Transcript
kiHHM9rMnKw • Muhasabah Diri Setelah Puasa Ramadhan Ustadz Ammi Nur Baits
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/amminurbaits/.shards/text-0001.zst#text/0091_kiHHM9rMnKw.txt
Kind: captions Language: id Hai sub Sebagian ulama di kalangan para sahabat Hai terlihat dalam wajah Mereka kelihatannya mereka dalam kondisi galau begitu dipenghujung Romadhon sambil meletakkan Indah how much farahin wassurur in fayakulu sodaqq Tum wala kini abdun amaroni Maulaya anak meleleh uam Alan Fala Adri Ayo kebal Um ini Amla hai hai Hai seekor orang ini dalam kondisi galau wajahnya kurang ceria kemudian ada orang yang mengatakan Bukankah ini adalah hari kebahagiaan hari dimana orang boleh bersenang-senang dengan keluarganya fayakulu maka orang Solo ini mengatakan sejak tuh betul karena ini termasuk hari raya walau kini Abdul amaroni Maulaya anak malah Muamalat namun aku hanyalah seorang Buddha yang diperintahkan oleh tuanku untuk melakukan suatu amalan Fala Adri ayat balubu Mini Amla dan aku tidak tahu apakah diterima atau tidak Hai sehingga perhatian mereka terhadap diterimanya amal itu bisa jadi lebih besar dibandingkan perhatian mereka terhadap Mama Sebagian ulama mengatakan knu fikobilin aman as-sajdah timah mendalam dan perjuangan mereka agar mereka diterima itu lebih besar dibandingkan perjuangan mereka ketika beramal itu sendiri dan selanjutnya kita juga berusaha agar ibadah yang telah diberikan oleh Allah kepada kita Hai agar pahala yang telah kita dapatkan sepanjang bulan Ramadhan ini diabadikan oleh Allah sehingga bisa kita ambil manfaatnya kelak di Hari Kiamat Hai dan bentuknya adalah dengan berusaha menjaga jangan sampai pahala itu hilang dan Allah subhanahuwata'ala berpesan dalam Alquran walad obati luwak mana hukum janganlah kalian membatalkan amal kalian jangan membatalkan amal kalian Hai Bisa maknanya adalah jangan batalkan ketika Kalian sedang beramal sehingga kalau kita sedang melakukan ibadah kepada Allah terutama ibadah-ibadah yang wajib Maka jangan kau batalkan lanjutkan sampai selesai makna yang kedua awal atau batilu a'malakum adalah jangan batalkan pahala amal kalian sehingga walhamdulillah misalnya kita sudah selesai dan berhasil makan satu amalan memenuhi setiap rukun dan syaratnya lengkap dan kita juga berusaha untuk ikhlas maka kita punya harapan besar semoga ada pahalanya Hai perjuangan berikutnya adalah jangan sampai pahala itu hilang disebabkan karena perbuatan dosa yang kita kerjakan terutama semua dosa kekufuran dan kesyirikan karena orang yang musyrik oleh Katakan tidak akan diampuni oleh Allah subhanahuwata'ala Hai dan itulah bentuk penjagaan setelah kita beramal dan kami nasehatkan kepada diri kami pribadi serta kaum muslimin secara umum bahwa kita perlu pandai-pandai untuk mengatur waktu yang kita miliki apalagi di situasi seperti ini Hai di mana berita itu berseliweran dimana-mana memenuhi dan menjejali ponsel kita Hai dan tidak ada yang lebih menyita waktu seorang muslim melebihi berita Hai Karena itulah kita nasehatkan jangan terlalu sibuk untuk mencari berita sibuk membaca berita buat diri kita dalam masalah Berita itu sangat pasif Hai dan kita lebih sibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat baik kita seperti belajar ilmu agama terus Alquran memperbanyak zikir sesuai dengan yang mampu kita lakukan Semoga dengan itu kita berharap Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menjaga amal kita dan mempertemukan kita kembali dengan bulan Romadhon ditahun berikutnya Shallallahu Alaihi Bina Muhammadin wa'ala alihi washohbihi wasallam wahai Ikhwan alhamdulillahirobbilalamin