Transcript
ZfJASwAC5N0 • Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Diulang Ulang? | Teman Sahur | Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/amminurbaits/.shards/text-0001.zst#text/0289_ZfJASwAC5N0.txt
Kind: captions
Language: id
Hai Bolehkah niat puasa Romadhon
dilakukan sekali diawal ataukah harus
berniat disetiap malam ulama berbeda
pendapat tentang niat puasa Romadhon
karena Romadhon ini pelaksanaan puasanya
selama satu bulan dan antara satu puasa
dengan puasa berikutnya itu terpisah
dengan kegiatan malam harinya yang
disitu ada berbuka Ada makan Ada minum
dan seterusnya sehingga orang berpuasa
dihari pertama lalu malam harinya dia
nggak puasa nanti puasa lagi di hari
yang kedua malam harinya tidak
puasa-puasa lagi dari yang ketika dan
begitu seterusnya ini tadi 123 dan
begitu seterusnya ini hari yang keren
gitu nah
12 lainnya ulama beda pendapat apakah
puasa di hari Sabtu dan yang kedua itu
masih dianggap ibadah yang nyambung
ataukah ibadah terpisah ada kilap disini
menurut pendapat jumhur puasa satu
dengan dua itu ibadah terpisah itu
adalah ibadah terpisah karena ibadah
terpisah maka menuntut pengulangan niat
menuntut ulang niat sehingga kalau sudah
niat di tanggal satu Maka nanti ketika
malam tanggal 23 harus niat lagi di
masing-masing ini ada niat yang
berbeda-beda Mengingat Dia adalah ibadah
yang berbeda puasa di hari yang pertama
sudah dibatalkan di malam harinya dan
puasa dihari yang kedua harus ada niat
sendiri nanti demikian pula di puasa di
yang ketiga dan seterusnya karena itu
menurut pendapat jumhur ulama niat puasa
harus diulang setiap malam ini pendapat
jumhur kemudian pendapat yang kedua ini
pendapat Imam Malik dan pendapat Imam
Ahmad dalam salah satu riwayat pendapat
Imam Ahmad dalam salah satu riwayat
Mereka merinci niat puasa atau ibadah
secara umum terjadi 2 yang pertama ada
ibadah yang dituntut berkesinambungan
ibadah yang berkesinambungan sehingga
dia harus berturut-turut bersambungan
terus berturut-turut contohnya puasa
Romadhon inikan berturut-turut ya
sehingga tidak boleh yang penting maunya
kamu puasa 1 bulan 1 bulan tuh kalau
enggak 29 30 harinya bebas enggak
seperti itu dengan dia puasanya harinya
bebas ya Romadhon satu puasa dua enggak
tiga puasa 4 nggak Nggak boleh kayak
gitu nanti kekurangannya berapa oh boleh
dibayar di bulan Syawal tidak terjadi
kayak gitu kan tadi puasa Romadhon tuh
bersihnya berkesinambungan artinya
berturut-turut contoh yang lain adalah
puasa kafaroh di hari puasa kafaroh di
hari puasa kafarat zihar ini harus
berturut-turut selama dua bulan
berturut-turut ya Allah perintahkan agar
orang yang melakukan tihar lalu dia mau
menarik kembali perkataannya agar dia
rasa Syahrini muttatabi and Syahrini
mudah tapi ini dua bulan secara
berturut-turut Nah untuk ibadah yang
berturut-turut dan berkesinambungan
seperti ini kata Imam Ahmad dan juga ini
keterangan Imam Malik boleh niat sekali
niat sekali diawal beda dengan ibadah
yang boleh dipisah-pisah
Hai tidak harus berturut-turut yang dia
boleh dipisah tidak harus berturut-turut
Contohnya apa contohnya misalnya eh
puasa kafarat sumpah
Hai puasa kafarat sumpah ini kan tiga
hari dan tidak harus berturut-turut
contoh yang lain misalnya puasa nazar
Saya mau puasa nazar eh selama 10 hari
tapi dia nggak jemput berturut-turut
makan nanti dia boleh puasa hari satu
puasa nanti hari kelima puasa hari yang
kesekian puasanya menengoknya jumlahnya
10 nah yang seperti ini niat harus
dipisah Karena antara puasa satu dengan
puasa dua dia tidak berhubungan sehingga
Nia terus dipisah ini rincian yang
diberikan oleh Imam Ahmad dan pendapat
Imam Malik dan wallahu ta'ala alam Kami
lebih cenderung pendapat yang kedua
mengingat bahwasanya ibadah puasa
Romadhon itu harus
curut Sehingga dalam rangka untuk
memudahkan bagi orang yang melakukannya
dia boleh berpuasa atau dia boleh
berniat sekali di awal Romadhon dan
selanjutnya nanti dia teruskan saja
sehingga tanggal satu puasa tanggal 20
Sadan seterusnya sampai akhir promotion
wallahualam