Kind: captions Language: id Ada satu bahan yang hampir setiap hari dikonsumsi anak-anak. Terlihat sehat, tapi nyatanya bahan-bahan ini diam-diam merusak otak dan perilaku anak-anak. Dari tentrum yang tidak terkendali, hiperaktif, keinginan untuk menyakiti diri sendiri sampai keinginan untuk bunuh diri. Dan yang paling ironis, industri dengan sengaja meneritkan anak-anak dengan bahan-bahan ini sebagai strategi marining mereka. Hari ini kita akan expos apa bahan ini, bagaimana cara kerjanya, dan yang paling penting apa solusinya. Hai semua, dengan Ardi dan Zahra. Di sini kami memberikan informasi hidup sehat yang sebenarnya, scientific base, jujur, dan tanpa titipan kepentingan dengan harapan kamu bisa benar-benar memiliki hidup yang sehat dan kualitas hidup yang lebih baik. Sejak mulai Ezi, alhamdulillah kami sudah membantu ribuan orang untuk menerapkan hidup sehat secara holistik dengan benar dan mereverse berbagai penyakit. Termasuk banyak orang tua dan anak-anaknya yang mengalami berbagai masalah kesehatan dan perilaku. Sebelum memulai, kamu bisa support kami dengan subscribe, like, dan komen agar kami bisa terus provide konten gratis seperti ini setiap minggu. Hari ini kita akan bahas salah satu bahan aditif yang diam-diam merusak kesehatan mental dan perilaku anak-anak. Ini adalah topik yang sangat penting karena banyak orang tua yang tidak sadar kalau tentrum, hiperaktif, mood swing, bahkan kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri pada anak mereka bisa jadi dipicu oleh makanan yang mereka konsumsi setiap hari. Dan yang paling menyedihkan, industri dengan sengaja menggunakan bahan-bahan ini untuk menyasar anak-anak sebagai bagian dari strategi marining mereka. Dan ini baru dari satu jenis bahan aditif. Kita tahu di Ultra Process Food itu ada banyak sekali bahan aditif yang punya efek yang berbahaya masing-masing. Tapi hari ini kita akan bahas bahan aditif yang efeknya sangat jelas di perilaku anak, termasuk juga di orang dewasa bahkan sampai bisa menciptakan keinginan untuk bunuh diri. Sekarang coba kamu bayangkan kamu dan anak kamu berjalan di lorong supermarket. Anak kamu melihat sereal warna-warni. Mata mereka berbinar-binar. Mak, aku mau yang ini. Kamu lihat kemasannya. Ada gambar sereal warna-warni ditemani dengan karakter kartun yang lucu. Ada tulisan sumber vitamin dan mineral. Terlihat sehat, terlihat fun, dan terlihat aman. atau yogurt berry-berryan dengan warna pink yang sangat vibrant, terlihat segar, terlihat natural, seakan-akan dibuat dari buah asli atau bisa juga gami vitamin dengan warna rainbow dan juga karakter yang lucu-lucu. Kamu langsung merasakan ini investasi yang bagus untuk kesehatan anak. Semuanya tampak sangat menarik, sangat fun, dan terlihat sangat aman dan sehat untuk anak-anak. Tapi pertanyaannya, apa yang sebenarnya tersembunyi di balik semua warna ini? Dan ini yang harus kita pahami dari awal. Warna itu bukan hanya sekedar estetika, bukan sekedar untuk bikin menarik. Warna adalah senjata marketing yang sangat powerful, senjata manipulasi yang sangat efektif, terutama untuk anak-anak. Sejak tahun 1810, seorang penulis dan ilmuwan bernama Wolfgang Van Fun God sudah menulis dalam bukunya Theory of Colors tentang bagaimana warna bisa mempengaruhi emosi manusia secara mendalam. Kuning memberikan kesan hangat dan ramah. Sedangkan orange memicu euforia dan excitement. Merah bisa membangkitkan semangat dan energi. Biru bisa menciptakan ketenangan. Dan industri makanan mempelajari ini dengan sangat detail. Mereka tahu persis bahwa anak-anak makan dengan mata terlebih dahulu. Sebelum mereka mencoba, mereka sudah tertarik karena warnanya. Warna yang cerah, yang vibrant, dan fun ini langsung mengaktifkan reward center di otak anak. membuat mereka excited, membuat mereka menjadi pengin. Jadi, warna bukan hanya untuk bikin produk terlihat lebih segar atau lebih enak. Warna adalah alat manipulasi psikologi kita, termasuk anak-anak untuk membuat mereka meminta dan menjadi kecanduan. Dan ini membentuk mereka menjadi konsumen setia sejak kecil. Ini yang jarang disadari oleh orang tua. Warna yang mencolok yang ada di produk-produk ini bukan dari bahan alami seperti dari buah atau sayur. Bukan dari stroberi, bukan dari blueberry. Tapi dari zat kimia sintetis yang diformulasikan di lab dari pabrik industri yang bisa mengacaukan sistem saraf, emosi, dan perkembangan otak anak-anak. Mungkin kamu berpikir, kan ada pewarna alami, kenapa enggak pakai pewarna alami aja? Kan bisa dari beat, dari spirulina atau dari kunyit. Kenapa harus pakai yang kimia? Dan ini pertanyaan yang sangat-sangat valid. Pertanyaan yang seharusnya ditanyakan oleh semua orang. Sebenarnya pewarna alami itu sudah ada dan sudah tersedia. Beat bisa memberikan warna merah atau pink. Spirulina bisa kasih warna hijau atau biru. Kunyit juga bisa kasih warna yang kuning cerah. Tapi industri tidak menggunakannya. Kenapa? Karena pewarna alami ini punya kelemahan. Kalau dari sudut pandang industri, pewarna alami ini tidak stabil. Warnanya cepat pudar seiring berjalan waktu, tidak tahan lama di rak supermarket. Kalau kena sinar matahari atau ada perubahan suhu, warnanya bisa berubah. Dan kalau disimpan terlalu lama, warnanya juga bisa jadi kusam. Pewarna alami ini juga warnanya tidak terlalu mencolok, tidak sevibrant pewarna sintetis. Merah dari beat itu tidak seterang reda. Biru dari spirulina juga tidak akan secerah. Blue one. Dan pewarna alami ini jauh lebih mahal karena harus diekstra dari bahan yang natural. Prosesnya lebih panjang, biayanya juga lebih tinggi. Dan bagi industri semua itu adalah kelemahan. kurang menarik untuk anak-anak, kurang tahan untuk distribusi, kurang maksimal untuk memanipulasi psikologi konsumen, dan yang paling penting profit marginnya lebih kecil. Di sisi lain, pewarna sintetis itu warnanya lebih terang, lebih mencolok, lebih eye catching, lebih bikin anak-anak excited dan minta dibeliin. Lalu juga bisa lebih tahan lama, disimpan bertahun-tahun, tidak pudar, bisa didistribusikan ke seluruh negara tanpa khawatir kalau warnanya berubah. harganya juga jauh lebih murah, bisa diproduksi massal dengan biaya yang sangat rendah. Dan yang paling penting bagi industri, pewarna sintetis ini bisa dikendalikan warnanya dengan sangat presisi sesuai dengan strategi mariti mereka. Mau warna merah yang cerah banget untuk menarik perhatian anak bisa aja. Mau warna biru yang sefun mungkin bisa juga. Kalau mau kombinasi warna rainbow yang bikin anak-anak excited bisa juga. Dan semakin mencolok warna-warna ini semakin kuat efeknya ke otak anak. Semakin besar peluang anak-anak untuk minta produk itu dan semakin besar juga peluang untuk beli lagi dan lagi. Jadi ini bukan soal apa yang terbaik untuk kesehatan anak-anak kita. Ini soal apa yang paling profitable untuk industri. Dari mana sebenarnya pewarna sintetis ini dibuat? Pewarna ini adalah zat kimia buatan yang seringki dibuat dari turunan seperti batu bara dan minyak bumi. Yes, batu bara dan minyak bumi bahan yang biasa dipakai untuk bahan bakar, untuk industri, untuk pabrik, sekarang dipakai untuk makanan anak-anak. Beberapa jenis pewarna bahkan awalnya dikembangkan untuk pewarna tekstil atau ada juga untuk cat industry. Lalu entah bagaimana ini bisa diadaptasi untuk makanan. Bayangkan zat kimia yang awalnya untuk warnain baju sekarang ada di makanan anak-anak kita setiap pagi dan proses produksinya melibatkan industri yang menghasilkan berbagai kontaminan berbahaya. Logam berat seperti timbal, merkur, arsenik termasuk benzodine zat yang sudah terbukti karsinogenik atau penyebab kanser. Sisa gas dari proses kimia minyak bumi yang toksik. Tapi karena pewarna sintetis ini murah, tahan lama dan menggoda secara visual, industri tetap menggunakannya. Dan bukan hanya untuk produk dewasa, justru sangat masif untuk produk anak-anak, untuk sereal sarapan anak, untuk snacks anak, untuk vitamin anak, untuk obat anak. Sekarang mungkin ada yang berpikir, oke memang bahan dasarnya questionable, tapi kan sudah diproses dan diperbolehkan beredar, jadi harusnya aman. Dulu banyak banget orang yang berpikir seperti itu sampai terjadi suatu tragedi. Di malam Halloween pada tahun 1950-an di Amerika, di sana ada tradisi yang disebut dengan tree and treat. Jadi anak-anak keliling dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan permen. Dan di Halloween itu banyak sekali permen yang berwarna orange yang dibagikan permen labu dengan tema Halloween. Anak-anak excited. Mereka consume permen ini dalam jumlah yang banyak. Dan tidak lama setelah Halloween, laporan mulai berdatangan dari berbagai wilayah. Anak-anak jatuh sakit, banyak banget di berbagai kota. Gejalanya mengerikan. Diare yang sangat parah sampai dehidrasi, Kram perut yang membuat mereka menangis kesakitan, gangguan sistem pencernaan yang akut. Beberapa bahkan harus dirawat di rumah sakit. Ini bukan satu atau dua kasus, tapi banyak kasus. Di berbagai tempat dalam waktu yang hampir bersamaan. Investigasi kemudian dilakukan. Pemerintah turun tangan, para ahli kesehatan juga dilibatkan. Dan setelah penelitian yang mendalam, hasilnya mengarah ke satu arah, satu bahan, yaitu orange number one. Pewarna orange yang digunakan di permen Halloween itu. Menurut laporan dari Environmental Working Group atau EWG, porno orange number one ini terbukti beracun dan berbahaya. Efek yang muncul sangat jelas dan tidak bisa dipungkiri lagi. Akhirnya setelah tragedi ini, orange number one dilarang digunakan, diband, tidak boleh lagi ada di dalam makanan. Tapi apakah industri belajar dari ini dan berhenti menggunakan pewarna yang berbahaya? Nyatanya tidak. Ini justru awal dari permainan yang lebih-lebih lagi. Pewarna sintetis adalah komponen yang sangat penting dalam strategi industri. Warnanya yang sangat mencolok, bisa merangsang otak anak, bisa menarik perhatian mereka dari jauh, membuat mereka excited dan mendorong pembelian secara spontan atau impulsif. Bahkan hanya dengan melihat warna yang sangat cerah, otak anak bisa langsung aktif, hormon dopamin langsung keluar dan minta dibeliin. Jadi, pewarna ini ibarat seperti pelumas dalam sistem konsumsi, mempercepat perputaran barang atau penjualan, mendorong konsumen apalagi anak-anak untuk terus beli lagi dan lagi tanpa sadar. Dan ini adalah pasar yang sangat besar, sangat masif. Global food industry ini bernilai bukan triliunan rupiah. Size-nya itu lebih dari 10 triliun US dolar. Itu setara lebih dari Rp160 kuadriliun. Itu setara dengan Rp160.000 triliun. Industri makanan dan minuman, industri snacks, industri makanan anak, semua bergantung pada daya tarik visual ini. Jadi untuk melarang pewarna sintetis digunakan sepenuhnya ini hampir mustahil. industri punya power yang terlalu besar, kepentingannya juga sangat besar. Ada banyak sekali cara untuk mempertahankan status ko. Mereka juga mensponsori riset mereka sendiri. Riset yang membuktikan pewarna mereka aman. Mereka juga melakukan lobing ke pemerintah. Mereka membayar ahli untuk membela produk mereka. Menciptakan narasi bahwa pewarna itu aman dalam batas wajar. Untuk teman-teman member premium bisa lihat kelas Tendh Revolution. Di day D ketiga kita ada bahas bagaimana riset bisa dimanipulasi. Dan kalau akhirnya satu jenis pewarna tersebut terpaksa dilarang karena sudah banyak korban seperti orange number one tadi, industri tidak panik. Mereka tinggal ganti aja dengan pewarna lain. Orange number one dilarang, ganti dengan orice number two. Nanti kalau dilarang muncul nomor 3, nomor 4, nomor 5, dan seterusnya. Atau bisa ganti dengan sunset yellow atau bisa kombinasi red dengan yellow. Untuk warna merah aja ada red two, red 3, red 4, dan masih banyak lagi. Ini seperti orang ngelukis yang main dengan palet warna. Dari warna dasar red green blue atau RGB ini bisa dicampur jadi ratusan kombinasi warna lain. Kalau satu dilarang, tinggal ganti sedikit formulanya, kasih nama baru dan klaim ini generasi baru yang lebih aman. Dan pewarna-parna ini yang pada dasarnya tidak kalah berbahayanya masih sangat banyak digunakan sampai hari ini, terutama di makanan anak-anak. Tapi sebenarnya seberapa berbahaya pewarna sintetis ini? Apa sebenarnya efek pewarna ini terhadap tubuh? Tragedi Halloween tadi menunjukkan efek fisik yang akut. Diare, geram perut, gangguan pencernaan. Itu efek yang langsung terlihat yang jelas yang tidak bisa dipungkiri lagi. Tapi penelitian-penelitian lanjutan selama puluhan tahun setelahnya menemukan sesuatu yang jauh lebih mengerikan, yang lebih tersembunyi. Tapi dampaknya jauh lebih berbahaya dan jangka panjang. Pewarna sintetis ternyata bisa memicu gangguan neurologis dan gangguan perilaku yang sangat serius, terutama pada anak-anak yang sistem sarafnya masih berkembang, yang otaknya masih sangat sensitif terhadap zat-zat kimia. Penelitian demi penelitian dari berbagai negara, dari berbagai institusi yang independen semua menunjukkan pola yang sama, efek yang sama yang tidak bisa diabaikan lagi. Ini sudah proven, sudah terbukti secara saentifik. Beberapa efek yang paling sering dilaporkan ini misalnya tentrum yang tidak terkendali. Anak tiba-tiba marah besar tanpa trigger yang jelas, menangis, berteriak, atau bahkan merusak barang-barang di sekitarnya. Perubahan emosi yang sangat ekstrem dari satu saat yang happy banget dan excited, beberapa jam kemudian tiba-tiba nangis atau tiba-tiba marah dan agresif seperti roller coaster emosi yang tidak bisa diprediksi. Kemudian hal lainnya tidak bisa fokus. Anak tidak bisa duduk diam, tidak bisa memperhatikan pelajaran, pikiran ke mana-mana, lalu hiperaktivitas yang berlebihan. Anak tidak bisa diam, harus terus bergerak, tidak bisa dudut tenang, bahkan cuman sebentar. Energi mereka ini seperti tidak ada habisnya. Tapi bukan energi yang sehat, ya. Ini energi yang keos, mood swing tadi yang sangat drastis. Ini seperti gejala bipolar, depresi dan kecemasan di usia yang sangat muda. Anak-anak yang seharusnya carefree, yang seharusnya happy, tiba-tiba mengalami anxiety lalu tidak bisa tidur walaupun sudah capek atau tidur tapi tidak bisa nyenyak, sering terbangun, mimpi buruk, dan ini memperparah semua gejala lainnya. Kemudian kemampuan memori atau verbalnya juga terganggu. Anak kesulitan untuk mengingat, kesulitan mengekspresikan diri dengan kata-kata. Dan yang paling mengerikan, dalam beberapa kasus muncul dorongan untuk menyakiti diri sendiri atau istilahnya self harm. Di usia yang sangat muda bahkan muncul keinginan untuk bunuh diri. Ini adalah hasil penelitian yang terdokumentasi dengan sangat baik dari berbagai lembaga yang kredibel dan efeknya bisa muncul dalam berbagai timeline. Kadang dalam hitungan jam setelah konsumsi, kadang keesokan harinya, kadang efeknya terakumulasi dan baru muncul beberapa minggu setelah konsumsi rutin. Tapi yang paling menyidikkan, kebanyakan orang tua tidak sadar kalau ini dipicu dari makanan. Mereka mikir ini adalah fase normal pada anak-anak. Atau ada juga yang mikir ini ADHD bawaan memang susah fokus anak saya atau memang temperamental. Padahal bisa jadi pemicunya adalah makanan yang mereka konsumsi setiap hari. Seperti sereal warna-warni yang mereka makan setiap pagi, snacks yang mereka bawa ke sekolah, minuman kotak yang mereka minum pada saat bri, termasuk permen, bahkan vitamin yang mereka konsume. Semua terlihat harmless, tapi sebenarnya merusak sistem saraf mereka. Sekarang mungkin kamu bertanya, bagaimana mungkin pewarna yang kelihatannya sangat simpel bisa menyebabkan efek yang sedemikian parah? Dan ini yang harus kita pahami. Karena kalau kita mengerti mekanismenya, kita akan realize betapa seriusnya masalah ini. Pewarna sintetis ini bukan hanya masuk dan keluar dari tubuh anak kita. Mereka merusak sistem yang paling penting untuk kesehatan mental dan perilaku. Pertama, pewarna ini mengganggu chemical messenger di otak kita. Di otak kita ada yang namanya neurotransmitter. Ini seperti messenger yang mengatur mood, mengatur fokus, mengatur perilaku. Ketika anak konsum pewarna sintetis, chemikal dari pewarna ini masuk ke darah dan mengganggu kerja neurotransmitter ini. Dopamin anak jadi kacau, anak jadi hiperaktif, enggak bisa fokus, serotonin juga turun, mood swing, anxiety, depresi juga muncul. Bisa juga terjadi gangguan impulsif dan agresif. Ini kenapa anak yang tadinya tenang tiba-tiba berubah drastis setelah makan makanan dengan pewarna. Yang kedua, pewarna ini juga merusak hubungan antara usus dengan otak. Ini yang jarang orang tahu. 90% serotonin atau hormon yang bikin kita bahagia ini diproduksi di usus bukan di otak. Jadi usus dan otak kita saling berkomunikasi terus-menerus. Ini yang disebut dengan g brain sis. Pewarna sintetis ini toksik untuk mikrobiom atau bakteri baik di usus. Mereka membunuh bakteri yang baik dan membiarkan bakteri jahat untuk berkembang. Ketika microwave kita rusak, produksi serotonin terganggu. Komunikasi antara usus dan otak tadi jadi kacau. Hasilnya anak jadi lebih mudah anxiety, mudah depresi, mudah mood swing karena god health dan mental health tadi sangat connected. Yang ketiga, ini juga menyebabkan inflamasi di otak. Pewarna sintetis ini sifatnya proinflamatory. Artinya mereka mentrigger peradangan termasuk peradangan di otak. yang dikenal dengan neuroinflammation. Dan inflamasi di otak ini adalah salah satu penyebab utama dari depresi, anxiety, ADHD, dan gangguan mental lainnya. Bayangkan otak anak yang sedang dalam proses penting untuk berkembang. Ada chronic inflammation yang mengganggu. Ini sangat destruktif untuk perkembangan otak jangka panjang. Yang keempat, ini juga bisa mengubah chemistry otak secara fundamental. Ketika kita baik anak-anak maupun orang dewasa dibombardir terus dengan bahan kimia setiap hari, perubahan terjadi di level fundamental. Otak kita beradaptasi terhadap kehadiran bahan-bahan kimia ini. Dan ketika bahan kimia ini hilang, otak mengalami kondisi seperti withdraw atau sakau. Ini sebagian alasan kenapa kita atau anak-anak kita jadi craving makan makanan yang berwarna-warni. Bukan karena lapar atau suka rasanya, tapi karena brain chemistry kita sudah berubah. sudah tergantung atau istilahnya sudah kecanduan dan anak-anak yang otaknya masih berkembang efeknya jauh lebih parah. Dan yang paling mengerikan ini bukan satu mekanisme yang bekerja sendiri. Ini adalah efek berantai yang menciptakan siklus yang sangat berbahaya. Bayangkan seperti efek domino, neurotransmitter rusak. Ini memperburuk inflamasi atau peradangan. Peradangan merusak mikrobiom. Microbi lebih parah akan semakin merusak produksi neurotransmitter lagi. Chemistri otak berubah lagi membuat anak menjadi semakin sensitif lagi terhadap semua efek ini. Jadi ini akan menjadi siklus yang terus berputar dan semakin parah dari waktu ke waktu. Terutama kalau anak masih terus terpapar pewarna ini setiap hari. Dan untuk anak-anak yang secara genetik lebih sensitif atau yang perkembangan otaknya lebih rentan, efeknya bisa sangat menghancurkan. Ini bukan hanya teori atau mekanisme dibook. Ini adalah kehidupan nyata. Nyawa anak-anak yang benar-benar terpengaruh. Dr. Rebeca Bavens, seorang profesor dan peneliti di bidang neurosins dan perkembangan anak pernah membagikan cerita yang sangat mengejutkan dan sangat menyentuh di TED Tnya. He's having emotional meltdums, the likes of which I had never seen. He would get upset over the littlest things. These temper tantrums turned into they got more intense and more frequent. I'd ask him to turn off the TV and he would break down and cry. And the crying would turn into anger and this anger would turn into a full blown emotional fit. He would scratch at himself. He would shred at his clothes. He would swing on me. He would scream. And eventually it would lead to him begging. Mom, just get me a knife so I can kill myself. I just want to die. We couldn't believe it. We had a suicidal sevenyeold and all I can think of was he puberty usia di mana anak-anak yang seharusnya bisa hidup dengan bebas tapi anaknya sampai di titik di mana dia ingin bunuh diri. Ini adalah konsekuensi nyata yang terjadi pada anak-anak. Dia membawa anaknya ke berbagai dokter, berbagai spesialis. Mereka bilang ini ADHD. Ada yang bilang ini gangguan mood. Mereka kasih obat, tapi tidak ada yang berhasil, malah semakin parah. Sampai akhirnya setelah riset yang panjang, beliau menemukan penelitian tentang pewarna sintetis ini tentang efeknya terhadap anak-anak. Lalu beliau memutuskan untuk mencoba menghilangkan semua makanan yang mengandung pe sintetis dari makanan anaknya 100% dengan ketat. Dalam hitungan hari anaknya berubah, tentrumnya berkurang drastis. Perubahan mood yang ekstrem juga hilang. bisa tidur dengan nyenyak, bisa tersenyum lagi, bisa jadi anak yang bahagia lagi. Dan ini bukan kasus tunggal. Setelah Dr. Bavens berbagi ceritanya, ratusan bahkan ribuan orang tua menghubunginya. Mereka berbagi cerita yang sama. Cerita yang sangat mirip. Anak mereka yang tentum terus, anak mereka yang agresif bahkan selfham. Dokter memberikan label ADHD atau bipolar. diberikan obat tapi tidak pernah membaik sampai mereka eliminate pewarna makanan dari diet anak mereka dan anak mereka berubah total. Jadi anaknya mereka kenal dulu sebelum semua gejala ini terjadi. Laporan resmi dari berbagai institusi penelitian independen CSPI, IWG, OISSA semuanya menyebutkan temuan yang sama. Peworna sintetis terbukti secara saintifik dapat memicu hiperaktivitas dan ADHD. ini sudah tidak diragukan lagi. Evidence-nya overwhelming. Tapi yang paling menyedihkan, gejala-gejala ini sering dianggap normal atau bahkan bawaan. Anak dikasih label ADHD, dikasih label bipolar, ada lagi yang dikasih label konduct disorder, dikasih obat yang punya another side effect lagi. Padahal roots-nya bisa jadi sangat simpel. Makanan yang mereka konsum setiap hari. Ironisnya, bahkan FDA sendiri mengakui bahwa por sintetis bisa berdampak buruk terhadap attention and activity pada anak-anak. FDA ini seperti BPOM di kita ya. Mereka mengakui ini tapi masih allow untuk penggunaannya. Mereka bilang ini aman dalam batas wajar. Mereka sudah set batas aman untuk setiap pewarna. Tapi apa itu batas aman? Batas aman ini biasanya ditentukan oleh study yang sangat terbatas. Dan banyak studi ini disponsori oleh industri makanan itu sendiri. Bukan untuk mencari kebenaran, tapi untuk kepentingan menyatakan produk mereka aman. Biasanya pengujian juga dilakukan dalam waktu yang pendek beberapa hari atau bahkan beberapa minggu dengan paparan yang sangat terbatas. Hanya dari satu bahan yang dites dan biasanya pada hewan bukan pada manusia bukan juga pada anak-anak. Tapi dalam realita sehari-hari anak-anak kita terpapar puluhan produk setiap hari. Sereal di pagi hari, lalu lanjut snacks, lanjut minuman, snack sore lagi, desert di malam hari. Masing-masing produk ini mengandung beberapa jenis pewarna plus ratusan bahan aditif lainnya. Pengawet, pemanis, MSG, emulsifier, stabilizer, flavor enhancer. Ini semua masuk ke tubuh anak-anak kita setiap hari. Berinteraksi satu sama lain dengan cara yang tidak pernah dites, terakumulasi selama bertahun-tahun. Sejak mereka bayi sampai remaja dan kita expect tubuh mereka yang masih berkembang, sistem saraf yang masih forming bisa handle semua ini tanpa efek samping. Ini tidak masuk akal. Tidak heran kalau kita melihat explosion di chronic disease termasuk juga di mental health, di anak-anak tingkat ADHD yang meningkat secara drastis. Anxiety dan depresi juga meningkat di anak-anak. Behavioral problem juga meningkat. Dan kita masih wondering ini semua kenapa? Padahal jawabannya ada di depan mata kita. Di beberapa negara di Eropa termasuk di UK, di Jerman, di Prancis, kalau produk makanan mengandung pewarna tertentu, mereka wajib mencantumkan warning label di kemasan. Warning-nya berbunyi, "May have an adverse effect on activity and attention in children." Artinya, mungkin punya efek buruk terhadap aktivitas dan perhatian anak-anak. Ini requirement yang harus ada di setiap kemasan. Jadi orang tua di sana bisa melihat warning itu. Mereka bisa decide, "Oke, saya tidak mau anak saya konsum ini." Tapi di berbagai negara lain, termasuk di negara kita tidak ada warning seperti ini. Dijual dengan bebas tanpa warning. Bahkan dijual dengan marketing gimik khusus menarget anak-anak dengan kartun yang lucu, dengan warna yang cerah, belum lagi dengan klaim bergizi dan diperkaya vitamin. Orang tua tidak pernah tahu. Mereka pikir itu aman dan sehat. Kasih anak mereka dengan good intention. dan anak-anak mereka perlahan-lahan teracuni. Sistem saraf mereka perlahan-lahan rusak, perilaku mereka juga perlahan-lahan berubah. Mulai edik, minta lagi dan lagi, mulai terjerat menjadi konsumen seumur hidup. Kalau enggak dikasih mulai tentrum. Yang butuh awareness, pewarna ini tidak hanya ada di permen atau di sereal yang warna-warni yang sudah sangat jelas. Ini ada di mana-mana, di produk-produk yang bahkan kita tidak expect. Produk yang terlihat sehat. Yogurt dengan rasa buah di depan ditulis menggunakan buah asli. Kalau kita lihat ingrediens-nya, buahnya hanya 0, sekian persen. Jadi warna merahnya ini bukan dari buah, tapi ada tambahan pewarna sintetis. Es krim misalnya, terutama yang warna-warni atau rainbow es krim. Ada lagi yang biru bubble gum. Bukan cuman yang warna cerah-cerah ya, ada juga yang pakai pewarna karamel termasuk minuman kemasan juga. Ada jus buah juga, ada spot drink, energy drink, soft drink, bahkan yang klip vitamin water sekalipun. Kemudian di bahan makanan ketika kita masak saus, margarin, mustard dengan warna-warna yang kuning cerah, daging olahan sosis untuk bikin warnanya lebih apiling, lebih segar. Padahal ini proses meat dengan low quality atau juga kids meal di restaurant fast food, termasuk di nugget kemasan, di roti juga dengan topping yang colorful, kue-kue jajanan, termasuk selai. Popcorn, cheese, popcorn, karamel, popcorn, popcorn warna-warni, snacks, anak, chips, cookies, crackers, permen, jelli cup. Bahkan bukan hanya di makanan packaging, makanan-makanan dari restoran atau bakeriy kein juga pakai pewarna. Makaron, cupcake, donat, frosting cake yang warna-warni, bahkan vitamin, suplemen gamis untuk anak-anak yang supposed to be untuk kesehatan anak. Ini labelnya macam-macam. Vitamin C gamis, vitamin D gamis, multivitamin gamis, omega3 gamis, probiotik gamis. Ini semua digamisin. Semua dibuat colorful dengan pewarna sintetis untuk anak-anak, termasuk obat batuk sirup untuk anak, obat demam sirup, dan juga berbagai produk dengan label sehat. mau itu dari mie sehat, selai sehat, dan lain-lain. Termasuk berbagai produk-produk yang homemade yang terkadang bisa klaim apa aja dan masih banyak lagi yang mind blowing. Kita tidak bisa sebutkan satu persatu karena memang banyak banget bahan-bahan seperti ini. Ini kenapa marketing gim menyesatkan kalau kita tidak punya knowledge yang tepat. Bahkan sekarang banyak pewarna sintetis ini bukan hanya di makanan, tapi di produk sehari-hari yang anak-anak kita pakai. Ini kita akan bahas di lain kesempatan. Dan ini yang paling ironis. Dan yang paling tidak manusiawi ketika anak mulai sering tentrum, mulai hiperaktif, mulai mutsuing sampai agresif dibawa ke dokter. Dokter assess dibilang ADHD atau conduct disorder atau bipolar disorder. Lalu dikasih obat obat ADHD stimulan atau nonstimulan, obat mood stabilizer, obat untuk control behavioral, menenangkan dan coba tebak apa yang ada dalam obat-obatan ini. Pewarna sintetis yang memicu masalah ini dari awal. Jadi ini saya sudah bingung mau ngomong apa lagi. Ini completely insane dan anak kita jadi konsumen seumur hidup dari food industri, farmasi dan rumah sakit. Ini bukan hanya tidak masuk akal, ini sangat-sangat tidak manusiawi. Industri secara conscious, secara sadar membanjiri tubuh anak-anak kita dengan zat-zat yang berbahaya. bukan untuk kesehatan, bukan juga untuk nutrisi, tapi untuk menciptakan lifelong customer. Dari hal yang sangat simpel, warna yang menarik perhatian di gang supermarket menjadi konsumen seumur hidup dan banyak orang tua yang tidak awar, mereka merasa telah melakukan hal yang benar. Mereka trust the system, mereka trust the label, dan mereka juga trust oknum. Tapi sistem ini fundamentally sudah broken. Dan ini baru dari satu jenis bahan aditif, yaitu pewarna sintetis. Kita belum bahas bahan-bahan aditif lainnya yang punya berbagai efek negatif ke kesehatan. Bahkan ada yang mengandung bahan-bahan karsinogenik atau potensi kanser. Situasi ini juga sangat personal untuk kami. Zahra sejak kecil tanpa sadar terpapar ultra prosess food dengan pewarna sintetis setiap hari. Sereal warna-warni, gamis yang colorful, makanan dan minuman dengan warna pink. Karena Zara dari kecil suka banget warna pink. Tapi ternyata enggak hanya yang colorful, bahkan nugget yang kita pikir tidak ada pewarnanya. Ternyata sekarang ketika kita cek ingrediens-nya penuh dengan pewarna sintetis. Untuk yang sudah lama subscribe channel ini pasti sudah tahu perjalanan kesehatan Zahra. Dimulai dari masalah pencernaan yang kronis yang kemudian terus berkembang menjadi SL lupus dan juga komplikasi ke berbagai masalah kesehatan sampai ke mental health. Dokter sering resepin obat penenang dengan berbagai jenis. Ada obat penenang dan ternyata obat ini mengandung pewarna sintetis juga. Lalu ketika kita mau transisi ke hidup sehat tapi masih belum knowledgeable waktu itu, kami beli banyak banget produk yang diklaim sehat, produk dari Health Store yang kemasannya penuh dengan label sehat. Tapi ketika kita mulai baca ingrediens dan mulai paham secara detail, ternyata banyak banget yang masih tetap mengandung food dice, pewarna sintetis di produk yang supposed to be healthy. Dan ketika kita mulai untuk hidup sehat yang benar secara holistik, eliminate semua bahan-bahan yang berbahaya dari pola makan kami, banyak hal mulai membaik. Karena ini semua terakumulasi dan berhubungan satu sama lain. Tidak semuanya instan, tapi perlahan-lahan. Tubuh Zara mulai healing, mental hand-nya mulai stabil. Dan ini bukan hanya cerita kami, ini cerita member-member Ey lainnya yang mengalami transformasi yang serupa yang akhirnya kita semua paham agar masalahnya adalah systemic problem yang terjadi dari kecil. Tapi good news-nya ini semua bisa diperbaiki. Kondisi Zahra yang sudah sangat kritis saja bisa reverse. Jadi insyaallah kita semua bisa. Lalu, apa solusinya? Ada banyak hal yang bisa kita lakukan yang akan membuat perbedaan besar untuk kesehatan anak-anak generasi mendatang dan diri kita sendiri. Yang pertama dan yang paling penting fokus ke whole food yang berkualitas. Makanan asli yang padat nutrisi. Makanan yang ketika kamu berikan kepada anak kamu atau makan sendiri, kamu tahu persis apa yang masuk, apa yang dimakan. Tidak ada bahan yang tersembunyi. Tidak ada bahan aditif yang misterius. Dan yang paling penting, makanan ini memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. fiber, lemak bayi, protein, dan berbagai vitamin dan mineral. Ini sudah sering banget kita bahas di video-video sebelumnya. Jadi, kita enggak akan banyak bahas lagi di sini. Ini adalah fondasi. Ketika tubuh dapat nutrisi yang cukup dan berkualitas, pencernaan juga akan lebih sehat. Otak akan bekerja lebih baik, mood lebih stabil, energi lebih konsisten. Sistem imun juga lebih kuat. Dan kalau kita sudah fokus ke whole food yang berkualitas, kita akan semakin sedikit terpapar makanan kemasan yang penuh bahan kimia. Yang kedua, jika memilih makanan kemasan, mulai baca komposisi dan pahami. Balik ke bagian komposisi atau ingrediens. Baca dengan detail, bukan lihat label yang ada di depan kemasan karena semuanya marketing gimik. Pahami komposisinya. Untuk member premium di, kamu bisa pakai fitur C ingredients, foto komposisi bahan, dan kamu akan dapat penjelasannya secara saentifik. Yang ketiga, kalau kamu ingin memberikan suatu warna agar lebih menarik untuk anak-anak, kamu bisa gunakan alternatif yang alami. Jadi, alternatif alami ini bisa memberikan visual yang menarik, bahkan banyak manfaatnya untuk kesehatan. Mau pink atau warna merah bisa pakai buah beat atau buah naga yang kaya akan betalin dan vitamin C. Mau kuning atau orange bisa pakai kunyit, wortel atau ubi yang punya kurcumin atau betakaroten yang antiinlamasi. Mau ungu bisa pakai ubi ungu, bisa pakai talas, bisa pakai blueberry. Ini ada antosianin yang melindungi otak dan meningkatkan memori. Mau biru atau hijau bisa pakai spirulina atau corella. Ini superfood dengan protein tinggi dan bisa bantu detoksifikasi. Jadi warna yang diberikan itu sama dengan antioksidan yang powerful. Yang keempat, terapkan kebijakan bebas pewarna di rumah semaksimal mungkin. Bukan hanya dari makanan, tapi juga di produk perawatan pribadi. Pilih sabun, shampo, pasta gigi yang bebas pewarna. Tidak perlu pakai pewarna, yang penting fungsinya. Yang kelima, kamu bisa coba sendiri. Kalau anak kamu mengalami masalah perilaku, mau itu tentrum, hiperaktif, mood swing, agresif, susah fokus, hilangkan semua makanan dengan pewarna sintetis dan ultra process food. selama minimal 2 minggu. Dan ini juga berlaku untuk orang dewasa. Kalau misalnya kamu mengalami kecemasan yang tidak jelas penyebabnya atau perubahan mood, brain fope, mudah marah, coba hilangkan porana makanan dan ultra process food dan amati, perhatikan anak kamu dengan sesama atau amati diri kamu sendiri. Catat perilaku, mood, tidur, dan tingkat fokus kita. Untuk member premium bisa catat di fitur jurnal karena nanti pas weekly inside akan terlihat bagaimana transformasinya. Banyak orang tua yang kaget dengan transformasi yang mereka lihat. Anak jadi lebih tenang, lebih bahagia, lebih fokus, tidur juga lebih nyenyak, tentrum juga bisa berkurang drastis. Dan banyak juga orang dewasa yang anxiety-nya berkurang, moodnya jadi lebih stabil, brainfonya hilang, dan efek-efek positif lainnya. Dan ini bukan cuman sekedar cerita, ini ada penelitiannya. Di tahanan remaja di California, penelitian yang dilakukan dengan mengganti ultra process food yang penuh dengan bahan sintetis dan bahan aditif dengan whole food atau makanan asli tidak ada bahan kimia. Hasilnya tingkat kekerasan menurun 25%. Penggunaan alat seperti borgol dan lain-lain itu turun 75% dan tingkat suicidal turun 100%. Ini bukan anak-anak normal ya, ini remaja dengan criminal record, dengan behavioral issue yang sudah sangat sever, sudah sangat parah dengan berbagai trauma dan juga berbagai masalah yang sangat kompleks. Kalau pola makan seperti ini bisa membuat perubahan sebesar itu pada populasi yang paling at ris. Bayangkan dampaknya pada anak-anak kita, termasuk juga pada diri kita sendiri. Jadi, coba give it to weeks dan lihat sendiri transformasinya. Kemudian yang bisa kamu lakukan share informasi ini. Kami punya satu misi untuk menyelamatkan 1 juta anak-anak dari ini. Dan untuk itu kami butuh 1 juta view untuk video ini. Industri bisa menghabiskan miliaran rupiah setiap hari untuk marketing yang menarget anak-anak. Mereka punya power, mereka punya uang, mereka punya influence yang sangat besar. Tapi kita punya sesuatu yang lebih kuat yaitu kebenaran. 1 juta view berarti 1 juta keluarga yang aware, 1 juta anak yang potentially akan terselamatkan. We need to make a move. Dan kamu bisa ikut menjadi bagian dari movement ini untuk menyelamatkan 1 juta anak. Dengan share informasi ini seluas-luasnya, kita bisa melihat seberapa cepat kita bisa mencapai 1 juta view ini bersama-sama. Seberapa banyak masyarakat yang masih peduli dengan masa depan anak-anak setiap seriap view bisa menyelamatkan nyawa. Dan ini adalah cara kita untuk giving back to the society. Kita bukan hanya fighting untuk anak-anak kita hari ini, tapi kita juga fighting untuk diri kita sendiri, untuk kesehatan kita bersama, dan menciptakan generasi mendatang yang lebih baik. Dan selain share, kamu juga bisa support movement ini dengan like dan komen video ini dengan #save one million kids sehingga video ini bisa digulirin lebih lanjut lagi oleh algoritma sehingga lebih banyak orang lagi yang nonton. Dan untuk kamu yang belum subscribe, pastikan kamu subscribe agar tidak ketinggalan video-video kami selanjutnya. Kami tahu menjalani hidup sehat di tengah sistem yang sudah rusak ini tidak mudah. Makanan berbahaya ada di mana-mana. marketing gimik yang menyesatkan. Belum lagi dengan berbagai titipan kepentingan dan kita semua punya keterbatasan. Keterbatasan waktu, budget, akses informasi, dan kondisi masing-masing. Inilah kenapa kami membuat member premium untuk memudahkan kamu dan keluarga untuk menjalani hidup sehat yang sebenarnya yang akan bantu kamu untuk save biaya, save waktu, save tenaga juga. Di sana kamu bisa akses berbagai tools seperti AI assistant. Jadi, kamu tinggal input goal kamu, jawab pertanyaan dan jurnaling. Kemudian, EA assistant akan mempelajari kondisi kamu dan memberikan insight personal yang spesifik untuk kamu. Ini AI-nya sudah kami training secara khusus. Jadi, kamu dapat insight setiap hari. Makin lama kamu makin paham tentang kondisi tubuh kamu. Kalau ada pertanyaan tinggal tanya lewat fitur Q&A. Pas mau belanja ada fitur check ingredience, foto komposisi bahan, dan AI akan kasih analisa lengkap tentang bahan-bahannya secara saintifik. Jadi, kamu tidak perlu lagi bingung ke supermarket, termasuk terjembak balik produk-produk yang mahal yang malah merusak kesehatan. Lalu kamu juga akan dapat akses ke 10 Day Hair Revolution yang akan kasih kamu fondasi apa sebenarnya hidup sehat yang benar. Lalu untuk panduan makan sehari-hari, kamu bisa tinggal gunakan Easy Matrix. tidak perlu jasa meal plan yang harganya sangat mahal dan sangat tidak scientific base. Dan ada juga akses ke komunitas karena healing akan lebih mudah kalau kita berkumpul dengan orang-orang yang satu value. Dan masih banyak lagi fitur-fitur lainnya yang terus kami develop karena tujuan kami adalah memudahkan kita semua untuk hidup sehat. Tapi ini waiting list karena demand-nya cukup tinggi dan resource kami masih sangat terbatas. Dan kamu juga bisa selalu dapat edukasi kesehatan gratis seperti ini dari YouTube dan juga bisa join ke WA channel kita. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang. Salam sehat dan bahagia selalu.