Transcript
zIZRNKABLhg • THE VILE CIRCLE OF WORKER DEMOS! Wages Rise, Goods Rise, Money Printed Again — AN ENDLESS CYCLE!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0476_zIZRNKABLhg.txt
Kind: captions Language: id Guys, 30 Oktober ini bakal terjadi demo besar-besaran di negara kita karena ya aksi buruh. Jadi buruh bakal demonstrasi di DPR, di Istana Negara dan tuntutannya ya kenaikan gaji. Jadi mereka minta kenaikan UMP di tahun 2026 itu naik 8,5 sampai 10,5%. Nah, ini kenaikan UMP yang menurut gua cukup signifikan lah kenaikannya sampai jauh ya di atas inflasi. Nah, menurut ini bakal jadi kabar baik atau kabar buruk nih bagi perekonomian negara kita kalau seandainya demonstrasi buru ini tuntutannya dikabulkan, Guys. Dan dampaknya apa sih kalau seandainya betul-betul kejadian? Kalau lu penasaran jangan skip video ini. Let's check this out. [musik] Jadi, sebelum kita bahas lebih detail, Guys, soal apa sih dampaknya ya terhadap perekonomian bangsa kita nih demonstrasi buruh ini ya? Karena kita ini kan channel investasi ya, kita bahas tentang bisnis, ekonomi, finance ya. Kita juga harus tahu sebetulnya apa tuntutan utama dari buru itu. Karena guru itu punya delapan tuntutan, Guys. Nah, delapan tuntutan yang utama itu adalah berhubungan dengan hostum. Hostum itu apa? Hapus tenaga outsourcing dan menolak upah murah. Hostum. Itu yang pertama. Jadi, dia mau hapus tuh. Enggak boleh lagi ada outsourcing-outsourcingan, wajib semuanya jadi karyawan tetap kali, ya. Terus yang kedua enggak boleh lagi upah murah. Jadi, kalau bukan upah murah, upah tinggi kali. Nah, yang kedua kenaikan upah minimum 2026 itu mereka penginnya antara 8,5 sampai 10,5%. Yang ketiga, buru juga mendesak pencabutan peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2021 tentang pekerja alih daya yang dinilai mereka merugikan pekerja. Jadi, ini aturan tentang outsourcing. Yang keempat, buruh minta disahkan ya rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan versi buruh yang terpisah dari Omnibus Law. Nah, ini demi melindungi kepentingan pekerja. Nah, yang kelima mereka minta pembentukan satuan tugas PHK untuk menghentikan pemutusan hubungan kerja yang sepihak. Yang keenam, reformasi pajak perburuhan dengan menaikkan penghasilan tidak kena pajak menjadi 7,5 juta per bulan. Yang ketujuh, penghapusan pajak pesangon, pajak tunjangan hari raya, dan pajak jaminan hari tua. Nah, yang kelapan, penghapusan diskriminasi pajak terhadap perempuan. Oke, Guys. Jadi, kita langsung bahas aja, ya soal gaji lah. Kita lihat di Karawang, ya. Karena di sana banyak pabrik, ya. UMP di Karawang itu Rp5.599.000. So, kalau kita hitung lah, kan mereka minta naik gaji 8,5 sampai 10,5%. Oke, gua kan baik ya. Jadi, gua bikin 10% lah. Jadi, R5.599.000 ya. Kalau kita hitung 10%, ya itu setara Rp559.000 ditambah Rp5.559.000. Artinya gaji di Karawang, UMP-nya di Karyawang kalau naik 10% itu bakal jadi Rp6.159.000, Guys. So, ini adalah contoh kenaikan yang ya cukup signifikan lah. Dan kita perlu tahu sih ini harus dikabulkan atau tidak. Ya, kalau teman-teman buru pasti senang-senang aja dikabulkan. Sah. Tapi ya gua mau bilang itu juga ada dampaknya ke perekonomian. Dampak apa? Ada dampak baik, ada dampak buruk. Nah, kita bahas dampak buruknya dulu, Guys. So, kalau tadi kita hitung ya, perusahaan harus naikin gajinya 10%. Memang buru pasti happy, Guys. Cuma kan lu udah tahu ya, ujung-ujungnya apa. Kalau gaji buru naik perusahaan itu ya berarti mereka harus naikin biaya produksi mereka alias opex, operational cost mereka pasti juga ikut naik. Nah, kalau operational cost-nya naik, akibatnya apa yang dia harus lakukan? Dia kan juga enggak mau rugi. Ujung-ujungnya apa yang dilakukan pabrik, apa yang dilakukan perusahaan? Dia naikin harga produknya. Ya, dia memproduksi barang dan jasa, dinaikin harganya. Ujung-ujungnya apa? Barang-barang yang lu beli di toko-toko di April Maret, di pasar itu akan naik. Iya dong. Ngerti enggak loh kenapa naik? Ya karena pabrik-pabrik biaya operasionalnya tinggi dan itu bakal dip through ke lu konsumer. Makanya harga barangnya juga pasti ikut naik. Artinya ketika buruh nih, kalau let's say katanya ada jutaan buru di Indonesia sama-sama serentak minta itu naik gajinya, ya kita sudah kalkulasikan bisa mendorong inflasi 0,3 sampai 0,5% loh. Jadi teman-teman harus siap kalau buruh ini dikabulkan tuntutannya harga barang-barang pasti naik. Dan kalau harga harga pada naik, lu sudah tahu dong selanjutnya siapa yang bakal minta gaji naik? Ya betul, PNS. Tadinya kan buru ini karyawan swasta ya, gajinya sudah naik, harga barang-barang naik. Siapa yang trak-terak selanjutnya? PNS. PNS minta lagi gajinya naik, dinaikin lagi gajinya. Terus apa yang dilakukan negara? Negara kagak punya duit. Negara kan duitnya ngutang. Apa yang dilakukan negara? Cetak duit. Kalau cetak duit apa yang terjadi? Inflasi. Terus setelah PNS naiknya gaji terjadi inflasi lagi. Harga barang naik lagi. Begitu naik lagi apa yang terjadi? Buru. Tahun depan demo lagi. Karena enggak sanggup dinaikin lagi gaji buru. Udah siklusnya begitu aja. Gaji buru naik menyebabkan inflasi. Menyebabkan PNS pengin naik gaji juga. PNS minta naik gaji juga. Negara kagak punya duit. Negara harus cetak duit. Cetak duit mengakibatkan inflasi juga. Jadi double inflation nih. Ini bakal jadi lingkaran setan. Dan memang udah bertahun-tahun itu begitu. Inilah makanya kenapa yang gua bilang demonstrasi kemarin itu harusnya pikir lagi yang lu tuntut itu sebetulnya bukan naik gaji. Naik gaji, naik gaji. Karena sampai kapanpti barang inflasi terus, ujung-ujungnya enggak terkejar terus. ujung-ujungnya demo terus, ujung-ujungnya enggak produktif, Guys. Jadi, isi tuntutan yang benar itu bukan soal naikin gaji, tapi soal turunin harga harga. Beda. Kalau lu minta naikin gaji, lu lah yang menyebabkan harga barang itu bakal naik terus setiap tahun. Tapi kalau lu minta diturunin harga-harga barang, artinya ya gaji lu itu menjadi lebih cukup. Malah sisa banyak ketika harga barangnya yang diturunin. Tapi kalau kacamata lu adalah ini harga barang di sini, gaji gua di sini, gua minta gaji gua dinaikin. Apa yang terjadi selanjutnya? Harga barangnya naik. Terus lu minta naik lagi. Lingkaran setan. Yang sebaiknya lu lakukan apa? Oh, gaji gua segini, harga barang segini. Tuntutan lu adalah barangnya yang diturunin. Bisa enggak? Bisa. Nah, tapi sebelum kita bahas itu, gua mau bahas juga dampak buruknya lagi. Yang kedua. Yang kedua, kalau makin banyak ya pabrik-pabrik yang dirugikan, pengusaha yang dirugikan karena tadi ya gajinya naik tinggi, mereka terpaksa naikin biaya produksi ke opex-nya nambah, biaya cost-nya mereka nambah. Apa dampak buruk yang terjadi? Kalau upah di Indonesia naik lebih cepat, artinya banyak industri ekspor di Indonesia, manufaktur di Indonesia, lu tahunya Indonesia produksi aparel, bikin garmen, bikin sepatu, bikin furniture, ya produk kita jadi semakin tidak kompetitif dibandingkan India, Bangladesh, Vietnam, Thailand ya. Karena ternyata ya gaji kita makin naik tinggi, makin naik tinggi biar produksi mereka jadi naik tinggi. Akibatnya ya produksi ekspor kita ya semakin mahal kan. Udah ujung-ujungnya pasti dibebankan ke customer juga yang ada di luar negeri. Nah, kalau biaya produksi di Indonesia semakin tinggi, semakin mahal, semakin tidak kompetitif, lu sudah tahu dong artinya apa? Banyak investor asing yang akan kabur dari Indonesia. Investor asing kabur dari Indonesia, mereka pindahin pabriknya. Tujuannya apa? Mereka pindahin pabriknya ke negara yang lebih murah upahnya. Dan ini merugikan Indonesia karena Indonesia bakal berkurang ekspornya. Berkurang ekspor artinya berkurang penghasilan devisa kita. Karena kalau kita ekspor ke luar negeri, kita bisa dapat dolar. Tetapi penghasilan dolar kita semakin berkurang karena pabrik-pabrik orientasi ekspor sudah pindah ke negara-negara dengan karyawan yang lebih murah. Dan ini ujung-ujungnya juga ya hubungan dengan investasi ya. Foreign direct investment di Indonesia bukannya tambah banyak tapi makin berkurang. Nah, ini daya saing ekspor kita yang melemah ini akan memberikan dampak yang ketiga, Guys. Dampak yang ketiga apa? PHK massal. Kenapa bisa terjadi PHK massal, Guys? Simpel aja. Karena banyak perusahaan yang merasa tidak sanggup menampung, menyerap kenaikan gaji itu ya terpaksa mereka harus melakukan perampingan alias pengurangan tenaga kerja. Iya dong, karena mereka enggak sanggup lagi bayar gajinya. Atau yang kedua pilihannya adalah mereka lakukan otomatisasi, otomasi alias mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin. Tentu lebih murah dan enggak bisa demo mesin ini. Nah, yang ketiga mereka juga bakal menunda perekrutan karyawan baru. Makanya teman-teman Gen banget nih gua kasihan sama lu nih. Gua yakin generasi Genj bakal paling merasakan dampak susahnya nyari tempat kerja. Kenapa? Ya karena makin banyak pabrik-pabrik yang bakal tutup bangkrut. pindah keluar enggak kompetitif di dalam negeri atau yang di dalam negeri pun kalau tetap jalan akan dirubah tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Itu yang bakal terjadi. Dan ini ironis sekali karena ya tadi kan cita-citanya buruh minta demo naik gaji kan supaya mereka tambah sejahtera. Tetapi bukannya tambah sejahtera malah yang terjadi apa? Lapangan kerja menghilang pengangguran tambah banyak. Pernah mikir enggak lu? Nah yang keempat ya teman-teman sudah tahu ya. yang bisa mempekerjakan karyawan dengan gaji UMP itu kan buru-buru ya, industri menengah besar ke atas lah. Kalau di industri menengah besar layer utama penyerap tenaga kerja ini banyak yang melakukan PHK massal yang tadi gua bilang ujung-ujungnya yang terdampak lu jangan happy-happy aja kalau lu sektor informal ya UMKM lu juga bakal terdampak. Kenapa teman-teman ngerasa enggak sih sekarang ini makin banyak di tiap jalan lu lihat tiap belokan dikit juang cimol, jual gorengan, cimol lagi, pecelele lagi, gorengan lagi, cimol lagi. Lama-lama lu bakal lihat nih pelanggan enggak tambah banyak, Guys. Tetapi pedagang yang tambah banyak. Jadi teman-teman lihat deh di pinggir jalan itu bakal makin banyak orang jual telur gulung, telur dadar, wartek, nasi goreng, pecelele, gorengan, cimol lagi, gado-gado sebelahnya cimol lagi. Udah semua orang dagang cimol atau cilok lah. Tapi yang beli siapa? Ya mereka-mereka juga. Pembeli sejatinya hilang. Kenapa? Karena kalau makin banyak PHK di tingkat industri menengah besar, ujung-ujungnya karyawan yang biasa makan cilok, cimol, jajanan UMKM pinggir jalan, mereka menghilang, Guys. Mereka menghilang berubah jadi apa mereka? Kan mereka juga butuh makan. Mereka berubah jadi pedagang cilok lagi di situ. Pedagang makanan lagi. Ujung-ujungnya di sepanjang jalan adanya pedagang semua, Guys. Dan lu bakal lihat fenomena ini bakal makin banyak terjadi di Indonesia. Kenapa? Karena UMKM kalau Indonesia mengandalkan UMKM, sektor informal ini makin banyak yang terjerumus. Ingat ya, sektor informal itu enggak bayar pajak loh. UMKM, UMKM cimol-cimol, cilok-cilokan ini enggak ada yang bayar pajak. Tapi kalau makin banyak itu pindah ke sana tapi yang belanja enggak ada. Padahal yang belanja ini bukan pelaku UMKM dong. Harapan mereka. Masa pedagang cilok berharap dagangannya dibeli pedagang cimol, pedagang combro. Enggak. Mereka berharap dagangan mereka dimakan, dibelanja oleh karyawan, oleh buru-buru pabrik yang diserap oleh industri menengah besar itu yang hilang hancur gara-gara banyak demo-demo begini. Ujung-ujungnya apa? Makin banyak pedagang pinggir jalan tanpa ada pembeli. Dan ini berarti ya ya teman-teman UMKM enggak bisa tutup mata. Lu merasa hahi hahi aja mampus kau banyak yang di PHK enggak begitu atau mampus kau banyak pabrik yang tutup. lu enggak bisa begitu. Ujung-ujungnya lu yang bakal kena dampaknya. Dan teman-teman mungkin sudah mulai merasakan juga bahwa dampak dari demo-demo buruh kalau semakin sering makin bikin investor takut, banyak pabrik yang pindah, ujung-ujungnya sektor UMKM, sektor informal bakal makin tergerus, bakal makin hancur di Indonesia. Ya, karena eh sebentar guys, sebentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 [musik] di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya [musik] gede banget nih, Guys. Nah, buat lu yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan ingat kursinya juga terbatas karena cuma ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita [musik] sediakan. Ikut di sini sangat happy lah ya. Jadi banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai e kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas sekali [musik] sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah. Ini mengikuti [musik] Bik Investor Sumed ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa [musik] kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti [musik] dapat akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. Dan saya [musik] harapin kalau eh untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. [musik] Ya, karena ujung-ujungnya semua orang jadi pedagang cilok, Guys. Ini perumpamaan yang gua mau bilang bahwa UMKM di Indonesia banyak jumlahnya, masifnya. Apakah itu kabar baik? Belum tentu. Karena mereka butuh pembeli. Pembeli datang dari industri besar. Mereka bisa serap 10.000 R000 tenaga kerja, 20.000 tenaga kerja itu yang belanja ke UMKM. Jadi, lu enggak bisa mengandalkan adalah sebuah kehebatan Indonesia. UMKM-nya banyak, enggak. Resiliensinya di mana? Ternyata nyawanya tetap bergantung kepada industri-industri yang mampu menciptakan lapangan kerja dalam skala masif, which is manufacturing. Dan itu yang dibutuhkan saat ini. Dan kalau itu makin sering ditakut-takutin dan upah melesat naik cepat terlalu tinggi, apa yang terjadi? Ini akan menciptakan tekanan terhadap APBN dan inflasi di daerah lu sendiri. Kenapa ya tekanan APBN yang pertama ya ASN PNS minta gaji. Ini tekanan sosial nih. Mau enggak mau pemerintah akhirnya oke PNS minta naik gaji. Ikutin naik gaji. Masuk lagi lingkaran setan tadi. Naikin gaji duitnya dari mana? Dari langit. Emang enggak cetak duit inflasi lagi. Terus yang kedua, tekanan terhadap APBN. Karena makin banyak orang yang nganggur, makin banyak orang yang susah, negara harus kasih subsidi lebih besar supaya mereka bisa hidup. Subsidi apa yang dikasih negara? Subsidi BBM, subsidi listrik, subsidi pangan. Ya, ini harus dilakukan intervensi sama pemerintah untuk menjaga daya beli supaya enggak banyak orang mati-mati kelaparan. Itu yang dilakukan. Ujung-ujungnya jadi lingkaran setan, negara pun jadi terbebani. AP band kita bakal makin tergerus habis, Guys. So, at the end of the day, ternyata ini bisa berdampak parah. Defisit APB band bisa semakin melebar nih. Oke, itu kan kita bahas dampak buruknya. Ada dampak baiknya enggak ya? At least dampak baiknya ini gua bahas juga ya dalam jangka pendek kalau dikabulkan nih tuntutan buruk ya dalam jangka pendek daya beli masyarakat itu meningkat tuh tiba-tiba kan dapat duit naik 5 naik 10% ya daya beli mereka bertambah nah ini bisa mendorong konsumsi domestik jadi ya ada kabar baiknya juga tapi dalam jangka pendek konsumsi domestik tambah naik karena gaji mereka naik tapi itu temporar karena kalau kenaikan gaji tidak disertai dengan kenaikan produktivitas nah ini kata kunci nih kenaikan gaji boleh asal ada kenaikan produktivitas ekonomi bisa hancur colaps inflasi tadi yang gua bilang. Tapi kalau memang kenaikan gaji ini bisa dibalas sama buruh dengan meningkatkan produktivitas dia, eh kalau gaji gua naik 10% nanti produktivitas gua juga naik ya 50% ya artinya apa? Ekonomi kita bakal tambah sehat. Karena artinya buruh kita memberikan value yang jauh berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya. Ujung-ujungnya apa? GDP Indonesia justru bisa naik. Ya, ini kalau burunya berpikir sehat ya. Mereka enggak lagi hobi bolos, hobi dikit-dikit sakit, dikit-dikit izin, istirahat bisa sampai 2 jam, 3 jam, enggak kerjain kerjaan yang seharusnya mereka kasih. Nah, ini betul-betul harus diperiksa masing-masing. Menurut lu gimana? Apakah bisa translate ke kenaikan produktivitas? Kalau enggak ya siap-siap aja bakal jadi collapse. Jadi kesimpulannya apa, Guys, terkait gaji ya. Kalau kenaikan gaji 10% ini tidak diimbangi oleh kenaikan produktivitas, maka lu harus siap-siap terjadi lima kehancuran yang gua udah tulis di atas itu. Jadi, Teman-teman, menurut lu gimana? Lu setuju enggak sih dengan tuntutan buruh ini buat naikin gaji ya, buat hilangin outsourcing? Ya, gua ada bilang sih ada beberapa hal juga gue yang setuju. By the way, tuntutan mereka yang khususnya nomor 6 dan 7 ya. Berhubungan dengan apa ya nomor 6 mereka minta PTKP penghasilan tidak kena pajak 7,5 juta per bulan. Gua setuju banget bahkan kalau bisa sampai R10 juta per bulan. Dan ini udah dites kok. Kan ini udah pernah dibikin juga sih sebetulnya sama pemerintah. Pemerintah bebaskan pajak gaji ya. Jadi kalau orang-orang gajinya di bawah R juta enggak usah bayar pajak. Khususnya di sektor pariwisata. Nah, ini sih gua berharap dilebarin lagi lah. Makin banyak orang-orang yang PTKP tidak kena pajak. Ini tuntutan buru yang menurut gua sangat bagus. Sekali lagi gua mau bilang bagus. Kenapa? Karena menurut gua orang di bawah sana ibu rumah tangga. Mereka jauh lebih paham duit itu mau dipakai diinvestasikan ke mana. Apakah beli emas, apakah beli sekolah anaknya punya baju baru, apakah beli buku pelajaran, mereka tahulah lebih cerdas lah dibandingkan duitnya diambil sama negara lewat instrumen pajak. Dicolong tuh dari masyarakat terus duitnya dipakai buat apa? Korupsi. Enggak jadi apa-apa. Enggak jadi jembatan baru, enggak jadi sekolah baru. Enggak. Justru lebih bagus duitnya dibiarkan ke masyarakat-masyarakatlah yang mengelola. Mereka jauh lebih pintarlah buat kelola itu. So, gua sepakat dengan tuntutan buruh yang nomor 6. gaji PTKP itu dinaikkan. Kalau menurut buru R,5 juta, menurut gua Rp10 juta enggak kena pajak. Nah, kalau menurut lu gimana sih, Teman-teman? Ya, gua sih dari an tuntutan itu ada yang gua setuju, ada yang gua enggak setuju. Nah, kalau kalian gimana? Lu setuju enggak sih dengan tuntutan buru? Khususnya soal ya kenaikan gaji mereka. Mereka minta gaji naik 8 sampai 10,5%. Tuh, lu setuju apa enggak? Dan menurut lu pemerintah harus lakukan apa sih terkait lapan tuntutan buruh ini? Sebaiknya dikabulkan semuanya atau dikabulkan sebagian saja? Dan kalau dikabulkan sebagian, lu lebih pilih yang mana? Ya, kalau gua sih pilih yang PTKP itu bahwa penghasilan tidak kena pajak dinaikkan. Kalau lu gimana, Guys? Segera sharing ya pendapat kalian di bawah ini. Dan yang paling penting apa sih dampaknya ya kalau ini dikabulkan semuanya terhadap perekonomian bangsa kita dan perusahaan emiten favorit lu? Wah, seru nih, Guys. Oke, ditunggu segera komentar kalian. Segera subscribe ke channel Benix ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]