Transcript
sN16Ctx8YRM • 5 ASSETS You Must Leave Behind Before 2030 Comes!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0520_sN16Ctx8YRM.txt
Kind: captions Language: id Guys, lu tahu ggak sih banyak orang Indonesia yang belum paham dan belum tahu gimana caranya menghadapi resesi. Padahal resesi itu adalah sesuatu hal yang pasti terjadi. Mungkin enggak hari ini, mungkin enggak bulan depan, mungkin enggak tahun depan, tapi dia pasti akan terjadi di dalam fase hidup lo sebagai manusia. Dan kalau resesi beneran datang, khususnya resesi global, udah pasti jauh lebih parah dampaknya dan udah pasti juga berdampak pada hidup lu. Tapi sayangnya nih, banyak orang Indonesia yang enggak paham karena mereka kira, "Ah, resi, paling yang terpengaruh negara, paling pemerintah, paling orang-orang yang duitnya banyak, paling konglomerat." Enggak. Resesi itu bisa kena ke semua orang. Dari orang yang tinggalnya di Menara Gading sampai orang yang tinggalnya di kolong jembatan, udah pasti terdampak yang namanya resesi. Dan masalahnya gini, banyak orang pun enggak siap menghadapi resesi. Bukan karena duitnya kurang, enggak salah, tapi karena dia salah menempatkan uangnya. Nah, ba ini gua tunjukan buat teman-teman yang sudah punya uang nih dan merasa lu itu udah punya aset. Tapi begitu krisis datang, lu harus tahu lu siap enggak? Lu yakin nilainya enggak bakal rontok? Lu yakin barang lu liquid? Atau jangan-jangan malah enggak bisa dijual. Jangan sampai itu terjadi karena udah berulang kali gua ngelihat mulai dari krisis 98, mulai dari krisis 2008, krisis pas COVID, ternyata masih banyak orang juga yang enggak nge dan enggak siap menghadapi resesi. Dan di video ini gua bakal bongkar, gua bakal kasih tahu lu belak-blakan lima jenis aset nih yang kelihatannya aman dan ini bisa jadi jebakan loh. Tapi justru sebetulnya berbahaya kalau lu pegang. Apalagi ketika terjadi resesi global. Kalau lu sudah tahu ya utangnya Amerika Serikat bukannya tambah kecil tapi tambah banyak. Dan lu sudah tahu ya, ketegangan dunia bukannya tambah damai tapi tambah rusuh. So, teman-teman di sini gua bakal sharing nih lima jenis aset yang kelihatannya menarik, kelihatannya aman, tapi justru berbahaya. Makanya ini bukan opini, tapi ini berdasarkan data dan kejadian yang sudah terjadi berulang-ulang kali setiap ada krisis ekonomi. So, yang pertama nih, jebakan yang paling sering kena nih, itu aset-aset sejenis saham yang sifatnya gorengan, saham-saham spekulatif. Ini bahaya nih kalau lu pegang saham yang enggak punya fundamental yang kuat. Karena begitu terjadi resesi, inilah saham-saham jenis hantu model begini yang bakal nyungsep duluan, Guys. Contoh apa, ya? Saham perusahaan yang rugi bertahun-tahun, enggak pernah cuan, tapi valuasinya ketinggian. Overprice. Banyak di Indonesia saham perusahaan-perusahaan yang enggak pernah untung, saham-saham gorengan tapi terus digoreng dengan cerita AIo bakal bikin stasiun luar angkasa di planet Mars lah. Ada yang bilang bakal diakuisisi Nvidia lah. Ngaco semua. Aduh, enggak benarlah. Bahkan sama-sama yang berhubungan dengan kripto juga sama-sama yang berhubungan dengan kripto, tapi sebetulnya kan enggak ada fundamentalnya. Nah, lu harus siap-siap. Begitu resesi, apa yang terjadi? Investor akan cari safe heaven. Investor akan cari aset yang aman. Dan aset-aset yang sifatnya spekulatif pasti akan ditinggal. Termasuk saham. Saham yang spekulatif pasti akan ditinggalkan. Ingat ya, kita ini investor, bukan spekulator. Tapi mayoritas orang di Indonesia tidak bisa membedakan itu. Mana yang spekulasi, mana yang investasi. Dan nanti ketika terjadi resesi dan likuiditas sekejap mengering, apa yang terjadi? Ya, lu siap-siap aja. Harga saham-saham yang tidak punya fenomental itu pasti nyungsep, bisa sampai 60% bahkan 90% lebih minusnya. Nah, ini contoh nyata ya. Ketika terjadi resesi.com bubble hilang semua tuh market cap hilang. Diskon total lebih dari 70%. saham teknologi tahun 2021, 2022 juga nyungsop umbles. Banyak startup-startup yang bahkan menjadi perusahaan zombie. Padahal ya harusnya kalau lu udah tahu, udah paham bahwa sifat nature investasi saham yang lu lakukan adalah sama-sama yang sifatnya investable company. Ya kayak gua ya, gua kemarin investasi di IPCC sampai sekarang pun gua masih hold. Kenapa ya? Secara fundamental sangat bagus. Gua happy dengan itu. Bukan rekomendasi jual atau beli dibanding gua beli saham-saham yang sifatnya spekulatif. Gua tidak melakukan spekulasi. Gua melakukan investasi dibanding oh ada saham nih bisa naik ribuan% gua enggak pernah tergiur dengan itu. Good for you kalau lu dapat. Tapi gua investor kita investasi di yang pasti-pasti aja guys. So kalau lu lakukan itu, invest di perusahaan yang profit, cash flow-nya positif. Bahkan syukur-sukur dia bisa ngasih dividen yang stabil. Kalau gua sih enggak ngincer dividen yang stabil. Tapi banyak orang suka dengan itu. And that's ok. Tapi lu harus tahu hanya perusahaan-perusahaan yang bisa bertahan di kala resesi adalah sektor-sektor yang defensif, consumer staples, utility, energi dasar, hal-hal yang pasti tetap dibutuhkan bahkan ketika dunia resesi. Contoh gampang yang namanya ya, ketika dunia resesi, lu pasti tetap butuh tracking, lu tetap butuh logistik, lu tetap butuh makan, lu tetap butuh minum. Ketika terjadi resesi, enggak mungkin lu mendadak tadinya biasa makan beras, lu tiba-tiba makan batu. Yakin gua? Nah, itulah maksudnya sektor-sektor yang defensif yang akan tetap bertahan ketika terjadi resesi. Nah, Teman-teman harus siap. Makanya kalau lu masih bingung, segera daftar di Benix Investor Group karena kita bakal bahas yang lebih detail lagi. Lu bisa hubungi nomor di bawah ini atau lihat website kita karena kita akan membahas emiten-emiten yang menarik, peluang investasi yang bagus, dan bahkan berkunjung ya ke perusahaan-perusahaan yang mempunyai fundamental yang baik. Nah, yang kedua itu adalah jenis jebakan ketika lu investasi di properti aset khususnya ya properti real estate dengan aset yang memiliki hutang sangat besar. Nah, ini banyak nih jebakan nih. Karena banyak orang kira ya ketika dia investasi di properti dikira aman. Padahal enggak. Ketika lu beli properti, mayoritas orang beli properti itu pasti pakai utang. Kalau utang berarti ada cicilan. Dan ketika terjadi resisi apa yang terjadi? Inilah bom waktu, Guys. Karena lu tetap bayar hutang. Contoh, banyak orang sudah punya satu rumah, tiba-tiba beli lagi rumah kedua, ketiga buat investasi nih mindset dia. Namanya beli properti kan aset dikira aman. Banyak yang lakukan itu. Banyak bukan cuman rumah, banyak juga orang beli apartemen, investasi apartemen tuh ada yang sampai di Singapura. Teman-teman kita banyak yang invest di Dubai. Harapannya apa mereka bisa menyewakan itu dengan harga yang tinggi? Bisa. Iya, for now. Tapi ternyata mau rumah, apartemen, ruko, sifatnya menjadi spekulatif ketika terjadi resesi, Guys. Kenapa ini bahaya? Lu bayangkan ya. Ketika terjadi resesi, udah pasti nih demand menurun, sewa menurun, permintaan makin lesu, tetapi bunga bank justru bisa tambah tinggi. Dan ketika semua itu terjadi, udah permintaan berkurang, harga sewa menurun, bunga mana tambah tinggi. Apa yang terjadi dengan cicilan lu? Cicilan lu tetap jalan. Ini pahit banget. Ini ngeri banget. Dan gua udah saksikan begitu banyak ya orang-orang yang ya investasi apartemen gila-gilaan. Apalagi sekitar tahun 2000-an mereka menikmati cuan yang luar biasa. happy banget. Eh, tapi ternyata kalau lihat sekarang orang-orang yang pada pegang apartemen itu ya sedih. Kenapa ya? Sama seperti di Amerika Serikat terjadi krisis di tahun 2008, krisis property, suprem mortgage. Apa yang terjadi? Banyak orang bunuh diri karena banyak orang bangkrut kehilangan asetnya. Dia beli apartemen itu dulu harganya 2 miliar eh sekarang boro-boro 2 miliar. Dia jual 1 M aja belum tentu ada yang mau beli. Itu realitanya. Dan lu harus hati-hati soal aset khususnya properti ya. Karena gua udah lihat begitu banyak pengusaha konglomerat, orang-orang kaya lah yang jatuh bukan karena miskin tapi karena overleverage. Over leverage artinya apa? Lu beli sesuatu pakai margin, lu beli sesuatu pakai hutang, lu beli sesuatu bukan dengan duit lu sendiri, tapi lu beli pakai leverage, pakai duit orang lain. Dan ini yang harusnya lu lakukan. pertama karena resesi sudah pasti akan terjadi. Gua rasa sekitar 3 sampai 5 tahun lagi akan terjadi. Dan dari sekarang lu sudah mulai harus menghindari leverage yang berlebihan. Stop over leveraging. Jangan lakukan itu pun kalau lu lakukan itu lu harus tahu lu harus exit 2 sampai 3 tahun ke depan. Ingat yang gua ajarin hari ini. Lu akan catat dan lu akan rugi kalau lu tidak simpan ilmunya. Yang kedua, lu harus gerh. Lu punya waktu 2 tahun buat lunasi cicilan lu, terutama yang bunga-bunganya tinggi. Oh, lu mau cicilan mobil kek, apartemen lu di Dubai kek, atau lu punya cicilan ruko kek, segera lunasin tuh. Lu cuma punya nyawa 2 tahun nih. Dengar kata gua. Segera lunasi jangan lu over leverage. Dan lu kalaupun terpaksa pegang properti, terpaksa lu punya aset, ingat fokus di properti-properti yang cash flow-nya positif alias di properti-properti yang memiliki income generating aset. Jadi aset-aset properti yang bisa menghasilkan steady income buat lu. Contoh misalkan lu beli hotel, kita lagi ada rencana nih ambil hotel nih. Kenapa? Karena gua udah melihat kita bakal untung gede di situ, kita bakal profit di situ, kita bakal punya penghasilan yang stabil di situ. Ya, karena gua udah punya pengalaman juga mengelola ribuan hotel di Indonesia. Dan kenapa lu harus fokus di properti-properti yang memiliki cash flow positif, bukan di capital gain, karena itu sifatnya spekulatif. Oh, dia bakal naik 300%, 500%, oke, good for you. Tapi anyway, guys, resesinya ada di depan mata. Tidak sekarang, tidak tahun depan. Tapi gua udah bilang sama lu, 3 sampai 5 tahun lagi akan terjadi resesi. Bukan karena salah Indonesia, no, karena ekonomi global yang memang enggak baik-baik saja. Dan lu artinya harus fokus investasi di aset atau properti yang sifatnya bukan memberikan lu spekulasi income dalam bentuk capital gain, itu spekulatif, tapi punya potensi memberikan cash flow secara stabil, positif. Ini beda ya. Ingat loh, ada orang investasi aset, mau tanah, mau properti, mau kawasan industri dengan mindset nanti untung 5 kali lipat capital gain. This is not the right moment. Ataupun kalau lu ada di momen itu, ini mungkin saat yang tepat buat lu switching ke aset properti yang bisa menggenerate income yang lebih stabil. Hotel, kosan, kontraktan, perkebunan, dibanding tanah kosong, sawah, lu bisa dapat steady income dari sana. Nah, yang ketiga itu investasi di cash. Ini agak ngeri nih. Aset jenis ketiga ini adalah ketika lu punya cash di bank dan lu enggak punya strategi di sana. Ini bahaya banget. Gua paling sebel kalau perusahaan kita itu cash-nya banyak di bank. Gua kesal. Gua selalu bilang, "Lu puter dong, lu ada otak enggak sih? Bisa enggak sih taruh ke saham? Bisa enggak sih taruh ke aset-aset lain yang bisa menggenerate income?" Kenapa? Karena lu sering anggap, ya uang tunai itu aman, Guys. Tapi itu hanya aman kalau lu bisa tahu cara pakainya dengan benar. Tapi lu bayangin banyak orang itu duit cash-nya nganggur. DPK nih kalau di bank nih dana PK ketiga nih. Dan ini duit nganggur di dompet lu, di ATM lu itu adalah duit cash aset yang bakal mati. Pelan-pelan mati. Kenapa? Karena ada namanya inflasi. Inflasi 3% artinya duitnya setiap dia mampir di dompet lu minus 3% minus 3% minus 3% mati habis. Bahaya nih, karena inflasi itu memakan nilai uang lu. Dan yang kedua, ketika terjadi resesi, resesi itu sering diikuti sama pelonggaran moneter. Tahu enggak pelonggaran moneter apa? Karena lagi resesi, duit kering di bawah yang dilakukan negara, apa? Cetak duit, inflasi makin tinggi. Akibatnya apa? Mata uang lu makin lemah, uang cash yang ada di dompet lu, di ATM lu makin lemah. Dan akibatnya apa? Seringkiali terjadi resesi, bunga deposito itu ada di bawah inflasi. Ini ngeri loh. Contohnya gimana? Lu bayangkan ketika terjadi resesi nanti, oh inflasi bisa sampai 9% tapi bunga bank cuma 3%. Artinya duit lu simpan di bank pun lu depositan sekalipun tapi lu minus 5%. Ngeri ngeri itu faktanya dan itu sudah berulang kali terjadi guys. Makanya lu jangan heran ya di Jepang aja ada pada masa ketika dia resesi nabung di bank itu bunganya minus 1% guys. Kenapa bisa terjadi? Karena resesi. Dia pengin uang itu banyak keluar ke masyarakat cetak duit terus. Itu yang dilakukan mereka. bukan artinya enggak pernah terjadi. Ternyata ini pernah terjadi. Sejarah sudah membuktikan itu. Ketika lu taruh duit di bank, ternyata duit lu makin habis. Dan lu bayangkan ada orang itu punya duit bahkan sampai mengendap bertahun-tahun di tabungan. Padahal seharusnya dia bisa putar itu di aset yang lebih produktif. So, apa yang lu harus lakukan? Banyak orang yang enggak tahu ya, mereka enggak punya kebijaksanaan finansial, mereka enggak ada financial literacy. Kalau lu termasuk kategori yang itu, lu cash rich tapi enggak tahu strateginya, lu harus lakukan ini. Yang pertama lu lakukan, lu split emergency fund. Jadi ketika terjadi resesi, lu gak usah panik selling saham lu. Lu udah punya emergency fund, lu cukup hidup di situ selama 1 2 tahun ke depan. Karena resesi bukan terjadi selama 1 minggu, 1 tahun. Enggak, Guys. Resesi itu biasanya hitungannya tahunan. Jadi, lu harus siap-siap emergency fund lu mulai dari sekarang lu mulai ngitung ee pengeluaran saya per bulan R10 juta. Berarti kalau 1 tahun gua harus punya R10 juta. Nah, lu siapinlah emergency fund itu. Jadi, keluarga lu tetap aman, nyaman, anak-anak lu tetap bisa minum susu tiap hari. Pertahankan itu. Ya, begitupun kalau sudah hitung, oh pengeluaran gua Rp50 juta sebulan. Berarti setahun gua butuh R00 juta. Itulah emergency fund lu. Lu siapkan itu. Terus yang kedua, kalau lu udah punya emergency fund, lu harus taruh juga putar duit lu. Ya, kalau lu orangnya safe banget, beli SBN, beli sukuk, beli ori, taruh duit lu di money market fund supaya duit lu bisa bekerja menghasilkan duit lagi buat el. Jangan pasif. Diam di ATM, diam di bank. Bahkan ada orang simpan duit di bawah bantal kasur tempat tidurnya. Bisa jadi karena hasil korupsi, Guys. Tapi lu jangan lakukan itu karena lu harus lebih bijaksana dengan keuangan lu. Uang harus bekerja buat lu dan ini akan memberikan keuntungan yang gede buat lu. Karena ketika terjadi krisis, terjadi resesi, apa yang terjadi? Lu udah siap nih dengan dana cash buat beli aset-aset yang dijual murah ketika terjadi krisis. Ya, gua udah mau menikmati. Gua salah satu orang yang menikmati era COVID-19. Banyak orang jual aset dengan harga yang sangat sangat sangat murah. Gua di situ dapat beli rumah diskon 50%, beli saham diskon 90%. Jadi gua orang yang sangat happy dan menikmati terjadinya krisis, Guys. Sorry banget nih. Tapi ya memang itu kenyataannya banyak orang tidak bijak, tidak cerdas dengan keuangan mereka. Lu jangan jadi bagian dari mereka. Orang-orang yang hobinya berspekulasi, lu harus punya mental orang yang sukanya investasi. So, kalau gitu apa yang lu harus lakukan? Yang keempat adalah aset jenis barang mewah. Ini jebakan nih, barang mewah, aset liquid. Lu merasa keren punya jam mahal, tas branded, mobil sport. Padahal nilainya kelihatan mahal sih, tapi kalau krisis itu bakal mati gaya lu. Kenapa bisa? Ternyata gini, lu punya barang-barang mewah itu jam tangan mewah, kalung mewah, itu likuiditasnya ini rendah, Guys. Ketika terjadi krisis, pembeli itu hilang, kabur. Mereka enggak ada yang berani pegang itu. Akibatnya apa? Lu memberikan diskon yang sadis terhadap mobil lu. Dan gua termasuk orang yang sudah membuktikan itu sih. Banyak banget diskon mobil mewah, apapun mereknya ketika terjadi krisis, diskon bisa sampai 70%. pembelinya enggak ada, tapi mereka butuh duit. Mereka ini buat survive. So, akibatnya lu demi bisa dapat duit cepat, lu lagi bu, ya lu jual semurah-murahnya, Guys. That's the reality. Momen ketika terjadi resesi. Nah, contohnya apa sih yang orang tiba-tiba panik selling selain saham ya atau properti ya, ada mobil mewah, perhiasan, dan bahkan jenis-jenis koleksi ya, barang correctibles tertentu yang enggak punya market yang luas lah. Marketnya enggak umum. Contohnya gold pendent atau lukisan dan lain sebagainya. Marketnya kan enggak umum. Jadi orang gelap banget bisa banting harga segila-gilanya. Ee gua ada salah satu kenalan yang beli lukisan dulu bisa sampai R miliar sekali belanja lukisan 12 miliar. Ya, ketika terjadi resesi dia enggak siap, gaya hidupnya sangat tinggi. Spending dia bulanan bisa sampai 4 M per bulan. Apa yang dia lakukan? Dia panic selling lukisan-lukisan dia. Dia jual harga Rp300 juta, R00 juta. Orang pun enggak ada yang mau. Buat apa? Gua enggak paham lukisan, buat apa gua ambil barang lu. Enggak ngerti. Jadi terpaksa dia jual dengan harga diskon brutal, Guys. That's the reality again. Jadi apa yang harus lu lakukan di jebakan jenis aset ini? Lu harus mengurangi akuisisi aset-aset konsumtif, aset-aset yang enggak penting. Ada orang bisa punya motor sampai 4 biji, 7 biji, ya kali lu bisa panasin, bisa pakai itu tiap hari. Gua rasa pantat lu enggak bisa dibelah tujuh, ya, Guys, ya. Namanya juga motornya cuma satu. yang realistis aja lah. Dan lu kalaupun pengen beli aset, lu prioritaskan belanja aset yang mudah dijual. Contoh, dibanding lu beli lukisan enggak jelas, mungkin better lu beli emas. Nilai sama-sama R miliar, tapi jauh lebih mending lu beli emas karena jauh lebih liquid dan nilainya juga naik terus kok. Yang kedua, cari barang yang harganya transparan, tidak gelap. Ada sebuah patung dulu ada dijual tuh di Jakarta Pusat tempat lelang. Patung itu buatan Dewa Herme dari VOC kayaknya tahun 1700-an lah. Marketnya gelap banget lah. Jangan beli barang-barang yang kayak gitu, Guys. Apalagi kalau lu enggak ngerti apa yang lu beli. Ujung-ujungnya apa? Nanti ketika lu butuh duit marketnya enggak ada. Ketika terjadi resesi, marketnya enggak ada. Pasarnya itu kecil. Orang yang demen lukisan jauh lebih gede marketnya dibanding orang yang demen patung. Percaya deh, makin kecil marketnya, makin susah lu jualnya di saat resesi. Trust me, Bro. Yang kelima ini yang bahaya adalah ketika lu investasi di aset ya atau di bisnis-bisnis yang tidak punya cadangan cash yang kuat. Cash reserve-nya kecil, tipis. Ini paling bahaya karena banyak perusahaan jenis-jenis ini kalau lu invest itu paling banyak bikin bangkrut ketika terjadi resesi. Ini banyak bisnis yang kelihatannya dari luar rame, Omzet-nya gede, orang ngantri mau jadi customer dia. Tapi di belakang layar nevelsnya pendek, Guys. Kenapa? Marginnya setipis kertas, costnya tinggi banget. Ini bisnis-bisnis yang margin tipis, utangnya banyak. Mau gak mau dia buat trying to survive, dia harus ngutang. Di Jepang banyak perusahaan zombie kayak begini. Enggak layak sebetulnya buat hidup perusahaan ini. Dan yang ketiga, dia enggak punya dana cadangan. Ternyata bukan cuma manusia yang perlu ada emergency fund. Perusahaan pun perlu ada dana cadangan. Ini penting, Guys. Contoh ya, kita punya perusahaan ya, at least nafasnya cukup buat 2 3 tahun ke depan. Jadi, kita cadangin itu supaya ketika terjadi resesi, gua tidak PHK massal karyawan gua. Jangan sampai itu terjadi. Jadi, seorang perusahaan, lu punya investasi pun di perusahaan, carilah yang CEO yang punya mindset begitu. Jadi, enggak foya-foya, enggak gila-gilaan. Ada duit dikit beli ini, beli itu. Jangan begitu. Harus tetap conserve cash-nya. Dan bahaya kalau ada perusahaan yang tidak punya mindset konservasi cash itu. Ketika terjadi resesi, apa yang terjadi? Demand turun, konsumen kabur, tahan duit, enggak mau spending. Akibatnya apa? Suplainya masih ada nih, tapi permintaan drop jauh. akibatnya mau enggak mau cash flow lu makin seret. Cash flow lu makin seret, terpaksa lu efisiensi. Artinya lu PHK massal. PHK massal karyawan lu enggak ada lagi yang jadi kasir, enggak ada lagi yang kerja di logistik, enggak ada lagi yang nyetir. Ujung-ujungnya usaha lu tutup. Jadi banyak perusahaan yang bangkrut yang tutup bukan karena produknya jelek tapi kehabisan nafas. Gua sekitar 4 tahun yang lalu ya ada penawaran nih buat investasi di Maluku. Invest di berhubungan dengan seafood. Gua lihat marginnya tipis banget. Omset-nya gede, gede banget. Tapi marginnya tipis banget karena ternyata operational cost-nya itu begitu tinggi. Belanja solar, belanja listrik. Lu tahulah Maluku susah dapat listrik di zaman itu ya. Terus kasus pencuriannya banyak. Mereka mancing pakai solar, kita pergi ke laut. Ternyata ikannya enggak dibawa ke darat. Ikannya dijual di tengah laut ke kapal-kapal yang berangkat ke Cina, ke Jepang. Akibatnya marginnya setipis kertas, Guys. Padahal lu beli solar enggak bisa ngutang. Lu beli solar cash bayarnya. Jadi, lu bayangkan ini semua cash-kesan gelap banget. Gua bilang, "Gua enggak mau invest." Bahaya nih. Ketika terjadi krisis, lu bakal susah. Lu enggak bisa operasional bisnis lu. Lu sangat bergantung dengan hasil panen hari ini di laut dan duitnya udah harus segera dipakai buat belanja solar besok. Gimana bisa survive perusahaan model begini? Ya, hari ini apa yang terjadi? Bubar perusahaannya, Bro. Bubar. Bukan karena produknya jelek. No, Ikannya bagus-bagus. Orang bisa sampai ke Jepang kok. Tetapi ya bisnis banyak yang mati karena kehabisan nafas. Makanya lu kalau mau invest di bisnis cari yang cash flow-nya jelas, cadangan cash-nya banyak. kayak Berkshire Hetaway, Waren Buffet. Cadangan cash-nya gede banget, Guys. Tiap tahun Breaking Record cadangan cash terbesar sepanjang sejarah. Makanya gua senang dengan IPCC. Lu tahu IPC cadangan cash-nya berapa triliunan? Gila enggak? Gila banget. Betul-betul fortress yang dibangun mereka bisa bertahan. Kalau terjadi krisis, dia akan survive karena dia punya cash reserve yang kuat. Dan yang paling penting nih buat teman-teman, kalau lu investasi di bisnis atau properti atau aset atau usaha apapun itu, selain cadangan cash-nya aman, cash flow-nya sehat, harus juga invest di perusahaan yang efisien, yang bisa motongin biaya-biaya yang enggak penting, yang enggak memberikan value bagi perusahaan. Itu lu harus kurang-kurangin deh, jauh-jauhin kalau perlu. Hematlah. Kenapa? Karena sebelum resesi datang, lu udah punya mindset harus fokus di survivability. Fokus gimana caranya bisa bertahan, bukan malah justru ekspansi. Sekarang lu masih bisa nikmati momen itu. 1 tahun ini, 2 tahun ini, lu harus bisa nikmati momen itu. Boleh, that's good. Tapi begitu masuk tahun ketiga, lu harus siap-siap, Guys. Again, lu harus siap-siap masuk ke mode survival. Makanya gua optimis banget ISG bakal 10.000 karena gua udah yakin kita pasti mencapai titik itu. Enggak nyampai 3 tahun. Tapi setelahnya lu udah tahu dong. Dan itu bakal kita bahas lebih detail lagi di Benix Investor Group. Makanya lu buruan join tuh di Benix Investor Group biar segera dapat informasi terbaru. Nah, yang paling penting ini, Guys. So, apa yang harus kita pegang nih? Apa yang harus kita simpan saat resesi? Kenapa? Karena ternyata resesi ini bukan soal lu kaya atau lu miskin, lu tua atau muda. Enggak. Semua orang pasti kena yang namanya resesi. Tapi resesi ini soal bagaimana lu bisa fleksibel. Aset-aset yang lu punya itu memberikan lu fleksibility buat pindah dari A ke B ke C ke D. Lu bayangkan kalau duit lu mati di kompleks apartemen di Malaysia yang berubah jadi kota hantu. Lu mau jual pun susah. Ketika terjadi resesi, lu diskon pun enggak ada yang mau beli. Berat. Makanya invest di aset yang fleksibel. Invest di aset yang liquid. Dan lu harus disiplin. Buat apa? Ya, buat berani shifting itu. Buat berani katakan tidak terhadap aset-aset yang spekulatif. Karena lu adalah investor, bukan spekulator. Dan lu harus ingat, orang yang selamat dari krisis biasanya bukan orang yang paling berani, orang yang paling pintar, atau orang yang paling nekad. No. Orang yang selamat dari krisis justru orang yang punya nafas panjang atau orang suka bilang punya peluru cadangan. Makanya ketika terjadi krisis kayak kemarin COVID, kita punya nafas panjang, kita yang survive. Bukan cuma survive, malah untungnya gede banget, Guys. So, Teman-teman ingat ya, yang namanya resesi itu bukan gua mau nakut-nakutin lu. Pasti akan datang di fase hidup lu udah pasti tidak ada manusia yang tidak pernah ketemu resesi. Pasti ada. Minimal dua atau tiga kali lah dalam usia lu, dalam hidup kamu. So, kalau gitu resesi adalah hal yang pasti. Yes. Artinya lu enggak usah takut. Justru resesi itu bukan akhir, Guys. Justru resesi ini adalah momen, opportunity, sebuah kesempatan buat kamu-kamu yang sudah siap. So, pertanyaannya, apakah kamu sudah siap menyambut resesi yang akan datang? Tidak tahun ini, tidak tahun depan, juga tidak 2 tahun lagi? Sudah siap apa belum? Dan strategi kamu seperti apa? Sharing dong di kolom komentar yang di bawah ini supaya bisa jadi pelajaran buat teman-teman yang lain juga. terutama pengalaman lu ketika lu ketemu resesi di tahun '98, resesi di tahun 2000-an, termasuk resesi terakhir di era COVID kemarin. Apa yang lu saksikan dengan kacamata lu? Sharing di sini gua udah sharing ketika itu gua mengalami banyak aset-aset di diskon gua termasuk yang menikmatinya. Diskon saham, diskon properti, diskon mobil. Kalau lu gimana? Lu pengalaman apa yang lu temui? So, buruan sharing pandangan kalian, buruan sharing pengalaman kalian terkait resesi para pengusaha, para investor, dan teman-teman di luar sana, penonton Setia Benix. Sharing pendapat kalian, sharing pengalaman kalian melewati resesi strateginya seperti apa. Karena lima orang dengan komentar terbaik yang mendapatkan jempol likes paling banyak bakal dapat hadiah spesial dari Benix oleh-oleh khas dari sebuah pulau di ujung timur Indonesia yang kemarin baru aja kita kunjungin bersama Benix Investor Group. Menarik nih, Guys. Karena lu bakal cuan gede nih kalau bisa tahu perusahaannya apa. So, semoga videonya bermanfaat. Ditunggu ya, lima komentar terbaik dengan likes terbanyak akan dapat hadiah spesial dari tim Benix. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye.