Transcript
QG6EY2RPLC8 • MALAYSIA GET 0% TARIFFS, BUT MUST FOLLOW THE AMERICA?! THE MOST EMBARRASSING AGREEMENT IN HISTORY!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0480_QG6EY2RPLC8.txt
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Rakyat Malaysia sudah dibodoh-bodohi sama pemerintahnya. Malah gak sadar diri. Bisa-bisanya mereka malah nyerang Benix, ya. Padahal gua udah dengan sangat baik dan murah hati memberikan edukasi sama mereka bahwa sebetulnya pemerintah mereka menggadaikan. Bayangkan Perdana Menteri Malaysia dengan bangganya menggadaikan negara Malaysia ke Amerika Serikat. Tapi memang dasar Malaysia ini enggak tahu diuntung, Guys. Makanya mereka malah kasih komentar-komentar yang gua bingung ini orang bisa [musik] baca apa enggak sih? Jangan-jangan buta huruf semua nih orang Malaysia nih. Lu lihat nih komentan ini. Modi setan 6202. [musik] Si Benix masih tolol goblok lagi. Tengok pula yang jadi dengan Indon, dengan USA nanti. Soal kereta cepat saja laun bakal tergadai sama Cina. Gua enggak tahu ya lu ngomong apa ya. Tapi memang wus ini bermasalah kok. Gua setuju sama si Setan 6202 ini. Rohaza 3734. Kamu ini manusia berhati busuk. Jaga saja periuk nasi kamu. Jangan sampai ada yang tidak dapat makan. Goblok. Kata si Roaiza, maksudnya hati busuk apa ya? Gua ngasih tahu lu hal yang benar, bukan ngasih tahu berita hoaks. L ini fakta beritanya dari gedung putih. Kalau lu buta huruf, lu enggak bisa baca tulis, lu buka website-nya www.whouse. Jadi, lu bisa cari informasinya yang gua bilang itu berdasarkan data. Bego. Lalu ada lagi oneedah 9745. Ini lu lihat ya, Onesedah 9745. Selalu ada empat angka di belakangnya. Ini udah kayak barisan bazer aja nih. Ini namanya nomor absen pegawai di kantor bazer Malaysia nih kayak begini. Isinya orang bodoh semua. Jadi gampang dideteksi nih. Janganlah kau sibuk dengan Malaysia. Kau jaga negara kau and bagi idea cod negaraku kamu. Kami Malaysian tidak sama sekali perlukan idea maju. Kamu yang goblok. Nah, ini bukan hanya buta huruf ya. Dia juga harus belajar ngetik yang baik dan benar. Tolonglah orang Malaysia capek-capek duit lu habis buat bayar subsidi sekolah tapi mengetik aja enggak bisa. Lu bodoh apa tolol? Terus ada timw Global Industry 400. Bodoh punya Benix. Kamu tuh yang goblok. Jaga negara sendiri jangan sibuk hal orang goblok kamu sampai tujuh keturunan kamu tak habis gobloknya. Ya lu kalau ngatain orang goblok coba sebelah mana salahnya? Coba lu tunjukin poin di mana yang gua salah. Coba ngomong pakai fakta dan data dong. Karena di pembahasan sebelumnya guys, kita tuh udah bahas lima hal penting nih. Soal Malaysia digadaikan, dijual murah sama perdana menteri Malaysia ke Amerika Serikat. Jiji banget gua lihatnya. Yang pertama ya, produk Amerika Serikat itu sudah boleh masuk Malaysia. Enggak perlu lagi pakai penilaian kualifikasi dari badan badan negara setempat. Contoh ya kayak sertifikat halal, siri mesti, KKM. Mereka zaman dulu harus tuh. Sekarang enggak. Udah bebas aja keluar masuk barang-barang made in Amerika Serikat. Betul-betul konyol ini Malaysia. Yang kedua, Malaysia udah enggak boleh lagi ngasih syarat-syarat kalau impor makanannya dari Amerika dan mereka enggak boleh menolak produk pertanian di Amerika Serikat. Ingat ya, orang Malaysia itu tugasnya, kewajibannya memperkaya pengusaha Amerika. Jadi kalau ada petani di Amerika yang susah, rakyat Malaysia wajib bantuin. Kalau ada petani di Amerika Serikat yang mau ekspor racun, bahan makanan, gandum, tepung terigu yang banyak pestisidanya, banyak racunnya, Malaysia harus konsumsi racun itu. Karena itu fungsinya orang Malaysia. Makanya pejabatnya mah happy-happy aja. Rakyat yang bodoh ini kan enggak ngerti. Buktinya video kemarin gua bikin yang paham sangat sedikit kok orang Malaysia. Malah mereka puji-puji itu trade deal dengan Donald Trump sampai joget-joget Donald Trump happy dia sama Malaysia. Dari situ aja lu bisa tahulah Donald Trump itu menang besar. Malaysia diinjak-injak tapi enggak sadar diri. Memang bodoh. Yang ketiga apa? Ini juga konyol. Malaysia udah enggak boleh lagi mengenakan pajak untuk produk-produk digital Amerika Serikat. Kan kamu tahu Amerika itu punya banyak produk digital, perusahaan digital. Mereka punya Facebook, mereka punya Google, mereka punya Netflix, mereka punya Amazon, lain sebagainya banyaklah. Nah, Malaysia itu yang udah-udah kemarin mereka masih punya harga diri ya. Mereka zaman dulu itu cukup pintar orang Malaysia punya otak loh. Mereka itu ngasih pajak 6%. Jadi kalau lu belanja produk-produk perusahaan digital Amerika Serikat, lu belanja produk di Google, di Amazon, di Facebook, di eBay, Malaysia itu ngecas 6% karena mereka punya otak. Tapi sekarang orang Malaysia udah jadi tolol. Mereka stupid. Jadi sekarang mereka enggak boleh lagi mengenakan pajak terhadap perusahaan-perusahaan digital di Amerika Serikat. Kan konyol artinya bebas nih Malaysia dijajah sama Facebook. Mereka hobinya jadi budak Mark Zuckerberg nih. Luar biasa nih Malaysia nih. Bukan cuman itu, Guys. Yang keempat apa? Yang keempat mereka wajib memfasilitasi perdagangan digitalnya Amerika Serikat. Bukan hanya enggak boleh ngasih pajak bea, cukai dan lain sebagainya. Enggak boleh. Mereka bahkan harus memudahkan, memberikan akses sebesar-besarnya bagi perusahaan teknologi Amerika Serikat buat menjajah Malaysia. Wah, kejam banget ini. Ya, lebih sadis lagi yang kelima, Guys. Kemarin itu rangkuman aja ya, Malaysia itu wajib nanya dulu sama Amerika Serikat kalau mereka mau berdagang dengan negara lain, khususnya mau berdagang digital dengan negara lain. Apalagi kalau negara lain tuh dianggap sebagai musuhnya Amerika Serikat. Ini artinya negara ini enggak lagi punya kedaulatan. There is no sovereinity in Malaysia. Mereka udah kumpulan budak slave. Malaysia itu slave. Mereka dikit-dikit mau belok kiri nanya dulu sama majikan. Bos Donald Trump, boleh enggak Malaysia belok kiri? Kalau mau belok kanan nanya lagi, "Bos Donald Trump, Malaysia boleh enggak belok ke kanan?" Betul-betul idiot nih. Ini betul-betul bodoh nih yang tandat-tangan perjanjian ini. Tapi ya sudahlah, nasibnya bangsa Malaysia itu untuk menjadi bodoh itu adalah hak mereka. Jangan dihalang-halangi juga ya. Soalnya masih banyak lagi sih isi perjanjian trade deal Malaysia dan Trump itu yang merugikan Malaysia. Contohnya apa? Yang keenam nih gua tambahin nih gara-gara banyak orang yang setuju ya buat kita bikin video lanjutan. Makanya lu jangan skip video ini. Apa sih sebetulnya yang paling sadis ditandatanganin oleh Perdana Menteri Malaysia dan dia menggadaikan negaranya habis-habisan? Jangan dikip video ini. Segera subscribe channel Benix dan share video ini ke teman kamu. So, let's check this out. [musik] Jadi yang keenam, Guys, ini bahaya ya. Karena Malaysia itu wajib mengikuti seluruh perintah Amerika Serikat. Jadi, Teman-teman bisa temukan ya perintah ini di pasal 5.1. Jadi maksudnya 5.1 ini ya kalau Amerika Serikat di kemudian hari ada perang dagang nih sama Filipina, Malaysia juga wajib ikut perang dagang dengan Filipina. Kalau Donald Trump nanti sore main golf ke Seleo dan dia bilang, "Wah, ini gara-gara sepatu gua jelek nih, made in Vietnam. Gua mau perang dagang sama Vietnam. Malaysia juga wajib nih ikut perang dagang sama Vietnam membela kepentingan Amerika Serikat. Kan ini bodoh banget. Bisa-bisanya Donald Trump ke Seleo gara-gara pakai sepatu made in Vietnam, dia berantem sama Vietnam, Malaysia juga harus ikut belain Amerika Serikat berantem sama Vietnam. Ini kan konyol banget. Makanya pasal 5.1 ini yang lu bisa lihat sumbernya di White House. Jadi enggak ngadi-ngadi, Guys. Ini enggak ngasal-ngasal. Ini ngomong pakai bukti. Lu bisa temukan juga di website-nya Gedung Putih sampai mantan Menteri Perdagangan Malaysia aja menjerit, Guys. Dia menangis-nangis nih karena dia melihat negaranya dijual. Ini menteri loh, pejabat Malaysia, mantan Menteri Perdagangan di Malaysia yang namanya Azmin Ali ternyata punya otak. Ya, dia bilang apa? Salah satu hal yang paling mencederai Malaysia, one of the most damaging claus of the Malaysian US Reciprocal Trade Agreement itu adalah salah satu pasal yang mewajibkan Malaysia untuk meng-copy segala tindak tanduk, segala sanksi, segala keputusan politik dagang Amerika Serikat yang dikenakan ke negara lain. Jadi dia harus copy apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Amerika Serikat bilang A, Malaysia ikut A. Amerika bilang C, Malaysia wajib bilang C. Dan makanya gua setuju sama Azmin Ali ini ketika dia sampai berteriak, pejabat mantan menteri loh, dia punya hati nurani nih. Dia sampai bilang kalau Washington memutuskan untuk menyetop impor dari Cina atau Rusia, maka Malaysia wajib lakukan yang sama dan sudah pasti itu akan merugikan perekonomian Malaysia. Dan ini betul-betul berbahaya, betul-betul merusak kedaulatan Malaysia. Karena pasal 5.1 ini mewajibkan Malaysia untuk memilih kubu. Malaysia enggak bisa lagi netral. Padahal ya itu salah satu kekuatan Malaysia ya sampai Singapura ya. Mereka itu netral-netral aja. Ada perang Cina kek, ada perang Rusia kek, ada perang Timur Tengah kek, ada perang di Amerika kek. Mereka itu netral. Tapi sekarang sudah enggak bisa lagi. Mereka sudah menentukan pihak. So, Teman-teman di sini udah lihat ya kalau terjadi pecah perang dunia ketiga, lu sudah tahulah Malaysia ini ada di pihak yang mana ya. Mereka tidak berpihak sama Rusia dan Cina. Mereka memilih berpihak dengan Amerika Serikat. Nih udah lihat nih. So, ini menurut gua berbahaya sih bagi kawasan ASEAN ya. Kita negara Indonesia di sini harus ikut bersedih menyesalkan ya kebodohan Malaysia mengikuti Perjanjian Dagang yang isinya sepihak seperti ini. Tapi ya sudahlah itulah nasib jadi rakyat Malaysia, Guys. Karena ada lagi yang lebih ngeri yaitu yang ketujuh, Guys. Malaysia itu sudah enggak bebas lagi memilih mitra kerja samamanya. Nah, 5.2 ini ngeri, Guys. Karena pasal 5.2 itu berisi larangan dagang, export control, sanction, investment security yang intinya bahwa Malaysia itu enggak bebas lagi berdagang dengan negara-negara atau pihak-pihak individu, perusahaan atau organisasi yang berada di dalam daftar sanksi buatan Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Jadi, lu bayangin pemerintah Malaysia levelnya ada di bawah departemen perdagangan Amerika Serikat. Jadi mereka ini udah kayak karyawannya Amerika karena mereka harus tunduk dengan peraturan yang dibuat oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Not even menteri loh, not even presiden loh. Ini di bawah Departemen Perdagangan. Dan Malaysia sebagai negara budak itu juga wajib tunduk sama peraturan-peraturan yang dibuat oleh Kementerian Keuangan. Amerika Serikat, US Department of Treasury. Jadi, lu bisa bayangin ya, enggak ada kedaulatan Malaysia ini. Mereka itu jadi karyawan, jadi budaknya Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Jadi benar-benar sadis ini Malaysia ini diperkosa, Guys. Mereka menjadi karyawan negara lain. Mereka jadi alat. Mereka betul-betul jadi budak kepentingannya Amerika Serikat. Ini stupid. Yang kedelapan apa? Bentar guys, bentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu dan interaksi langsung ya karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede banget nih, Guys. Nah, buat lu yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita sediakan. Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi, banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai ee kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah ini. Mengikuti [musik] BIC investor Samet ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti dapat akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. Dan saya harapin kalau e untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai [musik] hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Yang kedelapan. Apa yang kedelapan? Malaysia juga dilarang jadi negara yang independen secara energi. Mereka enggak bisa lagi beli nuklir, Guys. Indonesia punya cita-cita punya PLTN sendiri loh. Maket listrik tenaga nuklir. Ini udah cita-cita kita sejak dulu. Tapi Malaysia punya cita-cita aja enggak boleh. Bermimpi aja dilarang, Guys, buat punya nuklir. Kenapa? Karena di pasal 5.3 ayat yang keempat tertulis, Malaysia dilarang belanja reaktor nuklir. Malaysia dilarang belanja uranium. Malaysia ini dilarang punya kedaulatan energi. Mereka udah jelas udah jadi budak lah, wajib. Gila, lu bayangkan bermimpi punya pembangkit listrik loh, tenaga nuklir untuk kepentingan damai aja enggak boleh. Benar-benar sedih ini rakyat Malaysia enggak ada masa depan lagi, Guys. Bodoh banget. Mereka dijual sama perdana menterinya sendiri ke negara lain dan enggak ada yang sadar sampai hari ini. Tenang-tenang aja, orang-orang di Malaysia itu bodoh banget. Memang kemarin mereka sempat punya cita-cita berani, Guys. Mereka sempat melarang ekspor rare Earth ke Amerika Serikat. Mereka sempat pengen kayak Cina. Gaya dikit dong, perang dagang dong. Gua mau melarang ekspor rare Earth Minerals dari Malaysia ke Amerika Serikat. Tapi ternyata macan ompong Malaysia ini. Kenapa? Karena bukan cuma membatalkan larangan eksporerot itu. Mereka malah sekarang mengiyakan. Mereka akan memfasilitasi, memudahkan, dan membantu. Intinya mereka akan segera bekerja sama dengan Amerika Serikat supaya makin banyak rare earth mineral, bahan-bahan tambang yang berharga itu bisa dieksploitasi oleh Amerika Serikat. Dan ini tertulis di pasal 6.1 bahwa di situ apa tertulis? Pemerintah pusat Malaysia wajib memfasilitasi, memudahkan, memberi kemudahan, bahkan mempromosikan ya agenda kepentingan Amerika Serikat buat investasi di industri-industri yang berhubungan dengan mineral-mineral berharga, mineral kritis, bahan tambang, ee pembangkit listrik, telekomunikasi, transportasi, bahkan sampai infrastruktur. Jadi benar-benar dijual murah ini Malaysia ini betul-betul sedih. Nah, yang ke-10, Guys. Yang ke-10 ini paling sadis. Makanya teman-teman di Malaysia segera share video Benix ini dan segera subscribe channel Benix. Bayar makin banyak orang Malaysia itu yang terbuka matanya bahwa negara kalian itu betul-betul sudah dijual dengan harga murah ke Amerika Serikat. Buktinya ada di pasal 6.1 terkait investasi. Lu tahu ya hari ini Malaysia itu banyak pengangguran di mana-mana. 3% penduduknya nganggur. Benar-benar sedih. bentar lagi ngalahin Indonesia yang sudah 7%. Tapi intinya adalah masih banyak pengangguran di Malaysia. Defisit anggarannya R8 triliun, utang pemerintahnya 4.000 triliun. Wah gila. Dan rahasia utang terhadap PDB mereka itu udah hampir 70%, Guys. Sadis banget. Jauh di atas Indonesia. Indonesia masih sekitar 30-an% lah. Hampir 40% Indonesia. Tapi Malaysia itu udah hampir dua kali lipat Indonesia. Rahasia utang terhadap PDB-nya. Ini negara bentar lagi krisis, Guys. Ngeri tadi penganggurannya banyak di Malaysia. Defisitnya R18 triliun, hutangnya 4.000an triliun. Lu tahu terus apa yang dilakukan Perdana Menteri Malaysia pengkhianat bangsa itu? Apa yang dia lakukan? Dia berjanji untuk membuka lapangan kerja di Amerika Serikat selama 10 tahun ke depan. Gila. Gila banget. Bisa-bisanya ketika negara Malaysia lagi susah, dia malah membuka lapangan kerja di negara lain di Amerika Serikat. Dan dia juga berjanji untuk taruh duit 70 billion dolar di Amerika Serikat. Malaysia negara yang miskin itu wajib investasi 70 billi dolar, 70 miliar dolar. Ini setara 11.162 162 triliun, Guys. Lu bayangin Malaysia utangnya masih segudang, defisitnya ratusan triliun. Eh, disuruh invest triliun di negara lain, disuruh buka lapangan kerja di negara lain. Bodoh banget. Dan lu jangan kira gua hoaks. Enggak. Ini semua based on data lu buka di gedung putih, buka pasal 6.1 1 ayat 3 di situ ditulis Malaysia shall facilitate to the extent practiceable approximately 70 billion dollar in job creating investment including Greenfield investment in the United States over the next 10 years. Baca ini, guys. Lu buta apa bodoh? Lu pilih dong. Jangan dua-duanya lu borong. Lu buta huruf atau lu bodoh. Pilih salah satu Malaysia. Lu bisa baca tulis enggak? Ini udah bukti negara lu itu dijual murah. Lu harus memperkaya negara lain. Lu harus kasih duit lu ke Amerika Serikat. Kan konyol. Konyol banget ini. Sedih gua lihatnya. Benar-benar bodoh. Kemarin ada orang Malaysia kirim inbox tempat kita. Terus gimana, Pak Beni? Gimana caranya biar negara kita bisa bebas dari sini? Selamatkan kami, kata mereka. Mereka menangis, Guys. Rakyat Malaysia sekarang pusing. Tapi lu tahu pemerintah mereka ini kejam. Karena mereka udah sepakat di ayat 2.12 di situ mereka sudah sepakat mereka tidak bakal banding, mereka tidak akan mengajukan gugatan di WTO. Mereka juga enggak bakal ngasih denda lanjutan atau tarif-tarif lanjutan kalau perang dagangan ini menyengsarakan fiskal mereka. Bayangkan mereka sudah sepakat untuk tidak maju ke WTO buat bersidang buat sengketa dagang di pengadilan. Mereka sudah sepakat ya. Kenapa? Ya karena ini sudah jelas menguntungkan Amerika Serikat. Makanya Amerika Serikat setuju-setuju aja. Ya udah taruh di situ pasal 2.12 ayat 2. Tidak boleh ya banding ya, tidak boleh ya melawan ya, tidak boleh ya komplain ya ke WTO ya. Dan udah disepakati di muka. Gila sih ini guys. Bahkan kalau seandainya pemerintah Malaysia di kemudian hari mau mengenakan pajak PPN ya atau value edit buat perusahaan-perusahaan Amerika. siapapun perusahaan Amerika, apapun perusahaannya, mau Tesla kek, mau Intel kek, mau Microsoft kek, Facebook, mereka juga udah enggak boleh, Guys. Karena di pasal 2.12 ayat 3 itu juga sudah dituliskan bahwa Malaysia dilarang mengenakan pajak pertambahan nilai yang merugikan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Jadi, ya memang betul-betul Malaysia ini udah dietting sedemikian rupa untuk melayani kepentingan Amerika Serikat. Bahkan mereka harus ngasih duit, Guys. Gila, lu Perjanjian Dagang. Gua baru kali ini lihat Perjanjian Dagang lu itu harus ngasih duit di negara lain, bahkan harus buka lapangan kerja di negara lain. Gila banget ini. Kok bisa ya Malaysia itu mau-maunya tanda tangan perjanjian yangang betul-betul menggadaikan negaranya sendiri. Ini tragis sih. Semoga Indonesia enggak begini ya, Guys. Dan gua mau ulangin sekali lagi ya, buat teman-teman yang buta huruf, udah gua rangkum sama Benix itu begitu baiknya ya. Lu enggak minta, tapi gua kasih nih buat lu, gratis nih buat orang Malaysia karena banyak yang bodoh. Rakyat kalian tuh tidur apa bodoh atau butau. Ini lu lihat dari perjanjian dagang dengan Amerika Serikat itu kewajiban Malaysia itu ada 49 kali. Sementara Amerika Serikat cuman ada 10. Tahunya dari mana? penggunaan kata shall you shall you shall do this you shall do that oh Malaysian lu punya 49 kewajiban yang wajib lu laksanakan lu serahkan ke Amerika Serikat padahal Amerika Serikat cuma punya 10 kewajiban ini udah enggak imbang, Guys. Ini hampir lima kali lipat lebih besar bebannya untuk rakyat Malaysia. Kok bisa? Makanya gua gak heran ya kalau orang-orang yang punya otak di Malaysia itu memang kalau ada yang punya otak dan hati nurani ya khususnya pasti mereka akan komplain. Contohnya Eric Seto nih. Eric Seto bilang apa? The direct effect is that Malaysia lose the right to determine its own trade and diplomatic policies towards other nation. Di sini maksudnya Malaysia kehilangan haknya untuk menentukan hubungan dagangnya, hubungan diplomatiknya dengan negara lain. Karena kalau negara Amerika Serikat memberikan sanksi kepada negara lain, negara Malaysia otomatis wajib mengikuti Amerika Serikat untuk memberikan sanksi ke negara tersebut. Meskipun negara tersebut adalah mitra dagang yang sangat penting untuk Malaysia. Nah, ini bahaya, Guys. Karena artinya, Guys, menurut perjanjian ini, kedaulatan dagang Malaysia, kedaulatan politik Malaysia, kedaulatan keamanan Malaysia itu bergantung kepada agenda geopolitik Amerika Serikat. Artinya, mereka sudah tidak bebas lagi berdagang, mereka sudah tidak bebas lagi ngobrol dengan pihak manaun. Mereka tidak bebas lagi menentukan bagaimana cara pertahanan keamanan negaranya. semuanya harus tanya sama uncle Sam sama Amerika Serikat. Makanya Arik Seto sampai bilang kalau Washington memberikan sanksi ke negara lain, Malaysia itu udah enggak bebas lagi kayak dulu untuk menjadi netral. Tetapi ya mereka memang sudah wajib mengikuti kepemimpinan Amerika Serikat. Dan ini menyedihkan karena gua lihat hanya sangat sedikit ya tokoh politik di Malaysia yang sadar yang bisa membaca isi perjanjian ini. Enggak banyak loh yang tahu bahwa perjanjian ini sangat sangat sangat sangat merugikan Malaysia. Teng Changkim ini salah satu politisi senior ya di Malaysia. Dia sampai bilang kalau perjanjian ini benar, pemerintah harus menjelaskan sama rakyat kenapa perjanjian ini menguntungkan Malaysia atau kenapa perjanjian ini tidak menggadaikan kedaulatan Malaysia. Harusnya pemerintah itu kasih keterbukaan kepada publik. tanggung jawab dong sama publik. Jangan cuma mau joget-jogetjoget bareng sama Donald Trump. Dan menurut gua ini benar, Guys. Ya, sebagai negara demokrasi dan katanya transparansi dijunjung tinggi ya, lu kasih keterbukaan lah. Contohnya kayak Prabowo kemarin tanda tangan apa? Trade deal sama Donald Trump. Banyak orang yang maki-maki, banyaknya orang yang marah-marah. Kalau gua bilang itu bagus, gua bilang juga itu bagus. Tapi faktanya di Indonesia namanya keterbukaan informasi ya. Lu harus siap dikritik dan siap juga menjawab apa yang ditanyakan oleh publik. Tapi sampai detik ini kalau kita lihat ya, Malaysia sama sekali tidak ada memberikan keterangan. Mereka bersembunyi, mereka pengecut nih para pejabatnya. Padahal negaranya sudah digadaikan, Guys. So, dari sini lu bisa ambil kesimpulan, Guys. Jadi, sebetulnya dengan tarif 0% itu sebetulnya ini contoh kesuksesan negosiasi dagang Malaysia atau malah sebuah ancaman kedaulatan bagi negara Malaysia. Makanya lu jangan terjebak tuh sama narasi-narasi. Malaysia menang dagang, Malaysia menang perang tarif, tarifnya cuma 0%. Jangan lu termakan narasi-narasi palsu buatan media-media anjing peliharaan George Soros. Faktanya 0% itu merugikan Malaysia. Nah, yang kedua gimana menurut lu nasib Indonesia? Apakah Indonesia bisa terancam enggak ya gara-gara Malaysia dapat tarifnya 0%? Jauh lebih murah dibanding Indonesia? Kalau menurut gua tidak. Karena ternyata 0%-nya sampah, Guys. Kenapa ya? Karena 0%-nya buat kakau. Apa sih ekspor kakaonya Malaysia? Ekspor. Ekspor 0%-nya buat apa? Barang farmasi, buat barang pesawat-pesawatan. Apa sih ekspornya Malaysia? Semua orang tahu lah. Ekspornya Malaysia itu bukan itu. Kalau lu Gana, gua percaya lu ekspor lu coklat. Lu pantai Gading, gua percaya lu ekspor coklat. Kalau lu Indonesia, gua percaya lu ekspor kakao. Percaya gua. Tapi kalau Malaysia enggak, Guys. Mereka enggak terkenal dengan ekspor itu. Malaysia itu terkenal dengan ekspor mineral, bahan tambang, alat-alat elektronik, mesin, kelapa sawit. Ya, itu gua percaya. Ekspor produk-produk plastik, ekspor alat-alat optik itu gua percaya. Ya, tapi kalau dibilang di ekspor coklat kok kayaknya agak aneh nih. Aneh banget nih. Ini deal yang sangat aneh. [tertawa] Tapi ya udahlah. Itulah nasibnya negara Malaysia, Guys. Enggak bisa negosiasi tarif dagang sama Donald Trump. So, menurut kalian gimana nih, Guys, buat rakyat Indonesia, ya? Apakah Indonesia bisa dapetin nih tarif 0% sama seperti Malaysia, tapi khusus buat produk kakao, sawit, sama karet kita? Karena kita mau enggak mau itu kita salah satu eksportir besar di dunia. Bisa enggak kita dapatin itu? Khusus buat follower Benix yang ada di Malaysia. Gua cuma mau nanya menurut kalian sebetulnya Malaysia itu diuntungkan atau dirugikan sih dengan adanya perjanjian ini? Tolong segera tulis di kolom komentar di bawah ini. Khususnya buat follower Benix yang dari Malaysia. Ada hampir 100.000 loh follower Benix yang dari Malaysia. Tolong segera tuliskan pandangan kalian di bawah ini. Malaysia itu sebenarnya diuntungkan atau dirugikan dengan 0% tarifnya Donald Trump. Oke guys, semoga video ini bermanfaat. Segera tuliskan pandangan dan komentar kalian di bawah ini. Jangan lupa subscribe dan share video ini ke teman-teman dan saudara kalian. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik] [musik]