Transcript
vlkTbIjUzZY • Kitab Riyadush Shalihin #2-78: Bab 71 Keutamaan Sifat Tawadhu
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2421_vlkTbIjUzZY.txt
Kind: captions
Language: id
Ya, bicara tentang tawadu tapi secara
praktik ternyata memposisikan diri
seperti orang yang hebat, orang yang
luar biasa kayak jual mahal ya dan
macam-macam. Tentu itu tidak tepat
ya. Tib kita lanjutkan hadis berikutnya.
An anasin radhiallahu
anhu anahu
maryan dari Anas radhiallahu anhu
bahwasanya beliau melewati sekelompok
anak-anak fasallama alaihim kemudian
Anas bin Malik itu beliau sudah tua
namun beliau mendahului untuk memberi
salam kepada anak-anak kemudian beliau
menyampaikan wana waqala kan Nabi
sallallahu alaihi wasallam yaf'aluhu dan
Nabi sallallahu alaihi wasallam begini
sering melakukan hal ini Ya. Ya. Jadi
Anas menyalami anak-anak lebih dahulu.
Bukan anak-anak menunggu anak-anak
menyalami beliau, tapi beliau menyalami
anak-anak. Dan beliau mengabarkan,
"Demikianlah sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam karena Nabi suka
melakukan demikian." Dan ini menunjukkan
ee tawadunnya Anas bin Malik dan itu
mencontohi tawadunnya Rasulullah
sallallahu alaihi
wasallam, anak-anak atau yang istilahnya
kalau kita bilang ekonominya di bawah
kita, statusnya di bawah kita. Tidak ada
salahnya kita kalau ketemu kita salam,
kita salam di luar. Tidak ada salahnya.
Assalamualaikum. Assalamualaikum. Ya.
Ya.
Ee jangan merasa bahwasanya salam kita
atau senyum kita ya mahal. Hanya boleh
diberikan kepada orang yang berkelas.
Enggaklah. Kita ini siapa? Enggak tahu
kedudukan kita di sisi Allah seperti
apa. Ya, kita enggak tahu. Ya, makanya
saya beberapa kali punya pengalaman,
punya
pembantu ya. Pembantu tersebut
subhanallah setiap dikirim duit kirim ke
orang tuanya. Saya bilang dia mungkin
gak tahu kedudukan di di sisi Allah
seperti apa. Orang ini kerja hasilnya
dikirim buat apa? Orang tuanya yang
belum tentu bisa kita lakukan seperti
dia. Jadi terkadang mungkin ada orang
secara status ekonomi di bawah kita,
tapi mungkin
dia lebih hebat perjuangannya di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya
kita tidak ada salahnya kita salami
orang, senyumin orang. Gak usah merasa
mahal senyum kita ini ya. Ya, sehingga
pilah-pilih kalau mau senyum, mau senyum
aja enggak bayar. Makanya Rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan,
"Innakum biamwalikum." Kalian tidak bisa
meliputi manusia dengan harta kalian.
Kalau bagi-bagi duit kita enggak cukup
ya. Walakin yasaakum ya. Ya, tapi mudah
bisa mengenai mereka semua dengan di
antaranya tersenyum kepada mereka dan
akhlak yang mulia bisa. harus senyum
bisa buat banyak orang ya seperti
Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam murah
senyum dan bahkan memberi salam kepada
anak-anak ya kadang-kadang ada setan
mengatakan kalau kau nyapa orang di
bawah nanti derajatmu apa turun ya
seakan-akan levelmu jadi turun ya itu
bisikan setan itu mengajarkan kita untuk
sombong dan angkuh kalau mau ditemui
orang harus lewat berapa level
seakan-akan kita apa high clas kalau
mudah ditemui seakan-akan kita orang
rendahan ya, orang rendahan. Jadi ketemu
harus ini dulu, ini dulu. Ada ritual,
ada apa namanya? Ritual untuk bertemu
dengan seseorang. Ini jangan seperti itu
ya dan itu tumbuh keangkuhan tersebut
sedikit demi sedikit. Gak terasa
tiba-tiba kita sudah sampai pada level
kita sangat merasa tinggi. Yang bertemu
dengan saya harus melewati
beberapa beberapa apa namanya? Level
baru bisa ketemu saya ya.
[Musik]
sampai ada dai yang bodyguard-nya
mungkin lebih banyak daripada bodyguard
pejabat Allah
[Musik]
mustaan sampai ada dai kalau dia mau
makan dia harus ngirim orang cek dulu
makanannya luar biasa ngalah-ngalahin
presiden ya enggak usah seperti itu.
Biasa aja ya, biasa aja. Kecuali kita
memang mau diracuni orang. Yalah, kita
ini siapa sih? Kita ini siapa sih?
Kenapa harus kayak gitu? Enggak terasa
kita kebawa dengan cara seperti itu. Mau
dibilang kita tawadu begitu modelnya
gimana? Mau
tawadu apa tawadu seperti
[Musik]
itu. Tib kita lanjutkan.
Wa anhu dari Anas bin Malik q rallahu
anhu intil im ahlil
madinati Nabi shallallahu alaihi
wasallam bihi
haituat rawahul Bukhari kata Anas bin
Malik sungguh ada seorang budak dari
budak-budak wanita yang ada di Kota
Madinah sungguh-sungguh mengambil tangan
Nabi kemudian bawa Nabi ke mana hendak
dia
pergi. Ya itu Rasulullah tawadnya ya.
Ya, mungkin kita tidak seperti Nabi tapi
luar biasa tawadnya. Tapi kita berusaha
meniru, berusaha mendekati. Ya, ini ada
budak wanita kemudian ngambil tangan
Nabi
dibawa. Rasulullah tidak maling tarikan
tangannya, lengannya diambil. Ya ini
siapa sih ngajak-ngajak saya, bawa saya
ke sana.
Ya, itu Nabi sallallahu alaihi wasallam
puncak
tawadu. Setan datang pada kita ketika
kita mulai dikenal, mulai di merasa
dibutuhkan, kita merasa sedikit-sedikit
seakan ini orang hebat, orang
diperlukan. Padahal subhanallah, Allah
yang menjadikan seorang mulia. Orang
yang berik Allah menjadikan dia apa
namanya sehingga diperlukan orang. Tapi
gak usah merasa sok sok hebat, sok
diperlukan, sok sibuk, sok macam-macam
ya. Siapa yang lebih sibuk daripada Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Nabi
istrinya sembilan. Kita istri satu aja
sok sibuk. Istri sembilan. Istri
sembilan urusan banyak. Ya, tapi ketika
ini kan bukan setiap hari. Kadang-kadang
ada keperluan seseorang tidak tiap hari
juga budak wanita ngajak Nabi. Nabi juga
punya waktu yang sedikit. Tapi
kadang-kadang ada kejadian, "Ya
Rasulullah biarin aja. Mumpung lagi
kosong, mumpung lagi wanita itu lagi ada
keperluan ditarik tangannya. Nabi biarin
dibawa oleh wani budak tersebut ke mana
pun dia hendak pergi. Ya. Dan ini
tawadu, puncak tawadunnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam sampai
tangannya diambil oleh seorang ee budak
wanita kemudian mengajak Nabi ke mana
yang pun dia sukai.
Dalam riwayat yang lain disebutkan Ibnu
Hajar menyebutkan riwayat Ahmad dalam
riwayat Imam Ahmad fantaliqu bihi fi
hajatiha ya maka dia pun bawa Nabi
sallallahu alaihi wasallam karena ada
keperluannya yaitu Nabi menemani dia
sampai memenuhi
[Musik]
keperluannya TB Kita
lanjutkan hadis
berikutnya. Wil Aswad bin Yazid qala
suilat Aisyatu radhiallahu anha ma Nabi
sallallahu alaihi wasallam yasna fi
baitihi. Aisyah ditanya radhiallahu anha
ummul mukminin apa sih yang dikerjakan
oleh Nabi di rumahnya? Qat yakunu fi
mihtati ahlihi rasul sahu al wasallam
membantu pekerjaan istrinya ini khidmata
ahli khidmat ahli itu membantu pekerjaan
istrinya kalau tiba waktu salat maka
beliau pun meninggalkan semua kegiatan
menuju salat hadis riwayat Albukhari.
Hadis ini juga menunjukkan tawaduknya
Nabi sallallahu alaihi wasallam ee di
hadapan istrinya. Kita tahu bahwasanya
di antara ee kebiasaan para sahabiat
mereka berkhidmat kepada suami. Ya,
mereka berkhidmat kepada suami. Seperti
riwayat tentang Fatimah radhiallahu
anha. Fatimah menyapu rumah, Fatimah
nimbah nimbah air, Fatimah radhiallahu
anha menggiling ee gandum. Fatimah
radhiallahu anha membuat adonan kemudian
membakar roti sampai tangannya ee ngapal
ya. Kemudian tidak lembut lagi sampai
wajahnya juga terpengaruh karena dekat
dengan apa namanya furn atau dengan apa
namanya dengan tanur ya. Memanggang roti
kan dekat ada api sehingga berubah
wajahnya bajunya penuh dengan debu dan
ini semua dia kerjakan di rumah sampai
akhirnya dia minta pembantu kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam dan Nabi pun
tidak kasih. Kemudian Nabi bilang sama
Fatimah, "Ya
bunayyah inna
khairanisa." Sesungguhnya wahai putriku,
sesungguhnya ee wanita yang terbaik
adalah allati tanfau ahlaha yang
bermanfaat bagi
keluarganya. Sehingga kegiatan seorang
istri di rumah kalau dia niatkan karena
Allah maka itu adalah amal saleh bahkan
menjadikan dia yang terbaik. Itu
kebiasaan para sahabat. Sag juga Asma
binti Abi Bakar menikah dengan Zubair
yang miskin. Maka dia harus berjalan ya
suut farsah yaitu sekitar 4 kilo pergi
ke kebunnya Zubair kemudian mikul nawat,
mikul apa namanya? Biji-biji, biji-biji
kurma. Kemudian di pulang harus ditumbuk
supaya kemudian dikasih air jadi makanan
hewan. Karena biji kurma itu bisa jadi
makanan apa? Hewan. Direndam dulu agak
lama baru kemudian ditumbuk-tumbuk jadi
lembut. Kemudian dimakan oleh hewan. Ini
kerjaan dia jalan jauh 4 kilo mikul
terus ngurusin kudanya Zubair ya.
Ngelatih Zubair. Dilatih kudanya Zubair
dikasih makan ngurus untanya Zubair.
Semua dia lakukan biasa
sahabiat. Tapi bukan berarti
kemudian ee para sahabat itu suami-suami
mereka tidak bekerja. Mereka bekerja dan
mereka ada kesibukan banyak berjihad,
berdakwah. Tapi kalau pulang ke rumah
ada kesempatan bantu juga is istri. Dan
ini Nabi sallallahu alaihi wasallam
demikian.
E beliau tawadu kepada istrinya ya
sampai
ee dikatakan oleh Anas ee dikatakan oleh
Aisyah radhiallahu anha kana yakunu fi
mihnati ahlihi. Beliau membantu
istrinya. Istriembantu kerjaan wanita ya
mungkin cuci piring kalau bang kita cuci
piring cuci pakaian. Berarti Nabi bantu
ya bantu kerjaan seperti itu. Mungkin
bantu sapu-sapu ya. Ini umum Aisyah
menyebutkan secara umum. Tapi kalau kita
tahu pekerjaan perempuan yang tadi
pekerjaan perempuan sapu-sapu rumah,
cuci piring, cuci pakaian, bakar roti,
ya kalau zaman dahulu ya, kalau zaman
sekarang lihat Instagram,
lihat bantu lihat Instagram, lihat
produk
baru. Jadi, Subhanallah. Nabi ngerjain
kerjaan apa? Ibu-ibu membantu kerjaan
istrinya. Ini puncak tawadunnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam. kita
tentunya laki-laki berusaha tawadu sama
istri ya. Tapi bukan tawadu yang
menjadikan kita
akhirnya ee bukan kepala rumah tangga.
Tetap kepala rumah tangga tapi tawadu
kepada istri. Ada waktunya kita tawadu,
ada waktunya kita mengalah, ada waktunya
kita yang memberi apa? Keputusan.
Begitu wadunya Nabi sallallahu alaihi
wasallam sampai ketika Sofiah
radhiallahu anha yang dia tidak begitu
tinggi ya Sofiah radhiallahu anha ketika
mau naik ke atas unta dia untuk perlu
pijakan maka Rasul sahu alaihi wasallam
apa meninggikan lututnya sehingga
pahanya diinjak oleh Sofiah kemudian
Sofiah naik di atas unta unta beliau ya
dan ini tawadu luar biasa dilihat oleh
para sahabat
ya kita belum melakukannya Ya, lain kali
kita praktik. Kalau istri mau ngambil
sesuatu di atas lemari, kita bilang
silakan pasang
kuda-kuda. Tapi timbang dulu berat badan
berapa. Maksudnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam subhanallah tawadu
ya. Apalagi istri orang tuanya sudah
tidak ada ya. Jauh dari kakaknya, jauh
dari adiknya ya. Saatnya kita tawadu
kepada istri. Apalagi istri sudah mulai
tua, sudah kurang pede lagi. Ya, macam
ya tetap kita sayang sama istri. Ada
saatnya kita tawadu kepada istri, kita
bantu kerjaannya dan kita niatkan cari
pahala. Niatkan cari pahala ya. Karena
itulah sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Jadi tidak
merasa angkuh gak. Kadang istri minta
bantu cebok anak-anak ya cebok ya enggak
ada masalah ya karena itu salah satu
sunah. Tetapi lihat bagaimana Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Faat. Kalau sudah tiba waktu salat
langsung beliau tinggalkan semuanya.
Fokus berubah. Kamu lagi ngobrol sama
istrimu ketahu sama istri bantu istri.
Begitu datang waktu salat selesai. Ada
yang panggilan lebih penting yaitu
memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa
taala langsung berhenti fokus untuk
salat ya
untuk beribadah kepada Allah Subhanahu
wa taala.
Ee jadi ini salah
satu tawadu.
Tawadu mencakup seluruhnya. Ada sebagian
orang tawadu kepada temannya, tapi sama
istri enggak tawadu. Ada yang
begitu. Masyaallah. Kalau sama orang
lain seperti apa namanya? Seperti arnab
seperti apa namanya? Apa? Kelinci.
Lembut ya. Kalau sama istri seperti
kucing
garong, sangar, teriak-teriak,
merendahkan, menghinakan, menjatuhkan,
meremehkan. Kalau aja ngomong tidak
diindahkan. Sebagian semua suami seperti
itu. Sampai saya pernah cerita ada kasus
orang datang ke rumah, istrinya
nangis-nangis, istrinya sudah bercadar,
suaminya juga sudah sunah. "Ustaz, ini
suami saya kalau dia lagi marah kadang
dia tendang saya. Kadang dia bilang,
"Saya iblis.
Saya bilang, "Aduh iblis ada masih
mending si manis jembatan Ancol kek atau
gendruo ini iblis bosnya setan
disematkan kepada istrinya." Makud
enggak ada kata-kata lain maksud saking
emosinya iblis. Iblis juga laki-laki ini
perempuan.
Iblis women kayak apa gimana kayak jadi
Subhanallah papa enggak mikir maksudnya
kata-kata itu bagaimana apalagi
perempuan kan perasaan dia lebih
mendahulukan perasaan daripada nalarnya
terus kita kata-kata menyakiti seperti
itu ya akhirnya enggak kuat dia tinggal
sama
suaminya jadi tawadu bukan cuma sama
teman tawadu juga pada istri tawadu juga
pada anak-anak Pada saatnya kita beri
waktu buat anak-anak, kita ngobrol sama
anak-anak, kita gendung anak-anak,
tawadu sama tetangga, berusaha tawadu
pada ee segala sisi.
Ya, sebisa mungkin ya. Tentu kita tidak
akan menyamai Nabi sallallahu alaihi
wasallam tapi kita belajar karena tahu
kita punya banyak kekurangan. Apapun
yang kita miliki ada potensi membuat
kita merasa tinggi. Entah jabatan, entah
ilmu, entah diperlukan orang, entah
ketenaran, entah popularitas. itu
membuat kita terkadang sok sok ya sok
sibuklah sok
anuah saya ulangi lagi t Nabi saja
istrinya sembilan juga tidak sok sibuk
ini istri baru satu apalagi baru
nyari sudah sok
[Musik]
sibuk sebagaimana dalam hadis ee ketika
Aisyah ditanya tentang kegiatan Nabi,
Nabi juga terkadang ngurus dirinya
sendiri tidak selalu diurusin oleh
istrinya ini. Ini di antara tawadu Nabi
Aisyah ditanya maana rasul sahu alaihi
wasallam maa am rasul wasam fi baiti apa
sih kegiatan Nabi di rumahnya illa
basyar minal basyar kata Aisyah tidak
ada rasul sahu alaihi wasallam kecuali
sebagaimana lelaki yang lain kanaflibahu
wahluatahuakdimu nafsahu beliau jahit
bajunya beliau merah susu kambingnya
beliau melayani diri berkhidmat kepada
dirinya sendiri dalam sebagai riwayat
yaksiflahu yaitu beliau bikin sendal
kulit ditumpuk kemudian dijahit itu
beliau bikin sendal sendiri. Beliau
bikin sendal apa? Sendiri. Ya, ini Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kita baru
ustaz
lokal,
interlokal sudah maunya luar biasa. Ya,
kadang-kadang kita lupa
diri. Kita lupa diri sehingga yang mau
selalu dilayani. Kalau tidak dilayani
seakan-akan kita direndahkan. Ada setan
bilang begitu.
Makanya kalau kita tidak dihormati
orang, ingat Nabi Musa alaihi salam
Allah sebutkan kisahnya bersama Nabi
Khadir
ahlahaj. Berjelanalah Nabi Musa dan Nabi
Khadir dua nabi yang mulia. Sampailah
mereka kepada suatu penduduk negeri. Ya.
Kemudian mereka minta dijamu karena
mereka dalam perjalanan safar.
Musa safar mungkin Khadir enggak tapi
mereka dalam perjalanan mereka minta
dijamu faabu ayudifuma. Namun mereka
semuanya Allah menggunakan kata jamak
faabau. Satu kampung semuanya tidak ada
yang mau menjamu Nabi Musa dan Nabi
Khadir. Bahkan sebagian lama menafsirkan
itu mereka mengetuk pintu satu-satu
semua penduduk kampung tersebut gak ada
yang mau jamu Nabi Musa, Nabi Khadir,
"Ya sudah pulang. enggak mau
dijamu. Saya bilang, "Eh, tahu saya ini
nabi enggak
dijamu." Kadang-kadang lupa kita lupa
bahwasanya para anbiya yang tidak ada
bandingan dengan kita, mereka terkadang
begitu dan mereka tidak
ngomel-ngomel, tidak merasa tidak
dimuliakan. Setan yang buat kita merasa
tinggi, merasa harus dimuliakan, merasa
harus dihormati, merasa harus aduh kita
ini siapa? lupa untuk
tawadu, tawadu kepada Allah, tawadu
kepada makhluk dengan atas perintah
Allah Subhanahu wa
taala. Kita mau berinteraksi bagaimana
kalau kita tidak tidak tawadu. Ya
namanya tawadu ada yang dikorbankan,
waktu dikorbankan, ada harta
dikorbankan, ada dalam tanda kutip harga
diri. Maksudnya sok-sok kita korbankan.
Ya, Nabi sallallahu alaihi wasallam
tidak selamanya dilayani oleh istrinya.
Tib. Dan perkataan Aisyah, kana basyar
minal basyar. Dia lelaki sebagaimana
yang lainnya. Isyarat bahwasanya Nabi
tidak menyespikan dirinya ya
artinya dia tidak merasaikan Rasul kau
Aisyah harus begini begini. Enggak ya.
Ya
enggak. Kita lanjut hadis
berikutnya. An Abi Rifaah.
[Musik]
Tamim bin Usaid radhiallahu anhu qala
intahaitu rasul wasallam wahua yakub.
Aku berjalan sampai aku tiba di hadapan
Nabi dan Nabi sedang berkhotbah. Faqulu
ya Rasulullah.
Maka aku berkata, "Wahai Rasulullah,
rajulun gibun
jauhini." Ada seorang asing
datang bertanya kepadamu tentang
agamanya. Dia tidak tahu apa
agamanya. Faqbala alai Rasulullah.
Maksudnya dia dirinya sendiri. Saya
orang asing mencari Anda. Saya bukan
penduduk kota sini dan saya pengin tahu
tentang agama saya. Dan Rasulullah
sedang berkhotbah. Dia langsung motong
Nabi sedang berkhotbah. Ini apa dalam
bahasa istilah qadiyatu ain. Bukan
setiap hari terjadi. Tentu kalau tiap
hari begini kacau khotbah. Satu ngomong,
satu ngomong, satu ngomong. Enggak. Ini
kan sesekali terjadi. Ini kasus tertentu
terjadi. Tentu Rasulullah menghadapi
kasus tertentu dengan ee cara beliau ya.
Bukan setiap hari bukan gak. Faqbala
alai Rasulullah sahu alaihi wasallam.
Maka rasul sahu alaih wasallam pun balik
menghadapku.
Dia tinggalkan khotbahnya hatta
Rasulullah datang menuju
saya fautiin faq alai maka
didatangkanlah kursi rasulah pun duduk
di atas kursi
tersebut waja yallimuni mimmaamahullah
maka nabi
pun mengajari beliau dari apa yang Allah
ajarkan kepada
beliau ata khotbatahu faama akirha
kemudian beliau setelah ngajarin aku,
dia balik lagi lanjutkan khotbahnya.
Hadis riwayat Muslim. Subhanallah.
Bagaimana tawadunnya Nabi sallallahu
alaihi wasallam? Jauh kita dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya. Tidak
punya adab nanti enggak bisa ngomong.
Kalau kita mungkin nanti ketemu tunggu
ketemu dulu apa namanya ee tim saya
nanti saya belakang ya. Nabi tidak
begitu. Nabi tidak begitu ya.
kita jauh dar kita ni kadang sok sok
perlu sok diperlukan yang orang seperti
kita masih banyak yang punya ilmu
lebih-lebih dari kita juga masih lebih
banyak kita sok sok orang
hebat yang kita sampaikan juga belum
tentu merubah akhlak
audiens malah ngajarin audiens untuk
mikirin dunia
mulu tapi Nabi sallallahu alaihi
wasallam malah beliau ee berhenti dari
khotbahnya menuju kepadaku. ya menuju
kepadaku. Dan ini menunjukkan perhatian
Nabi. Karena ini kan kasus ada orang
asing datang tidak maka Rasul tahu dia
lagi perlu dia lagi perlu
ya. Maka dia mensikapi dengan sikap
khusus. ini orang lagi
perlu dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam kita tahu bagaimana kisah
ee Abdullah bin Ummi Maktum yang ketika
datang minta ajaran dari Nabi kemudian
Nabi berpaling darinya
ya dan dia buta ya sampai Allah turunkan
surat apa? Abasa.
Ceritanya Nabi sedang mendakwahi
pembesar-pembesar Quraisy. Nabi lagi
fokus nih orang kaya nih. Dan
secara maslahat ini penting karena kalau
mereka masuk
Islam penting nih. Karena mereka
pembesar-pembesar nih. Kalau mereka
masuk Islam tentu efeknya luar biasa.
Nabi lagi fokus tahu-tahu ada orang buta
datang, "Ya Rasulullah, ajarin aku. Ya
Rasulullah, ajarin aku." Maka Rasulullah
langsung berpaling. Karena seakan-akan
Ibnu Ibnu Maktum ini mengganggu
konsentrasi Nabi dan Nabi memikirkan
maslahat. Ya, tidak ada dunia di balik
itu yang diinginkan. Dia tidak minta
duit dari orang-orang kaya tersebut. Gak
sama sekali. Murni kemaslahatan agama.
Ya, dia tidak minta duit dari orang kaya
tersebut.
[Musik]
Yaki. Dia tidak minta duit.
Dia tidak bilang kalau dekat VIP
Red, kalau jauh
Rp650.000. Kalau jauh ustaznya
remang-remang, kalau dekat
kinclong ini nonton konser apa nonton
apa
[Musik]
ini? Kadang-kadang apa maslahat di balik
itu? VIP non VIP. Apa maslahatnya?
Mas akhirat atau maslahat duniawi? Coba
dipikir. Kalau ada maslahat akhirat
mungkin kita boleh inilah kalau murni
maslahat
duniawi, tib buat
[Musik]
apa? Dekat
Rp1.200 jauh berapa? Nomor
Rp10.000. Kalau dekat jauh remang-remang
jadi lebih murah. Kalau dekat kinclong
ma mahal. Kalau saya jauh dekat
insyaallah kinclong.
Bercanda ya pakai layar ya
aman. Jadi Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika itu sedang menasehhati
orang-orang kaya dan tujuannya murni
akhirat. Karena orang kaya ini kalau
dapat hidayah insyaallah banyak yang
masuk apa? Islam. Terus ada Ibnu Umi
Maktum datang minta nasihat. Nabi
berpaling dan Ibnu Ummi Maktum
buta. Dia tidak tahu wajah Nabi bermuka
masam. Dia enggak tahu. Dan dia tidak
tahu Nabi berpaling. Dia pun tidak tahu.
Yang tahu siapa? Allah. Maka Allah
turunkan surat abasa wa tawalla
anjaahul wudrik
lahuak. Datang orang engkau dia Muhammad
berpaling dan bermuka masam ketika
datang orang yang buta. Ya padahal ini
semangat semangat datang minta ilmu
engkau malah berpaling. Tapi apakah Nabi
marah setelah itu kepada Ibnu Maktum?
Tidak. Nabi kalau ketemu beliau, dia
mengatakan marhaban. Selamat datang
orang yang Allah menegurku gara-gara
engkau. Rasulullah muliakan muliakan
dia. Bahkan dia jadi tukang azannya
Nabi. Bahkan Nabi pernah pergi, Nabi
suruh dia jadi wakil di suatu di Madinah
atau di mana saya lupa ya. Nabi muliakan
dia. Ya, karena Nabi pernah ditegur oleh
Allah Subhanahu wa taala. Padahal Nabi
berijtihad, namun ijtihadnya keliru.
Namun ijtihadnya keliru. Lihatlah
bagaimana Nabi sallallahu alaihi
wasallam kemudian turun ee dari
khotbahnya menuju orang asing tersebut
untuk memberi nasihat kepada orang
tersebut. Kita jauh dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Sekali lagi setan
datang mengesankan kita orang hebat.
Misalkan kita ini orang sangat
diperlukan mengesankan harus ketemu
musah yang dibayangkan. Harus ngantri,
harus ini, harus anu, harus ini.
[Musik]
Ya, ada seorang ikhwan datang kepada
seorang
dai. "Ustaz, bagaimana kalau ngisi di
fakultas
kami ee fakultas
di salah satu universitas kata di
tersebut, "Toh gak bisa. Kalau sama saya
harus profesornya hadir, harus ininya
hadir, guru besarnya hadir,
dokter jadi gak mau dia kajian biasa
harus yang hadir orang
wau-wau itu tadi setan datang merasa
kita ini hebat. Kita ini siapa sih di
Indonesia yang hebat? Ilmunya sebesar
apa sih? Siapa? Coba
bilang ustaz Salafi yang ilmunya hebat
siapa? Coba bilang ya? Mirip-mirip
enggak? Enggak, enggak hebat-hebat
kali. Maka tidak perlu kita merasa kita
ini
apa wau dan apa. Enggak
perlu. Tapi kita
lanjutkan hadis berikutnya.
Anas radhiallahu anhu rasulah wasam
akaman asiahu ini Imam Nawawi masyaallah
membawakan hadis-hadis tentang
tawadunnya Nabi adalah rasul sahu alaih
wasallam kalau makan makanan maka beliau
menjilat tangan
beliau jari beliau beliau jilat waqala
dan beliau berkataqat lqmatu
ahadikum kalau ada makanan jatuh dari
kalian maka bersihkan setelah
dibersihkan walakulha hendaknya dia
makan
Jangan tinggalkan buat
[Musik]
setan. Dan beliau
ingin dibersihkan untuk diambil. Jangan
dibuang. Tapi kalau ada sisa-sisa
dimakan ya. Yaitu dijilat. Kalau ada
piring yang masih sisa diambil ya
dimakan.
Qakumikum barah. Sesungguhnya kalian
tidak tahu di bagian mana ada
keberkahan. Hadis riwayat Muslim.
Hadis ini di antara adab dalam
makan yaitu Rasul Sallahu Alaih Wasallam
mengajarkan kalau kita makan di antara
tujuan selain kita ingin kenyang kita
juga harus cari keberkahan dan dalam
setiap piring yang kita makan pasti ada
keberhan cuma letaknya di mana kita
enggak tahu apakah di akhir makanan atau
di bagian mana. Tapi kalau kita bisa
bersih semuanya sudah otomatis kita
makan keber keberkahan. Dan kalau kita
makan keberkahan dia punya efek dalam
diri kita. Semangat beribadah.
Kemudian apa namanya? Tidak tidak
semangat maksiat karena ada berkah. Kita
kita makan makan yang berkah. Kalau
makan tidak berkah kan repot nanti. Oleh
karenanya seorang berusaha makan bersih
kalau perlu dijilat apa yang tersisa
agar tidak ada keberkahan yang
terlewatkan. Ini sebab yang pertama.
Sebab kedua, Rasulullah mengatakan
makanan sisa itu dimakan
setan. Kata Rasulull sahu alaihi
wasallam, "Kalau ada makanan jatuh
bersihkan. Belum 5 menit bersihkan.
mau dibersihkan ya kecuali jatuh di
kotornya sudah cerita selama mungkin
dibersihkan maka
bersihkan. Ada yang bilang ustaz itu kan
zaman dulu belum ada virus
ya. Pokoknya saya bilang kalau mungkin
dibersihkan, bersihkan terus makan
enggak ada masalah. Enggak usah jangan
tawadu ambil bersih-bersih. Kita tahu
lantai rumah kita bersih kok. Ambilah
terus dimakan. Ya kata Rasul Sallahu
Alaih Wasam, "Jangan biarkan untuk apa?"
Setan. Ini dalil bahwasanya makanan sisa
bisa dimakan oleh apa? Setan.
Dan ini salah salah satu bentuk dari
memuliakan nikmat Allah subhanahu wa
taala. Di antara bentuk memuliakan
nikmat Allah, kita tidak mubadir
membuang nikmat Allah tersebut yang
tidak ada manfaatnya. Ya, kalau kita
enggak mampu kasih orang ya kalau bisa
ya kasih kasih orang. Sekarang di
sebagian restoran di Arab Saudi sudah
ditulis ya. Kalau tidak habis, tolong
beritahu kepada pegawai kami. Dia akan
yang apa me ee
membereskan bisa dibagikan kepada orang,
bisa dibuatkan untuk makanan apa hewan
ya bisa dimanfaatkan ya sehingga tidak
terbuang. Ini menunjukkan tawadu Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Nabi tidak
malu untuk menjilat jarinya. Rasul apa
kurang rakus? Kita bukan masalah rakus.
kita masalah semua nikmat kita
manfaatkan dan ada keberkahan di balik
itu. Rasulullah mengatakan fayakum la
tadruna fi thaamikum albarokah. Kalian
tidak tahu bagian mana yang ada
keberkahannya.
Bahkan dalam sebagian riwayat hendaknya
teman makannya suruh
jilatin. Itu kalau istri. Kalau teman ya
mungkin enggak ya. Tapi kalau istri kita
suruh istri jilat gak apa-apa ya. Tambah
cinta enggak? Tambah cinta
enggak? Ah, enggak pernah coba
ya. Hadis berikutnya. Apalagi jomblo mau
coba sama siapa?
radhiallahu anhu dari Abu radhiallahu
anhu nabi wasallam ras wasam berkata
baahu nabianam tidak seorang nabi pun
diutus oleh Allah kecuali penggembala
kambing qabuhu para sahabat berkata wa
anta engkau ya rasulullah faqala naam
kuntu araha alq ahli makah saya juga
dulu penggembala kambing karena saya
nabi dan seluruh nabi pasti
menggembalakan kambing saya juga
menggembalakan kambing punya orang bukan
kambing saya namun saya dapat upah
qarorit yaitu qarorit maksudnya adalah
pecahan dari dinar atau dirham
kambing-kambing milik penduduk Makkah.
Hadis riwayat Bukhari. Ini hadis
menjelaskan tentang
tawadu di antara kerjaan para nabi. Nabi
adalah manusia termulia. Mereka tidak
sombong, tidak angkuh. Mereka mau
menggembalakan kambing. Rasulullah
mengatakan, "Asakinatu fi ahlil ghanam
wal wal wal kibr wal khulala fil
faddadin ahlil wabar."
bahwasanya ketenangan berada pada
penggembala kambing. Sementara
kesombongan dan keangkuhan berada pada
penggembala unta atau pemilik kuda. Ya.
Ya. Penggembala konta ahlul wabar. Yaitu
unta itu namanya ee apanya? Rambutnya
disebut wabar ya.
Di sini
ee di antara kerjaan para nabi adalah
menggembalakan kambing. Mungkin
pekerjaan yang tidak mulia, apalagi
kambing. Kambing punya orang, bukan
kambing nabi. Kambing punya siapa?
Orang. Sebagaimana Musa alaihi salam
menggembalakan kambing
mertuanya. Nabi menggembalakan kambing
tetangga-tetangganya. Dan Nabi tidak
malu untuk menceritakan masa lalunya.
Anda menggemala kami? Iya, saya ngemalan
kami. Apa masalahnya?
I
halal. Sekarang orang kerjaan haram
sombong. Di mana riba konvensional?
Masyaallah. Sombong gagah. Yang mana
artis dangdutan bangga tadi jauh apa?
Sales seles roti malu. Ya halal enggak
ada masalah. Kalau halal enggak ada
masalah di makan yang halal. Di dunia
kan kita akan lewati. Yang penting
pada alam berikutnya statusnya bagaimana
dunia. Kita mau jadi orang kaya, orang
miskin tak
makan. Masalah semua akan melewati. Mau
kaya miskin pasti ada masalah. Sakit mau
kaya miskin pasti mencret. Apa ada orang
kaya tidak mencret? Pasti
mencret. Pusing semua orang pasti juga
apa? Pusing. Diomelin istri semua orang
juga diomelin istri. Ada enggak diomelin
istri? Istrinya bisu enggak
diomelin. Semua ada masalah. Yang
penting
kan kita bisa beribadah. Pekerjaan yang
penting halal itu suatu hal mulia. Kalau
bisa upgrade lebih bagus. Tapi kalau
halal enggak usah malu-malu, enggak ada
masalah daripada bangga-banggaan
ternyata makan uang haram. Uang enggak
jelas. Nanti jelas di alam barzah baru
jelas. Kalau sekarang abu-abu ya. Di
alam barzah langsung apa? Jelas.
P orang-orang saya makan harta rakyat,
koruptor-koruptor. Harta rakyat dimakan.
Rakyat setengah mati bayar pajak
kemudian dia foyafoya
dikorupsi. Mau bangga jadi orang seperti
begitu? Nabi sallallahu alaihi
wasallam tenang aja. Jadi iya
penggembala kambing. Ini pekerjaan yang
hina waktu itu. Maksudnya bukan hina
maksudnya rendah sehingga ketenangan.
Beda kalau yang punya unta wah gagah.
Apalagi yang punya kuda gagah. Kambing.
Kau punya apa? Kambing gagah. Enggak ada
yang bilang kambing
gagah. Makanya enggak ada lomba pacuan
kambing. Enggak ada. Tapi kalau pacuan
unta ada, pacuan kuda ada. Orang bisa
bangga naik kuda. Kuda keren. Gagah kan?
Yang gagah kudanya bukan
kamu. Kalau kambing kan yang gagah yang
punya kambing. Jadi maksud saya ee Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam tawadu sampai
beliau menggembalakan kambing dan beliau
tidak merasa malu-malu. Hadis
berikutnya. Wa
anhu. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu
an Nabi sallallahu alaihi wasallam q
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda la
duitu qurain lajabtu. Kalau saya
diundang untuk makan qura. Qura itu dari
kalau kaki kambing dari mana? Dari
lututnya sampai ke bawah. Kikil ya
apanya? Ya. Dari kaki kambing. Zira dari
paha. Zira itu apa? Ee paha kambing ya.
Zira paha kambing. Lajab. Rasulullah
mengatakan saya diundang untuk makan
kikil. Saya makan untuk makan kaki,
untuk makan paha saya makan. Rasul sahu
alaihi wasallam suka zira. Bagian
kambing yang paling Rasulullah suka
adalah bagian apa? Paha. Paha ya? Kaki
atas ya? Paha kan? Iya paha. Rasulullah
paling suka itu. Sampai ketika Rasulull
sahu alaihi wasallam diberi racun oleh
wanita Yahudiah di Khaibar, dia taruh di
situ paling banyak karena itu Nabi suka
makan paha. Akhirnya Rasulullah sempat
makan racun tersebut. Kemudian kambing
berbicara ini masmum masai beracun.
Akhir Rasulullah mengatakan kepada para
sahabat, berhenti. Sebagian sahabat dan
langsung meninggal dunia ketika itu.
Ya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Kalau saya diundang untuk makan qura
atau zira la ajab tu saya akan datang."
Walau uhdiya ilaun quraun laqilu. Kalau
saya dikasih hadiah zira yang saya sukai
atau qura yaitu kaki kambing saya akan
terima. Saya tidak tolak. Itu Rasulullah
tawadu. Apa makan apa hadiah kayak gini?
Enggaklah. Gak terima menyenangkan
memberi apa
hadiah. Kalau kau enggak suka bisa kasih
orang ya atau tapi Rasulullah terima.
Rasul sahu alaihi wasallam tidak tidak
angkuh ya. Tidak
angkuh. Karena kalau kita dengar
cerita-cerita tentang para ulama dahulu
seperti Syekh Abdurrahman bin Asir As'di
dia tinggal di satu kampung. Dikatakan
dalam biografi beliau, semua tetangganya
sudah pernah dia datangi. Semua
tetangganya pernah dia apa? Semua
pernang dia. Dia selalu datang.
luar biasa ya. Ya, mungkin enggak banyak
seperti kita. Tapi maksudnya bagaimana
beliau tidak membedakan si kaya maupun
si miskin. Ada yang ngundang beliau
datang semuanya. Tawadunya beliau
rahimahullahu
taala. Tentunya yang mengundang ya juga
jangan pelit ya. Kalau duit banyak
jangan kasih
kikil ya kasih yang enaklah. Kalau
kecuali kalau enggak punya ya sudahlah
kita ngerti ini rumah jelek cuma
disediakan cuma roti cuma teh manis ya
sudahlah kita ngertilah jangan suruh dia
beli nasi mandi ya jangan nasi mandi
mandi sendiri jangan
digabungkan kalau rumahnya kaya ya
mungkin rumah kaya kok
kasih kasih itu dak lag ya seorang
ngertilah namanya memuliakan tamu dapat
apa pahala yang diundang harus ngerti
juga ya sudahlah mungkin dia lagi enggak
ada duit lagi susah lagi apa
Ya, tapi Rasulull Sallahu Alaihi
Wasallam tawadu bahkan kalau diundang
untuk makan-makanan yang sangat
sederhana yang mungkin dibuang di zaman
itu tidak dimanfaatkan. Kalau diundang
untuk makan itu kata Rasulullah saya
akan saya akan
datang an Anas radhiallahu anhu qat naq
rasul wasallam alba aladba adalah unta
nabi namanya aladba la tusbak tidak
pernah kalah kalau pacuan unta gak
pernah
kalah aak takadu tusbak atau hampir
tidak pernah
kalah memang kuat unta Nabi. Faja
arabiyun ala qudin lahu. Tiba-tiba
datang seorang Arab Badui. Bukan orang
kota. Orang Arab Badui yang mungkin
adabnya tidak seperti orang kota.
Alaudin lahu. Dia bawa unta. Unta qud
maksudnya unta yang sudah bisa
ditunggangi. Umur antara 2 tahun sampai
5 tahun. Belum belum besar sekali. Beda
kalau unta Nabi sudah gede, sudah
sempurna besarnya sudah kuat. Ini masih
antara 2 tahun sampai 5
tahun. Maka tiba-tiba fasabaqaha
tiba-tiba unta Arab Badu ini menang
ngalahin unta siapa?
Nabi fasqika alal muslimin. Kaum
muslimin gelisah. Waduh unta Nabi kalah
nih. Enggak enaknya Rabb Badui. Datang
Badui ngalahin apa Nabi. Selama ini kita
kalah mulu. Ini bukan orang apa bukan
datang jagoan dari mana Badui. Badui
datang tahu-tahu menang lah. Ini gimana
ini ya sampai ee hal itu memberatkan
kaum muslimin. Hatta arafau sampai
Rasulullah tahu kayaknya para sahabat
merasa enggak enak ketika unta Nabi
kalah. Maka rasulam berkata, "Haqun
alallah allai
minun merupakan hak Allah. Tidak ada
satupun perkara dunia yang tinggi
kecuali Allah akan jatuh
jatuhkan." Ya, itu apa? Unta menang
perkara dunia, bukan perkara apa-apa.
Waktunya
jatuhjatuh. Sehingga para ulama ketika
membahas hadis mereka mengatakan ini
dalil dilarang untuk bangga-banggaan
masalah apa? Dunia. Masalah
membangga-banggakan perkara akan
dijatuhkan oleh Allah suatu hari. ya,
rusak atau tewas atau apa satu saat akan
dijatuhkan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Subhanallah. Sebagian orang ini
hadis bayangkan dibawakan oleh Imam
Nawawi dalam bab tawadu dan dibawakan
oleh Imam Bukhari dalam kitabnya
kitaburiq juga dalam bab tawadu. Coba
cara pandangnya bahwasanya tidak usah
bangga-banggaan dengan unta. Kalah
enggak ada masalah. Sebagian orang cara
pandangnya ngawur. Ini dalil bahwasanya
punya mobil paling kencang dia sunah.
Punya motor paling kencang sunah karena
unta Nabi kencang. Subhanallah. Malah
dibalik suruh beli motor yang
mahal-mahal. Ini otak bagaimana? Saya
juga
bingung. Ini hadis dibawakan dalam bab
tawadu. Bukan bangga-bangan punya motor
Harley eh
dimension.
Bukan. Bab. Ee tadi hadis terakhir ya,
bahwasanya di antara faedah itu seorang
tidak perlu membangga-banggakan perkara
dunia. Kenapa dunia setinggi apapun
suatu saat akan hanc hancur ya seorang
berusaha berlomba dalam urusan akhirat
ya kata Allah ketika menyebutkan
tentang e nikmat surga
wafalikafasil mutanafisun untuk urusan
surga maka bersainglah ketika Allah
menyebutkan tentang surga juga dalam
ayat yang lain kata Allah limitsli h
falyaalil amilun seperti inilah selamat
dari neraka masuk surga hendaknya
orang-orang beramal bukan sibuk fokus
untuk di dunia gak apa-apa kita dapatkan
tapi tidak usah untuk kita
pamer-pamerkan bangga-banggaannya.