Transcript
tYAstktLLlk • Tabel Pembagian Uang Digital | Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/amminurbaits/.shards/text-0001.zst#text/0184_tYAstktLLlk.txt
Kind: captions Language: id Hai uang digital saya bagi menjadi tiga ada yang Mogot tol ada yang lain ngetoh ada yang di-backup ada yang tidak di-backup dan ada yang bentuknya properti digital yang punya nilai meskipun dia bukan uang contohnya adalah pulsa nah seperti ini bagi Bapak Ibu yang tidak punya buku kurang lebih seperti ini hasil kesimpulan yang kita bahas uang digital disitu ada dua pertama ada yang Mogot tol Mogot itu memiliki backup vietman Hai dan untuk jenis yang pertama yang Mogot tol saya bagi lagi menjadi tua ada yang cakupannya luas Contohnya seperti e-money untuk jenis yang pertama ini maka kita hukumi statusnya sebagaimana mata uang sehingga berlaku status mata uang karena itu ketika dipertukarkan dia harus memenuhi persyaratan pertukaran mata uang uang dengan uang dengan satuan yang sama misalnya sama-sama rupiah di sana wajib tunai dan tidak boleh ada kelebihan artinya sama kuantitas Kemudian yang kedua uang goto yang terbatas jangkauannya seperti gopay thickest Oppo dan yang lainnya yang ini diesel disediakan oleh provider dan biasanya dia lebih terbatas penggunaannya Hai kami menyimpulkan bahwa statusnya bukan uang karena dia tidak bisa digunakan secara umum sehingga tidak memenuhi sebagai standar definisi uang namun salju itu dipahami sebagai simpanan dengan dua pendapat yang mengerucut yang kemarin kita sampaikan simpanan itu statusnya apa apakah statusnya Apakah statusnya utang ataukah wadiah ada kilap diantara para ulama kemudian berikutnya adalah uang yang tidak menggotong yang tidak mau gak tahu berarti dia tidak di-backup oleh Vietnam ini karena tidak memiliki under lying aset dan tidak memiliki nilai intrinsik sama sekali serta tidak ada negara yang menjamin maka kami lebih cenderung bahwa dia bukan uang dan tidak boleh di transaksi Ndak kenapa tidak boleh ditransaksikan penyebabnya adalah pengaruh fluktuasi yang sedemikian tidak ya tidak bisa diprediksi dan fluktuasinya sangat besar Hai sehingga ketika fluktuasinya besar maka transaksi yang terjadi adalah transaksi goror sehingga masuk dalam larangan Nabi sang selam nah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Andai Aurora kemudian bentuk yang ketiga adalah pulsa atau properti digital yang bernilai yang dia punya manfaat di jual beli properti seperti ini hukumnya boleh karena dia punya manfaat dan Andai Dia bisa dijadikan sebagai alat tukar berarti yang terjadi adalah jual beli barter jasa dengan jasa yang lain dan jual-beli parutan hukumnya diperbolehkan selama mereka saling sepakat baik sementara satu lagi seperti voucher kemudian ada kupon belanja yang baru saja kita bahas karena ini bukan permasalahan digital bukan bukan masalah online ya muka ini tidak saya cantumkan di buku tapi tadi kita bahas Sebagai tambahan dan para ulama memahami bahwasanya bentuk-bentuk voucher seperti tadi statusnya adalah akarnya utang karena itu yang pertama yang perlu diperhatikan tidak boleh membeli voucher dengan cara dicicil Yang kedua jika statusnya adalah utang maka nilai tertera dengan uang yang diserahkan harus sepadan sehingga ketika membeli voucher 500.000 maka yang tertera di voucher itu juga harus 500.000 walau tak dalam