MALAYSIA GET 0% TARIFFS, BUT MUST FOLLOW THE AMERICA?! THE MOST EMBARRASSING AGREEMENT IN HISTORY!
QG6EY2RPLC8 • 2025-11-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Rakyat
Malaysia sudah dibodoh-bodohi sama
pemerintahnya. Malah gak sadar diri.
Bisa-bisanya mereka malah nyerang Benix,
ya. Padahal gua udah dengan sangat baik
dan murah hati memberikan edukasi sama
mereka bahwa sebetulnya pemerintah
mereka menggadaikan. Bayangkan Perdana
Menteri Malaysia dengan bangganya
menggadaikan negara Malaysia ke Amerika
Serikat. Tapi memang dasar Malaysia ini
enggak tahu diuntung, Guys. Makanya
mereka malah kasih komentar-komentar
yang gua bingung ini orang bisa [musik]
baca apa enggak sih? Jangan-jangan buta
huruf semua nih orang Malaysia nih. Lu
lihat nih komentan ini. Modi setan 6202.
[musik] Si Benix masih tolol goblok
lagi. Tengok pula yang jadi dengan
Indon, dengan USA nanti. Soal kereta
cepat saja laun bakal tergadai sama
Cina.
Gua enggak tahu ya lu ngomong apa ya.
Tapi memang wus ini bermasalah kok. Gua
setuju sama si Setan 6202 ini. Rohaza
3734. Kamu ini manusia berhati busuk.
Jaga saja periuk nasi kamu. Jangan
sampai ada yang tidak dapat makan.
Goblok. Kata si Roaiza, maksudnya hati
busuk apa ya? Gua ngasih tahu lu hal
yang benar, bukan ngasih tahu berita
hoaks. L ini fakta beritanya dari gedung
putih. Kalau lu buta huruf, lu enggak
bisa baca tulis, lu buka website-nya
www.whouse.
Jadi, lu bisa cari informasinya yang gua
bilang itu berdasarkan data. Bego. Lalu
ada lagi oneedah 9745. Ini lu lihat ya,
Onesedah 9745. Selalu ada empat angka di
belakangnya. Ini udah kayak barisan
bazer aja nih. Ini namanya nomor absen
pegawai di kantor bazer Malaysia nih
kayak begini. Isinya orang bodoh semua.
Jadi gampang dideteksi nih. Janganlah
kau sibuk dengan Malaysia. Kau jaga
negara kau and bagi idea cod negaraku
kamu. Kami Malaysian tidak sama sekali
perlukan idea maju. Kamu yang goblok.
Nah, ini bukan hanya buta huruf ya. Dia
juga harus belajar ngetik yang baik dan
benar. Tolonglah orang Malaysia
capek-capek duit lu habis buat bayar
subsidi sekolah tapi mengetik aja enggak
bisa. Lu bodoh apa tolol? Terus ada timw
Global Industry 400. Bodoh punya Benix.
Kamu tuh yang goblok. Jaga negara
sendiri jangan sibuk hal orang goblok
kamu sampai tujuh keturunan kamu tak
habis gobloknya. Ya lu kalau ngatain
orang goblok coba sebelah mana salahnya?
Coba lu tunjukin poin di mana yang gua
salah. Coba ngomong pakai fakta dan data
dong. Karena di pembahasan sebelumnya
guys, kita tuh udah bahas lima hal
penting nih. Soal Malaysia digadaikan,
dijual murah sama perdana menteri
Malaysia ke Amerika Serikat. Jiji banget
gua lihatnya. Yang pertama ya, produk
Amerika Serikat itu sudah boleh masuk
Malaysia. Enggak perlu lagi pakai
penilaian kualifikasi dari badan badan
negara setempat. Contoh ya kayak
sertifikat halal, siri mesti, KKM.
Mereka zaman dulu harus tuh. Sekarang
enggak. Udah bebas aja keluar masuk
barang-barang made in Amerika Serikat.
Betul-betul konyol ini Malaysia. Yang
kedua, Malaysia udah enggak boleh lagi
ngasih syarat-syarat kalau impor
makanannya dari Amerika dan mereka
enggak boleh menolak produk pertanian di
Amerika Serikat. Ingat ya, orang
Malaysia itu tugasnya, kewajibannya
memperkaya pengusaha Amerika. Jadi kalau
ada petani di Amerika yang susah, rakyat
Malaysia wajib bantuin. Kalau ada petani
di Amerika Serikat yang mau ekspor
racun, bahan makanan, gandum, tepung
terigu yang banyak pestisidanya, banyak
racunnya, Malaysia harus konsumsi racun
itu. Karena itu fungsinya orang
Malaysia. Makanya pejabatnya mah
happy-happy aja. Rakyat yang bodoh ini
kan enggak ngerti. Buktinya video
kemarin gua bikin yang paham sangat
sedikit kok orang Malaysia. Malah mereka
puji-puji itu trade deal dengan Donald
Trump sampai joget-joget Donald Trump
happy dia sama Malaysia.
Dari situ aja lu bisa tahulah Donald
Trump itu menang besar. Malaysia
diinjak-injak tapi enggak sadar diri.
Memang bodoh. Yang ketiga apa? Ini juga
konyol. Malaysia udah enggak boleh lagi
mengenakan pajak untuk produk-produk
digital Amerika Serikat. Kan kamu tahu
Amerika itu punya banyak produk digital,
perusahaan digital. Mereka punya
Facebook, mereka punya Google, mereka
punya Netflix, mereka punya Amazon, lain
sebagainya banyaklah. Nah, Malaysia itu
yang udah-udah kemarin mereka masih
punya harga diri ya. Mereka zaman dulu
itu cukup pintar orang Malaysia punya
otak loh. Mereka itu ngasih pajak 6%.
Jadi kalau lu belanja produk-produk
perusahaan digital Amerika Serikat, lu
belanja produk di Google, di Amazon, di
Facebook, di eBay, Malaysia itu ngecas
6% karena mereka punya otak. Tapi
sekarang orang Malaysia udah jadi tolol.
Mereka stupid. Jadi sekarang mereka
enggak boleh lagi mengenakan pajak
terhadap perusahaan-perusahaan digital
di Amerika Serikat. Kan konyol artinya
bebas nih Malaysia dijajah sama
Facebook. Mereka hobinya jadi budak Mark
Zuckerberg nih. Luar biasa nih Malaysia
nih. Bukan cuman itu, Guys. Yang keempat
apa? Yang keempat mereka wajib
memfasilitasi
perdagangan digitalnya Amerika Serikat.
Bukan hanya enggak boleh ngasih pajak
bea, cukai dan lain sebagainya. Enggak
boleh. Mereka bahkan harus memudahkan,
memberikan akses sebesar-besarnya bagi
perusahaan teknologi Amerika Serikat
buat menjajah Malaysia. Wah, kejam
banget ini. Ya, lebih sadis lagi yang
kelima, Guys. Kemarin itu rangkuman aja
ya, Malaysia itu wajib nanya dulu sama
Amerika Serikat kalau mereka mau
berdagang dengan negara lain, khususnya
mau berdagang digital dengan negara
lain. Apalagi kalau negara lain tuh
dianggap sebagai musuhnya Amerika
Serikat. Ini artinya negara ini enggak
lagi punya kedaulatan. There is no
sovereinity in Malaysia. Mereka udah
kumpulan budak slave. Malaysia itu
slave. Mereka dikit-dikit mau belok kiri
nanya dulu sama majikan. Bos Donald
Trump, boleh enggak Malaysia belok kiri?
Kalau mau belok kanan nanya lagi, "Bos
Donald Trump, Malaysia boleh enggak
belok ke kanan?" Betul-betul idiot nih.
Ini betul-betul bodoh nih yang
tandat-tangan perjanjian ini. Tapi ya
sudahlah, nasibnya bangsa Malaysia itu
untuk menjadi bodoh itu adalah hak
mereka. Jangan dihalang-halangi juga ya.
Soalnya masih banyak lagi sih isi
perjanjian trade deal Malaysia dan Trump
itu yang merugikan Malaysia. Contohnya
apa? Yang keenam nih gua tambahin nih
gara-gara banyak orang yang setuju ya
buat kita bikin video lanjutan. Makanya
lu jangan skip video ini. Apa sih
sebetulnya yang paling sadis
ditandatanganin oleh Perdana Menteri
Malaysia dan dia menggadaikan negaranya
habis-habisan? Jangan dikip video ini.
Segera subscribe channel Benix dan share
video ini ke teman kamu. So, let's check
this out.
[musik]
Jadi yang keenam, Guys, ini bahaya ya.
Karena Malaysia itu wajib mengikuti
seluruh perintah Amerika Serikat. Jadi,
Teman-teman bisa temukan ya perintah ini
di pasal 5.1. Jadi maksudnya 5.1 ini ya
kalau Amerika Serikat di kemudian hari
ada perang dagang nih sama Filipina,
Malaysia juga wajib ikut perang dagang
dengan Filipina. Kalau Donald Trump
nanti sore main golf ke Seleo dan dia
bilang, "Wah, ini gara-gara sepatu gua
jelek nih, made in Vietnam. Gua mau
perang dagang sama Vietnam. Malaysia
juga wajib nih ikut perang dagang sama
Vietnam membela kepentingan Amerika
Serikat. Kan ini bodoh banget.
Bisa-bisanya Donald Trump ke Seleo
gara-gara pakai sepatu made in Vietnam,
dia berantem sama Vietnam, Malaysia juga
harus ikut belain Amerika Serikat
berantem sama Vietnam. Ini kan konyol
banget. Makanya pasal 5.1 ini yang lu
bisa lihat sumbernya di White House.
Jadi enggak ngadi-ngadi, Guys. Ini
enggak ngasal-ngasal. Ini ngomong pakai
bukti. Lu bisa temukan juga di
website-nya Gedung Putih sampai mantan
Menteri Perdagangan Malaysia aja
menjerit, Guys. Dia menangis-nangis nih
karena dia melihat negaranya dijual. Ini
menteri loh, pejabat Malaysia, mantan
Menteri Perdagangan di Malaysia yang
namanya Azmin Ali ternyata punya otak.
Ya, dia bilang apa? Salah satu hal yang
paling mencederai Malaysia, one of the
most damaging claus of the Malaysian US
Reciprocal Trade Agreement itu adalah
salah satu pasal yang mewajibkan
Malaysia untuk meng-copy segala tindak
tanduk, segala sanksi, segala keputusan
politik dagang Amerika Serikat yang
dikenakan ke negara lain. Jadi dia harus
copy apa yang dilakukan oleh Amerika
Serikat. Amerika Serikat bilang A,
Malaysia ikut A. Amerika bilang C,
Malaysia wajib bilang C. Dan makanya gua
setuju sama Azmin Ali ini ketika dia
sampai berteriak, pejabat mantan menteri
loh, dia punya hati nurani nih. Dia
sampai bilang kalau Washington
memutuskan untuk menyetop impor dari
Cina atau Rusia, maka Malaysia wajib
lakukan yang sama dan sudah pasti itu
akan merugikan perekonomian Malaysia.
Dan ini betul-betul berbahaya,
betul-betul merusak kedaulatan Malaysia.
Karena pasal 5.1 ini mewajibkan Malaysia
untuk memilih kubu. Malaysia enggak bisa
lagi netral. Padahal ya itu salah satu
kekuatan Malaysia ya sampai Singapura
ya. Mereka itu netral-netral aja. Ada
perang Cina kek, ada perang Rusia kek,
ada perang Timur Tengah kek, ada perang
di Amerika kek. Mereka itu netral. Tapi
sekarang sudah enggak bisa lagi. Mereka
sudah menentukan pihak. So, Teman-teman
di sini udah lihat ya kalau terjadi
pecah perang dunia ketiga, lu sudah
tahulah Malaysia ini ada di pihak yang
mana ya. Mereka tidak berpihak sama
Rusia dan Cina. Mereka memilih berpihak
dengan Amerika Serikat. Nih udah lihat
nih. So, ini menurut gua berbahaya sih
bagi kawasan ASEAN ya. Kita negara
Indonesia di sini harus ikut bersedih
menyesalkan ya kebodohan Malaysia
mengikuti Perjanjian Dagang yang isinya
sepihak seperti ini. Tapi ya sudahlah
itulah nasib jadi rakyat Malaysia, Guys.
Karena ada lagi yang lebih ngeri yaitu
yang ketujuh, Guys. Malaysia itu sudah
enggak bebas lagi memilih mitra kerja
samamanya. Nah, 5.2 ini ngeri, Guys.
Karena pasal 5.2 itu berisi larangan
dagang, export control, sanction,
investment security yang intinya bahwa
Malaysia itu enggak bebas lagi berdagang
dengan negara-negara atau pihak-pihak
individu, perusahaan atau organisasi
yang berada di dalam daftar sanksi
buatan Departemen Perdagangan Amerika
Serikat. Jadi, lu bayangin pemerintah
Malaysia levelnya ada di bawah
departemen perdagangan Amerika Serikat.
Jadi mereka ini udah kayak karyawannya
Amerika karena mereka harus tunduk
dengan peraturan yang dibuat oleh
Departemen Perdagangan Amerika Serikat.
Not even menteri loh, not even presiden
loh. Ini di bawah Departemen
Perdagangan. Dan Malaysia sebagai negara
budak itu juga wajib tunduk sama
peraturan-peraturan yang dibuat oleh
Kementerian Keuangan. Amerika Serikat,
US Department of Treasury. Jadi, lu bisa
bayangin ya, enggak ada kedaulatan
Malaysia ini. Mereka itu jadi karyawan,
jadi budaknya Departemen Perdagangan
Amerika Serikat. Jadi benar-benar sadis
ini Malaysia ini diperkosa, Guys. Mereka
menjadi karyawan negara lain. Mereka
jadi alat. Mereka betul-betul jadi budak
kepentingannya Amerika Serikat. Ini
stupid. Yang kedelapan apa? Bentar guys,
bentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu dan interaksi langsung ya karena
kita bakal membahas tiga sektor penting.
Yang pertama terkait energi, yang kedua
terkait bisnis logistik, dan yang ketiga
ada sektor spesial nih dengan pembicara
yang spesial juga karena ya cuannya gede
banget nih, Guys. Nah, buat lu yang
penasaran dan pengin segera ikutan di
event acara offline spesial Benix cuman
ada 1 tahun sekali yang namanya Benix
Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar
sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan
ingat, kursinya juga terbatas karena
cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi
yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi,
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa ya ee
pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah
ini.
Mengikuti [musik] BIC investor Samet ini
setelah dua kali saya mendapatkan
manfaat bahwa kalau kita bisa memahami
fundamental atas perusahaan dan forecast
untuk perusahaan ke depannya kita pasti
dapat akan mendapatkan hasil yang jauh
lebih baik. Dan itu yang saya rasakan
selama setahun ini. Dan saya harapin
kalau e untuk Benik Investor Summit 2025
diadakan, saya pasti akan ikut lagi.
Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai [musik] hari
Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam.
So, tunggu apaagi? Segera daftarkan
dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp
yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di
Solo, Guys. Bye bye. Yang kedelapan. Apa
yang kedelapan? Malaysia juga dilarang
jadi negara yang independen secara
energi. Mereka enggak bisa lagi beli
nuklir, Guys. Indonesia punya cita-cita
punya PLTN sendiri loh. Maket listrik
tenaga nuklir. Ini udah cita-cita kita
sejak dulu. Tapi Malaysia punya
cita-cita aja enggak boleh. Bermimpi aja
dilarang, Guys, buat punya nuklir.
Kenapa? Karena di pasal 5.3 ayat yang
keempat tertulis, Malaysia dilarang
belanja reaktor nuklir. Malaysia
dilarang belanja uranium. Malaysia ini
dilarang punya kedaulatan energi. Mereka
udah jelas udah jadi budak lah, wajib.
Gila, lu bayangkan bermimpi punya
pembangkit listrik loh, tenaga nuklir
untuk kepentingan damai aja enggak
boleh. Benar-benar sedih ini rakyat
Malaysia enggak ada masa depan lagi,
Guys. Bodoh banget. Mereka dijual sama
perdana menterinya sendiri ke negara
lain dan enggak ada yang sadar sampai
hari ini. Tenang-tenang aja, orang-orang
di Malaysia itu bodoh banget. Memang
kemarin mereka sempat punya cita-cita
berani, Guys. Mereka sempat melarang
ekspor rare Earth ke Amerika Serikat.
Mereka sempat pengen kayak Cina. Gaya
dikit dong, perang dagang dong. Gua mau
melarang ekspor rare Earth Minerals dari
Malaysia ke Amerika Serikat. Tapi
ternyata macan ompong Malaysia ini.
Kenapa? Karena bukan cuma membatalkan
larangan eksporerot itu. Mereka malah
sekarang mengiyakan. Mereka akan
memfasilitasi, memudahkan, dan membantu.
Intinya mereka akan segera bekerja sama
dengan Amerika Serikat supaya makin
banyak rare earth mineral, bahan-bahan
tambang yang berharga itu bisa
dieksploitasi oleh Amerika Serikat. Dan
ini tertulis di pasal 6.1 bahwa di situ
apa tertulis? Pemerintah pusat Malaysia
wajib memfasilitasi, memudahkan, memberi
kemudahan, bahkan mempromosikan ya
agenda kepentingan Amerika Serikat buat
investasi di industri-industri yang
berhubungan dengan mineral-mineral
berharga, mineral kritis, bahan tambang,
ee pembangkit listrik, telekomunikasi,
transportasi, bahkan sampai
infrastruktur. Jadi benar-benar dijual
murah ini Malaysia ini betul-betul
sedih. Nah, yang ke-10, Guys. Yang ke-10
ini paling sadis. Makanya teman-teman di
Malaysia segera share video Benix ini
dan segera subscribe channel Benix.
Bayar makin banyak orang Malaysia itu
yang terbuka matanya bahwa negara kalian
itu betul-betul sudah dijual dengan
harga murah ke Amerika Serikat. Buktinya
ada di pasal 6.1 terkait investasi. Lu
tahu ya hari ini Malaysia itu banyak
pengangguran di mana-mana. 3%
penduduknya nganggur. Benar-benar sedih.
bentar lagi ngalahin Indonesia yang
sudah 7%. Tapi intinya adalah masih
banyak pengangguran di Malaysia. Defisit
anggarannya R8 triliun, utang
pemerintahnya 4.000 triliun. Wah gila.
Dan rahasia utang terhadap PDB mereka
itu udah hampir 70%, Guys. Sadis banget.
Jauh di atas Indonesia. Indonesia masih
sekitar 30-an% lah. Hampir 40%
Indonesia. Tapi Malaysia itu udah hampir
dua kali lipat Indonesia. Rahasia utang
terhadap PDB-nya. Ini negara bentar lagi
krisis, Guys. Ngeri tadi penganggurannya
banyak di Malaysia. Defisitnya R18
triliun, hutangnya 4.000an triliun. Lu
tahu terus apa yang dilakukan Perdana
Menteri Malaysia pengkhianat bangsa itu?
Apa yang dia lakukan? Dia berjanji untuk
membuka lapangan kerja di Amerika
Serikat selama 10 tahun ke depan. Gila.
Gila banget. Bisa-bisanya ketika negara
Malaysia lagi susah, dia malah membuka
lapangan kerja di negara lain di Amerika
Serikat. Dan dia juga berjanji untuk
taruh duit 70 billion dolar di Amerika
Serikat. Malaysia negara yang miskin itu
wajib investasi 70 billi dolar, 70
miliar dolar. Ini setara 11.162 162
triliun, Guys. Lu bayangin Malaysia
utangnya masih segudang, defisitnya
ratusan triliun. Eh, disuruh invest
triliun di negara lain, disuruh buka
lapangan kerja di negara lain. Bodoh
banget. Dan lu jangan kira gua hoaks.
Enggak. Ini semua based on data lu buka
di gedung putih, buka pasal 6.1 1 ayat 3
di situ ditulis Malaysia shall
facilitate to the extent practiceable
approximately 70 billion dollar in job
creating investment including Greenfield
investment in the United States over the
next 10 years. Baca ini, guys. Lu buta
apa bodoh? Lu pilih dong. Jangan
dua-duanya lu borong. Lu buta huruf atau
lu bodoh. Pilih salah satu Malaysia. Lu
bisa baca tulis enggak? Ini udah bukti
negara lu itu dijual murah. Lu harus
memperkaya negara lain. Lu harus kasih
duit lu ke Amerika Serikat. Kan konyol.
Konyol banget ini. Sedih gua lihatnya.
Benar-benar bodoh. Kemarin ada orang
Malaysia kirim inbox tempat kita. Terus
gimana, Pak Beni? Gimana caranya biar
negara kita bisa bebas dari sini?
Selamatkan kami, kata mereka. Mereka
menangis, Guys. Rakyat Malaysia sekarang
pusing. Tapi lu tahu pemerintah mereka
ini kejam. Karena mereka udah sepakat di
ayat 2.12 di situ mereka sudah sepakat
mereka tidak bakal banding, mereka tidak
akan mengajukan gugatan di WTO. Mereka
juga enggak bakal ngasih denda lanjutan
atau tarif-tarif lanjutan kalau perang
dagangan ini menyengsarakan fiskal
mereka. Bayangkan mereka sudah sepakat
untuk tidak maju ke WTO buat bersidang
buat sengketa dagang di pengadilan.
Mereka sudah sepakat ya. Kenapa? Ya
karena ini sudah jelas menguntungkan
Amerika Serikat. Makanya Amerika Serikat
setuju-setuju aja. Ya udah taruh di situ
pasal 2.12 ayat 2. Tidak boleh ya
banding ya, tidak boleh ya melawan ya,
tidak boleh ya komplain ya ke WTO ya.
Dan udah disepakati di muka. Gila sih
ini guys. Bahkan kalau seandainya
pemerintah Malaysia di kemudian hari mau
mengenakan pajak PPN ya atau value edit
buat perusahaan-perusahaan Amerika.
siapapun perusahaan Amerika, apapun
perusahaannya, mau Tesla kek, mau Intel
kek, mau Microsoft kek, Facebook, mereka
juga udah enggak boleh, Guys. Karena di
pasal 2.12 ayat 3 itu juga sudah
dituliskan bahwa Malaysia dilarang
mengenakan pajak pertambahan nilai yang
merugikan perusahaan-perusahaan
Amerika Serikat. Jadi, ya memang
betul-betul Malaysia ini udah dietting
sedemikian rupa untuk melayani
kepentingan Amerika Serikat. Bahkan
mereka harus ngasih duit, Guys. Gila, lu
Perjanjian Dagang. Gua baru kali ini
lihat Perjanjian Dagang lu itu harus
ngasih duit di negara lain, bahkan harus
buka lapangan kerja di negara lain. Gila
banget ini. Kok bisa ya Malaysia itu
mau-maunya tanda tangan perjanjian
yangang betul-betul menggadaikan
negaranya sendiri. Ini tragis sih.
Semoga Indonesia enggak begini ya, Guys.
Dan gua mau ulangin sekali lagi ya, buat
teman-teman yang buta huruf, udah gua
rangkum sama Benix itu begitu baiknya
ya. Lu enggak minta, tapi gua kasih nih
buat lu, gratis nih buat orang Malaysia
karena banyak yang bodoh. Rakyat kalian
tuh tidur apa bodoh atau butau. Ini lu
lihat dari perjanjian dagang dengan
Amerika Serikat itu kewajiban Malaysia
itu ada 49 kali. Sementara Amerika
Serikat cuman ada 10. Tahunya dari mana?
penggunaan kata shall you shall you
shall do this you shall do that oh
Malaysian lu punya 49 kewajiban yang
wajib lu laksanakan lu serahkan ke
Amerika Serikat padahal Amerika Serikat
cuma punya 10 kewajiban ini udah enggak
imbang, Guys. Ini hampir lima kali lipat
lebih besar bebannya untuk rakyat
Malaysia. Kok bisa? Makanya gua gak
heran ya kalau orang-orang yang punya
otak di Malaysia itu memang kalau ada
yang punya otak dan hati nurani ya
khususnya pasti mereka akan komplain.
Contohnya Eric Seto nih. Eric Seto
bilang apa? The direct effect is that
Malaysia lose the right to determine its
own trade and diplomatic policies
towards other nation. Di sini maksudnya
Malaysia kehilangan haknya untuk
menentukan hubungan dagangnya, hubungan
diplomatiknya dengan negara lain. Karena
kalau negara Amerika Serikat memberikan
sanksi kepada negara lain, negara
Malaysia otomatis wajib mengikuti
Amerika Serikat untuk memberikan sanksi
ke negara tersebut. Meskipun negara
tersebut adalah mitra dagang yang sangat
penting untuk Malaysia. Nah, ini bahaya,
Guys. Karena artinya, Guys, menurut
perjanjian ini, kedaulatan dagang
Malaysia, kedaulatan politik Malaysia,
kedaulatan keamanan Malaysia itu
bergantung kepada agenda geopolitik
Amerika Serikat. Artinya, mereka sudah
tidak bebas lagi berdagang, mereka sudah
tidak bebas lagi ngobrol dengan pihak
manaun. Mereka tidak bebas lagi
menentukan bagaimana cara pertahanan
keamanan negaranya. semuanya harus tanya
sama uncle Sam sama Amerika Serikat.
Makanya Arik Seto sampai bilang kalau
Washington memberikan sanksi ke negara
lain, Malaysia itu udah enggak bebas
lagi kayak dulu untuk menjadi netral.
Tetapi ya mereka memang sudah wajib
mengikuti kepemimpinan Amerika Serikat.
Dan ini menyedihkan karena gua lihat
hanya sangat sedikit ya tokoh politik di
Malaysia yang sadar yang bisa membaca
isi perjanjian ini. Enggak banyak loh
yang tahu bahwa perjanjian ini sangat
sangat sangat sangat merugikan Malaysia.
Teng Changkim ini salah satu politisi
senior ya di Malaysia. Dia sampai bilang
kalau perjanjian ini benar, pemerintah
harus menjelaskan sama rakyat kenapa
perjanjian ini menguntungkan Malaysia
atau kenapa perjanjian ini tidak
menggadaikan kedaulatan Malaysia.
Harusnya pemerintah itu kasih
keterbukaan kepada publik. tanggung
jawab dong sama publik. Jangan cuma mau
joget-jogetjoget bareng sama Donald
Trump. Dan menurut gua ini benar, Guys.
Ya, sebagai negara demokrasi dan katanya
transparansi dijunjung tinggi ya, lu
kasih keterbukaan lah. Contohnya kayak
Prabowo kemarin tanda tangan apa? Trade
deal sama Donald Trump. Banyak orang
yang maki-maki, banyaknya orang yang
marah-marah. Kalau gua bilang itu bagus,
gua bilang juga itu bagus. Tapi faktanya
di Indonesia namanya keterbukaan
informasi ya. Lu harus siap dikritik dan
siap juga menjawab apa yang ditanyakan
oleh publik. Tapi sampai detik ini kalau
kita lihat ya, Malaysia sama sekali
tidak ada memberikan keterangan. Mereka
bersembunyi, mereka pengecut nih para
pejabatnya. Padahal negaranya sudah
digadaikan, Guys. So, dari sini lu bisa
ambil kesimpulan, Guys. Jadi, sebetulnya
dengan tarif 0% itu sebetulnya ini
contoh kesuksesan negosiasi dagang
Malaysia atau malah sebuah ancaman
kedaulatan bagi negara Malaysia. Makanya
lu jangan terjebak tuh sama
narasi-narasi. Malaysia menang dagang,
Malaysia menang perang tarif, tarifnya
cuma 0%. Jangan lu termakan
narasi-narasi palsu buatan media-media
anjing peliharaan George Soros. Faktanya
0% itu merugikan Malaysia. Nah, yang
kedua gimana menurut lu nasib Indonesia?
Apakah Indonesia bisa terancam enggak ya
gara-gara Malaysia dapat tarifnya 0%?
Jauh lebih murah dibanding Indonesia?
Kalau menurut gua tidak. Karena ternyata
0%-nya sampah, Guys. Kenapa ya? Karena
0%-nya buat kakau. Apa sih ekspor
kakaonya Malaysia? Ekspor. Ekspor 0%-nya
buat apa? Barang farmasi, buat barang
pesawat-pesawatan. Apa sih ekspornya
Malaysia? Semua orang tahu lah.
Ekspornya Malaysia itu bukan itu. Kalau
lu Gana, gua percaya lu ekspor lu
coklat. Lu pantai Gading, gua percaya lu
ekspor coklat. Kalau lu Indonesia, gua
percaya lu ekspor kakao. Percaya gua.
Tapi kalau Malaysia enggak, Guys. Mereka
enggak terkenal dengan ekspor itu.
Malaysia itu terkenal dengan ekspor
mineral, bahan tambang, alat-alat
elektronik, mesin, kelapa sawit. Ya, itu
gua percaya. Ekspor produk-produk
plastik, ekspor alat-alat optik itu gua
percaya. Ya, tapi kalau dibilang di
ekspor coklat kok kayaknya agak aneh
nih. Aneh banget nih. Ini deal yang
sangat aneh. [tertawa] Tapi ya udahlah.
Itulah nasibnya negara Malaysia, Guys.
Enggak bisa negosiasi tarif dagang sama
Donald Trump. So, menurut kalian gimana
nih, Guys, buat rakyat Indonesia, ya?
Apakah Indonesia bisa dapetin nih tarif
0% sama seperti Malaysia, tapi khusus
buat produk kakao, sawit, sama karet
kita? Karena kita mau enggak mau itu
kita salah satu eksportir besar di
dunia. Bisa enggak kita dapatin itu?
Khusus buat follower Benix yang ada di
Malaysia. Gua cuma mau nanya menurut
kalian sebetulnya Malaysia itu
diuntungkan atau dirugikan sih dengan
adanya perjanjian ini? Tolong segera
tulis di kolom komentar di bawah ini.
Khususnya buat follower Benix yang dari
Malaysia. Ada hampir 100.000 loh
follower Benix yang dari Malaysia.
Tolong segera tuliskan pandangan kalian
di bawah ini. Malaysia itu sebenarnya
diuntungkan atau dirugikan dengan 0%
tarifnya Donald Trump. Oke guys, semoga
video ini bermanfaat. Segera tuliskan
pandangan dan komentar kalian di bawah
ini. Jangan lupa subscribe dan share
video ini ke teman-teman dan saudara
kalian. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye. [musik]
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:31 UTC
Categories
Manage