File TXT tidak ditemukan.
5 ASSETS You Must Leave Behind Before 2030 Comes!!
sN16Ctx8YRM • 2025-12-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, lu tahu ggak sih banyak orang
Indonesia yang belum paham dan belum
tahu gimana caranya menghadapi resesi.
Padahal resesi itu adalah sesuatu hal
yang pasti terjadi. Mungkin enggak hari
ini, mungkin enggak bulan depan, mungkin
enggak tahun depan, tapi dia pasti akan
terjadi di dalam fase hidup lo sebagai
manusia. Dan kalau resesi beneran
datang, khususnya resesi global, udah
pasti jauh lebih parah dampaknya dan
udah pasti juga berdampak pada hidup lu.
Tapi sayangnya nih, banyak orang
Indonesia yang enggak paham karena
mereka kira, "Ah, resi, paling yang
terpengaruh negara, paling pemerintah,
paling orang-orang yang duitnya banyak,
paling konglomerat." Enggak. Resesi itu
bisa kena ke semua orang. Dari orang
yang tinggalnya di Menara Gading sampai
orang yang tinggalnya di kolong
jembatan, udah pasti terdampak yang
namanya resesi. Dan masalahnya gini,
banyak orang pun enggak siap menghadapi
resesi. Bukan karena duitnya kurang,
enggak salah, tapi karena dia salah
menempatkan uangnya. Nah, ba ini gua
tunjukan buat teman-teman yang sudah
punya uang nih dan merasa lu itu udah
punya aset. Tapi begitu krisis datang,
lu harus tahu lu siap enggak? Lu yakin
nilainya enggak bakal rontok? Lu yakin
barang lu liquid? Atau jangan-jangan
malah enggak bisa dijual. Jangan sampai
itu terjadi karena udah berulang kali
gua ngelihat mulai dari krisis 98, mulai
dari krisis 2008, krisis pas COVID,
ternyata masih banyak orang juga yang
enggak nge dan enggak siap menghadapi
resesi. Dan di video ini gua bakal
bongkar, gua bakal kasih tahu lu
belak-blakan lima jenis aset nih yang
kelihatannya aman dan ini bisa jadi
jebakan loh. Tapi justru sebetulnya
berbahaya kalau lu pegang. Apalagi
ketika terjadi resesi global. Kalau lu
sudah tahu ya utangnya Amerika Serikat
bukannya tambah kecil tapi tambah
banyak. Dan lu sudah tahu ya, ketegangan
dunia bukannya tambah damai tapi tambah
rusuh. So, teman-teman di sini gua bakal
sharing nih lima jenis aset yang
kelihatannya menarik, kelihatannya aman,
tapi justru berbahaya. Makanya ini bukan
opini, tapi ini berdasarkan data dan
kejadian yang sudah terjadi
berulang-ulang kali setiap ada krisis
ekonomi. So, yang pertama nih, jebakan
yang paling sering kena nih, itu
aset-aset sejenis saham yang sifatnya
gorengan, saham-saham spekulatif. Ini
bahaya nih kalau lu pegang saham yang
enggak punya fundamental yang kuat.
Karena begitu terjadi resesi, inilah
saham-saham jenis hantu model begini
yang bakal nyungsep duluan, Guys. Contoh
apa, ya? Saham perusahaan yang rugi
bertahun-tahun, enggak pernah cuan, tapi
valuasinya ketinggian. Overprice. Banyak
di Indonesia saham perusahaan-perusahaan
yang enggak pernah untung, saham-saham
gorengan tapi terus digoreng dengan
cerita AIo bakal bikin stasiun luar
angkasa di planet Mars lah. Ada yang
bilang bakal diakuisisi Nvidia lah.
Ngaco semua. Aduh, enggak benarlah.
Bahkan sama-sama yang berhubungan dengan
kripto juga sama-sama yang berhubungan
dengan kripto, tapi sebetulnya kan
enggak ada fundamentalnya. Nah, lu harus
siap-siap. Begitu resesi, apa yang
terjadi? Investor akan cari safe heaven.
Investor akan cari aset yang aman. Dan
aset-aset yang sifatnya spekulatif pasti
akan ditinggal. Termasuk saham. Saham
yang spekulatif pasti akan ditinggalkan.
Ingat ya, kita ini investor, bukan
spekulator. Tapi mayoritas orang di
Indonesia tidak bisa membedakan itu.
Mana yang spekulasi, mana yang
investasi. Dan nanti ketika terjadi
resesi dan likuiditas sekejap mengering,
apa yang terjadi? Ya, lu siap-siap aja.
Harga saham-saham yang tidak punya
fenomental itu pasti nyungsep, bisa
sampai 60% bahkan 90% lebih minusnya.
Nah, ini contoh nyata ya. Ketika terjadi
resesi.com bubble hilang semua tuh
market cap hilang. Diskon total lebih
dari 70%. saham teknologi tahun 2021,
2022 juga nyungsop umbles. Banyak
startup-startup yang bahkan menjadi
perusahaan zombie. Padahal ya harusnya
kalau lu udah tahu, udah paham bahwa
sifat nature investasi saham yang lu
lakukan adalah sama-sama yang sifatnya
investable company. Ya kayak gua ya, gua
kemarin investasi di IPCC sampai
sekarang pun gua masih hold. Kenapa ya?
Secara fundamental sangat bagus. Gua
happy dengan itu. Bukan rekomendasi jual
atau beli dibanding gua beli saham-saham
yang sifatnya spekulatif. Gua tidak
melakukan spekulasi. Gua melakukan
investasi dibanding oh ada saham nih
bisa naik ribuan% gua enggak pernah
tergiur dengan itu. Good for you kalau
lu dapat. Tapi gua investor kita
investasi di yang pasti-pasti aja guys.
So kalau lu lakukan itu, invest di
perusahaan yang profit, cash flow-nya
positif. Bahkan syukur-sukur dia bisa
ngasih dividen yang stabil. Kalau gua
sih enggak ngincer dividen yang stabil.
Tapi banyak orang suka dengan itu. And
that's ok. Tapi lu harus tahu hanya
perusahaan-perusahaan yang bisa bertahan
di kala resesi adalah sektor-sektor yang
defensif, consumer staples, utility,
energi dasar, hal-hal yang pasti tetap
dibutuhkan bahkan ketika dunia resesi.
Contoh gampang yang namanya ya, ketika
dunia resesi, lu pasti tetap butuh
tracking, lu tetap butuh logistik, lu
tetap butuh makan, lu tetap butuh minum.
Ketika terjadi resesi, enggak mungkin lu
mendadak tadinya biasa makan beras, lu
tiba-tiba makan batu. Yakin gua? Nah,
itulah maksudnya sektor-sektor yang
defensif yang akan tetap bertahan ketika
terjadi resesi. Nah, Teman-teman harus
siap. Makanya kalau lu masih bingung,
segera daftar di Benix Investor Group
karena kita bakal bahas yang lebih
detail lagi. Lu bisa hubungi nomor di
bawah ini atau lihat website kita karena
kita akan membahas emiten-emiten yang
menarik, peluang investasi yang bagus,
dan bahkan berkunjung ya ke
perusahaan-perusahaan yang mempunyai
fundamental yang baik. Nah, yang kedua
itu adalah jenis jebakan ketika lu
investasi di properti aset khususnya ya
properti real estate dengan aset yang
memiliki hutang sangat besar. Nah, ini
banyak nih jebakan nih. Karena banyak
orang kira ya ketika dia investasi di
properti dikira aman. Padahal enggak.
Ketika lu beli properti, mayoritas orang
beli properti itu pasti pakai utang.
Kalau utang berarti ada cicilan. Dan
ketika terjadi resisi apa yang terjadi?
Inilah bom waktu, Guys. Karena lu tetap
bayar hutang. Contoh, banyak orang sudah
punya satu rumah, tiba-tiba beli lagi
rumah kedua, ketiga buat investasi nih
mindset dia. Namanya beli properti kan
aset dikira aman. Banyak yang lakukan
itu. Banyak bukan cuman rumah, banyak
juga orang beli apartemen, investasi
apartemen tuh ada yang sampai di
Singapura. Teman-teman kita banyak yang
invest di Dubai. Harapannya apa mereka
bisa menyewakan itu dengan harga yang
tinggi? Bisa. Iya, for now. Tapi
ternyata mau rumah, apartemen, ruko,
sifatnya menjadi spekulatif ketika
terjadi resesi, Guys. Kenapa ini bahaya?
Lu bayangkan ya. Ketika terjadi resesi,
udah pasti nih demand menurun, sewa
menurun, permintaan makin lesu, tetapi
bunga bank justru bisa tambah tinggi.
Dan ketika semua itu terjadi, udah
permintaan berkurang, harga sewa
menurun, bunga mana tambah tinggi. Apa
yang terjadi dengan cicilan lu? Cicilan
lu tetap jalan. Ini pahit banget. Ini
ngeri banget. Dan gua udah saksikan
begitu banyak ya orang-orang yang ya
investasi apartemen gila-gilaan. Apalagi
sekitar tahun 2000-an mereka menikmati
cuan yang luar biasa. happy banget. Eh,
tapi ternyata kalau lihat sekarang
orang-orang yang pada pegang apartemen
itu ya sedih. Kenapa ya? Sama seperti di
Amerika Serikat terjadi krisis di tahun
2008, krisis property, suprem mortgage.
Apa yang terjadi? Banyak orang bunuh
diri karena banyak orang bangkrut
kehilangan asetnya. Dia beli apartemen
itu dulu harganya 2 miliar eh sekarang
boro-boro 2 miliar. Dia jual 1 M aja
belum tentu ada yang mau beli. Itu
realitanya. Dan lu harus hati-hati soal
aset khususnya properti ya. Karena gua
udah lihat begitu banyak pengusaha
konglomerat, orang-orang kaya lah yang
jatuh bukan karena miskin tapi karena
overleverage. Over leverage artinya apa?
Lu beli sesuatu pakai margin, lu beli
sesuatu pakai hutang, lu beli sesuatu
bukan dengan duit lu sendiri, tapi lu
beli pakai leverage, pakai duit orang
lain. Dan ini yang harusnya lu lakukan.
pertama karena resesi sudah pasti akan
terjadi. Gua rasa sekitar 3 sampai 5
tahun lagi akan terjadi. Dan dari
sekarang lu sudah mulai harus
menghindari leverage yang berlebihan.
Stop over leveraging. Jangan lakukan itu
pun kalau lu lakukan itu lu harus tahu
lu harus exit 2 sampai 3 tahun ke depan.
Ingat yang gua ajarin hari ini. Lu akan
catat dan lu akan rugi kalau lu tidak
simpan ilmunya. Yang kedua, lu harus
gerh. Lu punya waktu 2 tahun buat lunasi
cicilan lu, terutama yang bunga-bunganya
tinggi. Oh, lu mau cicilan mobil kek,
apartemen lu di Dubai kek, atau lu punya
cicilan ruko kek, segera lunasin tuh. Lu
cuma punya nyawa 2 tahun nih. Dengar
kata gua. Segera lunasi jangan lu over
leverage. Dan lu kalaupun terpaksa
pegang properti, terpaksa lu punya aset,
ingat fokus di properti-properti yang
cash flow-nya positif alias di
properti-properti yang memiliki income
generating aset. Jadi aset-aset properti
yang bisa menghasilkan steady income
buat lu. Contoh misalkan lu beli hotel,
kita lagi ada rencana nih ambil hotel
nih. Kenapa? Karena gua udah melihat
kita bakal untung gede di situ, kita
bakal profit di situ, kita bakal punya
penghasilan yang stabil di situ. Ya,
karena gua udah punya pengalaman juga
mengelola ribuan hotel di Indonesia. Dan
kenapa lu harus fokus di
properti-properti yang memiliki cash
flow positif, bukan di capital gain,
karena itu sifatnya spekulatif. Oh, dia
bakal naik 300%, 500%, oke, good for
you. Tapi anyway, guys, resesinya ada di
depan mata. Tidak sekarang, tidak tahun
depan. Tapi gua udah bilang sama lu, 3
sampai 5 tahun lagi akan terjadi resesi.
Bukan karena salah Indonesia, no, karena
ekonomi global yang memang enggak
baik-baik saja. Dan lu artinya harus
fokus investasi di aset atau properti
yang sifatnya bukan memberikan lu
spekulasi income dalam bentuk capital
gain, itu spekulatif, tapi punya potensi
memberikan cash flow secara stabil,
positif. Ini beda ya. Ingat loh, ada
orang investasi aset, mau tanah, mau
properti, mau kawasan industri dengan
mindset nanti untung 5 kali lipat
capital gain. This is not the right
moment. Ataupun kalau lu ada di momen
itu, ini mungkin saat yang tepat buat lu
switching ke aset properti yang bisa
menggenerate income yang lebih stabil.
Hotel, kosan, kontraktan, perkebunan,
dibanding tanah kosong, sawah, lu bisa
dapat steady income dari sana. Nah, yang
ketiga itu investasi di cash. Ini agak
ngeri nih. Aset jenis ketiga ini adalah
ketika lu punya cash di bank dan lu
enggak punya strategi di sana. Ini
bahaya banget. Gua paling sebel kalau
perusahaan kita itu cash-nya banyak di
bank. Gua kesal. Gua selalu bilang, "Lu
puter dong, lu ada otak enggak sih? Bisa
enggak sih taruh ke saham? Bisa enggak
sih taruh ke aset-aset lain yang bisa
menggenerate income?" Kenapa? Karena lu
sering anggap, ya uang tunai itu aman,
Guys. Tapi itu hanya aman kalau lu bisa
tahu cara pakainya dengan benar. Tapi lu
bayangin banyak orang itu duit cash-nya
nganggur. DPK nih kalau di bank nih dana
PK ketiga nih. Dan ini duit nganggur di
dompet lu, di ATM lu itu adalah duit
cash aset yang bakal mati. Pelan-pelan
mati. Kenapa? Karena ada namanya
inflasi. Inflasi 3% artinya duitnya
setiap dia mampir di dompet lu minus 3%
minus 3% minus 3% mati habis. Bahaya
nih, karena inflasi itu memakan nilai
uang lu. Dan yang kedua, ketika terjadi
resesi, resesi itu sering diikuti sama
pelonggaran moneter. Tahu enggak
pelonggaran moneter apa? Karena lagi
resesi, duit kering di bawah yang
dilakukan negara, apa? Cetak duit,
inflasi makin tinggi. Akibatnya apa?
Mata uang lu makin lemah, uang cash yang
ada di dompet lu, di ATM lu makin lemah.
Dan akibatnya apa? Seringkiali terjadi
resesi, bunga deposito itu ada di bawah
inflasi. Ini ngeri loh. Contohnya
gimana? Lu bayangkan ketika terjadi
resesi nanti, oh inflasi bisa sampai 9%
tapi bunga bank cuma 3%. Artinya duit lu
simpan di bank pun lu depositan
sekalipun tapi lu minus 5%. Ngeri ngeri
itu faktanya dan itu sudah berulang kali
terjadi guys. Makanya lu jangan heran ya
di Jepang aja ada pada masa ketika dia
resesi nabung di bank itu bunganya minus
1% guys. Kenapa bisa terjadi? Karena
resesi. Dia pengin uang itu banyak
keluar ke masyarakat cetak duit terus.
Itu yang dilakukan mereka. bukan artinya
enggak pernah terjadi. Ternyata ini
pernah terjadi. Sejarah sudah
membuktikan itu. Ketika lu taruh duit di
bank, ternyata duit lu makin habis. Dan
lu bayangkan ada orang itu punya duit
bahkan sampai mengendap bertahun-tahun
di tabungan. Padahal seharusnya dia bisa
putar itu di aset yang lebih produktif.
So, apa yang lu harus lakukan? Banyak
orang yang enggak tahu ya, mereka enggak
punya kebijaksanaan finansial, mereka
enggak ada financial literacy. Kalau lu
termasuk kategori yang itu, lu cash rich
tapi enggak tahu strateginya, lu harus
lakukan ini. Yang pertama lu lakukan, lu
split emergency fund. Jadi ketika
terjadi resesi, lu gak usah panik
selling saham lu. Lu udah punya
emergency fund, lu cukup hidup di situ
selama 1 2 tahun ke depan. Karena resesi
bukan terjadi selama 1 minggu, 1 tahun.
Enggak, Guys. Resesi itu biasanya
hitungannya tahunan. Jadi, lu harus
siap-siap emergency fund lu mulai dari
sekarang lu mulai ngitung ee pengeluaran
saya per bulan R10 juta. Berarti kalau 1
tahun gua harus punya R10 juta. Nah, lu
siapinlah emergency fund itu. Jadi,
keluarga lu tetap aman, nyaman,
anak-anak lu tetap bisa minum susu tiap
hari. Pertahankan itu. Ya, begitupun
kalau sudah hitung, oh pengeluaran gua
Rp50 juta sebulan. Berarti setahun gua
butuh R00 juta. Itulah emergency fund
lu. Lu siapkan itu. Terus yang kedua,
kalau lu udah punya emergency fund, lu
harus taruh juga putar duit lu. Ya,
kalau lu orangnya safe banget, beli SBN,
beli sukuk, beli ori, taruh duit lu di
money market fund supaya duit lu bisa
bekerja menghasilkan duit lagi buat el.
Jangan pasif. Diam di ATM, diam di bank.
Bahkan ada orang simpan duit di bawah
bantal kasur tempat tidurnya. Bisa jadi
karena hasil korupsi, Guys. Tapi lu
jangan lakukan itu karena lu harus lebih
bijaksana dengan keuangan lu. Uang harus
bekerja buat lu dan ini akan memberikan
keuntungan yang gede buat lu. Karena
ketika terjadi krisis, terjadi resesi,
apa yang terjadi? Lu udah siap nih
dengan dana cash buat beli aset-aset
yang dijual murah ketika terjadi krisis.
Ya, gua udah mau menikmati. Gua salah
satu orang yang menikmati era COVID-19.
Banyak orang jual aset dengan harga yang
sangat sangat sangat murah. Gua di situ
dapat beli rumah diskon 50%, beli saham
diskon 90%.
Jadi gua orang yang sangat happy dan
menikmati terjadinya krisis, Guys. Sorry
banget nih. Tapi ya memang itu
kenyataannya banyak orang tidak bijak,
tidak cerdas dengan keuangan mereka. Lu
jangan jadi bagian dari mereka.
Orang-orang yang hobinya berspekulasi,
lu harus punya mental orang yang sukanya
investasi. So, kalau gitu apa yang lu
harus lakukan? Yang keempat adalah aset
jenis barang mewah. Ini jebakan nih,
barang mewah, aset liquid. Lu merasa
keren punya jam mahal, tas branded,
mobil sport. Padahal nilainya kelihatan
mahal sih, tapi kalau krisis itu bakal
mati gaya lu. Kenapa bisa? Ternyata
gini, lu punya barang-barang mewah itu
jam tangan mewah, kalung mewah, itu
likuiditasnya ini rendah, Guys. Ketika
terjadi krisis, pembeli itu hilang,
kabur. Mereka enggak ada yang berani
pegang itu. Akibatnya apa? Lu memberikan
diskon yang sadis terhadap mobil lu. Dan
gua termasuk orang yang sudah
membuktikan itu sih. Banyak banget
diskon mobil mewah, apapun mereknya
ketika terjadi krisis, diskon bisa
sampai 70%. pembelinya enggak ada, tapi
mereka butuh duit. Mereka ini buat
survive. So, akibatnya lu demi bisa
dapat duit cepat, lu lagi bu, ya lu jual
semurah-murahnya, Guys. That's the
reality. Momen ketika terjadi resesi.
Nah, contohnya apa sih yang orang
tiba-tiba panik selling selain saham ya
atau properti ya, ada mobil mewah,
perhiasan, dan bahkan jenis-jenis
koleksi ya, barang correctibles tertentu
yang enggak punya market yang luas lah.
Marketnya enggak umum. Contohnya gold
pendent atau lukisan dan lain
sebagainya. Marketnya kan enggak umum.
Jadi orang gelap banget bisa banting
harga segila-gilanya. Ee gua ada salah
satu kenalan yang beli lukisan dulu bisa
sampai R miliar sekali belanja lukisan
12 miliar. Ya, ketika terjadi resesi dia
enggak siap, gaya hidupnya sangat
tinggi. Spending dia bulanan bisa sampai
4 M per bulan. Apa yang dia lakukan? Dia
panic selling lukisan-lukisan dia. Dia
jual harga Rp300 juta, R00 juta. Orang
pun enggak ada yang mau. Buat apa? Gua
enggak paham lukisan, buat apa gua ambil
barang lu. Enggak ngerti. Jadi terpaksa
dia jual dengan harga diskon brutal,
Guys. That's the reality again. Jadi apa
yang harus lu lakukan di jebakan jenis
aset ini? Lu harus mengurangi akuisisi
aset-aset konsumtif, aset-aset yang
enggak penting. Ada orang bisa punya
motor sampai 4 biji, 7 biji, ya kali lu
bisa panasin, bisa pakai itu tiap hari.
Gua rasa pantat lu enggak bisa dibelah
tujuh, ya, Guys, ya. Namanya juga
motornya cuma satu. yang realistis aja
lah. Dan lu kalaupun pengen beli aset,
lu prioritaskan belanja aset yang mudah
dijual. Contoh, dibanding lu beli
lukisan enggak jelas, mungkin better lu
beli emas. Nilai sama-sama R miliar,
tapi jauh lebih mending lu beli emas
karena jauh lebih liquid dan nilainya
juga naik terus kok. Yang kedua, cari
barang yang harganya transparan, tidak
gelap. Ada sebuah patung dulu ada dijual
tuh di Jakarta Pusat tempat lelang.
Patung itu buatan Dewa Herme dari VOC
kayaknya tahun 1700-an lah. Marketnya
gelap banget lah. Jangan beli
barang-barang yang kayak gitu, Guys.
Apalagi kalau lu enggak ngerti apa yang
lu beli. Ujung-ujungnya apa? Nanti
ketika lu butuh duit marketnya enggak
ada. Ketika terjadi resesi, marketnya
enggak ada. Pasarnya itu kecil. Orang
yang demen lukisan jauh lebih gede
marketnya dibanding orang yang demen
patung. Percaya deh, makin kecil
marketnya, makin susah lu jualnya di
saat resesi. Trust me, Bro. Yang kelima
ini yang bahaya adalah ketika lu
investasi di aset ya atau di
bisnis-bisnis yang tidak punya cadangan
cash yang kuat. Cash reserve-nya kecil,
tipis. Ini paling bahaya karena banyak
perusahaan jenis-jenis ini kalau lu
invest itu paling banyak bikin bangkrut
ketika terjadi resesi. Ini banyak bisnis
yang kelihatannya dari luar rame,
Omzet-nya gede, orang ngantri mau jadi
customer dia. Tapi di belakang layar
nevelsnya pendek, Guys. Kenapa?
Marginnya setipis kertas, costnya tinggi
banget. Ini bisnis-bisnis yang margin
tipis, utangnya banyak. Mau gak mau dia
buat trying to survive, dia harus
ngutang. Di Jepang banyak perusahaan
zombie kayak begini. Enggak layak
sebetulnya buat hidup perusahaan ini.
Dan yang ketiga, dia enggak punya dana
cadangan. Ternyata bukan cuma manusia
yang perlu ada emergency fund.
Perusahaan pun perlu ada dana cadangan.
Ini penting, Guys. Contoh ya, kita punya
perusahaan ya, at least nafasnya cukup
buat 2 3 tahun ke depan. Jadi, kita
cadangin itu supaya ketika terjadi
resesi, gua tidak PHK massal karyawan
gua. Jangan sampai itu terjadi. Jadi,
seorang perusahaan, lu punya investasi
pun di perusahaan, carilah yang CEO yang
punya mindset begitu. Jadi, enggak
foya-foya, enggak gila-gilaan. Ada duit
dikit beli ini, beli itu. Jangan begitu.
Harus tetap conserve cash-nya. Dan
bahaya kalau ada perusahaan yang tidak
punya mindset konservasi cash itu.
Ketika terjadi resesi, apa yang terjadi?
Demand turun, konsumen kabur, tahan
duit, enggak mau spending. Akibatnya
apa? Suplainya masih ada nih, tapi
permintaan drop jauh. akibatnya mau
enggak mau cash flow lu makin seret.
Cash flow lu makin seret, terpaksa lu
efisiensi. Artinya lu PHK massal. PHK
massal karyawan lu enggak ada lagi yang
jadi kasir, enggak ada lagi yang kerja
di logistik, enggak ada lagi yang
nyetir. Ujung-ujungnya usaha lu tutup.
Jadi banyak perusahaan yang bangkrut
yang tutup bukan karena produknya jelek
tapi kehabisan nafas. Gua sekitar 4
tahun yang lalu ya ada penawaran nih
buat investasi di Maluku. Invest di
berhubungan dengan seafood. Gua lihat
marginnya tipis banget. Omset-nya gede,
gede banget. Tapi marginnya tipis banget
karena ternyata operational cost-nya itu
begitu tinggi. Belanja solar, belanja
listrik. Lu tahulah Maluku susah dapat
listrik di zaman itu ya. Terus kasus
pencuriannya banyak. Mereka mancing
pakai solar, kita pergi ke laut.
Ternyata ikannya enggak dibawa ke darat.
Ikannya dijual di tengah laut ke
kapal-kapal yang berangkat ke Cina, ke
Jepang. Akibatnya marginnya setipis
kertas, Guys. Padahal lu beli solar
enggak bisa ngutang. Lu beli solar cash
bayarnya. Jadi, lu bayangkan ini semua
cash-kesan gelap banget. Gua bilang,
"Gua enggak mau invest." Bahaya nih.
Ketika terjadi krisis, lu bakal susah.
Lu enggak bisa operasional bisnis lu. Lu
sangat bergantung dengan hasil panen
hari ini di laut dan duitnya udah harus
segera dipakai buat belanja solar besok.
Gimana bisa survive perusahaan model
begini? Ya, hari ini apa yang terjadi?
Bubar perusahaannya, Bro. Bubar. Bukan
karena produknya jelek. No, Ikannya
bagus-bagus. Orang bisa sampai ke Jepang
kok. Tetapi ya bisnis banyak yang mati
karena kehabisan nafas. Makanya lu kalau
mau invest di bisnis cari yang cash
flow-nya jelas, cadangan cash-nya
banyak. kayak Berkshire Hetaway, Waren
Buffet. Cadangan cash-nya gede banget,
Guys. Tiap tahun Breaking Record
cadangan cash terbesar sepanjang
sejarah. Makanya gua senang dengan IPCC.
Lu tahu IPC cadangan cash-nya berapa
triliunan? Gila enggak? Gila banget.
Betul-betul fortress yang dibangun
mereka bisa bertahan. Kalau terjadi
krisis, dia akan survive karena dia
punya cash reserve yang kuat. Dan yang
paling penting nih buat teman-teman,
kalau lu investasi di bisnis atau
properti atau aset atau usaha apapun
itu, selain cadangan cash-nya aman, cash
flow-nya sehat, harus juga invest di
perusahaan yang efisien, yang bisa
motongin biaya-biaya yang enggak
penting, yang enggak memberikan value
bagi perusahaan. Itu lu harus
kurang-kurangin deh, jauh-jauhin kalau
perlu. Hematlah. Kenapa? Karena sebelum
resesi datang, lu udah punya mindset
harus fokus di survivability. Fokus
gimana caranya bisa bertahan, bukan
malah justru ekspansi. Sekarang lu masih
bisa nikmati momen itu. 1 tahun ini, 2
tahun ini, lu harus bisa nikmati momen
itu. Boleh, that's good. Tapi begitu
masuk tahun ketiga, lu harus siap-siap,
Guys. Again, lu harus siap-siap masuk ke
mode survival. Makanya gua optimis
banget ISG bakal 10.000 karena gua udah
yakin kita pasti mencapai titik itu.
Enggak nyampai 3 tahun. Tapi setelahnya
lu udah tahu dong. Dan itu bakal kita
bahas lebih detail lagi di Benix
Investor Group. Makanya lu buruan join
tuh di Benix Investor Group biar segera
dapat informasi terbaru. Nah, yang
paling penting ini, Guys. So, apa yang
harus kita pegang nih? Apa yang harus
kita simpan saat resesi? Kenapa? Karena
ternyata resesi ini bukan soal lu kaya
atau lu miskin, lu tua atau muda.
Enggak. Semua orang pasti kena yang
namanya resesi. Tapi resesi ini soal
bagaimana lu bisa fleksibel. Aset-aset
yang lu punya itu memberikan lu
fleksibility buat pindah dari A ke B ke
C ke D. Lu bayangkan kalau duit lu mati
di kompleks apartemen di Malaysia yang
berubah jadi kota hantu. Lu mau jual pun
susah. Ketika terjadi resesi, lu diskon
pun enggak ada yang mau beli. Berat.
Makanya invest di aset yang fleksibel.
Invest di aset yang liquid. Dan lu harus
disiplin. Buat apa? Ya, buat berani
shifting itu. Buat berani katakan tidak
terhadap aset-aset yang spekulatif.
Karena lu adalah investor, bukan
spekulator. Dan lu harus ingat, orang
yang selamat dari krisis biasanya bukan
orang yang paling berani, orang yang
paling pintar, atau orang yang paling
nekad. No. Orang yang selamat dari
krisis justru orang yang punya nafas
panjang atau orang suka bilang punya
peluru cadangan. Makanya ketika terjadi
krisis kayak kemarin COVID, kita punya
nafas panjang, kita yang survive. Bukan
cuma survive, malah untungnya gede
banget, Guys. So, Teman-teman ingat ya,
yang namanya resesi itu bukan gua mau
nakut-nakutin lu. Pasti akan datang di
fase hidup lu udah pasti tidak ada
manusia yang tidak pernah ketemu resesi.
Pasti ada. Minimal dua atau tiga kali
lah dalam usia lu, dalam hidup kamu. So,
kalau gitu resesi adalah hal yang pasti.
Yes. Artinya lu enggak usah takut.
Justru resesi itu bukan akhir, Guys.
Justru resesi ini adalah momen,
opportunity, sebuah kesempatan buat
kamu-kamu yang sudah siap. So,
pertanyaannya, apakah kamu sudah siap
menyambut resesi yang akan datang? Tidak
tahun ini, tidak tahun depan, juga tidak
2 tahun lagi? Sudah siap apa belum? Dan
strategi kamu seperti apa? Sharing dong
di kolom komentar yang di bawah ini
supaya bisa jadi pelajaran buat
teman-teman yang lain juga. terutama
pengalaman lu ketika lu ketemu resesi di
tahun '98, resesi di tahun 2000-an,
termasuk resesi terakhir di era COVID
kemarin. Apa yang lu saksikan dengan
kacamata lu? Sharing di sini gua udah
sharing ketika itu gua mengalami banyak
aset-aset di diskon gua termasuk yang
menikmatinya. Diskon saham, diskon
properti, diskon mobil. Kalau lu gimana?
Lu pengalaman apa yang lu temui? So,
buruan sharing pandangan kalian, buruan
sharing pengalaman kalian terkait resesi
para pengusaha, para investor, dan
teman-teman di luar sana, penonton Setia
Benix. Sharing pendapat kalian, sharing
pengalaman kalian melewati resesi
strateginya seperti apa. Karena lima
orang dengan komentar terbaik yang
mendapatkan jempol likes paling banyak
bakal dapat hadiah spesial dari Benix
oleh-oleh khas dari sebuah pulau di
ujung timur Indonesia yang kemarin baru
aja kita kunjungin bersama Benix
Investor Group. Menarik nih, Guys.
Karena lu bakal cuan gede nih kalau bisa
tahu perusahaannya apa. So, semoga
videonya bermanfaat. Ditunggu ya, lima
komentar terbaik dengan likes terbanyak
akan dapat hadiah spesial dari tim
Benix. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:28 UTC
Categories
Manage