia untuk merger ya lakukan. Dibanding mereka saling bunuh ujung-ujungnya dua-duanya mati. Bahaya. Yang akan dirugikan adalah negara. Tetapi ingat ya, mereka itu pengin negara ini hancur. Jadi mereka akan terus menggesek nih orang-orang karangan bawah, driver Grab, driver ojol dan lain sebagainya. Ya, supaya apa ya? tujuannya sudah jelas menyerang pemerintah. Ya, gua sih bukan channel politik. Kita ngomong kebutuhan bisnisnya aja. Kebutuhan bisnisnya membutuhkan dua perusahaan ini untuk menjadi satu. Ya udah lakukan itu. Karena kalau dibiarkan mereka minus, minusnya itu triliunan setiap tahun lama-lama mati ujung-ujungnya. Orang-orang yang disuruh demo itu bingung nanti. Kayak kemarin di Karawang ada orang diagitasi untuk demo buruh pabrik. Disuruh demo pabriknya sendiri. Apa yang dilakukan oleh publiknya itu? Bangkrut. Sekarang 20.000 orang kehilangan lapan kerja. nangis. Nyesal mereka ikut demo itu. Saya nyesel diajakin demo sekarang saya enggak punya pekerjaan. Lu mau begitu driver-driver ojol jumlahnya jutaan itu begitu. Suatu saat itu akan kejadian. Konteksnya di pabrik itu adalah offline. Konteksnya sekarang ojol itu online. Korban jiwanya akan jauh lebih banyak ketika orang-orang yang tidak mengerti dan tidak paham ini dimanipulasi oleh influencer-influencer bajingan hanya demi mementingkan agenda politik mereka. Karena mereka diam-diam tapi tidak mau mengaku. Mereka adalah anjing peliharaan partai yang hobinya menjilat pantat, Jot, Soros. Terus lu mau dibodoh-bodohi, hati-hati nanti banyak orang PHK massal. Hati-hati nanti data bocor ke asing. Hati-hati ini kan karya anak bangsa. Malu dong Indonesia apa malu perusahaan rugi triliunan. Gimana sih lu? Enggak pakai akal lu. Yang logis-logis aja lah. Kalau seandainya kebutuhan bisnis membutuhkan itu, memerlukan itu, ya kita dukung. Logikanya perusahaan ini udah bakar duit nih ratusan triliun dan sampai hari ini pun masih merugi. Sayangnya ya udah menjadi kebutuhan hidup kita untuk menggunakan aplikasi itu ya. Setidaknya pemerintah bisa dong menciptakan iklim regulasi investasi yang bersahabat. Karena kalau tidak, kalau ekosistem ini biarkan hancur, korban jiwanya bakal jauh lebih banyak lagi. Jadi gua berharap sih memang pemerintah bisa lakukan hal yang bijak di sini. Jangan mau digiring sama demonstran-demonstran yang jumlahnya enggak ada 1% dari total jumlah manusia yang menggunakan ekosistem Gojek itu. Gitu, Guys. Semoga cukup paham lah lu lah. Tapi, Pak, entar kan monopoli. Gimana mau monopoli hari ini? Lu mau kirim barang misalkan ya, ada namanya Gosen, ada yang namanya Delivery, Delivero, ada yang namanya Lalamoove, Borzo. Ya, banyak bangetlah yang pilihannya. Lu sekarang ada GoFood, ada Grab Food, ada Shopee Food. Lu mau naik transport ada Indriver, ada Maxim, ada Grab, ada taksi warna biru, taksi warna kuning dan lain sebagainya. Jadi kalau dibilang monopoli enggak juga ya. Faktanya masih banyak kompetisinya di lapangan dan mereka pun enggak bisa semain-main bikin harga. Kalau mereka ngasal aja ngasih harga, apa yang terjadi? E sebentar, Guys. Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut videonya, portofolio kamu lagi kebakaran, merah merona, semuanya turun anjlok. Bahkan saham-saham perbankan besar di Indonesia semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa ya? Nah, ini semua udah pernah kita bahas di Benix Investor Group, komunitas saham terbesar yang ada di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys? Segera bergabung di Benix Investor Group karena cuma di sini, ya, kita bisa berdiskusi langsung secara live baik online maupun offline. Termasuk kita sering melakukan kunjungan site visit loh ke perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik, emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa langsung tanya jawab secara langsung live sama direktur perusahaannya. Kapan lagi ada peluang kayak begini? Nah, kemarin kita juga baru habis datang nih ke sebuah perusahaan yang menurut gua sangat prospek di tahun 2025. Nama perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja daftar di Benix Investor Group melalui website yang ada di bawah ini www.benix.id atau segera kontak WhatsApp kita yang ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu ya di Benix Investor Group karena makin seru nih dunia investasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih saham yang menarik selanjutnya buat kita bahas? Sampai ketemu di Benix Investor Group. Dan mereka pun enggak bisa semena-mena bikin harga. Kalau mereka ngasal aja ngasih harga, apa yang terjadi? Orang akan pindah ke aplikasi yang lain. Jadi, lu enggak usah takut dengan terjadinya monopoli. Enggak. Tapi memang kondisi sekarang sudah tidak sehat, udah enggak mungkin lagi mereka bakar duit. Yang logis-logis aja. Sama aja l kayak misalkan mobil Nissan terpaksa akhir kemudian Merger sama Reynold. Ya, kebutuhan bisnis. Kenapa enggak? Karena memang kondisi bisnis membutuhkan itu. Contoh telekomunikasi. Lu tahu sekarang lu pakai XL buat telepon. XL Axiata itu merger antara perusahaan telepon smart. Smart itu pun smart friend, merger sama XL. Jadi Excel Axiata sekarang. Terus ada lagi merger perusahaan tower bersama tower dengan perusahaan data normal-normal aja. Terus perusahaan financing ada merger dulu namanya Adira dengan Mandala Sowat. Silakan aja. Terus dalam konteks perusahaan BUMN ada merger lagi antara perusahaan Angkasapura 1 dengan Angkasapura 2. Ya ngapain sih jalankan fungsi yang sama redunder aja ya udahlah gitu. Itu memang kebutuhan bisnis di situ. Enggak ada orang pun mencak-mencak. Nanti terjadi monopoli di situ, monopolio di sana, data kita bocor ke asing gigi lu ini perusahaan ini memang perusahaan punya orang asing. Lu ngarap apa datanya dikip sama orang Madura? Ya enggak, Bro. Yang punya perusahaan asing. Gimana sih logikanya? Next. Pertanyaan selanjutnya dari Auliar 777. Om Ben, apakah BBRI akan jadi saham Deadstar? Oke, pertanyaan lu bagus ya. Jujur kalau Bank BRI untuk menjadi Deathad Star itu kemungkinannya agak berat. Kenapa? Karena usernya udah terlalu banyak. Dari ujung dunia pun semua orang pakai Bank BRI ya. Tapi kan gua udah berulang kali menurut gua Bank BRI itu harganya akan di 3.000-an. Jadi sekali lagi bukan rekomendasi jual atau beli. Kenapa? Karena teman-teman lihat sendiri mayoritas kliennya Bank BRI itu kalangan menengah bawa bergerak di bidang UMKM dan lain sebagainya. Bukan kelas corporate, enterprise, kelas atas. No. Dan sekarang situasi ekonomi di bawah itu sangat-sangat berat. Duit itu kering, bisnis apa aja sepi. Gua sangat yakin akan makin banyak NPL, orang gagal bayar. Gua sangat yakin akan makin banyak rumah yang dijual di lelang dengan harga rendah. Gua sangat yakin harga mobil bekas, harga kendaraan akan semakin murah. Itu indikator ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Nah, kalau ini semua terjadi, oh orang banyak kehilangan duit. Oh, banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Oh, banyak UMKM yang merugi, mengeluh, pasar sepi, dan lain sebagainya. Korban yang paling utama jatuh tentu perbankan yang sangat kuat di kalangan menengah bawah ya atau usaha-usaha kecil itu. Makanya kalau dibilang apakah sahamnya akan terus bergerak ke bawah menurut gua? Iya. Lu enggak percaya? Kita lihat sebelum akhir tahun ini harganya akan bertahan di mana? Kalau menurut gua di udah hebat. Sekali lagi bukan rekomendasi beli atau jual, tetapi itulah realita bisnisnya. Karena ketika lu mau membeli suatu saham, apapun itu ya lu harus lihat kondisi makroekonominya seperti apa. Sekarang kondisi makroekonomi kita sedang tidak baik-baik saja. Jadi kalau ditanya apakah ini some deat star? Menurut saya tidak. Tapi apakah nyungsep? Ya menurut gua sangat yakin nyungsep. Tapi apakah akan separah unilever? Apakah akan separah Sampurna? Hmm. Kita lihat aja dulu karena memang bisnis perbankan apalagi skalanya Bank BRI itu sangat dekat kaitannya ya dengan perekonomian nasional. Suka enggak suka Bank BCA, Bank BRI size-nya udah terlalu besar. Mereka sangat dekat dengan ekonomi nasional. Jadi kalau ekonomi nasional naik mereka ikut naik. Kalau ekonomi nasional turun mereka ikut turun. Gitu pertanyaanmu bagus, menarik. Next. Pertanyaan selanjutnya dari Jafar.sihap. Om Ben, kira-kira masih worth it enggak ya kalau nyimpan saham emas? Oke, pertanyaan lu sangat bagus dan sangat menarik. Apalagi gua orang yang sangat yakin ya, harga emas itu akan naik tinggi. Tapi tentunya namanya investasi bukan dalam 1 hari atau 1 bulan ke depan noh. Dalam 35 tahun ke depan gua yakin harga emas itu bakal sampai Rp5 juta per gramnya. Nah, apakah ini bisa ke saham-saham yang perusahaan yang berhubungan dengan emas? Bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Tergantung juga apakah tambangnya itu efisien. Karena untuk mendapatkan 1 gram emas itu ada begitu banyak waste yang mereka hasilkan dariu ambilan ekskavator yang mereka punya. Bukan artinya 1 ton gelondongan tanah itu isinya 1 ton emas. Enggak ya. Mayoritas itu isinya lebih dari 90% yaitu waste. Sisa emasnya ya paling tinggal berapa gram. Jadi ada banyak hal yang kita harus lihat apakah perusahaan itu worth atau enggak. Yang kedua adalah keberlanjutan. Apakah perusahaan ini masih akan ada selama 20, 30, 40 tahun ke depan? Masih akan efisien? Apakah kenaikan harga emas bisa cukup cepat sehingga bisa menutup biaya produksi mereka sendiri? Jadi ya tergantung juga perusahaan emasnya yang mana. Secara umum kalau kita ngomong emasnya doang, gua yakin harga emasnya akan naik. Tetapi apakah perusahaannya efisien atau tidak? Apalagi ya belakangan ini kita lihat banyak gencar nih agen-agen asing menyerang perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia demi menjalankan kepentingan mereka. Mereka punya kepentingan bisnis. Mereka enggak mau nikel kita maju. Mereka enggak mau mineral kita maju. Mereka enggak mau batu bara kita maju. Karena apa? Mereka punya kepentingan sendiri. Mereka punya dagangan sendiri di negara asalnya. Sama kayak dulu 20 tahun lalu sawit kita itu diserang habis-habisan. Kenapa? Ya simpel aja. Karena Eropa itu punya kepentingan. Mereka mau jualan minyak goreng sendiri dari bahan minyak biji matahari, wrap seed oil dan lain sebagainya. Mereka punya kepentingan. Makanya jor-joran Jerman itu kirim agen-agen mereka ke sini sampai nyogok ormas-ormas beragama di Indonesia. Gila ya mainnya jauh banget nih Jermannya. Tapi itulah realitanya, itulah geopolitik dunia. Jadi sekali lagi ya, menurut gua harga emas ya dalam jangka menengah akan masih naik terus tinggi. Bukan artinya juga perusahaan emas semuanya layak buat diinvest. Enggak tertentu ya mungkin. Next, pertanyaan terakhir dari widi. Om, beberapa bulan lalu keluarga saya kena investasi bodong rugi ratusan juta. Kira-kira ada saran enggak, Om, buat recovery? Jadi, gini ya, gua dengar pertanyaan lu ini. Gua sangat kesal jujur aja ya, masa zaman segini loh, tahun 2025 masih ada orang kena investasi bodong itu gua kesal banget dengarnya. Tolol banget. Orang lain udah pergi ke bulan. Amerika lagi bikin rencana mendarat di planet Mars. Kemarin di depan mata gua ada orang nawarin investasi ke mereka. Investasi karung guni yang kalau ditutup di atas pot bunga bisa keluar duit. Investasi bodong apa lagi nih? Tapi orang banyak yang ikut ke situ. Berlomba-lomba masukin duit ke pot. Itu kelihatannya konyol. Tapi di banyak daerah di Indonesia hal ini masih jalan. Dan buat teman-teman ya yang jadi korban investasi bodong, sebelum lu kepikiran membuat inovasi baru apaagi gini apa jualan tanah kuburan kah gitu atau jualan panci ajaib lah terserah deh. Tapi menurut gua sebaiknya sebelum lu berusaha lakukan apapun itu coba lu refleksi dulu. Ini yang penting. Nah orang di Indonesia suka gagal, suka lupa melakukan evaluasi dan reevaluasi. Jadi lu refleksi dulu kemarin kenapa gua bisa ketipu? Apa yang salah? Apa yang gua lakukan? So, ke depannya apa yang harus gua hindari supaya hal itu enggak terulang lagi? Coba lu jawab dulu pertanyaan itu. Kalau lu enggak bisa lakukan itu, lu enggak bisa refleksi itu, percuma lu belajar metode apapun, karena lu pasti ujung-ujungnya bakal kena lagi investasi bodong. Gua udah lihat ya nih jujur nih gua lihat kaya banget, Bro. Orang kaya dari Medan kalau ketemu ngomongnya, "Ini ben, batu merah delima." Begitu dicelup air berubah satu ruangan menjadi warna merah. Kalau pakai ini rambut lu enggak bisa dipotong anti rontok. Karena dia udah tua. Takut banget ya rambutnya rontok. Gua beli ini harga 6 miliar, Band. Wah. Gini gini enggak lama 3 bulan kemudian gua ketemu. Iya, Pak Ben. Itu rupanya plastik ada lampunya jadi bisa nyinar baru ketahuan. Loh, si goblok ini. Tiba-tiba ini umur udah 72 tahun, Guys. Enggak cuman sampai di situ. 3 bulan kemudian datang lagi ke gua, Pak. Ini adalah pedang sakti dari zaman Jepang tahun 1700-an. Luar biasa sakti ini. Orang yang pakai pedang ini bisnisnya kalau nambang. Kebetulan dia perusahaan tambang pasti moncer, pasti bagus banget. Ini pedangnya sangat sakti, tulisannya jimat semua gitu. Oh, hebat banget ya, Pak. Memang pedangnya kayak langka kuno gitu. Kayaknya mungkin ada isinya menurut orang ini. Eh, enggak lama kemudian gua pergi, Guys, ke daerah Surabaya gitu ya, ketemu pedang yang sama ada 27 biji gitu ya. Jadi yang dia bilang satu-satunya di dunia tiada tanding, tiada banding. Ujung-ujungnya apa? Sampai hari ini pengusaha tambang itu jatuh miskin, enggak ada yang tersisa uang, enggak pernah melakukan refleksi, revaluasi bahwa enggak logis pola pikir itu. Jadi, jangan lu kemakan investasi bodong terus lu mulai berpikir, "Apa yang harus gua lakukan ya? Gua sekarang kemudian bangun bisnis apa lagi?" Ya gini enggak. Lu pikir dulu, lu tenangkan diri lu dulu. Pikir, kenapa kemarin lu bisa terjerumus? Refleksi dulu lah. Terus next time gimana caranya supaya lu enggak terjerumus di hal yang sama? Karena gua udah lihat begitu banyak orang di Indonesia kena tipu bilang kapok. Eh, besok masuk ke lubang yang sama. Banyak, Guys. Enggak percaya? Tulis aja di kolom komen. Tulis kolom komen di bawah ini. Lu ada pengalaman apa dengan investasi bodong? Mulai dari yang konyol banget kayak batu merah delima yang gua bilang atau pedang zaman dari Jepang. Lucu-lucu semua guys. Lu kalau dengar perjalanan cerita yang gini-gini banyak banget. Tapi sharing deh teman-teman di sini pengalaman ketipu investasi bodong. Apa yang paling aneh dan paling unik? Oke, guys. Sekian dulu ya serial Asmenity yang ke-65. Thank you buat yang udah nanya dan lu ingat, hindari itu semua hal-hal yang gak logis, enggak jelas. Forex gila, ilmu-ilmu penguasa langit, dewa bumi, dewa laut, dan segala isinya. Udahlah, Bro. You get trill lah. Investasi. Kalau lu enggak ngerti soal saham, investasi yang gampang apa? Lu beli emas, selesai emas batangan, lu beli tanah, itu investasi. Kalau buat gua ya saham. Karena menurut gua itu yang paling gampang, paling mudah. Enggak pakai capek, enggak pakai ribet. Tetapi jauh lebih baik buat lu, apapun yang lu lakukan, pikir gunakan akal sehat lu. Logis enggak ada orang nawarin cuan 7% per minggu. Bangkrut, Bro. Itu Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BC berjejer-jejer ngantri tuh buat bangkrut kalau betul ada 7% per minggu itu. Ya dong, pikir dong dengan akal sehat. Oke, guys, ya. Thank you buat pertanyaan. Buat teman-teman yang belum dijawab pertanyaan jangan takut, jangan khawatir. Kita akan bahas di serial Assmi Anything yang selanjutnya. Tanyakan aja dulu, tulis aja kolom komentarnya, pertanyaan kamu di kolom komentar di bawah ini. Kita akan bahas di serial Asmi Anything yang selanjutnya. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories