Transcript
JK0aUiBsO7w • Mengambil Sebab yang Diperbolehkan | Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/amminurbaits/.shards/text-0001.zst#text/0395_JK0aUiBsO7w.txt
Kind: captions
Language: id
Hai
menolak takdir itu ndak bisa tidak ada
hamba yang mampu menolak takdir satu itu
ya sehingga saya tolak itu takdir saya
ndak mau takdir itu terjadi itu enggak
mungkin karena takdir kembali kepada
ketetapan Allah tafsir itu perbuatan
Allah bukan perbuatan hamba Nah
yang kedua
menyikapi takdir
itulah pekerja salah satu diantara tugas
manusia
Allah setalah perintahkan agar manusia
menyikapi takdir dengan baik
dan bentuknya adalah mengimani
bahwa semua itu datang dari Allah
taiheiyo sirih yang baik maupun yang
buruk
dan diantaranya adalah berusaha untuk
Ridho karena ini ketetapan sang pencipta
selanjutnya melakukan
usaha untuk menghindari dampak buruk
dari adanya potensi takdir buruk
bukan termasuk diantara merusak iman
kepada takdir
sehingga misalnya ada orang yang sakit
lalu dia berobat
Apakah itu merusak tauhid Tidak
kenapa dia mencari sebab untuk bisa
mendapatkan atau menghindari sesuatu
yang dia takutkan untuk mendapatkan apa
yang diinginkan atau menghindari syuting
ditakutkan
sudah maka diposisi ini diperbolehkan
bagi para hamba untuk melakukan sebab
apapun yang mubah dalam rangka
menghindari potensi musibah
contohnya gimana Pak contohnya saya ada
orang punya tabungan lalu dia simpan
dalam bentuk emas dia belikan emas dia
Simpan itu emas
selama di impen itu emas
dia Masnya akan naik terus harganya
emasnya akan naik cenderung naik
harganya
sehingga itu akan lebih aman terjadi
Resesi dan sudah dalam Thomas meskipun
naik ya ikut naik juga uang itu tidak
kehilangan nilai atau nilainya tidak
berkurang karena sudah berwujud dalam
bentuk emas
Nah melakukan usaha seperti ini bukan
termasuk hal-hal yang terlarang bahkan
jamaah mengambil sebab untuk bisa
mendapatkan akibat yang baik dalam
kehidupan kita itu
bagian dari iman kepada hikmah Allah
Ta'ala
karena bagian dari hikmah Allah
seorang hamba kalau mau mendapatkan
sesuatu harus menempuh sebab
satu-satunya zat yang bisa menciptakan
akibat tanpa sebab hanya Allah sekarang
bisa menciptakan akibat tanpa sebab
hanya Allah teh Selain itu tidak ada
nah nah kemudian
Allah berfirman dalam Alquran Surat
Yasin
innama amruhu idza aroda syaian
ayyakulalahu Kun
Fayakun ketetapan Allah ketika Allah
menghendaki sesuatu Allah berfirman Kun
maka jadilah
dan makhluk tidak bisa melakukan seperti
aneh itu mengambil sebab ketika kita
menginginkan sesuatu atau menghindari
sesuatu itu bagian dari iman kepada
hikmah Allah tak ada
catatan yang keempat kalau berlebihan
ini yang bisa jadi terlalu
lemah tauhidnya misalnya ada orang yang
karena saking takutnya terhadap Resesi
sampai paranoid tetap hutan yang
berlebihan
Neng ketika sampai mengalami ketakutan
yang berlebihan
sehingga dimana-mana dia bicarakan
dimana-mana pokoknya itu sangat
berlebihan punya dia berusaha
mengamankan hartanya semaksimal mungkin
Nah ini mungkin berangkat dari lemahnya
tawakal
tapi kalau usaha yang dilakukan masih
ditaruh normal Insyaallah tidak masalah
wallahualam
Hi Ho