Transcript
y9qLbPnD3bg • TURIS INDIA DIJAUHI NEGARA LAIN!! Kok BALI MALAH SEPI?! Devisa 20 TRILIUN HILANG?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0535_y9qLbPnD3bg.txt
Kind: captions
Language: id
Ngeri banget ini, Guys. Kita sekarang
udah di tahun 2026. Kita dapat kabar
baik atau kabar makin buruk nih. Apalagi
setelah gua baca media massa mengenai
laporan tentang kunjungan wisatawan ke
Bali yang katanya bukan makin meroket ke
bulan tetapi makin nyungsep tiarap. Kok
bisa ya? Gua juga bingung. Orang-orang
kan udah pada tahu ya, Bali itu salah
satu tujuan pariwisata utama yang ada di
Indonesia. So, ketika gua baca berita
headline di mana-mana, ada Metro TV nih.
Pariwisata di Bali sepi, Menpar,
wisatawan domestik ramai ke Yogyakarta.
Ada lagi dari CN, Bali sepi saat libur
Nataru. Tapi kata Men Parwidianti hanya
turun 2% karena banyak yang ke Jogja.
Lalu ada lagi di OK Zone, katanya Bali
dikabarkan sepi wisatawan. Apa betul itu
semua guys? So, kalau lu penasaran
gimana sih situasi pariwisata Indonesia?
Makin baik, makin buruk, atau makin
hancur rebur? Hei, jangan diskip video
ini. Let's check di.
Jadi, Teman-teman, kalau lu lihat semua
headline headline yang tadi ya kayaknya
makin suram nih. Apalagi kalau lu baca
sosmet udah hancur leburlah sepertinya
dunia pariwisata Indonesia. Tapi jangan
khawatir karena lu punya jurus selamat.
Menteri pariwisata udah bilang bahwa
Bali itu enggak sepi menurut dia, Guys.
Menurut dia penurunan ada sih wisatawan
domestik, tapi itu cuman 2%. Sekali lagi
ya, menurut dia, bukan menurut Benix.
Dan itu pun karena cuacanya kurang baik.
Oh, berarti ini semua karena faktor
alam. Lu gak usah khawatir. Masa depan
dunia pariwisata Indonesia cerah, cuma
minus 2%. Tapi apa benar begitu, Guys?
Yuk, kita lihat aja gimana sih kalau
menurut orang Bali sendiri. Kalau
Menteri Pariwisata kan tinggalnya di
Jakarta, tahu apa dia soal Bali? Nah,
kita lihat yuk. Menurut gubernur Bali
Iwine Coaster, dia ngakuin sih bahwa
secara harian terjadi perlambatan
kunjungan wisatawan khususnya
mancanegara ya dalam beberapa bulan
terakhir. Nah, fenomena ini sebetulnya
kita bisa lihat dari data ya.
Berdasarkan data aja mereka yang datang
lewat Bandara Internasional Igusurah,
ternyata wisatawan asing khususnya
mancanegara nih hariannya itu turun. Ini
terjadi dari September, Oktober hingga
Desember. Jadi biasanya menurut Coaster
yang datang itu bisa 20.000 turis per
hari. Tetapi menurut dia di bulan
Desember yang datang cuma sekitar 12.000
sampai 16.000 orang per hari. Nah, dari
data itu sih gua melihat kayaknya
penurunannya bukan 2% ya, Guys. Kayaknya
penurunannya banyak. Soalnya dari
Rp20.000 ke 16.000 RIB itu turun banyak,
Guys. Bukan turun sedikit. Tapi ya
udahlah kita lihat juga data yang lain
nih. Data dari Bali News. Ini data dari
Angkasapura, data dari BPS. Memang ada
penurunan yang ekstrem ya. Kalau lihat
di layar kaca dari September ke Oktober
itu wisatawan mancanegara turun dari
635.000 orang ke 594.000 di bulan
Oktober. Lalu di bulan November turun
lagi atau sebelumnya 594.000, bulan
November turun lagi menjadi 533.000.
Gila ini mah turun terus. Lalu di bulan
Desember dari 533.000 R000 wisatawan
mancanegara turun lagi menjadi 393.000.
Jadi menurut hitungan kita turun sekitar
26%. Memang di bulan Desembernya ini
belum full year ya, belum selesai nih
bulan Desember. Tapi ini data yang
diambil dari pertengahan Desember 2025.
Terus gimana wisatawan Nusantara?
Menurut data resmi dari BPS Provinsi
Bali di bulan November itu ada 718.000
wisatawan Nusantara. Ini wisatawan lokal
nih yang datang ke Bali. Nah, di bulan
Desember ternyata hanya 384.000 R000
orang nih wisatawan lokal yang ke Bali
alias turun 46%. Oke, Guys. Jadi, dari
sini lu bisa tahu ya, bahwa data Menteri
Pariwisata yang bilang wisatawan Bali
cuma turun 2% itu valid menurut Menteri
Pariwisata. Kalau kita bandingkan ya
dengan data tahun 2024 itu seperti apa
sih? Dan kenapa gua bahas ini ya? Karena
gua ngerti dunia pariwisata Indonesia.
Sepanjang sejarah sebetulnya dari
November dan Desember itu harusnya turis
tuh naik, Guys. Bukan turun. Dan gua
bisa buktikan pakai data. Lu lihat di
Layyar Kaca ya. Bulan November 2024 itu
wisatawan mancanegara yang masuk melalui
pintu udara itu ada 472.000 orang.
Tetapi bergerak ke bulan Desember 2024
naik 16% menjadi 548.000 orang. Jadi
data membuktikan November ke Desember
itu seharusnya naik. Signifikan. Logis
lah orang mau liburan Natal tahun baru
happy-happy minum ngebir hahai. Di bulan
Natal kan libur sekolah libur di Amerika
juga libur di Australia libur orang
libur. Jadi harusnya wisatawan kita
tambah naik di bulan Desember. Itu
logika akal sehat aja lah. Termasuk
wisatawan mancanegara yang datang
melalui pintu laut kapal pesiarlah dan
lain sebagainya. Ya, November memang
cuman 186 tapi masuk ke bulan Desember
itu naik 2.415
wisatawan mancanegara yang masuk
Indonesia melalui pintu laut. Ini
kejadian di tahun 2024. Jadi, lu mau
pakai data dari pesawat terbang wisman
pintu udara naik November ke Desember.
Data laut pun menunjukkan November ke
Desember itu seharusnya naik. Nah,
Indonesia ini agak unik. Ternyata
November ke Desember 2025 turun. Kok
bisa? Sebetulnya ini wajar aja, Guys.
Karena data menunjukkan ya, wisatawan
mancanegara kita memang hanya bergantung
pada tiga negara doang. Sebetulnya ada
lima, tapi udahlah yang paling besar tuh
Australia lah. 1,5 juta orang Australia
setiap tahun datang ke Indonesia.
Peringkat dua ada India. India 550.000
orang. Bedanya jauh ya sama Australia
tiga kali lipat. Lalu yang ketiga itu
ada Tiongkok. Tiongkok R48.000. Cina
nih. Yang peringkat 4 itu Inggris
R90.000.
Yang kelima ada Corsell. Korea Selatan.
Ternyata hobi juga datang ke Indonesia.
Ada 294.000
orang Korea yang datang ke Indonesia.
Nah, dari sini kita bisa lihat ya data
memang menunjukkan nyawa pariwisata
Indonesia ada di tiga negara. Yang
namanya Australia dari zaman ke zaman.
Yang kedua adalah India. Yang ketiga
adalah Cina. Terus kenapa ya Benis
tiba-tiba mendadak bahas soal pariwisata
Bali? Simpel, Guys. Karena sebetulnya
masih banyak potensi di Bali yang kita
belum garap aja. Teman-teman tahu enggak
lu menurut lu aneh enggak sih? Wisatawan
yang datang ke Bali ternyata 1,5 juta
orang dari Australia. India yang datang
ke Bali cuman 500.000 orang. Cina yang
datang ke Bali cuman 400.000 orang. Ini
data tahun 2024. Lu lihat di layar kaca
ya. Jadi data resmi dari BPS Provinsi
Bali. Kenapa ini aneh, Teman-teman? Tahu
enggak sih? Planet Bumi ini cuma ada dua
negara yang jumlah penduduknya lebih
dari 1 miliar orang. Pertama ada India
1,4 miliar jiwa. Kedua ada Cina. Ya,
Cina juga sekitaran 1,4 miliar jiwa
juga. Kok aneh negara-negara dengan
jumlah penduduk yang masif miliaran
manusia kok cuman 500.000 orang yang
datang ke Indonesia. Sedih banget. Dan
ini penting buat gua jelasin di sini
khususnya buat market yang nomor dua ya,
market India. Kenapa cuman 500.000
sebuah orang India yang datang ke Bali.
Dan ini word to mention buat gua karena
orang India itu banyak kesamaan dengan
Bali. Orang India itu suka banget wisata
alam. Orang India itu suka banget
vegetarian. Orang India itu enggak makan
sapi. Sama banyak orang Bali juga yang
enggak makan sapi. Orang India punya
agama juga sama dengan orang Bali, agama
Hindu. Jadi mereka ada keterikatan
budaya, keterikatan spiritual yang sama
dengan Bali. Mereka sama-sama menyembah
banyak dewa, Dewa Laksmi, Ganesa, dan
banyak lagi yang lainnya. Jadi memang
ada keterikatan batin lah di situ dan
itu bagus yang bisa sebetulnya
memperkaya rakyat Bali. Dan ini momen
buat kita bisa ambil cuan yang
sebesar-besarnya dari wisatawan India,
Guys. Kenapa? Karena sekarang India itu
sedang mengalami masalah rasisme
khususnya di Eropa. Ingat ya, rata-rata
rakyat negara berkembang itu senangnya
wisata ke Eropa, ke Amerika, ngelihat
orang bule karena mentalitasnya
inlander, orang terjajah. Begituun orang
India bertahun-tahun dijajah bangsa
Eropa sehingga begitu ada duit dikit,
apa yang terjadi? Mereka mau berangkat
ke Eropa, mereka mau berangkat ke
Amerika. Teman-teman lihat di layar kaca
ada berita dari Hindustan Times.
Wisatawan India yang jalan-jalan ke
Yunani diserang oleh orang-orang lokal
di Yunani, dikata-katain, dilemparin
batu. Karena mereka dianggap berkulit
gelap, karena mereka dianggap bangsa ras
yang lebih lemah. Mereka diserang dengan
isu rasisme ketika mereka jalan-jalan ke
Yunani. Lalu ada lagi dari Koran Times.
Di situ bahkan influencer India yang
lagi jalan-jalan ke Eropa. Dia diserang,
dia dibully dengan rasisme yang begitu
kejam di sana terhadap orang India. Lalu
ada lagi turis India yang datang ke
Georgia itu juga kembali merasakan
rasisme. Mereka dibully, mereka
diserang. Bahkan polisi di Georgia itu
meneror turis-turis India. Mereka
dianggap sebagai sampah warga negara
kelas 2 di Georgia yang begitu rasisnya
terhadap orang Asia. Padahal India itu
menyumbang 40% kunjungan internasional
di negara tersebut. Jadi teman-teman ini
potensi yang luar biasa. India negara
1,4 miliar penduduk punya duit. Katakan
yang punya duit 10% aja penduduknya.
Berarti kan 140 juta manusia di India
yang punya duit bisa jalan-jalan ke luar
negeri itu bisa bawa negara Georgia itu
penghasilannya naik hampir 50% loh,
Guys. Gara-gara turis India banyak
datang ke sana. Tapi marah dia
dirasisin. Mereka pergi ke Eropa
dirasisin. Mereka pergi ke Yana nih,
mereka pergi ke Jerman, dirasisin. Orang
India ini banyak orang-orang yang hate
sama orang Asia. Nah, ini peluang yang
bisa sebetulnya kita ambil. Tetapi
sayangnya, Guys, peluang ini justru
malah diambil oleh orang Thailand.
Padahal orang Thailand tuh Buddha, Guys.
Kagak ada tuh Hindu-Hindunya sama sekali
kayak Bali kita. Enggak. Tapi FA aja,
Guys. Orang India kenapa sampai
diprioritaskan sama Kementerian
Pariwisata Thailand? Karena Kementerian
Pariwisata Thailand punya data. Hebat
nih Kementerian Thailand. Lu tahu
Kementerian Thailand itu sampai bikin
data mengidentifikasi tiga jenis
wisatawan yang mereka mau incer. Pertama
di situ ada wisatawan Vietnam. Kenapa
mereka incer Vietnam? Vietnam itu bisa
bawa duit Rp18 juta per orang. Lalu yang
kedua, wisatawan Cina. Wisatawan Cina
itu bisa menghabiskan Rp19,7 juta sekali
jalan nih, sekali datang ke Thailand.
Nah, peringkat satu ternyata negara
India. Ternyata negara India itu
spending-nya jauh melebihi rakyat negara
lain. Kalau mereka datang ke Thailand,
mereka bisa spending lebih dari Rp24
juta sekali datang. Jadi, ini
benar-benar kementerian yang luar biasa
ya. Thailand ini hebat banget sih.
Mereka sampai super spesifik tahu
turis-turis asing itu kalau datang ke
negara mereka, mereka bakal spending
berapa banyak juta. Rupiah. Pintar ini.
Jadi mereka ketika bikin strategi
pariwisatanya, mereka udah tahu gua
bakal nyerang ke mana. Gua bikin
campaign brosur pakai bahasa Arab kah,
bahasa Cina kah. Mereka sudah tahu
spesifik. Dan mereka mengincar
turis-turis yang bisa bawa dolar
sebanyak-banyaknya, yang bisa bawa duit
sebanyak-banyak, bisa belanja menghidupi
UMKM, pengusaha-pengusaha yang ada di
Thailand. Hebat ya, Kementerian
Pariwisata Thailand ya. Makanya enggak
heran di tahun 2024 Thailand itu
berhasil menarik 2 juta wisatawan India.
Gila, padahal negaranya Buddhis.
Indonesia orang India yang ke Bali cuma
R00.000. Kan gila nih. Goblok banget
asli kementerian kita ini goblok
segoblok-gobloknya. Bisa-bisanya Bali
udah sama-sama Hindu tapi gagal menarik
orang-orang Hindustan, gagal menarik
orang-orang India buat traveling ke
Bali. Malah Thailand negara Buddha yang
hobinya makan daging sapi. Eh, mereka
bisa narik wisatawan dari India empat
kali lipat lebih banyak dibandingkan
Indonesia. Sedih sih ini. Kenapa ini
penting, Guys? Teman-teman tahu ya?
Guys, kemarin kita bikin video khusus
spesial tentang masa depan batu bara di
tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak
gimana kalau masa depan sektor yang
lain? Apalagi kemarin Venezuela habis
diculik presidennya. Harga minyak dunia
kan seperti apa? termasuk harga emas,
harga silver yang tahun ini aja sudah
meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun
terakhir. Kita belum bicara soal sektor
lain seperti pariwisata, sektor
perbankan, sektor pertambangan. Apalagi
kita sudah memasuki era di mana faktor
geopolitik menjadi salah satu faktor
yang paling penting dalam menyusun
strategi ekonomi kalian. Jadi buat
teman-teman para pelaku usaha,
orang-orang di pemerintahan, duta besar
sekalipun sampai akademisi dan investor
yang ada di Indonesia, lu penasaran
enggak sih gimana sudut pandang BENX
tentang Outlook Ekonomi Indonesia di
tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk
segera join di acara Spial Benix
Economic Outlook 2026 di Titan Center
Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari
jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga kalau yang mau ikutan
acara Special Benix Economic Outlook
2026. Kursinya terbatas, segera
daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp
yang ada di bawah ini atau scan kode QR
code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai
ketemu di Benix Economic Outlook 2026
hanya di Titan Center Bintaro.
Kenapa ini penting, Guys? Teman-teman
tahu ya, kita cuma 500.000 penduduk
India 1,4 miliar juta jiwa yang datang
ke Bali cuman R500.000. Sedih. Lu
bayangin ya kalau seandainya ada 1 juta
turis India yang datang ke Bali. Satu
turis dari India itu bisa spending R
juta. Kalau ada 1 juta turis dari India
datang ke Bali setiap tahun, artinya
Bali bakal ketimpa duit 20 triliun,
Guys, setiap tahun. Penting banget buat
Bali ngerti ini kementerian kita sih
lebih penting lagi buat tahu, oh
dibanding lu capek-capek kampanye pergi
ke Kanada buang-buang anggaran ke
Jerman, kagak. Udahlah bikin pelajari
bahasa India, bikin brosur
sebanyak-banyaknya kerja sama dengan
travel agend sebanyak-banyaknya di India
buat jalan-jalan ke Bali, Guys. Kita
bisa dapat duit 20 triliun. Ini jauh
lebih besar dibanding APBD Bali yang
cuman 6 triliun. Aduh, kecil banget 6
triliun. Padahal kalau mereka mau fokus
ngundang wisatawan dari satu negara loh,
kita enggak ngomong Cina. Kita belum
ngomong Cina, Korea dan lain sebagainya.
Cuma India aja yang punya kesamaan
keyakinan dengan rakyat di Bali. Kita
bisa dapat duit 20 triliun setiap tahun.
Jauh lebih besar dibandingkan APBD-nya.
Bali cuma 6 triliun. Aduh apaan ini?
Kalah. Jauh lebih cuan perusahaan
tambang favorit gua. Tapi anehnya apa
yang dilakukan oleh Indonesia? Udah tahu
dunia pariwisata kita sedang menangis,
sepi, terluka, nyungsep, hancur lebur.
Apa yang dilakukan? Ada wisatawan
Indonesia datang ke sini malah dipalak
sama Bea Cukai. Turis Taiwan sampai
menangis dia dipalak sama Bea Cukai.
Heboh tuh media asing di mana-mana. Gila
ya. Kita sudah jelas-jelas butuh
investor asing. Kita jelas-jelas butuh
wisatawan asing. Sampai sini digebukin
ramai-ramai, dirampok, dijarah, diperas,
dipalak sama PNS-PNS kita yang luar
biasa cerdas itu. Terus kelakuan rakyat
kita apa? Sama juga sih. Lu lihat nih,
ada sopir taksi, ada turis, malah dia
palak di kutu utara nih di Bali nih. Ini
luar biasa sih. Betul-betul sangat
disayangkan ya. Bukannya kita bersama
ngebangun bangsa ini, malah kita
bersama-sama menghancurkan negara ini
biar semakin tidak menarik di mata orang
asing. Jauh berbeda dengan yang
dilakukan oleh pemerintahan Thailand.
Pemerintah Thailand betul-betul
memikirkan gimana caranya membuat
rakyatnya sejahtera, tambah cuan.
Apalagi dia tahu mayoritas rakyat
Thailand goblok, enggak lulus S1.
Mayoritas pendidikannya cuma SMP, SMA 11
12 sama orang Indonesia. Tapi pejabatnya
punya logika berpikir membangun bangsa.
Sehingga ketika dunia pariwisata
nyungsep di mana-mana setelah COVID, apa
yang dilakukan Thailand? Dia
menggratiskan tiket pesawat. Bayangkan
orang asing, turis asing kalau pergi ke
Thailand tiket pesawatnya gratis. Dia
kasih tiket gratis.000 turis asing
dikasih tiket gratis jalan-jalan ke
Thailand. Karena dia punya mindset, dia
pasti cerita sama temannya, sama
tetangganya, sama rekan kerjanya di
kantor. Wah, enak ya jalan-jalan ke
Bangkok. Wah, enak ya jalan-jalan ke
Pataya. Wah, enak ya ke Thailand.
Orangnya ramah, makanannya enak. Waduh,
hebat deh. Kasih 200.000 tiket gratis.
Mereka itu spending APBN cuma sekitar
R00 juta bat. 700 juta bat itu cuman
sekitar 370 miliar, Guys. Tapi lu tahu
enggak hitung-hitungannya? Kementerian
Pariwisata itu di sana pintar loh.
Ketika mereka spending 700 juta bat
alias 375 miliar untuk 200.000 tiket
gratis itu ternyata mereka udah bikin
hitungannya. Mereka in return bakal
dapat duit karena kan turis itu datang
spending. Mereka juga bakal cerita ke
tetangganya. Ternyata in return rakyat
Thailand dapat duit 4,6 triliun. Gila
enggak? 8,8 miliar bat. Ini pintar
banget. Thailand merubah duit 700 juta
bat buat beli tiket gratis dirubah jadi
8 miliar B. Pintar loh. Dari Rp375
miliar berubah menjadi 4,6 triliun. Ini
betul-betul luar biasa pola pikirnya
orang Thailand nih. Bagaimana caranya
membela rakyat miskin di Thailand,
membela dunia pariwisata di Thailand.
menterinya sampai berpikir gimana
caranya mengundang turas asing
sebanyak-banyaknya. Hebat. Hebat. Udah
berulang kali gua bilang Indonesia ini
butuh menteri-menteri yang punya otak,
Guys. Bukan dengkul. Semua orang punya
dengkul. Otak belum tentu, Guys.
Contohnya ya Thailand ini bisa-bisanya
ya orang India yang datang ke Thailand
itu 2 juta orang. Sementara yang ke Bali
cuman 500.000 orang. Enggak masuk akal.
Penduduk India itu 1,4 miliar orang,
Guys. Kita cuman bisa narik hati 500.000
orang. Itu enggak masuk akal. sedih nih.
Makanya lu jangan heran juga ya
kepintarannya Kementerian Pariwisata
Thailand ini sungguh luar biasa kalau lu
lihat website-nya. Bahkan mereka kasih
training gratis, kasih guidance, kasih
pedoman buat hotel-hotel di Thailand.
Dikasih training khusus buat melayani
turis India. Gimana sih caranya bilang
selamat pagi? Gimana sih cara bilangnya
namaste? Gimana sih salah bilang thank
you? Dan gimana sih cara bilangnya how
are you? Up case hin artinya how are
you, bro. Jadi itu udah diajarin sama
Kementerian Pariwisata Thailand supaya
rakyat Thailand tambah ramah kepada
turis India. Ini hebat bener ya. Mereka
bahkan bikin guideline kalau kasih
makan. Orang Thailand kan senangnya
makanan pedas-pedas ya. Bahkan sampai
dikasih tahu gimana caranya ngasih tahu,
"Oh, ini makanannya spicy pedes. This is
tika pedes atau yang ini enggak pedes.
Tika jadi artinya enggak pedas itu
dikasih tahu, Guys. Jadi betul-betul
luar biasa lah ya. Makanya orang
Indonesia juga pasti gua yakin yang
sering ke Thailand udah tahu bedanya
sawadi cup, kapun cup gitu kan. Lu aja
sampai ahli lah. Begitupun dunia
pariwisata di Thailand, orang di sana
udah diajarin sama pemerintahnya loh,
sama Kementerian Pariwisatanya loh.
Bukan bikin program tolol bloon, enggak
jelas. Betul-betul dibikin program yang
bagus supaya makin banyak wisatawan
masuk ke negara mereka dan nyaman di
negara mereka. Sampai dikasih training,
"Lu enggak percaya? Lihat nih website
Kementerian Pariwisata mereka isinya
apa?" Isinya pedoman-pedoman, guidance,
panduan supaya makin banyak wisatawan
asing datang ke negaranya. Hebat. Lu
bisa temukan yang sama enggak di
Indonesia? Lu buka website Kementerian
Pariwisata Indonesia ada gitu. Gimana
sih caranya bilang WC di mana, Bro?
Dalam bahasa Hindi gua rasa enggak
enggak kepikiran pun mereka itu. Kok
bisa ya? Sedih enggak sih kita membuang
duit puluhan triliun loh hanya karena
kita enggak peduli, enggak ngerti mau
kerja apa. Sedih gua. Dan lebih konyol
lagi ya, kemarin kan sempat dunia
pariwisata kita terluka karena di bulan
Juni ada kecelakaan tuh di Gunung
Rinjani, ada wisatawan mati di gunung,
naik gunung ke Indonesia. Ternyata
penanganannangannya sangat lambat. Apa
yang terjadi? Wah, dunia pariwisata
heboh. Karena apa? Karena orang asing
jadi makin bertanya-tanya, Indonesia ini
negara apa sih? Ngerti enggak sih mereka
ini cara mengelola tempat wisata? Dan
lucunya ya apa komentar dari Kementerian
Pariwisata? Ya, dia bilang sih soal
kematian warga negara Brazil ini dia
berharap itu jadi insiden yang terakhir.
Ya, mungkin itu insiden terakhir di hari
itu. Kenapa? Karena enggak lama setelah
itu. Ada lagi. Ini lebih hebo pelatih
Valencia. Sedih gua berduka. Meninggal
sekeluarga, Guys. Bayangin bapaknya sama
anak-anaknya meninggal di Labuhan Bajo.
Benar-benar konyol. Inilah wujud dunia
pariwisata Indonesia yang enggak ada
pengelolaannya sama sekali. Konyol.
Makanya jangan heran negara kita kalah
sama Vietnam, kalah sama Thailand. Gila,
bisa-bisanya ya wisatawan asing itu
dianggap enggak ada harga nyawanya.
Gila, bener sih akibatnya ya siap-siap
aja wisata Indonesia bakal makin
nyungsep, Guys, 2026 ini kalau
pengelolaannya ya dibiarkan kayak begini
terus horor. Ngeri lah. Ngeri bangetlah.
Apalagi sekarang makin banyak badai,
topan, banjir, angin ribut. Udahlah.
Siap-siap aja lu kalau kementerian kita
cap kaki lima model begini bukannya
tambah bagus ya siap-siap aja makin
nyungsep guys. Sedih sih gua buat
teman-teman kita dari Spanyol karena
kehilangan ya pelatih sepak bola
Valencia dan tiga anaknya tewas
sekaligus. Gila lu bayangin satu garis
lurus keturunan hilang. Ini ngeri banget
sih sebetulnya. Gua speechless lah. Gua
enggak ngerti lagi sebenarnya apa yang
dilakukan sama menteri-menteri kita ini,
Guys. Enggak jelas. Baru kemarin mati,
besok mati, besok mati lagi.
Jangan-jangan negara kita ini busy jual
beli nyawa lagi. Ngeri enggak nih? Lu
bisa bayangin kalau hal yang sama
terjadi di Thailand atau di Jepang atau
di Singapura, wah dipecat itu menteri,
selesai lewat lu. Pertanyaannya gini,
Guys. Simpel aja lah. Kita pengin
Indonesia ini jadi tambah maju, tambah
kaya, tambah sejahtera lah.
Pertanyaannya menurut lu, mampu enggak
sih Indonesia buat memperbaiki ya
struktur pariwisata kita? Karena
sebetulnya buat Bali aja ya, kalau kita
fokus nih nyelesaikan turis nih dari
India aja tadi perederan duit yang bisa
kita hasilkan dari satu negara India aja
itu bisa sampai 20 triliun lebih loh
dari wisatawan asal India yang secara
moral, batin, budaya mereka bisa sinkron
dengan pulau Bali. Itu jauh lebih besar
dibanding APBD Bali, Guys. Jauh. Tapi
kita enggak sampai akal, mungkin enggak
sampai hati juga ya buat membangun
rakyat kita sendiri. Akibatnya rakyat
coba-coba sendiri, cari-cari peruntungan
sendiri, meraba-raba sendiri tanpa ada
guidance dari kementerian. Konyol. Jauh
lebih konyol kalau dibandingkan dengan
Thailand. Hebat. Makanya enggak heran ya
wisatawan India di sana empat kali lipat
lebih banyak dibanding Indonesia. Gila
sih negara sekecil itu tapi secas itu,
Guys. Dan menurut lu apa sih yang
harusnya dilakukannya pemerintah
Indonesia buat menggenjot kembali
pariwisata di Bali supaya tambah ramai,
supaya tambah menarik, dan yang penting
juga harus aman. Citra kita itu harus
baik di luar negeri. Tapi bukan cuma
Citra ngomong doang atau masang-masang
iklan enggak jelas di bus-bus yang ada
di luar negeri. Enggak. Citra yang benar
bahwa Indonesia ini aman, stabil, dan
nyaman buat kita jalan-jalan di sana.
Buktikan dong. Buktinya apa? Ya, jangan
ada orang mati dong. Ini orang mati udah
kayak hobi aja di negara ini. Turis
mati, turis mati, turis mati. Buka
koran, turis mati, turis mati. Negara
apa? Menurut lu gimana nih, Guys? Segara
tulis dong saran dan komentar kalian
seperti apa. Menurut kalian apa sih yang
kita harus lakukan ya supaya dunia
pariwisata Indonesia bisa balik lagi,
bisa kembali berjaya, bahkan yang paling
penting mengalahkan Thailand dan
Vietnam. Oke, guys. Semoga video kita
bermanfaat ya dan semoga didengar ya.
Karena mereka ini turis-turis ini
penting loh. Ini sumber devisa buat
kita. Mereka bawa dolar dari luar negeri
ke negara kita. Mereka bawa mata uang
asing mereka. Ini penting buat Indonesia
punya cadangan devisa yang banyak. Jadi
harus punya fokus buat ngembangin ini.
Kalau Indonesia mau GDP 8%, Guys. Sektor
pariwisata itu menyumbangkan nilai yang
sangat besar buat perekonomian Thailand.
Harusnya Indonesia juga bisa begitu
dong. Iya enggak? Oke guys, semoga video
ini bermanfaat. Segar tulis pandangan
dan komentar kalian di kolom di bawah
ini. Jangan lupa subscribe channel Benix
dan share video kita sebanyak-banyaknya.
Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]