THE VILE CIRCLE OF WORKER DEMOS! Wages Rise, Goods Rise, Money Printed Again — AN ENDLESS CYCLE!
zIZRNKABLhg • 2025-10-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, 30 Oktober ini bakal terjadi demo
besar-besaran di negara kita karena ya
aksi buruh. Jadi buruh bakal demonstrasi
di DPR, di Istana Negara dan tuntutannya
ya kenaikan gaji. Jadi mereka minta
kenaikan UMP di tahun 2026 itu naik 8,5
sampai 10,5%.
Nah, ini kenaikan UMP yang menurut gua
cukup signifikan lah kenaikannya sampai
jauh ya di atas inflasi. Nah, menurut
ini bakal jadi kabar baik atau kabar
buruk nih bagi perekonomian negara kita
kalau seandainya demonstrasi buru ini
tuntutannya dikabulkan, Guys. Dan
dampaknya apa sih kalau seandainya
betul-betul kejadian? Kalau lu penasaran
jangan skip video ini. Let's check this
out. [musik]
Jadi, sebelum kita bahas lebih detail,
Guys, soal apa sih dampaknya ya terhadap
perekonomian bangsa kita nih demonstrasi
buruh ini ya? Karena kita ini kan
channel investasi ya, kita bahas tentang
bisnis, ekonomi, finance ya. Kita juga
harus tahu sebetulnya apa tuntutan utama
dari buru itu. Karena guru itu punya
delapan tuntutan, Guys. Nah, delapan
tuntutan yang utama itu adalah
berhubungan dengan hostum. Hostum itu
apa? Hapus tenaga outsourcing dan
menolak upah murah. Hostum. Itu yang
pertama. Jadi, dia mau hapus tuh. Enggak
boleh lagi ada
outsourcing-outsourcingan, wajib
semuanya jadi karyawan tetap kali, ya.
Terus yang kedua enggak boleh lagi upah
murah. Jadi, kalau bukan upah murah,
upah tinggi kali. Nah, yang kedua
kenaikan upah minimum 2026 itu mereka
penginnya antara 8,5 sampai 10,5%. Yang
ketiga, buru juga mendesak pencabutan
peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2021
tentang pekerja alih daya yang dinilai
mereka merugikan pekerja. Jadi, ini
aturan tentang outsourcing. Yang
keempat, buruh minta disahkan ya
rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan
versi buruh yang terpisah dari Omnibus
Law. Nah, ini demi melindungi
kepentingan pekerja. Nah, yang kelima
mereka minta pembentukan satuan tugas
PHK untuk menghentikan pemutusan
hubungan kerja yang sepihak. Yang
keenam, reformasi pajak perburuhan
dengan menaikkan penghasilan tidak kena
pajak menjadi 7,5 juta per bulan. Yang
ketujuh, penghapusan pajak pesangon,
pajak tunjangan hari raya, dan pajak
jaminan hari tua. Nah, yang kelapan,
penghapusan diskriminasi pajak terhadap
perempuan. Oke, Guys. Jadi, kita
langsung bahas aja, ya soal gaji lah.
Kita lihat di Karawang, ya. Karena di
sana banyak pabrik, ya. UMP di Karawang
itu Rp5.599.000.
So, kalau kita hitung lah, kan mereka
minta naik gaji 8,5 sampai 10,5%. Oke,
gua kan baik ya. Jadi, gua bikin 10%
lah. Jadi, R5.599.000
ya. Kalau kita hitung 10%, ya itu setara
Rp559.000
ditambah Rp5.559.000.
Artinya gaji di Karawang, UMP-nya di
Karyawang kalau naik 10% itu bakal jadi
Rp6.159.000,
Guys. So, ini adalah contoh kenaikan
yang ya cukup signifikan lah. Dan kita
perlu tahu sih ini harus dikabulkan atau
tidak. Ya, kalau teman-teman buru pasti
senang-senang aja dikabulkan. Sah. Tapi
ya gua mau bilang itu juga ada dampaknya
ke perekonomian. Dampak apa? Ada dampak
baik, ada dampak buruk. Nah, kita bahas
dampak buruknya dulu, Guys. So, kalau
tadi kita hitung ya, perusahaan harus
naikin gajinya 10%. Memang buru pasti
happy, Guys. Cuma kan lu udah tahu ya,
ujung-ujungnya apa. Kalau gaji buru naik
perusahaan itu ya berarti mereka harus
naikin biaya produksi mereka alias opex,
operational cost mereka pasti juga ikut
naik. Nah, kalau operational cost-nya
naik, akibatnya apa yang dia harus
lakukan? Dia kan juga enggak mau rugi.
Ujung-ujungnya apa yang dilakukan
pabrik, apa yang dilakukan perusahaan?
Dia naikin harga produknya. Ya, dia
memproduksi barang dan jasa, dinaikin
harganya. Ujung-ujungnya apa?
Barang-barang yang lu beli di toko-toko
di April Maret, di pasar itu akan naik.
Iya dong. Ngerti enggak loh kenapa naik?
Ya karena pabrik-pabrik biaya
operasionalnya tinggi dan itu bakal dip
through ke lu konsumer. Makanya harga
barangnya juga pasti ikut naik. Artinya
ketika buruh nih, kalau let's say
katanya ada jutaan buru di Indonesia
sama-sama serentak minta itu naik
gajinya, ya kita sudah kalkulasikan bisa
mendorong inflasi 0,3 sampai 0,5% loh.
Jadi teman-teman harus siap kalau buruh
ini dikabulkan tuntutannya harga
barang-barang pasti naik. Dan kalau
harga harga pada naik, lu sudah tahu
dong selanjutnya siapa yang bakal minta
gaji naik? Ya betul, PNS. Tadinya kan
buru ini karyawan swasta ya, gajinya
sudah naik, harga barang-barang naik.
Siapa yang trak-terak selanjutnya? PNS.
PNS minta lagi gajinya naik, dinaikin
lagi gajinya. Terus apa yang dilakukan
negara? Negara kagak punya duit. Negara
kan duitnya ngutang. Apa yang dilakukan
negara? Cetak duit. Kalau cetak duit apa
yang terjadi? Inflasi. Terus setelah PNS
naiknya gaji terjadi inflasi lagi. Harga
barang naik lagi. Begitu naik lagi apa
yang terjadi? Buru. Tahun depan demo
lagi. Karena enggak sanggup dinaikin
lagi gaji buru. Udah siklusnya begitu
aja. Gaji buru naik menyebabkan inflasi.
Menyebabkan PNS pengin naik gaji juga.
PNS minta naik gaji juga. Negara kagak
punya duit. Negara harus cetak duit.
Cetak duit mengakibatkan inflasi juga.
Jadi double inflation nih. Ini bakal
jadi lingkaran setan. Dan memang udah
bertahun-tahun itu begitu. Inilah
makanya kenapa yang gua bilang
demonstrasi kemarin itu harusnya pikir
lagi yang lu tuntut itu sebetulnya bukan
naik gaji. Naik gaji, naik gaji. Karena
sampai kapanpti barang inflasi terus,
ujung-ujungnya enggak terkejar terus.
ujung-ujungnya demo terus,
ujung-ujungnya enggak produktif, Guys.
Jadi, isi tuntutan yang benar itu bukan
soal naikin gaji, tapi soal turunin
harga harga. Beda. Kalau lu minta naikin
gaji, lu lah yang menyebabkan harga
barang itu bakal naik terus setiap
tahun. Tapi kalau lu minta diturunin
harga-harga barang, artinya ya gaji lu
itu menjadi lebih cukup. Malah sisa
banyak ketika harga barangnya yang
diturunin. Tapi kalau kacamata lu adalah
ini harga barang di sini, gaji gua di
sini, gua minta gaji gua dinaikin. Apa
yang terjadi selanjutnya? Harga
barangnya naik. Terus lu minta naik
lagi. Lingkaran setan. Yang sebaiknya lu
lakukan apa? Oh, gaji gua segini, harga
barang segini. Tuntutan lu adalah
barangnya yang diturunin. Bisa enggak?
Bisa. Nah, tapi sebelum kita bahas itu,
gua mau bahas juga dampak buruknya lagi.
Yang kedua. Yang kedua, kalau makin
banyak ya pabrik-pabrik yang dirugikan,
pengusaha yang dirugikan karena tadi ya
gajinya naik tinggi, mereka terpaksa
naikin biaya produksi ke opex-nya
nambah, biaya cost-nya mereka nambah.
Apa dampak buruk yang terjadi? Kalau
upah di Indonesia naik lebih cepat,
artinya banyak industri ekspor di
Indonesia, manufaktur di Indonesia, lu
tahunya Indonesia produksi aparel, bikin
garmen, bikin sepatu, bikin furniture,
ya produk kita jadi semakin tidak
kompetitif dibandingkan India,
Bangladesh, Vietnam, Thailand ya. Karena
ternyata ya gaji kita makin naik tinggi,
makin naik tinggi biar produksi mereka
jadi naik tinggi. Akibatnya ya produksi
ekspor kita ya semakin mahal kan. Udah
ujung-ujungnya pasti dibebankan ke
customer juga yang ada di luar negeri.
Nah, kalau biaya produksi di Indonesia
semakin tinggi, semakin mahal, semakin
tidak kompetitif, lu sudah tahu dong
artinya apa? Banyak investor asing yang
akan kabur dari Indonesia. Investor
asing kabur dari Indonesia, mereka
pindahin pabriknya. Tujuannya apa?
Mereka pindahin pabriknya ke negara yang
lebih murah upahnya. Dan ini merugikan
Indonesia karena Indonesia bakal
berkurang ekspornya. Berkurang ekspor
artinya berkurang penghasilan devisa
kita. Karena kalau kita ekspor ke luar
negeri, kita bisa dapat dolar. Tetapi
penghasilan dolar kita semakin berkurang
karena pabrik-pabrik orientasi ekspor
sudah pindah ke negara-negara dengan
karyawan yang lebih murah. Dan ini
ujung-ujungnya juga ya hubungan dengan
investasi ya. Foreign direct investment
di Indonesia bukannya tambah banyak tapi
makin berkurang.
Nah, ini daya saing ekspor kita yang
melemah ini akan memberikan dampak yang
ketiga, Guys. Dampak yang ketiga apa?
PHK massal. Kenapa bisa terjadi PHK
massal, Guys? Simpel aja. Karena banyak
perusahaan yang merasa tidak sanggup
menampung, menyerap kenaikan gaji itu ya
terpaksa mereka harus melakukan
perampingan alias pengurangan tenaga
kerja. Iya dong, karena mereka enggak
sanggup lagi bayar gajinya. Atau yang
kedua pilihannya adalah mereka lakukan
otomatisasi, otomasi alias mengganti
tenaga kerja manusia dengan mesin. Tentu
lebih murah dan enggak bisa demo mesin
ini. Nah, yang ketiga mereka juga bakal
menunda perekrutan karyawan baru.
Makanya teman-teman Gen banget nih gua
kasihan sama lu nih. Gua yakin generasi
Genj bakal paling merasakan dampak
susahnya nyari tempat kerja. Kenapa? Ya
karena makin banyak pabrik-pabrik yang
bakal tutup bangkrut. pindah keluar
enggak kompetitif di dalam negeri atau
yang di dalam negeri pun kalau tetap
jalan akan dirubah tenaga manusia
menjadi tenaga mesin. Itu yang bakal
terjadi. Dan ini ironis sekali karena ya
tadi kan cita-citanya buruh minta demo
naik gaji kan supaya mereka tambah
sejahtera. Tetapi bukannya tambah
sejahtera malah yang terjadi apa?
Lapangan kerja menghilang pengangguran
tambah banyak. Pernah mikir enggak lu?
Nah yang keempat ya teman-teman sudah
tahu ya. yang bisa mempekerjakan
karyawan dengan gaji UMP itu kan
buru-buru ya, industri menengah besar ke
atas lah. Kalau di industri menengah
besar layer utama penyerap tenaga kerja
ini banyak yang melakukan PHK massal
yang tadi gua bilang ujung-ujungnya yang
terdampak lu jangan happy-happy aja
kalau lu sektor informal ya UMKM lu juga
bakal terdampak. Kenapa teman-teman
ngerasa enggak sih sekarang ini makin
banyak di tiap jalan lu lihat tiap
belokan dikit juang cimol, jual
gorengan, cimol lagi, pecelele lagi,
gorengan lagi, cimol lagi. Lama-lama lu
bakal lihat nih pelanggan enggak tambah
banyak, Guys. Tetapi pedagang yang
tambah banyak. Jadi teman-teman lihat
deh di pinggir jalan itu bakal makin
banyak orang jual telur gulung, telur
dadar, wartek, nasi goreng, pecelele,
gorengan, cimol lagi, gado-gado
sebelahnya cimol lagi. Udah semua orang
dagang cimol atau cilok lah. Tapi yang
beli siapa? Ya mereka-mereka juga.
Pembeli sejatinya hilang. Kenapa? Karena
kalau makin banyak PHK di tingkat
industri menengah besar, ujung-ujungnya
karyawan yang biasa makan cilok, cimol,
jajanan UMKM pinggir jalan, mereka
menghilang, Guys. Mereka menghilang
berubah jadi apa mereka? Kan mereka juga
butuh makan. Mereka berubah jadi
pedagang cilok lagi di situ. Pedagang
makanan lagi. Ujung-ujungnya di
sepanjang jalan adanya pedagang semua,
Guys. Dan lu bakal lihat fenomena ini
bakal makin banyak terjadi di Indonesia.
Kenapa? Karena UMKM kalau Indonesia
mengandalkan UMKM, sektor informal ini
makin banyak yang terjerumus. Ingat ya,
sektor informal itu enggak bayar pajak
loh. UMKM, UMKM cimol-cimol,
cilok-cilokan ini enggak ada yang bayar
pajak. Tapi kalau makin banyak itu
pindah ke sana tapi yang belanja enggak
ada. Padahal yang belanja ini bukan
pelaku UMKM dong. Harapan mereka. Masa
pedagang cilok berharap dagangannya
dibeli pedagang cimol, pedagang combro.
Enggak. Mereka berharap dagangan mereka
dimakan, dibelanja oleh karyawan, oleh
buru-buru pabrik yang diserap oleh
industri menengah besar itu yang hilang
hancur gara-gara banyak demo-demo
begini. Ujung-ujungnya apa? Makin banyak
pedagang pinggir jalan tanpa ada
pembeli. Dan ini berarti ya ya
teman-teman UMKM enggak bisa tutup mata.
Lu merasa hahi hahi aja mampus kau
banyak yang di PHK enggak begitu atau
mampus kau banyak pabrik yang tutup. lu
enggak bisa begitu. Ujung-ujungnya lu
yang bakal kena dampaknya. Dan
teman-teman mungkin sudah mulai
merasakan juga bahwa dampak dari
demo-demo buruh kalau semakin sering
makin bikin investor takut, banyak
pabrik yang pindah, ujung-ujungnya
sektor UMKM, sektor informal bakal makin
tergerus, bakal makin hancur di
Indonesia. Ya, karena eh sebentar guys,
sebentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 [musik]
di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial nih
dengan pembicara yang spesial juga
karena ya cuannya [musik] gede banget
nih, Guys. Nah, buat lu yang penasaran
dan pengin segera ikutan di event acara
offline spesial benix cuman ada 1 tahun
sekali yang namanya Benix Investor
Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang
juga nih sebelum terlambat.
Dan ingat kursinya juga terbatas karena
cuma ada 50 kursi, Guys. Total kursi
yang kita [musik] sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah ya. Jadi
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
e kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
[musik] sih dengan ini. Kalau tahu Pak
Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya
ee pinggir jurang ini lebih pinggir
lagiah. Ini
mengikuti [musik] Bik Investor Sumed ini
setelah dua kali saya mendapatkan
manfaat bahwa [musik]
kalau kita bisa memahami fundamental
atas perusahaan dan forecast untuk
perusahaan ke depannya kita pasti
[musik] dapat akan mendapatkan hasil
yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya
rasakan selama setahun ini. Dan saya
[musik] harapin kalau eh untuk Benik
Investor Summit 2025 diadakan, saya
pasti akan ikut lagi. Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. [musik]
Ya, karena ujung-ujungnya semua orang
jadi pedagang cilok, Guys. Ini
perumpamaan yang gua mau bilang bahwa
UMKM di Indonesia banyak jumlahnya,
masifnya. Apakah itu kabar baik? Belum
tentu. Karena mereka butuh pembeli.
Pembeli datang dari industri besar.
Mereka bisa serap 10.000 R000 tenaga
kerja, 20.000 tenaga kerja itu yang
belanja ke UMKM. Jadi, lu enggak bisa
mengandalkan adalah sebuah kehebatan
Indonesia. UMKM-nya banyak, enggak.
Resiliensinya di mana? Ternyata nyawanya
tetap bergantung kepada
industri-industri yang mampu menciptakan
lapangan kerja dalam skala masif, which
is manufacturing. Dan itu yang
dibutuhkan saat ini. Dan kalau itu makin
sering ditakut-takutin dan upah melesat
naik cepat terlalu tinggi, apa yang
terjadi? Ini akan menciptakan tekanan
terhadap APBN dan inflasi di daerah lu
sendiri. Kenapa ya tekanan APBN yang
pertama ya ASN PNS minta gaji. Ini
tekanan sosial nih. Mau enggak mau
pemerintah akhirnya oke PNS minta naik
gaji. Ikutin naik gaji. Masuk lagi
lingkaran setan tadi. Naikin gaji
duitnya dari mana? Dari langit. Emang
enggak cetak duit inflasi lagi. Terus
yang kedua, tekanan terhadap APBN.
Karena makin banyak orang yang nganggur,
makin banyak orang yang susah, negara
harus kasih subsidi lebih besar supaya
mereka bisa hidup. Subsidi apa yang
dikasih negara? Subsidi BBM, subsidi
listrik, subsidi pangan. Ya, ini harus
dilakukan intervensi sama pemerintah
untuk menjaga daya beli supaya enggak
banyak orang mati-mati kelaparan. Itu
yang dilakukan. Ujung-ujungnya jadi
lingkaran setan, negara pun jadi
terbebani. AP band kita bakal makin
tergerus habis, Guys. So, at the end of
the day, ternyata ini bisa berdampak
parah. Defisit APB band bisa semakin
melebar nih. Oke, itu kan kita bahas
dampak buruknya. Ada dampak baiknya
enggak ya? At least dampak baiknya ini
gua bahas juga ya dalam jangka pendek
kalau dikabulkan nih tuntutan buruk ya
dalam jangka pendek daya beli masyarakat
itu meningkat tuh tiba-tiba kan dapat
duit naik 5 naik 10% ya daya beli mereka
bertambah nah ini bisa mendorong
konsumsi domestik jadi ya ada kabar
baiknya juga tapi dalam jangka pendek
konsumsi domestik tambah naik karena
gaji mereka naik tapi itu temporar
karena kalau kenaikan gaji tidak
disertai dengan kenaikan produktivitas
nah ini kata kunci nih kenaikan gaji
boleh asal ada kenaikan produktivitas
ekonomi bisa hancur
colaps inflasi tadi yang gua bilang.
Tapi kalau memang kenaikan gaji ini bisa
dibalas sama buruh dengan meningkatkan
produktivitas dia, eh kalau gaji gua
naik 10% nanti produktivitas gua juga
naik ya 50% ya artinya apa? Ekonomi kita
bakal tambah sehat. Karena artinya buruh
kita memberikan value yang jauh
berkali-kali lipat dibandingkan
sebelumnya. Ujung-ujungnya apa? GDP
Indonesia justru bisa naik. Ya, ini
kalau burunya berpikir sehat ya. Mereka
enggak lagi hobi bolos, hobi dikit-dikit
sakit, dikit-dikit izin, istirahat bisa
sampai 2 jam, 3 jam, enggak kerjain
kerjaan yang seharusnya mereka kasih.
Nah, ini betul-betul harus diperiksa
masing-masing. Menurut lu gimana? Apakah
bisa translate ke kenaikan
produktivitas? Kalau enggak ya siap-siap
aja bakal jadi collapse. Jadi
kesimpulannya apa, Guys, terkait gaji
ya. Kalau kenaikan gaji 10% ini tidak
diimbangi oleh kenaikan produktivitas,
maka lu harus siap-siap terjadi lima
kehancuran yang gua udah tulis di atas
itu. Jadi, Teman-teman, menurut lu
gimana? Lu setuju enggak sih dengan
tuntutan buruh ini buat naikin gaji ya,
buat hilangin outsourcing? Ya, gua ada
bilang sih ada beberapa hal juga gue
yang setuju. By the way, tuntutan mereka
yang khususnya nomor 6 dan 7 ya.
Berhubungan dengan apa ya nomor 6 mereka
minta PTKP penghasilan tidak kena pajak
7,5 juta per bulan. Gua setuju banget
bahkan kalau bisa sampai R10 juta per
bulan. Dan ini udah dites kok. Kan ini
udah pernah dibikin juga sih sebetulnya
sama pemerintah. Pemerintah bebaskan
pajak gaji ya. Jadi kalau orang-orang
gajinya di bawah R juta enggak usah
bayar pajak. Khususnya di sektor
pariwisata. Nah, ini sih gua berharap
dilebarin lagi lah. Makin banyak
orang-orang yang PTKP tidak kena pajak.
Ini tuntutan buru yang menurut gua
sangat bagus. Sekali lagi gua mau bilang
bagus. Kenapa? Karena menurut gua orang
di bawah sana ibu rumah tangga. Mereka
jauh lebih paham duit itu mau dipakai
diinvestasikan ke mana. Apakah beli
emas, apakah beli sekolah anaknya punya
baju baru, apakah beli buku pelajaran,
mereka tahulah lebih cerdas lah
dibandingkan duitnya diambil sama negara
lewat instrumen pajak. Dicolong tuh dari
masyarakat terus duitnya dipakai buat
apa? Korupsi. Enggak jadi apa-apa.
Enggak jadi jembatan baru, enggak jadi
sekolah baru. Enggak. Justru lebih bagus
duitnya dibiarkan ke
masyarakat-masyarakatlah yang mengelola.
Mereka jauh lebih pintarlah buat kelola
itu. So, gua sepakat dengan tuntutan
buruh yang nomor 6. gaji PTKP itu
dinaikkan. Kalau menurut buru R,5 juta,
menurut gua Rp10 juta enggak kena pajak.
Nah, kalau menurut lu gimana sih,
Teman-teman? Ya, gua sih dari an
tuntutan itu ada yang gua setuju, ada
yang gua enggak setuju. Nah, kalau
kalian gimana? Lu setuju enggak sih
dengan tuntutan buru? Khususnya soal ya
kenaikan gaji mereka. Mereka minta gaji
naik 8 sampai 10,5%. Tuh, lu setuju apa
enggak? Dan menurut lu pemerintah harus
lakukan apa sih terkait lapan tuntutan
buruh ini? Sebaiknya dikabulkan semuanya
atau dikabulkan sebagian saja? Dan kalau
dikabulkan sebagian, lu lebih pilih yang
mana? Ya, kalau gua sih pilih yang PTKP
itu bahwa penghasilan tidak kena pajak
dinaikkan. Kalau lu gimana, Guys? Segera
sharing ya pendapat kalian di bawah ini.
Dan yang paling penting apa sih
dampaknya ya kalau ini dikabulkan
semuanya terhadap perekonomian bangsa
kita dan perusahaan emiten favorit lu?
Wah, seru nih, Guys. Oke, ditunggu
segera komentar kalian. Segera subscribe
ke channel Benix ini. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:59 UTC
Categories
Manage