TURIS INDIA DIJAUHI NEGARA LAIN!! Kok BALI MALAH SEPI?! Devisa 20 TRILIUN HILANG?
y9qLbPnD3bg • 2026-01-07
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ngeri banget ini, Guys. Kita sekarang udah di tahun 2026. Kita dapat kabar baik atau kabar makin buruk nih. Apalagi setelah gua baca media massa mengenai laporan tentang kunjungan wisatawan ke Bali yang katanya bukan makin meroket ke bulan tetapi makin nyungsep tiarap. Kok bisa ya? Gua juga bingung. Orang-orang kan udah pada tahu ya, Bali itu salah satu tujuan pariwisata utama yang ada di Indonesia. So, ketika gua baca berita headline di mana-mana, ada Metro TV nih. Pariwisata di Bali sepi, Menpar, wisatawan domestik ramai ke Yogyakarta. Ada lagi dari CN, Bali sepi saat libur Nataru. Tapi kata Men Parwidianti hanya turun 2% karena banyak yang ke Jogja. Lalu ada lagi di OK Zone, katanya Bali dikabarkan sepi wisatawan. Apa betul itu semua guys? So, kalau lu penasaran gimana sih situasi pariwisata Indonesia? Makin baik, makin buruk, atau makin hancur rebur? Hei, jangan diskip video ini. Let's check di. Jadi, Teman-teman, kalau lu lihat semua headline headline yang tadi ya kayaknya makin suram nih. Apalagi kalau lu baca sosmet udah hancur leburlah sepertinya dunia pariwisata Indonesia. Tapi jangan khawatir karena lu punya jurus selamat. Menteri pariwisata udah bilang bahwa Bali itu enggak sepi menurut dia, Guys. Menurut dia penurunan ada sih wisatawan domestik, tapi itu cuman 2%. Sekali lagi ya, menurut dia, bukan menurut Benix. Dan itu pun karena cuacanya kurang baik. Oh, berarti ini semua karena faktor alam. Lu gak usah khawatir. Masa depan dunia pariwisata Indonesia cerah, cuma minus 2%. Tapi apa benar begitu, Guys? Yuk, kita lihat aja gimana sih kalau menurut orang Bali sendiri. Kalau Menteri Pariwisata kan tinggalnya di Jakarta, tahu apa dia soal Bali? Nah, kita lihat yuk. Menurut gubernur Bali Iwine Coaster, dia ngakuin sih bahwa secara harian terjadi perlambatan kunjungan wisatawan khususnya mancanegara ya dalam beberapa bulan terakhir. Nah, fenomena ini sebetulnya kita bisa lihat dari data ya. Berdasarkan data aja mereka yang datang lewat Bandara Internasional Igusurah, ternyata wisatawan asing khususnya mancanegara nih hariannya itu turun. Ini terjadi dari September, Oktober hingga Desember. Jadi biasanya menurut Coaster yang datang itu bisa 20.000 turis per hari. Tetapi menurut dia di bulan Desember yang datang cuma sekitar 12.000 sampai 16.000 orang per hari. Nah, dari data itu sih gua melihat kayaknya penurunannya bukan 2% ya, Guys. Kayaknya penurunannya banyak. Soalnya dari Rp20.000 ke 16.000 RIB itu turun banyak, Guys. Bukan turun sedikit. Tapi ya udahlah kita lihat juga data yang lain nih. Data dari Bali News. Ini data dari Angkasapura, data dari BPS. Memang ada penurunan yang ekstrem ya. Kalau lihat di layar kaca dari September ke Oktober itu wisatawan mancanegara turun dari 635.000 orang ke 594.000 di bulan Oktober. Lalu di bulan November turun lagi atau sebelumnya 594.000, bulan November turun lagi menjadi 533.000. Gila ini mah turun terus. Lalu di bulan Desember dari 533.000 R000 wisatawan mancanegara turun lagi menjadi 393.000. Jadi menurut hitungan kita turun sekitar 26%. Memang di bulan Desembernya ini belum full year ya, belum selesai nih bulan Desember. Tapi ini data yang diambil dari pertengahan Desember 2025. Terus gimana wisatawan Nusantara? Menurut data resmi dari BPS Provinsi Bali di bulan November itu ada 718.000 wisatawan Nusantara. Ini wisatawan lokal nih yang datang ke Bali. Nah, di bulan Desember ternyata hanya 384.000 R000 orang nih wisatawan lokal yang ke Bali alias turun 46%. Oke, Guys. Jadi, dari sini lu bisa tahu ya, bahwa data Menteri Pariwisata yang bilang wisatawan Bali cuma turun 2% itu valid menurut Menteri Pariwisata. Kalau kita bandingkan ya dengan data tahun 2024 itu seperti apa sih? Dan kenapa gua bahas ini ya? Karena gua ngerti dunia pariwisata Indonesia. Sepanjang sejarah sebetulnya dari November dan Desember itu harusnya turis tuh naik, Guys. Bukan turun. Dan gua bisa buktikan pakai data. Lu lihat di Layyar Kaca ya. Bulan November 2024 itu wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu udara itu ada 472.000 orang. Tetapi bergerak ke bulan Desember 2024 naik 16% menjadi 548.000 orang. Jadi data membuktikan November ke Desember itu seharusnya naik. Signifikan. Logis lah orang mau liburan Natal tahun baru happy-happy minum ngebir hahai. Di bulan Natal kan libur sekolah libur di Amerika juga libur di Australia libur orang libur. Jadi harusnya wisatawan kita tambah naik di bulan Desember. Itu logika akal sehat aja lah. Termasuk wisatawan mancanegara yang datang melalui pintu laut kapal pesiarlah dan lain sebagainya. Ya, November memang cuman 186 tapi masuk ke bulan Desember itu naik 2.415 wisatawan mancanegara yang masuk Indonesia melalui pintu laut. Ini kejadian di tahun 2024. Jadi, lu mau pakai data dari pesawat terbang wisman pintu udara naik November ke Desember. Data laut pun menunjukkan November ke Desember itu seharusnya naik. Nah, Indonesia ini agak unik. Ternyata November ke Desember 2025 turun. Kok bisa? Sebetulnya ini wajar aja, Guys. Karena data menunjukkan ya, wisatawan mancanegara kita memang hanya bergantung pada tiga negara doang. Sebetulnya ada lima, tapi udahlah yang paling besar tuh Australia lah. 1,5 juta orang Australia setiap tahun datang ke Indonesia. Peringkat dua ada India. India 550.000 orang. Bedanya jauh ya sama Australia tiga kali lipat. Lalu yang ketiga itu ada Tiongkok. Tiongkok R48.000. Cina nih. Yang peringkat 4 itu Inggris R90.000. Yang kelima ada Corsell. Korea Selatan. Ternyata hobi juga datang ke Indonesia. Ada 294.000 orang Korea yang datang ke Indonesia. Nah, dari sini kita bisa lihat ya data memang menunjukkan nyawa pariwisata Indonesia ada di tiga negara. Yang namanya Australia dari zaman ke zaman. Yang kedua adalah India. Yang ketiga adalah Cina. Terus kenapa ya Benis tiba-tiba mendadak bahas soal pariwisata Bali? Simpel, Guys. Karena sebetulnya masih banyak potensi di Bali yang kita belum garap aja. Teman-teman tahu enggak lu menurut lu aneh enggak sih? Wisatawan yang datang ke Bali ternyata 1,5 juta orang dari Australia. India yang datang ke Bali cuman 500.000 orang. Cina yang datang ke Bali cuman 400.000 orang. Ini data tahun 2024. Lu lihat di layar kaca ya. Jadi data resmi dari BPS Provinsi Bali. Kenapa ini aneh, Teman-teman? Tahu enggak sih? Planet Bumi ini cuma ada dua negara yang jumlah penduduknya lebih dari 1 miliar orang. Pertama ada India 1,4 miliar jiwa. Kedua ada Cina. Ya, Cina juga sekitaran 1,4 miliar jiwa juga. Kok aneh negara-negara dengan jumlah penduduk yang masif miliaran manusia kok cuman 500.000 orang yang datang ke Indonesia. Sedih banget. Dan ini penting buat gua jelasin di sini khususnya buat market yang nomor dua ya, market India. Kenapa cuman 500.000 sebuah orang India yang datang ke Bali. Dan ini word to mention buat gua karena orang India itu banyak kesamaan dengan Bali. Orang India itu suka banget wisata alam. Orang India itu suka banget vegetarian. Orang India itu enggak makan sapi. Sama banyak orang Bali juga yang enggak makan sapi. Orang India punya agama juga sama dengan orang Bali, agama Hindu. Jadi mereka ada keterikatan budaya, keterikatan spiritual yang sama dengan Bali. Mereka sama-sama menyembah banyak dewa, Dewa Laksmi, Ganesa, dan banyak lagi yang lainnya. Jadi memang ada keterikatan batin lah di situ dan itu bagus yang bisa sebetulnya memperkaya rakyat Bali. Dan ini momen buat kita bisa ambil cuan yang sebesar-besarnya dari wisatawan India, Guys. Kenapa? Karena sekarang India itu sedang mengalami masalah rasisme khususnya di Eropa. Ingat ya, rata-rata rakyat negara berkembang itu senangnya wisata ke Eropa, ke Amerika, ngelihat orang bule karena mentalitasnya inlander, orang terjajah. Begituun orang India bertahun-tahun dijajah bangsa Eropa sehingga begitu ada duit dikit, apa yang terjadi? Mereka mau berangkat ke Eropa, mereka mau berangkat ke Amerika. Teman-teman lihat di layar kaca ada berita dari Hindustan Times. Wisatawan India yang jalan-jalan ke Yunani diserang oleh orang-orang lokal di Yunani, dikata-katain, dilemparin batu. Karena mereka dianggap berkulit gelap, karena mereka dianggap bangsa ras yang lebih lemah. Mereka diserang dengan isu rasisme ketika mereka jalan-jalan ke Yunani. Lalu ada lagi dari Koran Times. Di situ bahkan influencer India yang lagi jalan-jalan ke Eropa. Dia diserang, dia dibully dengan rasisme yang begitu kejam di sana terhadap orang India. Lalu ada lagi turis India yang datang ke Georgia itu juga kembali merasakan rasisme. Mereka dibully, mereka diserang. Bahkan polisi di Georgia itu meneror turis-turis India. Mereka dianggap sebagai sampah warga negara kelas 2 di Georgia yang begitu rasisnya terhadap orang Asia. Padahal India itu menyumbang 40% kunjungan internasional di negara tersebut. Jadi teman-teman ini potensi yang luar biasa. India negara 1,4 miliar penduduk punya duit. Katakan yang punya duit 10% aja penduduknya. Berarti kan 140 juta manusia di India yang punya duit bisa jalan-jalan ke luar negeri itu bisa bawa negara Georgia itu penghasilannya naik hampir 50% loh, Guys. Gara-gara turis India banyak datang ke sana. Tapi marah dia dirasisin. Mereka pergi ke Eropa dirasisin. Mereka pergi ke Yana nih, mereka pergi ke Jerman, dirasisin. Orang India ini banyak orang-orang yang hate sama orang Asia. Nah, ini peluang yang bisa sebetulnya kita ambil. Tetapi sayangnya, Guys, peluang ini justru malah diambil oleh orang Thailand. Padahal orang Thailand tuh Buddha, Guys. Kagak ada tuh Hindu-Hindunya sama sekali kayak Bali kita. Enggak. Tapi FA aja, Guys. Orang India kenapa sampai diprioritaskan sama Kementerian Pariwisata Thailand? Karena Kementerian Pariwisata Thailand punya data. Hebat nih Kementerian Thailand. Lu tahu Kementerian Thailand itu sampai bikin data mengidentifikasi tiga jenis wisatawan yang mereka mau incer. Pertama di situ ada wisatawan Vietnam. Kenapa mereka incer Vietnam? Vietnam itu bisa bawa duit Rp18 juta per orang. Lalu yang kedua, wisatawan Cina. Wisatawan Cina itu bisa menghabiskan Rp19,7 juta sekali jalan nih, sekali datang ke Thailand. Nah, peringkat satu ternyata negara India. Ternyata negara India itu spending-nya jauh melebihi rakyat negara lain. Kalau mereka datang ke Thailand, mereka bisa spending lebih dari Rp24 juta sekali datang. Jadi, ini benar-benar kementerian yang luar biasa ya. Thailand ini hebat banget sih. Mereka sampai super spesifik tahu turis-turis asing itu kalau datang ke negara mereka, mereka bakal spending berapa banyak juta. Rupiah. Pintar ini. Jadi mereka ketika bikin strategi pariwisatanya, mereka udah tahu gua bakal nyerang ke mana. Gua bikin campaign brosur pakai bahasa Arab kah, bahasa Cina kah. Mereka sudah tahu spesifik. Dan mereka mengincar turis-turis yang bisa bawa dolar sebanyak-banyaknya, yang bisa bawa duit sebanyak-banyak, bisa belanja menghidupi UMKM, pengusaha-pengusaha yang ada di Thailand. Hebat ya, Kementerian Pariwisata Thailand ya. Makanya enggak heran di tahun 2024 Thailand itu berhasil menarik 2 juta wisatawan India. Gila, padahal negaranya Buddhis. Indonesia orang India yang ke Bali cuma R00.000. Kan gila nih. Goblok banget asli kementerian kita ini goblok segoblok-gobloknya. Bisa-bisanya Bali udah sama-sama Hindu tapi gagal menarik orang-orang Hindustan, gagal menarik orang-orang India buat traveling ke Bali. Malah Thailand negara Buddha yang hobinya makan daging sapi. Eh, mereka bisa narik wisatawan dari India empat kali lipat lebih banyak dibandingkan Indonesia. Sedih sih ini. Kenapa ini penting, Guys? Teman-teman tahu ya? Guys, kemarin kita bikin video khusus spesial tentang masa depan batu bara di tahun 2026. Teman-teman penasaran enggak gimana kalau masa depan sektor yang lain? Apalagi kemarin Venezuela habis diculik presidennya. Harga minyak dunia kan seperti apa? termasuk harga emas, harga silver yang tahun ini aja sudah meroket lebih dari 100% dalam 1 tahun terakhir. Kita belum bicara soal sektor lain seperti pariwisata, sektor perbankan, sektor pertambangan. Apalagi kita sudah memasuki era di mana faktor geopolitik menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menyusun strategi ekonomi kalian. Jadi buat teman-teman para pelaku usaha, orang-orang di pemerintahan, duta besar sekalipun sampai akademisi dan investor yang ada di Indonesia, lu penasaran enggak sih gimana sudut pandang BENX tentang Outlook Ekonomi Indonesia di tahun 2026 ini? Kalau lu penasaran, yuk segera join di acara Spial Benix Economic Outlook 2026 di Titan Center Bintaro hari Sabtu tanggal 24 Januari jam .00 siang. Segera daftarkan dirimu sekarang juga kalau yang mau ikutan acara Special Benix Economic Outlook 2026. Kursinya terbatas, segera daftarkan dirimu melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini atau scan kode QR code yang ada di sini. Oke, guys. Sampai ketemu di Benix Economic Outlook 2026 hanya di Titan Center Bintaro. Kenapa ini penting, Guys? Teman-teman tahu ya, kita cuma 500.000 penduduk India 1,4 miliar juta jiwa yang datang ke Bali cuman R500.000. Sedih. Lu bayangin ya kalau seandainya ada 1 juta turis India yang datang ke Bali. Satu turis dari India itu bisa spending R juta. Kalau ada 1 juta turis dari India datang ke Bali setiap tahun, artinya Bali bakal ketimpa duit 20 triliun, Guys, setiap tahun. Penting banget buat Bali ngerti ini kementerian kita sih lebih penting lagi buat tahu, oh dibanding lu capek-capek kampanye pergi ke Kanada buang-buang anggaran ke Jerman, kagak. Udahlah bikin pelajari bahasa India, bikin brosur sebanyak-banyaknya kerja sama dengan travel agend sebanyak-banyaknya di India buat jalan-jalan ke Bali, Guys. Kita bisa dapat duit 20 triliun. Ini jauh lebih besar dibanding APBD Bali yang cuman 6 triliun. Aduh, kecil banget 6 triliun. Padahal kalau mereka mau fokus ngundang wisatawan dari satu negara loh, kita enggak ngomong Cina. Kita belum ngomong Cina, Korea dan lain sebagainya. Cuma India aja yang punya kesamaan keyakinan dengan rakyat di Bali. Kita bisa dapat duit 20 triliun setiap tahun. Jauh lebih besar dibandingkan APBD-nya. Bali cuma 6 triliun. Aduh apaan ini? Kalah. Jauh lebih cuan perusahaan tambang favorit gua. Tapi anehnya apa yang dilakukan oleh Indonesia? Udah tahu dunia pariwisata kita sedang menangis, sepi, terluka, nyungsep, hancur lebur. Apa yang dilakukan? Ada wisatawan Indonesia datang ke sini malah dipalak sama Bea Cukai. Turis Taiwan sampai menangis dia dipalak sama Bea Cukai. Heboh tuh media asing di mana-mana. Gila ya. Kita sudah jelas-jelas butuh investor asing. Kita jelas-jelas butuh wisatawan asing. Sampai sini digebukin ramai-ramai, dirampok, dijarah, diperas, dipalak sama PNS-PNS kita yang luar biasa cerdas itu. Terus kelakuan rakyat kita apa? Sama juga sih. Lu lihat nih, ada sopir taksi, ada turis, malah dia palak di kutu utara nih di Bali nih. Ini luar biasa sih. Betul-betul sangat disayangkan ya. Bukannya kita bersama ngebangun bangsa ini, malah kita bersama-sama menghancurkan negara ini biar semakin tidak menarik di mata orang asing. Jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh pemerintahan Thailand. Pemerintah Thailand betul-betul memikirkan gimana caranya membuat rakyatnya sejahtera, tambah cuan. Apalagi dia tahu mayoritas rakyat Thailand goblok, enggak lulus S1. Mayoritas pendidikannya cuma SMP, SMA 11 12 sama orang Indonesia. Tapi pejabatnya punya logika berpikir membangun bangsa. Sehingga ketika dunia pariwisata nyungsep di mana-mana setelah COVID, apa yang dilakukan Thailand? Dia menggratiskan tiket pesawat. Bayangkan orang asing, turis asing kalau pergi ke Thailand tiket pesawatnya gratis. Dia kasih tiket gratis.000 turis asing dikasih tiket gratis jalan-jalan ke Thailand. Karena dia punya mindset, dia pasti cerita sama temannya, sama tetangganya, sama rekan kerjanya di kantor. Wah, enak ya jalan-jalan ke Bangkok. Wah, enak ya jalan-jalan ke Pataya. Wah, enak ya ke Thailand. Orangnya ramah, makanannya enak. Waduh, hebat deh. Kasih 200.000 tiket gratis. Mereka itu spending APBN cuma sekitar R00 juta bat. 700 juta bat itu cuman sekitar 370 miliar, Guys. Tapi lu tahu enggak hitung-hitungannya? Kementerian Pariwisata itu di sana pintar loh. Ketika mereka spending 700 juta bat alias 375 miliar untuk 200.000 tiket gratis itu ternyata mereka udah bikin hitungannya. Mereka in return bakal dapat duit karena kan turis itu datang spending. Mereka juga bakal cerita ke tetangganya. Ternyata in return rakyat Thailand dapat duit 4,6 triliun. Gila enggak? 8,8 miliar bat. Ini pintar banget. Thailand merubah duit 700 juta bat buat beli tiket gratis dirubah jadi 8 miliar B. Pintar loh. Dari Rp375 miliar berubah menjadi 4,6 triliun. Ini betul-betul luar biasa pola pikirnya orang Thailand nih. Bagaimana caranya membela rakyat miskin di Thailand, membela dunia pariwisata di Thailand. menterinya sampai berpikir gimana caranya mengundang turas asing sebanyak-banyaknya. Hebat. Hebat. Udah berulang kali gua bilang Indonesia ini butuh menteri-menteri yang punya otak, Guys. Bukan dengkul. Semua orang punya dengkul. Otak belum tentu, Guys. Contohnya ya Thailand ini bisa-bisanya ya orang India yang datang ke Thailand itu 2 juta orang. Sementara yang ke Bali cuman 500.000 orang. Enggak masuk akal. Penduduk India itu 1,4 miliar orang, Guys. Kita cuman bisa narik hati 500.000 orang. Itu enggak masuk akal. sedih nih. Makanya lu jangan heran juga ya kepintarannya Kementerian Pariwisata Thailand ini sungguh luar biasa kalau lu lihat website-nya. Bahkan mereka kasih training gratis, kasih guidance, kasih pedoman buat hotel-hotel di Thailand. Dikasih training khusus buat melayani turis India. Gimana sih caranya bilang selamat pagi? Gimana sih cara bilangnya namaste? Gimana sih salah bilang thank you? Dan gimana sih cara bilangnya how are you? Up case hin artinya how are you, bro. Jadi itu udah diajarin sama Kementerian Pariwisata Thailand supaya rakyat Thailand tambah ramah kepada turis India. Ini hebat bener ya. Mereka bahkan bikin guideline kalau kasih makan. Orang Thailand kan senangnya makanan pedas-pedas ya. Bahkan sampai dikasih tahu gimana caranya ngasih tahu, "Oh, ini makanannya spicy pedes. This is tika pedes atau yang ini enggak pedes. Tika jadi artinya enggak pedas itu dikasih tahu, Guys. Jadi betul-betul luar biasa lah ya. Makanya orang Indonesia juga pasti gua yakin yang sering ke Thailand udah tahu bedanya sawadi cup, kapun cup gitu kan. Lu aja sampai ahli lah. Begitupun dunia pariwisata di Thailand, orang di sana udah diajarin sama pemerintahnya loh, sama Kementerian Pariwisatanya loh. Bukan bikin program tolol bloon, enggak jelas. Betul-betul dibikin program yang bagus supaya makin banyak wisatawan masuk ke negara mereka dan nyaman di negara mereka. Sampai dikasih training, "Lu enggak percaya? Lihat nih website Kementerian Pariwisata mereka isinya apa?" Isinya pedoman-pedoman, guidance, panduan supaya makin banyak wisatawan asing datang ke negaranya. Hebat. Lu bisa temukan yang sama enggak di Indonesia? Lu buka website Kementerian Pariwisata Indonesia ada gitu. Gimana sih caranya bilang WC di mana, Bro? Dalam bahasa Hindi gua rasa enggak enggak kepikiran pun mereka itu. Kok bisa ya? Sedih enggak sih kita membuang duit puluhan triliun loh hanya karena kita enggak peduli, enggak ngerti mau kerja apa. Sedih gua. Dan lebih konyol lagi ya, kemarin kan sempat dunia pariwisata kita terluka karena di bulan Juni ada kecelakaan tuh di Gunung Rinjani, ada wisatawan mati di gunung, naik gunung ke Indonesia. Ternyata penanganannangannya sangat lambat. Apa yang terjadi? Wah, dunia pariwisata heboh. Karena apa? Karena orang asing jadi makin bertanya-tanya, Indonesia ini negara apa sih? Ngerti enggak sih mereka ini cara mengelola tempat wisata? Dan lucunya ya apa komentar dari Kementerian Pariwisata? Ya, dia bilang sih soal kematian warga negara Brazil ini dia berharap itu jadi insiden yang terakhir. Ya, mungkin itu insiden terakhir di hari itu. Kenapa? Karena enggak lama setelah itu. Ada lagi. Ini lebih hebo pelatih Valencia. Sedih gua berduka. Meninggal sekeluarga, Guys. Bayangin bapaknya sama anak-anaknya meninggal di Labuhan Bajo. Benar-benar konyol. Inilah wujud dunia pariwisata Indonesia yang enggak ada pengelolaannya sama sekali. Konyol. Makanya jangan heran negara kita kalah sama Vietnam, kalah sama Thailand. Gila, bisa-bisanya ya wisatawan asing itu dianggap enggak ada harga nyawanya. Gila, bener sih akibatnya ya siap-siap aja wisata Indonesia bakal makin nyungsep, Guys, 2026 ini kalau pengelolaannya ya dibiarkan kayak begini terus horor. Ngeri lah. Ngeri bangetlah. Apalagi sekarang makin banyak badai, topan, banjir, angin ribut. Udahlah. Siap-siap aja lu kalau kementerian kita cap kaki lima model begini bukannya tambah bagus ya siap-siap aja makin nyungsep guys. Sedih sih gua buat teman-teman kita dari Spanyol karena kehilangan ya pelatih sepak bola Valencia dan tiga anaknya tewas sekaligus. Gila lu bayangin satu garis lurus keturunan hilang. Ini ngeri banget sih sebetulnya. Gua speechless lah. Gua enggak ngerti lagi sebenarnya apa yang dilakukan sama menteri-menteri kita ini, Guys. Enggak jelas. Baru kemarin mati, besok mati, besok mati lagi. Jangan-jangan negara kita ini busy jual beli nyawa lagi. Ngeri enggak nih? Lu bisa bayangin kalau hal yang sama terjadi di Thailand atau di Jepang atau di Singapura, wah dipecat itu menteri, selesai lewat lu. Pertanyaannya gini, Guys. Simpel aja lah. Kita pengin Indonesia ini jadi tambah maju, tambah kaya, tambah sejahtera lah. Pertanyaannya menurut lu, mampu enggak sih Indonesia buat memperbaiki ya struktur pariwisata kita? Karena sebetulnya buat Bali aja ya, kalau kita fokus nih nyelesaikan turis nih dari India aja tadi perederan duit yang bisa kita hasilkan dari satu negara India aja itu bisa sampai 20 triliun lebih loh dari wisatawan asal India yang secara moral, batin, budaya mereka bisa sinkron dengan pulau Bali. Itu jauh lebih besar dibanding APBD Bali, Guys. Jauh. Tapi kita enggak sampai akal, mungkin enggak sampai hati juga ya buat membangun rakyat kita sendiri. Akibatnya rakyat coba-coba sendiri, cari-cari peruntungan sendiri, meraba-raba sendiri tanpa ada guidance dari kementerian. Konyol. Jauh lebih konyol kalau dibandingkan dengan Thailand. Hebat. Makanya enggak heran ya wisatawan India di sana empat kali lipat lebih banyak dibanding Indonesia. Gila sih negara sekecil itu tapi secas itu, Guys. Dan menurut lu apa sih yang harusnya dilakukannya pemerintah Indonesia buat menggenjot kembali pariwisata di Bali supaya tambah ramai, supaya tambah menarik, dan yang penting juga harus aman. Citra kita itu harus baik di luar negeri. Tapi bukan cuma Citra ngomong doang atau masang-masang iklan enggak jelas di bus-bus yang ada di luar negeri. Enggak. Citra yang benar bahwa Indonesia ini aman, stabil, dan nyaman buat kita jalan-jalan di sana. Buktikan dong. Buktinya apa? Ya, jangan ada orang mati dong. Ini orang mati udah kayak hobi aja di negara ini. Turis mati, turis mati, turis mati. Buka koran, turis mati, turis mati. Negara apa? Menurut lu gimana nih, Guys? Segara tulis dong saran dan komentar kalian seperti apa. Menurut kalian apa sih yang kita harus lakukan ya supaya dunia pariwisata Indonesia bisa balik lagi, bisa kembali berjaya, bahkan yang paling penting mengalahkan Thailand dan Vietnam. Oke, guys. Semoga video kita bermanfaat ya dan semoga didengar ya. Karena mereka ini turis-turis ini penting loh. Ini sumber devisa buat kita. Mereka bawa dolar dari luar negeri ke negara kita. Mereka bawa mata uang asing mereka. Ini penting buat Indonesia punya cadangan devisa yang banyak. Jadi harus punya fokus buat ngembangin ini. Kalau Indonesia mau GDP 8%, Guys. Sektor pariwisata itu menyumbangkan nilai yang sangat besar buat perekonomian Thailand. Harusnya Indonesia juga bisa begitu dong. Iya enggak? Oke guys, semoga video ini bermanfaat. Segar tulis pandangan dan komentar kalian di kolom di bawah ini. Jangan lupa subscribe channel Benix dan share video kita sebanyak-banyaknya. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories